P. 1
Kelas_10_sejarah_1

Kelas_10_sejarah_1

5.0

|Views: 21,346|Likes:
Published by wenny_nugraheni

More info:

Published by: wenny_nugraheni on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

Setelah kamu mempelajari asul-usul kata
sejarah, pada bagian ini akan disampaikan
beberapa pendapat dari para ahli mengenai
definisi sejarah. Mengapa sejarah perlu definisi?
Sebab, sejarah merupakan salah satu ilmu

Kegiatan 1.1

Buatlah dalam suatu tabel istilah-istilah yang berkaitan dengan sejarah, kemudian
cari perbedaan-perbedaan dari istilah-istilah tersebut. Tugas ini dibuat dalam
kertas selembar dan dikerjakan secara individu

Kata-kata kunci

• pengertian sejarah
• rekonstruksi peristiwa
sejarah

5

pengetahuan tersendiri, yang memiliki batasan atau definisi. Definisi dapat
diartikan sebagai pernyataan secara eksplisit tentang konotasi suatu term
(istilah). Konotasi itu terdiri atas atribut-atribut pokok dari term itu, dan
definisi adalah pernyataan secara eksplisit tentang atribut itu, tak kurang dan
tak lebih. Dengan demikian, definisi adalah suatu pernyataan sistem pemikiran
yang teratur dalam taraf keilmuan.

Beberapa ahli memberikan pengertian tentang sejarah. Menurut Edward
Harlott Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi antara sejarawan dengan
fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa
sekarang dengan masa silam. Interaksi dalam pengertian ini ialah bahwa sejarawan
merupakan orang yang akan merekonstruksi peristiwa sejarah. Untuk
merekonstruksi tersebut, maka sejarawan menggunakan fakta-fakta sebagai
sumbernya. Fakta-fakta yang berserakan dan terpisah-pisah dapat menjadi
hidup dengan rekonstruksi peristiwa sejarah. Seperti cerita tentang adanya
Kerajaan Purnawarman di Jawa Barat. Sejarawan menemukan fakta-fakta
sejarah berupa prasasti-prasasti yang berada di beberapa tempat yang terpisah-
pisah. Secara fisik, prasasti-prasasti tersebut merupakan benda mati yang
tidak bisa berbicara. Tetapi dengan kemampuan merekonstruksi yang dimiliki
oleh sejarawan prasasti-prasasti tersebut menjadi hidup. Tersusun suatu cerita
bagaimana kerajaan itu berdiri, siapa rajanya dan bagaimana kehidupan
masyarakatnya. Gambaran kehidupan masyarakat masa lalu akan memberikan
fenomena tersendiri yang mungkin fenomena tersebut akan ada dalam kehidupan
pada masa-masa yang akan datang. Berdasarkan definisi Carr tersebut, maka
sejarawan akan senantiasa berinteraksi dengan sumber sejarah, karena sejarawan
tidak bisa menyusun cerita sejarah apabila tidak ada sumber. Masa lalu akan
senantiasa berhubungan dengan masa sekarang.

Sejarah ialah kenangan dari tumpuan masa silam. Hal ini diungkapkan
olehRobert V. Daniel. Kenangan yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang
ditangkap oleh memori manusia terhadap peritiwa yang ia lihat. Apa yang
ia lihat dapat menjadi tumpuan dalam mengetahui peristiwa masa lalu. Walaupun
demikian, kenangan yang ditangkap tersebut mengalami keterbatasan.
Keterbatasan yang dimaksud adalah kemampuan manusia dalam mengingat.
Semakin lama peristiwa itu dikenang, biasanya semakin sukar manusia untuk
mengingat kembali apa yang ia lihat atau dialaminya. Peristiwa Tsunami yang
terjadi di Aceh akan menjadi sejarah tentang bencana di Indonesia. Bagi
mereka yang mengalaminya, peristiwa Tsunami tersebut akan menjadi kenangan
dan kenangan tersebut akan menjadi tumpuan bagi orang yang akan menulis
sejarah bencana.

John Tosh mendefinisikan sejarah adalah memori kolektif, sumber
pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial orang-orang
dan prospek orang-orang tersebut pada masa yang akan datang. Memori

6

kolektif dapat berarti pula ingatan kolektif, masyarakat memiliki ingatan secara
bersama-sama tentang masa lalunya. Masa lalu dapat mengenalkan siapa
identitas sosial dirinya. Misalnya dalam suatu daerah terjadi kerusuhan antar-
kelompok, maka masyarakat akan mengingatnya sebagai suatu peristiwa yang
tragis, sangat mengerikan, masyarakat akan sangat benci terhadap peristiwa
tersebut. Peristiwa tersebut akan menjadi sumber pengalaman yang berharga
bagi masyarakat, dan akan dijadikan cermin pada masa yang akan datang.
Masyarakat mengharapkan dan berusaha agar pada masa yang akan datang
tidak terjadi peristiwa tragis tersebut. Dengan identitas sosial dirinya, dia
akan tahu apa yang harus ia perbuat pada masa yang akan datang.

Memori kolektif bukan hanya hal yang jelek saja, tetapi juga hal-hal
yang baik. Misalkan pada masa lalu masyarakat sangat terkesan dengan
kepemimpinan seorang pemimpin yang memiliki kharisma yang sangat besar.
Pemimpin yang adil, merakyat, dan mau membela kepentingan rakyat. Ketika
pemimpin itu meninggal, akan menjadi memori kolektif terhadap pemimpin
tersebut. Masyarakat mengharapkan pada masa yang akan datang, pengganti
pemimpin tersebut dapat memiliki sikap-sikap seperti pendahulunya itu.

J. Bank menyatakan bahwa semua kejadian/peristiwa masa lampau adalah
sejarah; sejarah sebagai kenyataan. Menurut pendapatnya pula, sejarah dapat
membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang
lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Semua kejadian yang
dimaksud dalam pendapat tersebut adalah kejadian atau peristiwa yang berkaitan
dengan manusia. Dalam kejadian atau peristiwa tersebut, terdapat bagaimana
manusia berperilaku. Misalkan ketika revolusi di suatu daerah kita bisa melihat
bagaimana masyarakat bereaksi, ada yang sekelompok masyarakat yang
berperilaku mendukung Republik Indonesia, ada yang mendukung Belanda,
ada yang mendukung kelompok pemberontak, ada yang langsung ikut bertempur
melawan Belanda, ada yang menjadi mata-mata pejuang Republik, ada yang
menjadi mata-mata Belanda, ada penduduk yang membantu pejuang dengan
cara memberi makanan, dan berbagai bentuk perilaku lainnya.
Dari peristiwa tersebut, siswa dapat mengetahui bagaimana perilaku individu
atau kelompok masyarakat dalam suatu peristiwa sejarah. Perilaku-perilaku
tersebut dapat menjadi sumber pemahaman terhadap perilaku-perilaku individu
atau kelompok masyarakat pada saat ini dan masa yang akan datang. Misalkan
kita melihat mengapa orang atau suatu kelompok masyarakat tersebut bersikap
kurang mendukung terhadap pemerintah, maka kita bisa melihat sejarah dari
orang atau keluarga dalam masyarakat tersebut pada masa lalunya. Kita dapat
mengambil kesimpulan, orang tersebut bersikap demikian karena pada masa
lalunya keluarganya pun bersikap demikian.

Beverley Southgate menyatakan sejarah adalah suatu studi masa lampau,
suatu studi yang hasilnya secara ideal merupakan suatu penyajian masa lalu

7

sebagaimana adanya. Sebagai suatu studi yang menampilkan suatu kenyataan;
tidak hanya dapat dinikmati adanya, tetapi juga secara moral berguna di
dalam pengajaran. Sejarah divalidasi oleh ketepatan metode ilmu pengetahuan;
dengan penguatan objektivitasnya yang bersumber dari fakta dan menghasilkan
suatu laporan kebenaran. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa sejarah
merupakan suatu ilmu yang memiliki metode yang objektif, artinya menghasilkan
suatu kebenaran yang berdasarkan pada bukti yang memang benar-benar ada.

Sejarah bukanlah dongeng yang bersifat fiksi atau khayalan, peristiwa
masa lalu memang benar-benar ada berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan.
Misalnya di Jawa Barat terdapat Kerajaan Pajajaran, cerita tentang Kerajaan
Pajajaran disusun berdasarkan pada prasasti-prasasti dan sumber-sumber
lainnya yang menceritakan tentang adanya Kerajaan Pajajaran. Selain sebagai
ilmu, sejarah juga berguna dalam pengajaran. Sejarah akan mengajarkan moral,
belajar kebaikan-kebaikan pada masa lalu.

Sejarah adalah studi tentang manusia, manusia dalam kehidupan masyarakat.
Ungkapan tersebut dikatakan oleh Robin Wink. Kehidupan manusia akan
direkam oleh sejarah. Dalam merekam tersebut, akan diketahui perubahan
masyarakat yang terus-menerus, ide-ide yang mengandung aksi-aksi masyarakat,
dan kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangan
aksi masyarakat tersebut. Hal tersebut dinyatakan oleh Sir Charles Fith.
Kesimpulan yang dapat kita nyatakan dari definisi-definisi tersebut yaitu
sejarah merupakan studi tentang manusia sebagai individu maupun kelompok
dalam konteks waktu dan ruang. Sejarah adalah studi tentang kehidupan
masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang
terjadi dalam hidup manusia akan memberikan pelajaran bagi kehidupan manusia
kelak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->