Mengatur Posisi

MENGATUR POSISI By Eny Retna Ambarwati A. POSISI FOWLER Posisi fowler dengan sandaran memperbaiki curah jantung dan ventilasi serta membantu eliminasi urine dan usus. 1. Pengertian tanpa fleksi lutut.°Posisi fowler merupakan posisi bed dimana kepala dan dada dinaikkan setinggi 45-60 2. Tujuan 1. Untuk membantu mengatasi masalah kesulitan pernafasan dan cardiovaskuler 2. Untuk melakukan aktivitas tertentu (makan, membaca, menonton televisi) 3. Peralatan 1. Tempat tidur 2. Bantal kecil 3. Gulungan handuk 4. Bantalan kaki 5. Sarung tangan (bila diperlukan) 4. Prosedur kerja 1. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Menurunkan transmisi mikroorganisme. 2. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala dinaikkan. Mencegah klien melorot kebawah pada saat kepala dianaikkan. )°, fowler tinggi 60° sesuai kebutuhan. (semi fowler 15-45° sampai 60°3. Naikkan kepala bed 45 4. Letakkan bantal kecil dibawah punggung pada kurva lumbal jika ada celah disana. Bantal akan mencegah kurva lumbal dan mencegah terjadinya fleksi lumbal. 5. Letakkan bantal kecil dibawah kepala klien. Bantal akan menyangnya kurva cervikal dari columna vertebra. Sebagai alternatif kepala klien dapat diletakkan diatas kasur tanpa bantal. Terlalu banyak bantal dibawah kepala akan menyebabkan fleksi kontraktur dari leher. 6. Letakkan bantal dibawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit. Memberikan landasan yang, lembut dan fleksibel, mencegah ketidaknyamanan akibat dari adanya hiper ekstensi lutut, membantu klien supaya tidak melorot ke bawah. 7. Pastikan tidak ada pada area popliteal dan lulut dalam keadaan fleksi. Mencegah terjadinya kerusakan pada persyarafan dan dinding vena. Fleksi lutut membantu supaya klien tidak melorot kebawah. 8. Letakkan bantal atau gulungan handuk dibawah paha klien. Bila ekstremitas bawah pasien mengalami paralisa atau tidak mampu mengontrol ekstremitas bawah, gunakan gulungan trokhanter selain tambahan bantal dibawah panggulnya. Mencegah hiperekstensi dari lutut dan oklusi arteri popliteal yang disebabkan oleh tekanan dari berat badan. Gulungan trokhanter mencegah eksternal rotasi dari pinggul. 9. Topang telapak kaki dengan menggunakan footboart. Mencegah plantar fleksi. 10. Letakkan bantal untuk menopang kedua lengan dan tangan, bila klien memiliki

meningkatkan sirkulasi dengan mencegah pengumpulan darah dalam vena. Tempat tidur 2. bagian berbaring pada abdomen 4. sementara lengan atas didepan tubuh klien. Letakkan support device (kantung pasir) dibawah telapak kaki klien. 2. Posisi ini lengan bawah ada di belakang tubuh klien. 8. Gulungkan klien hingga pada posisi setengah telungkup. Mempertahankan kelurusan yang tepat dan mencegah fleksi lateral leher. Prosedur kerja 1. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 10. Gulungan handuk 4. Menurunkan transmisi mikroorganisme. Letakkan bantal dibawah tungkai yang fleksi. dengan menyangga tungkai setinggi pinggul. Bantal harus melebihi dari tangan sampai sikunya. Menurunkan resiko foot-drop. Mencegah dislokasi bahu kebawah karena tarikan gravitasi dari lengan yang tidak disangga. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan B. Untuk tindakan pemberian enema 3. Untuk mempermudahkan pemeriksaan dan perawatan pada area perineal 4. Menyiapkan klien untuk posisi yang tepat. Pengertian Posisi sims atau disebut juga posisi semi pronasi adalah posisi dimana klien berbaring pada posisi pertengahan antara posisi lateral dan posisi pronasi. POSISI TRENDELENBURG 1. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan C. Peralatan 1. Mencegah rotasi interna pinggul dan adduksi tungkai. mencegah kontraktur fleksi pergelangan tangan. POSISI SIMS 1. Untuk memfasilitasi drainase dari mulut klien yang tidak sadar. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Mencegah rotasi internal bahu. Mengurangi penekanan pada sakrum dan trokhanter besar pada klien yang mengalami paralisis 3. 2. 5. 2. 7. Bantal kecil 3. 3. Sarung tangan (bila diperlukan) 4. Letakkan bantal dibawah kepala klien. 11. Pengertian Posisi pasien berbaring ditempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Mencegah tekanan pada lutut dan pergelangan kaki pada kasur. Atur posisi bahu sehingga bahu dan siku fleksi 6. menurunkan edema pada lengan dan tangan. 9. Baringkan klien terlentang mendatar ditengah tempat tidur. Letakkan bantal dibawah lengan klien yang fleksi. Mempertahankan kaki pada posisi dorso fleksi. Tujuan 1. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 12. .kelemahan pada kedua lengan tersebut.

leher dan bahu klien. Menyiapkan klien untuk posisi yang tepat. Pengertian Merupakan posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. 3. 3. E. Letakkan bantal dibawah kepala. Pengertian Posisi terlentang adalah posisi dimana klien berbaring terlentang dengan kepala dan bahu sedikit elevasi menggunakan bantal. Gulungan handuk d. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. . 2. 2. Bantal angin c. Tujuan Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak. Peralatan a. Tempat tidur b. F. POSISI LITOTOMI 1. 2. Tujuan Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan dan memasang alat kontrasepsi. Baringkan klien terlentang mendatar ditengah tempat tidur. POSISI TERLENTANG (SUPINASI) 1. POSISI GENU PECTORAL 1. b. G. Sarung tangan (bila diperlukan) 4. D. 2.2. 2. Tujuan a. Untuk klien post operasi dengan menggunakan anastesi spinal. Footboard e. Tujuan Posisi ini digunakan untuk memeriksa daerah rectum dan sigmoid. Pengertian Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat tidur. POSISI DORSAL RECUMBENT 1. Prosedur kerja 1. Mempertahankan body alignment yang benar dan mencegah kontraktur fleksi pada vertebra cervical. Menurunkan transmisi mikroorganisme. Tujuan Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa genetalia serta proses persalinan. Pengertian Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Untuk mengatasi masalah yang timbul akibat pemberian posisi pronasi yang tidak tepat.

e. Gulungan handuk 4. Bantal angin 3. f. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Peralatan 1. Mencegah eksternal rotasi pada pinggul. Letakkan gulungan handuk dibawah masing-masing paha. Letakkan bantal dibawah kaki mulai dari lutut sampai tumit. Pengertian Posisi orthopneu merupakan adaptasi dari posisi fowler tinggi dimana klien duduk di bed atau pada tepi bed dengan meja yang menyilang diatas bed. lembut dan fleksibel. 5. 8. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 9. Mencegah plantar fleksi. Menurunkan transmisi mikroorganisme. Topang telapak kaki klien dengan menggunakan footboard. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan H. Membantu klien yang mengalami masalah ekhalasi 3. Tujuan a. °c. Mempertahankan telapak kaki dorsofleksi. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala dinaikkan. Tempat tidur 2. i. Letakkan bantal kecil dibawah punggung pada kurva lumbal. lembut dan fleksibel. 2. Posisi ini mencegah terjadinya edema dan memberikan kenyamanan. Bantal tidak diberikan pada lengan atas karena dapat menyebabkan fleksi bahu. 6. Bantal akan menyangga kurva lumbal dan mencegah terjadinya fleksi lumbal. mencegah ketidaknyamanan dari adanya hiperektensi lutut dan tekanan pada tumit. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan I. Fleksi lutut membantu klien supaya tidak melorot kebawah. Mencegah klien merosot kebawah saat kepala dinaikkan. Untuk membantu mengatasi masalah pernafasan dengan memberikan ekspansi dada yang maksimal b. maka elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan menggunakan bantal. Pastikan tidak ada tekanan pada area popliteal dan lulut dalam keadaan fleksi. mencegah ketidaknyamanan akibat dari adanya hiperekstensi lulut dan tekanan pada tumit. Posisi Pronasi (telungkup) . Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan j. Footboard 5. Sarung tangan (bila diperlukan) 4. Letakkan bantal dibawah kaki mulai dari lutut sampai tumit. Letakkan bantal kecil diatas meja yang menyilang diatas bed. mengurangi resiko foot-droop. Topang telapak kaki klien dengan menggunakan footboard.4. 7. Prosedur kerja a. Memberikan landasan yang lebar. Posisi Orthopneu 1. Mencegah terjadinya kerusakan pada persyarafan dan dinding vena. g. Memberikan landasan yang lebar. Naikkan kepala bed 90 d. b. jika ada celah disana. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralise pada ekstremitas atas. h.

b. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisa pada ekstremitas atas. Mengurangi plantar fleksi. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisa pada ekstremitas atas. Posisi ini akan mencegah terjadinya edema dan memberikan kenyamanan serta mencegah tekanan yang berlebihan pada patella. Gulingkan klien dengan lengan diposisikan dekat dengan tubuhnya dengan siku lurus dan tangan diatas pahanya. Menyiapkan klien untuk posisi yang tepat. POSISI LATERAL (SIDE LYING) 1. Letakkan bantal dibawah kaki. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Posisi ini akan mencegah terjadinya edema dan memberikan kenyamanan. menurunkan hiperekstensi vertebra lumbal. Bantal tidak diletakkan dibawah lengan atas karena dapat menyebabkan terjadinya fleksi bahu. . c. Menurunkan transmisi mikroorganisme. memberikan fleksi lutut sehingga memberikan kenyamanan dan mencegah tekanan yang berlebihan pada patella. 7. mulai lutut sampai dengan tumit. 3. Prosedur kerja 1. Gulungan handuk 4. dan memperbaiki pernafasan dengan menurunkan tekanan diafragma karena kasur. 2. Memberikan posisi pada klien sehingga kelurusan tubuh dapat dipertahankan. Putar kepala klien ke salah satu sisi dan sokong dengan bantal. Mencegah fleksi kontraktur dari persendian pinggul dan lutut. Posisikan tengkurap ditengah tempat tidur yang datar. 4. 5. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan J. Memberikan drainase pada mulut sehingga berguna bagi klien post operasi mulut atau tenggorokan. Letakkan bantal kecil dibawah abdomen pada area antara diafragma (atau payudara pada wanita) dan illiac crest. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 10. Bantal angin 3. Baringkan klien terlentang mendatar di tempat tidur. Tujuan 1. 3. Sarung tangan (bila diperlukan) d. 2. mungkin pemberian bantal dikontra indikasikan. Pengertian Posisi lateral adalah posisi dimana klien berbaring diatas salah satu sisi bagian tubuh dengan kepala menoleh kesamping. Hal ini mengurangi tekanan pada payudara pada beberapa klien wanita. Tempat tidur 2.a. Peralatan 1. Pengertian Posisi pronasi adalah posisi dimana klien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesamping. Menurunkan fleksi atau hiperektensi vertebra cervical. 8. maka elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan menggunakan bantal. Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut. maka elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan menggunakan bantal. Bila banyak drainase dari mulut. 6. 9.

Infection Prevention. Bantal angin c. Memberikan kemudahan akses bagi klien dan menghilangkan pengubahan posisi klien tanpa melawan gaya gravitasi. Nurrachmah. CV Sagung Seto. 2000. Tujuan a. New York. Peralatan a. Menyiapkan klien untuk posisi yang tepat d. Memperlancar kesejajaran vertebra. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan j. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum dan tumit. Mencegah internal rotasi dari paha dan adduksi kaki. Depkes RI. 2005. Mencegah penekanan secara langsung dari kaki atas terhadap kaki bawah. Perawatan Maternitas. b. JNPK_KR. Sarung tangan (bila diperlukan) 4. Letakkan bantal dibawah lengan atas. mencegah fleksi lateral dan ketidaknyamanan pada otot-otot leher. Tempat tidur b.2004. Mencegah internal rotasi dan adduksi dari bahu serta penekanan pada dada. Gulingkan klien hingga pada posisi miring. Baik untuk posisi tidur dan istirahat c. i. 2003. Mempertahankan body aligment. Mencegah berat badan klien tertahan langsung pada sendi bahu. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan Referensi : Bobak. EGC Elly. g. 2000.2. . JHPIEGO. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Baringkan klien terlentang ditengah tempat tidur. Engenderhealt. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Fleksikan bahu bawah dan posisikan ke depan sehingga tubuh tidak menopang pada bahu tersebut. Jakarta. c. Pusdiknakes. e. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Mengurangi lordosis dan meningkatkan aligment punggung yang baik b. Gulungan handuk d. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan. Jensen. Prosedur kerja a. f. guling dibelakang punggung klien untuk menstabilkan posisi. 2001. Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Letakkan bantal. 3. Letakkan bantal dibawah kepala dan leher klien. Juga menjaga klien dari terguling ke belakang dan mencegah rotasi tulang belakang. Nutrisi dalam keperawatan. Letakkan bantal dibawah paha dan kaki atas sehingga ekstremitas berfungsi secara paralel dengan permukaan bed. h. Jakarta. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta. Menurunkan transmisi mikroorganisme. K.

Jakarta. 2005. 2000. Taylor. 2000. Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar. Jakarta. Edisi III. Fundamental of Nursing : Concepts. Menlo Park. EGC. Prosess and Practice : Sixth edition. Potter. Calofornia. Penerbit buku kedokteran EGC. EGC Dip . Kozier. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Samba. Suharyati. Barbara. Buku Ajar Praktik Kebidanan. 2005. Alih bahasa Ester Monica.Johnson. Ruth.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful