P. 1
BELAJAR GERAK

BELAJAR GERAK

|Views: 3,192|Likes:
Published by RolandPnjsorkes

More info:

Published by: RolandPnjsorkes on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

BAB I

Sejarah Mengenai Bidang Studi Perkembangan Gerak
Secara singkat mengenai perkembagan gerak telah di publikasikan beberapa tahun silam. Keogh dan Thomas menjelaskan bahwa studi tentang perkembangan gerak telah muncul sekitar tahun 1920 hingga 1930 oleh para Dokter yang tertarik dengan skala perkembangan kemajuan manusia sejak bayi. Perkembagan gerak dapat di bagi kedalam 4 periode : 1. Periode Pendahuluan tahun 1787 – 1928, dimana observasi deskritif yang di lakuakn oleh para peneliti ditetapkan sebagi sebuah metode untuk mempelajari perkembangan manusia. 2. Periode kematangan tahun 1928 – 1946, dimana perkembangan gerak mulai muncul dan proses biologis merupakan pengaruh utama dalam membentuk perkembangan gerak. 3. Periode Normatif / Deskriptif 1946 – 1970, dimana pada pertengahan tahun 1940 minat terhadap kajian perkembangan gerak menjadi memutar dan mampu bangkit kembali pada awal tahun 960. Kebangkitan kembali terhadap kajian perkembangan gerak ini diprakarsikan oleh guru pendidikan jasmani yang berminat terhadap perkembangan gerak anak didiknya sehingga memunculkan teori Keprat. 4. Periode yang berorentasi pada proses tahun 1970 hingga sekarang, dimana para ahli memandang bahwa perkembangan gerak tidak lagi terfokus pada aspek produk. Bahkan Haywood menjelaskan bahwa perkembangan gerak direfleksikan dengan menampilkan keterampilan baru dan keterampilan yang sudah lebih baik dalam proses dan produk menjadi gerak.

BAB II
PENGANTAR PERKEMBAGAN GERAK
Ada beberapa istilah yang sebelumnya sering di gunakan pada studi tentang gerak manusia ( human movement ). Istilah tersebut adalah ilmu gerak. Kinesiologi, permomance manusia, dan pendidikan jasmani. Istilah – istilah ini sering kita dengar apabila diperbincangkan dalam konteks gerak. Istilah maupun yang dipilih akan selalu dekat dengan subdisiplin umum tentang gerak manusia. Contoh, Fisiologi olahraga merupakan studi tentang fungsi tubuh selama latihan ( Berolahraga ). Biomekanika adalah studi tentang tehnik gerak. Sedangkan psikologi olahraga sangat peduli dengan factor – factor mental yang mengpengaruhi olahraga dan latihan serta pengaruh mental itu diperolehnya melalui olahraga dan latihan tersebut. A. Perilaku Gerak ( MOTOR BEHAVIVOR ) Perilaku gerak dapat di bagi ke dalam tiga bagian yaitu : 1. Teori gerak ( motor control ) Teori gerak adalah studi mengenai factor – factor fungsi syaraf yang mengpengaruhi gerak manusia. Fungsi syaraf terkait erat dengan system syaraf. Sistem syaraf merupakan bagian penting dalam memroduksi gerak manusia yang di inginkan. 2. Belajar bergerak ( Motor Learning ) Belajar gerak merupakan studi tentang proses keterlibatan dalam memperoleh dan menyempurnakan keterampilan gerak ( motor skills ) sebab keterampilan gerak sangat trkait dengan latihan dan pengalaman individu bersangkutan. Belajar gerak khusus di

pengaruhi oleh berbagai bentuk latihan, pengalaman, atau situasi belajar gerak pada manusia. Ada tiga tahapan belajar gerak ( motor learning ) a. Tahap verbal kongnitif, maksudnya konnitif dan proses membuat keputusan lebih menonjol. b. Tahap gerak memiliki makna sebagai pola garak yang dikembang sebaik mungkin agar peserta didik atau atlet lebih trampil. c. Tahapan otomatisasi artinya memperjhalus gerakan agar performa peserta didik atau atlet menjadi lebih padu dalam melakukan gerakanya. 3. Perkembagan gerak ( Motor Developmen ) Perkembangan gerak merupakan sebuah bidang studi. Secara pasti apa yang kita pelajari dalam perkembagan gerak sesungguhnya sesuatu yang masih bersifat kontrovensi. Kontrovensi ini mulai muncul sejak awal tahun 1974 dimana enam orang ahli dalam bidang perkembangan gerak menemui apa yang disebut dengan apa denagn menggambarkan focus penelitian pada perkembangan gerak. Dari berbagai pandangan itu maka muncullah seorang pakar perkembangan gerak yaitu Keogh yng menjelaskan bahwa perkembangan gerak dapat didefinisikan sebagai perubahan kompetensi atau kemampuan gerak dari mulai bayi ( infancy ) sampai masa dewasa ( adulahthood ) serta melibatkan berbagai aspek perilaku manusia, kemampauan gerak dan aspek perilaku yang ada pada manusia ini mempengaruhi perkembangan gerak dan perkembangan gerak itu sendiri mempengaruhi kemampuan dan perilaku manusia.

B. Studi tentang proses perkembangan gerak Perkembang merupakan sebuah proses yang terus menerus yang dimulai dengan masa pembuahan ( antra sperma dan ovum ) dan berhenti hanya dengan kematian. Demikian pula halnya dengan studi tenteng keterampilan atlet selama masa remaja dan atau dewasan menjadi sangat penting. Oleh karena itu perlunya mempelajari gerak manusia selama masa bayi, kanak – kanak, dan kehidupan selanjutnya merupakan suatu tuntutan.

Aspek – espek Biologis dan lingkungan belajar untuk bergerak
Perkemban gan gerak

Perkembangan kognetif

Prenatal bayi Bayi Kanak Remaja Dewas Usia tua

Perkembangan efektip

Aspek – aspek biologis dan lingkungan belajar gerak

C. Klasifikasi perkembangan gerak  Klafikasi kronologi mengenai Usia

no

periode

(1) Perkiraan usia rata –

rata
1 Prenatal : a. Zygote b. Embrio c. Fetal ( janin ) 2 Bayi : a. b. c. 3 Neonatal Bayi awal Bayi akhir Pembuahan hingga lahir kedunia : a. Pembuahan – 1 minggu b. 2 minggu – 8 minggu c. 8 – minggu sampai lahir Lahir hingga 24 bulan a. b. c. Lahir – 1 bulan 1 bulan – 12 bulan 12 bulan – 24 bulan

Kanak – kanak : a. Anak baru berlajar berjalan b. Masa kanak – kanak awal c. Masa kanak akhir

2 tahun hingga 10 tahun a. b. c. 24 bulan – 36 bulan 3 tahun – 5 tahun 6 tahun – 10 tahun

4

Remaja : a. b. Remaja awal Remaja akhir

10 tahun hingga 20 tahun a. 10 tahun – 12 tahun ( wanita ) 11 tahun – 13 tahun ( pria ) b. 12 tahun – 20 tahun ( wanita ) 14 tahun – 20 tahun ( pria )

5

Dewas awal :

20 tahun hingga 40 tahun

a. Baru memasuki masa remaja b. Masa kematangan 6 Dewas pertengahan : a. Masa transisi daim hidup b. Setengah baya

a. b.

20 tahun – 30 tahun 30 tahun – 40 tahun

40 tahun – 60 tahun a. 40 tahun – 45 tahun b. 45 tahun – 60 tahun

7

Lanjut usia : a. Awal memasuki lanjutan usia b. Lanjutan usia tahap menegah c. Lanjut usai tahap akhir

60 tahun keatas a. b. c. 60 tahun – 70 tahun 70 tahun _ 80 tahun 80 tahun ke atas

BAB IV PENGERTI DAN BATASAN BELAJARAN GEERAK
Membahaspengertian dan batasan belajaran gerak sudah barang tentu perlu di awali dengan mendikusikan pengertian secara umum, baru setelah itu membicarakan pengertian yang lebih spesifik, yaitu menyangkut pengertian gerak. Sedngkan gerak itu sendiri akan senantiasa mendapatkan penjelasan

secara komprehensif, termasuk gerak dalam hubungannya dengan keterampilan, olahraga, dan pendidikan jasmani. Setelah mengetahui pengertian dan batasan belajar secara umum, maka kita menjadi mudah untuk mendikusikan pengertian dan batasan belajar gerak. Sebagaiman istilahnya belajar gerak dapat di jelaskan secara sederhan, yaitu sebagai salah satu proses yang mengarah pada upaya untuk memperoleh perubahan perilaku yang berhubungan dengan gerak. Gerak dalam pengertian ini tentu saja erat kaitanya dengan keterampilan, sehingga perubahan perilaku yang diharapkan dari belajar gerak menyakut keterampilan secara luas. Pengertian dan batasan yang cukup banyak dipakai adalah dari Schmidt ( 1991 ), ia memberikankan batas bahwa, yang dimaksud dengan belajar gerak adalah suatu rangkaian proses yang berhubungan dengan latiahan ataau pengalaman yang mengarah pada terjadinya perubahan – perubahan yang relative permanen dalam kemampuan seseorang untuk menampilakan gerak – gerakan yang terampil. A. Banyaknya ahli mengemukakan tentang jenis – jenis belajar gerak 1. Keterampilan gerak, yaitu gerakan yang berorentansi yang diwakili oleh koordinasi respon terhadap tanda – tanda tertentu 2. Informasi Verbal, yaitu dicontohkan oleh fakta – fakta, prisnsip – prinsip, dan generalisasi, yang di anggap sebagai pengetahuan 3. Ketermpilan intelektual, yaitu diwakili oleh diskriminasi, peraturan, dan konsep – konsep ( penerapan dan pengetahuan ) 4. Stategi kognetif, yaitu keterampilan – keterampilan yang terorganisir secara internal yang menentukan pembelajaran seseorang, pengigatan dan pemikirin.

5. Sikap, yaitu perilaku efektif seperti perasaan.

B. Beberapa konsep dalam belajar gerak 1. Perbedaan individu a. Pada bagian awalan tentang factor pribadi dikatakan bahwa setiap individu memiliki perbedaan dalam banyak hal dengan individu lainya. Pengalaman kita sehari – hari dan penyelidikan secara empiric pun menyatakan hal yang sama tentang hal ini, bahwa individu memang dilahirakn dan kemudian berkembang sesuai dengan pontensi dan pengalaman yang dilaluinya berbeda – beda. b. Singer ( 1980 ) menyatakan bahwa sumber perbedaan dalam hal keterampilan tersebut bisa bermacam – bermacam. Hal itu bisa karena berbeda dalam hal cirri fisik, kemampuan ( abilities ), gaya belajar, sikap, emosi, serta pengalaman – pengalaman masa lalu yang memiliki kaitan dengan tugas yang di pelajari. Kesemua factor tadi memang saling berhubungan dan memberikan sumbangannya sendiri – sendiri terhadap penguasaan keterampilan. 2. Kemampuan dan keterampilan ( ability dan skill ) a. Karena kita saling berhubugan dengan pembelajaran gerak, perbedaan individual yang akan dibahas pun lebih ditekankan pada aspek yang berhubungan langsung dengan gerak itu sendiri. Salah satu hal yang paling sering disinggung, dan akan demikian untuk seterusnya, adalah factor kemampuan ( ability ) b. Para ahli seperti Singer ( 1980 ), Flisman ( 1972 ), serta Schmidt ( 1991 ) menyatakan bahwa kemampuan dan keterampilan harus dibedakan dalam

pengertianya. Kemampuan diartikan sebagai individu yang diwariskan dan relative abadi yang mendasari serta mendukung terbentuknya keterampilan ( Schmid, 1991 ). Sedangkan keterampilan mengacu secara spesifik pada tugas tertentu serta dicapainya dengan adanya latihan serta pengalaman ( Singer, 1980 ). 3. Pola gerak dan keterampilan( movement patterdan skill ) Pembahasannya perlu di awali dengan pertanyaan apakah perbedaan antara pola gerak dan keterampilan ?, pada setiap kesempatan sering kita dengar bahwa keduan istilah itu dipertukarkan untuk menujuk pada hal yang sama. Barbara Godfrey dan Newel Kephart ( 1969 ) seperti di kutip Singer ( 1980 ) berusaha menerangkan lebih mendetil tentang perbedaan kedua isu gerak ini. Menurut mereka, keterampilan gerak lebih berupa kegiatan yang dibatasi dalam keluasannya dan melibatakan suaut gerakan tunggal atau sekelompok kecil gerak tertentu yang ditampilkan dengan tingkat kecepatan dan kecermatan yang tinggi. Sedangkan pola gerak merupakan kelompok gerak yang lebih luas atau mereupakan beberapa seri aksi gerak yang ditampilkan dengan tingkat ketetapan yang lebih kecil. Pada keterampilan, gerakanya terbatas tetapi uk ukurasinya sngat ditekankan, sedangkan pola gerak, gerakan ditekankan tetapi ketepatnya dibatasi. C.PERKEMBAGAN GERAK DAN KOGNETIF Ada tiga ranah yang berkaitan dengan perkembangan manusia yaitu Afektif, Kognetif, dan Motorik ( gerak ). Meskipun ranah – ranah perkembangan tersebut biasanya dipelajari sebagai unit – unit individu, kita harus mengingat bahwa dominan – dominan tersebut secara konstan berinteraksi stu sama lain. Segala sesuatu yang kita lakukan pada dominan ( ranah ) motorik dipengaruhi oleh emosi kita, interaksi sosial, dan perkembangan kognitif.

1. istilah psikomotor atau Gerak Gerak ( motor ) sebagai istilah umum untuk berbagai bentu prilaku gerak manusia. Sedangkan psikomotor khusus digunakan pada dominan mengenal perkembangan manusia yang mencakup gerak manusia. Jadi gerak ( motor ) runglingkup lebih luas dari pada psikomotorik. 2. kemampuan gerak dasar Kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang biasa siwa lakukan guna meningkatkan kualitas hidup. Kemamppuan gerak di bagi 3 katagori : a. Kemampian lokomotor Kemapuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ketempat lain tau untuk mengakat tubuh atas seperti, lompat dan loncat, kemudian gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skiping, melompat, meluncur, dan lari seperti kuda berlari. b. Kemapuan non – lokomotor Kemampuan non- lokomotor di lakukan di tempat, tampa ada ruangan gerak yang memadai. Kemampuan non – lokomotor terdiri dari menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkat dan menurunkan, melipat dan memutar, mengocok dan melingkar, melambungkan. c. Kemampuan manipulatif

Kemampauan manifulatif dikembangkan ketika anak tengah menguasai macam – macam objek. Kemampuan manifulaif lebih banyak melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian dari tubuh kita juga dapat digunakan.

D.Tahapan pembelajaran gerak 1. Tahap belajar a. Tahapan Verbal – Kognitif Pada tahap ini, tugasnya adalah memberikan pemahaman secara lengkap mengenai bentuk gerak barukepada peserta didik. Sebagai pemula, mereka belum memahami mengenai apa, kapan, dan bagaimana gerak itu dilakuakan. Oleh karena itu, kemampuan verbal – kognitif sangat mendemominasi tahap ini. b. Tahapan Metorik Peserta didik selanjutnya memasuki tahapan metorik. Banyak persoalan yang terkait dengan aspek kognitif telah dipecahkan, dan sekarang fokusnya adalah membentuk organisasi pola gerak yang lebih efektif dalam menghasilkan gerak. Biasanya yang haras dikuasai perserta didik yang pertama kali dalm belajar meterik adalah control dan konsistensi sikap berdiri, rasa percaya diri. c. tahapan Otomatisasi Setelah peserta didik banyak melakukan latihan, secara beransur – ansur memasuki tahapan otomatisasi. Disini motor program sudah berkembang dengan baik dan dapat mengontrol gerak dalam waktu singkat. 2. Arah tehnik gerak

Arah tehnik merupakan metode bagi peserta didik yang diarahkan dengan berbagai cara melalui pola gerak. Metode ini mempunyai beberapa tujuan, yang terpenting adalah mengurangi kesalah gerak dan menjamin bahwa pola itu tepat untuk dilakukan. Latihan metal Selain latihan fisik dan tehnik, peserta didik harus pula diberi latiahan mental. Latihan mental sering disebut dengan latihan pengulangan dimana peserta didik memikirkan tentang skill yang telah di pelajarinya. Pertanyaan yang sering muncul, dapatkan metode latiahan mental ini memberikan kontribusi pada hasil belajar ? hingga saat ini, para ilmuwan dalam bidang belajar motorik belum yakin bahwa belajar dapat disempurnakan melalui latihan metal. 3.Jadwal latiahan dan fase istirahat. Jadwal latiahn merupakan perhatian utama dalam merancang sebuah program belajar. Hal ini meliputi berapa hari per minggu keterampilan yang harus di latihkan, beberapa lama latihan setiap harinya, berap lama masa istirahat yng harus di berikan selama latiahan agar tidak menimbulkan kelahan yang menggangu. 4. perkembangan gerak dan kognitif dari Jean Piaget Menurut Piaget, perkembangan kognetif terjadi melalui suatu proses yang dia sebut dengan adaptasi, adaptasi merupakan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan dan intelektual melalui dua hal yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi merupakan proses yang anak upayakan untuk menafsirkan pengalaman barunya yang di dasarkan pada interpretasinya saat sekarang mengenai dunianya.

Akomodasi merupakan aspek dari kedua dari adptasi, individu berusaha untuk menyesuaikan keberadaan stuktur pikiran dengan sejumlah pengalaman baru, dalm kasus seseoarang bayi yang sedang mencoba mendapatkan bola besar.

Motorik
Gerak dan manusia  Funsi gerak bagi manusia Antara lain : 1. melalui gerak manusia berusaha mendapatkan kepuasan misalnya, dalam olahraga berjalan, lari sprin 2. melalui gerak manusia mendapatkan suatu kegembiraan 3. melalui gerak manusia dapat berkomonikasi 4. melalui gerak manusia dapat berinteraksi 5. melalui gerak manusia dapat bertahan hidup 6. melalui gerak manusia mengungkapkan perasaan 7. melalui gerak manusai dapat menentukan indentitasnya 8. melalui gerak manusia dapat mengukur kemampuan dirinya 9. melalui gerak manusia dapat memindahkan tubuhnya dari tempat satu ketempat lainya dengan tujuan tertentu. 10. melalui gerak manusia dapat memperoleh suatu pengakuan diri dari lingkungannya.

Masalah studi perkembangan Perkembangan gerak di bagi dalam 4 macam : 1. pertumbuhan yaitu proses yang ada pada diri seorang yang bersifat kuantitatif ( ukuran ), tinggi badan, tinkat badan, berat badan, bentuk 2. perkembangan yaitu proses perubahan kapilitas kapisional atau kerja organ – organ kearah tubuh terorganisasi dan terpesialisasikan 3. kematangan yaitu kemajuan yang bersifat intrisif dan mengambarkan perubahan yang berkembang dalam suatu urutan sejalan dengan pertambahan usia, tampa pengaruh insternal ( ada di dalam diri ). 4. penuakan yaitu proses penurunan kualitas organic karena berkembangnya usia.

Pengertian dan pertumbuhan dan perkembangan  Menurut Sugidarto dan Sudjawo 1992 adalah proses peningkatan yang ada diri seseorang yang bersifat kuanlitatif ( ukuran )  Pengertian perkembangan motorik suatu proses kematangan

motorik atau gerak yang langsung melibatkan otot untuk bergerak dan proses persarafan sebagai pengerak anggota tubuh.  Menurut B. Suhartibmotorik adalah bertambah baiknya aktivitas jasmani yang dikordinasi oleh pusat saraf, saraf dan otot, ketiganya berjalan selaras.  Menurut Hurlock 1998 motorik adalah perkembangan pengenalian kerjasmanian melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf dan otot.  Menurut Zulkifli 2001 perkembangan metorik adalah gerak – gerak tubuh yang di motori dengan kerja sama antara otot, otak, dan saraf.  Menurut Keogh perkembagan metorik adalah perubahan kompetensi kemampuan gerak dimulai dari bagi sampai dewasa, serta melibatkan berbagai aspek prilaku manusia.  Pertumbuhan dan perkembangan gerak  Perkembangan contoh nagis

 

Pertumbuhan contoh berat badan tinggi. Perkembanagn prakelahiran yaitu menurut Santrok 2002 perkembangan prakelahiran di bagi 3 macam : 1. periode awal ( germinal ) yaitu periode perkembangan 2 minggu pertama setelah pertumbuhan ( sel – sel telur ) 2. periode ambrionis yaitu periode perkembangan yang terjadi 2 hingga 8 minggu setelah pembuahan ( uadah mulai sejenis gumpalan ) 3. periode fetal yaitu periode perkembangan yang terjadi 2 hingga 7 bulan setelah pembuahan( udah adanya organ tubuh yang timbul )

Hal – hal penting dalam pembejaran metorik  Kesiapan belajar  Kesempatan belajar  Kesempatan pratek  Model yang baik  Bimbingan  Motifasi  Setiap keterampilan metorik hrus dipelajari individu  Keterampilan sebaiknya harus di pelajari satu demi Satu

Cara mempelajari metorik ( umum ) 1. belajar coba dan ralat ( trial and eror ) suatu gerak yang dicoba – coba tetapi tidak adanya model atau gambaran, bayangan 2. meniru yaitu suatu gerakan meniru yang baik jangan dikasih yang buruk – buruk.

Beberapa macam gerak dasar pariasi yang dilakukan oleh anak yaitu :  Berjalan  Mendakki  Meloncat

 Berjingkit  Melompat  Mengepak  Melempar  Menampak  Memukul  Berenang dll

Prinsip – prinsip perkembanga metorik Kondisi yang memiliki dampak paling besar terhadap perkembangan gerak  Sifat dasar kenetik misalnya bentuk tubuh  Paska lahir tidak ada hambatan kondisi lingkungan artinya setelah lahir tidak ada hambatan  Kondisi pralahir  Kelahiran yang sukar khususnya apabila ada kerusakan pada otak  Kesehatan gizi yang baik dan paska lahir  Anak yang iQ nya tinggi perkembangan lebih cepat dari pada iQ anak yang lemah  Adanya rasa dorongang dan kesempatan bergerak  Perlindungan yang berlebihan akan melumpuhkan kesiapan mental  Perkembangan metorik anak pertama lebih baik dari pada anak yang terakhir kemudian  Kelahiran sebelumnya waktunya  Cacat fisik

Perbedaan jenis kelamin, warna kulit dan sosial ekonomi  Tahap perkembangan gerak reflex 1) Gerak refleks telapak tangan atau fulma grasp rofleks 2) Gerak refleks yang mengisap ( suching refleks ) 3) Gerak refleks pencarian ( seaich refleks )

4) Gerak refleks moro ( moro refleks ) 5) Gerak refleks bidang sementrik ( asymnetri cal tonic necle refleks ) 6) Gerakan refleks sementrik leher ( symntrical tonic necle refleks ) 7) Gerakan refleks telapak kaki ( plantar grasp ) 8) Gerakan refleks kedua tangan ( falmar mandibulare refleks ) 9) Gerakan refleks berjalan kaki ( steping refleks ) 10) Gerakan refleks berenang ( swimming )

Dasar – dasar perkembangan metorik 1) Sumbangan kemampuan metorik - Kesehatan yang baik Kesehatan yang baik yang sebagian bergantung pada latihan penting bagi perkembangan dan kebahagian anak - Katarsis emesional Melalui latihan yang berat, anak dapat melepaskan tenaga yang tertahankan dan membebaskan tubuh dari ketegangan, kegelisahan dan keputusan, kemudian mereka dapat mengatur diri. - Kemandirian Semakin banyak anank melakukan sendiri, semakin besar kebahagian dan rasa percaya atas dirinya. - Hiburan diri Pengendalian metorik memungkinkan anak berkesinambungan dalam kegiatan yang akan menimbulkan kesenangan bagianya meskipun tidak ada teman sebabnya. - Sosialisasi Perkembangan metorik yang turut menyumbang bagi penerimaan anak dan menyediakan kesempatan untuk mempelajari keterampilan sosial. - Konsep diri Pengendalian motorik menimbulkan raa aman scara fisik, yang akan melahirkan perasaan aman secara psikologis, rasa aman psikologis pada giliranya menimbulkan raa percaya diri yang umumnya akan mempengaruhi perilaku.

2) Ururtan perkembangan metorik Pada masa perkembangan selama setahun pertama, ada tiga bulan yang sangat pesat perkembanganya, yaitu bulan ketiga, bulan keenam, dan bulan kesepuluh, dalam bulan –bulan itu anak mengalami perkembangan yang seolah – olah maju dengan meloncat. Berikut ini urutan perkembangan metorik anak  Bagian kepala  Ocular melakukan gerakan : 4 minggu  Sensum sosial : untuk menanggapin senyuman orang lain, 3 tiga bulan  Koordinasi mata : 4 bulan  Menegakan kepala : dalam posisi tengkurap : 1 bulan, dalam posisi duduk 4 bulan  Bagian batang tubuh  Membalik – dari miring ke terlentang : 2 bulan, dari terlentang ke miring : 4 bulan, lengkap : 6 bulan  Duduk – menarik keposisi duduk : 4 bulan, dengan bantuan : 5 bulan, tampa bantuan : 9 bulan  Organ eminasi – pengendalian unsur : 2 bulan, pengendalian kandungan air seni : 2-4 tahun  Tangan  Gerakan bertahan : 2 minggu  Mengisap jempol : 1 bulan  Menggenggam dan menjangkau : 4 bulan  Memegang dan menggenggam : 5 bulan  Memungut benda dengan ibu jari : 8 bulan  Kaki

 Mengesot : 6 bulan  Merangkak : 7 bulan  Maju berlahan – lahan pada tangan dan lutut : 9 bulan, pada kedua tangan dan kedua kaki : 10 tahun  Berdiri dengan bantuan : 8 bulan, tampa bantuan : 10 bulan  Berjalan dengan bantuan : 11 bulan, tampa bantuan : 12 – 14 bulan 3) Konsep dasar gerak a. kemampuan gerak dasar kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang biasa siswa lakukan guna meningkatkan kualitas hidup. Perkembangan penguasaan gerak terjadi sejalan dengan pertumbuhan fisik, pada masa awal dan pembentukan pola gerak dasar. Gerak dasar tersebut meliputi berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Kemampuan gerak dasar di bagi menjadi 3 bagian : 1. kemampuan locomotor kemampuaan locomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu ketempat lain atau untuk mengagngkat tubuh keatas seperti : lompat dan loncat. Kemampuan gerak lain adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, dan lari. 2. Kemampuaan non – locomotor Kemampuan non – locomotor dilakukan di tempat, tampa ada ruang gerak yang memadai, kemampauan non- locomotor terdiri dari menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, menangkat, menurunkan, melipat, memutar, mengocok, melingkar dll. 3. Kemampuan manipulatif

Kemampuan manipulatif dikembangkan ketika anank tengah menguasai macam – macam obyek. Kemampuan melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh tubuh juga dapat digunakan. Bentuk – bentuk kemampuan manupulatif terdiri dari : 1. Gerakan mendorong ( melempar, memukul, menendang ) 2. Gerakan menerima ( menangkap ) obyek adalah kemampuan penting yang dapat di ajarkan dengan mengunakan yang terbuat bantalan karet, ( bola melicin ) atau macam – macam bola yang lainya. 3. Gerakan memantul- matulkan bola atau mengiring bola

b. Macam – macam gerakan 1. gerakan instinktif gerakan ini adalah kemampuan bertindak tetap, tidak mempergunakan pikiran, diperoleh dari alam sejak dilahirkan, gerakan instink di sebabkan oleh dorongan dari dalam diri untuk memuaskan dorongan itu. Gerakanya yang dimilik kepandaian mengisap. 2. Gerakan refleks Gerakan refleks disebabkan oleh dorongan yang datang dari luar berbentuk perangsang. Perangsang itu menimbulkan reaksi seperti mana berkedip kalau silau, batuk kalau salah telan, muntah kalau merasa pahit. 3. Gerakan spontan

Pada gerakan spontan, dorongan atau perangsangannya datang dari dalam diri sendiri, mulanya dirasakan sebagai tidak bertujuan, seperti menggoyang – goyang kaki yang tergantung, meremas remas jari – jari tangan dll Beberapa macam metorik Gerakan - gerakan itu asal dan rupanya, yaitu ada gerakan yang merupakan akibat dari kemauan, ada yang terjadi diluar kemauan gerakan dan biasanya kurang disadari karena ia berjalan otomatis, agar lebih mudah mengenali geraknya, kita bagi gerakan itu menjadi 3 golong : 1. Motorik statis Gerakan tubuh sebagai upaya untuk memperoleh keseimbangan, misalnya keserasian gerakan tangan dan kaki pada waktu kita sedang berjalan. 2. Motorik ketangkasan Gerakan untuk melaksanakan tindakan yang berwujud ketangkasan dan ketrampilan, misalnya gerakan melempar, menangkap dll 3. Motorik penguasaan Gerakan untuk mengendalikan otot – otot, roman muka dan sebagianya. 4. Tahap – tahap perkembangan metorik a. Tahap praketerampilan Tingkah laku gerak awal dimulai kira – kira pada periode 6 bulan dalam kandungan dan terus berlansung sepanjang kehidupan seseorang. b. Tahap perkembangan keterampilan

Penampilan yang terampil sering kali di tandai dengan penampilan yang mudah, mulus dan kemampuan untuk menangulagi kondisi lingkungan. c. Tahap ketermpilan 1. Penghalusan ketrampilan Ketrampilan merupakan penampilan motorik pada taraf yang tinggi, gerakan pada taraf tinggi akan merasa enak dipandang. 2. Tahap penampilan Puncak tahap perkembangan motorik adalah penampilan, pada tahap ini pola gerak yang ada pada seseorang sudah sedikit menetap dan apabila diubah dari pola yang sering dilakukan akan menyebabkan menurunnya penampilan. 3. Pola kemunduran Setelah mengalami puncak penampilan kemampuan, seorang akan mengalami kemunduran yaitu proses penuaan.

Daftar isi
KATA PENGATAR : DAFTAR ISI BAB I : Sejarah mengenai bidang studi perkembangan gerak BAB II : Pengantar Perkembangan Gerak A. Perilaku Gerak ( motor behavior 1. Teori Gerak ( motor control ) 2. Belajar Gerak ( motor learning ) 3. Perkembangan Gerak ( motor development ) B. Studi Tentang Proses Perkembangan Gerak 1. Gambar C. Klasifikasi Perkembangan Gerak BAB III : Pengertian dan Batasan Belajar Gerak A Banyaknya ahli mengemukakan tentang jenis – jenis belajar B Beberapa konsep dalam belajar gerak 1. Perbedaan individu 2. Kemampuan dan ketrampilan ( ability ddan skill ) 3. Pola gerak dan keterampilan ( movement patternda skill ) C perkembangan Gerak dan kognitif 1. Istilah psikomotor atau gerak 2. Kemampuan gerak dasar a. Kemampuan lucumotor b. Kemampuan non locomotor c. Kemampuan monipulatif D. Tahap pembelajaran gerak 1. Tahap belajar 2. Arah tehnik gerak 3. Jadwal latihan dan fase istirahat 4. Menurut Jean Piaget BAB IV

Daftar Pustaka

Agus Mahendra dan Amung Ma’ mun, 1998, Teori Belajar dan Pembelajaran Motorik Bandung : IKIP Bandung Press. Haywood, M, Kathleen, 1993, Life Span Motor Development, Edisi kedua, Human Kinetics Publishers, USA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->