Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

kurcaci.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. Dengan berbagai tokoh mulai orang. Mereka selalu menikmatinya. Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. Pangeran ikut-ikutan merokok. Buku ini tidak ada di toko buku. I will tell you a story. Buku serial Tini misalnya. mainan. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". hantu. peri. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. yang saya baca pada jaman balita. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan.blogspot. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. Karena kekaguman itu.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday.com Nah. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. mantan wartawan. tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. Besar . tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. pepohonan dan lain sebagainya. Untuk detilnya ada di http://rumahriang. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. makin sederhana cerita dan gambarnya. sekolah. bisa menghubungi saya di sini. hewan. Makin muda usia anak.

Butuh ketrampilan tersendiri. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. buku komik aneka macam. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. dan kurang diperhatikan. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. saya bertemu Bobo dan Kuncung. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. saya pasti akan lahap. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. tapi belum tentu. dan majalah anak-anak. “Itu bukan buat anak SD. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. menyerap. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. seperti yang terjadi pada Ariotomo. adalah sedikit contohnya. Di rumah. . biasanya berakhir bahagia. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. apalagi yang terkenal. diam-diam. Semua cerita yang saya baca saat itu. Saat itu. baru boleh baca. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. Wah. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. Karena sudah saya baca semua. Nanti kalau sudah SMA.sedikit. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. dan melahap buku. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. tidak diperhitungkan. komik Mahabharata.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya.

“Bingung gue. “Kan aku udah baca. iseng. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. “JK Rowling. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. Rentang usia anak-anak yang juga luas. Hani. dan lit-lit lainnya. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. chicklit. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. Namun demikian.blogspot. Begitu juga dengan keponakan saya. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. dari 0 hingga 12 tahun. sedang duduk bersama diam- . bukannya tak ada. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Minat jadi penulis buku anak-anak. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. Gramedia-nya Amerika.com) dalam obrolannya dengan saya.” papar Renny Yaniar. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. kali ini pada Putri dan Hani. Tante. mudah didapatkan. Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak.” “Tahu dari mana?”pancing saya. “Yah. Buku belajar membaca.atau hal-hal semacam itu. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak.” ini jawaban Ari dan Putri. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger.

Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. February 23 ―Now. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. I will tell you a story. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. Di kamar keponakan saya saat itu. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. mainan. Buku-buku untuk balita. yang saya baca . atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. pesan moralnya jelas. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. jadi tidak banyak diproduksi. Renny Yaniar. isinya harus bisa dimengerti anakanak. Dengan berbagai tokoh mulai orang.” Di luar soal minat baca anak. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. makin sederhana cerita dan gambarnya. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. hewan. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. Mereka selalu menikmatinya. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. Tokohnya tak cuma dua kubu. TK. Jalan ceritanya pun amat kompleks. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. dan menghibur.diam di kamar. Tapi buku-buku impor sudah ada. Bahagia melulu soalnya. kurcaci. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. pepohonan dan lain sebagainya. Tetapi. Makin muda usia anak. “Setahu saya. Yang pasti. Buku serial Tini misalnya. Nggak bikin saya sirik. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. hantu. peri. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya.‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak.

Nanti kalau sudah SMA. dan kurang diperhatikan. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. Di rumah. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. komik Mahabharata.pada jaman balita. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. menyerap. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Semua cerita yang saya baca saat itu. seperti yang terjadi pada Ariotomo. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. buku komik aneka macam. Wah. Butuh ketrampilan tersendiri. adalah sedikit contohnya. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. saya pasti akan lahap. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak.‖ papar Renny Yaniar. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. dan majalah anak-anak. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. saya bertemu Bobo dan Kuncung. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. tapi belum tentu. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. biasanya berakhir bahagia. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. baru boleh baca. . dan melahap buku. diam-diam. saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. ―Itu bukan buat anak SD. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Karena sudah saya baca semua. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. atau hal-hal semacam itu. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. tidak diperhitungkan. apalagi yang terkenal. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. Besar sedikit. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Saat itu.

Cerita di Harry Potter tak hitam putih. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Di kamar keponakan saya saat itu. ―JK Rowling. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. ―Bingung gue. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. Buku belajar membaca. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. Minat jadi penulis buku anak-anak. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. chicklit. Rentang usia anak-anak yang juga luas.‖ ini jawaban Ari dan Putri. iseng. Hani. Tante. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan. Namun demikian.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. ―Yah. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. kali ini pada Putri dan Hani. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. Renny Yaniar. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. buku anak-anak di Indonesia memang sepi.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit.‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. dari 0 hingga 12 tahun. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. mudah didapatkan. Gramedia-nya Amerika. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita . Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. ―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. Jalan ceritanya pun amat kompleks. bukannya tak ada. Begitu juga dengan keponakan saya. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Tokohnya tak cuma dua kubu. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. dan lit-lit lainnya. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. ―Kan aku udah baca. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. Tetapi.

Yang pasti.. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria.‖ Di luar soal minat baca anak.. gaswat banget dong itu .. TK. I love Harry Potter too . Bahagia melulu soalnya. siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe.. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. At 11:08 PM. padahal ceritanya kompleks gitu... deni si manusia ikan.. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2. hehehe.... produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa.. Tapi buku-buku impor sudah ada. jadi tidak banyak diproduksi. Fenty Fahmi said. karangsati said. isinya harus bisa dimengerti anak-anak. paman janggut.. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang.@ 5:30 PM. Buku-buku untuk balita. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. 18 Comments: At 9:11 PM. Bukannya biasanya. pesan moralnya jelas.. posted by -Fitri Mohan. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? .. dan menghibur. anak kecil baca lit-lit.. And yeah.. dan tambahkan Narnia.dan anak-anak usia sekolah dasar. "Once upon a time" ?? :D hehehehe. Nggak bikin saya sirik. ―Setahu saya. OktaEndy said. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. waktu aku kecil yang aku baca bobo. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia... walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh.

.. Daniel Mahendra said. untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya. Bagus sekali.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin.. Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) .. veridiana said. Penulis Indonesia. favorit saya saat ini adalah Clara Ng.. mang nape? hehehe... buat gue sendiri sih... Gue jg baca Bobo kok... Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak. meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa. jadi seolah. At 1:47 AM.*iya i know elu tertawa guling2an*.. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya. endangcinta said. Saya masih ingat Tini..tidak ingin membatasi seperti itu.. Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes. Yoga said. Mbak.. tapi dua nama itu nggak lupa deh.padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy).. yg juga menulis buku anak."malu ih org gede baca buku anak2".. Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2.At 2:38 PM. ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak..... Selain isi tulisan.. *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM.. Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak.. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash. saya suka tulisan ini. Buku anak-anak yang dia buat. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak... At 8:17 AM...

. :D At 5:55 PM.. saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil.. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku. saya masih baca donal bebek setiap minggu. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* .At 8:47 AM.. lima sekawan. rebutan ama si mas dan adek .us said. nengjeni said. saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain.... At 4:34 AM.....malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung.. kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu.i.. Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku. belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih.. saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM.hhehe.. yati said. tapi ini kan dari jaman kuda dulu. *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu. setujuuuuuuuuuuu. hans christian andersen. xxx said. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni. accordingtod said. komik nina.... kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM. mister..

. Mbak Fit.. -Fitri Mohan. dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa. kemasan bukunya juga makin cantik. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul. narnia dll emang masih jarang... jeng fitri. At 2:19 AM. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak. tapi kalo cerita sekelas harry potter. kepingin doang nih mas. biasanya trus kreatif belakang2nya.. @daniel: betul. @okta: waduh. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM. dan nggak ada salahnya juga.At 12:05 PM. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak. atau senyum2nya. MAY'S said.. Kepingan Hati said. banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak.. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya... nyengir. ndahdien said. Thanks untuk infox.said. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu. dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2.. unfortounetly event... Belum berani nulisnya. Good Posting !! At 2:03 PM. ada buku anak tentang kisah nabi. teladan anak sholeh. @karangsati: hehehe. ditunggu buku anak2nya. Jujur. --ambar-.... At 6:49 PM..said. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa. .. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time. bisa jadi begitu nanti ceritanya. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa.

pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur. maaf. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. Robert Wolfe. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman.@yoga: makasih ya jeng.org. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan. tapi belum bisa dibilang teenlit. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. ini fakta lagi nih.. lebih bagusan yang sekarang. Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. elite_hunting said.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan). @misterius: iya. Coba aja klik www.sacred-text. @mays: ohya? Nah. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak. Thanks for the info ya may. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka. Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat"..penerbitkakatua. anak korban perceraian. young reader. kalau dari segi variasi dan akses. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. Btw. Jacqueline Wilson. saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. tini udah lama banget. Yang terakhir baru berdiri. entry children literature. Eh. :-) @kepingan hati: sama-sama. tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia. Kalo dari gaya bahasa.blogspot. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh. @ndahdien: iya. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya. Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader. At 11:23 PM. Paradise Lost-nya John Hamilton. dan Kate DiCamillo. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. @diny: sekarang udah banyak emang.com . Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah. Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. Di http://www. kalau mau ngomongin variasinya. di Indonesia. lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka.wikipedia. hehehe. JK Rowling sih nggak ada matinya.

" katanya. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan." kata Ali. tidak hanya dari kertas. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan. Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung.000. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku. "Untuk mengatasi hal tersebut. atau mengadaptasi dongeng." kata Ali.000-5. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. Penjualan buku untuk balita lebih banyak.ungkapkan. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak.000 per bulan. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya. "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler. Segmen buku anak sangat luas. Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari. tetapi juga dari kain dan plastik. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. isinya pun semakin beragam. "Jika menyukainya.000-Rp 250. Menurut Ali. Sekali cetak mencapai 3. penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan. jumlah penulis buku anak hanya sedikit. "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak.Sejak dua tahun terakhir. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak." tuturnya. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain. tetapi bisa beberapa kali.000-Rp 20. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam. lanjutnya. Buku anak. konsumsi buku anak meningkat tajam. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah. Meskipun perkembangan buku anak pesat. Kompas . serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. Demikian dikatakan Ali Muakhir. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali. Oleh karena itu. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar. Bandung. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak. menulis cerita untuk anak itu mudah. penulis cerita anak dan editor. Hanya anak kota Namun. meng.000 eksemplar. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak." katanya. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru.Post a Comment Kompas. balita. Selasa. Menurut Benny Ramdani. "Menurut penelitian yang sama. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. Tidak hanya bahan dan atau wajah. (ynt) . mulai anak prasekolah." kata Ali. Minggu (15/10)." ujarnya.

‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001.. Litera di Ciumbuleuit. Sambil membaca buku. Ada Potluck di Teuku Umar. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. ada yang hanya komik. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. Ada Manisee Community di Cibiru. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Rumah Buku di Hegarmanah. pada kurun 1850-1906). . Das Mutterland di Cihampelas. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya. sambil menyelam minum air. novel sastra. yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman. Tobucil di Jl Aceh. Bahkan. Ketika ia berkunjung ke Bandung. Mizan Learning Center di Arcamanik. Pustaka Latifah di Margahayu.300 orang anggota. Minor Books di Cijerah. Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan. bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. Pustakalana di Jl Ranggamalela. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet. manajer humas dana pemasaran Zoe.Januari 5. Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung.‖ ujar Jan Adip. majalah. Baca-baca Bookmart di Sabuga. Tapi.‖ ujar Handerson. Ultimus di Lengkong. hingga otobiografi. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. Ada 80 ribu buku. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya. dan. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu. Lawang Buku di Dago Tea House. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku. Maka. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa. ada Zoe di Pagergunung. Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001.‖ ungkap Handerson Rizal. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. Zoe telah memiliki 9. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung. Batu Api di Jatinangor. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya.

Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. Sekretaris Yayasan Rancage. noodle. Meski begitu.‖ ungkapnya. Sejak didirikan pada 2002 lalu. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya. Hawe menuturkan. Berbeda dengan Zoe.id Sabtu. Sumber: www. dan pemerhati budaya. Nita Arriastiti. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. Di Tobucil. pengarang buku. dan Ayatrohaedi. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. seperti Ajip Rosidi. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda. Klab Musik. Hawe Setiawan. Ada Klab Rajut. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari. juga ikut meramaikannya.‖ tambah Hawe. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan. Edi S Ekajati (alm). Hal itu pantas kiranya. Meski begitu. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. menyusul hadirnya Klab Baca. PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. Didirikan pada Desember 2006. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku. 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat . berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri. Setiap akhir pekan.republika.‖ tutur dia.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72. Pada bulan ini.co. dan cemilan ringan lainnya. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah. Klab Nonton. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda. hala itu tak mematahkan semangat PSS. Julian Millie. Tapi. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. Di sana banyak berdiri klab. dan library dalam satu paket. yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah. roti kering bagelen. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. Klab Belajar.‖ kata Hawe. Di pekan kedua setiap bulan. Manajer Humas Prefere 72. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. dan sebagainya. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika.000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas. membicangkan masalah manakiban. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda.

untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an. Bahkan. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. tidak sekadar dari kertas koran. Maka.buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. Artinya. . Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama." kata Iwan Setiawan.toko buku. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. "Bukubuku agama. Oleh karena itu. Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam. Apalagi. kertasnya koran semua. terutama buku-buku bertemakan Islam. Proporsi demikian tentu terbilang besar. Tengok. misalnya. Saat ini. General Manajer GIP. GELIAT penerbitan buku. misalnya. paling besar buku Islam. dalam dua tahun terakhir. khususnya Islam. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. Tengok saja selama bulan Ramadhan. Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. Bahkan. dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. "Jadi. Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. Saya yakin di toko buku lain. Pendataan IKAPI Pusat. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. yang bukan toko buku agama.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam. "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. Sisanya. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah." kata Arif menambahkan.

Bahkan. Dalam dunia perbukuan. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan. keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa.Menurut pendirinya. Hingga bulan September 2003. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. Nama-nama Islami. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam. Asma Nadia. mulai tahun 2003. yang diberikan kepada karyawannya.000-an eksemplar." kata Haidar Bagir. kini mampu membangun kantor. GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. Bahkan. menurut pengakuan penerbit ini. Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. misalnya. masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. GIP sendiri berdiri tahun 1985. Menurut dia.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. misalnya. Novel. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga. Wanita Harapan Tuhan. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. ada yang sudah terjual sampai 50. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal.200. pendiri kelompok penerbitan Mizan. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. dan Gola Gong. DALAM khazanah penerbit buku Islam." kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. Dari jumlah karyawan. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. Merasa cukup laku. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat.

beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym. MQ Publishing. Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. . Swiss. baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. Ya sudah. Penerbit Erlangga. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.penampilannya. kami coba masuk sedikit. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. Sifatnya partisipasi saja." kata Singgih. karena pasar begitu besar." kata Yopi menambahkan. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan. Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku.buku bertema Islam. Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. Bahkan. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional . Di antaranya. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali. editor MQ Publishing. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym.cerita ringan. ia menyunting naskah atau manuskrip. "Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym. "Kami melihat market share yang sangat besar. salah satu editor Penerbit Erlangga. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. Salah satunya.buku bertema Islam. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut. ini juga mencatatkan rekor penjualan. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini. Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―. Ia menyarankan kepada si penulis. Tidak heran. kami penuhi dulu. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym. mencetak buku." jelas Yopi Hendra. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku. Dalam waktu kurang dari sebulan. Makanya. sejauh tingkat tertentu. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam. Sebab tiga negara berbahasa Jerman. Bahkan. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku.

dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich.074 di antaranya buku terbitan baru. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30. jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. Itu artinya 86.349 toko buku dan 78 supplier buku. setelah omset pada tahun 2003 turun 1. yakni 155. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25. cetakan kedua atau ketiga. Akan tetapi. duapertiga darinya adalah penerbit. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit. ada banyak koperasi publik.074. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74.74. mencapai 9. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86. Ini berarti. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China. Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas. seperti wilayah berbahasa Jerman.076 miliar Euro.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan.300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. 4. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini.04. misalnya.Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6. Terjemahan . termasuk jurnal ilmiah.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi.076 miliar Euro. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6. perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. maka kenaikan omset 0. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit. Untuk wilayah yang relatif kecil. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman. Sisanya adalah cetakan susulan.7% atau setara dengan 9. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. Mereka ini mencakup 1. fakultas universitas.9 persen.543 judul buku . jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar. Di antara penerbit.2005).823 penerbit.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama). yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru.

7.6 persen).6 % di tahun 2004.7 persen) bahasa Swedia (2. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004. para pembaca Jerman cukup dimanjakan.8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja. Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria. yakni 56.6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris. Hanya 6. Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7. Lebih dari 4. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia .7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris. Akan tetapi. 3. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit. Lebih dari seperempat atau 25. diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5. Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5. disusul dari bahasa Belanda (2.500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul. Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga.9 % tahun 2003 menjadi 50. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan.3% dari bahasa Italia. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat. Ceko dan Rusia dengan 6. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku.1%.8%.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku.9%. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1.2 persen). Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri. bahasa Spanyol (2.3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975.6 persen). Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis.5%.

tapi saling melengkapi. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. Akan tetapi. Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak. atau publikasi online seperti database ilmiah di internet. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri. Warisan Gutenberg. buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi. dan jumlah ini bertambah setiap harinya. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. Untuk kenyamanan pemakai. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain. Selain itu. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna. Online-Redaktion . Di sini. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet.8 persen. kedua lahan ini berkembang bersama. bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum. yakni penerbit Jerman. cetakan 2005.

Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. . lembaga budaya. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. Di Jepang. atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. terutama karya para penulis muda. Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. Namun begitu. dan Endo. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia. Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. Mishima. Harry Aveling. meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya. Kawabata. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A. diantaranya adalah Soseki Natsume. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. Teeuw. sarjana sastra. yang terutama dilakukan oleh peneliti. John McGlynn. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri.

yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. Shahnon Ahmad dan A. Dengan beragam variasi. sastra dunia ketiga. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris. interaksi.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. dan F. berkarya dalam bahasa itu. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati. namun keasiaan mereka tak luntur. dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. Mochtar Lubis. dan Umar Kayam. ditulis dalam Urdu. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. Samad Said (Malaysia). Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri. peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan . setelah dilarang di Bangladesh dan India. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. Sementara itu. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. yang berasal dari pecahan India. (3) benturan. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. dan diaspora. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. Korea oleh Richard Kim. YB Mangunwijaya. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. Sionil Jose. Atau sebaliknya. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris. Novel kontroversialnya. dan perubahan nilai suatu budaya. Bangladesh. India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. Ahmad Kamal Abdullah---penyair. Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. dan Pakistan dengan Syed Waliullah. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. Lajja. terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. Nick Joaquin. Contohnya adalah Taslima Nasrin.

nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. rasanya harapan itu tidaklah muluk. malah cenderung membaik. baik kritikus lokal dan asing. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. misalnya puisi dan naskah drama. penulis eksponen posmodern Jepang. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. Di ranah lebih minor. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. . berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia. dibanggabanggakan pencapaian literernya. Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut. Tentu saja ini membanggakan. dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. Dilihat dari perkembangan terkini." demikian tulis Ahmad Kamal. meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan. Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. Sementara naskah N. melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. Debut novel Eka Kurniawan. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris. penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). Artinya. sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. Goenawan Mohamad. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. dan Sapardi Djoko Damono. dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. di antaranya Vintage.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. Sejumlah kritik. Indonesia . dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial.yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik.negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. peringkat tinggi antara bangsa. Cantik itu Luka. bukan semata-mata anggapan kritik setempat.

novel Ahmad Tohari. Dari Asia. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. Gramedia. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. fiksi Seno Gumira Ajidarma. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. F. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. Yukio Mishima. Abracadabra. hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. antologi penulis Iran. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris. upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". Filipina. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. Yayasan Lontar. Riantiarno. Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. Shahnon Ahmad. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia. lebih-lebih dalam bahasa setempat. upaya itu patut dipuji. yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. sudah akrab dengan pembaca awam. dihadirkanlah karya Syed Waliullah.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. namun begitu berkonsentrasi. seorang penulis asal Pakistan. Indonesiatera. drama N. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. . Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. antara lain puisi Joko Pinurbo. hingga kontemporer. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia. Sionil Jose. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. Amrita Pritam (penulis India). perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. avant-garde. Harus diakui. dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting.

Untuk bisa masuk pergaulan global. sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. hingga tema sastra. intelektual. pemasaran.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). Di Indonesia sendiri. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. cukup laku dijual. sama dengan pembacanya. Rumah Buku Bandung. Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia. distribusi. militer. cultural studies. dan identitas Asia. sementara itu produknya pun banyak. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. Etno Books. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. Bila jeli. sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). kopi. dan inovatif menggarap ceruk ini. konsisten. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. Aksara. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. etnografis dan etnologi. dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. menarik perhatian. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. Seluruh buku . belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. kualitas terjemahan. Sebaliknya. Politik penerbitan. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. Penerbit Equinox. demografi. Kinokuniya. pengeksplorasian. Tema-tema buku sangat bervariasi. sejarah. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. kebijakan luar negeri Indonesia. biografi. sastra diaspora. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor. seorang warga Amerika Serikat. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. Bukupop milik Karsono H." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi. Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain. "Tidak bagus iklimnya." Karna. "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut. ketimbang didominasi sama Grasindo. "Asal biaya produksi ditanggung. mengamini. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. apalagi penyair tak terkenal. Urip Herdiman Kambali. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis. sisanya dijual Ultimus.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku. karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto." kata dia via email. kalau bukan menerbitkan sendiri." puji Dian Hartati. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi. Penyair masih ada di pinggiran. penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007). penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi." ujar Urip. "Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya. dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. "Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. "Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi). Ksatria di Jalan Panah . Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius. pada 2007 yang masuk ialah Angsana." kata Bilven. Meski begitu. misal menggunakan huruf embos. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan.Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan. Ini diakui oleh Saut Situmorang. (terutama dari) variasi gaya penulisan. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta. yaitu hard cover dan berjaket. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial. baguslah itu. Belum sampai dicari oleh penerbit. Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer. "Kalau memang konsisten. editor Ultimus. kami pasti mau menerbitkan buku puisi.'" Saut pun mendukung Bukupop. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior.

setelah itu mati. biasanya dibantu kawan untuk menangani. Link menghubungkan mereka dengan siapapun.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya." kata dia. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . Hasan Aspahani. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri." kata Hasan Aspahani. Mereka saling terkait satu sama lain. namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. juga aktif di milis komunitas sastra. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi. Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun. promosi dan resensi. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. Menapak ke Puncak Sajak (2008). Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. yang karyanya sudah terbit maupun belum. Kenyataan ini disadari semua penyair.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna. baik pembaca umum maupun sesama penyair. merekomendasikan link yang bagus." kata Dian. Selain itu. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. eksplorasi dan eksperimen. "Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. Alih-alih syairnya. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. Mereka membuat blog dan situs. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. Penerbit independen gonta-ganti muncul. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber. Hampir semua penyair. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra. bahkan distribusi. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi." ujar Saut sengit. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. Menurut Dian. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra.

termasuk dari unsur yang paling permukaan. terutama As-Syaamil. sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21. Kini beranggota lima ribu lebih. Senayan Abadi. penyair senior. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam. GPU. Habiburahman. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan. menjurus berceramah. Cabang FLP ada di 125 kota.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot. . Asma. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa. Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. Penerbit Republika. Ahmadun Yosi Herfanda. pilihan tersebut baik-baik saja. termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. termasuk di luar negeri. dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh. Selain Helvy. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. eksklusivitas jadi masalah. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim. Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. Kelompok Mizan. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop. yang ditonton kurang-lebih 2. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet.000 kopi. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia.

Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir. dan damai. Dahlan. terutama wanita.Sebelum didominasi FLP. . Kesan seragam (monoton). Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. Danarto. termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas. emosional. Mustofa Bisri. sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. rasional. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan. Emha Ainun Nadjib. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. terlalu fisikal mengedepankan identitas. agar karya mereka diterima lebih luas. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. lebih sebagai keyakinan pribadi. mempertahankan skala kecil. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. Abidah el-Khalieqy. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. Diponegoro. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. terbuka. juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau. lebih khusus lagi FLP. penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. Pustaka Salman. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. alih-alih ekspansif dan akuisitif. maju. Kuntowijoyo. menghakimi (judgmental). Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. Pustaka Panjimas. Jerman.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. CEO Mizan. pernah besar dan berpengaruh. Al-Ma'arif. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar.

Kalau pun ada hiasan.‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. FBF 2007. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah . Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar. gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina. hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai. 4 set meja kursi. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara. Kendati penampilannya masih sangat sederhana. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. interiornya pun sangat sederhana. ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang. Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. dan 2 buah almari kecil atau loker standar. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. floor display. Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. harapan itu sangat masuk akal. Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Jepang. Seperti halnya dengan penampilan luarnya. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing.

Selain itu. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. tapi sebagai awal sudah cukup . buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. kehadiran dua perusahan percetakan. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania. perpustakaan. Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia.‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga.‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada. Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen).‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. terutama buku jenis artbook di Indonesia. Namun yang cukup menarik. ―Paling tidak. sisanya terdiri dari distributor. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. ada yang berminat membeli. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. Soalnya. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen. Belum banyak sih. dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. Ternyata. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. Sementara itu. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. agen. seperti tentang seni dan budaya. Dari kartu nama yang ditinggalkan. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia. pariwisata. ―Saya nggak nyangka. mulai hari pertama hingga akhir pameran. Ternyata di luar dugaan. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini.keikutsertaan di FBF. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia.

juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku. Agromedia. pemasok tinta dan pemasok kertas.‖ ujar Nova Rasdiana. Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia.‖ katanya. Oleh karena itu. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri.‖ tegas Frans Meak Parera. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor. utamanya penerbitpenerbit besar. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal.‖ kata Manahara. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang.‖ tambah Manahara. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. Untungnya. ―Kalau kita tanggung secara bersama. . Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa. Direktur Marketing Indonesia Printer. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt. saya kok optimis.bagus. Malaysia. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan.‖ jelas Victor Ho. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. Dari segi kualitas. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. di antaranya dari percetakan. nggak hanya titip buku saja. Untuk mewujudkan hal tersebut. Jadi. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. Thailand. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi.

―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. karena semua berbahasa Indonesia.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt. sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. Tentu saja. dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. rasa senang itu tak bertahan lama. Selaku penerbit dari dunia ketiga. Namun. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu. Pertanyaan pertamanya. . Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat. Bahkan. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas". Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. Peter Ripken namanya. Jakarta. lanjutnya. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. Kami pun digayuti kecemasan. Beliau begitu hangat dan membantu. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya. Oleh karena itu. Kami membawa harapan dua penulis lokal. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. Namun. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair.

Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. atau dari membaca buku. buku pengetahuan. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami. Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak. penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights.pdf. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa. komik. Namun. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability). kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. kepribadian. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku.ac. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami. Namun.World Bank di . PENDAHULUAN 1. Ketiga.petra. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. penerbit pun agak ragu memromosikannya. Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. dan lain-lain. novel. Alasannya klise: takut tidak laku. Page 1 1 Universitas Kristen Petra I. Keempat. Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. majalah. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. Kedua. koran. Kalaupun ada yang berbeda. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari.1. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. pengetahuan. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya.

Untuk saat ini. Rachmanata. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38.dalam salah satu laporan pendidikannya. majalah ilmiah. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung.6).d. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Rendahnya minat baca anak. kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. tetapi di Indonesia angkanya 1:45.0) dan Hongkong (75. Thailand (65. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus. di sisi lain.1). SMU. Singapura (74. 1 Artinya dalam soal membaca. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. Adicita Karya Nusa. Misalnya. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. jurnal.5). untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. Padahal. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. apalagi perpustakaan di luar kampusnya. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Namun. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. hal itu tidaklah mudah. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. Dan yang sangat ironis. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. dan Yayasan Pustaka Nusantara.d.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca. "Education in Indonesia . tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. baik dosen maupun mahasiswanya. saat masih usia anak-anak. pada kenyataannya. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu. Padahal. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. Kanisius. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP. dan SMK. tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi. dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 . Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka. Dady P. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. 20 persen. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. Kepala Perpustakaan Nasional. Artinya.

jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. juga dari segi ilustrasi. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya.KI Supriyoko. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. Sebab. Pikiran Rakyat.Pd. Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. Sementara di pelosok desa. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. baik dari segi kualitas cetak. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. gaya dan penuturan cerita dan kalimat. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. . hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa. Minat baca dan Kualitas bangsa. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak.M. Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik. Sementara di Indonesia. yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. tetapi juga orang dewasa.

1. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis. 1. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang. sesuai dengan perkembangan jaman. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak.2. 2. Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat.4. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. Memperoleh didikan moral. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan. tetapi tidak meninggalkan budaya. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca.6. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti. Dapat memahami. ornamen. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2.1. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak.5.3. 1. dan khas dari cerita aslinya. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun . Manfaat Perancangan. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1. 3. 4. 3. Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. 1. Lingkup Perancangan. Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan.

Metodologi Perancangan. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. Lingkup Perancangan 6. Latar belakang 2. Metode pengumpulan data.7. obyek. seperti karakter. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1. Unsusr gambar 2. Pembatasan Masalah 4.8. Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya. Tujuan Perancangan 5. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Komposisi 3. Konsep kreatif 3. Tinjauan judul perancangan 2. Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. tempat. Tinjauan teori cerita 4. kostum. dan lainnya.Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota. Tinjauan teori pisikologi anak . Sistematika Perancangan 1. Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. Tinjauan buku bacaan 3. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. Konsep Media 2. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. Rumusan Masalah 3.

Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. negeri dan terutama swasta.6. Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Tabulasi 4. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Tetapi di daerah pedesaan. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. Anak-anak. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. Menko Kesra Prof. Dr. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. Dr. Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi. Tinjauan cerita timun mas 2. Di daerah perkotaan. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu. untuk daerah-daerah tertentu. Menko Kesra Prof. Bahkan. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. Artinya. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. terutama anak perempuan dan remaja. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. Respon Publik 3. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit. Tinjauan teori ilustrasi 1. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. Kepala Sekolah.

dan pusat pembangunan. penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. mengumpulkan dan membagi buku. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. menerbitkan buku supplemen guru. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. perpustakaan sekolah yang buka pagi. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. Dengan demikian. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. Anggota masyarakat. apabila ada kenaikan kelas. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. Anggota masyarakat lain. siswa.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dibuka untuk masyarakat umum. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. Pada siang. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. pertama. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. bagi yang mempunyai buku pribadi. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. melalui Departemen Pendidikan Nasional. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. maupun dinas-dinas serupa di daerah. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. apabila tidak sedang dibaca. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. setiap kali pemerintah. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. sore. Karena diperuntukkan guru. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. Kedua. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah. dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. sore dan malam hari. tidak lagi ada manfaatnya. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. dan tidak dibutuhkan lagi. Lebih lanjut daripada itu. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. semangat dan kemajuan. siang dan malam hari membantu orang tuanya. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. utamanya ibu-ibu rumah tangga. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. dengan pengaturan waktu yang baik. perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. Buku guru tersebut juga seyogyanya. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. murid dan orang tua. Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali.

Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis. selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya. misalnya pagar yang rusak. mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. genting yang bocor. Lebih dari itu. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. dan membaca. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. atau semacamnya. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan.

untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. tidak boleh berdiri sendiri.190//artikel/26812. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. cinta produk dalam negeri. makmur. antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri. (Prof. jumlah engang setiap larik.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian.130. bangkitnya solidaritas antar sesama. esai. harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku.242.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. Gerakan ini. persatuan. untuk sastera bahasa Sunda. dan cinta kasih. sajak. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut. pada akhirnya akan mengubah sikap. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun. Desa maju rakyat membaca. anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja. Dan sepanjang pengamatan kami. baik penulis maupun pembaca. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. sejak 10 tahun yl. Jaladri . Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil. Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. Dengan demikian. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. Sumber: http://203. kesatuan. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait. Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai. yang dibutuhkan orang tuanya. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. dan sejahtera. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman. karena murah dan melimpah. Haryono Suyono. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. Dr. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. untuk sastera bahasa Bali. terus terang saja kami tak mampu. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan. cerita pendek.

Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang. Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. Temanya pun bersifat kontemporer. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. tahun 1960-an. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. Mandarin. bahkan tahun belasan. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. tidak semuanya dari generasi tua. tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. India dll. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. . begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. karena ketika mereka duduk di SD. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah. Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. dll. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001.

sejarah atau legenda. Ada juga berita. Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. bahasa Indonesia. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. walaupun hidupnya merana. Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan. Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. keduanya berupa majalah. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. pengobatan tradisional dan semacamnya. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). perimbon. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. Manglé terbit mula-mula bulanan. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. Cupumanik. Joyoboyo. sedangkan iklan tak dapat diharapkan. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional. Djoko Lodang. yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. Djoko Lodang berupa tabloid. Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. di samping itu banyak memuat puisi. misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. dll. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. dll. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. Galura. Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. Kalawarta Kudjang. Keduanya berupa majalah. Isinya umumnya berupa cerita. melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah.

di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan. Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres. Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. pertanian. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata.dengan pers bahasa nasional. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. terutama buku-buku teks. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional. Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional). misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup .

untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa. terutama dalam radio-radio daerah. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi. . sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. Seperti dalam penerbitan buku. Dalam siaran televisi. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya. Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi.besar. Setelah acara seperti ini selesai. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca. dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut. yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. khususnya 1912. menulis dan etika. sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja. kodomo no tomo pada tahun 1956. salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. .isolasi jepang dimulai. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. terutama dalam buku cerita bergambar. dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini. salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. kelas pedagang juga turut serta kemudian. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. serta men-trigger imajinasi. kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. picture is also the words). restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus.

Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang. Kegiatan Surat Anak Indonesia . Dari sekian banyak manfaat tersebut. presiden international institute for children's literature. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime . Padahal dengan berkirim surat. bagi si pengirim.ryoji arai Senin. Tags: reference. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. Wapres RI Jusuf . bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. surat merupakan bentuk perhatian dari seorang.09. dalam diri tercipta kepuasan batin. seminar. Dengan menulis. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca. jepang. Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. Sedangkan bagi si penerima. Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. Tak perlu menunggu berhari-hari. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat. Dengan short message service (SMS). kebahagiaan. susan j. 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.prof. Sungguh luar biasa. tentu ada sisi negatif yang timbul. Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun. dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional. proses pembubuhan cap pos. napier Next: looking through my windows of picture books . Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei.resume oleh hafiz ahmad. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat. menempelkan perangko. Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. kepiluan. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. Emosi kesedihan. Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis. 2007. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat.

di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. Contoh konkret misalnya. dan dongeng anak. para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. pukul 09. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006. Bukan hanya itu. Presdir dari Santa Cruz Import Inc. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari. BENETTON. Ketua MPR RI. Stine.L. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. Untuk itu.. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH. Menteri Perhubungan RI. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A. Tetapi. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. Misalnya. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. Disamping kegiatan tersebut. SWATCH. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia. seperlima dari pasar adalah kaum remaja. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing. Menteri Pariwisata. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. Menteri Pendidikan Nasional RI. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya.00 WIB. Demikian berturut-turut. Goosebumps dan Fear Street . Seni dan Budaya RI. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. jatilan. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru. kaum remaja akan semakin termanjakan. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. Close Up. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. Tokoh yang sedikit urakan.Kalla. Ketua DPR RI. Gubernur DIY. sandiwara anak. Belia. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Ketua DPD RI. Nike. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog.00-13. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. gaya bahasa yang manasuka. Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka.

kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. dari 330 penerbit yang terdaftar. dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil). Misalnya. Gus TF Sakai. Lutfie dan Dwianto Setyawan. salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Ambil contoh. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja. Memang. Dari jumlah itu. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. Bahkan. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang. Memang. ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Menurut catatan IKAPI. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun. Sementara di Indonesia. Zara Zetirra ZR. bukan . penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. Untuk produk sekelas Lupus. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. Mira W. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. Sementara dari sisanya. Dampaknya sungguh luar biasa.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. untuk mengikat loyalitas pembaca. seperti sering dikeluhkan. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya. inilah masalah laten dunia penerbitan kita.000 eksemplar. Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Gola Gong. Bubie Lantang. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja.

khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek. dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan. Kebetulan. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. Scientific. SJ). Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. Oleh sebab itu. Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. dan seabreg nilai positif. Namun. video. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. Mari kita urai bersama. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. ceplasceplos. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. . jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. yakni tokoh yang selalu alim. Sebagai orangtua. Sementara pihak lain. selera dan gejolak remaja yang dinamis. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. Drost. [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A. pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983. and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan. berbudi baik. yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. Bagaimana tidak. Nah. yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. penurut . Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren. Pendeknya. suka jail. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja. Lupus misalnya. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. hingga laser disc.

banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul. Dari sekian judul itu. Alasan utamanya. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal. Selain itu. Bahkan begitu proyek ini mulai surut. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Sementara di Indonesia. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1. Sementara dari sisanya.000-3. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa. 12 Agustus 1993). menambah pengalaman batin.000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘. dari 330 penerbit yang terdaftar. membuka wawasannya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun. Menurut catatan IKAPI.000 judul. Namun. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. buku-buku tersebut dapat .000 judul. buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya. Betapa tidak. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas. Artinya. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya. Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan.000 judul Bahkan kini kabarnya. Dari jumlah itu. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. Sebenarnya. dan membuat anak menjadi gembira.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Berangkat dari sinyalemen itu.6 miliar rupiah. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan.

16 miliar kopi. Bila dirunut ke belakang. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. Dari segi ide cerita. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang. Sebaliknya. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. Anak sekarang. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas . Akan tetapi. ―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara. yang lazim disebut komik. Meskipun demikian. di lain pihak. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. Sebaliknya. Andersen. dan Teguh Santosa. Demikian pula yang terjadi di Amerika. anak sekarang lebih selektif lagi. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri. Tintin. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. Itu baru dari segi penyajian. menjelang akhir tahun 1994 ini. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan. sementara roda penerbitan harus terus berputar. Sabuk Inten‖. Ganes TH. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖. Pendeknya. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan. di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. Hans Jaladara. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. Dari sisi persebaran buku.C. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. Akan tetapi. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita. Dalam hal bacaan.

Bedanya. rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. hanya visualisasi gedung. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. Hal ini bisa dimaklumi. pendidik.dengan gaya futuristik. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. Tidak lama kemudian. . mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. Namun. berjudul Imperium Majapahit. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal. Benar memang. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. Buktinya. maupun kalangan penerbit. baik sebagai orangtua. orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. Alhasil. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan. Konon.

si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. atau mendiskusikan tema suatu buku. yang lebih serius. mendorong minat baca (Encourage Reading). semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. Setelah lahir. anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. . Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. Cara lain. Janine Despinette. mencoba menjawab masalah semacam itu. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. membiasakan hadiah berupa buku. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan. bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. Lantas. Dengan demikian. Dari sini. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. Begitu seterusnya. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Mengutip pendapat Prof. Misalnya. Sementara. Tetapi. Namun. Caranya. layar tancap. Sayangnya. seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. 1995). Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini.pertunjukan musik. sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. Atau. seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya.

bisa tentang silsilah. berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. menulis surat. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. atau membuat buku harian. Ajaklah . Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96). O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga. Bagi anak remaja. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. GEMAR MENULIS Oleh A. yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. acara liburan. bisa diterima di mana saja. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu. meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. Jadi. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak. Namun demikian. Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik.

telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. Banyak takaran mengenai hal ini. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud. alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. Lebih jauh lagi. minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. Padahal. Tentu saja. kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat . Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin.mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). Gutenberg – seorang warga negara Jerman. Mengenai hal ini. meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. menemukan sistem produksi karya cetak. tinta cetak. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. Dengan alphabet. tradisi tulisan (literacy). Akan tetapi. Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. Akan tetapi. Korban pertama adalah Gutenberg sendiri. A. Menurut sejarahnya. bahkan hidup sengsara karena penemuannya. Dengan kata lain. Revolusi Tulisan Boleh dikata. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. metode membuat huruf cetak dari campuran logam. ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy). Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya. Sedangkan. ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. Namun demikian. penemu metode cetak. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa.

nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. merumuskan latar belakang masalah. kerangka pemikiran. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. wartawan dan editor penerbit. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. membuat outline. Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. mahasiswa. Untuk bisa melampaui tugas ini. tetapi berlanjut terus. Akibatnya. bagi sebagian besar mahasiswa. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis. Ironisnya. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengatasi kondisi ini. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. kepada pelajar. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. Padahal. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. Di sisi lain. Memang. atau minimnya penulis buku lokal. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan. Praktis. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. 22/12/95). kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. memilih judul.berkembang daripada tradisi tulisan. Betapa tidak. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. . larisnya bisnis jual-beli skripsi. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. Sejalan dengan itu. Sementara. kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku. Sebagai konsekuensinya. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa. misalnya sekretaris. Menulis. latihan-latihan menulis. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. dengan cepatnya loncatan tradisi ini.

dan tertulis. agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas. Sebagai sumber daya manusia di abad ini. baik menulis surat. logis. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir. bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. maupun menulis ilmiah.Bagi pelajar misalnya. Atau. mengarang cerita. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? . memperbanyak tugas-tugas menulis.

Sementara. Fakta berbicara. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. atau pemain sinetron. ekonom. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku. (4) memang ingin menjadi editor. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya. polisi. insinyur. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. pengarang. kejernihan informasi tentang apa. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. (1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. ahli hukum. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. foto model. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. bergantung pada kebijakan tiap lembaga. (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. judul. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. atau pilot.Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. penerbit. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu. tentara. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul. Selebihnya. siapa. ketimbang menjadi editor. Jika demikian. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. .

Sementara. tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. meramu sinopsis. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. analisis pasar. sekaligus mencari penulisnya.Pengalaman empiris membuktikan. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. dan mengetik naskah saja. Di sini. Pendek kata. membetulkan letak titik-koma. di samping tetap sebagai . seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa. Celakanya. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. dalam mechanical editing. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku. Lebih celaka lagi. editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. mengatur sistematika penulisan). misalnya. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. menyusun indeks. hingga melakukan pra-kalkulasi. misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. Termasuk dalam tugas ini. Dalam substantive editing.

sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. editor. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. Setelah buku terbit. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. menyukai dunia perbukuan. Sebelum mulai mengedit naskah. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. Oleh karena itu. editor sains. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. Oleh karena itu. menjadi editor sebenarnya tidak gampang. Lembaga penerbitan yang profesional. Tetapi. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan.spesialis dalam salah satu ilmu. bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan. sulit. dll. editor kesehatan. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. editor humaniora. atau yang sulit-sulit gampang. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. Itu sebabnya. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. editor fiksi. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah. Misalnya. inilah hambatannya. . Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. hasil kerja editor akan berantakan. sekaligus memahami tatacara penyuntingan. Tanpa pemahaman itu. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia).

pedophilia. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis. Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . membuat miris. dari Edinburg. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. ayak yang abai dan sok sibuk. Juli 1996 dengan judul yang sama. berdua dengan adik perempuannya. Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar.feedmap. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun). . Ibu yang pemabuk. Inggris. namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat. yang dalam usia belia. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri. justru di usianya yang begitu belia. Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak. insest. Lelaki. perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. Fowley. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup. Persiapkan. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur.net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3.© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku.

Paul. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. tulis Danuta Kean dalam situs BBC. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual . Pada akhirnya. Selain kisah Fowley. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas. Masih ada lagi.000 pounds dari total 500. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please.Beruntung ia memiliki. dikabarkan awalnya menerima 200. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia. Ibarat pisau bermata dua. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. Kean menambahkan.‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini. Daddy. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi.‖ ucapnya. Ditambahkannya. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak. dulu. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya. Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan. berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. No: A Boy Betrayed.‖ ujar Tonkinson lagi. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan. Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya. Mummy. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan.

semacam itu.000 judul buku per tahun.000 judul buku per tahun. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival.Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca. Misalnya. 3. bbc/tri Selasa.000 Buku Kompas. 12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8. Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik. dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono. 6 tahun. 2. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15. anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths. Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan. Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. The Paperback of Stuart Howarth. yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya. Senayan. Di Inggris saja tercatat 3. Karena itu. laku sebanyak 107. Agung mengatakan. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya.‖ sebut McKay.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. laku sebanyak 204.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007. jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen. 28 Januari 2009 JAKARTA. SELASA . Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris. . Jakarta. kisah Judy Westwater. Rabu. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8. buku: 1. buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng.000 judul buku per tahun.168 eksemplar (Mei 2007).Terjual 235. Selasa (27/1). Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) . Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi.

Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005. berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan. kata Agung. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya. (Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi. sebagaimana dilansir dari media massa. Dari kehidupan yang mulanya miskin. diskusi buku. Bayangkan. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau. JK Rowling. Namun. Bagi saya. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Fauzi Bowo mengatakan. dan sejumlah kegiatan lain. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama.Kompas Gramedia. Di Vietnam. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. Bayangkan. Di Amerika Serikat. Selain pameran buku dan media. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya.fajar. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. Buku Harry Potter bukan hanya tebal. buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. hanya dalam kurun sehari saja. dan penganalisaan agar bisa . (ELN) http://cetak. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. 1481 x .co. adalah perubahan besar dalam kehidupannya.id/news.php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Dan. Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia.

mahasiswa. Dari sisi kuantitas. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca.7 di bawah Filipina (52. Bukan itu saja.900. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51. Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. Boleh jadi. Sebab.5 juta atau 9. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu. saat ini mencapai 565 penerbit.6). Thailand (65. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan.mengikuti alur ceritanya. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar. . golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?. Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini.1) dan Singapura (74. jangankan pada persoalan membaca. rendahnya kebiasaan membaca tsb. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca.0). Sedangkan menurut laporan Bank Dunia. Mengapa? Sebab. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama. Indonesia berada di peringkat ke-39.100. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca.20 persen. Thailand USD 6. Sebab menurutnya. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia.000. Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat.300. Malaysia USD 9. sementara Indonesia hanya USD 3. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500. dosen. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. Dari 'tesis' Purwanto tadi. timbul pertanyaan.

Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur. bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. Ya. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). Setiap minggu. Ada yang mengurangi halaman. sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca.Ada media yang memberhentikan karyawannya. * Sumber : Ismail Amin. ada yang mengurangi gaji. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. Sebab. dan entah kapan akan berakhir. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. atau bahkan mengecil. semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. Media cetak pun makin kurus alias menipis. Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta. Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. Di bulan Mei ini. Selamat Hari Buku Nasional. 539 x . arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar. ada saja media yang memberhentikan karyawannya. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. ada juga yang menutup sejumlah biro. Masa-masa sulit harus dihadapi. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. Sekali lagi. atau kalau tetap mau . kini semakin berkurang.

Rekan Jeremy yang lain. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. Ada yang diberhentikan. di koran yang beroplah 275. Texas. mesti siap menerima pengurangan gaji. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup. ada sekitar 400 karyawan. termasuk tentunya biaya investigative reporting. kata Wildermuth. ada yang dikurangi gajinya. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors. Jadinya. California. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). “Yang tinggal. Jumat Minggu. tapi pada hari Rabu.” kata Wildermuth. halaman dikurangi.” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator. dulunya mereka juga punya televisi. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja. yang 15 tahun menjadi wartawan. mengurangi biaya langganan jaringan networking. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit. kata Gauen.000 pada hari Minggu itu. Saat ini. Kondisi ini tentunya sangat ironis. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. Patrick Gauen. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. Pada hari Senin. yang terbit di Saint Louis. yang penting-penting dan besar saja. seperti di Sakramento. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang.000 pada hari biasa dan 475. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern. Untuk mengurangi biaya cetak.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini.” jelas Gauen.bertahan. tanpa mau menyebut nilainya.” katanya. dulunya mereka juga mempunyai televisi. menambahkan. tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. ada juga yang dipensiun secara dini. Sama dengan St LP-D. dan juga biaya-biaya perjalanan. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. lanjut Jeremy. namun telah dijual pada 2000. di San Fransisco. beberapa tahun lampau. juga mengalami hal yang serupa. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. . staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle. dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan. Menurut John Wildermuth. Selasa. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. Kamis. “Mereka itu ada yang wartawan dan staf. sekarang tinggal dua. “Ya. “Dulu wartawan investigasi ada lima. Koran yang ada sejak 1878 itu. 36. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. Untuk mengurangi biaya operasional.” kata Jeremy Kohler. “Jumlah karyawan juga dikurangi. dan 10 tahun bekerja di St LP-D. dan Sabtu. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu. Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle). di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. 58. lalu menambahkan. Menghadap krisis ini. Saat ini. Biayanya besar sekali.

” kata Hartmann. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis.” kata Wildermuth. “Karena ini kan mengurangi biaya. Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. masa depan media cetak tidak jelas. Dulunya. Redaktur Pelaksana. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia. Dulunya sekitar 500. kini tirasnya tinggal 15 ribu. kata Leah. Itu pun mau dijual. Di redaksi misalnya. “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. Kiera Butler. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. Menurut Profesor Fritz Cropp.” kata Hartmann. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. Pemimpin Redaksi. bila memakai percetakan outsourcing. Texas. Jumlah karyawan dikurangi. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika. kini tinggal 300-an. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun.” ungkap Proctor. Memang. mereka mempunyai empat mesin cetak. koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. 21. Menurut Leah Finnegan. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . pihaknya akan menjual mesin cetaknya. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. Namun begitu. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi. Kami mau outsourcing. yang sudah berlangsung hampir empat tahun. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah. Namun begitu. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. tirasnya kini turun hingga 20 persen. yang dulunya 20 ribu eksemplar.” aku Leah. CEO St Louis Magazine. “Kami akan mencetak di luar saja. Menurut Steve Proctor. Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily. bagi perusahaannya. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. Managing Editor The Chronicle. Soal turunnya tiras koran. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin. di Inggris misalnya. sementara mesin cetaknya akan dijual. yang didampingi Vikram.Tapi untuk lebih efisien. kini sisa 40 orang. lebih murah. itu sudah ada sejak tahun 1900. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. tapi kini tinggal satu. tapi juga di negara lain. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi. dulu penyunting 50 orang. Menurutnya. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya.

” akunya. termasuk iklan mobil. tapi tidak sebesar media cetak. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar. “Tapi kita tetap harus efisien. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja. seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam. yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. yang hanya mempunyai enam wartawan. Texas. karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi. terutama Bollywood.*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar . Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun.” katanya bercanda. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. yang lulusan Universitas Ohio ini. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung. termasuk media cetak. India. sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity. Humas Pro Publica. “Akibatnya. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan. termasuk untuk biaya investigative reporting. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. Hal ini diakui Kathy Hadlock. Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi. sejak krisis keuangan di Amerika.oleh yayasan progres nasional.” jelas Mike. masa depannya suram. saat ini kalau ada karyawan yang keluar.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu. pengusaha simpan pinjam. membuat seorang Sandler. . “Saya punya dua anak. di media yang punya 42 ribu langganan itu. Hal ini juga melanda media di Amerika. sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. Special Projects Producer. Menurut Mike.” kata Hadlock. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. “Sekarang mesti lebih hemat dan efisien. adalah salah satu industri film raksasa dunia. Ditambahkan. di KVUE Austin TV. semakin kurang berita-berita investigasi. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. Sebenarnya. 24 Juli 07 . Sebelum Pro Publica. Agaknya.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa.” tambah Hartmann. Menurutnya. biaya operasional dikurangi. Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang. Untuk itu.

000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. Dalam perjalanan waktu. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan. Demikian pula buku-buku tentang filsafat.Saat ini. Penguasaan terhadap bahasa Inggris. dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat. tahun 2003 melesat naik hingga 3.000 penerbit. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. sejarah. sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India. Tahun ini. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. mutu produknya. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India. Malayalam. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan . Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. maupun Uni Emirat Arab. Butan. berkembangnya gerakan nasionalis. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. Frankfurt Book Fair ke-58. Gujarati. seperti Macmillan. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. Tamil. dan Assamese.000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. Inggris. Direktur National Book Trust of India. Telegu. Jepang. Maldives. Bengali. sastra kontemporer. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. serta harga yang relatif terjangkau. agama. kebudayaan. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. baik karena kualitas isi. Australia. Sri Lanka. dan India. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. Pakistan. Punjabi. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. beberapa penerbit. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912. ajang pameran buku terbesar di dunia. Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia. termasuk di antaranya bahasa Hindi. Kegan Paul. yoga. secara perlahan tapi pasti. India dapat memproduksi sekitar 70. Nepal. Amerika Serikat.6 miliar rupee. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini.

itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun. film. Harper Collins India. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. Random House India. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. Penguin India. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. Kali for Women misalnya. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. Vikas Publishing. Minerva. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. Di samping penerbit besar. musik. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. Macmillan India. serta UBS Publisher. seperti Penguin India. sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . Kini. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. berkompetisi. Orient Longman. bermain di pasar buku anak-anak. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. India Ink. New Delhi. English Edition. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. maupun Landmark. Semua penerbit ini. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. misalnya. Umumnya. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. Picador. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. Ravi Dayal. Penerbit lainnya.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. Roli Books. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. seperti Tulika. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. sementara Permanent Black. Crossword. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. seni rupa. juga melempar produknya ke pasar dunia. Sementara itu. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co.

penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini. Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif. Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. India merupakan pasar buku yang menjanjikan. Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. ValueNotes Database Pvt Ltd. Peran pemerintah Lantas. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. Menurut rencana. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India. karya klasik berbahasa . sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini. tabloid 6 persen. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. Cambridge University Press (CUP). Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen.untuk sektor perdagangan buku. seni. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. sebuah penerbit sekaligus distributor. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang. dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books.1 miliar dollar AS tahun 2010. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. Journal of India Foreign Affairs. Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. dan budaya di masyarakat India sendiri. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut. tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. Saat ini. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. teknologi.

Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). Sejauh ini. Sejak tahun 1970. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional. terjemahan. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. Angka ini lebih tinggi 4. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa.000-1. penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi.htm | RAGAM | SELEB.3 jam seminggu untuk membaca.7 jam per minggu untuk membaca. Tampaknya.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional.200 judul yang meliputi karya asli.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005. Sejak itu. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India. Dari riset terhadap 30. NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. orang Inggris hanya memakai 5. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980. Sementara itu. Berdasarkan catatan NBT. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. Sebaliknya.kompas. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini. MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. (BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE . lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal. NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban. Selain itu.

Kamp Konsentrasi Para Alien .Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS.Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'. 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN . Album Narsis .Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks .K.Gadget (9/20) 'SHORTS'. Dilengkapi Fitur QuickLook .Otomotif (5/20) MSI EX620.Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV . Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal .Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p.Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox . Hari Bertemunya Dua Dunia .Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 . Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'.Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'. Setelah Wisuda Lantas ke Mana? . Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini . Eksplorasi Atau Repetisi? .Cari (1/20) Samsung ES55.Humor (18/20) Flu Babi.Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan .Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'.Gadget (14/20) 'SOLSTICE'.Kesehatan (19/20) KTM RC8R. Notebook Entertainment . Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit . Kemudahan Dan Portabilitas .Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J.Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'. Raja Tikungan . Bukan Yang Terbaik di Kelasnya .Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab .Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300. Rowling Kamis.

Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. . hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos.L. setidaknya dari segi hukum.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic. yang menerbitkan buku karya Rowling. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru. tetapi pasaran buku online bekerja beda.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J." kata Direktur Pemasaran. demikian dikutip dari AP (Associated Press). Jason Campbell. Revenge Movies Kapanlagi.L. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini.com . "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. Rowling diluncurkan Juli mendatang. Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular." tambah Campbell. dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya. sebaiknya jangan dicoba sama sekali. "Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Inc. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. Stine. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling. Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses. Cornelia Funke dan R." papar Blair. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R.K. seperti Lemony Snicket. Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online.

Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak. Anak-anak handal dengan teknologi. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. Di satu sisi. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik. Prayitno. pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. Di satu sisi. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi. sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian. suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini. hingga hampir mencapai 1. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online. meski penerbitan buku online telah menurun. hasil pendapatan bersih mencapai US$9."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota. Menurut organisasi Open eBook Forum. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis. "Agak frustrasi. tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan. Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). . Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar.Nasib perpustakaan di Indonesia. 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002." jelas Marcus. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia.7 juta eksemplar buku. masih tak terlalu menggembirakan. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. Di Jakarta. Kamis (16/5) siang. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari. Pasaran buku online tetap berkembang. jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. mengakui hal itu.6 juta pada tahun 2004." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books.000 orang. Sepi dan Tak Layak JAKARTA .' Fantasi itu belum terwujud. Ini buku online." tambahnya. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. Di sisi lain. saat ditemui SH.

” kata Anita. Menurut Ayub.089 buah. Selama ini.889 eksemplar. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca. Dengan demikian. Dari hasil kuesioner tersebut. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. Bagai kerakap tumbuh di batu. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto.473 eksemplar.477. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371. kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat.” kata Anne. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. Juga covernya yang bagus. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka. Ia mengatakan. salah satu pustakawan Perpumda. pada tahun 2000. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18.Sedangkan masyarakat juga demikian. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah.” kata Ayub. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. Misalnya. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. tetapi banyak gambarnya. tentu ia akan ditegur. bukan didorong karena kegemaran.134 eksemplar. Memang. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. saya yakin mereka akan senang membacanya. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud. ”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi. dan bercover menarik. ”Karena itu. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan. Kamis (16/5). Buktinya. sesuai dengan perkembangan mereka.342 buku.994 eksemplar). saya jalan sama temen. Hanya saja. (Sebagai perbandingan. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan. hidup segan mati tak mau. ya mereka hanya membaca itu. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca. sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. Sementara. antara lain. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang.” katanya. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak. Jadi kerja kelompok di sini. .” kata Ayub. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. menurut Ayub. sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak. sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. ”Lagi disuruh bikin paper. Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. Ibarat pepatah. Menurut Ayub. ”Karena itu. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan. salah satu dari siswa SMU tersebut.699 eksemplar. Upaya pemda DKI itu. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak. ”Nggak. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca. Sementara. ”Dengan demikian.” tambahnya. Tetapi pada saat ditanya. misalnya. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51.” katanya. karena buku yang demikian biasanya adalah komik. sangat disukai anak-anak.

Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda. Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. Puncaknya memasuki tahun 90an. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. memang perlu dilakukan. Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. Pertama kali pada tahun 1989. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer. serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. ia akan menjawab. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. Jum'at.” katanya.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. Jangankan untuk membaca di perpustakaan. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik.”Lurus terus lalu belok kiri. jika hal itu dilakukan. piring. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. Bukan tidak mungkin. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu.” ujar Susilo. ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. atau Kahlil Gibran. sampai sekarang belum ada perubahan. diberikan . Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini. kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan. ”Saya kira tadi kamu pengunjung.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung. Memasuki ruangan perpustakaan. ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan. Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . atau siapa saja. dan beberapa barang lainnya. pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca.” ujar Harno. Yah…begitulah akhirnya Mas. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali. mereka larinya pasti ke sini. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. Tapi buku-bukunya sudah tua.

Jawa dan Sunda. Jawa dan Bali juga . Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah. . 10 juta dipotong pajak 15%). tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung. yaitu Bali. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007. Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu.Pada tahun pertama. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda.hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Tahun yang lalu. Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp. Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura. Tetapi sejak tahun kedua. Dan sejak 1997. Dalam tahun 2008. tahun ini juga. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. pada akhir tahun 2008. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita. Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda. Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. Ternyata seperti yang kami kuatirkan.

Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di . Bayan Budiman karya M. terutama di Bandung. Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek. Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). sekitar Karawang. Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék.karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku. Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia.K. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah. Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A. Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. Mangoendikaria. tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. Di samping itu ada cétak ulang. Ghazali almarhum. Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang). sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana. Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. F. Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota. Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. disusun ku Julian Mille). maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru.

ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. Gondéwa (1987). ―Hiji Sagara‖. Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. Terasa ketika menulis sajaknya. sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja. ―Leuwi‖. Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa. adalah . Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). (terbitan Kiblat Buku Utama. seperti ―Titis Tulis‖. Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. ―Angin‖. Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa). dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais. Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat.2008. ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. ―Cipularang II‖. ―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora. Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya. Langensari dll.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. ―Surat keur Lemah Cai‖. Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003).

. Nano sendiri banyak menulis sajak. maupun pimpinan grup. ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp. mengajar di SMKI Bandung. karya Yohanes Siyamta. yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Nubia. Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda.Nano S. 4 April 1944) Nano S. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence. Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. Mongol. (1995). Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. Dongané Maling. Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. (lahir di Garut. pelaksana pertunjukan. sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). kebanyakan dalam adegan flash back. Singkar. album CD-nya berjudul ―Nano S. dll. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda. dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI). roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. obrolan dan pengalaman penulisnya. Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. baik sebagai pencipta lagu. Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan. 5 juta). Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. cerkak. yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007. kumpulan karya berupa guritan. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. yaitu hanya 4 judul. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. Tetapi . Jepang dll. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta. Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional. Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). Danusubroto. Kepada Nano S. banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda.

Trenggalék dan Blitar. Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya. Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. Yogyakarta) Maka Atas S.penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur. Ternyata Atun membawanya ke bordil. Bagus. yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus. Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. tetapi juga menggambarkan watak nrima. Dia pernah menjadi Pemimpin . Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. adalah Trah karya Atas S. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. berupa piagam dan uang (Rp. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. Malang. 5 juta). yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. hormat kepada orang tua.

Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang). hal yang tak pernah ada sebelumnya. karena .Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). Narko Rasodrun. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. yaitu 3 judul kumpulan puisi. tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Karyanya berupa artikel. Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng. 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. dll. majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. al. 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). Narkoba. Dia banyak menggunakan nama samaran. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. Jaya Baya dan Damar Jati. cerkak dan guritan. Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. Datiek Yuminarko. 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). réportasi. Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia. 5 juta). Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Buku yang terbit tahun 2008. belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. Ki Narkosabda. 2 judul roman.

Hampir separo berupa sajak péndék. ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. 5 juta). Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas. korupsi. pengucapan dan gaya bahasa. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. memikat dan menyentuh serta utuh. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. jam. Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. matérialisme. uang. Tahun 1971. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. hanya terdiri dari satu bait. membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. dan hukum karma. toko serba ada. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. mulai dari hubungan suami isteri. kemiskinan. alur ceritanya tidak begitu kompléks. mengambil bentuk syair dan pantun. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961. buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita.bahasanya mudah dicerna. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Téma yang diangkat sangat beragam. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. kulinér. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. berupa piagam dan uang (Rp. sebagian besar dalam bahasa Bali.

Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré.000). Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. Menjelang akhir tahun 2008. 80 milyar. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. Dana yang disediakan konon sampai Rp. Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit.Singaraja. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak. Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. 2. Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. * . tidak terdapat di toko-toko buku. Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali. Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar.500. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu. 5 juta). yaitu Ai Koraliati.

para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. pada masa pra-kemerdekaan. khususnya di sekolah. 2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra. Selain itu. Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. Sejak tahun 1993. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu. kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. misalnya. Namun saat ini. Pabélan. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. . Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. dan sekarang sudah hampir punah. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. 31 Januari. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. Di Tatar Sunda. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. Tahun 1980-an.

bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan. . Karya-karya Akub Sumarna. uang itu belum ditemukan. dan mulai terbit pada tahun 1969. untuk mengambil uang itu. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. antara lain Budak Teuneung. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. sehingga lupa akan pesan ibunya. misalnya. Kiblat Buku Utama. Teman-temannya berusaha mencarinya. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. Udin baru sadar ketika hari mulai sore. Si Paser (Tatang Sumarsono). Sebelum menjadi buku. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. tahun 1967. Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. Jatining Sobat. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. Si Donca (Yus Rusyana). Udin pergi ke rumah Mang Mita. Suatu ketika. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang. Ia pun menangis kembali. Ada juga yang berupa fabel dan legenda. Sesudah makan. karena uang itu ternyata hilang. juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu.Di antara yang sedikit itu. anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. pikirnya. Betapa kagetnya. Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri). Di sebuah persimpangan jalan. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita. Ia tidak mau pulang. naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. tanpa pikir panjang ia mengangguk. Mungkin jatuh di perjalanan. lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya. ia termenung. Udin sering pulang sore. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. 2002). dan Udin pun menyukainya. tidak berbekas. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. Udin hanya bisa menangis. dan yang cukup populer. dan Budak Minggat (Samsoedi). Ceritanya cukup sederhana. Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. Uang itu benar-benar hilang. dan sebagainya.

dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Pada umumnya. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). Keesokan harinya. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. Udin diturunkan. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. mendengarkan dongeng orang tua. Tidak ada rumah. tanpa banyak rekayasa. Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). Untungnya. walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Ia bermain di ladang. Hujan mulai turun. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. Tidak ada siapapun. Udin tidak bisa bangun. baru-baru ini. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya. Udin pun sakit. Khusus untuk cerita anak-anak. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. juga dari tingkah-lakunya. jelas. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. Hari menjelang malam. dan dibawanya dengan sebuah truk. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. dan membawanya entah ke mana. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. Tubuhnya panas. Payung Butut. sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. dan sebagainya. datanglah sang penolong. *** DALAM khazanah sastra Sunda. Ungkapan orang-orang desa. dan bersahaja. Itu terlihat dari cara bicaranya. Yang pasti. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup. sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. menjadi bagian terpenting dalam . Tubuhnya basah kuyup. Sebuah mobil berhenti. Singkat cerita. Di sebuah tempat tak dikenal. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan.

teu ngadéngé. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional. Penuturannya. seadanya. karena dalam cerita yang realistis. Ya. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. ” témbal Nini Asmi. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. Misalnya. kolot-kolot euweuh kanyaho. Jang. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. daripada dikurung dalam penjara. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. dan kita sebagai pembaca. Ketiga. Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. watak tokohnya. ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah.karya-karya Ahmad Bakri. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. awal cerita beranjak jauh dari belakang. dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. . dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. namun dalam beberapa karyanya. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka. teu apal. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. kejelasan setting-nya. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara. Ketika tergoda oleh kuda lumping. tidak merasa terganggu. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya. Asmi?” “Nyao. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. teu puguh. puncak kenakalan tokoh Udin. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum.”• “Hih. akibat dari kenakalan itu. Dialog tanpa rekayasa. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. Pertama. begitu meyakinkan. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. Kedua. kadang-kadang kita bertanya. Nini gé asal ti Nagarapageuh. Hal ini mungkin saja terjadi.

Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu. Singapura. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak. filsafat. dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. . kebetulan saja ada tetangganya. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. buku ini sempat menjadi panineungan. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. Pertama. apalagi India.*** Pikiran Rakyat. a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. Adapun mengenai kualitas isinya. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42. night club. Itu pun tidak berlangsung lama. majalah. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. Buku setebal 72 halaman itu. mall. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. sastra dsb. Kedua. sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik). Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional. sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. banyaknya jenis hiburan. Kamis. 29-May-2006. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. mengapresiasi karya-karya ilmiah. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. Tetapi sayang. Ketiga. tempat karaoke. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. Namun. Kebetulan saja ada mobil. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. Namun untuk anak seperti Udin. topik ini tetap menarik dan aktual.Dalam KKL. Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. atau negeri-negeri maju lainnya.

kisah. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar.supermarket. Yang terutama. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. sarana untuk memperoleh bacaan. Keempat. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. rame ing gawe. saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. berani mandiri. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. Anak-anak didongengi secara lisan. bekerja secara profesional. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Kelima. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. penguasa pada zaman dulu. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. para ibu. masih merupakan barang aneh dan langka. Untuk meningkatkan minat baca. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. terutama ibu. Peran orangtua. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. seperti perpustakaan atau taman bacaan. Ingat. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. penerbit. Keenam. Dengan cara ini. ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. bebek. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. dari TK sampai perguruan tinggi. Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. Mereka akan membuka usaha. Juga metode pengajaran di sekolah. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. tokoh masyarakat. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. berdiri tegak di antara bangsabangsa. Pada gilirannya. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai. Tiap sekolah apa pun jenis. mampu bersaing. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku.

"Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit. ungkapnya. pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya. Mustopa.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. (B. Dalam satu bulan. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan." ujarnya. MUSTOPA. anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku. Sabtu (4/4). "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku. Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom. Dikatakannya. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). sedangkan anak-anak tidak bisa. memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. ada sekitar 300 buku bacaan.H. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu.H. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak.H." tuturnya. bahwa sampai saat ini.H. Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak. bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. Namun. Jln. kata Andi. Agar minat baca anak-anak meningkat. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. Setidaknya." ungkapnya sambil menambahkan. Saat ini. Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. Buku bacaan anak. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran. namun jumlahnya cukup signifikan. "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. P.P.95)** Senin. tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan." ujar penulis cerita anak. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku. Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- . Ali Muakhir. Sambutan pasar pun begitu hangat. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor. Jadi.

Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Namun. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Sementara dari Yogya. Rendahnya minat baca anak. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. Artinya. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. saya hanya menemui Kanisius. berhadapan . Dulu. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak. di sisi lain. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. sebetulnya patut disayangkan. Sementara di Indonesia. Kembali pada inti persoalan. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. tetapi juga orang dewasa. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar.Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita. Untuk saat ini. Sebab. Adicita Karya Nusa. Saya percaya. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. dan bukan buku pelajaran? Sebab.anak masih sangat terbatas. Padahal. Misalnya. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. hal itu tidaklah mudah. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. saat masih usia anak-anak. pada kenyataannya. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Pada sisi yang lain. Sementara di pelosok desa. saya melihat.

tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta.. mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat. barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya).srupppuuut! . Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas. Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja. 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku.. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. yang notabene mampu menyedot perhatian anak.[www. Dalam kondisi seperti ini.dengan rendahnya minat baca anak saat ini. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008. Alih-alih fotokopi. Sukoharjo.. atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut. jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja. apalagi sudah naik. taman baca. Setidaknya. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen. Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. berapa banyak? Kalau sudah.. apalagi fotokopi. pemegang amanat kesejahteraan rakyat.Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia. Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket.43BC) KabarIndonesia .kabarindonesia. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku. hingga 70 persen. ITA DWAITA LANTARI. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur. satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya. hingga rental buku. Coba tengok di Papua sana.com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat. rumah baca. Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku. ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat. O ya. sebagian besar masyarakat urung beli buku. ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. bisa berupa perpustakaan. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca. tapi menurut saya. yaitu BBM. Mestinya. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas. Bila usai tengok. yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain. 21:55:48 WIB . Dengan cara demikian.. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional. Entah bagaimana caranya. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas. mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari.

..kabarindonesia..‖. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya.[www. Benar juga. itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan. jangankan kurikulum terbaru.. tapi buat beli nasi... Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas. mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua).. Memang sih.. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia. Kata guru menulis saya. Mending uangnya buat mereka beli buku.. sajang.. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini. saya masih bergeming. Di sini? Di kota ini? ―Pak.. pajah. Blog: http://www. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat. Papua.dijual pak... Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh.!!! Kunjungi segera: www.‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses. ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak.com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009. Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang. buat makan. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini. khususnya di Jakarta..Mendengar ide/solusi tersebut. bukan sama sekali. Saya memilih arti kedua. Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada. 02:10:26 WIB . Tiga titik tertulis. saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu. Awal 2006. bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki. dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya. bawa saja buku-buku pelajaran itu.com] KabarIndonesia . BUKAN buku murah. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri. Untuk ide/solusi tersebut... buku-bukunya sudah nggak ada. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak.kabarindonesia. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan.. kepada saya.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana.. tanyaku curiga ―. ―Pak..pewarta-kabarindonesia.. saya hanya bisa tersenyum. .. ..blogspot.yang penting kami bisa belajar (membaca). mencari uang.‖.. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖.com Berita besar hari ini. Ya. karena itu semua hanya mendekatkan....

Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu. 156/P/1972 (Amran Halim. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. itoe. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. Tahun 1972. No. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru. Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia).(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.pewarta-kabarindonesia.kabarindonesia. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata. Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi. oemar. ma‘mur (ada tanda diakritik). bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia. Maksudnya. ―Apa kabar.com/ . Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail.com Berita besar hari ini. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Ejaan Soewandi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing. umur.. suku. Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. ―Bro and Sist. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. This morning Jakarta cerah. sir.. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Setelah itu. Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk. sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. Sir. itu. Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini. Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972.goeroe. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. profesi. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata). Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama. Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. How are you today? Nice to meet you. 57. Ketua).!!! Kunjungi segera: http://www.blogspot. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur. Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini.

dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang." ujar Erwan.000 eksemplar. Hingga saat ini. Menurut dia. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. "Untuk Bunda dan Dunia". Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata.Pr. 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu.000 eksemplar. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka. . sebuah seri kumpulan novel. Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun. Tengok saja hasil karya mereka. Namun. Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". Angka penjualannya pun terbilang bagus. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5. Erwan Juhara mengatakan. novel karya Sri Izzati. Namun lebih jauh lagi. Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa. Namun. nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. sejak 2003. ** Dilihat dari kaca mata bisnis. di tahun pertama terjual lebih dari 11.000 eksemplar. Sri Izzati. Setelah Izzati. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan. bukan demi kepentingan material. kumpulan puisi Abdurahman Faiz. Selasa. "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali. Padahal. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan. "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. puisi. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK). Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. dari 168 penerbit di Jabar. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. Sementara itu.

Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. Ya. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah. hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. Yang ketiga."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. Selain itu. lanjut dia. mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik. Menurut dia. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan. terutama bagi penulis cilik. Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. berbagi. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. yang terdiri atas 20 penulis KKPK. penerbit. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi." tutur Erwan. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". hingga ilustrasi grafis. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. Bagi para penulis cilik ini. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal. orang tua. ** Selain tetap berkarya. Mengenai proses penerbitan. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. Dengan kata lain. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak. . peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. seperti sekolah. Sabtu (5/7). Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. mereka masih sering moody. dinas pendidikan. Di penghujung acara tersebut. baik dalam proses editing." kata Helvy. seorang penulis. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak. Padahal. baik dari segi kuantitas maupun kualitas." tutur Andi. mengungkapkan. minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Di sisi lain. pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. Andi Yudha Asfandiyar. Kepada sekolah. perlu diakui pula. serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. "Untuk anak-anak. perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. namanya juga anak-anak. Namun." ujar Helvy. serta pemerintah. serta 58 peserta hasil seleksi. Helvy Tiana Rosa. pemerhati anak dari Bandung. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community".

selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik . kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja.Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. Pernah disampaikan oleh Drs. Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik . Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. maupun majalah. kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan. Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. H. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. (Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik.

hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar. mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan.6 dan Thailand dengan nilai 65. Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. banyak factor-faktor penghambatnya. Keempat. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan .Republik. mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Namun topik ini tetap menarik dan actual . menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. Kedua. tokoh masyarakat penguasa zaman dulu.5. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik). Ketiga. night club. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah . budaya dan lainnya. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia . mall. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. supermarket dan lain-lain. namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif. kreatif. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. tempat karoke. Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng. banyaknya jenis hiburan. jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui .1 serta Singapura dengan nilai 74. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. unggul. memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. politik.7 setelah Filipina yang memperoleh 52.0 dan Hongkong yang memperoleh 75. kisah. hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51. Thailand. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. anakanak didongengi secara lisan. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998.

Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa. jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. rumah belajar atau pun rumah dunia. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan . jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku. dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu. bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri.bacaan. Tiap sekolah apapun jenisnya. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. sarana untuk memperoleh bacaan. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. Kelima. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. masih merupakan barang aneh dan langka. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. seperti perpustakaan atau taman bacaan. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . keluarga dan masyarakat sekitar. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca.

khususnya kumpulan cerpen maupun novel. cerdas. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra. jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman. jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek). ada kumpulan Umar Kayam (alm). tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh.Navis) setelah meninggal-dunia. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. Memang benar. kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. Begitu juga sebaliknya. Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana. Dalam Penerbitan Buku Sastra. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008). Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini. Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan. bahkan ada pula majalah khusus cerpen. Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A. Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A.Navis‖. Lalu ada satu yang agak unik. Buku ini berisi cerita dari film . Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Tetapi bukan hanya itu. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen.A. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya. tak ditemukan lagi.A. satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia.guna membangun generasi mandiri.

kumpulan cerpen. ―Olenka‖ (Budi Darma). ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). esai dan sebagainya. karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca.Mihardja). ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). ―Telepon‖ (Sori Siregar). serta sastra Indonesia.Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. Remong Batik‖. Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD. Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM. setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya. Sumatera Barat. juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. Misalnya ―Bengawan Solo‖. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. juga ada novel. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen.Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia. kumpulan puisi. Sesuai dengan kemajuan tehnologi. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. termasuk yang terjemahan. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan. Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. dan lain sebagainya. Kalau sekarang kan sudah banyak. ―Jembatan Merah‖. . Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. dan banyak lagi lainnya. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu. Zaman itu buku ini sangat menarik. Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli). ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti). Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi. sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K. ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖).

karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖. Medan ?. setelah terjadi peristiwa berdarah G. Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. Suparto Brata. serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖. ―Dua Dunia‖.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai. Sayangnya. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit.S tak pernah muncul lagi. B. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. Hilang tak tentu rimbanya. Alex Leo. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit.Sularto. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta.A. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. dan lainlain. Tak ada geliatnya. Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. kumpulan cerpen dan puisi.H. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. perusahaan penerbit buku.Dini. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen). CBR Center Solo. Untuk itu. A. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak. . Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖. penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak.30.

dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. Selanjutnya mulai 2007. pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. Pada tahun 1999. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. Melalui prgram ini. Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. Dalam seminar. Selain itu. J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar. kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima. KORAN TEMPO . Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. Setelah seminar berakhir. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Waktu itu. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia.

yang terdiri atas belasan seri." ujarnya.000-7. tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak. Selain karya yang sudah difilmkan. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang. Kepala Editor Mizan Publishing. buku dongeng. dilepas Mizan ke toko-toko buku. yang masing-masing dicetak minimal 4. "Tahun (2007) ini lebih baik. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal. Beri. Sebab. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama. atau Cerita Si Bebek. Buku anak yang paling dicari para orang tua. Hetih Rusli.000 eksemplar. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang . Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun." ujarnya. menurut Benny." ujar Benny. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. Hetih melanjutkan. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton. Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun.000 eksemplar. rata-rata 4. menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Satu buku anak terlaris Mizan.000-5." ujarnya. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie. seperti Ratatouille atau Cars. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak. naik dibanding 2006. tapi kalau dihitung. Cerita Si Katak." kata Benny Rhamdani. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik. 25 judul buku karya lokal. Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman. Pada 2007. biasanya buku cerita bergambar. "Jumlah judulnya memang menurun. Saat itu. kata dia.000 eksemplar. seperti Allah Maha Besar. terutama yang telah dibuatkan filmnya. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini. Lebih dari 100 judul buku. yang cuma 20 judul. kata dia. Sedikit lain dari kedua penerbit. seperti cerita-cerita rakyat. editor Gramedia Pustaka Utama. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul. produksi halaman sebenarnya meningkat. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days. Setiap kali cetak biasanya 5. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri.

Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali." ujar Abdul. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus." Back © Copyright KORANTEMPO. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. Sebenarnya. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia.500. dan Hari Pertama Sekolah. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. karya asli kalah promosi. Bahkan. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. kata dia. film. Mengenai harga jual. Masalahnya." ujarnya. dan Janji Cici mendapat respons baik. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif. Begitu pun buku-buku mahal. Harga jual Gramedia yang efektif. Hakim punya pendapat. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris.COM 2009 . selain buku. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. dia melanjutkan. Hetih juga berpandangan sama. menurut dia. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah.sangat panjang. Madu Libi. "Ini. publik digempur oleh serial televisi. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. Sudah saatnya. Apalagi. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. Hetih Rusli. lo. Namun. Serial Dobi. dan pernak-perniknya. kata Hetih. Aku Rajin Membaca. Buku karya asli. meski dijual di atas Rp 50 ribu. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita. Sementara itu. kata dia. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. editor Gramedia Pustaka Utama. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. Sementara itu.

melainkan hanya khayalan Ramya. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari. Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'. Jakarta Barat. Juga khayalan-khayalan mereka. Kemudian ia . Tentang dunia peri. Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. piano mungkin alat musik biasa. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. lorong waktu. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya. Terus dia masuk ke dalam." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan. diterbitkan oleh penerbit yang sama. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Bagi kebanyakan orang. bocah berusia 10 tahun. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. nikmatnya es krim. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan. soal 'Dunia Es Krim'. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. Ramya. pergi ke rumah neneknya. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka. Dia lagi mengkhayal. Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. cerpen bahkan novel.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. Ramya: "Dia anak kecil. dan sebagainya. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga. Ngelamun. Ternyata pianonya itu bisa bicara. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD.

Itu sudah saya kasih banyak buku. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya." Kata Gita. dari umur dua tahun. Terus bisa jadi deh. Gita mengumpulkan semua. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Bertebaran kadang di kertas. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. Haha. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. saya sudah kasih banyak buku ke dia. Lama-lama banyak. tapi biasanya di malam hari. tumpukan tulisan Ramya menggunung. mending saya punya soft kopinya. Jadi aku punya banyak teman. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. ada alamat imel aku." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saya pikir kan sayang. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. Jadi kalau aku terbitin buku. katanya. Saya bacain meski dia belum bisa baca. ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. Lama kelamaan. Ayahnya. Banyak yang ngirim imel juga. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. Jumlahnya 30an anak. Dia mulai bisa melihat . Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Ibunya. Ramya: "Seneng sih. Terus saya kumpulin semuanya. kadang di buku. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. adalah seorang akuntan. lantas disalin ke komputer. Dapat banyak teman. Saya kumpulin terus diketik. Marcapada Sukardi. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja. Kayaknya ga enak deh. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. dengan huruf tak rapi khas anak-anak. Ramya mengaku senang. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu. Hanya itu saja. Meski orangtuanya bukan penulis. Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Gitawati Setianingrum. Jadi tiap malam saya bacain.coba-coba buat cerita. bekerja di bidang informasi teknologi. Pas umur 6 tahun dia mulai baca. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. difotokopi. sejak Ramya masih kecil. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa. produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. dan kebudayaan Indonesia. semacam almanak.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Mereka yang berkarya di luar itu. 15 Maret 1668 yang kemudian . sejarah selalu berpihak pada penguasa. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. dan penyesatan. masuk kategori bacaan liar. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. marjinal! Perhatikan pernyataan A. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka. Setelah itu. bahasa. Jika dikatakan. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. tak berbudaya. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. penenggelaman. bahasa pasar.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. perekayasaan. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. *** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. dan paling berjasa dalam membangun sastra. Tetapi. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. Pada tahun 1659. Menurut catatan J. roman picisan.mahayana-mahadewa. Teeuw. van der Chijs (1875).A. kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. Akibatnya memang dahsyat. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat. terpelajar.

Lahirlah Bromartani. beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. Selama hampir empat dasawarsa. Pada dasawarsa itu. Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam. mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial. penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. Dari situ. Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. Awal tahun 1800-an. 3 April 1858). Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. 5 Februari 1856). daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya. meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. 1833—1843). Soerat Chabar Betawi (Batavia. 11 September 1867). 10 Mei 1862). pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. Penerbit E. Biang-Lala (Batavia. Belakangan. Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. Sebutlah beberapa di antaranya. sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. juga berbahasa Jawa. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. dan maklumat atau pengumuman pemerintah. suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). . 3 Februari 1860). Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi.menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. 5 Januari 1856. Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Bahkan dalam berita berkala itu. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. dan mingguan. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. mingguan Selompret Melayoe (Semarang. Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal.

Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. Dari sana. tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. timbul kesadaran. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina. jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. barang-barang lelang. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu.Pertama. dan sekolah pribumi. adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. Mengenai hal tersebut. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda. Oleh karena itu. Padahal. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. Pertimbangannya. Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. Tambahan lagi. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). terbitnya sejumlah berita berkala. Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. bahasa Melayu dijadikan . Kedua.‖ Ketiga. jadwal kedatangan dan pemberangkatan. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini.E. dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. Maka. Pada mulanya. memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. Maka. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. sekolah Cina. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. Keempat. Dengan demikian. Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. suratkabar. J. tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu.

sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. Dengan demikian. direktur Balai Pustaka ketika itu. Teeuw. ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. antara tahun 1903—1928.A. berjumlah 400-an karya (1917—1967). Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa. Rinkes. jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh. 204 berbahasa Sunda. bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar.sebagai bahasa pengantar. tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. majalah. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). D. ketika bermunculan penerbitan suratkabar.‖ Jadi. Pada dasawarsa 1880-an. Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. Jelas pula di sini. dan buku-buku berbahasa Melayu. Oleh karena itu. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. seperti yang dicatat A. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. Dengan demikian. untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. Di samping itu. Sampai tahun 1928. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. bahkan juga Belanda. kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa. Kelima. Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. Salah satu karya terjemahan yang terkenal. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. dan 96 berbahasa Melayu. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan. Sangat wajar jika kemudian Dr.

Belakangan. cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Maka.wordpress. tanpa penggelapan. Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku.com.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu. Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka. www. Jurnal. Demikianlah. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan. Radio. seperti Televisi. Di mana buku menjadi barang mewah. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir. Majalah. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. tanpa manipulasi. menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi. Bahkan. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. Bulletin. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar.mahayana-mahadewa. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. Nampaknya bukan itu saja. Jadi. Allrights reserved http://klubhausbuku. hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. Tabloid. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu. . peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat.

Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. Jawa barat 99 penerbit. 67 penerbit. Bagaimana ini.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. SMA. Menariknya . Jawa Timur. Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. talk show. 1. 39 Tanggapan to this post. SMP. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. meskipun ini tidak didengar. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. Diawali dengan. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit. Yogyakarta 99 penerbit. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku. saya memang tidak tahu persis soal ini.

KETENTUAN PESERTA 1. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan.blogspot.Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Peserta dari SMA.com bagian bawah web site .acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www.pestabukujakarta. Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog.klubhausbuku. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini. Masuk log untuk membalas 3.Nama Blog atas nama peserta lomba. 2. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B.com Masuk log untuk membalas 2.

Komentar salah satu buku yang anda suka baca. Novel.Semua Blog mencatumkan link http://www. ilmu pengetahuan.pestabukujakarta.Isi/conten dalam blog. fiksi.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus .3..Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman . agama. ada juga stok lama yang mereka obral. Penerbit pun kembang-kempis. pelatihan menulis fiksi.pestabukujakarta. tapi daya beli lemah.Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi. .Resensi 10 buku apa saja .com 4. Ada buku keluaran terbaru. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan. judulnya pun beragam. . teknologi.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu. Ada yang sekadar melihat-lihat. Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal..Komentar Blog tentang Pestabukujakarta. Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta. Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku.Tema buku apa yang anda paling suka( sastra. Selain murah.anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh. Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk . Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku.Tema bukunya pun beragam.com . sampai 70%. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang. Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka. Ada lomba lukis anak-anak. Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? . Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka . Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta. dan temu artis. workshop fotografi. Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya . Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon. mulai agama. ikapijaya@pestabukujakarta. dan buku dongeng untuk anak-anak.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot.Bagaimana apresiasi anda terhadap buku .

Menurut dia. Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. Pendapatan penerbit pun turun. juga mengeluhkan mahalnya buku. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku." kata Meliana. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. Meliana. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. 40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian.membelinya. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik. Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana. ibu rumah tangga. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku." kata perempuan berambut sebahu ini. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006. Sebab. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. Padahal. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. tapi ya baca-baca di tempat aja. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan. Namun. Sejak menikah.‖ ujarnya. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. belum lagi . Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku. "Harga kertas selalu naik setiap tahun. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar.

Berdasarkan data Depdiknas. mencapai lima kali lipat. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal. Menurut catatan Ikapi. yang terbaik nanti diterbitkan. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah. ilmu juga mahal. Tanpa sebuah naskah. distribusi. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. ―Memang dari biaya cetak. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . semuanya harus memenuhi persyaratan. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. Jika buku mahal. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. Dari 740 penerbit di tanah air. Menurut Bambang. tidak akan ada penerbitan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta. tidak melulu bisnis.‖ katanya. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Akibatnya. jumlah itu sangat kecil. di luar buku pelajaran. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. kiriman penulis. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain." katanya. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul.pajak yang berlipat-lipat. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal.

Misalnya. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. 9. Buku yang laku. universitas misalnya. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. anak-anak. tidak menentang ideologi negara. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. dan antar golongan/adat istiadat). orang tua. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. 4. 3. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. tapi juga disukai khalayak pembaca. agama. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa.2. buku agama. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. kaum ibu. Dari sudut ekonomi. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. tingkat berapa). Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. sumber . Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. akan menguntungkan dari segi dakwah. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. baik penerbit maupun penulis.com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . 8. sekolah. ras. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu.http://penulissukses. dewasa. mahasiswa (jurusan apa.

Untuk itu jika naskah dikembalikan. mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh).Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). Editor yang terlatih sangat tangkas. dan sebagainya. Kalau menyangkut karangan kreatif. Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. b. namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. Ia membaca karya pengarang. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. c. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. mengenali tulisan semacam ini. maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. kirim ke media lain. . Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. Perbaiki dan ketik lagi. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). penatar. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya. tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya. Sebagai seorang pembaca. Sulitnya. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. ia tidak hanya sekedar membaca. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. Nah. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. jelasnya. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis. Karya sastra Dari rumpun sastra.11:05 . untuk tabloid (mingguan). . Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. Ada karya sastra. seperti Rancage. dikembalikan pun tidak. naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara. Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. kumpulan esai. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. sedikitnya tercatat ada 26 judul buku.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. kumpulan lelucon. Mengantisipasi hal tersebut. buku agama. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. Hadiah-hadiah sastra.dikirim oleh: imelda. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu. jangankan diterbitkan. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. kamus. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan. Media massa. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. 01/02/2007 . terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. Kenyataannya. Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif.Media yang telah bonafide. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. Tahun 2006. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. dan buku pengajaran. LBSS. Ya.

Wirtatmadja. adalah buah karya mendiang Edi S. dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. Pertama. adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat. Ekadjati. Bentang Pasantren karya H.H. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. Usep Romli HM terbitan Kiblat. Beruntung. Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda. Pertama. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran.Begitu pula dengan roman Sunda. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid). pada tahun 2006 tak terbit karya baru. terbit tiga judul. Buku agama. Kedua. tahun 2006 lalu terbit dua judul.Sementara. Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. melainkan karya bersama. termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. Pasukan Siluman Haji Prawatasari. tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana. Lalu. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). tapi bisa dibilang fenomenal. dan Jatining Sobat. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan). Sedangkan yang kedua. Karna Yudibrata dkk. Untuk bacaan anak-anak Sunda. . karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. Nu Ngageugeuh Legok Kiara.H. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan. kini diterbitkan Pustaka Amaldi).A. Itulah Kamus Sunda R. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. keduanya berupa cetakulang. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. Neangan Bulan.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. karangan Apung S. Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. Selain yang telah disebutkan di atas. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). Tetapi keduanya bukan karya tunggal. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H. Kamus Tahun ini. kumpulan sajaknya terbit dua judul. karya Dadan Sutisna. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. Lainnya. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R. Wiratmadja. Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk.

blogspot. Satu lagi. Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda. Salah satu sebabnya. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan.A. Sabtu. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda. sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda.*** *) Atep Kurnia. Danadibrata. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 . Dari 26 judul buku yang terbit. Padahal pada tahun sebelumnya. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda.Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. terbit kamus monumental Kamus Sunda R. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul. Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi). menurut catatan. lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana. Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. Pada tahun 2005. Kemudian. Sumber: Pikiran Rakyat.xml Misteri Pedang Skinheald. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda. Selain itu.com/atom. Penerbitnya sendiri. keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. tinggal di Bandung. paguyuban. tetapi sekarang mencapai 26 judul. Oleh karena itu.

yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D.. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca. ini memang buku anak karya anak. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. Jalan ceritanya seperti biasa. mudah-mudahan aja ya? . hurufnya besar-besar. Hehe. CS Lewis. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’.. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis. memang sudah banyak. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. kadang berlari. Tetapi halamannya terbatas. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’. JK Rowling. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. Ceritanya fantasi. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. ada kekacauan. seperti elf. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Jadi kadang berjalan di tempat. Mungkin dengan bertambahnya umur. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. Hehe. ya. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. di mana tidak. dwarf.. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. Ata akan makin piawai merapikan. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin. ilustrasi juga banyak. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. ada perebutan kekuasaan. dan ada juga ghostmorgana. dan bersicepat dalam hal lain. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru.A Ataka AR Penerbit Alenia.. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. goblin. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya. Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton..700 Nanti dulu. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit.

MPS 1 waktu diserahkan pada editor. 160 halaman. Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. halamannya lebih banyak. Wah! Posted on March 5.Trus. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. selain dari pembatas buku. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir. Dan. 2006 2:42 AM | Permalink . Diharapkan terbit akhir Maret ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful