Pendahuluan a.

Kedudukan theology dalam agama Hindu Mempelajari tentang tuhan sebagaimana telah di ungkapkan dalam kitab brahma sutra I.1.1 sangat penting. Berbicara tentang tuhan bukan hal yang baru, karana hal ini telah menjadi pembahasan dari ribuan tahun lalu. Karana veda sruti tidak memberikan penjelasan yang jelas dan tuntas. a. Pengertian theology Theology atau brahma vidya berasal dari bahasa yunani yaitu theos yang berarti tuhan dan logos yang berarti tuhan. Jadi theology bararti ilmu tantang tuhan. Di dalam sastra sansekerta dan di berbagai kitab suci hindu, ilmu yang mempelajari tentang tuhan disebut brahma widya atau brahma tattwa jnana. b. Perlunya mempelajari tuhan Sebagai umat yang percaya akan adanya tuhan, kita harus tau apa itu tuhan. Agar kedepanya kita bisa membedakan tuhan dengan hal yang bukan tuhan. Berfikir tentang tuhan maka kita akan sampai ke pada tuhan. Oleh karana itu kita harus senantiasa selalu berfikir tentang tuhan agar dapat sampai ke pada tuhan . Dan untuk berfikir tentang tuhan kita harus tau dan mengenal tuhan dalam kenyataanya baik sebagai hakekat NIRGUNA BRAHMAN atau melalui aspek SAGUNA BRAHMAN.

cahaya. menimbulkan adagium atau term yang menyatakan bahwa Tuhan itu Neti. bukan ini. “Tad avyaktam. namun karena kebesaran dan kemuliaanNya. para resi dan orang-orang yang bijak menyebutnya dengan beragam nama. aha hi” (sesungguhnya Tuhan tidak terkatakan) (Wayan dalam Aminah . Abadi. esa. Neti (bukan ini. tidakj ada duanya. . atau dalam terminologi Hindu disebut Nirguna atau Nirkara Brahman (Impersonal God) artinya Tuhan tidak berpribadi dan Transenden. Karena dalam Brahmasutra dinyatakan bahwa Tuhan itu. bukan ini). Dalam keyakinan agama Hindu. Brahman atau Tuhan hanyalah satu. Neti.Eds. Theologi dalam terminologi agama Hindu disebut Brahma Vidya yaitu pengetahuan tentang Brahma (Tuhan). hal itu menunjukkan begitu kecilnya manusia dihadapanNya. Di dalamnya menjelaskan bahwa Brahman sebenarnya adalah energi. Kesadaran para resi dan tokoh agama Hindu akan keterbatasan bahasa definisi Tuhan.PEMBAHASAN Tidaklah mudah untuk memberikan penjelasan tentang Tuhan karena keterbatasan akal manusia. sinar yang sangat cemerlang dan sulit sekali diketahui wujudnya. Kitab Veda juga membicarakan wujud Brahman. Kekal. Dengan kata lain Abstrak. 2005: 96).

Sesungguhnya kata Deva berasal dari kata div. aktivitas. diberi spirit oleh Tuhan. Bisa dikatakan dewa-dewa itu adalah ciptaan Tuhan meski seakan-akan terpisah dari Tuhan. maka Tuhan memanifestasikan diri (bersinar) dalam wujud dewa-dewa. kemuliaan. Kekuasaan dan fungsi Tuhan yang sedemikian tinggi dan luas dan dalam. Dewa-dewa itu adalah nama Tuhan dalam berbagai multi fungsi dan dimensi kebesaran dan kemuliaanNya.Meski Brahman tidak terjangkau pemikiran manusia atau tidak berwujud. kerinduan. yang berarti “sinar’ yang memiliki sepuluh makna leksikal yaitu: bermain. keindahauhan dan. menaklukkan. penghormatan. Brahman yang berwujud disebut Saguna atau Sakara Brahman (personal God). Matahari bersinar karena dijiwai. hal itu sangat mudah dilakukan. Namun hakekatnya dewa-dewa itu sebenarnya adalah manisfestasi sinarnya Tuhan dalam fungsi tertentu. dan kemajuan. . Tuhan yang berpribadi atau immanent. padahal sesungguhnya dewa-dewa itu bagian integral dari kebesaran dan kecermelangan sinar Tuhan. menyenangkan. tidur. namun jikalau Brahman menghendaki dirinya terlihat dan terwujud.

Anala: (agni.” Selanjutnya ke 33 dewa tersebut dibedakan menurut tempat dan tugasnya masingmasing seperti tertuang dalam Rgveda. (kemudian ditambah) Indra Delapan Vasu tersebut adalah: 1. 11 Rudra. Siapakah dewata itu? Mereka adalah delapan wasu. XIV. Engkau adalah guru agung. mengetahui rahasia 33 dewa. 11 berada di langit. 11 di bumi. Jumlah seluruhnya 31. 139. semoga engkau bersuka cita dengan persembahan suci ini. dewa api) 2. menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang. Dhavaa (dewa bumi) 3.” Dalam Satapatha Brahmana. 12 aditya. Anila atau Vayu (dewa angin) . penuh kebijaksanaan. 1995: 58): “Tuhan Yang Maha Esa.11 yang berbunyi: “Wahai para dewa (33 dewa): 11 di sorga. semoga para pencari pengetahuan spiritual.5) disebutkan: “Sesungguhnya Ia mengatakan: adalah kekuatan yang agung dan dasyat sebanyak 33 dewa.I.sebagaimana terukngkap dalan Rgveda (Pudja.

Meski jumlah dewa itu banyak namun tugas utama tetap dipengang oleh trimurti yang sebelumnya mengalami perubahan istilah yaitu: 1. berfungsi sebagai dewa pelebur. Aha atau savitr (dewa antariksa) 7. 2. Pratyusa atau surya (dewa matahari) 6. Dewa surya diganti dan disamakan dengan dewa siwa. Druva atau Druha (dewa konstelasi planet) Adapun kesebelas dewa lainnya. Wisnu sebagai dewa pemelihara. . Prabhasa atau dyaus (dewa langit) 5. 3. Di dalam Veda. Dewa Agni diganti dan disamakan dengan dewa Brahma yang berfungsi sebagai pencipta. Rudra (ekadasarudra) diyakini sebagai dewa Siwa dalam bentuk murti atau marah (kodra) yang menguasai 11 penjuru dialam raya. Wisnu adalah nama lain dari dewa Surya. melebur kembali segala sesuatu yang tidak berfungsional lagi.4. Dewa Indra dan Bayu diganti dan disamakan dengan Dewa Wisnu. Candraa atau somma (dewa bulan) 8.

. Sekali lagi. dan monisme. ditegaskan dalam agama Hindu apapun wujud dan rupanya Tuhan diyakinain hanya satu (esa).KESIMPULAN Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa ketuhanan dalam agama Hindu adalah perpaduan dari monoteisme transenden. monoteisme imanen.

2005.A.A. Sejarah. Ilmu Pengetahuan dan Spriritual. dan Etika Agama-Agama. Surabaya: Penerbit Paramita. (www. 1999.Daftar Pustaka Gede Pudja. Menguak Tabir Perkembangan Hindu. Terjemahan I Wayan Maswinara. 1998. S.geocities. Mavinkurve at all. Denpasar Penerbit : Paramita I Wayan Nur Kancana.com/canangsari. G. diakses tgl. 1995.09/05/2009). diakses tgl 09/05/2009) . 1997.babadbali. Sama Veda Samhita: Teks dan Terjemahan.com/hinduraditya/115. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wiwin Siti Aminan (Eds). Pudja.Teologi.M. Theologi Hindu( Brahma Vidya). Denpasar: Bali Post. Jakarta: Hanuman Sakti (www.

8089 .38..3..7 /.

.

    04.908 .42.

3/:7./9.

 /.8089 .

.

        .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful