EKONOMI PERTANIAN

Prof. Dr. Ir. Masyhuri

I. PENDAHULUAN
1.1. PENGERTIAN
 Menurut Hadisapoetro (1975), pertanian diartikan sebagai setiap

campur tangan tenaga manusia dalam perkembangan tanamtanaman maupun hewan agar diperoleh manfaat yang lebih baik daripada tanpa campur tangan tenaga manusia. Secara alami, tanaman dan hewan telah berkembang biak dengan sendirinya di hutan.  Manusia tinggal mengambil sesuatu yang dihasilkan tanaman, misalnya buah-buahan, daun-daunan (sayuran), batang, dan umbi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai bahan makan utama (primer).  Demikian juga perkembangan hewan di hutan, manusia tinggal mengambilnya dengan cara berburu untuk dimanfaatkan sebagai bahan makan sekundair.  Dalam tahap ini belum dikenal “pertanian”.

 Adanya campur tangan manusia ini akan meningkatkan manfaat kepada manusia. biji-bijia dan hasil lain dalam proses yang disebut photosinthesa. Zat ini dibawa ke daun dan dengan bantuan sinar matahari. Kemudian manusia mulai mencoba menanam tanaman dan menangkap hewan untuk dipelihara di rumahnya. zat tersebut diubah menjadi buahbuahan. petani. Hasil tumbuhan ini kemudian dimakan oleh hewan dan manusia. Perkembangan inilah yang kemudian disebut dengan pertanian. usahatani.  Mosher (1966) memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan. dan usahatani sebagai perusahaan. Dengan demikian unsur pertanian terdiri dari proses produksi.  Proses Produksi : tumbuhan mengambil zat hara yang ada di . dalam tanah melalui akar-akarnya.

Manusia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut disebut petani. Hewan dan ternak dengan makan tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan daging. dan dengan demikian disebut pertanian.  Petani: Proses produksi tersebut bisa berlangsung tanpa campur tangan manusia seperti dapat kita lihat pada tumbuhan liar yang dengan demikian belum disebut pertanian. oleh petani tersebut dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang luas.  Usahatani: Proses produksi tanaman dan hewan yang dikelola . Lahan tersebut dinamakan usahatani.  Dengan turut campur tangannya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan. maka pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan manusia. Bahan makan dari tanaman ini disebut bahan makan primer. telor. karena itu tanaman juga disebut pabrik makanan primer. Karena itu hewan disebut bahan makan sekunder. susu dan hasil ternak lain yang dikonsumsi oleh manusia.

 Dengan demikian Mosher memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan. Berdasarkan cara pengusahaannya dapat dibedakan menjadi : pertanian rakyat dan pertanian perusahaan besar. .  Pengertian pertanian yang lebih modern lagi adalah agribisnis. Berdasarkan lokasi dapat dibedakan menjadi : pertanian Jawa dan luar Jawa. berdasarkan ruang lingkupnya dapat dibedakan menjadi : pertanian dalam arti luas dan dalam arti sempit. Usahatani sebagai perusahaan : Petani dalam mengelola atau mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut menggunakan prinsip perusahaan. Inilah pengertian umum dan modern dari pertanian.  Struktur pertanian. Artinya dia mempertimbangkan berbagai kombinasi input yang diberikan agar bisa menghasilkan output sesuai dengan tujuan secara efisien dan efektif.

 Pertanian dalam arti sempit meliputi tanaman pangan dan

hortikultura serta perkebunan. Sedang pertanian dalam arti luas meliputi selain pertanian dalam arti sempit juga termasuk perikanan, peternakan, dan kehutanan. Pertanian rakyat adalah usaha pertanian yang dilakukan oleh keluarga petani.

 Ciri pertanian rakyat adalah

1) tidak jelas pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan 2) tenaga keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya 3) skala usaha relatif kecil. Pertanian perusahaan besar biasanya dilakukan pengelolaaan secara lebih profesional, jelas struktur organisasinya,bentuk badan usahanya formal misalnya PT, CV, Firma, UD, dan Koperasi.
 Pertanian di Jawa bisanya lahannya subur, lebih intensif, skalanya

lebih kecil, lebih dominan tanaman pangan dan tanaman semusim. Sedangkan pertanian di luar Jawa biasanya kurang subur, kurang intensif, skalanya lebih besar, lebih dominan tanaman perkebunan dan tanaman keras.

 Agribisnis adalah bisnis (usaha komersial) di bidang pertanian dalam

arti luas (mulai dari pengadaan dan distribusi sarana produksi pertanian dan alat-alat serta mesin pertanian, usaha tani, pengolahan hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi, pemasaran hasil-hasil pertanian dan olahannya, serta kegiatan penunjang seperti perkreditan, asuransi, dan konsultansi) subsistem-subsistem. Agribisnis bisa terdiri dari :  2 subsistem : on-farm (usahatani) dan off-farm (luar usahatani), atau  3 subsistem : input, usahatani, dan output, atau  4 subsistem : input, usahatani, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran, atau  5 subsistem : input pertanian, usahatani, pengolahan hasil pertanian, pemasaran input, hasil pertanian atau hasil olahannya, serta subsistem penunjang

 Bidang Agribisnis membentuk suatu sistem yang terdiri dari

 Jadi perbedaan antara agribisnis dan pertanian setidaknya ada dua,

yaitu ditinjau dari segi wawasan usaha dan dari bidang yang tercakup :
 Jika agribisnis wawasan usahanya adalah komersial, maka

pertanian wawasannya ada yang subsisten, hobi, di samping ada yang komersial, serta campuran antara dua wawasan tersebut  dari segi bidang, agribisnis lebih luas daripada pertanian, karena mencakup subsistem pertanian di samping subsistem yang lain.

Gambar: Bagian-bagian Agribisnis .

dll).kehutanan (jati. kambing. bunga. sprayer. Saprotan/sarana produksi pertanian: bibit. roti. pinus. transportasi. meranti. karet. teh. 4. c. garu. pengecer.) d. dll. bajak.) penunjang (lembaga keuangan. mitisida. dll). 5.e. pelatihan. asuransi. ikan laut.) pemasaran (pedagang pengumpul.) . kerbau. dll. dll. sengon. pestisida(insectisida. b. pupuk (organik dan anorganik). dll). palawija). konsultasi. unggas.) pengolahan (pabrik tepung. zat pengatur tumbuh. dll.pestisida. coklat. alsintan/alat mesin pertanian (traktor. herbisida). usaha pertanian: a. pabrik krept/karet. perikanan (ikan tawar. pedagang besar. 2. peternakan (sapi. hortikultura (sayur dan buah). kopi. broker. sabit. Perkebunan (tebu. tekstil. 3. b. Input pertanian: a.1. kelapa sawit. dll. cangkul. tanaman pangan (padi. catering. dll.) dan manufacturing pertanian (pabrik ban. dll.

manajemen usahatani dan agribisnis. masalah pembangunan pertanian. masalah kebijakan pertanian. Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alokasi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi keinginan manusia yang tak terbatas dengan cara yang seefisien mungkin. atau bagian dari ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomina dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro (Mubyarto. ekonomi produksi pertanian.  Secara lebih rinci. tanpa tahun). masalahan ekonomi konsumsi dan pemasaran hasil pertanian. dll. 1977). ekonomi pertanian mempelajari masalah .  Ilmu ekonomi pertanian dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu pertanian yang mempelajari masalah-masalah ekonomi dalam pertanian (Kaslan Tohir.

memberikan pengaruh pada suhu udara. Pertanian dataran tinggi dan rendah  Indonesia merupakan daerah volkano (memiliki banyak gunung). sehingga memungkinkan mempunyai daerah yang mempunyai ketinggian dan dataran rendah. sehingga bisa ditanami tanaman beriklim subtropis. Pertanian tropika • Sebagian besar daerah di Indonesia berada di dekat katulistiwa yang berarti merupakan daerah tropika. . 2.  Letaknya yang di antara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik.1.2 Ciri-ciri pertanian Indonesia 1. perikanan. Di samping itu ada pengaruh lain yang menentukan corak pertanian kita yaitu bentuk negara berkepulauan dan topografinya yang bergunung-gunung. arah angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia. Dataran tinggi mempunyai iklim dingin. Dengan demikian jenis tanaman. hewan. sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain. dan hutan sangat dipengaruhi oleh iklim tropis (pertanian tropika).

sedangkan di daerah kering tumbuh padang rumput. NTT. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau. Kalimantan. Karena iklimnya basah dan berada di daerah tropika maka banyak hujan terbentuk hutan tropika. Maluku) iklimnya kering.3. Adanya hutan tropika dan padang rumput. Keadaan ini memungkinkan terdapatnya perikanan darat dan laut. sebagian Sulawesi) mempunyai iklim basah : banyak hujan. • 6. Daerah Jawa dan luar Jawa mempunyai spesifikasi yang berbeda   5. Jawa. penduduk jarang merupakan tanaman bahan pangan. berskala lebih luas. .   mempengaruhi corak pertanian: pertanian di jawa umumnya Jawa umumnya : tanah subur. Pertanian iklim basah (Indonesia barat) dan pertanian iklim kering (Indonesia timur).  4. Pertanian di Jawa dan Luar Jawa.  Indonesia bagian barat yang (Sumatra. berskala kecil. sehingga daerahnya terdiri dari darat dan perairan. sedangkan bagian Indonesia lain terutama Indonesia bagian timur (NTB. penduduk padat luar Jawa umumnya : tanah kurang subur. sedangkan pertanian di luar jawa umumnya perupakan perkebunan. kehutanan. Perikanan darat dan laut.

pertanian darat/kering. dll. lahan kering yaitu lahan yang tidak mendapat air irigasi. pertanian beririgasi/basah • Daratan Indonesia terbagi menjadi : • • • tanah rawa yaitu lahan yang tergenang sepanjang masa. tadah hujan. Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai. 8. dan pertanian basah yaitu lahan yang beririgasi. mata air. Berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis.7. sawah lebak. sering juga terdapat saluran irigasi. Pertanian rawa. . dam/waduk. dan sederhana. Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang. sawah pasang surut •     Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. Sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa. Pertanian / tanah sawah beririgasi. setengah teknis.

turun menjadi 40 juta (1993). • Secara absolut peranan tersebut mengalami kenaikan tetapi secara relatif mengalami penurunan. 2. Pendapatan nasional • Sumbangan sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sekitar 16. Pada tahun 2009.4 juta orang. Tahun 2002 turun kembali menjadi 47%. perkebunan.  Serapan tenaga kerja pertanian : 34 juta (1985) . dan kehutanan.5 juta (1994).II. menurun menjadi 42% (2009)  Saat krisis (1999) meningkat menjadi 50 %. pertanian memberikan 14% pendapatan nasional. PERANAN PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA 2.9% tahun 1998 (sekitar Rp 167 trilyun). • Pada awal Pelita I PDB dari sektor pertanian Rp 24. 42 juta (1992). 2.2 Jumlah penduduk di sektor pertanian • Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian : 45 % (1996).3. perikanan. peternakan. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara agraris.9 trilyun (37.1 Luas lahan pertanian • Sebagian besar lahan di Indonesia digunakan untuk pertanian baik pertanian tanaman pangan. Namun masa krisis tahun 1998 naik lagi menjadi 64. . dan turun lagi menjadi 37.9 %).

perikanan dan sebagian tanaman pangan dan peternakan merupakan komoditas ekspor penghasil devisa.7 memberi pasokan kepada industri pertanian 2. sandang. kehutanan. Komoditi-komoditi perkebunan. pertanian belum ada yang menggantikan sehingga dalam keadaan darurat atau perang. 2.8 sebagai pasar industri .5 Penghasil devisa • 2.5 miliar meningkat menjadi US$ 7. dan papan). Sebagai penghasil pangan.6 Mempunyai efek multiplier yang besar 2.4 Produksi pangan domestik • Pertanian menghasilkan bahan kebutuhan pokok (pangan. Nilai ekspor pertanian tahun 1984 sebesar US$ 2. peranan pertanian sangat strategis.2.1 miliar.

Adanya jarak waktu antara mulai investasi dengan penerimaan hasil yang lama. hama dan penyakit. Faktor penyetaraan nilai tahun tertentu dengan nilai kini disebut faktor diskonto. semakin lama nilainya makin kecil. Resiko fisik berarti kemungkinan kegagalan panen atau pengurangan panen yang disebabkan bermacam-macam faktor seperti banjir.1.. dan bencana lainnya. KARAKTERISTIK USAHA DI BIDANG PERTANIAN 3.III. . tingkat pengembalian modal. Pada tanaman perkebunan dan buahbuahan perlu waktu 4-8 tahun. karena proses produksi pertanian memerlukan waktu lama  Pada tanaman padi misalnya perlu waktu 3-4 bulan baru bisa menghasilkan. Karena waktu mempunyai nilai. kekeringan.  Kalau hasilnya lama baru diperoleh akan menurunkan nilai kini hasil tersebut. Keadaan ini akan mempengaruhi tingkat resiko usaha. Resiko pasar bisa berupa terjual produknya dengan harga murah atau tidak ada pembeli. Resiko usaha bisa berupa resiko fisik dan pasar.

kandang ternak.5. keuangan usaha dan rumah tangga tercampur. 3] manajemennya tidak profesional.3.4.3. Bersifat ekstensif Pertanian membutuhkan lahan yang luas. Proses produksi pertanian banyak ditentukan oleh alam. sehingga jumlah dan kualitas hasilnya sering tidak bisa dikuasai. rata-rata penguasaan lahan pertanian hanya sekitar 0. 2] tidak ada pembedaan antara usaha dan rumahtangga. Spesialisasi dalam pertanian sukar diterima tenaga kerja.5 hektar.  Spesialisasi dapat dibedakan menjadi spesialisasi produksi dan . Merupakan pertanian rakyat  Sebagian besar pertanian Indonesia merupakan pertanian rakyat. Hasil pertanian sukar dikuasai  3. misalnya rumah yang sekaligus merupan gudang. 3. Keadaan ini berimplikasi bahwa lahan di kota pasti kalah bersaing dengan kegunaan usaha lain.  Ciri-ciri pertanian rakyat : 1] skala usaha kecil.2. Keadaan ini mengakibatkan perlunya proses sortasi dalam penanganan pascapanen.  3.

 Spesialisasi produksi berarti menghasilkan satu macam produk. tetapi tidak berlaku di pertanian. Umumnya tenaga kerja dapat bekerja pada beberapa pekerjaan.  Spesialisasi tenaga kerja banyak dilakukan di pabrik atau industri. sedang laki-laki bekerja mencangkul. sopir traktor dan pekerjaan yang relatif berat. Tetapi ada kebiasaan di masyarakat tertentu yang pekerjaannya berdasarkan jenis kelamin. Harga hasil pertanian selalu berfluktuasi  fluktuasi jangka panjang= trend     fluktuasi siklus: siklus ekonomi dan produksi siklus stabil. misalnya wanita bekerja di penyiangan. panen.6. konvergen dan divergen fluktuasi musiman fluktuasi jangka sangat pendek . karena pertanian beresiko tinggi maka tidak banyak petani yang melakukannya. 3.

dll.IV. PRINSIP EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN 4. penyusutan.) Pendapatan petani = penerimaan – biaya kas yang dikeluarkan (tidak termasuk nilai biaya keluarga. dll. Usahatani dapat berupa usaha bercocok tanam atau memelihara ternak (Mosher 1966)  Untuk menghitung perolehan usahatani digunakan konsep keuntungan dan pendapatan petani.   Laba = penerimaan – semua biaya yang diperhitungkan (termasuk tenaga kerja keluarga. Y = f(X1.: .) 4. penyusutan. Fungsi produksi pertanian  Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menghubungkan antara produksi yang dihasilkan dengan faktor produksi..1 Usahatani  Usahatani adalah suatu tempat atau bagian dari permukaan bumi tempat pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu sebagai seorang pemilik / penyakap ataupun manager yang digaji. X2..Xn).2.. Bila faktor produksinya satu Y=f(X) bisa digambarkan dalam grafik sbb.

.

.

.

mulai dari tanpa input lalu ditambah sampai jumlahnya banyak.) Efisiensi harga/ alokatif berarti dicapai pada keuntungan maksimum. dimana p = harga output. Pada saat itu AP=MP (Marginal Product. produksi mencapai maksimum dan lalu turun. outputnya akan naik dg tingkat kenaikan yg semakin meningkat. sampai titik tertentu (ttk belok). Ini terjadi pada Average Product (AP) maksimum. kemudian naik dg tingkat kenaikan yg semakin berkurang. produksi rata-rata.3. Efisiensi teknis. output dan input diukur dengan unit fisik. Fungsi Produksi Neoklasik  Suatu fungsi produksi yg menggambarkan hubungan antara input dan output. .  Hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang  Produksi marginal.  Elastisitas produksi 4. Ini dicapai pada saat nilai produksi marginal (MVP) = harga input (v) atau MP = v/p. Efisiensi  Efisiensi produksi berarti maksimisasi perbandingan output dan input.

.

pestisida).v x  Π maximum. produksi optimal. maka dapat dicari tingkat input dan produksi optimal.) .5.4. input optimal.  dan d(dΠ/dx)/dx < 0  Π  Contoh : fungsi produksi: y= 10X-X2 dan Y= 10X0.5. artinya yang menghasilkan keuntungan maksimal.  Π= p y . penggunaan legin.4. Pengaruh Teknologi Baru  Teknologi akan meningkatkan produksi  Contoh teknologi baru adalah teknomogi mekanis (pemakaian traktor). dan laba maksimal ? 4. teknologi biologi (bibit hibrida. Berapa produksi maksimal. dll. Optimasi  Jika diketahui fungsi produksi dan harga. harga y (p)= Rp 10/unit dan harga X (v)= Rp 6/unit. bila dΠ/dx = 0. teknologi kimia (pupuk.

Gambar : Pengaruh teknologi terhadap produksi .

4.6 Fungsi Permintaan Input .

4.7 Fungsi Biaya  Biaya = biaya variabel dan biaya tetap = BV + BT = f(Q) + BT  Jangka waktu  LR= long run = jangka panjang  SR= short run =jangka pendek  VSR= very short run= jangka sangat pendek  AC = average cost =biaya rata-rata  AVC = average variable cost = biaya variabel rata-rata  MC = marginal cost = biaya marginal  Dalam gambar:  AC slope garis dari titik o ke fungsi biaya  AVC=slope garis dari titik o ke fungsi biaya variabel  MC= slope garis singgung fungsi biaya .

isocline.8 Fungsi Penawaran Produk  Kurva MC diatas AVC minimum= kurva supply  Laba maksimum dicapai pada saat MC = p. pseudoscale line  Isoquant : garis yang menghubungkan titik-titik kombinasi penggunaan input X1 dan X2 yang menghasilkan jumlah produksi yang sama. persamaan ini menghasilkan persamaan penawaran. ridgeline. bila X1 ditambah i unit agar produksinya masih tetap. expantion path.  Isocost : garis yang menghubungkan kombinasi input X1 dan X2 yang bernilai biaya yang sama.9 Fungsi Produksi dengan 2 atau Lebih Input  Variabel : isoquant.4. dimana Qs=f(P). 4.  MRTSx1x2 = besarnya input X2 yang harus dikurangi. .

.

.

1. FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN 5. Tenaga kerja  Pengaruh tenaga kerja dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas serta pengalaman 5. tidak memerlukan penyusutan 5.3. Kesuburan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah. Modal  Modal adalah barang atau uang yang bersama dengan faktor produksi lain (tanah dan tenaga kerja) menghasilkan barang baru. jumlah tidak dapat ditambah 2. Tanah merupakan modal tidak bergerak 3.2. tanah mempunyai karakteristik: 1.  Sebagai modal. . Tanah  Kontribusi tanah pada produksi dipengaruhi oleh luas dan kesuburan.V.

 Macam modal 1. misalnya human investment 2. Manajemen  Manajemen adalah ilmu dan seni untuk mengelola (merencanakan. mengarahkan dan mengendalikan) suatu usaha guna memperoleh keuntungan. 88% kegagalan bisnis disebabkan oleh manajemen yang tidak efektif. .4. mengorganisasi. berdasar bisa dilihat tidaknya : tangible dan non tangible.  Menurut Dun & street. dari sumbernya : equity capital dan debt capital 3.dan social capital (memberi manfaat banyak orang) misalnya jalan dan irigasi. dari manfaat: private capital (hanya memberi manfaat kepada investor) . 5.

Penyakap waktunya tidak ditentukan tetapi mudah dihentikan penggarapannya.  jangka waktu / time horizon : petani pemilik penggarap jangka waktunya tak terbatas. petani penyewa. karena sudah memperhitungkan untung rugi. Penyakap juga merupakan petani tradisional yang kurang mampu.  Pengaruh status petani terhadap kinerja usahatani  latar belakang petani: petani pemilik penggarap adalah petani tradisional. dan petani penyakap.5. Masalah tanah garapan  Hubungan petani dengan lahannya Bentuk hubungan antara petani dengan lahan garapan dapat digolongkan menjadi 3 macam: petani pemilik penggarap.5. Petani penyewa umumnya lebih profesional. sedang penyewa terbatas pada kontrak sewa menyewa. . sudah terbiasa menggarap lahan untuk usahatani tetapi mungkin kurang profesional.

Untuk penyakapan tergantung perjanjian bagi hasil dan pembebanan biaya. biayanya seluruhnya ditanggung penyakap.  Perpecahan dan pemencaran tanah garapan  Perpecahan tanah disebabkan karena : warisan dan penjualan tanah /penyewaan /penyakapan. Dalam praktek ada yang hasilnya dibagi dua. penyakapan. . penyewaan. Mengecilnya lahan bisa berpengaruh terhadap efisiensi usahatani dan daya tawar /daya saing petani serta kesejahteraan. Ini bisa membatasi bisa tidak.  Pemencaran lahan disebabkan karena perkawinan /warisan. Menurut UUPBH 1960 hasil dan biaya dibagi dua. kinerja usahatani : kendala /insentif ekonomi   Penyewa mengeluarkan uang lebih banyak. pembelian lahan. tetapi prakteknya tidak demikian. tergantung kemampuan dan tersedianya kredit. Pemencaran berpengaruh pada efisiensi usahatani dan keterbatasan strategi agribisnis.

 Harga tanah  Harga tanah dipengaruhi oleh : lokasi. Penggunaan lahan misalnya untuk industri. topografi. Masalah pengangguran dan ketenagaan kerja  Pengangguran (terbuka): bila seseorang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkan pekerjaaan. perumahan. terhadap jalan raya. Kelangkaan lahan dipengaruhi oleh demand dan supply. pertanian dll. penggunaan lahan dan kontribusinya terhadap nilai produksi.kelangkaan lahan. teknologi. dll. harga input usahatani.6. . 5. terhadap fasilitas irigasi Kontribusinya terhadap nilai produksi dipengaruhi oleh kesuburan lahan. kesuburan. Lokasi yang dimaksud adalah jaraknya terhadap pasar. tinggi tempat.     kemiringan. harga produk. kemiringan lahan. iklim/cuaca. jenis komoditas.

 Unsur penting dalam perkreditan:  unsur kepercayaan  unsur waktu  unsur resiko  unsur prestasi . musiman. Masalah kredit  Kredit adalah penyedian uang atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasar persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan fihak lain dalam hal mana fihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan. 2.7. misalnya seorang sarjana yang menjadi buruh tani 3. kelebihan tenaga kerja atau zero marginal productivity. kerja kalau musim sibuk. Pengangguran tersamar: kelihatan bekerja tetapi tidak penuh. tidak bekerja bila tanaman tidak memerlukan. under employment. 5. Penyebabnya: 1. seseorang yang bekerja dibawah kapasitasnya.

dan jangka waktu pengembalian. ada grace periode. Jenis kredit:  Berdasar tujuan penggunaan kredit : kredit produksi dan konsumsi. menengah. inflasi. dan jangka panjang  Berdasar akibat penggunaan : kredit statis dan dinamis  Masalah bunga  Pertanian mempunyai karakteristik tertentu sehingga perkreditan pertanian memerlukan bunga yang murah. kelonggaran atau asuransi. bimbingan atau pendampingan. dll. waktu panjang.  Berdasar sifat pembiayaan : kredit eksploitasi dan investasi  Berdasar waktu pengembalian : kredit jangka pendek. . biaya modal. resiko.  Bunga kredit dipengaruhi: biaya administrasi.

 Mengapa petani perlu kredit…. ?  untuk membiayai usahataninya  untuk membiayai pemasaran  pembiayaan konsumsi  pembiayaan kegiatan social .

I. Pk. Permintaan hasil pertanian  Permintaan hasil pertanian merupakan hubungan antara jumlah barang hasil pertanian yang akan dan mau dibeli oleh konsumen dan harga hasil pertanian tersebut  Permintaan hasil pertanian dapat dinyatakan sebagai kurva. Ps = harga barang substitusi. atau tabel permintaan  Fungsi permintaan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang mau dan mampu dibeli konsumen dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan hasil pertanian tersebut. S = musiman . Pk = harga barang komplementer. S) P= harga. PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL PERTANIAN 6.VI.1. I = pendapatan konsumen. T. Ps. persamaan. T = selera dan cita rasa konsumen.  dalam persamaan matematika : Q = f(P.

maka jumlah permintaannya berkurang dan sebaliknya bila harga menurun. normal dan mewah. selain giffen goods. Harga barang mempengaruhi jumlah permintaan.  Hal ini disebabkan karena konsumen akan mengganti konsumsinya pada barang lain yang lebih murah. yaitu: bila harga barang naik maka jumlah permintannya akan naik dan bila harga barang turun. bila harga barang substitusi naik maka jumlah permintaan barang akan naik. untuk hampir semua barang (barang inferior.  Harga barang substitusi mempengaruhi jumlah permintaan barang. . hubungan antara harga barang dan jumlah permintaan digambarkan mengikuti hukum permintaan. maka jumlah permintaannya akan turun. atau paling tidak mengurangi konsumsi barang yang harganya naik dan menambah konsumsi barang yang harganya turun. maka permintaan barang tersebut akan naik  Pada giffen goods berlaku sebaliknya. yaitu bila harga barang naik. Contoh : barang/jasa yang informasinya kurang jelas seperti film di bioskop dan barang yang rendah nilai sosialnya misalnya gaplek.

maka jumlah permintaan konsumen akan turun. maka permintaan beras orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan permintaan orang barat. tetapi untuk barang inferior dan giffen goods. kenaikan pendapatan konsumen akan meningkatkan jumlah permintan barang. demikian sebaliknya bila pendapatan konsumen turun. sehingga penurunan konsumsi barang komplementer juga berakibat sama dengan barang tersebut. Bila harga barang komplementer naik maka jumlah permintaan barang akan mengalami penurunan. maka jumlah permintaan barang akan naik. Harga barang komplementer. karena konsumsi barang yang kita bicarakan dikonsumsi konsumen bersama-sama dengan barang komplementer. Cita rasa dan selera konsumen . bila pendapatan konsumen naik akan menurunkan jumlah permintaan barang dan sebaliknya bila pendapatan konsumen turun. Bila cita rasa dan selera konsumen naik maka jumlah permintaannya juga akan naik. Pendapatan konsumen. Untuk barang normal dan mewah.   . selera dan citasara konsumen Indonesia akan beras lebih tinggi daripada orang barat.

 . Untuk orang barat. Di musim kemarau permintaan es krim lebih tinggi daripada di musim hujan. Untuk mengukur respon permintaan terhadap reaksi perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan diukur dengan elastisitas permintaan. harga barang lain (Elastisitas permintaan harga silang). faktor-faktor yang diukur responnya biasanya adalah harga (Elastisitas permintaan terhadap harga). sehingga jumlah permintaan gandum dan kentang orang barat lebih tinggi daripada orang Indonesia. pendapatan (elastisitas permintaan terhadap pendapatan).  Musim. demikian sebaliknya citarsa dan selera orang barat terhadap gandum dan kentang lebih tinggi daripada orang Indonesia. Elastisitas. permintaan bir lebih tinggi dibandingkan di musim panas. di musim dingin.

Edi = (∆Q/Q)/(∆I/I) (dua titik). Edp = (∆Q/ Q)/(∆P/P) antara prosentase perubahan barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang lain. Edps = (∆Q/Q)/(∆Ps/Ps)  Elastisitas permintaan terhadap harga silang adalah perbandingan  Elastisitas permintaan terhadap pendapatan adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pendapatan konsumen. Elastisitas bisa dikelompokan kedalam 3 kriteria yaitu:   E  > 1 berarti elastis   E  = 1 elastisitas satu (unitary elasticity)   E  < 1 inelastis  Elastisitas tersebut bisa diukur dengan elastisitas titik atau busur . Elastisitas permintaan terhadap harga adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang.

harga input (Pi). persamaan dan tabel.2.  Fungsi penawaran adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dengan faktor-faktor yang mempengaruhi.S) .T.  Persamaan fungsi penawaran adalah : Qs = f(P. Penawaran ini dapat digambarkan dalam grafik.6. Penawaran hasil pertanian  Penawaran adalah suatu hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harga barang. teknologi (T). Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran barang adalah harga (P). musim (S) dll.Pi.

Pengaruh ini bisa dinyatakan dalam elastisitas penawaran terhadap harga input: Espi = (∆Qs/Qs)/(∆Pi/Pi)  Teknologi Bila tersedia teknologi yang semakin maju. Pengaruh ini bisa dinyatakan dengan elastisitas penawaran terhadap harga: Esp = (∆Qs/Qs)/(∆P/P)  Harga input. maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun dan sebaliknya bila harga input turun. biologi. kimia. . Harga barang. Bila harga input naik. dll. Didalam pertanian teknologi bisa berupa teknologi fisik/mekanis.  Musim Pengaruh musim terhadap penawaran sudah jelas. maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik. bila sedang musim maka akan tersedia banyak barang yang ditawarkan. Kenaikan harga barang akan meningkatkan penawaran barang dan sebaliknya bila harga turun akan menurunkan jumlah penawaran. akan meningkatkan jumlah penawaran.

Sedangkan penawaran primer adalah penawaran yang dilakukan oleh produsen langsung. 6. Permintaan primer adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen akhir. Margin pemasaran. . namun demikian margin pemasaran dapat diukur pada masing-masing tingkat pada saluran pemasaran.4. permintaan turunan dan penawaran turunan  Margin pemasaran adalah perbedaan antara harga eceran dengan harga di tingkat petani. Harga produsen merupakan pertemuan antara permintaan turunan dengan penawaran primer. Keseimbangan pasar dan perubahan harga  Keseimbangan pasar terjadi bila jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. sedangkan penawaran turunan adalah penawaran yang dilakukan oleh pedagang eceran yang merupakan wakil produsen untuk berhadapan dengan konsumen akhir. Keseimbangan harga dan jumlah barang akan berubah bila kurva penawaran dan permintaan berubah. Permintaan turunan adalah permintaan yang dilakukan oleh pedagang pengumpul sebagai wakil dari konsumen akhir.6. Dalam keseimbangan terdapat harga dan jumlah barang keseimbangan.3. harga di tingkat eceran merupakan pertemuan antara penawaran turunan dengan permintaan primer.

.

VII.pendanaan -penanggungan resiko -grading dan standarisasi -informasi pasar . Fungsi pemasaran adalah: Pertukaran : pembelian penjualan Fisik: pengolahan pengangkutan penyimpanan Penunjang: . Peranan dan Fungsi Pemasaran  Peranan pemasaran adalah membantu menjembatani antara          kepentingan konsumen dg produsen yg berlawanan.1. PEMASARAN HASIL PERTANIAN  7.

2. Pendekatan mempelajari pemasaran Pemasaran dapat dipelajari dengan beberapa pendekatan: pendekatan komoditi pendekatan kelembagaan pendekatan input -output pendekatan sistem .3. 7. Kegunaan Pemasaran  Kegunaan pasar dapat dibedakan menjadi:  kegunaan bentuk           kegunaan tempat kegunaan waktu kegunaan kepemilikan kegunaan informasi 7.

 1.  1.  3. Banyaknya fasilitas pemasaran makin banyak fasilitas pemasaran makin efisien pemasarannya. sedangkan input merupakan masukan yang digunakan dalam proses pemasaran. Efisiensi pemasaran  Efisiensi pemasaran merupakan perbandingan antara output pemasaran dengan input pemasaran. 2. makin efisien. 4. Efisiensi ini bisa berupa fisik maupun finansial. Tingkat kompetisi Makin kompetitif struktur pasarnya.  2.    Menurut Mubyarto: eff pemsrn terjadi bila: mampu memberikan keuntungan yg adil bagi pelaku pemasaran mampu membawa barang ke konsumen dg harga semurah^2 nya. .7.4. Output bisa berupa kepuasan konsumen. makin efisien. Struktur pasar yang paling efisien adalah struktur pasar persaingan sempurna. Indikator efisiensi berupa: Margin pemasaran Makin kecil margin pemasaran makin efisien harga di tingkat konsumen Makin murah harga yang diterima konsumen akhir.

outlet dan distribusi saluran pemasaran  5.5.  3. Keputusan produk. Manajemen Pemasaran  Rencana pemasaran strategis terdiri dari keputusan-keputusan:  1.7. Keputusan promosi . Keputusan tempat. antara lain berupa:  penentuan harga cost-plus  penentuan harga mark-up  penentuan harga psichologis  penentuan harga penetrasi  penentuan harga pasar berjenjang  4. yaitu berupa cara-cara penentuan harga barang. yaitu keputusan untuk menentukan lini produk. Keputusan pasar secara menyeluruh. Keputusan ini bisa terdiri dari :  Identifikasi pasar target dan kebutuhan konsumen  Keadaan lingkungan pasar yang bersaing  2. Keputusan harga.

Pengertian  Kebijakan pertanian sering disebut pula politik pertanian merupakan salah satu kegiatan pemerintah untuk masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup. Harga dasar Harga dasar merupakan harga minimum yang harus terjadi di tingkat petani.VIII.1. karena petani kebanyakan miskin. .2. menyebabkan harga rendah. KEBIJAKAN PERTANIAN 8. Kebijakan ini diberikan mengingat harga yang terjadi di pedesaan sangat rendah terutama pada saat panen. sehingga jumlah penawaran hasil panen berlimpah. sehingga pada waktu panen ada kecenderungan petani menjual sebagian besar hasil panen untuk mencukupi kebutuhannya. agar petani mendapatkan harga yang layak sehingga petani terangsang untuk selalu meningkatkan produksi. 8. Kebijakan harga 1. kesempatan ekonomi petani dan kehidupan pedesaan.

.

Keadaan ini terjadi pada saat paceklik.2. harga atap  Harga atap adalah harga maksimum yang harus terjadi agar konsumen dapat mengkonsumsi komoditas tersebut. karena persediaan komoditas tersebut kurang. sedangkan konsumsi jalan terus. . Kebijakan harga atap ini bertujuan untuk melindungi konsumen.

.

tentara. yaitu untuk menjalankan kebijakan harga dasar dan atap. .  b. Buffer stock  Ada bermacam-macam tujuan buffer stock yang sesuai dengan namanya:  a. yaitu cadangan yang akan digunakan untuk kebutuhan masa mendatang (ganti tahun). Market operation stock. Commitment stock. Emergency stock. carry over stock. yaitu cadangan beras untuk keperluan operasi pasar. yaitu cadangan beras untuk keperluan bantuan kepada masyarakat bila terjadi musibah. yaitu cadangan beras untuk penyaluran golongan anggaran termasuk pegawai negeri.  d.3. pegawai BUMN.  c.

maka harga produk dalam negeri menjadi lebih murah. harga produk tersebut menjadi naik. dengan adanya pajak ekspor. Pajak ekspor  Pajak ekspor selain juga mendatangkan pendapatan bagi pemerintah juga berfungsi untuk melindungi industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku produk tersebut.4. sehinga menguntungkan pengguna bahan baku tersebut. 5. sekaligus bisa dimanfaatkan untuk melindungi produsen dalam negeri. akibat adanya tarif bea masuk. tarif bea masuk  Tarif bea masuk impor selain mendatangkan pendapatan bagi pemerintah. .

 6. Pembatasan produksi  7. Pembayaran langsung .

tempat-tempat percobaan guna melakukan verifikasi lokal  4. tempat petani belajar dan bertanya tentang teknologi baru  5. pola dan tata tanam serta kebijakan tentang infrastruktur. perubahan dalam sistem penggunaan tanah  3. . perubahan tentang hukum agraria nasional  Menurut Mosher (1969). struktur pedesaan yang modern terdiri dari:  1.3. Kebijakan struktural  Kebijakan struktural berupa kebijakan pertanahan.8. tersedianya pasar tempat menjual hasil produksi dan membeli sarana produksi dan peralatan pertanian. Kebijakan pertanahan bertujuan untuk menata luas pengusahaan dan pemilikan lahan. jalan-jalan desa yang cukup memadai  3.  2. fasilitas perkreditan guna menunjang penggunaan teknologi baru. Kebijakan ini bisa berupa agrarian reform yang meliputi:  1. perubahan sistem pemilikan dan penguasaan tanah  2. Perangkat penyuluhan.

sehingga tercipta sistem pemasaran yang efisien dan efektif agar petani mempunyai daya saing yang tinggi.4. . Kebijakan pemasaran  kebijakan pemasaran menitik beratkan pada pengaturan sistem pemasaran beserta lembaga-lembaganya.8.

optimasi pemanfaatan sumberdaya yang beragam dan mencapai pembangunan daerah yang lebih merata. yang dilakukan oleh Kabinet Persatuan Nasional: Perubahan penekatan perencanaan dari dominasi perencanaan terpusat menjadi lebih terdesentralisasi. 2. Perubahan dari penekanan pada upaya menghasilkan produk tanaman primer mengarah pada produk-produk olahan yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat pedesaan. dalam upaya menjamin pembangunan partisipasif.IX. Perubahan dari dominasi peran pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan menjadi pada semakin besarnya peran masyarakat dan swasta mulai dari perencanaan sampai pada implementasinya. 5. PEMBANGUNAN PERTANIAN  Perubahan dalam pendekatan kebijakan pembangunan pertanian 1. melalui pengembangan agribisnis di pedesaan. . Perubahan dari pemanfaatan teknologi padat karya untuk menciptakan kesempatan kerja mengarah pada penerapan teknologi padat modal ddan mekanisasi pertanian dalam upaya untuk mencapai efisiensi usaha dan daya saing komoditas. Perubahan orientasi pembangunan dari pendekatan peningkatan produksi menjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. 3. 4.

Benyamin Franklin membentuk gabungan asuransi bersama (koperasi) pada tahun 1752. orang-orang amerika berpengalaman dalam membentuk koperasi. menjelang tahun 1800-an hampir sebanyak 1000 koperasi usahatani terutama koperasi peternak perahan di Amerika Serikat. beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.X.  . KOPERASI PERTANIAN Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Koperasi pengusaha tani pertama yang dilaporkan adalah koperasi para peternak sapi perahan di Swiss.ada bekas ide koperasi kebudayaan di Yunani. yang membuat keju secara koperatif pada abad ke 13.  Jejak-jejak organisasi yang menyerupai koperasi pernah ada di Mesir kuno kira-kira 3000 tahun SM.  Macam-macam koperasi: -koperasi produksi -koperasi pemasaran -koperasi simpan pinjam Sejarah koperasi dunia. Romawi dan China.

Walaupun perkumpulan tersebut bukan yang pertama. tidak ada kredit yang diberikan atau diminta. laba harus dibagi menurut perbandingan jumlah pembelian yang dilakukan oleh setiap anggota. Prinsip-prinsip Rochdale modal harus disediakan sendiri dan modal tersebut mendapat suku bunga yang tetap. 6. jaman modern adalah ’perkumpulan para pelopor keadilan Rochdale’ di Inggris tahun 1844. harga pasar harus dibayar langsung. 4. prinsipnya setiap anggota mempunyai 1 suara yang menentukan dan harus ada persamaan bagi semua jenis kelamin dalam keanggotaan. Banyak orang mengakui bahwa koperasi resmi pertama pada  1. tetapi prinsip-prinsip dasarnya telah berlaku sebagai model bagi perkembangan sejumlah besar koperasi modern. . pada awalnya anggotanya berjumlah 28 yang berusaha dalam pembelian perbekalan untuk bisnis mereka. 2. 3. koperasi hanya menyediakan bahan makanan yang paling pokok dan yang dapat diperoleh kepada para anggota. timbangan dan ukuran penuh harus diberikan. 5.

b. 8. atau asosiasi membatasi deviden tidak lebih dari 8 %.7. dan tidak ada anggota asosiasi yang mempunyai lebih dari satu hak suara.  manajemen harus dikelola oleh para pejabat dan komite/panitia yang dipilih secara berkala. a. persentase tertentu dari sisa hasil usaha harus disediakan bagi pendidikan perhitungan (laporan) keuangan dan neraca harus sering disajikan kepada para anggota. 9. . Pada tahun 1922 di Amerika Serikat terdapat Undang-undang Capper-Volstead yang memberi kepastian hak-hak pengusahatani untuk mengorganisasi pasar dan hasil secara kolektif selama memenuhi syarat sebagai berikut: asosiasi/koperasi menyelenggarakan sekurang-kurangnya setengan dari bisnisnya dalam hubungan pasra anggotanya.

/03..-.2 503:7:3.9...7..3-.3 80-.9 2.7.39:7:3  909.507239.438:2033/4308.38007.5.320.7. 9.-.8.507239.33.5..7.39.3-07.33/4308.3 4250203907:.3-.-.347..3/3.7.7.3.3-.3438:28-.34250203907 3.503:7:3./.3-07.:2.:2.2.5:39:-.3438:203.3-.3-.7..7.3/.438:28-.7.. 507239.3.3438:203.3-..507239./.:2.. 507239.7...98./.507239.-./..3 438:2039:7:3 2.9.503/.3203.3-.:.9.  03.3.33.3 .7.O ..3.3.507239.503/.8.3110344/8 -.33.-.847.-./.3 /02.390780-:9 !03/.9. 438:2033.-07.33472..9..7.503/.3.3203:7:3.9  O O .38007..47.3 4250203907 803.3438:2039:7:3 2..3310747/.75.3-.7..80-93 /.7.3503/.2..8.3 438:2033.7.703..3:2.9.3507239. 0-93/-.7.5.../03.2.380-..:2.3 /438:28438:203-078.7.5.34250203907 .9.9.  8007.2..3:2.438:203 ..7..2.3438:203 &39:-. 8.7.7..5.32033.

/..3039.570.9 /2:82/33  507239.5 .7.3-70-93/-.947.9 0-93/.7.8507239.3039.7.38007.  803..3-..8 .33/4308.947./2:82:.:507239.47.47./.3/3.3.3 O O .8.3202503..7..9.5503/.3.3/2:825.8989.3-.3-.3.347.3/:2/./.507239.9. .8507239.47.3 0.3 1.78. ..31..75.3/::7 7085433.947 1.3/::7 /03./.7:507239.75.9907.308720-93 /.8989.8 507:-.7.3/:2/../.3 .3.3907.8 &39:203::7708543507239..7.5.7.3.3907..3.33/4308.5.30-93/..8989.3907.3  503/.-.8989.30.7./.5 . :82 2:8202..8989./.947 1.3 &39:47.8507239.8507239.9.-./..7../.:2.75.380-.O /02.8.

3 5748039.8989.3 .-.3:2.7.7./03.-.7..80507:-...7..80507:-..8507239.5.3/239.3.3  /5 ".3907.3.O .3/3.5748039.39././.507-.7.

" .

!.

3907.3.7.3..5748039..3  /58 ".507-.3-.80507:-.8989.7.7.39.-.8507239./.! .3.3/3..5./03.3 5748039..3.3 .80507:-.8.7./.7.3/239.

" .

!8.

!8 .80507:-..507-.3 .3438:203 / ".5.8507239.3503/.-.7./.3/3.5.39.5503/.9..3907.3 5748039.9.5748039.3./.7.3..80507:-.8989.3:2.3/239./03..

" .

.

9 O  30.899./::7/03.898 O  0.30/.8989.898 O O O .70.8-8.88.89.99 ..790.8989. ./04254.8989.8989.30.27907.890780-:9-8.:-:8:7 /:.9: :39..9: O  -07.9.

5.3 /9.7.3 202503..7.2-.9::-:3.9:1:38.7.3/.3.3.3 !03.3.-.8:..7: .27..-0  O :38503.7.947.2..3/03.3 :-:3.7. "81 ! ! % $ .3 "8 /03.7.3/9..3.7...7.3..7.3.-.-.3 1.3 O !03..33/./.39.3..7..7.2-.7..7.35:9 ! 90344 % 2:82 $ /  O !078./.7.1 5078.7.3203.7..7..3.31:38503./.7.:2.947.85079.3.. ! .  !03.7..9 /.947 1.947 1./.3.3/.3.:2.2.7:503.39.3-.39.3202503.8:.

7.3-./3.503.32033.7:3-8.-..7.3:2.7..7.9:7:3..3 03.. 85 "8.3 /03.7.8503./.7.380-.-.7.3 !03.5..3907..9.9.3 203:7:3.7..3/.7.3..8989.7.30..3.3 503.-.3.

"8 .

!.

5.8503.7.9....35:9 85 "8.:2..35:99:7:3  2.7.380-.3 /9..33. 2... !03./.3.7.7.3/.-.3.3.:2.39:7:3/.20.7..3.7.3/9.7.35:9 .7.7:3-8.! O ..35:93.3907. /3...-.3.8989.7.-.

"8 .

!.

503.3802.32033.90344..: .-07:5.3 :2.3..25079.! O %0344 .. 9034418.32.90780/.390344-8.3 /.9.7.

./.7:2:82907.8 -.390780/.80/.-.3/9.3.38:/.20. -44 / O :82 !03.7.0.7.-.38 2..3 O ...3.5503..3 2:822.7.

3.9 /::75.3438:203 .7.5.3...3./.7..3503:25:80-.39.7.39.7.2.7438:203...7.5.7.7 .7./-.503.3.3.3/.8.3507239..3/.2:3/02...7./. O 0802-.340574/:803.3./.3907/.3./.3./.3 -07:-..3/03.8.3:2...7/.574/:803:39:-07.. -.3503.3...90.7.7.3503.3 /03.:.7..574/:803207:5.340438:203.3503.73502.507239..35.3/.3207:5.3 0802-.7.3507902:.7.3/.3 :2./.7907.3.7.7.8393.:..8.3..3:2.9.:.3.3.3.:2.3 9:7:3.8.-.2.503./.3507239.3/.7.5.3 3.357207 !07239.7.3..3.3.07.95.:7.73502./.3/.7.3 .39:7:3.503..3/03./03..3 .9509.8..7.3502.3-07:-.3.38.507239.3 O .7./.0..3 207:5.-.32.3507:-..20802-.507-0/..39:7:3.3 ..3503.8.73502.3/03.35.8.3/.   ..3507902:.  0802-.34050/.7.30802-..357207.357207.30.357207 !07239.:.39:7:3../93.507239..7 80/.39.3 9:7:3.7.07. 507239.7.3.:7.7.38:3 ..83 2. /93.3 .07.503.3 507239../.7..34050/.39:7:3. 503...3 .3. /..7 $0/.

.

39:20302-../.7..78.3 !07.3/.85.7 .3 :38 502.3 503.I 9.7.8.8 31472.3/./..3 85034.3438:203/574/:803-07.-9@-O O O O O O O O O O O   !07.3 503.3 503:.8.202-. !079:.3.9.3.3.3:9.3 50325..8.39.3502-0.3. 050393.3:3.3.8..3 !03:3.7../3/.3:38!02.37084 7.3.3 503/.7.3.3.7.389.3502.

3 0:3.503/0.335:9 4:95:9 503/0.7/03..331472.9.3 !02.9.3203.35.320250.7..8.5..9 0:3..3/.8.8.8   !03/0.30502.9.9.3 503/0..9: 0:3.388902 .3424/9 503/0./ 0:3.3-0-07..O O O O O O O O O O O O O   0:3.5.7/.7..3!02.5.3 503/0..3002-.9.9.9/-0/.7.9/50.39025.3-039: 0:3.3..3 0:3..8...7502.

/93..8.38.)3.3 /:3.301803502.7.-07:5.897:9:75.8502.  .3/03.7.32:7.3.2.8.7 2.3 O 2.38025:73. 03:7:9:-.8..:502.301803 $97:9:75.89.3  2.3/3.-.32.3.3 O .7.3.7.7.3  :95:9-8.438:203.  18038502.-07:5.25:202-.8.301803  .3/9072.3207:5.32.8.1.301803.802:7..30:39:3.8.301803  %3.7.3/.8502.7. 2.34250991897:9:75.39. O 3/.7.73502.35.3.8.7..8.9425098 O .3438:203 80/. O .3.25:202-07.50.8.7./-.32. O  .3.3 O 18038502.89.8.4:95:9 502.335:9207:5.30.30438:203/.75078./.7.8.3.3 180383-8.8:.335:9502.7.33.73.2574808502.8.7..7.  2.3-../-.947018038-07:5.3507-.:5:313.7.73502.18 2.3.1.. 05:.7..9438:203 O .7 .8.8.794011502873907.8.

33 574/: O  05:9:8.3-07:5.3 O  05:9:8..3-078.7..8.3.../.5.3.8.3.8. ..3574/: .2.7.58.8.7.3 05:9:8.  .8.3.33:3.0203!02.3 O  05:9:8.705:9:8.8.3574248 .9:-07:5.3 O  05:9:8. . O 503039:.3.7..9 4:909/.780. -.489 5:8 O 503039:.35.85.7.79.39025.3.7.7.7.502.7 O /0391..7-0703.7.3.3897.8 O 503039:.3 O #03.3502.8.:7.3 .503039:..3.39.7.7.709/.7.448 O 503039:.7.3/897-:88.3:39:203039:.7.7.3.908907/7/.2030:7: 05:9:8.3438:203 O 0.503097.9:05:9:8.7.907/7 /.30-:9:.3 O  05:9:8.33-8.7 :5 O 503039:.35.

7.3.3 .../.32033.9.3:39:2033.3.3 04342509.95.8.5495079.3 207:5.9 .33/-07.//50/08.7..85.7.9.35020739./..3.9.9.303:39: 203.232:2.9.I  -9@-  !03079.-.3:39:80.907:9.2.303..8..3./..3907.3 8..38073/80-:95:.  .3.5.35079.509.3.7.7.509.33.9:5. 0..3.3283 803..:2.303-0725.3..:39:2..7207:5..7.5.3509.8.03/07:3.3   0-.3.3/.::50-:9:.503..3.3.7.38.9509.9:0.3203:.8. 803.3 O 0-././.9.39.7. 2030-..3203/.3574/:8  0-.703.3907.1/:5 08025.7.5..7..80-.7:8907.:2033.// 93.350/08.8..7 .8 5.9703/.703/.38.7509. .3 0-.3-08.30/:5.7. 803.3/9::.303 .

.

50780/./.9.# ./.9..3 80/./5.0 .33 907.703.3..7.3424/9..890780-:9 :7./.82:2..3.9..7.890780-:9 0.2..7..95.3907:8 0-..7 438:203/.3.5.5 O ...5..3:39:203/:3438:203 ./.9203438:28424/9.3438:28.7.7:8907..53 -079::.8.

.

2.7..2 2. .203/. :1107894.3....39072.3 4507.3.. . .8..399.3.85.7/.32. O .3.9..3 3.9:.305.. O .-072./.3 .9:.9-.3 443...3007 50.3 -.9:.8. 42292039894.39:.3.3 .:7.3.8:39:0507:.29::.3-07.907.3:39: 0-:9:.3-:1107894.3.3-07..8:50./.894.7./././03.3.7.7.5 O - 20703.3/:3.3-07.3.7 ..8.3808:..07894.774.3..8:39:503. O / .9:./.. .&  9039./2:8-.2.9.8:39:0507:.7094507.943894.8. O /./..9::39:203. .:3 .30-.3..

/.3503/.9.23007 .2.2.3.203/.7.3203:3.3:... 574/:90780-:9203.3503/. 803.:90780-:9 .9.3:39:203/:3 574/:803/.8: ./2.08547 O !.31./..23007203.3-./0- 2:7.-071:38:39:203/:33/:897/.2.-. 9..3.203:39:3.9..71-0.9.3-.71-0.7..9.3-..8:254780.-.3.3503:3. 80.23007 .3.  !.5.9.3.:.:8-8.:574/:90780-:9 /03.3-.3203/. 5. 5020739. 5020739.574/:/..0854780.9..8: O %.08547 2.71-0./3.3-...5..

3..3574/:8 O  !02-.8. !02-.38:3 O .9.7.

324/073907/7 /.39.33-8.39.39039. O  9025.5.3.8503:8.3/..3..35079.3897:9:7.3-079.9..35079.9.39039..3 0-.3 O  ..-07:5.3..288902503:3..39.8..3/.7.203:3. 9.3701472.390344 -.388902502.0-.  0-.-07:5.3 . O  !07.9503::.3:3. O 0-.574/:8/.3.843..3 5079...7.20.3.. 9039.3..8574/:8/.3.3507.4-. O 03:7:94807  897:9:750/08.::5202...3..3202-0 8.9203:./.9.3 502.7.79025.9509..3....3-079::.3.9 9025. O  507:-..84.7 O  90780/.7: O  1.:.3/08.390344-....9507.28079.3::2.3897:9:7.3317.7/.3503:..897:9:7 0-...3503:3.3/.850770/9.0-.3:3.071.3 205:9 O  507:-.3./.3.3 54.3.3-0.3 9025.89.3:39:203. O  507:-.7.8.3.3.7.7: .:.

7..301091.8.907.7.7. 02-.8.3502. /.7509.388902 502.8.32039-07.3-08079.35..02-.3.3.3502.9:7.503.301803/. 803.3.393 ..8.9.59..32025:3.7.3 O 0-.8./.. 88902502.  0-..

3..5. .3424/9.843..7/423.3/.:39: 203./.3.//.574/: 574/:4..3 9075:8./..3 502-.3080.35033.802.7-838/50/08.8502-.3/.3.3/.9203.5.307./5033..5./..018038:8.:5.3./.9.350703...3203.924/.7/423.3 .3/.3502-.9203.507.2:.32..38.750703.7985.8.7. !&!#% O !07:-.3:3.8.7..35.3-07.203.3/.3.3 /.31...35079.35020739.2/.308025.9.38.9.8502./...7502./0-907/080397...50307.3  !07:-.31.3 574/:8203.73.2503/0.2:5.3574/: 9.81 4592.30- 207.3 509.5.5.347039.3.9...9.35030.25..250..3/..3:3..  !07:-.85079.30-.23 502-.3503/.59.3:3.7.9./.8.3.8 /.:50302-.3  20.2.3903445.8  !07:-.07.3.3/.3  !07:-.9...3.502-..3/.9..33./...7503/0.3/.3 903445.9 /.5.-.7..8..38.3./5.340.320. .89.9:./.59.:.  !07:-.35.3:3.-309!078.3/.203..907.950/08.3../.2-.357207203.9.83.8. :39:203.5.5.8.3.. 2502039....75030.2.3-08.9.7..3:3.9.850703.38:2-07/.8507../.3203.203.3/.9.2:5.

:8.85.9.  -07. -07/./.3202-:..8 509073./.8825...3.3 ..2.3.3::24507.8./.8..4507.:-.848...4507.349.-078...38 -078.3/.353./..7.509073.-07503.-:3.237.8/04507.2 $0./.2.8 4507. 0.3/.5 507.38. O 0.2.3/$88 .-0../.38.:3 2030.2.8.8503:8.90:80...8:7.47.8502./.2202-039: 4507.3.3 O .3 47.8.2.915.800:.4507.3.7.. 4507...4507.9. 4507.3.9. 9.9. 9.207.7.:3 .39.507.347.9 O .3-07.7.8:8:3.24507..8/:3..47.9.320307:5.3 47..3/207.2 2.33.85073.4507..8574/:8 4507.9.8.30434280-.33202-039:.8 03. 7.:3$ .9.3/:3.547.7.8043427.8:8.8.3907:9..8 0-:/. 4507.3 207:5.-.25780-.3 #42./ 087:347.8.7...$07.3 4507.8 5././ 0 47..  !#$!#% 4507.39..35079.

.349.:5:3507:25:.:.3 #4..557385 57385/.47.3909.390780-:9-:.349.7.2030/..8.32. 24/0-.73.5045470.O O       .340809.3/.3.:80-.3../.50702-.324/073./.7.9.7:8/-./.2.9 8::-:3...8.2502-0.-07.0 24/.349.2.38:3 9/.502-0../.7:8.3.802:...2 0.3./.3.3 /-07.0380..5.:3 5.35.70/9.3803/7/./.7:8/80/.3203.3..74507. .5..7...8.5 4507.5.9/5074005..3:39: -8382070..3 5079...90780-:9203/.3.7:8/-07.3.3 .3.7.3-.203:7:9507-.5078.23/.4507././.2025:3. 573853.349..5.3:2.7.5./.3/3.3507-0. .3503:. 909.:-.3/.3-.3-07:8..-.5.2.3::7.3.. -07:2.824/073 !7385 57385#4.324/./.7:8/-.3 . . 507:25:.3 /.380:2.809.0 /3789.3..-08.3 /.7. 92-.3.3.:/239.2.349..8:.35.3203039:...870825079.90.5.3544 /.

7.34290.9/.7:8/04.   2.-.3.50.0203.405.

3.3/.848..305..-07.9.89.39..980-..5507 '4890.2.3 . 503//.7.3:39:20347.3.9907/.9. .7:88073 /8.7.. 503:8.3-. .3. 409180.8./.7.8...38..9&3/.$07.:3/207.3202-0705. !.20203:8.5./.7:8/80/..3307.3 5079:3.3 :3/. 5078039..3 0:.788..809079039:/.5./.5.547.880.8:8.349..-07:9 .3/580.3 ...7/.85.7.

:.7 O .4507.2:-:3.7.7-8383.3 9/.7./039/.848.848.87.3 :7./.3/.380:7...9.8.33../.3.0-/.78. - .8202-.8/0.9:. 80903.349.9.349./.0-/..32025:3. .. 8:.8203003.35..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful