SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN Dra.

Erika Revida Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN I. IDEALISME a. Pengertian Pokok. Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan i tu. b. Perkembangan Idealisme. Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu. Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu. Sebenarnya dapat dikatakan sepanjang masa tidak pernah faham idealisme hilang sarna sekali. Di masa abad pertengahan malahan satu-satunya pendapat yang disepakati oleh semua ahli pikir adalah dasar idealisme ini. Pada jaman Aufklarung ulama-ulama filsafat yang mengakui aliran serba dua seperti Descartes dan Spinoza yang mengenal dua pokok yang bersifat kerohanian dan kebendaan maupun keduanya mengakui bahwa unsur kerohanian lebih penting daripada kebendaan. Selain itu, segenap kaum agama sekaligus dapat digolongkan kepada penganut Idealisme yang paling setia sepanjang masa, walaupun mereka tidak memiliki dalil-dalil filsafat yang mendalam. Puncak jaman Idealiasme pada masa abad ke-18 dan 19 ketika periode Idealisme. Jerman sedang besar sekali pengaruhnya di Eropah. C. Tokoh-tokohnya. 1. Plato (477 -347 Sb.M) 2. B. Spinoza (1632 -1677) 3. Liebniz (1685 -1753) 4. Berkeley (1685 -1753) 5. Immanuel Kant (1724 -1881) 6. J. Fichte (1762 -1814) 7. F. Schelling (1755 -1854) 8. G. Hegel (1770 -1831) II. MATERIALISME a. Pengertian Pokok. Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.

© 2003 Digited by USU Digital Library

1

3. aliran Materialisme tumbuh subur di Barat. 1. 2. Hal ini disebabkan bahwa faham Materialisme ini pada abad ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (atheis) yang sudah diyakini mengatur budi masyarakat. 4. Tokoh-tokohnya.460 -545 SM) 5. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun. kritikpun muncul di kalangan ulama-ulama barat yang menentang Materialisme. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan. Dualisme adalah ajaran atau aliran/faham yang memandang alam ini terdiri atas dua macam hakekat yaitu hakekat materi dan hakekat rohani. Pada abad pertama masehi faham Materialisme tidak mendapat tanggapan yang serius. Pada abad ke-19 pertengahan. Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama dimana-mana. Anaximandros ( 610 -545 SM) 3. Faktir yang menyebabkannya adalah bahwa orang merasa dengan faham Materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam. Karl Marx (1818 -1883) III. juga teorinya jelas berpegang pada kenyataankenyataan yang jelas dan mudah dimengerti. Lamettrie (1709 -1715) 7. Pada masa ini. 2. Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut : 1. 4. Padahal kata Hegel. Kedua macam hakekat itu masing-masing bebas berdiri sendiri. Pengertian Pokok. Tokoh-tokohnya. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. Plato (427 -347 Sb. Perkembangan Materialisme. Thomas Hobbes ( 1588 -1679) 6. DUALISME a. 3. Demokritos (kl. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya.H) Descartes (1596 -1650) Fechner (1802 -1887) © 2003 Digited by USU Digital Library 2 .b. sama azazi dan abadi. Spencer (1820 -1903) 9. bahkan pada abad pertengahan. Feuerbach (1804 -1877) 8. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. Perhubungan antara keduanya itu menciptakan kehidupan dalam alam Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakekat ini adalah terdapat dalam diri manusia. c. orang menganggap asing terhadap faham Materialisme ini. Thales ( 625 -545 SM) 4. Baru pada jaman Aufklarung (pencerahan). faham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dalildalil yang muluk-muluk dan abstrak.H) Aristoteles (384 -322 Sb. Materialisme mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropah Barat. Selain itu. b. Anaximenes ( 585 -528) 2. 1. H.

Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran. Empirisme memegang peranan yang amat penting bagi pengetahuan. Schopenhauer (1788 -1860) IV. 1. b. Oleh karena itu empirisme dinisbatkan kepada faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Pengertian Pokok. Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Seorang yang beraliran Empirisme biasanya berpendirian bahwa pengetahuan didapat melalui penampungan yang secara pasip menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio. Pengalaman inderawi sering dianggap sebagai pengadilan yang tertinggi. 6.Selain itu. Maka tidak mengherankan bahwa pada abad-abad berikut orang-orang yang terpelajar Makin percaya pada akal budi mereka sebagai sumber kebenaran tentang © 2003 Digited by USU Digital Library 3 . 4. 5. Tokoh-tokohnya. a. RASIONALISME. EMPIRISME a. Pengertian Pokok Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu "empiris" yang berarti pengalaman inderawi. A.Leukippos 7. penggunaan akal budi yang demikian tidak sia-sia. kemudian di dalam otal dipahami dan akibat dari rangsangan tersebut dibentuklah tanggapan-tanggapan mengenai objek yang telah merangsang alat-alat inderawi tersebut. Daugall 9. ide-ide yang masuk akal. Francis Bacon (1210 -1292) Thomas Hobbes ( 1588 -1679) John Locke ( 1632 -1704) George Berkeley ( 1665 -1753) David Hume ( 1711 -1776) Roger Bacon ( 1214 -1294) V. malah barangkali merupakan satu-satunya sumber dan dasar ilmu pengetahuan menurut penganut Empirisme. Zaman Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai akhir abad ke XVIII. 2. sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. Hc. Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang berdasarkan ratio. Ternyata. Ini berarti semua pengetahuan betapapun rumitnya dapat dilacak kembali dan apa yang tidak dapat bukanlah ilmu pengetahuan. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Empirisme radikal berpendirian bahwa semua pengetahuan dapat dilacak sampai kepada pengalaman inderawi dan apa yang tidak dapat dilacak bukan pengetahuan.5. 3. Anaxagoras 8. melihat tambahan ilmu pengetahuan yang besar sekali akibat perkembangan yang pesat dari ilmu-ilmu alam. Lebih lanjut penganut Empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lain akibat suatu objek yang merangsang alat-alat inderawi. tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Arnold Gealinex 6 .

Tidak mungkin ada hal yang melihat. Gejala adalah aktivitas. saya harus mengkonversikan mata. Pengertian Pokok. 6. dan fiksasi dari mata orang yang melihat gedung itu. Dia berbeda dengan seorang ahli ilmu positif yang mengumpulkan data. 5. di tambah aktivitas lain yang perlu supaya gejala itu muncul. Hal ini menjadi menampak lagi pada bagian kedua abad ke XVII dan lebih lagi selama abad XVIII antara lain karena pandangan baru terhadap dunia yang diberikan oleh Isaac Newton (1643 -1727). 2. b.FENOMENALISME a. Berdasarkan kepercayaan yang makin kuat akan kekuasaan akal budi lama kelamaan orang-orang abad itu berpandangan dalam kegelapan. Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala. Manusia mengkonstitusi alamnya. 3. 4. Semua gejala alam harus diterangkan menurut jalan mekanis ini. konvergensi. 7. Harus diakui bahwa Newton sendiri memiliki suatu keinsyafan yang mendalam tentang batas akal budi dalam mengejar kebenaran melalui ilmu pengetahuan. 4. Inti dari Fenomenalisme adalah tesis dari "intensionalisme" yaitu hal yang disebut konstitusi. mencari korelasi dan fungsi. Berkat sarjana geniaal Fisika Inggeris ini yaitu menurutnya Fisika itu terdiri dari bagian-bagian kevil (atom) yang berhubungan satu sama lain menurut hukum sebab akibat. 5. b. Secara harfiah Fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti. Edmund Husserl (1859 -1938) Max Scheler (1874 -1928) Hartman (1882 -1950) Martin Heidegger (1889 -1976) Maurice Merleau-Ponty (1908 -1961) Jean Paul Sartre (1905 -1980) Soren Kierkegaard (1813 -1855) © 2003 Digited by USU Digital Library 4 . 2. Tokoh-tokohnya Rene Descartes (1596 -1650) Nicholas Malerbranche (1638 -1775) B. Menurut Intensionalisme (Brentano) manusia menampakkan dirinya sebagai hal yang transenden. sintesa dari objek dan subjek. 3. 1. Tokoh-tokohnya. Fenomenalisme adalah suatu metode pemikiran.hidup dan dunia.Leibniz (1946-1716) Christian Wolff (1679 -1754) Blaise Pascal (1623 -1662 M) VI. Manusia sebagai entre au monde (mengada pada alam) menjadi satu dengan alam itu. mengakomodasikan lensa. karena kepercayaan itu pada abad XVIII disebut juga zaman Aufklarung (pencerahan). misalnya gejala gedung putih adalah gejala akomodasi. sehingga benda dibawa ke mulutnya. dan mengfiksasikan hal yang mau dilihat. "a way of looking at things". Hal yang menampakkan dirinya dilukiskan tanpa meninggalkan bidang evidensi yang langsung. De Spinoza (1632 -1677 M) G. serta membuat hukum-hukum dan teori.W. Fenomenalisme adalah tambahan pada pendapat Brentano bahwa subjek dan objek menjadi satu secara dialektis. Untuk melihat sesuatu hal. Baru dalam abad mereka menaikkan obor terang yang menciptakan manusia dan masyarakat modern yang telah dirindukan. 1. 6. Anak yang baru lahir belum bisa melakukan sesuatu hal.

Penerbit Cendrawasih. Metode-metode Filsafat. Alva Gracia. Kanisius. Pengantar Filsafat. Yogyakarta. 1987. Epistemologi Dasar : Suatu Pengantar. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Kattsoff. Penerbit Bayu Indera. Jakarta. Jakarta. 1980. Anna. AMW. Pembangunan Pranarya. Tokoh-tokohnya. Penerbit Gramedia. Brower. Pembimbing Ke arab Alam Filsafat. Bertans. Sinar Hudaya.1986.VII. Pengertian Pokok. Penerbit Balai Pustaka. Jadi Intuisi adalah non-analitik dan tidak didasarkan atau suatu pola berfikir tertentu dan sering bercampur aduk dengan perasaan. RF. Aliran-aliran Filsafat Dari Rasionalisme Hingga Sekularisme. Yogyakarta. Intusionalisme adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi (naluri/perasaan) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Sejarah dan Filsafat Sains. Pradja. --------. Jakarta. Bandung. Anton. © 2003 Digited by USU Digital Library 5 . Poedjawijatma. Filsafat Dewasa ini. Bandung. Intuisi termasuk salah satu kegiatan berfikir yang tidak didasarkan pada penalaran. 1966. MAW. Poedjiadi. Louis O.1977. 1. 1989. b. 1984. Juhaya S. Baker. Ghalia Indonesia. Penerbit Alumni. 1987. 1989. CSIS. 1984. Henri Bergson (1859 -1994) DAFTAR PUSTAKA Beering. Plotinos (205 -270) 2. Sejarah Filsafat Yunani. INTUSIONALISME a. Psikologi Fenomenologi. Sejarah Filsafat Modern dan Sejaman. Jakarta. 1987. Slamet Iman Santoso R. Jakarta. Jakarta. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful