MAKALAH BAHASA INDONESIA “PENGERTIAN EYD , PEMAKAIAN DAN PENULISAN HURUF”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK PEMAKALAH KE 4
ANDRI MUKTI 509331006 HARIS NASUTION 509331018 SATRIAWAN 509331033

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

KATA PENGANTAR Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Pengertian EYD , Pemakaian dan Penulisan Huruf”. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah Bahasa Indonesia yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan pengetahuan dan informasi terutama tentang cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang diterapkan pada lingkungan berbahasa dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Bahasa Indonesia”. Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami mohon bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan : • • Dosen mata kuliah “Bahasa Indonesia” Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat. Medan , Oktober 2011 Penyusun

Kelompok 4

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………………………. DAFTAR ISI…………………………………………………………………… 1 2

BAB I PENDAHULUAN.........………………………………………………………… A. Latar Belakang.……………………………………………………………….. B. Batasan Masalah.………………………….………………………………….. C. Rumusan Masalah..…………………………………………………………… D. Tujuan..……………………………………………………………………….. E . Manfaat..……………………………………………………………………... BAB II KAJIAN TEORI.………………………………………………………………… BAB III PENUTUP……………………………………………………………………….. A. KESIMPULAN………………………………………………………………. B. SARAN….……………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA…….……………………………………………………… 12 12 12 13 6 3 3 4 4 4 5

Fungsi bahasa Indonesia sebagai sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa resmi kenegaraan. Rumusan Masalah. Pengertian EYD 2. BAB XV pada pasal 36. Sebagai bahasa nasional. baik perasaan senang.BAB I PENDAHULUAN A. Proses belajar mengajar tidak akan berjalan tanpa adanya suatu media pengantar yaitu bahasa. dengan adanya bahasa. Tanpa bahasa. baik negeri maupun swasta. kesal dan hal lainnya. bahasa Indonesia dicantumkan sebagai mata pelajaran wajib mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambing kebanggaan bangsa. Hal tersebut sesuai dengan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang telah ditetapkan dan dikukuhkan dalam Sumpah Pemuda tahun1928 dan UUD 1945. Bagaimana pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD ? . Pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD C. Sebab dengan bahasalah manusia dapat menyampaikan isi hatinya. Selain berfungsi sebagai ungkapan ekspresi. 1. Latar Belakang Bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. alat pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa terpenting di negara Republik Indonesia. manusia dapat menerima informasi antarsesamanya. identitas nasional dan alat perhubungan antardaerah. bahasa pengantar dunia pendidikan. maka kehidupan manusia akan kacau. sedih. bahasa juga berfungsi sebagai sarana pengajaran. Jadi. Pada makalah ini akan dibatasi pada masalah : 1. B. alat perhubungan tingkat nasional. Oleh karena pentingnya bahasa Indonesia maka di dunia pendidikan. Batasan Masalah. Apa pengertian EYD ? 2.

kata turunan. yaitu : • • Pemakaian huruf abjad. angka dan bilangan. . Untuk mengetahui pengertian EYD 2. gabungan huruf konsonan. suku kata. huruf capital. huruf miring dan huruf tebal. bentuk ulang.D. hurus vocal. Untuk mengetahui pemakaian dan penulisan huruf sesuai EYD E. Manfaat Dengan mempelajari EYD ( Ejaan Yang Dissempurnakan) maka kita dapat memahami tentang pemakaian dan penulisan huruf sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. kata depan. Tujuan. huruf konsonan. dan kata ganti. huruf diftong. Ada beberapa hal yang diharapkan dapat dipahami dalam mempelajari pemakaian dan penulisan huruf yang sesuai dengan EYD. partikel. Penulisan kata dasar. 1. gabungan kata. singkatan dan akronim.

Huruf Kapital Kecil Nama A a a B b be C c ce D d de E e e F f ef G g ge H h ha I i i J j je K k ka L l el M m em N n en O o o P p pe Q q ki R r er S s es T t te U u u V v ve W w we X x eks Y y ye Z z zet . Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut.BAB II KAJIAN TEORI PEMAKAIAN HURUF A. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga.

h. Kami menonton film seri (séri). Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b bahasa sebut adab c cakap kaca d dua ada Abad f fakir kafan maaf g guna tiga gudeg h hari saham tuah j jalan manja mikraj k kami paksa politik rakyat* bapak* l lekas alas akal m maka kami diam n nama tanah daun p pasang apa siap .B. v. j. dan z. q. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. d. c. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. p. f. r. i. l. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). x. w. s. e. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. t. o. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a api Padi lusa e* enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radio u ulang bumi ibu Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. y. C. Pertandingan itu berakhir seri. dan u. k. n. m. g.

dan oi. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. badan hukum. ng. Gabungan Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir Konsonan kh khusus Akhir tarikh ng ngilu bangun senang ny nyata banyak sy syarat isyarat arasy Catatan: Nama orang. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. D. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia membaca buku. . au. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. Huruf Kapital 1. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai ain Malaikat pandai au aula saudara harimau oi boikot amboi E.q** Quran status quo Taufiq r raih bara putar s sampai asli tangkas t tali mata rapat v varia lava w wanita hawa x** xerox sinar-x y yakin payung z zeni lazim juz Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. ny. F.

Misalnya: Adik bertanya. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian . Nak!" "Kemarin engkau terlambat. "Besok pagi." Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama. 4. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. keturunan. "dia akan berangkat. keturunan. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. kitab suci. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras." katanya. "Kapan kita pulang?" Orang itu menasihati anaknya. dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Islam Quran Kristen Alkitab Hindu Weda Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.2. Bimbinglah hamba-Mu. dan keagamaan yang diikuti nama orang. "Berhati-hatilah. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Ilmunya belum seberapa. ya Tuhan. Pada tahun ini dia pergi naik haji. termasuk kata ganti untuk Tuhan. dan Tuhan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang. 5. a. 3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam." kata Ibu. a. nama instansi. Misalnya: Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b.

van Bruggen H. Misalnya: Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.Gubernur Jawa Tengah b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. atau da (dalam nama Portugal). a.J de Hollander J. van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. c. atau nama tempat tertentu. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang. 6. von (dalam nama Jerman). Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. nama instansi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Misalnya: J.P. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang. Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. Sidang itu dipimpin Presiden. Misalnya: pascal second Pas -1 J/K atau JK joule per Kelvin . Misalnya: Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere Catatan: (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de. Misalnya: Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia. van. dan der (dalam nama Belanda).

a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b. 9.N Newton c. bulan. suku bangsa. Misalnya: pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. suku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama peristiwa sejarah. Misalnya: Banyuwangi Asia Tenggara Cirebon Amerika Serikat Eropa Jawa Barat b. hari. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. dan bahasa. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. a. Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan. dan hari raya. Misalnya: tahun Hijriah tarikh Masehi bulan Agustus bulan Maulid hari Jumat hari Galungan hari Lebaran hari Natal b. a. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama geografi . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi. badan. dan untuk. a. dan nama dokumen resmi. oleh. Misalnya: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Jazirah Arab Ngarai Sianok Lembah Baliem Selat Lombok Pegunungan Jayawijaya Sungai Musi Tanjung Harapan Teluk Benggala Terusan Suez c. Misalnya: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku . kecuali kata tugas. Misalnya: nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 10. Misalnya: Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b. badan. dan nama dokumen resmi.yang diikuti nama diri geografi. lembaga resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara. lembaga ketatanegaraan. lembaga ketatanegaraan. Misalnya: ukiran Jepara pempek Palembang tari Melayu sarung Mandar asinan Bogor sate Mak Ajad d. atau. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis. Misalnya: berlayar ke teluk mandi di sungai menyeberangi selat berenang di danau e. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. lembaga resmi. seperti dan.

sarjana ekonomi S. dan. kiai haji Tn. dan makalah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. surat kabar. 11. Professor K. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.Kp. sarjana keperawatan M. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. 13. badan. lembaga ketatanegaraan.H. kecuali kata tugas seperti di. majalah. Misalnya: Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. ke. pangkat. sarjana hokum S. lembaga resmi. badan. lembaga ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi. dari. dan judul karangan. Misalnya: Dr. saudara Catatan: Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. Tuan Ny. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.S.Catatan: Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara.H. yang. termasuk singkatannya.A.E. misalnya Indonesia. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku. dokumen resmi. sarjana sastra S. nyonya Sdr. master of arts M. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 12.Hum. magister humaniora Prof. Doctor S. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri . Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata". huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu.

Huruf Miring 1. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. atau kelompok kata. tetapi diapit dengan tanda petik. saudara. kakak. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan. seperti bapak. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Misalnya: . tesis. dan paman. 14. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. G. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. I C. Misalnya: Adik bertanya. Catatan: Judul skripsi. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Surat Saudara sudah saya terima. bagian kata. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. dan II F15). adik. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata. I E. 15. "Silakan duduk. "Itu apa. Bu?" Besok Paman akan datang. majalah. Misalnya: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu. kata. a. ibu. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. 2. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. Dik!" kata orang itu. seperti keterangan. 16. b. catatan. Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. (Lihat contoh pada I B.

melainkan ditipu. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.2 Tujuan Daftar. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. daftar isi. daftar lambang. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Huruf Tebal 1. Dia bukan menipu. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. H. kata. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. 3. bab. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. indeks. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2.1 Latar Belakang Masalah 1. dan lampiran. daftar tabel. atau kelompok kata. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. . b. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. bagian bab. bagian kata. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. a. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. indeks. daftar pustaka.Huruf pertama kata abad adalah a.

. 2 kehilangan atau merugi . akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. Misalnya: kalah v 1 tidak menang . Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah... 4 tidak menyamai mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah . 3. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual... 3 menganggap kalah .... Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. II. Misalnya: berjalan dipermainkan . a.. Imbuhan (awalan... Kata Turunan 1. Misalnya: Buku itu sangat menarik. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.. PENULISAN KATA A. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi... Saya tidak mengambil bukumu. huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan... terkalahkan v dapat dikalahkan . sisipan. Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. 3 tidak lulus . 2 menaklukkan . Kantor pajak penuh sesak.. B..Saya tidak mengambil bukumu..

gabungan kata itu ditulis serangkai. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.gemetar kemauan lukisan menengok petani b.) Misalnya: dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4. Bab III. Misalnya: adipati Dwiwarna paripurna aerodinamika Ekawarna poligami antarkota Ekstrakurikuler pramuniaga antibiotik Infrastruktur Prasangka anumerta Inkonvensional Purnawirawan audiogram Kosponsor Saptakrida awahama Mahasiswa Semiprofessional bikarbonat Mancanegara Subseksi biokimia Monoteisme Swadaya caturtunggal Multilateral Telepon dasawarsa Narapidana Transmigrasi .) Misalnya: bertepuk tangan garis bawahi menganak sungai sebar luaskan 3. Huruf E. Huruf E. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. Bab III. Butir 5. Misalnya: mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Butir 5. Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

gabungan itu ditulis serangkai. (3) Jika kata maha. Misalnya: taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan C. Misalnya: anak-anak mata-mata berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri mondar-mandir buku-buku ramah-tamah . dan anti. kontra. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsurunsurnya. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. kecuali kata esa. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. seperti pro. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. Bentuk Ulang 1. tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan. dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. sebagai unsur gabungan. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. (5) Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya.dekameter Nonkolaborasi Tritunggal demoralisasi Pascasarjana Ultramodern Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital.

Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Huruf F. Butir 7. Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku → rak-rak buku (2) Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Kami mengundang orang2 yang berminat saja. seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Gabungan Kata 1. Misalnya: Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang2 baru. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku2 terbitan Jakarta. Mereka me-lihat2 pameran. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I. Misalnya: duta besar model linear kambing hitam orang tua .) Catatan: Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus. Bajunya ke-merah2-an D. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi 2.hati-hati sayur-mayur kuda-kuda serba-serbi kupu-kupu terus-menerus lauk-pauk tukar-menukar Catatan: (1) Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja.

au. dan oi tidak dipenggal. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Suku Kata 1. a. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: acapkali darmasiswa puspawarna adakalanya darmawisata radioaktif akhirulkalam dukacita saptamarga alhamdulillah halalbihalal saputangan apalagi hulubalang saripati astagfirullah kacamata sebagaimana bagaimana kasatmata sediakala barangkali kepada segitiga beasiswa kilometer sekalipun belasungkawa manakala sukacita bilamana manasuka sukarela bismillah matahari sukaria bumiputra padahal syahbandar daripada peribahasa waralaba darmabakti perilaku wiraswata E.simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis kereta api cepat luar biasa 2. Misalnya: pan-dai au-la . Huruf diftong ai. Misalnya: anak-istri Ali anak istri-Ali ibu-bapak kami ibu bapak-kami buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men Catatan: (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d.sau-da-ra am-boi c. Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e. Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua buah huruf vokal. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masingmasing melambangkan satu bunyi. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup (2) Pemenggalan kata tidak boleh menyebabkan munculnya satu huruf (vokal) di awal atau akhir baris. pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu. pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Misalnya: .

Huruf E. Misalnya: ge-lem-bung ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk (4) Pemenggalan tidak dilakukan pada suku kata yang terdiri atas satu vokal.. akhiran.. atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel itu. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but pe-nge-tik (2) Akhiran -i tidak dipisahkan pada pergantian baris.. Butir 2.) (3) Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Pemenggalan kata dengan awalan.itu → i-tu setia → se-ti-a 2. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an Catatan: (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. Bab III. . Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan .

seperti kepada dan daripada. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. F.Walaupun cuma cuma. badan hukum. Kata Depan Kata depan di. mereka tidak mau ambil makanan itu. Ia datang dari Surabaya kemarin. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Nama orang. Butir 3. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Dia masuk. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. ke. lalu keluar lagi. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. Cincin itu terbuat dari emas. Butir 2.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. Mari kita berangkat ke kantor. 3. (Lihat juga Bab II. pemenggalannya dilakukan di antara unsurunsur itu. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Bawa kemari gambar itu. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. Dia lebih tua daripada saya. . Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Huruf E. Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Bab III. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Huruf D. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain.) Misalnya: bio-grafi bi-o-gra-fi bio-data bi-o-da-ta foto-grafi fo-to-gra-fi foto-kopi fo-to-ko-pi intro-speksi in-tro-spek-si intro-jeksi in-tro-jek-si kilo-gram ki-lo-gram kilo-meter ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4.

Nasution Abdul Haris Nasution H. Misalnya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.) H. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. kah. jabatan.Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Singkatan nama orang.H.00 per helai. Partikel lah. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Butir 7.000. Hamid Haji Hamid . a. rumah itu tampak asri. Huruf I. ‘tiap’. Partikel per yang berarti ‘demi’. Singkatan dan Akronim 1. Partikel 1. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Adik pun membaca di tempat itu. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Harga kain itu Rp50. Bagaimanapun juga. 3. atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Jangankan dua kali. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. sapaan. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. tugas itu akan diselesaikannya. G. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: A. nama gelar. Misalnya: Apa pun permasalahannya. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. (Lihat Bab II. Sekalipun belum selesai. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Misalnya: Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Walaupun sederhana. Jika Ayah membaca di teras.

yang bersangkutan Yth. Yang terhormat Catatan: .Suman Hs.E.B. kepada tgl. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik.Sos sarjana sosial S. saudara Kol. tanggal hlm. sarjana ekonomi S. bapak Sdr. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik.M.Si. yang dl. magister sains S. Misalnya: dll. master of business administration M.A. Supratman Wage Rudolf Supratman M. sarjana kesehatan masyarakat Bpk. Suman Hasibuan W.K. jumlah kpd.Kom sarjana komunikasi S. dan sebagainya dst. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT perseroan terbatas SD sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. dalam No. sama dengan atas ybs. dan seterusnya sda. badan atau organisasi. halaman yg.Hum. dan lain lain dsb. magister humaniora M.R. Misalnya: jml.

takaran. singkatan satuan ukuran. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat-menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. timbangan. atas nama d. Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b.a. a. Lambang kimia. Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c.n. untuk beliau u. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali . untuk perhatian e.b. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2. d.p. dengan alamat u.Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya: a. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus.2.000.8. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.3. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. V (5. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. III. X.1. V. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. C (100). VIII. M (1. 15 orang tidak setuju.9 Angka : I.000). VI. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. 2. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. L (50). dan 250 sedan.000). Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. Angka dan Bilangan Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata.5.000) 1. dan 5 orang tidak memberikan suara. Panitia mengundang 250 orang peserta. II. jika lebih dari dua kata. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. 3.tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. 100 minibus. D (500).7. . Angka Arab : 0.4. I. M Romawi (1. IV. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.6. IX. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. VII. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku.

Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang. 5.10* ¥100 2.000.2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) . Misalnya: 0. 5 Hotel Mahameru. Misalnya: Bab X. dan isi. (c) nilai uang. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. luas.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. Kamar 169 6. seperti Rp. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. (b) satuan waktu. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7.00 10 persen US$3. £. Bilangan utuh Misalnya: dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b. (2) Penulisan lambang mata uang. 15 Jalan Wijaya No.00 Rp5. berat. a. apartemen. Pasal 5. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. dan (d) jumlah. US$. rumah.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter pukul 15. 14 Apartemen No. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. atau kamar.50* 27 orang £5. kecuali di dalam tabel. Bilangan pecahan Misalnya: setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0.4. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.00. 11.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) uang 5. Bukti pembelian barang seharga Rp5. Butir 5).000. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian.000. penulisannya harus tepat.500.000. seperti akta dan kuitansi). Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 15 20 /17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.8.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. Huruf E.00 (lima .000. Misalnya: lima lembar uang 1. 10.000. satu persen (1%) satu permil (1‰) Catatan: (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik. Bab III. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan.000. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. 9. Misalnya: a. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.000-an (uang lima-ribuan) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.

-ku. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku K.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. -mu. -mu. Rumahnya sedang diperbaiki.dan kau. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.ribu dolar). Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. Kata Ganti ku-. . Bukuku. bukumu. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. dan -nya Kata ganti ku. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Misalnya: Buku ini boleh kaubaca. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. J. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. -mu. -ku. kau-. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Kami banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan . tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya.BAB III PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini.

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya.saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan . 2. yaitu : a) Pemakaian huruf: • • • • • • • • • • • • • • • • • • Huruf abjad Hurus vocal Huruf konsonan Huruf diftong Gabungan Huruf konsonan Huruf capital Huruf miring Huruf tebal.kesempatan berikutnya. Ada beberapa hal yang dapat dijelaskan dalam pemakaian dan penulisan huruf berdasarkan EYD. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. Kesimpulan 1. b) Penulisan kata: Kata dasar Kata turunan Bentuk ulang Suku kata Gabungan kata Kata depan Partikel Singkatan dan akronim Angka dan bilangan . A.

DAFTAR PUSTAKA http://id.pdf (diakses tanggal 1 oktober 2011) .ac.wikisource. Saran Dalam penyusunan makalah ini yang berupa pemaparan pemakaian dan penulisan huruf ejaan yang disempurnakan telah dijelaskan tentang permasalahan-permasalahan tersebut. B.usu. pembelajaran tentang hal ini sebaiknya juga dilaksanakan melalui tindakan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempu rnakan (diakses tanggal 1 oktober 2011) repository.id/bitstream/123456789/17173/4/Chapter%20I.• Kata ganti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful