Peperangan Di Masa Rasulullah (bagian 1

)
Oleh: Tim dakwatuna.com dakwatuna.com - Tak lama setelah Rasulullah saw. menetap di Madinah mulailah terjadi peperangan antara kaum Muslimin dengan kafir Quraisy. Oleh sejarawan Muslim, peperangan yang diikuti langsung oleh Nabi diistilahkan dengan ghazwah, sedangkan yang tidak disertai Nabi diistilahkan dengan sariyyah. Sedang dalam hidup Nabi terjadi dua puluh enam kali ghazwah dan tiga puluh delapan kali sariyyah. Terdapat tiga belas kali peperangan yang terpenting, yaitu: 1. Perang Badar Perang Badar Raya terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriah. Perang ini bermula dari kesalahpahaman kafilah dagang kaum Musyrikin Makkah yang sedang kembali dari Syam menuju Makkah. Rasulullah memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamati kafilah Quraisy yang sedang lewat di wilayah Madinah itu tanpa berrnaksud untuk berperang di bawah pimpinan Nabi saw. sendiri. Begitu melihat rombongan orang Madinah yang mendekati kafilahnya, segeralah Abu Sofyan, pimpinan kafilah, mengutus anak buahnya untuk segera minta bantuan dari Makkah. Segeralah datang pasukan dari Makkah dengan kekuatan 1.000 orang tentara, 600 orang di antaranya berkuda (kavaleri) yang merangkap sebagai kompi perbekalan (logistik), dan 300 orang tentara cadangan yang merangkap sebagai regu musik. Di samping itu mereka juga membawa 700 ekor unta. Regu musiknya sepanjang jalan menggemakan lagu-lagu perang, terutama yang berisikan ejekan terhadap Nabi saw. dan kaum Muslimin. Kompi patroli yang dikerahkan Nabi saw. sendiri berkekuatan 313 prajurit, dengan 70 ekor unta, dan tidak lebih dari 3 ekor kuda. Mereka kebanyakan terdiri dan penduduk asli Madinah. Mereka mengendarai tunggangan yang ada itu secara bergantian. Beberapa saat sebelum berangkat Nabi Muhammad saw. bermusyawarah dengan para sahabatnya dari kalangan Anshar, tentang kelompok mana yang lebih dulu diterjunkan ke medan laga. Kelompok Muhajirin segera menawarkan diri dan menyatakan sanggup. Sementara itu kelompok Anshar juga paham, Nabi saw. menghendaki agar merekalah yang lebih dahulu terjun walaupun Nabi belum berterus terang menyatakan maksudnya itu. Karena itulah Saad bin Mu’az, sebagai sesepuh kaum Anshar, bangkit menyatakan kesiapannya untuk diterjunkan lebih dahulu. Saad bin Mu’az berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh kami ini telah beriman kepadamu, telah seratus persen meyakini agama dan telah mengakui

kebenaran agama yang engkau bawa kepada kami. Kami telah bersumpah setia untuk melaksanakan semua yang telah kami janjikan kepadamu. Oleh karena itu, segeralah laksanakan apa yang telah menjadi keputusanmu, ya Rasulullah, dan kami setia kepadamu. Demi Allah yang telah membangkitkanmu dengan membawa kebenaran, kalau engkau perintahkan kami untuk mengarungi lautan ini (perang), niscayalah kami arungi bersamamu. Tak seorang pun di antara kami ini yang akan menolak komandomu dan tak seorang pun yang akan mundur dari medan laga, hari ini atau besok. Kami sanggup tabah menjalani peperangan ini dan telah siap sedia untuk syahid di dalamnya. Mudah-mudahan Allah swt. merestui apa-apa yang engkan percayakan kepada kami dan marilah berangkat bersama kami, dalam berkah Ilahi.” Banyak lagi kalangan Anshar yang memberikan pernyataan serupa, sehingga legalah hati Nabi Saw. Seusai rapat itu, Nabi saw. bersabda, “Berangkatlah kamu bersama inayah Allah, dan berbesar hatilah. Allah telah menggariskan dua pilihan menang atau kalah.” Kemudian Nabi saw. berangkat dengan pasu¬kannya untuk segera menduduki sebuah telaga kecil yang ada di Gunung Badar itu. Setiba di sana, berkatalah Habbab bin Munzir, “Ya Rasulullah, tempat atau daerah ini telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu (telah diduduki lebih dahulu) dan janganlah engkau maju atau mundur dari tempat ini, apa pun yang terjadi, baik pasukan kita maju atau mundur, atau terjadi kejar mengejar. Kita harus bertahan di daerah ini.” Rasulullah menjawab, “Memang begitulah seharusnya.” Kemudian Habbab menunjuk sebuah telaga lain dan berjalan ke sana bersama-sama untuk lebih da¬hulu menguasainya, sehingga memungkinkan tentara-tentara Islam untuk memutuskan jalur suplai air. Di dekat telaga inilah pasukan dipusatkan, dan Saad bin Muaz mengerahkan kawan-kawannya untuk mendirikan kemah dan dikawal oleh beberapa prajurit. Akan tetapi Rasulullah heran terhadap komando dan kerja Saad itu, lalu beliau bertanya kepada Saad, “Untuk apa itu kau lakukan.” “Sudah banyak kaum yang bergabung dengan kami, tetapi belum ada orang yang sangat kami cintai selain engkau, ya Rasulullah. Kami boleh mati saat ini juga, tetapi engkau harus kembali dalam keadaan selamat,” jawab Saad. “Jika mereka ini (prajurit-prajurit Anshar) tahu engkau terancam, tentulah mereka tidak mau jauh darimu.” Mendengar penjelasan itu berdoalah Nabi saw. agar ia (Saad) dan seluruh tentaranya selamat dan memenangkan peperangan, dan apa yang diusulkan Saad tadi diperkenankan olehnya.

Tatkala kedua belah pihak telah berhadap-hadapan untuk memulai penyerbuan, tampillah Nabi saw. mengatur barisan seraya memberi semangat kepada seluruh prajurit, “Demi Allah yang nyawaku ini ditangannya, musuh-musuh kita sekarang akan menghadapi pahlawanpahlawan yang sabar dan tangguh, serta akan memenangkan peperangan. Jika satu di antaranya terbunuh, maka Allah yang akan memasukkannya ke surga.” Kemudian Nabi kembali ke kemahnya bersama Abu Bakar, sementara Saad bin Muaz mengawalnya dengan pedang terhunus. Nabi berdoa, “Ya Allah, aku nantikan janji-Mu. Ya Allah, jika pasukanku ini kalah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembahmu di bumi ini.” Beliau terus melakukan shalat khauf dan sujud agak lama, lalu diingatkan oleh Abu Bakar dengan ucapan, “Bangunlah, sebentar lagi Allah akan menunaikan janjinya kepadamu.” Tak berapa lama ternyata perang telah berhenti dan kemenangan diraih oleh pihak Islam. Dan pihak Quraisy kurang lebih 70 orang terbunuh, termasuk orang yang paling musyrik, Abu Jahal, dan pemim¬pin lainnya, 70 orang lainnya tertawan. Setelah mayat-mayat tentara itu dimakamkan kembalilah Nabi saw. dengan pasukannya ke Madinah. Kemudian beliau bermusyawarah dengan beberapa orang sahabat guna membicarakan tindakan yang akan diambil terhadap tawanan-tawanan perang itu. Umar bin Khattab mengusulkan agar mereka dibunuh saja. Tetapi, Abu Bakar mengusulkan agar mereka dibebaskan dengan syarat memberikan tebu¬san. Pendapat inilah yang disetujui untuk ditetapkan sebagai keputusan resmi. Maka ditebuslah tawanan-tawanan itu oleh kaum musyrikin Makkah. Tentang Perang Badar ini turun ayat, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orangorang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (QS. Ali Imran: 123 – 127) Di samping itu turunlah pula ayat yang berisi teguran buat Nabi saw. atas keputusannya membebaskan tawanan-tawanan perang dengan rnensyaratkan tebusan, yaitu, “Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu

Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Allah. menyandang tameng dan memegang tombak serta pedang. berangkatlah. menjawab. Ayahnya yang bernama Utbah telah terbunuh pada perang Badar Raya.Menghadapi tantangan ini.” Kemudian beliau berangkat bersama lebih kurang 1.” (QS. dan jika akan engkau urungkan. Masuklah beliau ke rumahnya. Nabi Muhammad kembali menyeleksi pasukannya dan ternyata di dalamnya terdapat ratusan orang Yahudi yang menggabungkan diri dengan tentara Islam.menghendaki harta benda duniawi. Rasulullah memerintahkan. urungkanlah. “Apakah mereka telah masuk Islam?” “Belum. Mereka itu dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Nabi bertanya kepada sahabat-sahabatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. isteri Abu Sofyan. hingga Allah menetapkan sesuatu baginya dan bagi musuh. 200 orang tentara berkuda (kavaleni) dan 17 orang wanita. Mereka yang memandang tidak perlu meladeni tentara-tentara Quraisy tadi mengatakan kepada Nabi.” Rasulullah saw. Al-Anfal:67-69) 2. dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Dipersiapkannya suatu pasukan besar dengan kekuatan 3. Jika engkau tetap setuju berangkat.” jawab sahabat. sebagian sahabat yang tadinya sependapat dengan beliau menyatakan penyesalannya terhadap orang-orang yang memaksakan keinginannya untuk berperang. Sebaliknya orang-orang Islam tetap siaga di Madinah dengan taktik bertahan (defensif). Atas desakan itu Nabi surut dari pendapatnya semula. Dua ratus orang memakai baju besi dan hanya dua orang tentara berkuda. Nabi saw. sedang Allah menghendaki (pahala) akhirat. Perang Uhud Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Syawal 3 Hijriah. Dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.000 orang serdadu. Dan bertakwalah kepada Allah. Seorang di antara mereka yang tujuh belas ini adalah Hindun bin Utbah. suatu pegunungan yang terletak 2 kilometer sebelah utara Madinah. Melihat gelagat Nabi itu. lalu keluar dalam keadaan sudah siap dengan mengenakan baju besi. niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. “Usir .Pasukan Quraisy ini dipusatkan di suatu lembah di pegunungan Uhud. “Kami tidak mau mengirimmu. dan beberapa orang sahabatnya berpendapat kaum Muslimin tidak perlu menemui musuhmusuh yang sudah siap siaga itu.000 orang tentara. Orangorang Quraisy Makkah berambisi sekali membalas kekalahannya pada perang Badar Raya. Setelah berangkat. Maka makanlah sebagian harta rampasan perang. Dalam pasukan itu terdapat 700 ratus infanteri. Akan tetapi sekelompok orang Islam (Muhajirin dan Anshar) terutama pemuda-pemuda yang tidak ikut ambil bagian dalam perang Badar mendesak untuk menemui tentaratentara Quraisy dan ingin menghajarnya di gunung Uhud. “Tidak pantas bagi seorang Nabi yang sudah mengenakan baju besi untuk menanggalkannya kembali.

segera di lakukan pengaturan pasukan dan pembagian posisi. Kuda-kuda itu pasti tidak kuat dan takut dengan panah. sebelumnya telah mengingatkan mereka yang turun itu. Dan jika kamu melihat kami dapat mengalahkan atau dapat menghancurkan mereka sampai terbunuh semuanya. manakala kamu tetap berjaga di atas bukit ini. tak terkecuali regu pengawal jalur rawan serbuan yang berada di bagian atas bukit. Komandannya.” Kelemahan regu pengawal bukit yang hanya berkekuatan sepuluh personal itu dimanfaatkan Khalid bin Walid yang bertindak sebagai komandan tentara Makkah. . sehingga tentara Islam semakin porak-poranda. “Bila kamu melihat burung-burung menyambar-nyambar kami yang berada di lereng. dan turun ke lereng gunung seraya menyerbu habis-habisan dari belakang. Dalam keadaan posisi yang sangat genting itu disiarkan pula psywar yang menyatakan Nabi telah terbunuh. Sesampainya di pegunungan Uhud. Tibalah giliran pasukan Islam kocar-kacir dibuatnya. hingga datang perintahku. di mana pasukan dikonsentrasikan di bawah pimpinan Abdullah bin Jabir AlAnshary. sambil mendekati posisi Nabi saw. Abdullah bin Juber. Pasukan musuh balik menyerbu mereka dari setiap sektor. maka janganlah pula kamu tinggalkan tempat ini. Malah mereka menyanggah sang kornandan dengan katakata. Ya Allah. Jika pasukan berkuda mereka naik ke posisi kamu. Mereka bertugas menghadang pasukan musuh yang akan rnenyerang dari bukit itu. Kita tidak perlu bantuan orang-orang Musyrik untuk menghadapi orang-orang Musyrikin. dan jangan sampai musuh-musuh kita menyerbu dari belakang. Kita selalu akan unggul. hujanilah kuda-kuda itu dengan anak panah. Bukankah peperangan telah usai. tetapi tidak berhasil menghalanginya. Tentara Islam berhasil mengungguli musuh dan beberapa di antaranya telah terbunuh sementara yang lainnya kocar-kacir melarikan diri. Secepat kilat ia menyerang dan melumpuhkan regu pengawal. Tetapi sayang tentaratentara Islam mulai tergiur untuk mengambil harta rampasan yang ditinggalkan oleh musuh yang lain itu.” Menurut pendapat lain.mereka dan perintahkan agar kembali ke Madinah.” Mereka yang berjumlah 300 orang itu pun keluar dari pasukan. sesungguhnya aku yakin Engkau akan menolong mereka. sehingga hanya tinggal sepuluh orang saja yang berada di atas bukit. dan tinggallah 700 orang pasukan Nabi. Rasulullah mengomandokan kepada penjaga bukit ini. “Tidak perlu lagi kita bersiaga di sini. Tidak kurang dan 40 orang di antaranya turun ke lereng untuk ikut serta mengambil harta rampasan yang begitu banyak. “Siagalah kamu semuanya. ketika itu Nabi mengatakan.” Segala sesuatunya telah diatur dan serbuan pun dimulai. Lima puluh personil ditempatkan di sebuah bukit yang terletak di belakang lereng. maka jangan kamu kosongkan tempat (bukit) ini.

” ucap Nabi. “Ya Allah. “Hari ini adalah hari pembalasan Perang Badar. sedangkan tutup kepalanya pecah. kepada sahabat-sahabatnya. diperintahkannya satu regu untuk mengejarnya.” Perang Uhud ini menelan korban sebanyak 70 orang dari pasukan Islam. Selain itu dicatat pula seorang wanita. masih mampu bangkit dan keluar dan lubang tempatnya terperosok dengan bantuan Thalhah bin Ubaidillah. Ummu Imarah Nusaibah Al Anshary. segeralah ia memagari diri Nabi beserta suami dan dua orang putranya. Muka. dan 23 dan kaum Musyrikin. tetapi demi melihat jiwa Nabi terancam maut. Posisi Nabi saw. sehingga ia sendiri tewas. bibir bawahnya luka-luka. karena telah tewas lebih dahulu. guna mengusir musuh. menari-narilah Hindun isteri Abu Sofyan. Diambilnya sebatang tombak terus dilemparkannya ke tubuh Ubai sehingga tidak jadi membunuh Nabi. sampai jatuh pingsan. Melihat sekelompok orang-orang Musyrik Makkah masih berada di atas gunung. Saad bin Abi Waqas yang matianmatian bertahan dengan melontarkan hampir seribu buah anak panah. lalu . Hanya dalam perang Uhud ini Rasulullah sempat membinasakan jiwa seseorang dan hanya Ubai bin Khalaf inilah yang mati terkena tombak Nabi. Ya Allah. Untunglah Rasulullah saw. Srikandi ini mulanya bertugas sebagai perawat tentara Islam yang lukaluka. lutut. Saat-saat gawat ini diceritakan oleh Nabi saw.” Pada saat kritis tersebut ada seorang tentara Quraisy yang bernama Ubai bin Khalaf menyerang Nabi dengan pedang terhunus. Ia menderita dua belas luka terkena panah dan pedang. jadikanlah mereka ini sebagai teman-temanku di surga kelak. selama masa peperangannya. paman Rasulullah saw. karena menghalangi sampainya anak-anak panah itu ke tubuh Rasulullah saw. seraya berseru kepada seluruh pasukan. dihujani musuh dengan anak panah yang memaksa beberapa orang sahabat gugur. Atas keberaniannya yang luar biasa itu. sehingga tidak ada jalan lain buat Nabi selain membela diri.” Lalu Nusaibah minta kepada Nabi berdoa agar dapat bersama-sama masuk surga dengan angota-anggota keluarga yang tewas pada waktu itu. “Semoga Allah memberkahi kamu sekeluarga. “Wanita yang bernama Nusaibah inilah yang paling sibuk memberikan perlawanan demi membela aku. tiada kekuatan bagi kami kecuali karena Engkau. Rasulullah berkata kepadanya. Begitu beliau terkena panah.” Sambil bersiap-siap untuk berlari berkatalah Abu Sofyan. “Mereka itu tidak pantas mengungguli kita. Tercatat di antaranya Abu Dajanah. Suatu hal yang sangat memiriskan perasaan ialah peristiwa terbunuhnya Syaidina Hamzah.Pada waktu itu Nabi terkena lemparan batu. yang hanya diapit oleh puluhan tentara saja itu. Tentu saja semua anak panah musuh terarah kepada beliau.

Di antara kamu ada pula yang menghendaki akhirat. sesudah Allah memperlihatkan kepada kamu sesuatu yang kamu sukai. Dalam surat Ali Imran ayat 138 sampai ayat 142 dan ayat 153 dikatakan. Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu. maka sesungguhnya kaum kafir itupun mendapatkan luka yang serupa. Dan Allah memiliki karunia atas orang-orang beriman. dan belum nyata orangorang yang sabar. supaya kamu tidak bersedih hati terhadap apa-apa yang luput dari sisi kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. seraya bergegas menuju kota Madinah. Dan agar Allah membersihkan orang-orang beriman (dari dosa-dosanya) dan membinasakan orang-orang yang kafir. agar mereka mendapat pelajaran dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir dan supaya sebagian kamu gugur sebagai syahid. Jika kamu (pada perang uhud) mendapat luka. Dibelahnyalah dada mayat Hamzah. Mereka telah mengadakan perjanjian damai dan tolong menolong dengan kaum Muslimin. sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu. dengan cara menjatuhkan batu dari loteng. jika kamu benar-benar beriman. ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu lakukan. sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu. Mengenai Perang Uhud ini terdapat beberapa ayat yang berisi nasihat pelipur kesedihan kaum Muslimin atas kekalahannya dan mengingatkan akan sebab-sebab terjadinya kekalahan itu. guna mengabarkan rencana pembunuhan dirinya. diambil hatinya.mendatangi tempat tergeletaknya Hamzah dengan maksud melampiaskan dendam kesumat atas kematian ayahnya pada perang Badar. Sahabat-sahabat yang ikut . dan mendurhakai perintah Rasul. dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. sebagaimana telah diceritakan terdahulu. Ingatlah ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seorang pun.” (Ali Imran: 139-142) “Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janjiNya kepada kamu. Tetapi karakternya yang jahat itu tentulah selalu menggodanya untuk membatalkan janji dengan kaum Muslimin. Demikianlah. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. untuk rnenguji kamu. Karena itulah Allah menimpakan atas kamu kesedihan di atas kesedihan. Nabi mendadak bangkit dari tempatnya bersender. masa kami pergantikan antara manusia. lalu dikunyahkunyahnya. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka. dan kamulah orang-orang yang lebih tinggi derajatnya. Perang Bani Nadhir Bani Nadhir adalah sekelompok orang Yahudi yang bertetangga dengan kaum Mukminin di Madinah. “Dan janganlah kamu lemah semangat dan janganlah bersedih hati.” (Ali Imran: 152-153) 3. Pada waktu Rasulullah bersama beberapa orang sahabat bertamu di salah satu rumah mereka. bersepakatlah mereka untuk membunuh Nabi saw.

orang-orang Yahudi terlebih dahulu merusak bangunan-bangunan dan rumah-rumahnya. Mereka dibolehkan membawa seluruh persediaan sandang dan pangan. mendapat isyarat tentang itu. tetapi Nabi saw. Dalam pada itu. Mereka harus meninggalkan negeri perlengkapan-perlengkapan perang. silahkan anda melakukan apa yang dipandang baik. dimana salah satu ayatnya berbunyi: “Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka. bahkan memasang kuda-kuda untuk melawan pasukan Islam dengan mengirimkan surat kepada Nabi saw. Perlucutan senjata terjadi dengan syaratsyarat: 1. agar tidak dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin.000 orang tentara bantuan. hal mana membuat mereka tidak mampu melawan tentara Islam. tanpa membawa 2. kedatangannya disambut dengan lemparan batu dan anak panah. mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Hanya dua orang saja di antara mereka yang masuk Islam. Maka ambillah . Kepada Muhammad bin Maslamah. bentengbenteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah. Orang-orang Yahudi Bani Nadhir pun sedia untuk keluar dari wilayahnya. Pihak Islam menjamin tidak mengganggu pelaksanaan pengunduran diri mereka dari wilayah itu. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka. Kamu tiada menyangka mereka akan keluar dan mereka pun yakin. itu. sebuah kota kecil yang terletak 100 mil dari Madinah dan sebagian lainnya mengungsi di wilayah Jursy di sebelah selatan Syam (Syiria). bantuan perlengkapan senjata yang dijanjikan Abdullah bin Ubay kepada mereka ternyata tak kunjung tiba. Sebagian mereka mengungsi di Khaibar. Abdullah bin Ubay. yang berisikan pernyataan “Sungguh kami tidak akan keluar dari negeri kami. Akhirnya tak ada pilihan lain kecuali menyerah. Pada waktu perang Bani Nadhir ini. Dikirimkannya sepucuk surat yang berisi larangan meninggalkan perkampungan dan kesediaan mengirimkan 2. Sebelum menarik diri.” Rasulullah saw. 3. berangkat membawa pasukannya menuju perkampungan Bani Nadhir. maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Nabi memerintahkan agar mengultimatum mereka untuk pergi dari perkampungan itu selambat-lambatnya sepuluh hari setelah dikeluarkan ultimatum tersebut. pada saat pengusiran yang pertama kali.bersama beliau tidak mengetahui rencana busuk itu. turunlah kepada Nabi Surat Al-Hasyr. sehingga mereka tidak jadi keluar. kalau saja tidak dihalang-halangi oleh gembong kaum Munafik.

000 prajurit. keislamannya . Al-Hasyr: 2-4) 4. sehingga Nabi berpikir ingin membujuk orang-orang Yahudi Quraizah agar memisahkan diri dan tidak memerangi tentara Islam dengan jaminan.(kejadian itu) untuk menjadi pelajaran. Pendapat itu disepakati untuk segera dilaksanakan. Di tengah-tengah kecamuk perang datanglah seorang bernama Nuaim bin Mas’ud menghadap Nabi menyatakan masuk Islam. Salman mengusulkan agar kaum Muslimin mengambil taktik bertahan dengan menggali parit-parit di sekeliling Madinah. Mulanya ialah setelah Bani Nadhir diusir datanglah pemimpin-pemimpinnya ke Makkah untuk mengajak orang-orang Quraisy memerangi Rasulullah bersama-sama. Bani Murrah. benar-benan Allah mengazab mereka di dunia. agar membatalkan secara sepihak perjanjian damai yang telah dibuatnya dengan kaum Muslimin. Dengan demikian berkecamuklah perang melawan tentara-tentara berkuda yang mencoba menyeberang parit-parit sempit di beberapa penjuru. Katanya. Pada waktu itu Nabi merasa khawatir kalau-kalau tentara Islam tidak mampu melawan musuh yang semakin banyak jumlahnya. dan Bani Asyja.000 prajurit. kepada mereka akan diberikan sepertiga hasil bumi Madinah.” (QS. yang berakhir dengan kegagalan pihak musuh. Selanjutnya mereka datang ke Ghathafan (nama daerah) untuk beraliansi dengan masyarakat di daerah itu. Pihak musuh berkekuatan 10. Dan jika tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka. Tentu saja ajakan ini diterimanya. bersama rakyatnya menyatakan bergabung. Dan bagi mereka di akhirat ada azab neraka. Betapa terkejutnya musuh dan sekutu-sekutunya melihat parit-parit pertahanan yang belum pernah dikenal dalam sejarah Arab. Sedangkan kaum Muslimin berkekuatan 3. Perang Ahzab Peperangan ini lebih dikenal dengan nama Perang Khandaq. Keinginan ini disambut baik. Setelah siap berangkatlah mereka menuju Madinah.Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. hai orang-orang yang mempunyai pandangan. Akan tetapi kaum Anshar tidak setuju memberikan tebusan apapun kepada mereka yang justru telah membatalkan janji seenaknya. Menghadapi ancaman ini segeralah Rasulullah bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya guna memutuskan langkah-langkah yang perlu diambil. maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. Maksud ini ternyata disambut baik pula oleh Bani Fazzarah. siapa saja menentang Allah. Dalam pada itu ada seorang pemimpin Yahudi yang bernama Huyyai bin Akhtab berusaha membujuk Kaab bin Asad. Terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah. pimpinan Yahudi Quraizah.

Yaitu ketika mereka datang kepada kamu dari atas dan dari bawah. sehingga masing-masing saling meragukan i’tikad baiknya. Berkenaan dengan peperangan ini turun ayat: “Wahai umat yang beriman. dan tidak tetap lagi penglihatan rnereka. Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu dalam keadaan penuh kemurkaan. mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara-tentara yang tidak terlihat oleh kamu. Setelah itu Naim melakukan kasak-kusuk untuk memecah belah tentaratentara Quraisy dengan sekutu-sekutunya di satu pihak. Bukankah perang adalah tipu daya. ingatlah akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kamu. Dalam kaadaan demikian bertiuplah angin topan yang sangat dingin menghantam dan menyapu bersih kemah-kemah tentara Quraisy dan sekutunya. ketika datang kepadamu tentara-tentara.” (QS. dan menyiksa orang yang munafik jika dikehendaki-Nya. Firman Allah swt. padahal Nabi sendiri tahu dia orang yang dipercaya oleh Bani Quraizah. Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar. Perang Bani Quraizah . kecuali keimanan dan keislaman. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka. “Pada saat ini engkau tiada berarti bagi kami dan sangat lemah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kemudian diiringi dengan gambaran tingkah laku orang-orang yang beriman. Dan hatinya menyesakkan naik sampai ke tenggorokan dan menyangka Allah dengan bermacam-macam persangkaan. bagaimana tingkah laku orangorang munafik dalam menghadapi peperangan itu. mereka berkata: Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya Rasulullah memerintahkan sejumlah sahabatnya kepada kita dan benarlah Allah dan janji-Nya. Rasa takut pun mulai menghantui masing-masing orang dan pada malam harinya seluruh tentara yang mengepung Madinah terpaksa angkat kaki.” (QS. Pergilah dari sini.” jawab Nabi. karena kebenarannya. Dan Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dan peperangan. Dan sedikit pun mereka tidak mengubah janjinya. katanya kepada Nabi. dan orang Bani Quraizah di pihak lain. Di situlah orang-orang Mukmin diuji dan digoncangkan hatinya segoncang-goncangnya. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.itu tidak diketahui oleh kawan-kawannya. Perintahkan kepadaku apa yang engkau kehendaki. Al-Ahzab: 22-25) 5. atau menerima taubat mereka. Al-Ahzab: 911) Ayat-ayat berikutnya menggambarkan. Maka di antara meneka ada yang gugur dan di antaranya ada yang rnenunggununggu. Di antara orang-orang Mukmin itu ada yang menetapi apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.: “Dan tatkala orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu.

Mereka segera berangkat dengan kekuatan 3. Kemudian Nabi pun keluar kembali mengumpulkan tentara-tentaranya. Aisyah menceritakan. seorang pemimpin kabilah Aus yang bersekutu dengan Bani Quraizah.Perang ini juga terjadi pada tahun 5 Hijriah. Di sana. Sesampainya di wilayah perkampungan itu. berpikir untuk memberi pelajaran buat mereka. menyerahlah mereka. yaitu mengusirnya dari wilayah Madinah. Penyerahan ini diterima oleh Nabi dengan lega. Setelah dua puluh lima hari terkepung. setelah Perang Ahzab. agar tidak lagi melakukan keonarankeonaran yang bisa membahayakan pusat dakwah (Madinah). memanglah demikian perilakunya. maka Saad mempersiapkan untuk menghantamnya habis-habisan. “Kalau mereka berada jauh dariku. dipandang perlu adanya usaha-usaha preventif. lalu mandi. Orang-orang Yahudi itu telah mencoba membatalkan perjanjian perdamaian yang mereka sepakati bersama dengan Nabi. Ketika itulah beliau mendengar onang-orang Yahudi mengutuk Nabi dan isteri-isterinya. Ia menyatakan menyerah tanpa syarat dan akan pergi dari situ. Hal ini dilaporkan Ali kepada Nabi dan minta agar Nabi saw. Oleh karena itu Nabi saw. berhentilah mereka mengolok-olok dan mengatakan kata-kata tak senonoh tadi. . Begitu melihat Nabi. tidak mendekati benteng-benteng tersebut. “Sewaktu Perang Ahzab (Khandaq) selesai.” Kepada pasukannya. karena mereka memang berakhlak munafik dan suka berolok-olok. dengan kata-kata yang kotor. Pada waktu itu Jibril datang kepada beliau seraya mengatakan: Sudah kau letakkankah senjatamu? Demi Allah. Melihat tingkah laku orang-orang Yahudi Bani Quraizah yang telah menimbulkan bahaya laten bagi umat Islam. Ali r. Mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat Ashar di sana. Nabi memerintahkan untuk segera berangkat dan agar semua orang bisa mendapatkan waktu shalat Ashar di perkampungan Bani Quraizah. pulanglah Nabi ke rumah dan beliau terus menggantungkan senjatanya. aku belum lagi rneletakkannya.000 orang tentara dan bendera Islam di pegang Saidina Ali r.” ujar Nabi saw.a. Nabi memerintahkan pasukannya agar mengepung perkampungan Yahudi itu secara ketat. hingga mereka keluar untuk berunding. Bila orang-orang Yahudi bani Quraizah mencoba memerangi umat Islam. dengan sigapnya segera mengintai musuh yang bertahan di dalam benteng-bentengnya. jawab Jibril sambil menunjuk ke daerah yang didiami oleh Bani Quraizah. telah mengadu domba antara kaum Muslimin dengan kaum kafir Quraisy. Penyerahan ini disampaikan kepada Rasulullah oleh Saad bin Muaz.a. karena dengan demikian berarti berakhirnya gangguan dan perlawanan kaum Yahudi di sekitar wilayah Madinah. Menurut suatu riwayat yang diperkenalkan oleh Imam Bukhari. Dan pada tahun 5 Hijriah telah pula bersekutu dengan orang-orang Yahudi lainnya beserta dengan orang-orang Musyrikin Makkah untuk memerangi umat Islam. Di mana lagi kita akan benperang? tanya Nabi saw. lalu mendekati benteng mereka.

Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: Sesungguhnya rumah-numah kami terbuka. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. maka kembalilah kamu. kemudian diminta kepada mereka supaya murtad. Mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Perang Hudaibiyah Perang ini terjadi pada bulan Zulqa’idah tahun 6 Hijriah. AlAhzab: 26-27) 6. jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan. bagaimana orang Yahudi telah mengingkari janji-janji yang telah dibuatnya. Mereka mencukur rambut dan berpakaian ihram. niscaya meneka mengerjakannya. kecuali perbekalan dan senjata yang biasa di bawa kafilah dagang untuk melindungi diri dari perampok. Kaum Muslimin yang berjumlah 1. karena kerinduan akan Baitullah yang telah enam tahun tidak mereka kunjungi. bukan untuk menantang kaum Qurasiy atau untuk benperang. Kalau Yatsrib (Madinah) diserang dari segala penjuru. Dan mereka tiada akan berhenti untuk muntad itu. kamu juga tidak akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. melainkan dalam waktu yang singkat. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah. Mereka sudah bertolak dari Makkah dalam keadaan siap .500 orang itu berangkat tanpa membawa persiapan untuk perang. ketika segolongan di antara mereka berkata: Hai penduduk Yatsrib (Madinah). Sesampainya rombongan Nabi di Asfan. padahal rumah-rumah itu sekali-kali tidaklah terbuka. Ayat-ayat dimaksud antara lain: “Dan ingatlah. dan harta benda mereka dan tanah yang belum kamu injak. datanglah seseorang yang mengabarkan bahwa orang-orang Quraisy sudah mengetahui adanya rombongan ini. rumah-rumah. tidak ada tempat bagi kamu.” (QS. akan terpenuhi. bermimpi memasuki Baitullah bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya dalam keadaan aman. Dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Kaum Mushmin yang terdiri dari Muhajirin dan Anshar berangkat menuju Makkah dalam suasana riang gembira. Katakanlah: Lari itu sekali-kali tidaklah benguna bagimu.” (QS. Dan kalau kamu terhindar dari kematian itu.Dalam peperangan Bani Quraizah ini turun ayat-ayat yang menerangkan. tidak ada yang menjaganya. Al-Ahzab:13-16) “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab yang membantu golongangolongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka. Dan sesungguhnya mereka itu telah berjanji kepada Allah dahulu: Mereka tidak akan berbalik mundur. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan. Dan penjanjian dengan Allah itu akan dimintakan pertanggungjawaban. Mulanya ialah Rasulullah saw. Atas dasar wahyu ini Rasulullah memerintahkan umat Islam agar bersiapsiap untuk pergi ke Makkah dalam rangka melakukan umrah.

dengan ketentuan agar masing-masing orang hanya membawa senjata yang biasa . tetapi dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1. dengan tekad tidak akan mengizinkan Nabi saw. Kembalinya Utsman dari perundingan itu agak terlambat. Mendengar laporan itu. Kemudian kaum Quraisy mengutus Urwah bin Ma’sud As-Tsaqafi untuk menyampaikan sikap kaum Quraisy itu kepada Nabi dan umat Islam. sehingga Nabi berpendapat tidak ada jalan yang lebih baik kecuali memerangi kaum Musyrikin Quraisy. yang pada pokoknya ingin berdamai. dan kaum Muslimin memasuki Makkah. “Kami datang ke Makkah tidak lain untuk mengunjungi ka’bah dan melakukan umrah. dia (Muhammad) tidak boleh memasuki Baitullah di hadapan kita-kita ini buat selamanya dan seluruh orang Arab ini tidak usah banyak bicara tentang itu. Beliau menyerukan agar seluruh anggota rombongan berjanji setia untuk berperang pada saat itu juga. Utusan-utusan itu pun segera kembali. Dan jika aku sukses dengan ajakan ini. menunda 2. “Celaka benar kaum Quraisy. maka silakan memerangiku dengan segala kemampuan yang ada. Hal ini menimbulkan dugaan berat bahwa Utsman telah dibunuh. Kedatangannya tidak untuk perang. Sesudah terjadi tawar menawar dengan sahabat-sahabat Nabi. Jika mereka itu dapat membunuhku. Umrah baru dapat dilaksanakan tahun depan. sehingga Nabi saw. Nabi bersabda. dengan senjata seadanya.” komentar mereka. Rasulullah saw. suatu tempat di dekat kota Makkah. Demi Allah. Di sini beliau ditemui oleh beberapa orang dan kabilah Khuza’ah yang menanyakan perihal kedatangannya. maka mereka akan masuk Islam dengan cara baik-baik. Semboyannya ialah perdamaian atau mati syahid di jalan Allah. mereka mau perang melulu.perang. itulah yang diinginkan mereka (Quraisy). mengutus Utsman bin Affan untuk sekali lagi menyatakan maksud damainya. Tetapi keinginan damai itu ditolak. Dan jika mereka tidak melakukan itu. aku akan terus memperjuangkan apa yang diamanatkan Allah kepadaku hingga ia tegak atau pembela-pembelanya ini habis.” Nabi kemudian meneruskan perjalanan hingga sampai di Hudaibiyah. kembalilah Urwah kepada kawan-kawannya guna menyampaikan hasil perundingan itu. Apa yang akan diperolehnya jika berhasil memisahkan aku dengan seluruh bangsa Arab. Tekad yang sangat bulat mengarungi peperangan ini rupanya membuat orang-orang Quraisy menjatuhkan pilihannya untuk Damai. beserta kaum Muslimin bersedia maksudnya untuk menziarahi Baitullah pada tahun itu. melainkan hanya untuk menziarahi Baitullah. Inilah yang lebih baik. lalu mengatakan kepada rombongannya “Tampaknya kita terlalu gegabah terhadap Muhammad. Bagaimana sebenarnya perkiraan mereka itu? Demi Allah.” jawab Nabi.

maka pihak Quraisy tidak berkewajiban mengembalikan orang itu ke Madinah. Al-Fath: 10) . Di antara sahabat yang tidak bisa menerima itu terdapat Umar bin Khattab r. “Sesungguhnya Kami telah memenangkan engkau dengan kemenangan yang nyata. dan tentu Dia tidak akan membinasakanku. maka kaum Muslimin harus mengembalikan orang tersebut ke Makkah. Kemudian Rasulullah saw. Oleh karena itu Nabi mengambil inisiatif melakukan tahallul terlebih dahulu. tetapi para sahabat keberatan. Jika penduduk Makkah datang kepada Rasulullah di Madinah. maka siapa saja yang melanggar janjinya. serta menyempurnakan nikmatnya atasmu dan memimpin kamu ke jalan yang lurus. dengan syarat-syarat dan isinya: 1. karena masih kesal dan sangat keberatan dengan bunyi perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Nabi. “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu itu tidak lain mereka telah berjanji kepada Allah. Kedua belah pihak menyetujui perlucutan senjata untuk masa sepuluh tahun. Kali ini kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan untuk perdamaian. Syarat-syarat perdamaian itu disampaikan melalui utusan yang bernama Suhail bin Amar yang dipercayakan penuh untuk mengambil keputusankeputusan sesuai sikap Quraisy. Tangan Allah di atas tangan mereka. 3. Dan supaya Allah menolong dengan pentolongan yang kokoh.” (QS. yaitu sebatang tombak dan sebilah pedang yang disarungkan. Al-Fath 1-3) Peristiwa ba’iat diungkapkan oleh Al-Qur’an. “(QS.a. Kalau kaum Muslimin datang ke Makkah. bahkan mereka sempat bertengkar dengan Nabi. Nabi sudah dapat menyetujui syarat-syarat dan ketentuan itu. dan syukurlah seluruh jamaah mengikutinya. “Aku ini adalah Rasulullah. niscaya akibatnya akan menimpa dirinya sendiri. Dan siapa saja yang menepati janjinya kapada Allah. Mereka kecewa atas kegagalan ziarah ke Baitulah. Peristiwa ini disebut oleh Al-Qur’an dengan istilah Fathun Mubiinun (kemenangan nyata). sebagaimana termaktub dalam surat Al-Fath ayat 1 sampai 3.” Selanjutnya Nabi memerintahkan agar semua anggota rombongan melakukan tahallul. 2. Memang agak sulit para sahabat menerima isi perjanjian tersebut namun dikemudian hari ternyata sangat menguntungkan dakwah mereka sendiri. Akan tetapi mereka tidak melakukannya. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu atas dosa yang telah lalu dan yang akan datang. bersabda.dibawa seorang musafir. maka Allah akan memberikan kepadanya pahala yang besar.

Hanya 200 orang saja yang mengendarai kuda. untuk dimenangkan atas semua agama. Kemelut dengan orang-orang Yahudi yang disebut terakhir ini untuk sementara telah dianggap beres. mencukur rambut dan mengguntingnya.000 orang. Kami berlindung kepada-Mu . Menjelang tiba di Khaibar. kebaikan penduduk dan segala yang ada di dalamnya. ketika mereka telah berjanji setia kepadamu di bawah pohon. Al-Fath: 18) Tentang mimpi Nabi saw. AlFatah: 27) “Dan Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq. mereka punya tentara sebanyak 10. dan Tuhan angin dan segala yang diterbangkannya. yang merupakan asal muasal peristiwa Hudaibiyah ini. sesungguhnya kami mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini. sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram. dalam keadaan aman. Rasulullah saw.“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang Mukmin. Nabi saw. selain orang-orang Yahudi yang tinggal di seputar Madinah. insya Allah. Perang Khaibar Perang ini terjadi di penghujung bulan Muharram tahun 7 Hijriah. wilayah mereka berbenteng sangat kuat. maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. dan cerdik mengadu domba.” (QS. memiliki perlengkapan senjata yang cukup banyak. Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberi sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS. Tuhan tujuh lapis bumi dan segala yang ada di atasnya. “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya. Oleh karena itu Nabi mempersiapkan pasukan yang akan berangkat ke Khaibar pada penghujung bulan Muharram tahun itu juga. Al-Fatah: 28) 7. melalui Perjanjian Hudaibiyah. memerintahkan agar pasukan berhenti. terletak 100 mil dari Madinah. Tuhan langit dan segala yang ada di bawahnya. menghasut dan kasak-kusuk. Pasukan ini berkekuatan 1. Al-Qur’an menyebutkan. memfokuskan perhatian untuk mengatasi kemelut yang ditimbulkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu. Sebab. Dan beliau sendiri berdoa kepada Allah swt. Orang Yahudi Khaibar cukup berbahaya. “Wahai Tuhan. Setelah mengadakan perdamaian dengan pihak Quraisy. Khaibar adalah nama daerah yang dihuni oleh orang-orang Yahudi. sedang kamu tidak merasa takut. Tuhan setan-setan dan segala yang menyesatkan. di belahan utara ke arah Syam (Syiria). lalu menurunkan ketenangan atasnya dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat. Lambat atau cepat mereka pasti membahayakan kaum Muslimin. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS.600 orang.

Mu’tah adalah sebuah desa dekat Syam yang sekarang bernama Kurk. Di dalam benteng-benteng yang telah dikosongkan itu kaum Muslimin memperoleh senjata yang banyak dan menjumpai ribuan kitab Taurat. karena mereka bisa mengetahui posisi pasukan Nabi melalui tempat-tempat pengintaian yang ada di atas pohon-pohon korma di sekeliling benteng. sebagaimana surat-surat beliau lainnya.dan kejahatannya. Perang Mu’tah Perang ini berlangsung pada bulan Jumadil Awal tahun 8 Hijriah. Surat Nabi itu. Khaibar bersama-sama dengan 3. Dalam perundingan ini penduduk Khaibar menyatakan: 1. Peperangan pun pecah. Perang Khaibar menelan korban 93 orang dari pihak Yahudi dan 15 orang dari pihak Islam. Penduduk Khaibar akan mengungsikan diri dengan hanya membawa pakaian sehari-hari. demi membatasi korban. untuk menyampaikan surat kepada Gubenur Bashra. 8. Di sini tentara-tentara Yahudi bertahan dengan gigih sekali sehingga banyak korban yang jatuh. Mulanya Rasulullah mengutus Harits bin Umair Al-Azli.” Setibanya di sana Nabi memilih suatu tempat di dekat benteng Natha. Oleh karena itu. terletak di sebelah Tenggara Laut Mati. Hanits bin Abi Syamr AlGhassani yang diangkat oleh kaisar Romawi. karena di benteng Natha itulah musuh mengkonsentrasikan kekuatan tentaranya. Satu demi satu benteng Yahudi dapat di kuasai. Nabi segera memindahkan konsentrasi pasukan ke sektor yang lebih aman. sebagai tempat mengkonsentrasikan kekuatan tentara Islam. demi membatasi bertambahnya korban. Menghentikan perlawanan. Tetapi kemudian mereka minta supaya kaum Muslimin mengembalikan kitab-kitab tersebut. Sewaktu Harits bin Umair sampai di Mu’tah. Mereka juga dapat secepat kilat membombandir pasukan Islam. Akan tetapi seorang sahabat Habbab bin Munzir mengusulkan agar Nabi memindahkan konsentrasi itu ke tempat lain saja. Mereka bersedia keluar dari keluarganya masing-masing. kejahatan penduduk dan kejahatan apa yang ada di dalamnya. Mereka yang ditempatkan di benteng itu terkenal sebagai tentara-tentara jago tembak (pemanahpemanah mahir). Tuntutan ini dikabulkan oleh Nabi Muhammad saw. baik di pihak Islam apalagi di pihak mereka. ia ditangkap oleh seorang tokoh pemerintah yang . berisi ajakan masuk Islam. pihak Yahudi mengusulkan untuk mengadakan gencatan senjata. 2. kecuali dua benteng terakhir.

diperoleh kesepakatan pasukan Islam itu perlu meminta bantuan kepada Rasulullah saw. Setelah bermusyawarah. tidak merusak bangunan-bangunan masyarakat. “Demi Allah. pasukan musuh itu telah sampai di Desa Balqa’ di Damaskus. perangilah dia demi agama Allah. Kemudian Nabi saw. mewasiatkan agar tentara Islam tidak melakukan kejahatan. Dan jika Ja’far gugur digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Penguasa itu kemudian bertanya apakah dia (Harits) diutus oleh Muhammad dan kemana tujuannya? Walaupun sudah dijelaskan oleh Harits. Karena ketiga orang komandan telah tewas. maka Zaid digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib. maka pimpinan dipercayakan kepada Khalid bin Walid yang baru pertama kali berperang di bawah bendera Islam. Di sana mereka mendapat kabar. Kepada komandan dan wakil-wakil komandan itu Rasulullah menginstruksikan agar terlebih dahulu meminta pertanggungjawaban pemimpin Mu’tah yang telah membunuh Harits bin Umair. kaum wanita. angkatan bersenjata Heraklius (Kaisar Romawi) sudah siap menyambut mereka dengan jumlah yang begitu besar. Tangan kanan dan kirinya putus terkena pedang musuh dan bendera terpaksa dipeluknya. berangkatlah pasukan besar itu menuju Desa Maan. atau instruksi-instruksi lain yang lebih mungkin dilaksanakan. Begitulah Harits bin Umair ditangkap dan terus dibunuh. Zaid bin Hanitsah tewas. tidak merampas atau mencuri harta rakyat.000 orang telah siap dengan komando tertinggi dipercayakan kepada Zaid bin Haritsah. Tetapi Abdulllah bin Rawahah berpendirian lain. Peperangan dimulai. Bila gugur. namun penguasa itu tetap memutuskan untuk menangkapnya.. Dan baru kali ini seorang utusan Nabi mengalami nasib yang begitu mengenaskan. tidak membunuh anak-anak. Setelah dilepas oleh Rasulullah saw. tidak merusak tanam-tanaman. dan orang-orang yang sudah tua bangka.pro Romawi. untuk kemudian menyerunya memeluk agama Islam. Tetapi kemudian beliau pun tewas juga. Pasukan yang berjumlah 3. sehingga Nabi saw. Sebaliknya kita ini berperang karena agama Allah yang telah menempatkan pada martabat mulia. Kemudian bendera dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib yang tidak dapat turun dan kudanya. kalian tidak berani perang. Diaturnyalah siasat sedemikian rupa . Dikabarkan pula. hingga beliau tewas pula akibat luka-luka yang tidak kurang dari 70 lubang. memutuskan untuk menggempur mereka.” katanya memberikan semangat. dan tidak membunuh orang yang tidak melawan. Jika mereka enggan. terdiri dari angkatan bersenjata Romawi dan orangorang Arab Nasrani. Sungguh keterlaluan perbuatan mereka itu. Bendera seterusnya dipegang oleh Abdullah bin Rawahah. Kini kita tidak punya pilihan selain menang atau mati syahid. Kita berperang bukan mengandalkan banyaknya jumlah dan hebatnya kekuatan. padahal kalian ingin syahid.

” . Selain itu. pada hal aku mempunyai putra dan sanak famili di Makkah (kaum Quraisy). dengan alasan orang itu telah munafik.” jawab wanita itu. Sekalipun Nabi saw. Hal ini kulakukan agar mereka itu menghormati dan menghargai keluargaku. namun perang ini diklasifikasikan sebagai ghazwah. Perang Fatah Yang dimaksud dengan Perang Fatah ialah peperangan menaklukkan kota Makkah. Sebaiknyalah kita maafkan dia. Perjanjian Hudaibiyah membolehkan setiap kabilah Arab manapun untuk menggabungkan diri ke dalam barisan Nabi saw. mengingat jumlah tentara Islam yang dikerahkan mencapai 3.hingga berhasil melepaskan pasukan Islam dari bahaya maut untuk seterusnya kembali bersama pasukan ke Madinah. Bukankah engkau sendiri sudah tahu. Nabi saw. kaum Quraisy memberikan bantuannya kepada Bani Bakar. Kemudian Rasulullah memanggil wanita yang membawa surat itu. Mengetahui hal itu Rasulullah tidak senang kepada kaum Quraisy dan secara diam-diam beliau melakukan persiapan untuk memerangi mereka itu. 9. Mendengar keterangan tersebut. Allah telah memberikan penghormatan kepada orang-orang Islam yang turut berperang di Badar. Setelah mengetahui pembocoran ini. Aku tidak bergeser dari situ. marahlah Umar seraya minta kepada Rasulullah agar mengizinkannya membunuh wanita itu.000 orang. saya beriman kepadaNya dan kepada Rasulullah. karena dia telah ikut serta dalam Perang Badar. diberi gelar oleh Rasulullah saw. Demi Alllah. Bani Bakar memilih menggabungkan diri ke dalam barisan kaum Quraisy. “Dia tidak usah dibunuh. tidak turut serta. Perang Mu’tah ini merupakan perang pertama kaum Muslimin di luar semenanjung jazirah Arab. Khalid bin Walid yang telah memimpim pasukan Islam dalam perang ini dengan demikian kehebatannya. melalui surat rahasianya kepada kaum kafir Quraisy. Akan tetapi rahasia ini dibocorkan oleh seorang yang bernama Hatib bin Abu Baltaah Al-Badry. “Si Pedang Allah”. Tetapi di kalangan kaum Muslimin ini aku merupakan seseorang yang tidak mempunyai keluarga dan keturunan terhormat. dengan sebutan Syaifullah. atau ke dalam barisan kaum kafir Quraisy. “Wahai Rasulullah. Dalam konflik ini. sementara Bani Khuza’ah ke dalam barisan Rasulullah (Islam). Pada tahun 8 Hijriah ini Bani Bakar terlibat dalam konflik dengan Bani Khuza’ah dimana kelompok kedua ini menderita kematian 20 orang anggotanya. dan menanyakan mengapa ia berbuat demikian. Tetapi Nabi menjawab. Ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah. memerintahkan bebenapa orang sahabat untuk menyelidiki kebenarannya.

berdirilah Nabi di pintu seraya mengatakan. Dikumpulkanlah seluruh rakyat berikut semua harta benda yang mereka miliki untuk dibawa ke medan perang. Semua penduduknya menyatakan masuk Islam. karena kamu telah dibebaskan. Di tengah perjalanan itu pula anggota pasukan bertambah. karena beberapa kelompok orang Arab menggabungkan diri. Mudahmudahan Allah mengampuni dosa-dosa yang telah kamu lakukan selama ini. Nabi mengatakan. Pasukan Islam memasuki kota Makkah tanpa perlawanan yang berarti dari penduduknya. Sementara itu regu pengawal berhasil menawan Abu Sofyan dan dua orang kawannya. Menjelang masuk ke Makkah ada seorang yang bernama Abbas membisikkan kepada Nabi agar nanti memberikan sesuatu yang dapat membanggakan Abu Sofyan.” jawab mereka. Karena itu mereka berinisiatif untuk menyerang kaum Muslimin lebih dahulu. seperti yang pernah dinyatakan oleh Nabi Yusuf dahulu. 10. baik pria maupun wanita. Engkaulah saudara kami yang paling baik.” kata Nabi saw. yaitu beberapa hari setelah penaklukan kota Makkah. kecuali lima belas orang tertentu. maka dia aman.000 tentara menuju Makkah. Demikianlah pidato Nabi pada hari penaklukan kota Makkah. karena selama ini dia sangat memusuhi Islam. siapa yang masuk ke rumahnya dan mengunci pintu. Tidak ada apa-apa lagi pada hari ini. karena dia memang suka pamor. Perang Hunain Perang ini terjadi pada tangal 10 Syawal tahun 8 Hijriah.Pada tanggal 10 Ramadhan berangkatlah Nabi dengan membawa 10. Pasukan mereka itu dipimpin oleh . bagaimana tanggapan kamu terhadap apa yang saya lakukan ini?” “Engkau telah melakukan sesuatu yang baik.” Setelah sampai di Makkah diumumkanlah. Awalnya ialah pemimpin-pemimpin kabilah Hawazin dan Tsaqif khawatir kalau setelah Makkah takluk akan tiba giliran mereka ditaklukkan. Siapa yang masuk Masjid (Ka’bah) . maka dia aman. Bertebaranlah. di dalam dan di luar Ka’bah. maka dia aman. “Siapa saja yang masuk rumah Abu Sofyan. Nabi terus menghancurkan patung-patung yang berjumlah tidak kurang dari 360 buah. Setelah melakukan shalat dua rakaat. Engkau adalah seorang yang mulia. Dalam perjalanan itu Nabi dan rombongan berbuka. Kemudian pada waktu shalat zhuhur hari itu Rasulullah menyuruh Bilal azan di atas Ka’bah menandakan keagungan Islam. lalu tawaf. termasuk isteri Abu Sofyan yang semula dikecualikan. maka dia aman. Dan siapa saja yang masuk rumah Abu Sofyan. lalu ia masuk Islam. “Pada hari ini saya nyatakan kepada kamu. “Wahai seluruh orang Quraisy.

karena cuaca waktu itu sangat panas. “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu pada beberapa tempat dan pada Perang Hunain. Abu Bakar menginfakkan 40. keluar bersama Nabi. Dalam peperangan ini turunlah ayat Al-Qur’an yang berbunyi. Amilah. Kemudian Abbas kembali meneriakkan hal yang sama sehingga berhasil mengumpulkan pasukan yang sudah kacau-balau itu. Tetapi serbuan mendadak ini berhasil diatasi.Malik bin Auf. Dan bumi yang luas menjadi sempit bagimu saat itu. Ada tiga orang sahabat yang bersedia mengeluarkan biaya untuk keperluan itu. dengan pasukan yang jumlahnya hampir mencapai 30 ribu prajurit. Umar menyedekahkan seperdua dari nilai kekayaannya.000 dirham. tatkala kamu bangga dengan jumlahmu yang banyak. Juzam. Sesampainya di Lembah Hunain. Nabi mengomandokan kaum Muslimin agar bersiap-siap untuk menghadapi tantangan itu. Pasukan Islam yang terdiri dari sahabatsahabat Nabi yang telah lama masuk Islam dan yang baru.” (QS. tapi tidak berguna sedikitpun. dan Ghasan. Rasulullah mengadakan persiapan untuk menghadapi tantangan ini. Mereka mengumpulkan tentaranya di Syam dan beraliansi dengan kabilah-kabilah Arab lainnya. mereka disergap oleh tentaratentara Hawazin dan sekutu-sekutunya. dan Utsman pun begitu. sehingga orang-orang sibuk mengambil harta benda yang ditinggalkan oleh musuh. Kemudian Allah turunkan perasaan tenang kepada Rasul-Nya dan kepada semua orang Mukmin. Perang Tabuk Perang ini terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah. tetapi hanya beberapa kelompok Muhajirin dan Anshar saja yang tetap bertahan.000 orang. Mereka semakin kocar-kacir setelah mendengar psywar bahwa Rasulullah telah terbunuh. Dalam kesibukan itulah musuh kembali mengambil inisiatif untuk kembali menyerang dan mengakibatkan porakporandanya pasukan Islam. At-Taubah: 25-26) 11. Di pihak Islam. bahkan berhasil kembali mengungguli musuh dan memboyong harta rampasan yang berlimpah ruah. Dan Ia kirimkan bala tentara yang tidak kamu ketahui dan Ia siksa orang-orang yang kafir. Tabuk adalah suatu tempat yang terletak antara Hijaz dan Syam. Namun uang sebesar itu baru bisa menutup sepertiga ongkos perang atau baru bisa membiayai pasukan sejumlah 10. Padahal Rasulullah . Sungguhpun begitu semangat juang kaum Mukminin tidak luntur sedikit pun. Peperangan ini bermula dari keinginan kerajaan Romawi untuk menyerang negara Islam Madinah. seperti Lakham. Berkali-kali Nabi menyerukan bahwa dirinya masih hidup. Demikianlah balasan Allah kepada orang-orang yang kafir. hingga kamu berpaling sambil mundur. Tetapi mengalami banyak kesulitan.

Perang Tabuk ini merupakan peperangan yang terakhir selama hidup Nabi. Untunglah yang kedua ini sudah berhasil diamankan Nabi melalui perjanjian damai dan kerjasama di awal Nabi mendiami Madinah. ternyata pasukan Romawi dan sekutu-sekutunya tidak juga kunjung datang. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap di dalamnya. dan norma-normanya menurut Islam. mengajak berdialoq dari hati ke hati. hingga Nabi dan kaum muslimin hijrah ke daerah yang lebih aman. melainkan kepada Allah saja.000 orang tentara berkuda (kavaleri). Pertama.” (QS.berhasil menghimpun 30. menjelaskan kebodohan-kebodohan dan penyimpangan-penyimpangan yang telah terjadi akibat dari kebudayaan dan pemikiran yang penuh kemusyrikan. Mula-mula masyarakat menerima ajaran-ajaran Nabi secara acuh tak acuh dan masa bodoh.000 infanteri dan 10. Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan penerimaan taubatnya. Hal-hal itulah yang terus menerus dialami oleh Nabi. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Lalu berubah menjadi rencana pembunuhan atas diri Rasulullah saw. Ini merupakan pasukan terbesar sepanjang sejarah peperangan bangsa-bangsa Arab. Tetapi setelah bersiaga selama lebih kurang 20 hari. serta mereka telah mengetahui tidak ada tempat berlindung dari siksaan. At-Taubah: 117118) BEBERAPA PELAJARAN Lebih dahulu kita bahas secara garis besar tentang diumumkannya perang. Kemudian beliau menyampaikan ayat-ayat. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang. Kemudian Allah menerima taubat mereka itu. sehingga Nabi pulang ke Madinah. Rasulullah saw. Dan atas peristiwa ini turun firman Allah. sampai dewasa ini. para pengganggu dakwah Islam menjadi dua kelompok. orang-orang Yahudi di sekitar Madinah.000 orang tentara yang terdiri atas 20. setelah hati sebagian mereka hampir berpaling. Kemudian meningkat dalam bentuk tuduhan-tuduhan busuk dan gangguan-gangguan. kaum Musyrikin yang telah memaksa Nabi hijrah dari Makkah. Setelah hijrah. Nabi dan pasukannya segera mencapai Desa Tabuk. “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi. hingga apabila bumi telah menjadi sempit oleh mereka. mengawali dakwahnya dengan nasihat-nasihat dan contohcontoh nyata. dan kedua. Orang-orang . Maksudnya ialah ingin menggoyahkan kepemimpinan Nabi di Madinah selagi belum tegak dan kokoh. sebab-sebab. Akantetapi orang-orang Yahudi itu kemudian ingkar janji dan sudah mulai kasak-kusuk dan menghasut. orang-orang Muhajirin dan Anshar yang mengikuti Nabi dalam rnasa sulit. Madinah.

Al-Muzammil: 10) Tetapi semakin kaum Muslimin bersabar semakin seenaknya orang-orang Yahudi mengganggu. Setelah kedudukan di Madinah sudah agak mantap dan kaum Muslimin sudah mulai kuat. maksud.” (QS. “Dan bersabarlah atas apa-apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. menurunkan wahyu-wahyu-Nya yang berisi seruan agar Nabi dan kaum Muslimin menahan diri dan teguh memegang agama. dan menjadikan kebaikan sebagai mercusuar agar manusia mendapat petunjuk. niscaya mereka mendirikan shalat. di samping kekuatan Yahudi yang selalu mengobarkan api permusuhan dan selalu mengeruhkan air untuk menangguk keuntungan di dalamnya. dan tujuan pengizinan perang menurut isyarat ayat tersebut. muncul lagi kekuatan Quraisy dan pendukungpendukungnya. Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain. Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka. Yaitu onang-orang yang telah diusir dan kampung halamannya. Oleh karena itu kaum Muslimin harus berusaha memperkuat diri. kecuali karena mereka itu berkata: Tuhan kami adalah Allah. Satu di antara ayat-ayat itu adalah. Islam adalah agama yang realistis. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Ia tidak menutup mata dari kenyataan dan tidak mau terkecoh di hadapan orang-orang yang tidak mempercayai dan tidak mau menghormati contoh-contoh ideal yang diberikannya. tanpa alasan yang benar. Berikut ini hikmah. membetulkan yang rusak. beramar ma’ruf nahi mungkar. guna membersihkan jalan bagi dakwah Nabi yang bertujuan meningkatkan pemikiran. dan kepada Allah-lah kembali semua urusan. karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan bahkan menyiksa. Yaitu orang -orang yang jika kami teguhkan kedudukannya di muka bumi. Al-Haj: 39-41) Inilah ayat pertama yang diturunkan mengenai perang dan pembolehannya. selalu siap melawan musuh dan mengungguli kekuatan-kekuatan bathil berikut sekutunya. memusuhi. Inilah salah satu sebab disyariatkannya perang pada tahun 2 Hijriah melalui ayat 39-41 Surat Al-Haj. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. “Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi. . membersihkan jiwa. Menghadapi situasi semacam itu. menunaikan zakat.Yahudi tidak suka kekuasaan serta kewibawaannya tergeser karena kepemimpinan beliau. Allah swt. Sesungguhnya Allah pasti menolong agama-Nya. Dan memang pada waktu itu kaum Muslimin belum mampu melawan. rumah-rumah ibadat orang-orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. karena jumlahnya masih terlalu sedikit untuk itu.” (QS. Gereja-gereja.

Sebab. Sebab. 3. kaum Muslimin dahulu itu pada dasarnya memerangi onang-orang yang mempertuhankan berhala. As-Syura: 40) Dan ayat itu pula dinilai. sebab-sebab diizinkannya umat Islam berperang ialah adanya penganiayaan sebelumnya.” (QS. Pemikiran semacam ini terdapat dalam potongan ayat yang berbunyi. sehingga menjadi pembelaan diri atau pembalasan. Orang-orang Mukminin ini disebut oleh ayat sebagai orang-orang yang diperangi. 2. seruan untuk melepaskan diri dari hal-hal yang tidak benar dan menyimpang.1. Allah swt. dan disiksa serta ditantang untuk perang. Pada permulaan ayat tadi disebutkan secara tegas pengizinan perang bagi kaum Mukminin. 5. melainkan juga berguna bagi penganut-penganut agama Samawi lainnnya. 4. “Dan sekiranya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan . Ini menunjukkan dengan jelas. Kaum Musyrikin rupanya sama sekali tidak mau tahu akan kebebasan dan kemerdekaan yang dimiliki oleh setiap orang dalam hal berakidah. berfirman. yaitu karena mereka tidak mau terus menerus menganut kebudayaan keberhalaan dan tidak mau menyembah kepada Tuhan yang sama sekali tidak pantas untuk dipertuhankan. serta ajakan untuk berakhlak mulia dalam kehidupan. dianiaya. Yang ada ialah pembelaan terhadap akidah. orang-orang yang memerangi kaum Muslimin adalah orang-orang yang melakukan kezaliman. Disyariatkannya perang bagi kaum Mukminin tentulah tidak hanya berguna bagi mereka saja. yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (QS. yakni mempertahankan kemerdekaan berakidah saja. Sebaliknya. Diizinkan kaum Mukminin yang dirampas kemerdekaannya berakidah itu untuk perang tidak bisa lain kecuali berarti mempertahankan kemerdekaan (berakidah) dan tentu saja ini merupakan hal yang paling berharga dalam hidup ini. mereka hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa (Allah). “Siapa saja yang menyerang kamu. yang dengan demikian sebenarnya mereka adalah orang-orang yang tidak beragama dan selalu memerangi para penganut agama samawi. Dalam ayat tadi juga disebutkan sebab-sebab yang telah mengakibatkan terusirnya kaum Muslimin itu dari negerinya. Dan ulah penganiayaan seperti itu tak urung merupakan suatu kezaliman yang besar. umat Islam tidak pernah melakukan kezaliman dan tindak permusuhan. maka seranglah dia sesuai dengan serangannya terhadap kamu. yaitu mereka telah dipaksa meninggalkan tanah tumpah darahnya sendiri. mereka dianiaya oleh kaum Musyrikin karena soal akidah. sejak masih di Makkah. Jadi. Al-Baqarah: 194) “Dan balasan sesuatu adalah kejahatan serupa. Pada ayat kedua diungkapkan suatu fakta sejarah yang menunjukkan kebenaran adanya penganiayaan terhadap umat Islam.

menuntun seluruh manusia untuk selalu hidup dalam dan dengan jalan yang baik. Untuk meratakan keadilan sosial di antara semua bangsa. tentulah telah dirobohkankan biara-biara Nasrani. dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. pemonopolian potensi-potensi alamnya dan pemerkosaan terhadap kehormatannya. Sebaliknya. c. hasil lanjut dari kemenangan itu haruslah berbentuk dan dalam rangka kemaslahatan manusia dan masyarakat. perampasan atas harta benda umat yang dikalahkan. memeliharanya dari keburukan-keburukan yang biasa ditimbulkan oleh penempuhan jalan yang buruk. Menilik hasil-hasil yang hendak diwujudkan secana nyata di balik peperangan yang dilakukan kaum Muslimin terhadap musuh-musuhnya itu dapatlah dikatakan. yaitu agar terwujud suatu pembangunan yang memungkinkan manusia menjadi makhluk-makhluk Allah yang berketuhanan dan berperikemanusiaan. Untuk menggalang kerjasama mengenyahkan kejahatan. menunaikan zakat. Bahkan sebaliknya. gereja-gereja.sebagian yang lain. Untuk mewujudkan rasa saling tolong-menolong dalam usaha-usaha memperbaiki masyarakat. menegakkan keadilan sosial. bukan . d. dan kerusakan. tujuan kemanusiaanlah yang menyebabkan disyariatkannya perang di dalam agama Islam. sedangkan Shalawat adalah tempat-tempat ibadat agama Yahudi. yaitu agar mereka mendirikan shalat.” Shawami’ adalah tempat-tempat semedi rahib-rahib. Dari sini semakin jelaslah perang dalam ajaran Islam bukan bertujuan mengikis habis agama-agama samawi. Biya’ adalah gerejagereja Nasrani. melalui jalan zakat. Dari situ sekali lagi tegaslah bahwa tujuan yang terkandung dalam ajaran perang dalam Islam adalah untuk tujuan yang bersifat universal. menyuruh orang-orang agar berbuat ma’ruf dan melarang berbuat munkar. rumah-rumah ibadat. b. Untuk memelihara keagungan jiwa manusia sedunia ini dengan jalan ibadah. pelanggaran. Dalam ayat ketiga dijelaskan bahwa kemenangan yang dicapai oleh kaum Muslimin tidak boleh membuahkan penjajahan. Sebaliknya hanya ajaran Islamlah sebagai satu-satunya agama yang mengajarkan suatu peperangan haruslah berupa pendirian negara Islam yang berupaya membangun rohani. untuk membelanya dan bahaya atheis dari penyembah-penyembah berhala. baik dulu maupun sekarang yang merumuskan tujuannya sedemikian positif dan kontruktif. Keempat tujuan ini dapat dijabarkan sebagai berikut: a. 6. Belum ada ajaran tentang perang.

kini kita bahas pelajaranpelajaran apa yang dapat dipetik dari peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Sementara kaum Orientalis tidak pernah mau tahu tentang harta benda kaum Muhajirin yang terpaksa ditinggal di Makkah lalu dirampas oleh kaum Musyrikin Makkah. maka tindakan Nabi itu cukup beralasan. Jalan yang cocok untuk itu ialah jalan Allah. keagungan. Itu terjadi setelah 7 bulan .mengembalikannya ke alam kebudayaan Barat dewasa ini. dan harta benda? Bila kita lihat masalah ini dari sudut perundang-undangan yang berlaku di dunia dewasa ini. semasa hidupnya. dan jalan Allah itu haruslah ditempuh dengan cara yang baik. jahiliyah. Tidak kurang dari tujuh faktor yang membenarkan tindakan pencegatan terhadap kafilah Quraisy itu. Tidak untuk perbuatan dosa dan permusuhan. Seluruhnya dilakukan oleh orang-orang Muhajirin. Bukankah orang-orang Yahudi (Israel) sampai sekarang menuntut haknya untuk kembali ke tanah airnya dan menguasai kembali harta benda mereka yang ada di sana? Sebelum terjadi pencegatan Badar ini. Bukankah tindakan Nabi melakukan pencegatan tersebut merupakan imbalan terhadap kekejaman kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat-sahabatnya? Bukankah mereka itu terlebih dahulu memaksa umat Islam angkat kaki dari tanah tumpah darahnya. Beliau membawa pasukannya untuk mencegat kafilah Quraisy yang sedang dalam perjalanan kembali dari Syam (Syiria) menuju Makkah. pahamlah pula kita mengapa perang itu dikatakan jihad fii sabilillah. Upaya pencegatan ini tidak berarti Nabi saw. dan keadilan dalam masyarakat. meninggalkan kampung halaman. Pertama Perang Nabi yang petama kali adalah Perang Badar. lebih dahulu telah tujuh kali kaum Muhajirin berusaha memperoleh harta yang ada di Makkah. punya ambisi ingin merampas barang-barang dagangan atau merampok seperti yang dituduhkan kaum Orientalis. kasih sayang. Kafilah ini tidak berhasil dicegat. kedamaian. dan tolong menolong untuk kebaikan dan takwa. seperti yang diajarkan oleh Dengan memahami sasaran dan tujuan Islam mensyariatkan perang ini. Dasarnya ialah karena harta benda mereka yang ditinggalkan di Makkah sudah dikuasai kaum Musyrikin. Jihad fi sabilillah ialah perjuangan untuk mewujudkan kebaikan. tetapi mereka sendirilah yang kemudian mempersiapkan pasukan untuk perang. Oleh karenanya dibenarkan undang-undang jika mereka (Muhajirin) melakukan pembalasan dengan mencegat kafilah dagang Makkah. Setelah kita membicarakan tujuan yang hendak dicapai oleh Islam melalui disyariatkannya perang berikut pertimbangan-pertimbangan historis atas diizinkannya kaum Muslimin melakukan perang. yaitu: Sebelumnya Nabi telah mengutus Hamzah untuk memperoleh harta benda kaum Muhajirin yang ditinggal di Makkah.

Tak seorang pun kaum Anshar yang diikutsertakan. sendiri bersujud ke hadirat Allah dan memohon kepada-Nya agar kaum Muslimin memperoleh kemenangan. Betapa bedanya perilaku kedua belah pihak menjelang terjun ke medan perang. kebejatan akhlak. taklid buta kepada nenek moyang. pasukan-pasukan Islam merupakan pihak yang menganut dan membela akidah dan umat. Mereka mabuk-mabukan. ia harus menumbuhkan semangat dan kerelaan mereka untuk maju. Sebaliknya. justru lebih ditentukan oleh kekuatan rohani masing-masing prajurit. dan berbagai kelakukan sejenis itu. Tetapi hasilnya nol. mohon pentolongan-Nya. Pada bulan ketiga belas ada lagi delegasi yang terpaksa terlibat dalam peperangan di Buath. Dan pada ujungnya kelompok kedua inilah yang berhasil. Kaum Musyrikin biasa mengadakan pesta pora selama tiga hari tiga malam. Seterusnya pasukan yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqas. Kemudian terjadi lagi Perang Badar pertama. pada bulan kesembilan. Lain sekali dengan kaum Muslimin. pada bulan kedelapan hijrah. pada Perang . Maksudnya ialah untuk memberi tahu khalayak ramai akan kehebatan mereka dan dengan itu mereka merasa siap untuk memenangkan pertempuran. Kedua Kemenangan dalam suatu peperangan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya jumlah prajurit dan hebatnya persenjataan. Nyatanya hanya dua kali pasukan Islam agak kewalahan dari belasan kali peperangan yang terjadi. pada bulan ketiga belas hijrah. Kemudian diutus pula suatu regu yang terpaksa terlibat perang dengan orang -orang Quraisy di Waddan. dan mempertahankan kekuasaan yang diwarnai oleh pandangan kebendaan.hijrahnya kaum Muhajirin ke Madinah. Seterusnya terjadi lagi Perang Asyirah pada bulan keenam belas hijrah. Mereka terlebih dahulu mengadukan segala sesuatunya kepada Allah setulus hati. Inipun dikarenakan mereka melanggar komando Rasulullah. dan mohon dijadikan syahid. Seorang komandan seyogyanya tidak membuat tentara-tentaranya benci dan takut berperang. pada bulan kesepuluh. jumlah personil kaum Musyrikin jauh lebih banyak ketimbang jumlah pasukan Islam. dan tidak sampai menderita kalah total. Dalam semua peperangan. menyalakan api unggun. berdansa-dansi. Seluruhnya dilakukan oleh orang-orang Muhajirin. Kemudian berturut-turut Nabi mengutus pasukan-pasukan kecil yang dipimpin oleh Ubaidah bin Harits. Dalam peperangan yang terjadi selama Nabi masih hidup. Nabi saw. Itulah sebabnya Rasulullah saw. Ketiga Keteguhan hati dan ketabahan serta kegembiraan kaum Muslimin menghadapi musuh merupakan salah satu faktor pendorong terlaksananya taktik dan strategi yang membawa kemenangan. kerusakan masyarakat. sedangkan pasukan kaum Musyrikin merupakan pihak yang menganut dan membela kerusakan akidah. Tetapi.

seperti yang diusulkan Umar bin Khattab. Diperingatkannya Nabi oleh Allah atas tindakannya itu tidak berarti beliau telah mengambil tindakan yang salah total. “Kami (Allah) benar-benar menolong kaum Mukminin. yaitu untuk menumbuhkan rasa takut di kalangan tentaratentara musuh dan tokoh-tokohnya dengan cara tidak membebaskan para tawanan lebih dahulu. Ia akan selalu memberikan kesempatan untuk itu. walaupun dirinya merupakan orang yang paling berani lagi dilindungi Allah. namun Abbas banyak membantu Rasulullah. yang berarti juga demi dakwah Islamiyah. Dalam keadaan seperti itu sang komandan harus menghargai sikap dan tindakan anggotanya. terutama dalam memberikan laponan mengenai gerak-gerik kaum Musyrikin. Di sisi lain. Dalam Perang Badar misalnya. Bantuan itu bisa berupa Malaikat seperti yang diturunkan Allah untuk membantu kaum Muslimin dalam perang Badar atau berupa angin topan yang ditiupkan-Nya ke arah musuh Islam dalam Perang Ahzab.Badar mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan tentaratentaranya. Peringatan tersebut diberikan hanya karena suatu kepentingan yang lebih mendesak dalam situasi itu. di satu sisi. Nabi saw. di antara para tawanan ada paman Nabi sendiri. Bahkan. Keempat Kegigihan anggota-anggota pasukan untuk mempertahankan diri atau jiwa komandannya merupakan suatu sikap yang ditimbulkan oleh keberanian untuk memenangkan perang dan dakwah. AlHaj: 38) Keenam Sifat seorang dai yang sebenarnya ialah selalu mengutamakan agar musuhmusuhnya mendapat hidayah Allah. Hendaknya pejuangpejuang Islam tidak meragukan lagi janji Allah dalam firman-Nya. senantiasa melindungi pejuang-pejuang Islam yang betul-betul beriman dengan bala tentara khusus. Kelima Sesungguhnya Allah swt. beliau sangat menghargai kesediaan berkorban para sahabatsahabatnya demi dirinya. Karena. Walaupun belum terang-terangan masuk Islam. Sehingga.” (QS. Ada alasan lain mengapa Nabi menolak usul Umar untuk membunuh para tawanan. menyetujui pembuatan kemah untuk dijadikan tempat perlindungannya.” (QS. seperti Perang Uhud dan Hunain. Agaknya Abbas ini secara diam-diam telah . di mana tentaranya membuat pagar betis guna melindungi beliau dari hujan anak panah yang dilontarkan musuh. dan. pembunuhan para tawanan itu akan tambah membangkitkan perlawanan terhadap kaum Muslimin. Sebab jika dibunuh. “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. masing-masing merasa ikut menentukan dan bertanggung jawab. An-Rum: 47). Adanya teguran Allah atas pembebasan itu adalah juga tidak berarti mengharuskan membunuh mereka. Begitu pula dalam peperangan lainnya. seperti kasus dibebaskannya tawanan-tawanan Penang Badar. maka orang-orang akan lebih cenderung untuk tidak melawan kemauan pemimpin-pemimpin Quraisy. Nabi tidak pernah menolak keinginan-keinginan seperti itu. Abbas.

Kesembilan Contoh yang diberikan Ummu Imarah yang berjuang sampai mati demi menyelamatkan jiwa Rasulullah dalam perang Uhud. Hal ini di samping dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat akan kebenaran dakwahnya. juga membuat masyarakat menuduhnya sebagai orang yang gila harta dengan memperalat dan mengatasnamakan agama. memperingatkan kaum Muslimin. akan terhalanglah penyebaran agama dan akan terjadilah sangka buruk terhadap setiap dai. atau hanya diisi oleh seorang dua orang saja. niscaya tertutup kemungkinan pasukan Musyrikin membalas kekalahan mereka pada awal peperangan. Merekalah yang bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada para wanita di samping. tentara-tentara Islam sibuk memungutinya dan tidak lagi siaga melawan musuh. mendidik anak-anak mencintai Allah. Kedelapan Tamak kepada harta rampasan atau seumpamanya. Jika Nabi membunuh para tawanan. akan membawa kekalahan. Kalau saja regu yang ditugaskan Rasulullah mengawal pasukan dari belakang itu taat pada komandonya. Pada waktu lengah inilah pasukan musuh kembali menyerbu sehingga nyaris pihak Islam menderita kekalahan besar. Kalau lapangan partisipasi kaum wanita dalam dakwah ini tidak terisikan. Misalnya pelanggaran yang dilakukan oleh regu pengawal di atas bukit pada Penang Uhud. Rasul. tentulah mekanisme dakwah dan proses perbaikan sosial itu akan berjalan lambat. Pada awalnya kaum Muslimin berhasil menghancurkan tentara musuh sehingga mereka lari meninggalkan harta bendanya. Bila penilaian serupa ini telah tumbuh di hati masyarakat. Regu pengawal di atas bukit turun ke lereng bukit karena melihat harta rampasan yang ditinggalkan musuh. sebagaimana dinyatakan dalam surat An-Nur ayat 63. dan agama Islam dalam rangka perbaikan masyarakat. merupakan petunjuk tentang harusnya kaum wanita mengambil peran besar dalam rangka mensukseskan dakwah. Inilah sebabnya Allah swt. Untunglah Rasulullah bersama-sama sebagian tentara lainnya masih tetap memberikan perlawanan gigih sehingga kemenangan terakhir dapat diraih. Melihat harta yang sangat banyak.beriman. Contoh ini menginsafkan kita akan keharusan mengikutsentakan kaum Hawa yang Muslimah dalam mengemban tugas dakwah. separuh lebih dari masyarakat sasaran dakwah adalah kaum wanita yang nyatanya . Begitu pula dalam kasus Perang Hunain. Ketujuh Mengingkari komando seorang pemimpin yang cerdas dan teliti serta mampu memperhitungkan suasana. tentulah kaum Musyrikin mengklaim gerakan dakwah beliau adalah gerakan sadis. Ia dapat dirusak oleh keserakahan sang dai untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Akan halnya dakwah. Sebab. dapat menggagalkan perjuangan. tentu begitu juga. Dan membunuhnya bersama-sama tawanan lainnya berarti kehilangan seorang agen rahasia. Premis ini terbukti dalam kasus Perang Uhud itu. Inii jauh lebih merugikan.

Nabi Saw. kecongkakan pemimpin-pemimpin yang diktator sering sekali membahayakan mereka sendini dan rakyatnya. dipenjarakan. sehingga ia memandang rendah dan meremehkan aspirasi rakyat. Memang kedua kelompok pelaku perbuatan biadab ini sama-sama tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Karena ketika melaksanakan dakwah. Maka sesungguhnya Allah mengetahui umat yang benar-benar beriman. tanpa diuji lagi? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. kecuali jika wahyu Allah telah menentukannya. “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan saja mengatakan telah beriman. Mengingat hal mi.” (QS. Kedua belas Diterimanya nasihat dan pertimbangan para sahabat oleh Nabi saw.kurang dijangkau oleh dai-dai pria. Sesungguhnya Nabi berkedudukan sebagai Rasulullah. Al-Ankabut: 2-3) Kesebelas Apa yang telah diperlihatkan oleh orang-orang kafir terhadap korbankorban kaum Muslimin dalam Perang Uhud. Tentang hal ini Allah swt. dalam rangka penempatan pasukan pada Perang Badar dan Khaibar adalah isyarat tidak sukanya Nabi akan cara-cara diktator. Apa yang telah diperbuat oleh kaum Musyrikin dahulu itu juga dilakukan oleh orang-orang Yahudi kepada korban-korban perang di Palestina. dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Bukankah musyawarah merupakan simbol utama dalam pemerintahan Islam? Bukankah sejarah telah mencatat dengan tinta emas. lebih pmntar dan lebih hebat dan orang lain. terutama menyangkut masalah-masalah kemiliteran dan situasi medan yang sedang dihadapi. namun beliau tidak menemehkan pendapat sahabat-sahabatnya. para dai mungkin saja dilukai orang. Perbuatan mereka mengoyak-ngoyak tubuh mayat bukanlah ingin menyakiti lagi sang mayat. paman Nabi. bahkan dibunuh oleh musuh-musuh Islam. Hal itü sangat menyedihkan orang yang melihatnya. Biasanya orang-orang diktator selalu menganggap dinmnya lebih baik. melainkan untuk menunjukkan betapa mendalamnya kedengkian yang ada di dalam dini mereka. serta enggan bermusyawarah dengan tokoh-tokohnya. merupakan bukti nyata sangat tipisnya perikemanusiaan dan kasih sayang musuh-musuh Islam terhadap sesama manusia. selayaknya para da’i meneladani sikap dan tindakan Rasulullah. pemimpinpenumpin Islam yang sesungguhnya adalah orangorang yang suka musyawanah dan . Hal itu membuat mereka selalu tidak senang kepada orang-orang yang bersikap sebaliknya. jika dia memang sebagai pemimpin yang ikhlas dan da’i yang jujun. Bukankah dakwah terhadap kaum wanita ini akan lebih efektif dan efisien manakala dilaksanakan oleh kaum wanita itu sendiri? Kesepuluh Terlukanya jasad Rasulullah dalam Perang Uhud agaknya menyadarkan para dai bahwa tidak tertutup kemungkinan mereka akan mengalami gangguan-gangguan fisik atau terancam jiwa. Sejanah telah menunjukkan. telah mengingatkan kita melalui firman-Nya. suka bermusyawarah tentang segala pensoalan. khususnya terhadap mayat Hamzah.

Ketiga belas Dalam kepemimpinan Rasulullah Saw. lagi pula mempunyai tanggung jawab penuh atas kesuksesan dakwahnya. All Imnan ayat 159 dan AnNahi ayat 43. Melihat sikap dan pertimbangan Abu Bakar yang telah melakukan perhitungan matangmatang itu. bukan diktator? Untuk mi penhatikanlah firman Allah dalam surat As-Syura ayat 38. kecuali jika pana sahabat minta supaya beliau memberi komando dan belakang. pada Perang Hudaibiyah. bahkan nanti. memerangi kaum Murtad merupakan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kelestarian Islam di anak benua . hal mi menunjukkan kepemimpinan itu tidak mungkin dijalankan oleh orang-orang yang pengecut. Selain itu sifat pengecut selalu merupakan hambatan dan dalam (intern). Kasus semacam itu pernah pula terjadi pada diri Abu Bakar. beliau selalu berada di barisan terdepan. Sejak dahulu sampai sekarang. apalagi jika sebelum mengambil keputusan tertentu itu dia telah meminta pendapat anak buahnya terlebih dahulu. Dan memang keberanian seorang pemimpin atau da’i mi akan dijadikan contoh dan stimulator oleh anak buahnya. dalam jangka waktu dua tahun. Ternyata setelah disepakatinya perdamaian tersebut. Kebaikan seorang pemimpin atau da’i dalam berfikir dan berbuat jauh lebih mampu membangkitkan semangat pengikutpengikut jika dibandingkan dengan daya bangkit pidatopidato di depan umum. walaupun beberapa orang sahabatnya merasa keberatan terhadap beberapa point persyaratan perjanjian itu semula. penggerak gerakan perbaikan (refonmasi) dan pemimpin da’wah. Apalagi setelah mereka mengerti. Dalam pandangan beliau. surutlah sahabat-sahabatnya dari pendapat semula. namun ia pada akhirnya tetap berpendirian. Walaupun sahabat-sahabat lainnya tidak setuju untuk memerangi kaum yang murtad.mempenhatikan pendapat para ahlinya. berlipatgandalah orang-orang yang masuk Islam. Sifat-sifat tersebut menjadikan keputusan sang dai itu layak dituruti. memerangi mereka. Ambillah contoh keputusan yang diambil oleh Nabi saw. hal mana melahirkan tingkah laku yang kurang pantas terhadap Rasulullah yang pada kala itu juga berstatus sebagai komandan pasukan. orang-orang yang pengecut tidak bisa dan tidak pantas dijadikan pemimpin masyarakat. adanya perdamaian itu sendiri sudah merupakan kemenangan dan keuntungan politis. Keempat belas Anak buah atau pembela-pembela dakwah seyogyanya tidak menentang keputusan sang pemimpin yang cerdas dan cermat mempertimbangkan suatu perkara. Beliau terlebih dahulu memikirkan masak-masak syarat-syarat yang sepatutnya dicantumkan dalam penjanjian itu dan telah memahami benar apa yang akan menguntungkan dakwah. komandan pasukan. Begitulah keputusan yang diambilnya secara tepat. sehingga ia menjadi hambatan awal.

Taktik mempertahankan kota. Dalam hubungan ini menipu musuh-musuh agama hingga mereka berantakan dapatlah dinilai mempercepat proses penegakan kebenaran. di satu sisi. tidak akan mengizinkan perang. setelah mendapat penjelasan. Kelima belas Kepada Urwah bin Mas’ud yang datang dan menyatakan masuk Islam sewaktu Perang Ahzab sedang berkecamuk. Karena itu beliau memerintahkan salah seorang untuk membuat stempel yang bertuliskan nama dan status beliau (Muhammad Rasulullah). Allah swt. umat. dan keonaran adalah kepentingan yang manusiawi dan etis. di lain sisi. Beliau pernah menerima saran sahabatnya agar menuliskan namanya dalam surat yang akan dikirimkan kepada raja-raja. Kepentingan untuk menghancurkan kejahatan. sebab upaya memperkecil korban perang adalah suatu hal yang manusiawi. maka haruslah menghapuskannya dengan berbagai cara yang sesuai dengan keadaan keburukan itu sendiri. Penggunaan tipu muslihat dalam rangka memerangi pendukung-pendukungnya adalah sesuai dengan akhlak kemanusiaan yang memandang peperangan itu sendiri sebagai suatu yang mengandung banyak keburukan. kalau tidak demi terpeliharanya agama. Rasulullah memerintahkannya melakukan upaya memecah belah barisan lawan. Di sini kita dapat melihat bagaimana kelihaian Nabi saw. ternyata ampuh untuk membendung serbuan musuh yang berkekuatan tinggi. raja-raja itu biasanya tidak mau menerima surat yang di dalamnya tidak tercantum nama pengirimnya. Begitu pula saran agar Nabi memakai pakaian yang bagus dalam menerima kedatangan rombongan pembesar-pembesar dan berbagai penjuru untuk menyatakan . Inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah dalam kata-katanya kepada Urwah bin Mas’ud: “Perang adalah tipu daya. kekufuran.” Keenam belas Diterimanya gagasan Salman dalam Perang Ahzab untuk menggali paritparit pertahanan adalah mengindikasikan Islam sama sekali tidak enggan memanfaatkan pengalaman-pengalaman yang dimiliki orang non Islam. dan dibenarkannya mengambil langkah-langkah yang akan membawa kemenangan dan menutupi kemungkinan pertumpahan darah lebih lanjut. dan memulihkan kembali semangat umat Islam untuk menyebarkan ajaran agama Islam di setiap penjuru dunia ini. yang diusulkan Salman itu. Tindakan Nabi ini menunjukkan boleh melakukan tipu muslihat yang dapat menghasilkan kemenangan serta mengalahkan musuh. Bila keburukan-keburukan itu merajalela. dan hal seperti ini tidak hanya terjadi sekali selama hidupnya. di bidang politik dan kemiliteran. sepanjang hal itu berguna bagi umat Islam sendiri dan masyanakat pada umumnya. dan negeri. Tindakan semacam itu tidak berarti melangkahi akhlak yang diajarkan Islam.Arabia. Begitulah keterbukaan jiwa Nabi untuk menerima pendapat yang baik dan benar.

Itu semua menunjukkan bagaimana Rasul akhir zaman ini mencontohkan tingkah laku teladan yang disesuaikan dengan pendapat atau cara orangorang lain. tidak membenarkan cara-cara “main sikat” dan “hantam kromo” kecuali jika amat terpaksa. di bawah kemenangan dan kemajuan umat-umat lain. padahal mereka sendiri sangat membutuhkannya. Sejarah mencatat etika perang kaum Muslimin ini dengan tinta emas di atas kertas putih. Para sahabat menyatakan kepada beliau. Masihkah ada orang yang tidak kenal kebiadaban tentara-tentara Salib (Kristen) dan pemimpin-pemimpin sewaktu mereka menaklukkan masyarakat dan negeri-negeri Islam zaman dahulu. yang ada di kalangan masyarakat lain. “Sampaikanlah berita-benita ini kepada hamba-hambaKu. Hal ini ternyata membudaya di kalangan umat Islam di setiap masa. apalagi jika yang ditiru itu berasal dan kebangkitan Eropa. lalu mengikuti yang terbaik di antananya. Kaum Muslimin dewasa ini sering enggan mencontoh perbaikan-perbaikan yang telah berhasil dicapai oleh bangsa-bangsa di luar Islam. Oleh karena itu adalah keharusan bagi kita sebagai pengikutnya untuk meniru hal-hal yang paling balk. sementara umat lain dicatat dengan tinta merah di atas kertas hitam. karena itu tidak selaras dengan watak Islam yang justru menganjurkan penganutnya untuk menyimak dan menyeleksi perkataan. Rasulullah tidak memperkenankan pasukannya memerangi orang yang tidak memerangi atau melawan. pendapat. Karena itulah Rasulullah menyuruh sahabatnya membeli pakalan baru yang cukup mahal harganya. Yang mendengar keterangan. AzZumar: 17-18) Apa yang telah dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah itu seringkali dilupakan umat Islam sekarang.masuk Islam setelah penaklukan kota Makkah. padahal itu merupakan suatu prinsip yang tidak kecil artinya. sejauh itu bermanfaat dan tidak bertentangan dengan hukum Islam serta dengan prinsip-prinsip dasarnya. Ajaran perangnya merupakan doktrin yang paling berbelas kasih sepanjang sejarah umat manusia. seperti Tarablis. Kita tidak boleh jumud. sehingga mereka dikenal sebagai tentara-tentara yang sangat luhur akhlaknya. cinta persudaraan dan perdamaian. Ketujuh belas Wasiat-wasiat Rasulullah kepada pasukan yang akan diberangkatkan ke Perang Mu’tah memperlihatkan secara jelas watak penuh kasih sayang dalam ajaran perang menurut Islam. Ma’ra. dan tradisi-tradisi yang ada untuk kemudian menerima atau mengambil yang terbaik di antaranya. para pembesar yang akan datang menghadap Nabi adalah orang-orang yang sudah biasa disambut dengan pakaian yang bagus atau pakaian kebesaran. Mereka kerap kali menutup mata dari perbaikan-perbaikan itu.” (QS. dan lain-lain? . Akibatnya kaum Muslimin kalah dan mundur.

dan Hari Akhirat. pemerasan. tetapi mereka jugalah yang menyerbu negeri-negeri lain dan menumpahkan darah orang-orang yang tidak melawan dan tidak memeranginya. kesuksesannya tidak tergangung kepada pidato-pidato yang menggebugebu. Oleh karena itu agaknya merekalah yang merupakan penentang dan musuh kemanusiaan. Inilah sebabnya perang dalam Islam bertujuan kemanusiaan. cinta kasih. Bangsa-bangsa eropa itu telah mengelabui manusia dengan propaganda-propaganda kosong. Rugi karena lari dari pninsip semula dan rugi karena masih harus melawan musuh-musuh tersebut. Sedangkan kekuatan Islam terletak dalam sifat kasih sayangnya yang ditegakkan di atas keimanan kepada Allah swt. Kedelapan belas Suatu pasukan yang tidak kompak tentu tidak dapat mengungguli musuh. Sungguhpun begitu. dan cinta kebaikan. dan penjajahan. Sekarang kita sebagai kaum Muslimin sedang terlibat dalam peperangan melawan orang-orang munafik itu. Walaupun lawan yang dihadapi itu adalah orang-orang yang anti perikemanusiaan. perang bertujuan penaklukan. Begitu lantangnya mereka mencanangkan kebudayaan yang berprikemanusiaan. tanpa banyak gembar-gembor seperti bangsa-bangsa tersebut. baik dalam situasi damai maupun dalam situasi perang. Sementara umat Islam selalu berbuat untuk perikemanusiaan. namun tidak selayaknya kita bergeser dan prinsip yang dimiliki dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. dengan kaum Yahudi. kecuali dalam kemunafikan itu sendiri. Seluruh dunia ini sudah tahu bagaimana mereka telah berbuat sangat biadab terhadap lawan-lawannya di Palestina. yaitu yang . Mereka masih juga mengajak bangsa-bangsa lain untuk berperikemanusaian. demi membela tanah air. masih juga mereka mengatakan dan menganggap dirinya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perikemanusiaan. sedangkan dalam ajaran lain. sebagaimana terjadi dalam Perang Hunain. Sikap kaum Muslimin itu dimungkinkan karena dalam dirinya terpendam prinsip-prinsip moral. Bangsabangsa yang munafik itu tidaklah memiliki kekuatan. hak dan kehormatan Islam.Kita telah menyaksikan kemunafikan bangsa-bangsa Eropa di Barat dan kebiadaban orang-orang Yahudi di Timur. Begitu pula orang-orang Yahudi. baik yang tinggal di desa-desa maupun di kota-kota. Begitu juga dalam dakwah. Kesembilan belas Ada pelajaran tertentu yang harus diserap dari peperangan dan pertentangan antana Nabi saw. melainkan kepada banyak sedikitnya orang yang bersedia berjibaku untuk itu. Sebab jika kita ikut-ikutan seperti mereka itu. berarti kita menderita dua kerugian.

dengan . bahkan ke seluruh penjuru dunia pada umumnya. dan kaum Muslimin terhadap mereka ini. Tidak hanya berhenti di situ. lenyaplah semua rayuan gombal tersebut. guna mewujudkan stabilitas yang memungkinkan kita memainkan peranan baru dalam rangka mengemban misi Islam dan menciptakan perdamaian semesta. Sejak hijrah di Madinah. hal itu telah menyebabkan terjadinya perang terhadap Bani Quraizah. tidak bisa dipercaya. ternyata hanya orang-orang Yahudi atau kelompok-kelompok ekstrimis atau imperialis sajalah yang justru tidak senang kepada Nabi dan kaum Muslimin. Dirangkulnya kabilah-kabilah yang memusuhi Islam dan disebarkannya propaganda anti Islam. Kebaikan pergaulan Nabi serta kaum Muslimin dengan umat Yahudi itu tidak menjadi halangan untuk membangun dan mempertahankan negara yang masih berusia muda (negana Islam) dan bagi penyiaran agama Islam ke seluruh anak benua Arab. Bagaimanakah sikap Nabi saw. Tindakan inilah yang menyebabkan meletusnya Perang Khaibar. secara bersungguh-sungguh telah membangun hubungan damai dengan kaum Yahudi. Tampaknya kaum Yahudi ini tidak menghargai kebaikan. Akan tetapi dibalik itu semua. kecuali kembali menempuh cara-cara sebagaimana yang ditempuh oleh Rasulullah dahulu. Berbagai upaya telah pula dilakukannya untuk memisahkan kaum Yahudi ini dari pengaruh negara-negara superpower. Rasulullah saw. Sebelum pecahnya perang Palestina dan sebelum orang-orang Yahudi menduduki negeri itu. dan keonaran demi keonaran. Barangkali inilah amanat yang harus diwariskan kepada generasi berikut. Oleh karena itu barangkali tidak keliru jika dikatakan. mereka mempersiapkan diri untuk memerangi kaum Muslimin di Madinah. terdengarlah ajakan sementara orang yang dengan mulut manis mengajak bekerja sama dengan kaum Yahudi. Maksud-maksud baik itu tertuang dalam piagam perdamaian yang disepakati oleh kedua belah pihak. hal mana telah menyebabkan pecahnya perang Bani Quraizah. yang notabene ingin menyudutkan dan menyulitkan umat Islam? Pertanyaan ini perlu ditelusuri jawabannya. walaupun telah berbaik-baik kepada mereka. Akan tetapi tidak berapa lama kaum Yahudi itu mulai mengadakan aksi percobaan pembunuhan atas diri Nabi saw. persis pada saat Perang Ahzab. Kemudian mereka menyatakan tidak mau terikat lagi kepada perjanjian damai. pengkhianatan demi pengkhianatan.. sejarah kaum Yahudi ini tersusun dari kejahatan demi kejahatan.menyangkut sikap beliau terhadap mereka dan sikap mereka terhadap Nabi dan ajaran-ajarannya. Beliau sangat berkepentingan untuk membiarkan bebas (mendeka) beragama dan menjamin keamanan harta bendanya. Akan tetapi setelah terjadi peperangan dan pendudukan oleh Israel. sejak dahulu hingga sekarang. dan selalu ingin membuat keonaran. Belajar dari pengalaman itu agaknya tidak ada jalan lain bagi kaum Muslimin dalam menghadapi orang-orang Yahudi.

sehingga Perang Mu’tah terjadi. mengerahkan pasukannya untuk melawan pasukan Romawi. menaklukkan kota Makkah. dengan pengiriman pasukan ke Mu’tah.harapan semoga mereka mampu melakukan hal-hal yang belum lagi dilakukan oleh generasi yang lalu. pertama antara kaum Muslimin terjadi kalau saja tidak terjadi utusan Rasulullah saw. Yang terpenting di antaranya ialah mengenai sifat-sifat Rasul yang sedikitpun . Dengan demikian beralasan jika Nabi saw. Hal semacam itu tidak akan disanggupi. Kedua puluh dua Betapa banyak pelajaran yang seharusnya kita petik dan peristiwaperistiwa yang terjadi dalam peperangan Nabi saw. yang terdiri dan bangsa Romawi dan orang-orang Arab Nasrani. adalah tidak lain kecuali untuk menunjukkan adanya keinginan mereka menghapus negara Islam Madinah dari peta dunia. Mereka sanggup menghadapi peperangan besar dalam keadaaan paceklik dan cuaca yang sangat panas. Akantetapi dipersiapkannya tidak kurang dari 200. dekat Omman (sekarang). Kedua puluh Perang Mu’tah yang merupakan konflik dengan kekaisaran Romawi. yang yang memerintah atas nama Tindakan pembunuhan dimaksud merupakan tindakan permusuhan dan tidak mau bertetangga baik. terlihat bukti-bukti nyata betapa besarnya dorongan iman yang sungguh-sungguh dalam kalbu sahabat-sahabat Nabi. Sebab jika negara baru itu sempat besar. Kedua puluh satu Dalam rangka Perang Tabuk. dilihat dari segi perundang-undangan internasional. Rupanya mereka tidak senang dengan berdirinya suatu negara berdaulat yang merdeka dan menguasai benua Arab. Meneka telah memusatkan komandonya di Kota Maab. serta menunjukkan i’tikad buruk para Gubernur Romawi yang berada di wilayah Arab. sehingga mereka senantiasa bersemangat untuk berkorban demi kepentingan agama dan masyarakat Islam. Karena dorongan iman itulah mereka bersedia mengorbankan harta kekayaan yang tidak sedikit jumlahnya. tentulah akan menjadi penghalang yang dapat memutus dan mengakhiri penjajahan Romawi di negeri-negeni Arab. sehingga tidak mungkin uraikan satu per satu di ini. Sasaran Nabi saw. kecuali orang-orang yang benar-benar tulus ikhlas demi Allah dan demi keridhaan-Nya. tidak lain kecuali untuk memperingatkan penguasa-penguasa Romawi itu agar tidak mengambil sikap bermusuhan dengan negara Islam Madinah.000 orang tentara oleh pihak Romawi. tidak akan peristiwa pembunuhan atas seorang ditugaskan menemui Gubernur Bashra Kerajaan Romawi.

Setelah pusat keberhalaan (kota Makkah) ditaklukkan. Tidak ada pembunuhan dan balas dendam. sahabat-sahabatnya. tidak kurang dari 21 tahun. Selama masa itu kaum Musyrikin Makkah tidak henti-hentinya berdaya upaya untuk membunuh Rasulullah. Kedua puluh tiga Perilaku Rasulullah saw. dan merintangi dakwah Islamiyah. Membebaskannya dari segala bentuk balas dendam dan mengajak mereka ke jalan Allah. yakni sebagai pembawa misi Islam ke seluruh dunia. Gjj Bb H N H . Tindakan Nabi saw. beliau memaafkan dosa-dosa mereka.tidak menaruh benci kepada orang-orang yang justru memusuhinya bertahun-tahun lamanya. N . melainkan sebaliknya tokoh-tokoh Musyrikin itu masuk ke dalam agama Islam untuk selanjutnya disebarluaskan kepada semua lapisan masyarakat. terhadap penduduk kota Makkah menunjukkan beliau paham persis peran yang akan dimainkan mereka di kemudian hari. Di sini nyata benar bagaimana besarnya jiwa beliau. terhadap penduduk Kota Makkah tersebut adalah juga menunjukkan kepercayaan kepada mereka untuk menl Hjnm. Memang Allah mengutusnya kepada seluruh manusia bukan untuk itu. sebagai seorang dai yang tiada mengharapkan kekuasaan dan pangkat. melainkan untuk menjadi pemberi petunjuk dan pembuka akal pikiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful