LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

Disusun oleh: Nama Percobaan : Pesawat Atwood Jurusan/Kelompok : TI2A/ 4 Anggota Kelompok : 1. (2008250146) Saddam Pratama 2. (2010250004) Maria Veronica 3. (2010250007) Imam Setia Pratama 4. (2010250041) Ani Apriani . 5. (2010250129) M. Abu Daby 6. (2010250130) Alwi Mustopa 7. (2010250144) Asri Tri Hartanti 8. (2010250147) Doni Suhendri 9. (2010250148) Dwi Widya Utari 10. (2010250171) Gia Anggraini

LABORATORIUM FISIKA DASAR – ELEKTRONIKA DASAR SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MDP Jl. Rajawali 14 Palembang 2011

2. 3. Dapat menggunakan rumus-rumus Hukum Newton serta mencari besaran satuan yang diinginkan dari sistem katrol pada pesawat Atwood II. apabila massa M1 sama dengan M2 maka menurut hukum Newton I. Mengamati percepatan massa dan katrol pada pesawat Atwood. T2 T1 M2 M1 W2 W1 Pada rangkaian seperti pada gambar disamping. TUJUAN PERCOBAAN 1. LANDASAN TEORI Pesawat Atwood atau mesin Atwood merupakan suatu sistem katrol dengan dua massa yang dikembangkan pada tahun 1784 oleh George Atwood untuk memastikan hukum-hukum mekanika gerak yang percepatannya konstan. Dapat memahami hukum Newton yang berhubungan dengan sistem katrol.PESAWAT ATWOOD I. setiap benda akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap atau tetap diam jika resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. ∑ . Seperti pada gambar di bawah.

maka total gaya yang bekerja pada sistem juga tidak berubah. Dengan memasukkan massa dengan pergerakkan katrol ke dalam perhitungan. maka persamaan diatas dapat dituliskan kembali menjadi: Vt = at S = ½ at2 Vt 2 = 2as III. Bandul 3. dimana adalah: ∑ Apabila pada salah satu beban pada rangkaian pesawat Atwood diberi beban tambahan m. Stop watch 5. PERALATAN YANG DIPAKAI 1. Bilamana total gaya yang bekerja pada sistem adalah konstan.Menurut hukum Newton II. maka percepatan sistem tersebut juga konstan. Anting-anting 4. maka percepatan sistem dapat dihitung dengan persamaan: Apabila massa yang ditambahkan pada beban M2 tidak berubah. Tiang untuk mengantung katrol . Dengan menggunakan hukum Newton II. maka benda itu akan mengalami percepatan yang arah dan besarnya sebanding dengan F. sehingga berlaku persamaan gerak: Vt = V0 + at S = S0 + V0t + ½ at2 Vt 2 = V0 2 + 2as Dan apabila sistem mulai bergerak dari keadaan diam dan posisi awal dianggap nol. kita dapat memperkirakan percepatan yang akan dialami sistem. Katrol 2. jika suatu benda yang mempunyai massa sebesar m diberikan gaya sebesar F. maka kedua sisi katrol tidak lagi seimbang seperti sebelumnya.

26 0.18 3 1.69 0.24 0.14 0.93 AB BC 10 m 5 10 5 10 5 10 25 15 20 1 0. DATA HASIL PENGAMATAN V.23 tab 2 1.l.m.78 0. masing-masing dengan menggunakan massa m yang berbeda-beda.86 1. maka system akan bergerak dari A menuju B lalu ke C.75 1.99 1. 4.n.90 0. AB 15 20 25 m 5 10 5 10 5 10 1 1.60 1.36 1. PROSEDUR PERCOBAAN 1.s.45 0.32 0.40 tbc 2 0.Katrol m Anting M2 A M2 B S M1 C Tiang Katrol Bandul IV.60 0.18 0.43 0.21 0.57 0.90 1.r. a.36 3 0.o.72 0. Ulangi prosedur diatas. b.09 1.88 1.42 .65 0.q.44 0.32 0.28 0.54 0. Catat waktu yang diperlukan (M2+m) untuk menempuh jarak AB dan BC. 3. 2.t. Buatlah jarak AB tetap dan kedudukan C berubah-ubah sehingga didapat jarak BC menjadi : k. Pasang beban m (anting) diatas M2 dan tentukan kedudukannya di A seperti pada gambar. Buat jarak BC tetap dan jarak AB berubah-ubah sehingga : p.66 1.22 0. Bila massa M1 dilepas.20 0. Timbanglah M dan m.

44 0.20 0.72 5 20 1.32 0.09 1.99 1.45 1.69 Tabel 4 AB 25 m 10 BC 10 15 20 1 0.66 Tabel 2 m 10 AB 15 20 25 1 0. Pembuktian: .18 3 1.88 1.60 3 0.60 1.90 0.90 1.36 1.18 0.22 0.VI.24 0.78 25 1. JAWABAN PERTANYAAN 1.36 3 0.40 tab 2 0.42 VII.23 tab 2 0.54 0.21 0. PENGOLAHAN DATA Tabel 1 tab m AB 1 2 15 1.65 tab 2 0.93 Tabel 3 AB 25 m 5 BC 10 15 20 1 0.28 0.75 0.57 3 0.14 0.26 0.43 0.86 0.32 1.

91 57.74 1.59 : 7.33 0.18 1 0.94 3.85 8.66 1 1.26 : 42.53 18.75 5.74 40.60 19.62 11.54 2 3 2.51 Nilai Teori Nilai rata-rata Simpangan rata-rata Nilai Terbaik Kesalahan Relatif : 25.03 10.90 21.02 : 3.88 1.60 1 3 2 3 1.63 12.86 0.40 2.27 10.61 3.79 6.08 1.75 38.67 40.68 15.28 : 42.23 1 3 2 3 0.32 14.81 1 3.05 35.56 53.59 ± 7.12 3 1.38 0.14 17.90 33.93 33.88 % Tabel 2 m 10 AB 15 20 25 tab 2 0.22 Nilai Teori Nilai rata-rata Simpangan rata-rata Nilai Terbaik Kesalahan Relatif : 50.20 4.79 : 16.88 3.51 2 5.28 : 13.99 1.22 1.81 49.53 1 1.55 : 16.72 1.36 1.78 6.78 1.09 1.14 19.55 : 37. Hitunglah percepatan dari hasil pengamatan pada percobaan 2a dengan rumus di atas! (Diketahui: I/r2 = 40gr) Tabel 1 m 5 AB 15 20 25 tab 2 1.92 9.45 1.81 % .02 ± 3.2.

47 : 53.99 : 17.14 8.78 28.09 35.44 0.18 0.99 ± 17.43 3 5.14 0.32 0.00 : 50.62 1 34.47 : 7.9 10.36 0. Berdasarkan Jawaban nomor 2.91 : 36.3 13.47 1.0 17.56 3 47.20 0.26 0.42 50.67 27.62 53.12 : 1.1 19.45 34. hitunglah kecepatan benda pada BC dengan menggunakan rumus √ ! Tabel 3 AB 25 m 5 BC 10 15 20 1 0.93 2.57 47.75 2 8.68 % Tabel 4 AB 25 m 5 BC 10 15 20 1 tab 2 3 1 2 55.09 3 41.52 : 6.21 71.88 30.74 7.52 ± 6.40 0.43 1.43 0.69 55.64 5.69 1 50.0 Nilai Teori Nilai rata-rata 0.0 3 11.56 57.34 0.0 11.57 3 0.12 : 36.00 34.65 tab 2 0.0 21.99 1 13.28 46.13 : 53.88 0.22 0.24 0.3.53 Nilai Teori Nilai rata-rata Simpangan rata-rata Nilai Terbaik Kesalahan Relatif : 35.54 0.15 % Simpangan rata-rata Nilai Terbaik Kesalahan Relatif .4 2 19.77 2 45.

3) Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan benda dalam menempuh pesawat Atwood itu disebakan oleh faktor internal dan faktor eksternal yang sangat biasa terjadi dalam melakukan percobaan yang butuh ketelitian. 2) Setiap benda mempunyai perbedaan dalam menempuh jalur dari pesawat Atwood ini yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.VIII. ANALISA DAN KESIMPULAN Dari percobaan pesawat Atwood ini. . dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Pesawat Atwood merupakan alat yang dapat dijadikan sebagai aplikasi atau sebagai alat yang dapat membantu dalam membuktikan Hukum hukum Newton ataupun gejala-gejala lainnya.

. Fandi. 2011.DAFTAR PUSTAKA Susanto. Palembang : STMIK MDP. Modul Praktikum Fisika Dasar.

91  %.9.-    2                                                                             .%047 ...9.%07-.7.37. 7.9.. 08.7. 7..%07-.9.-0  9.9.-                                                                     ]    .91    .3#0.9.%047 . $25.3.3#0. 08. .9. $25. .37.3.7 7   %.-0  2            ]         9.9. 7. 7.

37.3./.. .-                         ..%047 . 08. 7.-0  2                ]                                      9.9.7.3203:3. $25.9.9. 7.%047 . 7.3-03/.8.37.3. 7.%07-.9.05. $25.9.334247 9:3.91            ]    .3#0.9. 08...9.%07-.-.9.3#0...9.7.-                                                           . /03. .7.91  %.3.-0  2         9.0.37:2:8 I   %.  07/.5.

3     ./ /.3 /...9 944/ 9: /80-.3.9 -..3 /..9944/3 /..5 -03/. 907. .7507.:5:30. 2025:3.9 .9.9 944/ 207:5...9 202-.2-0825:.9 .3 ..3 -:9: 0909.3401.3 507.4-.3/80-.4-.3 /.-07:9   !08.3508..9 /.947 089073./.947 1. .3 8.'  $$!&   .2 203025: 508.39: /. /.5.9  944/3.:7 /.947 1. .3 1.5.8..3 ::2 ::20943...8 .3 40 1.947 39073.-.33.-...    $09...3 -03/.3 80-.3 80-.7 508.2 203025: .947 .2 20.2 202-:9...9479079039:    .. 0...9/.: 80-.5..5.:.3 507-0/. /.9.3 .3 2030-. 507-0/.

02-.9:28.8..394 .3$% !     .7 !.3/   4/:!7.@9D@  $:8.