P. 1
Robert k Merton

Robert k Merton

|Views: 2,292|Likes:
Published by areswary

More info:

Published by: areswary on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

ROBERT K. MERTON A. Biografi Singkat Robert King Merton ( biasa disingkat dengan Robert K.

Merton ) lahir pada 4 juli 1910 di pemukiman kumuh Philadelphia Selatan. Ayahnya adalah seorang tukang kayu dan sopir truk. Keluarganya merupan imigran Yahudi. Merton dibesarkan dalam semangat belajar yang tinggi, semasa kanak – kanak dia sering ditemukan membaca buku di Carnegie Library. Karena kepandaiannya, Merton mendapatkan beasiswa di Universitas Temple. Dari universitas tersebut, ia mendapat gelar B.A, dan menjadi tertarik dengan sosiologi, kemudian ia mengambil rangkaian pelajaran sosiologi yang diajarkan oleh George E. Simpson. Dengan bantuan beasiswa pula Meron mendapat gelar MA dan Ph.D dari Universitas Harvard. Merton menjadi murid paling awal dan yang paling berpengaruh. Talcott Parsons pernah menyatakan hubungan yang sangat penting dengan Robert K. Merton. Selama di Harvard, Merton diajar oleh para mahaguru, mereka antara lain adalah : P.A Sorokin, yang lebih banyak mendorong Merton ke arah pemikiran social Eropa dan kepada pemikirannya sendiri. Lalu Talcoltt Parsons, yang cukup muda, sibuk dengan pemikiran melalui gagasan – gagasan yang pertama kali mencapai puncaknya dalam karyanya yang berbobot Stucture of Social Action. Kemudian ahli biokimia yang terkadang juga menjadi sosiolog L.J Henderson, yang mengajarkan Merton tentang penelitian berdisiplin tentang hal – hal yang pada awalnya dijadikan sebagai gagasan yang menarik. Sejarahwan ekonomi, E.F Gay, yang mengajarkan Merton tentang bekerjanya perkembangan ekonomi sebagaimana yang dapat direkonstruksi dari sumber – sumber arsip. Dan yang cukup penting adalah dekan sejarah ilmu, George Sarton, yang mengizinkanku bekerja dibawah bimbingannya selama beberapa tahun di Widener Library Harvard. Posisi – posisi Merton yang perlu diketahui adalah menjadi pimpinan Jurusan Sosiologi di Tulane. Pada tahun 1957, Merton terpilih sebagai presiden American Sociology Society. Merton menjadi sosiolog Amerika pertama yang mendapatkan penghargaan berupa National of Science dari Presiden Amerika pada tahun 1994. B. Stuktural Fungsionalisme (aspek – aspek sosiologi yang biasa dipergunankan sebagai tanda – tanda dan petunjuk – petuntuk krisis ialah : perubahan dan pertikaian doktrin yang diikuti oleh ketegangan yang semakin parah, dan kadangkala pertentangan yang kasar diantara para praktisi pertikaian tersebut mencakup tuntutan yang kuat bahwa paradigma yang ada tidak lagi mampu memecahkan masalah yang seharusnya dalam prinsip dapat mereka pecahkan(Merton 1975 : 22)[1]. Teori fungsionalisme struktural adalah suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer. Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup. Sama halnya dengan pendekatan lainnya pendekatan structural fungsional ini juga bertujuan untuk

teori struktural fungsional ini juga dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. Konsep-consep ini tidak bertanggungjawab pada fenomena konkrit. dimana pemikiran Durkheim ini dipengaruhi oleh Auguste Comte dan Herbert Spencer. dimana ini menjadi panduan bagi analisa substantif Spencer dan penggerak analisa fungsional. Pemikiran Weber mengenai tindakan sosial ini berguna dalam perkembangan pemikiran Parsons dalam menjelaskan mengenai tindakan aktor dalam menginterpretasikan keadaan. Selain itu. sehingga jika ada yang tidak berfungsi maka akan merusak keseimbangan sistem. studi Durkheim tertanam kuat terminology organismik tersebut. antara lain nilai kognisi. Dipengaruhi oleh kedua orang ini. Terdapat berberapa macam motivasi. yakni Adaptation. Teori fungsional menjadi karya Talcott Parsons dan Robert Merton dibawah pengaruh tokoh – tokoh yang telah dibahas diatas. fungsionalisme menjadi teori yang dominan dalam perspektif sosiologi. Oleh karenanya. Parson berhasil mempertahankan fungsionalisme hingga lebih dari dua setengah abad sejak ia mempublikasikan The Structure of Social Action pada tahun 1937. dua aspek dari studi Weber yang mempunyai pengaruh kuat adalah • • Visi substantif mengenai tindakan sosial dan Strateginya dalam menganalisa struktur sosial. Goal Atainment. Parson meyakini bahwa terdapat empat karakteristik terjadinya suatu tindakan.mencapai keteraturan sosial. dan evaluative. Durkheim mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Secara umum. tentunya dengan segala keanekaragaman dan kebingungan-kebingungan yang menyertainya. Sehingga yang di dapat adalah organisasi konsep dalam bentuk sistem analisa yang mencakup persoalan dunia tanpa terganggu oleh detail empiris. chatectic. Sistem tindakan hanya akan bertahan jika memeninuhi empat criteria ini. Teori struktural fungsional ini awalnya berangkat dari pemikiran Emile Durkheim. The Sociasl System. antara lain kognitif. Perkembangan teori ini hingga pertengahan abad. Dengan cara ini. konsep akan mengisolasi fenomena yang melekat erat pada hubungan kompleks yang membangun realita sosial. . Terdapat juga nilai-nilai yang bertanggungjawab terhadap sistem sosoial ini. hingga akhirnya berkembang menjadi apa yang disebut dengan requisite functionalism. Comte dengan pemikirannya mengenai analogi organismik kemudian dikembangkan lagi oleh Herbert Spencer dengan membandingkan dan mencari kesamaan antara masyarakat dengan organisme. Pemikiran inilah yang menjadi sumbangsih Durkheim dalam teori Parsons dan Merton mengenai struktural fungsional. apresiasi. Selain dari Durkheim. Dalam karya berikutnya . Parson melihat aktor sebagai orientasi pada situasi dalam istilah motivasi dan nilai-nilai. Keunikan realism analitik Parson ini terletak pada penekanan tentang bagaimana konsep abstrak ini dipakai dalam analisis sosiologi. Bagian-bagian dari sistem tersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadi seimbang. teori harus melibatkan perkembangan dari konsep-konsep yang diringkas dari kenyataan empiric. Talcott Parson menimbulkan kontroversi atas pendekatan fungsionalisme yang ia gulirkan. Integration. dan moral. tapi kepada elemen-elemen di dallamnya yang secara analitis dapat dipisahkan dari elemen-elemen lainnya. Latency. Bagian tersebut saling interdependensi satu sama lain dan fungsional. Dalam karyanya ini Parson membangun teori sosiologinya melalui “analytical realism”. Sebagai ahli teori yang paling mencolok di jamannya. maksudnya adalah teori sosiologi harus menggunakan konsep-konsep tertentu yang memadai dalam melingkupi dunia luar. antropologis fungsional-Malinowski dan Radcliffe Brown juga membantu membentuk berbagai perspektif fungsional modern.

merespresentasikan unsure standard. Karya Parson dengan alat konseptual seperti empat sistem tindakan mengarah pada tuduhan tentang teori strukturalnya yang tidak dapat menjelaskan perubahan sosial. adat istiadat. Pada tahun 1960. gagasan dan keyakinan. Hal ini di tentang oleh Merton. objek-objek yang dibedah dari structural fungsional harsuslah terpola dan berlang. Postulat structural fungsional menjadi bertentangan. aspek standard masyarakat tidak hany amemiliki fungsi positif namun juga merespresentasikan bagian bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan. Hal ini berbeda dari sang guru. Hal ini berarti fungsi secara fungsional diperlukan oleh masyarakat. hal ini tidak hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapi generalisasi pada masyarakat yang lebih besar. studi tentang evolusi sosial menjadi jawaban atas kebuntuan Parson akan perubahan sosial dalam bangunan teori strukturalnya. yang mengantarkan Merton sebagai pendorong fungsionalisme kearah marxisme.Parson mendukung terciptanya teori yang besar dan mencakup seluruhnya sedangkan parson lebih terbatas dan menengah. Dalam hal ini pertentangn Merton pun sama dengan parson bahwaada berbagai alternative structural dan fungsional yang ada didalam masyarakat yang tidak dapat dihindari. Akhir dari analisis ini adalah visi metafisis yang besar oleh dunia yang telah menimpa eksistensi manusia. Fungsionalisme universal . Talcott Parson mengemukakan bahwa teorisi structural fungsional sangatlah penting. masyarakat dan kebudayaan. yakni pada lingkup visi meta teori. Dari sini Merton berpendapat bahwa. Adapun beberapa postulat tersebut antara lain: • • • Kesatuan fungsi masyarakat .Parson sendiri menyebutnya sebagai modes of orientation. kelompok. Stuktural Fungsionalisme menurut Robert K. seluruh kepercayaan dan praktik sosial budaya standard bersifat fungsional bagi masyarakat secara keseluruhan maupun bagi individu dalam masyarakat. generalisasi media dan pertukaran menggunakan media tersebut. C. . Seperti penjelasan singkat sebelumnya. Analisis parson merepresentasikan suatu usaha untuk mengkategorisasikan dunia kedalam sistem. persyaratan-persyaratan system. Unit tindakan olehkarenaya melibatkan motivasi dan orientasi nilai dan memiliki tujuan umum sebagai konsekuensi kombinasi dari nilai dan motivasi-motivasi tersebut terhadap seorang aktor. Merton mengkritik apa yang dilihatnya sebagai tiga postulat dasar analisis fungsional (hal ini pula seperti yang pernah dikembangkan oleh Malinowski dan Radcliffe brown)[2]. Analisis ini pada akhirnya lebih filosofis daripada sosiologis. Sudut pandangan Merton bahwa analsisi structural fungsional memusatkan pada organisasi. Merton Pembahasan mengenai fungsionalisme Merton diawali pemahaman bahwa pada awalnya Merton mengkritik beberapa aspek ekstrem dan keteguhan dari structural fungsionalisme. Argumentasi Merton dijelaskan kembali bahwa seluruh postulat yang dijabarakan tersebut berstandar pada pernyataan non empiris yang didasarakan sistem teoritik. seluruh bentuk dan stuktur sosial memiliki fungsi positif. Merton mengungkap bahwa seharusnya postulat yang ada didasarkan empiric bukan teoritika. Dicontohkan pula dengan stuktur sosial dengan adat istiadat yang mengatur individu bertingkah laku kadang-kadang membuat individu tersebut depresi hingga bunuh diri. bahwa dalam dunia nyata tidak seluruh struktur . Indispensability. subsistem. hal ini berarti sistem sosial yang ada pasti menunjukan tingginya level integrasi. serta sebagainya memiliki fungsi positif.

Dari sini Merton mengembangkan gagasan akan disfungsi. The middle range theory[3] adalah teori-teori yang terletak pada minor tetapi hipotesis kerja mengembangkan penelitian sehari-hari yang menyeluruh dan keseluruhan upaya sistematis yang inklusif untuk mengembangkan teori yang utuh. Dia merupakan jembatan penghubung teori umum mengenai istem social yang terlalu jauh dari kelompok-kelompok perilaku tertentu. dilontarkan oleh Merton. seperti tersedianya tenaga kerja murah. Tetapi . Untuk itu Merton menambahkan gagasan melalui keseimbangan mapan dan level analisis fungsional. Ketika struktur dan fungsi dpat memberikan kontribusi pada terpeliharanya sistem sosial tetapi dapat mengandung konsekuensi negative pada bagian lain. Atau dianalogikan. para fungsionalis awal cenderung mencampur adukkan motif subjektif individu dengan fungsi stuktur atau institusi. Teori taraf menengah pada prinsipnya digunakan dalam sosiologi untuk membimbing penelitian empiris. artinya apa yang dia kritik terhadap fungsionalis merupakan jalan yang dia tempuh untuk menyambung apa yang dia pikirkan. Merton mengambil bangunan teori kemudian di benturkan setelah itu dia perbaiki lagi dengan konseptual yang menurut kami sangat menarik. Dalam penjelasan ini Merton memberikan pemikiran tentang the middle range theory. Teori sosiologi merupakan kerangka proposisi yang saling terhubung secara logis dimana kesatuan empiris bisa diperoleh. Analisis fungsi bukan motif individu. dan gambaran terinci secara teratur mengenai hal-hal tertentu yang tidak di generaliasi sama sekali. dukungan ekonomi kapas. karena selalu ada konsekuensi positif. organisasi. Para stuktural fungsional pada awalnya memustakan pada fungsi dalam struktur atau institusi dalam masyarakat. ddan perubahan untuk mempertanggungjawabkan apa yang diamati. institusi dan kelompok.Awalnya aliran fungsionalis membatasi dirinya dalam mengkaji masyarakat secara keseluruhan. karena dalam menganalis hal itu . tetapi ia cukup jelas dengan data yang terobservasi untuk digabungkan dengan proposisi yang memungkinkan tes empiris dan muncul dari ide yang sangat sederhana. Dapat konsekuensi positif dimasa lalu tapi tidak dimasa sekarang. dan perubahan untuk mencatat apa yang di observasi dan di deskripsikan. Dalam hal ini Merton seakan melakukan tarik dan menyambung. dan usaha yang mencakup semuanya mengembangkan uato teori terpadu yang akan menjelaskan semua keseragaman yang diamati dalam perilaku social. Merton menambahkan konsekuensi dalam fakta sosial yang ada tidaklah positif tetapi ada negatifnya bagi fakta sosial yang lain. Tidaklah dapat ditentukan manakah yang lebih penting fungsi-fungsi positif atau disfungsi. yang berkembang semakin besar selama penelitian dari hari ke hari. organisasi. Teori taraf menengah itu didefinisikan oleh Merton sebagai : Teori yang terletak diantara hipotesa kerja yang kecil tetapi perlu. meliputi abstraksi. merupakan lanjutan dari teori system social yang terlalu jauh dari penggolongan khusus perilaku social. Merton mengemukakan bahwa para ahli sosiologi harus lebih maju lagi dalam peningkatan kedisiplinan dengan mengembangkan “teori-teori taraf menengah” daripada teori-teori besar. perbudakan orang kulit hitam di Amerika Serikat jelas mengandung konsekuesi positif bagi orang kulit putih. Bagi Merton hal ini tidaklah demikian. Gagasan non fungsi pun . namun Merton menjelaskan bahwa dapat juga diterapkan pada organisasi. Merton mengemukakan nonfungsi sebagai konsekuensi tidak relevan bagi sistem tersebut. The middle range theory Merton ini memiliki berbagai pemahaman bahwa secara prinsip digunakan untuk panduan temuantemuan empiris.Hal ini dapat dicontohkan. dan status sosial . tetapi hal ini mengandung konsekuensi negative bagi warga kulit hitam karena hak dan aspirasi mereka sangat terbatas. . Merton sendiri mendefinisikan fungsi sebagai konsekuensi-konsekuensi yang didasari dan yang menciptakan adaptasi atau penyesuian.

Posisi mereka dalam struktur makamirakat beberapa orang tidak mampu bertindakm menurut norma-norma normative . Merton menghubungkan anomi dengan penyimpangan dan dengan demikian disjungsi antara kebudayan dnegan struktur akan melahirkan konsekuensi disfungsional yakni penyimpangan dalam masyarakat. Sedangkan analisi Merton tentang hubungan antara kebudayaan. Fungsi laten adalah yang tidak dikehendaki ( unintended and unrecognized )[5]. yang tidak lagi memiliki standar tertentu. anomi merupakan kondisi pikiran yang di dalamnya indra kohesi social individu – dorongan utama moral – telah hancur atau diperlemah secara fatal”. Budaya didefinisikan sebagai rangkaian nilai normative teratur yang mengendalikan perilaku yang sama untuk seluruh anggota masyarakat. Anomi Merton memang sikap kirits tentang stratifikasi sosial. menurut dapat mengindikasikan disfungsi dan anomi.dalam sensory experiences yang pernah kami dapatkan. Merton mengemukakan mengenai fungsi manifest dan fungsi laten. Keyakinannya hanyalah pada filsafat penolakan. Anomi adalah The property of the social and cultural structure. bahwa pembedaan yang dilakukan Merton dalam fungsi manifest dan laten .Dalam penjelasan lebih lanjut . yang tidak lagi memiliki rasa kontinuitas. kebudayaan menghendaki adanya beberapa jenis perilaku yang dicegah oleh struktur sosial. Orang yang anomic telah menjadi kering spiritual. Stuktur sosial didefinisikans sebagai serangkaian hubungan sosial teratur dan memeprnagaruhi anggota masyarakat atau kelompok tertentu dengan cara lain. sub group. Anomi[9] terjadi jika ketika terdapat disfungsi ketat antara norma-norma dan tujuan cultural yang terstruktur secara sosial dengan anggota kelompok untuk bertindak menurut norma dan tujuan tersebut. Anomi atau disfungsi cenderung hadir dipahami ketika peran dalam struktu berdasarkan . responsif hanya terhadap dirinya sendiri dan tidak untuk orang lain. Ia hidup pada garis tipis sensasi antara tidak masa depan dan tidak masa lalu. dengan memberikan definisi: “Anomi berarti kondisi pikiran individu yang ditarik dari akar moralnya. social or culture system) which contribute to its adjustment or adaptation and were so intended )[4]. dimana ada keteraturan maka harus siap deng ketidakteraturan. Sayangnya pemanfaatan konsep untuk memahami beragam bentuk tersebut dikembangkan dalam artian individual. hal ini mengindikasikan bahwa teori structural fungsionalisme ini aharus lebih kritis dengan stratifikasi sosialnya. menunjukan penjelasan Merton yang begitu kabur dan ia menggunakan berbagari cara ( misalnya konsekuensi yang dikehendaki versus konsekuensi actual dan makna permukaan versus realitas yang ada dibaliknya ). Bahwa sturktur makamirakat yangselalu berstratifikasi dan masing-masing memiliki fungsi yang selama ini diyakini para fungsionalis. Ia mengolok nilai – nilai orang lain.Fungsi manifest adalah fungsi yang dikehendaki ( objective consequences for a specified unit ( person. kedinamisan terus berjalan tidak pada status didalamnya tapi kaitan dalama peran. Campbell percaya bahwa pembedaan yang dilakukan Merton antara fungsi manifest dengan fungsi laten tidak banyak digunakan dalam sosilogi kontenporer. tetapi hanya keinginan yang tidak berhubungan. not a property of individual confronting that structure ( E. Dalam hal ini kami setuju dengan Merton. dari kewajiban. Maka dalam stuktur yang ada. Selain itu. Akibatnya adalah kita memperoleh campuran yang tidak pas antara intensionalitas ( manifest ) teori tindakan dengan konsekuensi – konsekuensi structural ( fungsi ) fungsionalisme. hal-hal yang tidak relevan juga disfungsi laten dipenagruhi secara fungsional dan disfungsional. Durkheim )[7]. dari orang. Karena kerancuan ini. Merton menunjukan bahwa suatu struktur disfungsional akan selalu ada. McIver[8] mengembangkan sisi subjektif anomi. Dalam teori ini Merton dikritik oleh Colim Campbell[6]. struktur. dan anomi. dalam struktur yang teratur. Hal ini Merton ( seperti halnya Parsons ) tidak secara tepat mengintegrasikan teori tindakan dengan fungsionalisme.

status tidak dijalankan akibat berbagai factor. Disini Merton berusaha menunjukkan bagaimana struktur sosial memberikan tekanan yang jelas pada orang-orang tertentu yang ada dalam masyarakat sehingga mereka lebih . Pengaruh lembaga atau struktur terhadap perilaku seseorang adalah merupakan tema yang merasuk ke dalam karya Merton. akan tetapi terus membawa kepribadian sebagai produk organisasi struktur tersebut. Menurut Merton. Dari sini. lalu tema ini selalu diilustrasikan oleh Merton yaitu the Self Fullfilling Prophecy serta dalam buku Sosial structure And Anomie. Merton tidak berhenti dengan deskripsi tentang struktur . . anomie tidak akan muncul sejauh masyarakkat menyediakan sarana kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan kultur tersebut. Apapun alasannya anomi dalam struktur apalagi yang kaku akan cenderung lebih besar. menunjukkan kelakuan non konformis ketimbang konformis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->