Kode KIM.

05

Ikatan Kimia

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

i

Kode KIM. 05

Ikatan Kimia

Penyusun

Drs. Bambang Sugiarto, M. Pd.
Editor
Dra. Utiyah Azizah, MPd. Drs. Diding Wahyuding, MS.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

ii

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

iii

sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, terutama tim penyusun modul (penulis, editor, tenaga komputerisasi modul, tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi, praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan, kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta diklat SMK Bidang pembelajaran untuk SMK. Jakarta, Desember 2004 a. n. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Adaptif untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, atau praktisi yang sedang mengembangkan modul

Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, M. Sc. NIP 130 675 814

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

iv

Kata Pengantar
Syukur Alhamdulillah modul ini telah terselesaikan tepat pada waktunya. Modul ini disusun sedemikian, sehingga diharapkan para pemakai dapat dengan mudah menggunakan. Beberap a gambar dan contoh sengaja diberikan agar para siswa Sekolah Menengah Kejuruan dapat memahami isinya. Dalam modul Ikatan Kimia ini akan dipelajari ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, ikatan logam dan tata namasenyawa kimia. Dengan mempelajari materi tersebut diharapkan para siswa dapat memiliki modal untuk dapat mempelajari materi selanjutnya. Mudah-mudahan modul ini bermanfaat dan para siswa dapat memperoleh kompetensi seperti yang diharapkan oleh kurikulum. Surabaya, Desember 2004 Penyusun

Bambang Sugiarto

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

v

................................................. Cek Kemampuan ................... Peta Kedudukan Modul................................................................................ Ikatan Kimia dan Tatanama vi .. Kegiatan Belajar ..................................... Rencana Belajar Peserta Diklat ........................ f. 1 1 1 2 3 5 II....................................................... Deskripsi .. 41 A.......... Kegiatan Belajar 1................................................ Kata Pengantar ............................................................................................... D.......................................................................... Glosary ....... 05................... Kata Pengantar ........... Tujuan Kegiatan Pembelajaran ........................ 41 KUNCI JAWABAN ..................................... Prasyarat ................... b............................................................................ a... 45 Modul Kim............................................ 43 A................ Tujuan Akhir ........................................................................ 6 7 7 7 8 34 35 38 39 III.................................... Tugas ........... d.............. Halaman Francis .......... c................................................................ Tes Formatif..................... E................................................................................ Petunjuk Penggunaan Modul..................... PENDAHULUAN A................................... 1............... PEMBELAJARAN A..................................................................... F........................... i ii iii v vi viii ix x I............ Tes tertulis ........... Tes tertulis .............. Daftar Isi ................. 43 KRITERIAN PENILAIAN.................................................................. C........................................................................................ B..................................................................................................... B.................................................. EVALUASI ............ e....................................................................................................................... Daftar Judul Modul .......................................................... Kompetensi...............Daftar Isi ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ..................... Uraian Materi..................................................... Rangkuman................................................................................................................................. Kunci Jawaban..............

........ PENUTUP . 46 DAFTAR PUSTAKA ......................................... 47 Modul Kim.....................................IV...................... Ikatan Kimia dan Tatanama vii ...... 05..............................................

Peta Kedudukan Modul MATERI DAN PERUBAHAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK KONSEP MOL IKATAN KIMIA DAN TATANAMA SENYAWA LARUTAN ASAM BASA REDOKS PENCEMARAN LINGKUNGAN THERMOKIMIA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI LAJU REAKSI SENYAWA KARBON KESETIMBANGAN POLIMER ELEKTROKIMIA KIMIA LINGKUNGAN Modul Kim. Ikatan Kimia dan Tatanama viii . 05.

09 KIM. 10 KIM. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul KIM. 04 KIM. 03 KIM. Ikatan Kimia dan Tatanama ix . 13 KIM. 16 Judul Modul Materi dan Perubahannya Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Konsep Mol Ikatan Kimia Larutan Asam Basa Reaksi Oksidasi dan Reduksi Pencemaran Lingkungan Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Elektrokimia Hidrokarbon dan Minyak Bumi Senyawa Karbon Polimer Kimia Lingkungan Modul Kim. 01 KIM. 05 KIM. 15 KIM. 11 KIM. 12 KIM. 05.Daftar Judul Modul No. 08 KIM. 14 KIM. 07 KIM. 02 KIM. 06 KIM.

kecuali helium memiliki 2 elektron. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat. Suatu atom yang menerima tambahan elektron sehingga atom tersebut menjadi ion yang bermuatan negatif. Penulisan elektron terluar suatu atom menggunakan tanda titik. 05.Glossary Istilah Elektron valensi Oktet Rumus elektron Lewis Kation Anion Ikatan ion Keterangan Elektron yang berada pada kulit terluar suatu atom. Teori atom tentang logam yang mana logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. Suatu atom yang melepaskan elektron terluarnya sehingga atom tersebut menjadi ion yang bermuatan listrik positif. Ikatan kovalen yang terjadi bila pasangan elektron yang digunakan secara bersama berasal dari salah satu atom. duplet). Ikatan yang terjadi pada senyawa ionik dengan cara serah terima elektron dari masing-masing atom yang bergabung. Senyawa yang terbentuk dari atom-atom unsur yang keelektronegatifannya sama atau senyawa yang mempunyai momen dipol nol. Atau terjadinya suatu senyawa ionik akibat adanya gaya tarik-menarik antara kation dengan anion. sehingga mempunyai momen dipol lebih dari nol. (Semua gas mulia mempunyai elektron valensi 8 elektron. Ikatan Kimia dan Tatanama x . Ikatan yang terjadi pada senyawa kovalen dengan cara menggunakan pasangan elektron secara bersamasama oleh atom-atom yang berikatan. Elektron valensi yang banyaknya 8 elektron. Senyawa yang terbentuk dari atom-atom unsur yang berbeda keelektronegatifannya. sehingga relatif bebas bergerak. Ikatan kovalen Ikatan kovalen koordinasi Senyawa polar Senyawa non polar Teori lautan elektron Modul Kim.

Jawablah tes formatif dengan jawaban singkat dan jelas. Di samping itu Anda juga tersebut amat diperlukan untuk dapat memahami modul ini. Ikatan Kimia dan Tatanama 1 . Deskripsi Dalam modul ini Anda akan mempelajari beberapa jenis ikatan kimia. Petunjuk Penggunaan Modul 1. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika dirasa perlu konsultasikan dengan guru/instrukturt. 4. PENDAHULUAN A. dan ikatan logam. Kerjakan tes formatif dan evaluasi sebagai sarana latihan Anda. serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. yaitu ikatan ion. Modul Kim. 05. karena dalam skema modul akan tampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini di antara modul-modul lainnya. Pahami setiap materi yang akan menunjang penguasaan Anda dengan membaca secara teliti. karena kedua materi menentukan bentuk molekul suatu senyawa kovalen. ikatan kovalen. ikatan kovalen koordinasi. Bila terdapat penugasan. C. Pada akhir modul ini Anda juga akan dapat menentukan rumus suatu molekul beserta namanya bila ditunjukkan atom-atom pembentuknya beserta bilangan oksidasinya. 3. 2. Di samping itu Anda juga akan dapat mengetahui berbagai cara bagaimana kepolarannya. Prasyarat Sebelum Anda mempelajari sudah harus menguasai materi modul ini dengan materi Ikatan Kimia. B. Sistem Periodik. serta Anda harus telah menguasai materi Teori Atom.BAB I. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti.

11. rangkap dua. 5. 10. Ikatan Kimia dan Tatanama 2 . dan rangkap tiga serta contoh senyawanya.5. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisis logam. Membandingkan sifat fisis senyawa ion dengan senyawa kovalen. 05. 6. 2. Catatlah kesulitan yang Anda temui dalam modul ini dan tanyakan kepada guru/instruktur pada saat kegiatan tatap muka. Memperediksi jenis-jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa. Memberikan rumus molekul beserta namanya. 9. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. 13. 12. Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya dengan keelektronegatifan. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa contoh senyawa sederhana. Modul Kim. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. 4. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron. 8. Menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul. 3. D. Bacalah referensi yang berhubungan dengan materi modul ini agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan. 7. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa.

MATERI POKOK PEMBELAJARAN KRITERIA UNJUK KERJA ? Konfigurasi elektron gas mulia dan bukan gas mulia digambarkan sesuai ketentuan.E. ? Penjelasan teori oktet dan duplet. ? Pembentukan ikatan ion. Article I. Mendeskripsikan terjadinya ikatan ion : IKATAN KIMIA : Program Adaptif : KIMIA/KIM. ? Terjadinya pembentukan ikatan ion dijelaskan sesuai teori oktet dan duplet. ? Pembentukan ion positif dan negatif. KETERAMPILAN ? Menghubungkan berbagai jenis senyawa dengan ikatan ion. Ikatan Kimia dan Tatanama 3 . Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Matadiklat/Kode Durasi Pembelajaran SUB KOMPETENSI 1. SIKAP ? Aktif memberikan contoh senyawasenyawa yang berikatan ion. ? Penjelasan pembentukan ion. 05 : 16 jam @ 45 menit LINGKUP BELAJAR ? Teori duplet dan oktet. Modul Kim. 05. ? Penjelasan pembentukan ikatan ion. PENGETAHUAN ? Pejelasan konfigurasi elektron gas mulia.

? Struktur Lewis. Modul Kim. Ikatan Kimia dan Tatanama 4 . ? Pengertian ikatan kovalen. rangkap dua dan rangkap tiga dibandingkan berdasarkan jumlah pasangan elektron yang digunakan berikatan. tiga. ? Ikatan kovalen tunggal dan rangkap dua. Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen ? Terbentuknya ikatan kovalen tunggal. ? Kepolaran ikatan kovalen dijelaskan sesuai dengan keelektronegatifan. ? Penjelasan keelektronegatifan. 05. ? Ikatan kovalen polar dan non polar. ? Menghubungkan berbagai jenis senyawa dengan ikatan kovalen. ? Cermat menunjukkan senyawa-senyawa yang berikatan kovalen. ? Penjelasan tentang struktur Lewis. ? Ikatan kovalen koordinasi. ? Terbentuknya ikatan kovalen koordinasi dijelaskan berdasarkan contoh senyawa sederhana.2.

ikatan kovalen. Apakah semua atom unsur-unsur bersifat stabil? 2. Mengapa logam dapat dibengkokkan dan diulur. ikatan kovalen koordinasi. sedangkan kapur tidak dapat? Modul Kim.F. Cek Kemampuan 1. Bagaimanakah cara atom mencapai kestabilan? 3. sedang tetesan bensin tidak? 5. 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ikatan ion. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama 5 . Mengapa tetesan air dapat ditarik oleh medan magnet.

Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen. Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. Jenis Kegiatan Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu Modul Kim. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. Jika ada perubahan dari rencana semula.BAB II. RENCANA BELAJAR SISWA KOMPETENSI SIB KOMPETENSI : Mendeskripsikan terjadinya ikatan kimia. Mendeskrtipsikan terjadinya ikatan ion 2. PEMBELAJARAN A. Ikatan Kimia dan Tatanama 6 . 05. : 1.

B. 9. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. jenis-jenis ikatan yang terjadi pada berbagai pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran Modul Kim. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa. 13. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia. dan rangkap tiga serta contoh senyawanya. 12. Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya dengan keelektronegatifan. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisis logam. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa contoh senyawa sederhana. 05. Memprediksi senyawa. Membandingkan sifat fisis senyawa ion dengan senyawa kovalen. 5. rangkap dua. Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron. 4. Kegiatan Belajar 1 a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan ini. 7. 10. diharapkan Anda mampu: 1. Menentukan rumus molekul dan namanya. 2. 3. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan-nya dengan cara berikatan dengan unsur lain. Menjelaskan molekul. 6. KEGIATAN BELAJAR 1. 8. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. 11. Ikatan Kimia dan Tatanama 7 .

sehingga atomatom gas mulia tidak menerima elektron ataupun melepaskan elektron terluarnya. Unsurunsur gas mulia hampir tidak membentuk ikatan dengan atom lain dan karena tidak reaktifnya maka sering disebut gas inert. Tetapi ada enam unsur lain yang tidak bersifat demikian. 05.b. dan argon dengan struktur elektron (disebut rumus titik elektron Lewis) sebagai berikut. dan radon (86Rn). semua gas mulia memiliki 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya. Gambar 1. neon ( Ne). neon. 2 10 argon (18Ar). Modul Kim. krypton (36Kr). Hal inilah yang menyebabkan mengapa gas mulia sangat stabil. Gas mulia yang paling dikenal adalah helium. Ikatan Kimia dan Tatanama 8 . Struktur Elektron Helium. dan Argon Kecuali helium yang memiliki 2 elektron (duplet). yaitu unsur-unsur gas mulia yang terdiri dari: helium ( He). Uraian Materi KONFIGURASI ELEKTRON YANG STABIL Hampir semua atom membentuk ikatan dengan atom-atom lain. Neon. xenon (54Xe). Susunan yang demikian menurut Kossel dan Lewis sangat stabil.

Perubahan Struktur Elektron Atom Na menjadi Ion Na+ b. 05. Konfigurasi elektron gas mulia Lambang Unsur 2He 10Ne 18Ar 36Kr 54Xe Jumlah Elektron Pada Kulit K L M N O 2 2 2 2 2 8 8 8 8 8 8 18 18 8 18 Elektron Valensi 2 8 8 8 8 Atom-atom lain agar stabil berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Menerima tambahan elektron dari atom lain sehingga terjadi ion negatif (anion). Atom 11Na (2. 1) Ion + 11Na 2. 8. Ikatan Kimia dan Tatanama 9 . atom Na yang tidak stabil melepaskan satu elektron valensinya menjadi ion Na+ dengan konfigurasi elektron seperti neon. 8 Gambar 2. Kecenderungan ini bisa terjadi dengan membentuk ikatan kimia antar atom yang satu dengan atom lainnya. Misalnya. Cara untuk mencapai hal itu adalah: a. sehingga menjadi ion Cl.dengan konfigurasi elektron seperti argon. Misalnya. atom Cl yang tidak stabil menerima tambahan satu elektron. Melepaskan elektron terluarnya sehingga terjadi ion positif (kation).Tabel 1. Modul Kim.

8. 8. 7) yang tidak stabil bisa menjadi stabil dengan cara menggunakan bersama satu pasang elekltron dengan atom klor yang lain sehingga terbentuk molekul fluor. 8 Gambar 3. Pembentukan molekul dengan cara ketiga ini disebut ikatan kovalen. Ikatan Kimia dan Tatanama 10 .Atom 17Cl (2. 05. 8. Atom 17Cl (2. Dengan demikian masing-masing atom akan memiliki konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia argon (2. c. 8 Gambar 4. 7) Ion 17Cl 2. Menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama oleh atomatom yang berikatan. F2. Atom 17Cl Atom 17Cl Molekul Cl2. 8. setiap Cl konfigurasi elektronnya 2. 8). 8. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Ion ClSerah terima elektron yang terjadi dari penggabungan kedua cara di atas disebut ikatan ion. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Molekul Cl2 Modul Kim.

8.. Transfer elektron Atom Na Ion Na+ Atom Cl Ion Cl- Gambar 5. yaitu atom natrium melepaskan sebuah elektron valensinya sehingga terjadi ion natrium.IKATAN ION Garam dapur yang disebut natrium klorida. Ikatan Kimia dan Tatanama 11 . NaCl merupakan contoh yang mudah untuk memahami terjadinya ikatan ion. 7) + e Na+ (2. Terbentuklah natrium klorida. NaCl. 05. NaCl Modul Kim. 8) Selanjutnya ion klorida dan ion natrium saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis sehingga terjadi ikatan ion. Disini terjadi serah terima elektron. 1) Cl (2.(2. Cl. Serah Terima Elektron Pada Pembentukan Natrium Klorida. 8) + e Cl. 8. 8. Na+ dan elektron ini diterima oleh atom klor sehingga terjadi ion klorida. Na (2.

Susunan Ion dalam Kristal Natrium Klorida.. 8) + 2e Cl. 05. Mg (2. Gambar 6. 8) ] 2x Ion-ion magnesium dan klorida melakukan tarik-menarik dengan gaya elektrostatis sehingga terbentuk MgCl2.Secara sederhana kristal NaCl digambarkan seperti berikut. MgCl2. 8. NaCl Mari kita perhatikan magnesium klorida. Setiap atom logam magnesium melepaskan dua elektron pada kulit terluarnya membentuk ion Mg2+. 8.(2. Ikatan Kimia dan Tatanama 12 . Ikatan Ion yang terbentuk pada Magnesium Klorida. MgCl2 Modul Kim. Cl . 2) [ Cl (2. 8. Lihat gambar 7 berikut. Dua elektron ini diserahkan kepada dua atom non-logam klor sehingga terbentuk dua ion klorida. A tom klor Atom magnesium A tom klor Ion klorida Ion magnesium Ion klorida Gambar 7. 7) + e Mg2+ (2.

...: 1 x (1. Ikatan ion terjadi antara atom-atom logam dengan non-logam. muatannya menjadi seimbang jika dua ion Al3+ berikatan dengan tiga ion O 2. misalnya kalsium nitrat yang dibentuk dari ion Ca2+ dan ion NO 3. Muatan kedua ion ini akan seimbang jika satu ion Ca2+ berikat-an dengan dua ion NO3. muatan Satu ion Na+ : 1 x (1+) = 1+ Satu ion Cl. Ikatan Kimia dan Tatanama 13 . Dalam ikatan ion jumlah elektron yang dilepas logam sama dengan jumlah elektron yang diterima oleh non-logam. Dengan cara yang sama berlaku pula untuk ion yang lebih kompleks.) = 2- Rumus aluminium oksida adalah Al2O 3. tetapi sering ditulis seimbang : 1 x (1. Modul Kim.. muatan Satu ion Mg2+: 1 x (2+) = 2+ Dua ion Cl - seimbang Jadi rumus natrium klorida adalah Na1Cl1.) = 1sebagai NaCl muatan Satu ion Mg2+: 1 x (2+) = 2+ Dua ion Clsebagai MgCl2 Aluminium oksida yang mengandung ion Al3+ dan ion O2. Jadi rumus kalsium nitrat adalah Ca(NO3)2.) = 2- seimbang Rumus magnesium klorida adalah Mg1Cl2. 05.Senyawa-senyawa seperti NaCl dan MgCl2 yang berupa padatan terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ionik. tetapi sering ditulis : 1 x (1.

dan ada beberapa zat berupa padatan tersusun atas atom-atom yang menggunakan ikatan kovalen. Gas hidrogen yang merupakan molekul H2 terdiri dari dua atom hidrogen yang saling menyumbangkan elektronnya sehingga masing-masing atom hidrogen memiliki konfigurasi elektron yang stabil. Dalam senyawa ion banyaknya muatan positif dan muatan negatif adalah seimbang. elektron pada atom pertama diberi tanda titik kecil dan atom lainnya Modul Kim. IKATAN KOVALEN Zat-zat lain di sekitar kita berupa molekul-molekul gas. Dua atom nonlogam saling menyumbangkan elektron sehingga tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik bersama.? Atom-atom membentuk ikatan ion melalui serah terima elektron. atom yang menerima elektron membentuk ion negatif (anion). cair. Senyawa yang berikatan kovalen juga disebut senyawa kovalen. Ikatan ion terbentuk dari atom logam dengan atom nonlogam. 05. Atom-atom yang sama atau hampir sama keelektronegatifannya cenderung membentuk ikatan kovalen dengan menggunakan pasangan elektron bersama. Jika kita perhatikan gambar 8. agar konfigurasi elektronnya penuh seperti gas mulia helium maka hidrogen memerlukan satu elektron lagi (gambar 8). Ikatan ion merupakan gaya tarik menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif. Hampir semua senyawa kovalen terbentuk dari atom-atom non-logam. Atom yang melepas elektron membentuk ion positif (kation). Ikatan Kimia dan Tatanama 14 . Atom hidrogen memiliki sebuah elektron pada kulit pertamanya. ? ? ? ? Ion-ion memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia.

). Pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen ditandai oleh garis penghubung (. Ikatan Kovalen antara Dua Atom Hidrogen Air mengandung molekul H2O. Dua ikatan kovalen dalam molekul air. Gambar 11.dengan titik besar. Metana yang memiliki Empat Ikatan Kovalen Modul Kim. Pembentukan molekul metana. Konfigurasi Elektron Hidrogen dan Helium Gambar 9. atau Gambar 10. Jadi atom oksigen dapat membentuk dua ikatan kovalen dalam molekul H2O. CH4 dapat kita ikuti pada gambar 11. 4 memerlukan 4 elektron tambahan agar seperti gas mulia neon. sehingga karbon membentuk 4 ikatan kovalen. Kedua elektron itu diperoleh dari dua atom hidrogen. Atom karbon dengan konfigurasi elektron 2. Atom oksigen yang mempunyai 6 elektron valensi membutuhkan 2 elektron lagi agar seperti gas mulia. Ikatan Kimia dan Tatanama 15 . 05. Gambar 8.

sedang ion H+ dapat menerima satu pasang elektron untuk menjadi lebih stabil karena mempunyai konfigurasi elektron helium. Ikatan antara NH3 dengan ion Modul Kim. Molekul NH 3 mempunyai satu pasang elektron yang belum digunakan bersama. 05. Ikatan rangkap dua pada CO2 dan rangkap tiga pada IKATAN KOORDINASI Tidak semua ikatan kovalen yang terjadi. ikatan kovalen rangkap dua mengandung empat elektron. NH4+. N2 setiap atomnya menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersamasama sehingga setiap atom N memiliki elektron valensi 8. Ikatan Kimia dan Tatanama 16 . sedang dalam ikatan rangkap tiga terdapat enam elektron. N=N Molekul CO2 N2 ? ? ? Atom-atom membentuk ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron. CO2 terdapat dua buah ikatan rangkap dua. Pada molekul karbon dioksida.Beberapa atom dapat membentuk ikatan rangkap. sedang atom lainnya menggunakan pasangan elektron itu untuk berikatan. Ketiga atomnya sekarang masingmasing memiliki 8 elektron terluar. Pada ikatan kovalen tunggal mengandung dua elektron. Dalam ikatan kovalen setiap atom memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Beberapa molekul ada yang pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom saja. elektron-elektronnya diperoleh dari sumbangan atom-atom yang membentuk ikatan. Oleh karena itu pasangan elektron tersebut dapat digunakan bersama oleh molekul NH3 dan ion H+ sehingga terbentuk ion amonium. Molekul N2 Gambar 12. Sedang pada molekul nitrogen. Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom non-logam.

Pada Tabel 2 juga dicontohkan beberapa molekul dengan atom pusat dilembangkan A.H+ ini juga merupakan ikatan kovalen yang diberi nama ikatan kovalen koordinasi. Adanya ikatan kovalen koordinasi ditandai dengan anak panah ?. atau pasangan elektron bebas (PEB). Hubungan banyaknya pasangan elektron dengan struktur ruang disajikan pada Modul Kim. Pasangan elektron tersebut dapat berupa pasangan elektron yang membentuk ikatan (PEI) dan pasangan elektron yang tidak membentuk ikatan Tabel 2. Sering ditemui bentuk suatu molekul tidak sesuai dengan struktur ruangnya. dan pasangan elektron bebas diberi lambang E. atom-atom yang terikat pada atom pusat diberi lambang X. NH4+ STRUKTUR RUANG DAN BENTUK MOLEKUL Sidgwick Powell dan Nylholm Gillespie menyatakan. ? Kedudukan baru dari pasangan elektron ini menentukan bentuk molekul. Ikatan Kimia dan Tatanama 17 . Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi pada Ion Amonium. Hal ini disebabkan adanya beberapa molekul yang mempunyai pasangan-pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan (pasangan elektron bebas). 05. bahwa: ? Pasangan-pasangan elektron tersusun mengelilingi atom pusat sehingga tolak menolak antara pasangan-pasangan elektron ini seminimal mungkin. Gambar 13.

Struktur Ruang Molekul Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama 18 .Tabel 2.

05. Ikatan Kimia dan Tatanama 19 .Modul Kim.

Ikatan Kimia dan Tatanama 20 .Latihan Contoh 1: Ramalkan bentuk molekul BeF2 Elektron valensi Be BeF2 netral Elektron dari 2 F Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 2: Ramalkan bentuk molekul BF3 Elektron valensi B BF3 netral Elektron dari 3 F Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron 6/2 = 3 Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 3: Ramalkan bentuk molekul CH 4 Elektron valensi C CH4 netral Elektron dari 4 H Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 4: Ramalkan bentuk molekul NH 3 Elektron valensi N NH3 netral Elektron dari 3 H Jumlah elektron 5 0 3 8 4 0 4 8 8/2 = 4 : tetrahedral : tetrahedral : segitiga datar : segitiga datar 3 0 3 6 2 0 2 4 4/2 = 2 : linier (garis lurus) : linier (garis lurus) Modul Kim. 05.

Ikatan Kimia dan Tatanama 21 .Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Pasangan elektrin ikatan (PEI) Pasangan elektron bebas (PEB) Bentuk Molekul Contoh 5: Ramalkan bentuk molekul PCl5 Elektron valensi P PCl5 netral Elektron dari 5 Cl Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul 8/2 = 4 : tetrahedral =3 =1 : Piramid alas segitiga 5 0 5 10 10/2 = 5 : trigonal bipiramida : trigonal bipiramida Modul Kim. 05.

Molekul-molekul seperti HCl ini disebut molekul polar. Misalnya.KEPOLARAN Molekul kovalen diatomik yang terbentuk dari atom-atom yang berbeda. Akibatnya. atom Cl lebih bermuatan negatif (polar negatif. d+). pada molekul HCl. Jadi kedudukan pasangan elektron yang digunakan berikatan lebih mendekati atom klor. d. Ikatan Kimia dan Tatanama 22 . setiap atomnya mempunyai daya tarik terhadap elektron juga tidak sama sehinga kedudukan pasangan elektron akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif. sedang molekul kovalen diatomik yang terbentuk dari atom yang sama seperti H2 merupakan molekul nonpolar.) dan kelebihan muatan positif ada pada atom H (polar positif. Semakin besar harga momen dipol. sehingga terjadi pemisahan muatan dan terbentuk dipol (dwikutub). semakin polar senyawa yang bersangkutan atau mendekati ke sifat ionik. Pada senyawa non-polar mempunyai momen dipol nol.d Dengan: µ = momen dipol dalam satuan Debye q = muatan dalam satuan s. semakin polar molekul yang terbentuk Untuk mengetahui besarnya kepolaran suatu senyawa digunakan momen dipol. Momen Dipol adalah hasil kali muatan dengan jarak antara kedua muatan tersebut µ = q. atom klor mempunyai kemampuan menarik elektron lebih kuat daripada atom hidrogen. s (satuan elektrostatis) d = jarak dalam satuan ? (angstrom) Modul Kim. e. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan. 05.

593 6. 5. Tabel 3. 4. Dekatkan batang magnet (atau penggaris plastik yang telah digosok-gosok pada kain sehingga terjadi magnet elektrostatis).109 1. benzen.112 0. Apabila tetesan zat ditarik ke arah magnet berarti zat itu merupakan senyawa polar. senyawa non-polar Modul Kim. 1. Amati!. dan a b Gambar 14.159 0. 3. sehingga zat keluar pelan-pelan.827 7. dan akan asam karbon dibuktikan kepolarannya seperti: aquadest klorida lain-lainnya. Siapkan beberapa air sebuah zat buret yang (H2O).156 % Sifat Ion 0 2 3 6 11 12 18 41 73 76 78 79 82 82 84 88 (HCl). Ikatan Kimia dan Tatanama 23 . 05.129 5. Momen Dipol Beberapa Senyawa Molekul H2 CO 2 NO HI ClF HBr HCl HF LiCl LiH KBr NaCl KCl KF LiF NaF Momen Dipol 0 0.269 8.Percobaan Untuk mengetahui apakah suatu senyawa bersifat polar atau non polar. Bukalah kran buret. Pengaruh medan magnet terhadap a.001 10.628 9. tetraklorida (CCl4). Senyawa polar dan b.327 8. ikuti percobaan berikut. 2.448 0. Isilah buret dengan zat yang ingin diketahui sifatnya.882 10.888 0.828 1.

dan molekul H 2O (polar) MEMPREDIKSI JENIS IKATAN Terjadinya ikatan ion atau ikatan kovalen pada suatu senyawa ditentukan oleh besarnya perbedaan keelektronegatifan dari kedua atom yang bergabung dalam senyawa tadi. atom O lebih elektronegatif daripada atom C. Pada molekul CO2. Pada molekul H2O.Kepolaran molekul poliatom ditentukan oleh: a) kepolaran ikatan dan b) struktur ruang molekul. Apabila salah satu atom Cl diganti oleh atom lain misalnya H. sehingga elektron akan lebih mendekat ke atom O. 05. Grafik pada Gambar 16 berikut mengilustrasikan membentuk senyawa tadi. sehingga H2O merupakan molekul yang polar. molekul CO2 (non-polar). kedua momen dipol tidak saling meniadakan karena molekul ini mempunyai bentuk V dengan sudut 105o. Mari kita perhatikan molekul CCl4. Ikatan Kimia dan Tatanama 24 . karena struktur molekul tersebut simetris maka momen dipol yang terjadi saling meniadakan dan bersifat non-polar. Akan tetapi. hubungan prosentase besarnya sifat ionik suatu senyawa dengan perbedaan keelektronegatifan atom-atom yang Modul Kim. Sekalipun ikatan C Cl bersifat polar. maka diperoleh molekul yang bersifat polar. Molekul CCl4 (non-polar). Gambar 15 a. karena momen dipol ke arah kedua atom oksigen ini berlawanan maka akan saling meniadakan sehingga molekul CO 2 bersifat non-polar dengan bentuk molekul linier. yang mempunyai bentuk molekul tetrahedaral dengan atom C sebagai pusat dan atom-atom Cl pada sudut-sudutnya.

bila perbedaan keeletronegatifannya atom-atom pembentuknya semakin besar.67 maka ikatannya adalah kovalen. Perbedaan kelektronegatifan vs prosentase sifat ikatan ion Dari grafik di atas dapat disimpulkan. 2. Dari sini kita dapat Modul Kim.Persen sifat ikatan ion Perbedaan keelektronegatifan Gambar 16.67 akan terbentuk 50% ikatan ion dan 50% ikatan kovalen. 05. dapat kita lihat bahwa dua atom dengan perbedaan keelektronegataifan sekitar 1. Jika dua atom yang berikatan memiliki perbedaan keeletronegatifan kurang dari 1. mengatakan. Ikatan Kimia dan Tatanama 25 . bahwa: 1. Dari Tabel 4 berikut. Jika bila perbedaan keeletronegatifannya lebih dari 1. bahwa: Prosentase sifat ionik senyawa bertambah besar.67 maka terbentuk ikatan ion.

19 30% 70% 1.0 = 1.91 60% 40% 2.Tabel 4. SIFAT FISIS SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN a. 05. keduanya memiliki perbedaan keelektronegatifan sebesar = 3. akan tetapi pada suhu ini ikatan kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus.0 – 2. molekul-molekul air dalam ketel diputus Modul Kim.43 40% 60% 1. Kita bisa memprediksi bahwa kedua unsur itu membentuk ikatan ion.00 0% 100% 0.65 10% 90% 0. 2 = 2.19 70% 30% 2.54 80% 20% 3. Dengan pemanasan sampai 100oC.5 – 1.03 90% 10% % Sifat Ionik % Sifat Kovalen Bila magnesium beraksi dengan oksigen.94 20% 80% 1. Uap air air Gambar 17.3. Titih Didih Air. H O merupakan senyawa kovalen.0 memiliki bentuk ikatan kovalen. Prosentase sifat ikatan Perbedaan Keelektronegatifan 0. Ikatan Kimia dan Tatanama 26 . Ikatan kovalen yang 2 mengikat antara atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup kuat. Keadaan inilah yang menyebabkan air yang cair itu mudah berubah menjadi uap air bila dipanasi sampai sekitar 100o C.67 50% 50% 1. sedangkan gaya yang mengikat antar molekulmolekul air cukup lemah. Sedangkan bila boron dengan nitrogen dengan perbedaan keelektronegatifan sebesar 3.

Ikatan Kimia dan Tatanama 27 . sedang senyawa ion mempunyai titik didih yang tinggi (rata-rata di atas suhu 900oC). Hampir semua senyawa kovalen mempunyai titik didih yang rendah (rata-rata di bawah suhu 200oC). molekul senyawa kovalen Sebagian besar senyawa kovalen yang mudah menguap sering berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas.Garam dapur. sehingga untuk memutuskan ikatan tersebut dibutuhkan panas yang sangat besar. Parfum dan bahan pemberi aroma merupakan senyawa kovalen. NaCl adalah senyawa ionik yang meleleh pada suhu 801oC dan mendidih pada suhu 1517 oC. Molekulmenghasilkan bau yang khas. Hal ini tidak diperoleh pada sifat senyawa ionik. Kemudahan Menguap Banyak sekali berbagai bahan yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari merupakan senyawa kovalen seperti ditunjukkan pada gambar 18. Gambar 18. 05. NaCl mempunyai titik didih tinggi karena mengandung ikatan ion yang sangat kuat. b. Beberapa bahan yang mengandung senyawa kovalen Modul Kim.

natrium klorida banyak diperoleh dalam air laut. Misalnya. Senyawa kovalen pada berbagai wujud tidak dapat menghantar arus listrik. Perbandingan Sifat Ikatan Ion dengan Ikatan Kovalen Sifat Titik Didih Kemudahan menguap Daya Hantar Lelehan maupun Ikatan Ion mempunyai titik leleh yang tinggi Sulit menguap Ikatan Kovalen mempunyai titik leleh yang rendah Mudah menguap dan memberikan bau yang khas Tidak menghantar 28 dengan air dan membentuk ion-ion. minyak tanah. Larutan senyawa ionik yang dilarutkan ke dalam air juga dapat menghantar arus listrik.c. Tabel 5. asam sulfat bila dilarutkan ke dalam air akan membentuk Modul Kim. Namun ada beberapa senyawa kovalen yang dapat melarut dalam air karena terjadi reaksi ion hidrogen dan ion sulfat. d. alkohol. Misalnya. Senyawa ionik tidak dapat melarut dalam pelarut organik. misalnya bensin. Ikatan Kimia dan Tatanama . Kelarutan Banyak senyawa ion yang dapat melarut dalam air. Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak mengandung ion-ion sehingga posisi molekulnya tidak berubah. tetapi bila padatan ionik dipanaskan sampai suhu tinggi sehingga diperoleh lelehannya maka dapat menghantar arus listrik. Daya hantar Listrik Senyawa ion dalam keadaan padatan tidak dapat menghantar arus listrik. Kebanyakan senyawa kovalen tidak dapat melarut dalam air. Perbedaan utama antara senyawa ion dengan senyawa kovalen disimpulkan pada Tabel 5 berikut. Pelarut organik merupakan senyawa karbon. Pada keadaan lelehan atau larutan ionionnya dapat bebas bergerak. dan aseton. tetapi mudah melarut dalam pelarut organik. 05.

Ikatan Kimia dan Tatanama 29 . memiliki titik leleh dan kerapatan yang tinggi. logam Gambar 19 berikut mengilustrasikan suatu dengan elektron-elektron membentuk suatu “lautan” muatan negatif. bahwa logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dalam bentuk bola-bola keras dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. Struktur Logam menurut Teori “Lautan Elektron” Model lautan elektron ini sesuai dengan sifat-sifat logam. ulet karena dapat direntang menjadi kawat. Hal ini dapat dimengerti mengapa logam bersifat sebagai penghantar panas dan listrik yang baik. seperti: dapat ditempa menjadi lempengan tipis. Ion-ion positif dalam lautan elektron Gambar 19. Modul Kim. 05. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat (karena energi ionisasinya rendah). Logam dapat dimampatkan dan direntangkan tanpa patah.Listrik larutannya dalam air listrik listrik pada dapat menghantar arus berbagai wujud Kelarutan dalam air Kelarutan dalam pelarut organik Pada umumnya melarut dalam air Tidak dapat melarut Dapat melarut Sulit larut dalam air IKATAN LOGAM DAN SIFAT-SIFATNYA Drude dan Lorentz mengemukakan model. sehingga relatif bebas bergerak. dan juga model mengkilat.

Keadaan yang demikian ini berbeda dengan kristal ionik. menjadi retak (gambar 20 b. ) a b Gambar 20. Hal ini disebabkan adanya pergeseran ion positif dan negatif sedemikian rupa sehingga ion positif be rdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif. keadaan yang demikian ini mengakibatkan terjadi tolak-menolak sehingga kristal ionik. Dalam kristal ionik. Hal ini disebabkan mobilitas lautan elektron di antara ion-ion positif meru-pakan penyangga (Gambar 19). Adanya Tekanan terhadap kristal ionik Modul Kim.karena atom-atom dalam struktur kristal harus berkedudukan sedemikian rupa sehingga atom-atom yang bergeser akan tetap pada kedudukan yang sama. Ikatan Kimia dan Tatanama 30 . gaya pengikatnya adalah gaya tarik menarik antar ion-ion yang muatannya berlawanan dengan elektron valensi yang menempati kedudukan tertentu di sekitar inti atom. maka akan terjadi keretakan atau pecah. misalnya NaCl. 05. Bila kristal ionik ini ditekan.

2 kecuali dalam peroksida. Dalam senyawa. 2. 3. O 2. Ikatan Kimia dan Tatanama 31 . 2. Kebanyakan logam kerapatannya rendah Kebanyakan non-logam titik leleh dan titik didihnya rendah 5. Biasanya rapuh dan patah bila dibengkokkan atau diulur. Kebanyakan logam mempunyai titik leleh dan titk didih yang tinggi. P4. Padatan non-logam biasanya bukan penghantar listrik. Tidak mengkilap. 2.Perbandingan sifat-sifat fisis logam dengan non logam ditabulasikan berikut. Kebanyakan logam mempunyai kerapatan yang besar 6. 3. 5. Mempunyai kilap logam Kuat dan keras (bila digunakan sebagai logam paduan atau alloy) Logam 1. Fe. 7. Unsur-unsur dalam keadaan bebas atau tidak berikatan dengan unsur lain. 1 atom O = . Dalam NaH bilangan oksidasi H = -1. seperti NaH (natrium hidrida). N2. Sukar menghantar panas Non-logam BILANGAN OKSIDASI DAN TATANAMA Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang ditetapkan sebagai berikut: 1. Modul Kim. seperti: C. Dapat dibengkokkan dan diulur. b. Bilangan oksidasi 1 atom O dalam peroksida = -1. 4. Penghantar panas yang baik 6. 4. Kebanyakan non-logam tidak kuat dan lunak. bilangan oksidasi: a. 7. S 8 mempunyai bilangan oksidasi = 0 (nol). 1 atom H = +1 kecuali pada hidrida. 05. Padatan logam merupakan penghantar listrik yang baik. Al. Perbandingan sifat-sifat fisis logam dengan non logam 1. Tabel 5.

2. maka bilangan oksidasi P = + 5 Dengan menggunakan bilangan oksidasi dapat ditentukan rumus molekul suatu senyawa. Rumus molekul apa sajakah yang terbentuk antara S dengan O? S-2 dengan O -2 tidak terjadi S+4 dengan O -2 rumus molekulnya SO 2 S+6 dengan O -2 rumus molekulnya SO 3 Modul Kim. Contoh: 1. maka senyawa yang mungkin terjadi adalah senyawa antara dua atom Na dengan jumlah bilangan oksidasi = +2 dan 1 atom S dengan bilangan oksidasi = -2. Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul = 0 (nol) Contoh: Berapakah bilang oksidasi P dalam Na3PO4? Jawab: Dalam molekul Na3PO4: +3 -8 Na3PO4 +5 Bilangan oksidasi 1 atom Na = + 1 Maka untuk 3 atom Na = +3 Bilangan oksidasi1 atom O = -2 Maka untuk 4 atom O = -8 Oleh karena jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul Na3PO4 = 0. Ikatan Kimia dan Tatanama 32 . 1 atom logam sama dengan golongannya dan diberi tanda positif. Apakah rumus molekul yang terbentuk antara Na dengan S? Bilangan oksidasi 1 atom Na dalam senyawa = +1 Bilangan oksidasi 1 atom S dalam senyawanya dapat –2. +4. Jadi rumus molekulnya adalah: (Na+)2S2. Karena jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul = 0. atau +6.atau Na2S. 05. 3.c.

pemberian namanya dapat dilakukan dengan 2 cara. 05. umumnya diberi akhiran -ida. Nama senyawa yang terjadi dari ikatan 2 macam unsur.Tatanama 1. yaitu: Modul Kim. dengan: 1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta Contoh: CO 2 CCl4 SO 3 = karbon dioksida = karbon tetraklorida = belerang trioksida P2O 5 = (di)pospor pentaoksida 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10= deka masing-masing atom di dalam molekul senyawa itu dinyatakan 3. Untuk senyawa unsur logam yang mempunyai 2 harga bilangan oksidasi. Ikatan Kimia dan Tatanama 33 . Nama senyawa antara 2 macam unsur bukan logam. Contoh: Na2S CaCl2 BaO Al2O 3 = natrium sulfida = kalsium klorida = barium oksida = aluminium oksida jumlah 2. Senyawa yang mengandung anion poliatom diberi nama sesuai dengan nama dan bilangan oksidasi logam diikuti dengan nama anion poliatom pembentuknya Contoh: Na2SO 3 FeSO 4 Cu(NO3)1 Na3PO4 = natrium sulfit = besi (II) sulfat = tembaga (II) nitrat = natrium pospat 4.

semakin polar suatu senyawa atau mendekati ke sifat ionik.a. Atom-atom berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (agar stabil) dengan membentuk ikatan kimia. Rangkuman ? Unsur-unsur gas mulia: helium ( He). neon (10Ne). Ikatan ion terjadi dengan cara serah terima elektron dari masingmasing atom yang bergabung. argon ( Ar). Struktur ruang dan bentuk molekul tergantung pada pasanganpasangan elektron yang mengelilingi atom pusat. Modul Kim. kecuali helium memiliki 2 elektron terluar (duplet). dan radon (86Rn) tidak membentuk ikatan dengan atom lain karena bersifat stabil. Semakin besar harga momen dipol. Ikatan Kimia dan Tatanama 34 . c. ? ? ? ? ? ? ? ? Semua gas mulia memiliki 8 elektron terluar (oktet). di belakang nama logam dituliskan harga bilangan oksidasinya menggunakan angka Romawi di antara tanda ( ). 05. xenon (54Xe). nama unsur Contoh: SnCl2 = timah (II) klorida stanno klorida SnCl4 = timah (IV) klorida stanni klorida logam yang bilangan oksidasinya rendah diberi akhiran –o dan yang lebih tinggi diberi akhiran –i. Ikatan kovalen terjadi dengan cara menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan. b. Kepolaran suatu senyawa tergantung pada besarnya perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan. Ikatan kovalen koordinasi terjadi bila pasangan elektron yang digunakan secara bersama berasal dari salah satu atom saja. 2 18 krypton (36Kr).

sulit menguap. HBr. NaCl. NaCl 3. ? Ikatan Kovalen bersifat: mempunyai titik leleh yang rendah. H2O.? ? Momen Dipol adalah hasil kali muatan dengan jarak antara kedua muatan tersebut. Ikatan Ion bersifat: mempunyai titik leleh yang tinggi. CaCl2 c. pada umumnya melarut dalam air. CH4 c. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair. H2O. CO2. 05. CH4 b. tidak menghantar listrik pada berbagai wujud. hanya NaCl yang meneruskan arus listrik b. Br 2 d. KCl d. KI. Tugas Soal Pilihan Ganda 1. dan melarut dalam pelarut organik. HI. Di antara kumpulan senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah: a. NH3 b. hanya HCl yang meneruskan arus listrik c. dan tidak dapat melarut dalam pelarut organik. NaCl dan HCl meneruskan arus listrik d. maka a. NaBr. mudah menguap dan memberikan bau yang khas. Cl2 2. d. Peristiwa perpindahan senyawa: a. sulit larut dalam air. NaCl dan HCl tidak meneruskan arus listrik elektron terjadi pada pembentukan Modul Kim. lelehan atau larutannya dalam air dapat menghantar arus listrik. Ikatan Kimia dan Tatanama 35 .

KCl d. H2O d. F2 b. Br 2 d. NH3 b. 3. IBr d. H2O. NaCl. Senyawa manakah berikut ini yang paling bersifat polar: a. ICl c. H2O. 05. NaBr. CO2. terdapat ikatan kovalen b. Di antara senyawa kovalen berikut yang bersifat non-polar adalah: a. Ikatan Kimia dan Tatanama 36 . HBr. Br. terdapat pasangan elektron bebas c.5. mempunyai momen dipol = 0 Modul Kim. Keelektronegatifan unsur-unsur F. CH4 b. KI. BrCl c. NaCl c. NH3 b. CO 2 8. dan I masing-masing adalah: 4. Pernyataan manakah berikut ini yang tidak tepat untuk senyawa BF3? a. Penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh masing-masing atom unsur terdapat dalam pembentukan: a. FBr 7. 2. HI.8 dan 2. bentuk molekulnya segitiga datar d. NaCl 5. Cl. CaCl2 c. Kumpulan senyawa berikut yang semuanya mengandung ikatan kovalen adalah: a.4. CaCl2 6.

Be . B . Tuliskan rumus senyawa kovalen hidrogen sulfida 2. B . kemudian tentukan jenis ikatan yang terjadi antara pasangan atom-atom berikut. 104o30’ Soal Uraian 1. Sudut ikatan yang terdapat dalam senyawa berbentuk segitiga bipiramid adalah: a.O 3. Gambarlah rumus elektron Lewis dari hydrogen sulfida d. Konfigurasi elektron atom belerang adalah 2. 6.O f.Si e. 5. Atom ini dapat berikatan kovalen dengan hidrogen membentuk hidrogen sulfida (asam sulfida) b.9. Li .Na h. SF6 d. 120o dan 90o d.Si g. Modul Kim. H3O +. Ca .Na a.P f. Ba . Tuliskan proses terjadinya ikatan kovalen koordinasi pada: 4. 90o b. NH4+ 10.P c. BF3 b. Gambarlah rumus elektron Lewis dari belerang c. Al. NO 3g. d. Ikatan Kimia dan Tatanama 37 . 120o c. Sebutkan sifat-sifat umum dari senyawa kovalen maupun senyawa ionik. SO 42d. 05. Apakah ciri-ciri dari senyawa kovalen dan senyawa ionik. ikatan ion ataukah ikatan kovalen? e. Manakah molekul berikut ini yang mempunyai bentuk molekul oktahedral? a. 8. SO 2 b. SiH4 c. Carilah harga keelektronegatifan pada tabel.H i. C . C .

C2H6 2. C2H4 d. Modul Kim. PCl3 i) ii) 11Na 12Mg c. PCl3 c. Berikan contoh-contoh di sekitar Anda yang dapat menunjukkan perbedaan sifat-sifat dari senyawa logam dan non-logam. Natrium klorida b. Apakah nama senyawa dengan rumus molekul berikut? a. Ikatan Kimia dan Tatanama 38 . C2H2 dengan 8O dengan 8O rumus titik iii) iv) 19K e. SF6 d. Gunakan elektron terjadinya ikatan ion! b. Tuliskan pasangan ion-ion dan rumus senyawa ion yang terjadi pada tabel berikut. Ferobromida d. Tuliskan rumus senyawa ion yang terjadi? 3. HF b. Karbontetraklorida c. Tes Formatif 1.6. Tuliskan rumus molekul dari senyawa berikut a. NCl3 e. 7. N2O 5 b. Perhatikan pasangan atom unsur-unsur berikut? dengan Lewis 17Cl 20Ca dengan 9F untuk menjelaskan a. 05. Gambarkan terjadinya ikatan kovalen dengan menggunakan rumus titik elektron Lewis dari: a. Feribromida 8.

Al2O 3 …………………… MgSO 4 4.a. Apa yang dimaksud dengan model “lautan elektron” menurut Drude dan Lorentz? 5. b. f. H :C :: C : H atau H H ? ? e. Cl : P : Cl ? Cl H? F ? atau Cl ? P ? Cl3 ? Cl H? C. H : C : : C : H atau ? ? H H d. 05. H : F atau ? b. H ? C? C ? H ? ? H H atau Modul Kim. CaCO 3) tidak dapat ditempa dan diulur. . sedang batu kapur (kalsium karbonat. Jelaskan mengapa logam besi (Fe) dapat ditempa dan diulur. Kunci Jawaban Formatif 1. d. Gambarkan terjadinya ikatan kovalen dengan menggunakan rumus titik elektron Lewis dari: a. Rumus Senyawa Ion …………………. Al3+ dengan Cl………………………. c. Nama Senyawa Ion Natrium sulfat Aluminium oksida Aluminium klorida Magnesium sulfat Pasangan Ion Na+ dengan SO 42……………………….C? H ? ? H H H? C?C? H H H ? ? H? C? C? H ? ? H H c. Ikatan Kimia dan Tatanama 39 .

c. Modul Kim. d. Hal ini disebabkan mobilitas lautan elektron di antara ion-ion positif merupakan penyangga. Atom 11Na Rumus elektron Na? Mg: K? Ca: Atom 8O 12Mg 8O 19K 17Cl 20Ca 9F Rumus elektron ? :O ? ? :O ? ? :Cl? ? ? :F? ? Rumus senyawa ion Na2O MgO KCl CaF2 3. karena dalam kristal ionik CaCO3 bila ditekan akan terjadi pergeseran ion positif dan negatif sedemikian rupa sehingga ion positif berdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif sehingga mengakibatkan terjadinya tolak-menolak dan akhirnya menjadi retak . Nama Senyawa Ion a. Logam besi (Fe) dapat ditempa dan diulur. Batu kapur (CaCO3) tidak dapat ditempa dan diulur. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat. karena atom-atom dalam struktur kristal harus berkedudukan sedemikian rupa sehingga atom-atom yang bergeser akan tetap pada kedudukan yang sama. Ikatan Kimia dan Tatanama 40 . sehingga relatif bebas bergerak.2. b. 05. Natrium sulfat Aluminium oksida Aluminium klorida Magnesium sulfat Pasangan Ion Na+ dengan SO 42Al3+ dengan O2Al3+ dengan ClMg2+ dengan SO 42Rumus Senyawa Ion Na2SO 4 Al2O 3 AlCl3 MgSO 4 4. Maksud model “lautan elektron” adalah logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. 5.

………………. . Gambarkan bentuk molekul masing-masing b. ………………. Ramalkan struktur ruang dan bentuk molekul dari senyawa berikut dengan mengisikan kolom yang kosong Molekul AlCl3 PCl3 SF4 NCl3 BrF5 Struktur Ruang ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… Bentuk Molekul ………………. Jelaskan kepolaran molekul BF3 dan NH3 Modul Kim. Gambar ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… 3. Perhatikan beberapa atom unsur-unsur berikut 1) 3Li 2) 4Be 3) 5B 4) 7N 5) 8O 6) 9F 7) 8) 11Na 15P 9) 19K 20Ca 10) a. ………………. Menerima ataukah melepaskan elektron valensinya agar unsurunsur tersebut mencapai keadaan stabil? c. ………………. Ikatan Kimia dan Tatanama 41 . EVALUASI Tes Tertulis Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. Tentukan elektron valensi dari atom unsur-unsur tersebut.BAB III. 05. Perhatikan molekul BF3 dan NH3 a. b. Ion apakah yang terjadi agar atom-atom tersebut menjadi stabil? 2.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rumus Kimia MnO 2 Cr2O3 Al2O 3 CaCl2 P2O 3 ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… Nama …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… Aluminium sulfida Tembaga (II) sulfida Tembaga (III) sulfida Diklor heptaoksida Karbon disulfida Modul Kim. Perhatikan tabel data berikut. Zat A B C Daya hantar listrik Keadaan padatan Keadaan lelehan Tidak menghantar Tidak menghantar Menghantar Tidak menghantar Menghantar Menghantar a.4. 05. Zat manakah yang berupa logam? c. Lengkapi kolom kosong pada daftar berikut No. Zat manakah yang merupakan senyawa ionik? b. Zat manakah yang merupakan senyawa kovalen? 5. Ikatan Kimia dan Tatanama 42 .

Ikatan Kimia dan Tatanama 43 . Atom 3Li Elektron valensi 1 6 1 2 7 2 3 1 5 5 Cara mencapai stabil Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Menerima elektron valensi Ion yang terjadi Li+ O 2K+ B2+ FCa2+ Al3+ Na+ N3P3- 8O 19K 4Be 9F 20Ca 13Al 11Na 7N 15P Modul Kim.KUNCI JAWABAN Tes Tertulis 1. 05.

Ikatan Kimia dan Tatanama 44 . Zat B merupakan senyawa ionik. 05. tetapi berbentuk trigonal pyramid dan bersifat polar. Molekul AlCl3 PCl3 SF6 NCl3 BrF5 Struktur Ruang Segi-3 datar Segi-3 bipiramid Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Bentuk Molekul Segi-3 datar Segi-3 datar Oktahedral Trigonal pyramid Tetragonal pyramid Gambar (lihat Tabel 2) 3 a. 5. 5. 6 7 8. b. NH3 struktur ruangnya tetrahedral. 3. Zat C merupakan logam. BF3 berbentuk segi-3 datar bersifat non-polar b. 1. 9 10 Rumus Kimia MnO 2 Cr2O3 Al2O 3 CaCl2 P2O 3 Al2S3 CuS Cu2S3 Cl2O 7 CS2 Nama Mangan dioksida (di) kromium trioksida (di) aluminium trioksida Kalsium diklorida (di) pospor trioksida Aluminium sulfida Tembaga (II) sulfida Tembaga (III) sulfida Diklor heptaoksida Karbon disulfida Modul Kim. 2. No.2. 4 a. 4. karena ada pasangan elektron bebas pada atom N.

Kriteria Penilaian No Butir Soal 1 2 3 4 5 Total Skor Skor Maksimum 30 30 10 10 20 100 Skor Perolehan Modul Kim. Ikatan Kimia dan Tatanama 45 . 05.

Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. Ikatan Kimia dan Tatanama 46 . Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. 05.BAB IV. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Modul Kim. Anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.

H – Suminar. New York: John Wiley & Sons. SI Version. Robert C. Ikatan Kimia dan Tatanama 47 . Chemistry Insights. General Chemistry 4/E Principle and Structure. Singapore: Pearson Education Pte Ltd.DAFTAR PUSTAKA Brady. 2002. 1986. Science in Focus Chemistry for GCE ‘O’ Level. Jakarta: Penerbit Erlangga. Briggs. Edisi keempat. Edisi keempat. Ralph. H – Suminar. Ralph. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 1 . 2002. Briggs. JGR. Jakarta: Penerbit Erlangga. 05. Singapore: Pearson Education Pte Ltd. 1989. New York: Glencoe Macmillan/ Mcgraw-Hill. James and Humiston. Merrill Chemistry. Petruci. Modul Kim. Smoot. JGR. 1989. Kimia dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 3 . Petruci. et al.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful