P. 1
5 Memproduksi Minyak Atsiri

5 Memproduksi Minyak Atsiri

|Views: 283|Likes:
Published by Lukman Hakim Lukman

More info:

Published by: Lukman Hakim Lukman on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2014

pdf

text

original

THP PI EX 01 / 4 hari

MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI BIJI PALA

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003

MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI BIJI PALA

Penyusun : Omit Sumitra Editor : Ir. Soesarsono Wijandi M.Sc

BAGIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003

KATA PENGANTAR
Salah satu tantangan pendidikan, termasuk pendidikan menengah kejuruan adalah bagaimana membuat pendidikan itu, terutama tamatannya selalu mutahir sesuai dengan perkembangan dan tuntutan dunia kerja. Menghadapi tantangan untuk selalu menyesuaikan pendidikan dengan dunia kerja itu telah ditanggapi oleh Depertemen Pendidikan Nasional, khususnya Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Dit Dikmenjur), Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) melalui berbagai kebijakan dan kegiatan termasuk upaya standarisasi kompetensi profesi dan memutakhirkan kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan pada kompetensi (Competency-based Curriculum). Kurikulum berdasarkan kompetensi yang dikembangkan juga didasarkan pada pertimbangan faktor sosial ekonomi bangsa, sehingga berisfat luwes multi entry dan multy exit. Kurikulum yang demikian itu memungkinkan peserta didik bukan hanya dapat masuk dan keluar saat- tertentu, tetapi juga setiap saat keluar telah memiliki satu atau lebih keterampilan untuk hidup (life skills). Salah satu sarana penting yang mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut adalah ketersediaan bahan ajar berupa modul untuk proses belajar dan berlatih. Melalui bantuan Pemerintah Jerman melalui IGI dan pinjaman ADB pada tahun 2003 antara lain untuk Bidang Pertanian telah dibuat tambahan 20 modul Bidang Keahlian Budidaya Ikan, 17 modul Bidang Keahlian Budidaya Ternak dan 18 modul Bidang Keahlian THP (Agroindustri). Diharapkan agar bah an ajar modul tersebut dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru SMK, sehingga memberikan kontribusi pada upaya peningkatan mutu SMK Pertanian.

Jakarta, Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan

(

)

i

DAFTAR ISI Halaman i ii iii Viii 1 2 3 4 5 9

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KELOMPOK DAN SUB KELOMPOK KOMPETENSI SENARAI I. PENDAHULUAN A. PRASYARAT B. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL C. TUJUAN PEMBELAJARAN D. KOMPETENSI E. CEK KEMAMPUAN II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR SISWA B. KEGIATAN BELAJAR SISWA 1. Mengenal dan Menangani Komoditas Minyak Atsiri a. Rangkuman b.Tes Formatif c.Kunci Jawaban d.Lembar Kerja Penangan Buah Pala untuk Ektraksi 2. Melakukan Ekstraksi Cara Penyulingan Sistem Air dan Uap a.Rangkuman b.Tes Formatif c.Kunci Jawaban d.Lembar Kerja Extraksi Biji Pala dengan Destilasi EVALUASI Daftar Pustaka

10 11 11 20 21 22 23 26 31 32 33 34 38 44

iii

ii

PETA KELOMPOK DAN SUB KELOMPOK KOMPETENSI BIDANG KEAHLIAN THP (AGROINDUSTRI)
KELOMPOK SUB KELOMPOK

UMUM

UMUM 1 UMUM 2

INTI

Keamanan Pangan Identifikasi Penanganan Pengeringan Pencampuran Pengemasan Penyimpanan
Pengecilan Ukuran

Ekstraksi Pengawetan

Proses Termal Distilasi Fermentasi Bisnis Mandiri

PILIHAN

Satu / Lebih Sub Kelompok

iii

A 26 27 28 29 iv .JUDUL UNIT STANDAR KOMPETENSI BIDANG KEAHLIAN: THP (Agroindustri) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KODE INDONESIA AGIGEN AGIGENCOM 001.A AGIGENIDEQ 004.A AGIGENQC 009.A AGICORIDFW 021.A AGIGENBS 005.A AGICORHDRM 027.A AGIGENSA 012.A AGICORHDHC 029.A AGICORHD AGICORHDMN 026.A AGICORIDVG 020.A AGICOR AGICORFS AGICORFS 016.A AGICORIDAN 023.A AGICORIDBY 025.A AGIGENMP 008.A AGIGENOHS 015.A AGIGENIP 011.A AGICORIDFR 022.A AGIGENOHS 014.A AGIGENQC 010.A JUDUL UNIT STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI UMUM Mengkomunikasikan Informasi Tempat Kerja Menggunakan Konsep Matematis Dasar Mengidentifikasi Bahan / Komoditas Pertanian Mengidentifikasi Peralatan Digunakan Mengumpulkan Data/Informasi Harga Bahan Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Praktik Pengolahan yang Baik (GMP) Mengikuti Prosedur Menjaga Kesehatan dan Keselamatan (Kerja) K3 Mengikuti Pemeriksa dan Pemilahan Bahan/Produk Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Mutu Menerapkan Sistem dan Prosedur Mutu Membersihkan Peralatan di Tempat Membersihkan dan Sanitasi Peralatan Mengimplementasikan Prosedur Praktik Berproduksi yang Baik (GMP) Menerapkan Sistem dan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan (K3) Memantau Penerapan Kebijakan dan Prosedur K3 KOMPETENSI INTI Kompetensi Inti untuk keamanan Pangan Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Keamanan Pangan Menerapkan Program dan Prosedur Keamanan Pangan Kompetensi Inti untuk Identifikasi Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Curai Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Noncurai Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Sayuran Segar Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Bunga Segar Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Buah-buahan Segar Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Hasil Ternak Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Ikan Mengidentifikasi Bahan/Komoditas Hasil Samping Kompetensi Inti untuk Penanganan Melaksanakan Tugas Penanganan secara Manual Memproses Awal (Pre-process) Bahan Mentah Menerima dan Mempersiapkan Bahan Memilah dan Membersihkan 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 AGICORID AGICORIDFL 018.A AGIGENMT 002.A AGIGENGMP 006.A AGICORFS 017.A AGIGENOHS 007.A AGIGENIDAG 003.A AGICORHDHR 028.A AGIGENGMP 013.A AGICORIDNF 019.A AGICORIDFS 024.

A AGICORMXMW 039.A AGICORMXMB 040.A AGICORZR 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 v .A AGICORPKPA 043.A AGICORDRDE 035.A AGICORPKPC 047.A AGICORMXMM 041.A AGICORMX AGICORMXMB 038.A AGICORHDHS 031.A AGICORSTSI 055.A AGICORPKGD 050.A AGICORPKPE 048.A AGICORDRDA 034.A AGICORDRDN 033.A AGICORSTSD 053.A AGICORPKPM 044.A AGICORST AGICORSTSO 051. Bahan Kemasan dan Alat Pengemasan Manual Mengemas Secara Manual Mengoperasikan Proses Pengemasan Menerapkan Prinsip Pengemasan Komoditas Pertanian Memilih Cara.A AGICORDR JUDUL UNIT STANDAR KOMPETENSI Menangani dan Menumpuk/Menimbun Bahan Mengemas dan Menyimpan Bahan Kompetensi Inti untuk Pengeringan Mengoperasikan Proses Pengeringan Mengoperasikan Pengeringan Alami Mengoperasikan Pengeringan Buatan Mengoperasikan Proses Evaporasi Mengoperasikan Pengeringan Modifikasi Udara Mengoperasikan Pengeringan Beku Kompetensi Inti untuk Pencampuran Mempersiapkan Campuran Dasar Mencampur Bahan Basah/Semi Basah Mencampur Bahan Kering Memilih Bahan.NO 30 31 KODE INDONESIA AGICORHDHP 030.A AGICORSTSD 054.A AGICORPK AGICORPKPN 042.A AGICORPKPM 045.A AGICORDRFD 037. Cara dan Peralatan Pencampuran Kompetensi Inti untuk Pengemasan Mengidentifikasi Bahan Kemasan Alami Mengidentifikasi Bahan Kemasan Buatan Memilih Cara.A AGICORDRDC 036.A AGICORSTSN 057.A AGICORPKPS 049.A AGICORPKPO 046.A AGICORSTSF 056. Bahan Kemasan dan Alat Pengemasan Masinal Mengoperasikan Proses Pada Sistem Pengemasan Membuat Desain Grafis Kemasan Kompetensi Inti untuk Penyimpanan Mengoperasikan Proses Penyimpanan Menentukan Cara dan Peralatan Perlakuan Prapenyimpanan Dingin Mengidentifikasi dan Memantau Serangan Rodenta Gudang Mengendalikan Hama Tikus/Rodenta Gudang Mengidentifikasi dan Memantau Serangan Serangga/Tungau Gudang Mengidentifikasi Cendawan dan Serangannya pada Komoditas/ Produk Menentukan Cara dan Peralatan Penyimpanan Alami Kompetensi Inti untuk Pengecilan Ukuran 32 33 34 35 36 37 AGICORDRDO 032.A AGICORSTSP 052.

A AGICORZRZS 061. Cara dan Peralatan Fermentasi Mengoperasikan Proses Fermentasi pada Media Padat Mengoperasikan Proses Fermentasi pada Media Cair Kompetensi Inti untuk Bisnis Mandiri Mengumpulkan Berbagai Data/ Informasi Bisnis Mengevaluasi Diri dan Menentukan Jenis Bisnis akan Digarap Mengadakan/Membeli Stok Bahan Baku dan Bahan Lain Mengoperasikan Proses Produksi Mengemas dan Menyiapkan Produk untuk Dipasarkan Menyiapkan Berbagai Dokumen untuk Laporan Bisnis Menyiapkan Dokumen untuk Evaluasi Bisnis KOMPETENSI PILIHAN Berpartisipasi secara Efektif di Pabrik Rerotian Melakukan Proses Pencampuran Bahan Adonan Mengoperasikan Proses Pembentukan Adonan Melakukan Proses Pengembangan Akhir dan Pemanggangan Roti Melakukan Proses Produksi Roti Melakukan Proses Produksi Pati Melakukan Proses Ekstraksi Minyak Biji Pala Melakukan Proses Membuat Susu Kedelai 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 vi .A AGIOPT AGIOPTFTPB 080.A AGIOPTEXNM 086.A AGICORZRZO 060.A AGICORBSSM 075.A AGICORDTWD 067.A AGICORZRZM 062.A AGICORBSBE 079.A AGIOPTEXSL 085.A AGICORBSBO 074.A AGIOPTFTDG 082.A AGICOREX AGICOREXSL 064.A JUDUL UNIT STANDAR KOMPETENSI Melakukan Proses Pemotongan Melakukan Proses Pengirisan Melakukan Proses Pencacahan Melakukan Proses Pemarutan Melakukan Proses Penggilingan Mengoperasikan Proses Grinding Kompetensi Inti untuk Ekstraksi Melakukan Proses Ekstraksi Padat-Cair Melakukan Proses Ekstraksi Cair-Cair Kompetensi Inti untuk Distilasi Melakukan Distilasi Biasa Melakukan Distilasi Uap Melakukan Distilasi Tekanan Rendah Kompetensi Inti untuk Fermentasi Mengoperasikan Proses Fermentasi Mengidentifikasi Bahan.A AGICORDTVD 068.A AGIOPTFTBK 084.A AGICORBS AGICORBSBI 073.A AGICORFTLF 072.A AGIOPTFTFP 083.A AGICORBSBD 078.A AGICORZRZG 063.A AGICORFT AGICORFTFO 069.A AGICOREXLL 065.A AGICORFTID 070.A AGIOPTEXVG 087.NO 58 59 60 61 62 63 KODE INDONESIA AGICORZRZC 058.A AGIOPTFPMX 081.A AGICORFTSF 071.A AGICORBSPD 076.A AGICORDT AGICORDTDW 066.A AGICORZRZL 059.A AGICORBSBP 077.

A AGIOPTBSBD 099.NO 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 KODE INDONESIA AGIOPTFTNC 088. vii .A AGIOPTBSBBR 102.A AGIOPTPRDR 093.A AGIOPTPRFR 094.A AGIOPTZRZB 096.A AGIOPTBSBK 100.A AGIOPTPRAN 092.A AGIOPTZRZP 098.A AGIOPTPRFRI 095.A AGIOPTFTVG 090.A AGIOPTPRAN 091.A AGIOPTFTTP 089.A AGIOPTZRZG 097.A JUDUL UNIT STANDAR KOMPETENSI Memproduksi Nata de Coco Melakukan Proses Membuat Tempe Memproduksi Asinan Sayuran Memproduksi Teri Medan Memproduksi Telur Asin Memproduksi Pisang Sale Memproduksi Manisan Buah Memproduksi Selai Buah (Jam) Melakukan Proses Penghancuran Melakukan Proses Produksi Tepung Mengoperasikan Proses Pelleting Menyerahkan Konsep laporan Kepada Pihak Berkepentingan Membuat Laporan Teknis dan Keuangan Bisnis Mandiri Melakukan Persiapan untuk Presentasi Melakukan Presentasi Laporan dan Mencatat Umpan Balik Keterangan: Unit Kompetensi untuk kelompok Proses Termal dan Pengawetan belum tercantum karena baru diusulkan pada saat Lokakarya Nasional.A AGIOPTBSBR 101.

SENARAI Disk mill Ekstraksi Flavoring agent Florentine flask Home industri Komoditas curai Kondensat Kondensor Lamporan Logsheet Minyak atsiri : Mesin penghancur/pengecil ukuran yang bekerja dengan sistim gesekan : Pemisahan dan pengambilan minyak atsiri dari bahan mentahnya : Penguat aroma : Alat penampung kondensat yang dapat memisahkan antara minyak dan air : Industri rumahan : Komoditas yang curai seperti kedelai. bobot. ukuran) : Penyulingan dengan menggunakan uap panas : Minyak yang mudah menguap : Penyulingan dengan menggunakan air dan uap : Destilasi dengan menggunakan air : Meja untuk tempat melaksanakan pekerjaan (meja kerja) ix viii . kacang tanah dan beras : Hasil kondensasi berupa air dan minyak : Alat yang berbentuk bak yang didalamnya terdapat pipa spiral yang berfungsi mengubah uap menjadi cair : Lantai jemur terbuat dari tembok semen : Lembar uraian : Minyak eteris/minyak terbang yang dihasilkan oleh tanaman terdapat dalam sel glanular dan terbentuk dalam pembuluh resin. Pressing SNI Spesifik Steam distillation Volatile oil Water & steam distillation Water distilation Working table : Pemberiann tekanan pada bahan sehingga cairan akan terpisah dari bahan : Standar Nasional Indonesia : Bersifat khusus tentang (volume.

daun kayu putih. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 1 . daun nilam. Cara ini cukup baik. Metode penyulingan dapat dilakukan dengan tiga sistem penyulingan yaitu dengan penyulingan air (water distillation). masoi. yaitu metode penyulingan. nilam. PENDAHULUAN Salah satu komoditas yang dianggap mempunyai nilai ekonomi tinggi dan tidak rowa serta mudah diusahakan adalah tanaman penghasil minyak atsiri antara lain sereh wangi. akar dan kuli batang baik diekstraksi dengan cara penyulingan (distillation). daun sereh. dari daun misalnya cengkeh. pengolahan minyak tersebut dapat dilakukan oleh semua kalangan. biaya pembuatannya cukup rendah dan dapat dipergunakan secara luas untuk mengektraksi minyak daun cengkeh. Penerapan kegiatan pengolahan minyak atsiri diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan kosong. dari bunga misalnya cengkeh. akar wangi. sereh wangi. buah pala serta daun pala. ekstraksi dengan pelarut menguap dan ekstraksi dengan lemak padat Untuk minyak atsiri yang berasal dari daun. baik dalam skala rumahan (home industry) maupun dalam skala industri besar. penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation) dan penyulingan dengan uap (steam distillation).I. Penyulingan sistem air dan uap dapat diterapkan dan dikembangkan. meningkatkan nilai jual komoditas penghasil minyak atsiri yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. bunga cengkeh. Minyak atsiri dari tanaman dapat berasal dari batang misalnya kulit cendana. terampil melakukan ekstraksi penyulingan menggunakan sistem uap air untuk minyak atsiri khususnya biji pala. Minyak atsiri pada umumnya diektraksi dengan 4 macam. menyerap tenaga kerja. Modul ini diharapkan meningkatkan pengetahuan teknis dan ketrampilan praktis bagi peserta diklat dalam hal pengusahaan minyak atsiri skala kecil dan nantinya dapat dikembangkan dalam penerapan sistem industri skala yang lebih besar Peserta diklat setelah selesai mempelajari modul ini akan mempunyai kompetensi pengetahuan dan penanganan bahan baku. Isi modul ini menjelaskan tentang penyulingan dengan uap air. kenanga dan dari buah misalnya pala. peralatan ekstraksi. cengkeh. pressing. Ditinjau dari segi pengolahan minyaknya maka hanya dengan menggunakan peralatan sederhana dan murah serta tidak memerlukan keahlian mendalam. dan pala. karena membutuhkan peralatan sederhana. akar wangi. nilam. Penerapan dalam skala kecil dapat dilakukan di sekolah dengan biaya rendah dan peralatan sederhana. dari akar misalnya akar wangi.

Unit pembelajaran 2 tentang ekstraksi cara penyulingan menggunakan uap air 4. terdiri dari beberapa Kegiatan Belajar yang secara total memerlukan 4 hari untuk kegiatan /kerja fisik a. b. Menangani komoditas curai dan nir curai . Membagi kelompok kerja untuk para peserta diklat sehingga memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan sebelum melakukan pengolahan minyak atsiri secara mandiri. Unit pembelajaran 1 tentang menangani komoditas minyak atsiri 3. Petunjuk Bagi Instruktur 1. Modul ini disusun sebanyak 2 unit pembelajaran yang saling berkaitan. 3. 5. 2. Mengedentifikasi komoditas. sampai peserta diklat mendapat pengakuan kompeten melakukan ekstraksi minyak atsiri cara penyulingan dengan uap air. Peserta diklat diwajibkan mampu menguasai masing – masing unit pembelajaran tersebut secara mandiri. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul ini merupakan modul untuk mencapai Kompetensi Pilihan menyangkut kegiatan Proses Ekstraksi Minyak Biji Pala. peserta diklat dapat mengajukan rencana pre konsultasi kepada instruktur ( assesor internal ) dalam rangka sertifikasi. maka sebaiknya telah memahami terlebih dahulu : 1. Setelah mampu menguasai modul ini. Demonstrasikan kegiatan pembuatan minyak atsiri setiap unit pembelajaran sehingga pada tahapan berikutnya peserta diklat dapat melakukan secara Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 2 . cara dan alat ekstraksi Melakukan operasi ekstraksi padatan terlarut B. 2.. Rundingkan dengan instruktur waktu pelaksanaan penilaian keterampilan.A. PRASYARAT Untuk memudahkan peserta diklat di dalam memahami unit modul ini. 2. 3. Mewajibkan instruktur mempersiapkan atau mengusahakan ketersediaan bahan baku dan bahan tambahan maupun peralatan yang diperlukan. Petunjuk Bagi Peserta Diklat 1.

mempersiapkan peserta. b. Tahap menyelenggarakan penilaian: instruktur perlu mengumpulkan bukti. membahas unit yang sedang dinilai dan memastikan bahwa peserta diklat mengerti. membahas kebijakan apa saja yang relevan untuk memastikan peserta mengerti implikasinya. mengusulkan perubahan sesuai dengan prosedur. menyelenggarakan penilaian dan meninjau Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 3 . memastikan peserta diklat mengerti tentang kriteria unjuk kerja. Format penilaian : format penilaian dibuat oleh instruktur dengan mengacu kepada contoh yang terdapat pada lembar evaluasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan di sekolah masing-masing.mandiri.. 5. membuat keputusan penilaian. selanjutnya jumlah kelompok diperkecil dan akhirnya peserta diklat mampu melakukan kegiatan one man one job sesuai unjuk kerja standar industri. Tahap meninjau ulang penilaian : instruktur perlu meninjau ulang metode dan prosedur dengan orang yang relevan termasuk peserta diklat. d. Tahap mempersiapkan peserta: identifikasi dan jelaskan tujuan penilaian. e. Tahap merencanakan penilaian : instruktur perlu mengidentifikasi konteks dan tujuan bagi penilaian. Datangkan instruktur tamu dari industri minyak atsiri setempat apabila mengalami kesulitan 4. a. mengidentifikasi kesempatan mengumpulkan bukti. memilih metoda dan mengembangkan alat-alat penilaian. proses penilaian meliputi kegiatan merencanakan penilaian. Instruktur merencanakan ulang penilaian. membangun sebuah prosedur pengumpulan bukti dan mengorganisir penilaian. c. Instruktur seyogyanya kompeten . mengidentifikasi bukti apa yang diperlukan. Instruktur memberikan kesempatan kepada peserta diklat untuk melakukan pengulangan setiap unit pembelajaran Fase pertama dilakukan dalam kelompok besar. mencatat hasil dan memberikan umpan balik penilaian kepada peserta.

B. Aspek Keterampilan ? ? ? ? ? Disiplin. Aspek Pengetahuan ? ? Mengenal dan memahami pengetahuan bahan baku dan teknik proses dalam penyulingan minyak atsiri.C. Mengenal berbagai jenis dan prinsip kerja peralatan untuk penyulingan minyak atsiri. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu : A. Menguji mutu minyak atsiri hasil penyulingan secara organoleptik Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 4 . Aspek Sikap ? ? ? Melakukan Sanitasi peralatan dan lingkungan kerja Menerapkan Higiene Personalia Melaksanakan cara berproduksi yang baik C. Melakukan perlakukan pendahuluan pada bahan sebelum penyulingan Mengidentifikasi titik kritis yang perlu diperhatikan dalam tahapan pembuatan dan mengekstraksi minyak atsiri cara penyulingan. tanggap dan cekatan dalam bekerja Mengoperasikan peralatan penyulingan minyak atsiri.

Komponen peralatan yang terkait dicocokkan dan disesuaikan dengan kebutuhan proses produksi 2.1. Pemeriksaan Pre-start dilaksanakan sebagaimana diperlukan oleh kebutuhan tempat kerja 2. Memilih dan menangani bahan 1. 3.4.1.7. Peralatan penjemur dan penyuling dan alat bantu lain dioperasikan sesuai SOP alat. KOMPETENSI MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI Kode Unit : AGIOPTEXNM1B Judul Unit : Melakukan Ekstraksi Minyak Atsiri Biji Pala Uraian Unit : Unit ini merupakan unit kompetensi pilihan yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengekstraksi minyak atsiri dengan cara destilasi air dan uap . Faktor mutu untuk bahan baku telah terukur 1. Jenis dan jumlah kebutuhan bahan baku untuk proses produksi untuk satu periode proses tersusun 1. Memilih dan menyiapkan peralatan produksi 2. Bahan baku dipastikan tersedia untuk memenuhi persyaratan produksi 2. baik sebagai orang yang ingin membuat minyak atsiri sendiri (bisnis mandiri) ataupun sebagai karyawan bagian produksi di industri penyulingan minyak atsiri.3 Proses ekstraksi minyak biji pala mencapai spesifikasi dan dipertahankan sesuai persyaratan produksi 3. Mengendalikan proses dan menilai mutu hasil Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 5 .5. Persyaratan kebersihan dan status peralatan teridentifikasi dan siap 2. Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.4 Proses produksi siap dioperasikan sesuai dengan kapasitas yang telah 3.2. Peralatan ekstraksi minyak biji pala telah disiapkan 2.2.2 Titik pengendalian dimonitor untuk konfirmasi bahwa kinerja proses berada pada kendali sesuai dengan spesifikasi.3. Parameter proses dan operasi yang diperlukan memenuhi persyaratan keselamatan dan produksi 2.3. Jenis dan fungsi alat produksi telah dikuasai 2.1 Proses produksi dijalankan sesuai dengan persyaratan perusahaan dan kapasitas yang diperlukan 3. 3.D.6.

1. 5. Komponen biaya proses ekstraksi minyak disusun.5 Proses produksi dapat dilanjutkan bila mutu sesuai kriteria mutu. Biaya untuk ekstraksi minyak telah dihitung Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 6 . dan/atau dilaporkan 3.2 Mengemas harus disesuaikan dengan tera yang diharapkan 4.8 Limbah hasil dikumpulkan. Menghitung biaya diperhitungkan 3.3. Mengemas hasil produksi sesuai spesifikasi yang ditentukan 5. Satuan harga bahan dan utilitas untuk ekstraksi minyak disiapkan. diperbaiki dan atau dilaporkan untuk mempertahankan proses agar sesuai spesifikasi. proses dan produk serta penyimpangannya diidentifikasi. manajemen limbah yang diterapkan diperusahaan.10 Informasi proses dicatat pada borang yang disesuaikan 3. 5.2. 5.6 Kinerja peralatan. 3.11 Produk hasil / hasildari proses di luar spesifikasi dikenali. ditangani atau didaur ulang sesuai dengan tata cara.1. 3. 3.4.7 Proses produksi dihentikan sesuai dengan tata cara (prosedur) perusahaan. Menyiapkan tempat pengemasan yang dipersyaratkan 4.3.9 Menyimpan hasil produksi pada tempat higienis sebelum dikemas 3.12 Tempat kerja dirawat sesuai dengan standar pemeliharaan tempat kerja 4. 3. dipastikan. Hasil kemasan telah memenuhi standar yang diterapkan.

Kebijakan/Prosedur Tersedia Berbagai prosedur kerja yang berkaitan dengan produk minyak biji pala antara lain : a. Informasi proses yang ditempatkan dalam ruangan (work place information) yang meliputi SOP.Persyaratan Unjuk Kerja 1. K3 g. working table dan alat penunjang harus tersedia. Perlengkapan spesifik. alat penyuling. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 7 . b. fasilitas dan berbagai bahan terkait yang diperlukan sesuai kekhususan produk harus tersedia dan siap digunakan. Manual spesifikasi/mutu bahan baku dan produk f. Job deskripsi e. b. Peraturan dan tata tertib di perusahaan yang bersangkutan 3. kenyamanan perlu mendapat perhatian. Spesifikasi dan jadwal tersedia. Disamping itu fasilitas seperti ruangan yang memadai. alat penampung. 2. Loog Book d. penyediaan sarana kebersihan. alat penjemur. Peralatan dan Fasilitas Yang Diperlukan a. alat pengemas. Konteks Unit Kompetensi Unit kompetensi ini untuk proses produksi suatu agroindustri khususnya terkait dengan prasyarat kompetensi pekerjaan mengekstraksi minyak biji pala. Peralatan yang berkaitan dengan proses produksi seperti alat pengupas. c.

antara lain laporan pihak ketiga. berupa jawaban terhadap pertanyaan – pertanyaan lisan dan tertulis yang standar. buku catatan tempat kerja/pabrik/pilot plant/laboratorium. antara lain : ? Pengetahuan/keterampilan mengenali secara umum berbagai jenis komoditas tumbuhan penghasil minyak. ? Untuk standar kompetensi di tempat kerja. Keterampilan dan Sikap Penunjang Berbagai pengetahuan dan keterampilan penunjang diperlukan untuk dapat melaksanakan unit kompetensi ini. Persyaratan Awal atau kaitan dengan Unit Kompetensi lain Unit ini memerlukan pengetahuan komoditas nabati. menyimpan. rasa tanggung jawab.. penilaian lain yang dianggap perlu dapat dilakukan. ? Pengetahuan/keterampilan mengoperasikan peralatan ? Pengetahuan/keterampilan menghitung mengupas. melakukan destilasi air dan uap dan melakukan ekstraksi minyak biji pala 3. mengemas dan menentukan titik kritis pada akhir proses. kreatifitas dan improvisasi ? Mencatat dan membuat laporan 4. dan SOP terkait yang berlakukan untuk bahan yang diolah ? Memiliki sikap mental positif antara lain disiplin. Aspek Kritis Penilaian Aspek lain dapat dipertimbangkan seperti laporan kerja yang berkaitan dengan unit ini.Acuan Penilaian 1. kebersihan. jujur. ? Penilaian kemampuan penunjang. khususnya tumbuhan yang menghasilkan minyak. Prosedur penilaian Unit ini harus dinilai melalui : ? Peragaan keterampilan – keterampilan praktek baik di tempat kerja maupun dalam bentuk simulasi dimana disediakan perlengkapan minimum yang diperlukan. ? Pengetahuan/pemahaman tentang K3. laporan pihak ketiga. menyuling. dan kajian terhadap buku catatan laboratorium. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 8 . penanganan bahan baku. dan laporan peserta 2. Pengetahuan. atau pengalaman obyektif (dapat dibuktikan) lainnya dari peserta. logshet. menjemur.

5. 4. 6. PEMBELAJARAN Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 9 . 11.E. 7. 3. 2. 8. PERTANYAAN Apakah anda dapat menyebutkan komoditas pertanian penghasil minyak atsiri ? Apakah anda bisa menjelaskan pengertian minyak atsiri ? Apakah anda dapat menjelaskan bagi tanaman dan industri ? Apakah anda dapat menjelaskan 4 macam cara ektraksi minyak atsiri ? Apakah anda dapat menjelaskan tiga sistem penyulingan minyak atsiri ? Apakah anda dapat menyebutkan keuntungan dan kerugian tiga sistem penyulingan tersebut ? Apakah anda dapat menjelaskan langkah kerja menggunakan uap air ? Apakah anda dapat menyebutkan rendemen berbagai komoditas yang diekstrasi dengan cara penyulingan ? Apakah anda mengetahui tentang titik kritis yang perlu diperhatikan dalam tahapan pembuatan Minyak Atsiri ? Apakah anda dapat menjelaskan keselamatan kerja selama mengopersikan peralatan destilasi ? Apakah anda dapat menguji mutu berdasarkan SNI yang berlaku ? fungsi minyak atsiri YA TIDAK Bila jawaban Anda adalah “Ya” untuk semua pertanyaan. maka disarankan mengikuti uji kompetensi untuk meraih sertifikasi Kompeten Memproduksi Minyak Atsiri Cara Destilasi Air dan Uap. CHEK KEMAMPUAN PESERTA DIKLAT Isilah kotak di sebelah pertanyaan berikut dengan memberi tanda “ v “ jika jawaban “ Ya “ No 1. 9 10.

PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta Diklat Kompetensi Sub Kompetensi Jenis kegiatan : : Tanggal / bulan Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan instruktur Sub Kompetensi Jenis kegiatan : Tanggal / bulan Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan instruktur Sub Kompetensi Jenis kegiatan : Tanggal / bulan Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan instruktur Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 10 .II.

Labiateae. berbau wangi sesuai dengan bau tanamannya. Cymbopogon citratus Prunus laurocerasus L. “flavoring agent” dalam bahan pangan atau minuman dan sebagai pencampur rokok kretek. Minyak atsiri dalam industri digunakan untuk pembuatan kosmetik. antiseptik. misalnya minyak terpentin dari pohon pinus. Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun. yaitu : ? ? ? Membantu proses penyerbukan dengan menarik beberapa jenis serangga atau hewan Mencegah kerusakan tanaman oleh serangga atau hewan Sebagai cadangan makanan dalam tanaman . volatil oil ) dihasilkan oleh tanaman. MENGENAL DAN MENANGANI KOMODITAS PENGHASIL MINYAK ATSIRI a. Uruguay Madagaskar.B. Tabel 1. minyak atsiri mempunyai 3 fungsi. Pimenta ocris Cinnamomum cassia L. dan Umbelliferaceae. Goutemala Prancis b. Minyak atsiri disintesa dalam sel glanular pada jaringan tanaman dan ada juga yang terbentuk dalam pembuluh resin (resin duct). Minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa dari proses metabolisme dalam tanaman yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. KEGIATAN BELAJAR 1. Minyak Atsiri yang Berasal dari Daun Tanaman Nama Minyak Citronella (sereh) Patchouly (nilam) Cajuput (kayu putih) Bay Cassia Cedar leaf Eucalyptus Lemon grass Cherry laurel Tanaman Penghasil Cymbopogo nardus R. Lauraceae. biji. Myrtaceae. Tujuan Pembelajaran ? ? ? Mengenal berbagai komoditas penghasil minyak atsiri Dapat menangani perlakukan pendahuluan bahan sebelum diekstraksi Dapat melakukan ekstraksi minyak dengan sistim air dan uap. Uraian Materi Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 11 . umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Pogostemon cablin benth Melaleuca leudendron L. mempunyai rasa getir ( pungent taste ). Dalam tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi. Compositae. Negara Asal Ceylon Malaysia Indonesia Dominika China Vermont Australia. Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang ( essential oil. bunga. buah. batang atau kulit dan akar atau rhizome. obat-obatan. Thuya accidentalis Eucalyptus sp. Tanaman penghasil minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150 – 200 spesies tanaman yang termasuk famili Pinaceae. parfum.

Teksas Eropa tengah. mempunyai rasa getir. Ceylon Maroko. Rusia` a).Tabel 2. Foeniculum vulgare Mill. Cuminum cyminum L. Rose alba L. Minyak Atsiri yang Berasal dari Biji Tanaman Nama Minyak Caraway Cardamom Carrot seed(wortel) Celery seed (seledri) Croton Cumin Dill Tanaman Penghasil Carum carvi Elettaria cardamomum Daucus carota L. Negara Asal Hongaria. Filipina Zanzibar. Prancis Tabel 3. daun. Minyak Atsiri yang Berasal dari Kulit Buah atau Buah Tanaman Nama Minyak Juniper Lemon (sitrun) Pepper (lada) Pimenta Vanilla (vanili) Coriander (ketumbar) Anise (adas) Grape fruit Fennel Tanaman Penghasil Juniperus communis Citrus medica L. Eropa Inggris. Pimpinella anisum L. Madagaskar. Minyak atsiri mempunyai sifat-sifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi. batang. Rosmarinus officinalis L. berbau wangi sesuai tanaman penghasilnya. Caryophillus aromaticus L.C Lavandula officinalis Chaix Origanum majorana L. Mengenal Komoditas Penghasil Minyak Atsiri Unggulan Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil.Dalam modul ini disajikan profil komoditas minyak atsiri unggulan yang memungkinan dapat dikembangkan di sekolah Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 12 . Turki Tunisia Rusia. Eropa Florida. Inggris Eropa tengah Rusia. India Eropa Tengah Tabel 4. Diperoleh dari akar. Croton triglium L. California Ceylon. Salvia scalera L. Rusia Perancis. bunga tan aman dengan cara mengekstraksi. Indonesia Madagaskar Jerman. Citrus decumana L. Rusia India Amerika. Hongaria Perancis Perancis. Madagaskar Jamaika. Negara Asal Indonesia Madagaskar. Antherium graveolans Negara Asal Belanda. Minyak Atsiri yang Berasal dari Bunga Tanaman Nama Minyak Cananga (kenanga) Champaka (cempaka) Clove (cengkeh) Basil Chamoomile Lavandin Levender Marjoram Rose (mawar) Rosemary Sage Tanaman Penghasil Canana odorata Hook Michelia champaca L. volatil oil). umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. California. Afrika Bulgaria. Apium graveolen L. Ocimum basilieum Matricaria chamomila L. India India. Lavandula vera D. Cina. Pimenta officinalic Lindley Vanila planifolia Carandum sativum L. Piper nigrum L.

Tanaman ini perlu diperbaharui setiap 5 – 7 tahun sekali. sosial ekonomi dan teknis. Minyaknya dapat diperoleh dari bagian daun dengan rendemen 0. Perlu diketahui bahwa jika ditinjau dari segi agronomi. 3) Nilam (Pogostemon cablin) Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak nilam yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. maka pertanaman akar wangi mudah diusahakan oleh masyarakat sekitar. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan ketingginan antara 1000 – 2000 meter dari permukaan laut dengan produksi 15 – 30 ton per tahun. daun gugur dan bunga. tetapi daerah optimum adalah 250 meter di atas permukaan laut. maka daun gugur dapat dimanfaatkan untuk dijadikan minyak dengan cara penyulingan. dengan umur panen 9 – 12 bulan.5 % sehingga jumlah prduksi minyak akar wangi 150kg – 300 kg per hektar per tahun. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 13 . Minyak yang dihasilkan berkisar antara 100 – 200 kg minyak per hektar per tahun 4) Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) Tanaman sereh wangi merupakan tanaman penghasil minyak sereh wangi.1) Cengkeh ( Eugenia aromatica ) Tanaman cengkeh merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang dapat diperoleh dari seluruh bagian tanamannya terutama dari daun segar.8 – 1 persen dari daun basah. sedangkan dalam bunga 15-16%. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada ketinggian tanah antara 0 – 1000 m dengan produksi 10 – 20 ton daun layu per hektar per tahun dengan periode 3 – 4 persen per tahun. Kadar minyak dalam akar wangi berkisar 1 – 1. Kadar minyak dari daun gugur berkisar antara 1%. Tanaman ini tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1000 meter dari permukaan laut. 2) Akar Wangi (Vetivera zizonioides) Tanaman akar wangi merupakan tanaman penghasil minyak akar wangi (vitiver oil )yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Selain bunga kering sebagai hasil utama.

Disamping itu keadaan air tanah yang dekat ke permukaan tanah tidak dikehendaki. berupa parit – parit atau saluran pembuangan air. b). Ekstraksi Minyak Atsiri Minyak atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawaan padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya. Produksi tanaman berkisar antara 15 – 20 ton per hektar pertahun dengan kadar minyak 0. Jumlah air yang menguyap bersama-sama dengan uapair ditentukan oleh 3 faktor. dan kecepatan minyak keluar dari bahan yang mengandung minyak. fuli. Biji pala dapat menghasilkan rata-rata 12% minyak atsiri dan dari fuli berkisar antara 7-18%.Pertumbuhan sereh wangi kurang baik pada tanah yang berat (liat) dan tanah berkapur. yaitu besarnya tekanan uap yang digunakan. Proses penyulingan minyak dapat dipercepat dengan menaikkan suhu dan tekanan atau menggunakan sistim “superheated steam”. hasil sulingan sebagian besar terdiri dari komponen minyak yang bertitik didih rendah. maka minyak atsiri dapat diekstraksi dengan 4 macam cara.8 – 1 persen dan pemanenan dapat dimulai setelah berumur 6 bulan dan periode panen selanjutnya berkisar antara 70 – 75 hari sekali dalam musim hujan dan tiap 80 – 90 hari pada musim kemarau. minyaknya diperoleh melalui Biji pala dapat dan dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai rempah-rempah dan penyulingan dimanfaatkan untuk pengobatan dan kosmetika. Berdasarkan sifat tersebut. tempurung dan biji. 5) Pala ( Myristica fragans ) Dari seluruh bagian tanaman pala yang mempunyai nilai ekonomis adalah buahnya. larut dalam pelarut organik dan tidak larurt dalam air. sehingga perlu adanya drainase yang baik. yaitu : 1) Penyulingan (Distillation) Proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya. Buah pala terdiri dari 4 bagian yaitu daging. berat molekul dari masing-masing komponen dalam minyak. selanjutnya disusul dengan komponen yang bertitik didih lebih tinggi dan pada saat mendekati akhir penyulingan jumlah minyak dalam hasil sulingan akan bertambah kecil. Pada permulaan penyulingan. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 14 . dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air.

yaitu : Kepadatan bahan dalam ketel penyulingan Tekanan uap Berat jenis dan kadar air bahan Berat molekul dari komponen kimia dalam minyak. rendemen minyak lebih besar dan mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan minyak hasil dari sistim penyulingan dengan air. bahan diletakkan di atas piring yang berupa ayakan yang terletak beberapa sentimeter di atas permukaan air dalam ketel penyuling. Kecepatan difusi uap melalui bahan dan keluarnya minyak dari sel kelenjar minyak ditentukan oleh beberapa faktor.Akan tetapi hal ini hanya dapat dilakukan terhadap minyak atsiri yang sukar mengalami dekomposisi pada suhu yang lebih tinggi. yaitu : Tidak baik digunakan terhadap beberapa jenis minyak yang mengalami kerusakan oleh adanya panas dan air. a) Penyulingan dengan Air (Water distillation) Pada sistim penyulingan dengan air. bahan yang akan disuling langsung kontak dengan air mendidih. Minyak atsiri yang mengandung fraksi ester akan terhidrolisa karena adanya air dan panas. Komponen minyak yang larut dalam air tidak dapat diekstrak. Suatu keuntungan dari penggunaan sistim penyulingan ini adalah karena baik digunakan untuk menyuling bah an yang berbentuk tepung dan bunga-bungaan yang mudah membentuk gumpalan jika kena panas. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 15 . Komponen minyak yang bertitik didih tinggi yang menentukan bau wan gi dan mempunyai daya fiksasi terhadap bau sebagian tidak ikut tersuling dan tetap tertinggal dalam bahan. Keuntungan dengan menggunakan sistim penyulingan tersebut adalah karena uap berpenetrasi secara merata kedalam jaringan bahan dan susu dapat dipertahankan sampai 100°C. Ekstraksi minyak atsiri dengan cara penyulingan mempunyai beberapa kelemahan. b) Penyulingan dengan Air dan Uap (Water and Steam Distillation) Pada sistim penyulingan ini. Dalam perkembangan pengolahan minyak atsiri telah dikenal 3 macam sistim penyulingan. Kelemahan dari cara penyulingan tersebut adalah karena tidak baik digunakan untuk bahan-bahan yang fraksi sabun. bahan yang larut dalam air dan bahan yang sedang disuling dapat hangus jika suhu tidak diawasi. Bau wangi minyak yang dihasilkan sedikit berubah dari bau wangi alamiah. Lama penyulingan relatif lebih singkat.

akar wangi. dan “ Carrousal exrtractor”.dan minyak “boise de rose”. misalnya minyak cengkeh. “lemon”. Penyulingan dengan uap sebaiknya dimulai dengan tekanan uap yang rendah (kurang lebih 1 atmosfir). Sistim penyulingan ini tidak baik dilakukan terhadap bahan yang mengandung minyak atsriri yang mudah rusak oleh pemanasan dan air. dan beberapa jenis minyak lainnya. Minyak yang dihasilkan dengan cara penyulingan. Jika permulaan penyulingan dilakukan pada tekanan tinggi. Beberapa jenis minyak yang dapat diekstrasi dengan cara pengepressan adalah minyak “almon”. Karena tekanan pengepressan maka sel-sel yang mengandung minyak akan pecah dan minyak akan mengalir ke permukaan bahan. “apricot”. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 16 . kayu putih. sereh . “coriander”. “Hilderbrandt extractor”.”Kennedy extractor”. “Cedar wood”. maka tekanan uap perlu diperbesar lagi yang bertujuan untuk menyuling komponen kimia yang bertitik didih tinggi. buah atau kulit luar yang dihasilkan dari tanaman yang termasuk famili citrus. Sistim penyulingan ini baik digunakan untuk mengekstraksi minyak dari biji-bijian. kemudian secara berangsur-angsur tekanan uap dinaikkan menjadi kurang lebih 3 atmosfir. Berbagai tipe extractor yang telah dikenal adalah “ bonotto extractor”.“ De Smet extractor”. “pimento”. akar dan kayu-kayuan pada umnumnya mengandung komponen minyak yang bertitik didih tinggi. Jika minyak dalam bahan di anggap sudah habis tersuling. baunya akan sedikit berubah dari bau asli alamiah. “cumin”. 2) Pressing Ekstraksi minyak atsiri dengan cara pengepressan umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji. “eucalyptus” dan jenis minyak lainnya yang bertitik didih tinggi. kayu manis. “grape fruit”. maka komponen kimia dalam minyak akan mengalami dekomposisi. “sassafras”. karena minyak dari famili tanaman tersebut akan mengalami kerusakan jika diekstraksi dengan cara penyulingan. Proses ekstraksi biasanya dilakukan dalam suatu wadah (ketel) disebut “extractor”. air sebagai sumber uap panas terdapat dalam “boiler” yang letaknya terpisah dari ketel penyulingan.c) Penyulingan dengan Uap (Steam Distillation) Pada sistim ini. minyak kulit jeruk. kamfer. Uap yang dihasilkan mempunyai tekanan lebih tinggi dari tekanan udara luar. “mandarin”. 3) Ekstraksi dengan Pelarut Menguap (Solvent Extraction) Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan minyak atsiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. terutama minyak atsiri yang berasal dari bunga-bungaan.”Bollmann extractor”.

“minose”. sedangkan komponen “non volatile” tetap tertinggal dalam ketel penyuling. kenanga. maka selama proses ekstraksi berlangsung perlu dijaga agar proses fisiologi dalam bunga tetap berlangsung dalam waktu selama mungkin. maka minyak atsiri akan larut sempurna. dan pelarut lainnya yang bertitik didih rendah. misalnya bunga cempaka. kontak atau terendam dalam pelarut organik. sedangkan fraksi lilin tidak dapat larut dan akan membentuk endapan keruh. Pada umumnya bunga setelah dipetik akan tetap hidup secara fisiologis. “hyacinth”. Dengan demikian ekstraksi menggunakamn pelarut menguap menghasilkan rendemen minyak yang rendah. carbon tetra chlorida. lilin dan beberapa macam zat warna. Berbagai pelarut yang biasa digunakan adalah petroleum ether. “lavender”. Hasil kondensasi yang merupakan campuran dari pelarut dan minyak atsiri. Daun bunga terus menjalankan proses hidupnya dan tetap memproduksi minyak atsiri dan minyak ytang terbentuk dalam bunga akan menguap dalam waktu singkat. 4) Ekstraksi dengan Lemak Padat Proses ekstraksi ini digunakan khusus untuk mengekstraksi minyak bunga-bungaan. Bunga-bungaan yang masih segar dimasukan ke dalam “ extractor” dan selanjutnya pelarut menguap yang murni dipompakan ke dalam “extractor”. Dengan cara penyulingan ini maka pelarut beserta minyak atsiri akan menguap dan selanjutnya uap tersebut dikondensasikan. Komponen “non volatile” tersebut merupakan kotoran dalam minyak atsiri. Dengan demikian pelarut hanya dapat mengekstraksi minyak yang terdapat dalam sel bunga yang terbentuk pada saat bahan tersebut kontak dengan pelarut. Jika “concrete” tersebut dilarutkan dalam alkohol. Pelarut organik akan berpenetrasi ke dalam jaringan bunga-bungaan dan akan melarutkan minyak serta bahan “non volatile” yang berupa resin. dalam rangka mendapatkan mutu dan rendemen minyak yang tinggi. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 17 . “narcissus”. disebut “concrete”. seperti untuk mengekstrak minyak dari bunga-bungaan dan “geranium”. sedangkan minyak atsiri yang teebentuk sebelumnya sebagian besar telah menguap. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengekstraksi minyak bunga menggunakan lemak hewani atau nabati.violet flower”. dan kotoran tersebut dapat dipisahkan dengan cara penyulingan pada suhu rendah dan tekanan vakum. Kegiatan bunga dalam memproduksi minyak akan terhenti dan mati jika kena panas. mawar.Ekstraksi dengan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air. chloroform. “lily”. Untuk mendapatkan rendemen minyak yang lebih tinggi dan mutu yang baik. melati. “labdanum”. sehingga bunga tetap dapat memproduksi minyak atsiri. “tuberose”. “gardenis”.

serta pemotongan. pelayuan. baik dilakukan pada daun nilam yang bertujuan untuk memecahkan sel – sel minyak. Menangani Perlakuan Pendahuluan Sebelum bahan dilakukan ekstraksi terlebih dahulu mengalami perlakuan sebagai berikut pengeringan. Fermentasi Proses fermentasi sebelum ekstraksi minyak. 3). Bagian pala yang dikeringkan adalah fuli dan biji pala. rumput – rumputan. Pada bahan yang berupa biji – bijian atau buah – buahan misalnya bitter almond minyak dan buah persik. Sedangkan biji pala dikeringkan sampai kadar air 14 %. Fuli yang semula mengandung 55 % air setelah dijemur mengandung air 10 – 12 %. Sebelum dilakukan ekstraksi biji pala biasanya dihancurkan dahulu menggunakan disk mill 2). Proses fermentasi oleh enzim bertujuan untuk menambah bau wangi dari Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 18 .c). misalnya bahan berupa daun. bunga – bungaan dan tunas kadang – kadang dilakukan pengecilan ukuran bahan dan pengeringan dengan tujuan agar minyak dapat diekstraksi dalam waktu yang lebih singkat. ranting akar. fermentasi. Pengecilan Ukuran Bahan yang mengandung minyak bersifat permiable (mudah ditembus zat cair atau uap). pengecilan volume bahan. tetapi selama pengeringan kemungkinan sebagian minyak akan hilang karena penguapan dan oksidasi oleh oksigen udara. Pengeringan Perlakuan pendahuluan dengan cara pengeringan bahan akan mempercepat proses ekstraksi dan memperbaiki mutu minyak. 1).

Akan tetapi sebaiknya proses pelayuan dilakukan alat pemotong. dapat Pada umumnya sebelum proses ukuran atau daun sesudah setelah proses untuk pemotongan berkisar 10 – 15 cm. 5) Pemotongan Pemotongan daun dilakukan agar jumlah daun yang dimasukkan ke dalam alat penyuling lebih banyak oleh karena berkurangnya ruangan kosong di antara daun – daun. Proses pelayuan daun dilakukan untuk menurunkan kadar air pada daun. namun tanpa menjadi kering. maupun air sel yang terdapat di dalam daun. Pelayuan Sebelum daun disuling. mencegah beban yang terlalu berat bagi alat pemotong dan untuk mencegah berkaratnya Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 19 . Pelayuan dilakukan sampai kadar air tertentu yaitu sampai daun mempunyai nilai elastisitas tertinggi. Proses pemotongan dilakukan pelayuan. sebelum pemotongan.4). Pelayuan dapat dilakukan baik dengan menjemur daun selama waktu tertentu atau dengan mempergunakan uap panas untuk mempersingkat waktu pelayuan. kadang – kadang dilakukan proses pelayuan yang diikuti dengan proses pemotongan. baik air yang menempel pada permukaan.

daun. Sebelum bahan dilakukan ekstraksi terlebih dahulu mengalami perlakuan pendahuluan sebagai berikut pengecilan bahan . berbau wangi sesuai tanaman penghasilnya. umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air 3. 7. Seluruh bagian Buah pala dapat diambil minyaknya tetapi yang banyak mengandung minyak yaiut biji pala dapat menghasilkan rata-rata 12% minyak atsiri dan dari fuli berkisar antara 7-18%. 2. tetapi selama pengeringan kemungkinan sebagian minyak akan hilang karena penguapan dan oksidasi oleh oksigen udara. batang. Minyak yang dihasilkan berkisar antara 100 – 200 kg minyak per hektar per tahun 6. Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak nilam yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pengecilan ukuran dan pengeringan tujuannya agar minyak dapat diekstraksi dalam waktu yang lebih singkat. fementasi. pengeringan. volatil oil). daun gugur dan bunga. Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil.C. RANGKUMAN 1. 11. 4. 10.5 %. bunga tanaman dengan cara Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 20 . 5. Pengeringan bahan akan mempercepat proses ekstraksi dan memperbaiki mutu minyak.8 – 1 persen dari daun basah. bertujuan untuk memecahkan sel – sel minyak dan menambah bau wangi dari minyak pada bahan yang berupa buah dan biji– bijian. 8. Proses pelayuan daun dilakukan untuk menurunkan kadar air pada daun. pelayuan dan pemotongan. Kadar minyak dalam akar wangi berkisar 1 – 1. Diperoleh dari akar. Minyak atsiri mempunyai sifat-sifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi. Minyak sereh wangi dapat diperoleh dari bagian daun dengan rendemen 0. 9. sedangkan dalam bunga 15-16%. Tanaman cengkeh merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang dapat diperoleh dari seluruh bagian tanamannya terutama dari daun segar. mengekstraksi. Pemotongan daun dilakukan agar jumlah daun yang dimasukkan ke dalam alat penyuling lebih banyak oleh karena berkurangnya ruangan kosong diantara daun – daun. mempunyai rasa getir. Kadar minyak dari daun gugur berkisar antara 1%. Fermentasi sebelum ekstraksi minyak.

Apa yang terjadi bila pada tempat pengeluaran hasil kondensasi keluar asap. Apa tujuan fermentasi sebelum ekstraksi minyak. Bagian manakah yang paling banyak mengandung minyak dari buah pala. Sebutkan 5 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari daun. TES FORMATIF 1.D. Sebutkan peralatan utama yang harus ada pada penyulingan minyak atsiri dengan sistim air dan uap. Apa yang menjadi ciri utama bahwa penyulingan dikatakan sudah berakhir. 7. 9. Sebutkan sifat – sifat utama minyak atsiri. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 21 . Berapa rendemen minyak yang sereh wangi yang dapat diperoleh dari bagian daun basah. 3. 2. 5. Apa tujuan Pengecilan ukuran dan pengeringan sebelum proses ekstraksi. 10. 8. 4. 6. Perlakuan apa saja yang harus dilakukan Sebelum bahan diekstraksi.

Bilamana warna kondensat yang keluar dari kondensator sudah berwarna keruh. tetapi selama pengeringan kemungkinan sebagian minyak akan hilang karena penguapan dan oksidasi oleh oksigen udara. Tanaman cengkeh. umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Bagian yang banyak mengandung minyak yaiut biji pala dapat menghasilkan rata-rata 12% minyak dan dari bagian fuli 7-18%. kondensor dan tabung pemisah. Bertujuan untuk memecahkan sel – sel minyak dan menambah bau wangi dari minyak pada bahan yang berupa buah dan biji– bijian. Pengeringan bahan akan mempercepat proses ekstraksi dan memperbaiki mutu minyak. fementasi. rendemennya 0. KUNCI JAWABAN 1. Minyak atsiri mempunyai sifat-sifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi. pengeringan. Pengecilan bahan . 6. 10. Air pendingin sudah tidak dapat mengembunkan uap air yang mengandung minyak pada kondensor 5. Tungku pembakar. pelayuan dan pemotongan. berbau wangi sesuai tanaman penghasilnya. 8. Pengecilan ukuran dan pengeringan tujuannya agar minyak dapat diekstraksi dalam waktu yang lebih singkat. 3. kayu putih. 4. 9. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 22 . sereh wangi.8 – 1 persen 7. tangki perebusan. lemon grass.E. mempunyai rasa getir. dan terdapatnya gelembung-gelembung udara. nilam. 2.

Tempatkan pada nyiru atau terpal plastik. 1. Kumpulkan daging buah dan biji pala yang ada fulinya dalam wadah yang bebeda. terpal plastik. pada waktu pencungkilan jangan sampai biji tergores atau ikut terbelah. Cungkil dengan ujung mata pisau untuk memisahkan biji dengan daging buah. Lepaskan fuli dari biji pala dengan menggunakan tangan. Buah pala yang tua fulinya berwarna merah dan biji palanya merah kehitaman. Sedangkan buah pala yang muda fulinya berwarna putih dan biji palanya putih. Segera jemur daging buah di lamporan. skop. keranjang plastik. LEMBAR KERJA PERLAKUAN PENDAHULUAN BIJI PALA SEBELUM DIEKSTRAKSI Berikut adalah langkah kerja yang harus diikuti untuk perlakuan pendahuluan biji pala sebelum diekstraksi. Usahakan bentuk tetap utuh. oven. untuk memudahkan pemisahannya dapat direndam dalam air.F. Penjemuran dilakukan selama 2-3 hari bila cuaca cerah. Fuli melekat kuat di biji pala. nyiru. Bahan baku adalah buah pala muda berwarna kuning sebanyak 250 kg. pisau. 2. telenan. Ingat! Fuli akan membusuk dan berwarna hitam apabila penjemuran tidak benar Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 23 . Persiapan Alat dan Bahan Peralatan yang dibutuhkan adalah timbangan kapasitas 50 kg. Hamparkan setipis mungkin dan pipihkan. Lakukan dengan hati-hati dan cepat. Langkah Kerja Buah pala dibelah dengan pisau dan dipisahkan biji pala bersama fulinya dari daging buah.

4%. Persentase berat dari bagian buah pala basah dan setelah dikeringkan dengan mengangin .8% menjadi 9.09%. Fuli yang kering sudah siap untuk dijual atau dilakukan penyulingan. Suhu diatur tidak melebihi 35-37°C . Keringkan juga biji pala dengan cara pengasapan. Pala yang kering kadar airnya rata- Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 24 . Keringkan biji pala yang telah dipisahkan dari fulinya. Bila pala yang telah kering dicirikan rata14%.anginkan untuk daging 77.93%. Penjemuran dapat dilakukan secara alami atau pengeringan buatan menggunakan oven. Perbandingan berat biji kering dengan fuli kering rata-rata 4:1 biji dalam tempurung kedengarannya bergemercak.Fuli sebelum dijemur mengandung air kurang lebih 55% dan setelah dijemur kadar airnya tinggal 1012%. Caranya biji ditempatkan dalam wadah bambu dan hamparkan setebal 20 cm lalu ditempatkan di parapara dan sumber panas dari perapian. Pengeringan dapat dilakukan atau dengan dengan menjemur. Selama penjemuran dengan matahari perhatikan suhu agar kualitas biji tidak menurun. diangin-anginkan pengasapan. Lemak biji pala dapat mencair pada suhu 45°C. dan biji 13. fuli 4% menjadi 2. 1% menjadi 8.

Biji pala kering kemudian dihancurkan dengan disk mill untuk mengecilkan ukuran.Lakukan penimbangan untuk mengetahui berat fuli kering dan biji pala kering. Biji pala yang kasar siap untuk dimasukan dalam alat penyuling. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 25 .

Bak pendingin (kondensor) C. KEGIATAN BELAJAR 2. Konstruksi Alat Keterangan : A.B. Uraian Materi a.bagian alat ini terdiri dari katel penyuling. maka air yang dididihkan dan bahan yang disuling tidak ada hubungan langsung Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 26 . dan dilengkapi dengan kompor pemanas bertekanan menggunakan bahan bakar minyak tanah . Alat penyulingan ini konstruksinya cukup sederhana. Tutup tangki dapat dijepit dengan“clamp”. alat pendingin (kondensor). Tangki penyuling dilengkapi dengan tutup dan pipa penyalur ke pendingin. Tujuan Pembelajaran ? ? ? Mengetahui kontruksi dan prinsip kerja alat Dapat mengoperasikan ketel uap untuk ekstraksi Mampu melakukan penyulingan minyak atsiri cara air dan uap B. Bagian . Ketel Penyulingan terbantuk uap panas B. MELAKUKAN PENYULINGAN SISTEM AIR DAN UAP A. alat pemisah minyak (oil separator). Pemisah minyak dan air (Florentine flask) Sistem alat penyulingan ini adalah sistem air dan uap (water and steam destlilation) terbuat dari bahan stainless steel sehingga tahan lama dan diharapkan dapat menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen dan mutu baik. Untuk penyulingan air dan uap. dan mudah diterapkan.

Tutup ketel Tinggi Tebal = Bagian – bagian ketel terdiri dari : 6 cm = 5mm Jumlah pengikat tutup (clem) = 8 buah Lubang pengeluaran uap ( c ). dilengkapi dengan pipa pendingin spriral 250 cm. Tabung pemisah minyak ( Florentine flask/oil separator) 4. a. Kompor semawar minyak tanah (terpisah dari unit alat penyuling) 1. diameter = 5 cm Saringan ( d ). Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 27 . Kecepatan air yang mengalir yang dipakai sebagai pendingin sudah cukup bila air keluar dari pendingin suhu 80 °C dan destilat yang keluar dari pendingin mencapai suhu 25 °C . Tabung Pendingin (Kondensor) Pendingin terdiri dari pipa berbentuk lurus dan spiral . Pipa pendingin (kondensor) 3. Ketel Penyulingan Tinggi Diameter = 120 cm = 50 cm 5 mm Tebal dinding = b. Ketel penyuling beserta kaki penyangga 2. tinggi dari dasar ketel = 40 cm Kaki penyangga ketel tinggi = 40 cm 2. Skema dari ketel beserta ukuran – ukuran dan kapasitasnya dapat dilihat pada gambar dan keterangan di bawah ini. Ketel Penyuling Ketel ini terbuat dari bahan stainless steel. konstruksi alat penyuling tersebut serta bagian – bagian lainnya dapat dilihat pada gambar berikut : 1.Secara terperinci.30 °C. Seluruh bagian tabung ini terbuat dari stainless steel.

harus digunakan air jernih. akan didinginkan oleh air pendingin yang mengalir di antara pipa – pipa pendingin.Campuran uap (air + minyak) yang masuk ke pipa – pipa kondensor. Tabung pemisah minyak ini dapat memisahkan campuran antara minyak dan air secara otomatis dan kontinyu. tidak mengandung kotoran dan dianjurkan air destilasi. Kondisi Penyulingan Kondisi optimum yang harus terjadi selama penyulingan sebagai berikut : ? ? ? ? ? ? ? Debit air pendingin yang masuk dan keluar : 3-4 liter/menit Suhu air pendingin yang masuk Suhu air pendingin yang keluar Suhu dalam ketel Debit kondensat yang keluar dari tabung pendingin Suhu kondensat Jumlah air yang diisikan dalam ketel : 20-25ml/menit : 25 . Akibatnya uap diembunkan menjadi zat cair berupa campuran (air + minyak) yang keluar melalui pipa pada bagian ujung tabung pendingin. Tabung Pemisah Minyak (Florentine flask) Tabung ini berfungsi untuk menampung kondensat (air + minyak) dan sekaligus memisahkan campuran antara air dan minyak. b.30 ºC : 30-40 ºC : 90-100 ºC Kapasitas ketel Berupa daun Berupa kulit Berupa buah/biji Berupa akar Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 28 . Untuk mengisi air dalam tabung pemisah minyak. Tabung tersebut terbuat dari gelas yang sering disebut florentine flask bentuknya seperti pada gambar.30 ºC :15-20 liter : 30-40 kg : 35-45kg : 40-50kg : 35-45 kg : 25.

Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 29 . Teknik Proses 1. Jika minyak dalam bahan dianggap sudah habis tersuling. Untuk bahan – bahan yang berupa cairan. Uap yang dihasilkan mempunyai tekanan lebih tinggi dari tekanan udara luar. Penyulingan dengan uap sebaiknya dimulai dengan tekanan uap yang rendah (± 1 atm). Sistem penyulingan ini baik digunakan untuk mengekstraksi minyak dari biji – bijian. cumin. Tejadinya kehangusan dapat juga dikurangi dengan menggunakan ketel penyuling yang dilengkapi dengan mantel uap (steam jacket). maka komponen kimia dalam minyak akan mengalami dekomposisi. Penyulingan dengan Uap Pada sistem ini. Suatu keuntungan dari penggunaan sistem penyulingan ini adalah karena baik digunakan untuk menyuling bahan yang berbentuk tepung dan bunga – bungaan yang mudah membentuk gumpalan jika kena panas. suhu ketel diawasi agar supaya jangan melampui suhu superheated steam. Sistem penyulingan ini tidak baik dilakukan tehadap bahan yang mengandung minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan dan air.c. misalnya menyuling getah pinus. bahan yang akan disuling langsung kontak dengan air mendidih. kemudian secara berangsur – angsur tekanan uap dinaikkan menjadi kurang lebih 3 atmosfer. Penyulingan pada tekanan dan suhu yang terlalu tinggi akan menguraikan komponen kimia minyak dan dapat mengakibatkan proses resinifikasi minyak. cadar wood. Kelemahan dari cara penyulingan tersebut adalah karena tidak baik digunakan untuk bahan – bahan yang fraksi sabun. akar dan kayu – kayuan yang umumnya mengandung komponen minyak yang bertitik didih tinggi. sereh. kamfer. piment dan eucaliptus dan jenis minyak lainnya yang bertitik didih tinggi. Penyulingan dengan Air (Water Distillation) Pada sistem penyulingan dengan air. Selama proses penyulingan berlangsung. 2. kayu putih. Jika permulaan penyulingan dilakukan pada tekanan tinggi. air sebagai sumber uap panas terdapat dalam boiler yang letaknya terpisah dari ketel penyuling. akar wangi. misalnya minyak cengkeh. kayu manis. perlu ditambahkan air secara berkala dengan tujuan supaya sisa penyulingan jangan sampai hangus. bahan yang larut dalam air dan bahan yang sedang disuling dapat hangus jika suhu tidak diawasi. sassafras. maka tekanan uap perlu diperbesar lagi yang bertujuan untuk menyuling komponen kimia yang bertitik didih tinggi. minyak boise de rose. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan rendemen minyak yang lebih besar dan mennghindarkan pengeringan bahan yang disuling. coriander.

kuning jernih Bau khas sereh.85 0. kuning jernih Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 30 . kuning jernih Bau khas keras. Dalam prakteknya. Penyulingan Air dan Uap Teknik penyulingan air dan uap. penghentian proses penyulingan juga didasarkan penggunaan bahan bakar. Bahan bakar yang digunakan rata-rata 1 liter untuk 2 jam . BJ (Bobot Jenis) dan kadar air bahan. kuning jernih Bau khas pala.65 0.8 jam. yaitu kepadatan bahan dalam ketel penyuling. Akhir Proses Akhir proses penyulingan ditandai atau berpedoman pada berhentinya minyak menetes dari tabung pemisah minyak. bahan diletakkan dalam ayakan yang berada di atas dasar ketel yang berisi air mendidih. Penyulingan biji pala bubuk kering 50 kg membutuhkan waktu 24 jam dan minyak fuli tuntas tersuling 48 jam.. Jumlah minyak yang dihasilkan jika penyulingan dilanjutkan. cara ini suhu dapat dipertahankan sampai 100°C dan bahan tidak berhubungan langsung dengan air yang mendidih. kurang keras. Uap yang dihasilkan bertekanan rendah dan naik melalui bahan. Keuntungan cara ini adalah uap air yang dihasilkan dalam keadaan jenuh basah. e.3 12 0. Daun sereh membutuhkan waktu penyulingan 5.2 15 Sifat Organoleptik Bau khas sereh. Air ini tidak menyinggung ayakan dan uap air hasil pendidihan akan naik ke atas membawa minyak bersama-sama keluar Uap air dilewatkan dalam pipa berbentuk spiral dan didinginkan oleh air dikondensor dan terjadi kondensasi . Hasil kondensasi (kondensat) ditampung dalam florentine flask Kecepatan difusi uap melalui bahan dan keluarnya minyak dari sel kelenjar minyak ditentukan oleh beberapa faktor. d. Rendemen Rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan dari proses penyulingan menggunakan alat penyuling tersebut sebagai berikut : Jenis Bahan Daun sereh segar Daun sereh layu dan dirajang Batang sereh segar Biji pala kering Daging buah kering Fulli Rendemen Minyak (%) 0. apakah dapat menutupi biaya bahan bakar yang digunakan. tekanan uap.3.

Kecepatan air yang mengalir yang dipakai sebagai pendingin sudah cukup bila air keluar dari pendingin suhu 80°C dan destilat yang keluar dari pendingin mencapai suhu 25°C 30 °C. Akhir proses penyulingan ditandai atau berpedoman pada berhentinya minyak menetes dari tabung pemisah minyak.8 jam. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 31 . Penyulingan biji pala bubuk kering 50 kg membutuhkan waktu 24 jam dan minyak fuli tuntas tersuling 48 jam. tekanan uap. 6. perlu ditambahkan air secara berkala dengan tujuan supaya sisa penyulingan jangan sampai hangus. BJ dan kadar air bahan. Bahan bakar yang digunakan rata-rata 1 liter untuk 2 jam 9. Uap yang dihasilkan bertekanan rendah dan naik melalui bahan. 4. Tejadinya kehangusan dapat juga dikurangi dengan menggunakan ketel penyuling yang dilengkapi dengan mantel uap (steam jacket). Keuntungan cara penyulingan air dan uap adalah uap air yang dihasilkan dalam keadaan jenuh basah. Kecepatan difusi uap melalui bahan dan keluarnya minyak dari sel kelenjar minyak ditentukan oleh beberapa faktor. Tabung Pemisah Minyak (Florentine flask) Tabung ini berfungsi untuk menampung kondensat (air + minyak) dan sekaligus memisahkan campuran antara air dan minyak. RANGKUMAN 1. Daun sereh membutuhkan waktu penyulingan 5 . 5. Teknik penyulingan air dan uap prinsip kerjanya dari pendidikan keluar uap dilewatkan dalam pipa berbentuk spiral dan didinginkan oleh air di kondensor dan terjadi kondensasi . Bagian – bagian alat destilasi terdiri dari : ? ? ? ? Ketel penyuling beserta kaki penyangga Pipa pendingin (kondensor) Tabung pemisah minyak ( Florentine flask/oil separator) Kompor semawar minyak tanah (terpisah dari unit alat penyuling) air yang 2. misalnya menyuling getah pinus.C. 10. Untuk bahan – bahan yang berupa cairan. 8. Hasil kondensasi (kondensat) ditampung dalam florentine flask 3. yaitu kepadatan bahan dalam ketel penyuling. Cara ini suhu dapat dipertahankan sampai 100° C dan bahan tidak berhubungan langsung dengan air yang mendidih. 7.

TES FORMATIF 1. Jelaskan fungsi dari tabung pemisah Minyak ( Florentine flask) ! 10. Peralatan apa yang dapat digunakan untuk menghindari terjadinya kehangusan pada penyulingan bahan – bahan yang berupa cairan ! 7. Berapa jumlah rata-rata bahan bakar yang digunakan dalam jangka waktu dua jam 9. Sebutkan faktor – faktor tersebut ! 4. Apa yang dapat dijadikan parameter bahwa suatu proses penylingan telah berakhir ! 8. Sebutkan bagian – bagian dari alat destilasi ! 2.D. Jelaskan prinsip kerja teknik penyulingan dengan sistem air dan uap ! 3. Keluarnya minyak dari sel kelenjar minyak ditentukan oleh beberapa faktor. Kecepatan air mengalir yang dipakai sebagai pendingin sudah cukup bila air keluar pendingin mencapai suhu ! dari Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 32 . Sebutkan keuntungan penyulingan dengan sistem air dan uap ! 5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Penyulingan biji pala dan puli dari sebanyak 50 kg ! 6.

membutuhkan waktu 24 jam dan minyak fuli tuntas tersuling 48 jam. yaitu kepadatan bahan dalam ketel penyuling. 7. Cara ini suhu dapat dipertahankan samp ai 100° C dan bahan tidak berhubungan langsung dengan air yang mendidih. 4. 8. Uap yang dihasilkan bertekanan rendah dan naik melalui bahan. 5. dengan menggunakan ketel penyuling yang dilengkapi dengan mantel uap (steam jacket). Keuntungan cara penyulingan air dan uap adalah uap air yang dihasilkan dalam keadaan jenuh basah. 25°C . Bahan bakar yang digunakan rata-rata 1 liter untuk 2 jam 9. Bagian – bagian alat destilasi terdiri dari : ? ? ? ? Ketel penyuling beserta kaki penyangga Pipa pendingin (kondensor) Tabung pemisah minyak ( Florentine flask/oil separator) Kompor semawar minyak tanah (terpisah dari unit alat penyuling) air yang 2. BJ dan kadar air bahan. tekanan uap. Teknik penyulingan air dan uap prinsip kerjanya dari pendidihan keluar uap dilewatkan dalam pipa berbentuk spiral dan didinginkan oleh air di kondensor dan terjadi kondensasi .30 °C. 10. Kecepatan difusi uap melalui bahan dan keluarnya minyak dari sel kelenjar minyak ditentukan oleh beberapa faktor.E. Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 33 . Hasil kondensasi (kondensat) ditampung dalam florentine flask 3. Tabung Pemisah Minyak (Florentine flask) Tabung ini berfungsi untuk menampung kondensat (air + minyak) dan sekaligus memisahkan campuran antara air dan minyak. 6. KUNCI JAWABAN 1. Akhir proses penyulingan ditandai atau berpedoman pada berhentinya minyak menetes dari tabung pemisah minyak.

F. ? Tangki telah siap dioprasikan ? Formula telah dihitung sesuai kebutuhan ? Bahan baku telah memenuhi syarat mutu ? Bahan baku ditimbang secara tepat ? Air kondensor telah disiapkan ? Pemasukkan bahan umpan sesuai dengan sifat bahan ? Penyalaan tangki destilasi sesuai prosedur ? Pendinginan uap sampai dengan suhu kamar ? Penyulingan bahan telah sesuai dengan prosedur ? Penyulingan bahan selama 24 jam ? Minyak tertampung dalam florientne flask ? 10 5 10 Minyak Atsiri dari Biji Pala Bobot jenis 25ºC/25ºC = 0.Selang .472 .Pompa air . Aroma khas minyak pala ? Biji pala kering 100% 50 Penghasil panas (semawar. LEMBAR KERJA STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI DARI BIJI PALA Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 34 Produk yang akan dihasilkan Bahan dan Formula Formula Peralatan Peralatan Utama dan Penunjang Peralatan Utama kg Jumlah Teknik Proses Jenis Produk Spesifikasi Produk 50 kg biji pala kering (dari 250 kg biji pala basah) Bahan % Tahapan Proses Waktu (menit) Kriteria Unjuk Kerja Bahan Utama Warna kuning keemasan Tidak terdapat butiran –butiran air.Corong .5% 5 24 jam Memproduksi Minyak Atsiri Biji Pala 34 .Alkohol meter .Jerigen .25.847 – 0.919 Indeks bias (n.Drum air 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 4 buah 1set 1set 1set 1 set ? Penyiapan Alat ? Penyiapan bahan ? Pemasukan umpan (bubuk biji pala kering kedalam tangki perebusan) ? Penguncian tutup tangki perebusan ? Penyalaan tungku (semawar) ? Proses destilasi 15 ? Melaksanakan SOP personalia ? Melaksanakan sanitasi ruangan dan alat ? Peralatan proses dicek dan siap digunakan.D) = 1.1.495 Kelarutan dalam etanol 90% Sisa penguapan 2. tungku) Tangki perebusan Kondensator Tempat penampungan kondensat dan pemisahan minyak dan air (Florentine flask) Peralatan Penunjang .

Penyiapan Alat Siapkan peralatan destilasi unit dan kondisikan alat tersebut siap untuk karena dioperasionalkan.A. minyak kapasitas dan dipompa pada tekanan batas Ketel perebus diisi air sampai batas tanda tera yang terdapat dalam alat atau hampir rata dengan saringan penyekat. Pastikan Tabung aman. bereaksi dengan logam yang menyebabkan warna minyak berubah. ? ? Pasang florentine flask menggunakan statip dan pastikan krannya tidak bocor. Persiapan yang harus dilakukan antara lain: ? ? ? Membersihkan ketel perebusan dengan air. gunakan cucukan kawat apabila nozel buntu. ? Cek pengapian dari burner. air minyak pendingin diisi mengalir tanah untuk sesuai mendinginkan kondensor. komponen minyak Jangan dapat gunakan peralatan dari besi atau tembaga untuk penyulingan. Siapkan botol penampung minyak atsiri yang bersih dan kering. Pastikan pengapian berwarna merah kebiruan. Pasang saringan penyekat sampai betul – betul tepat posisinya Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 35 .

gunakan pompa air. jangan terlalu padat dan melebihi kapasitas penampungan bahan baku dalam ketel perebus. Caranya tempatkan posisi penutup rata dengan bibir ketel perebus. Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 36 . Tutup ketel dan kunci dengan rapat.B. Apabila tidak tersedia air yang mengalir. Prosedur Kerja Masukkan bahan dalam ketel perebus kemudian lakukan pengecekan agar bahan tidak menutupi lubang pengeluaran uap. C. pasang skrup pengaman kemudian putar kanan dan kiri bersamaan sampai betul – betul rapat. Masukkan air pendingin dalam drum dan sirkulasikan air tersebut untuk mendinginkan kondensor. Penyiapan Bahan Timbang biji pala kering yang telah dihancurkan dengan diskmill. kemudian masukkan dalam kantong kain blacu. Ingat ! pemasangan skrup pengaman tidak benar. Usahakan volume bahan yang dikemas dalam kain blacu tidak melebihi lubang pengeluaran uap. uap akan keluar lewat celah – celah penutup. tidak terlalu padat dan melebihi kapasitas penampung Alirkan air dalam bak pendingin dan pastikan air mengalir terus menerus. Lubang pengeluaran uap yang tertutup bahan dan tidak terkontrol akan sangat membahayakan karena tutup ketel bisa lepas dan terjadi semburan liar uap panas dan minyak atsiri akan banyak terbuang.

Pertahankan suhu di alat penampung antara 20°C25°C untuk mencegah penguapan dan kehilangan minyak. ? Air dan minyak yang menetes dalam florentine flask pisahkan dengan membuka kran alat dan minyak atsiri yang dapat ditampung dalam botol. ? Setelah air mendidih dari pipa kondensor akan menetes cairan minyak dan air. ? Destilasi dihentikan apabila sudah tidak terdapat tetesan minyak dan ditandai tetesan cairan dalam florentine flask berwarna keruh keputihan. usahakan air pendingin dalam tabung kondensor tetap dingin agar proses kondensasi sempurna. apakah masih terdapat sisa-sisa air yang tercampur? Lakukan pemisahan segera dengan labu pemisah untuk menghilangkan air tersebut.? Hidupkan kompor minyak tanah bertekanan dan usahakan api menyala normal berwarna merah kebiruan. sehingga mengurangi rendemen minyak. maka minyak mengapung di atas lapisan air. tidak tersedia florentine flask untuk Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 37 . Catat rendemen minyak yang didapat. Gunakan corong pemisah apabila di sekolah memisahkan minyak. Kondensasi yang tidak sempurna menyebabkan air banyak terbawa di dalam minyak atau uap yang tidak terkondensasi. Perhatikan minyak yang diperoleh. Minyak pala BJ-nya lebih lebih kecil dari 1 ( lebih kecil dari Bj air).

mempersiapkan peserta. Format Pre-Consultation PRE-CONSULTATION Nama Penilai Waktu Penilaian : : Komponen Konfirmasi dan diskusi tujuan penilaian dengan kandidat Kumpulan kriteria yang sesuai untuk penilaian serta diskusikan dengan kandidat Diskusikan dan konfirmasikan metoda dan alat yang akan anda gunakan untuk mengumpulkan bukti selama penilaian berlangsung Identifikasi sumber daya dan/atau peralatan yang diperlukan dalam penilaian Diskusikan prosedur penilaian Bicarakan harapan kandidat maupun penilai serta meyakinkan bahwa semua pertanyaan telah dijawab Identifikasi orang-orang yang akan dihubungi untuk kepentingan penilaian Konfirmasi dan diskusikan jadwal penilaian. EVALUASI Proses penilaian meliputi kegiatan perencanaan penilaian.. Nama Kandidat : ----------------------Nama Mentor -------------------------Hal yang saya akan lakukan dan oleh instruktur dalam pelaksanaan uji Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 38 . termasuk waktu dan lamanya Diskusikan tentang peraturan / etika / keamanan yang berkaitan dengan penilaian Buat daftar kesepakatan atau pertimbangan khusus yang diperlukan agar penilaian terhadap kandidat dilaksanakan dengan adil.III. Berikut adalah contohcontoh format yang perlu disiapkan kompetensi : 1. menyelenggarakan penilaian dan meninjau ulang penilaian. termasuk penilaian ulang serta proses banding Diskusikan dengan kandidat tentang penyimpanan arsip / catatan serta tindakan pengamanannya Yakinkan bahwa kandidat benar-benar siap untuk dinilai Gunakan komunikasi yang efektif Tanggal : ……….

A v v v v Demonstrasi v Metoda Penilaian Quiz v Lisan Keterangan v v S.1.2 Faktor mutu untuk bahan baku dan bahan pembantu telah terukur 1.3 Bahan baku dan bahan pembantu dipastikan tersedia untuk memenuhi persyaratan produksi Domain S.K.Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 39 2.K. Format Matrix Penilaian Assessment matrix digunakan untuk merencanakan penilaian suatu kompetensi. Bubuhkan tanda ? pada kolom yang tepat Judul Unit Kompetensi Nama Penilai : Melakukan Perlakuan Pendahuluan Pada Bahan Sebelum Penyulingan : Sub kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Sub Kompetensi 1 : Memilih dan menangani bahan untuk proses produksi 1. Jenis dan jumlah kebutuhan bahan baku dan jumlah bahan pembantu untuk satu periode proses tersusun 1.A S.A Observasi v v S.K.A v v v Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 39 .K. Untuk setiap kriteria unjuk kerja di standar kompetensi dipilih metoda penilaian yang akan digunakan.K.A S.

1. Format Penilaian Pengetahuan Unit Tanggal Assessment Work Place Assessor Sub No Kompetensi 1. Memilih dan menangani bahan untuk proses produksi : : Kriteria Unjuk Kerja : Pertanyaan 1.1. 1. 2.1 Sebutkan 5 jenis tanaman jumlah kebutuhan penghasil minyak atsiri dari bahan baku untuk daun. fementasi.Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 40 3. Jenis.2. K : Kompeten BK : Belum Kompeten 40 Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala .1. pendahuluan Sebelum bahan dilakukan ekstraksi. larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Jawaban yang diharapkan Tanaman sereh lemon grass. tanpa getir. mengalami mempunyai berbau wangi tanaman umumnya dekomposisi. satu periode proses tersusun 1. putih.3 Sebutkan perlakuan 3. wangi. cengkeh. sifat dan 1. kayu nilam.2 Sebutkan sifat – sifat utama minyak atsiri. K BK Catatan 1. Mudah menguap pada suhu kamar rasa sesuai penghasilnya. pengeringan. pelayuan dan pemotongan.

Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 41 .Play) Kode Unit Nama Kandidat Selama praktek : ketrampilan. Kandidat memisahkan bagian biji dengan puli Kandidat mengeringkan biji pala Kandidat me lakukan penggilingan / pengecilan volume ………………………………………. Format Catatan Penilaiaan Ketrampilan ( Demontrasi / Observasi / Role.1. Penanganan awal proses ? Kandidat memisahkan bagian daging buah pala dengan bagian biji tanpa melukai bagian tempurung ? ? ? ? ? ? ? ? 1.2 ? ? ? ? ? ? ? Unjuk Kerja Kandidat secara keseluruhan memenuhi Standar kompetensi Nama dan Tanda Tangan Penilai : Tanggal . Tidak Keterangan : AGIOPTEXNM1B Judul Kompetensi : Memilih dan menangani bahan untuk proses produksi mendemontrasikan : 1.. apakah kandidat mampu YA.4.

Tanda Tangan Penilai. Ditempat kerja . kandidat memperlihatkan bukti-bukti sebagai berikut : Kompetensi Mengidentifikasi dan menjelaskan ruang lingkup penilaian Merencanakan pengumpulan alat bukti Mengorganisir Penilaian Mengumpulkan Alat Bukti Bukti-bukti yang Ditunjukkan Satu copy standar kompetensi yang akan diminta Satu copy cek list observasi/demontrasi atau role-play Satu copy konsultasi awal Melaksanakan Penilaian . Simulasi . serta rekomendasi penyempurnaannya (jika perlu) Angket umpan balik yang telah diisi Garis besar proses dan hasil penilaian Tanggal Paraf Membuat Keputusan Penilaian Mencatat Hasil Penilaian Memberikan kesempatan bagi umpan balik dari kandidat Menyerahkan Laporan Pelaksanaan Penilaian Komentar /saran Hasil : Kompenten Belum Kompeten Tindak Lanjut ……………………………………………………………………………….5. Format Cek List Unjuk Kerja Judul Kompetensi : Nama Kandidat Nama Penilai : : Selama berlangsungnya kegiatan penilaiaan. ___________________ ____________________ Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 42 . Role-play Menyerahkan Formulir Penilaian Selengkapnya Menyerahkan cek list unjuk kerja kandidat. Tanda Tangan Kandidat.

6. Format Angket Umpan Balik Angket untuk Kandidat Nama Penilai Waktu Penilaian : __________________ :___________________ Sangat Tidak Setuju Komponen Saya memerlukan lebih banyak informasi sebelum penilaian dilaksanakan Saya siap untuk dinilai Penilai menjawab senua pertanyaan saya sebelum penilaian dilaksanakan Saya sepenuhnya mampu mendemonstrasikan kompetensi yang saya miliki selama penilaian Penilai memberikan umpan balik yang mendukung selama penilaiaan Penilai menyampaikan umpan balik yang jelas setelah penilaiian Penilai bersama saya mempelajari semua dokumen serta menandatanganinya setelah penilaian Penilaian berlaku adil dan tidak merugikan saya Penilaiaan menggunakan ketrampilan komunikasi yang efektif selama proses penilaian berlangsung Saya mengetahui dimana dokumen penilaian akan ditempatkan dan siapa saja yang dapat mengakesnya Komentar : Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Nama Kandidat -------------------- Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 43 .

Analisa Fisiko Minyak Atsiri.1975. 3.1980. Dep. Tri S. 4. Fateta-IPB. Goutara dan S. Bogor. Safarul . 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Hardjono. Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian Fateta IPB Bogor. S. Fateta-IPB. Pengolahan Bahan Hasil Pertanian 2. Helmi. Fateta-IPB. Minyak Atsiri. dan Zein N. Dikmenjur. Kataren. Ketaren.1976. Pengaruh Pengecilan Bahan dan Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Akar Wangi. dan S. 7. Dep. THP. Teknologi Hasil Pertanian. Bogor. Ketaren. Penyulingan Minyak Sereh. THP. Dep. 1977. Fateta-IPB.1970. Bambang Djatmiko. Dep. Bogor. Bogor. Dep. Iyus Elias . Profil Komoditas Pala. Fatemeta-IPB. 8. Fateta-IPB. Depdikbud Memproduksi Minyak Atsiri dari Biji Pala 44 . Ani Sjahazman .1971. 1978. Bogor. THP. Pengaruh Umur Panen. 5. 6. THP. Tempat dan Lama Penyimpanan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Jahe.1995. Bogor. Bambang Djatmiko. Penyuluhan Minyak Atsiri dan Pengembangannya di Kabupaten Paniai Irian Jaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->