Tugas Politik Hukum Pidana

Disusun Oleh:

Narip Aripin 2009020231

korupsi sudah seperti sebuah penyakit kanker ganas yang menjalar ke sel-sel organ publik. Di Indonesia sendiri praktik korupsi sudah sedemikian parah dan akut. Di negeri ini sendiri. kejahatan dunia maya (cybercrime). Perkembangan yang selalu membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan tampak lebih nyata. Telah banyak gambaran tentang praktik korupsi yang terekspos ke permukaan. gejolak korupsi ini meningkat di Negara yang sedang berkembang. Kejahatan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan senantiasa turut mengikutinya. tindak pidana pencucian uang (money laundering). Seiring dengan itu pula bentuk-bentuk kejahatan juga senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang semakin canggih dan beranekaragam. tetapi baru menarik perhatian dunia sejak perang dunia kedua berakhir. Reimon Aron seorang sosiolog berpendapat bahwa korupsi dapat mengundang gejolak revolusi. Negara yang baru memperoleh kemerdekaan. tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya. Kemudian setelah perang dunia kedua. Pendahuluan Perkembangan peradaban dunia semakin sehari seakan-akan berlari menuju modernisasi. Bukanlah tidak mungkin penyaluran akan timbul apabila penguasa tidak secepatnya menyelesaikan masalah korupsi. muncul era baru. Kejahatan masa kini memang tidak lagi selalu menggunakan cara-cara lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun seiring dengan perjalanan usia bumi ini.KEBIJAKAN KRIMINAL DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 JO UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2001) A. menjangkit ke . Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa korupsi sudah ada dalam masyarakat Indonesia jaman penjajahan yaitu dengan adanya tradisi memberikan upeti oleh beberapa golongan masyarakat kepada penguasa setempat. Masalah korupsi ini sangat berbahaya karena dapat menghancurkan jaringan sosial yang secara tidak langsung memperlemah ketahanan nasional serta eksistensi suatu bangsa. alat yang ampuh untuk mengkreditkan suatu bangsa. Sesungguhnya fenomena korupsi sudah ada di masyarakat sejak lama. Di Indonesia sendiri fenomena korupsi ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Bisa kita lihat contohnya seperti.

peraturan perundang-undangan yang khusus mengatur tentang tindak pidana korupsi sudah ada. yang berhubungan dengan manipulasi di bidang ekonomi. undang-undang tentang tindak pidana korupsi sudah 4 (empat) kali mengalami perubahan. Adapun peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang korupsi. uang sogok. dan ketidakjujuran. Berdasarkan undang-undang bahwa korupsi diartikan: . dan yang menyangkut bidang kepentingan umum. Chalmers. kebejatan. Di Indonesia sendiri.lembaga-lembaga tinggi Negara seperti legislatif. B. corruptore = merusak) gejala dimana para pejabat. Baharuddin Lopa mengutip pendapat dari David M. 2. Apalagi mengingat di akhir masa orde baru. Perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang. Mulai dari pejabat kecil hingga pejabat tinggi. 4. memakai kekuasaan untuk kepentingan sendiri dan sebagainya. Koruptor (orang yang korupsi). 3. c. yakni yang menyangkut masalah penyuapan. suka menerima uang suap. korupsi hampir kita temui dimana-mana. dapat disuap. a. Undang-undang nomor 24 Tahun 1960 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Korupsi (perbuatan busuk seperti penggelapan uang. Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. penerimaan sogok dan sebagainya. pemalsuan serta ketidakberesan lainnya. yakni: 1. Kejahatan kebusukan. badan-badan Negara menyalahgunakan wewenang dengan terjadinya penyuapan. penerimaan uang sogok dan sebagainya). Undang-undang nomor 3 Tahun 1971 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 3. Pengertian Korupsi Dalam ensiklopedia Indonesia disebut “korupsi” (dari bahasa Latin: corruption = penyuapan. Korup (busuk. 2. Adapun arti harfia dari korupsi dapat berupa: 1. Walaupun demikian. menguraikan arti istilah korupsi dalam berbagai bidang. tidak bermoral. Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. b. eksekutif dan yudikatif hingga ke BUMN.

3. Orang yang menerima gaji atau upah dari korporasi lain yang mempergunakan modal atau fasilitas dari negara atau masyarakat. Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. . Pertanggung Jawaban Pidana Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 418. 210. 415. 419. 2. atau e. pertanggung jawaban pidana pada perkara tindak pidana korupsi yaitu: 1. Orang yang menerima gaji atau upah dari suatu korporasi yang menerima bantuan dari keuangan negara atau daerah. Barang siapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu badan menyalah gunakan kewenangan. 416. 387. kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan secara langsung dapat merugikan Negara atau perekonomian Negara (Pasal 3). Pegawai Negeri adalah meliputi: a. 420. Orang yang menerima gaji atau upah dari keuangan negara atau daerah. 417. 435 KUHP. b. jenis penjatuhan pidana yang dapat dilakukan hakim terhadap terdakwa tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. C. Penjatuhan Pidana Pada Perkara Tindak Pidana Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan ketentuan undang-undang nomor 31 Tahun 1999 jo undang-undang nomor 20 tahun 2001. Setiap orang adalah orang perseorangan atau termasuk korporasi. c. Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang Kepegawaian.Barang siapa dengan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan yang secara langsung merugikan keuangan Negara dan atau perekonomian Negara dan atau perekonomian Negara atau diketahui patut disangka olehnya bahwa perbuatan tersebut merugikan keuangan Negara (Pasal 2). d. D. Barang siapa melakukan kejahatan yang tercantum dalam pasal 209. 425. 388.

Pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 150.Terhadap Orang yang melakukan Tindak Pidana Korupsi Pidana Mati Dapat dipidana mati karena kepada setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.00 (enam ratus juta) bagi setiap orang yang dengan sengaja mencegah. kesempatan. Pidana Penjara 1.000.000.00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak .000.000. menyalahgunakan kewenangan.000.00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. Pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.000. 1. 200. 50.000.00 (satu miliar rupiah) bagi setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. yang dilakukan dalam keadaan tertentu (pasal 2 ayat (2)).000. 600.000. penuntutan. merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.000.000.000.000. (Pasal 21) 4. (Pasal 2 ayat 1) 2. 1.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak satu Rp.000.00 (satu miliar rupiah) bagi setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perkonomian Negara.150.000.000. atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara (Pasal 3) 3. dan pemeriksaan di siding pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi.

Pembayaran uang pengganti yang jumlahnya sebanyak-banyaknya sama dengan harta yang diperoleh dari tindak pidana korupsi. pasal 35. Penutupan seluruh atau sebagian perusahaan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun.000. Penjatuhan pidana ini melalui procedural ketentuan pasal 20 ayat (1)(5) undang-undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut: 1. Dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi. 3. . Terhadap Tindak Pidana yang dilakukan Oleh atau Atas Nama Suatu Korporasi Pidana pokok yang dapat dijatuhkan adalah pidana denda dengan ketentuan maksimal ditambah 1/3 (sepertiga). begitu pula dari barang yang menggantikan barang-barang tersebut. pasal 29. Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. termasuk perusahaan milik terpidana dimana tindak pidana korupsi dilakukan. maka tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.Rp. 600. Pidana Tambahan 1.000. Pencabutan seluruh atau sebagian hak-hak tertentu atau penghapusan seluruh atau sebagian keuntungan tertentu yang telah atau dapat diberikan oleh pemerintah kepada terpidana.00 (enam ratus juta rupiah) bagi setiap orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 28. 6. Perampasan barang bergerak yang berwujud atau yang tidak berwujud atau barang tidak bergerak yang digunakan untuk atau yang diperoleh dari tindak pidana korupsi. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka terpidana dengan pidana penjara yang lamanya tidak memenuhi ancaman maksimum dari pidana pokoknya sesuai ketentuan undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan lamanya pidana tersebut sudah ditentukan dalam putusan pengadilan. 4. 2. 5. dan pasal 36.

2. kesempatan atas sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Perbuatan melawan hukum. 4. Menyalahgunakan kekuasaan. Unsur-unsur tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi adalah: 1. Dalam hal ini tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu korporasi maka korporasi tersebut diwakili oleh pengurus. kemudian pengurus tersebut dapat diwakilkan kepada orang lain. 3. 3. Hakim dapat memerintahkan supaya pengurus korporasi menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula memerintahkan supaya penguruh tersebut dibawa ke siding pengadilan. bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut baik sendiri maupun bersama-sama. . Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi. Tindak pidana korupsi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain. maka panggilan untuk menghadap dan menyerahkan surat panggilan tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal pengurus atau ditempat pengurus berkantor. Merugikan keuangan Negara atau perekonomian. 5. Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.2. 4.

Berkurannya kewibawaan pemerintah dalam masyarakat. Menyusutnya pendapatan Negara. 4. 2. Hukum tidak lagi dihormati. Berkurangnya kepercayaan terhadap pemerintah. dapat disimpulkan bahwa akibat dari tindak pidana korupsi sangat luas dan mengakar. 6. Adapun akibat dari korupsi adalah sebagai berikut: 1.PENUTUP Dari uraian pengertian dan penyebab korupsi di atas. Perusakan mental pribadi. . 5. Rapuhnya keamanan dan ketahanan Negara. 3.

3 2..390780-:9    !02-..7 :.:/.39 5.5443..3 .7. -.3.47:58/.8://. -0707.8.3.79..3.5/.3.380-.3 /50740 /.809.3.9:  8././. 808:. .:./.3405020739.$:.25.3. 5.3 -09:5:.3 503.:3 4 :3/.2.9:./9039:.7 93/. 5/.3.35.9: 9.3.3 ::2 909.793/./.5/.3 80:7: .:80-.3 ..82:2/.05..:3    !03. 5/.2.8.9. 5/.3507:8.390. 544 .3 :3/.3.2.3 90.3. 47:58  9072.9.:3   9039. /03.3./2. -.5.3.2.9.09039:./2. 20203: .5.:9..3.82.5%3/. ..    .3 5/.7. .3 0:39:3...3 503. 9075/.3 203.3 0.9075/.8: 507:8.8.3 808:/. -07::/ .-:9..39 .3 -07::/ ..3.3   !07... -03/.2-.9/89.3 .2.7-.3/. /03.380:7:.39.3.3:39:203:9:5:.3.3 -.3-.2.3.9:  -:.9/-07.::5 :39: 202-.9 /. 5.7.8 !/. .. . 9/.3 9/../.3. 9/.3203.40.: 503.3.25:9:8. 80-.3   %07.7 :.2-.3:3/.5:8..3 /.3 342479.2 .3 .9.5 2.: 80-.3..3 /50740/.#5   03. 2025:3.3.79.3 80:7: . .3 502-07.47:58    !03:9:5.7.: .5.9.39 2.3 34247   9.3/0. 9075/.3.75/. /.8.   !/. 8.9.9.2 .3. ./..3503.3.3 /:3.3.8.3 09039:.7.3 503. 9075/.8. 503./. /03.9:5.3 9/.9:8:9.3990780-:9    .8.3 :39: .7.: 80-.3:39:.3 -0707.39079039:.3503. 20250740 0:. 9079039: .3 :3/.3 .9.3 2.3/..39.3. 8.2 5. 202-. /03/.93/.!/.3 .5/. -03/..2.3 503.9:47547. 9/.3 . /9.9.3 93/.8.9.79. /.3 .7. 47:58 /.3 :. .: ..:.2.: -.3 -. 5:9:8.27.329075/.7:5...90780-:98:/.3..%.3 :2./.547.

3.3.547547.9/.3 :3/.3 40 ..: .2.:. 805079. 47:58 /.47:58.3/. -07:9   .5/.:574.9.09039:.:.3../.9./.35/.8 3.8. 93/. 5/.39. 9:39:9./.0/:7.320.9: 47547.8  2.3907..3502-07. 8:.35/.9:.3.8/.35.5..80-. .:39039.393/.9   :3/.3503. !03..9:.39.8.2 .3.

9.:503:7:83..    .

3 0:.3 -.9.3503:7:890780-:9/.3.:8:.:3 9039. .5803/7/503..38:5.3..8 8.3.9/..3..58:.-./.47.9./.:/9025.3.34047547.8.3  08025.503:7:90780-:9/-.5.5/.3502-07.3947   &38:7 :38:793/...3.35/.30/:/:.3 07.3.30. 5.3/7803/7...:47.3  -0793/.:.5/.3. 5.3.47:5880-./. 2.8.8   !07-:..90780-:9/.:47.2..:..7.25.47:58.2.3 8:7.82.3 05.3 .3 :-:3.5/.3 90780-:9 /8.5/.3::2   07:.3.3 /.703. /.5.. 9:39:9.95:.3.2020739./.:50704342.5 /.2.9 5.3   03.:./..305.8://. .3 34247  9.3..9.9.3 40 47.9503:7:8-07.:5:3-078.-.7.9:47547.8.3    .:5:3 -07/.47:58/.5 47547.3907.890780-:9 /..3 20307.3.3 :3/.347547.:./03.    .803/72..3203:39:3.3 :-:3.5.:.39:39:9././.. /2.3 .9./.3.3 :39: 203.93/.3/.503:7:8.3.3 /.9.30:.9:47547.2&3/.  %3/.2/.33.92020739.39::./.8  2.3                 .3 .:3.9.9.   0. .3 5/./... 8.2 .8..3    .8203.3202507.993./.38:5.08/3503./.5.2.3./.7.320.40503:7:8 02:/.47547.7.393/.9. -07/.890780-:9-.9.3507-:.8.3 907.503:7:847547./7803/7..39.23:3. 503:7:8 / 9025..

33.8.3907.9 /825:.57-.7 /.747:58.3../.9.3. -07:9   07:7.- 47:58 / .7.3.8  /.5:3.3203.7.   07:7.0-..309.8/..5.7 :7.2.9    .3 /.793/.80-..47:588./   ::29/..7..   #.3 -.3/..9   03:8:93.5.3 5030-.32039.503/.-.30..9:.3.. ..35020739.33.././.55020739.0507.3 503079...9 /.5/.22.   !07:8.9/...5:3.30./472.0.9.!&%&!  .-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful