P. 1
09-identifikasi-masalah-ok-2

09-identifikasi-masalah-ok-2

|Views: 200|Likes:

More info:

Published by: Nopex Veteran Mikitri on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2015

pdf

text

original

IDENTIFIKASI MASALAH

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

BAHAN BELAJAR MANDIRI

Topik Identifikasi MasalahAlokasi Waktu 4 jam tatap muka (4 x 50 menit), 4 jam tugas terstruktur (4 x 60 menit) dan 4 jam tugas mandiri (4 x 60 menit)Pertemuan ke 9

Agar pembelajaran di KKG berjalan dengan baik, maka guru peserta belajar di KKG sebaiknya telah memahami Lesson materi: dan (1) Case pengenalan Study, proses (3) pembelajaran BERMUTU, (2) pengenalan PTK, Study, serta pelaksanaan PTK model BERMUTU. Pemahaman akan materi tersebut merupakan prasyarat untuk memulai diskusi tentang identifikasi masalah.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

1. PENGANTAR
Bahan Belajar Mandiri ini ditujukan untuk Guru Pemandu yang akan memandu kegiatan belajar di KKG SD Kelas Awal. Bahan Belajar Mandiri ini akan melatihkan guru peserta yang belajar di KKG untuk memiliki kemampu-an merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan sebagai dasar dalam memperbaiki kinerja pembelajar-an dan mengidentifikasi masalah sebagai dasar penyu-sunan rencana PTK. Sebagai bahan untuk melatihkan guru peserta, dalam Bahan Belajar Mandiri ini diberikan contoh bagaimana melakukan prosedur awal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam contoh ini, langkah-langkah yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah adalah menggunakan case study yang disediakan sebagai sumber belajar. (Lihat Sumber Belajar 1, 2. 3, 4, dan 5 dalam daftar Sumber Belajar). Case study merupakan cara yang efektif untuk mengidentifikasi dan menemukan permasalahan dalam pembelajaran yang dilakukan guru peserta dan dapat menentukan target apa yang harus ditingkatkan. Beberapa hal yang berhubungan dengan topik diskusi pada pertemuan ke-9 ini adalah:

a. Kedudukan Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan bagian dari tahap perencanaan, yaitu tahap pertama dari empat tahap utama dalam PTK. Identifikasi masalah adalah topik bahasan pertemuan minggu ke-9 dari 16 pertemuan.

b. Pentingnya Identifikasi Masalah
Identifikasi Masalah merupakan langkah penting yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian tindakan kelas karena identifikasi masalah adalah dasar untuk perbaikan kinerja diri guru peserta dalam pembelajar-

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

an. Jika guru dapat mengidentifikasi masalah dalam pengajarannya maka hal ini menunjukkan bahwa guru akan terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan mengajarnya. Selain dari itu, Identifikasi Masalah merupakan dasar dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal ini merupakan bagian dari kompetensi profesional seorang guru. Jika guru peserta dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka ia telah memulai perencanaan PTK dengan benar. Fokus perencanaan PTK dan kegunaan dari temuan permasalahan dalam pengajaran yang dilakukan guru peserta akan memberikan kejelasan tentang permasalahan yang ditangani.

c. Ruang Lingkup Identifikasi Masalah
Ruang lingkup pembahasan Identifikasi Masalah meliputi: (1) cara melakukan identifikasi masalah, (2) menganalisis masalah, dan (3) merumuskan masalah. Konteks yang dibahas dalam topik ini adalah masalah yang terkait dengan konteks pembelajaran di SD kelas awal. Masalah tersebut mencakup aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran. Aspek pengembangan kurikulum mencakup pemahaman tujuan pembelajaran tematik, kemampuan menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengembangan silabus, RPP, LKS, dan penilaian. Aspek penguatan materi mencakup pemahaman dan penguasaan konsep dan materi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, dan PKn yang dirumuskan dalam tema-tema: diri sendiri, keluarga, lingkungan, kesehatan, kebersihan dan keamanan, hewan dan tumbuhan, pekerjaan, gejala alam dan peristiwa, serta rekreasi. Aspek pelaksanaan pembelajaran mencakup pemilihan strategi/model pembelajaran, pendekatan, metode, media pembelajaran, pengelolaan kelas dan penilaian proses dan hasil belajar.

d. Petunjuk Kegiatan
Kegiatan Sesi di KKG
Kegiatan guru peserta dalam topik identifikasi masalah dilakukan pada saat diskusi di KKG selama 4 jam (1 jam
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

= 50 menit). Pada kegiatan diskusi di KKG ini, guru peserta akan melakukan kegiatan sebagai berikut. • Brainstorming (curah pendapat). Setiap guru peserta diskusi melakukan brainstorming mengenai permasalahan yang mereka hadapi pada waktu pembelajaran. Tema yang dibicarakan dalam sesi ini adalah tema Diri Sendiri. • Diskusi. Guru peserta mendiskusikan dan berlatih mengidentifikasi masalah-masalah dalam satu masalah yang dipilih dari case study yang ada dalam daftar Sumber Belajar, serta contoh RPP Tematik (dapat dilihat pada Sumber Belajar 6). • Latihan. Guru peserta berlatih mengidentifikasi masa-lah, menganalisis masalah, dan merumuskan masalah, berdasarkan case study. Case study yang dipilih dalam kegiatan topik ini adalah case study tentang “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin” (Sumber Belajar 2).

Kegiatan Terstruktur dan Belajar Mandiri
Setelah kegiatan belajar (tatap muka) di KKG, guru peserta diskusi di KKG akan melakukan beberapa kegiatan terstruktur serta belajar mandiri. Para guru peserta akan disiapkan untuk pelaksanaan kedua tugas ini sebagai bagian dari kegiatan tatap muka KKG. Tugas terstruktur dan tugas belajar mandiri diberikan agar guru peserta dapat lebih berlatih dan meningkatkan kemampuannya dalam menguasai topik Identifikasi Masalah. Tugas Terstruktur dialokasikan selama 4 x 60 menit, dan tugas mandiri 4 x 60 menit. Laporan tugas terstruktur akan menjadi salah satu tagihan yang akan dijadikan bukti untuk melihat ketercapaian indikator hasil belajar dan dijadikan bahan portofolio guru.

e. Penilaian
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar guru peserta dilakukan melalui produk yang dihasilkan guru peserta. Produk yang dapat dinilai adalah: laporan tugas terstruktur berupa daftar identifikasi masalah,

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

rumusan masalah pembelajaran, data atau deskripsi kondisi penyebab timbulnya masalah. Produk yang dihasilkan guru peserta diskusi akan dilampirkan dalam portofolio.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan indikator pencapaian kompetensi yang ingin dicapai pada identifikasi masalah adalah sebagai berikut. Kompetensi Guru peserta mampu: a. melakukan refleksi diri terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, sebagai dasar perbaikan kinerja guru dalam pembelajaran. b. menyusun langkah pertama identifikasi masalah perencanaan Penelitian Tidakan Kelas. Indikator Pencapaian Kompetensi Guru peserta mampu: 1. Mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran dalam tema Diri Sendiri melalui contoh case study. 2. Menganalisis masalah berdasarkan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada pembelajaran yang tertuang dalam case study. 3. Mengklasifikasi masalah–masalah yang terindentifikasi dari pembelajaran dengan tema Diri Sendiri ke dalam aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan praktik/pelaksanaan pembelajaran. 4. Merumuskan masalah yang terkait dengan pembelajaran dalam tema Diri Sendiri yang dituangkan dalam suatu case study.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

3. PERSIAPAN
Untuk mempelajari Identifikasi masalah, guru pemandu perlu mempersiapkan hal-hal sebagai berikut. 1. Guru Pemandu mempelajari topik dan sumber belajar yang disarankan dan relevan. 2. Guru Pemandu menyiapkan BAHAN AJAR yang dilampirkan untuk sesi ini. Bahan Ajar 1 Bahan Ajar 2 Bahan Ajar 3 Bahan Ajar 4 Bahan Ajar 5 Bahan Ajar 6 Bahan Ajar 7 Overview Kegiatan Identifikasi Masalah Kedudukan Identifikasi Masalah dalam Urutan PTK Contoh Daftar Masalah Dalam Pembelajaran Tematik Definisi Masalah dan Rumusan Masalah Rencana Diskusi Contoh Jawaban Guru Tentang Case Study Format Klasifikasi Masalah dalam Pembelajaran Tematik

3. Guru Pemandu menyiapkan alat yang diperlukan dalam sesi ini misalnya: papan tulis/kertas plano, kapur/spidol, LCD dan laptop (bila memungkinkan).

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar yang dapat digunakan guru peserta dalam kegiatan ini antara lain: Sumber Belajar 1 Sumber Belajar 2 Sumber Belajar 3 Sumber Belajar 4 Sumber Belajar 5 Sumber Belajar 6 Case Study “Dimana Letak Rumahku?” Case study: “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin” Case study: “Games Juga Perlu Contoh” Case study: “Mencari Penjelasan Sesuai Usianya” Case Study “Pengalaman Pertamaku” Contoh RPP Tematik

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1 (10 menit) Overview tentang apa yang akan dipelajari dalam pertemuan ini dan apa yang diharapkan dari kegiatan belajar. Kegiatan 2 (50 menit) Brainstorming permasalahan dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Kegiatan 3 (90 menit) Diskusi & Pengkajian case study untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis faktor penyebab masalah, dan merumuskan masalah.

Kegiatan 5 (15 menit) Rangkuman hasil belajar cara mengidentifikasi masalah, dan pemberian tugas terstruktur dan tugas mandiri. Kegiatan 4 (35 menit) Klasifikasi masalah ke dalam aspek pengembangan kurikulum, penguasaan subjek, dan pelaksanaan pembelajaran.

Penjelasan Kegiatan
16
BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

Kegiatan 1:

Penjelasan tentang topik diskusi yang akan dipelajari, kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, kegiatan Belajar yang akan dilakukan (10 menit)
Mengawali kegiatan belajar, ucapkan salam dan informasikan topik yang akan dipelajari. Melalui Bahan Ajar 1: Overview Kegiatan Identifikasi Masalah, Guru Pemandu menginformasikan kompetensi, indikator, kegiatan belajar yang akan dilakukan, dan hasil belajar yang diharapkan selama guru peserta mempelajari Identifikasi masalah. Selanjutnya Guru Pemandu memberikan penguatan kedudukan Identifikasi Masalah dalam tahapan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Kedudukan Identifikasi Masalah dapat diperlihatkan melalui Bahan Ajar 2: Kedudukan Prosedur Identifikasi Masalah dalam Urutan PTK. Pada waktu menayangkan bagan, informasikan bahwa kegiatan Identifikasi Masalah berada pada tahapan Refleksi Awal sebagai bagian dari perencanaan. Refleksi awal dilakukan oleh guru peserta secara berkolaborasi dengan teman sejawat atau dari praktisi lain untuk mencari informasi dalam mengenali dan mengetahui kondisi awal dari permasalahan yang akan dicari solusinya. Refleksi awal dapat dilakukan dengan cara menelaah kekuatan atau kelemahan dari suatu proses pembelajaran yang telah dilakukan baik dari aspek diri sendiri, siswa, sarana belajar atau sumber/lingkungan belajar atau aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran. Dari temuan-temuan awal, difokuskan pada identifikasi masalah yang nyata, jelas dan mendesak untuk dicari solusinya.

Kegiatan 2:

Brainstorming (curah pendapat) permasalahan yang dihadapi guru peserta dalam melaksanakan pembelajaran tematik (50 menit)
Guru Pemandu meminta guru duduk per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang. Guru Pemandu memandu guru peserta dalam setiap kelompok untuk mengemukakan permasalahan yang pernah dialami pada waktu mengajar di kelas. Untuk kepentingan pembelajaran PTK dalam topik Identifikasi Masalah ini
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

maka kegiatan ini difokuskan pada pembelajaran dengan tema Diri Sendiri Kelas 1 SD. Setiap guru peserta dalam kelompok berbicara dan menyebutkan permasalahan yang pernah dialami. Setiap permasalahan dituliskan dalam kertas plano. Kegiatan brainstorming dilaksanakan selama 20 menit. Selanjutnya Guru Pemandu meminta tiap kelompok diskusi untuk menyimak permasalahan yang dikemukakan kelompok lain yang tertulis dalam kertas plano. Kegiatan ini kira-kira dilakukan dalam 10 menit. Guru Pemandu meminta guru peserta di setiap kelompok untuk menelaah daftar masalah mana yang benar-benar masalah yang terkait dengan pembelajaran tematik dan masalah mana yang tidak terkait dengan materi yang diberikan dalam tema Diri Sendiri. Untuk membantu pemahaman guru-guru peserta diskusi, Guru Pemandu perlu mengingatkan kembali topik yang telah dipelajari dalam materi generik PTK mengenai makna masalah dan ciri-ciri rumusan masalah. Guru Pemandu dapat menggunakan Bahan Ajar 4: Definisi Masalah dan Rumusan Masalah.

Kegiatan 3:

Diskusi kelompok, mempelajari sumber belajar (case study) untuk berlatih mengidentifikasi masalah, menganalisis faktor penyebab masalah, dan merumuskan masalah (90 menit).
Setelah para guru peserta diskusi KKG memiliki persepsi yang sama mengenai makna masalah dan rumusan masalah, ajaklah mereka menggunakan Sumber Belajar 2 untuk berlatih mengidentifikasi masalah. Untuk kegiatan ini dipilih salah satu case study yaitu case study: “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin”. Case study ini hanya contoh yang digunakan untuk latihan di KKG. Dalam daftar sumber belajar tersedia case study yang lain yang dapat dipelajari guru-guru. Untuk mengenali permasalahan yang ada dalam pembelajaran tema Diri Sendiri, guru peserta dapat menganalisis daftar masalah yang ada dalam Bahan Ajar 3: Contoh Daftar Masalah yang Ditemukan Guru dalam Pengajaran Tematik. Selain dari masalahmasalah yang ada dalam bahan ajar 3, guru peserta

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

dapat mengumpulkan berbagai masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran di kelas. Guru Pemandu meminta para guru membentuk lingkaran (reading circle). Kemudian Guru Pemandu membacakan case study “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin” secara lisan. Selesai pembacaan, Guru Pemandu meminta para guru peserta untuk menyampai-kan pendapat mereka secara bebas tentang pengalaman yang direkam dalam case study tersebut. Tujuan diskusi bebas ini adalah untuk menarik perasaan empati dan dapat merasakan permasalahan yang mungkin pernah dialami mereka sendiri. Kegiatan ini dilakukan selama 20 menit. Setelah diskusi bebas, guru peserta diminta untuk mempertimbangkan pertanyaan yang berada pada Bahan Ajar 5: Rencana Diskusi. Sesudah setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan, mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikannya dan mintalah kelompok lain menanggapinya. Kegiatan ini dialokasikan selama 20 menit, dan 10 menit kemudian digunakan oleh Guru Pemandu untuk memberikan penguatan. Kemudian jawaban dibanding-kan dengan salah satu contoh jawaban yang disiapkan. Perlihatkan Bahan Ajar 6: Contoh Jawaban Guru Tentang Case Study. Berdasarkan jawaban pertanyaan case study “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin” tersebut, Guru Pemandu selanjutnya meminta guru peserta diskusi untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, dan merumuskan masalah. Mintalah setiap kelompok diskusi mempresentasikan hasil pekerjaannya. Guru Pemandu dapat memberikan contoh masalah yang terkait dengan pembelajaran Tema Diri Sendiri berdasarkan case study tersebut, yaitu:

Masalah: Kurang sesuainya strategi pembelajaran yang digunakan guru untuk membantu siswa dalam memahami konsep perbedaan jenis kelamin.

Informasikan bahwa dari masalah tersebut dapat diuraikan fokusnya ke dalam beberapa aspek, misalnya dengan mengajukan pertanyaan berikut.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Terkait dengan konsep: Konsep-konsep penting apa sajakah yang harus dikuasai siswa dalam topik perbedaan jenis kelamin? Terkait dengan strategi pembelajaran: Strategi pembelajaran apa yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perbedaan jenis kelamin? Terkait dengan media pembelajaran Media pembelajaran apakah yang cocok untuk menjelaskan konsep perbedaan jenis kelamin?

Berdasarkan pertanyaan–pertanyaan di atas, dapat dipilih salah satu rumusan masalahnya, misalnya sebagai berikut. Rumusan masalah: “Strategi Pembelajaran apakah yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas I SD tentang konsep perbedaan jenis kelamin?” Untuk menguatkan rumusan masalah yang diambil, guru pemandu dapat meminta guru mempelajari Contoh RPP tematik (Sumber Belajar 6).

Kegiatan 4:

Mengklasifikasikan masalah ke dalam aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran (35 menit).
Mintalah setiap kelompok guru peserta untuk melihat kembali daftar masalah berdasarkan case study yang telah dibicarakan yang terindentifikasi dari kegiatan 2 dan 3. Mintalah mereka mengklasifikasikannya kembali dalam aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran. Guru peserta mengklasifikasikan masalah ke dalam sumber masalah dalam pembelajaran (pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran). Guru pemandu menayangkan Bahan Ajar 7 Format Klasifikasi Masalah dalam Pembelajaran Tematik, yang akan diisi.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

Kegiatan 5:

Penguatan dan penjelasan tugas Terstruktur dan Tugas Mandiri (15 menit)
Guru Pemandu memberi kesempatan kepada guru peserta diskusi untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan topik Identifikasi Masalah yang telah dipelajari. Pada kegiatan ini jawaban pertanyaan bisa diberikan oleh guru peserta lain. Tanyakan kepada guru peserta yang lain apakah indikator yang telah ditetapkan dalam mempelajari identifikasi masalah ini telah tercapai atau belum. Setelah tanya jawab, mintalah seorang guru peserta untuk merangkum hal-hal yang telah dipelajari dalam topik identifikasi masalah. Guru Pemandu dapat menambahkan rangkuman dengan poin-poin berikut.

Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama PTK yang harus dilakukan. Dalam refleksi diingat kembali kejadian, atau hal-hal yang membuat guru tidak puas. Untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, guru dapat menyusun refleksi tertulis. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dan kenyataan, jadi dapat berupa situasi yang tidak memuaskan. Rumusan masalah dapat dinyatakan dengan pertanyaan yang akan dicari solusinya.

Tugas Terstruktur
Selanjutnya informasikan tugas terstruktur yang harus dikerjakan guru peserta sesuai dengan langkah yang disusun pada Pengantar. Tugas ini ditemukan di Buku Lakukanlah pembelajaran seperti Pemandu kelas. Selama pembelajaran Kerja dan Guru biasa di mengingatkan guru peserta berlangsung perhatikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. dengan membaca tugas bersama. Selesai pembelajaran, renungkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dan tuangkan Tugas terstruktur untuk Identifikasi Masalah ini adalah dalam bentuk case study. sebagai berikut. Pelajari case-case study yang tersedia di Daftar Sumber Belajar (1, 3, 4, dan 5) untuk memperoleh pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam tentang permasalahan dalam pembelajaran Berdasarkan pemahaman tentang case study tersebut dan case study yang dibuat sendiri, lakukan analisis, klasifikasikan dan rumuskan masalah yang menjadi perhatian utama guru yang ingin diselesaikan atau dicari solusinya melalui PTK. Masalah yang dirumuskan ini menjadi masalah yang dipilih oleh guru sendiri dalam melaksanakan PTK Beserta RPP, LKS dan hasil evaluasi terhadap siswa, ketentuan pilihan masalah ini dibawa ke pertemuan KKG selanjutnya. MASALAH/09/IPA PB /IDENTIFIKASI Tematik”. langkah-langkah membuat kajian kritis tersedia di Bahan Belajar Mandiri Generik; lampiran 1).

17 BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD mengenai “Problematika Pembelajaran Buatlah sebuah kajian kritis

IDENTIFIKASI MASALAH

Setelah memberikan tugas terstruktur dan mandiri akhiri kegiatan dengan ucapan salam dan informasikan topik pertemuan berikutnya yaitu Perencanaan Tindakan.

Tugas Mandiri
Pelajari Bahan Belajar Mandiri PTK, pahami kembali materi yang berkaitan dengan identifikasi masalah dan simaklah bab perencanaan PTK, buat rangkumannya. Baca dan buatlah ringkasan hasil bacaan mengenai penyusunan silabus dan RPP, pengembangan bahan ajar, dan metode-metode penilaian, serta strategi atau model-model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

LAMPIRAN
PETUNJUK KEPADA GURU PEMANDU
LAMPIRAN 1: TUGAS GURU PEMANDU DI KKG
Guru Pemandu dalam kegiatan KKG bertugas: 1. Mempelajari topik dan materi yang relevan dengan topik yang akan dibahas di KKG. 2. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan. 3. Mendistribusikan bahan belajar. 4. Mengarahkan/Memandu diskusi. 5. Mengarahkan tugas terstruktur. 6. Melakukan asesmen terhadap peserta diskusi. 7. Mengumpulkan bukti (produk) hasil belajar peserta diskusi dalam portofolio peserta.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR
BAHAN AJAR 1: OVERVIEW KEGIATAN IDENTIFIKASI MASALAH
Kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, kegiatan yang akan dilakukan, dan hasil belajar yang diharapkan adalah sebagai berikut. Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran tematik pada tema Diri Sendiri melalui case study . Kegiatan Belajar Brainstorming Hasil Belajar yang diharapkan Daftar masalah dalam pembelajaran tematik dengan tema Diri Sendiri

Kompetensi Guru peserta mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan untuk menyusun perencanaan Penelitian Tindakan Kelas.

Mengklasifikasi masalah –masalah yang terindentifikasi dalam pembelajaran tematik tema Diri Sendiri ke dalam aspek pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan praktik/ pelaksanaan pembelajaran. Merumuskan masalah yang terkait dengan pembelajaran tematik dengan tema Diri Sendiri.

Diskusi

Tabel klasifikasi masalah

Latihan

Rumusan masalah dalam pembelajaran tematik dengan tema Diri Sendiri

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR 2: KEDUDUKAN IDENTIFIKASI MASALAH DALAM URUTAN PTK

Refleksi Awal untuk Identifikasi Masalah

Perencanaan Tindakan 1 dan Penyusunan Proposal

Pelaksanaan dan Observasi Tindakan I

Analisis dan Interpretasi Data

Refleksi dan Tindak Lanjut

Revisi Tindakan 1 (Perencanaan Tindakan 2)

Pelaksanaan dan Observasi Tindakan II

Analisis dan Interpretasi Data

Refleksi dan Tindak Lanjut

Dan Seterusnya

Pelaporan

Bagan 1. Desain Penelitian Kelas Secara Umum

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR 3:

CONTOH DAFTAR MASALAH DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK

Siswa mengalami kesulitan dalam memahami petunjuk. Siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat/berbicara. Siswa takut salah dalam mengemukakan pendapat. Siswa sering mentertawakan teman manakala ia berpendapat. Siswa tidak dapat menguasai materi dalam membandingkan berat badan. Siswa tidak dapat menguasai materi dalam membandingkan tinggi badan. Siswa tidak dapat menguasai materi yang berkaitan dengan pengukuran. Siswa belum menguasai kemampuan menulis kalimat sederhana. Siswa belum menguasai kemampuan membaca awal, membaca lancar, membaca cepat. Siswa belum memahami bagaimana menjaga kesehatan tubuh. Siswa belum memahami bagaimana cara membersihkan anggota badan. Siswa belum memahami bagaimana berperilaku sehat. Siswa belum memahami identitas diri, keluarga, dan kerabat. Siswa belum memahami silsilah diri sendiri. Siswa belum memahami bahwa dalam kehidupan harus saling menyayangi. Siswa masih menunjukkan sikap ingin menang sendiri.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR 4:

DEFINISI MASALAH DAN RUMUSAN MASALAH

MASALAH: SITUASI YANG TIDAK MEMUASKAN/ GANJALAN PIKIRAN DAN PERASAAN YANG MENDORONG PENELITI UNTUK MENCARI SOLUSI. RUMUSAN MASALAH: MERUPAKAN PERTANYAAN YANG AKAN DICARI JAWABANNYA MELALUI PENELITIAN. BERUPA KALIMAT PERTANYAAN. DIRUMUSKAN SECARA RINCI YANG MENUNJUK PADA PROSES DAN HASIL.

BAHAN AJAR 5:

RENCANA DISKUSI

Gejala atau fenomena apakah yang muncul pada suasana belajar pada case study: “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin” (misal suasana kelas, keadaan siswa, perilaku siswa, kejadian di kelas)? Hal-hal apakah yang menyebabkan timbulnya fenomena belajar dalam case study tersebut? Apakah yang menjadi masalah utama/esensial guru yang tertulis dalam case study: “Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin”? Tuliskanlah rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan!

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR 6: CONTOH JAWABAN GURU TENTANG CASE STUDY
Fenomena yang nampak berdasarkan case study: Anak tidak tertarik dengan pelajaran, hal ini terlihat dari sikap anak yang tidak menghiraukan kehadiran guru. Pada saat pembelajaran anak selalu gaduh dan tidak mau diam. Anak tidak mau mendengarkan perintah guru, sebagian besar anak berpindah-pindah tempat duduk. Anak ingin berbicara sendiri-sendiri tapi yang dibicarakan bukan materi pelajaran. Pertanyaan yang disampaikan guru jawabannya cenderung bersifat motorik (jawaban “koor”). Pertanyaan yang disampaikan guru bersifat tertutup sehingga jawaban anak berulang-ulang pada jawaban yang sama. Pengelolaan kelas yang tidak variatif, hanya bersifat klasikal. Pertanyaan yang diajukan guru tidak memberi kesempatan pada anak untuk berpikir. 2. Penyebab timbulnya fenomena Guru kurang mengkondisikan seluruh siswa untuk siap belajar. Guru kurang memahami kemampuan siswa secara individual. Petunjuk atau perintah yang diberikan pada anak terlalu singkat dan tergesa-gesa, tidak secara sistematis atau langkah-perlangkah dijelaskan pada anak. Tidak semua anak mampu memahami bentuk kalimat perintah dalam jumlah yang banyak. Tidak semua anak mampu mengingat apa yang harus dilakukannya. Pengelolaan pembelajaran tidak diatur sedemikian rupa sehingga terkesan siswa mengerjakan perintah guru secara klasikal. Guru kurang menguasai materi tentang esensi perbedaan jenis kelamin. Guru kurang menguasai kemampuan dalam memvariasikan metode pembelajaran. Guru kurang mengefektifkan waktu. Guru hanya terfokus pada buku sebagai sumber belajar, kurang berupaya memanfaatkan sumber belajar lain atau lingkungan sebagai sumber belajar. Guru beranggapan bahwa kalau mengajar itu mesti ceramah atau menerangkan tidak memberi kesempatan pada anak untuk berbuat. 3. Masalah esensial dari pembelajaran yang dituangkan dalam case study adalah: Lemahnya penguasaan materi dan strategi pembelajaran guru dalam menciptakan pembelajaran yang menarik bagi anak.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

BAHAN AJAR 7:

FORMAT KLASIFIKASI MASALAH DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK
Masalah pembelajaran yang teridentifikasi Area masalah Pengembangan Kurikulum Penguasaan Materi Praktik Pembelajaran

No.

Sumber belajar

1.

Pengalaman guru

2.

Studi kasus “Sulitnya memahami perbedaan jenis kelamin”

3.

LKS

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR
SUMBER BELAJAR 1: NASKAH CASE STUDY “DIMANA LETAK RUMAHKU?”

Dimana Letak Rumahku?
Oleh: Siti Mariya Ulfah SDN Kebondalem adalah salah satu sekolah yang ada di pedesaan kurang lebih 20 km dari kota kabupaten. Pada awal tahun 2000 SDN Kebondalem mulai menerapkan PAKEM yang menjadi pilot project UNESCO. Pada awal-awal melaksanakan PAKEM, saya sebagai guru kelas satu merasa terbebani karena dituntut harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran dan aktif serta menyenangkan, padahal kemampuan saya sangat terbatas. Biasanya saya mengajar hanya dengan buka buku halaman… kemudian memberikan perintah kepada para siswa, “Kerjakan!” Selain itu, menyalin tulisan saya yang ada di papan tulis. Sekarang dengan melaksanakan PAKEM yang sesungguhnya saya merasa senang karena murid saya menjadi aktif, kreatif dan merasa senang pada waktu belajar. Saya ingat pengalaman saya mengajar sebelum melaksanakan PAKEM. Waktu itu saya mengajar mata pelajaran IPS di kelas satu. Sesuai dengan program semester dua yang sudah ada dari kantor Dinas, materi pelajaran tentang arah mata angin dengan Tujuan Insruksional Khusus mendeskripsikan letak rumah. Tujuan akhir pembelajaran adalah anak-anak dapat menyebutkan letak arah rumahnya dan membuat denah rumah. Awalnya saya bingung memilih langkah dan metode yang cocok untuk materi ini karena pengetahuan dan pengalaman saya masih sangat terbatas. Walaupun demikian, saya tetap ingin mencoba dan mengajarkannya karena sudah terprogram. Sharing dengan teman guru kelas satu sudah saya lakukan. Di kegiatan KKG hal itu juga sudah dibahas oleh para guru. Mereka mengatakan bahwa pengenalan arah untuk kelas satu memang sulit. Saya mempunyai rencana untuk menjelaskan dulu kepada anak-anak dengan menggunakan gambar arah mata angin.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

Tibalah jam pelajaran ke 3 dan 4 setelah istirahat. Dengan rasa senang saya masuk ke kelas satu sambil membawa gambar arah mata angin yang saya siapkan sebelumnya. Saya memulai kegiatan pembelajaran dengan ucapan, “Assalamualaikum!” Dengan serentak anak-anak menjawab, “Wa alaikum salam.” Saya kemudian menempel gambar arah mata angin dan tidak melihat anak-anak sambil mengatakan, ”Anak-anak, sekarang kita akan belajar tentang arah letak rumah, biar kita bisa mengetahui arah rumah kita dengan melihat denah, Sekarang lihat ke papan tulis. Bu Guru akan menjelaskan gambar yang ditempel Bu Guru. U B S T

Saya memberikan penjelasan gambar arah mata angin tersebut dengan suara yang nyaring. Situasi kelas menjadi sepi karena saya minta anak-anak untuk diam dengan tangan dilipat di atas bangku. Penjelasan saya mulai dengan mengatakan, “Anak–anak ini utara, barat, selatan, timur,” sambil menunjuk gambar. Setelah saya menerangkan, saya tanya kepada Rahayu, salah satu siswa yang tidak melihat ke papan dan tidak mendengarkan, dengan pertanyaan, “Yu, arah utara di mana?” Rahayu menjawab, “Itu di atas, Bu,” sambil menunjuk gambar yang ada di papan. Kemudian dengan rasa jengkel dan marah-marah saya bertanya lagi kepada Rahayu dengan ucapan, “Makanya lihat ke depan, dengarkan apa yang dikatakan Ibu. Coba kalau begitu arah timur di mana?” Rahayu menjawab, “Kanan.” Berkali-kali pertanyaan yang saya sampaikan belum dimengerti juga dan jawabnya tetap. Saya jengkel. Akhirnya saya minta anak-anak untuk menyalin gambar arah mata angin selama sepuluh menit seperti yang ada di papan tulis. Yang sudah selesai saya beri nilai pada gambar yang telah dibuat. Sebelum istirahat saya memberi tugas kepada anakanak untuk mengerjakan soal di buku IPS tentang denah rumah. Tiga puluh menit kemudian saya minta anak-anak mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan. Ternyata, 70% anak belum bisa mengerjakan dengan baik.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Pengalaman itu saya lakukan bertahun-tahun dan tetap belum menemukan strategi dan metode yang cocok agar berhasil. Hampir semua teman guru kelas satu saya tanya tentang cara mengajar. Ternyata mereka juga melakukan hal yang sama, seperti yang saya lakukan dan sebagian besar anak-anak juga disuruh menggambar arah mata angin. Alhamdulilah, pada awal tahun 2000 saya mulai mencoba mengajar menggunakan strategi PAKEM. Saya melaksanakan pembelajaran juga sesuai dengan program yang sudah ada. Saya memanfaatkan sumber belajar pengalaman siswa dan lingkungan sekitarnya, tidak menggunakan buku paket. Kegiatan pembelajaran saya awali dengan sapaan, “Halo”. Anak–anak menjawab, ”Hai” . “Assalamualaikum”. “Waalaikum salam,” sahut anakanak. Kemudian saya menyampaikan, “Anak-anak kita akan belajar di halaman sambil bermain.” Jawab anakanak, "HOREEEE…..ASYIK”. Seorang anak bertanya, “Belajar apa, Bu?” Saya mengatakan, “Belajar IPS agar kita bisa mengetahui arah rumah kita dengan membaca gambar denah. Dan ingat di luar nanti tidak boleh larilari.” Di halaman saya menggambar arah mata angin yang bisa dilihat oleh semua anak. Anak-anak saya minta untuk berdiri di dekat gambar menghadap ke utara sesuai dengan arah sebenarnya, sambil saya bertanya, ”Coba perhatikan, arah mana yang ditunjuk Bu Guru?” Dengan menggunakan bahasa sehari-hari (bahasa Jawa) anak-anak menjawab dengan serempak, ”Kulon, Bu.” “Bagus! Apa bahasa Indonesia kulon?” Anak-anak tidak ada yang bersuara. Saya pun mengatakan kepada mereka, “Kulon itu barat, kalau wetan itu timur, sedangkan lor itu utara, dan kidul itu selatan.” Kemudian saya ajak anak-anak bermain dengan menunjukkan arah. Setelaah itu, saya minta mereka untuk menggambar di buku masing-masing. Selesai permainan tentang arah mata angin di luar kelas, saya mengajak anak-anak masuk ruang kelas. Di dalam kelas saya memulai bertanya kepada anak-anak, “Coba perhatikan, ini arah mana?” sambil saya menunjuk gambar. Semua siswa angkat tangan ingin menjawab, “Bu Guru saya, Bu Guru saya,” dengan suara yang keras di ruangan kelas. Saya menunjuk anak yang agak kurang kemampuannya untuk menjawab, ternyata anak tersebut bisa. Pertanyaan yang saya sampaikan ada beberapa. Setelah saya anggap anakanak sudah paham tentang pertanyaan yang saya

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

sampaikan, saya meminta kepada anak-anak untuk menggambar denah rumahnya, dan diberi keterangan. Setelah menggambar denah rumah dan keterangannya selesai, saya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menceritakan secara bergiliran kepada teman sekelompoknya. Anak-anak semua aktif saling menceritakan hasil karyanya. Salah seorang anak mengatakan, “Bu! Kalau sudah diceritakan, hasilnya dipajang ya?” Saya menjawab, “Ya, silakan dipajang di papan pajangan yang sebelah utara.” Kemudian saya menanyakan, ”Melihat gambar kalian yang dipajang, kalau begitu arah utara di mana sekarang letaknya?” Dengan serempak anak-anak menjawab, “Di atas, Bu.” Sebelum pelajaran berakhir saya menyampaikan pemantapan bahwa dalam pelajaran IPS untuk menentukan letak arah mata angin ditunjukkan arah utara di atas, timur sebelah kanan, selatan di bawah, dan barat di sebelah kiri. Akhirya pelajaran saya tutup dengan memberi PR untuk mengerjakan buku IPS.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR 2: NASKAH CASE STUDY ”SULITNYA MEMAHAMI PERBEDAAN JENIS KELAMIN”
Sulitnya Memahami Perbedaan Jenis Kelamin
Oleh: Siti Mariya Ulfah Saya seorang guru kelas satu. Saya akan mengajar Pendidikan Kewarganegaraan di awal tahun pelajaran baru. Tujuannya, setelah pembelajaran berakhir anakanak bisa mengetahui bahwa meskipun laki-laki dan perempuan berbeda tetapi semua harus sama dalam mengikuti pelajaran. Maka saya pilih materi yang ada di silabus dengan materi pokok perbedaan jenis kelamin dan kompetensi dasarnya menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa. Mengajar di kelas satu bukanlah hal yang baru bagi saya. Saya sangat menikmati pekerjaan saya sebagai guru kelas satu di Sekolah Dasar Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Profesi ini sudah saya jalani selama delapan belas tahun mulai tahun 1989. Saya selalu berhadapan dengan anak-anak yang masih sangat lugu dan masih banyak membutuhkan bimbingan dan arahan. Waktu saya akan membelajarkan dengan pendekatan PAKEM, materi tentang perbedaan jenis kelamin sudah saya siapkan RPP-nya. Saya berpikir bagaimana membelajarkan siswa yang bisa mengaktifkan, menyenangkan, dan menjadikan anak kreatif dengan efektif waktu. Di sisi lain, anak kelas satu masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis. Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia juga masih terbatas. Apalagi, hari masuk sekolah masih berjalan satu bulan dan kebanyakan mereka menggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Tetapi saya tidak putus asa. Saya selalu ingin mencoba karena belajar bisa juga dari kegagalan. Itu yang menjadi prinsip saya. Bel berbunyi tanda masuk kelas. Saya membawa RPP yang sudah saya bawa dari rumah menuju kelas. Saya berdiri di depan kelas mengajak anak-anak berdoa sebelum belajar, kemudian saya membuka RPP. Ucapan salam saya lontarkan, ”Assalamualaikum.” Anak-anak

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

menjawab dengan serentak, “Wa alaikum salam.” Kemudian saya mengatakan kepada anak-anak bahwa hari ini kita akan belajar membedakan jenis kelamin. Dengan percaya diri saya mengajar. Kegiatan saya awali tanya jawab. Pertanyaan pertama yang saya sampaikan, “Anak-anak, ibu kalian itu laki-laki atau perempuan?” Anak-anak menjawab bersama-sama, “Perempuan.” Kemudian saya sambung dengan pertanyaan, “Sedangkan ayah kalian itu laki-laki atau perempuan?” “Laki-laki, Bu Guru. Laki-laki, Bu Guru,” jawab anak dalam satu kelas. Seketika itu saya merasa bingung dan gugup. Dalam benak saya berpikir apa yang akan dikerjakan anak-anak selanjutnya? Untuk menutupi kegugupan, saya mengajak anak-anak menyanyi lagu satu-satu aku sayang ibu. Pembelajaran berlanjut; anak-anak saya ajak keluar kelas. Di halaman saya ajak mereka membentuk lingkaran. Kemudian saya minta mereka menyebutkan nama-nama temannya dan jenis kelamin secara bergiliran. Setelah itu saya bertanya kepada anakanak, “Sudah semua menyebutkan nama-nama teman dan jenis kelaminnya?” “Sudah bu…!” Saya merasa bingung lagi. Ternyata saya menemui jalan buntu, bagaimana selanjutnya pelajaran ini. Akhirnya anak-anak saya ajak bermain pengelompokan. Sebelum bermain, saya bertanya kepada anak-anak, “Siapa yang senang bermain?“ Semua anak mengangkat tangan sambil teriak-teriak, “Saya, Bu! Saya, Bu!” Karena mereka melompat-lompat , akhirnya kelas menjadi gaduh. Saya tambah bingung karena anak-anak tidak mau diam. Dengan suara yang keras saya berteriak–teriak, “Diam! Kalau ingin bermain, dengarkan Bu Guru! Sekarang perhatikan. Nanti kalau ibu menyebutkan laki-laki berkumpul dengan laki-laki dan perempuan berkumpul dengan perempuan, kalian harus lari cepat mengelompok menurut jenis kelamin. Waktu bermain, anak-anak kelihatannya senang. Mereka berlari-lari sambil berteriak-teriak. Di penghujung permainan anak-anak mengelompok menurut jenis kelamin (semua anak berdiri menurut kelompok jenis kelamin). Saya melanjutkan pembelajaran dengan menyuruh menghitung jumlah anak laki-laki dan jumlah anak perempuan untuk dituliskan hasilnya di atas tanah. Semua anak dalam kelompok saling menghitung jumlah temannya. Setelah pembelajaran di halaman selesai, saya ajak anak-anak masuk ke kelas.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Di dalam kelas saya bertanya kepada semua anak dengan pertanyaan, “Siapa yang sudah bisa membedakan antara laki-laki dan perempuan?“ Kelas menjadi hening. Tampaknya semua anak tidak ada yang berani menjawab. Saya suruh mereka untuk berdiskusi (ngobrol) di kelompoknnya untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan. “Nah! Anak-anak, silakan bekerja dalam kelompok untuk menceritakan perbedaan laki-laki dan perempuan,” perintah saya. Ternyata harapan saya adalah hampa. Saya mengalami kesulitan, yaitu tidak ada satu pun siswa yang mau berbicara. Dengan gaya bahasa tertentu saya membujuk mereka agar mau berbicara, tetapi tidak ada yang mau berbicara. Saya berharap akan ada diskusi kelompok. Pelaporan hasil diskusi dan sharing sebagaimana skenario yang sudah saya rancang tidak bisa berlangsung. Kelas semakin sunyi, tidak terdengar satu pun suara. Akhirnya saya menemukan ide agar anak menggambar. Anak laki-laki menggambar anak perempuan, anak perempuan menggambar anak anak laki-laki. Sebelum menggambar, saya melemparkan pertanyaan kepada anak-anak, “Apa bedanya anak lakilaki dan anak perempuan? Coba saling mengamati.” Beberapa anak mengangkat tangan dan ribut ingin menyampaikan pendapatnya dengan suara yang keras, “Saya, Bu. Saya, Bu. Saya, Bu.” Saya minta mereka menyampaikan jawaban secara bergiliran, yang dimulai dari kelompok merah. Kelompok merah menjawab, “Kalau perempuan memakai anting-anting, Bu!” kata Ninda wakil dari kelompok merah, disahut oleh Hendra wakil dari kelompok hijau, “Perempuan memakai baju rok, Bu!” Kelas bertambah ramai . Semua anak ingin menyampaikan pendapatnya secara bersahut-sahutan. Saya minta anak-anak untuk diam dan yang akan menjawab hendaknya mengangkat tangan dulu. Kelas mulai agak sepi. Tiba-tiba Wahyu menyampaikan, “Kalau perempuan biasanya rambutnya pendek.” Begitu saya melihat Andi diam saja, saya bertanya kepada mereka, “Kalau menurut kamu apa, Andi?” Dengan nada polosnya, Andi menjawab, ”Perempuan itu kalau sudah besar susunya (payudara) juga besar.” Kelas tambah ramai ditambah jawaban Nanda yang mengatakan, “Ya, Bu. Wedok itu juga bisa meteng (Permpuan bisa hamil.” Kegiatan tanya jawab berlangsung kurang lebih lima belas menit. Hasil tanya

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

jawab saya tulis di papan. Akhirnya suasa kelas menjadi aktif, tidak sunyi lagi. Setelah tanya jawab selesai, saya melanjutkan pembelajaran. Semua anak saya minta untuk menggambar orang dan menyebutkan ciri-cirinya. Pelajaran saya akhiri dengan pesan moral “meskipun laki-laki dan perempuan berbeda, kita harus saling menjaga perasaan, menerima kekurangan dan kelebihan dan harus sama dalam berbuat terutama dalam proses belajar”.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR 3: NASKAH CASE STUDY “GAMES JUGA PERLU CONTOH”

Games Juga Perlu Contoh Oleh: Novi Astuti

Siang hari, matahari begitu terik tersenyum di atas sana. Jam 13.00 nanti saya akan memberikan pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik ”Memahami Perintah”. Standar kompetensi dari materi yang akan saya ajarkan adalah memahami bunyi bahasa perintah dan dongeng yang dilaksanakan dan kompetensi dasar melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah/petunjuk sederhana. Sebelum bel pergantian pelajaran berbunyi, saya telah mempersiapkan media berupa beberapa kartu yang di dalamnya terdapat soal-soal. ”Teng...teng...teng...”, bel telah berbunyi tanda pergantian pelajaran. Saya langsung berjalan ke depan kelas dengan membawa seluruh perencanaan dan media pembelajaran. Sebelum membuka pembelajaran, saya melihat raut wajah mungil yang lesu dilanda rasa lelah. Akhirnya pembukaan saya mulai dengan memberikan salam ceria, ”Assalamu’alaikum bintang-bintang kecil” begitulah sebutanku untuk siswa-siswa kelas 1 di SDIT ini. Saya lanjutkan dengan mengajak mereka untuk melakukan tepuk semangat ”Tepuk Semangat ! Ayo..ayo..! Ayo..ayo... Allahu Akbar, yes”. Alhamdulillah, saya dapat melihat lagi senyum keceriaan di wajah mungil mereka. ”Anak-anak, sekarang kita akan belajar Bahasa Indonesia dengan topik memahami perintah, siapa yang mau games?” pancing saya. Dengan penuh semangat mereka menjawab, ”Sayaaaaa buuuu!”. Setelah menempel wordcard di tembok secara acak, saya menerangkan ke mereka bagaimana cara mengikuti games ini. ”Bintang-bintang kecil, ketika musik menyala maka kalian harus segera berlari menuju kartu yang telah ibu tempel di tembok, selanjutnya kalian jawab sesuai dengan perintah yang ada di dalam kartu tersebut, paham anak-anak?” jelas saya. Dengan serempak mereka menjawab ”Paham buuuu!”

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

”Siaaaap....1-2-3, mulai!” teriak saya. Musik lagu islami anak-anak pun berkumandang, bintang-bintang kecil dengan cepatnya bergerak menuju beberapa kartu yang tertempel di tembok. Di tengah kancah perlombaan menjawab soal, seorang murid berjalan ke arah saya. Ia terlihat bingung seperti menahan tangis. Saya langsung menghampirinya dan bertanya, ”Dinda pintar, mau ibu bantu apa?” seraya menahan tangis, dengan suara yang sangat pelan ia menjawab ,”Bu, aku tidak tau bagaimana caranya?”. Saya terdiam sejenak menutupi kekagetan diri ini. Ternyata setelah beberapa menit berlalu tanpa saya sadari ada seorang siswa yang belum memahami apa yang akan kami lakukan. Bahkan ia bingung dengan apa yang sedang dilakukan temantemannya. Saya merasa telah gagal melaksanakan pembelajaran hari ini. Namun saya harus tetap melanjutkan semuanya. Saya menurunkan pandangan dan mensejajarkan diri dengannya dengan sambil membelai kepalanya untuk menenangkan siswa tersebut saya bertanya,” Apa yang Dinda tidak pahami? mari ibu berikan contoh”. Saya mengajaknya menuju kartu soal dan memberikan contoh cara menjawabnya. Saya coba menerangkan kembali dengan berbicara secara perlahan dan melihat langsung ke matanya, akhirnya dengan sekali contoh ia bisa langsung paham. Saya lihat senyum dari bibirnya, mudah-mudahan ini merupakan pertanda bahwa ia benar-benar paham apa yang saya katakan. Paling tidak sudah tidak ada raut sedih di matanya sehingga ia pun mau melanjutkan mencari soal-soal yang lainnya. Sebelum pelajaran berakhir, mereka mengumpulkan buku tulis tempat mereka menjawab soal yang ada di wordcard dengan senyum keceriaan. Salah seorang di antara mereka berkata, ”Bu saya suka sekali kalau ada games, besok pakai games lagi ya bu”. Saya jawab permintaan polos tersebut dengan senyuman. Jauh dalam lubuk hati saya berkata bahwa ibu justru lebih sangat senang dari kalian melihat kegembiraan kalian menerima pelajaran dari ibu hari ini. Dalam hati saya bertekad untuk memperbaiki metode games saya, tidak selamanya games itu mudah diterima, ternyata games juga perlu dicontohkan dahulu.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR 4: NASKAH CASE STUDY ”MENCARI PENJELASAN SESUAI USIANYA”

Mencari Penjelasan Sesuai Usianya Oleh: Ida Farida

Saya adalah seorang guru kelas 1 dan baru dua kali mengajar pelajaran agama Islam. Hari ini saya akan mengajar Agama Islam dengan topik Rukun Iman, dengan standar kompetensi mengenal rukun iman dan kompetensi dasar menyebutkan enam Rukun Iman dimana bahasan pertamanya adalah Percaya Kepada Allah. Sebelum mengajar, saya telah mempersiapkan diri dengan membaca buku tentang materi terkait, namun tidak ada media yang saya siapkan karena menurut saya tidak ada media yang diperlukan untuk materi ini. Tibalah saatnya jam pelajaran Agama Islam. Saya menjelaskan tentang rukun iman yang kesatu yaitu percaya kepada Allah. Saya menjelaskan topik ini ke mereka dengan metode ceramah. Sebelumnya, saya minta mereka untuk duduk di lantai depan kelas dan membentuk setengah lingkaran. “Anak-anak, kita harus percaya bahwa Allah itu ada, walapun Allah tidak dapat kita lihat dengan mata kita tapi kita harus yakin bahwasanya Allah itu ada dengan melihat penciptaan-Nya yaitu langit, alam semesta, tumbuhan, hewan, manusia, gunung, udara, dll”. Mereka mendengarkan dengan tertib, walaupun dalam hati saya sempat terlintas pikiran apakah mereka benar-benar paham apa yang saya ceritakan atau mereka sedang memikirkan hal yang lain dalam pikirannya?. Ditengah-tengah saya menjelaskan tibatiba ada Fatih menunjuk tangan dan bertanya “Ibu, Allah itu laki-laki kan bu?” Saya sangat terkejut mendengar pertanyaan Fatih. Saya sangat tidak menyangka ada anak yang bertanya hal tersebut. Saya tersenyum ringan sambil menutupi keterkejutan saya. Saya bingung memikirkan jawaban apa yang harus saya berikan yang sesuai dengan pemahamannya. Saya mencoba menjawab “Allah bukan laki-laki atau

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

perempuan....” Fatih langsung menyela penjelasan saya, “Lalu kalau bukan laki-laki dan bukan perempuan jadi apa bu?”. “Maaf Fatih sholeh, tolong dengarkan dulu penjelasan ibu sampai selesai, baru nanti Fatih bertanya lagi. Gantian ya nak sekarang ibu dulu yang bicara, ok?” tegur saya. Akhirnya saya melanjutkan lagi penjelasan saya “Pencipta tidak harus sama dengan apa yang Ia ciptakan. Contohnya, kalau kalian membuat mobil apakah kalian sama dengan mobil?” Tidak buuuuuu” jawab mereka serempak. “Atau kalau kalian buat robot, apakah makanan kalian sama dengan robot?” tanya saya lagi. Lagi-lagi mereka menjawab “Tidak buuuuu”. “Ya benar. Jadi Allah tidak sama dengan manusia.., nanti lain waktu ibu jelaskan lebih panjang lagi ya?”. Akhirnya saya melanjutkan ke penjelasan berikutnya mengenai percaya kepada Malaikat walaupun saya tau masih banyak dari mereka yang masih belum paham benar tentang hal tersebut. Sangat sulit bagi saya mencari kata-kata yang sesuai dengan kepemahaman mereka saat ini.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR 5: NASKAH CASE STUDY “PENGALAMAN PERTAMAKU”
Pengalaman Pertamaku
Oleh: Tiblin Nurjannah Setelah beberapa tahun aku mengajar di kelas satu, baru tahun ini aku mendapat tugas untuk mengajar di kelas dua. Ketika di awal semester tidak banyak kesulitan yang ditemui, semuanya masih dapat di atasi baik dari segi pengusaan kelas, siswa maupun penguasaan materi. Ketika memasuki pertengahan semester dua, aku merasa kewalahan mengajar bidang studi matematika terutama terhadap siswa yang belum dapat menguasai materi sebelumnya, hal ini karena pembelajaran matematika sudah memasuki kompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran. Hitung campuran adalah melakukan dua atau lebih operasi hitung yang berbeda. Hari ini adalah pertemuan kedua untuk materi hitung campuran. Pada pertemuan sebelumnya aku sempat kesulitan untuk menangani satu orang siswa yang masih belum menguasai konsep hitung campuran sehingga pada pertemuan yang lalu aku belum sempat mengadakan latihan untuk evaluasi siswa. Hari ini aku coba meminta rekan sejawat untuk membantuku menangani siswa yang belum memahami konsep tersebut sekaligus membantuku untuk memeriksa hasil evaluasi siswa. Bel berbunyi tanda masuk kelas. Setelah berbaris di depan kelas, anak-anak masuk kelas dengan tertib. Aku buka pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada mereka “Assalamualaikum anak-anak”, mereka langsung menjawab dengan penuh semangat “Wa’alaikum Salaaaam bu”. Suasana yang masih segar pagi ini membuatku bersemangat dan berharap mereka pasti akan bisa mengerjakan soal yang akan aku berikan nanti. Sebelumnya aku coba bertanya pada mereka mengenai perkalian dan pembagian. “ Siapa yang sudah bisa menghitung 3 x 2 sama dengan berapa?”. “Saya bu...”, “ Saya bu..”, mereka dengan semangat mengangkat tangan berlomba untuk menjawab soal. “ Ya, Mikail, berapa coba jawabannya”, tunjukku pada seorang siswa. ”6 bu” jawab Mikail dengan cepat. “Bagus Mikail, pintar ya”pujiku.

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

Kemudian aku ingin mengetahui apakah anakanakku mengetahui perhitungan pembagian maka aku bertanya kembali. “Ayo anak-anak, masih ingatkah tentang pembagian?”, “masih buuuu”, jawab anakanak. “Ayo kalo ibu punya kue delapan jika dibagi untuk empat orang teman ibu, kira-kira berapa ya setiap orangnya?”, semua terdiam sejenak dan kemudian serentak mereka berteriak, “oh saya tahu bu”, “Ayo sekarang giliran yang perempuan, Gesya berapa hasilnya”. “Dua bu”. “Ya kamu benar. Baik anak-anak kalian sudah cukup mengerti sekarang ibu ingin memberikan latihan mandiri tentang pembelajaran yang lalu untuk menghitung operasi campuran. Disini ibu akan dibantu oleh ibu Rini untuk melihat hasil kerja kalian. Baik anak-anak silahkan keluarkan buku tulis dan kerjakan 10 soal di papan tulis”. Aku dibantu oleh bu Rini untuk memeriksa pekerjaan anak-anakku, setelah 15’ berlalu aku dan bu Rini berkeliling untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka. Kususuri mulai dari bangku depan hingga kebelakang, aku senang sekali karena sebagian besar dari mereka banyak yang benar, kemudian aku sedikit melirik ke wajah bu Rini berharap ada senyum tanda anak-anakku sudah mengerti perhitungan operasi campuran, namun aku melihat raut wajah panik setiap kali bu Rini memeriksa pekerjaan anak-anakku, tibalah aku melihat bu Rini menghampiri Mikail, anakku yang tergolong pintar dikelas. Aku berharap ada wajah senyum menghiasi wajah bu Rini tapi perkiraanku salah. Raut wajah bu Rini tidak berubah seperti perkiraanku, kemudian aku kembali ke tempat dudukku untuk menunggu bu Rini menyelesaikan pemeriksaan hasil pekerjaan anak-anakku. 20’ sudah berlalu kemudian aku berkata “ ayo anak-anak, waktunya sudah 20’, “tunggu-tunggu bu sebentar lagi” teriak anak-anak, “sekarang semua hasil pekerjaan kalian dikumpulkan”. Serentak mereka berhenti dan berlarian ke mejaku untuk memberikan hasil pekerjaannya. Kemudian bu Rini menghampiri dengan raut wajah yang panik. akupun ikut panik, “sepertinya ada yang tidak beres nih” gumam suara hatiku. Di meja ku bu Rini berhenti dan kemudian bertanya kepada ku, “maaf ibu, sepertinya hasil kerja anak-anak banyak yang salah ya”. “Oh tidak bu, aku tadi berkeliling dan melihat hasil pekerjaan mereka bagus, memangnya yang ibu lihat banyak yang salah ya?” jawbku. “Ya, saya melihat hasil pekerjaan anak-anak kok semuanya mirip ya, saya mau tahu waktu ibu mengajarkan ke anak-anak seperti apa ya?” jelas bu Rini yang membuatku menjadi
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

semakin penasaran. “Mari bu kita lihat hasil pekerjaan anak-anak”. Nah ini bu, benar kan hasilnya?, aku mengajarkan ke anak-anak untuk perhitungan campuran dikerjakan secara berurutan, dari kiri ke kanan, seperti itu bu”. “Oh, begitu, kalau seperti itu berarti anak-anak banyak yang benar bu, tetapi dalam operasi campuran itu memiliki aturan main tersendiri”. “maksud ibu?”. “Dalam operasi campuran melibatkan penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian kan”. “Ya”. “Nah aturannya adalah untuk operasi campuran, yang diutamakan dikerjakan adalah perkalian atau pembagian terlebih dahulu”, coba ibu lihat soal berikut, yang dikerjakan anak-anak. 1. 6 x 2 + 2 = ... Bentuk seperti ini ada dua kemungkinan, ibu kerjakan perkalian terlebih dahulu atau penjumlahan. Jika perkalian terlebih dahulu maka hasilnya = 14 Jika penjumlahan terlebih dahulu, maka hasilnya = 24 “coba kita lihat soal kedua” 2. 8 + 3 x 2 = .... Jika penjumlahan terlebih dahulu maka hasilnya 22 Jika perkalian terlebih dahulu, maka hasilnya 48 “coba kita lihat soal ketiga” 3. 12 – 6 : 2 = ... Jika pengurangan terlebih dahulu maka hasilnya 3 Jika pembagian terlebih dahulu, maka hasilnya 9 Dari ketiga soal tersebut kita lihat ada perbedaan hasil, dalam hal ini bu, aturan dalam operasi campuran adalah dengan mendahulukan perhitungan perkalian atau pembagian terlebih dahulu, “oh begitu ya, Ya Allah, kemarin saya mengajarkan ke anak-anak salah konsep ya”, trus gimana bu ya, aku jadi merasa bersalah nih dengan anak-anak”. “Ya, sekarang ibu ulang lagi saja, kan masih ada waktu nih”. Baik bu, terimakasih, tapi tolong dilihat dulu ya. “Baik anak-anak, sekarang kalian berkumpul dan duduk didepan kelas, ayo satu, dua, tiga.” Terdengar

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

suar ribut anak-anak berlarian menuju depan kelas. ”Baik terimakasih. Coba perhatikan semua ke ibu, kemarin ibu menjelaskan kepada kalian untuk operasi campuran dikerjakan dari sebelah kiri secara berurutan, cara seperti itu kurang tepat, sehingga cara yang benar adalah seperti ini”. Lalu aku membuat dua anak tangga di papan tulis dan papan anak tangga pertama kutuliskan operasi perkalian dan pembagian, selanjutnya pada anak tangga kedua kutuliskan operasi penjumlahan dan pengurangan. “Anak-anak, ibarat anak tangga, maka yang kalian kerjakan terlebih dahulu adalah operasi perkalian atau operasi pembagian terlebih dahulu. Baru setelah itu kalian kerjakan yang penjumlahan dan pembagian” jelasku. Tiba-tiba Tiara menunjuk tangan, ”Bu kalau ada perkalian dan pembagian mana yang dihitung lebih dulu bu?” tanya Tiara. “Kalau ada yang setingkat maka kalian lihat mana yang letaknya paling kiri dia yang dikerjakan lebih dulu” jelasku sambil selanjutnya memberikan contoh soal di papan tulis. x atau : + atau -

“Baik anak-anak, apakah sekarang kalian sudah mengerti?” tanyaku pada mereka. “Ya bu, kami mengerti” jawab mereka bersahutan, “Baik sekarang kita bahas bersama-sama latihan mandiri kita. kalian siap?”. “Ya buuu” jawab mereka serempak. Akhirnya satu jam pelajaran terakhir aku habiskan untuk menjelaskan kembali konsep yang telah salah kujelaskan pada pertemuan lalu. Alhamdulillah ketika pembahasan tugas mereka memahami kesalahan mereka sebelumnya dan memang hal itu juga terjadi karena kesalahanku yang tidak menguasai materi pembelajaran. Bel berbunyi tanda jam matematika telah usai, aku meminta kesempatan sedikit waktu pada anak-anak agar mereka memberikan tanda pada halaman buku pelajaran yang akan kujadikan PR sebagai tugas evaluasi di rumah.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

SUMBER BELAJAR 6: CONTOH RPP TEMATIK
: SDN TEMA : Diri Sendiri KELAS/SEMESTER : I/I ALOKASI WAKTU : TAHUN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SATUAN

PENDIDIKAN

4 x 35 menit PELAJARAN :

2007/2008 Pertemuan ke 1 (dari 7 x pertemuan) I. Standar Kompetensi

Bahasa IndonesiaPKNMengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa.Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan. II. Kompetensi Dasar Bahasa IndonesiaPKNMelaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana. Memperkenalkan diri sendiri dengan menggunakan kalimat.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.

III. Indikator Bahasa IndonesiaPPKNMelaksanakan perintah guru Mengidentifikasi nama diri dengan lengkap.Mengidentifikasi perilaku jenis kelamin laki-laki dan perempuan. IV. Tujuan Pembelajaran Bahasa IndonesiaPPKNMendengarkan suatu instruksi. Menyampaikan pesan berantai. Menyebutkan identitas diri dengan lengkap. Memperkenalkan diri di depan kelas dengan kalimat sederhana dan santun.Menyebutkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan.

16

Menyebutkan ciri-ciri anak laki-laki dan perempuan dari penampilannya.
BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

V. Materi Pembelajaran Bahasa IndonesiaPPKNCara memperkenalkan diriPerbedaan Jenis kelamin VI. Strategi Pembelajaran Metode : penugasan Pendekatan : Model : Ceramah, tanya-jawab, demonstrasi, Tematik, PAKEM, dan kontekstual Langsung (Direct Instruction)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Tahapan/Sintaks pembelajaranKegiatan Guru-SiswaPendahuluan: Orientasi Guru mengkondisikan siswa untuk siap belajar. Guru mengajak siswa menyanykan lagu : Dua Mata Saya. Guru menginformasikan tujuan pelajaran, misalnya: Anak-anak hari ini kalian akan belajar dan berlatih bagaimana cara memperkenalkan diri. Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan, misalnya anak-anak nanti kalian semua harus ke depan untuk memperkenalkan diri. Kegiatan inti: Presentasi Guru melakukan tanya jawab, misalnya: Anak-anak pernahkah kalian ditanya siapa nama dan alamat kalian? Bagaimana cara kalian memperkenalkan diri? Guru mendemonstrasikan cara memperkenalkan diri (menyebutkan nama lengkap, alamat, nama orang tua, dsb) Guru meminta seorang siswa maju ke depan dan memperkenalkan diri. Guru menanyakan kepada siswa: anak-anak sekarang apakah kalian bisa memperkenalkan diri seperti yang tad diperlihatkan temanmu?. Guru meminta siswa satu persatu maju ke depan untuk memperkenalkan diri.

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Tahapan/Sintaks pembelajaranKegiatan Guru-SiswaLatihan terstrukturGuru meminta siswa memperkenalkan diri. Siswa memperkenalkan diri satu persatu (Guru melakukan penilaian individu siswa dalam aspek berbicara). Setelah selesai, guru mengajukan pertanyaan: Anak-anak siapa di kelas ini yang termasuk kelompok anak laki-laki? Anak perempuan? Siswa mengacungkan tangan atau menyebutkan nama-nama temannya yang laki-laki dan perempuan. Guru meminta dua orang siswa maju ke depan (anak laki-laki dan perempuan). Guru mengajukan pertanyaan: Apa yang membedakan penampilan anak laki-laki dan perempuan? Coba perhatikan temanmu! Siswa menjawab pertanyaan. Siswa menyebutkan ciri-ciri anak laki-laki dan perempuan berdasarkan penampilannya.Latihan terbimbingGuru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berkenalan dengan cara melakukan tanyajawab tentang identitas diri dengan tepat. Siswa melakukan kegiatan bertanya jawab dan saling memperkenalkan diri secara berpasangan.Latihan mandiriGuru memberikan tugas kepada siswa: a. b. berlatih memperkenalkan diri di rumah. melakukan pengamatan terhadap kebiasaan anak laki-laki dan perempuan.Penutup:Guru memperkenalkan diri. mengadakan tanya jawab untuk memantapkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

IDENTIFIKASI MASALAH

VII.

Penilaian

Bentuk penilaian: Metode: lisan dan kinerja Contoh instrumen: Bahasa Indonesia: Perkenalkanlah dirimu di depan kelas! Lakukan tanya jawab dengan teman sebangku mu tentang identitas diri kalian! PPKN Apakah perbedaan anak laki-laki dan perempuan dari penampilannya? Sebutkan jenis permainan yang disukai anak laki-laki dan perempuan! Skor penilaian kinerja siswa: memperkenalkan diri Aspek yang dinilai (memperkenalkan diri)SkorSiswa dapat: Berbicara dengan suara lantang dan keras5b. kata yang benar dan tepat5c. a. Berbicara dengan kataBerbicara

Berbicara menyebutkan identitas diri Berbicara dengan kata-kata

(nama, alamat rumah, tempat bersekolah)10Siswa a. dengan suara pelan dan terbata-bata2b. yang kurang tepat3

PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

17

IDENTIFIKASI MASALAH

Penilaian siswa ketika saling bertanya jawab: Aspek yang dinilai (bercakap-cakap/mengakukan pertanyaan)SkorSiswa dapat: Mengajukan pertanyaan sederhana kepada temannya untuk mengetahui nama dan alamat (identitas diri teman).5 Mau Menjawab pertanyaan teman dengan memperkenalkan diri. 5Memperkenalkan lengkap).10 Skor penilaian PPKN Aspek yang dinilai (membedakan, mengidentifikasi ciri-ciri anak laki-laki dan perempuanSkorSiswa dapat menyebutkan ciri-ciri anak laki-laki dan perempuan dari penampilan fisiknya.10Siswa dapat menyebutkan kebiasaan atau jenis permainan yang sering dilakukan anak laki-laki dan perempuan.10 diri (menyebutkan identitas diri dengan

16

BBM/IDENTIFIKASI MASALAH/09/TEMATIK SD

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->