P. 1
KAIDAH-KAIDAH HUKUM

KAIDAH-KAIDAH HUKUM

|Views: 508|Likes:
Published by Ummu Salamah

More info:

Published by: Ummu Salamah on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

PENGANTAR ILMU HUKUM (HUKUM SEBAGAI KAIDAH) PRESENTED BY NEVO AMABA - ILYAS AGHNINI - UMMU SALAMAH NOVITA AKRIA

PUTRI - RYAN CHANDRA ARDHYAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011/2012 PENGANTAR

Alhamdulillah dengan segala syukur kehadirat Allah SWT kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan kerjasama antaranggota dalam tim.Mag.Jika kita berpendapat. norma. Akhirnya. ini merupakan sebuah kesempatan untuk dapat meneliti satu BAB penting dalam pengantar ilmu hukum yaitu untuk menguraikan tentang pembahasan Hukum sebagai Kaidah. Pak Prof. Pamulang.SH.LLM menurut kami. Dalam tugas makalah yang diberikan dan guru besar kami kami. dan mengatakan bahwa hukum merupakan aturan yang mengatur tingkah laku manusia. dimana hukum mengatur tingkah laku manusia sesuai dengan tatanan-tatanannya. DAFTAR ISI .A.MH asisten dosen Nurrohim. Maka dalam Pengantar Ilmu Hukum terdapat pembahasan mengenai Hukum sebagai Kaidah. 25 Spetember 2011 Tim Penyusun.H.Salman Maggalatung. Didukung dengan beberapa referensi dan sumber-sumber lainnya. Maka.Dr. atau kaidah. dalam tingkah laku manusia terdapat beberapa aspek yang mencakup yaitu kebiasaan.

BAB I PENDAHULUAN Hukum sebagai suatu aturan yang diderivasi (diturunkan) dari norma-norma merupakan yang berkembang di masyarakat. Tapi ketika nilai-nilai itu dikonstruksikan ke dalam hukum (yang positif. Begitupun dalam Islam. pada dasarnya yang seperangkat kesepakatan-kesepakatan dinegosiasikan antara anggota komunitas. diberlakukan dalam . Yang tetap dari Islam adalah nilainilai fundamental (dasar) ajaran Islam. hukum bukanlah sesuatu yang pasti.

dengan menentukan perangkat-perangkat atau penggalan aturan yang bersifat perintah dan anjuran serta berbagai larangan. Kaidah.masyarakat maka ia tidak lagi berkarakter tetap. bahwa ilmu hukum adalah karya manusia yang berusaha mencari kebenaran. dan akumulatif. Ia menjadi sesuatu yang sangat negotiable. Ilmu hukum adalah pengetahuan mengenai masalah yang bersifat manusiawi. Secara sederhana dapat disimpulkan. umum. dan berperilaku sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah disepakati . metodis. Dalam sumber lain kaidah atau norma adalah kententuanketentuan tentang baik dan buruk perilaku manusia ditengah pergaulan hidupnya. atau masyarakat untuk bersikap tindak. Apabila ditelaah lebih lanjut dapatlah ditemui bahwa hukum merupakan suatu sistem kaidah. Kebulatan pemikiran ini merupakan cara untuk mencapai tujuan tertentu. empiris. tentang sesuatu yang memiliki cirri-ciri. Pada pengantar ilmu hukum terdapat pembahasan tentang hukum sebagai kaidah. logis. Sistem adalah sebagaimana telah disinggung. Patokan atau pedoman tersebut sebagai norma(norm) atau kaidah yang merupakan standar yang harus ditaati atau dipatuhi (Soekanto: 1989:7). sistematis. yaitu biasanya suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang bersama. pengetahuan tentang apa yang benar dan yang tidak benar menurut harkat kemanusiaan (Ulpian). merupakan suatu pemikiran bulat yang didalamnnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dengan serasi dan saling mengisi serta tidak saling bertentangan satu sama lain.

dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum (P. BAB II HUKUM SEBAGAI KAIDAH A .Vinke.1970). yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaidah atau sistem kaidah-kaidah.Ilmu tentang kaidah atau normwissenschaft atau sollenwissenschaft. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. PENGERTIAN KAIDAH Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi. Pembahasan yang lebih terperinci mengenai hukum sebagai kaidah serta pengertian dan jenis-jenisnya akan dijelaskan pada babbab selanjutnya. . yaitu sebagai berikut: • Jenis pertama.

• Jenis ketiga. tertib dan damai tanpa gangguan tersebut. Kehidupan masyarakat terdapat berbagai golongan dan aliran yang beraneka ragam.• Jenis kedua.Untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan kehidupan dengan aman. dan berperilaku sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama. dan “norma” (bahasa Latin) atau ukuran- . dan tata itu diwujudkan dalam “aturan main” yang menjadi pedoman bagi segala pergaulan kehidupan sehari-hari. masing-masing mempunyai kepentingan sendiri. menganjurkan dan merefleksikan. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. direktif dan reflektif. maka diperlukan suatu tata (orde=ordnung). Patokan atau pedoman tersebut sebagai norma( n o r m) atau kaidah yang merupakan standar yang harus ditaati atau dipatuhi (Soekanto: 1989:7). Definisi etika ini lebih bersifat informatif. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. yaitu biasanya suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak. Norma dan Kaidah Di dalam kehidupan sehari-hari sering dikenal dengan istilah norma-norma atau kaidah. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. cukup informasi. dan tata itu lazim disebut “kaedah” (bahasa Arab). karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. yang disebut peraturan hidup. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. sehingga kepentingan masing-masing anggota masyarakat terpelihara dan terjamin. yang mengatur tingkah laku dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakat mengetahui “hak dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan tata peraturan”. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. akan tetapi kepentingan bersama itu mengharuskan adanya ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk peraturan yang disepakati bersama.

Larangan. dan jika mengangkat telepon sedang berdering dengan kasar.ukuran yang menjadi pedoman. misalnya sebagai berikut Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi.Seseorang tamu yang hendak pulang. tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran. bila seseorang melanggar suatu norma. Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma. tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran. yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya. 1989:81). maka sanksinya dianggap “intrupsi” adalah menunjukkan ketidaksenangan yang tidak sopan dan tidak menghormati si penelepon atau orang yang ada disekitarnya.Artinya norma adalah untuk memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana seseorang hams bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankannya. yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang tidak baik. yaitu: 1. • Mengangkat gagang telepon setelah di ujung bunyi ke tiga kalinya serta mengucapkan salam. yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang baik. dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari (Kansil. menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor. Perintah. maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi. maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi. norma-norma tersebut mempunyai dua macam menurut isinya. dan sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap tidak sopan walaupun merokok itu tidak dilarang. Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi. . bila seseorang melanggar suatu norma. yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya. bila tidak maka sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamunya. 2. misalnya sebagai berikut: • Semestinya tahu aturan tidak akan berbicara sambil menghisap rokok di hadapan tamu atau orang yang dihormatinya. Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma.

. maka sanksinya dianggap “intrupsi” adalah menunjukkan ketidaksenangan yang tidak sopan dan tidak menghormati si penelepon atau orang yang ada disekitarnya. Kemudian norma tersebut dalam pergaulan hidup terdapat empat (4) kaedah atau norma. baik hukuman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi). sebagai berikut: Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi. menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor.• Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma. yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya. tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran. dan jika mengangkat telepon sedang berdering dengan kasar. bila tidak maka sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamunya. kesopanan dan hukum . kesusilaan. dan sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap tidak sopan walaupun merokok itu tidak dilarang. • Mengangkat gagang telepon setelah di ujung bunyi ke tiga kalinya serta mengucapkan salam. pemberlakuan norma-norma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah. misalnya sebagai berikut: • Semestinya tahu aturan tidak akan berbicara sambil menghisap rokok di hadapan tamu atau orang yang dihormatinya. maka sanksinya cukup berat dan bersangkutan dikenakan sanksi hukuman. bila seseorang melanggar suatu norma. terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum. yaitu norma agama.Seseorang tamu yang hendak pulang. maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi. Dalam pelaksanaannya. • Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. maka sanksinya cukup berat dan bersangkutan dikenakan sanksi hukuman. baik hukuman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi).

melainkan untuk menilai bagaimana sebagai profesional tersebut menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai manusia yang berbudi luhur. bermoral. atau dosen dalam menyampaikan materi kuliah terhadap para mahasiswanya. Norma moral tersebut tidak akan dipakai untuk menilai seorang dokter ketika mengobati pasiennya.Terlepas dari mereka sebagai profesional tersebut jitu atau tidak dalam memberikan obat sebagai penyembuhnya. kesusilaan. Dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini yang ditekankan adalah “sikap atau . dihormati. • Kehidupan kesusilaan. juiur. tata krama dalam pergaulan sosial atau bermasyarakat. • Kaidah-kaidah hukum yang tertuju kepada terciptanya ketertiban. yaitu seperti nilai-nilai moral etika. sebagai berikut: 1. terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum. dan etika yang tertuju pada kebaikan hidup pribadi demi tercapainya kesucian hati nu-rani yang berakhlak berbudi luhur (akhlakul kharimah). kedamaian dan keadilan dalam kehidupan bersama atau bermasyarakat yang penuh dengan kepastian atau ketenteraman (peaceful living together). pemberlakuan norma-norma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah. atau metodologi dan keterampilan dalam memberikan bahan kuliah dengan tepat. etis. sebagai nilai aturan yang telah disepakati bersama. nilai moral. yaitu norma agama. Aspek kehidupan antar pribadi (bermasyarakat) meliputi: • Kaidah atau norma-norma sopan-santun. wajib dipatuhi dan ditaati. 2.Kemudian norma tersebut dalam pergaulan hidup terdapat empat (4) kaedah atau norma. etiket. Aspek kehidupan pribadi (individual) meliputi: • Kaidah kepercayaan untuk mencapai kesucian hidup pribadi atau kehidupan yang beriman. tata krama dan etiketdalam pergaulan sehari-hari dalam bermasyarakat (pleasantliving together). kesopanan dan hukum . penuh integritas dan bertanggung jawab.Sedangkan masalah norma non hukum adalah masalah yang cukup penting dan selanjutnya akan dibahas secara lebih luas mengenai kode perilaku dan kode profesi Humas/PR.

pedoman. secara matang baik-buruknya akibat yang ditimbulkan dari tindakannya itu secara obyektif. tetapi lebih ditekankan kepada kepentingan yang lebih luas (obyektif) . etika.perilaku” mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai profesional yang diembannya untuk saling menghargai sesama atau kehidupan manusia. Kode etik profesi dibentuk dan disepakati oleh para profesional tersebut bukanlah ditujukan untuk melindungi kepentingan individual (subyektif). tolok ukur dan acuan untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi tertentu dalam memberikan pelayanan profesi atau keahliannya masingmasing. dan sekaligus memiliki tanggung jawab atau integritas yang tinggi. merupakan aspek kompetensi dari perilaku moral sebagai seorang profesional yang telah memperhitungkan konsekuensinya. Pada akhirnya nilai moral. kode perilaku dan kode etik standard profesi adalah memberikan jalan. Pengambilan keputusan etis atau etik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->