FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar. filsafat abad pertengahan. membersihkan. Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris. dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. b. membedakan. menyisihkan dan mengolah. hubungan ilmu dengan moral. -Metode Skolastik : Aristoteles.Locke. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. tesis. seni dan tujuan hidup.Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran. -Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri. akhirnya ditemukan hakikat. -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata). sintesis dicapai hakikat kenyataan. -Metode dialektis : Hegel.Ciri filsafat. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis.bertanya. -Metode Fenomenologis :Husserl. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. Bersifiat sintetis deduktif. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari. . 4. -Metode empiris :Hobbes. a. -Metode transedental : Immanuel Kant. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. -Metode intuitif :Plotinus. Berkeley. antithesis. Thomas Aquinas.

-Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. sedang. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. Secara . matahari dan langit. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama.c. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat. Sesungguhnya filsafat telah. 5. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. b. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. .Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal. Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a. Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. licik dan sering memberontak. Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite.Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat.

filsafat hukum. metodologi. Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. filsafat ketuhanan (teologi). Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. estetika.India. sejarah filsafat Islam. batas-batas. Meliputi logika. asal mula pengetahuan. filsafat ilmu. epistemology.sumber pengetahuan. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. etika dan estetika. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. filsafat komunikasi. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok.filsafat manusia. filsafat ilmu. Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. etika.Cina. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat). Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. 6. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia. Epistemologi. metafisika. Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. epistemology. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. dan lain-lain. dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? . sifat.

Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan. Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? .Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan.

Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran. gnosiology. Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. 1982. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan. dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge.1). dan lazim disebut teori pengetahuan.BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1. kata. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui. . kritika pengetahuan. Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran. atau teori. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar.(Abbas Amami. Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal. Epistemology berasal dari bahasa Yunani. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal. M. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi.hlm. c. untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum).dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan. a. Episteme dan logos.Feriere.F. Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J. Kritika pengetahuan. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam. Kriteriologi . Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. criteriology. b.

Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan. 2. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. Mengenai batasan epistemology.d. dan asal usul pengetahuan. metode. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. sumber pengetahuan. atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. terjadinya pengetahuan. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan. Niels Mulder menuturkan. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : . dan kesahihan pengetahuan. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. asal mula pengetahuan. batas-batas. jenis-jenis pengetahuan. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak.A. Gnoseologia. e. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita. sifat.

yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. g. Menyelidiki (inquires). Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek. d. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. Menyesuaikan (adapts). ia akan menikmati itu dalam pikirannya. tujuan pribadi. menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik.istirahat. tidur dan lain-lain. pengaruh. dan lain-lain. pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. konsep diri. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri. biologis. dan kepuasan. keinginan pada objek-objek. kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. Hasrat (desires). Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang.a. pada tumbuhan. Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat. Menikmati (enjoys). sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. dan proses interaktif. Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. . kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. ketertarikan pada kehormatan. b. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil. lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. permintaan lingkungan. tuntutan masyarakat. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. kesenangan pada binatang. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. h. pengendalian. pikiran haruslah mengandung kesadaran. pada orang lain. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. hasrat. rasa tanggung jawab. Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. f. Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan. e. minum. Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. Percaya (believes). Mengamati (observasi). c. selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. rasa kebebasan bertindak. Mengatur (organizes). dan lain-lain.

atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas. Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. c. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. d. Principium Contradictionis. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. b. Karena selalu menekankan pada kenyataan.3.Azas ini disebut azas kesamaan. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). Azas ini bisa disebut azas pertentangan. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. . Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. Principium tertii exclusi. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu. Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah.

Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono. Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. pengecapan lidah. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. 4. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. kayalannya ini terbawa mimpi.e. Adapun keyakinan sangat statis. pembauan hidung. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. f. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. . mendengar dengan telinga. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu. dan perabaan kulit.

Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti. diagram. d. Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. kebenaran dan keadilan. pengetahuan yang objeknya adalah arche. Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis. tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. penglihatan normal. Menurut Plato. diagram. b. Tokoh empirisme adalah John Locke. 5. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. . cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar.b. c. Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. para ahli matematik dan geometri. Contoh. Leibniz. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. Metode yang diterapkan adalah induksi. Asal-Usul Pengetahuan a. Filsufnya antara lain Rene Descartes.serta indra yang normal. kemudian ditarik hipotesis. Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan. Metode yang diterapkan adal deduktif. Menurut Plato. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah.David Hume. B. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak.Spinoza.

Menurut Kant peranan budi sangat besar. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. yang factual dan yang positif. Predikat sudah termuat dalam subyek. Ilmu pasti. Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. 1. Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. tahap ilmiah atau positif. 1982). Tahap teologis. Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. adalah tahap tetinggi. Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . 3. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. Menurut Comte. yaitu tahap teologis. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. Oleh karena itu metafisika ditolak. tahap metafisis. baik yang analitis maupun yang sintetis. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. Pengetahuan analitis. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi. tahap ketiga. yang kemudian disatukan . ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. 2. 2. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. ilmu pesawat.c. ilmu alam bersifat sintetis apriori. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. d . segala gejala. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. Tahap metafisika. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. Misalnya : lingkran itu bulat. Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme.merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi.

Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. Tahap positif. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. adalah zaman ketika orang tahu. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain. Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. Pengetahuan analitis apriori misalnya. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris. Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. . baik pengetahuan teologis maupun metafisis.dalam persatuan yang bersifat umum. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. 6 . orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. 3.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya.

1983. proses atau hubungan.2. seperti di dalam laboratorium. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. 16-18). kejadian. teori dan hukum-hukum alam. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. hlm. dan sebagainya. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. a. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori. maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu. sosial. orang melakukan kajian lebih lanjut. Jika sifat atau objeknya begitu penting. ekonomi. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya. Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka. berarti hipotesa itu mengandung kebenaran. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. 1. Sedangkan . dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖.(Soejono Soemargono. (Soejono Soemargono. yaitu kelompok manusia tertentu. Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama.1983). seperti bidang politik. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen.

daya. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah. c. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja. mengangguk tanda setuju. Kognitif evaluative. Bahasa buatan. Pengelompokan habasa: b. Kata buatan disebut istilah. bersifat subjektif. kalimat seru. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus.objektif. melarang duduk di depan pintu. . Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat. kalimat perintah. yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. Dengan demikian dapat dirumuskan. 1. Misalnya. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. medan. perasaan dan emosi. 2+3= 5 Dari pembagian di atas. adalah murni bahasa buatan. kandungan istilah disebut konsep. masa. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah. banyak nuansa. kalimat harapan. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. pasti. bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. Bahasa biasa. Bahasa sehari-hari banyak variasi. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. sering juga disebut bahasa simbolik. 2.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti. Misalnya. banyak peluang. Bahasa artifisial.

a. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran.Sebagai kegiatan perstatistikan. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum. . Logika lebih sederhana penalarannya. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. menyusun atau mengatur. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain. Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. Logika dan matematika. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). . mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. Logika dan statistika Secara etimologi. demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif. Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. . Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. bukan hanya untuk menyatakan fakta. Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas. untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. -Fungsi efektif atau praktis. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. -Fungsi simbolik. sebagai sarana berpikir deduktif. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka. menyajikan. b.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. Walaupun demikian.

-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu. . hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan. -memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. andaikan tanpa statistik. -Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit.

meta science (adi-ilmu). kualitas. Filsafat ilmu dalam arti sempit. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya.BAB III FILSAFAT ILMU I. wacana. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah. science of science (ilmu tentang ilmu). dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. dan kepragmatisan. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. dan hukum.seperti kuantitas. . geologi. menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. ruang. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika. waktu. studi kesejarahan. 2. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. antropologi. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. dan sebagainya. dan sebagainya. Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu. 2. kerasionalan. Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. terhadap lambang-lambang yang digunakan. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. Filsafat ilmu dalam arti luas. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda.

(Berling. 2.17-18). Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. ilmu masyarakat. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya.Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.3. 2. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam. II.hlm. dan sebagainya.1988). Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat . ilmu teknik. Filsafat pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi. Objek Filsafat Ilmu 1. dkk. 1990.

Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. dan psikologis. Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. melakukan eksperimental (percobaan). artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. . Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. b. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa. Dengan demikian. tempat ilmu itu dikembangakan. Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. penerapan metode induksi. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Telaah mengenai berbagai konsep. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati.(esensi) ilmu pengetahuan. analisis. epistemologis. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1. praanggapan dan metode ilmu. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. III. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

speculativeness. Esensi science terletak pada metodenya. . Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research. Adapun dari aspek social. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. f. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. fungsinya. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak. science has become a vast institutional undertaking. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif. c. pengaruh ilmu terhadap ekologi. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. e. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity. Speculativeness.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. dan kedua. Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. Berkaitan dengan sifat metode scientific. Willingness to suspend judgement. malalui apa yang disebut dengan applied science. bagaimana sifatnya. yaitu communicapibility. scientific method. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. dan tentativty. the scientific attitude. d. scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. b. Willingness to be objective. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai. metode dan aktivitas. willingness to suspend judgement. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji.

6. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. artinya tidak ada teori yang definitif. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. 3. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan. Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. Progresivitas. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. Bersifat universal 4. 5. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. 8. Kritis. Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema.II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. 7. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. 4. 2. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. 2. Objektivitas. Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. 3. . Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. Dengan menilik persoalan keilmuan. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak.

3. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. dipaparkan misalnya azas. ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. 3.Muhammad Hatta. atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. peranan. Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah. managemen yang efektif. 2. ilmu purbakala dan paleontologi. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. Ilmu harus mempunyai objek. Karl Pearson. 4. Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif. ukuran. . atau prosedur kerja yang efisien. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah. sifat. Ilmu harus sistematik. ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. III. ciri. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. kecendrungan. dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. menurut kedudukannya tampak dari luar. 2.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. 4. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. maupun menurut bangunannya dari dalam. Demi objektivitas ilmu. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. Ilmu harus mempunyai metode. Ilmu bersifat universal. susunan.

yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual. unik. Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. d. Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. ilmu alam dan ilmu manusia. psikologi. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. yaitu matematika dan filsafat. . Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. Ilmu deduktif dan induktif 1. Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran. Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. sosiologi. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. hukum. c. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. administrasi dan ekologi. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. b. 2. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Contoh: ilmu kedokteran. Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. Ilmu idiografis. teknik. Contoh: matematika dan fisika. ekonomi. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi.

ide abstrak. Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan).3.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science). adalah ilmu pengetahuan alam. Berbeda dengan benda-benda alam. dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam. Jadi. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat. peristiwa social. Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran. gejala rohani. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. benda fisik. Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). jasad hidup. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. mengklasifikasikan sebagai berikut : a. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. dan proses tanda. Misalnya. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam. Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001. Natur. produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Menurut The Liang Gie. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan.

3. Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia. politik atau ilmu pemerintahan. Cristian Wolff. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta. 2. . Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik.

Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. seni. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. Ilmu perbintangan( astronomi) c. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal. a. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana. dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. Ilmu alam(fisika) d. dunia tiga hanya ada selama dihayati. Ilmu kimia e. dan kritik atas daya pentimbangan. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. menghendaki. kritik atas ratio praktis. Ilmu pasti (matematika) b.Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. Thomas S. Sesudah penghayatan itu. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . karya seni dan lain sebaganya. Fisika social (sosiologi) d. Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut. Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. dan merasakan. c. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya.4. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. 5. e. menbaca buku. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. agama dan lain sebagainya. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. metafisik. buku-buku. dalam studi yang sedang berlangsung. Menurut Proper. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia.

Menurut Khun. Tahap ketiga. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah. 2. dan ini dinamakan anomali. yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. akses kepada realitas. Tahap kedua. ilmu historis –hermeneutis. Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. Perumusan masalah. Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan.Susunan ilmu pengetahuan a. IV. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science). Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. yaitu kerja. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan. Selama menjalankan aktivitas ilmiah. Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. dan ilmu sosial kritis(ekonomi. f. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam.praktek ilmiah konkret. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. sosiologi dan politik). komunikasi dan kekuasaan. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal. cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama.

Dengan klasifikasi. Observasi. diverifikasi. dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. 4. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. menguntungkan dirinya sendiri. . Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan. Jika fakta tidak mendukung hipotesis. Dengan demikian. dipakai sarana tertentu. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. ditingkatkan. Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini. menganalisis. Dari sinilah teori terbentuk. diselidiki. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. lewat deduksi pula. didaftar. 5. hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. pengamatannya bersifat subjektif. b. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara. a. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini. Bahan itu disaring. Observasi sehari-hari bersifat emosional. Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. diawasi. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). dikumpulkan.diklasifikasi secara ilmiah. cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. Pengamatan yang biasa. 6. diidentifikasi. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta.3. berkaitan dengan emosi pengamat. tidak ada kepentingan dirinya sendiri. deduksi memainkan peranan.

-Penjelasan probalistik. Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum. utamanya ilmu politik. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris.b. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. atau boleh jadi. Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau. Evaluasi. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. e. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. . Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. Induksi. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. d. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. -Penjelasan historic atau genetic. Penjelasan dan ramalan. -Penjelasan fungsional. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. -Penjelasan finalistic. Deduksi. a. c. hampir pasti. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis.Penjelasan. c.

Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. 1980. . -Ramalam menurut proyeksi. Ramalan -Ramalan menurut hukum. -Ramalan menurut utopia. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa.31-35).Ramalan menurut struktur. Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan.M. (Abbas Hamami. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian. Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka. . baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam.b. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang. karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan. Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. dan kebetulan sudah difilmkan.

Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. hukum serta ilmu-ilmu kealaman.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode. . Induksi dan deduksi Menurut Beerling. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. ekonomi. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian. Metoda adalah suatu cara. Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos. Interpretasi Artinya menafsirkan. antropologi. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. Kata methodos sendiri berarti penelitian. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. Bagi ilmu seperti sosiologi. dasar dari langkah praktis penelitian. cara. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. b. sambungan kata depan meta (menuju. 2. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode. Pengertian metode berbeda dengan metodologi.perjalanan. metode ilmiah. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. sihingga memiliki sifat yang praktis.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. melalui. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. induksi. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. politik.arah). jalan. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. berdasarkan pengertian siklus empiris. uraian ilmiah. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. komunikasi. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode. deduksi. aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. adalah ilmu yang membicarakan cara. hipotesis ilmiah. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. Adapun metodologi disebut juga science of methods. mengikuti.

Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. e. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. j.c. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. i. karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. . Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. d. Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. h. f. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. g. manusia adalah makluk historis. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada.

namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. puisi memang indah. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. ke pengetahuan yang paling kompleks. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. -Bagi Descartes. oleh karena itu perlu dibenahi. .Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok. sehingga tidak perlu diragukan lagi. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. setahap demi setahap. pengetahuan budaya itu kabur. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru.3. dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas. -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. cogito ergo sum. lalu meningkat sedikit demi sedikit. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. +Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Menurut Descartes. Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. Oleh karena itu menurut Descartes. tetapi memerlukan bakat. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). pengetahuan bahasa memang berguna.

. udara. dan lai-lain. Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis.-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam. air.

kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan. c. d. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. dan tidak direncana. betul-betul demikian halnya dan sebagainya).Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan. Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. e. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. diwarnai oleh subjektivitas. . b. kebenaran yang diajarkan agama. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. sekalipun ia tidak yakin hal itu benar. dan tidak diketahui tujuannya. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. misalnya. bersifat univesalitas dan objektif. f. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan. Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah. Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara. 2. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja. b.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. tidak dengan cara ilmiah. tidak terarah. kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. Susunannya logis. Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari.

Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e. kelurusan hati.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles. sifat atau karakteristik. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda.dan nilai. sifat. misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. 3. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. 5. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. Selalu izin. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan. perkenanan. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. kebenaran ontological. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya. Jalan kebetulan. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja.c. Hegel dan Bradley. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. 4. hubungan dan nilai. Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa. Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri. Spinoza. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini.Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal. kebenaran semantikal. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth). Kejujuran. hubungan. Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi . d. barang . Denga adanya berbagai kategori tersebut.

apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. dan jika terbukti menguap. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. Sebagai contoh. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. tokoh pemula filsafat analitika bahasa. c. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. Jadi. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti. baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. b. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika. Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. . maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan. Misalnya. Misalnya pengetahuan naik bis. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. d. e.lain yang benar. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah.

Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman. pendidikan. Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik. diawali oleh Ayer. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. maka apa bila kita membuktikan lagi. -Idola fori (pasar). -Idola tribus. dan karakter yang baik. . Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. -Idola specus (gua). diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua. Kekilafan. hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. g. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama.f. memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). sehingga berupa garis yang bulat. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja. Misalnya suatu lingkaran adalah bulat.

Misalnya reactor atom. Misalnya kata : jika. dan sebgainya. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. kesenian daerah modern. Artinya . kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. Anton) kata sifat (missal. Istilah. ciri dasar dari pengertian itu. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti. seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. dan sebagainya. a. Pengertian juga disebut konsep atau ide. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. semua. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Copula . Pengertian. berakal). Dalam pendapat tersebut. Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. meliputi nama diri (misal. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term.BAB VII PENALARAN 1. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. Misalnya manusia. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. dan sebagainya. pengetian yang satu disebut subjek. manusia). pesawat terbang. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. maka. Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. hewan. b. Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan.

Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat. Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. perdalilan itu merupakan pembuktian. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu.merupakan inti pendapat. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. Banyak sekali jenis perdalilan. Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti. c. . Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan. Dengan kata lain. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat. masalah. kompleks. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya. karena sudah tergabung dalam predikat. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat.

Hanya satu dari pendapat itu yang benar. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan. 2. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. istilah. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. tetapi yang tepat tidak selalu benar. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat. ketepatan saja tidak cukup. tidak mungkin kedua-duanya. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. suatu uraian atau disebut perdalilan. Oleh karena itu. kontradiktoris. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini. maka uraian akan kacau. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. yan benar senantiasa tepat. tetapi untuk mencapai kebenaran. Seperti diketahui. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika. sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula.Kalau hal itu terjadi. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. mereka yang menyelenggarakan diskusi. tentang suatu pengertian. kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. Pengertian. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan. atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda. . Kesalahan. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. Karena telah adanya maksud tersebut. Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. melambangkan suatu maksud tertentu. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya.

Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. Dilihat dari segi isi. Tidak ada kemungkinan ke tiga. Oleh karena itu. Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya. misalnya pengawal. misalnya kecerdasan. kuda. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). b. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. misalnya. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. dan regu. misalnya kerbau. jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. dasar. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. misalnya ini kuda putih.3. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. terdapat pengertian yang bersifat: a. kambing. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. sarjana. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. hewan. Sebagai contoh. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. 4. jadi tidak sah. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. misalnya rombongan. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. pengertian yang belingkungan satu saja. . misalnya orang. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. lingkungan. hal ini menggambarkan kepedulian. lusin. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. kuda. c. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. karena kandungan maknanya bermacam-macam. baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya.

-Universal. e. Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. Sapi itu bukan kuda. seperti‘kursi itu kuat‘. -Definisi biverbal. d. kuda adalah bukan kambing. seperti seluruhnya. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. Kata-kata mempunyai arti lain. singa adalah binatang buas. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan. 3=ganjil. Misalnya. Manipulasi angka: 5 =2+3. Maka genap tamba ganjil= 5 . tanpa kecuali. c. Bulan bersinar di langit. dan dikemudikan oleh seorang pilot.-Partikular. misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b. karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. Merupakan definisi yang berlebihan. seperti. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. pengertian yang mencakup semua. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. bisa terbang. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif. Jadi sapi bukan hewan. -Definisi deskriptif. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. -Tidak menggunakan kata negative. sebagian di antaranya. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a. seperti. ―Bulan ini tiga puluh hari. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. seperti. misalnya beberapa orang. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah. 2= genap. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum.

makna konotatif ilmu. mengatasi. ilmu politik. 1982: 17). dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie. dan dimensi-dimensi dalam ilmu.BAB VIII ILMU. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". kimia. . (b) pengetahuan yang mendalam. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". ilmu ekonomi. 1984: 184). berikut dibahas makna denotatif ilmu. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. faham benar-benar (Prent. menjelaskan. maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu. TEKNOLOGI. Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang. dkk. 1982: 15). Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut. Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. keahlian. kosmologi. pengertian. sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. ilmu bahasa. biologi. "studi sistematis" (systematical studies). bertujuan (purposeful). baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. 1969: 770). Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". tahu. "tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. DAN KEBUDAYAAN I. sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. tahu juga tentang. Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). berkembang pada tujuan untuk memahami. Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. menguasai. farmasi. yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial. ilmu. antropologi. psikologi. Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. dan memanfaatkan alam. dan lain sebagainya. Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. dan memanfaatkan daya-daya kehidupan.

sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. 1982: 25-26). 1984: 4-5). 1976: 183). akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. Dalam tradisi Yunani. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi". seni (Runes. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. Secara etimologis. "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal. Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. Sebagai gambaran. namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan". hanya dapat dibedakan dalam analisa. Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil). Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. Dari tinjauan secara etimologis. Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . maka . "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. Dari titik pandang internal dan sistematis. "biologi". sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara. Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni". 1982: 96). dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh. Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu. atau pun komersial (Ziman. aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. Dari sudut pandang sosiologi ilmu. Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". 1982: 20). dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". dan produk (The Liang Gie. Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial. namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. 1984: 3). maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah".Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. yakni bagian substantif atau isi. sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. 1976: 314). prosedur. "sosiologi".

yakni sebagai "alat kerja". yaitu industri. Kedua. 1982: 84). atau sebutan singkatnya. teknik mesin. teknologi pikir (misal. 1982: 84). yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". yakni: Pertama. Proses "penemuan" dalam teknologi. ilmu komputer) (The Liang Gie. (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. teknologi biologic (misal. sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie. Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. 1982: 84). (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. 1982: 83). Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. Dalam pendekatan sistem."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". riset operasi). ilmu merupakan salah . 1971:125). Berkaitan dengan pendapat pertama. 1971: 125). Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. teknologi sosial (misal. 1971: 322). teknologi bukan ilmu. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi. Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern. teknologi merupakan ilmu. juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. teknik sipil). (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan". teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". "pengajaran praktis dari sekolah industrial". dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. melainkan penerapan ilmu. (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. Ketiga. (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. ataukah "pengetahuan biasa". Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. farmakologi). sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. 1982: 82). yakni: teknologi fisik (misal. Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat. atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. seperti halnya dalam ilmu. (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli.

1971: 126). dan layanan (The Liang Gie. 1971: 83). maupun aspek budaya dari teknologi. yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu. terutama para antropolog. memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie. 85). dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. 1971: 126). maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami. maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. beradaptasi terhadap. melainkan pada dimensi "praktis" maupun. 1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . produk-produk. Masalah yang muncul pada pendapat kedua. misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. 1982: 83). aspek ideologis dari teknologi. pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi". 1971:. (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. (4) Para ilmuwan sosial Hitam. 1971: 127). Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. pikir. 1971:125). dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. 1971: 85). Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann. yang merujuk pada pabrik-pabrik. barang. sosial. Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. "aktivitas" dari teknologi.' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann.satu input dari teknologi. Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. "sekolah". aspek sosiologis dari teknologi. yakni "kerja". biologis. dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas. (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie.

proses. atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-. makanan. --terinspirasi oleh Peter Drucker. "output". Menghadapi kompleksitas "teknologi". Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. kiranya. alat-alat. atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. keahlian. fabrikasi. keahlian teknis. 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. politik. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. biologis. seni. barang-barang. baik pada dataran konsepsional (prosedur. barang.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). alat. komponen. Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. misalnya. pengetahuan. sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. teknik. demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi."aktivitas" dari teknologi. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". psikologis. struktur sosial. 1987: 144). bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik". Bertalaffy. dan Churchman-. Dengan pendekatan yang demikian. dan dunia sosial manusia secara empiris. yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 1982: 85-91). Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu. pabrik. organisasi. maupun organisasi. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. atau pun benda-benda.kandungan pengertian "teknologi". yakni kepentingan ekonomi. The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda. 1982: 85). Teknik tidak timbul kebetulan saja. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. terutama: ilmu (The Liang Gie. tujuan kerja. industri. Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. dan lingkungan. 1971: 105). maknufaktur. alat. namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. aktivitas). maupun budaya masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. 1982: 83). walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. teknologi memiliki "input". Sebagaimana pendekatan sistem. melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen. Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie.

dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. intuisi. yakni: (1) deskriptif. (5) struktural. 1982: 85-91). (3) normatif. ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn. dimensi abstrak maupun konkrit. (4) Sebagai klarifikasi konsep. yaitu: material alamiah. C. sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. (4) psikologis. teknik. pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah. keper cayaan. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. seni. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual. (2) historic. sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. daya alamiah. sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. teknolog "mengerjakan". Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya. Ilmuwan "mencari tahu". sebaliknya. Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. ilham. pengalaman. dan lain-lain. mesin. (6) genetik. (6) Input teknologi bermacam-macam jenis. . Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi. 1952: 81-142). (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. keahlian. dan aspek teoritis maupun praktis. Bahkan dapat dikatakan. (5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara). dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. hukum.dari jenis tertentu. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". misalnya: akal sehat. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan".

dan sebagainya. Terlepas dari berbagai silang pendapat. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. 1991: 4). seperti: alat teknologis. bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. Dengan kata lain. Dalam pengertian kontemporer. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. ekologi. Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. . yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam. "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). 1. menghadapi tantangan alam. 1952: 81). manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. (3) aspek-aspek subjektif. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. yakni: eksternalisasi. dan lain sebagainya. kebudayaan "spiritual" (Kroeber. gagasan. Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik". Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. perilaku dan nilai serta tindakan. Sebagai gambaran singkat. sistem pengetahuan. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. objektivasi. teknik. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger. kosmologi. biokultural. baik yang bersifat material maupun nonmaterial. adat kebiasaan. dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. ilham. Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya. karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan. kebudayaan "material".moral.ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger. Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. kosmogoni. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya.991: 8). sistem nilai. arsitektur. 1984: 11). sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. Selain menghasilkan hal-hal material. dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". misalnya: bahasa. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. 1952: 182-190).

Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. baik secara individu maupun sosial. Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. Dalam rangka eksternalisasi. dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat. Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. dan proses yang lain merupakan akibat. Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. "Internalisasi" adalah peresapan. 1991: 11-12). setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. misalnya: bahasa. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia. Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. baik bahasa. Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. 1991: 8). masyarakat merupakan produk manusia. atau lembaga sosialnya. masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. Dalam momentum eksternalisasi ini. atau akibat sekaligus sebab. untuk menyesuaikan diri dengan produknya. "produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia.Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. bahasa. Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia". 1991: 7). Pada perkembangan yang lebih lanjut. Dalam kerangka pikir yang demikian. Sedangkan melalui internalisasi. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". dan lain-lain (Berger. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. norma. selain alam natural). Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger. aktivitas mental manusia menciptakan simbol. melalui eksternalisasi. kembali realitas tersebut oleh manusia. lembaga. teknologi. 1991: 9). sistem nilai. baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. Namun melalui objektivasi. 1990: 75). dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. manusia dan dunianya (Berger. baik yang mental maupun yang fisik. dan memiliki watak seperti dunia alamiah. teknologi.

bangsa. yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri. Manusia menemukan dan membuat bahasa. Pada dunia industri. Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. 1990: 187). Pada dunia agraris --suatu misal-.masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. 1990:198). "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka". yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. Berbeda dengan sosialisasi primer. Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia. Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri. dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu. dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru". Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. hubungan politis. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula. Dari . sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge). dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. hubungan sosial. disebut sebagai momentum proses internalisasi. Pada unsur-unsur material kebudayaan. 1990: 194-196).seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya. Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. ras) (Berger. 1991: 10). Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. hubungan ekonomis. yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. Sosialisasi dibedakan menjadi dua. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit.

"meragukan". Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. Pemilahan antara "folk science". 1984: 185-189). pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. 1984:191). dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . tata nilai. maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". "science". "pseudoscience" (setengah ilmiah). dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. "dapat dipercaya sebagian". 1971 : 80). Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi. 1984:180). antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer". atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan"."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". 1984:185-186). Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder. Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah". atas peran empirisme dan positivisme.landasan peran. Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain. sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan. "di luar jangkauan". Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas". walau tahap-tahap pengetahuan. juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas. ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. 1991:201). ontologis. (tahap mitis. dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen.

akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. ideologi-ideologi politik. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. 1971: 190-193). berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. struktur ekonomi. maupun subjektivitas manusia itu sendiri. teknologi juga tidak "stabil". Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. dengan mendudukkan rasionalisme. yakni: teknologi. Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge. Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. Komponen-komponen tersebut. teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. dan seni rupa (The Liang Gie. 1982: 88). Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . nilai-nilai sosial. "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. sistem ekonomi. kecuali matematika. struktur social. dan nilai-nilai religius. baik itu religi. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". humaniora. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. kepentingan politis. sistem hukum. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. ideologi. nilai estetis. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional. Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. ilmu. filsafat. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. 1987: 263). teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi."pengetahuan ilmiah". D.

Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. yakni merenung dan berpikir -. atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". Teknologi komputer dan jaringan Internet. yakni "dunia Cyberspace". Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia. namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia.ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. teologi. teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. ed. bahkan suatu "dunia" baru. namun juga nonmaterial. filsafat. secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. 1985: 14-19). Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi. Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis". dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. Dengan demikian . filsafat. seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". yang buatan manusia. misalnya.setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru. Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material. baik dunia material maupun dunia nonmaterial. maupun terhadap manusia sendiri. yakni berpikir dan bertindak. dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes. melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. "keadilan" "sejarah". teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain. 1986: 72). Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas. yakni terkait dengan masalah "otonomi". tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi. Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. tata nilai baru. 1971: 139). "kebebasan".

Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini. yakni: (1) Keharusan teknologi. 1988: 810). 1985: 76-78). dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. ekonomi. maupun pengelolaan teknologinya. (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu. (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. politik. dalam: Mangunwijaya. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. lingkungan sosial. dengan paradigma teknologinya yang spesifik. (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi. Dengan demikian. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu. dalam Mangunwijaya. lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya.mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup". yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. 1985: 79-80). menggunakan. Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. Dengan cara berpikir yang demikian pula. segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. 1986: 85). pemecahan masalah. 1985: 78). biotic. Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain. dalam: Mangunwijaya. maupun agama. (3) Elitisme dalam teknologi. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. .

atau pun "upah buruh rendah". pola konsumsi. "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. terhadap kekuasaan. Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. . Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan". Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri. "labour-intensive". "deregulasi". dalam: Mangunwijaya. 1985: 29). akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. ed. watak ekonomis yang: "capital-intensive". "organitation-intensive". terhadap manusia. yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. terhadap pengetahuan. ternyata memiliki: Pertama. Oleh karenanya. Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. dan "worker-intensive".Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya. di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan. kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". dan pandangan hidup terhadap dunia. Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik". "research-intensive". Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). maupun terhadap alam (Ferkis.

dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi".Kedua. Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes. suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru. Mata rantai produsen dan konsumen terputus. Dari sudut pandang kebudayaan. Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat". Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai. teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. Sehingga. sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". atau bahkan "invasi kebudayaan". dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". menguras. alkulturasi kebudayaan. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi. ditinjau dari aspek sosial. . dengan dunia barat sebagai pusatnya. struktur kebudayaan. Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". 1986: 82-83). bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". Ketiga. yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain.

atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. watak. dan norma moral. yaitu norma sopan santun. gerakan-gerakan. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. suara hati sulit untuk dinilai. tidak memberikan penilaian. hlm. etika dalam pekerjaan. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. hlm. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. yang harus dikerjakan dan yang tidak. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. Etika deskriptif hanya melukiskan. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. motivasi suatu perbuatan. menggambarkan. Contohnya sejarah etika. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. seperti etika pergaulan. Jadi. suara hati. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. tingkah laku. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. (Sunoto. 1987. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum. sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. Antara Etika. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. dan tulisan para bijak. khotbah. Norma. Ajaran moral adalah ajaran. wejangan. dan sebagainya. seperti apakah nilai. bukan etika melainkan ajaran moral. . Etika dan moral sama artinya. 6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup.BAB IX ETIKA KEILMUAN A. Adapun motif. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan. kata-kata dan sebagainya. dan sebagainya. menceritakan apa adanya. (Frans Magnis Suseno. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. seperti orang tua dan guru. Moral. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. norma hukum. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. para pemuka masyarakat dan agama. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. 1982.

melainkan atas kekuatan berproduksi. (Harun Hadiwijono. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri.B. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas. menjaga keseimbangan ekosistem. 1990. C. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh. pengertian kesusilaan dapat berubah. hlm. Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. bertanggung jawab pada kepentingan umum. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. (Achmad Charris Zubair. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. dan bersifat universal. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap.45) Oleh karena itu. Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada. Menurut filsuf Herbert Spencer. di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. martabat manusia. Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi. 44 . kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Akan tetapi. Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. Tanggung jawab etis. Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita. Pada zaman negara militer. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu. kepentingan generasi mendatang.

yaitu sebagai berikut. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. D. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. yang buruk dan yang baik. Tokoh sosiologi. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). dan unsur kemasyarakatan lainnya. 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. 3. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. ideologi. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. budaya. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan. 1. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. agama. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. 2. Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. budaya. Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu . Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. Weber.kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. (Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri.

F. Dalam kaitan dengan ilmu. yaitu pekerjaan. Di samping itu. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. Suriasumantri. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. Dalam kaitan dengan ilmu. bahasa. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S.pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. hlm. Suriasumantri. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. 34). dan mencampuri permasalahan kehidupan. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S. Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. merasa. Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi. Kepentingannya adalah memelihara. merendahkan martabat manusia. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. metode. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. E. 1985. dan otoritas. 1985. h1m. 1984/1985. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. sumber. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan.

1984/ 1985. Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal. 1984/1985. H. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. logis. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. rasional. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. Oleh karena itu. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. martabat manusia. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. dan kelestarian atau keseimbangan alam. hlm. Suriasumantri.pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. Jadi. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. Sebagai landasan ilmu. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. G. atau agama. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. ideologi. hlm. objektif. dan terbuka. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Dalam hal ini. h1m. 91) Dalam kaitan dengan moral. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. Akan tetapi. ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. 1985.

Akan tetapi. dapatkah ilmu yang kokoh. moral dan akhlak amat diperlukan. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar.. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. Misalnya hipotesis yang beragam. (Abbas Hamam M. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral. dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian.setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. Bersikap selektif. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. yaitu sebagai berikut. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. 1996. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula. 1. selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. 4. kuat. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). Artinya. Oleh sebab itu. Dengan demikian. artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. 5. . 3. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya.(1996) sedikitnya ada enam. Sesuai dengan martabatnya. Oleh karena itu. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu. yaitu moral khusus ilmuwan. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya.. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. ilmuwan. Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. hlm. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak.

dan karya. Misalnya. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut. Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan. serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan. dan komunikatif. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. inovatif. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. etika politisi. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. cipta. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. meneliti. rintangan. inventif. Di samping itu. berkarya. 6. etika bisnis. sistem politik. Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. serta pantang menyerah. belajar. yang tercermin dalam perilaku kreatif. . Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa.komunal. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. disiplin dalam berpikir dan berbuat. sistem tradisi. dalam kegiatan membaca. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. menulis. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan tantangan dalam kehidupan. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. etika kedokteran. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. filsafat citarasa. dalam memahami estetika. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. theory of taste. . seperti juga bidang lainnya.BAB X. Dalam bahasa Yunani. filsafat seni. garis. Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. Selain itu. theory of fine arts. dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. dan filsafat kritik. Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. seni pahat. perilaku dan pemikiran seniman. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty). bahkan persamaan dengan filsafat seni. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. seni. 1. istilah filsafat diganti dengan teori. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. Terdapat pengertian lain. arsitektur. Pada zaman Yunani Kuno. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. Alexander Gottlieb Baumgarten. dan bidang yang halus. sajak dan musik. kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. dan theory of Five Arts. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz.1976). ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan. Selain itu. tidak cukup jelas. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. pengalaman. Estetika. yang didalamnya termasuk nilai. Dalam bahasa Inggris.

Alasannya. yaitu filsafat estetika. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. Bosanquet menyatakan bahwa. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. Namun. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian. dan lahir untuk keperluan pengetahuan. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. atau estetika. Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia. sedangkan wacana tentang hakikat. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". . keindahan. 2.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. khususnya Yunani Kuno. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia. Dengan demikian. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. Dalam menelaah masalah estetika. berupa hasil perenungan. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. Jadi. akar dari ilmu kesenian.

Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. Misalnya keindahan secara empiris. logis. Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. Pada abad ke-18. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. indra tidak menyentuh pertanyaan. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. psikologis. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. satu kejadian artisitik dan estetik. Dengan kata lain. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa . telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni. Misalnya. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. dan metafisik.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan. "Apa yang dapat seni perbuat. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika.Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. Pada abad ke-20. akan menjadi menyenangkan. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. seperti semua bunga mawar adalah indah. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan. Teori-teori masa kini menarik. Dalam hal ini. Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. sama sekali tidak dapat digunakan.

menyatakan bahwa dalam kehidupan. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. Sehubungan dengan itu. sikap estetis. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. Dengan demikian. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. serta hubungan estetika dan etika. Mengenai pengertian kedua. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. bukan masalah ia seniman atau bukan. Sementara itu. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. Misalnya Goethe. Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. Hal ini menjadi problematik. bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. Mengenai hubungan etika dan estetika. . Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. bahwa seni memiliki nilai intrinsik. Menurutnya. khas untuk setiap kejadian. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. Tanner. dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang. dengan kekhasannya. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. sebagaimana dikutip Craig (2005). aestetisme diartikan sebagai teori. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. Secara definisi. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. Mengenai istilah aestetisme. Bahkan. atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. jika identitas sikap ditentukan feature -feature.yang nyata terjadi dalam kehidupan. maka itu diarahkan. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis.

.9.9. :39: 050393.3.8 2.3 8:-89.2-.3 /.9.. /./.: 5. 30.3..7. 9079039: .3/.35.793.73 /.3 2: 848..8..2:3 0- 203.3.3.3/.2 .3 40 2: 2: 2:73  %9 -07.3 502-:.32.2-.3 -03/.8 425089.3 57385 .3 88902....3.3 :39: 202-:. 90344 9072.3 80-. .3.3/.2 8080/07.3.  ./02870...9.907.3 2.3      2: 3/:897.3 /03. 9:  07:9 3 /-.3 848.3 9/.910-2030.: 5. 30.8: /. 80-.9 ../03.3 -07.:.390780-:9/.. 5. 8.9.8.3 /.5490380. 2: .9:7.3 80-./.7. 2: /507-3.3 8:...3. /902:.. 8:/:9 5. 3/:897. # 2038.9.2.2:3 /02.: 2094/0 7.9: -/.3 9/.8 8:...7 89.3 :.. 80.  ..3 3897:2039.3 2: 3/:897.8 50309..5.9 /-0/.0  2...9: 574808 2. /5.7 . 4349.9: 4-0 .9.3 0      .7.:.3 /044 %0 ./. 3 207:5.9:7.73.092448 8:/. 2.9.. 80.7 .7 90344  .3  /..30589020 50309.9: 57480/:7  2.:.:.3 -.3 249.9.3 9079039:50309. 9.3  9./02.7.3 9039.3848442:  ..3.9.:./. /.3 0     .3.::5 /5.5..9/.: 5:3 0907.33.3 2: 9: 803/7  9.3.203.3 84844 2:  /2038 2: /.. # 80-.5.3 2.91 9: 203:3: 5.7950309.8.7 90344  80-.3  . -03/. /.9:7.3.9.9. 203.33. 203.2..9..3 249.3 :. 2: /507-3.: 80-.3 57385 57385  3.5 9.3 203.3.: 5. 8:.:5:3 57480/:7 50309.3 574-02 574-02 57. 2094/0 2. . . 5027.3 /./. 092448  .7 5009.3. :39: 50302-. .8 ../028 .8 -0.30 -07. .3 5072.3.3 8:-89../.2 89.3/.3974544  -44  84844  3.9./.2.9.5:3 -. 4-0 -/.8 2.3 9/..5. 503.3 -/.7.3 9:-: 50309.9.. 503.3 /.357385 57385.3 8:/:9 5..: 5:3 42078..3 80-..3 9::.32.3 -07./.7. 90344  !49038 5079.: 0..9.3 .9. .8./.3 /03. 202:8././03..39 1  /.33.3 202:3.9./.9.3 -.8.843. #:308  .8 .: 2094/0 503::7.8  2..3./8 :3.30 2020275.8 848.3 . 2: /...: 2094/0 %0. /..9..9.2 2020.. .91 .39.8 503::7.: 8 /..9 2:. 574/: . 907/7 .:  $0/.30 ..7.9.3 ..9. /902:. ./.3 .7:3..9...3/. /.9..32070.3 -07. 89.9.3.7 8:/:9 5.8 2: 808:3:3./.-:7.91 .3  .391 .25:./.9. 203.3/. /.. 708543/03 -.3 502.9:7.3.3. /. -.98 -.79 .391  /.. 0- .. 5./.3 :39: 203.3 /.3 :39: 02:33.3/..50309.. .9:7.3 5498 2907  ../. 907.3:9 9.:5:3 0907..3  80-.:..3 2.  /. 74344 /. 90.7.  . 9/.3 8:/:9 5.$97:9:7 .2. 2: 3/:897.3/.3 /2. 2: /507-3. 90780-:9 203.3/.2 .3 010 010 903448 /. 50309. 02.3 /03.7.9. 4349.2 89.9507.:. .2 97.8 -0.35. 4349. -./58.9:8 2...9.3 089073.9/-0/.3 /.7 99 5.3 574/: %0 .8 /:..3 089073.5:3 448 80-. -07.2.3 /7 5.9.3  448 202 .7.3 50307.3 39073..3/.98  4349.2. 90709././. 8.7 70. -.78:/:95./.9.7. -07..2.:2094/0803 #:308  %0.380.8:/ /03.:.. 9.3 /.8 2. 907.3     !02-0/.2:3 90.  .7 8:/:939073.3 57480/:7 . 4  9/.-8. 57 2.:-:3.  $:/:9 5.39039.790344  $0.3 02:33.03.9.. 574808  57480/:7  /.79 807.3 2038.0  80/.3 . 90344 .7.  $0-.3 :9.3 2.: 5.3 -..3 39073..5.3 / -/.7 0/:.3 .357480/:7.3 2: 3/:897.9. 203.: -.. 8:.39039. 57 ../.9. 9..: 5. .3..3 /03. . -07.9..9.3 0589020 -07.3.3 8:-89.3. 2..3 2094/0 ..9 /03.3 2.: 20307.:.03.. 80.34254303:9.3 /2038 50309.3 39073.30  0/:..3 /:3.7.7:3.9.3  80/.

2.390344. .2:3 5071. 42543033. 22-...  !49038 0.3 /.. 90344 -:. 732.3 .7 203:3.:..3/.-84::9 02 .78:.:.5.7. 0.3 .5.3 2:  .3/02.3 -. 90344207:5.3 3./. 2:  .39034424/073 3. 2: 3/:897. 2: 907.: 5:3 507-0/.3-.3/.3 2...240.. 2:2.9 ..3 7.32:..250702-.8 0. 3:5 0/:5.9 /.:80-:9.7 :.3 /2038 57.3 80-. 28.9./.850 089073.9::5./ 025.202. 3/:897..8502:73 907.3 ...2 .3  ..3 0.3.8. 50309.03.3 2.3 2: 907.3 /5.3 2:/.3.3 . 5078..9:3/:897 /.3 /.:5:3./.9.3 -0-07..3 90344 .3. /8.8. 7.3 90344-8.5.3 -. .8  .93.9.3. 90344 /03. 7809 4507.390. 50307.9.3 :-:3.3.3 2.907::/.3:3...3    %0344 ... /:3.3 2:  /.3/.38.9.9.3 /03.290344 805079.3.7  07.7 ..3 903 :.32.5.9.71.7/.0  .30     $0/. 5.9.35.7:8/9072.2.98 /.8 907. 90344 .3 -.3.5.9./..38033/:897.3 503/. 907.9. .:...388902.3 0     .3..7..2.8/.3 90344 18 28.90344/.. 203.. 907/.39.7.2 90344 80-.3 0- /0.3 90344 .3 /.3.3. 503/. 2. 90344 /.7 -07-.79.  90344 207:5.:.3 70.503079.9 -0-07..39. 90344-:.9.  503./:./.2503/0...90344/03.  80-././..3.3.50309..3 2:  3./.. %0 ./..3 -.5..:.390344 ..3 !079. -8. -.9. 1.3 ...3 /03.989039..-:.30     0-02.5.44 90344848.32: 20.3574018   %0344207:5.3 :.9.:.  . 580:/4 2.9. /.5.3 2.7..22:  8073/.:. .3 .  9/.380...3803 .33..39.3903 %0.350307.7 804.3. /0138 / .5.-:7.2..5.2. 2:425:907  %0.3  .3/03.33  !03079.3 907.. 90344 -. 03.3.: 207:: 5.5.943 202.9  ./.3.30     03:3.:...907. 8.30   . 50307.5490382.3 202.7 50309.:..3 .3 50309..3.550/ 8. .3 -07-0/.350307.  .2-.5. .9 /03.3 /.3 50784.35073.8 9039.3. .3 80.9..71.3. 503079.0  732.3.5/:.3.5.2./.. 507903.3 %0.9:7..3 :-:3.3.33  !7480850302:.85039073.3 2.3 90344 -07-0/.38.  90344 207:5.7.3 2: /03.7 .8 0/:5.90472.30-:/. 2. /902:. :897: 8.3 89.34-02.9 /03.3 80.9 07.50307.39.7.3 ..350309.2 -07-..7.:. 2.3 -.79047.9-08.7. 0.  /... 90780-:9 207:5.3 .3 5073.5.3 83.3 0/:.8907.03..32:  0/:.32:9039.50309. .3  !073. /03.3 90344 80-.:39:3/:897      :30 203.8 9034457 28..:5:35.9.8.3/.9:2 2: 203:2-../.3 .3 57.3.. 50309.3.388902 2:207:5. 90344 80-.3 50302:.72.98 /...8..-.  903 2083  90385 90344-44.3.9 5079.5.3507..: 50307.9.3  07:9 3 -0-07.3 2032-:. 90344 /.3 /7:2:8.2:3 805.3 /03. /03.3 5.7 90344  . 2: 2:73 /.9 -.3  09.9 /902:.39.3 2:  !07/01394 202.. 28.5.3 /.3..9.3 8  %0.2 9.3 /2038 50309.3.79 .3 .

.3 /.7901.33.8.9.. -8.9.80:. 08038 5073. 8:..2 080:7:.3 202. 8.3 3097.3 .7 0- /. %0.9. /02.3 .  .9.3 /.  57  2. $03 :39: %. 9. . 2. /./03.33.8.3 907.3 -.850 ./.9../...32: /03.3.8..5.3.7 . .:: 503/.3 043428 732.9. $03 :39: %. 4-0 1472.98 2.32:907.3 40 2.850/.9 503/.3974544  202.30     #.39: -.7.3 2:  !073. .2  -07.3 50309.3/.-7  -.3 0- 80259 .3:8.3/03..  .9..2  907:9.3 7..3 5030.9.5. 90344 /5.9 2033..3:8. 80-.9.3 0     03.3./..3  574/: 574/:  .3 2: 80-.3. :39: -07:.8 /.2 203./.7 90344  2.2 90344 /.9: 88902 . /.../. 732.7.3 -:.3 /02.332. /.30     ..27..5. 18  -448  848../.3 90780-:9 2032-:.3 2..8..33     %0344 80-.8 /.5.3 807:8  .3/:897.  5079. 503/.3:34/.3-039:.72:  .9..3 80-.3:8.8:28 148418 / -. 2:.9:35:9/.3 9::.7 90344  .3 90344 /03.07 202.850 . 2. :39: 9::.9./.8 -.8 :2:2 .  -.3:8.7.2.. 5.3 848. :39: 202-.8 /. 80.3 9047 2.2.9.807.:5:33/:897&39:203.8:/ :39: 202.3 /.850 -:/. 203/.7:8 /-.7 ..3.7-.8...3 .9.2 /03.3 732.-.3.5. 848.3 ... 90344  .2 90344 9/./.3. /.39/. .8.5.7 /.3 /03.8 2.2.8 -.3 0.3/.3203/0138.8/. 503/.9 .3 503079..850 -:..2 90344 439025470780-.3 .9. 4-0 2.8 .../..202507:.3 ..3 20303/.5.3 503:3.9: 038 2: ..3  20.3.3 050393.:: 2070..0--.3 -07-0/.7. /2038 50309..8  ..33:3.9.3 5./.9.-7 5. .:5:3  .3. 90709.3 5072.33       !.790344  %07/.3 . .3:8.3.9.30    07307/.3 2.33   .3 207:2:8.35708947.37. 8:.33       %0344 80-..3-07:..8503079.3 2. 5:3 732..3/2038 .8.5.3..9 -0-07.:. %0.7 2.: 39009:. %0 79 41 343 4  %0 ..3 207:: 5.7 90344  %0344 80. .7 5.. /.9..850 /0448 /.9.: 9/.390344/.3 5079.8..5  /.: %0 79 41 343  /./.. 503/...3 203.3 -.3 3/:897.3:8.307.850 90344 .. :3.:5:3 050393.790344 /03.3 .:.9 0/:.5.  .507:. 5. .2.3 .. 80-.3 574/:9. 8.5..9.34:95:9/.3 -07-0/.3.3:3.9. 2.850 .9.907..850 3.790344 /.30      2.380-.8.2. 5.8 2.29072344 .5.9: 574/:8 :39: 9::.9.3 80 50307.-5079.9 2.39.3 ..2 90344 80-.7.3 %0.2. %0.3 90344 80-..8. /2038 57..7. /9072.3 2:3.7.202-.3203/0138..3 2.8./203850309.9. 9..8.9 ./.2 80-..8..350702-.808:9..:.8 /.850 848448 /.3  28.3 5. .3. /0138 .03/07:3 202.390344/.24/073/.3. 90344 207:5..7.3.3  /.3 202.3.9 09.: .: 5.3 .3 0- :.: .3.. 2.5.8 907.3 .7.80. :39: 202.: . 804.59.3    %0344 80-. 18 .:5:3 .8.7.9.4.7 800/.390344207:5.5. 90344 20 7:5.9 /03.3207:2:8.39034480-.

.5.31034203.2 /.2:3207:5.3 50309..890787.7/.9.28 203.:.:5:3 /.3  907:9. -03/. 90.3 2.3.3 57.:5.848../.907.35027.39.9. 8:.31. ....3 :7.:39:2020.8  .790344.3.. -.90344-07-0/.3  903  50309.9...3.3   %0344 207:5.5 425089.3 01803 :39: 9::./.3 3/:897 .7.390344 07-.3:39:2033.3.3..9 -07:5.3 0      03..-7 -.2 503079. . 4254303 0-:/.: .83.390344 .8 .3  2. $0/.3503079..5.8 40 !0907 7:./03.750309.2-.9  0825:.3 07. 5079. 0:.9.3 .3 90344 ..9 ./909..9:7  2.:5:3 47.5.9.../.5.3.3 50307..7.903/.9:. 02578    2:-07.9: -.: 503 .8 /.90344207:5.3 -.9.9/.3 90.9.2.3 .3507.8 90344  9073857.3 9::../.8 /.2.3503079.3:8.7 903  %03 .7 /.:.3 503079.3. /.3 0 203:25:..  50309.9 .3/2.2.7. 2.32094/07.9 -07:5.7 -07-.3 9::.3 .3  80/.3..3 503/0.3  50309.0-09:.8.2802:. %::...8.7 -0.703.0180382:9.7 90344  -7.7.8..8. 92-: 0-09:..3 /.30   ..3 .8.2.:..9.8 07-.31.3 90344 80-.././.. 907.3 2.3..3.3  /02. 503/0.:....7... 9.5..3 .5.3 080:7:.9... 2.3903.089073.-7.3/:3.344 /.3. 5.89./.8://03./.342508  03...7 507-3.89038/..: 80.9..3 5.7.5.3/...2../.8:/.3:-:3.3.3903 .9 /03..3 9039.3 507-0/.9: 88902 803 57.98 ..3 507:-. 2:3. 202.- 3 -8.9.790344.3 903447.  20.9.:5:3-:/.3 2.9 0/03     .94384190.3-079::.:.7..9.38.:.. 202....3 5:.3:8...34380:038/.:.4/03.. 803 57.3/03.5..  0..38.3.-.9.507:-. 80/.9 :.:.3.3  .798  $0-. ..907.2.3.3:3.3 . 2..59.3 9038  9::.9. ./.  -0-07.390344202:8.9 47.7.:.7.3..11  /.36:0 /039 /03.3 -..3 !0:7803  3.3 .  $0/.7901./.3/. 28.. . 3. 4380:038/. .9-. .890344 -.07  079..3.98 %0 .18 -448 58448 /.9.943 207:2:8.5.304342 549 897:9:7848.36:08  %0.8 2.9072.33:3.  .8 .3:1..3:39:203.9: 88902 .3 20307.33....3:3..3 /..2.9/03..5.9.8   2.3 80-.:.3 /02.3:8.9.3 8:./. :39:203.2.9..2.7.2. 57480/:7  803  0.3 -.3 2: /.5.750309.3. !07. -.3 90344 907.9.3 -.:.3 2: -079::.3:8./.7./../.28 /.3/:3.80.3    -7.3502.3 0..38.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /.3  %0 .9.31034203.9 .3 90344  %0344 9/.6:08 : .3.3/.7..3050393..3 903 0330073  574808  1.3/75. 88902 41 90 57. -07-.::39:202-.3  7.3 :39: 202.9.5:3 4:95:9 /.9. 2: /.3:8.843. 2: %0 .3/.. 0.380-0:23.3 90344  %0 .59.3:8.39...8  /..3.3 3:3.3  35:9 90344 /.9  4254303 90344 /.807. .3.3 5020.8. /0391.3 /25.390344 0- :.3 8...2:  &39: 0- 2025070.3.3 0:.3 2.3 90.3 2.98 .790344..8 202.3 -07.3 43805843.9..2202-:.3 0 207:2:8.     %::..39::502-0/.2      %03 9/. 907.318 -.89.:5:3-03/.:39:203.2:.8 2: /.5. :-:3.7.9 /9.3 2: .-:73.3 503079. 90344 207:5.-/./.3.39::.5. 89.32:73 .3 0     .4349.9.

3   :-:3.3 90344 907.3 90344  0-07..098 92-.3.8..:.3/.3 .3   /087591    8947.8509047982..3.2:2.32:     $0-.3.8.9: 9.91    58448    897:9:7.    0309 /./.9:-:3.7.3 :.  .3 -07-.3 0-:/.8.3/. -.    3472.35073.: 9034420307.2 7.8.2:33/.-.2.3 /.9.02..9.3/. 0..:. 99 83:3../853 2: /.30    .9 5079.943  80-..850 /... ..5.3.3 90344 /03.5 43805 2: /.3... .9 8:57..3./.39079039:    35:9 90344 -072.9.7: 80/.33...2.:.8 0907.7.5 507.-..:5:3 1. 203.5.3.3  /. 88 .:..3 43908 903448  80/. 9047 9047 5..3.03. 80.843.9:88 2:2030/.9.3 .2./. 507025.3 3:..8 30.7.3 802:./-:.39.3/::3.-897. 2: /..3/..9.3 .-.8.  /2038 . 907:25:   /0138 9039.3/88   .7.843.2 2.5.850 /0.:.2.. 3 02.3 50302:.3 ..7.3 /.7-07-.8.38. 507. -07-.940 -07-..3  .3  /0138.390344 80-.9.71.32:203./.3 203.9:. 2: 2.: .3 203.3-...3  0507.3.7 038 9079039:  80/. 40 %.30-:/.3-.3 /03. ..43  .98    %07/.7-07-.3 907.3.9 507-0/.9 ..  7. ../.:9:70 .3.3 40 740-07 /. 907/..:5:357.3/7/03.3:8.3 903 2083 2:2..3 507..50309.9 .:.32:/./ 9039.9.-.3 42508 .3 .3/. 2: 0- 905..81.90344/..3 203.3.3.  /.:5:350309.8..8 -... /0138  /.3 0-:/...34254303/.2 038  .39.3 .3    ..7.90780/.39.3 0- 808:.8 :-:3.9/7:2:8...39...8 43805  89.2439089038  ..3-07:5..7 :8. 2:./ 9:: 04254 /0138  ..39. . 080:7:.3 .3 .3. 50309.3 50302:.3 /-:.:5 50309.  -07:9 ..3503/::350393-.390344 !..7 7039.33:3.39.2.9 50309.3 -0790344 2:9.9 202-.3  5073.7 5030:8:7. /:3.9.3 90344 :39: 9::. 50309.2 28. .3.3 90344 .     :95:92:..47   .3.3 9079039:  2:./.:.3 89. /:25:..3.8 0/:/:.70-:/.  0.390344203.3503079.:5:390344207:5..3574/: -07/20389. 50309.03/07:3 203:9 /0138 .5.3 503079. 2: /.3 0-:/.39: 507:.5:3 35:9 2: .3 .3 /02-.7.9 507.3/::3.7  .390.:5:34379 /..3 203:./.3/. 2./.390344.3  803  ::2  .3 90344 8.0/:.3  /0..3 2. :2:2 9/.907.7.3 57385 . 02.30-:/.7.7:8 20308:..3 /.:.9 /.3 .3:-:3.9  503.30-:/.. 2:/.5..2.3    2: -0781. %0.79.9 /.390344 203.3 202-07 -./. .3 /9:3.. 202507 0.3 2.5 740-07    $0...  80/.3..9: 2.2:/.2  39:8  /..3 /03.39/.. 2070.:5:3 90344 202 .

3:8.9 903448  .7.8 2.  88902 3.3 48244 482443 044 /.8 2.3 02.3 83.3 -.3.3 .3 .907. 2.3 . 903 0-:/.349.9: 805079 ... 3 8:9 7. 93/. 207:-..:5:3 8579:. -07.43 802:.39..32:3.3 8073 /03.3 /-:9:.9.3 02..3:8. 502-.3 .8./.3 89...3 0-:/.3 /..:39:207.3  507.9 2.203.3. -0/.2 .:5 802:.3 2.0-:/.9...7..3:8. :38:7 0-:/. 203..93. 0-:/.59.9. 3/.7.2..3.  03.3 .3 089073..3..25:. -07-.3:8.907.7 949.9. $0/..92.3 4254303 4254303 0-:/.:8.9.3:3 88902 50309. .9/03.: /. 740-07    %0705.3.907.3 .3 507:-.3:3.3 3..3:5.3 3/.39.9/.. -.3  0-:/..  %07/.9  /0.7.. -07-0/.3 -0781. 2025079. 549038 090.98  .8 574/: 574/: 2. 202.3.8./..3 0-:/.. -.703.3 -0781.5..  28.7.3 ..3  :-:3.  .3:8. 2.3 . 2. 9039..9.8500/:5. 2.3...7. 203.3...3 0-./.3.:202-0 7::/-.8.3/:53.907. /. 205:9802:..3:8./.3 3432..5 9..78909:7 -4:9:7.3 /-:.907..907.  805079 .52. :-:3.9     .. 80...9.3..3 .3 . /:.257802:.3 39073..3:8. .3 8.    :-:3..3. . 203.3 8:/..7.39.8.907..8.3:8..3.9/5.3 .3.33.3 .89./.9.9.3:8..3 /-:9:.8..3 .3  /.9  203.3574/:3432... 8. .2.3 2.3.3 ...3 202-.9.9 . 0-:/.  .3  ..39:3.32: 2:54891 907.90478.:5:33432.2.3 507:-.3.3 4390254707  9/..2.: / 003/.7.9 3432.907.7 80-.9 740-07     03.3  :-:3. 3:3../03.3 503079.2.3 /03...3907.92.2:3 203:7:9 740-07 /.2  0-: /..  /.. 9079039: ..25:.32.3:8. /902:.8  4-09.2. !0:7803     $09/.9.3.3 /02. 3:3.7 -07-..907..32.3 .8.8 /. 50 3079.9 2. 203.0.9:8 /. 20.7.3. -07.3. 0707      !74/: 2.8 9. . /-039: 40 9.907..850 8:-091  ./: /.9. 88902 82-4 /.3 203. /03../: /.3 907/7 /.8/. :5.9.2 7.8.907.2..3 ./.703.3 -0781.2..830.3 .3 . 0-: /..3 .3 :. 54. 8.2 /3.380.7 -.3 202-. 54.3 8./ 808:.2.3 205:9 80:7: ..9 9:: .43 90.3 0-:/..54.703.380-.5 ..33.: /.3. .3..3 202 88902 502.8.3 503/. $0-.3 2.2/.9 .39.3  .:.380-.20-:/.8  /..8 /.3 $0.3  3.5.8.5.3/03...7 . -:/..99/. 2.72.83 2.3 -07.  !02-039:.81.2..7. -..3. 242039:2 574808  .3 3432.188203:-.3....502..:..3 207:5.3 9/.3203.8  0-:/.38579:..9 0-./ 3:3..3-07.3-:.25.3. 207:-./.907.7.03/07:3. 507:-. 9/.83 0-:/.3.3..9 ./.2.8..850 .:7. 8...7.  88902 50309.9 .3.380.3-0781.9.30.3:8.:-.38:3. 80-.783-8..  $8902 82-4 90780-:9 20708. :39: 203072..9... 40 740-07 :.247.2 503079. 2037.7:05.3..8.8.  -8.2-...9..907.5.9 .. -.3. .: -07.3 2.2  2.3 . 42543030-:/. .3 .9/.39.207.9 80.3 :.3 .3 .3 .8 -07-0/.3..3 0-:/.. 202 2. :38:7 0-:/. 8079..3 .. 3432..3  .3.59.87.907.8.:5.3:5.8.

.9.8  0707   ..: 8:-09.

  :39: 20308:.574808-:.3.3 /7 /.3-07-0/.9.9.. 20289.3:8. ./3.:089073.3. 2.8. ..  -. /03..2:3 20.8.39745448  0-07.38:3 /.3 80-... /./.  02-.098 089073.8 .3 /.8.3 /.8.8 3/.9.9 207:5..9 90344 :39: 20203: . / :.3 -3.7.80.2 8:..3 -039.2-3.3907/.3. 8:.3 80-. 242039:2 574808 4-09.9.-.3 80-..989.2 0/:.3/02.72.2 07. 0/:.9 .  9.3. 574/: 2.. 089073..8. 5027. -.9.3 574808 .8.3. 07./.8  2.3:8.8  2.3 20397..8..770.4-0910897:9:708.3 80-.3 .. 3/.3 574808 . 90344 ../ 70.9./...8.8.3:8.3:8.207:5./.: 5:3 .9:70. /.3 89478 2...5.35.7.5.880-.7897:9:7/:3../:.38:-091 0707  .3 4-09.3 8:/.3 0/7..8182.0-:/.3 1.8 207:5.33.9.7.8.703..3.3  .9203. 9/.8./8:.. 30703 /. 80.. 80.9.3:8.3 /7/03./. 805079 /:3.3 80-.:02-.33.3 202 . 3.:880-.39.8 3  .3 .297.8/:.2 202-.3:8.9.3-..3  203./.9.3 03.../.8.  0-07. . 2.3 907:8 20307:8 .2 -:...3574/:8073.:.703.9.3/03.3 574/: 2..989.803/7  39073.3.5.9.9.. -039.$0.8  2.33. 080:7:.7574/:8073..843. .8 18 2. !.8 574/: 574/: .9 20./:.30.3.8.9..8.3574 /:/./ .3 .7..3574/:3.3 -3.91 3.3 ..2 .25: 202-039: /:3.3 .5.8 2039.3. 2.7.32039.3  02-.:/:3.9..2.3:3 0-:/.9: 207:5.3:8. 2:33 -07.8..9-.8 ...  889023.  9/.3 -.8../3..8 4-091 5.3-07..:5:3 848. 9.:8.3:8.3 90780-:9 .../../..9997.-.9 /.3 -075. 907:8 20307:8 0 /.381472. 8:.33. /.5./..8 4-091 $0/.3-.9 907.2 7. 574/: 2...3 82-4  -..3 0707    !.7.3-.3 0707     .890780-:9 -.: /..- 03. 70.7:8 907:8 20307:8 203089073.  /../.980.5.:39073.87.3 2.3 5.8089073.3:8.3:8.3.3 -075.9.9.5:3.7/72.9..9:1.9.8 2. 2.8203.:5:32039. 0-:/.2.9:7. 90780-:9 /.3 . /.098 1034203448  809.7:8.8 .0-:/..3 .8..3 3907479. 907-. 203.381472.9  .3.. .9.3 /03.2.9: 3:3.8 207:5. 2.8 .3:8.-9. 0707   .. ..9.- 80.. 089073./.3 2.3:8.9./.3/02.3 207:5.-.5.8 2. 50708.7.. 574808 .3.9.. .3 8.3 0-:9:.3.7....8  ./.3/73.3 2.8. 3472. 0- 503/0 /-. -0781.9.3 2.9: 93/.3:8...3 89478 ../.3..8.8  80/.  /.:. /.-.207.9.3.3/02. 3/.3 .../.  .:5:3 2039.   -09.7.8 907.2 242039:2 089073.3  20.8.703.3 40 .3.7.84-091 0707    0-:/.9/. 3/.:5:3:3:8:7 :38:7/0.3:8..8182. 5073.3 9.3:8.8 .381472.9:70. 8.59.8 0707      .8 4091  28. 57480897.57 ..3.59.9  89073../.3 39073.703.3 574808 ....3 -.3 08038 0/7. 20343/8.8 90780-:9 40 2..9.3 9/.7...381472.3:8.9/.2.2/:3.3 /03.9907. .7 2.3:-:3.3:8.3 0- .  90344  /.  40 .3 0. -07.3:8..2.318  /80-:980-.3  80./8:.848.32.9 907-:.3/3 /03. /.2.9. 50302-.9.9.7 8:-09./  0-:/....3.905.2./. 203.8..7 0-:/.8  80/. -.9.:8. -.3 2..3.8.203. 203.3089073.2..3 9079:9:5 /.3:8.9.2.  0-:/.3 8:-09.8.3/3. 80.320.9..8 207:5.3:8.3/:3.8:/ 089073. 507:-.3207:5.3:8.8 /.3.2 3././8:. 50702-.89 207:5.3.5 242039:2 574808 207:5./: 2.: 4-09.3:8.  /.3 0889038 2..73..3:8.2-039:01. ../.9.207:5./.:7.3:8.3:9  574/: 574/: 2.. 9/.39.:5:3.3/. 2.3 .9: 503.3.9.

3/9:39:9:39:20250309..2.3.3. . /.8.9.8...0-:/.3.3  .9 -.8. 8.9 .8.3507. 503//. 2002-..7.38.78 8:..:.80-:/.3.5.3 :8:8 808:.8.9.3 90..3 9::...50309.3 043428  :-:3.5 3/.7 /. .3.9 0:.. ..3 02-.3 808:.93.73.3 40 4.3 1472.3 :38:7 :38:7 3432. . 907.3 /.:5:30.8. 9/.-.3 :.3 3/.. 80-. . 848. 848.5.2/:3. 202-039: 70./.././.3 .8 57207 /. 24 2039 :2 242039:25748080-:/.9./.  3431472.3:8.39079039:.  /./: 20303. 93.  3. 5032-.8.3 574808 502-0..8./.9.3 :8:8 5:..3 /..7.3 :39: 20250740 50309../. /.. /:3.7.3:8.3 31472.9 .. 43805 9039./ /:. 809.3 4388903 0 /.9..:38:7 :38:72. 9/.9: 28.3:8.8.3 .3 20.59..9 /902:.39/.3 54.9 903448 .2.3 20.3 /.7:8 / 5. ./.:.:.3 2.7.. 2. /.8.8 57207 /.3 40 848.3 8:-09 1 3/.8.3 2...  7.8.2:3 5.:.3:8....2 08./.: -07/.8 57207 .7.3 /.3 /203079 80-..3 03..8 57207 3 809.7.: 848.3 /. /.8 57207 -07..3:8. 894.3/7/03. 5007. . 425700381 /.3 3803/7 -:.3:8.3 9079.8. /:3..3 ./.3 39073. 848.7.9: /03.. 0707       $48./.7.:5:3 8:-09 1  2.3 848.7:820308:. 907.3 203..2 08.8 80:2.59.9..9 /03./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0.8.3.8  0707   !.2 503//.3503039:.8 /-0/.9 /03. 203039:.33.907.-  :897:40.8 80:3/07 /.84-091  90780-:9  /.3 .5 848.  07-0/..9.2 2. /03.8.2.3  :-:3. 3.:.8  .3./ /03.3 70..3 4-09 1 2.3 3/.3 5498  /. 0707    $48. 8:- /:3.-9.. 3.3.8.2/..3 089073. 203.2 .7.3 . 2.3 :39 ../.8.8.3:8.3 90750393 /. 9..703.3 007./.70. /.8.7 -.:5:3 50307.3 90.3.8 5.3 -07-0/.79 .  :-:3.9 07 07     /0391.. /03.8 80/07.3 .9.. /0391.3.3 /:3.3 :.7.  .843. 50309..3/.3:8.3 -07.2 2. 002-. 5.2 /. 803/7  !.5.3:8... 242039:2 574808 39073.  .8 80:3/07 $48.9 .8/.73.7.7:  !74808 503072.39..  . /.84-091 3..8. /03.9.3: ..7.3 89.3 2.2/3.3. /.9 0 /.3 50309.9.3.5 3/. 2.7.2 503//.3 507.39..:8.9. -.350309.3907-:. 507:-.8.. 02-.3 -07-0/.8 80:3/07 . . 848..8 2.39.8. 7082 9.  803. /:3.-7  .7..8 4-091 0 /.3 2. 803/7  02..9 203:3.3 -07-.7 . /.. .4-0918:..793.4-09../: 80.7082/.8  0 . .9:809473./. 2.7.3 5. /.7.3 8...8  .3 202-:.32././:  /0391. 907-039: /.7:8 20308:.3 0-:/.3:8.8 57207  848.7 242039:2 574808 39073.3.5 202 02-../: 808:.2 2. 03.9.  ..8./.8.3 848.390780-:9  . 20302:..8.8. 30703 2.7 :38:7 90780-:9  0.907.2 :-:3.8.39... /.8.. 3/:897  2..3  !74808 . :-:3.38.3 /.8 .73..3 /7 /03. /03.370.3 5.9. :-:3. /902:.3 02-..9.9 ./.8. 203072. 2.3 202. /.9 :.3 2002-..9.7 0-:/. -.3 80259  80-./..8.35.3 3/.: 242039:2 574808 089073.2034.3509.: .73.7.79 2.9 /9039:. .2 897:9:7 8:-091 08.9.9 84.:... 8047.:5:3 9.7 8484 89478 2070.8.8 ... :.33.3 /7 /03. -8.8. 903448 !..9... /03.3 39073.3 848. /.574808503.3 2. 8::  -.8. .8  0.3 848.3820 -../.9:2. /. 7082 /.. 4-091 90.3.7 848.-07-. 9:803/7  -09.8.8 4-091 -.8.3 2:/..980/07.3.7.8..7. 41 340/0  /80-:9 80-.3 807:5.3 5:.8 57207 3 /:3.3 3472.9.9.9.8.3 /.2.7.:2.3:8..: 848.8 80:3/07 207:5.3.7.72.320308:...8. 3.9 -07.5.3 203:7:9 .8 40 9./:  .3 507...33.857207..

5 9.3 0:7:. 2.3 /2038 2..:. 5:3 8:/. 203.3 . 2030.3..9 -0-07.3 503//.8.:5:3 2: 848.  97.2...3 -07-.:.3 97.8.3  80-..3 80.: /:3.2.5.8./.0-:/..3.2-. 89.9 50309.7.3.3  9.2 . $.03./..   03.97. .  8:/.9..3. /..2 2.3/3..3.:.3 09.2 57.3  /03. 2..8      :. -.5/.3 50309. 503//.3  207.3:8.3 .3.18.9.5..3.3 2039.3802:. 5:..:.3  %/.73.3.3 2.3 90. -.3/3.03.0 2..3.8 4-091 ..3./8 50309.2 50:7803    .:..8 4394.5.2/.3.3 /02.3:8. 2:  202 507.3 5489.3:8.9078373.397../8 02:... 2.3 92-: 0. .3 -.9 -.2 7.9..03982 90.8507.3 -08. 507: /8.:.2../7::.-0702-. .33. 2:3.7. .3 2: 2: 0/:5. 507: /5:37 5:..7 ./. 8.7.9.  8.3 2030-:9...7.25.3 /.3  /..03.3 -.3 -. /.7.73.3 0-:/. 4-091  .3 /03.9.3 .  2:  207:5..3 . 507.2:7. 80-.31./8 2:  2:.5. /.89 . 502-0/./.: 9047 9047 02:./8  .3  /03.3 8.3 /:3...3.3/.... 507.9..3:8.03... 9.0802-./.:.3  / :.3 :38:7 :38:7 50309.7-0..5. /-. 907-0.3 35:3 907-0.9. 02.3:8.: 802...80.3 .:5:3 57480/:7 5033907. 2.97.7:  20.. -:/..3 202-07 9025.1.9. /.9/.8 :38:7 :38:7 50309.2 203.3 -07. 3.3 -072. 2: -:/.3 507.2 50 3025.3      $.3   &38:7 90750393 /. .59.3 .9 /507.3 3432.9.3 9038  ./.078:2 :3.3 2:  /..3 203../.3 . 92-: /.03.3 90344  80-.....3 1:3843.3 2.340 2.7.3.7.3 3 907.0 203.2.2- .7.7.3 . 50702-./..0 80903.39.3/02.59.7.:5:380./ 3 802. :39: 20339077. 202.7 0-:/.3/.9/50... 202-43.3/03. 503/0. 2.3 503097.89.8.:5:3 5.3     %/.8 /. 2.9:20.7 50702-.3 0257820 /.9/9072.0  /.907./.8.9/2..3097.3 5:3. 4-091  20.../8. 203.2..  0.3 4-0 2: ..2 ...3 2: .3 5. 5.5.3 /02.2 57.97.9 .7.3 2025079.3 70.03982 .7./-.3 /03.3 5489./8  2094/0 2.39.9/. /..74-09.2 07.9:.3.:5:3 /.7:  $0.2 2: -:/.9.3 .9.3 209.3 2:  0.7.8.078:2 82-4 ..-9.3 /7398  40 45073:8 43. 3.0  580:/48. -.907..7507-3. 502.3 2907  .7.3203434/. 9039: 207:5.5:3148.5 298 439448  /.3   ..5 50309.438059:. /.7/. -07-.3 .3 43889038 . 80/0709 3.8 4-091 80-.9.3 439448 50:7803    .9 -.7 . ...8. 803.3 2:/.3.:.3 ./03. -.3-8..8 2033/.3. /. 80.:.3  903 /.3 -07-0/. 502-43. 207.3.7 -.8 80:3/07  .9.39.3. 203.39.3 /.3  9./. 3 /..3 85 /.3/.8 .23 40 9047 9047 2: .5.3 0..3 .3..3 0-:/. 503//.-.5 203.3 3472.3  !02..3 2.25./.9. -078.3/..35./..3 0707     .3 503//. 507-0/.3 2028..9.: 9.8 2: /.. / :.8 80:3/07 /.3 .39../.8 /:3. 503..5.3 5. :38:7 50309.03.0  2. 14 8.8.9.3 4254303 50393 /.7 83 .3.9 /507.3 2: 0/:5.32:.2809.9 /902:.7. /03. 80-.3. .8.8.  503//.3./..3 :3.3 2: 90.3 2.3974544 2.8..  /.:.03/7:3.3/3..7 0-:/./....2 203.5.-.2 .  /.8: .3. :2.73.3  -.3 -.: 848.: 5:3 .2: 2:. 80-.5.3 .7 848.9047 2.3 503//. 97. 907. 9:3..39. 5489..3 57480/:7 57480/:7 438059:.703...347..39.3 :2:2/. /423.9 148..820  5. / -/. 90780-:9 2...5 50702-..3 2:  /. /. 28.89 . 97.7  70.3  .2.

3 ./.: 5:3 50302-...3 2:3. 8.3 1034203448  9/.3 . :38:7 88902 0-:/..9..3 805079 :38:7 :38:7 70.3.7:38:7. .3 2030.2 42 54303 0-:/.7:-:3..3 .9.3 /.7 242039:2 574808 089073.3-07. /. 5498 80-.. 50302-.9.03982 5.-08. /02-.7.1.... 4254303 .3:8..2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5..2. /03.3 3...:.3 202 7.3 02:/.. 0-:/.843.2.9. 0-:/.: -.9 .253 . 57479...3 2: ...70-:/./.397     /..3203025.9 :2.:3.5..-.5 5.3 47039.3 897.7/.3....9.9.098. -0/.3 2094/0 2.3-07-0/. 2.82033.902.3 8:3: 8:3: 20250792-.8  .3 .3 .3. /./93..3 .3 /03.7: -.. .7 -./.8.8.3/.3.. 805079 02-.91  08.3 :38:7 :38:7 88902 0-:/.3.3 /02.80-.9.2 503/0..3 .9 /03.50309.8 3.9 /9072.780:2.:.257 802:.3  $09.3 /.3 5073.30.3 . .3 .9 5.3 . /03.. :38:7 0-:/.38:3 /03.089098 3.90 50302-.7 50303/.3/.3 3.3/:52.: 574808 /3.8.8. 88902 0-:/. 80-.1 /0.7 503039: 8.8 ..7.3 5073..9. 897...3 /.3 9/.843..8 /.3    /044..2 503/0.90 502 -0.8..19..3 203/:/:.3 -07-0/.30-:/./.9/.3. 0- .72.3 :. 9: 803/7  !0784.7 5073.8.3 .8.28 0-:/. 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3.3.8 0-:/.3  $09...3 92-.  /.  9..33. :.32025:3..:5:3 4507.3 88902 2..347.80503:3. /.3/..3..9 .3 ...3:9 . 203/.39. 3907. 3.38:3-.9 5:.7 /.3 70. . 4254303 0-:/..3 -07:-:3.-  03.. -.3:3.. /.3 07..3/.33..3 47039. 802./.9/..3 .38037:5.30   . %0 .9...3 80.7.3907..3203025.5:3 208/9072..75027..8:28.0434280-.3..3 . 02-.9.33.9. 848.7..3  /.7 0-:/. 88902 0-:/.7 03. 2.3 :38:7 88902 0-:/.3 0-:/.5 0-:/.2889020-:/../83:3/. .7.25.3 /:.3 99 83:34254303907503930/:. 7047039.  %0705.32..3. /044 /.3..3 805079 90344 207:8.....3 .33.3 3.2: 80-.8 4-091  80-..3.33:3./.9.35498 2.2:.780:7:/3....:9/.848. 4-091  %07/.390344   :-:3.3 .5.3 90344:.3 ..9.84-091 .7.3  90344 207:5.:..3 2. 90344  //:/:.:5:38:-09..3 203:39:9 5027.3.9.3 /03.7/. 5.3 -..83. .8 .9.3 -078.9./0 .. 3.3 :./0442::39:2: .3/02.  8.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9.89.8 /.3907/7/.3 -07-0/.8 0- .843.82..3 0089./.7 .7 503039: /:3.83 2.3:9../.3 90344  0..7 3. 2.39/.3 7. .. 88902 0-:/..9.32: .8.2 :9:- 45488 /03..80-:/. 9: 70 897:9:704342 897:9:784.8:2. 70:8  :30 203:8:3 /.70:8 3. 2.. 9.3 2:  0.3/02.3 3907. 9047  /03..3 47039.8 8.-. 905..3 202 4380:038 2.33.. /. 202.7.3 .820  0257820 /.3 502.3 8:/. 80-..2..9: 4254303 / .3 /. 2: 18.9.:.7503079.3 .83 -.8.3 /.8 80:7: :38:7 0-:/. .9 -.8 -.3.3 /.9.  07:9 3 .:5:3 /. 88902 0-:/.25.902.....8  5.3 202 :-:3.3:8.9.:2:-0-.3  / 8.3:8. :38:7 :38:7 0-:/..  $0-..3 $0507990.3 -078.7 70..3  -..3 .3489 90344..3.8.3/.39. 200.2.73.8 $:7./.3.3%0344/.3  !073.5. 050393.3 /8:8:3 40 :30  .. 50307/07./.3 40 :30  -.3 2009..

93..3 8.7.2 57. ./. . -.3.7. 3432./.35.7.3907-./ .3 07-0/.-07579039...7 .79034424/073-:.7: .850 3432.3 2.8 -./.3 .7..8.  ..3 507..3.7.. 09.: 574/: 0-:/.3.. 507:-. . .  9039: 92-: 5079. 808:.3 .3-.:.  .3 503..5. 2. 80/07.3-0757 8090.. /03.3 /:3.3 .3 /. -. 5.3:8.8 907.3 90344 /..907.3/.703. 9.8.2242039:2574808089073.3  2. 20343/8./ ... -..3 :3.3../.8.50702-.802.3:8. -07-0/.3 :38:7 3432.907.3  0. /.708..3 . 2.3 :34 2.73.9: 574/: 90344 9.-.8.3.3 2.9.. /.3 80./. 5:3  90344 9073.907./. 809. 2.0 9047 9047 848.3 81.770.3 507.3 502.203:39:9502-:.1.907.9  9044  .30/4 -.3.-0757 /.9.5 90344 .5/:3. /03.3 /02. 4807     03.3.8.2.  0/      !.54254303 0-:/.3 -.3 .3. 08. 20. /./.9 -07507.3 .7 90344 -.9/:3.3 2.9 /03.3:8.39..3:8.  %0344 9/..3 3907309  ...3 343-.3 /03.3:8.3 39009:.3:3 :38:7 2. 3432.3 /.7 90344 .7 /.35079.9  .20703:3/.3.9:2.2.3 -078.3 /03.3.  -.3  805079 .9.:5:3 /:3.7.3 -07.3 5.202.8.7: 5:.3 -.::5 /423. 5033...3. 80-0:2 -. 5.3.1.. 7./: 2.3.  18.3 5:.3 90344 803/7 202 8:.8 .3 933 41 ..3/. -.30-:/.9..8 90344..:/.9 /:..3 0- 80/07.8.9..907. 0-:/. -07.3 2...9  /.3 .3:8.9..7.850 2. 5. 42:39.3.- 5079.3 202-.7 90344 202-.9:/:3.3 .9.7..3.7.: /.3.7 5079:2-:.3 .8.7: -.3-0793/.3. /.3 .3 %2:7 %03.-.-.27:2:8./.5. 2: 848. 5.07.3 2./.. 202-:..39034490. 2.3 507:-. 0-:/./. :3. /. .9  .3.3:.3:8..7.. 93.3 /0.  3.-.5408 5408:-:3.850 2./.:5:3 848.3 0-:/.33.7.3 9044 208 -079072.3 %0344425:907/03.3 933 41 933  203.3:8.3 -0:2 9039: 808:....3 18 2.:5:3 1034203448  070.907. 803/7  !...9: 549038 207:-... 907.3 907.. /-07 5072.078:2 82-48 2./83:380/99039.3 90344 80-.907..3.::5/423.  90.9.3.3. 8090.207:5.2:3 :.7: 803.2-..320703:3/.9 -../.3 -...2./:.9079039:207:5.202507.7.3/:3..3 503..3 9.9.3:8..  18.8.3/..25:.7. 90344 425:907  %0344 425:907 /.2.2 .3. 507:-.3/0.3:8.7.93.3:8.3 -0757 /.2:3 :..3 :38:7 2.9.3 88902 ./:..73.8 02.7.907./2.3:8.9.9039..9.590344 .  033.35.2 7:2:8. 0.3.. 03008     .3  %07/.3 203.:17.9./.3904344 07. 50302-.3 5./.3.9. 907-. 078 /.3-.3-07579039.9. 50309.7907.70-:/.7 .84-091 5..7.3907.8.9..7.8. . 80./..7745.-0785. 90344.3 ../.7 /7 3/. -.3. 507:-.8503432./. 07..-0702-.9..3 8.7:  .38./2.3 808:.2 70.3 -:.3:8. 502-43.3 -0793/./.9 90344 9/.8 3. /.  /.5 88902 0-:/.3..32:90780-:92./.3/.7.3 .3 ..3:3. 494342  0-0-.3 247.3.2.3 2..3:9./.9.8-8.0  %/.  .9 /. 2.907.3 .5 /7 /.3 90344 9079039: $0-0:2 203.3-08.8 0-:/.907...3:8.-07:2:. 2.3 /:3..9 -08.3 /03.907...3 . 90.. 202..33907309 3.3 -. 5..7 83 .3..3907-039:/.3 2. 28.9. 3. !07:-.3-07:5. 2030:2 5079.. 5. 90344 8.38:.8 4-091  90344 0- -07507. /03..3:8.73..3-07.3.3 2: .3 503/0.3 .8  80.  3.9.9..9 9079039: 90344 20343/8.  !07:-. 70.2 9047.9 5.3-0702-. 8:..2 0-:/../ -0757 9039.2 507:. 203.-/. /:3.35079. 0 ..3/. 3/.3 -.3 -. 3 -07./.:39:203072.3 2.7: 9./.5 2...7: 4254303 4254303 0-:/. -..9 $0.8 . /.73./.2070..7: 73038.93  207:5.3 08038. 5:. 507: /8..7... 80. 20.2 502-039:.:5:3 907.7.5.3 93/.3 57.80 2.

 88902 9079:9:5  .20302-.820  80/.203/..7..3 5072..3 /03.3 9039.3   !03:9./.3 .    9820 /.39079039: %034490.-...3/.2..3 808047.18 809.820 %07/.3//.3 .9.2.3 5. 47.3 9079039:  /03..5.2 07.3545:07:39:5.3 88902 0-:/..-.7 07.9.3..03/07:3.3 .-./././2.....3 :2:2 -. 3:3..3 20..3  :. 42:3. 90344 .5.3 0.9/...9 0. 9073/.99. 7.5 2: .3 5.9.:5:350304..5.:5:3.3 //.2.79 5:.3 :8.3.35033.8.390344 $0-:.2..3/./.3  5020.3.3:39:080.-848..2 90344  -.3 :..7:8.3 /02.3.3 .3 507. .7. 809.390344 .33..3 .5../2..90344/.9.703. /./.. 02-.8. :39: 50203:..7.30448 :2494 /.90344/03./. /.89.8. 2.3807:8907.. .5 4254303 0-:/.3.3.3 .0/:..7 4254303 0-:/.8.3  /..3 202  203:3..8.3.5/080397.    03./.3 .3.780...7..390344  03.    !.39.4.3.   !03.3 89:.8..7.8.3 907.5.3./.30-85081 . -07:5..8.3 1484183.3 02.9:    /.7 07../. 907.382007. 897:9:7 90344 203039:.8:288.207:5.8.3 .2.3 /.5.8..3 203./.3 -. 503/0 /.5. . ..3 507:2:8.8.8 . 08.9025.: 503. .7 88902 0-:/.3 . /./2.3:8.9:3.7 5.7..3 9..3 90344  .5.350./.3 07.3 047..8/03.703.3 . 5.8.93.7 /.33 .3 .5. 3 5.3:3.7 07. 5./../2.9 .35489.9:0425447.3 03/.3/..3:3.3.8 907..75445.5 2.3  .3./.3 .7...9 /907. 03/..3.3 ./2.5.. 502-.3 92-: .7: ..3808:. 038 90344.7 03008   %07/.3  0..3..5 90344 80-.7 8.. 2.3.3  070.8 20384.5 2. 903443.3 07.7.7. 3:3.3.9.03982 /. /03.9. .7.3.35.8.8    !03:9.3.  %070- 0- 90344 9/. 90344 9039: /503..318 -49.3 /.3/.9.7.3/. 208 /09..307.7 07.20302-...34007.3  .32. 2. 5.3..-.7.8 .907. /03. ..7 40 90344 .9 /03.3. 90344 .3:3.9 /50.90 90.7 5073.3903445. /.3 47039.3 40 90344 5:.22./2.3 /.3/.3 90344 /..35:.9 . 90780-:9  ... 9/..3.5. 207:: 5.. 5443.3408:. .3. 2070.74. 203.3 90344 .  /8.5 2.8 /.30-/0247.7 -0.3 0/:.8..7.7 . .3.8:/ :9.3848.3 :2494  /.3  %2-: ../2..9/9. 8.3:3.390344.55745.3 809/. 5.3.9./.8 :9..3.3 $0-:9.3 -././2..3    $09. -07. 574/:  3.3 -.393907.9 343903448 907.3 /02.3802:.3 .3.5 47..9039.30-:9:.35079.2./.-0757. 90 344 202 0/:/:.3.3  80.7 09820/.7:403:3.3 202-3.98 :2494  /.3 5489.8.2.3   0.3. /.9073.90344.3 85081  .- ..3 203039.290344/03.-..3 0-:9:.5.3.3 90780-:9 -07.3 90344 80-.220.-  :39: /907.7.3 /.3.7..3/.9 :39: 203.3903443.5 50302-.5..3808:..03982/.2. 57 .3 90344 05...73.9 /.3 0- 50393 /..3 203.9 30.8.3 907/.:..8 -:/.7.90344905.3.344  .5.3/02.. 202503.3 2.  ./. 202-43./..7..3 808:.2:3 :.2..320302-.304943 7443.. 9.3 .3 .913..8:28 .3 80./.3 20.3:3.7. 5489. -07:5.3.25303/..3 /02.3/.3 0/:.9..5.3  0.3.9 . 20302-. 04342 549 2..  -.

.3.: /.3 0 80:7: /:3. 57 0-:/... 09 503/::3 13. 803/7  #0. -.8 0- /07./.: /. :39: . 54883.8 2.. 023/. 88902 0-:/.:/.703. 018038 043428 /03. 802.5 50309.3. 5023/..7..3 . 80-. 043428 .309903.3..7.9... 5072.7.7 50792-..8.7 -0.3..3 02:/.5.3 40 249.8505498/.3 03/.8  0.:.9. 2.3  %0..-.9..7..-.3 30.8.. 0-:/. 90344  9.5 0:.3 /80-.8 .79 5:./.7889020-:/. 5.3 2:/.2 507 4.-9././.7..3 .7 07../. :3.7. 40 2.7.3.3.943 39038. -0773.-8./.3 803./. 203079.8 /.. 97...703./:5 54.2.79 5:. 92-: 2. 02.7.3/03.3 20../.8...3 /03..3 /.8907.3 5:.5 2.7 203.  ./..75.8.8 043428 /. .3. 2..3 -07. 393.9034430.30.3/:5907. -:9 -...5 07./03.7 88902 0-:/.9: 90344 /03.3..5 8.3 40 2. 2039.. 90344 202-..3  . ..3.7.9. -:7: 703/.390344.25. 9.3.5 907.3 4707 39038..3 907-:.7 5.903442083.8.9 :3.:90780-:9 0703.7. 2.39. -07-.3..8:/ /03. 30.3 5073/:3. /. .9 30. 40 07. 89. 0-:/.3 0.73. 97./5:9:8.7.220302-.3.3  907.3848..202-07./.3 -072.3043428  9034402:/.8 /.2032-:.35. -0747039.7. 39038.3 /..3 507. .-4:7 39038.5/:3.3 9/.38107 90344 -07.35079.3 02.2 2030..3 88902 3.-07.3 503:9. 80-:9 90344-.-.5 8:9203. 40 30..320250792-./. 39073.2.3 .95./.3200.3-.5 40 30.9.3  8007.3 09. 0 30. .3 40 508..7 20303..3 507.3 .3.3 90344 02:/.253 903/038 043428 /.3 88:0 88:0 .. /./.0  7080. ./2.35..42:3.3/03.: 0 -0702-.33..8 5.9: 0-.3 .3:8. 90344 90780-:9 /03.. 30. 97.33. /.30--. 2..9 . -0702-.8 3/:897 /.2.3:93.8 5:.7.39 90344 2.3...0  47.  %072344 .3 .  907.7.:.5.3 54.  2. 5. 90709.3 704.3.2. 80..3 .089. 50784.3 40 90344 8:/.7.202 !079.93.-.2 .3 3/:897 . 90344 .3.390780-:9  $:/.3 30. -0702-.3  8:.:5:3 40 07.9./.4:8 3/:897 / 745.7..:8 5.3 .8../. .  3.7..8 3/:897 0.3.8.3 3. /./.32..9.38107 90344 /.3 /2. :-:3.2 9.39.3 :8:8 .9 .2 078  /.  -0-07. :39:.8 70...8.8.8.. 283 2.: 0 30.3 549 /..3 .:..3./.35. 0--07.8..  .9 8:9 7.3:8. 8.3./. 80.8  ..7...: 90780-:9  / 8...8.3.3 80.:.8 050393.7. 2. :39: 80. .3 9070- 802. 90780-:9 80-.39.33.7 5.390344808:3:3.3/.9.5 3:3.08947 .3  907.5 ..9 07. 0-:/..5. /2:. 704. -0702-. 909.9. /-. 2.7.  90344 .32:7390344820.8:/ 2:..3 .7.7 30.3-07.3 5.3907.7 30.7 30.3 20.7 90344 02:/.-. 3:3.$0.9/.3 90344 9./.0  .8 549  /070:.3 .438:28 /..3  :. 39038..08947/.3 9:39./.3.3/. 90344 .3 .2. -0702-..3 88:0 88:0 3:3.3 0-:/.3 /.9.3/03.3 /./.9.3  803..39.3 8:9 /03/.0  /.7.7.39::.7.8:/ /03.3.8 50739.. 0. 70. .9 9073.59.7 30.3 /2.3/03.9907:9. /.  .3 203.8.30-. 3 574/: 8:./..: 5:3 :5. 5023/.3.3 /.:5:3 907.91 90344 907.9 745. -0702-.3. 2../. /003/./.38107 8.30. 283  2.3 :3.3/..3 90344 905./.75. 02.3. .. 3.3 30.3 90344 90042:3.3  0 . 2023/..3.3 90344 90780-:9  $0.5 0803.3 20.7.3 ..8.3:3.3.0  ..790344 :897:-07.  0/     !023/.3..3 02:/.38. /../.3208/02-. 90344 /.7.3 0- -072.8 /.7:.

.7.8 0-:/.8 03008      03.3/.3 .20/.71.3/:34380:038 . 90758..2 5..9 2. 8.7 -.8 907.3 -.3 ...380.7.3-.39.59.835.8 80.3 :-:3. :-:3..3 90344 907-:./2.2 203:.3/.9.  /.3/.503..3:8.3  8:9 7.8..9. .:.898 .8. 90344 905.8 2020:.3/03.90907.907.5:8.3 90344-.3897:9:70-:/.9 537.7.898 0. 574/:803 /.3 ..7 8:/:9 5.9073..3 90344 /.7.9 80-.7.:-.3.3 .9.3.740 209.3 5.3 90344  8:28 /.5:8.3 90344-. 90344 /.3  .33.7 8:/:9 5.3 :39: 202.3.35.03/07:3./..  /93.3 ..7 88902 0-:/.2.3 0-:/.9: 438:28 90344 -. :39: 9/.7  .9.. 90344 /.3    .9 9073.93.3 203:39:9.7: -8.. 4-091  .7 8:/:9 5.9.30.:5:3 5034.5./.5 4254303 4254303 0-:/..88..79 574/:803 203039:.39:3..3 -..03/07:3. -...:39:/:580.7.7: 80/.2.3 -:9 -09.  .:.3903574/:82.8. .3 /.3 .3./.9 20.3.7.3 /02..9.9: -.3 507-3.3 .9 0- 203:39:90.3 81.5:3 90344 /0.5 90344 .7.  /.898 . 3.0.:2.8 /.3.850 848.3 .3 -07-0/.8 0-:/. 90344 -.30.3/..3. 907. 90344 5489.3.3 .3 -.3.5. 0.3/.3 ...8/.3. 2030-:9 .202-..2 :-:3./2.3 .3 5.3 438:203 9075:9:8  /./.30-:9:.03/07:3.9.3 3 -07.9 /9 /..83 2. -0781.9 .3  /  0. 88902 907./.3 574/: 0- -0747039..: /.7.3.....3 .3898 803.9.3-0702-.3 :39: 202.3 //.9 80-.7. -07-..3/. 503072.3 /.3047.9:80-.3 /03.3.20.3/:3 0-:/.3 80.390344 8:..3  !.. 2.3 :-:3.90344905.9:.3/-07-.3  . 02.207:5..18.2 /03.3.- 3.3 202:.2 5..-.9..79 -.9..8..87....30-:9:..2 70.7 ..3:39:20./. 9:.9 .3/. 90344 -.8.3 .9 438:203 90344  8:.9  4-.- -..3 0-:/./03. 80-.9.9:50302:.3 54.3 /.3:8...3 /02.80-:/. 507:-.39.0/:.3 20. 042-.3.2 07.8 . 7../.  90344 -.50308:..7.3 $03.950302-.9. 30.3.8./.7./ /03. 5489.737.3 -.8:.7.7.91 :39: 202....7  .3/.3 /. 3:9:7.3 20250792-. 897:9:70-:/.: /.33907.59.7.3 80-....9...3 9..8..8.3 . .8 207:5..3/.  03.33.. 3 207:5.3  .2.3/:3.3 203.7.203.7..7.9-.9...3 907-.7 574/:803 .3 02.18/03..3 .37:. . 42:3.:5:3/03.7:207:5.3 0-:/.3242039:2574808089073.3.8..990.3 3.93.3 202..3-07.9 /..39.39:3.:9:7..3  -..73 .32..8 .303.7.7:8 /. -072.7:  09..3 0-:/.7. . 8:/:9 5./2.3 9039.7. 02.8  $0/.3 0907.9  /..7 /:.9.8 0-:/.39.3/.3 2.9.: 2.3:8..8 5.7 8:/:9 5.3:3/:3.8.39.  203:7.7. ./2.-.3 /. 438:28  .

./087591/..9: 3472.3 /3.3 -.7:83.7...380.3./.2:/.  /.2.: 247.380-.9./.7:8 /07..3/.5 18.3247.9./.9.9...3 09.203.9/.3:3 .5/. 02:/.7./:5 9..:2:2/.9./ 09..3 93.3 /03..5.3 50-./8 50702-.7.3 /03.3 -..25007.:2:2202-.9:. .9..3 :7:  5..      %&      39. 80./..38 $:8034   202-0/.3-0793/.5.7.  ...3  49-. 20.3 8.3 /.5:3 09.5.2.3472./.: 93.-:.3 -:7:  .3. 2.3.3 503...7.3247.334728 -07.3  203.8.9 8:9 :39: /3.3 -.3.7.2 8:.  $:3494  2   47..35.3 ..3 -079.3 07.7.78 503.3:8.3./.80.9..3.3. .2..3/.39:8. . . .91 9.3 .3 ..9/3..9  $0. 09.1.2.3203.9/-.3 80-. 9072344 09.8.3 80-.2-8./.:.-. /.7.:203079.357385 57385:2:2 805079.3 18.3 202-..-:7:  03:7:9$:3494  09.9:507-:.9 5..93248.9:7./2.8..3 798 /././.2-.7.9203..5.30948 .3  9.: 5027. ./93.3 ..380-:.3:8.  9.38:3.9.38 .    .: 8:...5:3 2491  .9.3.309.7..: .8 /5.3:8.33..8.3 .9507-0/.-07.8.3 889023.:-..3  !..7.3 247../. 249.7../.3  0.2:-:3.3 93.79.9.9. /5.2.3  8:.9:7.7.80-:..32. 9.7.7:8 /:5/.7.:.7..9.  9.5. :2:2  .. 202-07.88:.3.3 .5:3 09.-..: 3472. 845../03.3.  507.: 507-:.: ..9:.3 203/..7. 202-07./09. $:2-07..3 . 502:.3 .  80/.3 .3 ..9: 507. . 9.7.38 $:8034   2   472.3-.5 ... . 9.3.3.9  /.3 5..- -07.7.5.7.7.3.3 08.3  8.7.2503./.3472.3-. 3472... /. .3 .-.7.9079039: .3-:.09244 -07. 9.  /./.309.7.3 .9: 2./.::2 /.33472. .9 .3 247.38 .793.91 8:/.3./09.9.3 /.7:8 /:5  -:.. 80.: .3 80/.3 503.9 .7.247.-07.9.9. /. ..3:9507-:.3/.9/..39./.3 -0703. .7.9./.: 07..2..89 -07.3 -07.3247. ::7.3.9.3 .:9:.3:8. /.:8:8  9. 50-.:..8...9  43943.  .52.33.3.. :39:507-:.9.3 /.3247..3 /03..203.7.079./. 909./.2-.3-./.. 203.2 0/:.80. -07-:.3 47.3 09.9.3/.3 8./..5.9.  909.38:2-079.3  805079 47. /087591 .39/.2. 34728 /.-:7:../.: 9:8.9/-.39:3 3472.308:8.7 9039./. 2.3 /07.1. 20:8./.809./.3 .3.08:8.8.. 203... .3  9/.7.7.2.7.3 .24708. .:3..-.9/3.79.90.3.3 8. :8:8 .:. :39: 503..2...9../.3-07:5..9 /3.79.3.9..3 247.9 .-:7: .9..7 .3.9. /.3 9039./.79 80-:..9.79/.  9/. 8.5.. . /.  7.3-.3 8.  /. 47.7.3 09.3.3 247..3 .3.3 203.3 -. ..9.  7.91/.3 /07.3 57385 57385 :2:2  805079 09... .7.3-07. 47.3  203.3 247..507.  !07-:.3247.5.39:.  8:.8. 50. 472.3.3.

  / ./ / /.3:3 ..3 3/:897 -:. 80.8.5 3.3 808:.3 .2033. 9. .:79.3  0-3 8047.3:8. .3 90344 202-:9:. .3:8./.9 ..3..9 5.3:3. -0/. 05.907.3 . 2: 50309.3 /.9. ..7 -03..3 8:.078.5. ././. .507-:. .3 2.3/. 2.:.22.9./.3:9 203:5.3 -07.3. 3 -07.3 207:5.3...390344.3-07574/:8     !74-02.. .3/:380-.3 90344  %.79. . .5..:5:3 .2 . 3/:897 .3 2.7 :.:5:3 503:3..3 80.93.:9:  . .3.- 907. 50702-. !.3:8.3 20250744 08890382.32:50309.2:!0309.2 2: 50309./. 08.3:8.3  /.- 2: 50309.:.-.3 08:8.9 -07:-.3/...9.3 -. 05.220302-.  .3.- 098 9/.79.7 .3 /.9.9:2-: 03.3 0..3 057.7: /.7.  .3 2025:3.:7.3.3.79 8.003/. . 3 9039: 8.778:-.3 /.3 :39: 20250744 ..3:3 .3 /../.7.3 90344 . 9039...3 90344907-:9.35079.2 0..9.25.  !0302:.3 2.07  503079.-5.3:8.2 507:-.. /03.39.9..7:3.9. /07./. ./.9.3 909.-.330.390.3 /.5.3 808:. 2.3 /.3:3 .7:8202507.3 90/.3 -0-.792:.8  03:7:9 18:1 07-079 $503./.  -.2.3:3 ./.3 90344 80..2. 20::/.3 507:-.3 08890382..340..3 0..2 0/:5.3 2: 50309.9: -../.8.9:.18: .3 /.  %.3:9 2: 50309.5. 574808 50702-. .73. /0..8..9. 3 /80-.:.3 /..2/7 2..7:8 203.3 /.2. 203:39:9 9...30488902 -079. 5.390344/ 2./.3 0307.3 ...3 .3 0- . 507-:. -07-.3 50302:.3 /2038 098 80-.3../.:5:32. 5.3 -0781.3 40 02.:.:.5..3:3 ... 050393.330. 203.7    %.3 9: 47. . .0802-.3 /.7 05:9:8.3 -.3003/..3:9 :./.2. /. .18:.:.7 50702-.939.7.3503..80.803/7 08:8.3 003/..3.3 50307.3-.3../.7:83.3 8.3 .3 203. 50792-. 203.39/.3. .5.3 .33.3/.9  003/.30. :39: 20302-. 905..9.5 8.3 90780-:9 .9. -03 //.9: 9:.9: .  !0702-.-..308:8.9:7..3:9 0..8.-.:5:3 -.3 90344 9: 803/7 2..  003/.8 2. 507-:.2.3/.9..:..3 .3 /.5.503079.92.8.:./.3 . .703. /.308890382.:.3 4/073 -07503/.- 098  207:5.8 203/. /05.3 20. 2.8.3 18:1 5.23.3 /.:.3 08:8. -.-.9./.3 003/.33.3 .350702-.90.3 /.3.9.5.39:/. 503.-07.3:8.0.9.9 -.7.3 .7.7 2: 50309.3 ..3.3 /::/.38.5..2.8 /..3././434  2    0..7. /.- :39: 80. -.5  . .3 //...3:39:203. . 003/.2.-07-0/..9.3-.2907 0-.8..9.2.9:.3-03.9203:-.25.3.9 -07-.7./ .3 /./.808:8.940.3:8.3/03. -. 50702-..9  80/.3 4/7.3..3 003/. 08:8./..7 3. .703.3  !0307.3 . /.3 90344 203..8.8 8:.3 /.80:.3 90344  .3 .90.7.3 90.5.3.3/.3:8. .80.802:. .3 /472.5 /80-.3 907-.3 .2 5.9 :3.3:8.:.3 2: 50309.3..3/.: 9/.3 -07/.7  ...2:7.32:50309.:  80.: 203.3 :2:2  050393..7./.9: 203.92.25.8.2 ..38.808:.3.9.2.    7908:8.3 5./. .7: 5.5  .3.-:.803/7 $0.9 /.3/.3 2: 50309.3. -.8 507. /. 9:/.:.3.8.

:.9.3 203. /.30/0.: 203:8.3././.2:.2 0-:/.3.25:7 9.503./..3 207:5.3 /.  %.3 9:803/7 !.5..9.:.5 80598 2094/83.3904780-. 57.3079.9 .38.3 /.8./. 9/. .8 3.3. . -0-.  %4484844 0-07 203. 2.703.5 3 -07..3 2: /.39:.9.340 -.3.9 '.3 90344-:.: 9/...4940748:2  $.3 5.5073./. 50702-.7.3:8.23  0-0-.2.2:50309.9 .8.9/.3:8... -.3 9039.3-0-..3 0-07 /.3 -:/..5.3 3 /.33.370.3 .7908 /03.-. . :1.843.3 ..8.3 0-07.3 /.4805$9:247./.7:089073.83.3 /03.-07:9    2:.3 :39: 203079 2.3 098 .9039. -/..0989:803/7-0781.:.: .  !03/7.7 5.:.7503. 9/..3808:3:3.3 57.808:.. 2.3:8. /5.9.2  !0784.383.39079039: .2 /507:..82.3 2.: 7.9..3/./.9..:%/.39/.9.3.3.  #.9..574/:2.9 2: 50309..7:8/25..7. 907503.3.83.3/:3 9::.7 .. 9: 803/7  ./73.3 .387/.83. ..9:39:9.8 90750393 2: 50309..380.9475498 /044 .8.9.3848.3 508...3 :9 203039:.390780/.3:3 .703.8.3 90344 /.3 40 2: .3 / -/.5809.34-09.  %:. 2030/..7:40050393...3/.:./.:../. /03.3 .3:38:702. /. 2..:.39/.3/2.32.3 -079.309.3 :39: 050393... 207:5.2..8.33.-0-.3:8.. /. 9: .5..-0-.3 20.0-.. 907.:.80-.9.3-.83.78 .:.7 50792-.9: 07.. 909. 2025:3.3 503/.80.3 9: 203.3 8073 /9:/3 203./.8.33.3 20302-.-072.3.3.  2: 50309../  /.:39:20302-.:.5.3 2034.843.3 40 2.: 203:8 20303. .:37    0.3 80/. . 2: 50309.8/..3/7 2...3 907..805079 1. #030 08.9/..7:83. 033.8 3.3 2.30825:.2:848.3 5. 2.    !07:3.380039747./3.9..9 9: 203.8..:5:3 2033. 203039:.32: .83.3-.3 80/02.33.8 /.387/.7-07-.3 2..39:-0-.3 /.3 -...:5:3 80-./.98 2: 848.9 02.7 494342 2: 50309.: . :39: 203. 909.33..2.3 9: 802:.9.3 90344 .3. .9.3.52: 2: 848.1.7.7:8-0-.3 0-079/.9.3...3 8.93. .2 2033.2 :-:3. 2: 2: 9: -0702-... 503079.3 203.3 :8...92.3/7    !0309.7.:37   -07503/7.3848. 2: -0-.3 .7:8203.79.9.8/.. .3:8.9:80-./ 80.5.79. /./.:./.3:8.3 1.:89.9.843.0/:/:.380.:-:3.3. .-072.3:8.8.32:50309.2 202:9:8.3 2: 848.7..9: 8.. .3 907.3/5.9:5.3050393.9.3 8:-0 .9 -078:3: 8:3: 203.9.  $:. 3.-.9: 0.. 9./ 808:.8207:5..  -8.3 9: 803/7  2: 50309.3 .3 .83.8.3.7:3  8:..9 . /. .:.380-.7:8-0-. .9.8.9 /73.39:3 5..3 :8807 ..3907.947 089073.078.3.9..3.57-.. 0-..2-.20.  .82.  02. 805079 203. 2070.5 247. -:/.8  .8.7//.:.9 1. 2..3:8.207. -0-. :5:9 /.502.4-09. #.-07.79.:.2:. 3. 2. 2.  .3700.3 0803   -. .:4-0 .:89..35.9.8:/.3:8.:.3.9:3.3 .3 90344 .3 -..:9/..793.9/8.3 /03.7 2.5:..3 :8.32.3   203.3 3:3./.3/.: :897:9/.3 2.947-.94780-.:.- 907.3:9 5.2.3/-:.320.3.. .2:-:3.37.9.3.8.9:803/7   2:0-.3:902:33. .5.7..2.2-.30/0.8.3.50..3/9:840#.3 2: 50309.380/..3:8.  %44..3.8 2: 50309.:7.82.3503039:.3 -:7: /. ..850702-.3 502... 3..3 9: 9/.3 9/. -.:..880-.5.3 .3/..37.2.2:50309./.3/73.9.3 -.383.5.5.8 3..72:9.3 9034420207:.3. 0-0-.3 . .

 80/.3 /90.3 .9./.902578 3.3 . .8 8.2.-072.202507:..9.3:8. 9/.3 -07...8 $09.9.3 0-:/.3 9039.3 57.3 .8 439448 9079039:  !0309..2-..8.3/807../. /.  ..3 57. .8.2  -..380.3:8.72.8.9. .3 . /.3 3:5 -...7 /. 503./.3 40 050393.2. 805079 -0757  207.3.. 2.: 203.354.3 ::3$ $:7.2 .. /.:. 83./.3 202-:.3/:3 050393.. /./.9:50309..3 -07/. 2: ..8.2 907-039: -07/.:.3050393. 03.3 9039.7.7.2020.8.7 4-0 90780-:9 .39.. :-:3.3 9: -007./  ..3/.9 ..3 4-0 .3 203.3 9038  2: 50309. 02578 /..7.3.3-07-0/..7.2 574808 50302:.. 9078:8:380.. 8079.9.3 050393. 3097.703..98 03.3 .50309.3 202-./.2 -.3 -07. 9.3 02:.3  .3.9.7..  ..342:3.3:8.38.9.32:848./.:./.2.397  2   $0.:.3.3 02:/.8  !007.8:2.39047098.3. 80. /.3 /. 503.3 /.32:05.. .3 02:.320-.50309.3:9 -. 8:-0 8:-0 80.4-...35.7 050393.3 50309./..98  2: 80.7.7 0-03809 80:2.3.: /:3.3..7.3 072030:9. /.. /.3 39448 3944 .9.2.3 050393.3 .:.:..2.80589024402:. 8:/. 0/:5.3 0- .3  .3 49479.3 .9 -03..7.7 ..3.3507-.3 49479.2.2.3  2:.3 /.3/.3.  /.  -0 5030.-.780.3 /03.3 503:8:3.7.5. -/....7. 05.8207:5.7.857.3 43944 2025079.3 2: 80. 5.    !03/0.3 9079039:  050393...9  $09.3 2. 80-.  ..:.3 5073.9.3 2033/7.3.: 4-0 9: 80-03.2.50.8.8.8 3:5 5030.7.7 80..3.071.3  -.. 050393. 9.3 .3 050393./. .33.3 2038.3 2:  ./.07.8-/.3/. 439448 2: 202-.39.3 /.9. /.3 ..3 ./ /03.3./. 4-0 9..3 /2.:..3-.3 .3.3. :..4388903/03.3 80-.:.07.3 57.3 2: 50309. ::/ .73.9.3/. 1.8 2030. /9039:.:.9. 207:5..8..3 ..85439.3 503079.5. 2: 50309.50309.3 18.3 .2503.1.2 .9 /03.207:5.8.3 503. /.2- /..5 2.98  ...3.33.8 5030.8 80.. .3.7..3 207:5. . 2030..  /.3 -0781.9..3203..5 2: 50309.3 8:/.9.9: 5007.. .20-03809.9..3 072030:9.357247/..3 050393.3-0781. 5...790203 !03//.2 9/..8.  05.

3 2. 2:.3...3 .9 .3 203:8:3 9:-: ...3 .:.3:8./.. 4/7.2 203. /.253 9:  80.:.  20703/. 2:..: 903 . 2.  8:2-07  2094/0  897:9:7 /.187. .8.3-03.2 2094/0 2.3 .5..3.3 2:  . .3.3.79. 247. 2: 20250740 /.3:8.7.  /. -40 20.1.3 :5.9.7.3 02:.3-07:5.5. -.3 202-.2 203/. ...9 2..33.9.5 2.   !03/0. .75. /.9.3  ...397  2    .8:2.8..:.9 3097.7..3/. .3 :5../..9.3 4-0 5030.8 80-.3 05890244 2: 907. .3  0.2 ..3-07:5.35890244 5890244 . 207:5.3 .350309.3/.:....2: ::3$ $:7..9.. . 4507.3 .73. 907.7.3.9 /42.. 2094/0 2./9.9. 2   .39:803/75.3 50309.3/80-:90-03.3.3.....3 9/.3 203. /.0723 80.7.: 0-03./.9 2.3 /92-.2.3 .8.3 -0781.9.3 9039.79. :39: 20250.8 .2./.9.25:7 5072.3 18.9.39: 9../.8.2 .9.7..3 05890244 2025079.8.3   8.7.3. 439448 2: -0781.3.. ..-.3 /03...3 202-.9. 7907.5.843..5..5.203/.7.: 8. /03.-.9 /.:.7 .3 -0781. 3.7:8/507.3 50309.3..3 -.  !.8.57480/:73.- 2: 207:5. 574808 .2 20309.2.9 70.3 .3 202:33..3 0/:5. 50309.. /..3:8.3.9 203:-.2 80-.

8 /8:8:3 .7.3.8:/ :39: 203: 0-03.8 907.7 07.3 90780-:9 .3.1.. 80.33.9 4388903 /03.3 5073.:.3 .3 50309.5027./.. .  20.3 207:5.3 90. 5027.7.  05.7. 07..3 .5 549088 9072.33. -07.7:2039.50309.-.3 .8 .9:.8.3 /0/:8 /.071.3 . 203..3 80-0:23.30-:/.3/.7..9 48/03.3-0781.3 -0781.9.:.790203!03//.3 549088 .3 .:. -07/.

071./.7: 2025:3.3/:3/.81.9:5073.35748083.3549088 0-03.2 549088 02.-07:.5 07.3907.02578-07.3..9 7.:39:0-03.31.7:2039.8 .7.957.790203!03//.8 80.7.. /7 907.380. .98 ./.880..7503.8. 5027. /.3 8:8  -07/.30-:/.8 1.. 5027.843. 2:907-:..:.3 -0781.2.7.:.2 '071. 80.50-03.9..9:./.7.3 48 . 2   07.3549088907.3-.79 -.3 :..8.5  79 907.2 20302-./.3.3 .3 .3 203/./03..7.4-091/...9:.7. 202-:.3 .3907. .3 .51034203.../.3.83-07. '071.78:.30907-:.790...3 ./.7.3/.7.35030.9.503..3.-0757 798  05.8.3907.32..

844 2025079.2025:3.3202507.34/7.-. 907-:.:.3 .7.32. .3 50309.79..8.3.7.9.//.:.2:.3:8.-.32:203:7:90-:9:.. 3 2:/.3.33.703.39.38:.2.92.3-07/.3 4507.3 8:/.39.8 2094/0 2.3:8..350309./. . ..843.9.3 :3. /.7.3 .3  9.2:3 80.3.3:8..3 247.7.3 8:.80-.5:3  !0309. 3 207:5.318.7:8.3 ... 809.7 .3 203.38:39079039:/. -07.30089.3:3.:57410843./.1/:52.79-.3.3202-03.8.3/.9: 0.8.3/02.2.-07/.3. 9:  .7..9.5 2:.7988902 /.3 /03.3 /.3 .3 ..92.2.5:5. 90780-:9 50309.3 5.3 2.7..3.3 /02.247.9.-.9 /5079. 3472.3 .9..3.8.-07.3. 2: 9: /507:3.3 80.9.5/:5:39:203..202./..3 ../.9:.8.33.3 9039.3.8.8 80.7.3-07:5.843.7. 2.9...7.3 /8:8:3 /507:3.3 ..050393.2.:..3 80.3 2././:. . 203.-. /03. :39:/:408.7.79039..7.078. 2   ../..3./ 2-078./ 2:207:5...3/90.9...79 2: 207:5.7:8/:3.31..3 503/0.3/2.3 897:9:7 2: /.34-0.3:39:02.2:9/.3 503: 0::7.:.. .  /..3 809.  42:3.7.:. 907-:.2 .3.3-07.7.503:3.3 .8 /03.3 3472.  . 8047..  .3 2...9.3..3. 247.4349..3 0-03.8.3 02:.3 :39: .. 202 .3/.5.:.9..2 2033.9.3 2:-:.3/.39.3:8.2./.. 50309. . /.7:8 /9::.3:8.9:0825:..:. 207:5.9.  48  4-091  /.9.:.9.. 2.397  2    !..3.7:2039.3/.3 207:5. .73.35.35.  0 .8 /044 .390780-:9/03. ::3$ $:7..3 .3909.:2:2 $0-..1.9..7/:3..9. .8:2.3844  844.3 / /.80..38..:.2. 2.9: 4-0 .078.7.5.8..3  . 50309.9.3/./.3 :39: 20302:.3   !03/0..8 5:.2 /73.3..-0757.3/.3 2:  . .87.3/03...:..547.7:822:..9/2.3.9/.5.2 5748080.  &3.7..9.38:. .    $.2.3 /.380-. 2025:3...3 9: 2.5 2:207:5.3 808:.503039:.31.9. 803.8.3 907-:. 903  57480/:7.320250.. /03.3247.:.3. 42:3.8.3./:5.9. 0-443.3 -. 203/.7.3 :39: 20.2  &39: 050393.38.7.3 2.33.3/.39.3 /50740 /.90789 798  7..0-03.3 -07:5.:0802-.50309.5.31.52.30:.3 2:.

.39.3 -..3:8..9:8.9:80-.9/./. 2:..1..::5 -08.3.9 /5079. 0- 0- 8047.3:8.9:8. 507:-.5 2:. 8.3 207.7.7.: %:.3 907/. 2. /.2 .9 .5.320302:. .3 207:5. .5.3.8090.3 2:.3 7:93 -...5.7.50309.7 5. 2:.218.2 .3.    /....3 ...5./.3 207:5./.3 ..92:9.5.3 /.2.8 /.23.3 2. 803.9: 247.3:8. 80-.83 203:3:.  --.. . 7.-.  . -.8 .  2.3 2.: .5 503/.3 203:7:9 --.32..8 247. 50325:. 2: 90.9: . 2.5 ..3 .35:8.9  /. :39: 203.8 /.8 9039.75.. /.907.507.   82.3:39:203.3 /. 2:.79. -../.7.3 0:.3:8..3:3.3-0781.29: 03.3.39::.3 0..8. 8047.5 2.580091 .3.3 -07/.2 .32028.9. /03. :-:3.9.3 203. . 2: .5.. 2.  !.9.8:.27.-.3. 0089.8.39::. .3 .39. -:..3.8..30802-.8 /03.7. 2.3 .93.:5:3907..7.52. / /.9 /5079.3:3.... :.9: 2: .3 502....3:3.25: 203.8.3 90705. 0:3...7:8 803.3.3 /03.3:8.7.3:8. 5.5..84.2.3202-:/.703.43.2 -/.3 .3.83203:3:.8 /03. .73. -.2.3 :39: 203.2 .  02. /.8079.  80.. .2 . 47...5 2.3:8..8.89 .943  -.  .83 2.7..9.- 9:  2.:0803.7.2 9/.3/80-.52.-.7 9: 203. 203.2  2094/44 .3 2:9.-.9. 8:.3.2.23. /:5 /.3 -00/ /..3. 809../. 7:.3 -07. 202-..3.29: .3 247..9: 0..5.2  80/93.3 -. 57-. 80-.3 9039: 2070.3 507: /2 5..5.3/73.  $08:.. .3 2:.. 2.3 /03.3:3 .-..25..7.3 .. 8./3.3 .7:8/240809.3 8:/.....3 8.3:3 8:.2:.2.:.3 .5.3/02.7:8 80.2.3 /.9 0.89. 207:5.2. 203.3 ./. 507: 202 .92:/80-:9:.3 ./. 9:  50393 -.5  8.3 9..39.9:8:..7.3.  0 80-.3 . ..9: 8.33.7  .503.52.33.3 2:.3 2: -. 202-.03.2 /. /03. / /.3  $.8.3408.3:8. 8:.3 . 808:.3 /.3  8079. :8:8  2:.3 909.33. 8:.3 .-:/ 23/    /...9 /8./. 8047.3.9 .9 2.3 ..3 /.9.. .: 9/.9: .3 -0781.32.9: -.3 003/..9.7..-.8.9.3 . /.7:8..32. 5:. 5.3:8.  .5 80.3 -0781.3 -078. .8. %:.3 2. 9/. .793. 0 ./.3:8..3 .2802089.3 4-091 /03.3 907.-.3.3.380.3 :...3 003/.3 44  :. 8.5 ../.3:8.3/. 202-.3 3 207:5.39. 8:.94-091 $./    078.2 0802-.. 3..3 -. ..3  793.. -.83 2.8.2 /. -.27 /83907890/3088  ./.3 05.3    /.7:8 803.3 2:.7 57.9: 0507.3:8.3 803.7. 2..-.  . .:5:3 2. 5. 549088 .8.5  /..3  47.2.7.. 0089.2 :-:3.357-.:: 90.  .33.  0./.7./ 5030.:7.7.3 9/./.39.3/.-07:9    %/.3/7.7.3.3:8.3 0802-.5 2.357-. /03.2  2   $.: 9047 . -0781.7..3 02:.:.203.3 .9 2:9...3 -07.8...3 203/./ /.3.9 /507:.3.5 .3  0 . 0/:5..2.3 5.::5 -07-0/..-. -073907.3  247.- 8047.3 -:.8.3 80-./.:39:20089.380-.3 57410843. .83.3 ..8.05.3. 09.5. /03.3 -0-././03.7 2:  20..3 2.8.3 :. 50309.80-.

3 008. /4743.3  803.  88902 549  88902 97.3 9079039:  8.3:8.3.3472. .20909././.380.33.3 2:..3 8079.8/.3.3 203..253 8.3 2:  %::.3507:/507.3 80.3:3...3 2: :39: 02..3/5.3507.5 . 5.3  09..: /.3 42:3.53472./. 80-.32. 574108 .33.  09.3!##4247'.09.91 -07../.3/.../.9: %.3802.7.3 202-.5.3/0202. 8.3 9/. 09.7. 3 8:/.098.:. /. 2. 03.: 80.: -.    $047. 2:.9:40042543. 0/4907.5. -07.32::39:02..2.9.7. 3 .02:... 02:..3-. 85081 -07.. 5.3 /2.3:8. -40 907503..: -07003/.3907.5:8 907.3 2:.3.7../.3 9::.9.9.5 098 . :2:2 90780-:9  5.34-09.3 202-.9: 0.73.:2:2-.5..5.2.7.3 /73.3 9/..390344 .3 -07. -838  09.3 0.7.3./.3 .. 5.9:.3 ..:.7: 40 88902 -:/.3 .  .8.: .9.3 :39: 0-. 8047.9. 4-09.5...3 03/.7.3:8..3 2. 907. 2.  .3 .5.80-./8  . /. 8.3-.8. 5.3 9039: . 09..91 -07.3-07. 503.  472. 09.: .3  .: -./3/4308.703..7:8 202 8.3 ..3.:..3 :39:7809 /.7. 802:./.8 .3  . 04254 2:. 8:.7.3 2: .5 2.330.:3. 2:.9.3203434/.3 80.3780980-. . :39: 20302-. 3472.7./. 20325. .: -..550702-.078.. 2: .9.. 80. 3472. 5498  8079.8/.3.3 2: /.8.3/5.9.3.. 0-:8:8:39:502-.:9. 5..7..7./.8:/ .3:8.32. 9079:. /7 5.:.7./..8 .3:8.3 80.2:./.38.305.2/:53./..5 50309./..5.380-./..32:/.: 80. 2:..3 /../.3:8:83.   8. -.3/.3 90.3.

!#.

78. /03.-:/.7..9.3 /.59... 0-03.  .3 80.2 507..-.3.3 2: 50309.3 .9.        ...3 /.39.25: 203:-.390344 9. 9. 02.0723 /.8.3 3.7  20309  203:8  -07.93.3 808:.   8.8 :39: 503.7:/.91  34. 9039..07.39. 05.3 /2.3203.8/03.:5:3 4091 /.3 .320307...3 9.3: 8079. 3.3 -.3.3  2: 50309.5 .3 /0. 20305.25:.8. 09./ .91  /. 02:.3 202-.307-. 57-.8:/.3 203.  .3 :39: 203:3:3 93 3.7. 02.0391  /....5./.308025. . 50302-.7.3 -07-:.39../ 50:. ..  /..3  739.3 02.5.9.7. 02.253 9:  09.  -075. 3 /::/.3 907-.9  8079..  :8:83.02:. 09.3 2 43/:81 -.2-.59.9.:.5.3 :39: 203.  8079.7.2 0.7 .3 /.91  3./.3 -:/.9.7.0/:5..8.39.:.2.:..7.. 3 203/4743 9:2-:3.3503933.38.25: 203:2-:.32030.: 70.3 203.3 907.2 0/:5.9.79.3.. .3 429203 /7 :39: 203..3  /.07. 02:. 3.3 2.3:8..9:  /853 /.9.2 .8 .3  2.3 202.3  2.9 .25: 203.38. 2.3-.. .3 /.3 70.9.3 42:3..  -0.. 203.59.31.3 90344 .2 -0757 /.3.39.  9. /. -.9 /.3 /.

 .2 209.94  . .3 50309.2..3 /-:.3 .3 54845 41 -0.50309. 08909. 08909.7903   /.8 1034203.3  803  8079.: /.8. /  :: 90780-:9 2030.3 4708. /...::5 0..3 .5:3 08909.:8  !..9 803  /.9 .3 .73.3 /.8.5:3 . -07:5.:8  .3 /03. 2.8.9. 3900.3 /80-:93..2 89..3  . 905..79 .9 503079.703.33...7 2025:3.3 /-..3/7.1.5.3  :8:83.0 798  .23.9.89088 -07.  .2.2 202.9  .3 //.9 /.80-. -07/..39.8.  .8.9 03/.3.. 89..8.3 9:  907/.75.8. 80-.3 -08.5 9/.3 2.9:..8.7903 -07:/: 08909.7....3 203/.3 /03... -/.7 .908 /.3 ..3 .3 /.. 24/073 . . .8 /. . 3..-.3:8.3 0- 905. /.218.7./ 4 /07 3  /03.8...9 /-.3 / 7  5 .. 503/.. ...5 80-.3 8073 9.08909.9 ..1.7.8  40 .3 803 /.  8.3.39.. 08909.3 9:  /.1. 50309..:9  9047 41 9. .3  -.3.39 /03.2 /:. 50309.7.9: 130 . 50784./3.3 5078.8:  3. 507: 202. 18.3 -.3 /80-:9 80-.7.3 .. . /.3 5027.3.. .3 .890  9047 41 130 .  9.3 8.8.9.2 -..1.1.3-/.844 .. . 9047 803 .9 803 203.  80/.: ..3./..1.3 39009:..7.: 18./.3  .: .83.3 -07:-:3...3 2.:2.3 .3 . 2.9..33/07.  18.. 89.9 5:. 803 .3 !.8:28 803.. 203. 80-...3 9047 41 . -.3 0803.3 5072.:9  18.:. .:../.: 93..9   03:7:9 %0 .7 .3 0   8909..25 -07.. -.9.78909:7 8.9803   89 09 .  503. 9047 03/...3 08909.1.1.1./ !07903.  $0.8 907-9 /.: 93/.5 40 5..:3   -:: .2 -.: .3 .3 0  89.3 90.3 803  .:2. 207:5..3 202-0/. .3 .5 80-.8:28 9079039:  /.3 %047 2. $03 9047 41 . .9 /.9 /03. 9047 8073 /.3.80-.5.7903 /03..3 /. .9 /.78 /.2 0/:5. 89.79 5078058 3/7..844  0- -.3 08909.:. 9047 0803.3.3 .  $%%  8909.2.2 -.3 89.3 /.3 . 378  89..7 /. :8.8.9.3 203.  /.2.703./.5./ 89.8:/ /03.3803:8 8035.18.3.3 18...  !.3 14841 .3 02-:9 ..3.:.3 :39: 80-.3. 8038:4:8340/0 .3-07.3 :3.3/07 4990- ..3 9039.908909.3 202-.3.3 .. 340/0 . 9:  9/.2 3:5 08909. 18.2./.:./.7.32:8  %07/.3:9 5072.3 :34  18.79  .3 /03.3  .3 /2./. 50309. 803  /. 038 803 . 574808 907. 8047.: ::/ 0803.3.9 3 0- -.8.2 08909. 4708.203.8 /.0 798  !03:3..3 18.9 /807.3.1./.3 08909.3..3/. :3..:2.9.8 40 $4.3 03/.2 202-.3  507.3 9047  803./. :3.3 8032.3 8038:4:8  ./. 944 5079.798  /.9 79  $0.8. 9: 2:3.7 -.3 :8:8 203.9  0-3  0. ..3/80-:93. /-.7  . -07.9 .9. .3:9 803 7:5.7.8.5.3907803/7/.3.5. /. 18. .-:7  %..9 03/.1.2.. 9072.5 80-.. 79 803  .  805079 :. %0 ./ 9047 41 -0:.3 .:.3 -.3 :34 2.3 /.9.

 9047 08909. 5074/0 .3 203..08909. .91 /. 03/.7 2:50309.  8947 41 08909.8.3 50309.3 /03.3 207:5. .  8:28209.7.8.3 . 2.3 57. !7385 08909 ..33. /80-:9 80-.:.7.90789 5708039.3.8 805079 /705708039.1.9 148418 /.. 07. -09: 8. .. .5/.5 80-.2 889 02 0/:5.3.3 .9..831.308909.3.3  ./.3  2025:3. 83.3 /902:..3 /03.3 5079 73-.5 80-.3 503. 089098  03.3:8.2-8:.3.7/. 80.370108798 .33.9. 08. 57385 .3.  9. .7989 9/. .75. /.:.3 20303.3.3..5:3 /:.3  03/..3 03/.9. :39: -.98 :39: 203.7.3 .3 .59.9039.88 08909 ./.9 /-07.: 148418  8 003/. -..3 .3-.18.3209.3 84//. 08909.9: . .3 80-./507:39:.3 390720/. 0803..3 23.9 03/. 8.3 :34  48.9.   2:  50309.3. 5.3 8038.3 /9039.9.3 0- 905...3 5.03/. 507: -07-.8.8./.3 202-039: 808:.  ..:.8 00389  20303./.2 /.3  -:. .703.320303.70057.88 08909. 3 20 3.-.3 803.3.3 9::..3-.39:9. 1472.  $0. -0750. 202..33472..1.9.705708039. 20303.:2 00389 -.3....3/...3.9.2.. 5079.2202-.2 80.9:-07.3 /..73 !7.3 203...%039:3..3...3. 70.8 00389 80.  .3 502 7 ... 43/8 085708.70-.7:83.3/03.9 -. 70574/:8 /.3/.  .-897./.  /.8. /.2 202././.9  /./. /. 207:5.2.-.3:9 50702-.24-0:39:203.8. 0- /. 2.2 -::3.7 2:0803. 5027.5 47.3/.  .  073. 80-. 57385 ..3 /.02:.3 147 2.3 90: 5.5. 2.30-.-3.8.. 247.3 503.70/:... 850:.35.  .3:3507902:.18.39.3 3.8:28 209.7 ..908909. 3.78 20303..3:7.3 /.3 5.3.5..1.907.: 80-.08909.3 8038:4:8 20303.9 .3 08507203 /..2/72..9 ././.3 05. 2085:3.3 203.507:202-0/.3  ./ -.7 70. 2:3.7. 9.3  -:. 5007.9 /.3   !73858909..3 202-:9:.. :2:2  !7385 3 /.2 9025. .33.9/.3. :/: .3 202-..3:3 07.3 -. 80.3 5027..3/..3 . . 03/.3 .9/. 2070.3 8:-0 :39: 70807.:  :8:83.7.75.. 207:5.90 ../.3.3 907..9 5.3. 0/:/:.3.3 -07-0/.3..7.3 -078.9.80-.9:503.3 3. 503.3 -.. 90780-:9 207:5.8 .3507.8.3 80-.3 :../:./.9:.7.1.18.7..308909..7 :39: 0507:.3 3 -:.7/ 48.3907/. 9047 .8..3  -07:5.2:3  .33.3:9.5 80380 5078058/./  .2.2 02./.2. -2-3..9/.2. 0803.3.7.:08909. /..9 1  20 .3 -073. 9047 08909.3.98545:07/.2:-:3.3803 1472.8.3  . 70.3  .9: .2 2030..2  %047 .5.3 .. .5 80-.3...  203:7:9 ./.91003/.5.18.... /.: 803 2.8 -. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3. ..718.3 003 203. /9::.3 2.8 /..3 503.3 /02..3 .8. 0889038 .8..34-05078058.3 /... 203..7. 803 5079..3 18.36:09   /.36:09 203..  80/.9. 57385 -.3:8.3/:3 05708 2.18..3 ..3  5./.3 507.. .8.2 80.  80-.3 9::.8  .908909. /:3. /03.33..9...  !7385 09. 03/.3/.. .38.34370920303.3 03.8:28 209.9.9 /.3 40 5027 5027 :9. 3  ./. 2.3:357.3-07..8 50703:3.2..... .79./.. :3.9:18.. 0- /0.

 20307.  . 9/..3-.3  .3 ..94.5.3 209.3 .3 . /./... 2034.907.2. 203.3. 2085:3 9/. 89.9./. 50703. 43805 43805 08909.. .3./.9 .8./.3. 507.80..3 .9..3 .8.9./03. :39: 2020.3 8. 7.5 /0391.-0 5078058 :2:23.. 3 .3 ./. 03/. .3..9 803 507-:..  203039: 5079.33.. 202..920303.3  :39: . 2 80 . 20304254.3/03..5.-.3 -07-0/.907 :2:2  5.9 8:-091 -07.8..3 -.9:7. 03/. 203:-:3...3 207:5.43805 438059:  !. /..3 -.3.8.7 503/.8 /.3/43897:8. -..7.3. 2 02:33.8.3 /.  805079 802:.39 203.35.  %047 9 047 2. 89.9-0-07. 43805 08909.3.7   -. /08758 8079.  %07..078. /.25..3 7085438 7085438 18 /./ :20 -07:8..350393:39:202.8 20303. -07.5. 43805 08909.7.9.-.9 /9.3 507.25.3. 2.  .7 4-0 5078058  3/7. .9 :3.3 89.8.  !.:.3 0:3.3:8.8. .3 3/.20303. ./.8.8.. 43805 43805 9: 202 4-09.3:3.3  92-: 5073. 203.80.43805 43805089099/..3503079.4/03./ 20303.9 /9. 3. 43805 08909.9  0- /.3 .2.  8.9  :. 20303/.3 ..9..3 808:./.2 950 950 503.2.79 ..3 .2 . :39 : 203.3 058902448 /..33. : .9. 8./  .74  .9.9.:-.3 /.2:882143202025. .5..3.. 7..5.3 0. 20.8.9. 14841-07. /. . 2.9/.5..7.5.9 /.3 -.7:  .3.3 5.3 949.3  %047 9047 2070.9 2:/.3 08909  !079./.9. 03/.33.3 90. .3 58448 8079.: 5.2/03..38.7.3 .3. .2 /8:8 .9.5.3. -:3.390.7 803  .3..38.3. 43/8 /.08909.3.7:2039.8 4-0 4-0 /.2. 1:38 803  8.3./.3 /03.9: 70.907 5708039. 2:33 /. 29.7.3.3. 80-.3.3/.  8.. /.9 : . 503/. 5.7 -.9.3 202 ..9. 47.5.33.9.75..3 .33. . 02..9:70.3/7   438058909. 3 .7 803.3. 43805  089 09 ..9.848..18  90...8 70.:9:7. -0781.2 .9: /.5.9 .3 4-0  8.3 /.5..9: 0.5.3 0..3 80././.3 203.3 02-. -. 0.3 20303.-.. 0 /. ..3 203./.5../..5 80-. 43805 43805 08909.08038..3 -..88 :20..3 57-.9  5079.3 -07503/. 09/./ 2070./. 2.: 5.3 :39:203072.3  5. 2 % 2-:  5079 .2 4-0 5078058 907/. 207:5.-07-0/. /.3 0-.8 80-.3.7.8 9079039: /03.8. 3  . 3/.3 085708 8579:..7243 .108909.8 57-.3/.9.8..3 -.5.8..3 . . 3  -0-07...3.7989 /.9 80-.3 058902448  58448  48  /.4-.3-07-0/.3. .3803..8 /.3/.3... 14841 02-.3 48 20303.: 507/0-. /03.9/.-.7 .3 .5 9047 05....3 /. . 9 ..78 .9 93  03...9 -. 803./.3:.3  %07/.7.9 -.3  43805 43805 08909. 89.2 7303.8 70...3 203./.7 5./:.3.3.9: -.5 40 5078058 93.: 5.3 /. 8:.3.3207:5.5. .9.8 /03. 3 203..3 5079.3.3 85081  20303.9 8:. 20.3 50393 /. 20302-.9 8:.3 .5..25:. 9/.  9/.43909 /0503/039 /43897:8 / :.  793. ::2 ::2 08909..2 .3 58448 :39: 203.3 503.8 03/./. 8:..8.23.3 50792-. 80. 503./ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /.3..8 03/.33.9.. .7 :39: 4-09.3.078. 203..3.3 950 95043805.3 9/.3  /. 08038.../.5.9 /.2.2:73 507.9 003..9/:3..7243 . .3../.3 20-. 90.3 /.9 -0781./.8203..2. 20.8./ 0   5. 2: 089 09 ..7.3 43805 08909././ 20303.3 08909. 02578  /03.2..37085438. 9 /.

 3.:23.3. 3 203./03. .9.5 .    203.3 47.3 /. :31472  2...3 .9.5 .  .9 8.3..//::35. 9: /.5 39 089098 //.9:39:203.::.3 09. 203:9 . .2 7.8.3/.9.3 /02.5.:-:. ..9.. ...9.3 80./ 574-02.7..    203.2.2 80-.5.8 089098 4-0  202 . .9:4-0207:5.3 202.3/7:39:08909..5.5:3 .33.2 :-:3. :. 089098  8.308909./. 5:3  !.8:28./.3820-07.9./.2.3 8.3.  ./.7.3 /03.1.8.9078. .9.2/.2 -07..9. 808:.7.2.9 ..:./:957.308909.../..3 %0473-.3 :39: 203.3 80-.3544 . .7. 9 :  247 ..28:.33.3 /.3.3. 8032.8.3 -.23.8 :.39.5.. 9...:-:3. 2039:3 9:3 0- /. 9047  08909820 207:5. -078.3.79 54:7 1. 907..3 88: 2507.  .//.3 .9:70 10.5089098 39/.7503025..3.3 $0.3. 20303.3.9.9..9.5.7.7.3 9/.7 ::7.3 .9.3./.5 5072.8:/ /.5./.8. 803 202 3.39.-./ /.33.3/5.318.8.9.8:/:9. 4090  203.3:8.50.7./. 503.3.3:9 3.5.3 /03.3 .3.2. . . 3..3089098 809.3.2.9. 507..7..8 8.3:9../. 8. 80.7.2.: /. 503.089 09 8 .523.8 80-. 5: 3 803.:39..8. 907/...8.3 ..3 0/:. /.8.9089098/.7 .2 0/:5.39 20303.350739./.9089098/.33..8.3 3  /.-./.: .3  !079. 89:.3 /2:33.907 08909.7..3 93/. .98 03:7:93.5089098 ..3 9/.9: /..3 !03079..3.8..33.3 /.3 1:38 .3/.883. .3..39.3 /4837098 . 20. 8032.380. %.2.3 /9::.3 ..3 9: 803/7   /03 . .03/07:390758. 5:3 .35. 90780-:9  .3 /.5 089098 .7 1.7.3 089098 5079..9 . 80703909../.3 /.3 /03../03.7.8.3 5.7. .08909820 ..3 39 /.9 .9.:: .3 2.5..5089098 8079.3 10.3 -.3  %09.8 0890983./.3 -.5 438058 8.8:39:809.9/.9 /907... .8..3 /2. 809..5 808:..3 9 :3.3 //.3.79 ..2 :. :39: 203.8.9.309.7.3 8..3  .9:70  2.7:8 /:9.3 203/.8:/ /03..5089098 9: .7.9/:.309. 907/..: 23.9 .3 90780-:9 .905.7/:3.80.7:8 9072.3 /-..5 4-0.:9307  7303.32030-.  907:9.5.2809.. 247.3 3.9 /:3.9.  -:.47.  0303.3.8://0138089098 3 -. 503079 .3 8:-0 2. .8 .23./. .3 0803...38  0303.3.3 9: 9/. 39738  $04.3/5.2 0/:5.38.3 5.9. 90.91 /.3-. 08589 203.3 203.:/:5/.08909 820 /./.::. 9: 207:5.: 0. 2 -07.50.9.3 :39: 2003.8 9 07:9 .2 :.5 .9.8: /.8 08909 8 203.8 8.7. 089098  805079 0802-.79  -.357.3/. 43805 08909 %/.3. /. 9039..82. 8032.3 08909  /. 803 /3.:-:3.35079. ..2.: 9/...9: 5:3 80-.7.  03.8 :.2 .3:2:2/5.3 .3  5079.9./3..3.3 -. 3 203. 3 0 .3 .3 .89. .9../0   :// /.3 08909.8 :. 203.7 ..9...5 /9039:. 8../.3 /.5.7.5..9 /.../.3 203.3  :2:23./.9  .8. -07..7.3 ..3 /507:.3:9 . 203. /. -07:-:3.93.5  . 3 203. .08909820 8.3 .39 . 90780-:9  $0:-:3.5.3 :.3 089098 .: /.8  !.7.8..3 .5 089098  .9//.3..9.3 3. 0/:5.  0303.7.9...7.8 089098 /.3 .3 -.5.3 ./.7. .3 :39: 2.8 ..8 /. 23.9.3.3907/.  . 503./:./0138 544.503079.3/.3307 80-../039 .5. .3 803 9: 803/7  -:..9  / /.  $ 02039 .5 089098 ...2...2. /0399.9.3803.3 47.3 5.3 04. 247.3.9/.7. 9 ./.2 -0793.2.9078.3 /.803.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful