BAB III PERISTIWA-PERISTIWA POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN PERISTIWA-PERISTIWA POLITIK INDONESIA

PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN Karena didesak Dewan Keamanan PBB, Belanda bersedia mengadakan perundingan Renvile dengan Indonesia dan dilanjutkan dengan perundingan KMB di Den Haag Belanda 1949 berhasil mengakhiri pertikaian Indonesia-Belanda dengan pengakuan kedaulatan kepada Indonesia. Pada 2 November 1949 di Den Haag terbentuklah negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri dari 16 negara bagian dan sebagai presidennya adalah Soekarno dan Moh. Hatta diangkat sebagai Perdama Menteri. Proses Kembalinya Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan Secara resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949 dengan bentuk negara RIS. Ternyata sebagian besar rakyat Indonesiatidak menyukai bentuk negara RIS dan menghendaki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). a. Terbentuknya Negara Federasi RIS 14 Desember 1949 wakil-wakil pemerintah RI dan negara-negara bagian melakukan pertemuan musyawarah federal di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Pertemuan tersebut berhasil menyetujui Undang-undang Dasar RIS. Berdasarkan UUD RIS negara federasi RIS terdiri atas tujuh negara bagian (RI, NIT, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Timur-NST, Negara Sumatra Selatan), sembilan satuan kenegaraan (Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Dayak Besar, Banjar, Kalimantan Tenggara, Bangka, Biliton-Belitung, Riau Kepulauan, Jawa Tengah) dan tiga daerah swapraja (Waringin, Sabang, Padang). Selengkapnya negara-negara tersebut adalah sebagai berikut: - Republik Indonesia RI berdiri 17 Agustus 1945, sebagai presiden dan wakil presidennya adalah Soekarno dan Moh. Hatta. Pusat pemerintahan semula di Jakarta, tapi karena ada kekacauan yang ditimbulkan oleh Sekutu dan NICA, maka dipindah ke Yogyakarta. Dalam perjanjian Linggarjati secara de facto RI hanya terdiri dari Sumatra, Jawa dan Madura, bahkan semakin mengecil setelah perjanjian Renvile. Bahkan setelah KMB RI hanya merupakan salah satu negara bagian dari RIS yang kepemimpinannya dijabat oleh Mr. Asaat (mantan ketua KNIP). - Negara Pasundan Diproklamasikan oleh Soeria Kartalegawa (Ketua Partai Rakyat Pasundan) pada 4 Mei 1947 di Bandung, namun baru resmi terbentuk pada 5 Maret 1948 dengan wali negaranya RAA. Wiranatakusumah. - Negara Indonesia Timur (NIT) NIT merupakan negara pertama yang dibentuk Van Mook dalam konferensi Denpasar pada 18-24 Desember 1946, wilayah NIT meliputi Bali, Nusa

. Pegatan. .Negara Sumatra Selatan (NSS) Oleh Van Mook disetujui pada 30 Agustus 1948 dengan negaranya adalah Abdul Malik. . Cakraningrat. wilayahnya meliputi Pulau Laut dan Kalimantan Tenggara. Achmad Kusumonegoro. tapi secara resmi berdiri 26 November 1948 dengan wilayah meliputi Surabaya. Asahan Selatan. Munculnya Gerakan Separatis Sebagian masyarakat tidak mendukung terbentuknya RIS (kelompok unitaris) dan sebagian lagi mendukung terbentuknya negara federal (kelompok federalis).Daerah Otonom Jawa Tengah Dibentuk pada bulan Maret 1949 sesudah agresi militer Belanda II. Tenggarong termasuk didalamnya. Cantung Sampanahan. Labuhan Batu dan sekitarnya dengan wali negaranya adalah Dr. . Biliton (Belitung) dan Riau Kepulauan Diciptakan oleh Van Mook pada bulan Januari 1947 dan pada bulan Juni 1948 ketiganya bergabung menjadi federasi. wilayahnya adalah daerah Kalimantan Tengah sekarang. . Tengku Mansyur.Negara Madura Dibentuk 23 Januari 1948 atas prakarsa Van Der Plas (tokoh Belanda yang pandai bahasa Madura dan ahli agama islam) sebagai wali negaranya adalah RAA. Pekalongan dan Semarang. . Kelompok unitaris banyak terdapat di negara Pasundan dan negara Jawa Timur. . Sulawesi dan Maluku dengan presidennya adalah Cokorde Gde Raka Sukawati.Dewan Federal Borneo Tenggara (DFBT) Disetujui oleh Van Mook pada 9 Mei 1947. .Negara Jawa Timur Melalui konferensi di Bondowoso (16 November 1948) Van Der Plas mendirikan Negara Jawa Timur.Daerah Otonom Banjar Terlahir sejak Januari 1948 dan meliputi Kalimantan Selatan sekarang. .Federasi Kalimantan Timur Berdiri sejak Februari 1948.Daerah Otonom Bangka.Negara Sumatra Timur Berdiri berdasarkan surat keputusan Van Mook pada 24 Maret 1948.Daerah Otonom Dayak Besar Dibentuk pada Desember 1946 dan baru memiliki konstitusi sejak Desember 1948.Daerah Istimewa Kalimantan Barat (Borneo) Berdiri pada 12 Mei 1947 dan disetujui oleh Van Mook. Malang. dengan kepala daerahnya adalah Sultan Hamid Algadrie II. b. wilayahnya meliputi Medan. daerah sebelah timur sampai Banyuwangi dengan wali negaranya adalah RTP. Wilayah NSS meliputiPalembang dan sekitarnya . . . Wilayah Jawa Tengah meliputi sebagian Banyumas.Tenggara.

Menanggapi situasi politik tersebut pada 8 Maret 1950 pemerintah RIS mengeluarkan UU darurat No. negara yang lainnya bergabung dengan RI di Yogyakarta. Kelompok federalis mulai melemah setelah beberapa tokohnya berkhianat terhadap RIS yaitu Sultan Hamid II yang bersekongkol dengan Raymond Westerling membantai rakyat di Sulawesi Selatan. pergolakan sosial-politik ini terjadi pada kurun waktu 1950-1965. negara RIS yang berbentuk federasi ini pada hakikatnya tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi. Pada 14 Agustus 1950 parlemen RI dan senat RIS mengesahkan UUD NKRI (UUD Sementara 1950).mereka menghendaki negara yang sesuai dengan UUD 1945 dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. Di Sulawesi Selatan kapten Andi Azis menyerang markas TNI di Makasar dan sejak 5 April 1950 Andi Azis menyatakan mempertahankan NIT. kekuasaan dll). Perundingan tersebut menghasilkan persetujuan: RIS dan RI sepakat membentuk negara kesatuan berdasarkan proklamasi 17 Agustus 1945 dan RI dan RI akan membentuk panitia bersama yang bertugas menyusun undang-undang dasar negara kesatuan. Untuk menyusun konstitusi negara kesatuan yang baru maka dibentuklah panitia gabungan RIS dan RI dengan ketua bersama. secara otomatis RIS bubar. NKRI resmi berlaku sejak 17 Agustus 1950. presiden Soekarno melontarkan suatu gagasan “Konsepsi .11 tahun 1950 tentang tata cara perubahan susunan kenegaraan RIS. Kelompok ini menamakan diri Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang ingin tetap mempertahankan negara Pasundan. Persoalan Hubungan Pusat dan Daerah Pasca Pembentukan NKRI Persoalan pertentangan antara pemerintah pusat dengan daerah. BFO dan Belanda menyepakati terbentuknya RIS. Jawa Timur dan negara-negara bagian lainnya menuntut pembubaran negaranegara bagian. Belanda tetap berkeinginan bahwa pada suatu saat mereka akan datang lagi untuk menguasai Indonesia. baik yang berupa pertentangan ideologi antar partai maupun antar kepentingan. Soumokil pada 25 April 1950. Ditengah-tengah memburuknya keadaan pemerintahan akibat pemberontakan di daerah. Mr. Soepomo dan wakil perdana menteri RI Abdul Halim. Hattawakil dari NST dan NIT) dengan pemerintah RI yang diwakili oleh Abdul Halim. c. RakyatIndonesia menyadari bahwa RIS adalah bentukan Belanda dan bukan keinginan rakyat negara-negara bagian (apalagi tidak memiliki tujuan yang jelas. NST dan NIT. membunuh tentara republik di Bandung dan merencanakan pembunuhan terhadap sejumlah petinggi RIS di Jakarta. Di Maluku Selatan muncul gerakan separatis RMS di bawah pimpinan Dr. Dr. Pada awal Februari 1950 rakyat Jawa Barat. Hingga pada 5 April 1950 terdapat tiga negara bagian yaitu RI. Perjuangan Kembali ke Negara Kesatuan RI. Belanda mendirikan RIS dengan maksud untuk mempermudah memecah belah bangsaIndonesia. tidak memiliki ideologi yang kuat. 19 Mei 1950 dilangsungkan perundingan antara pemerintah RIS (Moh. tidak memiliki tentara. menteri kehakiman Prof.

Burhanudin Harahap dan Syafruddin Prawiranegara. Peristiwa PRRI di Sumatra Muncul setelah ada reuni mantan divisi banteng di Padangpada 20-25 November 1956. pertemuan ini melahirkan kesepakatan bahwa otonomi daerah yang seluasluasnya untuk menggali potensi daerah dan kekayaan daerah guna memenuhi pembangunan dan disepakati pembentukan Dewan Banteng yang diketuai oleh Achmad Husein (komandan Resimen IV dan Teritorium I di Padang). Kemudian diselenggarakan Munas (musyawarah nasional) pada bulan September 1957 dan Munap (musyawarah nasional pembangunan) pada bulan November 1957 yang bertujuan mempersiapkan usaha pembangunan di daerah-daerah secara integral. 9 Januari 1958 diselenggarakan pertemuan yang membicarakan pembentukan pemerintahan baru di Sungai Dareh. Sumtera Barat. Ultimatum ini ditolak oleh pemerintah bahkan Letkol Achmad Husein di pecat dari Angkatan Darat. Keesokan harinya Letkol Achmad Husein mengeluarkan ultimatun kepada pemerintah pusat agar kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada presiden dalam waktu 5 x 24 jam dan presiden diminta untuk kembali kepada kedudukan sebagai presiden yang konstitusional. Sejak 9 Desember 1956 Kasad mengeluarkan pengumuman yang melarang perwira-perwira angatan darat melakukan kegiatan politik. Achmad Husein kemudian mengumumkan berdirinya . pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan dewan-dewan dan tokoh-tokoh sipil seperti Syarif Usman.Sistem demokrasi parlementer model barat tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia dan harus diganti dengan sistem demokrasi terpimpin. .Dewan Garuda di Sumatera Selatan (Letkol Barlian) . Pertentangan antara pusat dan daerah tersebut mengakibatkan munculnya berbagai pembrontakan antara lain: a.Dibentuk dewan nasional yang terdiri dari wakil-wakil golongan fungsional dalam masyarakat.Presiden” pada 21 Februari 1957 di Istana Merdeka yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi dan kinerja pemerintahan.Dewan Gajah di Sumatera Utara (Kolonel Maludin Simbolon) . dewan ini bertugas memberi nasehat kepada kabinet. Isi Konsepsi Presiden tersebut adalah: . muncul pula dewan-dewan lain di daerah lain seperti: . Pada bulan Maret 1957 diadakan konferensi Panglima Tentara dan Teritorium seluruhIndonesia untuk menyelesaikan masalah pusat-daerah. Larangan tersebut tidak diindahkan bahkan Achmad Husein mengambil alih kekuasaan gubernur Ruslan Muljohardjo pada 20 Desember 1956.Untuk melaksanakan demokrasi terpimpin perlu dibentuk kabinet gotong royong yang beranggotakan wakil-wakil semua partai dan organisasi berdasarkan perimbangan kekuatan yang ada dalam masyarakat. Selain dewan Banteng.Dewan Manguni di Sulawesi Utara (Letkol Ventje Sumual) Pemerintah pusat berusaha menyelesaikan perselisihan pusat-daerah melalui cara musyawarah. .

hal ini terbukti dengan ditembak pesawat yang dipiloti Allan Pope (orang Amerika Serikat). Di Bandung bekas anggota KNIL yang tidak mau bergabung dengan APRIS .Operasi Mena I (Letkol Pieters) untuk mengamankan Jailolo . Kep. Nusa Tenggara dan Maluku.Operasi Saptamarga III (Letkol Magenda) untuk mengamankan Kepulauan sebelah utara Manado . Pemerintah segera bersikap tegas untuk menumpas Permesta dengan melancarkan operasi gabungan yaitu Operasi Merdeka (dipimpin Letkol Rukmito Hendraningrat).Operasi Mena II (Letkol KKO Hunholz) untuk merebut lapangan udara Morotai di sebelah utara Halmahera Operasi militer APRI di Indonesia bagian timur merupakan operasi yang terberat karena kondisi geografis yang sangat menguntungkan permesta dan pemberontak memiliki persenjataan yang modern berupa pesawat pembon B-26 dan pemburu Mustang yang diduga merupakan bantuan Amerika Serikat.Operasi Saptamarga IV (Letkol Rukmito Hendraningrat) untuk mengamankan Sulawesi Utara .Operasi 17 Agustus (Kol Ahmad Yani) untuk mengamankan Sumatera Barat . Achmad Husein beserta pasukannya menyerahkan diri pada 29 Mei 1961. Somba (komando daerah militer Sulawesi Utara dan tengah) mengeluarkan pernyataan bahwa sejak 17 Februari 1958 Sulawesi Utara dan Tenggara memutuskan hubungan dengan pemerintah pusat dan mendukung PRRI. DJ. a. Operasi ini terdiri dari beberapa bagian antara lain: . a.Operasi Tegas (Letkol Kaharudin Nasution) untuk mengamankan Riau . Peristiwa Permesta di Sulawesi Di Makasar panglima tentara dan teritorium III Letkol Ventje Sumual memproklamasikan berdirinya Piagam Perjuangan Semesta (Permesta) pada 2 Maret 1957 yang meliputi wilayah Sulawesi.Operasi Saptamarga I (Letkol Soemarsono) untuk mengamankan Sulawesi Utara bagian tengah .pemerintah revolusioner republik Indonesia (PRRI) di Padang pada 15 Februari 1958 dengan perdama menterinya Syarifudin Prawiranegara.Operasi Saptamarga (Brigjen Djatikukumo) untuk mengamankan Sumatera Utara .Operasi Saptamarga II (Letkol Agus Prasmono) untuk mengamankan Sulawesi Utara bagian selatan .Operasi Sadar (Letkol Ibnu Sutowo) untuk mengamankan Sumatera Selatan Dalam waktu singkat operasi gabungan ini dapat menumpas PRRI. Untuk menumpas gerakan separatis PRRI pemerintah melakukan operasi militer antara lain: . Peristiwa APRA di Bandung Adanya tuntutan dari mantan anggota tentara KNIL yang dibubarkan untuk tetap menjadi angkatan peran negara bagian dan keengganan TNI bergabung dengan KNIL merupakan salah satu penyebab munculnya pemberontakan APRA.

Peristiwa Andi Azis di Makasar Pada 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh bekas tentara KNIL dipimpin oleh Andi Azis. Pemerintah RIS berupaya menyelesaikan persoalan RMS dengan cara damai yang dipimpin oleh Dr. Hasilnya pada 15 April 1950 Andi Azis menyerahkan diri. Penyerbuan APRA tidak diduga sebelumnya sehingga gerombolan in berhasil menguasai kota Bandung. Peristiwa RMS di Maluku Didirikan oleh Dr. Demikian juga panglima divisi siliwangi kolonel Sadikin yang sedang mengadakan peninjauan ke Subang bersama Gubernur Jawa Barat Sewaka. Untuk menanggulangi APRA. akan tetapi usaha ini tidak berhasil sehingga dikirimlah pasukan yang dipimpin oleh Alex Kawilarang untuk meredam pemberontakan RMS pada 14 Juli 1950. R Westeling berhasil meloloskan diri dari pasukan TNI dan melanjutkan makarnya di Jakarta untuk menangkap semua menteri RIS dan pejabat penting lainnya. Mereka membunuh anggota TNI yang dijumpai dan berhasil menduduki markas staf Divisi Siliwangi setelah membunuh 15 orang regu jaga diantaranya adalah Letkol Lembong. Tuntutan APRA tidak dihiraukan oleh pemerintah. J. Dalam pemberontakannya Andi Azis menuntut agar tentara bekas KNIL diberi kekuasaan untuk bertanggung jawab atas keamanan di wilayah NIT. APRA menuntut kepada pemerintah RIS agar organisasinya diakui sebagai tentara Pasundan dan menolak dibubarkannya negara Pasundan. b. maka pada 23 Januari 1950 APRA melancarkan serangan terhadapa kota Bandung. pasukan APRIS dibagi menjadi 3 kelompok dengan pimpinan Mayor . gerakan ini tidak menginginkan Indonesia kembali ke negara kesatuan dan tidak menyetujui penggabungan KNIL ke dalam APRIS. Berkat kesigapan TNI gerakan Westerling dapat digagalkan. Leimena. c. pemerintah RIS segera mengirimkan kesatuankesatuan polisi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang ketika itu di berada Jakarta untuk ke Bandung. Apalagi pada waktu yang bersamaan kesatuan divisi siliwangi baru beberapa saat memasuki kota Bandung setelah melakukan Long March dari Yogyakarta. Bekerjasama dengan Andi Azis di Makasar tentara KNIL melakukan intimidasi dan teror terhadap rakyat diAmbon. Soumokil (bekas Jaksa Agung NIT) pada 25 April 1950. Pada saat berupaya menguasai Ambon. Ultimatum dari pemerintah pusat agar Andi Azis bertanggung jawab atas perbuatannya tidak diindahkan sehingga dalam waktu 4 x 24 jam pemerintah mengirim pasukan di bawah pimpinan Alex Kawilarang untuk menumpas pemberontakan Andi Azis. Alasan pemberontakan yang dilakukan Andi Azis adalah tidak mau menerima kehadiran 900 pasukan APRIS yang berasal dari TNI pimpinan Letkol Mokoginta dan ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur (NIT).membentuk organisasi Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin oleh Raymond Westerling.

Mosi ini diajukan PNI pada 22 Januari 1951 dan dimenangkan oleh PNI. Asaat. Ir. Tiap-tiap kabinet tidak dapat berumur panjang rata-rata hanya berumur 1 tahun. Namun perundingan ini menemui jalan buntu sehingga dimanfaatkan partai oposisi PNI dengan mengajukan mosi (kepercayaan) tidak percaya.21 Maret 1951) Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi dan dilantik presiden pada 6 September 1950 dengan perdana menterinya Muhammad Natsir. Kabinet Sukiman-Suwiryo (21 April 1951 . Letkol Slamet Riyadi dan Mayor Suryo Subandrio yang mendarat di Ambon pada 28 September 1950. Pertempuran terjadi dengan RMS yang bertahan di Benteng Nieuw Victoria dan berhasil menangkap Dr.Mengembangkan dan memperkuat kekuatan ekonomi rakyat .Achmad Wiranatakusumah. Pergantian Antar Kabinet yang Cepat dalam Sistem Kabinet Parlementer Sejak RIS bubar. Dalam sistem demokrasi liberal berlaku sistem kabinet parlementer dengan ciri-ciri: . Berikut kabinet yang pernah berkuasa diIndonesia pada masa demokrasi liberal: a. Soumokil pada 12 Desember 1963 dan dijatuhi hukuman mati. Mr. selain masalah Irian Barat mosi tidak percaya juga muncul terhadap persoalan pembentukan DPRD yang dianggap menguntungkan Masyumi. Soemitro Djojohadikusumo.Kabinet dipimpin perdana menteri yang bertanggung jawab pada parlemen . jadi tidak mengherankan apabila program-program setiap kabinet tidak sempat dilaksanakan.Masa jabatan kabinet tidak ditentukan dengan pasti . Kabinet Natsir (6 Oktober 1950 .Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan . Kabinet ini memiliki formasi yang kuat karena didukung para tokoh yang mempunyai keahlian dibidangnya seperti: Sultan Hamengkubuwono IX. Program kabinet Natsir antara lain: .Menyempurnakan organisasi angkatan perang .Kedudukan kepala negara tidak dapat diganggu gugat . Indonesia berbentuk NKRI dengan berpedoman UUDS 1950 dan menganut demokrasi liberal.23 Februari 1952) – 10 bulan . Djuanda dan Dr.Susunan anggota dan program kabinet didasarkan dengan suara terbanyak dalam parlemen .Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat Kabinet Natsir merintis perundingan bilateral masalah Irian Barat dengan Belanda.Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman . padahal idealnya pergantian 7 kali kabinet minimal akan menghabiskan waktu selama 35 tahun. sehingga kabinet Natsir menyerahkan mandatnya kepada presiden pada 21 Maret 1951 a.Kabinet dapat dijatuhkan pada setiap waktu oleh parlemen dan pemerintah juga dapat membubarkan parlemen Pada masa demokrasi liberal telah terjadi pergantian kabinet sebanyak 7 kali.

Mr.Memajukan taraf hidup rakyat dan keamanan dalam negeri .Pada 27 April 1951 dibentuklah kabinet baru yang merupakan koalisi partai PNI dan Masyumi dengan dipimpin oleh Dr.Mengusahakan kemakmuran rakyat secepat-cepatnya .Politik luar negeri bebas aktif Pada masa ini muncul gerakan DI/TII di Jawa Barat. Kabinet Ali Sastroamidjojo I berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA). organisasi negara.Memperjuangkan pengembalian Irian Barat dan melaksanakan politik luar negeri bebas aktif menuju perdamaian dunia Semasa kabinet ini berkuasa timbul separatisme dan terjadinya peristiwa Tanjung Morawa (Sumatera Utara) yang ditunggangi PKI. Program Kabinet Wilopo antara lain: . keuangan. Penyebab jatuhnya kabinet Ali Sastroamidjojo I adalah mosi tidak percaya menyangkut pergantian . Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 .Mempercepat persiapan pemilihan umum . Sukiman Wirjosandjojo (Masyumi) dan Suwiryo (PNI). Program kabinet Sukiman-Suwiryo antara lain: . pemilu. kemakmuran. Ali Sastroamidjojo ditunjuk menjadi perdana menteri. Program kabinet Ali Sastroamidjojo I antara lain: .Keamanan. dan perundang-undangan . ditafsirkan Indonesia telah memasuki blok barat dan bertentangan politik luar negeri bebas aktif. Kabinet Wilopo (3 April 1952 . Aceh dan Sulawesi Selatan serta beberapa gerakan perlawanan di daerah. a.Menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan secepat-cepatnya memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI Kabinet Sukiman-Suwiryo tidak berusia lama karena mendapat tentangan dari partai koalisinya dan sejak 23 Februari 1952 kabinet ini demisioner.Melaksanakan Pemilu secepatnya . a.Pengembalian Irian Barat .24 Juli 1955) – 2 tahun Dengan dukungan dari PNI dan NU. Penyebab jatuhnya kabinet ini adalah karena ditandatanganinya bantuan ekonomi.3 Juni 1953) – 14 bulan Muncul gagasan untuk membentuk zaken kabinet (kabinet yang didukung menteri yang memiliki keahlian dibidangnya) dengan menunjuk Wilopo (PNI) sebagai perdana menterinya. teknik dan persenjataan dari Amerika Serikat atas dasar Mutual Security Act (MSA).Menjalankan tindakan tegas sebagai negara hukum guna menjamin negara hukum guna menjamin keamanan dan ketentraman . sehingga parlemen bereaksi keras dan mengajukan mosi tidak percaya. perburuhan.

Membentuk dewan nasional . Kabinet ini jatuh karena dianggap telah menyelesaikan tugas menyelenggarakan pemilu I. Soekarno. Kabinet Djuanda (9 April 1957 – 10 Juli 1959) – 26 bulan Dengan menyusun program kerja yang disebut Pancakarya kabinet ini memprogramkan: . Mengatasi inflasi.Memajukan kerjasama Asia-Afrika atas dasar politik bebas aktif Keberhasilan kabinet Burhanudin Harahap adalah suksesnya penyelenggaraan pemilu I dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yaitu Abdul Haris Nasution. Perjuangan Irian Barat . Program kabinet Burhanudin Harahap antara lain: .Mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI .Merencanakan dan melaksanakan pembangunan 5 tahun . Program kabinet Ali Sastroamidjojo II antara lain: . e. Dewan ini beranggotakan 45 orang dengan ketua adalah Ir.Mempergiat pembangunan Dewan nasional berfungsi sebagai dewan penasihat kabinet untuk memperlancar roda pemerintahan dan menjaga stabilitas politik untuk mendukung pembangunan negara.Perjuangan Irian Barat . kabinet Ali Sastroamidjojo I dianggap tidak mampu menyelesaikan pertentangan pendapat antara pemerintah dengan TNI-AD. terutama disebabkan oleh pemberontakan yang terjadi di daerah-daerah.pimpinan di AD.Melancarkan pelaksanaan pembatalan KMB .Melaksanakan politik luar negeri bebas aktif Pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo II ternyata di daerah banyak terjadi gerakan separatis seperti: munculnya Dewan Banteng. Munas berhasil mengambil keputusan yang intinya adalah saling pengertian untuk tetap membina persatuan .Mengembalikan kewibawaan pemerintah dengan memupuk kepercayaan Angkatan Darat . Masyumi dan NU. Desentralisasi. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (20 Maret 1956 – 14 Maret 1957) – 1 tahun Kabinet Ali Sastroamidjojo II merupakan kabinet koalisi antara PNI. Pemberantasan korupsi. Oleh karena itu pada 10-14 September 1957 diselenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) di Gedung Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.Pemilu. g. f. Dewan Garuda. Dewan Lambung Mangkurat (Kalsel) dan Dewan Manguni (Sulut). Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) – 7 bulan Kabinet ini merupakan kabinet koalisi dengan Masyumi sebagai partai inti.Normalisasi keadaan republik . Tetapi kondisi negara semakin memburuk. Dewan Gajah. Sehingga melemahkan kabinet.

dan kesatuan bangsa dan negaraIndonesia. Partai-partai politik yang eksis pada masa radikal. PNI. Pada masa demokrasi liberal pergantian kabinet berlangsung terlalu cepat. nilai-nilai dan cita-cita yang sama untuk memperoleh.Kondisi negara menjadi tidak stabil karena pergolakan sosial politik diberbagai daerah belum tertangani 2. PNI. Partindo.Setiap kabinet hampir tidak sempat menjalankan program yang direncanakan . seperti SI (Sarekat Islam). Tokohtokoh politik saling berebut kursi “politik dagang sapi”. IP. Keberadaan partai politik ketika itu amat diperlukan sebagai wadah perjuangan rakyat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Partai-partai pada masa pergerakan nasional dari segi perjuanganya dapat dibedakan menjadi 2 macam: . Gapi) dan sosialis (ISDV dan PKI). sehingga berdampak pada: . agama (Sarekat Islam. . Sedangkan bila dilihat aspek orientasinya dapat dibedakan dalam hal ekonomi (Sarekat Dagang Islam/SDI). Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Hanya organisasi sosial keagamaan yang mendapat kesempatan berdiri yaitu MIAI yang kelak berubah menjadi Masyumi. Masa pergerakan nasional mahasiswa memiliki andil besar dalam upaya melahirkan partai-partai politik. Indische Partij (IP). Semua kegiatan banyak diarahkan pada upaya memenangkan Perang Asia Timur Raya. Partai Indonesia Raya (Parindra).Kepercayaan rakyat terhadap pemerintah semakin pudar . dan PKI. dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi). pada 30 November 1957 terjadi percobaan pembunuhan terhadap presiden Soekarno yang terkenal dengan Peristiwa Cikini. Terselenggaranya Pemilihan Umum 1955 a. IP (Indische Partij) dsb. gerak langkah perjuanganya selalu mendapat pengawasan dari pemerintah Hindia Belanda melalui Politiek Inlichtingen Dienst (PID) sebagai dinas rahasia yang bekerja menindas kaum pergerakan. Pada masa pendudukan Jepang partai-partai politik dilarang berdiri. Parindra. Namun upaya pemerintah ini dalam kenyataannya tidak berjalan mulus. merebut dan mempertahankan kekuasaan secara konstitusional.Partai-partai radikal (non kooperatif) seperti SI. Partai-partai ini tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda dengan tidak mau duduk daalam Dewan Rakyat (Volksraad) bentukan Belanda. . PBI. PSII). nasionalis (Budi Utomo.Partai-partai moderat (kooperatif) seperti Budi Utomo. apalagi setelah kelahiran Budi Utomo 1908 banyak partai yang bermunculan. Perhimpunan Indonesia (PI). Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Partai-partai Peserta Pemilu Pertama Partai politik adalah kelompok terorganisir yang mempunyai orientasi. Izin yang diberikan Jepang terhadap MIAI berkaitan dengan upaya menarik simpati masyarakat islam agar membantu proyek perang Jepang.

keberadaan DPR/MPR tidak terlepas dari kebutuhan perangkat partai politik.Partai Katolik Republik Indonesia (PKRI) dipimpin oleh I.Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dipimpin oleh dr. Pemerintah mengeluarkan maklumat pemerintah 3 November 1945 yang intinya menyatakan pemerintah menghargai timbulnya partai-partai politik untuk menyalurkan aliran dan paham yang ada dalam masyarakat. sehingga rakyat menuntut segera diadakan pemilihan umum. Adapun partai-partai politik tersebut adalah: .Tahap pertama pada 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR . Assa didirikan 17 Desember 1945 . Sejak saat itu lahirlah partai-partai politik yang hidup dengan partai-partai lama.J Kasimo didirikan 8 November 1945 . RakyatIndonesia menjadi frustasi melihat kepincangan politik. Pemilu pertama berlangsung 2 tahap yaitu: .Partai Rakyat Jelata dipimpin oleh Sutan Dewanis didirikan sejak 8 November 1945 .Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dipimpin oleh Probowinoto didirikan 10 November 1945 .Partai Nasional Indonesia (PNI) dipimpin oleh Didik Joyosukarto sejak 29 Januari 1946 b. Mereka hanya memperjuangkan kepentigan golongan atau pribadi.Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) dipimpin oleh JB.Partai Buruh Indonesia (PBI) dipimpin oleh Nyono didirikan sejak 8 November 1945 .Tahap kedua pada 15 Desember 1955 untuk memilih anggota dewan konstituante (badan pembuat undang-undang dasar) . Pada gilirannya tiap partai politik tersebut akan berebut kursi untuk duduk di lembaga legislatif. Persiapan pemilu mulai dirintis semasa kabinet Ali I dan pelaksanaannya dilakukan pada masa kabinet Burhanudin Harahap.Partai Rakyat Sosialis (PRS) dipimpin oleh Sutan Syahrir didirikan 20 November 1945 .Partai Komunis Indonesia (PKI) dipimpin oleh Moh. Penyelenggaraan Pemilihan Umum Pertama RI Sejak kembali ke NKRI sebagian partai-partai politik yang ada tidak bekerja sebagai penyalur aspirasi rakyat. Amir Syarifuddin didirikan 10 November 1945 . Jusuf sejak 7 November 1945 .Setelah kemerdekaan pemerintah RI memerlukan adanya DPR/MPR sebagai cerminan wakil rakyat yang sesuai dengan amanat UUD 1945.Partai Sosialis Indonesia (PSI) dipimpin oleh Mr. Sukiman sejak 7 November 1945 .

Dari 28 kontestan. sedangkan perolehan kursi dewan konstituante antara lain PNI 119. Upaya Dewan Konstituante Menyusun UUD Tugas Dewan Konstituante adalah merancang UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950.Pembubaran Dewan Konstituante . amanat ini menjadi perdebatan dan akhirnya diputuskan melakukan pemungutan suara. c. 3. PNI. Perolehan kursi DPR antara lain Masyumi 60.00 yang berisi antara lain: . Timbulnya ketidakstabilan negara itu disebabkan negara tidak memiliki pedoman konstitusi yang jelas. pemilu pertama Indonesia memunculkan empat partai besar yaitu: Masyumi. menanggapi hal tersebut presiden Soekarno menyampaikan amanatnya di depan sidang dewan konstituante pada 25 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD 1945. Kasad memerintahkan kepada segenap anggota TNI untuk melaksanakan dan mengamankan dekrit tersebut. ternyata sampai tahun 1958 dewan konstituante belum berhasil merumuskan UUD. b. NU 91 dan PKI 80. masing-masing partai mementingkan partainya. Kegagalan dewan konstituante menetapkan UUD baru tentu saja sangat membahayakan kelangsungan negara. Sementara dikalangan masyarakat menuntut agar diberlakukannya kembali ke UUD 1945. Latar Belakang Keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Pengaruh yang Ditimbulkan a. NU 47 dan PKI 32.Pemberlakuan kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950 . 30 Mei 1959 pemungutan suara dengan hasil 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka pada 5 Juli 1959 pukul 17. anggota dewan ini bersidang pada 10 November 1956. Pengaruh Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 . Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Setelah dewan konstituante gagal menetapkan UUD 1945 menjadi konstitusi RI. PNI 58. DPR dalam sidangnya pada 22 Juli 1959 secara aklamasi menyatakan kesediaanya untuk terus bekerja dengan berpedoman kepada UUD 1945. sehingga untuk meredam kebuntuan dewan konstituante memutuskan reses (istirahat dari kegiatan sidang). Hal ini disebabkan sering timbulnya perdebatan yang berlarut-larut. Tetapi suara terbanyak belum memenuhi kuorum (dua pertiga jumlah minimal anggota yang hadir) sehingga pemungutan suara harus diulang. Pemungutan suara kembali diadakan pada 1 dan 2 Juni 1959. NU dan PKI.Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya Dekrit presiden tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Pemberontakan-pemberontakan di daerah terus bergejolak dan gangguan keamanan pun semakin gawat. Masyumi 112. tetapi selalu gagal mencapai kuorum. Mahkamah Agung membenarkan dekrit tersebut. Untuk mencegah ekses yang membahayakan negara pada 3 Juni 1959 penguasa perang pusat (Letjen AH Nasution) atas nama pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang kegiatankegiatan politik.

Sebagai pimpinan MPRS sekaligus anggota kabinet. Menurut UUD 1945 demokrasi terpimpin mengandung pengertian kedaulatan rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. yakni berlakunya kembali UUD 1945 dalam kerangka “Demokrasi Terpimpin”. Susunan pimpinan MPRS adalah sebagai berikut: Ketua : Chaerul Saleh Wakil Ketua : Mr. presiden membentuk lembaga negara seperti: MPRS. Sebagai realisasinya pada 20 Agustus 1959 Presiden Soekarno menyampaikan surat No. DPAS. atas dasar peraturan negara baru tersebut. Dalam perjalanan selanjutnya. Para pimpinan MPRS yang diangkat presiden tersebut adalah para menteri yang memegang departemendepartemen. Adapun sidang-sidang tersebut adalah: a. Sidang umum pertama (10 November – 7 Desember 1960) menghasilkan ketetapan MPRS No. Selain ia juga harus membuat peraturan negara menurut UUD 1945. Indonesia memasuki babak sejarah baru. Demikian pula tentang keberadaan semua pimpinan MPRS yang dalam praktiknya diangkat oleh presiden.2262/HK/59 kepada DPR yang isinya menekankan kepada kewenangan presiden untuk memberlakukan peraturan negara baru. Pada tahun 1960 – 1965 MPRS telah melakukan 3 kali persidangan yang dilaksanakan di Gedung Merdeka Bandung. Akibatnya kekuasaan lebih banyak berpusat di tangan presiden daripada kekuasaan lembaga legislatif (DPR). DPR-GR. keanggotaan MPRS terdiri atas anggota-anggota DPR sebanyak 261 orang. MPRS mempunyai kedudukan di bawah presiden. utusan daerah 94 orang dan wakil golongan sebanyak 200 orang. Dengan demikian kedaulatan rakyat berada di bawah presiden. sosial-ekonomi dan pertahanan keamanan.Semenjak pemerintah RI menetapkan dekrit presiden 5 Juli 1959. Idham Khalid Wakil Ketua : DN Aidit Wakil Ketua : Wiluyo Puspoyudo Menurut penetapan presiden No. tugas MPRS hanya sebatas pada kewenangan menetapkan GBHN. Presiden Soekarno menafsirkan pengertian terpimpin sebagai suatu figur pimpinan yang memiliki peran menentukan dalam mengambil keputusan-keputusan yang tepat agar pemerintah dapat berjalan dengan baik. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ditindaklanjuti dengan penataan bidang politik.12 Tahun 1959. 1) Pembentukan MPRS Dibentuk melalui penetapan presiden No. Yang dimaksud permusyawaratan/perwakilan adalah majelis pemusyawaratan rakyat (MPR) sebagai pemegang kedaulatan. Kabinet Kerja dan Front Nasional. I/MPRS/1960 yang menetapkan manifesto politik . Dengan demikian harus dimaknai bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan sepenuhnya dilakukan oleh MPR. Hal ini menunjukkan bahwa presiden berusaha membatasi kewenangan MPRS.2 Tahun 1959. Ali Sastroamidjojo Wakil Ketua : JH. Hal ini berarti bahwa MPRS bukan lagi sebagai lembaga negara tertinggi. Namun makna ini kemudian ditafsirkan lain oleh pemerintah saat itu.

c.republik Indonesia sebagai GBHN. b. Semua anggota DPR-GR diangkat oleh presiden sebanyak 283 orang yang terdiri dari 153 mewakili partai dan 130 mewakili golongan-golongan. Anggota DPAS diangkat dan diberhentikan oleh presiden b. Sebelum memangku jabatan. ketetapan MPRS No. .32 Tahun 1964. DPR-GR adalah sebagai pembantu presiden menurut bidangnya masing-masing dan melaporkan kepada presiden pada waktu-waktu tertentu. lembaga ini merupakan organisasi masa yang berusaha memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita bangsa seperti yang terkandung dalam UUD 1945. DPR-GR dibentuk menggantikan DPR hasil pemilu 1955 yang dibubarkan presiden sejak 5 Maret 1960 karena menolak mengesahkan rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) untuk tahun 1961 yang diajukan presiden. Djuanda ditunjuk sebagai menteri pertama. Sidang umum ketiga (11 – 16 April 1965) diantaranya menghasilkan ketetapan MPRS No. wakil ketua dan anggota DPAS mengangkat sumpah/janji di hadapan presiden 3) Pembentukan DPR-GR Dibentuk melalui penetapan presiden No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan presiden Soekarno/mandataris MPRS menjadi presiden seumur hidup. 4) Pembentukan Kabinet Kerja 10 Juli 1959 Kabinet Djuanda (kabinet karya) dibubarkan dan sebagai gantinya adalah kabinet kerja yang dipimpin oleh presiden (sebagai perdana menteri) dan Ir. Menurut Penpres No. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pernyataan presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah c. wakil golongan dan seorang ketua. DPAS dipimpin oleh presiden sebagai ketua e. II/MPRS/1960 tentang garis-garis pola pembangunan nasional semesta berencana tahapan pertama 1961 – 1969. Anggota DPAS sebanyak 45 orang yang terdiri dari wakil golongan politik. 4 tahun 1960. 5) Pembentukan Front Nasional Dibentuk dengan Penpres No. Sidang umum kedua (15 22 Mei 1963) diantaranya menghasilkan ketatapan MPRS No. front Nasional diketuai oleh presiden Soekarno dengan tujuan: menyelesaikan revolusi nasionalindonesia.3 tahun 1959 antara lain: a. menciptakan keamanan negara dan melanjutkan perjuangan merebut Irian Barat. V/MPRS/1965 tentang pidato presiden Soekarno berjudul “Berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari)” sebagai pedoman revolusi dan politik luar negeriIndonesia. 2) Pembentukan DPAS Dibentuk berdasarkan penetapan presiden No. d. ututsan daerah.13 Tahun 1959 pada 31 Desember 1959. Kabinet kerja mempunyai 3 program yaitu: mencukupi kebutuhan sandang pangan.

Pemerintah RI selanjutnya mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946 dan mendirikan Banking and Trading Corporation (BTC). Situasi perekonomian diperparah dengan adanya blokade laut oleh Beland sejak kedatangannya kembali keIndonesia bersama sekutu. AK Gani (menteri kemakmuran). Konferensi ekonomi pertama (Feb 1946) dan kedua (6 Mei 1946) diselenggaarakan dalam upaya untuk menanggulangi masalah ekonomi. Awal kemerdekaan.000 mata uang Jepang ditukar dengan Rp. kondisi ekonomi dilanda inflasi. mata uang Hindia Belanda dan mata uang Jepang. sebagai tindak lanjut pemerintah mengeluarkan uang kertas baru yang dinamai Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). teh dll dari Indonesia. yang dibagi dalam dua tahap. Kebijakan yang berhasil dibuat antara lain yaitu mendirikan Badan Persediaan dan Pembagian Bahan Makanan (PPBM-kemudian sekarang dikenal dengan Bulog). Kebijakan Planning Board antara lain: menyatakan semua banguan umum. 1. PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI INDONESIA PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN Kondisi Ekonomi Indonesia Menjelang Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia yang baru berdiri mewarisi kondisi ekonomi yang kacau akibat pendudukan Jepang. Buktinya pemerintah berhasil mengumpulkan uang sejumlah pegadaian. karet. perkebunan dan industri yang sebelum perang milik negara jatuh ke tangan pemerintah RI.Pemerintah RI mengingatkan kepada masyarakat bahwa di wilayah RI hanya berlaku 3 mata uang sebagaiman yang telah diumumkan pada 1 Oktober 1945. karena belum memiliki uang sendiri sebagai penggantinya. Pada 6 Maret 1946 Belanda mengumumkan pemberlakuan uang baru yaitu mata uang NICA untuk menggantikan mata uang Jepang. sehingga menteri urusan bahan . Ternyata usaha Planning Board ini belum membawa hasil yang diharapkan. Pemerintah RI belum bisa menyatakan bahwa mata uang Jepang tidak berlaku. Untuk sementara pemerintah mengakui beredarnya 3 mata uang yaitu mata uang De Javanche Bank. Pinjaman akan dibayar kembali selambatnya dalam waktu 40 tahun. Kebijakan pemerintah ini cukup memperbaiki kondisi ekonomi Indonesiakendatai belum memperbaiki keadaan seluruhnya. Ternyata kebijakan pemerintah mendapat sambutan dan dukungan yang baik dari rakyat. pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) pada 19 Januari 1947 atas usul dr. BTC berhasil mengadakan kesepakatan dagang dengan perusahaan swasta Amerika Serikat-Isbrantsen Inc yang bersedia membeli gula. Penyebabnya adalah mata uang Jepang beredarnya mata uang Jepang yang tidak terkendali. Dalam upaya untuk mengatasi hal tersebut pemerintah RI melalui menteri keuangan (Ir. Surachman) mengeluarkan kebijakan “pinjaman nasional” yang disetujui oleh BPKNIP. Perusahaan modal asing akan dikembalikan kepada yang berhak sesudah diadakan perjanjian RI-Belanda. Sukses yang dicapai ini merupakan suatu ukuran bagi besarnya kepercayaan dan dukungan rakyat kepada pemerintah dan aparatnya. Bangunan umum vital milik asing akan dinasionalisasikan dengan pembayaran ganti rugi.000. 1 mata uang ORI. pembentukan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).000.000. Sejak saat itu terjadi penukaran 1. Pinjaman itu direncanakan akan mencapai Rp.melaksanakan pembangunan semesta nasinal dan mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah RI.

Pemerintah mencoba berperan dalam membantu memberikan bantuan kredit dan memberikan bimbingan konkret. Program Benteng (Benteng Group) Dr.122 dan 123 tanggal 12 Juli 1951 pemerintah menghentikan Dr. Kebijakan-kebijakan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan Gunting Syarifudin Adalah pemotongan nilai mata uang (sanering) diatas Rp. Untuk itu perlu ditumbuhkan pengusaha-pengusaha pribumi agar dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Untuk memajukan ekonomi Indonesia perlu ada kerja sama antara pengusaha pribumi dan non pribumi. Sumitro Djojohadikusumo berpendapat bahwa hal yang perlu dilakukan dalam pembangunan ekonomi Indonesia adalah mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional. Program benteng dimulai pada April 1950 dan selama 3 tahun tidak kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesiasebagai Bank Sentral dan Bank Sirkulasi.makanan IJ Kasimo merencanakan kegiatan ekonomi selama lima tahun yang terkenal dengan Plan Kasimo. Dalam sistim ini Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba sebagai pengusaha non pribumi. ini dilakukan pada 20 Maret 1950 oleh menteri keuangan RIS Syarifudin Prawiranegara. akan tetapi program ini tidak berjalan mulus karena karena pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dan mentalitas pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif. Nasionalisasi de Javasche Bank Ketentuan dalam KMB mengenai De Javasche Bank sangat merugikan bangsa Indonesia. Pengusaha non pribumi diwajibkan memberikan latihan dan tanggung jawab kepada tenagatenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduk jabatan-jabatan staf. Iskaq Cokrohadisuryo menteri perekonomian dalam kabinet Ali Sastroamijoyo I. Penyembelihan hewan pertanian harus dicegah dan tanah kosong harus ditanami kembali. 2. Dalam perjanjian tersebut ditetapkan bahwa suatu peraturan pemerintah Indonesia tentang De Javasche Bank dan pemberian kredit dari De Javasche Bank kepada pemerintah Indonesia harus dikonsultasikan kepada pemerintah Belanda. transmigrasi penduduk dari pulau Jawa ke Sumatera. Gagasan Sumitro tersebut selanjutnya dituangkan dalan program kabinet Natsir. Sistem Ekonomi Ali Baba Atas prakarsa Mr. Program ini tidak berjalan mulus karena . berdasarkan keputusan pemerintah RI No. Syarifudin Prawiranegara sebagai presiden De Javasche Bank yang baru. kabinet ini memprioritaskan kebijakan Indonesianisasi dengan mengutamakan pertumbuhan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional.50 menjadi setengahnya. Isi Plan Kasimo adalah anjuran untuk memperbanyak kebun bibit dan padi unggul. Houwink sebagai presiden De Javasche Bank dan mengangkat Mr. Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-uasaha swata nasional dan memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan asing. Pada 19 Juni 1951 kabinet sukiman membentuk panitia nasionalisasi De Javasche Bank.

Perjuangan membebaskan Irian barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaanperusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolah ekonomi . Pada 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan finansial ekonomi yaitu: . sementara itu pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaanperusahaan tersebut. Pada 3 Mei 1956 presiden Soekarno menandatangai undang-undang pembatalan KMB. Djuanda sebagai menteri perancang nasional.Adanya ketegangan antara pusat dan daerah.Hubungan finek didasarkan pada UU nasional dan tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak Karena pemerintah Belanda tidak mau menandatangi rencana persetujuan ini. Pemerintah membentuk badan perencanaan pembangunan nasional yang disebut Biro Perancang Negara untuk merencanakan pembangunan jangka panjang dengan Ir. hal ini dimaksudkan untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda. Ir.pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.Hubungan finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral . RPLT tidak berjalan dengan baik karena: . RUU rencana pembangunan ini disetujui oleh DPR pada 11 November 1958. rencana pembangunan ini tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena kesulitan dalam menentukan prioritas. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya. Pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II. Selain itu . Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) Ketidakstabilan politik dan ekonomi menjadi penyebab terjadinya kemerosotan ekonomi. sehingga banyak daerah yang melakukan kebijakan ekonominya sendiri-sendiri Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap) Ketegangan antara pusat dan daerah pada masa kabinet Djuanda untuk sementara waktu dapat diredakan dengan diadakannya Munap. maka pemerintah RI mengambil langkah sepihak dengan melakukan pembubaran Uni IndonesiaBelanda pada tanggal 13 Februari 1956. inflasi dan lambatnya pelaksanaan pembangunan.Persetujuan finek hasil KMB dibubarkan . pada tahun 1957 akibat perubahan politik dan ekonomi sasaran dan prioritas RPLT ini diubah dalam Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Akan tetapi. Misi dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Bulan Mei 1956 biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek) Pada masa pemerintah kabinet burhanudin harahap Indonesia mengirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial ekonomi antaraIndonesia dengan Belanda.Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat yang mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot . Djuanda memberikan kesempatan kepada Munap untuk mengubah rencana pembangunan itu agar dapat dihasilkan rencana pembanguan yang menyeluruh untuk jangka panjang.

.masih belum redanya ketegangan politik antara pusat dengan daerah menjadi penyebab macetnya rencana pembangunan tersebut.

9 !#  80-.3 9075253 80-..8.187. 5020..25. 3 02:/.7.3 .3 40 !#  .3 905..3 203039:...35708/03/.9/9.3.3.9.3 80.83.7 5020739.3:9 /03.9 /..9 -07. 70.734 203.9.3 7...2- 05:9:8..734 203.3 -..3 0/.3 405020739.3 503.3 .507..8.3 /.  -.3. /. 2. -075:8.  079 !708/03  :  /93/..08 502:8.2 203.08.38:7.9.3 0.9.3  $0-.3./.3.9: 1:7 5253.302-..9 .5.3 /9.3 7.:.3 .93. 8:.. 0:. 04342 /.3 . /.   :89:8  !708/03 $40.3 0- -.3 549  848.75.3 503079.187.0:./.:.3.3 /02./.7:8 /2. 5.3 /03./...3:93.:.94 ..99: !708/03$40.3 05:9:8.3 80503:3...8.3  03.3 .3. 0/.8..2 507.2. -.3 -/..91 !#  .3 .2:3 2.3 202 507.3..3 5079. / 9.

.

3.349.9./.9.3 .07:$.:3  !#$90.3 20309.443.:.9 507.3/02...3 /05.3 $:8:3.3 0-07.47.3.3.9:7. 02-. 203:7:9 &&   .7.3 2020.35708/034 %.349.3 5:.3 -.7:  $0.9.3 :2:2 5079.9-07.3 802:. 3 203:3:.390780-:9./. 80-.7:90780-:9 5708/03202-039:02-. 202-.843.3   .-309 ..7. !# . 05./.0 . -./. ..3 / -...349.:. 47.5.-30907.-.3 !#$ .3/./-.5708/03 03. 9039.09:.3/:3 /.5. 203907 .3.3 :9:8.   !02-039:.:3   9:.3 5708/03 :39: 202-07.2.7.07. 003..30/.3 8/.8 .02-07   0802-07   203.3.3 507.09:.:.3!#$ -039:20.7.8 003..3 !#$ .8 /..37439.805079!#$ !$  !# # .3!#$./.2/44 .8 !#$ .2 57.7.:50309.3 !#$  02.5708/03  !.!#80-.09:.3..3..3.349.:3 0.93.:4!:854:/4 03:7:9 50309...8.20.5.79-.3/.3 83. /.5253. 5253. 90793  !#$ 2025:3.9. 2030.8.7 $.330.3 80-.37.3!#$907/7./9 ./.3 0909..9./.7.3!#$80./.09:.3.8.9.3. !#$ -:.30.3 !#$ 4  .3.9 40 5708/03 !.8974..3 /..3 /.9:7. :.3 30.-07:9 09:.3 30.5..2. 30. 80-./ . 0/:/:.3-07. $/.3. ./.3.3.47.5078/.7 507.7.790203 $0-..:8..790203 /05.3 05..35253. 003.   4.3 /0/:307/0.7:8 202-:.3/.3 . /.5253. ./.9:7. 5708/03 -07:8.80-..9 5708/03 90780-:9 .8 5. 5.3 5708/03 4  %.5:38/.

!#$.

310894 549 .3 20309.3 2.  .5.

   0909.5.80-..3 !#$ 4  .    705:-3/4308.

!#$.

   0   /.3.3 09..502-.  9039.39.5.-0703.9.33.    - $/.8.3.3:3.2.3 :2:2 0/:.9.7.843.5..3 !#$ 4  .78 .3 .35079. 203.7854.802089.

!#$.

3 503.9. 9039.734.3.3 5708/03 $40.

78 !#$ 203.3.3 :2:2 09.2. 203.    57   /.3 0909.7.39.3/. $/./5708/0380:2:7/:5  .8.9.3 !#$ 4  '.5.

!#$.

  47.7.85073.9 8:25.3 70.  !02-039:.7 30073/4308.3.7 .09:.3 /. 9039.9.9..349. 803/7 07/. .!$/.202-07.3/-07039.-.9.3 549 :.3/.443. 0 $0-0:2 202.3:8: 05.3 ..3405708/03 - %:.3 ..3 5/.3!$ -039:-07/.8!$. 349.35708/03/.-. 349.3  .3 907/7 /..7  80-.  / !$/5253405708/0380-.309:.3.3203.35708/034 9..3 . 50/42.5020739.8.7.5.:3.3.3: .94 5708/03 $40. .. !$ 203.9.39.734 -07:/: 07/7 / ./.07.4:8 /. /.:.350309.9/. 09:.3.. 443.8 . !$ 80-.3 549  :9:98.38047./.

2.502-.3.7.3.!# #/.3  03:7:9 !035708 4  %.-309:. 5708/035.  .3 /./.3 907/7 /.5.3/.9:9079039:  !02-039:./09:.:3  5.9 40 5708/03 80-.305.9  !02-039:. -039: /03..330.33.2 .843.-309./.7.9.3 703.9../. 203907  /..3 443.320.3.3!# # -039: 20. 507/.3.547. 3 207:5.  :.843.3.3. 2025:3.. .393.32070-:97.843.8 2.3 !# .8 502:  .9.3:9.38.  5747. 202507:.7./.3 70.79.3 203008. .  47.3..3   20./.4:8 3.349.703.3. .3/.3.3 5708/03 4   9. 5.39.8 /.: 50309.35.-309 07.3/:3/. . .3/4308.380-. /-:-.3 503/.:.3 507:. /..-309 07.3 9::.8. 2034.2.3 -07:8..:3   !# # . 20308.5.3 /5253 40 5708/03 80-.83 2.59.3.734 /03..83/.805079.  0802-07   02-.3/. 30..2&& 17439.3907.30..-30907.7.  .35708/03 !02-039:.709   .3 .38.9..9: 203.5.. 443.7./.  .7..3/.3 !035708 4  %./.3 203.3 47.7  20.::50-:9:..3.3 5708/03 80.37439.35708/03 $02:.:3.3 7  :.3/.3 .320.. 80-..9: .39:5708/03203:7:9-/. 574.40 5708/03 $40.7.:3   !# # /-039: 203. #! :39:9. .2.. .3.-.2. /9:3: 80-.3 ...38.9.3/.3 -0. 203907 5079.3 /-:-.

7.843. -07..305.  .3  $:808 .393..3/9:.3 /809:: 40 !!  !3.3:2:2 .3 :4  502-039:.3 803.3:95020739. !..  !020739.9 503/:/:..30.3 !02-.3 9/. . 203/7.3 9: /703..8 ..7/ ... 0/.. :.3. 43/8 043423/4308..... 0.39. 2. -07. :.2.3 .93/.3 /.5.2-. 203907 :7:8.3/%7.9.3 !07:8. 3/4308.9../. -07..3:3.. :..35020739.7.. :8.3 ..3 -07.39.3  .3 7  $:7.3 05.3.9.3 !! 02:/.73.39803 3.7..2-:9. /.  !.3 /::3.7: .3 .3 803/7 80-.3 /03..3802089.2:7. :.3 /.709  0.3 05.7./.:9 40 0../. 0.333 4.3502-. .39 7:  !07:8.39...   5./.3 ...7.305.2.9.8 203:25:.3 80-0:2 507.3 #0540-3/4308.0 .3 !0780/.3 3/:897 .3 3/. 2.:  2..3 $9:./.. :.3 /..943 % %-07.3 /.3 05.2 :5.::5 202507-. -08. 5020739.843.3 /03..  .3/. 808:/.99:907.3 /. -. 2.9.380:7:3.3 .3.89./..3 :2:2  5070-:3.3 2.3.73.7.030.3:3.  .9 05.709 90//.3 5020739.7 02-.30/:..3 2.3..7.33.32. 5020739.3:.2../.7 /03..3/.. 0-.320302-.3 /3.2. !020739.3 #5   2.33. /:2:2. 0207/0.5...03/.3 #05:-3/4308.8.0.8 /-:.2.3 53.3/. 43107038043425079. 80.3 507. 203/.3 05.  :  /.2..3 .#-0:2 -8.7/ . 0507.3 05.3 -070/./. 3 .3/3.2 :5.9:09... #5    .:  .5.3 502-07. -0:2 202 :.3 . 5020739. ...7.: .83.3 .78 43/8 04342 ..3!. :39: 203.34342 5.. 03/4308.8.9.3  2030:.2 /:.8203.83. 50.3 7.3 80:2.3 24/.7./.. .-4.3 ./.9 . /.9.# .:.:.2 ./.93.3# 0.9.#80.9: 203/7.5  !3.7. 503.7.30/.5./.30805..3 502-.3 203907 02.3 !020739. # 20.3 /02-..3..7.9.9.3 .83 . :.9.7. 203:2:2.3  2.7/ 3 -0:2 202-. 90780-:9 5020739.-3..2.3 /-.. 0- /.3.73.3 2..3 9/.3 :..3.#2033./503:. :. 203.3 .:3  %073. # $0.../. $07.:. :.3 ./03.9.3 0. /./. 2.3/5075.3/ 80.3:./.3 05.3 -.3.9.7 7.3 0-.3/. !! 502-039:.3 /03.9.3 5.3 05.  2. 202-0 :. 203.3 90.3 .9 -. /..9..9: 2.7.8. :.3 .3:.8  !030-. .2.3-.9.20..3 230.703.3 :.5.3 . 3 207:5.3 80. 0   /8003...9: 2. :.9.3 802:. 04342  0-.3:.3 !..2 . /.3.3./03. 02-.3  0-.3!03..3 -.. 90703/./0. 31.3 3.9 8.9. 207.3 /-. 2.3 5020739..3 -0780/.:.3 /::3. 80:9:  .:.#  !#$% !#$%    $!$ !& &% 43/843423/4308.7:.3  :39: 203./.8. ...8 ./.3 -.850704342.3.3:93.3 80-.9.8..7.9 8-7.3 079.  &39: 802039. ..37.  94-07  80-./347547.3 0 . 9.9: ::7.3 .7.3.9..3 203.3 /.3 203.7  .3 #  0-.-078.8 :8: /7   ..9.3 8.-0:2202507-..3 /.3.  %073.9  :93.9.3  43/8 04342 /. # ..3 507:8.3 /..9..3 203/7.9..3 -07.3 -.8-. 2030:.3 -.. / .3 8:.7: -07/7 20.333 4.3!07.90/.3. . :39: 203.93.-.73/4308.: -070/.3 !070-:3.: 203907 0:.8.7.9:   9.3334.

7.9.3 503:8.7 0 .2  20303.709 402039070:.38..38.9.3 /03..8.-.703.  0-. 503:8....-05.:5020739.843..3 0-.3:39: 202507-.7:8 /438:9.:. . /03.703..:.0 .  !.3 2039.390780-:9/909. ./:8:24 -07503/.9.9.8 503:8.. 57-:2 9/. 2. 04342 443.5.7 /. .843..3/4308.-3098:2.83  !747.8974. :8..3.843.0 . 5020739.4-.  . 503:8.:. /9:.3 502-07..8..3 2::8 .7 2.2507./.2.  .35020739..2 7. 203072.3073  /.3 -07/. 5020739.203903 0390374:5  7  $:2974 44./:3: !0302-0.2. 203.987  !747.3.3 909.3 507: /.244   .3.3-.3.5 5747..0 .8..9203/:/:.39: 202-07.843.3 80-.39.3$7:..3 /.3 043423/4308.9./.7.71:/3 !7. 57-:2 /.3.8 #5     203.2 202-.8.. 97../ 04342 3.37 4:3 80-.3... 343 57-:2 /.8.7:8/9.3 70/9 /.8 /03.2 502-. 20742-.2 .35079.-309 .....5./.0.5./.03/07:3438:291  . 5708/03 0 .3 8038 -..0 ..843.903.8/0.8 0 .3 /..3.9 -.3.3 04342 3.3./.8.3 04342 80.71:/3!7. 3.3 507:8.343423/4308.39..35. /...7.30 ...3 /./.8.9...7:8/.3/4308.8.3.3:93.-.3.:39/.3 203:9. /.3/4308.3 70/9  .8.8.3$0397.6 474. 7  8. ./ 897:9:7043423.!03.3 0.. 203.3 202-07..3 8.:. 503:8.3 -.3.305:9:8.. &39:9:507:/9:2-:.-. -07507.. -07.0 . 9. -.2-..3 5073/:3.  !020739./.3503:8.3 503:8.3 ..8.8.-309  $.30.7.80-..39:..3 3.3202-039:5.3.75:.3:3...7:  .3 5079:2-:.3 8.7985. 503:8.3 -.39.39..3/.380.9:7./. 5024943..3:7.  !747.:7.3 203.843.8.8  $89024342.3 :393$.3 3/4308.3 05.3.2.:.3 .389.203039.8.3.3 202-07. 0 . 903.3 90703.3  ..3.78. 57-:2 80/. 503:8.703.25: -078..30.:.907..3. 0./.7. 07.9:507. 80-.8.2.3#$$.30.5..2 8892 3  /.-309 3 20257479. 203..2 3 9/.0.57-:2.57 /.0$:2.9.2 50702-.57-:2..3 5020739..2.3 05.9.-.3 /.3..8. 343 57-:2  &39: 202./8:74 203907 50704342.3 043423/4308..3 09039:. .80.843....9 -075.39.2.9 -078.39:.507: .8..9 207:..33/4308. 8.34357-:2/.3...2 3 9/. 203:-./..-.3 343 57-:2  !03:8.3 . -07.#4 /.3827.1 !020739.7.. 80-.9.:3 .2030/.3 .824 20703.3!.3 $:2974 90780-:9 80... 897:9:7 04342 443. 57-:2 /.824.8 57.3/4308.4843..3 5. 8.3 /03..343709 .3 -2-3..2 02-./ ..3 -.  :3  .89.9 7  $.38.843.3 . 5708/03 0 .71:/3 /.0 .8 /.3 70/9 /./ 80903..3 2::8 .3-.30/.3.3 /.3:3.!... .38.3 /.3 /.3 203.7...-.5.3/4308.3. :.9039.9.3 507:8.824 8!. 8.3./..8503/:/:/. :.0-:3--9/..  3 /.7/.2 .3 0-.9.3 202-07. 3.3 70/9 /.3 5747.8:.2 -03903 /2:.0.3.3/.5.

7. 502-.7.843.5.  !07809::...4342 30  !. 80-.2. 2.-309 -:7. 507809::. 9.3. :39: 20703.5.3.3 .9 /70/..3 203:.3.8:-:3. 0.2-.3.. 02074849./.3 3  2.:.9 /.-309 :.3.3...  :.:3 0/0 :3 !..//.244   !020739.38...7.!02-.39.7.3..370/9/.3 .3/.2032-:.3 50703.703. 5.3 04342  31.3..3 7.7.07.7.:.8.3 ..3 ..3.3 :3..-.9.39.9.3.3 0.3/.02-07  5.$07.!02-./.3.3/.:.3 &33/4308.3 3.89. 5020739.57-:2-0:22. .3 9/. /.07.. 502-.5  090.39...-. .33.  4.9 /03. 090.3 0.3:3.3 :-:3.9.7..3703..5.3.3/. -./.3. . 2.843.3.3 130 //.3..39.3:/3 .- 907.8./.3 502-.3 /03..2-.9 .3/.8.3-.3 ..3 703..9 40 507.75020739.3 /.313.04342 /.5 703. 57-:2 :7.3.2203039:.8.3 0  -74 3 -07.3/4308.3 04342 /03. 0. 202-039: -.2074849 !07:../03.3.8 0 030. 3 /2./.:3 #!%  ..%.3 2.31303/4308./.  !.32030:7::39:.803/7 803/7 :8.9:503:8.3:3.3. %. 9/.5  7  :.7.8.3 08547 /.9. :-:3.3:. 202-07.8974..5./3/4308.3 04342 203. 0805..3 :3.3.907.7.9.3:3..3/.3 /7 /. 5:8.9/.3 203.8.32.3 20. :3.93.38.08:9..330.3 7  :.8:/./.8 /.3.304.. .3 502-.3/03.3 . 802039.3:3.3/.3 -.3 20.39: .:3 #!%  09/.3/.507:8..9. :39: 207:3/3. :3/.3 549 /. :3. -40 /.3 549 /.5.3.8/-:-.30. 503:8.843.07. 703. ..3:3.  0-7:..8.3 /.3 .7.3 507:8. -.7. .04342.3 0.9: /.!02-.5 #!%9/.3 /. 13.7.3  !.25:203./3.8 507:8. 5.3 703.3   -.9 507:-.3:3.-0.8.:3  #&&703.5 :39: 203:-.. 2.3043423..3.8.843. /.39..3.  803.3.3 :39: 2005./. .7.9 /./.20372 /00.0/:..7.3 3. # 203.33 9/. :39: 802039.:3 .734 203.38.7.3.3 57479./.3 /80-:9 74 !07. /.7.9 /.3130.3.. !02-. && 3.3909. 805.3 .3 9: .9. /..3.33 /809:: 40!# 5.703.93./.9 :39: 203/.9.3/.3-.8.502-.3 -..2- .33. 04342 .3.3 803.390780-:9  #03. 5:8.3 507:8..5.8.3 043428.7.3 /.3503/.3-.33.9.3703.: 203.3.3 502-.7. 507:8. .8.8#!%3 /:-...843.3 503.9.33.3/.3.5.3 502-:-.. 5.8.39:.3. 5020739.203907507. 0.3.3 745. .3 08025.3:.3 2. 50..3/03. ..843.3 0-..7 0907.357479.3:3.3:3.3 502-.  8 /5253 40 3.5.2:8.-07. 507809::.503:8.3 202-0-. .703. /05708 04342 / 207.9 /.7   ..8 $0. . 5020739.3 20.3.3 05. /03.8 203:8:3 #03.7./.  0  5708/03 $40.9.3/.3 /03..3 5.502-.53/4308..3/.-.3 :3/.7  /.3..3. 2../ 5030-.3:3. 0.3.9.3:3./.7 /.-309  $./..9: !07809::.. /.3/..8.3/.

2.9 /03. 203.093.502-.3 549 .07. 090.39.703.8 -0:2 70/.3 /.3.. 5:8..3:3.- 2.3.390780-:9   ./ 5030-.7.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful