P. 1
Makalah Bahasa Indonesia

Makalah Bahasa Indonesia

|Views: 1,093|Likes:
Published by harisnst33

More info:

Published by: harisnst33 on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

MAKALAH BAHASA INDONESIA “PENGERTIAN EYD , PEMAKAIAN DAN PENULISAN HURUF”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK PEMAKALAH KE 4
ANDRI MUKTI 509331006 HARIS NASUTION 509331018 SATRIAWAN 509331033

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

KATA PENGANTAR Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Pengertian EYD , Pemakaian dan Penulisan Huruf”. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah Bahasa Indonesia yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan pengetahuan dan informasi terutama tentang cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang diterapkan pada lingkungan berbahasa dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Bahasa Indonesia”. Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mohon bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan : • • Dosen mata kuliah “Bahasa Indonesia” Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat. Medan , Oktober 2011 Penyusun

Kelompok 4

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………………………. DAFTAR ISI…………………………………………………………………… 1 2

BAB I PENDAHULUAN.........………………………………………………………… A. Latar Belakang.……………………………………………………………….. B. Batasan Masalah.………………………….………………………………….. C. Rumusan Masalah..…………………………………………………………… D. Tujuan..……………………………………………………………………….. E . Manfaat..……………………………………………………………………... BAB II KAJIAN TEORI.………………………………………………………………… BAB III PENUTUP……………………………………………………………………….. A. KESIMPULAN………………………………………………………………. B. SARAN….……………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA…….……………………………………………………… 12 12 12 13 6 3 3 4 4 4 5

Selain berfungsi sebagai ungkapan ekspresi. Tanpa bahasa. Sebab dengan bahasalah manusia dapat menyampaikan isi hatinya. bahasa Indonesia dicantumkan sebagai mata pelajaran wajib mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. baik perasaan senang. Apa pengertian EYD ? 2. Sebagai bahasa nasional. kesal dan hal lainnya. dengan adanya bahasa. Hal tersebut sesuai dengan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang telah ditetapkan dan dikukuhkan dalam Sumpah Pemuda tahun1928 dan UUD 1945. Pengertian EYD 2. bahasa juga berfungsi sebagai sarana pengajaran. Latar Belakang Bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. baik negeri maupun swasta. Pada makalah ini akan dibatasi pada masalah : 1. Jadi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa terpenting di negara Republik Indonesia. Fungsi bahasa Indonesia sebagai sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa resmi kenegaraan. Oleh karena pentingnya bahasa Indonesia maka di dunia pendidikan. Pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD C. Rumusan Masalah. Bagaimana pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD ? . alat pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta teknologi. identitas nasional dan alat perhubungan antardaerah. maka kehidupan manusia akan kacau. alat perhubungan tingkat nasional. sedih. manusia dapat menerima informasi antarsesamanya. bahasa pengantar dunia pendidikan. bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambing kebanggaan bangsa. B. Proses belajar mengajar tidak akan berjalan tanpa adanya suatu media pengantar yaitu bahasa.BAB I PENDAHULUAN A. Batasan Masalah. BAB XV pada pasal 36. 1.

partikel. huruf miring dan huruf tebal. bentuk ulang. huruf diftong. huruf capital. Untuk mengetahui pengertian EYD 2. kata turunan. Ada beberapa hal yang diharapkan dapat dipahami dalam mempelajari pemakaian dan penulisan huruf yang sesuai dengan EYD. huruf konsonan. dan kata ganti. yaitu : • • Pemakaian huruf abjad. . 1.D. Penulisan kata dasar. gabungan kata. gabungan huruf konsonan. singkatan dan akronim. kata depan. suku kata. Untuk mengetahui pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD E. hurus vocal. angka dan bilangan. Tujuan. Manfaat Dengan mempelajari EYD ( Ejaan Yang Dissempurnakan) maka kita dapat memahami tentang pemakaian dan penulisan huruf sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

BAB II KAJIAN TEORI PEMAKAIAN HURUF A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Kapital Kecil Nama A a a B b be C c ce D d de E e e F f ef G g ge H h ha I i i J j je K k ka L l el M m em N n en O o o P p pe Q q ki R r er S s es T t te U u u V v ve W w we X x eks Y y ye Z z zet .

c. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. i. l. v. Kami menonton film seri (séri). dan z. k. q. p. f. o. e. dan u. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). m. w. s. j. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b bahasa sebut adab c cakap kaca d dua ada Abad f fakir kafan maaf g guna tiga gudeg h hari saham tuah j jalan manja mikraj k kami paksa politik rakyat* bapak* l lekas alas akal m maka kami diam n nama tanah daun p pasang apa siap . C.B. y. Pertandingan itu berakhir seri. g. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. x. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a api Padi lusa e* enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radio u ulang bumi ibu Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. t. d. r. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. n. h. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b.

dan oi. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. ng. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. Gabungan Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir Konsonan kh khusus Akhir tarikh ng ngilu bangun senang ny nyata banyak sy syarat isyarat arasy Catatan: Nama orang. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. ny. D. badan hukum. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). Misalnya: Dia membaca buku. F. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai ain Malaikat pandai au aula saudara harimau oi boikot amboi E. au. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. kecuali jika ada pertimbangan khusus.q** Quran status quo Taufiq r raih bara putar s sampai asli tangkas t tali mata rapat v varia lava w wanita hawa x** xerox sinar-x y yakin payung z zeni lazim juz Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. Huruf Kapital 1. . Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai.

"dia akan berangkat. "Besok pagi. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian . Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. nama instansi. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. "Kapan kita pulang?" Orang itu menasihati anaknya. Nak!" "Kemarin engkau terlambat." kata Ibu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang. Ilmunya belum seberapa. keturunan. dan Tuhan. ya Tuhan. 5. dan keagamaan yang diikuti nama orang. keturunan. 3. atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. a. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Misalnya: Adik bertanya. Bimbinglah hamba-Mu. dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. termasuk kata ganti untuk Tuhan. 4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan." katanya." Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. Pada tahun ini dia pergi naik haji. Misalnya: Islam Quran Kristen Alkitab Hindu Weda Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.2. "Berhati-hatilah. kitab suci. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan.

c. Misalnya: J. van. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. nama instansi. Misalnya: Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia. van Bruggen H. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. von (dalam nama Jerman). 6.J de Hollander J. Misalnya: Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. atau da (dalam nama Portugal). Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Misalnya: pascal second Pas -1 J/K atau JK joule per Kelvin .Gubernur Jawa Tengah b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang. van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. Misalnya: Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere Catatan: (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de. dan der (dalam nama Belanda). huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. Sidang itu dipimpin Presiden. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. a. atau nama tempat tertentu.P.

bulan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7.N Newton c. a. Misalnya: pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. 9. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Misalnya: tahun Hijriah tarikh Masehi bulan Agustus bulan Maulid hari Jumat hari Galungan hari Lebaran hari Natal b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama peristiwa sejarah. suku. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. dan hari raya. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Misalnya: Banyuwangi Asia Tenggara Cirebon Amerika Serikat Eropa Jawa Barat b. hari. a. Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama geografi . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. suku bangsa. dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan. dan bahasa.

Misalnya: ukiran Jepara pempek Palembang tari Melayu sarung Mandar asinan Bogor sate Mak Ajad d. dan untuk.yang diikuti nama diri geografi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis. badan. lembaga resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. dan nama dokumen resmi. Misalnya: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Jazirah Arab Ngarai Sianok Lembah Baliem Selat Lombok Pegunungan Jayawijaya Sungai Musi Tanjung Harapan Teluk Benggala Terusan Suez c. Misalnya: nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 10. dan nama dokumen resmi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara. Misalnya: berlayar ke teluk mandi di sungai menyeberangi selat berenang di danau e. lembaga resmi. oleh. badan. seperti dan. lembaga ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara. Misalnya: Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi. Misalnya: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku . a. lembaga ketatanegaraan. kecuali kata tugas. atau.

dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.A. badan. Misalnya: Dr. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. yang. termasuk singkatannya. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. sarjana ekonomi S. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku.Kp. kecuali kata tugas seperti di.S. dan makalah. Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata". nyonya Sdr. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri . Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. Professor K. dan judul karangan. sarjana hokum S. master of arts M.Hum. badan. ke. saudara Catatan: Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi.Catatan: Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. Doctor S.H. majalah. lembaga ketatanegaraan. pangkat. misalnya Indonesia. dokumen resmi. lembaga resmi. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 12. lembaga ketatanegaraan. Tuan Ny. 13.H. magister humaniora Prof. sarjana keperawatan M. 11. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi. kiai haji Tn. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. surat kabar. dan. sarjana sastra S. dari. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu.E. Misalnya: Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah.

Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. tesis. 14. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. Dik!" kata orang itu. adik. majalah. 16. Misalnya: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Catatan: Judul skripsi. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. catatan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan. ibu. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. 2. seperti keterangan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan. Bu?" Besok Paman akan datang. kakak. "Itu apa. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. "Silakan duduk. Misalnya: Adik bertanya. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. Huruf Miring 1. atau kelompok kata. tetapi diapit dengan tanda petik. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. a. G. (Lihat contoh pada I B. Surat Saudara sudah saya terima. I C. dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu. I E. dan paman. seperti bapak. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. saudara. Misalnya: . kata. dan II F15). 15. b. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring.Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata. bagian kata.

Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. Dia bukan menipu. atau kelompok kata. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2.Huruf pertama kata abad adalah a. bagian bab. indeks. daftar isi. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. b. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus.1 Latar Belakang Masalah 1. indeks. daftar tabel. melainkan ditipu. bagian kata. Huruf Tebal 1. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. a. . huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi.2 Tujuan Daftar. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. H. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. bab. 3. daftar pustaka. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. kata. daftar lambang. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. dan lampiran.

. Imbuhan (awalan. 4 tidak menyamai mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah ... terkalahkan v dapat dikalahkan . Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual. sisipan. Misalnya: berjalan dipermainkan . 2 kehilangan atau merugi . Misalnya: Buku itu sangat menarik... akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. PENULISAN KATA A... Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. 3 tidak lulus .. II.. huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda. Kantor pajak penuh sesak. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Kata Turunan 1. 2 menaklukkan . B.. a. 3 menganggap kalah . Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 3.. Saya tidak mengambil bukumu. Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu.....Saya tidak mengambil bukumu.... Misalnya: kalah v 1 tidak menang . Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.

(Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. gabungan kata itu ditulis serangkai. Bab III. Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia.) Misalnya: dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4. Misalnya: adipati Dwiwarna paripurna aerodinamika Ekawarna poligami antarkota Ekstrakurikuler pramuniaga antibiotik Infrastruktur Prasangka anumerta Inkonvensional Purnawirawan audiogram Kosponsor Saptakrida awahama Mahasiswa Semiprofessional bikarbonat Mancanegara Subseksi biokimia Monoteisme Swadaya caturtunggal Multilateral Telepon dasawarsa Narapidana Transmigrasi . Butir 5. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.) Misalnya: bertepuk tangan garis bawahi menganak sungai sebar luaskan 3. Misalnya: mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2. Bab III. Butir 5. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Huruf E. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata. Huruf E.gemetar kemauan lukisan menengok petani b.

Misalnya: taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan C.dekameter Nonkolaborasi Tritunggal demoralisasi Pascasarjana Ultramodern Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. kontra. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital. dan anti. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Bentuk Ulang 1. seperti pro. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. sebagai unsur gabungan. tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan. (5) Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. (3) Jika kata maha. kecuali kata esa. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsurunsurnya. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya: anak-anak mata-mata berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri mondar-mandir buku-buku ramah-tamah . dapat digunakan sebagai bentuk dasar. gabungan itu ditulis serangkai.

Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I. seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Butir 7.) Catatan: Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus. Bajunya ke-merah2-an D.hati-hati sayur-mayur kuda-kuda serba-serbi kupu-kupu terus-menerus lauk-pauk tukar-menukar Catatan: (1) Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku → rak-rak buku (2) Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Mereka me-lihat2 pameran. Misalnya: duta besar model linear kambing hitam orang tua . Gabungan Kata 1. Huruf F. Misalnya: Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang2 baru. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi 2. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku2 terbitan Jakarta. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Kami mengundang orang2 yang berminat saja.

simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis kereta api cepat luar biasa 2. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. a. Huruf diftong ai. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. au. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Suku Kata 1. dan oi tidak dipenggal. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan. Misalnya: pan-dai au-la . Misalnya: acapkali darmasiswa puspawarna adakalanya darmawisata radioaktif akhirulkalam dukacita saptamarga alhamdulillah halalbihalal saputangan apalagi hulubalang saripati astagfirullah kacamata sebagaimana bagaimana kasatmata sediakala barangkali kepada segitiga beasiswa kilometer sekalipun belasungkawa manakala sukacita bilamana manasuka sukarela bismillah matahari sukaria bumiputra padahal syahbandar daripada peribahasa waralaba darmabakti perilaku wiraswata E. Misalnya: anak-istri Ali anak istri-Ali ibu-bapak kami ibu bapak-kami buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3.

pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu. Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e.sau-da-ra am-boi c. Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men Catatan: (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masingmasing melambangkan satu bunyi. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua buah huruf vokal. Misalnya: ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d. Misalnya: . Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup (2) Pemenggalan kata tidak boleh menyebabkan munculnya satu huruf (vokal) di awal atau akhir baris.

. Bab III.. Butir 2. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an Catatan: (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.. Misalnya: ge-lem-bung ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk (4) Pemenggalan tidak dilakukan pada suku kata yang terdiri atas satu vokal. Huruf E. Pemenggalan kata dengan awalan. akhiran.. Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel itu. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but pe-nge-tik (2) Akhiran -i tidak dipisahkan pada pergantian baris.itu → i-tu setia → se-ti-a 2.) (3) Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar.

Bab III. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. mereka tidak mau ambil makanan itu. Mari kita berangkat ke kantor. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. seperti kepada dan daripada. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Butir 2. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. (Lihat juga Bab II.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. Kata Depan Kata depan di. lalu keluar lagi. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Huruf D. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. ke. . pemenggalannya dilakukan di antara unsurunsur itu. Dia masuk. Nama orang. Saya tidak tahu dari mana dia berasal.) Misalnya: bio-grafi bi-o-gra-fi bio-data bi-o-da-ta foto-grafi fo-to-gra-fi foto-kopi fo-to-ko-pi intro-speksi in-tro-spek-si intro-jeksi in-tro-jek-si kilo-gram ki-lo-gram kilo-meter ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4. Butir 3. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain. 3. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). badan hukum. F. Dia lebih tua daripada saya. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. Bawa kemari gambar itu. Cincin itu terbuat dari emas. Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai.Walaupun cuma cuma. Ia datang dari Surabaya kemarin. Huruf E.

Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. jabatan. Misalnya: Apa pun permasalahannya. rumah itu tampak asri. Adik pun membaca di tempat itu. a. tugas itu akan diselesaikannya. Nasution Abdul Haris Nasution H. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. sapaan. Singkatan nama orang. Huruf I. Partikel lah. 3. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Partikel per yang berarti ‘demi’. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Jika Ayah membaca di teras. Hamid Haji Hamid . atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. ‘tiap’. Butir 7. Misalnya: A.) H. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. nama gelar. Harga kain itu Rp50. Misalnya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui.H. Bagaimanapun juga. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. (Lihat Bab II. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Jangankan dua kali.00 per helai. Partikel 1.Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Singkatan dan Akronim 1. Sekalipun belum selesai. Misalnya: Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. kah. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Walaupun sederhana. G. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu.000.

saudara Kol. bapak Sdr. master of business administration M. dan lain lain dsb. kolonel b. sarjana ekonomi S. Misalnya: dll. sama dengan atas ybs. magister sains S. Supratman Wage Rudolf Supratman M. kepada tgl. yang dl. tanggal hlm.M. Suman Hasibuan W. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT perseroan terbatas SD sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c.Si. sarjana kesehatan masyarakat Bpk. halaman yg. badan atau organisasi. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.B. dalam No.Suman Hs.K. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan.R. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: jml.Kom sarjana komunikasi S.E.Sos sarjana sosial S. Yang terhormat Catatan: . magister humaniora M. yang bersangkutan Yth. dan seterusnya sda. dan sebagainya dst. jumlah kpd.A.Hum.

Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2. dengan alamat u.p.a. untuk perhatian e. atas nama d. untuk beliau u.b. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. timbangan.n. Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b. d. Misalnya: a. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. singkatan satuan ukuran. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali . Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. takaran. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat-menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. a. Lambang kimia. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital.Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus.

kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. M (1.7. IV. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun.000). X. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.1. . Angka dan Bilangan Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata.6.4. 3.000) 1. II. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). III.8. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. D (500). Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. jika lebih dari dua kata. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. 100 minibus. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. 2.000). Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. dan 250 sedan.tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. Angka Arab : 0. L (50). VI. I. Panitia mengundang 250 orang peserta. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.000.3. IX. VIII. C (100). dan 5 orang tidak memberikan suara. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku.2. M Romawi (1. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. V (5. 15 orang tidak setuju.9 Angka : I. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut.5. VII. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. V. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.

apartemen. (b) satuan waktu. Misalnya: 0.000.4. 5 Hotel Mahameru. dan isi. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7. rumah. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan.2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) . 14 Apartemen No. Kamar 169 6. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. Pasal 5. dan (d) jumlah. Bilangan pecahan Misalnya: setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0. 15 Jalan Wijaya No. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. (c) nilai uang.00 Rp5. atau kamar. US$. luas.00 10 persen US$3.10* ¥100 2. a. 5. Bilangan utuh Misalnya: dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b. £.50* 27 orang £5. kecuali di dalam tabel. berat.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter pukul 15. Misalnya: Bab X. (2) Penulisan lambang mata uang. Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. seperti Rp. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

000. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. 11. 10. pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan. Misalnya: lima lembar uang 1. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.000.000. Huruf E.000. Bukti pembelian barang seharga Rp5. Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. satu persen (1%) satu permil (1‰) Catatan: (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. penulisannya harus tepat. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.000. 9. Butir 5).500.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) uang 5. seperti akta dan kuitansi).00 (lima . kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut.000. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 15 20 /17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.00. Misalnya: a.000-an (uang lima-ribuan) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi. Bab III.8.

Misalnya: Buku ini boleh kaubaca. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku. J. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Kata Ganti ku-.dan kau. -mu. . Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. kau-. bukumu. -ku. dan -nya Kata ganti ku. Bukuku. -mu. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku K. Rumahnya sedang diperbaiki. -ku.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. -mu. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.ribu dolar). (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri.

BAB III PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Kami banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan . kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972.kesempatan berikutnya. yaitu : a) Pemakaian huruf: • • • • • • • • • • • • • • • • • • Huruf abjad Hurus vocal Huruf konsonan Huruf diftong Gabungan Huruf konsonan Huruf capital Huruf miring Huruf tebal. Kesimpulan 1. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan . Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Ada beberapa hal yang dapat dijelaskan dalam pemakaian dan penulisan huruf berdasarkan EYD. b) Penulisan kata: Kata dasar Kata turunan Bentuk ulang Suku kata Gabungan kata Kata depan Partikel Singkatan dan akronim Angka dan bilangan . 2. A.

wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempu rnakan (diakses tanggal 1 oktober 2011) repository. Saran Dalam penyusunan makalah ini yang berupa pemaparan pemakaian dan penulisan huruf ejaan yang disempurnakan telah dijelaskan tentang permasalahan-permasalahan tersebut.• Kata ganti. DAFTAR PUSTAKA http://id. pembelajaran tentang hal ini sebaiknya juga dilaksanakan melalui tindakan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas.usu.id/bitstream/123456789/17173/4/Chapter%20I.pdf (diakses tanggal 1 oktober 2011) . B.ac.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->