PENYUSUNAN PROPOSAL

1. Struktur Proposal Pengembangan Sekolah Sebenarnya tidak ada format baku dalam penyusunan proposal pengembangan. Sekolah kegiatan harus mengembangkan sendiri proposal sedemikian rupa sehingga proposal dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai mengapa, untuk apa, bagaimana, oleh siapa, kapan, dan dengan sumber daya apa sebuah kegiatan akan dilaksanakan. Namun demikian, pada umumnya setiap proposal pengembangan selalu mencakup bagian-bagian pokok sebagai berikut. a. b. Informasi umum tentang sekolah Telaah situasi dalam rangka identifikasi masalah yang dihadapi oleh sekolah c. d. e. f. g. Rancangan program pengembangan Indikator keberhasilan Rencana implementasi program Rangkuman kebutuhan sumber daya dan anggaran biaya Lampiran-lampiran

Berikut diuraikan secara singkat ruang lingkup dari komponenkomponen proposal tersebut. α. Informasi Umum Bagian ini dimaksudkan untuk menyampaikan informasi kepada pihak ke mana proposal yang diajukan mengenai profil sekolah, rencana pengembangan sekolah, dan perkembangan sekolah

pengembangan Rencana menunjukkan akan untuk yang sekolah Stratejik yang disajikan antara harus ini rencana yang Rencana merupakan dimaksudkan pengembangan ringkasan Sekolah. Bagian terakhir dari komponen proposal ini adalah uraian singkat mengenai kemajuan atau prestasi yang dicapai sekolah terkait dengan implementasi Renstra selama kurun waktu tertentu (misal 3 tahun).selaman beberapa tahun terakhir. nama kepala sekolah. yang meliputi nama. program. Jumlah guru. alamat lengkap. Kebijakan/rencana operasional yang telah dan akan diambil untuk mewujudkan rencana strategis tersebut. Hal-hal yang perlu dipaparkan dalam bagian ini antara lain meliputi: 1) 2) 3) Visi. misi. Profil sekolah yang dipaparkan dapat mencakup 1) Identitas sekolah. Status akreditasi. Uraian keterkaitan dalam diuraikan proposal bersangkutan dengan rencana pengembangan sekolah secara keseluruhan sebagaimana diuraikan dalam Renstra sekolah. atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Jumlah siswa. Kebijakan dan prioritas yang akan dikembangkan. dan lain-lain. Hal-hal yang diuraikan dalam bagian ini sekurang-kurangnya harus mencakup: 1) Strategi. 2) 3) 4) 5) Sejarah singkat sekolah. . tujuan dan strategi yang ditetapkan oleh sekolah.

program. 2) Didukung dengan data-data yang akurat. kegiatan yang belum atau masih harus dilanjutkan. 3) Analisis dilakukan secara mendalam sehingga mampu mengidentifikasi akar penyebab timbulnya berbagai masalah di sekolah. program. atau kegiatan tersebut. Telaah Situasi Sekolah Telaah Situasi merupakan titik tolak semua kemajuan. Prinsip-prinsip telaah situasi yang baik meliputi: 1) Pelaksanaannya melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan sekolah. 5) Kebijakan. Karena itu peningkatan kemampuan dan komitmen untuk melakukan Telaah Situasi secara benar dan terus menerus merupakan budaya yang harus dimiliki oleh setiap organisasi. Tatacara Telaah Situasi yang baik dan benar dapat dilihat dalam Bagian II bahan diklat ini yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan sekolah dan jenis Program yang diusulkan. dan . 3) Dampak dari hasil tersebut terhadap proses dan hasil pembelaran serta terhadap kualitas dan daya saing lulusan untuk melanjutkan studi atau mendapatkan pekerjaan. serta masalah-masalah yang timbul dan perlu penanganan dengan segera. ii.2) Hasil-hasil (output) yang dicapai melalui pelaksanaan Strategi. 4) Praktik-praktik dipertahankan baik untuk (good practices) yang perlu memelihara kesinambungan pengembangan sekolah. lengkap dan mutakhir.

termasuk penjelasan tentang bagaimana berbagai sumber data dan informasi diidentifikasi dan data serta informasi yang diperoleh dari sumber-sumber itu digunakan. yayasan. Perlu dijelaskan tentang berbagai kelemahan dan keunggulan sistem tata kerja yang diterapkan tersebut. Uraian tentang mengapa Sekolah ini harus ada dari sudut pandang stakeholders sangat diharapkan untuk dikemukakan. 1) Latar Belakang Berisi penjelasan tentang proses pelaksanaan Telaah Situasi. Telaah Situasi untuk pengembangan sekolah perlu dimulai dengan mengemukakan secara benar hal-hal sebagai berikut. 3) Kondisi Organisasi dan Kelembagaan Bagian ini menjelaskan tentang bagaimana sistem organisasi dan tata kerja yang diterapkan di Sekolah serta bagaimana keterkaitannya dengan komite sekolah.4) Telaah bersifat komprehensif menyangkut semua aspek keberlangsungan sekolah. serta seberapa besar keterlibatan dan kontribusi dari semua warga sekolah dalam penyusunan Telaah Situasi. 2) Kondisi Eksternal Berisi penjelasan tentang kondisi eksternal (peluang dan tantangan) yang berpengaruh terhadap eksistensi sekolah. produktivitas dan efektivitas . 4) Program Pembelajaran Penjelasan bagian ini perlu difokuskan pada analisis tentang seberapa besar efisiensi. atau instansi lain yang relevan.

Dengan demikian. dibawah ini dan harus mempunyai yang hubungan yang jelas antara permasalahan diidentifikasi. Pada sisi lain. 6) Permasalahan dan Alternatif Penyelesaiannya Bagian ini harus menjelaskan hubungan antara isu strategis. harus dapat memanfaatkan potensi dan peluang yang telah di identifikasi. alternatif penyelesaikan masalah. akar permasalahan yang sudah teridentifikasi. pengembangan potensi-potensi yang ada. finansial/uang. fasilitas fisik) yang ada di Sekolah. solusi alternatif. dan kegiatan perencanaan beberapa tahun ke depan .penyelenggaraan program pembelajaran yang ada.1. semua program yang sedang berjalan maupun yang sedang diusulkan untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu ke depan harus menyertakan sumber daya yang dibutuhkan. rencana dan target peningkatan kualitas dan perbaikan kelemahan yang ada. sesuai dengan hasil analisis situasi. sehingga pada akhirnya dapat memperbaiki kinerja dan kualitas dari program pembelajaran. Dalam hal ini sekolah harus memilih program yang paling tepat yang akan dilakukan dari berbagai penyelesaian alternatif yang ada. program yang diusulkan tersebut. serta kelemahan dan keunggulannya 5) Manajemen Sumberdaya Bagian ini berisi telaah tentang ketersediaan dan pengelolaan sumberdaya (manusia. Tiap program dapat ditabulasi seperti terlihat pada Tabel 3. Perlu dijelaskan tentang analisis berbagai kelemahan dan keunggulan sistem manajemen sumberdaya yang diterapkan tersebut.

Tabel 3. (5) jadwal pelaksanaan. SPP. (4) sumber daya dana yang dibutuhkan. (2) tujuan. alternatif pemecahaan. iii. donor. Kolom 3 diisi solusi yang dipilih untuk mengatasi masalah denan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah atau yang sedang diusulkan melalui proposal yang disusun.1 Matrik permasalahan. Bagian-bagian proporsal tersebut pada dasarnya tidak berbeda dengan bagian-bagian Renop yang diuraikan pada Bab 1 yang . Penjabaran masing-masing usulan program itu sekurang-kurangnya mencakup: (1) latar belakang dan rasional. misalnya komite sekolah. dan (7) rancangan keberlanjutan. Rancangan program pengembangan Komponen proposal ini sebenarnya merupakan penjabaran lebih rinci dari usulan program yang telah diidentifikasi pada bagian akhir telaah situasi. BPP. (3) mekanisme dan rancangan kegiatan. (6) indikator keberhasilan. atau yang lain. Kolom 4 diisi sumber pembiyaan untuk mendukung program terpilih. Kolom 2 diisi kemungkinan solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. dan program yang diusulkan Alternatif Pemecahan 2 Program Yang Diusulkan 3 Sumber Pembiayaan 4 Masalah 1 Keterangan 5 Keterangan: Kolom 1 diisi masalah-masalah yang teridentifikasi dalam telaah situasi.

tingkat penggunaan laboratorium untuk. Oleh karena itu angka-angka yang menunjukkan parameter-paremeter tersebut dapat dijadikan sebagai indikator kunci pengembangan sekolah. Kedua hasil telaah tersebut dimungkinkan berbeda karena dilaksanakan pada waktu dan fokus yang berbeda. tingkat keberhasilan siswa diterima pada jurusan favorit di perguruan tinggi ternama. hanya dapat dicapai melalui berbagai program pengembangan sekolah yang dilaksanakan secara terintegrasi. rincian dan ruang lingkup masing-masing bagian tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penjelasan pada Bab 1 tersebut. Hal yang membedakan keduanya adalah pijakan yang dijadikan rujukan dalam pengembangan program atau kegiatan. misalnya. Indikator kunci biasanya merupakan indikator keberhasilan kegiatan secara keseluruhan. Indikator keberhasilan ini dapat berupa indikator kunci (key performance indicator) dan indikator pendukung atau indikator tambahan. Peningkatan persentase atau jumlah siswa yang lulus UNAS. tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan. selain untuk pada masing-masing program yang diusulkan. sedangkan dasar dalam pengembangan proposal adalah hasil telaah situasi yang dilakukan saat proposal itu di kembangkan. dan sulit dicapai oleh program-program yang diusulkan secara terpisah-pisah. dan sebagainya adalah faktor-faktor yang . Oleh karena itu. iv. penyusun proposal perlu menyajikan sejumlah indikator keberhasilan program secara keseluruhan. kecepatan siswa mendapatkan pekerjaan. transaksi bahan pustaka dengan siswa. Dasar pengembangan Renop adalah hasil telaah yang dilakukan untuk penyusunan Renstra. Indikator keberhasilan Untuk memudahkan pembaca mengetahui apa yang menjadi tolak ukur pencapaian tujuan semua program yang diusulkan.diuraikan pada awal bahan diklat ini. Indikator-indikator seperti tingkat kehadiran siswa di kelas.

Penyajian itu dapat dilakukan dalam bentuk tabel sebagaimana Tabel 3. saat pertengahan implementasi program atau midterm. dianjurkan indikator keberhasilan tersebut disajikan secara serial dalam rentang waktu tertentu.2 Indikator Keberhasilan Awal Program (Baseline) Capaian Tengah (Mid) Akhir Program (Final) Indikator Idikator Kunci  Kelulusan Ujian akhir (%)  Rata-Rata NUN  Jumlah Siswa yang diterima di PT Favorit  Persentase Kenaikan kelas (%)  Lama tunggu mendapatkan pekerjaan pertama (bulan)  dst.dapat dicapai oleh program-program pengembangan khusus. Indikator Pendukung/Tambahan  Penggunaan laboratorium IPA untuk per minggu (jam)  Tingkat kehadiran siswa dalam kelas (%)  Rata-rata transaksi bahan . Oleh karena itu indikator-indikator semacam ini dapat digunakan sebagai tambahan atau pendukung pencapaian indikator kunci. dan saat program telah berakhir atau final.2. Rentang waktu yang biasa dipakai adalah saat awal (sebelum program yang diusulkan dalam proposal dilaksanakan) yang digunakan sebagai landasan awal atau baseline. Untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi kemajuan yang dicapai sekolah secara bertahap. Tabel 3.

Rencana Implementasi Program Bagian ini terdiri dari tiga bagian sebagai berikut. dan penanggung jawab masing-masing program). serta daftar nama pelaksana yang terkait (Ketua Pelaksana. artinya struktur yang dibangun tidak saling tumpangtindih atau bertentangan dengan struktur organisasi sekolah. misalny) curiculum vitae masing-masing pelaksana. Untuk lebih meyakinkan pihak-pihak yang terkait. deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing.pustaka dengan siswa (per hari)  Dst v. perlu disertakan (dalam lampiran. Akan lebih baik jika disertakan juga bagan organisasinya. 1) Organisasi Program Organisasi ini harus dibentuk untuk melaksanakan program yang diusulkan. memonitor dan mengevaluasi pelaksanaannya. Jadwal dalam bentuk bagan seperti tabel di bawah ini (Tabel 3. dsb. Dalam organisasi ini harus tampak juga keterkaitannya dengan struktur organisasi yang ada di sekolah. 2) Program dan Penjadwalan Jadwal implementasi keseluruhan program/kegiatan perlu dibuat tersendiri agar memudahkan pelaksanaannya dan juga memberi pemahaman kepada pembaca proposal kapan setiap program yang diusulkan akan dilaksanakan. Wakil Ketua Bidang B. .3) akan lebih memudahkan mehamai jadwal pelaksanaan tersebut. Wakil Ketua Bidang A. Organisasi ini harus sesuai dengan struktur organisasi yang ada di sekolah.

2 2.3 Program dan Penjadwalan Jadwal Pelaksanaan* Tahun 2008 Tahun 2009 TW TW TW TW TW TW TW TW 1 2 3 4 1 2 3 4 Program 1.1 Sub-Program 1.2 Sub-Program 2. jadwal dapat dibuat bulanan.2 Sub-Program 1.2 1. 2. jika kegiatan dilaksanakan dalam 6 bulan atau kurang. dst.3.3. . 2.3 Sub-Program 2. Program 1 Sub-Program atau Kegiatan 1. Jelaskan mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan. jadwal dibuat dalam mingguan 3) Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi adalah bagian yang penting dari manajemen program agar implementasi program dapat berjalan dan dapat mencapai target yang sudah ditetapkan.3 Sub-Program 1.Tabel 3.1 2.1 Sub-Program 2. Catatan: TW = Triwulan *) = Bila kegiatan dilaksanakan dalam setahun.1 1. Program 2 dst.

.vi. Rangkuman kebutuhan sumber daya dan anggaran biaya Selain jadwal. Tabel 3.5 merupakan contoh rekapitulasi sumber daya dan anggaran dimaksud. Rangkuman ini mencakup semua kebutuhan sumber daya dan anggaran yang telah diuraikan pada masing-masing program yang diusulkan. kebutuhan sumber daya dan anggaran pendukung pelaksanaan program juga harus dirangkum menjadi satu.4 dan Tabel 3.

000 Pemda SubProgram 1.Tabel 3.1 banding 1.3 Studi Satuan Volume Biaya Satuan 120. Gedung baru 2.1 Renovasi gedung 2. .3.750.800.000 6.000 200.3 Subprogram 2.2.1.000.1 Lokakarya dengan komite 1.000.2 Jumlah Komite Pemda Lain-lain Dari Tabel 3.250.1.000.000.000.000 12.000 Pemda Kegiatan OH 1 50 3.1 Sumber Daya (Komponen Anggaran) 1.3 2.1 Pemb.000 3.1.1 Pelatihan guru 1.5.2 Pembelian alat lab 1.000 Total Biaya Sumber Biaya Komite Program 1 Oranghari (OH) Unit 15 1.1.1 Subprogram 2.2 Kegiatan 2 3. anggaran perlu dikelompokkan menurut komponen anggaran dan jadwal realisasi anggaran sebagaimana Tabel 3.000 7 1.4 di atas.2.2 Bahan pustaka 2.4 Rekapitulasi Anggaran Biaya Berdasarkan Program/SubProgram Kebutuhan Program SubProgram SubProgram 1.2.2.3 Seminar 1.000 10.000 Pemda Komite SubProgram Program 2 1.1.

5 Rekapitulasi Kebutuhan Anggaran menurut Komponen Anggaran dan Tahun Realisasi Komponen Anggaran 1 1. Pengadaan alat lab 3. 9. Lokakarya 6. Gedung baru 5.Tabel 3. Pelatihan Guru 2. Peralatan kantor 8. Renovasi gedung 4. dst Manajemen Program Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Satuan 2 OH paket m2 m2 Kegiatan Eksemplar Paket Tahun 1 Tahun 2 Jumlah Volume Volume Biaya Volume Biaya Biaya 3 4 5 6 7 8 Total paket : diisi komponen anggaran yang diajukan : diisi satuan yang dipakai : diisi jumlah volume komponen yang bersngkutan dari masingmasing program yang diusulkan Kolom 4dan 6 : diisi volume yang akan direalisasikan pada tahun yang bersangkutan Kolom 5 dan 7: diisi jumlah biaya yang dibutuhkan pada tahun yang bersangkutan . Bahan pustaka 7. Pemb.

4) Data pendukung justifikasi anggaran biaya: spesifikasi rinci komponen anggaran yang diusulkan. mutakhir. sertifikat tanah. dan data-data lain yang dibutuhkan untuk memperkuat hasil analisis dalam analisis situasi.vii. proposal harus benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Lampiran-Lampiran Untuk lebih meyakinkan pembaca. dan sebagainya. nilai hasil ujian siswa. 2) Data tentang keberhasilan selama beberapa tahun terakhir terkait dengan implementasi Renstra Sekolah. loka karya dan seminar. jenis dan jumlah sarana pembelajaran. spesifikasi barang atau jasa yang diadakan. Untuk itu setiap proposal pengembangan sekolah harus didukung dengan data atau informasi yang relevan. studi banding. tingkat kehadiran guru. piagam akreditasi. dan dalam takaran yang cukup. tingkat kehadiran siswa. Oleh karena itu data atau informasi ini dapat dikumpulkan dalam lampiran proposal. Datadata yang demikian ini biasanya tidak mungkin disertakan dalam dokumen inti proposal. . 3) Dokumen dan data pendukung telaah situasi sekolah: perkembangan jumlah. jumlah guru. Data atau informasi yang dilampirkan itu dapat meliputi: 1) Dokumen resmi pendukung penyelenggaraan sekolah: piagam pendirian sekolah. sahih. atau kerangka acuan kegiatan yang menjabarkan secara rinci komponen anggaran tertentu seperti pelatihan guru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.