P. 1
Cara Kerja Detasemen Iblis 88

Cara Kerja Detasemen Iblis 88

|Views: 635|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

Cara Kerja Detasemen Iblis 88, Waspadalah!!!

Sekedar sharing aja, buat wacana supaya kita gak kebanyakan tidur dan kurang waspada. waspadalah...waspadalah Densus 88, Burung Hantu yang Tak Pernah Tidur Pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton Jumat pekan lalu (17/7) membuat terhenyak anggota Densus 88 Antiteror (AT) Mabes Polri. Bagaimana tidak, ketika mereka sedang mengejar tersangka jaringan teroris di berbagai daerah, Jakarta justru diserang. RIDWAN HABIB, Jakarta ---

Para perwira yang datang bergantian ke pos pengendalian krisis di Hotel Ritz-Carlton tidak tampak seperti polisi pada umumnya. Badannya tidak kekar, tidak tegap, dan tidak berpotongan cepak. Saat hilir mudik ke lokasi, mereka biasa mengenakan topi dan kacamata hitam. Ciri mereka dikenali dari pin lambang wajah burung hantu di kerah kiri. Dalam penyidikan bom Mega Kuningan, Densus 88 membuat dua pos komando. Pos pertama di lantai 3 Hotel RitzCarlton. Pos kedua di apartemen bilangan Jalan Gatot Subroto. ?Sejak bom malam Natal 1999, penyidikan tak pernah membuat pos komando tunggal, tapi ganda,? ujar seorang sesepuh Densus 88 yang sudah purnatugas kepada JPNN. Pada penyidikan bom Bali II 2002, misalnya. Ada tim reserse yang bermarkas di Hotel Wina, ada pula tim intel di Hotel Kartika Plaza, dan Hotel Istana Rama sebagai pos forensik. Tokoh senior yang tak berkenan namanya dikorankan itu menjelaskan, struktur Densus 88 AT semakin lama semakin berkembang. ?Kalau dulu hanya di level Mabes, sekarang sudah ada di polda-polda,? katanya.

Struktur organisasi Densus 88 AT Polri memiliki empat pilar pendukung operasional setingkat subdetasemen (subden). Yakni, subden intelijen, subden penindakan, subden investigasi, dan subden perbantuan. Di bawah subden terdapat unit-unit yang menjadi fondasi pendukung operasi Densus 88 AT Polri. Misalnya, di subden intelijen terdapat unit analisis, deteksi, dan unit kontraintelijen. Lalu, pada subden penindakan terdapat unit negosiasi, pendahulu, unit penetrasi, dan unit jihandak. Sedangkan subden investigasi membawahkan unit olah TKP, unit riksa, dan unit bantuan teknis. Kemudian, di subden bantuan terdapat unit bantuan operasional dan unit bantuan administrasi.

"Pembagian peran dan tugasnya sekarang juga semakin bagus. Semakin terkoordinasi dan semakin rapi," katanya. Selain itu, ada dukungan persenjataan dan peralatan pendukung yang boleh dikata sangat canggih. Sebut saja senapan serbu jenis Colt M4 5,56 mm dan yang terbaru jenis Steyr-AUG. Densus 88 AT Polri juga bekerja sama dengan operator telepon seluler dan internet untuk mendeteksi setiap pergerakan kelompok terorisme dalam berkomunikasi. Namun, di luar ?kehebatan? dan kepiawaian Densus 88, mereka mempunyai beban yang sangat berat. Terutama yang bergerak di bawah tanah sebagai tim intelijen maupun tim kontraintelijen. "Istilahnya, gaji dan tunjangan sama dengan polisi lalu lintas, tapi tugasnya tak kenal waktu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu," ujarnya.

Dalam setiap penugasan, anggota unit intelijen Densus 88 bisa menjadi apa saja. Mereka juga mempunyai berbagai identitas palsu untuk kepentingan penyidikan. Buktinya, saat sukses menggulung komplotan Wahyu dan kawankawan di Plumpang, 21 Oktober tahun lalu, tim menyamar menjadi tukang penjual air mentah selama berhari-hari. Unit yang lain menyamar sebagai tukang pengangkut sampah dan tukang ojek.

Pada 2006, Densus 88 AT Polri hampir menangkap Noordin M. Top dalam penggrebekan di Dusun Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah. Sayang, Noordin dapat meloloskan diri. Dalam penyergapan yang disertai dengan tembakmenembak tersebut, Densus 88 AT Polri berhasil menangkap dua orang dan menembak mati dua tersangka yang lain. Sebelum menggerebek, tim menyamar sebagai kernet dan sopir di pool PO DAMRI yang letaknya tak jauh dari rumah target. Setahun kemudian, tepatnya 22 Maret 2007, Densus 88 AT Polri membongkar jaringan persenjataan dan bom terbesar sejak 30 tahun terakhir di kawasan Sleman, Jogjakarta.

Untuk menyukseskan misi, perawakan anggota Subdenintel Densus 88 jauh dari kesan polisi. Soal sepatu, misalnya. Mereka biasa pakai sepatu kets atau sepatu olahraga, bukan sepatu polisi biasa atau menggunakan sepatu jatah. "Sebab, di mata kaki akan membekas dan mudah diidentifikasi," katanya. Tampilan juga jauh dari kesan reserse biasa. Misalnya, reserse lazimnya mengenakan baju bebas (preman) dengan lengan digulung, rambut dikucir belakang, dan sepatu kulit. "Kalau Densus 88, pokoknya tampilan jauh dari bayangan," tuturnya. Anggota Densus 88 AT Mabes Polri yang beroperasi di lapangan diberi privilege tidak perlu apel rutin sebagaimana polisi lain. "Tapi, handphone tak boleh mati 24 jam. Jika mati, pasti ditegur sangat keras oleh pimpinan," ujarnya.

Tim lapangan juga punya tempat kumpul yang dirahasiakan. Itulah "kantor" kedua mereka. "Tapi, tak mesti datang ke rumah khusus itu. Tugas bisa lewat SMS," katanya. Seorang perwira lapangan Densus 88 harus siap berangkat ke semua tempat di dunia, kapan saja. Untuk memperkuat pemahaman mereka tentang jaringan terorisme, anggota juga mempelajari buku-buku JI. Misalnya, Pedoman Umum Perjuangan Al Jamaah Al Islamiyah terbitan Majelis Qiyadah Markaziyah Al Jamaah Al Islamiyah. "Mereka juga ahli berbahasa Arab," ujarnya.

Karena sifat tugasnya yang mobile dan tak pasti, sering anggota Densus 88 mempunyai problem internal rumah tangga. Terutama mereka yang bertugas beberapa bulan dan jarang bertemu dengan istri dan anaknya. "Bagi yang punya pacar, pasti tak langgeng. Tapi, itu sudah risiko penugasan. Mereka paham sepenuhnya dan tak mengeluh," ucapnya. Dikonfirmasi secara terpisah, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengakui kehebatan Densus 88. "Kalau tidak hebat, bukan khusus dong," katanya, lantas tersenyum. Dia juga mengatakan, identitas anggota Densus 88 yang berada di lapangan sangat dilindungi. "Memang harus dilindungi. Sebab, risikonya sangat besar. Selama masih ada aksi terorisme di Indonesia, Densus 88 akan tetap bekerja dengan pengabdian yang ikhlas dan tulus," tutur mantan Kapolda Sumatera Utara itu. *** source:batam pos

Read More.. Diposkan oleh Anshorut Tauhid Wa Sunnah Wal Jihad di 03:53 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: I'dad, Informasi, Jihad

Polisi prioritaskan penangkapan DPO

CILANGKAP – Pihak kepolisian mengaku saat ini masih terus mengejar anggota jaringan bom Cirebon dan Solo, prioritas pencarian adalah sejumlah orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan dirilis kepolisian. “Ini (DPO) yang kami kedepankan. Jadi target operasi kepolisian,” kata Kapolri usai menghadiri HUT TNI ke-66 di Cilangkap, Rabu (5/10/2011).

Kapolri juga mengungkapkan bahwa saat ini, tim masih bergerak dalam rangka penyelidikan. Seperti yang diketahui sebelumnya, tim gabungan kepolisian menangkap salah satu jaringan bom Cirebon dan Solo, yakni Beni Asri di Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Beni merupakan salah satu DPO kasus bom Cirebon. Foto dan nama Beni berada di deretan bawah, terselip di antara sembilan foto lainnya yang disebar oleh Mabes Polri sebagai DPO tindak pidana ‘terorisme’. Dalam daftar tersebut, juga tercantum foto dan nama Ahmad Yosepa Hayat, pelaku pemboman di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo Jawa Tengah pada Minggu 25 September 2011. Selain Hayat yang telah tewas dan Beni yang telah ditangkap, itu berarti masih ada delapan nama DPO yang kini dicari oleh pihak kepolisian

Biografi Syaikh Anwar al-Awlaqi: Sang Ulama’ Mujahid yang Ditakuti Amerika

“Jika Amerika menginginkan saya, silahkan mereka mencari saya. Allah-lah sebaik-baik pelindung saya. Jika Allah berkehendak menyelamatkan saya, maka Amerika tidak akan mampu menangkap saya meski mereka membelanjakan seluruh kekayaan di muka bumi untuk menangkap saya. Adapun jika Allah berkehendak saya terbunuh di tangan Amerika atau antekantek Amerika, maka sungguh itulah cita-citaku selama ini.” (Anwar Al-Awlaqi)

San’a, – Hari Jum’at, tanggal 30 September kemarin, media massa internasional yang berada dalam genggaman kekuatan zionis-salibis internasional ramai-ramai memblow up berita terbunuhnya ‘ulama teroris’ dan pemimpin senior jaringan AlQaedah yang paling dicari oleh Amerika, Anwar Al-Awlaqi. Begitu sensasionalnya pemberitaan tersebut, sehingga Barack Obama sendiri yang mengumumkannya di stasiun TV CNN.

Sumber-sumber di kalangan kelompok jihad sendiri belum memberikan pernyataan tentang kebenaran berita tersebut. Apapun realitanya, seluruh dunia bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok yang begitu dicari oleh AS dan sekutu-sekutunya tersebut? Menjawab keingin tahuan publik internasional tersebut, reporter Yaman, Abu Abdul Qadir Al-Qamari menurunkan artikel spesial tentang sosok Anwar Al-Awlaqi. Artikel tersebut dimuat oleh Forum Ansar Al Jihad edisi Senin, 2 Oktober 2011 M, dan arrahmah.com menerjemahkannya untuk pembaca budiman. Dari kelahiran sampai menempuh S3 Beliau adalah Anwar bin Nashir bin Abdullah Al-Awlaqi, dari suku ‘Awaliq, salah satu suku yang mendiami daerah Syabwah di Yaman. Syaikh Anwar Al-Awlaqi dilahirkan pada tanggal 22 April 1970 M di New Mexico, AS. Kedua orang tuanya berasal dari Yaman dan saat itu tinggal di Amerika dalam rangka studi. Ayahnya pada saat itu sedang menempuh kuliah ilmu pertanian. Nama ayahnya adalah syaikh DR. Nashir bin Abdullah Al-Awlaqi, saat itu menjabat sebagai menteri pertanian dan rektor Universitas Shan’a, Yaman. Ia meraih gelar magister (S2) di bidang ekonomi pertanian dari Universitas New Mexico pada tahun 1971 M. Ia lalu berhasil meraih gelar doktor (S3) dari Universitas Nebrasa pada tahun 1974 M. Setelah itu ia bekerja sebagai dosen di Universitas Minesota. Syaikh Anwar Al-Awlaqi dan keluarganya kembali ke Yaman saat ia berumur tujuh tahun. Saat itu ia tidak mengerti sedikit pun bahasa Arab, baik secara lisan maupun tulisan. Namun karena masih dalam usia anak-anak, ia bisa mengikuti seluruh pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Arab di sekolah dasar dengan kepala sekolah ustadz Qadir Sa’id Al-Aghbari rahimahullah. Hanya dalam tempo waktu lima bulan, ia sudah bisa naik ke kelas dua SD bersama kawan-kawan sekelasnya. Ketika Fakultas Tarbiyah Universitas Shan’a mendirikan sekolah menengah Azal, Anwar Al-Awlaqi mendaftarkan dirinya ke sekolah itu. Sekolah itu merupakan sekolah elit, karena para muridnya adalah anak-anak para pejabat tinggi pemerintahan, kalangan berpendidikan menengah ke atas, dan kalangan saudagar kaya di Shan’a. Anwar Al-Awlaqi menempuh jenjang pendidikan menengah di sekolah itu sampai lulus SMA. Selama di sekolah, ia senantiasa meraih rangking pertama di kelasnya. Pada wisuda kelulusan SMA tahun ajaran 1988-1989 M, ia masuk dalam rangking dua puluh besar siswa terbaik seluruh SMA di Yaman. Pada bulan Mei 1990 M, Anwar Al-Awlaqi kembali ke Amerika untuk mengambil kuliah teknik sipil dengan konsentrasi studi sumber-sumber air. Pada masa itu, ia menjadi ketua Ikatan Mahasiswa Muslim. Ia lulus kuliah S1 pada tahun 1994 M dari Universitas Colorado, salah satu universitas paling terkenal di Amerika dalam bidang teknik sipil. Empat tahun kemudian, Anwar Al-Awlaqi melanjutkan kuliahnya di jenjang S2. Ia meraih gelar magister di bidang teknologi pendidikan dari Universitas San Diego di California tahun 2000 M. Untuk menempuh pendidikan doktoral, Anwar Al-Awlaqi berpindah ke Washington DC. Ia menempuh S3 di Universitas George Washington. Sayang sekali, peristiwa 11 September 2011 M, menjadi awal perubahan suasana di AS dan seluruh dunia. Kebencian orang-orang zionis-salibis ditumpahkan kepada kaum muslimin, terutama terhadap para pemuda muslim yang memegang teguh ajaran Islam. Hal itu menyebabkan berbagai kesulitan sehingga pendidikan S3-nya tidak bisa diselesaikan. Anwar Al-Awlaqi terpaksa harus meninggalkan Amerika, dan pergi menyelamatkan diri ke Inggris kemudian ke Yaman. Anwar Al-Awlaqi bisa kembali ke Amerika pada bulan Oktober 2002 M, namun hanya bisa tinggal beberapa bulan. Ia terpaksa harus kembali ke Inggris. Ia berhasil mendaftar ke salah satu universitas di Inggris untuk menyelesaikan kuliah S3. Kali ini, tekanan demi tekanan pemerintah Inggris kembali memaksanya tidak mampu menuntaskan kuliah S3. Ia terpaksa meninggalkan Inggris pada tahun 2003 M. Ia pergi ke Semenanjung Arab, dan akhirnya menetap di Yaman. Ia mengisi hariharinya dalam kegiatan dakwah, terutama sekali dengan menyampaikan pelajaran dan ceramah dalam bahasa Inggris yang disebarluaskan lewat internet. Ceramah-ceramah dan pelajaran-pelajaran yang ia sampaikan memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dakwah Islam di Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Fokus pada Kajian Islam Syaikh Anwar Al-Awlaqi meninggalkan karirnya di bidang pendidikan formal. Beliau lalu berkonsentrasi dalam bidang kajian keislaman dan program-program keislaman lainnya, seperti dakwah, mengimami beberapa masjid, menyampaikan ceramahceramah, dan memproduksi kaset-kaset dakwah Islam untuk kaum muslimin yang berbahasa Inggris. Perubahan arah kehidupan beliau dan konsentrasi beliau untuk dakwah Islam didorong oleh kebiaddaban invasi negara-negara salib Barat

terhadap kaum muslimin di Afghanistan, Irak, Palestina, Somalia, dan lain-lain. Faktor lainnya adalah perilaku menyimpang para pemuda muslim di negara-negara Arab yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Faktor-faktor ini mendorong syaikh Anwar Al-Awlaqi untuk memfokuskan diri dalam mempelajari ilmu-ilmu keislaman, kemudian terjun dalam dunia dakwah. Beliau belajar kepada banyak ulama di Amerika, Yaman, dan Arab Saudi. Namun ulama yang paling banyak menjadi tempat beliau menimba ilmu adalah para ulama daerah Hadidah dan Shan’a, Yaman. Beliau telah mendapatkan banyak ijazah ilmiah dari para ulama senior di Yaman, utamanya para ulama di wilayah Tihamah. Di Amerika, syaikh Anwar Al-Awlaqi menjadi imam di beberapa masjid terkenal di wilayah Colorado, California, dan Virginia. Para periode tahun 2000-2002 M, dalam usianya yang ke-36, syaikh Anwar Al-Awlaqi menjadi imam pada masjid terbesar kedua di Amerika Serikat, yaitu masjid Darul Hijrah di dekat Washington DC. Ribuan jama’ah melaksanakan shalat di masjid itu, di antaranya terdapat banyak duta besar, insinyur, dokter, bisnisman, mahasiswa, dan lain-lain. Beliau telah menelurkan sejumlah besar kaset-kaset yang memuat ceramah-ceramah dalam berbagai bidang keilmuan Islam. Di antaranya yang terpenting adalah kompilasi pelajaran dalam beberapa kaset dakwah berbahasa Inggris yang menjelaskan sejarah para nabi sejak zaman Adam sampai Isa bin Maryam AS. Juga dua kompilasi dakwah yang terdiri dari beberapa kaset yang menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW. Selain itu beliau juga menelurkan beberapa kompilasi dakwah yang menjelaskan sejarah Khulafa’ Rasyidun dan kehidupan alam akhirat. Dalam ceramah-ceramahnya, beliau bersandar kepada AlQur’an dan as-sunnah, dan dalam menjelaskannya beliau tidak pernah keluar dari penjelasan para ulama salaf shalih. Semua publikasi dakwah beliau di atas diproduksi dan didistribusikan di Amerika Serikat oleh sebuah perusahaan spesialis media dan terdaftar secara resmi di Amerika Serikat dan Negara-negara Arab Teluk. Oleh karenanya semua kaset ceramahnya dijual secara legal di Amerika, Inggris, negara-negara Teluk, dan tentu saja negeri dua tanah suci Al-Haramain (Saudi Arabia). Para jamaah haji dan umrah dari Asia dan Afrika, bahkan juga Amerika dan Inggris, membeli kaset-kaset ceramah syaikh Anwar Al-Awlaqi di took-toko kaset di Makah, Madinah, Jedah, dan lain-lain. Jutaan kaset ceramah beliau telah terdistribusikan di seluruh penjuru dunia selama sepuluh tahun terakhir, apalagi di negaranegara yang penduduknya berbahasa Inggris. Selama sepuluh tahun ini, tidak seorang pun yang membantah isi ceramah beliau. Meski jutaan kaset ceramahnya laris terjual, namun syaikh Anwar Al-Awlaqi hanya mengambil 1 % saja dari hasil penjualannya. Memang, tujuan beliau bukanlah materi. Beliau hanya bertujuan mendakwahkan agama Allah SWT, melayani kepentingan Islam dan kaum muslimin, serta mengenalkan ajaran Islam kepada para pemuda muslim dengan bersandar kepada Al-Qur’an dan As-sunnah. Belum lama ini, kompilasi ceramah-ceramah terakhir beliau telah dipublikasikan di Amerika Serikat. Penangkapan beliau di Yaman Syaikh Anwar Al-Awlaqi ditangkap oleh pemerintah boneka Yaman pada pertengahan tahun 2006 M di Yaman. Beliau mendekam di penjara Yaman selama 1,5 tahun atas permintaan dari Amerika Serikat dengan tuduhan melawan pemerintah Yaman. Selama di penjara, beliau berulang kali diinterogasi oleh FBI atas tuduhan berinteraksi dengan para pelaku serangan 11 September 2001 M. Meski demikian, Amerika tidak mampu menekan pemerintah Yaman untuk memenjarakan beliau lebih lama, karena pemerintah Yaman dan Amerika tidak memiliki secuil pun bukti keteribatan beliau dalam serangan 11 September. Penahanan secara zalim padahal syaikh Anwar tidak melakukan sebuah kejahatan pun, telah mendorong beberapa suku di Yaman melakukan demontrasi menuntut pembebasan beliau. Hal itu semakin menyudutkan pemerintah Amerika. Tuduhan negara-negara Salib kepada beliau

Terjemah teks foto di atas: “Jika Amerika menginginkan saya, silahkan mereka mencari saya. Allah-lah sebaik-baik pelindung saya. Jika Allah berkehendak menyelamatkan saya, maka Amerika tidak akan mampu menangkap saya meski mereka membelanjakan seluruh kekayaan di muka bumi untuk menangkap saya. Adapun jika Allah berkehendak saya terbunuh di tangan Amerika atau antekantek Amerika, maka sungguh itulah cita-citaku selama ini.” (Anwar Al-Awlaqi)

Negara-negara salibis Barat menuduh syaikh Anwar Al-Awlaqi terlibat dalam 14 kasus kejahatan terorisme di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Di antaranya adalah tuduhan memiliki keterkaitan erat dengan dua orang mujahid pelaku serangan 11 September, Nawwaf Al-Hazimi dan Khalid Al-Mikhdhar. Tuduhan lainnya adalah memprovokasi seorang mujahid, Nidhal Hasan Malik —fakkallahu asrahu— yang melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Texas sehingga menewaskan 13 tentara Amerika. Selain itu, ia juga dituduh memprovokasi seorang mujahid Nigeria, Umar Faruq — fakkalahu asrahu— yang ditangkap oleh aparat keamanan AS dengan tuduhan hendak membajak pesawat sipil AS. Pengadilan pemerintahan boneka Yaman telah mengadakan pengadilan in absentia terhadap syaikh Anwar Al-Awlaqi atas tuduhan bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaedah dan memprovokasi umat Islam untuk memerangi orang-orang kafir. AS dann PBB juga telah mencantumkan nama beliau dalam DPO atas tuduhan menjadi salah satu pemimpin tertinggi kelompok jihad Al-Qaedah. Penyusun dan Penerjemah: Muhib al-Majdi Biografi Ulama’ Mujahid

Anti terhadap Jihad adalah Virus Kufur dan Nifaq

Anti terhadap Jihad adalah Virus Kufur dan Nifaq ‫ليؤمن احدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به‬
"Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga nafsunya mengikuti apa yang apa yang aku bawa"(HR MUttafaqun 'alaih) Oleh : Abu Asybal Usamah

Segala puji bagi Allah ‘Azza wajalla, Yang menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya, Yang memegang ubun-ubun mereka. Tiada kekuatan di alam ini yang mampu memberikan manfaat dan madharat kecuali atas izin-Nya. Shalawat dan salam senantiasa mengiringi ingatan kita, agar lidah senantiasa basah dengannya, teruntuk bagi junjungan mulia, Muhammad bin Abdullah, istri-istri, keluarganya, para sahabat dan orang-orang yang teguh berjuang menegakkan Dinullah. Kecintaan terhadap kalimat Allah, kaum mukminin dan din-Nya adalah merupakan salah satu dari syarat kalimat Laa ilaaha illallah. Allah Ta’ala berfirman : ‫و من الناس من يتخذ من دون ال أندادا يحبونهم كحب ال و الذين آمنوا أشد حبا ل‬ “Dan sebagian manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, mereka mencintainya sebagaimana cinta mereka kepda Allah, sedangkan orang beriman sangat cinta kepada Allah”(Qs Al-Baqarah 165) Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Ada tiga perkara jika ada pada diri seseorang , ia akan mendapatkan manisnya iman. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalany, mencintai seseorang karena Allah dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka setelah diselamatkan darinya”(HR Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu, jika kita menginginkan iman kita sehat, tidak dikotori dengan hal-hal yang dapat membinasakan iman kita, maka kita mesti mencintai syariat Allah ‘Azza wajalla. Dan menghilangkan rasa benci terhadap syari’at Allah ‘Azza wajalla. Allah Ta’ala berfirman: ‫ذلك بأنهم كرهوا ما انزل ال فأحبط أعمالهم‬ “Yang demikian itu karena mereka membenci apa yang diturunkan oleh Allah, maka Allah hapuskan amalan mereka”(Qs Muhammad 9) Ayat diatas menunjukkan bahwa kebencian terhadap apa yang diturunkan oleh Allah adalah merupakan bentuk dari kekufuran atau nifaq. Sebagaimana orang – orang munafiq terdahulu (dan disetiap zaman) amat benci dengan para sahabat dan juga syari’at yang menjadi system yang mengatur madinah dibawah pengawasan Rasulullah SAW. Maka, kejernihan Tauhid seseorang dan kebenaran imannya (shidqul iman) adalah salah satunya mencintai syari’at Allah Subhanahu wata’ala. Allah Jalla fi ‘Ula berfirman tentang orang yang Ia tetapkan Iman kepada mereka:

“Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta pada iman dan mengiasinya dihati kalian. Dan Ia juga menjadilkan kalian benci terhadap kekufuran, kefaiskan dan maksiat”(Qs Al-Hujurat 7) Benci terhadap jihad adalah ciri kemunafikan Sebagaimana dijelaskan tadi bahwa benci terhadap syari’at Allah adalah suatu kekufuran dan nifaq yang menghapus Iman dari dada. Bagaimana tidak, sedangkan Jihad adalah puncak dari ubudiyyah seorang hamba kepada Rabbnya. Puncak dari syari’at Islam yang mengayomi syari’at-syari'at lain dan yang mebentengi Dinul Islam dari rongrongan musuh-musuhnya. Agar kalimat Allah tetap berkibar. Maka, Jihad adalah jalan yang membedakan antara orang yang imannya benar dan dusta. Apabila imannya dusta maka dia akan meninggalkan jihad dengan alas an apapun. Sedangkan orang yang teguh imannya, ia akan senantiasa berusaha terus untuk bias ikut andil dalam Jihad fisabilillah. Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan dan menyingkap sifat menuafiqin: “Sesungguhnya yang akan meminta izin (meniggalkan jihad) kepadamu (wahai Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati hati mereka ragu-ragu karena itu mereka selalu bmbang dalam keragu-raguan”(Qs At-Taubah 45) Sedangkan ayat sebelumnya Allah menegaskan bagaimana sifat orang-orang beriman kepada Allah ‘Azza wajalla. “Orang-orang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu (wahai Muhammad) untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa ”(Qs At-Taubah 44) ...benci terhadap jihad adalah ciri kemunafikan Sebagaimana dijelaskan tadi bahwa benci terhadap syari’at Allah adalah suatu kekufuran dan nifaq yang menghapus Iman dari dada... Allah secara jelas dan gamblang menempatkan sifat keimanan digandengkan dengan Jihad yaitu orang berjihad adalah mereka yang memiliki keimanan. Karena orang beriman tau hakekat jihad dan kedudukakannya, harga surga yang begitu mahal yang hanya bisa dibayar dengan pengorbanan jiwa dan harta untuk menegakkan dinullah. Dunia tak berharga baginya, tidak ada yang berharga didalamnya kecuali sesuatu yang diperuntukkan untuk-Nya. Bahkan salafushshalih, teladan dari ummat, mersa sangat sedih ketika tidak bias berangkat ke medan jihad, menemani Rasulullah merasakan debu yang menjadi saksi dihari kiamat nanti atas perjuangan mereka membela agama Allah, meskipun mereka berhalangan dan uzur. Allah menggambarkan ghirah mereka dalam Al-qur’an: “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberikan kendaraan, lalu kamu mengatakan: “Aku tidak memperoleh kendaraan umtuk membawamu”. Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran airmata karena sedih, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan”(Qs AtTaubah 92) “Apakah kalian mengira akan masuk surge sedangkan belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata-nyata sabar”(Qs Ali ‘Imran 142) “Wahai orang-orang beriman, apakakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu:”berangkatlah (untuk berperang) dijalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti dari akhirat? Padahal keni’matan dunia itu hanya sedikit dibandingkan dengan akhirat ”(Qs At-Taubah 38) ...Karena orang beriman tau hakekat jihad dan kedudukakannya, harga surga yang begitu mahal yang hanya bisa dibayar dengan pengorbanan jiwa dan harta untuk menegakkan dinullah... Tidak berniat jihad terancam menjadi munafiq Setelah kita melihat bahwa pemaparan diatas bahwa benci terhdap jihd merupakan sesuatu kufuran dan karakter orang munafiqn, maka kita akan lebih terperangah lagi dihapan wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menyatakan bahwa orang yang tidak meniatkan untuk berperang membela agama Allah Subhanahu wata’ala. Al-‘Allamah Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menukil hadits tentang niat berjihad dalam karya beliau, Bulughul Maram min jam’il adillatil ahkam, diurutan pertama dalam kitab jihad. “Barangsiapa yang mati sedang ia tidak berperang dan tidak tidak terbetik didalam hatinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan”(HR Muslim) Bagaimana dia tidak divonis mati diatas cabang kemunafiqan, sedangkan Islam dia biarkan tanpa ada ghirah dihatinya untuk menjada agama Allah ini dan juga kehormatan kaum muslimin, karena hatinya telah condong kepada dunia dan juga perhiasanya. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu takut kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”(Qs At-Taubah 24)

Ketika virus anti jihad menjangkiti ummat Jika kita mencermati fenomena yang terjadi sekarang, maka kita akan merasakan bahwasanya virus-virus kekufuran dan kemunafiqan ini amat begitu merongrong ummat. Ia tidak memilih-milih siapa yang ia hinggapi. Layaknya penyakit. Ia akan menyerang orang yang jahil, ‘alim, professor, doctor, tukang becak, penjual Koran, wartawan, guru dan siapapun dia. Kalau penyakit fisik masih bias diobati dan bisa ditemukan obatnya. Tapi kalau terjangkiti virus ini, ia akan sulit keluar kecuali dengan hidayah oleh Allah. Penyakit anti terhadap jihad ini begitu menggerogoti masyarakat muslim. Padahal ia adalah benteng Dinul Islam. Harusnya ummat islam menjadi polisi ndunia yang menjaga perdamaian dibawah naungan Islam. Tapi mengapa Jihad ini menjadi sesuatu yang dibenci. namun kalau kita berkaca kepada sejarah ummat Islam dan Al-Qur’an, maka kita tidak akan heran. Karena orang-orang munafiq dahulu juga sangat anti dengan jihad. Akan tetapi kaum munafiqin dahulu sempat ikut andil dalam jihad. Namun lebih sering mereka meninggalkan jihad. Dengan berbagai alas an mereka datng memohon-mohon kepada Rasulullah untuk dimintakan ampun kepada Allah. “Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu ridho kepada mereka. Tapi jikalau kamu ridho kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridho dengan orang-orang fasik”(Qs At-taubah 96) “Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada mereka): “Berimanlah kalian kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, niscaya orang-orang yang sanggup diantara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “biarkanlah kami bersama orang-orang yang duduk”. Mereka rela bersama orang yang tidak berperang, dan dikuncilah hati mereka, maka mereka tidak paham (kebahagian beriman dan berjihad)”(Qs Attaubah 86-87) Begitu banyak karya dan gelar mereka, begitu lihai mereka berorasi. Namun mereka telah dicap oleh Al-Qur’an sebagai orang yang tidak paham. Karena mereka merasa mereka tidak melakukan sesuatu yang berdosa. Apalagi sekarang. Jangankan tidak merasa berdosa, bahkan mereka sekrang merasa benar tidak berjihad, menunaikan fardhu, karena menganggap bahwa makna jihad luas dan bisa memasuki berbagai segmen, dan parahnya menyalahkan serta “menyesat-nyesatkan’ mereka yang telah menegakkan fardhu Jihad fisabilillah dengan jiwa, lisan dan harta mereka. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengabarkan tentang kondisi orangorang yang imannya jujur di akhir zaman. Dari Abuu Hurairah –Radhiyallahu ‘anhu- bekata, Rasulullah Saw bersabda: ‫سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها المين و ينطق فيها الرويبضة . قيل : و ما الرويبضة ؟‬ ‫قال : الرجل التافه يتكلم في أمر العامة‬ "Akan datang kepada manusia tahu-tahun yang menipu, yang mana didalamnya orang dusta dianggap benar, orang benar dianggap dusta, orang yang berkhianat dipercaya, orang yang amanah dianggap khianat dan Orang-orang ruwaibidhah berbicara. Rasulullah ditanya:”siapakah ruwaibidhah itu?” beliau menjawab:”mereka orang dungu yang berbicara berbicara dalam masalah ummat”.(HR Ibnu Majah) Ya Allah, begitu terasa kalau sekarang dekat dengan kiamat. Mudah-mudahan kita dihindarkan dari virus ini. Dan memantapkan hati kita diatas jalan yang ditempuh oleh sebaik-baik ummat ini.[voa-islam.com]

Anti terhadap Jihad adalah Virus Kufur dan Nifaq

Anti terhadap Jihad adalah Virus Kufur dan Nifaq ‫ليؤمن احدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به‬
"Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga nafsunya mengikuti apa yang apa yang aku bawa"(HR MUttafaqun 'alaih) Oleh : Abu Asybal Usamah

Segala puji bagi Allah ‘Azza wajalla, Yang menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya, Yang memegang ubun-ubun mereka. Tiada kekuatan di alam ini yang mampu memberikan manfaat dan madharat kecuali atas izin-Nya. Shalawat dan salam senantiasa mengiringi ingatan kita, agar lidah senantiasa basah dengannya, teruntuk bagi junjungan mulia, Muhammad bin Abdullah, istri-istri, keluarganya, para sahabat dan orang-orang yang teguh berjuang menegakkan Dinullah. Kecintaan terhadap kalimat Allah, kaum mukminin dan din-Nya adalah merupakan salah satu dari syarat kalimat Laa ilaaha illallah. Allah Ta’ala berfirman : ‫و من الناس من يتخذ من دون ال أندادا يحبونهم كحب ال و الذين آمنوا أشد حبا ل‬ “Dan sebagian manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, mereka mencintainya sebagaimana cinta mereka kepda Allah, sedangkan orang beriman sangat cinta kepada Allah”(Qs Al-Baqarah 165) Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Ada tiga perkara jika ada pada diri seseorang , ia akan mendapatkan manisnya iman. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalany, mencintai seseorang karena Allah dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka setelah diselamatkan darinya”(HR Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu, jika kita menginginkan iman kita sehat, tidak dikotori dengan hal-hal yang dapat membinasakan iman kita, maka kita mesti mencintai syariat Allah ‘Azza wajalla. Dan menghilangkan rasa benci terhadap syari’at Allah ‘Azza wajalla. Allah Ta’ala berfirman: ‫ذلك بأنهم كرهوا ما انزل ال فأحبط أعمالهم‬ “Yang demikian itu karena mereka membenci apa yang diturunkan oleh Allah, maka Allah hapuskan amalan mereka”(Qs Muhammad 9) Ayat diatas menunjukkan bahwa kebencian terhadap apa yang diturunkan oleh Allah adalah merupakan bentuk dari kekufuran atau nifaq. Sebagaimana orang – orang munafiq terdahulu (dan disetiap zaman) amat benci dengan para sahabat dan juga syari’at yang menjadi system yang mengatur madinah dibawah pengawasan Rasulullah SAW. Maka, kejernihan Tauhid seseorang dan kebenaran imannya (shidqul iman) adalah salah satunya mencintai syari’at Allah Subhanahu wata’ala. Allah Jalla fi ‘Ula berfirman tentang orang yang Ia tetapkan Iman kepada mereka:

“Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta pada iman dan mengiasinya dihati kalian. Dan Ia juga menjadilkan kalian benci terhadap kekufuran, kefaiskan dan maksiat”(Qs Al-Hujurat 7) Benci terhadap jihad adalah ciri kemunafikan Sebagaimana dijelaskan tadi bahwa benci terhadap syari’at Allah adalah suatu kekufuran dan nifaq yang menghapus Iman dari dada. Bagaimana tidak, sedangkan Jihad adalah puncak dari ubudiyyah seorang hamba kepada Rabbnya. Puncak dari syari’at Islam yang mengayomi syari’at-syari'at lain dan yang mebentengi Dinul Islam dari rongrongan musuh-musuhnya. Agar kalimat Allah tetap berkibar. Maka, Jihad adalah jalan yang membedakan antara orang yang imannya benar dan dusta. Apabila imannya dusta maka dia akan meninggalkan jihad dengan alas an apapun. Sedangkan orang yang teguh imannya, ia akan senantiasa berusaha terus untuk bias ikut andil dalam Jihad fisabilillah. Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan dan menyingkap sifat menuafiqin: “Sesungguhnya yang akan meminta izin (meniggalkan jihad) kepadamu (wahai Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati hati mereka ragu-ragu karena itu mereka selalu bmbang dalam keragu-raguan”(Qs At-Taubah 45) Sedangkan ayat sebelumnya Allah menegaskan bagaimana sifat orang-orang beriman kepada Allah ‘Azza wajalla. “Orang-orang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu (wahai Muhammad) untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa ”(Qs At-Taubah 44) ...benci terhadap jihad adalah ciri kemunafikan Sebagaimana dijelaskan tadi bahwa benci terhadap syari’at Allah adalah suatu kekufuran dan nifaq yang menghapus Iman dari dada... Allah secara jelas dan gamblang menempatkan sifat keimanan digandengkan dengan Jihad yaitu orang berjihad adalah mereka yang memiliki keimanan. Karena orang beriman tau hakekat jihad dan kedudukakannya, harga surga yang begitu mahal yang hanya bisa dibayar dengan pengorbanan jiwa dan harta untuk menegakkan dinullah. Dunia tak berharga baginya, tidak ada yang berharga didalamnya kecuali sesuatu yang diperuntukkan untuk-Nya. Bahkan salafushshalih, teladan dari ummat, mersa sangat sedih ketika tidak bias berangkat ke medan jihad, menemani Rasulullah merasakan debu yang menjadi saksi dihari kiamat nanti atas perjuangan mereka membela agama Allah, meskipun mereka berhalangan dan uzur. Allah menggambarkan ghirah mereka dalam Al-qur’an: “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberikan kendaraan, lalu kamu mengatakan: “Aku tidak memperoleh kendaraan umtuk membawamu”. Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran airmata karena sedih, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan”(Qs AtTaubah 92) “Apakah kalian mengira akan masuk surge sedangkan belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata-nyata sabar”(Qs Ali ‘Imran 142) “Wahai orang-orang beriman, apakakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu:”berangkatlah (untuk berperang) dijalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti dari akhirat? Padahal keni’matan dunia itu hanya sedikit dibandingkan dengan akhirat ”(Qs At-Taubah 38) ...Karena orang beriman tau hakekat jihad dan kedudukakannya, harga surga yang begitu mahal yang hanya bisa dibayar dengan pengorbanan jiwa dan harta untuk menegakkan dinullah... Tidak berniat jihad terancam menjadi munafiq Setelah kita melihat bahwa pemaparan diatas bahwa benci terhdap jihd merupakan sesuatu kufuran dan karakter orang munafiqn, maka kita akan lebih terperangah lagi dihapan wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menyatakan bahwa orang yang tidak meniatkan untuk berperang membela agama Allah Subhanahu wata’ala. Al-‘Allamah Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menukil hadits tentang niat berjihad dalam karya beliau, Bulughul Maram min jam’il adillatil ahkam, diurutan pertama dalam kitab jihad. “Barangsiapa yang mati sedang ia tidak berperang dan tidak tidak terbetik didalam hatinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan”(HR Muslim) Bagaimana dia tidak divonis mati diatas cabang kemunafiqan, sedangkan Islam dia biarkan tanpa ada ghirah dihatinya untuk menjada agama Allah ini dan juga kehormatan kaum muslimin, karena hatinya telah condong kepada dunia dan juga perhiasanya. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu takut kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”(Qs At-Taubah 24)

Ketika virus anti jihad menjangkiti ummat Jika kita mencermati fenomena yang terjadi sekarang, maka kita akan merasakan bahwasanya virus-virus kekufuran dan kemunafiqan ini amat begitu merongrong ummat. Ia tidak memilih-milih siapa yang ia hinggapi. Layaknya penyakit. Ia akan menyerang orang yang jahil, ‘alim, professor, doctor, tukang becak, penjual Koran, wartawan, guru dan siapapun dia. Kalau penyakit fisik masih bias diobati dan bisa ditemukan obatnya. Tapi kalau terjangkiti virus ini, ia akan sulit keluar kecuali dengan hidayah oleh Allah. Penyakit anti terhadap jihad ini begitu menggerogoti masyarakat muslim. Padahal ia adalah benteng Dinul Islam. Harusnya ummat islam menjadi polisi ndunia yang menjaga perdamaian dibawah naungan Islam. Tapi mengapa Jihad ini menjadi sesuatu yang dibenci. namun kalau kita berkaca kepada sejarah ummat Islam dan Al-Qur’an, maka kita tidak akan heran. Karena orang-orang munafiq dahulu juga sangat anti dengan jihad. Akan tetapi kaum munafiqin dahulu sempat ikut andil dalam jihad. Namun lebih sering mereka meninggalkan jihad. Dengan berbagai alas an mereka datng memohon-mohon kepada Rasulullah untuk dimintakan ampun kepada Allah. “Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu ridho kepada mereka. Tapi jikalau kamu ridho kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridho dengan orang-orang fasik”(Qs At-taubah 96) “Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada mereka): “Berimanlah kalian kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, niscaya orang-orang yang sanggup diantara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “biarkanlah kami bersama orang-orang yang duduk”. Mereka rela bersama orang yang tidak berperang, dan dikuncilah hati mereka, maka mereka tidak paham (kebahagian beriman dan berjihad)”(Qs Attaubah 86-87) Begitu banyak karya dan gelar mereka, begitu lihai mereka berorasi. Namun mereka telah dicap oleh Al-Qur’an sebagai orang yang tidak paham. Karena mereka merasa mereka tidak melakukan sesuatu yang berdosa. Apalagi sekarang. Jangankan tidak merasa berdosa, bahkan mereka sekrang merasa benar tidak berjihad, menunaikan fardhu, karena menganggap bahwa makna jihad luas dan bisa memasuki berbagai segmen, dan parahnya menyalahkan serta “menyesat-nyesatkan’ mereka yang telah menegakkan fardhu Jihad fisabilillah dengan jiwa, lisan dan harta mereka. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengabarkan tentang kondisi orangorang yang imannya jujur di akhir zaman. Dari Abuu Hurairah –Radhiyallahu ‘anhu- bekata, Rasulullah Saw bersabda: ‫سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها المين و ينطق فيها الرويبضة . قيل : و ما الرويبضة ؟‬ ‫قال : الرجل التافه يتكلم في أمر العامة‬ "Akan datang kepada manusia tahu-tahun yang menipu, yang mana didalamnya orang dusta dianggap benar, orang benar dianggap dusta, orang yang berkhianat dipercaya, orang yang amanah dianggap khianat dan Orang-orang ruwaibidhah berbicara. Rasulullah ditanya:”siapakah ruwaibidhah itu?” beliau menjawab:”mereka orang dungu yang berbicara berbicara dalam masalah ummat”.(HR Ibnu Majah) Ya Allah, begitu terasa kalau sekarang dekat dengan kiamat. Mudah-mudahan kita dihindarkan dari virus ini. Dan memantapkan hati kita diatas jalan yang ditempuh oleh sebaik-baik ummat ini.[voa-islam.com]

Wawancara dengan salah seorang Komandan Mujahidin Thaliban: Sebentar lagi, Kabul dalam kekuasaan penuh Mujahidin

KABUL – Invasi militer AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan telah berjalan selama sepuluh tahun. Barack Obama dan para pemimpin negara salib boleh saja berkoar-koar di media massa internasional bahwa mereka telah meraih kemenangan di Afghanistan. Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain. Mujahidin pemerintahan Islam Thaliban telah merebut kembali 2/3 wilayah Afghan. Dalam beberapa minggu terakhir ini, aksiaksi jihad Thaliban bahkan telah menghantam kantor-kantor pemerintahan dan markas-markas militer pemerintahan murtad Karzai serta ISAF di ibukota negara, Kabul. Beberapa tangan kanan Karzai dan anggota CIA tewas dalam serangan-serangan itu. Jika ibukota negara saja telah berhasil ‘dihajar’ oleh Thaliban, apatah lagi daerah-daerah yang jauh dari ibukota? Lantas, di mana kehebatan 150.000 tentara salibis AS dan NATO yang tergabung dalam ISAF? Kemana pula kehebatan tentara, kepolisian, dan intelijen pemerintahan murtad Karzai? Untuk mengikuti perkembangan terakhir jihad di Kabul secara khusus dan seluruh Afghanistan secara umum, majalah bulanan mujahidin Thaliban, Ash-Shumud, edisi 64/VI bulan Syawwal 1432 H (www.alsomod-iea.info), mengadakan wawancara dengan wakil komandan mujahidin Thaliban untuk daerah Kabul dan sekitarnya, mulla Faidhul Haq Al-Umari. Berikut hasil terjemahan arrahmah.com untuk wawancara tersebut. WAWANCARA MAJALAH ASH SHUMUD DENGAN MULLA FAIDHUL HAQ AL ‘UMARI WAKIL PEANGGUNGJAWAB JIHAD WILAYAH KABUL PADA HARI RABU 14 SEPTEMBER 2011 Ash Shumud: Kami dari majalah Ash Shumud sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kesediaan antum (kamu) untuk memenuhi permohonan wawancara dengan antum, di tengah-tengah kesibukan antum dalam urusan jihad. Pertama-tama kami memohon kiranya antum sudi memberikan penjelasan singkat tentang data-data global wilayah Kabul. Al ‘Umari: Segala puji bagi Allah, shalawat teriring salam semoga senantiasa terlimpah kepada Muhammad sang imamul mujahidin, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Wa ba’du: Akhil karim, saya juga ingin sampaikan terima kasih kepada antum yang telah memberikan berbagai dukungan untuk jihad. Semoga Allah menerima amal antum semua. Kabul merupakan ibukota Afghanistan, yang pusatnya adalah kota Kabul yang merupakan salah satu kota terkenal di negara ini bahkan di dunia. Atas kesohorannya ini sehingga tidak memerlukan lagi untuk dijelaskan. Secara umum dapat kita katakan bahwa Kabul adalah salah satu wilayah (provinsi) dari berbagai wilayah-wilayah pusat yang ada di negeri ini. Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Logar, wilayah Wardak, wilayah Laghman, wilayah Barwan dan wilayah Nanggarhar. Secara administratif wilayah (provinsi) Kabul terdiri dari 17 mudiriyah (kabupaten) selain kota Kabul sendiri. Sedangkan kepadatan penduduknya, Kabul termasuk memiliki penduduk terbanyak di antara wilayah-wilayah lainnya. Jumlah penduduknya sekitar 4 juta jiwa yang mana 80 % di antaranya tinggal di kota, sedangkan 20% lainnya tinggal di perkampungan dan di mudiriyah (kabupaten). Ash Shumud: Daerah mana sajakah di wilayah Kabul yang ada mujahidin dengan kesatuan-kesatuan dalam struktur jihadnya? Al ‘Umari: Mujahidin dengan struktur kesatuan jihadnya terdapat di 13 mudiriyah (kabupaten) dari seluruh mudiriyah yang berjumlah 17 mudiriyah. Selain itu ada sejumlah unit jihad khusus yang terdapat di dalam kota Kabul.

Mujahidin ada di seluruh daerah tersebut secara terorganisir dimana ada para penanggung jawabnya yang mengendalikan semua urusan sipil dan urusan jihad. Mujahidin melancarkan berbagai operasi jihad berdasarkan berbagai perencanaan yang telah dikaji secara akurat. Selain di daerah-daerah tersebut, ada beberapa daerah lain yang masih masuk wilayah Kabul, seperti Mirbicah Kut, Istalif, Kalkan dan daerah-daerah lain yang ada mujahidinnya yang terstruktur dalam unit-unit kecil yang melancarkan sejumlah operasi rahasia, Mereka juga berusaha untuk memperkuat eksistensi mujahidin di daerah-daerah tersebut. Ash Shumud: Sudikah kiranya antum menyampaikan beberapa data yang lebih rinci tentang semua mudiriyah yang mana mujahidin memiliki dominasi tinggi, kondisi jihad di sana, dan sejauh mana kontrol mujahidin terhadap mudiriyah-mudiriyah tersebut. Selain itu juga mengenai bentuk-bentuk operasi yang dilancarkan mujahidin di sana. Al ‘Umari: Markas Mujahidin untuk wilayah Kabul terletak di mudiriyah Srubi. Di mana di sana terdapat kaum salibis dan kaki tangannya di beberapa titik yang sangat terbatas. Sementara daerah lainnya yang sangat luas, seluruhnya berada di bawah kontrol mujahidin. Misalnya adalah lembah Uzbin yang letaknya sangat strategis, di sana mujahidin memegang kendali penuh sejak beberapa tahun yang lalu. Pihak musuh, khususnya Prancis telah berusaha mengusir mujahidin dari daerah yang sangat urgen ini. Namun mereka selalu gagal menlaksanakan misi ini dan bahkan mereka selalu pulang dengan menderita kerugian besar berupa korban jiwa dan peralatan perang. Mereka membawa berbagai kenangan kisah sedih di daerah ini. Selain itu mujahidin juga memegang kontrol secara penuh di daerah Turghar yang letaknya juga sangat strategis. Daerah ini merupakan titik penghubung antara wilayah Kabul, wilayah Laghman dan wilayah Naggarhar. Daerah ini juga merupakan sebuah gunung yang menjulang di hadapan jalan utama yang terbentang antara Jalalabad dan Kabul yang termasuk kategori jalur bantuan utama bagi pasukan penjajah di Afghanistan. Selain itu kehadiran mujahidin sangat terasa dan efektif di distrik Jakdalak dan distrik Tizin. Keberadaan mereka sangat terang-terangan dan operasi-operasi jihad mereka sangat berdampak. Dari sana pula mujahidin mengendalikan berbagai operasi jihad di kabupaten-kabupaten lain. Belum lagi distrik Khak Jabar, kabupaten Dah Siz, kabupaten Musahi, kabupaten Yaghman, kabupaten Jihar Asiyab dan distrik-distrik lain di sekitarnya, adalah termasuk kawasan yang mujahidin memiliki kendali di sana, dan melaksanakan berbagai macam operasi militer terhadap musuh. Adapun kawasan-kawasan yang berada di sebelah utara kota Kabul, seperti kabupaten Qurah Bagh, kabupaten Syakardarah, kabupaten Saray Khujah, serta semua daerah yang bertetangga dengannya, di sana terdapat sejumlah unit-unit baru mujahidin, dan dalam waktu dekat insya Allah mereka akan membentangkan dominasinya di sana. Ash Shumud: Lalu bagaimana dengan perjalanan jihad dan efektifitas mujahidin di dalam kota Kabul sendiri? Al ‘Umari: Kota Kabul sebagai sebuah ibukota negara adalah sebuah kota terpenting di antara kota-kota lainnya di Afghanistan. Dan masing-masing fihak (Mujahidin dan Salibis) berusaha untuk memegang kendali atasnya. Oleh karenanya, atas karunia Allah, di sana mujahidin memiliki unit-unit yang terorganisir yang terus melancarkan berbagai serangan besar dan mematikan terhadap target-target vital musuh. Sementara ini mujahidin juga tengah menyiapkan unit-unit perang kota. Mereka membuat sebuah perencanaan yang universal untuk mengubah kota Kabul sebagai daerah yang musuh tidak akan pernah merasa tenang dan aman tinggal di sana. Akan tetapi oleh karena musuh dari luar dan dari dalam mengerahkan semua kekuatan formal dan intelejennya untuk mempertahankan kota ini, dengan menebar mata-mata di berbagai titik, maka dengan begitu mujahidin kini menghadapi berbagai kendala untuk melancarkan berbagai operasi jihad di kota ini. Namun demikian operasi-operasi yang berhasil dilancarkan mujahidin kini terus semakin meningkat, Hal inilah yang membuat musuh terus terpuruk sejak beberapa tahun terakhir, sampai pada tingkat mereka kehilangan kendali dalam menghadapi serangan-serangan mujahidin yang sangat membingungkan mereka. Sebagai contoh paling anyar untuk serangan-serangan mujahidin yang sangat membingungkan mereka adalah sebuah serangan fida’iyah (berani mati) yang dilaksanakan secara kolektiv terhadap hotel Intercontinental di jantung kota Kabul. Padahal kawasan ini memiliki tingkat pengamanan yang sangat tinggi. Di sana di sana diberlakukan semua standar keamanan yang sangat tinggi antara para penjajah dan kaki tangannya.

Juga seperti operasi pembunuhan terhadap seorang menteri penasehat presiden Hamid Karzai yang bernama Jan Muhammad Khan di dalam rumahnya sendiri. Operasi-operesi jihad yang spektakuler dan pembunuhan terhadap para petinggi pemerintah ini menimbulkan efek teror yang besar terhadap para pemegang kendali pemerintah boneka ini. Oleh karenanya sebagian besar mereka berusaha keras untuk mengevakuasi keluarga mereka dari Afghanistan ke Amerika dan negara-negara Eropa. Selain itu sebagian besar para pemimpin organisasi-organisasi Barat berusaha untuk bermalam di luar Afghanistan, kemudian pada siang harinya mereka kembali untuk melaksanakan pekerjaan mereka di Afghanistan. Sebagai bukti atas merebaknya rasa takut di kalangan para pemegang kendali pemerintahan boneka ini adalah apa yang ditulis oleh berbagai surat kabar belakangan ini yang mengutip pernyataan resmi dirjen kantor bea cukai bahwa impor mobil-mobil anti peluru sangat meningkat tajam. Setiap minggunya mobil jenis ini yang masuk Afghanistan berkisar antara sepuluh sampai dua puluh unit. Ini merupakan bukti nyata bahwa musuh yang berada di kota Kabul hidup dalam ketakutan dan kegelisahan, dan mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk menghirup udara ketenangan dan ketentraman. Ash Shumud: Taktik apa sajakah yang digunakan oleh mujahidin, yang sehari-hari mereka gunakan dengan efektif di wilayah Kabul ini? Al ‘Umari: Mujahidin Kabul menggunakan semua taktik jihad yang efektif yang juga dipakai oleh mujahidin di berbagai wilayah lainnya, seperti pengeboman, serangan istisyhadiyah, serangan mobil yang diisi degan bahan peledak, serangan fida’iyah (berani mati) yang dilaksanakan secara kolektiv terhadap target-target yang besar. Serangan-serangan semacam ini akan terus dilancarkan dengan terus dilakukan modifikasi yang disesuaikan dengan jenis serangannya. Selain itu dalam waktu dekat kota Kabul akan menyaksikan sebuah taktik baru dari perang kota yang akan dilancarkan oleh sel-sel kecil mujahidin untuk misi pembunuhan terhadap person-person musuh yang penting. Sel-sel ini juga akan melancarkan serangan mereka terhadap sarana-sarana angkutan musuh dengan menggunakan peledakan dan RPG. Selain itu juga akan dilancarkan berbagai penyergapan di jalan-jalan ibukota dan pinggiran-pinggiran kota terhadap regu-regu patrol dan iring-iringan militer musuh. Dan kini mujahidin benar-benar telah memulai taktik ini di distrik Mahir dan distrik Tanki Abrisyam, di sebuah jalan raya yang menghubungkan antara Kabul dan Jalalabad. Sehingga setiap hari mujahidin selalu dapat menimpakan kerugian yang besar terhadap musuh. Aktifitas mujahidin di Kabul tidak hanya terbatas pada kegiatan militer saja, akan tetapi mereka telah mengangkat para penanggung jawab sipil yang menangani urusan rakyat, yang bekerja siang-malam menyelesaikan persoalan-persoalan perdata dan pidana. Selain itu ada juga kegiatan dakwah yang dilakukan mujahidin di masjid-masjid, selebaran-selebaran dan sarana-sarana lainnya yang memungkinkan. Yang terakhir ini mujahidin memulai sebuah kegiatan baru di kota Kabul yaitu mendakwahi orang-orang yang bergabung dengan barisan musuh dengan cara mengirimi surat pribadi kepada mereka. Yang isinya mengajak mereka agar keluar dari barisan musuh. Metode dakwah secara bijak dan nasehat yang baik semacam ini telah membuahkan hasil-hasil yang baik. Ash Shumud: Berkenankah kiranya antum menyampaikan sebagian dari operasi-operasi jihad yang dilancarkan mujahidin di wilayah ini akhir-akhir ini. Al ‘Umari: Kami sejak awal tahun ini terus melancarkan berbagai operasi dan serangan yang sangat banyak dengan sebuah sandi serial operasi Badar yang telah diumumkan oleh dewan pimpinan mujahidin. Sehingga sepertinya dalam wawancara ini kita tidak dapat menyampaikannya semua. Akan tetapi saya akan menyampaikan sebagiannya sebagai berikut: Satu setengah bulan yang lalu sejak awal bulan Juli sampai pertengahan Agustus mujahidin telah melancarkan lebih dari lima puluh kali operasi dan serangan. Di antaranya ada operasi-operasi besar yang dilancarkan terhadap iring-iringan logistik dan bantuan musuh di distrik Tanki Abrisyam. Mujahidin juga melancarkan sebuah operasi terhadap terminal truk pengangkut bahan bantuan musuh di sebelah timur kota Kabul di mana banyak truk di antaranya yang terbakar. Mujahidin juga melakukan perlawanan terhadap sebuah pasukan besar musuh di distrik Azbi. Pasukan ini bergerak ke distrik ini dengan perlengkapan penuh untuk menghabisi mujahidin yang ada di sana. Tetapi Allah SWT menggagalkan misi mereka

dan justru memenangkan mujahidin atas mereka. Mereka pun kabur dari distrik ini setelah menderita kerugian besar pada personal dan peralatan. Selain itu sebuah pasukan besar musuh juga bergerak ke distrik Turghar untuk mengusir mujahidin dari sana. Akan tetapi ketika pasukan musuh tersebut sampai di distrik Jakdalik, mereka menghadapi sebuah perlawanan dahsyat dari mujahidin sehingga memaksa mereka untuk kembali ke markas mereka. Pada semua operasi ini musuh menderita kerugian yang sangat sangat besar, di mana kendaraan-kendaraan dan tank-tanknya terbakar, personal-personal pasukan mereka terbunuh dan mereka mengalami kerugian hebat. Ash Shumud: Apa saja kerugian yang diderita mujahidin selama menjalankan operasi-operasi tersebut? Dan tanggapan Antum mengenai klaim intelejen musuh tentang tertangkapnya sejumlah mujahidin di wilayah Kabul? Al ‘Umari: Memang kami mendengar klaim-klaim dusta semacam ini bahwa mereka telah berhasil menangkap sejumlah mujahidin atau berhasil mendeteksi sejumlah mobil yang dipasang bahan peledak sebelum diledakkan, atau klaim-klaim dusta lainnya yang sejenis. Namun semua klaim tersebut merupakan satu bentuk psy war yang mereka lancarkan dengan tujuan membangun kembali mental yang telah hancur pada pasukan pemerintah murtad dan juga pada orang-orang yang bekerja sama dengan mereka. Sebenarnya yang mereka tangkap adalah orang-orang sipil yang tidak mengerti apa-apa lalu mereka siarkan di media massa sebagai mujahidin untuk membangun opini palsu atas keberhasilan mereka dalam operasi intelejen. Begitu juga mereka membuat sandiwara penangkapan mujahidin dengan menangkap anak-anak remaja yang masih sangat belia dengan mengatakan bahwa mereka ini adalah orang orang yang akan melakukan serangan istisyhadiyah (bom bunuh diri). Semua klaim dan sandiwara ini merupakan satu serial perang isu yang dilancarkan terhadap mujahidin, yang tidak ada kebenarannya sama sekali. Namun mujahidin memahami betul ketidak berdayaan intelejen musuh, dan mujahidin tidak akan pernah gentar menghadapi klaim-klaim semacam ini. Ash Shumud: Bagaimana penilaian antum mengenai hubungan kerjasama rakyat dengan mujahidin? Al ‘Umari: Atas karunia Allah penduduk wilayah Kabul menjalin kerjasama dengan mujahidin, dan melalui majalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih saya atas kesediaan mereka melindungi mujahidin di rumah-rumah dan di kampungkampung mereka meskipun ada banyak pemeriksaan intelejen dan meskipun banyak tersebar mata-mata pemerintah boneka ini. Penduduk wilayah Kabul memberikan bantuan mereka kepada mujahidin dengan segala kemampuan mereka dan mereka tidak memperdulikan ancaman-ancaman dari musuh. Ash Shumud: Terakhir apa pesan yang ingin antum sampaikan kepada para pembaca majalah Ash Shumud melalui wawancara ini? Al ‘Umari: Pesan saya kepada bangsa kami yang merupakan bangsa mujahid adalah hendaknya mereka jangan menundanunda jihad dan membantu mujahidin pada periode yang sangat genting. Kami yang senantiasa memantau kondisi musuh yang bercokol di Kabul ingin mengatakan kepada bangsa kami bahwa musuh tengah dalam proses tumbang. Tentara dan pemerintah mereka tidak memiliki lagi mental untuk berperang dan eksis. Karena para petinggi pemerintah dan seluruh personalianya telah yakin bahwa mereka tidak akan mampu lagi menghadang serangan mujahidin. Mereka juga telah kehilangan rasa saling percaya di antara mereka. Maka pada periode jihad kita ini, kita semua harus selalu waspada terhadap berbagai konspirasi musuh, Dan kita semua juga harus melanjutkan jihad kita sampai dapat mengusir seluruh tentara musuh dari negara kita. Sumber: Majalah Ash-Shumud, edisi 64/VI bulan Syawwal 1432 H www.alsomod-iea.info

Membangun Kekuatan Wa'yul Amni di Kalangan Jundullah

Wa’yul Amni

(Kesadaran Intelejen)

al Harbun Khud’ah merupakan salah satu point penting dalam berjihad fie sabilillaah dan banyak dari kalangan kaum muslimin belum memahami perihal demikian. Sehingga menyebabkan timbulnya kelemahan yang begitu mendasar dalam wa’yul amni (Kesadaran Intelejen). Pada tahun 1967 terdapat pengalaman pahit perang antara arab dan Israel oleh Kaum Muslimin di Arab. Sangat sedikit yang menjelaskan penyebab kekalahan tersebut secara mendasar. Namun pada realitanya menunjukan bahwa salah satu penyebab utama kekalahan mereka adalah lemahnya Wa’yul Amni dari pihak Arab.

Hari ini, jihad fie sabilillaah senantiasa berlangsung dan itu sudah ketentuan sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi Wasallam bahwa akan senantiasa ada sekelompok orang yang berpegang teguh diatas kebenaran memerangi orang-orang yang menentang Kitabullah dan Sunnah RasulNya. Dan sering kita saksikan bahwa perjuangan yang dilancarkan oleh Mujahidin-Mujahidin dari seluruh penjuru dunia menuai Keberhasilan bahkan tidak sedikit yang mampu menegakan Hukum Allah di daerah dimana ia berjuang,. Dan sebagai kaum muslimin wajib baginya mendukung serta mensupport perjuangan mereka.

Namun di sisi lain, Kemenangan yang terjadi dan telah diperoleh tidak lepas dari dukungan Usaha keras para Mujahid, Kaum Muslimin dan yang terpenting adalah karunia Allah ‘Azza wa jalla. Tidak serta merta kemenangan tersebut diraih dengan hanya mengandalkan 1 faktor tanpa memperhatikan factor-faktor penting lainnya.

Salah satu diantaranya adalah perihal Kitman / biasa kita kenal dengan Menjaga Rahasia Kemiliteran. Kitman merupakan salah satu factor utama yang wajib diperhatikan para Pejuang Islam, karena dengannya sebuah perjuangan bisa sampai kepada titik dimana bisa menjatuhkan dan Merebut segala sesuatu yang dimiliki musuh, bahkan kita bisa dengan mudah menguasai Informasi dan menjadi Master Mind atas kekuatan yang dimiliki musuh.

Namun pada hari ini, sungguh sangat disayangkan jika ada sekelompok orang yang memiliki keinginan untuk berjihad dan menegakan Agama Allah tapi tidak memperhatikan factor-faktor penyebab datangnya Karunia Allah yang begitu besar. Lebih senang mengumbar informasi militer mujahidin yang bersifat Amniyah ketimbang menjaganya di ruang lingkup yang terbatas. Memang tidak salah memberitahukan informasi-informasi penting kepada kaum muslimin pada umumnya, namun di sisi lain kitapun harus memahami sejauh mana informasi tersebut bisa diserap oleh kaum muslimin dengan mudah dan bisa mempertimbangkan sumber kekuatan informasi musuh yang mungkin saja bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri. Al hasil, Musuh dengan mudah menyerap informasi-informasi yang dibeberkan kepada kaum muslimin dan menjadikannya sebagai boomerang yang suatu waktu bisa menyerang balik orang yang melemparnya. Nas’alullaah as Salamah wal “afiyah…. Kesadaran akan Keamanan (Kesadaran Intelejen “sense of security)

Rasulullah berdakwah secara siriyah (sembunyi-sembunyi) pada masa awal. Beliau mengkader dan mengajar/membina sehingga kualitas kader yang baik. Merahasiakan dilakukan untuk tetap mempertahankan eksistensi dan mencegah serangan musuh tiba-tiba. Sikap jujur, husnudzan, kearifan dalam berjamaah tidaklah cukup untuk menjaga kemashlatan dakwahnya. Tanpa dibekali dengan wa’yu amni wa siyasi, sebuah kejujuran dan berbaik sangka justru mendatangkan mudharat karena musuh akan memanfaatkannya untuk memporak-porandakan struktur di dalamnya. Wa’yul amni wa siyasi merupakan kesadaran untuk menjaga jamaah dari berbagai himpitan beban yang diciptakan oleh lawanlawannya yang menginginkan agar jamaah berputus asa, kehilangan, dan mengambil sikap yang salah kemudian teeglincir.

Wa’yul amni wa siyasi adalah sebuah upaya untuk mengurai, menganalisa, dan menarik kesimpulan agar tidak jatuh dalam suasana kontradiktif baik ucapan, sikap, maupun perilaku. Wa’yul amni wa siyasi diterapkan untuk meraih taufik dan hidayahNya. Dalam 1. 2. 3. Dakwah perjalanan Iman Pembentukan Usaha dan dakwah yang yang amal amniyah yang ada wasilah mendalam rapi berkesinambungan ditujukan dan (iman (takwin (amal

kebijakan:

‘amiq) daqiq) mutawasil)

untuk:

1. Menghindari dosa 2. Merealisasikan suatu kewajiban 3. Pertumbuhan, pemeliharaan, dan peningkatan sensitivitas amniyah kepada personil dakwah 4. Penguasaan teoritis konsepsional yang tandzim 5. Identifikasi sikap dan kondisi yang akurat 6. Segabai sebuah gerakan yang penuh kesiap-siagaan 7. Untuk perencanaan tiap gerak dakwah 8. Pandangan ke depan 9. Pengetahuan intelijen 10. Prinsip akhlak Dalam istilah kemiliteran kotemporer, Kitman mengandung banyak pengertian, beberapa diantaranya adalah : 1. 2. 3. 4. Merahasiakan informasi-informasi Militer terutama yang berhubungan dengan data Kualitatif Merahasiakan informasi-informasi persenjataan, struktur organisasi, kemampuan logistic, pusat komando. Merahasiakan maneuver-manuver yang akan dilancarkan. Dan Merahasiakan pemetaan musuh, tata letak geografis dari jangkauan kawan maupun lawan.

Merupakan sebuah keharusan menyembunyikan informasi-informasi militer dari jangkauan musuh tidaklah memerlukan penjelasan yang bertele-tele, sebab sisi-sisi mudharatnya sudah dapat kita kenali secara umum. Namun, merahasiakan informasi-informasi militer terhadap pihak kawan membutuhkan penjelasan. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan bahwa dalam sebuah organisasi apalagi yang bersifat underground itu sangat tidak menutup kemungkinan terjadinya infiltrasi terhadap gerakan-gerakan tersebut. Kawan itu (dalam kemiliteran) ada 2 Jenis :

Ada yang memiliki hubungan dengan masalah-masalah militer yang bersangkutan. Kawan jenis ini tidak perlu diragukan (walupun kewaspadaan itu harus tetap ada), jadi tidak terlalu bermasalah jika harus berbagi informasi dengan kawan tersebut (namun tetap memperhatikan kaidah-kaidah amniyah). Ex : orang yang memiliki Tugas tertentu dalam operasi-operasi yang akan dilancarkan. Biasanya memiliki berbagai bidang / divisi masing-masing. Seorang kawan yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan operasi-operasi militer yang bersangkutan (Anggota biasa / Simpatisan). Terhadap kawan jenis ini, informasi-informasi yang menyangkut dengan masalah inti dalam pelaksanaan operasi-operasi kemiliteran wajib dijauhkan. Karena kawan jenis ini biasanya sedang mengalami semangat yang sedang meledak-ledak dan cenderung senang menonjolkan diri serta berbangga diri sehingga terkadang informasi

penting yang ia peroleh secara disengaja maupun tidak para akhirnya tersiar. Atau ia tidak memiliki appresiasi akan urgensi informasi yang ia pegang sehingga dengan mudah dibeberkan ke setiap orang yg dikenalnya. Dan point pentingnya adalah bahwa seorang Jundullah sejati tidak akan dengan mudah membeberkan informasi-informasi secara serampangan kepada setiap orang meskipun terhadap kerabat terdekat hingga keluarganya sendiri. Dalam sejarah sepak terjang militer terdapat banyak contoh yg bisa dijadikan sebagai Ibroh bagaimana pihak musuh bisa dengan mudah menyerap informasi-informasi penting melalui kerabat ataupun keluarga –terutama dari kalangan wanita- sehingga bocornya informasi itu menyebabkan kerugian yang amat besar dan penyesalan yang begitu mendalam dalam pertempuran. BOCORNYA INFORMASI-INFORMASI PENTING KAUM MUSLIMIN

Di Zaman yang penuh dengan kemajuan Teknologi ini, sangatlah mudah untuk memperoleh Informasi apapun yang kita inginkan, sekecil apapun itu. Namun terkadang juga untuk mendapatkan informasi juga lumayan sulit, karena ada beberapa Informasi walupun di zaman yang serba mudah ini sulit untuk didapat sehingga memerlukan Akses Khusus atau Koneksikoneksi yang bisa mengantarkan kita untuk mendapatkan informasi itu. Dan sangat disayangkan jika ada ikhwah yang dengan mudahnya berbagi informasi perihal informasi penting terhadap gerakannya kepada orang lain yang tidak berhak untuk mengetahui sedikitpun informasi-informasi tersebut. BELAJAR DARI Hatib bin Abi Baltaah (Kisah Fathu Mekkah)

Hatib bin Abi Baltaah adalah seorang Shahabat (Ahlu Badr) dan seorang Intelejen yang dikirim Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam ketika Beliau hendak menuju mekkah. Dan Hatib diperintahkan oleh Rasulullaah untuk menjaga agar informasi mengenai kedatangan dan tujuan beliau ke Mekkah tidak diketahui oleh Kaum Quraisy. Namun, ternyata Hatib bin Abi Baltaah mengirimkan sepucuk surat yang dititipkan kepada seorang wanita yang sedang melakukan perjalanan menuju Mekkah. Dalam surat tersebut dia secara tidak langsung membocorkan rahasia surat tersebut kepada Kaum Quraisy mengenai rencana Rasulullah dan kaum muslimin menaklukan kota Mekkah. Setelah Nabi mengetahui perihal dititipkannya surat tersebut, Beliau segera mengutus Ali bin abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengejar wanita itu. Keduanya berhasil menyusul si pembawa surat dan lalu merampas surtat tersebut darinya. Kemudian Rasulullaah pun memanggil hatib dan bertanya : “Apa yang mendorong kamu sehingga berbuat demikian?”

Hatib menjawab : “Wahai Rasulullaah, Demi Allaah sungguh saya beriman kepada Allah dan RasulNya, dan saya tidak sedikitpun bergeser dan berubah dari keyakinan itu. Tapi saya ini adalah seorang lelaki yang sama sekali tidak memiliki keluarga dan kerabat. Di tengah bangsa Quraisy itu terdapat anak-anak dan keluargaku. Saya melakukan semua itu untuk melunakan hati orang Quraisy demi keselamatan Keluargaku.” Umar bin Khatthab pun berkata : “Wahai Rasulullaah, izinkanlah saya menebas batang lehernya, sungguh dia telah berlaku Nifaq!” Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata : “Boleh jadi dia berkata jujur kepada kalian, tetapi bukankah Allah telah berfirman kepada orang-orang yang telah ikut dalam Perang Badar : “Berbuatlah sesukamu!”

Dari kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran betapa kehati-hatian Rasulullah dalam membendung bocornya informasiinformasi mengenai kaum muslimin kepada kaum kuffar. Ini merupakan bukti riil dari realisasi pola Kitman yang rapih dan lihatlah komitmen Shahabat seperti Umar yang berani menghadap Rasulullah serta meminta izin untuk menghabisi Nyawa Hatib bin Abi Ba;ltaah yang telah gagal melaksanakan Kitman. Pelajaran Penting yang perlu diperhatikan dari Fathu Mekkah : 1. Kepemimpinan yang baik 2. Pentingnya menjaga kepercayaan sesame pasukan dan satuan! 3. Wajib bagi sebuah gerakan memiliki satuan Intelejen yang bisa di delegasikan ke setiap tempat untuk memperoleh Informasi-informasi tentang keadaan musuh atau suatu tempat (markas musuh)! 4. Pentingnya menjaga Rahasia 5. Kewaspadaan yang tinggi

Itulah beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari Fathu Mekkah, penting bagi seorang jundi memiliki sifat-sifat tersebut dan menjaga dengan baik apa yang dimiliki dan diamanahkan kepadanya. Berkacalah kepada para pendahulu kita, lihatlah bagaimana sosok Kepemimpinan Rasulullaah dalam menjaga informasi yang dimilikinya. Beliau tidak pernah memberitahukan setiap tujuan kepada pasukannya kecuali sudah berhadap-hadapan dengan musuh. Hal ini dilakukan karena untuk meminimalisir terjadi pengkhianatan di tubuh kaum muslimin itu sendiri. Begitupun mudahnya intelejen musuh masuk kedalam tubuh kaum muslimin, hal tersebut dikarenakan lemahnya system pengamanan dalam sebuah pergerakan yang hanya mementingkan semangat dan kuantitas belaka dengan alas an sudah saatnya kaum muslimin mengetahui hal-hal inti dari kemiliteran. Padahal dalam kemiliteran itu sendiri sangat mengedepankan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan secara menyeluruh meskipun dengan keluarga dan kerabat terdekatnya. Karena mungkin saja teman dekat atau keluarganya saat ini menjadi musuh di masa yang akan datang dan semua itu tidaklah menutup kemungkinan. Ketika manusia tak lagi terkendali risalah Islam, para dai tak lagi dibutuhkan, pantaslah musibah turun sebagai peringatan. Keasyikan dengan dunia dan melupakan jihad merupakan syarat didatangkannya musibah. Menjadi tugas jamaah dakwah untuk mengajak manusia agar senantiasa dalam jalur kendali dinul islam. Semoga Allah Senantiasa menjaga para Mujahidin dan meneguhkan persatuan diantara mereka…! sumber : forum Islam at-Tawbah

"KAROMAH 11 SEPTEMBER"

Sebuah fenomena yang cukup ganjil terjadi pada awal dekade 2000-an. Ribuan orang di benua salib (Amerika dan Eropa) berbondong-bondong masuk ke dalam agama yang dikatakan sebagai agama bangsa Arab. Fenomena ini sangat menarik. Sebab ribuan (atau mungkin jutaan) penduduk di negara mayoritas muslim malah banyak yang berpindah ke agama lain. Peristiwa apakah yang mampu menggetarkan hati manusia untuk berbondong-bondong masuk Islam ? Sungguh sebuah kebesaran Allah telah terjadi di tahun 2001. Ternyata bukan pengajian, bukan musabaqah tilawatil qur’an, ataupun juga bukanlah adzan yang mengantarkan mereka pada hidayah. Bukanlah syiar-syiar “konvensional” tersebut yang membuat ribuan orang masuk Islam. Akan tetapi Allah mengantarkan hidayah kepada mereka dengan sebuah syi’ar raksasa yang terjadi di 11 September 2001, lewat tangan thaifah al-Manshurah. Sebuah cara yang sangat ganjil. Itulah peristiwa WTC 2001.

Menggentarkan Hati dan Menyampaikan Syiar Sesungguhnya berpetak-petak tanah kaum muslimin saat ini berada di bawah kekuasaan orang kafir asli ataupun orang murtad sekuler. Musuh-musuh Allah tersebut saling bahu membahu menindas kaum yang lemah pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Mengeruk kekayaan alam yang tak ternilai jumlahnya. Banyak orang muslim tidak sadar akan penjajahan ini, bahkan banyak “mantan” umat Islam berbondong-bondong menyembah kapitalisme dan ber-tawally dengan para penjajah. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membebaskan tanah-tanah yang terjajah ini. Syaikh Al-Mujahid Abdullah Azzam menyebutkan dalam Ad-Difa’ An Aradli al-Muslimin Ahamu Furudl al-A’yan : “Para ulama salaf dan khalaf telah bersepakat dan juga para ahli fiqih dan para ahli hadits di setiap abad, bahwasanya bila sejengkal tanah umat Islam di rampas oleh kaum kuffar, maka pada saat itu jihad adalah fardhu ‘ain atas segenap kaum muslimin laki-laki maupun perempuan. Sehingga pada waktu itu seorang anak laki-laki berangkat jihad tanpa harus minta izin kepada orang tuanya dan seorang istri berangkat jihad tanpa harus izin suaminya.” Ibnu Taimiyah berkata:“Apabila musuh telah masuk menyerang negeri Islam maka tidak diragukan lagi bahwa wajib atas setiap orang Islam yang dekat dengan negeri yang diserang itu dan kemudian yang lebih dekat. Karena seluruh negeri Islam pada hakikatnya adalah satu negara yang tak terpisahkan. Maka oleh sebab itu wajib atas setiap muslim pergi berperang menuju wilayah yang diserang itu dengan tanpa izin orang tua dan tidak pula izin yang lainnya. Dan keterangan-keterangan Imam Ahmad amat terang dalam masalah ini.” (al-Fatawa al-Kubra, 4:608). WTC 11 September 2001 merupakan upaya dari sebagian kecil dari pejuang Islam untuk memukul kepala ular dan sekaligus menggentarkan hati orang-orang kafir. Sebab menggentarkan hati orang kafir, atau dalam istilah populer

disebut dengan teror, merupakan perintah yang termaktub dalam al-Qur’an. Allah memerintahkan kita untuk berlatih dan bersiap agar dapat menggentarkan, meneror, dan menakut-nakuti hati musuh-musuh Islam. Hal ini tercantum dalam ayat berikut : "Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka (orang-orang kafir) segenap kekuatan yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat, yang dengannya kalian dapat menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahui tetapi Allah mengetahui mereka." (Al Anfal : 60) Pedang, tombak atau yang sejenisnya (yang pada hari ini dianalogikan dengan peluru, bom dan ledakan) merupakan salah satu syi’ar Islam yang mana Rasulullah pada akhir zaman ini diutus dengannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda : “Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang sehingga Allah SWT saja yang disembah dan tidak disekutukan dengan lain-Nya dan rezekiku terletak di bawah tombakku, dan kehinaan itu dijadikan atas orang yang menyelisihi agamaku. Oleh sebab itu, barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia itu adalah termasuk golongan kaum itu”( Hadits Hasan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Ahmad, Musnad, 2:50, 92, Ibnu Abi Syaibah, Mushannaf, 4:212, 6: 471, at-Thabrani, Musnad Syamiyyin, 1:135, al-Baihaqi, Syu’abul Iman, 2:75, dan Ibnu Abi Syaibah di dalam kitab al-Mushannaf menyebutkan riwayat dari Thawus secara mursal, 4:216, 6:470). Bahkan Syaikh dr. Sayyid Imam asy-Syarif menyebutkan bahwa orang yang membantah bahwa al-Irhab bukan bagian dari Islam, maka dia bisa terjerumus dalam kekufuran karena menyelisihi satu saja dari syariat yang telah ditetapkan. Memang umat Islam dalam beramal tidak dituntut untuk melihat hasil. Namun serangan WTC 11 September merupakan bukti bahwa hidayah itu dapat timbul dengan berbagai macam cara. Meskipun cara penyampaian Islam yang syar’I ini tidak disetujui oleh mayoritas manusia dan mereka-mereka yang terserang penyakit wahn.

Karomah Bukan Konspirasi Begitu banyak keanehan yang terjadi dalam peristiwa ini. Selain hasilnya kepada puluhan ribu hati manusia yang kemudian memeluk Islam, kehancuran simbol kapitalisme dunia menuju serpihan-serpihan kecil ini banyak dipertanyakan kejadiannya oleh banyak umat Islam. Lalu muncullah analisa-analisa yang beraneka ragam. Ada yang menyatakan bahwa Amerika dan Israel sendirilah yang telah menghancurkan monumen mereka. Hingga akhirnya mereka meragukan kekuatan mujahidin dan melupakan karomah operasi jihad. Bahkan tidak sedikit yang menyudutkan al-Qoidah dan syaikh Usamah bin Laden, serta menyebut mereka bagian dari konspirasi jahat Yahudi. Ada pula segerombolan ulama (diantaranya adalah Dr. Yusuf Qordhowi) yang menjustifikasi pengakuan al-Qoidah atas aksi ini untuk menghalalkan penyerbuan Amerika ke Afghanistan “demi” menangkap dan menghabisi Taliban dan al-Qoidah. Fatwa tersebut disebarkan dalam koran dan berbunyi : "...Maka sesungguh-nya kami berpendapat untuk segera memburu para pelaku kejahatan ini dan juga orang-orang yang ikut serta dalam memberikan dukungan moral, mendanai dan memberikan bantuan, kemudian menggiring mereka ke pengadilan yang adil kemudian memberikan hukuman yang sesuai dan membuat mereka serta orang-orang semacam mereka jera, yaitu orang-orang yang menganggap remeh nyawa dan harta orang-orang tidak berdosa, juga orang-orang yang merampas keamanan mereka…”( Asy Syarqul Ausath 8/10/2001). Dukungan perburuan para mujahidin dari gerombolan ulama ini semakin menambah keraguan bagi sebagian umat Islam untuk membela mujahidin. Hal ini juga semakin menguatkan dan menyebarkan secara luas teori-teori konspirasi yang meremehkan serta menyudutkan mujahidin al-Qoidah. Mereka-mereka yang belum pernah berjihad pun saling berkoar-koar mengeluarkan pendapatnya dan bersikap sok tahu. Padahal dalam Dr. Abdullah Azzam pernah menukilkan fatwa dari Ibnu Taimiyyah bahwa tidak boleh menerima fatwa tentang jihad dari seseorang yang qoidun (duduk-duduk saja). Berikut fatwa tersebut : Ibnu Taimiyah berpendapat bahwasanya tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama' yang berada di bumi jihad .. tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama' yang memahami kondisi jihad dan berada dalam medan jihad. Ibnu Taimiyah berkata: "Seharusnya yang diterima pendapatnya dalam perkara-perkara jihad adalah pendapat orang yang memiliki agama yang lurus, yang memiliki

pemahaman mengenai kondisi ahli dunia, bukan orang yang hanya memahami teori-teori agama."Ibnu Taimiyah mengharuskan kita untuk mengambil fatwa dalam masalah jihad dari orang yang memenuhi dua syarat: 1. Pertama: hendaknya ia terjun dalam peperangan dan mengerti apa-apa yang dibutuhkan dalam peperangan, memahami kondisi ahli dunia. 2. Kedua: hendaknya dia adalah termasuk ulama' yang terkenal, artinya dia adalah orang yang memiliki agama yang lurus." (an-Nihayah wal Khulashah)

Banyak yang meragukan operasi penghancuran ini. Hal ini dikarenakan banyaknya keajaiban yang terjadi. Dari perhitungan yang mustahil jika pesawat mampu menubruk dua tower raksasa bertulang baja, hingga sistem keamanan Amerika yang ternyata kecolongan menghadapi serangan-serangan ini. Namun jika kita beriman secara penuh pada Allah, Rasul-Nya dan Kitab-kitab-Nya maka akan kita dapati bahwa memang bukanlah manusia yang mencabuti nyawa ribuan korban gedung kembar tersebut. Bukan pula dua buah pesawat dan pembajaknya yang merubuhkan kolom-kolom beton tersebut. Allah berfirman : "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu'min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-A’raaf : 17) Karomah yang diberikan kepada mujahidin yang melakukan operasi 11 September sebenarnya tidak berhenti begitu saja di tanggal tersebut. Syaikh Omar Bakri Muhammad menyebutkan beberapa parameter keberhasilan operasi tersebut jika ditinjau dari sudut-sudut yang lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Imej tentang Amerika sebelum 911 tidak sama dengan setelah 911 Kondisi ekonomi Amerika sebelum 911 tidak sama dengan setelah 911 Kebijakan keamanan Amerika sebelum 911 tidak sama dengan setelah 911 Harga minyak dan nilai tukar dollar berbeda sebelum 911 dengan setelah 911 Kaum muslimin sebelum 911 berbeda dengan setelah 911 Para ulama yang haq sebelum 911 berbeda dengan setelah 911

Berikut ini tanda-tanda kekuasaan Allah yang diungkapkan oleh Syaikh OBM pada peristiwa 11 September : 1. Sekelompok kecil mengalahkan sekelompok besar 2. Semua perhitungan dan pertahanan mereka gagal karena Allah mengirim orang-orang dengan suatu cara yang tidak mereka sangka-sangka 3. Kita tidak membunuh, tetapi Allah yang membunuh 4. Akan ada orang yang mengorbankan dirinya hanya semata-mata karena Allah 5. Allah memberikan kemengangan dengan cara mencampakkan ketakutan dalam hati musuh 6. Bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mendatangkan kemudharatan kecuali apa yang Allah tetapkan

Masihkah kita ragu dengan karomah dan tanda-tanda kekuasaan yang diberikan oleh Allah ? Atau jangan-jangan keyakinan menggentarkan musuh-musuh Allah belum tertanam di hati kita ? Na’udzu billah min syarri dzalik. [sksd] “Mereka yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah akan mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka.” [QS. Al-Hasyr : 2]

oleh Assahabu Raayati Suud oleh Al-Akh Abu Ja’far al Muhajir (semoga Alloh menjaganya)

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ KEPADA THOGHUT PEMERINTAH INDONESIA… Kami sampaikan kata-kata berikut : Ketika kalian membiarkan saudara-saudara kami di Ambon dibantai dan dibakar rumahnya di masa lalu dan yang baru-baru ini… Ketika kalian memenjarakan dan membunuh saudara-saudara kami yang mencoba mengguncang kekuasaan Batil dan sistem Murtad kalian di negeri ini… Ketika kalian mendukung Amerika dan sekutunya dalam Perang Salib barunya melawan mujahidin di seluruh dunia… Ketika pengkhianatan kalian terhadap Kaum Muslimin semakin menjadi-jadi… Ini kami datang dengan sedikit peledakan untuk mengguncangkan singgasana kemurtadan kalian… * Untuk membela saudara-saudara kami yang dibantai di Ambon, saudara-saudara kami yang kalian bunuh dalam penyergapan-penyergapan oleh Densus 88 la’natulloh, dan yang kalian penjarakan hanya karena mereka bertauhid dan mengingkari pemerintahan murtad kalian… * Untuk menunjukkan kepada kalian bahwa kami tidak pernah surut dalam meneror kalian selama kami belum merasakan aman dalam menjalankan Syariat Alloh di negeri ini, selama Kaum Muslimin masih mengalami penindasan oleh sistem batil kalian, dan selama kalian masih menjadi sekutu bagi Amerika Salibis najis… * Untuk menunjukkan kepada kalian bahwa kehormatan dan nyawa seorang Muslim itu mahal harganya… * Untuk menunjukkan kepada kawan-kawan kami yang telah lemah semangat bahwa kalian itu sebenarnya mudah untuk diserang, bahwa kalian itu sebenarnya sangat rapuh… Inilah saudara kami yang mulia akhuna Ahmad Yosepa Hayat yang telah mengorbankan dirinya untuk misi di atas. Semoga Alloh menerimanya sebagai salah satu Syuhada-NYA. Dan untuk kalian ketahui bahwa ini bukanlah serangan terakhir kami. Yakinlah bahwa kami masih mempunyai banyak alternatif model serangan yang tentu saja akan mengejutkan kalian. Selama ini kami telah mengetahui banyak kelemahan kalian, dan kalian sampai hari ini tidak mengetahui sumber kekuatan kami. Itulah bodohnya kalian. Maka Tunggulah…sesungguhnya kami juga menunggu bersama kalian. Dan tidaklah yang kami tunggu-

tunggu melainkan satu dari dua kebaikan yaitu : Hidup Mulia (menang) atau Mati Syahid….!!! Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar... wa lillahil hamd… !!! Atas nama mujahidin seluruh Indonesia (Abu Ja’far al Muhajir )

Berdoalah untuk Mujahidin Saudara-saudara Antum di

Bebaskan Tawanan!!!

Saudara dan saudari kita tersayang yang ditahan oleh Kuffar dan orang-orang murtad terus meningkat begitu juga dengan penderitaan mereka. Kita mendengar mereka berteriak dari Cuba (Penjara Guantanamo), Abu Gharib (di Irak), dari penjara Amerika dan Inggris juga di Indonesia (di Mako, Cipinang, PMJ, Porong, NK dan penjara lainnya) dan seluruh penjara di seluruh negeri Muslim, namun kita masih tidak bergerak.

Kita masih tidak merasa malu atau menyesal dan keadaan mereka rasanya tidak mempunyai dampak sama sekali buat kita. Apakah rasa malu itu adalah melihat saudara Muslim kita berada di tangan Kuffar dan Murtad, namun kita hanya bisa duduk dan tidak melakukan apapun untuknya. Kita melihat bagaimana borgol pada tangan mereka membuat tangan mereka berdarah serta bagaimana kegelapan penjara mempengaruhi mereka dengan keras, namun kita kembali menutup mata kita. Kita melihat dengan jelas pelanggaran kehormatan, harta dan hidup mereka namun tindakan kita benar-benar mengabaikan itu.

Kita melihat bagaimana khanzir sedang menghina mereka dengan menggunakan anjing dan bagaimana mereka melanggar kehormatan mereka dengan tindakan fisik dan penyimpangan seksual. Dimana dien kita? Dimana rasa jijik dan dimana orang-orang, yang jika mereka melihat darah akan mencoba untuk menghentikan pendarahan tersebut? Bagaimana bisa kita tidur dengan kesenangan mengetahi bahwa pengikut Islam berada di belakang tahanan? Bagaimana bisa kita mempunyai mata tidak mempunyai air mata, juga duka cita?

Kita melihat bahwa kebanyakan orang-orang yang jujur, orang-orang terbaik, seperti Mujahidin berada dalam penjara. Kebanyakan Orang-orang yang ikhlas dari Ummat kita berada dalam tahanan Kuffar dan menjadi target penindasan oleh mereka. Kita perlu menundukkan kepala kita dan merasa malu sebagaimana ini adalah realitas kehinaan kita dan rasa bahwa mayoritas telah menerima kehinaan ini sebagaimana mereka terlihat sangat santai dan menikmati gaya hidup mereka. Sebagai seorang Muslim sudah menjadi kewajiban kita untuk melindungi kebebasan mereka. Imam Ibnu Qudamah telah berbicara tentang ahkam yang berkaitan dengan kewajiban membebaskan Muslim dari tahanan dan dia merujuk pada apa yang Umar Ibnu Abdul Aziz katakan.

Telah diriwayatkan bahwa Ibnu Zubair ditanya Hasan Bin Ali tentang membebaskan orang-orang yang ditahan kemudian dia menjawab, “Kita harus membebaskan para tahanan dari negeri dimana dia sedang ditahan,” dan kita mengetahui pada saat ini ada banyak tahanan di seluruh dunia. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berikanlah makan pada seseorang yang merasa lapar, kunjungilah seseorang yang sakit dan bebaskanlah seseorang yang ditawan.” Dan Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Adalah sebuah kewajiban bagi Muslim dari harta mereka untuk membebaskan orang-orang yang berada dalam tahanan dan membayar tebusan.”

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menulis sebuah surat yang menggambarkan hubungan antara Muhajirin dan Anshar serta bagaimana mereka seharusnya membebaskan seseorang dari mereka yang telah ditangkap. Kita mengetahui bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bereaksi pada saat dua dari Shahabat telah ditangkap, beliau mengambil seseorang dari Banu Uqail dan menukarnya dengan dua Shahabat dan Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam juga membebaskan seorang wanita untuk menjaga pembebasn Shahabat. Para fuqaha juga berkata, “Adalah sebuah kewajiban berperang untuk membebaskan mereka, jika kita tidak bisa membebaskan mereka, kemudian itu adalah sebuah kewajiban untuk memerangi mereka, jika kita tidak bisa untuk memerangi mereka

adalah sebuah kewajiban bagi seseorang Muslim yang mampu untuk membebaskan mereka dengan membayar tebusan dan itu adalah sebuah kewajiban bagi Khalifah untuk membebaskan semua orang-orang yang berada dalam tahanan. Jika dia mempunyai kekayaan maka dia harus membebaskan mereka dan itu adalah bukan hutang.” Ibnu Taimiyyah berkata, “Jika mereka menahan seorang Muslim, adalah sebuah kewajiban kita untuk tetap memerangi mereka sampai mereka membebaskan mereka atau mereka di musnahkan,” dan dia juga berkata,

“Membebaskan Muslim dari tahanan adalah salah satu kewajiban yang besar dan membelanjakan kekayaan untuk membebaskan mereka adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang paling baik.”

Sebagai seorang Muslim kita mengetahui bahwa pendahulu kita, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan para Shahabatnya radhiyallahu 'anhu adalah sebaik-baik Ummat dan telah mengatahui bahwa mereka dahulu mengirimkan tentara untuk membebaskan Muslim. Kita juga mengetahui bahwa mereka adalah sebaik-baik contoh untuk kita ikuti jadi mengapa pada saat kita mendengar wanita ditawan yang berada di Abu Gharib, Mesir, Yaman, Iraq, Syiria, Inggris, Amerika, Arab Saudi , Indonesia dan dibanyak negeri Muslim lainnya yang disamping mendengarkan panggilan mereka kita tidak melakukan apapun untuk mereka, mengapa panggilan mereka tidak mendapat perhatian? Ada banyak saudari Muslim dalam tahanan dan mereka memangil laki-laki yang sesungguhnya, orang-orang yang dalam hatinya pernuh dengan Imaan, untuk bergerak dan bahkan menghancurkan penjara. Mereka telah menyatakan bahwa mereka akan menyukai untuk dibinasakan dengan mereka dari pada dinodai kehormatan mereka. Umar Ibnu Khattab radiyallahu 'anhu berkata,

“Bagiku membebaskan seorang Muslim yang berada ditangan Musyirikin lebih aku sukai daripada seluruh Jazirah Arab.” (Shahih Shahabi Jilid. 3). Umar Ibnu Khattab juga menulis surat kepada orang-orang yang berada dalam tahanan di Konstantinopel berkata kepada mereka,

“Amma Ba’ad, Apakah kalian berfikir kalian berada dalam penjara? Sungguh kalian berada dalam salah satu orangorang dalam Jihad fi sabilillah, dan sadarlah bahwa aku tidaklah membagi apapun diantara tujuanku kecuali menetapkan sebuah bagian untuk kalian dan keluarga kalian. Aku telah mengirimkan 5 dinar untuk kalian, hanya karena aku tidak ingin orang-orang Roma mengambilnya dengan kata lain aku akan menambahkannya dan aku juga telah mengirimkan tebusan untuk membebaskan semua dari kalian.” Dalam kejadian yang lain pada saat sebagian Muslim ditangkap, Umar mengirimkan seseorang untuk membebaskan mereka dan berkata, “berikan kepada mereka apa saja yang mereka inginkan untuk membebaskan mereka…”

Dahulu orang-orang tidak tertidur kecuali membebaskan mereka. Salah seorang pria telah datang kepada Kuffar dan dia menemukan seorang Muslimah yang berkata kepadanya, “Aku adalah Asirah (wanita yang berada dalam tahanan) maka katakanlah kepada wali (gubernur) mu.” Pada saat pesan tersebut sampai kepada Wali dia pergi dari tempat ke tempat dengan seorang tentara dan berperang sampai dia menemukan wanita itu dan membebaskannya, semua ini dilakukan untuk seorang Muslimah, namun pada hari ini ribuan yang ditahan dan kita bahkan tidak sadar tentang fakta penderitaan ini.

Al- Mansur, Nuruddin Zinki dan Salahudin Al-Ayyubi adalah beberapa orang mulia yang berjihad dan membebaskan ribuan tahanan, memahami tanggungjawab mereka kepada tawanan musuh.

Ini adalah waktunya untuk bangkit dari tidur dan mengembalikan kehormatan Ummat. Allah subhana wa ta'ala mencintai orang-orang yang mencintai saudaranya hanya karena Allah, orang-orang yang tidak ingin santai sampai panji Islam berdiri tinggi. Ada orang-orang yang pada saat mereka melihat Muslim dalam tahanan mereka tidak melakukan apapun, tetapi Allah SWT memperingati mereka, “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan untuk (membela) laki-laki yang lemah, wanita dan anakanak yang tertindas…”(An Nisa : 75)

Kita mengetahui bahwa semua fuqaha mengatakan bahwa hukumnya fardhu untuk membebaskan tahanan dan itu adalah fardhu kepada orang-orang yang sangat dekat, tetapi jika mereka tidak melakukan apapun untuk itu kemudian menjadi fardhu bagi semua Muslim dimana saja mereka berada. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya pada akhir raka’ah dan berkata, “Yaa Allah bebaskanlah ini dan itu, bebaskanlah ini dan itu…”

Maka kita memohon pada Allah subhana wa ta'ala kepada orang-orang yang berdo’a kepada Muslim (bukan dari Munafikun yang menyeru untuk penangkapan mereka) dan untuk membebaskan yang berada dalam tahanan dan bagi mereka yang ditahan di seluruh negeri Muslim. Kami memohon pada Allah subhana wa ta'ala menjadikan diantara kita orang-orang yang membayar tebusan mereka untuk tahanan pada hari ini dan kami berdo’a pada Allah untuk kemenangan Islam dan Muslim datang lebih cepat. Amin Allahumma Amin.

Allaahumma Adz-Dzib Amirika Wa-Hulafaa-ihim (Ya Allah siksalah Amerika dan antek-anteknya) Allahumman shuril Mujaahidiina Fii Afghanistan Wa Fii Filisthiina Wa Fii Iraaqi Wa Fii Fathaanii Wa Fii indunisi Wa Fii Kulli Makaanin Wazamaanin (Ya Allah tolonglah para Mujaahidiin di Afghanistan , di Palestina, dan di Iraq dan Pattani dan di Indonesia dan di seluruh tempat dan waktu) Allaahumma Munzilal Kitaabi Wa-Mujriyas-Sahaabi Wa-Haazimal Ahzaabi Ihzimhum Wanshurnaa Alayhim (Yaa Allah yang menurunkan Al-Kitab dan memperjalankan awan, dan Penghancur pasukan sekutu, hancurkanlah mereka, dan tolonglah kami atas mereka) Amin, Amin, Ya Mujjibassaailin. oleh Yahya Bin Sapiih #2#

Bumi Islam itu Satu...!!!

oleh Al-Akh Isham Al Qomari (semoga Alloh menjaganya)

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ ٌ ُ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ّ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ ُ ّ ُ ِ ّ ّ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ َ ُ ْ ِ َ ً َ َ ُ ْ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ُ َ َ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ ّ َ ّ َ َ ْل‬ ‫الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم فاخشوهم فزادهم إيمانا وقالوا حسبنا ال ونعم الوكيل * فانقلبوا بنعمة من ال وفض ٍ لم يمسسهم سوء‬ ٍ ِ َ ٍ ْ َ ُ ‫َ َّ ُ ْ ِ ْ َ َ ّ َ ل‬ ‫واتبعوا رضوان ال وا ّ ذو فضل عظيم‬ "(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali

dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Ali 'Imran :173-174) Segala puji bagi Alloh yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya. Yang menghinakan kesyirikan dan kekafiran dengan kekuatan-Nya. Mengatur semua urusan dengan perintah-Nya. Mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya. Yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-Nya. Sholawat dan salam terhatur selalu kepada Nabi Muhammad , manusia termulia yang dengan pedangnya Alloh tinggikan menara Islam dan menghancurkan kesyirikan serta kekafiran. Alhamdulillah, sebuah amal sholeh yang berbarokah telah dilancarkan di Solo hari minggu lalu, oleh seorang pemuda yang telah Allah tetapkan dirinya untuk mati dalam keadaan beriman dan penuh dengan tetesan darah. Sebuah kondisi yang membuat iri Kaum yang Beriman, dan membuat gerah kaum munafikin. Insyallah, aksi ini bukanlah sebuah aksi untuk memamerkan kekuatan, bukanlah sebuah aksi gagah-gagahan, bukanlah aksi balas dendam. Namun apa yang kami lakukan ini adalah perintah Alloh yang jelas lagi shahih, yang mana kami beriman dan kami taat atasnya, dimana Umat Islam diperbolehkan membunuh orang-orang Kafir dengan cara apapun yang kami mampu lakukan, dan dimanapun. Tidak ada keraguan dan kegalauan di hati kami, karena Allah telah memastikan surga untuk mereka yang membunuh dan terbunuh. ِ ‫إن ال اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل ال فيقتلون ويقتلون وعدا عليه حقا في التوراة والنجيل والقرآ‬ ‫ِ ّ ّ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ ِ َ َ ُ َ ُ ْ ََ ْ َ َ ُ ِ َ ّ َ ُ ُ َ ّ َ ُ َ ِ ُ َ ِ َ ِ ِ ّ َ َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ َ ُ َ َ ْ ً َ َ ْ ِ َ ّ ِ ّ ْ َ ِ َ ِ ِ ِ َ ْ ُ ْ ن‬ ُ ِ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ َ َِ َ ِ ِ ُ ْ َ َ ِ ّ ُ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫ومن أوفى بعهده من ال فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم‬ "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Tawbah : 111) Sungguh islam hanya memerangi kaum kafir yang memerangi kaum muslimin, dan menghinakan kaum kafir yang ingin berdamai dengan kaum muslimin. Sebuah peperangan telah dikobarkan oleh kalian! wahai kafir Kristen dan Tentara Murtadin di Sumatera Utara, Ambon, Makassar, Bekasi, NTT, dan lain-lain. Kalian membakar mesjid, merusak rumah-rumah dan madrasah kaum muslimin, dan membunuh kaum muslimin hanya karena mereka beriman kepada Allah dan keinginan kuat mereka untuk menjalankan agama dengan kaffah. Maka kami tegaskan... Bahwa Umat Islam tidak akan berpaling ataupun mundur dari peperangan yang telah kalian kobarkan dengan tangan dan ucapan kalian... Bahwa kalian akan membayar setiap tetesan darah anak-anak dan saudara-saudara kami yang telah kalian tumpahkan... Bahwa kalian tidak akan hidup tenang dan merasa aman, meskipun kalian berada di benteng yang kokoh... Sungguh Allah bersama kami dan akan membukakan pintu-pintu untuk membunuh kalian... Bumi Islam itu satu...!!! Kalian tahu itu wahai Kafirin...!!! Tidak ada seorang pun muslim yang tehina

bahkan ditumpahkan darahnya di Bumi Islam Indonesia ini, melainkan kami semua akan bangkit membelanya dengan harta dan nyawa kami. Wahai kafirin...!!! Kalian membunuh saudara-saudara kami di Ambon, maka kami akan membunuh saudara-saudara kalian dimanapun kami temui. Tidak perlu dipaksakan berangkat ke Ambon untuk membunuh kalian karena dihalangi pemerintah, karena Bumi Islam itu satu...!!! Darah kaum muslimin Ambon, adalah darah kami. Anak-anak muslim Ambon adalah anak-anak kami. Kami tidak akan pernah lupa, dan tidak akan membiarkan kalian tertawa sambil membunuh anak-anak kami. Kami mencintainya sebagaimana kami mencintai diri kami sendiri...!!! ّ ِ ُ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ‫ُ َ َ ْ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ُ ْ ِن‬ ‫عن أبي حمزة أنس بن مالك رضي ال عنه، خادم رسول ال صلى ال عليه وسلم عن النب ّ صلى ال عليه وسلم قال : ل يؤم ُ أحدكم حتى يحب‬ َّ ‫ُ َ َ ْ ِ َ َّ َ َ ِ ّ ِي‬ َّ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ِ ْ ْ َ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ‫لخيه ما يحب لنفسه. رواه البخاري ومسلم‬ ِ ْ َِ ّ ِ ُ َ ِ ْ ِ َ Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik r.a, pembantu Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : "Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim) Wahai umat muslim...!!! Wahai umat muslim...!!! Wahai umat muslim...!!! Sambutlah peperangan ini sebagaimana ibu bapak kita menyambutnya. Lihatlah Muhammad bin Abdillah...!!! Lihatlah Khalid bin Walid...!!! Lihatlah Abu Ubaidah...!!! Lihatlah umar bin khatab...!!! Sebaik-baik Umat adalah Generasi mereka, lalu kenapa kita masih meneladani gaya peperangan “banci” yang dilakukan oleh sebagian generasi umat muslim saat ini...??? Berperang lewat parlemen, berperang lewat demonstrasi, berperang lewat pemilu...!!! Sungguh telah jelas dalam sejarah bahwa Islam menjadi mulia hanya dengan tetesan darah putra putri Kaum Muslimin...!!! Islam menjadi mulia hanya dengan pengorbanan harta dan nyawa putra putri kaum muslimin...!!! Dulu ketika umat muslim dijajah di Palestina, Afghanistan, dll. Kalian mengatakan bahwa itu adalah urusan kaum muslimin disana. Bahwa disini adalah zona dakwah, dan disana adalah zona perang. Kalian beralasan bahwa medan jihad itu terlalu jauh dan sulit menuju kesana. Dan kini, umat muslim dibantai di zona dakwah ini, Lalu apa kini alasan kalian untuk menutupi kepengecutan dan keengganan kalian untuk Berjihad...??? Bumi islam itu satu...!!! Kalian tahu itu...!!! Namun rasa takut kalian terhadap manusia melebihi rasa takut kalian terhadap Allah, membuat kalian berfatwa yang aneh-aneh dan rumit. Bumi islam itu satu...!!! Kalian tahu itu...!!! Namun rasa cinta dunia kalian melebihi rasa cinta kalian terhadap akhirat, membuat kalian lebih senang bercengkrama dengan anak dan istri kalian dibandingkan menjaga perbatasan negeri kaum muslimin. َ ‫أتخشونهم فال أحق أن تخشوه إن كنتم مؤمنين * قاتلوهم يعذبهم ال بأيديكم ويخزهم وينصركم عليهم ويشف صدور قوم مؤمني‬ ‫َ َ ْ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ُ ِ ُ ُ ّ ُ ِ ِ َ َ ُِ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ُ ّ َِ ْ ِ ُ ْ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ََ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ َ ْ ٍ ّ ْ ِ ِ ن‬ "Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Alloh-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Alloh akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Alloh akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah : 13-14)

Wahai para munafikin...!!! Para Munafikin yang turut bersedih ketika Kaum Kafir merasa sedih di Solo, Kaum Munafikin yang mengalokasikan dana hingga bermilyar-milyaran untuk menolong Kaum Kafir disana, kaum Munafikin yang mendoakan, menjaga, dan tolong menolong terhadap Kaum Kafir di Solo, Kaum Munafikin yang mengeruk uang dan mengambil keuntungan dari amaliyah ini. Kami meminta kalian untuk memikirkan kondisi kalian, orang-orang yang kalian jaga dan lindungi, hari ini atau esok pasti akan jatuh juga. Kalian dengan segala proyek ghozwul fikri kalian tidak akan mampu merusak barisan kami, apalagi menghancurkan aqidah kami. Bumi islam itu satu...!!! Kalian tahu itu...!!! Tidakkah kalian berjalan di muka bumi lalu memperhatikan kesudahan orang-orang yang menentang ajaran Allah dan Rasulnya...??? Tidakkah kalian melihat bahwa ini hanya masalah waktu hingga kami mendapatkan kemenangan...??? Bumi islam itu satu...!!! Kalian tahu itu...!!! Apa yang terjadi terhadap mereka yang menentang tauhid dan jihad disana, akan terjadi pula terhadap kalian...!!! َ ُ َ ُ َ ّ ُ َ ِْ َ ْ ِ ّ ِ ُ ّ ُ َ َ َ ُ ّ ُ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ََ َ ِ ّ َِ ْ ُ َ ْ َ َ َ ‫ول تركنوا إلى الذين ظلموا فتمسكم النار وما لكم من دون ال من أولياء ثم ل تنصرون‬ "Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS. Huud : 113) Apa yang terjadi di solo, bukanlah akhir dari rangkaian perjuangan kami di dalam peperangan yang Kafir Kristen kobarkan. Apa yang terjadi di solo, bukanlah berarti bahwa kami sedang lemah dan kekurangan jumlah. Kami akan menyerang kalian ketika kalian lengah... Ketika kalian merasa aman... Ketika kalian tertidur lelap pada malam hari... Ataupun ketika kalian sedang bersenda gurau di siang hari... Ketika kalian merasa bahwa jumlah kami sedikit... Ataupun ketika kalian merasa bahwa kami sudah pergi. Ya.. inilah jalan kami...!!! Dan jika ada yang membenci kami, maka bencilah dan matilah dalam kemarahanmu. Namun kami akan tetap terus berperang. Jika ada yang berusaha menghalang-halangi kami, maka halangilah dan matilah dalam perjuanganmu itu. Namun kami akan tetap terus meledakkan kaum kafir dan murtadin. Jika ada yang gencar berfatwa bahwa meneror orang kafir bukanlah ajaran islam, maka berfatwalah. Namun kami akan tetap terus maju tanpa menghiraukan kalian. WA KADZÂLIKA’R RUSUL, TUBTALÂ TSUMMA TAKÛNU LAHUMUL ‘ÂQIBAH Inilah Jalannya Para Rasul, mereka diberikan Cobaan kemudian mereka diberikan Balasan

Berdoalah untuk Mujahidin

Saudara-saudara Antum di

kepada saudariku,...istri istri mujahid (terkhusus untuk istriku)

Pertarungan antara Auliya ar-Rahman dan Auliya asysyaithon terus terjadi. Auliya’ ar-Rahman berdiri tegak menyebarkan dakwah, memerangi kemusyrikan dan kekafiran, serta mengembalikan peribadahan hanya kepada Alloh saja. Sebaliknya Auliya’ asy-Syaithon berdiri berseberangan memerangi Auliya’ ar-Rahman. Demikian berlaku sampai hari kiamat datang, bahwa setiap pelaku kebenaran dan penegak dienullah akan menghadapi para penentangnya. Penentang dari musuh yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Sebagai seorang istri dari suami yang memiliki azzam yang mulia, memilih jalan jihad dalam menegakkan dienulloh, kalian harus menyadari benar konsekuensi dan tuntutan yang berat dalam menjalani kehidupan. Kalian tak mungkin hidup seperti isteri dan keluarga pada umumnya. Waktu bersama, kebutuhan yang selalu terpenuhi, hidup nyaman nyaris tanpa cela, hidup santai tanpa terbebani permasalahan ummat, semua itu hanyalah mimpi buruk bagi seorang isteri mujahid. Relakah Allah kalian subhana hidup dalam wa keadaan ta'ala seperti itu ?

berfirman;

artinya ”Wahai oang-orang yang beriman, mengapa apabila dikatakan kepadamu,”Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah!” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu ?Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat ?Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit”. (QS. At Taubah : 38).

Adalah sebuah musibah, bahkan musibah terbesar tatkala kita lemah semangat dalam menjalankan kewajiban dien (agama), tatkala kita bermalasmalas dan tidak bersegera menyambut seruan Allah dan RasulNya. Mengapa kita tidak merasa malu terhadap himmah ’aliyah (semangat yang tinggi) dari seorang Waroqoh bin Naufal, seorang tua renta yang telah lemah jasadnya, rapuh tulangnya, bungkuk punggungnya dan putih rambutnya, kepada Rasululloh shalallahu 'alaihi wassallam, ia ber-azzam, ”Sungguh, jika (Diriwayatkan aku nanti mendapati oleh Bukhari, harimu aku Muslim akan dan menolongmu Ahmad dengan dari sebenar-benarnya ’Aisyah

!”. ra).

Perkataan Waraqah tersebut mengisyaratkan betapa kedatangan Islam akan banyak mendapatkan penentangan dan permusuhan. Demikian pula dalam mendakwahkan Islam dan menegakkannya.

Sebagai seorang wanita utamanya sebagai isteri, kalian memiliki peran yang besar, peran seperti yang diberikan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid kepada Rasululloh shalallahu 'alaihi wassallam. Seorang isteri yang dengan setia melayani dan mendukung perjuangan suami dengan sepenuh hati. Tak pernah terdengar dari lisannya cercaan, hinaan dan tuntutan kepada Rasululloh karena seringnya kepergian beliau, hanya kata-kata yang menyejukkan yang menjadikan beliau mendapatkan ketenangan saat pulang ke rumah, hilang rasa gundah dan sirnalah semua masalah. Dengarlah katakata Khadijah rhadiyallahu 'anha yang begitu menentramkan

hati,

”Dengarlah suamiku, demi Allah, Ia tidak akan merendahkanmu sama sekali. Engkau senantiasa menyambung sanak famili, jujur dalam berkata, tabah dalam derita dan senantiasa mendukung kebenaran”.

Karakter isteri seperti ini yang benar-benar dibutuhkan para mujahid hari ini sehingga mereka merasa ringan tanpa beban dalam menjalankan kewajiban jihad. Ia ciptakan dalam rumah kondisi yang serasi untuk suami tercinta demi menyempurnakan perjalanan jihadnya. Ia didik anak-anak dengan tuntunan Al-Qur’an supaya kelak ia memahami kewajibannya saat beranjak dewasa.

Semua ini membutuhkan azam yang kuat, semangat yang besar serta keshabaran yang luas supaya kalian dapat menjadi pendukung perjuangan sang suami.

Terlebih disana, di setiap sudut perjalanan jihad selalu ada musuh yang menghadang. Musuh yang sangat besar kebenciannya, yang melakukan berbagai macam cara untuk menghancurkan ruh jihad dari dada-dada umat Islam.

Dan saat musuh-musuh Islam telah kehabisan akal untuk menolak kebenaran, maka satu-satunya cara yang mereka tempuh untuk melanggengkan eksistensi kebatilan mereka adalah dengan menimpakan berbagai macam makar dan siksa kepada para pembela kebenaran.

Reaksi seperti ini adalah reaksi yang sama yang diberikan orang-orang kafir kepada para nabi, Nabi Muhammad juga para nabi sebelumnya, para shahabat, Umayah bin Khalaf, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir dan lainlainnya, ulama-ulama yang teguh memegangi kebenaran, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ahmad bin Hambal, Sayyid Quthb dan seterusnya yang mengikuti jalan mereka akan mengalami ujian yang sama. Allah subhana wa ta'ala

berfirman;

artinya; ”Dan (ingatlah) ketika orangorang kafir memikirkan tipu daya kepadamu untuk memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu, mereka sedang membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya mereka, dan Allah adalah sebaikbaik pembalas tipu daya”. (QS. Al Anfal : 30).

Sungguh musibah apapun yang menimpa kita karena pembelaan kita terhadap dien ini jauh lebih ringan dan bahkan memberikan keutamaan dibandingkan musibah yang menimpa Ahluddunya.

Jika kita (Insya Allah) mendapatkan balasan, mereka sedikitpun tidak mendapatkannya dan tidak pula mereka mendapat rizki berupa keshabaran. Maka sebaiknya kita katakan saja kepada orang-orang kafir itu sebagaimana perkataan para tukang sihir Fir’aun yang telah beriman : firman Allah subhana wa ta'ala;

artinya; ”Mereka mengatakan, ” Kami sekaki-kali tidak akan mengutamakanmu daripada buktibukti yang nyata (mu’jizat) yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami, Maka, putuskanlah apa yang ingin kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami untuk melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahalaNya) dan lebih kekal (adzabNya)”. (QS. Thaha : 72-73). Dan kita firman harus Allah yakin subhana bahwa wa

; ta'ala;

artinya ”Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”. (QS. An Nisaa’ : 41).

Bagaimanapun keras dan beragamnya makar yang dibuat orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam dan melenyapkan umat Islam dari muka bumi, sungguh mereka akan mendapati pada diri-diri orang-orang Islam itu keteguhan dan keshabaran, dan semakin banyak generasi yang lahir setelahnya semakin tangguh dan hebat. Keteguhan dan keshabaran dalam ujian adalah bukti keshiddiqan seorang hamba terhadap rabbnya. Semua ini pengaruhnya sangat luar biasa bagi generasi selanjutnya meski hanya sekedar membaca kisahnya. Lihat saja ide-ide dan pemikiran Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Sayyid Quthb dan Dr. Abdullah Azzam, hidup di tengah-tengah manusia dan menjadi penggerak bagi generasi Islam setelah kesyahidan mereka semua. Allah subhana wa ta'ala

berfirman;

artinya; ”Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata,”Inilah yang dijanjikan alloh dan RasulNya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan RasulNya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan kepasrahan (kepada Alloh)” (QS. Al Ahzab :22). Bersiap-siaplah menempuh samudra ujian wahai para wanita ! Siapkan perbekalan dengan bekal terbaik yaitu taqwa juga anak panah yang tak pernah meleset yaitu do’a.

Jika datang tuduhan-tuduhan palsu, sebutan-sebutan buruk yang dialamatkan kepada mujahidin, berlalulah karena Rasululloh shalallahu 'alaihi wassallam juga pernah dituduh sebagai ahli sihir, orang gila,tukang tenung, penyair.

Jika keluargamu diuji dengan salah satu makar orang-orang kafir, baik itu dipenjara/dibunuh/diusir dari negerimu, maka bersikaplah tegar sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyah :

”Apa yang dapat dilakukan musuh-musuhku terhadapku. Aku, syurga dan tamanku ada di dalam dadaku. Kemanapun aku pergi ia selalu bersamaku. Jika aku di penjara, bagiku itu adalah khalwah. Jika aku dibunuh, bagiku itu syahadah. Dan jika aku diusir dari negeriku, bagiku itu adalah siyahah (jalan-jalan).

Jika datang ancaman, teror dan intimidasi dari musuh-musuhmu, maka bersikap tenanglah karena takkan mengenaimu kecuali apa-apa yang sudah ditetapkan Alloh bagimu.

Jika dating bujukan ataupun rayuan, tegarlah dan jangan berpaling, biarkan ia menjilat ludahnya sendiri, sekali-kali binatang buas tak mungkin menjadi jinak kepada buruannya.

Jika mereka menimpakan siksaan, bersabarlah sebagaimana keshabaran Bilal, Ammar bin Yasir dan lainnya menerima siksaan, jangan sampai kau buka celah sehingga musuh bias menerobos masuk kedalam barisanmu.

Semua ini sungguh-sungguh berat. Bahkan mungkin kita tak mengalami fajar kemenangan saat ajal telah menjemput. Tugas kita hanyalah mengusahakan faktor-faktor kemenangan sampai saatnya tiba Alloh memberikan pertolongan dan memenangkan dien ini.

Khabbab bin Art berkata, ”Kami mengadu kepada Rasululloh shalallahu 'alaihi wassallam yang sedang memakai bantal dengan selendangnya di bawah Ka’bah, kami berkata,”Tidakkah Engkau memintakan pertolongan untuk kami atau mendo’akan kami ?”. Beliau menjawab,”Sebelum kalian dahulu ada orang yang disiksa dengan ditanam didalam tanah, kemudian diletakkan gergaji diatas kepalanya. Lalu ia dibelah dua dan disisir dengan sisir besi hinggga tinggal kulit dan tulangnya. Akan tetapi hal itu tidak menyebabkan ia meninggalkan agamanya. Demi Alloh, sungguh Alloh akan melanjutkan urusan ini hingga seorang penunggang kuda berjalan dari Shan’a ke Hadramaut tanpa rasa takut kecuali kepada Alloh, dan tidak takut serigala akan memakan kambingnya. Tetapi sekarang kalian tampaknya ingin tergesa-gesa. (HR. Bukhari).

Sunnatulloh yang berlaku di atas jalan jihad adalah banyaknya ibtilaa’ (ujian). Tak seorangpun dapat merasai nikmatnya ujian melainkan setelah ia mengalami dan mengetahui hakekatnya. Sungguh, Allah subhana wa ta'ala telah menyediakan satu kedudukan di syurga yang tidak bisa dicapai seseorang dengan amalnya, apapun amalnya, melainkan dengan ujian dan cobaan yang dialaminya. (Hikmah) Wallohu a’lam.
disunting dari : OMMAHQ

Allaahumma Adz-Dzib Amirika Wa-Hulafaa-ihim (Ya Allah siksalah Amerika dan antek-anteknya) Allahumman shuril Mujaahidiina Fii Afghanistan Wa Fii Filisthiina Wa Fii Iraaqi Wa Fii Fathaanii Wa Fii indunisi Wa Fii Kulli Makaanin Wazamaanin (Ya Allah tolonglah para Mujaahidiin di Afghanistan , di Palestina, dan di Iraq dan Pattani dan di Indonesia dan di seluruh tempat dan waktu) Allaahumma Munzilal Kitaabi Wa-Mujriyas-Sahaabi Wa-Haazimal Ahzaabi Ihzimhum Wanshurnaa Alayhim (Yaa Allah yang menurunkan Al-Kitab dan memperjalankan awan, dan Penghancur pasukan sekutu, hancurkanlah mereka, dan tolonglah kami atas mereka) Amin, Amin, Ya Mujjibassaailin.

Maaf Wahai Akhi Mujahid, Inilah Jalannya!

Akhi mujahid tercinta.. duhai engkau yang telah meninggalkan keluarga, harta dan istrimu. Kau tinggalkan kesenangan dan kenikmatan kehidupan fana ini hanya untuk dien Allah ‘azza wa jalla. Akhi mujahid tercinta.. wahai engkau yang mengemban faridhoh jihad, beban dan penatnya. Engkau berdiri di hadapan keangkuhan dan kekafiran dunia dengan kemuliaan dan keagungan demi meninggikan dien Allah ‘azza wa jalla. Akhi mujahid tercinta.. ketahuilah, semoga Allah merahmatimu, bahwa jalan jihad ini sangatlah panjang, sulit, susah, di dalamnya terdapat kepenatan dan kelelahan yang Allah tahu akan semua itu. Begitu juga sebaliknya engkau akan mendapati jalan ini dipenuhi dengan kesenangan, kegembiraan, kemuliaan dan keagungan hingga pena pun tak mampu tuk melukiskan kisahnya, hingga kata-kata tak mampu mengungkapkannya. Dan ini membenarkan berita yang disampaikan oleh nabi kita

tercinta -shollallahu ‘alaihi wa sallam-, “Jihad adalah satu pintu diantara pintu-pintu surga, yang dengannya Allah lenyapkan rasa gundah dan gulana”. Akhi mujahid tercinta.. aku menyapamu dengan kata-kata yang sederhana ini setelah engkau lihat banyak pembunuhan terjadi di tengah-tengah kita, busur kematian membidik kita dengan sebuah bidikan yang melukai hati beriman! setelah kita melihat tulang belulang saudara-saudara kita, mujahidin, berceceran di mana-mana. Setelah setiap saat kita mendengar tentang kematian saudara-saudara kita, yang telah lama hidup bersama kita di setiap detik hari-hari kehidupan jihad kita. Tapi wahai akhi mujahid tercinta.. aku bisikkan di telingamu dan aku katakan kepadamu: “Maaf.. inilah jalannya!”. Ya, inilah jalan yang dicintai oleh Allah ta’ala, meski jalan ini dipenuhi dengan berbagai kesulitan dan kesedihan, namun dien Allah ‘azza wa jalla tidak dan takkan pernah tegak melainkan dengan persembahan darah dan tulang belulang. Dien Allah tidak akan pernah tegak melainkan setelah musuh-musuh kita melihat kesabaran kita, keuletan kita, keteguhan kita di medan laga. Ya, ini adalah jalan untuk meraih kemuliaan dan kejayaan dien yang tinggi ini, najmul islam dan kaum muslimin. Adapun jalan selain jalan ini maka takkan dan mustahil dien Allah akan tegak di atas pundak orang-orang yang glamour dan suka memudahkan seperti para penyerupa laki-laki dan mereka bukanlah para lelaki! Sudah berapa banyak kita kehilangan orang tercinta dan terkasih, yang dulunya mereka adalah penolong kita dalam meniti jalan ini setelah Allah ‘azza wa jalla. Mereka telah pergi dari dunia kita yang fana ini, sementara itu kita sangat membutuhkan mereka dan pengorbanan mereka untuk dien ini, namun kita menghibur diri dan umat ini bahwa mereka, para ksatria itu, telah mendahului kita menuju surga dan menikmati berbagai kenikmatan dan pemberian dari Sang Maha Mulia. Dan hendaklah kondisi kita sebagaimana yang digambarkan Ibnu Hazm -rahimahullah-: kematian dari dunia adalah ilmu yang kuungkap .. dan kusebarkan di setiap yang nampak dan ada seruan kepada al-quran dan sunnah .. yang berusaha dilupakan oleh orang-orang di berbagai ceramah. Aku tetapi hujung perbatasan sebagai seorang mujahid .. jika kecamuk mulai beraksi maka aku adalah yang pertama kali menghampirinya supaya aku temui kematianku dengan keberanian tanpa rasa takut .. dengan tombak dan serpihan-serpihan yang tajam bertarung dengan orang-orang kafir di tengah-tengah pertempuran .. dan kematian paling mulia bagi seorang pemuda adalah terbunuh oleh orang kafir.. Ya Robb janganlah Kau jadikan kematianku dengan selainnya .. dan janganlah Engkau jadikan aku bagian dari penghuni kuburan Dan sebagai penutup, wahai akhi mujahid tercinta.. telah aku jelaskan kepadamu beberapa pilar jalan ini, maka pilihlah untukmu antara kematian yang mulia atau kemenangan yang terpuji, dan jika tidak maka mundurlah di atas tumit dan duduklah bersama orang-orang yang duduk menikmati. Dan akhir seruan kami adalah; segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Abu Jihad Al-Muhajir

Jihad: Pertarungan Sepanjang Masa Tinggikan Kalimat Allah Ta'ala

Jihad: Pertarungan Sepanjang Masa Tinggikan Kalimat Allah Ta'ala

Oleh : Abu Asybal Usamah ‫و كأين من نبي قاتل معه ربيو ن كثير فما وهنوا لما أصابهم في سبيل ال و ما ضعفوا و ما استكانوا و ال يحب الصابرين‬ َُ َ َِ َ َ َِ ّ ِّ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ََ َ َ “Dan berapa banyak Nabi bersama kawanan setia berperang, mereka tidak sedih atas apa yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak pula lemah serta menyerah” (Qs Ali Imron 146). Pergolakan anatara yang haq dan yang bathil adalah sunnatullah Allah telah mengadakan sesuatu di dunia ini secara berpasangan. Ada yang saling melengkapi, membutuhkan, berlwanan dan bergesekan. Allah Ta’ala menciptakan pria dan wanita, malam dan siang, air dan api, panas dan dingin. Semuanya berpasanngan. Begitu juga dengan Al-Haq dan Al-Bathil. Kedua unsur ini saling bertolak belakang dan akan saling bergesekan sampai kapan pun. Para pengemban kedua pun senantiasa berada pada alur yang sama dengan apa yang diemban. Bertabrakan dan bergesekan. Karena kedua memiliki unsur asasi yang berbeda dan saling bertolak belakang ibarat kutub utara dan selatan. Jika salah satu bisa menyatu dengan lain, dapat dipastikan bahwa unsur dari keduanya telah luntur hingga bisa melebur. Syaithan adalah gembong dari pengemban panji kebathilan bersama pengikutnya, sedangkan para Rasul adalah pengemban panji Al haq berserta pengikutnya. Para Rasul ‘alaihimussalam diperinthakan untuk menegakkan kebenaran dimuka bumi ini dengan menyembah Allah semata, tunduk dibawah titah Nya seutuhnya. Sedangkan Syaithan berusaha merobohkan Al haq agar orang mempersekutan Allah ‘Azza wa jalla dengan segala bentuk dan cara. Allah Ta’ala berfirman : “Dan demikianlah kami jadikan musuh bagi setiap Nabi, dari kalangan jin dan manusia yang sebagian mereka membisikkan perkataan yang sia-sia ” (QS Al An’am 112) “Dari Saburah bin Abi Fakih berkata aku mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “seungguhnya syaithan menghalang-halangi jalan masuk Islam seraya berkata, kamu masuk Islam lalu meninggalkan agamamu dan agama bapak juga kakakemu, maka ia mengabaikannya dan masuk Islam, kemudian syaithan menghalang-halangi di jalan hijrah seraya berkata, kamu hijrah lalu meninggalkan kampungmu , perumpamaan hijrah seperti penunggang kuda sepanjang masa, lalu dia mengabaikanya dan berhijrah, kemudian ia menghalang-halangi di jalan jihad seraya berkata kamu melawan keinginan dan mengorbankan hartamu, kemudian kamu berperang lalu mati hingga istrimu dinikahi lagi dan hartamu dibagibagikan. Maka ia abaikan lalu berjihad. Rasulullah shollallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata , maka barangsiapa diantara kalian yang melakukan demikian kemudian ia mati atau terbunuh, tenggelam, jatuh dari kendaraan, maka Allah berkewajiban memasukannya ke surga” (HR Muslim). Beginilah jalan yang ditempuh para Rasul Pergesekan itu akan senantiasa didapati dalam berbagai bentuknya. Baik cara yang halus hingga cara yang ekstrem yaitu perang. Membela yang haq meninggikan kalimatullah. Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia di jalan Allah” (HR Muslim)

Namun sekarang meninggikan kalimat Allah, membela agama Allah adalah sesuatu yang tabu sehingga mereka menjahukan sensitifitas agama ini dari hati kaum mukminin. Sedangkan mereka yang menabuh genderang perang lalu mengangkat panji selain Dinullah maka itu bukan fisabilillah. Komunisme, nasionalisme, sosialisme dan paham-paham yang lain, mereka bersusah payah untuk menegakkannnya, bahkan sampai perang pun mereka lakukan agar bisa menegakkan prinsip mereka. Padahal itu adalah fi sabilisysyaithan karena bukan Lillahi Ta’ala. Hal semacam ini merupakan tabi’at dari Dinullah/Dinul haq yang bertentangan dengan bathil. “Biarkan (mereka berkata demikian), kami akan kuasakan yang Haq di atas bathil” (QS Al Anbiya’ 18) Maka ketika Rasulullah SAW mengalami kekalahan dan pukulan berat pada perang Uhud, para sahabat merasa sedih dan terpukul bahkan mereka menganggap bahwa tidak ada hari lagi setelah itu karena Rasulullah telah dikabarkan terbunuh. Pukulan yang berat. Tapi Allah memahamkan mereka tentang kaum sebelum mereka, yang berjuang bersama Nabi mereka. Melewati ujian yang berat, Meskipun Nabi mereka terbunuh namun perjuangan tetap berlanjut. Allah Ta’ala berfirman : “Dan berapa banyak Nabi bersama kawanan setia berperang, mereka tidak sedih atas apa yang menimpa mereka di jalan Allah (Nabi mereka terbunuh) dan tidak pula lemah serta menyerah” (QS Ali ‘Imron : 146) Jihad, pertarungan sepanjang masa meninggikan kalimat Allah Ayat di atas cukup memeberikan kita gambaran tentang jalan yang ditempuh para Nabi. Dan jalan itu terus akan dilewati oleh generasi yang teguh di atas prinsip para Rasul. Jalan berduri yang panjang menuju surga Allah. “apakah kalian mengira akan masuk surgasedangkan Allah belum tau siapa diantara kalian yang berjihad dan yang sabar” (QS Al i‘Imran 142) Semua akan terus berlangsung hingga panji kalimat Allah berkibar, Dinullah tegak dan Islam memimpin menyebarkan rahmat keseluruh alam. “Dan perangilah mereka di jalan Allah hingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran dan kezaliman) dan din (kepatuhan) ini hanya untuk Allah ” (QS Al Anfal 39) Berapa banyak peperangan yang dilewati oleh Rasulullah SAW dan para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim untuk menegakkan kalimat Allah, namun mereka tetap tegar meskipun terkadang angin memiringkan ranting keimanan mereka. Karena mereka paham bahwa orang kafir tak akan henti-hentinya membuat makar untuk memerangi Islam. “Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha hingga kalian mengikuti millah mereka” (Qs Al-Baqoroh 120). ...jika ada yang mengatakan bahwa yang Haq akan bersatu dengan bathil berarti dia telah mengingkari sunnatullah yang berlaku dalam kitabullah... Maka, jika ada yang mengatakan bahwa yang haq akan bersatu dengan bathil berarti dia telah mengingkari sunnatullah yang berlaku dalam kitabullah. Hal ini telah dijelaskan dalam riwayat dari Salamah bin Nufail Al Kindy, beliau berkata : ketika kami duduk disisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang seorang kepada beliau lalu berkata : “Wahai Rasulallah, kuda perang telah ditambatkan, senjata telah ditaruh dan orang-orang mengira sudah tidak ada perang, perang telah usai” Rasulullah SAW menimpali : “mereka telah berdusta, sekarang lah waktu perang tiba, sesungguhnya akan senantiasa ada segolongan dari ummatku yang bereperang fi sabilillah , tidak membahayakan bagi mereka orang yang menyelisihi mereka, Allah membelokkan hati suatu kaum lalu memeberi rezki mereka (kelompok yang dijanjikan) dari kaum tersebut hingga datang hari kiamat. Dan perang tak akan usai hingga keluar Ya’juj dan Ma’juj (kiamat).” (HR An Nasa’i). Oleh karena itu, bagi seorang muslim hendaklah ia melihat jalan para Rasul dan pengikutnya, mengambil I’tibar dan melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dengan jihad fisabilillah. [voa-islam.com]

Wajib Selektif Dalam Menerima Berita

Wajib Selektif Dalam Menerima Berita

Oleh: Badrul Tamam Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Suatu kabar berita mengandung dua kemungkinan, benar atau dusta. Benar jika dipaparkan sesuai fakta yang sebenarnya. Dan dusta jika tidak didasarkan pada fakta yang terjadi, baik adanya penambahan ataupun pengurangan. Apalagi kalau berita itu disampaikan oleh orang yang tidak memiliki pondasi iman yang mapan, tak dikenal akan keshalihan dan ketakwaannya. Sehingga ia tak takut akan hari akhirat, di mana dibuka semua yang disembunyikan dan ditampakkan semua yang ditutuptutupi, dan setiap orang akan mempertanggungjawabkannya. Maka melakukan seleksi, ferivikasi, cek dan ricek menjadi sangat penting. Apalagi kalau berita yang ditayangkan secara masal untuk membentuk satu opini atau menggiring isu yang diinginkan, jauh lebih kita berhati-hati meyakini kebenarannya. Allah Ta'ala memberikan tuntunan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar tidak lantas percaya pada suatu berita,

َ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ََ ُ ِ ْ ُ َ ٍ َ َ َ ِ ً ْ َ ُ ِ ُ ْ َ ُ ّ َ َ َ ٍ َ َ ِ ٌ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبإ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين‬

"Wahai orang-orang yang Beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan." (QS. Al-Hujurat: 6) Ayat ini mengajarkan kepada kaum muslimin agar berhati-hati dalam menerima berita dan informasi. Karena benar dan tidaknya informasi akan menentukan penilaiannya kepada sesuatu dan cara menyikapinya. Jika informasi akurat sehingga membuahkan pengatahuan yang memadahi, maka akan memunculkan penalian yang benar dan sikap yang tepat. Sebaliknya, jika informasi itu tidak akurat akan mengakibatkan munculnya penilaian dan keputusan yang salah. Dan giliran selanjutnya, muncul kezaliman di tengah masyarakat. Perintah memeriksa suatu berita diungkapkan dengan kalimat ( ‫ ) فتبينوا‬yang berasal dari kata al-tabayyun. Sementara Hamzah َُّ َ َ dan al-Kisa’i membacanya dengan ( ‫ ) فتثبتوا‬yang berasal dari kata al-tatsabbut. Keduanya memiliki makna yang mirip. ْ َُّ َ َ Asy-Syaukani di dalam Fath al-Qadir menjelaskan, tabayyun maknanya adalah memahami dan memeriksa dengan teliti. Sedangkan tatsabbut artinya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan seraya melihat berita dan realitas yang ada sehingga jelas apa yang sesungguhnya terjadi. Atau dalam bahasa lain, berita itu harus dikonfirmasi, sehingga merasa yakin akan kebenaran informasi tersebut untuk dijadikan sebuah fakta. Realitas Tabayyun di Tengah-tengah Umat Tetapi sayang, tradisi ini kurang diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini. Pada umumnya orang begitu mudah percaya kepada berita di televisi, koran, majalah, internet, atau media massa lainnya. Padahal media-media tersebut tidak memperhatikan persoalan iman dan takwa. Bahkan seringnya ikut menyebarkan kemaksiatan dan pemikiran yang jauh dari nilai islam. Lebih parah lagi, ada sebagian kaum muslimin yang apriori terhadap pemberitaan yang dimunculkan oleh sesama

muslim yang komitmen terhadap dakwah dan perjuangan Islam, namun mudah percaya kepada berita yang bersumber dari orang kafir, padahal kekufuran itu adalah puncak kefasikan. Sehingga dalam pandangan ahlul hadis, orang kafir sama sekali tidak bisa dipercaya periwayatannya. Sebagai misal, ketika mereka menuduh seseorang atau kelompok sebagai teroris, maka serta merta semua orang seperti koor mengikuti berita itu secara taken of granted. Akibat dari informasi tersebut, sebagian umat Islam menjadi terpojok dan terkucil, dan bisa jadi terzalimi. Sementara orang-orang kafir mendapatkan dukungan sehingga berada di atas angin. Dalam persoalan seperti ini seharusnya orang Islam berhati-hati, jika tidak mengetahui informasi secara persis maka harus bersikap tawaqquf (diam) Jangan mudah memberikan respon, pendapat, analisa atau sikap terhadap orang lain jika informasi yang diperolehnya belum valid. Sebab jika tidak, ia akan terjerumus pada sikap mengikuti isu, dan akhirnya menetapkan sebuah keputusan tanpa fakta. Padahal Allah telah berfirman;

ً ُْ َ ُ ْ َ َ َ َ َِ ُ ّ ُ َ َ ُ ْ َ َ َ َْ َ َ ْ ّ ّ ِ ٌ ِْ ِ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫ول تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئول‬

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra’: 36) Melihat kasus Ambon dan Bom Solo Dalam menyikapi dua kasus kerusuhan Ambon dan bom Solo yang tak lama berselang, kita lihat media sekular (bukan media Islam) sangat tidak imbang dalam pemberitaannya. Seolah jika yang menjadi korban umat Islam maka seolah kasus ditutuptutupi dan dipendam dalam-dalam. Sehingga banyak fakta lapangan yang tak dipublikasikan. Sementara jika yang menjadi korban kaum kafir, maka kasusnya diangkat sedemikian rupa. Seolah mereka dizalimi dan sekelompk umat Islam bersikap jahat. Kalau kita mau bandingkan, kasus bom solo tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penyerangan terhadap umat Islam Ambon pada 11 September lalu. Di Ambon sana, ada masjid yang dibakar dan ratusan keluarga kehilangan rumah mereka. Sementara kasus bom Solo kerusakan pada gereja belum seberapa. Kerugian materi juga tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ratusan rumah yang hangus terbakar. Korban jiwa juga begitu, pada kasus bom Solo hanya satu atau dua orang yang menjadi korban, itupun dari pelaku bom bunuh diri sendiri. Sementara di Ambon, korban jiwa akibat tembakan dan luka senjata tajam berjumlah tujuh atau delapan. Belum lagi yang luka berat dan ringan. Maka yang menjadi pertanyaan kita, ada apa dengan media yang ada? Di mana mereka saat umat islam dianiaya? Seolah pembelaan mereka kepada kaum minoritas lebih terlihat, sementara terhadap kaum muslimin sangat lemah. Padahal kedua-duanya beraroma SARA. Kaum muslimin Ambon diserang oleh kaum Nasrani, sementara kasus bom Solo diduga pengebomnya dari kelompok Islam yang kemudian ditarik benang merahnya dengan gerakan Islam yang dianggap radikal karena berbicara jihad dan tegaknya syariat. Maka kami berpesan kepada umat Islam agar selektif dan hati-hati dalam menerima berita. Karena berita diolah oleh manusia, sedangkan manusia tempatnya salah dan khilaf, maka kemungkinan salah masih ada. Apalagi mereka juga punya nafsu dan kepentingan, bisa saja berita diangkat untuk menggiring opini masyarakat guna kepentingan tertentu. Dan pastinya manusia akan bekerja sesuai pemikiran dan ideologinya begitu juga para pewarta. Atau bisa juga berita dibuat karena adanya pesanan atau desakan. Sedangkan kita yang mencerna suatu berita dan menyimpulkannya, lalu diikuti dengan penilaian dan sikap akan tetap diminta pertangungjawabannya di hadapan Allah Ta'ala. Jangan sampai kesimpulan kita malah ikut arus orang-orang kafir dan munafik untuk memadamkan cahaya Islam, dan mendukung mereka yang terus bekerja untuk menyudutkan dan memerangi dakwah Islam dan perjuangan menegakkan syariatnya. Ya Allah tolonglah Islam dan kaum muslimin, hancurkan musuh-musuh-Mu dan musuh dien ini. Ya Allah jauhkan kami dari bala' dan fitnah. Tunjukkan yang benar adalah benar sehingga kami bisa mengikutinya. Dan tunjukkan yang salah itu adalah salah sehingga kami bisa menjauhinya. Amiin

Sabtu, 24 September 2011
Obama Tolak Pengakuan Palestina Medeka

Menolak aksi Palestina untuk mencari pengakuan di PBB, Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa pembicaraan merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah.

"Perdamaian tidak akan datang melalui pernyataan dan resolusi di PBB," kata Obama kepada Majelis Umum PBB pada Rabu, 21 September, sebagaimana dilaporkan Reuters. "Kalau semudah itu, itu akan telah tercapai sekarang."

Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengajukan permintaan kepada PBB pada hari Jumat, tanggal 23 September untuk pengakuan negara Palestina merdeka.

Washington telah mengancam akan memveto pengakuan negara Palestina dan Israel telah mengancam tindakan penghukuman terhadap Otoritas Palestina. Obama mengatakan bahwa menciptakan sebuah negara Palestina berdampingan dengan Israel tetap tujuannya. "Tapi pertanyaannya adalah bukan tujuan kita mencapainya - pertanyaannya adalah bagaimana untuk mencapai hal itu," kilahnya.

"Dan saya yakin bahwa tidak ada jalan singkat ke akhir konflik yang telah bertahan selama puluhan tahun."

"Pada akhirnya, Israel dan Palestina yang harus hidup berdampingan, Israel dan Palestina - bukan kita - yang harus mencapai kesepakatan pada isu-isu yang membagi mereka, di perbatasan dan keamanan, pada pengungsi dan Yerusalem," ia menambahkan.

AS menyeponsori pembicaraan yang gagal tahun lalu atas penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat yang dijajah Israel. Ada lebih dari 164 pemukiman Yahudi di Tepi Barat, memakan lebih dari 40 persen dari wilayah yang dimiliki warga Palestina. Masyarakat internasional menganggap semua permukiman di tanah yang diduduki adalah ilegal.

Palestina melihat pengakuan negaranya sebagai pembuka jalan bagi negosiasi yang berimbang dengan Israel. Israel mengatakan langkah Palestina bertujuan mendelegitimasi negara Yahudi. Kekecewaan Pidato Obama sangat mengecewakan rakyat

Palestina.

"Anda akan berpikir bahwa Palestina menduduki Israel," kata Hanan Ashrawi, seorang pejabat senior Palestina, dalam konferensi dengan wartawan.

Ashrawi menuduh Obama menunjukkan empati dengan Israel, tetapi tidak Palestina, mengatakan bahwa AS menerapkan standar ganda ketika rakyat Palestina menuntut hak-haknya.

"Mereka berlakukan untuk setiap individu Arab, tetapi ketika Palestina menderita dari pendudukan militer asing yang menindas, entah bagaimana ... prinsip-prinsip ini tidak berlaku," katanya. "Mereka peduli jika orang Arab memberontak melawan rezim yang menindas mereka

sendiri."

Yasser Abed Rabbo, sekretaris jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, juga mengkritisi terhadap pidato Obama.

"Kami berharap untuk mendengar bahwa kebebasan rakyat Palestina adalah kunci untukkemajuan Arab," katanya. "Seluruh Tapi pidato wilayah Obama pantas adalah mendapatkan kegirangan bagi

kebebasannya." Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih pada Obama "untuk berdiri dengan Israel dan mendukung perdamaian melalui perundingan langsung". "Kami Perdana berdua menteri setuju culas itu bahwa ini adalah bahwa satu-satunya "Palestina layak cara," menjadi katanya.

mengatakan

negara".

"Tapi sebuah negara yang telah membuat perdamaian dengan Israel, dan oleh karena itu upaya untuk jalan pintas proses ini tidak akan berhasil. "Saya pikir Palestina ingin menjadi negara melalui komunitas internasional, tetapi mereka tidak siap memberikan kedamaian bagi Israel sebagai imbalannya" demikian retorika Netanyahu untuk membodohi masyarakat dunia.

Mengenang Pesawat & Gedung dalam Serangan 9/11

Salah satu hal yang membuat peristiwa 9/11 spektakuler adalah penggunaan pesawat terbang sebagai senjata penyerangan dan gedung yang dijadikan target sasaran. Khalid Sheik Muhammad dipercaya sebagai sosok yang pertama kali menawarkan ide brilian ini kepada Syekh Usamah bin Ladin. Seluruh sasaran 9/11 adalah tempat penting dan strategis bagi AS, bahkan simbol kedigdayaan mereka. Ketiga gedung yang menjadi sasaran masing-masing diberi kode sandi untuk memudahkan operasi. Pentagon dijuluki sebagai The Faculty of Fine Arts. Sementara itu World Trade Center atau yang dikenal juga dengan nama Twin Towers atau Menara Kembar mendapat kode sandi The Faculty of Town Planning. Gedung terakhir atau Capitol Hill The Conggres mendapat kode sandi The Faculty of Law. Uniknya lagi, pesawat-pesawat yang digunakan sebagai amunisi dahsyat dalam peristiwa 9/11 adalah pesawat-pesawat kebanggaan Amerika, yakni American Airlines dan United America. Jadi, dengan pesawat kebangaan Amerika sendiri, menabrak gedung-gedung penting dan strategis milik Amerika sendiri, dan terjadi di jantung kota Amerika. Dahsyat! American Airlines Flight 11 Pesawat pertama yang digunakan adalah American Airlines dengan nomor penerbangan 11. Pesawat ini dikemudikan oleh Muhammad Atta dengan sasaran menara utara WTC. Pesawat American Airlines ini rencananya berangkat dari bandara Logan, Boston tepat pukul 07.45 AM dengan tujuan Los Angeles. Di bandara Logan, Boston, para pelaku aksi sudah siap untuk melaksanakan tugas, mereka adalah : Muhammad Atta, Abdul Aziz Al Umary, Sattam Al Suqami, serta Waa’il dan Walid Al Shehry. Para pelaku aksi ini menurut salah seorang awak bernama Amy Sweeney menempati kursi dengan nomer : 2A, 2B, 9A, dan 9B. Dari tiket dan credit card info tertulis nama Mohamad Atta al-Sayed. Dalam pesawat ini, Muhammad Atta yang menjadi pilot sempat terekam sedang berbicara lewat sistem air traffic control (pengendali lalu lintas udara). Muhammad Atta menyampaikan pesan kepada para penumpang. Berikut pesannya : “Kita punya sejumlah pesawat. Tetap tenang dan kalian akan baik-baik saja. Kita akan kembali ke bandara, jangan ada yang bergerak. Segalanya akan baik-baik saja. Jika ada yang bergerak, kalian akan membahayakan diri kalian sendiri dan pesawat. Tetap tenang Tolong jangan ada yang bergerak. Kita akan kembali ke bandara, jangan membuat gerakan bodoh.” American Airlines Flight 11 menabrak WTC menara utara pada jam 8.46 a.m dan runtuh jam 9.59 a.m. United Airlines Flight 175

Pesawat United Airlines dengan nomer penerbangan 175 adalah pesawat kedua yang digunakan untuk menabrak gedung WTC, tepatnya menara selatan. Pesawat ini rencananya berangkan tepat pukul 07.58 juga dari Bandara Logan, Boston, menuju Los Angeles. Dalam pesawat ini, Marwan Al Shehi akan bertindak sebagai pilot dibantu oleh teman satu timnya, yaitu : Fayez Banihammad, Mohand Al Shehri, Hamza Al Ghamdi, dan Ahmad Al Gahmdi. Marwan Al Shehi, yang bertindak sebagai pilot berlatih pesawat bersama Muhammad Atta di sekolah pilot Huffman Aviation. Marwan merupakan pilot termuda diantara keempat lainnya, yakni baru berusia 23 tahun. Marwan dan Atta menempuh ratusan jam terbang dengan menggunakan simulator Boeing 727. Mereka mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat pada bulan Desember 2000. Pesawat-pesawat yang menghantam WTC adalah pesawat jenis Boeing yang berbobot 200 ton. Pada peristiwa 11 September, United Airlines Flight 175 berkecepatan sekitar 590mph (865,33f/s), yang berarti 45 kali kecepatan melesatnya sebuah peluru. Dengan kecepatan pesawat seperti itu dan 15 % struktur kerangka baja gedung WTC menara selatan dirobek, maka keruntuhan menjadi sesuatu yang sangat memungkinkan. Pesawat United Airlines Flight 175 menabrak WTC menara selatan pukul 9.03 a.m. dan runtuh pada pukul 10.28 a.m. United Airlines Flight 77 Ini adalah pesawat ketiga, yakni United Airlines dengan nomer penerbangkan 77. Pesawat ini berangkat dari Bandara Dallas, dekat Washington D.C. Pesawat direncanakan berangkat pukul 08.10 AM menuju Los Angeles, untuk kemudian ditabrakkan ke gedung pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. Pesawat ini dikemudikan oleh Hani Hanjour dan beranggotakan : Khalid Al Mihdar, Majed Moqed, Nawaf al Hazmi, dan Salem al Hazmi. Secara teori dan praktek, pesawat yang dikemudikan oleh Hani Hanjour adalah yang paling sulit dalam melakukan manuver untuk menyelesaikan aksinya. Pasca serangan 11 September telah dilakukan beberapa sumulasi dan eksperimen untuk membuktikan apakah pesawat United Airlines Flight 77 yang dikemudikan oleh Hani Hanjour ini memang mampu melakukan manuver dahsyat yang disebut dengan G-Force. Setelah simulasi dan eksperimen selesai dilakukan, maka mereka berkesimpulan, manuver itu mungkin dilakukan dan Hani Hanjour telah membuktikannya. Pesawat United Airlines dengan nomer penerbangan 77 akhirnya berhasil menabrak gedung pertahanan dan keamanan Amerika, yakni Pentagon sekitar pukul 9.37 a.m. United Airlines Flight 93 Pesawat terakhir yang digunakan dalam peristiwa menakjubkan 11 September 2001 adalah United Airlines dengan nomer penerbangan 93. Pesawat ini dikemudikan oleh Ziad Jarrah, teman dekat Muhammad Atta, baik di Jerman maupun di Afghanistan. Dalam pesawat yang akhirnya kandas, qadarallah di Pennsylvania, Ziad Jarrah berperan sebagai pilot dibantu oleh Ahmad Al Haznawi, Ahmad Al Nami, dan Said Al Ghamdi. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ramzy bin Shaibah, operator dan penghubung peristiwa 911, sedianya pesawat akan ditabrakkan ke gedung Capitol Hill. Dalam tim ini Ziad Jarrah hanya dibantu 3 pemuda pemberani lainnya, dan mereka menggunakan ikat kepala warna merah dan bersenjatakan pisau. Stasiun berita ABC tanpa sengaja mendapatkan radio transmisi dengan suara yang diidentifikasi sebagai Ziad Jarrah yang mengumumkan : “Hai, di sini kapten. Kami ingin anda semua tetap duduk. Ada bom di pesawat. Dan kita akan kembali ke bandara. Dan mereka mendapatkan permintaan kami, jadi tetap tenang.” Sebenarnya pesan di atas ditujukan Ziad Jarrah hanya untuk para penumpang United Airlines dengan nomer penerbangan 93. Namun, qadarullah pesan ini tertangkap oleh stasiun berita ABC. Suara Ziad Jarrah juga terdengar lewat cockpit voice recorder (perekam suara kokpit). Pengumuman oleh pilot, Ziad Jarrah kepada para penumpang pesawat United Airlines Flight 93 dilakukan sekitar pukul 9.39 a.m. Sempat terjadi perebutan pesawat antara para penumpang dan para pelaku aksi 11 September. Akhirnya sang pilot, Ziad Jarrah memutuskan untuk segera menabrakkan pesawat, meski belum mencapai sasaran yang dituju, Washington D.C yang masih berjarak 200 km lagi. Dia menjungkirbalikkan pesawat dan mulai menghujamkan ke bawah United Airlines 93 dengan kecepatan 580 mil per jam (933 km/jam) ke sebuah tambang terbuka di pinggiran hutan dekat Shanksville, Pennsylvania pada pukul 10.03.

Bisakah Mereka Menerbangkan Pesawat ? Pertanyaan di atas sering dilontarkan untuk menyangsikan kemampuan ke-19 pemuda pemberani tersebut dalam menerbangkan pesawat. Padahal, mereka telah mempersiapkan seluruh hal yang berkaitan dengan serangan 11 September secara matang, termasuk menerbangkan pesawat. Profesionalitas Al Qaeda Tidak bisa disangsikan, Al Qaeda adalah organisasi jihad yang profesional. Hal ini diakui baik oleh kawan maupun lawan. Selain pelatihan-pelatihan yang teratur dan spesial, Al Qaeda juga memberikan kemampuan-kemampuan tingkat tinggi dalam bidang intelijen kepada para pengikutnya. Para penyidik Jerman mengatakan bahwa mereka mempunyai bukti bahwa Muhammad Atta telah dilatih di kamp-kamp Al Qaeda sejak akhir tahun 1999 hingga awal 2000. Pemilihan waktu pelatihan di Afghanistan dijelaskan terjadi pada tanggal 23 Agustus 2003 oleh seorang penyidik senior. Penyidik tersebut, Klaus Ulrich Kersten, direktur badan antikriminal negara Jerman, Bundeskriminalamt, memberikan konfirmasi pertama bahwa Atta dan kedua pilot lainnya telah berada di Afganistan dan telah mengikuti masa-masa awal pelatihan. Kersten berkata dalam sebuah wawancara di kantor pusatnya di Wiesbaden, Jerman, bahwa Atta berada di Afghanistan dari akhir 1999 hingga awal 2000. Akhir-akhir ini (Oktober 2006) telah dikonfirmasi oleh penemuan rekaman video yang menunjukkan Atta di Afganistan sedang membaca surat wasiatnya pada tanggal 18 Januari 2000. Selain itu, Atta juga dilatih untuk mengubah paspor. Segera setelah kembali ke Jerman, Atta, al-Shehhi, dan Jarrah melaporkan bahwa paspor mereka dicuri, kemungkinan untuk menghapus visa kunjungan mereka ke Afghanistan. Selama kunjungan mereka ke Filipina, mereka tinggal di sebuah hotel resor terkenal, makan malam di restoran yang khusus menghidangkan makanan Timur Tengah dan setidaknya mengunjungi satu sekolah penerbangan setempat. Atta dan kawan-kawan secara profesional juga mengubah penampilan mereka. dengan mencukur jenggot mereka dan menghindarkan diri untuk tidak dikenal radikal. Mulai tahun 2000, CIA menempatkan Atta di bawah pengawasan di Jerman. Dia dibuntuti para agen CIA, dan diamati ketika membeli bahan kimia dalam jumlah besar. Berlatih Menerbangkan Pesawat Pada bulan Maret 2000, Muhammad Atta masih berada di Jerman. Untuk keperluan serangan 11 September, dia mengontak 31 sekolah penerbangan di Amerika Serikat yang berbeda untuk mendiskusikan latihan menerbangkan pesawat. Beliau kemudian terbang ke Praha, tinggal semalam, dan kemudian memasuki Amerika pada tanggal 3 Juni. Muhammad Atta dan kawan-kawan yang lain telah datang lebih awal kemudian membuka rekening bank dan melanjutkan untuk mengamati sekolah-sekolah penerbangan. Pada bulan Juli, Muhammad Atta dan Marwan al-Shehhi mendaftarkan diri ke Huffman Aviation di Venice, Florida. Muhammad Atta mengaku sebagai keturunan bangsawan Saudi dan memperkenalkan al-Shehhi sebagai bodyguard-nya. Keduanya mendapatkan sertifikatnya dari FAA pada bulan November. Pada tanggal 5 November, Muhammad Atta membeli video penerbangan untuk model Boeing 747-200 dan Boeing 757-200 dari Toko Sporty’s Pilot di Batavia, Ohio. Pada tanggal 11 Desember, Atta membeli video penerbangan tambahan untuk model Airbus A 320 dan Boeing 767-300ER dari toko yang sama di Ohio. Pada tanggal 21 Desember, Atta dan Marwan menerima lisensi pilot mereka. Pada tanggal 26 dan 27, Atta dan Marwan meninggalkan Piper Cherokee yang diparkir di landasan Bandara Internasional Miami. Pada tanggal 29, Atta dan Marwan pergi ke Bandara Opa-Locka dan berlatih menerbangkan Boeing 727 secara simulasi. Abdul Aziz Al Umari juga sering kali berlatih (terbang) simulasi di Flight Safety Academy di Vero Beach, Florida bersama dengan Mohand al-Shehri dan Saeed Al-Ghamdi. Waleed Al Shehry mendapatkan sertifikat pilotnya di Embry-Riddle Aeronautical University pada tahun 1997. Sedangkan Al Shehhi setelah kembali ke Jerman pada bulan Maret 2000, mulai belajar menerbangkan jet. Bahkan Ali Abdul Aziz Ali, salah seorang organisator keuangan penting serangan 9/11, secara khusus membeli pesawat Boeing 747 dengan program penerbangan simulator menggunakan kartu kredit al-Shehhi. Fayez Banihammad mendapatkan SIM pilot setelah berlatih di Spartan Aeronautics School di Tulsa, Oklahoma. Mohand sering berlatih simulator di FlightSafety Aviation School di Vero Beach, Florida bersama dengan Abdul Aziz Al Umari dan Saeed Al-Ghamdi.

Hani Hanjour khusus membayar $ 4.800 untuk belajar di CRM Flight Cockpit Resource Management di Scottsdale. Meskipun menerima nilai buruk dari instruktur Duncan Hastie dan keluar sekolah dengan rasa frustrasi, Hani Hanjour tetap tekun dan sabar untuk tetap berlatih menerbangkan pesawat. Pada bulan Desember, dia kembali masuk ke CRM Flight Cockpit Resource management, walaupun kemudian keluar setelah berlatih beberapa minggu. Pada bulan Januari, dia kembali mengambil pelatihan terbang di Arizona Aviation, dimana Hanjour akhirnya mendapatkan nilai baik untuk pilot komersial. Hanjour tinggal di sejumlah apartemen di Tempe, Mesa, dan Phoenix, dan mendaftarkan diri pada kelas penerbangan simulator di Sawyer School of Aviation dimana dia hanya berkunjung tiga atau empat kali. Hanjour akhirnya mendapatkan sertifikat pilot komersial dari FAA pada bulan April 1999, namun tidak bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pilot sekembalinya dia ke Saudi Arabia. Ziad Jarrah selalu ingin menjadi seorang pilot. Pada masa kanak-kanaknya, dia selalu ingin menerbangkan pesawat, namun keluarganya tidak mendukungnya. “Aku tidak menghendakinya menjadi seorang pilot,” kata ayahnya kepada Wall Street Journal seminggu setelah serangan. “Aku hanya punya satu putra dan aku takut dia akan mengalami kecelakaan.” Selepas dari kampusnya, Jarrah mulai mencari sekolah penerbangan. Dia mengklaim bahwa ini dilakukannya untuk memenuhi impian masa kecilnya untuk menjadi seorang pilot. Setelah mencari di sejumlah negara, dia berkesimpulan bahwa tidak ada satu pun sekolah penerbangan di Eropa yang memenuhi standar, dan atas saran kawan masa kecilnya, dia bersiap untuk pindah ke Amerika Serikat. Ziad Jarrah datang ke AS untuk pertama kali, yaitu ke Newark International Airport. Dia kemudian pergi ke Florida dan mendaftarkan diri di Pusat Pelatihan Penerbangan Florida di Venice full-time. Jarrah tidak mengisi aplikasi untuk mengubah statusnya dari visa turis ke visa mahasiswa, yang berarti dia melanggar status imigrasinya. Jadi, mereka, para pilot dan sebagian pelaku aksi 11 September memang telah berlatih keras untuk bisa menerbangkan pesawat terbang. Bahkan mereka sudah mendapatkan lisensi untuk menerbangkan sebuah pesawat terbang. Ini tentu cukup untuk menjalankan misi serangan 11 September 2001. Apalagi tidak dibutuhkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi untuk menabrakkan sebuah pesawat ke gedung-gedung tinggi, yang dibutuhkan adalah cukup keberanian. Source : JihadMagz 3 http://www.arrahmah.com

Imaroh Islam Somalia Front Baru dalam Rangka Mengepung Musuh-musuh Alloh di tulis oleh al-Akh: Abu ‘Abdillah Anis –hafizhohullohImaroh Islam Somalia Front Baru dalam Rangka Mengepung Musuh-musuh Alloh di tulis oleh al-Akh: Abu ‘Abdillah Anis –hafizhohullohNB: Makalah asli diterbitkan oleh al-Ma’sadah (05-07-2011) dan kami tarjamahkan ke dalam bahasa Indonesia melalui tarjamah inggris yang dirilis oleh Website Anshorul Mujahidin.

Prakata

Selama tiga tahun terakhir, khususnya akhir tahun ini, pandangan seluruh dunia tertuju kepada berbagai peristiwa yang terjadi di bumi Somalia. Kejadian dan peristiwa di sana telah berkembang dalam bentuk sedemikian sehingga menggentarkan dan mengkhawatirkan setiap negara thoghut, karena Somalia sentiasa menjadi bagian tak terpisahkan dari target-target strategis mereka.

Apa yang menjadi kekhawatiran baru tersebut bukanlah karena semakin hebatnya kecamuk pertempuran atau banyaknya korban yang jatuh. Bukan itu semua yang telah membuat cemas musuh ummah kita ini, karena mereka sendiri telah terbiasa bergulat dengan peperangan sipil yang melanda negara mereka masing-masing selama lebih dari dua dekade ini (yang dimaksud dengan musuh ummah di sini khususnya adalah negara-negara uni Afrika. Pent). Yang baru dalam medan Somalia, adalah keberadaan kekuatan yang memasuki kobaran perang, di mana kekuatan ini tidak mau tunduk sama sekali mengikuti kemauan mereka dan juga tidak bersedia mengikuti kendali mereka. Dan kekuatan ini ternyata berhasil meraih dukungan luas dan aspirasi yang tinggi yang sama sekali tidak diperhitungkan sebelumnya oleh para musuh ini.

Situasi yang kita bicarakan adalah terkait dengan Harokatus Syabaab al-Mujahidin beserta pihak-pihak yang bersekutu dengannya (yang saya maksudkan khususnya adalah al-Hizbul Islami, para pejuang dari Ras Kamboni, serta Mujahidin dari Kamp Pelatihan Umar al-Faruq. penulis). Mereka semua adalah Gerakan Salafiyah Jihadiyah yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan (apa yang kita sering sebut) al-Mahakim al-Islamiyah (Pengadilan Islam), yang diatur oleh kekuatan penjajah untuk berkuasa di Somalia. Justru al-Mahakim al-Islamiyah adalah salah satu kelompok yang berada di urutan pertama target yang ingin dihancurkan oleh Harokah ini (Harokatus Syabaab al-Mujahidin), karena kelompok al-Mahakim ini belakangan menunjukkan loyalitasnya pada kekuatan salib dan menjadi pesuruhnya yang setia untuk melindungi kepentingan kaum kafir di kawasan ini. Sejarah Perjuangan di

Somalia

Selama berabad-abad, Somalia telah menjadi target penguasaan kekuatan kolonial, dan wilayah Tanduk Afrika telah lama diperhitungkan sebagai salah satu titik strategis. Bangsa Kushit dan Semit menyeberang ke Afrika Timur dari Bab Al Mandeb. Sesampai di Afrika Timur, mereka membangun peradaban, mengembangkan pasar, menjadikannya tempat lalulintas pertukaran barang, jasa, dan kebudayaan. Wilayah Tanduk Afrika telah lama memegang peranan kunci dalam khazanah geopolitik, dan menjadi arena persaingan perebutan pengaruh antara bangsa Arab dari wilayah Semenanjung, China, Yunani, Romawi, serta kaum Ptomelius yang memerintah Mesir. Orang-orang Portugis mengarungi lautan, mereka kemudian sampai di Tanjung Harapan dan India, kemudian mereka menyeberangi Samudera Hindia hingga tiba di pintu selatan Laut Merah. Kedatangan Portugis di Laut Merah bertepatan dengan berkobarnya perang antara pasukan Syaikh Ahmad al-Ghozi yang berusaha menembus masuk wilayah kerajaan Habasyah (Abisinia) dari arah selatan. Hal ini memaksa raja Habasyah (Abisinia), Lebna Dengel meminta pertolongan Portugis untuk melindunginya dari pasukan Islam. Kemudian Portugis memasuki wilayah selatan Laut Merah, sehingga memaksa kesultanan Tahir di Yaman meminta bantuan kerajaan Mamluk di Mesir. Bantuan Mamluk diikuti dengan penaklukan Ottoman yang tujuannya melindungi bangsa Muslim dari penyerangan Portugis penjajah dan menyatukan seluruh bangsa Muslim di bawah satu khilafah Islamiyah. Pengaruh mereka terus meluas hingga menguasai bagian selatan Laut Merah, dan menembus hingga Eritrea. Mereka mengokohkan kekuasaan sehingga mampu mendirikan basis yang kuat yang menguasai seluruh pintu masuk Laut Merah pada tahun 1557 Masehi. Kekuasaan mereka tetap kokoh mengontrol wilayah selatan Semenanjung Arabia dan pintu masuk Laut Arab, hingga akhir abad kesembilanbelas masehi. Somalia kemudian menjadi sasaran perebutan ambisi antara Perancis, Inggris, dan Italia. Kaum kolonialis yang rakus memperebutkan ‘kue’ Somalia hingga membuatnya terpecah-pecah dalam wilayah kecil: Perancis menguasai Djibouti pada 1884, Inggris mencengkeram wilayah utara pada tahun 1887, Italia merebut wilayah Selatan pada 1889, Etiopia mencaplok

distrik Ogaden di tahun 1897, sementara wilayah timur Somalia dianeksasi oleh Kenya pada 1924 dan dikenal dengan sebutan Distrik Perbatasan Utara. Urgensi Somalia bagi Musuh-musuh

Ummah

Somalia terletak di wilayah Tanduk Afrika, dan memiliki posisi strategis bagi perusahaan minyak global, karena ia adalah wilayah terdekat yang terhubung dengan sumur-sumur minyak di Teluk. Ia adalah pintu gerbang selatan dari Laut Merah – jalur nadi perdagangan – dan buminya menyimpan banyak perbendaharaan kekayaan. Garis pantainya membentang sepanjang 3.300 km.

Keberadaannya semakin penting, setelah perkembangan situasi yang memanas di wilayah Teluk, khususnya setelah munculnya Qo’idatul Jihad di Semenanjung Arabia. Al-Qo’idah di Semenanjung Arabia bangkit dalam rangka melancarkan perang berkelanjutan dan sistematik menghadapi kekuatan aliansi salibis –zionis yang menguasai wilayah Semenanjung serta menahan meluasnya ambisi-ambisi mereka di sana.

Bagi armada salib, mereka berusaha menancapkan pengaruh stratejik, ekonomi, dan logistik, secara simultan, untuk menjadikan Tanduk Afrika sebagai salah satu basis kekuatan Amerika, sama seperti wilayah Teluk. Lebih khusus lagi, Tanduk Afrika adalah wilayah yang mengontrol langsung nadi lalulintas dan akses langsung ke laut. Buminya juga menyimpan kekayaan yang belum tereksplorasi.

Jangan lupa, Somalia adalah gerbang selatan memasuki Laut Merah, sebagaimana Terusan Suez adalah gerbang utaranya. Negara-negara produsen nuklir juga menjadikan Somalia sebagai tempat pembuangan limbah nuklirnya. Material radioaktif yang dibuang di tanah Somalia ini sangat berbahaya bagi kehidupan, yang berdampak jangka pendek ataupun panjang, dan dapat mencemari tanah serta air yang ada. Kebangkitan Harokatus Syabaab Menghancurkan Rencana Amerika di Kawasan Afrika

Mari kita mengingat kembali pada rencana lama Amerika, yaitu lebih dari 20 tahun (tepatnya semenjak pecahnya perang sipil di era 1990an) Amerika berambisi untuk membangun pijakan strategis di Afrika, dan khususnya di kawasan Afrika Timur. Mereka lama membidik Sudan dan daerah Tanduk Afrika, karena letaknya yang strategis, dan kekayaan alamnya yang berlimpah, minyak serta berbagai mineral bumi lainnya.

Target Amerika di Somalia adalah: tahap pertama menguasai seluruh pesisir Somalia untuk meraih posisi penting dalam lalulintas perdagangan global; kemudian mereka dapat mengungguli Perancis yang menguasai wilayah Djibouti dan dekat dengan Bab Al-Mandeb. Langkah selanjutnya dari ambisi mereka adalah menghancurkan kekuatan Islam di Somalia dan menguasai sepenuhnya Tanduk Afrika, menjarah sumber daya negeri seperti uranium, minyak, dan mineral lainnya. Kemudian semakin mengokohkan hegemoni Amerika atas dunia, khususnya wilayah Afrika, membungkam gerakan apa saja yang dinilai mengganggu kepentingan Amerika.

Munculnya Harokatus Syabaab al-Mujahidin dan keberhasilan mereka menguasai mayoritas wilayah negeri serta konsistensi mereka dalam upaya menerapkan Syariat Islam, telah memberikan hantaman keras dan pukulan telak terhadap Amerika, sehingga segala rencana mereka atas Somalia menjadi buyar. Bahkan bukan hanya terbatas pada Somalia, tetapi ambisi mereka di seluruh kawasan Afrika.

Harokatus Syabaab bukanlah jenis kelompok perjuangan yang menerima sikap tawar menawar atau menyerah, sekedar berpikirpun tidak pernah. Berbeda dengan kelompok-kelompok perjuangan lain, atau faksi-faksi politik, atau berbagai

kelompok yang bahkan menisbatkan dirinya sebagai gerakan Islam. Contoh yang masyhur adalah Harokah al-Mahakim alIslamiyyah al-Ikhwaniyyah di bawah kepemimpinan Syaikh Syarif yang murtad lagi khianat. Harokatus Syabaab lain dan berbeda dari berbagai faksi yang ada, yang biasanya telah dijinakkan Amerika, dan dikendalikan sepenuhnya, dengan sedikit iming-iming kekuasaan semu atau janji-janji palsu.

Gerakan ini memiliki strategi dan visi yang bahkan menjangkau jauh dari sekedar keinginan meraih kekuasaan. Mereka memanggul sepenuhnya tanggung jawab untuk memerdekakan rakyat Muslim Somalia serta berusaha menahan kekuatan penjajah yang berambisi merampok dan mengeksploitasi Somalia. Lebih jauh, gerakan ini telah meletakkan di pundak mereka tanggung jawab untuk membebaskan seluruh kawasan Afrika dan mempersatukan segenap Mujahidin di negeri-negeri yang berdekatan demi membangun front bersama dalam rangka menahan penyerbuan balatentara salib atas bumi Islam. Amerika sangat Takut Memulai Kampanye Baru di

Somalia

Amerika tidak pernah dapat melupakan getirnya kekalahan yang mereka alami pada pengalaman militer mereka di Somalia pada masa 1992 hingga 1994. Militer Amerika harus menelan kerugian besar, dan terpaksa pergi dari Somalia dalam keadaan kalah dan terhina. Bahkan kekalahan Amerika di Somalia tersebut semakin memompa semangat para musuh Amerika, khususnya kaum Jihadi dan para pendukung al-Qo’idah di wilayah lain – termasuk Darfur – untuk semakin mengeraskan hantaman terhadap Amerika, hingga membuatnya semakin lemah. Luka Amerika semakin berdarah di berbagai area di mana di sana terdapat Mujahidin yang aktif. Di urutan pertama adalah Afghonistan dan ‘Iroq. Amerika bukan hanya berdarah di front militer. Di front ekonomi mereka juga mengalami hantaman hebat yang mengakibatkan pendarahan. Efek dari rangkaian perang ini telah menyeret kondisi internal ekonomi mereka ke titik nadir. Mungkin bisa kita perkirakan ekonomi mereka akan kolaps sepenuhnya dua tahun ke depan.

Tidak diragukan, Mujahidin di Somalia telah tumbuh semakin kuat, semakin terorganisir, dan semakin berpengalaman dari semenjak masa duapuluh tahun yang lalu. Keadaan ini membuat Amerika semakin enggan bahkan untuk sekedar berpikir akan memasuki kembali Somalia. Maka yang mereka lakukan adalah mencari cara lain untuk dapat melemahkan front Mujahidin. Yang mereka lakukan biasanya mencoba memicu perang sipil baru di kawasan, dan hal itu dengan mereka berikan dana dan dukungan kepada para panglima-panglima perang, lalu mengadu domba mereka. Kemudian mereka menciptakan keadaan di mana tidak ada pemenang maupun yang kalah, sehingga dengan begitu mereka menginginkan negeri ini terus tenggelam dalam kekacauan berdarah dan perang saudara. Front Islam yang

Dinantikan

Setelah proses penyatuan shoff antara Harokatus Syabab al-Mujahidin dengan al-Hizbul Islami baru-baru ini (di akhir tahun 2010. Pent), yaitu dengan bergabungnya al-Hizbul Islami di bawah kepemimpinan Harokatus Syabaab, kini terbentang cakrawala baru yang lebih luas bagi Mujahidin untuk mengembangkan front mereka di masa depan.

Kita tidak boleh mengabaikan, bahwa saat ini masih terdapat beberapa kawasan Somalia yang terjajah, di mana Mujahidin telah bertekad untuk membebaskannya, sebelum melangkah lebih lanjut membebaskan wilayah-wilayah lain di kawasan tetangga, seperti Djibouti, Puntlande, Ogaden yang diberikan Inggris ke Etiopia, Distrik Perbatasan Utara yang diberikan Inggris kepada Kenya. Djibouti sebelumnya adalah salah satu distrik wilayah Somalia, yang dicaplok Perancis dan dijadikan salah satu daerah koloninya, untuk kemudian dijadikan negara terpisah dari Somalia. Front Islam yang luas tersebut terdiri dari Front Somalia, Qo’idatuol Jihad di Semenanjung Arabia, Qaidatul Jihad di Maghrib

Islami. Keberadaan front ini merupakan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah aktifis Jihadi kontemporer. Dan kita mengharapkan keberadaannya mampu untuk semakin mengeratkan kepungan terhadap musuh-musuh Alloh dari berbagai corak agama maupun aliran politik. Mereka akan melanjutkan langkah untuk menyebarkan Islam, membebaskan rakyat di seluruh kawasan tanpa terkecuali, dan pada saat yang sama mempersiapkan pasukan Islam semesta yang akan berangkat membebaskan al-Aqsho dari tangan yahudi, bi idznillah. Rakyat Somalia Adalah Kartu

Keberuntungan

Tak diragukan, rakyat sering menjadi obyek perebutan pengaruh dan kekuasaan. Mereka dijadikan bahan dalam pertarungan dua pihak yang bersengketa. Tiap pihak berupaya menarik dukungan rakyat di pihaknya, sehingga bisa mereka gunakan sebagai tameng dalam konflik menghadapi pihak lain.

Rakyat Muslim kita selalu menjadi obyek material semata, tidak lebih. Mereka berada di bawah kungkungan pihak yang kuat dan menjadi sasaran penindasan dalam waktu yang lama. Sehingga akhirnya mereka kehilangan martabat insaninya selaku makhluk merdeka, dan sampai pada titik yang sangat rendah, di mana mereka tunduk tak berdaya pada pihak yang kuat, serta turut pada segala kemauannya meski pihak penindas ini memimpin rakyat untuk menjerumuskannya ke jurang kehancuran. Hingga akhirnya Alloh memberkahi mereka dengan bangkitnya sekelompok ummat dari rahim rakyat sendiri, yang menyampaikan kebenaran, menjelaskan jalan yang lurus, serta menghimpun dukungan rakyat, sehingga rakyat berani memberontak terhadap segenap warisan penindasan dan memecahkan belenggu yang menjerat leher mereka. Rakyat kemudian belajar membedakan kebenaran dan kebatilan, musuh dan teman. Hingga mereka tidak lagi mau tunduk atau takut pada kebatilan, meski kebatilan itu datang dalam bentuk raja yang berkuasa lagi lalim.

Rakyat Somalia telah semakin cerdas dan berpengalaman. Mereka telah memetik pelajaran berharga dari pengalaman lebih selama 20 tahun perang sipil. Mereka telah mengalami penderitaan panjang, di bawah silih berganti pemimpin politik yang korup dan menindas, yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya semata. Rakyat telah sampai pada apa yang kami istilahkan ‘al-firosah as-siyasiyah / firasat politits’, sehingga mampu membedakan antara pihak yang benar dan kalangan durjana, antara kebenaran dan kebatilan.

Seperti yang terjadi di Afghanistan, para pimpinan Jihad Somalia beserta dai mereka telah mampu menarik hati banyak kepalakepala suku Somalia, yang akhirnya suku dan kabilah tersebut memberikan loyalitas penuh kepada Harokatus Syabaab alMujahidin. Lebih jauh, mereka pun mendorong putra-putra kabilahnya untuk bergabung dalam barisan Mujahidin, serta berusaha menutup tiap celah yang hendak diterobos oleh tentara salib. Kekuatan salib selalu berusaha mencari celah yang dapat mereka eksploitasi: dengan berusaha ‘membeli’ hati dan pikiran suku dan kabilah dengan uang, supaya mereka menjadi penghalang yang menghadang langkah Mujahidin, seperti yang terjadi di ‘Iroq dengan dibentuknya apa yang sering kita sebut ‘dewan kebangkitan’ yang khianat, muslihat seperti itu juga yang juga hendak diterapkan tentara salib di Afghonistan.

Dalam sebuah konferensi pers bersama antara Syaikh Tahlil Ali Syaytiy, pemimpin dari kabilah Mahmud Hirob, satu kabilah terbesar di wilayah selatan dan tengah Somalia; serta Syaikh Abdullah Muhammad Hannaq, pimpinan kabilah Hayntiri; beserta segenap ulama dan saudagar; Kabilah Mahmud Hirob menegaskan bahwa mereka tidak akan menelantarkan Mujahidin yang telah membela mereka dan telah mereka dukung semenjak era 1990an. Mereka ini menjadi bahan bakar utama dalam Jihad Somalia.

Maka (kita menyaksikan) rakyat Somalia dari berbagai faksi dan latar belakang hari ini berhimpun bersama Mujahidin di bawah pimpinan Harokatus Syabaab. Mereka bergabung dalam battalion-batalion pejuang, untuk ikut aktif merebut hak mereka, menjadi agen perubahan, serta membalas para penjahat yang telah menjauhkan mereka dari din dan dunia mereka. Bahkan segenap kabilah telah bersumpah setia kepada Harokah as-Syabaab al-Mujahidin serta siap mempersembahkan putra-

putra terbaik mereka untuk bergabung dalam barisan Mujahidin dalam rangka berpartisipasi membebaskan sepenuhnya seluruh bumi Islam dan membangkitkan ummat pada umumnya. Ini adalah kartu keberuntungan yang dimiliki Mujahidin, setelah pertolongan dan bantuan Alloh, disertai tawakkal mereka kepada Alloh yang maha perkasa. Sebuah kartu yang tidak dimiliki lagi oleh balatentara salib. Kemenangan telah di ambang pintu! Sungguh begitu dekat, yang belum pernah kita alami sebelumnya di masa lalu! Wal hamdu lillahi robbil alamin.

Ditulis Abu ‘Abdillah Anis

oleh:

Berdoalah untuk saudara-saudara Antum yang berjihad Saudara kalian: Departemen Media Informasi al-Ma’sadah (Website Syumukhul Islam) www.shamikh1.info/vb Diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh: Forum Anshorul Mujahidin www.ansar1.info www.as-ansar.com

Kafilah syuhada Mujahidah kandahar
Kafilah syuhada’ wanita Di bumi Kandahar yang agung Oleh : Saiful Adl Al Mishriy Penanggung jawab Militer Tandzim Al Qoeda

Pada malam ahad, dihari ke tiga pada bulan Romadhon yang berbarokah dan setelah jam menunjukkan pukul 01.00 malam, aku terbangun dan merasa terguncang, aku merasa bahwa ada suatu bahaya berada di dekatku, maka aku segera membangunkan ikhwah yang tidur bersamaku, mereka adalah Abu Muhammad Al Abyadh, Abdurrohman Al Mishriy dan Abu Usamah Al Falistiniy, dan pada hari itu juga ada ikhwah yang bermalam bersama kami yaitu Akh Abu Husain Al Mishriy dan Faruq As Suuriy, karena disana kami diwaktu siang hari bekerja pada beberapa tempat dan diwaktu malam hari kami tidur di rumah pamanku, aku bangunkan semuanya dan kuberitahukan kepada mereka tentang kegoncanganku, dan kukatakan kepada mereka: “Sekarang kita memasuki waktu sahur, dan Alloh maha tahu apa yang akan terjadi, tapi jika kalian mendengar suara bom maka ketahuilah bahwa hal itu tidak akan mengenai kita. Jarak waktu setiap bom dengan bom yang lain jika tidak dijatuhkan secara bersamaan sekitar lima

sampai tujuh menit, pada masa tenggang waktu itulah kami mengumpulkan diri kami dan perbekalan kami lalu

kami keluar. Tiba-tiba kami mendengar suara ledakan yang sangat besar dari jauh, maka kutanyakan kepada ikhwah di bagian pengintai, lalu aku ketahui bahwa rumah kedua milik Yayasan Al Wafa’ Al Khoiriyyah tepat terkena sasaran dan juga terkena bom Cluster, gara-garanya ada seorang pemuda yang membuka satelit di dalam rumah tersebut, yang akhirnya bom itu membuat Akh Abdul Wahid menemui kesyahidan. Lalu para pemuda terheran dengan keguncanganku tadi dan kami menyiapkan makan sahur dan kami duduk makan bersama, sebelum kami menghabiskannya kami mendengar suara rudal lewat diatas kepala kami secara langsung, dan meledak pada jarak sekitar seratus meter dari rumah, dengan segera kami keluar dari rumah khawatir jika kami yang dijadikan sebagai target sasaran bom tersebut, dan memang benar-benar kami menjadi targetnya, kami keluar dari rumah dan bekasbekas asap masih ada di pinggiran jalan sedangkan pesawat-pesawat mengitari di atas langit!!! Pada titik yang terkena rudal ada dua rumah yang salah satunya adalah keluarga orang-orang Arab, akan tetapi rumah itu sudah kosong dan yang lainnya (pos penjagaan) milik Tholiban. Saya kira mereka pos tersebut sebagai sasaran, lalu kami terus mengikuti arah pesawat dan ternyata menembakkan rudal kedua setelah lima menit, maka kami bersembunyi darinya, lalu rudal itu jatuh ditengah-tengah jalan, lalu kami bersama ikhwah semua pindah ke depan ke tempat yang lebih dekat lagi, ketika ditengah jalan kami diberitahukan oleh petugas ronda Tholiban tentang rumah yang ditempati oleh para wanita Arab, ada sebagian yang telah syahid dan ada yang terluka, mereka memindahkannya ke rumah sakit. Sedangkan para wanita telah keluar semuanya dan pergi ke desa-desa. Maka aku bergerak menuju rumah sakit untuk mengetahui secara rinci siapa saja para ikhwah yang terluka, dan ketika aku telah sampai di rumah sakit aku meminta supaya dapat melihat yang mati syahid, ternyata beliau adalah Akh Ashim Al Yamani, pelatih di kamp Al Faruq, dan aku menuju ke tempat orang yang terluka ternyata dia adalah Abu Abdurrohman Al Libbiy (Akh senior), namun lukanya tidak mematikan akan tetapi akan mengakibatkan cacat. Lalu aku tanyakan bagaimana kejadiannya, dia menjawab : “Kami tinggal di dekat rumah Yayasan Al Wafa’, ketika bom Cluster jatuh dan ketika kami sudah selesai mengangkat para pemuda dan mengeluarkan Akh Abdul Wahid dari rumah tersebut, para ikhwah bermusyawarah di rumah tersebut, namun mereka masih khawatir juga jika terlihat, maka kami mengeluarkan para wanita dari rumah dan kami bergerak menuju rumah disampingnya, dan Akh Marwan, sopir mobil Pick Up masih membantu untuk mengeluarkan para pemuda yang mereka berada di rumah Yayasan Al Wafa’ ke tempat yang lain, kemudian dia kembali lagi pada malam harinya dan belum sampai dia masuk, hingga kami mendengar suara rudal mengenai mobil Marwan, dengan jelas mereka mengincar gerakan mobil dan selalu mengikutinya, maka dengan segera kami mengeluarkan lagi para wanita dari rumah tersebut dan kami kirim mereka ke desa-desa, kami memiliki dua mobil dan tinggallah saya dan Abu Ashim Al Yamani yang berada di dekat rumah tersebut, kami berusaha mengangkat beberapa harta benda, dan ketika sedang mengerjakan itu, tiba-tiba rudal ditembakkan yang kedua kalinya, aku melihat rudal itu menuju ke arah kami, maka aku segera tiarap, ternyata rudal itu jatuh di dekat Akh Ashim dan setelah itu aku tidak tahu lagi bagaimana kejadiannya “. Lalu aku menenangkan Ashim dan dirinya dan aku menanyakan dokter tentang keadaannya, maka dia memberi surat rujukan untuk pergi ke Pakistan untuk kesempurnaan penyembuhannya, lalu aku sampaikan kepada ikhwah untuk membayar biaya dalam hal itu di pagi harinya. Lalu aku kembali ke tempat kejadian yang baru, yang sebelumnya ikhwan-ikhwan saya tinggalkan disitu, belum sempat aku memasukinya sampai aku mendengar suara rentetan tembakan dari jauh di ujung barat, dan tembakan itu dari helikopter dan C130 yang dilengkapi dengan syalka, tembakan terus berlangsung selama kira-kira setengah jam, dan markas Shoqr memberitahukan kepadaku bahwa serangan mengarah ke desa Banjawa, maka aku langsung khawatir akan nasib keluarga yang sedang bergerak di jalan menuju ke sana, lalu aku diam berpikir, tapi suara Abu Ali As Suuriy membuyarkan diamku dan dia memanggil dengan penuh fanatisme “Wahai Abdul Ahad, anjing-anjing telah menembaki kami dan membunuh para wanita” lalu aku bertanya kepadanya: “Dimana?” dia menjawab: “Di tengah jalan menuju Banjawa”. Maka kukatakan padanya: “Aku akan menuju ke jalan kalian”, para ikhwah semuanya juga mendengarkan kabar tersebut, maka mereka bergerak menuju ke sana, dan waktu itu fajar sudah masuk, maka cepat-cepat aku sholat subuh, aku bersama Abu Abdurrohman Al

Mishriy bergerak menuju ke desa tersebut. Di tengah jalan kami dapati sebuah tragedi yang melahirkan cerita ini, dan pelajaran yang sangat menakjubkan, ketika Alloh mentakdirkan sesuatu maka tidak akan ada yang dapat menolak takdir tersebut. Dan ketika beberapa ikhwah merasa di desa Banjawa mendapatkan banyak serangan di ujung kota, juga banyaknya pesawat yang berada di wilayah Kandahar dan korbannya, maka mereka khawatir terhadap anakanak mereka. Di dalam satu rumah ada enam keluarga dari ikhwan-ikhwan Arab yang mereka semua menikah dengan orang dari arab Maghribiy, akhirnya laki-lakinya memutuskan untuk keluar dengan membawa istri-istrinya dengan empat mobil, dan mereka itu tidur di kamar kosong, pada waktu yang bersamaan disana ada dua mobil datang dengan membawa para wanita yang baru saja rumahnya terkena bom, lalu mereka melihat sebuah mobil asing berhenti di sekitar seratus meter di sisi jalan. Lalu mereka bertemu di jalan dan mereka dapati ternyata dia Akh Suroqoh Al Yamani bersama Akh Abu Hamzah As Suuriy. Mobil itu berhenti mengikuti pesawat, kemudian ikhwanikhwan ngobrol sebentar kemudian mereka pergi menuju ke desa, belum sampai kedua mobil tersebut pada jarak kira-kira 1,5 km, tiba-tiba muncul helikopter dengan terus menembaki mereka, dan sampai-sampai C130 ikut menyerang para wanita. Mobil pertama yang di dalamnya ada Abu Ali Al Yafi’iy dan istrinya serta empat orang wanita dan dua anak kecil terkena serangan, begitu juga mobil kedua yang di dalamnya terdapat Suroqoh Al Yamani dan Hamzah As Suuriy, sedangkan mobil ketiga yang di dalamnya ada Abu Ali Al Malikiy dan keluarganya ketika melihat bom telah mengenai kedua mobil tersebut maka dia cepat-cepat melajukannya ke arah gunung berusaha untuk lari dari kejaran pesawat, maka dia mematikan cahaya lampu, lalu melajukan mobilnya seakan terbang di atas tanah yang tidak rata (semua mobilnya menggunakan Corolla Citizen) sampai tersembunyi dari pesawat. Pada waktu serangan pertama memang tidak mematikan, hanya saja mobilnya tidak dapat digunakan sehingga para wanita cepatcepat lari dari mobil tersebut di tengah padang pasir menuju ke gunung, mereka bersama tiga orang laki-laki, anak kecil berumur 3 tahun dan saudarinya yang masih di susui digendong oleh ibunya. Para wanitanya pada waktu itu menggunakan cadar ala orang-orang Afghon dan mereka itu jelas-jelas nampak wanita, namun karena kedengkian tanpa pandang bulu dari para komandan pesawat helikopter penjahat itu tetap tidak membedakan antara perempuan dengan laki-laki dan anak-anak, sehingga mereka tetap menembakkan rudalnya dan menembaki dengan pelurunya sampai mereka terjatuh diatas tanah menemui kesyahidan. Para penjahat tersebut masih terus menembaki tubuhtubuh mereka yang suci dan bersih sampai-sampai tubuh mereka tercabik-cabik dan terpotong menjadi kecil-kecil, dan tubuh bayi yang masih disusui itu juga tercabik-cabik, begitu juga tubuh anak kecil itu terpotong berserakan, dan tidak ada yang tersisa selain wajah mereka yang bersinar dan kepasrahan ruh mereka kepada Robb mereka di kafilah kedua dari para wanita yang menemui kesyahidan. Sedangkan laki-lakinya, badan mereka baik dan selamat. Disisi lain mobil asing itu terkena bom diwaktu mereka mendengar tembakan, mereka segera bergerak. Diantara mereka ada yang terkena tembakan yaitu Abdul Wahhab Al Mishriy dan Abu Ali As Suuri, dan wanita dari Arab Maghribiy yang pertama kali mati syahid setelah badannya yang suci terkena lebih dari dua puluh tembakan. Orang Arab maupun ajam berkumpul dari setiap tempat ke TKP. Pemandangannya sungguh sangat mengerikan, namun orang arab itu lebih banyak kesabarannya dari pada orang Afghon yang telah runtuh disebabkan rasa takut dengan apa yang telah mereka lihat. Maka para pemuda mulai mengumpulkan potongan-potongan daging, disini ada tangan anak kecil, disitu ada kulit kepala dengan rambutnya, ini ada potongan daging dan disini ada kulit yang kami tidak tahu milik siapa. Aku menyuruh para ikhwah untuk segera meninggalkan diri khawatir pesawat akan datang lagi. Lalu aku kirimkan beberapa orang ke desa untuk menggali kuburan, dan sebagian lagi aku perintahkan untuk mengumpulkan potongan-potongan daging tersebut, lalu mereka mengumpulkan sisa-sisa anggota tubuh dari lima orang wanita dan dua anak kecil disatu mobil dan aku mengangkat tubuh ikhwan-ikhwan dan kami kuburkan semuanya di desa Banjawa selain ukhti dari Maghribiy, dia dikubur di Kandahar yang disana ada Syaikh Abu Hafs dan saudara-saudaranya. Jadi pada malam kemarin jumlah para syuhada’ dari laki-laki adalah (Abu Ashim, Abu Ali Al Yaafiy yang sedang berjaga-jaga di waktu ada ledakan di rumah Syaikh Abu Hafs dan dia selamat dari bom pada waktu itu, Suroqoh Al Yamani, Abu Hamzah As Suuriy yang kami keluarkan sebelum dua hari dari bawah reruntuhan bangunan bersama Abu Hafs) sedangkan dari para wanita semuanya dari Yaman kecuali satu saja, mereka adalah (Istri Abu Ali Al

Yaafiy, istri Usamah Al Kiiniy, istri Royyan At Ta’ziy, istri Abu Usamah At Ta’ziy dan anaknya yang masih kecil, istri Az Zubair Adh Dholi’iy yang sedang menunggu suaminya untuk menjemputnya, istri Abul Barro’ Al Hijaaziy , yang dia dari Arab Maghribiy). Lalu aku bergerak ke desa untuk mengikuti acara penguburan dan di dalam dadaku berulang-ulang membaca firman Alloh SWT:

“Katakanlah:”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al Jumu’ah : 8). “Katakanlah:”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu” Ya! Akan menemuimu! Akan menemuimu!” Subhanalloh! Sungguh kata-kata itu sangat dalam artinya dan persis sesuai dengan kejadian itu, para ikhwah telah bergerak bersama para wanita dari ujung kota Kandahar ke tengah-tengahnya khawatir akan mati, kemudian mereka bergerak kedua kalinya dari tengah-tengah kota Kandahar ke desa untuk memenuhi perjanjian dengan kesyahidan di dataran bumi yang terbatas dan tepat pada waktunya, tidak bertambah dan juga tidak berkurang. Aku bertemu dengan para ikhwan dan Alloh telah memberikan rizki dengan beberapa kalimat yang aku berbicara dengan mereka untuk meneguhkan mereka dan menguatkan bahwa semua ini adalah karunia dari Alloh terhadap para hambanya yang dinampakkan dan diperlihatkan kepada mereka. Wahai orang-orang yang Alloh perlihatkan kepada mereka untuk supaya dipilih para lelaki, wanita dan anak-anak termasuk dari orang yang bergabung dengan kafilah syuhada’. Aku menekankan bahwa istri-istri kita dan anak-anak kia mereka adalah amanah dari Alloh dan ketika Alloh ingin mengambil amanah tersebut maka kita tidak memiliki kekuatan melainkan berserah diri kepadaNya dan bersabar atas apa yang Alloh inginkan. Aku juga mengingatkan kepada Akh Abu Usamah At Ta’ziy bahwa kedua anaknya akan mengambilnya menuju surga pada hari kiamat nanti insyaAlloh. Kemudian aku pergi untuk menemui keluargaku yang aku belum melihatnya sejak aku bergerak ke Kabul, untuk ingin mengerti reaksi dia atas kejadian yang menimpa para wanita tersebut, maka keluargaku menyambutku dengan senyuman yang penuh dengan keceriaan dan mengucapkan kata-kata selamat “Dan Alloh sebagai saksi atas apa yang aku katakan”, dia berkata: “Apakah kamu mendengar apa yang telah terjadi, sungguh saudari Ummu Ali Al Yaafiy dan suaminya telah mati syahid, sekarang ini aku memohon kepada Alloh supaya memberikan rezeki kesyahidan kepadaku dan kepadamu serta anakanak bersama-sama seperti mereka berdua”. Ini bukan suatu hal yang mengherankan keluar kata-kata darinya, karena saudaranya mati syahid pada tahun 1988, bapaknya Syaikh mujahid Abu Walid orang yang pertama kali datang untuk berjihad dari kalangan arab pada tahun 1979 dan juga komandan amaliyat penutupan bandara Khost pada tahun 1990. Maka aku langsung bergembira dengan jawabannya dan aku mengucapkan salam kepada lima anakku, lalu aku berangkat ke Kandahar ketika mendekati waktu dhuhur”. Disadur dari : Majalah Shoutul Jihad edisi II Sya’ban 1424 H. ‫قلللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللل إن الملللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللوت اللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللللذي‬ ِ ّ َ ْ َْ ّ ِ ْ ُ َ ‫تفرون منه فإنه ملقيكم ثم تردون إلى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تع َلو‬ ‫َ ِ ّ َ ِ ْ ُ َِ ّ ُ ُ ِ ُ ْ ُ ّ ُ َ ّ َ َِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ّ َ َ ِ َ ُ َ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ْ ُ ْ َ ْمُ ن‬

MILITERY OF STUDY PART I

MILITERY OF STUDY
Militery of Study (Pendidikan Militer) dibagi dua, yaitu: Weapon (Senjata)

Technical of Militery (Taktik Militer): Personal (Perorangan) Regu

EAPON (SENJATA) Terdiri dari: Cartride Bullet (Peluru) Bagian-bagian dari peluru: Murmy (Proyektil) Black Powder (Serbuk Mesiu) Primer/Fuse Cartridecase (Selongsong)

Proses meledaknya peluru

Ketika black powder meledak maka peluru akan keluar hal ini terjadi karena pukulan dari Firingpine (Palu Pemukul).

Type of Cartride (Jenis-jenis Peluru): Red/Orange Colour: untuk membakar, sekali tembak peluru terbakar; Green Colour: untuk sinyal/tanda/SOS; Black Colour: untuk menembus besi; Gray Colour: untuk menembus besi atau membakar; Blue Colour: untuk menembus besi atau sinyal; Alumunium: untuk menembus alumunium; Ball Carpet/Ball Cannon: untuk membunuh (peluru tajam); Double Action: setelah peluru meledak mengenai sasaran, maka murmynya meledak lagi; Granadly Louncher/Granat Lontar: gas air mata, waktu letunya kurang lebih 4 detik. 3. Senjata Serta Klasifikasinya

I.

Berdasarkan Kegunaannya

Untuk Infantri (Regu), misalnya: Pistol (Revolver/Colt, FN), Rifle/Laras Panjang (M-16, AK-47, SS-1, Calibre 30, FN, FAL), Granade Launcher/Pelontar Geranat (Gas Air Mata), LMG/Long Mechine Gun (RFG/Basoka, MGA, Bar), Shoot Mechine Gun /SMG ( Uzi). Untuk Artileri, Misalnya: Mortar (-+ 5 Orang), Stengger, Howitzer dan Rudal/Peluru Kendali. Untuk Kaveleri (berkendaraan), misalnya: Tank, Kuda dan Panser.

II. Berdasarkan Jarak atau Sudut Tembaknya
Flat Tragectory (Lebih kecil dari 45°), contohnya Rifle; Medium (Lebih Tepat 45°), contohnya Bar; dan High (Lebih Besar dari 45°), contohnya Mortar.

4. Istilah-istilah dalam Persenjataan Loaded: senjata dalam keadaan siap tembak dimana Cartride telah masuk dalam Chamber (kamar peluru). Unloaded: senjata dalam keadaan tidak terkokang atau kosong, karena cartride belum masuk ke dalam Chamber. Keeping and Maintenance (Perawatan Senjata), misalnya Barrel jangan sampai kotor, Spring atau per harus selalu diberi pelumas atau minyak. Zerroing: mengkondisikan atau mengukur, antara lain: Back Sigh (kekerasan belakang); Front Sigh (kekerasan depan); Barrel (laras); dan Target. Muzzle Velocity: kecepatan peluru saat meninggalkan Barrel. Rifling atau Ridge and Grove: guratan-guratan dalam Barrel yang membuat jalannya peluru berputar, sehingga mampu menembus kerapatan udara. Maximal Effective Range: jarak efektif maksimal yang dapat ditempuh peluru. Subtained Rate: kemampuan rata-rata senjata mengeluarkan peluru. Cycle Rate: kemampuan senjata mengeluarkan peluru permenit. Miss Fire: kerusakan pada senjata, misalnya firng pinenya tidak berfungsi atau patah.

5. Part of Gun (Bagian-bagian Senjata) secara umum Trigger (Pelatuk/Picu) Safety Trigger (Pelindung Picu) Piston Grip Butt (Popor) Chamber (Kamar Peluru) Barrel (Laras) Cover Barrel (Pelindung Laras) Magzine (Tempat Peluru) Magazine Catch (Pengaman Magazine) Front Sight Back Sight Hammer Firing Fine Bult (Rumah Firing Fine) Plunger Cocking Handle Safety Catch (Pengaman Senjata) Exactor Ejector Gas Port

MILITERY OF STUDY PART II

I. TACTIC I

CRAWLING
Cara bagaimana mendekati dan menjauhi musuh. Crawling yang baik adalah dapat mendekati dan menjauhi musuh tanpa diketahui lawan dan selamat.

Macam-macam Crawling

Goshwalk (Jalan Hantu): memerlukan kesenyapan, waktu, extra hati-hati dan biasanya dilakukan pada malam hari. Contohnya mendekati daerah lawan yang banyak terdapat daun-daun atau ranting kering; Bending (Jalan Bungkuk): lari membungkuk dari cover yang satu ke cover yang lain, biasanya dilakukan dalam rangka penyergapan atau penyerangan; Monkey Craw (Jalan Monyet): jalan jongkok ini dilakukan memerlukan kesenyapan, waktu dan extra hati-hati. Hampir semua medan dapat dipakai baik di desa maupun di kota, siang ataupun malam. Harus banyak sprot jump; Merangkak (seperti bayi): memerlukan kesenyapan, waktu dan medan biasanya sulit. Contohnya lorong-lorong, kawat berduri dan pinggir-pinggir tembok yang ada jendelanya; Terlentang, memerlukan kesenyapan, waktu dan medan biasanya sulit. Contohnya lororng-lorong dan kawat berduri, biasanya digunakan untuk operasi gerilyawan, teroris ; Kitten Craw (Jalan Kucing): membutuhkan kesenyapan, medan biasanya dekat markas, rumah biasa dipakai gerilya, teroris, penyanderaan juga untut silent weapon; Leopard (Jalan Macan Tutul): membutuhkan kesenyapan dan waktu, untuk semua medan.

SEARCHING TERRAIN (Mengamati Medan) Membuat Tanda (Landmark); Amati secara keseluruhan; dan Amati yang terdekat lalu yang terjauh.

EXTIMETING DISTANCE (Cara Mengukur Jarak) Sound and Blast (Cara mengukur jarak dengan suara dan cahaya); Appereances (Cara mengukur jarak dengan melihat besar kecilnya suatu benda); dan Natural Fenomenal (Cara mengukur jarak dengan fenomena atau kebiasaan alam), contohnya jarak antar tiang listrik, telpon. Hal-hal yang mengecoh Extimeting Distance:

Posisi kita dengan matahari, matahari berada dibelakang kita dan objek serta target dihadapan jarak akan terasa jauh sedangkan matahari dihadapan kita dan objek serta target diantaranya jarak akan terasa dekat. Posisi kita berada diatas bukit atau gedung dan objek dibawah, maka jaraknya terasa jauh sedangkan posisi sebaliknya jaraknya terasa dekat. Objek di posisi yang sempit, misalnya objek berada ditengah-tengah rel akan terlihat dekat. FIRING POSITION/OBSERVATION/COVERING (Posisi Menembak, Mengintai dan Berlindung)

Hal-hal yang perlu diperhatikan: Jangan tanggung-tangung, disesuaikan dengan medan tidak bergerak yang tidak perlu dan mengambil posisi yang enak; Mengambil posisi yang enak, tercover baik tembakan maupun pengintaian; Bila ditonggak jangan mengambil posisi diatasnya, tetapi disamping, jongkok atau tiarap; Di tanah lapang, carilah lekukan dan tiarap; Di semak-semak, jangan menyibak tetapi dari samping atau belakang tiarap; Di pepohonan, jangan berdiri tetapi tiarap dibelakang atau samping; Di gundukan, jangan di atas tetapi tiarap dari samping atau belakang; Di bukit, jangan di atas tetapi dilereng; dan Di atas pohon, jangan merangkul tetapi berdiri. NIGHT VISION (Melihat Malam)

Object bercahaya jangan dipandang langsung, tetapi lihat dari arah sebelahnya 6-10 derajat baru lihat objeknya; Tutup sebelah mata bila mata tersorot sinar berlawanan, setelah sinar berlalu mata baru dibuka; dan Sering mengadakan latihan.

SELECTING ROUTE (Menyeleksi/Memilih Jalan)

Hindari area terbuka, cari yang bercover, contoh: hutan, lereng gunung, semak-semak dan pinggir sungai; Hindari tempat-tempat yang menimbulkan suara pada malam hari, contoh: jalan-jalan yang bebatuan, rumput dan ranting/dedaunan yang kering; Manfaatkan medan yang sulit, contoh: rawa-rawa, hutan dan kebun karet. Hindari route yang ada orang, contoh: perkebunan rakyat, daerah yang rumputnya lebat; Hindari jalan setapak didaerah gerilya dan daerah kontak dengan musuh; Hindari perkampungan, jaln menuju kampung dan daerah yang ada mata airnya; Cari route alternatif lain; dan Pelajari peta sebelum berangkat. MOVEMENT (Pergerakan)

Persiapan pribadi, a.l.: mental, fisik, ilmu, perlengkapan harus diC3kan, jangan ada bunyi-bunyian takala bergerak (benda yang bunyi diikat dimasukan ketas), sepatu karet, pakai pakaian yang

longgar agar nyaman, memakai topi jangan yang kaku tetapi yang lentur, jangan membawa bendabenda yang tak perlu. Cara bergerak, a.l.: Dari interval yang terdekat; Selidiki tempat yang akan kita tuju; Bergerak dengan zig zag dimedan terbuka; Memanfaatkan gelap, kabut, asap dan sebagainya yang bisa dijadikan cammoplage; Bila mengagetkan kawanan burung, berhenti tiarap lalu observasi; Bila menyebrang sungai, carilah lekukan lakukan dengan sigap dan senyap; Bergerak pada arah angin yang meninggalkan kampung; Disawah yang dihabis dibajak ikuti alurnya; Dipohon ilalang yang tertiup angin, tiarap dibawahnya ikuti arah angin; dan Manfaatkan suara hujan, halilintar, peluru dan sebagainya.

FINDING DIRECTON (Mencari Arah)

Dengan melihat perubahan alam dan kebiasaan, a.l.: Siang hari: Kompas; Silet taruh diatas air; Kuburan Islam; Tongkat ditancapkan pada tanah; dan Contur pohon, lebih rapat adalah arah utara dan yang kering menghadap ketimur. Malam hari: Bintang 7, bisa dilihat jam 12 malam s.d. pagi; Bintang W (Cassiopera), bisa dilihat dari sore s.d. pagi; Bintang layang-layang; dan Bintang Timur (Panjarino/Lintang Panjarino), bisa dilihat dari tgl 1-14 ada disebelah Barat sore hari dan dari tgl 14-30 ada disebelah Timur pagi hari. Garis Khatulistiwa ikut mempengaruhi keberadaan lintang.

CHALLENGE AND PASSWORD

Adalah kode atau sandi untuk mengidentifikasikan musuh atau kawan. Adapun caranya adalah dengan: Angka : Angka harus ganjil, yang bertanya angka terkecil dan jarak sipenanya dengan yang ditanya 3 meter. Kalimat atau kata : Kalimat atau kata harus yang sulit dan tidak saling berhubungan, caranya untuk penanya kalimat atau kata biasanya satu kali dan penjawab dua kali.

TINDAKAN TERHADAP FLARA, RANJAU DAN KAWAT BERDURI
Cara

Flara (Peluru Cahaya), tujuannya untuk mengetahui posisi kita atau keberadaan musuh. menghindarinya, adalah: Tiarap, sampai cahaya hilang; dan Cari cover dan diam.

Ranjau (Trip Ware), cara menghindari dan menjinakannya adalah: Beri tanda; nformasikan kepada yang lain; aga kesenyapan; dan Cari penjinak ranjau.

Kawat berduri Bila ingin diputus, ikat dan naikan keatas dan kebawah; Beri kain dan baru diputus; dan Apabila menemukan kawat yang telah terputus dan membentuk jalan, hati-hati jalan dilewati karena biasanya itu sebuah jebakan.

SILENT WEAPON (Senjata Yang Tidak Berbunyi) Pemakainya harus kuat phisik, ahli dalam tehnik pemakaian dan ahli dalam crawling (kesenyapan); dan Sifat alatnya menusuk, memukul, mencekik dan peracun. Contohnya: panah, tali, pisau, kayu, bata yang dibungkus, gada (tegah-tengah pohon kelapa) dan garotte (kawat pencekik).

NIGHT NAVIGATION (Pergerakan Malam Hari) Bergerak dengan Interval terdekat dan kesenyapan; Belakang topi/helm diberi kertas yang bisa memantulakn cahaya (laminus paper)/kunangkunang/jamur; Saling kontrol, mengetahui posisi teman; Sering menghitung jumlah pasukan, terutama : Waktu berangkat dan setelah berhenti; Setelah menyebrang sungai; Setelah melalui daerah berbahaya/sulit dilalui; Setelah melalui daerah musuh; dan Setelah kontak dengan lawan.

REPORTING (Laporan) Minimum : What (apa), Where (dimana) dan When (kapan); dan Lengkap : Size (ukuran), Activity (aktifitas), Location (lokasi), Unite (kesatuan), Time (waktu) dan Equipment (perlengkapan persenjataan). Syarat laporan : jelas, lengkap dan tepat waktu. Read More..

Diposkan oleh Anshorut Tauhid Wa Sunnah Wal Jihad di 06:10 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: I'dad, Jihad

MILITERY OF STUDY PART I

MILITERY OF STUDY PART III

III. TACTIC II TRANCHES (Lubang Perlindungan) Lubang tempat tentara berlindung dan bertahan dari tembakan lawan. Bentuk-bentuk Tranches, adalah : 1 Orang posisi tidur (tiarap); 1 Orang posisi duduk; 1 Orang berdiri; dan 2 Orang berdiri + tidur (tiarap). Cover buatan (Parafet) diletakan diatas Tranches. CLEARINGFIELD (Pembersihan Area) Perencanaan dan pembuatan cover buatan sehingga kita mudah mengobservasi dan sulit diobservasi. ARTIVICIAL COVER (Pembuatan Cover Buatan) Pembuatan Perlidungan tembakan atau cover.

EALTH AND HYGIENE (Kesehatan dan Kebersihan) Adalah usaha untuk menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi medan, tujuannya agar sehat dan siap tempur. Caranya :

Jaga Kesehatan & Kebugaran Kesehatan telapak kaki agar kaki tetap kering dikasih bedak atau minyak commando (bawang merah diris dicampur minyak kelapa), memakai sepatu & kaos kaki 2 lapis kering yang terbuat dari bahan nilon atau katun. Jika banyak berkeringat, minum air + garam Selesai jalan atau lari apabila istirahat sejenak lakukan dengan dinamis Makan yang benar (baik, bersih & teratur) Mandi minimal seminggu sekali, kalau tidak ada air di lap Manfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya (disiplin waktu)

oktrin Tentang Kesehatan 1. Kita harus yakin bahwa Allah menolong kita, seandainya kita gugur, kita SYAHID 2. Mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kondisi 3. Jaga kebiasaan makan yang baik (1 hari 2x) 4. Percaya diri & yakin kita bisa berperang, karena kita pernah berlatih

5. Percaya & yakin pada komandan, bahwa kita benar-benar dibutuhkan 6. Jangan membayangkan yang bukan-bukan terhadap kehebatan musuh 7. Bila tinggal dalam waktu lama, bikin WC Bila tinggal disuatu tempat & akan meninggalkannya, lakukan operasi semut (pembersihan area tanpa meninggalkan jejak) INDIVIDUAL PROTECTION (Perlindungan Pribadi)

ara melindungi diri dengan memadukan skill & naluri atau insting guna kesuksesan bertugas.

Caranya: Senantiasa berlatih dengan kondisi yang sulit Kerja sama, mempelajari tugas orang lain, siap menggantikan posisi orang lain Mengetahui sistim identifikasi (Challenge & Password) Jaga kontak dan komunikasi dengan kawan & pimpinan Cara kontak & komunikasi dan atau sebelum bertemu dengan musuh gunakan bahasa isyarat, apabila diketahui gunakan cara biasa Pilih posisi menembak Tembakan harus agresif (maksimal), yaitu semakin besar penyerangan semakin besar perlindungan (cover) Harus VERSIBILITY yaitu mampu bereaksi dengan cepat & efektif dalam menghadapi segala taktik musuh

III.

KELEMAHAN TANK

Tank mandiri harus dikawal infantry Medan gerak terbatas (tebing, sawah, rawa, hutan lebat) Bagian yang agak tipis: kolong, belakang, samping & tured (node)

SUPPORTING FIRE, FIRE SUPERIORITY, MOVEMENT (Tembakan Bantuan, Tembakan Mengungguli, Pergerakan) Tembakan Bantuan, biasanya menggunakan jenis senjata ringan misalnya LMG. Fungsinya untuk membuka serangan, melindungi pasukan penyerbu (saat maju/mundur) Tembakan Mengungguli, tembakan mengungguli musuh sehingga musuh tidak sempat membalas Pergerakan, pergerakan dalam perang

V.

MENGHADAPI KONTAK DENGAN MUSUH

System Jam (Clock System), adalah bergerak dengan system jam 12-an, angka 12 terletak dimuka kita & menggunakan 2 angka arah jarak/langkah Firing & Covering, adalah menembak & bergerak secara bergantian saling melindungi Firing Manuver, adalah menembak & bergerak sementara yang lain manuver Immediate Action Drill, adalah aplikasi (penerapan secara keseluruhan) dari CS → FC → IMD secara cepat & tepat

DAKAN MENETAP (PASIF) Pembersihan Area Pembuatan Perlindungan

Pembuatan Cover buatan Membuat kotruksi yang baik Membuat Pos & jalan penghubungnya Membuat lubang perlindungan & jalan penghubungnya Membuat system keamanan & pertahanan yang mantap (keluar masuk area, pengambilan air & sistim cahaya) Jaga Waktu-waktu stand to (lengah, yaitu ± jam 2 s.d. 5 subuh, jam 11 s.d. 1 malam & jam 5 s.d. 7 pagi). Koordinasi, komunikasi, kerjasama siap menggatikan posisi orang lain.

PERTAHANAN TERHADAP ZAT KIMIA, BIOLOGI & RADIOAKTIF Kimia, kain dicelup ke air, selimuti seluruh badan, kalau gas air mata cukup muka saja, bawang merah dipotong taruh dihidung. Biologi, berhenti makan sayuran/tumbuh-tumbuhan & hewan akibat pencemaran virus. Radioaktif, cari cover ketika terjadi kebakaran, buat perlindungan & penutup cover, kain basah menyelimuti tubuh terutama hidung.

PROPAGANDA MUSUH  Usaha mempengaruhi kita, agar kita melakukan upaya yang sesuai dengan keinginan musuh, melelalui penyebaran inforemasi dan issu-issu.  Segala usaha mempengaruhi kita agar kita lemah semangat tempurnya dan tidak efektif dalam bertempur melalui penyebaran informasi dan ide-ide yang disebarkan. Teknik Penyebaran Propaganda: Selebaran melalui pesawat/ tembakan artileri Melalui alat telekomunikasi/radio dsb Rapat Umum Melalui Issu (rumor)

Jenis-jenisnya: Komersial Politik Agama Militer Cara menghadapi Issu: Harus paham tujuan kita Gunakan akal sehat & kecerdasan Berlatih, percaya diri & ta’at terhadap organisasi/jama’ah/tan’zim Jangan langsung sebarkan rumor Tanyakan sumbernya Contoh: Kalau tidak menyerah akan mati konyol Pimpinan kamu sudah menyerah & bergabung Jika menyerah dibebaskan, dikasih harta,dikasih kedudukan dsb Pemimpin kamu dictator, pembelot dcb

Cara memecah belah melalui SARA

MENGINGAT PERJALANAN (MEMORING ROUTE) Lihat peta (denah) Mengirim scout/pemandu jalan Mengkombinasikan antara peta & scout Fenomena Geografi Keadaan alam, hewan, tumbuhan & tanahnya (yang dominan) Area dengan cirri khas tertentu Kebiasaan arah angin yang berhembus disuatu daerah Fenomena Demografi Adat istiadat, bahas penduduk disuatu daerah Memakai patokan khusus misalnya candi, gedung, menara dsb Arah tembakan artileri, mendekati area yang seharusnya didekati bukan sebaliknya

COMBAT INTELLIGENT & COUNTER INTELLIGENT Intelligent adalah segala usaha untuk mendapatkan informasi tentang musuh, medan dan cuaca untuk perencanaan dan pelaksanaan operasi militer di suatu daerah. Informasi tentang musuh: Yang tampak (jumlah, senjata, perlengkapan) Yang tidak tampak (moral, pengalaman, taktiknya) Kesemuanya menetukan kita dari: Jumlah dan kualitas prajurit yang akan dioperasikan Perlengkapan yang dibawa

Informasi tentang medan: Permukaan tanah Kemiringan tanah, dan Floranya/tumbuh-tumbuhannya Semuanya menentukan skill dan peralatan. Informasi tentang perlengkapan. Cuaca: terang gelapnya suatu daerah ini menentukan senjata dan

Menanggulangi Mata-Mata:

Deteksi segala usaha musuh Cegah musuh mengetahui tentang kita, mencakup: rencana, kegiatan, struktur, dana, senjata dan juklak, dan Mengecoh musuh dengan informasi palsu.

Macam-macam informasi:

Informasi positif: informasi tentang musuh yang sedang berlangsung disuatu tempat nformasi negatif: laporan tentang sesuatu yang biasanya berlangsung, tetapi saat itu tidak terjadi.

Sumber-sumber Informasi:

Pasukan sendiri (fasilitas Terjamin): Pasukan yang baru pulang bertempur Pasukan yang baru pulang mengintai Simpatisan: merupakan sumber informasi dan penyuplai logistik Masyarakat umum Dari musuh, mencakup: tawanan, dokumen, tanda-tandanya dan aktifitasnya

Bentuk dari Combat Intelligent:
Merencanakan usaha pengumpulan informasi dan melaksanakannya Menganalisa informasi yang baru dan dipadukan dengan yang lama Membuat kesimpulan Menyebarkan hasilnya kepada yang berkepentingan

Peranan Kita Dalam Intelligent:

Amalkan C3 Patuhi langkah-langkah pengamanan : CPW, foto-foto dan catatan yang yang dibawa, jangan gunakan kode-kode kesatuan dalam surat pribadi dan hati-hati berbicara dengan orang lain. aporkan orang-orang yang dicurigai, orang yang berupaya mendapatkan benda-benda/rahasia kita Antisipasiagar musuh tidak memanfaatkan anak-anak, wanita dan orang tua Jangan terlibat dalam bisnis gelap Perhatikan dan pikirkan hal-hal yang harus dilakukan bila kita tertangkap, bila akan tertangkap, musnahkan dokumen dan identitas.

Tawanan Perang (POW)

Geladah: sita barangnya dan catat siapa, dimana, kapan dan sang pelapornya siapa klasipikasikan (di pisah): Sipil (anak-anak, orang tua, dewasa), Militer (sesuai pangkatnya) i pisah-pisahkan, tujuanya: jangan ada kontak dan komunikasi satu sama lain, menghindari pelarian massal Cepat terima ke garis belakang untuk di interogasi ndungi dari usaha pembunuhan dan pelarian, jangan biarkan orang lain memberi makan.

Kurir/Pesan (Massage dan Massanger) Pesan : ide / pesan seseorang yang dikirim oleh orang lain, baik lisan maupun tulisan Cara penyampaian: Kurir Kurir yang memakai alat komunikasi Syarat Pesan: Jelas, ringkas dan komplit Memakai tulisan dengan hurup balok, pakai tanda titik dan silang

Penggolongan Surat: Kilat/Express, Segera, dan Biasa Contoh surat: RAHASIA 21FEBRUARI0900WIB DARI DANTON ALFA UNTUK DANKI 3

10 TENTARA BERKEMAH DIZA7214 PADA JAM 8.30 WIB X PATROL BERGERAK KE BUKIT 30 30 X DANTON ALFA SERDA ALI Contoh Alpabeth: A=Alfa B=Bravo C=Charli D=Delta Syarat Kurir: Pakar Penyampai pesan Pakar dalam ketepatan waktu saat membawa pesan Ahli dalam mebaca peta (Mapreading) Ahli dalam memilih route yang tersembunyi Ahli dalam mengingat dan mengenal orang-orang yang terlibat dalam komunikasi Selalu meminta tanda terima, lisan/tulisan Bila akan tertangkap, baca peta cepat dan musnahkan petanya

BERTAHAN HIDUP, MENGHINDAR DAN KABUR (SURVIVAL, EVASION AND ESCAPE) ertahan Hidup: usaha mempertahankan hidup dengan bekal minimal Menghindar: Usaha menghindar supaya tidak tertangkap pada saat dikepung musuh, kembali kepasukan induk abur: Usaha kabur pada saat tertawan musuh

Saat-saat kita harus kabur secepatnya: Musuh masih dalam keadaan sibuk ita masih mengeanl medan ita masih fit dan segar bugar

Bila tertangkap musuh lebih lama, sulit kabur

COUNTER GEURILLIA (MENGHADAPI GERILYA) Taktik gerilya adalah taktik individu dan taktik kesatuan kecil yang mau dimodifikasi, disesuaikan dengan sikon dan keperluan. Tujuan gerilya: Melemahkan kemampuan tempur dari tentara Melemahkan efektifitas produksi Melemahkan kemampuan aktifitas politik Melemahkan semangat negara donatur Ciri-ciri gerilya: Simfatik, opensif, regresif dan kreatif

Hal-hal yang menguntungkan gerilyawan: Memiliki motivasi yang tinggi Lebih mengenal medan

Sulit dikenali:

karena tak kenal seragam, senjata dan taktik, punya cover story yang bagus malam hari tentara siang hari propaganda

Mempunyai kebebasan bergerak sendiri Ynag menentukan kapan terjadinya pertempuran Control pemerintah yang kurang Komunikasi yang sulit

TAKTIK MENGALAHKAN GERILYA (COUNTER GEULILLIA) Budi pekerti yang baik Security Minded (hati-hati berbicara, pandai menyimpan rahasia) Kemampuan fisik dan mental yang tangguh Kerjasama kesatuan kecil Mengenal medan dengan baik Inteligent yang akurat dan tepat waktu Melakukan operasi malam hari MEMBENTUK FORMASI ( SECTION FORMATION) Pertimbangan pemilihan: Melihat medannya Kemudahan kontrol pasukannya Kesempurnaan taktikal (Integrity) Kemungkinan terdekat (Visibility) Kemungkinan dengan arahnya serangan Bentuk-bentuk formasi:

SINGLE FILE

Kelebihan dan Kekurangannya: Bisa bergerak, baik untuk jalan sempit Tembakan samping leluasa Tembakan kedepan/kebelakang tidak leluasa Sasaran empuk dari samping

FILE

Kelebihan dan Kekurangannya: Menembak kesamping leluasa Menembak kedepan sulit Sasaran empuk dari samping

ARROW HEAD

Kelebihan dan Kekurangannya: Memerlukan medan yang luas Tembakan segala arah, kontrol lebih mudah

DIAMOND

Kelebihan dan Kekurangannya: Medan luas Tembakan kesegala arah Kontak lebih mudah

EXTENDED LINE

Kelebihan dan Kekurangannya: Bagus untuk menekan dan menyerbu musuh Sasaran empuk dari samping Medan sangat luas

BAHASA ISYARAT (FIELD SIGNAL) Tanda perhatian (peluit) Kekiri dan kekanan: 2 tangan digerakan kekanan dan kiri di depan dada Percepat: mengepal sejajar bahu di samping, digerkan dari atas kebawah Perlambat: mengacung kesamping kebawah, digerakan 450 ke atas Berhenti: mengepal sejajar dengan bahu disamping tidak digerakan Mundur: acungkan jempol ke belakang di sampingh kepala Ambus: sambut ke kanan / ke kiri Ke kiri / kanan: menunjuk dengan telunjuk Lindungi saya: 2 tangan disatukan, 2 dua jari disatukan didepan dada Apakah anda siap: acungkan 4 jari didepan dada Tidak paham / tak jelas: tangan digerakan ditelinga Saya paham / jelas: jempol didepan dada Laksanakan: kode sembelih leher dengan tangan Ada musuh: acungkan jempol ke bawah Tak ada musuh: acungkan jempol kanan / kiri di atas ke belakang Formasi: 2 tangan ½ lingkaran diatas kepala Perintah batal: 2 tangan di kepal disilang didepan dada HAMBATAN JALAN (ROAD BLOCK) Syaratnya: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ada unsure kejutan sehingga sopir lambat mengetahui, misalnya setelah tanjakan, tikungan Musuh tidak bisa keluar (menghindar) Musuh tidak bisa mundur Sulit dilalui Bisa di cover atau dilindungi dengan tembakan kita Ada area mundur dengan pelindung (with drowel) Kita dapat melaluinya

Prinsip penghalang jalan dalam pembuatan: 1. 2. 3. 4. 5. Jalan yang meuju dibuat sulit ada unsure kejutan harus sulit dihindari / disingkirkan jenis road block, kombinasi antara alam dan buatan punya area cover, with drowel untuk jalur suplay

Jenis-jenisnya: Dari segi waktu: yang permanen (jembatan dihancurkan, jalan yang dihancurkan), yang sementara (portal) Dari segi jenis barang: alami (lobang di cover, pohon besar), buatan (coran blok) PEMBURU TANK (TANK HUNTING)

Kondisi yang tepat: 1. 2. 3. 4. Musuh dalam keadaan kacau Tank keluar dari formasi Tank tidak dikawal infantry Mobilisasi musuh berkurang/ berhenti

Organisasi pemburu tank: 1. Tank Killing Group (Grup Penghancur Tank): tugasnya menghancurkan, terdiri dari 2 orang, senjatanya anti tank (ranjau, bom temple) 2. Covering Group (Grup Pelindung): tugasnya melindungi kelompok penghancur dari infantry dan kru tank, sehingga penghancur tank tidak terdeteksi, senjatanya Rifle, LMG Cara menyergap: 1. langsung di tembak dengan senjata anti tank (RPG, Bom) 2. usahakan tank berhenti: kasih besi dirantainya, perangkapnya (hujani denganpeluru, buka tutupnya masukan granat) With drowel: Route harus sudah direncanakan Jika mungkin bawa alat angkut untuk yang cidera (patah kaki, patah tulang dsb) Selection Route: 1. Pelajari Peta (topografi, demografi) 2. Buat route alternatif 3. Hindari tempat yang biasa dilalui manusia

TAKTIK BAGIAN DARI STRATEGI
Taktik Dasar ( C 3 ), yaitu cikal bakal Inteligent:

1. Comount Flage (kamuplase): penyamaran warna yang tujuannya menyamarkan warna asli menyesuaikan medan (mis: pencuri memakai pakaian gelap pada malam hari) 2. Cancelment (menyamarkan): penyamaran bentuk bertujuan untuk menyamarkan semua jenis bentuk asli supaya musuh tertipu (mis: membungkus semua alat – alat perang / buat alat-alat perang tiruan 3. Cover (Pelindung/perlindungan): tujuannya melindungi diri dari intaian dan tembakan musuh baik dari darat maupun dari udara, macamnya: cover alam yaitu cover yang digunakan /

dimanfaatkan yang ada disekeliling kita (pohon, tunggul/tunggak pohon, batu karang, galangan, parit dsb); cover buatan yaitu suatu bentuk perlindungan yang sengaja di bentuk oleh manusia yang disesuaikan dengan kondisi (tumpukan karung, tembok, besi, kaca anti peluru, topi baja, kawat yang rapat), cover ini tidak menjamin perlindungan dari penglihatan. Hal-hal yang membuat objek menjadi jelas:

1. Silhouette: objek menjadi jelas karena background (latar belakang) yang jelas/terang 2. Shine: Objek menjadi jelas karena ada cahaya yang berasal dari objek itu sendiri (rokok, jam, kaca mata, cincin, senter) 3. Space: Objek akan menjadi jelas karena jarak tetap dan teratur (berjalan berbaris) 4. Sky line: Objek menjadi jelas karena background yang terbuka (berjalan diatas bukit/pantai) 5. Surface: Objek menjadi jelas karena keluar dari permukaan (mengintai dengan menanpakkan diri) 6. Shadow: Objek menjadi jelas karena bayangan objek itu sendiri 7. Shape: Objek menjadim jelas karena bentuknya spesifik (jelas) 8. Movement: Objek menjadi jelas karena adanya gerakan dari objek

Fatwa Bom Isytihadiyyah
oleh: Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani al-Jawy

‫الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بال تعالى من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده ال فل‬ ‫مضل له ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا، وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، خصنا بخير كتاب أنزل وأكرمنا‬ ً ً ‫بخير نبي أرسل، وجعلنا بالسلم خير أمة أخرجت للناس، نأمر بالمعروف وننهى عن المنكر ونؤمن بال، جعلنا بالسلم‬ ‫أمة وسطا لنكون شهداء على الناس ويكون الرسول علينا شهيدا، وأشهد أن سيدنا وإمامنا وأسوتنا وحبيبنا ومعلمنا محمدا عبد‬ ‫ال ورسوله، أدى المانة وبلغ الرسالة ونصح للمة وجاهد في ال حق جهاده وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها ل‬ ‫يزيغ عنها إل هالك، فمن يطع ال ورسوله فقد رشد ومن يعص ال ورسوله فل يضر إل نفسه، ول يضر ال شيئا، )إن‬ ‫أحسنتم أحسنتم لنفسكم وإن أسأتم فلها ومن شكر فإنما يشكر لنفسه ومن كفر فإن ربي غني كريم(، اللهم صل وسلم وبارك‬ ‫على هذا الرسول الكريم، وعلى آله وصحابته، وأحينا اللهم على سنته وأمتنا على ملته واحشرنا في زمرته مع الذين أنعمت‬ ،،،‫عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا، أما بعد‬ ‫، أوصيكم وإياي بتقوى ال فقد فاز المتقون‬

Saya menyeru diri saya dan saudara-saudara / saudari semua agar marilah sama-sama kita bertaqwa dan terus bertaqwa kepada Alloh sehingga ke titisan darah yang terakhir. ‫ . فل تموتن إل وأنتم مسسسلمون‬Dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. Kematian seseorang itu berbeza-beza sebabnya, tetapi kematian itu hanyalah satu. Seorang penyair berkata :

‫ومن لم يمت بالسيف مات بغيره # تنوعت السباب والموت واحد‬ ِ َ ُ ْ َ ُ َْ ِ َ ّ ََ ِ َْ ِ َ َ ِ ّْ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ
Barangsiapa yang tidak mati kerana pedang, akan mati kerana sebab lainnya Bermacam-macam ragam sebab yang datang, namun matinya sekali cuma

Sebaik-baik mati adalah mati dalam beriman kepada Alloh. Dan mati yang paling agung sekali ialah mati syahid fi sabilillah yang ganjarannya tidakl ternilai di sisi Alloh azza wa jalla. Syahid itu ada tiga macam : Syahid Akhirat – orang yang mati kerana menderita sakit perut, mati terbakar, mati kerana penyakit taun, mati kerana ditimpa robohan dll sebagaimana yang disebutkan dalam hadith-hadith. Mereka ini semua dimandikan, dikafankan dan disembahyangkan ke atas mereka. Akan tetapi mereka akan tetap dapat pahala syahid di Akhirat. Syahid Dunia – orang yang dilaksanakan ke atasnya hukum-hakam syahid di dunia ini. Inilah syahid yang hakiki pada pandangan Syara’. Mereka ini tidak dimandikan dan tidak dikafankan bahkan ditanam dengan baju dan darahnya. Akan tetapi, kadang-kadang tiada baginya pahala di Akhirat yang selayaknya untuk para syuhada jika sekiranya niatnya semasa berperang melawan kuffar tadi semata-mata untuk dapatkan kepentingan duniawi. Syahid Dunia & Akhirat – Iaitu orang yang berperang untuk menjadikan kalimah Alloh ianya yang tertinggi, ikhlas kepada Alloh dalam perjuangan, sentiasa mara dan tidak mundur dalam mengahadpi musuh. Yang ini juga tidak dimandikannya, tidak dikafankan, dikebumikan dengan bajunya dan darahnya. Ia memperoleh pahala yang besar di sisi Alloh di Akhirat kelak. Dan inilah syahid yang paling tinggi nilainya di sisi Alloh. Dan syahid inilah yang berlaku di Palestin sekarang ini. Sidang Jumaat sekalian, Rabitah Ulama Palestin (Persatuan Ulama Palestin) pada 5 Mei 2001 bersamaan 11 Safar 1422H telah mengeluarkan fatwa bahawa perbuatan rakyat Palestin mengebom diri sendiri di komuniti Israel adalah “amaliyyah istiyshaadiyyah ‫” عملية استشهادية‬ (operasi mati syahid) dan jihad fi sabilillah. Ini adalah kerana dengan berbuat demikian, ia boleh membuat Israel marah dengan sebab pembunuhan & kecederaan, boleh mencampakkan rasa gerun ke dalam hati mereka, menakut-nakutkan mereka, menghancurkan mereka, menggoncangkan foundation daulah mereka supaya mereka memikirkan untuk meninggalkan Palestin, supaya bilangan pendatang tanpa izin ( ‫ ) مهاجر غير شرعي‬daripada kalangan Yahudi luar ke Palestin berkurangan, supaya mereka mengahadapi kerugian material yang besar, supaya kuku-kuku besi mereka yang sentiasa mencengkam menjadi tumpul & semangat mereka menjadi lemah selemah-lemahnya. Fatwa ini berdasarkan dalil daripada Al-Quran, Hadith dan Ijma Ulama. 1- Al-Quran :
i – Firman Alloh S.W.T. dalam surah at-Taubah : 111

‫إن ال اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل ال فيقتلون ويقتلون وعدا عليه َقا‬ ّ ‫ّ َ ْ َ َ ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ُ ْ ََ ْ َ َ ُ ْ َِ ّ َ ُ ُ َ ّ َ ُ َ ُِ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ َ ْ ُُ ْ َ َ ُ ْ َُ ْ َ َ ْ ً ََ ْ ِ ح‬ ‫في التوراة والنجيل والقرآن ومن أوفى بعهده من ال فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو ال َوز العظيم‬ ْ ِ َ ُ ْ ‫ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ َْ ْ ِ ُ ْ َِ ْ ِ ُ ُ ِ ْ َ َ ُْ ْ ِ َ ِ َ ُ َ ف‬ ِ ّ ْ ِ
Maksudnya : “Sesungguhnya Alloh telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh ? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." ii- Firman Alloh S.W.T. dalam surah al-Anfaal : 60

ْ ‫ََ ِ ّ ْ َ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ّ ٍ ّ ِ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ُ ْ َ ِ ِ َ ُ ّ ِ َ َ ُ ّ ُ ْ َ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ ْ َ َْ ُ ْ َه‬ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو ال وعدوكم وآخرين من دونهم ل تعلمون ُم‬ َ ْ ُ َْ ُ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ َِ ّ َ ُ ِ ِ ْ ِ َ ْ ِ ٍ ْ َ ْ ِ ْ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُ َْ َ ُ ‫ال يعلمهم وما تنفقوا من شيء في سبيل ال يوف إليكم وأنتم ل تظلمون‬
Maksudnya : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kudakuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orangorang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh nescaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” iii- Firman Alloh S.W.T. dalam surah at-Taubah : 120

َ ْ ُ ْ ‫َ َ َ َ ُ ْ َ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ُ ُ ّ َ َ َ َ ُ ْ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ْ ً ّ ُ ِ َ َ ُ ْ ِ ِ َ َ ٌ َ ِ ٌ ّ َ َ ُض‬ ‫ول يطئون موطئا يغيظ الكفار ول ينالون من عدو نيل إل كتب لهم به عمل صالح إن ال ل ي ِيع أجر‬ َ ْ ِِ ْ ُ ‫المحسنين‬
Maksudnya : “…dan tidak patut (juga) mereka tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal yang soleh. Sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” 2- Sunnah

i - ‫المشركين‬

‫جاء في الحديث الشريف الذي رواه الحاكم : أن رجل قال يا رسول ال ، أرأيت لو انغمست في‬ ُ ْ ََ َ ‫وقاتلتهم حتى قتلت ؟ إلى الجنة ؟ قال : نعم ، فانغمس الرجل في صف المشركين فقاتل حتى قتل‬ َ ُ ُ ُ

Maksudnya : “Dalam hadith yang diriwayatkan oleh al-Hakim : Bahawa seorang lelaki telah berkata kepada Rasululloh S.A.W. : wahai Rasul Alloh, apakah hukum kalau saya terjun dalam (komuniti) musyrikin dan fight / berlawan dengan mereka sehingga saya terkorban ? (Adakah akan) ke syurga? Baginda menjawab : Ya. Lalu terjun / masuklah laki-laki tadi ke dalam saf musyrikin, berlawan dengan mereka hinggalah ia terkorban (syahid).” Bukan seorang sahaja sahabat yang berbuat demikian pada zaman Nabi S.A.W dalam perang Uhud dan nabi S.A.W. tak pernah melarangnya, bahkan memberikan khabar gembira dengan janji syahid kepada mereka yang minta izin daripada baginda untuk keluar berjihad. ii – Rasululloh S.A.W juga ada bersabda :

ِ ِ‫من قتل دون ماله فهو شهيد ، ومن قتل دون دمه فهو شهيد ، ومن قتل دون دينه فهو شهيد ، ومن قتل دون أه‬ ‫َ ْ ُ ِ َ ُ ْ َ َ ِ ِ َ ُ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ُ ْ َ َ ِ ِ َ ُ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ُ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ُ ْ َ ْله‬ ‫فهو ش ِيد‬ ْ ‫َ ُ َ َه‬

Maksudnya : “Barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan hartanya, maka ia adalah syahid, barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan darahnya, dia adalah syahid, barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan agamanya, dia adalah syahid (dan) barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia (juga) adalah syahid.” 3 – Ijma’ Ulama Ulama telah bersepakat menyatakan bahawa kalau ada seorang muslim bertindak melawan 1000 musuh, sekiranya ia mengidami untuk mengalahkan mereka atau meggentarkan mereka, maka tidak mengapa dengan demikian itu kerana qasad ia berbuat demikian ialah untuk menghancurkan musuh Islam, berdasarkan firman Alloh taala ‫ترهبون به عدو ال وعدوكم وآخرين من دونهم‬ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ ْ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ ْ ُِ ْ ُ Syeikhul-Islam Ibn Taimiyyah dalam fatwanya yang masyhur tentang memerangi tentera Tatar berdalilkan hadith yang diriwayatkan Muslim dalam Sahih nya mengenai kisah Ashabul-Ukhdud (iaitu cerita mengenai seorang anak yang diperintahkan supaya bunuh diri sendiri kerana kemaslahatan untuk menzahirkan agama Islam. Seorang raja yang mengaku dirinya tuhan telah bertindak untuk membunuh anak yang beragama Tauhid, namun tidak pernah berjaya walaupun telah dihantar ke puncak gunung dan juga ke tengah lautan. Anak tadi masih boleh pulang dalam keadaan selamat sempurna. Lalu, anak kecil tadi berkata kepada raja : Jika tuan mahu membunuh saya, tuan suruh orang ramai berkumpul di satu tempat. Kemudian tuan suruh naikkan daku ke atas kayu palang (salib), lalu tuan ambil satu anak panah kepunyaanku dari dalam busurnya. Kemudian tuan bidik aku dengan tepat, lalu tuan bacalah ‫“ بسم رب الغلم‬Dengan nama Alloh, Tuhan anak kecil ُ ّ َ ِْ ِ ini”. Dengan berbuat demikian, barulah tuan dapat membunuhku. Permintaannya dilakukan oleh raja, beliau memanahnya, tepat kena pada jantungnya dan terkulailah ia lalu mati. Tiba-tiba terloncatlah dari mulut seluruh yang hadir ; ‫آمنا برب الغلم‬ ُ ّ َ ِ َّ “Kami semua beriman dengan Tuhan anak kecil ini”. Daripada peristiwa ini, seorang anak kecil yang kuat imannya telah terkorban tetapi gantinya yang datang lebih seorang, semuanya beriman dengan Alloh S.W.T.). Imam Al-Ghazali, hujjatul Islam dalam Ihya Ulumiddinnya berkata, tiada khilaf bahawa seorang muslim secara sendirian boleh menyerang barisan kuffar, meskipun ia tahu bahawa dia akan terkorban. Imam Nawawi juga berkata, harus terjun ke dalam golongan kuffar, dan ‫ / مجابهة‬konfrontasi untuk syahid adalah harus, tiada karahah (makruh) padanya di sisi jumhur ulama. Begitu juga dengan pandangan ulama kontemporari sekarang umpamanya Dr. Yusof Al-Qardhawi. Fatwa beliau tentang perkara ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 1996 sebagaimana yang disiarkan oleh akhbar Mesir, ‫ الشعب‬yang bertarikh 28 Jun 1996. Ianya adalah sebesar-besar jihad fi sabilillah. Ianya termasuk dalam

‫( الرهاب المشروع‬terrorism yang disyariatkan Alloh) sebagaimana firman Alloh : ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط‬ ِ َ ِ ْ ِ ّ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ْ ّ ِ ََ ‫. الخيل ترهبون به عدو ال َعدوكم وآخرين من دونهم‬ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ ْ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ َ ‫ْ َ ْ ِ ُ ْ ُِ ْ َ ِ ِ َ ُ ّ ِ و‬

Dr. Yusof turut mengecam media-media yang mengganggap perbuatan itu sebagai ‫( عملية انتحارية‬operasi bunuh diri). Ini adalah penamaan yang salah lagi sesat. Sesungguhnya ianya adalah ‫ . عملية استشهادية‬Membuat perbandingan (qias) orang yang syahid dalam operasi ini sama dengan orang bunuh diri ( ‫ ) المنتحر‬adalah ‫ . قياس مع الفارق‬iaitu qias yang tidak sepadan, perbandingan yang tidak kena. ‫ المنتحر‬membunuh dirinya sendiri kerana jiwanya ada rasa takut, tidak sabar dan putus asa pada perkara yang tidak diredhai Alloh. Adapun mujahid dalam hal ini, jiwanya ‫ فرحة مستبشرة‬gembira lagi optimistik, mengharapkan syurga Alloh, ingin mengangkat agama Alloh dan menggentarkan musuh-musuh Alloh. Jadi, al-muntahir dan al-mustayhid adalah tidak sama.

Kebanyakan ulama dunia sepakat dalam hal ini walaupun ada sesetenghnya menolak umpamanya mufti Arab Saudi yang berkata :

( ‫) ل أعلم لها وجها شرعيا ول أعتبرها من الجهاد في سبيل ال وأخشى أن تكون من قتل النفس‬

Maksudnya : “Saya tak nampak ianya mengikut syara’ dan saya tak mengganggapnya termasuk dalam jihad fi sabilillah dan saya takut ianya termasuk dalam kategori bunuh diri” Syeikhul Azhar, Mohamed Sayyed Tantawi yang dulunya Mufti Republik Arab Mesir, yang dikenali lebih bersifat liberal dalam fatwanya terutamanya berkenaan faedah bank, turut sama mengatakan syahid terhadap penentangan atau intifada Palestin terhadap Yahudi Israel. Kenyataanya dipetik daripada majalah bulanan Al-Wa’yu Al-Islami edisi Julai/Ogos 2001, keluaran negara Mesir. Beliau berkata, orang yang bertemu Tuhannya kerana terkorban daripada perbuatan ini ianya adalah syahid,

dan ia dihimpunkan pada Hari Qiamat bersama-sama ‫. زمرة الصديقين والشهداء‬ Dengan wujudnya fatwa-fatwa demikian daripada ulama-ulama tersohor & diiktiraf dunia, maka rakyat Palestin tidak lagi segan-segan atau takut-takut untuk memerangi Yahudi. Sejak akhir-akhir ini banyak sekali terdengar pengebom berani mati mengebom diri sendiri di kawasan Israel. Tidak ada apa lagi yang harus mereka gusarkan. Demi untuk mempertahankan tanahair, demi mempertahankan maruah Islam, demi mempertahankan orang Islam lainnya, demi mempertahankan rumah Alloh Al-Aqsa & juga Al-Quds, mereka sanggup syahid. Mereka sanggup bomkan diri mereka di tempat berhimpunnya orang Yahudi. Inilah senjata baru yang paling ampuh yang digunakan rakyat Palestin dalam mencari keredhaan Alloh, iaitu ‘bom manusia’. Itulah keputusan terbaik buat mereka daripada tidak tahan melihat umat Islam terutamanya orang awam, kanakkanak dsb dibunuh sesuka hati Yahudi. Siapalah yang tidak mahukan balasan pahala syahid yang tidak ternilai untuk dibandingkan. Namun timbul kekeliruan bahawa Islam tidak benarkan memerangi orang yang tidak bersalah seperti orang awam, kanakkanak dsb yang tidak bersalah. Dan ini berlaku di Palestin. Memang benar apa yang ditimbulkan. Ramai orang awam Israel yang terbunuh dalam tragedi pengebom berani mati. Sesungguhnya antara asas jihad dalam Islam ialah ‫ المعاملة بالمثل‬iaitu Islam membenarkan muslimin memerangi musuh mereka sebagaimana mereka orang-orang kafir lakukan terhadap orang Islam. Alloh telah berfirman dalam Al-Quran : (al-Baqarah : 194)

ْ ُ ْ ََ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ِ ْ ََ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ََ َ َ ْ ِ َ َ ‫فمن اعتدى عليكم فاعتدوا عليه بمثل ما اعتدى عليكم‬
Maksudnya : “Oleh sebab itu, barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu.” Dan firman Alloh S.W.T. (an-Nahl : 126)

ِ ِ ْ ُْ ِ ْ ‫َ ْ َ َ ُْ ْ َ َ ُِ ْ ِ ِ ْ ِ َ ع‬ ‫وإن عاقبتم فعاقبوا بمثل ما ُوقبتم به‬

Maksudnya : “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu…” Muslimin Yang dirahmati Alloh, Hampir 1500 tahun yang lalu, rasa permusuhan itu sudah dimulai. Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah mengkhianati semua isi kesepakatan damai yang dimeterai bersama Muhammad S.A.W, ketua Negara Madinah alMunawwarah. Pengkhianatan itu bahkan dikerjakan dengan konspirasi tingkat tinggi bersama bangsa Quraisy. Jika bangsa Quraisy akan menghantam gerakan Islam dari luar, maka kaum Yahudi Madinah akan menghancurkannya dari dalam. Konspirasi itu dapat digagalkan oleh Nabi. Sebagai ganjarannya mereka diusir dari wilayah Madinah, Akan tetapi pengkhianatan mereka tidak cukup sampai di sini. Mereka terus melancarkan perlawanannya dengan cara menyusup masuk ke celah-celah barisan Islam. Puncaknya, mereka berhasil membunuh Khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Demikian juga mereka berhasil membangkitkan fitnah atas diri Utsman bin Affan, dan mempertajam pertentangan antara kubu Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah bin Abu Sofyan. Mereka bawa masuk pelbagai ajaran sesat. Maka lahirlah berbagai aliran pemikiran aneh yang sama sekali tidak bersumber dari ajaran Islam, al-Qur'an dan as-Sunnah. Di tengah masyarakat Islam tumbuh subur kisah-kisah Israiliyat. Kisah-kisah bikinan kaum Yahudi yang bertujuan memutar belitkan kebenaran Islam dengan cara yang sangat halus. Seolah-olah kisah

itu Islami, padahal sesungguhnya sama sekali tidak dibenarkan oleh Islam. Mereka juga berhasil memasukkan hadits-hadits palsu yang berjumlah puluhan bahkan ratusan ribu. Alhamdulillah, di tengah-tengah kaum Muslimin ada ahli-ahli hadits yang dengan ketelitiannya dapat memilih-milih mana hadits yang benar dan mana yang telah dipalsukan. Jika kita membaca sejarah, kaum Yahudi bukan hanya musuh kaum Muslimin, bahkan semua bangsa. Kaum Yahudi pada dasarnya adalah musuh bersama dunia, dari dulu hingga sekarang. Di saat ini kaum Bani Israel telah dapat mendirikan kembali kerajaannya di tengah-tengah Tanah Arab di Palestin yang dipunyai oleh orang Arab sejak 1,400 tahun dan beratus-ratus tahun sebelum itu ianya telah dikuasai oleh Romawi & Yunani. Sudah lebih dari 2000 tahun tidak lagi org Yahudi mempunyai negeri itu. Tetapi dengan wang & pengaruh, mereka menguasai pendapat dunia untuk tidak mengakui negeri Islam itu. Tujuh negara Arab telah kalah berperang dengan mereka pada tahun 1948 dan langsung negara Israel berdiri. Setelah ditanyai orang kepada presiden Mesir ketika itu, Gamal Abdel Nasser, apa sebab 7 negara Arab dapat kalah oleh satu negara Israel, Nasser menjawab : “Kami kalah ialah kerana kami pecah jadi tujuh, sedang mereka hanya satu.” Pada 1948, peperangan hebat berlaku antara orang Islam Arab dengan Yahudi, yang menyebabkan kekalahan arab, negaranegara arab ketika itu baru 7 buah. Kemudian selepas itu menjadi 13, sekali lagi Israel mengadakan serbuan besar-besaran. Sehingga dalam masa 6 hari sahaja lumpuhlah segala kekuatan Arab Islam, hancur segenap kekuatannya. Macam-macam pendapat / andaian timbul yang memberitahu sebab – sebab terjadi demikian. Ada yang mengatakan kerana persenjataan Israel lebih lengkap & lebih moden, ada pula yg mengatakan bantuan negara-negara Barat terlalu besar kepada Israel sedang Republik Arab Mesir sangat mengharap bantuan Rusia, tapi saat datangnya penyerangan besar Israel itu, bantuan Rusia yang ditunggu-tunggu itu tidak datang. Ada yang mengatakan bahawa Amerika & Rusia menasihati Mesir agar jangan menyerang lebih dahulu, kalau sudah diserang baru membalas. Tetapi Israellah yang menyerang lebih dahulu, sedang pihak Arab telah terlalu taat kepada anjuran Rusia & AS. Prof Hamka dalam tafsirnya, Tafsir Al-Azhar telah menyanggah andaian-andaian tadi. Beliau menegaskan bahawa segala analisa itu bukanlah sebab utama kekalahan. Kalau nak dikatakan persenjataan Israel lebih lengkap, senjata Mesir tidak kurang lengkapnya. Kalau tidak lengkap, takkan berani Gamal Abdel Nasser menyiarkan di radio-radio “kalau mereka telah menyerang Israel pagi-pagi, petang harinya mereka sudah boleh menduduki Tel Aviv.” Kalau nak dikatakan Yahudi Israel itu lebih cerdas & pintar, maka sejarah dunia sejak zaman Rom sampai zaman Arab menunjukkan bahawa bangsa yang lebih cerdas kerap kali dapat dikalahkan oleh bangsa yang masih belum cerdas. Bangsa Jerman yang yg waktu itu masih biadap, telah dapat mengalahkan Rom. Begitu juga bangsa Arab yang dikatakan belum cerdas waktu itu, telah dapat menakluk kerajaan Rom & Parsi. Sebab yang sebenarnya menurut Hamka ialah kerana orang Arab khususnya & Islam amnya telah meninggalkan senjata batin yang jadi sumber dari kekuatannya, iaitulah iman. Orang-orang arab yang berperang menangkis serangan Israel sebelum tahun 1967 itu tidak lagi menyebut-nyebut Islam. Islam telah mereka tukar dengan Sosialisme Ilmiah ala Karl Max. Bagaimana akan menang orang Arab yang sumber kekuatannya ialah imannya, lalu meninggalkan iman itu. Nama Nabi Muhammad S.A.W sebagai pemimpin, mereka tinggalkan lalu ditonjolkan nama Karl Marx, seorang Yahudi. Jadi, untuk lawan Yahudi, mereka buang pemimpin mereka sendiri dan mereka kemukakan pemimpin Yahudi. Ahli-ahli fikir Islam moden telah membuat kesimpulan bahawasanya Palestin & Baitul Maqdis tidaklah akan dapat diambil kembali daripada rampasan Yahudi (Zionis) itu, sebelum orang Arab khususnya dan orang Islam seluruh dunia umumnya, mengembalikan fikirannya kepada Islam. Sebab, baik Yahudi dengan Zionoisnya, atau negara-negara Kapitalis dgn Kristianismenya yg membantu secara moral & material ke arah pembentukkan negara Israel itu, kedua-duanya bergabung menjadi satu melanjutkan perang salib secara moden, bukan untuk menentang Arab kerana dia Arab, melainkan menentang Arab kerana dia Islam.

‫لتجدن أشد الناس عداوة للذين آمنوا اليهود والذين أشركوا‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ِّ ً َ َ َ ِ ّ ّ َ ّ َ ِ َ َ

Maksudnya : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” – al-Maidah : 82 Di atas kertas, tinggal selangkah lagi bagi kaum Yahudi untuk mewujudkan impiannya. Terutama ini dimungkinkan oleh dokongan Amerika Syarikat dan negara-negara Barat lainnya. Cita-cita mereka adalah untuk mewujudkan sebuah Israel Raya atau Israel Kubra. Mendiang Gamal Abdul Naser pada tahun 60-an pernah berkata: “Israel adalah Amerika dan Amerika adalah Israel. Menyerang Israel sama halnya dengan menyerang Amerika”.

Peristiwa terbaru yang menimpa Amerika sudah cukup memberi isyarat bahawa bala yang mereka terima adalah hasil daripada tangan-tangan mereka sendiri. Walaupun belum dibuktikan siapa sebenarnya bertanggungjawab, samada terrorist Islam atau lainnya, namun ianya cukup memberi pengajaran kepada Amerika bahawa masih ada kuasa besar yang mengatasi mereka iaitu Alloh S.W.T. Ada yang berpendapat ini adalah balasan Tuhan terhadap musuh-musuh Alloh. Musuhmusuh Alloh dari dulu sampai sekarang, semua canggih belaka ...gagah di zaman masing-masing...tapi Alloh hancurkan dengan cara-cara yang tak pernah terfikir oleh kepala otak mereka. Dahulu, Namrud yang hebat di zamannya mati hanya kerana seekor serangga kecil, Abrahah & tenteranya menjadi seperti daun-daun yang dimakan ulat kerana diserang burungburung yang membawa batu, Firaun yang pernah mendakwa dirinya tuhan, penentang utamanya lahir dari istananya sendiri, hari ini Amerika yang dikira hebat dari segi kelengkapan perang dsb di mukabumi ini telah diaibkan dengan hanya sebilah pisau. Seolah-olah apa yang mereka impikan dalam filem-filem Box Office mereka telah benar-benar menjadi kenyataan malah lebih dahsyat lagi daripada apa yang mereka fikirkan. Sidang Jumaat yang dirahmati Alloh, Sesungguhnya apa yang dihadapi oleh rakyat Palestin adalah terlalu azab untuk diceritakan. Hanya orang Palestin yang lebih mengetahui situasi sebenarnya yang berlaku di sana. ‫“ . نحن أهل فلسطين ، أهل مكة أدرى بشعابها‬Kami ahli Palestin, ahli Makkah lebih mengetahui tentang rakyatnya”, kata ulama Palestin. Berita, gambar-gambar, visual dan sebagainya yang sampai kepada kita adalah yang sudah ditapis dari Barat. Berita keganasan rakyat Palestin dihighlightkan dan diperbesar-besarkan, manakala berita kedurjanaan Yahudi Israel disekunderkan. ‫ اتفاق سلم‬atau perjanjian damai yang ditaja oleh Barat bagi menyelesaikan masalah ini tak ubah seperti nak membawa pemimpin Palestin jalan-jalan dan makan angin sahaja. Sudah beratus-ratus perjanjian dibuat, namun keganasan & peluasan kuasa oleh Yahudi terus-terusan berlaku. Rakyat bawahan juga yang menjadi mangsa.

Jihad Elektronik Dr. Yusof al-Qardhawi dalam kenyataan terbaru beliau yang dipetik daripada laman web Planetarabia.Com menyatakan bahawa semua jalan boleh diambil dalam melancarkan gerakan jihad terhadap Israel, termasuklah jihad elektronik. Beliau ditanya pemberita Mesir tentang perkara berkaitan kejadian/perbuatan rakyat Palestin yang mengebom diri mereka sendiri di komuniti Israel, jika ia adalah amaliyah istisyhadiyyah, bagaimana pula memusnahkan laman web - laman web Israel di internet. Beliau menjawab :

‫كل هذه أعمال عظيمة والمقاومة يجب أن تلجأ لكل الوسائل المتاحة‬

“Semua ini adalah kerja-kerja agung / terpuji, dan penentangan terhadap Israel mestilah dibuat mengikut semua wasilah yang ada. Ini bermakna, perlu ada webmaster-webmaster yang berstatus hackers bertindak menggodam laman web-laman web Israel di internet sebagai salah satu cara penentangan kita umat Islam terhadap keganasan Yahudi Israel terhadap umat Islam Palestin. Kalau seandainya mengebom diri sendiri di komuniti Israel dianggap syahid yang terpaksa mengorbankan nyawa yang tidak boleh diganti balik, apalah sangat dengan merosakkan laman web mereka yang ternyata boleh dipulihkan kembali dalam masa yang tidak panjang. Beliau menegaskan bahawa, perbuatan rakyat Palestin mengebom diri mereka di kawasan komuniti Israel adalah merupakan amaliyah isytihadiyyah (operasi mati syahid), bukannya amaliyyah intihaariyyah (operasi bunuh diri).

‫هذا هو رأي مئات العلماء . إنها من اعظم أعمال الشهادة‬

Ini adalah pendapat ratusan ulama, ianya adalah sebesar-besar kerja syahid Keyakinan kita terhadap kehancuran Bani dan kaum Yahudi secara keseluruhan itu tidak membuat kita hanya menunggu dan menunggu. Justeru keyakinan itu harus diwujudkan dalam bentuk persiapan untuk memberikan perlawanan kepada mereka, di semua sektor kehidupan. Kita yakin terhadap semua janji Alloh yang akan membalas segala kekuatan jahat yang berlaku di muka bumi. Kita juga yakin terhadap ayat Alloh berikut ini:

‫ومكروا ومكر ال وال خير الماكرين‬ ِْ ِ َ ُ َْ ُ َ َََ ْ ُ َََ
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Alloh membalas tipu daya mereka itu. Dan Alloh sebaik-baik pembalas tipu daya” (Ali-Imraan: 54) Rasululloh S.A.W. sendiri telah menganalisis dan memaklumkan kepada kita, suatu projeksi yang sedang kita tunggu saat berlakunya :

“Tidak akan terjadi hari Qiamat sampai datang saatnya orang-orang Yahudi memerangi umat Islam. Lalu ummat Islam pun memerangi mereka, sampai-sampai mereka (Yahudi) sama-sama bersembunyi di balik batu dan pepohonan. Batu dan pepohonan itu berbicara kepada si muslim: Wahai Muslim, ini di balikku ada orang Yahudi. Kemarilah dan bunuhlah dia.” (Hadits dari Ibnu Umar)

‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم وتقبل ال مني ومنكم تلوته ، إنه هو‬ ‫السميع العليم . أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه إنه‬ ‫. هو الغفور الرحيم‬
Fatwa Bom Syahid di Palestina Dari Para Ulama Ahlus Sunnah

Dikumpulkan oleh: Farid Nu’man Berikut ini akan saya kumpulkan fatwa-fatwa ulama dunia tentang bom syahid, yang ternyata merupakan pandangan jumhur (mayoritas) ulama, bahwa mereka memperbolehkannya. Hanya sedikit ulama yang menyebutnya itu adalah bom bunuh diri. Sayangnya fatwa-fatwaUlama Ahlus Sunnah ini nampaknya juga tidak dihargai bahkan dilecehkan oleh kalangan yang bermulut tajam, bahkan oleh Luqman Ba’abduh disebut fatwa bodoh. Begitu pula oleh Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam salah saru ceramahnya dalam YOUTUBE, dia meyesat-nyesatkan fatwa tersebut. Nah inilah para ulama yang mereka anggap fatwanya sesat dan bodoh tersebut. Fatwa Syaikh Muhadist Muhammad Nashirudin al Albany Rahimahulloh Didalam Shahih Mawarid Azh Zham’an oleh Syaikh al AlBany (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abu Ayyub, mengenai firman Alloh walaa tulqu bi aydiikum ilattahlukah, dia berkata : “Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Alloh, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini untuk Alloh dan kemenangan agama Alloh, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan” Sumber: http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/ Selanjutnya beliau juga berkata: Ketika ditanya mengenai aksi bom Syahid Syaikh al Albany menjawab: Itu bukanlah bom bunuh diri, bunuh diri adalah dimana ketika seorang muslim membunuh dirinya untuk menyelamatkan diri dari kesusahan hidupnya atau sesuatu yang sama seperti itu, sejauh yang kamu tanyakan itu, itu adalah jihad untuk Alloh, akan tetapi kita harus mempertimbangkan aksi ini tidak bisa dilakukan secara individual tanpa di desain oleh seseorang yang menjadi ketua yang mempertimbangkan apakah itu menguntungkan Islam dan kaum muslimin, dan jika Amir memutuskan untuk kehilangan mujahid tadi lebih menguntungkandibandingkan unuk menahannya, terutama jika hal itu menyebabkan kerusakan musuh, kemudian pendapat Amir tersebut terjamin bahkan walaupun si mujahid tadi tidak senang dengan dengan hal itu, maka dia harus mematuhinya.. Syaikh al Albany kemudian melanjutkan Bunuh diri adalah salah satu dosa besar, ini jika seseorang mati karena dia menginginkan untuk ngakhiri dunianya…, dan jika untuk berjihad maka itu bukanlah bunuh diri, didalam kisah para sahabat radhiAllohu ‘anhum sering dilakukan untuk melawan jumlah musuh yang besar oleh mereka.. Rekaman Audio: http://www.fatwa-online.com/audio/other/oth010/0040828_2.rm Fatwa Syaikh Al-Allamah Shalih bin Ghanim As-Sadlan

Syaikh Masyhur bin Hasan 'Allu Salman berkata, Sesudah menjelaskan keharaman aksi bom bunuh diri ini dari Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan mengatakan, Kemudian kita datang kepada beberapa gambaran dari aksi-aksi bunuh diri, yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan tujuan memancing kemarahan musuh. Walaupun perbuatan ini tidak memajukan atau memundurkan, tetapi dengan banyaknya aksi-aksi ini bisa jadi akan melemahkan musuh atau membuat takut mereka. Aksi-aksi bunuh diri ini berbeda dari pelaku yang satu dengan pelaku yang lainnya. Kadang-kadang orang yang melakukan aksi bom bunuh diri ini terpengaruh oleh orang-orang yang membenarkan perbuatan ini, maka dia melakukannya dengan niat berperang, berjihad dan membela suatu keyakinan. Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar.( Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin,hal. 62.) http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bomsyahid/ Fatwa Asy- Syaikh Abdullah bin Humaid Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid Rahimahullohu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah AlMusyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam Islam jika ada seorang muslim yang mengenakan seperangkat peledak, kemudian dia menyusup ke dalam sekumpulan musuh kaum muslimin dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh sebanyak mungkin dari musuh tersebut?”

Syaikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang muslim yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Alloh orang tersebut mati syahid.” (Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417 H.) Fatwa Asy-Syaikh Hamuud Bin 'Uqla Asy-Syu’aibi Tentang Bom Syahid Al-Allamah Fadhilah Syaikh Hamuud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi, (Rahimahulloh) Mujahidin di Palestina, Chechnya dan selain keduanya di negeri-negeri Muslim melaksanakan Jihad demi mengalahkan musuh-musuh mereka dengan satu methode yang disebut Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah ini dilakukan dengan cara mengikatkan bahan peledak pada tubuh mereka, atau diletakkan dalam kantongnya atau alat-alat yang ada pada dirinya atau juga dalam mobilnya yang dipenuhi dengan explosive kemudian meledakkan dirinya ditengah sekumpulan musuh atau tempattempat musuh dan yang semisalnya, atau dengan berpura-pura menyerah kepada musuh kemudian dia meledakkan dirinya dengan tujuan memperoleh kesyahidan dan memerangi musuh serta menimbulkan kerugian pada mereka. Bagaimanakah hukum operasi seperti itu? Dan apakah hal tersebut termasuk perbuatan bunuh diri ? Apapula perbedaan antara bunuh diri dan operasi Istisyhadiyah ?.Jazaakumullahu Khair, dan semoga Alloh memberikan ampunan-Nya kepada anda.. Jawab : Segala puji bagi Alloh, Rabb (Tuhan) semesta alam,shalawat dan Salam atas semulia-mulia Nabi dan Rasul, nabi kita Muhammad s.a.w, juga atas keluarganya dan sahabatnya,seluruhnya. Selanjutnya: Sebelum menjawab pertanyaan ini, seyogyanya anda mengetahui bahwa operasi yang disebut ini, merupakan masalah semasa (kontemporer) yang dimasa lalu methode seperti ini tidak didapati. Dan memang setiap zaman memiliki karakteristik permasalahan tersendiri yang timbul di zaman itu. Karena itu para ulama berijtihad dengan memperhatikan nash-nash dan keumumannya, serta perbincangan mengenai hal tersebut dan fakta-fakta yang menyerupainya juga, bagaimana fatwa Ulama Salaf mengenai hal berkenaan.

Firman Alloh: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab” (Al-An’am : 3) Dan Rasululloh s.a.w bersabda tentang Al-Qur’an: “Di dalamnya terdapat keputusan terhadap urusan di antara kalian” Amaliyah (operasi) Istisyhadiyah yang tersebut di atas adalah amalan Masyru’ (disyari’atkan dalam Islam) dan merupakan bagian dari Jihad Fie Sabilillah jika pelakunya memiliki niat yang ikhlas. Operasi inipun termasuk methode yang paling berhasil dalam Jihad Fie Sabilillah melawan musuh-musuh dien ini, karena dengan wasilah seperti terjadilah kerugian dan kerusakan pada musuh, baik berupa terbunuhnya orang-orang kafir atau terluka, sekaligus menimbulkan kengerian dan ketakutan pada mereka. Juga, dalam operasi istisyhad ini nyata, terlihatlah keberanian dan kekuatan hati kaum Muslimin dalam menghadapi kaum kafir, dan merontokkan hati musuh-musuh Islam, sekaligus menghinakan mereka dan mengakibatkan kedongkolan dalam jiwa-jiwa mereka, dan hal-hal lainnya yang merupakan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, yang semuanya itu merupakan maslahat-maslahat Jihadiyah. Masyru’iyat operasi-operasi tersebut dibuktikan dengan adanya dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan Ijma’ juga dengan adanya beberapa fakta yang terjadi di dalamnya serta fatwa Salafush Sholeh mengenai hal ini, sebagaimana akan disebutkan kemudian, Insya Alloh. Pertama : Dalil-dalil Qur’an Firman Alloh: “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Alloh; dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah : 207)

Sesungguhnya sahabat r.a menerapkan ayat ini ketika seorang Muslim seorang diri berjibaku menerjang musuh dengan bilangan yang banyak yang dengan itu nyawanya dalam kondisi berbahaya, sebagaimana Umar bin Khaththab dan Abu Ayub Al-Anshari juga Abu Hurairah radhiyAllohu ‘Anhum sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan Ibnu Hibban serta Al-Hakim menshahihkannya ( Tafsir Al-Qurthubi 2/361) Firman Alloh : “Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” ( At-Taubah 111 )Ibnu Katsir -semoga Alloh merahmatinya- berkata: Kebanyakan (Ulama/Mufassir) berpendapat bahwa ayat tersebut berkenaan dengan setiap Mujahid Fie Sabilillah. Firman Alloh : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfal : 60) Alloh berfirman terhadap mereka yang merusak perjanjian : “Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran” (Al-Anfal:57). Kedua: Dalil-dalil dari As-Sunnah:

Hadits Ghulam (pemuda) yang kisahnya terkenal, terdapat dalam Shahih Bukhari, ketika ia menunjukkan musuh cara membunuh dirinya, lalu musuh itupun membunuhnya, sehingga ia mati dalam keadaan syahid di jalan Alloh. Maka operasi seperti ini merupakan salah satu jenis Jihad, dan menghasilkan manfaat yang besar, dan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, ketika penduduk negeri itu masuk kepada dien(agama) Islam, yaitu ketika mereka berkata : “Kami beriman kepada Rabb (Tuhan) nya pemuda ini”. Petunjuk (dalil) yang dapat di ambil dari hadits ini adalah bahwa Pemuda (Ghulam) tadi merupakan seorang Mujahid yang mengorbankan dirinya dan rela kehilangan nyawa dirinya demi tujuan kemaslahatan kaum Muslimin. Pemuda tadi telah mengajarkan mereka bagaimana cara membunuh dirinya, bahkan mereka sama sekali tidak akan mampu membunuh dirinya kecuali dengan cara yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut, padahal cara yang ditunjukkan itu merupakan sebab kematian dirinya, akan tetapi dalam konteks Jihad hal ini diperbolehkan. Operasi sedemikian ini diterapkan oleh Mujahidin dalam Istisyhad (operasi memburu kesyahidan), kedua-duanya memiliki inti masalah yang sama, yaitu menghilangkan nyawa diri demi kemaslahatan jihad. Amalan-amalan seperti ini memiliki dasar dalam syari’at Islam. Tak ubahnya pula dengan seseorang yang hendak melaksakanan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar di suatu tempat dan menunjukkan manusia kepada Hidayah sehingga dia terbunuh di tempat tersebut, maka dia dianggap sebagai seorang Mujahid yang Syahid, ini seperti sabda Nabi s.a.w: “Jihad yang paling utama adalah mengatakan Al-haq di depan penguasa yang Jaa-ir (jahat)” Amaliyah yang dilakukan oleh Bara bin Malik dalam pertempuran di Yamamah. Ketika itu ia diusung di atas tameng yang berada di ujung-ujung tombak, lalu dilemparkan ke arah musuh, diapun berperang (di dalam benteng) sehingga berhasil membuka pintu Benteng. Dalam kejadian itu tidak seorangpun sahabat r.a menyalahkannya. Kisah ini tersebut dalam Sunan Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru Bab At-Tabarru’ Bit-Ta’rudhi Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi (2/364), Asaddul Ghaabah (1/206), Tarikh Thabari. Operasi yang dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa dan Al-Ahram Al-Asadi, dan Abu Qatadah terhadap Uyainah bin Hishn dan pasukannya. Dalam ketika itu Rasululloh s.a.w memuji mereka, dengan sabdanya: “Pasukan infantry terbaik hari ini adalah Salamah” (Hadits Muttafaqun ‘Alaihi /Bukhari-Muslim). Ibnu Nuhas berkata : Dalam hadits ini telah teguh tentang bolehnya seorang diri berjibaku ke arah pasukan tempur dengan bilangan yang besar, sekalipun dia memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya akan terbunuh.Tidak mengapa dilakukan jikan dia ikhlas melakukannya demi memperoleh kesyahidan sebagaimana dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa, dan AlAkhram Al-Asaddi. Nabi s.a.w tidak mencela, sahabat r.a tidak pula menyalahkan operasi tersebut. Bahkan di dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa operasi seperti itu adalah disukai, juga merupakan keutamaan. Rasululloh s.a.w memuji Abu Qatadah dan Salamah sebagaimana disebutkan terdahulu.Dimana masing-masing dari mereka telah menjalankan operasi Jibaku terhadap musuh seorang diri (Masyari’ul Asywaq 1/540) Apa yang dilakukan oleh Hisyam bin Amar Al-Anshari, ketika dia meneroboskan dirinya di antara Dua pasukan, menerjang musuh seorang diri dengan bilangan musuh yang besar, waktu itu sebagian kaum Muslimin berkata: Ia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan, Umar bin Khaththab r.a membantah klaim sebagian kaum Muslimin tersebut, begitu juga Abu Hurairah r.a, lalu keduanya membaca ayat: “Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Alloh…” (Al-Baqarah 207 ) Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah (5/303,222), Sunan Al-Baihaqi (9/46). Abu hadrad Al-Aslami dan Dua orang sahabatnya menerjangkan diri ke arah pasukan besar, tidak ada orang ke-empat selain mereka bertiga, akhirnya Alloh memenangkan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam menyebut riwayat ini dalam kitab sirahnya. Ibnu Nuhas menyebutnya dalam Al-Masyaari’ (1/545). Operasi yang dilakukan oleh Abdullah bin Hanzhalah Al-Ghusail, ketika ia berjibaku menerjang musuh dalam salah satu pertempuran, sedangkan baju besi pelindung tubuhnya sengaja ia buang, kemudian kaum kafir berhasil membunuhnya. Disebutkan oleh Ibnu Nuhas dalam Al-Masyari’ (1/555). Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan (9/44) menukil tentang seorang lelaki yang mendengar sebuah hadits dari Abu Musa :”Jannah (syurga) itu berada di bawah naungan pedang” Lalu lelaki itu memecahkan sarung pedangnya, lantas menerjang musuh seorang diri, berperang sampai ia terbunuh.

Kisah Anas bin Nadhar dalam salah satu pertempuran Uhud, katanya: “Aku sudah terlalu rindu dengan wangi jannah (syurga)” kemudian ia berjibaku menerjang kaum Musyrikin sampai terbunuh. (Muttafaqun ‘Alaihi). http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasiistisyhaadiyah/ Fatwa Syaikh Yusuf al Qaradhawy “Saya ingin katakan di sini bahwa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah firman Alloh Ta'ala yang artinya:"Dan persiapkanlah kekuatan apa yang bisa kamu kuasai dan menunggang kuda yang akan bisa membuat takut musuh-musuh Alloh dan musuhmu." (QS. Al Anfal: 60). Penamaan operasi ini dengan nama "bunuh diri" adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroik yang bernuansa agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri. Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Alloh, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Alloh Ta’ala. Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyawanya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Alloh dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Alloh dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi menghadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Alloh, kepalanya ia taruh di telapak tanganNya demi mencari syahadah di jalan Alloh. Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orangorang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Alloh; selama niatnya ikhlas hanya kepada Alloh saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Alloh Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya.” Bahkan Syaikh al Qaradhawy menguatkan pendapatnya dengan pandangan ulama klasik yang juga membolehkan aksi sejenis bom syahid, yakni pandangan Imam al Jashash, Imam al Qurthubi Imam ar Razi, Imam Ibnu Katsir, Imam ath Thabari, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Asy Syaukani, Syaikh Rasyid Ridha, dan lain-lain. Pada akhir fatwanya, dia berkata: “Saya (Al Qardhawi) yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu. Mereka telah menjual dirinya untuk Alloh, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agama-Nya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Alloh, adalah para petinggi syahid di sisi Alloh. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah. Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Alloh. Karena Alloh SWT berfirman yang artinya:"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka sesungguhnya Alloh itu Maha Agung dan Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 49)” (Fatawa Mu’ashirah, hal. 503-505, Jld. 3. Cet.1, Darul Qalam, Kairo) disarikan dari Situs http://abuhudzaifi.multiply.com

Pelajaran dari Peristiwa Diserangnya Muslimin Ambon Malam Idul Fithri 1419 H/1999

Kesaksian Utusan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia: Orang Kristen Ambon Plus Aparat Lokal Membantai Muslimin Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengirimkan utusannya, M Hafidz MSc, ke Ambon untuk mengirimkan bantuan dan meliput tragedi pembantaian Muslimin yang dilancarkan oleh orang-orang Kristen. Penyerangan dan pembantaian itu berlangsung sampai 3 bulan, Januari hingga April 1999. Berikut ini kesaksian M Hafidz selaku wakil ketua KOMPAK (Komite Penanggulangan Krisis) satu lembaga di lingkungan DDII. Sejumlah gambar foto hasil rekamannya pun dimuat di buku ini (Ambon Bersimbah Darah oleh Hartono Ahmad Jaiz, Dea Press, Jakarta, 1999).

Penyerangan yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap Muslimin di Ambon khususnya, dan di Maluku pada umumnya, jelas-jelas menunjukkan tingginya kebencian mereka terhadap ummat Islam. Bayangkan. Mereka sudah menyerang ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H tanggal 19 dan 20 Januari 1999M. Mereka membantai ummat Islam, maka banyak jatuh korban tewas, dan banyak pula yang luka-luka. Orang-orang Kristen itu menyerang dalam keadaan mabuk habis minum-minum. Setiap kali mereka menyerang selalu dalam keadaan mabuk seperti itu. Senjata mereka adalah panah beracun, panah berapi, parang, tombak, bom molotov, senjata api, bahkan basoka RPG7, senjata Amerika atau NATO. Semuanya itu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998, 4 bulan sebelum mereka menyerang Muslimin. Sedang Ummat Islam tidak siap apa-apa. Maka kala itu (awal-awal diserangnya itu) ummat Islam banyak jatuh korban. Setelah Ummat Islam diserang orang-orang Kristen, korban-korban yang luka dibawa oleh Muslimin ke rumah sakit umum di Kampung Kuda Mati, Kota Ambon. Kampung Kuda Mati itu kampung Kristen. Lalu orang-orang Kristen menyerbu masuk ke rumah sakit umum itu, memeriksa para medis RSU dengan memeriksa KTP (kartu tanda penduduk), kalau ternyata Islam maka diserang. Sedang pasien-pasien yang luka yakni korban-korban akibat serangan orang Kristen yang kemudian dikirim ke RSU ini, lalu dibunuhi oleh orang-orang Kristen yang datang dan menyerang secara membabi buta itu. Ini jelas-jelas biadab, dan perang agama. Sampaisampai, orang-orang Kristen itu menyerbu ke kantor-kantor Pemda (Pemerintah daerah), Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan, Kantor Pos dsb di Ambon, dengan memeriksa KTP para pegawai. Kalau ternyata pegawai itu KTPnya bertanda agama Islam maka dibunuh. Ada yang dibunuh di halaman kantor. Itu semua tidak ada lain, hanya karena mereka itu benci kepada Islam. Aparat lokal membantai Muslimin Kebrutalan mereka yang sudah sebegitu itu masih pula ditambahi dengan pembunuhan atau penyelenggaraan pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan yakni polisi dan tentara lokal yang beragama Kristen terhadap ummat Islam. Bukti-bukti ikut sertanya aparat lokal membunuhi ummt Islam itu, pertama, di Masjid Al-Huda Kampung Rinjani Ambon, yakni peristiwa shubuh berdarah, 1 Maret 1999M. Yang ditembak mati di dalam masjid 1 orang, dan yang ditembak mati di luar masjid 2 orang, sedang yang luka tembak beberapa orang. Menembaknya dari luar masjid. Jama'ah shubuh itu imamnya yang imam rawatib (rutin tiap waktu) tak hadir. Maka digantikan yang lain. Di sinilah kemudian kalau ada perbedaan keterangan, itu karena yang dimintai keterangan itu imam rawataib yang ketika itu tak hadir. Nah, yang mati karena ditembak di dalam masjid (menembaknya dari luar masjid) itu seorang makmum masbuq(ketinggalan). Yang lain sudah selesai shalat, sedang dia belum, maka meneruskan shalatnya. Dia inilah yang ditembak mati sedang shalat. Yang menembak adalah polisi dari Polda Maluku (setempat). Saya ada rekaman video orang-orang yang ditembak itu. Yang masih hidup, di antaranya yang kakinya hancur kena tembak, masih bisa ngomong (bicara), menjelaskan. Jadi jelas yang menembak itu memang aparat keamanan lokal. Bukti kedua, penembakan di Masjid Tantui Kampung Tomia di Kota Ambon. Tiga orang Muslim ditembak mati oleh polisi dan tentara lokal. Yang meninggal itu (1) Faisal Marasabessi, (2) Abu Bakar Nankatu dipukuli dan ditembak, dan (3) Baharuddin Bugis ditembak dengan senjata laras panjang ditempelkan di bawah tenggorokan lalu didor, maka pelurunya muncrat menembus ubun-ubun. Saya melihat dan memvideo (merekam dengan kamera video) korban beberapa saat setelah ditembak itu. Yang menembak itu aparat beragama Kristen dan masih tetangganya. Jadi masyarakat kenal semua: nama, pangkat, dan kesatuannya. Dan memang penembak itu orang Kristen (Protestan). Di Ambon, yang Kristen kebanyakan Protestan, sedang di Maluku Tenggara itu Katolik. Cara-cara menyerang Cara-cara orang Kristen menyerang Muslimin yaitu mereka datang bergelombang, dalam keadaan mabok, matanya merahmerah karena habis minum-minuman keras. Mereka membawa panah beracun, panah berapi, parang, dan bom-bom molotov untuk membakar. Orang-orang Kristen itu sudah mempersiapkan diri untuk menyerang Muslimin. Parang (golok) yang dijadikan senjata tu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998. Mereka memesan ratusan parang dari Kampung Iha di Saparua. Hanya saja orang Islam tidak faham, untuk apa ratusan parang didatangkan ke Ambon oleh orang-orang Kristen itu. Ada juga yang merakit senjata. Menurut sumber dari Korem —yang tentu saja tidak bisa disebutkan namanya— senjata-senjata itu diantaranya didatangkan dari Belanda dibarengkan dengan pengiriman mayat. Ada pengiriman mayat dari Belanda sebanyak 6 atau 7 kali, tidak sekaligus. Peti-peti mati yang dikirim dari Belanda itu diisi pula dengan senjata RPG7 Basoka (senjata Amerika ataupun NATO). Itulah yang kemudian untuk menyerang ummat Islam, di antaranya di Saparua. Tragedi berdarah itu, awal-awalnya yang banyak jadi korban adalah orang Islam, yakni penyerangan oleh orang Kristen terhadap ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H/ 19-20 Januari 1999M. Karena, orang Islam tidak siap, dan tidak tahu kalau akan diser¬ang. Lantas, mulai Februari 1999M aparat dikirim ke Ambon, yakni Kostrad dari Ujung Pandang. Tugasnya mengamankan. Dalam logika aparat, pihak yang menyerang —yakni orangorang Kristen— itu perusuh, maka diberi tembakan peringatan ke atas. Tetapi orang-orang Kristen itu tetap saja menyerang ummat Islam. Kemudian ada yang ditembak. Itulah kemudian yang mereka klaim sebagai banyak korban dari pihak mereka. Tapi sebenarnya tidak banyak. Rumah-rumah orang Kristen dan gereja-gereja banyak yang utuh, karena memang orang Islam tidak membakar. Orang Islam hanya mempertahankan diri. Terakhir, untuk memancing ummat Islam, malah mereka (orang-orang Kristen) sendiri yang membakari rumah-rumah mereka. Itu jelas-jelas diketahui oleh para saksi mata. Orang menyaksikan kejadian itu, dan memang mereka (orang Kristen) sendiri yang membakari rumah mereka yang telah dikosongkan. Licik, memang.

Dari segi korban orang-orang Kristen, karena ummat Islam sifatnya hanya bertahan atau mempertahankan diri, maka pihak Kristen yang mati hanyalah yang menyerang. Jadi tidaklah wanita-wanita atau anak-anak atau orang-orang tua, yang terbunuh di pihak Kristen itu. Orang Islam tidak menyerang. Sebenarnya, belum ada jumlah korban yang akurat secara pasti. Karena tidak terdata semuanya. Para korban yang Muslim kita yakini sebagai syuhada', mati syahid karena mempertahankan Islam, agama Allah. Dibunuh oleh orang-orang Kristen yang menyerang. Maka para syuhada' itu tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tak dishalati, cukup dikubur bersama pakaiannya yang berlumuran darah, sebagai saksi di hadapan Allah SWT. Mengenai orang Muslimah hamil tua lalu dibelah perutnya oleh orang Kristen, bayinya dikeluarkan lalu dicincang-cincang, saya datang ke sana sudah berlalu, saya tidak melihatnya. Namun berita itu diketahui oleh seluruh masyarakat. Penyerangan di luar Ambon, selain di Ahuru, terakhir di Maluku Tenggara, tepatnya di Tual, di Kampung Larat, Jum'at berdarah (2 April 1999M). Dalam penyerangan brutal itu imam Masjid Larat, H Abdul Aziz Rahayantel dibunuh di dalam masjid, Jum'at itu. 3 orang Muslim dibunuh di dalam masjid. Tidak sampai seminggu, korban meninggal sudah mencapai lebih dari seratus orang. Di kampung Kei Besar yang meninggal paling banyak Muslim, sedang di Kampung Kei Kecil kebanyakan yang meninggal Katolik. Ini baru saja saya berhubungan dengan pihak sana. Orang-orang Kristen menyerang ummat Islam itu tidak tentu waktunya. Kadang-kadang malam, kadang-kadang shubuh, kadang siang atau sore. Seperti di Hari Raya Idul Fitri itu penyerangan terhadap ummat Islam dilakukan siang hari menjelang sore, tetapi saat lain, peristiwa shubuh berdarah itu waktu shubuh. Sedang di Larat, penyerangan terhadap ummat Islam dilakukan ba'dal Jum'at, siang hari. Itulah kebencian orang Kristen terhadap ummat Islam yang diujudkan dengan penyerangan, pembunuhan, pembakaran, dan pengrusakan, yang justru didukung oleh aparat keamanan setempat. (H. Hartono Ahmad Jaiz). April 1999M, Dzulhijjah 1419H (Dari Buku hartono Ahmad Jaiz, Ambon Bersimbah Darah, Dea Press, Jakarta, 1999, halaman 93-97)

Barack Obama : Never Forget 9/11?

Presiden Obama melakukan kunjungan di berbagai tempat pada hari Minggu, dan ia meminta kepada seluruh rakyat Amerika Serikat untuk mengingat peristiwa 11 September. "Jangan pernah lupa," (never forget) terhadap mereka yang menjadi korban peristiwa 11 September, yang namanya diabadikan di Ground Zero, pintanya. "Jangan pernah melupakan mereka", tambah Obama. Peristiwa yang berlangsung pada 11 September, meledaknya Gedung WTC, yang terletak di Manhattan, New York, akan menjadi memori yang bersifat abadi. Bangsa Amerika akan terus diingatkan peristiwa yang maha dahsyat, dan menewaskan lebih dari 3.000 warga Amerika Serikat

Di Shanksville, Pa, David White, sepupu penumpang pesawat dengan nomor penerbangan 93, meminta Obama menandatangani kemejanya dengan kata-kata "Jangan pernah lupa." (Never Forget). Obama bersama istrinya Michelle, memberikan jabat tangan dan pelukan, meletakkan karangan bunga, serta meletakkan tangannya diatas monumen di Ground Zero. Malam harinya Obama dan Michelle menghadiri acara konser di Kennedy Center, Washington. Momen itu akan digunakan oleh Obama dan Michelle, juga meminta rakyat Amerika Serikat mengingat mereka yang telah pergi. Tapi sambutannya tidak hanya berkaitan dengan 3.000 orang yang telah tewas dalam serangan 11 September. Obama menginginkan bangsa Amerika Serikat tidak pernah berhenti dengan mengingat peristiwa yang sangat dahysat itu, khususnya dalam sejarah Amerika. "Berpuluh tahun dari sekarang, Amerika akan mengunjungi tugu peringatan bagi mereka yang hilang pada peristiwa 11 September," ucap Obama. "Mereka akan ingat bahwa kita telah berhasil mengatasi perbudakan dan perang saudara, fasisme, resesi dan kerusuhan, komunisme dan terorisme", tambahnya. Dalam banyak hal, serangan 11 September 2001, yang menyebabkan terjadinya malaise saat ini. Sejak itu, perekonomian, seperti yang dialami oleh sebagian besar kalangan menengah Amerika telah mengalami stagnasi. Negara-negara lain telah melampaui Amerika Serikat pada laju pertumbuhan ekonomi dan kualitas peluang investasi. Tetapi, sebaliknya, saat ini Amerika terus merosot sebagai bangsa yang besar, dan mempunyai peluang kehilangan peluangnya sebagai negara adikuasa. Kekuatan militer Amerika telah direndahkan oleh dua perang yang berlarut-larut (Irak dan Afghanistan). Abad Amerika yang pernah menjadi sebuah keyakinan sebagai adikuasa, dan sekarang terhempas dalam badai resesi ekonomi, dan menuju bangsa pariah, yang tak lagi mempunyai pengaruh apapun dalam kehidupan. Ini hanya akan menjadi catatan sejarah masa lalu Amerika. Obama sebagai pemimpin Amerika Serikat, mungkin hanya ingin membuat permusuhan yang abadi antara Dunia Islam dan Barat. Mengingat mereka yang tewas akibat serangan pada 11 September, yang selalu membuat memori yang negatif terhadap dunia Islam, dan itu sangatlah tidak produktif dan bermanfaat. Jika Obama, para pemimpin Amerika serta bangsa Amerika yang terus mengabadikan perisitwa 11 September, selayaknya pula mereka berpikir tentang bagaimana jutaan rakyat Irak dan Afghanistan yang tewas oleh serangan militer Amerika? Jutaan lainnya mengalami penderitaan yang tanpa akhir, akibat mengalami cacad seumur hidup, dan sebagian mereka mengalami diaspora, terpisah dengan keluarganya, akibat perang yang sangat dahsyat. Para pemimpin Amerika yang berwatak kolonial, dan terus melakukan kolonisasi (penjajahan) terhadap dunia Islam, seharusnya mereka juga mengenang penderitaan yang sekarang dialami seluruh rakyat di dunia Islam, akibat sikap dan pandangan dan kebijakan pemerintah Amerika. Mereka terus mengenang peristiwa 11 September, bahkan ingin mengabadikannya, dan ini akan menjadi konflik antara Barat dan dunia Islam menjadi abadi. Selamanya. Tanpa akhir, akibat mereka akan selalu diingatkan oleh memori perisitwa itu. Padahal, sejatinya adakah kebenaran peristiwa 11 September itu, sebagai bagian perang yang dilakukan oleh mereka yang disebut al-Qaidah? Semua itu tak pernah dibuktikan. Hanya asumsi dan rekaan intelijen,yang kemudian digunakan menyerang dan memerangi rakyat di dunia Islam

Sejarah Konflik Islam dan Kristen di Maluku

Menurut Rustam Kastor dalam bukunya, Konspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Umat Islam di Ambon-Maluku (Wihdah Press: 2000 M), sejatinya sejarah konflik antara kaum salibis dengan umat Islam adalah sebuah sejarah perlawanan yang cukup panjang. Sejarah ini sudah berjalan ratusan tahun dengan melibatkan banyak energi dan pengkajian. Jauh sebelum Bangsa Eropa tiba di Maluku, para saudagar Nusantara telah berdagang penuh kedamaian dengan masyarakat atau kerajaankerajaan Islam di Maluku. Penyebaran agama Islam pun dilakukan dengan penuh perdamaian, sehingga relatif segenap masyarakat Maluku telah memeluk agama Islam. Namun, pada tahun 1512 mulailah bangsa Portugis menemukan Maluku (Banda) dengan maksud mendapatkan rempah-rempah langsung di bumi penghasilnya, hingga kemudian datanglah penjajah Belanda pada tahun 1605. Perlawanan Fisik Bersenjata. Perdagangan yang semula damai, berkembang menjadi bentrokan fisik karena sikap monopoli yang disertai penyebaran agama Kristen oleh pihak Belanda dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Dari situ mulailah terjadi sejumlah peperangaan yang bukan saja semata-mata demi mempertahankan kedaulatan kerajaan-kerajaan Islam di Maluku, tetapi juga berjuang mempertahankan aqidah agama Islam. Perlawanan dari Kerajaan-kerajaan Islam seperti Perang Hitu (1502-1605), Perang Banda(1609-1621), Perang Hoamual (16251656), Perang Wawane (1633-1643), Perang Kapaha (1636-1646), Perang Alaka (1625-1637), Perang Iha (1632-1651), dan sejumlah perang yang dilancarkan oleh beberapa kesultanan di Maluku Utara, dan terakhir Perang Tidore (1780-1805) yang dipimpin oleh Nuku yang sempat menunjukkan kekuatan dan kebesarannya. Sejumlah pahlawan perang Ummat Islam seperti Pattiwane, Kakiali, Gimelaka Laliato, Gimelaka Lulu, Tulukabessy, Kiayi Lessy, Rijali, Khairubia, Kapitan Ulupaha, Sudardi Monia Latuwirinnyai, Sultan Babullah, Sultan Khairun dan terakhir Sultan Nuku adalah para pemimpin perang yang gagah berani mampu mengalahkan penjajah di banyak medan pertempuran. Namun pada gilirannya, Kerajaan-kerajaan Islam, secara bertahap dapat dikalahkan oleh VOC yang kemudian menjadi Kompeni menggantikan kedudukan Portugis, dengan memiliki armada dan kekuatan perang yang tangguh. Kala itu pula, kegiatan perdagangan diwarnai pula dengan missi penginjilan secara paksa yang dimulai dengan perkumpulan dagang VOC. Maka saat itu pula, perlawanan masyarakat dan kerajaan Islam di Maluku berkembang menjadi sebuah medan jihad mempertahankan aqidah. VOC dan Kompeni Penjajah VOC sebagai organisasi dagang, kemudian digantikan oleh Kompeni dengan kekuatan bersenjata yang cukup besar. Hal ini kemudian menjadikan ekskalasi penindasan terhadap Ummat Islam di Maluku mengalami peningkatan. Kekejaman yang mereka lakukan pun memiliki kekejaman tiada tara. Sampai-sampai umat muslim tidak kuasa lagi untuk menerimanya. Namum meski hidup dalam penindadsan, perlawanan umat muslim terus berlanjut, ya walau mereka tidak mampu lagi untuk mengangkat senjata. Perlawanan Non Fisik/Tak Bersenjata.

Kerajaan-kerajaan Islam di Maluku telah berhasil dihancurkan satu demi satu, tetapi tidak demikian dengan jiwa jihad umat muslim. Semangat kebencian mereka terhadap penjajah yang telah merenggut kemerdekaan sekaligus memaksakan keyakinan yang bertentangan dengan paham ke-Tauhidan Islam terus berjalan seiring waktu. Selanjutknya, bersamaan dengan kekalahan kerajaan-kerajaan Islam di Maluku, maka terjadilah peperangan oleh kerajaankerajaan di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan melawan kolonial Belanda. Kerajaan-kerajaan inipun mengalami nasib yang sama: mereka berhasil dikalahkan dan akhirnya dapat ditaklukkan oleh pihak kafir Belanda. Para pejuang yang tertangkap pun akhinya dibuang ke berbagai daerah di luar Jawa diantaranya Maluku. Sebagai pejuang, mereka tidak pernah mau berhenti memerangi kaum kafir Belanda. Dengan modal semangat perlawanan (pejuang) dan keahlian ilmu agama Islam (Kiyai), mereka masuk ke dalam Ummat Islam di Maluku dengan alasan kegiatan keagamaan, tetapi sesungguhnya mereka memimpin dan menggerakkan perlawanan terhadap Belanda secara non fisik/tanpa bersenjata. Terakhir yang bisa kita catat dari fakta ini adalah kedatangan Pangeran Diponegoro dengan rombongan dalam status buangan Belanda. Bersama para pengikutnya, Pangeran Diponegoro pun berdiam di kampung yang sekarang bernama Kampung Diponegoro. Para pejuang ini pun kemudian memimpin Ummat Islam di Maluku untuk melakukan aksi pembangkangan yang memberikan pukulan berat bagi pihak penjajah. Perlawanan non kooperatif/pembangkangan, adalah sebuah bentuk perlawanan yang dilakukan secara diam-diam, yakni menolak bekerjasama dalam bentuk apa pun dengan penjajah serta merongrong pada aspek-aspek tertentu dengan tujuan melemahkan dan menggerogoti wibawa serta kekuatan pemerintah Belanda. Perlawanan ini efektif pada 20-30 tahun pertama, saat para pemimpinnya aktif memberikan petunjuk, arahan dan dorongan semangat. Namum perlawanan yang memakan waktu seratus tahun lebih tersebut menjadi kurang efektif, sebab kurang memiliki daya tahan. Pasalnya sederhana, tidak ada sebuah pembentukan kader dan pemimpin lapangan yang akan melanjutkan perlawanan tersebut. Kegagalan membentuk pemimpin pelanjut inilah yang mengakibatkan perlawanan menjadi kurang terarah dan tidak punya tujuan yang jelas. Yang terjadi adalah semangat mereka untuk tidak mau bekerja sama dan membangkang saja, tanpa mekanisme perjuangan yang rapih. Uniknya umat Islam masih bertahan. Pada waktu itu tidak ada Ummat Islam yang bersedia menjadi serdadu Belanda, maupun menjadi guru dan pekerjaan-pekerjaan yang senantiasa berada di bawah kendali Belanda. Ummat Islam lebih memilih pekerjaan non formal seperti nelayan, pedagang kecil (wiraswasta), tukang dan sejenisnya. Bahkan bersekolahpun ditolak, Ummat Islam lebih memilih pengajian dan Madrasah. Di luar Maluku, orang lebih mengenal orang Ambon adalah Kristen, hal ini disebabkan oleh serdadu Belanda asal Maluku yang bertugas di luar Maluku (Jawa, dsbnya) relatif tidak ada yang beragama Islam, sehingga terjadi opini bahwa Ambon identik dengan nashrani. Dalam kisah perlawanan tanpa senjata ini, barangkali perlu kita telusuri adanya beberapa marga (Vam) di kota Ambon yang bukan marga asli dari Maluku seperti Betawi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Padang, Diponegoro, Aceh dan sebagainya. Yang jelas marga tersebut menunjukkan darimana mereka berasal, sebab waktu itu semua orang harus mempunyai vam, mereka yang tidak mempunyai vam memilih daerah asal mereka sebagai Vam. Siapakah mereka ini, sekurang-kurangnya sebagiannya adalah para pejuang yang dibuang oleh Belanda dulu. Mereka adalah para pejuang yang memimpin Ummat Islam di Maluku untuk melakukan aksi pembangkangan/non kooperatif. Mengenai fakta ini, Rustam Kastor dalam bukunyaKonspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Umat Islam di Ambon-Maluku, menulis. "Tanyalah para tetua kita, bagaimana orang Waihaong, Talake,Silale, Soabali, Batu Gajah (Diponegoro) Batu Merah, Pardeis dsb belajar silat? Mereka belajar tertutup dalam rumah atau di halaman belakang agar tidak diketahui kaum Nasrani. Bila ada Nasrani yang datang, latihan segera dihentikan agar tidak diketahui jurus-jurusnya. Jadi para tetua itu belajar untuk menghadapi Penjajah Belanda (dibenaknya) dan kaum Nasrani. Persis seperti kisah dalam serial film Si Pitung dari Marunda." Perlawanan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung lebih 100 tahun itu, sebagian besar terjadi tanpa koordinasi, bahkan tanpa pemimpin yang jelas sehingga semangat melawan pemerintah kolonial tanpa disadari, berubah arah dan tujuannya.

Banyak kerugian yang diderita Ummat Islam akibat proses perjuangan panjang tanpa koordinasi dan pimpinan ini. Dan pada akhirnya hal ini menghasilkan kondisi yang amat tidak menguntungkan seperti yang kita alami sekarang. Ummat Islam di Maluku tertinggal hampir di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara secara fisik, baik tampak maupun yang tidak tampak tetapi terasa sebagai suatu kenyataan. Setelah Indonesia merdeka, Ummat Islam di Maluku mencapai banyak kemajuan disemua sektor, tetapi kita harus mengakui bahwa dibandingkan dengan Ummat Kristen, ummat Islam masih terlalu terlambat, ibarat berlomba dengan kaum yang menggunakan kendaraan, sedang kita berjalan kaki. Dengan demikian jarak ketertinggalan Ummat muslim dari hari ke hari kian jauh, sehingga barangkali kondisi ini dapat memicu kecemburuan sosial. Di sisi lain kemajuan yang diperoleh Ummat Islam, terutama munculnya generasi muda cendekiawan merupakan saingan bagi pihak Kristen yang walaupun dalam skala rendah, mereka melihatnya sebagai ancaman yang membahayakan. Merasa adanya ancaman (yang sesungguhnya tak seberapa besar), maka kerukunan yang selama ini terjalin mulai goyah. Pihak Kristen melakukan aksi penghambatan dengan menutup peluang bagi yang Islam di berbagai sektor strategis. Ketidak adilan ini semakin terasa, sementara yang Islam hanya dapat merasakan tetapi tidak ada upaya nyata untuk mengatasi persaingan itu. Lebih diperparah lagi, bahwa barisan Ummat Islam masih tercerai berai dan terjadi pendangkalan akidah yang kuat akibat tipu daya dunia.

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin Kerusuhan Ambon 11 September 2011

BARU SEPULUH hari berlalu, umat Islam merayakan Idul Fitri 1432 H, terjadi lagi rusuh SARA di Ambon, mengingatkan kita pada rusuh SARA sebelumnya di Hari Idul Fitri 1421 H (19 Januari 1999 M) lalu. Modusnya sama, pembunuhan warga Muslim oleh warga Kristen, lalu pihak Muslim menuntut balas, sehingga terjadi konflik horizontal yang menelan banyak korban. Kerusuhan yang terjadi pada 10 September 2011 ini, bersamaan dengan momentum peringatan Bom WTC 11/9/2011 di Amerika, seakan merupakan rentetan duka kaum Muslim di daerah-daerah yang didominasi aparat atau pemerintahan Non Islam di dunia. Betapa tidak, kerusuhan yang menurut polisi dipicu oleh kecelakaan tunggal Si Tukang Ojek Darkin Saiman di daerah yang mayoritas Kristen, dengan cepat merebak menjadi kerusuhan bernuansa SARA. Kepala Bareskrim Polri, Komjen (Pol) Sutarman menjelaskan: "Ada seorang tukang ojek (Darkin Saiman) yang sebenarnya kecelakaan tunggal, tapi malah dipukuli kelompok tertentu (Kristen), sehingga terjadi balas dendam setelah upacara pemakaman," ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, (11/9/2011). Senada dengan itu, kabar dari pihak keluarga korban menyatakan, “Helm milik Darkin Saiman, tukang ojek yang tewas itu dalam keadaan utuh, tapi kepalanya pecah karena adanya benturan pukulan. Begitu juga ada luka tusuk di punggungnya.” Jelas, kerusuhan dipicu adanya penganiayaan terhadap tukang ojek Muslim di daerah Kristen yang menyebabkan kematiannya. Bukan kecelakaan tunggal atau akibat provokasi. Tetapi aparat keamanan atau pemerintah Daerah, tidak segera menangkap pelaku penganiayaan/pengeroyokan, malah mengalihkan perhatian dengan mengancam provokator SMS. Berdasarkan fakta di atas, maka Majelis Mujahidin menyampaikan pernyataan sikap sbb:

Pertama, Polisi dan aparat keamanan supaya bertugas melindungi kepentingan rakyat, baik Islam dan Non Islam, bukan menjadikan agama sebagai komoditas politik dan alat adu domba. Kedua, segera menangkap pelaku penganiayaan dari pihak Kristen, bukan mengalihkan perhatian publik dengan menjadikan ekses sebagai obyek penyelesaian konflik. Apalagi mengancam ‘provokator penyebar SMS’, sementara korban dari warga Muslim terus berjatuhan, dan para pihak yang terlibat atas kematian Darkin Saiman tidak tersentuh hukum. Hal ini pasti akan menjadi pemicu konflik baru. Kesaksian Komjen (Pol) Sutarman, pihak keluarga, dan foto korban penganiayaan sudah cukup bagi polisi untuk melakukan tindakan tegas dan cepat Ketiga, melakukan investigasi forensik terhadap korban-korban meninggal yang terkena timah panas. Siapa yang menembak, aparat keamanan atau sipil bersenjata? Jika dari pihak sipil dari mana mereka dapatkan senjata, dan bagaimana mereka mendapatkan senjata tersebut? Jika dari aparat maka tidak mungkin dia bertindak sendiri tanpa komando atasannya, yang berarti aparat tidak lagi netral dan adil menangani masalah di lapangan, maka perlu diadakan sweeping dan screening dikalangan aparat ataupun sipil bersenjata. Keempat, mengurangi dominasi aparat keamanan beragama Kristen maupun pemerintah Daerah di Ambon agar tidak menimbulkan diskriminasi sosial, politik dan keamanan. Kelima, memberitahukan kepada kaum Muslimin Indonesia, manakala kasus ini direkayasa kearah permusuhan terhadap kaum Muslim Ambon, akibat sikap diskriminatif dari oknum-oknum polisi dan keamanan. Maka Majelis Mujahidin menyerukan Jihad melawan siapa saja yang melakukan penyerangan kepada kaum Muslim Ambon. Kesiagaan kaum Muslimin untuk membantu saudaranya di Ambon supaya dipersiapkan. Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai kontribusi penyelesaian kasus di Ambon secara tuntas dan bermartabat, tanpa intervensi politik dan sentimen agama. Yogyakarta, 15 Syawal 1432 H/ 13 September 2011 M Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas Ketua M. Shabbarin Syakur Sekretaris Drs. Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin

Sejarah Konflik Islam dan Kristen di Maluku

Menurut Rustam Kastor dalam bukunya, Konspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Umat Islam di Ambon-Maluku (Wihdah Press: 2000 M), sejatinya sejarah konflik antara kaum salibis dengan umat Islam adalah sebuah sejarah perlawanan yang cukup panjang. Sejarah ini sudah berjalan ratusan tahun dengan melibatkan banyak energi dan pengkajian. Jauh sebelum Bangsa Eropa tiba di Maluku, para saudagar Nusantara telah berdagang penuh kedamaian dengan masyarakat atau kerajaankerajaan Islam di Maluku. Penyebaran agama Islam pun dilakukan dengan penuh perdamaian, sehingga relatif segenap masyarakat Maluku telah memeluk agama Islam. Namun, pada tahun 1512 mulailah bangsa Portugis menemukan Maluku (Banda) dengan maksud mendapatkan rempah-rempah langsung di bumi penghasilnya, hingga kemudian datanglah penjajah Belanda pada tahun 1605. Perlawanan Fisik Bersenjata. Perdagangan yang semula damai, berkembang menjadi bentrokan fisik karena sikap monopoli yang disertai penyebaran agama Kristen oleh pihak Belanda dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Dari situ mulailah terjadi sejumlah peperangaan yang bukan saja semata-mata demi mempertahankan kedaulatan kerajaan-kerajaan Islam di Maluku, tetapi juga berjuang mempertahankan aqidah agama Islam. Perlawanan dari Kerajaan-kerajaan Islam seperti Perang Hitu (1502-1605), Perang Banda(1609-1621), Perang Hoamual (16251656), Perang Wawane (1633-1643), Perang Kapaha (1636-1646), Perang Alaka (1625-1637), Perang Iha (1632-1651), dan sejumlah perang yang dilancarkan oleh beberapa kesultanan di Maluku Utara, dan terakhir Perang Tidore (1780-1805) yang dipimpin oleh Nuku yang sempat menunjukkan kekuatan dan kebesarannya. Sejumlah pahlawan perang Ummat Islam seperti Pattiwane, Kakiali, Gimelaka Laliato, Gimelaka Lulu, Tulukabessy, Kiayi Lessy, Rijali, Khairubia, Kapitan Ulupaha, Sudardi Monia Latuwirinnyai, Sultan Babullah, Sultan Khairun dan terakhir Sultan Nuku adalah para pemimpin perang yang gagah berani mampu mengalahkan penjajah di banyak medan pertempuran. Namun pada gilirannya, Kerajaan-kerajaan Islam, secara bertahap dapat dikalahkan oleh VOC yang kemudian menjadi Kompeni menggantikan kedudukan Portugis, dengan memiliki armada dan kekuatan perang yang tangguh. Kala itu pula, kegiatan perdagangan diwarnai pula dengan missi penginjilan secara paksa yang dimulai dengan perkumpulan dagang VOC. Maka saat itu pula, perlawanan masyarakat dan kerajaan Islam di Maluku berkembang menjadi sebuah medan jihad mempertahankan aqidah. VOC dan Kompeni Penjajah VOC sebagai organisasi dagang, kemudian digantikan oleh Kompeni dengan kekuatan bersenjata yang cukup besar. Hal ini kemudian menjadikan ekskalasi penindasan terhadap Ummat Islam di Maluku mengalami peningkatan. Kekejaman yang mereka lakukan pun memiliki kekejaman tiada tara. Sampai-sampai umat muslim tidak kuasa lagi untuk menerimanya. Namum meski hidup dalam penindadsan, perlawanan umat muslim terus berlanjut, ya walau mereka tidak mampu lagi untuk mengangkat senjata. Perlawanan Non Fisik/Tak Bersenjata.

Kerajaan-kerajaan Islam di Maluku telah berhasil dihancurkan satu demi satu, tetapi tidak demikian dengan jiwa jihad umat muslim. Semangat kebencian mereka terhadap penjajah yang telah merenggut kemerdekaan sekaligus memaksakan keyakinan yang bertentangan dengan paham ke-Tauhidan Islam terus berjalan seiring waktu. Selanjutknya, bersamaan dengan kekalahan kerajaan-kerajaan Islam di Maluku, maka terjadilah peperangan oleh kerajaankerajaan di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan melawan kolonial Belanda. Kerajaan-kerajaan inipun mengalami nasib yang sama: mereka berhasil dikalahkan dan akhirnya dapat ditaklukkan oleh pihak kafir Belanda. Para pejuang yang tertangkap pun akhinya dibuang ke berbagai daerah di luar Jawa diantaranya Maluku. Sebagai pejuang, mereka tidak pernah mau berhenti memerangi kaum kafir Belanda. Dengan modal semangat perlawanan (pejuang) dan keahlian ilmu agama Islam (Kiyai), mereka masuk ke dalam Ummat Islam di Maluku dengan alasan kegiatan keagamaan, tetapi sesungguhnya mereka memimpin dan menggerakkan perlawanan terhadap Belanda secara non fisik/tanpa bersenjata. Terakhir yang bisa kita catat dari fakta ini adalah kedatangan Pangeran Diponegoro dengan rombongan dalam status buangan Belanda. Bersama para pengikutnya, Pangeran Diponegoro pun berdiam di kampung yang sekarang bernama Kampung Diponegoro. Para pejuang ini pun kemudian memimpin Ummat Islam di Maluku untuk melakukan aksi pembangkangan yang memberikan pukulan berat bagi pihak penjajah. Perlawanan non kooperatif/pembangkangan, adalah sebuah bentuk perlawanan yang dilakukan secara diam-diam, yakni menolak bekerjasama dalam bentuk apa pun dengan penjajah serta merongrong pada aspek-aspek tertentu dengan tujuan melemahkan dan menggerogoti wibawa serta kekuatan pemerintah Belanda. Perlawanan ini efektif pada 20-30 tahun pertama, saat para pemimpinnya aktif memberikan petunjuk, arahan dan dorongan semangat. Namum perlawanan yang memakan waktu seratus tahun lebih tersebut menjadi kurang efektif, sebab kurang memiliki daya tahan. Pasalnya sederhana, tidak ada sebuah pembentukan kader dan pemimpin lapangan yang akan melanjutkan perlawanan tersebut. Kegagalan membentuk pemimpin pelanjut inilah yang mengakibatkan perlawanan menjadi kurang terarah dan tidak punya tujuan yang jelas. Yang terjadi adalah semangat mereka untuk tidak mau bekerja sama dan membangkang saja, tanpa mekanisme perjuangan yang rapih. Uniknya umat Islam masih bertahan. Pada waktu itu tidak ada Ummat Islam yang bersedia menjadi serdadu Belanda, maupun menjadi guru dan pekerjaan-pekerjaan yang senantiasa berada di bawah kendali Belanda. Ummat Islam lebih memilih pekerjaan non formal seperti nelayan, pedagang kecil (wiraswasta), tukang dan sejenisnya. Bahkan bersekolahpun ditolak, Ummat Islam lebih memilih pengajian dan Madrasah. Di luar Maluku, orang lebih mengenal orang Ambon adalah Kristen, hal ini disebabkan oleh serdadu Belanda asal Maluku yang bertugas di luar Maluku (Jawa, dsbnya) relatif tidak ada yang beragama Islam, sehingga terjadi opini bahwa Ambon identik dengan nashrani. Dalam kisah perlawanan tanpa senjata ini, barangkali perlu kita telusuri adanya beberapa marga (Vam) di kota Ambon yang bukan marga asli dari Maluku seperti Betawi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Padang, Diponegoro, Aceh dan sebagainya. Yang jelas marga tersebut menunjukkan darimana mereka berasal, sebab waktu itu semua orang harus mempunyai vam, mereka yang tidak mempunyai vam memilih daerah asal mereka sebagai Vam. Siapakah mereka ini, sekurang-kurangnya sebagiannya adalah para pejuang yang dibuang oleh Belanda dulu. Mereka adalah para pejuang yang memimpin Ummat Islam di Maluku untuk melakukan aksi pembangkangan/non kooperatif. Mengenai fakta ini, Rustam Kastor dalam bukunyaKonspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Umat Islam di Ambon-Maluku, menulis. "Tanyalah para tetua kita, bagaimana orang Waihaong, Talake,Silale, Soabali, Batu Gajah (Diponegoro) Batu Merah, Pardeis dsb belajar silat? Mereka belajar tertutup dalam rumah atau di halaman belakang agar tidak diketahui kaum Nasrani. Bila ada Nasrani yang datang, latihan segera dihentikan agar tidak diketahui jurus-jurusnya. Jadi para tetua itu belajar untuk menghadapi Penjajah Belanda (dibenaknya) dan kaum Nasrani. Persis seperti kisah dalam serial film Si Pitung dari Marunda." Perlawanan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung lebih 100 tahun itu, sebagian besar terjadi tanpa koordinasi, bahkan tanpa pemimpin yang jelas sehingga semangat melawan pemerintah kolonial tanpa disadari, berubah arah dan tujuannya.

Banyak kerugian yang diderita Ummat Islam akibat proses perjuangan panjang tanpa koordinasi dan pimpinan ini. Dan pada akhirnya hal ini menghasilkan kondisi yang amat tidak menguntungkan seperti yang kita alami sekarang. Ummat Islam di Maluku tertinggal hampir di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara secara fisik, baik tampak maupun yang tidak tampak tetapi terasa sebagai suatu kenyataan. Setelah Indonesia merdeka, Ummat Islam di Maluku mencapai banyak kemajuan disemua sektor, tetapi kita harus mengakui bahwa dibandingkan dengan Ummat Kristen, ummat Islam masih terlalu terlambat, ibarat berlomba dengan kaum yang menggunakan kendaraan, sedang kita berjalan kaki. Dengan demikian jarak ketertinggalan Ummat muslim dari hari ke hari kian jauh, sehingga barangkali kondisi ini dapat memicu kecemburuan sosial. Di sisi lain kemajuan yang diperoleh Ummat Islam, terutama munculnya generasi muda cendekiawan merupakan saingan bagi pihak Kristen yang walaupun dalam skala rendah, mereka melihatnya sebagai ancaman yang membahayakan. Merasa adanya ancaman (yang sesungguhnya tak seberapa besar), maka kerukunan yang selama ini terjalin mulai goyah. Pihak Kristen melakukan aksi penghambatan dengan menutup peluang bagi yang Islam di berbagai sektor strategis. Ketidak adilan ini semakin terasa, sementara yang Islam hanya dapat merasakan tetapi tidak ada upaya nyata untuk mengatasi persaingan itu. Lebih diperparah lagi, bahwa barisan Ummat Islam masih tercerai berai dan terjadi pendangkalan akidah yang kuat akibat tipu daya dunia. (pz/eramuslim/anshoruttauhidwassunnahwaljihad)

Para Ikhwan Ekstra Hati-hati, Polisi Sweeping yang Akan Masuk Ambon

Jakarta – Buat para ikhwan yang sedang menuju dan telah tiba di Ambon, harus ekstra hati-hati. Mengingat, kepolisian akan melakukan sweeping dan razia kepada warga yang masuk ke Kota Ambon, terutama yang tidak jelas tujuannya. Razia itu akan dilakukan di setiap bandara, terminal dan pelabulan. Meski Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam belum terlihat adanya warga yang akan masuk ke Ambon dalam jumlah besar, pasca bentrok antarwarga. Namun, Kepolisian Resor Jakarta Utara, tengah melakukan sweeping terhadap penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, yang akan menuju menuju Ambon.

Sebanyak 498 penumpang kapal KM Ciremai jurusan Jakarta, Surabaya, Ternate, Ambon, Bau-Bau, diperiksa sejak memasuki kapal pada 13.00 Wib, Selasa, 13 September 2011. "Polri minta maaf pada masyarakat karena akan dilakukan razia, khususnya bagi masyarakat yang bepergian ke Ambon," kata Anton.

Dalam periksaan ini, penumpang tidak hanya diperiksa saat melintasi satu pintu dengan X-Ray. Seluruh barang bawaan penumpang juga diperiksa saat mereka berada di dalam kapal. Sasarannya senjata api dan tajam. Bukan hanya barang bawaan, tapi barang cargo milik penumpang ikut diperiksa. Operasi ini akan terus dilakukan sampai Ambon dinyatakan aman. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Jerry Siagian mengatakan, operasi tersebut melibatkan 200 personel, 150 dari polres Pelabuhan, 50 dari Polda dan keamanan pelabuhan."Tidak ada instruksi dari Mabes Polri atau Polda. Ini inisiatif Polres Pelabuhan, karena pelabuhan merupakan pintu masuk menuju Ambon," ucapnya.

Memantau SMS Jihad ke Ambon Buka hanya barang bawaan yang akan dirazia, polisi juga akan memantau SMS para penumpang yang berisi ajakan berjihad ke Ambon. Polda Jawa Timur memberitahukan, bahwa telah beredar pesan pendek (SMS) berisi ajakan 'berjihad' di Ambon. Meski tak jelas siapa pengirim, Polda Jawa Timur tak menganggap enteng hal itu. Kapolda Jatim, Inspektur Jendera Hadiatmoko bersama jajarannya, serta unsur TNI, dan petugas Pelabuhan Tanjung Perak langsung melakukan sweeping di Dermaga Gapura Surya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "SMS beredarnya sejak kemarin sore (Senin). Namun, saat kami hubungi kembali, sejumlah nomor telepon yang dipakai mengirim SMS tersebut tidak aktif," kata Kapolda Selasa 13 September 2011.

Dia menceritakan, belakangan banyak SMS beredar yang kebanyakan ditujukan pada warga Ambon yang ada di Jawa Timur. Isinya: mengajak 'berjihad' ke Ambon. "Terkait itu kita mengingatkan agar warga Jawa Timur untuk tidak mudah terprovokasi dengan mengikuti ajakan-ajakan yang menyesatkan," lanjut Kapolda.

Selanjutnya, Pangdam V Brawijaya Mayjen Gatot Nurmantyo, menyempatkan berbincang dengan kerumunan calon penumpang kapal laut dengan tujuan Ambon. Sementara personel keamanan dari Polri melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang. Petugas ingin memastikan para calon penumpang yang akan meninggalkan Surabaya bukan untuk keperluan yang tidak diinginkan tersebut. "Pulang ke Ambon? Tapi bukan untuk urusan yang tidak benar kan?" sapa Kapolda kepada sejumlah penumpang. Perlu diketahui, penjagaan ketat dilakukan di semua pintu keluar Jawa Timur. "Tidak hanya di Surabaya, tetapi di daerah lain seperti Ponorogo, Pasuruan, Gresik, Madura, maupun Banyuwangi. Tapi tidak hanya pelabuhan saja yang diperketat, jalur melalui udara juga harus lebih waspada," ujar Kapolda.

Untuk itu, pihaknya mengerahkan sekitar 300 personel TNI untuk berjaga-jaga di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka dibantu ratusan personel Brimob Polda Jatim serta petugas keamanan pelabuhan.Anggota dari Korem dan Kodim juga di turunkan langsung. Bahkan aparat telah mendirikan pos pengamanan di pelabuhan. Yang pasti, Pangdam belum bisa memastikan sampai kapan penjagaan dan razia dilakukan. Setelah Aceh dan Pulau Jawa, bukan tidak mungkin, isu terorisme akan dibangkitkan kembali, kali ini Ambon menjadi sasaran. Bagi para ikhwan yang hendak ke Ambon untuk menjenguk saudaranya yang terluka, hendaknya lebih berhati-hati.

Aparat intelijen akan membidik pergerakan para ikhwan yang tak rela kaum muslimin di Ambon dizalimi. (Desastian/voaislam/anshoruttauhidwassunnahwaljihad)

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Fatwakan Wajib Jihad Bela Umat Islam Ambon

JAKARTA – Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memfatwakan wajibnya jihad ke Ambon bila umat Islam dizalimi dalam kerusuhan bernuansa SARA di Ambon. Meski raganya terkungkung oleh kerangkeng besi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tak pernah surut untuk memperhatikan perjuangan umat Islam. Kabar pecahnya konflik di Ambon yang dipicu tewasnya seorang tukang ojek muslim yang dianiaya orang-orang Kristen di wilayah perkampungan Kristen di Gunung Nona Ambon, juga tak luput dari perhatian Ustadz Abu, demikian biasa disapa. Setelah mendapat informasi dari berbagai pihak mengenai kerusuhan Ambon, ulama sepuh ini mengingatkan agar umat Islam senantiasa mewaspadai karakteristik orang kafir yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an. “Orang kafir itu memang tidak suka terhadap Islam, kalau ada kesempatan mereka selalu menghabisi umat Islam, tidak peduli Islam garis keras atau Islam garis lunak. Bagi mereka itu yang penting mau masuk Kristen atau dibunuh,” paparnya saat ditemui voa-islam.com, Selasa (13/9/2011).

Ustadz karismatik yang vonis 15 tahun penjara karena pandangan jihadnya ini, menyerukan kepada umat Islam untuk segera mengambil sikap tegas terhadap kezaliman yang menimpa saudara-saudara sesama muslim di Ambon. Menurutnya, solusi

menghadapi kezaliman kaum walan tardho itu adalah jihad, karena perjanjian-perjanjian damai dengan mereka selalu mereka khianati. “Oleh karena itu bagi umat Islam kalau sudah menghadapi hal yang seperti ini tidak boleh ragu lagi, kalau perlu saya menganjurkan untuk berjihad kalau terbukti benar yang membunuh itu adalah orang Kristen. Sudah tidak usah macam-macam, musyawarah-musyawarah itu percuma. Dulu juga kan sudah ada musyawarah dengan adanya perjanjian Malino,” jelasnya.

Berbagai tekanan, kezaliman dan penindasan terhadap umat Islam, menurut Ustadz Abu, adalah sebagai konsekuensi tinggal di negara yang tidak menerapkan syariat Islam. Karenanya, Ustadz Abu mengingatkan kewajiban berjuang menegakkan syariat islam. “Haram hukumnya orang Islam diam, wajib hukumnya berjuang merombak sistem menjadi hukum Islam,” ujarnya. Ustadz Abu menambahkan, jika terbukti bahwa konflik di Ambon adalah konflik SARA, maka umat Islam harus siap berjihad membela umat Islam yang tertindas. “Jadi soal Ambon ini kalau itu memang terbukti yang membunuh orang Kristen, sudah jihad ! itu pendapat saya. Umat Islam harus maju, apalagi kalau sampai mereka (umat Islam di Ambon, red.) diisolasi, umat Islam dari luar Ambon supaya datang untuk jihad!” imbau Ustadz Abu.

Sikap umat Islam terhadap Kristen, tambah Ustadz Abu, adalah siap damai dan siap perang. Islam siap berdamai dengan siapapun yang tidak memusuhi, namun Islam tak akan menolak perang jika dizalimi. “Kaum salibis Nasrani jangan sekali-kali mengganggu Islam! Kami bisa berdamai selama akidah kami tidak diganggu, kalau kami diganggu kami akan perangi, kami akan lawan! Bagi kami melawan anda itu kebaikan, kami menang baik mati juga baik. Jadi melawan anda itu adalah nikmat!” tegasnya. “Keyakinan kami menuntut supaya kami hidup di negara yang diatur dengan hukum Islam. Kalau anda setuju mari hidup rukun di bawah Islam, tidak setuju dan mengganggu, kami (siap) perang!”

Terhadap analisa sejumlah pengamat intelijen bahwa konflik Ambon sarat operasi intelijen yang bertujuan menggiring para mujahidin ke Ambon untuk dicitrakan sebagai basis teroris kemudian dihabisi, Ustadz Abu mengingatkan para pejuang Islam agar berhati-hati dan bertawakal kepada Allah. “Kita tetap akan berjihad dengan melihat kemampuan. Kalau memang kondisinya demikian pun, ya sudah bismillah, kita lawan! Meskipun mereka punya makar, ingatlah firman Allah: ‘wamakaruu wamakarallah wallahu khoirul-makirin.’ Orangorang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya,” jelasnya. “Kita lawan mereka karena saudara kita sedang dianiaya, jadi kita kembalikan saja kepada Allah,” tutupnya. [taz/ahmed widad/voa-islam/anshoruttauhidwassunnahwaljihad]

Pelajaran dari Ambon: Mempersiapkan Kekuatan Jihad itu Penting!!

Oleh: Badrul Tamam Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Kepada-Nya semata kita menyembah dan memohon pertolongan. Dan sesunguhnya pertolongan-Nya pasti turun kepada siapa yang memperjuangkan agama-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada panglima besar Islam, suri tauladan dalam kehidupan, hamba Allah yang paling takut dan paling bertakwa kepada-Nya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Allah yang telah menciptakan semua makhluk, di antaranya manusia. Allah juga mengetahui hal ihwal mereka, dzahirnya maupun yang batin. Dan Allah telah cukup banyak mengabarkan dalam banyak ayat dari Al-Qur'an akan tabiat dan sifat orang kafir. Mereka dengki, benci, dan selalu memusuhi terhadap hamba-hamba Allah yang beriman. Hal ini pula yang tercium dari kerusuhan Ambon beberapa hari lalu yang menewaskan beberapa orang Islam, puluhan orang luka-luka, beberapa rumah dibakar, masjid juga tak luput dari serangan. Dan anehnya, kerusuhan ini bertepatan dengan peringatan satu dekade (10 tahun) 11 September, runtuhnya Gedung WTC di Amerika Serikat. Yang menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon ini, membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris. ”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,” paparnya. Provokasi Gerakan Salibis Sementara itu dikatakan Ustadz Bernard Abdul Jabbar yang kini aktif di Hizbud Dakwah Islam (HDI) ini, melihat ada upaya pembiaran dari pihak kepolisian.Namun lebih jauh, ia melihat bahwa kerusuhan Ambon kali ini adalah skenario yang masih dimainkan oleh Gerakan Salibis.“Tidak masuk akal hanya karena dua orang yang terbunuh, aksi menjadi luas kemana-mana.”

Beliau juga menambahkan bahwa kaum muslimin dibantai secara brutal oleh kaum salibis. Mereka memiliki persenjataan lengkap untuk bertempur dengan umat muslim. “Para kaum salibis memakai sniper dan anak panah. Salah seorang muslim disana sampai mencabut anak panah yang menancap di tubuh kaum muslim untuk diperlihatkan sebagai bukti.” Bahkan ada informasi lagi yang membuat umat Islam marah, di mana dari penuturan Front Pembela Islam (FPI) kepada voaislam.com, Senin sore, (12/9/2011), ditemukan fakta adanya aparat kepolisian beragama Kristen yang turut membantai umat Islam dalam kerusuhan di Ambon tersebut. Sehingga umat Islam menuntut, agar para aparat yang terlibat segera diberhentikan dan dihadapkan ke meja hijau. Bukti Kebencian Kafir kepada Islam dan Kaum Muslimin Sesungguhnya kebencian kaum kuffar tersebut dikarenakan keyakinan yang dipegang kaum mukminin, hanya menyembah kepada Allah semata dan kufur terhadap tuhan-tuhan selain-Nya. Sehingga mereka berusaha untuk memurtadkan kaum mukminin dari keyakinanya. Jika tidak bisa, mereka akan menyakiti dengan mengusir dari tempat tinggal mereka, menyakiti dengan lisan dan tangan, bahkan sampai dalam bentuk pembantaian. Allah Ta'ala berfirman, "Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri." (QS. Al-Baqarah: 109)

ْ ِ ِ ُْ َ ِ ْ ِ ْ ِ ً َ َ ً ُّ ْ ُ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ْ َ ِ َِ ْ ِ ْ َ ْ ِ ٌ َِ ّ َ ‫ود كثير من أهل الكتاب لو يردونكم من بعد إيمانكم كفارا حسدا من عند أنفسهم‬

ْ ُ َ ِّ َ ِ ّ َ ّ َ َ َ ّ َ َ ُ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ ََ ‫ولن ترضى عنك اليهود ول النصارى حتى تتبع ملتهم‬

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS. Al-Baqarah: 120)

‫ول يزالون يقاتلونكم حتى يردوكم عن دينكم إن استطاعوا‬ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ُ ِ ِ ْ َ ْ ُ ّ ُ َ ّ َ ْ ُ َ ُِ َ ُ َ ُ َ َ َ َ

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup." (QS. Al-Baqarah: 217) Dalam ayat di atas, QS. Al-Baqarah: 217, Syaikh al-Sa'di -sesudah menjelaskan sifat buruk kafir Qurays dan tujuan mereka dalam memerangi orang-orang beriman- menuturkan, "sifat ini berlaku umum bagi setiap orang kafir, mereka tidak hentihentinya memerangi golongan di luar mereka sehingga memurtadkan dari agama mereka. Khususnya, Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani yang telah mendirikan organisasi-organisasi, menyebar misionaris, menempatkan para dokter, mendirikan sekolahan-sekolahan untuk menarik umat kepada agama mereka, membuat berbagai propaganda untuk menanamkan keraguan dalam diri mereka akan kebenaran agama mereka (Islam)." Masih banyak ayat lain yang mengungkapkan kebencian dan permusuhan orang kafir terhadap Islam. Jika mereka mampu, pasti akan melakukan gerakan-gerakan untuk memurtadkan umat Islam atau memberhangus umat Islam sehingga punah dari muka bumi ini. Karenanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan umat Islam untuk selalu mempersiapkan kekuatan fisik dan persenjataan untuk menghadapi kedengkian dan permusuhan mereka. Allah Ta'ala berfirman,

ْ ‫ََ ِ ّ َ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ُ ْ م ْ ُ ّ ٍ َ ِ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ َ ُ ّ ّ َ َ ُ ّ ُ ْ ََ َ ِ َ ِ ْ ُ ِ ِ ْ َ َ َْ ُ َ ُ ُ ّ َ َْ ُه‬ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم ِن قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو ال وعدوكم وآخرين من دونهم ل تعلمونهم ال يعلم ُم‬ ُ ِ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya." (QS. Al Anfal: 60) Kandungan ayat ini sangat jelas, Allah memerintahkan kaum mukminin untuk mempersiapkan segala kekuatan yang mampu untuk diwujudkan, baik kekuatan akal, badan, persenjataan, dan semisalnya yang bisa digunakan untuk memerangi orangorang kafir yang senantiasa berusaha memerangi dan menghancurkan agama Islam dan pemeluknya. Tujuannya, agar niat orang kafir untuk memerangi dan membantai kaum muslimin tidak diwujudkan karena gentar dan takut melihat kekuatan kaum muslimin. Hal ini karena, jika umat Islam memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berperang akan membuat takut musuhmusuh dari kalangan kafirin dan munafikin dari melakukan penyerangan. Jika mereka melihat umat Islam lemah, tidak memiliki kekuatan, dan tidak berlatih perang sehingga terlihat tidak mampu menghalau dan melawan musuh, maka mereka akan bersemangat untuk memerangi umat Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:

ً َ ِ َ ً َْ َ ْ ُ ْ َ‫َ ْ َ ْ ُ ُ ِ ْ َ ُ ْ ََ ِْ َ َه ْ َ ّ ّ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُُ َ َ ْ َ ِْ َ ِ ُ ْ ََ ْ ِ َ ِ ُ ْ َ َ ِ ُ َ ع‬ ‫وليأخذوا حذرهم وأسلحت ُم ود الذين كفروا لو تغفلون عن أسلحتكم وأمتعتكم فيميلون َليكم ميلة واحدة‬

". . dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus." (QS. Al Nisa': 102) Kesimpulannya, bahwa kaum muslimin harus mulai mempersiapkan jihad dengan mulai berlatih fisik, mempersiapkan alatalat berperang, dan melakukan upaya-upaya untuk kesempurnaan jihad fi sabilillah. Hal itu karena jihad, menurut pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah akan tetap ada hingga akhir zaman. Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Salamah bin Nufail al Kindi berkata, "Saya duduk di sisi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tiba-tiba seorang laki-laki berkata, "Ya Rasulallah orang-orang sudah mengistirahatkan kuda perang dan menaruh senjata. Mereka berkata, 'tidak ada lagi jihad dan perang telah usai'." Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghadapkan wajahnya kepada laki-laki tadi dan bersabda: ‫كذبوا الن الن جاء القتال ول يزال من أمتي أمة يقاتلون على الحق ويزيغ ال لهم قلوب أقوام ويرزقهم منهم حتى تقوم الساعة وحتى يأت َ وعد ال والخيل معقود‬ ٌ ُ ْ َ ُ ْ َ ْ َ ّ ُ ْ َ ‫ْ َ ْ َ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ ِ ُ ّ ٌ ُ َ ُِ َ َ َ ْ َ ّ َ ُ ِ ُ ّ َ ُ ْ ُُ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ُ ُ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ َ ُ َ َ ّ َ ْ ِي‬ ِ ُ َُ َ ‫في نواصيها الخير إلى يوم القيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ِ ْ َ َِ ُ ْ َ ْ َ ِ َ َ ِ "Mereka berdusta, sekarang, sekarang, perang telah tiba. Akan senantiasa ada dari umatku, umat yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati-hati sebagian kaum manusia dan memberi rizki (ghanimah) umat tersebut dari kaum yang tersesat tadi sampai terjadinya kiamat dan sampai datangya janji Allah. Kebaikan senantiasa tertambat dalam ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat." Wallahu a'lam bil shawab [PurWD/voa-islam.com]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->