FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar. -Metode Skolastik : Aristoteles. -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata).Locke. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. -Metode dialektis : Hegel. 4. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari. seni dan tujuan hidup. -Metode transedental : Immanuel Kant. Berkeley. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri. membersihkan. hubungan ilmu dengan moral. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris.bertanya. -Metode empiris :Hobbes. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis. a. akhirnya ditemukan hakikat.Ciri filsafat. -Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. -Metode intuitif :Plotinus. dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian.Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang. Thomas Aquinas. . dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. filsafat abad pertengahan. antithesis. tesis. -Metode Fenomenologis :Husserl.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran. membedakan. menyisihkan dan mengolah. Bersifiat sintetis deduktif. sintesis dicapai hakikat kenyataan. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. b.

Keadaan tersebut berlangsung cukup lama.Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite.c. Secara . Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya. . sedang.Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat. -Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. 5. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat. licik dan sering memberontak. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal. matahari dan langit. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. b. Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. Sesungguhnya filsafat telah. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat.

filsafat ketuhanan (teologi). sejarah filsafat Islam. Epistemologi. etika dan estetika.sumber pengetahuan. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. filsafat ilmu. metafisika. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? . epistemology. 6. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. batas-batas. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. dan lain-lain. filsafat ilmu. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. epistemology. Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika.filsafat manusia. filsafat komunikasi. Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. metodologi. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Meliputi logika.Cina. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat. sifat.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia.India. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. estetika. filsafat hukum. Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. asal mula pengetahuan. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat). dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. etika.

Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? .Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan.

Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar. kata.(Abbas Amami. b. atau teori. gnosiology.F. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. 1982. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran.1). kritika pengetahuan. . Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui. c. Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran. criteriology. Episteme dan logos. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal.BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1.Feriere. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi. Kritika pengetahuan. Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran. Kriteriologi . Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran. untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum). a.hlm. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge. Epistemology berasal dari bahasa Yunani. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan. dan lazim disebut teori pengetahuan. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. M.dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan.

Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. jenis-jenis pengetahuan. e. Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. sifat. 2. metode. Niels Mulder menuturkan. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita.d. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. sumber pengetahuan. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. batas-batas.A. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. Mengenai batasan epistemology. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. dan kesahihan pengetahuan. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. dan asal usul pengetahuan. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. Gnoseologia. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : . atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. terjadinya pengetahuan. asal mula pengetahuan. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan.

f. kesenangan pada binatang. minum. pengaruh. kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. pada tumbuhan. permintaan lingkungan. Hasrat (desires). Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. dan proses interaktif. Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan. ketertarikan pada kehormatan. Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri.a. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. c. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. biologis. . Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek.istirahat. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. Menyesuaikan (adapts). Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. Mengatur (organizes). menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik. Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen. Percaya (believes). Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. b. dan kepuasan. tujuan pribadi. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang. pikiran haruslah mengandung kesadaran. dan lain-lain. h. kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. pada orang lain. Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. Menikmati (enjoys). Menyelidiki (inquires). hasrat. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. rasa tanggung jawab. d. pengendalian. Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat. Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. ia akan menikmati itu dalam pikirannya. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. tuntutan masyarakat. e. rasa kebebasan bertindak. Mengamati (observasi). lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. keinginan pada objek-objek. tidur dan lain-lain. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. dan lain-lain. sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. g. konsep diri. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil.

d. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. c. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga.Azas ini disebut azas kesamaan. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. Karena selalu menekankan pada kenyataan. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan.3. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan. pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah. Azas ini bisa disebut azas pertentangan. Principium tertii exclusi. Principium Contradictionis. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu. Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. . Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. b. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra.

Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. 4. f. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama. kayalannya ini terbawa mimpi. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. pengecapan lidah. dan perabaan kulit. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. Adapun keyakinan sangat statis. mendengar dengan telinga. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. pembauan hidung. Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono. Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu.e. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. . Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi.

serta indra yang normal. . Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak. Filsufnya antara lain Rene Descartes. Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. kemudian ditarik hipotesis. pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal. Tokoh empirisme adalah John Locke. B. d. b. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. 5. Metode yang diterapkan adalah induksi. pengetahuan yang objeknya adalah arche. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian. Metode yang diterapkan adal deduktif. Contoh. penglihatan normal. para ahli matematik dan geometri. tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. Menurut Plato. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. kebenaran dan keadilan. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan. Menurut Plato. Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. Leibniz.David Hume. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis.b. Asal-Usul Pengetahuan a. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak. cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme. diagram.Spinoza. diagram. c. Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir.

Menurut Kant peranan budi sangat besar. Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak. segala gejala. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. yang kemudian disatukan . Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. Menurut Comte. Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. ilmu alam bersifat sintetis apriori. Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. Predikat sudah termuat dalam subyek. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. tahap ketiga. 1. Tahap metafisika. ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme).c. 2. kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. Misalnya : lingkran itu bulat. ilmu pesawat. yang factual dan yang positif. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. adalah tahap tetinggi. Ilmu pasti. Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. 2. Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. 1982). Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. Tahap teologis. prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap. tahap metafisis.merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi. Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . tahap ilmiah atau positif. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. yaitu tahap teologis. d . Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. baik yang analitis maupun yang sintetis. Pengetahuan analitis. Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi. Oleh karena itu metafisika ditolak. 3.

dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya. 3. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. baik pengetahuan teologis maupun metafisis. yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Pengetahuan analitis apriori misalnya. Tahap positif. adalah zaman ketika orang tahu. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain.dalam persatuan yang bersifat umum. orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya. Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat. 6 . Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. . Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya.

Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. berarti hipotesa itu mengandung kebenaran. sosial. orang melakukan kajian lebih lanjut. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris. dan sebagainya. seperti di dalam laboratorium. proses atau hubungan.2. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. Jika sifat atau objeknya begitu penting. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama. ekonomi.(Soejono Soemargono. hlm. 16-18). kejadian. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. Sedangkan . Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka. 1983. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori.1983). maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa. Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. a. dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖. seperti bidang politik. Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. 1. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. (Soejono Soemargono. teori dan hukum-hukum alam. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. yaitu kelompok manusia tertentu. Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya.

Bahasa sehari-hari banyak variasi. Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya. 2+3= 5 Dari pembagian di atas. berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah. melarang duduk di depan pintu.objektif. Bahasa biasa. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah. bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. Bahasa buatan. Pengelompokan habasa: b. Misalnya. yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak. kandungan istilah disebut konsep. c. mengangguk tanda setuju. Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat. banyak peluang. daya. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. kalimat harapan.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti. Dengan demikian dapat dirumuskan. adalah murni bahasa buatan. medan. sering juga disebut bahasa simbolik. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum. Misalnya. kalimat perintah. pasti. Bahasa artifisial. masa. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. bersifat subjektif. Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. 2. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. perasaan dan emosi. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. kalimat seru. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus. Kata buatan disebut istilah. banyak nuansa. Kognitif evaluative.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. . 1.

Logika lebih sederhana penalarannya. -Fungsi simbolik. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. a. bukan hanya untuk menyatakan fakta. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran. . demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. Logika dan matematika.Sebagai kegiatan perstatistikan. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain. menyusun atau mengatur. . Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas. -Fungsi efektif atau praktis. . mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara. Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Walaupun demikian.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi. b. menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum. Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat. bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. sebagai sarana berpikir deduktif. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif. menyajikan. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. Logika dan statistika Secara etimologi.

hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan. andaikan tanpa statistik. -Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit.-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu. -memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. .

meta science (adi-ilmu). menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. ruang. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda. kerasionalan. dan sebagainya. . Filsafat ilmu dalam arti luas.seperti kuantitas. Filsafat ilmu dalam arti sempit. wacana. 2. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. waktu. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. dan kepragmatisan. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika. dan sebagainya. Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. terhadap lambang-lambang yang digunakan.BAB III FILSAFAT ILMU I. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya. 2. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. geologi. studi kesejarahan. Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. kualitas. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar. dan hukum. antropologi. science of science (ilmu tentang ilmu). dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan.

Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia. II.3. 1990. ilmu teknik. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. 2. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum.17-18). atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. ilmu masyarakat. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat .Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya.1988).hlm. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. dkk. Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi. 2. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya. (Berling. dan sebagainya. Filsafat pengetahuan ilmiah. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi. Objek Filsafat Ilmu 1. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam.

. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati. artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. penerapan metode induksi. praanggapan dan metode ilmu. melakukan eksperimental (percobaan). kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. analisis. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi. epistemologis. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. Dengan demikian.(esensi) ilmu pengetahuan. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. tempat ilmu itu dikembangakan. Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat. Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. III. b. Telaah mengenai berbagai konsep. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa. dan psikologis. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. Adapun dari aspek social. scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. pengaruh ilmu terhadap ekologi. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. dan kedua. Willingness to be objective. Esensi science terletak pada metodenya. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. fungsinya. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. science has become a vast institutional undertaking. the scientific attitude. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research. . Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. metode dan aktivitas. Speculativeness. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak. Berkaitan dengan sifat metode scientific. Willingness to suspend judgement. scientific method. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity. Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. speculativeness. Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. yaitu communicapibility. Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. e. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. d. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. dan tentativty. bagaimana sifatnya. c. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. b. f. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai. willingness to suspend judgement. malalui apa yang disebut dengan applied science. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif.

Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. 2. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. Dengan menilik persoalan keilmuan. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. 8. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak.II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. 5. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. 7. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. 6. Bersifat universal 4. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan. 3. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. 4. Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. Progresivitas. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. artinya tidak ada teori yang definitif. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah. 3. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. 2. . Objektivitas. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. Kritis.

atau prosedur kerja yang efisien. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah. susunan. 2. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. managemen yang efektif. Karl Pearson. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. 3. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. ilmu purbakala dan paleontologi. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi. Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. 4. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi.Muhammad Hatta. ukuran. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. Ilmu harus sistematik. Demi objektivitas ilmu.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. 2. maupun menurut bangunannya dari dalam. 3. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. sifat. kecendrungan. dipaparkan misalnya azas. menurut kedudukannya tampak dari luar. 4. ciri. . dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik. peranan. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. Ilmu bersifat universal. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. III. atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. Ilmu harus mempunyai metode. ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Ilmu harus mempunyai objek. ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum.

unik. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris. Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. . Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran. 2. Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual. hukum. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. sosiologi. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. Contoh: ilmu kedokteran.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. d. Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. psikologi. teknik. Contoh: matematika dan fisika. ekonomi. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. administrasi dan ekologi. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. c. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. Ilmu deduktif dan induktif 1. yaitu matematika dan filsafat. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. ilmu alam dan ilmu manusia. Ilmu idiografis. Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. b. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi. yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam.

ide abstrak. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. Jadi. Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam. Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science). Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran. Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. Misalnya. Berbeda dengan benda-benda alam. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001. peristiwa social. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui. dan proses tanda. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. jasad hidup. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan). Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). Menurut The Liang Gie. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan. gejala rohani. benda fisik. dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam.3. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. Natur. adalah ilmu pengetahuan alam. mengklasifikasikan sebagai berikut : a. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat.

politik atau ilmu pemerintahan. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. 2. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu. Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. . kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta. 3. Cristian Wolff. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran. Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia. Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik.

menbaca buku. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. seni. dunia tiga hanya ada selama dihayati. a. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. menghendaki. kritik atas ratio praktis. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. Ilmu alam(fisika) d. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . dan kritik atas daya pentimbangan. Ilmu perbintangan( astronomi) c. dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia. dan merasakan. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. Ilmu kimia e. dalam studi yang sedang berlangsung. 5. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. Ilmu pasti (matematika) b. karya seni dan lain sebaganya.4. Menurut Proper. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia. e. Sesudah penghayatan itu. Thomas S. c. Fisika social (sosiologi) d.Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. buku-buku. Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya. Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. agama dan lain sebagainya. metafisik.

cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. IV. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. Selama menjalankan aktivitas ilmiah. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah. Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. sosiologi dan politik). Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. yaitu kerja. yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. komunikasi dan kekuasaan. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. Perumusan masalah. para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. akses kepada realitas. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science). dan ini dinamakan anomali.praktek ilmiah konkret. 2. Tahap ketiga. dan ilmu sosial kritis(ekonomi. ilmu historis –hermeneutis. Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan. Tahap kedua. Menurut Khun. Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal.Susunan ilmu pengetahuan a. f. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam.

a. . 6. lewat deduksi pula. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan. pengamatannya bersifat subjektif. berkaitan dengan emosi pengamat.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan. diidentifikasi. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. ditingkatkan. dipakai sarana tertentu. deduksi memainkan peranan. Dengan demikian. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. tidak ada kepentingan dirinya sendiri. Dengan klasifikasi. cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. 5. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. menganalisis. 4. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Dari sinilah teori terbentuk. dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan.3. Pengamatan yang biasa. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. Bahan itu disaring. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini.diklasifikasi secara ilmiah. ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. Jika fakta tidak mendukung hipotesis. diselidiki. diverifikasi. menguntungkan dirinya sendiri. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara. Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta. diawasi. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. Observasi sehari-hari bersifat emosional. dikumpulkan. langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini. Observasi. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. didaftar. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. b.

-Penjelasan probalistik. d. Evaluasi. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. Penjelasan dan ramalan. Deduksi. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan. Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. c. -Penjelasan historic atau genetic. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. e. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. hampir pasti. a. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. Induksi. -Penjelasan finalistic. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. utamanya ilmu politik. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. -Penjelasan fungsional. Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau. atau boleh jadi. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis.Penjelasan.b. Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris. . c. Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin.

Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa. baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam. -Ramalan menurut utopia. (Abbas Hamami. . 1980. dan kebetulan sudah difilmkan. Ramalan -Ramalan menurut hukum. karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan. Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang.M. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. . -Ramalam menurut proyeksi.b. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian.31-35). Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka.Ramalan menurut struktur.

mengikuti. Pengertian metode berbeda dengan metodologi. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. hukum serta ilmu-ilmu kealaman. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian. Induksi dan deduksi Menurut Beerling. sambungan kata depan meta (menuju. politik. hipotesis ilmiah. metode ilmiah. antropologi. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. melalui. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. uraian ilmiah. induksi. deduksi. berdasarkan pengertian siklus empiris.arah). ekonomi. . 2. Bagi ilmu seperti sosiologi.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode. dasar dari langkah praktis penelitian. b. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. jalan. cara.perjalanan. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos. Metoda adalah suatu cara. adalah ilmu yang membicarakan cara. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. komunikasi. aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. sihingga memiliki sifat yang praktis.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. Interpretasi Artinya menafsirkan. Adapun metodologi disebut juga science of methods. aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus. Kata methodos sendiri berarti penelitian. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode.

Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. e. g. j. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. f. manusia adalah makluk historis. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan.c. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. h. Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. . Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations. karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. d. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. i. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya.

cogito ergo sum.3. Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan. pengetahuan bahasa memang berguna. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. ke pengetahuan yang paling kompleks. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. Menurut Descartes. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. . +Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. oleh karena itu perlu dibenahi. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. sehingga tidak perlu diragukan lagi. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. pengetahuan budaya itu kabur. setahap demi setahap. -Bagi Descartes. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas. Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen.Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. tetapi memerlukan bakat. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. Oleh karena itu menurut Descartes. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. lalu meningkat sedikit demi sedikit. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. puisi memang indah. dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui.

Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. udara. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam.-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. . sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis. air. dan lai-lain.

f. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. diwarnai oleh subjektivitas. dan tidak direncana. Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja. 2. kebenaran yang diajarkan agama. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. d. Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. bersifat univesalitas dan objektif. tidak terarah. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan.Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan. dan tidak diketahui tujuannya. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. e. betul-betul demikian halnya dan sebagainya). Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. b. . Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara. kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. tidak dengan cara ilmiah. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). sekalipun ia tidak yakin hal itu benar. kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah. misalnya. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis. Susunannya logis. c. b.

Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa. kebenaran ontological. perkenanan. hubungan dan nilai. sifat. 4. kebenaran semantikal. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya. hubungan. Denga adanya berbagai kategori tersebut. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e.dan nilai. Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini. Hegel dan Bradley. Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. Jalan kebetulan. Selalu izin. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan.c. Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri. barang . Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. sifat atau karakteristik. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi . 3. Kejujuran. Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. kelurusan hati. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth). d. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. Spinoza. 5. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz.Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles. Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya.

Misalnya pengetahuan naik bis. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya. Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. d. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan. c. b. apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri. dan jika terbukti menguap. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis.lain yang benar. Jadi. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti. tokoh pemula filsafat analitika bahasa. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. . Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. e. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Sebagai contoh. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. Misalnya. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas.

Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. -Idola fori (pasar). Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . diawali oleh Ayer. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama. .f. sehingga berupa garis yang bulat. -Idola tribus. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik. dan karakter yang baik. diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. -Idola specus (gua). sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. maka apa bila kita membuktikan lagi. keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. pendidikan. g. hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. Kekilafan. Misalnya suatu lingkaran adalah bulat.

pesawat terbang. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. hewan. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term. Pengertian juga disebut konsep atau ide. Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. manusia). pengetian yang satu disebut subjek. dan sebagainya. maka. Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti. Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. Anton) kata sifat (missal. berakal). b. a. Dalam pendapat tersebut. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. Misalnya kata : jika. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. Istilah. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Misalnya manusia. Artinya . Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. dan sebagainya. kesenian daerah modern. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. Pengertian. Misalnya reactor atom.BAB VII PENALARAN 1. Copula . semua. meliputi nama diri (misal. Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. ciri dasar dari pengertian itu. dan sebgainya.

Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti. Banyak sekali jenis perdalilan. Dengan kata lain. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. karena sudah tergabung dalam predikat. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. c. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana. . kompleks. perdalilan itu merupakan pembuktian. yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap.merupakan inti pendapat. Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. masalah. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya.

atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan. Seperti diketahui. Hanya satu dari pendapat itu yang benar. istilah. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. melambangkan suatu maksud tertentu. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. Oleh karena itu. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. Kesalahan. suatu uraian atau disebut perdalilan. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. maka uraian akan kacau. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. Pengertian. tidak mungkin kedua-duanya. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda.Kalau hal itu terjadi. 2. Karena telah adanya maksud tersebut. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya. tetapi untuk mencapai kebenaran. kontradiktoris. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. mereka yang menyelenggarakan diskusi. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan. . kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. tentang suatu pengertian. yan benar senantiasa tepat. Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika. ketepatan saja tidak cukup. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. tetapi yang tepat tidak selalu benar. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini.

Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. misalnya kecerdasan. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. 4. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. kuda. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. Oleh karena itu. dan regu. sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. jadi tidak sah. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. . misalnya ini kuda putih. karena kandungan maknanya bermacam-macam. misalnya kerbau. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. misalnya. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. sarjana. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. kambing. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya. Tidak ada kemungkinan ke tiga. dasar. hewan. misalnya orang. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. lusin. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung. Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. lingkungan. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. c. Dilihat dari segi isi.3. misalnya pengawal. misalnya rombongan. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. kuda. terdapat pengertian yang bersifat: a. Sebagai contoh. hal ini menggambarkan kepedulian. pengertian yang belingkungan satu saja. baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. b.

Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a. seperti. Bulan bersinar di langit. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. seperti. kuda adalah bukan kambing. bisa terbang. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. e. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. dan dikemudikan oleh seorang pilot. Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b. 3=ganjil. -Definisi deskriptif. tanpa kecuali. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan. Sapi itu bukan kuda. ―Bulan ini tiga puluh hari. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar. Misalnya. karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. d. Maka genap tamba ganjil= 5 . pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. seperti. pengertian yang mencakup semua. c. singa adalah binatang buas. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. misalnya beberapa orang. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif.-Partikular. seperti‘kursi itu kuat‘.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. Merupakan definisi yang berlebihan. -Tidak menggunakan kata negative. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif. Manipulasi angka: 5 =2+3. -Definisi biverbal. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. Jadi sapi bukan hewan. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. -Universal. seperti seluruhnya. sebagian di antaranya. Kata-kata mempunyai arti lain. 2= genap.

dan dimensi-dimensi dalam ilmu. makna konotatif ilmu. TEKNOLOGI. Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. faham benar-benar (Prent. psikologi. bertujuan (purposeful). Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. 1969: 770). sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. farmasi. dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial. berikut dibahas makna denotatif ilmu. (b) pengetahuan yang mendalam. dan lain sebagainya. biologi. "studi sistematis" (systematical studies). bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. keahlian. kimia. dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". 1982: 15). antropologi. tahu. berkembang pada tujuan untuk memahami. Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut. pengertian. kosmologi. mengatasi. ilmu ekonomi. sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. "tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang. dan memanfaatkan daya-daya kehidupan. namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. 1984: 184). ilmu bahasa. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. ilmu politik. menjelaskan. 1982: 17). Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). ilmu. . dan memanfaatkan alam. maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu. DAN KEBUDAYAAN I. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". menguasai. dkk. baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. tahu juga tentang. Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie.BAB VIII ILMU.

prosedur. 1976: 183). yakni bagian substantif atau isi. aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. maka . "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan". Secara etimologis. dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. "sosiologi". hanya dapat dibedakan dalam analisa. konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni". Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi".Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara. 1982: 96). dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". Sebagai gambaran. dan produk (The Liang Gie. Dari titik pandang internal dan sistematis. tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode. maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah". 1982: 25-26). Dari tinjauan secara etimologis. Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). 1976: 314). Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. 1984: 3). Dari sudut pandang sosiologi ilmu. Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil). namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. Dalam tradisi Yunani. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". seni (Runes. "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". 1982: 20). atau pun komersial (Ziman. Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu. 1984: 4-5). Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". "biologi".

1971: 322). ilmu komputer) (The Liang Gie. 1971: 125). (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. 1982: 83)."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". yakni sebagai "alat kerja". yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". teknologi pikir (misal. yakni: teknologi fisik (misal. seperti halnya dalam ilmu. farmakologi). 1982: 84). "pengajaran praktis dari sekolah industrial". tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern. (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. 1971:125). yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. teknik mesin. teknologi sosial (misal. 1982: 84). Proses "penemuan" dalam teknologi. juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. teknologi bukan ilmu. namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi. dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. teknik sipil). (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan". (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. 1982: 82). Ketiga. yakni: Pertama. Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. yaitu industri. ataukah "pengetahuan biasa". dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat. Dalam pendekatan sistem. Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. riset operasi). (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. Kedua. melainkan penerapan ilmu. teknologi biologic (misal. atau sebutan singkatnya. ilmu merupakan salah . Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. 1982: 84). sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie. Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. teknologi merupakan ilmu. Berkaitan dengan pendapat pertama. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli.

"sekolah". 1971: 126). sosial.' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu. beradaptasi terhadap. pikir. biologis. 1982: 83).satu input dari teknologi. (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann. dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. aspek ideologis dari teknologi. Masalah yang muncul pada pendapat kedua. terutama para antropolog. misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. melainkan pada dimensi "praktis" maupun. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann. Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. (4) Para ilmuwan sosial Hitam. dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia. 1971:125). dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. 85). aspek sosiologis dari teknologi. 1971:. yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. yakni "kerja". 1971: 85). (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. 1971: 83). atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi". memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie. 1971: 127). (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. barang. 1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. 1971: 126). Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. maupun aspek budaya dari teknologi. pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie. "aktivitas" dari teknologi. produk-produk. dan layanan (The Liang Gie. Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. yang merujuk pada pabrik-pabrik. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas.

Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. atau pun benda-benda. Bertalaffy. Dengan pendekatan yang demikian. terutama: ilmu (The Liang Gie. Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-. teknik. aktivitas). atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. proses. The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. organisasi. maknufaktur. walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. 1982: 83). maupun budaya masyarakat. namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. fabrikasi. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". 1987: 144). Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. baik pada dataran konsepsional (prosedur. politik. komponen. Menghadapi kompleksitas "teknologi". Sebagaimana pendekatan sistem. 1982: 85). sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. maupun organisasi. 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). yakni kepentingan ekonomi. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". kiranya. demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi. --terinspirasi oleh Peter Drucker. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie. alat-alat. Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. alat. bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik".kandungan pengertian "teknologi". biologis. alat. dan lingkungan. bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. struktur sosial. makanan. pabrik. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. tujuan kerja. "output". keahlian teknis. dan dunia sosial manusia secara empiris. dan Churchman-. seni. 1982: 85-91). (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. barang-barang. 1971: 105). psikologis. pengetahuan. teknologi memiliki "input". keahlian. atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. industri. Teknik tidak timbul kebetulan saja."aktivitas" dari teknologi. barang. misalnya. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran.

(5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara). kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. (4) psikologis. dan aspek teoritis maupun praktis. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn. . mesin. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". Ilmuwan "mencari tahu". Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. dan lain-lain. dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. Bahkan dapat dikatakan. 1952: 81-142). (6) Input teknologi bermacam-macam jenis. yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. intuisi. (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". pengalaman. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual.dari jenis tertentu. sebaliknya. teknik. (5) struktural. hukum. dimensi abstrak maupun konkrit. sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". daya alamiah. teknolog "mengerjakan". Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah. Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya. (3) normatif. sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. misalnya: akal sehat. ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. yakni: (1) deskriptif. sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. (2) historic. berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. (4) Sebagai klarifikasi konsep. C. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan". 1982: 85-91). Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. yaitu: material alamiah. ilham. Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. (6) genetik. keahlian. seni. keper cayaan. kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi.

991: 8). sistem pengetahuan. sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat.moral. misalnya: bahasa. objektivasi. Dalam pengertian kontemporer. Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. Terlepas dari berbagai silang pendapat. gagasan. dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger. kebudayaan "spiritual" (Kroeber. adat kebiasaan. manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. baik yang bersifat material maupun nonmaterial. yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam. dan sebagainya. 1. dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". dan lain sebagainya. bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. arsitektur. 1984: 11). kosmogoni. 1991: 4). 1952: 182-190). Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. yakni: eksternalisasi. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. Dengan kata lain. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. teknik. Sebagai gambaran singkat. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. . Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan. sistem nilai. Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. ilham. tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik". seperti: alat teknologis. karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. kosmologi. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger.ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. perilaku dan nilai serta tindakan. Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya. (3) aspek-aspek subjektif. "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). biokultural. kebudayaan "material". ekologi. Selain menghasilkan hal-hal material. menghadapi tantangan alam. Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear. 1952: 81).

Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. 1990: 75). Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. "produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia. Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. 1991: 11-12). norma. baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". 1991: 7). "Internalisasi" adalah peresapan. atau akibat sekaligus sebab. untuk menyesuaikan diri dengan produknya. sistem nilai. atau lembaga sosialnya. Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. baik yang mental maupun yang fisik. Dalam kerangka pikir yang demikian. kembali realitas tersebut oleh manusia. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. Namun melalui objektivasi. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. lembaga. selain alam natural). bahasa. Pada perkembangan yang lebih lanjut. aktivitas mental manusia menciptakan simbol. Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. teknologi. manusia dan dunianya (Berger. dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia". 1991: 9). Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger.Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. Dalam rangka eksternalisasi. manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia. misalnya: bahasa. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. baik bahasa. Sedangkan melalui internalisasi. Dalam momentum eksternalisasi ini. masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. masyarakat merupakan produk manusia. dan proses yang lain merupakan akibat. teknologi. baik secara individu maupun sosial. melalui eksternalisasi. dan lain-lain (Berger. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . 1991: 8). dan memiliki watak seperti dunia alamiah. Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat.

Pada unsur-unsur material kebudayaan. hubungan ekonomis. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). Sosialisasi dibedakan menjadi dua. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit. Manusia menemukan dan membuat bahasa. dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. hubungan politis. ras) (Berger. yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu.masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru". Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula. Pada dunia agraris --suatu misal-. Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. 1990: 194-196). yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. bangsa. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia. 1991: 10). sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge). Berbeda dengan sosialisasi primer. Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. disebut sebagai momentum proses internalisasi. namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri. Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. hubungan sosial. dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri. sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. 1990: 187). Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya.seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). Dari . "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. Pada dunia industri. 1990:198). justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka".

Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . 1984:191). atas peran empirisme dan positivisme. dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. "meragukan". Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah". pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. "science". maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas"."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas. Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. Pemilahan antara "folk science". ontologis. bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. (tahap mitis. 1984:185-186). Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi. sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. 1971 : 80). Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan". walau tahap-tahap pengetahuan.landasan peran. dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen. dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer". "di luar jangkauan". dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan. tata nilai. 1991:201). sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. 1984:180). "dapat dipercaya sebagian". 1984: 185-189). "pseudoscience" (setengah ilmiah). Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain. Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder. sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan.

1971: 190-193). ideologi-ideologi politik. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. humaniora. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. dan nilai-nilai religius. kecuali matematika. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. 1987: 263). Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge. Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . maupun subjektivitas manusia itu sendiri."pengetahuan ilmiah". Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. nilai-nilai sosial. struktur ekonomi. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. ilmu. baik itu religi. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. teknologi juga tidak "stabil". nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. dan seni rupa (The Liang Gie. Komponen-komponen tersebut. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. struktur social. Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi. nilai estetis. Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. sistem hukum. filsafat. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. yakni: teknologi. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. 1982: 88). D. ideologi. sistem ekonomi. Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. kepentingan politis. berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. dengan mendudukkan rasionalisme. Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional.

"kebebasan". Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . maupun terhadap manusia sendiri. Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis". Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia. seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. yang buatan manusia. 1985: 14-19). yakni "dunia Cyberspace". bahkan suatu "dunia" baru. ed. Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. filsafat. 1986: 72). dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. Teknologi komputer dan jaringan Internet.ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. filsafat. Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas. yakni terkait dengan masalah "otonomi". "keadilan" "sejarah". Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia. Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". 1971: 139). Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. yakni berpikir dan bertindak. baik dunia material maupun dunia nonmaterial. tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi. namun juga nonmaterial. Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material. teologi. tata nilai baru. Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi. misalnya. yakni merenung dan berpikir -. Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes.setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru. teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. Dengan demikian . teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain.

ekonomi. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. dalam: Mangunwijaya. yakni: (1) Keharusan teknologi. namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. pemecahan masalah. dengan paradigma teknologinya yang spesifik. (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain.mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup". (3) Elitisme dalam teknologi. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. dalam Mangunwijaya. Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. . segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. maupun agama. 1988: 810). Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. Dengan demikian. 1986: 85). kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. 1985: 78). baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu. maupun pengelolaan teknologinya. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. biotic. politik. lingkungan sosial. dalam: Mangunwijaya. (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi. Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya. Dengan cara berpikir yang demikian pula. 1985: 76-78). 1985: 79-80). menggunakan. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini.

karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik". Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri.Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya. maupun terhadap alam (Ferkis. Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. "deregulasi". terhadap manusia. beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. pola konsumsi. ternyata memiliki: Pertama. Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". atau pun "upah buruh rendah". teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. dan pandangan hidup terhadap dunia. maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. dalam: Mangunwijaya. Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. . dan "worker-intensive". terhadap pengetahuan. Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. "organitation-intensive". "labour-intensive". terhadap kekuasaan. Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. 1985: 29). "research-intensive". Oleh karenanya. watak ekonomis yang: "capital-intensive". sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan". Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". ed. akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan.

Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian. ditinjau dari aspek sosial. struktur kebudayaan. (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". alkulturasi kebudayaan. Dari sudut pandang kebudayaan. yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. dengan dunia barat sebagai pusatnya. dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain. Ketiga. Mata rantai produsen dan konsumen terputus. Sehingga. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. .Kedua. suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. atau bahkan "invasi kebudayaan". dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai. sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru. dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi". menguras. 1986: 82-83). bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat". (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi.

Jadi. . menceritakan apa adanya. suara hati. dan sebagainya. Etika dan moral sama artinya. norma hukum. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum. para pemuka masyarakat dan agama. wejangan. dan tulisan para bijak. motivasi suatu perbuatan. dan norma moral. Contohnya sejarah etika. suara hati sulit untuk dinilai. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. yaitu norma sopan santun. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. gerakan-gerakan.BAB IX ETIKA KEILMUAN A. kata-kata dan sebagainya. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. Norma. seperti orang tua dan guru. Moral. dan sebagainya. sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. hlm. menggambarkan. tingkah laku. tidak memberikan penilaian. Adapun motif. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. (Frans Magnis Suseno. bukan etika melainkan ajaran moral. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. 6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. 1987. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. watak. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. (Sunoto. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. khotbah. 1982. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. yang harus dikerjakan dan yang tidak. Antara Etika. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. Ajaran moral adalah ajaran. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. hlm. seperti etika pergaulan. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. Etika deskriptif hanya melukiskan. etika dalam pekerjaan. seperti apakah nilai. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan.

martabat manusia. Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada. (Harun Hadiwijono. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman negara militer.45) Oleh karena itu. Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh.B. (Achmad Charris Zubair. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. 1990. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas. kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Menurut filsuf Herbert Spencer. Akan tetapi. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. C. hlm. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu. sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri. Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. melainkan atas kekuatan berproduksi. bertanggung jawab pada kepentingan umum. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat. Tanggung jawab etis. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. menjaga keseimbangan ekosistem. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. kepentingan generasi mendatang. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. 44 . Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita. dan bersifat universal. pengertian kesusilaan dapat berubah.

Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. Tokoh sosiologi. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. ideologi. D. Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. Weber. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu . Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. 1. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu. Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. yaitu sebagai berikut. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan.kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. 2. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. dan unsur kemasyarakatan lainnya. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. budaya. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. 3. (Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. agama. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. budaya. yang buruk dan yang baik.

pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. hlm. h1m. hlm. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. sumber. Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. dan mencampuri permasalahan kehidupan. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. F. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. yaitu pekerjaan. 34). 1985. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. metode. Kepentingannya adalah memelihara. E. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. bahasa. 1985. kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. Dalam kaitan dengan ilmu. dan otoritas. merasa. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. merendahkan martabat manusia. Suriasumantri. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. Dalam kaitan dengan ilmu. Di samping itu. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. 1984/1985. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. Suriasumantri. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam.

Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. h1m. logis. 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. dan kelestarian atau keseimbangan alam. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. G. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. Suriasumantri. Sebagai landasan ilmu. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. ideologi. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam hal ini. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. 1984/1985. hlm. Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. atau agama. hlm. Jadi. Akan tetapi. kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. rasional. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. objektif. dan terbuka. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. 91) Dalam kaitan dengan moral. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. 1984/ 1985. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. 1985. H. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal.pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. Oleh karena itu. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. martabat manusia.

setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. . hlm. dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M. selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan.. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya. yaitu sebagai berikut. Oleh sebab itu.. atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. 5. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2. Akan tetapi. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu. manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula. (Abbas Hamam M. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar. Sesuai dengan martabatnya. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak. yaitu moral khusus ilmuwan. Dengan demikian. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. Oleh karena itu. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. Artinya. 3. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan. kuat. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap. Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). ilmuwan. 1996. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. 1. Misalnya hipotesis yang beragam. dapatkah ilmu yang kokoh. Bersikap selektif. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral. 4. moral dan akhlak amat diperlukan.(1996) sedikitnya ada enam.

berkarya. . inventif. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya. serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu. etika bisnis. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. belajar. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. sistem politik. etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan. serta pantang menyerah. dalam kegiatan membaca. yang tercermin dalam perilaku kreatif. meneliti. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. dan komunikatif. etika politisi. cipta. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan.komunal. Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. 6. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji. sistem tradisi.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan. rintangan. Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut. disiplin dalam berpikir dan berbuat. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. Misalnya. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. menulis. inovatif. dan karya. etika kedokteran. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. dan tantangan dalam kehidupan. Di samping itu.

dalam memahami estetika. dan bidang yang halus.1976). kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. Terdapat pengertian lain. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. bahkan persamaan dengan filsafat seni. sajak dan musik. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. pengalaman. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. tidak cukup jelas. filsafat citarasa. yang didalamnya termasuk nilai. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. theory of taste. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. arsitektur. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi. Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. Estetika. filsafat seni. perilaku dan pemikiran seniman. dan theory of Five Arts. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. 1. theory of fine arts. dan filsafat kritik. Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. istilah filsafat diganti dengan teori. Pada zaman Yunani Kuno. ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan. Alexander Gottlieb Baumgarten. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. seni. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. Selain itu. seperti juga bidang lainnya. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. Dalam bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. seni pahat. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz. Selain itu. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi. garis.BAB X. . dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty).

hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". 2. Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. akar dari ilmu kesenian. Dengan demikian. keindahan. Jadi. meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. Dalam menelaah masalah estetika. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. khususnya Yunani Kuno. Alasannya. . sedangkan wacana tentang hakikat. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal. Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan. yaitu filsafat estetika. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. Namun. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia. dan lahir untuk keperluan pengetahuan. berupa hasil perenungan. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. Bosanquet menyatakan bahwa. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. atau estetika. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian.

seperti semua bunga mawar adalah indah. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan. dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. Dalam hal ini. Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. logis. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan. sama sekali tidak dapat digunakan. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. Dengan kata lain. satu kejadian artisitik dan estetik. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. Misalnya keindahan secara empiris. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. akan menjadi menyenangkan. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya. telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. Pada abad ke-18. indra tidak menyentuh pertanyaan. psikologis. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. "Apa yang dapat seni perbuat. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. dan metafisik. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa . Teori-teori masa kini menarik. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. Pada abad ke-20. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan. Misalnya. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni.Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi.

serta hubungan estetika dan etika. Dengan demikian. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. Menurutnya. atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. aestetisme diartikan sebagai teori. Bahkan. Tanner. Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. Mengenai pengertian kedua. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. Mengenai istilah aestetisme. maka itu diarahkan. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. sebagaimana dikutip Craig (2005). bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. Secara definisi. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis. Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. bahwa seni memiliki nilai intrinsik. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. jika identitas sikap ditentukan feature -feature. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang. Sementara itu. sikap estetis. . Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. Hal ini menjadi problematik. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. bukan masalah ia seniman atau bukan. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. Sehubungan dengan itu. Misalnya Goethe.yang nyata terjadi dalam kehidupan. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. Mengenai hubungan etika dan estetika. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. khas untuk setiap kejadian. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. menyatakan bahwa dalam kehidupan. dengan kekhasannya.

8.91 .3 -07.. 5027./.5.30 .9. ./.3 /:3. 0- . ..3/. 9. :39: 050393.3 /03.3 40 2: 2: 2:73  %9 -07./58.91 9: 203:3: 5.3 39073.7 8:/:939073.:5:3 0907.9.3 9039.8: /./02870.3 57480/:7 .9/-0/.3 :39: 202-:.3 -.3 /2038 50309.9.3 :39: 203./.39.:./02. 2: .3 .7..3 02:33.3 -/..30 -07./.3 88902.3.3 .8 2. /.391 .3 /.32./..7:3.3 203.3 089073.: 2094/0 7. 80.3.3 -.3 202:3. 30..3  /. /./..8 -0.39039.3 8:/:9 5.. 30.3.9.. /. 80.3.03.3  80-.9.3/...8  2.5.9:7.3.3 2. 90709...9..3 80-.3 0589020 -07.390780-:9/../...3.. 90344 . -07. -07.9 . .79 . 574808  57480/:7  /. -.2..7. 2: /.8 848. 8.9.2.9.8.. 57 2..30589020 50309.9: 574808 2.: 0.3/.9.8 503::7./03.9.3 :39: 02:33.:. 203.3 .3 0      ... /.3 .91 .3.3/.3/..5.3  . 503.3 8:-89.:-:3.:./.3 :.3 2: 848..3 39073.3./. 4349. -07.3 5072.3 2: 9: 803/7  9.3/.. 90. 80.3 /2.-:7.3 :. 2: /507-3.3 /.  $0-.7.3 /044 %0 .8 425089. 8:..  .5 9.5490380...3  9.../.7..7 90344  .3 848.2 89.3 2: 3/:897./.9.:.3 0     .0  80/.7 70..:5:3 57480/:7 50309..3.3/.: 2094/0 503::7. :39: 50302-.25:.73 /.7 99 5.9 /-0/. 907. 503. .:.9.7. 2: /507-3.$97:9:7 .3 ./.9.3 2.3 574/: %0 .8 8:. 708543/03 -.9: -/..:. 2: /507-3.357480/:7.78:/:95. .9. 8.: 2094/0 %0.9:7..843.3 /03.3 39073.3..9.: -./.3 80-.3 010 010 903448 /.793. 5.907.9.3.3 50307.3 -07.3 502.3 502-:.: 5:3 0907.3 2: 3/:897.3.:.3/..092448 8:/.7 .7950309.2:3 0- 203.9: 57480/:7  2. 4-0 -/. /.  . ..3. 90780-:9 203..5. 02. 907/7 .: 5:3 42078.3 :9.7.: 5.32.9..: 5.3  80/.. 80-.9.8 -0.7 90344  80-.  /. -.9.9.: 5. 2: 3/:897.9 /03.:  $0/./.7 . 9/..2 89.7.9. 907.33.73.8 .910-2030.3 2094/0 . .9.9/.9.7.3 9/. /.3/.3 -07.380.98  4349. /.9.5:3 -.  . 8:.9.. #:308  . .3 /.203.7 5009. 2.3 /. # 2038.3 / -/. 9:  07:9 3 /-.3 089073.2.3 8:-89.8:/ /03.2.. 3 207:5..98 -.3./.3. 4349.3. 4  9/.2 .2./..3 57385 57385  3...3 8:-89. 8:/:9 5.: 8 /.3 249.3 2.:. -03/.32070.::5 /5.5..9.. 203. 9079039: .3. .9.2.9. # 80-..9.2 97. 2.9./.2 .3...3 9::.:.3  448 202 .3 8:/:9 5.8 . 89. ..3.7 89..7:3.3 .79 807.2. /5. 2094/0 2.7.391  /.../028 ..3     !02-0/.3 2.:2094/0803 #:308  %0.9. -.35.3 -03/..30  0/:.8 2.3 /03.9./.9:8 2.3 3897:2039.3 /. 57 .39 1  /..3 9/.2-...3      2: 3/:897.3 2038.8.33./8 :3. 203.3 9079039:50309./.8 /:..: 80-.9. 4349.  .9507.3 9:-: 50309.9:7...5:3 448 80-.790344  $0..9.9./.03.7.3..50309.9 2:.3 2.3 8:.2 8080/07.9:7.3 /03.3 80-. /902:.9: 4-0 ..3 84844 2:  /2038 2: /.7.7 8:/:9 5. 90344 9072. /902:..2 2020. 74344 /.: 20307. 574/: .0  2.3974544  -44  84844  3. 50309.7..3 -.3 57385 .357385 57385. 092448  .3 /.8 2.9. 90344  !49038 5079.3 5498 2907  .2:3 /02.2-.33.. 3/:897. 9.9.34254303:9.8 2: 808:3:3.9:7. 5.3.9.8.: 5.3 574-02 574-02 57.2:3 90.7. 202:8..7 0/:.3. .-8.3  .: 5.3 249.3:9 9..3 /. ...3848442:  .3/.8 50309.39039.3 /7 5. 9.  $:/:9 5.. 203.8./03.3 9/.30 2020275.35.

.3803 .30     $0/.9.33.3 2:  .9::5./.3 50302:.3 0/:.:.2.9. 22-.:..7 203:3.3.3 5.2.3 . 28..3    %0344 ..:.390344..79 .3/03. 1.2.3 :-:3.  90344 207:5. -8. 90344207:5. 2.7 :.03. .989039.3 .9.72.9 /03. 7809 4507..7.3507.32:9039.2503/0.32: 20.33  !7480850302:.3 50309.9.:.22:  8073/.3 80.3.8 907.3/02.3903 %0...39.9:7. :897: 8. 2.0  .2 90344 80-.71.39.5.5.7/.5.3 903 :.8907.. 42543033... 50307.350307.3/../.32.9.79. 2: 3/:897.3.3 .9. 2:2.0  732.3 /03.:..7. 0.3.3 .8 0. %0 ./. 2: 907./.9..5490382. 7.3 2.8/.3 .  .3 50784....: 207:: 5.3:3.79047.7.98 /.32:.3 /7:2:8.:39:3/:897      :30 203./.3 2.943 202.9 /03. 90344 /.8.9./.-:.90344/03.9.3.3 2032-:.3-.3  .390344 .5.3 . 90344 .7.3 -.3 %0.5/:.90472..240.3 83.30-:/.. 90344 /03.7:8/9072.3 /03./:.9..98 /.. /:3.3.3 .5.3 3.290344 805079.550/ 8.3 80.3 0.2 . 5.  /. 580:/4 2.3 /..5.9-08.35.503079.3 202.2-.3 -.3 2:  /.3 0     .7 90344  .3 90344 18 28.3.7.3/.3  07:9 3 -0-07.3 2: /03.3 /2038 50309. 3:5 0/:5..3574018   %0344207:5.3 /.3 7.2:3 805.3 90344 .50309.  . .850 089073.-.3 8  %0.  80-.3 !079.3 .9 /902:.3 -0-07.93.390.5.907.3 503/...2..3..39.7 . .90344/..:5:35.9. 90344 -.2... .7 804.8 0/:5.9. /03.9 -0-07.350309../..: 50307.9 .:.3 2: 907. 2.3 2./. 50309.2.9 -.9.9 07.3 2:  3.3.2:3 5071. 507903..3 89..388902 2:207:5. -.9 5079.33  !03079./. 03...3 -07-0/.. /902:.3 90344 80-..3.30     03:3.34-02.3 90344 -07-0/.:5:3.3 2.3. /.78:.3 /.3.3.  90344 207:5.5.3 /2038 57. 732.:./..  903 2083  90385 90344-44.39034424/073 3.350307.8.5.3 .3 /5..38.7 50309.50309.9.3.3 2:  !07/01394 202.3. 203.3 70.8 9034457 28.3 -.:.3  .. 90344 80-.44 90344848.5.. /0138 / ./ 025.50307.3.7.: 5:3 507-0/.. 503/.. 50307.:80-:9.3 -..8 9039.3.38.7  07.8.3 90344 . 503079.5. 90344 -:. 90344 /.8502:73 907.5.3.2 -07-. 907/.30   .3 57.  !49038 0.35073. /8... 0..3 . 2:  . 28.3.3../.. .9.7 -07-.9:3/:897 /.9.250702-.30     0-02.39.202..3..9 /.:.9  . 90344-:.3 5073.3 /.3 :-:3.03.8..3 0- /0.3.5..  9/..-:7. 2: 2:73 /.3 907..7.7..8  .3/.. 3/:897..3 /03.3  !073.. 8.. 50309.3.5.3 80-.:. 90780-:9 207:5.. 907.3 :..3 -.3.39.  503.3/.9.3.3 2:/.-84::9 02 . .3.71.380.7 .85039073.3 /. . 2:425:907  %0.5..9. .38033/:897.2 9.32:  0/:.3 2.. 5078. /03.3 90344-8.3 ..3  09./.388902.9:2 2: 203:2-.5.907::/.

07 202.2  907:9.3/.7.2 90344 439025470780-. 503/.850 -:/.5. /9072.: 9/..3 848.8 /.9:35:9/.37..202507:.2 203.2.2.8.3 .3 ../.9: 038 2: .5.-5079.3 0..3 2:  !073.9..3 5030.9.5.3 -07-0/.33   .:5:3 .850 90344 ..7..-7 5. %0.  5079.8:28 148418 / -.5.9 09.3:3.. 732.2 90344 /.3 2. 9.3.350702-.3 7. 90709.7 . 2.3 050393.3.8.9 2.3 3097.9 503/.3 207:: 5.7 800/.3 5079. 8.3 5072.3 9::.3 503079.3 5.3.3 0- :.39/.80:..3.3:8.850 3.3 907. 90344 /5.8 /. 08038 5073.2 90344 80-.33.9. 804.3./203850309..3 40 2.3 .2./.  .8 /...3 /03. 80-. :39: 9::.39.3/03..3 2:3.7.7 .3.3 732.5.3.2 080:7:.8.8 907.3 80-. /. 90344 20 7:5.3-07:.. /02.-7  -.0--.. 80.3 202.32:907. 203/. ..3:8..9 ..9.9.3 807:8  ./. 4-0 1472.8.8.8503079.3 .-... 2../..3 -:.3 0     03. 5.3. /2038 57.8 -.3 .850 -:...: .33       %0344 80-.5. 4-0 2.9.3 /.3.9.  -.8.3 0- 80259 .8../. .30    07307/.8:/ :39: 202.  57  2./. 18  -448  848.332.:..9. :3.850 . $03 :39: %.  .2 80-.8. 8:.5  /.7.3-039:.3.3207:2:8.3 .8 :2:2 .3 2: 80-.2.33       !..72:  . 8:..34:95:9/.4.390344/. 8.850 .30     .9.9.24/073/.9..8/.03/07:3 202.: .30     #.5.790344 /03.. /.:5:3 050393. :39: 202...807.. .2 /03..3:8..3 203. 80-.3 /...850 .3  28.7901.3 20303/. /0138 ./.: . /.7-. .7 2..:.3 ..3.: %0 79 41 343  /.3 .:5:3  ./..202-.3  20.9.7.9 0/:.850 /0448 /.3203/0138.5.9 -0-07.:: 503/. 5:3 732.: 5.3 -07-0/.3  /.850 848448 /. 5.3 5.3 /02.8 /.5. /...3.9.9: 88902 ./.:: 2070.7 /.3 ..9 .3 2.8  .3:8. 503/.390344/.907.5.9. 2.3 .8.3 90344 /03.3 90780-:9 2032-:. 9.33:3..3.3 9047 2..3  574/: 574/:  .3203/0138.. ...9.7.3 80 50307.33     %0344 80-.3 %0.29072344 .27.3:8.7 90344  .9.7...32: /03. .8.9. 503/.3 /.9.5..3 2.8. .850/.8.7 90344  %0344 80. .9.307.5. .8 -.3 3/:897. %0 79 41 343 4  %0 .2.507:.35708947.3.3 -.59.3:34/..5.2  -07.7 0- /.98 2.9: 574/:8 :39: 9::. 2:. :39: -07:. %0.8 .3 043428 732..9 /03./.7:8 /-.9.9 2033.3 90344 80-..3 574/:9.3 207:2:8.33.7.3 -.80.3 .9.9.8.3974544  202.3 .7..3/.3 503:3. :39: 202-.3.790344 /.3 202.3 50309.9. 90344 207:5.7 5.: 39009:. %0.8 2.3:8.  .808:9.. 90344  .3/2038 ..8 2./03. /2038 50309.790344  %07/. 2.9.2. 18 ./.3. -8.3/:897. 848.:..30      2.. /./.3    %0344 80-.9.3.380-.39: -.. 5.8.:5:33/:897&39:203.7. $03 :39: %.39034480-.3 2..2 90344 9/.7 90344  2.390344207:5.

318 -.. 3.3 90344  %0 .3  /02.9.07  079.8:/...3 503/0.98 .9 :..30   .3/75.3 01803 :39: 9::.3050393.:5:3 /.3:39:2033.8.8.3.:. 4254303 0-:/.3  ..3 2. 8:..9.3:3.3 080:7:. .3.3 8:..9./03...3.9.9.3 9039./.3 -. 92-: 0-09:./..  20.. !07.3 !0:7803  3.. . -.3:8.3.9-.3 903447.. 89.2...38.5.7. .848..9.2202-:. 0:..34380:038/.3 3/:897 ./.8.8 07-.8   2./.7..3  35:9 90344 /.3  7.2-.3 9::.807.7.. /0391.3 /25.  .2.3/. .7 -0.3 5020.790344. ..2:  &39: 0- 2025070.     %::.380-0:23.8://03.3  907:9..9 0/03     .83. -03/.703.31034203./.7 -07-.9  4254303 90344 /..9 .- 3 -8.59.9.7 903  %03 . 90344 207:5.3./.94384190..3-079::.3.3 8.8 ..2.2 /.3  80/.8 /.-7. ...:5:3-03/...9: -.  50309.3 .843.33.:.3503079.6:08 : .2.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /.3 0 207:2:8.3/03.7 90344  -7.3./.9.3..3  903  50309..3 0      03..-7 -.5 425089..507:-.3 9038  9::.2:3207:5..9.3 .3 2.2.5.3 507-0/.: ./. 2:3../.33:3..3 50309..9/.7901.90344207:5. 2.3:8..3.3/2.8 202.3 0 203:25:.-/.8.7 /..5.18 -448 58448 /.3 :7. .9.:39:2020.38..5.3.3 903 0330073  574808  1.790344.80..9. 57480/:7  803  0.390344 07-.3   %0344 207:5.11  /.3.903/.5.:..:.-.3 0:.7.5.3 3:3. 9.2 503079.9.9 . 02578    2:-07.9. 5079.9.2:.28 203.3  50309.. -..3 2.798  $0-.39::502-0/.7/.3:8.7..2.3 .3 /.3 -.7.344 /.. 2..2.3 5.3.3:8.0-09:.: 80. :39:203.8 .9:.5.9 /03. 2: %0 .3 90344 .::39:202-.3 -.:. /..9.3  2..3 507:-.3507.. 202. -07-.3 :39: 202..3 .. 28..36:08  %0./.3 0     .:.2.3 0.5.390344 . 503/0.28 /.9:7  2.  -0-07..2.8  /.39.9..943 207:2:8.39::.31034203. 907..3 57.2      %03 9/..31.8  ...3.32094/07.3 07.3:8.4/03..7.3:1.3 2: /.. 2.3 503079.:.32:73 .3 -.3 /02.2...750309..8 /.9 -07:5.89.9/03.3 -07.3././.3/.390344202:8.8 40 !0907 7:.3 .3.3 . $0/.39.3./. 88902 41 90 57.. %::.890787.390344 0- :. 2: /.9.  0..089073.:5.3.9 47.3:8.3 80-. 202.7..3 2. 907.31..59.3 20307..3 /.9.35027.5.7.9 /9.:39:203./909.3/:3.:..36:0 /039 /03.  $0/..907.9..8.8.8 2.9.3    -7.3 90344 907.907.89..7 507-3..3 2..3503079.:.9.3 50307.2802:.3502.3903 .5:3 4:95:9 /.5.:.3..790344..3.3 90.:.890344 -. .9: 88902 803 57.9 -07:5.3903.7.9.4349.. :-:3. 90.3/:3. 80/.9.3:39:203.3 503079.3 .-:73.3.9072.9  0825:.304342 549 897:9:7848./..:5:3-:/.5.5.3:3.3 90. 5.9: 88902 .9.3 90344  %0344 9/.3.8 90344  9073857./.7.3/.3 90344 80-.5..38.90344-07-0/... 0.9..: 503 .0180382:9.8 2: /.9 .3 5:.750309.98 %0 .3 2: -079::.3 43805843.7.3 2: .3.3 9::.3  %0 .3.3:-:3./. 803 57.89038/. 4380:038/.98 ..7.:5:3 47.3/.342508  03.

.3 907.91    58448    897:9:7.:9:70 ..9 5079..79..30-:/..8509047982.3/. . 2: 0- 905.8 43805  89.9.3 43908 903448  80/.2439089038  .2.39: 507:..5 740-07    $0.3 9079039:  2:.33:3..5.9 ..3 903 2083 2:2.3 0- 808:.3 /9:3.9 50309..39/. 203..9.3 .../. 9047 9047 5.3  /0138.:5:390344207:5.7...3  .3 90344 :39: 9::.8..50309.-..850 /.3 90344 8.7:8 20308:..390344 !.3 802:.8.5 43805 2: /.3. 907/.943  80-.:..9 202-.9 /.5..843.390..3.3..3 .843. 2:.3.3  803  ::2  .39.3.3 90344 . .3 0-:/.3 /03. .7  .:5:3 90344 202 .5.39.30    .32:203.3 /-:.2  39:8  /.3 90344 907.90780/. 2: /. 99 83:3.7 7039.7-07-...3503079.3 /02-.:.  /2038 . 202507 0.8.3   :-:3.3 ..3   /087591    8947.3 203...3. 2./.2..3 202-07 -./-:.0/:..  /./ 9:: 04254 /0138  .9.3:8. .47   ./853 2: /.3 . 80. 3 02.2 2. 40 %.3 ..2 038  .850 /0.3 2. 2070.32:     $0-.3    . 50309.3./.3/7/03. -.3.:5:34379 /../.35073./ 9039.3 203..:.70-:/..9 507-0/...8..:5 50309.39.3 203.9.3 507..-.3 /03.3 90344  0-07.3 2. 2: 2..9 /.9:-:3.7: 80/.3  5073.3:-:3..7 038 9079039:  80/.2:33/. 507.  .9 8:57. 88 .33.-..9  503.8.3    2: -0781.7.9 507.71.3503/::350393-.9/7:2:8.  -07:9 .2.. .2:/.9.3.2.39.-897.9:88 2:2030/.3  /.:5:350309.03.7..7 :8.:.940 -07-..3.81.3.390344 80-.3/88   ..30-:/.3. 50309.: .8.3 .: 9034420307.9: 9.3 0-:/.8 0907.39.3/.3 /.3574/: -07/20389. /0138  /.3/..8.2. 907:25:   /0138 9039.3/.3.3/.  7.02.7.3 89.3 .7. .03/07:3 203:9 /0138 .2.38.7.3.3 .  80/.  0.8 30.7.7-07-.3/::3..-.2 7. 507025.3 40 740-07 /..5...98    %07/.     :95:92:.90344/.3.3 . -07-.:.43  . :2:2 9/.2:2.9../.3/::3.3-.3 57385 .3 50302:.098 92-. 0.8 0/:/:.3  0507.    3472.7 5030:8:7.3 /.9.5:3 35:9 2: .3.3  /0..3 42508 ..32:/./.2 28.5 507. /:25:.3 0-:/.5...9: 2.3 3:.3 .3 503079. 2:/..907.3 90344 /03./.30-:/.:..7.3 -07-./.3 203:.3 -0790344 2:9. 080:7:.39079039:    35:9 90344 -072. 50309.:.3-.8 -.8 :-:3.3 /.. 2: /.39...390344 203.390344. 02.:. %0.3-07:5.9 .9.390344203....3 :.3.9:.. /:3.:5:357..    0309 /./.7.3 50302:. .:5:3 1.34254303/.3/.3.

:5:33432. .:-.3 /-:9:. -07.3 2. 205:9802:.907.3  /.3 202-.././. :38:7 0-:/.830.87. 2025079. 2.3203.2  0-: /..7.3:8.. -07-.3 .8...3 4390254707  9/.3 2.3 .9 .25:. :5.380-.3 3.9/5.7.3:8./.3 -07.9.3.9..8.. .3.8 /.2/.  88902 3.7 .39...2.3 -0781.3 :.3 .3:8..99/. :38:7 0-:/..3 .3  . 740-07    %0705..3 0-:/. 903 0-:/.8..3 .98  .8/.3.3 . :39: 203072.8  /.257802:.3.30.9/03..9 .. 2.9:8 /. :-:3.3 0-.3.8 2.3.7.3 8. /... 9/. 8079.8 2.54...3 .9 .43 802:.:8...3 39073.3 -. 0-: /.:5:3 8579:..5.39:3.9/.8.3 :.9. /902:. /-039: 40 9.3..3 4254303 4254303 0-:/./ 3:3.850 .7.:.9 3432.3:3.3 .8..3 503/.188203:-.3:8...3 .38:3.7 80-.3 ..2 .3 202 88902 502.92.5.3 48244 482443 044 /. !0:7803     $09/..3 .907.39.3 207:5.. . -:/..5.  .: /.. 50 3079.2...8..9..3.3 02.3 .3 .3 89.3. $0-..2 7.:39:207. 8..3 202-.    :-:3.  $8902 82-4 90780-:9 20708.9 80. 3/.9 2. -0/.380-./.8  0-:/. .3 .3.9. .9 740-07     03.2 /3.. -07-0/.3-:.32. 0707      !74/: 2.9 2.3907. 2.2.3..89.3 089073.3:8.3.907.8..9..3 8:/.9     .90478.  28.3 507:-.03/07:3..3 $0.93.0-:/.3  :-:3.3 .  %07/.3574/:3432.907.59.3 /03.3 /02.3.2:3 203:7:9 740-07 /.9/..7. 54.  -8.2.3.8.38579:.907.32.. /03.25.3  507.3  3..703.0. 207:-.3 503079.9 903448  .8..2.8500/:5.703.: /. 2. 9039. 507:-.2-.  03. 0-:/. 203. .72.8 -07-0/.81.850 8:-091  .7 949.78909:7 -4:9:7.2  2.3 9/.8. 20.203.2.7.3 0-:/..9.3 /.9.3:8.3-07.25:..9..3 3/.9  203.3 /-:.907. . 2037.7 -.380.3 ...39..92.3 2.907.3 ..9 .2 503079.: -07..3.20-:/..3 .3 ....3:8.9 9:: ..8.3 205:9 80:7: ..3 . 88902 82-4 /../.3 0-:/./.907.7. -..380./.3 8.5 .3/03. 202.3.349.3  .907.3.3..3/:53.59.8.3:5..3:8.9..7.247.  /.. 8..3.9 .32: 2:54891 907.3 3432. 80.7 -07-.: / 003/./.7. 3:3. ..3.3 -0781.3 .5..43 90.8 574/: 574/: 2.3 2.3:3 88902 50309.  !02-039:.3..207.3.32:3.:5. 40 740-07 :.  88902 50309.9.. 8.3.907.3 02.3.7. 242039:2 574808  .9: 805079 .907. 203.907..8  4-09. -.3 . 549038 090.3:5.3 0-:/. /:.. 502-. 3432.3 .3 8073 /03.2. $0/.83 0-:/. 54.783-8. 9079039: .33.3  .2.52. 0-:/./ 808:..7:05..5 9.83 2.3:8.2.8 /..9.9  /0. -.3 907/7 /.33. 207:-.3-0781.39.8.3 .3.39.2.. 3:3.3  0-:/..703...7. 202 2.3 507:-.502.  805079 .3:8.3 .7../03.2.9...:7. 2..:202-0 7::/-. 93/. 80-.3 203.8 9.9../: /.../: /.907.9. 42543030-:/. 203..3 -0781.9...3..  .3  :-:3.3:8... 3 8:9 7.3 /-:9:.:5 802:.. -. -07. 203.8.3.3 3432.3..3 83.3.9 0-.:...8.907..3.

..9.: 8:-09.8  0707   .

3.3.. 70.8.3.3:8.3 3907479. /. 07./.9.3 0707     . 907:8 20307:8 0 /.5.. 8:.7/72.3 2.39745448  0-07.8./ 70.8203.3 0-:9:.3.3  20.3:8.905.5.9907./: 2.098 1034203448  809.9997.8.. 80.3-07-0/.890780-:9 -.8.3:8.880-.8.381472.: /.207:5.  9/. 3/./. .3:8.3 -075.3 574808 . 9.2.9: 503.2/:3.3 .3 08038 0/7./. 089073.-.3 /.3:-:3..3.3:8. 20289.3/03.9/.. 50302-..3:8.3 89478 .2...7..8  2.7.2./.7:8.3 0889038 2./..848.3 .84-091 0707    0-:/.8 2039.9.703.9203.0-:/.39.3 82-4  -.3 8:/..8 .2..3 90780-:9 .33.9: 93/..5.8.703.8 207:5.$0.098 089073.3  203.9 /.9: 207:5.:.30. 0707   .. 3..9:70.  0-:/.9.9 20./:. 8..3 80-.3 40 .3 .9.2 202-.7 2..9:1.-.3:8..3:8.3 574808 ..9.9 .:39073. . -0781....59..7 8:-09.3 907:8 20307:8 .3 574/: 2..3.3207:5. 089073..3089073.8..8  2.4-0910897:9:708.3:8..3:9  574/: 574/: 2.:.3 1.2 -:.7.8 4-091 5. 3/.9..  0-07..3/.2:3 20.38:-091 0707  .. 50708.8./8:.:02-.2 0/:.3 2.2..9.8.8.:5:32039.3 80-.35.3.3:8.3.989.:5:3:3:8:7 :38:7/0.803/7  39073.... 080:7:.  /..3..3:8./8:..38:3 /. -07.3 207:5.8.3 39073.3 9/. 2.57 .-9..9.2-039:01.7.9.3 20397.9. 80.3 80-...3 -3. 2.2./.980.91 3.   -09. /..3 /7/03.3 574808 .9.8 907.3  02-.203.3 -3. 90780-:9 /. 3/.3 ..3 9.3.9.2 . -039..2 8:.72. !.3 0/7..574808-:.9: 3:3.32039.3:8. .3 .9.9.0-:/..8 0707      ./.8182.2.. 574/: 2..3:8./.3:8. 203.9./ .3:8..3574/:3./.3/:3.9.3 80-.- 80.9.: 4-09../.7.8  2..3 -075.7:8 907:8 20307:8 203089073..2-3.3:8.7.3-07.:5:3 2039.:880-. . 2.9.  -. 242039:2 574808 4-09.2.3:8. 3472..:7.8 207:5.3 8.33../3.3/02.3 /7 /. /. /..8.3:8.3.3 2.9.3 202 .8..9 207:5. 203.. 30703 /. 574/: 2.8. / :.3 2.3:8./3..8:/ 089073.2. 9/.9.3/73.8 2.3 2.3 5.:5:3 848..7.207:5.3574 /:/. 50702-.8 207:5.  :39: 20308:..3:8.3/02..3 /03... /03.3.9-.3-..9 907.3 9079:9:5 /./..9.3.9.8.9.33. .5.3../.3 /.3907/.. 8:.:/:3. 2:33 -07. /.3 89478 2.2 3.8  80/.8 90780-:9 40 2.3:8.5 242039:2 574808 207:5.. -..3.80. .8 3  .3 ./.  /.9  89073.9.8 /.3.3.7 0-:/.9.207.  889023../  0-:/.:8.. 2.9.381472.3 0- .703.8/:. 0/:.3 .7897:9:7/:3.3 4-09.7.3.381472./.7. 5027../.2 7.9.8 . 57480897.8 18 2.: 5:3 .8 574/: 574/: .5.3 -.843.3/02. 2.9:7. 574808 .25: 202-039: /:3.8 4-091 $0/.9 907-:.8 3/.770./. 2.3  80.. -./.. 80..3 .9.  90344  /.9.3 -039..5.:8.8.3574/:8073.39.9:70.8.3:8./. .9 90344 :39: 20203: .8  80/..- 03.9.8 .3 0707    !.3:3 0-:/.8089073.320.8.3/3.381472.9.5:3..3 .3.3-.  .9.989.. 0- 503/0 /-.703.9..8  .7574/:8073. ../.3 80-.3 8:-09.7.8 . 9/.32..3 03.-.297.3:8. 90344 .2 07.3/3 /03. .9. 20343/8.318  /80-:980-.9/.8.8 .3 -.9  ../:.8.:5:3..3  .3.-.3 0. 203..:089073.  9.3-./.3:8.. 507:-.  40 .73.8 4091  28. 805079 /:3.59.87.2 242039:2 089073.8.8182.. 907-.3 /03..5.3.8.33.7.  02-.8.3./8:. -. /..89 207:5. 5073../.8 2.. 0-:/.  /.

3 39073.7082/.907.3 90.3 89. 8::  -.. 907.3 202-:.: 848.3 5.3 /:3...84-091  90780-:9  /.3 :39 .7 242039:2 574808 39073.3 5498  /.8.8 . /.9..3:8.3 .3 39073.9 -07. . . 203072. /03. . .8.8 80:3/07 $48..3 54.3 :38:7 :38:7 3432.3 203.2 /.9 /03.:5:3 50307.9./: 80.:.3/9:39:9:39:20250309.9 203:3. 903448 !.3 5:. 9/. 9.3  .50309.7. 002-.7:8 / 5. . /.3 . 30703 2.793. . 7082 /...3509.8 80:3/07 .3 :39: 20250740 50309. 425700381 /.3 :. 809.8.5.8.3 /7 /03...9.  803..3 /./..3507.  7.9.3  !74808 . 20302:. 4-091 90. .9 -.3 007.3 .8  0 .3 -07-0/. :. /:3.  3..3.3 848.8.3 31472.7.3 40 848.2:3 5.7.2 897:9:7 8:-091 08.:5:30..3.3 2.93.3 :. 8.8.3 2:/.3:8.7 /. 3.7:  !74808 503072.9.  /.7 -.:2. /:3.8.2/3.. 2. 7082 9....  :-:3.59.:.9 07 07     /0391..7..9..3 90.: -07/.3 808:./.7 . 5007.3.. 8:- /:3.3 /7 /03.7 8484 89478 2070. 203039:.3 3803/7 -:.3 848..9 .3 /. 80-.9.3. -8..3 /203079 80-.8.370.. /03.9.9:2.9..8.3 3472.9.703.7.3./ /03..8 /-0/.8.3 20..35.3 4388903 0 /..8.3 -07-0/.7.3 /.7.9.5 3/. 202-039: 70.  3431472.3 9079.3 3/.8.9. /. 9/.3 3/.3:8.-.3:8.3 2.80-:/. ..3.3503039:.907./:  /0391.78 8:. /. 0707       $48.39.3 807:5.3 :8:8 5:.:38:7 :38:72.5 202 02-..350309. .9.8.3 574808 502-0.3 90750393 /..7:820308:. /.3 -07-.3. 5./.7.2/. 2.3 8.2. /0391. 507:-.84-091 3.2 08.8 57207 /.3 -07./ /:.3..8 4-091 0 /.8.8  .8 80:3/07 /.3 40 4..0-:/.3 . .39079039:. 803/7  02.3 /.:5:3 9.7 848.3:8./.8.8.73. 848.2 08...2 :-:3. 848...3820 -..9 84. /.4-0918:.3 8:-09 1 3/././.7.8 57207 .3  :-:3.38.8  .320308:.3 043428  :-:3.2034.3 .3..3:8..3 02-.390780-:9  ./.3:8.8  0.9../.8. 2002-.9 903448 .39/.  .3 9::./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0. /.9.2 2.8 80:2../..7.. 848.8 57207 /. 2. 503//.8.2../.-  :897:40. 9:803/7  -09. :-:3. 50309..  . :-:3.8. 0707    $48.72.3.38.3 80259  80-.-9. 03.7.8.7.. /.9 . /.7.7. 2.9 :.857207./.8.3 5..73.. /. 242039:2 574808 39073.: 242039:2 574808 089073.3 . 43805 9039. 41 340/0  /80-:9 80-.3 2002-... .33.3 2./: 20303.9..8.8.2 .3 848.9: 28.8.9..: .32.3 2.574808503./: 808:.843.8..70.73.3 /.3 203:7:9 .3 507.8 57207 -07.3 089073.33.3 70..3 03.5.8..3:8.8 2.9 .3 2. 894. /03.:5:3 8:-09 1  2./:  .-07-.7.2.8 80/07..9 ./. 3..9 /03..3 02-. /. 3..3 /.8. 3/:897  2.59.8.9:809473.8.5..3 848..3:8.3 202.7 0-:/. /:3.9 /902:. 907-039: /.8 57207  848..7.5 3/.7.7.3907-:.  .7.9.9.39.-7  .8 40 9.8.7 :38:7 90780-:9  0. ..8 80:3/07 207:5.8.8 4-091 -./...3 20..:8..9 0:.3. 93.79 .2 503//. /03.8 57207 3 809.3/. 848.3 507. /. 203...4-09.8 57207 3 /:3.8 5.  ./.: 848.3.2.8./.. 907.3 3/.8  0707   !.:.8. -..:. 8047.3 1472.33...5 848.3.79 2.3 4-09 1 2.2/:3.2 2.5. 02-. -.  07-0/....39.:.2 503//.. /03.39.8. 803/7  !.9 0 /.8 . /902:.8.9 /9039:.:.8.3:8.3.9: /03. /.3.3 50309. 24 2039 :2 242039:25748080-:/..8/.2 2.3..9../.3 :8:8 808:.3 /.3: .3/7/03..980/07.3 0-:/.8. 5032-././...73.3:8.7.7:8 20308:.. 2.7.8.

0-:/.8 80:3/07  . 92-: /.3 2:  /.3  207./.: 848.8./8 2:  2:.2 57.3.3  9. 507: /8..3   &38:7 90750393 /.: /:3...3 5489.39.3./.9/.3/3..3 .:5:3 57480/:7 5033907.  8.39.8.2- . 9039: 207:5.5.  2:  207:5.3 9038  .:.  /./.3/.3 43889038 .7 -.: 5:3 .3/.9.3 90.3 .078:2 :3.438059:.3:8.3 -.:.3 2030-:9.:.7:  20.: 802..2-.7.80.9.3 4254303 50393 /.8.3-8.03.8: . /423.....5:3148. 9:3. 2..5 50309..03..3 2: 0/:5. 2.3 0:7:.9.3 2.8.9 148. 80-.0 203. 502.3 09.2 203.3 439448 50:7803    . 3.: 9047 9047 02:.89 .3./ 3 802.5.3 35:3 907-0.907.9 -.3 2../.3 .9 . 2030.:.73.  97..9./.. -./-. 502-0/.03.3  80-.59.8 4-091 .2 2.03/7:3.3 203...3 50309.03.2 50 3025.3 2.9.74-09.7 0-:/.:5:380.03982 .3 0-:/.3 503//.3 0-:/.3.9078373.2 2: -:/.  8:/..:. 4-091  .3 -.9.8 /:3.3 503097.3.3  /..078:2 82-4 . $. 5:.3:8..2 .3 2028.907.5.3 90344  80-. 80./8 50309..3 /.3 503//./...3/3.3 2:  0.2/.3 .. .3 0707     . 5.3 /2038 2.3  /03.3 -.3. /.3 .5.3 3 907.2. 203. 97..5 203.  0.3     %/.8.3 -..3 /.3 5.8.2.3. /. 202. /. 507-0/.3 0. 89.3 /7398  40 45073:8 43. 97./.3..  /.3 :3../. / :. -078.:5:3 2: 848.3.3 1:3843...8..9.3 /02.3802:. 907.3 2: 2: 0/:5.03. -:/..9 /507..3 5:3.9047 2.3/02..7.7 0-:/. 28. 5:3 8:/.97.703.2 203..31.3  %/.0  /. 2: -:/.3/3.:. -.59.3. /.3/03.. 203.3 -08.5.3 209...3.39.3 2:/.33.7 ..39. .3..3  !02.3 .8 80:3/07 /.0  2.. 14 8.:. :38:7 50309.:5:3 5. /.2. 503//. 503//.820  5. 8. .3 . 2.23 40 9047 9047 2: .8. 2:3.8 /.3 2.340 2.397. 4-091  20.3  .. 502-43.9 -0-07.7 848.2.3.2 .9 /507..././.5.7.3./.25.8 2: /. -.3   .9.9/50.:.3 ..9/.9. /../03.7. 3.:5:3 /.-.7. 507: /5:37 5:./.3 ./8 02:..3 2039.03.3:8..:.3/.3 503//.3 /:3.3. 80-.7.3 202-07 9025...3 85 /.   03..73. 80-.7..9.3. :2.9. 507...7/.7..2 50:7803    ..8.8 :38:7 :38:7 50309.3 .32:.3 /02.2 7.7507-3.73.9 /902:..03982 90..3 97.3  9.25.5 9. 503.7./8. 202-43.0 2.3 2:  /.: 9.3 . 507.2809..8 .-..3 -07-0/.35.9/9072..2./8  ./. 203..3 5489.9.3 80.8 4394.3 3472.. :39: 20339077.3 4-0 2: .39.3 2907  . 2:  202 507./7::. .18.3 -07-.8.8507.3      $.3.1.89 ..5.2 07.3 5.7 . -.9 -.3 2025079.5.3 70. 50702-.3:8. 803.7.3 :2:2/./. -07-.3 /03.5/.9:./.-9.3 2: . /.5 50702-.3 3432.3 .347. /.3 2: 90.7.3..:..3 507.. 907-0.3.3  -.2:7.. 2.3 :38:7 :38:7 50309..3974544 2.3  / :.8      :..3  /03. 207.0 80903.9/2. .7  70..97.39.9. 80/0709 3.3 -072.7.39.  503//.7 83 .. 3 /.8. 90780-:9 2. 02.5 298 439448  /.3 57480/:7 57480/:7 438059:. 9. / -/.-0702-.3.3 -07.3...3:8. /03..3 8..5..9.9:20.7-0.3  903 /....3..2. /-.7. 503/0.3.0  580:/48.8 4-091 80-. 2. 2.2 57.0802-..3 ..9.9 50309.3 /03.7. . .3/.89.3203434/. 5489.3 0257820 /.2 ../8  2094/0 2.7 50702-..5.3 .3 92-: 0.3097.8 2033/..9.97.7:  $0.7.2: 2:..

8.32.3 /:.. :.7 0-:/. 80-..9.2: 80-.7 /.3 203/:/:. 4254303 0-:/.2889020-:/.397     /. 2: 18....3  -.83 2...30   . 4-091  %07/.3 .19.30-:/.25.3 -078.. ... 88902 0-:/.3 47039..3.7.3 .8 8.3-07. 5.3 :38:7 :38:7 88902 0-:/.83 -. 897. 57479.3 2:3.3:3.3 $0507990.5.3.9: 4254303 / ..3/.3907.9 5.3    /044.3 .8 /..8./.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9. :38:7 :38:7 0-:/.089098 3. 805079 02-.-..80-:/. 9.3 805079 :38:7 :38:7 70.8:28.3 .3 /02.3%0344/.33:3.: 5:3 50302-..5 0-:/.7../0442::39:2: .. 203/.3  / 8.3 -07-0/.3.82.8. 7047039.3/..7503079.75027.3/:52..3 ..7 70. 50307/07..3 :./... :38:7 0-:/.2. 2. 848.3/. /.2 503/0.. /.8 3...3 897.72.  %0705.9.. 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3.:..25. 0-:/.8.3 805079 90344 207:8.:5:3 4507.3 ....:5:3 /./.3 2094/0 2.3:9 . ..89.. 2.3 9/.3.2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5.3 2.:.3 .7.9 /9072...2:.3 3.3 :.3:8. /. :38:7 88902 0-:/. 80-. 88902 0-:/.:3.3 47039. 88902 0-:/..8.3 . ....9..3 07.9. 202. 9: 70 897:9:704342 897:9:784. .3 -07-0/./93.3.3 .:5:38:-09.1 /0...:2:-0-..253 ..3/02.820  0257820 /.3:8..3  $09.7 3.9/.3 .7/.3 ... 3. 2.3..780:7:/3. 0-:/.83..843..7 503039: /:3.8. -./.7 242039:2 574808 089073.7.....347.3 3907. /044 /.8 .3 202 4380:038 2..257 802:.9 .3  $09.3 203:39:9 5027.7./..8 4-091  80-.3.80-.9 5:.. 802.8 . 3.. 050393.3:9.32025:3.8.3.8 /.9.7 5073.9.9 :2. .3-07-0/.3 99 83:34254303907503930/:.3  90344 207:5.2 503/0.38:3 /03.:. .8 -.7: -.39.3.3 /.  8....8 0- .3 202 7. -0/.8:2. 9: 803/7  !0784.8.9.3.902..3.3/. /03.3/.90 502 -0. 0- .3 ./0 .3 ..3 90344  0.9.3489 90344.5.9.: -.8 0-:/.5 5.3 /.2 42 54303 0-:/.. 50302-.843./.3 47039. /03.9.3 -.3 :38:7 88902 0-:/.3 40 :30  -...2..8.3 3.8 $:7.33.3 7.7 503039: 8.3 .3 /.098.  9../.73..3 /...3  /.9.: 574808 /3. 905../.3 70.3 2009.33../.33.3 /8:8:3 40 :30  .-08. 4254303 . 70:8  :30 203:8:3 /. 2.390344   :-:3.7.9 . 9047  /03.90 50302-.  $0-.:9/.3 88902 2.7 50303/.3 ..3:8...2 :9:- 45488 /03.3 5073.9.9/.3 5073.28 0-:/.5.33. 5498 80-.-.70-:/.3 ..7 -.8  .. 90344  //:/:.39/.3 2030.3 202 :-:3.9..9 /03. .3 /03.3 92-. 88902 0-:/..7/..3. 3907...-  03.3 502.84-091 .3203025.9.30.70:8 3..9.3 02:/.3 ..32: .7:-:3.39.80503:3.3 /03.7:38:7.3203025.3 0089..:.3. 200..9.3 8:3: 8:3: 20250792-.3.3 -078.3 2:  0.9.35498 2./.38:3-.7 03.0434280-..9 -. .9.3 3.3 90344:.2.03982 5.91  08.7 .3907/7/. 02-..3 .3 1034203448  9/. /./83:3/.3 8:/.3 .. /02-.82033.  /.8.50309.8 80:7: :38:7 0-:/.  07:9 3 .3 /.9.8  5.3  !073.3..3. 8.3 2: .1.3/02. /.3 /.9.902.3 80.3 ...848.3 -07:-:3.5:3 208/9072.2.38037:5.843.780:2. %0 .....7.3 0-:/.33.

3.7:  ..7: 5:.3.7 /7 3/.3.  9039: 92-: 5079./. /./:.30-:/.8.2 502-039:... 2.3 /03./.3:.7./.3-07579039. /. 5.. -.7 90344 202-. 203. /03.3-.  -./ .. 507: /8.3:9. 202-:.320703:3/.3/:3. 2: 848.3 -0757 /.7: 803./.770. 3432. !07:-. 70.8..7.-.2 ..3 -:.9  ...  3.3 88902 .3:8.:5:3 /:3.::5/423.7 . 20.7.3-.9: 574/: 90344 9..3 2.9 -. 2030:2 5079.3 /:3.:5:3 1034203448  070.:.202507.9 -08.3 8.7..907.9. 808:.3 502.9079039:207:5.3:8.::5 /423.33.2 9047.9./. :3.7 90344 ..50702-.93.7.5 88902 0-:/. 2.3 80...-07:2:..3 -078. 078 /.7.. 507:-.907.9 /.....2-./..7.38:./.8 02.:17.3-0702-./../.3.3 18 2. 20343/8.3  %07/.3.5 2...  18.8. 2.7.. .203:39:9502-:.3:8.3 933 41 .3 .5 /7 /.7./2.3:8. 0.703..8.9.3 .9.8 -.33907309 3.-0757 /..70-:/.3. -07-0/..3..30/4 -.3 .3 %0344425:907/03.9:2.3 /0.2:3 :.39034490.7: 9./: 2.9 9079039: 90344 20343/8.3/. /.79034424/073-:.3 0-:/.907..3 5. 80.3:8.3 07-0/.:/.32:90780-:92.3 9. 3 -07... 2.3 -./.3 -0:2 9039: 808:. 03008     ./83:380/99039.80 2. 502-43.3 503.3. /03..3 08038..7.3 2: .907.0 9047 9047 848.7: 73038.3/. 28./.7..3.9./.3 9044 208 -079072.3:8.7: 4254303 4254303 0-:/.-07579039.2.7.207:5.3 343-.3 ./2. 0 .-0785. -.7. 90344 8.- 5079.2.. ..3.7 83 .9.3...9.7907.9..9.2 7:2:8.3 907.850 3432../.3 203.3 -..9  /. 3/.708.3-0793/.3. 80-0:2 -.2.. 50302-.. 507:-...3 90344 80-.9  9044  . 9.3 :38:7 3432..3 .3.9:/:3.-.8 90344.3 -.  90.9.2.2242039:2574808089073.2:3 :.2 0-:/..3  2.3907-039:/.3 90344 803/7 202 8:..907.07...3 -.3:8.3./.3 2.3 :3.  !07:-.3..3 /03...9.8  80.38. 5./.9. 93.3 -07.202.5/:3.5..3.3 .078:2 82-48 2.3 . /.:5:3 907. -.3  0. 50309..8. 5.850 2.3:8.-0702-. /03.3:3.3.. 20.3 .  /./:. 2. 4807     03. 907.7: . /-07 5072.3  805079 .7.3:8. .3 90344 /..3.  18.0  %/.35079...54254303 0-:/..3 247.3907.7: -.73../.3 2.27:2:8.907.3:8.8.590344 ..93  207:5. 08.9 $0..9 90344 9/.3:8.2 507:.20703:3/. 90.3.7. 09.3 ..3-08. 80/07..2 70. 90344.3 -0793/..3 %2:7 %03.9.3...7.7.. 5..  0/      !. /.-.3/0..3 507.802. -07.3/.8./ .  .9.3 8.3 .3 .: 574/: 0-:/.: /. 3432.7 /. 2.3 0- 80/07.5 90344 .5.3.3.8 .-.907.850 2.8503432.3. .3 39009:.3-07:5. 809. 0-:/.3/.5.3:8../ -0757 9039.3. /.3 90344 9079039: $0-0:2 203.9.93.. 494342  0-0-.3 2.84-091 5./. -.8.3 2.3:3 :38:7 2.3 .3 /.3 3907309  ./.7 5079:2-:.3 93/.3 2.  %0344 9/.  033.3 503.3 503/0..39..:39:203072./.3 :38:7 2..7 .8-8.3 /.907.3 .73.9.907.7. 42:39.73.3/.3.7.3:8. .3 . 5033. /. 3.3 507:-.2 57.3. 8:. .8.3 5. 5:.3. 907-.3 933 41 933  203.3 808:. -. 803/7  !.3 2./.3 202-. 202.7. 5.7 90344 -. 80....3:8. 507:-.9/:3.3 57..3. 5.2070...35.8 3. 0-:/.9.3907-.9 /03.-/.2./.  3..907.8 .3 5:.8. 8090.5408 5408:-:3.9.3904344 07..9 5..3 /03.9: 549038 207:-.3 81.1.  .3:8..9.3 /02.9  .25:.8.7745.3-07.:5:3 848.1..9.3 /:3.3 2.3 :34 2..8 907.3 .3 .8 4-091  90344 0- -07507.3-0757 8090. 7..35079.8 0-:/.907.3 507./. 90344 425:907  %0344 425:907 /.9039. 5:3  90344 9073.3 -.9 /:./.  .9.3.35.9 -07507. -.3 -. /:3. 07.73.

3.3 .3.220.3  :..3 .    03.7 /..  /8.7. 03/.9./. 202-43.9 /907.703. /03. 207:: 5.9.7.820  80/.7 -0. /. 90780-:9  . 503/0 /.3 202  203:3.3.3808:.3./2../.3 :2494  /.3./2.8.2.7.9.307. 8. -07:5.3  %2-: .5.7 5. .913.3 9039.350. 88902 9079:9:5  .3 202-3.5.8.5 4254303 0-:/.3/.7.344  .93.7:8..3..703.3    $09.7.3.3  0.3848.73..9 ..-0757..318 -49.3.3 /03.9.:5:350304.780.3 .3 .7. 20302-..3.3 808:.3 47039.304943 7443.8.5.320302-..5.8:288.3.3:3././. 2.8 20384.7 4254303 0-:/...3 .8.3 /. 3:3.3 //.3.3 047.5.8 :9.3 203.3./. :39: 50203:.3/.9 30.3 .9.9 /.3 203039.5.9 0.. . 202503..3.3 /.3/.3 02.7 5073.3 /02. 47. -07.390344. 04342 549 2../2.5.- .7 03008   %07/.3903445. 7./.03982 /.3  0.3.3 /.3 9. 08.8. /..7.5/080397.3545:07:39:5.382007..3 :8.8.3 07..3.2.3:3. .3 .3.3/.35489...3 -.3:3. 5.7:403:3.89.. .9/..3.7 8.2.8.. 2070.3 89:.7.9:    /.3.7...7 ./.3  ..7 07..3 $0-:9...3 03/./2.8 /./.7.  %070- 0- 90344 9/.9:0425447. 502-.5.-848..3 907.    !.8.39.9 :39: 203.35:.3   !03:9.3 0- 50393 /.3 -.25303/. 809.74. 574/:  3.3 90344 /.3   0..2:3 :.-.3 507:2:8. 42:3.90344/.2.7: .8 907. /03.... 90344 .3 90344 80-.8 .3 ..55745..3 :.3802:.3 .7 07.9 343903448 907.. 57 ..3/..3 809/.3  /.03982/. 203.4..3  070.7.3 5072.90344/03../.7..2 07.3 .3 88902 0-:/.5.3 907/. 9..3.203/.8.39079039: %034490.8.3 20.3 90344 ... /.3 ..0/:.3 . 5.3903443.9.3 5./.3 0/:. .3/02.3:39:080./.8.18 809.33 . 02-.3 0.8/03.8.3.7. -07:5.. 90 344 202 0/:/:.03/07:3.8:/ :9. 897:9:7 90344 203039:.7 09820/.3.3:8.98 :2494  /. 5489.3 90344 05.3.3.5 90344 80-.7...7 07.22..3 .3  .. /.3 07.5..3.79 5:.3//.5 2: .7.8..5 47.30-:9:.3/.7.3/. 5.3.99.3.9/9.3808:.35.7.7 88902 0-:/.7 40 90344 .35033.9073./. .3 808047.9 /03..3 9079039:  /03.  .-.3  5020./2.3 90344  . /. ..3.3  80. 90344 9039: /503..3 .8.9. ...3408:.3 .3 :2:2 -./.393907.9:3.3...9.-.20302-.30-/0247.9039.8    !03:9. 3 5.8.5 2.35079.3... 907./.90 90.3 92-: ..3..2..390344 $0-:.5.8.8 . 5..3 85081  .2.290344/03.5. 208 /09.8:28 .34007.3 20.32.-  :39: /907./.3 203.3 /02.:5:3.75445.3 90780-:9 -07. 2.3 0/:. 9073/.3 80.5 2. 2.2.90344.3 1484183..90344905.33..:.8 -:/. 3:3.390344  03...3 0-:9:./2.7 07.3/. 903443.2.-.3 5489.: 503.   !03./.5 50302-./2.9 /50..3 2.9. 9/./.3 . ../.2.5..7.5 2.3 /.2 90344  -.3.820 %07/....3...5.9025.3 40 90344 5:..    9820 /.3 /02...5.3 -.390344 .20302-..-.3:3. 90344 .  -. 5443.. 038 90344...3:3.3807:8907.30-85081 ././2.3.9 .3 507.207:5.907.30448 :2494 /...9 .3 5.

 88902 0-:/..9. /..35079.3. 5023/...8 /.8 2.8 549  /070:.3  0 . 2..7.30-.: 90780-:9  / 8./2. 909.39::..9. 203079. 2039.3 0-:/. 043428 . 90344 . 90344 202-.5/:3.5 2..7 203..3 88:0 88:0 ..7 -0..9/. 2023/.3 09./.3.3:8.79 5:./. -:9 -.3 0- -072.  90344 .3 90344 905.3 ./5:9:8.3.3 704..3  907.:.943 39038.7 50792-.8 /..$0.3  %0.390344./.3 88:0 88:0 3:3.309903.3./..8.33.5 0803.7.39.3:93.5 8.. /.0  7080.3/03..089.2 078  /..7.7889020-:/.5.3 0..5 0:.2.-4:7 39038.:90780-:9 0703.3-.3.: /. 39073. 57 0-:/.8 3/:897 0.3 .30--.3 90344 90042:3. 283  2. 80. -0702-..3 .438:28 /.7 07.75.-8. .9. 92-: 2.3 54.3/03.:8 5..7.: 5:3 :5.35.3 :8:8 .5./:5 54.7.7. 9.3..:. 70.7..3./.3.3 -072.39.7.9.. -0702-.8.08947/.3 40 2./.2 2030. 09 503/::3 13./..202 !079..3.3 02.220302-. 5./..9 30./. 39038.8 /.3 907-:.3 203.: /. . -0702-.8./03.2.7. 89.5 ..3/:5907.0  47.. 023/.  .8..3 /.7..3 20.  %072344 . 0-:/..8 5:.8.390344808:3:3. 40 30.3 ..3-07.9. /.7. -07-.5 50309./.8 050393.7 5./.7. 90344 90780-:9 /03.38107 90344 -07. -. 02..8  . 8..3. 704.3  :.79 5:..0  .3 803.3 20.7. .3 02:/.3 88902 3.39.9 :3./. 90344  9. 802.91 90344 907. /003/.  .7.3:3.3208/02-..8 0- /07... :39: 80.3. 2./.3. 40 2. 0-:/.3 20./.7. -0702-.3  8007.: 0 30.9034430. -0747039.9 8:9 7. 3:3.8.9.8:/ /03.3.30.5 8:9203.8505498/.3 30.3 5:.3 507. 0 30.3 90344 90780-:9  $0.3 503:9.903442083.3 /03.-.8..:/. 54883.32:7390344820. .:.3. 5072.9..39 90344 2.703. 80-:9 90344-.3 40 90344 8:/.08947 ..0  .3 /2.3 /.9 9073.3. /.8 3/:897 /. 2.7:. ..  . 30.253 903/038 043428 /.35./.. 97.7.9 07.3 /.7. 018038 043428 /03. 90780-:9 80-.3 9070- 802.3. 80.3.59.8:/ /03.8.35.-07.. . 50784.3 9/..3.7.38.3 40 249.. :39: ./...3.3/03./. 90709. 02.9.7.3 /.2 . 0.38107 8.3848.3 3/:897 .3 .-. 5.3/..75.. /. 30. 393.7.9907:9. 5023/.3 .5 07.../.3 2:/..2 9.3 . -0702-. :3.3.3 03/.: 0 -0702-../. 40 07.5 907.8. 97. /-.3.7 30.7 30.3.3 5073/:3.8:/ 2:.32.8...7 20303.7.3 90344 02:/.93.3:8.3 .3 0 80:7: /:3. 97. .790344 :897:-07.3 90344 9.3 ./..:5:3 907.3 80.:5:3 40 07.2 507 4.3 .3 /.8. 803/7  #0./. 90344 .3. -:7: 703/.95.9 745.3  907..8 5.3 507.3. 3 574/: 8:.8 50739.9.2.3. .3  . 0-:/.33. /./..33.3200..-.:.. :-:3.3/.2032-:.3 /2.3 . :39:.  0/     !023/.3 4707 39038.. 80-./.3 8:9 /03/. 3.38107 90344 /. 283 2.7 30.3  803..3/.3. -0773.8 .3 .  907.3 02:/..9 .3/03.390780-:9  $:/.  2.7.7.3..0  /....  -0-07.8  0. 2..9 ..3 40 508. 2.9: 0-..2.. 2.7 5..  3..../.9: 90344 /03..-. /2:. .42:3.3 /80-.7 88902 0-:/.3 30.3 30.703.3.3 :3.-.7.8 70.8..30.39.5 40 30..2./.3907..202-07.7./.3 . 39038.8.8 043428 /.3 9:39..3043428  9034402:/.7.5 3:3.3 -07.320250792-.3 549 /.8.3 3.7 90344 02:/. 90344 /.3 5.5.4:8 3/:897 / 745.7 30. 2.73. .-9.25.8907.3  8:. 0--07.9.9.

:5:3/03. 503072.3/.3.2 5.:2. .3 .  /.203.93.7:207:5.3 /02.5:8.5.898 0.898 .3 -07-0/.3 -:9 -09.7..3 //.7:8 /.3898 803. .9..7.7.3  /  0.79 -.8 03008      03.: 2./.9:.:5:3 5034..3:8.8. 0.3-07././ /03.:39:/:580.303.3/.9: -.30..2 70./..7 574/:803 .3 574/: 0- -0747039.18/03.7 -. 30.39.8:.80-:/.9..39:3.9 20.3 54.3:8.30.9.3.3.3  .7 8:/:9 5.3 3 -07.7 8:/:9 5..3-0702-.3 0-:/.3 .3-.37:.3.3  8:9 7.3 202. 90344 -.: /./.950302-.03/07:3.2 :-:3.3 9039..7.39.9:80-..7  .83 2...3./03.3/:3. 90344 5489.7.740 209..8 5.9.3.7./2.5:3 90344 /0.380.9..3/:34380:038 ..33.8 907.7. 42:3.3/.9..3 .3/.9.5 90344 .3 .:9:7.3 20250792-.3897:9:70-:/.3 0907.3. 4-091  .  .7..7: -8.8 0-:/.3 /.7 88902 0-:/.8 80.39:3.3.3. 7.3 203.3/.3 5..39..39.7 ..3  ..737.3 438:203 9075:9:8  /.3 80-.3 .9 /9 /.3 -.3 ..3 /. 5489.90907.8. 897:9:70-:/. . -072.7.20/. -0781.7.  203:7. 90344 -.18.71.50308:.9.8.8.3 -...:.3 80.3/../2.7.5. 80-.835.390344 8:.9.3 $03.90344905.3..8 .9 .20./.7  .3/-07-. 90344 /.87. 88902 907.3 :39: 202..3 90344  8:28 /.3 -..3/:3 0-:/.3047..9-.3 /.3/.898 .3/03.3..9 9073./2. -.9.. 90758.3.:-...3 /.33.3 203:39:9.3 02...3 90344 /. 907..59..990.8 207:5. 02.2.. 3.9.8..  /.8/. 02..9 .. 8:/:9 5.3 ..3 .9: 438:28 90344 -.3 5. .: /.  /93.2..7 8:/:9 5..9 0- 203:39:90.3 9.5:8..33907.39.9 80-..8.3 /02.9.9:50302:.. 042-..03/07:3.  03. 2.7.3:3/:3.3 3...207:5.850 848.9 80-./.. .7.3 .-.3 90344-.30-:9:.7: 80/.- -.2 07.. -07-. 507:-./.73 .3 90344 907-:.9.- 3.7.3 .. 3:9:7.3 :-:3.3903574/:82..3 0-:/..8  $0/.3 ....:.03/07:3... 90344 /.88.9.8.3.8.2 5.202-.7./. 574/:803 /.7..2 203:.3 -..3 20.30-:9:.503.79 574/:803 203039:.3:39:20.8 /.8.907.3 507-3.8.9 /..9  4-..  90344 -.3.3 0-:/.3  .3 /.3. :39: 9/.3 .9  /. 438:28  .3    .3242039:2574808089073...93.3/.3 /03..2.3 81.3 :39: 202.3 0-:/.8 0-:/.7.9 2.. 90344 905.3 90344-.3 .9.0/:.5 4254303 4254303 0-:/.35.3/.59.2 /03.. 9:.3 202:..3  -.0.8 0-:/.3 907-.7. :-:3.7 8:/:9 5.3 2.7.7.9 438:203 90344  8:.3:8.3.3  !.9.7..91 :39: 202..3 :-:3.7..32.8 2020:.7:  09./2.9073.-..7 /:.. 8. . 3 207:5.8 .9 537. 2030-:9 .3 .3/.3 .

80..3/.38 $:8034   202-0/. :2:2  ... 9072344 09.3.7. 202-07.7. 2.3 798 /.3 247..: 247. 9.9  $0.08:8./.5.35.9.3 80/. .7.91 8:/.3 . .3 -0703.3 -.8 /5.9. /.  .7:83.9.39.9.3-. .3.3-07:5../.3 /03./.3/. 9. 09.32.7 9039.3:9507-:. 249.334728 -07.9.7:8 /:5/. 02:/.2503.3.2.3 93.7:8 /:5  -:./. .9.. .5.  9/.3 5.. .3 247.3 .30948 ././.- -07.3 ..3472.9.2 8:.7.3.2-.  9.7.3 .3 /.52.3  805079 47.3 .. .39/.7.: 07./..9/.5..2.309. /.3 09... 8./.3.3.7.3 -.:203079.: 93.-07./ 09.38:3.3:3 . 845. 20. 50-.-.2:-:3..8...7.9/-.9. 2..7.9/3.3 8.7.38 .3 /03./.3..3472.357385 57385:2:2 805079..-:7: .39:3 3472.8./09.7:8 /07. 34728 /.-:7:  03:7:9$:3494  09.7.3... 203...3 203/.9.2.809.: 8:. ..1.3 247..38 .  /.3..9. $:2-07./.247.../.: ./8 50702-.3 .9.3 /3.308:8..79 80-:..9.9  /.. ..-:.7..7.. .3 889023.33.7.  8:.:.9/3.::2 /.3 203.91 9.9.3-0793/.:9:.  !07-:./.9 8:9 :39: /3.3:8.3 47.9507-0/./.80-:.9 /3.3-.3-.9/-.-:7:.    .  909.3.9.:.3 8.3 ..7.9203.2-.  7.3 -079...: 507-:...24708.38 $:8034   2   472. 202-07.7.9.507...:3.90.7..9:. /.3247.: .  9.-.  /.3  49-.3203.3 8.5 ./. 909.793..3 :7:  5. 50.3.: 9:8. :39: 503.5./. 47.  /./.3 -07. 47..3 .39:8.7.5:3 2491  . ::7. 9.3 50-.7.3  203. /.2.: ..7.:8:8  9.079.3 .3  8:.3.  7.9:7..3 .3 -...7 ../.3:8.3  9/.3 ..3.2-8.3 247.309..5..3.3 .9.7.-07.09244 -07.3 .3 09.2.9.3247.3247.7.91/.8..2..25007.3 /. .9: 507..203.-.5:3 09.3247.3  203.3-07..9  43943.78 503.2. /5.33472. 20:8.9.8.3 -:7:  .:2:2202-.9 .3 /07.380-.3:8.5.7.3 /03...3 247.9079039: .      %&      39.380../2.39:.3 503. :8:8 .3/.79....2..7.5 18..89 -07../:5 9.380-:.: 5027.203./.9. 9..3/./.3.3  8.3 /.3.3 8.9.:2:2/.3 ./.33./.7.5.  80/. /..3  !.3 503./03.3 /07.5/.3 202-.3 .3 07.9: 2..3.3 -.9 ./.80.8. .8.3 18.3. 80.7.88:.3.9.  .38:2-079.79..9:507-:.7.2:/..:.2 0/:.1.3.9: 3472.7. .79.9 ./..3 09.3-.:-.3 80-...: 3472. .3 08. :39:507-:.2.. /087591 .9:7.  507..3-:. 502:.3 80-.9..9 5.5.3 57385 57385 :2:2  805079 09.3 9039.3.5:3 09.3.9:. /../.7.7. 3472.3..3 93..3:8. 203. 472..3247...7. -07-:./087591/.93248.9.9/. .-.9.5./09.9./93./.3  0.3.3 . . 80. ./.9..8.  $:3494  2   47.3  9.:.7.79/.8.

.33.3:9 203:5.3:9 2: 50309. .  %.2:7. 203.5.9.2..- 2: 50309..2.9.32:50309.- :39: 80.3 -.3 0- .-.3 -07...3.3 /.3 . 3 /80-.7.9:.7:83.3 08:8.3 /.3:8.3 08:8. 20::/.79.35079. .3:9 0.940.3.9 -.5.3 507:-./..  ..3.8.3 .3:3 .3:3 ..:5:3 503:3. /. . -03 //...939./.3 90344 9: 803/7 2.2 0/:5. .23.:...3/. .3 /.8 203/./.3/. -.390344.3 2. . !./ .8.3.  / ./.3.3 .8. 3 9039: 8..3 /472.2 5..3003/. 9:/..18:.7: 5.32:50309. .- 098 9/...:5:32.7:8 203.-./.3 203.. 08.7 -03..9 :3.3/.2..503079.3 .308:8./.3 90344  %. /.803/7 08:8.  !0302:.5..5.3 /::/.3 5.3 2. 3 -07.79.3.18: .3:3 ..30.  003/.3 50307.3:8..3 .2 .3 0. 5.90.3.39/.220302-.:.- 907. /0.-:./.25..3 90344 203. 507-:.7.078.5.:. 9039.9././. 203. 2: 50309.80:.. 003/.9203:-.3 90/. .9.3 90344 .3:8..3  0-3 8047.9.5 /80-..3.  !0702-.7:3. /05.2033.3 . -.3 20.0.3-03. 507-:.3-.3/.3 9: 47.7 3.3 /.390...:. .:  80./.3 909.: 9/.7.3:8.3 /.7    %.5.3.8.9 -07:-.3 .3. 503./.7.2.3-.9:.3 /. .-07-0/. .  .3 2.792:. .3 40 02.3 :39: 20250744 ..3 2: 50309.2. 574808 50702-.3 003/.07  503079. 9. .3/.5.:.3 .3 90780-:9 .9  80/.9.3/..9.30488902 -079. . :39: 20302-..907.3 .92.3:8.3 90344 202-:9:.3 /.340.25. -.3 /.5  .. /03.3...3503..330./.3 -07/. 80.778:-.:. ./ / /.3 003/..703.3:3... 08:8.9.2.2 .80.7 2: 50309.8. .3 808:.9.9 /.39.8...330.:5:3 .7.7 50702-.. .3:9 :. .25.:9:  .2 2: 50309.3 08890382.2/7 2./.3 -0781.-.3 .3 90.5.: 203. 05.9.3 0.:.2.7..- 098  207:5.9 -07-.3  /.3 /.9. 3/:897 .3.3  !0307. .5.-07.7.3:8..9: -. .3.-5.3 /./.9: .3/03.3 4/073 -07503/.9 5.3 907-.  -. 50702-. .808:.2 0. /.3 /.3 /.3 90344907-:9. /.350702-..3-07574/:8     !74-02.3 20250744 08890382.8.3 50302:.3:8.802:.803/7 $0.5 3.-.3 2: 50309.9./.92.3/.7: /.. .3.:.3 /./.8.38.93.3 -0-.390344/ 2.:7.3 003/.3 2025:3.3 90344  .79 8. .9 . 050393.-../.3:39:203.3 :2:2  050393.5  .3:8..22.2..507-:...:.9.3 .8  03:7:9 18:1 07-079 $503.3:3 ..3 .3.3 207:5.9:7.3.3:8.3.:5:3 -.7. -.3 4/7.. 905.3 8:..5 8. /.9: 203.90.9.5.8 8:.3 -.2:!0309.9:2-: 03.38.308890382.3 80.3 /. 5. 2.3 808:.7:8202507.703..7 :.3.9./.8.3.3 0307.9  003/../.3 3/:897 -:.:. .8..:.9: 9:.3 18:1 5...3 90344 80.3. -0/. 2./.8 507.3 //.80.3 057.3 /..3 ..73.3 /2038 098 80-.9.. -07-.3 2: 50309.3 . /07.3.2907 0-.2 507:-.8 2.7..9. .7  .808:8.33.8 /.003/.2./.:79. 50702-.0802-..3 8.7 . 50792-.7 05:9:8. 203:39:9 9.    7908:8.3/:380-. 05.:./434  2    0.39:/./. 2.3:3 .9.3..

-07:9    2:.  #.2  !0784.3 2.3:8.:.9:39:9..5 80598 2094/83.3/:3 9::..- 907..9 1.2 202:9:8.3808:3:3./.39/./ 808:.3 9: 802:..  %.3 40 2.2 0-:/.:39:20302-.7:089073.-0-./73. 909.7:8/25.39:-0-.-072.2.72:9.3/.843..0/:/:..3 9: 203.7.3/. 3.9.79.8.3:8. ..7503.380/.9 -078:3: 8:3: 203. :39: 203..80-..: 203:8.2 /507:.340 -.3/.3.3 /./  /.33.3. 2.3 0-079/./.808:. .9:803/7   2:0-.383.:4-0 .3 :39: 050393.3 90344-:.3.32.3 :8807 .9. .3 .7./. .9:80-. :1.7:8-0-.8.387/.380039747..7 2.3 80/02.3.3.3904780-.:89.3.3/73.83.92.8..3 907.3 3 /.  %:.8.7-07-.39079039: ..9 9: 203.947 089073..98 2: 848.. :5:9 /.9. 9: 803/7  ..  $:. 2.502.3:8. 3..9.2.. .7:40050393.3 907.33.8  .30/0.9.5.7.9.8.. .3 90344 /.7 50792-.:9/.7 5././3.:. ..3:8.3... 2025:3.5.5.93.3848.7:83..:.850702-..  -8.3503039:.. 2...    !07:3.3. 503079.:..4805$9:247.9: 07.9.387/.:.3:8.3:8..9/.8... .3-. .2:50309.35.3:3 ..4-09.3 098 .3 2: 848.:..3 203.33.9 /73.7./.  %4484844 0-07 203.3 1.7:8203.8 3.. 2070.3 9/..3 .503.9 .843.50.3 /.9.9.390780/.947-. 57. 2: -0-.79.3 203. 2. #. 203039:.82..8.3 .9.3 -079.:..83. #030 08.3-./.3 .  !03/7.8:/..8. 3./.2:848.8.3 207:5. 207:5.:5:3 80-.3 2: /.9.3 2..3 .4940748:2  $.-072.. -.3.9 .703.3.83..3848.39/.: ..3:902:33.  02. /03.309.:37    0.3 57. . 2. .:7.: :897:9/.370.3 2.3   203. /5..3:8.83.2:50309. 907.9..3.8. .9475498 /044 .3 .3.:..8 3.5 3 -07.5.3 20.2:.3 5. .83.8/.3907.3/9:840#.3 2.-. 9/.: 203:8 20303.3.5809.2-.3 503/..9.8 2: 50309.30825:.7. 2: 2: 9: -0702-.. .3 9039.7908 /03..82... 9/...793.3 90344 ..5.78 . 2.34-09./.3 9: 803/7  2: 50309.2.9.2 :-:3...380-.5.8.9:5.. .3 9: 9/.3 8.25:7 9.3079.8 90750393 2: 50309.3.3.7 .3 9034420207:.8 3..39:.. 2: 50309.9.1. -.3.3 9:803/7 !./.5..33.32.3 3:3.3 8:-0 .3 40 2: .:37   -07503/7..9/8.8/. /.9 './. 909.3 2034..3 5.5073.3 -. .: 9/.32:50309.3:9 5.3 -.3/7    !0309.2:.7.2-.5. /.880-. 50702-.83.3 /03.82.078..3 508.32: .:.383. 033.3.3 /./ 80.3/5.:.9039..37.7 494342 2: 50309.2..  2: 50309.3 0803   -..  %44.3-0-.3 8073 /9:/3 203.  .380.207.3 20302-.:. 0-0-./.574/:2.39:3 5.3 0-07. 2030/. /.2.5:.7:3  8:.3 / -/.9.33.3 502.9: 8...:-:3.9.9 2: 50309.: 7.2 2033. 9: ..9:3. .:5:3 2033..5 247..3.3 /03.3/. /.3/2.38.2.20. -/..8 /..9..8.3.3.380..3.3700.79.57-.3 :8. -:/..30/0.-0-.:%/.8207:5.9 .3 :39: 203079 2.0989:803/7-0781. 805079 203.23  0-0-.9.3 2: 50309.3 0-07 /./.703.3/-:.:.3 -.  ..9 02.9. -0-.3 :8.8..37..3 80/.2:-:3.3050393.-07.94780-.3 .7//.-. 0-.3 -:/./. 2.:.9.8.3/7 2.9.3 ..3 90344 ..0-.. /. .3:8..3:38:702.3.843.: .52: 2: 848.5.9./.:.:.7:8-0-.:89.3 -:7: /.:.80.9/.3:8. -0-.320.3 .3 :9 203039:.9: 0. 9.3 ..3 /.3:8./. 907503.805079 1.:.

7.3  2:.7.39.:. :.7.3 2033/7.. 8:-0 8:-0 80.3/..-072.    !03/0.7..: /:3.3:8.9.354.3  ..:.8 8. -/.. /./ /03.3..2020.. /.3 /03.3 18./.50309.9.. 439448 2: 202-. 03...2- /.  -0 5030..3 050393.98  .3 9079039:  050393.. .8.80589024402:.3 0-:/.3 4-0 . ..3 5073.8 $09.5 2.7 050393..3 40 050393.8.3 -07.3 57.2.9 .3 503079.. 83. 050393.8  !007. 2030.07.85439.3 202-.38.3 503.703...2 .3.3/. :-:3.342:3. 9.9.. /..2.3 .3.3  -.3 .3 0- .3 050393.3 80-. /..3 . 2.8.3 . 9/..3 .3 02:..8.2 9/./.9: 5007.3  .8207:5.8:2.3.3 2:  . 5.9./.3 2.9:50309. .3 .8 80.8. 2: 50309.39.32:05..3 072030:9.5 2: 50309.3 02:/.7.207:5.380.  . 0/:5. .7 0-03809 80:2.:.32:848.07.. 1. 503...-. 2: .  . /9039:. 05.9.7.3 9: -007.98  2: 80.8-/.3 57.. 805079 -0757  207.3 202-:..202507:.8 3:5 5030.8.5.9. 9078:8:380.3 9039. 5. /..:.3.3 2: 80.. 02578 /.:./.3 49479.2 574808 50302:.3.7./.3 203..3 57.780.2 907-039: -07/.2-.3 2: 50309.8..3 43944 2025079.3/.20-03809.33.2 -.4-.50. 3097.:.3-0781.3.7. /.  /.3:8.2.3 .7 ..7.3 050393..2503.. 8:/.7.5.9.3 207:5.3/807. 9. .3-07-0/./.  05.3 /.3.1.:.357247/.7..3 .3/.857.071.7 4-0 90780-:9 .72.9.:..3 -0781.8 2030../.8.8..73./.3 9039.3 8:/.3 .9.39047098.3507-.3.9...3.3 3:5 -..50309.902578 3.3 9038  2: 50309.9. .3 .: 4-0 9: 80-03.3 02:.. 207:5.397  2   $0.790203 !03//.3 /.3 ..33./  .3050393./.320-...3.8..:.3 2038.3 050393.35..3 .3 /2. 80-..2.3 072030:9.8 439448 9079039:  !0309.3 -07.3 ::3$ $:7.9. ::/ .9 /03.2.2.2  -.9.2 .7.3 503:8:3... 4-0 9.3 49479.50309.2.3 /90.2.  .3.9.4388903/03.3 39448 3944 .7. /. .. ..3 -07/.. 503. 80.:..3.9  $09.: 203.3:8. /.9 -03../..  80/.3:9 -.3..9. /.3/:3 050393.3..7 80../.3 /.3 /.3-. 8079./.7 /.3203..  /.8 5030..3.3 ..98 03.3 50309.

: 0-03. 2094/0 2.5.0723 80.33.3 -.:..  /.3   8.3 .7. 907.187.-.79.- 2: 207:5.3. 3. /03.8:2.8.3 ..2 80-.3  .9. . /. 574808 .1.3.5 2.3 203:8:3 9:-: .9.3.3 /03....8.397  2    .:..7...2 . /. . .3 05890244 2025079..2 203/.35890244 5890244 .8. . 7907.7.  8:2-07  2094/0  897:9:7 /. .3 0/:5.3 9039./9. 2...2.:.9 2..9..3/....9../.9 /42. 4507.2 . 2:.253 9:  80.5. 2   .3.8..3 .7 . ..57480/:73.203/. :39: 20250.3 02:.3 .3 . .3 202-.:...3/80-:90-03..2: ::3$ $:7./.3 :5..39: 9.8 .3.. -.3..3 .: 903 .3 9/.9.9 203:-.2.9 ./.73.:..3 50309.25:7 5072.3.7. 4/7..5.3-07:5.5.2.3.2 20309.9.3:8.9.2 2094/0 2.7.3 -0781.  20703/. /.3  0.9..3.7.3 50309.39:803/75.9 /. 439448 2: -0781.. 2: 20250740 /.3:8.79.3 2:  .3..350309.843.3 4-0 5030.9..7./..3 203.. -40 20.9 2.3 18.3 05890244 2: 907..3:8....3-07:5.3 /92-. /.75.9.9 70.-.3 2.5.3 202-..7.2 203. 50309.   !03/0. . 207:5.3 :5.3-03. 2:.3 -0781.3 .  !.3.3 202:33.8.8 80-.9.7:8/507.: 8./.3/..8. 247.9 3097.

3 549088 .8:/ :39: 203: 0-03.8 907./. -07/.3 -0781.33.3 /0/:8 /.3/.:.7..8.3..  05.5027.9 4388903 /03.9 48/03.:.7. 5027.9:. 203.33.8 .9.3 90.3 .7.7:2039.8 /8:8:3 . -07..3 .3 50309..790203!03//.7 07.5 549088 9072.7. .50309.3-0781. 80.071.  20.3 .3 207:5.3 80-0:23.3 5073..1.30-:/.3 .3 .-.3 90780-:9 .:. 07.3.

8.9 7.8 ...30-:/.7.071.790203!03//. ...:39:0-03.3 :.7.79 -.7.3907.51034203..83-07.8.7: 2025:3.2 '071. /7 907.503.5 07.3..3.9.7:2039. /../.7.9:.7.3 -0781.957.-07:. 2   07.9.35030.5  79 907..2 20302-. '071. 80.3 203/.98 .31./.3. 5027.3549088907.:..7..2 549088 02./03..30907-:..3 ./..3/.3 8:8  -07/. 5027.9:5073.3 .3 .8 1.78:.3549088 0-03.7. 2:907-:.-0757 798  05.790./.880.3/:3/.:. .81.3907..9:..02578-07. 202-:.8 80.7503.35748083.3 ./.3.3 48 .2.50-03.3907.4-091/..380.32.3-./.8.843.3 .7.

:.31.34-0.3/.33.:.9.3 809.0-03..3 50309.247.32.2 2033.3 ./.2:.7.3..3-07.7. .3 /.7.79.3 .3:8..79 2: 207:5. . 3472.8.3:8.5.3.9.-.3202-03.:.9.. 203.38:.9.38:.:.9.8 80.3. 2.078..3. .3844  844.3 4507.3 /02.3 :39: 20..3/.3.3:8. ./:5. .. .503:3.4349.87.3.3 2..2 /73.9... 42:3.3.-0757.3 -07:5./.8 5:.3 9039.9.9 /5079.5/:5:39:203.39.90789 798  7...3   !03/0.9.80..7./.3 /.9/.3 8:/.3.:57410843.8.5...  &3.1./ 2-078.7.3 .844 2025079. ::3$ $:7.5.2025:3.3 503/0.2 5748080. 8047.3/.  48  4-091  /.3 ../.2  &39: 050393. 3 2:/.:.38:39079039:/.3 -.:.5 2:.3:8.9: 0.7:8 /9::.:0802-.8.8.2 .5.3 .3 2.7:822:.3 897:9:7 2: /..390780-:9/03.3 9: 2.3 808:.843...2:3 80.3 ./.34/7.3 2:  . 2.3/03.7..9: 4-0 .3 503: 0::7.  0 .30:.-.. 0-443.2:9/.7:2039...9.33.3:3..9.2.3 247./.3 5. 2: 9: /507:3.3 :3.3202507.32:203:7:90-:9:.3. 203/. 2025:3.3-07/. .-07.9.3 207:5. 50309.3 203.. 903  57480/:7. 803.9/2.3/02.3/.9.3 /8:8:3 /507:3..8.7.7988902 /. /03. 2   .... 3 207:5.3 2:-:.30089.7..8 /03.7:8..:.38..503039:.3 80.3/.703..2.3.7/:3..80-.../.3 .3 .:2:2 $0-.3./ 2:207:5.  /..2..9.3-07:5.2.3/90.3 /50740 /.5 2:207:5.3 02:.3 .-.:..3 3472.-.547.9:..3247. 90780-:9 50309.:.3 8:.8.3 2. /03.3 2:.  42:3.843.8 2094/0 2.5:3  !0309.//.92.3 /03.3/.078.3..050393.3.73. 207:5.2.38.3../. 809..:..202..9.9.52.35..8..9..3.8 /044 . 907-:.9.7.79-.380-.7:8/:3.2.3 907-:.  .7. /.3.3 / /.3/2. .3  ...31.2.39. .8./:..3.3 :39: .8.33.31.3. -07.7..8:2.397  2    !.9.50309..3 .3 0-03.9:0825:.3909.9.3/.35.3 :39: 20302:.7 .92.3:8.:.3  9.3 2.39.    $.8.. 907-:. 202 .7..318.5:5.-07/.1/:52. 2.7. /.. 247. 9:  . :39:/:408.9. 50309.7.79039. .  .7.7.320250.350309.3:39:02.39.3 80..7.

2 0802-...3/73.3 -07.8 /.3 -0781. 0- 0- 8047.33.3.2..9/. / /..357-.7..2 -/.. 549088 .33.-:/ 23/    /.. 8:.3 /..2 .9.7  .2.23.39::.2.7 57.29: .2 ...3 .793.2  2094/44 .3 8:/..2 .:.  $08:.3 ..3 ..- 9:  2.3/80-.943  -..32.. 0 . 8..3:8.35:8...218.203.  --.:7..  ...9./.. .3:3 .. 8.-07:9    %/.3 2:..7.. 207:5.9.3 2:.3 4-091 /03.3 :39: 203.3.3 .3 2: -.9:8.83 2.3 2:.5.3 :.9.5.3:3.3 2.9 2:9.2.   82.8. /03.  .5 2.8..9 /5079. 2:. .84.9: 8..89.3 .7../    078./.3:8..3 .29: 03.3 9039: 2070..  2.9: -. 2:.3/.3.-. /. 803.2 /. 0089. 203. /:5 /.3 247.8 9039.5.3 003/.3.9.3..: 9/.. 8:. 507: 202 .32028.3 502. /03. 809.3 2..907.7.9: 2: . /.3 -07.3 203/. -. 8.3.5 2.3:8.:.8:.5..33.3:8.  0. 57-.7.3/7.2 .39.7.2.89 ./..3. /.3 203:7:9 --../.3/02.5.8 . 50325:./.79.8.3 :.3:8.5.7./ 5030.3 2. .3 2:9. 202-..25.3 /03.5 . /. 80-..3  793. 47..3.3:3.7.3 .5 80.3 5.3:8.3 -00/ /.3-0781.. 8:.3 .8.  0 80-.-.9 /8.3 -0781.507..5..9 /5079.3 003/.43./ /.3 -07/.75..8.3.3 /. 2:.3/.8. ..9 .7.3 -0-.27.9: 0./.3 57410843...3 907..2 /.: . 2.39::.3 9.39. . / /.50309./.  !..357-.03.9:8.33.3 44  :.3 .3 2:.3.9 0./. 9/./.8 /03.7..3 207.7.3.8.8079...3  0 .:: 90.7:8 80. %:.8..: 9047 .380-. . -.8 247.8.52../.320302:.7. . 9:  50393 -.-.3 -:. 5.380. 5:.3:8..27 /83907890/3088  .83.7.3 . 8047.3408.-..9:80-.7 9: 203.52.3..7.3:8. 2.7:8. ./.    /. 808:.  .3.9 . -.2  80/93. 202-./03.-.3:8.5.9: .3 .5.5./.3 8.3 .3:3 8:.3 0802-.2.3:8.3 /. 2. .9: 0507.7.39.-.. 507:-.503.3 . 5..3 .3  247.3 -.3  $.3  8079.7 2:  20.3 3 207:5.9 /507:.-.3 -078.3.  02.3:3.8.::5 -08.703. :39: 203.5. -.3 90705.2 :-:3.  .3:8.1. 5.32.32.3 .3 203.3.5  /.580091 . /03.3 05.7:8/240809..9: 247.8.8. .3 02:.:5:3907..3 /. 0/:5. 3. 202-.:39:20089.. 8:.3 507: /2 5.3    /.39.7:8 803.2:.3..83203:3:. . .8 /. .3.8090./3..9  /. 2: 90.. :.3 /03.3 .7.52.3..2 9/.  ..-.83 2.25: 203. 7:.:0803.::5 -07-0/.8.05.5 2.3.3 0. 7. 203. 80-..3 0:.5 2:.: %:.3 9/.5  8.7 5.3:39:203.94-091 $. -073907..3.80-.2  2   $.3 7:93 -.8 /03..3 -.92:9..2.9:8:...3 /. :8:8  2:.92:/80-:9:.3 . -0781.3 . 50309.30802-.3 909.2802089.8.  80.- 8047.9 2.3 803. 0089.3:8.3 -.39..83 203:3:.3 80-. 2. 2./.9..3 ...3:8.2..2 ....9...5 ./. . 2: .73.7. 09.23.5 503/.3 2. /03.3 207:5. 2.:5:3 2. .5 .3  47. -.93.2. -:.9.3 907/./.-.7:8 803. :-:3.3 207:5.9: .3202-:/.7. 8047.. 0:3.

7.5. -40 907503.7:8 202 8.3 0.3  803.20909.. 2:. 5498  8079..3/0202.3/5. 5.8. -07. 3 .7.3507:/507.3.  .3:8:83..9.7.3 9/./. 09. 09. 0/4907.3-.73./.253 8.3203434/..3!##4247'.5.5 50309.5. 5.5:8 907.:.330.8:/ ./.380-.34-09..7.: -.7: 40 88902 -:/.: 80.. 5.9: %. 20325.  . 907.3:8./8  ..3 203.3 2:  %::.3 /2.    $047.9.5. 4-09.3 .5 098 . :39: 20302-.. 02:.91 -07.5 ..3 42:3.9:40042543.9:.3 2:.3 /73.7.3  ..33.7./. -.9.  09..3.. .9: 0.3 /. 9079:.8 .2.3/../...32::39:02. :2:2 90780-:9  5. 0-:8:8:39:502-.098. 5..: .3 2: :39: 02.. -838  09.3/.32:/.8.3:8.3. 85081 -07.53472.3802.078.3  09.3-07.. 802:..390344 .3 80.3 -07.   8./.3 9/.09./.9.3-.2/:53.3  .3 2:.3 8079.:.2. 80-...  88902 549  88902 97. 09. 03.38./3/4308.3. 2./. 80./.02:.33.3 .. 503.3 202-. .3472..5..703.8/.3 2: .3 .3 2: /..3 80.:2:2-. 3 8:/.3:8.9.380.3507. 8047.3.: -07003/..:.. 8:. 2:.9./...3 9079039:  8.7.9. 3472.8.3..:3.8/.7. 3472..3 008.550702-.3 80.3907.7.:9. 04254 2:..7.3/5.: . /.3 .32. /4743..2:.5 2.. 8. 574108 .: /.3 9::.3 90.3 :39:7809 /.3.91 -07. /. 2: ..7./.3././.3:8. . 2:.3 2.3 202-. 2.305. 8.3 9039: .7././. /7 5./.80-. 5.3:3.3780980-.32.3 .3:8.:.: -..3 03/.: 80.3 :39: 0-.5.8 .  472..7.9...: -.5.

!#.

 ..320307.8.0723 /.79.39./ .3 90344 ..3 808:.5. /03.8. 09.7:/.9.31..7.8.3 203.91  34.9.5.2 0. 203.3 -:/.39.3 -.3:8.91  3.  :8:83. 9.  /.7.91  /.7.32030.7.. 20305.9 .7.39.:5:3 4091 /..3 02.3 :39: 203:3:3 93 3.3 2 43/:81 -.39.3.07. 05.59.8 :39: 503.307-.:.3 429203 /7 :39: 203.2-.  . 02. ..9 /. 02.7 .   8.2 .3 42:3.3 907.93.  9.-:/. 2.0391  /. 02:.. 3 203/4743 9:2-:3..3 3.9.9.02:.8/03..9.3203.3 2..9:  /853 /.2 0/:5..3.25: 203:-..  8079.2 507. /.38..3 -07-:.5 .3503933.59..9.3  2. .308025. 0-03.9.3 202.25: 203:2-:.7.3  /.3 ..3 /.:.3 9./ 50:. 3 /::/. 57-.  -0.2 -0757 /. 3.3 /.3-. 02:.3 80.3 2: 50309.-.07.: 70.7.  .3  739.38.3 /.:./..  -075.3 203.5..3.. 02. 3.25: 203.253 9:  09.390344 9./.3 /.3 202-.78.3: 8079.3 /2..3. 09. 9039. .3 907-. 50302-. -..8 .0/:5.3 70..39.3  2..3 .2..8:/.3 :39: 203.        .3  2: 50309..3 /.9  8079.3 /0.59..9.7  20309  203:8  -07.25:.

9.3-07.::5 0.  .8:/ /03.9 03/.7..8. 507: 202.3 ..3 %047 2.2 -.3/7.  9. 08909.3 803  .  . 9:  9/.:3   -:: .218.  8..7.3 :34  18.7903 /03.3:9 5072.3 9047  803.9 03/.3 0   8909. 340/0 . . %0 .3 -.2.89088 -07.3.3 .  /.3.9 /.:2.2..3 8032.3. .3:9 803 7:5. 9047 803 .3 08909..2 3:5 08909..3 8038:4:8  .  !.:..9 3 0- -.3  :8:83. 50309. 50309.9 /-. 3. -07/.33/07.3 . -07:5. . 038 803 .18.3 . .3 18.39.:2.3.2 209.7903 -07:/: 08909.-. 905.: 93/.3.9 /807. 18.8.3 /80-:93.3 -07:-:3.3 89.39.80-..3 08909..3 08909.7.3907803/7/. 18.3  -.8./. 89.8.3 ./.3 !.3 .2./.8.9 5:.2 -.3 /.2 /:. 79 803  .7 /.3 :39: 80-..3 ..1.3.3 2. :8. 203.  80/. 8038:4:8340/0 ..703.908 /..9 /.:9  18. :3.798  /.3 .1.3 14841 .78 /.:.1.79  .9 79  $0.9  0-3  0.23.3..33.1.3 /03.5 9/.9 .9 /03.3 //. 503/.2.:8  !.3-/./ 4 /07 3  /03. 2.3 9047 41 . 9047 8073 /.7.9. /  :: 90780-:9 2030.1.3/80-:93. /.3 5027. 89.9.. 80-. 4708.7 .8 /. 80-. -/. /-.79 5078058 3/7.9 /.. -. 50784.8.3 /03.8.9 803  /. .5.1.3 0  89.3 /-.3/.203...3 /2.:8  ./.3 .3. .8.9.3 /-:.7.9 ....7 -..2.94  .844 . .. $03 9047 41 ..: 18.8 /.8.3  ./ 9047 41 -0:..1.8.8:28 803.. 9072.83.. 18.3 90.:.:.3 /03..8 907-9 /..3 .8 40 $4.8....3 18. 9047 03/.. -. 803  /..2 202-.:. .3 /.3 8. 944 5079.9..3.3 0803.3 9:  907/./ !07903.3 .25 -07.3 54845 41 -0.:2.3 03/.890  9047 41 130 .3  507.5 80-.5..1.3 202-.908909.2 89. 2.50309..08909.3 .. 378  89.3 :3..7 2025:3.9803   89 09 .3 203. 08909. 50309.3 9:  /. .1./ 89..3 50309.3 4708. :3../..3 8073 9.. 89. 24/073 .3 /.7 . 207:5..1./..3  803  8079..3:8.39 /03..9. 3900.. .7  .73..3 /.3 .3.3 . -07.78909:7 8.9   03:7:9 %0 . /.79 .3 -08.9: 130 ..3 :8:8 203.3..9 803 203.. .: .5 80-.: . 9047 0803.5. . /..7../3.-:7  %.: ::/ 0803.  503..2.:9  9047 41 9.3 803 /.  $%%  8909.5 80-.75.0 798  . 9: 2:3. 8047..: 93.3 5072.9:./...7903   /.703.7. .. .3/07 4990- .3  . . . 08909.3 02-:9 .32:8  %07/.3 / 7  5 .5 40 5.3 39009:.9.3.: ..9  .3 /80-:9 80-.3.2 0/:5.9.2 -.  18.3 /.  $0.8 1034203.8  40 .3 5078.3 0- 905.9.3  .5:3 .: /. 803 .0 798  !03:3..2 202.3 9039.3 -.5.9 .3 .5:3 08909..5.8:  3..8.3.8.. 574808 907..9 503079.7..3 :34 2./.3 203/.3 202-0/./.844  0- -..3.3803:8 8035.2 08909.  805079 :.8:28 9079039:  /../. .:. /.80-.3 2..1.8.

3  . 3  .3  03/.8 50703:3..9  /.8.9./. 2:3.. :2:2  !7385 3 /.9:503.3 .. /.3  .  8947 41 08909.2 -::3..3 .3 . 70. /9::.3 147 2. 43/8 085708.2 9025. 203.73 !7.3/:3 05708 2./507:39:.7:83.18./. .34370920303.3.38..3 503. 3 20 3.8.34-05078058. 0/:/:..3 .2:-:3..8 /.2..9.3 5.3. 2.3 03/.2202-.3  .. ..7..7 :39: 0507:.:. 507: -07-..  . 089098  03.3.3..3:9 50702-. 9047 08909. /.5/./:.3  -:.5:3 /:.2 2030.3.3 18.9/.3 /. .70/:./.370108798 .:2 00389 -.:  :8:83.9039.3. ..59. 03/.3 8038.33.33472. 1472.:08909.3 23.70-.3 0- 905.3209.3 :.3:7..2.9.9 1  20 .2  %047 .3 5079 73-..33.908909.5.3/.3:9...3.8.718.8.18.3/.3 /. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3..3   !73858909.3.7 2:0803.308909.39:9.  $0.. /.33.8.3.3507.9 5.8./.8.3 003 203.2 889 02 0/:5.7. .3 -.8:28 209. 503.9.9.%039:3.3 8038:4:8 20303.7/ 48.35.. 5..8.3 202-. 202. 247.8.3 /03..2 02.   2:  50309. 5079. .08909./. :39: -./  .8 .7.2.7989 9/. 0803.3 -07-0/.831.2.3/.3 907..705708039./.3 80-.3:357.33..3  -07:5...  203:7:9 .. .3.7.2:3  .7.3 .. ../. -. .3 203.36:09 203. /./. 5027..3 20303....3 3 -:.98 :39: 203.90 .3.. .3 9::. :/: . 2.3.3. -09: 8.2.88 08909 .91 /. 57385 .9 .  .3 502 7 .7 70.9:18.8 805079 /705708039.7/.9/..  9.3.7.  /..3  .7. 83.3 /02..3/03.3/. . :3.3. 20303.3  2025:3.8.3 9::.8 00389  20303./. 07. 5074/0 .3 3.7. !7385 08909 .: 80-..8.5 80-..3 203.-.3:8. 207:5.75.9: .3 203...24-0:39:203.  .7 ...1.-.9 .9. 850:.3 .2-8:.3 507.320303.33. 80-.91003/.7./. .3  -:. 2070. /80-:9 80-..9: ..3:3507902:..8 00389 80.36:09   /.7 2:50309.3:8.98545:07/...9 148418 /./....3-07.2 80.18.8:28 209./.: 148418  8 003/.3 503.  !7385 09.:..5..5 80-..3 5. 70.9 -.3 /03.02:. /03./.  .../ -. -2-3.3 503..39. 9047 .:.3.5 47.... 9..80-.  80-.3 -..8.3 84//.3 80-.1.9.9 /-07..3 3. 08909.79. -0750..3.3 50309.3. 803 5079..88 08909. 9047 08909...3 .9.3907/./.8.9 /.3.9:-07.. 0- /0..5.-897. 2.3 57.2 /.18.75.308909.9. ..3 .3 03.3-.3 /902:. 0889038 . 90780-:9 207:5. 80.2/72.3 05. 0- /..8 -.3 ./.3 390720/.78 20303.3 -078.3 .70057. 2085:3.2.3-.3 08507203 /.3 803.5 80380 5078058/./. 3. 80.3 202-:9:.30-..08909.3803 1472.. 207:5.3 202-039: 808:.03/.3 /.703.3 2.3  5.3 /.3/. 08.507:202-0/.9 03/.2 202.. 57385 -... .3 207:5.3 90: 5. 57385 . 5007.3 -073....1.3 5027.18.3 40 5027 5027 :9.2 80.5. 0803. /.3.907.90789 5708039.3:3 07..9.5 80-.1.3..9/.  8:28209.. . 70574/:8 /. 8.7.3 /9039..3 8:-0 :39: 70807.9 /. 2.9:.3 :34  48.-3..  . 03/./.  80/. /:3.9.908909. 03/.  073.3.: 803 2.8  .

. 203../..3.3. .3 058902448  58448  48  /.9: 0.3 507. 2: 089 09 .7   -../. /03.: 5.3.-.. .9 -.108909.9/.. 43805 43805 9: 202 4-09.  %07.39 203.3.3.9  :.43909 /0503/039 /43897:8 / :.:.3 58448 8079.5.2.3 -. .3 -07503/.08038. /. 20.3 57-. .2.350393:39:202.-07-0/.9 . 3  -0-07..3 90. /. 29..3 43805 08909.5.848..3 4-0  8.3. /..907 :2:2  5...88 :20.. 8:..9.3 50792-.  %047 9 047 2.. .3 0:3. 507..37085438.3.  !.9. 89.23.9 8:. 20302-. 2..5.9 /9. 503.5 /0391. 89./.8.3 ./.3 085708 8579:.. . 03/.3 20-.  ..5.5 80-./ 2070..3 -.3.43805 43805089099/.3.. . 02./ 20303..79 ..9 -./. 2 % 2-:  5079 .. 43805 43805 08909..3.3. . 2085:3 9/. 8:. 203. 9/.078..3..20303..8 70.3:3.3 /.7 803  .3 3/.33.5. :39: 2020.3 203.38.3 89.3-07-0/.9 :3.9 80-.3 5.9..:-. 2. 43805 08909. 20304254./ :20 -07:8..  8. 2 80 . 20.3 08909  !079.3. 47. ::2 ::2 08909.7243 ..9  0- /.8 4-0 4-0 /. /..3 -.9 .9 : .3 9/.7 803..  805079 802:.3 .3/7   438058909.3 0-.8.3 203. 02578  /03. 2.9.3.7.3 0. : ../. 89. . .3.8.8 80-.. . 80.3 .2.3803.9/:3. 3 203.9.3.3 08909. 9 /.5.5.5./.5.8. 2:33 /.3.9..9: /.-.3.38. /08758 8079.5.25.3 48 20303. /.3.9.3 . 5.3 -07-0/.3 -./  .907 5708039.9.3 8.33.3 ..4-..3.8203.3 5079.. 43805 08909../..3:.3 . 43805  089 09 ..3 058902448 /.2...2:73 507.8 /03..5.8.3/.920303. /.9.75.8.8. 207:5..7..3 . 20303/.3 80.3 950 95043805. .08909..8 /.3 .2 .: 507/0-. 7../03. .3207:5.. 09/. -.3.  ./:.3 808:./ 0   5.2 ./.  8. -.9.9 -0781.3 /03.2.9 2:/.3 503.25:.5 9047 05.3  .9:7.9 803 507-:.3  43805 43805 08909. 08038.8.3 .3.2 4-0 5078058 907/.3./.33.9.../. .. :39 : 203.3.8.25.9.33.3/.3  5.3./.7 -. 8... 203.80.3  %07/.2/03.74  .3  :39: . 202.8.94.3 209.2.9: 70.3 .  9/.. 03/.9 8:-091 -07.. 1:38 803  8..9.8.3:8.2 7303. 90.78 .3 02-.3  /..8 03/.9 /.7./.2. 9 .80. 9/.2 /8:8 .7..3 85081  20303.8 /.3 .9.3/43897:8..7.2 .3 202 .8 03/.7243 ...3.7.8 70.3 58448 :39: 203../.5. -07.4/03.43805 438059:  !.9.9 /.078.8 57-.3/03.3 949./.3  92-: 5073.3.3.3 .8.9.-.5.2:882143202025.18  90. -0781... 0.9 003./.9.-....  203039: 5079.3 /. 503/.7 :39: 4-09.7 4-0 5078058  3/7.3 7085438 7085438 18 /.8 9079039: /03..: 5..907.7.:9:7.8.7:2039.-0 5078058 :2:23. 7.: 5. 3  . 14841 02-.8 20303. 803. 14841-07..9:70.. 43805 08909.7 503/.3  %047 9047 2070.5 40 5078058 93./.3-.3 207:5././.9  5079.7:  .3. 03/.3 0.9 8:.3 50393 /.3 20303.7 5.5.5.3 /...3503079.9: -..9/...7 .3. 3. -:3.9-0-07. 43/8 /. 203:-:3.9.. 43805 43805 08909.33.3 -. .3 ./ 20303.5.3. 3 . 2 02:33. 80-./.33. 3/. . 20.3 /.3 :39:203072. 0 /.3.8./.390. 2034.3/.7.3 .3 /.7989 /../ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /. 3 . 50703.2 950 950 503.35.  793. .3 203.5. 20307.9 93  03..9 /9.8.3 /.

 .3.3 08909  /.9 /. 9039.38.3.803./.8.9..//::35./03.80.3 8:-0 2.3 09./.7/:3.5.: .33..3/.9/.  $ 02039 .79 54:7 1.8 8.907 08909./03.3 .5089098 .89.3 /4837098 .9 .. 20303. 0/:5..5.: /.7.. 3 203.9.3/5.7 ::7.  03.3 :39: 203.3 /2:33.::..3./.503079.3 ./039 .3  :2:23.3 5...9.:./ 574-02. 08589 203. 5:3 . :39: 203./.. .33.8.3 10. 20.. 3 203.5 5072. 809.23. 8032.3. 5: 3 803.3 47.2 0/:5.5 ./..9.8://0138089098 3 -./3..8.7503025.: 23.9.-.8.3.82.  0303. 247. 3 0 .3 /03.7.7. 8032..9... 2039:3 9:3 0- /.3907/.7 .93.::. 90.3.9:70  2.8 .3 :..7.. 089098  805079 0802-. 808:. 90780-:9  .8 089098 4-0  202 .3 /507:.3/. .5 438058 8.7:8 /:9.7.3  %09.47.5..8 0890983.3 /.9:4-0207:5.2 :.7:8 9072.2.7. 43805 08909 %/.28:.:-:3.7.8 80-.3/7:39:08909. -078.3.308909.2.91 /. 3 203.9/.03/07:390758.8.2 7.:23.3  !079.39 .3:8.9. 23.2 :.08909 820 /.:9307  7303. 8.79 .: 0.8. . 8032.. /0399. .8: /./0   :// /. 503.3.3544 . 3.3:9.9.3 /9::.2.3 ./.350739. -07:-:3.1.3 -.8 :. .9. 9: /.380. .3 203/..8 :..3 /2.5 089098  .8 .8.3 0803.35079. 8./0138 544.3 //.3..7 ..: /.3 39 /.9 .2 -07. 5:3  !.9 /907. 803 /3.3 . 089098  8.318..3 /.883.7.3 /.3 .3 /. 2 -07..  0303.3  5079.9  .3 .5 4-0.3 04.8 :.35. 9: 207:5.9078.:-:3. 203.:/:5/.5 089098 .8 9 07:9 ./.3 .32030-.7.3 80. .905.5../..:: .9.3 :39: 2.8.3 .2....5.3 /..7.3 /.9:39:203.  .9.3 .5.9 8./.3.3.8 /..3 :39: 2003.3 .309.3307 80-./:..9.357.2../ /.3 -.3 $0.3 -.  .3 .  .3 -.9.5:3 .9  / /.5 .7.2 80-./.3 202.9.3 80-..3 88: 2507.3.8:39:809./../:957.8 089098 /./..8.3 08909. 803 202 3.. .9.: 9/.3 9: 9/.8 8.3 9: 803/7   /03 .5089098 9: .3803.3/5.9089098/. 503079 .3 1:38 ..3 8.8..3 9/.9.2 .5.9.33.7.3 089098 .3 9 :3.3089098 809.....5 808:. .7..8:/ /.308909.5.3-.3 /..3 803 9: 803/7  -:.3.2.8:/:9.3 9/.2.7..3 5...5./. 9.. :.5 ..8  !.9 .-.5. 80. 9 :  247 .2. . 203.3 .98 03:7:93.9: 5:3 80-. 3..3 90780-:9 . 80703909.08909820 8.9.3820-07.5 /9039:.9. 507.5089098 8079.3 ...7.7 1. %.. 907..3/..3.3 /03.523.33. ...089 09 8 .3.3/.9.:39.50. .3 !03079.5.5.3 93/. 9 ..2 :-:3././.8.. 247.2. 203:9 .2..2 -0793./..309.7.39.. 89:.7.3 -.  ./.    203.3 3..8:28. /.3 /02...5 089098 .3  .....8..//.7.9 /:3. .23.3.. .2 0/:5.    203.9.3 47. :31472  2.2.79  -.9//. 907/.5 39 089098 //.8:/ /03.39.3 0/:.7.3 /03.9.9:70 10..5.3..3:2:2/5.9/:.3.2/. 9047  08909820 207:5.3 3  /.5.3 089098 5079. 907/.9: /.9.3 .2809.3.9089098/.7.3 3. /. 4090  203.3 203.3. ...  -:.. .9078.:-:.5089098 39/.7.3.8.9.8. 503.3 203.9.7..38  0303./.50.3:9 3. . 90780-:9  $0:-:3.3 5.3.7. /.3.08909820 . 503.7. .3 8.3:9 .  907:9.9.5  ./.9.3 2. .3 %0473-.39./.39 20303.8 08909 8 203.9 ..8.3 /-.33. 39738  $04. .. -07.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful