P. 1
Kelas_10_sejarah_1

Kelas_10_sejarah_1

5.0

|Views: 21,350|Likes:
Published by wenny_nugraheni

More info:

Published by: wenny_nugraheni on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

1.Periodisasi

Sejarah adalah studi yang berkaitan
dengan konteks waktu. Waktu dalam sejarah
akan membentuk suatu periodisasi. Periodisasi
digunakan biasanya untuk memudahkan
pemahaman suatu cerita sejarah sehingga terjadi
suatu kesinambungan. Jadi, periodisasi ini
semacam serialisasi rangkaian menurut urutan
zaman.

Peristiwa yang ditulis dengan menampilkan periodisasi akan mempermudah
untuk mengetahui ciri khas atau karakteristik kehidupan manusia pada masing-
masing periode, sehingga kehidupan manusia mudah dipahami. Dengan adanya
periodisasi, akan diketahui perkembangan kehidupan manusia, kesinambungan
antara periode yang satu dengan periode berikutnya, apakah ada pengulangan
fenomena yang terjadi, dan perubahan dari periode yang awal sampai pada
periode-periode berikutnya.

Secara teoritis perkembangan dapat diartikan sebagai suatu kejadian
yang berturut-turut dalam masyarakat yang bergerak dari satu bentuk yang
sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Dalam perkembangan ini, tidak
ada pengaruh luar yang menyebabkan pergeseran. Misalnya perkembangan
suatu kota yang berasal dari suatu desa. Desa yang semula dihuni oleh penduduk
yang sangat terbatas jumlahnya. Perkembangan desa tersebut disebabkan
oleh adanya pembentukan lembaga-lembaga baru yang berpengaruh terhadap
dinamika desa itu. Misalnya di desa tersebut dibuka sebuah lembaga pendidikan.
Lembaga pendidikan tersebut merangsang kedatangan orang. Dalam beberapa
waktu kemudian, banyak orang yang datang untuk mengikuti pendidikan di
lembaga pendidikan tersebut. Akibatnya, jumlah penduduk di desa tersebut
semakin bertambah. Pertambahan penduduk berdampak kepada kehidupan
ekonomi. Kebutuhan ekonomi penduduk tersebut harus dipenuhi, akibatnya
lahir pasar. Dalam beberapa waktu kemudian desa tersebut menjadi berkembang
pesat, baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Perkembangan itu
menyebabkan desa tersebut tidak lagi masuk ke dalam kategori bentuk desa,
akan tetapi menjadi kategori kota.
Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan
adopsi lembaga-lembaga lama. Misalnya kolonialisme merupakan salah satu
periode dalam sejarah Indonesia. Keberlangsungan kolonialisme salah satu
sebabnya, yaitu adanya praktik-praktik yang pernah dilakukan pada masa
prakolonial. Sebelum periode kolonial, kehidupan patrimonial sudah berlangsung.
Raja selalu mendapatkan upeti terutama dari daerah-daerah taklukan. Selain

Kata-kata kunci

• periodisasi
• kronologi
• historiografi

22

itu, rakyat memiliki kewajiban untuk melaksanakan segala perintah raja. Rakyat
wajib bekerja kepada raja dan para bangsawan tanpa memperoleh upah.
Fenomena patrimonial ini ternyata dilanjutkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Pemerintah kolonial meminta upeti kepada raja-raja.

Salah satu contoh yang jelas adalah praktek pengerahan tenaga kerja
ketika pelaksanaan Sistem Tanam Paksa. Pemerintah kolonial menggunakan
hubungan tradisional antara penguasa pribumi dalam hal pengerahan tenaga
kerja untuk keperluan Tanam Paksa. Para pekerja ini dikenakan kerja wajib.
Dengan cara seperti ini, pemerintah kolonial mendapatkan keuntungan yang
sangat besar dari hasil pelaksanaan Sistem Tanam Paksa. Jadi, kolonialisme
dapat dikatakan sebagai kesinambungan dari patrimonialisme.

Peristiwa dalam sejarah hanya terjadi satu kali, tidak ada peristiwa yang
berulang. Sebab, setiap peristiwa yang terjadi memiliki keunikan tersendiri
yang belum tentu ada dalam peristiwa berikutnya. Misalnya peristiwa proklamasi
tanggal 17 Agustus 1945 akan berbeda dengan perayaan 17 Agustus pada
tahun-tahun berikutnya. Yang ada kesamaan dalam suatu peristiwa dengan
peristiwa berikutnya adalah fenomena. Fenomena inilah yang sering ditafsirkan
oleh orang awam sebagai pengulangan sejarah. Contoh terjadinya pengulangan
fenomena dalam sejarah Indonesia adalah berakhirnya kekuasaan pada masa
Orde Lama dan Orde Baru. Orde Lama berakhir kekuasaannya dengan adanya
krisis politik, krisis ekonomi, dan demonstrasi dari berbagai lapisan masyarakat
khususnya mahasiswa. Fenomena ini pun terjadi pula pada masa berakhirnya
kekuasaan Orde Baru.

Dinamika yang terjadi di masyarakat dapat pula dikategorikan sebagai
perubahan apabila mengalami pergeseran. Perubahan di sini sama artinya
dengan perkembangan. Dinamika yang terjadi dalam perubahan adalah adanya
perkembangan besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan
biasanya terjadi karena pengaruh dari luar. Misalnya, dalam sejarah Indonesia
lahirnya kaum terpelajar yang menjadi penggerak gagasan nasionalisme di
Indonesia pada awal abad ke-20. Kelahiran kelompok terpelajar tersebut
merupakan dampak dari penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh
pemerintah kolonial Belanda terhadap kaum pribumi. Pendidikan ini ternyata
melahirkan suatu kelompok baru dalam masyarakat Indonesia, yaitu kaum
intelektual atau kaum terpelajar. Pada kaum ini tumbuh kesadaran bahwa
bangsanya dijajah, dan munculnya cita-cita untuk melepaskan diri dari penjajah
serta berkeinginan untuk membangun sebuah negara nasional. Perubahan terjadi
dalam hal menghadapi penjajah. Pada masa sebelum abad ke-20, lebih banyak
menggunakan perang fisik seperti Perang Diponegoro, Perang Paderi, Perang
Aceh, dan perang-perang lainnya. Ketika munculnya pergerakan kebangsaan
yang dimotori oleh kaum intelektual, perlawanan terhadap penjajah dengan
menggunakan organisasi yang modern.

23

Penetapan penyusunan periodisasi tergantung kepada penulis sejarah.
Terdapat berbagai alasan dalam penetapan periodisasi. Misalnya suatu peristiwa
disusun berdasarkan awal kejadiannya hingga berakhirnya kejadian tersebut.
Selain itu, penetapan periodisasi tergantung pula pada tema sejarah yang
ditulisnya. Dengan demikian, setiap penulis sejarah bebas dalam menetapkan
periodisasi, tergantung pada pendiriannya.

Perkembangan politik, misalnya menulis periodisasi kerajaan-kerajaan
kuno atau dinasti-dinasti. Kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia misalnya mulai
dari periode kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha sampai dengan periode Islam.
Periode kerajaan Hindu-Buddha mulai dari kerajaan tertua yaitu Kutai sampai
dengan Majapahit. Akhir dari Kerajaan Majapahit, memasuki periode kerajaan-
kerajaan Islam. Dalam setiap periode kerajaan tersebut, diceritakan tentang
kekuasaan raja-raja khususnya yang berperan besar.

Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi, misalnya melihat perkembangan
kehidupan manusia mulai dari masa berburu, mengumpulkan makanan, mulai
menanam, berkebun atau bersawah, sampai dengan masa produksi. Setiap
periode tersebut memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Masa berburu dan
mengumpulkan makanan misalnya, merupakan masa ketika manusia masih
tergantung pada alam. Untuk mencapai kebutuhan hidupnya, manusia tergantung
pada apa yang disediakan oleh alam. Kehidupan sosial pada masa berburu,
yaitu berkelompok-kelompok dan berpindah-pindah atau nomaden. Pada
masa berkebun atau bersawah, manusia sudah mulai menetap karena sudah
mampu mengolah alam dalam bentuk berkebun atau bersawah. Kehidupan
sosial-ekonominya, sudah tidak lagi tergantung pada apa yang disediakan
oleh alam. Ada proses produksi walaupun masih sederhana.

2.Kronologi

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah kronologi.
Kronologi biasanya digunakan dalam melihat suatu peristiwa. Misalkan peristiwa
kecelakaan. Untuk mengungkap bagaimana kecelakaan itu terjadi, polisi akan
menghubungkan berbagai fakta yang ditemukan dan menganalisa hubungan
sebab akibatnya. Fakta-fakta tersebut, kemudian direkonstruksi dalam bentuk
kronologi kejadian. Dengan cara seperti ini, maka polisi dapat menemukan
apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Begitu pula kronologi sejarah. Kronologi sejarah merupakan urutan peristiwa
sejarah yang terjadi. Ada tahapan-tahapan yang mengantarkan peristiwa itu
terjadi. Berbagai kronologi yang ada dalam sejarah misalnya kronologi lahirnya
kerajaan, pemberontakan, perang, dan lain-lain. Kronologi lahirnya sebuah
kerajaan misalnya diawali dengan kronologi awal lahirnya kerajaan tersebut.
Ada kerajaan yang lahir diawali oleh suatu peristiwa perebutan kekuasaan

24

atau pemberontakan. Kelompok yang memenangkan perebutan kekuasaan
atau pemberontakan itu akan mendirikan suatu kerajaan baru. Kemudian
secara kronologis digambarkan perkembangan kerajaan baru tersebut. Siapa
saja yang menjadi raja, peristiwa-peristiwa penting apa saja selama kerajaan
itu berdiri, dan bagaimana kerajaan itu berakhir.

Pada masa lalu ada kebiasaan dalam kerajaan-kerajaan, menulis sejarah
kerajaannya. Penulisan ini dilakukan oleh pejabat kerajaan yang mencatat
peristiwa-peristiwa penting. Hal-hal yang dicatat biasanya lebih banyak
menonjolkan hal-hal yang positif dari kerajaan tersebut atau peran dari raja
sendiri. Apa yang ditulis tersebut lebih banyak memberikan legitimasi terhadap
eksistensi kerajaan. Hal-hal yang dilakukan oleh raja selalu ditafsirkan sebagai
suatu tindakan yang benar. Semua tindakan atau perilaku raja seolah-olah
tidak ada kesalahannya. Bahkan berdirinya kerajaan tersebut, biasanya ditafsirkan
sebagai suatu keharusan dalam rangka menyelamatkan masyarakat tempat
di mana kerajaan itu berdiri. Catatan-catatan seperti itulah yang biasanya
disebut dengan kronik. Kronik biasanya disusun secara kronologis, artinya
peristiwa disusun berdasarkan angka tahun yang berurutan dan saling
berkesinambungan.

Pada dinasti-dinasti kuno di Cina banyak mencatat kunjungan utusan-
utusan dari kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Kunjungan utusan ini
dapat berupa adanya hubungan dagang, atau merupakan bentuk pengakuan
kepada raja di Cina sebagai kerajaan yang dipertuan dengan memberikan
upeti. Misalkan berita dari Dinasti Sung yang menginformasikan tentang Kerajaan
Sriwijaya. Menurut berita dari Dinasti Sung, pada tahun 960 M nama raja
Sriwijaya yaitu Si-Li Hu-ta-hsia-li-tan dan pada tahun 962 M rajanya yaitu
Shih-li Wu-yeh. Pada tahun 988 datang utusan dengan maksud menyampaikan
upeti. Pada tahun 992, utusan yang meninggalkan Kanton dua tahun sebelumnya
tidak dapat kembali ke negerinya karena negerinya diserbu oleh She-p’o.
Akibatnya, utusan terpaksa berdiam di Kanton selama satu tahun. Pada musim
panas tahun 992 utusan itu pergi ke Campa dengan perahu, di sana ia
mendapatkan berita yang tidak menyenangkan tentang negerinya. Akhirnya
ia kembali ke Cina dan memohon kepada kaisar Cina untuk mengumumkan
bahwaSan-fo-ch’iberada di bawah perlindungan Cina.
Kebiasaan menulis sejarah secara resmi sampai sekarang masih dilakukan
oleh lembaga-lembaga tertentu. Di antara lembaga-lembaga tersebut ialah
TNI (ABRI). TNI merupakan lembaga yang memiliki perjalanan sejarah yang
sangat panjang dan berperan dalam pembentukan Republik Indonesia. Berbagai
peran yang dilakukan oleh TNI dalam kaitannya dengan perjuangan pembentukan
bangsa sudah banyak ditulis oleh TNI secara resmi. Dalam perannya, TNI
ditampilkan sebagai bagian terdepan dalam perjuangan bangsa. Salah satu
contoh penulisan sejarah TNI yang bersifat kronologis misalnya buku yang

25

berjudulSiliwangi Dari Masa Ke Masa. Buku ini secara kronologis menampilkan
peran Kodam Siliwangi dalam perjuangan bangsa.

3.Historiografi

Secara harfiah, historiografi berasal dari gabungan dua kata, yaitu histori
yang berarti sejarah dan grafiyang berarti deskripsi atau penulisan. Jadi,
berdasarkan asal katanya historiografi berarti penulisan sejarah. Secara
lebih luas, historiografi dapat diartikan sebagai sejarah penulisan sejarah.
Kronik-kronik yang ditulis pada masa kerajaan-kerajaan kuno merupakan
salah satu bentuk historiografi. Bentuk ini termasuk dalam historiografi tradisional.
Masyarakat Indonesia pada masa lalu sudah memiliki kesadaran dalam menulis
sejarahnya. Selain kronik, terdapat beberapa bentuk historiografi tradisional
seperti babad, hikayat, silsilah, tambo (Minangkabau), tutui teteek (Roti),
dan lain-lain. Historiografi di Indonesia mengalami perkembangan dari waktu
ke waktu. Pembahasan tentang perkembangan historiografi di Indonesia akan
dijelaskan lebih jauh dalam bab 4.

Kegiatan 1.5

Buatlah kronologi atau silisilah keluargamu dengan mencantumkan tahun kelahiran
dan meninggalnya orang-orang terdahulu yang merupakan anggota keluargamu
terdahulu

Kronologi sejarah Indonesia

1.Zaman Prasejarah.........................Sebelum abad Abad ke-4 M

2.Zaman Hindu-Buddha...................Abad ke-4 M–15 M
3.Zaman Perkembangan Islam.........Abad ke-7 M–16 M

4.Zaman Penjajahan Belanda...........Abad ke-16–1942

5.Zaman Pendudukan Jepang..........1942–1945

6.Zaman Kemerdekaan...................Awal 1945
7.Zaman Revolusi............................1945–1949

8.Zaman Orde Lama.......................1949–1966

9.Zaman Orde Baru........................1967–1998

10.Zaman Reformasi..........................1998–Sekarang

Gambar 1.3
Contoh gambaran kronologi Sejarah Indonesia

(Sumber: Koleksi Pribadi Penulis)

26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->