P. 1
MODUL

MODUL

|Views: 53|Likes:
Published by Robby Ade Putra

More info:

Published by: Robby Ade Putra on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI )
  • BAB III
  • BAB IV ILMU PENGETAHUAN
  • BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI
  • BAB VI PENEMUAN KEBENARAN
  • BAB VII
  • BAB IX
  • BAB X ESTETIKA

FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. sintesis dicapai hakikat kenyataan. antithesis. tesis. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris. -Metode empiris :Hobbes. -Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. filsafat abad pertengahan. membersihkan. membedakan. Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni.Locke. David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar. akhirnya ditemukan hakikat. hubungan ilmu dengan moral. Thomas Aquinas. -Metode Skolastik : Aristoteles. -Metode dialektis : Hegel. -Metode Fenomenologis :Husserl. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. -Metode intuitif :Plotinus. dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian. 4. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis. menyisihkan dan mengolah. seni dan tujuan hidup.Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang. -Metode transedental : Immanuel Kant. a. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. b. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri. -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata). .Ciri filsafat. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Bersifiat sintetis deduktif. Berkeley.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu.bertanya.

c. -Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a. licik dan sering memberontak. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. .Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya. b. Sesungguhnya filsafat telah. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. sedang. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. 5. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu. Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. matahari dan langit.Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. Secara . Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat.

asal mula pengetahuan. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. sifat. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. estetika. etika dan estetika. 6. Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. etika.sumber pengetahuan. sejarah filsafat Islam. epistemology. Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. Epistemologi. Meliputi logika. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. dan lain-lain. metodologi. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. metafisika. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? .Cina. filsafat komunikasi. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika. batas-batas.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat). ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya.filsafat manusia. epistemology. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. filsafat ilmu. dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. filsafat hukum.India. filsafat ketuhanan (teologi). Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. filsafat ilmu.

Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? . Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan.

Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran. criteriology. b. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi. atau teori. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. M. .BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1. kritika pengetahuan. Kriteriologi . Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran. Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan.(Abbas Amami. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran. dan lazim disebut teori pengetahuan. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J. Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran. 1982. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar.dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan.Feriere.1). c. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran.hlm. a. gnosiology. kata.F. Epistemology berasal dari bahasa Yunani. untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum). Kritika pengetahuan. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal. Episteme dan logos. dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge.

Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. sifat. asal mula pengetahuan. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. metode. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan. dan asal usul pengetahuan. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. 2. atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : . Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. terjadinya pengetahuan. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. jenis-jenis pengetahuan. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan.d. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. batas-batas. Mengenai batasan epistemology. dan kesahihan pengetahuan. e. Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. sumber pengetahuan. atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. Gnoseologia. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan.A. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. Niels Mulder menuturkan.

pengendalian. . selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. Hasrat (desires). Mengamati (observasi). lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen. permintaan lingkungan. Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek. tuntutan masyarakat. kesenangan pada binatang. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. Menyesuaikan (adapts). kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. biologis. g. dan proses interaktif. pengaruh. rasa tanggung jawab. pada orang lain. menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil. dan lain-lain. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. ketertarikan pada kehormatan. Menyelidiki (inquires). keinginan pada objek-objek. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. e.istirahat. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. hasrat. minum. Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. dan kepuasan. Mengatur (organizes). Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. dan lain-lain. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. rasa kebebasan bertindak. b. ia akan menikmati itu dalam pikirannya. f. tidur dan lain-lain. c. konsep diri. Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan. pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. d. Percaya (believes). h.a. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. pada tumbuhan. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. pikiran haruslah mengandung kesadaran. Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. Menikmati (enjoys). Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri. Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. tujuan pribadi. Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang.

artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan. paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. c. Principium tertii exclusi. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. .Azas ini disebut azas kesamaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas.3. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu. Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah. b. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Principium Contradictionis. Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. Azas ini bisa disebut azas pertentangan. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. d. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. Karena selalu menekankan pada kenyataan. Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya.

Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. . pengecapan lidah. Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. mendengar dengan telinga. Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. 4. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. dan perabaan kulit. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama. Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . kayalannya ini terbawa mimpi. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. Adapun keyakinan sangat statis. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu. pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. f. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. pembauan hidung.e. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono.

diagram. d. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar. Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. Menurut Plato. Contoh. b. Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal. tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. . pengetahuan yang objeknya adalah arche. cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak. kemudian ditarik hipotesis. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti. diagram. Asal-Usul Pengetahuan a. 5. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah.Spinoza.serta indra yang normal. c. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis. B. Menurut Plato.b. Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir. Metode yang diterapkan adalah induksi. penglihatan normal. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. Tokoh empirisme adalah John Locke.David Hume. Leibniz. Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. kebenaran dan keadilan. Filsufnya antara lain Rene Descartes. Metode yang diterapkan adal deduktif. selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian. para ahli matematik dan geometri.

merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . segala gejala. prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap.c. Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya. tahap ketiga. Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. d . Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. Tahap metafisika. Menurut Comte. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. 3. adalah tahap tetinggi. Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. baik yang analitis maupun yang sintetis. Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. Pengetahuan analitis. Oleh karena itu metafisika ditolak. yaitu tahap teologis. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. Menurut Kant peranan budi sangat besar. ilmu alam bersifat sintetis apriori. Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. tahap metafisis. Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi. Ilmu pasti. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). yang kemudian disatukan . Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. ilmu pesawat. kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. 2. 2. Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme. Tahap teologis. Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. Predikat sudah termuat dalam subyek. tahap ilmiah atau positif. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. 1982). 1. Misalnya : lingkran itu bulat. yang factual dan yang positif.

baik pengetahuan teologis maupun metafisis. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya.dalam persatuan yang bersifat umum. Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Tahap positif. adalah zaman ketika orang tahu.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi. Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain. bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya. 6 . 3. . Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat. Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. Pengetahuan analitis apriori misalnya. Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta.

Jika sifat atau objeknya begitu penting.2. seperti di dalam laboratorium. ekonomi. sosial. 1. Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. (Soejono Soemargono. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. berarti hipotesa itu mengandung kebenaran. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. yaitu kelompok manusia tertentu. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. a. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori. Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. teori dan hukum-hukum alam. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. Sedangkan . Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖. Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka. hlm. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris. proses atau hubungan. orang melakukan kajian lebih lanjut. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya. seperti bidang politik. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu. kejadian. 1983.1983).(Soejono Soemargono. 16-18). dan sebagainya. Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa.

Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya. . Dengan demikian dapat dirumuskan. Bahasa biasa. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. banyak nuansa. bersifat subjektif. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. adalah murni bahasa buatan. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. perasaan dan emosi. masa. Pengelompokan habasa: b. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. 2. Bahasa artifisial. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. melarang duduk di depan pintu. bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. kandungan istilah disebut konsep. Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). daya. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. sering juga disebut bahasa simbolik. Bahasa buatan. Misalnya. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Kognitif evaluative. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti. mengangguk tanda setuju. c. Misalnya. berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. kalimat seru. Bahasa sehari-hari banyak variasi. Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. 2+3= 5 Dari pembagian di atas. medan. yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya.objektif. 1. pasti. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus. Kata buatan disebut istilah. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita. kalimat harapan. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak. kalimat perintah. banyak peluang.

demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. -Fungsi simbolik. Logika dan matematika. bukan hanya untuk menyatakan fakta. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif.Sebagai kegiatan perstatistikan. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain. Walaupun demikian. mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. menyusun atau mengatur. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. a. Logika dan statistika Secara etimologi.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. . Logika lebih sederhana penalarannya. b.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. menyajikan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. . sebagai sarana berpikir deduktif. Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara. -Fungsi efektif atau praktis. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. . Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat. Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas.

hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan. . -memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. andaikan tanpa statistik. -Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit.-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu.

2. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar. Filsafat ilmu dalam arti luas. meta science (adi-ilmu). terhadap lambang-lambang yang digunakan. Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu. kerasionalan.seperti kuantitas. menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. waktu. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya. kualitas. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. geologi. dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. 2. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. Filsafat ilmu dalam arti sempit. Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah. Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1. dan sebagainya. dan sebagainya. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. science of science (ilmu tentang ilmu). Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. wacana. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. . ruang. studi kesejarahan. dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. dan hukum. antropologi. dan kepragmatisan.BAB III FILSAFAT ILMU I.

Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi.hlm. Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1. 2. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. Filsafat pengetahuan ilmiah. II.1988). 2. dkk.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. Objek Filsafat Ilmu 1. 1990.3.17-18). Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. (Berling. ilmu teknik. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam. ilmu masyarakat. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat . atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. dan sebagainya.Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia.

(esensi) ilmu pengetahuan. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. Dengan demikian. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati. Telaah mengenai berbagai konsep. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. penerapan metode induksi. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. b. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. dan psikologis. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. praanggapan dan metode ilmu. melakukan eksperimental (percobaan). Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa. Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. tempat ilmu itu dikembangakan. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. epistemologis. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. . suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. analisis. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat. III. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. c. malalui apa yang disebut dengan applied science. Speculativeness. pengaruh ilmu terhadap ekologi. Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai. b. fungsinya. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. Esensi science terletak pada metodenya. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. yaitu communicapibility. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. Willingness to suspend judgement. . Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. Adapun dari aspek social. Berkaitan dengan sifat metode scientific. bagaimana sifatnya. Willingness to be objective. dan kedua. Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji. speculativeness. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. the scientific attitude. Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. e. f. scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. metode dan aktivitas. science has become a vast institutional undertaking. d. willingness to suspend judgement. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. dan tentativty. scientific method. The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity.

Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. 8. 2. 3. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. . Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. Kritis. 3. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru.II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. Objektivitas. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah. Bersifat universal 4. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1. Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan. 6. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. 4. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. Progresivitas. Dengan menilik persoalan keilmuan. 5. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. artinya tidak ada teori yang definitif. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. 7. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. 2.

Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. Ilmu bersifat universal. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. kecendrungan. ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum. 2. menurut kedudukannya tampak dari luar. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. Demi objektivitas ilmu. 4. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. 4.Muhammad Hatta. atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. managemen yang efektif. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi. dipaparkan misalnya azas. sifat. 2. atau prosedur kerja yang efisien. Ilmu harus sistematik. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi. dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik. III. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif. Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. 3. peranan. Karl Pearson. ukuran. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. . ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. 3. Ilmu harus mempunyai metode. ciri. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. susunan. maupun menurut bangunannya dari dalam. ilmu purbakala dan paleontologi. Ilmu harus mempunyai objek.

unik. ekonomi. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. teknik. hukum. . Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. Ilmu deduktif dan induktif 1. 2. administrasi dan ekologi. Ilmu idiografis. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual. Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. Contoh: matematika dan fisika. Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual. Contoh: ilmu kedokteran. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. c. yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam. Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. ilmu alam dan ilmu manusia. psikologi. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. sosiologi. Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. yaitu matematika dan filsafat. d. b.

ide abstrak. suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui. peristiwa social. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat. mengklasifikasikan sebagai berikut : a. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband. Jadi. adalah ilmu pengetahuan alam. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science). Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan). gejala rohani. Natur. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam. dan proses tanda. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan. benda fisik. Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran.3. Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. Misalnya. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. Menurut The Liang Gie. Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam. jasad hidup. Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. Berbeda dengan benda-benda alam.

Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu. Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik. Cristian Wolff. kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta. 3. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. 2. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. politik atau ilmu pemerintahan. .

Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. Ilmu kimia e. Thomas S. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. dan kritik atas daya pentimbangan. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia. Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. Ilmu perbintangan( astronomi) c. agama dan lain sebagainya. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia. menghendaki. dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. metafisik. e. dunia tiga hanya ada selama dihayati. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . a. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. karya seni dan lain sebaganya. menbaca buku. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana. dalam studi yang sedang berlangsung. Ilmu alam(fisika) d. Menurut Proper. seni. buku-buku. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal.4. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. dan merasakan. Fisika social (sosiologi) d. kritik atas ratio praktis. Ilmu pasti (matematika) b. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut. 5. c. Sesudah penghayatan itu.

akses kepada realitas. komunikasi dan kekuasaan. Menurut Khun. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. dan ilmu sosial kritis(ekonomi. Tahap ketiga. Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tahap kedua. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. ilmu historis –hermeneutis. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal. Perumusan masalah. f. menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam. para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. dan ini dinamakan anomali. Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris. 2. IV.Susunan ilmu pengetahuan a. Selama menjalankan aktivitas ilmiah. sosiologi dan politik). yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah.praktek ilmiah konkret. Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science). Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . yaitu kerja.

Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini. b. ditingkatkan. deduksi memainkan peranan. 6. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. menganalisis. ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. 5. Dengan klasifikasi. langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini. hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan.diklasifikasi secara ilmiah. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta. diverifikasi. cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. diidentifikasi. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Observasi. Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. lewat deduksi pula. diselidiki. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. didaftar. Dengan demikian. menguntungkan dirinya sendiri. 4. Jika fakta tidak mendukung hipotesis. Observasi sehari-hari bersifat emosional. berkaitan dengan emosi pengamat. pengamatannya bersifat subjektif. dikumpulkan. . Bahan itu disaring. diawasi. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. Dari sinilah teori terbentuk.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. dipakai sarana tertentu. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. Pengamatan yang biasa.3. tidak ada kepentingan dirinya sendiri. a.

Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau.Penjelasan. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan. Evaluasi. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. d. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. a. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. -Penjelasan fungsional. e.b. -Penjelasan finalistic. atau boleh jadi. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi. Deduksi. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. c. Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. -Penjelasan historic atau genetic. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin. Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum. utamanya ilmu politik. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. c. Induksi. . hampir pasti. Penjelasan dan ramalan. -Penjelasan probalistik.

b. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan.M. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian.Ramalan menurut struktur. Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan. Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka. . baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam. (Abbas Hamami. . Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang. 1980.31-35). -Ramalan menurut utopia. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. dan kebetulan sudah difilmkan. Ramalan -Ramalan menurut hukum. Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. -Ramalam menurut proyeksi. Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang.

Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. b. cara. uraian ilmiah. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. berdasarkan pengertian siklus empiris. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode. sihingga memiliki sifat yang praktis. Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. Pengertian metode berbeda dengan metodologi. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. . komunikasi. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus.perjalanan. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. Metoda adalah suatu cara. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. hipotesis ilmiah. metode ilmiah. Kata methodos sendiri berarti penelitian. politik. adalah ilmu yang membicarakan cara. mengikuti. sambungan kata depan meta (menuju. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. induksi. 2. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. melalui. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. dasar dari langkah praktis penelitian. antropologi.arah). Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos. aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. Induksi dan deduksi Menurut Beerling. Adapun metodologi disebut juga science of methods. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. deduksi. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode. jalan. Interpretasi Artinya menafsirkan. ekonomi. Bagi ilmu seperti sosiologi. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus. hukum serta ilmu-ilmu kealaman.

Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya. manusia adalah makluk historis. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan. f. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. . g. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. e. i. d. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. h. Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations.c. j.

cogito ergo sum. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. -Bagi Descartes. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. Oleh karena itu menurut Descartes. +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. lalu meningkat sedikit demi sedikit. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. pengetahuan bahasa memang berguna. sehingga tidak perlu diragukan lagi. dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Menurut Descartes. dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. setahap demi setahap. +Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. tetapi memerlukan bakat.Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. ke pengetahuan yang paling kompleks. Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. puisi memang indah. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen. -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri.3. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. . Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. oleh karena itu perlu dibenahi. pengetahuan budaya itu kabur. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan.

. Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. udara. dan lai-lain. air.-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam. sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis.

Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. . Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. e. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan. dan tidak direncana.Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan. sekalipun ia tidak yakin hal itu benar. Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah. bersifat univesalitas dan objektif. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. tidak terarah. betul-betul demikian halnya dan sebagainya). kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Susunannya logis. d. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis. dan tidak diketahui tujuannya. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. misalnya. tidak dengan cara ilmiah. c. diwarnai oleh subjektivitas. 2.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara. f. kebenaran yang diajarkan agama. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. b. b.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1.

Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas.c. kebenaran semantikal. kelurusan hati.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. 5. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi . Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. Jalan kebetulan. Denga adanya berbagai kategori tersebut. Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth). d. misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya. barang . 3. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. Spinoza.dan nilai. hubungan. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. Selalu izin. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan. Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa. sifat. Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. sifat atau karakteristik. Kejujuran. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e. hubungan dan nilai. perkenanan.Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal. Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. 4. Hegel dan Bradley. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri. kebenaran ontological.

baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan.lain yang benar. dan jika terbukti menguap. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. Jadi. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah. maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri. b. d. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. Misalnya. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. tokoh pemula filsafat analitika bahasa. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. e. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya. Misalnya pengetahuan naik bis. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. Sebagai contoh. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas. apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. . Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. c. Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti.

karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. -Idola specus (gua). Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman.f. pendidikan. sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama. diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. dan karakter yang baik. Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. g. karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja. -Idola fori (pasar). Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . . Kekilafan. Misalnya suatu lingkaran adalah bulat. Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. sehingga berupa garis yang bulat. maka apa bila kita membuktikan lagi. diawali oleh Ayer. -Idola tribus. Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua.

Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. Anton) kata sifat (missal. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti. Artinya . Dalam pendapat tersebut. dan sebgainya. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term. pesawat terbang. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. kesenian daerah modern. berakal). Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. semua. Pengertian juga disebut konsep atau ide. Pengertian. Misalnya reactor atom. dan sebagainya. kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. pengetian yang satu disebut subjek. manusia). hewan. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. dan sebagainya. Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. maka.BAB VII PENALARAN 1. Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. b. Misalnya manusia. ciri dasar dari pengertian itu. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. Misalnya kata : jika. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. Copula . Istilah. meliputi nama diri (misal. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. a.

Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. masalah. kompleks. dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. c. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana.merupakan inti pendapat. Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya. perdalilan itu merupakan pembuktian. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru. karena sudah tergabung dalam predikat. Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. . Banyak sekali jenis perdalilan. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. Dengan kata lain.

istilah. Pengertian. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. tidak mungkin kedua-duanya. mereka yang menyelenggarakan diskusi. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. suatu uraian atau disebut perdalilan. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. tetapi untuk mencapai kebenaran. Seperti diketahui. 2. maka uraian akan kacau. melambangkan suatu maksud tertentu. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. Hanya satu dari pendapat itu yang benar. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini. kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. Karena telah adanya maksud tersebut. kontradiktoris. Kesalahan. tentang suatu pengertian. . hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan. sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda. yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan.Kalau hal itu terjadi. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika. Oleh karena itu. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. ketepatan saja tidak cukup. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. tetapi yang tepat tidak selalu benar. yan benar senantiasa tepat.

pengertian yang belingkungan satu saja. c. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya. dan regu. misalnya orang. jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung. Sebagai contoh. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. jadi tidak sah. 4. kuda. misalnya kerbau. Dilihat dari segi isi. b. . Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. karena kandungan maknanya bermacam-macam. misalnya ini kuda putih. sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. misalnya. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. lingkungan. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. dasar. misalnya pengawal.3. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. sarjana. Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis. kuda. Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. hewan. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. kambing. misalnya rombongan. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. misalnya kecerdasan. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. lusin. Oleh karena itu. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. hal ini menggambarkan kepedulian. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. terdapat pengertian yang bersifat: a. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. Tidak ada kemungkinan ke tiga. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya.

Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. ―Bulan ini tiga puluh hari. sebagian di antaranya. seperti. singa adalah binatang buas. misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b. -Tidak menggunakan kata negative. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. 2= genap. -Definisi biverbal. Kata-kata mempunyai arti lain. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. e. Manipulasi angka: 5 =2+3. Merupakan definisi yang berlebihan. pengertian yang mencakup semua. Maka genap tamba ganjil= 5 . Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. Jadi sapi bukan hewan. seperti seluruhnya. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan. 3=ganjil. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif.-Partikular. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. Sapi itu bukan kuda. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. -Definisi deskriptif. pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya. Bulan bersinar di langit. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. dan dikemudikan oleh seorang pilot. seperti. tanpa kecuali. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. -Universal. kuda adalah bukan kambing. Misalnya. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. seperti‘kursi itu kuat‘. misalnya beberapa orang. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. bisa terbang. d. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. seperti. c.

dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie. farmasi. dkk. menjelaskan. tahu. bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. 1969: 770). 1982: 15). 1982: 17). dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. mengatasi. faham benar-benar (Prent. Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang. Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. kosmologi. Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. "studi sistematis" (systematical studies). Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". kimia. bertujuan (purposeful). dan memanfaatkan alam. Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. pengertian. baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). menguasai. dan dimensi-dimensi dalam ilmu. (b) pengetahuan yang mendalam. Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. 1984: 184). Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. ilmu ekonomi. berkembang pada tujuan untuk memahami. berikut dibahas makna denotatif ilmu. dan lain sebagainya. antropologi. dan memanfaatkan daya-daya kehidupan. keahlian. DAN KEBUDAYAAN I. namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. tahu juga tentang. biologi. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. "tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). ilmu bahasa. yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. . sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. ilmu. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial. maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu. makna konotatif ilmu. Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut.BAB VIII ILMU. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". TEKNOLOGI. ilmu politik. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. psikologi.

sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. 1982: 25-26). "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. Dalam tradisi Yunani. "sosiologi". 1976: 183). Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". Secara etimologis. Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil). maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah"."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. Dari titik pandang internal dan sistematis. Dari tinjauan secara etimologis. 1984: 3). dan produk (The Liang Gie. sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu. 1984: 4-5). dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara. hanya dapat dibedakan dalam analisa. aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. atau pun komersial (Ziman. seni (Runes. 1982: 20). secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". prosedur. Sebagai gambaran. Dari sudut pandang sosiologi ilmu. namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan". Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni". 1976: 314). Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal.Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. 1982: 96). tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". "biologi". Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial. dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". maka . Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. yakni bagian substantif atau isi. tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi". konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode.

1982: 84). atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. Dalam pendekatan sistem. riset operasi). yakni: teknologi fisik (misal. 1971: 322). teknologi merupakan ilmu. 1982: 83). teknologi sosial (misal. teknologi pikir (misal. dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. Kedua. Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. teknik mesin."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. 1982: 82). atau sebutan singkatnya. teknologi bukan ilmu. Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. teknik sipil). Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. "pengajaran praktis dari sekolah industrial". 1971: 125). teknologi biologic (misal. (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. Berkaitan dengan pendapat pertama. (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan". Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. ataukah "pengetahuan biasa". Ketiga. teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. yakni sebagai "alat kerja". sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie. atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. yaitu industri. ilmu merupakan salah . 1971:125). Proses "penemuan" dalam teknologi. (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. farmakologi). seperti halnya dalam ilmu. (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli. (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. 1982: 84). Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern. melainkan penerapan ilmu. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". ilmu komputer) (The Liang Gie. 1982: 84). juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat. yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". yakni: Pertama. Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi.

dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. (4) Para ilmuwan sosial Hitam. maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". pikir. misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. biologis. 1971: 126). pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". 1971: 126).' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. 85). yakni "kerja". 1971: 83). (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie. 1971:125). Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. melainkan pada dimensi "praktis" maupun. bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia. Masalah yang muncul pada pendapat kedua. dan layanan (The Liang Gie. aspek sosiologis dari teknologi. (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann. 1971:. Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". 1982: 83). beradaptasi terhadap. Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu. barang. "sekolah". aspek ideologis dari teknologi. atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami. maupun aspek budaya dari teknologi. yang merujuk pada pabrik-pabrik. "aktivitas" dari teknologi. 1971: 127). yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. sosial. memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie.satu input dari teknologi. produk-produk. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi". 1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . terutama para antropolog. 1971: 85). maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann.

maupun budaya masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". Teknik tidak timbul kebetulan saja. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. barang-barang. Sebagaimana pendekatan sistem. seni. --terinspirasi oleh Peter Drucker. maknufaktur. alat. industri. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. 1982: 83). atau pun benda-benda. komponen. Bertalaffy. 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. alat. Menghadapi kompleksitas "teknologi"."aktivitas" dari teknologi. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. organisasi. teknik. walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. aktivitas). The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda.kandungan pengertian "teknologi". keahlian. keahlian teknis. alat-alat. bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik". maupun organisasi. Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie. (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. 1987: 144). dan lingkungan. dan Churchman-. 1971: 105). 1982: 85). barang. baik pada dataran konsepsional (prosedur. proses. terutama: ilmu (The Liang Gie. misalnya. politik. fabrikasi. kiranya. bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. biologis. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. struktur sosial. makanan. atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. teknologi memiliki "input". yakni kepentingan ekonomi. yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. pabrik. Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. "output". pengetahuan. psikologis. Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi. melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen. 1982: 85-91). tujuan kerja. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-. sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. dan dunia sosial manusia secara empiris. Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu. Dengan pendekatan yang demikian.

dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan". hukum. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". . (5) struktural. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual. 1952: 81-142). dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. dimensi abstrak maupun konkrit. intuisi. ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. keahlian. (6) genetik. Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi. sebaliknya. 1982: 85-91). Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. (4) psikologis. Ilmuwan "mencari tahu". yaitu: material alamiah. (6) Input teknologi bermacam-macam jenis. kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. (3) normatif. yakni: (1) deskriptif. seni. dan lain-lain. dan aspek teoritis maupun praktis. (5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara). Bahkan dapat dikatakan. pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah. pengalaman.dari jenis tertentu. berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. mesin. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn. teknolog "mengerjakan". sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya. daya alamiah. teknik. sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. misalnya: akal sehat. sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. keper cayaan. C. (2) historic. ilham. (4) Sebagai klarifikasi konsep.

Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. adat kebiasaan. 1952: 182-190). 1984: 11). Selain menghasilkan hal-hal material. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. kebudayaan "spiritual" (Kroeber. dan sebagainya. Terlepas dari berbagai silang pendapat. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya. Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. yakni: eksternalisasi. Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. gagasan. sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat. dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. kebudayaan "material". Sebagai gambaran singkat. ilham. dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. perilaku dan nilai serta tindakan. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger. "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. objektivasi. Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. 1. Dengan kata lain. 1952: 81). yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam. karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya. manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. teknik. arsitektur. seperti: alat teknologis. . tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik". sistem pengetahuan. sistem nilai. kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan.ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. kosmologi.991: 8). dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger. kosmogoni. Dalam pengertian kontemporer. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. misalnya: bahasa. dan lain sebagainya.moral. ekologi. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. 1991: 4). menghadapi tantangan alam. (3) aspek-aspek subjektif. biokultural. baik yang bersifat material maupun nonmaterial. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear.

Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. Pada perkembangan yang lebih lanjut. 1990: 75). manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". Namun melalui objektivasi. dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. misalnya: bahasa. untuk menyesuaikan diri dengan produknya. teknologi. Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. teknologi. Dalam rangka eksternalisasi. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. kembali realitas tersebut oleh manusia. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. baik secara individu maupun sosial. selain alam natural). manusia dan dunianya (Berger. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. dan memiliki watak seperti dunia alamiah. maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia".Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger. "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. dan proses yang lain merupakan akibat. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. 1991: 11-12). dan lain-lain (Berger. aktivitas mental manusia menciptakan simbol. "produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia. 1991: 8). Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. "Internalisasi" adalah peresapan. atau akibat sekaligus sebab. Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . masyarakat merupakan produk manusia. norma. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. Sedangkan melalui internalisasi. Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. melalui eksternalisasi. baik yang mental maupun yang fisik. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia. bahasa. Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. Dalam momentum eksternalisasi ini. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. 1991: 9). baik bahasa. sistem nilai. lembaga. dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat. atau lembaga sosialnya. Dalam kerangka pikir yang demikian. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. 1991: 7).

dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu. Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). ras) (Berger. justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka". dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya. dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. 1990: 187). Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. hubungan politis. 1990: 194-196). Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru". Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. Manusia menemukan dan membuat bahasa. Pada dunia industri. sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. Dari . namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri. Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. Pada dunia agraris --suatu misal-. yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. Pada unsur-unsur material kebudayaan. antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit. yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. hubungan ekonomis. manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri. berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. Berbeda dengan sosialisasi primer. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula.masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. disebut sebagai momentum proses internalisasi. Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia.seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). 1991: 10). sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge). 1990:198). Sosialisasi dibedakan menjadi dua. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. bangsa. hubungan sosial. sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu.

atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan". sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan. Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer". dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. 1971 : 80). sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas". ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. "di luar jangkauan". Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. atas peran empirisme dan positivisme. dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. tata nilai. 1984:180). 1991:201). "meragukan". "dapat dipercaya sebagian". Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". ontologis. pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. 1984:185-186). "science". Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. Pemilahan antara "folk science". teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan. "pseudoscience" (setengah ilmiah). dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. 1984: 185-189). dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen. Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah". Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". (tahap mitis. Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas. 1984:191). walau tahap-tahap pengetahuan.landasan peran. Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi.

Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. kepentingan politis. humaniora. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi. 1971: 190-193). akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. dan nilai-nilai religius. sistem ekonomi. filsafat. ilmu. dan seni rupa (The Liang Gie. nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. sistem hukum. Komponen-komponen tersebut. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. struktur social. 1987: 263). berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. ideologi-ideologi politik. Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. maupun subjektivitas manusia itu sendiri. dengan mendudukkan rasionalisme. Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia. struktur ekonomi. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. D. Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge. kecuali matematika."pengetahuan ilmiah". nilai-nilai sosial. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. nilai estetis. ideologi. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". 1982: 88). "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain. Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. teknologi juga tidak "stabil". baik itu religi. Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . yakni: teknologi. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional. Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis.

misalnya. tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi. teologi. Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. 1971: 139). Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas. telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. "keadilan" "sejarah". Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi.ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. baik dunia material maupun dunia nonmaterial. 1986: 72). Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. Teknologi komputer dan jaringan Internet. Dengan demikian . 1985: 14-19). dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes. "kebebasan". teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. filsafat. Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". yakni merenung dan berpikir -. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. yang buatan manusia. Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. tata nilai baru. Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis".setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru. Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . bahkan suatu "dunia" baru. Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain. pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia. yakni berpikir dan bertindak. filsafat. melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. yakni terkait dengan masalah "otonomi". maupun terhadap manusia sendiri. Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". yakni "dunia Cyberspace". ed. Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. namun juga nonmaterial. Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material. secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia.

Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. 1985: 78). Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. maupun pengelolaan teknologinya. 1985: 79-80). yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. ekonomi. lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. (3) Elitisme dalam teknologi. 1988: 810). dalam: Mangunwijaya. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup". Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. dengan paradigma teknologinya yang spesifik. Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. 1986: 85). pemecahan masalah. kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. dalam: Mangunwijaya. Dengan demikian. Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). 1985: 76-78). (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu.mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme. Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. . Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. menggunakan. maupun agama. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain. dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. lingkungan sosial. yakni: (1) Keharusan teknologi. Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. Dengan cara berpikir yang demikian pula. (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. biotic. baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi. dalam Mangunwijaya. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. politik.

terhadap kekuasaan. ed. Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri. yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. dan pandangan hidup terhadap dunia. "labour-intensive". Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. terhadap manusia. suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan".Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya. terhadap pengetahuan. Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". . dalam: Mangunwijaya. Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan. maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. dan "worker-intensive". "deregulasi". karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. watak ekonomis yang: "capital-intensive". Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. ternyata memiliki: Pertama. "research-intensive". akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. maupun terhadap alam (Ferkis. 1985: 29). di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. Oleh karenanya. "organitation-intensive". teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. pola konsumsi. atau pun "upah buruh rendah". Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik".

dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi". teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai. Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. alkulturasi kebudayaan. Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat". Mata rantai produsen dan konsumen terputus. suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". . yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain.Kedua. dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". atau bahkan "invasi kebudayaan". Dari sudut pandang kebudayaan. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. Ketiga. Sehingga. struktur kebudayaan. suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. dengan dunia barat sebagai pusatnya. Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian. 1986: 82-83). menguras. ditinjau dari aspek sosial. (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain. sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes.

menggambarkan. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. Norma. . yaitu norma sopan santun. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. (Sunoto. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. dan tulisan para bijak. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. kata-kata dan sebagainya. sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. Contohnya sejarah etika. tingkah laku. khotbah. 1982. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. dan sebagainya. menceritakan apa adanya. hlm. wejangan. seperti etika pergaulan. norma hukum. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. bukan etika melainkan ajaran moral. (Frans Magnis Suseno. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. Moral. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. tidak memberikan penilaian. gerakan-gerakan. dan sebagainya. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum. 6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. seperti orang tua dan guru. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan. motivasi suatu perbuatan. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. dan norma moral. suara hati. Adapun motif. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. etika dalam pekerjaan. yang harus dikerjakan dan yang tidak. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. watak. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. hlm. 1987. Antara Etika. Etika deskriptif hanya melukiskan. para pemuka masyarakat dan agama. Ajaran moral adalah ajaran. Jadi. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. suara hati sulit untuk dinilai. Etika dan moral sama artinya. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. seperti apakah nilai.BAB IX ETIKA KEILMUAN A.

C. Menurut filsuf Herbert Spencer. martabat manusia. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. menjaga keseimbangan ekosistem. kepentingan generasi mendatang. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. Akan tetapi. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat.B. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. (Harun Hadiwijono. 44 . Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh. melainkan atas kekuatan berproduksi. di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. dan bersifat universal. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. Pada zaman negara militer. (Achmad Charris Zubair. Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada. kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu. Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita.45) Oleh karena itu. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa. 1990. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. Tanggung jawab etis. hlm. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas. bertanggung jawab pada kepentingan umum. pengertian kesusilaan dapat berubah.

Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu .kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. 1. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. D. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. (Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. yaitu sebagai berikut. yang buruk dan yang baik. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. Tokoh sosiologi. dan unsur kemasyarakatan lainnya. ideologi. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. 2. Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. budaya. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. 3. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. budaya. Weber. agama. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai.

Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. yaitu pekerjaan. bahasa. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kaitan dengan ilmu. Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. 1984/1985. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. F. Suriasumantri. merasa. Dalam kaitan dengan ilmu. merendahkan martabat manusia.pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. dan otoritas. 1985. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam. Kepentingannya adalah memelihara. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. 1985. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. metode. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. 34). Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. E. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S. Suriasumantri. Di samping itu. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. hlm. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. hlm. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. sumber. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. dan mencampuri permasalahan kehidupan. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. h1m. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi.

Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. Oleh karena itu. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan terbuka. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. Dalam hal ini. Suriasumantri.pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. 1984/1985. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. ideologi. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. Sebagai landasan ilmu. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. martabat manusia. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. h1m. logis. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. rasional. 91) Dalam kaitan dengan moral. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. 1984/ 1985. Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. dan kelestarian atau keseimbangan alam. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. 1985. Jadi. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. hlm. objektif. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. hlm. H. Akan tetapi. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. atau agama. G. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis.

Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. dapatkah ilmu yang kokoh. 4. Oleh sebab itu. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. Bersikap selektif. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu. 1. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M.(1996) sedikitnya ada enam. selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. kuat. artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. hlm. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. yaitu sebagai berikut. tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar.. 3. manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya. . Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). ilmuwan. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap.setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. (Abbas Hamam M. atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). Dengan demikian.. 5. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. Misalnya hipotesis yang beragam. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. moral dan akhlak amat diperlukan. dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. Artinya. Sesuai dengan martabatnya. 1996. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2. Oleh karena itu. Akan tetapi. yaitu moral khusus ilmuwan.

Misalnya. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan. Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu. dan karya. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. dalam kegiatan membaca. cipta. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. etika kedokteran. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. rintangan. dan komunikatif. 6. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. etika politisi. menulis. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. yang tercermin dalam perilaku kreatif. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji. Di samping itu. inovatif. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut. Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya. disiplin dalam berpikir dan berbuat. serta pantang menyerah. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. inventif. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. belajar. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . berkarya. meneliti. etika bisnis.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan.komunal. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. sistem tradisi. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. sistem politik. . dan tantangan dalam kehidupan.

Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. Dalam bahasa Inggris. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. seperti juga bidang lainnya. . arsitektur. dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. Terdapat pengertian lain. kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. Selain itu. 1. seni pahat. dan filsafat kritik. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. Alexander Gottlieb Baumgarten. filsafat seni. dan bidang yang halus. filsafat citarasa. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis. Selain itu. Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. dan theory of Five Arts. garis. istilah filsafat diganti dengan teori. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. perilaku dan pemikiran seniman. yang didalamnya termasuk nilai.1976). pengalaman. theory of taste. bahkan persamaan dengan filsafat seni. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. Dalam bahasa Yunani. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty). dalam memahami estetika. Estetika. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. sajak dan musik. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. theory of fine arts. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. tidak cukup jelas. Pada zaman Yunani Kuno. ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan. seni. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi.BAB X. yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus.

Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia. keindahan. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". khususnya Yunani Kuno. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. Jadi. meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. Dengan demikian. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia. dan lahir untuk keperluan pengetahuan. sedangkan wacana tentang hakikat. berupa hasil perenungan. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. yaitu filsafat estetika. atau estetika. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. akar dari ilmu kesenian. Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. Alasannya. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. Dalam menelaah masalah estetika. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. 2. Bosanquet menyatakan bahwa. Namun. .

dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni.Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. Dalam hal ini. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. Misalnya keindahan secara empiris. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika. dan metafisik. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. logis. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa . akan menjadi menyenangkan. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. "Apa yang dapat seni perbuat. Pada abad ke-20. sama sekali tidak dapat digunakan. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya. Pada abad ke-18. Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. psikologis. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan. satu kejadian artisitik dan estetik. Dengan kata lain. Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. seperti semua bunga mawar adalah indah. indra tidak menyentuh pertanyaan. Misalnya. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika. Teori-teori masa kini menarik. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan. Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan.

Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. Mengenai istilah aestetisme. Misalnya Goethe. bukan masalah ia seniman atau bukan. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. Mengenai hubungan etika dan estetika. Dengan demikian. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. dengan kekhasannya. umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. menyatakan bahwa dalam kehidupan. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. Hal ini menjadi problematik. maka itu diarahkan. khas untuk setiap kejadian. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. serta hubungan estetika dan etika. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. Sehubungan dengan itu. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. Mengenai pengertian kedua. jika identitas sikap ditentukan feature -feature. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. sebagaimana dikutip Craig (2005). bahwa seni memiliki nilai intrinsik. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. .yang nyata terjadi dalam kehidupan. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. sikap estetis. Sementara itu. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. Tanner. Menurutnya. aestetisme diartikan sebagai teori. Bahkan. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. Secara definisi. Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang.

.3 /:3..3  /.:-:3.9./... .35..:5:3 57480/:7 50309. /902:.33../..9:8 2.7950309. 2: .9.35. 3/:897.8.2 97.3 /. 9:  07:9 3 /-.3. .9.7 89.9: -/.  /.3 3897:2039.3 40 2: 2: 2:73  %9 -07.-:7.. 4349.9:7.  .3.9.32./.3 /. # 80-.3 9:-: 50309.3 . 4349.3/.3 9079039:50309.3 39073..9:7. 907/7 . .9..2 .7.8 848.:.8 503::7. 80.3 /03..7.8 .7:3. 2: /507-3. 50309.5./.5:3 -.:  $0/. 574/: .391 .::5 /5.9.9: 57480/:7  2.: 5.3 .33.8 /:.3 /..7 8:/:9 5.3 8:-89.7. -.8 8:.3 /. .9: 574808 2./.3/.: 0..8 2.3 2..3.3 .91 .2.91 9: 203:3: 5.: 8 /.3.3  9..3/./02870.2..3 0      . -07.7.357480/:7.9..2 2020.3 089073.9: 4-0 .7..3 /03.9 /03.. 57 .9:7.9/...91 .9.3 502..3 -07.9.3 84844 2:  /2038 2: /. 80.2 89. 4-0 -/./.9.3 80-.2 .9:7.3. 80-.9..8 ..7. /5.3 :. 092448  .3 /2038 50309.: 5.9.3 80-...5. 907.3  80/.  .3. 503.9.50309.78:/:95./.7.:.79 .7..3 249.3 8:/:9 5.8 50309.3 9/..3 57385 .9.3.9.7 70. 02. 2094/0 2..2.8 -0./.: -. 2: /507-3.391  /.5 9.7 5009.7 90344  .73 /. #:308  ..2 89.9/-0/.3 -.. 89./02. 503. /.3 848.9.3. 8:..9..9 .7.30 .3/. -07.  $0-. 74344 /.3/..3 39073.3     !02-0/. .: 5. .9.2-..3 249./8 :3.3 2./03.5..9:7.:..9 /-0/.2:3 90. 203.3.03.3 .3 /03.3 574-02 574-02 57.9.3.-8. 9. :39: 50302-. 8:/:9 5. 80.7.7:3. ../..98 -./03. 708543/03 -.9.3 203...:. 9079039: .2:3 0- 203.9./028 ..3.3 574/: %0 ..2..  .3 :39: 02:33.98  4349.39039.390780-:9/. 203.8  2. .30589020 50309. 5.: 2094/0 503::7.9..:.7.3 / -/..8 -0.30 -07./.2.3 2094/0 .9.3  .3974544  -44  84844  3.9.5.3 2.8 2: 808:3:3. .3 0     . 57 2.3 -. .3:9 9. 90780-:9 203..2-.3. :39: 050393.3/. 30.3 010 010 903448 /..9. -. 4349.3 .79 807.34254303:9. 90.3  .7 8:/:939073.3 57385 57385  3. 202:8.3 089073. 9/.9.30  0/:.. -07.9..3 9/.9.73..32070./. /.3 -07.2 8080/07.3 /03.3.  .3 50307.39 1  /..: 2094/0 7.3 2038. 8:.39.:.357385 57385.3 /.3 -07.39039.2.380./. 8.:.: 2094/0 %0.8: /.3 :9.3 9::.8 2...  $:/:9 5...092448 8:/.7..03.. 2. 4  9/.7 .. 9./.3.0  80/.843.5490380. /.3.3 5072.0  2.: 20307..3 9/.907.3 -03/. 907.: 5:3 42078.3  80-.8 2.8:/ /03./. 8.3 57480/:7 . .9. 203. 574808  57480/:7  /.3 202:3.:2094/0803 #:308  %0.9..3 /2.25:.3 2: 9: 803/7  9.:5:3 0907.3 2: 3/:897.3 2: 848./58. 2.3 /.3 /7 5.33./.:. .3/.9.3.3.8.3 39073.9. -03/..3 :39: 202-:.3 2..3 9039.9 2:. # 2038.3/...3 8:/:9 5.5. /.7 0/:.9.3/./.3 02:33.9.3 8:-89.3 80-. 2: 3/:897. 2: /507-3. 5027..3. -.9.3 2: 3/:897.8. /.8 425089. 90344 .: 5:3 0907.7 90344  80-.32..7.9.8. /.3 0589020 -07.3 2.3 .2.3. 3 207:5./..3/.910-2030.. /.7 .5:3 448 80-. 90709.9.9507.2:3 /02. 5.: 5..3 :./..30 2020275.3.3 /044 %0 .: 80-.3      2: 3/:897.790344  $0.3  448 202 ./.3848442:  .3 8:-89.. 203.3 502-:.3. 0- .: 5..793.3 88902.3 5498 2907  . 90344  !49038 5079.3 :39: 203.$97:9:7 .3 /. 2: /.3 -/.. 9.9..3..:./.8.3 -.3 8:. 90344 9072.203.. /902:. 30.7 99 5.

9.9:3/:897 /.3.9:7.9.907::/.250702-. /.5490382.5. 2:2. :897: 8.202.390.2503/0.3. .39.3... 50307.3 2.30   .240..3 .79.7:8/9072.5.8.5.3/..3 5.3507.30     $0/./.:.8 0..3 /.30-:/.3 ./.:5:3.9 .503079.2..3 83..50307..3803 .  9/.3 :. 50309. 0.5.7 .9.39./.380.3 2:/... 22-.388902 2:207:5..5.3 -.3 .3 /5./.5.22:  8073/.3  ... .3 /7:2:8.8.. 2.7.550/ 8./.98 /.0  .32: 20.3..:. 503/.9::5.9 -0-07. 7.:5:35.5.98 /..2.: 50307.3 !079.3/.3 /.9 07. 03. 90344 .5.3 :-:3.9. .3  07:9 3 -0-07. 2: 907.3 /03.5/:...5..3 /2038 50309. 90344-:.32:9039. 203.93.50309.7  07.3..32:  0/:.7./.3 .3. 7809 4507.:.3 8  %0. 90344 /..9 /03. 0..79047.2-. 2: 3/:897.2. 732.3 907..:.3 2: 907.  ././.3 0/:. 90344 -. 3/:897..3 2:  !07/01394 202. %0 .9.3 80.44 90344848.:.8.33.3. 28.8 0/:5.03.2. ..9.3 50309.3 903 :.3 5073./.9.  903 2083  90385 90344-44.  !49038 0. /:3.  .3 /.3 /2038 57.3 50784.39.9  .3.3  09..3 7...72.3 90344-8.39034424/073 3.. 907/.3 /03.39.350307....9.7 -07-.3 57. 2.9.:.3 90344 .9.  /.9 -.  90344 207:5.9.3.3/02.9.390344.71.3    %0344 .5. 580:/4 2.8/.3903 %0.2:3 5071.3.:.7 50309.30     03:3.3 80-.3. 50307.3  .3 /. 3:5 0/:5..3 503/. 90780-:9 207:5.3 70.9.3574018   %0344207:5.3 3.3 90344 -07-0/.5.. /03.8502:73 907.7/.7 90344  .34-02.-84::9 02 . /0138 / .3.:.3/..3 0     .5. 1.3 2.3.3 .-:7.3.79 . .. . 28.3 2: /03.3-.3 2:  3.2 9.7. . -8. 2:425:907  %0. 2.5.7 804./.907. ./:.:39:3/:897      :30 203.3..7 :. 42543033.90344/03..0  732.943 202.8 907.5.:80-:9.90472.3 :-:3.. 507903.2.7...38033/:897.3..9:2 2: 203:2-.3 %0.-:.3 89.50309.8 9039.3/03. 2:  .3 -0-07.  90344 207:5.35073.3 2:  .9.9. 90344207:5.3 .9 5079.7 .3 . 907.850 089073.38.35..3 2:  /. 2: 2:73 /.9 /. 5078..85039073. 503079.3:3.3.3 0- /0. 90344 -:./.33  !7480850302:.350307..32.7. 90344 /.03.71.3 2032-:.3/.3  !073.: 207:: 5.3 50302:.3 2.3.: 5:3 507-0/.90344/.3 ..3 -.3 90344 18 28.3. 5.78:..9-08.2 ..3 90344 80-.3. 50309.8.3 2.3 /03..2 90344 80-...3 0..:./.9.39..3.9..3 .9 /03..2:3 805.3.3 90344 . /902:.3 /.-.388902.3 .5.2 -07-.3 2.3.7. /03.8  .  503.. 90344 /03..:./ 025..3 -07-0/.32:..3 202. 90344 80-.3 -.390344 . /8..30     0-02.350309..7.2.290344 805079.7. -.9.33  !03079..3 -..5.8907.3 80. 8.3 -.7 203:3.989039.3..38.8 9034457 28.9 /902:.3.  80-.3...3 .

 /2038 50309.3 80 50307....8:/ :39: 202.7 90344  %0344 80.8. 80.9: 574/:8 :39: 9::.3.3 2: 80-. /. :39: 202-.3 .850 .2.3 80-.8. %0.3 90344 /03.. :3.8.. 2.2 90344 /.9.3 0- :.3 .7 2..9.:5:33/:897&39:203.3203/0138.3.3 807:8  .3 0- 80259 .9 09.8503079.9 .3 40 2. 2.7. .: 39009:.5.33     %0344 80-. 503/..907.5  /.3..7-.8/.8 /. 5.2 90344 80-.3/:897.7 90344  .3 5030.3 0.3/03.3:8. 8:.2 90344 9/.34:95:9/.3.7:8 /-.8 :2:2 . .7.9.-7 5.9.3 574/:9..8 907.8.2 080:7:.202-.2 90344 439025470780-.9.7 800/. 9.507:././.3 5072.3 2.3 -07-0/..3 202.33. 503/.3 207:: 5.: .0--.:.3 0     03.3 2:  !073.3 503079./203850309. .. 2..3 /03. 804.390344/..80:.9.5.9 2. 18 .33:3.  -.3 207:2:8..3:8.3 5079..-.3.2.7 90344  2./.:. -8.3    %0344 80-.2.3 202./..3.8 /.5.9. 9.3 .3 732. .3 043428 732.: 9/.7 . 5.. ... %0.3/. 503/.33.33   .8..33       !..:5:3 050393.850 .: %0 79 41 343  /. .39.8.  .3 %0.8 2.3 2.5.2  907:9.9./03. 90344 207:5.3. :39: -07:.202507:.3...2.3 ./.. 2:. 80-.. /2038 57.07 202.2..790344  %07/.3:3.30    07307/. 8.72:  .3 .7 ..850 848448 /.32: /03..8 /.7.3-039:.8 .8 -.3:8.9.3.3:34/..3 -07-0/.5..9.3 2:3.390344207:5.30     . 18  -448  848.8.7 /. 8:.9.5.3 2.5.8.3 /.3/.3 7.7.7 0- /. 5. . /0138 .3 3097..3974544  202..3 907.3 -.790344 /.850 /0448 /.3/2038 . %0 79 41 343 4  %0 ..3.8.3 .9.30     #.9.3 5.3 -.5.8 2.  57  2.9: 88902 .2 /03.-7  -.5.35708947./.3 3/:897.39/.380-.3..3 20303/.32:907.. %0.9..8  ...-5079.850 .4.7901. :39: 9::.7..3 ./.3 9::.3.:.9.807.: .3.29072344 .3 .790344 /03. $03 :39: %.9 503/.:5:3  ./.5.350702-.2.3 203.:5:3 .3.3-07:.24/073/.8.332.8..39034480-.3 2..2  -07. 4-0 1472.37. 08038 5073. 90709.3  28.98 2..9. /02.3 050393. 4-0 2..3 /.3  /.7.8. 5:3 732.9 /03.850 -:...3 .3. $03 :39: %.9.9.390344/.3 .2 80-.7 5.5.7.9 -0-07..3 .3 90344 80-.850/.7.850 3. 90344 20 7:5..3 50309.. 732.3 5.9.3  20./.9.7.8 /. 2.8:28 148418 / -.  .30      2.9 2033.3:8.850 -:/. 8.3 90780-:9 2032-:.808:9./.3.9:35:9/.59./.3203/0138.8..  .3 -:.:: 503/.9. 80-.: .. 90344  ..9: 038 2: ..8 -. .  5079.3 /.850 90344 . :39: 202..5.7. /.: 5.2 203.3 .3:8...9..3. .:: 2070.3 /02.3 503:3. /9072.33       %0344 80-.8..9 . /.9 0/:..3:8. 90344 /5..3 848.9.. 848./.9. /.307.39: -.80.03/07:3 202..3  574/: 574/:  .3207:2:8.9.27.5.3 9047 2. 203/. /.

.39.3 .3:3.:.750309.28 203..3 9::.3:8./.3..8.  0.2-./.3 07.7901.9/03.3 -07.8 /.7..848...9 .:.3.36:08  %0.8 2: /.3 90344  %0 . 4380:038/.9. 02578    2:-07.28 /..3 5.33:3.3. -03/.3 080:7:.3. 907.3 50307.-7 -./.: 80.8  .32:73 .89...7.3.3 :7.3. 9.:..3 9::.2802:.9. ..2.3 0.7..3 .3 2: -079::.2:3207:5.3 9038  9::.380-0:23. 90.8 90344  9073857.907.36:0 /039 /03.2 /. 57480/:7  803  0./.3 507:-.2202-:.3 5:.9: 88902 .11  /.5.3 /02.80.3 0 203:25:.3:8.2 503079.33.7.9 :.: .:.3 :39: 202.3.2.3 90. 28.3 2.3:1.3  .98 ..31034203./.089073.3 0     .2.30   .35027. 202..9-.7.3 503/0.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /..3.507:-..9:.9.3/03.3 01803 :39: 9::....3 507-0/.3.3  907:9.3:-:3.9  4254303 90344 /.3/75.9.3 0      03.7 903  %03 . 3.90344-07-0/.9..89038/.9 -07:5.9. 90344 207:5.9.7..7/.4349.:5:3 47. 503/0.:.8.7 -07-.5. 0.31034203.3 50309.7.18 -448 58448 /.3 90.9: -.9..3 -.3 0:... 2. 2:3.3903 .9 0/03     ..9: 88902 803 57.98 %0 ...3. .-:73.:39:2020.907.390344 .8 /. 92-: 0-09:.7 90344  -7.3503079..3 9039.9.5.843./..8  /. ..9  0825:.38.3 -..890344 -.3 /.:.750309.890787..3 90344 907.2.38.3 .2.3 90344  %0344 9/.790344. 80/.5.:.3/.::39:202-.8:/. -... -07-.8 2.3.:5:3-03/.-7.3 3:3./.3/.9.9.3:8.2.8.5./.34380:038/. ..3  2.:./03.3  50309.3 503079..     %::.3 503079.3.8..3. .7.2..  $0/.38./.9.3  80/.3/:3.903/.3  903  50309.  20.2:  &39: 0- 2025070.3 .3 -.....-.3:39:2033.8 202.:5.8   2..5.9.5.3050393...:.7./.3 43805843.  50309.9072.3 8:..3503079.390344 0- :.7.3 0 207:2:8. 2: /. 89.3  35:9 90344 /.3 /..7.7.9.3 2.9 /9./...8 .3/:3.9.9/.3903.3 -.7 /.3:8.8.9..07  079.98 .:. 5079.9 -07:5.39::..: 503 .8 40 !0907 7:.. -.4/03.3-079::.3 80-. 4254303 0-:/. 2.344 /./. 0:.:5:3 /. $0/.3/2..3 2: /. .5..:5:3-:/. 8:.3 90344 80-./.....3..3..9. /0391.5.3:8.9 .9.2:. 2.790344. .9.9.. 88902 41 90 57..3.3 .703. :-:3.3 3/:897 .:39:203.5:3 4:95:9 /. 803 57.9.-/.3 903 0330073  574808  1. 907. %::.3.5 425089.6:08 : .3  %0 ...7 -0.9. /.31.9:7  2..8 07-.390344202:8.. 202.9 .3 8.8://03.5.39. 5..  ..3 903447..9.9.342508  03.. :39:203.3.0180382:9.3:3.0-09:./.9 /03.3 2.3 !0:7803  3...3 .3 /25.3 5020.7.5.2.9.3.3502.3 57.3  /02.39::502-0/.31.3 20307.3:39:203...5.59.3.3.3  7.:. .83./.89.790344.90344207:5.304342 549 897:9:7848./.2./909.3.. !07.59.3/.807.2.3507.- 3 -8.3 2.  -0-07.9 47..943 207:2:8..798  $0-.32094/07.318 -.3.3    -7.5..2      %03 9/.3/.3   %0344 207:5.3 90344 .94384190.8..7 507-3..390344 07-.3 2.3 .. 2: %0 .3 2: ..3:8..8 .

90780/. %0.3  .:5 50309.7-07-. 2: 2./.3 90344 907./ 9039.3 90344 .7.3..3/. .3/::3. .3-.9.9 .3.:9:70 .3 50302:..7 038 9079039:  80/...3/..9 202-.     :95:92:.850 /0.3 43908 903448  80/.3 90344 8.3 90344 /03.5 43805 2: /..3.03. .5.3 42508 .3574/: -07/20389.8 0/:/:.8.3 .3-.3 .39. 202507 0.3 802:.:5:3 90344 202 .3 0-:/.5..:5:350309.:5:34379 /.9 50309..8.3 /-:. 507.2..43  .9: 2.2.. 02.-.8. 88 .3/.3 .../. :2:2 9/.907.39.8.9 507.390344203.3  /.3 907.39079039:    35:9 90344 -072.9./.35073. /:3....3   /087591    8947. 2:/..32:/. 9047 9047 5.9 /.3 90344  0-07.3 40 740-07 /.390.2439089038  .3 3:.3 203...3. 080:7:.90344/.7.9:.    0309 /.3.3 203:.3/. .7.47   . 50309.9/7:2:8. 50309.7.3/7/03.3    . 0.30    ..    3472.  -07:9 ..7 5030:8:7.3 0-:/. 99 83:3.3 203. 50309.:.3.5.2  39:8  /.0/:.9:-:3.3 -07-.:. 2: /.2 28.3 /.3.3 503079. 3 02.. .3.9. 907:25:   /0138 9039. 2.2:2...03/07:3 203:9 /0138 .:. -07-.98    %07/.: .32:203.33.30-:/./..390344 203.3 -0790344 2:9.5:3 35:9 2: .39..9 /.9 .390344.. 2: 0- 905./853 2: /.3..7 :8.2:/.3 202-07 -.9.34254303/..:..:5:357.7  ./.3.7./ 9:: 04254 /0138  .:.3  5073.8.9.3.3 89.7:8 20308:.3..3 .50309.3 57385 .7: 80/..  7.7./.  /2038 ..8 43805  89..3:-:3...70-:/...3 50302:.850 /.7-07-.3 .9 8:57.8.940 -07-.3 203..7.3  /0.3 /02-.3.3/..9.8 30..3 /.5 507.: 9034420307.3 0-:/.  /. 2:.9: 9.9 507-0/.3 /9:3..843.3/.3 2..3 2.7 7039.  .3  0507.3 90344 :39: 9::..39/.3 .843.3 .:5:390344207:5.098 92-..3 /03.  80/.8.9.9 5079.-.5..71.3. ../.3 ..3./.2 2.3 507.3  /0138.8 :-:3..3 :.7.79.2.8509047982.3.3.9./-:..3 /. 80.91    58448    897:9:7./. /0138  /.2 7.30-:/.32:     $0-.3 0- 808:.. -.390344 !.3 /03.3:8.943  80-.-.38.39...02..3   :-:3.2 038  .3 9079039:  2:. 2070.3  803  ::2  .. 907/.9:88 2:2030/. 507025.3 903 2083 2:2.:..33:3.390344 80-.7.3 .3/88   . 203.5 740-07    $0.3503/::350393-.:5:3 1.:.2..2:33/. /:25:.. 40 %.2.3-07:5. 2: /.2..39.3 .-.39: 507:.30-:/.8 0907.:.5.39.3/::3...9  503.-897.. .3    2: -0781.8 -.  0..81.3503079..3.

3 .3 .8.9 .8..3 48244 482443 044 /.3 02..8.8 574/: 574/: 2.3.3 2.  /.3 ...7. 2...3 -0781.    :-:3././...92.3 .20-:/. -. /:. $0-.2.39.3:8..7:05.3:8.9.3 ..7..9/.2 /3.  $8902 82-4 90780-:9 20708.3 0-:/.2.3.2 7..3:5. 93/.3:8.3  3.8.39.9:8 /.3. .. 8.83 0-:/..7.3  ..3 89.3:8.3. 8...247.9.207.7.9 .3 207:5.3 .8. 80-.8 /. 207:-.  .3 4390254707  9/.2./: /.  .52.. 3:3.3.2  0-: /. 0-:/.3.8.8.3 02.3 -0781..2..8...9 .3 /-:9:.3 /.83 2.. .9 2..3 .3 /-:.3 8.9 3432.3.3 .32.3 :.3 /03..703.3 39073.9.3..9/..43 802:.:-..32: 2:54891 907.03/07:3.3 /-:9:.3-07..3  0-:/... 2025079... .8.7.  -8.8 2.  28.3./. 207:-. 3 8:9 7..3 9/.. 9039.3:8.9 .3 .3 202 88902 502.8  /.3 507:-..3 .3 .3574/:3432..2 503079. 3:3. 40 740-07 :.3 4254303 4254303 0-:/...3..502.8..9..3 . /.3 /02.188203:-.81. .3:8.3-:.8 9.3:8.7...9 80. 740-07    %0705.5 9.  88902 50309.: / 003/..3....38:3.2.380-..3.3:8.  805079 .3.3 .3.3 83.3 0-.39.3.9../. 502-.32.3 0-:/.3 0-:/.7 80-. .3 8.9 2.3 089073.3. .99/. 8079...72. 2.3 .3./03.9. 54.9 903448  .7.3 .9.8 -07-0/.9.907....907.3 2.907.0-:/.3 ..3  507.907.2.3  . /03./.. 202 2. 203.3.38579:.3./.8.3:8.25.:202-0 7::/-.7.3 .9 0-..8.907.9.3.9.380.:. :5..9 740-07     03.30.3. :38:7 0-:/.3 2. -07.3 .25:.3 3.7 .907.9.3 2.3 8073 /03.:5./.8 2..9  203. 2037.25:. -.9 9:: .98  .380-.8/...9.3/03.3 3/..92.3 $0.9.3. 20. -.8  4-09. 2. -:/.8.0.5.3 907/7 /..3907.: /.3 -0781..54.9. .39.783-8. 42543030-:/. ../.59....5.7 -.907.  %07/.830. 9079039: ..703./ 3:3.9/03.3.3-0781.:.8  0-:/.850 8:-091  ..3 202-. 203.32:3..3:5.9     . 205:9802:.5.3 203.87. 0707      !74/: 2..7.2/. :38:7 0-:/..8.. -.3 :.3 .7. -0/.907.2.  !02-039:.5 ... 2.8. 80..3.3.3 503079..:5:33432.3  :-:3. 903 0-:/.8 /.7 -07-. 203. 3432.3/:53.3203.. !0:7803     $09/.9/5.33.7.3:3.. 0-:/. 88902 82-4 /.:7.907. :39: 203072..703.9: 805079 .3.3 .907.59.2-.907.93.907.3 ./: /.:5 802:.3 .39:3. 9/.3  /.3 205:9 80:7: . $0/. /902:.:8.3.  88902 3.3:3 88902 50309. 0-: /.7.3  :-:3.3:8.907.2 ..: /.3 .  03.39.3 8:/.33.2:3 203:7:9 740-07 /.9.3 3432. -07-0/.:5:3 8579:.:39:207..43 90.203. 242039:2 574808  .349.78909:7 -4:9:7.89.: -07.3  .. 549038 090.9  /0. 2.3 -07..2... 50 3079..2. :-:3. 54.3 3432..3:8.7 949.3 503/.3.90478.. -07-.5.3 0-:/.. 3/. 8.9 .. 202..2.3 .3.3 202-...850 .9.907. 507:-.3.3 -.3 . 203.3 507:-./ 808:.2. /-039: 40 9.257802:..380..8500/:5.2  2. -07.

8  0707   ..9..: 8:-09.

3-.  02-.207.3 0- ./.  .9: 93/. 20289.8  2./.3/.25: 202-039: /:3.3 /7/03.9..8 .  9..8..8203..3:8. -07.  /..5. /.. /.5.  -..3 574808 .2-3... /. -0781. 203.3:8.. /03..3:-:3.32.3:8./.9: 207:5.3 /.3 0-:9:./8:.:5:3.3-07-0/.3.3:8.9 90344 :39: 20203: .3 907:8 20307:8 .9 907-:.9.3 -.7/72.39745448  0-07. 089073.33.770. 90344 .9.9:70.9.3  02-.9 .381472.848.. !.3 40 .8.9 207:5. -.  40 .9..2:3 20..39.2 242039:2 089073./..3.9..9.381472.. 203...3:8./.2-039:01..8 18 2.3 39073.3 0707     .3.8182.3  20.3:8.:5:3:3:8:7 :38:7/0.9.3/03.8 207:5. 07.:8. / :.3.3.3089073.803/7  39073.8 0707      .8.3-.8  2.9.8182..8. .3 .3 80-.703.989.8.9-.:39073.0-:/.3 574808 .   -09..3 .9. 2.3 -3.297.3.3 5.9:7. 805079 /:3./:.9  .72.3:8.3 82-4  -.8.3:8.2.3 /03.703./:.8 2039./  0-:/.3:8.7 8:-09.2...9.3 08038 0/7.9:70.8  80/.9.3 1.33.3 80-. 57480897.9.. 70.87..  /.3 2.:.8 4-091 $0/.3 2.3 .9.9. 203. ./ 70..3 4-09.3 20397.3574 /:/.9 907.3:8.8.3:8.3 . 3472. 20343/8.3 8:/.318  /80-:980-.3.9..3:8..8 3/....9.3 0/7..8 .3-07.. 8:...3 /..2.8. 507:-.3:8../. 2.9.703.7./ . .8:/ 089073.2.8 907. 2. /..3 -. 30703 /.8 4-091 5.7574/:8073..... 9/..203.5.80.3. 0-:/./.35.2.. 80.9.3/73..33.3:8.9 20.7897:9:7/:3.8.8  ..91 3. 907:8 20307:8 0 /.7. 90780-:9 /.5.890780-:9 -..3 /7 /.:5:3 2039.7..38:3 /..8 .2 3. .3.703.0-:/.59./.3 9079:9:5 /.2 07.3 8.3 2.73.381472.- 03./8:.9.8.2 -:..3:8.989.:8.2 .8.3.7.3  80.8089073.9.3:8.7. .9: 3:3.8 207:5.7:8 907:8 20307:8 203089073.7.3 -3. 2.7.3.30. -.3 .9.9.3/3./.3 80-.  889023.3 89478 2.574808-:.5.32039.:5:3 848.8. -039.7. 089073.098 1034203448  809.  :39: 20308:.3:8. -..3 202 .:.7 0-:/. /..-./..9 /.3.38:-091 0707  .5. 50708.3:3 0-:/.3 0..3:9  574/: 574/: 2.3 8:-09.9.7:8.89 207:5..8..9:1..:5:32039.9/.9907.3 ..3/02. 2:33 -07..207:5.8.3 2.: 4-09..3 3907479..$0. 907-.-9.8.-./.5.8  2.2 202-.9: 503./3.3:8.8././.905.3-.3/3 /03.9...8 4091  28...3 ..9.3 80-.8.8./../. 2.9.7 2.3/02.3. 9/..3. .-.: /.098 089073. 8.9.8 /.2.: 5:3 .  0-:/. 3/.3 9.3  .9203.3 0707    !.8 574/: 574/: .8 207:5.. 80. 50702-..3 03./: 2.8 90780-:9 40 2.7.381472.2.  90344  /.:02-.33.320.3.3 -039. 3/.3 0889038 2. 242039:2 574808 4-09./.2.:7.843.3./. 5027.3:8.3/:3.2/:3.5 242039:2 574808 207:5.8 2..  /.8..8..9.980.3 .9...  0-07.3/02. 574/: 2. 9./.3. 0- 503/0 /-.3.9/.:/:3.3 -075.3574/:3.3:8.9  89073.59. 0/:.3 ./3. .3 574808 . /.3.3 9/...207:5..2 0/:..7.9.8  80/.8 2.9../.  9/.- 80.39.880-.3:8.3 89478 .5:3.3 574/: 2.7.. 2.4-0910897:9:708...84-091 0707    0-:/.:089073. 80. .2 7.8 ..3:8.8.3207:5.57 .9.3 -075. 3/. 5073. 080:7:.2. 574808 .3:8.3.3.3 207:5.8/:./.9. 0707   .3:8. 50302-./..-.3574/:8073.3907/.3 2.3 80-.. 574/: 2.3.8. 3.3  203.. ..8 .8 3  .3 90780-:9 .3 /03.:880-.2 8:..8.9997./8:. 8:.

 907.3 31472.  7.3.8 4-091 0 /. 4-091 90.8/..3907-:.574808503.3/7/03..9 -.3 202. 848.3.7.: 848.9 /9039:.7.8  ..59.. 7082 /.7 .3 03... -..7082/..7. /.3 20. ..39079039:. .73..3:8.7.7.5 3/.80-:/.3820 -.3:8.7 8484 89478 2070. .5 202 02-.8 80:3/07 $48.3507.8.0-:/.8.8.8.7:  !74808 503072.:5:3 9.9 /902:.3..78 8:./.3  !74808 .38.7.3 5:.. 5007. 5032-.8. . /:3..3.9.9:809473. /:3.9. 9/..7.38.2 2..2 503//..9 /03. 203.3 2:/./.8. 3/:897  2.8  0707   !.8.3 0-:/./. 507:-. 848...3 3803/7 -:.. .. 8047.843.3:8.3 5.  07-0/..3 -07-0/. /.: .857207.9..39. /.3 :8:8 808:.:8.33.59. :.8.9.3 80259  80-./. -8.9 203:3.2 503//. 809.9: 28...3 /. 907-039: /. 907.3 202-:.9 0:.2/.3.8 80:2.  3431472./.3 -07.3 8:-09 1 3/. 2002-..3503039:.3 2002-.. 425700381 /.9 .3 1472. 0707    $48.8  .3 90.9 84.: 848.8 57207 3 809.8.3 007./.7.3:8.3.:.8 /-0/.3.3 5. .2.:38:7 :38:72../.2/:3.9.. 5.8 2.3.7 242039:2 574808 39073.72.  803.8..8.8.9:2.3 90. 9:803/7  -09.8 ..9 :. 2.3 3472.3.8..370.9..3 848.7.9..33.3 20..350309.3 02-. 30703 2.5.79 2..3.-07-.3:8..3 -07-.3:8.. 20302:. /902:.. /.3.35. 93. 503//..39/..9.9..980/07.84-091  90780-:9  /. 50309.7.5. 803/7  !.8.9 ...73.8. 80-. 24 2039 :2 242039:25748080-:/.4-0918:.4-09.39.:5:3 50307.8.9..-  :897:40..3 203.8 57207 /. 7082 9. 2. /. /:3.8. :-:3..9..3 50309.3 848.73. 3. :-:3.3 507. 43805 9039.3 808:.7 848.8.9 .:.3 /7 /03....320308:. 894. 2.  .39.7 /. 8.  /.5 848.3 /203079 80-.3 4388903 0 /.7.7.3 -07-0/.2 897:9:7 8:-091 08.703. 03.9.  .3 :8:8 5:..8./.: -07/.2 .32.2 /.7.9.3  :-:3.3 203:7:9 .3:8.3/.. 41 340/0  /80-:9 80-.. /.8.3 . /03.39. /.8 5.3 :.8 80:3/07 207:5.  . 803/7  02. ..2.9....3 /.3 :38:7 :38:7 3432...3509.3 3/.8. 8:- /:3.50309.. /.7 :38:7 90780-:9  0.9.8  0. /03.8 80:3/07 /.3 574808 502-0.8.8 40 9.3 39073.8.3 4-09 1 2./ /:. 202-039: 70.8.2...9 903448 ./:  /0391.3 /.5 3/.84-091 3.:5:3 8:-09 1  2.3 70.9 07 07     /0391./:  ..3 /:3..8.:./.3.7 -.8.8.3 2..7.8.3 9079./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0../: 808:.3 3/.70. 002-.3 ./..3 40 4...2 :-:3. 903448 !. /03.2 08.3 89.8 80:3/07 .3 . /0391.3 5498  /.8./.8.7:8 20308:. /03.3 /..3:8.3 /.3.-./..9.3 2. .  3..2 2.3:8. 02-.907.3 2. /.3 089073.3 3/.3 2. 848. 8::  -.3 /.79 . . /.73./.907.3 54. /.3 02-.8  0 ..3 9::.3 40 848.2/3.5.: 242039:2 574808 089073. 2.7.2 08.7 0-:/.7. .8 57207 -07...8.3 /7 /03.9.3  .3 043428  :-:3.8 4-091 -.3 :39: 20250740 50309.3 848.9.7:820308:. 203039:. /.  ..8.3 :39 .3/9:39:9:39:20250309.3 :.2034..9 /03.793.9.5...8 80/07. 2.8.3. 9/.7:8 / 5. -.9 0 /../.9.-9.9: /03.. 3.8 57207 3 /:3.3 2.-7  .:2./.93.3 .3:8.3 .8.7.3:8.3 807:5..7.3 90750393 /. .390780-:9  . /.7.:.9 .33.8./. 9.8.3 848.. 0707       $48.3 39073.8 57207  848.:5:30. /03. 848.8 57207 /.8 .9 -07.3: .:./: 20303..3././ /03.2 2.3 8..2:3 5. 242039:2 574808 39073. 3.3 /.3.7. 203072.8 57207 .3 .  :-:3.8./.8.7.:./: 80.2.3 507. .

3 503//. 2.3 /03./...1.: 9047 9047 02:..3      $.3. 5:3 8:/./.8507.3 /7398  40 45073:8 43. 503.3 5489.2 07.03..-. 507. 28.7./.7 0-:/.3 .23 40 9047 9047 2: ..8..:5:3 2: 848.2809...3 2: 90./.3 2907  .03.03.  97.9.3 2.3  9.. 14 8. /.89.3 2030-:9.25.8..7:  20.3 .89 .5/.3:8./.397.9.3 -...2..3 0-:/.3  -..: 9.3 85 /.3.3 0707     .3.820  5.3 3432.2 50:7803    . 507: /8.8.9 . 89. /423.3 /. -.97..3.. 80/0709 3.-9. 502-43..7 848.3 ..3.3.3 5:3.9. -.3 5489.8 4-091 .7 83 .39./. 507: /5:37 5:.8.3  /. 3..3 209..3 90344  80-.5.  /.3 /. 2.3 2:  0. 80-..:.32:...7 50702-. 97.2 203.7./..0-:/..9.3 .. 907-0.:5:3 57480/:7 5033907.3 80.5.5.9/.5 298 439448  /..9.73.3 -07. 2.2 2: -:/...9 50309.3.3     %/..73.:.:.. /.9.8      :.9 /507.3 . 3 /.3.3 203.3 0:7:.7.9..7/. .8: ./8 2:  2:.8.7../..:.3   &38:7 90750393 /.3 2:  /..5.9.2/.3.-0702-.3 2: 0/:5.3.3 :3.3 -07-.3 0-:/..2.7  70.3 2: 2: 0/:5.7..3 2./.39.7.5 50309.3  80-...3 .078:2 :3./.3  903 /.7.9078373./7::.9..8 2033/..3 /02.3 507.3  %/.8..39.. :2.  503//.2 2.7.: 802.3  /03.9/.340 2.9:20./03.3203434/.5:3148..3 57480/:7 57480/:7 438059:.3 3472.. ..:. .33..3.3:8.3 2.9:..2 . /.59..8./.907.3 50309. 2: -:/.3.03.3  207.3 202-07 9025. 80-. 203.2.3 503//.2 .2 .5. 803.. 502.  8:/.3 8.3/3. 2:3.3 2:  /. 507. 207.. -07-. 8.:.03/7:3.0 80903. 2.3 .9 148.7 .0 2. 4-091  .8 80:3/07 /. /.39.. /-. 90780-:9 2... 203.35.9 /507.2 57..438059:.3.3 .8 2: /.3 -.8. 507-0/.5..3 43889038 .3 70.. :38:7 50309.3 2:/.3  !02./8  .3 97. 80-.3 -072.3 09.3./8  2094/0 2.2- .. 92-: /.9/2.3 439448 50:7803    . :39: 20339077. .7.3 -07-0/.3 2025079.9.3 5..03982 90.7 -./8 02:.3 .3 1:3843.03./.7.3/02.5 9.3 92-: 0.:5:3 /.. 907..0  2. 3.: 848.3 4254303 50393 /.7.9 -..8.2-.39..7.347.25.0  580:/48./. /.3.9/9072.9.-.5..2:7.3974544 2.2.97.3 4-0 2: .2: 2:.3/3.3   .2 203.3 503//.3 /:3.03982 .0  /.3.3  9./..:.3 .3.8.03..703.2.8 .3 /2038 2.7:  $0. 2. 02. 202. 80.3 2: . 97.39.5.8 4394..2.7507-3. 9:3.3802:.: 5:3 .3/.7.3 2028.:5:380. 9. 2030. 502-0/.73. 5:. /.7 ..3 5.8.2 50 3025.3  .3. 2.39.3:8. 9039: 207:5..0802-.   03...8 80:3/07  .97..2 7. 5489..3/.3. .3 -.:.3 35:3 907-0.5.3 ..3097./8 50309.8 /./-..9. 50702-.18.3 /02.3 503097.8 :38:7 :38:7 50309. -. -:/.  8. 503//.8 4-091 80-.3 2039. -.9 /902:. -078.  2:  207:5.3-8.3 /03. / :./ 3 802.3  / :...3  /03.3/03. 5.3 .907.9.9/50.  0./.3:8.5.3 -.  /.3 0257820 /.. /. / -/.0 203.7.:5:3 5.3 9038  .5 50702-. /.3 3 907.:.3.9..3 0.7..3 :2:2/.3:8.9 -0-07.9. 203.3 -08.3 2.9 -..31.89 . . .80.9047 2. 503/0.3 ..2 57..3 :38:7 :38:7 50309. 2:  202 507.3.:. $..3 .9.3/. 4-091  20..3/.: /:3./8.078:2 82-4 .7-0.7 0-:/..5 203.. 503//.3/3.8 /:3. /03.3 90.74-09. 202-43.59.3.3.

3 :38:7 :38:7 88902 0-:/.3 /03.75027.9. 88902 0-:/..7 -.3./.7.9.: 574808 /3. /02-.. 3907...3/.3 99 83:34254303907503930/:..  $0-.3 2094/0 2.2.9..3 /.. /.8..5:3 208/9072./.3 47039.. 2: 18.3/02. 50302-...9.3 2:  0.9..3 203:39:9 5027.9.9: 4254303 / ..3 805079 :38:7 :38:7 70.84-091 ..90 502 -0.82033.  07:9 3 .3 -07-0/./. %0 ..3 ..3-07-0/.3 .3 :. 802.3 ..3 .8 8..3 47039...3 202 4380:038 2.2.9/.3 -078. 3. 80-.30   .2..843.80503:3.8 /.9 5:..3 502..3 .3  / 8.3.7 .:..2 503/0.3:8.50309.2889020-:/.39/. 848. 2..8:28.33.83 2.:5:3 /. 7047039.3/.7 0-:/.3 80.2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5.3:9 .3 0-:/.:.5 5.3 :38:7 88902 0-:/.38:3-.8 80:7: :38:7 0-:/.. 3.8 4-091  80-.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9.30-:/.3 /02.9.9 /03.7503079.3 /03.3:8. 02-.3    /044..0434280-. 4254303 .32: ..9.03982 5.3:9.3/02.8.3 3.82.-  03. 9: 803/7  !0784.7 50303/.9 -. . :38:7 88902 0-:/./.3 ....3 $0507990.7:38:7. 9.38037:5.9.8.9 5..  /. /044 /./.72.: -. :38:7 0-:/.8  5.098./. 2..3 .3 2:3.9 .9 :2.3 202 :-:3.8 3.8..9.8.7 5073.3 40 :30  -.8. .:5:3 4507.8 .8 .. 200.8 $:7..3. 50307/07.9/..089098 3.. .3 5073. 905. ...89.33.28 0-:/.9. /03.3 /:.3 02:/..9.7:-:3.3 92-./0 .2 503/0.3  $09.3 .2 :9:- 45488 /03.9.80-... 70:8  :30 203:8:3 /. 5..843. 050393.:2:-0-.7.3 1034203448  9/. 88902 0-:/..3/..:. 2.3 . 4-091  %07/.33.-08./0442::39:2: .3 07.3  90344 207:5.7/.3 ../..9 /9072. 0- .7 03..7 503039: 8....33...3 -.33./..3/.38:3 /03.780:7:/3.9. .3 9/.:.3 90344:. 0-:/.3 70..8..35498 2. -0/.3 /.3 0089.3  !073.3 -07:-:3.7.3203025.3489 90344...33:3.8:2.3 /.:5:38:-09..3 -07-0/.8.83 -.2.7 242039:2 574808 089073. 897.3 90344  0.3 .8 -.19.3..: 5:3 50302-.25.2: 80-..8 0-:/.7. . /03....8..9.3 .. :38:7 :38:7 0-:/.848..3:3.8 0- .8 /.3203025. 0-:/..257 802:.3..3907. /. :.7 503039: /:3.2 42 54303 0-:/.3 /.3/. 57479.3 2009.32025:3.9..9.7/..3. 88902 0-:/.3 . 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3.3 5073.9.843.5 0-:/.7.3  $09...2:. 5498 80-...3. 202.83.3 /8:8:3 40 :30  .3 2.3 -078..9 .3..3 47039.3 2: .3 /.3 . .7.32.3 .3./93....73.3 7.:9/.  %0705.  8.39.3 3907.3:8. 9047  /03.9.90 50302-.3 8:/. 2. 9: 70 897:9:704342 897:9:784.91  08.7.820  0257820 /. /. /.253 .3./83:3/.3 805079 90344 207:8.7 3.390344   :-:3...902.3 .39..8.3 2030.:3.3/:52.1.3 /.1 /0.7: -.3 3..5....5.8  .25.3907/7/./. 805079 02-.3 88902 2. 80-./.3 897.780:2.3-07.3 .397     /..3....3.70:8 3.3 8:3: 8:3: 20250792-.5. -.347...3  -.7 70..3 203/:/:. /. .  9. 8.3.9.3  /.3.-..3%0344/.70-:/.3 .3 3. 203/..3 .3 :.7 /.3 202 7. 88902 0-:/. 4254303 0-:/.30.3 .3.902.3. 90344  //:/:.80-:/.-.

3 .3...93.70-:/.3.3 90344 9079039: $0-0:2 203. 202-:.9 -07507. 5033.: /. 20.3:8.3.3 18 2./.3-0702-.3:8. 5:3  90344 9073.9..  3.-0785..3 .7.7: 803.9.3 . :3.8.9:/:3.3 %2:7 %03..2.3 90344 /. 70.9.907./.. .3:8..3 507..7.3 -0793/. .907.. 2030:2 5079.93  207:5.850 2.3 ..3/. 2.3907-.. 0-:/. 4807     03.. 2.2-.7.3 /0.7. 9.7.7. 803/7  !.3 507:-.35. 8:./. 494342  0-0-.3904344 07. 20343/8./. 5.. -07.9.9.9.8 0-:/.2:3 :.8 ./ .::5 /423..3  %07/.3  0..3 80.3 .3 -.3.. 80/07.  033. 09.202507.2 502-039:.3.3 933 41 933  203. 80. 203./.3 503. 808:..3 -0757 /.3 202-.3.7. 5./.: 574/: 0-:/.3.  ..3 /. 50302-. 5./.  !07:-.3 90344 803/7 202 8:.203:39:9502-:. 5. 3..3.8..3 :38:7 2. 5:.2242039:2574808089073../.7: -.3:8.9/:3./.2.3 8.7 /.7.3 07-0/..9.3 502.7.3 .2 57.:39:203072. 507:-.3:8./.3:8.078:2 82-48 2.5408 5408:-:3. /. 07.7.8 4-091  90344 0- -07507.30/4 -.-07:2:.  -.7.3 -.3907-039:/.27:2:8.7 5079:2-:. /-07 5072../2.3 2: .3 ..3 -.3-.5 90344 .907. .7907.0 9047 9047 848.9 /:.3/.3 88902 . 90344 425:907  %0344 425:907 /.2 7:2:8.3 507.708.3:9...:17./.7: 73038.2 9047.7.2.3:8.3 -07.93..-0702-.3 . 0 .  .3. /.3 90344 80-. -...33907309 3.3-08.. -..3 203.3 /03.3.80 2.3:8./:.73. .9.9.-0757 /.3 808:.3 /03. 5. 03008     .3 2.9 /.  .3-0793/..3 2.3/..7: . 907.9  .5 88902 0-:/./ .3 503/0.3.8 02..20703:3/. 42:39.3.3:8.907.9 -08.9.3 5.3 8.:5:3 /:3.. /03.7: 9.3-07.2070.3 5.3 :34 2.3 .3 3907309  .  %0344 9/. .3 /..3 5:.3.3 -. /.73. 5.3:3 :38:7 2.2 507:.3907.8./:.8 -. 907-...3 08038.-/.3.3 2.3  805079 .8 .39. .3...7. 20.- 5079..:5:3 848.3.8 907. 3432..:. 078 /.-.-07579039./2.3 -.5..5.2 .907.1.3 57. 2.3..5/:3.9 90344 9/.9.07..8.9. 507:-.3:8.8.3.907.907.. 0. 507:-.3 907.9 -.. 502-43./83:380/99039. 3432..3 2.7.9.:5:3 907.9 9079039: 90344 20343/8.. 80-0:2 -.590344 .7.. 90344.7 90344 202-.38. /03.3/:3.3.8-8.9.3-07579039./.7 90344 ./.2:3 :.2 0-:/.7 83 . /:3./.3:8..3 247.7. !07:-.30-:/.3 .73. -.907. -.9 $0.3:8. /.8.3 933 41 .3.9079039:207:5.2.3:.7.35. 809././... 2.. 202.8..8.8 3. /.3 0- 80/07. /..907.:/.2.9. 2: 848. 08.3...3-.9: 574/: 90344 9.3 503.9.9  ..3/. 3/.3 39009:.3-07:5.7 .8.3/...907.. 50309.3 :38:7 3432.7:  .3 343-.79034424/073-:. 3 -07.3 0-:/.9..3 9.25:. 90.39034490.9..  18.  9039: 92-: 5079.850 3432.8.3. 2.802.907..3 /02.73..9039.::5/423. 0-:/.3 -:.3 93/.3 2.7 ..7745./..3/0.-.3 2.54254303 0-:/.7: 4254303 4254303 0-:/.703.-.3.3 .3 %0344425:907/03.2 70. 80.320703:3/./ -0757 9039.9:2.9 5.. 28.9. -.  90.:5:3 1034203448  070./. 90344 8.7..3 .3 -.3 2./.3:8.3 -078.3  2. -07-0/.8.9  9044  .9..3 .7: 5:..7..33....5 2.32:90780-:92.202.3 9044 208 -079072.8503432.770.5 /7 /.3 .3 /03.3:8.  3.9.7 /7 3/./.3 2.3 /:3. 2.3...7..0  %/.35079.3 /:3...850 2.3./.8  80.8 90344..  /.9 /03./: 2. 8090. /03.3-0757 8090.84-091 5..3 :3.3 -0:2 9039: 808:. 93..35079../.3 .  18. /. -.38:.207:5.3. 507: /8..7 90344 -.5..3.9: 549038 207:-.3.  0/      !.50702-..3.9  /.3:3.3 81.1.-. 7.3:8./.3 ...

.    03./.820  80/.8.3 .9025.. .3 /.03/07:3.5 2.35489.3 /02.-..9..3  5020.3 0/:. /.3 907.3408:.2..382007.39.3 -. 88902 9079:9:5  ..-  :39: /907. 90 344 202 0/:/:.9 ...30448 :2494 /.    !.-.3:3.7./.3 85081  ..390344. 03/.3:3.5 2.8.3 0- 50393 /./..3.3 02...  .74.9 :39: 203.7.5.203/.2 07.7 03008   %07/.3 5489.3/..3 809/.3..7.90 90.7...9 0.703. 90344 .. .3 90344  ..3.3  070..393907.93./2.25303/.90344.8 .8.7 4254303 0-:/.3    $09.3.3 .   !03. .3 203./.5 4254303 0-:/.3 . 9/. 5489.7 40 90344 ..290344/03..34007.3 2.5 50302-.3 07..3 808:.. .3 9..30-85081 .7: . 809.7... 5.8.3 80.5.3 .7..7 07. 8.3  .33. .3..3 ./.3:3..5.3 47039. 208 /09.3.3 0/:.2.3 5..3./2.7:403:3..913./.7 -0.3 ..:5:3.3 047.2 90344  -.3. 3:3..8.7./. 907.9.3808:..3 907/.3 07.3903445.3 .8 . 42:3.320302-.3/. 202-43.3 03/.7:8.350.3/.3./2./.2.2.390344 .3 20..35.3. /..9.3.3.5 47..18 809.3. 9073/.35:.3 507. 20302-.3/.7.3 -.3  80.2.8. 2.344  .3.9/9. ..89.3/./2..3. 5.3 90344 80-. 503/0 /. .3802:.8.207:5.9 /03.9.3807:8907.: 503.3 .3/.3//...7 07.90344/. 574/:  3.9/.3.3.-. 57 .7..220.3 /.  -./2...5 90344 80-. 3:3.3 5072.9 343903448 907.7.5.7. -07./.75445.2./.5.9073.390344  03..:5:350304.3/..3.3 203.-848. 47.3   !03:9.79 5:.32...8. 203.820 %07/...7.3  /. 502-.8:28 .5.7 .7 09820/. 897:9:7 90344 203039:.3 0-:9:.3 //. 02-.9.3  %2-: .7. :39: 50203:.9 30.90344905.3 507:2:8.. 7..20302-.90344/03.3808:..20302-.  %070- 0- 90344 9/.3  . 202503.9.3.2..0/:. 903443..3 .3..3 .780.3 .9:3.3 .3 90780-:9 -07.3..3 :8..3..30-:9:.4.- .3.3 20.3. 038 90344. 207:: 5.3 :2:2 -.3 /02..8.3  0.7 5073.3 202-3. -07:5.9.3/.7 /.8.3:3.3..7 07.3 5.3 /03.9039.7.3.33 ./../..55745. 90344 .8 20384.    9820 /..5.7.9 . 08. 90780-:9  .3 .9:    /.98 :2494  /.03982 /.3 1484183./.7 8.5.3 89:.5.3 /.5/080397.. 2070.7.3  :.9 /907.3 90344 /.. 5. -07:5.3/02.8 -:/.8.9:0425447.390344 $0-:.5.8.3:8. 9.3 $0-:9.7.8 907.5.5.8 :9./..8 /. 2.2:3 :.703.-..3545:07:39:5. /.3:39:080.:.5 2.8/03.8:/ :9.907.3 88902 0-:/.3 9079039:  /03..3 .3 /./2./2. ..99..3.3.35079./.9 .7 07./.3 -..304943 7443.3 0.3:3. 2.9 /.3 /02.8.3 92-: ../2.3 :. /03. 90344 9039: /503.3 9039.3..3 ..3. 04342 549 2.30-/0247.3 :2494  /..2.5. /.5.3 90344 05. /. .3.3848.3 40 90344 5:.9 /50.3.3 .8    !03:9.307.03982/.3 203039...7 88902 0-:/.-0757.. 3 5.9.7.22.3 90344 ..5 2: .5.3903443..  /8.8:288.-.7 5.9.8..8./...3  0.3   0.39079039: %034490..3 202  203:3. /03.2.73.35033. 5.318 -49../.3 808047../. 5443.3.8.

:5:3 40 07.79 5:.3 ..9 :3.35.3.3/./.:.:.3. .9 30. 8.: 0 -0702-.3 907-:. 802.:..3.7. 40 30. . 09 503/::3 13. /-. 39038.. 40 07. 283  2.3 /2. -07-.5 0803.309903.-..3./. /. 3.7 30.7 30. 2.30-.. 88902 0-:/.75. 90344 202-.3/.3 0..2./.5/:3.9: 90344 /03.-4:7 39038.3/03. 97.7 5. 283 2.3 :3.3  8:.8 5:.9.:.7 -0. 02.3  %0.253 903/038 043428 /.3 90344 9..8.3. -0773..7. -:7: 703/.  0/     !023/.7.3...7 203. 92-: 2.0  /.5 .39 90344 2.0  ..8  0.3  8007.. 90344  9.438:28 /.3 .30--. :-:3.7..5 3:3..3 .8 .7.3 3.703.3/03./.8 043428 /.9 07..:5:3 907.  . -0702-. 0 30... 70.2.3043428  9034402:/.703.7.3 80. 80./.-..42:3..79 5:.3 0-:/. -0702-.3 9/.2 9.  .3.390344.7.3/:5907..3 90344 02:/. -0702-. /.38. 0./. 3:3.7 30./...8  .5 50309. 704.7.. 02.3 ...5./.8..-.8.3  907. 50784.3 5073/:3..9 .5 40 30. 40 2.3 90344 905. /003/.73.. :39:.5 07.3.3208/02-.390344808:3:3. 57 0-:/. .3 90344 90042:3.3.3.39.9.3 8:9 /03/.9 8:9 7. 89./.91 90344 907. 5.3:8.202-07.38107 90344 /.3:3. 2023/.790344 :897:-07..8 0- /07..3 02:/.  3.39.$0./:5 54.7.. :39: 80.8.3 0 80:7: /:3..3 4707 39038. 043428 .:90780-:9 0703.3 /.8.3 704.2.3:8. :3.3 9070- 802. 39038.  90344 .3 549 /...3/03. 909.  2.: /.3 30..39::. 2.-8.3-07.2032-:..3 /./.. 5072.././.3/.7./.3.08947/.3..3 /.  .3 . 3 574/: 8:.. 39073.59.3 203.: 90780-:9  / 8.39. 97../.320250792-.8.7. 9./.3 .3 30.7.3 0- -072.7.3 88:0 88:0 3:3.3 /. 97.5. 80-:9 90344-. 0-:/.9.3 .9.5 907.-9. 0-:/.7.3./.3 /80-.3. -0702-. 2.39.3 40 90344 8:/./.7889020-:/.35079. .2 2030.7.-. 393. ..3 :8:8 .3 507.2. .38107 90344 -07.8 2.3 507.: 0 30.. 90344 90780-:9 /03.943 39038. /.8907.3 .. /2:.220302-.7. -:9 -.8..3 88902 3.3.3 03/. 2../.5.9034430.3.3 40 249.-. /..7.3.7 90344 02:/.8 3/:897 /.7.5 8.0  7080.3. 018038 043428 /03.8 70.3.3 30././5:9:8.3 09.. 30.3 803. 2.3.0  .: /.25.2 .-07.75.5 8:9203.7.0  47.3 20.3  803.3  0 ..7 88902 0-:/.3.202 !079.3 2:/.3 . 80.3. 90344 /.3 90344 90780-:9  $0./.7 20303.32:7390344820.3 40 2.9 ...8:/ /03.9..7./..3. 803/7  #0..3200.3-. -0747039.9 9073. 90344 .3 5:.3 40 508. .3 /.8 /./03.7 50792-.9.8..35.3 5.3.9907:9.8:/ 2:.7 5.  907.7.33. 203079. 80-. 5023/... 90709. .9.3  . 90344 .9.3 .8 3/:897 0.. /. 023/.. 2039...8 50739.3:93.  -0-07.7.30.3 503:9. .3 .35. .3 9:39.8 /.3 20.3  :.:/.2 507 4.3. 5.3 -072.7. 5023/.3848.08947 .3/03.93.3 3/:897 . -0702-.9: 0-.9. 30.7 07../. 90780-:9 80-./.9.7 30.8.32..5 2.089..3 02:/..3 54. :39: ./.5 0:.8 5./2..38107 8.4:8 3/:897 / 745..3.. /../.  %072344 .2.9 745. 0--07. 2...8:/ /03..3907.33.33. 0-:/.30.8.8.3 02.8 /.390780-:9  $:/..3  907.95..8505498/.3 /2.8 050393.:8 5.8.7.3 /03.3 88:0 88:0 ... 2...3.9.2 078  /.9/.3 .903442083.3 .7.8.7./. -.. 54883.8.7:.8 549  /070:.: 5:3 :5.3..3 20.3 -07.

3/.3.:-.18.3..8 5...: /.3.9 537.3 /02.3/.7:8 /. 8:/:9 5...3 80.207:5.9 20. :-:3. -07-. . 80-.5:8.90907..7.9 /9 /.898 .3.3 -.990.9-.9..3    .7..3/:3 0-:/.3  .3:8.79 574/:803 203039:.30-:9:.7 /:.3 2.3 .9:.8 ..91 :39: 202.3 3.3 90344  8:28 /.7..3 .3-.8.3/./..3 -.3897:9:70-:/.39.87.3 574/: 0- -0747039..80-:/.9 /. 42:3.202-. 9:. 90344 -..9  4-. 90344 -.850 848.7. 042-.7 .-.9..3 20.503..  /.9.71.18/03..3:8.83 2.3.9.9..93..7  .30-:9:..9 80-.3 438:203 9075:9:8  /.5:3 90344 /0.2 203:.7 8:/:9 5.3:39:20. -0781.7.8 207:5.8 0-:/.7 8:/:9 5.8 2020:.7.740 209.3 203.:.2.3 .3 507-3..7.3 90344 /..3 ./.3 :39: 202.9.9.33..950302-.3.5:8.7.:.3  !. 0....3.3 /02.3 90344 907-:.35..203.59.8..303.:9:7.9:80-.3.7:207:5.39:3.3 /03.3 .20/.3 //.3242039:2574808089073.9..7:  09.03/07:3..9. ./.3 /.2.907.3 5.50308:.3 .8  $0/. 8.- 3.-.30.. .3 -07-0/...8.3 02.3 20250792-..  /93.3-07. 574/:803 /.  90344 -.5.79 -. 90344 5489.0.3 80-.737. .7 -.3 90344-.30.7.7.8 ..7. 88902 907.3/..9 80-.9 .3  8:9 7.3 90344-.8:.3 ..7./.7.. 2.3 5.5 90344 .39:3..3/.  203:7.3 .3 -.7.3 /.3. 02..3 202:...9 438:203 90344  8:.9. .2 70.32. 90344 905.33.7.3.8 0-:/.3 3 -07.8.03/07:3..3 .2 5.3 203:39:9.8 80. 507:-..3 :39: 202.8 0-:/.7  .3 0-:/. 3 207:5.3 81. 30.3.3 .9073.0/:.8..9.3 ./03.9 9073.898 0.:5:3 5034.898 .7: -8.7.7./2.9: 438:28 90344 -.9  /. 02.3/-07-.3.8./2.3 .2 :-:3.3 -:9 -09.3 .3.9.  . 3:9:7. 897:9:70-:/./2.... 2030-:9 .3 907-.3 .3 /.5 4254303 4254303 0-:/.7 88902 0-:/..8.2.39.  03.8/.380. 90758.7../.3 202..3.2 07./ /03.7 574/:803 .8.3898 803./.8 /.3 0-:/.9 0- 203:39:90.7...9 2..3-0702-. 438:28  ./2.7 8:/:9 5.3/.3/. -.8. .9:50302:.33907..8 03008      03.73 ./. 503072./. 907.3:3/:3. -072.3/:3..3:8.. 7.835.3 0-:/.3 0907.:39:/:580.3/..88.37:.8.59.: 2..93..3 9.7..2 5.3/.  /.9.7 8:/:9 5..3  -.3  /  0.8 907.9 ...- -..7: 80/.39.9.3  ..3 54.39..9: -..39..3. 4-091  .9... :39: 9/.9..3 9039.3 $03.3  .3 /. 90344 /.3/:34380:038 .3 .90344905. 90344 /.3 -.5. 3.3 0-:/.3047.3 :-:3..3.:5:3/03..3/03. 5489.7.20.2 /03.7.3903574/:82.3 :-:3.3/.390344 8:.3 /.:2.: /..03/07:3.

././.3/..9.38 .3/.3 203.38:2-079....80.35..247.5.79. . 249.8..5 .3 50-.  .9.30948 ././.9.3 5..3/. 8./.:..9.1.-.7..3..7./09..7. :2:2  .9..9.2..3 /3.2..9.. :8:8 .3 503..3:8.7.7.9.3  49-.9.  8:.3 .9: 2.9079039: .5.2.3 -.3 93./.3 202-.3 .9.3:8.3 /. /.9.  80/.3..3 8..203.9/3..: 247./.3. 502:..3 -.38 .3  9/.9  43943.  9.. -07-:.8. .09244 -07.8.5.3 798 /. 9.3 09.3 .3.3247. 9.3  9.3-0793/...5/.3247.3 09. .3 8.3472. .3-.3 93...7.:.3-.-.9./.7 9039..3 247.3 8../.  7.8.380-.88:.39.9: 3472.9.9.3 247.:2:2202-.3 /07.25007.7.507.  !07-:.9/.. ./.7. 2.3-.2-..334728 -07.7./2./ 09.3 503.5.: 8:.3  8./.7.9..  /. /5.  9/./:5 9.5..::2 /.9.2 8:.:3.7:8 /:5/.3 .7.... ..3:3 ..9.3 57385 57385 :2:2  805079 09.3 80/.8.3.8../.  909..3  8:..7. 3472.3:8.3 ../93...380-:../03. :39:507-:.9507-0/.2 0/:.3 ..5.: . 02:/..24708.3 889023.9.  .3 /. ..7..9.7. .3 .: 9:8.3472./.: 3472. 9072344 09.3 09.  /.2503.3  203./.9:. 9.7.3.3 9039.3  !.: ..: 93.3-.2:/.9.52.      %&      39.3 80-.:.3. /.2-8.91 8:/.9: 507. 09.5:3 2491  . 909.    . 203.: 07.3. 50-. .80-:. 47.93248..3-:.5.-:7:  03:7:9$:3494  09.3 18./..-:.3 ..7:8 /07.8 /5.  9.3203.3 /07..7.. /.809. 202-07.3 -0703.  7.3:9507-:.9:7./. 472.3.793./..3 .9..79.3 -:7:  ./.3 .7.-:7:.3.-07.3 -.3.5:3 09. /087591 ..3247.:203079.:-.90.3 247.33. 202-07.38 $:8034   2   472.3. 20:8. 47...3/.5 18.7.3 ..79/.8.9/3.9:. 20.3. .7 . /.9  $0.3.3  0..33472.7.3  805079 47.5.3 :7:  5. 80. 50.7..32../087591/.9.9  /.7.... 2.91/. 34728 /.7. .7:83.7../09.3 .9/.3 07./.39:. . :39: 503.3:8.  /.:.7.38:3.3-07..3.5:3 09.3247.78 503.3 /03.3..9.33.3 . .:2:2/.2./.-:7: .7.  507. /.- -07.9 /3.9 .3 -07.309.357385 57385:2:2 805079.: 507-:.9/-.3 . /./.3 247.:8:8  9.308:8.: .2.91 9.7.39:8.80.3 /../..2:-:3.2-..38 $:8034   202-0/. 9.3 47..3 /03.3 08.3.9.3./.. .7.3247.3 80-../.3 /03.9..7.3.79. 203.7.89 -07. 80. ::7..9 .3-07:5./.. .2.2.79 80-:.3.203..1.5. $:2-07.3 247.: 5027.9:7.079. .-07. ..08:8.39/.3./8 50702-.3 -.9..3 -079.7.3  203..9203.3.39:3 3472.-./.2.3 8.3.3 .8.7.  $:3494  2   47.9/-.3 .:9:.-.3.7:8 /:5  -:.380. 845.9 .3 203/.2.9 5..309.9 8:9 :39: /3.9:507-:.7.

/ / /.3:8.3 /. .    7908:8.808:8.9: -.3:3 .:5:3 .5.:79.:..3 /.2:7.2./434  2    0.5.7:8202507.7: /.330.. .3503.3 .2033.2:!0309. .9 -./.3:3 ..3.3 . -.3 /. .32:50309.  !0702-..3003/.2.3 08890382.5.2. -03 //.3 .3:9 0.9 -07:-.5.3 ..8 2.2 2: 50309.340.3:3 . 050393.93..3 203.3 -0781.  003/./.3 90344 202-:9:.2 0/:5.18: .3/..:.3 0307. 80.3 2: 50309..39.2.79..3 8../.5.-.003/.3 0. .:.9  80/.9.9..- 098 9/.3 /.3:8.7: 5.3 /.3 /::/.:5:3 -.2.8.. /03.9 /.7:3.:  80.3 2.-5.3 5.3./. . 2.73.79 8.5./.8.3-.3 08:8.7.2 .3.3 ..8.. .5 /80-.33./.2. !..3 90344907-:9. 05.3 2: 50309..3 8:.  -.9.3 /.3 /. 9039. /.  .2.25.3.3 2: 50309.7.3 0- .3. .7..3 40 02.9.3 90780-:9 .3.9203:-.-07.9: 9:./. -..3 90344 9: 803/7 2.7 :.3/././. 3 /80-..3 003/.0.907.:.9  003/./.3:39:203.:9:  .3 /472.7:83.- 098  207:5.18:..3  0-3 8047..3 90.92. 3 -07..9:2-: 03. .07  503079.803/7 08:8....3-07574/:8     !74-02.703..7 50702-..3:8. -0/.5  .3:9 :.9 5.3. 2.7 3. 3/:897 . 08.9:7.-.80.9.3 90344 . .3:3. 507-:..3:8.39/.3 .9./.940.792:.220302-. 2.3/:380-.3 90344 80.- 907. 003/.: 203.  / .9..3 .3.308890382.3/.9.3:8.939..-07-0/..:5:3 503:3..3 90344  %.7. -07-.3 907-. 08:8.30488902 -079.25.9: 203..7.9.390..3 90/./..3.350702-.802:./.3 808:. 9. /05.3 -07.7    %.92.3/.3 50307.7..8.38.9.-.7.3 90344 203.3.3  /.9: .3 /..3 ..8 203/.3 003/.32:50309.3 0.3 -0-. /.80.3:9 2: 50309.:. .9:.. 507-:.3 207:5.: 9/.308:8.. 905.- :39: 80. .3 2..3 .5.3.3 /.3. . . 5.3 //.9 :3.2907 0-.90.90.3 :2:2  050393. /0. .. -.3 18:1 5. .. /.3/. ...3 4/073 -07503/. 203.3-.33.35079. /.3:8..  %.3 -.3..2 507:-. ..3.3 -. . 9:/.7 05:9:8..3/.3 .:.8.9.  .79.22.3. .3/03.3 /.3 3/:897 -:.503079.3 2. 203:39:9 9.:.7 ..3 . 2: 50309./ . 05. 20::/.3 /.7:8 203. 5. /.9.803/7 $0../.3:8.38.9..-.39:/.. 50702-. ./../.3  !0307.3:3 .9 -07-./.23.390344/ 2.390344.:.9.3 .:.8.7.9.3..9 .- 2: 50309.3 20250744 08890382.9:.8 8:.3./.703.9.7  .25.3.3/..078.2..3.5 3.3 . .5.3 50302:.3 08:8.:7.3 909.3 4/7.. 574808 50702-.3 -07/.80:.8.330.507-:. .  !0302:.2. 503..3 507:-. 50792-.5  . .3 /.3-03.3 /.3 80.8 /.8 507./.3:8.3 .7.3. .:.3 9: 47.5.3.3:8.3:3 .:. 3 9039: 8.30. -./. 50702-.3 /.-.9..3 /2038 098 80-.0802-.808:.2 0.2 5.:..3 2025:3.7 2: 50309.5.2/7 2.3.9. 203.5 8.3 20.778:-./..3 /.2 ....7 -03.3 057.8  03:7:9 18:1 07-079 $503.3:9 203:5.8.3 808:.8. :39: 20302-.:5:32.3 003/.8.3 90344  .3 :39: 20250744 . /07./.-:.

3.3/-:.5.3 9: 803/7  2: 50309.3:9 5.8.9 .2.-0-. -. 2. 0-.3.8.../.9: 0.3 9:803/7 !.92. . 2030/.7:089073.3848.5./.30825:.3 20. :39: 203.../...5.83.34-09./.. ..9.9475498 /044 ..3-..83.9.. 2025:3. .9.-07:9    2:.3 /.3 8.5 3 -07..703. 503079.9 2: 50309.9.3 :8. 2.:7.32: .574/:2.793.4805$9:247.  02.3 /03.32. 2.:.  .9.3 2.3 0-07.3.:37    0..3 -.  -8. 2.3-.3 2: 50309.7.:.3 508.2:-:3.33. :1.9. 3.3 9: 203. .  #.:.9..39079039: ..320.2:.7.3:38:702..33.3./.2-.8207:5.387/.9.843.:4-0 .:%/.-0-..2  !0784.3 .9:39:9.:.:5:3 2033.3:8. /.82.3:8.:.94780-.78 .9. /./ 808:.3 /...370.:. /.-.3 . #030 08.7//.  %4484844 0-07 203.9/.:39:20302-. 9: 803/7  ../.-07.9: 07.3 /.7:83.50.9 -078:3: 8:3: 203..9 1.: .9 /73.380/.3/../.3 . 2.3 203.3:8.  !03/7.947 089073.3.3../.3 2.3 -:/.9 '.3 907.0-.3/:3 9::.2././.7 50792-.3050393.:.7503..5..3 /..83.3.8/.8 3.843... .79.2:50309.3/./..3:902:33.3 2034..9:80-.3 503/..79.3 -.37. /03.82.3.3-0-.4940748:2  $.25:7 9.:.38.23  0-0-. :5:9 /.3.3/.078.8. 2: 50309.3 :8807 .80-.9: 8.3808:3:3.5. /.3 80/02.880-.5.3848.3 9/..-072.8 3.:.39/.5.8.3.3/9:840#..3.. 033..7:8/25.. -:/.3.3 907.:89.9/8.3 /03. /.:5:3 80-.8  .3 ...3. .2.39:-0-.33...3 90344-:.3700.3 8:-0 . . 2.9.33. .0989:803/7-0781.8. .3 5./3.3 20302-.9..808:.7-07-.8.850702-.3.:.: :897:9/.39/.2 0-:/.2:.  $:..380-. 805079 203. #.:./73.7:3  8:.:-:3.:.7.9:3.3907.80.390780/. 9/.2.: 7..2 2033.3   203..3 0803   -. 9. .7:8-0-.9:5.3/73.3 ..32.2 /507:...8.79..3 90344 /.3 9034420207:.387/.503. 9/.83.3 5.7..3 2. .5809..9..  %:.3 502..3 0-07 /....3:8..8.3 :39: 050393./.: 9/.2 :-:3.3 -.3 2: /.8 90750393 2: 50309.380.3079. 57.20.9 02.3 1. .3 207:5.9.3.:.8 /.3 90344 . 2: 2: 9: -0702-..5.3503039:.7:8203.7908 /03.3 40 2... -/.3/7 2.9 9: 203. -0-.8:/.:.83.5.3 9039.3:8.3 :9 203039:.805079 1.32:50309. 207:5.3.3 3:3.  .9.383.3904780-..7 494342 2: 50309./  /.3. 3.52: 2: 848.3:8.3 0-079/. .    !07:3. 3..3 3 /.39:..3 40 2: ./ 80.-072..3:8.5 80598 2094/83.8. 203039:.: 203:8.7:8-0-.37./.9.35..3 .  %. 909.703.3..8. 2: -0-.947-. -0-.9.98 2: 848.30/0.3 .2:50309. 909./.3 9: 9/.3 -:7: /.3 80/.3 2.5 247. ...9..3 098 .5:.30/0. -.843. 50702-..:.3/7    !0309. 2.7 2.2.3 9: 802:. .3 :8.8/..:9/. /5.380039747.:.3 2: 848. .3 90344 .:.9.3:8. 9: .8.9.0/:/:.:89.3:3 ..3 ..-.2:848.2.83.7 .8 2: 50309.7 5..5073.3 ..9.3:8./.3 8073 /9:/3 203.3/.: ..3.3 :39: 203079 2.309.57-.8 3.3.  %44.340 -.9 .1.: 203:8 20303.3 / -/. 907503.4-09.93.502.207..7:40050393.3. .380.9039.33.- 907.8.9:803/7   2:0-.2 202:9:8.8.:37   -07503/7. 907.8.9/..39:3 5.3 203..82.7.3 -079.3 .9.383.9.7.9.3/5.3:8. 0-0-. ..9 .72:9.3..3 57.3/2.  2: 50309. 2070..2-..

357247/.8  !007.33.2.703. 9.9..98 03./.3203..3507-.9.  .9.  /.3 .7...2 -.5.3 5073.50309.3 3:5 -. /9039:.:.8-/..7 80.8207:5.2.3:8. 80-.3 49479.3 050393.902578 3.3 -07.3 39448 3944 .3. 5.50309.9..8 3:5 5030.. /.207:5.:.857.85439.071.9.9:50309./.3 .. 83.3 .8.2020. 1.3..9.3 57.3 9039.. . 2030. 0/:5.9 -03.3.380. /. :-:3.98  2: 80.3/.3 9039.3 43944 2025079.  /.3 050393.7.3 /2.3/807.3 -07.  -0 5030.2 574808 50302:.9.8 $09..780. /.3..3 57./.3 503079. -/. 8:/.3 4-0 .1.3 2:  ..3. 8:-0 8:-0 80../.:.2 .3  2:.7.7 4-0 90780-:9 . 503.9.3:8..9. /.:.:. 3097.3-07-0/.3  .3 -07/.: 4-0 9: 80-03. 207:5. 05..3 .3/.3.8. /.3 /03... /.2-. :.7.9.7 050393. 2: 50309.....3 49479.3 9079039:  050393. 050393..07.2 907-039: -07/. 9/.72.320-.3 203.20-03809.3 .8 2030.2 .3 ..3 02:/.3 072030:9..2.3 02:../. ..3.8....8.8..3 .3 2: 80.9. 03./.3 202-..98  .3 02:.3 0-:/. /.39047098..  05. /..5.790203 !03//.: /:3.8.:.397  2   $0.3 8:/..3.3 -0781./.9.3  .3 0- .3 /..3.7..39..3 80-..7.3:8.7 0-03809 80:2.3./.7 .3050393.. 5.8.:.9.07. ./ /03.3 .3 9: -007..3...-.35.2.3 .3 207:5. 805079 -0757  207.3 503:8:3. 9078:8:380.7./.2.3 ...9: 5007.32:05.3:9 -.33..50309.8 8.7. . 2: ..3  -.:. 80.5 2..3 2038.4388903/03.3/.3 2: 50309./.7. .8.3 /.  .2. .7.2 9/.3 /.3 .9. ::/ .  80/.7.3 /90.8. .. 9. 503.3/:3 050393. 02578 /.3 072030:9.4-.8 80./  . .3-.3 ::3$ $:7.5 2: 50309.3.73.9 .2- /...3 2.202507:.-072...3 503. 4-0 9.2.50.3 050393.342:3.9 /03..8:2.7. 2.3-0781.././..3 40 050393.2  -.:.3.3 .3 9038  2: 50309...2. 8079.8 439448 9079039:  !0309.3 /.3/.3 050393.8 5030. 439448 2: 202-.9  $09..: 203.354.3 2033/7.8..7..38..3 202-:.  .7 /.32:848.3 18.2503.9. /.    !03/0.:.3 .39.3..3.3 57.80589024402:.3 50309.3.

 -40 20.9 /..3  0.3./.2.3 . 4507... :39: 20250.3/80-:90-03.73.9.9. 207:5.3:8./.2 203/.3 203:8:3 9:-: .7.79. /.9.  20703/.3 .3 4-0 5030.9.  !.. 3.3 9/.3 .3/.   !03/0.3 18.3. 2:.3.. ..- 2: 207:5./9.2 20309.9.253 9:  80.1.7..8.7 .3 0/:5. -..7..3.9... 2094/0 2. ..8 .3 ..3 .3 50309.3 202-..9.3 9039. .: 8...3  .3. /.-.: 903 . ..3 05890244 2: 907.5.3 -0781. /.350309.843.3 203.3-07:5.8.187..3:8.:...9.7.7.39:803/75.3.:../. .8.2.. .:.. /.3 .2 .3   8..9. .  /.203/.5. 2: 20250740 /.  8:2-07  2094/0  897:9:7 /.9 /42.0723 80.3.3-03.79.3 :5.9.-..35890244 5890244 ./...3.3 05890244 2025079./..25:7 5072.3/.3 -0781.9 70.9 .3. 50309. 7907.9 203:-.2 203.8.8 80-.7.33.3 :5.3 .3 2.: 0-03. 2:. 2   .. 574808 .7:8/507.2 80-.5..9 2.5 2. 439448 2: -0781.8:2.3 /92-..9 2.3. 247. /03.3 /03..2 2094/0 2.3 -.2: ::3$ $:7.2 .397  2    . 907.5.3 2:  .2.:.7.3 202:33. 2.3 02:.3-07:5..9 3097. .5.39: 9.75.57480/:73..3 202-..3 50309..9. 4/7.:...3:8.8..8.3.7.

07..3.:..790203!03//. -07.3/.9.3 /0/:8 /.3 .50309.8 .9:.3 90..3 207:5.3 .33.3-0781.3.-.:.7.5 549088 9072.1.8 /8:8:3 .3 50309.7.7:2039./.3 -0781.3 5073. -07/. 5027.:. .  20.7.30-:/.7 07...8:/ :39: 203: 0-03.5027.3 80-0:23. 80.9 48/03.3 549088 .3 90780-:9 .3 .9 4388903 /03.8.33.3 .3 . 203.8 907.071.7.  05.

7. 2:907-:.3.843.-0757 798  05.7. 80.:39:0-03.9. .3 .. /.3 :.3.79 -.3/:3/..7./.3-.3 8:8  -07/.8 .2..8 1.8.:.7.957./03.8.35748083.380.7. '071.880..98 .9:5073..3 -0781. /7 907.2 20302-. 5027.02578-07.9:.7: 2025:3..7.3 ..7.3..7503.7:2039.31. . 202-:..790203!03//.503.8..83-07.3 .5  79 907.51034203.2 '071.9 7.:.78:./.3 .3907.3 48 .32.35030..5 07.2 549088 02.071.3907.7.30907-:.30-:/./.3.-07:.9.8 80.3 203/.50-03.3/./. 2   07.3549088907.9:./....4-091/.790./..81.3 . 5027..3549088 0-03.3907.

3 809.39./..2:.843.:0802-. 903  57480/:7.3 :39: 20.9.:.8.50309. 2.3. ::3$ $:7. 2: 9: /507:3.92..:.73.3 3472.8 /03.3 02:.3.. 202 .  48  4-091  /.. 50309.503039:.38:.90789 798  7.7/:3.2:9/.1/:52.3 9: 2.3/2.9. .. .7.8 80.9..  /.31.33.3 -.3 8:.3. 3 207:5.3 /03.3-07:5. .5.380-.:.8..2 2033. 203/.3 2:-:.79-.9.30089.3 :3.    $.3.35. 907-:.33.80.2 .7:8 /9::.2.:57410843.  .87.3 .3 808:.3 4507.9.9.2.31.3202-03.9 /5079.3 .7.3 .050393.//.. .2..8.  .703.31.8.3:39:02.33...3 2.3...8 /044 .3 907-:.9: 0..:. . 247. 0-443.. 203.  0 ..3 203.2  &39: 050393.79.2.2 5748080. 90780-:9 50309.3 .9.3/02.3/03.3 5./.9. 803.844 2025079.9:..078.9.3.8.3 2.3:8...3.39.38:. .7..3-07.7.-.7.7.3../.3 /50740 /. 2   .3/.-07/.2:3 80.:.7 .:..52../.. 42:3. 8047.3/.9.3 .  &3.5 2:.3:8.7.3/.3 247.9.9/.5/:5:39:203.5:5.:2:2 $0-.3 207:5.3 8:/.8.3 897:9:7 2: /.3 /8:8:3 /507:3.32.7.3.3.8 2094/0 2..397  2    !.:.38:39079039:/.-.3.7.-0757.547./.8.5.3 /02.7:8.:.. /03.4349.7.-.3202507..7.7.2025:3.7. 2.79039.9.390780-:9/03. /03.. .34/7.3 80.7:2039.3 2:..30:..3.3  9.-.3 503: 0::7.3 2.078.3 .3/.3 80.3 .9.3:8.38.  42:3.5. 907-:.3 0-03.2. 3 2:/.0-03. 2025:3.2 /73...9.. 2.5 2:207:5./:.7.3  .1..3.. 207:5.3 50309..3 .350309.92.3844  844.3:8.3.247. 9:  .5.8./...9: 4-0 . 50309.9:0825:..3 .3 :39: ..9/2.8. -07.3 2:  ..7:822:..39./ 2:207:5.3 .80-.9.32:203:7:90-:9:.318.:.3.9.3 9039..3:3.-07.843.3/.79 2: 207:5. 3472. :39:/:408.3/90..7.3 2..3 -07:5.3.38...7988902 /.3:8.9.202.7:8/:3.7.3..35.8:2.5:3  !0309.3909.3.3 /...3-07/./. /.. ..8.503:3.3247.3/..3   !03/0. 809.8 5:./ 2-078.7.:.320250.39.3 503/0. /.9.3 /.3 :39: 20302:.3/.2..3 / /.2.9.... .9./. .:./:5.34-0.

27.7..3 ..3 -.-:/ 23/    /.. 5:.3  0 .7.9:8:.  .3  $.3 0.5 2.3 2.3 .83 203:3:.3/.7 5.3 203.3..3 .- 9:  2...5. 0- 0- 8047.3  793.8079.3 ..3 3 207:5.33./. .7.33.2  2094/44 .8.320302:.9./..9 /507:.7.  .: 9/.9: ..203.9 0..3 -07.92:9.23.8.3 0:. %:.29: 03.-. 803.03. /..2. 47.  ..7.52.2..3:8.3 .8:. 5.2  2   $.3:3 8:.50309.3 :39: 203.7..  --. 2:.3 203:7:9 --.3 7:93 -.3 90705.3...3. -.9.3:8.80-.5. 549088 ./03. 9:  50393 -. 2.9: 247.5  8.3 /.3.8 247.52. -.3 -078.3/80-.3 ./... /03..3 . /./ /..9 /5079.2 .: %:..7.:5:3 2.2  80/93...05..2 :-:3. -073907.3 2.::5 -08./.3  8079. 0089.8 /03.357-.89 .39::.3 -. :39: 203.3:8..  0 80-.32.3/73.7:8 803. 80-.380. 3.:.3 -00/ /.9.-.3 8:/. 7.5 2.8 .3 .5.3 8. 8.5..7 9: 203.3 4-091 /03.2. .  !. -.8. .94-091 $.3202-:/. .3 207.3 05.507.3 2:./.-. 8047.3 803.3.3:8. 0/:5.93.7:8/240809./. 202-.8 /.3 .580091 .25: 203.5 80.5 503/..5. / /.9: .  ./.  $08:.30802-..32.3 203/.. 2.3 /03. 50309. /.3 80-.9: 2: .9: 8..2 -/.. 2:..-.3 .5. . 507:-.39. 2: 90. .89.7./.3 57410843.39.3. :-:3.......2 .7  . 8.3 .3:8.. 09.8 /.2 .  02./. :.3 . 7:.35:8.3:3. . 0089.3.7...3:39:203..7.3 . 0 ..3 907/. 5.503.8.32.79.3 907. -0781.3 2: -..3 .3 /. 808:..2.52. 80-..3 -07.8.3 003/.. 202-.3/7.5.7. 2:.:: 90.3 44  :.3  247.. 8. 207:5.7:8 80.2 9/..-.3/. /03.5.9  /.-./.2. 507: 202 .39.2 /.7. 8:.2. -.8. .33.  80...3 /.943  -. 9/.33.7.3 -0781./ 5030. 57-. 809.9: -.9 2:9.3 /.3 502.7 57.9.7 2:  20.3 .3 2.2802089.9 /5079.:7...3 .3.3.9:8.:0803.-.3.5 .39.5 2:.32028.3 /03..9.3 2:.1.3.3:8...3 0802-.5.: ..3 2:.3 2. -:. 203.39::.3.3:8... -.2.:39:20089.907.8.    /..83 2..3 909. 2: . ./. /03.2 ..83203:3:../    078.9:80-.3 -0781.43.3-0781.-.-07:9    %/.3 -:.3.  .3:8.3:8. 2..83.92:/80-:9:.3 02:./3.8.3.. / /./.5 2.8..3 9039: 2070.73. .9 /8.5.3.2.7.:.3 -07/.3 507: /2 5.218.9.2 /. ..3 :. 2. 203..3/02. 5.5 ..75.9 . 50325:.3.23.8.3 2:9.8.9:8.3 003/.3    /..3.9 .   82.7.9: 0..3 .: 9047 . /:5 /.793.  0..8.3 ./. ..3:3.::5 -07-0/. 8:.5  /.7.5 .:5:3907.  2.5.3 5.84.3 9.8.3. /.3:3.. ..2 0802-.- 8047.3 :.9.29: .8 /03.39.25./.7:8 803.8 9039..357-.3 207:5.3 247. 8:.3.3:8.3 2:. 2. .2.9.-.9/.2 .7.7:8. :8:8  2:. 8:.9: 0507.3 -.8090. 2. 0:3...7.3:8..3 . .3 -0-.3 /.703.3 9/.. /03.380-..3:8.27 /83907890/3088  .3 207:5.3408.83 2.3  47.3:8...3.3:3 .2:.9 2.8./. 202-. 8047.

 80.098.3 :39:7809 /..7.3  .32. /.3 .:2:2-.. 802:.3/. -07.3 80.8/.3802..3 03/.8 .9: %.2.3 9::.5.8.5 .3 2: /.3  803. -40 907503.32.550702-.34-09.3 80.5.5 098 ..9...3 90..: -.3 9039: .3...7: 40 88902 -:/. 8:.7:8 202 8.:.390344 .7.:9.: 80.380. ..3 9079039:  8.3-.5. /4743..9: 0.3472.   8.. 5.3507.  . 2.3 -07. 5.3 ../../. /. 2:.20909.9././.253 8..3780980-. 8047.. ..73. 03.: 80.32:/.3507:/507.9. .3/.3 .:. 2:..3/5..3:8.9.9.9. 907..5.:3.380-./.. 20325.703.: .32::39:02.7.. :39: 20302-.:.9:40042543.2:. 2:.5:8 907.5 2. 5./3/4308.3 203../.3 /2. -.:.3 2:.3-.7.09. 80-.3 2: . :2:2 90780-:9  5.3.3.3 80.3:8. 574108 . 503.3 202-.. 5498  8079.  88902 549  88902 97.7..3 42:3./.3 2:.3 8079.3 202-. 09../.38. 85081 -07..3203434/.  472.3 2:  %::.3 . /7 5.: . 09.80-..3 9/..5.3:3. 5./.: -.7.3:8:83. 09.3:8.3 2: :39: 02. 4-09. 9079:.7./. -838  09.91 -07.33.3:8..3907.3.5.8/.3. 3 .3  09..7.5.3/5.91 -07..3!##4247'..: /.02:.3.8 ./.8.7.3 008.9.    $047.33.7. 2.3 .: -07003/.3 /73.3-07. 3472.3 0./.3 :39: 0-.: -.2... 8.2/:53.330.305.8./.3 9/../.5 50309.3.3.7.  .078. 0/4907.7./. 3472.3/0202.53472./8  . 8.  09.. 2: .8:/ . 0-:8:8:39:502-.9:. 04254 2:.3:8./. 02:.7. 3 8:/.3  .9.3 2...3 /. 5.

!#.

3 /.  9..2 507. 05.0723 /..9.3 02...8 .7.39.7 . 02.9. 3 203/4743 9:2-:3.3 :39: 203:3:3 93 3.9.  .   8.7.2-.3 90344 .5.3203.3  2.. 02:.  . /03.5 .3  739.2 0/:5.7.2 ./ .308025.9..38.39.. 02.3 2.91  /..9.9..79. .:.3 907...38.93.9 . 02. 203.  :8:83.3 /.25:.39.-.  -075.3 808:.7.3.3-.78. 0-03.307-.320307.25: 203:2-:.  8079.59.39.0391  /.  -0.3 . 3. .3 -:/.8:/.3 /.2.3 /2..3 202. 9039. 57-.3 429203 /7 :39: 203.3:8.8.-:/.25: 203:-.5.91  3.25: 203. /..3 :39: 203.:.  /.7.. 20305./.. 3.59. .3  2: 50309.07.3 203.3  2. 9.3 . 09.. 2.3 /0.9  8079.9.3 80..2 0..253 9:  09.3 2 43/:81 -.32030.9.3 203.31.5.390344 9.7:/./ 50:..3 3..3 /..9:  /853 /..8.3 202-.9 /.7.39.        .3 42:3.:. -.91  34.3.3 70.3 -07-:.3 9..7  20309  203:8  -07. 3 /::/.02:.:5:3 4091 /.0/:5. 50302-./.3 2: 50309.8.3: 8079.3.8/03.59.3 907-. .3503933.3  /.3 /..3.3 -..2 -0757 /.: 70.8 :39: 503.7. 09.07. 02:.

:2..9.8.9 .: .3  507.3 /03.0 798  !03:3.5 80-.3 0- 905. .7903   /.3 0   8909.3. -..3 !.  ./3.9 . 803 .: 93/.3 :34  18.8.1. 9047 8073 /.3 803 /. 9047 803 .50309.8.5.3 /..9.2.7.3 89.8.7.  503.890  9047 41 130 ..83.3 5078. .3 .:3   -:: .8 40 $4. .3:9 5072.3/. 378  89. .3 4708./..1.94  .3/7.3 08909.  80/..5.3 2. 574808 907.3 :39: 80-..8.3..844  0- -.3 203.7 . 3900.3 50309.: 18.3 .1. /.2 /:.3907803/7/..3...: 93..3 .9 503079.9:.3 90..5 40 5. .7 .7 -.7. 18...9803   89 09 .9  0-3  0.3 202-./ 9047 41 -0:. -07:5.5.3 .32:8  %07/.:8  !.3-/. 18.7 /.75.703.7903 /03. %0 .2.3 -08.3:8..3/80-:93.0 798  ..3 . :3..1..08909.3 .3 /-:.80-.3 9047  803./.-.8 /.7903 -07:/: 08909.3:9 803 7:5.:..  18.3 -.3  ... 50309..3 8073 9. 340/0 ..3803:8 8035.79  .3..:2. 905.::5 0.7.3 5072.3 :8:8 203. 8047.3 2.2.2 0/:5.3 /.  9..2 202-.  $%%  8909. 50784.-:7  %.3 9:  /.9 79  $0.3 8.. .3 202-0/.3 803  .1.8..39.203.1....3.8 /.3 /.9. 207:5. 89. .3.: .218./ 4 /07 3  /03.2 -.8 907-9 /.9: 130 . ./. .3.3 .:8  .9.9 /-.3 /2../.5.3  :8:83.3/07 4990- .8.3 08909. 9:  9/./.. .2 -. 50309.9 /807. :8.1.2 202. -.3 -.908 /.. 18.7.9 /.3 -07:-:3.9 .3 /80-:9 80-.2 -... 89.3 .  805079 :.9..9.80-.3  . 2..8.3 :3.: . 2.5 80-.5:3 08909. /. 50309.3 14841 .844 .2. 507: 202.  .3  803  8079. -/. .78909:7 8.7  .3 54845 41 -0.3 0  89..9 5:.5:3 .8:28 9079039:  /.3 9039.3 03/.8.908909.3 .. 803  /. 9: 2:3.:9  9047 41 9.3. /. 79 803  .3 5027.3 0803.:. .  !.25 -07.9.3-07..3 08909.: ::/ 0803.3 /. 8038:4:8340/0 . /./.3..7.33.3 18. :3.3 9:  907/.3 /03. 08909./ 89..3 .3 :34 2.9  .:.8:28 803.89088 -07.9.2 209.3 39009:.2 89.  /.79 .798  /.: /.18./..:.:.3 8038:4:8  .3.3 .1.9 03/.:9  18.3 / 7  5 .2.3 //...3 /./. 9047 03/.39.2..9 3 0- -. .23. 80-. 9072.33/07...3 .78 /.8.. 08909.5 80-.1.9 803 203..8.7.3..3.3 8032.3 .3 /03..3  -.79 5078058 3/7.3 203/..73.1.8 1034203..9 /03. 80-. . 944 5079.9 803  /.3 /80-:93.8...  $0./. .9   03:7:9 %0 . 3. 038 803 . 08909.9 /..7.1.2 08909.5.3 .. /  :: 90780-:9 2030.3.. 503/./ !07903..3.  8.. 24/073 ..8:  3.3 18.7 2025:3.3 %047 2. 203..5 9/.3 .:. 4708.3. -07..2 3:5 08909.. $03 9047 41 .3 /-..8.3 9047 41 . 9047 0803.8:/ /03. -07/.3 02-:9 . .3  . /-.703.8  40 . .:2. 89.9 03/.9 /.../.39 /03.8.9.

3/:3 05708 2.908909..2 80. /9::.3.  ..8.3..33..70057.. 0- /.9:18.3  -:. ./.3 . -09: 8..7.36:09 203.2 02.3 203./:.8.: 148418  8 003/.3 0- 905.3 20303.7.3 503. /80-:9 80-.2:3  .703. 0803.:08909.1. 8. 83. .:.8  ..9..5.9.3 03.507:202-0/.9./.2 -::3..... -2-3./.3:7.3 003 203.3  .: 803 2.. 247.3 .908909.3 8038:4:8 20303. 207:5.. ../.3 /03.33.. 2085:3. /.  .2 202.3/.3 50309.9 .98 :39: 203..3-..18. 9047 08909. 803 5079. 2:3.308909.3  ...9  /../.9. 2.. 507: -07-.3. 203.8 . 03/. .3-07..3 40 5027 5027 :9.3 . /:3. :/: ..2.: 80-.3 503.3/./ -.9 /-07..03/.3 147 2..3 18. 5027.3209.  80/.3.2/72.3 -07-0/.3 8:-0 :39: 70807.2-8:.9/. /03.7..70-.3..3 8038..:2 00389 -.9./.8 -.3.3:9 50702-.7 2:50309...3 :34  48.9/.:  :8:83.3907/..   2:  50309..3.7 70.88 08909 ./.... 2070.75.3 5027.3 80-..18.3  2025:3. 0- /0.705708039.8..3/.3 03/.3 .3 3. 20303.08909.9 1  20 . 3.3.3..9:-07.5 80380 5078058/.9:..-897. 2.33.70/:.3.7.8 50703:3. -0750..2.3 9::.39:9.3 5.7.3 .718.. /.9:503.8:28 209. 57385 -.9: . .98545:07/..  !7385 09. 089098  03./.3:357.370108798 . 5074/0 .8 00389  20303. 80-. .5 80-. :3...2. 07. 9047 .08909.3.8.3 :.2 9025. . 5007.2 2030. 43/8 085708.2 /. 9.. 0/:/:. .36:09   /. 80.34-05078058..9 5.7989 9/.7 2:0803.  8947 41 08909.3 907. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3.7/ 48.59.7.9.3 3 -:.8.  .30-..3-.5 80-.2202-.18.  $0.3/.3 202-039: 808:.9: .3 9::.90789 5708039.  . .2 80..3. 03/./.3 /..3 203.9 /..3  .3.3 .7 .8.5:3 /:.5.35...79.3 23.3  03/.3 90: 5..8.3:8.5 47.. /. 9047 08909...9.3  -:.  8:28209./.3 207:5.3 /.3  5.3.91 /..3. 3 20 3...2:-:3.8 /.. 0803. !7385 08909 . /.7:83.8. 70.3. 2..90 .3 2.3/./.3 202-.39.3:3 07.1.75.  80-..3 .8.3 /.91003/.3/03..3 -073.3 /02.3:3507902:.3   !73858909.34370920303.2  %047 .3 .7.1. 503. 57385 .9 .2. 850:./  ./.  073.8.5.8 00389 80.2 889 02 0/:5.3 -078.9039.. 08909..33. /.5 80-.831.9/.. 2.3 -.33.308909.3 3.3 502 7 .3 /9039. 08.3 -.3:8.80-. 90780-:9 207:5.7..38./.3 80-./.3.5/.9. :2:2  !7385 3 /./507:39:.3 .3 57.3... 3  .8. 80. 5079.320303.3 203.3 5079 73-. :39: -.7/. 207:5.3.3 /902:.3 202-:9:. 202. 5.9 -..24-0:39:203.88 08909.  /.9 148418 /.1.9.8.9.8. .2. .73 !7.33472.8 805079 /705708039.3 5.3 /.  9.  203:7:9 .:..3 503.3 507..2.3.7.8:28 209.7..9. .907. 1472.9 /.9 03/.3803 1472.3 803..3 08507203 /.-. -.5. 0889038 . 03/.. .:./.-3.3. .-.3  . .18.3 05../...3 /03. 70.3 390720/.3.  .78 20303..3507..3:9..3  -07:5. 57385 .../.7 :39: 0507:.18.02:.3 .. 70574/:8 /.3 84//.%039:3.

. 2 % 2-:  5079 .9/.7 :39: 4-09. 2085:3 9/. :39 : 203..3 90.. 8:. 3 203.3 -07-0/.33.5.9.3  .3 3/.3:8.2.8.9. 9/.3  %07/.9.3 207:5..5.. 3 . 203.3 80...3.3 202 .3 4-0  8.  ./ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /.5.5.3803.3 50792-.3  5.078..3.7.9: 70.3./  . /.3  92-: 5073.3  :39: .79 .3 20303.. 03/.7 503/.3 02-.-07-0/.2.3 /.8 03/.9 /9.. /.3.7 -.7.9.3 950 95043805.9 : ..9 -. 29.9 8:-091 -07. -.8. 9 /. . 20. .3.3 43805 08909. /..  9/. -0781.3 48 20303.25:..7:  .8 57-.3 -..3 0.3 058902448 /.3.2.3 949.25.  .3 .3 -.2 7303.9  5079.8.:9:7.8 70.3/03.3 0...80..3/.3 58448 8079.7.3 503.  8.2.5.5 /0391. 9/.2.-.3 58448 :39: 203.8..8 /.3/7   438058909.7.8 /03. 7.9. 03/. .9. 8:./.3. 20.8203.3 /.3.5. 03/. 08038. 8.9/.-..-..  !.18  90./.20303. 503/.9.7 ..9  0- /.2 4-0 5078058 907/.. 5./.3/.3 5079.. 1:38 803  8.9.3.9.. 43805 08909.3 . 203. ..5.2 .8 /. /.78 . 3 ..  805079 802:.350393:39:202..2.3.38.3.3.3. 2./.. /08758 8079.. 2. 3  . 43805 08909.3 -07503/. .9 803 507-:. 2..3 507.3 /.9.3..3./.5.3.4-.:.390. 14841 02-.:-.3.3..8.3.9 /9.7..3 . 2: 089 09 .3-07-0/..  203039: 5079.37085438.. .8.5 9047 05.7 4-0 5078058  3/7.3 .7:2039.9 93  03. 20304254. 43805 43805 08909.2:73 507.3/43897:8. 3  -0-07.: 5.7 5.7   -. /.3 ...5 80-.907.. 9 .9:7. 43805 43805 9: 202 4-09.7.3-../.33..7./.8.88 :20.3 /../ 20303. 202./.3 203.  %047 9 047 2.39 203..3 . 2034.5.80...9.7.9 -.43805 438059:  !..9 003. 47.9 /..3 0-.3 5.3 . 20302-.9.... 2:33 /.8.3 9/. .2 . .  8./ 20303. 203:-:3.108909.2 950 950 503.-.3.3 08909.9: -. 3/. 503. .5.9-0-07..9 80-..3 85081  20303.3 /..920303./ :20 -07:8.3503079.3. 09/..  %07./..94.3 .8 20303.3 08909  !079.2:882143202025..43909 /0503/039 /43897:8 / :. /03.3 203..8.3 808:... 90.3 /03.5.3 89.3.9 8:./.7243 .5. 0 /.33.9/:3.. :39: 2020..5.3 -.3 50393 /. 20.7989 /.. 507.9: /.08909.: 5. 14841-07.9 :3./ 0   5.3.3  %047 9047 2070.3 57-..33...9  :. .8 9079039: /03.8.3/.3 /.3:3. .3.9.3 .../.078. -07./ 2070.33.3 203. .08038. 7. 2 02:33.3:.3 0:3.3 ..3.74  . 50703./.3 209. 80.3 -.4/03.75.9 .9.8.25... 02578  /03.3 7085438 7085438 18 /. 3./... 89. 43/8 /.-0 5078058 :2:23.8 70. . ..: 5.33.5 40 5078058 93./03.5.907 5708039.5.. 89..3 :39:203072.8.43805 43805089099/.5.848. 02...23. ./.8.9:70./. -. .9 /.3 .: 507/0-.2 .3 20-.9. .9.3 .3.9 .2 /8:8 .907 :2:2  5.3.3 8.5. 43805 43805 08909.3 085708 8579:.8 4-0 4-0 /.././. 803.35.3.3.3 . 43805  089 09 ./:. /.38. 20303/.3.9 -0781./.8. -:3..9..3 .2.8.8 80-./. 80-.3  /.3207:5.9 8:. 89.3.3. 0./.9: 0..9 2:/.3  43805 43805 08909..2/03./. 2 80 . 43805 08909.8 03/. ::2 ::2 08909. 20307.7 803.3 -.  793.7243 .3 058902448  58448  48  /. 203.9. 207:5. : .7 803  .

2 :.3 5.  .8:/ /03.5  .7.3 93/.9/.3 2.3 -.39.7 .  .9 .5089098 39/.9. 2039:3 9:3 0- /..2.3907/.5 438058 8.3 /.5 .2/. 90780-:9  .3 /03.39.9/:.-.7.5 089098  .35..308909./...: 0..5089098 9: .3544 ..3 . ./0   :// /.8.3.8 :.7 1.9.9 /..5. :31472  2.//::35.9..9 8.2. 9 :  247 .3 10.3 /507:.3:9 3.3 :.3 .357. 3 0 ...9.7 .3/. 089098  8.8:/:9. 43805 08909 %/..9089098/.3 . 8.8.3/../.3 %0473-./3.883.2 -07..8. 5:3  !.79 .3.. . 89:.39 .8 .8 8..3 ..3803.7:8 9072.3 0/:.:23.3 .3 /-.3 8:-0 2.3307 80-.:9307  7303.. ./03..2 7..7.3  :2:23.9: 5:3 80-.9..:: ...: .9.9. . .08909820 .39 20303.::.3 .3 /02.3 /.8:28.08909820 8.. 907. .3 203..5./.9078.3 9: 9/. 5: 3 803.  ..350739.:-:3.3.3 202.9.3 04.33.9. 8.7.9:39:203.3 089098 5079...5.. 907/. .523././.3 .9. 503.3 /. :.9 /:3.5 /9039:.3 /.3 1:38 ..80.3 /2.3.3 80. 8032. :39: 203.3  %09./. 808:.3 8..3.-.9:4-0207:5./ /.7.9 ..8.. 3.. /.7.3.9: /.9.5.3 /.905....79 54:7 1..9 .5./03./.91 /.7.33.../.03/07:390758.7.2./.:39.3 09.3 .3 /4837098 .9.5 808:..7.7.9:70  2.3 -./.  $ 02039 .3 88: 2507. 9.5 . /0399...309. 39738  $04.3/5.3 9 :3.9. 503079 .33. /.9/.    203.33.3.  03.8 80-./:.5.3 3.7.7.8: /.9//.309.3 /.5.  907:9.3 $0.2...2 :.5..8.9.8 :.3.8 0890983.3 :39: 2.3:9.3 203/. 9 . .3 9/..5 .3:8..3 5.7.38  0303.5..5:3 .23.98 03:7:93.9 /907.2 0/:5.3 -.2. 3. 8032.  -:. 247. 503.23.  .8.08909 820 /. 20303...8 089098 /.2.8.9  / /.3 0803.: 23.. 3 203.8://0138089098 3 -.7.3 /03.9 .8 :.8  !. .7.8.3 .28:.7/:3.. 2 -07..:-:3. .318.3.    203.9:70 10./.38.8.3820-07.2...3. .8 /.50.3/. 247.1.5 39 089098 //.7.3. 90780-:9  $0:-:3./:957.503079.3 -.380.35079..7..7 ::7..5. 203:9 .89. /./.. 9047  08909820 207:5.3.  0303. 9: /..3.8.3 203.: /.. .7.9. 803 202 3.3 47.  0303..3 .089 09 8 .9./ 574-02..3 -...2 .8.. 503.2. .8. 4090  203.3 /9::./039 . 0/:5.3 08909  /. 203.8:39:809.3:9 . -07.8 08909 8 203. .:-:.79  -.2..7.3 8./.3 80-.5089098 .3 .3 ..9078.: 9/.8 089098 4-0  202 ./. -078./. 907/./.. 3 203.3 08909.9..33.//.3. 9: 207:5. ..3 9/..7503025.3 39 /. 90./.308909.9.3  5079.9.3/5.3/7:39:08909.3.2.5 5072.9089098/..3 90780-:9 . 8032.9.3  ./.3/. 809.7.93.3 /2:33.5089098 8079.: /./.5 089098 .3.9.3-. 80703909.7.3 /03.3 //.. .50.3.5.2 :-:3.9.:/:5/.2 0/:5. . 9039.3 :39: 2003.8 9 07:9 .803...:..5 4-0.907 08909. 203.2 80-.8. 08589 203..3 /.3 089098 .3:2:2/5.7. 5:3 .8 .3 3. 23.2 -0793.3 9: 803/7   /03 .3 3  /.3. .5.3.5. .3  !079.3.7.47..3 .9  .3 .::.39.9.7:8 /:9.5.2.2809. 507.32030-.9.3 47.8. %.5 089098 ..3 5.3089098 809.8 8.9.82. 80.8. 089098  805079 0802-.3.3.3 803 9: 803/7  -:. .9.3 :39: 203./. -07:-:3. 803 /3.3.3 !03079./0138 544..7. .8:/ /. 3 203.9. 20.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->