P. 1
Buku Pedoman PAUD POSDAYA

Buku Pedoman PAUD POSDAYA

5.0

|Views: 4,871|Likes:
Published by Dadang Setiawan

More info:

Published by: Dadang Setiawan on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/24/2015

Daftar Isi

Daftar Isi ....................................................................................... i

Kata Pengantar............................................................................. iii

Editor:
Dr. Soeprijanto

Sambutan Ketua Yayasan Damandiri ........................................... v Sambutan Rektor Universitas Negeri Jakarta .............................. vii I. PENDAHULUAN .................................................................. A. Latar Belakang ............................................................ B. Permasalahan .............................................................. C. Tujuan Pembentukan PAUD POSDAYA....................... D. Tujuan Pembuatan Buku Pedoman ............................. PERSIAPAN MENDIRIKAN PAUD POSDAYA ..................... A. Mencari Dukungan Masyarakat ................................... B. Menyiapkan Warga Belajar ......................................... C. Membuat Program ....................................................... D. Merekrut Guru .............................................................. E. Menyiapkan Tempat ..................................................... F. Menyiapkan Alat Permainan Edukatif (APE) ................ G. Menyiapkan Dana ........................................................ H. Menyiapkan Administrasi PAUD Posdaya .................... 1 1 4 4 5 7 7 7 8 9 9 10 12 12

Kontributor:
1. 2. 3. 4. 5. Sofia Hartati – PAUD UNJ Sri Kuswantono – PLS UNJ Durotul Yatimah – PLS UNJ Mardi – Pendidikan Ekonomi UNJ Lilis Suryani – PAUD UNJ II.

III.

MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN .................................. 13 A. B. C. D. Membuat Rencana Kegiatan Belajar ........................... Kemampuan Anak yang Dikembangkan ...................... Materi Kegiatan ............................................................ Menata Ruang Belajar ................................................. 13 14 15 15

i

E. F. G. IV.

Melaksanakan Proses Belajar...................................... 16 Melakukan Penilaian Perkembangan Anak.................. 19 Membuat Laporan Perkembangan Anak...................... 20 21 21 24 25

Kata Pengantar
Assalamu ‘alaikum wr wb Salam sejahtera untuk Kita semua, Segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat-Nya sehingga penulisan Buku Pedoman Pendirian Perintisan PAUD Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) dapat diselesaikan. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan panduan bagaimana mendirikan PAUD berbasis kemampuan masyarakat tanpa harus menunggu terpenuhinya standar yang dipersyaratkan pemerintah. Isi buku ditulis dalam bahasa yang sederhana dan mudah dengan harapan masyarakat awam dapat memahami dan melaksanakan dengan berpedoman pada buku ini. Banyak potensi yang dimiliki masyarakat untuk menyelenggarakan PAUD, diharapkan dengan adanya buku ini potensi tersebut dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata sehingga program pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbantu. Buku ini juga berisikan tentang bagaimana mengembangkan kualitas penyelenggaraan PAUD agar memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua kontributor penulisan buku ini baik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) maupun Yayasan DAMANDIRI. Semoga ketermanfaatan buku ini ditengah-tengah masyarakat dapat menginspirasi pemikiranpemikiran Bapak/Ibu lebih lanjut untuk mengembangkan pendidikan

MELAKUKAN PENGEMBANGAN PROGRAM .................... A. Pengembangan Diri Guru ............................................ B. Pengembangan Program Belajar Anak ........................ C. Menambah Sarana Prasarana Belajar .........................

V.

PENUTUP ............................................................................ 27 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 40 41 43

LAMPIRAN ................................................................................... Lampiran 2.8.1 ..................................................................... Lampiran 2.8.2 ..................................................................... Lampiran 2.8.3 ..................................................................... Lampiran 2.8.4 ..................................................................... Lampiran 2.8.5 ..................................................................... Lampiran 2.8.6 ..................................................................... Lampiran 2.8.7 ..................................................................... Lampiran 2.8.8 ..................................................................... Lampiran 2.8.9 ..................................................................... Lampiran 2.8.10 ................................................................... Lampiran 3.7.1 ..................................................................... Lampiran 3.7.2 .....................................................................

Lampiran 4.3.1 ..................................................................... 44

ii

iii

dan pemberdayaan masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia cepat terwujud.

Bilahit taufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum

Sambutan Ketua Yayasan Damandiri
Dalam rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2011, tanggal 2 Mei 2011, Yayasan Damandiri, bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mencoba menjawab permintaan banyak sekali Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di daerah yang sedang menyiapkan kegiatan Pendidikan Usia Dini (PAUD). Bagi banyak Posdaya, kegiatan PAUD mempunyai banyak dimensi, Pertama, merupakan wahana bagi anak-anak balita mencintai sekolah dan menjadikan sekolah sebagai wahana sosialisasi bersama teman sejawatnya. Kedua, merupakan wahana untuk menempa rasa percaya diri sejak dini agar di kemudian hari bisa mengatasi masalah dengan tangguh tidak tergantung pada orang tua atau kerabat dekatnya. Ketiga, bagi orang tua, kegiatan PAUD merupakan bukti adanya perhatian orang tua yang sangat tinggi terhadap pendidikan anakanaknya sejak dini. Dan keempat, kesertaan anak-anak dalam PAUD membuka peluang bagi orang tua untuk berlatih ketrampilan dan ikutserta dalam kegiatan sosial ekonomi. Dan akhirnya kelima, mendorong pengembangan budaya belajar yang sangat ampuh karena semua orang melihat bahwa anak-anak balita saja setiap hari belajar giat dan menyenangi suasana yang penuh keakraban di sekolahnya. Kasih sayang orang tua dan masyarakat yang dicurahkan pada upaya pendidikan sebagai bekal masa depannya sungguh sangat mulia. Tanpa pembekalan pendidikan yang sempurna, masa depan anak tidak akan baik. Perhatian terhadap pendidikan anak yang diberikan sejak tahap perkembangan ketika anak mulai duduk, berjalan, berlari, dan bermain sungguh merupakan investasi yang sangat tepat. Orang tua siap menjadi guru yang pertama yang dengan dukungan kerabat di sekitarnya menjaga agar anak yang mulai belajar secara naluriah mendapat dukungan yang memadai, menjaga

Editor

iv

v

keamanan, kesehatan dan suasana positif serta memberi dukungan yang memadai. Pada saat-saat seperti itu, orang tua menjadi panutan utama yang perlu memberi bimbingan menumbuhkembangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya, agar pengalaman masa anak-anak bisa menjadi bekal yang kuat ketika anak tumbuh kembang menjadi anak yang dewasa dan mempunyai kemampuan intelektual, sehat serta berkepribadian yang bermoral. Karena masa anak-anak usia 0-6, atau bahkan 0-8 tahun, merupakan masa yang paling berharga dalam perkembangan anak, maka orang tua perlu dibantu oleh institusi PAUD agar proses tumbuhkembang itu mendapat dukungan dan bimbingan yang profesional. Untuk maksud itu prosis pemberdayaan keluarga melalui Posdaya perlu dibantu dengan adanya PAUD di setiap desa dan pedukuhan agar tanggungjawab orang tua dapat lebih sempurna. Dengan alasan itu Yayasan Damandiri, bekerjasama dengan UNJ menerbitkan buku sederhana ini sebagai pedoman utama pembentukan PAUD. Dengan diiringi ucapan terima kasih kepada para penyusun, kami berharap semoga buku ini memberi manfaat untuk Posdaya dalam mendukung pembentukan dan pengelolaan PAUD demi masa depan anak-anak bangsa yang sangat kita cintai. Jakarta, 2 Mei 2011 Haryono Suyono Ketua Yayasan Damandiri

Sambutan Rektor Universitas Negeri Jakarta
Assalamu’alaikum wr.wb., Salam Sejahtera, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita semua. Amien. Dengan rasa gembira saya menyambut atas diterbitkannya Buku Pedoman Pendirian Rintisan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) oleh kawan-kawan Dosen UNJ bekerja sama dengan Yayasan Damandiri. PAUD merupakan awal pembentukan karakter pada seluruh aspek kecerdasan, termasuk emosi, mental spiritual serta sikap dan perilaku, manuju pada kemandirian pada anak. Oleh karena itu, semua upaya pengembangan PAUD baik melalui jalur Pendidikan Formal maupun Non Formal perlu disambut dan didukung oleh semua pihak. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LTPK) menyambut baik tawaran kerja sama dari Yayasan Damandiri dalam pengembangan PAUD POSDAYA dengan dua alasan: Pertama, UNJ merupakan perguruan tinggi yang memprakarsai adanya Pendidikan PAUD di Indonesia. Kedua, sebagai salah satu bentuk dukungan UNJ terhadap upaya Menteri Pendidikan Nasional dalam mencanangkan gerakan pendidikan PAUD. Mencermati Buku Panduan Pendirian Rintisan PAUD POSDAYA ini saya berkesimpulan bahwa mendirikan PAUD itu mudah sehingga masyarakat tidak harus menunggu memiliki semua persyaratan yang distandarkan pemerintah. Dengan memanfaatkan

vi

vii

dukungan lingkungan siapa saja dan kapan saja dapat mendirikan dan mengembangkan PAUD tentunya setelah berdiri harus terus dikembangkan sehingga memenuhi persyaratan yang digariskan pemerintah. Sebagai akhir sambutan pengantar saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Dosen-dosen PAUD UNJ yang telah berpartisipasi dalam penulisan buku pedoman ini. Buku ini perlu dilengkapi dengan buku lain, terutama buku-buku yang lebih spesifik, dan tematik, sehingga perlu penyelenggara dan para Tutor secara bertahap dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan PAUD Posdaya.

I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anak adalah buah hati, harapan, dan belahan jiwa setiap orang tua. Perhatian dan kasihsayang orang tua dicurahkan untuk mencapai kondisi terbaik bagi fisik dan psikis anaknya. Pada tahap perkembangan ketika anak mulai duduk, berjalan, berlari, dan bermain, orang tua bahkan juga masyarakat lingkungannya mulai memerankan diri untuk menjaga kesehatan dan keamanan anak, menumbuhkembangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya, agar anak ketika masa dewasa nanti mempunyai kesehatan yang optimal, dan kemampuan intelektual serta kepribadian yang bermoral. Masa usia 0-8 tahun disebut masa emas perkembangan anak, yaitu masa yang paling penting untuk mengembangkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama sehingga seluruh potensi anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Anak pada masa ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena itu anak memerlukan rangsangan yang tepat dari keluarga dan orang-orang sekitarnya. Pengembangan anak sejak usia dini merupakan hak anak yang harus dipenuhi agar anak tidak mengalami hambatan dalam perkembangan selanjutnya. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyebutkan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Jakarta, 25 April 2011 Rektor

Prof. Dr. Bedjo Sujanto

viii

1

Mengurangi Angka mengulang (4) Mengurangi Angka putus sekolah, (5) Mempercepat Pencapaian Wajib belajar (6) Meningkatkan Mutu pendidikan (7) Mengurangi Angka Buta Huruf Muda (8) Memperbaiki derajat kesehatan dan gizi anak balita (Fasli Jalal: 2008). Pendidikan Anak Usia Dini selain memberikan bekal kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan pada tahap-tahap selanjutnya, juga memberikan kesiapan agar anak tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas, baik cerdas emosinya maupun spiritualnya bahkan juga mempunyai karakter atau sifat-sifat yang baik. Sehubungan dengan pentingnya PAUD ini, maka pemerintah berinisiatif untuk mendirikan Direktorat PAUD yang saat ini disebut Dit. PAUD Non-Formal In-Formal yang bertugas menangani pendidikan untuk anak usia dini yakni yang berumur antara 0 – 6 tahun. Perkembangan layanan pendidikan untuk anak usia dini saat ini cukup mengalami peningkatan, seiring dengan meningkatnya kesadaran keluarga (orang tua) dan pemerintah akan pentingnya pendidikan sejak dini. Namun demikian, kondisi ini tidak berarti meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk mendirikan pendidikan anak usia dini. Pemerintah maupun masyarakat memiliki keterbatasan dalam mendirikan PAUD ini, baik dalam fasilitas maupun dalam sarana pra sarana. Oleh karena itu diperlukan suatu terobosan agar masyarakat secara bersama-sama, sesuai dengan kemampuan ada, bergotong royong membangun peluang yang optimal bagi pendidikan anak dini usia ini demi terwujudnya sumber daya manusia masa depan yang tangguh. Penting pula adanya kesepakatan bersama antara orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk melancarkan penyelenggaraan PAUD ini. Orang tua dalam hal ini berperan memberikan kasih sayang, dan keteladanan dalam praktek pengamalan agama, dan etika. Masyarakat lingkungan memberi peran besar dalam pembentukan sikap, kepribadian, dan pengembangan kemampuan

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak pada masa emas ini, maka diperlukan pendidikan yang berfokus pada pemahaman, pembinaan, dan pengembangan potensi anak sedini mungkin sesuai dengan tahap perkembangan anak, atau dikenal sebagai pendidikan anak usia dini atau disingkat PAUD. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Artinya Pendidikan yang diberikan sejak anak usia dini dapat membantu anak lebih siap dan matang untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. Pendidikan pada anak usia dini ini diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi anak dalam mengikuti tahap-tahap pendidikan selanjutnya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini sangat penting bagi masyarakat. Penyelenggaraan PAUD, dapat meningkatkan (1) Indeks Pembangunan Manusia, (2) Menyiapkan anak untuk Sekolah, (3)

2

3

anak. Usia empat tahun pertama pada anak merupakan usia paling rawan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan saling bekerjasama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan aman bagi tumbuh dan kembang anak. Sehubungan dengan peran penting masyarakat dalam pencapaian optimalisasi PAUD ini, maka pendirian Posdaya menjadi peluang bagi PAUD dalam mengoptimalkan upayanya untuk mendidik dan membina tumbuhkembang anak melalui lingkungan keluarga dan masyarakat. Posdaya adalah forum kebersamaan masyarakat untuk melakukan aktivitas nyata dalam gerakan pembangunan di lingkungan pemukiman paling bawah, yaitu di tingkat RT, RW, dukuh atau dusun. Melalui PAUD Posdaya, keluarga dan masyarakat bergerak bersama membangun keberdayaan keluarga didalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama Pendidikan Anak Usia Dini, pelayanan kesehatan dan kewirausahaan

3.

Untuk menyiapkan wadah untuk menampung anak usia dini sekaligus sebagai tempat pendidikan dan pengasuhan anak usia dini sesuai dengan kemampuan masyarakat. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. dalam

4. 5.

Memberi kesempatan kepada orang tua, utamanya ibu balita, untuk mengikuti kegiatan pelatihan ketrampilan yang diselenggarakan oleh Posdaya dan akhirnya mengikuti kegiatan wirausaha sebagai upaya membangun keluarga sejahtera

D. Tujuan Pembuatan Buku Pedoman
1. Memberikan panduan yang mudah dipahami masyarakat awam, bagaimana cara mendirikan PAUD berbasis kemampuan masyarakat Memberi motivasi masyarakat supaya mendirikan PAUD sebanyak mungkin tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana disebutkan di atas, masalah yang akan dibahas pada buku panduan ini adalah : Bagaimana kiat-kiat mendirikan PAUD secara mudah, murah dan menarik sesuai dengan kemampuan masyarakat.

2.

C. Tujuan Pembentukan PAUD POSDAYA
Tujuan pembentukan PAUD Posdaya adalah sebagai berikut : 1. 2. Untuk membimbing anak agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk memadukan langkah dan tindakan antara masyarakat dan pemerintah dalam membantu menyiapkan anak memasuki dunia sekolah.

4

5

3.

Menjadi panduan teknis yang memungkinkan masyarakat dapat membuat rintisan penyelengaraan PAUD dimulai dari kondisi yang paling sederhana (sesuai kemampuan masyarakat), untuk kemudian secara bertahap dapat dikembangkan hingga memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan Pemerintah (Standar Minimal).

II

PERSIAPAN MENDIRIKAN PAUD POSDAYA

A. Mencari Dukungan Masyarakat
Penyelenggaraan PAUD Posdaya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti orangtua, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pamong desa/kelurahan untuk bersama-sama saling mengulurkan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, tempat maupun dana dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk belajar dan bermain anak. Untuk mencari dukungan tersebut, pendiri PAUD Posdaya harus menghubungi perangkat desa terlebih dahulu untuk mendapatkan izin. Selanjutnya pendiri dapat mengajak tokoh-tokoh lain melalui pertemuan-pertemuan desa.

B. Menyiapkan Warga Belajar
Warga belajar dalam PAUD Posdaya adalah anak-anak yang berusia 3-6 tahun. Untuk mendapatkan warga belajar PAUD Posdaya, diperlukan sasaran antara yaitu: keluarga yang memiliki anak usia 3 – 6 tahun. Langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan warga belajar ini adalah: pendidik PAUD Posdaya dapat memberikan informasi bahwa kegiatan PAUD Posdaya dapat dimulai walaupun yang mendaftar baru 5 anak. Pendaftaran calon peserta dapat dilakukan sepanjang tahun, selama tempat masih tersedia. Bila jumlah setiap kelompok sudah mencapai 15 orang anak, dapat dibentuk kelompok baru sepanjang tersedia tempat dan pendidiknya. Setiap kelompok dapat terdiri dari anak yang usianya sama, boleh juga dicampur pada usia yang berbeda. yakni: (1). Kelompok

6

7

1.

Kegiatan rutin Membuat rencana kegiatan belajar tahunan/semesteran, bulanan, mingguan dan harian.

2.

Kegiatan tidak rutin Membuat rencana karya wisata, pemeriksaan kesehatan, perayaan hari-hari besar dll.

3.

Menentukan tema yang akan dipelajari anak. Contoh tema Diri Sendiri, Lingkunganku, Kendaraan, Sekolahku dll.

anak 3-4,5 tahun; (2). Kelompok anak 4,5-6 tahun. Dalam menentukan jumlah kelompok, penyelenggara mempertimbangkan tempat dan jumlah pendidik yang tersedia. Lama pelaksanaan kegiatan selama 3 jam. Jumlah anak untuk setiap kelompok sebaiknya : 1. 2. 3. Kelompok anak 3 tahun – 4 tahun Kelompok anak 4 tahun – 5 tahun ; 8 – 10 anak ; 10 – 12 anak

D. Merekrut Guru
Bagaimana mencari guru PAUD Posdaya ? Menurut aturan, guru PAUD sebaiknya lulusan pendidikan guru jurusan PAUD, tetapi apabila tidak tersedia maka dapat meminjam guru PAUD, TK atau SD di sekitar. Alternatif lain juga dapat melatih remaja lulusan SMA yang diikutkan pelatihan PAUD terlebih dahulu. Calon pendidik PAUD sebaiknya memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan untuk mendidik pada anak usia dini, misalnya sabar, menyayangi anak kecil, bersedia bekerja secara sukarela, dapat bekerjasama dengan orangtua.

Kelompok anak 5 tahun – 6 tahun lebih ; 12 – 15 anak

Bila melebihi jumlah tersebut, kelompok dapat dipecah atau perlu dipertimbangkan adanya guru bantu selain guru utama di dalam kelompok tersebut. Apabila ada anak-anak yang memerlukan bantuan (berkebutuhan) khusus, maka penyelenggara dapat melibatkan orangtua/pengasuh sebagai pendamping anak itu selama kegiatan berlangsung.

E. Menyiapkan Tempat
Penyelenggaraan PAUD memerlukan tempat. Tempat penyelenggaraan Pos PAUD yang ideal adalah tempat tetap. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat, antara lain: 1. 2. 3. Ada ruangan yang layak pakai. Ada halaman untuk bermain. Ada air bersih dan toilet serta WC.

C. Membuat Program
Penyelenggaraan PAUD Posdaya harus dapat menyusun program-program (rencana kegiatan belajar) sebagai berikut :

8

9

4. 5.

Ada sinar matahari yang masuk ke ruangan dan udara yang keluar masuk . Ruangan cukup bersih

Bila tidak ada tempat yang tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka dapat memanfaatkan bangunan atau fasilitas umum yang tersedia di lingkungan seperti Balai Desa, sekolah, prasarana ibadah, atau tempat lain yang tersedia dan terjangkau oleh masyarakat. Kalau tempat di atas tidak memungkinkan, dapat meminjam kepada masyarakat yang rumahnya layak untuk penyelenggaraan PAUD Posdaya. Tempat untuk kegiatan Pos PAUD sebaiknya aman, nyaman, dan sehat bagi anak. Catatan : Karena PAUD POSDAYA tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan POSDAYA maka tempat yang dipilih sebaiknya berdekatan dengan tempat yang bisa digunakan untuk pelatihan-pelatihan atau pembedayaan orang tua yang anaknya belajar di PAUD POSDAYA. ranting, dedaunan, dll. Disamping itu, pemanfaatan bahan limbah seperti kertas, karton, botol-botol minuman, juga sangat dianjurkan. Penggunaan APE baik yang sudah jadi maupun yang dikembangkan sendiri agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Menggunakan bahan yang aman bagi anak (tidak runcing, tajam, atau tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan anak); Menarik minat anak untuk memainkannya; Dapat dimainkan oleh anak dengan berbagai cara; Bahannya mudah didapatkan di lingkungan sekitar; Mendukung tahapan perkembangan anak.

F. Menyiapkan Alat Permainan Edukatif (APE)
Alat Permainan Edukatif (APE) menjadi bagian penting untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak. Oleh karena itu sebisa mungkin setiap PAUD yangdididrikan memiliki APE yang lengkap. APE tidak harus modern tetapi bisa digunakan APE tradisional yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. Mengingat pengadaan APE memerlukan biaya yang tinggi, maka dapat dilakukan langkah meminta bantuan kepada pemerintah, tokoh masyarakat dll. Namun bila tidak memungkinkan, APE dapat dibuat sendiri oleh guru dan orang tua anak. APE dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin kekayaan alam sekitar seperti pasir, air, biji-bijian, batu-batuan, tanah liat, kayu/

2. 3. 4. 5.

Untuk mempermudah pengelolaan APE yang dimiliki PAUD Posdaya, APE dapat dikemas dalam tempat atau keranjang yang mudah dipindah dan disimpan dalam kemasan yang disebut ”Keranjang PAUD”.

10

11

G. Menyiapkan Dana
PAUD Posdaya seyogyanya memiliki sumber pembiayaan yang tetap baik berasal dari iuran orangtua, donatur, maupun dana dari desa/kelurahan. Diperlukan adanya petugas yang bertanggung jawab mencari dana, mengelola membukukan pemasukan dan pengeluaran dana tersebut. Pengunaan dana dalam penyelenggaraan PAUD antara lain untuk honor guru, membeli APE, melatih guru, pemberian makanan tambahan dll.

III

MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN

A. Membuat Rencana Kegiatan Belajar
Rencana kegiatan belajar merupakan program belajar yang dibuat secara jelas dan sederhana sesuai dengan kebutuhan anak dan kemampuan penyelenggara. Selanjutnya program dapat ditingkatkan secara bertahap baik jumlah maupun jenisnya sehingga mencapai standar yang ditetapkan pemerintah. Pembuatan rencana kegiatan belajar meliputi ; 1. Penentuan kemampuan anak yang ingin dikembangkan seperti aspek intelektual, bahasa, fisik, sosial – emosi, moral dan agama. Penentuan tema/materi belajar, (contoh tema : aku, keluargaku, sekolahku, kebutuhanku, binatang, tumbuhan, pekerjaan dll) Penentuan kegiatan bermain Penentuan alat dan bahan permainan Pengaturan waktu bermain

H. Menyiapkan Administrasi PAUD Posdaya
Semua kegiatan sebaiknya tercatat dan dibukukan. Buku administrasi PAUD Posdaya meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Buku Induk Anak, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat data anak, misalnya nama, nama orang tua, tanggal lahir dll. Contoh terlampir.(2) Buku Data Pengelola dan Guru; (3) Daftar Hadir Pengelola dan Guru; (4) Buku Rencana Kegiatan; (5) Daftar Hadir Anak per Kelompok; (6) Buku Catatan Perkembangan Anak; (7) Buku/kartu Penerimaan Iuran Anak; (8). Buku Inventaris; (9) Buku Kas dan (10) Buku Tamu. Pengadaan buku-buku tersebut dapat diadakan secara bertahap. Pada tahap awal sebaiknya diadakan buku Rencana Kegiatan, Buku Induk Anak dan Buku Pengelola.

2.

3. 4. 5.

Catatan : Sebaiknya kegiatan bermain untuk anak usia 3 – 5 tahun diutamakan kegiatan bermain yang mengembangkan pergerakan jari-jari tangan, bermain sandiwara boneka dan bermain membangun/menyusun. Untuk anak usia diatas 5 tahun, kegiatan sudah mengarah ke persiapan masuk SD, namun tetap dengan cara bermain.

12

13

Bentuk rencana belajar dapat dibuat dalam bentuk : 1. 2. 3. Rencana Kegiatan Tahunan/Semester Rencana Kegiatan Mingguan Rencana Kegiatan Harian

C. Materi Kegiatan
Materi kegiatan anak seharusnya bersumber pada ramburambu yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.58/2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Bila tidak memungkinkan, materi juga dapat dikembangkan oleh penyelenggara PAUD Posdaya berdasarkan kebutuhan anak dan sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekitar dalam bentuk tema-tema sederhana yang dikenal oleh anak, setelah itu tahap demi tahap dikembangkan sehingga memenuhi apa yang diharapkan pemerintah tersebut

Contoh format Rencana Kegiatan Harian pada lampiran 2.8.4

B. Kemampuan Anak yang Dikembangkan
PAUD Posdaya bertujuan mengasah kemampuan-kemampuan yang ada pada anak, yang mencakup :

D. Menata Ruang Belajar
1. Area bermain di dalam ruangan a. b. c. Gelar tikar untuk kegiatan yang akan diadakan Siapkan alat bermain sesuai rencana kegiatan pada hari itu Alat-alat bermain yang tidak digunakan untuk kegiatan hari itu, disimpan di tempat lain sehingga tidak membuat perhatian anak teralih Tempel poster yang mendukung pembelajaran anak didinding dengan gambar yang menarik

d. 1. 2. 3. 4. 5. Moral dan nilai-nilai keagamaan Fisik (kesehatan fisik, kemampuan gerak kasar dan halus) Bahasa (mendengar, berbicara, membaca dan menulis permulaan) Intelektual (mengingat nama-nama benda, mengenali bentuk, membedakan benda, dll) Sosial-emosi (mengendalikan emosi, bergaul dengan teman, sopan-santun dll) 2.

Area bermain di luar ruangan a. b. Sebaiknya ada alat bermain di luar ruangan seperti ayunan, panjatan dll Bila tidak memungkinkan, sediakan alat-alat bermain luar ruangan, seperti bola, tali, batu, alat permainan tradisional dll

14

15

E. Melaksanakan Proses Belajar
1. Menyambut kedatangan anak Guru menyambut kedatangan anak dan orang tua dengan ramah dan hangat. Guru mempersilahkan anak bermain bebas sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain, dan mempersilahkan orang tua duduk ditempat yang disediakan.

3.

Kegiatan inti a. Awal Masuk ke ruangan, anak-anak diperbolehkan minum atau istirahat sejenak. Setelah itu berdoa. Kegiatan inti berisi kegiatan bermain untuk mengembangkan kemampuan intelektual, bahasa dan motorik halus. Sambil duduk melingkar, guru mulai menjelaskan tema pada hari itu dan dilanjutkan dengan bercakap-cakap tentang tema tersebut. Dapat juga membacakan buku cerita yang berkaitan dengan tema itu dilanjutkan dengan tanya jawab. Kemudian guru menjelaskan pilihan-pilihan kegiatan yang dapat anak-anak lakukan dengan alat bermain yang tersedia. Guru menjelaskan juga aturan main, agar dapat berjalan dengan tertib, misalnya cara bermain, penggunaannya bersama dengan teman, membereskan kembali bila telah selasai dll. Guru mempersilahkan anak bermain bergantian bila alat bermain terbatas jumlahnya. b. Waktu bermain Anak dipersilahkan bermain sekitar 60 menit. Anak bebas memilih permainan dengan alat yang tersedia. Bermain dapat dilakukan sendiri atau bersama tergantung ketersediaan alat bermain. Guru berkeliling mengawasi, membimbing dan memotivasi. Lakukan kegiatan bercakap-cakap atau bertanya tentang kegiatan yang tengah dilakukan anak, tanpa mengganggunya. Beri pujian atas hasil karya anak. Beri contoh atau bantuan bagi anak yang memerlukan. Guru dapat menulis catatan kecil mengenai kemampuan anak saat itu. Guru mengumpulkan hasil karya anak dan menamainya.

2.

Pembukaan Guru mengajak anak ke halaman, membuat lingkaran bersama. Sambil bernyanyi guru dapat mengajak anak bermain, senam, permainan tradisional, gerak yang diiringi musik dll. Tujuan kegiatan pembukaan ini adalah melatih gerak anak sebagai pemanasan untuk belajar. Bila kegiatan ini telah selesai, guru dan anak membaca ikrar bersama. Kegiatan ini kira-kira menggunakan waktu 15 menit.

16

17

c.

Akhir Guru mengajak anak untuk membereskan kembali alat permainan yang telah dipakai dan mengembalikan pada tempatnya semula. Kegiatan ini dilakukan dengan gembira, bernyanyi atau dengan permainan. Anak dipersilahkan untuk cuci tangan dan minum dengan antri.

F. Melakukan Penilaian Perkembangan Anak
Penilaian perkembangan anak dilakukan setiap kali pertemuan yang ditulis oleh guru dalam kolom penilaian anak pada Rencana Kegiatan Harian. Guru juga dapat membuat catatan-catatan kecil pada buku catatan perkembangan anak. Aspek yang dinilai sesuai dengan kemampuan yang ingin dicapai yaitu kemampuan moral/ agama, bahasa, intelektual, fisik, motorik halus dan social-emosional. Informasi perkembangan pengamatan terhadap : 1. 2. 3. 4. 5. anak dapat diperoleh melalui

4.

Istirahat Istirahat berlangsung 30 menit. 15 menit pertama anakanak dapat memakan bekal yang mereka bawa, 15 menit kedua anak-anak boleh bermain bebas. Sebelum makan anak-anak berdoa bersama dan guru mengingatkan tata cara makan yang baik, tak lupa guru menganjurkan membereskan tempat makan bila telah selesai dan membuang sampah bekas bungkus makanan ke tempat sampah.

Hasil kegiatan/karya anak Kemampuan gerak fisik dan keterampilan tangan anak yang ditunjukan Kemampuan bahasa dan kosa kata anak yang diucapkan Kemampuan intelektual anak Kemampuan sosial, emosi, moral dan agama melalui hubungan anak dengan teman lainnya, dari kebiasaan sehari-hari dan tanggapan anak terhadap suatu kejadian. Contoh buku catatan perkembangan anak ada pada lampiran 2.8.6

5.

Penutup Kegiatan ini berlangsung 30 menit. Jenis kegiatan adalah pengembangan bahasa. Guru dan anak-anak duduk melingkar. Guru menanyakan dan mengingatkan kembali kegiatan yang telah dilakukan anak-anak secara bergiliran. Bila jumlah anak banyak, dapat ditanyakan sebagian anak saja, sebagian yang lain ditanyakan pada kegiatan hari berikutnya. Anak yang pemalu perlu mendapatkan kesempatan agar berani berbicara. Setelah itu guru atau salah satu anak memimpin doa dan ikrar pulang. Anak pulang dengan mengantri.

18

19

G. Membuat Laporan Perkembangan Anak
Hasil penilaian harian dapat berupa catatan gambaran perkembangan anak yang dijadikan bahan penilaian untuk laporan perkembangan anak kepada orang tua masing-masing. Caranya yaitu dengan mengumpulkan penilaian harian, dipelajari dan disimpulkan dalam “buku rekapitulasi penilaian bulanan” untuk setiap anak dan setiap bidang kemampuan. Dari penilaian bulanan ini kemudian dipelajari dan disimpulkan sebagai bahan pembuatan laporan perkembangan anak semester (setiap enam bulan sekali). Buku laporan perkembangan anak ditandatangani oleh kepala PAUD. Contoh format catatan perkembangan anak lihat Lampiran 3.7.2. Sedangkan contoh format laporan perkembangan anak semester (raport) lihat pada Lampiran 3.7.1. Anak yang telah menyelesaikan program PAUD atau akan melanjutkan ke SD diberikan Sertifikat PAUD POSDAYA. Sertifikat dikeluarkan oleh pengelola PAUD dan ditandatangani oleh kepala PAUD. Contoh format sertifikat pada Lampiran 3.7.2

IV

MELAKUKAN PENGEMBANGAN PROGRAM

A. Pengembangan Diri Guru
Pengembangan program dilakukan untuk meningkatkan kualitas PAUD Posdaya ke arah standar minimal PAUD yang ditetapkan oleh pemerintah, untuk mengembangkan PAUD ke arah yang lebih baik lagi, dan meningkatkan kualitas layanan PAUD kepada masyarakat. Maka perlu dilakukan peningkatan dalam bidang kualitas guru, program belajar dan sarana-pra sarana belajar. Untuk membentuk sosok guru yang memiliki kemampuan dalam mengajar anak, guru perlu dibekali dengan ilmu dan keterampilan dalam mendidik anak. Pembekalan tersebut dapat berupa upaya-upaya : 1. Pelatihan a. Pelatihan guru PAUD dasar Dengan materi-materi seperti; Konsep Dasar PAUD,

20

21

Perkembangan Anak, Bermain, menyusun rencana pembelajaran, pengenalan dan praktek pembuatan Alat Permainan Edukatif, pencatatan evaluasi perkembangan anak, teknis penyelenggaraan PAUD, praktek mengajar dll. b. Pelatihan guru PAUD lanjutan Dengan materi-materi seperti: Diskusi permasalahan PAUD di lapangan dan solusinya, observasi/studi banding ke PAUD lain, membuat rencana belajar dan evaluasi belajar, jenis-jenis kegiatan bermain anak (main sensori motor, main pembangunan, main keaksaraan dan main peran), pola hidup bersih dan sehat, program pendidikan untuk orang tua, komunikasi dengan anak, deteksi dini tumbuh kembang anak dll. Nara sumber pada pelatihan ini dapat didatangkan dari dosen-dosen PAUD universitas terdekat, dari dinas pendidikan setempat atau dari guru-guru PAUD yang sudah berpengalaman. Lebih disarankan selanjutnya guru dapat mengikuti pendidikan formal PGPAUD S-1 di universitas terdekat.

2.

Penambahan wawasan otodidak (belajar sendiri) Dengan cara guru banyak membaca buku-buku tentang PAUD, petunjuk praktis PAUD atau majalah-majalah yang terkait dengan anak

3.

Paguyuban guru PAUD Paguyuban guru PAUD dapat dibentuk untuk tingkat kelurahan yang berisi perkumpulan guru-guru PAUD sekelurahan. Paguyuban ini melakukan pertemuan minimal satu bulan sekali dengan agenda acara: a) Diskusi Kajian PAUD; b) Seminar PAUD; c) Pelatihan PAUD; d) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan guru dan anak seperti, peringatan hari-hari besar, pameran, gebyar kreativitas guru dan anak dll. Paguyuban ini juga berfungsi sebagai forum diskusi untuk mengangkat masalah yang terjadi di lapangan dan menemukan jalan keluar yang disepakati bersama. Paguyuban guru PAUD ini dapat dibuat berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota. Paguyuban ini dapat bekerja sama dengan organisasi profesi yaitu Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di tingkat desa/kecamatan dan guru PAUD disarankan menjadi anggotanya.

4.

Tinjauan lapangan ke PAUD lain Guru-guru pada suatu PAUD dapat datang meninjau ke PAUD-PAUD lain yang sudah dianggap baik untuk studi banding, mempelajari dan mengamati proses pembelajaran sebagai contoh.

22

23

B. Pengembangan Program Belajar Anak
Pada masa awal rintisan, program belajar dapat dilakukan sesuai inisiatif guru dengan melihat ketersediaan alat bermain dan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pada tahap selanjutnya, diharapkan program belajar dapat dikembangkan dengan langkah-langkah sbb: Tim guru membuat rencana program belajar, yaitu tahunan/ semester, mingguan dan harian. Perencanaan itu dibuat pada saat rapat kerja guru yang diadakan sebelum semester berikutnya. Dalam membuat program tahunan, perlu dibuat program karya wisata berupa kunjungan ke tempat-tempat edukatif sesuai dengan tema yang sedang dipelajari oleh anak saat itu. mIsalnya : 1. 2. 3. 4. Tema Binatang ; kunjungan ke peternakan Tema Tanaman ; kunjungan ke sawah, perkebunan buah / sayuran / bunga Tema Lingkungan ; kunjungan ke pasar tradisional, ke kantor Pos Tema Pekerjaan ; kunjungan dokter, polisi, pemadam kebakaran ke PAUD

Selanjutnya bila kondisi guru, tempat dan sarana pra sarana sudah mendukung, penyelenggaraan PAUD POSDAYA dapat dikembangkan menjadi bentuk Taman Kanak-kanak dan Kelompok Bermain seperti yang disyaratkan oleh pemerintah (standar nasional).

C. Menambah Sarana Prasarana Belajar
Untuk penyediaan alat alat berlajar, guru dapat : 1. Membuat mainan sendiri dari bahan-bahan bekas (kertas, botol, kaleng, kardus dll) atau memanfaatkan lingkungan (seperti daun, ranting, batu, pasir, air, biji-bijian, tanah liat dll). Membuat alat permainan dari bahan-bahan yang mudah didapat menjadi bahan belajar anak, seperti tanah liat untuk kegiatan membentuk, tepung sagu untuk bermain ublek, tepung terigu untuk kegiatan cat jari, air dan sabun untuk membuat gelembung dll. Contoh resep untuk membuat bahan main pada lampiran 4.3.1.

Guru juga dapat merancang program kegiatan bulanan yang menarik di PAUD yang tetap disesuaikan dengan tema kegiatan saat itu, misalnya : 1. 2. 3. Tema Makanan/Minuman ; membuat teh, mengoles roti, membuat sate buah Tema Gejala Alam ; membuat praktek letusan gunung berapi Tema Pekerjaan : sandiwara penjual dan pembeli 2.

24

25

V

PENUTUP

3.

Pada tahap selanjutnya, bila dana telah memungkinkan, PAUD dapat mulai mengusahakan ketersediaan Alat-alat Permainan Edukatif sesuai dengan usia kelompok anak.

Panduan ini dibuat sebagai pedoman untuk menyelenggarakan PAUD Posdaya secara praktis dan sederhana untuk selanjutnya secara bertahap menuju ke arah PAUD Posdaya yang ideal. Penyelenggara perlu cermat dalam memanfaatkan sumber daya yang murah dan mudah didapat dari lingkungan sekitar sebagai sarana belajar anak. Seiring dengan perkembangan PAUD Posdaya, penyelenggara harus terus berupaya meningkatkan kualitas layanan PAUD, baik kualitas guru, sarana dan media belajar anak, dan perbaikan mutu program belajar. Dengan demikian diharapkan PAUD Posdaya dapat memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat sekitar, khususnya kepada anak usia dini.

26

27

LAMPIRAN

28

29

30

Lampiran 2.8.1

Lampiran 2.8.2

31

32

Lampiran 2.8.3

Lampiran 2.8.4

33

34

Lampiran 2.8.5

Lampiran 2.8.6

35

36

Lampiran 2.8.7

Lampiran 2.8.8

37

38

Lampiran 2.8.9

39

Lampiran 3.7.1

40

Lampiran 2.8.10

41

Lampiran 3.7.2

42

43

Lampiran 4.3.1

44

45

46

47

48

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->