P. 1
Sejarah Fisika Interferometry

Sejarah Fisika Interferometry

|Views: 330|Likes:

More info:

Published by: Septian Bayu Nugraha on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

SEJARAH FISIKA

INTERFEROMETRY MICHELSON Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Fisika Dosen Pengampu : 1. Dyah Fitriana Masitoh, M.Sc 2. Elvin Yusliana Ekawati, M.Pd

Disusun Oleh: Ratih Artwiantini A Septian Bayu N Yulli Selviani K2309060 K2309071 K2309083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Pandangan sebenarnya yang berasal dari Galileo dan Newton yang mengatakan bahwa ruang dan waktu adalah mutlak dan gelombang merambat melalui zat perantara yang disebut eter. Percobaan Interferometer Michelson dilakukan dengan meletakkan secara tegak lurus (sudut 90°) posisi movable mirror dan adjustable mirror yang ditengahi oleh split. Interferometer Michelson tidak hanya dapat digunakan untuk membuktikan ada tidaknya eter. akan terjadi perbedaan lintasan yang diakibatkan oleh pola reflektansi dan tranmisivitas split dari cahaya yang masuk melewati lens 1.2011 PENGERTIAN INTERFEROMETRI (INTERFEROMETER) Interferometer adalah alat yang dipergunakan untuk mengetahui polapola interferensi suatu gelombang. Salah satu jenis interferometer tersebut adalah Interferometer Michelson. Dalam perkembangan selanjutnya. Percobaan Interferometer Michelson pertama kali dilakukan pada akhir abad ke-19 oleh Michelson dan Morley untuk membuktikan keberadaan eter yang saat itu diduga sebagai medium perambatan gelombang cahaya. Dari eksperimen yang didasarkan pada prinsip resultan kecepatan cahaya tersebut didapati bahwa keberadaan eter ternyata tidak ada. akan tetapi dapat pula digunakan dalam penentuan sifat-sifat gelombang lebih lanjut.8 nm. dan sebagainya. perbedaan lintasan ini akan menyebabkan adanya beda fase dan penguatan fase (yang biasa disebut sebagai interferensi) yang selanjutnya menyebabkan munculnya pola-pola pada frinji. Namun percobaan yang dilakukan untuk membuktikan adanya eter ternyata gagal dan sebaliknya justru membuktikan . Alat ini merupakan alat yang menghancurkan teori eter. misalnya dalam penentuan panjang gelombang cahaya tertentu. Selanjutnya. pola penguatan interferensi yang terjadi. Interferometer merupakan alat yang mampu menentukan panjang gelombang sinar koheren. Dengan posisi demikian.

Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuewensi dan panjang gelombang saja. SEJARAH FISIKA Interferometer merupakan alat yang mampu menentukan panjang gelombang sinar koheren. Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. suatu interferensi dihasilkan. Selain terjadi interferensi. diantaranya yaitu interferometer Michelson dan Interferometer Mach-Zender. cahayapun dapat terdifraksi. Teori ini akhirnya dapat diterima oleh orang banyak sampai sekarang ini. Apabila dua gelombang bersuperposisi dan menghasilkan perpaduan amplitudo yang bertambah. Dan ada beberapa jenis interferometer. Sedangkan cahaya menurut Newton (1642-1727) terdiri dari partikel-partilkel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.bahwa ternyata eter itu tidak ada. Beberapa teori-teori yang mendukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah Huygens Cahaya menurut Huygens (1629-1695). Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan Mesir di Iskandaria yang bernama Al Hasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata dapat melihat benda-benda di sekeliling karena adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-benda yang bersangkutan masuk ke dalam mata. . I. adalah gelombang seperti bunyi.

yang pasti masing-masing pendapat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada zaman Newton dan Huygens hidup. Astigmatisma adalah keadaan mata yang menyebabkan benda yang dilihat tampak kabur. dan menemukan panyebab astigmatisma (1801). berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Thomas Young (1773-1829). Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) bernama eter. Pada tahun itu juga ia menemukan hukum interferensi cahaya. Hal ini disebabkan oleh lengkung mata yang tidak normal. Eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi. Zat ini sangat ringan. Akibatnya berkas-berkas sinar yang berasal dari benda tidak terfokus pada retina. orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Pendapat yang tidak tahan uji eksperimen akan ditolak oleh para ilmuwan sebagai teori yang benar. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti yang dikatakan Huygens. Tahun 1801 ia menemukan penyebab astimagtisma yaitu keadaan mata yang menyebabkan benda yang dilihat nampak kabur. Dalam dunia ilmu pengetahuan kebenaran akan sangat di tentukan oleh uji eksperimen. Sejak penemuannya ini Young mulai mempelajari sifat-sifat cahaya. tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. Sebaiknya pendapat yang didukung oleh hasilhasil eksperimen dan meramalkan gejala-gejala alam. Pasti salah satunya benar atau kedua-duanya salah. Walaupan keberadaan eter belum dapat dipastikan di dekade awal Abad 20.Dua pendapat di atas sepertinya saling bertentangan. Sebab tak mungkin cahaya bersifat partikel sekaligus sebagai partikel. Pada tahun 1799 ia berpraktek dokter di London. Dengan penemuannya ia berhasil membuktikan bahwa . Hal ini disebabkan oleh lengkung kornea mata yang tidak normal. Inilah kritik orang terhadap pendapat Huygens.

000 km/s. Sesuatu yang yang berbeda dengan gelombang bunyi yang tergolong gelombang mekanik. Maxwell Selanjutnya Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. walaupun hasil . Gelombang elekromagnetik merambat dengan kecepatan 300. yang memperkuat teori Huygens. Kebenaran pendapat Maxwell tak terbantahkan ketika Hertz (1857-1894) berhasil membuktikan secara eksperimental yang disusun dengan penemuan-penemuan berbagai gelombang yang tergolong gelombang elekromagnetik seperti sinar x. Gelombang elekromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium dan kecepatan rambatnyapun amat tinggi bila dibandingkan dengan gelombang bunyi. sinar gamma. Agustin Fresnell (1788-1827) berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi. Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel. Padahal Newton dengan teori emisi partikelnya meramalkan kebalikannya.cahaya adalah gelombang. Percobaan yang dilakukan oleh Jeans Leon Foulcoult (1819-1868) menyimpulkan bahwa cepat rambat cahaya dalam air lebih rendah dibandingkan kecepatannya di udara. Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektomagnetik umum diterima oleh kalangan ilmuwan. Sifat-sifat dari ketegangan ini disebut ”Modulus Young” pada suatu zat. gelombang mikro RADAR dan sebagainya. Selain itu Young beranggapan bahwa suatu zat mempunyai batas ketegangan.

Jadi memulai karir profesional dengan kerjasama panjang dan persahabatan antara keduanya. Percobaan mereka untuk gerakan yang diharapkan Bumi relatif terhadap aether. saat itu Michelson mulai merencanakan penyempurnaan dari cermin berputar-metode Léon Foucault untuk mengukur kecepatan cahaya. Michelson-Morley yang hasilnya sangat berpengaruh dalam komunitas fisika. Sementara di Annapolis. Pada 1887 ia dan Edward Morley dilaksanakan yang terkenal percobaan Michelson-Morley yang tampaknya mengesampingkan keberadaan ether.910 ± 50 km/s pada tahun 1879 sebelum bergabung Newcomb di Washington DC untuk membantu dengan pengukuran di sana. direktur Kantor Nautical Almanac yang sudah maju dalam perencanaan studi sendiri. Dia melakukan beberapa pengukuran awal menggunakan sebagian besar peralatan seadanya pada tahun 1878 tentang waktu yang karyanya sampai pada perhatian Simon Newcomb. Michelson mengulangi percobaan dengan ketepatan yang lebih besar dan lebih besar selama bertahun-tahun. namun tetap tidak menemukan kemampuan untuk mengukur ether. Michelson menerbitkan hasil 299. menghasilkan hasil null.eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti yang di sangkakan keberadaan oleh Huygen dan Maxwell. ia melakukan percobaan pertama dari kecepatan cahaya. hipotetis cahaya medium yang seharusnya perjalanan. sebagai bagian dari sebuah kelas demonstrasi pada 1877. menggunakan optik ditingkatkan dan dasar yang lebih panjang. Hendrik Lorentz terkemuka untuk . Michelson Michelson terpesona dengan masalah mengukur kecepatan cahaya pada khususnya. Terkejut.

. Michelson bersama Profesor EW Morley menggunakan interferometer. Dia melakukan pengukuran awal dari kecepatan cahaya yang luar biasa dan pada 1881 ia menemukan interferometer untuk tujuan menemukan efek dari gerakan bumi pada kecepatan yang diamati. Mereka menggunakan interferometer astronomi di Observatorium Gunung Wilson untuk mengukur diameter bintang super-raksasa Betelgeuse. sebuah metode kemudian diselidiki secara rinci oleh Antoine Emile Henry Labeyrie untuk digunakan dalam "Hypertelescopes" untuk pengukuran diameter bintang dan pemisahan bintang-bintang biner. ia mengukur diameter bintang Betelgeuse: ini adalah pertama penentuan ukuran bintang yang dapat dianggap sebagai akurat. Instrumen juga memungkinkan jarak yang akan diukur dengan akurasi yang lebih besar dengan menggunakan panjang gelombang cahaya. Pease menjadi orang pertama untuk mengukur diameter bintang selain Matahari.merancang miliknya sekarang terkenal kontraksi Lorentz persamaan sebagai sarana untuk menjelaskan hasil nol. dalam mengukur diameternya dan pemisahan bintang biner. dengan menggunakan interferensi cahaya dan versi yang sangat berkembang dari alat sebelumnya. Dari tahun 1920 dan ke 1921 Michelson dan Francis G. Sebuah pengaturan periskop digunakan untuk mendapatkan murid di densified interferometer. Michelson menjadi lebih tertarik pada astronomi dan pada tahun 1920. Dia kemudian pindah ke astronomi menggunakan interferometer dalam pengukuran bintang. ditunjukkan bahwa cahaya berjalan pada kecepatan konstan dalam semua sistem inersia acuan.

KESIMPULAN SEJARAH INTERFEROMETRY MICHELSON Interferometer adalah alat yang dipergunakan untuk mengetahui pola- pola interferensi suatu gelombang. Hakikat Gelombang Elektromagnetik Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan Mesir di Iskandaria yang bernama Al Hasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata dapat melihat benda-benda di sekeliling karena adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-benda yang bersangkutan masuk ke dalam mata yang di dukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah Sir Isaac Newton (1642-1727) mengemukakan pendapat bahwa dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sangat besar. Pada teori ini Huygens menganggap bahwa setiap titik pada sebuah muka gelombang dapat dianggap sebagai sebuah sumber gelombang yang baru dan arah muka gelombang ini selalu tegak lurus tehadap muka gelombang yang bersangkutan. Teori Elektromagnetik Percobaan James Clerk Maxwell (1831 – 1879) menyatakan bahwa cepat rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya yaitu 3×108 m/s. oleh karena itu Maxwell berkesimpulan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik.II. Interferometer merupakan alat yang mampu menentukan panjang gelombang sinar koheren.: Teori Gelombang Menurut Christian Huygens (1629-1695) mengemukakan bahwa cahaya pada dasarnya sama dengan bunyi dan berupa gelombang. Kesimpulan Maxwell ini di dukung oleh : .

Heinrich Rudolph Hertz (1857 – 1894) yang membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang tranversal. .• Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman. • Percobaan seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda. • Percobaan Stark (1874 – 1957). seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang mengungkapkan bahwa medan listrik yang sangat kuat dapat mempengaruhi berkas cahaya. Peter Zeeman (1852 – 1943) yang menyatakan bahwa medan magnet yang sangat kuat dapat berpengaruh terhadap berkas cahaya. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->