P. 1
Ekonomi_Pertanian

Ekonomi_Pertanian

|Views: 525|Likes:

More info:

Published by: Penghuni Surga Neraka on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. PENGERTIAN
  • 1.2 Ciri-ciri pertanian Indonesia
  • 2.1 Luas lahan pertanian
  • 2.2 Jumlah penduduk di sektor pertanian
  • 2.3. Pendapatan nasional
  • 2.4 Produksi pangan domestik
  • 2.5 Penghasil devisa
  • 2.6 Mempunyai efek multiplier yang besar
  • 2.7 memberi pasokan kepada industri pertanian
  • 2.8 sebagai pasar industri
  • 3.2. Merupakan pertanian rakyat
  • 3.3. Bersifat ekstensif
  • 3.4. Hasil pertanian sukar dikuasai
  • 3.5. Spesialisasi dalam pertanian sukar diterima
  • 3.6. Harga hasil pertanian selalu berfluktuasi
  • 4.1 Usahatani
  • 4.2. Fungsi produksi pertanian
  • 4.3. Efisiensi
  • 4.4. Optimasi
  • 4.5. Pengaruh Teknologi Baru
  • 4.6 Fungsi Permintaan Input
  • 4.7 Fungsi Biaya
  • 4.8 Fungsi Penawaran Produk
  • 4.9 Fungsi Produksi dengan 2 atau Lebih Input
  • 5.1. Tanah
  • 5.2. Tenaga kerja
  • 5.3. Modal
  • 5.4. Manajemen
  • 5.5. Masalah tanah garapan Hubungan petani dengan lahannya
  • 5.6. Masalah pengangguran dan ketenagaan kerja
  • 5.7. Masalah kredit
  • 6.1. Permintaan hasil pertanian
  • 6.2. Penawaran hasil pertanian
  • 6.3. Keseimbangan pasar dan perubahan harga
  • 6.4. Margin pemasaran, permintaan turunan dan penawaran turunan
  • 7.4. Efisiensi pemasaran
  • 7.5. Manajemen Pemasaran
  • 8.1. Pengertian
  • 8.2. Kebijakan harga
  • 8.3. Kebijakan struktural
  • 8.4. Kebijakan pemasaran

EKONOMI PERTANIAN

Prof. Dr. Ir. Masyhuri

I. PENDAHULUAN
1.1. PENGERTIAN
 Menurut Hadisapoetro (1975), pertanian diartikan sebagai setiap

campur tangan tenaga manusia dalam perkembangan tanamtanaman maupun hewan agar diperoleh manfaat yang lebih baik daripada tanpa campur tangan tenaga manusia. Secara alami, tanaman dan hewan telah berkembang biak dengan sendirinya di hutan.  Manusia tinggal mengambil sesuatu yang dihasilkan tanaman, misalnya buah-buahan, daun-daunan (sayuran), batang, dan umbi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai bahan makan utama (primer).  Demikian juga perkembangan hewan di hutan, manusia tinggal mengambilnya dengan cara berburu untuk dimanfaatkan sebagai bahan makan sekundair.  Dalam tahap ini belum dikenal “pertanian”.

Perkembangan inilah yang kemudian disebut dengan pertanian. biji-bijia dan hasil lain dalam proses yang disebut photosinthesa. Zat ini dibawa ke daun dan dengan bantuan sinar matahari. Kemudian manusia mulai mencoba menanam tanaman dan menangkap hewan untuk dipelihara di rumahnya. dalam tanah melalui akar-akarnya. Hasil tumbuhan ini kemudian dimakan oleh hewan dan manusia.  Mosher (1966) memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan. petani. usahatani. zat tersebut diubah menjadi buahbuahan. Dengan demikian unsur pertanian terdiri dari proses produksi.  Adanya campur tangan manusia ini akan meningkatkan manfaat kepada manusia. dan usahatani sebagai perusahaan.  Proses Produksi : tumbuhan mengambil zat hara yang ada di .

Hewan dan ternak dengan makan tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan daging.  Dengan turut campur tangannya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan. maka pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan manusia.  Petani: Proses produksi tersebut bisa berlangsung tanpa campur tangan manusia seperti dapat kita lihat pada tumbuhan liar yang dengan demikian belum disebut pertanian. Karena itu hewan disebut bahan makan sekunder. telor. susu dan hasil ternak lain yang dikonsumsi oleh manusia. Bahan makan dari tanaman ini disebut bahan makan primer.  Usahatani: Proses produksi tanaman dan hewan yang dikelola . Lahan tersebut dinamakan usahatani. Manusia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut disebut petani. karena itu tanaman juga disebut pabrik makanan primer. oleh petani tersebut dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang luas. dan dengan demikian disebut pertanian.

Artinya dia mempertimbangkan berbagai kombinasi input yang diberikan agar bisa menghasilkan output sesuai dengan tujuan secara efisien dan efektif. .  Pengertian pertanian yang lebih modern lagi adalah agribisnis. Inilah pengertian umum dan modern dari pertanian.  Struktur pertanian.  Dengan demikian Mosher memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan. Usahatani sebagai perusahaan : Petani dalam mengelola atau mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut menggunakan prinsip perusahaan. berdasarkan ruang lingkupnya dapat dibedakan menjadi : pertanian dalam arti luas dan dalam arti sempit. Berdasarkan lokasi dapat dibedakan menjadi : pertanian Jawa dan luar Jawa. Berdasarkan cara pengusahaannya dapat dibedakan menjadi : pertanian rakyat dan pertanian perusahaan besar.

 Pertanian dalam arti sempit meliputi tanaman pangan dan

hortikultura serta perkebunan. Sedang pertanian dalam arti luas meliputi selain pertanian dalam arti sempit juga termasuk perikanan, peternakan, dan kehutanan. Pertanian rakyat adalah usaha pertanian yang dilakukan oleh keluarga petani.

 Ciri pertanian rakyat adalah

1) tidak jelas pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan 2) tenaga keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya 3) skala usaha relatif kecil. Pertanian perusahaan besar biasanya dilakukan pengelolaaan secara lebih profesional, jelas struktur organisasinya,bentuk badan usahanya formal misalnya PT, CV, Firma, UD, dan Koperasi.
 Pertanian di Jawa bisanya lahannya subur, lebih intensif, skalanya

lebih kecil, lebih dominan tanaman pangan dan tanaman semusim. Sedangkan pertanian di luar Jawa biasanya kurang subur, kurang intensif, skalanya lebih besar, lebih dominan tanaman perkebunan dan tanaman keras.

 Agribisnis adalah bisnis (usaha komersial) di bidang pertanian dalam

arti luas (mulai dari pengadaan dan distribusi sarana produksi pertanian dan alat-alat serta mesin pertanian, usaha tani, pengolahan hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi, pemasaran hasil-hasil pertanian dan olahannya, serta kegiatan penunjang seperti perkreditan, asuransi, dan konsultansi) subsistem-subsistem. Agribisnis bisa terdiri dari :  2 subsistem : on-farm (usahatani) dan off-farm (luar usahatani), atau  3 subsistem : input, usahatani, dan output, atau  4 subsistem : input, usahatani, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran, atau  5 subsistem : input pertanian, usahatani, pengolahan hasil pertanian, pemasaran input, hasil pertanian atau hasil olahannya, serta subsistem penunjang

 Bidang Agribisnis membentuk suatu sistem yang terdiri dari

 Jadi perbedaan antara agribisnis dan pertanian setidaknya ada dua,

yaitu ditinjau dari segi wawasan usaha dan dari bidang yang tercakup :
 Jika agribisnis wawasan usahanya adalah komersial, maka

pertanian wawasannya ada yang subsisten, hobi, di samping ada yang komersial, serta campuran antara dua wawasan tersebut  dari segi bidang, agribisnis lebih luas daripada pertanian, karena mencakup subsistem pertanian di samping subsistem yang lain.

Gambar: Bagian-bagian Agribisnis .

coklat. herbisida).e. pinus.) penunjang (lembaga keuangan. Perkebunan (tebu. dll. pelatihan. teh. alsintan/alat mesin pertanian (traktor. bunga. zat pengatur tumbuh.) pengolahan (pabrik tepung. b. asuransi. pedagang besar. Input pertanian: a. tanaman pangan (padi. transportasi. pengecer.) d. pestisida(insectisida.kehutanan (jati. pabrik krept/karet. dll. perikanan (ikan tawar. Saprotan/sarana produksi pertanian: bibit. karet. unggas. meranti. peternakan (sapi.1.) dan manufacturing pertanian (pabrik ban. mitisida. tekstil. catering. pupuk (organik dan anorganik). dll. b.) . kambing. kelapa sawit. 2. hortikultura (sayur dan buah). c. dll). dll). kopi. dll. dll. dll.) pemasaran (pedagang pengumpul. cangkul. ikan laut. konsultasi. 3. bajak.pestisida. garu. kerbau. sengon. 5. palawija). roti. dll). broker. sprayer. 4. usaha pertanian: a. dll. sabit.

masalah kebijakan pertanian. ekonomi produksi pertanian. tanpa tahun). masalah pembangunan pertanian. masalahan ekonomi konsumsi dan pemasaran hasil pertanian. manajemen usahatani dan agribisnis. atau bagian dari ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomina dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro (Mubyarto. dll. ekonomi pertanian mempelajari masalah .  Ilmu ekonomi pertanian dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu pertanian yang mempelajari masalah-masalah ekonomi dalam pertanian (Kaslan Tohir.  Secara lebih rinci. Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alokasi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi keinginan manusia yang tak terbatas dengan cara yang seefisien mungkin. 1977).

Dengan demikian jenis tanaman.2 Ciri-ciri pertanian Indonesia 1. Pertanian dataran tinggi dan rendah  Indonesia merupakan daerah volkano (memiliki banyak gunung). perikanan. sehingga memungkinkan mempunyai daerah yang mempunyai ketinggian dan dataran rendah. Di samping itu ada pengaruh lain yang menentukan corak pertanian kita yaitu bentuk negara berkepulauan dan topografinya yang bergunung-gunung. memberikan pengaruh pada suhu udara. Pertanian tropika • Sebagian besar daerah di Indonesia berada di dekat katulistiwa yang berarti merupakan daerah tropika. hewan. Dataran tinggi mempunyai iklim dingin. .  Letaknya yang di antara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik. sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain.1. sehingga bisa ditanami tanaman beriklim subtropis. 2. arah angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia. dan hutan sangat dipengaruhi oleh iklim tropis (pertanian tropika).

Jawa. Daerah Jawa dan luar Jawa mempunyai spesifikasi yang berbeda   5.  Indonesia bagian barat yang (Sumatra. berskala kecil. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau. sebagian Sulawesi) mempunyai iklim basah : banyak hujan.  4. sedangkan bagian Indonesia lain terutama Indonesia bagian timur (NTB.   mempengaruhi corak pertanian: pertanian di jawa umumnya Jawa umumnya : tanah subur. Keadaan ini memungkinkan terdapatnya perikanan darat dan laut. NTT. sehingga daerahnya terdiri dari darat dan perairan. Pertanian di Jawa dan Luar Jawa. Maluku) iklimnya kering. penduduk jarang merupakan tanaman bahan pangan. Perikanan darat dan laut. berskala lebih luas. Pertanian iklim basah (Indonesia barat) dan pertanian iklim kering (Indonesia timur). • 6. Kalimantan.3. sedangkan pertanian di luar jawa umumnya perupakan perkebunan. Karena iklimnya basah dan berada di daerah tropika maka banyak hujan terbentuk hutan tropika. sedangkan di daerah kering tumbuh padang rumput. . Adanya hutan tropika dan padang rumput. kehutanan. penduduk padat luar Jawa umumnya : tanah kurang subur.

Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. . dll. setengah teknis. lahan kering yaitu lahan yang tidak mendapat air irigasi. 8. Berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis. sering juga terdapat saluran irigasi. pertanian darat/kering. pertanian beririgasi/basah • Daratan Indonesia terbagi menjadi : • • • tanah rawa yaitu lahan yang tergenang sepanjang masa. sawah pasang surut •     Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. mata air. dan sederhana. Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai. dam/waduk. Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang. dan pertanian basah yaitu lahan yang beririgasi. Pertanian / tanah sawah beririgasi. Pertanian rawa.7. Sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa. tadah hujan. sawah lebak.

pertanian memberikan 14% pendapatan nasional.  Serapan tenaga kerja pertanian : 34 juta (1985) .II. • Secara absolut peranan tersebut mengalami kenaikan tetapi secara relatif mengalami penurunan.3.1 Luas lahan pertanian • Sebagian besar lahan di Indonesia digunakan untuk pertanian baik pertanian tanaman pangan. 2. Pendapatan nasional • Sumbangan sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sekitar 16. peternakan. Tahun 2002 turun kembali menjadi 47%.5 juta (1994). perikanan.9 %). . • Pada awal Pelita I PDB dari sektor pertanian Rp 24. PERANAN PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA 2.9% tahun 1998 (sekitar Rp 167 trilyun). menurun menjadi 42% (2009)  Saat krisis (1999) meningkat menjadi 50 %.2 Jumlah penduduk di sektor pertanian • Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian : 45 % (1996). dan turun lagi menjadi 37. Pada tahun 2009. 42 juta (1992). Namun masa krisis tahun 1998 naik lagi menjadi 64.4 juta orang.9 trilyun (37. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara agraris. 2. dan kehutanan. perkebunan. turun menjadi 40 juta (1993).

Nilai ekspor pertanian tahun 1984 sebesar US$ 2.2.5 Penghasil devisa • 2.4 Produksi pangan domestik • Pertanian menghasilkan bahan kebutuhan pokok (pangan.5 miliar meningkat menjadi US$ 7. pertanian belum ada yang menggantikan sehingga dalam keadaan darurat atau perang. Sebagai penghasil pangan.1 miliar.8 sebagai pasar industri . dan papan). perikanan dan sebagian tanaman pangan dan peternakan merupakan komoditas ekspor penghasil devisa.6 Mempunyai efek multiplier yang besar 2.7 memberi pasokan kepada industri pertanian 2. Komoditi-komoditi perkebunan. peranan pertanian sangat strategis. 2. sandang. kehutanan.

Resiko fisik berarti kemungkinan kegagalan panen atau pengurangan panen yang disebabkan bermacam-macam faktor seperti banjir.  Kalau hasilnya lama baru diperoleh akan menurunkan nilai kini hasil tersebut. Faktor penyetaraan nilai tahun tertentu dengan nilai kini disebut faktor diskonto. Resiko usaha bisa berupa resiko fisik dan pasar. . Pada tanaman perkebunan dan buahbuahan perlu waktu 4-8 tahun. KARAKTERISTIK USAHA DI BIDANG PERTANIAN 3. semakin lama nilainya makin kecil. karena proses produksi pertanian memerlukan waktu lama  Pada tanaman padi misalnya perlu waktu 3-4 bulan baru bisa menghasilkan. hama dan penyakit. dan bencana lainnya. tingkat pengembalian modal. Adanya jarak waktu antara mulai investasi dengan penerimaan hasil yang lama.. Keadaan ini akan mempengaruhi tingkat resiko usaha. kekeringan.III. Resiko pasar bisa berupa terjual produknya dengan harga murah atau tidak ada pembeli. Karena waktu mempunyai nilai.1.

Hasil pertanian sukar dikuasai  3. Keadaan ini berimplikasi bahwa lahan di kota pasti kalah bersaing dengan kegunaan usaha lain.5. rata-rata penguasaan lahan pertanian hanya sekitar 0.  Spesialisasi dapat dibedakan menjadi spesialisasi produksi dan . Merupakan pertanian rakyat  Sebagian besar pertanian Indonesia merupakan pertanian rakyat.  Ciri-ciri pertanian rakyat : 1] skala usaha kecil.3. 3] manajemennya tidak profesional.5 hektar.4. Keadaan ini mengakibatkan perlunya proses sortasi dalam penanganan pascapanen. kandang ternak. sehingga jumlah dan kualitas hasilnya sering tidak bisa dikuasai. keuangan usaha dan rumah tangga tercampur.2.3. misalnya rumah yang sekaligus merupan gudang. 3. Bersifat ekstensif Pertanian membutuhkan lahan yang luas. 2] tidak ada pembedaan antara usaha dan rumahtangga. Proses produksi pertanian banyak ditentukan oleh alam. Spesialisasi dalam pertanian sukar diterima tenaga kerja.  3.

misalnya wanita bekerja di penyiangan.6. karena pertanian beresiko tinggi maka tidak banyak petani yang melakukannya. tetapi tidak berlaku di pertanian. Spesialisasi produksi berarti menghasilkan satu macam produk. Tetapi ada kebiasaan di masyarakat tertentu yang pekerjaannya berdasarkan jenis kelamin. panen.  Spesialisasi tenaga kerja banyak dilakukan di pabrik atau industri. Harga hasil pertanian selalu berfluktuasi  fluktuasi jangka panjang= trend     fluktuasi siklus: siklus ekonomi dan produksi siklus stabil. Umumnya tenaga kerja dapat bekerja pada beberapa pekerjaan. konvergen dan divergen fluktuasi musiman fluktuasi jangka sangat pendek . sopir traktor dan pekerjaan yang relatif berat. 3. sedang laki-laki bekerja mencangkul.

Usahatani dapat berupa usaha bercocok tanam atau memelihara ternak (Mosher 1966)  Untuk menghitung perolehan usahatani digunakan konsep keuntungan dan pendapatan petani..   Laba = penerimaan – semua biaya yang diperhitungkan (termasuk tenaga kerja keluarga. dll. PRINSIP EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN 4.. dll. Fungsi produksi pertanian  Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menghubungkan antara produksi yang dihasilkan dengan faktor produksi. penyusutan.) Pendapatan petani = penerimaan – biaya kas yang dikeluarkan (tidak termasuk nilai biaya keluarga.: .Xn).1 Usahatani  Usahatani adalah suatu tempat atau bagian dari permukaan bumi tempat pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu sebagai seorang pemilik / penyakap ataupun manager yang digaji. Bila faktor produksinya satu Y=f(X) bisa digambarkan dalam grafik sbb. X2. Y = f(X1.2.) 4. penyusutan..IV.

.

.

.

Ini dicapai pada saat nilai produksi marginal (MVP) = harga input (v) atau MP = v/p.  Elastisitas produksi 4. dimana p = harga output. Efisiensi  Efisiensi produksi berarti maksimisasi perbandingan output dan input. Pada saat itu AP=MP (Marginal Product. output dan input diukur dengan unit fisik. .3. produksi rata-rata.  Hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang  Produksi marginal. sampai titik tertentu (ttk belok). Efisiensi teknis. kemudian naik dg tingkat kenaikan yg semakin berkurang. Fungsi Produksi Neoklasik  Suatu fungsi produksi yg menggambarkan hubungan antara input dan output. mulai dari tanpa input lalu ditambah sampai jumlahnya banyak. produksi mencapai maksimum dan lalu turun.) Efisiensi harga/ alokatif berarti dicapai pada keuntungan maksimum. Ini terjadi pada Average Product (AP) maksimum. outputnya akan naik dg tingkat kenaikan yg semakin meningkat.

.

5. Optimasi  Jika diketahui fungsi produksi dan harga. dan laba maksimal ? 4. harga y (p)= Rp 10/unit dan harga X (v)= Rp 6/unit. maka dapat dicari tingkat input dan produksi optimal. bila dΠ/dx = 0.) .  Π= p y . artinya yang menghasilkan keuntungan maksimal. pestisida).4. produksi optimal. dll. teknologi biologi (bibit hibrida.v x  Π maximum. penggunaan legin. input optimal.5.  dan d(dΠ/dx)/dx < 0  Π  Contoh : fungsi produksi: y= 10X-X2 dan Y= 10X0. teknologi kimia (pupuk. Pengaruh Teknologi Baru  Teknologi akan meningkatkan produksi  Contoh teknologi baru adalah teknomogi mekanis (pemakaian traktor).4. Berapa produksi maksimal.

Gambar : Pengaruh teknologi terhadap produksi .

6 Fungsi Permintaan Input .4.

4.7 Fungsi Biaya  Biaya = biaya variabel dan biaya tetap = BV + BT = f(Q) + BT  Jangka waktu  LR= long run = jangka panjang  SR= short run =jangka pendek  VSR= very short run= jangka sangat pendek  AC = average cost =biaya rata-rata  AVC = average variable cost = biaya variabel rata-rata  MC = marginal cost = biaya marginal  Dalam gambar:  AC slope garis dari titik o ke fungsi biaya  AVC=slope garis dari titik o ke fungsi biaya variabel  MC= slope garis singgung fungsi biaya .

isocline. expantion path. .  Isocost : garis yang menghubungkan kombinasi input X1 dan X2 yang bernilai biaya yang sama. pseudoscale line  Isoquant : garis yang menghubungkan titik-titik kombinasi penggunaan input X1 dan X2 yang menghasilkan jumlah produksi yang sama. 4.  MRTSx1x2 = besarnya input X2 yang harus dikurangi.8 Fungsi Penawaran Produk  Kurva MC diatas AVC minimum= kurva supply  Laba maksimum dicapai pada saat MC = p.9 Fungsi Produksi dengan 2 atau Lebih Input  Variabel : isoquant. ridgeline. dimana Qs=f(P). persamaan ini menghasilkan persamaan penawaran. bila X1 ditambah i unit agar produksinya masih tetap.4.

.

.

Tanah  Kontribusi tanah pada produksi dipengaruhi oleh luas dan kesuburan. tidak memerlukan penyusutan 5. Kesuburan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah.2. tanah mempunyai karakteristik: 1. FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN 5.3. Tanah merupakan modal tidak bergerak 3. jumlah tidak dapat ditambah 2. Tenaga kerja  Pengaruh tenaga kerja dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas serta pengalaman 5. .1.V.  Sebagai modal. Modal  Modal adalah barang atau uang yang bersama dengan faktor produksi lain (tanah dan tenaga kerja) menghasilkan barang baru.

Manajemen  Manajemen adalah ilmu dan seni untuk mengelola (merencanakan. dari sumbernya : equity capital dan debt capital 3. 88% kegagalan bisnis disebabkan oleh manajemen yang tidak efektif. berdasar bisa dilihat tidaknya : tangible dan non tangible.dan social capital (memberi manfaat banyak orang) misalnya jalan dan irigasi. 5. Macam modal 1. misalnya human investment 2. mengorganisasi.4. . mengarahkan dan mengendalikan) suatu usaha guna memperoleh keuntungan. dari manfaat: private capital (hanya memberi manfaat kepada investor) .  Menurut Dun & street.

 Pengaruh status petani terhadap kinerja usahatani  latar belakang petani: petani pemilik penggarap adalah petani tradisional. petani penyewa. Petani penyewa umumnya lebih profesional. . sudah terbiasa menggarap lahan untuk usahatani tetapi mungkin kurang profesional. Masalah tanah garapan  Hubungan petani dengan lahannya Bentuk hubungan antara petani dengan lahan garapan dapat digolongkan menjadi 3 macam: petani pemilik penggarap. dan petani penyakap.5. sedang penyewa terbatas pada kontrak sewa menyewa. karena sudah memperhitungkan untung rugi.5.  jangka waktu / time horizon : petani pemilik penggarap jangka waktunya tak terbatas. Penyakap juga merupakan petani tradisional yang kurang mampu. Penyakap waktunya tidak ditentukan tetapi mudah dihentikan penggarapannya.

 kinerja usahatani : kendala /insentif ekonomi   Penyewa mengeluarkan uang lebih banyak. penyakapan. Menurut UUPBH 1960 hasil dan biaya dibagi dua. tergantung kemampuan dan tersedianya kredit. Pemencaran berpengaruh pada efisiensi usahatani dan keterbatasan strategi agribisnis. Ini bisa membatasi bisa tidak. penyewaan. pembelian lahan. Untuk penyakapan tergantung perjanjian bagi hasil dan pembebanan biaya. Dalam praktek ada yang hasilnya dibagi dua. biayanya seluruhnya ditanggung penyakap. . tetapi prakteknya tidak demikian. Mengecilnya lahan bisa berpengaruh terhadap efisiensi usahatani dan daya tawar /daya saing petani serta kesejahteraan.  Perpecahan dan pemencaran tanah garapan  Perpecahan tanah disebabkan karena : warisan dan penjualan tanah /penyewaan /penyakapan.  Pemencaran lahan disebabkan karena perkawinan /warisan.

5. Lokasi yang dimaksud adalah jaraknya terhadap pasar. kemiringan lahan.6. terhadap fasilitas irigasi Kontribusinya terhadap nilai produksi dipengaruhi oleh kesuburan lahan. tinggi tempat. Kelangkaan lahan dipengaruhi oleh demand dan supply. penggunaan lahan dan kontribusinya terhadap nilai produksi. . pertanian dll. Masalah pengangguran dan ketenagaan kerja  Pengangguran (terbuka): bila seseorang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkan pekerjaaan. teknologi. perumahan. dll.     kemiringan. jenis komoditas. iklim/cuaca. harga input usahatani. Penggunaan lahan misalnya untuk industri.kelangkaan lahan. terhadap jalan raya. topografi. harga produk. Harga tanah  Harga tanah dipengaruhi oleh : lokasi. kesuburan.

Masalah kredit  Kredit adalah penyedian uang atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasar persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan fihak lain dalam hal mana fihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan. tidak bekerja bila tanaman tidak memerlukan. misalnya seorang sarjana yang menjadi buruh tani 3. under employment. Pengangguran tersamar: kelihatan bekerja tetapi tidak penuh. 2. kerja kalau musim sibuk. kelebihan tenaga kerja atau zero marginal productivity.  Unsur penting dalam perkreditan:  unsur kepercayaan  unsur waktu  unsur resiko  unsur prestasi . Penyebabnya: 1. 5. seseorang yang bekerja dibawah kapasitasnya. musiman.7.

inflasi. Jenis kredit:  Berdasar tujuan penggunaan kredit : kredit produksi dan konsumsi. ada grace periode. resiko. menengah. dll. dan jangka panjang  Berdasar akibat penggunaan : kredit statis dan dinamis  Masalah bunga  Pertanian mempunyai karakteristik tertentu sehingga perkreditan pertanian memerlukan bunga yang murah. bimbingan atau pendampingan.  Berdasar sifat pembiayaan : kredit eksploitasi dan investasi  Berdasar waktu pengembalian : kredit jangka pendek. dan jangka waktu pengembalian. kelonggaran atau asuransi. .  Bunga kredit dipengaruhi: biaya administrasi. waktu panjang. biaya modal.

 Mengapa petani perlu kredit…. ?  untuk membiayai usahataninya  untuk membiayai pemasaran  pembiayaan konsumsi  pembiayaan kegiatan social .

1. Pk = harga barang komplementer. persamaan. S = musiman . S) P= harga. T.  dalam persamaan matematika : Q = f(P. Pk. Ps.VI. Permintaan hasil pertanian  Permintaan hasil pertanian merupakan hubungan antara jumlah barang hasil pertanian yang akan dan mau dibeli oleh konsumen dan harga hasil pertanian tersebut  Permintaan hasil pertanian dapat dinyatakan sebagai kurva. atau tabel permintaan  Fungsi permintaan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang mau dan mampu dibeli konsumen dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan hasil pertanian tersebut. PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL PERTANIAN 6. Ps = harga barang substitusi. I. I = pendapatan konsumen. T = selera dan cita rasa konsumen.

normal dan mewah. selain giffen goods. maka jumlah permintaannya akan turun. untuk hampir semua barang (barang inferior. atau paling tidak mengurangi konsumsi barang yang harganya naik dan menambah konsumsi barang yang harganya turun. maka jumlah permintaannya berkurang dan sebaliknya bila harga menurun. maka permintaan barang tersebut akan naik  Pada giffen goods berlaku sebaliknya. yaitu: bila harga barang naik maka jumlah permintannya akan naik dan bila harga barang turun. .  Hal ini disebabkan karena konsumen akan mengganti konsumsinya pada barang lain yang lebih murah.  Harga barang substitusi mempengaruhi jumlah permintaan barang. yaitu bila harga barang naik. bila harga barang substitusi naik maka jumlah permintaan barang akan naik. Contoh : barang/jasa yang informasinya kurang jelas seperti film di bioskop dan barang yang rendah nilai sosialnya misalnya gaplek. hubungan antara harga barang dan jumlah permintaan digambarkan mengikuti hukum permintaan. Harga barang mempengaruhi jumlah permintaan.

demikian sebaliknya bila pendapatan konsumen turun. selera dan citasara konsumen Indonesia akan beras lebih tinggi daripada orang barat. maka jumlah permintaan konsumen akan turun. maka permintaan beras orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan permintaan orang barat.   . maka jumlah permintaan barang akan naik. Cita rasa dan selera konsumen . tetapi untuk barang inferior dan giffen goods. Pendapatan konsumen. Untuk barang normal dan mewah. karena konsumsi barang yang kita bicarakan dikonsumsi konsumen bersama-sama dengan barang komplementer. kenaikan pendapatan konsumen akan meningkatkan jumlah permintan barang. sehingga penurunan konsumsi barang komplementer juga berakibat sama dengan barang tersebut. Bila cita rasa dan selera konsumen naik maka jumlah permintaannya juga akan naik. Harga barang komplementer. Bila harga barang komplementer naik maka jumlah permintaan barang akan mengalami penurunan. bila pendapatan konsumen naik akan menurunkan jumlah permintaan barang dan sebaliknya bila pendapatan konsumen turun.

Untuk mengukur respon permintaan terhadap reaksi perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan diukur dengan elastisitas permintaan. di musim dingin. Untuk orang barat. Elastisitas. faktor-faktor yang diukur responnya biasanya adalah harga (Elastisitas permintaan terhadap harga).  . sehingga jumlah permintaan gandum dan kentang orang barat lebih tinggi daripada orang Indonesia. harga barang lain (Elastisitas permintaan harga silang). demikian sebaliknya citarsa dan selera orang barat terhadap gandum dan kentang lebih tinggi daripada orang Indonesia. Di musim kemarau permintaan es krim lebih tinggi daripada di musim hujan. pendapatan (elastisitas permintaan terhadap pendapatan).  Musim. permintaan bir lebih tinggi dibandingkan di musim panas.

 Elastisitas permintaan terhadap harga adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang. Elastisitas bisa dikelompokan kedalam 3 kriteria yaitu:   E  > 1 berarti elastis   E  = 1 elastisitas satu (unitary elasticity)   E  < 1 inelastis  Elastisitas tersebut bisa diukur dengan elastisitas titik atau busur . Edi = (∆Q/Q)/(∆I/I) (dua titik). Edp = (∆Q/ Q)/(∆P/P) antara prosentase perubahan barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang lain. Edps = (∆Q/Q)/(∆Ps/Ps)  Elastisitas permintaan terhadap harga silang adalah perbandingan  Elastisitas permintaan terhadap pendapatan adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pendapatan konsumen.

harga input (Pi). Penawaran hasil pertanian  Penawaran adalah suatu hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harga barang. Penawaran ini dapat digambarkan dalam grafik. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran barang adalah harga (P).Pi. teknologi (T).2.T. musim (S) dll.S) .  Persamaan fungsi penawaran adalah : Qs = f(P.  Fungsi penawaran adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dengan faktor-faktor yang mempengaruhi. persamaan dan tabel.6.

Pengaruh ini bisa dinyatakan dengan elastisitas penawaran terhadap harga: Esp = (∆Qs/Qs)/(∆P/P)  Harga input. Harga barang. maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik. kimia. bila sedang musim maka akan tersedia banyak barang yang ditawarkan. Didalam pertanian teknologi bisa berupa teknologi fisik/mekanis. dll.  Musim Pengaruh musim terhadap penawaran sudah jelas. akan meningkatkan jumlah penawaran. Kenaikan harga barang akan meningkatkan penawaran barang dan sebaliknya bila harga turun akan menurunkan jumlah penawaran. maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun dan sebaliknya bila harga input turun. biologi. . Bila harga input naik. Pengaruh ini bisa dinyatakan dalam elastisitas penawaran terhadap harga input: Espi = (∆Qs/Qs)/(∆Pi/Pi)  Teknologi Bila tersedia teknologi yang semakin maju.

Harga produsen merupakan pertemuan antara permintaan turunan dengan penawaran primer.4. Permintaan primer adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen akhir. Sedangkan penawaran primer adalah penawaran yang dilakukan oleh produsen langsung. Dalam keseimbangan terdapat harga dan jumlah barang keseimbangan.3. Keseimbangan pasar dan perubahan harga  Keseimbangan pasar terjadi bila jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. 6. . Permintaan turunan adalah permintaan yang dilakukan oleh pedagang pengumpul sebagai wakil dari konsumen akhir. sedangkan penawaran turunan adalah penawaran yang dilakukan oleh pedagang eceran yang merupakan wakil produsen untuk berhadapan dengan konsumen akhir. namun demikian margin pemasaran dapat diukur pada masing-masing tingkat pada saluran pemasaran. Keseimbangan harga dan jumlah barang akan berubah bila kurva penawaran dan permintaan berubah. harga di tingkat eceran merupakan pertemuan antara penawaran turunan dengan permintaan primer. Margin pemasaran.6. permintaan turunan dan penawaran turunan  Margin pemasaran adalah perbedaan antara harga eceran dengan harga di tingkat petani.

.

1.pendanaan -penanggungan resiko -grading dan standarisasi -informasi pasar . Fungsi pemasaran adalah: Pertukaran : pembelian penjualan Fisik: pengolahan pengangkutan penyimpanan Penunjang: . PEMASARAN HASIL PERTANIAN  7. Peranan dan Fungsi Pemasaran  Peranan pemasaran adalah membantu menjembatani antara          kepentingan konsumen dg produsen yg berlawanan.VII.

2. Pendekatan mempelajari pemasaran Pemasaran dapat dipelajari dengan beberapa pendekatan: pendekatan komoditi pendekatan kelembagaan pendekatan input -output pendekatan sistem .3. 7. Kegunaan Pemasaran  Kegunaan pasar dapat dibedakan menjadi:  kegunaan bentuk           kegunaan tempat kegunaan waktu kegunaan kepemilikan kegunaan informasi 7.

Indikator efisiensi berupa: Margin pemasaran Makin kecil margin pemasaran makin efisien harga di tingkat konsumen Makin murah harga yang diterima konsumen akhir. 4.  2. .    Menurut Mubyarto: eff pemsrn terjadi bila: mampu memberikan keuntungan yg adil bagi pelaku pemasaran mampu membawa barang ke konsumen dg harga semurah^2 nya. Efisiensi ini bisa berupa fisik maupun finansial.4. Struktur pasar yang paling efisien adalah struktur pasar persaingan sempurna.7. sedangkan input merupakan masukan yang digunakan dalam proses pemasaran. 2. makin efisien.  1.  1. Tingkat kompetisi Makin kompetitif struktur pasarnya.  3. makin efisien. Output bisa berupa kepuasan konsumen. Efisiensi pemasaran  Efisiensi pemasaran merupakan perbandingan antara output pemasaran dengan input pemasaran. Banyaknya fasilitas pemasaran makin banyak fasilitas pemasaran makin efisien pemasarannya.

7. Keputusan promosi . outlet dan distribusi saluran pemasaran  5. Keputusan ini bisa terdiri dari :  Identifikasi pasar target dan kebutuhan konsumen  Keadaan lingkungan pasar yang bersaing  2.  3.5. Keputusan produk. Manajemen Pemasaran  Rencana pemasaran strategis terdiri dari keputusan-keputusan:  1. Keputusan pasar secara menyeluruh. Keputusan tempat. Keputusan harga. yaitu berupa cara-cara penentuan harga barang. yaitu keputusan untuk menentukan lini produk. antara lain berupa:  penentuan harga cost-plus  penentuan harga mark-up  penentuan harga psichologis  penentuan harga penetrasi  penentuan harga pasar berjenjang  4.

sehingga pada waktu panen ada kecenderungan petani menjual sebagian besar hasil panen untuk mencukupi kebutuhannya.2.VIII. Kebijakan harga 1. sehingga jumlah penawaran hasil panen berlimpah. kesempatan ekonomi petani dan kehidupan pedesaan. . Kebijakan ini diberikan mengingat harga yang terjadi di pedesaan sangat rendah terutama pada saat panen. Harga dasar Harga dasar merupakan harga minimum yang harus terjadi di tingkat petani.1. karena petani kebanyakan miskin. menyebabkan harga rendah. KEBIJAKAN PERTANIAN 8. Pengertian  Kebijakan pertanian sering disebut pula politik pertanian merupakan salah satu kegiatan pemerintah untuk masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup. agar petani mendapatkan harga yang layak sehingga petani terangsang untuk selalu meningkatkan produksi. 8.

.

harga atap  Harga atap adalah harga maksimum yang harus terjadi agar konsumen dapat mengkonsumsi komoditas tersebut. karena persediaan komoditas tersebut kurang. . sedangkan konsumsi jalan terus.2. Kebijakan harga atap ini bertujuan untuk melindungi konsumen. Keadaan ini terjadi pada saat paceklik.

.

carry over stock. Emergency stock. yaitu cadangan yang akan digunakan untuk kebutuhan masa mendatang (ganti tahun). pegawai BUMN.  c. yaitu cadangan beras untuk keperluan bantuan kepada masyarakat bila terjadi musibah. yaitu cadangan beras untuk penyaluran golongan anggaran termasuk pegawai negeri. .  b.  d.3. tentara. Buffer stock  Ada bermacam-macam tujuan buffer stock yang sesuai dengan namanya:  a. Market operation stock. yaitu cadangan beras untuk keperluan operasi pasar. Commitment stock. yaitu untuk menjalankan kebijakan harga dasar dan atap.

. sehinga menguntungkan pengguna bahan baku tersebut. Pajak ekspor  Pajak ekspor selain juga mendatangkan pendapatan bagi pemerintah juga berfungsi untuk melindungi industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku produk tersebut. akibat adanya tarif bea masuk. 5.4. tarif bea masuk  Tarif bea masuk impor selain mendatangkan pendapatan bagi pemerintah. maka harga produk dalam negeri menjadi lebih murah. dengan adanya pajak ekspor. sekaligus bisa dimanfaatkan untuk melindungi produsen dalam negeri. harga produk tersebut menjadi naik.

 6. Pembatasan produksi  7. Pembayaran langsung .

struktur pedesaan yang modern terdiri dari:  1. perubahan dalam sistem penggunaan tanah  3. fasilitas perkreditan guna menunjang penggunaan teknologi baru. pola dan tata tanam serta kebijakan tentang infrastruktur. perubahan sistem pemilikan dan penguasaan tanah  2. Kebijakan struktural  Kebijakan struktural berupa kebijakan pertanahan. tersedianya pasar tempat menjual hasil produksi dan membeli sarana produksi dan peralatan pertanian. perubahan tentang hukum agraria nasional  Menurut Mosher (1969). Kebijakan pertanahan bertujuan untuk menata luas pengusahaan dan pemilikan lahan. jalan-jalan desa yang cukup memadai  3. .3. Kebijakan ini bisa berupa agrarian reform yang meliputi:  1.8. tempat-tempat percobaan guna melakukan verifikasi lokal  4. tempat petani belajar dan bertanya tentang teknologi baru  5.  2. Perangkat penyuluhan.

Kebijakan pemasaran  kebijakan pemasaran menitik beratkan pada pengaturan sistem pemasaran beserta lembaga-lembaganya.8. .4. sehingga tercipta sistem pemasaran yang efisien dan efektif agar petani mempunyai daya saing yang tinggi.

melalui pengembangan agribisnis di pedesaan. 5. 3. optimasi pemanfaatan sumberdaya yang beragam dan mencapai pembangunan daerah yang lebih merata. Perubahan dari dominasi peran pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan menjadi pada semakin besarnya peran masyarakat dan swasta mulai dari perencanaan sampai pada implementasinya. 2. PEMBANGUNAN PERTANIAN  Perubahan dalam pendekatan kebijakan pembangunan pertanian 1.IX. . 4. Perubahan dari pemanfaatan teknologi padat karya untuk menciptakan kesempatan kerja mengarah pada penerapan teknologi padat modal ddan mekanisasi pertanian dalam upaya untuk mencapai efisiensi usaha dan daya saing komoditas. Perubahan dari penekanan pada upaya menghasilkan produk tanaman primer mengarah pada produk-produk olahan yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat pedesaan. yang dilakukan oleh Kabinet Persatuan Nasional: Perubahan penekatan perencanaan dari dominasi perencanaan terpusat menjadi lebih terdesentralisasi. Perubahan orientasi pembangunan dari pendekatan peningkatan produksi menjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. dalam upaya menjamin pembangunan partisipasif.

 . Koperasi pengusaha tani pertama yang dilaporkan adalah koperasi para peternak sapi perahan di Swiss.X. menjelang tahun 1800-an hampir sebanyak 1000 koperasi usahatani terutama koperasi peternak perahan di Amerika Serikat.ada bekas ide koperasi kebudayaan di Yunani. Romawi dan China. KOPERASI PERTANIAN Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial. yang membuat keju secara koperatif pada abad ke 13.  Macam-macam koperasi: -koperasi produksi -koperasi pemasaran -koperasi simpan pinjam Sejarah koperasi dunia. beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.  Jejak-jejak organisasi yang menyerupai koperasi pernah ada di Mesir kuno kira-kira 3000 tahun SM. orang-orang amerika berpengalaman dalam membentuk koperasi. Benyamin Franklin membentuk gabungan asuransi bersama (koperasi) pada tahun 1752.

4. pada awalnya anggotanya berjumlah 28 yang berusaha dalam pembelian perbekalan untuk bisnis mereka. 5. . harga pasar harus dibayar langsung. prinsipnya setiap anggota mempunyai 1 suara yang menentukan dan harus ada persamaan bagi semua jenis kelamin dalam keanggotaan. Banyak orang mengakui bahwa koperasi resmi pertama pada  1. 3. jaman modern adalah ’perkumpulan para pelopor keadilan Rochdale’ di Inggris tahun 1844. timbangan dan ukuran penuh harus diberikan. Prinsip-prinsip Rochdale modal harus disediakan sendiri dan modal tersebut mendapat suku bunga yang tetap. tetapi prinsip-prinsip dasarnya telah berlaku sebagai model bagi perkembangan sejumlah besar koperasi modern. laba harus dibagi menurut perbandingan jumlah pembelian yang dilakukan oleh setiap anggota. 2. Walaupun perkumpulan tersebut bukan yang pertama. koperasi hanya menyediakan bahan makanan yang paling pokok dan yang dapat diperoleh kepada para anggota. 6. tidak ada kredit yang diberikan atau diminta.

persentase tertentu dari sisa hasil usaha harus disediakan bagi pendidikan perhitungan (laporan) keuangan dan neraca harus sering disajikan kepada para anggota. a. atau asosiasi membatasi deviden tidak lebih dari 8 %. 9. . 8.  manajemen harus dikelola oleh para pejabat dan komite/panitia yang dipilih secara berkala. b. dan tidak ada anggota asosiasi yang mempunyai lebih dari satu hak suara.7. Pada tahun 1922 di Amerika Serikat terdapat Undang-undang Capper-Volstead yang memberi kepastian hak-hak pengusahatani untuk mengorganisasi pasar dan hasil secara kolektif selama memenuhi syarat sebagai berikut: asosiasi/koperasi menyelenggarakan sekurang-kurangnya setengan dari bisnisnya dalam hubungan pasra anggotanya.

:2.507239. 507239.-.7.7.7.2.7.5.39.503/.-.3 /02.7.3438:2039:7:3 2.703.7..347.-.38007.  03.75./.5.3438:28-.3-.503/.3503/.847.390780-:9 !03/.3.38007.9.2 503:7:3. 507239.7.. 9.507239.O .5.:2.9  O O ...3-.3-07.33..3507239.5. 0-93/-.34250203907 3.7.33.9..3 438:2039:7:3 2.32033.3 4250203907:.3 438:2033.380-.438:2033/4308.3:2.3.98.3 4250203907 803..8.7.39:7:3  909.:.3. 8.-.507239./.9 2.80-93 /..7.3 .3-.33472.7.3/3.2.503:7:3..507239.:2.7.3 /438:28438:203-078.-07.-.2.3-..3438:203.  8007.2.7.8...3:2.9.7.3-.438:28-..3./.320.3-.3203:7:3./03.3-.9.47.33/4308.3/..3110344/8 -.5..7.5:39:-.34250203907 .3 80-.9./.507239./.33..-.7.3-.7...3-07.9....9..3.9.3310747/...8.../03.2.7.3438:203.3203..3.3438:203 &39:-..7.438:203 .:2.503/.7. 438:2033.

7.947.3-../.3 0.8 &39:203::7708543507239..3 .9 0-93/.47.8989.8.:507239.3-70-93/-.O /02./.5 .5 .308720-93 /./.47.7././.380-.947 1.3907.3/::7 7085433.9.3202503.5..38007.3.30-93/..7./2:82:.-..7:507239.7...8507239.8989.3 1.8507239.347.7.47.3/:2/.:2.3.3..3 &39:47.3 O O ..3-.507239./.3.33/4308./.3907.5503/.3907.78.570. .3039.9.3039.3-.3.7.31.947.30.8989..3/3.8507239.75.9 /2:82/33  507239./.947 1.8989.33/4308..3/2:825.75.8989.7.3/:2/.3.7..8507239.-.3/::7 /03..9907.7.8.8 507:-..5.  803. .75.9./.8 . :82 2:8202.3  503/.

3 .../..3907./.7.-.3.3:2.7.7.3/239.80507:-.3/3...-.3.7.5748039.8507239.3 5748039.5.3  /5 ".39.7.8989.80507:-.O ./03.507-.

" .

!.

7..7.39.8507239.8.7.8989.3/3.3 5748039.3./03.3.3-.3907.3.5748039.80507:-.! .3.80507:-.3/239.7./.-../..3  /58 ".7.5..3 .507-.

" .

!8.

/03.3907.7.80507:-.507-.3/239.3.3 .8507239.5503/.9..39.7./.80507:-..3438:203 / ".!8 .5748039.3:2.9.-./.3 5748039..8989..3.3/3.5.3503/.5.

" .

.

70.8989. .898 O  0.8989.8-8.30/.88.89.790./::7/03./04254.8989..9: :39.99 .8989.:-:8:7 /:.9: O  -07.898 O O O .27907..9.890780-:9-8.9 O  30.899.30.

3.3.7.31:38503. ! .27.39.3.3 :-:3..7.3.7.9::-:3..39.947 1.3 1..7./.2-.7..7..3.-.33/.3 202503.-.7.9 /.7.3 "8 /03.7.7:503..3-.7...:2.3.3/03.3..7.8:.:2.7.3202503.  !03..7.1 5078./.3.85079.7.7..3/9.7./. "81 ! ! % $ .7..3 !03.3 /9.3203..2.947.-0  O :38503..2-.3.3/.39.-.3 O !03.35:9 ! 90344 % 2:82 $ /  O !078.8:./.947.5.3..3/.7.9:1:38.7: .2.7.3.947 1..

7..7.32033.3:2. 85 "8.3 !03...380-.8503.7..3907./3.-.7./.9.7.3.8989.7:3-8.9:7:3.7.7.3/.503..3 203:7:3.3.3.-.3 503.3 /03.3 03..7.-.3-..7.5.30.9..7..

"8 .

!.

8989.-.5.3.! O .39:7:3/.3. 2.7.35:9 . !03.7.:2...3..33.3 /9.:2.3/9.7.3/.8503.3907..-..3..35:9 85 "8.7./..20.7.-.7:3-8.35:93..3.7.7.7.35:99:7:3  2..7.380-...9. /3.

"8 .

!.

90344.32033..25079. 9034418.-07:5.90780/.! O %0344 .32.: .3.9.7.3802.390344-8.3 /..3 :2.503..

3.-../.-.7.5503.7.7.3 O .3/9.7:2:82907.0.8 -.80/.3 2:822.38:/.38 2.390780/..3.20.. -44 / O :82 !03...

/.39:7:3.7..7..3..3438:203 .3 9:7:3.3/03..-.3507902:.73502.34050/..:7.3507:-.3 ...5..7 $0/..7...3.3 -07:-.3503.3 9:7:3.3/.507-0/..7.2.7.83 2.3.38. -.39:7:3.9509.30.3.8.3.8393.3 O ./.2.-.39:7:3.3.7.357207.3 0802-.507239.7.3 .7.3/03.   .3507239.3907/..7907.3/..7.3/03.32.3.3207:5.38:3 .3 .503./.7.7.8.8.3503.:.7.3..503..8.3.20802-.:.3:2.3./.. 503..357207..3.3 507239.3./-.3./. /93.3507902:.340574/:803.357207 !07239...3/..3.3 3./.503.3 /03.2:3/02.3 .507239.7.3.3.7.7.3.  0802-.8.95.507239..:2.:7..8.3.7.9 /::75.34050/.3:2.3/.90.5.73502. O 0802-.:.07...39.3 207:5.574/:803207:5..73502.3507239.3 :2.39..07.35./.503.:. 507239.0./.39.. /.7./03.8./93.3/..3 ..7.574/:803:39:-07.30802-./.7/..3503:25:80-.7.340438:203.7 ..7.3502.3-07:-.7.7.3/.3/.7438:203.7.07.5.39:7:3.9.7..7..357207 !07239.3503.3..7 80/.3503.3.35./.

.

3438:203/574/:803-07.3./3/.3/.202-.8. 050393.3.8.9.3 !07.7.3502-0.3 503/..3 503. !079:.389.3.7./.-9@-O O O O O O O O O O O   !07.3 :38 502.7.3.7.3:3.3:38!02..3502.78.3 !03:3..39:20302-.8 31472.37084 7.85.3./..8.3 50325.7.3 503:.3..3 85034.39.7 .3/.I 9.3:9.3.3 503..3.8.

30502.3/.388902 ..5./ 0:3.9.8..9.7/03...3 0:3.5.3.9.9.3-0-07.5.3203.3 503/0.9 0:3..331472..503/0.O O O O O O O O O O O O O   0:3.9: 0:3....9.3424/9 503/0.3002-.8..3 0:3.7.9/50..8   !03/0.335:9 4:95:9 503/0.9/-0/.3 !02..3-039: 0:3.9.35.7.320250.3 503/0.39025.8.7502.7.7/.3!02.8.

3 O .7...-07:5.7.2..3/.794011502873907.8.8502..8.33.897:9:75.8.:502.30438:203/.38025:73.73502.438:203.7.7.32.30:39:3.38.8./-.7 .8502.7.  18038502.8.3 180383-8.7.  2.75078.7.30.7.8.7.8. O  .3207:5.3/9072.8.8:.3-./-.7.3.9425098 O .3.34250991897:9:75.3.32./93.50. 2.32.39.7 2. O 3/.25:202-.9438:203 O .2574808502.8.7.3 /:3./.301803.:5:313.802:7. O .301803502.3/3.-07:5.3507-.  .8..301803 $97:9:75.301803  .3.7. 05:.8.3..3/03.)3.3. 03:7:9:-.1.3.3 O 18038502.8.335:9502.1.32:7.8.3  2.3  :95:9-8.-.4:95:9 502..8.35..335:9207:5.301803  %3.25:202-07.73502.89.3.3438:203 80/.7.947018038-07:5.7.8.7.3 O 2.18 2.89.73.7.

3.3.3502.3 O  05:9:8.7 O /0391..7..7.7. O 503039:.9:-07:5.7.2..502.8.39025.3 O  05:9:8.3.7.705:9:8.3 O  05:9:8.7.85.3-07:5.503039:.33-8..3897.7-0703.33 574/: O  05:9:8.709/.3./.8.7.3574/: .907/7 /.3574248 ..3 05:9:8.30-:9:.33:3.3.9 4:909/.3 O  05:9:8.3:39:203039:.908907/7/.35.:7.0203!02.8.8.3 .7.5.58.8.3.3.7.8 O 503039:.9:05:9:8. . -.503097.448 O 503039:.489 5:8 O 503039:.7.7.3-078..3.79.7.7.35.3438:203 O 0.7.7.3.3 O #03.  .780.8.3/897-:88..39.7. .7 :5 O 503039:..2030:7: 05:9:8.8.

38.35020739.3-08.7.3/.30/:5.7.35079.5495079.7.3/9::.85.3203/.303 .9509..303:39: 203.3..3 04342509..3:39:2033.5.I  -9@-  !03079.8.509.3509.:2033..503.9.3   0-..:39:2.39.9:5.7.38073/80-:95:.8 5. 2030-.8.3 0-.3 8.3.8./..// 93.3.907:9.7:8907.9 ...3574/:8  0-.5.. 0. 803.2.3.95.9:0.3283 803.3.3907.303-0725.7.::50-:9:.7.7./.3203:..303..7.7509.32033.9./.3 .9.8.03/07:3.../.703/.7.3 207:5.//50/08.33/-07.7 ..232:2.  .3.9703/.3.38.509..7.5.3.3.8.9.7207:5.9.:2.1/:5 08025./.3907.703.33..80-.350/08.3:39:80.3..7..-.3. 803.9.3 O 0-. .

.

.890780-:9 0.3 80/.3:39:203/:3438:203 .3438:28./5.3../..95..7.50780/.53 -079::.7..33 907.9.0 .703./..82:2..3424/9.7..8./.7 438:203/.5.9203438:28424/9.890780-:9 :7.3907:8 0-..# ./..7:8907.9.5.3.7..2.5 O .3.9..

.

/.8..../..-072.3808:.3.3.399.39:. :1107894.7094507.203/.8.7.3..7/..3./.85.7.&  9039...3-07..3 443.3-:1107894../. . O / .8.8:50.2.32.3.9:.. .07894./.3.8:39:0507:.3 -.305. . O .3 .2 2.8:39:0507:.:7.9-.9::39:203.894.3-07..3.. O .7.3 3.8:39:503. 42292039894.3/:3.3.907.3007 50.943894.3:39: 0-:9:..7 .3-07.2.3.3 . . O /.30-.29::.3 4507./2:8-.9:.7./.8.9.39072..9:.3.5 O - 20703.9:..774. ./03..:3 .9.3.

 803.8: O %..3-..-..9.5.3203:3.9.3503/.71-0.08547 O !.3503/.71-0.2.3-.9.3:39:203/:3 574/:803/..3:..23007203.3203/.8: .71-0. 574/:90780-:9203./3././0- 2:7. 5020739.3-.31.3-.3-.:574/:90780-:9 /03. 80.7.9. 5020739.-071:38:39:203/:33/:897/. 9..:90780-:9 .203:39:3.574/:/../2..9.08547 2.3.23007 .3.9.-.23007 .3.  !.:8-8.8:254780.3.203/. 5.5./.3503:3..7.9.2.2.3.:.0854780....

7.3574/:8 O  !02-.. !02-.9.3.8.38:3 O .

. O  507:-.9203:..79025.5.3.3/.-07:5./..39039...3.7.3.390344 -..843. O 03:7:94807  897:9:750/08.7. 9039.3.35079.:.3701472./.3/..850770/9.0-.3507.3.7: .3897:9:7..3 . O  !07.20.::5202.39. O  507:-.3.3317.7: O  1.3..  0-..071. O  9025.3 502. O 0-.3..3 O  .203:3.8503:8.7.3-079.3.9507.574/:8/..3..3 9025.. 9.897:9:7 0-.9509..-07:5.3 54.9.3/.39039.7 O  90780/.3897:9:7.3:3.9 9025.3 5079.9503::.3-079::.84..3:3.3503:.324/073907/7 /.3.3-0.3 205:9 O  507:-.7/.28079..8.9.7.33-8.89.8.388902502.9..3.35079.:.390344-..0-.3:39:203..3503:3.7.3::2.39.288902503:3.8574/:8/...3...3..3 0-.4-.3.3202-0 8.3/08..39..

8.7..02-.8.3 O 0-..301803/..32025:3.3502.393 .7.3.503.7.7509.9.907.388902 502.. /.3502.  0-.3.8..3-08079.59.3.32039-07. 02-./..8.9:7.7.35. 803.8.301091. 88902502.

7985.347039.7./.802.38.5.350703.7-838/50/08.//.907.3/.3:3.850703..3/.3/.9./.3/.340.50307.2.35020739.8  !07:-.31.:50302-.3/./0-907/080397.750703.9.9.35030.3.950/08.5.8.  !07:-.83.23 502-.38:2-07/.3.9203.-309!078.843.250.3  !07:-./.35079.203.:.9.3  20.2:.357207203.38..8./.3/.3424/9.3.33.2/.924/..018038:8.8..320.3503/.:39: 203.9.308025..3 9075:8.7.3574/: 9.30-..9./5.  !07:-.3 502-.3/.5..3 .3/..574/: 574/:4...3..8.35033.3.75030.:5. !&!#% O !07:-...3/.9.3 /.7..73.8502././.3203.38.507..3:3.9 /.3..2.3./.59. ...3-07.3:3.9:.59..89...5.3-08.30- 207.3:3.3 903445.3/.8 /.7.3502-.9.3.85079.3203..3 574/:8203.2503/0.9.9.203.3903445.7/423.3080.9...31. :39:203...9203.3  !07:-.5..3 509.07.502-.35.8507..3:3..3.2:5.9..8502-..-.5.3././.7.307.3/. 2502039.5.7/423.8.7502.32../.3...203.7503/0..2-.35..3.2:5..8.5.81 4592.. ./5033.25.

353.2.3 207:5.3::24507.3. 4507.9../ 0 47.507.-07503.509073.2.848../.3907:9.8 4507.915.7..4507./ 087:347./.$07.3.3202-:.8.8..35079.-.8.90:80.7.3/..:-.8.347.2.237.24507..../..207.8503:8.38. 9.2 2.38 -078.3 #42..3-07..8.2202-039: 4507..9 O ./.  -07.7.4507.349.8 0-:/. 4507.8.3.  !#$!#% 4507.8/:3.8:8:3.:3 2030.8 03.3/207.. 4507.8 509073.:3$ .9..8/04507.8574/:8 4507.30434280-.3/.4507.8 5./.3 47.39.9. 9.. O 0.8:8././. 0.7.4507.3 47.320307:5..3.547.-:3.33.800:.7.33202-039:.47.9.85.3/$88 .3 ..:3 .8043427.2.-0...38.4507...85073.2..9.3 O .3.47.39.9..8:7.25780-./.:8.7.3 4507. 7.3/:3.8502..8825.-078.. -07/.8.5 507.2 $0.9.

909.2.3...:/239.O O       ..50702-.5.340809.3/.7.70/9.38:3 9/.3544 /.35..3.7.:3 5.3 ..324/...3 /-07.3.7:8/-.2025:3.9 8::-:3.35.8:.502-0.3203.3 /.0 /3789..2030/.74507..0380. .7:8/80/.-.5../.5045470../.349.3.3203039:./.:80-.5./.5.3::7.3:39: -8382070.-07.8./.9.2.809.7:8/-07.4507..7:8.3..2.2502-0.349.7./.8.3-.3 ...90.870825079.2 0.7:8/-.3 /.3.7.3.7.. .3803/7/.3:2.390780-:9-:./.824/073 !7385 57385#4.3 5079.203:7:9507-..324/073.349..3909.2.73..5..-08.:-...5 4507.3503:.3/.3..32.5078.90780-:9203/.5.:5:3507:25:.3.47.3.3. .3/3.3507-0.802:. 507:25:.380:2.23/.349./.5.3-07:8.:.9/5074005./.7.. 573853.3.557385 57385/.0 24/. -07:2.3.3 #4. 24/0-..8./. 92-.3-.349.

0203.-.7.50.3.7:8/04.405.34290.   2.9/.

.-07.:3/207.8.3..5.3:39:20347.20203:8.3 0:.3. !.3/580. 409180..$07.5..7.3307...7.8:8.9907/.7..7:88073 /8. .7.3202-0705..3 . 503:8.. 503//.3 5079:3.3 :3/.38.5507 '4890.9.5.809079039:/. 5078039.85.-07:9 .3/.3.9././.305.788.39.8..7/.3 . .848./.349....7:8/80/.547..2.89.3-.980-.9&3/.880.

8/0.7.78. - .2:-:3.8203003.3 9/./. 8:.9:.9.7-8383.87.349.3/.7..3. .8.0-/.. 80903.32025:3../.349.848..0-/.4507./.7 O ..9.35.33.8202-.380:7.3 :7./039/..848.:.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->