FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

-Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. -Metode Skolastik : Aristoteles. menyisihkan dan mengolah. dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian.Ciri filsafat. b. -Metode empiris :Hobbes. tesis.bertanya. Bersifiat sintetis deduktif. . Berkeley. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Thomas Aquinas. -Metode intuitif :Plotinus. membersihkan. Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri. dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. membedakan. 4. a. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis. -Metode dialektis : Hegel. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. akhirnya ditemukan hakikat. antithesis. hubungan ilmu dengan moral. sintesis dicapai hakikat kenyataan. filsafat abad pertengahan. -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata).Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang. -Metode Fenomenologis :Husserl. -Metode transedental : Immanuel Kant. seni dan tujuan hidup.Locke. David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar.

. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut.Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Sesungguhnya filsafat telah. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a.c. Secara . Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. 5. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. -Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya. b.Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. matahari dan langit. licik dan sering memberontak. sedang. Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat.

Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. dan lain-lain. asal mula pengetahuan. filsafat ketuhanan (teologi). filsafat ilmu. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat). metodologi. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? . Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas.India. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika. etika. estetika. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. sifat. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. epistemology. filsafat hukum. Meliputi logika. Epistemologi. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. sejarah filsafat Islam. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. filsafat ilmu. etika dan estetika.sumber pengetahuan.Cina. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. epistemology. filsafat komunikasi. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. batas-batas. Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. 6. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. metafisika.filsafat manusia.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia. Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat.

Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? .Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan.

untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum). Kritika pengetahuan. a. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran.Feriere. dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran.(Abbas Amami. b.hlm. Kriteriologi . Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J. kritika pengetahuan. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran. Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. M.BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar. atau teori. Epistemology berasal dari bahasa Yunani. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal.dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi. criteriology. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal. kata. 1982.F. c. Episteme dan logos. dan lazim disebut teori pengetahuan.1). Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran. gnosiology. Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran. Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui. .

Niels Mulder menuturkan. metode. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. batas-batas. dan asal usul pengetahuan. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. jenis-jenis pengetahuan. e.d. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan. Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. terjadinya pengetahuan. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita. asal mula pengetahuan. sifat. Mengenai batasan epistemology. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. sumber pengetahuan. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : . Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan.A. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. Gnoseologia. atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan. dan kesahihan pengetahuan. 2. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak.

Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan. tuntutan masyarakat. pikiran haruslah mengandung kesadaran. kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. pada orang lain. ketertarikan pada kehormatan.a. tidur dan lain-lain. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. keinginan pada objek-objek. Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. Mengamati (observasi). pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. tujuan pribadi. Menyelidiki (inquires). Menikmati (enjoys). Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat. ia akan menikmati itu dalam pikirannya. . Hasrat (desires). h. menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik. dan lain-lain. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. dan kepuasan. Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. minum. Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. dan lain-lain. Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. c. rasa tanggung jawab. b. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. dan proses interaktif. sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. konsep diri. Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang. hasrat. Menyesuaikan (adapts). Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek. selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. pengendalian. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil. pengaruh.istirahat. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. e. Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. d. Percaya (believes). permintaan lingkungan. f. kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. rasa kebebasan bertindak. Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. pada tumbuhan. lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. kesenangan pada binatang. biologis. g. Mengatur (organizes). Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen.

atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. b. d. artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. Principium tertii exclusi. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. Azas ini bisa disebut azas pertentangan. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu.Azas ini disebut azas kesamaan. Principium Contradictionis. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan.3. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). Karena selalu menekankan pada kenyataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga. Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. c. Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah. Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). .

Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.e. Adapun keyakinan sangat statis. mendengar dengan telinga. pembauan hidung. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama. Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. pengecapan lidah. Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono. kayalannya ini terbawa mimpi. dan perabaan kulit. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. 4. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu. f. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. . Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah.

Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. penglihatan normal. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. Tokoh empirisme adalah John Locke. Filsufnya antara lain Rene Descartes. b. Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. diagram. Asal-Usul Pengetahuan a.Spinoza. Menurut Plato. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti. kebenaran dan keadilan. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. Contoh. pengetahuan yang objeknya adalah arche. . Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak. cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme. Menurut Plato. Leibniz. B. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan.b. diagram. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. c. kemudian ditarik hipotesis. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. 5. para ahli matematik dan geometri. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis. Metode yang diterapkan adal deduktif.serta indra yang normal.David Hume. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal. Metode yang diterapkan adalah induksi. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak. tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. d. selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian. Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar.

Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap. ilmu alam bersifat sintetis apriori. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. d . tahap ketiga. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. 1982). adalah tahap tetinggi. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. 2. Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya. Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. tahap metafisis. tahap ilmiah atau positif.c. Menurut Comte. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. Tahap metafisika. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . ilmu pesawat. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. Ilmu pasti. Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. 2. Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme. 3. Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. Pengetahuan analitis. 1. Misalnya : lingkran itu bulat. yang kemudian disatukan . kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. Oleh karena itu metafisika ditolak. ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak. Menurut Kant peranan budi sangat besar. yang factual dan yang positif. yaitu tahap teologis. Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi.merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi. segala gejala. Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. Tahap teologis. Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. Predikat sudah termuat dalam subyek. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. baik yang analitis maupun yang sintetis.

Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat. Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain. Tahap positif. Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya. baik pengetahuan teologis maupun metafisis. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya.dalam persatuan yang bersifat umum. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Pengetahuan analitis apriori misalnya. bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya. . adalah zaman ketika orang tahu. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. 3. 6 .

(Soejono Soemargono. Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya.1983). Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖. 1. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. sosial. Sedangkan . a. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. proses atau hubungan. teori dan hukum-hukum alam.2. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. hlm. seperti di dalam laboratorium. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori. ekonomi. orang melakukan kajian lebih lanjut. yaitu kelompok manusia tertentu. maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama. Jika sifat atau objeknya begitu penting. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. 16-18). berarti hipotesa itu mengandung kebenaran. kejadian. 1983. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu. seperti bidang politik. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. (Soejono Soemargono. Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka. Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. dan sebagainya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris.

1. Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya. masa. Bahasa biasa. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. banyak nuansa. kalimat perintah. 2+3= 5 Dari pembagian di atas. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti. Pengelompokan habasa: b. mengangguk tanda setuju. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. sering juga disebut bahasa simbolik.objektif. bersifat subjektif. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula. Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. Bahasa sehari-hari banyak variasi. yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. Kata buatan disebut istilah. Bahasa artifisial. daya. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. adalah murni bahasa buatan. Bahasa buatan. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita. bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. kandungan istilah disebut konsep. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum. melarang duduk di depan pintu. kalimat seru. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). perasaan dan emosi. Misalnya. . Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah. medan. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. Misalnya. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak. c. banyak peluang. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. Kognitif evaluative. 2. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus. pasti. Dengan demikian dapat dirumuskan. kalimat harapan.

Logika lebih sederhana penalarannya. . Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. menyajikan. mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. Walaupun demikian. -Fungsi efektif atau praktis. -Fungsi simbolik. menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara. a. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. menyusun atau mengatur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat.Sebagai kegiatan perstatistikan. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran. untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. . Logika dan matematika. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. . sebagai sarana berpikir deduktif. Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas. Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. bukan hanya untuk menyatakan fakta.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain. Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif. Logika dan statistika Secara etimologi. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. b.

-memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. -Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit.-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu. andaikan tanpa statistik. . hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan.

waktu. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. 2. dan hukum.seperti kuantitas. antropologi. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. dan sebagainya. geologi. Filsafat ilmu dalam arti luas. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1. dan kepragmatisan. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. kerasionalan. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya. kualitas. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar. dan sebagainya. . terhadap lambang-lambang yang digunakan. studi kesejarahan. science of science (ilmu tentang ilmu). Filsafat ilmu dalam arti sempit. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda. meta science (adi-ilmu). Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu. 2. ruang.BAB III FILSAFAT ILMU I. wacana. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika.

dan sebagainya.3. dkk. 2. 1990. ilmu masyarakat. 2. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya. (Berling. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya.hlm. Objek Filsafat Ilmu 1. Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Filsafat pengetahuan ilmiah. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. II. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam.Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat . Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1.1988). ilmu teknik. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum.17-18).

artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. .(esensi) ilmu pengetahuan. III. tempat ilmu itu dikembangakan. Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. penerapan metode induksi. Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. Telaah mengenai berbagai konsep. b. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. epistemologis. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. analisis. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. melakukan eksperimental (percobaan). Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati. kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. Dengan demikian. praanggapan dan metode ilmu. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. dan psikologis. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. c. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. Willingness to suspend judgement. Adapun dari aspek social. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif. Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. bagaimana sifatnya. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). dan tentativty. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. fungsinya. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. dan kedua. b. yaitu communicapibility. Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. Berkaitan dengan sifat metode scientific. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. speculativeness. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. Speculativeness. malalui apa yang disebut dengan applied science. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji. science has become a vast institutional undertaking. . Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai. willingness to suspend judgement. The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. d. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. the scientific attitude. pengaruh ilmu terhadap ekologi. Willingness to be objective. f. metode dan aktivitas. e. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. scientific method. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. Esensi science terletak pada metodenya.

Objektivitas. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. Kritis. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1. 6. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. 5. Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan. 2. artinya tidak ada teori yang definitif. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. Progresivitas.II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. 3. Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. 4. . 2. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. 8. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. 3. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. 7. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema. Dengan menilik persoalan keilmuan. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. Bersifat universal 4. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah.

ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum. Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. ilmu purbakala dan paleontologi.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. menurut kedudukannya tampak dari luar. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. Ilmu bersifat universal. kecendrungan. dipaparkan misalnya azas. 2. 3. Demi objektivitas ilmu. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. Ilmu harus mempunyai objek. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. managemen yang efektif. sifat. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah. atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. ciri. Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah. peranan. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. maupun menurut bangunannya dari dalam. . 4. III. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. 4. atau prosedur kerja yang efisien. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif.Muhammad Hatta. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi. Ilmu harus mempunyai metode. Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. Karl Pearson. Ilmu harus sistematik. ukuran. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. 2. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. 3. susunan. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi. dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik.

2. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. ekonomi. teknik. . Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual. Ilmu idiografis. yaitu matematika dan filsafat. Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. b. unik. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual. d. sosiologi. administrasi dan ekologi. c. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. Contoh: matematika dan fisika. Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. ilmu alam dan ilmu manusia. hukum. Ilmu deduktif dan induktif 1. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. Contoh: ilmu kedokteran. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. psikologi. Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran.

benda fisik. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. Misalnya. suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. Jadi. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. jasad hidup. Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran. Berbeda dengan benda-benda alam. gejala rohani. Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. Menurut The Liang Gie.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui. mengklasifikasikan sebagai berikut : a. Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). ide abstrak. Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan). dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam. produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001. Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. adalah ilmu pengetahuan alam. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam.3. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. dan proses tanda. Natur. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science). peristiwa social.

3. politik atau ilmu pemerintahan. Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. Cristian Wolff. . Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. 2. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu. Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran. Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia.

Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut.Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. karya seni dan lain sebaganya. Fisika social (sosiologi) d. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. dan kritik atas daya pentimbangan.4. menbaca buku. Ilmu perbintangan( astronomi) c. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. Ilmu pasti (matematika) b. seni. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. buku-buku. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya. dunia tiga hanya ada selama dihayati. Sesudah penghayatan itu. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal. dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. c. kritik atas ratio praktis. Menurut Proper. Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. agama dan lain sebagainya. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. Thomas S. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. 5. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. Ilmu alam(fisika) d. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. menghendaki. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana. metafisik. dalam studi yang sedang berlangsung. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. dan merasakan. a. e. Ilmu kimia e. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia.

IV. cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama. dan ilmu sosial kritis(ekonomi. Tahap kedua. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . akses kepada realitas. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. ilmu historis –hermeneutis. Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. yaitu kerja. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah. 2. para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. Tahap ketiga. yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. Perumusan masalah.praktek ilmiah konkret. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science).Susunan ilmu pengetahuan a. Selama menjalankan aktivitas ilmiah. komunikasi dan kekuasaan. dan ini dinamakan anomali. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. f. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan. Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. Menurut Khun. Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. sosiologi dan politik). menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.

cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. diverifikasi. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara.3. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. Dengan demikian. 5. hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan. a. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.diklasifikasi secara ilmiah. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. deduksi memainkan peranan. Observasi. pengamatannya bersifat subjektif. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. diidentifikasi. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan. menguntungkan dirinya sendiri. diselidiki. Jika fakta tidak mendukung hipotesis. tidak ada kepentingan dirinya sendiri. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. diawasi. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. menganalisis. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. dipakai sarana tertentu. Pengamatan yang biasa. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. Dari sinilah teori terbentuk. Bahan itu disaring. b. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. Dengan klasifikasi. Observasi sehari-hari bersifat emosional. . berkaitan dengan emosi pengamat. Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. 6. dikumpulkan. ditingkatkan.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. lewat deduksi pula. 4. didaftar.

c. -Penjelasan probalistik. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis. e. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin.b. c. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. d. atau boleh jadi. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. Penjelasan dan ramalan. Deduksi. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. -Penjelasan fungsional. a. hampir pasti. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. -Penjelasan historic atau genetic. Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau. Evaluasi. . Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. utamanya ilmu politik.Penjelasan. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. -Penjelasan finalistic. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. Induksi. Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris.

Ramalan menurut struktur. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian.31-35). Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. (Abbas Hamami. . -Ramalan menurut utopia. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan. karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan.b. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka.M. Ramalan -Ramalan menurut hukum. -Ramalam menurut proyeksi. dan kebetulan sudah difilmkan. . Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. 1980. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa. Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang. Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam.

hipotesis ilmiah. Pengertian metode berbeda dengan metodologi. aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari.arah). jalan. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. 2.perjalanan. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. melalui. Adapun metodologi disebut juga science of methods. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian. . aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. hukum serta ilmu-ilmu kealaman. sihingga memiliki sifat yang praktis. komunikasi. b. yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode. Bagi ilmu seperti sosiologi. antropologi. Kata methodos sendiri berarti penelitian. induksi. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. uraian ilmiah. Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. berdasarkan pengertian siklus empiris. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode. ekonomi. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. dasar dari langkah praktis penelitian. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. sambungan kata depan meta (menuju. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. cara. deduksi. adalah ilmu yang membicarakan cara. politik. Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. Interpretasi Artinya menafsirkan.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. Induksi dan deduksi Menurut Beerling. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis. metode ilmiah. Metoda adalah suatu cara. mengikuti.

karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. d. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. f. Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan. Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada.c. . Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. e. g. i. manusia adalah makluk historis. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. h. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. j.

+Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. tetapi memerlukan bakat. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan.Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. oleh karena itu perlu dibenahi. cogito ergo sum. -Bagi Descartes. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. Oleh karena itu menurut Descartes. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. puisi memang indah. pengetahuan bahasa memang berguna. Menurut Descartes. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. . pengetahuan budaya itu kabur. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. setahap demi setahap. sehingga tidak perlu diragukan lagi. namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.3. lalu meningkat sedikit demi sedikit. dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. ke pengetahuan yang paling kompleks. Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan.

Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. . dan lai-lain. sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis.-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. air. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam. udara.

dan tidak diketahui tujuannya. Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. b.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. . misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. c. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. 2. Susunannya logis. kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. b. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan. Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah. kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan. Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. diwarnai oleh subjektivitas. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis. tidak terarah. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. misalnya. sekalipun ia tidak yakin hal itu benar. tidak dengan cara ilmiah. d. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan.Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. bersifat univesalitas dan objektif. f. dan tidak direncana. kebenaran yang diajarkan agama. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara. Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja. betul-betul demikian halnya dan sebagainya). e. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu.

Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles. Kejujuran. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. sifat atau karakteristik. Hegel dan Bradley. Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas. Spinoza. Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz. d.c. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth).dan nilai. barang .Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal. kebenaran semantikal. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. Denga adanya berbagai kategori tersebut. 3. Jalan kebetulan. hubungan dan nilai. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e. Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan. Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. Selalu izin. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. kelurusan hati. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. perkenanan. 4. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi . Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini. kebenaran ontological. Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. hubungan. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. sifat. 5.

apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. Misalnya. Jadi. tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. Sebagai contoh. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. tokoh pemula filsafat analitika bahasa. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. d. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. c. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika.lain yang benar. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. . Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. e. Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri. b. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah. dan jika terbukti menguap. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Misalnya pengetahuan naik bis. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya.

karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja. -Idola specus (gua). Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. pendidikan. ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. -Idola tribus. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik.f. Misalnya suatu lingkaran adalah bulat. memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. g. sehingga berupa garis yang bulat. karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). diawali oleh Ayer. Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman. -Idola fori (pasar). . Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua. keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Kekilafan. dan karakter yang baik. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama. maka apa bila kita membuktikan lagi.

Pengertian juga disebut konsep atau ide. b. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term. hewan. pesawat terbang. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. Anton) kata sifat (missal. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. meliputi nama diri (misal. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. Copula . berakal). seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. Istilah. Pengertian. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. pengetian yang satu disebut subjek. Misalnya kata : jika. semua. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. dan sebagainya. Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti.BAB VII PENALARAN 1. ciri dasar dari pengertian itu. Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. a. Misalnya reactor atom. maka. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan. manusia). Artinya . Misalnya manusia. dan sebagainya. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. Dalam pendapat tersebut. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. dan sebgainya. kesenian daerah modern. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.

Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana. Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat. Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat. karena sudah tergabung dalam predikat. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. masalah. c. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. perdalilan itu merupakan pembuktian. Dengan kata lain. kompleks. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan.merupakan inti pendapat. dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap. Banyak sekali jenis perdalilan. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya. . Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti.

Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. tetapi untuk mencapai kebenaran. Hanya satu dari pendapat itu yang benar. Kesalahan. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat.Kalau hal itu terjadi. 2. Oleh karena itu. tetapi yang tepat tidak selalu benar. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan. . Pengertian. yan benar senantiasa tepat. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. Seperti diketahui. kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya. kontradiktoris. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. melambangkan suatu maksud tertentu. maka uraian akan kacau. atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. Karena telah adanya maksud tersebut. ketepatan saja tidak cukup. tidak mungkin kedua-duanya. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini. yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula. suatu uraian atau disebut perdalilan. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. mereka yang menyelenggarakan diskusi. tentang suatu pengertian. istilah. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan.

jadi tidak sah. misalnya rombongan. dasar.3. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. kuda. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. misalnya kerbau. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. pengertian yang belingkungan satu saja. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. hal ini menggambarkan kepedulian. Oleh karena itu. misalnya pengawal. kuda. c. Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. Dilihat dari segi isi. Tidak ada kemungkinan ke tiga. misalnya orang. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. Sebagai contoh. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. karena kandungan maknanya bermacam-macam. baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya. hewan. b. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. kambing. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung. 4. misalnya ini kuda putih. sarjana. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. terdapat pengertian yang bersifat: a. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. misalnya. lingkungan. dan regu. lusin. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. misalnya kecerdasan. . Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis.

misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b.-Partikular. e.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. Jadi sapi bukan hewan. Misalnya. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. tanpa kecuali. dan dikemudikan oleh seorang pilot. Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. Kata-kata mempunyai arti lain. -Definisi biverbal. -Universal. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan. bisa terbang. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. seperti. Merupakan definisi yang berlebihan. 3=ganjil. c. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. seperti‘kursi itu kuat‘. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. d. Bulan bersinar di langit. Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum. Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. seperti seluruhnya. -Definisi deskriptif. singa adalah binatang buas. seperti. -Tidak menggunakan kata negative. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. kuda adalah bukan kambing. pengertian yang mencakup semua. pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya. Maka genap tamba ganjil= 5 . karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. seperti. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar. ―Bulan ini tiga puluh hari. Manipulasi angka: 5 =2+3. Sapi itu bukan kuda. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif. misalnya beberapa orang. 2= genap. sebagian di antaranya.

"tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. kosmologi. dan lain sebagainya. dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie. makna konotatif ilmu. sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. 1969: 770). Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang. namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. 1984: 184). antropologi. farmasi. keahlian. dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. 1982: 15). baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial. DAN KEBUDAYAAN I.BAB VIII ILMU. mengatasi. dan dimensi-dimensi dalam ilmu. berkembang pada tujuan untuk memahami. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. dan memanfaatkan daya-daya kehidupan. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". ilmu ekonomi. TEKNOLOGI. ilmu politik. dan memanfaatkan alam. Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. "studi sistematis" (systematical studies). Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. ilmu. Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. 1982: 17). maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu. biologi. tahu. (b) pengetahuan yang mendalam. Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. dkk. sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". menguasai. bertujuan (purposeful). faham benar-benar (Prent. Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. psikologi. berikut dibahas makna denotatif ilmu. pengertian. Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". menjelaskan. Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut. sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. kimia. ilmu bahasa. . tahu juga tentang.

yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . 1984: 4-5). Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. "biologi". Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial. Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". Dalam tradisi Yunani. 1984: 3). Dari titik pandang internal dan sistematis. Sebagai gambaran. seni (Runes. secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil). dan produk (The Liang Gie. pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode. Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni". hanya dapat dibedakan dalam analisa. dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". Dari tinjauan secara etimologis. aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara. "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". prosedur. Secara etimologis. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". 1976: 183). Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah". Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu. Dari sudut pandang sosiologi ilmu. namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). atau pun komersial (Ziman.Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi"."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. maka . akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan". dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. "sosiologi". Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. 1976: 314). aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. yakni bagian substantif atau isi. 1982: 25-26). Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. 1982: 96). tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. 1982: 20). sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh.

yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli. yaitu industri. dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. Ketiga. teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. 1982: 84). 1971: 125). yakni: teknologi fisik (misal. teknologi biologic (misal. (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. teknologi bukan ilmu. yakni sebagai "alat kerja". Proses "penemuan" dalam teknologi. Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. Dalam pendekatan sistem. atau sebutan singkatnya. 1982: 84). seperti halnya dalam ilmu. namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi. teknik sipil). 1982: 82). teknologi sosial (misal. 1982: 84). Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. ilmu komputer) (The Liang Gie. (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan"."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. Kedua. Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. Berkaitan dengan pendapat pertama. Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. riset operasi). 1971: 322). 1971:125). sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie. ilmu merupakan salah . yakni: Pertama. 1982: 83). dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". teknologi merupakan ilmu. farmakologi). "pengajaran praktis dari sekolah industrial". melainkan penerapan ilmu. atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". ataukah "pengetahuan biasa". teknik mesin. teknologi pikir (misal. tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern.

1971: 127). "sekolah". dan layanan (The Liang Gie. Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. aspek sosiologis dari teknologi. atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami. pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. sosial. maupun aspek budaya dari teknologi. 1971:125). 85). biologis. (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann. 1971: 126). 1971: 85). pikir. maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas. Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu.satu input dari teknologi. dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. beradaptasi terhadap. (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie. Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. (4) Para ilmuwan sosial Hitam. dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. terutama para antropolog.' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). 1971:. bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia. yakni "kerja". maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. yang merujuk pada pabrik-pabrik. (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. aspek ideologis dari teknologi. produk-produk. Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann. melainkan pada dimensi "praktis" maupun. Masalah yang muncul pada pendapat kedua. 1971: 83). misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. 1982: 83). 1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie. 1971: 126). barang. "aktivitas" dari teknologi. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi".

demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi. --terinspirasi oleh Peter Drucker. dan Churchman-. alat. pengetahuan. psikologis. makanan. dan lingkungan. Teknik tidak timbul kebetulan saja. Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . fabrikasi. atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. keahlian teknis. "output". Bertalaffy. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik". Dengan pendekatan yang demikian. atau pun benda-benda. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. politik. 1982: 85-91). walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. 1987: 144). seni. barang. keahlian. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. proses. teknologi memiliki "input". Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. 1971: 105). struktur sosial. alat.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts).kandungan pengertian "teknologi". 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. dan dunia sosial manusia secara empiris. baik pada dataran konsepsional (prosedur. 1982: 85). Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-. komponen. Sebagaimana pendekatan sistem. Menghadapi kompleksitas "teknologi". Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. maupun organisasi. aktivitas). sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. barang-barang. The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda. yakni kepentingan ekonomi. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". terutama: ilmu (The Liang Gie. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). biologis. tujuan kerja. maknufaktur. industri. organisasi. Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu."aktivitas" dari teknologi. Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen. Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. 1982: 83). maupun budaya masyarakat. (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia. atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. teknik. misalnya. pabrik. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. kiranya. bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. alat-alat. Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie.

kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. yaitu: material alamiah. ilham. yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. (4) psikologis. (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". teknolog "mengerjakan". sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi. 1952: 81-142). Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya. seni.dari jenis tertentu. sebaliknya. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual. dan lain-lain. 1982: 85-91). Ilmuwan "mencari tahu". Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. (4) Sebagai klarifikasi konsep. Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. intuisi. (2) historic. kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan". pengalaman. Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. dimensi abstrak maupun konkrit. mesin. pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah. (6) genetik. sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. . (5) struktural. hukum. daya alamiah. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. (5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara). keahlian. dan aspek teoritis maupun praktis. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. (3) normatif. C. berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn. misalnya: akal sehat. teknik. Bahkan dapat dikatakan. keper cayaan. yakni: (1) deskriptif. (6) Input teknologi bermacam-macam jenis.

Dengan kata lain. ekologi. seperti: alat teknologis. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan. yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam.moral. kebudayaan "spiritual" (Kroeber. 1. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. 1952: 182-190). adat kebiasaan. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear. Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger.991: 8). Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. objektivasi. (3) aspek-aspek subjektif. Dalam pengertian kontemporer. bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. kosmologi. Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. 1991: 4). biokultural. Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. Selain menghasilkan hal-hal material. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya. . sistem pengetahuan. menghadapi tantangan alam. kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. sistem nilai.ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. arsitektur. baik yang bersifat material maupun nonmaterial. gagasan. manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. 1984: 11). 1952: 81). dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". dan sebagainya. dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. ilham. teknik. "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). misalnya: bahasa. perilaku dan nilai serta tindakan. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya. kosmogoni. yakni: eksternalisasi. tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik". Sebagai gambaran singkat. dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger. Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. dan lain sebagainya. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. Terlepas dari berbagai silang pendapat. karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. kebudayaan "material".

"produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. atau akibat sekaligus sebab. masyarakat merupakan produk manusia. misalnya: bahasa. baik yang mental maupun yang fisik. 1990: 75). dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat. Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia. baik secara individu maupun sosial. Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". 1991: 7). dan lain-lain (Berger. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. Dalam momentum eksternalisasi ini. 1991: 9). untuk menyesuaikan diri dengan produknya. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. bahasa. Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger. teknologi. dan proses yang lain merupakan akibat. 1991: 8). lembaga. Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . Sedangkan melalui internalisasi. aktivitas mental manusia menciptakan simbol. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). Dalam rangka eksternalisasi. 1991: 11-12). selain alam natural).Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". baik bahasa. teknologi. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. melalui eksternalisasi. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia". Pada perkembangan yang lebih lanjut. Dalam kerangka pikir yang demikian. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. "Internalisasi" adalah peresapan. sistem nilai. Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. norma. atau lembaga sosialnya. Namun melalui objektivasi. kembali realitas tersebut oleh manusia. dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. dan memiliki watak seperti dunia alamiah. setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. manusia dan dunianya (Berger.

Pada dunia agraris --suatu misal-. Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". Berbeda dengan sosialisasi primer. Sosialisasi dibedakan menjadi dua. 1990:198). hubungan ekonomis. sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri.seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu. "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula. Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia. sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri. bangsa. Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. Pada unsur-unsur material kebudayaan. hubungan sosial. Pada dunia industri. sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge). Dari . yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. 1990: 187).masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka". Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. Manusia menemukan dan membuat bahasa. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. 1991: 10). dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru". disebut sebagai momentum proses internalisasi. antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya. hubungan politis. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit. 1990: 194-196). ras) (Berger.

Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. 1984:185-186). Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. "meragukan". Pemilahan antara "folk science". atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan". juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder. pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. "science". dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen. antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer"."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. "di luar jangkauan". "dapat dipercaya sebagian". dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". tata nilai. teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan. 1984: 185-189). walau tahap-tahap pengetahuan. Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. 1971 : 80). "pseudoscience" (setengah ilmiah). 1984:191). ontologis. dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. atas peran empirisme dan positivisme. maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain. Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas". Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi. Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas. 1991:201). sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". 1984:180). Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah".landasan peran. (tahap mitis.

dan seni rupa (The Liang Gie. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. struktur ekonomi."pengetahuan ilmiah". baik itu religi. akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. humaniora. Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. nilai estetis. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. dengan mendudukkan rasionalisme. nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. filsafat. yakni: teknologi. struktur social. atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. Komponen-komponen tersebut. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. nilai-nilai sosial. sistem ekonomi. Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. kecuali matematika. Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". teknologi juga tidak "stabil". Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis. 1982: 88). teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. kepentingan politis. sistem hukum. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional. Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. 1987: 263). Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . ideologi-ideologi politik. ideologi. maupun subjektivitas manusia itu sendiri. teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. D. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain. dan nilai-nilai religius. ilmu. Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". 1971: 190-193). Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge.

Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis". 1985: 14-19). 1971: 139). maupun terhadap manusia sendiri. ed. filsafat. ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. namun juga nonmaterial. yakni merenung dan berpikir -. Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. yakni berpikir dan bertindak. "kebebasan". Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. yang buatan manusia. misalnya. bahkan suatu "dunia" baru. Dengan demikian . Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi. baik dunia material maupun dunia nonmaterial.ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. yakni "dunia Cyberspace". pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi. Teknologi komputer dan jaringan Internet. Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia. namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia. "keadilan" "sejarah". filsafat. Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia. yakni terkait dengan masalah "otonomi". teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain. Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas.setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). tata nilai baru. dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". 1986: 72). teologi. atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material.

Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). dengan paradigma teknologinya yang spesifik. yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian. kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". lingkungan sosial. yakni: (1) Keharusan teknologi. Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. politik. (3) Elitisme dalam teknologi. . Dengan cara berpikir yang demikian pula. (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu. Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. pemecahan masalah. dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini. Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain. 1985: 79-80). maupun agama. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. biotic. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. dalam: Mangunwijaya. segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi. menggunakan. dalam: Mangunwijaya. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. maupun pengelolaan teknologinya. baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. 1985: 78). karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. dalam Mangunwijaya. 1988: 810). namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. 1985: 76-78). Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. 1986: 85). lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya. ekonomi. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup".mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme.

atau pun "upah buruh rendah". "deregulasi". yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. ternyata memiliki: Pertama. "research-intensive". di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. maupun terhadap alam (Ferkis. Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. terhadap pengetahuan. Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". Oleh karenanya. pola konsumsi. Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. watak ekonomis yang: "capital-intensive". Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. "labour-intensive". Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan". Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. dalam: Mangunwijaya. karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri. akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. ed. Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik". 1985: 29). Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan.Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya. "organitation-intensive". terhadap manusia. maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. dan "worker-intensive". dan pandangan hidup terhadap dunia. . Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. terhadap kekuasaan.

ditinjau dari aspek sosial. Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat". sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". Sehingga. 1986: 82-83).Kedua. dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi". Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". struktur kebudayaan. Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. alkulturasi kebudayaan. Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes. Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain. atau bahkan "invasi kebudayaan". teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. . dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain. Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". dengan dunia barat sebagai pusatnya. (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. menguras. Mata rantai produsen dan konsumen terputus. Ketiga. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi. bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". Dari sudut pandang kebudayaan. teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru. Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai.

. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. seperti apakah nilai. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. gerakan-gerakan. bukan etika melainkan ajaran moral. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. khotbah. yaitu norma sopan santun. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. Adapun motif. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. suara hati sulit untuk dinilai. motivasi suatu perbuatan. 6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. hlm. tingkah laku. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. seperti etika pergaulan. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. norma hukum. dan sebagainya. 1987. sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. menceritakan apa adanya. (Sunoto. dan sebagainya. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. Etika deskriptif hanya melukiskan. dan tulisan para bijak. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. seperti orang tua dan guru. Moral. Ajaran moral adalah ajaran. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. watak. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. Norma. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik.BAB IX ETIKA KEILMUAN A. wejangan. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. para pemuka masyarakat dan agama. (Frans Magnis Suseno. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. Antara Etika. Etika dan moral sama artinya. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. 1982. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. kata-kata dan sebagainya. tidak memberikan penilaian. Jadi. etika dalam pekerjaan. yang harus dikerjakan dan yang tidak. dan norma moral. hlm. Contohnya sejarah etika. suara hati. menggambarkan. atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral.

(Achmad Charris Zubair. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. 1990. Tanggung jawab etis. Pada zaman negara militer. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. kepentingan generasi mendatang. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. menjaga keseimbangan ekosistem. pengertian kesusilaan dapat berubah. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita. sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. dan bersifat universal. 44 . Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas.45) Oleh karena itu. martabat manusia. Akan tetapi. hlm. C. Menurut filsuf Herbert Spencer. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat. Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh. bertanggung jawab pada kepentingan umum. Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi.B. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu. melainkan atas kekuatan berproduksi. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. (Harun Hadiwijono. Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri.

Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan. agama. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. budaya. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu . 3. 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. ideologi.kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. 2. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. (Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. dan unsur kemasyarakatan lainnya. yang buruk dan yang baik. Weber. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. budaya. 1. yaitu sebagai berikut. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. Tokoh sosiologi. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. D. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu.

Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S. 34). hlm.pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. E. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. metode. Suriasumantri. 1985. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. 1985. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. Dalam kaitan dengan ilmu. dan otoritas. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. Dalam kaitan dengan ilmu. F. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. h1m. yaitu pekerjaan. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. bahasa. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. hlm. Di samping itu. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. sumber. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. 1984/1985. Kepentingannya adalah memelihara. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. merasa. merendahkan martabat manusia. Suriasumantri. Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. dan mencampuri permasalahan kehidupan. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S.

Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. Suriasumantri. objektif. dan terbuka. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. dan kelestarian atau keseimbangan alam. 91) Dalam kaitan dengan moral. G. Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. hlm. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis.pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. H. 1984/ 1985. Oleh karena itu. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. h1m. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. martabat manusia. 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. 1985. logis. ideologi. atau agama. Akan tetapi. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. Sebagai landasan ilmu. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. rasional. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. 1984/1985. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. Jadi. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. Dalam hal ini. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis.

(Abbas Hamam M. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). ilmuwan. artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. yaitu moral khusus ilmuwan. . Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness).. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan. selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. kuat. moral dan akhlak amat diperlukan. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya. 1. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak.(1996) sedikitnya ada enam. atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. 3. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. Artinya. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. 1996. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar. Misalnya hipotesis yang beragam. Dengan demikian. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya. dapatkah ilmu yang kokoh. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2.setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. Sesuai dengan martabatnya. Oleh karena itu. hlm. Akan tetapi. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap. 4. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral.. manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. Oleh sebab itu. yaitu sebagai berikut. 5. dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. Bersikap selektif. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu.

inventif. dan tantangan dalam kehidupan. disiplin dalam berpikir dan berbuat. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. meneliti.komunal. sistem politik. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. etika kedokteran. yang tercermin dalam perilaku kreatif. berkarya. inovatif. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. dan karya. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. rintangan. etika bisnis. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji. . etika politisi. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. 6. dalam kegiatan membaca. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta pantang menyerah. cipta. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Di samping itu. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. menulis. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. Misalnya. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. sistem tradisi. etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. belajar. dan komunikatif.

Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. Dalam bahasa Inggris. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi.BAB X. sajak dan musik. filsafat citarasa. theory of taste. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. dan theory of Five Arts. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. 1. tidak cukup jelas. . Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. Pada zaman Yunani Kuno. perilaku dan pemikiran seniman. filsafat seni. pengalaman. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. garis. yang didalamnya termasuk nilai. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi. bahkan persamaan dengan filsafat seni. Selain itu. seni. dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus. dan bidang yang halus. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty). seni pahat. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz. Selain itu. Dalam bahasa Yunani. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis.1976). ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. theory of fine arts. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. Alexander Gottlieb Baumgarten. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. dalam memahami estetika. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. istilah filsafat diganti dengan teori. Terdapat pengertian lain. dan filsafat kritik. seperti juga bidang lainnya. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. Estetika. Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. arsitektur.

akar dari ilmu kesenian. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia. Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. Dengan demikian. Alasannya. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. . berupa hasil perenungan. dan lahir untuk keperluan pengetahuan. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian. Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. sedangkan wacana tentang hakikat. yaitu filsafat estetika. khususnya Yunani Kuno. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. Dalam menelaah masalah estetika. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia. atau estetika. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. Namun. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. Bosanquet menyatakan bahwa. keindahan. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. 2. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". Jadi.

Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. Dalam hal ini. dan metafisik. Teori-teori masa kini menarik. Misalnya keindahan secara empiris. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. akan menjadi menyenangkan. Dengan kata lain. Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. Pada abad ke-18. Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. "Apa yang dapat seni perbuat. satu kejadian artisitik dan estetik. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika.Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. seperti semua bunga mawar adalah indah. Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. Pada abad ke-20. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika. dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa . psikologis. sama sekali tidak dapat digunakan. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan. logis. indra tidak menyentuh pertanyaan. Misalnya.

yang nyata terjadi dalam kehidupan. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. Mengenai hubungan etika dan estetika. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. Misalnya Goethe. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang. jika identitas sikap ditentukan feature -feature. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. Sehubungan dengan itu. dengan kekhasannya. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. aestetisme diartikan sebagai teori. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. sikap estetis. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. Sementara itu. maka itu diarahkan. sebagaimana dikutip Craig (2005). Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. . Bahkan. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. serta hubungan estetika dan etika. khas untuk setiap kejadian. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis. bahwa seni memiliki nilai intrinsik. bukan masalah ia seniman atau bukan. Tanner. Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. menyatakan bahwa dalam kehidupan. Secara definisi. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. Hal ini menjadi problematik. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. Menurutnya. Mengenai istilah aestetisme. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. Mengenai pengertian kedua. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. Dengan demikian.

.8 -0.3 -/.: 5:3 0907. -./8 :3. 90344  !49038 5079.  $:/:9 5.3..3:9 9.3 9039.3 :.5:3 448 80-.3 39073..3.9.9.3 8:-89. 90344 9072.:..3 -. 90780-:9 203.3 /03.7 99 5..3 80-. 8:.39039..7 8:/:9 5.3 /.33.2. 2: /507-3. -07.9:7.5.:-:3.3 8:-89.843. 9.3  .: 5.3 502.9507.7.3.3 2.79 807. 30.380.:.8 2.. 4349.3 9/..9: 57480/:7  2. :39: 050393.33.. -07.9.34254303:9.3/.30  0/:.3 249. 8:. .9..78:/:95.3 .357385 57385. .5. 503.0  2.3 40 2: 2: 2:73  %9 -07. 3/:897.8: /.8 50309. /.357480/:7.3.7.7 5009.. 2: 3/:897./../03. 50309.3 57480/:7 .3 574/: %0 .. 5.25:. /.:. 74344 /..3 574-02 574-02 57. -07.3 39073. 3 207:5.:.9.32070./.9.: -.5:3 -.73.9: 574808 2.3 2038.3 2: 3/:897.3 :39: 02:33.9..3.3 -03/.3 8:.3 57385 .9..9.3 2. -.9.3  80/.: 5. 2: ...2.3.3 /03. 203.3./. 8.3 202:3.3 2: 848.30 .79 .3.3 39073.39.2 97.30 -07.2 2020.3 8:/:9 5.7./.. 4  9/.8 503::7.3 /.2 .9.: 80-./..3 84844 2:  /2038 2: /.-8. /5.32.9:7.3... # 2038.9.7.3  80-. 574/: .9/-0/.3/.3 0     .9.7.9./.7.3./.../.8 848.9/.3/.03.9..8 ..8 ..3 . 80. /.32.793.3 9::.2.  .3 :39: 203.9.3.9: 4-0 .3     !02-0/. 8.  .3      2: 3/:897.2:3 0- 203.0  80/.3....: 2094/0 %0./02.7:3.7. 5.3 848.2:3 /02.3. 57 ...3 3897:2039. 2: /.7.9.. /.7 70.7.3.98 -. 2: /507-3.2 .:.9.2-.907. -03/.8 2.3/. .910-2030. # 80-.: 8 /. .3.9. .7 90344  80-.30589020 50309.35. 203.././.9:8 2. 907./.9: -/.  .3 . 2.3/.3 /.092448 8:/.2.3 -. #:308  .3 9:-: 50309.9:7.9 2:...9.3 5072..7.3 /044 %0 . .3 9/.3  ././...:.3 /:3.7 89. /.3 :9.: 5.3 /2./.../02870.3 /.:.. /.3/./.3/..790344  $0.3 8:-89.73 /.3 .3 /2038 50309..7.2-.8 8:.3 0589020 -07...39039.8  2.2 8080/07. 9.9 .: 5. 907. 02.7.39 1  /.3 089073.3 249. 90.91 9: 203:3: 5.35. .3 80-. 4-0 -/.9. 9079039: .5490380.9..3 /03./.9.2.9:7.9 /-0/.8.33.3 2: 9: 803/7  9. 80. 9.  .9.  /. . 092448  ./.2.:5:3 0907.3 80-.91 .3 . 9:  07:9 3 /-.3 2. 89.3 /.8.3 -07.. 2094/0 2.2 89.9:7.50309.3 / -/.9.5..9.3 9/..9.5 9.3.3./. 90709.91 . 90344 .8 -0.3 02:33.8 2.3 8:/:9 5.391 .3 /.. 5027.7 ./58. 2: /507-3.3/.3 2: 3/:897.  $0-..3 /03.7 90344  . /902:.. 9/.3 0      .9.9.2:3 90./03..9.. /. 503.7 0/:..7 8:/:939073. -. 907/7 .3 -07.3 /7 5. 4349.7 . 30.8.8 /:..3..2.3 -.3 /.3 2094/0 .::5 /5.9.7950309.. ..3974544  -44  84844  3.9 /03. 574808  57480/:7  /.3 50307.391  /.3 2.:.7.:  $0/..3  /.3 88902..30 2020275.3 -07.9..203./.3  448 202 . 202:8.3 203.8:/ /03.:2094/0803 #:308  %0.9.3 2.3 ..2 89.3..98  4349.5.. 4349. 8:/:9 5.8 425089.3 010 010 903448 /..7:3..-:7. 57 2.3 502-:. .3..8..3 :39: 202-:.3/.. 80.3 57385 57385  3.8 2: 808:3:3.3848442:  . 2.:5:3 57480/:7 50309.9.3. .. 0- .: 20307.9..: 5.3 5498 2907  .9.:. 80-.3 089073.5. 708543/03 -.3 9079039:50309.390780-:9/.: 2094/0 7..$97:9:7 .3.. /902:. 203./. .03.: 5:3 42078.3/..: 2094/0 503::7.8.9.3 :./028 .3  9. :39: 50302-.9.. 203.: 0.

3 /03.3.907::/.3 0     .: 207:: 5.  !49038 0.3  09.50307.  /.30-:/.9. /902:.9.3 -.7 203:3.-..35.3 3.3 -.9 /.9 -0-07.  90344 207:5.9:2 2: 203:2-.8.3..3 -.3/.3 50784. 2.:39:3/:897      :30 203.32:  0/:..8/.39.3 2.3 90344-8. 907/./ 025.3 /03.3 :-:3.7.3 90344 18 28.39.71..9 /03.9.390. :897: 8.8502:73 907.38.. 50309. 2: 2:73 /.943 202..3..9:3/:897 /.7/.3 89.907.390344. 2:2.39.:80-:9.3 83. 5.2. 2.. 22-..3.3 80.3 903 :...39034424/073 3.2..3 80.5/:.3 2.90344/..9 -. 90344 80-.8.90344/03.30     $0/.3.9::5.. 90344 /03.3.  80-.5.3 -07-0/. 90344 /..3.388902 2:207:5.9. /0138 / .3 5073.33  !7480850302:.-:... /03.9.3    %0344 .3 2:/..2. 90344207:5./.2.32:.3 /..79 .  .7.2:3 5071.7./.350309.2. 1. .:.3 .:. .:5:3.3 7..503079.3 /.9.290344 805079.3.5490382..30     03:3.3..71.:.7 -07-.9-08.3.3 /2038 50309.:.3 0. 0..8 0/:5..8  .5..3 .7 90344  .550/ 8.98 /.. /03.-:7.3.3 2.5. 3/:897.7.3.3 .34-02./.. 580:/4 2..3.7 804. -. .3.. 2:  .44 90344848.9.32.35073.79.3 57.32: 20.3 8  %0.390344 ./.  903 2083  90385 90344-44.39.3 -.0  732.93.3  07:9 3 -0-07. 507903./:.3. 03..2 9.3 -0-07.9..3.8 907.7.3 .3.8.3 50309.5.3 0- /0.33  !03079..3 50302:..  9/.850 089073.:./.2 90344 80-.9.3 .9 ./..9 5079.3.3/.5.3 80-. 203.9../.38...3. 28.  90344 207:5.5..3 5..3 /03. 50307.3 90344 .03. 42543033.3 /.2.3..: 50307.3 /5.5./..3  !073.2:3 805.3 ..72.8907.3/.240.9.3 907.9. 90344 -.3 90344 -07-0/.3 . 90344 -:.3 2.5.7.3803 .:.30     0-02. 503/.3 2.3 -.3 2:  /.7 :.3.33. /:3.3 :-:3.3574018   %0344207:5.7  07.03.5.  .3 90344 80-.:.3.3 /2038 57..3  .98 /. 732.350307./. 503079.50309.3..5. 50307.. 2: 907.3.2503/0.9 /902:. 90344-:.3 2: 907. 5078. .9.9  .2 -07-.3 /.30   ..2 . .85039073. 2: 3/:897.:. 90344 .3/. 3:5 0/:5.: 5:3 507-0/.:.9:7.3 %0.7 .7 .3 503/.989039.3 90344 .50309.5.7.5. 2:425:907  %0.3 !079...380./.3 /.3.3 2:  3..3507. 7809 4507../.-84::9 02 .2-..39.79047.0  .  503. /8.22:  8073/.3/03.350307. 90344 /.3 .8 0..7.3 2:  . 907.78:..3903 %0.3 /7:2:8..3-.3 2:  !07/01394 202...3  .90472.3 2032-:. 0..9 /03.3 2: /03... -8.3 . 90780-:9 207:5.5.5.9 07. 8.3 0/:.7 50309.250702-.7:8/9072.:5:35.5.32:9039..3 .5.8 9039..9..3/02.. 2.202.3 70. .3 202.8 9034457 28.3 .8..9. 7.388902.. 50309.9. /. .3 :.3. . 28.9.38033/:897. %0 .:.3:3../.9.

..../.  5079.850/../.850 .3 . /2038 57.5..3 203.9.7. .5.9:35:9/.3.3..8.7.9.34:95:9/.8:/ :39: 202. 2.8.27.  57  2.3:8.3 -:.3.9. .33   . %0..-7  -.33     %0344 80-.350702-.:5:3 050393. 18 .9.3/:897.07 202.9: 88902 . 5. 90344 20 7:5.3 2.790344 /..3 .3 3097.29072344 .3 .202-. 8:.7-. 4-0 2..390344207:5.2.3 -.2 90344 80-.202507:.  -.8 /.5./.3 5. /02.8.  .7 2.8 :2:2 .2.7.3 5072.33:3.7.3 .  . 90344  .8.390344/.2 80-.9. 8.5  /.-.3.3/03. .9: 574/:8 :39: 9::./. .9./.7 90344  .8 /.3./.3 2.5.7.3..8  .7 .7 800/./.8:28 148418 / -. .9.2.3 0- :.0--. /..8 /.9 .30     #. 90344 /5.8 2.3 20303/.790344 /03.. /9072...3 907.3 .:5:33/:897&39:203.3 3/:897.7.8.3 5030.2.7.3.9.3..32: /03./03.-7 5.  .3.3    %0344 80-. 18  -448  848.3 . /2038 50309.3 207:2:8. /.3 50309. 5.:: 2070.03/07:3 202.2  -07.9.850 -:. 5.8..3 2: 80-.808:9.9. 5:3 732. /./. -8..9. 08038 5073.5.9.850 848448 /.3 7.3 80 50307...3..9 503/.9. 503/. 80-.3/2038 .3 40 2..3 574/:9. 203/.8.8 -.8 -..3 -07-0/.7 90344  2.. :39: 202.3 848.2.:5:3 ./. %0./.3974544  202. . 2..9 .380-.7 /.: . 90709. %0.7 90344  %0344 80.790344  %07/.: %0 79 41 343  /.9.8503079. :39: -07:..9 09.3 9047 2.3 .9 /03.9. 503/.. .8 .3-039:.:.7..3 807:8  .307.9. /.39.3  20.. 732.3.: ...3207:2:8.2 080:7:.7:8 /-.9.3 043428 732.3 0     03.98 2.8.3 2.3 732...3 503079.850 90344 .3 2:3. 503/.:: 503/.9.35708947.30     . 80.9 0/:.:.850 /0448 /.4. :39: 9::.3 202.9.39034480-...8/..3 80-.9.33. 80-. /0138 .: .3 . .: 39009:. 804.5....8.. 4-0 1472.3:8. 2.3 .32:907.3..9.2 /03.3:34/.3  574/: 574/:  . $03 :39: %.5.3.3 /02. /.3 0.3 .3:8.3  28...3:8.3.7 .30    07307/.3:8.907.80.30      2. :3.3203/0138.39/.3 %0.37.850 ./203850309.5.3 503:3.8 2.332.3 /.. %0 79 41 343 4  %0 .3 0- 80259 .2 90344 439025470780-.. 90344 207:5.8.3 90780-:9 2032-:.3-07:.. 2. 9.850 -:/.3 . 848.3 /.9 -0-07.3.... $03 :39: %..5.3:3..9 2033.3 5079. 9.3  /./.8.850 3...9.5.33       !.3 -.3.3 .3/.807.:5:3  .850 ..9.9.3 90344 80-.2 90344 /.5. .7.7.2..72:  . 2:.3 2.8..8.3 207:: 5.33.7901.7 5.: 5...39: -.7 0- /.24/073/.3 9::.390344/.9: 038 2: .3 /03.3 050393.3 -07-0/./.5.3 2:  !073..: 9/.80:.9 2.9.3 /. :39: 202-.2 90344 9/.59..3.8.8 907.2 203.2  907:9.5.3 5..3 202.507:.3 90344 /03.8 /.3203/0138.33       %0344 80-.-5079. 8:. 8.3/.3:8.:.

-.8 90344  9073857.3 :7.3.9.890787.7..390344202:8.28 203..3 50309.3 9::.18 -448 58448 /...98 .  20.3903 .7 /. :-:3.3503079.9.2.344 /.9././.3 .843. 02578    2:-07.3. 4254303 0-:/.790344..5./03.5.:.9  4254303 90344 /.943 207:2:8.././.7.9. 5079.3 ..:.3/:3.3 5:.9: 88902 803 57. .8  .9.83.3:3.7. -.3903..9 -07:5.7 507-3..9: -./..31.39::502-0/. 57480/:7  803  0..39.5.  .:.31034203.3 90.3 2: .2.. ..3:8.3   %0344 207:5.8. !07.:.: ..3 2...3 -.3:8.8 .3 43805843.3.3 8:./..9..5:3 4:95:9 /.5..3  35:9 90344 /.  $0/.3. 202.3  2.39::.790344.31034203.2.3/03.790344. 4380:038/.3/.3 2.5.. 90344 207:5.3 0:.9072.7901.3 9038  9::.: 80..3 2.3  %0 .3/. %::.9  0825:.2.9.3.7/. 80/. $0/...:.3 9039.3 5020.32:73 .3 0      03.7.3 503/0.-7. /0391.-/./..: 503 .9.:.8 2.3 01803 :39: 9::..34380:038/. 2: %0 .8 40 !0907 7:.:5:3 47.5.3 ..2.5.:5:3 /./... 5.2.-7 -.9/03..507:-.11  /.33:3..3:39:2033.8   2. .2202-:.750309.8 /.9.5.3    -7.2:3207:5.9.7.3 3:3.38.3 2.94384190.890344 -.3 0 207:2:8. 0.  0.390344 0- :.9 47.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /.3 5.9.3..3 90344 907...2.3.3 903447.3 /.3 9::.89038/..::39:202-.     %::.  -0-07.807.3. 2.3 :39: 202.3.390344 ..3/:3.. 8:.-:73.- 3 -8..3 -. 9. 907.5 425089.907.9....3 90344 80-.3.8 .2:  &39: 0- 2025070.38.3 .3 -.98 .3 0     .5.8 /.2. 907.  50309.9.3 /02..0180382:9.3.9:..9.-.8.90344207:5./.3507.3./.7.3:8.3 57..9/.:5:3-:/..7.8.3 8..3050393. .7.3:-:3.3. 0:..3 80-.9.8 2: /.9.3.9.7..36:0 /039 /03.:.31.750309.3 2: -079::.4349.8://03./.2802:.39.3.2 /..5.3:8. 2:3.318 -..9..9 /03.7 90344  -7..3  907:9.3 2: /.:.3/..9 :. 2..9-. :39:203.3 90344  %0 .3 2.3.3.28 /. /.2-.9.3/2. 202..3 90344  %0344 9/.:5..3 -07. .3 903 0330073  574808  1.:5:3-03/. -07-.3:8.8:/.2.2:.8  /.3 07.9.3 20307.89.9 .3 -.9:7  2.3502.3 507:-.390344 07-./.. 803 57..3:39:203.8 07-.3-079::.2.7.9 /9.3.3 0.3  80/..3  903  50309.4/03...:39:203.38.9..3 !0:7803  3...3 /25.30   .3  /02. .0-09:.80./909..3:3.3:8. 92-: 0-09:.8 202.2 503079.9 ..3 .3./. 28.3 503079.848.:39:2020.3  50309..342508  03.9. 2: /.089073.33.3 0 203:25:.703.3/75..89. ../.907.3.36:08  %0.3 50307./.3 3/:897 . 503/0.9 -07:5..2      %03 9/...07  079.59. 2.9: 88902 .9. 89.. 3.9 .9.8.304342 549 897:9:7848.3.:.9..5..8.903/..90344-07-0/.3  7.:.3  .7. 90.7.7 903  %03 . 88902 41 90 57.7 -0..:.3.3 507-0/.5.3 080:7:.798  $0-.7.3 503079..5.32094/07.. -03/.3 90344 .3 90.6:08 : .35027.8...59.380-0:23.3 ..9 0/03     .3 .3503079... .3:1.3/.98 %0 ./.3.7 -07-.3 /.

3.5.9:88 2:2030/.3/7/03.. 3 02..2. 507025.90344/.3 9079039:  2:.: 9034420307.:5 50309.8.8.3 507.850 /.8..8 :-:3.2.3/.:.7.850 /0.3  5073.3   /087591    8947..7 :8.03/07:3 203:9 /0138 .3 0-:/..     :95:92:.79.8.:. 2: 2.5..7: 80/.-.390344.8 0/:/:.3.390344 203.3 0-:/.  .3/88   .02.9..907.390344 !.8 43805  89. . 907/.39. .2..3574/: -07/20389.3 /..3 /. %0.3 503079.2:/.3/..9 /.7.9.-.9  503.98    %07/.5 507.3.7 5030:8:7.3.39079039:    35:9 90344 -072..3/.70-:/.2 28./853 2: /.9/7:2:8..9... 507.9 8:57.3 90344  0-07.  /.. 80.90780/.3 :.9 5079..843.7.3   :-:3.2:2./.3 40 740-07 /..3503/::350393-.7..9.7  ..3 903 2083 2:2..3 202-07 -./.32:/.3 203:.3/.9../..3 50302:.3  /./.9:-:3. 50309.39..9 507.3 .2 7.30-:/.3 43908 903448  80/.9 202-.  0. :2:2 9/.3 0-:/.3 3:. 202507 0.:9:70 .3 802:.3../... 2: /.3 203.5.3 90344 907. 99 83:3.3 /.8 0907.8 30.3.3 .3 .3 50302:.3 203...3 /02-./.8.33:3..3    2: -0781.9 /.33.9..91    58448    897:9:7..30    . 9047 9047 5. 080:7:..3 . .39/... 203..:.3 0- 808:.8..43  .3:8.39.3/::3...3.3.7.5 740-07    $0. 02.:5:357.47   .3 90344 .2 038  ./ 9039..39. 40 %.:5:350309.2 2.7.3. 907:25:   /0138 9039.-.    0309 /..940 -07-.3  /0..098 92-.3.9.:.3 203.:.:5:3 90344 202 .3 .5.0/:.3 /03.3 90344 :39: 9::.2. 2: /.81.3/.3 907.  -07:9 .3  . 2:.3.3 ..9 .7:8 20308:.:5:3 1.03.2.5..3 89.30-:/..9:.3.:.9: 2.  7.3 90344 /03.3-../-:..39.:5:390344207:5.3-07:5.7 7039..8 -.3/.3 .  80/..3 /03.9: 9.3 /9:3. 2:/.-.5:3 35:9 2: ..2  39:8  /.3-.9 507-0/.2:33/.3 -07-.843.:5:34379 /. -07-./.  /2038 .71.9 50309. 50309.:.3    ./.3 57385 . -..7 038 9079039:  80/. 88 .2.38.8.: ..3 90344 8.9. . .3 42508 ..50309.3503079.    3472.3.390344203.3  803  ::2  .7.32:203.3.390344 80-.7-07-. /0138  /.7.390.39.3...8509047982.3 /-:.35073.3  /0138...3  0507.5 43805 2: /.3 2.-897.7. /:3.2439089038  .3.3/::3. ..7-07-.9 ...3 -0790344 2:9.3 . 50309.3 2.32:     $0-. 2.39: 507:.3:-:3./ 9:: 04254 /0138  .3. . 2070./.3 .3 .....30-:/.:.943  80-. /:25:.34254303/.3. 2: 0- 905. 0.

.  .9 . 9079039: .30.3:3.3-:.9 903448  .7. .39.3. .3:5.3 .907..3.3.247./.2..9/03.90478.2-.3 02.3  507.54.3.3.9.3.907...3 205:9 80:7: . -.3:3 88902 50309.    :-:3.3203.3 02.7.9  /0.:202-0 7::/-.0.. $0/.9..2  0-: /.:-.9.3  .3 . ..3 ..7 .9 .3 :.8500/:5.83 0-:/.  /.8  4-09.3 0-:/. 507:-..380..3 ..3..81. 8.03/07:3..8/.703.3 39073./: /.907.3 8:/.  $8902 82-4 90780-:9 20708.9.72.33.3 . :5.8.5 9./..3 507:-.9  203. 9/..3./. 740-07    %0705. 549038 090.  -8.8 /. 8079.3.2..2.3 .3:8.9/5.  03.3 -.3  . -.. 54.: / 003/..3..3 . 2.3:5. .3.7 -..783-8.3:8.8. 203.2.3 .2.43 90. 42543030-:/..9:8 /.3907.3 2..9..3 . 40 740-07 :.7.3574/:3432.59. 54..3 4390254707  9/.  805079 .3 .3/03.: /.3 503/.7.9.2.9 . 203.7 80-.32.9..3 907/7 /../ 3:3.3.3 /03.8 9. 2.3 .3 207:5..2 7.. 0-: /. 2025079. 2. !0:7803     $09/.9.9.38:3..5 .39..3.8.907.. :38:7 0-:/.  %07/.3 -0781.502.. 202.3:8..:..87..3. 2.8 574/: 574/: 2. /:.3.3 .907./..2  2.  88902 50309.850 8:-091  .3:8..3 .703./. ..3 202-.9/. 3 8:9 7. :38:7 0-:/..203. 207:-.3 503079.9. :-:3.8.9 .5.3 .3.703...7.98  .3 2..3  3.52.3  . 3:3..9 ..3 /-:9:...3 89.3 3432.3 /02...8.8.83 2.8 2.:39:207.3.7.3:8.3 0-:/.907.  88902 3.  !02-039:.20-:/..9.3 -07. -07-.9.8 -07-0/.3.9 9:: . 903 0-:/.:7.33. 80-.0-:/.9 740-07     03.93.3 089073.7.380.: -07.3 .850 .3 $0.9     . $0-..3 8073 /03.3 48244 482443 044 /.32: 2:54891 907.38579:. 0-:/.907..907.3 4254303 4254303 0-:/...8.3:8.3  0-:/.3 0-:/.3 :.25.  28.3.3 203.907..3 2.9 80. .3 -0781.3 . /03. -07.3:8..2.7. 80.7../03. /.9 0-...25:.:5.92.2:3 203:7:9 740-07 /.9 2...8  0-:/. -.  .8. 203.7:05.3 8.3 .43 802:.3 /-:9:.8.8.8...9.:5:3 8579:.92.3  /..380-.3 .7 -07-..9 3432.8.32.8  /.8 2./.7 949.3 3432.. 93/.32:3.. -0/./.3 .39.3 0-:/. 50 3079. 502-.2..9: 805079 ..3 -0781.8.3..2. 8..3 ..7. /-039: 40 9.2 .5.907.3. /902:.3.3 .3 202-. -07-0/..8.3. -07..89. 20..8.3/:53..: /.3.8 /.188203:-.3:8..3 9/. 88902 82-4 /.:.3.7.349. 203.2 503079.380-. 3:3.25:.3-07.907.3 8. 2.3 3/.3 2.9/.2 /3.3 /-:....39.3.3 /.9 2.9.3 .... -:/. 8.2/..:5:33432.3  :-:3.3.9.:5 802:.907.3:8.2. 207:-. 2037.907.7..830.78909:7 -4:9:7.99/.2..3 .3 . ..3 3./.:8. 3/. 0707      !74/: 2. 202 2.3.3  :-:3.3 0-..9..3:8.39:3.. 0-:/.3 .3.257802:..39./ 808:.207.907.3 202 88902 502... .. 3432.59..3 507:-.5. 242039:2 574808  .. -. 9039.3:8.5.3-0781. 205:9802:.. :39: 203072..3.3 83./: /.

.: 8:-09..8  0707   .9.

3.:8..9/... /.9.8.3-..2..3..3 2.39745448  0-07.703.-9.39.9:1.3:3 0-:/.9.9.8. 3472.38:-091 0707  .9 207:5.3089073.8 2039.3 .3. 907:8 20307:8 0 /.703.8 207:5.73.381472.3 2.  /./: 2. 50708.3/:3.8.297.:5:3 2039.3 574/: 2. 0/:.3 -. 9.9. 203.3-.3 9079:9:5 /.9 90344 :39: 20203: ..30.9..9./.  40 .7../.2 8:.- 80.3.3../3. 2.7.7:8.87.3 574808 .3/3.8.3.3 .. 57480897.8.3 /03.320. 3/.3 /7/03.3. 5027.  /.9: 207:5. 574808 .. 50702-.3.:5:3:3:8:7 :38:7/0.33. 0707   ./  0-:/. 2.7.7.5.318  /80-:980-.3 .  9/.8.9.9 907.8.3 0/7.880-.2.3:8.33.3:8.843.9: 93/.5:3. 90344 .207.. 203.8 . /.9/./..381472.5.3:8.3 20397.381472..703.9.3:9  574/: 574/: 2.574808-:..:39073. 30703 /..890780-:9 -.2.3907/..8  2.3:8. 805079 /:3.  -.8  2.3 907:8 20307:8 ..3 .3 9. / :..:5:3.72.8 .3.3/02./.  0-:/. /. 907-..9.3:8.9.5..9.8 207:5../.7 0-:/.9./.3:8.9..098 1034203448  809../.3 -3.8  .9-.3:8.59.8 .3 /7 /./3.- 03.3 574808 ../:.. 574/: 2.2 -:.7 2. 507:-./..207:5.59.2:3 20..-./. .5. 2.3574/:8073.8182..3574/:3.3 0- .:.9.-. 2:33 -07.  889023. . ...207:5.  /. 5073.  :39: 20308:.098 089073.9.57 .3 -075.3:8.3.3:8.2 202-.3 0889038 2./8:.9.8.3 . 90780-:9 /.8:/ 089073.3 0707     .8./:.9.. 9/../8:.  90344  /.3:8.8. 203.3 2. 8:.8.9 /./.3 0.3:8.: 4-09.2 3.$0.7.8 3  .8 2. 3..770.3:8. 0-:/.3 -3. ./.3 .39.3/02.3..3574 /:/.32.3:8.7.3 90780-:9 .3:-:3..3207:5....3 80-.8 90780-:9 40 2.9.9:70.3 39073...:/:3.3  02-. . 8:.9.8 2.3-.3:8.0-:/.3/03.9.:880-.3 /03.8 207:5../8:.. -./. .3 .3.8.8.3 .80.3  80./..-... 0- 503/0 /-./.2-039:01.203.8/:.4-0910897:9:708.3..3-07-0/. 2.8 574/: 574/: .7.3 -.3 80-.3.9.3-07.8 ..3 5.32039.8203..3 574808 .8.3 4-09.3 8.3 202 .:.8  80/.: /. . 20343/8.9203..8.3. 9/. ..703./.-.33.3.7.7.:02-.8  80/.3/.381472.3 2.3 40 ...8 4-091 5.3:8.7...5 242039:2 574808 207:5.35..8 907.9.989.. 20289. 80.9.9  89073.84-091 0707    0-:/.  .3.25: 202-039: /:3.2.3 8:/..8./.38:3 /.9 907-:. /.. -0781.3:8. !.7897:9:7/:3.9.3 /.3 0707    !.8 3/.3:8.9: 3:3. 3/.9 20. 089073.3/02...2 0/:.980. 8.  9.3/3 /03... 3/.7/72. /..: 5:3 .3....3:8.2 . 080:7:. /03.3 82-4  -.9.9.8089073.9.3/73..3 9/..5.7574/:8073. 242039:2 574808 4-09. 089073.3.9./...803/7  39073.9.2 242039:2 089073...3 0-:9:.2 7.3.905.8.989.9907.3:8. -.8182.33.8.9.3:8. 07. 80.././ 70.8.9:7.3 89478 2./. 70.9.3:8.2/:3.3 1.9 .8 4091  28...  02-.3:8.:7.:089073.9./. ..3 89478 .7:8 907:8 20307:8 203089073.3 -039..8.3 2.3  203..:5:3 848..9  .3 80-. -. 2.3.0-:/.2-3. 50302-. 2.2 07.89 207:5..3 /.5.:8.3 03. 80.2. -07.9997.2.7.3 ..91 3.2./..   -09.3.3 80-. -039.  0-07.7 8:-09.9: 503.3  20.8 ..3 -075.8.2. 574/: 2.9...3:8.5..3 207:5.3  .:5:32039. /.2.8 4-091 $0/..8 0707      .8 18 2.3:8.3 08038 0/7./ .8  2.8 /.3 3907479.8.3 8:-09.8..3 80-.9:70.9.848.

8 57207 /.39/.3 90.3509.73.350309.3 808:.3. 20302:./ /:.  7.8.8 80/07.8  .39079039:..9.3 2:/./.  803..7. 503//..3.3 3472.3 203..3.: .980/07. /03.73.9 /03.  ..3 202.7 0-:/./:  /0391.. 809./:  .7.9.9:2.7.5.. -8..3 .2 08./.3: .7 ..3 4388903 0 /./..8.7.:5:3 8:-09 1  2.. /.3 /7 /03.8.3 20. 803/7  !.8.3 /. /.73.73. .3907-:.8 .3 -07-0/. 3.3 -07-..7.3 /..3 -07-0/.9 .2:3 5../.7:  !74808 503072.7.9 :.9.-  :897:40.3 2.3/7/03.  :-:3../.3 39073.9.:.3:8. :-:3.78 8:.8.  . 43805 9039..2 :-:3.3. 203072..8..3 848. /.3.:5:3 50307. /902:.9. 9/.2 2..8.843.7.3 03.907. 2..3 90750393 /.3 5. 9/.-07-.3 .7082/. 848.3.9.9.3.9 84.3 /....3 507.9 /9039:.3 ..2/. 2. 03.3 /7 /03.2 08.320308:..8. 7082 9.  .3 2..3  :-:3.3 4-09 1 2.3820 -.3 848. 242039:2 574808 39073...3 70.7. .7:8 20308:..907.3 40 4..8 57207 -07. -.3 2. /0391..9 .3 02-. /03..2.9 /03.8. 4-091 90.3.8.8. 0707       $48.3 2002-. 2.9 -.8. /.-7  .3 :8:8 808:. 002-..3 89.7:820308:..9:809473.8.. 203.9.7.2. 5. /./.3 848.5 3/.8  0.574808503.8 .7.5 202 02-.. /03.3 .8.8.:38:7 :38:72./: 80..2 ..3 20./.8 4-091 -.3 39073. 3./.7:8 / 5.3...2 503//.-.3 848..3 5.3.. .3 /.:. -.9 203:3. 93.8 80:3/07 .3  !74808 . /..7. 5032-.8.3. /..3:8..9.32.: 242039:2 574808 089073.3:8..3 50309.9 0 /.7. /:3.3:8. 907.9.3 3/..2 2. /. 0707    $48. 7082 /.8.7.50309.3 3/. 8.8.3 /.. 3/:897  2.9 .8.3 :38:7 :38:7 3432.8 57207 3 809.33.8. /:3.2/3.3503039:.8.3 3/.3 5:.7 848.3 54.3 203:7:9 .3 02-.: 848. 848.:.72.8 80:3/07 207:5..59.3 90.3 0-:/.7.:2.8.5 3/. 507:-. .7 242039:2 574808 39073.33. .70./: 20303. /:3.3 -07...3 .3:8.8 4-091 0 /. :. 907. 894.8.80-:/. 203039:.3 :... 5007.8 2.3 . 9:803/7  -09..8.9 903448 .8.2.3.39. 8047.7.. 2002-. 903448 !.9. 848. 30703 2..3 /.8.3 507.9 /902:.79 .84-091 3. .39.3:8.2 897:9:7 8:-091 08.8.3 2.9./.370.8 /-0/.7 :38:7 90780-:9  0.0-:/.3507.2.-9.8 80:3/07 /.3 /... 02-.8.3 007.9.3 /203079 80-.8 5.84-091  90780-:9  /.3.3/.33.3.3 3803/7 -:.: -07/../.3 574808 502-0..3 :8:8 5:. 2./..93.. 50309..3 9::.8/.4-0918:..:.9 . 80-.3 807:5.7 -./. . 803/7  02..9. 9./..3 1472. /.:8.3:8.2034. 907-039: /.3 /:3.9./.3 043428  :-:3.8. 2.9. :-:3.7.79 2.5 848.857207.2 2.8  .  .9. .:.8...3:8.8.7.8 80:2. /. /.3  .38.3.3 :.8 57207 /.3 8.4-09./.. 3..7.39. /03.3 31472.3 :39: 20250740 50309.2/:3.8./.8.. /03.3 80259  80-.9. /.8.8  0707   !.5.  /.8 57207 .9 0:.2 503//.2 /.59.. 848.3:8. ..390780-:9  .8. 8::  -./ /03..3:8.9 07 07     /0391.703./. /.38.:5:30.7 /.3 202-:.3 5498  /.5.3 40 848.35.9.793. ..:.8. .  3.  07-0/.3/9:39:9:39:20250309.8..9 -07.5.8 57207 3 /:3.3 9079..8 57207  848...: 848.3 :39 . 8:- /:3.  3431472.7. .3 8:-09 1 3/. 425700381 /.:5:3 9./: 808:.39.9: 28.3 2.. 202-039: 70.8..7.8 40 9..3:8..7 8484 89478 2070. 24 2039 :2 242039:25748080-:/.3. 41 340/0  /80-:9 80-.7./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0./.8 80:3/07 $48.8  0 .9: /03..3 089073.9..

.9.9:20.3  %/.5 50309.3 2.8: .7 848.3  9. 3.9/9072.23 40 9047 9047 2: . 80-.5./.: /:3.3 8.3 /7398  40 45073:8 43./8 2:  2:.3.97.3 09.2 203./.8.3.3 2:  /. $.7-0.3   .3.3 35:3 907-0. /.3/3.2: 2:.3 -.3-8. 502. 507..3. ... 502-0/.3 5.2.8 2: /./03.3.9 -. 28..9.73.3  -.3 . -078.5 9.9..3.3. 9039: 207:5..3 439448 50:7803    .3/03...3 . /03.3 /2038 2. 207.8507.3:8.9. 203. / -/.. 202-43.3  9.7. 80/0709 3.3      $.2 2: -:/.3/.3:8.907.0-:/./.3 2025079.2-.3 /.9. . 4-091  20.3 50309.3..3 .3 .2.3.3 .0  2.3203434/.8 80:3/07 /.8.3     %/.3 :38:7 :38:7 50309.8. /.03.. 803.8 4394.2 07.7.31.. 907..078:2 :3.9.8 /.3 1:3843.8 80:3/07  .9.3 92-: 0.18. /.5.3 3432.:5:3 2: 848.:. .3.2.-.33.9:.3 4254303 50393 /.-0702-.3 .8..3  !02.2 2.2 203..7 50702-..0 203.3 .3/3.: 802.39./8  .3 43889038 .. 80-.438059:.3.7 0-:/.80.3 /02.3 0-:/.3 /:3..3 3472.3.3  /03.5/./.. 503//.8 4-091 80-.347..3.5.  /.3 .9047 2./8 50309.89 .3 :2:2/.7..9 /507. 90780-:9 2.5. 507: /8.. :38:7 50309...3..3/3.. .3 0./ 3 802.03.397.7 -. 2.:.9 /507.3 2..3:8.7.3.3/.3:8. 3.32:...7.2 57../7::. /-.-.7.59.9 148.3 503//.7 . -.9.3/02.5 50702-.39. -. . :2.3/.3 2028.7:  20.3 5.3 0707     .3.3 2: .2 .7 83 . 5.3 .5.  97.9/50.3 2.8.3./.7.1.:5:3 57480/:7 5033907./8  2094/0 2.7. /.3 /03. 2./. 503//.3 :3. 2:  202 507.8....2809. 80-.2. 507: /5:37 5:... 2: -:/.03. 8./. /423. 14 8. 5489.3 0-:/.3  .....3 507../.:5:3 /..:5:3 5.3 /.73./.2- ...8      :.   03. 2.3 97..2 57.: 9.3..9 . 9.:..03/7:3. 203.3 503//.7507-3.  503//.39.3..3 9038  .5.:..3  / :./8...3 2030-:9.7.8 /:3.3 -..:.3 2:/. 5:3 8:/.3 209. /.97.3 ..03.7 . 50702-.8 .9.7  70.:.3 2: 2: 0/:5..  8.0  /.3 -07-.2:7.0 2.9 -0-07..7/. 02.2. 2./.907.89 ..  0..  /. 5:.9/./.3 -.3 -072.8 2033/.9.3 4-0 2: .9.. 92-: /.73.0 80903.3 2039.:..3097.8..8.39.3 /03.. 507.8.3974544 2.03. -07-..8 :38:7 :38:7 50309./8 02:..9078373./.3 2907  .3 -07..5.2 50:7803    ../-.97. / :.3 0:7:.3 2. 503.3 2: 90. 3 /.:5:380.3 2:  /. -:/. 2:3.9.5./.3 202-07 9025.3 -08.0  580:/48.3 503//.3 -.39.. /.:.3:8. 507-0/. -..2 ..3 . 202. 2030.820  5.89.7 0-:/.3 5489..3 /02. 89.3 5489.9/.3 .39.74-09..3 0257820 /.03982 .9 50309..5 298 439448  /..3  903 /.3 3 907.3 85 /.5:3148.7.3 503097.03982 90..2/.7:  $0..3.25.35.:.: 848.8. 9:3. 97.3 70.3/.3 203. 97. 503/0.:.5.3 90.2..7. /.3   &38:7 90750393 /.3.3 -07-0/.703. 2.3 . .7.2 7. .9 /902:.3 .3 2:  0. 2.  2:  207:5. 80.5 203.3  /03./.8 4-091 .0802-../..340 2....7.7. 4-091  .3 5:3. /.8. 502-43.3 2: 0/:5. -.3 57480/:7 57480/:7 438059:. :39: 20339077.  8:/.9/2.: 5:3 ..5.3  /.3..2 50 3025.59.3.3802:...-9. 203. 907-0.03...3  80-.9.9 -.078:2 82-4 .9..9.3 90344  80-.39.: 9047 9047 02:.9.2 .3 80.25.3  207.7.

33...843. 88902 0-:/.3 /03.3 /.8..5.3:9 .3 .3 805079 :38:7 :38:7 70.9: 4254303 / . 5.3/.. 0-:/.25. 3907...3:3.3203025.7 70.3  !073.9. .73.:.2.3 70.3 8:3: 8:3: 20250792-./.3/:52.5.3...7 -...3 203:39:9 5027.3 0089.3 $0507990.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9.9/.3907.33.89./...3 0-:/.9.  9.3 -078.9. 88902 0-:/.: -.3 90344  0.3 9/.3/02.9.: 5:3 50302-.. 2.9 5.3.3 202 4380:038 2.3 .780:2.8:28.3. .. 3.. 203/.3.7:38:7../0 .7.80-:/./.33..72.7 503039: 8.3 3.2. 57479..8 4-091  80-.3 /8:8:3 40 :30  .3 202 7.3 /.3 2030.9.8 80:7: :38:7 0-:/.3.5..3  / 8..5:3 208/9072.3 ..3 :38:7 :38:7 88902 0-:/..: 574808 /3.3 .7: -..3  $09.3 3907.:5:3 /.3.1 /0.3-07.3... :38:7 88902 0-:/.80503:3.3 47039.28 0-:/. /044 /.2 503/0.-  03.3:8.3%0344/.3 .. 88902 0-:/.3 5073.7 242039:2 574808 089073.843./93.3907/7/.3 . 50307/07. 9..9 .3/. 4-091  %07/. 4254303 0-:/.257 802:.3 3.19.8.7/. /...3  -.3 02:/.9.8.3.9..8 .3 2009.2: 80-.2:.3  $09.7..9/.9 -.2 :9:- 45488 /03.84-091 .2 503/0.3 .780:7:/3. :38:7 0-:/.82033. 0- .25. 88902 0-:/../..33. 50302-.9 . 2.. /.. 050393.3 80.8  5..:.3/.8 /.33:3.38:3 /03..3 /.3  /.9.8..3 /. .3 -07-0/.7. -0/..8 8.:.83.  07:9 3 .:2:-0-. 2: 18. .30.3 5073.. 80-. 8.3 ...8.347..3  90344 207:5.3 .2 42 54303 0-:/.8  .83 -.  $0-.3..3    /044.8.3.089098 3.3/02.3 805079 90344 207:8.. .3 88902 2.2889020-:/. 9: 803/7  !0784..3:9.. /03.397     /.3 2:3.390344   :-:3.-.9.9 /03..82.7:-:3.38037:5.8 0-:/./.7 0-:/.3 2094/0 2. 9: 70 897:9:704342 897:9:784.32025:3.35498 2. 5498 80-. /02-.9.3 -07-0/..8.3/.7. /...8 .03982 5.3 99 83:34254303907503930/:.3 /. 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3..3 . /.9.-08.  %0705.3 -..90 50302-.3 90344:. 70:8  :30 203:8:3 /.9.2..902. 848.3 1034203448  9/. 80-..39. 7047039. 2.7503079.  /.9..3 7.5 5..3 :. :38:7 :38:7 0-:/.3 2.3.9. 90344  //:/:. /03.... 02-... 3.7./.7/./..8../83:3/..:9/.3 8:/.. 9047  /03..32: .3. 905.3 203/:/:. -.7 03.39/.3 .8 3.8..3 /03..9 /9072.70:8 3.7 5073.3 :.2..3489 90344.820  0257820 /.3 897.0434280-..3 40 :30  -.3:8./. ..3.8 /...75027.3 /:.:.90 502 -0./.:5:3 4507.843.3 .8 $:7.-.9.. 897.3 .. :..9 5:.70-:/.1.3 ..91  08..3 -07:-:3.3 07.902.2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5.3 .30   .8 -.3 /.3.32.848. 2. 200.7.3 3.098..253 .3 202 :-:3.3 -078.3..9..80-.8 0- .. /..3-07-0/..9 :2..3 /02...3 .5 0-:/.3/. 4254303 .. 202. .7 50303/..:5:38:-09.3 . 805079 02-..  8.3203025.:3.3 2:  0.3 ././0442::39:2: .. 0-:/.9.7 /.9.33.3 92-.30-:/..3 47039.3 .7 3. .8:2...8.7 503039: /:3.3 502.3 :38:7 88902 0-:/. 802. %0 .7 .3.9.50309.83 2.7.3 ..3 2: .39.9.38:3-.3 47039.3:8..

7: .7: 803.3907.3 90344 9079039: $0-0:2 203.. 502-43.9.8 4-091  90344 0- -07507. .3/.  %0344 9/.9. /03..3:9.3/.7.07.2 .3 .3:8.8-8./.3 /..9.. /.3.33.3:8.73.:5:3 /:3. 507:-.3 :34 2. 5./.9 90344 9/.3-0702-.9. /-07 5072../.3:8. 4807     03.3././:.  3.3.:5:3 907. 93.7907.3/0.3:8.5.38.  . 0-:/.20703:3/./.84-091 5. 078 /.3 /:3.. 20.8 ././.7: 73038...907.3 808:.3 .7 .9./.7.2.7: 4254303 4254303 0-:/.70-:/.3 93/.3 5.708.3 %2:7 %03.3:8.8 .3:8.3 18 2.3:8.7.7.907..9. 507:-.:5:3 848..907.3  %07/.80 2./.320703:3/.. 70.3 88902 ./2..703. 907.3 .9 /:.3 8./.5 90344 .3 502..:5:3 1034203448  070...3 203.7 .7.3 2.3 933 41 .3 39009:. -.203:39:9502-:.3 :3.3 2.39034490..2 9047.7 /..73.3 81. 08.  18.9./.- 5079.3 ./.2242039:2574808089073.3-08..3 -./..2..907.3.8.202507.7.9: 574/: 90344 9.8.3. 5...5 2..8 02./ .8 90344..7 90344 . 2.93...30/4 -./83:380/99039.0 9047 9047 848.7.3 -. . 3/.3 90344 80-.  .: /..9  .2 0-:/.35079.3.9 9079039: 90344 20343/8.. 809.::5/423./:.3  2.3 . 5033.39. 507: /8.2 70.73..3:8.5/:3./.202.802.2 7:2:8.  9039: 92-: 5079.3 507.8. /.3:8. 2030:2 5079.2:3 :..3 -.3 -.3./ -0757 9039.8. 20343/8.2:3 :. 5.9:2.3 2./.5408 5408:-:3.3.  18.9  .9....850 2.3:...7.9079039:207:5. -.-07579039. /.207:5.3 /..3 .5 88902 0-:/. /:3.9.3/.3 9.9..-0757 /.9: 549038 207:-.8 0-:/./.9/:3.  !07:-.3 .0  %/.9. /.-/..9039..9.35. 202.7. 2.3..3 80.. -.3 907.9. 80-0:2 -.3 /:3.9.3:8.3.9./: 2. -07.3 503..:..3.3/:3....50702-. :3. 2.:/./ .7. 80/07.8./. 3 -07.  033.9.907. 50309.9 $0.3 90344 /.3:8.. 90.. /.3.54254303 0-:/..3 507:-.850 2.3 2: ..3..3 0- 80/07...7.7: 9.3 503.3 -078.850 3432.3 /02.7.3 2.  /.907..  0/      !.. /.-.9 5..3:3. 03008     . -. -07-0/.::5 /423.770.7 90344 202-..8  80.3-.5 /7 /.7:  .3 07-0/..7: 5:. !07:-.35079. 2.7 90344 -.3.3./2..9.7.3 933 41 933  203.3 -.078:2 82-48 2. 90344..38:. 8090.3 247. 50302-.3-0793/.3.3. 803/7  !.: 574/: 0-:/.-.. . 07..3 :38:7 2.907.3 . 5. 2: 848.3 3907309  .3 8..3 ..  .8.3 .3 2.3..2. 5:3  90344 9073./. 2. /. .3 /0.. /03.3 .7 5079:2-:.7.9.3/.3-07:5.7. 3..3 -:.7.3. 0-:/.9  /.3 08038.2 57.3:8.27:2:8..-0785.3.5. 09.3/.8. 80. 3432.9.1.3 /03.3 2.3. 90344 8.3907-.8.3  805079 ..3 -0:2 9039: 808:.907.2.8 907.3 202-.3 . /03.3907-039:/.-0702-.3 5:.3 ../.30-:/..7 /7 3/.9  9044  . 5...7745.  90. -.3-07579039.9.3. 808:. 0 .3 :38:7 3432.. 202-:. ..3 503/0.3 2.3 0-:/.3 -07.9 -07507.3:8.3./.3-07.3 5.3 -0757 /.3  0.7.3. 7.-07:2:.9 /.7. 907-..590344 .7: -.3 2...907..5.7 83 .3.2.35.8503432.3 57.:39:203072.73.9 -08. 80.3..2 502-039:.3904344 07.:17.3 9044 208 -079072. 28.25:.8...3 /03.1./..3 507.3 343-..-./. 3432.3.2-.9 /03..8 3. 507:-.3:8. 8:.907.3 /03.9.3. 5.3 -. 20.33907309 3.93  207:5. 2.8.  3. 0.3 .3. 42:39.-.2 507:.93. 494342  0-0-.3 %0344425:907/03..3-.32:90780-:92.3 ..2070.3:3 :38:7 2.3:8. 9../.7.3 -0793/.9 -.3 .. 5:.3 90344 803/7 202 8:.8. .9:/:3.7.8 -.3-0757 8090. 203..907.79034424/073-:.  -. 90344 425:907  %0344 425:907 /. -.

93./.  -. /03.22.. 57 . 5.5..3 90344 05.3 /03.3 0.8 20384.3  .3.2.9025.7..9 30.3:3.. 5..3 0/:.3 90780-:9 -07../.7.5/080397./.39. 20302-..35033.9 /50.3 90344 80-..2.7 07.3 907..907.3.5. 2.3/.3 47039.20302-.30-/0247..9 .3/02.7 /. 03/.304943 7443.7..3 .3   !03:9.5...3 .220.207:5.8..99. 90344 .3.3 1484183.-..3 .7 . 90780-:9  .3 02.3 507:2:8. 9/.5. 3:3.7 07.3 88902 0-:/.3    $09./2.5.3. :39: 50203:.5.3 9079039:  /03..8.3:8.2..9 .3 85081  .  %070- 0- 90344 9/.34007. 8.3  0.3 9.8..3   0.3.3:3.30-:9:.  .8..3 507...7../.390344  03.3808:.5 47.7 07.3. . 202503.3/.7 07...3 -..-. 47.9073.3 80./2.7.3848.3 047.2.390344 $0-:.3 /02. 208 /09./. /03. /..    !.9 :39: 203.7.89.3 :2:2 -.2 07.3 /02./2.7 03008   %07/.3 203.3 /02.3 .0/:. 88902 9079:9:5  .390344. 42:3..9.. ./..9.9:3.3.. .2..5.3408:.7.3 07..8.5 50302-.9/9. 202-43.344  .8 .39079039: %034490.3 .2. /..35489.3 0-:9:.3 03/.90 90.. -07.3.7.3  5020.3.3.90344/03..3 0- 50393 /.3 /..390344 .5./. 3:3.8. /..7.- .. 038 90344.8:288..9 0..3.3 2./.3 40 90344 5:.3 5...3 07.20302-..3.3.3:3.9 .3 5072. 9...35.350.8.8.33 .9 /03.3.3  0.3 ...3/. 2./.8.3 .90344.7 40 90344 .18 809.780.32.3.9.7 09820/.3 :..3. 2.3 20.3903443./2.75445.. .8.55745.9.3  :.-  :39: /907. 04342 549 2.9039.3 5.8:28 ../2. 90 344 202 0/:/:.35079.3...-.7:403:3.3 808047.. 903443..3807:8907./2.8 -:/.98 :2494  /.3 89:.3.7.3903445.. 503/0 /.3. .7..3 /.3 92-: .3:3.5.9/.5./.3 9039.3:3..8.8./.3 -. 7.3808:. 809.913.3/.3 203./.74. 5. /...:5:350304.393907.9..3 :2494  /.5 4254303 0-:/. 08. 502-.3 808:.2./.3  .3 907/. 907.2.8 :9.8 907. .3  80..7: . 5489.    03.703.25303/.7 88902 0-:/.3/.5.8:/ :9.3.3  070.03982/.7:8.3 .820  80/./2./..2:3 :.7 4254303 0-:/..8.3 . .320302-.8.9:0425447. 574/:  3. 90344 9039: /503. 9073/..-.3 .7.3:39:080.    9820 /.3 .3.3 5489.3..3.3..: 503.8 /.703.35:.7.3 /. .3 ./2.3  %2-: .3 $0-:9.73.03982 /.3.-./. 203.30-85081 . 207:: 5.. 90344 .7 5.:5:3.8.7.9 /907..820 %07/..8    !03:9.5 2.30448 :2494 /.79 5:.318 -49. 5443.03/07:3.9.3 202  203:3.. 897:9:7 90344 203039:.3 -.3 :8..3/.8/03.7 -0.5 2..3545:07:39:5.307...3 202-3..../.-0757.3 0/:././.8.9 343903448 907..3 90344 /.5 90344 80-. /. 3 5.2 90344  -.3.7 5073.3 .  /8.3 20.3.3.3.9. -07:5.3 90344 .5. -07:5.5 2: .90344/../.9:    /..9 /.-848.3  /.7.5 2.7.3/.3 ..203/.:.3 203039.8 .90344905..7.3.   !03.2.5.290344/03.3 809/.3//..3 //.9. 02-. 2070.4.3 .7.9. 5.3 .5. .3.3/..3802:.3 /.3 90344  ...33.3.5..3.382007.7 8.

 -0747039.089.9: 0-.0  /.8 ... 02. 2..5.0  .  3.8 050393.3..3 9070- 802.33. .3 20.202-07.8.8.35.9.9.3. 2.7.7.3.8. -.3/.../.3200.3  0 ..9.3/03.  907.8..9 8:9 7. 90780-:9 80-.42:3.3/03. 80.7 -0.9 ..3 .  90344 .08947 ./2.9 ./.7./.3 40 90344 8:/. 40 07.39.. 3 574/: 8:.35.703.. /..30. 90709.3 0 80:7: /:3..3 90344 02:/.3 -07.8505498/.7 30.790344 :897:-07.8..08947/. ..: 0 30.8.3 5:..39 90344 2. -07-.38107 90344 /. /. 5072.903442083.:5:3 40 07./.7.2 .7. 203079. 2039... 39038.2 078  /.3.9.7.../. /003/. .220302-. 8.-.3 0- -072. /.7..:5:3 907.3 9:39.5 50309. 09 503/::3 13.7.: /./5:9:8.. 5.8 50739. 3:3..7 30.3 549 /.3  8:./.38107 90344 -07.-4:7 39038. 90344 /..3/03.2. 2.3.3 30.9907:9.438:28 /.7 30.../. /..7.3 /2. ..3 .  0/     !023/...3. 30.8..9.  2..7 5.3 90344 90042:3.8. 2.: 5:3 :5. -0702-.3 . 90344 90780-:9 /03.3 /. .5 3:3.3 .3.. -0702-.3 03/.3 40 249. 2.3 /80-.3 9/.: /. 40 30..39::.3 /./.79 5:.5 40 30. 5023/.3 . -0773. 90344  9. 9.7..9. .3 2:/..390344. 02.3-07..30-.3 .8 5.8 /.8:/ /03.3  907.32.9/. 0-:/. 80-.3/:5907.35. 80.7.3..4:8 3/:897 / 745..8 549  /070:. 92-: 2.3/03.3 54.8 /..  . 57 0-:/.8.7 88902 0-:/.95.3.33.32:7390344820. :39: .2.38107 8.3  :.-07..3 3.-.3043428  9034402:/. -0702-.3/. 97.35079. 97.8907. 704.$0.8.73.3  %0.3 .-8.2 2030.. :-:3.  -0-07.3.:..3 .3/.: 0 -0702-.5 0:.7.-9./.5/:3. 90344 202-.3 88:0 88:0 3:3.3 .3.3 /..3 90344 90780-:9  $0.:8 5. 88902 0-:/.3 /. :39: 80.9. .7.3.8 0- /07. 5023/./.79 5:.3 40 2.3:3.. 802.943 39038.3 3/:897 .7 203./.8 /.2. 909.7889020-:/.8 70.7./.5 .. 90344 .309903.3 02:/.3:93.7.7 30.3 .3. 2.38.3 .3 704.5 8:9203. 393..  . 0-:/. 97.93./.7.3.3 09.390780-:9  $:/..7.3.3.3 20.3:8..7.25.75.8:/ 2:. -:9 -..3.7. 3.9.3-. 80-:9 90344-.39.9 07.3.3 80..3 5.:.3.. /. 0--07.8  .3 /.8  0.7.2 9. 0-:/.3 /03.8. :39:.3 507.3848./.5.3:8./. -:7: 703/.3 40 508./.3.75.3 -072.9.3  803.7../:5 54.3 8:9 /03/....320250792-. 803/7  #0.3./.253 903/038 043428 /.9 30.3 :3. /.3  8007.5 2./..3 .59.0  7080.3 90344 905..3.7.3907.5 8.9 9073.3 :8:8 ....3 20.3 90344 9.7..8.:/.3 /2. 40 2. 5.703..3 803.7.7 5.5 0803.9 :3.. 39073.. . 54883.8 5:.3.3 02:/.7 07.3 0-:/.:..91 90344 907.3.3 30.33.-...7. 70.30.:90780-:9 0703.3 907-:. -0702-. 30. /-./. 90344 ..3 5073/:3. .3  907.3  . 39038..39.9. 043428 .3 02.3.3 203.: 90780-:9  / 8.7 50792-.8 3/:897 0.-.3 30.3 88902 3./. 283 2. ..3 0.30--. /2:. 0.2 507 4.5 907.8 2. 2023/.. 50784./.7:.2./.. 018038 043428 /03.390344808:3:3.2..8 043428 /.3.3 .9 745.3 503:9.9. 2. 89.3.5 07.  %072344 . 023/.3 88:0 88:0 .0  47. 0 30.0  .:./03.9: 90344 /03.-.9034430..3.3 507..202 !079..2032-:.7 20303. :3./.7.  ./. 283  2.39.3208/02-.7 90344 02:/.8.8..3 4707 39038../.5.8:/ /03.8 3/:897 /./. -0702-..

.3/... 02. 5489.5.03/07:3.  /93. 90344 -.3/03.8.8.2 5.9:.3  .9 ./2.:-.87.3 /.990..9.7 8:/:9 5.7 .7.9:50302:.79 574/:803 203039:..8 0-:/./.90344905.93..-.3  . 7.18/03.7.9: -... 80-.7: 80/.3 438:203 9075:9:8  /.3-.9. 90344 /.3 20250792-.2 :-:3.9.9.3:8./.8./ /03.3 203.3. 503072.:39:/:580.3  8:9 7.3898 803.. :39: 9/.3 /..93.3:39:20.3 -07-0/.2..-.80-:/.3 . -0781.7.3..5:3 90344 /0.39.20/.5:8.898 0.3/.  03.9 20.503.3 -.3 90344-. .2 /03..: /.3903574/:82.. -07-.9.8 ...9.3/.7.73 .2 70.7 8:/:9 5.. 30.3047.:.3.3-0702-.3../..8.2..9-.9.3 :39: 202.3 .8.7.898 .8 0-:/.3 /02.3 ..3 203:39:9.3 574/: 0- -0747039..2 5.3 . 8.3/:3.7..380.03/07:3.39..3. 042-.7 8:/:9 5. .3  -.8 03008      03.. 4-091  .3 3./2.37:.8 80.9.7.- 3. 0.3.9 /.7: -8.7.59./.71.39.3 0-:/.59.:5:3 5034.3 $03..7:8 /.3 -..9073.3/.3.3/.8.3 .7.39:3.3 5.3 -:9 -09.5.:2..8 207:5.303.3/:34380:038 .3/.7.3/.3 ..3 507-3.390344 8:.3 .9.3 202:.88. 90344 5489. 02.3 :-:3. -.3/.30-:9:. .3:8...3./03. 438:28  . 574/:803 /......7 88902 0-:/..:5:3/03.8/.... 3.3 :-:3..3 80-./. :-:3.2 07.8. 907. 90344 -.30-:9:.3.7.3.  /.7.3  !..7.3/.3 .3 54.907.3 ..9  4-..9  /.3 . 90344 905.3 3 -07.8.5:8.3:8.737..3 907-.  90344 -.8 907.3    ...9:80-.90907..8 /.5 90344 .3 -.3 //.0.3 ..5 4254303 4254303 0-:/.9 80-.33.8 .83 2.7.9 .03/07:3.3 .950302-.7.3 5..3897:9:70-:/.39. 3 207:5.3 /.9.202-.8  $0/. 90758.:.9.7:  09.3 :39: 202.91 :39: 202..7 -.18. 88902 907.3 90344-. 9:./2.. 8:/:9 5.8... -072.30.- -.9..3.3 9039.8 0-:/.3.3 /03.3 -.7.0/:... 42:3.3 9.8 2020:.3:3/:3..9 0- 203:39:90..3 0-:/..9..3  .7  .:9:7.9.39:3.3-07.7 /:.3.9. ..3/.  . 2.3 .9 537. 897:9:70-:/.8:.9: 438:28 90344 -.39. 2030-:9 .3/-07-.3 90344  8:28 /.7 574/:803 .3  /  0.3 20.3 02./. .835..50308:..7:207:5.33.: 2.7  .7.9 438:203 90344  8:./2.2 203:.7..20.3 /..35.3 0-:/. .30.3 202.3 81.  /.3 0-:/.7.7.3242039:2574808089073.3 .3 /02.8. 507:-.850 848.2.3 0907..79 -.9 2..3 90344 907-:.203.3 80.3/:3 0-:/..32...3 .9 9073.898 .9 80-.8 5.7.3.  203:7.3 /.3 2./.. 3:9:7.33907. 90344 /.9.3.740 209.7.9 /9 /.3.: /.207:5.7 8:/:9 5../.3 90344 /..

-07.79. 09.9..38 $:8034   202-0/.-.3 /07.3 247.203. 2.: 247./.3247.9: 507.309.79.3 -. 9.3.3 80/./.3 .7:8 /:5  -:.7.3 9039./.9 .2.  ..9.3 .9.. .8. .39/. 50.3 18..9:7.7.9  43943.9.3/.308:8.: .9.9 .3 08.7. .3 57385 57385 :2:2  805079 09.2..: 9:8.7.7.:-.. /.9..9. 472. /.3 80-. 34728 /. 9072344 09. /..7.  7.:.2.2. /.3  9/. :2:2  . 2. 47..3 -.. 20:8././.8 /5.3 50-..3 /.  .3-:...3 /..3 /.3247.5:3 2491  ..::2 /.:203079.2 8:.3247.7./8 50702-..3-07:5..2.38 $:8034   2   472.9 .7.079.3:8.:.- -07.3 07.2 0/:.:2:2/.3 247.3.793.      %&      39.  9.3 5..9/3..:./09.30948 .7.9: 2...3 .2.9.3 8.2.33.2:-:3.9:.1..9. 02:/. $:2-07.89 -07.3 -0703.-:7:  03:7:9$:3494  09. .7.5. 47.3 247.7.-:7:.80.38:3..9.80-:.38 .7.3.7.3 93.  9/.-:7: .5 18.8.3:3 .9.3 247.7..2503.5.. .3 /03.3 . .9/.3 .3.3 09.7.5.9 5.  /...: 5027. ./..1. .. 502:.3 .3  203. 8..5.3 8. 80.7.3 /03..3-.3..-. 249.39:8.9:7..  /..8.3247./.32.3 80-. 203.3:8...5 ..9:507-:.3 .3.9.3 09.7.3 8./.  /.3 203/...3  49-.9:.9/3..3.7.3/.3.3.. :39: 503.3.3 /3.3  805079 47. .9.3 -.3 247.9  $0.: ..7.    ..3:8.7 9039.3 .2../.9: 3472. ./.3..:9:.-.8./93./.3 .:.3./.90.  80/.3. /087591 .3.3 -:7:  .: 8:.3 .:2:2202-.3 8..88:. .9/-.78 503..9/..3 .39..38 . 80.3.3-. 50-.7.357385 57385:2:2 805079..9./2..9.3 503.-:.7./. 20.2-8.:8:8  9.9  /.39:. :8:8 .  8:../..  $:3494  2   47.3 /07.3 ././. 203.: 507-:.9/-.09244 -07.3 93.9.334728 -07..79 80-:. /5.3  !.3 .7.9.39:3 3472.203./087591/.5.08:8.380-:.9.3-.38:2-079. .9203.93248. ..507.9079039: .3:8. 202-07.7.3247.2-./09.247.7:83.3 /03.8. /.3 -07.7..3 -.52.3:9507-:.3472.35.7:8 /07.-.3 889023.  !07-:./..9../.3./.9.3 :7:  5.9..3/...3 .91 8:/.3.3. :39:507-:.  909.2.:3.7.380-.3-0793/.9..24708./.5. .25007.80. .3.8.809./..7.3  8..9.5..91/.3 ..3  0.3  203.3-.2-.5/. /. .9.3  8:.3472.3.3 503.9 /3.3 202-..  507..3.. .7.  9.33472..5.3 798 /.79/.7 ..: 93..3.3 09.. 9.3 203.. 3472.7..3./.5:3 09.3203. -07-:.7.3 47..: . 202-07.3..3 -079.9. 9. 845./ 09. 909. ::7././..5:3 09.5.9.3  9.: 3472.: 07./03..-07.3/.. 9.7./...9 8:9 :39: /3.91 9.3 .9507-0/.33.309././:5 9.7:8 /:5/.7.2:/.8..3-07.7.79.380.8.  7.

90.- 098  207:5..3 .  . 50702-. 80.9.9.33.390344/ 2.3.3 90344 202-:9:.3 90344  %./..7./. -.940.3:3 .3...9.8  03:7:9 18:1 07-079 $503. /..9:7.: 203.939.3 0307.9:..3 5.7.2.0.3.-.80:./.2./.3.-.7 2: 50309.2 2: 50309. 203.:.3 2.9:2-: 03..3:39:203..8.3 0.3 . /03. 3 9039: 8.792:./ / /.2.503079.  .078.3 /.3:9 :. .3 /.5.5.3:8./.-5.5....3/.79.32:50309.3.3/.3 .9: 9:.3:8.90.7:8 203. .3 4/073 -07503/.25.9.5 /80-.3.:5:3 -.3:3 ..3 /.2 . -0/.80. :39: 20302-.:./.8 8:.3.  -.507-:.7.. .3 .3 0.07  503079.3 08:8.3:3 .3 2.2 .3:8.8 /.3 /.3/.3:9 0. ./.-.  !0302:./.5. .3.3/03.2. /.:5:3 .3-07574/:8     !74-02.7:83.9 /.3 2025:3.79.7: 5.. 5. 05./..8.. 507-:..3.3 -07.3 909..3.340.39:/.9: 203./. 2.:  80.3 003/.9 -07-.3 .3503.  %. ...9 :3. 050393.  003/.7 :.308890382..9. ..2. .3 907-./. /0.330.:..3 90344 203.3 /. 9:/.3:3 .9..3003/.33.8.3 9: 47..5 3.3:8.25.3  0-3 8047. .7  .93.2:7.    7908:8.3 /.3 -. .9: .  / .3 .80.3 2: 50309.9./.9.32:50309./.38.30.3 -07/.3 .:.3 /./..3 :39: 20250744 ... 3 /80-..3 -.3 8:.3 808:. .3 /. .8.-. .9 5.8 507. 203. .3 90780-:9 .2/7 2.- :39: 80.7. 2.0802-.308:8.3.:5:32.808:.:.. 3 -07.3 50307.:. . 503.3 003/...3.3 /.39. .220302-.- 907.9: -.5 8.3 ..3.7.3 .808:8.92.3 2: 50309.802:.3 /2038 098 80-.3 4/7./.-07. ..3 08890382.3 //..3:8.3.3:3.9  003/.9203:-..:79.8 2. /05..3.3 90..3 203./.5.3 003/. 574808 50702-.2 0.3 /.2907 0-..3 /::/.7 50702-..5.18:.3.3 08:8.:.3 507:-.703.7 . 203:39:9 9... -.:.3 90344  .3:9 2: 50309.9:.5  .7: /.5.:7.3/.22.39/.:.23. -.3 90/.3 90344 80.907.3 .9.3:9 203:5.3 /. /07. -07-.3  /.2.3 2.7.: 9/. 003/..3. !. 20::/. ..8.5  .:.778:-.3.9 .3 3/:897 -:.7 05:9:8.3 . 5.330.8 203/.8.3.9.3 808:.25.5...2 0/:5.3 .3/..  !0702-.3 8.7:3.30488902 -079.8.7    %.. 2.5.003/./ .9. 08.2.92./434  2    0..3 /.3 18:1 5. /.3:8..2. /.2033.3 . -.3 2: 50309.18: .-:.3 /.9 -07:-.3 20. 05.3 -0-.3/.3 /.7.- 2: 50309../. -03 //.3-.3:8.-.3 -0781.- 098 9/. .3.. ..3:8.8.:9:  .:5:3 503:3.3 40 02.390344.9./.9 -. .73./. 905.9  80/. .2 5.350702-..803/7 $0.2:!0309.3 50302:.3/. 9039..79 8.3 /472.3 0- .3  !0307.3-.8.703.:..3 . 08:8..3:8.7:8202507.7 3.9.. 9.9. ./.3/:380-.9.3:3 . 507-:./.7 -03.7..9.2 507:-.9.3 90344 9: 803/7 2. /.35079.3. . 2: 50309.8.3-03.. 3/:897 .-07-0/.390.803/7 08:8.3.3 057.3 90344907-:9.38.3 80.. 50702-.. 50792-.. .2.7..5./.3 :2:2  050393.3 20250744 08890382.3 207:5..3 90344 .3 /.9.:.

0-.703.-07:9    2:..:5:3 80-.  .3 .  #.  %4484844 0-07 203. 2: 50309./.3079.35.3:8.3/..8/.9.8:/.3 /..383.3/5. 2.78 .32..3 9: 803/7  2: 50309.380.9.: 203:8 20303..30/0./.3 90344 .3 8073 /9:/3 203.8.:. 0-0-.380039747. 909.9 .. /./  /.3848..:4-0 .3 :39: 203079 2.. 2030/..:.5.5 247.7:83.7 2. 2.  %44.502.3 098 .94780-.7503.3..:89.9. 033.9..3:8.39:.7..9.83.387/.. .:..8  ..33.5..2:848.3 .7:089073.37.  !03/7..: 203:8.9 '.83./.3 0-07.3.9:39:9.7:8203.39:3 5.3 57.7:3  8:.3 /. . .9. 2025:3.2 202:9:8.20.9 .3/.3.9: 0.-0-.3 .2..5.8.3 5.3 .8 90750393 2: 50309.33.: ..: 7.3:3 . .3 :8..79. /03.    !07:3.3:8.3 0803   -.3.3 /.. 0-.25:7 9. 3.9039.: :897:9/.3 907.309..3 40 2.3:8. 50702-.8.3 3 /. 57.8.3 9: 9/./..3 /03..9 . -.8..5..4-09.3 203.3 .3/9:840#.8.3:8.3 2.2 :-:3.8 3..3 -:7: /. .3904780-.2:. 805079 203.3700.7.3 20302-.7:8-0-..3:8.3 /03. 907.5:.3 9: 203. ./.5.: 9/.3.7. 3.850702-. .32.380-.3 2034.2:50309. /.7 494342 2: 50309.5073.9 1.3 90344-:.:.9.5.8.8../ 808:..3 907.0/:/:.8207:5.9 2: 50309. 3.82.:.:..3 5.3050393.383.8.9.8 2: 50309.7 5.9:3.9.3/7 2.2.:.9:5.. .2-.82.. /5.3:8.3 2: 50309.3/.8.8./.3/73.- 907.. ./ 80.9/8.3848. .5809.7908 /03.3 9: 802:. 203039:.3 -:/.3 0-079/.3. 9: .34-09. -/...23  0-0-.8.2-.3/...503.:.:37   -07503/7.:7../73. -..3907.9.3 2.3 508.2.3:8.33.380.52: 2: 848.  02.3 .:-:3. 2.7.92.:37    0. :1..:.3:8.3 0-07 /. -0-.:%/.3 40 2: .3 .-07.:.9.9/./.9:80-.  %.0989:803/7-0781.3..947-.9475498 /044 .8 3.9.3 :39: 050393.3 .3 20.320.3 9039..5 80598 2094/83.-072.2.2 0-:/.2:.3:9 5.9.9 02.3. 9/.3 :8.30825:.39/.380/.3.805079 1.. . 207:5.3 9:803/7 !.3 503/.2  !0784.: .  $:.  2: 50309.3 90344 .3 -.3-0-.3.:89.3 2.3.3. 2: -0-.9.9..-072. -:/.9: 07.. 907503. /.98 2: 848.3 -.3.3 :9 203039:..843.843.83.2:50309.. #030 08.50.9. #.7-07-./..7..2:-:3.32:50309.793.8 /.4940748:2  $.3503039:...3 3:3.3 2.9..-0-..843.-.3 / -/.9.:. 9.33.93.3 8:-0 .3.8.3 8.:./3..207.3 502.3:38:702. 2.3 -.3 . .9/.79.8.3 9034420207:.9./.3.57-. .79.3 1./.3-..7:8-0-.574/:2.:.  ... 2. .9: 8./. 9/..80-.72:9. /.3/:3 9::... :5:9 /.3 80/.:39:20302-.3:8.3.4805$9:247.5..:...2 2033.5 3 -07.3808:3:3.  %:.:9/.3 203./.. 503079.3 /.9.947 089073.9 -078:3: 8:3: 203..7//. :39: 203.33./.808:..3   203.3 -079.880-. /.703.37.1. 9: 803/7  .3-.7:40050393..078. 2: 2: 9: -0702-.82.39079039: .-.30/0.:.5../.3.9 9: 203.39:-0-..370.340 -..5.3 .390780/.8 3. 2.:.3/2.9.38..3. .83.7.:.. .3 207:5..3 80/02.:5:3 2033..83.9.9.  -8.8/. 909.3:902:33..7 .3 90344 /.9:803/7   2:0-.. -0-. .3.3 2: /.80.7:8/25.3 :8807 .32: ...3/7    !0309.3 9/. 2.2 /507:.7 50792-.. ..3 2: 848.3/-:.39/.9 /73.83.3.3.2..2.387/. 2070.3./.

3 503079..: 203..9.3 .:.. /./.2.3:8. -/.32:848..7 80..5 2: 50309.. 2.50309.85439.39.7.. :.2 574808 50302:.. 8:-0 8:-0 80.7 0-03809 80:2.33..7.9: 5007.3 .3 5073.3 40 050393..3 57.39.3 202-:.3  2:.5 2.:.2-.3:8. . .3 0-:/.../.2.3.9 /03.3/807.3 ..8./.9. 0/:5.3-.3 .-072. .3 02:/.:..:.7 4-0 90780-:9 .202507:.8 2030..3 9: -007.8-/.8 $09.38./.3 -07/.80589024402:.:.790203 !03//.3.071. /. :-:3.9.3/.2 9/.3.5. 805079 -0757  207. /. 02578 /.8 5030.2 -. ::/ .4-.9.. 8079..9... 05.3 57.2 907-039: -07/.9./  .780.9..07.8 3:5 5030.3 050393.3./.397  2   $0.3-0781..2 .3 .  80/.... 9.7..8.72.3/.: 4-0 9: 80-03./.2.3.3  -. .  .3  .3.8...3 9038  2: 50309./.3 /03.-.3.7 /.3 3:5 -.2.39047098..320-. /. /.8.. 9078:8:380.3 18. 050393.3 8:/.7 . 503.8207:5..  05. 5. .3.3 9039.50309..3.3 2:  .7.3 -0781.98  .  -0 5030.2020..354.9 .98  2: 80..8 8.3 2.3 ::3$ $:7..8  !007..3 9039.3  .  . 9/.3. ..9.3 050393..  /.3:9 -./.    !03/0.380.8:2..342:3. 8:/. 207:5.3 .5.3 050393..8.3-07-0/.3 050393.7.3.3 072030:9.3507-. . 3097.3 .8 439448 9079039:  !0309. /.:.20-03809.8..1. 503.7.3 4-0 .3 43944 2025079.  . 439448 2: 202-..7. .32:05.:.3 .3 49479.8 80./.3/. 1.8..7.3 49479.3 9079039:  050393..33.7.3 .3 80-.2  -.3:8.8.2.7.3/:3 050393.9  $09.3. 9..3203.3 -07..2..4388903/03.50.3 2: 80.3 /.3 02:./. 80-.  /.3 072030:9.:.3 503:8:3.7...3/.3 .3 2: 50309.8.3 .8.2- /.3 0- .3 /.3 50309.9./..3 02:.3 202-.3 57.857..35.50309. 80..2.9 -03.3 2038.9..3050393.357247/.3 203.3 39448 3944 . 83.7.3 .9.07.3 -07..7.:.98 03. 5.703.9.9.73.207:5.2. /9039:.3. 2030.. 2: 50309.3..9.3 503..3 /90..: /:3.9.3 207:5.7 050393.3 /.3..2 .. /.:./ /03. 4-0 9.3 2033/7..2503.3.3 .902578 3.9:50309. /.. 03./.3 /2.. 2: .3 /. /..

5...39: 9./..79.843.9 2.2: ::3$ $:7..9.  /. 3.3 .3 203.350309..9 3097.. -40 20.3 02:.8.9./.3:8.5. 50309..  20703/. 7907.8.75.3.253 9:  80...2.3. 907..9.7..3..3 .  8:2-07  2094/0  897:9:7 /.25:7 5072.3 202:33.9...3 202-.3-07:5.3 9/./.3 0/:5.3 .3 50309.: 8.9 70.- 2: 207:5.3 2:  .3  0..8.3 :5.5.9.7.:... 2094/0 2. /.3/.: 903 .3 ..3 ..0723 80.3 05890244 2: 907...9. 2: 20250740 /.2 .3 50309.3.7./. :39: 20250.9..2 80-.  !./9. /.9.3.3 18.9.3.7:8/507.:..7 .:..3 /03.5 2. 207:5. /.3.33.2 20309.2.9. . 439448 2: -0781.9 .2 203..7.397  2    .9 /42. .9 203:-..73.2 . 247.9.3.1.57480/:73. 2.3 4-0 5030.: 0-03.3 2.3 9039..2 2094/0 2.7. .8.5.3 /92-.35890244 5890244 ..   !03/0.-. -.. 4/7. 2   . . /03.3 05890244 2025079.3 203:8:3 9:-: .3/. 2:.. .3:8.-. . 2:.3 -0781.. /.3 .:.8.3/80-:90-03.2 203/.7.8 80-.3. 574808 .8 .3 :5.3 ..187. 4507.3  .3   8./.79.39:803/75. .7.8:2.3:8..3 202-..3.9 /..9 2.8.2.:.3.3 -0781...3-03. .5..203/.3 -.3-07:5.7..

:.33. 5027.3.3 90780-:9 .3 549088 .8 /8:8:3 .:..3 .3 .3 .3 /0/:8 /. -07.1.3 .7:2039./.071.3 90..3 50309.3 80-0:23.3 207:5.8:/ :39: 203: 0-03.3 -0781..3/.  20.33.30-:/.7 07.7.50309.7.790203!03//..8 .7.9:. -07/. 80. 07.9.7.5027.  05.3. .9 4388903 /03.9 48/03.3 .5 549088 9072.8.8 907.3 5073.-. 203..3-0781.:.

8.2 20302-.2.83-07.3 . 2   07.:39:0-03.7:2039.9:5073.7.-0757 798  05.3 -0781.3../. /. '071.02578-07.790.8./03.7.3 203/..9./.35748083..3 8:8  -07/.9:.843.3 .5 07.8.4-091/.380...3549088 0-03.7. 5027.3907.3-. /7 907.790203!03//.5  79 907.3549088907. 202-:.:.8 1.35030.9:. 5027. .8 80.3/:3/.7.7.957./..30-:/.-07:.31.3 :...8 .3.50-03.2 549088 02.3.32.79 -.:.2 '071.. 2:907-:.7: 2025:3./.9.3.503.30907-:.7.3/..7. 80.7.880.98 .78:..9 7.././.51034203.3 .3907.7503.3 ..81.3907.3 48 .3 ...071. ..

3..3 5.9.3.3 203.9. 50309.9.38. 3 2:/.:.:57410843.7:8.7..3 /50740 /.8./ 2:207:5.7.3 2.. 2   .3/. 203.1.9.703.7..:.7.38...3 808:. /03.87..9.8. 50309.3 809.3/. 203/.3 /03.7..8:2.92.3 :39: .3 . /.-.3-07:5. 2025:3. 3472.73. 207:5.  .35.3/.9.3 247.38:.3 503/0.2 5748080.3.9.2:3 80.3 4507.9/.3 /02.3/2.:.3 897:9:7 2: /.7988902 /.7.3 0-03..3 ..9. .-.-07.3 . -07.3:39:02.390780-:9/03.3 . 0-443.3  .7.9: 4-0 .7.7.2:.2 /73.7.39.. /.8./. 90780-:9 50309.32.9.078..-.350309..3844  844.. 2.503039:..7:8/:3.8 /03. 2.9:0825:.:. 907-:.7:8 /9::.  .3/03. 2: 9: /507:3. 3 207:5.8.3 2.79039.1/:52.3.  /..3247.    $. 247.3 -07:5.2 2033.:.3..3..:.9.3/. . 903  57480/:7.3 50309..5.3/90..3.92. .3 2.3 9039.2..3.8 5:. 809.3:8.3.34-0..3 8:.3:8.9.2  &39: 050393.35.9:.3.843.8.3 80.9.5..2.30089.3 / /.380-. 202 .3 :39: 20302:.-. 9:  .79-.2025:3.79 2: 207:5.3:3.8.2.3.3 .3 9: 2.3 2..5.33.  0 .247.3  9..5 2:..7:2039.9 /5079./:..80-.8.3-07/. .7..3202-03.3 .320250.3/.9/2.3 .79..3:8..  42:3..7:822:.../..3 2:-:.90789 798  7.  48  4-091  /.-0757..3 907-:.2.7.3.3 :3.5:5.5:3  !0309.9.397  2    !..5 2:207:5.34/7. .3 /8:8:3 /507:3.3 . 907-:. 8047..39..7.3-07.3 /..7.547.3.3 8:/. ::3$ $:7./.844 2025079.3202507.3 02:.3.3.078. :39:/:408.2 ..2. .9.0-03.:.3:8.202..318.7/:3.7.//. .. .:.7 .9..9../:5.8. .31. 803.:2:2 $0-../.30:.3/02.31.:.  &3.843.:0802-.:.38:. 42:3.9.3/.5.3 80.-07/.38:39079039:/..31.9. /03.2:9/.8.3/.8 2094/0 2./.3 2:.3:8.2.3 .8.3 207:5.50309.7.3 -.503:3.3 503: 0::7..7.3 .8 80.9.3..80.39.33.:.3.5/:5:39:203.3 3472.... 2.4349.050393.9: 0.3 :39: 20./..3   !03/0.33.39.3 /./ 2-078.9..3.52.3 2:  ./.8 /044 ./..3909...2. ..32:203:7:90-:9:.

2.507.2 :-:3.8..9: 0.3 . 7:. .3 . 203..9 .3 907/.3 9/. 507: 202 .39::.3.3 507: /2 5.3 3 207:5. -. :39: 203..580091 .9: -. 8047. -..3:8..:39:20089. 808:.. 8.    /..3 -07/. 50309.7  .3:8.3 /03.3..29: . .3 2.3:8.. 8:.8.3 5.9 2.3/73.3:8.39::.3 2.8.3:8. -.5 2. 5.8 247.-.. /03./.5.357-.3:8.3 .3 -0781.3 57410843. 9/.1. 8:.9: 0507.8.52.3 /.  0 80-.2  80/93.5 503/..3 909.3 .. 507:-.9.3 2: -.8. 80-.. -..39. .5 80./.3:39:203.3/02.32.5.3 2:.5 .703.5 2:.7.-./03./.7.9:80-.27 /83907890/3088  .3 003/.-.3 8.2 /.3 :.2.7:8.3 .907.. 2: .3 80-..7. 2.3:8.3 /../..3 .9: 8.5  /.39.43.5 .83 203:3:.7 5.7.32.7.3 05.2:. 2.3 -0-.9: 247.7:8 803..3 -.3 4-091 /03. -073907.: 9/. 09..3 2:.2  2   $.9 0.3:8.3.3 .3 . /:5 /.. ..:: 90.7.3 907.  0.33.9 /8.7.. .5. .7.9: 2: .3:8..   82..3 ..9: ...7 57.73.3 .320302:.32028.3 203:7:9 --.9.79.8.5./. /..8.84.29: 03./.- 8047.5 2.  ..3 .2 9/.2.3:8.8090. .39.3 90705.9./ /.3  47..3 -:... 57-.3 207:5.3 .3 .3  793.2 . :-:3. /03.83. .7:8 80.8 /03.  .2 .3 2:.9 /5079.3:3.8.  $08:. 9:  50393 -.3 9039: 2070. 80-.52. 0089. 203./.3 0802-.3  0 .2.. 7..793. 5:.94-091 $.5.2.- 9:  2. 5.943  -.50309. 0089.92:/80-:9:.2 -/.80-.::5 -07-0/.39. .8.3. /03.9/.7.8.2.3 -.9 /5079.3:8. /.380-. 47.  --.7..3:3.3/80-./.3 .:. 2:. .:5:3907.83 2.-.. .5 .9:8.3 ..3 :.3 /03. :. 8:.7. 809.5  8.. 8./3.3:3 8:.  80.9  /.3.3 2.203.7 9: 203.380.23.3.8 /.. . / /./.. 3./.8 /03.5.-:/ 23/    /./.8 /.92:9.2 .8.35:8.3 2:9. 5.-....7.5.3 803. /03. 2:.3 -078. 2:.8:.3/7.9:8.3 2:..2 /.3202-:/.3 .3/.3 2.  ./.3.3.....05..3. 202-. 0:3.8. ..: %:..-.30802-.5. %:.3.3 7:93 -.3 ..218.27.7:8/240809.. 8047. -0781..::5 -08..52.25..3.8.: .-.9.  2.3 203.3/.3 0.03. 2.. 207:5.2 0802-.3 203/.. 8.3.:0803. 803.9: .2 .33.2 .503..3    /.3 /.7.3 0:.3 003/..9.3 -00/ /. 8:.357-.  !. 0 .89 .  .:7.3 502. ..3 207:5.5. 549088 . 202-.  . 50325:.3 -0781.7..33.3.:5:3 2.-.83203:3:.3  $.3:3 .8 .. 2.3 -07.7 2:  20.3408.9:8:.3 8:/...3.3.3. .9.3. 2.8 9039.3 /..3:8.3 ...3.3.-.3 .75.3 :39: 203...3.. /.7.3:3.5. 202-.9 2:9. 0/:5.3 -.5 2.7..83 2.. /.23.3 -07.8.7.3-0781. 0- 0- 8047.2./    078.89.  02.2../ 5030.:.3:8.2  2094/44 .5. :8:8  2:.3 44  :./.2.9 .8079. 2: 90. / /.. -:..: 9047 .9.7:8 803.3  247. 2.7..3 247..25: 203..3 9..-07:9    %/.3 02:.9 /507:..33.32./.2802089.3 /.3 207./.39. -.3  8079..93.9.

. 02:./.5.. 2:./.:9.3..3907. ./. /..32.7.8 .9.305.: 80. 20325.5 098 .8/.078.7.2. 3 8:/.9. 5...3.3. . -07.3/5.5 2.7. 574108 . 03.3:8:83.7. -./3/4308.098.33. 907./8  .3-07.8 .7..5 50309.3:8.3 80.9.3 9/. 2.9.9..3 :39: 0-.9. 3 .3  09.3/5..7: 40 88902 -:/. 09.3 /73./.3 .703.3780980-.:.  472. 5. -40 907503.3 :39:7809 /.3 -07.: /.80-.8..9: %.7.380-.../. 85081 -07.5:8 907.3 2.3 2:.3 202-.3 90.3 2:  %::..: -. 3472..3  .3 03/.34-09..: . -838  09.3.7.5.02:.   8.3 2:.38.3 9039: . 802:.3 80..3.91 -07. 3472. 9079:.3 8079. 5.7.9./.3-.7.3 2: ..  . 5.3802.  88902 549  88902 97.3.73...: -.3  .: -.3 /..09.. 2:.20909.8.33..7..3:8.. 80...3472./.3 2: /./... 5.. 503.2:.330..550702-.3 42:3. 8:./. 09. 04254 2:./.  09..  .3507.3 80. :2:2 90780-:9  5.5..3:8..5 .: -07003/.3 0.3 .7. 4-09.7.3. 5498  8079. /7 5. 0/4907.:.5.9: 0. 80-.3 . 8.3 .3 .3 202-.3:8.3/.32. 8. :39: 20302-.3 9::. 0-:8:8:39:502-.:3.390344 .: 80..7.:../. 2./.3203434/. 8047.3 2: :39: 02.:2:2-.3:8.3  803.91 -07.32:/.3.3 9079039:  8. /4743.3507:/507./. 09..3 008.    $047.5.8/.3:3. /./.3 203.. .8:/ .5./.3!##4247'./.253 8. 2: .3-.2.2/:53.9.9:40042543.8.32::39:02. 2:.380.7:8 202 8.3/0202..: ..9:.3 9/.3 /2.3/.5.:.53472.

!#.

3 :39: 203:3:3 93 3.3 42:3. /03.  9.3.25:.2 507.3 9.7. 02.07.320307.3203.3 /.8 :39: 503.. 09. . 20305.39.7  20309  203:8  -07.2 0... 2..32030.59.3 203.7.8.79.3 2 43/:81 -.25: 203:2-:.78.3 80.9.3 2: 50309. 3./. 3 203/4743 9:2-:3.2../ . -.:5:3 4091 /.7.  /.91  3.3.3-.91  /.3 429203 /7 :39: 203.-:/.5 .: 70.9 .25: 203:-.7 ./ 50:.7.0391  /..3 .38.308025.2 -0757 /.253 9:  09.  .0/:5.3 ..39.3 /2.. 3.  -0..307-.3 90344 .7.3 /0. 3 /::/.9.9. 02:..93.3 2.39..3 /.25: 203.-.  8079. 02:.        ..  :8:83.3 202.8:/..9.3 70.. /..3  739.  -075.3  2.3 /.3 203. 02.8/03.59.3 :39: 203.3.39..3 808:. 9039.9.3  /.3 3.5.2 0/:5.3.38.3 -.9:  /853 /.02:. .3 /.8 . 0-03..   8. 50302-.8.0723 /.:. 9...3 -:/..:..3 907.3503933.9.3 202-.:.390344 9..59./..7.9.39.7.3 /. 09.3  2.3  2: 50309.2 .3:8.31.91  34... 05.8.2-.7:/.9  8079.9.3 02.3: 8079. .07.  .5.9 /. 02.5. . 203.3 -07-:.3 907-. 57-.

3/07 4990- . 2.2.  8.5 80-.844 .3 .703.5:3 .8:/ /03. .3 :34 2.. .80-.3 03/..3 .9.1.../.3:9 5072..8.7.:8  !.3 /.5 80-. -07:5.218./. 207:5.2 89.25 -07.3 9039.  503.2 -.3 /.9  0-3  0.8. 574808 907.8.. :8..3 :8:8 203...39.3.18.8. 18.94  ..7  . 203. 378  89. :3..9. 038 803 .3.3 /2.3 202-0/..3 202-.1.23.50309.5.  .3 54845 41 -0.1. 89... /.9 03/.  $0.9   03:7:9 %0 .8..8.  /.7 /.3 803 /.9 3 0- -..9 .08909..8..8  40 ../..3.. 08909.1.3. 9: 2:3. 8047.-:7  %.3 -08.3 ./.:. 803  /.9.-.  . $03 9047 41 .9 /.5 80-.. 9047 8073 /.3 90.3 0   8909. 3900.1. .3 5072.3 9047  803./3.8.3 203/.3 .3 2.: .7.7 .. /.2 08909./ 4 /07 3  /03... /  :: 90780-:9 2030. ./ 89. 50784..3 .3 08909.8.2 -.9.3 89.798  /..3 .. .3.3 4708... -/.3/7./..7 -.3:8. 80-. 80-.  18.9.2.78909:7 8. :3./ !07903. . 50309.8:28 9079039:  /.9 503079.3../..3  507. /.2 202.::5 0. 50309..  805079 :.3 /03./.. /.3  .7.3 !.3 . 503/.8..3 02-:9 .:9  9047 41 9.3-/.7903   /.: /.3/. 24/073 . ..3 /03.3 -07:-:3.33.3 .3.3  ..9.:9  18.908909.8 /.3 0- 905.7 ./.  9.9:. 18.3 9047 41 .2 3:5 08909.3 203.3 5027.0 798  !03:3.:3   -:: .3 9:  907/.9 5:.: .: 93.73..79  .  $%%  8909. 9072.3 803  .1.3 /. 18...:8  ..3.9 803  /.3907803/7/..7...9  .3 18.3 8073 9.. . 79 803  .9.3 .2.8:28 803.8 /.8 1034203.79 .9 /03.: ::/ 0803.8. .7. ..80-..9 ..3 .3-07.5 40 5. 50309.33/07.7.3 8038:4:8  .3 .890  9047 41 130 .3:9 803 7:5. -.3 8.3 -.: 18.39 /03.89088 -07.3 :34  18.:.3 /-.3.3803:8 8035.:..3 . 4708.9 803 203..3 08909.9 03/.3..3 .5:3 08909.3./ 9047 41 -0:.3 / 7  5 .2 209..3 5078.  !... 9:  9/.  80/.3 /. 507: 202.3 -. 803 .9 /.3 /-:.32:8  %07/..3  803  8079.9 /.9 /-.. 3.2.9 /807. /-.3 0  89.3 0803.:.9: 130 ..3 /03. .:2. 9047 803 .3  . .7903 -07:/: 08909. 08909.3 /80-:93. .3.:2.2 -.0 798  .3  -.1.3 //.3 9:  /.:2.3/80-:93.3.3 :39: 80-..5.1..9.3 2.9.8:  3.3 .3. 89.: 93/. 9047 0803..7.844  0- -. %0 .78 /.5.8.8.3 50309./.3 8032. 9047 03/. 08909.2 0/:5. . .7903 /03..3 /80-:9 80-. -07. -.83./.8. 8038:4:8340/0 .9803   89 09 . 89.2.1..3 39009:..3  :8:83.:.:.79 5078058 3/7.3 :3. 944 5079.3 ..39.703.8 907-9 /.5.3 %047 2.3 18.5 9/.. 905.3 08909.: .1. 340/0 . .2 /:.3.203.9 79  $0.3 /.8 40 $4.7. -07/.7 2025:3.75.2..2 202-.3 14841 .9 .1.. 2.5.908 /. ..

24-0:39:203..3209..831.3 203...7:83. 9..7 2:0803. 247.3/..:  :8:83.3 3.8 00389 80. 507: -07-.. ..3.7.3 20303..-897.3. 0/:/:. 80.5.3 .3 202-:9:.: 803 2. 70. 5007.3:7.3..9. 90780-:9 207:5.18.3 . 0803.  .75.2 -::3.3.2 80.8 . 57385 ...9:.70057.36:09 203..3 803.320303.5 80-. -09: 8.7.34370920303.70-..3 57. 03/.9.308909.9 /..9 .  8:28209.-3.718.98 :39: 203.3 5.33..3 507.  $0..3-07.3 90: 5.3 50309.3  . 207:5.9: . 9047 08909.3. 5074/0 . :39: -.3/. . -0750..3 /902:.. .3 5027.33.3 -.3./.3 9::.3.3 /03.3 203..75.3:8.3  -07:5.7. .98545:07/.5.3 8038.3. 0889038 .3/..7.3  -:. :2:2  !7385 3 /.2 80.7.8.  073.9039.3 03.. 5079. 03/. 5027.91 /.3 907.9.8 50703:3..3 0- 905.3 -073.7 :39: 0507:.2. 3 20 3.9.7 .705708039.9/.3./:.9: .   2:  50309.../507:39:.:.3. 07. 80.. 0- /.. 08.908909.2202-.5:3 /:..3 /.08909./.8.  .  203:7:9 .90 .  9..3 /03. 2070.18.3 80-.3 203.3 .1. .18. ...3 .3 03/..3 003 203.38.3  03/..5..3 ..9 -..2 /.7.91003/.8. /.7..2  %047 .7.3  5. .. .3:3507902:.36:09   /.3 .3 -078.3.8.3 :34  48.908909.8 -.8:28 209.3-. 2:3.. 089098  03. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3..9./...2 2030.3 :.3:9 50702-..59.90789 5708039.5 80380 5078058/.9.: 148418  8 003/.3. /03.3.3 23.3. .9 1  20 .8.2..88 08909 .7. 207:5./...7 2:50309.3   !73858909..9:-07. /.3 .7 70.  8947 41 08909.33472. 70.73 !7.3 18.9 148418 /.3803 1472. .88 08909.8.5 47. 80-./.3907/..3 8:-0 :39: 70807.9.9 /. 3  . 5.  .1.3 84//.3:9..2:3  .3 05.3/.:08909.9/..3/03..3 8038:4:8 20303.  80/. /:3.2 202.3 08507203 /././  .3..%039:3../. 2.9 ./.:2 00389 -.907. /9::.80-.9  /.3 /9039. 2.5 80-. /...35.3 /.02:. ./.8 805079 /705708039.2 02. 503.507:202-0/.3:3 07./. 3.33. 202. 9047 08909./.8  ..9:503..5.30-.7.2:-:3.:.703./.370108798 . -..9 /-07.3.8 /.2 889 02 0/:5.3 5079 73-.8 00389  20303. 2085:3. -2-3.3:357..9.8.8.9:18. /.3 503..8.9.33. .3:8.7/./ -.5/.9 03/.3  .08909.. /80-:9 80-.  /.3 -.2.:.3 -07-0/.70/:.....2/72.  80-. 57385 -.. 57385 .8.8.3 /...18.3..3 503. 70574/:8 /./.3.1.. 9047 .2. 0- /0.9/.-.18.7/ 48..3 202-.3 502 7 . 850:. 2.  . 20303.9.. :/: . 43/8 085708.3 390720/.39.8:28 209. 1472.3  .3./.3 202-039: 808:.3 5.3 /02.3  -:.3 2.-.3 40 5027 5027 :9.2. 03/...34-05078058.8.: 80-.78 20303.9 5.3507.3 207:5.308909. .3 .2-8:.3 3 -:.1. 08909. 2.3-.7989 9/. 0803..9.3 147 2..03/....3.3 /. 203.  . :3. /..3/:3 05708 2.3  2025:3. 803 5079.3  .3. ..3/.8.3 9::.3 503. 83.2 9025..79./.5 80-.3 3./.  !7385 09. .39:9.3 80-.33./..3..3 .2. 8.3 .. !7385 08909 .

3207:5. 43805 08909. 9 /.3 .7.25:..3.3 20-.3  :39: .3.3.3 3/.2 950 950 503.. /. 43/8 /.3.3 5./.7 803./.2/03.3 5079.8203.3 43805 08909. 2 02:33.94.3803.3 .9  :. 2..3 .848.7 4-0 5078058  3/7.3.9 :3.  %07. 20.74  ..3 203.08909.3 08909  !079.2 ..3..7.7. 9/. 50703.8 03/.5.-.. 8:. /. 507.3/7   438058909.2 4-0 5078058 907/.  203039: 5079.3.5.08038./. 20302-.9.. . ..3/43897:8. 2085:3 9/. 80-.5. 0.7.. ../.9.3 203. 8:.3 .8 9079039: /03.37085438.5.3. :39 : 203..43909 /0503/039 /43897:8 / :. /.3 90..3 .3. 89.. 8.9..2./../.2.9 8:.9 /9..3 50792-. 43805 08909.3  /. 3 .907 5708039.9/:3. . .: 5.3.3 58448 8079.4/03.8 /03..3 -07503/.108909. 3.9./.3 57-...078. : .8 57-..9.8.18  90.3 808:..  8.9 803 507-:.3 058902448  58448  48  /.7 . 0 /.3 20303.2:73 507. /.5 /0391.33./. 14841 02-.7.5 40 5078058 93.9...9 /9. ..3 /.3 50393 /.2.5. 47.3:3..2 .5.9:7.3  92-: 5073../.3 /. 202..9 80-. 03/. 3  .. /.7 :39: 4-09.:9:7. -:3. 3  -0-07.33. .. 43805 43805 9: 202 4-09.3 507..3  43805 43805 08909.3 8..7   -.7.20303.3/.9: -.  . 7.5....3 9/.35. 503.9 /.7. 43805 08909./ :20 -07:8.3.9.390.9: 70..3 -. 3 .3 0.-0 5078058 :2:23.3 :39:203072.7 503/...5.3 48 20303.33.2.:.8 /.. 29./:.3.3:.3..78 .3/..5.3.3 .9. 20.9: /.3 -. 2. 9 .5.8 /. ..9  5079.9 : . .3/03..9.9. 89.25.3.2:882143202025.7 -.3 58448 :39: 203../.5.4-.  9/..3503079..: 5./  .3 .79 .8 70.. . -.8.43805 43805089099/. 9/.:-.7:  .7989 /./. 02..3.33.8 20303. 89.9./.3. 02578  /03. -.9.. 43805  089 09 . 203.907 :2:2  5.3 80./.7 803  .3 .3 0-.7.8.5.8.8./...3 -.9 /.2 ..5.9 .2 /8:8 . .3 202 . 14841-07. 207:5./.80. :39: 2020.38.9 -. 503/.8 80-.3  %07/. /03.907.9 2:/. 43805 43805 08909.3 .3 .8.9.9:70.80. 20307.3.3. .75.2 7303.8./ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /.. 803.5./. -07.3 085708 8579:. 1:38 803  8.-....3 /03.3. /08758 8079. 20304254.  ..3 -07-0/.. .8.5 9047 05.9/.3 08909. 5.350393:39:202. 203.9  0- /.: 507/0-.9 8:-091 -07.3.  %047 9 047 2.33.9.8.3 503.-.3. 2 80 .  805079 802:. ..3 0:3. 20.-07-0/./.: 5.3  ..3 85081  20303.3-07-0/.3 949./.  !.9 8:..9.38.3 209.5. 90.3 950 95043805.920303.88 :20.3 . 203:-:3./..3 058902448 /. /.5..3 203..3 .9.3.3-.3. -0781.43805 438059:  !.2.7 5..9 93  03.9.2.3 .3 ..  8.3.8.. 03/.2.8./.3:8. 2 % 2-:  5079 .9-0-07..3.3 7085438 7085438 18 /.7243 .9 003./03.5 80-.3 /..078.3 -.3.5.. 203../ 20303.7243 .3 207:5.3 89.7:2039.9 -0781.3  %047 9047 2070..9 -.3 /.3./..3/. 2:33 /. ::2 ::2 08909.25.3 /. .3 0.. 7. .3 /. 08038. 3 203.3  5.3 -./ 20303.23./ 0   5.. 43805 43805 08909./ 2070.33.3.-.9.8.3.. 3/.8 70. 09/..8.8 4-0 4-0 /. 20303/.3 02-. 80.3...8. 03/.39 203.. .8 03/.9/.8.3.3 4-0  8. 2. 2034.  793.9: 0.. 2: 089 09 .9 .

 80. 503079 ...5 4-0.5 089098  .3 203.08909820 8.08909820 .9089098/.2/.9..5.8..3 /03.3 /03.7 1.2 :.. 3 203..3089098 809.7. 803 202 3.3  5079./.9/.3 .3 5.3 /..3 089098 .9.2.8..380./.3 .9  . 507. 247.9 ...8:28.3 8.8 80-.  907:9.308909.7.2 .5 39 089098 //.9/:. 4090  203.33.3 9: 9/. 90.3 5.23.2..91 /.905.803.5.  .3 8.5 /9039:.2...50./03.7.3/.8 :.3..: /.39 . 203:9 .8:/:9.3.3 3.3 .5.3  :2:23.3/5.3 /.3.7:8 9072..7.35079.3803.  -:...93.7. 503. 8.5 .9:70  2.:-:3..3:2:2/5. 8032.3 /2.8.3 08909  /./..7.. 247.089 09 8 .:: ..3 . 2 -07. .3 5...3 .7 . 089098  805079 0802-.3 /.79 54:7 1.8 /.3 203/. 5: 3 803.9. 8.3.:. 43805 08909 %/.5 089098 . 20303.3 3.3 803 9: 803/7  -:.:-:3.5089098 39/.:-:.9/.3907/.3 47.3.. 39738  $04.7.3 93/.8:/ /03.3.308909.:/:5/...7.5.23.2.79  -.1.39..    203.3  %09.5  .2.9....2 0/:5.28:./.3 /-.7...7/:3.3 /507:.. 9047  08909820 207:5.5.  ..33.3 .98 03:7:93. .3 47.7:8 /:9.3 1:38 .3 . 9 .5089098 9: ../039 .3820-07.82../ 574-02.3 . .. ./.3:9 3. 803 /3....8 .8. .3 80.7.9 /:3.5 . :39: 203./.350739. :. 808:.. .3.7. ...3-.3307 80-.7.::.5.  $ 02039 ./../. 20.5 089098 .. %. 3.318.5.9078.3 /4837098 .3 9: 803/7   /03 .8://0138089098 3 -.. 3 0 . 8032.3 //.  0303.39 20303. .9. .3 .9.: 0. 8032. . 80703909.2..3.3 202..8 8.32030-.39.33.8.//::35. 089098  8.9.3 9/.3 8:-0 2.33.50.5.9.2.:23.3 /.3 08909.//. . .  03. 907.8.3 10.7.3 . -07:-:3.9: 5:3 80-.3:9 .5. 2039:3 9:3 0- /.8: /./0138 544.2./3./.. 90780-:9  .. 9: 207:5. /.3.9. .3  !079.3. 503.309. .3 -.3 ... 3..7./.5. -078.8 :.3.3:9.8 089098 4-0  202 .7. /.47./.9 /907. 5:3 ./.7.883.3. . 89:.3 39 /.3 /./.3.7503025..8.8. 907/. 9039.3 04.9. 5:3  !.7. /.3.9. 203.9 /.3 !03079.9. 9 :  247 ..3 :.5 .8 08909 8 203.5 438058 8.:9307  7303.8 8.523.7.3/5..8.3 -.9089098/.8.5 808:./0   :// /.9.3 /02.7 .3 :39: 2.3 .3 2.-.8 0890983..5 5072.8:39:809.3 -.2 :-:3. 3 203.9.3/.3 /03.9  / /. 9: /. .2.8.907 08909./.7. .38../03.9 .3 . 9.9: /.3.08909 820 /.3 09.5.7.3/7:39:08909.9.: .2 7.3 9/.3 90780-:9 ..3.::.8 089098 /.3 0803.357.5.3.5:3 .    203.9 .8 9 07:9 .7 ::7.8.7.9.3 0/:.3/.: 23.9.9.2 80-. .3 /.5089098 8079...3 :39: 203..3 /9::.3  .3 :39: 2003.8..  .2 -0793./.3 -.3 80-.3 88: 2507..2809.9:39:203.9./ /. 3 203./.89.3.8 :.5089098 ..3 203.3:8.3 %0473-. -07. :31472  2.:39..2 0/:5. . 809..9 .7./. /0399.2 -07.7.: 9/. 90780-:9  $0:-:3..8..3 -. 23.  .9..9//.3 089098 5079.8:/ /.3 $0.3.3544 .33.3.9../.79 ./..2.35. .3.2 :.80.5.2. 203.8 ..8../:957.9.3... .309..  0303.9 8.3 9 :3.03/07:390758. 907/./:..9..3/.8  !.3 /2:33./.38  0303.9:4-0207:5. 0/:5.9078.9.3 3  /.7. 503..9.3. 08589 203.9:70 10.9.9..-.5.: /.3 /.503079.39.3 .