P. 1
Bahan Ajar XI Ips Sem 1

Bahan Ajar XI Ips Sem 1

|Views: 157|Likes:
Published by Choyrul Mukhamad

More info:

Published by: Choyrul Mukhamad on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

Sections

  • Masalah 1:
  • Masalah 3:
  • Masalah 4 :
  • Masalah 5 :
  • Masalah 6 :
  • Masalah 8:
  • Masalah 9 :
  • Masalah 10 :
  • Masalah 11:
  • Masalah 14:

Standar Kompetensi

Menggunakan aturan Statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan
berbagai cara serta memberi tafsiran; menyusun, dan menggunakan kaidah
pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan
peluang dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.
A. PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA.
Kompetensi Dasar : 1.1. Membaca,menyajikan, serta menafsirkan kecenderungan data da-
lam bentuk tabel dan diagram.
Pengalaman Belajar: 1.1.1. Menggali informasi tentang sajian data dalam bentuk diagram garis,
batang , diagram garis dan diagram lingkaran.
1.1.2. Menyajikan data dalam bentuk diagram .
Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan
matematika yang menyangkut statistika diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau
kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber
referensi maupun media interaktif.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
Pengantar materi:
Untuk menghindari kejenuhan membaca data berupa angka-angka, suatu kumpulan angka /
data, banyak kita jumpai disajikan dalam bentuk diagram. Hal ini diperlukan guna menarik
perhatian pembaca. Data merupakan keterangan–keterangan dari objek–objek yang diamati.
Makin lengkap data–data yang dikumpulkan biasanya makin baik dan makin memperkuat
kesimpulan dan ramalan yang di hasilkan.
Darri segi bentuknya, data dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan.
Misalnya, data tentang ukuran tinggi badan, data tentang upah buruh, dll.
2. Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk bilangan.
Misalnya data tentang pekerjaan orang tua murid, data tentang mutu barang, (apakah
kualitasnya tinggi, sedang atau rendah ).
A.1. PENGUMPULAN DATA.
Macam – macam cara pengumpulan data, antara lain:
1. Penelitian lapangan (pengamatan langsung ) atau observasi.
Pengumpulan data dilakukan langsung mengadakan penelitian ke lapangan atau
laboratorium terhadap suatu objek penelitian.
2. Wawancara (interview).
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada objek atau kepada
orang yang mengetahui persoalan objek.
3. Angket (kuesioner).
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar isian atau suatu daftar
pertanyaan yag telah disiapkan dan disusun oleh peneliti sedemikian rupa sehingga
nantinya di dapatkan jawaban atau isian yang dikehendaki.
4. Media cetak atau elektronika, dll.
A.2. PENYAJIAN DATA.
Data dapat disajikan dalam bentuk daftar (tabel) atau gambar. Gambar meliputi kartogram
(peta) dan diagram. Maksud dari penyajian data adalah untuk mempermudah membaca
data. Kegunaan diagram antara lain untuk memperjelas dan mempertegas penyajian data.

1. Diagram Lambang (piktogram) 1981
Piktogram lebih cocok untuk menyajikan data 1961
jika data tersebut menunjukkan jumlah (angka)
yang besar. Ukuran harus diperhatikan pada
piktogram. 126000 Kg 1008000 Kg
Penjualan Susu Perah
LKS-Mat.XI- 01
LKS-Mat.XI- 02
2. Diagram Lingkaran.
Diagram ini lebih cocok untuk menunjukkan perbandingan Suntik
dingan jika data tersebut terdiri atas beberapa kategori.
Dalam diagram lingkaran, lingkaran dibagi atas juring-ju- Pil
juring sesuai dengan data yang disajikan.
Luas masing-masing juring sebanding dengan sudut pu- IUD
sat lingkaran (atau panjang busurnya).
Prosentase KB
Mandiri 2004
3. Diagram Batang
Diagram batang dilengkapi dengan skala dan kata-kata yang jelas sehingga ukuran
ukuran data yang bersangkutan dapat dibaca dari diagram.
Jumlah produksi Susu Perbandingan Jumlah Banyaknya Mobil
Jumlah Kasus Remidi
2001 - 2004 Guru 2001-2003
50
50 A
50
40
40 B
40
25 30
20
20
C
01 02 03 04 SD SMP 10 20
30 40 01 02 03 04
2001 2003 Pribadi
belum tuntas
2002 Angkot
tuntas
diagram batang tunggal diagram batang berganda diagram batang
horizontal diagram batang bersusun

4. Diagram Garis. Produksi Telur 2001-2005
(Kg)
Diagram garis dipergunakan untuk menggambar- 50
kan perkembangan (pertumbuhan) suatu hal (kegi
atan) dari waktu ke waktu secara terus-menerus. 40
Melalui diagram garis ini kita sering melakukan
interpolasi dan ekstrapolasi. 30
Interpolasi adalah memperkirakan nilai diantara
dua nilai. 20
Eekstrapolasi adalah memperkirakan nilai yang
akan datang.

2001 2002 2003 2004 2005
: Ayam Buras :
Ayan Petelur
5. Tabel Distribusi Frekuensi.
Apabila terdapat data yang jumlahnya cukup ba- Interval Frekuensi
nyak maka akan lebih efektif dan simple jika pe- 41 – 50 6
nyajiannya dalam tabel distribusi frekuensi. 31 – 40 3
Data dikelompokkan dalam beberapa kelas/inter- 21 – 30 7
val di mana dalam satu interval memuat/mengan 11 – 20 4
dung beberapa data tunggal. 1 – 20 10

30
Agar mudah memperoleh keterangan dari data Ada beberapa cara menyatakan
sekumpulan data dalam Distribusi frekuensi, sbb:
a. Distribusi frekuensi tunggal
Berikut adalah nilai matematika pada Raport Semester 2 dari 40 siswa Kelas X:
4 5 6 7 8 6 7 6 8 8 9 7 5 6 6 7 6 7 6 5 7 5 6 6 7 5 5 6 7 7 5 7 7 8 8 7 8 4 9 6
Jika data itu akan di susun dalam daftar distri Nilai (X) Turus/Tally f
busi frekuensi tunggal, caranya: 4 II 2
1. Nilai diurutkan dari terendah s/d tertinggi. 5 IIII II .....
2. Data diitulis dalam kolom nilai yang biasa
6
...................
.
.....
nya dinyatakan dengan variabel x
7
...................
.
12
3. Dengan pertolongan turus (tally) dapat di -
8
...................
.
.....
tentukan frekuensi masing-masing nilai.
9
...................
.
.....

40
LKS-Mat.XI- 03
b. Distribusi frekuensi berkelompok.
Berikut ini adalah hasil evaluasi (tes) mata pelajaran matematika kelas XI dari 40
siswa tersebar sebagai berikut.
75 84 60 68 53 70 67 57 67 70 76 63 68 66 67 64 44 34 62
60
56 56 63 61 69 38 48 68 62 81 64 65 55 64 49 54 72 39 66
25
Daridata itu diperoleh ukuran paling rendah (minimal ) ..... dan ukuran paling tinggi
(maksimal) ........
Selisih ukuran tertinggi dengan ukuran terendah disebut Jangkauan (range,
rentang (J) = 84 – ...... = ........
Jika data akan di susun dalam tabel distribusi frekuensi, anda ikuti langkah sbb:
1). Semua ukuran harus termuat dalam kelas-kelas interval. Ukuran minimum
termuat dalam kelas-kelas interval terendah (tidak perlu menjadi batas bawah),
Ukuran maksimum termuat dalam kelas interval tertinggi (tidak perlu menjadi
batas atas).
2). Tentukan range / jangkauan (J) = nilai maksimum – nilai minimum.
3). Tentukan banyaknya kelas interval dengan rumus k = 1 +3,3 log n; n = banyak
ukuran (data) ,k = banyak kelas.
4). Tentukan lebar kelas dengan rumus i =
k
jangkauan
Data itu disusun dalam tabel sebagai berikut.:

Jangkauan = .........
Banyanya kelas interval : k = 1 + 3,3 log (.....)
= 1 + 3,3 (...........)
= 1 + ......... = 6,287 ≈ .......
Lebar kelas ( i ) = ........
6
........
· ·
k
jangkauan
Nilai (X) Turus (Tally) Nilai Tengah Frekuensi ( f )
24 – 32 I 28 1
33 – 41 ........................................... ....... .......
...... - 50 ........................................... ....... .......
51 - ..... ........................................... 55 6
..... - ..... ........................................... ....... .......
..... - ..... ........................................... ....... .......
..... - 86 II 82 .......

40

Dari kelas interval 1: 24 – 32 dapat diidentifikasi beberapa hal, sbb:
24 disebut batas bawah kelas , 32 disebut batas atas kelas.
24 – 0,5 = ...... disebut tepi bawah kelas.
32 + ...... = ...... disebut tepi atas kelas.
c. Menyusun Daftar Distribusi Frekuensi Kumulatif.
Jumlah frekuensi yang memiliki nilai kurang dari batas nyata (tepi atas) suatu
inteval tertentu disebut frekuensi kumulatif kurang dari (fk kurang dari).
Jumlah frekuensi yang memiliki nilai lebih dari batas bawah tepi (tepi bawah)
interval tertentu disebut frekuensi kumulatif lebih dari (fklebih dari).
Tabel frekuensi kumulatif :
Lihat tabel ”Hasil evaluasi matematika kelas I” pada sub bagian b:
Nilai (x) Frekuensi (f) Tepi atas (U) Tepi bawah (L)
24 – 32 1 32,5 ........
33 – 41 ....... ........ 32,5 1 ........
...... - 50 ....... ........ ........ 4 ........
51 - ..... 6 ........ ........ ....... 33
..... - ..... ....... 68,5 ........ ........ ........
..... - ..... ....... ........ ........ 32 ........
..... - 86 ....... ........ 77,5 ........ 2
∑ 40
........ ......
LKS-Mat.XI- 04
40 40



30 30
20 20
10 10
0 0
23,5 32,5 41,5 50,5 59,5 68,5 77,5 86,5 23,5 32,5 41,5
50,5 59,5 68,5 77,5 86,5
Frekuensi komulatif kurang dari Frekuensi
komulatif lebih dari
Kurva / grafik garis yang terjadi disebut dengan OGIVE
Jika dalam penelitian memerlukan frekuensi kumulatif dalam prosentase, maka fk
dibagi dengan f Σ kemudian dikalikan 100%. Frekuensi kumulatif seperti itu
dinamakan frekuensi kumulatif relatif.
Nilai
(x)
Frekuensi kumulatif Frekuensi kumulatif
relatif (%)
( ) ≤
k
f ( ) ≥
k
f ( ) ≤
k
f ( ) ≥
k
f
24 – 32 0 40 2,5 100
33 – 41 1 ........ ........ ........
...... - 50 4 ........ ........ 90
51 - ..... ....... 33 ........ ........
..... - ..... ........ ........ ........ ........
..... - ..... 32 ........ 80 67,5
..... - 86 ........ 2 ........ ........
........ ...... 100 0
d. Histogram dan Poligon frekuensi.
Suatu diagram yang menyajikan data yang disusun dalam kelas-kelas interval
(distribusi frekuensi) dalam bentuk batangan persegi panjang disebut Histogram.
Jika titik-titik tengah sisi atas persegi panjang pada histogram di hubungkan, maka
diperoleh sebuah poligon frekuensi. Agar poligonnya tertutup, maka sebelah kiri
dan kanan histogram ditambahkan dengan satu kelas interval lagi dengan
frekuensi nol.
20
15 Poligon frekuensi
10
5
0
28 37 46 55 64 73
82
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
Dalam sebuah tes Matematika Sub Pokok Bahasan Eksponen Logaritma Kelas X didapat:
60 49 90 73 51 72 61 73 58 59 70 70 61 81 62 85 63 63 74 46
60 75 40 73 91 63 88 64 85 41 99 50 55 72 95 71 42 72 96 42
1. Buatlah tabel distribusi frekuensi dengan batas bawah kelas adalah 38.
2. Susun dan lukis tabel frekuensi komulatif lebih dari dan kurang dari beserta ogive-nya!
3. Buat dan lukis Histogram serta Poligon frekuensinya !
LKS-Mat.XI- 05
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Nilai Frekuensi Pada Data nilai Matematika siswa di samping, Persentase
5 12 Siswa yang mendapat nilai 6 adalah ...........
6 6 a. 10 % d. 50%
7 8 b. 20 % e. 60%
8 10 c. 30 %
9 4
2. Nilai Frekuensi Pada Data nilai Matematika siswa di samping, Lebar kelas
2 – 5 4 Dan nilai tepi bawah kelas ke tiga berturut-turut adalah ....
6 – 9 3 a. 3 dan 9 c. 4 dan 9 e. 4 dan 10
10 – 13 7 b. 3 dan 9,5 d. 4 dan 9,5
14 – 17 8
3. Nilai Frekuensi Pada Data nilai Matematika siswa di samping, Nilai tepi
0 – 4 3 atas kelas ke dua dan titik tengah kelas ke tiga adalah ......
5 – 9 4 a. 4,5 dan 12 c. 4,5 dan 12,5 e. 14,5 dan 7
10 – 14 2 b. 9,5 dan 12 d. 9,5 dan 12,5
15 - 19 5
4. Data yang diperoleh dari hail mencacah disebut dengan data ..........................
a. diskrit b. kontinu c. kualitatif d. kuantitatif e. ukuran
5. Jika pada daftar distribusi frekuensi, frekuensi tiap kelas dinyatakan dalam persen ter-
hadap frekuensi keseluruhan, maka diperoleh .................
a. distribusi frekuensi persen d. distribusi frekuensi komulatif
b. distribusi frekuensi bagian e. distribusi frekuensi relative
c. Distribusi frekuensi parsial.
6. Data hasil ulangan matematika kelas X sebagai berikut:
Nilai 4 5 6 7 8 9
f 2 4 15 16 8 3
Banyaknya siswa yang memperoleh nilai kurang dari 7 adalah ..........
a. 2 b. 4 c. 6 d. 15 e. 21
7. Nilai f. komulatif Dari data di samping, banyaknya siswa yang memperoleh
5 4 Nilai 8 adalah
6 9 a. 6 c. 9 e. 18
7 12 b. 8 d. 12
8 18
9 20
8. Jika frekuensi total data di samping adalah 27, 10
Maka banyaknya siswa yang mendapat nilai 6
kurang dari 20,5 adalah ...................... p
a. 8 c. 13 e. 23
b. 11 d. 18 p
5
4
2
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Diketahui data: 14, 13, 18, 18, 17, 15, 20, 19, 11, 13, 18, 15, 17, 16, 17, 15, 20, 18, 14,
15, 16, 20, 18, 11, 13, 19, 18, 13, 15, 14, 11, 14, 15, 17, 19, 12, 18, 20, 16, 13.
Buatlah daftar distribusi frekuensi berkelompok dengan interval-interval 10 – 12, 13 – 15
dan seterusnya!
2. Diketahui data: 4, 5, 7, 7, 10, 11, 13, 13, 14, 15, 16, 16, 18, 18, 20, 20, 20, 22, 23, 24.
Dari data ini, buat distribusi frekuensi dan poligon frekuensinya dengan interval 1 – 6,
dan seterusnya !
LKS-Mat.XI- 06
B. PENGOLAHAN DATA.
Kompetensi Dasar : 1.2. Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penye-
baran data serta penafsirannya.
Pengalaman Belajar: 1.2.1. Menggali informasi dan kajian pustaka untuk menentukan ukuran
pemusatan data tunggal dan data kelompok.
1.2.2. Menggunakan rumus mean, median, dan modus untuk menyelesa-
kan soal simbolik dan verbal.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
B.1. UKURAN TENDENSI SENTRAL (UKURAN PEMUSATAN).
Ada tiga buah ukuran yang sangat penting yang dianggap mewakili kelompoknya. Ketiga
ukuran itu adalah mean, median, dan modus.
a. Rata-rata (Mean):
Mean atau nilai rata-rata hitung (
_
x
), yaitu Jumlah semua ukuran dibagi banyaknya
ukuran.
a.1. Mean data tunggal:

·
·
+ + + + +
· ·
n
i
n
n
x
n
x x x x x
x Mean
1
1 4 3 2 1
.........

Keterangan :

x
= Nilai rata-rata hitung (mean)
n = banyak nilai (ukuran) , xi = data ke- i
Masalah 1:
Tentukan mean dari : 11, 10, 12, 9, 8, 12, 9, 9, 7, 13
Penyelesaian:
......
......
......
....
.... ... 12 ... ... 9 ... ... ... 7
_
· ·
+ + + + + + + + +
· · x Mean
a.2. Mean data kelompok:
Pada tabel distribusi frekuensi berkelompok, kita hanya dapat mengetahui fre-
kuensi untuk masing-masing kelas interval. Kita menganggap bahwa frekuensi di
dalam setiap tersebar merata. Dengan demikian , perhitungan pada data
berkelompok tidak seteliti sebagaimana dengan data tunggal.
Masing-masing kelas interval diwakili oleh titik tengahnya.
Mean dari data berkelompok sama dengan data mean dari titik-titik tengah
interval kelas yang dapat dihitung seperti pada data tunggal, dengan aturan:
(1). Mean ( x ) =
( )
1
1 1
.
f
x f
Σ
Σ
Masalah 2:
Tentukan mean dari data kelompok yang Berat (Kg) f
Datanya terlihat pada tabel ! 50 – 52 5
53 – 55 17
56 - 58 14
59 – 61 10
62 - 64 4

50
Penyelesaian:
Tabel berat badan siswa
Berat (kg) Titik tengah
Interval (x
1
)
Frekuensi
(f)
f . x
1
50 – 52 51 5 .............
53 – 55 ............. 17 918
56 - 58 ............. 14 .............
59 – 61 ............. 10 .............
62 - 64 63 4 .............

50 2823
Mean ( x ) =
( )
.... ..........
......
. .......... .
1
1 1
· ·
Σ
Σ
f
x f
LKS-Mat.XI- 07
Hasil yang diperoleh dengan cara ini, mungkin masih mengandung kesalahan
karena bilangannya besar.
Untuk memperkecil kesalahan ditempuh cara dengan menggunakan rata-rata
sementara. Dari tabel ditentukan rata-ata sementara yaitu titik tengah interval,
misalnya Ms= 57.
Berat
(kg)
Titik
Tengah
(x
1
)
Frekuen
si (f)
Simpangan
d = x
i
- M
s
f . d
50 – 52 51 5 ............. -30
53 – 55 ............. 17 -3 .............
56 - 58
............. =
M
s
14 ............. .............
59 – 61 ............. 10 3 .............
62 - 64 63 4 ............. 24

50 ............
Mean ( x ) =
....... ,..... 0 ......
50
.......
.....
.
· − · + ·
Σ
Σ
+
f
d f
M
s
Untuk mempermudah kolom simpangan (d) dapat digant: ' d
i
M x
i
d
s
·

·
Akibatnya, Mean ( x ) = Ms +
.
' .
f
d f
Σ
Σ
i
Berat(x) Titik
(x1)
Frekuensi
i
M x
d
s

· ' f.d’
50 – 52 51 5 .......
53 – 55 ............. 17 ..... -17
56 - 58
.............
= M
s
14
.......
59 – 61 ............. 10 ..... .......
62 - 64 63 4 ..... .......

-9
Mean ( x ) = ....... + .......... ..... ...... ......
50
.......
· + · x
b. Modus (Mo) :
Modus adalah nilai atau ukuran yang paling sering terdapat (muncul).
b.1. Modus data tunggal:
Masalah 3:
Tentukan modus dari : 6, 8, 5, 6, 7, 11, 10, 12, 9, 8, 12, 9, 9, 7, 13
Penyelesaian:
Data diurutkan: 5, ...., 6, …, 7, ...., ...., 9, ..., 9, ...., 11, ...., ...., 13
Nampak bahwa Modusnya: ……
a.2. Modus data kelompok:
Untuk menentukan modus data berkelompok ada beberapa cara pendekatan,
antara lain:
1). Modus besar, yaitu nilai titik tengah kelas interval yang memiliki frekuensi
terbanyak. Kelas interval yang memilki frekuensi terbanyak disebut kelas
modus.
Pendekatan ini jarang digunakan sebab penyimpangannya terlalu besar.
2). Dengan menggunakan rumus yang diperoleh dari histogram.
LKS-Mat.XI- 08
Masalah 4 :
Perhatikan tabel distribusi frekuensi berikut.
Tabel berat badan 50 siswa
Berat(x)
(kg)
Titik tengah interval
(x1)
Frekuensi
(f)
50 – 52
53 – 55
56 – 58
59 – 61
62 – 64
51
54
57
60
63
5
17
14
10
4

50
a. Modus besar = ....... ( adalah titik tengah kelas modus [53 – 55] )
b. Menggunakan rumus.
Distribusinya dianggap merata, maka kita dapat menetapkan bahwa jarak
modus dari tepi bawah dan tepi atas kelas tersebut sebanding dengan selisih
frekuensi kelas modus dengan kelas yang mendahuluinya.
Rumus modus:
Modus (Mo) = Lo +
2 1
1
d d
d
+
. i
Lo = Tepi bawah kelas modus
i = Interval kelas = lebar kelas
d1 = Selisih fekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya.
d2 = Selisih fekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya.
Modus terletak pada kelas modus: 53 - .......
d1 = 17 - ......... , d2 = 17 - ...... , i = ..... , dan Lo = 52,5

Modus = Lo +
2 1
1
d d
d
+
. i = ........ + .(.....)
...... 12
......
+
= ........ + .......... = ...........
c. Median (Md) :
Median adalah nilai atau ukuran yang membagi ukuran–ukuran yang telah diurutkan
menurut besarnya menjadi dua bagian yang sama banyaknya.
Median adalah ukuran yang ditengah-tengah jika banyaknya data ganjil, atau rata–
rata kedua nilai tengah jika banyaknya data genap.
c.1. Median data tunggal:
Jika n ganjil, median :
) 1 (
2
1
+
·
n
x Md

Jika n genap, median:
2
1
2
1
2
1
+
+
·
n n
x x
Md

Masalah 5 :
Tentukan mean, median, dan modus dari : 11, 10, 12, 9, 8, 12, 9, 9, 7
Penyelesaian :
n = 9 (ganjil)
........
.......
.......
.......
7 .... .... .... 8 .... .... 10 ....
) .( · ·
+ + + + + + + +
· x Mean
Untuk mencari median, ukuran diurutkan: 7, 8, 9, 9, 9, 10, 11, 12, 12
Median :
........
......
.....) 9 (
2
1
· · ·
+
x x Md

Modus (Mo) = ...... (sebab frekuensinya paling banyak, yaitu tiga).
LKS-Mat.XI- 09
Masalah 6 :
Tentukan mean, median, dan modus dari data yangada pada tabel berikut.
x f.x
4
5
6
7
8
9
2
7
10
13
6
2
8
35
60
91
48
18


Penyelesaian :
Mean (
_
x
) =
.........
......
......
.......
....... .
· · ·
Σ
Σ
f
x f
Median :
2
1
2
1
2
1
+
+
·
n n
x x
Md

.......
...... ......
x x +
·
........
...... 7 +
· = …………
Modus (Mo) = ........ (karena frekuensinya paling besar, yaitu 13)
Catatan :
Suatu distribusi frekuensi mungkin tidak ada modusnya (bila mana distribusi
tidak mempunyai modus?)
Jika hanya ada satu modus dinamakan unimodal.
Jika ada dua modusnya dinamakan bimodal.
Jika mempunyai lebih dari dua modus dinamakan multimodal.
c.2. Median data kelompok:
Ada beberapa cara menentukan median dari data berkelompok antara lain:
1). Menggunakan ogive. 3). Mungunakan rumus.
2). Mengunakan histogram.
Masalah 7:
Berat (x)
(kg)
f
50 -52
53 – 55
56 – 58
59 – 61
62 - 64
5
17
14
10
4

50
Tentukan median-nya !
Penyelesaian:
Berat (x) (Kg) f
Tepi Atas
( U )
fk ≤
Tepi Bawah
( L )
fk ≥
50 – 52 5 52,5 5 .......... .......
53 – 55 17 .......... ....... .......... 45
56 – 58 14 .......... ....... 55,5 .......
59 – 61 10 61,5 ....... .......... 14
62 - 64 4 .......... 46 .......... .......

50
1). Menggunakan ogive.
Median adalah ukuran tengah. Kita tentukan
2
1
n pada sumbu frekuensi
kumulatif, yaitu ..........
LKS-Mat.XI- 10
Dari titik 25 ditarik garis mendatar 50
memotong ogive di titik A, kemudi- 45
an dari titik A ditarik tegak lurus
memotong sumbu ukuran berat
di M. 36
Dengan anggapan bahwa penye-
baran ukuran di 55,5-58,5 merata, 25 A
maka: 22
Median = 55,5 +
14
3
.(....... – ......)
= .............. 5
M

52,5 55,5 58,5
61,5 64,5
2). Menggunakan histogram.
Median adalah suatu ukuran (nilai) 17
yang membagi data menjadi dua
bagian yang sama frekuensinya. 14 D N C
Luas persegi panjang pada histo-
gram sebanding dengan frekuensi.
Jadi median dapat digambarkan 10
Suatu titik M pada sumbu menda-
tar (sumbu berat).
Garis MN membagi luas bidang 5
DCUL berbanding 3 :11, sehing- 4
ga luas bidang persegi panjang
seluruhnya menjadi dua bagian
yang sama luasnya. 0 L M U
Median mempunyai nilai: Md = 55,5 +


.(.....)
......
3
= ............
Keterangan :
L = Tepi bawah kelas, U = Tepi atas kelas dan M = median
3). Menggunakan rumus.
Dengan mengikuti langkah-langkah cara menentukan (mencari) median
menggunakan histogram, kita dapat menemukan rumus untuk mencari
median sebagai berikut.
Banyaknya ukuran (frekuensi) = n. Tentukan nilai
2
1
n untuk menentukan
kelas median, yaitu kelas terletaknya median.
fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median.
fm = Frekuensi kelas median.
L = Tepi bawah kelas median U = Tepi atas kelas median
Perhatikan gambar histogram pada gambar Histogram:
LM : LU = Luas LMND : Luas LUCD
⇔ LM : i =
m
k
m k
f
f n
LM f f n

· →
,
_

¸
¸

2
1
:
2
1
x i
Jadi: Median (Md) = L +
m
k
f
f n −
2
1
. I
Lihat tabel : ½ n = ....., i = 3 , fk = ...... , L = ........ dan f m = .........
Jadi, Median (Md) = ....... +
.......
....... 25 −
x ..... = 55,5 +....... = .........
LKS-Mat.XI- 11
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
Tentukan mean, modus dan median dari data di bawah ini!
1. a. 3, 4, 6, 7, 3, 3, 5, 6, 6, 6, 7 b. 7, 8, 3, 5, 7, 4, 6, 7, 3, 6, 3, 7, 8, 3
2. a. Ukuran Sepatu
Siswa Kelas X
Frekuensi
b. Upah Buruh
Ribuan (Rp)
Frekuensi
32 2 40 – 48 7
33 2 49 – 57 11
34 6 58 – 66 17
35 10 67 – 75 14
36 5 76 – 84 9
37 2 85 – 93 5
38 2 94 - 102 2
39 1

65

30
d. Kuartil (Q):
Suatu data dapat diurutkan dari yang terkecil s/d terbesar, sehingga Jika banyaknya
ukuran lebih dari atau sama dengan 4( ) 4 ≥ n , maka dapat ditentukan tiga ukuran yang
membagi kelompok data yang telah diurutkan menjadi empat kelompok data yang
sama banyaknya.
Ketiga ukuran (nilai) yang membagi kelompok data menjadi 4 bagian sama banyak
tersebut disebut kuartil, diberi lambang Q1, Q2 dan Q3.
Q1 = Kuartil bawah , Q1 membagi kelompok ukuran menjadi
4
1
bagian dengan
nilai
ukuran dari Q1 dan
4
3
bagian dengan nilai lebih dari Q1.
Q2 = Kuartil tengah [median (Md) ] , Q2 membagi kelompok ukuran menjadi
4
2

dengan
nilai kurang dari Q2 dan
4
2
bagian dengan nilai lebih dari Q2.
Q3 = Kuarti atas , Q3 membagi kelompok ukuran mejadi
4
3
bagian dengan nilai
kurang
dari Q3 dan
4
1
bagian dengan nilai lebih dari Q3.
Kuartil bukan ukuran yang ada hubungannya dengan niai rata-rata, melainkan hanya
sebagai ukuran lokal.
d.1. Kuartil data tunggal:
Ukuran-ukuran diurutkan menurut besarnya mulai dari yang terkecil.
Mula-mula ditentukan Q2 (median), kemudian tentukan Q1, yaitu nilai tengah dari
bagian I (kiri), kemudian tentukan Q3 , yaitu nilai tengah dari bagian II (kanan).
Q1 Q2 = Md Q3
Masalah 8:
Nilai raport seorang siswa kelas XI untuk 9 bidang mata pelajaran adalah
sebagai berikut : 8, 7, 7, 6, 5, 6, 8, 6, 7. Tentukanlah: Q1, Q2 , Q3. !
Penyelesaian :
Ukuran (data) diurutkan dahulu dengan n = 9.
5, ....., ......, ......, 7, ....., ......, 8, ......
Q1 Me = x5 = 7 Q3
Bagian I ( kiri dari Q2) ada 4 ukuran, maka Q1 = ........
.......
6 ......
2
3 2
·
+
·
+ x x

Bagian II (kanan dari Q2) ada 4 ukuran, maka Q3 =
........
2
...... ......
2
8 7
·
+
·
+x x

LKS-Mat.XI- 12
Masalah 9 :
Tabel berikut adalah tabel hasil ulangan 40 siswa di suatu sekolah.
Nilai frekuensi
4
5
6
7
8
9
1
6
19
9
4
1
40 · Σf
Tentukanlah nilai dari kuartil: Q1, Q2 = Md dan Q3 !
Penyelesaian :
Jumlah data (frekuensi) n = 40
Md= Q2 = .........
2
...... ......
.......
21 .......
·
+
·
+x x
Q1 = ..........
2
...... .......
.....
11 .......
·
+
·
+x x
Q3 = . ..........
.......
7 .......
.......
31 .......
·
+
·
+x x
d.1. Kuartil data Kelompok:
Seperti menetukan median (Q2) pada data berkelompok, menentukan kuartil
bawah (Q1) dan kuartil atas (Q3) -pun dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
1). Dengan ogive. 2). Dengan histogram. 3). Dengan rumus
Khusus untuk langkah menggunakan Ogive dan histogram tidak jauh berbeda
dengan langkah-langkah menentukan Median data kelomppok.
Dapat pula kita gunakan rumus untuk menentukan Kuartil bawah (Q1) dan kuiartil
atas (Q3) sebagai berikut:
Q1 = L1 +
1
1
4
1
q
k
f
f n −
. i dan Q3 = L3 +
3
3
4
3
q
k
f
f n −
. i

Dimana : L1 = tepi bawah kelas Q1 , L3 = tepi bawah kelas Q3
f
1
k
= frekuensi kelas sebelum kelas Q1
f
3
k
= frekuensi kelas sebelum kelas Q3
f
1
q
= frekuensi kelas yang memuat Q1
f
3
q
= frekuensi kelas yang memuat Q3
Masalah 10 :
Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Upah (Rp) f
Buruh pada suatu perusahaan. 40 – 48 7 fk1
Tentukan Nilai Kuartil bawah, dan atas ! 49 – 57 10 fq1
58 – 66 15
Penyelesaian : 67 – 75 12 fk3
Dari data didapat: Lebar kelas (i) = 9 76 – 84 9 fq3
Kelas Q1 : 49 – 57  L1 = ........ , fq1 = ....... 85 – 93 5
fk1 = ....... 94 - 102 2
Kelas Q3 : ..... – 84  L3 = ........ , fq3 = .......

60
fk3 = .......
Jadi:
Q1 = L1 +
1
1
4
1
q
k
f
f n −
. i = ....... + (.....)
......
......
....... (......)
.......
...... ......
+ ·

= ........ + ........ = ...........
LKS-Mat.XI- 13
Q3 = L3 +
3
3
4
3
q
k
f
f n −
. i = ....... +
(.....)
......
......
....... (......)
.......
...... ......
+ ·

= ......... + ......... = ...........
B.2. UKURAN PENYEBARAN (DISPERSI).
Pengertian ukuran penyebaran (dispersi).
Ukuran pemusatan (tendensisentral) seperti mean, mdian, dan modus merupakan ukuran
yang dapat dipakai sebagai wakil dari sekumpulan data (ukuran).
Tetapi, gambaran yang diberikan kadang-kadang tidak jelas dan kurang banyak
memberikan arti.
Oleh karena itu, perlu diberikan keterangan mengenai penyebaran ukuran itu sendiri yang
disebut ukuran penyebaran (dispersi).
Ukuran dispersi ada beberapa macam, diantaranya adalah :
a. Jangkauan atau range (J):
Jangkauan atau range merupakan ukuran penyebaran yang paling sederhana.
Range sekumpulan data dirumuskan sebagai selisih nilai tertinggi (nilai maksimum)
dan nilai terendah (nilai terendah) data tersebut.
a.1. Range dari data tunggal:
J = Xn – Xo
Masalah 11 :
Tentukanlah range dari nilai : 6, 8, 3, 3, 4, 4, 6, 6, 8, 8, 8, 7, 7, 9, 10
Penyelesaian:
J = ......... - ......... = .........
a.2. Range dari data kelomppok:
Range dari data berkelompok dapat ditentukan dengan 3 cara:
1). Range= selisih titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah.
2). Range= selisih tepi atas kelas tertinggi dengan tepi bawah kelas terendah.
3). Range= selisih batas atas kelas tertinggi dengan batas bawah kelas terendah
Masalah 12 :
Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Upah (Rp) f
Buruh pada suatu perusahaan. 40 – 48 7
Tentukan Nilai jangkauan atau range ! 49 – 57 10
58 – 66 15
Penyelesaian : 67 – 75 12
1. J = Xin – Xio = ........ - ......... = ........ 76 – 84 9
85 – 93 5
2. J = Ln – Lo = ......... - ......... = ........ 94 - 102 2

60
3. J = Bn – Bo = ......... - 40 = ........
b. Jangkauan semi–inter kuartil (simpangan kuartil) (Qd) :
Range dapat dugunakan sebagai ukuran penyebaran dari nilai data. Akan tetapi
range merupakan ukuran penyebaran yang kurang baik karena range hanya
ditentukan ekstrim saja.
Selain pengertian range diatas ada bentuk range yang laihn yang bisa di pakai
sebagai ukuran penyebaran, yaitu jangkauan semi–interkuartil.
Jangkauan interkuartil adalah selisih antara kuartil atas dengan kuartil bawah (Q3– Q1)
Hal ini menunjukkan bahwa 50% dari data terletak antara Q3 dan Q1.
Pada umumnya orang lebih suka menggunakan Jangkauan semi-interkuartil yang
dirumuskan dengan Qd =
2
1
(Q3 – Q1)
LKS-Mat.XI- 14
Masalah 13 :

Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Upah (Rp) f fk
Buruh pada suatu perusahaan. 1 – 10 7 7
Tentukan Nilai jangkauan atau range ! 11 – 20 9 16
21 – 30 12 28
Penyelesaian : 31 – 40 21 49
Q1 = ........ + (...... – 49) . (.....) / 39 = ....... + ........ 41 – 50 39 88 Q1
= .......... 51 – 60 44 132
Q3 = ........ + (...... – 49) . (.....) / 39 = ....... + ........ 61 - 70 29 161 Q3
= .......... 71 – 80 18 179
81 - 90 14 193
Jadi : Qd = ½ (......... - ........ ) = ........... 91 - 100 7 200

200
c. Simpangan rata-rata atau deviasi rata-rata (SR) :
Simpangan rata-rata adalah ukuran dispersi yang menyatakan penyebaran nilai-nilai
terhadap mean.
Dispersi suatu data akan kecil jika nilai-nilai tersebut terkonsentrasi pada rata-ratanya.
Sebaliknya, dispersi akan besar jika nilai-nilai (data) tersebar dari rata-ratanya.

c.1. Simpangan rata-rata untuk data tunggal:
Pada data: x1, x2 , x3 , x4 ,.................., xn memiliki rata-rata hitung (mean) = x ,
maka simpangannya dapat dinyatakan dengan:
(x1 - x ), (x2 - x ), (x3 - x ), (x4 - x ),........., (xn - x )
Jumlah harga mutlak untuk simpangan-simpangan itu adalah :
x x −
1 +
x x −
2 +
x x −
3 +
x x −
4 +...................+
x x
n

sehingga simpangan rata-rata seluruh data dapat dirumuskan sebagai :
SR =

·
n
i
n
1
1
x x −
1 atau SR =
n
x x
n
i

·

1
1
Jika suatu data : x1, x2, x3 , x4, .................., xk dengan masing-masing frekuensi
f1, f2, f3, f4, ............, fk disusun dalam bentuk distribusi frekuensi, maka simpangan
rata-rata dapat dirumuskan sebagai :
SR =

·
n
i
n
1
1
fi
x x −
1 atau SR =

·

k
i
i i
n
x x f
1
_
dengan n =
f Σ
Simpangan rata-rata dari suatu data adalah nilai rata-rata hitung dari harga
mutlak simpangan-simpangannya.
Masalah 14 :
tentukan simpangan rata –rata dari : 3, 4, 6, 8, 9.
Penyelesaian:
x = ........
........
....... ...... ...... ...... 3
·
+ + + +
SR =
..........
...... ...... ...... ...... 6 ....... ...... ...... ...... 3 − + − + − + − + −
= ........
.......
.......
.......
...... ...... 0 ...... ......
· ·
+ + + − −
LKS-Mat.XI- 15
c.2. Simpangan rata-rata untuk data kelompok:
Pada data berkelompok setiap kelas diwakili oleh titik-titik tengahnya.
Simpangan rata-rata pada data berkelompok adalah simpangan rata-rata titik-titik
tengah interval kelas terhadap mean dari data itu.
Masalah 15 :
Tentukan simpangan rata-rata dari data yang terdapat pada tabel berikut jika
diketahui rata-rata hitung tinggi siswa adalah x = 149,5.
Hasil pengukuran tinggi badan siswa kelas II.
No Nilai Titik tegah (xi)
x x −
5 , 149 − x
f.
x x −
1 130 - 134 132 17,5 17,5
2 135 - 139 .............. .............. 25
3 140 - 144 .............. 7,5 ..............
4 145 - 149 .............. .............. 15
5 150 - 154 .............. 2,5 ..............
6 155 - 150 157 .............. ..............
7 160 - 164 .............. .............. ..............
190

Penyelesaian:
n =
....... · Σf
,
........ . · − Σ x x f
, x = 149,5.
SR =
n
x x f − Σ.
= ..........
......
. ..........
·
d. Simpangan baku ( Deviasi standar ) ( S ):
Simpangan baku dari suatu data ialah akar dari jumlah kuadrat simpangan dibagi
dengan banyak data, atau akar dari nilai rata-rata deviasi standar. Jika data-nya : x1,
x2, x3, x4, ......, xn , maka simpangan bakunya dirumuskan sebagai :
S =
n
x x
n
i
i ∑
·

1
2
_
) (
atau S =
n
x x
i ∑

2
_
) (
Jika datanya terdiri atas sekelompok ukuran : x1, x2, x3, x4, ......xk, dan masing-masing
frekuensi f1, f2, f3, f4, ...... , fk, maka :
S =
n
x x f
n
i
i i ∑
·

1
2
_
) .(
atau S =
n
x x f
i ∑

2
_
) .(
,dengan
n =
f Σ
Masalah 16 : Lihat tabel berikut. Tabel ukuran jari tengah.
Panang (x)
Frekuensi
(f)
( ) x x
i

( ) 80 , 9 −
i
x
( ) x x
i

( ) 80 , 9 −
i
x
2
f. ( ) x x
i

2
f.
( ) 80 , 9 −
i
x
2
8,0 1 -1,8 ............ 3,24
8,5 6 ............ ............ ............
9,0 9 ............ ............
9,5 20 -0,3 0,09 1,8
10 27 ............ ............ ............
10,5 8 ............ ............ ............
11,0 7 ............ ............ ............
11,5 2 1,7 ............ 5,78

80
............
LKS-Mat.XI- 16
Penyelesaian:
S =
( )
n
x x f
2
− Σ
=
........
. ..........
= .... .......... = .............. = ..........
Penyederhanaan rumus simpangan baku:
S =
( )
n
x x
2
− Σ
, x =
n
x Σ
,
2 2
.x n x · Σ

( )
n
x x
S
− Σ
· ⇔
2
=
n
x x x x
2
2
. 2 Σ + Σ − Σ
=
n
x
x
n
x
n
x
2 2
. 2
Σ
+
Σ

Σ
=
n
x n
n
x
n
x
n
x
2 2
.
. 2 +
Σ Σ

Σ
S
2
=
2 2
2
2
2
,
_

¸
¸ Σ
+
,
_

¸
¸ Σ

Σ
n
x x
n
x
Maka, S =
2
2
.

,
_

¸
¸Σ

Σ
n
x
n
x

Jika frekuensi untuk masing –masing nilai dinyatakan dengan f1, f2, f3, f4, ......, fn
(bila data tunggal berbobot), maka:
S =
2
2
. .

,
_

¸
¸Σ

Σ
n
x f
n
x f
Untuk menghindari bilangan-bilngan besar, digunakan deviasi sementara (simpangan
sementara ) sehingga rumus simpangan menjadi
S =
2
2
. .

,
_

¸
¸Σ

Σ
n
d f
n
d f

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Hasil pengamatan suatu jenis barang C sebanyak 40 kotak tercatat dalam Kg yang
terdekat adalah sebagai berikut:
127, 146, 143, 119, 152, 146, 159, 147, 164, 137, 149, 139, 142, 159, 151, 139, 130, 135,
177, 145, `32, 156, 135, 144, 14\52, 167, 157, 162, 140, 134, 140, 145, 149, 166, 171,
156, 125, 176, 154, 146.
Tentukan : a. Range c. Buat kurva ogive-nya.
b. Tabel distribusi frekuensinya. d. Nilai dari Kuartil & Simpangan kuartil.
2. Diketahui data tunggal: 10, 9, 8, 10, 12, 15, 6, 10
Tentukan nilai dari:
a. Jangkauan c. Simpangan rata-rata
b. Simpangan kuartil d. Simpangan baku.
3. Dari tabel distribusi berkelompok berikut, tentukanlah:
Interval f

a. Jangkauan (Range). 80 – 84 2
b. Simpangan kuartil. 75 – 79 3
c. Simpangan rata-rata. 70 – 74 6
d. Simpangan baku. 65 – 69 11
60 – 64 12
55 – 59 4
50 – 54 3
45 – 49 2
40 – 44 1
35 – 39 2
30 – 34 1
25 - 29 1

48
LKS-Mat.X-2- 17
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Jika nilai rata-rata dari data : 3, 7, x, 12, 9, 2, -3, 7, 11, 10, y, 4, 6, 8, 5 , adalah
3
14
, maka
nilai
x + y = .....
a. 6 b. 4 c. 3 d. -4 e. -11
2. Rata-rata 15 bilangan adalah 26,8. Rata-rata bilangan yang pertama adalah 25, sedangkan
rata-rata enam bilangan kedua adalah 30. Bilangan yang kelima belas adalah............
a. 28 b. 26 c. 24 d. 22 e. 20
3. Modus dari data di samping ini Nilai 3 - 5 6 - 8 9 - 11 12 - 14
adalah .......... f 5 7 10 8
a. 71,25 b. 72,34 c. 72,79 d. 74,24 e. 79,41
4. Kuartil ke-3 dari data di sam - Nilai 30 -39 40 - 49 50 - 59 60 - 69 70 - 79
ping ini adalah .......... f 2 6 13 4 1
a. 58 b. 58,4 c. 59 d. 59,6 e. 69
5. Simpangan baku dari data: 5, 5, 5, 4, 4, 7, 6, 7, 8, 9. adalah ........................
a.
10
26
b.
9
26
c.
9
14
d.
8
14
e.
11
26

6. Simpangan baku dari data: 5, 10, 9, 5, 5, 10, 9, 15, 6, 10, 7, 10, 8, 10, 9, 7, 9, 10, 8, 15.
adalah ..................
a.2,35 b. 2,45 c. 2,56 d. 2,66 e. 2,76
7. Median dari data di samping ini Nilai 2- 5 6 - 9 10 - 13 14 - 17 18 - 21
adalah .......... f 3 5 9 4 3
a. 11 b. 11,2 c. 11,27 d. 11,28 e. 12,4
8. Modus dari data di samping ini Nilai 2 - 5 6 - 9 10 - 13 14 - 17
adalah .......... f 2 6 13 16
a. 10,51 b. 10,5 c. 9,6 d. 9 e. 8,5
9. Simpangan rata – rata dari data: 6, 7, 8, 3, 9, 5, 6, 4 adalah ........................
a. 3 b. 2 c. 1,5 d. 1 e. 0,5
10. Simpangan baku dari data: 10, 6, 6, 2, 4, 8 adalah..............................
a. 2 6 b. 2 2 c. 2 d. 2 e. 2
2
3
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Tentukan Nilai rata-rata data Nilai 0 - 2 3 - 5 6 – 8 9 - 11 12 - 14 15 – 17
di samping ! f 2 1 4 7 2 3
2. Tentukan: Nilai 6 -
10
11 -
15
16 –
20
21 -
25
26 -
30
31 –
35
36 –
40
a. Modus b. Median f 3 12 24 36 24 2 9

3. Tentukan Nilai dari: Nilai 5 - 9 10 -14 15-19 20-24 25-29 30-34
a. Simpangan rata-rata. f 1 5 4 7 19 14
b. Simpangan baku.
4. Seorang siswa mengambil 10 mata pelajaran dengan nilai rata-rata 6,5. Dua dari 10 mata
pelajaran itu tidak lulusdengan nilai 4 dan 5. Ke-dua mata pelajaran itu harus diulang
kembali, setelah diulang nilainya menjadi 6 dan 7. Tanpa mengikut-sertakan nilai yang tidak
lulus, berapa nilai rata-rata siswa tersebut setelah perbaikan ?
LKS-Mat.XI- 17B
MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR
Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara
pernyataan berikut):
Menyenangkan 1 2 3 4 5 Membosankan
Bermanfaat 1 2 3 4 5 Tidak Bermanfaat
Menarik 1 2 3 4 5 Tidak Menarik
Sangat perlu dipelajari 1 2 3 4 5 Tidak perlu dipelajari
Menantang 1 2 3 4 5 Tidak Menantang
Perlu disebar luaskan 1 2 3 4 5 Tidak Perlu disebar luaskan
Mempunyai korelasi dengan
masalah sehari-hari
1 2 3 4 5
Tidak Mempunyai korelasi
dengan masalah sehari-hari
Petunjuk Penilaian:
1. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat
siswa.
2. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik
minat siswa, sehingga perlu adanya perubahan metode, media, strategi pembelajaran, dll.
Standar Kompetensi
Menggunakan aturan Statistika dalam menyajikan dan meringka data dengan
berbagai cara serta memberi tafsiran; menyusun, dan menggunakan kaidah
pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan
peluang dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.
A. KAIDAH PENCACAHAN, PERMUTASI DAN KOMBINASI
Kompetensi Dasar : 1.3. Menyususn dan menggunakan aturan perkalian, permutasi, dan
kombinasi dalam pemecahan masalah.
A.1. KAIDAH PENCACAHAN (PRINSIP PERKALIAN).
Pengalaman Belajar:1.3.1. Menggali informasi tentang aturan pengisian tempat yg kosong
1.3.2. Mendiskusikan dan mendefinisikan pengertian faktorial.
Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa
permasalahan matematika yang menyangkut kaidah pencahahan, permutasi dan
kombinasi diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali
informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun
media interaktif.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
Pengantar materi:
Jika untuk terjadinya suatu peristiwa, memerlukan beberapa peristiwa secara berantai,
missalnya: Kejadian pertama dapat terjadi dengan n1 cara, kejadian ke-dua dapat terjadi
dengan n2 cara, kejadian ke-tiga dapat terjadi dengan n3 cara, dan seterusnya hingga
kejadian ke z dapat terjadi dengan np cara, maka keseluruhan kejadian berantai tersebut
dapat terjadi dalam ( n1 . n2 . n3 . ... . np ) cara.
Contoh 1 :
Dari enam (6) buah bilangan yaitu: 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, akan disusun menjadi bilangan
yang terdiri dari tiga angka.
Berapa banyak susunan yang dapat dibuat jika:
a. Boleh ada angka yang sama b. Tidak boleh ada angka yang sama.
Penyelesaian:
a. Perhatikan tiga susunan kotak, di samping: I II III
Kotak I : Tempat untuk angka yang mewakili ratusan.
Dapat dipilih salah satu angka dari 6 angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Kotak II : Tempat untuk angka yang mewakili ...................
Dapat dipilih salah satu angka dari ..... angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Kotak III: Tempat untuk angka yang mewakili ...................
Dapat dipilih salah satu angka dari .... angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Jadi, banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah: 6 x ..... x ...... = 216 bilangan.
b. Perhatikan tiga susunan kotak, di samping: I II III
Kotak I : Tempat untuk angka yang mewakili ratusan.
Dapat dipilih salah satu angka dari ..... angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Kotak II : Tempat untuk angka yang mewakili ...................
Dapat dipilih salah satu angka dari 5 angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Kotak III: Tempat untuk angka yang mewakili ...................
Dapat dipilih salah satu angka dari .... angka yang tersedia. (Ada ..... cara)
Jadi, banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah: ...... x ..... x ...... = 120 bilangan.
LKS-Mat.XI- 18
LKS-Mat.XI- 19
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna menyelesaikan dan memahami
permasalahan berikut ini:
Masalah 1:
Untuk membentuk pengurus baru suatu organisasi melalui pemilihan, tersedia 2 orang
calon ketua, 3 orang calon sekretaris, dan 2 orang calon bendahara.
Dalam berapa cara susunan pengurus itu dapat dipilih jika setiap calon hanya dapat dipilih
untuk jabatan yang sesuai ?
Penyelesaian:
Perhatikan tiga posisi pengurus, sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara
2 3 2
Memilih ketua dapat dilakukan dengan ....... cara.
Memilih sekretaris dapat dilakukan dengan ...... cara.
Memilih bendahara dapat dilakukan dengan ..... cara.
Jadi, susunan pengurus yang mungkin terbentuk ada: ....... x ........ x ........ = ........
FAKTORIAL:
Definisi: Hasil Perkalian semua bilangan Asli dari 1 sampai dengan n disebut n faktorial.
Dan dilambangkan dengan: n ! = 1 . 2 . 3 . 4 . ... (n -2) . (n -1) . n
n ! = n . (n -1) ! atau
n
n
n
·
− )! 1 (
!
1 ! = 0 ! = 1
Masalah 2:
Hitunglah, beberapa hubungan berikut ini :
a. 4! b. 2! + 4! – 3! c. 3! . 5! c.
! 5
! 9
d.
! 4 ! 3
! 7
Penyelesaian :

a. 4! = 1 x 2 x 3 x 4 = 24
b. 2! + 4! – 3! = (1 x 2) + ( 1 x .... x .... x 4 ) – ( .... x .... x .... )
= 2 + ...... - ...... = ...... - ......
c. 3! . 5! = ( 1 x .... x .... ) . ( 1 x .... x ...0. x .... x .... ) = ...... x ...... = ......
d. ....... 9 .... .... ....
5 .... .... .... 1
9 .... .... .... 5 .... .... .... 1
! 5
! 9
· · · x x x
x x x x
x x x x x x x x
e.
....... ..... 5
.... .... 1
.... .... 5
.
) 4 .... .... ....)(.... .... 1 (
.... .... 5 .... .... .... 1
! 4 !. 3
! 7
· · · · x
x x
x x
x x x x x
x x x x x x
A.2. PERMUTASI.
Pengantar materi:
Permutasi adalah suatu aturan menyusun semua atau sebagian anggota/elemen/unsur
suatu anggota himpunan dengan tetap memperhatikan urutan
(susunan)-nya. (Maksudnya: AB dengan BA berbeda).
A.2.1. Permutasi k unsur dari n unsur:
Permutasi yang dapat terjadi dari n unsur yang ada dan akan disusun dalam k
unsur, dilambangkan (dinotasikan) dengan: n P k atau P (n , k)
n P k =
)! (
!
k n
n

LKS-Mat.XI- 20
Sedangkan Permutasi n unsur dari n unsur yang ada, terdefinisi: n P n = n !
Diskusikan dengan kelompk belajar anda, masalah berikut ini !

Masalah 3:
Dari 5 orang siswa, akan dipilih 2 orang untuk menjadi Ketua Kelas dan Sekretaris.
Ada berapa pasangan (cara memilih) yang mungkin dapat dilakukan ?
Penyelesaian:
Karena pasangan yang terpilih dapat menempati posisi yang bergantian (dibolak-
balik berbeda maknanya) maka cara pemilihan tersebut merupakan pola
Permutasi 2 unsur dari 5 unsur yang tersedia, sehingga:
5 P 2 =
..... ..... .....
..... ..... .....
5 ..... ..... ..... .....
! 3
.....!
.....)! 5 (
.....!
· · · ·

x
x x
x x x x

Masalah 4:
Dari 10 orang siswa, akan dipilih untuk menjadi Pengurus Kelas yang terdiri dari
Ketua Kelas, Sekretaris dan Bendahara. Ada berapa pasangan (cara memilih)
yang mungkin dapat dilakukan ?
Penyelesaian:
Permutasi 3 unsur dari 10 unsur yang tersedia, sehingga:
10 P 3 =
..... ..... ..... .....
..... ..... ..... 4 ..... ..... .....
.... .... .... .... .... 5 ..... ..... ..... .....
.....!
.....!
.....)! 10 (
.....!
· · · ·

x x
x x x x x x
x x x x x x x x x

A.2.2. Permutasi n unsur yang mengandung k elemen yang sama:
Jika dari n unsur terdapat beberapa unsur yang sama, yaitu p unsur yang sama, q
unsur yang sama, r unsur yang sama dan seterusnya, maka Banyaknya Permutasi
yang tersusun, terdefinisi dalam :
n P p , q, r , ....... =
!......... !. !.
!
r q p
n
Masalah 5:
Dari susunan huruf pada kata “PALAPA“, ada berapa susunan huruf yang dapat
dibuat ?
Penyelesaian:
Dari kata PALAPA, dapat diidentifikasi bahwa huruf P ada 2, A ada 3 dan L ada 1,
jumlah huruf semuannya ada 6.
Sehingga Banyaknya susunan huruf yang mungkin terjadi dapat ditentukan
dengan pola Permutasi n unsur dengan beberapa elemen yang sama, sbb:
6 P 3,2,1 =
......
......
......
..... .....
..... ..... .....
1 .....). )(..... 3 ..... (.....
..... ..... ..... 3 ..... .....
!.....! 2 .....!.
......!
· · · ·
x
x x
x x x
x x x x x
A.2.3. Permutasi Siklis:
Permutasi siklis adalah Permutasi yang susun elemen-elemennya mengikuti
kaidah urutan melingkar, dan
Permutasi Siklis dari n unsur yang berbeda didefinisikan : P = (n – 1)!
Masalah 6:
Dalam suatu rapat yang akan dihadiri oleh 6 utusan menggunakan media
komunikasi tempat duduk mengelilingi sebuah meja. Ada berapa cara duduk yang
dapat terjadi ?
Penyelesaian:
Karena mereka harus duduk melingkar, maka Kemungkinan cara duduk
merekadapat ditentukan dengan Permutasi siklis dari 6 unsur berbeda:
P = (6 – 1) ! = ..... ! = .... x .... x .... x .... x 5 = ..........
LKS-Mat.XI- 21
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Dari himpunan A = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 } maka Tentukan banyaknya bilangan yang
dapat disusun terdiri dari 4 angka, jika dipersyaratkan:
a. Tidak boleh ada angka yang berulang.
b. Boleh ada angka yang berulang.
c. Bilangan yang dibentuk genap, tanpa pengulangan.
d. Bilangan yang dibentuk antara 2000 sampai 5000, tnpa pengulangan.
2. Berapa banyak bendera yang dapat dibuat dengan menggunakan 3 warna
yang berbeda dari 6 kain dengan warna yang berbeda, maing-masing dengan
ukuran yang sama ?
3. Tiga buah botol minuman merk A, B dan C, akan disusun berjajar. Tentukan
banyaknya susunan yang mungkin dapat terjadi !
4. Terdapat 5 buku matematika, 4 buku fisika dan 3 buku kimia akan disusun
dalam rak yang dapat memuat semua buku. Berapa susunan yang mungkin,
jika: a. Buku sejenis saling berdampingan.
b. Buku-buku fisika saja yang saling berdampingan.
5. Jika huruf-huruf pada kata-kata berikut ditukar tempatnya, ada berapa macam
susunan huruf berbeda yang mungkin terjadi?
a. BANDUNG b. MISSISIPPI
6. Dengan tanpa mengurangi angka pada bilangan ”3442124”, Tentukan:
a. Banyaknya bilangan yang dapat dibentuk.
b. Banyak bilangan yang dapat dibentuk jika angka 1 harus selalu di
belakang.
7. Ada 9 kursi yang berbeda akan disusun secara melingkar. Berapa macam poisi
tempat duduk yang mungkin tersusun?
8. 5 pria dan 4 wanita akan duduk secara melingkar. Berapa macam posisi duduk
mereka jika dua orang yang jenis kelaminnya sama tidak boleh duduk
berdekatan ?
9. Sekumpulan siswa terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan:
a. Berapa macam formasi duduk berjajar yang mungkin terjadi jika
perempuan harus berdekatan ?
b. Berapa macam formasi duduk melingkar yang mungkin terjadi jika laki-
laki harus berdekatan ?
10. Tentukan banyaknya bilangan genap yang terdiri dari 3 angka berbeda yang
dapat disusun dari angka 1, 2, 3, 4, dan 5 ?
A.3. KOMBINASI.
Pengantar materi:
Kombinasi adalah suatu aturan menyusun semua atau sebagian anggota/elemen/unsur
suatu anggota himpunan dengan tanpa memperhatikan urutan
(susunan)-nya. (Maksudnya: AB dengan BA sama saja).
Kombinas k unsur dari n unsur:
Kombinasi yang dapat terjadi dari n unsur yang ada dan akan disusun dalam k unsur,
dilambangkan (dinotasikan) dengan: n C k atau C (n , k)
n C k =
! ! )!. (
!
k
P
k k n
n
k n
·

Masalah 7:
Dalam suatu kelompok yang terdiri dari 10 siswa akan dipilih untuk menjadi tim inti Bola
Volley :
a. Ada berapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih tim tersebut?
b. Berapa cara dapat dilakukan pemilihan jika dua orang siswa harus selalu dipilih?
LKS-Mat.XI- 22
Penyelesaian:
a. Karena yang dipilih obyek hidup yang tidak memandang tempat/posisi maka
Banyaknya cara pemilihan dapat ditentukan dengan kaidah Kombinasi, sebagai
berikut:
C (10, 6) = 10 C 6 =
.....
......
......
4 ..... ..... .....
..... ..... ..... 7
......! .....!
.....!
.....! )! 6 (.....
! 10
· · · ·
− x x x
x x x
x x
b. Karena yang dua sudah pasti dipilih, maka tinggal memilih 4 orang dari 8 orang yang
tersedia, sehingga berlaku:
C (8, 4) = 8 C 4 =
.....
......
......
4 ..... ..... .....
..... ..... ..... 5
......! .....!
.....!
.....! )! 4 (.....
! 8
· · · ·
− x x x
x x x
x x
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Diketahui A = {a, b, c, d, e} . tentukan banyaknya himpunan bagian dari A yang terdiri
dari 3 elemen ?
2. Dalam suatu tes, seorang siswa diwajibkan mengerjakan 4 soal dari 8 soal yang
disediakan:
a. Tentukan banyaknya jenis cara memilih soal yang mungkin untuk dikerjakan.
b. Tentukan banyaknya jenis piliughan soal yang mungkin dikerjakan jika soal
nomor 7 dan 8 wajib dipilih?
3. Dalam suatu acara jamuan makan malam dihadiri 40 orang, dalam acara ada kegiatan
sling bersalaman. Berapa banyak slaman yang terjadi (dilakukan) seluruhnya ?
4. Berapa banyak team sepak bola dapat dibentuk oleh seorang pelatih dari 15 orang
pemain handal yang tersedia ?
5. Dalam suatu pentas kesenian terdapat 2 macam kreai tari yang masing-masing
memerlukan 3 penari dan 4 penari.
Berapa cara penyusunan formasi penari yang dapat dibentuk dari 10 penari yang ada,
jika tidak ada satu penaripun yang merangkap dua jenis tarian tersebvut ?
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Jika akan dibentuk bilangan dengan 3 angka dari angka 2, 3, 7, dan 8 maka banyaknya
bilangan yang dapat dibentuk adalah ............
a. 6 b. 13 c. 24 d. 36 e. 42
2. A = B

C = D. Gambar di samping menunjukkan jalur perjalanan dari kota A ke kota D,
maka banyaknya jalur perjalanan dari kota A menuju kota D kembali ke A lagi adalah .....
jalur
a. 144 b. 112 c. 96 d. 12 e. 7
3. Banyaknya bilangan yang dapat dibentuk antara 100 s/d 500 dari angka 3, 4, 6, 8 dan
tidak boleh ada angka yang sama adalah ...........
a. 4 b. 12 c. 24 d. 32 e. 64
4. Banyak permutasi dari ”SIKLIS” adalah ........
a. 180 b. 120 c. 84 d. 62 e. 48
5. Lima buiah buku masing-masing buku KIMIA, MATEMATIKA, BIOLOGI, FISIKA dan
BAHASA akan disusun pada satu tumpukan. Banyaknya cara untuk menyusun buku-buku
tersebut adalah ...........
a. 120 b. 115 c. 100 d. 90 e. 85
6. Dalam sebuah rapat pengurus kelas yang diikuti oleh 6 orang, Banyaknya cara mereka
duduk melingkar bila Ketua dan sekretaris harus selalu berdampingan adalah ........
a. 48 b. 96 c. 120 d. 240 e. 720
7. Tujuh botol disusun dalam posisi melingkar. Dari botol-botol tersebut terdapat 2 botol A
dan 3 botol B. Banyaknya cara menyusun botol tersebut jika botol A tidak boleh saling
berdekatan adalah ………
a. 120 b. 243 c. 12 d. 6 e. 4
LKS-Mat.XI- 23
8. Dari 10 siswa akan dipilih 3 siswa untuk mengikuti lomba. Banyaknya cara memilih yang
dapat dilakukan adalah .......
a. 164 b.120 c. 84 d. 30 e. 7
9. Ada 6 cat dengan warna berbeda. Dua buah cat dapat dicampur untuk menghasilkan
warna yang baru. Banyaknya warna baru yang dapat terbentuk adalah ..........
a. 12 b. 15 c. 22 d. 30 e. 35
10. Dari 14 orang pelamar terdiri 8 pria dan 6 wanita, akan dipilih 6 orang terdiri dari 4 pria
dan 2 wanita. Banyaknya cara melakukan pemilihan yang mungkin terjadi adalah .......
a. 584 b. 625 c. 975 d. 1.050 e. 1.125

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Terdapat 5 celana, 4 kaos, dan 2 topi.
Jika Budi akan mengenakan 1 celana, 1 kaos dan 1 topi bersama-sama, maka Tentukan
banyaknya cara memilih pasangan yang mungkin untuk dipakai Budi!
2. Terdapat 4 botol A dan 5 botol B, akan disusun secara berjajar, maka Tentukan:
a. Banyaknya susunan berbeda yang mungkin terjadi!
b. Banyaknya susunan berbeda jika botol B harus berdekatan !
3. Dari 5 siswa putra dan 4 siswa putri akan dipilih 3 orang. Berapa banyaknya pilihan
berbeda yang mungkin jika 3 orang tersebut banyaknya siswa putraharus lebih besar
daripada siswa putri?
B. TEORI PELUANG.
Kompetensi Dasar : 1.4. Merumuskan dan menentukan peluang kejadian dari berbagai
situasi serta tafsirannya.
Pengalaman Belajar : 1.4.1. Menggali informasi tentang kejadian sederhana, & ruang sampel
1.4.2. Mendiskusikan dan menentukan peluang suatu kejadian dari ber-
bagai situasi.
1.4.3. Mendiskusikan cara menentukan kisaran peluang.
1.4.4. Mendiskusikan/menentukan peluang komplemen suatu kejadian.
Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan
matematika yang menyangkut Teori Peluang suatu kejadian diharapkan peserta didik secara
mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari
beberapa sumber referensi maupun media interaktif.
B.1. TEORI PELUANG.
Pengantar materi:
Bila terjadi suatu kejadian tentunya dapat dimungkinkan ada kejadian lain yang memiliki
keterkaitan dengan kejadian sebelumnya, missal: Kejadian mati pasti ada kejadian lain
yaitu hidup. Hal ini akan selalu ada dalam suatu sistem kehidupan. Untuk itu agar
pemahaman terhadap Peluang suatu kejadian menjadi lebi baik, perlu dipahami beberapa
hal sebagai berikut:
a. Ruang Sampel.
Dalam suatu kejadian atau perlakuan/percobaan dimungkinkan muncul atau terjadi
banyak (n) kejadian yang mungkin terjadi.
Himpunan yang anggotanya merupakan hasil/kejadian yang mungkin dari suatu
percobaan/perlakuan dikenal dengan Ruang Sampel (S).
Missal:
a.1. Dalam suatu kegiatan melempar sebuah dadu sebanyak 1X.
Maka mata dadu yang mungkin muncul/keluar adalah: mata 1, 2, 3, 4, 5, & 6
Jadi banyaknya anggota ruang sampel [n(S)] adalah 6 dan S ={1, 2, 3, 4, 5, 6}
a.2. Pada pelemparan 2 buah mata uang logam sebanyak 1X. {A: Angka, G: Gambar}
Maka pasangan mata uang logam yang mungkin muncul adalah:
A G
A (A, A) (A, ….) S = { (A, ….) ; (…., …..) ; (….., A) ; (….., G) }

G (…., A) (G, ….) n(S) = ……..
LKS-Mat.XI- 24
b. Kejadian.
Suatu peristiwa yang merupakan himpunan bagian dari himpunan Ruang Sampel
(atau peristiwa yang dikehendaki terjadi dari beberapa peristiwa lainnya).
Missal:
Dalam pelemparan sebuah dadu sebanyak 1 X, maka:
A adalah Kejadian muncul mata dadu 4, sehingga:
A = { 4 }  n(A) = ……
B adalah Kejadian muncul mata dadu bilangan Prima, sehingga:
B = {2, …, ….}  n(B) =........
c. Peluang suatu kejadian.
Peluang suatu kejadian dapat diartikan Nilai yang menyatakan tafsiran kemungkinan
kejadian itu dapat terjadi.
Peluang suatu kejadian A didefinisikan : P(A) =
) (
) (
S n
A n
Di mana: P(A) = Peluang terjadinya kejadian A.
n(A) = Banyaknya kejadian A terjadi.
n(S) = Banyaknya anggota ruang sampel.
Perlu diperhatikan bahwa rentang atau kisaran nilai peluang [ P(A) ] terletak pada
interval: 0 ≤ P(A) ≤ 1 , Dengan ketentuan bahwa:
1. Jika P(A) = 0, maka kejadian A tidak mungkin terjadi (Mustahil).
2. Jika P(A) = 1, maka kejadian A merupakan kejadian Pasti terjadi.
Diskusikan masalah berikut ini dengan kelompok belajar anda!
Masalah 8:
Pada peristiwa pelemparan sebuah dadu sebanyak 1 kali. Tentukan Peluang muncul:
a. Mata dadu bilangan ganjil.
b. Mata dadu yang nilainya kurang dari 5.
Penyelesaian:
Dadu dilempar 1X, maka n(S) = 6 dan:
a. A = muncul mata dadu bilangan ganjil  A = {1, 3, 5} sehingga n(A) = 3
P(A) =
.......
.......
.......
.......
) (
) (
· ·
S n
A n
b. B = muncul mata dadu kurang dari 5  B = {1, 2, 3, 4} sehingga n(B) = 4
P(B) =
.......
.......
.......
.......
) (
) (
· ·
S n
B n
Masalah 9:
Dari seperangkat kartu Bridge (Remi) akan diambil sebuah kartu secara acak.
Tentukan Peluang terambil kartu:
a. As b. Hati
Penyelesaian:
Kartu bridge pada hakekatnya terdiri dari 4 jenis kartu, yaitu: Hati, Wajik, Kriting, dan
Gunung, Masing-masing seri terdiri dari 1 As, 1 King, 1 Queen, 1 jack dan 9 kartu
biasa sehingga jumlah setiap seri 13 kartu.
Jadi dalam satu set kartu Bridge terdapat 4 x 13 kartu = 52  n(S) = .........
a. n(As) = ……  P(As) =
.......
.......
.......
.......
) (
) (
· ·
S n
As n
b. n(Hati) = .......  P(Hati) =
.......
.......
.......
.......
) (
) (
· ·
S n
Hati n
LKS-Mat.XI- 25
Apabila dalam suatu peristiwa A terdapat n objek pertama dan m objek ke-dua,
kemudian diambil k objek secara acak, maka Peluang terambilnya n1 objek pertama
dan m1 objek ke-dua didefinisikan dalam :
P(A) =
k m n
m m n n
C
C C
) (
1 1
.
+
, k = n1 + m1
Masalah 9:
Dalam sebuah kotak terdapat 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih. Jika diambil 3
kelereng sekaligus, maka Peluang terambil 2 kelereng merah , 1 kelereng putih
adalah…….
Penyelesaian:
Missal : n = 5 , m = 3 dan n1 = 2 , m1 = 1
Maka P(2,1) =
3 8
1 3 2 5
.
C
C C
=
.......
.......
.......
.......
......
..... .....
· ·
x
d. Peluang komplemen suatu kejadian.
Peluang komplemen suatu kejadian merupakan peluang dari suatu kejadian yang
menjadi lawan atau kebalikan dari suatu kejadian yang ada.
Missal: A = muncul mata dadu bilangan genap, maka:
A
c
(A komplemen) adalah kejadian bukan A
Dengan mendasarkan diri pada kisaran nilai peluang maka dapat ditarik hubungan,
sebagai berikut: P(A
c
) = 1 – P(A)
Masalah 10:
Dua mata uang logam dilempar satu kali, Peluang muncul :
a. minimal satu gambar b. tidak ada gambar yang muncul.
Penyelesaian:
Dari 2 mata uang logam dilempar satu kali: n(S) = 4
a. A = minimal muncul satu gambar  n(A) = 3 sehingga P(A) =
......
......
b. Tidak ada gambar yang muncul berarti Bukan A = A
c
P(A
c
) = 1 – P(A) = 1 -
......
......
=
......
......
e. Frekuensi Harapan suatu kejadian.
Dalam suatu percobaan atau perlakuan yang sama dilakukan berkali-kali (n kali),
maka Frekuensi harapan untuk terjadinya suatu kejadian A, didefiniskan sebagai Nilai
peluang kejadian A dikalikan n kali percobaannya, atau:
Fh (A) = n . P(A)
Masalah 11:
Sebuah dadu dilempar sebanyak 300 kali, tentukan Frekuensi harapan muncul mata
dadu 4 ?
Penyelesaian:
n(S) = ....... , n = 300 dan P(4) =
......
......
maka Fh(4) = ........ x
......
......
= .........
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Sebuah kartu diambil dari seperangkat kartu Bridge. Tentukan peluang:
a. terambil kartu King. b. terambil kartu hitam c. terambil kartu As merah
2. Dua buah dadu dilempar satu kali. Tentukan peluang muncul mata dadu:
a. jumlahnya kurang dari 10. b. Jumlahnya sembilan.
3. Sebuah kantong berisi 7 bola merah dan 3 bola putih. Dari kantong akan diambil satu
bola secara acak tanpa pengembalian dan diambil satu bola lagi. Tentukan peluang
bahwa bola yang diambil pada pengambilan ke-dua merah, jika:
a. bola yang terambil pertama merah.
b. bola yang terambil pertama putih.
LKS-Mat.XI- 26
4. Peluang seorang anak terjangkit malaria adalah 0,01. Tentukan banyaknya anak yang
diperkirakan terjangkit malaria di antara 100.000 anak, dan tentukan pula peluang
anak yang tidak mungkin terjangkit malaria !
5. Dua buah dadu dilempar 150 kali. Berapakah Frekuensi harapan munculnya:
a. Mata dadu berjumlah 10. b. mata dadu kembar.
6. Sebuah kotak berisi 4 bola hijau, 3 bola putih. Jika diambil 2 bola sekaligus, tentukan
peluang bola terambil:
a. ke-duanya hijau b. ke-duanya putih c. satu hijau dan satu putih.
7. Tiga mata uang logam dilempar 120 kali. Tentukan frekuensi harapan muncul 2 angka
dan 1 gambar?
8. Sebuah dadu dan sebuah mata uang logam dilempar bersama-sama. Tentukan:
a. Ruang sampel b. P(2, Angka) c. P(Genap, Gambar)
B.2. PELUANG KEJADIAN MAJEMUK.
Peluang kejadian majemuk merupakan Peluang serentetan kejadian yang berbeda akan
tetapi diminta terjadi dalam waktu yang bersamaan.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
a. Peluang Gabungan Dua Kejadian
Misal A dan B adalah dua kejadian sebarang yang terdapat dalam suang contoh S,
Maka , peluang kejadian A ∪ B sama dengan :
P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B)
Masalah 12 :
Dua buah dadu bersisi enam dilemparkan bersama-sama sekali. Berapa peluang
kejadian munculnya bilangan ≤ 3 untuk dadu pertama atau bilangan ≤ 2 untuk dadu
kedua.
Penyelesaian :
n(S) = 36
Dadu pertama ; A = {(…, …),(…, …), (…, …), (…, …), (…, …), (…, …),(…, …),(…, …),
(…, …),(…, …), (…, …), (…, …),(…, …), (…, …), (…, …)(…, …), (…, …), (…, …)}
n(A) = ……………. P(A) =
......
......
Dadu kedua ; B = {(…, …),(…, …),(…, …),(…, …),(…, …),(…, …),(…, …),(…, …),
(…, …), (…, …),(…, …), (…, …)}
n(B) = ………… P(B) =
......
......
A ∩ B = ………….. n(A ∩ B) =
......
......
Jadi P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B)
=
......
......
......
......
......
......
− +
=
......
......
b. Kejadian saling Lepas / Asing.
Pengantar materi:
Kejadian A dan B disebut saling lepas (saling asing) jika A dan B tidak dapat terjadi
bersama-sama. Dengan kata lain, dua kejadian A dan B saling lepas jika A dan B
tidak mempunyai titik sampel persekutuan, sehingga A ∩ B =
φ
maka P(A∩ B) = 0
Jika A dan B dua kejadian yang saling lepas maka: P(A U B) = P(A) + P(B)
Masalah 12:
Pada percobaan melemparkan dua buah dadu. Tentukan peluang muncul mata dadu
berjumlah 6 atau berjumlah 10.
LKS-Mat.XI- 27
Penyelesaian:
n(S) = 36 n(+6) = ....... , yaitu: (1, ....) ; ( ...., 4) ; (3, .....) ; (....., 2) ; (....., 1)
n(+10) = ....... , yaitu: (4, .....) ; (...., 5) ; (....., 4)
maka P(+6 U +10) = P(+6) + P(+10) =
......
......
......
......
......
......
· +
c. Kejadian saling Bebas.
Pengantar materi:
Menurut pengertian sehari-hari, dua kejadian dikatakan saling bebas jika terjadinya
(atau tidak terjadinya) kejadian yang satu tidak mempengaruhi terjadinya (atau tidak
terjadinya) kejadian yang lain.
Jika A dan B dua kejadian yang salaing bebas maka : P(A∩ B) = P(A) . P(B)
Masalah 13:
Pada percobaan melemparkan sekeping uang logam sebanyak 3 kali.
A adalah kejadian muncul gambar (G) pada lemparan pertama.
B adalah kejadian muncul gambar (G) pada lemparan ke-dua.
C adalah kejadian muncul 2 gambar (G) berturut-turut.
Tentukan peluang dari: a. P(A ∩ B) b. P(A ∩ C)
Penyelesaian:
S = {(A, A, A) ;(A, A, G) ;( A, G, A) ;(G, A, A) ;(A, G, G) ;(G, A, G) ;(G, G, A) ;(G, G, G)}
n(S) = ……
A = { (G, A, A) ;(G, A, G) ;(G, G, A) ;(G, G, G)}  n(A) = …... maka P(A) =
.....
.....

B = { (G, G, A) ;(G, G, G) ;(A, G, G) ;( A, G, A)}  n(B) = …… maka P(B) =
.....
.....
C = { (G, G, A) ; (A, G, G) }  n(C) = …… maka P(C) =
.....
.....
A ∩ B = { (G, G, G) ; (G, G, A) }  n(A ∩ B) = ……..
A ∩ C = { (G, G, A) }  n(A ∩ C) = ……..
B ∩ C = { (G, G, A) ; (A, G, G) }  n(B ∩ C) = ……..
a. P(A ∩ B) =
4
......
......
......
· = P(A) . P(B)  A dan B saling bebas.
b. P(A ∩ C) =
8
......
......
......
· = P(A) . P(C)  A dan C saling bebas.
c. Kejadian Bersyarat (Kondisional).
Pengantar materi:
Peluang seorang siswa yang dipilih secara acak dari seluruh peserta ujian akhir SMA
mendapat nilai 6 untuk Matematika (Lulus) berbeda dengan peluang seorang siswa
dipilih secara acak dari seluruh peserta ujian akhir yang mendapat nilai matematika 6.
Dalam kasus ini, kita berbicara tentang peluang kejadian bersyarat, yaitu Peluang
bahwa seorang peserta ujian mendapat nilai 6 untuk matematika jika diketahui
(dengan syarat) peserta tersebut lulus ujian akhir SMA.
Peluang kejadian bersyarat didefinisikan:
Jika A dan B kejadian dalam ruang sampel S dengan P(B) ≠ 0, maka Peluang
bersyarat kejadian A dengan syarat B, dinyatakan:
P(A/B) =
) (
) (
B P
B A P ∩
LKS-Mat.XI- 28
Masalah 14:
Pada percobaan melempar dadu (merah dan putih) satu kali. Jika ditentukan jumlah
mata dadu sebanyak-banyaknya 5 atau diberi notasi m + p ≤ 5, Tentukan peluang
bahwa mata dadu merah menunjukan 2 atau m = 2.
Penyelesaian:
B = kejadian m + p ≤ 5 = {(1,1);(1,2);(1,3);(1,4);(2,1);(2,3);(3,1);(3,2);(4,1)}
n(B) = ...... maka P(B) =
......
......
A = kejadian m = 2 = {(2,1);(2,2);(2,3);(2,4);(2,5);(2,6)}  n(A) = ..... maka P(A) =
......
......
A ∩ B = { (2,1) ; (2, 2) ; (2, 3) }  n(A ∩ B) = ……. Maka P(A ∩ B) =
......
......
Jadi : P(A/B) =
.....
.....
.....
.....
=
......
......
......
......
......
......
· x
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Sebuah kartu akan diambil dari seperangkat kartu Bridge. Berapakah peluang
terambil satu kartu merah atau satu kartu king?
2. Sebuah dadu dan sekeping uang logam dilempar bersama-sama satu kali.
Berapa peluang muncul mata dadu 3 atau 6 dan muncul gambar pada mata uang ?
3. Budi dan Adi masing-maing duduk di kelas X SMA dan Kelas XI SMA. Peluang
Budi naik kela adalah 0,7 dan Peluang Adi naik kelas 0,9. Tentukan Peluang:
a. Budi naik dan Adi naik. c. Salah satu yang naik.
b. Budi naik dan adai tinggal kelas.
4. Dua buah dadau dilempar bersama. Tentukan peluang muncul mata dadu:
a. berjumlah 5 atau berjumlah 10. b. berjumlah genap atau kembar.
5. Dalam sebuah keranjang terdapat 20 jeruk, 6 diantaranya asam rasanya. 3
orang bersama-sama makan jeruk tersebut, masing-masing sebanyak 2 buah. Berapa
peluang ke-enam jeruk tersebut tidak termakan oleh ke-tiga orang tersebut ?
6. Pada suatu tes yang berbentuk jawaban benar atau salah tersedia 10 soal.
Jika seorang menjawab secara acak, Berapa peluang mendapatkan nilai benar 8 butir
atau lebih ?
7. Dua orang mengunjungi supermaket yang sama, sekali dalam minggu yang
sama. Masing-masingmempunyai besar kemungkinan yang sama untuk berkunjung ke
tempat itu pada hari apa saja. Berapa peluang mereka mengunjungi tempat itu:
a. pada hari yang sama b. pada hari yang berurutan.
8. Pada satu set kartu Bridge diambil secara acak 3 kartu sebanyak dua kali
berturut-turut dengan pengembalian. Berapa peluang pada pengambilan pertama
terambil 3 King dan pada pengambilan ke-dua terambil 3 Queen ?
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Sebuah dadu dilempar satu kali, maka peluang muncul mata dadu 3 atau lebih adalah ..
a.
6
1
b.
3
1
c.
2
1
d.
3
2
e.
6
5
2. Dua buah dadu dilempar bersama, Peluang muncul mata dadu berjumlah 4 adalah ......
a.
3
1
b.
4
1
c.
6
1
d.
9
1
e.
12
1
LKS-Mat.XI- 29
3. Dalam sebuah kotak terdapat 4 kelereng putih dan 3 kelereng merah. Jika diambil 4kele
reng secara acak,maka peluang terambil 2 kelereng merah dan 2 kelereng putih adalah
a.
35
18
b.
35
12
c.
35
9
d.
35
6
e.
35
3
4. Sebuah dadu dilempar 10X, maka Frekuensi harapan muncul mata dadu prima adalah..
a. 2 b. 3 c. 5 d. 6 e. 8
5. Peluang seorang anak terjangkit TBC adalah 0,02. Dari 1000 anak, jumlah anak yang ti
dak terjangkit TBC kira-kira berjumlah ............ anak.
a. 20 b. 80 c. 920 d. 980 e. 1000
6. Peluang muncul mata dadu berjumlah 8 atau kembar pada pelemparan 2 dadu adalah:
a.
36
21
b.
36
11
c.
36
10
d.
36
7
e.
36
1
7. Dari 5 pria dan 3 wanita akan dipilih 3 orang secara acak, Peluang bahwa yang ter-
pilih pria lebih banyak dari wanita adalah ..........
a.
7
5
b.
56
10
c.
56
5
d.
56
4
e.
15
1
8. Peluang Aswan lulus UMPTN adalah 0,95. Peluang Agus lulus UMPTN adalah 0,90.
Peluang salah satu dari ke-duanya lulus adalah ........ :
a. 0,855 b. 0,14 c. 0,10 d. 0,05 e. 0,005
9. Pada pengetosan sebuah dadu dan sebuah mata uang logam, Peluang muncul mata
dadu ganjil dan angka pada mata uang adalah ............
a.
2
1
b.
3
1
c.
4
1
d.
12
8
e.
4
3
10. Dalam kotak I terdapat 3 bola merah dan 4 bola putih, Kotak II terdapat 2 bola merah dan
7 bola hitam. Dari setiap kotak diambil satu bla secara acak. Peluang terambilnya bola
putih dari kotak I dan bola hitam dari kotak II adalah ................
a.
63
5
b.
63
6
c.
63
8
d.
63
21
e.
63
28
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Jika dibuat bilangan yang terdiri dari 3 angka dari angka-angka 1, 2, 3, 4, dan 5, Maka
tentukan peluang terbentuknya bilangan ganjil dan bilangan lebih dari 400 ?
2. Tiga mata uang dilempar 120 kali. Tentukan frekuensi harapan muncul 2 angka dan 1
gambar ?
3. Pada sebuah kantong terdapat 4 bola merah dan 3 bola hijau. Diambil satu bola dua kali
berturut-turut tanpa pengembalian, Berapa peluang mendapatkan :
a. Bola pertama merah dan bola ke-dua hijau ?
b. Ke-duanya bola hijau ?
4. Dari 100 orang siswa, 45 diantaranya gemar membaca, 50 siswa gemar menari, dan 25
siswa gemar ke-duanya. Jika dipanggil seorang siswa maka Berapakah peluang siswa
yang terpanggil tidak gemar membaca maupun menari ?
LKS-Mat.XI- 30
MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR
Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara
pernyataan berikut):
Menyenangkan 1 2 3 4 5 Membosankan
Bermanfaat 1 2 3 4 5 Tidak Bermanfaat
Menarik 1 2 3 4 5 Tidak Menarik
Sangat perlu dipelajari 1 2 3 4 5 Tidak perlu dipelajari
Menantang 1 2 3 4 5 Tidak Menantang
Perlu disebar luaskan 1 2 3 4 5 Tidak Perlu disebar luaskan
Mempunyai korelasi dengan
masalah sehari-hari
1 2 3 4 5
Tidak Mempunyai korelasi
dengan masalah sehari-hari
Petunjuk Penilaian:
1. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat
siswa.
2. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik
minat siswa, sehingga perlu adanya perubahan metode, media, strategi pembelajaran, dll.
Standar Kompetensi
Menyusun dan Menggunakan persamaan lingkaran beserta garis singgungnya;
menggunakan algoritma pembagian suku banyak, teorema sisa, dan teorema factor
dalam pemecahan masalah; menggunakan operasi dan manipulasi aljabar dalam
pemecahan masalah yang berkaitan dengan fungsi komposisi dan fungsi invers.
A. FUNGSI DAN FUNGSI KOMPOSISI.
Kompetensi Dasar : 3.7. Menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi komposisi dalam
pemecahan masalah.
A.1. PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS FUNGSI
Pengalaman Belajar: 3.7.1. Mendiskripsikan pengertian Fungsi dan Jenis-jenis fungsi.
3.7.2. Menjelaskan dan menentukan hasil dari operasi ajabar pada
fungsi.
Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa
permasalahan matematika yang menyangkut fungsi dan komposisi fungsi diharapkan
peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan
pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
Pengantar materi:
Fungsi berikut operasi aljabar sebenarnya sudah mulai dikenal pada saat anda mengikuti
pendidikan jenjang SLTP, sehingga guna memahami fungsi dan komposisi fungsi
sebenarnya tak sulit, berikut ini marilah kita mengingat kembali beberapa hal berikut ini.
Fungsi : Relasi yang merupakan pemetaan.
Pemetaan: Suatu relasi yang menghubungkan / f
memetakan setiap anggota himpunan a x
Daerah Asal (Domain) dengan tepat satu b y
anggota himpunan Daerah Kawan (Ko- z
Domain / Range) w
c v
A B
Dan pada akhirnya terdefinisi: f : A  B
f : x  2x
2
-1 atau f (x) = 2x
2
-1
JENIS-JENIS FUNGSI:
a. Fungsi konstan.
Jika untuk setiap x (pada Domain) berlaku f(x) = c, di mana c Bilangan konstan.
Contoh 1: Fungsi pada R didefinisikan f(x) = 4, untuk setiap x maka:
Tentukan f(0) , f(3) dan tentukan daerah hasil (Hf) !
Penyelesaian:
f(0) = 4 , f(3) = ....... dan Hf = { 4 }
b. Fungsi Identitas.
Apabila untuk setiap x (pada Domain) berlaku f(x) = x.
Merupakan fungsi yang memetakan pada dirinya sendiri.
c. Fungsi Tangga.
Merupakan suatu fungsi f(x) yang grafiknya merupakan ruas-ruas garis yang sejajar
dan berurutan.
Contoh 2: Fungsi pada R didefinisikan f(x) =
¹
¹
¹
'
¹

< ≤
< −
2 : , 2
2 0 : , 1
0 : , 1
x untuk
x untuk
x untuk
maka:
Tentukan f(-1) , f(1), f(2), f(3) tentukan daerah hasil (Hf) dan
Gambar grafiknya!
LKS-Mat.XI- 31
LKS-Mat.XI-32
Penyelesaian:
f(-1) = ..... , f(1) = ......, f(2) = ....... , f(3) = ....... dan Hf = { -1, 1, 2 }
2
1
-1
d. Fungsi Modulus (Harga Mutlak).
Suatu fungsi yang didefinisikan sebagai f(x) = I x I =
¹
'
¹
< −
>
0 : ,
0 : ,
x untuk x
x untuk x
e. Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil.
Suatu fungsi f(x) disebuf fungsi genap jika berlaku f(-x) = f(x) dan
Suatu fungsi f(x) disebuf fungsi ganjil jika berlaku f(-x) = -f(x)
Contoh 3:
i. Fungsi f(x) = cos x merupakan fungsi genap, sebab f(-x) = cos (-x) = cos x = f(x).
ii. Fungsi f(x) = x
3
merupakan fungsi ganjil, sebab f(-x) = (-x)
3
= -x
3
= -f(x)

f. Fungsi Linier.
Suatu fungsi yang didefinisikan dalam f(x) = ax + b, di mana a, b Real dan a tidak 0.
Grafik fungsi linier berbentuk titik atau garis lurus.
g. Fungsi Kuadrat.
Fungsi yang didefinisikan dalam f(x) = ax
2
+ bx +c, di mana a, b, c Real dan a tidak 0.
Sifat fungsi kuadrat :
i. Grafiknya berbentuk parabola.
ii. Bila a > 0, grafiknya menghadap ke atas.
iii. Bila a < 0, grafiknya menghadap ke bawah. c
iv. Sumbu simetri : x =
a
b
2


p q
v. Puncak / Titik Balik : (
a
b
2

,
a
D
4

) Puncak
SIFAT-SIFAT FUNGSI:
a. Fungsi Injektif (Satu-satu).
Fungsi f dari A  B disebut satu-satu bila memenuhi: ”Jika a ≠ b maka f(a) ≠ f(b)”
atau ”Jika a = b maka f(a) = f(b)”
Fungsi Surjektif (Onto).
Fungsi f dari A  B disebut fungsi surjektif (onto) bila daerah hasil fungsi f sama
dengan daerah kawan fungi f.
b. Fungsi Bijektif (Korespondensi satu-satu).
Apabila fungsi f dari A  B sekaligus satu-satu dan onto, maka fungsi f tersebut
bijektif.
A.2. ALJABAR FUNGSI.
Aljabar fungsi pada hakekatnya mengikuti norma sebagai berikut:
a. (f + g)(x) = f(x) + g(x) d.
0 ) ( ,
) (
) (
) ( ≠ · x g
x g
x f
x
g
f
b. (f - g)(x) = f(x) - g(x) e. (k f)(x) = k. f(x) , k ∈ R
c. (f . g)(x) = f(x) . g(x) f. (f
n
)(x) = [f(x)]
n
, DAfn = DAf
Domain fungsi-fungsi f +g, f – g, f . g dan f / g adalah Df  Dg
LKS-Mat.XI-33
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna menyelesaikan dan memahami
permasalahan berikut ini:
Masalah 1:
Diketahui f(x) =
4 2
1
+ x
dan g(x) = 16
2
− x , Tentukan Domain kedua fungsi tsb!
Penyelesaian:
a. f(x) =
4 2
1
+ x
, Syarat 2x + 4 ≠ 0  2x ≠ -4  x ≠ ........
Jadi Df = { x I x ≠ ........ , x ∈ R }
b. g(x) = 16
2
− x , Syarat x
2
- ....... ≥ 0  x
2
≥ ......  x = 4 v x = -4
B -4 S 4 B
Jadi Dg = {xI x ≤ ……. V x ≥ ...... , x ∈ R }
Masalah 2:
Sebuah fungsi f(x) = ax + b, grafiknya melalui titik A (3, 2) , B (2, 0) dan C(-1, c)
Tentukan Nilai a, b dan c !
Penyelesaian:
f(x) = ax + b, melalui titik A (3, 2)  2 = 3 a + b
B (2, 0)  ….. = …… a + b
2 = ……  b = ……
C (-1, c)  c = (-1) …. + …… = ……
A.3. NILAI SUATU FUNGSI.
Suatu fungsi f(x) akan mempunyai nilai untuk x = c, yang didefinisikan f(c).
Contoh 3 : Diketahui fungsi f(x) = 3x
2
-1,
Tentukan nilai fungsi untuk x = 2 , x = a -1 dan x = 3x +1
Penyelesaian:
f(x) = 3x
2
-1 maka f(2) = 3. 2
2
-1 = ..... -1 = ........
f(a-1) = 3(...... -1)
2
-1
f(3x+1) = 3(…… +1)
2
-1
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Selidiki mana yang termasuk fungsi ganjil dan atau genap !
a. f(x0 = x
2
+ 1 b. f(x) = x
3
– x c. f(x) = x + 1
2. Diberikan fungsi f(x) =
2
1
2
− + x x
, Tentukan daerah asal fungsi ini !
3. Tentukan Daerah Hasil dari fungsi: f(x) = x
2
-3x + 1, dengan Df = {xI -1 ≤ x ≤ 2 , x ∈ R }
4. Buatlah sketsa grafik fungsi: f(x) =
¹
¹
¹
'
¹
> −
≤ < −
− ≤
2 : , 6
2 2 : ,
2 : , 4
2
x untuk x
x untuk x
x untuk

5. Diketahui : f(x) =
2
36 x − dan g(x) =
2
25
2
x
x


, Tentukan fungsi dan Domainnya !
a. (f + g)(x) b. (f – g)(x) c. (f . g)(x) d. (
g
f
)(x)
LKS-Mat.XI-34
A.3. FUNGSI KOMPOSISI.
Pengantar materi:
Suatu fungsi yang merupakan gabungan dari dua atau lebih fungsi-fungsi tunggal disebut
dengan fungsi komposisi.
Selanjutnya anda dipandu guna memahami pengertian fungsi komposisi sebagai berikut:
f g
A B C
g o f
Dua fungsi dapat dikomposisikan menjadi (f o g) jika Daerah Kawan bagi fungsi f adalah
himpunan bagian dari daerah asal bagi g yang berarti: DKf ⊂ DAg.
Dan selanjutnya fungsi komposisi terdefinisi: (f o g)(x) = f[g(x)]
Masalah 4:
Sebuah fungsi f : R  R yang didefinisikan f(x) = 2x + 1, dan g : R  R yang didefinisi-
kan g(x) = 4x, Tentukan fungsi f o g dan g o f !
Penyelesaian:
a. f o g = f[g(x)] = f[4x] = 2(....... + 1) = ...... + ........
b. g o f = g[f(x)] = g[..... + 1] = 4 ( ...... + ......) = ....... + .......
SIFAT-SIFAT KOMPOSISI FUNGSI:
1. Tidak komutatif : f o g ≠ g o f
2. Berlaku Assosiatif : ( f o g ) o h = f o ( g o h )
3. Terdapat fungsi Identitas i(x) = x sedemikian hingga (f o i)(x) = (i o f)(x)
Masalah 5:
Sebuah fungsi f : R  R yang didefinisikan f(x) = 2 + x, g : R  R yang didefinisi-
kan g(x) = x
2
-1 , dan h : R  R yang didefinisikan h(x) = 3x.
Tentukan fungsi : a. (h o g o f)(x) c. (f o g o h)(x)
b. (h o g o f)(3) d. (f o g o h)(3)
Penyelesaian:
a. (h o g o f)(x) = h [ g { f(x) } ] = h [ g (2 +x) ] = h [ (2 +x)
2
- .... ] = h [ 4 + ..... + ...... -1 ]
= h [...... + 4x + ...... ] = 3 [...... + 4x + ...... ]
= ....... + ....... + ........
b. (h o g o f)(3) = ....... + ....... + ........ = .......
c. (f o g o h)(x) = f [ g { h(x) } ] = f [ g (3x) ] = f [ (.......)
2
– 1 ] = f ( 9x
2
– 1 )
= 2 + ....... – 1
c. (f o g o h)(3) = 2 + ........ - ........ = ..........
Masalah 6:
Diketahui f(x) = x -1 dan (f o g)(x) = 2x +4. Tentukan g(x) !
Penyelesaian:
Gunakan definisi fungsi komposisi sehingga dapat diturunkan hubungan sebagai berikut:
f(x) = x -1 dan (f o g)(x) = 2x +4
(f o g)(x) = 2x +4
f( g (x) ) = 2x +4  g(x) – ....... = ......... + 4  g(x) = ...... + ........
LKS-Mat.XI-35
Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Diketahui f(x) = 2x = 1 dan g(x) = x
2
+ 2, Tentukan:
a. (g o f)(x) b. (f o g)(x) c. (g o f)(x) – (f o g)(x) d. (f o g)(-2)
2. Diketahui f(x) = 2 + x dan (g o f)(x) = 4 + 2x , Tentukan : g(x) dan (f o g)(2) !
3. Diketahui g(x) = x
2
– 2x dan (f o g)(2x -1) = 16x
2
-32x +14, Tentukan f(x) !
4. Diketahui f(x) = x -2 dan g(x) = x
2
+ mx. Jika (g o f)(-3) = 20, Nilai m = .......
5. Diketahui f(x) = x
2
-1 dan (f o g)(x) =
2
2
1 4 3
x
x x + +
, Tentukan g(x) dan g(1) !
6. Jika f(x) = 3x , g(x) = x + 1 dan [(fog)oh](x) = x
2
+4x +10, Tentukan h(x) !
7. Jika (f o g)(x) = x
2
-4x + 3 dan g(x) = x -1 maka Tentukan f(x) dan f(-2) !
8. Jika f(x) = 2 –x dan g(x) = x
2
+ 1 dan h(x) = 2x maka Tentukan f o g o h dan h o g o f !
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Jika f(x) = 2X + 7 , g(x) = x
2
-4x +6 dan (f + g)(x) = 28 maka nilai x yang memenuhi = .........
a. -5 v 2 b. -2 v -5 c. 3 v -5 d. 3 v 5 e. -3 v 5
2. Diketahui f(x) = 2x + 1 dan g(x) = x +2, Jika (f o g)(x) = 5, maka nilai x adalah ............
a. -3 v ½ b. 3 v – ½ c. -3 v – ½ d. 3 v 3/2 e. -3 v 3/2
3. Bila Diketahui f(x) = x
2
+x -2 dan g(x) = x
2
–x -6, maka
........
) (
) (
·
x f
x g
:
a.
2
1
+

x
x
b.
3
1
+

x
x
c.
1
3


x
x
d.
2
3
+

x
x
e.
1
2

+
x
x
4. Suatu fungsi f(x) = 12x
2
+3 dan g(x) = 1 + x , maka (f –g)(3) = ........
a. 107 b. 108 c. 109 d. 110 e. 111
5. Jika p(x) = g(x) + f(x) dan f(x) = 2x +6, serta p(x) = 6x -12 maka g(x) adalah ....................
a. 4x -6 b. 4x +6 c. 6 -4x d. 4x -18 e. 8x -18
6. Bila f(x) = x
2
dan g(x) = 4x =1, maka (f o g)(x) adalah .......
a. 16x
2
+8x +1 c. 8x
2
+16x -1 e. 6x
2
-8x -1
b. 16x
2
+8x -1 d. 8x
2
+16x +1
7. Bila f(x) = x + 2 dan (g o f)(x) = 6 -3x
2
, maka g(x) = .....
a. -3x
2
-8 c. -3x
2
-12x -6 e. -3x
2
–x +4
b. -3x
2
+12x -6 d. -3x
2
+x + 8
8. Bila g(x -1) = 4x
2
-8x + 4 dan (f o g)(x) = 8x
2
+ 3 . maka f(1) = .....
a. -2 b. 0 c. 3 d. 5 e. 11
9. Diketahui f(x) = x
2
, g(x) = 2x +1 dan h(x) =
x
1
, maka (h o g o f)(x) = .......
a.
1 2
1
2
+ x
b. 1
2
2
+
x
c.
8 4
1
2
+ x
d. 1
4
2
+
x
e.
) 1 2 (
1
+ x
10. Jika diketahui f(x) = 4x
2
-1 , g(x) = 3x -2 dan akar-akar dari (f o g)(p) = 63 adalah p dan q,
maka nilai p.q = ...... ......
a. -
3
4
b. -
3
1
c. -
4
1
d.
4
3
e.
3
7
LKS-Mat.XI-36
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Diketahui f(x) = 3x -1 dan (f o g)(x) = 8x + 10, Maka tentukan g(x) !
2. Jika f(x) = x
2
-5x dan g(x) = 2x -3 dan h(x) = 3 + x
Tentukan g(x) – 3 h(x) + 2 f(x) !
3. Jika (f o g)(x) = x
2
-4x +3 dan f(x) = x -1, Tentukan g(x) dan g(-3) !
4. Diketahui f(x) =
5
1 2
+

x
x
dan (f o g)(x) =
3 4
2 6
+

x
x
, Tentukan fungsi g(x) !
B. FUNGSI INVERS.
Kompetensi Dasar : 3.8. Menggunakan konsep, sifat dan aturan fungsi invers dalam peme-
cahan masalah.
Pengalaman Belajar : 3.8.1. Mengidentifikasi invers fungsi yang merupakan fungsi.
3.8.2. Mendiskusikan nilai dari fungsi invers.
3.8.3. Mendiskusikan cara menentukan invers fungsi komposisi
Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan
matematika yang menyangkut Invers Fungsi diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau
kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber
referensi maupun media interaktif.
B.1. FUNGSI INVERS.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
Pengantar materi:
Bila terdapat fungsi g sedemikian hingga f o g = g o f = I dimana I adalah fungsi
identitas maka g disebut fungsi invers dari f dan dinyatakan dalam f
-1
.
Atau
Jika f fungsi yang memetakan himpunan A ke himpunan B, maka setiap elemen a A ∈ ,
mempunyai peta/bayangan b = f(a) B ∈ .
Jika dapat ditemukan fungsi g yg memetakan himpunan B ke himpunan A, atau a = g(b)
maka dikatakan bahwa f dan g adalah fungsi saling invers dan atau f
-1
= g v g
-1
= f.
A B A B
f f

a b atau f
-1
(y) = x y = f(x)
f
-1
f
-1
Setelah anda memahami pengertian fungsi invers (sebagaimana gambar di atas) berikut
ini coba diskusikan dengan teman belajar anda langkah-langkah menentukan fungsi
invers, berikut ini:
Masalah 7:
Diketahui f(x) = x + 4 dan g(x) = x
2
-3, Tentukan f
-1
(x) dan g
-1
(x) !
Penyelesaian:
f(x) = x + 4 g(x) = x
2
-3
y = x + …… y = x
2
- ……
x = y - …… x
2
= y + ……
f
-1
(x) = ….. – 4 x = ....... ..... +  g
-1
(x) =
....... ..... +
Masalah 8:
Diketahui f(x) =
1 5 + x
x
, untuk x
5
1 −
≠ ,Tentukan f
-1
(x) serta tentukan pula Df dan Df
-1
!
LKS-Mat.XI-37
Penyelesaian:
f(x) =
1 5 + x
x

y =
1 5 + x
x
Df  5x + 1 ≠ 0  5x ≠ -1  x
5
1 −

y(…... + 1) = x Jadi Df = { x I x
5
1 −
≠ , x R ∈ }
5xy + ..... = ......
5xy - ….. = -y Df
-1
 1 -5x ≠ 0  5x ≠ 1  x
5
1

x ( .... – 1 ) = - ........ Jadi Df
-1
= { x I x
5
1
≠ , x R ∈ }
x =
1 ...... −
−y
x =
......) 1 ( − −
−y
Jadi f
-1
(x) =
) 5 1 ( x
x

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Diketahui f(x) = 2x - 1 dan g(x) = x
2
+ 2, Tentukan: f
-1
(x) dan g
-1
(x) !
2. Diketahui f(x) = 2 + x dan (g)(x) = 4 + 2x , Tentukan : g
-1
(x) dan f
-1
(2) !
3. Diketahui g(x) =
3 2
1 3
+

x
x
, untuk
2
3 −
≠ x , Tentukan f
-1
(x) !
4. Diketahui f(x) = 1 2 2 + − x , Tentukan f
-1
(x) dan f
-1
(-2) !
5. Diketahui g(x) = x
2
-1 , Tentukan g
-1
(x) dan g
-1
(1) !
6. Jika f(x) = 3x , g(x) = x + 1 , Tentukan (fog) (x) dan (fog)
-1
(x)
B.2. INVERS FUNGSI KOMPOSISI.
Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini:
Pengantar materi:
Missal h(x) = (g o f)(x), maka invers dari h(x) atau h
-1
(x) disebut invers dari fungsi
komposisi (g o f)(x) dan bisa dinyatakan dalam : h
-1
(x) = (g o f)
-1
(x).
h = (g o f)(x)
f g
x y z

f
-1
g
-1
h
-1
= (g o f)
-1
(x)
Selanjutnya untuk menentukan invers fungsi komposisi dapat diikuti pola sebagai berikut:
a. Ditentukan dulu fungsi komposisinya h = (f o g) baru ditentukan invers fungsinya h
-1
.
b. Masing-masing fungsi tunggal ditentukan inversnya baru fungsi inversnya dikomposisi
kan, dengan pola: (f o g)
-1
= g
-1
o f
-1
LKS-Mat.XI-38
Masalah 9:
Diketahui f(x) = 3x + 5 dan g(x) = 2x
2
, Tentukan (f o g)
-1
(x) dan (g o f)
-1
(x) !
Penyelesaian:
Untuk: (f o g)
-1
(x)
Cara 1: (f o g)(x) = f [g(x)] = f ( 2x
2
) Cara 2: Dengan: (f o g)
-1
= g
-1
o f
-1
= 3 ( .......) + 5 f(x) = 3x + 5
= 6 ..... + 5 y = 3x + 5
(f o g)(x) = 6 ..... + 5 3x = y - ….
y = 6x
2
+ 5 x =
.......
....... − y
6x
2
= y - ....... f
-1
(x) =
.......
....... − x
x
2
=
.......
....... − y
g(x) = 2x
2
 y = 2x
2
x =
6
..... − y
x
2
=
........
y
 x =
......
y
(f o g)
-1
(x) =
6
..... − x
g
-1
(x) =
......
x
(f o g)
-1
= g
-1
o f
-1
= g
-1
(f
-1
) = g
-1
(
.......
....... − x
)
=
6
.....
.. 2 ....
3
.....

·

x
x
Untuk: (g o f)
-1
(x)
(g o f)(x) = g [ f(x) ] = g( 3x + ... ) = 2( 3x + 5 )
2
= 2[(3x)
2
+ 2. 3x . 5 + 5
2
]
= [........ + 30 x + ....... ]
y = 18x
2
+60x + 50

18
y
= x
2
+
9
25
9
30
+ x = ( x +
18
30
)
2
-
9
25
324
900
+

18
y
= ( x +
18
.......
)
2
-
......
25
9
25
+ = ( x +
18
.......
)
2

( x +
18
.......
)
2
=
......
y

( x +
18
.......
)

=
.......
y

x =
.......
y
-
18
.......
Jadi: (g o f)
-1
(x) =
.......
x
-
18
.......

Permasalahan untuk didiskusikan siswa:
1. Fungsi f(x) = 3x +2 dan g(x) = 6 – 5x , Tentukan: f
-1
, g
-1
, (g o f) , (f
-1
o g
-1
) dan (g o f)
-1
!
2. Fungsi g(x) =
4
5
: ,
5 4
3 2
− ≠
+
+
x untuk
x
x
, Tentukan invers fungsi f !
3. Diketahui f(x) =
4
log x dan g(x) = 4x +2, Tentukan (f o g)
-1
(x) dan (f o g)
-1
(0) !
4. Diketahui f(x) = x
2
-4x +2 dan g(x) = 2 +
3
Log
1
]
1

¸


+
1 2
1
x
x
, Tentukan f
-1
o g
-1
!
5. Diberikan fungsi f(x+ 1) = log 2x dan g(x) = x – 1, Tentukan (f o g)
-1
(x) dan (g o f)
-1
(x) !
6. Fungsi f : R  R dan g : R  R didefinisikan oleh f(x) = 6 + x
2
, g(x) = 2 sin x untuk
perioda I. Jika ( f o g )(x) = 7, Tentukan nilai-nilai x yang memenuhi !
LKS-Mat.XI-39
A. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat !
1. Jika f(x) =5
3x
dan f
-1
(x) invers dari f(x), maka nilai f
-1
(5 5 ) adalah .............
a. -
2
1
b.
6
1
c.
2
1
d.1 e.
2
3
2. Fungsi f ditentukan oleh f(x) =
3
1 2

+
x
x
, x ≠ 3 jika f
-1
invers dari f, maka f
-1
(x+1) =...........
a.
2
1 3


x
x
, x ≠ 2 b.
2
4 3

+
x
x
, x ≠ 2 c.
1
2 3

+
x
x
, x ≠ 2 d.
1
2 3
+
+
x
x
, x ≠ -2 e.
1
4 3

+
x
x
, x
≠ 2
3. Bila fungsi f:R→ R dan g: R →R di tentukan oleh rumus f(x) = x-3 dan g (x) = 3-2x, maka (f
 g )
-1
adalah .................
a. 2x b. 3 -
2
1
x c. -
2
1
d. -2x e.
2
1
x-3
4. Jika f
-1
adalah invers dari f(x) , g
-1
(x) adalah invers dari g (x) . maka (f g ) ( x) inversnya (f 
g )
-1
(x) . Apabila f(x) = 7x = 1 dan g (x) =
2
1
x-5 maka : (f  g)
-1
(x) untuk x= -4
adalh .....................
a. 22 b. 18 c.50 d. 8
7
4
e. 11
7
3

5. Jika fungsi f(x) = x
3
dan g (x) =3x -4 , maka [g
-1
 f
-1
] [8] =...........
a. 1 b. 2 c. 3
3
1
d. 4
3
2
e. 5
3
1
6. Jika diketahui f(x) = 2 dan g (x) = 3 – 5x maka (g  f)
-1
(x) =.......................
a.
11
3
( 6+x) b.
10
1
(3- x) c.
11
6
(6 – x d.
11
6
(3+x) e.
10
1
( 6 - x )
7. Diberikan g(x) = 2x- 2dan h (x) = 2x(h
-1
 g
-1
) (1) =..................
a. 0 b.2 c.
2
log 3 d. -1 +
2
log 3 e. log
2
3
8. Fungsi f ditentukan oleh f(x) =
1 2
4 3
+
+
x
x
, x ≠ - ½ ,Jika f
-1
invers dari f maka f
-1
(x+2 ) =................
a. f
-1
(x) =
1 2
2

+
x
x
dimana x ≠ - ½ d. f
-1
(x) =
1 2
2
+

x
x
dimana x ≠ - ½
b. f
-1
(x) =
1 2
3 2

+
x
x
dimana x ≠ ½ e. f
-1
(x) =
x
x
2
dimana x ≠ ½
c. f
-1
(x) =
1 2
2
+

x
x
dimana x = 1
9. Diketahui f(x) = 3
x+4
. Nilai f
-1
(x) dan f
-1
(81) adalah .........................
a. f
-1
(x) =
3
Log x- 4 , f
-1
( 81) =0 d. f
-1
(x) =
3
Log 3-x , f
-1
(81) = 3
b. f
-1
(x) =
3
Log 4-x , f
-1
(81 ) =1 e. f
-1
(x) =
2
Log 3 –x , f
-1
(81) = 2
c. f
-1
(x) =
4
Log 3-x , f
-1
(81) = 0
10. Diketahui fungsi f(x) =2x +1 ; g(x) = 2x-1 , mak nilai f
-1
(4) ............
a. f
-1
(4) = 8 b. f
-1
(4) = 2 ½ c. f
-1
(4) = 1 ½ d. f
-1
(4) =2 e. f
-1
(4) = 3
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Diketahui f(x) =
4
1 4

+
x
x
dengan x R ∈ , Tentukan fungsi invers f
-1
(x) !
2. Diketahui f
-1
(x) = 2x +1 dan (f
-1
o g
-1
)(x) =
3 8
7 6
+

x
x
, Tentukan nilai g(2) !
3. Diketahui f
-1
(x) =
5
1 − x
dan g
-1
(x) =
2
3 x −
, Tentukan: (g o f)
-1
dan (g o f)
-1
(2) !
Ooo000ooO
LKS-Mat.XI- 40
MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR
Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara
pernyataan berikut):
Menyenangkan 1 2 3 4 5 Membosankan
Bermanfaat 1 2 3 4 5 Tidak Bermanfaat
Menarik 1 2 3 4 5 Tidak Menarik
Sangat perlu dipelajari 1 2 3 4 5 Tidak perlu dipelajari
Menantang 1 2 3 4 5 Tidak Menantang
Perlu disebar luaskan 1 2 3 4 5 Tidak Perlu disebar luaskan
Mempunyai korelasi dengan
masalah sehari-hari
1 2 3 4 5
Tidak Mempunyai korelasi
dengan masalah sehari-hari
Petunjuk Penilaian:
1. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat
siswa.
2. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik
minat siswa, sehingga perlu adanya perubahan metode, media, strategi pembelajaran, dll.

Standar Kompetensi Menggunakan aturan Statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara serta memberi tafsiran; menyusun, dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk. A. PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA. Kompetensi Dasar : 1.1. Membaca,menyajikan, serta menafsirkan kecenderungan data dalam bentuk tabel dan diagram.

Pengalaman Belajar: 1.1.1. Menggali informasi tentang sajian data dalam bentuk diagram garis, batang , diagram garis dan diagram lingkaran. 1.1.2. Menyajikan data dalam bentuk diagram . Sebelum mempelajari serta mengenal, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang menyangkut statistika diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif. Diskusikan dengan kelompok belajar anda, guna memahami beberapa hal berikut ini: Pengantar materi: Untuk menghindari kejenuhan membaca data berupa angka-angka, suatu kumpulan angka / data, banyak kita jumpai disajikan dalam bentuk diagram. Hal ini diperlukan guna menarik perhatian pembaca. Data merupakan keterangan–keterangan dari objek–objek yang diamati. Makin lengkap data–data yang dikumpulkan biasanya makin baik dan makin memperkuat kesimpulan dan ramalan yang di hasilkan. Darri segi bentuknya, data dapat dibedakan sebagai berikut : 1. Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan. Misalnya, data tentang ukuran tinggi badan, data tentang upah buruh, dll. 2. Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk bilangan. Misalnya data tentang pekerjaan orang tua murid, data tentang mutu barang, (apakah kualitasnya tinggi, sedang atau rendah ). A.1. PENGUMPULAN DATA. Macam – macam cara pengumpulan data, antara lain: 1. Penelitian lapangan (pengamatan langsung ) atau observasi. Pengumpulan data dilakukan langsung mengadakan penelitian ke lapangan atau laboratorium terhadap suatu objek penelitian.

2. 3.

Wawancara (interview). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada objek atau kepada orang yang mengetahui persoalan objek. Angket (kuesioner). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar isian atau suatu daftar pertanyaan yag telah disiapkan dan disusun oleh peneliti sedemikian rupa sehingga nantinya di dapatkan jawaban atau isian yang dikehendaki. 4. Media cetak atau elektronika, dll. A.2. PENYAJIAN DATA. Data dapat disajikan dalam bentuk daftar (tabel) atau gambar. Gambar meliputi kartogram (peta) dan diagram. Maksud dari penyajian data adalah untuk mempermudah membaca data. Kegunaan diagram antara lain untuk memperjelas dan mempertegas penyajian data. 1. Diagram Lambang (piktogram) Piktogram lebih cocok untuk menyajikan data jika data tersebut menunjukkan jumlah (angka) yang besar. Ukuran harus diperhatikan pada piktogram.
1981 1961

126000 Kg 1008000 Kg Penjualan Susu Perah

LKS-Mat.XI- 01 LKS-Mat.XI- 02
2. Diagram Lingkaran. Diagram ini lebih cocok untuk menunjukkan perbandingan dingan jika data tersebut terdiri atas beberapa kategori. Dalam diagram lingkaran, lingkaran dibagi atas juring-jujuring sesuai dengan data yang disajikan. Luas masing-masing juring sebanding dengan sudut pusat lingkaran (atau panjang busurnya). Suntik Pil IUD

Prosentase KB Mandiri 2004 3. Diagram Batang Diagram batang dilengkapi dengan skala dan kata-kata yang jelas sehingga ukuran ukuran data yang bersangkutan dapat dibaca dari diagram.
Jumlah produksi Susu Jumlah Kasus Remidi 2001 - 2004 50 50 40 40 20 C 30 40 01 02 03 04 01 02 03 04 SD 2001 SMP 2003 Angkot diagram batang 2001-2005 10 20 25 30 20 Perbandingan Jumlah Guru 2001-2003 50 40 A B Banyaknya Mobil

belum tuntas

Pribadi

2002 tuntas diagram batang tunggal diagram batang berganda horizontal diagram batang bersusun

4. Diagram Garis.
(Kg)

Produksi Telur

Diagram garis dipergunakan untuk menggambar- 50 kan perkembangan (pertumbuhan) suatu hal (kegi atan) dari waktu ke waktu secara terus-menerus. 40 Melalui diagram garis ini kita sering melakukan interpolasi dan ekstrapolasi. 30 Interpolasi adalah memperkirakan nilai diantara dua nilai. 20 Eekstrapolasi adalah memperkirakan nilai yang akan datang.
2001 2002 2003 2004 2005 : Ayam Buras :

Ayan Petelur

5. Tabel Distribusi Frekuensi. Apabila terdapat data yang jumlahnya cukup banyak maka akan lebih efektif dan simple jika penyajiannya dalam tabel distribusi frekuensi. Data dikelompokkan dalam beberapa kelas/interval di mana dalam satu interval memuat/mengan dung beberapa data tunggal. Interval 41 – 50 31 – 40 21 – 30 11 – 20 1 – 20 Frekuensi 6 3 7 4 10 30

Agar mudah memperoleh keterangan dari data Ada beberapa cara menyatakan sekumpulan data dalam Distribusi frekuensi, sbb:

a. Distribusi frekuensi tunggal
Berikut adalah nilai matematika pada Raport Semester 2 dari 40 siswa Kelas X: 4567867688975667676575667556775778878496 Jika data itu akan di susun dalam daftar distri busi frekuensi tunggal, caranya: 1. Nilai diurutkan dari terendah s/d tertinggi. 2. Data diitulis dalam kolom nilai yang biasa nya dinyatakan dengan variabel x 3. Dengan pertolongan turus (tally) dapat di tentukan frekuensi masing-masing nilai. Nilai (X) 4 5 6 7 8 9 Turus/Tally II IIII II ................... . ................... . ................... . ................... . f 2 ..... ..... 12 ..... ..... 40

∑ b. Distribusi frekuensi berkelompok.

LKS-Mat.XI- 03

Berikut ini adalah hasil evaluasi (tes) mata pelajaran matematika kelas XI dari 40 siswa tersebar sebagai berikut. 75 84 60 68 53 70 67 57 67 70 76 63 68 66 67 64 44 34 62 60 56 56 63 61 69 38 48 68 62 81 64 65 55 64 49 54 72 39 66 25 Daridata itu diperoleh ukuran paling rendah (minimal ) ..... dan ukuran paling tinggi (maksimal) ........ Selisih ukuran tertinggi dengan ukuran terendah disebut Jangkauan (range, rentang (J) = 84 – ...... = ........ Jika data akan di susun dalam tabel distribusi frekuensi, anda ikuti langkah sbb: 1). Semua ukuran harus termuat dalam kelas-kelas interval. Ukuran minimum termuat dalam kelas-kelas interval terendah (tidak perlu menjadi batas bawah), Ukuran maksimum termuat dalam kelas interval tertinggi (tidak perlu menjadi batas atas). 2). Tentukan range / jangkauan (J) = nilai maksimum – nilai minimum. 3). Tentukan banyaknya kelas interval dengan rumus k = 1 +3,3 log n; n = banyak ukuran (data) ,k = banyak kelas. jangkauan 4). Tentukan lebar kelas dengan rumus i = k Data itu disusun dalam tabel sebagai berikut.: Jangkauan = ......... Banyanya kelas interval : k = 1 + 3,3 log (.....) = 1 + 3,3 (...........) = 1 + ......... = 6,287 ≈ ....... jangkauan ........ = = ........ Lebar kelas ( i ) = k 6 Nilai (X) 24 – 32 33 – 41 ...... - 50 51 - ..... ..... - ..... ..... - ..... ..... - 86 Turus (Tally) I ........................................... ........................................... ........................................... ........................................... ........................................... II Nilai Tengah 28 ....... ....... 55 ....... ....... 82 Frekuensi ( f ) 1 ....... ....... 6 ....... ....... ....... 40

Dari kelas interval 1: 24 – 32 dapat diidentifikasi beberapa hal, sbb: 24 disebut batas bawah kelas , 32 disebut batas atas kelas.

....5 ...... Jumlah frekuensi yang memiliki nilai lebih dari batas bawah tepi (tepi bawah) interval tertentu disebut frekuensi kumulatif lebih dari (fklebih dari)... ..........XI. ......... Menyusun Daftar Distribusi Frekuensi Kumulatif..5 59..5 = ... ..86 2... ..5 23.. disebut tepi bawah kelas........... ..... Histogram dan Poligon frekuensi................. 2 ...........5 77............ 68... Suatu diagram yang menyajikan data yang disusun dalam kelas-kelas interval (distribusi frekuensi) dalam bentuk batangan persegi panjang disebut Histogram................. .... Tepi bawah (L) ... .. .... ( f k ≤) . 80 ...5 68..... .. 2 ..... ....... 32 .......... disebut tepi atas kelas. c...5 86......... 67.. 32 + ...04 40 40 30 30 20 20 10 10 0 23....5 1 4 . ( f k ≥) 24 – 32 0 33 – 41 .... ..5 86.. ... ...........5 32.. ...... .. 40 32...........5 77.. ..5 . 32 . .. .. 6 ......... 77..........5 41. ....... ....5 32.............. .... . Nilai (x) Frekuensi kumulatif Frekuensi kumulatif relatif (%) ( f k ≤) ( f k ≥) 40 1 4 ..... 90 .... .......... ...24 – 0... ... ∑ LKS-Mat...86 Tepi atas (U) 1 .........50 51 ... ... ..... .5 50. ... ......... ......5 59... maka fk dibagi dengan Σf kemudian dikalikan 100%... 33 .50 51 ...........5 68. Tabel frekuensi kumulatif : Lihat tabel ”Hasil evaluasi matematika kelas I” pada sub bagian b: Nilai (x) Frekuensi (f) 24 – 32 33 – 41 ...... . ..5 .... 100 100 ... = .5 ..5 .5 41....... ...... 0 d.5 50. 32. ..... Frekuensi kumulatif seperti itu dinamakan frekuensi kumulatif relatif. .. 33 .5 Frekuensi komulatif kurang dari Frekuensi komulatif lebih dari Kurva / grafik garis yang terjadi disebut dengan OGIVE 0 Jika dalam penelitian memerlukan frekuensi kumulatif dalam prosentase.......... Jumlah frekuensi yang memiliki nilai kurang dari batas nyata (tepi atas) suatu inteval tertentu disebut frekuensi kumulatif kurang dari (fk kurang dari).................. ...

30 % Pada Data nilai Matematika siswa di samping.. Nilai 5 6 7 8 9 Nilai 2–5 6–9 10 – 13 14 – 17 Nilai 0–4 5–9 10 – 14 15 ...... 14.XI. 2. distribusi frekuensi bagian e. maka diperoleh sebuah poligon frekuensi. Agar poligonnya tertutup... a... ukuran 5. 3. 3 dan 9 c..5 dan 12.... 3 dan 9. 49 90 73 51 72 61 73 58 59 70 70 61 81 62 85 63 63 74 46 75 40 73 91 63 88 64 85 41 99 50 55 72 95 71 42 72 96 42 Buatlah tabel distribusi frekuensi dengan batas bawah kelas adalah 38..5 dan 12. 4.. 15 7... Nilai tepi atas kelas ke dua dan titik tengah kelas ke tiga adalah . a. Persentase Siswa yang mendapat nilai 6 adalah ... distribusi frekuensi relative c. 2 b.. 4 dan 9 e.5 2... Distribusi frekuensi parsial. frekuensi tiap kelas dinyatakan dalam persen terhadap frekuensi keseluruhan.. a.. 3. 4 dan 9. 4 c.. 6 d.. maka diperoleh ... 20 % e. banyaknya siswa yang memperoleh Nilai 8 adalah ... distribusi frekuensi komulatif b.. 9.. a..5 dan 12 c. 21 Banyaknya siswa yang memperoleh nilai kurang dari 7 adalah .. 4 dan 10 b. 10 % d.. kuantitatif e.... Susun dan lukis tabel frekuensi komulatif lebih dari dan kurang dari beserta ogive-nya! Buat dan lukis Histogram serta Poligon frekuensinya ! 37 46 55 64 73 Poligon frekuensi LKS-Mat. 50% b.. komulatif 4 Dari data di samping...19 Frekuensi 12 6 8 10 4 Frekuensi 4 3 7 8 Frekuensi 3 4 2 5 Pada Data nilai Matematika siswa di samping. kualitatif d.. 9.. 60% c.5 e. 6... Nilai 5 f.Jika titik-titik tengah sisi atas persegi panjang pada histogram di hubungkan. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1... maka sebelah kiri dan kanan histogram ditambahkan dengan satu kelas interval lagi dengan frekuensi nol..5 dan 12 d.. 20 15 10 5 0 28 82 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: Dalam sebuah tes Matematika Sub Pokok Bahasan Eksponen Logaritma Kelas X didapat: 60 60 1.. a. 4.. Jika pada daftar distribusi frekuensi.. Data yang diperoleh dari hail mencacah disebut dengan data .. Lebar kelas Dan nilai tepi bawah kelas ke tiga berturut-turut adalah ..5 d..5 dan 7 b..05 A.. Data hasil ulangan matematika kelas X sebagai berikut: Nilai f 4 2 5 4 6 15 7 16 8 8 9 3 e.... diskrit b.. a.5 Pada Data nilai Matematika siswa di samping... distribusi frekuensi persen d.. 4... kontinu c..

+ .. dan modus. 14.. 18 2 B. 18.. 9.. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 6 p 10 4 5 p 1. a. 8 c. dan seterusnya ! LKS-Mat. 20.. ukuran letak. 18... 11. Diketahui data: 4... Diketahui data: 14. 13...2.. Ada tiga buah ukuran yang sangat penting yang dianggap mewakili kelompoknya... 8 c. 10. 11 d... Rata-rata (Mean): Mean atau nilai rata-rata hitung ( x ). 12. 15.1. a. Maka banyaknya siswa yang mendapat nilai kurang dari 20. 12. 17.. . Kita menganggap bahwa frekuensi di dalam setiap tersebar merata.. . 19. perhitungan pada data berkelompok tidak seteliti sebagaimana dengan data tunggal. 18.. ... 20. 9 d... 20.. 19. Dengan demikian . 17. Menggunakan rumus mean.. Menggali informasi dan kajian pustaka untuk menentukan ukuran pemusatan data tunggal dan data kelompok. median.XI.. + .. 23. 19. 17.. 24.. Kompetensi Dasar : 1. Mean data tunggal: _ Mean = x = n x1 + x2 + x3 + x4 + . 16. 7.06 B. 14... median. dan modus untuk menyelesakan soal simbolik dan verbal.1.2.5 adalah .. yaitu Jumlah semua ukuran dibagi banyaknya ukuran. Mean data kelompok: Pada tabel distribusi frekuensi berkelompok. 13..2.2. Ketiga ukuran itu adalah mean. 18. + .1. + 9 + .. a. 1. 10... 13. guna memahami beberapa hal berikut ini: B. 20. 18. 15. Diskusikan dengan kelompok belajar anda. 16. a... 20. 15. 11. 9. 12.. 23 b... 16.. 18. 15.. PENGOLAHAN DATA. 15. kita hanya dapat mengetahui frekuensi untuk masing-masing kelas interval. 13 Penyelesaian: _ 7 + . 17. 13. 16.. 11.. Jika frekuensi total data di samping adalah 27. 9.. 20... 18. 18. 5.. 20. .i Masalah 1: Tentukan mean dari : 11... 14.. 15. 13 – 15 dan seterusnya! 2.. 13. buat distribusi frekuensi dan poligon frekuensinya dengan interval 1 – 6. dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya. 8. Pengalaman Belajar: 1. 18.. 13 e. 11. 14. + 12 + . Buatlah daftar distribusi frekuensi berkelompok dengan interval-interval 10 – 12. 13. UKURAN TENDENSI SENTRAL (UKURAN PEMUSATAN).2. Dari data ini.6 7 8 9 9 12 18 20 a.. + .. Menghitung ukuran pemusatan. 18 8. 7.. 7.. 13.. 22. 16. + xn x =∑ 1 n i =1 n Keterangan : x = Nilai rata-rata hitung (mean) n = banyak nilai (ukuran) . Masing-masing kelas interval diwakili oleh titik tengahnya. 12 e. xi = data ke.. Mean = x = = = ... 15. 6 b.

.. i Σ f d x − Ms = = d' i i Titik (x1) 50 – 52 53 – 55 Frekuensi 51 ....d’ . =.. ...... + =..58 59 – 61 62 ...... =.... . ∑ Mean ( x ) = M s + Untuk mempermudah kolom simpangan (d) dapat digant: Akibatnya.. . Berat(x) Mean ( x ) = Ms + Σ .................58 59 – 61 62 ...... ............x1 ) ( Σ1 f Masalah 2: Tentukan mean dari data kelompok yang Datanya terlihat pada tabel ! Berat (Kg) 50 – 52 53 – 55 56 . 63 Frekuen si (f) 5 17 14 10 4 50 Σ ... 63 Frekuensi (f) 5 17 14 10 4 50 f ..XI.......... Mean ( x ) = Σ f1....... Σf1 ........... −0......... 24 . mungkin masih mengandung kesalahan karena bilangannya besar........ ......d f ...64 ∑ f 5 17 14 10 4 50 Penyelesaian: Tabel berat badan siswa Berat (kg) 50 – 52 53 – 55 56 . .. Berat (kg) 50 – 52 53 – 55 56 ..... ..... = = ...Ms ..............x1 ) . 2823 Mean ( x ) = Σ( f1.. 3 ...... x1 ..... -3 ..d ' f ..... 918 ......64 ∑ Titik tengah Interval (x1) 51 ................... Dari tabel ditentukan rata-ata sementara yaitu titik tengah interval.07 Hasil yang diperoleh dengan cara ini..... Σ f 50 Simpangan d = xi .........58 59 – 61 62 . . . f..........64 Titik Tengah (x1) 51 .................. LKS-Mat.. -17 5 17 .. misalnya Ms= 57......... d '= x −Ms i f... = Ms ......... ....Mean dari data berkelompok sama dengan data mean dari titik-titik tengah interval kelas yang dapat dihitung seperti pada data tunggal...........................d -30 .. dengan aturan: (1)...................... Untuk memperkecil kesalahan ditempuh cara dengan menggunakan rata-rata sementara....

.... =.. =. maka kita dapat menetapkan bahwa jarak modus dari tepi bawah dan tepi atas kelas tersebut sebanding dengan selisih frekuensi kelas modus dengan kelas yang mendahuluinya.XI.. 7..56 . Modus data kelompok: Untuk menentukan modus data berkelompok ada beberapa cara pendekatan.... Kelas interval yang memilki frekuensi terbanyak disebut kelas modus.... .... 11... .. 2). 9..... 6.. 13 Penyelesaian: Data diurutkan: 5.. 8.. Pendekatan ini jarang digunakan sebab penyimpangannya terlalu besar.... 8........58 59 – 61 62 ...... .08 Masalah 4 : Perhatikan tabel distribusi frekuensi berikut... +. Modus data tunggal: Masalah 3: Tentukan modus dari : 6. . …... 12. antara lain: 1).2.. Tabel berat badan 50 siswa Berat(x) (kg) 50 – 52 53 – 55 56 – 58 59 – 61 62 – 64 Titik tengah interval (x1) 51 54 57 60 63 Frekuensi (f) 5 17 14 10 4 50 ∑ a. Modus besar = .. -9 Mean ( x ) = .. . Dengan menggunakan rumus yang diperoleh dari histogram...64 ∑ . 11. 9. yaitu nilai titik tengah kelas interval yang memiliki frekuensi terbanyak. Menggunakan rumus.. x.. = Ms . 4 ....... ..... 63 14 10 . 9.......... 9. . ... LKS-Mat...... 10....1.. Distribusinya dianggap merata..... 12. 5......i d1 + d 2 = Tepi bawah kelas modus = Interval kelas = lebar kelas = Selisih fekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya....... .... 9... 7... Rumus modus: Modus (Mo) = Lo + Lo i d1 d1 .. 6..... 7.. Modus (Mo) : Modus adalah nilai atau ukuran yang paling sering terdapat (muncul).. ( adalah titik tengah kelas modus [53 – 55] ) b. . b...... .. Modus besar. + . 50 b. 13 Nampak bahwa Modusnya: …… a..

. Modus (Mo) = .. + x.......1.d2 = Selisih fekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya.. = ………… .. 10. + . 12 M = x1 d = x... Median data tunggal: Jika n ganjil... ....... 7 Penyelesaian : n = 9 (ganjil) Mean .. yaitu tiga). + d1 + d 2 1 +. x 4 5 6 7 8 9 2 7 10 13 6 2 f......... ....... x1 + x 1 Md = 2 = 2 x.... 8. i = ..... ...) Modus (Mo) = .....) .. + 7 . 11.. 2 n +1 = ... 10.. 9............ median.... d1 = 17 ... 12... 12. c.............XI. = . median: M = x1 d 2 ( n +1) x1 + x1 Md = 2 n 2 n +1 2 Masalah 5 : Tentukan mean... Median : 2 ( 9 +. = 7 +.. Median (Md) : Median adalah nilai atau ukuran yang membagi ukuran–ukuran yang telah diurutkan menurut besarnya menjadi dua bagian yang sama banyaknya. + 8 + . Modus terletak pada kelas modus: 53 . dan modus dari data yangada pada tabel berikut.. +10 +......... =... = = ..(......09 Masalah 6 : Tentukan mean. c..... ..... (karena frekuensinya paling besar.. ukuran diurutkan: 7..... .. + ... Median adalah ukuran yang ditengah-tengah jika banyaknya data ganjil...x 8 35 60 91 48 18 ∑ Penyelesaian : _ Mean ( x ) = Σ f Median : Σ ....... 9... median...( x) = .. 8... d2 = 17 .. i = . Untuk mencari median.. .............. 9.... dan Lo = 52. 9. 9....... (sebab frekuensinya paling banyak............ yaitu 13) Catatan : Suatu distribusi frekuensi mungkin tidak ada modusnya (bila mana distribusi tidak mempunyai modus?) Jika hanya ada satu modus dinamakan unimodal.... ...... 2 = .. ..... ...5 Modus = Lo + d1 .. + ....... atau rata– rata kedua nilai tengah jika banyaknya data genap..... dan modus dari : 11. LKS-Mat. . = .... 12.. 9.x f = n . median : Jika n genap. +....

.. c.. – . .. ..5 58.. 46 . ......5 + 50 45 36 25 22 A 3 . Mengunakan histogram..64 f 5 17 14 10 4 50 ∑ Tentukan median-nya ! Penyelesaian: Berat (x) (Kg) 50 – 52 53 – 55 56 – 58 59 – 61 62 ....... 3)..(..XI....Jika ada dua modusnya dinamakan bimodal.....5 61. 1 n pada sumbu frekuensi 2 LKS-Mat. . fk ≥ ∑ 5 ....5 merata......... 14 ....5-58.... 45 .......... Menggunakan ogive... Menggunakan ogive... 61. Luas persegi panjang pada histogram sebanding dengan frekuensi.... Menggunakan histogram. 1)..2....5 64. yaitu . Median adalah ukuran tengah.... Jika mempunyai lebih dari dua modus dinamakan multimodal. M 52.......... Median adalah suatu ukuran (nilai) yang membagi data menjadi dua bagian yang sama frekuensinya.......5 ........10 Dari titik 25 ditarik garis mendatar memotong ogive di titik A....... kemudian dari titik A ditarik tegak lurus memotong sumbu ukuran berat di M.. fk ≤ Tepi Bawah (L) .. Dengan anggapan bahwa penyebaran ukuran di 55... 2)...5 .. maka: Median = 55. Masalah 7: Berat (x) (kg) 50 -52 53 – 55 56 – 58 59 – 61 62 ... Median data kelompok: Ada beberapa cara menentukan median dari data berkelompok antara lain: 1)........) 14 5 = . Kita tentukan kumulatif......5 ...... Mungunakan rumus....64 f 5 17 14 10 4 50 Tepi Atas (U) 52....... .. Jadi median dapat digambarkan Suatu titik M pada sumbu menda- 17 14 10 D N C .5 55.5 2).. 55.

Garis MN membagi luas bidang DCUL berbanding 3 :11. sehingga luas bidang persegi panjang seluruhnya menjadi dua bagian yang sama luasnya..(.... = ... Upah Buruh Ribuan (Rp) 40 – 48 49 – 57 58 – 66 67 – 75 76 – 84 85 – 93 94 ..... L M U = . 3. 6..... a.. 6... + 25 −.... Ukuran Sepatu Siswa Kelas X 32 33 34 35 36 37 38 39 Frekuensi 2 2 6 10 5 2 2 1 30 b... M = median Keterangan : L = Tepi bawah kelas. L = Tepi bawah kelas median U = Tepi atas kelas median Perhatikan gambar histogram pada gambar Histogram: LM : LU = Luas LMND : Luas LUCD 1 n − fk ⇔ LM : i =  1 n − f  : f → LM = 2 xi  k m 2 fm   1 n − fk Median (Md) = L + 2 . 7.. modus dan median dari data di bawah ini! 1. 3. fk = .. . x . U = Tepi atas kelas dan 3)......... 7. 6. 6...102 Frekuensi 7 11 17 14 9 5 2 65 ∑ ∑ d.11 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: Tentukan mean. Median mempunyai nilai: Md = 55. 7. Median (Md) = . 8.. 5.. yaitu kelas terletaknya median. Tentukan nilai n untuk menentukan 2 kelas median. 8. Dengan mengikuti langkah-langkah cara menentukan (mencari) median menggunakan histogram. 7 b....... 5. a.5 +. kita dapat menemukan rumus untuk mencari median sebagai berikut...I fm Jadi: Lihat tabel : ½ n = ... sehingga Jika banyaknya ukuran lebih dari atau sama dengan 4 ( n ≥ 4 ) ... 6.. Kuartil (Q): Suatu data dapat diurutkan dari yang terkecil s/d terbesar.......... 6...... fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median. Menggunakan rumus. = 55. 3 2... 4. 3.5 + 5 4 0 3 ....... L = .. 7. fm = Frekuensi kelas median.XI... 1 Banyaknya ukuran (frekuensi) = n.. LKS-Mat. dan f m = . 4. 3. 3. Jadi.... maka dapat ditentukan tiga ukuran yang . 3.. . i = 3 ..tar (sumbu berat).) .. 7.

............... Q1 = Kuartil bawah . kemudian tentukan Q1.. 4 Kuartil bukan ukuran yang ada hubungannya dengan niai rata-rata... maka Q3 = x7 + x8 ..... 6. Nilai frekuensi 4 1 5 6 6 19 7 9 8 4 9 1 Σf = 40 Tentukanlah nilai dari kuartil: Q1. Q1 = . diberi lambang Q1. Q2 dan Q3.. 2 2 II (kanan dari Q2) ada LKS-Mat.... 6... ! Penyelesaian : Ukuran (data) diurutkan dahulu dengan n = 9....... Q1 Q2 = Md Q3 Masalah 8: Nilai raport seorang siswa kelas XI untuk 9 bidang mata pelajaran adalah sebagai berikut : 8... = = . kemudian tentukan Q3 .... + . 4 3 membagi kelompok ukuran mejadi bagian dengan nilai 4 1 bagian dengan nilai lebih dari Q3. Mula-mula ditentukan Q2 (median). yaitu nilai tengah dari bagian I (kiri).. 6. = = ....... ... .. . + 6 = = ..... Q3 kurang 2 4 2 bagian dengan nilai lebih dari Q2. + .... Q2 = Md dan Q3 ! Penyelesaian : Jumlah data (frekuensi) n = 40 Md= Q2 = x. Q2 membagi kelompok ukuran menjadi dengan nilai kurang dari Q2 dan Q3 = Kuarti atas .. = = . Q3........1.. 7... 7...12 Masalah 9 : Tabel berikut adalah tabel hasil ulangan 40 siswa di suatu sekolah. Tentukanlah: Q1.. 4 ukuran........ 8..membagi kelompok data yang telah diurutkan menjadi empat kelompok data yang sama banyaknya.. 4 membagi kelompok ukuran menjadi 1 bagian dengan 4 Q2 = Kuartil tengah [median (Md) ] .... 7. ........ 5. Q1 Me = x5 = 7 Q3 Bagian I ( kiri dari Q2) ada 4 ukuran........... ....... ... + . 2 x + x11 . 7.. dari Q3 dan d. 2 . .XI.. Kuartil data tunggal: Ukuran-ukuran diurutkan menurut besarnya mulai dari yang terkecil.... 2 ...... Ketiga ukuran (nilai) yang membagi kelompok data menjadi 4 bagian sama banyak tersebut disebut kuartil... melainkan hanya sebagai ukuran lokal.. 8.... Q1 nilai ukuran dari Q1 dan 3 bagian dengan nilai lebih dari Q1.. + x21 . maka Q1 = Bagian x 2 + x3 .... Q2 .. yaitu nilai tengah dari bagian II (kanan). 5. .

... + .Q3 = x......... (..XI. ... fq1 = .. Tentukan Nilai Kuartil bawah...... =.. (...... 2). fk3 = ..... + ...... . UKURAN PENYEBARAN (DISPERSI).. fk1 = .... i f q1 dan Q3 = L3 + 3 n − f k3 4 f q3 . yaitu : 1). i = ......13 Q3 = L3 + 3 n − f k3 4 f q3 ...... ... = .. i = ........ =.... Dengan ogive...... = ........ + ...... 3).... (..... Kuartil data Kelompok: Seperti menetukan median (Q2) pada data berkelompok.. .. (.. mdian.. . + 7 = = ........ Ukuran pemusatan (tendensisentral) seperti mean........ LKS-Mat.... – 84  L3 = .... dan modus merupakan ukuran yang dapat dipakai sebagai wakil dari sekumpulan data (ukuran).... dan atas ! Penyelesaian : Dari data didapat: Lebar kelas (i) = 9 Kelas Q1 : 49 – 57  L1 = . L3 = tepi bawah kelas Q3 f k1 = frekuensi kelas sebelum kelas Q1 f k 3 = frekuensi kelas sebelum kelas Q3 f q1 = frekuensi kelas yang memuat Q1 f q 3 = frekuensi kelas yang memuat Q3 Masalah 10 : Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Buruh pada suatu perusahaan. + x31 . −....... Kelas Q3 : ........... d.. −. + . B........ = ......) Q1 = L1 + 4 ......... + ... Jadi: Upah (Rp) 40 – 48 49 – 57 58 – 66 67 – 75 76 – 84 85 – 93 94 ..... menentukan kuartil bawah (Q1) dan kuartil atas (Q3) -pun dapat dilakukan dengan tiga cara...... fq3 = ....2. ......1.102 f 7 10 15 12 9 5 2 60 fk1 fq1 fk3 fq3 ∑ 1 n − f k1 ....... Dengan histogram....... Dengan rumus Khusus untuk langkah menggunakan Ogive dan histogram tidak jauh berbeda dengan langkah-langkah menentukan Median data kelomppok.... i Dimana : L1 = tepi bawah kelas Q1 ....... + ......... Pengertian ukuran penyebaran (dispersi)...) ....) ... f q1 = .... Dapat pula kita gunakan rumus untuk menentukan Kuartil bawah (Q1) dan kuiartil atas (Q3) sebagai berikut: 1 n − f k1 Q1 = L1 + 4 ......) .......

............. .. + .. Range= selisih batas atas kelas tertinggi dengan batas bawah kelas terendah Masalah 12 : Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Buruh pada suatu perusahaan... Range sekumpulan data dirumuskan sebagai selisih nilai tertinggi (nilai maksimum) dan nilai terendah (nilai terendah) data tersebut.... = ...... + (.. (.. Oleh karena itu.1. 2)...14 Masalah 13 : Tabel berikut adalah distribusi frekuensi upah Buruh pada suatu perusahaan.. Tentukan Nilai jangkauan atau range ! Penyelesaian : Q1 = .Tetapi. 8. 8. Range dari data kelomppok: Range dari data berkelompok dapat ditentukan dengan 3 cara: 1). J = Ln – Lo = .102 f 7 10 15 12 9 5 2 60 ∑ 3. diantaranya adalah : a.........2.... 2.... 6..70 f 7 9 12 21 39 44 29 fk 7 16 28 49 88 132 161 Q1 Q3 . Upah (Rp) 40 – 48 49 – 57 58 – 66 67 – 75 76 – 84 85 – 93 94 . Jangkauan semi–inter kuartil (simpangan kuartil) (Qd) : Range dapat dugunakan sebagai ukuran penyebaran dari nilai data. (.... – 49) ...... = .....XI... Akan tetapi range merupakan ukuran penyebaran yang kurang baik karena range hanya ditentukan ekstrim saja.) / 39 = ... .. – 49) .... 8.. Range= selisih tepi atas kelas tertinggi dengan tepi bawah kelas terendah.. 10 Penyelesaian: J = .. Jangkauan atau range (J): Jangkauan atau range merupakan ukuran penyebaran yang paling sederhana...... gambaran yang diberikan kadang-kadang tidak jelas dan kurang banyak memberikan arti.. Upah (Rp) 1 – 10 11 – 20 21 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 .... . 9... Pada umumnya orang lebih suka menggunakan Jangkauan semi-interkuartil yang dirumuskan dengan Qd = 1 (Q3 – Q1) 2 LKS-Mat...... Range= selisih titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah.......40 = . b... 7..) / 39 = .. 6.. a.... J = Bn – Bo = . Selain pengertian range diatas ada bentuk range yang laihn yang bisa di pakai sebagai ukuran penyebaran..... yaitu jangkauan semi–interkuartil....... 4. 4.... 7. Q3 = . = . 8... Tentukan Nilai jangkauan atau range ! Penyelesaian : 1.. + .. = .... Jangkauan interkuartil adalah selisih antara kuartil atas dengan kuartil bawah (Q3– Q1) Hal ini menunjukkan bahwa 50% dari data terletak antara Q3 dan Q1...... perlu diberikan keterangan mengenai penyebaran ukuran itu sendiri yang disebut ukuran penyebaran (dispersi)........ . Ukuran dispersi ada beberapa macam. J = Xin – Xio = ...... a.... + (........ Range dari data tunggal: J = Xn – Xo Masalah 11 : Tentukanlah range dari nilai : 6. 3). 3.. 3.........

....... No Nilai Titik tegah (xi) x − x x −4 ..... ......x ).... Masalah 15 : Tentukan simpangan rata-rata dari data yang terdapat pada tabel berikut jika diketahui rata-rata hitung tinggi siswa adalah x = 149.....x )..... .. Simpangan rata-rata pada data berkelompok adalah simpangan rata-rata titik-titik tengah interval kelas terhadap mean dari data itu..x )........................ fk disusun dalam bentuk distribusi frekuensi..... Sebaliknya..15 c.... Jadi : Qd = ½ (.. x2..... maka simpangannya dapat dinyatakan dengan: (x1 ... c.. + . +...+ xn − x x x x x sehingga simpangan rata-rata seluruh data dapat dirumuskan sebagai : 1 n SR = ∑ n i =1 x1 − x atau SR = ∑x i =1 n 1 −x n Jika suatu data : x1..... (x4 ..... +. LKS-Mat...x ). x4 ....... 4.. dispersi akan besar jika nilai-nilai (data) tersebar dari rata-ratanya..... Simpangan rata-rata untuk data kelompok: Pada data berkelompok setiap kelas diwakili oleh titik-titik tengahnya.... x3 ........ f4.. = = .. +... .XI... f3.................. maka simpangan rata-rata dapat dirumuskan sebagai : 1 n SR = ∑ fi n i =1 Σ f x1 − x atau SR = ∑ i= 1 k f i xi − x n _ dengan n= Simpangan rata-rata dari suatu data adalah nilai rata-rata hitung dari harga mutlak simpangan-simpangannya. Dispersi suatu data akan kecil jika nilai-nilai tersebut terkonsentrasi pada rata-ratanya. (x2 ....5 19 f. 9..... x4...... + . x = ... Masalah 14 : tentukan simpangan rata –rata dari : 3.5. (x3 ...90 91 ........... + ...... = ... x − x .......... x3 .. . −6 + ........ Simpangan rata-rata untuk data tunggal: Pada data: x1... SR = = 3 −. . xk dengan masing-masing frekuensi f1........... 6.. ) = ..... (xn ....... −.. + 0 +...... +.100 ∑ 18 14 7 200 179 193 200 c... −. Hasil pengukuran tinggi badan siswa kelas II...... Simpangan rata-rata atau deviasi rata-rata (SR) : Simpangan rata-rata adalah ukuran dispersi yang menyatakan penyebaran nilai-nilai terhadap mean..... 71 – 80 81 .. 8.x ) Jumlah harga mutlak untuk simpangan-simpangan itu adalah : x1 − + x2 − + x3 − + x4 − +.... −.2. −.. x2 .. .......... −.. f2... .... Penyelesaian: 3 +...1.= .. xn memiliki rata-rata hitung (mean) = x .....

. x −x f n ......... 25 7. ........... ....16 Penyelesaian: Σf x − x n ( ) 2 = ................... xn .... ............. atau akar dari nilai rata-rata deviasi standar.. 190 .. ......... Jika data-nya : x1.... maka simpangan bakunya dirumuskan sebagai : S = ∑ ( xi − x)2 i =1 n _ atau S = ∑( xi − x)2 n _ n Jika datanya terdiri atas sekelompok ukuran : x1...... Σ 2 = n........ ...........x 2 x ...( xi − x)2 n _ .. (x i −x ) ∑ S= f.......... ...... -0.. .80 ) 2 3.........80 ) 2 . xi − x ( ) 2 LKS-Mat.....149 150 . 17..... ..78 .. f3......... . .. .... f2..... 1.1 2 3 4 5 6 7 130 ....8 ... .. ...... .......0 8.....8 ......5 17.. x2.......... = .... f4........5 . x4.0 9...... fk......5 9.... . x2. Penyelesaian: f n = Σ =....... ............ 0.. maka : S = f n = Σ ∑ fi ... dan masing-masing frekuensi f1.. .. Tabel ukuran jari tengah. ..144 145 ............ .. x3..... x .5 10 10.......80 ) -1..0 11. 5..... 1........5 .( xi − x)2 i =1 n _ atau S = ∑ f . d.. 157 ........... x4....... = Σ x − =. f.... x3. SR = Σ ........5........ x = 149......5 .........154 155 ..... Panang (x) 8...... = ..139 140 ... ........ ...............5 Frekuensi (f) 1 6 9 20 27 8 7 2 80 ( xi − 9.... . = ....xk....5 11......... ....164 132 ...24 ............... .... =.150 160 ... .....09 ...........XI............ x= Σ x n ...3 .. .... ( xi − 9... .. .............dengan n Masalah 16 : Lihat tabel berikut...........7 (x i −x ) ( xi − 9........... f .. Simpangan baku ( Deviasi standar ) ( S ): Simpangan baku dari suatu data ialah akar dari jumlah kuadrat simpangan dibagi dengan banyak data..134 135 ..... Penyederhanaan rumus simpangan baku: S= Σ x −x n ( ) 2 .. .... 15 2..

176. 8.17 A.. 156. Nilai dari Kuartil & Simpangan kuartil. tentukanlah: a.. 137. 7. fn Σf ..x 2  Σf . 10 Tentukan nilai dari: a. x. -11 2. 140. 149. 12. Simpangan kuartil d. 154. f4.. 152. Tentukan : a. 146. 10. 15. 159. 5 . 10. maka: 2 f1. Rata-rata 15 bilangan adalah 26. Simpangan baku. `32.. Jangkauan (Range).. Rata-rata bilangan yang pertama adalah 25. b. 6 1 4 . -3. f2. . 147. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1. 9. Bilangan yang kelima belas adalah. Simpangan rata-rata. 171.x 2 −2 . 119.. 145. Jangkauan c. 125. 142. Simpangan kuartil..X-2. y. 2. 162. b. Interval 80 – 84 75 – 79 70 – 74 65 – 69 60 – 64 55 – 59 50 – 54 45 – 49 40 – 44 35 – 39 30 – 34 25 . f3. 146. 167. 149. 3 d.x + n n n = Σx 2 Σx Σx n. 143. S = Σ..d  −  n  n  2 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1. + n n n n 2 S2 = Σx 2  Σx   Σx  − 2  +  n  2   n  Maka. Buat kurva ogive-nya. 135. 6.. 144. maka 3 b. 135.. adalah nilai x + y = .8. 7. 11. 6. Tabel distribusi frekuensinya.d 2  Σf . c. Jika nilai rata-rata dari data : 3.. 9. 145. Dari tabel distribusi berkelompok berikut. 3. d. 130..29 f 2 3 6 11 12 4 3 2 1 2 1 1 48 ∑ LKS-Mat. digunakan deviasi sementara (simpangan sementara ) sehingga rumus simpangan menjadi S = S = Σf . Diketahui data tunggal: 10. Simpangan rata-rata b. 139. 140.⇔ S2 = Σ x−x n ( ) 2 x2 x = Σ − 2Σ .x 2  Σx  −  n  n  Jika frekuensi untuk masing –masing nilai dinyatakan dengan (bila data tunggal berbobot). 156. Hasil pengamatan suatu jenis barang C sebanyak 40 kotak tercatat dalam Kg yang terdekat adalah sebagai berikut: 127. 4..x  −  n  n  Untuk menghindari bilangan-bilngan besar. d. -4 e.x + Σx n 2 = 2 Σ 2 x Σ x Σx 2 −2 . 8.. 2. 4 c. Range c. a. 166. 164.. 12. 177. . 139. 14\52. 134.. Simpangan baku. 157... 159.. 151. 146. sedangkan rata-rata enam bilangan kedua adalah 30..

.45 c.. 6. setelah diulang nilainya menjadi 6 dan 7. 7. berapa nilai rata-rata siswa tersebut setelah perbaikan ? LKS-Mat.24 50 .... 15. 74.66 e. 5. Ke-dua mata pelajaran itu harus diulang kembali....5 e.. 9.2 Modus dari data di samping ini adalah .. 2 e.17 16 e.5 3 2 2 8.. 58 b. adalah . 9. 2 c.... Simpangan baku dari data: 5.27 2-5 2 c.... 6..28 e.. 59...34 4. 71.. Modus 3..XI. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1.. 3. Seorang siswa mengambil 10 mata pelajaran dengan nilai rata-rata 6. 1. 59 40 .. 9... 10..41 70 ..25 b.. adalah ..4 60 .49 6 6-8 7 d....... 8. a.. 10... 4.2.... 2 2 c. b. 8.5 d... 10 9 9 8 e... 5.. 7.14 2 31 – 35 15 – 17 3 36 – 40 3 5-9 1 12 24 10 -14 5 36 15-19 4 24 20-24 7 2 25-29 19 9 30-34 14 Tentukan Nilai dari: a.. 6 2 b.. 20 12 ..5 Nilai f Nilai f 2. b....14 8 e... a. 2... Median dari data di samping ini adalah .13 14 ..51 b.. 6. 7..11 10 d. 5..... 6. 8 adalah. 4....... 2... 11. 1 10.59 13 d. 7.79 1 Modus dari data di samping ini adalah ..35 b..4 10 .. a..a. c. 28 3. 3 b... 15.. 8.. Simpangan baku dari data: 10. 10. d. Simpangan baku dari data: 5. 2. 4 adalah . 9.. 5. 72. 8. 79. 2. 9.6 6-9 5 6-9 6 10 .. 72.. 24 3-5 5 c.. 10. Median Nilai f Nilai f Nilai f 610 0-2 2 11 15 3-5 1 16 – 20 6–8 4 21 25 9 .. 2. 9... 4.13 13 d. 4..56 d. 11.. 10. Tanpa mengikut-sertakan nilai yang tidak lulus.... Simpangan rata – rata dari data: 6.. b. 0.. a... 11 b.... a.. Kuartil ke-3 dari data di sam ping ini adalah . 2 d.76 7.. 2. 8. 26 Nilai f c. 10..... 11.. 69 26 11 5.5. 10.... 7..... Dua dari 10 mata pelajaran itu tidak lulusdengan nilai 4 dan 5. 12. 10..69 4 e. 9..21 9 4 3 d.11 7 26 30 12 . 6. a... 6. b.. B. 9 14 ..... Tentukan Nilai rata-rata data di samping ! Tentukan: a.5 3 c.. a.6 e.17B MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR . 26 26 14 14 a.. 9.17 18 ...79 Nilai f 30 -39 2 c.. 22 9 . 58. 5. Simpangan rata-rata. Simpangan baku.

Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat siswa. 2. strategi pembelajaran. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik minat siswa. dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan. menyusun. Standar Kompetensi Menggunakan aturan Statistika dalam menyajikan dan meringka data dengan berbagai cara serta memberi tafsiran. media. sehingga perlu adanya perubahan metode. . dan menggunakan aturan peluang dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara pernyataan berikut): Menyenangkan Bermanfaat Menarik Sangat perlu dipelajari Menantang Perlu disebar luaskan Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 Membosankan Tidak Bermanfaat Tidak Menarik Tidak perlu dipelajari Tidak Menantang Tidak Perlu disebar luaskan Tidak Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari Petunjuk Penilaian: 1. dll.

akan disusun menjadi bilangan yang terdiri dari tiga angka. cara) Jadi..19 Diskusikan dengan kelompok belajar anda... Perhatikan tiga susunan kotak... guna memahami beberapa hal berikut ini: Pengantar materi: Jika untuk terjadinya suatu peristiwa.. kejadian ke-dua dapat terjadi dengan n2 cara.... cara) Kotak II : Tempat untuk angka yang mewakili ... Diskusikan dengan kelompok belajar anda..3.. = 120 bilangan. kejadian ke-tiga dapat terjadi dengan n3 cara. permutasi. guna menyelesaikan dan memahami permasalahan berikut ini: Masalah 1: Untuk membentuk pengurus baru suatu organisasi melalui pemilihan.. di samping: I II III Kotak I : Tempat untuk angka yang mewakili ratusan....... angka yang tersedia. dan 6... cara) Kotak III: Tempat untuk angka yang mewakili ..... Menyususn dan menggunakan aturan perkalian. memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang menyangkut kaidah pencahahan.1. Boleh ada angka yang sama b.. Penyelesaian: a. 3. Dapat dipilih salah satu angka dari 6 angka yang tersedia.3....2.. angka yang tersedia. cara) Jadi...... (Ada .1. x .. angka yang tersedia.. x ...... (Ada . np ) cara. 4. n2 . (Ada . banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah: 6 x . Perhatikan tiga susunan kotak.. (Ada ... Dapat dipilih salah satu angka dari .. A.. (Ada ... banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah: ........ Dapat dipilih salah satu angka dari ... PERMUTASI DAN KOMBINASI Kompetensi Dasar : 1...... Berapa banyak susunan yang dapat dibuat jika: a....... (Ada ... permutasi dan kombinasi diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif... LKS-Mat... dan 2 orang calon bendahara.XI..... Contoh 1 : Dari enam (6) buah bilangan yaitu: 1. missalnya: Kejadian pertama dapat terjadi dengan n1 cara... Menggali informasi tentang aturan pengisian tempat yg kosong 1.... cara) Kotak II : Tempat untuk angka yang mewakili . x ..3. tersedia 2 orang calon ketua... Sebelum mempelajari serta mengenal..... Pengalaman Belajar:1.. 2. memerlukan beberapa peristiwa secara berantai.. di samping: I II III Kotak I : Tempat untuk angka yang mewakili ratusan. 5.... cara) Kotak III: Tempat untuk angka yang mewakili .. maka keseluruhan kejadian berantai tersebut dapat terjadi dalam ( n1 .18 LKS-Mat.. dan seterusnya hingga kejadian ke z dapat terjadi dengan np cara..... . Dapat dipilih salah satu angka dari 5 angka yang tersedia...... KAIDAH PENCACAHAN.. 3 orang calon sekretaris. Tidak boleh ada angka yang sama.XI. Dapat dipilih salah satu angka dari ..... Mendiskusikan dan mendefinisikan pengertian faktorial........ n3 .. b..A... . KAIDAH PENCACAHAN (PRINSIP PERKALIAN)... angka yang tersedia. Dapat dipilih salah satu angka dari .. dan kombinasi dalam pemecahan masalah..... Dalam berapa cara susunan pengurus itu dapat dipilih jika setiap calon hanya dapat dipilih untuk jabatan yang sesuai ? ..... = 216 bilangan.

. cara......1... = =. x . ) = 2 + ..... 5! c... cara.. 4! Penyelesaian : a.. 7! 3!4! atau n! =n ( n −1)! c. x9 = =.... ) = . b.. x.. Memilih bendahara dapat dilakukan dengan ........ 4! (1x..... x.... Permutasi k unsur dari n unsur: Permutasi yang dapat terjadi dari n unsur yang ada dan akan disusun dalam k unsur. x.. x5 x.. Memilih sekretaris dapat dilakukan dengan ..... = . x 4 ) – ( .. cara... x. 9! 5! d.. ( 1 x . 3 .. x. = . Ada berapa pasangan (cara memilih) yang mungkin dapat dilakukan ? Penyelesaian: n Pn=n! ... susunan pengurus yang mungkin terbentuk ada: .. x..... (Maksudnya: AB dengan BA berbeda). 3!. A....... x. x.... x . 4 .. x. x9 =... 5! 1x.. akan dipilih 2 orang untuk menjadi Ketua Kelas dan Sekretaris............ 5 x.Penyelesaian: Perhatikan tiga posisi pengurus.. x ..... A........ Pengantar materi: Permutasi adalah suatu aturan menyusun semua atau sebagian anggota/elemen/unsur suatu anggota himpunan dengan tetap memperhatikan urutan (susunan)-nya..... k) n Pk= n! ( n −k )! LKS-Mat. 4! = 1 x 2 x 3 x 4 = 24 b...... x 4) 1x.. 2 .. (n -2) .. ) .... terdefinisi: Diskusikan dengan kelompk belajar anda. Ketua 2 Sekretaris Bendahara 3 2 Jadi.. 9! 1x.. 3! ..... 3! .. x ... x. 2! + 4! – 3! = (1 x 2) + ( 1 x ..... Dan dilambangkan dengan: n ! = 1 . d. x .. x. n n ! = n ..... x .... x ...2... PERMUTASI.)(.. x. masalah berikut ini ! Masalah 3: Dari 5 orang siswa.. . =5 x... (n -1) ! 1!=0!=1 Masalah 2: Hitunglah... x..... x . x...... x5 x.... 2! + 4! – 3! c..........2... x5 7! 1x.... e.... 5! = ( 1 x .... (n -1) ....0. FAKTORIAL: Definisi: Hasil Perkalian semua bilangan Asli dari 1 sampai dengan n disebut n faktorial....... dilambangkan (dinotasikan) dengan: n P k atau P (n ..XI......... ..... beberapa hubungan berikut ini : a. ... x.... = .... sebagai berikut: Memilih ketua dapat dilakukan dengan . x.... x .... x .20 Sedangkan Permutasi n unsur dari n unsur yang ada... =...

x ... x 5 = .. = ....... x3)(..! (1 − 0 .. Permutasi Siklis: Permutasi siklis adalah Permutasi yang susun elemen-elemennya mengikuti kaidah urutan melingkar........ yaitu p unsur yang sama. LKS-Mat..! ...... x. A ada 3 dan L ada 1.... terdefinisi dalam : n P p ....... dapat diidentifikasi bahwa huruf P ada 2..... q...Karena pasangan yang terpilih dapat menempati posisi yang bergantian (dibolakbalik berbeda maknanya) maka cara pemilihan tersebut merupakan pola Permutasi 2 unsur dari 5 unsur yang tersedia.. x . = n! p! q! r! ...... 2... 4......... Dari himpunan A = { 1.... Boleh ada angka yang berulang.. = (.. x5 = =. Tidak boleh ada angka yang berulang... c.. ! = . x.. 1 . b. 6 } maka Tentukan banyaknya bilangan yang dapat disusun terdiri dari 4 angka.. Ada berapa cara duduk yang dapat terjadi ? Penyelesaian: Karena mereka harus duduk melingkar........1 ..XI. x... Bilangan yang dibentuk genap........ =.......... x...... x.... x...)! ..... 2!.............. x5 x.... x... 5.. x. ... . x. x.2... x... x3 x... Ada berapa pasangan (cara memilih) yang mungkin dapat dilakukan ? Penyelesaian: Permutasi 3 unsur dari 10 unsur yang tersedia.. maka Banyaknya Permutasi yang tersusun.. r unsur yang sama dan seterusnya.. ada berapa susunan huruf yang dapat dibuat ? Penyelesaian: Dari kata PALAPA. d.3.. r . ....)! = . x.. ...... Bilangan yang dibentuk antara 2000 sampai 5000.. =.. 3! .! . Sehingga Banyaknya susunan huruf yang mungkin terjadi dapat ditentukan dengan pola Permutasi n unsur dengan beberapa elemen yang sama...2... x. x... A.2.... x. = =. x.. jumlah huruf semuannya ada 6. 3... akan dipilih untuk menjadi Pengurus Kelas yang terdiri dari Ketua Kelas.... x.!.. x. q unsur yang sama. x. x 4 x..... tanpa pengulangan... jika dipersyaratkan: a...............! = ... ..! (5 −. x........ x......... x.............! = . = ..... Permutasi n unsur yang mengandung k elemen yang sama: Jika dari n unsur terdapat beberapa unsur yang sama... maka Kemungkinan cara duduk merekadapat ditentukan dengan Permutasi siklis dari 6 unsur berbeda: P = (6 – 1) ! = .... sehingga: 5 P2= .. x. x. x. x . x. Sekretaris dan Bendahara... x..21 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1.... dan Permutasi Siklis dari n unsur yang berbeda didefinisikan : P = (n – 1)! Masalah 6: Dalam suatu rapat yang akan dihadiri oleh 6 utusan menggunakan media komunikasi tempat duduk mengelilingi sebuah meja.). Masalah 4: Dari 10 orang siswa............. .. A.... Masalah 5: Dari susunan huruf pada kata “PALAPA“....! = . tnpa pengulangan..2. sbb: P = 6 3. sehingga: P 10 3 ..........

. x. Berapa macam posisi duduk mereka jika dua orang yang jenis kelaminnya sama tidak boleh duduk berdekatan ? 9. 5. 2. Berapa banyak bendera yang dapat dibuat dengan menggunakan 3 warna yang berbeda dari 6 kain dengan warna yang berbeda. 5 pria dan 4 wanita akan duduk secara melingkar..! = (.... Tiga buah botol minuman merk A. Tentukan: a. x... =..... jika: a. 4... Karena yang dipilih obyek hidup yang tidak memandang tempat/posisi maka Banyaknya cara pemilihan dapat ditentukan dengan kaidah Kombinasi... (Maksudnya: AB dengan BA sama saja). b. Sekumpulan siswa terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan: a. Berapa macam poisi tempat duduk yang mungkin tersusun? 8.! x.XI... Ada 9 kursi yang berbeda akan disusun secara melingkar.. ....... BANDUNG b. x. x 4 . x. 4 buku fisika dan 3 buku kimia akan disusun dalam rak yang dapat memuat semua buku. akan disusun berjajar. MISSISIPPI 6. Buku-buku fisika saja yang saling berdampingan. = . b. sebagai berikut: C (10. k! k! Masalah 7: Dalam suatu kelompok yang terdiri dari 10 siswa akan dipilih untuk menjadi tim inti Bola Volley : a.. 7........ KOMBINASI.. Berapa macam formasi duduk berjajar yang mungkin terjadi jika perempuan harus berdekatan ? b... dan 5 ? A. Berapa macam formasi duduk melingkar yang mungkin terjadi jika lakilaki harus berdekatan ? 10. Banyak bilangan yang dapat dibentuk jika angka 1 harus selalu di belakang.. Pengantar materi: Kombinasi adalah suatu aturan menyusun semua atau sebagian anggota/elemen/unsur suatu anggota himpunan dengan tanpa memperhatikan urutan (susunan)-nya. Buku sejenis saling berdampingan.... 3.! .. dilambangkan (dinotasikan) dengan: n C k atau C (n . Ada berapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih tim tersebut? b.. Kombinas k unsur dari n unsur: Kombinasi yang dapat terjadi dari n unsur yang ada dan akan disusun dalam k unsur... ada berapa macam susunan huruf berbeda yang mungkin terjadi? a.. ...22 Penyelesaian: a. maing-masing dengan ukuran yang sama ? 3..2. 6) = C = 10 6 1 ! 0 . −6)! x....3. k) n Ck= n! P = n k (n − k )!... Dengan tanpa mengurangi angka pada bilangan ”3442124”... Jika huruf-huruf pada kata-kata berikut ditukar tempatnya. Tentukan banyaknya bilangan genap yang terdiri dari 3 angka berbeda yang dapat disusun dari angka 1.. Berapa susunan yang mungkin.. B dan C.. Tentukan banyaknya susunan yang mungkin dapat terjadi ! 4. Terdapat 5 buku matematika.. Banyaknya bilangan yang dapat dibentuk.! = 7 x. Berapa cara dapat dilakukan pemilihan jika dua orang siswa harus selalu dipilih? LKS-Mat..

dalam acara ada kegiatan sling bersalaman. 32 e. 4) = C = 8 4 8! . Dalam suatu tes. 48 b. 22 d. 120 b. BIOLOGI.. 6 e. jika tidak ada satu penaripun yang merangkap dua jenis tarian tersebvut ? A... −4)! x... 36 e... 4 6.b. 84 d.. Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1.. 24 d. maka banyaknya jalur perjalanan dari kota A menuju kota D kembali ke A lagi adalah .. Tentukan banyaknya jenis cara memilih soal yang mungkin untuk dikerjakan. Banyaknya cara menyusun botol tersebut jika botol A tidak boleh saling berdekatan adalah ……… a... 42 2. A = B C = D.... Dari botol-botol tersebut terdapat 2 botol A dan 3 botol B. Berapa cara penyusunan formasi penari yang dapat dibentuk dari 10 penari yang ada.! = 5 x. 12 c...23 8... 7.. MATEMATIKA. Gambar di samping menunjukkan jalur perjalanan dari kota A ke kota D.. 120 c.. 96 d..... Jika akan dibentuk bilangan dengan 3 angka dari angka 2.. 120 d..... = .... 85 Dalam sebuah rapat pengurus kelas yang diikuti oleh 6 orang.! x. d.... 6 b. ... a. Berapa banyak team sepak bola dapat dibentuk oleh seorang pelatih dari 15 orang pemain handal yang tersedia ? 5.. b. 62 e. 3. 15 c. a. LKS-Mat. Banyaknya bilangan yang dapat dibentuk antara 100 s/d 500 dari angka 3. x 4 ...... 4..... x. maka tinggal memilih 4 orang dari 8 orang yang tersedia. 240 e.. jalur a. 180 b.. dan 8 maka banyaknya bilangan yang dapat dibentuk adalah . Berapa banyak slaman yang terjadi (dilakukan) seluruhnya ? 4.. Dari 10 siswa akan dipilih 3 siswa untuk mengikuti lomba... 115 c. tentukan banyaknya himpunan bagian dari A yang terdiri dari 3 elemen ? 2. sehingga berlaku: C (8..... =. 48 ≡ 4. Banyaknya cara mereka duduk melingkar bila Ketua dan sekretaris harus selalu berdampingan adalah . Tentukan banyaknya jenis piliughan soal yang mungkin dikerjakan jika soal nomor 7 dan 8 wajib dipilih? 3. 12 b. 12 d... a. 120 b.. Banyaknya warna baru yang dapat terbentuk adalah . a.. 24 d.... 90 e... 164 b... Ada 6 cat dengan warna berbeda. x.. 6.. seorang siswa diwajibkan mengerjakan 4 soal dari 8 soal yang disediakan: a.... 4 b.... Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1.. Dalam suatu pentas kesenian terdapat 2 macam kreai tari yang masing-masing memerlukan 3 penari dan 4 penari. 100 d... 35 .. 7 9.. 243 c. 13 c...! .. 8 dan tidak boleh ada angka yang sama adalah .... 7 3. a.. 64 d.. 7.! = (. Lima buiah buku masing-masing buku KIMIA. Karena yang dua sudah pasti dipilih. Banyaknya cara untuk menyusun buku-buku tersebut adalah .... a......... 112 c. Banyak permutasi dari ”SIKLIS” adalah .. 144 b.XI. a.. 30 e. Dua buah cat dapat dicampur untuk menghasilkan warna yang baru. b. 30 e. Banyaknya cara memilih yang dapat dilakukan adalah ..120 c. x. 720 Tujuh botol disusun dalam posisi melingkar........ c.. Diketahui A = {a.. x... Dalam suatu acara jamuan makan malam dihadiri 40 orang.. 96 c.. FISIKA dan BAHASA akan disusun pada satu tumpukan. 12 e.... e} .. 84 5...

Berapa banyaknya pilihan berbeda yang mungkin jika 3 orang tersebut banyaknya siswa putraharus lebih besar daripada siswa putri? B. Ruang Sampel. Missal: a. Maka mata dadu yang mungkin muncul/keluar adalah: mata 1.. Jika Budi akan mengenakan 1 celana. G) } n(S) = ……. Himpunan yang anggotanya merupakan hasil/kejadian yang mungkin dari suatu percobaan/perlakuan dikenal dengan Ruang Sampel (S). sehingga: .4.) LKS-Mat. & ruang sampel 1.) . Banyaknya susunan berbeda jika botol B harus berdekatan ! 3. 1.050 e. A) .. Terdapat 5 celana. 6} a. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. Mendiskusikan dan menentukan peluang suatu kejadian dari berbagai situasi.) . maka: A adalah Kejadian muncul mata dadu 4.. 625 c. akan disusun secara berjajar.4. Dalam suatu kegiatan melempar sebuah dadu sebanyak 1X. maka Tentukan banyaknya cara memilih pasangan yang mungkin untuk dipakai Budi! 2.3. a.4.. …. 3. B. TEORI PELUANG. Pengantar materi: Bila terjadi suatu kejadian tentunya dapat dimungkinkan ada kejadian lain yang memiliki keterkaitan dengan kejadian sebelumnya. 1 kaos dan 1 topi bersama-sama. akan dipilih 6 orang terdiri dari 4 pria dan 2 wanita. (….125 B.1. 584 b.1. 4. Dari 5 siswa putra dan 4 siswa putri akan dipilih 3 orang. Merumuskan dan menentukan peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya. 5. 3. 1.. Kejadian. …. Menggali informasi tentang kejadian sederhana.2. A) (G.. maka Tentukan: a. G: Gambar} Maka pasangan mata uang logam yang mungkin muncul adalah: A G A G (A.. Untuk itu agar pemahaman terhadap Peluang suatu kejadian menjadi lebi baik. Kompetensi Dasar : 1. Pengalaman Belajar : 1.10..2. (…. dan 2 topi. 1. (…. missal: Kejadian mati pasti ada kejadian lain yaitu hidup.24 b.1.4..4.. Missal: Dalam pelemparan sebuah dadu sebanyak 1 X. Suatu peristiwa yang merupakan himpunan bagian dari himpunan Ruang Sampel (atau peristiwa yang dikehendaki terjadi dari beberapa peristiwa lainnya).. …. perlu dipahami beberapa hal sebagai berikut: a. Dalam suatu kejadian atau perlakuan/percobaan dimungkinkan muncul atau terjadi banyak (n) kejadian yang mungkin terjadi. Sebelum mempelajari serta mengenal. 4. 975 d. 4 kaos. Dari 14 orang pelamar terdiri 8 pria dan 6 wanita. …. & 6 Jadi banyaknya anggota ruang sampel [n(S)] adalah 6 dan S ={1. (….. A) (A.. 1. memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang menyangkut Teori Peluang suatu kejadian diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif. TEORI PELUANG. 2. Terdapat 4 botol A dan 5 botol B.. Mendiskusikan cara menentukan kisaran peluang. 2. {A: Angka. Banyaknya susunan berbeda yang mungkin terjadi! b. Pada pelemparan 2 buah mata uang logam sebanyak 1X. Mendiskusikan/menentukan peluang komplemen suatu kejadian. Banyaknya cara melakukan pemilihan yang mungkin terjadi adalah .) S = { (A. Hal ini akan selalu ada dalam suatu sistem kehidupan. 5.4.XI.

.. B = muncul mata dadu kurang dari 5 P(B) = Masalah 9: n( B ) ... = = n( S ) .. a.m C m1 P(A) = ( n +m ) Ck . Dengan ketentuan bahwa: 1..   P(As) = n( S ) = .. Masing-masing seri terdiri dari 1 As.......... yaitu: Hati.... n(Hati) = . 1 King... Tentukan Peluang terambil kartu: a. sehingga: B = {2........ k = n 1 + m1 Masalah 9: ... dan Gunung.. = n( S ) .... Jika P(A) = 1. . Jadi dalam satu set kartu Bridge terdapat 4 x 13 kartu = 52  n(S) = . Peluang suatu kejadian.... 4} sehingga n(B) = 4 Dari seperangkat kartu Bridge (Remi) akan diambil sebuah kartu secara acak... Peluang suatu kejadian A didefinisikan : Di mana: P(A) = n( A) n( S ) P(A) = Peluang terjadinya kejadian A. b..A={4}  n(A) = …… B adalah Kejadian muncul mata dadu bilangan Prima... 3..XI.. Wajik.. .. .. Diskusikan masalah berikut ini dengan kelompok belajar anda! Masalah 8: Pada peristiwa pelemparan sebuah dadu sebanyak 1 kali.........  B = {1... = ...... Peluang suatu kejadian dapat diartikan Nilai yang menyatakan tafsiran kemungkinan kejadian itu dapat terjadi.... …. Mata dadu yang nilainya kurang dari 5...... c.}  n(B) =.. Mata dadu bilangan ganjil.. .. n(S) = Banyaknya anggota ruang sampel.. Hati Penyelesaian: Kartu bridge pada hakekatnya terdiri dari 4 jenis kartu....... P(Hati) = n( H ) ati .. Penyelesaian: Dadu dilempar 1X... = .25 Apabila dalam suatu peristiwa A terdapat n objek pertama dan m objek ke-dua.. ..... 5} sehingga n(A) = 3 a.. …. maka kejadian A tidak mungkin terjadi (Mustahil)..... Kriting. maka Peluang terambilnya n1 objek pertama dan m1 objek ke-dua didefinisikan dalam : n C n1 ... = = n( S ) ......... n(A) = Banyaknya kejadian A terjadi.. kemudian diambil k objek secara acak. Perlu diperhatikan bahwa rentang atau kisaran nilai peluang [ P(A) ] terletak pada interval: 0 ≤ P(A) ≤ 1 .. A = muncul mata dadu bilangan ganjil P(A) = n( A) . maka kejadian A merupakan kejadian Pasti terjadi... 1 jack dan 9 kartu biasa sehingga jumlah setiap seri 13 kartu.. As b. 1 Queen. n( A ) s .. Jika P(A) = 0. LKS-Mat. Tentukan Peluang muncul: a. 3.... ... b. 2. n(As) = …… b. 2... maka n(S) = 6 dan:  A = {1..

...... b. Berapakah Frekuensi harapan munculnya: a.. bola yang terambil pertama putih.. LKS-Mat. Missal: A = muncul mata dadu bilangan genap. Tidak ada gambar yang muncul berarti Bukan A = Ac P(Ac) = 1 – P(A) = 1 - . Dari kantong akan diambil satu bola secara acak tanpa pengembalian dan diambil satu bola lagi. P(A) Masalah 11: Sebuah dadu dilempar sebanyak 300 kali.. Sebuah kantong berisi 7 bola merah dan 3 bola putih. tidak ada gambar yang muncul....... didefiniskan sebagai Nilai peluang kejadian A dikalikan n kali percobaannya.. .. 1 kelereng putih adalah…….1) = = . dan tentukan pula peluang anak yang tidak mungkin terjangkit malaria ! 5. maka: Ac (A komplemen) adalah kejadian bukan A Dengan mendasarkan diri pada kisaran nilai peluang maka dapat ditarik hubungan..... Peluang seorang anak terjangkit malaria adalah 0...Dalam sebuah kotak terdapat 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih... x.01...... bola yang terambil pertama merah.... .. .. Dua buah dadu dilempar satu kali. Frekuensi Harapan suatu kejadian. ...... m = 3 dan n1 = 2 ... Penyelesaian: Missal : n = 5 .... sebagai berikut: P(Ac) = 1 – P(A) Masalah 10: Dua mata uang logam dilempar satu kali. Mata dadu berjumlah 10. Peluang komplemen suatu kejadian merupakan peluang dari suatu kejadian yang menjadi lawan atau kebalikan dari suatu kejadian yang ada.... . ...... jumlahnya kurang dari 10. 8 C3 d. Tentukan peluang bahwa bola yang diambil pada pengambilan ke-dua merah.. x ... maka Fh(4) = .....000 anak....... maka Peluang terambil 2 kelereng merah .. tentukan Frekuensi harapan muncul mata dadu 4 ? Penyelesaian: n(S) = . e... . b.. .... 5 C2 .. minimal satu gambar b.. . Tentukan peluang muncul mata dadu: a..... terambil kartu As merah 2. . maka Frekuensi harapan untuk terjadinya suatu kejadian A. Dua buah dadu dilempar 150 kali..26 4.. A = minimal muncul satu gambar  n(A) = 3 sehingga P(A) = b. Sebuah kartu diambil dari seperangkat kartu Bridge. Jumlahnya sembilan..... Dalam suatu percobaan atau perlakuan yang sama dilakukan berkali-kali (n kali)... mata dadu kembar. b. b... .. Peluang komplemen suatu kejadian.... Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1. n = 300 dan P(4) = . .XI. Tentukan banyaknya anak yang diperkirakan terjangkit malaria di antara 100...3 C1 = = Maka P(2.. m1 = 1 .. atau: Fh (A) = n ..... Peluang muncul : a. terambil kartu King. 3...... = . Tentukan peluang: a. Penyelesaian: Dari 2 mata uang logam dilempar satu kali: n(S) = 4 a.. = . jika: a. terambil kartu hitam c. Jika diambil 3 kelereng sekaligus..

…).. guna memahami beberapa hal berikut ini: a. 4) .... A ∩ B = …………. yaitu: (1. …).... …). LKS-Mat. (. ( ..... ... (….. (…...(…. Sebuah kotak berisi 4 bola hijau... …). b. …)...6.(….. (…..... …). . Jadi P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) . Berapa peluang kejadian munculnya bilangan ≤ 3 untuk dadu pertama atau bilangan ≤ 2 untuk dadu kedua... (….. dua kejadian A dan B saling lepas jika A dan B tidak mempunyai titik sampel persekutuan. Sebuah dadu dan sebuah mata uang logam dilempar bersama-sama... (…. . (..(…... Tiga mata uang logam dilempar 120 kali.. Jika diambil 2 bola sekaligus. Dengan kata lain..... 1) n(+10) = .(…. = . 2) . (…... (…. P(Genap..(…..(…..... ... P(A) = .. …). …). .... (…. . 3 bola putih..(…... (…. Maka ..(…. …). A = {(…... …). 5) . satu hijau dan satu putih... …). Diskusikan dengan kelompok belajar anda. Tentukan: a. . Dadu kedua .. …). . PELUANG KEJADIAN MAJEMUK. n(B) = ………… P(B) = ......2. + − = ..... …)...... Tentukan frekuensi harapan muncul 2 angka dan 1 gambar? 8.. ... 4) maka P(+6 U +10) = P(+6) + P(+10) = ..27 Penyelesaian: n(S) = 36 n(+6) = .. (….. tentukan peluang bola terambil: a..... sehingga A ∩ B = φ maka P(A ∩ B) = 0 Jika A dan B dua kejadian yang saling lepas maka: P(A U B) = P(A) + P(B) Masalah 12: Pada percobaan melemparkan dua buah dadu. Pengantar materi: Kejadian A dan B disebut saling lepas (saling asing) jika A dan B tidak dapat terjadi bersama-sama. (3. Angka) c..... …).. (….. …).. …)} . …).. …). n(A ∩ B) = . (….... (.. ke-duanya hijau b...... (…. B = {(….(…. …). . …).. + = ........XI.. …)(…. peluang kejadian A ∪ B sama dengan : P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Masalah 12 : Dua buah dadu bersisi enam dilemparkan bersama-sama sekali. …).. Gambar) B. yaitu: (4....) . …).. . Kejadian saling Lepas / Asing. Ruang sampel b..(….... n(A) = ……………. ke-duanya putih c... ..(….... …)... …).. (…... . .. …). Peluang Gabungan Dua Kejadian Misal A dan B adalah dua kejadian sebarang yang terdapat dalam suang contoh S.. Tentukan peluang muncul mata dadu berjumlah 6 atau berjumlah 10.) .(…. .....(…... …).. 7.. …). P(2..) . Penyelesaian : n(S) = 36 Dadu pertama .. …).... …)} .. . Peluang kejadian majemuk merupakan Peluang serentetan kejadian yang berbeda akan tetapi diminta terjadi dalam waktu yang bersamaan. (.

. Kejadian saling Bebas... G) .... A) . Tentukan peluang dari: a.. G) . B = { (G. G)} n(S) = …… A = { (G.. G) .. G.. A. . Jika ditentukan jumlah mata dadu sebanyak-banyaknya 5 atau diberi notasi m + p ≤ 5... C) = ……. G. P(C)  A dan C saling bebas.. 8 = P(A) .(A.(G. = P(A) . G.( A. . = . . A) ... G)}  n(A) = …. A) } C = { (G. kita berbicara tentang peluang kejadian bersyarat.. maka Peluang bersyarat kejadian A dengan syarat B. Pengantar materi: Menurut pengertian sehari-hari. Peluang kejadian bersyarat didefinisikan: Jika A dan B kejadian dalam ruang sampel S dengan P(B) ≠ 0. G. A. B adalah kejadian muncul gambar (G) pada lemparan ke-dua. a. Jika A dan B dua kejadian yang salaing bebas maka : P(A ∩ B) = P(A) . A)}  n(B) = …… maka P(B) = C = { (G.. G. dinyatakan: P(A/B) = P ( A ∩B ) P( B) LKS-Mat. Pengantar materi: Peluang seorang siswa yang dipilih secara acak dari seluruh peserta ujian akhir SMA mendapat nilai 6 untuk Matematika (Lulus) berbeda dengan peluang seorang siswa dipilih secara acak dari seluruh peserta ujian akhir yang mendapat nilai matematika 6. A.(G.. G. G) ..  n(C) = …… maka P(C) = ... dua kejadian dikatakan saling bebas jika terjadinya (atau tidak terjadinya) kejadian yang satu tidak mempengaruhi terjadinya (atau tidak terjadinya) kejadian yang lain.... G. P(B)  A dan B saling bebas. A) . yaitu Peluang bahwa seorang peserta ujian mendapat nilai 6 untuk matematika jika diketahui (dengan syarat) peserta tersebut lulus ujian akhir SMA.(G. Penyelesaian: ... G..(G. A. A adalah kejadian muncul gambar (G) pada lemparan pertama. (G.. G. Kejadian Bersyarat (Kondisional). G.c.. G) } ∩ A ∩ B ∩ A B = { (G.. G) . G..(A. C) = ……. 4 .. G.. G) ... G. G) ..... . (A.(A... maka P(A) = .(G.. G. P(A b...... P(A ∩ B) b. G) }  n(A   ∩ n(A ∩ n(B ∩ . A) .. G.. B) = …….XI. P(A ∩ C) Penyelesaian: S = {(A... C adalah kejadian muncul 2 gambar (G) berturut-turut. Dalam kasus ini.. A) } C = { (G. Tentukan peluang bahwa mata dadu merah menunjukan 2 atau m = 2.. A) .(G.. A.. G. A.28 Masalah 14: Pada percobaan melempar dadu (merah dan putih) satu kali.(G. = . . (A.(G.. A) . A) . G..( A. P(B) Masalah 13: Pada percobaan melemparkan sekeping uang logam sebanyak 3 kali... c. P(A ∩ ∩ B) = C) = . A) . A) .

3...3). A = kejadian m = 2 = {(2.(2...2).(3... b.. Sebuah dadu dilempar satu kali... A ∩ B = { (2.. Peluang Budi naik kela adalah 0. Dalam sebuah keranjang terdapat 20 jeruk. c..... Berapa peluang pada pengambilan pertama terambil 3 King dan pada pengambilan ke-dua terambil 3 Queen ? A. maka Frekuensi harapan muncul mata dadu prima adalah. pada hari yang sama b. Berapa peluang ke-enam jeruk tersebut tidak termakan oleh ke-tiga orang tersebut ? 6.. c.. Pada satu set kartu Bridge diambil secara acak 3 kartu sebanyak dua kali berturut-turut dengan pengembalian..... . Sebuah dadu dilempar 10X..(2. d. 3 orang bersama-sama makan jeruk tersebut.. 4... 1 1 1 2 5 a.. 2) .(1.. Berapa peluang mendapatkan nilai benar 8 butir atau lebih ? 7.. ≤ 5 = {(1.(2. x = ... Masing-masingmempunyai besar kemungkinan yang sama untuk berkunjung ke tempat itu pada hari apa saja...(1... d. 3) }  n(A ∩ B) = …….. 6 diantaranya asam rasanya...(2. .29 3. Tentukan peluang muncul mata dadu: a.1) . Dua buah dadau dilempar bersama.. e.. 8. (2.. Jika seorang menjawab secara acak.... d. c.(2... .XI.4).9. Berapa peluang muncul mata dadu 3 atau 6 dan muncul gambar pada mata uang ? Budi dan Adi masing-maing duduk di kelas X SMA dan Kelas XI SMA. masing-masing sebanyak 2 buah. c.. Pada suatu tes yang berbentuk jawaban benar atau salah tersedia 10 soal.1).. Salah satu yang naik... (2.1).B = kejadian m + p n(B) = . berjumlah genap atau kembar.. Budi naik dan Adi naik. 5.4). Maka P(A ∩ B) = .maka peluang terambil 2 kelereng merah dan 2 kelereng putih adalah 18 12 9 6 3 a. b.. b. maka P(A) = .. b. .1)} maka P(B) = . Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1. b. 1 1 1 1 1 a. Berapakah peluang terambil satu kartu merah atau satu kartu king? Sebuah dadu dan sekeping uang logam dilempar bersama-sama satu kali. Peluang muncul mata dadu berjumlah 4 adalah .. ..... 3 4 6 9 1 2 LKS-Mat.. . ...(3. . .. e.. 35 35 35 35 35 4.. Tentukan Peluang: a.1)... Dalam sebuah kotak terdapat 4 kelereng putih dan 3 kelereng merah.(1..... Jadi : P(A/B) = .2).. Jika diambil 4kele reng secara acak..5). maka peluang muncul mata dadu 3 atau lebih adalah . . Sebuah kartu akan diambil dari seperangkat kartu Bridge.(4. sekali dalam minggu yang sama. = ..... .3).1)..3).(2. Dua buah dadu dilempar bersama.... 2.. e.6)}  n(A) = .. Dua orang mengunjungi supermaket yang sama.2)....... Berapa peluang mereka mengunjungi tempat itu: a. 6 3 2 3 6 2....(2. pada hari yang berurutan.... berjumlah 5 atau berjumlah 10. Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1. Budi naik dan adai tinggal kelas.7 dan Peluang Adi naik kelas 0.

.. d.... e.. 63 63 63 63 63 B. Dari 1000 anak. Peluang Aswan lulus UMPTN adalah 0. 5 6 8 21 28 a. 0. Dalam kotak I terdapat 3 bola merah dan 4 bola putih.. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1... 2 b. Peluang seorang anak terjangkit TBC adalah 0. 7 56 5 6 5 6 1 5 8.. Diambil satu bola dua kali berturut-turut tanpa pengembalian. Peluang bahwa yang terpilih pria lebih banyak dari wanita adalah .. 3 4 1 2 4 2 10. Pada pengetosan sebuah dadu dan sebuah mata uang logam.. 80 c..XI. c. e. d. Jika dibuat bilangan yang terdiri dari 3 angka dari angka-angka 1. Maka tentukan peluang terbentuknya bilangan ganjil dan bilangan lebih dari 400 ? 2. anak. 2. Pada sebuah kantong terdapat 4 bola merah dan 3 bola hijau. Peluang salah satu dari ke-duanya lulus adalah . 1000 6.. c.90. Peluang muncul mata dadu berjumlah 8 atau kembar pada pelemparan 2 dadu adalah: 21 1 1 10 7 1 a. Dari setiap kotak diambil satu bla secara acak. Dari 100 orang siswa. 920 d. Berapa peluang mendapatkan : a.. 8 5. a. 20 b.... dan 5. e... Ke-duanya bola hijau ? 4... 3. 0... 50 siswa gemar menari. 5 d. 0... b. Peluang muncul mata dadu ganjil dan angka pada mata uang adalah . 1 1 1 8 3 a... Tentukan frekuensi harapan muncul 2 angka dan 1 gambar ? 3..30 MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR . 0. 4.a. dan 25 siswa gemar ke-duanya. c.10 d... Peluang Agus lulus UMPTN adalah 0..02. c.. jumlah anak yang ti dak terjangkit TBC kira-kira berjumlah ... b. Peluang terambilnya bola putih dari kotak I dan bola hitam dari kotak II adalah ..... e. d. 45 diantaranya gemar membaca. : a. 3 6 3 6 36 36 3 6 7. 980 e. Kotak II terdapat 2 bola merah dan 7 bola hitam.. b. Dari 5 pria dan 3 wanita akan dipilih 3 orang secara acak...... 3 c..14 c..05 e. Tiga mata uang dilempar 120 kali. Jika dipanggil seorang siswa maka Berapakah peluang siswa yang terpanggil tidak gemar membaca maupun menari ? LKS-Mat..855 b.005 9. 0. 5 10 5 4 1 a. 6 e...95. Bola pertama merah dan bola ke-dua hijau ? b. d.... b.

menggunakan algoritma pembagian suku banyak. sehingga perlu adanya perubahan metode. dan teorema factor dalam pemecahan masalah. menggunakan operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan fungsi komposisi dan fungsi invers. teorema sisa. media. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat siswa. 2. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik minat siswa.Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara pernyataan berikut): Menyenangkan Bermanfaat Menarik Sangat perlu dipelajari Menantang Perlu disebar luaskan Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 Membosankan Tidak Bermanfaat Tidak Menarik Tidak perlu dipelajari Tidak Menantang Tidak Perlu disebar luaskan Tidak Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari Petunjuk Penilaian: 1. strategi pembelajaran. . Standar Kompetensi Menyusun dan Menggunakan persamaan lingkaran beserta garis singgungnya. dll.

dan Hf = { 4 } b. f(3) = .. Pemetaan: Suatu relasi yang menghubungkan / f memetakan setiap anggota himpunan a x Daerah Asal (Domain) dengan tepat satu b y anggota himpunan Daerah Kawan (Koz Domain / Range) w c v A B Dan pada akhirnya terdefinisi: f : A  B f : x  2x2 -1 atau f (x) = 2x2 -1 JENIS-JENIS FUNGSI: a. sifat. Mendiskripsikan pengertian Fungsi dan Jenis-jenis fungsi. dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah.. Apabila untuk setiap x (pada Domain) berlaku f(x) = x.... Contoh 1: Fungsi pada R didefinisikan f(x) = 4. guna memahami beberapa hal berikut ini: Pengantar materi: Fungsi berikut operasi aljabar sebenarnya sudah mulai dikenal pada saat anda mengikuti pendidikan jenjang SLTP.7. Fungsi Identitas.... Jika untuk setiap x (pada Domain) berlaku f(x) = c. untuk : x < 0  1 Contoh 2: Fungsi pada R didefinisikan f(x) =  ..A. f(3) = ... berikut ini marilah kita mengingat kembali beberapa hal berikut ini.7..2. memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang menyangkut fungsi dan komposisi fungsi diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif. Merupakan fungsi yang memetakan pada dirinya sendiri. f(1).. Fungsi Tangga.XI-32 Penyelesaian: f(-1) = .31 LKS-Mat... Kompetensi Dasar : 3. 2 } .. . f(2). 1.. untuk setiap x maka: Tentukan f(0) . PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS FUNGSI Pengalaman Belajar: 3.1. . f(3) dan tentukan daerah hasil (Hf) ! Penyelesaian: f(0) = 4 . f(1) = . Fungsi konstan. Merupakan suatu fungsi f(x) yang grafiknya merupakan ruas-ruas garis yang sejajar dan berurutan... Sebelum mempelajari serta mengenal. f(3) tentukan daerah hasil (Hf) dan Gambar grafiknya! LKS-Mat. c.7.  −1. Menjelaskan dan menentukan hasil dari operasi ajabar pada fungsi. f(2) = ... 2 1 -1 dan Hf = { -1. Fungsi : Relasi yang merupakan pemetaan.. 3. Diskusikan dengan kelompok belajar anda.1.XI. A. di mana c Bilangan konstan. FUNGSI DAN FUNGSI KOMPOSISI.. sehingga guna memahami fungsi dan komposisi fungsi sebenarnya tak sulit.. untuk : x ≥ 2  Tentukan f(-1) ... untuk : 0 ≤ x < 2 maka:  2... Menggunakan konsep.

Grafik fungsi linier berbentuk titik atau garis lurus. (f . Fungsi f(x) = cos x merupakan fungsi genap. Sumbu simetri : x = 2a p q −b − D v.g)(x) = f(x) . A. Fungsi Injektif (Satu-satu). Tentukan Domain kedua fungsi tsb! . Suatu fungsi yang didefinisikan dalam f(x) = ax + b. g)(x) = f(x) . g. g dan f / g adalah Df  Dg LKS-Mat. f . grafiknya menghadap ke atas.g(x) c. iii. DAfn = DAf Domain fungsi-fungsi f +g. b Real dan a tidak 0. Fungsi Bijektif (Korespondensi satu-satu).d. c −b iv. Bila a < 0. Bila a > 0. Fungsi yang didefinisikan dalam f(x) = ax2 + bx +c. (f . Apabila fungsi f dari A  B sekaligus satu-satu dan onto. ≠ f(b)” Fungsi f dari A  B disebut fungsi surjektif (onto) bila daerah hasil fungsi f sama dengan daerah kawan fungi f. untuk : x < 0 e. di mana a. c Real dan a tidak 0. maka fungsi f tersebut bijektif. g ( x) ≠ 0 g g ( x) e. k ∈ R f. Fungsi Linier. (k f)(x) = k. Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil. (f + g)(x) = f(x) + g(x) b. Grafiknya berbentuk parabola. Fungsi f dari A  B disebut satu-satu bila memenuhi: ”Jika a ≠ b maka f(a) atau ”Jika a = b maka f(a) = f(b)” Fungsi Surjektif (Onto).XI-33 Diskusikan dengan kelompok belajar anda. Aljabar fungsi pada hakekatnya mengikuti norma sebagai berikut: a. sebab f(-x) = (-x)3 = -x3 = -f(x) f. grafiknya menghadap ke bawah. Fungsi f(x) = x3 merupakan fungsi ganjil. Fungsi Kuadrat. Suatu fungsi f(x) disebuf fungsi genap jika berlaku f(-x) = f(x) dan Suatu fungsi f(x) disebuf fungsi ganjil jika berlaku f(-x) = -f(x) Contoh 3: i. ii. Fungsi Modulus (Harga Mutlak). Puncak / Titik Balik : ( . ii. guna menyelesaikan dan memahami permasalahan berikut ini: Masalah 1: Diketahui f(x) = Penyelesaian: 1 2x + 4 dan g(x) = x 2 −16 . f f ( x) ( x) = . (fn)(x) = [f(x)]n . di mana a.  x. ALJABAR FUNGSI.2. Sifat fungsi kuadrat : i. ) Puncak 2a 4a SIFAT-SIFAT FUNGSI: a. b. f(x) . b. g(x) d. sebab f(-x) = cos (-x) = cos x = f(x). f – g. untuk : x > 0 Suatu fungsi yang didefinisikan sebagai f(x) = I x I =  − x.

... x = a -1 dan x = 3x +1 Penyelesaian: f(x) = 3x2-1 maka f(2) = 3.... B (2.... 0) dan C(-1.. Suatu fungsi f(x) akan mempunyai nilai untuk x = c... f(x0 = x2 + 1 b. untuk : x > 2  5. f(x) = Jadi b. Tentukan nilai fungsi untuk x = 2 ....  x = 4 v x = -4 B -4 S 4 B Jadi Dg = {xI x ≤ ……. b dan c ! Penyelesaian: f(x) = ax + b. x ∈ R }  4.. g(x) = 1 2x + 4 ... 2)  2= 3 a+b B (2. f(x) = x + 1 2. ≥ 0  x2 ≥ . yang didefinisikan f(c).. . c) Tentukan Nilai a. untuk : x ≤ −2  2 4... grafiknya melalui titik A (3.. ... + …… = …… A. Diketahui : f(x) = a... untuk : −2 < x ≤ 2  6 − x. Selanjutnya anda dipandu guna memahami pengertian fungsi komposisi sebagai berikut: . NILAI SUATU FUNGSI.... f(x) = x3 – x f(x) = 1 x + x −2 2 c... Contoh 3 : Diketahui fungsi f(x) = 3x2-1. 22 -1 = .. Selidiki mana yang termasuk fungsi ganjil dan atau genap ! a.. -1)2 -1 f(3x+1) = 3(…… +1)2 -1 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1.. x ∈ x 2 −16 .3. c)   b = …… c = (-1) …...a. (f – g)(x) 2−x . 2) . 0)  ….... Tentukan Daerah Hasil dari fungsi: f(x) = x2 -3x + 1. g)(x) d. Df = { x I x ≠ .. x ∈ R} Masalah 2: Sebuah fungsi f(x) = ax + b.. f(a-1) = 3(. Pengantar materi: Suatu fungsi yang merupakan gabungan dari dua atau lebih fungsi-fungsi tunggal disebut dengan fungsi komposisi.XI-34 A. Tentukan fungsi dan Domainnya ! 25 − x 2 c. ( f )(x) g LKS-Mat. = …… a + b 2 = …… C (-1.. (f + g)(x) 36 − x 2 dan g(x) = b.. -1 = . Diberikan fungsi .. V x ≥ . FUNGSI KOMPOSISI. dengan Df = {xI -1 ≤ x ≤ 2 . Tentukan daerah asal fungsi ini ! 3. Syarat x2 .. Buatlah sketsa grafik fungsi: f(x) = x ... melalui titik A (3..3. Syarat 2x + 4 ≠ 0  2x R} ≠ -4  x ≠ . (f .

.... dan h : R  R yang didefinisikan h(x) = 3x.... Dan selanjutnya fungsi komposisi terdefinisi: (f o g)(x) = f[g(x)] A Masalah 4: Sebuah fungsi f : R  R yang didefinisikan f(x) = 2x + 1... (f o g)(x) c.. = ...... f o g = f[g(x)] = f[4x] = 2(..... = ... LKS-Mat. + .. (g o f)(x) – (f o g)(x) d.. b........ b. (h o g o f)(3) = ....... ] = ... + 1] = 4 ( . + .. Diketahui f(x) = 2x = 1 dan g(x) = x2 + 2.. Tentukan fungsi f o g dan g o f ! Penyelesaian: a. (h o g o f)(x) c. Diketahui f(x) = 2 + x dan (g o f)(x) = 4 + 2x ........ Tentukan fungsi : a. (g o f)(x) b............... Tentukan g(x) ! Penyelesaian: Gunakan definisi fungsi komposisi sehingga dapat diturunkan hubungan sebagai berikut: f(x) = x -1 dan (f o g)(x) = 2x +4 (f o g)(x) = 2x +4 f( g (x) ) = 2x +4  g(x) – .. (f o g o h)(3) Penyelesaian: a....... (f o g)(-2) 2.f g B C gof Dua fungsi dapat dikomposisikan menjadi (f o g) jika Daerah Kawan bagi fungsi f adalah himpunan bagian dari daerah asal bagi g yang berarti: DKf ⊂ DAg..... (h o g o f)(3) d.......... + ... = ... (f o g o h)(x) = f [ g { h(x) } ] = f [ g (3x) ] = f [ (.... g o f = g[f(x)] = g[.. + .. (f o g o h)(3) = 2 + .. + 4x + ... + ......... -1 ] = h [............ ..... c.. Masalah 6: Diketahui f(x) = x -1 dan (f o g)(x) = 2x +4.... Tentukan : g(x) dan (f o g)(2) ! ... + 1) = .... g : R  R yang didefinisikan g(x) = x2 -1 ...)2 – 1 ] = f ( 9x2 – 1 ) = 2 + ... Tentukan: a.. Tidak komutatif 2.. + 4  g(x) = .. + ........ – 1 c..) = ..... Terdapat fungsi Identitas i(x) = x sedemikian hingga (f o i)(x) = (i o f)(x) Masalah 5: Sebuah fungsi f : R  R yang didefinisikan f(x) = 2 + x...... + .. dan g : R  R yang didefinisikan g(x) = 4x............ Berlaku Assosiatif : fog ≠ gof : (fog)oh =fo(goh) 3....XI-35 Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1... (f o g o h)(x) b.... (h o g o f)(x) = h [ g { f(x) } ] = h [ g (2 +x) ] = h [ (2 +x)2 .... + .... + .... ] = h [ 4 + ... ] = 3 [... SIFAT-SIFAT KOMPOSISI FUNGSI: 1. + 4x + ..

5.. Diketahui f(x) = 2x + 1 dan g(x) = x +2. 4x -6 b. 1 (2 x +1) 10.. -3x2 –x +4 2 2 b.... a.. 1 4x + 8 2 4 +1 x2 e.... g(x) = x + 1 dan [(fog)oh](x) = x2 +4x +10. .q = ..... -5 v 2 b.. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1... a. d.. x d. x −1 x +2 b... Diketahui f(x) = x2 -1 dan (f o g)(x) = 3x 2 + 4 x + 1 ... -3x2 -8 c... 110 d. Bila g(x -1) = 4x2 -8x + 4 dan (f o g)(x) = 8x2 + 3 . 3 v -5 d.. -2 v -5 c.. maka g(x) = . Diketahui f(x) = 3x -1 dan (f o g)(x) = 8x + 10. a.. 111 e. 4x -18 e.. Tentukan h(x) ! 7.. 3 d... -3 v 5 2. x −3 x −1 d.... g(x) = x2 -4x +6 dan (f + g)(x) = 28 maka nilai x yang memenuhi = . g(x) = 3x -2 dan akar-akar dari (f o g)(p) = 63 adalah p dan q. Jika (g o f)(-3) = 20... -2 b. 1 2 x +1 2 b. Nilai m = .. 4 1 1 3 7 a. Tentukan f(x) ! 4.... Jika p(x) = g(x) + f(x) dan f(x) = 2x +6. 4x +6 c. maka a.. Jika f(x) = x2 -5x dan g(x) = 2x -3 dan h(x) = 3 + x Tentukan g(x) – 3 h(x) + 2 f(x) ! 3...... -3 v ½ b. 16x +8x -1 d... maka nilai p. 107 b.... 2 +1 x2 c. maka (f –g)(3) = . maka nilai x adalah . 3 v 5 e. -3x2 -12x -6 e... g ( x) =. Jika diketahui f(x) = 4x2 -1 .... 3 3 4 4 3 LKS-Mat.... 1 .. -3x +12x -6 d.. c. Jika f(x) = 3x .... b. g(x) = 2x +1 dan h(x) = a. Tentukan g(x) dan g(1) ! x2 6.. 3 v – ½ c. Jika (f o g)(x) = 5. serta p(x) = 6x -12 maka g(x) adalah . Jika f(x) = 2X + 7 .. maka (h o g o f)(x) = .. 8x +16x +1 7. : f ( x) x−3 x+2 e. Diketahui g(x) = x2 – 2x dan (f o g)(2x -1) = 16x2 -32x +14. e. -3x +x + 8 8.. Bila f(x) = x2 dan g(x) = 4x =1. a. x −1 x +3 c.. 6x2-8x -1 2 2 b... 16x2+8x +1 c... 0 c. 3 v 3/2 e. Maka tentukan g(x) ! 2. Diketahui f(x) = x2 ....XI-36 B. Suatu fungsi f(x) = 12x2 +3 dan g(x) = a. 11 9. maka (f o g)(x) adalah . Tentukan g(x) dan g(-3) ! . Bila Diketahui f(x) = x2 +x -2 dan g(x) = x2 –x -6. Diketahui f(x) = x -2 dan g(x) = x2 + mx. Jika f(x) = 2 –x dan g(x) = x2 + 1 dan h(x) = 2x maka Tentukan f o g o h dan h o g o f ! A.. -3 v – ½ d. a... maka f(1) = . a. 6 -4x d.. 5... -3 v 3/2 3. 8x2+16x -1 e... Jika (f o g)(x) = x2 -4x +3 dan f(x) = x -1. Jika (f o g)(x) = x2 -4x + 3 dan g(x) = x -1 maka Tentukan f(x) dan f(-2) ! 8. 8x -18 6.3. x +2 x −1 4. 108 c.. 109 x +1 .. 5 e.. Bila f(x) = x + 2 dan (g o f)(x) = 6 -3x2 . Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1...

1.  g-1(x) = Masalah 8: Diketahui f(x) = x −1 .4. Mendiskusikan nilai dari fungsi invers. + .. guna memahami beberapa hal berikut ini: Pengantar materi: Bila terdapat fungsi g sedemikian hingga f o g = g o f = I dimana I adalah fungsi identitas maka g disebut fungsi invers dari f dan dinyatakan dalam f-1.. FUNGSI INVERS. Jika dapat ditemukan fungsi g yg memetakan himpunan B ke himpunan A.…… f-1(x) = …. Mengidentifikasi invers fungsi yang merupakan fungsi. FUNGSI INVERS. – 4 .1. Mendiskusikan cara menentukan invers fungsi komposisi Sebelum mempelajari serta mengenal..XI-37 Penyelesaian: f(x) = x 5x + 1 .…… x2 = y + …… x = . sifat dan aturan fungsi invers dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar : 3. Atau Jika f fungsi yang memetakan himpunan A ke himpunan B. 3..... dan g(x) = x2 -3... + ... untuk x ≠ .8. Menggunakan konsep. A f a f-1 b atau f-1(y) = x f-1 B A f y = f(x) B Setelah anda memahami pengertian fungsi invers (sebagaimana gambar di atas) berikut ini coba diskusikan dengan teman belajar anda langkah-langkah menentukan fungsi invers.2.8.. memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan matematika yang menyangkut Invers Fungsi diharapkan peserta didik secara mandiri dan atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif.Tentukan f-1 (x) serta tentukan pula Df dan Df-1! 5 5x + 1 LKS-Mat. 3. Tentukan fungsi g(x) ! 4x +3 B... Diskusikan dengan kelompok belajar anda...8. maka setiap elemen a ∈ A ..3. atau a = g(b) maka dikatakan bahwa f dan g adalah fungsi saling invers dan atau f-1 = g v g-1 = f.8. Tentukan f-1 (x) dan g-1(x) ! g(x) = x2 -3 y = x2 . mempunyai peta/bayangan b = f(a) ∈ B . Diketahui f(x) = 2 x −1 x +5 dan (f o g)(x) = 6x − 2 .. Pengalaman Belajar : 3... berikut ini: Masalah 7: Diketahui f(x) = x + 4 Penyelesaian: f(x) = x + 4 y = x + …… x = y . B..

x x = = −y . x ∈R } 5 −1 5 Df-1  1 -5x ≠0  5x ≠ 1  x ≠ 1 5 Jadi Df-1 = { x I x ≠ 1 .) x (1 −5 x ) Jadi Df = { x I x ≠ −1 . Tentukan (f o g)-1(x) dan (g o f)-1(x) ! . Jika f(x) = 3x . Diketahui f(x) = 2 + x dan (g)(x) = 4 + 2x . Diketahui g(x) = x2 -1 .. INVERS FUNGSI KOMPOSISI.y = x 5 x +1 Df  5x + 1 ≠0  5x ≠ -1  x ≠ y(….... Masing-masing fungsi tunggal ditentukan inversnya baru fungsi inversnya dikomposisi kan.... Tentukan: f-1(x) dan g-1(x) ! 2.. Tentukan (fog) (x) B....XI-38 Masalah 9: Diketahui f(x) = 3x + 5 Penyelesaian: Untuk: Cara 1: (f o g)-1(x) (f o g)(x) = f [g(x)] = f ( 2x2) Cara 2: Dengan: (f o g)-1 = g-1 o f-1 dan g(x) = 2x2 .. Ditentukan dulu fungsi komposisinya h = (f o g) baru ditentukan invers fungsinya h-1.. Diketahui f(x) = 2 x −2 +1 . dan f-1(-2) ! dan (fog)-1 (x) 5. 5xy ...2... x ∈R } 5 Jadi f-1(x) = Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1. dengan pola: (f o g)-1 = g-1 o f-1 y g-1 g z LKS-Mat. Diketahui f(x) = 2x ... – 1 ) = .. − 1 −y −(1 −... maka invers dari h(x) atau h-1(x) disebut invers dari fungsi komposisi (g o f)(x) dan bisa dinyatakan dalam : h-1(x) = (g o f)-1 (x). untuk 2x +3 x≠ −3 .. g(x) = x + 1 .. + 1) = x 5xy + . b. guna memahami beberapa hal berikut ini: Pengantar materi: Missal h(x) = (g o f)(x)....…. Tentukan g-1(x) dan g-1(1) ! Diskusikan dengan kelompok belajar anda. Tentukan f-1 (x) ! 2 4.1 dan g(x) = x2 + 2.. = -y x ( . Diketahui g(x) = 3 x −1 .. h = (g o f)(x) f x f-1 h-1 = (g o f)-1(x) Selanjutnya untuk menentukan invers fungsi komposisi dapat diikuti pola sebagai berikut: a.. Tentukan f-1(x) 6... = . Tentukan : g-1(x) dan f-1 (2) ! 3..

. Diberikan fungsi f(x+ 1) = log 2x dan g(x) = x – 1....= 3 ( ............ ) .... g(x) = 2 sin x untuk perioda I. y (x+ )2 = 1 8 ..... Tentukan nilai-nilai x yang memenuhi ! LKS-Mat.... 3x ........... ... 2.. + 5 (f o g)(x) = 6 ... Jika f(x) =53x dan f-1 (x) invers dari f(x). + 30 x + ........ 6 g-1(x) = (f o g)-1 = g-1 o f-1 x .. Diketahui f(x) = x2 -4x +2 dan g(x) = 2 + 3Log  ... 3 = ..... x = ......... g(x) = 2x2 x2 = y ... Tentukan: f-1 .. Tentukan invers fungsi f ! 2. x2 = x y .... untuk : x ≠ − ... Fungsi g(x) = 4x + 5 4 3...... ...... y (x+ ) = 1 8 .......... ) = 2( 3x + 5 )2 = 2[(3x)2 + 2.............. + = (x+ )2 =(x+ )2 1 8 1 8 9 . (g o f) .......... Jika ( f o g )(x) = 7..... = g-1(f-1) = g-1( = Untuk: (g o f)-1(x) x − ... Tentukan (f o g)-1(x) dan (g o f)-1(x) ! 6...... . 6 (g o f)(x) = g [ f(x) ] = g( 3x + .XI-39 A... (f-1 o g-1) dan (g o f)-1 ! 2x + 3 5 ..... Pilih salah satu alternatif jawaban yang tepat ! 1. ] y = 18x2 +60x + 50 y 30 25 30 2 900 25 x+ + = x2 + =(x+ ) 1 8 9 9 1 8 324 9 y ... y x x = Jadi: (g o f)-1(x) = 1 8 1 8 . y −.. ........... y −.. Fungsi f : R  R dan g : R  R didefinisikan oleh f(x) = 6 + x2 ......  y = 2x2  x= (f o g)-1(x) = x −..... .. x −.......... Fungsi f(x) = 3x +2 dan g(x) = 6 – 5x . x −.... ..... Tentukan f-1 o g-1 ! 2 x −1   5. 25 25 ..... g-1 ...... Permasalahan untuk didiskusikan siswa: 1.) + 5 = 6 .. + 5 y = 6x2 + 5 6x2 = y . 5 + 52] = [.. Diketahui f(x) = 4log x dan g(x) = 4x +2.. maka nilai f-1(5 5 ) adalah ... y −........ Tentukan (f o g)-1(x) dan (f o g)-1(0) !  x +1  4... f-1(x) = . = 6 f(x) = 3x + 5 y = 3x + 5 3x = y ..…... x − .. 1 8 ...

.. f-1 (x) = dimana x ≠ ½ 2 x −1 2x x −2 c. f-1 (x) = dimana x = 1 2 x +1 a. 2 2 2 x +1 2. g(x) = 2x-1 . f-1 (x) = 3Log x.. f-1 (x) = dimana x ≠ .. f-1 (x) = dimana x ≠ ½ e....... f-1 (4) = 8 b. Tentukan fungsi invers f-1(x) ! x −4 6x −7 2. 4 e.....50 d.½ d. Apabila f(x) = 7x = 1 dan g (x) = x-5 maka : (f g) -1 (x) untuk x= -4 2 adalh .. f-1(4) = 1 ½ d.. 8 e..........1 3 d. f (81) = 0 10.. Diketahui fungsi f(x) =2x +1 .. . mak nilai f-1 (4) . 22 b.... ( 6+x) b.. maka f-1 (x+1) =..XI....1 e. f-1 (81) = 3 -1 3 -1 b. 1 1 1 a.. x≠ 2 d.½ .... .. x ≠ -2 e. (3+x) e. x ≠ 3 jika f-1 invers dari f. 3 a. 1 b.. Tentukan: (g o f)-1 dan (g o f)-1(2) ! 5 2 1. b....... Diketahui f -1(x) = dan g-1(x) = . f (x) = Log 4-x .x) c..2 c.. 18 c. Diketahui f -1(x) = 2x +1 dan (f-1 o g-1)(x) = .. 11 7 7 5. Fungsi f ditentukan oleh f(x) = . 4 3 a..... maka (f g ) ( x) inversnya (f 1 g )-1 (x) . -1 +2log 3 e... f-1 (x) = 3Log 3-x . Diketahui f(x) = Ooo000ooO LKS-Mat.... maka (f g )-1 adalah ..Jika f-1 invers dari f maka f-1 (x+2 ) =..... f-1 (4) = 3 4 x +1 dengan x ∈ R . d. .. f-1 (81) = 2 -1 4 -1 c.... x −3 3 x −1 3x + 4 3x + 2 3x + 2 3x + 4 a...... -2x e. Bila fungsi f:R → R dan g: R → R di tentukan oleh rumus f(x) = x-3 dan g (x) = 3-2x... 1 2 1 a.. Nilai f -1 (x) dan f-1 (81) adalah ...x x −2 x −2 x −1 x +1 x −1 ≠2 3. Jika fungsi f(x) = x3 dan g (x) =3x -4 ..... c. 2 x +1 2 +x 2 −x a... x ≠ 2 b. a...2dan h (x) = 2x(h-1 g-1 ) (1) =.. (3.. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! e... ... 3 d..... 3 1 6 6 1 a. f-1 (4) = 2 ½ c. f (81 ) =1 e.x c.. Jika f-1 adalah invers dari f(x) . f-1 (4) =2 B..... Jika diketahui f(x) = 2 dan g (x) = 3 – 5x maka (g f)-1 (x) =.½ 2 x −1 2 x +1 2x +3 x b. f-1 ( 81) =0 d. f-1 (x) = 2Log 3 –x . f-1 (x) = dimana x ≠ ..40 MENGUKUR MINAT SISWA TERHADAP MATERI BELAJAR . 2 c...... 0 b.......... Fungsi f ditentukan oleh f(x) = ... maka [g-1 f-1 ] [8] =.. (6 – x d. 2x b..... Diketahui f(x) = 3x+4. g-1 (x) adalah invers dari g (x) .. x ≠ 2 c. 5 3 3 3 6. log 2 3x + 4 8..... f (x) = Log 3-x .. x-3 2 2 2 4. Tentukan nilai g(2) ! 8x + 3 x −1 3 −x 3... Diberikan g(x) = 2x. a.. 3 ...... (6-x) 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 7. 2 log 3 d..4 . ..... 1 2 1 6        9.... x ≠ .

2. sehingga perlu adanya perubahan metode. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 1 dan 2 maka materi pembelajaran menarik minat siswa. strategi pembelajaran. . media. Jika rata-rata jawaban berkisar angka 4 dan 5 maka materi pembelajaran tidak menarik minat siswa.Menurut anda materi belajar tentang bentuk pangkat dan logaritma (lingkari angka diantara pernyataan berikut): Menyenangkan Bermanfaat Menarik Sangat perlu dipelajari Menantang Perlu disebar luaskan Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 Membosankan Tidak Bermanfaat Tidak Menarik Tidak perlu dipelajari Tidak Menantang Tidak Perlu disebar luaskan Tidak Mempunyai korelasi dengan masalah sehari-hari Petunjuk Penilaian: 1. dll.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->