P. 1
Precast Concrete

Precast Concrete

|Views: 489|Likes:
Published by Julian Mantik

More info:

Published by: Julian Mantik on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

PRECAST CONCRETE (BETON PRACETAK) Yogi Oktopianto Kartini Halief

ABSTRAK Teknologi beton pracetak telah lama diketahui dapat menggantikan operasi pembetonan tradisional yang dilakukan di lokasi proyek pada beberapa jenis konstruksi karena beberapa potensi manfaatnya. Beberapa prinsip yang dipercaya dapat memberikan manfaat lebih dari teknologi beton procetak ini antara lain terkait dengan waktu, biaya, kualitas, predicability, keandalan, produktivitas, kesehatan, keselamatan, lingkungan, koordinasi, inovasi, reusability, serta relocatability (Gibb, 1999). Di Indonesia, hingga saat ini, telah banyak aplikasi teknologi beton pracetak pada banyak jenis konstruksi dengan didukung oleh sekitar 16 perusahaan spesialis beton pracetak, atau lebih dikenal dengan sebutan precaster (Sijabat dan Nurjaman, 2007). SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK Beton adalah material konstruksi yang banyak dipakai di Indonesia, jika dibandingkan dengan material lain seperti kayu dan baja. Hal ini bisa dimaklumi, karena bahan-bahan pembentukannya mudah terdapat di Indonesia, cukup awet, mudah dibentuk dan harganya relative terjangkau. Ada beberapa aspek yang dapat menjadi perhatian dalam sistem beton konvensional, antara lain waktu pelaksanaan yang lama dan kurang bersih, control kualitas yang sulit ditingkatkan serta bahan-bahan dasar cetakan dari kayu dan triplek yang semakin lama semakin mahal dan langka. Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era ini. Pada dasarnya system ini melakukan pengecoran komponen di tempat khusus di permukaan tanah (fabrikasi), lalu dibawa ke lokasi (transportasi ) untuk disusun menjadi suatu struktur utuh (ereksi). Keunggulan system ini, antara lain mutu yang terjamin, produksi dan pembangunan yang cepat, ramah lingkungan dan rapi dengan kualitas produk yang baik. Sistem pracetak telah banyak diaplikasikan di Indonesia, baik yang sistem dikembangkan di dalam negeri maupun yang didatangkan dari luar negeri. Sistem pracetak yang berbentuk komponen, seperti tiang pancang, balok jembatan, kolom plat pantai. PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK DI DUNIA Sistem pracetak berkembang mula-mula di negara Eropa. Struktur pracetak pertama kali digunakan adalah sebagai balok beton precetak untuk Casino di Biarritz, yang dibangun oleh kontraktor

Karena proses pengecorannya di tempat khusus (bengkel frabrikasi). seperti dinding . Wayss & Freytag di Hamburg dan mulai digunakan tahun 1906. balok jembatan. Kerjasama dengan perencana di bidang lain yang terkait.Coignet. ternyata baru melakukan penelitian intensif tentang system pracetak tahan gempa pada tahun 1991. Precast Concrete atau Beton pra-cetak menunjukkan bahwa komponen struktur beton tersebut : tidak dicetak atau dicor ditempat komponen tersebut akan dipasang. kolom dan plat lantai sejak tahun 1970an. Sstem pracetak taha gempa dipelopori pengembangannya di Selandia Baru. Jadi komponen beton pra-cetak dipasang sebagai komponen jadi. Sistem Beam Column Slab (1998). DEFENISI PRECAST CONCRETE ( BETON PRACETAK ) Precast Concrete Beton pracetak adalah suatu metode percetakan komponen secara mekanisasi dalam pabrik atau workshop dengan memberi waktu pengerasan dan mendapatkan kekuatan sebelum dipasang. sehingga tercapai break-event-point-nya. Pondasi beton bertulang diperkenalkan oleh sebuah perusahaan Jerman. maka mutunya dapat terjaga dengan baik. terutama dengan pihak arsitektur dan mekanikal/elektrikal/plumbing. Tahun 1912 beberapa bangunan bertingkat menggunakan system pracetak berbentuk komponen-komponen. Prteussag. dalam jumlah besar. tinggal disambung dengan bagian struktur lainnya menjadi struktur utuh yang terintegrasi. Dyckerhoff & Widmann G Wayss & Freytag KG. Loser dll. PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK DI INDONESIA Indonesia telah mengenal system pracetak yang berbentuk komponen. Kurang tersosialisasikan jenisnya. Sistem pracetak semakin berkembang dengan ditandai munculnya berbagai inovasi seperti Sistem Column Slab (1996). Struktur komponen pracetak beton bertulang juga diperkenalkan di Jerman oleh Philip Holzmann AG. Bentuk typical yang dimaksud adalah bentuk-bentuk yang repetitif. Sistem L-Shape Wall (1996). . Biasanya ditempat lain. dimana proses pengecoran dan curing-nya dapat dilakukan dengan baik dan mudah. seperti tiang pancang. PERMASALAHAN UMUM PADA PENGEMBANGAN SISTEM PRACETAK Ada 5 masalah utama dalam pengembangan system pracetak : 1. Sistem ini relative baru 3.Conzelmann. produk dan kemampuan system pracetak yang telah ada. maka beton pra-cetak hanya akan diproduksi jika jumlah bentuk typical-nya mencapai angka minimum tertentu. Paris 1891. Amerika dan Jepang yang dikenal sebagai negara maju di dunia. Sistem Bresphaka (1999) dan sistem T-Cap (2000). Sistem Jasubakim (1999). Sistem All Load Bearing Wall (1997).E.kolom dan lantai diperkenalkan oleh John. Dengan membuat program penelitian bersama yang dinamakan PRESS ( Precast seismic Structure System). Tetapi agar dapat menghasilkan keuntungan. 2.

SISTEM KONEKSI I. SAMBUNGAN Pada umumnya sambungan – sambungan bias dikelompokkan sebagai berikut : Sambungan yang pada pemasangan harus langsung menerima beban ( biasanya beban vertical ) akibat beban sendiri dari komponen . system formwork dan system pracetak. II. Sambungan pada mana tidak ada persyaratan ilmu gaya tapi harus memenuhi persyaratan lain seperti : kekedapan air. Sambungan yang pada keadaan akhir akan harus menerima beban-beban yang selama pemasangan diterima oleh pendukung pembantu. Ikatan Cor ( In Situ Concrete Joint ) Penyaluran gaya dilakukan lewat beton yang dicorkan · Diperlukan penunjang / pendukung pembantu selama pemasangan sampai beton cor mengeras . Sistem konversional adalah metode yang menggunakan bahan tradisional kayu dan triplek sebagai formwork dan perancah. serta pengecoran beton di tempat. Keandalan sambungan antarkomponen untuk system pracetak terhadap beban gempa yang selalu menjadi kenyataan 5. Sistem formwork sudah melangkah lebih maju dari system konversional dengan digunakannya system formwork dan perancah dari bahan metal. antara lain System Outinord dan Mivan. Pada system pracetak. Sistem Outinord menggunakan bahan baja sedangkan Sistem Mivan menggunakan bahan alumunium. kekedapan suara. Proses pembuatan komponen dapat dilakukan dengan kontol kualitas yang baik. Belum adanya pedoman perencanaan khusus mengenai tata cara analisis. yaitu system konvensional. seluruh komponen bangunan dapat difabrikasi lalu dipasang di lapangan. perencanaan serta tingkat kendala khusus untuk system pracetak yang dapat dijadikan pedoman bagi pelaku konstruksi SISTEM PRACETAK BETON Pada pembangunan struktur dengan bahan beton dikenal 3 (tiga) metode pembangunan yang umum dilakukan.4. Sistem formwork yang telah masuk di Indonesia. Sambungan-sambungan tanpa persyaratan konstruktif dan semata-mata menyerdiakan ruang gerak untuk pemasangan . IKATAN Cara mengikatkan atau melekatkan suatu komponen terhadap bagian komponen konstuksi yang lain secara prinsip dibedakan sebagai berikut : A.

C. Disisni beban dari plat akan diteruskan ke pendukung-pendukung vertical. kemudian berkembang menjadi “ Saling Menggigit “. Toleransi penyusutan ‘ diserap ‘ oleh Coran Beton. Sistem ikatan ini dapat dibedakan sebagai berikut : · Menyambung dengan cara di las ( Welded Steel ) · Menyambung dengan Baut / Mur / Ulir ( Corbel Steel ) Catatan : a. B. Secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut : I. Harus dilindungi dari : korosi. Ikatan Tegangan Merupakan perkembangan lebih jauh dari ikatan baja dengan memasukan unsure Post Tensioning dalam system koneksi.· Penyetelan berlangsung dengan bantuan adanya penunjang / pendukung pembantu. Dimulai dengan cara hubungan “ PELETAKAN “. Harga dari profil baja sebagai pengikat tinggi b. Dengan Mortar / In Situ concrete Joint sebagai pelindung / Finishing ikatan. SIMPUL a. Ikatan Terapan Cara menghubungkan komponen satu dengan yang lain secara “lego” (permainan balok susun anakanak) disebut Iaktan Terapan. Mungkin dilaksanakan tanpa pendukung / penunjang c. D. api dan bahan kimia. Simpul Primer Pertemuan yang menghubungkan kolom dengan balok dan juga terhadap plat lantai. · Memerlukan penunjang / pendukung Bantu selama pemasangan · Perlu tempat / ruang yang relatuf besar untuk Post Tensioning · Angker cukup mahal III. . Ikatan Baja Bahan pengikat yang dipakai : Plat baja dan Angkur. · Proses pemasangan dimungkinkan tanpa adanya pendukung / penunjang pembantu. Merupakan kunci dalam struktur yang memakai komponen pra – cetak dan merupakan tempat pertemuan antara 2 atau lebih komponen struktur b.

Persyaratan utama adalah struktur harus memenuhi syarat kekuatan. Kelengkapan dari perintah kerja dan gambar produk b. kemampuan pemasaran. Pemindahan. penyimpanan dan transportasi produk j. Pencatatan ( record keeping ) Tahap produksi terdiri dari : . kekakuan dan kestabilan pada masa layannya Tahap Produksi Beberapa item pekerjaan yang harus dimonitor pada tahap produksi : a.II. Posisi pemasangan h. Ukuran produk g. Mutu dari cetakan d. kemampuan teknis. Mutu atau kekuatan beton e. Simpul Penyalur Sekunder-Primer ( Pelat Balok ) Untuk menyalurkan beban vertical IV. Mutu dari bahan baku c. Simpul Pertemuan Kolom Pertemuan dimana beban-beban vertical dan sesewaktu momen-momen juga disalurkan. Penempatan dan pemadatan beton f. Simpul Pendukung sesama Plat / dengan Balok dan Kolom Untuk menyalurkan beban horizontal dalam bentuk tegangan tekan – tarik dan geser V. Misal : Transportasi dibuat terdiri dari 2 atau lebih bagian PEMBUATAN BETON PRACETAK Proses produksi/pabrikasi beton pracetak dapat dibagi menjadi tiga tahapan berurutan yaitu : Tahap Design Proses perencanaan suatu produk secara umum merupakan kombinasi dari ketajaman melihat peluang. III. Perawatan beton i. Simpul yang Mampu Menahan Momen Yang secara statis bisa membentuk komponen pendukung tapi oleh alasan tertentu.

Persiapan b. Curing beton Tahap Pascaproduksi Terdiri dari tahap penanganan ( handling ). penyimpanan ( storage ). beban maks. pengiriman ( transport dan tahap pemasangan di lapangan ( site erection ) Yang perlu diperhatikan dalam system transportasi adalah : · Spesifikasi alat transport : lebar. Finishing / repairing beton h. penumpukan ( stacking ). Pabrikasi tulangan dan cetakan c. dimensi elemen · Route transport : jarak. · Pre-tensioned Prestressed Concrete . perijinan dariinstansi yang berwenang. ruang bebas bawah jembatan. tinggi.a. lebar jalan. Pemilihan alat angkut dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : · Macam komponennya : linier atau plat · Ketinggian alat angkat : berhubungan dengan ketinggian bangunan yang akan dibangun · Berat komponen : berdasarkan beban maksimum · Kondisi local : pencapaian lokasi dan topografi Menurut tempat pembuatan beton pracetak dibagi 2 yaitu : · Dicor di tempat disebut Cast In Situ · Dicor di pabrik Menurut perlakuan terhadap bajanya dibagi 2 yaitu : · Beton pracetak biasa · Beton prategang pracetak Ada 2 prinsip yang berbeda pada beton prategang . Pemadatan beton g. Penakaran dan pencampuran beton d. Penuangan dan pengecoran beton e. kepadatan lalu lintas. Transportasi beton segar f.

Pengecoran beton 5. Pelaksanaan Konstruksi ( Ereksi ) Metode dan jenis pelaksanaan konstruksi precast diantaranya adalah : a) Dirakit per elemen b) Lift – Slab system . Penyempurnaan akhir 7. Peralatan angkat untuk memasang beton pracetak dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Sistem transportasi berpengaruh terhadap waktu. Transportasi Dan alat angkut Transportasi adalah pengangkatan elemen pracetak dari pabrik ke lokasi pemasangan. Keran mobile 2. Perawatan ( curing) 6. Pembuatan rangka tulangan 2. Serangkaian kegiatan yang dilakukan pada proses produksi adalah : 1. Keran portal c. Keran teleskopis 3. Yang perlu diperhatikan dalam system transportasi adalah : · Spesifikasi alat transport · Ronte transport · Perijinan Alat angkat yaitu memindahkan elemen dari tempat penumpukan ke posisi penyambungan ( perakitan ). pembuatan cetakan 3. Penyimpanan b. keran menara 4.· Post-tensioned Prestressed Concrete Metode Membangun dengan Konstruksi Precast a. efisiensi konstruksi dan biaya transport. Pembuatan campuran beton 4.

sehingga komponenkomponen tersebut dap[at dibentuk oleh metode yang sama dan menggunakan alat Bantu yang sejenis Komponen harus mampu digunakan untuk mengerjakan beberapa fungsi Komponen-komponenharus cocok untuk berbagai keadaan dan tersedia dalam berbagai macammacam ukuran produksi Komponen –komponen harus mempunyai berat yang sama sehingga mereka bias secara hemat disussun dengan menggunakan peralatan yang sama Ada tiga macam konstruksi prefabrikasi : 1. kolom. plat lantai dll Tiap tip[e komponen sebaiknya mempunyai sedikit perbedaan Sistem sambungan harus sederhana dan sama satu dengan yang lain. d) Push – Up / Jack – Block System Pada system ini lantai teratas atap di cor terlebih dalu kemudian diangkat ke atas dengan hidranlic – jack yang dipasang di bawah elemen pendukung vertical. dimana komponen-komponen mudah untuk dibuat dan nyaman untuk pengangkutan 2. PRINSIP KONSTRUKSIONAL Berikut prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk desain struktural : Struktur terdiri dari sejumlah tipe-tipe komponen yang mempunyai funfgsi seperti balok. Prinsip konstruksinya sebagai berikut : · Lantai menggunakan plat-plat beton bertulang yang dicor pada lantai bawah · Kolom merupakan penyalur beban vertical dapat sebagai elemen pracetak atau cor di tempat. Pembuatan pada site dengan menggunakan alat-alat6 mekanik 3. · Setelah lantai cukup kuat dapat diangkat satu persatu dengan dongkrak hidrolis. c)Slip – Form System Pada system ini beton dituangkan diatas cetakan baja yang dapat bergerak memanjat ke atas mengikuti penambahan ketinggian dinding yang bersangkutan. e) Box System Konstruksi menggunakan dimensional berupa modul-modul kubus beton. Rangkaian dari komponen dirakit ke dalam komponen-komponen yang lebih luas .Adalah pengikatan elemen lantai ke kolom dengan menggunakan dongkrak hidrolis. dinding. Pembuatan didalam sebuah pabrik.

misalnya pada struktur galian. sebagai Komponen Struktur · Tiang pancang beton dan system sambungan Ada beberapa bentuk dari tiang pancang. kolam atau timbunan. Varian lain adalah bentuk bulat berongga (spinning) dalam cetakan yang berbentuk bulat. Bentuk yang paling umum adalah persegi massif.KLASIFIKASI SISTEM PRECAST COCRETE Sistem pracetak dibagi menjadi dua kategori yaitu : a. · Bantalan Rel Sejak jaman Belanda bahan kayu popular digunakan unytuk bantalan rel. dengan system prategang pascatarik. b. dengan system prategang pratarik. Pemasangan ini sangat cepat yaitu dua hari perlantai bangunan. karena paling mudah dibuat. varian berbentu I . varian berbentuk Y. Sebagai system struktur · Sistem Waffle Crete (1995) Sistem ini termasuk katagori system dinding pemikul dengan komponen pracetak berupa panel lantai dan panel dinding beton bertulang yang disambung dengan baut baja. komponen pracetak lantai mulai dikenal di Indonesia pada pembangunan menara BDNI. · Pelat Lantai Pracetak Pada tahun 1984. · Sistem L Shape Wall (1996) Komponen utamanya adalah dinding pracetak beton bertulang L. · Girder jembatan dan Jalan Layang Komponen ini sangat popular karena jelas lebih mudah bibandingkan struktur baja. Bentuk yang umum digunakan adalah pelat prategang berongga (hollow core slab). · Turap Adalah struktur geoteknik yang fungsinya menanam perbedaan tinggi tanah. · Sistem All Load Bearing Wall (1997) . Varian pertama berbentuk void slab. varian berbentuk box dengan system prategang pascatarik. yang berfungsi juga sebagi dinding pemikul. · Sistem Column-Slab (1996) Keunggulan system ini terletak pada perencanaan struktur elemen dan kepraktisan pemasangannya.

Adanya lobang dibagian tengah pelat secara efektif mengurangi berat sendirinya tanpa mengurangi kapasitas lenturnya. B. Cerucuk Matras Beton Solusinya dengan menggunakan system cerucuk matras beton yang dapat dipasang sedalam yang direncanakan dengan melakuakn penyambungan. · Sistem Bangunan Jasubakim (1998) Sistem ini termasuk kategori system pracetak komposit hybrid berbentuk langka. Keberadaan lobang pada slab tersebut sangat berguna jika diaplikasikan pada bangunan tinggi karena mengurangi bobotnya lantai. Jadi precast ini relatif ringan dibanding solid slab bahkan karena digunakannya pre-stressing maka kapasitasnya dukungngya lebih besar.yaitu sebagai berikut : A. Dinding Luar ( Skin-wall ) . Dengan digunakan precast maka pemakaian bekisting dan perancah akan berkurang drastis sehingga dapat menghemat waktu pelaksanaan. penurunan dan tingkat kestabilan yang diinginkan. merupakan system dinding pemikul. Padahal kontribusi kekuatan pelat hanya untuk mendukung pembebanan tetap saja (DL + LL). · Sistem. Oleh karena itu pembuatan produk precast ini harus ditempat fabrikasi khusus yang menyediakan dudukan yang dimaksud. Jadi jika berat lantai berkurang maka beban gempa rencananya juga kurang. Sistem ini mengkombinasikan monolit konversional. relatif sudah banyak dijumpai disini. · Sistem Bresphaka(1999) Ciri khas system ini adalah menggunakan bahan beton ringan untuk komponen kolom dan balok. untuk solid slab. Sistem precast hollow core slab menggunakan sistem pre-tensioning dimana kabel prategang ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran. Bahkan karena beratnya tersebut akan menjadi penyumbang utama besarnya gaya gempa. Ciri khas yang lain adalah kolom berbentuk T serta komponen lainnya adalah balok dan pelat. Salah satu produk precast untuk lantai adalah adalah precast hollow core slab. Pelat lantai pre-cast (hollow-core slab) Penggunaan produk precast concrete sebagai pelat lantai. formwork dan pracetak. tebal 120 mm saja maka beratnya adalah sekitar 288 kg/m2 hampir sama dengan berat beban hidup rencana untuk kantor yaitu 300 kg/m2.Bahan beton ringan utamanya adalah agregat kasar yang terbuat dari bahan abu terang. KOMPONEN STRUKTUR YANG SERING DIGUNAKAN Ada beberapa tipe Precast Concrete yang sering digunakan saat ini. Dengan demikian penggunaan lantai precast yang ringan juga mengurangi resiko bahaya gempa. Komponen pracetak ini selain bersifat struktur juga berfungsi sebagai formwork dan perancah untuk beton cor di tempat.Komponen pracetaknya adalah komponen dinding dan lantai beton bertulang massif setebal 20 cm. Bayangkan saja. sehinnga dapat diperoleh daya dukung.

Precast for finishing. dibuat satu dulu sebagai contoh. dengan digunakannya precast maka semua komponen yang seharusnya dikerjakan di atas bangunan sehingga susah dijangkau arsitek untuk diawasi maka dapat dilakukan di bawah sehingga si arsitek dengan leluasa mengawasi kualitas produk yang akan dipasangnya. presisi yang tinggi. Siapa yang membuatnya. juga detail sambungan dengan bangunan utamanya. Transportasi Jalan Raya ( Road Transportation ) . umumnya produk precast adalah untuk komponen-komponen yang berulang (repetitif) sehingga prosesnya seperti halnya industri pada umumnya.Industri konstruksi semakin bergairah dengan adanya produk precast concrete yang dapat dipasang cepat dan kualitasnya sangat baik. juga detail yang benar dari takikan-takikan yang dibuat agar air yang menimpanya selama bertahun-tahun tidak meninggalkan jejak yang terlihat dari luar. yang sangat berperan adalah teknology yang digunakannya. jelas lebih sulit dibanding produk precast yang sekedar untuk komponen struktur saja. Oleh karena itulah perusahaan precast untuk keperluan finishing yang sukses di Jakarta tidaklah banyak. kebocoran terhadap air hujan (teknologi karet sealant. Untuk produk precast. keramik lepas atau berubah warna). Oleh karena itu. arsitek yang berorientasi maju pasti akan memikirkan alternatif pemakaian produk precast untuk bangunan rancangannya. Komponen Tangga ( Precast Stair ) D. Kecuali itu. yang terlihat dari luar untuk ditampilkan. Tidak hanya perencanaannya saja yang harus bagus tetapi juga perlu pelaksanaan yang baik. yang diperuntukkan untuk keindahan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Tidak hanya dari sisi struktur. misalnya : ketahanan terhadap cuaca (tidak retak. tetapi juga dari sisi arsitekturalnya yaitu penampakan luar (keindahan). bagaimana mengantisipasi deformasi bangunan yang timbul ketika ada gempa dll-nya tanpa mengalami degradasi kinerja dan lainnya. C. jika memuaskan akan dikerjakan lainnya dengan kualitas yang sama. yaitu kekuatan dan kekakuannya saja. seperti yang terpasang pada pintu mobil). Bagaimana tidak.

Keuntungan Beton Pracetak · Pengendalian mutu teknis dapat dicapai. · Untuk objek yang panjang dan beban yang lebih besar dapat menggunakan dua gerobak yang dihubungkan oleh beton precast itu sendiri KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PRECAST CONCRETE Prinsip dari sistem pracetak ini adalah dicetak atau dicor terlebih dahulu sebelum di install. Kendala Precast Membutuhkan investasi awal yang besar dan teknologi maju . Sementara pekerjaan precast disiapkan kita bisa bekerja untuk bagian yang lain. saluran air. Berbicara tentang sistem precast maka hal pertama untuk dijadikan pertimbangan memakai sistem ini adalah bentuk yang tipikal dan jumlah yang banyak. Keuntungan menggunakan sistem pracetak antara lain waktu yang lebih efisien. Apabila komponen tidak memenuhi maka ia membutuhkan biaya tambahan dalam kesulitan transportasi disamping membutuhkan pengawalan khusus petugas jalan raya · Panjang maximum unit precast yang diisyaratkan dalam satu angkutan tidak melebihi 30 m · Transportasi angkutan yang rendah ( biasanya untuk panel dinding dan lantai memiliki kemampuan angkut 250 ton · Untuk objek angkut panel dinding dan lantai sangat cocok menggunakan kendaraan yanmg dilengkapi dengan kerangka khusus yang dapat mendukung dan melindungi objek angkut. pertemuan tulangan apakah sudah memenuhi panjang penyaluran atau belum serta saat perencanaan sudah harus memikirkan lokasi pembuatan sistem pengangkutan dan sistem istallasi.pekerjaan yang sifatnya berulang dan banyak. a. memang sangat efisien jika jenis pekerjaannya tipikal. balok. antara lain system precast memerlukan analisa yang lebih rumit dibanding dengan cetak langsung ditempat. Kita harus memperhitungkan sistem sambungan. Contoh pekerjaan yang sering dibuat menggunakan sistem precast antara lain. Selain memiliki kelebihan sistem ini juga memiliki kekurangan.· Transportasi jalan raya sangat cocok untuk skala pembangunan dengan site yang luas · Sangat tergantung pada persyaratan legal Negara setempat khususnya dalam persyaratan : lebar. panjang dan beban objek yang diangkut · Desain yang dibuat harus mempertimbangkan keadaan ini. ketinggian. karena proses produksi dikerjakan di pabrik dan dilakukan pengujian laboratorium · Waktu pelaksanaan lebih singkat · Dapat mengurangi biaya pembangunan · Tidak terpengaruh cuaca b. anak tangga dan pekerjaan .

Yang perlu diperhatikan dalam system transportasi adalah : · Spesifikasi alat transport · Ronte transport · Perijinan Alat angkat yaitu memindahkan elemen dari tempat penumpukan ke posisi penyambungan ( perakitan ). Penyempurnaan akhir 7. pembuatan cetakan 3.Dibutuhkan kemahiran dan ketelitian Diperlukan peralatan produksi ( transportasi dan ereksi ) Bangunan dalam skala besar METODE MEMBANGUN DENGAN KONSTRUKSI PRECAST a. Pembuatan rangka tulangan 2. efisiensi konstruksi dan biaya transportasi. Pelaksanaan Konstruksi ( Ereksi ) Metode dan jenis pelaksanaan konstruksi precast diantaranya adalah : . Peralatan angkat untuk memasang beton pracetak dapat dikategorikan sebagai berikut : · Keran mobile · Keran teleskopis · keran menara · Keran portal c. Perawatan ( curing) 6. Serangkaian kegiatan yang dilakukan pada proses produksi adalah : 1. Pembuatan campuran beton 4. Penyimpanan b. Pengecoran beton 5. Transportasi dan Alat Angkut Transportasi adalah pengangkatan elemen pracetak dari pabrik ke lokasi pemasangan. Sistem transportasi berpengaruh terhadap waktu.

c) Slip – Form System Pada system ini beton dituangkan diatas cetakan baja yang dapat bergerak memanjat ke atas mengikuti penambahan ketinggian dinding yang bersangkutan. f) Push – Up / Jack – Block System Pada system ini lantai teratas atap di cor terlebih dalu kemudian diangkat ke atas dengan hidranlic – jack yang dipasang di bawah elemen pendukung vertical. Metode penyambungan elemen beton pracetak menggunakan bahan beton polimer dengan kecepatan pengeringan 15 menit. Pada sambungan basah. Prinsip konstruksinya sebagai berikut : · Lantai menggunakan plat-plat beton bertulang yang dicor pada lantai bawah · Kolom merupakan penyalur beban vertical dapat sebagai elemen pracetak atau cor di tempat. kolom-kolom. Untuk mendapatkan struktur beton pracetak yang mempunyai redaman yang besar. g) Box System konstruksi menggunakan dimensional berupa modul-modul kubus beton. Dengan metode ini kecepatan kostruksi struktur pracetak akan lebih cepat dibanding dengan cor di tempat. · Setelah lantai cukup kuat dapat diangkat satu persatu dengan dongkrak hidrolis. METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN Bentuk dan jenis sambungan merupakan bagian penting pada konstruksi beton precast. . maka sambungan elemen beton pracetak mempunyai konfigurasi tulangan pada sambungan yang tidak kaku. penyambungan dilakukan dengan cara grouting atau pengecoran di tempat. tulangan tengah tidak disambung tetapi ditekuk 45o ke arah pusat sambungan. Metode ini dapat diperluas dengan meneliti sambungan kolom-balok.1. Tipe ini mempunyai daya redam yang besar daripada sambungan tipe-B yang seluruh tulangan utamanya diteruskan. Penyambungan ini bertujuan mendapatkan kekuatan sambungan balok-balok beton pracetak dengan pembebanan statis dan kemampuan struktur yang disambung untuk meredam gaya luar yang bekerja dari pengujian dinamis. Lift – Slab system Adalah pengikatan elemen lantai ke kolom dengan menggunakan dongkrak hidrolis. dan kolom-fondasi. Pada sambungan tipe-A. Dirakit per elemen 2. Selain itu mutu material elemen struktur menggunakan beton pracetak akan lebih baik.

Mobil crave bias bergerak memenuhi jarak jangkau · Lengan momem untuk crane tidak terlalu besar sehingga berat komponen lebih leluasa · Biasanya untuk 3-5 tingkat 2. Cara pemasangan perlapis ( horizontal ) · Dilakukan lantai perlantai · Perlu alat pengangkat yang dapat mencari seluruh bagian bangunan · Karena besarnya momen crane. lantai berikutnya dipersiapkan di permukaan tanah . BEBERAPA PRINSIP CARA PEMASANGAN (ERECTION ) 1. berat komponen terbatas terutama palt lantai · Crane yang biasa digunakan Tower CXrane Putar · Diperlukan penunjang kolom selama pemasangan 3. Cara pemasangan perbagian ( vertical ) · Dilakukan trave per trave · Cocok untuk bangunan dengan luas lantai besar · Perlu landasan yang cukup kuat. Cara pemasangan Lift Slab · Kolom menerus pelat lantai di cor satu diatas yang lain · Alat pengangkat Hidraulis · Perlu pasak untuk pengunci dalam pemasangan 4.Selain itu jenis sambungan dapat menggunakan sambungan kering yang menggunakan baut atau sistem las. Cara Pemasangan Jack Block · Lantai teratas disiapkan diatas permukaan tanah Hidraulis Jack dipasang di bawah komponen pendukung vertical · Dengan mengatur secara berganti penggunaan hydraulic Jack dan penempatan penunjang ( dari blok beton ) seluruh komponen diangkat ke atas · Setelah mencapai ketinggian lantai yang diinginkan.

mozilla:en-US:official&client=firefox-a http://wiryanto.co.google. Cara Pemasangan Kombinasi · Penggunaan cara pemasangan dengan berbagai cara · Ini cara yang paling lazim Sumber : http://www.com/2007/06/09/precast-stair/ .· Demikian seterusnya 5.wordpress.id/search?q=PRINSIP+DAN+GAMBARAN+UMUM+KONSTRUKSI+PREFABRIKASI &ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.

Cara Pemasangan Kombinasi · Penggunaan cara pemasangan dengan berbagai cara · Ini cara yang paling lazim Sumber : http://www.wordpress.· Demikian seterusnya 5.mozilla:en-US:official&client=firefox-a http://wiryanto.id/search? q=PRINSIP+DAN+GAMBARAN+UMUM+KONSTRUKSI+PREFABRIKASI&ie=utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.com/2007/06/09/precast-stair/ .co.google.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->