P. 1
Rumusan Pancasila cuy

Rumusan Pancasila cuy

|Views: 156|Likes:
Published by Ay Ussie

More info:

Published by: Ay Ussie on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Rumusan-rumusan Pancasila

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. Namun dibalik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu "perbandingan" (bukan "pertandingan") antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumen-dokumen yang berbeda. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir. Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Piagam Jakarta, Hasil BPUPKI, Hasil PPKI, Konstitusi RIS, UUD Sementara, UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), Versi Berbeda, dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.

Rumusan I: Moh. Yamin, Mr.
Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahanbahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Mohammad Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.

Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 4. yaitu[2]: 1. Kebangsaan Indonesia 2.-atau peri-kemanusiaan . beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara. Peri ke-Tuhanan 4. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muhammad Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno.Rumusan Pidato Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu[1]: 1. Trisila. Peri Kemanusiaan 3. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan II: Soekarno. Internasionalisme. tiga prinsip. Ir. dan satu prinsip. Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip. Peri Kebangsaan 2. Peri Kerakyatan 5. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Kesejahteraan Rakyat Rumusan Tertulis Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. diantaranya adalah Ir Sukarno[3]. Selain Muh Yamin. dan Ekasila[4]. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Rumusan Pancasila [5] 1.

Kesejahteraan sosial 5. Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa". Muh Yamin. Socio-nationalisme 2.-atau demokrasi 4. Socio-demokratie 3. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. Mufakat. persatuan . ke-Tuhanan yang maha esa Rumusan Trisila [6] 1. Gotong-Royong Rumusan III: Piagam Jakarta Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.3. Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945. delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. ke-Tuhanan Rumusan Ekasila [7] 1. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. [sunting]Rumusan kalimat [8] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama.

Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 2. [A. “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan.” [sunting]Alternatif pembacaan Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. dan [A. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. menurut dasar[:] [A.1] kemanusiaan yang adil dan beradab.” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1.] serta [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Indonesia. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 2.2] persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia . [A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting]Rumusan populer Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah: 1.

[sunting]Rumusan kalimat [10] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting]Rumusan IV: BPUPKI Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945.4. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia 4. Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat terakhir. jarang dikenal oleh masyarakat luas[9]. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sunting]Rumusan V: PPKI . dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. persatuan Indonesia. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. yang merupakan rumusan resmi pertama. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 2.

Maluku. dan Ki Bagus Hadikusumo. Kasman Singodimedjo. menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. kemanusiaan yang adil dan beradab.. Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. diantaranya A. . UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan UndangUndang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini. wakil golongan Islam. Maramis. A. Sulawesi. Semula. Nusa Tenggara.Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945. [sunting]Rumusan kalimat [11] “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa. keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan. diantaranya Teuku Moh Hasan. Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan. dan Kalimantan). Mr. wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua.” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Mr. Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Pada Mei 1950 hanya ada tiga . [sunting]Rumusan VI: Konstitusi RIS Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. 3. dan keadilan sosial [sunting]Rumusan VII: UUD Sementara Segera setelah RIS berdiri. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS. Persatuan Indonesia 4. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Akhirnya pada akhir 1949Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta. 4. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. perikemanusiaan. 2. kerakyatan 5. kerakyatan dan keadilan sosial. 3. [sunting]Rumusan kalimat [12] “…. kebangsaan. negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. kebangsaan. Kemanusiaan yang adil dan beradab. perikemanusiaan.

3. menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950. diantaranya: . NIT[13]. Sukarno. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. perikemanusiaan. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi UndangUndang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56. kebangsaan. kerakyatan dan keadilan sosial. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS. dan NST[14]. mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004.negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta. Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR. …” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. 2. 4. [sunting]Rumusan kalimat[15] “…. dalam berbagai produk ketetapannya. dan keadilan sosial [sunting]Rumusan VIII: UUD 1945 Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. perikemanusiaan. kebangsaan. kerakyatan 5. sebagai kuasa dari NIT dan NST.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. dan 2. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Persatuan Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.1. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab. [sunting]Rumusan kalimat [16] “… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. 3. Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. [sunting]Rumusan IX: Versi Berbeda[17] Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945. MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. [sunting]Rumusan 1. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia.” [sunting]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Persatuan Indonesia 4. Persatuan Indonesia 4. 2. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan . 3. Ketuhanan Yang Maha Esa.

5. hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir. mendapat kesempatan berpidato yang agak . Mr. Keadilan sosial. Hatta. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. 2. Drs. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ^ Risalah 2 3. Persatuan Indonesia 4. Tercatat dua anggota Moh. [sunting]Rumusan X: Versi Populer[18] Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Jakarta: SetNeg RIselanjutnya disebut Risalah 2 2. ^ Saafroedin Bahar (ed). dan Supomo. 3. Ketuhanan Yang Maha Esa. I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945. [sunting]Epilog “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. [sunting]Catatan kaki 1. Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) [sunting]Rumusan 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Edisi kedua. ^ Sidang Sesi I BPUPKI tidak hanya membahas mengenai calon dasar negara namun juga membahas hal yang lain.

Konstitusi RIS (1949) 3. ^ Risalah 2 12. XX/MPRS/1966 18. Berbagai Ketetapan MPRS dan MPR RI 5. Edisi 2. ^ Risalah 2 9. Edisi kedua. ^ Negara Indonesia Timur. ^ Ketetapan MPRS No. Hattaberpidato mengenai perekonomian Indonesia sedangkan Supomo yang kelak menjadi arsitek UUD berbicara mengenai corak Negara Integralistik 4. ^ Risalah 2 6. (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Tim Fakultas Filsafat UGM (2005) Pendidikan Pancasila. Jakarta: Universitas Terbuka Pancasila . ^ Risalah 2 8. UUD Sementara (1950) 4. Kepulauan Nusa Tenggara. ^ Risalah 2 10. Tap MPR No XVIII/MPR/1998. ^ Konstitusi Republik Indonesia Serikat 13. ^ Risalah 2 11. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundangundangan 17. wilayahnya meliputi Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. dan seluruh kepulauan Maluku 14. ^ Negara Sumatra Timur. wilayahnya meliputi bagian timur provinsi Sumut (sekarang) 15. ^ Risalah 2 7. ^ Tap MPR No II/MPR/1978 [sunting]Referensi 1. Jakarta: SetNeg RI 6. ^ Risalah 2 5. Saafroedin Bahar (ed). ^ UUD 1945 (dekrit 1959). UUD 1945 2. ^ Undang-Undang Dasar Sementara 16.panjang.

dasar permusyawaratan. Sila artinya azas atau dasar. dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945. dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang diIndonesia. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut. dan ketuhanan. lima bilangannya. yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. internasionalisme. peradaban. Sejarah Perumusan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumusan-rumusan Pancasila Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi. Peri Ketuhanan. terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :  Lima Dasar oleh Muhammad Yamin. mufakat. Peri Kemanusiaan. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. kesejahteraan. Namanya bukan Panca Dharma. katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan. Kesejahteraan.namanya ialah Pancasila. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu.tanggal 22 Juni 1945 . Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. kekal dan abadi. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan. dasar perwakilan. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta:pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. dan Kesejahteraan Rakyat. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah. agama. Internasionalisme. persatuan Indonesia.[1]  Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". kemanusiaan yang adil dan beradab. tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . Ketuhanan.Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Peri Kerakyatan. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan. Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :  Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) . Mufakat.

36 BUTIR-BUTIR PANCASILA/EKA PRASETIA PANCA KARSA A. adalah sakti. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Hari itu. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. tak tergantikan. [2] [sunting]Butir-butir pengamalan Pancasila Ketetapan MPR no. 4. B. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.tanggal 15 Agustus 1950  Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959) [sunting]Hari Kesaktian Pancasila Pada tanggal 30 September 1965. Maka 30 Septemberdiperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S-PKI dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.tanggal 27 Desember 1949  Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara . 3.tanggal 18 Agustus 1945  Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat . SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 1. memperingati bahwa dasar Indonesia. 2. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA 1. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Pancasila. Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar . . Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI).

Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Menempatkan kesatuan. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. 3. 2. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Mengembangkan sikap tenggang rasa. dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 3. kepentingan. 5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Saling mencintai sesama manusia. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Tidak semena-mena terhadap orang lain. 6. persatuan. Cinta Tanah Air dan Bangsa. 8. 3. 2. 7. 4. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. 6. Berani membela kebenaran dan keadilan. 5. 7. SILA PERSATUAN INDONESIA 1. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 4. 8. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. . 5. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN 1. 4. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. C. D. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Suka bekerja keras.E. Bersikap adil. 12. Menghargai hasil karya orang lain. 11. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Menghormati hak-hak orang lain. Tidak bersifat boros. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. 3. [sunting]Sila pertama Bintang. 7. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia. Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. 10. . Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. 1. 6. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 8. 9. 2. Tidak bergaya hidup mewah. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 1. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

Mengakui persamaan derajat. 5. 6. 10. 6. agama. Berani membela kebenaran dan keadilan. tanpa membeda-bedakan suku. 5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 8. kepercayaan. dan kewajiban asasi setiap manusia. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. keturunan. kedudukan sosial. jenis kelamin. persamaan hak. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 7. 4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. warna kulit dan sebagainya. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 9. 2. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.4. 7. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3. [sunting]Sila ketiga . 1. [sunting]Sila kedua Rantai.

Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.Pohon Beringin. Mampu menempatkan persatuan. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. 3. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 3. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. 4. 2. dan kewajiban yang sama. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. dan keadilan sosial. 5. 5. 8. 4. 7. . 6. perdamaian abadi. 1. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. hak. kesatuan. 7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. [sunting]Sila keempat Kepala Banteng 1. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 2. 6. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Sebagai warga negara dan warga masyarakat.

4. . 6. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 3. ^ Suwarno. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 8. P. Menghormati hak orang lain. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Referensi 1. Suka bekerja keras. 12. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 5. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.9. 2. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. hlm. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. 9. 7. 11. Mengembangkan perbuatan yang luhur. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 10. [sunting]Sila kelima Padi Dan Kapas. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. 1.J. 10.. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

^ Bagian ini sudah tidak berlaku lagi karena Ketetapan MPR no. I/MPR/2003 .2. II/MPR/1978 telah dicabut dengan Ketetapan MPR no XVIII/MPR/1998 dan termasuk dalam kelompok Ketetapan MPR yang sudah bersifat final atau selesai dilaksanakan menurut Ketetapan MPR no.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->