P. 1
Bab VII Barang Berbahaya

Bab VII Barang Berbahaya

|Views: 770|Likes:

More info:

Published by: Erwin Paulian Sihombing on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

Bab VII Pengangkutan Barang Berbahaya* Bagian A : Pengangkutan barang-barang berbahaya dalam kemasan atau dalam bentuk

padat curah

1.Penerapan 2.Penggolongan 3.Kemasan 4.Marka, label dan plakat 5.Dokumen 6.Persyaratan penyimpanan 7.Bahan yang mudah meledak di kapal penumpang 7.1Pelaporan dari insiden yang berkaitan barang berbahaya

Bagian B :

Konstruksi dan perlengkapan, kapal yang mengangkut cairan kimia berbahaya dalam bentuk curah

8.Definisi 9.Penerapannya pada kapal tangki kimia 10.Persyaratan-persyaratan kapal tangki kimia

Bagian C

Konstruksi dan perlengkapan kapal-kapal yang mengangkut gas yang dicairkan dalam kotak curah

11.Definisi 12.Penerapannya pada kapal pengangkut gas 13.Persyaratan untuk kapal pengangkut gas

Bagian A Mengangkut barang-barang berbahaya dalam bentuk *Lihat juga Resolusi A 648 (16).Prinsip Umum untuk sistem pelepasan kapal dan persyaratan pelaporan kapal, termasuk petunjuk untuk pelaporan kecelakaan yang berkaitan dengan barang berbahaya, zat yang mengandung bahaya dan/atau pencemar laut.

kemasan atau dalam bentuk curah padat * **
Peraturan 1 Penerapan
1 Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, bagian ini berlaku untuk jenis barang-barang berbahaya yang digolongkan dalam peraturan 2 yang diangkut dalam kemasan atau dalam bentuk padat curah yang selanjutnya disebut Abarang berbahaya@ pada semua kapal yang terkena peraturan ini dan pada kapal barang yang mempunyai tonase kotor kurang dari 500. 2 Ketentuan-ketentuan dari bagian ini tidak berlaku untuk gudang kapal dan perlengkapannya. 3 Mengangkut barang berbahaya dilarang kecuali jika memenuhi ketentuan-ketentuan dari bagian ini. 4 Untuk melengkapi ketentuan dalam bagian ini, masing-masing pemerintah penandatangan harus membuat rancangan ketentuan rincian instruksi tentang pengemasan dan penyimpanan secara aman dari barang-barang berbahaya yang harus mencakup upaya-upaya yang *** diperlukan yang berkaitan dengan muatan lain

Peraturan 2 Penggolongan
Barang-barang berbahaya harus dibagi kedalam golongan berikut : Golongan 1 mudah meledak Golongan 2 Gas ; dipadatkan, bentuk cair atau disimpan kondisi bertekanan Golongan 3 Cairan yang mudah menyala * Golongan 4.1 Benda padat yang mudah menyala** Golongan 4.2 Zat yang bisa menimbulkan bahaya Golongan 4.3 Zat yang bila terkena air mengeluarkan gas yang mudah

*Mengacu

pada MSC/Cir.559, formulir laporan kecelakaan akibat barang-barang berbahaya danpencemar laut dalam bentuk kemasan di atas kapal dan lokasi pelabuhan.

*Mengacu

pada Koda Internasional Kelautan Barang-barang Berbahaya (IMDG CODE), diambil oleh Organisasi dengan resolusi A.716(17), dan bagian yang berkaitan dan berhubungan dengan bagian dari aooendiks B dari Koda Latihan Keselamatan untuk Muatan Padat Curah (BC Code), diambil oleh Organisasi dengan resolusi A.434(XI), seperti telah ditambah dan diubah oleh Komite Keselamatan Laut.

* Mudah menyala sama artinya dengan mudah terbakar **Mudah menyala sama artinya dengan mudah terbakar

Golongan 5.1 Golongan 6.1 Golongan 6.2 Golongan 7 Golongan 8 Golongan 9

-

terbakar Zat oksida Zat peroksida benda organik Zat yang menularkan penyakit Zat radioaktif Bersifat korosif Berbagai zat berbahaya, yaitu setiap zat lain yang berdasarkan pengalaman telah menunjukkan atau dapat menunjukkan memiliki sifat berbahaya sebagaimana diatur dalam peraturan ini.

Peraturan 3 Kemasan
1 Kemasan barang-barang berbahaya harus : .1 rapi dan kondisi baik .2 sifat dari permukaan kemasan bagian dalam tidak membahayakan bila terjadi kontak dengan zat yang sedang diangkut; dan mampu bertahan terhadap resiko yang umumnya terjadi dalam penanganan dan pengangkutan di laut

.3

2 Apabila terbiasa mengangkut material bersifat menyerap atau dapat mengembang sebagai wadah dari kemasan cairan, maka material itu harus : .1 dapat meminimalkan bahaya dari cairan yang menimbulkan resiko tersebut; .2 . ditempatkan sedemikian rupa sehingga mencegah pergerakan dan menjamin wadah disekitarnya tetap berada di tempatnya bila memungkinkan disediakan sejumlah bahan yang dapat menyerap cairan saat kemasannya pecah.

.3

2 Wadah yang berisi cairan berbahaya harus memiliki rongga di atas permukaan pada asaat suhu pengisian untuk memberikan keamanan pada saat suhu tertinggi selama pelayaran dalam pengangkutan normal. 3 Tabung atau wadah untuk gas bertekanan harus dibuat dengan kestabilan yang kuat, diuji, dirawat, dan diisi dengan benar. 4 Wadah kosong dan kotor bekas yang telah digunakan sebelumnya untuk mengangkut barang-barang berbahaya harus memenuhi ketentuan dari bagian ini untuk diisi kembali, kecuali apabila upaya-

upaya telah dilakukan untuk menghilangkan setiap hal yang membahayakan.

Peraturan 4 Marka, label, dan plakat
1 Kemasan berisi barang-barang berbahaya harus diberi marka dengan nama teknik yang benar; nama dagangnya sendiri tidak boleh digunakan. 2 Kemasan berisi barang-barang berbahaya harus dilengkapi label khusus atau label catatan atau plakat, yang memadai sehingga dapat diketahui sifat-sifat bahaya dari barangyang ada di dalamnya. 3 Metode penandaan nama teknik secara benar dan label permanen atau menggunakan label cetakan atau plakat permanen pada kemasan yang berisi barang-barang berbahaya, harus tetap terbaca pada kemasan paling tidak 3 bulan setelah tenggelam di laut. Dalam mempertimbangkan metode panandaan, pemberian label, dan plakat dihitung berdasarkan daya tahan material yang digunakan sebagai permukaan kemasan. 4 Kemasan berisi barang-barang berbahaya diberi marka dan diberi label kecuali bila : .1 .2 kemasan berisi barang-barang berbahaya golongan rendah ataudikemas dalam jumlah terbatas *, atau apabila kondisi lingkungan secara khusus mengizinkan ditempatkan danditangani dalam unit yang ditunjukkan dengan label atau plakat; boleh dibebaskan dari persyaratan pemberian label

Peraturan 5 Dokumen
1 Semua dokumen yang berkaitan dengan pengangkutan barangbarang berbahaya di laut, apabila barang-barang diberi nama, harus digunakan nama teknik secara benar (nama dagang sendiri tidak boleh digunakan) dan uraian yang benar diberikan sesuai penggolongan yang ditentukan dalam peraturan 2. 2 Dokumen pengapalan yang disipakn oleh pengiriman barang harus mencakup atau disertai sertifikat asli atau surat pernyataan bahwa pengapalan yang dilakukan untuk pengangkutan dikemas secara benar dan diberi makra label atau plakat secara benar dan kondisi pengangkutannya memenuhi syarat.

* Mengacu pada pembebasan khusus yang ditentukan dalam Koda IMDG

3 Orang yang bertanggungjawab untuk mengemas barang-barang berbahaya dalam peti kemas atau kendaraan darat harus menyediakan sertifikat asli dan pengemasan dengan peti kemas atau deklarasi pengemasan pada kendaraan darat yang menyatakan bahwa muatan dalam unit telah dikems dengan baik dan diikat sesuai persyaratan pengangkutan yang berlaku.Sertifikat atau deklarasi harus digabung dengan dokumen yang mengacu pada paragraf 2. 4 Bilamana terdapat suatu kasus yang menyebabkan kecurigaan bahwa peti kemas atau kendaraan darat yang digunakan untuk mengangkut tidak dikemas sesuai dengan persyaratan paragraf 2 atau 3, atau bilamana sertifikat pengangkutan dengan peti kemas atau tidak tersedia pernyataan pengangkutan dengan kendaraan darat maka peti kemas atau kendaraan tidak dapat diterima untuk dikapalkan. 5 Setiap kapal yang mengangkut barang-barang berbahaya harus mempunyai daftar khusus atau manifes yang sesuai dengan penggolongan yang dilakikan dalam peraturan 2, tentang barangbarang berbahaya di atas kapal dan lokasinya.Suatu rincian rencana penempatan yang menunjukkan dengan cara golongan menentukan lokasi seluruh barang-barang berbahaya di atas kapal dapat digunakan sebagai suatu daftar kendaraan atau manifes di tempat. Satu salinan dan dokumen tersebut harus tersedia sebelum keberangkatan pada orang atau organisasi yang diakui oleh penguasa pelabuhan.

Peraturan 6 Persyaratan penempatan
1 Barang-barang berbahaya harus dimuat, disimpan dan diikat dengan aman dan benar sesuai dengan sifat barang-barang tersebut. Barang-barang yang tidak dapat digabung harus dipisahkan satu dengan lainnya . 2 Barang yang mudah meledak (kecuali amunisi) yang beresiko tinggi harus disimpan dalam gudang khusus yang harus senantiasa terjaga dalam kendaraan tertutup selama di laut.Barang-barang yang mudak meledak itu harus dipisahkan dari benda-benda yang bisa menjadi pemicu ledakan.Peralatan listrik dan kabel dalam ruangan yang menyimpan barang yang mudah meledak harus diatur sedemikian rupa sehingga meminimalkan resiko kebakaran atau ledakan. 3 Barang-barang berbahaya dalam kemasan yang mengeluarkan uap berbahaya harus disimpan dalam ruangan yang dilengkapi ventilasi mekanik atau di atas geladak.Barang-barang berbahaya yang berbentuk padat harus disimpan dalam ruangan berventilasi yang cukup. 4 Kapal yang mengangkut cairan atau gas yang mudah terbakar sarana pencegahan khusus harus disiapkan bila diperlukan untuk mencegah kebakaran atau ledakan. 5 Zat yang bisa menimbulkan panas secara mendadak atau

pembakaran tidak boleh diangkut kecuali dilengkapi sarana yang mencukupi untuk meminimalkan terjadinya kebakaran. 6 Unit pengangkutan muatan termasuk peti kemas harus dimuat sesuai dengan Petunjuk Pengikatan Muatan yang disetujui oleh Badan Pemerintah.Petunjuk Pengikatan Muatan harus disesuaikan dengan standar yang paling tidak sama dengan petunjuk-petunjuk yang dikembanhgkan oleh Organisasi* *

Peraturan 7 * Barang yang mudah meledak pada kapal penumpang
1 Barang yang mudah meledak dalam divisi 1.4, dengan kemampuan penggabungan dalam grup S, boleh diangkut dalam jumlah tertentu dalam kapal penumpang. Tidak boleh ada barang yang bisa meledak diangkut selain yang memenuhi salah satu hal di bawah ini : .1 barangyang mudah meledak untuk penggunaan peralatan keselamatan jiwa jika jumlah masaa barang bersih tersebut tidak lebih dari 50 kg tiap kapal; atau barang yang mudah meledak yang sejenis dengan grup C, D dan E, jika jumlah massa bersih barang tersebut tidak lebih dari 10 kg tiap kapal; atau barang yang mudah meledak yang tergabung dalam grup G selain yang memerlukan penyimpanan khusus, jika jumlah massa bersih barang tersebut tidak lebih dari 10 kg tiap kapal; atau barang yang mudah meledak yang tergabung dalam grup B, jika jumlah massa bersih barang tersebut tidak lebih dari 5 kg tiap kapal.

.2

.3

.4

2 Selain ketentuan dalam paragraf 1, penambahan jumlah atau jenis barang yang mudah meledak boleh dibawa dalam kapal penumpang dengan dilengkapi peralatan keselamatan khusus yang disetujui oleh Badan Pemerintah.

*

Mengacu pada sirkulair MSC/385 tentang Petunjuk Pengikatan Muatan dan sirkulair MSC/745 tentang persiapan Petunjuk Pengikatan Muatan

* Mengacu pada klas I dari Koda IMDG

Peraturan 7-1 Pelaporan kecelakaan yang berkaitan dengan barang berbahaya
1 Ketika sebuah kecelakaan terjadi meliputi kehilangan atau jatuhnya dari kemasan barang berbahaya di atas kapal ke laut, nakhoda, atau orang lain yang bertanggungjawab di kapal harus melaporkan secara rinci kejadiannya tanpa membatalkan perjalanan dan meneruskan perjalanan ke pelabuhan terdekat yang mungkin dicapai.Pelaporan itu harus didasarkan pada petunjuk-petunjuk dan ketentuan umum Organisasi*. * 2 Pada saat terjadi kejadian di kapal seperti pada paragraf 1 tidak dilakukan, atau pelaporan tentang kapal tersebut tidak lengkap atau tidak bisa dilaksanakan, pemilik, penyewa, manajer, atau operator kapal, atau agen harus berusaha sejauh mungkin membuat laporan sebagaimana yang ditugaskan pada nakhoda.

Bagian B Konstruksi dan perlengkapan kapal yang mengangkut cairan kimia berbahaya dalam bentuk curah
Peraturan 8 Definisi
Maksud dari bab ini, kecuali disebutkan lain : 1 Koda Internasional Kapal Pengangkut Bahan Kimia Curah (IBC Code) berarti Koda Internasional untuk kosntruksi dan perlengkapan kapal pengangkut bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah sebagaimana ditetapkan oleh Komite Keselamatan Maritim Organisasi dengan resolusi MSC.4(48), sebagaimana ditambah dan diubah oleh organisasi dengan catatan perubahan tersebut disahkan untuk diberlakukan sesuai dengan persyaratan pasal VIII dari konvensi ini yang berkaitan dengan prosedur penambahan dan perubahan yang berlaku pada lampiran selain Bab I. 2 Kapal pengangkut bahan kimia berarti sebuah kapal batang yang dibangun atau dirubah untuk digunakan mengangkut dalam bentuk curah produk cairan yang tercantum dalam Bab 17 koda internasional bahan kimia dalam bentuk curah. 3 Untuk digunakan pada peraturan 9, kapal dibangun berarti suatu

*

Mengacu pada prinsip umum untuk sistim pelaporan kapal danpersyaratan pelaporan kapal termasuk petunjuk untuk pelaporan kecelakaan yang menyangkut barang berbahaya, bahan beracun dan/atau pencemar laut yang ditetapkan oleh Organisasi dengan resolusi A.648(16)

kapal yang peletakan lunasnya atau berada pada tahapan pembangunan yang sama 4 Pada tahapan pembangunan yang sama berarti tahapan yang : .1 .2 pembangunan yang didefinisikan dengan suatu tanda khusus mulainya pembangunan kapal; dan penggabungan bagian kapal telah dimulai mencapai paling sedikit 50 ton atau 1% dari semua berat material dipilih yang lebih kecil.

Peraturan 9 Penerapannya pada kapal pengangkut bahan kimia
1 Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, bagian ini berlaku untuk kapal pengangkut bahan kimia yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986 termasuk kapal yang mempunyai tonase kotor kurang dari 500. Kapal tangki itu harus memenuhi persyaratan pada bagian ini sebagai tambahan persyaratan lain yang berlaku saat ini. 2 Setiap kapal pengangkut bahan kimia tanpa melihat tanggal pembangunannya yang sedang dalam perbaikanm, perubahanperubahan, modifgikasi dan perlengkapan yang berhubungan dengan hal itu harus tetap memenuhi sedikitnya sama dengan yang berlaku sebelumnya yang ditetapkan terhadap kapal itu. Kapal yang jika dibangun sebelum 1 Juli 1986, harus, setidaknya memnuhi persyaratan yang ditetapkan untuk kapal itu sebelum dilakukan perbaikan, perubahan, modifikasi, atau perlengkapan. Perbaikan, perubahan, dan modifikasi yang merubah secara menyolok karakter dan perlengkapan yang berhubungan dengannya harus memenuhi persyaratan untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986 sejauh Badan Pemerintah menganggapnya beralasan dan dapat dilaksanakan. 3 Suatu kapal, tanpa melihat tanggal pembangunan, yang dirubah menjadi kapal pengangkut bahan kimia harus diperlakukan sama seperti kapal pengangkut bahan kimia sejak pekerjaan perubahan dimulai.

Peraturan 10 Persyaratan untuk kapal pengangkut bahan kimia
1 Sebuah kapal pengangkut bahan kimia harus memenuhi persyaratan dari Koda Internasional tentang Bahan Kimia Curah dan harus memnuhi persyaratan peraturan I/8, I/9, I/10 sebagaimana mestinya dan disertifikasi sebagaimana dipersyaratkan dalam koda tersebut. Untuk maksud dari peraturan ini persyaratan dari koda harus dianggap sebagai kewajiban.

2 Sebuah kapal pengangkut bahan kimia yang dilengkapi sertifikasi yang sesuai ketentuan paragraf 1 harus diperiksa seperti yang ditetapkan dalam peraturan I/19. Untuk maksud tersebut sertifikat harus diperlakukan seperti sertifikat yang dikeluarkan menurut peraturan I/12 atau I/13.

Bagian C Konstruksi danperlengkapan kapal yang mengangkut gas cair dalam bentuk curah
Peraturan 11 Definisi
Untuk memenuhi maksud bagian ini, kecuali disebutkan lain : 1 Koda Internasional Kapal Pengangkut Gas (IGC Code) berarti Koda Internasional untuk pembangunan dan perlengkapan kapal yang mengangkut gas cair dalam bentuk curah sebagaimana ditetapkan oleh Komite Keselamatan Maritim Organisasi dengan resolusi MSC.5(48) sebagaimana ditambah dan diubah oleh Organisasi dengan catatan perubahan tersebut ditetapkan untuk diberlakukan sesuai dengan persyaratan pasal VIII dari konvensi ini yang berkaitan dengan prosedur penambahan dan perubahan yang berlaku pada lampiran selain Bab I. 2 Kapal pengangkut gas berarti kapal barang yang dibangun atau dirubah dan digunakan untuk mengangkut dalam bentuk curah setiap gas cair atau produk lain yang tercantum dalam Bab 19 dari Koda Internasional Kapak Pengangkut Gas. 3 Untuk digunakan pada peraturan 12, kapal dibangun berarti suatu kapal yang peletakan lunasnya atau berada pada tahapan pembangunan yang sama. 4 Pada tahapan pembangunan yang sama berarti tahapan yang : .1 .2 pembangunan yang didefinisikan dengan suatu tanda khusus dimulainya pembangunan kapal; dan penggabungan bagian kapal telah dimulai mencapai paling sedikit 50 ton atau 1% dari semua berat material dipilih yang lebih kecil.

Peraturan 12 Penerapan pada kapal pengangkut gas
1 Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, bagian ini berlaku untuk

kapal pengangkut gas yang dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986 termasuk kapal dengan tonase kotor kurang dari 500. Kapal pengangkut gas tersebut harus mencukupi persyaratan bagian ini sebgai tambahan dari persyaratan lain yang berlaku saat ini. 2 Setiap kapal penhgangkut gas. Tanpa melihat tanggal pembangunan, yang sedang dalam perbaikan, perubahan-perubahan, modifikasi dan perlengkapan yang berhubungan dengan hal itu harus tetap memenuhi dengan sedikitnya sama dengan persyaratan yang berlaku sebelumnya yang ditetapkan terhadap kapal itu. Kapal yang jika dibangun sebelum 1 Juli 1986 setidaknya harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk kapal itu sebelum dilakukan perbaikan, perubahan, modifikasi, atau perlengkapan. Pertbaikan, perubahan dan modifikasi yang merubah secara menyolok karakter, dan perlengkapan yang berhubungan dengannya, harus memenuhi persyaratan untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Jul;i 1986 sejauh Badan Pemerintah menganggapnya beralasan dan dapat dilaksanakan. 3 Suatu kapal, tanpa melihat tanggal pembangunan, yang dirubah ,menjadi kapal pengangkut gas harus diperlakukan sama seperti kapal pengangkut bahan kimia sejak pekerjaan perubahan dimulai.

Peraturan 13 Persyaratan untuk kapal pengangkut gas
1 Sebuah kapal pengangkut gas harus memenuhi persyaratan dari Koda Internasional tentang Kapal Pengangkut Gas dan harus memnuhi persyaratan peraturan I/8, I/9, I/10 yang sebagaimana mestinya diperlukan dan disertifikasi sesuai yang dipersyaratkan dalam koda tersebut. Untuk maksud dari persyaratan ini persyaratan dari koda harus dianggap sebagai kewajiban. 2 Sebuah kapal pengangkut gas yang dilengkapi sertifikasi yang sesuai ketentuan paragraf 1 harus diperiksa sesuai yang ditetapkan dalam peraturan I/19.Untuk maksud tersebut sertifikat harus diperlakukan seperti sertifikat yang dikeluarkan menurut peraturan i?12 atau I/13.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->