FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

hubungan ilmu dengan moral. dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian. filsafat abad pertengahan. . -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata). -Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. -Metode Fenomenologis :Husserl. Berkeley. membersihkan. sintesis dicapai hakikat kenyataan. 4.bertanya. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. a. -Metode dialektis : Hegel. -Metode intuitif :Plotinus. David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar. seni dan tujuan hidup.Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang. b. antithesis. membedakan.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. -Metode Skolastik : Aristoteles. tesis. -Metode empiris :Hobbes.Locke. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri.Ciri filsafat. -Metode transedental : Immanuel Kant. menyisihkan dan mengolah. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis. Thomas Aquinas. akhirnya ditemukan hakikat. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari. Bersifiat sintetis deduktif. dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran.

sedang. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal. Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya.c. Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu.Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat. licik dan sering memberontak. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a. Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. b. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. Sesungguhnya filsafat telah. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Secara . Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. 5. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. . matahari dan langit.Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. -Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat.

sejarah filsafat Islam. Meliputi logika. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat).filsafat manusia. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? . estetika. Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. metafisika. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. filsafat ketuhanan (teologi). Epistemologi. sifat. metodologi.sumber pengetahuan. etika dan estetika. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis.India. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. asal mula pengetahuan. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. batas-batas. etika. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat. filsafat hukum. dan lain-lain. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. filsafat komunikasi. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. filsafat ilmu. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. epistemology.Cina. filsafat ilmu. Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. epistemology. Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. 6.

Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? . Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan.

1982. Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J. dan lazim disebut teori pengetahuan. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. Epistemology berasal dari bahasa Yunani. Kritika pengetahuan. atau teori. Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar. kritika pengetahuan. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui.dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan. Episteme dan logos. Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran.Feriere. M. Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran.1). Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal.F. untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum).BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1. Kriteriologi . dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge. . gnosiology. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. a.(Abbas Amami. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal.hlm. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. b. criteriology. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran. c. kata.

Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. dan kesahihan pengetahuan. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : .d. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. metode. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. Gnoseologia. Mengenai batasan epistemology. batas-batas. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. 2. sumber pengetahuan. asal mula pengetahuan. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. dan asal usul pengetahuan. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan. Niels Mulder menuturkan. jenis-jenis pengetahuan. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. sifat. atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak. terjadinya pengetahuan.A. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. e.

Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. h. pada tumbuhan. tidur dan lain-lain. Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. ketertarikan pada kehormatan. pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen. minum. Menikmati (enjoys). Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. ia akan menikmati itu dalam pikirannya. kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. f. d. e. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. permintaan lingkungan. dan lain-lain. rasa tanggung jawab. Percaya (believes). tuntutan masyarakat. keinginan pada objek-objek. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil. g. dan kepuasan. . lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan.istirahat. Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. Menyelidiki (inquires). Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. Mengamati (observasi). konsep diri. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. biologis. tujuan pribadi. pengendalian. Menyesuaikan (adapts). Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. b. rasa kebebasan bertindak. pikiran haruslah mengandung kesadaran. pengaruh. kesenangan pada binatang. Mengatur (organizes). sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. Hasrat (desires).a. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. dan lain-lain. pada orang lain. dan proses interaktif. hasrat. menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik. c.

Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan.Azas ini disebut azas kesamaan. pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah. c. artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas. Principium tertii exclusi. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga. d. Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. b.3. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). . Azas ini bisa disebut azas pertentangan. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. Karena selalu menekankan pada kenyataan. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. Principium Contradictionis. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra.

kayalannya ini terbawa mimpi. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama. 4. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. pengecapan lidah. Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono. dan perabaan kulit. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.e. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. Adapun keyakinan sangat statis. mendengar dengan telinga. Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. pembauan hidung. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. . f. Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik.

tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. Menurut Plato. cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme. kemudian ditarik hipotesis. . Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir. 5. c.David Hume. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. penglihatan normal. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan. Contoh. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. Leibniz. Metode yang diterapkan adalah induksi. pengetahuan yang objeknya adalah arche. kebenaran dan keadilan. pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. diagram. Metode yang diterapkan adal deduktif. para ahli matematik dan geometri. Asal-Usul Pengetahuan a. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak.b. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar. Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. b. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal).Spinoza. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. B. Filsufnya antara lain Rene Descartes. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis. diagram. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. Tokoh empirisme adalah John Locke. selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian. Menurut Plato. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak.serta indra yang normal. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. d. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal.

Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. Oleh karena itu metafisika ditolak. 2. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). yang factual dan yang positif. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. adalah tahap tetinggi. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. Menurut Comte. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi. Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya. 1982). Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. Ilmu pasti.c. kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. Misalnya : lingkran itu bulat. Tahap metafisika. Menurut Kant peranan budi sangat besar. Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. tahap metafisis. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. yaitu tahap teologis. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. Tahap teologis. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. Pengetahuan analitis. Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. ilmu pesawat. Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. tahap ilmiah atau positif. Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. segala gejala. prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap. Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak.merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi. d . ilmu alam bersifat sintetis apriori. Predikat sudah termuat dalam subyek. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. 3. ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). 1. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. yang kemudian disatukan . tahap ketiga. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. baik yang analitis maupun yang sintetis. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. 2.

Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. 6 . Pengetahuan analitis apriori misalnya. Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. adalah zaman ketika orang tahu. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Tahap positif. yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. . bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta. Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi. Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. baik pengetahuan teologis maupun metafisis. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat.dalam persatuan yang bersifat umum. dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). 3. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya. Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya.

maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖.(Soejono Soemargono. seperti di dalam laboratorium. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). seperti bidang politik. Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya.2. dan sebagainya. yaitu kelompok manusia tertentu. hlm. Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. berarti hipotesa itu mengandung kebenaran.1983). Jika sifat atau objeknya begitu penting. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. orang melakukan kajian lebih lanjut. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris. proses atau hubungan. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. kejadian. Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen. 16-18). a. Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. 1. Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. sosial. Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama. Sedangkan . Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. ekonomi. 1983. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. teori dan hukum-hukum alam. (Soejono Soemargono.

1. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. 2. Bahasa biasa. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. pasti. Misalnya. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. daya. banyak peluang. masa. Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat. c. Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. banyak nuansa. Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum. bersifat subjektif. melarang duduk di depan pintu. medan. Bahasa buatan. yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya. sering juga disebut bahasa simbolik. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah. 2+3= 5 Dari pembagian di atas.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. Bahasa sehari-hari banyak variasi. Dengan demikian dapat dirumuskan. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. Misalnya. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah. kalimat seru. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita. . bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. perasaan dan emosi. adalah murni bahasa buatan. Bahasa artifisial. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. mengangguk tanda setuju.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. kandungan istilah disebut konsep. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. Kata buatan disebut istilah.objektif. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus. Kognitif evaluative. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak. kalimat perintah. Pengelompokan habasa: b. kalimat harapan. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja.

. Logika lebih sederhana penalarannya. a. -Fungsi simbolik. Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. menyusun atau mengatur.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. sebagai sarana berpikir deduktif. Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. b. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara. Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. . Logika dan matematika. Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). menyajikan. untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran. Walaupun demikian. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. Logika dan statistika Secara etimologi. demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. . menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka. bukan hanya untuk menyatakan fakta. -Fungsi efektif atau praktis. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain.Sebagai kegiatan perstatistikan.

-Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit. . -memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan. andaikan tanpa statistik.-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu.

meta science (adi-ilmu). ruang. 2. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. dan sebagainya. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya. kualitas. geologi. Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. Filsafat ilmu dalam arti luas. wacana. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu.seperti kuantitas. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. antropologi. 2. waktu. studi kesejarahan. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. dan kepragmatisan. Filsafat ilmu dalam arti sempit. science of science (ilmu tentang ilmu). dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.BAB III FILSAFAT ILMU I. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika. Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. dan hukum. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. . kerasionalan. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1. dan sebagainya. terhadap lambang-lambang yang digunakan. dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar.

Filsafat pengetahuan ilmiah. Objek Filsafat Ilmu 1.17-18). II.hlm.3. Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam. Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi. (Berling. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. dan sebagainya. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat . ilmu teknik.Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. 2. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya.1988). Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. 1990. dkk. 2. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum. ilmu masyarakat.

Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. dan psikologis. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. penerapan metode induksi. III. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat. epistemologis. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. Dengan demikian. tempat ilmu itu dikembangakan. artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1. Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. Telaah mengenai berbagai konsep. melakukan eksperimental (percobaan). praanggapan dan metode ilmu. b. Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. . Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi.(esensi) ilmu pengetahuan. analisis. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa. Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

Berkaitan dengan sifat metode scientific. Esensi science terletak pada metodenya. metode dan aktivitas. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. b. e. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. dan kedua. fungsinya. speculativeness. yaitu communicapibility. Willingness to suspend judgement. Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. f.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. c. the scientific attitude. Speculativeness. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji. Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. Willingness to be objective. Adapun dari aspek social. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. willingness to suspend judgement. scientific method. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. bagaimana sifatnya. dan tentativty. science has become a vast institutional undertaking. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif. Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. . pengaruh ilmu terhadap ekologi. Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. malalui apa yang disebut dengan applied science. d. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai.

2. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak. Bersifat universal 4. 2. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. 8. Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema. 6. Kritis. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. 5.II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. 3. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. artinya tidak ada teori yang definitif. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. 3. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. 7. . Objektivitas. 4. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. Progresivitas. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Dengan menilik persoalan keilmuan. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan.

atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah.Muhammad Hatta. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. dipaparkan misalnya azas. . ukuran. kecendrungan. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi. Ilmu bersifat universal. Demi objektivitas ilmu. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum. atau prosedur kerja yang efisien. 3. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. 3. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah. sifat. Ilmu harus mempunyai metode. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. Karl Pearson. maupun menurut bangunannya dari dalam. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. 2. ciri. 4. managemen yang efektif. menurut kedudukannya tampak dari luar. Ilmu harus mempunyai objek. peranan. ilmu purbakala dan paleontologi. Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. III. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. susunan. dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik. 4. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. Ilmu harus sistematik. 2. Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah.

Contoh: ilmu kedokteran. administrasi dan ekologi. Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. ekonomi. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. hukum. Ilmu deduktif dan induktif 1. Ilmu idiografis. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. b. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. 2. sosiologi. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. Contoh: matematika dan fisika. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. ilmu alam dan ilmu manusia. Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. yaitu matematika dan filsafat. teknik. psikologi. c. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. unik. . Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual. yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris. d. Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi.

Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. dan proses tanda. Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. benda fisik. Menurut The Liang Gie. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam. Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan. Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran. gejala rohani. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat. Jadi. Misalnya.3. Natur. peristiwa social. jasad hidup. Berbeda dengan benda-benda alam. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science). suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam. ide abstrak. Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan). produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband. mengklasifikasikan sebagai berikut : a. adalah ilmu pengetahuan alam.

Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran. 3. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif. politik atau ilmu pemerintahan. . Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. Cristian Wolff. 2. kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta.

4.Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. menbaca buku. Fisika social (sosiologi) d. seni. Ilmu pasti (matematika) b. karya seni dan lain sebaganya. agama dan lain sebagainya. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. e. 5. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana. Menurut Proper. dan kritik atas daya pentimbangan. dan merasakan. Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. Sesudah penghayatan itu. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. metafisik. a. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Ilmu kimia e. Ilmu alam(fisika) d. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. buku-buku. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. kritik atas ratio praktis. menghendaki. Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut. dunia tiga hanya ada selama dihayati. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. Ilmu perbintangan( astronomi) c. dalam studi yang sedang berlangsung. c. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal. Thomas S.

Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. Tahap ketiga. Tahap kedua. Menurut Khun. Selama menjalankan aktivitas ilmiah. Perumusan masalah. sosiologi dan politik).praktek ilmiah konkret. yaitu kerja. cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. 2. ilmu historis –hermeneutis. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. akses kepada realitas. komunikasi dan kekuasaan. dan ilmu sosial kritis(ekonomi.Susunan ilmu pengetahuan a. dan ini dinamakan anomali. Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah. f. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal. Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris. Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science). para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. IV.

langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. Dengan klasifikasi. Observasi. diidentifikasi. Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini. b. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. diselidiki. 5. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. Dari sinilah teori terbentuk. dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. Dengan demikian. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. deduksi memainkan peranan. 4. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. dipakai sarana tertentu. 6. cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. dikumpulkan. Bahan itu disaring. diawasi. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. Jika fakta tidak mendukung hipotesis. didaftar. Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. a. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan.3. Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan. berkaitan dengan emosi pengamat. menguntungkan dirinya sendiri. lewat deduksi pula.diklasifikasi secara ilmiah. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. pengamatannya bersifat subjektif. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. Observasi sehari-hari bersifat emosional. . hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan. diverifikasi. tidak ada kepentingan dirinya sendiri. Pengamatan yang biasa. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. ditingkatkan. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. menganalisis.

c. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. e. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi.Penjelasan. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. hampir pasti. Deduksi. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau.b. c. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. . Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris. Evaluasi. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. Induksi. atau boleh jadi. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. utamanya ilmu politik. -Penjelasan probalistik. Penjelasan dan ramalan. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. d. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan. Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. -Penjelasan fungsional. a. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin. -Penjelasan historic atau genetic. -Penjelasan finalistic. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum.

b.31-35).Ramalan menurut struktur. baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian. (Abbas Hamami.M. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan. Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. -Ramalan menurut utopia. Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka. Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang. 1980. Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. . -Ramalam menurut proyeksi. . karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan. Ramalan -Ramalan menurut hukum. Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. dan kebetulan sudah difilmkan.

sambungan kata depan meta (menuju. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. ekonomi. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. uraian ilmiah. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. Metoda adalah suatu cara. mengikuti. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. hukum serta ilmu-ilmu kealaman. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode. deduksi. melalui. politik. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. jalan. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus. Adapun metodologi disebut juga science of methods.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. berdasarkan pengertian siklus empiris. Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos.arah). Bagi ilmu seperti sosiologi. hipotesis ilmiah. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian. Kata methodos sendiri berarti penelitian. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. Pengertian metode berbeda dengan metodologi. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis. b.perjalanan. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. dasar dari langkah praktis penelitian. induksi. adalah ilmu yang membicarakan cara. metode ilmiah. antropologi. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. Induksi dan deduksi Menurut Beerling. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode. Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. . yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. 2. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari. sihingga memiliki sifat yang praktis. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. komunikasi. cara. Interpretasi Artinya menafsirkan.

Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya. g. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. h. Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. e. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations. i. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal.c. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan. . nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. f. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada. Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. manusia adalah makluk historis. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. j. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. d.

Oleh karena itu menurut Descartes. Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru. oleh karena itu perlu dibenahi. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. cogito ergo sum. tetapi memerlukan bakat. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. . pengetahuan bahasa memang berguna. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. puisi memang indah. ke pengetahuan yang paling kompleks. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok.3. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. +Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. setahap demi setahap. Menurut Descartes. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. lalu meningkat sedikit demi sedikit. -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. sehingga tidak perlu diragukan lagi. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. -Bagi Descartes. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan.Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. pengetahuan budaya itu kabur. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas.

air. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam. dan lai-lain. sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis. Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. .-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. udara.

misalnya. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis. dan tidak diketahui tujuannya. Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. 2. b. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. tidak terarah. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. diwarnai oleh subjektivitas. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. f. misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah. tidak dengan cara ilmiah. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan. kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. c.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. . betul-betul demikian halnya dan sebagainya). b. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. e.Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan. kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan. bersifat univesalitas dan objektif. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. dan tidak direncana. sekalipun ia tidak yakin hal itu benar. Susunannya logis. Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. d.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. kebenaran yang diajarkan agama. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja.

misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. hubungan.c. 3. kebenaran semantikal. kelurusan hati. 4. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. d. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. Jalan kebetulan. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas. Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri. Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. Spinoza. Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz. Denga adanya berbagai kategori tersebut. Selalu izin. kebenaran ontological. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. hubungan dan nilai. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan. barang . Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi .dan nilai. sifat. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. perkenanan. sifat atau karakteristik. Hegel dan Bradley. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth). Kejujuran.Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal. 5.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya.

Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan. tokoh pemula filsafat analitika bahasa.lain yang benar. Misalnya pengetahuan naik bis. dan jika terbukti menguap. c. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. e. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. b. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti. Sebagai contoh. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika. baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. . Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. d. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. Jadi. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis. Misalnya. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek.

g. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. sehingga berupa garis yang bulat. -Idola tribus. sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman. diawali oleh Ayer. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. pendidikan. -Idola specus (gua). diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. dan karakter yang baik. Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua. -Idola fori (pasar). Misalnya suatu lingkaran adalah bulat. Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari.f. Kekilafan. maka apa bila kita membuktikan lagi. .

hewan. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan. Pengertian.BAB VII PENALARAN 1. dan sebagainya. maka. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. Anton) kata sifat (missal. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. semua. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Misalnya kata : jika. meliputi nama diri (misal. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term. Dalam pendapat tersebut. b. berakal). Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. Misalnya manusia. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. Copula . Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti. Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. Artinya . dan sebgainya. seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. Istilah. Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. dan sebagainya. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. pesawat terbang. Misalnya reactor atom. ciri dasar dari pengertian itu. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. pengetian yang satu disebut subjek. a. Pengertian juga disebut konsep atau ide. manusia). kesenian daerah modern.

Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti. perdalilan itu merupakan pembuktian. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat. kompleks. Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. . atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat.merupakan inti pendapat. c. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu. karena sudah tergabung dalam predikat. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. masalah. Dengan kata lain. Banyak sekali jenis perdalilan.

Hanya satu dari pendapat itu yang benar. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. Oleh karena itu. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. melambangkan suatu maksud tertentu. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya. Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. mereka yang menyelenggarakan diskusi. 2. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini.Kalau hal itu terjadi. kontradiktoris. yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula. Karena telah adanya maksud tersebut. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. maka uraian akan kacau. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. tentang suatu pengertian. tetapi untuk mencapai kebenaran. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. . sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. Pengertian.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. Seperti diketahui. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. istilah. yan benar senantiasa tepat. hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. Kesalahan. suatu uraian atau disebut perdalilan. tetapi yang tepat tidak selalu benar. ketepatan saja tidak cukup. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika. tidak mungkin kedua-duanya. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan.

kuda. dan regu. Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. kuda. baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya. Oleh karena itu. hal ini menggambarkan kepedulian. . misalnya rombongan. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. sarjana. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. b. misalnya ini kuda putih. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. dasar. misalnya kerbau. Dilihat dari segi isi. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. jadi tidak sah. misalnya orang. Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis. lingkungan. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. c. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. 4. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. misalnya. Sebagai contoh. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung.3. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. pengertian yang belingkungan satu saja. Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. karena kandungan maknanya bermacam-macam. hewan. kambing. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. misalnya pengawal. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. lusin. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. misalnya kecerdasan. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. Tidak ada kemungkinan ke tiga. terdapat pengertian yang bersifat: a.

bisa terbang. Misalnya. 2= genap. Jadi sapi bukan hewan.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. e. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. kuda adalah bukan kambing. seperti. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. singa adalah binatang buas. -Definisi biverbal. Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan. seperti. Manipulasi angka: 5 =2+3. -Universal. seperti. dan dikemudikan oleh seorang pilot. karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. ―Bulan ini tiga puluh hari. -Definisi deskriptif. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. d. Bulan bersinar di langit.-Partikular. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. misalnya beberapa orang. Merupakan definisi yang berlebihan. Sapi itu bukan kuda. seperti seluruhnya. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar. pengertian yang mencakup semua. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. -Tidak menggunakan kata negative. tanpa kecuali. Kata-kata mempunyai arti lain. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. c. 3=ganjil. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. Maka genap tamba ganjil= 5 . seperti‘kursi itu kuat‘. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah. misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b. sebagian di antaranya. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif. Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a.

dan memanfaatkan daya-daya kehidupan. sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. (b) pengetahuan yang mendalam. dan lain sebagainya. Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. 1982: 15). pengertian. Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. tahu. yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. mengatasi. Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". DAN KEBUDAYAAN I. kimia. berkembang pada tujuan untuk memahami. Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". biologi. Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. antropologi. Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). ilmu bahasa. menguasai. . ilmu ekonomi. sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. keahlian. Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. berikut dibahas makna denotatif ilmu. dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial.BAB VIII ILMU. "tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). dan memanfaatkan alam. Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang. TEKNOLOGI. psikologi. dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie. namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. farmasi. kosmologi. dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. dan dimensi-dimensi dalam ilmu. ilmu. 1982: 17). menjelaskan. maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu. "studi sistematis" (systematical studies). dkk. bertujuan (purposeful). 1969: 770). makna konotatif ilmu. ilmu politik. tahu juga tentang. faham benar-benar (Prent. 1984: 184).

Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. "sosiologi". Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. 1976: 314). Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. 1984: 3). sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. "biologi". secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". yakni bagian substantif atau isi. Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". seni (Runes. aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara. Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. Dari sudut pandang sosiologi ilmu. Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. Dalam tradisi Yunani. Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu. 1982: 20). maka . 1984: 4-5). pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil). prosedur. 1982: 96). Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal. akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. atau pun komersial (Ziman. Secara etimologis. Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni".Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. Sebagai gambaran. 1982: 25-26). sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi". yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh. dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. dan produk (The Liang Gie. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. Dari titik pandang internal dan sistematis. Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. Dari tinjauan secara etimologis. hanya dapat dibedakan dalam analisa. "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial. maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah". 1976: 183). dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan".

yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. Berkaitan dengan pendapat pertama. juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. teknologi bukan ilmu. atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. 1982: 84). Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern. seperti halnya dalam ilmu. namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. yakni: teknologi fisik (misal. namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi. 1971: 125). Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. teknik mesin. sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. Dalam pendekatan sistem. (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. 1982: 83). Kedua. dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". riset operasi). (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli. 1971:125). "pengajaran praktis dari sekolah industrial". atau sebutan singkatnya. Proses "penemuan" dalam teknologi. Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. yakni sebagai "alat kerja". ilmu komputer) (The Liang Gie. (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. teknik sipil). teknologi sosial (misal. Ketiga. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan". yakni: Pertama. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". farmakologi). 1971: 322). ilmu merupakan salah . teknologi biologic (misal. Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. 1982: 84). teknologi merupakan ilmu. yaitu industri. 1982: 84). Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. teknologi pikir (misal. teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. ataukah "pengetahuan biasa". melainkan penerapan ilmu. 1982: 82). Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie.

1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . Masalah yang muncul pada pendapat kedua. bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia. beradaptasi terhadap. yang merujuk pada pabrik-pabrik. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann. (4) Para ilmuwan sosial Hitam. dan layanan (The Liang Gie. 1971: 127). memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie. 1971:125).' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). produk-produk. (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie. 1971:. pikir. Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. aspek ideologis dari teknologi. maupun aspek budaya dari teknologi. (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann. dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". barang. yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas. "sekolah". "aktivitas" dari teknologi. sosial. 1971: 126). Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. 1971: 85). 1971: 126). dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. 85). dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu. 1971: 83). pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". aspek sosiologis dari teknologi. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi". 1982: 83). Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami.satu input dari teknologi. terutama para antropolog. yakni "kerja". biologis. melainkan pada dimensi "praktis" maupun.

Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. misalnya. yakni kepentingan ekonomi. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". komponen. fabrikasi. kiranya. Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. maupun budaya masyarakat. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. Bertalaffy. 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. 1982: 85-91). Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. --terinspirasi oleh Peter Drucker. keahlian teknis.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). barang. biologis. bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. terutama: ilmu (The Liang Gie. tujuan kerja. makanan. maknufaktur. (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. struktur sosial. alat-alat. alat. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. 1982: 83). namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. dan dunia sosial manusia secara empiris. bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik". barang-barang. teknik. baik pada dataran konsepsional (prosedur. Dengan pendekatan yang demikian. Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. politik. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. organisasi. psikologis. atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. seni. 1987: 144). proses."aktivitas" dari teknologi. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. 1971: 105). maupun organisasi. atau pun benda-benda. Sebagaimana pendekatan sistem. Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. keahlian. pabrik. The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda. demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi. melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen. teknologi memiliki "input". Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . "output". pengetahuan. Menghadapi kompleksitas "teknologi". walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). Teknik tidak timbul kebetulan saja. dan lingkungan.kandungan pengertian "teknologi". dan Churchman-. Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". alat. 1982: 85). aktivitas). sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. industri. Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-.

Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan". Ilmuwan "mencari tahu". (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". pengalaman. Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya.dari jenis tertentu. (5) struktural. (4) Sebagai klarifikasi konsep. (2) historic. dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. . yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. (6) genetik. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. hukum. mesin. daya alamiah. Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. 1982: 85-91). teknolog "mengerjakan". sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. (6) Input teknologi bermacam-macam jenis. C. yakni: (1) deskriptif. Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. dan lain-lain. keahlian. dan aspek teoritis maupun praktis. (3) normatif. sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn. ilham. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah. dimensi abstrak maupun konkrit. berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. sebaliknya. seni. 1952: 81-142). Bahkan dapat dikatakan. (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi. dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. teknik. yaitu: material alamiah. sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. keper cayaan. sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual. kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. intuisi. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. (4) psikologis. misalnya: akal sehat. (5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara).

yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam. . Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. 1952: 182-190). Terlepas dari berbagai silang pendapat. bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. ekologi. sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat. sistem nilai. Sebagai gambaran singkat. Dalam pengertian kontemporer. Dengan kata lain. menghadapi tantangan alam. gagasan. Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. adat kebiasaan. arsitektur. misalnya: bahasa. kebudayaan "material". 1.moral. Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger. objektivasi. tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik".ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. 1991: 4). baik yang bersifat material maupun nonmaterial. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. kosmogoni. karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. 1952: 81). dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger. dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". ilham. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear. (3) aspek-aspek subjektif. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. kosmologi. teknik. Selain menghasilkan hal-hal material. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. perilaku dan nilai serta tindakan. kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. seperti: alat teknologis. 1984: 11). Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya. yakni: eksternalisasi. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya. Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. dan lain sebagainya. sistem pengetahuan. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. dan sebagainya. biokultural.991: 8). "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. kebudayaan "spiritual" (Kroeber.

Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. baik yang mental maupun yang fisik. baik secara individu maupun sosial. Pada perkembangan yang lebih lanjut. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). "Internalisasi" adalah peresapan. Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia. aktivitas mental manusia menciptakan simbol. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. atau akibat sekaligus sebab. Dalam momentum eksternalisasi ini. dan memiliki watak seperti dunia alamiah. teknologi. 1990: 75). "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. Dalam kerangka pikir yang demikian. teknologi. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. selain alam natural). Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. kembali realitas tersebut oleh manusia. masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. sistem nilai. manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". atau lembaga sosialnya. Sedangkan melalui internalisasi.Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia". lembaga. setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. melalui eksternalisasi. Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. 1991: 8). 1991: 11-12). maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. untuk menyesuaikan diri dengan produknya. Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger. "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. bahasa. Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. norma. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. 1991: 9). 1991: 7). "produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia. Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. baik bahasa. Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. Dalam rangka eksternalisasi. manusia dan dunianya (Berger. Namun melalui objektivasi. masyarakat merupakan produk manusia. dan proses yang lain merupakan akibat. Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. dan lain-lain (Berger. Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. misalnya: bahasa.

Pada dunia industri. Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. hubungan politis. dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. Pada unsur-unsur material kebudayaan. Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri. Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula. manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri.seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). 1990: 194-196). sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. Manusia menemukan dan membuat bahasa. dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya. 1991: 10). 1990: 187). Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia. Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. 1990:198). hubungan sosial. maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. Sosialisasi dibedakan menjadi dua. Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. bangsa. dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). ras) (Berger. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. Dari . antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. Berbeda dengan sosialisasi primer. justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka". Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu. yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. disebut sebagai momentum proses internalisasi. hubungan ekonomis. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru".masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. Pada dunia agraris --suatu misal-. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit. yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge).

1984: 185-189). bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer". Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. walau tahap-tahap pengetahuan. dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. 1991:201). tata nilai. "science". "pseudoscience" (setengah ilmiah). pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain. Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. atas peran empirisme dan positivisme. ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. "di luar jangkauan". "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". 1984:185-186). sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas". 1984:191). dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . 1984:180). 1971 : 80). "dapat dipercaya sebagian". Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah". sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan. teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan. Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". ontologis. "meragukan". dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. Pemilahan antara "folk science". Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder.landasan peran. ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan". Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. (tahap mitis. dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas.

teknologi juga tidak "stabil". Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". sistem hukum. ideologi. berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. D. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. dan seni rupa (The Liang Gie. 1971: 190-193). Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. nilai-nilai sosial. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. kecuali matematika. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. Komponen-komponen tersebut. teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia."pengetahuan ilmiah". "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain. dengan mendudukkan rasionalisme. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. struktur social. baik itu religi. maupun subjektivitas manusia itu sendiri. di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. nilai estetis. humaniora. yakni: teknologi. 1982: 88). atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . struktur ekonomi. filsafat. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. ideologi-ideologi politik. teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi. sistem ekonomi. Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". kepentingan politis. Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. 1987: 263). Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. dan nilai-nilai religius. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. ilmu.

teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . Teknologi komputer dan jaringan Internet. teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material. Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis". Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". baik dunia material maupun dunia nonmaterial. seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. yakni merenung dan berpikir -. teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain. Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi. "kebebasan". 1986: 72). atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. bahkan suatu "dunia" baru. Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas. teologi. 1971: 139). Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. yang buatan manusia. ed. Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". "keadilan" "sejarah". namun juga nonmaterial. maupun terhadap manusia sendiri. tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi.setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru.ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. filsafat. misalnya. melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. yakni berpikir dan bertindak. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. Dengan demikian . dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes. secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia. yakni "dunia Cyberspace". ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. filsafat. dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. yakni terkait dengan masalah "otonomi". namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia. tata nilai baru. pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. 1985: 14-19).

menggunakan. yakni: (1) Keharusan teknologi. kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". maupun agama. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. (3) Elitisme dalam teknologi. (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. dalam Mangunwijaya. Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. 1985: 76-78). Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. Dengan demikian. Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. maupun pengelolaan teknologinya. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). dalam: Mangunwijaya. Dengan cara berpikir yang demikian pula. Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. 1986: 85). 1985: 79-80). 1988: 810). Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. dalam: Mangunwijaya. biotic. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain. (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu. yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. lingkungan sosial. karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi.mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme. namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. politik. Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup". ekonomi. . lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya. Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. pemecahan masalah. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. dengan paradigma teknologinya yang spesifik. 1985: 78).

akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. "deregulasi". maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. watak ekonomis yang: "capital-intensive". Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri. dan pandangan hidup terhadap dunia. 1985: 29). kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. ternyata memiliki: Pertama. Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. Oleh karenanya. terhadap pengetahuan. maupun terhadap alam (Ferkis. terhadap manusia. "organitation-intensive". Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan. sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. dalam: Mangunwijaya. ed. Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). "research-intensive". Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". atau pun "upah buruh rendah". di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. dan "worker-intensive". beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". . pola konsumsi. Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik". Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan". terhadap kekuasaan. "labour-intensive".Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya.

teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain. 1986: 82-83). alkulturasi kebudayaan.Kedua. Sehingga. bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". Mata rantai produsen dan konsumen terputus. ditinjau dari aspek sosial. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi". Dari sudut pandang kebudayaan. menguras. dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". . struktur kebudayaan. Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. dengan dunia barat sebagai pusatnya. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat". Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". atau bahkan "invasi kebudayaan". Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi. (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes. suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru. yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. Ketiga. Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian.

hlm. Moral. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. tingkah laku. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. 1987. menggambarkan. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. seperti apakah nilai. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. seperti etika pergaulan. watak. 6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. Etika deskriptif hanya melukiskan. motivasi suatu perbuatan. dan norma moral. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. menceritakan apa adanya. gerakan-gerakan. 1982. Adapun motif. suara hati sulit untuk dinilai. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. kata-kata dan sebagainya. Antara Etika. tidak memberikan penilaian. suara hati. para pemuka masyarakat dan agama. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Ajaran moral adalah ajaran. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum.BAB IX ETIKA KEILMUAN A. (Frans Magnis Suseno. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Etika dan moral sama artinya. . sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. dan sebagainya. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. hlm. etika dalam pekerjaan. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. bukan etika melainkan ajaran moral. Jadi. seperti orang tua dan guru. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. norma hukum. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. Contohnya sejarah etika. yaitu norma sopan santun. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan. (Sunoto. atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. dan sebagainya. khotbah. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. dan tulisan para bijak. wejangan. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. Norma. yang harus dikerjakan dan yang tidak.

di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. 1990. kepentingan generasi mendatang. Tanggung jawab etis. Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa.B. (Harun Hadiwijono. dan bersifat universal. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat. Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas. kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. 44 . (Achmad Charris Zubair. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri. Pada zaman negara militer. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut filsuf Herbert Spencer. martabat manusia. melainkan atas kekuatan berproduksi. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada. pengertian kesusilaan dapat berubah. Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu.45) Oleh karena itu. Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita. hlm. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. Akan tetapi. C. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. menjaga keseimbangan ekosistem. bertanggung jawab pada kepentingan umum. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia.

(Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu . ideologi. Tokoh sosiologi. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. budaya. yang buruk dan yang baik. 2. Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. agama. 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. dan unsur kemasyarakatan lainnya. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. yaitu sebagai berikut. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. budaya. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. 1.kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Weber. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. D. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. 3.

metode. 34). 1985. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . Di samping itu. h1m. Suriasumantri. merasa. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam. 1985. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. yaitu pekerjaan. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S. merendahkan martabat manusia. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. bahasa.pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. dan mencampuri permasalahan kehidupan. dan otoritas. Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu. E. dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. F. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. Suriasumantri. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S. hlm. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. hlm. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. Kepentingannya adalah memelihara. 1984/1985. Dalam kaitan dengan ilmu. serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi. sumber. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda.

pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. rasional. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. Oleh karena itu. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. dan terbuka. Suriasumantri. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. Akan tetapi. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. martabat manusia. G. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. Jadi. hlm. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. 91) Dalam kaitan dengan moral. Dalam hal ini. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. atau agama. 1984/ 1985. 1985. Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. H. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Sebagai landasan ilmu. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . hlm. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. h1m. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal. dan kelestarian atau keseimbangan alam. 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. ideologi. logis. ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. 1984/1985. Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. objektif. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut.

selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. . dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. 5. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. moral dan akhlak amat diperlukan. Misalnya hipotesis yang beragam. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. yaitu sebagai berikut.setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu. Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Artinya.. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral. Sesuai dengan martabatnya. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap. Oleh sebab itu. 1. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya. 4. dapatkah ilmu yang kokoh.(1996) sedikitnya ada enam. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M. Akan tetapi. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2. tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. Oleh karena itu. Dengan demikian. yaitu moral khusus ilmuwan. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. hlm. 1996. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). Bersikap selektif. kuat. ilmuwan.. (Abbas Hamam M. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula. 3. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan.

yang tercermin dalam perilaku kreatif.komunal. . serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu. menulis. etika kedokteran. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. sistem tradisi. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. dalam kegiatan membaca. sistem politik. inventif. etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan. 6. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. inovatif. etika politisi. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan. Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. etika bisnis. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. cipta. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. Misalnya. belajar. serta pantang menyerah. rintangan. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. berkarya. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. dan karya. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut. meneliti. Di samping itu. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan. Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . dan komunikatif. dan tantangan dalam kehidupan. disiplin dalam berpikir dan berbuat. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji.

theory of fine arts. seni pahat. filsafat seni. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. Selain itu. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. Terdapat pengertian lain. garis. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. theory of taste. dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. dalam memahami estetika. dan filsafat kritik. kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi. Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. dan theory of Five Arts. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz. yang didalamnya termasuk nilai. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. dan bidang yang halus. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. 1. tidak cukup jelas. yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus. seni. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. filsafat citarasa. Dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Yunani. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie. istilah filsafat diganti dengan teori. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty). bahkan persamaan dengan filsafat seni. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. pengalaman. Estetika. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. perilaku dan pemikiran seniman. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. . arsitektur. Pada zaman Yunani Kuno. sajak dan musik. seperti juga bidang lainnya. Alexander Gottlieb Baumgarten. ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan.1976). Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. Selain itu. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis.BAB X.

Namun. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. khususnya Yunani Kuno. Bosanquet menyatakan bahwa. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. akar dari ilmu kesenian. . dan lahir untuk keperluan pengetahuan. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal. Dengan demikian. berupa hasil perenungan. Dalam menelaah masalah estetika. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. atau estetika. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. 2. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan. keindahan. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. yaitu filsafat estetika. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. sedangkan wacana tentang hakikat.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia. Alasannya. hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. Jadi.

Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni. Misalnya keindahan secara empiris. Dalam hal ini. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. satu kejadian artisitik dan estetik. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa .Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. indra tidak menyentuh pertanyaan. dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. akan menjadi menyenangkan. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika. seperti semua bunga mawar adalah indah. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. "Apa yang dapat seni perbuat. Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. Pada abad ke-18. Misalnya. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan. logis. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. psikologis. sama sekali tidak dapat digunakan. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. dan metafisik. Pada abad ke-20. Teori-teori masa kini menarik. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. Dengan kata lain. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan.

dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. khas untuk setiap kejadian. serta hubungan estetika dan etika. Mengenai istilah aestetisme. Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. Hal ini menjadi problematik. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. Secara definisi. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis. Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. . atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. Sehubungan dengan itu. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. Dengan demikian. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. bahwa seni memiliki nilai intrinsik. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. sikap estetis. jika identitas sikap ditentukan feature -feature. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. bukan masalah ia seniman atau bukan. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. maka itu diarahkan. aestetisme diartikan sebagai teori. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. menyatakan bahwa dalam kehidupan. Mengenai hubungan etika dan estetika. Misalnya Goethe.yang nyata terjadi dalam kehidupan. Bahkan. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. Mengenai pengertian kedua. sebagaimana dikutip Craig (2005). dengan kekhasannya. Sementara itu. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. Tanner. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. Menurutnya. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang.

. 9/.3 8:/:9 5.3.3 -07..:  $0/. 8.9:7.25:.092448 8:/.5 9.3 /.  $:/:9 5..7.7 8:/:9 5.9./. 3/:897.3 5072./.3 / -/..9.390780-:9/.3 5498 2907  . /. 9.:.8 50309.3974544  -44  84844  3..3 202:3.9./.7. 80-.. 2: /507-3..3 :39: 203.9.7 70.8 848..3 2038.3..3. 8:.35.3/.3 -07. -./.3  80-.380. 89./. 50309.3 9039.3.9. 90344  !49038 5079.3 -07.:.5. 9:  07:9 3 /-.91 .3 0     ./.8 -0.3.3 :.. 4  9/.3/.2.7950309. 574808  57480/:7  /..9: 574808 2..:.9.7. .3 /. 2: /.9507. 9079039: .3 9/..9.9:7.3 /03.3 /7 5..9...3/.9..: 5.3 80-.3 :.9:7.3 089073.9 .3 2: 3/:897.: 5..2 8080/07. . 57 2.03.2:3 90. 90. 90709.8.3 /044 %0 .7 89. -.8 2. /.7 8:/:939073.:-:3. 90780-:9 203.$97:9:7 .9.0  80/. 3 207:5..50309.. 503. /.91 .34254303:9.: 80-.7..3 50307.3 02:33.3 /03.3 /03.8./8 :3./.3 :9.3 /.2 89. 2: 3/:897.3/.843. 8:/:9 5.7. 4-0 -/.8 8:.790344  $0.9..30 2020275.3 8:-89.73..3 -/.5490380..8.3 089073.3 -03/.3 39073. -07. 708543/03 -.79 .3 9079039:50309.39039.3  9./. 203.3 /. ..2. :39: 50302-.3 2.3 57385 57385  3./58.3. /902:.3 0589020 -07.910-2030.33.5:3 -.3 -. 4349.3  80/.2 ..2.3  .9/-0/.:5:3 0907.: -.3 .7.9.:. .8 ...: 5.2.3 010 010 903448 /..:5:3 57480/:7 50309.391  /.5:3 448 80-.. -03/.: 2094/0 %0.2 .3/.. 2094/0 2.2.. 092448  .3. .3 . 2: ./028 .5.7..  .8./.9.3  /.5.3 574/: %0 .98  4349.32.3././03..3 /.3 .: 8 /.3 0      .2 97.. /5.. .30589020 50309.8  2.9.3.:.3.3 574-02 574-02 57.8 .2-.3/.9: 4-0 .:.: 2094/0 503::7.3 249. 2../.3 203./..3 /.....9.9.: 5.9/.3 39073.: 0./.3..8. -07.. 80. 503.3 502-:.9. 02..3      2: 3/:897.7 90344  .3 8:. ...3. .907./.9.9. 2. 90344 9072.3/.33.8 2: 808:3:3.3 2.9: 57480/:7  2.3 57385 ..3 40 2: 2: 2:73  %9 -07.3.  ./.0  2.3 2094/0 .. 907.7 .7.39 1  /.3 2: 848. . 907./. 30.3 9/.9. 203..2:3 0- 203.  $0-.3 80-..3.. /./.2.98 -. /902:. 202:8./02870. 57 ..9:7.357480/:7.. .3 848.03.3 2: 3/:897.3 2.73 /.3 /2.9. 4349.7. # 80-.7 0/:.357385 57385.78:/:95. /. 9.5..30  0/:..3 -.3 9/.9:8 2.::5 /5.. /.9.3.8 425089.9 /-0/.:. 2: /507-3.7..3 502. 5. 907/7 .: 20307..3 .3:9 9.7 90344  80-.9 /03.:.3 8:-89.9..3 .9.5.9.9.391 .9.8 2.9.2-. 74344 /.  /.7:3.91 9: 203:3: 5.3 2: 9: 803/7  9..9. /.9.3.2 2020.9.3.: 5:3 0907.: 5:3 42078. 574/: .3 57480/:7 . -07.9:7.3.3 8:/:9 5...9 2:.39039..7 .3.3 -.-:7. 90344 .  .3 3897:2039./. 2: /507-3.8 2.8:/ /03.7. 8:.3/.7.:2094/0803 #:308  %0.3 2.7 99 5.33.35..3.-8.3     !02-0/..: 5.3...32070.3 /2038 50309.3 /:3. 80.3. 5.2 89.8 503::7.3 8:-89.3 9::./.30 -07. 0- .793.:.9. :39: 050393.39.7.3/.7:3..3 88902. 5027. 9.3 /03.3848442:  ././02.3 .  . 30.9.79 807.9. 4349./03...3 :39: 202-:.3 9:-: 50309.9: -/.7 5009.9... -.8 /:.: 2094/0 7. 203..3  ....3/.3 39073.9. .203.2:3 /02. . 80. #:308  .3 :39: 02:33. # 2038.3 249. 8.30 .3 /.3  448 202 .32.9.8 -0.8: /.3 84844 2:  /2038 2: /.2.3 2.9. 203.3 80-.

.2.3 2:  !07/01394 202.03.388902...30     03:3.9.3 80-.3..8/.850 089073..3 .0  .3 2:  .50309.9.3 /03.3/.90472.39..3 2:/..3.3.3 %0. 90344 80-.39034424/073 3.9 . -.3 90344-8.39.3 2: 907.9 /902:. 90780-:9 207:5.3 2032-:..:39:3/:897      :30 203.3 .3 2:  3.7 ..7 -07-..3 50309.35073.03.2..5.3  07:9 3 -0-07. :897: 8.3.2 90344 80-. /03..7.3 90344 80-.5.9./.5/:.-84::9 02 .39..7/.3 7.3..2. 2:2..3.34-02.3 0/:.5. /..79 ..9 /. 507903.3 80.3.202.9 5079.2:3 805.3 2.:. 22-.5490382..3.3 0- /0.  80-. 2.:.90344/.3:3..3-.3.9::5..3803 . 2: 907.3 /.32:.3 . 732. ./.3 503/.2 -07-.71.3  !073..3.390344 . 28...3/./. /902:..:.9 /03..8 0/:5.3 57.5.7:8/9072..: 5:3 507-0/.5.  90344 207:5.3 -07-0/. .7.3 89.  503..5.3  . /0138 / .5.3 /03..5./.8 907.35.79047.3903 %0.7.3 .0  732.3.503079.3 8  %0..-:7.8.250702-.943 202.98 /.:5:35.85039073.8. 1.3 -..3 /7:2:8.3.32: 20.  /..390.. 0.7.350307. 2: 2:73 /. 90344 /.3.3 .9.3.907::/.3/03.3 0     .8 9034457 28.8.3 . 0... 3:5 0/:5. 2:425:907  %0..  .3 70. 28. ..9.3.3 -. 2...79..8 9039.3 5.3 .3.38./.7.9  .3 90344 -07-0/. /:3.9.3. 2: 3/:897.90344/03.9.71./:.  903 2083  90385 90344-44.9:7. 907.3 -0-07.9.7 804.240.3 -.3 0.. 50307.3.8 0.3 90344 18 28...2 .:5:3.: 50307.:80-:9.93. 203.3 90344 .3.3 83.3 /.2 9. 7809 4507.98 /..7 :.-:..3 /2038 57./.  90344 207:5.:. 580:/4 2.38033/:897.3  09.:.78:.30     $0/. /03.9.3 .9.33.3    %0344 .  .3.7 203:3.32:  0/:.3 :.3 50784. 42543033.50307.2.. .350309.3.. 3/:897./.:.5.3  .:.44 90344848.3 90344 .30   .3.7 . 90344 . 90344-:.8502:73 907.3 .3..3 /03.3 2.5.9./.30-:/.3 /2038 50309.3 50302:. .380.3 903 :.2503/0.9..9. /8.-.3 :-:3.. 5078..33  !03079. 90344 /03...5.3 -.. . 90344 /.32:9039. 7. 5.7 90344  .907.7  07.350307..3 907. 2../..9 -.3 /.3 2.9 /03. .. 50309. 90344 -:.38.3/02.9:2 2: 203:2-.9-08. 50309.9..8.290344 805079.2-.5.9.7. 2:  .32.:.39.2. -8. 03.5. 503079. %0 . 50307.3 -.33  !7480850302:.8  .2:3 5071.3 2:  /.9.5.30     0-02.3 !079.39.3/.7.3 2.9:3/:897 /. 8.:.:..3 3.3 2: /03..50309..3 2.3 :-:3.72.3/.3.3 /.3.388902 2:207:5.7.3507.3 . . 90344207:5.9./ 025... 503/.9 07.3 80. 907/../.5.390344.3 5073.3 202..2.8907.3.22:  8073/.  9/.550/ 8.9 -0-07.3574018   %0344207:5.989039. 90344 -.7 50309.: 207:: 5.3 /5.  !49038 0..3 /./.9.3 ./.5.

3.. 203/.7.8 :2:2 . 18 .9.3 5.7. 80.850 90344 .3  /. $03 :39: %.9.3  28.3/03.9.-.8  .7 .3:8.9.9 2.3 907. 5:3 732.:: 503/.  5079.3 2.30    07307/.3  574/: 574/:  .. 5.8.3 -07-0/.3 80-...3. 90344 /5.202507:.3 2.9 0/:.3 0     03.7 .3 203.9.2.2  -07. :39: -07:..: .3:8. 2.9.850 848448 /.: ..3 574/:9. .3-039:. :39: 202-.390344207:5.9.9:35:9/. %0 79 41 343 4  %0 .507:.33.9: 88902 . /...9.2./.307..8503079./203850309.3:8. %0.30     #.9 503/.7 90344  2.807..3 3097. 2:. 9./.. 503/.3 050393.  .2.3 7.:5:3  .3 .790344 /03.2 080:7:.9: 574/:8 :39: 9::. 804.4.39/.: 5.9 /03..3:8. :3.850 /0448 /. :39: 202.3/.:.7 800/.:.. 5.9.33     %0344 80-.3 202.9 -0-07.9.3 -:.3 .. . 8:.9. 732.3 9::.3 90780-:9 2032-:.8..3.:5:3 .350702-.3 -...3/.: . 2.80:.9.80..30      2.8 /. .. %0.39.3 5072.03/07:3 202.3.8 -.8:28 148418 / -.7./.-5079.9.390344/./.3 2:  !073.7./. 90709.29072344 .9 .8 .3.7 5./.3 .8.2 /03..59.7.3 848..3:3.3 .202-.:5:3 050393.3.850 3.:5:33/:897&39:203.7. 5.3 207:: 5.7.. 8.3:34/.5...5. /9072.32:907.9: 038 2: .: 9/. /.5.  .3..8.3 -07-0/.3 043428 732. .850 -:/.3    %0344 80-./.5.7:8 /-.3 .. 90344  .8. 9..8 -. 18  -448  848...7. .3:8. /02..  57  2.3 202.5. .3.07 202.39034480-.332..8.: 39009:.2  907:9.3 807:8  ..2.3 5079.3 0- 80259 .33       %0344 80-.8.8 /.:: 2070.3 503079..3/2038 .5.9.3 90344 80-.2 90344 439025470780-.3./03.8..3207:2:8.. 2.2 80-.3 503:3.3/:897.5.3.9..3-07:.9.37.3 .2 90344 9/.. 8:.8 907.850 .33.3 20303/. 503/.7 0- /.8:/ :39: 202. 848..72:  .. /..3.3:8. $03 :39: %.8.850 .9.5..7 90344  .390344/.3 .9.9.3 .790344  %07/.7-. .9./.9.3.9 .2.8 2.34:95:9/.8/. .35708947.7 2.3 %0.. 80-.3 0- :.. 08038 5073.3.9.27.3  20.5.-7  -.3 /03.3974544  202.3 5030..9 09.3 5.  -.3 732.3 2. 4-0 1472.3 /.  ..9 2033.7 /.5.790344 /.3 80 50307..7 90344  %0344 80.850 ./..2. /2038 50309. 90344 20 7:5..98 2.8.8.2 203.380-.8 2.: %0 79 41 343  /. .3.33:3.5...3 207:2:8.8..30     .3...3203/0138.3203/0138. /2038 57.8.9.7.3 50309.3 .8 /.8 /.7.3.3 -.3 3/:897.808:9. -8. %0.24/073/. :39: 9::./..33       !. 2.:.3 0..2 90344 80-. 4-0 2.3 2..3 .5. 503/. /.2 90344 /.39: -..3 /. 80-..3 /.907.5. /.32: /03.9. 90344 207:5./.33   ..3 40 2.5  /.-7 5.3 .3 9047 2.9.0--. /0138 .7901.3 2: 80-./..850 -:.3 /02.3 90344 /03. 8.850/.8.3 .3.3 2:3..

7 -07-...5.:5:3 47.3.3.3.9./.. 90344 207:5.9-./. -07-.. ..3 ..3. 2: %0 ..5..  .3 !0:7803  3. .2      %03 9/.-:73..3 /25.9 . 202.  -0-07.28 203.7.2:3207:5. 9.8  .9/.8..9.3/.:..38.:.3 3:3.31034203.3 57..3.98 . .3 507-0/.8.0-09:..7. 0.8 40 !0907 7:.848. 2..798  $0-.7 90344  -7.: 503 .8://03..7.2-.90344207:5.3:8.07  079...3  %0 .9.     %::.3.3/.  20.3 90344  %0 ./.3 503/0.38.3.3.9 -07:5..3 503079..3 90.7901...9/03.790344.9.3 2.9.3 2: . 5079.750309.3/.6:08 : .5.3/.9.907..89./.3503079..3 -... 4380:038/.94384190.344 /.9 0/03     .3.3.3 0:. 2..089073..7. 202.3:39:2033.3 43805843...3 2.903/.2.8 .8 2.3:8.9 .2.5.9: 88902 803 57.3:-:3.80.::39:202-..3 90344 . 28.3 -.3 3/:897 ..7 /./. ... 2:3. 907. 88902 41 90 57.8.3 080:7:.907.8   2.30   .7/.3 20307.9.2202-:.31.3 50309./.3 8:.9./.3 90344 80-.:5:3-03/.8 ..4/03.. -03/.3   %0344 207:5. -.2 /.  50309.9.:5:3 /. 803 57.2802:.3507.3.3/03.3/75.390344 . 4254303 0-:/.8  /.3 90344  %0344 9/. 5.3.9072.3 /.: . 907..9.2:  &39: 0- 2025070..7..3 8.3 -..3 /02.....9.9..3 903 0330073  574808  1. . /.2:.9.3502.3 80-.3 0 203:25:.  $0/.2.3.39::502-0/.3.39::.390344 07-..18 -448 58448 /.9 .83.3:3.:.3 5.3 0     ./.790344.3 5020.:..703.9: -.11  /./909.3 :7...342508  03..7 -0.3.5. .3 9038  9::.7.3./..3 0./.8.33:3.2.- 3 -8.3 5:. /0391.7 507-3.7.34380:038/.36:08  %0../.380-0:23..3 9039.2. %::.3 2.9:7  2.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /. :-:3.3 2: -079::.59..35027.3  907:9.3  /02.32094/07.3 ././.8 2: /..:.3 9::.5:3 4:95:9 /.3 /..7.8.890344 -. -.: 80.98 .:39:203.9 /9.3. 2: /.-7 -.3 .-/. .3:3.. 503/0.9.8 90344  9073857.3 90.:.:.2.31034203.3.9.9  0825:.9.:5:3-:/.0180382:9.318 -.3:8.5.. 89.3 507:-. $0/.3 01803 :39: 9::.5.3 9::././.2 503079.2.:.9:.8:/.3  80/.5.7..9.9.:.4349.3 -.943 207:2:8..3 .-.:5.  0.3 .7..:.36:0 /039 /03.750309.7.3 2.9  4254303 90344 /.59..3 2.9.. 57480/:7  803  0.89.2.7 903  %03 .2.790344..9: 88902 .33.3 90344 907..3  7.. :39:203.843....507:-.3  50309.9.3  ..3 -07. 90.3. 02578    2:-07..807. !07../.90344-07-0/.8 /.3:8.3:1.9.38...31. 2.3:8.9 -07:5.9 :.9 47.890787.3  903  50309.8 07-.3/2.5. .3 0 207:2:8..8 /.9..3..98 %0 .28 /..3 2: /.5./03.3 .39.3 07.390344202:8. 80/.3 50307.3/:3.9. 8:.3.89038/.5.7.390344 0- :.9.3903.3 .3903 .-7.3. 3.3 503079.8 202.:.3503079. 0:.5.3050393.3-079::.3:39:203..9 /03.3.8.3  2.5.39.3 903447.3    -7..:39:2020. 92-: 0-09:.5 425089.3  35:9 90344 /.2.9.3/:3.32:73 ..3 :39: 202.3 0      03.7.3:8...304342 549 897:9:7848..

38. 507..3 50302:..../ 9039.9:.843.9. 907:25:   /0138 9039.. 2:/.2.39079039:    35:9 90344 -072.3.: 9034420307.3-07:5.390344.:5:357. 2070.3 0- 808:.2 2..3 90344 .3.7.3 903 2083 2:2.3 .     :95:92:..  /2038 .3 /-:.:.8.8 -./.3   :-:3. 50309..  -07:9 ..:5:3 1.7: 80/..8 :-:3..3.3 3:.3 203.3-.5.98    %07/.3.3503079.8 0/:/:.2:/.9 507-0/. 2: /..2. ..3...3/::3. .940 -07-.3  803  ::2  .9 8:57.7 5030:8:7.5./.3 90344  0-07.90344/.3    ..  0.8 30.  .3 9079039:  2:..39.3.39/.850 /../..  7.3/88   ..3 .3 ..  80/.3/.3/.5 43805 2: /.3 802:.3 2.8 43805  89.30-:/. 507025.. .3 .79. /:25:. 02.9: 9.-.34254303/.3 -0790344 2:9.:.3 89.3 ..3/::3./853 2: /.50309.7-07-.390344 80-. 202507 0...9..3:-:3.30-:/.    0309 /.3 ./-:. .3 :.2 038  .2.39. ...3/..:...9./.3.2..9.3 0-:/.81.8509047982.3 .7.9 /.7.3 /03.:.30    .098 92-. 2: /.0/:.2:33/.3 90344 8.. 40 %.03.9  503..3 .3 50302:...8.32:     $0-.9 50309.3:8.390344 203..8.3/.-.:5 50309. 0. 2:.3 90344 /03.3574/: -07/20389..32:203.3. 50309.-.3 -07-. 2: 2. 50309. 080:7:.  /..3  5073.39.7-07-.7.3.3 203.3 907..3.9 .. 907/.3    2: -0781. 88 ..30-:/.33.7./. %0.8.35073.. 99 83:3.    3472..7..47   .9: 2./.9 202-./.3.907.3  0507.3 42508 .39.:5:34379 /.8. /:3..3 /03.2439089038  ..5.3 /.3 40 740-07 /.5:3 35:9 2: . 203.33:3.3 .2.3 90344 907.3 90344 :39: 9::.7 038 9079039:  80/.7 7039.9.9/7:2:8.9 507.3 203.2  39:8  /.9.9.43  .32:/.:.3.390..39.2.3503/::350393-.3 203:..3-. -. 2: 0- 905.943  80-.7.7. /0138  /..5./.7  . 80.3 0-:/. 3 02..3.2 28.5 740-07    $0.3/.39: 507:.:5:350309.:5:3 90344 202 .3/7/03.9:-:3.843.3 0-:/./ 9:: 04254 /0138  .02.3 /9:3..390344 !. 9047 9047 5.3 /02-./.:.8 0907...7:8 20308:.3 503079.3  /0.3 507.3.3 /.2:2.5 507.5.3 2.9 .7 :8.3.3  . 2.3..9 5079.3 /.3 43908 903448  80/...9 /..9.9:88 2:2030/.3  /0138.:5:390344207:5.8.7.91    58448    897:9:7.70-:/.3.3 . -07-.8.: . .-897..3 202-07 -.3/..:. .390344203.:9:70 .3  /.3 57385 ..2 7.:. :2:2 9/.71.3   /087591    8947.90780/.-.3.850 /0...39.03/07:3 203:9 /0138 .

 2025079./: /.8..907..7.. :38:7 0-:/.9     .3 /03.3:8. $0/.3 507:-..3 0-:/..90478.:39:207.3 0-:/. ....3:8.907.3 ./.. 507:-.99/.20-:/.32:3.7..    :-:3..: -07.9/.: /.3 /-:.3.3 -0781.3.9.39.9 903448  ..3 02.3.3.8.3. 207:-..5 9.8.59. -07.247..59.380.2..39:3..8500/:5. 80.72. 54.8 9.3 .. 8.3-:.2.3  0-:/.  !02-039:.9/03.3:8.3./.3574/:3432.:8.:7.703..... !0:7803     $09/.3..3907.3 205:9 80:7: . 40 740-07 :.3:8.:5:33432.907. .52.:./. 42543030-:/.9 0-. :-:3..3 .9.8.8.2 503079.3 :.207.8.:202-0 7::/-.9.9.3-07. 3:3.3 .9/.8  /.2.3 3/.9 . 3:3.2/.3/03.7./.54.. 9039.9 80.9 ..3 3432.3  3. /902:.907.  28.3.32: 2:54891 907.: /.7.3 0-:/.3 .907.9.9. -.98  ..81.89.  03.92.3  :-:3.9  /0.9/5.  88902 3.9  203.3...3 .  %07/.3..502..3  ....  .703..3 2..9. 8.257802:. 207:-.830.3  :-:3.3 907/7 /. 502-.3 39073. /03.3.3..9 2.3 89. $0-. 54. 203.9.9.7 . 0-:/. /-039: 40 9.3../..3 :.9...2-..2..3:8.907. 3 8:9 7...  /. 8.2. ...3 02.907.3 /02..3 /. 2037.:./: /.3 0-:/.3 ..3 8. 2.2  0-: /.3..87.3 9/.5..3 2.  805079 .3:8. 80-.: / 003/.3 /-:9:..9: 805079 .3-0781.3.3.3..3.  .. -. 203..907.2:3 203:7:9 740-07 /.8  4-09.7.3 .03/07:3..3 .3 4254303 4254303 0-:/.3.8.:5:3 8579:.2.. -.33.9 .  $8902 82-4 90780-:9 20708.7.3 8. :5.3 203.3 -.8 2.:5.3 2..3 8073 /03.0-:/.9 . 2.38:3.3:8. 0707      !74/: 2...8../. /. 3/.703. 88902 82-4 /.349.3 .7 949.5. 2.:5 802:..907..8.3 3...3 503/.380-.2  2.8 /.2.3 202-.39.3 202-..3  .43 90.8 574/: 574/: 2.. 903 0-:/..3.32.9:8 /.7 -07-.3 207:5. -07-.33. .3..3 8:/.39.39.907.907. ..78909:7 -4:9:7.3:8..8.3/:53. -.2 7...3:3 88902 50309. 205:9802:. 20.25.2 /3. 0-:/.3 .9. 93/.783-8. 242039:2 574808  .7..3:8.380-.3203.7.25:. 9/.3 .3 2.43 802:. 0-: /. :38:7 0-:/.3 .9.8  0-:/.3 -0781.907.3:5.3 ..3 83. 2..7 80-.9./03. :39: 203072.3 .3 ..93.3 ..3 -07.3:3./ 808:. 202 2.8.9 9:: . 3432.9 740-07     03.3.3 .7:05. /:..3..5 .850 8:-091  ..907./ 3:3. .0.3.9 .3 .8 -07-0/. .7.7 -.2...2. 203.3 0-.8. .3 48244 482443 044 /.3 $0.25:.8.9 3432.907.3 089073.3 .  88902 50309. -07-0/.9.3..92.2 . 740-07    %0705.8 2.5.39.850 . -0/. 9079039: .3 202 88902 502.3.83 2.3 3432.3:8.3 /-:9:./.188203:-.3 . -:/.8 /.3  /.  -8.3 .3  507.3:5.3 503079.8/. 203.32....7.3.3 -0781.8.2.2.3. 2. 8079.3 ./.83 0-:/.9.5.9.30.3 4390254707  9/.3...380..7.. -07.7..3:8..203.3... 549038 090. 202.38579:.:-.3 . 50 3079....3  .3 507:-.8.9 2.3 ..

.8  0707   .9.: 8:-09..

87.3:8.9.3.3 -075.5.3 1. 57480897.3:8. ..9.8  80/..2.3 ..0-:/.. 3/.2.3 9/.2/:3.3./. .8 207:5.9 907.3 89478 2..3.9.3:8..9: 207:5.3574/:8073.9.5. 9/. / :./.7..33.9203..9 20..8.:5:3:3:8:7 :38:7/0.3.3.703..703.8  2.7574/:8073..989..8 2039.-.2:3 20.207:5.3207:5.. 2.3 -3.9.8 907..803/7  39073.:/:3..3:8./.3/02..8  2.. 50702-. 2.- 03..9  .9.3 .8 3  ./.989.3.-9.3 /7 /.3:8..9907.3 03.9.3 89478 .3  . 20343/8.39.203..3 574808 .  02-../3././:..3./.:5:3 848.2.2.3:8. ....3-.3 0.. 3472./././.980.33. 3.9.. 5073..3-07-0/.9.9.8  80/.3 -039./.8.9. 3/.   -09. .8  2.3 20397.72.8.3 -.2 -:.3:8.3:9  574/: 574/: 2.2 0/:.7/72...3 3907479.3 .38:-091 0707  ./ 70..5:3..9: 3:3.8..8089073. -.3. 2.3 39073.9997. 8:.3:-:3.8:/ 089073.7.8..:5:32039..3..381472.3.9.9.8.3.7 8:-09..  90344  /. -.8 .  0-:/.: 5:3 .:.8.9..5.  :39: 20308:.574808-:. 2.3 2.39745448  0-07.9:70.8 207:5.9 90344 :39: 20203: .3:8..3:8.3/02.8 4-091 $0/.7..8.3-.3/03.3:8.3  20.381472..3/:3.3/73.3 . 242039:2 574808 4-09.703. 50708.9 /..9. -.8/:.320. 574/: 2.2.:.3 9079:9:5 /.8 ..3 /03.098 1034203448  809. /.-.8 574/: 574/: ...3 /7/03.5.8 2.7:8.3 .8 .770./8:..- 80.  -.9.3 8.33.3 .8..8  .3 574808 . 574808 .8182.3:8.:39073.: 4-09.5.  /.3574 /:/.7...381472. 80.9.3:8.3 -3.. 574/: 2. /.8182. 07..3 4-09...8.2 07. 8.3:8.9:7.57 .7..5.59. -039.9.2 .3/3. /.89 207:5..2.9/.8..3 5./..  40 .9. /. 805079 /:3.3 08038 0/7.32.3 82-4  -. 5027.$0./.3 90780-:9 .3 0889038 2.3 ..3  02-. 0- 503/0 /-.381472.8 0707      .0-:/./. 80.. 203. 203..3.207:5.905.703..9.9: 503.3 .3-.84-091 0707    0-:/./3.25: 202-039: /:3..35..3 /03././.8. 8:.  9/.73.207.:7.3 574/: 2.8.3 -.8...3:8..3:8. 9/..3:8./.  889023.7.3 2.3 0/7.3 2.:880-. 0707   .:8.8 18 2.3 0707     . -07.890780-:9 -.9:70.3.9. 2.. 507:-. 089073.3 /..7897:9:7/:3./ .9 207:5. 2:33 -07.3.9.9:1.9. 0/:.:089073.: /.9/.2.9 907-:.  9.7.8. 2.8. 90780-:9 /./.3/.3 80-.8 .3 0- .843.8203.8.9-.9  89073.  /.2-3.3.38:3 /.9: 93/.3 574808 .3.5.3:8.3 80-.2.3.2 202-. 203.8 207:5.2 7.:8.7.:5:3 2039..3 80-.7.9.9.3:8.3 202 ./.2 8:.3:8. /03.9.8 /.. 3/. -0781./: 2.3  80./:.  /.4-0910897:9:708.39. 080:7:.3:3 0-:/.30.-..8.3 2..32039.3  203.3 2. 80.91 3..318  /80-:980-.3:8.848.3 -075.9.880-.3/02./8:.3 80-.8.9.3 40 .3 8:/.8.2 242039:2 089073. 0-:/.7.3:8. 90344 .:02-.3-07.3574/:3.9. 9.7 0-:/.3 907:8 20307:8 .3.3 /.9..8.3.. . .8.3 8:-09.297. 907-.59.3:8.7:8 907:8 20307:8 203089073.8 4091  28... .098 089073./  0-:/./.9.2-039:01..-. /.3 207:5. 50302-.9. 907:8 20307:8 0 /.. 70. .. /.8 2.8 ..3/3 /03.8 3/.  0-07..8./.3 . .3.  .3907/.5 242039:2 574808 207:5..3...9.3 0-:9:..8 90780-:9 40 2.7 2.3.2 3.9 .9. 30703 /. 20289.33.3 0707    !.3 9./.2. 089073.7.80. !..8 4-091 5./8:..3:8.:5:3.3089073.3 80-.3:8..

.8 80:2. /.7.3 0-:/. 803/7  !..3 39073.  3431472.33.. /..9 84..8 57207 -07.  :-:3..3.8.3 ..3507.3.8.7.3 8:-09 1 3/. 202-039: 70.. 507:-.39.8.:5:3 9..8 80/07. ./.8  0 .8.:38:7 :38:72. 2..8..3/9:39:9:39:20250309.3 /.8.7.3..3 808:.9 903448 .8 57207  848.2 2.3 848./:  /0391.7.9: /03.5 3/.. 809.8.8.7:  !74808 503072. 2.8 80:3/07 .8 57207 3 /:3..350309.9.9 . 907-039: /. 9/.38.3 848..3 /.5 848.2.9 :.8.2...9.3 ..3 089073.3 .9.2 2.39..59.574808503.7.  . /.33.3:8. 848.9.9 0 /.8 .. 3. 2..3.4-0918:./.3 90..9.:.7 8484 89478 2070. . 0707       $48.8.:5:3 8:-09 1  2.7082/.3 90750393 /.3  !74808 .9.3:8. /.  07-0/..3 3/.7 242039:2 574808 39073..:..9.3 :8:8 5:. -8...2 08./. 20302:.: 242039:2 574808 089073.3 3803/7 -:.3.38.8 57207 /.7././ /:..4-09. .2.3 5:.3 40 4.8 57207 3 809..93. 80-.3 -07-0/.3 /.3 007..73. .8.3 /:3.7.3 /..7.7./:  .3 4388903 0 /.3:8.857207.79 ..:.3:8../.3 507.7.3 :8:8 808:.3 .9.3  :-:3. :.5.3 03. 50309. .7:820308:.390780-:9  .8.. 425700381 /.3 80259  80-.8.2 2..3 5.:2. 8./.8.7.7.8.3 /7 /03. 3.  3.9.-7  .2.7.-..2 08.9 07 07     /0391.9 .3 :39: 20250740 50309. /03..9.7 :38:7 90780-:9  0. -.39.9: 28.3. 93.3 1472.8. 907.8 57207 /..3:8.3  .9:2.3.9.3 2.8..8 40 9. /..3:8.8 .2 503//./. 7082 9.  803. /0391.9.33./.3 /203079 80-. 8:- /:3.2/3.. /.8..  /.7..9 /9039:.370.3 5498  /.8.3 54.3 2.8  0707   !.8. .8 80:3/07 $48./.. .2/.3. /03. 30703 2.3 :. :-:3.8.8.8 4-091 0 /.7.9./ /03..9 .7 -././.907..7.3 202-:..72. /.: 848.3 -07.8  .9 /03..3 :38:7 :38:7 3432.3 -07-0/.8  0.9./. 9:803/7  -09..:5:3 50307.. /:3.9.3 50309.3 20. 41 340/0  /80-:9 80-.8. .8. /.843.3 2./...3 043428  :-:3. /.78 8:.3 :39 ..8.:.8.: 848.3:8.  .3. 9/.7.0-:/.9 203:3.3 203:7:9 .84-091  90780-:9  /.3 02-.  .35.3 202.9 0:.3 ./: 808:. 894.8. 803/7  02.3 :.2 897:9:7 8:-091 08.2:3 5. 242039:2 574808 39073.3.: .. 8047.2 /.8..-07-.9 .7 . 848..8. 2.3 203. 43805 9039.3 2.3 5..8 57207 .5..793.8 2.9:809473.8.8 80:3/07 207:5.8...80-:/.3 90../.3 807:5. 203.73.3 507..7 0-:/.3 8./. 3/:897  2.3 848.3 70.3 20. 203072./: 20303..7 /.8/./. . /:3. 5007.5 202 02-.8.7.8.2/:3.3: ..3 .3 39073. 4-091 90. 2. 848.3.7:8 20308:...907.  7. ./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0. 2002-.3 3472.3 /.7 848. /.8.2 :-:3.:.39079039:. 24 2039 :2 242039:25748080-:/. 907.9.84-091 3.5. /03.8  .3 89.8 4-091 -.. 3. -.3907-:.3.9 /902:.3503039:..32.980/07.2 503//.3:8.9 -.3509.703.7:8 / 5. .. /03. /.8.50309.3 9079.9. 503//.3 -07-.3/.  . 8::  -..: -07/..70.3 3/.2 .8 /-0/. ...3 2002-. :-:3. /.. 9..-  :897:40. /.8 5.8.9 /03.8. /:3..3 2:/.73..8 80:3/07 /. 5./. 903448 !.3 9::.3 40 848.9 -07.3 574808 502-0.:.59.3820 -.3 31472.-9.9.. 5032-.79 2.9.3. 0707    $48.7..7.2034.73.3 848.3 /.3.3 /. 203039:.3 4-09 1 2.3:8. 002-..3.:5:30.3 02-..39.5 3/.3 2./: 80..3/7/03./. 848. /03. /902:..9. 02-.5.3 3/.8.:8.320308:.. 7082 /..3.39/.7. 03.3:8.3 /7 /03.3:8.

3 92-: 0.5.3...5.9078373.:.9:..3.9.3.9047 2. 502-0/.820  5.3974544 2.3 -. 503.3   &38:7 90750393 /.7.03/7:3.3 0:7:..3 3 907.8. -07-. /... -078..3 :2:2/.7  70. 3 /..31.9..3      $...3 .7:  $0.3 ..3 35:3 907-0.5./-. 507: /8.2- .. 202-43. ..97.9:20.  97.9. /-. / :.3.03.3/3..9. 4-091  20.23 40 9047 9047 2: .3 -07.8: .2/.3/.2 .907.8.3 2:  /.:5:3 2: 848.3  207.2. $.340 2.3 .: 9.3  .8. 507-0/./.: 802. -.03982 90.. 907.8 . 9039: 207:5.3  /..  /.3 /..3 /:3..3. 2..39.397.7/.3 8.3 0.7.5:3148.. 2.3 .0802-.74-09./.3 97..3 503097...3 50309.3 2.3802:.39.03.7 50702-.7..3..3203434/.3.3 2025079.9/.2 50:7803    ..078:2 82-4 .39.3 3472.03.7 .. 203.3 2: .:.0 2.3 43889038 .73./.97.7-0. 2030. 907-0..:..7507-3.. 9:3.3  -.5..3 /02.7 0-:/.3 2: 90.9.3:8.3 . 28.3  / :.3 1:3843.3/.9/9072..7 -.3 2:  0. 2. .:5:3 /.25.25.3.3./.8 /:3.0  /.9.3. 92-: /.. 14 8.3/02.3 2./.03. 203. /423.8 2: /.3 0257820 /. 503//.8.3 /./.5./.3-8. 90780-:9 2. /.9./8 50309.438059:.347.907.8.7. 2..2 57.   03. 507. 5:3 8:/.89 .3  9.:.9.3 80..9 50309. 9.9 -.8 80:3/07 /..3/3.39.:5:3 57480/:7 5033907.9.03.-.: 9047 9047 02:.8..2.: /:3.  /.3 503//.3 09. .3.3 5:3./. 97.2 ../8  .2 7.3  /03. 8. 5:.2./.-9.5 50309. -. 97. /.3/3.0-:/. 3.7.9 -0-07. 803. 2: -:/.3 0-:/.7.9./ 3 802.9/50./8 2:  2:. 2. 202. 80-..:5:3 5.3 /02.9 /902:..3 .3 2.3/.:5:380.9 /507.../..59./. 2:3. :38:7 50309.8 4-091 80-. 02. 4-091  .7:  20.3 90344  80-.8 4394.:.7.9/2.7.9 -.3 -. 50702-.35.7..  2:  207:5.59.5. .2 50 3025.97.3  9..8 /.5.89..3 507. 502-43.3 2:/.33.9./03.:.3 202-07 9025.: 848..703.9.  8. /.8.3.2.3 -072.3 2907  .9.5.9/.3:8. 80-.9 .3 2028.3 5.73.3:8. -.3 57480/:7 57480/:7 438059:. /03.3 4254303 50393 /..9.3 0707     .03982 . 89.3.18. :39: 20339077.:.3 .2 57.3 :38:7 :38:7 50309. 80-. -:/.3 .39.  8:/..3 5489..3  /03. /.-0702-.. /..8 80:3/07  . -.: 5:3 ..3/03.3.3 /03.2 2..3.7.3..7...3.2809...8 2033/.03.7 848.2 203.  0.8.7 .3     %/.3 . .. 207.3097.3/.3 -07-.2 203. 502.7...-.3   .3 .3:8.3 70.3 5.5 50702-.7. 507: /5:37 5:.3 85 /. /.. 80/0709 3.2 .8. 507.3  !02.8      :.3 2..3.3 9038  .7.8 :38:7 :38:7 50309..7 0-:/...3 :3. 5489.3 3432.3 -08.5 9./.3:8..3 2030-:9.0 203.3.2 07..:..3.3 203.3 0-:/..9..3./8 02:.3 /03.. /.89 .3 2:  /..9 /507../8  2094/0 2.3 2039.7 83 .  503//..3  %/.3 5489.3 /7398  40 45073:8 43.3 503//.39.3 2: 2: 0/:5.8 4-091 .3../. / -/.:. :2.3 503//.. . 203.3 .9.8.8507.5./.32:..2:7.3 90.73.5 203.5 298 439448  /.3 2: 0/:5.2 2: -:/.7.. 3. 503//.3 ..2: 2:.0 80903..5/.0  2. 2.3 ./.3 -07-0/. 503/0./7::.. . 80.2-.39.8.3 4-0 2: .3 209.. 5.:.2.3  80-.5.2.9 148.3 .3.3  903 /.3 439448 50:7803    .3 -..80. 2:  202 507..0  580:/48.1./8.3 -.078:2 :3.3 /2038 2.

3.-08.3 .5:3 208/9072.:./0 .  07:9 3 . 9: 70 897:9:704342 897:9:784. 88902 0-:/. /03. 50307/07.2 42 54303 0-:/.. 9: 803/7  !0784..8.3  -.3 805079 :38:7 :38:7 70.7 0-:/..3  $09.7 242039:2 574808 089073. 802.3 /.098. 80-. /..19.:. 88902 0-:/./.9.3 .2889020-:/.3 ..3  / 8.9.8.3.7 .70-:/.3 47039.089098 3.8.9.3 203:39:9 5027.3 70.3 /8:8:3 40 :30  .30.8 8. 80-./93.843.3/. .7.9.39.2: 80-.3 .3203025.  %0705.8..3 /..:3..3 502.8 0- .8 $:7.3 -078.3. 3.3 /. .:5:3 /.9.9..3:9 . 50302-.1 /0.32: . /./..3 $0507990.3203025.0434280-. 848.3 88902 2../.:9/. 200.780:7:/3..3 3...3 02:/.9.2.9. 805079 02-.9.3 92-.3 202 7. 4254303 ....:5:38:-09.9/. 897.8 0-:/.902.7.1..9 :2.3 203/:/:.3  !073.39/.3 .7:-:3./0442::39:2: . .3 /:..8 3.3 8:3: 8:3: 20250792-..780:2.3 /.9.397     /. 2. 3907.3  $09.2 :9:- 45488 /03..3:8.3 1034203448  9/.3 47039...: 5:3 50302-..3/02.3907..3:3.80503:3../..-.. 57479.5.3.2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5. /..32.3 2030.843.7.7 03.39.7:38:7..3 -07-0/..3 2.3 8:/.-..3 07..75027.3 3.3 9/.35498 2.7: -...83 -.3 .3 :.843. :38:7 0-:/.3 2:3.33. %0 .3489 90344./.7/.3 /02.25. . .2.7.03982 5.9: 4254303 / ..5 0-:/.8 -.3  90344 207:5.8.848.8... 0- .9 5:.3. 3...257 802:.3 . 4254303 0-:/. :38:7 :38:7 0-:/.38:3-.8:2.2 503/0.38037:5.38:3 /03.3. 4-091  %07/.3.7 50303/.7.. 0-:/.91  08. 050393. 88902 0-:/.7 503039: 8.7 3.9 /03.3.3 99 83:34254303907503930/:.3 0089.80-:/..3 2094/0 2.3 /03.3 .9..9.3 ..84-091 . 88902 0-:/.8 /. 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3..3 5073. :.../.3 -07-0/.. 2: 18.80-.3 .  8.9. 90344  //:/:..9/.3 ..3 .8 .7 -.3 -078..3 47039.33.32025:3.3%0344/.3 3.9.:.33.820  0257820 /..30-:/. 203/.83 2.3 /03.9.7.902.-  03.2 503/0..: -. 02-.3. 2. .3 90344:.8. /03.  $0-.50309.2.3.3 897.3 805079 90344 207:8.7 503039: /:3.3.8:28.3 .3907/7/..83...3 .8.2:.390344   :-:3.3 2009.8  .7 5073.:..3-07-0/..9.9 ..9.3:8. 905..3 :..33:3.5.3 :38:7 :38:7 88902 0-:/.30   . -0/.33./.3/.3/02.. 8.90 50302-..8.3....8 4-091  80-.3 202 :-:3.3 40 :30  -.. 5498 80-.3. 2....253 .9. 9....82033.3 5073. 9047  /03.3/:52.3/..70:8 3.8 /.  9..347.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9.3 .. 202.7 /.73./.7 70...9 .3. /.  /.3 ..3 -07:-:3./. 70:8  :30 203:8:3 /.. /044 /.3 3907.9. ..9 /9072.3    /044.3 2: ./83:3/.. -.3 .3 2:  0..:2:-0-.28 0-:/. :38:7 88902 0-:/.3:9.82.. 2.7/.8 80:7: :38:7 0-:/.3  /.3.3 90344  0.7503079..3 /..:5:3 4507.3:8.89.3 0-:/.8  5.3/. /..3 202 4380:038 2..8. .7.3 -..2.33.8 ..72.9 5.9 -.3 80.3/.5. 0-:/.. 7047039.3 7.. /02-.3 .90 502 -0.3-07.: 574808 /3.3..9.3 :38:7 88902 0-:/.3 .3 /..5 5./..25..3 . 5..

3 :34 2.8.2 7:2:8..7: 5:.3 2. 50302-.3 /.7: 4254303 4254303 0-:/.1./ ./:.3-08.8.. 907-.-. 3432.: /.3 5:..  3.9:/:3.3.3 90344 9079039: $0-0:2 203.38.7.5 90344 .5408 5408:-:3./.3:8..7. 8090.20703:3/.  033.3 18 2.3-.2:3 :.3:8. 5:3  90344 9073./.9.35079.3 -. 9../.3 2.3 57.3 0-:/.8.8 4-091  90344 0- -07507.3 -..7 .: 574/: 0-:/. 0./..3/:3.9  9044  .. 803/7  !...3.207:5.3 507.3:3.3 ..3./..3 90344 /.3907-039:/. 5.3. 7.3 8...7 /7 3/..3:9.3 343-.3  %07/..3 %0344425:907/03. 203.8 907.3 507. 3.3..3  2..93  207:5. /.9./.2. 2..9. 5.3/0.9039. 2. 494342  0-0-.3 %2:7 %03.3 2.8 3. 20..7...5 /7 /.8 90344...3:8. 07.3 2..8.3:3 :38:7 2.3 93/.9: 574/: 90344 9../.3-07579039.7. -.802.3 /:3.7.9 /:.50702-.9 -07507.9..3 203.3 88902 .8.25:. 80-0:2 -.3 /:3.3.7: 9.27:2:8.:17.-0785..3/.2 70.3 81. 2. /-07 5072.  .9..5. /03.9  . 09.3 933 41 933  203. 80/07.3 -078. .3 .7. .9.907.  0/      !.2. 28.:.3 503.  .7: .3.-0702-..2 9047.3.3 .35079.7 /./.3 907. 70.7: 803.39../.9:2.3 80.8 02. /.:39:203072. -.:5:3 /:3.::5/423.7: -..3:8./.-07579039.3  0.80 2..32:90780-:92. 90.:5:3 848.3/.7 5079:2-:..3 .3../.2.3-.703.9 -08.3 502.3907.3 2.3.7..590344 . /. -07.850 2./ .73.3 2.. 80.5/:3..3:8.35. 507: /8../: 2. 3/.9.202507.  90./.7 90344 .8. 90344.8..3 9.7 90344 202-.-/.7.3-0702-.3 8..3 -.  /.39034490.3 -0:2 9039: 808:. 3432..3:8.2:3 :.9. .3/. /. 2.3:8.3.2070.8. !07:-.078:2 82-48 2.3 2.. 507:-.5.3 /03.3:8.3 .7. 90344 8..79034424/073-:. 42:39.9  /. .3.3 .9. 808:..3/.3 .  18. -07-0/.9079039:207:5. 202.3 08038.-.7.33.7 90344 -.  18.2242039:2574808089073.3.3:8.3 :38:7 3432.3..3 507:-.3 ./2.2 0-:/. 93..9 5. 80. /.907.9.3 503.73.3 .9  .3 .. 20343/8. 0-:/./.3-07. 90344 425:907  %0344 425:907 /.3 :3.3:8.3 -07.9..  3.3.7.7.8..3 /02. 809.0  %/.73. -. 078 /. 50309.3 07-0/.3 .907.3.7..8  80.. 5...9.3 202-. .3 :38:7 2.9.  .3 .2.202.3.7 .3 39009:.5 2.  9039: 92-: 5079.3:8.35.7..9.84-091 5..3 2: .3 -0793/... 5.70-:/.3-07:5..7745. /:3. 0 .7.- 5079.9.3  805079 .0 9047 9047 848.3/.8. 4807     03.54254303 0-:/.-. 0-:/.907.-.7./.3-0793/.3907-.7:  .. 20.3..3:8. :3./.9 -.8503432..:5:3 907.2 57.3. 502-43. -.3 9044 208 -079072. 2: 848.::5 /423. ...2 502-039:.93.3 90344 80-.8-8. 507:-.3..9.07.5.850 2. /.9: 549038 207:-. 5.73. -.2 .3.7.5 88902 0-:/..9.7.3.  %0344 9/..3:8.320703:3/.3 -. 907.708.3 /.3 /03.3.../.907.. 2..  !07:-.3:8../83:380/99039../.3 ..770. 5033.3 0- 80/07./.9.3 /03.3-0757 8090.8.7.3 -0757 /.3.8 . 507:-. 08.:/..1.3:8..38:.3.93.. 3 -07.3:.3 -.907.9 /.30-:/.2-..3 5.3 -.9.9/:3.9 90344 9/. /. 8:.9. 5:.3 503/0..7907./.850 3432.  -. 5.30/4 -.3904344 07.3 .3.3 933 41 .3 5.3 .-07:2:.3 90344 803/7 202 8:..9 9079039: 90344 20343/8../..3 2.-0757 /. 2.907..2 507:.2.3 /0.7.3..9 $0. 202-:./:..7 83 ./.3 3907309  .907.3.9 /03.3 -:. 2030:2 5079.907.7: 73038./. 03008     . -./.8 -.:5:3 1034203448  070.203:39:9502-:.3..3 247.3 808:.3 .907.9./2.8 ...33907309 3..8 0-:/./ -0757 9039.. /03.907. /03.

7.2.3 90344 .7..3 /03.7 5073.3. 503/0 /./.390344 .3 9.8 :9.3.3 203.20302-..9/.390344  03.3  ..... 2..820  80/.3 809/.3 /02. . 202503.3/./.3:3.7./.30448 :2494 /.3.8..3 . /.7. 9..3  :.3 .7 .9 /50.3 //.3. 202-43..390344.5. 3:3.5.8.382007.3 2.3/.7:8.318 -49.3   0.320302-..7.820 %07/..8    !03:9. 7.3..7.7: .99.3 90344 05.3.-.3 02.3 -. 08.93.8 907.3807:8907.3 808:. .3   !03:9.03982 /. 04342 549 2.5.9.0/:..7.2.3903443.    03.35.3.3 80.2 07.32.9.. 574/:  3./2.8. 57 ...9.3 :2494  /.3 .98 :2494  /..3 .3. 2.3.33.3 202-3./2.9 .: 503.9025.207:5./2.3 0./2.5.3 047.8.3..7 07.304943 7443.75445. 903443. 20302-.3 907/.9 /.90344/.3.-...../.7.5 90344 80-.3.907.8 .3.30-:9:.3 -. /03. -07.3 88902 0-:/.9 . .3 -.....3./..3  0.3.9/9.7 4254303 0-:/.9:3... 9/.22.9 30..3  0./2.3 808047.74.3 :8.9 /03.79 5:./.5. 897:9:7 90344 203039:. .8.3 .-./2.3 5072.-0757.3.8/03.350.8..3 5.780. -07:5.39079039: %034490.7 07..8.7 07.5.7:403:3..8. . .-.39.393907.9.3  %2-: .2.. :39: 50203:.30-85081 . /.7. 5. 02-...3 /.3 0/:.7.8 /.3 03/.3 ./.3.3.90344.3.3/. /03.90 90. 502-.703.703.35033.3/.7 -0..8.3.89. /..3.5 2.3:3.3 203..9.4.35:.20302-.3 07.220. 809.3 40 90344 5:..3./..2.2.3 .3/02..7.  .8.3.3 /./.3 20.  %070- 0- 90344 9/./.7 03008   %07/.7.3 90344 80-../.5 2.3 85081  .    !..3. .    9820 /.3:3.3 .3 .3 90344 /.90344905.3 90780-:9 -07.8 20384..5....35079.3:8.3802:.33 . 90344 .3 ./.3:3./..18 809..9 343903448 907. 5489.3  80.5 2: .3 20.3 507.9 :39: 203.3 203039.5.9. ...5/080397..9039. 2.03982/.2:3 :.2 90344  -.3 .390344 $0-:.9.7....9 .5...7 88902 0-:/.3808:.9.3 :2:2 -..2.7.   !03..3848.3.7. 8..7 5.7.3/.3  . 90344 .8:/ :9.3 5489.55745.3/.3 0/:.203/.3/.9:0425447.5.344  .3808:.35489.5 2.3./2.8.3 /..3408:.3 0- 50393 /.3 $0-:9..3.8 .5.2./.3.5. /.3 92-: .2. -07:5.9 0.3 /.8 -:/.3 :.5 47./. 90 344 202 0/:/:.8. 5.3545:07:39:5.3 /02.-  :39: /907. 207:: 5.3 9079039:  /03.3 0-:9:.3 5.73. 2070. 90344 9039: /503.9073.3 ..7 07..3 9039.3  /.5.- .7 09820/.9. 208 /09.290344/03.8. 038 90344..30-/0247../.25303/.. ./.3 1484183.:5:3.7 /...8... 3:3.8.8.8:28 .3:3.3//.-..3    $09.3:39:080..3903445.90344/03.7.34007. /.3 89:./.5 4254303 0-:/.307./2. 5443. 9073/.3 . 88902 9079:9:5  ..3 /02.5..3.9 /907..3  5020. 5.3.3  070.  /8..../.7..03/07:3.5..7 8.3 .3 90344  .7 40 90344 .3..  -..2..3/.:5:350304. 5. 03/. 47..8:288.-848.3 507:2:8.5 50302-.3 07.3 .9:    /. 90780-:9  .3 47039.:. 3 5.3. 907.913.3 .3 202  203:3.3. 42:3. 203.3 907.

7../.39::.3..3.3 0.7. -:9 -.3 /..08947 .3 .790344 :897:-07.3.5. /2:.-. -0702-.3907.9.38107 90344 /.: 0 30./.7.3 .3 803.8.35079.3043428  9034402:/.  . . 3 574/: 8:.3 09.:.7889020-:/.8.3 54.3 /.32.3/03.2.3.3 9/. 704.202 !079. .3.3  907.33..7.3.3/./.:8 5.  90344 .39..8.3 8:9 /03/.8505498/. .8.7.3.95.3208/02-.3 30. 80. 393. 803/7  #0. /-.3/03.3 80.39./.3/.8 50739. :39: .9034430. /.35.2 2030. 5023/.3 507. 40 07.3:8..3 549 /..8 70./..0  /.5.3 5.93. 90344 90780-:9 /03. 70..3  :.3 90344 02:/.42:3. 90344 .7 5..7..8 2..3.220302-.202-07.3 /. /.3.3  8007.3  907.5 0803.7 30.3 40 2.2 078  /.. 043428 .8:/ 2:..9./2..3 9070- 802.9: 0-.33..5 907.3200.5 0:. 5023/.3.3 :3.320250792-.8  .-4:7 39038.7.25.:. 2./.8.3 203.3.3 907-:. 92-: 2./.7 5.7.3/.3 9:39. 40 2.3 -07.9.3:93..8.3 . /.9.30-.-./.8 /.  0/     !023/.9907:9.9 .8 549  /070:.7..3 ..5 07.2. 97. 2.7.390344808:3:3.7. 0--07.3.8 /.8./03.7./. 90344 /.  3. 57 0-:/.309903. 283 2. 023/..7 203.3 20.7 90344 02:/.35. 90344 .7..2 9. .: 90780-:9  / 8.8.3 02:/..  .943 39038. 97. 39038..-.-9.253 903/038 043428 /..3  %0.7 88902 0-:/.3 503:9.3  803.3 40 90344 8:/.:. :39:. 2.. 80....3 88:0 88:0 ./.3 90344 905../. 88902 0-:/.7 30.7.:90780-:9 0703.3.  %072344 .30. -0702-.8907.3..3:3.5 8.3 90344 90780-:9  $0.3 20.3848.5..3 88902 3./.. 5. 8./.32:7390344820..3 0- -072.-.703. -0702-.9. /003/.5 .3 2:/. -. 39038.3 88:0 88:0 3:3.3 /80-.9. -:7: 703/.. 30../5:9:8. 80-:9 90344-. :-:3.: 0 -0702-.3.3 90344 90042:3./.3/:5907.0  47....9.3.390344. 97. 0-:/.3 4707 39038.  907. -0773.:.3 40 249. 90344  9.3 704.9/.. 2023/. .7 -0.39.3 . :39: 80.38107 90344 -07.8 043428 /..8 .. 0.-.33.-8.7. 203079./.:/.9 07.3 ./.:5:3 40 07.2..3  8:.. 3:3.3 . 90344 202-..3 02:/.438:28 /.. -0702-.5 2.8 050393. .59.38107 8. 2.3 3/:897 .3..3.2. 09 503/::3 13.9../.3 3.089. 30. 0 30.3 /03.0  . ..3 30.7 30.3.9 . 802.3.3 03/.8  0.3. 90709.7..3.. -07-.9 30.8:/ /03.9.3/03...30.. 9.. 5..9.9 8:9 7.3 .3 5073/:3. 80-. /./.7.3 :8:8 .5 50309..: /.3 /. 90780-:9 80-.3.3 0-:/. 0-:/.3-07.7. 018038 043428 /03././.3 /2. 40 30.08947/...  .-07..8..79 5:.3.3 30.2032-:.75. /. 283  2..390780-:9  $:/.  -0-07..3  .0  .3 02.. /.8..8 0- /07.5 40 30.3.3 -072.8.7.91 90344 907.$0./.9 9073...3 . 50784.3 .9 :3. 0-:/. 3.7 20303.2.3 90344 9../:5 54.3 .30--..2 .3 5:.8:/ /03. -0702-. 5072.9 745.5 8:9203..8 /.2 507 4. .73.5/:3.9.8.39 90344 2.7:. :3. 39073.:5:3 907. 02.7.3.3:8.7 50792-. 89.3 /2. 02.3..39.8.4:8 3/:897 / 745. 2./.75.38.8.8 3/:897 0. 909.3 .3-.: /.7.903442083.7. 2. 2. 54883.3 ../..3 /./. -0747039.3 0 80:7: /:3.9: 90344 /03..7.7..3  0 . ..3 40 508.79 5:.0  7080..  2.8 5./.703./.3/03.3 20.8 5:.7 07.8 3/:897 /. .: 5:3 :5.35..7.7 30.3 507.3.7.5 3:3... 2039..

9.3..3 3 -07.740 209.3 202:..5 90344 .8/.0/:..90344905.3 .3 90344-.3 .33907.3 $03.7.8 0-:/.:.59.303.8.3/.503.3903574/:82. 90344 /.990.3  ..9 0- 203:39:90.9:80-. 90758.32. 907.:-.. 042-.3.8.:5:3/03.3-.3 .. 507:-.207:5..898 ..9./03..3 2..8 .3/. .3 ..3242039:2574808089073.7 8:/:9 5.9.3 54..9: 438:28 90344 -.9 80-.3-07.898 0./2.: /.3 /.3. 8:/:9 5.2 5.  .. ../ /03.202-.7..3 . .9  4-..30. -.9073. 2030-:9 .3/:3.18.7:  09..7 8:/:9 5.2 5.20.9.3 ./.3 507-3.3 0-:/..9.37:.3 //.9 80-.5:8./.3 ..3 ...3 203:39:9.39.20/. 503072.7 /:....7.- 3.  03.3 90344-.9.. :39: 9/.3 5.9  /./..8.9:.3 20.3 0907.3 20250792-..8 207:5.7.9 /9 /.3 /.7: 80/.03/07:3.83 2.7 8:/:9 5.9 ../.950302-..3.3...9 9073.79 -.. 3 207:5.3.3 90344 /.2 :-:3..39:3.30-:9:.93..8.2..898 .91 :39: 202.3 /.7. 88902 907.7.79 574/:803 203039:.3 202..3  .3 203.8.9 /.:2.9...90907.9.8 80..93..3  !.7:8 /.3 5.3:3/:3..3  /  0. 574/:803 /. 3.7.3    .. 90344 905.3.3/. -0781.03/07:3.: 2.203. 02. 80-.2 203:./2.  203:7.3.3 -.7.3/03.-.3 /02.:5:3 5034.9.3 -. .3 :-:3.18/03.  /93.9.- -.8 907.39.3 -. 90344 /.  /.5. . .3 .3/.3 /02.8.8 2020:.2.380.7./.3 81.39:3.0.3 .3 -07-0/.3 :39: 202.5:3 90344 /0.3.7.7..  90344 -.3 -.9 20.7.3 438:203 9075:9:8  /.3 .3..3 574/: 0- -0747039.8.8  $0/..7  .3  -.3 907-. 3:9:7./.3 0-:/.7.. 02.8 0-:/.7 574/:803 . 90344 -...88. 5489.3/:3 0-:/.8 03008      03.3.3/.3/:34380:038 ..7...71.9-.3..3.3 :39: 202.3 0-:/.3047.3  .73 .59.7.3 80-. 42:3.30.30-:9:.5:8.8 . 30.7 8:/:9 5.7  ..-.9 438:203 90344  8:.9.3:8.9..5 4254303 4254303 0-:/.3/.2 70.3 .9 2.3 .3 02.:39:/:580.7 -.9.7 ./2.3 .87.50308:.3 90344  8:28 /.3. 4-091  ..8 5.. 897:9:70-:/.5.3 :-:3.3 3.3:8..9 .3/-07-..8.7. 438:28  .3 9.3 0-:/.39.39.:9:7.7. 9:.2..3/.39.3-0702-.3/.:. -072.2 /03.390344 8:.835.7 88902 0-:/.8.9 537.3 /03.3898 803.3 9039.33. 7.: /.3 80..3.9:50302:. 2./.9.3 -:9 -09.3 /.3:39:20./2./. 90344 -.9: -.9. -07-.3  8:9 7.33.3897:9:70-:/.. 0..3/.3.7..7:207:5..7: -8.907. :-:3.. 90344 5489.7.03/07:3.3 ....850 848..35..8:.8.9.  /.7..737..8 /.3:8. 8.80-:/.8 0-:/...7.3 90344 907-:.7.3 /.3/.2 07.

./.3.9/-./.3:8.79.3 50-.- -07.3-.-:7:  03:7:9$:3494  09.7../09. 80. . 909.: .79/..7:8 /:5/.9 .33.33.3 -.9..  9. .9:. 50.3.3.809.3 .3 09. /.91 8:/. 9.334728 -07.7.3.3 798 /.: 9:8.3 . 34728 /./.9..  7.3:9507-:.3.3 203.9.. 50-.380. .33472.7. . ./.: ../..79.380-.5.39/. .-07.7.2-.3 247.3 80-.3 /.3.38 .5.3 .9.3/.5.:9:.7. 80.79 80-:.: 247.3.3 80/.9..3 202-.3..5.:. 3472.  /.:2:2/.-.2.  .3 -.7.3 ./.3-./.3 8..3 09.3 :7:  5.2.9:..80-:..7..9./:5 9. ./..9507-0/.3 /03..7.308:8.3 -:7:  . /5.3 ./ 09.35. .3 /07./../8 50702-.9  /.3:8.3 80-.2. 47. 9.9 5.3/..5/.9/3.2-8.5./03.:. 203.2:/.9.9.-...7.../...5:3 09.2 0/:. ...  80/.  /. .9.3/.. :39: 503... $:2-07.9.3 .793. :8:8 .1./. :2:2  .3 -.3 .. 9072344 09.9: 3472.5.203.3 8..3203....3 /.  /.2.24708.3.7. 502:.91/.2-.3 18.8.3-.9..7.38 .3:8.3 -079.3  805079 47.. 09. 9..7.:2:2202-.39:8.3.09244 -07.5:3 2491  .3-:.  !07-:..9.7.9/.3.7 9039.3:3 .7.3 .3 .: 3472...1.9.3.3 .9..38 $:8034   2   472.3  8:.9.3  203.2 8:.9 .3247.-:./../087591/.3 .  .3 09.9/-.3247...380-:.9.3:8.3 247.3.7.9.3 .5..08:8.3.:8:8  9./. 2./.7.8.2.:3.3 247.-:7: .. -07-:.3 889023.2.5 .9079039: .78 503.7.9: 2. 202-07.9:7.7.5.3.3-.39:3 3472./.38:3. .: 507-:.3 9039./2.3 -0703.203.:-.507.:203079. 02:/.3/.3 47.90. 47.3-07.2:-:3.:.  507.3  9/.39:.3.-.9.3 /..: 93.3472. 20:8.9  $0.3  9..5.  8:.3 07. 8.: .8 /5.-.7. 20.. /087591 .3.2.3 8.7. :39:507-:.7:83.39.9 8:9 :39: /3./09.3 503..3  0. .3 /3. /. 472.3247..7.3472.3 -.7.  $:3494  2   47.9.3.32.88:..7:8 /:5  -:./.9 /3.3247..9:507-:.9/..3  8..80.9.8.7.  9././. 249.  7.7:8 /07..89 -07.8.3 /03.357385 57385:2:2 805079./.3  !./.-:7:.: 8:.247.7.: 07...309..8.7.309.3 . /.  9/..9  43943.3 08.. 845../93.. ..5:3 09.3-07:5.91 9....7.3 .: 5027.3  203.3-0793/.8..2503./.52../..7.2.38:2-079.9.3 /03.3.3.9.9/3.9 ..9203. ./. ::7.. .7.7 .3.7.9.3 93.25007..    .      %&      39... /.3 247. .3 .3 /07.3 5. 9. .079. 202-07.8.9... 2.7././.9:7. /.3 503..3 247...3 203/.3.93248.3 8. /.5 18.-07.3.3  49-.3.3 93.2. 203.3247..9: 507..3 .30948 .7.3 -07.:.9.38 $:8034   202-0/.::2 /..3 57385 57385 :2:2  805079 09.8.  909.9.80.7.79./.

9.  .:.:..3 90344  %.92. /0.5 3. 20::/..5.3 /.3 .3 80.7. .3 0.3 20.9:.. 50702-.. .3 90344 202-:9:.340.3 :2:2  050393.-07-0/.5 /80-. .803/7 08:8./.792:.3 /..3/..23.3 90344  ../.3 90344 203.3:8.3 2: 50309.-..2.  -.3....7:8202507..803/7 $0.:. -03 //. 50702-. .3 -0-.3.73.3:8..3 ..3:8.3 .9 5.:.3..3/.3 :39: 20250744 .8.  / .9 /.-.3 90344907-:9.3 057.3 2.3 003/.503079. .2.9 -07-.3503.330.8 2.9.3 907-.3 08:8.-.7. .: 9/.9 -07:-../.3 /. /07. .8.3 2.33.808:8.9.3..9./..3..7    %.3 /.3:8.3 507:-.3 8.3.39.3:8.2.3/.8.80:. 9039.79.- :39: 80.18:.3..9.350702-.7..3. .3 .802:..5.7 -03.:7.  !0702-.3 . 3 -07.308:8.3:8..3 /./.940.. . 50792-.5. .308890382..:5:3 503:3.7  .2 0.5.3:9 :.3 /::/.9  003/./. :39: 20302-.3 -0781.:.:  80.3.220302-.25.:. .3 3/:897 -:.9 -.3 /2038 098 80-..5.3 . .3 18:1 5.3 003/.7 . .808:.:5:3 ././ ..2.3/:380-.3 /.3 909.30488902 -079.3 /.38.3.2/7 2.79 8. /.3 003/..3 40 02.18: .-5.7 3.7..7 :.3 .:9:  .3 4/073 -07503/./.9.3/.3:8.35079.5.9:7.7./.3-07574/:8     !74-02. 08. 905.939..2.7.3. ..7: 5..3 /.8 203/.390. -0/. 05../. 2: 50309. -..3-.. 08:8. 203.2 5.7 50702-.3 -.2 2: 50309.3 20250744 08890382.8  03:7:9 18:1 07-079 $503.3..38. 2.9. /.3.3:3 .3 .2.  .3 . /.9203:-. 203:39:9 9.2 507:-.. .-07.330.3:3 . /.5.3 4/7.3:39:203./.3.9.390344/ 2. .3:3 .3 808:.2:7.9:. !.3/03../.7 2: 50309.3 0- .-. .9: 9:.3.32:50309.:.2. 2.9: -.3 /472.. .3 .3/.9.3-03.-. -./.:79.390344.703..7..2 ./.8 507.79.5  .80./.39/.32:50309.9:2-: 03.3 90344 .- 098  207:5.3:8.5. /03.8.. /05. 9:/.3 90780-:9 ...:.9: 203.3 -07.3 -.8 8:.3:3 .:..3 /.07  503079.3 //.  %.3 /.3 90344 9: 803/7 2.7.3:9 2: 50309.3  0-3 8047.7:8 203.3 0.- 2: 50309.3 .3 08:8. 003/.2.3-.9  80/.3 90344 80.2907 0-.9: .8./434  2    0.    7908:8.3 9: 47.3:3..9.:5:32.3 .5 8.: 203. .  003/.2 0/:5. .9. .0802-.0.. 050393.3.3 90/.. 574808 50702-.3 2: 50309. 3/:897 . 5..9.:5:3 -.3:8.7 05:9:8.3  !0307.3 /.- 907.9./. 05.90. 503. .3 /.8. -.3  /. 2. 507-:.9.5.3 5.3 0307./. 203.507-:.3..3 -07/.7:83. ./ / /..3003/./. 3 9039: 8.90.3.:.3 90.5  .3 08890382..7:3.7.3 50302:.:.3 2: 50309.3.9.-:.:.3 2.3 50307.3.22.3/./. 507-:.3 808:.25.80.3 207:5.3 /.3:9 0.3.3:3 .3 .25. -.9 ..3 203.3.2 .703..- 098 9/.3:9 203:5.3 ..2.33.3 8:.8.3 /..2:!0309.9. -07-. ../.3 2025:3. 5.2033.92././.8. .39:/. 3 /80-..8.8 /..907. 80.30.3/..9..  !0302:.7: /.778:-.8..003/...3 /.078. 9.9 :3. /.5.93.9..

9:3.4940748:2  $.:../ 808:.3.7 2.52: 2: 848.309. -.3 :39: 050393.:7..3 203.79.9 . 503079.7 5.9/.3 . 0-. .9:39:9. . 909. .9.: 203:8 20303..380/. 2030/.3 9034420207:.: 7.9..3:8.  .3 2.8.0989:803/7-0781.3 90344 .3848.3 /03.387/.3..35.3.843..2-..  02.83. . -/.3 .:.. -0-.82.2:-:3..9 /73. 907.39:.503.-0-.0-.9:80-.3 9: 803/7  2: 50309..2 /507:.5 80598 2094/83.3-..2:50309. .  2: 50309.:37   -07503/7. 9: .38.  !03/7.8/. -0-..:37    0.3..-0-.3 907..3 5.3:8.7:8/25.793. . ..7//.3 0803   -.80.3 /..  %:. 57.9 2: 50309. :5:9 /.3 40 2.8 /.7..9/8.3 508.3.33. 805079 203..3:3 .3 203.93./. /5.:4-0 .2 0-:/.3:8.2.9.. /.3/7 2..9 .8.2.2 2033.7:8-0-.../.3 0-07.8.:39:20302-.3503039:.3 503/.3 2: 848.32:50309.30825:.9 02.7908 /03.9 -078:3: 8:3: 203.3.3   203.  $:. .39/.8.7:8203..8.3 9:803/7 !.3 2: 50309.3.8.3:8.574/:2.9 '.703.3:8..7..9. 2. 3.82.3 .3 /.5809....9.7 50792-.:89.3904780-.20. 909.2-..83. 2..83.9: 8.2. ..82..9. 9/. #030 08.  %4484844 0-07 203..92.8207:5..3 098 .:.3907./  /. :39: 203.-072.5:.947 089073.3-0-.:. 0-0-..2  !0784.  %. 3. 2: -0-..5 247.3 :8...3.39:3 5.3 /..3 9: 203.207..9: 0.  #.5. /03.30/0.3 9/.9:803/7   2:0-.3 20302-.8 3. 2.2.3. 203039:. -.5.380.9.57-.32.3/. 907503.8 3.:.37.3 .8./.8  . 2./.:.7 .9.805079 1...390780/. 2070.2.3 .94780-.3.3:8.3700.:.: 9/.3/-:.3 .3 /03..3:8..3 8.7.:%/.9:5.3/2.50.: 203:8. -:/.703.9.. 2025:3.: .33.:...8.502. .3/73.9.4-09.3./.3 -.3/7    !0309.3 3 /.3.3 -:7: /.380039747.8/.9 9: 203.:. 2.9..33./.5073.3.  -8.: :897:9/.:5:3 80-.:9/.5. /.. :1.3 8:-0 .5.    !07:3.3 -..5 3 -07.7:40050393.3.3 -:/.1..7.7:8-0-.- 907.7.8..3 -.3079. .:.0/:/:.380..3 20.5.947-.3/9:840#.3 90344 .3 2: /.-...3:902:33.9.-072..:./. . 3.25:7 9.843.3 9: 9/. /.387/.34-09.9: 07. 2: 2: 9: -0702-.. 2.3 :8807 .8..2:50309.3/5.  .383.9. ..8 90750393 2: 50309.83.3.:.:..7:089073.9 1.3:38:702.3 :8.3-.3:8.5.8.8 3. #.8 2: 50309.3 1.3.3 / -/.3 2.340 -.3 . .3 9039.:-:3.9.:5:3 2033.850702-.8:/..83..843.23  0-0-.83..3 0-07 /.3 502.5...3 0-079/.3 207:5.370.:.3 2034.3 80/. 9. 2.7 494342 2: 50309.79. 033.3.3050393.30/0./3.2 202:9:8.3/.2 :-:3.:89.320.. /.078.9.  %44.-07:9    2:.7-07-../.72:9.7:83.9.. 9/.3 8073 /9:/3 203.3 9: 802:.3 40 2: .3 ./..3:8.3 .3 90344 /.9475498 /044 .7.: .79..:.98 2: 848..33.880-.3808:3:3.37.3 57.3.7:3  8:.3 80/02..39:-0-.9..3/.3 2.3.380-. /.32: .9 ../../.3 3:3.9.3.3 5.808:.3 /.3:8.7503.39/.3/. . .9.:.3.-07.3 90344-:.3 -079.3 2.8. ././.3 .3:9 5.2.3 :39: 203079 2./.:.8..3 :9 203039:. ./ 80. 207:5.2:848.39079039: .33.-.9.5.3/:3 9::.9039.3.4805$9:247.2:.8. 2: 50309.9/. 50702-.383..80-..2:.9./..3 907.9. 9: 803/7  .78 .3848...5./73.32..9.

2.7.9 -03..3:8.3:9 -.3050393.-072.3507-.8 2030.3/.  05.3 050393.3:8..3/:3 050393.: 203.  /.3 .. 80.3 02:/.3 .703.8 439448 9079039:  !0309.071. 3097./. .2020.3.3 4-0 .3 072030:9..3 /2.8.2 .9.342:3./.:./. ..2 9/.3 43944 2025079.8207:5.3 9039.5. 5.3 2038.39047098.2..8-/.98  2: 80.3.3:8..3 9: -007.3 . 207:5.39.857...8. 0/:5.3 02:..7 0-03809 80:2...3  2:.380.. /..:.9.:. .9.: 4-0 9: 80-03. 503. /.3 072030:9.2..5 2.. 9/.20-03809..-.  /.98  .1..3 203.3.207:5.. 503..2./.8.7 4-0 90780-:9 .3 5073..3 ::3$ $:7.2. -/. 2: .3 . .780.9..3 /90.8 5030.50.2 907-039: -07/.3 /..8..3 /03.3 49479.3 ..8.3 ..5.4-.  . 03.202507:.7 80. 80-..9:50309.3-.8 8.50309.2-..3 -07. 02578 /..4388903/03.:.7 ./ /03.3 050393. .397  2   $0.9.3 2:  .3 .3 . 805079 -0757  207...  80/.3 57.9.3.8.3 -0781.3.3 2: 50309.    !03/0.. .3 /.3.. 2: 50309.8..33.3 80-.3 -07/.50309.790203 !03//.3.3-07-0/.7 /.3 050393.3.3.8 $09. ::/ .. 8:-0 8:-0 80.3 0-:/. 1..9..:.39.32:05. 2.2.:.3 -07.32:848.3..3 02:. 4-0 9.7. :-:3...85439.3.7./..3 3:5 -.902578 3.3  .3. 9. 8079.73.:.354.320-././.2503.9..3 2033/7.3.3  -.98 03.3 2.35.7. /.3 9039.8:2. /.8.9.2  -.7.8.3-0781.5 2: 50309.7..2- /. 439448 2: 202-.07.50309./...3 ./.3.07./.3 18.3 .9: 5007.  ....3 57.7.9 /03.8..:.3 8:/.3 /.3..3/.  -0 5030.2 .9. 5.3 503.72. .3 49479..9  $09..7.  .33./.:.2 574808 50302:.3/.. /..8  !007. 050393.7 050393.. 9. /. ...9.3 207:5.2.3 503:8:3.357247/.9.3 9079039:  050393.7.7.3 .3 202-:.:..80589024402:. /.7.3 202-.. 9078:8:380.3 9038  2: 50309. /.3..9.38.3 50309.3/807.9 ..3 503079. 83.7. /9039:.3 0- .9.8 3:5 5030.3  .3 2: 80.3 /.3 39448 3944 ./  .3 40 050393.: /:3.3 .2 -.2.3203..3/. 8:/.3 57.3 050393./. 05.3 .8 80.9. :. /. 2030..7.

3 .350309.3:8..73.5./.3:8.3 202-. .3.3 202:33.9 203:-.9.9 3097.:.39:803/75.3/..3   8.. .:.397  2    ..8.2 203.3 -0781.: 0-03.3. -40 20.7.8 80-.9.187.3 4-0 5030.3 05890244 2: 907.253 9:  80.- 2: 207:5..3 .3 9/.3 :5..3.3 ...3 -0781.3 18.9.2.3 -.3.. .. 3.. 574808 .8:2.7.2 ..79.: 903 .. 439448 2: -0781.25:7 5072.. 907.:. /03.8 ..7. .. 2:.5 2.75./.3 /92-..2 20309.79. . -.8.203/. /.3 203.3...7. /.9..:.3 2:  .9.3 02:. 2094/0 2.35890244 5890244 . .9.3 05890244 2025079.3 202-. 7907.2 .3-03.  20703/./9..8.3 .1.5.7:8/507..3  0..3.2: ::3$ $:7.2.-..7. 2: 20250740 /.3 2.5.. 247.3 :5.-.3.8.3 .:.3 9039.7.2.3.39: 9./..9.7 . /.57480/:73.9.3..7.3  .9 /42.3 . 4/7. ./...3-07:5..3:8.9.3 ....9 2.. 2:.9 2.9. 50309.  !.   !03/0.9.3 50309.8. /.2 80-.9 70.3/80-:90-03.2 2094/0 2..3 50309.3 0/:5.7.2 203/.5. .  /./.33.3.8.  8:2-07  2094/0  897:9:7 /..3 203:8:3 9:-: . 207:5.3-07:5.. 4507.3/.0723 80. 2.3 /03..: 8. 2   .5..9 /. :39: 20250.3.9 .843.

3 ./.3/.9 4388903 /03.33.3 /0/:8 /.3 80-0:23.3 5073.3 549088 .3-0781. 203.3 90780-:9 .1....  05.8 907. 07.3 -0781.9.3.3 .  20.7:2039. .7 07.33.8 /8:8:3 .790203!03//.3. -07.3 90.3 207:5. 5027.071.3 .5027.:.-. -07/.9:.8 .50309.3 50309.8.3 .9 48/03.5 549088 9072.7.3 .. 80..:.30-:/.7.:.7.8:/ :39: 203: 0-03.7.

 5027./.957...8 80.-07:.7./.7:2039.7.2 20302-.78:.3 .3549088907. '071.31.3 .843. 5027.9. /7 907. 2   07.30907-:.35748083..9:.3 8:8  -07/.8.7: 2025:3.3907.7503.380.3549088 0-03.3 .3907./03.3 -0781.7.790203!03//.7.5  79 907.2 '071..3.3/... 202-:.8./.8 1.:39:0-03.7...3.3 .4-091/.:.3-.8.2 549088 02.3 .83-07.30-:/..503. 2:907-:./.79 -. .81.3 203/..071../..3/:3/.3907.880..3..-0757 798  05.5 07..9.32.7..3.9 7.3 :.9:5073.2.98 .02578-07.7.51034203.35030.9:./. 80.7.790. /.3 48 .50-03. .8 .:.

  42:3..5.5:3  !0309.3.9.38:.3 :39: 20302:...3 203.-07.9.:. 207:5.9.3.078.9.7/:3.3 -07:5.3:8.:.9.3 . 50309.2 2033.7.8.3..1/:52.8 /03.3 /.3 2.3.3/02. ../. .7:8 /9::.3/.33.9..2:.92. . 9:  .503:3.8.3 .3:3.2 .3. /...30:.7..3.//.078.  0 .39.9. 3 207:5.31. ::3$ $:7.2..2. .3 /8:8:3 /507:3.2 5748080.7.3 02:.80. 3472. :39:/:408.52.:./ 2:207:5.3.3 .8.34/7..3 3472.3247.9.3 907-:.3 8:.9.9.7.3:39:02.9/2..7...  /.3 50309.3202-03.3 8:/.5. /03..2.2 /73..9.:.8./.8.3 /50740 /..79039.33.7.3-07:5.5.7.4349.3 9: 2.3 80.3/. 2.:.3/.3 . 903  57480/:7.3 :39: 20.38:39079039:/.050393..31.30089..90789 798  7..3 -./.9: 0.3 4507.3/03.3 /02.:.2.7. 42:3.3 2:-:./:..2:9/.3   !03/0.3202507.3 /03... .8.39.3.8.3 207:5.9.8..503039:.2..3 .3.350309.9.3 :3. 203.3909.8:2.2..3.3  .3 2.8 2094/0 2.35.73.:.843.3./.80-..79 2: 207:5.9.7.7 .3:8..202.7...9:0825:...3/.. 3 2:/.2:3 80.3 808:..3 :39: .. 803.  48  4-091  /.9.3-07/.38.3 809..-..3. /./ 2-078. 907-:.3 0-03.39. .7.380-.3 .7. .33.3 503/0.547.7.9: 4-0 .35.3 / /. .3./:5..7. 0-443.703.3 .7:8/:3.5 2:207:5.3844  844.:0802-..5.32. 2.:.5/:5:39:203.3 /..9.31.  &3..3/. 90780-:9 50309.3 ..7:822:.247.8 80.-07/.3:8.3 .50309..7.  . 247.3/90.34-0.397  2    !.3/2. 203/.3-07.-0757.3:8.3 2.79-.79.8.-.9.3 247.3.    $.8 5:.3:8./. ..9:.3.0-03.318.3/.3  9.843.2.3 5. 2   .3 2:.39.  .7.9..9.:.3 .5 2:./.844 2025079.. 50309.-.. 809.:57410843.5:5.2  &39: 050393.87. 907-:.7988902 /.3 2.320250. 8047..7.3.3/. 202 .3 9039.3 503: 0::7.390780-:9/03.1..2025:3.8. /03.3.9/.7:8.. 2: 9: /507:3.-.3 2:  .3.:2:2 $0-.7:2039..3 897:9:7 2: /. 2.9 /5079.92.9.. -07. 2025:3./. ..38.:...32:203:7:90-:9:...3 80.8 /044 ./.38:.:.

/.3 .33. 2:.43. 202-.3 .380.3:3 8:.. /.32... 0 .5.2 0802-..-.9 0.3 .7:8/240809.218. .32.3 .- 9:  2.5.3. .3.3  0 ..   82. .580091 .3202-:/.3 2:. :-:3.83 2.2..-.3 .7 5.39./.5 2. /:5 /./03.3 /.3 247.3:8.3 -078. 2:.. 507: 202 .5 80..9 . -. 80-.3.39..7:8.3.9:8..: .5. 2.3 4-091 /03. 5.3 .2 /.3:3.9.9.89 .3/.23..3.-.3 0.3 -0-.9  /.30802-.. 7.5  /..7. .:5:3 2.3 /03.52..../..9: 0507.7.83 2. /. .3 907.32028. -./.25: 203. 50325:.7. -:.3. 2.380-.. 803.5 .. /03.8.2  80/93.3 2:9.3 2./ 5030.9: .9: -. 80-..3 2: -.3 9039: 2070..507..3 909.2./.5.9.8 .-:/ 23/    /.3 803. 2.7. . :39: 203. 09.3:8.3 /. 2.29: . :8:8  2:.3:8. 47.3 -07/..5. .:.:39:20089..9 /507:.9./3. 549088 .-./. 9/.9.3 .:0803.3 -00/ /./.05.3 -0781./    078.8.5.3/7.9..8.3    /. 3..3 -:. 203. .3/73. 8.3  47.5 . 202-.2802089..  .3408.5 2.33.2.92:9./.  02.9 /5079. 2: .9/.907.9: 2: . 8047.5.3.8.32.3.93.3 -0781.-.2 /.9 2:9...3 3 207:5. 0:3..9: 8.:7.9:8...9: .3.503.:.3 :.3:8.9 2.3  8079. / /. 2.7. /.3/80-.3 . /. 8:.3:8. 5.5.7:8 80.9.2.9:8:.27.3 502.3 2...3 .7.:5:3907..3 207:5.39. 507:-.3.3:8. 8.  . %:./ /.3 9/. -.9 /5079.3 2:.-.50309.8 /03..3 7:93 -.: %:..3.3  793.-.2 .3 -.3 203:7:9 --..5  8.7..-07:9    %/.3-0781.3:3. /03.203..7.3 80-.../. :.1. 202-.83 203:3:.3.3.3 /03.3  $. 8:. 808:.2..3:8..7 57..8:.3..3/02.3 8...  .3 .7  .3 .8 9039.39..9:80-.2. -0781.27 /83907890/3088  ..2.  .3 . 2:.  .3 203/.39.8..357-..8.3.3 57410843.- 8047.79. 5:.3 02:. 50309.3 .7.25.3 003/. 8.3 907/.7.2. 203.5 .8. 2: 90.8 247. 809.83203:3:..3 /..2 .3 /.5.33.  $08:.3 0802-.  !.29: 03..35:8.3. .  0 80-.5.7.: 9047 .5 503/. .3:39:203.9: 0. 57-.3.3 -07.3 ..2 9/./..3:3.8.: 9/.3:8.2 .89.3 90705..94-091 $.2.. .8 /.7. 207:5...::5 -08.3 2.3 :..5 2:.3 2:.703....3 .39::.7 9: 203.3 . / /.3 9.3.8. 8:. ..8./.3 -. 0/:5.7:8 803.8..3. 8047..80-.7:8 803.. /03. 0089.3 203.. . 0089..3:8.7.3 207.    /. 9:  50393 -.73.2 . /03.793.2 -/.2  2094/44 .  0.03.  --.2:.3:8.9 .23..3:8. -.9 /8.52..8 /03.8079.943  -..3 8:/. 7:..3 44  :.3 .-. .2 :-:3.3 .3 003/..7.3 /.-. 0- 0- 8047.5 2...3 507: /2 5.9: 247.8.7.3 -07..3 5.5..2 .75.3 :39: 203. -.7 2:  20.33.92:/80-:9:.::5 -07-0/..8. .3 207:5.3/.:: 90.3 05.2  2   $. -073907./.39::.84.3 .52..7.9. 8:.3./.357-.8.83.  80.7.3:8.7./.3:8.320302:./.3 -.3 2.  2.3 0:. 5.3:3 .3  247..3 2:. 2.8 /.8090.

3 .38.380. 3 .3 2: ./.. /4743.:.3/.3..390344 ..7.  472.5 2..9.53472.: -.9. 09.3 . 09. 04254 2:.3780980-.3 9039: .3 0. 2:.20909.3.: -.2/:53...  .. 8.3 008./3/4308.. 574108 .. -838  09.7.. 5.3/5.3.. 3472..3.5.7. 85081 -07. 2:.3 :39: 0-..3 ./8  .  88902 549  88902 97.8/.3 2:. 0/4907. .3.3-07.9: 0.2. 5./.8:/ ...7: 40 88902 -:/.3:8.:2:2-.5 50309.3 :39:7809 /..9..3:3. .3-. 3472.. 03.3203434/. 0-:8:8:39:502-. 09.7. 5.3507:/507.:3.3. 80-...3  ..    $047.550702-.3/. 20325./.././.3 03/.5.. 9079:.   8.9.8/.305.330.8 .80-.3:8.3 9079039:  8.91 -07.3 8079. 8047. -07. 2: .3:8. 80. 8:. :2:2 90780-:9  5.3  09.3507.: -.8./.33.3-.3:8:83.3 80.3802.5.32:/.7.7.7:8 202 8./.3/0202. 802:.: -07003/.: .32.3  803.09.7.33./.02:.5.380-.:9.91 -07. 4-09.7.3 42:3.34-09..8./.5.098.5:8 907.. 2. /7 5.: /. .3!##4247'.5.3:8. 5498  8079. 8.9.9. :39: 20302-.3 80. 2..3 .3 -07..  09.078.3.3 2:  %::./.. 503./.703.3 2: :39: 02. 5.2.3 /73..: 80.:./.  .73.3 /.3. 5.32::39:02.3 2.: .3 /2.7.3 9/.7./.7.3472.8.3 80..9.3  .3 202-.5..7./.:.3907. 02:.3 .3/5.253 8.3 202-.9:. -.5 . -40 907503..9. 2:./.3 2: /.2:.32.9: %.. /./.3 203.8 .5 098 ...:.3 9/.3 2:.: 80.3 90.3:8. /. 907.. 3 8:/...7.3 9::.9:40042543..

!#.

59.91  3.3  739.2 507..308025.91  34.59.78.3 907-.: 70...3 202.8/03.:5:3 4091 /..7.3 2: 50309...39. . 02:.3 /.39.  9.3 :39: 203:3:3 93 3.9..5 .91  /.07.93.3 202-.9.7.3 2. 09. 20305.79. .3 /0.3 3...3 9.. 02.0723 /.9.3-. 203.3  /.3 02.3  2: 50309.320307..7.3 :39: 203.3 /. 50302-.3. 05.02:. 57-..9.31.        .. 3.07.2-.0391  /.390344 9.8.  -075.  :8:83..5.. .3 /.9.8.3 -:/.9 /.3:8.:.3 203.3 907..59.7.3503933. 02:.7 .3  2. 3.39.38.3..5.9 .39.25:.3 42:3. 9039.39.3 70.0/:5.3  2.3 429203 /7 :39: 203.3 /.307-..2 0/:5.9:  /853 /.5.3 . /./ 50:./ . /03.3: 8079.9.9.38.2 -0757 /.7  20309  203:8  -07.3203.  .  8079. 02.:.25: 203.... 0-03. -.7.3 /2.  /./.3 2 43/:81 -.25: 203:2-:.8.3 203.. 3 203/4743 9:2-:3.3. 2.3 90344 ..-../.3 80.9..7.2 0. 09.:. . 9.3 .3 -07-:.   8.-:/.32030.3 808:.3 -. 02.25: 203:-.7:/.8 :39: 503. 3 /::/.9  8079.3 /.3.8:/.253 9:  09.2 .  -0.7.8 .  .2.

 9: 2:3. /  :: 90780-:9 2030.5.94  .3  -.908 /.8./.3 :34  18. 340/0 ../. /.  8.8. 24/073 .1.: .5:3 .9803   89 09 ..25 -07.7.9 /-..3 !. . .7 .9 /.3 9:  /.80-. 9072.2 89.3 02-:9 ..3 2. .:. 8047.  18.: 93.798  /.9 03/. 905..9  0-3  0.33.7.9.844 ...:8  .9 3 0- -.3 18..: ::/ 0803.3 .3 :34 2.3...8.3 90.3 0   8909.3. 9047 0803..8:28 803.218.:2.3 /80-:9 80-.7 2025:3....78909:7 8. 9047 803 .7903 /03.9.3 %047 2.3 ..7.. :3. .3 4708..3 :39: 80-./.1.3 202-0/.9 /807.3..3:8.3 .:.  9. 203.3 9:  907/.2.9 79  $0.:8  !.3 9047  803./. 038 803 . 80-..  503..: /.3 .9.: .9 5:.3 03/.3 5027.9:..8 40 $4.9.-. 18. 803 .5 80-.3.. 79 803  .2 /:..3 /..3 202-. /.9.1.8 /.3  507. $03 9047 41 . 08909..:3   -:: . 4708.5.8..1.3 . :3.3 5072.8 1034203.-:7  %.3907803/7/.3 2.203.9 03/.9 /.  .3.3 50309.9 803 203.9 .703.1..8.:.: .3 8073 9.1..3 89.3 -.3 .1.9 /.  !. 89.3 08909...908909. 8038:4:8340/0 .1.9  .2..89088 -07.. . 50309..5 9/. 9:  9/.5.9 803  /.3-07.3  .890  9047 41 130 . 9047 8073 /.3 8038:4:8  .3 5078../3.79 .1.9 /03.3  803  8079..3 /03.3 /.3.3.3 /-.  /.8.3 14841 .3 ./.08909.  .: 93/.3 . 50309.3 39009:.2 -. 803  /.8. 80-.. /. :8.3 -07:-:3.2....:.2 -.  80/. 207:5..39.3.73. 89.3 .7903   /.3 803 /.9: 130 .  $0./ !07903. . 9047 03/.3 .3.0 798  .3 :3..9. 378  89.3 8.3. 18.7 -.8.:. -07:5.3 203. /-. 89. .:9  9047 41 9...5 80-.3 203/. 3.:.3 0803./.:2.8.18.3 0- 905.. ..703.3.7. .3 0  89.9.1.7 /.. . -.2 3:5 08909.3 //. 507: 202.2.8.7...0 798  !03:3.:9  18.3:9 5072.3 /.80-.79 5078058 3/7./. 944 5079.75..78 /. -/. 08909.2 0/:5. . %0 . .5.3./.8 /.3-/.7  .3.8:28 9079039:  /.3 18.3 /.. ..:2.3/.7 . ..2 202.3 08909. 2. -07.7.39 /03.3 . ..23.2 202-. 18. 50784.9   03:7:9 %0 .3 9039. -07/./.  $%%  8909.3 803  .8:  3.79  .3/07 4990- ./ 9047 41 -0:.9.33/07...3/7.8.844  0- -.2 08909.3. 2.83.3 08909.3 / 7  5 . -.7903 -07:/: 08909. 574808 907.39.5.3 /03.9..2 -.. 50309...2.9 503079.3803:8 8035.3  :8:83.3 /80-:93.3 /.3 8032. .2.3. 08909..: 18.8.3  .5:3 08909.3 /2.3 9047 41 .8  40 .3:9 803 7:5..3 .3/80-:93.9 ..8.7...3 :8:8 203..8.::5 0.3 -08.1.8:/ /03.  805079 :../. .50309..5 80-./ 89.3  .7..3 . 503/.9 ..3 . /.5 40 5.3 /-:./ 4 /07 3  /03.3 /03.32:8  %07/. 3900.3 .2 209.3 54845 41 -0.3 -.8 907-9 /.

..8 -.-3.3 203.:  :8:83. :/: .2-8:. 1472.. 5. 70.3 -.3.3 50309.18.2.3 40 5027 5027 :9. 0/:/:./.  . -0750.  .3 .70057.308909.9..98 :39: 203.78 20303. :2:2  !7385 3 /.3:9. .9. 03/.7/ 48.70-..:2 00389 -.. !7385 08909 . 203.30-.8 805079 /705708039./..2. 2. 0803.3 05..8.3  .3 3 -:. 5007.9.  !7385 09. 3  .2 202.7 .3 2./. /:3.7.02:.3  -07:5.  .. 9047 08909.3 /.3/..3 203.3 :34  48.3803 1472.1. . 9./.  80/.8.3.5 80-.9: .  80-. 07. .9.91 /...79.3 /9039.. . 90780-:9 207:5.3 ... :3.7.9..3 84//. 2..908909.90789 5708039.3:9 50702-.3:3 07.3.3 9::.3 907.8.507:202-0/.2. /.3 5.3 3.-897.7 2:50309.3 /. .:. 2.3.908909.9:18.5 47.:. 83...75.. .5:3 /:.9 /.3 3.3..3 390720/. .3 803.3 -078.2202-...3 003 203.: 80-.. /.3 5027.8.24-0:39:203.. 2:3. :39: -. 2085:3.7.5 80-. /03. 57385 ..3 9::.3.3.2 889 02 0/:5./.7.7.. ./.8./..9  /.-.3 03/.7/.. 3 20 3.3 /.3:7.  $0. 803 5079. 70.7 70.. 70574/:8 /.9 /-07. 0- /0..8. .9 . 57385 -.8.3/03. -09: 8.3 502 7 .3.18.8 00389  20303.9.2 80.5.9 148418 /./. 08..3 :.3.33472. 03/.3 147 2.5.3 /902:.9 03/.39.8. 850:..8. 207:5.: 803 2.3.308909. 9047 ..2 -::3.3 08507203 /.2 /.3:8.2.2/72.3  -:./.../  .39:9.3 0- 905.18.  073.2  %047 . .3 -073.3  2025:3.907./ -./...18.3   !73858909.3  -:.  .3.33.7.3 /.3/.3507.5 80-. /. ./.9.5./.9 /.91003/.1.../:.3  ..3 5..:08909.2 80./../.3 . 80.3:8.33. 247.3 .3.3/.3 .9/.  9..3 203..3 503.3 .08909... 80..8 .718.9.3-..90 .9 5.7:83.8.1.33.2:3  .3 8038.38. /9::.9. /.3.88 08909 ..9 -. 0- /.3.3 80-.8.3907/..7..34370920303. . 0889038 .3/:3 05708 2.3 5079 73-..3 90: 5...36:09   /.88 08909.3.3 80-.3 .8. 207:5. -. /.3 -07-0/.3./.7989 9/.:. ..3  .3:357.831. .3 /03. 2.3 20303.8:28 209. 5027. 202.98545:07/..03/. 5079. 089098  03. /80-:9 80-...9:503.9: .  203:7:9 .2. . 80-.70/:. 43/8 085708.320303..7 :39: 0507:.. -2-3.35.3 507.3 503. 9047 08909.9 ./507:39:..18..3/.3...3 -..5.3/...2:-:3.08909..3.9:.8 00389 80.3..9:-07..: 148418  8 003/....5/.8  .80-.%039:3.3 8:-0 :39: 70807.9.3209.8 50703:3.3:3507902:.75.3 /02..33..3 202-039: 808:.3 207:5.1.3 /03.3..33.8 /.3 57.3 .3..3  . 03/.73 !7. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3. 20303.3 23.2 02.7 2:0803..3 .8:28 209. 2070.-.7. 08909.7.59.3 03. 8. 0803.. 503..2.703.8.3 202-:9:.3-07./. 507: -07-.3 8038:4:8 20303.   2:  50309.9/.36:09 203.3 ..370108798 .9039..2 9025. 3.705708039.  .3 503.3-.3 202-.3.5 80380 5078058/.2 2030.7..  8947 41 08909.9 1  20 . 57385 .9/.3  5..34-05078058.9. 5074/0 .  /.3 18./.  8:28209.3  03/.

3 57-. 2:33 /.3 . 3  -0-07.20303.2. 89.3/. ::2 ::2 08909. 20. 507.920303.3.: 507/0-... 503. 43805  089 09 .3 /.3503079..3 507.3:3. 09/.5.35.2.3 50792-. 207:5.3..3  %047 9047 2070.8.3 -07-0/. 20./..3. 03/.7:2039.. . 203. -.  !. /.3.3 /./.3 0-.3 7085438 7085438 18 /.. 2085:3 9/.25.8.9 /. 43/8 /./.3.3207:5. 89.2 /8:8 .3.9 93  03.3 /.7 -./. 2 02:33..3  5. 20303/.3.3 02-.9/.. 43805 08909. 0.3-07-0/. 202.3./03.2.3 /.3 43805 08909.. 203.5.3 0.. .3 3/..3 50393 /./.8.:.5 40 5078058 93.. . 2. 8:.3 /03.. 2: 089 09 .  203039: 5079. 803.3.9 -.8. 43805 43805 08909./.2. :39 : 203.. .3:. 3 203. 89.8 70.. 43805 08909.2.3803. . 43805 43805 08909.9.-07-0/.. 90. .3.3.9 803 507-:. 43805 08909.2 950 950 503.3 .3  /.3-.3.. ..94.3 9/.  . 3 .3/03. 20304254.7..3 949../.7.9  5079.8.08038... 0 /. 2034.8 20303. 9/.79 .3 08909  !079.3 58448 :39: 203. /. /08758 8079.88 :20.9. -:3. 9 /.23.38.. -0781.5.18  90. .3  %07/.3 5.-0 5078058 :2:23.37085438.5..2:882143202025. 9 .3 .9.2.3.5.3 . /.3  92-: 5073.3 -.8 /..75.-.3. 2 % 2-:  5079 .3.848.  8.4/03.9 -0781.2 7303.. 7...3 058902448  58448  48  /..3 .: 5.33.9.7   -.3 20-.3 .3 4-0  8.3.43805 438059:  !.8 70...: 5.390.80.5. .  9/..3 209.8 03/.43909 /0503/039 /43897:8 / :.9 ..5 80-./:./.:9:7.8.3 -.3.3 .9 -. /. 203:-:3.5. .9 : .8./.2/03.9: 0. ..9.33.3.7 803.8 03/..9:70..7243 .3 -./.8 57-.9 /9.3 . 3 .3.9.  %047 9 047 2.3.9..9 2:/.8 /03.  8.907 5708039.3 207:5.3 203..3/7   438058909.8 80-.9-0-07./ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /..9.33..33.9: -. 03/.  805079 802:.3 58448 8079..25:. 5.8...3.-.3. ..:-.8 /.9.. .9 /..3 .5.9.3 202 . -07.9.3 /.7243 .7 803  .-.3 90. ./. 2.3 8.3./. 80-.9.3/. .3. 20307.3 . 503/.3  :39: ..5.8.3 85081  20303../.5../ 20303.3.3 80.8..3./.2./. 43805 43805 9: 202 4-09. 8.9 8:-091 -07. :39: 2020.9...3 08909./...80.5.5.8.3 ../..7./. : .78 ..7./.3 48 20303.3 :39:203072.3 -./ :20 -07:8.7 :39: 4-09..9 80-.8.9:7. 20.. 29.9 8:.  793.108909.3  43805 43805 08909.9 :3.3 203.907.3. 203. 3  . 9/.8./  .3 -.. 02578  /03.907 :2:2  5. 50703.3 20303..3 89.7.7 503/.43805 43805089099/..3.3 5079.9/. 3. 2.3 503..9 003.39 203./ 0   5.9.4-.7.9.08909./ 2070.-.7 4-0 5078058  3/7.9 8:.078..33.3 203..9: 70.2 .3/43897:8.2 . 3/.3 808:. 1:38 803  8.5 9047 05. 7.7.7989 /.8 9079039: /03.2:73 507. /03.3 .5.2 . 47.9: /..9...3..3 950 95043805.3 . 8:.3 0. 14841 02-.2 4-0 5078058 907/. /. 80.5.8. -.3:8.7. 02.078.9 /9.74  .9 . /.25.9  0- /.7 ..5. 14841-07.9.. 03/.9  :.3 .3 0:3.9/:3.5./.7:  .3 /. 20302-.3.33./ 20303.9..5 /0391../.5..8.3 -07503/. 08038.3. .3 085708 8579:..350393:39:202.: 5.  .38.3 058902448 /.. .8 4-0 4-0 /... 2 80 ..3.8203.3  ..7 5.  %07.3/.

9 .//.35.3..8.3 /.8 9 07:9 .2.33.3 3  /. 503079 .3 3.7.9.  907:9. 80.2.3 $0.3 -./0   :// /. 803 /3..9:4-0207:5.3 -.3 203/. -07. 90780-:9  .3 /.3 :39: 2003.3 .7 1.:-:3.380.3 3.3 !03079. 08589 203.7.91 /.803.89. .-.3. .7.: 9/.. .    203..9 . 907/.9..3 .3/.3 /02.5.3 .3 9/../:.2.3 /2:33.3089098 809.9/.9./.39 . . 503. 9047  08909820 207:5.3 /507:.2.. 8032. 8.:. -07:-:3..3 .7.93.3 /.8.8  !.9.  -:.79  -.47.5089098 .5. 3 0 .3:9 3. 20.: . 89:. 803 202 3.089 09 8 .9:70 10. 203..9.2.2809.9 8.3 /03.9..8. /0399.32030-.3 39 /.3 04. 3.: 0. 9 :  247 .3.//::35.3 9: 803/7   /03 .9//.7. ..3 /-.2 -07.7.3.3:8. 3 203.3.7.3 :39: 203.5 089098 .7.3 2.3 .3 /.08909820 .8 /..2 7.9 .5 808:.:-:./.3../..3 -..5..9.8 :.5...9 /.2 :-:3.7.9. :31472  2.. 8..7..907 08909.3 .7 ::7. /. .3 -.:39.3 089098 5079.357.3307 80-.    203./ 574-02..3.::.9  . 907.3 .3.7.3 47.:9307  7303..7503025...8. 3 203. 4090  203. 089098  8. 20303.08909820 8.3.5 ./.23.9/. 39738  $04...3  .3 089098 ./.33.3:9 ..3 90780-:9 .3 %0473-.50.3 803 9: 803/7  -:.5.3.7..9: 5:3 80-. .33.23.5 39 089098 //.5.3 /.309.5 089098  ./03..03/07:390758.3.  .5.9078.3 . 809...3907/./.7/:3.309. 907/.523..9 /907.3 . :. 8032.3/5..3 0/:./..8 :.3 :.3:2:2/5.3 203.7.3.3 .3.5. 247.318.3 /./..3 /03.39./ /..2...3 .3 47. 90.3-.2 80-..3 9 :3.  $ 02039 . 9: /.8.08909 820 /.2.5.. 5: 3 803.9.8:39:809.-.39.8 :..:: ..3  !079.3/./0138 544.5 4-0.9.9.8.8.8 .7.3 8.80.5..5.33.9./. 247.:/:5/./.2.3 5.. .7:8 9072.8. .9: /.. 5:3 ./.7../.3 /03. 808:.3.3 0803.5089098 8079.8 80-.9089098/..9.3.3.3820-07..3 80-.3  5079.503079..7. 507. %. ./. 9.8: /.. 9: 207:5.3 88: 2507. .2.:23. 8032.3 :39: 2.7 ..350739.98 03:7:93.5089098 9: .3 9: 9/. ..9/:.308909.3 8.5 5072..8 8.8:28.7:8 /:9.9.9.3.8:/ /.3 -. 3.3. . ./03. 503.8 089098 /..3 /2../039 .7. .8. 089098  805079 0802-.3./. .3 93/.8:/ /03. 2039:3 9:3 0- /. 3 203. 5:3  !. 90780-:9  $0:-:3.50..5089098 39/.: 23.3/7:39:08909. 23..2/.8:/:9./.8.883.1.39.  0303.3 .7.3  :2:23. .5.9089098/. 43805 08909 %/.308909.. 203:9 .3 .8 8.82.7.. 9 .2 -0793.3 .38.5 /9039:./.: /.9.5. 503.9:39:203.3 203.79 54:7 1.9:70  2..: /.3803.9.3 202./3.3 /. .8.::.  .  .7 .7.28:..9078.8.7.5  .3 //./.2.8.3 10.35079. :39: 203. 2 -07..8../.3.3 /9::.9.3/..3  %09.9..9.2.7. 80703909.3/.8 ..  03.7.5 .5 .8 08909 8 203.3 80. 203.  .3 08909.5:3 .. ./:957.7..3544 .3 09.8 089098 4-0  202 .9.2 0/:5..3 5.39 20303.3 /4837098 ..8 0890983.9.9.  0303.8.3 5.3 1:38 .2 :.3 8:-0 2.3.2 0/:5.9.9.9 . /..3:9..2 :.33..9... 0/:5.905.9 /:3..3.. -078.79 .3 9/.:-:3. ././.5..9  / /.3 08909  /.2 .38  0303.3/5. 9039. /.5 438058 8.9.8://0138089098 3 -.5 089098 . ..3..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful