FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I APA ITU FILSAFAT ? 1. Pengertian Pengetian filsafat dapat ditinjau dari dua segi : 1.Secara etimologi: Kata Filsafat (Inggris : philosophy, Arab: falsafah) berasal dari bahasa Yunani: philosophia, terdiri dari kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia berarti kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi istilah filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang Filsuf adalah pencinta kebijaksanaan. Kata Filsafat pertama kali digunakan oleh Pythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian arti filsafat dipertegas oleh Socrates (470-399 SM). 2.Secara terminologi Secara terminologi filsafat diartikan sebagai berikut : a. Plato : filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai kebenaran yang asli. b. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik, dan estetika. c. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan d. Immanuel Kant : Filsafat adalah Ilmu yang menjadi pangkal dari semua pengetahuan, di dalamnya tercakup masalah epistemology untuk menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. e. Driyarkara : Filsafat adalah perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab ―ada dan berbuat‖, permenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke ―mengapa‖ yang penghabisan. Dengan melihat beberapa makna filsafat yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. Filsafat bukan mempersoalkan gejalagejala atau fenomena-fenomena tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena. Filsafat adalah usaha untuk mengetahui segala sesuatu. Filsafat membahas masalah yang paling dasar dari segala sesuatu yang ada/being. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam. Filsafat itu reflektif, radikal dan integral. Radikal berarti filsafat harus mencari pengetahuan sedalam-dalamnya, sampai pada akar-akarnya, sejauh akal manusia mampu menemukannya. Filsafat tidak membatasi objeknya seperti ilmu pengetahuan yang lain. Filsafat tidak berhenti pada pengetahuan periferis (kulit atau penampakannya) tetapi menembus hingga inti masalah dengan mencari faktor-faktor fundamental yang membentuk

adanya sesuatu. Filsafat itu integral dengan mengkaji pengetahuan secara keseluruhan dan untuh. 2. Obyek Filsafat Obyek adalah bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Setiap Ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Ada dua objek filsafat: a.Obyek material Objek material filsafat adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material adalah juga hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh satu disiplin imu. Para ahli menguraikan objek material filsafat sebagai berikut: -Mohammad Noor Syam : Segala sesuatu yang ada dan mungkun ada adalah objek filsafat. Dengan demikian objek filsafat tidak terbatas. -Louis O.Kattsoff : Lapangan kerja filsafat meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. -H.A. Dardiri : Segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Setelah meneropong berbagai pendapat dari para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa objek materiil dari filsafat sangat luas mencakup segala sesuatu yang ada. b. Objek formal Objek formal adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, atau sudut dari mana objek materi itu dosorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama mebedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya manusia dan manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia antara lain, psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya. Objek formal filsafat, adalah sudut pandang yang menyeluruh, secara umum sehingga bisa mencapai hakikat dari objek materialnya. Oleh karena itu yang membedakan filsafat dengan ilmu-ilmu lain terletak pada objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmuilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Objek formal filsafat membahas objek materialnya sampai ke hakikatnya atau esensi yang dihadapinya. 3. Metode Filsafat Kata metode berasal dari kata Yunani: methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan,cara, arah). Kata methodos sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, uraian ilmiah. Metode adalah cara bertindak menurut sistem atau aturan tertentu. Metode filsafat : -Metode kritis : Socrates dan plato: Bersifat analisis istilah dan pendapat. Merupakan hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan perbedaan. Dengan jalan

Menyeluruh: Artinya pemikiran luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang. Bergson: dengan jalan pembaharuan antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. ditentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis.Bergson: Dengan jalan intropeksi intuitif dan dengan memakai simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikran. sintesis dicapai hakikat kenyataan.bertanya. -Metode geometris: Rene Descartes dan pengikutnya: Melalui analisis mengenai halhal kompleks dicapai intuisi akan hakikat-hakikat sederhana. Pemikiran kefilsafatan ingin megetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Berkeley. -Metode Skolastik : Aristoteles. Marx : dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri. -Metode dialektis : Hegel. Neo-Skolastik: Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. . antithesis. filsafat abad pertengahan. Dengan bertitik tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik berbagai kesimpulan. a. -Metode transedental : Immanuel Kant. -Metode empiris :Hobbes. 4. -Metode Fenomenologis :Husserl. maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun sersama secara geometris. Eksistensialisme: Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (rediction) efleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni.Mendasar: Artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai keilmuan. hubungan ilmu dengan moral. dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. -Metode Analitika bahasa : Wittgenstein : Dengan jalan analis pemakaian bahasa sehari-hari.Locke. David Hume: Hanya pengalaman menyajikan pengertian yang benar. tesis. Bersifiat sintetis deduktif. b. membedakan. -Metode Neo-Positivistis : Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata). dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian sedemikian. akhirnya ditemukan hakikat.Ciri filsafat. -Metode intuitif :Plotinus. seni dan tujuan hidup. membersihkan. menyisihkan dan mengolah. Thomas Aquinas.

Hasil pemikiran selalu menjadi dasar menjelajah wilayah pengetahuan yang baru.Spekulatif: Artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis. licik dan sering memberontak. Asal dan peran Filsafat -Asal Filsafat Ada tiga hal yang mendorong manusia berfilsafat : a. Apakah ia tidak ditipu oleh panca indranya? c. Keheranan : Banyak filsuf menunjukan rasa heran (Yunani: Thaumasia) sebagai asal filsafat. Orang-orang Yunani yang memiliki suatu rasionalitas yang luar biasa perna percaya kepada dewa-dewi yang duduk di meja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gerak tawa tidak henti-hentinya. b. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. Ia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahyul merupakan bagian yang hakiki dari warisan nenek moyang. matahari dan langit. dan tradisi itu benar serta tidak dapat diganggu gugat maka dongen dan tahyul itu pasti benar dan tidak diganggu gugat. Sesungguhnya filsafat telah. .c. Kehadiran filsuf telah mendobrak pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu skral yang selama itu tidak boleh digganggu gugat. Dalam penjara itu manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia menjadi picik dan dangkal.Peran filsafat : -Pendobrak : Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Kesadaran akan keterbatasan : Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya itu sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam di sekelilingnya. Manusia heran tetapi kemudian ia ragu-ragu. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis yang membuat manusia menerima kebenaran semu dan menyesatkan. 5. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Plato misalnya mengatakan ―mata kita memberi pengamatan bintang-bintang. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan tertikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan. Mereka percaya kepada dewadewi yang saling menipu satu sama lain. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih. Dari penyelidikan itu berasal filsafat. Dengan kesadaran akan keterbatasan dirinya manusia mulai berfilsafat. Secara . sedang. Kesangsian: Agustinus (254-430 M) dan Rene Descartes (1596-1650) menujukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. -Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan.

Meliputi logika. metafisika. filsafat ilmu. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Logika bergelut dengan azas-azas yang menentukan pemikirran yang lurus tepat dan sehat.Cina. asal mula pengetahuan. epistemology. -Pembimbing: Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. yakni filsafat sistematis dan sejarah filsafat. FIlsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis. adalah bagian filsafat yang membicarakan terjadinya pengetahuan. filsafat ketuhanan (teologi). Persoalan dalam epistemology antara lain : bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu? Dari mana pengetahuan itu diperoleh? Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai? Apa perbedaan pengetahuan apriori dan aposteriori? Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik dan buruk. filsafat ilmu. Persoalam dalam etika di antaranya: Apa yang dimaksudkan baik dan buruk secara moral? Bagaimana kaitan antara kebebasan kehendak dan perbuatan susila? Apa yang dimaksudkan dengan kesadaran moral? Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap perbutan manusia? . Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidaknya tingkah laku manusia. dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah. epistemology. filsafat komunikasi. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tida utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren. estetika. batas-batas.India. sejarah filsafat Islam. filsafat hukum. Sedangkan sejarah filsafat adalah bagian yang berusaha meninjau pemikiran filsafat di sepanjang masa. dan lain-lain. Dengan belajar epistemology dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan pengetahuan dan ilmu serta menggunakan dan mengetahui metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengetahui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya.sumber pengetahuan. etika dan estetika. Bagian ini meliputi sejarah filsafat Yunani (Barat). Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. etika. sejak zaman kuno sampai dengan zaman modern. Filsafat sistematis berperan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. Studi kita terfokus pada cabang filsafat: logika.filsafat manusia. sifat. metodologi. ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. Pembagian/ cabang-cabang filsafat Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Epistemologi. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita.ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala jenis ―penjara‖ yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia. yakni perpikir secara universal sambil berupaya menemukan esensi suatu permasalahan. 6.

Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan.Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Persoalan estetika di antaranya: Apakan keindahan itu? Keindahan bersifat subjektif atu objektif? Apa yang merupakan ukuran keindahan? Apa peranan dalam kehidupan manusia? Bagaimana hubungan keindahan dengan kebenaran? .

Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar. c. Kriteriologi .dalam bahasa Indonesia lazim disebut filsafat pengetahuan. Kritika pengetahuan adalah usaha manusia untuk menetapkan. logika material berusaha untuk menetapkan kebenaran dari suatu pemikiran ditinjau dari segi isinya. atau teori. Episteme dan logos. Pengertian Epistemologi Istilah episetemology dipakai pertama kali oleh J.(Abbas Amami.hlm. Dapat dikatakan bahwa logika formal berhubungan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keabsahan(jalan)pemikiran. dan lazim disebut teori pengetahuan. apakah suatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara mendalam.1). kata. Kritika pengetahuan. Dengan demikian kriteriologia merupakan suatu cabang filsafat yang berusaha untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan berdasarkan ukuran kebenaran. untuk membedakan dua cabang filsafat yaitu epistemology dan ontologi (metafisika umum). 1982. kritika pengetahuan. . a. Logika materil Logika material sudah mengandaikan adanya ilmu pengetahuan yang lain yang disebut logika formal. Epiasteme berarti pengetahuan dan logos diartikan pikiran.Feriere. Kalau dalam metafisika pertanyaan pokoknya adalah: apakah hal yang ada itu? Maka pertanyaan dasar dalam epistemology adalah : Apakah yang dapat saya ketahui. Dengan kata lain apabila logika formal yang biasanya disebut logika berusaha untuk menyelidiki dan menetapkan bentuk pemikiran yang masuk akal. gnosiology. Apabila logika formal berbicara tentang bentuk pemikiran maka logika material menyangkut isi pemikiran. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kritika pengetahuan menunjukan kepada suatu ilmu pengetahuan yang berdasarkan tinjauan secara mendalam berusaha menentukan benar tidaknya sesuatu pikran atau pengetahuan manusia. Epistemology berasal dari bahasa Yunani.BAB II FILSAFAT PENGETAHUAH ( EPISTEMOLOGI ) 1. M. Istilah kriteriologia berasal dari kata kriterium yang berarti ukuran. Istilah kritika pengetahuan sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan istilah kriteriologi. dalam bahasa ingris menjadi theory of knowledge. Adapun logika material berhubungan dengan kebenaran materil yang kadang-kadang juga disebut kebenaran autentik atau autentisitas isi pemikiran. b. criteriology. Istilah lain yang artinya setara dengan epistemology sebagaimana yang diuraikan dalam berbagai kepustakaan filsafat adalah logika formal.F. Maksudnya adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pemikiran atau pengetahuan.

atau pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan orang lain. Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan. sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. batas-batas. epistemolgi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal watak. Oleh karena itu pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal ingin diketahuinya. dan batas-batas berlakunya ilmu pengetahuan.A. 2. Jadi objek material epistemology adalah pengetahuan. e. sedangkan objek formal adalah hakikat pengetahuan. Jacques Veuger mengemukakan bahwa epistemology adalah pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita. tidak sedikit yang memberikan batasan dengan corak yang sedikit berlainan: J. Niels Mulder menuturkan. tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis. Filsafat pengetahaun Filsafat pengetahuan adalah cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan. Gnoseologia. Gnosis berarti pengetahuan yang bersifat keilahian. sifat. dan asal usul pengetahuan. atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu.d. Abbas Hamami Mintarejo berpendapat bahwa epistemology adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahun yang telah terjadi. terjadinya pengetahuan. jenis-jenis pengetahuan. Satu hal yang menjadi pengetahuan adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenal hal yang ingin diketahuinya itu. Bahm menyebutkan ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia : . Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia tentang sesuatu atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. Pendek kata epistemology adalah pengetahuan kita yang mengetahui pengetahuan kita. Mengenai batasan epistemology. Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis dan logos. Semua pengetahuan hanya ada dan dikenal dalam pikiran manusia. dan kesahihan pengetahuan. khususnya mengenai pengetahuan yang bersifat keilahian. Jadi filsafat pengetahuan adalah ilmu pengetahuan kefilsafatan yang secara khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan. Apabila kita perhatikan definisi di atas tampak bahwa semuanya hampir senada. metode. Arti Pengetahuan: Pengetahuan adalah istilah yang digunakan untuk menuturkan apa bila seseorang mengenal sesuatu. Oleh karena itu sitematika penulisan epistemology adalah arti pengetahuan. asal mula pengetahuan. Oleh karena itu keterkaitan antara pikiran dan pengetahuan merupakan sesuatu yang kodrati. sumber pengetahuan.

Mengamati (observasi). Kata percaya biasanya dilawankan dengan keraguan. minum. . Beberapa hasrat muncul dari kebutuhan jasmani seperti makan. Minat terhadap objek cendrung melibatkan komitmen.istirahat. c. dan proses interaktif. Dalam melaksanakan pengamatan terhadap objek. Orang yang asik dalam menentukan suatu persoalan. Percaya (believes). Mengatur (organizes). biologis. d. dan ketertarikan pada kesenangan dan dalam melupakan penderitaan. b. kodrat hasrat mencakup kondisi biologis serta psikologis dan interaksi dialektik antara tubuh dan jiwa. Minat-minat itu ada dalam banyak cara. Sebuah pikiran mengamati apa saja yang nampak. Hasrat (desires). pengaruh. Intuisi senantiasi hadir dalam kesadaran. hasrat. Menikmati (enjoys). Beberpa hasrat juga bisa timbul dari pengertian yang lebih tinggi seperti hasrat diri. Ada yang berkaitan dengan kepentingan jasmani. f. ketertarikan pada kehormatan. e. h. Karena pikiran dibutuhkan dalam aktualisasi hasrat. Beberapa hasrat bisa timbul dari ketertarikan pada tindakan. Pengamatan sering kali timbul dari rasa ketertarikan pada objek. kesenangan pada binatang. pikiran haruslah mengandung kesadaran. yakni kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan menampakan sesuatu objek dan ini merupakan unsur yang hakiki dalam pengetahuan intuisi. Maksud (intends) setiap bentuk observasi dan penyelidikan. pengendalian. Menyesuaikan (adapts). dan kepuasan. tujuan pribadi.a. Kesadaran adalah suatu karakteristik atau fungsi pikiran. kadang kala komitmen itu hanya merupakan kelanjutan atau menyertai pengamatan terhadap objek. Minatlah yang membimbing seseorang secara alami untuk terlibat kedalam pengalaman pada objek-bjek. dan lain-lain. tidur dan lain-lain. Kehadiran dan durasi suatu minat biasanya bersaing dengan minat lainnya. pikiran-pikiran mendatangkan keasikan. rasa kebebasan bertindak. g. Pikiran berperan dalam mengalami objek-objek. lingkungan sosial dan cultural serta keuntungan yang terlihat pada tindakan. keinginan pada objek-objek. Sikap menerima sesuatu yang menampak dinamakan kepercayaan. konsep diri. manakala suatu objek muncul dalam kesadaran biasanya objek-objek itu diterima sebagai yang menampak. tuntutan masyarakat. Menyelidiki (inquires). pada tumbuhan. setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang. sehingga paling tidak seseorang memiliki banyak minat pada perhatian yang terarah. selalu memiliki maksud atau tujuan tertentu. rasa tanggung jawab. kita dapat mengatakannya sebagai hasrat pikiran. Kesadaran melibatkan dua unsur penting. Oleh karena itu di sini pikiran merupakan suatu bentuk kesadaran. pada orang lain. ketertarikan pada objek dikondisikan oleh jenis-jenis objek yang tampil. menyesuaikan pikiran sekaligus melakukan pembatasanpembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak dan tubuh di dalam fisik. ia akan menikmati itu dalam pikirannya. permintaan lingkungan. dan lain-lain. Tenggang waktu atau durasi minat seseorang pada objek itu sangat tergantung pada‖daya tariknya‖. Tanpa pikiran tidak mungkin ada hasrat.

Azas ini disebut azas kesamaan. tidak perlu ada pendapat yang ketiga. Jadi pengetahuan berawal mula dari kenyataan yang dapat diindrai. Pengalaman Indra (sense experience) Pengindraan merupakan alat yang paling vital dalam memperoleh pengetahuan. artinya bentuk-bentuk dari dunia luar meninggalkan bekas-bekas dalam batin. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. Principium tertii exclusi. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indra (sensasi). Karena selalu menekankan pada kenyataan. Pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan kareana pengetahuan itu muncul tanpa ada pengetahuan lebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan adalah tentang azas-azas pemikiran berikut: Principium Identitas. Azas ini bisa disebut azas pertentangan. Kebenaran hanya terdapat satu di antara keduanya. b. Kekilafan akan terjasi apabila ada ketidaknormalan di antara alat-alat itu. Gagasan ini dikebangkan oleh Thomas Aquinas yang mengemukakan bahwa tiada sesuatu dapat masuk lewat ke dalam akal yang tidak ditangkap oleh indra. yang berpendapat bahwa pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek. Terjadinya pengetahuan Menurut John Hospers ada enam hal dasar terjadinya pengetahuan: a. Azas ini biasa disebut azas tidak adanya kemungkinan yang ketiga. paham demikian dalam filsafat disebut ‗realisme‘. Memang dalam hidup manusia tampaknya pengindraan adalah satu-satunya alat untuk menyerap segala sesuatu objek yang ada di luar diri manusia. . karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. d.3. Otoritas (authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Adalah sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A=A). pada dua pendapat yang berlawanan tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah. tidak mungkin kedua-duanya benar dalam waktu yang bersamaan. Principium Contradictionis. Tokoh pemula dari pandangan ini adalah Aristoteles. Jadi pengetahuan yang terjadi karena otiritas adalah pengetahuan yang terjadi melalui wibawa seseorang sehingga orang lain mempunyai pengetahuan. Realisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. Intuisi (intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa melalui suatu proses ransangan atau stimulus untuk membuat pernyataan yang berupa pengetahuan. Otoritas menjadi satu sumber pengetahuan. Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. bila terdapat dua pendapat yang bertentangan. atau dengan kata lain pada subjek yang sama tidak mungkin terdapat dua predikat yang bertentangan pada satu waktu. c.

Misalnya orang yang mengkayal bahwa dirinya memiliki rumah mewah. Pengetahuan eikasia (khayalan) Tingkat yang paling rendah yang biasa disebut pengetahuan eikasia adalah pengetauan yang objeknya berupa bayangan atau gambaran. Pengetahuan ilmiah sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat cara bepikir khas yaitu metodologi ilmiah. karena ada kepercayaan tentang sesuatu yang disampaikan itu.e. Keyakinan (faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Pengetahuan ilmiah adalah segenap hasil pengetahuan manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Jenis Pengetahuan Menurut Soejono soemargono. pengecapan lidah. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. Adapun keyakinan sangat statis. Wahyu (revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabinya untuk kepentingan umatnya. mendengar dengan telinga. yang diperoleh dengan intuisi yang biasa disebut pengetahuan intuitif . dan perabaan kulit. 4. f. pengetahaun dibagi atas: -Pengetahuan ilmiah -Pengetahuan nonilmiah Secara umum yang dimaksudkan dengan pengetahuan non-ilmiah adalah segala hasil pemahaman manusia atas sesuatu objek yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk hasil pemahaman campuran penyerapan secara indrawi dan pemikiran secara akali. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan dengan mata. Juga segenap pemahaman manusia berupa tangkapan hal-hal gaib. Karena keprcayaan itu bersifat dinamis mampu menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Adapun keyakinan melulu kemampuan kejiwaan manusia yang merupakan pematangan dari kepercayaan. Plato membagi tingkatan-tingkatan ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik objeknya: a. Pengetahuan semacam ini biasa disebut ilmu pengetahuan. kecuali ada bukti-bukti baru yang akurat dan cocok untuk kepercayaannya. Kita mempunyai pengetahuan melalui wahyu. kayalannya ini terbawa mimpi. . Sesungguhnya antara sumber pengetahuan yang berupa wahyu dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas karena keduanya menetapkan bahwa alat lain yang dipergunakannya adalah kepercayaan. pembauan hidung. Pengetahuan ini mengandung hal-hal berhubungan dengan kesenangan atau kesukaan serta kenikmatan manusia yang berpengetahuan. Bedanya barangkali jika keyakinan terhadap wahyu yang secara dokmatik diikutinya adalah peraturan yang berupa agama.

pengetahuan ini hampir sama dengan pengetahuan pikir. Metode yang diterapkan adal deduktif. Prinsip utama ini disenut ―IDE‖. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman. Tujuannya adalah untuk mencapai prinsip-prinsip utama yang isinya hal-hal yang berupa kebaikan. B. Tokoh empirisme adalah John Locke. Pengetahuan pistis (substansial) Suatu tingkat pengetahuan di atas eikasia adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindrai secara langsung. Menurut Plato. kemudian ditarik hipotesis. diagram. cara berpikir untuk mencapai pengetahuan tertinggi dari pengetahuan adalah dengan menggunakan metode dialog sehingga dapat dicapai pengetahuan yang sungguh-sungguh sempurna yang disebut episteme.serta indra yang normal. diagram. Pengetahuan ini disebut pengetahuan pikir. yaitu syarat yang dipakai oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. pengetahuan yang objeknya adalah arche. Filsufnya antara lain Rene Descartes. b. Empirisme Aliran ini berpendapat bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri yaitu atas dasar azas-azas pertama yang pasti.Spinoza. Pengalaman hanya dapat dipakai untuk meneguhkan pengetahaun yang dipakai oleh akal. Menurut Plato. kebenaran dan keadilan. di mana objeknya adalah matematik yang harus diselidiki dengan akal budi melalui gambar-gambar. Metode yang diterapkan adalah induksi. Telaah yang dikemukakan adalah ilmu pasti. 5. para ahli matematik dan geometri. Pengetahuan dianoya (matematik) Plato menerangkan pengathuan ini sebagai tingkatan pengetahuan yang ada di dalamnya tidak hanya terletak pada fakta objek yang tampak. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan mutlak. d. tetapi tidak lagi menggunakan pertolongan gambar. c.b. selanjutnya diolah sampai mencapai suatu kepastian.David Hume. Contoh. Leibniz. penglihatan normal. Objek pengetahuan pistis disebut zooya karena isi pengetahuan semacam ini mendekati suatu keyakian (kepastian yang bersifat sangat pribadi atau kepastian subjektif) dan pengethuan ini mengandung nilai kebenaran apabila mempunyai syarat-syarat yang cukup bagi suatu tindakan pengatahuan. . Asal-Usul Pengetahuan a. tetapi juga terletak pada bagaimana cara berpikirnya. baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. ialah prinsip-prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik. melainkan dengan pikiran yang sungguh-sungguh abstrak. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Misalnya mempunyai pendengaran yang baik. Pengetahuan noesis (filsfat) Pengetahuan tingkat tertinggi disebut noesis.

d . Jadi kita hanya dapat mengatakan atau mengkosntatir fakta-faktanya dan menyelidiki hubungan satu dengan yang lain. sebab kekuatan yang adikodrati atau kekuatan dewa-dewa diganti dengan kekuatan yang abstrak. merupakan suatu perubahan dari tahap teologi. segala gejala. Predikat sudah termuat dalam subyek. saya bisa mengatakan bahwa S adalah P. dengan pengertian atau dengan pengada yang lahiriah. tahap ketiga. yang melatar belakanginya sedemikian rupa sehingga setiap gejala memiliki dewa-dewanya sendiri (politeisme). prekembangan pemikiran manusia terdiri dari tiga tahap. Pengetahuan analitis. Predikan diketahui melalui suatu analisis subjek. ketika orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan suatu tokoh tertinggi yaitu dalam monoteisme. 1982). Tidak ada gunanya untuk menanyakan pada hakikatnya atau kepada penyebab yang sebenarnya dari gejala-gejala tersebut. Apa yang kita ketahui secara positif adalah segala yang tampak. 2. tahap ilmiah atau positif. Kalau saya tahu bahwa 10+5=15 memang terjadi sesuatu yang sangat istimewa (Abbas Hamami. Segala uraian dan persoalan yang di luar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan.c. tahap metafisis. adalah tahap tetinggi. Menurut Kant peranan budi sangat besar. yang factual dan yang positif. Ilmu pasti. Oleh karena itu orang berusaha untuk memilikinya. Misalnya kalimat ―hari ini sudah hujan‖ . Jadi orang masih percaya kepada kemungkinan adanya pengetahuan atau pengenalan yang mutlak. Oleh karena itu metafisika ditolak. Hal ini ampak dalam pengetahuan apriorinya.merupakan suatu hasil observasi indrawi ―sesudah‖ observasi. 1. Yang harus diusahakan adalah menentukan syarat-syarat di mana fakta-fakta tetentu tampil dan menghubungkan fakta-fakta itu menurut persamaannya dan urutannya. ketika orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). Arti segala ilmu pengetahuan adalah mengetahui untuk dapat melihat ke masa depan. 3. Pengetahuan sintesis apriori : akal budi dan pengalaman indrawi dibutuhkan serentak. Pengetahuan sintetis aposteriori : predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalam indrawi. kepada sebap pertama atau tujuan terakhir segala sesuatu. 2. Pemikiran ini dikelompokan lagi dalam tiga tahap yaitu tahap yang paling bersahaja atau primitive. Tahap teologis. Menurut Comte. Positivisme Positivisme perpangkal dari apa yang telah diketahui. ilmu pesawat. Kritisisme Pertentangan antara rasionalisme dan empirsme hendak diselesaikan oleh Imanuel Kant dengan kritisismenya. orang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah. Di samping itu peranan pengalaman (empiris) tampak jelas dalam pengetahuan aposteriorinya. tahap kedua adalah ketika orang menurunkan hal-hal tertentu masing-masing dari yang bersifat adikodrati. Perkembangan demikian itu berlaku baik bagi perseorangan maupun bagi seluruh umat manusia. baik yang analitis maupun yang sintetis. Dalam kritik atas ratio murni Kant membedakan tiga macam pengetahuan : 1. Misalnya : lingkran itu bulat. Tokoh positivisme adalah Agust Comte. Tahap metafisika. yang kemudian disatukan . Orang yakin bahwa di belakang setiap kejadian tersirat suatu pernyataan kehendak khusus. yaitu tahap teologis. ilmu alam bersifat sintetis apriori.

dalam persatuan yang bersifat umum. secara garis besar metode ilmiah teridiri dari dua macam: 1. definisi segi tiga sebagai satu bidang yang dibatasi oleh tiga garis lurus saling beririsan yang membentuk sudut berjumlah 180 derajat. Aposteriori menunjukkan kepada hal-hal yang adanya berdasarkan pengalaman dan dapat dibuktikan dengan melakukan sesuatu tangkapan indrawi. . Metode nondeduksi merupakan gabungan dari metode deduksi dan metode induksi. Pengetahuan sintesis apriori misalnya satu ditambah empat sama dengan lima. Tahap ini orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. baik pengetahuan teologis maupun metafisis. yaitu metode analitika-sintesa dan metode nondeduksi. Metode deduksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat khusus berdasarkan ketentuan hal-hal yang bersifat umum. 3. bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak. Pengetahuan analitis terdiri atas dua macam yaitu pengetahuan anailtik apriori dan pengetahuan analitik aposteriori. Metode analisis ialah cara penanganan terhadap suatu objek ilmiah tertentu dengan jalan memilah-milahkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lain. kemudian kita berusaha untuk menentukan apakah yang dinamakan kursi itu? Definisnya misalnya. Misalnya setelah kita mengamati sejumlah kursi. kursi adalah perabot kantor atau rumah tangga yang khusus disediakan untuk tempat duduk. adalah zaman ketika orang tahu. yang disebut alam dan dipangdang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Pengetahuan analitis apriori misalnya. Metode Ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum dibagi atas dua. atau melacak hakikat sejati dari segala yang berada di belakang segala sesuatu. Tahap positif. Metode sintesa adalah cara penangan terhadap sesuatu objek dengan menggabungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya sehingga menghasilkan sesuatu pengetahuan baru. Pengetahuan sistesis aposteriori merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan cara menggabung-gabungkan pengetian yang satu dengan pengetian yang lainnya menyangkut hal-hal yang terdapat di dalam alam tangkapan indrawi atau yang ada dalam pengalaman empiris. Pengetahuan analitis aposteriori berarti dengan menerapkan metode analitis terhadap suatu bahan yang terdapat di alam empiris atau dalam pengalaman sehari-hari akan memperoleh sesuatu pengetahuan tertentu. 6 . Metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek dengan jalan mencari kesimpulan yang bersifat umum atau yang lebih umum berdasarkan pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus. orang tidak mau lagi melacak asal dan tujuan terakhir alam semesta.Metode-metode Ilmiah Menurut Soejono Soemargono (1983). dengan pengamatan dan dengan memakai akalnya.

Tetapi apabila objeknya dipandang sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Sedangkan . proses atau hubungan. Penerapan metode ini diawali dengan pengumpulan bahan penyelidikan. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelelidikan ilimiah dapat dibagi menjadi dua yaitu metode penyeledikian yang berbentuk daur/ metode siklus empiris dan metode vertikal atau yang berbentuk garis lempeng/metode linier. Jika sifat atau objeknya begitu penting. seperti bidang politik. Ini berarti bahwa isi kebenaran dari teori-teori itu dapat diperiksa atau diteliti secara mendalam kenenarannya (verivikasi terhadap teori-teori). Sarana Berpikir Ilmiah Bahasa Ilmia Bahasa memegang peranan penting dan merupakan hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah dan sintaksis. 16-18). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manakala kita menerapkan metode penelitian ilmiah yang berbentuk daur/metode siklus-empiris.2. berarti hipotesa itu mengandung kebenaran. termasuk yang membedakan manusia dengan makluk lain. orang melakukan kajian lebih lanjut. kemudian berdasarkan pengamatan itu kita menarik kesimpulan yang bersifat sementara berupa ―hipotesa-hipotesa‖ dan yang terakhir kita mengadakan pengujian terhadap hipotesa itu dalam eksperimen-eksperimen. Apabila hipotesa tersebut dapat bertahan maka hipotesa itu bisa ditingkatkan menjadi teori. Ernest Cassier menegaskan keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya. melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. (Soejono Soemargono. Penerapan metode empiris pertama-tama berupa pengamatan terhadap sejumlah hal atau kasus yang sejenis. kejadian. Ernest menyebutkan manusia sebagai animal symbolicum yaitu makluk yang mempergunakan simbol. Metode vertikal/berbentuk garis tegak lurus atau metode linier/berbentuk garis lempeng digunakan dalam penyelidikan yang objek materialnya hal-hal bersifat kejiwaan. maka pengetahuan yang akan dihasilkan akan berupa hipotesa. kemudian bahan dikelompokan menurut pola tententu.(Soejono Soemargono. sosial. teori dan hukum-hukum alam. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu benda. Bahasa merupakan pernyataan pikir atau perasaan dan sebagai alat komunikasi masnusia. seperti di dalam laboratorium. yang terjelma dalam tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. hlm.1983). ekonomi. 1. dengan melakukan kajian-kajian berikutnya dapatlah teori-teori yang bersangkutan ditingkatkan menjadi ―hukum-hukum alam‖. Akhirnya menarik kesimpulan umum berdasarkan pengelompokan tersebut dan apabila dipandang perlu dapat diadakan peramalan/prediksi menyangkut objek penyelidikan bersangkutan. Apa bila sudah berulang-ulang mengadakan eksperimen dan hasilnya sama. a. dan sebagainya. 1983. yaitu kelompok manusia tertentu. Metode siklus empiris adalah suatu cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu yang biasanya bersifat empiris -kealaman dan penerapannya terjadi di tempat yang tertutup. Penyelidikan ini biasanya dilakukan pada alam bebas atau alam terbuka.

Misalnya. mengangguk tanda setuju. Sedangkan aliran sosiolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk perubahan masyarakat. Kalimat berita adalah klimat yang dapat dinilai benar atau salah. Kalimat bermakna dibedakan antara kalimat berita dan kalimat bukan berita. bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. perasaan dan emosi. bahasa buatanlah yang sebut bahasa ilmiah. adalah murni bahasa buatan. Bahasa alami Bahasa alami adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu. bahasa ilmiah adalah bahasa buatan yang diciptakan oleh para ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambanglambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu. 2. 2+3= 5 Dari pembagian di atas. Berlaku umum misalnya menggelengkan kepala tanda tidak setuju. . yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya. sering juga disebut bahasa simbolik. Kalimat dapat dibedakan atas kalimat bermakna dan kalimat tidak bermakna. Fungsi Bahasa Aliran filsafat bahasa dan psikolinguistik mengartikan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran. Kata buatan disebut istilah. Misalnya. banyak peluang.Bahasa buatan dibagi atas dua bagian: Babasa istilah. Dengan demikian dapat dirumuskan. hal ini tanpa ada persetujuan dapat dimengerti secara umum. Sedangkan kalimat bukan berita dibedakan menjadi kalimat tanya. daya.bahasa ini rumusannya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu. Bahasa alamiah dibedakan atas dua macam : Bahasa isyarat. kalimat seru. 1. Bahasa sehari-hari bersifat kognitif evaluative sedangkan bahasa ilmiah bersifat deskriptif. medan. masa. Sedangkan yang belaku khusus adalah untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula.objektif. c. misalnya: demokrasi (demos dan kratein). kalimat harapan. Pengelompokan habasa: b. melarang duduk di depan pintu. pasti. Bahasa artifisial. banyak nuansa. Simbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata sedangkan arti yang dikandungnya disebut makna. berupa simbol-simbol sebagaimana digunakan oleh logika maupun matematika. bersifat subjektif. Sedangkan bahasa ilmiah bersifat eksak.sintaksis adalah cara untuk menghubungkan kata-kata atau istilah di dalam kalimat untuk menyatakan arti. Bahasa buatan. kandungan istilah disebut konsep. Bahasa biasa. mengatakan sesuatu masih perlu dievaluasi karena hanya menyampaikan saja. Dari bentuk kalimat di atas yang disebut bahasa ilmiah adalah kalimat berita yang merupakan ungkapan suatu pernyataan atau pendapat. kalimat perintah. bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus. Kognitif evaluative. Bahasa sehari-hari banyak variasi.

mempunyai fungsi komunikatif yang disampaikan dalam bentuk simbol. Matematika dan logika sebagai sarana berpikir deduktif mempunyai fungsi sendiri-sendiri. menyusun atau mengatur. Peranan statistic dalam penellitian ilmiah dapat dikemukakan sebagai berikut: -Memungkinkan pencatatan data penelitian dengan eksak -memandu penelitian untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang definitif dan eksak -Menyajikan cara-cara peringkasan data kedalam bentuk yang brmakna lebih banyak dan lebih muda mengerjakannya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artificial yakni murni bahasa buatan. . . untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan mempengaruhi tindakan-tindakan mereka kearah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan. Perhitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik. menyajikan. Pada umumnya kata statistic berarti kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting untuk suatu negara. Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Bahasa memiliki tiga fungsi pokok: -Fungsi ekspresif atau emotif. demikian pula pencurahan seni seperti seni suara dan seni sastra. Baik logika maupun matematika lebih mementingkan bentuk logis pernyataanpernyataannya mempunyai sifat yang jelas. bukan hanya untuk menyatakan fakta. melainkan juga untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada orang lain. Logika dan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif untuk mencari konsep yang berlaku umum. hukum matematika dapat disederhanakan ke dalam hukum-hukum logika. Walaupun demikian. Logika dan matematika memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kontribusi matematik dalam perkembangan ilmu alam. Ditinjau dari segi etimlogi kata statistic mempunyai beberapa pengertian: -Sebagai kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. kata statistic berasal dari kata status (latin)-state (inggris)-Negara (Indonesia). Matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. nampak pada pencurahan rasa takut serta takjub. metode matematis memberi inspirasi kepada pemikiran di bidang sosial dan ekonomi. -Fungsi efektif atau praktis.Sebagai kegiatan perstatistikan.Secara umum bahasa diartikan sebagai pernyataan pikiran atau perasaan serta sebagai alat komunikasi manusia. menganalisis dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka. a. bahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada kegiatan arsitektur dan seni lukis. lebih ditandai dengan menggunanakan lambang-lambang untuk penghitungan dan pengukuran. Logika dan statistika Secara etimologi. -Fungsi simbolik. Logika lebih sederhana penalarannya. sebagai sarana berpikir deduktif.Cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. b. sedangkan matematika jauh lebih terperinci. . Logika dan matematika.

hal itu bakal menjadi pristiwa yang membingungkan dan tidak dapat diuraikan. -Memungkinkan peneliti untuk menganalisis menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit. .-memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses yang mengikuti tatacara yang diterima oleh ilmu. -memberikan landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala akan terjadi dalam kondisi yang telah diketahui. andaikan tanpa statistik.

meta science (adi-ilmu). Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua : 1. dan kepragmatisan. . kualitas. kerasionalan. Pada sisi yang lain filsafat ilmu mencakup studi mengenai keyakinan tertentu. Filsafat ilmu menganalisis ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah diperoleh. Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu. 2. dan sebagainya. Pengertian Filsafat Ilmu Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. seperti : -implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah -tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu -konsekwensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu. Pokok perhatiam filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah. Filsafat ilmu dalam arti luas. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif tentang persoalan-persoalan mengenai landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu). waktu. Aspek filsafat ini erat kaitannya dengan hal yang logis dan epistemologis. dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. yaitu sifat pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu dalam arti sempit. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika. wacana. 2. geologi. dan postulat mengenai ilmu serta upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. seperti keyakinan mengenai dunia ‗sana‘ keyakinan mengenai keserupaan di dalam alam semesta. Jadi peran filsafat ilmu di sini berganda. menampung permasalahan hubungan ke dalam yang terdapat dalam ilmu. Dalam hubungan ini yang terutama sekali ditelaah adalah ihwal penalaran dan teorinya. terhadap lambang-lambang yang digunakan. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap anggaran dasar. science of science (ilmu tentang ilmu).BAB III FILSAFAT ILMU I. menampung permasalahan menyangkut hubungan dengan dunia luar dari kegiatan ilmiah.seperti kuantitas. Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai konsep dasar. dan sebagainya. antropologi. dan hukum. ruang. dan cara-cara mengusahakannya serta mencapai pengetahuan ilmiah. studi kesejarahan. Untuk mendapat gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang mencakup dalam filsafat ilmu: 1.

(Berling. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu.17-18). 2. dan sebagainya. Adapun dalam filsafat ilmu khusus membicarakan kategori dan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu seperti kelompok ilmu alam. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat . II.Objek material filsafat Ilmu Objek material filsafat ilmu adalah objek material yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemology yang mempunyai fungsi menyelidiki syarat pengetahuan manusia dan bentuk pengetahuan manusia. Tempat kedudukan filsafat di dalam lingkungan filsafat sebagai keseluruhan: Being (ada) Ontology Metafisika Knowing (tahu) Epistemologi Logika Metodologi Filsafat Ilmu Axiologi (nilai) Etika dan Estetika Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan peneyelidikan filsafat ilmu: 1. Dalam bidang ini filsafat ilmu berkaitan erat dengan logika dan epistemologi.3. Ini berarti caracara mengusahakan dan memperoleh pengetahuan ilmiah berkaitan erat dengan susunan logis dan metodologis serta tata urutan berbagai langkah dan unsur yang terdapat dalam kegiatan ilmu pada umumnya. ilmu teknik. 1990.1988). atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu.hlm. dkk. 2. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. ilmu masyarakat. Baik bidang pertama maupun kedua di atas dibahas dalam filsafat ilmu umum.Objek Formal filsafat ilmu Objek formal adalah sudut pandang dari mana subjek menelaah objek materialnya. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. Filsafat pengetahuan ilmiah. Objek Filsafat Ilmu 1. Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beranekamacam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu (Hartono Kasmadi. sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.

Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu dan struktur penalarannya. ideology yang dianut oleh masyarakat atau bangsa. penangkapan indrawi terhadap realitas yang diamati. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.(esensi) ilmu pengetahuan. Pengetahuan ilmu berdasarkan materialisme cendrung pada ilmu alam yang menganggab bidang ilmunya sebagai induk bagi pengembang ilmu lain. Telaah mengenai berbagai konsep. Cara kerja siklus empiris meliputi observasi. melakukan eksperimental (percobaan). Sedangkan kalau realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh maka lebih terarah pada ilmu humaniora. Aliran materialisme mengatakan bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. analisis. artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur ilmiah dalam memperoleh kebenaran. tempat ilmu itu dikembangakan. praanggapan dan metode ilmu. Yang dibagi atas dua kelompok: siklus empiris untuk ilmu alam dan metode linier untuk ilmu social dan humaniora. Adapaun cara kerja metode linier meliputi langkah-langkah antara lain. Sedangkan spiritualisme cendrung pada ilmu-ilmu kerohanian dan menganggab bidang ilmunya sebagai wadah utama dan titik tolak pengembangan bidang ilmu-ilmu yang lain. Lingkup Filsafat Ilmu Lingkup filsafat ilmu dari para filsuf dapat dijelaskan sebagaimana dikemukakan The Liang Gie (2000) sebagai berikut: 1. dan psikologis. Kalau realitas yang dimaksud adalah materi maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. . Sedangkan aliran spiritualisme mengatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. b. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. III. Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Landasan aksiologis pengembangan ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan. verifikasi atau pengujian ulang terhadap hipotesi yang diajukan sehingga melahirkan sebuah teori. kemudian disusun sebuah pengertian (konsepi) akhirnya dilakukan prediksi atau peramalan tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. perluasan dan penyusunannya untuk memperoleh pengetehuan yang lebih cermat. seperti apa hakikat ilmu? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia? Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan otologis. epistemologis. Dalam perkembangan ilmu modern aliran ini disuarakan oleh positivisme. Jadi landasan ontologis ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang seorang ilmuwan terhadap realitas. Landasan epistemologis pengembangan ilmu. Pater Angeles Filsafat ilmu mempunyai empat bidang utama: a. penerapan metode induksi. Dengan demikian.

c. Telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu. d. Telaah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoretis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan. 2. A. Kornelius Benjamin Fislsuf ini membagi pokok soal filsafat atas tiga bidang: a. Telaah mengenai metode ilmiah, lambang ilmiah dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan dan teori umum tentang tanda. b. Penjelasan mengenai konsep dasar, praanggapan dan pangkal pendirian ilmu, landasan-landasan empiris, rasional atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Segi ini dalam banyak hal berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah mengenai berbagai keyakinan terhadap dunia nyata, keragaman alam, dan rasionalitas dari proses alamiah. c. Aneka telaah mengenai saling kait di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme, monisme, atau pluralisme. 3. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu b. Persoaln-persoalan ontologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. 4. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang: a. Pola logis ditunjukan oleh penjelasan dalam ilmu b. Pembuktian konsep ilmiah c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah IV. Problem-problem filsafat ilmu:

1. Apakan konsep dasar dari ilmu? Maksudnya, bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan-praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas begitu saja dari cabang filsafat lainnya yang lebih utama yaitu epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika. 2. Apakah batas-batas dari ilmu. Artinya: langkah-langkah apa yang dilakukan suatu pengetahuan sehingga mencapai sifat keilmuan. 3. Apakah batas-batas dari ilmu. Maksudnya, apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat sangat universal ataukah ada norma-norma fundmental bagi kebenaran ilmu.

V.

Manfaat belajar Filsafat Ilmu

1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Maksudnya seorang ilmuwan harus kritis terhadap bidang ilmunya sendiri sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap solipsistic, yakni menganggap hanya pendapat atau pikirannyalah yang paling benar. 2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Sebab kecendrungan yang terjadi di kalangan ilmuwan menerapkan suatu metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur ilmu pengetahuan itu sendiri. Suatu sikap yang diperlukan di sini adal menerapkan metode ilmiah sesuai dengan struktur ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. 3. Filsafat ilmu memberi pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

BAB IV ILMU PENGETAHUAN

I.

Definisi Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja sciere yang berarti mempelajari, mengetahui. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh suatu pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

Aktivitas Ilmu

Metode

Pengetahuan

Bagan di atas memperlihatkan bahwa ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, yang dilaksanakan dengan metode tertentu untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study), penyelidikan (inquiry), usaha menemukan (attempt for find) atau pencarian (search). Oleh karena itu pencarian biasanya dilakukan berulang kali, sehingga dalam dunia ilmu dipergunakan istilah research (penelitian) untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru. Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. Metode yang perkaitan dengan pola prosedural meliputi pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi, analisis, dan lain-lain. Berkaitan dengan tata langkah meliputi penentuan masalah, perumusan hipotesis,pengumpulan data,perumusan kesimpulan dan pengujian hasil. Yang berkaitan dengan berbagai teknik meliputi daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan, pemanasan, dan lain-lain. Yang berkaitan dengan aneka alat, meliputi timbangan, meteran, perapian, komputer, dan lain-lain.

dan kedua. d. pengaruh ilmu terhadap atau dalam masyarakat serta membudayakannya melalui berbagai macam nilai. dan bagaimana sesuatu dihubungkan dengan sesuatu yang lain. Adapun dari aspek social. terdiri dari dua aspek yaitu individual dan social. fungsinya. Pengaruh (effecs) Sebagian dari apa yang dihasilkan melalui science pada gilirannya memberi berbagai pengaruh. Masalah (problem) Ada tiga karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat scientific. para scientist tidak memiliki ide yang ―pasti‖ yang dapat ditunjukan sesuatu yang absolut dan mutlak. Esensi science terletak pada metodenya. Speculativeness. dan tentativty. scientist: harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba memecahkan masalah melalui hipotesa-hipotesa yang diusulkan. pengaruh ilmu terhadap ekologi. Willingness to suspend judgement. speculativeness. science has become a vast institutional undertaking. c. f. Metode (method) Sifat scientific method berkaitan dengan hipotesi yang kemudian diuji. Science sebagai teori merupakan sesuatu yang selalu berubah. Willingness to be objective. 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan enam komponen: a. metode dan aktivitas. b. Communicspibility berarti masalah adalah sesuatu untuk dikomunikasikan. Sikap (attitude) Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain: Curiosity berarti adanya rasa ingin tahu tentang bagaiman sesuatu itu ada. Aktivitas (activity) Science adalah sesuatu lahan yang dikerjakan oleh para scientist melalui apa yang disebut scientific research. . the scientific attitude. Scientist menyuarakan kelompok orang-orang ―elite‖ dan science merupakan suatu perjalanan yang tanpa akhir atau suatu usaha yang tanpa akkhir. The scientific method berarti masalah harus dapat diuji (testable). willingness to suspend judgement.Menurut Bahm (dalam Koento Wibisono. Kesimpulan (conclutions) Science lebih sering dipahami sebagai a body of knowledge. scientific method. yaitu communicapibility. yang diakhiri dengan pembenaran dari sikap. Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pertama. e. Kesimpulan yang merupakan pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari science. bagaimana sifatnya. hasrat dan usaha untuk bersikap dan bertindak objektif merupakan hal yang penting bagi seorang scientist. Body dari ide-ide ini merupakan science itu sendiri. ini berarti bahwa seorang scientist dituntut untuk betindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap bijaksana berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan karena apa yang dikemukakan masih serba tentatif. Dari aspek individual science adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. malalui apa yang disebut dengan applied science. Berkaitan dengan sifat metode scientific. The scientific attitude paling tidak memenuhi karakteristik curiosity.

II: Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. 3. kemudian ada suatu penelaahan dan penelitian agar dapat memperoleh kejelasan dengan mempergunakan metode yang relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. Progresivitas. 5. Verifikatif: dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) serta susunan logis. hubungan dan peranan dari bagian-bagian itu. Anslitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh bila mengandung pertanyaan baru dan menimbulkan problem baru lagi. Ciri pengetahuan ilmiah antara lain persoalan dalam ilmu itu mudah dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. 2. Di samping itu setiap ilmu dapat memecahkan masalah sehingga mencapai kejelasan dan kebenaran. 2. artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif 5. Sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. Objektif: pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. 4. Dengan menilik persoalan keilmuan. artinya tidak ada teori yang definitif. 3. Van Melsen (1985) mengemukakan delapan ciri yang menandai ilmu : 1. tetapi problema itu telah diketahuinya sebagai suatu persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam pengetahuan sehari-harinya. maka pada dasarnya masalah yang terkandung dalam ilmu harus merupakan suatu problema yang telah diketahuinya. 6. Bersifat universal 4. . Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dan praktis. Kritis. Kemudian bahwa setiap jawaban dalam persoalan ilmu yang berupa kebenaran harus dapat diuji oleh orang lain. Pengujian baik berupa pembenaran maupun penyangkalan. setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih. Objektivitas. sehingga dapat dijelaskan dan didefinisikan. 7. Empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan percobaan dan pengamatan. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah. karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. walaupun bukan kebenaran akhir yang abadi dan mutlak. Hal lain juga bahwa setiap masalah dalam ilmu harus dapat dijawab dengan cara penelaahan atau penelitian keilmuan yang saksama. karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan. 8. Memang ilmu muncul dari adanya problema dan harus dari satu problema. Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie mempunyai lima ciri pokok: 1.

Rekonstruksi historis Bentuk ini merangkum pernyataan yang berusaha menggambarkan dengan penjelasan atau alasan yang diperlukan tentang sesuatu hal pada masa lampau secara ilmiah.Muhammad Hatta. 2. 4. peranan. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujudkan apabilah dipenuhi syarat-syarat berikut: 1. Preskripsi Ini merupakan kumpulan pernyataan bercorak preskreptif dengan memberikan petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaikanya dilakukan dalam hubungannya dengan objek. atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. ini berarti kebenaran yang hendak diungkapkan dan dicapai adalah persesuaian antara pengetahuan dan objeknya. ciri. Karl Pearson. Ilmu harus mempunyai objek. 2. III. sifat. Ilmu harus mempunyai metode. Bentuk ini dapat dijumpai dalam cabang-cabang ilmu social. Demi objektivitas ilmu. menurut kedudukannya tampak dari luar. kecendrungan. susunan. Deskripsi Merupakan kumpulan pernyataan bercorak deskriptif dengan memberikan bentuk. atau prosedur kerja yang efisien. Ekposisi pola Bentuk ini merangkum pernyataan yang memaparkan pola. maupun menurut bangunannya dari dalam. misalnya ilmu pendidikan yang memuat petunjuk cara mengajar yang baik dalam kelas. Misalnya dalam antropologi dapat dipaparkan pola kebudayaan di berbagai suku bangsa atau dalam sosiologi dibeberkan pola perubahan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan. Cabang ilmu khusus banyak mengandung pernyataan ini misalnya historiografi. ini berarti bahwa ilmu mencapai kebenaran yang objektif. Demikian pula dalam ilmu administrasi negara. Ilmu harus sistematik. ilmu tidak dapat bekerja tanpa menggunakan metode yang rapi. managemen yang efektif. 4. . Bentuk ini umumnya terdapat pada cabang-cabang ilmu khusus yang bercorak deskriptif seperti ilmu anatomi atau geografi. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. dan berbagai ketentuan preskreptif lainnya tentang organisasi yang baik. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. dan hal-hal terperinci lainnya dari fenomena. ilmuwan harus bekerja dengan cara ilmiah. Ilmu bersifat universal. ini berarti dalam memberikan pengalaman objeknya dipadukan secara harmonis sebagai satu kesatuan yang teratur. dipaparkan misalnya azas. ukuran. ilmu purbakala dan paleontologi.Keragaman dan pengngelompokan ilmu pengetahuan The Liang Gie membaginya dalam empat bentuk: 1. ini berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu tidak mengenai sesuatu yang bersifat khusus melainkan kebenaran yang berlaku umum. 3. 3.

Ilmu empiris dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Ilmu murni dan ilmu terapan Ilmu teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Ilmu deduktif Disebut ilmu deduktif karena pemecahan persoalan tidak didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris melainkan atas dasar deduksi/penjabaran. Contoh: matematika dan fisika. Yang termasuk ilmu empiris/non formal adalah ilmu hayat. Objek pembahasannya adalah gejala-gejala alam yang dapat diulangi terus menerus serta kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum alam. Objek pembahasannya adalah objek yang bersifat individual. psikologi. yaitu matematika dan filsafat. Ilmu nomoteis dan idiografis Nomoteis ilmu. Ilmu terapan praktis ialah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan/ diambil manfaatnya. Ilmu idiografis. Yang termasuk dalam kelompok ilmu induktif adalah ilmu alam. ilmu alam dan ilmu manusia. c. administrasi dan ekologi. Induksi adalah proses pemikiran dimana akalbudi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang bersifat khusus dan individual kepada hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. Suatu ilmu disebut ilmu non empiris (formal) karena ilmu ini dalam seluruh kegiatannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Contoh ilmu deduktif adalah matematika. yang termasuk dalam ilmu ini adalah ilmuilmu budaya. b. Empiris/pengalam indrawi tentu saja selalu memainkan peranan karena dalam pengalaman manusiawi. yang hanya terjadi satu kali dan mencoba memahami objeknya menurut keunikannya. Ilmu induktif bekerja selalu atas dasar induksi. teknik. Dua contoh ilmu formal/ilmu nonempiris. yang termasuk ilmu ini adalah ilmu-ilmu alam. Ilmu deduktif dan induktif 1. Ilmu formal dan ilmu nonformal atau ilmu formal/ilmu nonempiris Non-empiris tidak berarti bahwa empiris/pengalaman indrawi tidak mempunyai peran. . Sedangkan suatu ilmu disebut ilmu non formal/ilmu empiris karena memainkan peranan sentral/utama. unik. Ilmu induktif Disebut ilmu induktif apabila penyelesaian masalah-masalah dalam ilmu didasarkan atas pengalaman indrawi/empiris. d. Deduksi adalah proses pemikiran di mana akal budi manusia menyimpulkan pengetahuan dari hal-hal yang umum dan abstrak kepada hal-hal yang khusus dan individual.Berikut ini merupakan penggolongan ilmu-ilmu: a. sosiologi. hukum. 2. ekonomi. Contoh: ilmu kedokteran. unsur indrawi tidak mungkin dilepaskan dari unsur intelektual.

Natur. gejala rohani. Naturwissenschaften dan geisteswissenschaften Pembedaan antara natur dab geist dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey berdasarkan pembedaan antara ilmu monotetis dan idiografis yang sudah digarap oleh Wilhelm Windelband. benda fisik. Pada dasarnya pembagian berdasarkan ragam ilmu tidak memerinci berbagai cabang ilmu. sedangkan pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat. Berbeda dengan benda-benda alam. dan proses tanda. Ilmu alam mendekati objeknya dengan cara erklaren (menerangkan). produk-produk manusiawi hanya bisa didekati dengan menggunakan metode verstehen. Berdasarkan enam jenis pokok soal ini Liang Gie membagi ilmu menjadi tujuh jenis: -Ilmu matematis -Ilmu fisis -Ilmu biologis -Ilmu psikologis -Ilmu sosial -Ilmu linguistik -Ilmu interdisipliner . Pembagaian ini hanya menunjukan sebuah ciri tertentu dari sekumpulan pengetahuan ilmiah. Ilmu budaya mendekati objeknya dengan cara verstehen (mengerti/memahami). Erklaren menjelaskan tentang sesuatu peristiwa berdasarkan penyebabnya atau berdasarkan suatu hukum umum yang berlaku di alam. Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahasannya adalah produk-produk manusiawi. Menurut The Liang Gie. adalah ilmu pengetahuan alam. Ciri khas ilmu budaya: mempunyai metode sendiri yang tidak bisa diambil dari metode ilmu alam. Jadi. jasad hidup. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar tersebut dan pengetauan teoretis akan memuaskan hasrat untuk mengetahui. peristiwa social. Bebeparapa pandangan tentang klasivikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf. Dalam buku filsafat ilmu karya Rizal Mustansyir dan Misnal Munir yang diterbitkan pustaka pelajar tahun 2001. ada enam jenis objek material pengetahuan ilmiah yakni. Misalnya. Dengan demikian The Liang Gie membagi ilmu menjadi dua bentuk yakni ilmu teoretis (theoretical science) dan ilmu praktis (practical science).3. ide abstrak. dengan objek pembahasannya adalah benda/gejala alam. Sifat atributif yang akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembagian dalam ragam ilmu ialah sifat dasar manusia yang berhasrat mengetahui dan ingin berbuat.verstehen menangkap makna produk manusiawi dan itu hanya bisa dilakukan dengan menempatkan dalam konteks tertentu. suatu karya seni hanya bisa dipahami dalam zaman historisnya/kehidupan seniman yang bersangkutan. Pembagian ilmu menurut ragamnya mengacu pada salah satu sifat atributif yang dipilih sebagai ukuran. The Liang Gie The Liang Gie membagi pengetahuan ilmiah berdasarkan dua hal yakni ragam pengetahuan dan jenis pengetahuan. mengklasifikasikan sebagai berikut : a.

Ilmu-ilmu teoritis dijabarkan dari hukum yang tidak bertentangan yang menyatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat ada dan tidak ada dalam waktu yang bersamaan. ekonomi sebagai bidang ilmu apa yang harus dilakukan seorang untuk mencapai kemakmuran. Apa yang kita ketahui tentang dunia fisik ditentukan dari hukum yang menyatakan bahwa ada sesuatu alasan yang niscaya bagi keberadaan segala sesuatu. Wolff mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga kelompok: 1. kita dapat menemukan sifat yang benar dari alam semesta. politik atau ilmu pemerintahan. Ilmu-ilmu murni dan filsafat praktis merupakan produk metode berpikir deduktif.Konsep pembagian ilmu yang sistematis menurut Liang Gie sebagai berikut: no Jenis ilmu Ragam ilmu Ilmu teoretis Aljabar Geometri Ilmu fisis Kimia Fisika Ilmu Biologis Biologi molekuler Bilogi sel Ilmu psikologis Psikologis ekperimental dan perkembangan Ilmu sosial Antropolgi Ekonomi Ilmu linguistik Linguistik teoretis Linguistik perbandingan Ilmu interdisipliner Biokimia Ilmu lingkungan Ilmu matematis Ilmu praktis Accounting statistik Enginering Metalurgi Ilmu pertanian Ilmu peternakan Psikologi pendidikan dan perindustrian Ilmu administrasi Ilmu marketing Linguistik terapan Seni terjemahan Farmasi Ilmu perencanaan kota 1 2 3 4 5 6 7 b. Semua yang ada di dunia ini terletak di luar pemikiran kita yang direfleksikan dalam proses berpikir rasional. Cristian Wolff. Pengetahuan kemanusiaan terdiri atas ilmu-ilmu murni yaitu teologi rasinal yang berkaitan dengan pengetahuan jiwa dan kosmologi rasional yang terkait dengan kodrat dunia fisik. Dengan mempelajari kodrat pemikiran rasional. Alam semesta merupakan suatu sistim rasional yang isinya dapat diketahui dengan menyusun cara deduksi dari hukum-hukum berpikir. Filsafat praktis mencakup etika sebagai ilmu tetang tingkah laku manusia. 3. 2. .

yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan Aguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana.4. Urutan pengolongan ilmu pengetahuan menurut Aguste Comte sebagai berikut. Sesudah penghayatan itu. Ketiga aspek jiwa manusia ini mempengaruhi pandangan Emanuel Kant tentang tiga kritik yang terkenal yaitu kritik atas ratio murni. sesuatu yang tidak terjawab yang hanya hadir dalam kasus tertentu. metafisik. Agama diformalkan kedalam seperangkat kepercayaan tentang Tuhan dan jiwa manusia. dunia kedua adalah kenyataaan dan kejadian psikis dalam diri manusia. Aguste Comte Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Aguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan. Ilmu perbintangan( astronomi) c. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. semuanya langsung mengendap dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Ilmu pasti (matematika) b. Revolusi ilmiah pertama-tama menyentuh wilayah paradigma yaitu cara pandang terhadap dunia dan contoh prestasi atau . dan kritik atas daya pentimbangan.Kuhn Kuhn berpendapat bahwa perkembangan atau kemajuan ilmiah bersifat revolusioner. menbaca buku. Apa yang dikatakannya tentang moral dan religi adalah suatu koadrat yang abstrak dan formal. Fisika social (sosiologi) d. a. 5. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi) f. Ilmu kimia e. yang menunjukan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampak terlebih dahulu. Thomas S. Krl Raimun Proper Proper mengemukakan bahwa sistem ilmu pengetahuan manusia dapat dikelompokan kedalam tiga dunia yaitu: dunia pertama adalah kenyataan fisis dunia. yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupn sehari-hari. Menurut Proper. Unsur-unsur emosi yang bermain secara normal masing-masing berperan penting di dalam wilayah pengalaman yang sangat minim. Jiwa manuia dalam pandangan Wolff dibagi menjadi tiga yaitu mengetahui. Etika dalam pandangannya tidak lebih dari seperangkat aturan yang kaku dan harus diikuti. karya seni dan lain sebaganya. dalam ilham yang sedang mengalir dalam diri para seniman dan penggemar seni yang mengandaikan adanya suatu kerangka. Seluruh kebenaran pengetahuan diturunkan dari hukum berpikir. agama dan lain sebagainya. dunia ketiga adalah segala hipotesa hukum dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia 1 dan 2 serta seluruh bidang kebudayaan. buku-buku. e. seni. c. dalam studi yang sedang berlangsung. dunia tiga hanya ada selama dihayati. dan merasakan. Ilmu alam(fisika) d. bukan komulatif sebagaimana anggapan sebelumnya. menghendaki. kritik atas ratio praktis.

Selama menjalankan aktivitas ilmiah. Perumusan masalah. 2. Ketiga kepentingan ini mempengaruhi pula proses terbentuknya ilmu pengetahuan. menumpuknya anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma. Di sini para ilmuwan berkesempatan menjabarkan dan mengembangkan paradigma sebagai model ilmiah yang digelutinya secara rinci dan mendalam. komunikasi dan kekuasaan. Dalam tahap ini para ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. yaitu ilmu-ilmu empiris analitis. Tahap kedua. Kerja dibimbing oleh kepentingan yang bersifat teknis. Jurgen Habermas Pandangan Habermas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan sangat terkait dengan sifat dan jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. f. para ilmuwan menjumpai berbagai fenomena yang tidak dapat diterangkan dengan paradigma yang digunakan sebagai bimbingan atau arahan aktifitas ilmiahnya. para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang sama dengan memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan berikutnya. Paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan. Tahap ketiga. dan ilmu sosial kritis(ekonomi. Interaksi dibimbing oleh kepentingan yang bersifat praktis. Menurut Khun. Anomali adalah suatu keadaan yang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan (fenomena) dengan paradigma yang dipakai. IV. dan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Proses peralihan dari paradigma lama ke paradigma baru inilah yang dinamakan revolusi ilmiah. Langkah-langkah ilmu pengetahuan Setiap penyelidikan ilmiah selalu diawali dengan suatu masalah dan berlangsung dalam tahap sebagai berikut: 1. yaitu kerja. Pengamatan dan pengumpulan data/observasi Penyelelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang . Ignas Kleden menunjukan pandangan Habermas tentang ada tiga kegiatan utama yang langsung mempengaruhi dan menentukan bentuk tindakan dan bentuk pengetahuan manusia. Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan.praktek ilmiah konkret. paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktifitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science). sosiologi dan politik). ilmu historis –hermeneutis. Para ilmuwan mulai keluar dari jalur ilmu normal. dan ini dinamakan anomali. cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah dapat digambarkan ke dalam tahap-tahap sebagai berikut: Tahap pertama. Sedangkan kekuasaan dibimbinga oleh kepentingan yang bersifat emansipatoris.Susunan ilmu pengetahuan a. akses kepada realitas.

langkah terakhir dari seluruh kegiatan ilmiah adalah pengujian kebenaran ilmiah dan itu artinya menguji konsekuensi yang telah dijabarkan secara deduktif. cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. diawasi. Pengamatan yang biasa. Observasi dibedakan antara observasi sehari-hari dan observasi ilmiah. Tahap ramalan (prediksi)\ Dalam tahap ini. diselidiki. Itu berarti data empiris merupakan penentu bagi benar tidaknya hipotesis. b. diidentifikasi. Pengamatan dan klasifikasi data Dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok menurut jenis tertentu. Dalam observasi ilmiah emosi harus dikesampingkan bahkan unsur subjektif dihilangkan. ditingkatkan. Dengan demikian. hal-hal yang dikenal dan berpengaruh terhadap subjek dan variasi-variasi yang ada tidak diperhatikan. ilmuwan mulai menyusun implikasi-implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan tentang gejalagejala yang perlu diketahui atau yang masi terjadi. Deduksi ini selalu dirumuskan dalam bentuk silogisme. membandingkan dan membedakan datadata yang relevan. 6. Generalisasi merupakan pengetahuan umum yang dituangkan dalam pernyataanpernyataan umum/universal. 5. Lewat analisis dan sintesis ilmuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum). dipengaruhi oleh suatu kepentingan yang bersifat pribadi. Dengan klasifikasi. ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif. menguntungkan dirinya sendiri. Observasi sehari-hari bersifat emosional. 4. Bahan itu disaring. hipotesis itu harus dibongkar dan diganti dengan hipotesis lain dan seluruh kegiatan ilmiah harus dimulai lagi dari permulaan. Pengujian kebenaran hipotesis (verifikasi) Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis. a. dipakai sarana tertentu.diklasifikasi secara ilmiah. Dari sinilah teori terbentuk. deduksi memainkan peranan. diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini.3. berkaitan dengan emosi pengamat. diverifikasi. Observasi. artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan. lewat deduksi pula. kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama. Kegiatan inilan yang disebut klasifikasi. dikumpulkan. Perumusan pengetahuan (definisi) Dalam tahap ini. menganalisis. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan pelbagai cara. Di sini dari teori yang sudah terbentuk. pengamatannya bersifat subjektif. Jika fakta tidak mendukung hipotesis.Siklus Empiris Sumber pengetahuan empiris berasal dari pengalaman. Program penyelidikan ilmiahnya terdiri dari lima tahap. . didaftar. sangat dipengaruhi oleh presepsi social. Dalam hal ini keputusan terakhir terletak pada fakta. tidak ada kepentingan dirinya sendiri.

Penjelasan induktif atau penjelasan kausal adalah penjelasan yang mempergunakan pangkal tolak pada hal-hal khusus tertentu untuk sampai pada hal-hal umum. Adapun jenis penjelasan dalam pengetahuan ilmiah antara lain : -Penjelasan logis. Setelah diulang-ulang maka pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum. c. suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi. a. karena menerangkan sesuatu dari segi kegunaannya. Penjesalan semacam ini bersifat pragmatis. dalah penjelasan dengan berpangkal tolak atau mengacu pada tujuan.b. Dengan kajian eksperimental maka pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif mendapatkan verifikasi atau klarifikasi secara empiris. Penjelasan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi. Deduksi.Penjelasan. Dengan demikian dalam penjelasan deduktif diperlukan adanya suatu pernyataan yang bersifat umum yang dipergunakan sebagai pangkal tolak atau dalil. Matematika dan logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut oleh bahan-bahan empiris begitu bahan itu tercakup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. -Penjelasan historic atau genetic. Induksi. Penjelasan probalistik banyak dipergunakan dalam ilmu sosial. apabila terdapat suatu pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara pasti yang biasa dikemukakan dengan mengajukan kata-kata mungkin. atau boleh jadi. -Penjelasan fungsional. utamanya ilmu politik. Penjelasan dan ramalan. . hampir pasti. Kajian (eksperimentasi) Berdasarkan atas sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan-pernyataan khusus tertentu. Hal ini menuntut suatu jawaban tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang lampau. -Penjelasan probalistik. c. Hasil-hasil kajian membawa kita kepada evaluasi. -Penjelasan finalistic. Evaluasi. Penjelasan yang lazim desertai dengan pemahaman (verstehen) merupakan pelengkap dari permulaan dalam penelitian yang dicatat untuk disusun suatu hipotesis yang baik dan menarik. Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam pernyataan-pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan-pernyataan umum. Penjelasan dedukti: penjelasan ini terdiri atas serangkaian tindakan berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental atau bukan eksperimental. Adalah bentuk penjelasan yang hendak memberikan gambaran atas sesuatu dengan mengemukakan apa yang diselidiki dalam hubungan dengan tempat atau keadaan yang sedang diteliti secara keseluruhan sistem dunia objek itu berada. d. e.

1980.Ramalan menurut struktur. Sebagai contoh dewasa ini ada penjelasan ruang angkasa. Ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu sehingga memperoleh suatu pernyataan berdasarkan kejadian itu. Ramalan proyeksi banyak dipergunakan dalam perkembangan ilmu sosial dengan dibantu oleh faktor peluang. -Ramalam menurut proyeksi. . Ramalan -Ramalan menurut hukum. karena perubahan menurut struktur ini memang seharusnya terjadi demikian. -Ramalan menurut utopia. (Abbas Hamami. Ramalan ini secara langsung mampu memperhitungkan keadaan di masa datang berdasarkan pada suatu kemajuan baik yang vertikal maupun yang horizontal. baik dalam ilmu sosial maupun ilmu alam. Ramalan yang terjadi berdasarkan pengetahuan teoretis yang sekarang dimiliki untuk mengetahui kejadian dan keadaan di masa yang akan datang. Keajegan diperlukan untuk memecahkan atau menghampiri suatu permasalahan yang hampir mirip. . karena hukum adalah suatu keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan pada setiap keadaan atau persoalan.b.M.31-35). Hal ini sebelumnya hanya merupakan fantasi belaka. dan kebetulan sudah difilmkan. Bentuk ramalan yang paling tua adalah ramalan yang berupa dan berpangkal tolak pada keajegan-keajegan.

Cara ini berlaku tidak secara berturut-turut melainkan sekaligus. Unsur-unsur metodologi Menurut Anton Bakker dan Acmad Charis Zubair metodologi memiliki unsur-unsur : a. Pengertian metode berbeda dengan metodologi. kajian (eksperimentasi) dan evaluasi. mengikuti. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk metode. adalah ilmu yang membicarakan cara. Induksi dan deduksi Menurut Beerling. uraian ilmiah. agar tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah. sambungan kata depan meta (menuju. karena metodologi belum memiliki langkah-langkah praktis. Pada dasarnya interpretasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari.sesudah) dan kata benda hodos (jalan. Bagi ilmu seperti sosiologi. membuat tafsiran yang tidak bersifat subjektif (menurut selera penafsir) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif untuk mencapai kebenaran yang autentik. Kata metode berasal dari kata Yunani : methodos. komunikasi. sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara. Adapun metode adalah cara kerja dan langkah-langkah khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi. ekonomi. metodologi adalah dasar-dasar ilmu dari suatu metode. jalan. aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membahas tentang dasar-dasar ilmu dari metode penelitian.BAB V PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI 1. deduksi. Siklus empiris melewati beberapa tahapan yakni observasi. Jadi metode bisa dirumuskan sebagai suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. melalui. Interpretasi Artinya menafsirkan. setiap ilmu selalu menggunakan metode deduksi dan induksi. adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. metode ilmiah. politik. dasar dari langkah praktis penelitian. 2. Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. hukum serta ilmu-ilmu kealaman. . induksi. hipotesis ilmiah. sihingga memiliki sifat yang praktis. petunjuk pelaksana atau petunjuk teknis. antropologi. Metodologi lebih bersifat umum sedangkan metode lebih bersifat khusus. cara. Dengan interpretasi diharapkan manusia dapat memperoleh pengertian dan pemahaman yang tepat. Kata methodos sendiri berarti penelitian. Adapun metodologi disebut juga science of methods. b. Metodologi bersangkut paut dengan jenis. Metoda adalah suatu cara.arah). aturan yang harus dipakai dalam kegiatan penelitian. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian sehingga metodologi penelitian membahas konsep teoritis tentang metode.perjalanan. berdasarkan pengertian siklus empiris. Pengertian Metodologi berasal dari kata metode dan logos. yang berarti ilmu yang mempelajari tentang metode-metode.

Dengan demikian akan terjadi satu lingkaran pemahaman yang hakiki menurut keseluruhannya dari satu pihak dan unsur-unsurnya di pihak lain. artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna. semua dipandang dalam kesinambungnnya dengan totalitas. i. Holistis Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Deskripsi Seluruh hasil penelitian harus dapat diekspresikan. . Heuristika dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah. Objek(manusia) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia. sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. Komparasi Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga menjadi lebih jelas dan tajam. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap. j. manusia adalah makluk historis.c. Perkembangan pribadi itu dijalani dengan suatu proses kesinambungan. Perbandingan itu meminimalkan perbedaan yang masih ada. Idealisasi Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal. e. Rangkaian kegiatan dan pristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. Heuristika Metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. Dalam hubungan mata rantai itulah harkat manusia yang unik dapat diselami. Walau mungkin terdapat oposisi di antaranya tetapi unsur itu tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain. Yang baru masih berlandaskan yang terdahulu. Identitas objek akan terlihat bila ada komunikasi dan korelasi dengan lingkungan. tetapi yang lama juga mendapat arti dan relevansi baru dalam perkembangannya yang lebih kemudian. h. f. Koherensi Usaha memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukan semua unsur struktural yang konsisten sehingga benar-benar merupakan internal struktur atau internal telations. Maisng-masing orang bergumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib. Kesinabugan historis Dari perkembangannya. Komparasi juga dapat dilakukan dengan objek lain yang berbeda jauh dengan objek utama. karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran bersama dengan lingkungan zamannya. Perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami semakin murni. Dengan demikian dapat dilihat analogi antara situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas. dan manusia sendiri dalam hubungan dengan segalanya yang mencakup hubungan aksi-reaksi dengan tema zamannya. Komparasi bisa diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Analogikal Adalah filsafat yang meneliti tentang arti. nilain dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. Objek dilihat berinteraksi dengan seluruh kenyataannya. g. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalisasi. d.

Artinya dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan prakomsepsi yang terburu-buru. setahap demi setahap. Filsafat bagi Descartes rancu dengan gagasan yang seringkali bertentangan. namun kita tidak mungkin dapat meragukan diri kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. + Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. yang terdiri atas dua substansi yaitu res cogitans (jiwa bernalar) dan res ekstensa (jasmani yang meluas). dalam karyanya termashur Discourse on Method (risalah tentang metode) diajukan enam prinsip metodologi: -Membicarakan masalah ilmu harus diawali dengan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek sebelum itu tidak mempunyai ketertipan kodrati. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. sesuatu yang dikerjakan oleh satu orang lebih sempurna dari pada oleh kelompok. -Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: +Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. karena ternyata kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. yang tentunya karena ciptaan Tuhan maka tertata lebih baik. namun kita tidak bisa membayang diri kita sendiri tidak bereksistensi. +Pecahkan setiap kesulitan anda ke dalam bagian-bagian sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaian. pengetahuan bahasa memang berguna. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. dan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak ada sesuatupun yang ketinggalan. . dan janganlah memasukan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar begitu jelas. ke pengetahuan yang paling kompleks. Satu hal yang perlu dalam menuntut ilmu adalah melepaskan diri dari cengkraman otoritas kaum guru atau dosen. -Bagi Descartes. sambil berpegang pada agama yang diajarkan. -Menegaskan perihal dualism dalam diri manusia. Akal sehat ada yang kurang dan ada yang lebih. cogito ergo sum.Prinsip-prinsip Metodologi Menurut Descartes. namun yang penting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. +Bertindak tegas dan mantap baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. Menurut Descartes. pengetahuan budaya itu kabur. sehingga tidak perlu diragukan lagi. +Arahkan pemikiran anda secara tertib. +Berusaha untuk mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia -Menegaskan kebenaran yang seringkali terkecoh oleh indra. puisi memang indah. mengerahkan diri untuk belajar dari ―buku alam raya‖ dan memperlajari dirinya sendiri. Tubuh (res ekstensa) diibaratkan dengan mesin. tetapi memerlukan bakat. lalu meningkat sedikit demi sedikit. Oleh karena itu menurut Descartes.3. oleh karena itu perlu dibenahi. Descartes mengajukan empat langkah untuk mendukung metode yang dimaksud : +Jangan perna menerima apa saja sebagai benar. Kita memang dapat membayangkan diri kita sendiri tidak bertubuh. kita dapat saja meragukan segala sesuatu.

udara.-Dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan praktis. sedangkan pengetahuan spekulatif menyangkut hal-hal yang bersifat filosofis. dan lai-lain. Berkat kedua pengetahuan inilah menusia menjadi penguasa alam. Pengetahuan praktis terkait dengan objek-objek konkret seperti api. air. .

Penemuan secara kebetulan Penemuan yang berlangsung tanpa sengaja. b. yaitu secara ilmiah dan secara non ilmiah. . Aktivitas mencari kebenaran hanya bersifat spekulatif atau untung-untungan. Artinya dituntut adanya sistem dalam metode maupun dalam hasilnya. Penemuan secara spekulatif Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. sekalipun ia tidak yakin hal itu benar.BAB VI PENEMUAN KEBENARAN 1. Penemuan coba dan ralat (trial and eror) Terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. Pada setiap penelitian ilmiah melekat ciri-ciri umum yakni pelaksanaannya yang metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis dan koheren. 2. Penemuan melalui otoritas dan kewibawaan Pendapat orang yang memiliki kewibawaan. kemuadian ia memilih satu alternative pemecahan. tidak dengan cara ilmiah. tidak terarah. Ada kalanya pendapat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Penemuan dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama karena tanpa rencana. kebenaran yang diajarkan agama. f. Susunannya logis. c. betul-betul demikian halnya dan sebagainya). Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam pemecahan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan sintetis.Cara Penemuan Kebenaran Pada dasarnya kebenaran dapat ditemukan melalui dua cara.Definisi Kebenaran Dala kamus umum bahasa Indonesia yang ditulis Purwadarminta ditemukan arti kebenaran : a. bersifat univesalitas dan objektif. diwarnai oleh subjektivitas. dan tidak direncana. e. misalnya orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pembuktian ilmiah. Bedanya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif mungkin sekali ia membuat berbagai alternative pemecahan. b. manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. misalnya kebenaran berita ini masih saya sangsikan. dan tidak diketahui tujuannya. Melalui penelitian ilmiah Dilakukan melalui penelitian. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Penemuan dengan cara berpikir kritis dan rasional Dalam menghadapi masalah. sebagaimana diuraikan oleh Hartono Kasmadi: a. Cara coba dan ralat tidak bisa diterima sebagai cara ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran. d. kita harus berani membela kebenaran dan kedilan. misalnya.

Disebut juga dengan istilah veritas cognitionis atau veritas logika. kelurusan hati. yaitu sifat benar yang melekat pada objek. Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. Kejujuran. 3. misalnya tidak seorangpun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. Kebenaran epistemological adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. kebenaran semantikal. sifat atau karakteristik. Jalan kebetulan. Spinoza.dan nilai.Jenis Kebenaran Ada tiga jenis kebenaran yaitu kebenaran epistemologikal. Kebenaran ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada sesuatu yang ada atau yang diadakan. Apabila dikaitkan dengan kebenaran ontological maka disebut juga kebenaran sebagai sifat dasar yang ada di dalam objek pengetahuan itu sendiri. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence Theory of truth). Secara tradisional prinsip teori kebenaran sebagai berikut:\ a. Denga adanya berbagai kategori tersebut. dan di situ terlihat sifat-sifat dari kebenarannya. barang . Sifat kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata ‗kebenaran‘ bisa digunakan sebagai kata benda yang konkret maupun abstrak. Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral (veritas moralis) karena kebenaran itu tergantung pada manusia yang menggunakan tutur kata atau bahasa.c. 5. Sedangkan Kattsoff menjelaskan teori koherensi sebagai berikut: ‖suatu proposi cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan proposisi . Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang melekat dalam tutur kata dan bahasa. Teori koherensi dibangun oleh para pemikir radisionalis seperti Leibniz. makluk dan sebagainya sebagai objek potensial maupun riil dari pengetahuan cognitive intelektual manusia itulah yang disebut kebenaran ontological. Plato melalu metode dialog membangun teori pengetahuan yang cuku lengkap sebagai teori pengetahuan yang paling awal. Hal demikian karena kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas. hubungan. Selalu izin. kebenaran ontological. Hegel dan Bradley. perkenanan. Sejak itu teori pengetahuan berkembang terus utuk mendapatkan kesempurnaan sampai kini. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. sifat. d. Hal adanya intelligilibilitas sebagai kodrat yang melekat pada objek di dalam benda. hubungan dan nilai. 4. Proposisi adalah makna yang terkandung dalam satu pernyataan atau statement. tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memeliki pengetahuan akan memiliki persepsi dan pengertian yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. misalnya dengan kebenaran yang dipertuan e.Teori kebenaran dan kekilafan Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan mengenai kebenaran sudah dimulai sejak Plato dan kemudian diteruskan Aristoteles.

b. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah apabila pernyataannya bersifat logis. Teori ini dianut oleh paham filsafat analitika bahasa yang dikembangkan Bertrand Russell. d. Teori kebenaran saling kebersesuaian (correspondence theory of truth) Teori ini adalah teori yang paling awal dan paling tua. Misalnya filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani : philosophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. maka pengetahuan tersebut dinyatakan benar. dapat diungkapkan bahwa proposisi itu benar bila mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar. . tetapi karena penumpang bisa turun dengan selamat karena berhenti di posisi kiri. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth) Teori ini disebut juga teori pragmatis. melainkan hanya dapat dibuktikan melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu. atau proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi yang terdahulu yang benar. e. Misalnya suatu kalimat harus mempunyai subjek dan predikat. c. Dalam hal ini kita tidak dapat membuktikan secara langsung isi pengetahuan itu. Sebagai contoh. Dengan berhenti di posisi kiri penumpang bisa turun dengan selamat. dan jika terbukti menguap. Jadi. kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya kerajaan majapahit adalah tahun 1478. tokoh pemula filsafat analitika bahasa. Teori ini mempunyai tugas untuk mengungkapkan kesahan dari proposisi dalam referensinya. atau jika makna yang terkadung dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ― Dengan memperhatikan pendapat Kattsoff. baik dalam buku-buku sejarah maupun dalam peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu. kemudian akan turun dan bilang kepada kondektur ‗kiri‘ kemudian bis berhenti di posisi kiri. Jika tidak maka kalimat itu tidak baku atau bukan kalimat. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau kemudian dicoba memanasi air dan diukur sampai seratus derajat. Teori ini berkembang di antara filsuf analisis bahasa teruntama yang begitu ketat terhadap pemakaian gramatika. Pengetahuan tersebut dinyatakan benar kalau ada referensi atau sumber yang jelas. Pandangannya adalah suatu proses bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau dimanfaat. Atau apabila proposisi itu tidak mengikuti syarat atau keluar dari hal yang disyaratkan maka proposisi itu tidak mempunyai arti. apakah air menguap! Jika terbukti tidak menguap maka pengetahuan tersebut dinyatakan salah. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi dinilai benar apabila saling berkesesuaian dengan dunia kenyataan. Teori tersebut didasarkan teori pengetahuan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui adalah suatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek. air akan menguap bila dipanasi seratus derajat. Seperti ‗semua korupsi‘ ini bukan kalimat standar karena tidak ada subjeknya. Teori kebenaran sintaksis Kebenaran yang dinilai berdasarkan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya.lain yang benar. Suatu pernyataan memiliki nilai kebenaran apabila yang mengikuti aturan sintaksis yang baku. Misalnya. Jika tidak punya referensi yang jelas maka pengetahuan itu dinyatakan salah. Teori kebenaran berdasarkan arti ( Semantic theory of truth) Proposisi itu ditinjau dari segi arti atau maknanya. Misalnya pengetahuan naik bis. mengukur kebenaran bukan dilihat karena bis berhenti di posisi kiri.

hal yang demikian itu hanya merupakan bentuk logis yang berlebihan. g. -Idola tribus. diawali oleh Ayer. . Jadi pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. Jadi dalam hal ini kilaf mucul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. sesuatu yang sering dilihat oleh seseorang atau tanpak dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran. dan karakter yang baik. ini telah memberikan kejelasan dalam pernyataan itu sendiri tidak perlu diterangkan lagi. keadaan dalam pikiran seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungsi dengan baik. maka apa bila kita membuktikan lagi. Seseorang seolah berada di tempat yang gelap seperti di dalam gua. memberikan informasi yang sama dan semua orang sepakat. -Idola specus (gua). karena pada dasarnya lingkaran adalah suatu garis yang sama jaraknya dari titik yang sama. -Idola fori (pasar). Misalnya suatu lingkaran adalah bulat. Dengan demikian sesungguhnya setiap proposisi mempunyai isi yang sama. Francis Bacon dalam teorinya idola mengungkan sebab terjadinya kekilafan dan penyelewengan pemikiran ilmih: -Idola teatri (sandiwara). sehingga orang ini terkungkung oleh keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami sesuatu dengan baik. Kekilafan. Teoti kebenaran logic yang berlebihan (logical superfluity of truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic . Hal ini terjadi karena tidak didukung oleh lingkungan. Menurut teori ini problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan. Suatu pernyataan atau statemen dinilai benar amat tergantung dari fungsi dan peran prenyataan itu. Teori kebenaran nondeskripsi Dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalis. Kekilafan terjadi karena kesalahan pengabilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman.f. diakibatkan oleh kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena oleh idola ini tidak dapat memahami apa yang dihadapinya. pendidikan. diakibatkan karena sifat indifidualitas manusia. sehingga berupa garis yang bulat. karena orang tersebut melihat sesuatu hanya dari segi luarnya saja.

berakal). Term juga bisa dibedakan menjadi term kategorimatis dan term sinkategorimatis. b. Jadi term adalah bentuknya dan pengertian adalah isinya. Dalam pernyataan itu terdiri atas pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekaburan arti. dan sebagainya. Dalam pendapat tersebut. kesenian daerah modern. Artinya . Pendapat Pendapat pada hakikatnya suatu hubungan atau gabungan antara dua pengertian. Anton) kata sifat (missal. semua.BAB VII PENALARAN 1. Kalau diungkapkan dalam kata atau simbol maka disebut term. pengetian yang satu disebut subjek. kata atau istilah itu tidak mengandung pengertian lain selain yang telah ditentukan. pesawat terbang. dan Term Istilah merupakan suatu atau lebih kata yang mengartikan sesuatu arti tertentu. Term sebagai uangkapan pengestian jika terdiri atas satu kata maka dinamakan istilah term sederhana. Term sinkategorimatis adalah term yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain. Kalau terdiri dari beberapa kata maka dinamakan term kompleks. a. Misalnya kata : jika. Hubungan antara subyek dan predikat disebut copula. Unsur di sini bukan merupakan bagian-bagian yang menyusun sesuatu penalaran tetapi merupakan hal-hal sebagai prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu karena penalaran adalah suatu proses yang sifatnya dinamis tergantung pada pangkal pikirannya. Unsur Penalaran Penalaran merupakan satu konsep yang paling umum menunjuk pada satu proses pemikiran untuk sampai pada kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Pengertian. hewan. Istilah. seperti ‗meja makan‘ atau ‗meja kursi‘. Misalnya manusia. kemudian dikemukakan pendapat oleh pengertian yang lain yang disebut predikat. meliputi nama diri (misal. dan sebagainya. Term kategorimatis adalah term yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain. ciri dasar dari pengertian itu. Misalnya reactor atom. Pengertian adalah hasil tangkapan akan manusia mengenai sesuatu objek. maka. Dalam proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan. Meja kursi atau meja makan ini menunjukan sejumlah ciri. Biasanya suatu pegertian dinyatakan dalam satu istilah yang terdiri atas satu kata tetapi juga bisa dinyatakan dalam dua atau lebih kata yang kemudian disebut sebagai kata majemuk. manusia). Pengertian juga disebut konsep atau ide. dan sebgainya. Pendapat adalah satu hubungan kesatuan dari dua atau lebih pengertian. istilah yang mengandung pengertian umum (missal. di antaranya berupa ciri-ciri yang hakiki. Copula .

dan menggambarkan gagasan yang lebih lengkap. Perdalilan tampil dalam bentuk gabungan berbagai pendapat mengenai sesuatu. atau jika dua atau lebih pendapat digabungkan. Pak Budi adalah subjek dan seorang guru adalah predikat. Peran copula sangat penting karena dapat mengubah arti. akan terjadi suatu perdalilan yang dilambangkan dalam bentuk uraian. Silogisme adalah suatu upaya untuk menghubungkan atau menggabungkan atau menyintesiskan suatu pendapat yang lebih umum (mayor) dengan pendapat lainnya yang lebih khusus (minor) secara teratur dan tersusun bertingkat sehingga tergabung suatu wacana atau argumentasi yang memenuhi syarat-syarat logis. Dalam bahasa Indonesia ―adalah‖ tidak selalu dinyatakan secara jelas atau wujud. perdalilan itu merupakan pembuktian. Dengan kata lain. atau sesuatu masalah besar dengan beberapa masalah kecil yang merupakan bagiannya. Perdalilan Hubungan antara dua atau lebih pendapat. Contoh: Segenap Negara berpemerintahan (1) Indonesia adalah suatu Negara (2) Jadi : Indonesia berpemerintahan (3) Kalimat (1) merupakan pendapat yang sifatnya umum (premis mayor) Kalimat (2) merupakan pendapat yang sifatnya lebih khusus (premis minor) Kalimat (3) merupakan kesimpulan Dala pendapat itu ditarik kesimpulan dari sejumlah pendapat yang disebut premis. Pendapat dilambangkan dalam bentuk kalimat. c. Uraian yang terpendek adalah alinea atau paragraph yang menggambarkan suatu idea tau gagasan. . yang jelas menentukan keseluruhan arti dari pendapat itu. Dengan copula maka terjadi satu pengertian menjadi subjek dan pengertian lain menjadi predikat. masalah. kompleks. di antaranya yang sangat terkenal disebut ‗silogisme‘. Dalam perdalilan ini terdapat suatu wacana. Sejumlah alinea akan menghasilkan perdalilan yang lebih panjang. Adapun yang disebut copula merujuk pada ―adalah‖. karena sudah tergabung dalam predikat. Sebagai contoh dapat dikemukakan kalimat berikut : Pak Budi adalah seorang guru Ini adalah suatu pendapat. di mana pengertian pertama pak Budi bergabung dengan pengertian kedua ialah seorang Guru.merupakan inti pendapat. Banyak sekali jenis perdalilan. atau lebih tepat argumentasi yang dibangun oleh beberapa kalimat.

tentang suatu pengertian. Syarat-syarat itu dinyatakan dalam sejumlah asas atau prinsip atau hukum logika. terjadi kalau suatu istilah digunakan untuk maksud yang berbeda. Hanya satu dari pendapat itu yang benar. atau dianggap sebagai uraian yang tidak memenuhi syarat logis. maka uraian akan kacau. yan benar senantiasa tepat. Kesalahan.Logika formal disebut formal karena hanya mempersoalkan aturan atau hukum-hukum yang mengatur ketepatan bentuk atau susunan pikiran dan tidak mempersoalkan kebenaran isi pikiran itu. di mana masalahnya adalah apakah kopula dan silogismenya tepat atau tidak. hendaknya membuat kesepakatan lebih dahulu mengenai pengertian itu dengan membuat batasannya. Benar dan salah hanya dapat digunakan untuk menilai suatu pendapat atau perdalilan. istilah. kontradiktoris. kekacauan itu karena tidak dipenuhinya syarat atau prinsip logika. Ketepatan merupakan syarat mutlak bagi kebenaran. . yaitu hanya untuk melambangkan suatu pengertian yang tertentu pula. tetapi yang tepat tidak selalu benar. melambangkan suatu maksud tertentu. Kalaupun terdapat ketidak sesuaian antara satu dengan lainnya maka kita menyebutnya sebagai berbeda. sehingga ciri-ciri hakiki pengertian itu terungkap. Pengertian. hendaknya tidak digunakan dua atau lebih pendapat yang maknanya bertentangan. karena merupakan sesuatu yang ditentukan atau dibangun atas dasar kesepakatan. atau term tidak dapat ditentukan benar atau salah. dalam arti tidak memenuhi syarat-syarat logis. Cara yang demikian dianggap menyalahi hukum logika. Sebuah batasan atau definisi adalah suatu uraian yang sesingkat-singkatnya. 2. tidak mungkin kedua-duanya. Karena telah adanya maksud tersebut. maka jangan sampai terjadi pendapat-pendapat itu diartikan berbeda atau bertentangan dengan yang pertama. Logika formal pada dasarnya hanya mempersoalkan syarat-syrat yang harus dipenuhi untuk mencapai kebenaran. Dalam hal ini terdapat empat prinsip utama sebagai berikut: 1. kecuali kalau ditegakkan sebaliknya. Oleh karena itu. tetapi untuk mencapai kebenaran. Dalam diskusi kerap kali orang dinilai menyalahi asas ini. Principium contradictionis Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu uraian. ketepatan saja tidak cukup. Principium identitatis Makna prinsip ini adalah dalam sebuah uraian hendaknya suatu istilah tertentu dipergunakan secara identik. merupakan himpunan dari sejumlah pendapat. mereka yang menyelenggarakan diskusi.Kalau hal itu terjadi. Seperti diketahui. Namun logikan tidak menjamin tercapainya kebenaran. suatu uraian atau disebut perdalilan. ialah apabila mereka menggunakan istilah yang sama untuk melambangkan pengetian yang berbeda.

hal ini menggambarkan kepedulian. yaitu kenyataan yang diliputi atau merupakan ekstensinya. pengertian yang belingkungan satu saja. misalnya rombongan. Maksud dari perinsip ini adalah bahwa suatu uraian dianggap memenuhi syarat atau prisip logis. baik menurut isi maupun keluasan atau cakupannya. misalnya orang. Abstrak adalah pengertian yang menunjukan sifatnya. Peluang di sini adalah saya jadi pergi berlibur ke Jakarta atau tidak jadi berlibur ke Jakarta. Demikianlah logika formal pada asasnya menuntut penggunaan bahasa secara sadar. sudah selayaknya kita memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan pengertian ini. mempunyai hubungan kausal yang jelas dan mencukupi. Sebagai contoh. dasar. terdapat pengertian yang bersifat: a. . kuda.3. Denotatif adalah pengertian yang menunjukan pada hal yang dimaksudkan. jadi tidak sah. hari ini saya mungkin akan pergi berlibur ke Jakarta. Apa bila tidak rasional dan tidak cukup maka uraian itu dinilai tidak memenuhi syarat logika. perlu ada ketegasan dalam sifat-sifatnya. Konkret dan abstrak Konkret adalah pengertian yang memperlihatkan kenyataan. lingkungan. Principium exclusi tertii Prinsip menyatakan bahwa tiap pendapat adalah benar atau salah tiada kemungkinan ketiga (tertium nondatur). misalnya ini kuda putih. b. misalnya. hewan. 4. kuda. Oleh karena itu terdapat klasifikasi. Kolektif dan distributive Kolektif karena pengertian itu mencakup sejumlah hal. misalnya kecerdasan. c. Supaya dapat menggunakan pengertian dengan baik. Atau kesimpulan suatu uraian harus ditarik berdasarkan dasar-dasar rasional yang secukupnya. Terdapat tiga jenis ekstensi pengertian: -Singular. misalnya pengawal. Dilihat dari segi isi. Namun bahasa atau kata itu mengandung berhubungan dengan pengertian. dan regu. ialah jadi dan tidak jadi berlibur ke jakata. lusin. Principium rationis sufficientis Prinsip ini menyaratkan bahwa dalam satu uraian. kambing. Ada juga klasifikasi menyangkut lingkungan pengertian. Oleh karena itu. Tidak ada kemungkinan ke tiga. Pertama bahwa pengertian itu memiliki klasifikasi. Distributif adalah pengertian yang mencakup hal secara sendiri-sendiri. misalnya kerbau. kebenaran sebuah pendapat menuntut agar pendapat itu mempunyai dasar secukupnya. Konotatif dan denotative Konotatif adalah pengertian yang mewakili. sarjana. jika kesimpulan yang mengakhirinya atau kesimpulan yang dibuat dalam uraian itu dengan alasan-alasan sinambung. karena kandungan maknanya bermacam-macam.

karena tidak semua hal dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan dapat dinilai berkekurangan.-Partikular. pengertian yang mencakup semua. yaitu kebohongan yang disengaja untuk maksud atau keuntungan tertentu. Karena ada kata-kata yang telah dibiasakan. -Definisi deskriptif. dan dikemudikan oleh seorang pilot. e. Mengacaukan pengertian mutlak dengan pengertian terbatas: Daging yang kita makan hari ini adalah daging yang beli kemarin. Untuk memahami pengertian sesuatu hal diperlukan definisi mengenai hal itu. -Tidak menggunakan kata negative. seperti. 2= genap. pengertian yang lebih luas dari singular tetapi tidak semuanya. sebagian di antaranya. seperti. Ada hal lain yang penting untuk diketahui dalam logika ialah yang disebut fallacy. tanpa kecuali. 3=ganjil. seperti. Misalnya. -Universal. Bulan bersinar di langit. bisa terbang. -Tidak mengulang kata-kata sifat yang sama artinya. kuda adalah bukan kambing. Jadi sapi bukan hewan. seperti ‗lembuh adalah sapi‘ -Definisi ekstensif. seperti seluruhnya. ―Bulan ini tiga puluh hari. Deduksi yang salah: kuda itu hewan. Empat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah definisi agar disebut baik: -Sifat atau ciri yang akan digambarkan tidak boleh berlebihan tetapi juga tidak boleh berkekurangan. Terdapat lima jenis definisi: -Definisi demontratif. Merupakan definisi yang berlebihan. c. Definisi adalah pengertian yang lengkap tentang sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama istilah tersebut. Maka genap tamba ganjil= 5 . Jadi bulan tiga puluh hari bersinar di langit. seperti‘kursi itu kuat‘. maka yang kita makan sekarang adalah daging mentah. misalnya ‗marilah kita mengabadikan peristiwa ini b. Manipulasi angka: 5 =2+3. Terdapat lima fallacy utama yang perlu diingat: a. ‗kebenaran adalah sesuatu yang betul‘. lemari adalah tempat menyimpan pakayan yang berwarna-warni. d. pesawat terbang adalah alat angkut yang biasanya besar.seperti manusia adalah makluk hidup yang bisa berpikir. Kata-kata mempunyai arti lain. -Tidak menggunakan kata-kata yang terlalu umum. Sapi itu bukan kuda. misalnya beberapa orang. -Definisi biverbal. Karena daging yang beli kemarin adalah daging mentah. singa adalah binatang buas.

Agar ilmu sebagai fenomena nyata dapat dianalisis watak dan hubungannya dengan teknologi. 1969: 770). menguasai. psikologi. 1982: 15). sebagaimana muncul dalam ilmu-ilmu tentang kehidupan: ilmu kedokteran. namun di lain pihak ilmu dihadapkan pada masalah "pluralisme kebenaran" yang muncul karena adanya pluralitas paradigma teori maupun metodologi ilmu dewasa ini. Ilmuwan maupun filosof ilmu dalam mencanangkan tujuan ilmu yang dibangunnya tidak terlepas dari pemahaman ilmuwan atau filosof masing-masing tentang "dunia". dan dimensi-dimensi dalam ilmu. . Makna denotatif "ilmu" juga merujuk pada "pengetahuan". ilmu bahasa. biologi. Kompleksitas dimensi ilmu pada satu sisi menunjukkan luasnya ruang jelajah ilmu. maupun "pengetahuan ilmiah" yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu.BAB VIII ILMU. sampai pada tujuan untuk memahami dan memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang bersifat sosial yang langsung melibatkan manusia: sosiologi. DAN KEBUDAYAAN I. makna konotatif ilmu. keahlian. dan memanfaatkan daya-daya kehidupan. namun pada sisi lain menjadikan ilmu sebagai suatu sistem yang "sangat terbuka". sebagaimana tercermin dari pemunculan ilmu-ilmu tentang alam: fisika. ilmu. "studi sistematis" (systematical studies). faham benar-benar (Prent. mengatasi. bertujuan (purposeful). 1984: 184). Dengan demikian makna denotatif "ilmu" mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas. "tubuh pengetahuan yang terorganisir" (the organized body of knowledge). Dengan demikian keluasan tujuan ilmu pada akhirnya melahirkan pembagian objek formal ilmu yang menyesuaikan diri dengan objek material yang hendak diungkap melalui ilmu-ilmu tersebut. berikut dibahas makna denotatif ilmu. Dalam perkembangan ilmu -ilmu tersebut manusia makin mendekati dirinya sendiri dan makin sukar pula penelitian ilmiahnya (Peursen. dan memanfaatkan alam. Hubungan antara Ilmu dan Teknologi Sama dengan aktivitas hidup manusia yang lain. yang akhirnya melahirkan pluralitas tujuan ilmu. farmasi. antropologi. 1982: 17). pengertian. (b) pengetahuan yang mendalam. dkk. Pada satu pihak ilmu menjadikan hal dari "yang material" sampai "yang immaterial" sebagai objek telaahnya. dan berhubungan dengan kesadaran (cognitive) (The Liang Gie. ilmu politik. Sejarah perkembangan ilmu secara gamblang telah memaparkan hal tersebut. dan juga pengaruhnya dalam kehidupan sosial. berkembang pada tujuan untuk memahami. menjelaskan. baik itu "pengetahuan" sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia. ilmu memiliki dimensi-dimensi yang kompleks. Adapun konotasi istilah "ilmu" merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi (human). kimia. Aktivitas yang dimaksud adalah segala kegiatan atau rangkaian kegiatan atau proses yang dijalani oleh fi sikawan maupun sosiolog untuk membangun pengetahuan ilmiah. ilmu ekonomi. bahwa tujuan "aktivitas ilmiah" berkembang dari sekedar hasrat untuk mengerti. tahu. dan lain sebagainya. kosmologi. TEKNOLOGI. dan "pengetahuan teoritis" (theoretical knowledge) (The Liang Gie. tahu juga tentang. Tidak berbeda jauh dengan makna etimologis "ilmu" yang berasal dari kata Latin "scientia" yang berarti: (a) pengetahuan tentang.

maka . konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal: proses. secara konotatif yang dimaksud dengannya adalah "pengetahuan ilmiah". Dari tinjauan secara etimologis. Berikut ini dibahas ―kompleksitas aktivitas ilmiah" dipandang dari sudut internal. atau pun komersial (Ziman. Sedangkan "ilmu industrial" memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pegetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh "ilmu-ilmu murni". 1984: 3). Dari titik pandang internal dan sistematis. Dalam tradisi Yunani. tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh. dan bagian prosedural atau metode (The Liang Gie. dan produk (The Liang Gie. "Ilmu industrial" ini merupakan komponen utama dari "teknologi". sedangkan sudut pandang "eksternal" mengacu pada "ilmu industrial" (industrial science) (Ziman. Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu prosedur. 1984: 4-5). Atau sebagai gambaran di bidang ilmu sosial. sebagaimana ditemukan dalam istilah "antropologi". "biologi". 1976: 183). dan dari sudut pandang "sosiologi ilmu". Secara etimologis. yang memunculkan permasalahan apakah "teknologi" termasuk dalam . yakni bagian substantif atau isi. 1982: 25-26). Adapun bila ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil).Struktur "aktivitas ilmiah" pada dasarnya terdiri atas dua bagian. prosedur. "sosiologi". "Ilmu akademis" relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri. seni (Runes. Sudut pandang "internal" mengacu pada "ilmu akademis" (academic science). akar kata "teknologi" adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu. maka secara konotatif hal tersebut mengacu pada "metode Ilmiah". aktivitas pengukuran lu as suatu bidang tidak beraturan mensyaratkan adanya objek bidang tidak beraturan (bagian substantif) dan prosedur atau metode pengukuran bidang tidak beraturan. sebagaimana ditemukan dalam istilah "kronologi" dan "ideologi" (The Liang Gie. pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode. aktivitas penelitian tentang motivasi bela negara ter hadap taruna AKABRI mensyaratkan adanya taruna AKABRI sebagai responden (bagian substantif) dan metode ataupun prosedur penelitian sosial tertentu yang digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan motivasi bela negara."Techne" memiliki kemiripan makna dengan "episteme" (pengetahuan) dalam arti pengetahuan tentang prinsip-prinsip. Titik berat perhatian "ilmu industrial" terletak pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis baik untuk kepentingan politis" militer. Pembeda yang utama dari keduanya adalah hubungan mereka dengan masyarakat. Kedua bagian tersebut dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan. hanya dapat dibedakan dalam analisa. "logos" memiliki arti yang luas yang mengacu baik tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes. tidak mengacu pada status "ilmiah" dari teknologi. Sebagai gambaran. namun "techne" berkaitan dengan tujuan untuk "membuat" atau "mengerjakan". 1982: 96). Bila ilmu diperbincangkan sebagai suatu proses maka secara konotatif itu menunjuk pada "penelitian ilmiah". namun lebih mengacu pada makna "tata pikir" atau pun "keteraturan". Adapun "logos" sebagai akar kata "logi". sedangkan "episteme" berkaitan dengan pemahaman. 1976: 314). Potensi pertama terkait dengan dimensi "pengetahuan" dari teknologi. sudah terlihat adanya potensi "kekaburan makna" dari istilah "teknologi". dimensi ilmu dapat dibedakan antara sudut pandang "internal" dan sudut pandang "eksternal". Dari sudut pandang sosiologi ilmu. 1982: 20). Namu n demikian "aktivitas ilmiah" sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu.

1982: 84). atau sebutan singkatnya. atau merujuk pada makna teknologi sebagai "keahlian" (skill) (The Liang Gie. Perdefinitio memang teknologi berbeda dengan ilmu. (5) Menggunakan makna yang lebih dekat dan asli. seperti halnya dalam ilmu. yakni: Pertama. melainkan penerapan ilmu. yakni: teknologi fisik (misal. teknik mesin. sebagai "ilmu industrial" (The Liang Gie. Proses "penemuan" dalam teknologi. 1971: 125). Kedua. Dari berbagai definisi di atas jelas terlihat bahwa terdapat beberapa pendapat. teknologi biologic (misal. dan hubungan antara teknologi dengan kebudayaan. ilmu komputer) (The Liang Gie. tidak bisa disangkal bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi modern. Pengertian ini adalah pengertian "teknologi" yang paling banyak digunakan dalam berbagai lingkup kehidupan. ilmu merupakan salah . atau penerapan pengetahuan ilmiah untuk industri (Hill. (3) Bunge menyatakan bahwa teknologi adalah ilmu terapan (applied science) yang dipilahnya menjadi empat cabang. Berkaitan dengan pendapat pertama. Pernyataan "teknologi adalah penerapan ilmu" dengan mudah dapat ditemukan pada mimbar kuliah maupun pada pengerjaan proyek fisik. (4) Feibleman memandang teknologi sebagai pertengahan antara "ilmu murni" dan "ilmu terapan". 1982: 84). yang dirumuskan dalam kaitan dengan aspek eksternal. Layton memahami teknologi sebagai pengetahuan (The Liang Gie. (1) Teknologi adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman (natural science) (Brinkmann. ataukah "pengetahuan biasa". dan "ilmu tentang teknik" (The Liang Gie. riset operasi). Ketiga. namun sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa rancangan-rancangan dan penemuan teknologi bisa terwujud atas dasar suatu upaya yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann. farmakologi). yaitu industri. Demikian juga dengan pernyataan bahwa teknologi bukan ilmu. Berikut ini beberapa pengertian "teknologi" yang dikaitkan dengan dimensi "pengetahuan". Potensi "kekaburan makna" yang kedua terkait dengan dimensi "praktis" dari "teknologi". teknologi merupakan "keahlian" yang terkait dengan realitas kehidupan sehari-hari. Dalam pendekatan sistem. sering "diilhami" oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. teknologi bukan ilmu. namun perfactum ilmu menyumbangkan beberapa komponennya dalam bangunan teknologi. juga antara "teknologi" dan "seni" (art)? Klarifikasi terhadap dua potensi masalah tersebut merupakan klarifikasi tentang hubungan antara teknologi dengan ilmu. teknologi sosial (misal. (2) Teknologi merupakan pengetahuan sistematis tentang seni industrial. (6) Sedangkan Karl Mark menggunakan istilah "teknologi" dalam tiga makna yang berbeda. 1982: 83). teknologi pikir (misal. 1982: 82). 1971:125)."pengetahuan ilmiah" (ilmu) ataukah "pseudo-ilmiah". yakni sebagai "alat kerja". dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material "ilmu" maupun aspek "murni-terapan". Dengan demikian pernyataan bahwa teknologi merupakan "penerapan ilmu" harus diterima bukan dalam arti yang absoulut. yang menimbulkan persoalan apakah persamaan atau pun perbedaan antara "teknologi" dan "teknik". teknik sipil). 1982: 84). "pengajaran praktis dari sekolah industrial". 1971: 322). teknologi merupakan ilmu.

beradaptasi terhadap. biologis. 1971: 127). (3) Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann. 85). terutama para antropolog. maupun "kepentingan industrial" sebagai objek materialnya dan segi "penerapan teori ilmiah" sebagai objek formalnya. (5) Berliner dan Kranzberg juga membatasi pengertian "teknologi" dalam terminologi yang lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari "teknologi". produk-produk. 1971: 85). (6) Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan raga (The Liang Gie. 1971: 126). atau layanan-layanan yang dapat meningkatkan produktivitas manusia untuk memahami. dan teknologi sebagai "Seni untuk Tahu Bagaimananya" (The Art of Knowing How) (The Liang Gie. dan layanan (The Liang Gie. yakni "kerja". yakni: (1) Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis (Brinkmann. memahami teknologi kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batasbatas umum aktivitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu mereka pada jaman kuno dan prehistoric (The Liang Gie. misalnya: asumsi filosofis di balik teknologi. 1971: 85) (9) Mengatasi kesulitan tidak adanya batas antara dimensi "pengetahuan" dan dimensi . yang merujuk pada pabrik-pabrik. aspek ideologis dari teknologi. dengan mendefinisikan "teknologi" sebagai aktivitas kerja manusia untuk membantu baik secara fisik atau intelektual dalam menghasilkan bangunan. "sekolah". sosial. 1971: 83). Terdapat beberapa definisi yang cenderung memahami teknologi dari aspek "bukan pengetahuan". Masalah yang muncul pada pendapat kedua. yakni dengan memahami teknologi sebagai aktivitas dan hasil dari aktivitas. dan mengendalikan lingkungannya secara lebih baik (The Liang Gie. barang.satu input dari teknologi. 1971: 126). (2) Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun (Brinkmann. (7) Nash bahkan lebih sempit lagi. (8) Ziman mendefinisikan teknologi dalam kaitan dengan ilmu. pikir. Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius. 1971:125). (4) Para ilmuwan sosial Hitam. Teknologi secara mendasar lebih dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann. aspek sosiologis dari teknologi. melainkan pada dimensi "praktis" maupun. Batasan pengertian yang demikian memangkas aspek-aspek teknologi yang lain. Jika demikian apakah pendapat ketiga bisa diterima. 1971:.' dengan merumuskan ilmu sebagai "Seni untuk Tahu" (The Art of Knowing). maupun aspek budaya dari teknologi. pertama-tama terletak pada esensi pernyataan bahwa "teknologi merupakan ilmu". Bila "teknologi" dipahami sebagai salah satu jenis "ilmu" yang menjadikan hal-hal fisik. 1982: 83). dan teknologi merupakan sebagian output dari ilmu. "aktivitas" dari teknologi. maupun Industri"? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mau tidak mau harus dibahas dahulu pendapat-pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi "pengetahuan". bahwa teknologi merupakan "keahlian ilmiah" yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia.

dan dunia sosial manusia secara empiris. 1982: 85)."aktivitas" dari teknologi. Tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memecahkan masalah-masalah material manusia. sedangkan tujuan teknologi adalah memajukan kapasitas teknis dalam membuat barang atau layanan. Bagi dia ilmuwan diharapkan untuk mencari pengetahuan murni . Teknologi tidak muncul secara kebetulan saja. aktivitas). organisasi. alat. (3) Tujuan ilmu adalah memajukan pengetahuan. maupun organisasi. atau untuk membawa pada perubahan-perubahan praktis yang diimpikan manusia. bahwa "teknologi" berbeda dengan "teknik" karena cakupan pengertian "teknologi" lebih luas dari "teknik". 1987: 144). Teknik tidak timbul kebetulan saja. alat.The Liang Gie merumuskan "teknologi" sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). Kesimpulan kecil yang dapat ditarik dari perbincangan tentang pengertian "teknologi" kiranya hanya satu. barang-barang. sedangkan teknologi memusatkan diri pada manfaat dan tujuannya adalah untuk menambah kapasitas kerja manusia. komponen. psikologis. 1982: 85-91). dan Churchman-. industri. (4) Abrams dan Layton merumuskan perbedaan ilmu dan teknologi terkait dengan pemegang peran. --terinspirasi oleh Peter Drucker. Sedangkan yang dimaksud dengan "lingkungan" dari teknologi adalah berbagai komponen kebudayaan. teknik. politik. Sedangkan ilmu bertujuan untuk memahami dan menerangkan fenomena fisik. Berbagai hal "eksternal" juga terkait dengan teknologi. dan lingkungan. yakni: (1) Teknologi merupakan suatu sistem adaptasi yang efisien untuk tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. The Liang Gie mengumpulkan tujuh pembeda. tujuan kerja. Sebagaimana pendekatan sistem. alat-alat. 1971: 105). yakni kepentingan ekonomi. Adapun "output" dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik. 1984: 181) Analog dengan hubungan antara teknik dan pengetahuan. makanan. Bertalaffy. melainkan sebagai konsekuensi dari pengetahuan (Peursen. pabrik. fabrikasi. biologis. Komponen teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering). baik pada dataran konsepsional (prosedur. demikian pula hubungan antara ilmu dan teknologi.kandungan pengertian "teknologi". bahwa "teknologi" merupakan fenomena yang kompleks. Berbagai hal termasuk dalam wilayah konotasi "teknologi". teknologi memiliki "input". Dengan pendekatan yang demikian. kiranya. "output". Menghadapi kompleksitas "teknologi". keahlian teknis. pengetahuan) maupun dataran faktual (artefak. seni. Abrams menyatakan bahwa teknologi merupakan "penerapan teknik" (aplications of techniques) (The Liang Gie. walau Jaques Ellul yang berlatar belakang bahasa Perancis memakai istilah "technique" identik dengan "technology" dan dalam pengertian "keseluruhan metode rasional untuk mencapai efisiensi mutlak dalam semua bidang aktivitas manusia" (Mitcham. 1982: 83). Teknik adalah "seni praktis" (The Liang Gie. barang. keahlian. Dari berbagai batasan pengertian di atas tersirat luasnya --atau kaburnya-. pengetahuan. (2) Ilmu berkaitan dengan pemahaman dan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran manusia. struktur sosial. maknufaktur. misalnya. atau pun benda-benda. beberapa pertanyaan pada awal Bab ini bisa terjawab. "Input" teknologi dapat berupa kekuatan-kekuatan material. proses. Untuk lebih memperjelas lagi identifikasi "ilmu" dan "teknologi". atau "penciptaan alat-alat" (Kleden. namun merupakan konsekuensi dari adanya ilmu. maupun budaya masyarakat. terutama: ilmu (The Liang Gie.

Ilmuwan "mencari tahu". Adapun input ilmu adalah pengetahuan yang telah tersedia. mesin. daya alamiah. C. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan Batasan pengertian yang pernah dibuat oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dari rentang waktu tiga perempat abad tentang "kebudayaan". (6) genetik. (6) Input teknologi bermacam-macam jenis. dan (7) definisi yang tidak lengkap (Kroeber. kemajuan teknologi mengandai kan dukungan ilmu. yaitu: material alamiah. keper cayaan. (4) psikologis. sedangkan teknologi menghasilkan produk berdimensi tiga (The Liang Gie. Dari penelusuran terhadap konsep "ilmu" dan "teknologi" dengan berbagai aspek dan nuansanya. Beberapa "titik singgung" antara keduanya mungkin dapat dirumuskan di sisi: (1) Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan. intuisi. yakni: (1) deskriptif. ilham. pengalaman. (7) Output ilmu adalah "pengetahuan baru". Secara umum tidak terdapat perbedaan prinsipil antara berbagai definisi. dan semua cenderung mengikuti definisi yang dibuat pertama kali oleh Taylor (1871) yang memberi batasan pengertian "kebudayaan" (culture atau civilization) sebagai keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. (3) Terdapat hubungan dialektis (timbal batik) antara ilmu dan teknologi. Bahkan dapat dikatakan. (5) Ilmu bersifat "supranasional" (mengatasi batas negara). (3) normatif. yakni dengan dikembangkannya perangkatperangkat penelitian berteknologi mutakhir. Dari usaha mereka terkumpul 150 definisi tentang kebudayaan yang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok definisi. teknolog "mengerjakan". sedangkan teknologi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu. dewasa ini kemajuan ilmu mengandaikan dukungan teknologi. 1982: 85-91). sedangkan istilah "pengetahuan" lebih sesuai bila digunakan dalam konteks "teknis". (4) Sebagai klarifikasi konsep. dan aspek teoritis maupun praktis. istilah "ilmu" lebih tepat dikaitkan dengan konteks "teknologis". 1952: 81-142). ilmu maupun pengetahuan dari berbagai macam. sebaliknya. kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. dan lain-lain. (5) struktural. sedangkan teknologi untuk tujuan tertentu. seni. hukum. Pada satu sisi ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. dimensi abstrak maupun konkrit. pernah dikumpulkan oleh Kroeber dan Kluckhohn.dari jenis tertentu. (2) historic. misalnya: akal sehat. (2) Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual. . berikut akan mengulas hubungan antara ilmu dan kebudayaan dan hubungan antara teknologi dan kebudayaan. Dalam rangka memperjelas kedudukan dan peran " dwitunggal" ilmu dan teknologi terhadap peradaban manusia. keahlian. teknik. pada sisi lain penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah.

kebudayaan terdiri dari totalitas produk-produk manusia. dewasa ini sulit kiranya untuk menerima pengertian "kebudayaan" yang "statis". bisa memiliki makna berbeda bagi dua kebudayaan yang berlainan. 1952: 182-190). dan internalisasi (dan/atau subjektivasi) (Berger.ri wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada (Peursen. 1984: 11). . dan kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lain yang dibutuhkan manusia sebagai anggota masyarakat (Kroeber. Dengan kata lain. Terlepas dari berbagai silang pendapat. (3) aspek-aspek subjektif. dan lain sebagainya. yang berkaitan dengan upaya-upaya manusia mempertahankan kelangsungan hidupnya. ilham. 1952: 81). karena masing-masing kebudayaan memiliki sistem pemaknaan yang tidak sama. namun menurut Kroeber dan Kluckhohn semuanya mencirikan klasifikasi tiga bagian wilayah kebudayaan. Produk material mencakup semua unsur kebudayaan yang bersifat material. sistem pengetahuan. Dari sini bisa ditemukan hal material tertentu yang sama. gagasan. seperti: alat teknologis. Dalam pengertian kontemporer. manusia menciptakan alat-alat yang membantunya merubah lingkungan menjadi sesuatu seperti yang dibutuhkan atau di kehendakinya. 1. dari yang material sampai dengan yang nonmaterial (Berger. karena "kebudayaan" merupakan kisah tentang perubahan-perubahan atau riwayat manusia yang selalu membe. 1991: 4). sistem nilai. Dengan alat-alat yang dibuatnya manusia merubah lingkungan alamiah menjadi lingkungan buatan. sebagaimana kecenderungan kuat yang muncul pada pemahaman "ilmu-ilmu positif' terhadap masyarakat. Sedangkan produk nonmaterial meliputi semua unsur kebudayaan yang bersifat nonmaterial. teknik. melalui bahasanya manusia mencipta sistem simbol dan membangun sistem pengetahuannya. baik yang bersifat material maupun nonmaterial. (2) hubungan antar manusia yang terkait dengan hasrat dan upaya untuk meraih status dan hasil dalam kebudayaan masyarakat. kosmologi. Dalam rangka memahami dinamika perubahan kebudayaan. menghadapi tantangan alam. dan sebagainya. kebudayaan "spiritual" (Kroeber. ekologi. Terdapat tujuh kategorisasi berbeda-beda berkaitan dengan komponen-komponen kebudayaan. arsitektur. biokultural. tidak beranjak jauh dari batasan pengertian kebudayaan "klasik". Dapat dikatakan demikian karena pola hubungan antara individu dan masyarakat secara hakiki dibentuk oleh tiga momentum proses. hubungan individu dan masyarakat tidak dapat dipahami dalam kerangka kausalitas linear. kebudayaan "material". "kebudayaan" meliputi seluruh aktivitas manusia baik yang bersifat material maupun spiritual (nonmaterial). yakni: eksternalisasi. Pembentukan kebudayaan nonmaterial selalu berjalan seiring dengan aktivitas manusia yang secara fisis mengubah lingkungannya.moral. Setidak-tidaknya pembagian wilayah budaya oleh Kroeber-Kluckhohn telah menyiratkan adanya potensi ketegangan antara berbagai komponen kebudayaan. Sebagai gambaran singkat. Sistem simbol tersebut meresapi hampir semua aspek kehidupan. yakni: (1) hubungan antara manusia dengan alam. adat kebiasaan. objektivasi. Selain menghasilkan hal-hal material.991: 8). perilaku dan nilai serta tindakan. misalnya: bahasa. kosmogoni.

Kebudayaan sebagai produk manusia berada di luar subjektivitas individual. Aktivitas manusia dalam membangun kebudayaannya selalu dan pasti merupakan aktivitas kolektif. teknologi. dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur dunia objektif ke struktur kesadaran subjektif (Berger 1991: 4-5). teknologi. maupun unusur-unsur ideasional yang lain. Dengan demikian watak inheren dari "kebudayaan" tersebut adalah perubahan (Berger. atau lembaga sosialnya. Pada titik transformatif inilah momentum proses objektivasi terjadi. Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas objektif pada akhirnya mengkondisikan manusia. Pada perkembangan yang lebih lanjut. atau akibat sekaligus sebab. Dalam kerangka pikir yang demikian. dan proses yang lain merupakan akibat. "produk-produk manusia" (kebudayaan) mengalami transformasi menjadi suatu faktisitas di luar diri manusia. Dalam momentum eksternalisasi ini. Keberadaan manusia tak mungkin berlangsung dalam suatu lingkungan interioritas yang tertutup dan tanpa gerak. sistem nilai. bahasa. baik yang mental maupun yang fisik. oleh karenanya merupakan bagian dari realitas objektif (Berger. "Internalisasi" adalah peresapan. dan memiliki watak seperti dunia alamiah. Eksternalisasi merupakan keharusan antropologis. "Kebudayaan" sebagai "alam kedua" (alam buatan. Keberadaan manusia harus terus menerus mengeksternalisasikan diri dalam aktivitas (Berger. norma. 1991: 11-12). masyarakat merupakan produk manusia. Dalam rangka eksternalisasi. kembali realitas tersebut oleh manusia. lembaga. Dengan demikian dinamika kebudayaan manusia dan eksistensi manusia adalah suatu "tindak penyeimbangan" terus-menerus antara manusia dan dirinya. tidak pernah memiliki stabilitas sebagaimana yang terdapat dalam alam binatang. 1990: 75). melalui eksternalisasi. Hal tersebut dapat terjadi lantaran esensi kedirian manusia bersifat "terbuka". Sedangkan melalui internalisasi. baik secara individu maupun sosial. dan oleh karenanya eksternalisasi manusia tidak sama dengan binatang. misalnya: bahasa. dapatlah dinyatakan bahwa manusia merupakan produk dari masyarakat. "Objektivasi" adalah proses transformasi produk-produk aktivitas fisik maupun mental manusia menjadi suatu realitas yang berhadapan dengan produsernya dalam bentuk kefaktaan (faktisitas) yang eksternal dan berbeda dari produsernya sendiri. manusia dan dunianya (Berger. disebut sebagai "kebudayaan" atau "dunia manusia". 1991: 9). Karena kedua proses bukan merupakan hubungan kausal linear. Keseluruhan hasil eksternalisasi tersebut. sedangkan objektivasi merupakan proses yang berpasangan dengan subjektivasi. sedangkan binatang tidak dapat melakukannya. Ini dapat terjadi karena bentang historis manusia individual lebih pendek dibanding dengan bentang historis . maka tidak tepat bila dinyatakan bahwa proses yang satu merupakan sebab. manusia mampu membentuk "dunia"-nya secara "tidak terbatas". aktivitas mental manusia menciptakan simbol. masyarakat menjadi suatu "realitas" objektif. untuk menyesuaikan diri dengan produknya.Secara dialektis eksternalisasi merupakan proses yang berpasangan dengan internalisasi. Adapun aktivitas fisik manusia adalah menciptakan barang-barang atau pun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. setiap momentum proses merupakan sebab sekaligus akibat. selain alam natural). baik bahasa. dan lain-lain (Berger. Dalam kerangka pemikiran dialektis-fenomenologis. baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. 1991: 7). Namun melalui objektivasi. 1991: 8). Maksud "eksternalisasi" adalah suatu pencurahan kedirian manusia terus-menerus ke dalam dunia.

dan informal (tidak resmi dan tidak melembaga). Berbeda dengan sosialisasi primer. Oleh karena masyarakat berada baik sebagai kenyataan objektif maupun subjektif. Identifikasi paling mudah dari sosialisasi sekunder adalah "pendidikan" dalam arti yang sempit. Pada dunia industri. manusialah (pekerja pabrik) yang pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan mekanisme "ban berjalan". Proses penerimaan ataupun penyerapan "realitas objektif" ke dalam struktur subjektif kesadaran manusia. Melalui sosialisasi primer ini setiap individu mengenal dan memahami hubungan kekerabatan. antara sosialisasi primer dan sosial isasi sekunder. sosialisasi sekunder merupakan internalisasi sejumlah "sub-dunia" kelembagaan atau berdasarkan lembaga dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan khusus sesuai dengan peranannya dalam masyarakat (Berger. hubungan ekonomis. sehingga "pengetahuan individu" sesuai dengan "cadangan pengetahuan masyarakat" (social stock of knowledge). Sosialisasi dibedakan menjadi dua. 1990: 194-196). 1991: 10). Bagian terpenting dari momentum proses internalisasi adalah sosialisasi. yang pada akhirnya menentukan jenjang sosial dan pola hubungan antar manusia itu sendiri. yakni proses pembelajaran dalam masyarakat luas. dan melalui momentum proses eksternalisasi manusia membentuk "realitas objektif baru". justru oleh watak inheren manusia yang "terbuka". Sosialisasi primer berakhir bila konsep tentang "dunia objektif" telah terbentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. Melalui sosialisasi primer ini "dunia" setiap individu terbentuk. 1990:198). 1990: 187). bangsa. dalam arti manusia bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan "realitas objektif"-nya atau manusia "menolak realitas objektif' tersebut. sebagaimana ditemukan dalam pendidikan formal (resmi dan melembaga). berikut unsur-unsur ideasionalnya maupun tata hubungan internal dan eksternal antar unsur tersebut. Proses yang serupa juga terjadi dengan unsur-unsur nonmaterial dari kebudayaan. Manusia menemukan dan membuat bahasa. Masyarakat yang dihasilkan oleh sosialisasi primer adalah masyarakat dengan khazanah pengetahuan yang sangat sederhana. Pada unsur-unsur material kebudayaan. manusia pada akhirnya harus menyesuaikan diri dengan perangkat teknologis yang telah dihasilkannya sendiri. yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain sesuai dengan latar sosio-historis mereka (Berger. "Objektivitas" kebudayaan ini sendiri bukanlah "objektivitas" yang stabil. Pada dunia agraris --suatu misal-. disebut sebagai momentum proses internalisasi. Dari . maka perubahan kebudayaan manusia harus dipahami dalam dinamika momentum-momentum proses kebudayaan tersebut. dan juga tata nilai dalam masyarakat atau habitatnya. nonformal (tidak resmi tapi memiliki lembaga). Identifikasi sederhana terhadap sosialisasi primer dapat ditemukan dalam "pendidikan" menurut artinya yang luas. hubungan politis. namun pada akhirnya "dunia"-nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang telah diciptakannya sendiri. hubungan sosial.masyarakat dengan berbagai tingkat keluasan unit yang berbeda (suku. Sosialisasi primer adalah berbagai proses pengalihan " pengetahuan masyarakat" ke dalam kesadaran subjektif individu. Demikian pula manusia menciptakan lembaga-lembaga sosial. ras) (Berger.seorang petani dituntut untuk memiliki "pengetahuan" ataupun "keahlian" tertentu agar dia dapat menggunakan "cangkul" (alai teknologis). yang dimengerti sebagai pengimbasan individu secara komprehensif dan konsisten ke dalam dunia objektif suatu masyarakat atau salah satu sektornya (Berger. Identifikasi dan penentuan peranan pada sosialisasi sekunder dan dilandasi oleh tata nilai dan norma yang khusus pula.

Sikap dasar yang semula hanya berkembang pada ilmu-ilmu alam. atau pun antara "pendidikan mental" dan "pendidikan ketrampilan". Tidak perlu disangkal bahwa memang timbul gejala marginalisasi unsur-unsur "pengetahuan" lain. Dari sini lahirlah berbagai ―tradisi‖ metode maupun prosedur pengintegrasian pengetahuan. "dapat dipercaya sebagian". sehingga alam dapat dipelajari dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. 1984:180). walau tahap-tahap pengetahuan. ataupun dilain pihak ―membongkar‖ realitas objektif sebagaimana dijamin oleh teori-teori ilmu yang telah ada dan menggantikannya dengan ―realitas objektif yang baru‖ melalui teori-teori keilmuan yang baru. dan ilmu kehidupan inipun terbelakang lagi dibandingkan dengan ilmu alam (peursen. pada akhirnya merambah pula pada ilmu budaya-budaya manusia. Unsur terpenting dari sosialisasi sekunder dalam rangka menciptakan dan mempertahankan konsistensi adalah adanya pengandaian prosedur-prosedur konseptual untuk mengintergrasikan berbagai perangkat pengetahuan (Berger. ―Ilmu‖ merupakan komponen penting dari ―kebudayaan‖. "di luar jangkauan". 1984:191). Dalam kerangka tiga tahap perkembangan kebudayaan. sebagaimana nampak dalam penempatan "unsur-unsur pengetahuan nonilmiah" sebagai unsur pengetahuan yang berada di luar "objektivitas". juga sederet nama di bidang ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora. Contoh yang bisa dirujuk adalah tersingkirnya "ilmu rakyat" (folk science) dari "perbincangan satu meja" dengan tradisi "pengetahuan ilmiah". Dalam alam pikiran yang demikian manusia bersikap mengambil jarak terhadap alam sekitarnya. "meragukan". dan fungsional) ―tradisi ilmu‖ mulai timbul dalam alam pikiran ontologis (peursen. Tidak perlu dipungkiri pula bahwa "scientism" telah menjadikan kategori "ilmiah" sebagai matra pembeda antara "dapat dipercaya". Dari perkembangan tradisi keilmuan ini terlihat bahwa ―ilmu‖ memiliki peranan yang besar baik dalam menjaga ―stabilitas dunia objektif‖ melalui sosialisasi sekunder. antara "pendidikan sipil" dan "pendidikan militer". 1984: 185-189). dengan ―ilmu‖ dan ―teknologi‖ sebagai ―tradisi‖ yang paling menonjol di antara tradisi yang lain. 1991:201). bahkan kecendrungan akhir abad ini semakin memberi tempat bagi dominasi "ilmu" dalam menciptakan universumuniversum simbolik atau "dunia kemasuk-akalan". Dengan demikian adanya pemahaman yang memisahkan ―ilmu‖ dan ―kebudayaan‖ baik secara konseptual maupun secara faktual tidak dapat diterima lagi. Pemilahan antara "folk science". Dewasa ini dalam ilmu budaya manusia pun sudah muncul semacan pengetrapan teknis. sudah tentu merupakan bahaya bagi keseimbangan dan dinamika kebudayaan. Sejarah perkembangan ilmu telah mencatat beberapa ―pembongkaran dunia objektif‖ yang ―dirintis‖ oleh Copernikus (Jonas. (tahap mitis. sekalipun "folk science" masih dijadikan objek ilmu antropologi (Ziman. "science". 1971 : 80). dengan menyebutkan puncak peradaban manusia adalah masyarakat yang bermatra tunggal . ontologis. maupun "parascience" (mengatasi jangkauan ilmu) jelas mengindikasikan hal tersebut (Ziman. "pseudoscience" (setengah ilmiah)."pendidikan umum"dan "pendidikan kejuruan". teknik dan etika terbelakang sekali bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu kehidupan.landasan peran. Dapat dikatakan demikian karena pendekatan positivistik hanya menekankan dimensi material dari kebudayaan. dan norma yang berbeda dapat ditemukan dengan mudah perbedaan antara –misalnya-. 1984:185-186). atas peran empirisme dan positivisme. "Scientism" yang dilatarbelakangi metafisika positivistik yang "materialistic". tata nilai.

baik itu religi. 1971: 190-193). Ada sistem kebudayaan yang menekankan nilai teori. berurutan dari yang "keras" sampai dengan yang "lunak" adalah: matematika. Setiap kebudayaan memiliki hirarkhi nilai yang berbeda-beda sebagai dasar penentu skala prioritas (Suriasumantri. nilai estetis. filsafat. hampir semua komponen lain "berhubungan langsung" dengan teknologi. ideologi-ideologi politik. Dasar pemikiran dari pernyataan-pernyataan yang demikian berangkat dari pengertian dan asumsi yang berbeda de- . maupun subjektivitas manusia itu sendiri. D. 1982: 88). di samping ada sistem kebudayaan yang menempatkan nilai religius. dengan mendudukkan rasionalisme. empirisme dan metode ilmiah sebagai dasar penentu "dunia objektif". kecuali matematika. bagaimanapun meski diterima bahwa dalam sistem kebudayaan yang holistik. kebudayaan terdiri dari sejumlah besar unsur yang berbeda seperti lembaga-lembaga politik. Dari bagan yang yang disusun oleh Bunge. teknologi hanyalah salah satu komponen di antara komponen kebudayaan lainnya. tidak tepat bila ―teknologi‖ didudukkan dalam kutub oposisi dengan ―kebudayaan‖. dan seni rupa (The Liang Gie. Persoalan yang kemudian menuntut pemikiran bersama lebih lanjut adalah strategi pengembangan ilmu yang sungguh-sungguh mempertimbangkan unsur-unsur sistem "kebudayaan" yang lain secara integral dan integratif. sistem hukum. Dengan demikian dalam pendekatan sistem maupun dalam pendekatan fenomenologis. humaniora. sistem ekonomi. ―teknologi merupakan kelestarian lingkungan hidup manusia‖ memang tidak sepenuhnya salah. nilai sosial sebagai dasar dan orientasi seluruh unsur kebudayaan. Gejala yang nampak semakin luas adalah mulai ditinggalkannya "ideologi ilmu untuk ilmu". ideologi. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan Seperti telah disinggung di atas. "Ideologi" yang demikian jelas mengingkari hubungan dialektis antara "ilmu" sebagai unsur sistem "kebudayaan" dengan unsur sistem "kebudayaan" yang lain."pengetahuan ilmiah". 1987: 263). struktur ekonomi. teknologi juga tidak "stabil". atau "ilmu bebas nilai" (Ziman. Terlepas dari dapat diterima atau tidaknya "penyerderhanaan" yang dilakukan oleh Bunge. ilmu. Dan seperti unsur-unsur "realitas objektif' lain. kepentingan politis. Terdapat pula sistem kebudayaan yang menempatkan nilai ekonomi sebagai acuan dasar dari seluruh dinamika unsur kebudayaan yang lain. Pernyataan-pernyataan seperti ―teknologi merusak kebudayaan‖. Ada juga sistem kebudayaan yang meletakkan nilai politis sebagai dasar pengendali unsur-unsur kebudayaan yang lain. Komponen-komponen tersebut. struktur social. Kesalahan pemilihan strategi "pembelajaran" ilmu. yakni: teknologi. "scientism" pada akhirnya mendapatkan reaksi. Setiap pilihan orientasi nilai dari kebudayaan akan memiliki konsekuensi masing-masing baik pada taraf ideasional maupun operasional. paling tidak dengan munculnya reorientasi atau pun pengembangan orientasi baru bagi pengembangan ilmu. Sebagaimana watak yang sudah melekat pada "kebudayaan" manusia. akan mempunyai akibat langsung bagi integrasi kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan. Atau bila dikembalikan dalam perspektif fenomenologis Berger. Bunge menyusun daftar enam komponen kebudayaan yang memiliki hubungan timbal batik yang kuat dengan teknologi. nilai-nilai sosial. Berikut ini akan diulas lebih jauh proses dinamis kebudayaan dengan titik singgung komponen "terpenting" kedua dari kebudayaan. dan nilai-nilai religius. teknologi merupakan bagian dari "realitas objektif' sebagai hasil dari momentum proses eksternalisasi.

filsafat. Tidak perlu disangkal bahwa teknologi sangat berperan pada "pembongkaran" dunia manusia. yang buatan manusia. namun juga nonmaterial. tata nilai baru. 1985: 14-19).setelah masa itu manusia terlibat dalam pergulatan baru. ada baiknya disinggung sedikit tentang paradigma teknologi yang cukup dominan dewasa ini. teknologi ternyata telah melahirkan banyak masalah pada level teori-teori sosial. Gerakan pertama adalah gerakan yang berkembang dan . Dengan demikian . Bila pada masa Yunani Kuno manusia merenung dan berpikir tentang hakikat "dunia". teknologi lebih berperan membangun "unsur material" kebudayaan manusia. Perubahan dari kesadaran pertama yang berupa "berpikir tentang pikiran" (thinking of thinking) menjadi "berpikir tentang tindakan" (thinking of acting) merupakan perubahan yang esensial. yakni merenung dan berpikir -. Teknologi komputer dan jaringan Internet. yakni "dunia Cyberspace". Bila pada mileneum pertama sebelum Abad Masehi manusia bergumul antara dua aktivitas. Sejarah perkembangan teknologi telah memaparkan bahwa akar teknologi modern bukan berasal dari kebudayaan Asia atau Afrika. ed. Mengingat teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek material. teknologi yang juga merupakan bagian dari "realitas objektif' pada akhirnya memiliki peranan yang besar terhadap komponen kebudayaan yang lain. Mereka memandang "teknologi" sebagai "kebudayaan" (barat). filsafat. bahkan suatu "dunia" baru. secara sederhana menggambarkan pula peningkatan peran teknologi dalam kebudayaan manusia. yakni terkait dengan masalah "otonomi". "keadilan" "sejarah". Pada tingkat tertentu teknologi mengkondisikan "kebudayaan". maupun terhadap manusia sendiri. dan teologi meski berterimakasih terhadap teknologi karena diberi permasalahan baru sehingga ketiga bidang ilmu tersebut masih bisa berkembang! Berbeda dengan peran ilmu yang sangat besar dalam pembentukan dan pengkayaan universum simbolis manusia dalam "realitas objektif'. setelah Abad Masehi manusia berpikir dan bertindak terhadap "dunia". atau "produk kebudayaan" (barat) yang belum tentu sesuai dengan "kebudayaan yang lain" (nonbarat). 1986: 72). misalnya. Dari sini lahir anekdok bahwa ilmu sosial. pada akhirnya menuntut pembuatnya untuk menerima poles-poles hubungan baru. tentu timbul pertanyaan: Apakah perubahan unsur material dari "teknologi baru" rnensyaratkan "unsur nonmaterial baru" pula yang sesuai? Apakah perubahan aspek material dari teknologi membawa pula perubahan aspek nonmaterial dari teknologi yang bersangkutan? Atau dalam rumusan yang terbalik: Apakah adanya aspek nonmaterial tertentu merupakan syarat bagi adanya suatu produk teknologi? Atau dalam rumusan yang lebih sederhana: Apakah setiap sistem kebudayaan hanya sesuai bagi pengembangan teknologi tertentu? Sebelum menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh komponen-komponen kebudayaan yang lain terhadap teknologi. seperti halnya ―realitas nilai‖ yang terbentuk dalam momentum proses eksternalisasi. 1971: 139).ngan pendekatan sistem ataupun fenomenologis. yakni berpikir dan bertindak. Terdapat dua "gerakan" yang cukup dominan dewasa ini berkaitan dengan sifat paradigma mereka tentang tekonologi. telah mengkondisikan manusia baik secara individual maupun sosial secara berbeda dengan "dunia tanpa teknologi komputer". namun juga batas cakrawala pengetahuan manusia. Pada komunitas kebudayaan yang menjadi akar pertumbuhannya pun. Perubahan dari alam "theoria" ke alam "praxis". dan pemahaman manusia terhadap diri dan masyarakatnya (Menezes. "kebebasan". teologi. Bahkan teknologi sendiri memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan moral dari diri individu manusia (Moser. melainkan dari Eropa dan Timur Tengah (Ferkis dalam: Mangunwijaya. baik dunia material maupun dunia nonmaterial. Teknologi komputer dengan jaringan Internet-nya. Teknologi tidak hanya membuka batas-batas kemampuan fisik manusia.

1985: 79-80). Bereaksi terhadap pengembangan teknologi yang didasari paradigma positivistic tersebut. Dengan demikian. dalam: Mangunwijaya. yakni: (1) Keharusan teknologi. baik berkaitan dengan perumusan permasalahan. Jawaban manusia terhadap masalah-masalah teknologi tentu dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Pandangan-pandangan yang mewarnai paradigma teknologi yang demikian' jelas mengisolasikan teknologi dari komponen kebudayaan yang lain. Dengan cara berpikir yang demikian pula. dan membina teknologi memiliki kedudukan dan peran yang lebih penting dari yang lain (Fujimoto. Terdapat tiga ciri pokok paradigma teknologi dari gerakan pertama. ekonomi. bahwa struktur teknologi menentukan bahwa jenis teknologi hanya dapat ditangani oleh suatu kelompok orang tertentu. 1986: 85). namun juga berupa lembaga dan mekanisme kerja dalam masyarakat (Jacob. Sebutan yang populer untuk paradigma kedua ini adalah "teknologi tepat" (appropiate technology). maupun agama. lahir gerakan yang hendak mengembalikan teknologi pada jangkar sejarahnya. Bahkan terdapat kecenderungan kuat untuk menganggap teknologi sebagai "sistem tertutup". 1985: 78). Teknologi telah mempengaruhi cara pandang atau penilaian seseorang terhadap orang lain. segala pembicaraan tentang teknologi sebaliknya merujuk pada paradigma yang lebih spesifik. Terlebih-lebih teknologi tidak hanya berupa produk. lingkungan sosial. yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang dapat diterapkan wajib untuk diterapkan. yakni untuk kesejahteraan "semua orang". (4) Adanya kesadaran tanggungjawab jangka pendek dan jangka panjang. (2) Penghargaan yang tinggi terhadap desentralisasi. kiranya pandangan yang menilai teknologi dengan segala akibat negatifnya meski diletakkan dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". maupun pengelolaan teknologinya. 1985: 76-78). menggunakan. (3) Elitisme dalam teknologi. biotic. sedangkan gerakan kedua merupakan gerakan-gerakan yang menentang paradigma teknologi yang didasarkan atas asumsi-asumsi "scientism" dan positivisme. Sebuah sikap arogan dan pengingkaran yang serius terhadap akibatakibat nonteknologis terhadap komponen kebudayaan yang lain. dalam Mangunwijaya. (3) Pengutamaan kegotong-royongan dalam melaksanakan sesuatu. politik. Dasar dari kerangka pikir yang demikian adalah mengembalikan "teknologi" kepada "lingkungannya" yang sesuai dengan sistem kebudayaan tertentu.mendapatkan latar belakang filosofisnya dari "scientism" dan positivisme. yakni: (1) Pengutamaan usaha swadaya. Melalaikan kewajiban tersebut berarti pula menghalangi kemajuan. di samping hendak mengembangkan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis setiap masyarakat dengan orientasi utama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar (Menezes. Terdapat empat nilai yang dijadikan pegangan oleh gerakan ini. (2) Setiap masalah yang timbul karena teknologi akan dapat dipecahkan oleh teknologi pula. 1988: 810). Timbul anggapan umum bahwa mereka yang memiliki. dalam: Mangunwijaya. juga tanggungjawab sosial dan ekologis (Fujimoto. dengan paradigma teknologinya yang spesifik. Maksud utama dari gerakan kedua ini pada pokoknya hendak membongkar elitisme dalam teknologi dengan mengembangkan teknologi yang lebih demokratis (Fujimoto. yang setidaktidaknya terindikasi dari pernyataan bahwa masalah yang lahir oleh teknologi hanya dapat diatasi dengan teknologi. karena ternyata tidak ada paradigma tunggal tentang teknologi. pemecahan masalah. .

Bila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "relokasi industri" dari negara maju ke negara berkembang atau dari negara kaya ke negara miskin. dan "worker-intensive". maupun terhadap alam (Ferkis. Juga timbul masalah apabila yang dimaksud dengan "alih teknologi" adalah "transfer teknologi" dari negara maju ke berkembang. Reaksi-reaksi "marjinal" oleh gerakan anti-teknologi maupun oleh gerakan "teknologi tepat" agaknya tetap sulit menghasilkan "paradigma baru" yang diharapkan. dan pandangan hidup terhadap dunia. kerena bisa jadi "watak dasar" teknologi justru berlawanan dengan tujuan kebijakan tersebut. terhadap pengetahuan. di samping tendensi ekonomis dari para investor dalam mengembangkan kekayaannya. 1985: 29). yang pada intinya berorientasi pada efisiensi ekonomis dengan pengutamaan kendali pada elit pendukung finansial dan elit tenaga ahli. terhadap manusia. "labour-intensive". suatu kebijakan (policy) untuk "alih teknologi" meskinya juga diputuskan dengan mempertimbangkan watak yang melekat pada teknologi negara maju tersebut. teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat Eropa dan kemudian disebarkan ke seluruh dunia (untuk selanjutnya kita sebut: "teknologi barat"). "organitation-intensive". dalam: Mangunwijaya. atau pun "upah buruh rendah". ternyata memiliki: Pertama.Selain secara internal teknologi membawa berbagai dampak lingkungan alam per locus pada sistem kebudayaan yang melahirkannya. Telah banyak sekali bukti bahwa "transfer teknologi" berarti pula transfer sikap-sikap terhadap kerja. Memindahkan teknologi kemudian lebih bermakna sebagai "pemindahan kebudayaan". Akselerasi perlintasan "wilayah kebudayaan" oleh teknologi sudah semakin sulit dikendalikan dan melahirkan gejala-gejala yang tidak dikehendaki oleh manusia sendiri. akibat-akibat negatif teknologi terhadap lingkungan sosial lebih berakar pada masalah "komunikasi antar sistem kebudayaan" – terlebih semakin terbukanya hubungan antar sistem kebudayaan oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi. . Atas kepentingan perlindungan investasi pula beriringan dengan issue-issue lingkungan dan issue-issue hak azasi dijadikan senjata oleh negara maju dalam menekan negara berkembang. beberapa persoalan khusus yang dihadapi oleh negara-negara berkembang berkaitan dengan teknologi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan masalah yang murni "teknologis" melainkan terkait terutama dengan aspek politis dan ekonomis. Selain atas dasar kerangka pikir "kebudayaan". Dewasa ini produk suatu teknologi dengan perangkat lunaknya dan sistem nilai dibalik teknologi tersebut dengan mudah melintasi "wilayah-wilayah kebudayaan". watak ekonomis yang: "capital-intensive". terhadap kekuasaan. Pemindahan perangkat "keras" dan "lunak" dari teknologi kemudian berarti pula pemindahan gaya hidup. Sudah sejak dimulainya revolusi industri di Eropa. maka kunci permasalahannya terletak pada kemauan politik dari negara maju tersebut. "Alih teknologi" kemudian lebih banyak menimbulkan pertanyaan dari pada memberi jawaban yang tuntas terhadap "kesenjangan teknologi" antara negara maju dan negara berkembang. pola konsumsi. Oleh karenanya. "deregulasi". sehingga negara berkembang dan negara miskin makin lemah posisinya dalam "tawar-menawar" mengenai teknologi dan industri yang bagaimana yang meski dikembangkan. ed. Investor yang menjadikan ketiga hal tersebut sebagai dasar pertimbangan "relokasi industri" jelas lebih digerakkan oleh motivasi ekonomis dari pada maksud mulia untuk "alih teknologi". Terminologi yang bermain kemudian adalah "stabilitas politik". karena sangat sulit kiranya "memindahkan teknologi" tanpa menyertakan pula "kebudayaan" yang melatarbelakangi teknologi tersebut. "research-intensive".

iklan-ikian di berbagai media massa merupakan "nabi-nabi" bagi penciptaan kebutuhan baru. teknologi barat telah melahirkan struktur kebudayaan yang: (a) Memandang ruang geografis dengan kaca mata pusat-pinggiran. sulit kiranya untuk tidak menyebut "alih teknologi barat" sebagai "invasi kebudayaan barat". dan memahami hubungan antar bagian sebagai hubungan mekanistis sehingga perubahan pada satu bagian menuntut adanya penyesuaian pada bagian lain. (d) Kecenderungan untuk memandang manusia sebagai tuan atas alam dengan hak-hak yang terbatas (Menezes. sedangkan bagi negara atau masyarakat "konsumen teknologi". Asumsi dasar produsen adalah "menciptakan kebutuhan". Dengan demikian perbincangan tentang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dapat ditilik dari dua sudut pandang. 1986: 82-83). Masing-masing pilihan mengandung konsekuensi yang berbeda terhadap komponen-komponen kebudayaan yang lain. dan memuaskan hasrat manusia yang tak berbatas. Dengan mempertimbangkan watak teknologi barat yang demikian. Sedangkan paradigma "teknologi tepat" lebih menuntut kearifan manusia untuk "hidup secara wajar". Dari sudut pandang teknologi terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau dalam paradigma "teknologi tepat".Kedua. bagi negara atau masyarakat pengembang teknologi. dan ini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalam kerangka "komunikasi antar sistem kebudayaan". suatu "konsumsi teknologi baru" bisa bermakna: inkulturasi kebudayaan. teknologi barat ternyata bersifat melanggengkan sifat ketergantungan. Mata rantai produsen dan konsumen terputus. Ketergantungan ini terkait baik dengan teknik produksi maupun dengan pola konsumsi. alkulturasi kebudayaan. dengan dunia barat sebagai pusatnya. Globalisasi merupakan bukti betapa "gelombang invasi" terjadi dengan dahsyatnya. dalarn arti produsen menentukan produk lebih berorientasi pada "kemajuan teknologi". yakni dari sudut pandang teknologi dan dari sudut pandang kebudayaan. Sehingga. struktur kebudayaan. menguras. ditinjau dari aspek sosial. atau bahkan "invasi kebudayaan". bagaimanapun teknologi dewasa ini merupakan anak kandung "kebudayaan barat". (b) Adanya kecenderungan untuk melihat waktu sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemajuan dan berkembang secara linear. Paradigma teknologi positivistis yang didasari oleh metafisika materialistis jelas memiliki kekuatan dalam menguasai. Ketiga. . (c) Adanya kecenderungan untuk memahami realitas secara terpisah. Dari sudut pandang kebudayaan. suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses eksternalisasi dalarn rangka membangun "dunia objektif' yang baru.

6) Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral. seperti orang tua dan guru. Etika deskriptif hanya melukiskan. Sumber langsung ajaran moral adalah pelbagai orang dalam keduclukan yang berwenang. 14) Norma adalah alai tukang kayu atau tukang bate yang berupa segitiga. Moral. wejangan. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. etika dalam pekerjaan. motivasi suatu perbuatan.BAB IX ETIKA KEILMUAN A. Etika dan moral sama artinya. Pads perkembangannya norms diartikan garis pengarah atau suatu peraturan. gerakan-gerakan. dan sebagainya. suara hati sulit untuk dinilai. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. dan sebagainya. Menurut Sunoto (1982) etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. dan tulisan para bijak. dan norma moral. sedangkan yang dikerjakan dengan ticlak sadar tidak dapat dinilai baik buruk. norma hukum. Etika normatif dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. menceritakan apa adanya. Jadi. hlm. khotbah. Antara Etika. Frans Magnis Suseno (1987) membedakan ajaran moral dan etika. watak. etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. Adapun etika normatif sudah memberikan penilaian yang baik dan yang buruk. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia yaitu yang menyangkut perbuatan. hlm. Norma. tingkah laku. Dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Ajaran moral adalah ajaran. seperti apakah nilai. Etika mau mengerti ajaran moral tertentu. atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada seclikit perbedaan. yang harus dikerjakan dan yang tidak. Contohnya sejarah etika. Kemudian norms berarti sebuah ukuran. Moral dan atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Adapun motif. peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. tidak memberikan penilaian. yaitu norma sopan santun. 1982. 1987. seperti etika pergaulan. Perbuatan atau tingkah laku yang dikerjakan dengan kesadaran sajalah yang dapat dinilai. bukan etika melainkan ajaran moral. Yang mengatakan bagaimana kita harus hidup. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada. (Frans Magnis Suseno. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. . suara hati. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. menggambarkan. tetapi filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. kata-kata dan sebagainya. para pemuka masyarakat dan agama. (Sunoto. Misalnya dalam suatu masyarakat pasti berlaku norma umum.

Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampai kepada kehendak yang sadar. Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memperhatikan kodrat manusia. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masamasa lalu. Kehendak baik ialah jika perbuatan kehendak mewujudkan suatu bagian dari perkembangan yang sesuai dengan gagasan yang jelas dan aktual. 1990. (Harun Hadiwijono. kepentingan generasi mendatang. Akan tetapi. Kehendak jahat ialah jika perbuatan kehendak diikat oleh gagasan yang tidak jelas. harus menyadari juga apa yang seharusnya dikerjakan atau tidak dikejakan untuk memperkokoh . Apa yang benar-benar kita kehendaki telah terkandung sebagai benih di dalam nafsu alamiah yang gelap. menjaga keseimbangan ekosistem. 2002) Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut mengupayakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dalam kehidupan manusia. melainkan atas kekuatan berproduksi. Hal ini disebabkan oleh kemakmuran yang dialami pada zaman industri bukan didasarkan atas perampasan dan penaklukan. Arti Kesusilaan Leibniz seorang filsuf pada zaman Modern berpendapat bahwa kesusilaan adalah hasil suatu "menjadi" yang tedadi di dalam jiwa. (Achmad Charris Zubair. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia. Kesusilaan hanya berkaitan dengan batin kita. merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. bertanggung jawab pada kepentingan umum. hlm. C. sedang pada zaman negara industri hal itu dianggap hina. Problema Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan dari ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan kadang-kadang mempunyai pengaruh pada proses perkembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi. kebajikan keprajuritanlah yang dihormati. Menurut filsuf Herbert Spencer. pengertian kesusilaan dapat berubah. Hal ini tentu saj a menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar apa yang diwujudkannya dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh. di antara bangsa berbagai pengertian kesusilaan sama sekali berbeda-beda. Akibat pandangan itu orang hanya dapat berbicara tentang kehendak yang baik dan jahat. yang berarti sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri. Penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan baik alam maupun manusia. Segala perbuatan kehendak kita sejak semula telah ada.45) Oleh karena itu. 44 . sekarang maupun apa akibatnya bagi masa depan berdasar keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. martabat manusia.B. dan bersifat universal. tugas kesusilaan pertama ialah meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. Tanggung jawab etis. Pada zaman negara militer.

Perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. 1. Tanpa keinginan melayani kepentingan segelintir orang. D. Sikap ini berlanjut pada mana Aufklarung. yakni bebas dari pengaruh eksternal seperti faktor politis. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu. Pendirian ini diwarisi Habermas dari pandangan Husserl yang melihat fakta atau objek alam diperlukan oleh ilmu . agama. Ilmu: Bebas Nilai Atau Tidak Bebas Nilai Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Rene Descartes dengan sikap skeptismetodisnya meragukan segala sesuatu. Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri. Nilai-nilai itu harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu mengandung tujuan atau rasional. maka ilmuwan sosial tidak beralasan mengajarkan atau menuliskan itu semua. budaya. bisa dipahami mengingat di satu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan. Tokoh sosiologi. sedang di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya. Weber. Jadi sesuai dengan pendapat Van Melsen (1985) bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat ataupun meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusianya itu sendiri. dan unsur kemasyarakatan lainnya. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan sosial melakukan aktivitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang ilmu sosial mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu atau tidak bias. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreativitas manusia itu sendiri. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. yaitu sebagai berikut. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan yang tersedia clan penentuan diri. Bebas nilai yang dimaksudkan sebagaimana Josep Situmorang (1996) menyatakan bahwa bebas nilai. artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. karena nilai etis itu sendiri bersifat universal. menyatakan bahwa ilmu sosial harus bebas nilai. yang buruk dan yang baik. 3. budaya. 2. tetapi ilmu-ilmu sosial harus menjadi nilai yang relevan. Tokoh lain Habermas sebagaimana yang ditulis oleh Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2001) berpendirian teori sebagai produk ilmiah tidak pernah bebas nilai. Ilmu harus bebas dari berbagai pengandaian. ideologi.kedudukan Berta martabat manusia yang seharusnya. Paling tidak ada tiga faktor sebagai indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. Persoalannya adalah ilmu-ilmu itu berkembang dengan pesat apakah bebas nilai atau justru tidak bebas nilai. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia saja. Suatu sikap moral yang sedemikian itu tidak mempunyai hubungan objektivitas ilmiah. yakni kedewasaan untuk mengerti mana yang layak dan yang tidak layak. baik dalam hubungannya sebagai pribadi. kecuali dirinya yang sedang raguragu (cogito ergo sum). 2001) Kehati-hatian Weber dalam memutuskan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam. (Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. Kemajuan di bidang teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya.

E. Ilmu sejarah dan hermeneutika juga ditentukan oleh kepentingan praktis kenclati dengan cara yang berbeda. Fakta atau objek itu sebenarnya sudah tersusun secara spontan dan primordial dalam pengalaman sehari-hari. 1984/1985. bahasa. Kepentingannya adalah memelihara. Di samping itu. hlm. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan otoritas. merasa. Ilmu pengetahuan alam tidaklah netral. secara ontologis ilmu bersifat netral terhadap mlai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. dalam Lebenswelt atau dunia sebagaimana dihayati. Pekerjaan merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam. yaitu pekerjaan.pengetahuan sebagai kenyataan yang sudah jadi. 88) Dalam kaitannya dengan kaidah moral bahwa dalam menetapkan objek penelaahan. 1985. F. Pendekatan Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh . metode. Suriasumantri. landasan epistemologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Jujun S. sumber. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. 1985. Dalam kaitan dengan ilmu. Suriasumantri. Setiap kegiatan teoretis yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. hlm. h1m. bahasa merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika. 34). dan mencampuri permasalahan kehidupan. 34-35) Landasan epistemologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. serta memperluas bidang aling pengertian antarmanusia dan perbaikan komunikasi. Setiap ilmu pengetahuan mengambil dari Lebenswelt sejumlah fakta yang kemudian diilmiahkan berdasarkan kepentingan praktis. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang. dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan? (Jujun S. Dalam kaitan dengan ilmu. merendahkan martabat manusia. Pendekatan Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Habermas menegaskan lebih lanjut bahwa ilmu pengetahuan alam terbentuk berdasarkan kepentingan teknis. karena isinya tidak lepas sama sekali dari kepentingan praktis. sedang otoritas merupakan kepentingan ilmu sosial. landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistemologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.

pengetahuannya berdasarkan: (a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. dan terbuka. Dalam hal ini. logis. Oleh karena itu. ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia. Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. 1984/1985. H. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. Sikap Ilmiah Yang Harus Dimiliki Ilmuwan Ilmu bukanlah merupakan pengetahuan yang datang demikian saja sebagai barang yang sudah jadi dan datang dari dunia khayal. 1984/ 1985. Namun selain itu masalah mendasar yang dihadapi ilmuwan . 1985. ideologi. setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. kritik terhadap kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. (b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama. Suriasumantri. Sebagai landasan ilmu. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis. hlm. atau agama. ilmu merupakan suatu cara berpikir yang demikian tentang sesuatu objek yang khas dengan pendekatan yang khas pula sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang ilmiah. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. G. Akan tetapi. 9) Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. dan kelestarian atau keseimbangan alam. (c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap. martabat manusia. hlm. h1m. ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan. prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan normanorma moral atau profesional? (Jujun S. dalam proses kegiatan keilmuan setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran. Ilmiah dalam arti sistem dan struktur ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Pendekatan Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi. 34-35) Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. 91) Dalam kaitan dengan moral. tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup Yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras. ia terbuka untuk diuji oleh siapa pun. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. rasional. objektif. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya.

artinya suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi. Misalnya hipotesis yang beragam. 3. Sikap ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan menurut Abbas Hamami M. 5. Manusia yang merupakan bagian alam tidak hanya bagian yang terlepas darinya. ilmuwan. Sesuai dengan martabatnya. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. manusia harus senantiasa menjaga kelestarian alam dalam keseimbangannya yang bersifat mutlak pula.. Oleh sebab itu. dapatkah ilmu yang kokoh. (Abbas Hamam M. yaitu moral khusus ilmuwan. Bersikap selektif. penting bagi para ilmuwan memiliki sikap ilmiah. atau cara penyimpulan yang satu cukup berbeda walaupun masing-masing menunjukkan akurasinya. Manusia senantiasa berintegrasi dengan alamnya.. Kewajiban ini merupakan kewajiban moral tidak saja sebagai manusia biasa lebih-lebih seorang ilmuwan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang juga bersifat mutlak. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak 2. Akan tetapi. moral dan akhlak amat diperlukan. melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara social untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. 4.(1996) sedikitnya ada enam. 1. Di smilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. Memang tidak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar. manusia yang merupakan bagian alam harus senantiasa merupakan pusat dari alam itu. metodologi yang masing-masing menunjukkan kekuatannya. Oleh karena itu. serta dapat dipertanggungjawabkan kepada'ruhan. Artinya. Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alai-alai indra serta budi (mind). hlm. Manusia sebagai makhluk Tuhan bersama-sama dengan alam dan berada di dalam alam itu. selaras dengan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya. yaitu sebagai berikut. Hal ini disebabkan oleh sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness). tampaklah bahwa di antara manusia dengan alam ada hubungan yang bersifat keharusan clan mutlak. Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belied dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian. Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral. Dengan demikian.setelah ia membangun suatu bangunan yang kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. Manusia akan menemukan pribadinya dan membudayakan dirinya bilamana manusia hidup dalam hubungannya dengan alamnya. 1996. . kuat. yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi. 161) Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap.

Bahkan diharapkan manusia akan semakin percaya pada ilmu yang membawanya pada suatu keadaan yang membahagiakan dirinya sebagai manusia. Misalnya. serta menepati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. belajar. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Yang perlu diperhatikan bagi para ilmuwan khususnya di Indonesia adalah sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. mampu menumbuhkan kreativitas untuk penciptaan kesempatan baru dan tahan uji. 6. sistem politik. dalam kegiatan membaca. etika kedokteran. Di samping sikap ilmiah berlaku secara umum tersebut.pugs terhadap penelitian yang telah dilakukan. lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara. atau apa saja yang hendak menyimpangkan tujuan ilmu. dan riset sebagai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. pada kenyataannya masih ada etika keilmuan yang secara spesifik berlaku bagi kelompok ilmuwan tertentu. inventif. Hal ini sudah barang tentu jika pada diri para ilmuwan tidak ada sikap lain kecuali pencapaian objektivitas dan demi kemajuan ilmu untuk kemanusiaan. yang tercermin dalam perilaku kreatif. Di samping itu. . Tujuan ilmu yang dimaksud adalah objektivitas yang berlaku secara universal dan . Seorang ilmuwan harus memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia. inovatif.komunal. serta etika profesi lainnya yang secara normatif berlaku dan dipatuhi oleh kelompoknya itu. sehingga selalu ada dorongan untuk riset. Norma-norma umum bagi etika keilmuan sebagaimana yang dipaparkan secara normatif berlaku bagi semua ilmuwan. etika politisi. disiplin dalam berpikir dan berbuat. Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai clan memanfaatkan waktu. Hal ini karena pada dasarnya seorang ilmuwan tidak boleh terpengaruh oleh sistem budaya. serta pantang menyerah. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan. Taat asas dan kepatuhan terhadap norma etis yang berlaku bagi para ilmuwan diharapkan akan menghilangkan kegelisahan serta ketakutan manusia terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. meneliti. cipta. dan karya. rintangan. etika bisnis. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. khususnya etika keilmuan dijelaskan bahwa etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. berkarya. mampu mengubah tantangan menjadi peluang. menulis. dan komunikatif. dan tantangan dalam kehidupan. sistem tradisi. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa.

Penggunaan istilah teori sering dianggap tidak tepat karena berdasarkan asumsi tertentu. seperti juga bidang lainnya. dan theory of Five Arts. theory of fine arts. theory of taste. istilah-istilah yang sering tampil berkaitan dengan estetika adalah filsafat keindahan (philosophy of beauty). garis. yaitu 'fine art' yang kadang-kadang disebut sebagai seni halus. perilaku dan pemikiran seniman. Dalam Abad Pertengahan dan awal Abad Modern. Selain itu. Baumgarten dikenal sebagai seorang filosof yang berjasa mengangkat estetika sebagai cabang tersendiri dalam filsafat. Adapun estetika atau filsafat seni mencari landasan atau asumsi sehingga teori keindahan lebih tepat dianggap sebagai kajian ilmiah dalam membahas fenomena atau wujud kesenian daripada dasar-dasar bagi wacana seni. bahkan persamaan dengan filsafat seni. filsafat keindahan yang saat ini lebih banyak dianggap sebagai bagian dari aksiologi. istilah filsafat diganti dengan teori. Buku tersebut menjelaskan bahwa estetika adalah pengetahuan tentang sensuous. ialah jenis seni yang khusus menyangkut seni rupa. Alexander Gottlieb Baumgarten.1976). Terdapat pengertian lain. Adapun yang dimaksud dengan "Teori Lima Seni" (theory of Five Arts) adalah teori seni yang menyangkut permasalahan seni lukis. filsafat seni. yang didalamnya termasuk nilai. 1. Pada masa Yunani Kuno masalah estetika antara lain dibahas oleh Socrates dan Plato. sehingga namanya menjadi theory of beuauty. dan bidang yang halus. Boleh jadi istilah itu muncul karena lukisan dibuat dengan cara atau tindakan lembut atau hasilnya berupa goresan -goresan warna. tidak cukup jelas. serta persoalan estetika dan seni dalam kehidupan manusia (The Liang Gie. Tahun 1750 buku Baumgarten berjudul Aesthetics terbit dalam dua jilid. Selain itu. Dalam bahasa Yunani. pengalaman. arsitektur. dapat dibahas dalam lingkup estetika filsafati dan estetika ilmiah. Estetika. Bagaimana proses terjadinya istilah itu. sedangkan aisthesis berarti persepsi indrawi. lebih banyak dibicarakan dalam metafisika. dalam memahami estetika. Estetika Filsafati Menurut The Liang Gie.BAB X. sajak dan musik. . dianggap sebagai tokoh pertama estetika modern yang membedakan antara pengetahuan intelektual (intellectual knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan tegas—dan pengetahuan inderawi (sensuous knowledge)—yang disebutnya sebagai pengetahuan kabur. dengan mendasarkan diri pada pendapat Leibniz. Pada zaman Yunani Kuno. ESTETIKA Estetika merupakan bagian aksiologi yang membicarakan permasalahan keindahan. dan filsafat kritik. khususnya teori kesenian yang untuk sebagian besar mempunyai kaitan. terdapat pula istilah 'kritik seni' atau 'tinjauan seni'. kita perlu memahami istilah lain yang berhubungan dengan kesenian. seni. Dalam bahasa Inggris. seni pahat. aiesthetika berarti hal-hal yang dapat diserap oleh pancaindra. filsafat citarasa.

Bernard Bosanquet (1961) dalam bukunya A History of Aesthetic menyatakan bahwa teori aestetika merupakan cabang filsafat. Hal itu berkaitan dengan objek persepsi yang biasa terhadap orang dengan tujuan-tujuannya. Dalam menelaah masalah estetika. melainkan pemikiran kebangsaan menyangkut perkembangan pemikiran yang panjang mengenai ha-hal yang berada di luar kebiasaan. hanya satu yang dapat dianggap sebagai judul yang lebih tepat bagi "teori estetika". akar dari ilmu kesenian. Isi legendaris mengenai kesenian ini bukanlah pekerjaan penyair atau seniman formatif. berupa hasil perenungan. menurut kaum Hellenistik bahwa seni pertama kali muncul sebagai reproduksi dari realitas. sedangkan wacana tentang hakikat. . atau estetika. Apakah hakikat keindahan merupakan karakteristik presentasi yang dialarni? Pikiran Hellenik menjawabnya secara formal. Jadi. adal ah i l m u pengetahuan mengenai kesenian. Prinsip Estetika Prinsip estetika yang menjadi bahan pertirnbangan ditemukan pada antikuitas Hellenistik secara umum. kita perlu berbicara mengenai kedudukan dan peranannya dalam sejarah pemikiran pada masa lalu. dan lahir untuk keperluan pengetahuan. asumsi metafisika merupakan subjek untuk reservasi dalam hubungannya dengan cara eksistensi yang kurang solid dan lengkap daripada yang terdapat dalam objek untuk mengambil suatu penilaian. 2. keindahan. Teori yang bersangkutan dengan keindahan. aestetika pertama kali ditujukan kepada mereka yang membutuhkan minat filosofis dalam memahami tempat dan nilai keindahan dalam sistem kehidupan manusia. sehingga filsafat estetika tidak seharusnya begitu saja disebut sebagai teori estetika. Asumsi metafisikal diperuntukkan dalam membangun pikiran bahwa representasi artistik tidak lebih daripada realitas biasa. Namun. penciptaan seni sajak dan seni formatif Hellenik dianggap sebagai panggung pertemuan (intermediate) antara relegi praktis populer dan refleksi kritis atau filosofis. khususnya Yunani Kuno. Adapun dua prinsip lainnya lebih dekat pada masalah-masalah moral dan metafisika. Prinsip ini dapat diberikan sebagai prinsip bahwa keindahan mengandung ekpresi imajinatif dan sensuous mengenai kesatuan dalam kemajemukan. Secara singkat w acan a ya ng m en ya n gkut h u k u m -hukum keseni an. sebagaimana diartikan oleh pemikir-pemikir utama pada periode yang berbeda dalam sejarah dunia.Tentunya kita perlu membedakan estetika sebagai bagian dari filsafat dan estetika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Bosanquet menyatakan bahwa. mempunyai tiga prinsip yang membangun kerangka kerja spekulasi Hellenistik mengenai alam dan nilai keindahan. Prinsip ketiga dianggap sebagai kondisi ekspresi yang abstrak. Hal tersebut merupakan alasan yang ditentang analisis estetik karena berpegang teguh pada signifikan konkret mengenai keindahan dalam diri manusia dan alam. bukan eksperimen dan pengalaman-pengalaman lahiriah. meskipun akar keduanya adalah asumsi metafisika yang juga memadai untuk batasan analisis estetika. bukan sebagai bimbingan praktis untuk menilai dan membentuk sesuatu yang bernilai estetis. yaitu filsafat estetika. Dengan demikian. Alasannya. ialah realitas seperti direpresentasikan terhadap sense persepsi dan perasaan normal.

Banyak orang berpendapat bahwa meskipun tidak ada hukum-hukum estetika. Teori-teori mereka biasanya menolak pendapat bahwa konsep-konsep estetika dapat bersifat universal. sangat mudah untuk menyatakan bahwa masalah keindahan adalah nyata dalam kemungkinan yang paling kasar sehingga menghendaki ketidakmampuan total untuk memecahkannya. Konsep-konsep estetika tidak memainkan peranan penting dalam diskusi atau perd ebatan. Konsep Estetika Konsep estetika berasosiasi dengan istilah-istilah yang mengangkat kelengkapan estetika dan mengacu pada deskripsi serta evaluasi mengenai pengalaman-pengalaman yang melibatkan objek. satu kejadian artisitik dan estetik. "Apa yang dapat seni perbuat. lebih daripada yang dilakukan alam? " Timbul pertanyaan lain. Dengan kata lain.berakar pada perasaan pribadi mengenai rasa senang dan sakit. juga menyatakan bahwa konsep-konsep itu memiliki objektivitas tertentu dengan dasar bahwa pada taraf estetika murni. Misalnya keindahan secara empiris. untuk menerima imitasi atas alam dengan pengertian yang paling luas sebagai fungsi seni. Pada abad ke-20. Teori-teori masa kini menarik. untuk jawabannya kita telah mengangkat pertanyaan spesifik mengenai ilmu estetika. atau bahwa musik simfoni memiliki empat gerakan dan dikonstruksikan dengan aturan dan harmoni Barok. indra tidak menyentuh pertanyaan. bahwa konsep estetika merupakan contextdependent—dikonstruksi di luar pendapat dan kebiasaan. Artinya bahwa materi presentasi keindahan merupakan sesuatu yang diangkat dari objek persepsi. Dalam hal ini. akan menjadi menyenangkan. logis. Misalnya. perasaan sakit dan senang merupakan respons yang universal. psikologis. Pada abad ke-18. telah diangkat sebagai perlengkapan analog dengan hal yang telah diangkat mengenai konsep-konsep itu. Terdapat beberapa hal mengenai masalah estetika yang penting untuk memahami apa . seperti semua bunga mawar adalah indah. jadi mereka melihat suatu dasar untuk objektivitas reaksi-reaksi pribadi. Terhadap teori kepandaian timbul pernyataan baru. sama sekali tidak dapat digunakan. dan metafisik. Dalam objek persepsi terdapat suatu baris yang tidak mungkin diatasi dalam rnenghadapi identifikasi keindahan dengan ekspresi spiritual yang hanya dapat ditangkap oleh persepsi tingkat tinggi. Pertanyaan-pertanyaan epistemologis. "Bilamana suatu realitas menampilkan diri?" 3. Kant menyatakan bahwa konsep estetika secara esensial bersifat subjektif. "Dalam segi apakah? " jawabannya adalah dalam hal kondisi dan karakter umum. beberapa filosof berargumentasi lain bahwa konsep-konsep estetik tidak secara esensial berbeda dengan tipe-tipe konsep lainnya.Objek persepsi umumnya dianggap sebagai standar seni. filosof seperti Edmund Burke dan David Hume berusaha menerangkan konsep estetika. tidak hanya tidak ada jaminan bahwa istilah harmoni akan memiliki arti yang sama pada kultur yang berbeda. Apakah suatu realitas dapat ditampilkan kembali sebagai keindahan. dengan cara menghubungkannya dengan respons-respons fisik dan psikologis serta mengelompokannya ke dalam tipe-tipe penghayatan individual atas objek-objek dan kejadian-kejadian yang berbeda. dan telah mengembangkan pertimbangan psikologis untuk mencoba melahirkan keunikan epistemologis dan logis mengenai konsep estetika. para filosof kembali mengacu pada analisis Humean mengenai konsep-konsep estetika melalui patokan cita rasa kemanusiaan.

umumnya yang harus diutamakan dan didahulukan adalah nilai estetis. Menurutnya. Hal ini menjadi problematik. aestetisme diartikan sebagai teori. Tetapi konsepsi sikap estetis ini tidak tepat untuk mencapai maksud utama dari penempatan sikap estetis itu. penilaian atas cita rasa tidak didasari alasan apa pun. Dengan demikian. Sementara itu. Mengenai istilah aestetisme. Hal ini menyebabkan seni cenderung terpisah dari aktivitas manusia lainnya. Hal ini mengasumsikan bahwa dalam setiap kejadian estetis. Neokantianisme beranggapan bahwa penilaian estetis pertama kali bersangkutan dengan kesenian itu sendiri. Pengertian pertama adalah aliran filsafat dan orang-orang yang menghadapi permasalahan apa pun atau dalam berkarya apa pun senantiasa mengutamakan dan mendahulukan nilai-nilai estetis. memiliki anggapan dasar gagasan estetik. Tanner. Bahkan. Secara definisi. atau hidup dari dunia seni atau akuntansi. sikap estetis. Mengenai pengertian kedua.yang nyata terjadi dalam kehidupan. Mautner (1999) rnenyatakan adanya dua pengertian yang umum dipahami dan dipakai orang. setiap objek yang terdapat di dalamnya dinilai secara identik. Budd dalam Craig (2005) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan sikap aestetis adalah cara kita menganggap sesuatu dan jika hanya menangkap inti estetis di dalamnya. Misalnya Goethe. terutama berlandaskan pandangan idiosinkretis Kant mengenai moralitas. pokok atau minat estetis dalam suatu objek merupakan pokok atau minat dalam kualitas-kualitas estetisnya. Pandangan tersebut adalah mengenai moralitas sebagai serentetan issu imperatif dalam hubungannya dengan perintah dengan alasan-alasan praktis. Hal itu merupakan sikap yang diperlukan untuk melengkapi minat estetis dan dikarakterisasikan secara mandiri untuk estetika. Para seniman tidak harus termasuk dalam aliran ini. maka terdapat sikap estetis yang tunggal. Mengenai hubungan etika dan estetika. jika perhatian kualitas-kualitas estetis dapat diterangkan secara uniform. Sehubungan dengan itu. Maksud definisi estetis ini bahwa sikap estetis yang dipahami sebagai setiap yang ditujukan pada kualitas-kualitas estetis objek. seperti keseimbangan dalam bertingkah laku dan menilai situasi atau gejala apa pun. jika identitas sikap ditentukan feature -feature. bukan untuk maksud dan fungsi lain yang dimungkinkan. bukan masalah ia seniman atau bukan. Seyogianya seni dinilai atas dasar ukuran seni itu sendiri. pertanyaannya adalah apakah terdapat karakterisasi sikap estetis yang memcirikan hakikatnya tanpa secara eksplisit mengantarkan pada konsep estetik? Tidak ada alasan yang baik untuk menanggapi hal tersebut. . menyatakan bahwa dalam kehidupan. Aestetisme merupakan inti dari fart pour fart. dan tidak dapat digunakan untuk menganalisisnya. moralitas terutama berhubungan dengan tindakan dan dapat diulang. bahwa seni memiliki nilai intrinsik. serta hubungan estetika dan etika. menyatakan bahwa antara penilaian estetika dan etika telah melahirkan subjek materi estetika. tidak ada sesuatu pun sebagai sikap estetis. Teori ini banyak didukung pada abad ke-19. Pertama adalah tentang aliran estetis atau aestetisme. maka itu diarahkan. khas untuk setiap kejadian. ialah minat di dalam kualitas estetis menyangkut hal yang dibicarakan. Ada seniman yang dalam berkarya menghitung-hitung lebih dahulu lakutidaknya karya tersebut. Hal ini menyangkut nilai kehidupannya. sebagaimana dikutip Craig (2005). dengan kekhasannya.

 503..3.3 089073.. 57 ./.78:/:95.3/.7..9:7..3 /. .: 5. -07. /..73 /.: 5.9.9.3 5498 2907  .:.2 .98 -.9.32070.:. 203...9.3 .33. :39: 50302-.8: /./.843. 203.7 0/:.7 99 5.3848442:  . # 2038. 90344 .3 848.9.2 8080/07.03.3 39073.-:7.: 2094/0 503::7. 574/: .357385 57385.3     !02-0/.3 089073.3 :39: 202-:.9 . 2: /507-3.:.2.7 8:/:9 5.8 2.91 .. 80.9..3 9039.3 .3 :39: 203.3..5.3 /.3  80/..7.30 -07./... 3 207:5. 80-..7 70..8. 8:/:9 5.. 2: /507-3./. .357480/:7. 2.3 0      .8 /:.8  2. ./.3/.3 57385 ..8 -0..2:3 90. 90780-:9 203.3 . 2: /.30 2020275.3 /.3 /7 5.3/..3 /044 %0 . 092448  .: 0.203.9/-0/.7:3.3/.3. 2: . 02..:.9.3 2.391 .9.7.3 80-.7950309. 89. 8./8 :3.73.910-2030..7 .3 / -/. 90.9. 2: 3/:897.9..8 2.3 2: 3/:897./.9.:. 9././03.8 2: 808:3:3.3.3 3897:2039.:.2.9.:2094/0803 #:308  %0.:-:3.3 2094/0 .2-.3 9::.-8.3 /03. 907..9/. /..2:3 0- 203.9.3 9/.3 :.3 2: 848. 8:..3 249.79 .3      2: 3/:897.3/...3 2: 3/:897..7:3.8 .:.9.8 503::7.2.7 5009.3.: 2094/0 %0.32..7.3.3/./.5.3 84844 2:  /2038 2: /.3 2./.9.3.3  448 202 .7 ..3 40 2: 2: 2:73  %9 -07.9.9.3/.7 8:/:939073. /902:.$97:9:7 . 202:8.7.: 5:3 0907.8.::5 /5.9..3 5072.3 -07.3  9.3 57385 57385  3.. 9:  07:9 3 /-.:5:3 57480/:7 50309.3 8:.39039.2-..3.3 -07.5. 4349. 2094/0 2..:..3... .390780-:9/./58.: 2094/0 7.3974544  -44  84844  3. 574808  57480/:7  /.98  4349. 5..3 88902.3 2: 9: 803/7  9.33.7.. . 74344 /./.3 /03.9:7.3 -.9. 3/:897./02.3 39073.9:8 2..50309. /5.39.. .9.3.3 8:/:9 5.7.3 /2038 50309. 8..5490380. /.:5:3 0907.3 2038.3 :9.3 249.8 8:. 57 2.2 89. :39: 050393. .3. 9079039: .3 -03/.9.3 9/. 708543/03 -.0  80/...3 /.3.3 57480/:7 .3.3 574-02 574-02 57.9:7.8.391  /..34254303:9.2./.8 2.8.  ..3/. -./.9507.: 5.3 9:-: 50309.39039. .3 80-.: 20307. 80.5:3 448 80-.3.5:3 -.8..3/. 0- . -..: -.0  2..9.3 02:33.3 202:3.3 /2... /.3 /03.3  .79 807.  $0-.7.9.5.3 502-:./03.3.3 8:-89.793.3.5 9.../.2..092448 8:/.3 203.7..3 ./02870.3/. -07.2.:  $0/..9.9: -/.3 -.9.3 .9:7.3 502..3. 9.: 5./../.3  .3 8:-89.8 848.. #:308  .3 574/: %0 .9.8 50309.35.  ..3 9/./.9.790344  $0.3 /.3 /. /.7.8 425089.39 1  /.3 2. 2: /507-3. 90709.2 2020.3 /:3. 5. 907.7 89.91 9: 203:3: 5.30 ..3 -/.3 8:/:9 5./.2 89.3 2. 30.3 9079039:50309. 4  9/..3 :39: 02:33..3 0589020 -07.:. 9/.2.9.3 :. 503.9:7. 4349.3 8:-89.: 5:3 42078.3 0     . 30. 90344 9072.9. /.32. 203.8 .  .9 2:.. /.3 /.2 .. ..33. -.3 80-...3 2.9..7../.. 2.3  80-.3.9.9. -07. # 80-.9. .9: 574808 2.: 5. 9.35.3 50307. /902:.  $:/:9 5.9.: 80-.3:9 9.3. 203.2:3 /02.91 . 50309.9.. -03/.2 97. 4349.3.8:/ /03.7 90344  .7.9: 57480/:7  2.3 -07. 5027.30  0/:.380.7.8 -0..5.30589020 50309.9 /03./.3 ./028 . 4-0 -/.3 /03.3.03. 8:.9..25:. .9: 4-0 .3 010 010 903448 /...7 90344  80-./.9.9.3 -.  . .: 8 /.907.3 39073. 907/7 . 90344  !49038 5079.3.  /..3  /. 80.9 /-0/.

 503079.3 2.5..7.3 903 :..3 5.39.. .3 89.9.3 2032-:.: 5:3 507-0/. 5078.. 90344 /.3 83..3903 %0.  .3.3 0.5.9..9..9 07.2 90344 80-.3  .3  !073.989039.. 1.9.3 50784..3 0- /0..39.33..79047.3..3./.  90344 207:5.2 9. 50309.9. /03. . 5. -. 50309.3 -.3 907.3 -0-07.5.7:8/9072.39034424/073 3.3 202.50309.3 /.9 -.3 7.3.03. 8.-.3 ...9.: 50307.3 /5.34-02.3 80-.3 -07-0/.7. 3/:897.3 :-:3... ..38. 2: 907. 90344 .-84::9 02 .90344/.9 /03.850 089073..:5:35.3 2. 90344 /.8907.3/02.3 %0.9 -0-07.3 503/.3 90344-8.5.3. 42543033.3 .32:.3.38033/:897.7 :.388902 2:207:5.. 03.35073.2:3 5071..3 .. 2: 3/:897. %0 . 907.:80-:9.350307..3 /.3 -. 50307.32:9039.2.5.2:3 805. /.8.3 :-:3.7 .907::/../ 025.79.30     $0/.3 90344 18 28..-:..: 207:: 5..3/03.5.3.:.5..3 /03.30     0-02. /902:.3 !079.9.3/.3 2.79 ..9-08...3 0/:./..39. .3/.9:2 2: 203:2-.3. 22-.3.5/:.3 .5..3 90344 . 90780-:9 207:5.3.390344. ./.7/. 2.3.50309.3.3 2:  3./.3.290344 805079.7  07.:.35.7 804.5.7 90344  .8502:73 907.3 :.9.8.7.  !49038 0.202.3 /7:2:8..3 2.9  ..98 /. 2:2.5.3 8  %0..240.22:  8073/.3.9:7. 507903.3.  9/.3.:.9 /.32.3 2:  /.2.0  732..3 .39..380. 2: 2:73 /.9.3 ..3..90344/03.7.33  !7480850302:./..9 /902:.3.3 /03.3./. 90344-:..3/. :897: 8./.3    %0344 .:39:3/:897      :30 203.3 -.3 2: /03.8 9039.:.2 -07-.3 2:  .  80-.3/.3.7..9 .3 .  90344 207:5.3 /03.. . 0.9.3 90344 -07-0/.3 /2038 50309..3 . 28. 2.3 2:  !07/01394 202./.72.3:3..:.3 70.38.9. 90344207:5. 580:/4 2.3 57. /8.3 80.71.3 50309.71. 203.2 .9 /03..3 2:/.9.:5:3.3.78:.3  09.350309..  /. .. /0138 / .3 2.7 203:3./:.9..5.:.8  .3-.8.:.2.907.5490382..90472.388902./..9. 503/.9 5079.5.2. 0. 28. 732... 90344 80-.3507.2.503079.943 202.. .3 .5.2503/0. 7.3574018   %0344207:5.  903 2083  90385 90344-44.93. /:3. 90344 /03. 90344 -.. 7809 4507.32:  0/:.3 0     .250702-.3 80.3 90344 80-../. /03.-:7.7 -07-.8.3 /.9..  .3  07:9 3 -0-07.3.3803 .0  .39.3 /.390. 907/.3 ..7 ..3 3. 50307.3 2: 907.7 50309../.5.30   .3 /2038 57.33  !03079..3.8 0. 3:5 0/:5.2-..30-:/.3 /.7.7.8/.5.32: 20.3.5.3 .  503.3 90344 .350307.85039073..9.9./.3 -.:. 2:425:907  %0.3 -..:.9:3/:897 /. 2.390344 .3 50302:.9.8 907.7. 90344 -:. 2:  .2..550/ 8.3  .03.3.50307.3 5073.8 9034457 28.44 90344848.30     03:3.3.8 0/:5.9::5.:.. -8.98 /.

850 .8 .3 5079.3 . 18 .2 80-.8 -..3 80-.9:35:9/. 80. /.9 -0-07.202507:.7./. . 2.27. 80-.2 90344 /..3 7.3-07:.-.3 .3 90780-:9 2032-:.2  -07. 90344 207:5.3 0     03..98 2.8 2.2.3/.:: 2070.5. 90709. ..4..2..3.9.7 /.33.8:28 148418 / -.9 .3 202.3 2..3/03.3.8:/ :39: 202.3207:2:8.30     #...3 80 50307. :39: 202-. . 4-0 1472.3 0.30    07307/.8 /..3.3 202.3 .3 5.:....39.507:.5.3 207:: 5.9.3 /.33   . /9072.9.8.5. %0 79 41 343 4  %0 .33:3. 503/./.2 080:7:.8 /.9.3 .3. 2.9.8 2.9.9.3 807:8  .9.3 .9: 88902 .3/2038 .3 2:  !073..850 90344 .7901./.8  . /2038 50309. 503/..9: 574/:8 :39: 9::. 5./.  .3.3 203.850 3.3/:897.5.. 80-.:.3.  .9..3 5072.8503079.3:8.3 207:2:8. :39: 9::.32: /03.808:9.5..59.3.39034480-. 8:.3 3/:897.3203/0138. 2:.8.3 -.. 2.7..8.8.-7  -.07 202. .9.3:8.3    %0344 80-./.-7 5.2 90344 9/.3  28.9.9 0/:. 8. 203/.7.8.3 503079.5.3.7.9.5.3 50309.3 .3.202-..9.5.5. %0.: .3/.5.5..3  574/: 574/:  .9 /03.907.850/.3 9::..: 39009:.:5:33/:897&39:203.:5:3  . 9.. 2.24/073/..5.7.3:3.. 90344 /5.3 /.37. /2038 57..7:8 /-..2 203.-5079.850 . .3:8..5.3 2: 80-./.850 -:/.390344/./.9: 038 2: .7.390344/.3..  57  2.:. 8./.9.7 5. /0138 . .3-039:.3 90344 80-.3 ..7 .3.8 -.3 40 2.8.3 .32:907.8.33       %0344 80-.3 2:3..9. 5:3 732.2 90344 80-.80.. 5.33     %0344 80-. %0.3 043428 732. 4-0 2.  -.8.:: 503/.3 0- 80259 ..3 574/:9..29072344 .7.3:34/.9.9.33       !.332.. 8:.3 848.3 2.850 848448 /.9..30      2./..  ..72:  . /.3:8.. -8.3 /03. 9.3 -:.3974544  202.790344  %07/.2.2  907:9.2.790344 /.:5:3 050393.80:.3 907. 503/.3203/0138..0--.9 2. 732.8.8.39/.3 5030.3 2. /.: 5.790344 /03. 804.3 90344 /03.850 .3 .8 /. .3  20.3 732.: .2 /03.8.3 .3 20303/.380-. /.3 050393.9.8 :2:2 .7 90344  %0344 80.3  /.2.850 -:... $03 :39: %.3 0- :.7 0- /... 848..3:8.  5079.390344207:5.8.3:8.3 .7 90344  .350702-.7-.9.: %0 79 41 343  /..850 /0448 /..3 -07-0/.3 5..3..7 2..03/07:3 202.5  /.3...34:95:9/.7. 90344 20 7:5./203850309.8.7 90344  2. 18  -448  848. .7 800/. /.9./03. /02.33.3 9047 2.:5:3 .3 2.2.3 .8./. :39: 202. :39: -07:.3.7 .. $03 :39: %.7.9.8/..3.8 /.3 /. %0..3 %0.3 3097..9 2033. . 08038 5073.: .3 -07-0/.3.35708947.30     .3 503:3.9 503/. 90344  .807. :3.8 907.9.9 09./..3.3 /02.9.2 90344 439025470780-.9 ..39: -..7. 5..307.3 -.9.: 9/./.

.-/.3  /02..9.8.9.98 .8 202.3 20307.3  2.3.8 90344  9073857.3503079..2.: .3 3:3. -..3/2.3.3/75. .36:0 /039 /03.9-.7.59.3/..3 43805843.3.9..39./03. 4380:038/.80.8 07-./.3 90344 ..5.38..5.3 9038  9::.7.2:  &39: 0- 2025070.98 %0 .3.5.798  $0-. 4254303 0-:/.3 07..3.7..3 0:.:./.36:08  %0.3/.7 /..3:-:3.3 -. 9. 2:3.0180382:9.3 503079./.342508  03.2.3 903 0330073  574808  1..3 507-0/.3 -.3.3 /.3 503079. 92-: 0-09:. 02578    2:-07./..3:8..750309.750309.3 8:.7.7 507-3./909.:.7 -07-.3 /02.2 503079. 80/.3.8.:39:203.31034203.9.807.344 /.3 90344 80-.2-.7 903  %03 . /.3 5020.9.8 2.3 2.5.3 2: ...7901.3 -.2. 5079.9 /03.::39:202-.3 80-.3 .907..3503079.39.3/. -07-.8 /.9/.3 503/0. %::.3.  50309./.3903./..8.8 2: /.3   %0344 207:5.9.9.59./.3:8.890344 -.. 2. :-:3.7.31034203.9.7 -0.3:39:2033.3  907:9.3.32:73 .:5:3-:/.943 207:2:8...9.. -.3.34380:038/.8 /.. 202..3 2.8://03..3 90344  %0 .3 !0:7803  3..3 0.3.:5:3 47.318 -..3/:3. ./.-7...3:8.32094/07.3 9::.7..89038/.30   . 2. -03/.3 2.3:8..3 90.3 2: -079::.5.35027.3  50309.- 3 -8.2.3 .39::.8  /.3:3.  $0/.28 /.  .3 2..2.9:7  2.2.0-09:.9 /9.3 01803 :39: 9::.:39:2020..390344 .9 .39::502-0/.3  7.3 90..2..7.9  4254303 90344 /.390344 07-.3 0 207:2:8.9.. 0. .3.3 88902  90344 202 35:9  4254303 4:95:9  /.2:.5..94384190../.7/.3 90344 907..8 .3:1.507:-./.3 3/:897 ....8 .-.7..9. .:5:3-03/.: 80. !07.2. 90.3    -7.9 47.2802:.3 9039.3 90344  %0344 9/.3050393. 28.3 /.3 0     ....3:3.8  ...33.3 ..8.98 .38./. .3  .3.3  903  50309.9 :. 8:.:..:.:5.31.7 90344  -7.33:3.89.9.3507. 2.3 .3.2..7.3  %0 .9.9: 88902 803 57.:.390344 0- :..703.  20.28 203. $0/.90344207:5. 2: %0 .3 5:.3 507:-.. 907.089073.5 425089.3.3502.3 0 203:25:..3 5.3 080:7:.5:3 4:95:9 /.8   2.9.3 57..5.9.:..304342 549 897:9:7848. 803 57.9:.. 202.3 903447. 88902 41 90 57.3:39:203.5.9.3 -.:.9. 5.2202-:.3...9: -./.790344.83.9.07  079.9...:.: 503 .90344-07-0/.3  35:9 90344 /.:5:3 /.3 .8:/.38./..4349.2:3207:5..:.890787.380-0:23..3 2: /.390344202:8.3903 .3/.2 /.5.3 0      03.-:73. 0:.907./.9072.18 -448 58448 /.8.31..4/03.9.3 -07.9: 88902 . /0391.. . 90344 207:5.5. 89.     %::.9 -07:5. 907../.9 -07:5.9 .3:8.3/:3.3.9  0825:.3 9::.9..903/.9..:.790344.3.7. :39:203.9 ..9/03.9.  -0-07.5.-7 -. 57480/:7  803  0.3 :7.848.3 50309.11  /.790344.6:08 : ..9..3..3.2.7.3 50307..7.3 ..3  80/.3 2.3.5.843. 2: /. .8 40 !0907 7:...  0./.3 :39: 202. 503/0.:.3 8.8.. 3.3-079::.3/03..5.9..3:8..7.3 .2      %03 9/.9 0/03     ..89.3..3.3 /25. .

32:/.:. 2: 0- 905.3 /-:.03/07:3 203:9 /0138 .3 .8.-. 88 . 202507 0. 9047 9047 5.3 /./..3 90344 907.3 90344 .9 .:5:34379 /.3 -07-.2..9 /.3 203..3 /.3  5073.9/7:2:8.7-07-.:9:70 .2.3574/: -07/20389.    0309 /.3  /0.3 :..: .39.34254303/.:5:3 1.843.8.8 0/:/:.    3472.5. 507.38.33.9 5079. 2:.:.2439089038  .2:33/.3 .39. /:3.:.  80/.7 5030:8:7.71.3 203...3/.3:-:3. 2: /.3 ..3 ...70-:/.90780/.3./ 9:: 04254 /0138  ../ 9039. 507025..3  803  ::2  .9.7.2  39:8  /.-.  /2038 ./.9  503.843..3.9:-:3.2.. 50309.3..:5:3 90344 202 ..7. .2.3503079.:..9.9: 2../853 2: /. .3 /.5. -.943  80-.3 0-:/..:5:350309.3./.3    2: -0781.9 507-0/.5.3.3.3.3 /9:3.7 :8.3 50302:.3/.3  0507.3 50302:. 203.39079039:    35:9 90344 -072.3   :-:3.3 2.7.3/::3.9:..8.3:8. 2.3 .30-:/.3 -0790344 2:9..3 57385 . 907:25:   /0138 9039.. 3 02.3..39/.9.3 /02-.7  .  7. 80..7 038 9079039:  80/.32:203.2 7..8 :-:3..3 ./.9 /.. ./.. 2:/..3-07:5. %0.7 7039.3 802:..:.32:     $0-..850 /. 99 83:3.39.5.3503/::350393-.3  /0138.:5 50309.7-07-... 2: 2.3 .3   /087591    8947.3.2.39.     :95:92:..:.9.. .7./..3 3:..8.. 2: /.3 0- 808:.30-:/.9.8 0907.3/.. 50309. /:25:.3 203.9 202-.3 0-:/.3    .8..3 40 740-07 /.390.90344/.  .30-:/..7.940 -07-.9 507. 2070.3.3 0-:/.2.2 2.35073.3 90344  0-07.9 8:57.2 038  ..5.5:3 35:9 2: ..  /.390344 !.:5:390344207:5.3 903 2083 2:2.3 .9: 9.3 202-07 -..2 28.-.5 507.30    .7.8 43805  89.9 ..3 .8.  0.5 43805 2: /.2:2. 40 %./.3  /..3 503079. 080:7:.9.3/.3.-.. 02..02.0/:.3 /03./.79.3 42508 .8 30.098 92-.91    58448    897:9:7.3 90344 /03.3 43908 903448  80/..3/::3..39.33:3.8509047982.7. .3 /03.3 9079039:  2:.3 90344 8. .390344.3.3 2.5 740-07    $0.7.3..8. 907/.9.3. 50309.:.9 50309.850 /0..3/.3 ./.: 9034420307..9.39: 507:.7:8 20308:.3-.390344203. .98    %07/.9:88 2:2030/.3..3..  -07:9 ..3  .3.390344 203.47   ./-:.3/..3/7/03.50309.3...3/88   .7.3 907.:.43  .03.8 -.:5:357.81..907.. 0.3 203:. :2:2 9/.3 89.39.3-.-897.390344 80-.3 507.2:/.7: 80/.3 90344 :39: 9::.. /0138  /... -07-.

3 207:5.907.  /.8..  .7.43 802:.3 .. 9079039: ..78909:7 -4:9:7.380.  03.3  .9..8500/:5.81.380-. 507:-.3:8.3..3. -0/.2.3 /-:9:.89. -.3 3432.99/.. -:/.. 9039.2-.5 9.3 8.39./.3 089073. 8.3  :-:3.3203. :38:7 0-:/.3 3432.8.9 903448  .32.907. 0707      !74/: 2. /03.907. 80.8..: -07..2:3 203:7:9 740-07 /.: /.3 83.8  0-:/.54.7:05.2..8.783-8..907.:.3 8.. 2.3:5..907.3  3.3 . 205:9802:.32: 2:54891 907..3 /03.3:8. 2.3 503079./.98  .2 7.3 907/7 /.3 8:/.3  /.2.3 3/.32:3. :-:3.92.9.8.33.9.3 2. 2037.9 ./.:8.7 80-..3 0-:/.5.8 -07-0/.9.3 /02.3. 203.3 0-:/.9: 805079 .850 .3 2.25:./.. 80-.2.3 0-.3.9:8 /.3 202-. 9/.3 . 8..:5 802:..0-:/.830.3 :..907.7.: /...349..9 3432. 54.  .380-. 202.3-0781.3 202-.. 50 3079.3 ..3 0-:/.3.3.33.:. 502-.3:8.59..3.3 . 3/. 2.8. 203. 903 0-:/..3. . 207:-.8.20-:/.  88902 3.3 :..8. /902:.3 /-:9:.7 -.380.3 . 8.  28.3 ..  !02-039:.7.3..8  4-09.03/07:3.3 . 0-:/..5..3:3 88902 50309.3 -..5.3  .9 ..8 574/: 574/: 2.3 89.3..3 .  $8902 82-4 90780-:9 20708.32.3 .3.3 .  805079 .7. 203.3 3.0..7.9/. 2.52.8 /.3907.7.3. 54.3.7.703.3 .9/5. 20..39.3.3.188203:-.:-..9.83 2.3 /-:.3/03.39.2.2  0-: /.2 /3.3:8. .3:3. :39: 203072.  -8.3 9/...  88902 50309../ 808:. 203.3 .2.9.2/...8 /. .9.3  .3 -0781.8..3 202 88902 502.9 .3. /.3 .203.39..90478..9.3.3 .850 8:-091  .9 .43 90.8.25:..:5:33432.8 9..30.    :-:3. ..703.3.3. 2..3:8.2.5 .2 503079.3574/:3432. 202 2.907.3 -0781. $0-. :38:7 0-:/. 93/.3 507:-.93.:39:207.. 2025079..907.9 2.9 .: / 003/.9  /0. 0-:/.9 80.3 2.502.9 740-07     03.3..7 ..8.2.3:8.25.3 503/.3.9  203.:202-0 7::/-.3 ...3 .8.247.3 -0781.3 2.72.8. .8 2.907. 3:3.9..3 0-:/.3 .3 205:9 80:7: . 740-07    %0705.7 -07-. 3432. $0/.87..907.39:3. -07-0/...3 02.5.3 8073 /03.3 ..7 949.207.9.3 4390254707  9/.. -07..  %07/.3 4254303 4254303 0-:/. 3:3.907.3 02./..3 48244 482443 044 /.8 2.9. 0-: /.7.3  :-:3.3:5.7.8..3:8. !0:7803     $09/..38:3.9     .3 .2  2.7.3 39073..3 203. 8079. 242039:2 574808  .3 -07.907.703.9. 42543030-:/.3.8  /.59. .257802:..3:8./03../: /.7.7. .3 ./ 3:3.3  507.:5. -.:5:3 8579:.2./.3.9/03.9..3.8/.3:8.9 2.39./. -07.3 507:-..9.907..3:8..3/:53..38579:.3. /:. 40 740-07 :...907.3.3:8. -.. /-039: 40 9.3 .3.3.83 0-:/..8.3.9/.3 ./.92....:7....2. 3 8:9 7..3 /.... .3 ..3. :5.2.3  0-:/.2 . -.3 $0.9. 549038 090.3 ...9 0-.... 88902 82-4 /.9 9:: .3-:.3-07../: /. 207:-... -07-.9...

: 8:-09.9.8  0707   ...

: 5:3 .9203.33.3 .9.33.3 202 ..9 /..3/03.3.. 2.: 4-09.3.9  89073.703..2-3.320.203.8203.5.7..8. ./...098 089073.8.2.:39073.  /.9 907./..3:9  574/: 574/: 2.30. 203./..3 9079:9:5 /.9:7.3089073.5.9.890780-:9 -. 90780-:9 /..3 .2.3/3 /03.35.3 574808 .3 20397..59.3.3 2./8:.9.. 089073.0-:/.9: 503.:.8 .3:8.381472.:8..3  20..9: 3:3.3:8.3 89478 .8. 50302-...72.3:8.8  2./.8.3 90780-:9 ./.2.3.9.3 80-.8.3:3 0-:/.3.3 80-..9. 3/..3:8.3 89478 2. -07.8 3  .9.8.3/3.8 4-091 $0/.8182..:880-./..770.80..7 2.-9.57 .8./..9.89 207:5.  .3:8.3.8182.3.8.  /.3 80-.703.9 20.8  2.9:1. ..2./.5.9.8 207:5.3.3/:3..5. .7:8. 203.297.39745448  0-07./..3:8.  0-07.5.91 3.2. 242039:2 574808 4-09.3 80-..-.3.3:8.. 3/.9.381472...3 -075..3 /7 /.3 39073.3 80-.4-0910897:9:708.3:8. 0- 503/0 /-. 203.8.9.9 207:5.8 0707      .3.8. -.3-07./.  -.098 1034203448  809.8.3 5.7897:9:7/:3.3207:5.3 9/.  9.3 2.3 2..8. /... 0707   .9-.3 .. 2./.3 907:8 20307:8 .3574/:3.9.  /.  40 .- 80.8 18 2.843..3.3:8.5:3. .3:8.32039.. 2..7..2./.2.-.8 . 080:7:.8.8089073. 07./.:02-.. 089073...7.33...3:8.3 -3. 50702-.3 -.3  02-. /..3 3907479. 907:8 20307:8 0 /. . 805079 /:3.33.9. 57480897. 2. 90344 . 5073.3/02.3 8.3.9..$0.8.8.980./.8  2. 2:33 -07..3 0707     .9.3/.8 207:5.  :39: 20308:..3574 /:/.7.2 8:.9/.703.3 /..3 0- .9 907-:./:.3 03.8 574/: 574/: .8.7./ .8 907.2 0/:..:8./.2 07.9. 574/: 2.3:-:3.  02-.9..989. 507:-...3 4-09.8 2. 8. 80.  9/.8 207:5. /..2:3 20.32.8  80/.3 9.- 03.:7.:5:3 2039.3  . .:5:32039.. !.7. 3472.3./3.207:5. 9.207:5.9. 30703 /.-.7.8 /.3  80.9907...:5:3:3:8:7 :38:7/0././ 70.3:8.8 .9.9.84-091 0707    0-:/.9  .2 -:.9. /03.9.9.8:/ 089073.2 202-.3574/:8073.9.3 82-4  -.905.8 2.  0-:/.3:8./.2./..3./.9 .3:8. -039.381472.3-.  90344  /.3 /03.5 242039:2 574808 207:5.87.9.9...3 .3:8.3 574808 .3 1..3-07-0/.3-..7.0-:/.9. 80.2-039:01.3.8.9./: 2.73.. /.3:8.3907/.3 0.3:8.5.3 -039./8:.7..7:8 907:8 20307:8 203089073.. 20289.. 2.:5:3 848..381472.9: 207:5. 9/.5.3 /.9/.3 /03.3 . 574/: 2. . 70.3:8. -0781.3/02.9 90344 :39: 20203: .3 0889038 2. -.8..3 40 .989.3...3/73.59.2.3 .3 207:5.38:3 /.3 .7 8:-09. 20343/8.3:8.3/02..9.8.9. /..9: 93/.3 0707    !. -.9..3.8/:..3:8..:089073.3./:../  0-:/.3 2.3 2.: /. 3.8. 8:.3 /7/03..703. 8:..8 90780-:9 40 2.9997.803/7  39073./.318  /80-:980-..8 4091  28. 5027.3:8.574808-:.207. / :.9.848. 574808 .3 .3.3 .9:70...39.9:70. 50708.9.8 .3 574/: 2.   -09.3  203.3 8:-09.:.3.-.7/72.8 4-091 5./..8..3.7574/:8073.3 08038 0/7./3.2/:3.8 2039.:5:3.3 8:/.2 7.3.2 .8  .8 . .:/:3..3 0/7...25: 202-039: /:3.38:-091 0707  .3 574808 ..3:8. /.8..3-.39.3:8.8  80/.3 0-:9:. 9/. 907-.3 -075. . 0-:/.8 3/...  889023.9.3 -3.8.3:8.3 -. 80. 2.9.7.7.2 242039:2 089073. 0/:. 3/.7 0-:/.2 3.880-./8:..

3 31472.9.-.39.3 80259  80-.3 5.3 4388903 0 /.8.3 808:.2:3 5.. .7.93.7:8 20308:. /.3:8..3 /:3.. 20302:..8. /03.:.3 5498  /./.3:8.5 848.3. /902:..3 043428  :-:3. . /.7.9.3 40 848. 8..8.3 848.. 02-.9 /03.7.2 503//.: 848..39.-  :897:40.9.73. 809..7 242039:2 574808 39073.2/:3./.3 . 2.3.8..3507.  .3 848..8 57207 .3.:.8 4-091 -.3 089073.9 .7 /..3 3803/7 -:.3 3/./:  /0391.8 80:3/07 .38.73.3..8/..3 /.9.7..3 70.8../: 20303.8.8.3 02-.3 90.3907-:.9 903448 .8.. 848..3 03.32. -. 93.3 :39 .3 54. 907.8.  7.7.3..:.7:820308:.8.3 89.8.9 . 203072..3 2.9 -.3 848.2. 503//.:38:7 :38:72.3 -07.39.3 40 4.39/.7 :38:7 90780-:9  0. 24 2039 :2 242039:25748080-:/.8. /.9 .  /.3 :8:8 5:. 848.2 08..73..:2.2/.3 2.3 39073.9./.7.3 0-:/.9 203:3.33..  :-:3. :.8.9 0 /.3:8...3:8.  803.3 2.3 -07-.3 202. 507:-.3 202-:.8 .9.33.8 57207 /.9.7 0-:/.8 5..8.3 /..3 807:5.84-091 3. 0707       $48. 9/. :-:3.3 :.3 /7 /03.793.3 .8.3 /.. 2.7.9: 28./.8  0707   !.3 90750393 /./.5 3/.8.8  .3 90.3.5.8 4-091 0 /. 5..9 .8.3 2.3.3 :39: 20250740 50309.8..3:8.7../. /.59. /.8.8 80:2.59../..38. 2.9 /03.574808503... 50309..2 . 8:- /:3. /:3.3 .3. 43805 9039.3 /7 /03. ..8./ /:.3.4-0918:../: 80.8..35../: 808:.7. 803/7  !.9:2..3 007.3 /.3 :.703.8 57207 -07..  .2 503//.2034.857207.39.3 4-09 1 2.. 7082 /.7.3 5.3 02-.. /:3. 2002-.:.320308:.3 507..3: .50309.9 /9039:.2.2 2. -..3820 -./.3 20.3 :8:8 808:.370./.0-:/.8.3:8..350309. /:3.7. 848.9./.3  !74808 .3.3 .7082/.39079039:.4-09.:5:3 9.33./.8.8  . 3. 202-039: 70. 002-...2 2.5.9 07 07     /0391.3509.7:8 / 5. 5032-.3 3472.8 40 9.8. /..3:8.3 /..8 57207 3 809.8 57207  848.:5:3 8:-09 1  2.3/9:39:9:39:20250309.3 8:-09 1 3/.8. 3.9.8.9.980/07.3 /.3./.8 80:3/07 /. 903448 !.5 3/../.8 .8 2.3/7/03.9 -07.9.: -07/. /. /03. 9.. /.907.3 2:/.3 -07-0/.8.7.3 2. 803/7  02.80-:/..  3.8 57207 /. /. 907-039: /.3 8.3 /.2.8  0. /03.9.8.3 -07-0/.3 :38:7 :38:7 3432. .3.-07-. .73.3 9::. /0391.8.5.390780-:9  ..84-091  90780-:9  /..  . 9:803/7  -09.: 848.843..72.5.:.. 2.9 0:.5 202 02-.. .7.7..7.7 848.  . 80-. .7 .3 /203079 80-.3 9079./.3 574808 502-0.. 9/. 203. 41 340/0  /80-:9 80-.7:  !74808 503072.3 3/./. 8047..8.3:8. /. 03. 4-091 90.9. ..79 . 2.3:8..  07-0/.8./..7..2 /.2 2.8.. /.3 39073.2 897:9:7 8:-091 08.3:8. .8.8  0 .....2/3.. .. :-:3..79 2.3 203:7:9 .8 80/07..3.3 507..:.9:809473. /03.3 848.7.-7  . 848.70.2 08.9 84.9.3:8.3 20. 203039:.3 ./.:8..3  .8 80:3/07 $48.9. 0707    $48. 30703 2.3 203.3 1472...8. 907. .8.7 8484 89478 2070.3.8 /-0/. 242039:2 574808 39073.:5:3 50307.: .: 242039:2 574808 089073.7.. 8::  -.8.9 :.3 50309..9..3 3/../:  .8 80:3/07 207:5. /.907.3/.9 /902:..-9.3. 3.3 .3 5:.8. 3/:897  2. 7082 9.3.9.8 57207 3 /:3.78 8:./: 907-039:  -07:9 :38:7 :38:7 /0.. .9: /03.9.:5:30./.7.7.3  :-:3.2 :-:3.8. /03.  3431472. /.7.2.7 -. 425700381 /. -8.9./ /03.9.3 2002-. 5007. 894.3503039:.

9 /902:.3  9.  /.23 40 9047 9047 2: .7  70. 97.:.8.8 4-091 .  8:/.3.3 1:3843. 503/0.3 503//..078:2 :3. 2.3 90344  80-.5..: 802.7 .:.9 /507.03982 90.3.03...3 5:3.9 50309.3 2:/.7:  20. /. 28.3. -.0  580:/48..3974544 2.3 2.3 9038  .3/03.3.3..5.3 -./. 507: /5:37 5:.3/.2 57.35.. :2.73.3/3..3  903 /. 5:.. / -/. 8.3 507..5 50309.3 57480/:7 57480/:7 438059:.. 2././7::.3 35:3 907-0. 9039: 207:5...:5:380.7.03. 507.3 2.3 3472.5 203.3/..73.3 -...3 /02.3 3 907.3  %/./..9/. /. 92-: /..74-09.3 2907  . 5:3 8:/.25.8      :.3 -07.3.8 80:3/07  . -:/.3 -08.8.5 50702-./. 207..3 0:7:.5 9. 503//.33.3 0707     ..9 148..9..: 9.3 4-0 2: ./8 50309.9.7..7 -. 507.7.80..3.3.3 503//. 89.3 /7398  40 45073:8 43..9..8 /:3. 4-091  20.2 57.3 0-:/. :39: 20339077.. ./. /.3 70..2 203.3 3432.25..3  /03.3 2:  /./.3 09. 2.397.:.0-:/. 80-. 14 8.. /.3 92-: 0.5.3. 2. -.7:  $0.3 :2:2/.39.3 2039.3:8. 80-.703.3097.7.3 202-07 9025. 5489. /-.89 . 502.7..2: 2:..3  !02.2 .8.59.3 439448 50:7803    .:5:3 57480/:7 5033907../.3 .3 2025079..3.3 .03.7 848.3 /03.39.7.  97.3 0257820 /.2.7.3 5.9 /507.39. 502-0/.3  80-.-0702-.3 /.32:.3 43889038 ./8  2094/0 2.8 2033/. 803.9/2.5.907. 503//.31.. 9.8 /..03.8..8 4-091 80-. 203.3203434/.2 .3  /.0  2.2.3 /02. 02.9078373.3 . 2030.340 2.3 85 /.3 .3  / :..3  207. 2.3.2-.8.2809.2 .:.8507.39..3 2: .3 :38:7 :38:7 50309. 2:  202 507.7/.347.3 .3 2: 90.03. /..: 9047 9047 02:.9.9.3 203.  /...7.3:8.3 5489.:5:3 2: 848.3 .7.8.9.8 2: /.9:20.. -.5. 80-.: 848.3/3.5.  8.9.3 97.7 50702-.3..3 ..59.39.8...3 . ...:.9.8 80:3/07 /.8 4394.3 0-:/.0 80903. 90780-:9 2..3  9.: 5:3 .9 -.3 .3802:.5.97.9.97. 503.9.3.1.. 907-0..3 2:  0.3/.7.3  ./.907.078:2 82-4 ../ 3 802./8 2:  2:. /.3. -07-.7-0.2- .3..2:7..9. 2:3.7.3/3.3 209.3   .8 .3.3:8.7.3/.-./. / :..-.7..8. -. :38:7 50309.3 503//. /.7507-3.7 83 .3 90..:..2 2: -:/.0802-. 202-43.7..18..03/7:3.89. 2: -:/. 203.3 -07-.3  -. 5. /423.3  /03.3 . .3 /:3.9.:./.3 5.9. 507-0/.3 /2038 2.9 -.3 /03.0 2.9.3 -072.3..3.. 3.3 5489..2/.3 2: 2: 0/:5. ./-...2.  0.8: ./03. 502-43./8  .3 :3.820  5.7.2. 50702-... .3 8. 80..3 2028. -078.2 50:7803    .. 4-091  .9 .3 50309. $.9 -0-07.3..7 0-:/.5 298 439448  /.8 :38:7 :38:7 50309.2 7../. 3.5/.3 /.9/9072.2.39.9047 2./. 3 /.3 503097.3 -07-0/.2.0  /.8..438059:.3 2: 0/:5.2 50 3025./8 02:.9/50..3 -... /03.:.3 -./.5.3:8.:5:3 /.3.../8.8.5...:.9.2 2.3-8. 9:3.3 .8.  503//. .3. 203.   03.3/02. 907. 202.. 507: /8.97.9.3     %/.3.03.3 .3:8.3 . 2.3 4254303 50393 /. .3 80./.3 2.73.:5:3 5.  2:  207:5.0 203.2 07...3   &38:7 90750393 /.3.3 2030-:9.7 .3      $.:.3 0.3 2:  /.: /:3.3 .5.2 203.3 2.. 80/0709 3.9/./.03982 .. 97.39..5:3148..89 .9:. /.7 0-:/.-9.

9. 9: 70 897:9:704342 897:9:784.75027.:2:-0-.:.33:3.39/...3.3 1034203448  9/.5:3 208/9072.5. 0-:/..3 /.3 805079 :38:7 :38:7 70.3 5073.3 88902 2..3 8:/.3..3 202 7.3  !073..7 .3.3 07. 2.3 /:.9 5.  %0705.-  03.902.7:38:7. 88902 0-:/.3 2030.3.9 /03.. ....9.03982 5..7 03.83 -. /.84-091 .: -.3 /.8 -.9.7 503039: /:3.2:.257 802:.253 .2.820  0257820 /. 80-.5.3 3. . 50302-. :38:7 88902 0-:/.3%0344/.8 $:7.3  /.7.098......28 0-:/.3 :. 805079 02-..3.390344   :-:3.3    /044.3 90344  4254303 4254303 90780-:9  -07:7:9.3 90344  0.7 50303/.3907/7/. /.7 0-:/..-08.33.9.7 70. 549  /044 /044 549  88902 04342  88902 ::2  3. /..80-.2: 80-.3 9/. . .3 -07:-:3. /. 2.89..2 503/0.1.3 . /03.90 502 -0.3/.2..30.83.5 0-:/.9.2.3 -078.7 5073.3 . 4-091  %07/.33..:5:3 /.843.  /. .5 5.....3 .7 3.3  $09. 5498 80-.3 47039.3 /03.2889020-:/.. 897.3-07-0/.39.72. %0 .:3.8.8:28..8 80:7: :38:7 0-:/.8 .3 5073.3 202 :-:3.33../.9.3/.3 47039.3:8.32: .9.3 2:  0.38:3 /03.9.8.39. 848.3 805079 90344 207:8.3 ..91  08.3 /.3 2.3..32. 3907. 70:8  :30 203:8:3 /..3 .:...7:-:3. ..80-:/.3.25.8 0- . 0- .7/.73.: 5:3 50302-.3 70.70-:/. 9047  /03..3 .3 /.8 /. 050393..3 40 :30  -.3..9.83 2.3 2094/0 2..  8.843.82033./.3 203:39:9 5027.3:9 .9: 4254303 / .9 /9072. 9.843.3 ..3 .780:2. 2. /044 /.3 0089.089098 3.:.7: -.3.397     /.3/. 88902 0-:/.3/02. ../.3 ...9 . /03.9 5:.9 -../93.3/..2 503/0. 5.8  5....3.:5:38:-09.25.3 203/:/:.:5:3 4507.9.3 :38:7 88902 0-:/.3 8:3: 8:3: 20250792-.3-07.2 50785091 1034203448 0707  90344 207:5.3/:52. 3.7.7/.3 202 4380:038 2.8.32025:3..3 0-:/...8.3 $0507990.9. 8.. 80-.3 -.2. 88902 0-:/..9..3:3.9/.3 ./0 .:...3.8 /. 02-. :38:7 0-:/.3 -078.. ..8  .8.80503:3.-....50309.3.9.3 502.7 242039:2 574808 089073.33. 2: 18.7.3 :.:9/. -0/.9.3:9.9.3 .7503079.848.3.8.3 02:/.7./..9. 4254303 .3 .7 503039: 8.3907.2 :9:- 45488 /03.902.3 /8:8:3 40 :30  .. 202.38037:5.90 50302-... /02-..  07:9 3 ..7...3 ..8.3 /02.3 3.3 47039..780:7:/3.3:8..3 /03.3 3907.3 .8 0-:/. 203/.347././... 200.3 -07-0/.9.3 2: . /..7.8 .8.9/. 50307/07.7 -..38:3-..3203025.70:8 3..9.9 .3 /.3 99 83:34254303907503930/:.3 ../.8 4-091  80-.3  $09.3 3. 0-:/.3:8.3 897. :38:7 :38:7 0-:/.3 . 905... 4254303 0-:/.  $0-./0442::39:2: .8.30   .1 /0. 90344  //:/:.-.3/02.7.8 3.30-:/.. 57479.7 /.3 . :..3 92-.3 80.3 2009. 88902 0-:/..3/.  9. 9: 803/7  !0784./.82.8 8.. 7047039.3 :38:7 :38:7 88902 0-:/.3  / 8. -.3..9.3..3 /...35498 2.33.3  90344 207:5.3 ./83:3/. 2.3 90344:.3 ..19..8:2..3203025. 802./.9 :2..8.3 2:3.3  -.3489 90344.9.3.: 574808 /3..3 -07-0/.3 .../.3 7.2 42 54303 0-:/.5.0434280-. 3..

3 90344 9079039: $0-0:2 203. 2030:2 5079../.7: .3.7 90344 -.3 503..850 3432.3:9.3 -0757 /..3:3 :38:7 2./..  18.3.9... 5.39034490..3 .7 90344 .3 2.3:8.3/:3./83:380/99039..078:2 82-48 2./..9.3:8..9 90344 9/..  /.907. 90344..3 -07.9079039:207:5.:5:3 907. 3 -07.3:8. -07-0/. . /.3:8.3 /03.../. 42:39.2.7745..3 .3 :3. 809.3 2.: /.7.3. -. 0-:/.35079. 93.9 9079039: 90344 20343/8.3. 80/07. .3  0.9 /03.8  80.3 3907309  .7..3907-.3 81.3 88902 .3 /:3..7.3 93/.2 507:.8. 03008     ./ .2 70.9.  3. 90.703..7 . 3432.8.7.3 .3 808:. 3/.8.3:8.203:39:9502-:.3 .3907..7: 9.3.38.3 57.3.79034424/073-:.8./.93  207:5./ -0757 9039.-. 2.2.-07:2:..7.3/.7: 803.73.::5 /423.7: 4254303 4254303 0-:/.3 -.3 202-.-..2 0-:/.-0757 /.7:  .7: -.7.. 80.5 90344 .93.3. 8090..3-07579039..3 18 2..9.8503432...3 -0793/..33.3..9.3.38:.7.3.9./ .  %0344 9/..3 /03. 8:. 808:.3:8.8-8.3 :38:7 3432.3:3..... 5.3 -. 0 .3 .  3.3-0757 8090.3/0.3 /:3. -07..9.2 7:2:8.  033...9 /.3 507.3 .3 0- 80/07.850 2.9..9  /.. 202.3 2.0  %/. ... 28.3 -0:2 9039: 808:.. 907-.3. 90344 425:907  %0344 425:907 /.:5:3 /:3. 0.  .7.3.8.9.. -. 494342  0-0-.3904344 07..320703:3/.84-091 5.907.30-:/.3.7 /7 3/.73. 2.3-0702-...3/.9.3 9.- 5079..7.5 /7 /.9 -. 20.3 .2.7. 9. 5.9. /03.3 503...2. 5:.7. 7.9/:3./.907..5.2 57.3. -.3.8 02.2242039:2574808089073.907.3 .8 0-:/. /-07 5072.3 . 5.5/:3../.3:.3  2.9.9.35079.3 /0.3 507.3:8.07. 5:3  90344 9073.-/.202.3 08038.3907-039:/.3 /..3:8..9.8.9 -07507.:/.3:8. 803/7  !.2.5408 5408:-:3. 80.3-0793/.2 9047.3 8.3 933 41 933  203. 3./.3.7.590344 .9.35./:.3./.7: 5:.7 90344 202-./.2 502-039:.7: 73038.3..  !07:-.7.70-:/.7 83 .7.8.32:90780-:92.3 39009:.3 2: .5.. /.9  . /. .-..:5:3 1034203448  070.9.3 5:.3..3.  90.3 90344 80-..5 88902 0-:/.907..3 503/0./..3 /03.850 2. -.9  . 20343/8.3 2.3 /02.50702-.202507..3-07.7 .3 %2:7 %03./.3  805079 ..3 /.907.3 247.3 2.9.3 5.907. 5.3  %07/.3 9044 208 -079072.  -. 4807     03.3 0-:/.. /:3. 2. 0-:/./.3/.3:8.3 07-0/.9: 549038 207:-.2:3 :. 078 /.3 .27:2:8. /.35.8 -.8 4-091  90344 0- -07507.  0/      !.9 $0.3 :34 2.25:./.3 .3.2 . -. 2: 848.80 2..: 574/: 0-:/.3:8.3-..3./: 2../.3-08.3..3.3 %0344425:907/03.3:8.:17.9039.3 .3 -.770.3:8.3-. 2.:.3 907.9 /:.3 -. 507:-.. 507: /8.3./2.3 507:-.-07579039.8.7.7.3:8.9: 574/: 90344 9.  18./.2:3 :.708... /. 07./.3:8. . -.3 -.3/.8 ..73.. 3432. 202-:.3-07:5.3../:.....3 502.2070.3 .3./. 08.7.:39:203072. 203...39. 907.9 5.1. /.9  9044  .3 :38:7 2.. 09.9.3 90344 803/7 202 8:.7 /.3 203.3 2.3 5.907.8.-0785.0 9047 9047 848.8 907. /03.8.3 90344 /.73. :3.3. 20.-0702-. 2.30/4 -.3 .3 -:.:5:3 848.7.. 70.. 507:-.3 2..5 2..7907.9:/:3.-.. 80-0:2 -.7.3 80.3/. /03.  9039: 92-: 5079.3 -078.802.3 933 41 .3 2.  .3 8.907.1.7 5079:2-:.907.9.8 .9. .::5/423. !07:-. 502-43.9.7..8 90344.9 -08. 50302-. 5033.3 . 507:-.207:5.3 ./.8 3. 2./. /. 90344 8..93. 5.33907309 3././2./.9:2./..20703:3/.3..2-.8.3 -.5..54254303 0-:/.907. 50309.3 343-.  .

5 2.    !./. .7 07. :39: 50203:.3 85081  .3 047.90344..3  0.3./2.3 0/:.2./.3  070.8.318 -49.90344905.3.79 5:.3/..25303/.3 ...9025... 3:3.98 :2494  /.3 ..3 0-:9:.3 :2:2 -. 503/0 /.3 //..3  :.2.-.7.7 40 90344 ..3./.3.3 20.3 .7.7./../.33 .35.8.89.3.8 . 897:9:7 90344 203039:./.3 :2494  /.39./.35489..5.9 343903448 907.8.. 5.7.. 88902 9079:9:5  ../2./.3.7 5.5 4254303 0-:/.5 2.3408:.3 2.3 ..3 202-3./..5 50302-.30448 :2494 /.390344.3. 9073/.3 /. 90344 .3   !03:9.9.7. 207:: 5. 47.20302-. 2.8.3 5.9 /03.207:5.-  :39: /907.8/03./2.8 907.99.2.3.9/9.7 07..9 30.5.3 90344 /.5. 903443.3 808047.3/.:5:3./.304943 7443.7:8.3. 08.3:39:080...3 03/.5 47.8.203/. 5. 02-.3. 5489.8:/ :9. 502-.7.3 90344 05..3 80...7..9.703..3 /02.3 07.2 07..3903443.7 8.2 90344  -. 907. -07:5.3.9/.3.5.3:3.7.3 203.9. 03/.9 :39: 203.3 . 574/:  3..3 1484183. 90344 9039: /503..3 203039.3 0- 50393 /.33.7:403:3.3 809/.7. /.2.3.3  ..:5:350304./2.7 07.: 503. 04342 549 2.. .3  /..3  0.9:3. /...3/...3 90344  .7./.20302-..3 907./.3.7. -07.3 -.5. .9 0.3 /02.5..9.8 -:/.3 5072.3 0./.3 /.34007. 90344 .9 .3 0/:.../.8 20384.3  . 9/.7.-.5...5.3 20.3 202  203:3.3 9039.3 :.8.3/...3 .  .3 /03.8 :9.3:8..3 90780-:9 -07.3.9.9073..8. .3.. /.290344/03. 203.8.74..3/.3..3:3.3  80.3.3.3 .3 -.5.8.3 9079039:  /03.8:288.8. -07:5.3 $0-:9.7: ...3.3 /.:.3808:.390344  03./...3.307.5..3 5..4.-0757..3545:07:39:5.3.9 .7 5073.3 88902 0-:/.820 %07/.3 /. 2070.8.3 .3:3.30-:9:.9.2..220.3...-.32.90 90.-.390344 .3903445./.3807:8907.2.3..3/. 208 /09.3 .-.3 90344 .3.907. 7./2.. ..3848.30-85081 ..0/:.  %070- 0- 90344 9/.7 09820/.-848.. .3 .382007..820  80/. ..3 92-: .320302-.7 /.5.7 88902 0-:/. 5443.    03.7. /.2. 8..7.    9820 /..3.90344/.3 5489.   !03.3    $09.8.3.9039.30-/0247.7. .703.3  %2-: .9:    /.8./.3 47039.3  5020.7 ..3 9.8.5 90344 80-.780.3 507.22.39079039: %034490.35079./2..9 /.3 .3 203.913..3 89:.5 2.9.8:28 . 5..3.3 .3 40 90344 5:.3802:./.03982/.7./2. /03.5/080397..73.2.3//. /03.3 /02. 2..8.3 02.35033.3/..393907.  /8..9 .3..18 809./2. 90 344 202 0/:/:. 9.3 907/. 20302-.3 90344 80-. 42:3.9 /907.8 .3   0.03982 /.7.90344/03..3808:.8. 3:3.3 -..3 507:2:8.7 -0.3 :8.5.3 07. 90780-:9  .3. 3 5.. 809..3.3.35:..5.390344 $0-:../.3/02.3 808:.3/.  -.5 2: .93.7 07.3..5.9..7 03008   %07/. 2. 202503.7.03/07:3.3 . 202-43. .3 .3:3...75445. 038 90344.8 /.350.5..3:3. 5.9 /50.9.8    !03:9.3 .- .9:0425447. 57 .2:3 :. /.344  .3 ..7 4254303 0-:/.2.55745.

.: 0 -0702-. 0 30. :3.  0/     !023/..3907. 3./.2.39 90344 2..-.7.:/.... /. 0.3848.38107 8.7 20303.: 5:3 :5.3.3.3 3. -0702-.8../. 2. 97.3 88:0 88:0 ..38.. 8.3.3 .-.3 5:...0  .3 .8 3/:897 0.7.3/03.79 5:./03..  3.3 704.3.32:7390344820.. 802./.220302-. 90344 202-. 70.-. 90344 . 39038..-07.:5:3 907.5 40 30.3 /03.:.3 90344 9. 90344 /.3  8:. 80.3 40 249.3  %0.3 ./.39.3.3:3.. 2..5 07.3 /.3 ./2..39.. 30.7.9..7 90344 02:/.3  0 .35.32.3 20.8 0- /07. 203079.38107 90344 -07.7./.3 40 2.8.3./.. 283 2. 0-:/.8 050393./.9 9073.3/03.9 30.. /..5 0:.7./. 09 503/::3 13.8 /.2.8.30.3.. -0702-.5 50309..7 50792-.3 . .7.5 907./.3. 2039.: /..  .  -0-07.7 30.089.7 07.8..93.5 8:9203. 5.7.3 40 508.7.. :39: 80. /.3 -07.3 0- -072.8 /.3 ..$0./.3. 3 574/: 8:./.35079. 803/7  #0.9.3 20.35.0  7080.309903.7..-4:7 39038.3 4707 39038.703.3:8. -0702-./.25.3/03....3/.73.943 39038.9 .3/.39.3 02:/./.8.9 745. 2.3 5073/:3.9: 90344 /03.8 549  /070:./.9: 0-... .3  907. 90344  9.39::.8907.390780-:9  $:/.3  803. 393.:./..8.38107 90344 /. 97. 2023/.7 88902 0-:/.8:/ 2:.79 5:.7.  907.9 :3.08947/. 283  2.3 /.7889020-:/. 92-: 2.:.3 :8:8 .8.7 5.9.3 88902 3.7.2.703.8.3200.3.7.3/.202-07.8 2.: 90780-:9  / 8.-.7 30. 0--07. /-.8505498/.9 8:9 7. 0-:/..3 0.3 /80-.7 203. 40 07.9. /. :39:.7.8 50739. :39: . 5023/.9. 80.3 30.59...8..5 0803.-.5/:3.9.8 5.  %072344 .9907:9.. :-:3. -:9 -.3 :3. -0702-. 39073.3:93. 57 0-:/.3 40 90344 8:/.3-07.0  47. 80-.5 3:3.  2.3 8:9 /03/.3043428  9034402:/.790344 :897:-07. 023/. ... 54883.3 3/:897 ..9 .-8.7.: 0 30. . 9.3 .3. 2..3 9070- 802.3.3 0 80:7: /:3..3 30.8 043428 /.3.3 0-:/.3 503:9.3 2:/.3 549 /.9. 02..3.903442083.:.8.3 9/..7 5.30-./..9..5 2.7 30.8 3/:897 /.3 507. 909. 89...3 90344 90042:3..3 .3..3 ./. 90344 ./.8 70. . -0773.390344.35..3.75.3 803.8:/ /03./5:9:8.8 5:.320250792-.. . /. 02../.. 3:3.95.-9.7.8.8 /.3 /..7:.8.2 078  /.. /.3 88:0 88:0 3:3...3208/02-.:5:3 40 07. .5 .91 90344 907./.8.:8 5.0  /. ..08947 .3...  .2 2030.2 507 4.3/03.7 30.9...3 30. 0-:/.3/:5907.3 80..8 .8:/ /03.3 02. 043428 ..7. -0702-.3. /2:.3  907. /003/.8  .3.3 907-:. 90344 90780-:9 /03..7.: /.3 54.7.7.3 9:39.3  . 2. 5.5. 2./:5 54.390344808:3:3.3 90344 90780-:9  $0. .7. 5023/.9.3. 80-:9 90344-.3 .3.5.33./. 40 2..33.3 .2. 40 30..3.3 02:/. 88902 0-:/.3.9/..3./. -0747039.3 /./.3 90344 02:/. 50784.3. 90780-:9 80-..3 90344 905.2032-:. 018038 043428 /03.3 203.7./.3.7. 30.42:3.0  . 2.33. 39038.7..:90780-:9 0703. 704.3 /2.30.5 8.2.3 20.3 507.9 07..3  8007.202 !079.3 .2 9.3 09.3.7.8  0. -:7: 703/.7 -0..9.3:8.3-.39.3 03/.. 90709.3 /. 97.253 903/038 043428 /.3  :. ...8./.5./.  90344 . -07-. 5072.3 -072.3 /2.438:28 /.30--.7.7.3.9034430.4:8 3/:897 / 745.3 .  . -.75.2 .3 5..

9.39.8:..8 0-:/.0/:.59.2.3 ..87.7.7.390344 8:.8 5.71.3 507-3.3 /.3 54.3903574/:82.3 80. 90344 5489. .3 907-. 4-091  .3 90344-.3 2.7  . 90344 -.2 :-:3.8. 5489.-.30.898 0.3  8:9 7.9 537..3 203.80-:/... 574/:803 /..7 8:/:9 5.7.2 203:. 90344 905../2.8/../2.3.3 3.3  /  0.7.: /..8 207:5.5....737.3 -:9 -09.9-..8.3 :-:3.7.3 . 90344 -. 0./.3 9.: 2.3 02../.9 20.:2.3.93..9:.990.2 5.3/.303.8 2020:.8.7:8 /.03/07:3..5..3/.2 /03./ /03.3  !.20.2 5.3 ..39.3 0-:/.3/.835.2 70.3    .:5:3 5034.503. 42:3..7.30.3:3/:3.898 .3 .3.3 :-:3...39. 3.898 .33907.907.20/.3 9039.0.91 :39: 202.3.8 907.3 202.207:5...88..3 /. -072.3 /03.3  ..7. -.3/.59.7.8.7 /:.5 4254303 4254303 0-:/.90344905..30-:9:..9:50302:.7.8 . 30.33.9  4-.7 574/:803 .9 80-.9.3 ..37:.3 -..3.3/:3. 507:-.3 81.8 0-:/./.. 80-.3 5./2.3:39:20./.3 ./2.3 ..3 90344 907-:.3 . 2030-:9 . 438:28  . :-:3. .8.73 .740 209. .:5:3/03.32. 3:9:7.3 90344-.8.39:3.9.3 ./03.3 :39: 202.. 90344 /.3  -.3 -07-0/...3 //..3/:34380:038 ...202-.7 . 8..3.9  /.9 /.3/. 503072..  /93.3 0-:/.7.9.3 203:39:9.33..9 80-.3 0-:/.5:8. 90344 /.3/./.:.39:3.3.7.9.3:8.3. 9:.3 $03.03/07:3.8 /.-.9 0- 203:39:90.3 202:.3 .3 90344  8:28 /..3 /.3 ..3:8.9 /9 /.79 -. 7.7: 80/.8 . -0781.3 /.9: 438:28 90344 -. 02.93.8. 02.3 80-.90907.7.9.3 .:39:/:580.3 ..3 90344 /.3-.9.9.7 -.3 /02.2..9 ..3 .5:8.3/.....8  $0/.8 0-:/.3 20250792-.9..9.9. ./.9 2.850 848.3.83 2.3 /.380.3047. 907.5:3 90344 /0.3 .3 -.35.30-:9:. . 90758...39.  /..7:  09.3 5.3.3897:9:70-:/..3  ..3 0-:/.7.79 574/:803 203039:.9: -.  90344 -.3.:9:7.8 03008      03.7.18/03.3. 042-.3/.3 3 -07.7 88902 0-:/. :39: 9/.3 438:203 9075:9:8  /. 2.- -.7..950302-.3/.9 9073.9:80-.3 20.7.:.9.7.18..3 -..3/03.: /.  /.7 8:/:9 5.7.  203:7. 897:9:70-:/.9...3. 8:/:9 5.9../.9073.3.7 8:/:9 5.3 -.9.9 438:203 90344  8:..8..3898 803.3 574/: 0- -0747039..3 :39: 202.8.3 0907.3.3.39.7.7: -8.03/07:3.7..3-0702-.7. 88902 907.3 /02.2.8 80.7 8:/:9 5.3:8.3/-07-.2 07.50308:.7:207:5....3242039:2574808089073. 3 207:5..9.7  .3-07..3/.  .  03..5 90344 .7.:-....- 3.9 . .3  .3/:3 0-:/./.203.8. -07-.

..3/.9.9..3. .7./.3.38:2-079.3 :7:  5.9: 507.5.7:8 /07. .9.7.380-.3 /03.. 202-07.334728 -07.8.3..7../.  9/. .2.9:.3.9 5.  .5:3 2491  ./93.3 8.3 57385 57385 :2:2  805079 09. 34728 /.7.: .9:7. /087591 .9: 3472..2.7.9..: 07. 9.3  8.3 09. 202-07.5.:. 50...: 5027.3 ..39.2./. .3/.2:/..203..33472.-07.3  0.3 /..7.7.7.: 9:8...3 5.9/-./09.9/3.7 .3.:..9..9../.3 80/. 203.80.7.3472./. /.3.3.:-./.9..3:9507-:.39:..5.9 .  9.2.3 203.9  /.3 247.3..3. .38 .7..3 8.3 -./8 50702-./087591/.9  $0..:9:.3.3/. 472..3247.79 80-:.38:3./ 09. .3  203./.2-8.3-.9.9.3 798 /..  8:.:3.3 /.7..3/.3 /07. /.-. :39:507-:..3-.5. 249.7.3 .7.7. 80. 909.....7.3 .:2:2202-.  909.. -07-:.  /.9. 02:/.  $:3494  2   47.5 18....3 203/.7..3./.3 503.3-.1.5./.  9.3 .3-0793/.3..9. /. .25007.9.-./.7./09.3.: 247.7.3 247.  80/.2.9.38 .1.3 50-.5.7 9039.3 .2. :2:2  ./.39:3 3472.2503. .: 3472.9/3. .::2 /. 203..3 -079.5/.3.7:83./. 50-. 2.3 08.7.5:3 09.3 503./. 502:.3 .3  9/.380-:.5 .2-./.3 /03.80.3  9./.9  43943.9.88:..8.  /.: 8:..309.3:8.3.3./. 09.9 /3..3-07:5.3472./. /5..-:..3247.3 -.3 -07.3.3 09.. 20:8. .9: 2.3247...3 .5../.  /.3 247.3 . /.3 /07.3-..7.7.9203.52.  !07-:.38 $:8034   2   472.3:3 .7. . 2..3  203./.3:8.507.309.7.3 93. 9.3 80-.9 .3:8. 8.  507.8..3 -0703...3:8./2.3203.8.9/./.7:8 /:5/..- -07.7:8 /:5  -:.3 18.3. /.3  !.2-.  7.3-07...38 $:8034   202-0/.3 /03.: 93./.: 507-:.3-:.3 /3.9.9079039: .08:8.79. ..3 80-./.9:.3 .39/.9.357385 57385:2:2 805079.8.9 . 47./03.-.9/. 20.5.308:8.9.3 -..3 -..2.7.80-:..3 .7.-:7:. 9.2 8:.079.2.:.89 -07.5..247.39:8.9.78 503.3  49-.      %&      39.3 247.8 /5. $:2-07.809..90.: ..3 .3 07.3 889023..8.3247. 80.3 8.9:7..7.3.33.    .24708.7.9.79.30948 .-.-07.793.3 247.2 0/:./.91/.2:-:3./... .3 202-.3247.3 /.9.7.3 ... :39: 503.: .9 8:9 :39: /3..3 09.79.9.380..9.  ..3.3 .3.79/..3 .-:7:  03:7:9$:3494  09. 9.3.203.8..3 47. :8:8 .93248.:.7.3  8:.3 9039. ::7.3.09244 -07..91 9.91 8:/.. 845.3  805079 47.2. 3472.3.3 8. .7.3 93.7.  7./. .35.9. 9072344 09. 47.7.8.:203079.9.9/-...3 ..9:507-:.5:3 09.-:7: .32..3 -:7:  .9.3 ../. ./:5 9.. /.:2:2/. .:8:8  9..9.33.9507-0/.

.3 8:.7:3. 50702-.9 -07-.3-03.. .907.3 .3 2.703. .22. .3.7: 5.2 507:-.8..9:.. /05.  .3 90344 .3 003/. /.9  003/.3  /.3 08:8.  !0702-.3 90344  %.503079.5.8../.2:!0309.3 40 02..7..3 .7 :.3/.3. 003/. 2: 50309.3/..9 5.5.9.07  503079.. . -.2 0/:5./.3/03.3 4/7.7.  003/.-5.9.3 .80:.9 . .8.350702-./. 2..2 5./.0802-.:.2..3 .3 -07.3 . . -.7.:.3 /472.3 20250744 08890382.808:8.3 003/.79.5.7.80.5  . !.    7908:8.3/.: 203..3:8.9.7 -03.5 8.340.2.2 . 80.3  0-3 8047...939.73..3 -07/.8. 905.3:8. -.3 808:.7./.3 .3-.3/.. 9:/. .  %.3 90344 203.3 /.8 8:.5.3 /.0.3 0.:5:3 .3 90344 9: 803/7 2.3. /.92.3:9 2: 50309.9. .../..3 90780-:9 .3 /.3 /. 3 9039: 8.:79.9.-:.-.5..80.8 203/.3/.3 /::/.7    %. . 05.3.-..3 2: 50309..940.3:8. 5.9:2-: 03. .8.9.3003/.9  80/./. -0/.2033..30.- :39: 80. 08.3.3 2: 50309.9.802:.. /. -03 //.3 18:1 5.3 /.3 909.39:/. 3 -07.3-07574/:8     !74-02.7 .3 //.3 0.9 :3.8 507./.:7.3:3 .3 203.3/.38.3 4/073 -07503/... 05..2:7.3 2: 50309./.79 8.3..5.3 .7.3:3 .792:.. 3/:897 .9203:-..92.3 0- .9:.:.3..8 /.3 08890382.:.3:3 .2.25.3.3 8. 20::/.2.33.9:7.:.7 2: 50309.3 /.3 /.390344/ 2.3 0307.9.3 08:8.. 507-:.3 .8..3:3 .2 .3 90344  ./.3 -.3 507:-.3 :2:2  050393.32:50309. .9 -07:-.2.3 90.7 3..3 /.3 2.3:8. .3503.2/7 2. 3 /80-. 2. .308:8.7:8 203.8 2.35079.. :39: 20302-.2..9..: 9/.:.3.:5:3 503:3..30488902 -079.9: 203.-07-0/.3.90.3 90344 80.:5:3 -./.5 /80-. ..2.2. 2.. 08:8.7: /.  / ./.:.3 .:..3:8..39/../ .3 207:5.703. /0..3 /..93.3 /. 203.:9:  . 050393.3 2. 203:39:9 9.-.-..3/:380-..3 .2907 0-.9.9.808:.- 907.-07. .9.5.8.3/.25.3.3 /.7 50702-.803/7 08:8.3 80.3 -0-. .3.18: .3:9 :.5.:5:32. . .3  !0307.5. 5../. .9: . 9.330.778:-.3 -0781..:  80. .3. 203.003/.- 098  207:5..3 90344 202-:9:..:.3:3.390. .9.3:8.39.33.3 :39: 20250744 .3.  ..9: 9:.330.3 .7.3 808:.2.3.7.32:50309.9./. /.3 907-. -07-.3 .3.3 /. 503.23./.3.507-:./. 574808 50702-..- 098 9/./ / /.7:8202507.3 . /..8  03:7:9 18:1 07-079 $503./434  2    0. 9039.3:8.3 /.8.3 003/.3.220302-.3:8.9.8. .7 05:9:8.803/7 $0. .3. 50702-.3:39:203.9: -.390344.9 /.8. ./.  -.3. 50792-.9..3 /..3.25.:.3:3 ./....- 2: 50309.7..7:83. /07.9 -.3 90/.18:./.3 5.:.:.078.3 90344907-:9.3:9 203:5.-.2 0..3.9..3 /.90.9.3 /2038 098 80-..3 ./.3 9: 47.3 -. /03./.3 50302:./.. 507-:.79.5.3 2025:3.3:8.3:9 0.308890382. .5  .7  .3-.3 50307.  !0302:.38.5 3.. -.2 2: 50309.3 20.3 3/:897 -:.3 057.

3:38:702.. .3:8.3 .3:8.2 0-:/.9: 0./.:.3.9 /73. 0-.7:089073.8.  %44.3..52: 2: 848.574/:2.-0-.3 9/.7.:.9. 2.3 8:-0 .0/:/:.3 /.:..: 9/..:37   -07503/7..:89.30/0./.: .843.78 ..3 2034. 203039:.3/-:.8..387/..3/7    !0309.3 -..:37    0.3 :8.    !07:3.078.9. 9: .947 089073.8. .3 20302-.9:39:9.5809.8.3/2.3.9:803/7   2:0-.3 9: 802:.380/. 9.37.3 /.3 -079.3907. 909.-.3:8.9.. 2: 50309.9.7:40050393./. 909.:.843.:.7.9.:..8.  2: 50309.3 8073 /9:/3 203.3:8.3.93.9.:7.5.3 90344 .3..9. 57.383.502.3 9: 203./. .3 9: 9/.3 . 2.:.: .8. .3 :8.3 .. 3.72:9.33.:.9/8.380-.5. ....3. /.503.3 0803   -...3/7 2.3 9:803/7 !.:.3/.3848.. 805079 203.9 '.  !03/7.3 /03.7 2.3/. -/.380039747.7 5.3.9.25:7 9. . -0-.23  0-0-.-072. .-072.7..  -8.9 .8 3. .32:50309.3...57-.3 80/02.3 ..3 203.390780/.3.:././.3/9:840#. 2..  #.7 50792-. 2: -0-. :5:9 /. ..380.. -:/.320.5 3 -07.  02.8.703.35.2:50309..34-09. -0-.- 907.8 /. /.3.3848.3 /.3:8. 2.9.:.9.3:3 .9039./3.3 3 /.8/.947-.9:3. 2.843...33.9.:%/.309..2./ 80.805079 1.3.79.8..9 02.33. .2./..808:..7 .:.1.5../.3:8.7:8/25.3503039:..9475498 /044 . ..3.3:8.5:.3 0-07 /. 2.3 2: 848.:-:3.3 .3/.:9/. 2070.2 202:9:8.9.9..3.2./. .3-.5.98 2: 848.9..8 2: 50309.3 90344 .7 494342 2: 50309.9.8.8.2  !0784..3 2.2:./ 808:.3 ..3 5.9 . -.80.3 :8807 .9 .  %4484844 0-07 203.: 203:8.0-./.7:3  8:.8 3./73..30/0.83.3 5.3 1.37.3..2:50309.8.8:/./.3 203. :39: 203.79.3 /.3 90344 /.3079.2-.8.:.: 7..3 /03.3 508.5.380. 9: 803/7  .3 0-079/.8.8207:5.:5:3 2033.3 90344-:.2:-:3..83. 2.3 2.4940748:2  $.8/.-07:9    2:. .82. 3.5...3 .  %.2.3 2: 50309.7:8203. .3 .7503.3/.3 .7.38.94780-.3 57.5. 9/..:.: 203:8 20303./.5.3..  .4805$9:247.3 907.  %:..3700.3:9 5.9.8 3.82. .2:.83.39/..3/73.39:3 5.9....7.3-.2 :-:3. 033..3..: :897:9/.. -. #030 08.. /5.9.3 8.7//.3 -.2.3 40 2: . .3..39/. .9 9: 203..3904780-.7:8-0-.3/:3 9::.7-07-.5073..2-. 2025:3. /.793.39079039: ..83.9.3 ..387/.3 3:3.370.3:8. 50702-...7:83..3:902:33.3:8. 9/.3050393.850702-.8 90750393 2: 50309.82.3.9.3 80/.3 40 2.3808:3:3.3 2: /.9.:5:3 80-..3 503/.30825:.3 0-07.2:848. 907503.:.3 9039.3 207:5.20.2 2033../.3/5.340 -. /.880-.-07.. /03.7:8-0-.383.3 -:7: /. 207:5.83.3. 907.9/.3 20.3 9034420207:..3.3 2.8  .0989:803/7-0781..5 247.3 9: 803/7  2: 50309. /.3 098 . :1. .9.  $:. 0-0-.9 -078:3: 8:3: 203.3./.207.3-0-.4-09... 3.:.:39:20302-.:89..5 80598 2094/83.  .2 /507:.3 -..7..703..3 :39: 050393.33.3 / -/. 503079.9 2: 50309.9: 07..50.33.3 :9 203039:.-.9 1.80-.8. #.5.-0-././  /..39:..3.3 -:/.79.3   203.3:8.7908 /03.9:5.32.3 2.32.9/.2.:4-0 ..:.83.39:-0-.9.92. 2: 2: 9: -0702-.32: . 2030/.3 907.9: 8.3 502.3 :39: 203079 2..9:80-..

3 18.:.3 40 050393.9.3 8:/.-.3 49479../..3 2033/7. .9.7..3 2: 50309.3/807.98  .3 202-.3...4-.207:5./.320-..2 .2 .380. 2. :-:3.  /.5. 80... 8:-0 8:-0 80.50.  05.9..35.3 207:5.3 .3/.3 -07/.8.: 203.3 /2.07.  80/.3050393.3  .3 072030:9.3 2.3.3 .7 /.  . 8:/.3.3 203.3 ...2. 503.3 . 5..3507-..1. /9039:.50309.3 0- .8.. /.:.7.3 050393.3 9038  2: 50309.3 2:  . 207:5.3/.7.2-.8.8-/.8.3 9: -007.9.3 . 439448 2: 202-.8.. 9.9  $09.703. 0/:5. -/.3.39047098.7.85439.3/.9.3 4-0 .8:2. 83..3 503...: /:3.3 /03.7.3 0-:/.  /.7. . ::/ .8.20-03809.3-..3  .50309.8207:5./ /03.3-0781.3 -07.3. 1.2. .071.3.9.2020.2 907-039: -07/./.07.3 .2 -.... ...3 80-.  .2 9/. /.3.3 050393.3.73..9.357247/./..:./.2.50309. 03..  -0 5030.3  -.202507:..:.3203.7 050393.33. .8 439448 9079039:  !0309. /.3:8.9. 9. ./../.7.3 -07.3 50309.3 /.. 050393..:.3 5073. 2: 50309.2.39.9.2..3 050393.3:8.342:3.9.38.7. 05..:.32:05.3 503:8:3.7.../. /...98 03.2.8.9.7 . 2: .3 49479.33.3 503079./  ./.7. /.9: 5007..902578 3.98  2: 80. 4-0 9.2503....3.:..3-07-0/.3.3 02:.354.  .-072.:. 02578 /.8 80.3  2:..2- /.3 .7.9.3.8 2030.3 050393.4388903/03.3 ./.3 57. :.9. 2030..3 .3.3 -0781.3 43944 2025079.790203 !03//.    !03/0.3 .8 8.8 $09.9 -03..3. 9078:8:380.2. .9:50309...3 2038. /.8 3:5 5030. 9/./.7 4-0 90780-:9 .: 4-0 9: 80-03. 805079 -0757  207.3. /. 3097... 8079.72.3/.80589024402:.3 /90.3 02:.3 .3 .3 /.8.9 /03..7 0-03809 80:2.2 574808 50302:.3:9 -.7.7 80./..7.5.3 57..8.397  2   $0.3 9039...3 202-:.:.3 39448 3944 . 80-.9 .8.3 ::3$ $:7.3 57. /.8 5030. 5. 503..3/:3 050393.3:8.3 02:/.:. .8  !007.9.39..3 /. /.857...5 2: 50309.2  -.3 3:5 -.3.3 9039.5 2.32:848..3 .2.3.3 072030:9.780.9.3 2: 80.....3 /.3 9079039:  050393.

5. 2:.3 9039. 574808 .2.3-07:5.9..-..3 -. -. 207:5.8.3 /03.1... /.73...7.3 50309.3.9 /42.9.9 /..9 70.397  2    .3 .25:7 5072..2 2094/0 2.  8:2-07  2094/0  897:9:7 /.3/.: 0-03.. ... 2: 20250740 /. /.187..3:8.7..3 203. /.79.:.3 02:./. .3.9.- 2: 207:5. 2:. 907.7.7.3.  !.3 -0781....3 .5.   !03/0.2 80-...7.9 2.  /.2 . /03./.843.2 20309.3.3.3.8. 50309.3 :5.3 4-0 5030.3 .3 2.7 ...9.5.35890244 5890244 .3 202-. .0723 80.57480/:73.:.. -40 20..7.3 2:  .9 2. 247. 7907./.. 4507..3.8..9.. 2094/0 2.5 2. 2..9.9.  20703/./9.3 05890244 2: 907./.203/.3 05890244 2025079.: 903 . 439448 2: -0781.3 18. ..3  0.8:2. 3.3 .3/80-:90-03. .9.5.2.9 3097./.8.3 :5.3 ..33.3.3.3 0/:5.8.8.3 /92-.3 .9 203:-.:. /.2..2 203..39: 9.3   8.3.3  ..3:8.: 8.3 -0781..75.3 50309.3-03.8 ...7.:. 2   ..3. :39: 20250.7:8/507.3 .-. . .350309.2: ::3$ $:7.5. 4/7.9.3/.2 203/..3-07:5.39:803/75..9.7.9.3 202-.9 .3 203:8:3 9:-: .8 80-.79.3 202:33.253 9:  80. .:.2 ..3:8.3 9/.

3-0781.. 203.3 .-.1.8 . -07.3..3 50309.3 80-0:23.8:/ :39: 203: 0-03.:. .3.3 -0781.5027.9 48/03.790203!03//.9 4388903 /03.3 .7 07.3 90780-:9 . 5027.9.:.3 549088 .3 .. 07.3 .33.5 549088 9072.071.3/.7:2039./.3 90.8 /8:8:3 .30-:/.7.50309.  05. -07/.33.8.7..7.3 .9:.:.7..8 907.3 5073.3 /0/:8 /.  20. 80.3 207:5.

7..880. /.3 203/.9:..:...3./.78:.3 -0781.3907.50-03.7: 2025:3.5 07.957../.8 80.7.2. 2:907-:.2 '071.4-091/..071. .3 .9:.3549088 0-03. 202-:. 5027..83-07.79 -..7..35748083..3 8:8  -07/.3/..8.7:2039..790.30907-:.3 :.8.81.2 20302-.7.7503.7.30-:/.5  79 907.9.31.. .3-.503.51034203.3 .8./. '071..02578-07.7.3 .:. /7 907./.3/:3/./.3549088907.3907.3.843. 5027.8 ./.3..7.790203!03//.35030.9 7.3.9:5073.2 549088 02. 2   07.380.3 .-07:. 80..9.7.3 48 .:39:0-03.32.3907.98 .8 1./03.3 .-0757 798  05.

3-07/.503:3. 50309.9.2.3 . 2025:3.7 .3 3472.-.3 .3 / /.33.5/:5:39:203. 809.32.87..-07.7.318.1.34/7.3   !03/0.. 202 .:.38. 2   ..39.8 2094/0 2. .    $.7.3 247..50309./.9. 3 2:/.9/.2:.3..2. 2.30:.3/.0-03.9..7.1/:52. :39:/:408.3/03./..3 :39: .9: 4-0 .  &3..5:5.3.3:8.3 .. 2...8 5:.3:8.3-07.3 50309.3 907-:.:.3/..7:8/:3.3 :39: 20302:.5 2:207:5.3 .3 :39: 20..3 9: 2. 90780-:9 50309./.078...3 02:..547.078.3.9.3  .80. 907-:.32:203:7:90-:9:..3 .247./.2.3 9039.//.. 803.79-.92.8.3 80./.9..3202-03.  /. /03.9..7.3/..5 2:.:57410843.3 80.2.31.397  2    !.31.3 /50740 /. 903  57480/:7.  .38:39079039:/.9./. -07. /.-07/..4349..3.9.30089.9.3 808:. 203.38..7.7.7988902 /..8.:2:2 $0-.3 2:.3 897:9:7 2: /..3.92./:5..5. 3472.7.3 8:.9.35.8.380-.2 ..:./.350309. /03.3/02.3 2...3/2.3:3... 907-:.39.3 .3 4507.5.3202507.3 2..7:2039.  48  4-091  /.:.3 809..:.3.7. 247.9.3 0-03..3 /03.3 /.9:0825:.3 8:/.3 :3.3.7:8.7/:3. 2.7:822:. .9:.2.3.9.3 /02.3/..-.050393.3844  844.3. 207:5..3.3:8.9.703.7. ..390780-:9/03.39.3 ... ..3/.5.  0 .  42:3.:.3.3 503/0.8.8. 2: 9: /507:3. ..8 /03. /.7:8 /9::.2 2033.3 2:-:. ::3$ $:7.9.3 .-0757.52.2:3 80...3 2:  .3.7.3.3.3:39:02.3 5.3-07:5.843. .8 80.3909.7.3. . 50309.3 -.7.843.3/.38:.73.31....3..90789 798  7.35.8.7./ 2:207:5. .3 -07:5.2025:3.8 /044 .3:8.844 2025079.3/90.3:8..:.9.7.39.34-0.3 .2 5748080.:.:.3247.. 42:3. 8047.33.2.33.:...8.:0802-.2.503039:.2 /73.2  &39: 050393.3 203..7. 203/.:. 3 207:5.3 /8:8:3 /507:3.9.9..3/.9.-.8. .8:2.9: 0... 0-443.79 2: 207:5.8.8.7.9.9.202.9 /5079.-.9/2.320250./ 2-078.  ./:.3  9.3.5./.3 2.3 207:5.79039.3 503: 0::7. .3.79.7.3 /.38:..3 2.2:9/. 9:  .3 .5:3  !0309.80-.

.5  8.3 2../.3:39:203.9 /5079.793.3 ..7:8 803.3408.. .5 2.3./.  . 2.83 2.3  47. 8047.-.3:8.3 :.:.1.3/73.8:.5 2.2 0802-. 2: 90.3 207.3.  02.5.8. 203.5.3 .   82.3    /.3 2.2 .7.3..7..92:9.3:8.3. 0 . 202-.:.3:3 8:.943  -.7:8.33.. . /03. / /./.7.3 ...3. 9/.3  0 .8 .3:8../ /.8.9.3 207:5. 9:  50393 -.2.9..3.-.3 0.3 .39.39.05.-:/ 23/    /.3 -0781./03. -0781. 0:3. .3 /..7..2.80-. .9 0.9: 0507.  80.3 9/.2  2094/44 .3 4-091 /03. /.5. 57-. 8:. -. -.83.9 2.3 0:.. 2./.7.8 9039. / /.2 .. 50325:.25: 203.33.3 -.2. -.-..3 . 507: 202 .84...3 3 207:5.3 .3:8.-..2 .8.7. 2.7..3.7..89 ..52.3 57410843..2 /.3 507: /2 5.2.3/..380.3 -00/ /.3 44  :.8 /03..:: 90. . /03.5.3/80-. 549088 .7.3 8.92:/80-:9:.3 9039: 2070..3 -07/.3 05.89.:0803.-.    /.  .7 5.3 .9 .27. 507:-.5 .32...30802-.9:8.  . 0089.3 907.3 /.3 502.9: . 5./.9 /8.3 . /03..25. 8:.. 2.8. 0- 0- 8047.3:8.3 2:.. 80-.  0. 808:.3 .3:8.39::.2. 7:. . -073907.  2. 809.5 . 8:.8.3 -078.3 907/.-.320302:.5 . . 2:..7. :8:8  2:.94-091 $. . %:.79.7 57.-07:9    %/. /03.3:3.2 .52..5.2.8079.9.3.3 :.8.3:3.: 9/.3 .907.. .:5:3907.  ..5 2:.83 2.....7:8/240809.3. /.3.3  $.503....9..2802089.9: 8.7 2:  20. 0/:5.7  .5.5  /.8../. 2.9 .::5 -07-0/..9: -.3:8.3 -07. :-:3./.3 0802-. 2:.3 /.3 207:5.2 :-:3.8090.3:8.3 .3 .43./. 47.8.3 203.39::...39.3 203/.3.27 /83907890/3088  . 8.703.5 80.3:8.: %:..  --.50309.7 9: 203.3 .3:8.23.5.:7.35:8.507..9:8:.5 503/.3 8:/.3 2.- 9:  2.3.3 /03.3 90705.203.83203:3:.357-./.5.3/02./. 2. 2:./.3 /.3 2:.9: 2: .7.3 80-.580091 .218.33.3:3.- 8047.8 /03.8.3.8.3 . 203.3 909..3/7.93.32028. -. 202-. 8047.3 247..9  /..3 :39: 203. .23. 3.39.-. :.5.3 02:..8 247.3 2: -.9 2:9..3 .3  8079.3:8.2 /. . /..3  793..: 9047 .5.  !.3..9 /507:.3 5.:39:20089.3 9.3 2:.3 2:9.. .8. /:5 /./..3.3..2  80/93.3 .75..::5 -08. :39: 203.7.3 /.3.9/.7.. 2: .3 -07.3.3 /03.7.2..9 /5079...: .3 203:7:9 --.3-0781.9.7..3:3 .9: 0..8.2:.7.-..3 7:93 -.3 . -.83 203:3:.39.357-.7:8 80. 202-.7..32.  $08:.. 5:. 803.3 -0781.5 2.32.3 -. 7..9:80-..8.8 /.52.3202-:/.3 003/.9./    078..3 803.03.29: 03.2 9/. -:.380-.3 ...3 -. 09.9:8.3.3 . 50309./. .  . 207:5. 8:.2. .7.3 -0-.7:8 803.  0 80-.33..5.2 .9. 8.8 /.. 0089././3.8.9.3 003/.2  2   $.3 2:../.:5:3 2../ 5030....73.3:8.3 -:.9: 247. 5. 8.3  247.3.3:8.29: . /.2 -/.3/.-.2.. 5.3 2. .9: . 80-.

 -./.91 -07.. -838  09..3 203.2. /.3 .53472.. 9079:.3-.7.3 .9. 04254 2:.3 80./.. 802:.3 /73.3  ..3 2.9..5 ..3907.7..3 202-.5.32:/.3 /2.3:8. 2./.3/0202. 5.33..380-.8 . 80-.7.3././.9..9.3 9/...3 /. 5498  8079. 3472./8  ./.:.3 42:3.:. 4-09.3 9079039:  8.7..8 ... 5. 5. -07.3 2:  %::.7. /4743.3802... 0/4907.: . 5./. 503.3 .3 . :39: 20302-. 8:./.: -..2.7... 574108 .3 8079.. 3 8:/.098.: -../.9: %.8.3780980-.33.3  .09..9.9. .:.3:3.3  803.: 80.. 8047.3 03/.5 098 ..2/:53. 03.3:8.3.3 9/..  .   8.7.  09.305..3:8.. 02:./. .8.3.7:8 202 8.5..: 80.  .. 8.7.20909.3 9039: .    $047.5 2.3 .253 8. .5. 907..3:8:83.: -07003/. 09.7..3 2:.91 -07. 85081 -07. 5. 09.././.078.7.3 :39:7809 /.380.3 2: :39: 02.3 2: /.  472.3.3203434/..2:.8. /.5.7. /7 5.703.3. 8./. 3 .  88902 549  88902 97.3/5.: .:2:2-.02:.: /.3 202-.3 0. -40 907503.8/.8:/ .32::39:02.9. 2:.3!##4247'./.38./.3 2:. 2.9.3-07. 2:.3.5 50309. 80.5.7: 40 88902 -:/.3:8.3.550702-.3 80.32.3507:/507.3507.3472.:3.3 9::.32.3..3-./.: -.8/.3 :39: 0-.3 90.3  09./3/4308.5. 09.73.9:.330. 20325.. 2:.3/5.:.5.9: 0.3 2: .3 80. 3472.390344 .3/.3 008.3 -07.9:40042543.3/.. 2: .5:8 907.:9... 0-:8:8:39:502-.3:8. :2:2 90780-:9  5.7.80-.34-09.7.

!#.

 9. .9..3 907.5.9  8079./. /.3 429203 /7 :39: 203.3 2: 50309.3 /. 9039.38./.390344 9.32030.3 3... 2..3 70.3 907-.3 202.3  /.39.  .25: 203.8.. 57-.:.3 9..2 507.0391  /.7.0723 /. .0/:5... -.9.3.7..39..8.3 /.-.2 -0757 /.  . 3.59. 09.3 /./ 50:..3 /.3  739.5.3: 8079.3 /2.3.7.25: 203:-..25: 203:2-:.3 203. 02.3 2 43/:81 -. . 20305.3  2.3  2: 50309.3503933..3 42:3.: 70.8.3 .9:  /853 /.9.3.8 .2 . 05.5.253 9:  09.308025..9.39.3 .307-.3 -. 3. 02.3 90344 .7.3 80.07.38.9.  -075.3:8.  -0...5 .2.:.  8079.78..3  2..39.8/03.02:.-:/.9 /.  :8:83.   8.3203.7.9.8 :39: 503.        ..2-.9 .25:. 02:.91  /.  9.9. .79.. 50302-..3 :39: 203:3:3 93 3. 02.:.9. 09.320307.7:/./ .3-.3 202-.2 0/:5. 0-03.3 -:/. 02:.59. 3 203/4743 9:2-:3. /03. 203.3.3 /0.31..7  20309  203:8  -07.3 203.8:/.3 /.93. 3 /::/.7..7 .59.2 0.3 -07-:.3 :39: 203..  /.07.3 808:.3 02..3 2.39.7.:5:3 4091 /.91  3.91  34.

8:28 803.7903 -07:/: 08909. . ./ 4 /07 3  /03.8. 89.1. -07/. 340/0 . 08909.. /-./.3 5072. .3.5. 503/.3/7..80-.1. 9047 03/...39. /..3.9 803 203.23.1.: .3.2 202./. .3 803 /..9 /-.3907803/7/. 378  89.8.8 907-9 /. .8 40 $4. 803 . 18.8. .3 /-.8 1034203.3 /2..9 5:.: .908909.7 2025:3.3 :8:8 203.703.3..5:3 08909.3 5027.:9  9047 41 9.8.3 :39: 80-. /. 08909.3 0803.3 .8./..9 /.7 /.. -/. /.9  ..3 :34 2.3 /80-:93. 89.3 .3 2.3 / 7  5 .5 9/. 9072. .3 18....2 3:5 08909. 944 5079.5 40 5.8 /.3.3 -.3:8.9 /.3 202-0/.2.9:.3 .2 -.3 .798  /.-:7  %.3 .1..3 /..3 03/.80-.:. :3..3 /03.9.844 ..79 .3 14841 . . 9:  9/.33.7903 /03./. 80-.3 . .:2.:.3 4708. %0 ./. 9047 803 ..9.3 ..7.79  .7. /  :: 90780-:9 2030.:3   -:: .9 /807.3 39009:.2 /:..78 /. 24/073 .9. . 038 803 . 8038:4:8340/0 ..3  507./.5.5 80-.3 89. :8.3 ..3 9039.7..9803   89 09 ..3...3 8. 9047 8073 /. 905.203. 50784.3  803  8079.9 ..703.  18.3 202-.3 803  .3 /.3 :34  18..3803:8 8035...:. $03 9047 41 ..9 /.3 .9 03/..78909:7 8.7 . :3. /./ !07903. 50309.8.9 503079.9..73..3 /.3 0  89.7.3 08909.5 80-. 50309.9 3 0- -.8.3  .3 .7903   /.8  40 .8.2 209..1.. -.3.3/07 4990- .3 9:  /. .:2.3 /80-:9 80-.3/... -07:5.2.3 :3. 574808 907. 08909.  9. 3900..  8. 89.1. 8047.3:9 5072.3-07.9 ..3 /03.3 08909.3.:2..3 /03.3 8038:4:8  ..3/80-:93.2 -.3 203/./ 89.8.3 54845 41 -0. . 3.. .8.3 /.:9  18.8..2 202-.2 89.  503.3 02-:9 .75. 803  /.3 9047  803.9 79  $0.218. 18.3 203.2.9.890  9047 41 130 .3 50309..3 -07:-:3.33/07.  $%%  8909./. .3 0   8909.3 .  .: 93. .3 18.50309.0 798  !03:3. .3  . 9047 0803.3.9.3./.5.9 .3 -08.83.3.3 0- 905.7 -.9: 130 ...7. 50309. 203...3 2.3 08909.0 798  .844  0- -.: /.39.  80/.::5 0.1. 4708.8:28 9079039:  /.-.5:3 .18.7 ...:.: .2...  805079 :.3 9047 41 . 18.3 /.3  -./.3 /-:.2.3 .3  .3 !.  !.8.39 /03...1.. 507: 202..3.79 5078058 3/7.3 90.25 -07. -.3 8073 9. 207:5.9 /03.:8  !.5.3 //.9 03/. 2.3 8032.2 -.:.: 18. 80-.:8  ../3..908 /.32:8  %07/./..9 803  /.94  . 2.8:  3..8:/ /03./ 9047 41 -0:. -07.2 0/:5.  /.3  :8:83..08909. 79 803  .9.1.9.3 .3 9:  907/.7  .1.9   03:7:9 %0 .3 .2.7.3...89088 -07.3 . .9  0-3  0.: ::/ 0803.3 %047 2.5.1.8.7..  .7..8.: 93/.3-/.9.:.8 /.  $0.5 80-.3..3 -.3 5078.3. 9: 2:3.2 08909.3:9 803 7:5..

5.33472.3 3...3 .8.9 .9 1  20 .3209.5.. . 2085:3. 5007.9 /.7 2:50309.3/:3 05708 2.8 805079 /705708039..3.3 80-./.9. 503.3 /9039.3 /.34-05078058.3 .8.3 -078.3 503.3 /902:.33..73 !7.  !7385 09.3 50309..3..3 -07-0/.3.2 202. 207:5.7 .3 507.9:503. /.18. 08909.. .3/.7.  ./  .9 5.2 2030.8.3 /02.1..: 803 2.3 /03...7 :39: 0507:.   2:  50309.2.3 90: 5./...2 9025./...3  03/. /9::.5 80-.3 /.2 -::3. /80-:9 80-.8 /.5 80-.59.3 .7/.3 202-039: 808:. 2. 2./.3 147 2..9 /-07.3 803. 5027..7.3/. /. 2.18./.3 .79. /. :/: . :39: -. !7385 08909 . . 70574/:8 /. 803 5079.3..7:83.9:-07.2/72.3 57.3 -. 08.30-.3..3  -07:5.9  /.:.907. .33.. .3-. /.08909.  203:7:9 . 9.75. 0803..3.3 84//. ...2. ..9: .3907/. 207:5.3 3. 1472. 43/8 085708.908909..33. 80.2.3 907..3  5.-.3/03.3 :.3 40 5027 5027 :9.  $0.908909.3  .9..3 0- 905.3  2025:3.308909.2./.3.3 . 3  .8 50703:3..703.7989 9/.5:3 /:..5..3 /.3507.3 . 2:3..3 8038. ... 247./..3   !73858909.3 003 203..3 80-.2./.9.  80-.3/.3 .38...3 203... .  073.3:3 07. 8.3:8./.18.98 :39: 203.98545:07/..3-.36:09   /.5/.9. 507: -07-. 0/:/:.9039..3./.3-07. /03./:.18.3 9::.:2 00389 -./507:39:.8.08909.9 /..3 23.3.8.9 03/.3 503.3  ./.  /.718.2. 0- /0.3 503..8.3 08507203 /.  .507:202-0/.3 5.. 20303..7/ 48.3 5027.9 148418 /. /.9... . -.3:357..7. 9047 08909.3.7. 57385 . 9047 ./. 2.3 20303..%039:3..  9.8:28 209.1.8 00389  20303.3 5. 70.3 .3 203.88 08909.3  .3.5 80-.80-..3 9::. 80. 03/.2 80.9.8.3 03..7.3:7.831.9/.3 207:5.. :2:2  !7385 3 /..9.. 0- /.. 202..3. -09: 8.3  .... 203.9:.  80/.78 20303.: 148418  8 003/./. 089098  03./.3 202-.3 -.3.3/.3.3:9.39. .9:18..3 3 -:.8.2:3  .: 80-. 5079. 83. :3..3 203.. 03/.03/.91003/. 5..3  -:. -2-3.3.3 /.-.70057.70-.3 :34  48. -0750.. 57385 ./. 850:..:08909..  ./.:  :8:83.5 80380 5078058/.35.3 18.3803 1472.7.02:.18.370108798 .75.3 5079 73-.9 .2 80..5 47.3.7. 57385 -.8 00389 80. 5074/0 .3 ..8 -.8:28 209. 80-.. /:3.3.3  -:.3 2.3 202-:9:.2 02.3. 90780-:9 207:5.2-8:...70/:..3 8038:4:8 20303.-897.34370920303..3 502 7 .3 -073..8.705708039.7.8. 0889038 .-3.9. 0803.3:8. .. 03/.3:9 50702-./ -..1.9 -.33.9.3..7..9: . 9047 08909.3:3507902:.90789 5708039. . .8 .24-0:39:203.8  ..2 889 02 0/:5.3 /03.33. 3  : 9  :  : 2 :: 2 080 3.3 .9/.308909.:.  .  .320303.7 2:0803. 07.2 /.3 03/.  8947 41 08909. .88 08909 .8. 70..1. 2070.2  %047 .90 .:.39:9.3 05.3 8:-0 :39: 70807.3 390720/./.7.2:-:3.8.5. 3.. 3 20 3..3/.7 70.8.9..3.2202-.  8:28209.91 /.9.3.3.9/..36:09 203.

3 /. 3/.2 4-0 5078058 907/.3 .3 0-.3 058902448 /.  9/... 03/. 5.3. 9/.3 . .9.2:73 507. 20.9:7. -0781.3 -..3 085708 8579:.3  43805 43805 08909.-.7 5. 7.....  !./.3.74  .9.4/03.3.3-07-0/.9 /9.7:  .3 503.8..:.: 5..3/43897:8.3 20-. 1:38 803  8.907.3.2 /8:8 .3.4-.33.3/.3 203. 2 % 2-:  5079 .9 8:.3 203.9. 20302-./.. 803.  203039: 5079. 89. 43805 43805 08909.3 85081  20303.3  %07/. 9 /.9 2:/.80./.2.3 -07503/.9 : .3 48 20303. /03.9  0- /.3.9 003.75.. 7.8 57-.8 9079039: /03.. 0 /.88 :20./ 2070. 50703.3 50393 /.7.9:70.3803.25.5 /0391. .3..3.3 :39:203072./. 80-.8../.9: /.9 .9  :.3 .3.8.3.3.3 02-. ::2 ::2 08909.9.3 43805 08909.. 203:-:3. 20..8 03/.25.5. -07.8 /03.3.3 58448 :39: 203.9 -0781.7 503/. .. . 29.7.7..9/:3.  . 20.3.  805079 802:.3..  %07.38. 203./ 20303.9. 8:.43805 438059:  !.8.390. 43805 08909. 43805  089 09 .3  :39: . 3  .3 08909  !079.5 40 5078058 93. /. 2: 089 09 ../.3 57-.2 950 950 503./ 0   14841 805079 /2:3/ :70 /.3 3/.3 . 89..  8. 14841-07. 03/. 90.3207:5. 43805 43805 08909. 3  -0-07. . . 02..3503079.../:.3/.3  5. 2.9-0-07..078.. 43/8 /.3 -.3-.3 0:3....3 .94.8 70.8 20303.9/.3 50792-....8.3 202 . /.. 43805 08909./.5.9..3. :39: 2020.3 8.33././. 9/./.3.3 .9.3 /.78 .9 ./.3.: 507/0-.2:882143202025. .5 9047 05.5.9 /.3. 20304254.3.8..9.38.9 -. 03/. 2:33 /.7 803.-0 5078058 :2:23.5 80-.8.9.3. 02578  /03. 89..3 /.5.9...5.: 5.9 8:-091 -07.3 .8./.3 /..8 4-0 4-0 /.3 -07-0/..350393:39:202.20303. /08758 8079. 503.3 808:.3 .9: 70. 08038...33.7243 .18  90. 43805 08909.7 -.3 -. 203.-.43909 /0503/039 /43897:8 / :.3.7.7   -.3 9/.33.3 5.3/7   438058909.79 .23.3  92-: 5073.3:3./  .3.2..2..3..-. 202..7.848../.3/03.:9:7.3 058902448  58448  48  /...3 -.2 .5.3 /03.3 .8.3 58448 8079. .3  %047 9047 2070.8 03/.25:.8.3 950 95043805.3 ..078.: 5./. 3 ./. 203.5.9.33. 503/.8. 207:5./. 0.7 :39: 4-09.37085438. 507.9: 0.3 0.3 .43805 43805089099/..5.9 -..  %047 9 047 2.3. /.2.8 80-.3 209.3 507.7 803  .9 80-.3. -..3.2./. 20303/..2/03. : .  .9. 3 203.3 /. .2 . 2 80 .8 /.3..  8.9 93  03. :39 : 203.. .2 7303..80./.. 2 02:33.3 80.5.7243 .9  5079. 2. -..8 70.9 803 507-:.907 5708039. 3.7.3/.9.. 47.9 /9.  793.5. 2034.5..3 4-0  8.9 /./03.2 .3.3:8../.9.8. .3  .8. 14841 02-.5. /.920303. -:3. 2..08909. 8...3.3 7085438 7085438 18 /.. /.. 8:./.3..2..9.-.. /.9: -.7989 /.5.5.5../ 0   5.3 90..39 203.9 8:.7 .8. .3  /..9.907 :2:2  5..5.2.3 ..3 08909. 2085:3 9/. 9 .35.3 89.8.3 949.9./ 20303.3:.3 207:5.3 20303.3 0.7.7 4-0 5078058  3/7.108909. 43805 43805 9: 202 4-09.3 203.3 .3 -..8 /.-07-0/..3. . . 3 .. ./. .7:2039.. 20307.7.5.3 ./ :20 -07:8.3 5079.3 /.08038..:-.9. 09/.8203.9 :3.33.9/.. . 80.3.

3. .2809.3 9/. 3 0 .2.33.9/:.3 08909.8:39:809.2 80-.5089098 39/.2.9.-.39.7. :39: 203. 8.9 .8:/ /03.5.2/.3 88: 2507. 9: /.39 20303..2.9. 203:9 .9.9: /..7.9.3803...3 //. 203.3 9: 803/7   /03 ..7.3 /4837098 .50.2..9 /:3.9 ..3 .8 . .9:4-0207:5..:-:3.5.3:9 3.3. 08589 203.3 /.:23.3 ... 90.3 80.3. 089098  805079 0802-. .350739..: . 3 203..80.3 .79 .9.9/.8 80-.3 /03.47.9:39:203.9 /907..3.3 . 9039. /.5.    203.8 . . /.3 1:38 ..23.5 089098 .8 /. .    203.  -:. ./0138 544..3  .5.3 /03././.8.3/.5 /9039:./.7./.:/:5/.3 80-.. -07.3 5.3 -.98 03:7:93./ 574-02..//.  $ 02039 . ./.7.9078...  0303.8.883.3.3.9.9//.3 /.7.5 .3 /..2. 3. 5:3  !.3820-07./. . ..8 :.. 4090  203.7. .3 :39: 2.309.3 /-.5 .2.9.2 7.3./0   :// /.5..5. 9 .08909820 ./039 .2 :. 3.39.3 /03.3 04.3 0803.3307 80-.9.2 -0793.3 .308909.2.7 .7.3 %0473-.7:8 9072.::.3 93/.5 438058 8./. 803 /3. 8.907 08909..3 :39: 203./ /.8./..5 089098  .9.9.9. 247.08909 820 /. %. .8 08909 8 203.3 . 247. 203.8 8..9: 5:3 80-.089 09 8 . 2 -07.8:/ /.3/5..3 $0.7.32030-. -078.8.5 089098 .3. .3..  03. 907.2 :-:3..3 .3:2:2/5.  .3.-.50... 89:. 503.8.33.3 9/. 90780-:9  ././.5089098 9: .7.3 /507:. 907/. 9.3 203. 9047  08909820 207:5./.7...33.3.8:/:9.9.7503025.3 08909  /.: /.9  / /.3 !03079.33.318.3 -.308909.3.380.9.3 47. 9: 207:5. 803 202 3.33.3 :.9..3 .3 :39: 2003.79  -.7..3.2. 8032. ..5 . 2039:3 9:3 0- /.  907:9.3 /9::.3/.503079.9 . 8032..3.2 -07.3/7:39:08909.3.9 .8...3 .23.3 3  /./:..3 .9.3 -..5..9 /.9  . 90780-:9  $0:-:3.7 ::7./.3 -. 0/:5.7.7..38  0303.3:9 ..8.3 8.7:8 /:9.9.: 0. 80703909.3 /2. ..9/..3.5..8 9 07:9 . :31472  2.3.3 /..5:3 .//::35. 507.8. 503.9. .3:8./..3089098 809../03.7.8.3 089098 5079.5  ./..3 5.3 089098 .523.3 0/:./. 089098  8.9.3 /..3..3 39 /.8.7.3/.3 10.. 3 203.8 089098 /.3 9: 9/.5.357. 8032.8 8.3.08909820 8.35079.2..91 /.: 9/./03.39 ..:39. 20303.3 /.5.3-..93.9.. .:-:3. 5: 3 803.82.3 09..3 .7 1..8.3  :2:23.8 089098 4-0  202 .9.1.3/.03/07:390758. 808:.  .9:70  2.8.3 2.3 203/.5 39 089098 //.803.3/5.9078.3907/.:9307  7303.5 808:.3 8..3 202.9.. 503. 3 203..::.9.3  %09.3 5./.8.8..7.9./. 43805 08909 %/.5..5 5072.3 8:-0 2. .3.5089098 8079.:: .  .. 80.5 4-0.3 /.28:.7 .7.9.  .3 .9.38.9.3544 .3 /02. .3 47. /0399.: 23.7.7..9 8.5089098 ..8.5.3 90780-:9 . 23.79 54:7 1..7.7.2 :.905.3  5079.2..3 /2:33. 9 :  247 .89.3:9.3 .5.  0303.3.2. 20.:.: /..9:70 10.. 39738  $04...8 :. .2 0/:5.9089098/.8 0890983.35. 503079 .3.8: /.2 ./3./. -07:-:3.9089098/.7/:3.5.8://0138089098 3 -.309.:-:./:957.3 3.7.3 3... 907/. /.2 0/:5.3 .3  !079.8 :../. 5:3 ./.39. :.3 9 :3. 809.3 -.3.. . ..7.8  !..9.3 803 9: 803/7  -:.3 203..8:28.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful