Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

blogspot. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. Pangeran ikut-ikutan merokok. Karena kekaguman itu. hewan. Buku ini tidak ada di toko buku. mainan. Makin muda usia anak. mantan wartawan. sekolah. Besar . bisa menghubungi saya di sini. Dengan berbagai tokoh mulai orang. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. peri. Buku serial Tini misalnya. yang saya baca pada jaman balita. kurcaci. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. Untuk detilnya ada di http://rumahriang.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday. makin sederhana cerita dan gambarnya. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". I will tell you a story. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. hantu. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan. Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. pepohonan dan lain sebagainya. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun.com Nah. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. Mereka selalu menikmatinya.

Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. diam-diam. dan majalah anak-anak. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Wah. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. adalah sedikit contohnya. seperti yang terjadi pada Ariotomo. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. menyerap. Karena sudah saya baca semua. . Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak.sedikit. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. tapi belum tentu. Di rumah. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. baru boleh baca. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. “Itu bukan buat anak SD. tidak diperhitungkan. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. apalagi yang terkenal. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. dan melahap buku. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. komik Mahabharata. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. Saat itu. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. dan kurang diperhatikan. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. Semua cerita yang saya baca saat itu. biasanya berakhir bahagia. saya bertemu Bobo dan Kuncung. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Butuh ketrampilan tersendiri. buku komik aneka macam. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Nanti kalau sudah SMA. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. saya pasti akan lahap.

Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. sedang duduk bersama diam- .blogspot. “Kan aku udah baca. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. dan lit-lit lainnya. Minat jadi penulis buku anak-anak. “Bingung gue.” “Tahu dari mana?”pancing saya. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. Buku belajar membaca.atau hal-hal semacam itu. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. mudah didapatkan. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. Gramedia-nya Amerika. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi. iseng. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. “Yah. “JK Rowling. Rentang usia anak-anak yang juga luas. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. kali ini pada Putri dan Hani. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl.” ini jawaban Ari dan Putri. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. Begitu juga dengan keponakan saya. Namun demikian. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. bukannya tak ada. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari.” papar Renny Yaniar. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri. chicklit. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. dari 0 hingga 12 tahun. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit.com) dalam obrolannya dengan saya. Hani. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Tante. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar.

atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu.” Di luar soal minat baca anak. Buku serial Tini misalnya. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. Tokohnya tak cuma dua kubu. Tapi buku-buku impor sudah ada. Tetapi. February 23 ―Now. mainan. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. Dengan berbagai tokoh mulai orang. kurcaci. Jalan ceritanya pun amat kompleks. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. pesan moralnya jelas. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. dan menghibur. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. I will tell you a story. Di kamar keponakan saya saat itu. Bahagia melulu soalnya. yang saya baca .diam di kamar. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. jadi tidak banyak diproduksi. isinya harus bisa dimengerti anakanak. pepohonan dan lain sebagainya. peri. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. hantu. Buku-buku untuk balita. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. hewan. makin sederhana cerita dan gambarnya. Mereka selalu menikmatinya. Nggak bikin saya sirik. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. TK. Makin muda usia anak. Yang pasti. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. Renny Yaniar. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi.‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. “Setahu saya.

bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. saya bertemu Bobo dan Kuncung. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Butuh ketrampilan tersendiri. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. dan majalah anak-anak. komik Mahabharata. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. baru boleh baca. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. Karena sudah saya baca semua. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. dan kurang diperhatikan. menyerap. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. . seperti yang terjadi pada Ariotomo. saya pasti akan lahap. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. ―Itu bukan buat anak SD. Nanti kalau sudah SMA.pada jaman balita. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. Saat itu. Raumanen-nya Marianne Katoppo. dan melahap buku. atau hal-hal semacam itu. biasanya berakhir bahagia. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. diam-diam. buku komik aneka macam. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. Wah. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. Semua cerita yang saya baca saat itu. Di rumah. tapi belum tentu.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. tidak diperhitungkan. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. Besar sedikit. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. adalah sedikit contohnya. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. apalagi yang terkenal.‖ papar Renny Yaniar. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak.

Hani. Tante. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. Jalan ceritanya pun amat kompleks. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. ―Bingung gue. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. dari 0 hingga 12 tahun. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. ―Yah. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis.‖ ini jawaban Ari dan Putri. ―JK Rowling. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. Begitu juga dengan keponakan saya. Di kamar keponakan saya saat itu.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit. Renny Yaniar. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita .‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. Gramedia-nya Amerika. iseng. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Tokohnya tak cuma dua kubu. Rentang usia anak-anak yang juga luas. bukannya tak ada. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. mudah didapatkan. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Minat jadi penulis buku anak-anak. dan lit-lit lainnya. ―Kan aku udah baca. ―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. Namun demikian. chicklit. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. Tetapi. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. Buku belajar membaca. kali ini pada Putri dan Hani.

dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. padahal ceritanya kompleks gitu.. And yeah. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2.. "Once upon a time" ?? :D hehehehe. deni si manusia ikan. Yang pasti. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang.. Fenty Fahmi said. posted by -Fitri Mohan. walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh. Nggak bikin saya sirik. jadi tidak banyak diproduksi. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. hehehe.. gaswat banget dong itu . siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe. dan menghibur. dan tambahkan Narnia. Bahagia melulu soalnya.... Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. waktu aku kecil yang aku baca bobo. I love Harry Potter too .. Tapi buku-buku impor sudah ada. Bukannya biasanya... Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. karangsati said.. pesan moralnya jelas.dan anak-anak usia sekolah dasar.. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia.@ 5:30 PM.. OktaEndy said. anak kecil baca lit-lit... paman janggut. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya.‖ Di luar soal minat baca anak. isinya harus bisa dimengerti anak-anak.. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. At 11:08 PM. Buku-buku untuk balita. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? . ―Setahu saya... TK. 18 Comments: At 9:11 PM.

. mang nape? hehehe. Bagus sekali. jadi seolah. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya.. Yoga said. buat gue sendiri sih. Buku anak-anak yang dia buat. ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin. Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak... endangcinta said... Penulis Indonesia....At 2:38 PM. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak. meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa.. Selain isi tulisan..padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy).. Daniel Mahendra said.tidak ingin membatasi seperti itu... untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya... Saya masih ingat Tini."malu ih org gede baca buku anak2"... At 8:17 AM. tapi dua nama itu nggak lupa deh.. Mbak... *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM. Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak...*iya i know elu tertawa guling2an*.. veridiana said. favorit saya saat ini adalah Clara Ng... yg juga menulis buku anak. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash. Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2. At 1:47 AM. saya suka tulisan ini.. Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) . Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes.. Gue jg baca Bobo kok.

.malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung. accordingtod said. Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku.....i.. *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu.. mister. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* .. kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM. kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu.hhehe. belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih. rebutan ama si mas dan adek . tapi ini kan dari jaman kuda dulu. At 4:34 AM. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku. :D At 5:55 PM. saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain... yati said.At 8:47 AM... xxx said.us said. saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil. nengjeni said... hans christian andersen. komik nina. saya masih baca donal bebek setiap minggu. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni.. lima sekawan... setujuuuuuuuuuuu.. saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM..

At 2:19 AM. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul. nyengir. ditunggu buku anak2nya. teladan anak sholeh. kemasan bukunya juga makin cantik. Jujur. MAY'S said.At 12:05 PM. At 6:49 PM. ada buku anak tentang kisah nabi.... Mbak Fit. Thanks untuk infox. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM.. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa..... --ambar-. biasanya trus kreatif belakang2nya. dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa. banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak. Kepingan Hati said.. .said. Good Posting !! At 2:03 PM. @daniel: betul.. jeng fitri. @okta: waduh.. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu. atau senyum2nya. Belum berani nulisnya. tapi kalo cerita sekelas harry potter.said... kepingin doang nih mas... -Fitri Mohan. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak.. dan nggak ada salahnya juga. dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca. unfortounetly event. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak. narnia dll emang masih jarang. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya. ndahdien said. @karangsati: hehehe.. bisa jadi begitu nanti ceritanya.

tapi belum bisa dibilang teenlit. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh.blogspot.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya. Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. anak korban perceraian. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia. saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis. young reader. @ndahdien: iya. elite_hunting said. JK Rowling sih nggak ada matinya. Kalo dari gaya bahasa. @diny: sekarang udah banyak emang. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan). tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). Paradise Lost-nya John Hamilton. @mays: ohya? Nah.@yoga: makasih ya jeng. tini udah lama banget. Btw. Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader. Jacqueline Wilson. Thanks for the info ya may..sacred-text. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman. ini fakta lagi nih. lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak. entry children literature.wikipedia. Coba aja klik www. @misterius: iya.penerbitkakatua. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. :-) @kepingan hati: sama-sama. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan. Yang terakhir baru berdiri. Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. dan Kate DiCamillo. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www. kalau dari segi variasi dan akses. At 11:23 PM. lebih bagusan yang sekarang. di Indonesia. kalau mau ngomongin variasinya.. Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat". Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur. Eh.org. Di http://www.com . maaf. Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah. hehehe. Robert Wolfe.

Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan. mulai anak prasekolah. Demikian dikatakan Ali Muakhir.ungkapkan. tetapi juga dari kain dan plastik." kata Ali. Hanya anak kota Namun. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan.000-5. "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler.Sejak dua tahun terakhir.000 eksemplar. "Untuk mengatasi hal tersebut." kata Ali. Tidak hanya bahan dan atau wajah. serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. Segmen buku anak sangat luas. "Jika menyukainya. isinya pun semakin beragam. Minggu (15/10).000 per bulan.000-Rp 250. meng. Menurut Benny Ramdani. penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak. atau mengadaptasi dongeng. lanjutnya. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar. Buku anak. menulis cerita untuk anak itu mudah. Selasa." katanya. tidak hanya dari kertas. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali." ujarnya. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru.Post a Comment Kompas. "Menurut penelitian yang sama. (ynt) . Oleh karena itu. balita." katanya.000-Rp 20. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung. Menurut Ali." tuturnya. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150. Kompas . Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari.000. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah. jumlah penulis buku anak hanya sedikit. Penjualan buku untuk balita lebih banyak." kata Ali. tetapi bisa beberapa kali. Bandung. penulis cerita anak dan editor. Sekali cetak mencapai 3. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam. konsumsi buku anak meningkat tajam. "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain. Meskipun perkembangan buku anak pesat. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya.

Ultimus di Lengkong. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Tobucil di Jl Aceh. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. ‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001. pada kurun 1850-1906). Lawang Buku di Dago Tea House. dan. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer. majalah. Ada 80 ribu buku. manajer humas dana pemasaran Zoe. Sambil membaca buku. hingga otobiografi. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung. Tapi. Ada Manisee Community di Cibiru. Zoe telah memiliki 9.300 orang anggota. Mizan Learning Center di Arcamanik. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. Bahkan.‖ ujar Jan Adip. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya.Januari 5. bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. Maka. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya.‖ ujar Handerson. Pustaka Latifah di Margahayu. Minor Books di Cijerah. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa. Rumah Buku di Hegarmanah. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. Ketika ia berkunjung ke Bandung. Ada Potluck di Teuku Umar. sambil menyelam minum air. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku. ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman. Litera di Ciumbuleuit. novel sastra. Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan. Pustakalana di Jl Ranggamalela. . Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda. ada yang hanya komik. Das Mutterland di Cihampelas. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Baca-baca Bookmart di Sabuga. yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. Batu Api di Jatinangor.‖ ungkap Handerson Rizal. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung.. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung. Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. ada Zoe di Pagergunung.

dan Ayatrohaedi. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. Meski begitu. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. Ada Klab Rajut. Klab Nonton. dan library dalam satu paket. PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. Julian Millie. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. Tapi. seperti Ajip Rosidi.‖ kata Hawe. yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca. hala itu tak mematahkan semangat PSS. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. Hawe Setiawan. Manajer Humas Prefere 72. Klab Musik. Di pekan kedua setiap bulan. Nita Arriastiti. Edi S Ekajati (alm). dan pemerhati budaya. dan cemilan ringan lainnya. Di Tobucil. Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia. Meski begitu. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan. 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat .000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. Sejak didirikan pada 2002 lalu. Sekretaris Yayasan Rancage. Hal itu pantas kiranya. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. Sumber: www.‖ tutur dia. Pada bulan ini.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku. membicangkan masalah manakiban. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda. Setiap akhir pekan. pengarang buku. noodle. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya. menyusul hadirnya Klab Baca. Klab Belajar. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. Hawe menuturkan. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda. juga ikut meramaikannya. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam. dan sebagainya. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah. Di sana banyak berdiri klab. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2.co. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri.‖ tambah Hawe.id Sabtu. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. roti kering bagelen. Berbeda dengan Zoe. Didirikan pada Desember 2006.‖ ungkapnya.republika. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari.

mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. yang bukan toko buku agama. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam. Saat ini. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius. Saya yakin di toko buku lain. . kertasnya koran semua. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama. Artinya. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan. paling besar buku Islam. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. tidak sekadar dari kertas koran. Maka. Bahkan. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. misalnya.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. misalnya. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam." kata Iwan Setiawan. Tengok saja selama bulan Ramadhan. Sisanya. Bahkan." kata Arif menambahkan. terutama buku-buku bertemakan Islam. dalam dua tahun terakhir.buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. "Bukubuku agama. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. Pendataan IKAPI Pusat. Oleh karena itu. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an. "Jadi. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah. Tengok. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus.toko buku. Apalagi. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta. "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen. GELIAT penerbitan buku. General Manajer GIP. seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. khususnya Islam. Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun. Proporsi demikian tentu terbilang besar. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut.

masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal. Bahkan. Hingga bulan September 2003.000-an eksemplar. Nama-nama Islami. Novel. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. pendiri kelompok penerbitan Mizan.Menurut pendirinya. Dalam dunia perbukuan. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . Merasa cukup laku. Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan.200. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. menurut pengakuan penerbit ini.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. Asma Nadia. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. Wanita Harapan Tuhan. misalnya. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. GIP sendiri berdiri tahun 1985. Dari jumlah karyawan. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. mulai tahun 2003. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. yang diberikan kepada karyawannya. ada yang sudah terjual sampai 50. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. Menurut dia. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen. Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. DALAM khazanah penerbit buku Islam. Bahkan. misalnya." kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. dan Gola Gong. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain." kata Haidar Bagir. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca. kini mampu membangun kantor.

Penerbit Erlangga. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali. salah satu editor Penerbit Erlangga. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym. mencetak buku. Ia menyarankan kepada si penulis. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam. beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. Sifatnya partisipasi saja. "Kami melihat market share yang sangat besar.buku bertema Islam. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym. Salah satunya. Di antaranya. Swiss. kami coba masuk sedikit. Dalam waktu kurang dari sebulan. Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku. . baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi." kata Singgih. Bahkan. ia menyunting naskah atau manuskrip. Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut. Ya sudah. Makanya.cerita ringan.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional ." jelas Yopi Hendra. ini juga mencatatkan rekor penjualan. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. MQ Publishing.buku bertema Islam. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat. Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. Tidak heran. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. Sebab tiga negara berbahasa Jerman. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai. sejauh tingkat tertentu. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. "Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym. editor MQ Publishing. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. karena pasar begitu besar. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. kami penuhi dulu. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini." kata Yopi menambahkan. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym. Bahkan.penampilannya. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku.

074. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit. Ini berarti.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi. ada banyak koperasi publik.7% atau setara dengan 9. 4. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini. Terjemahan .349 toko buku dan 78 supplier buku. fakultas universitas. perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. seperti wilayah berbahasa Jerman.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30. Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart.9 persen.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman.Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6.543 judul buku . jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai. maka kenaikan omset 0. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86. termasuk jurnal ilmiah. mencapai 9. Akan tetapi.2005). misalnya. cetakan kedua atau ketiga. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21. dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama).74.300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku.074 di antaranya buku terbitan baru. duapertiga darinya adalah penerbit.076 miliar Euro. yakni 155. Di antara penerbit. Itu artinya 86.04. Untuk wilayah yang relatif kecil.076 miliar Euro. Mereka ini mencakup 1. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit. yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6. Sisanya adalah cetakan susulan.823 penerbit. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas. setelah omset pada tahun 2003 turun 1. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China. jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar.

6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7. Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri.6 persen).3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5. Akan tetapi. Lebih dari 4.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6. Lebih dari seperempat atau 25. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern.5%. Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1.9 % tahun 2003 menjadi 50. Ceko dan Rusia dengan 6. yakni 56.3% dari bahasa Italia. Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan. para pembaca Jerman cukup dimanjakan. Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis.7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris.500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku.8%. Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5. Hanya 6.7 persen) bahasa Swedia (2.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975.6 % di tahun 2004. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia . bahasa Spanyol (2.6 persen).8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman. diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman.2 persen).1%. disusul dari bahasa Belanda (2. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58.9%. Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku.7. 3. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan.

Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM. Akan tetapi. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet. Warisan Gutenberg. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet. bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350. Online-Redaktion . atau publikasi online seperti database ilmiah di internet. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi. tapi saling melengkapi. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. kedua lahan ini berkembang bersama. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. dan jumlah ini bertambah setiap harinya. Untuk kenyamanan pemakai. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan. Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. cetakan 2005. yakni penerbit Jerman. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut.8 persen. Di sini. Selain itu. Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak.

Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A. dan Endo. sarjana sastra. diantaranya adalah Soseki Natsume. Harry Aveling. sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. Di Jepang.Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. Mishima. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri. meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya. . Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. yang terutama dilakukan oleh peneliti. John McGlynn. lembaga budaya. atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. terutama karya para penulis muda. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). Namun begitu. Teeuw. Kawabata.

Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. Sionil Jose. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris. sastra dunia ketiga.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu. yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. Contohnya adalah Taslima Nasrin. dan perubahan nilai suatu budaya. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. dan Pakistan dengan Syed Waliullah. (3) benturan. Dengan beragam variasi. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. interaksi. setelah dilarang di Bangladesh dan India. dan diaspora. yang berasal dari pecahan India. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. dan Umar Kayam. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. dan F. dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris. Atau sebaliknya. Samad Said (Malaysia). Ahmad Kamal Abdullah---penyair. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan . namun keasiaan mereka tak luntur. Novel kontroversialnya. apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). Nick Joaquin. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. Korea oleh Richard Kim. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. berkarya dalam bahasa itu. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. Mochtar Lubis. Bangladesh. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. YB Mangunwijaya. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris. Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. Sementara itu. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati. ditulis dalam Urdu. isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. Shahnon Ahmad dan A. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. Lajja.

sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. Artinya. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. Sementara naskah N. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. penulis eksponen posmodern Jepang. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut. Indonesia . nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. rasanya harapan itu tidaklah muluk. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Cantik itu Luka. malah cenderung membaik. misalnya puisi dan naskah drama. disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. dan Sapardi Djoko Damono. dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. bukan semata-mata anggapan kritik setempat. Debut novel Eka Kurniawan. Tentu saja ini membanggakan. dibanggabanggakan pencapaian literernya. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat." demikian tulis Ahmad Kamal. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. baik kritikus lokal dan asing. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. Sejumlah kritik. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. . Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia.negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan. Di ranah lebih minor. Goenawan Mohamad. meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan.yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. peringkat tinggi antara bangsa. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial. di antaranya Vintage. penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. Dilihat dari perkembangan terkini.

hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. F. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. Riantiarno. Dari Asia. Filipina. Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. avant-garde. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. antara lain puisi Joko Pinurbo. novel Ahmad Tohari. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. Yukio Mishima. Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris. Indonesiatera. dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. Shahnon Ahmad. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). sudah akrab dengan pembaca awam. yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. namun begitu berkonsentrasi. . yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. Sionil Jose. fiksi Seno Gumira Ajidarma. lebih-lebih dalam bahasa setempat. Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. seorang penulis asal Pakistan. Amrita Pritam (penulis India). mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. upaya itu patut dipuji. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. Harus diakui. Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. antologi penulis Iran. dihadirkanlah karya Syed Waliullah. upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. Yayasan Lontar. hingga kontemporer. Abracadabra. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia. drama N. Gramedia. perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje.

intelektual. Di Indonesia sendiri. konsisten. kualitas terjemahan. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). cukup laku dijual. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. hingga tema sastra. kebijakan luar negeri Indonesia. sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor. Seluruh buku . Etno Books. sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). cultural studies. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. Politik penerbitan. sejarah. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. Rumah Buku Bandung. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. biografi. Aksara. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. Tema-tema buku sangat bervariasi. demografi. dan identitas Asia. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. menarik perhatian. Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia. sementara itu produknya pun banyak. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta. pengeksplorasian. Bila jeli. Untuk bisa masuk pergaulan global.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. militer. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. sama dengan pembacanya. sastra diaspora. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. Penerbit Equinox. pemasaran. dan inovatif menggarap ceruk ini. distribusi. kopi. Sebaliknya. etnografis dan etnologi. Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. seorang warga Amerika Serikat. belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia. Kinokuniya.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto." ujar Urip. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. "Tidak bagus iklimnya. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis. kami pasti mau menerbitkan buku puisi. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis. pada 2007 yang masuk ialah Angsana. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer. Ksatria di Jalan Panah . Penyair masih ada di pinggiran.'" Saut pun mendukung Bukupop." kata dia via email. kalau bukan menerbitkan sendiri. misal menggunakan huruf embos. sisanya dijual Ultimus. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. Meski begitu. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial. Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. "Asal biaya produksi ditanggung. penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007).Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun. Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan. Belum sampai dicari oleh penerbit. Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair. "Kalau memang konsisten. editor Ultimus. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. Urip Herdiman Kambali. mengamini." puji Dian Hartati." Karna. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana. baguslah itu. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. Bukupop milik Karsono H. "Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. Ini diakui oleh Saut Situmorang. "Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi). dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. apalagi penyair tak terkenal. yaitu hard cover dan berjaket. "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi. "Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. ketimbang didominasi sama Grasindo. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku." kata Bilven. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut. (terutama dari) variasi gaya penulisan. Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain.

Mereka saling terkait satu sama lain. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. Menapak ke Puncak Sajak (2008). Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock. Mereka membuat blog dan situs." kata Dian. promosi dan resensi. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat." kata dia. merekomendasikan link yang bagus. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi. Hampir semua penyair." ujar Saut sengit. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra. Penerbit independen gonta-ganti muncul. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu. Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. juga aktif di milis komunitas sastra. Link menghubungkan mereka dengan siapapun. Menurut Dian. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa. Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. baik pembaca umum maupun sesama penyair. Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan. biasanya dibantu kawan untuk menangani. Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman." kata Hasan Aspahani. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi. eksplorasi dan eksperimen. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . yang karyanya sudah terbit maupun belum. Hasan Aspahani. "Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber. Selain itu. setelah itu mati. namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. Alih-alih syairnya.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. bahkan distribusi. Kenyataan ini disadari semua penyair.

GPU. yang ditonton kurang-lebih 2. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot. pilihan tersebut baik-baik saja. sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. Ahmadun Yosi Herfanda. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi. Habiburahman. Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. termasuk dari unsur yang paling permukaan. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. penyair senior." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia. termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21. Penerbit Republika.000 kopi. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet. Kelompok Mizan. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh. Kini beranggota lima ribu lebih. menjurus berceramah. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. . dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. eksklusivitas jadi masalah. Asma. termasuk di luar negeri. Selain Helvy. Senayan Abadi. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. Cabang FLP ada di 125 kota. terutama As-Syaamil. Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU.

termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. Pustaka Panjimas. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. . Danarto. penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. dan damai. emosional. Mustofa Bisri. Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. alih-alih ekspansif dan akuisitif. agar karya mereka diterima lebih luas. terlalu fisikal mengedepankan identitas. CEO Mizan.Sebelum didominasi FLP. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk. lebih sebagai keyakinan pribadi.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. mempertahankan skala kecil. terbuka. Dahlan. Jerman. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. Emha Ainun Nadjib. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. pernah besar dan berpengaruh. lebih khusus lagi FLP. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. Diponegoro. Pustaka Salman. Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir. terutama wanita. Kesan seragam (monoton). Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. maju. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. Al-Ma'arif. Abidah el-Khalieqy. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar. Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. rasional. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan. Kuntowijoyo. menghakimi (judgmental).

‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. harapan itu sangat masuk akal. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. Jepang. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni. hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai. gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara. Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah .Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya. interiornya pun sangat sederhana. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. dan 2 buah almari kecil atau loker standar. Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing. Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. Kalau pun ada hiasan. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. FBF 2007. Kendati penampilannya masih sangat sederhana. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . Seperti halnya dengan penampilan luarnya. Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar. 4 set meja kursi. floor display.

terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini. tapi sebagai awal sudah cukup .‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. ada yang berminat membeli. Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania.‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita. Belum banyak sih. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati. kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.keikutsertaan di FBF. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. terutama buku jenis artbook di Indonesia. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. kehadiran dua perusahan percetakan. Ternyata. mulai hari pertama hingga akhir pameran. Sementara itu. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. Soalnya. sisanya terdiri dari distributor. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. seperti tentang seni dan budaya. buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. Namun yang cukup menarik. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. Dari kartu nama yang ditinggalkan. pariwisata. ―Paling tidak. Ternyata di luar dugaan. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. Selain itu. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen). Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. ―Saya nggak nyangka. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia.‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada. perpustakaan. agen.

―Kalau kita tanggung secara bersama. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal. Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt.‖ tegas Frans Meak Parera. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. Dari segi kualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut.‖ katanya. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. pemasok tinta dan pemasok kertas. di antaranya dari percetakan. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. nggak hanya titip buku saja.‖ ujar Nova Rasdiana. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang. Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. Jadi. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global.‖ tambah Manahara. Thailand. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. saya kok optimis. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri. Agromedia. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor. utamanya penerbitpenerbit besar. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan. Direktur Marketing Indonesia Printer. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa. Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. Malaysia. Oleh karena itu. juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. Untungnya. .‖ kata Manahara. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali.‖ jelas Victor Ho.bagus. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. Selaku penerbit dari dunia ketiga. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair. Tentu saja. sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. rasa senang itu tak bertahan lama. karena semua berbahasa Indonesia. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. Namun. Bahkan. Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi. lanjutnya.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. Kami membawa harapan dua penulis lokal. dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. Oleh karena itu. Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair. Peter Ripken namanya. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. Jakarta. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. . Kami pun digayuti kecemasan. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu. Namun. Pertanyaan pertamanya. Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas". Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. ―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ. Beliau begitu hangat dan membantu.

Kalaupun ada yang berbeda. Page 1 1 Universitas Kristen Petra I.1. novel. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. Alasannya klise: takut tidak laku. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. Namun.pdf. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. pengetahuan. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid. dan lain-lain. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. penerbit pun agak ragu memromosikannya. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. Keempat. penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights. koran. Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa. Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan. kepribadian. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional. Kedua. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta. buku pengetahuan. kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua.ac. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari. Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. komik. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami.petra. PENDAHULUAN 1. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability). atau dari membaca buku. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair. majalah.World Bank di .id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe. Ketiga. Namun.

dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku.0) dan Hongkong (75. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka.5). di negara maju angkanya mencapai 80 persen. hal itu tidaklah mudah. Rendahnya minat baca anak. Kepala Perpustakaan Nasional. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. di sisi lain. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 .d. baik dosen maupun mahasiswanya.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia.6). Rachmanata. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. 20 persen. Thailand (65. jurnal.1).d. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. pada kenyataannya. Singapura (74. tetapi di Indonesia angkanya 1:45. Untuk saat ini. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. dan SMK. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Artinya. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. Misalnya. majalah ilmiah. Dady P. Kanisius. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup. Dan yang sangat ironis. dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. Namun. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. Adicita Karya Nusa. Padahal. tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. SMU. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. dan Yayasan Pustaka Nusantara. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus. 1 Artinya dalam soal membaca. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. saat masih usia anak-anak. Padahal.dalam salah satu laporan pendidikannya. "Education in Indonesia . seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. apalagi perpustakaan di luar kampusnya. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat.

Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya. gaya dan penuturan cerita dan kalimat. hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan.Pd. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik. Sementara di pelosok desa. Sebab. baik dari segi kualitas cetak. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. Sementara di Indonesia. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya. Minat baca dan Kualitas bangsa. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. juga dari segi ilustrasi. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. . anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Pikiran Rakyat. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo. mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. tetapi juga orang dewasa. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa.KI Supriyoko.M.

Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat. Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak.1. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak. 1. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun . Memperoleh didikan moral. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. sesuai dengan perkembangan jaman. 4. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. 1. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan. 3. Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas.4. Lingkup Perancangan. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang.3. dan khas dari cerita aslinya. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti.6. 1. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan. Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1. Manfaat Perancangan. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca. tetapi tidak meninggalkan budaya. ornamen.5.2. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. 3. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Dapat memahami. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis. 1. 2.

Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota. Tinjauan judul perancangan 2.8. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Tujuan Perancangan 5. Latar belakang 2. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. Konsep Media 2. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. Metode pengumpulan data. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. Metodologi Perancangan. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya. Tinjauan buku bacaan 3. Tinjauan teori cerita 4. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. Rumusan Masalah 3. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. seperti karakter. Pembatasan Masalah 4.7. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1. dan lainnya. kostum. Komposisi 3. Konsep kreatif 3. obyek. Unsusr gambar 2. Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Lingkup Perancangan 6. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Tinjauan teori pisikologi anak . Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. tempat. Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada. Sistematika Perancangan 1.

Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Tabulasi 4. Menko Kesra Prof. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Artinya. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. Anak-anak. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. Dr. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. untuk daerah-daerah tertentu. Dr. Tinjauan teori ilustrasi 1. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . terutama anak perempuan dan remaja. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. Tetapi di daerah pedesaan. Kepala Sekolah.6. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. Respon Publik 3. Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan. Bahkan. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. negeri dan terutama swasta. Menko Kesra Prof. Tinjauan cerita timun mas 2. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. Di daerah perkotaan. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun.

penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. siswa. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. semangat dan kemajuan. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. Anggota masyarakat lain. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. siang dan malam hari membantu orang tuanya. dibuka untuk masyarakat umum. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. apabila tidak sedang dibaca. sore dan malam hari. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali. Anggota masyarakat. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. melalui Departemen Pendidikan Nasional. Buku guru tersebut juga seyogyanya. sore. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. maupun dinas-dinas serupa di daerah. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. Lebih lanjut daripada itu. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah. setiap kali pemerintah. tidak lagi ada manfaatnya. Dengan demikian. menerbitkan buku supplemen guru. Pada siang. Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. dengan pengaturan waktu yang baik. mengumpulkan dan membagi buku. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . murid dan orang tua. dan tidak dibutuhkan lagi. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. apabila ada kenaikan kelas. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. Kedua. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. dan pusat pembangunan. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera. perpustakaan sekolah yang buka pagi. bagi yang mempunyai buku pribadi. utamanya ibu-ibu rumah tangga. Karena diperuntukkan guru. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. pertama.

dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. dan membaca. selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan. genting yang bocor. atau semacamnya. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. misalnya pagar yang rusak. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler. mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas. Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan. Lebih dari itu. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah.

Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. untuk sastera bahasa Sunda. Desa maju rakyat membaca. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku. makmur. sejak 10 tahun yl. cerita pendek. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. cinta produk dalam negeri.242. untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. untuk sastera bahasa Bali. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang. Gerakan ini. yang dibutuhkan orang tuanya. Dan sepanjang pengamatan kami. Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. terus terang saja kami tak mampu. tidak boleh berdiri sendiri. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai. Sumber: http://203. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku. persatuan.130. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. bangkitnya solidaritas antar sesama. baik penulis maupun pembaca. Dr. antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri. Jaladri . anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja. dan sejahtera. Dengan demikian.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. dan cinta kasih. Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait.190//artikel/26812.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian. pada akhirnya akan mengubah sikap. jumlah engang setiap larik. (Prof. kesatuan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. karena murah dan melimpah. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. esai. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. sajak. Haryono Suyono. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit.

walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. tahun 1960-an. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya. karena ketika mereka duduk di SD. India dll. Mandarin. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. dll. bahkan tahun belasan. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif. namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. . Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang. Temanya pun bersifat kontemporer. tidak semuanya dari generasi tua. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris. tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an.

Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda. walaupun hidupnya merana. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. dll. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional. Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. dll. Joyoboyo. Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. pengobatan tradisional dan semacamnya. Galura. Ada juga berita. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. Cupumanik. keduanya berupa majalah. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. Manglé terbit mula-mula bulanan. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Isinya umumnya berupa cerita. Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). Djoko Lodang. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. Keduanya berupa majalah. bahasa Indonesia. perimbon. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat. melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. sejarah atau legenda. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Kalawarta Kudjang.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. di samping itu banyak memuat puisi. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. sedangkan iklan tak dapat diharapkan. Djoko Lodang berupa tabloid. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua.

Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional). tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup . Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing. Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa.dengan pers bahasa nasional. misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. terutama buku-buku teks. Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional. di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. pertanian. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres.

Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. Seperti dalam penerbitan buku.besar. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi. sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. terutama dalam radio-radio daerah. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi. sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. Dalam siaran televisi. sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. . Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. Setelah acara seperti ini selesai. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini. kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. kodomo no tomo pada tahun 1956. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat. sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus. terutama dalam buku cerita bergambar. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. khususnya 1912. picture is also the words). kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. kelas pedagang juga turut serta kemudian. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara.isolasi jepang dimulai. proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. menulis dan etika. . terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca. salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. serta men-trigger imajinasi. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus.

seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. surat merupakan bentuk perhatian dari seorang. Padahal dengan berkirim surat. menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. kepiluan.resume oleh hafiz ahmad. kebahagiaan. Tak perlu menunggu berhari-hari. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. tentu ada sisi negatif yang timbul. proses pembubuhan cap pos. telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan. Sedangkan bagi si penerima. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat. Sungguh luar biasa. Dengan short message service (SMS). Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime . Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis. susan j.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. 2007. napier Next: looking through my windows of picture books . bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca. Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei. jepang.prof. anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat. Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas. bagi si pengirim. Emosi kesedihan. Dengan menulis. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun.ryoji arai Senin. Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. Kegiatan Surat Anak Indonesia .09. 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. seminar. Tags: reference. Dari sekian banyak manfaat tersebut. Wapres RI Jusuf . dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). dalam diri tercipta kepuasan batin. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. menempelkan perangko. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. presiden international institute for children's literature.

Misalnya. SWATCH.Kalla. para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. Presdir dari Santa Cruz Import Inc. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. Disamping kegiatan tersebut. Bukan hanya itu. Belia. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog. Contoh konkret misalnya. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. jatilan. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini. Demikian berturut-turut. di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. Menteri Pariwisata.00 WIB. Tetapi. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia.. Ketua DPR RI. Ketua DPD RI. Ketua MPR RI. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup. BENETTON. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. Untuk itu. Gubernur DIY. Close Up. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006. sandiwara anak. Stine. gaya bahasa yang manasuka. Nike. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH.L. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya. pukul 09. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari. Menteri Perhubungan RI. dan dongeng anak. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. Seni dan Budaya RI. seperlima dari pasar adalah kaum remaja.00-13. Tokoh yang sedikit urakan. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. kaum remaja akan semakin termanjakan. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka. Menteri Pendidikan Nasional RI. Goosebumps dan Fear Street .

Zara Zetirra ZR. Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. Bahkan. Sementara di Indonesia. seperti sering dikeluhkan. Memang. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. Lutfie dan Dwianto Setyawan. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya. Mira W. Menurut catatan IKAPI. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun. inilah masalah laten dunia penerbitan kita. Dampaknya sungguh luar biasa. Memang. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Sementara dari sisanya. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. Untuk produk sekelas Lupus. Gus TF Sakai. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang. Gola Gong. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. untuk mengikat loyalitas pembaca. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. Bubie Lantang.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. dari 330 penerbit yang terdaftar.000 eksemplar. dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil). penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. Misalnya. bukan . Dari jumlah itu. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. Ambil contoh.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor.

ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. ceplasceplos. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. Sementara pihak lain. Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. Kebetulan. . yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. Bagaimana tidak. khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. Drost. berbudi baik. video. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. yakni tokoh yang selalu alim. suka jail. selera dan gejolak remaja yang dinamis. hingga laser disc. Sebagai orangtua. Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. Namun. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren. Nah. Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. penurut . pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983. Pendeknya. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan. SJ). Oleh sebab itu. Lupus misalnya. jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. Scientific. kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja. dan seabreg nilai positif. Mari kita urai bersama.

tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal. hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya. Sementara dari sisanya. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas. Dari sekian judul itu. Betapa tidak. Bahkan begitu proyek ini mulai surut. menambah pengalaman batin. Namun. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6. Sebenarnya. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. dan membuat anak menjadi gembira. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3.000 judul. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. Selain itu. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. Artinya. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia. Dari jumlah itu.000 judul. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Berangkat dari sinyalemen itu. 12 Agustus 1993). Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis.6 miliar rupiah. buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia. Alasan utamanya. buku-buku tersebut dapat .000 judul Bahkan kini kabarnya. Sementara di Indonesia. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme.000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘. Menurut catatan IKAPI.000-3. membuka wawasannya. banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. dari 330 penerbit yang terdaftar. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1.

Itu baru dari segi penyajian. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan. Demikian pula yang terjadi di Amerika. Bila dirunut ke belakang. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖.16 miliar kopi. Dari sisi persebaran buku. menjelang akhir tahun 1994 ini. yang lazim disebut komik. anak sekarang lebih selektif lagi. baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. Sebaliknya. Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. Hans Jaladara. Sabuk Inten‖. di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas . semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. Sebaliknya. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. Tintin. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. ―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri. Ganes TH. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara.C. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. Dari segi ide cerita. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja. di lain pihak. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. Pendeknya. Anak sekarang. anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. Andersen. Meskipun demikian. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. sementara roda penerbitan harus terus berputar. Akan tetapi. Dalam hal bacaan. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. Akan tetapi. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. dan Teguh Santosa. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita.

orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. Tidak lama kemudian. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. hanya visualisasi gedung. Konon. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. Namun. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca.dengan gaya futuristik. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya. maupun kalangan penerbit. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan. baik sebagai orangtua. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal. Alhasil. pendidik. Bedanya. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. Benar memang. . basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. berjudul Imperium Majapahit. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. Buktinya. Hal ini bisa dimaklumi.

dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. mencoba menjawab masalah semacam itu. Misalnya. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan. sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan. Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. 1995). orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. Begitu seterusnya. Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Dari sini. Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya. yang lebih serius. dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. mendorong minat baca (Encourage Reading). Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. Lantas. Sayangnya. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. Tetapi. Cara lain. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini. arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. atau mendiskusikan tema suatu buku. mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). Janine Despinette. mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. Dengan demikian. Mengutip pendapat Prof. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. Atau. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Sementara. Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. .pertunjukan musik. layar tancap. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. Namun. Caranya. si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. membiasakan hadiah berupa buku. Setelah lahir.

atau membuat buku harian. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. bisa tentang silsilah. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga. Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. Namun demikian. Ajaklah . GEMAR MENULIS Oleh A. meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96). berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. acara liburan. Jadi. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. menulis surat. bisa diterima di mana saja. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita. Bagi anak remaja.

tradisi tulisan (literacy). termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit. Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa. copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan. menemukan sistem produksi karya cetak. manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. bahkan hidup sengsara karena penemuannya. Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). Banyak takaran mengenai hal ini. Akan tetapi. Sedangkan. korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy). Korban pertama adalah Gutenberg sendiri. Akan tetapi. Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. metode membuat huruf cetak dari campuran logam. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin. ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). Dengan alphabet. huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. A. Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya. Gutenberg – seorang warga negara Jerman. ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. Dengan kata lain. penemu metode cetak. Lebih jauh lagi. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. Tentu saja. Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud.mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. tinta cetak. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. Revolusi Tulisan Boleh dikata. Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat . Menurut sejarahnya. Padahal. Mengenai hal ini. meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. Namun demikian.

bagi sebagian besar mahasiswa. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. larisnya bisnis jual-beli skripsi. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. Sebagai konsekuensinya. mahasiswa. latihan-latihan menulis. Memang. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. Untuk bisa melampaui tugas ini. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. Padahal. Praktis. memilih judul.berkembang daripada tradisi tulisan. membuat outline. merumuskan latar belakang masalah. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. misalnya sekretaris. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. Menulis. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. kerangka pemikiran. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. tetapi berlanjut terus. . 22/12/95). wartawan dan editor penerbit. Untuk mengatasi kondisi ini. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. Di sisi lain. dengan cepatnya loncatan tradisi ini. nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. Betapa tidak. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. Akibatnya. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku. kepada pelajar. Sejalan dengan itu. Ironisnya. Sementara. atau minimnya penulis buku lokal. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan. kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa.

agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas. mengarang cerita.Bagi pelajar misalnya. dan tertulis. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? . baik menulis surat. logis. bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. maupun menulis ilmiah. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. memperbanyak tugas-tugas menulis. Atau. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir. Sebagai sumber daya manusia di abad ini.

insinyur. kejernihan informasi tentang apa. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. Fakta berbicara. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. ketimbang menjadi editor. . (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. Selebihnya. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya. Sementara. atau pilot. bergantung pada kebijakan tiap lembaga. ahli hukum. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. tentara. (1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. atau pemain sinetron. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu.Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. siapa. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. polisi. pengarang. (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. ekonom. foto model. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. (4) memang ingin menjadi editor. Jika demikian. Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain. judul. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. penerbit. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku.

tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing. Lebih celaka lagi. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor. Termasuk dalam tugas ini. sekaligus mencari penulisnya. analisis pasar. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. Celakanya. hingga melakukan pra-kalkulasi. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. mengatur sistematika penulisan). dalam mechanical editing.Pengalaman empiris membuktikan. seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas. meramu sinopsis. Sementara. Dalam substantive editing. Pendek kata. menyusun indeks. Di sini. di samping tetap sebagai . misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. membetulkan letak titik-koma. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. misalnya. editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. dan mengetik naskah saja. hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa.

Itu sebabnya. editor. Oleh karena itu. editor sains. menjadi editor sebenarnya tidak gampang. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. . dll. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. editor kesehatan. Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. sekaligus memahami tatacara penyuntingan. sulit. Setelah buku terbit. Tanpa pemahaman itu. hasil kerja editor akan berantakan. menyukai dunia perbukuan. atau yang sulit-sulit gampang. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan. Lembaga penerbitan yang profesional. sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. Sebelum mulai mengedit naskah. Tetapi.spesialis dalam salah satu ilmu. editor humaniora. Misalnya. Oleh karena itu. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia). bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan. biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. editor fiksi. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. inilah hambatannya. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah.

berdua dengan adik perempuannya. Lelaki. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. Juli 1996 dengan judul yang sama. justru di usianya yang begitu belia. namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat. Ibu yang pemabuk. membuat miris. ayak yang abai dan sok sibuk. pedophilia. sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun). Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup. Inggris. yang dalam usia belia. perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. insest. . Fowley. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada. Persiapkan.© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku.net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. dari Edinburg. Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak.feedmap. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini.

berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia. No: A Boy Betrayed. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan. Mummy. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual . Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why. tulis Danuta Kean dalam situs BBC. Ibarat pisau bermata dua.‖ ujar Tonkinson lagi. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson. Ditambahkannya. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi.‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. dikabarkan awalnya menerima 200. Pada akhirnya. Kean menambahkan. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. dulu. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. Daddy. Paul.Beruntung ia memiliki. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat. ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas.000 pounds dari total 500. Selain kisah Fowley. Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please.‖ ucapnya. Masih ada lagi. seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini.

000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10. SELASA . bbc/tri Selasa. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya. anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths. jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen. 6 tahun. buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris.000 judul buku per tahun. Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi. kisah Judy Westwater.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku.semacam itu.000 Buku Kompas. Misalnya.‖ sebut McKay. dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono.Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8. Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) .Terjual 235. Senayan. laku sebanyak 107. Karena itu. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15. . 3. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca.000 judul buku per tahun. 28 Januari 2009 JAKARTA.168 eksemplar (Mei 2007). buku: 1. Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik.‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno. The Paperback of Stuart Howarth. Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama. 12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Selasa (27/1). Rabu. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire. Di Inggris saja tercatat 3. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival. laku sebanyak 204.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007.000 judul buku per tahun. Agung mengatakan. Jakarta. Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. 2. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8. yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami.

(Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi. 1481 x . ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya.php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. diskusi buku. Fauzi Bowo mengatakan. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia. Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. Di Vietnam. kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau.fajar. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. dan penganalisaan agar bisa . berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan. Dan. Di Amerika Serikat. dan sejumlah kegiatan lain. Dari kehidupan yang mulanya miskin. Namun.co. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. Bagi saya. sebagaimana dilansir dari media massa. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. kata Agung.id/news. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama. adalah perubahan besar dalam kehidupannya. hanya dalam kurun sehari saja. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya. Selain pameran buku dan media. Buku Harry Potter bukan hanya tebal. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. Bayangkan. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada.Kompas Gramedia. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. JK Rowling. (ELN) http://cetak. Bayangkan. Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005.

dosen. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar.100. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. Sedangkan menurut laporan Bank Dunia. saat ini mencapai 565 penerbit. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51. Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca. Sebab. timbul pertanyaan. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah.5 juta atau 9. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia. Boleh jadi. . rendahnya kebiasaan membaca tsb. Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas.7 di bawah Filipina (52.900.6). Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru.000. Dari 'tesis' Purwanto tadi.mengikuti alur ceritanya. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama. golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?. Bukan itu saja. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15. Thailand (65.1) dan Singapura (74.0). Dari sisi kuantitas.300. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan. jangankan pada persoalan membaca. mahasiswa. Mengapa? Sebab.20 persen. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. Malaysia USD 9. Sebab menurutnya. Indonesia berada di peringkat ke-39. Thailand USD 6. sementara Indonesia hanya USD 3.

atau bahkan mengecil. * Sumber : Ismail Amin. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. kini semakin berkurang.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. Setiap minggu. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. Sebab. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. atau kalau tetap mau . sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca. Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). ada saja media yang memberhentikan karyawannya. Media cetak pun makin kurus alias menipis. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. ada yang mengurangi gaji. 539 x . ada juga yang menutup sejumlah biro. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. Ada yang mengurangi halaman. Masa-masa sulit harus dihadapi. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar.Ada media yang memberhentikan karyawannya. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. Selamat Hari Buku Nasional. arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita. ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta. Di bulan Mei ini. dan entah kapan akan berakhir. pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. Sekali lagi. semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. Ya.

Biayanya besar sekali. di San Fransisco. “Jumlah karyawan juga dikurangi. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang. dulunya mereka juga mempunyai televisi. yang 15 tahun menjadi wartawan. 58. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. menambahkan. “Mereka itu ada yang wartawan dan staf. Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle).” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. ada sekitar 400 karyawan. “Ya.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini. Ada yang diberhentikan. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu. Koran yang ada sejak 1878 itu. staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle. dan juga biaya-biaya perjalanan. California. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. Jadinya.” katanya. tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. ada yang dikurangi gajinya. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan. . Jumat Minggu. Untuk mengurangi biaya cetak. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern. tapi pada hari Rabu.bertahan. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit. ada juga yang dipensiun secara dini.” kata Wildermuth. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors. Pada hari Senin. beberapa tahun lampau. Patrick Gauen. lanjut Jeremy. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. Untuk mengurangi biaya operasional. seperti di Sakramento. Kondisi ini tentunya sangat ironis. Saat ini. “Yang tinggal. kata Gauen. Menghadap krisis ini. juga mengalami hal yang serupa. Saat ini. di koran yang beroplah 275. “Dulu wartawan investigasi ada lima. namun telah dijual pada 2000. yang terbit di Saint Louis. Sama dengan St LP-D. tanpa mau menyebut nilainya.” jelas Gauen. di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. Selasa.” kata Jeremy Kohler. mesti siap menerima pengurangan gaji. Rekan Jeremy yang lain. halaman dikurangi. mengurangi biaya langganan jaringan networking.000 pada hari biasa dan 475. termasuk tentunya biaya investigative reporting. Menurut John Wildermuth. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). Kamis. dulunya mereka juga punya televisi. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. lalu menambahkan. yang penting-penting dan besar saja. 36. sekarang tinggal dua. kata Wildermuth. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. dan Sabtu. Texas. dan 10 tahun bekerja di St LP-D.000 pada hari Minggu itu.

masa depan media cetak tidak jelas. tirasnya kini turun hingga 20 persen.” kata Hartmann. Soal turunnya tiras koran. Menurutnya. Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. Dulunya. kini tirasnya tinggal 15 ribu. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. Menurut Leah Finnegan. kini tinggal 300-an.” ungkap Proctor. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi. bagi perusahaannya. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi.Tapi untuk lebih efisien. pihaknya akan menjual mesin cetaknya. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis. 21. itu sudah ada sejak tahun 1900.” aku Leah. koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. Pemimpin Redaksi. “Kami akan mencetak di luar saja. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia. mereka mempunyai empat mesin cetak. bila memakai percetakan outsourcing. Menurut Profesor Fritz Cropp. Dulunya sekitar 500. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda. Kiera Butler. Memang. dulu penyunting 50 orang. yang sudah berlangsung hampir empat tahun. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian. sementara mesin cetaknya akan dijual. Kami mau outsourcing. Itu pun mau dijual. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. Menurut Steve Proctor. “Karena ini kan mengurangi biaya. Texas. Redaktur Pelaksana. tapi kini tinggal satu. Di redaksi misalnya. di Inggris misalnya. tapi juga di negara lain. kini sisa 40 orang. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. Namun begitu. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. CEO St Louis Magazine.” kata Hartmann. yang didampingi Vikram. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. Jumlah karyawan dikurangi.” kata Wildermuth. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily. yang dulunya 20 ribu eksemplar. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah. kata Leah. Namun begitu. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. lebih murah. “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. Managing Editor The Chronicle. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin.

“Sekarang mesti lebih hemat dan efisien. Menurutnya. Menurut Mike. membuat seorang Sandler.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar. Hal ini diakui Kathy Hadlock. termasuk iklan mobil. Humas Pro Publica. Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung.oleh yayasan progres nasional. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam. Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja. yang hanya mempunyai enam wartawan. sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. Texas. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. saat ini kalau ada karyawan yang keluar.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa. biaya operasional dikurangi. 24 Juli 07 . India. Special Projects Producer. di media yang punya 42 ribu langganan itu.” tambah Hartmann. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. di KVUE Austin TV. pengusaha simpan pinjam. “Saya punya dua anak. Sebenarnya. .*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar .” jelas Mike. masa depannya suram. semakin kurang berita-berita investigasi. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat. terutama Bollywood. yang lulusan Universitas Ohio ini. seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo. “Akibatnya.” katanya bercanda.” kata Hadlock. tapi tidak sebesar media cetak. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. Sebelum Pro Publica. sejak krisis keuangan di Amerika. Hal ini juga melanda media di Amerika. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi. Untuk itu. sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. Agaknya.” akunya. karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. termasuk untuk biaya investigative reporting. termasuk media cetak. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan. adalah salah satu industri film raksasa dunia. “Tapi kita tetap harus efisien. Ditambahkan. yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang.

Direktur National Book Trust of India. Punjabi. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. seperti Macmillan. Tamil. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia. ajang pameran buku terbesar di dunia. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. Nepal. serta harga yang relatif terjangkau. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India. agama. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini. beberapa penerbit. maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912. Kegan Paul. sastra kontemporer. dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun. Tahun ini. Telegu. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan . Penguasaan terhadap bahasa Inggris. Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. termasuk di antaranya bahasa Hindi.Saat ini. Sri Lanka.6 miliar rupee. Malayalam.000 penerbit. Pakistan. berkembangnya gerakan nasionalis. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. Dalam perjalanan waktu. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. Gujarati. mutu produknya. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. maupun Uni Emirat Arab. sejarah. Bengali. Amerika Serikat. Maldives. India dapat memproduksi sekitar 70. dan Assamese. dan India. Butan. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. Inggris. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. yoga. Frankfurt Book Fair ke-58.000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. Demikian pula buku-buku tentang filsafat. kebudayaan. Jepang. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan.000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional. baik karena kualitas isi. Australia. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. tahun 2003 melesat naik hingga 3. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. secara perlahan tapi pasti. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India.

Harper Collins India. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. musik. Vikas Publishing. Orient Longman. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. English Edition. Penerbit lainnya. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. maupun Landmark. itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun. Di samping penerbit besar. Crossword. Minerva.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. Semua penerbit ini. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. Roli Books. Macmillan India. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. Penguin India. seperti Penguin India. seperti Tulika. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. serta UBS Publisher. Kali for Women misalnya. Kini. sementara Permanent Black. Sementara itu. Picador. New Delhi. Random House India. penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. misalnya. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. Umumnya. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . juga melempar produknya ke pasar dunia. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. India Ink. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co. Ravi Dayal. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. berkompetisi. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. film. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. seni rupa. bermain di pasar buku anak-anak. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984.

untuk sektor perdagangan buku. di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang. Peran pemerintah Lantas. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. seni. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. tabloid 6 persen. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. dan budaya di masyarakat India sendiri. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut. teknologi. Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif. Journal of India Foreign Affairs. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. Cambridge University Press (CUP). sebuah penerbit sekaligus distributor. CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books. Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. Saat ini. karya klasik berbahasa . dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. India merupakan pasar buku yang menjanjikan. Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen. tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. ValueNotes Database Pvt Ltd. Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini.1 miliar dollar AS tahun 2010. Menurut rencana.

Sebaliknya.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923.htm | RAGAM | SELEB. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas. Sejauh ini. Dari riset terhadap 30.7 jam per minggu untuk membaca.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980. orang Inggris hanya memakai 5. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini. Berdasarkan catatan NBT.3 jam seminggu untuk membaca. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. Angka ini lebih tinggi 4.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal. Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional. Tampaknya. Selain itu. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1.200 judul yang meliputi karya asli. lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul. NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). Sejak tahun 1970. MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India.000-1. (BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www. Sementara itu.kompas. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE . NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005. penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi. terjemahan. Sejak itu. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa.

Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 .Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV .Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS. Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal .Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J.Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan .Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p.Cari (1/20) Samsung ES55. Notebook Entertainment . Dilengkapi Fitur QuickLook . Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini .Humor (18/20) Flu Babi. Bukan Yang Terbaik di Kelasnya . 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN . Hari Bertemunya Dua Dunia .Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'.K.Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'. Raja Tikungan .Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'.Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'. Album Narsis . Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'.Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks . Eksplorasi Atau Repetisi? .Gadget (9/20) 'SHORTS'. Kemudahan Dan Portabilitas .Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab .Otomotif (5/20) MSI EX620. Rowling Kamis.Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox . Setelah Wisuda Lantas ke Mana? . Kamp Konsentrasi Para Alien .Gadget (14/20) 'SOLSTICE'.Kesehatan (19/20) KTM RC8R.Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300. Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit .

hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER.L. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos.K. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal.L. "Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online." papar Blair. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya.com . demikian dikutip dari AP (Associated Press). Stine. setidaknya dari segi hukum. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton. Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular. yang menerbitkan buku karya Rowling.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R. Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. sebaiknya jangan dicoba sama sekali. Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik. seperti Lemony Snicket. dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J. Revenge Movies Kapanlagi. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. Cornelia Funke dan R. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru. Rowling diluncurkan Juli mendatang. Jason Campbell. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya." tambah Campbell. "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. . Inc." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic." kata Direktur Pemasaran. tetapi pasaran buku online bekerja beda. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling.

Nasib perpustakaan di Indonesia. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu. Di Jakarta. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian.' Fantasi itu belum terwujud. . Ini buku online. Di sisi lain. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. Pasaran buku online tetap berkembang. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari. Prayitno. hasil pendapatan bersih mencapai US$9. meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online." tambahnya. 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. Sepi dan Tak Layak JAKARTA . meski penerbitan buku online telah menurun." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books. Menurut organisasi Open eBook Forum. hingga hampir mencapai 1." jelas Marcus. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak. masih tak terlalu menggembirakan. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota. "Agak frustrasi."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar.000 orang. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20. tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan. Kamis (16/5) siang. Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa. mengakui hal itu. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. Anak-anak handal dengan teknologi. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia.6 juta pada tahun 2004.7 juta eksemplar buku." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa. Di satu sisi. Di satu sisi. saat ditemui SH.

”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi.” kata Ayub. Juga covernya yang bagus.” katanya. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca. Menurut Ayub. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. Memang. saya jalan sama temen. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka. karena buku yang demikian biasanya adalah komik. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud. ”Karena itu. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46. antara lain. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan.089 buah. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto.” kata Anita. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. Bagai kerakap tumbuh di batu. salah satu dari siswa SMU tersebut. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371. Tetapi pada saat ditanya. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. sesuai dengan perkembangan mereka. dan bercover menarik. bukan didorong karena kegemaran. hidup segan mati tak mau. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi. Jadi kerja kelompok di sini.” katanya.889 eksemplar. Ia mengatakan.473 eksemplar. Buktinya. ”Dengan demikian. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah. Ibarat pepatah. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. misalnya. pada tahun 2000. saya yakin mereka akan senang membacanya.342 buku. salah satu pustakawan Perpumda.Sedangkan masyarakat juga demikian. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak. Dari hasil kuesioner tersebut. sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51.” tambahnya.699 eksemplar.994 eksemplar). Sementara. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79. Menurut Ayub. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan. ”Karena itu. Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. ”Nggak. Kamis (16/5). Selama ini. (Sebagai perbandingan. menurut Ayub. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24. Sementara. sangat disukai anak-anak. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. . sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. Upaya pemda DKI itu. Misalnya. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. Hanya saja. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131.134 eksemplar. ya mereka hanya membaca itu. tentu ia akan ditegur. tetapi banyak gambarnya.477. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000.” kata Anne. kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat. Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu.” kata Ayub. ”Lagi disuruh bikin paper. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. Dengan demikian.

Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR.” katanya. jika hal itu dilakukan. Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. sampai sekarang belum ada perubahan. maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta. mereka larinya pasti ke sini. atau Kahlil Gibran. serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. Yah…begitulah akhirnya Mas. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali.”Lurus terus lalu belok kiri. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. atau siapa saja. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer. Pertama kali pada tahun 1989. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan. ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. ia akan menjawab. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda. Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan.” ujar Susilo. dan beberapa barang lainnya. Jum'at. diberikan . kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan. Jangankan untuk membaca di perpustakaan. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh. piring. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik. Puncaknya memasuki tahun 90an. pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan.” ujar Harno. Bukan tidak mungkin. memang perlu dilakukan. Tapi buku-bukunya sudah tua. Memasuki ruangan perpustakaan. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung. Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya. ”Saya kira tadi kamu pengunjung. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan.

Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. Ternyata seperti yang kami kuatirkan. usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. Jawa dan Sunda. . Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda. 10 juta dipotong pajak 15%). Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. pada akhir tahun 2008. Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah. Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura. terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Tahun yang lalu. yaitu Bali. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). Dalam tahun 2008. Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita. Dan sejak 1997. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu.hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa. tahun ini juga. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis.Pada tahun pertama. Tetapi sejak tahun kedua. Jawa dan Bali juga . mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007. tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda.

Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. F. Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota. sekitar Karawang. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék. Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat. disusun ku Julian Mille). Di samping itu ada cétak ulang. seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. Bayan Budiman karya M. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di . Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat.K. tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana. Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. terutama di Bandung. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A. Mangoendikaria. Ghazali almarhum.karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku. Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah. Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang).

Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003). Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. ―Hiji Sagara‖. masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. Terasa ketika menulis sajaknya. sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais. berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa). adalah . ―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖.2008. Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya. Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa. Gondéwa (1987). seperti ―Titis Tulis‖. ―Surat keur Lemah Cai‖. Langensari dll. ―Angin‖. ―Cipularang II‖. Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. ―Leuwi‖. (terbitan Kiblat Buku Utama. mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia.

Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. mengajar di SMKI Bandung. obrolan dan pengalaman penulisnya. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta.Nano S. yaitu hanya 4 judul. cerkak. yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Nano sendiri banyak menulis sajak. Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). (lahir di Garut. Singkar. dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. Danusubroto. Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence. roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. dll. Kepada Nano S. kebanyakan dalam adegan flash back. ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. Nubia. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007.. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI). aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional. sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. Jepang dll. Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). 5 juta). Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Mongol. baik sebagai pencipta lagu. Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan. Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. 4 April 1944) Nano S. yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda. pelaksana pertunjukan. karya Yohanes Siyamta. kumpulan karya berupa guritan. Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. (1995). Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda. album CD-nya berjudul ―Nano S. akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp. maupun pimpinan grup. Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. Tetapi . Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. Dongané Maling. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda.

gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur. Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. adalah Trah karya Atas S. Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. Trenggalék dan Blitar. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. Yogyakarta) Maka Atas S. Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. Bagus. Ternyata Atun membawanya ke bordil. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). Dia pernah menjadi Pemimpin . berupa piagam dan uang (Rp. 5 juta).penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. tetapi juga menggambarkan watak nrima. Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya. yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. hormat kepada orang tua. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya. Malang. 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta.

selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif. karena . 2 judul roman. dll. Narko Rasodrun. Karyanya berupa artikel. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. al. belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. cerkak dan guritan. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat. ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. réportasi. Dia banyak menggunakan nama samaran.Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. Buku yang terbit tahun 2008. Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang). 5 juta). Datiek Yuminarko. Jaya Baya dan Damar Jati. Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. hal yang tak pernah ada sebelumnya. Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. Narkoba. baik secara kualitas maupun secara kuantitas. 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng. Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia. majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). yaitu 3 judul kumpulan puisi. Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. Ki Narkosabda.

Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. toko serba ada. memikat dan menyentuh serta utuh. Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. kulinér. Téma yang diangkat sangat beragam. berupa piagam dan uang (Rp. kemiskinan. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. matérialisme. mulai dari hubungan suami isteri. Tahun 1971. merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. pengucapan dan gaya bahasa. alur ceritanya tidak begitu kompléks. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). jam. Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. uang. maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. 5 juta). Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas. dan hukum karma. mengambil bentuk syair dan pantun. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961. hanya terdiri dari satu bait. Hampir separo berupa sajak péndék. sebagian besar dalam bahasa Bali. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata.bahasanya mudah dicerna. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. korupsi.

Dana yang disediakan konon sampai Rp. Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar. 2. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan. 80 milyar. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang. * .500. tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. tidak terdapat di toko-toko buku. Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali. 5 juta). Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan. Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré. Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. yaitu Ai Koraliati.000). Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya.Singaraja. Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. Menjelang akhir tahun 2008. Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit.

. pada masa pra-kemerdekaan. Selain itu. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. khususnya di sekolah. Tahun 1980-an. Di Tatar Sunda. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra. Namun saat ini.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. 2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan. 31 Januari. Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda. Pabélan. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. misalnya. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. Sejak tahun 1993. dan sekarang sudah hampir punah. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu.

pikirnya. bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru. antara lain Budak Teuneung. lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu. dan yang cukup populer. Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya. Ada juga yang berupa fabel dan legenda. Suatu ketika. ia termenung. Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Udin sering pulang sore. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. sehingga lupa akan pesan ibunya. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. Jatining Sobat. tanpa pikir panjang ia mengangguk. Di sebuah persimpangan jalan. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru.Di antara yang sedikit itu. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. uang itu belum ditemukan. Ia tidak mau pulang. karena uang itu ternyata hilang. Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. Kiblat Buku Utama. dan sebagainya. Udin baru sadar ketika hari mulai sore. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan. dan Budak Minggat (Samsoedi). Si Donca (Yus Rusyana). . Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. Uang itu benar-benar hilang. Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Betapa kagetnya. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang. Sebelum menjadi buku. Udin hanya bisa menangis. Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. untuk mengambil uang itu. Mungkin jatuh di perjalanan. Ia pun menangis kembali. dan Udin pun menyukainya. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). misalnya. Si Paser (Tatang Sumarsono). dan mulai terbit pada tahun 1969. Udin pergi ke rumah Mang Mita. Sesudah makan. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. Teman-temannya berusaha mencarinya. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. Karya-karya Akub Sumarna. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. 2002). Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. tahun 1967. juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. tidak berbekas. Ceritanya cukup sederhana. Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri).

dan membawanya entah ke mana. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). Singkat cerita. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung. Tubuhnya basah kuyup. Tidak ada rumah.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. Hari menjelang malam. mendengarkan dongeng orang tua. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. Sebuah mobil berhenti. tanpa banyak rekayasa. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. Udin pun sakit. Hujan mulai turun. menjadi bagian terpenting dalam . Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. Tidak ada siapapun. Ia bermain di ladang. Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. *** DALAM khazanah sastra Sunda. yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya. Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). dan sebagainya. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. Keesokan harinya. jelas. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. Yang pasti. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. dan dibawanya dengan sebuah truk. Payung Butut. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. datanglah sang penolong. Di sebuah tempat tak dikenal. Untungnya. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. Ungkapan orang-orang desa. juga dari tingkah-lakunya. walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. Tubuhnya panas. dan bersahaja. dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. baru-baru ini. Pada umumnya. sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Udin tidak bisa bangun. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. Udin diturunkan. Khusus untuk cerita anak-anak. Itu terlihat dari cara bicaranya.

Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. Misalnya. seadanya. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. watak tokohnya. Asmi?” “Nyao. Ketika tergoda oleh kuda lumping. teu ngadéngé. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. Dialog tanpa rekayasa. Nini gé asal ti Nagarapageuh. ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah. teu apal. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. Hal ini mungkin saja terjadi.”• “Hih.karya-karya Ahmad Bakri. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. begitu meyakinkan. daripada dikurung dalam penjara. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. Kedua. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. teu puguh. kejelasan setting-nya. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. . Ketiga. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya. dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. karena dalam cerita yang realistis. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. Jang. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak. dan kita sebagai pembaca. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara. ” témbal Nini Asmi. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. Pertama. dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. Penuturannya. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. puncak kenakalan tokoh Udin. kadang-kadang kita bertanya. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. kolot-kolot euweuh kanyaho. tidak merasa terganggu. awal cerita beranjak jauh dari belakang. akibat dari kenakalan itu. Ya. namun dalam beberapa karyanya.

Kedua. sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik). sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Ketiga. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. mengapresiasi karya-karya ilmiah. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. Pertama. Kamis. atau negeri-negeri maju lainnya. 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. apalagi India. Tetapi sayang. tempat karaoke. banyaknya jenis hiburan. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. Namun. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca.Dalam KKL. sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42. Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. buku ini sempat menjadi panineungan. Namun untuk anak seperti Udin. a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. Buku setebal 72 halaman itu. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. kebetulan saja ada tetangganya. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. Itu pun tidak berlangsung lama. dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. 29-May-2006. Singapura. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. majalah.*** Pikiran Rakyat. filsafat. . mall. Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. Kebetulan saja ada mobil. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Adapun mengenai kualitas isinya. sastra dsb. topik ini tetap menarik dan aktual. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. night club.

Pada gilirannya. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. berdiri tegak di antara bangsabangsa. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. berani mandiri. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. Untuk meningkatkan minat baca. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. seperti perpustakaan atau taman bacaan. Keenam. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku. tokoh masyarakat. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Ingat. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. Kelima. rame ing gawe. sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. masih merupakan barang aneh dan langka. bebek. Keempat. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut. Tiap sekolah apa pun jenis.supermarket. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar. sarana untuk memperoleh bacaan. Yang terutama. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Juga metode pengajaran di sekolah. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. penerbit. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. dari TK sampai perguruan tinggi. mampu bersaing. para ibu. Anak-anak didongengi secara lisan. ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. Mereka akan membuka usaha. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. penguasa pada zaman dulu. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. Peran orangtua. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Dengan cara ini. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. bekerja secara profesional. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. terutama ibu. kisah. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca.

tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan." ujarnya. kata Andi. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak.P. sedangkan anak-anak tidak bisa. MUSTOPA." ungkapnya sambil menambahkan. Dalam satu bulan. Jadi. Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. (B. Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom. Saat ini.H. ungkapnya. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. Sambutan pasar pun begitu hangat.H. "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis. Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. bahwa sampai saat ini. Buku bacaan anak. bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi.95)** Senin. Jln. namun jumlahnya cukup signifikan.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- ." tuturnya. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. "Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. Dikatakannya.H. Setidaknya." ujar penulis cerita anak. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan. pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya. sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku. P. "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku. ada sekitar 300 buku bacaan. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). Namun. Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak.H. Mustopa. Ali Muakhir. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). Sabtu (4/4). memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. Agar minat baca anak-anak meningkat. anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta.

Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. saya melihat. Misalnya. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. Sementara di pelosok desa. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Untuk saat ini. Rendahnya minat baca anak. saya hanya menemui Kanisius. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. hal itu tidaklah mudah. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Dulu. pada kenyataannya. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca.anak masih sangat terbatas. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan. Namun. saat masih usia anak-anak. Adicita Karya Nusa. dan bukan buku pelajaran? Sebab. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. Artinya. berhadapan .Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. tetapi juga orang dewasa. Padahal. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Saya percaya. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. di sisi lain. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. Pada sisi yang lain. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Sementara di Indonesia. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. sebetulnya patut disayangkan. Kembali pada inti persoalan. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. Sementara dari Yogya. Sebab.

Mestinya. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari. jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja.. hingga 70 persen.[www..Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008. taman baca. tapi menurut saya. yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain. Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen. 21:55:48 WIB .srupppuuut! .. bisa berupa perpustakaan. kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Alih-alih fotokopi. bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat. ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. apalagi fotokopi..dengan rendahnya minat baca anak saat ini. apalagi sudah naik. sebagian besar masyarakat urung beli buku. atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. Coba tengok di Papua sana. Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. Dengan cara demikian. berapa banyak? Kalau sudah. Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas.. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku. ITA DWAITA LANTARI.kabarindonesia. Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut. mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu. tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas. hingga rental buku. satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya. Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional. ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat. sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat. yaitu BBM. pemegang amanat kesejahteraan rakyat. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya). 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku. sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca. O ya. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen.43BC) KabarIndonesia .com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. Entah bagaimana caranya. Dalam kondisi seperti ini. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. Sukoharjo. Bila usai tengok. rumah baca. yang notabene mampu menyedot perhatian anak. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. Setidaknya. Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata. mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat.

.‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. Memang sih...yang penting kami bisa belajar (membaca).dijual pak.pewarta-kabarindonesia. buku-bukunya sudah nggak ada. 02:10:26 WIB .blogspot.. itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan.. Papua. pajah.. bawa saja buku-buku pelajaran itu. tapi buat beli nasi. Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh. bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan.[www.. BUKAN buku murah... kepada saya.. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses.. Awal 2006.com] KabarIndonesia . Benar juga.. khususnya di Jakarta.kabarindonesia. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖. Blog: http://www. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak..com Berita besar hari ini. Mending uangnya buat mereka beli buku. . mencari uang. saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu. dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini..Mendengar ide/solusi tersebut. Tiga titik tertulis. saya hanya bisa tersenyum. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan. karena itu semua hanya mendekatkan. . yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki.. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas... Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada.com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia.. Ya. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat.‖. Untuk ide/solusi tersebut. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya.. ―Pak..!!! Kunjungi segera: www. Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘. saya masih bergeming.. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri. buat makan.kabarindonesia. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini. itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya. ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak. bukan sama sekali.. Saya memilih arti kedua.‖. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini..kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua). sajang. Di sini? Di kota ini? ―Pak. Kata guru menulis saya....com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. jangankan kurikulum terbaru. tanyaku curiga ―. Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang.

Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global.pewarta-kabarindonesia.. Ejaan Soewandi. profesi.kabarindonesia. Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri.goeroe. Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini. Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. oemar. Sir. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. ma‘mur (ada tanda diakritik). Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi. Ketua). Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. Maksudnya. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru.(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www.com/ . Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk. Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang. sir. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan..!!! Kunjungi segera: http://www. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. This morning Jakarta cerah. Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata.com Berita besar hari ini. itu. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya. How are you today? Nice to meet you. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 156/P/1972 (Amran Halim. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. Setelah itu. umur. Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.blogspot. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata). sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya. suku.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. 57. itoe. Tahun 1972. Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972.‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. No. ―Bro and Sist. Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini. ―Apa kabar. Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian.

" ujar Erwan. "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali. sebuah seri kumpulan novel. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan.000 eksemplar. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK).000 eksemplar. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul. Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". Angka penjualannya pun terbilang bagus. bukan demi kepentingan material. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. Namun. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka. Padahal. "Untuk Bunda dan Dunia". . nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak. novel karya Sri Izzati.000 eksemplar. Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun. Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang. Selasa. Sri Izzati. Menurut dia.Pr. dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5. di tahun pertama terjual lebih dari 11. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan. dari 168 penerbit di Jabar. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". Sementara itu. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata. 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu. Erwan Juhara mengatakan. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. ** Dilihat dari kaca mata bisnis. kumpulan puisi Abdurahman Faiz. Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12. Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa. Tengok saja hasil karya mereka. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. sejak 2003. Setelah Izzati. Namun lebih jauh lagi. puisi. Namun. Hingga saat ini.

perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. Kepada sekolah. . penerbit. Mengenai proses penerbitan. peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. Yang ketiga. dinas pendidikan. Namun. berbagi. mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. Helvy Tiana Rosa. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. namanya juga anak-anak. mengungkapkan. Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya." tutur Andi." kata Helvy. seorang penulis. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak. Selain itu." ujar Helvy. lanjut dia. para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. seperti sekolah. minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Bagi para penulis cilik ini. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. hingga ilustrasi grafis. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal. "Untuk anak-anak. Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. mereka masih sering moody. Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. perlu diakui pula. Di sisi lain. Padahal. pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. serta pemerintah. Menurut dia. serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. Ya. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. orang tua. serta 58 peserta hasil seleksi. Dengan kata lain. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community". para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". yang terdiri atas 20 penulis KKPK. Sabtu (5/7). Di penghujung acara tersebut. terutama bagi penulis cilik. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. Andi Yudha Asfandiyar. pemerhati anak dari Bandung. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik. ** Selain tetap berkarya. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. baik dalam proses editing." tutur Erwan.

(Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras.Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik . Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan. Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik . Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. Pernah disampaikan oleh Drs. bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik. maupun majalah. kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja. Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. H.

namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. tokoh masyarakat penguasa zaman dulu. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. kisah. Ketiga.0 dan Hongkong yang memperoleh 75.1 serta Singapura dengan nilai 74. politik. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah . Kedua. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia.5. banyak factor-faktor penghambatnya. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. night club.6 dan Thailand dengan nilai 65. kreatif. mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. tempat karoke. memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan . anakanak didongengi secara lisan.Republik. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik). Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui . menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. unggul. mall. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif.7 setelah Filipina yang memperoleh 52. supermarket dan lain-lain. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Namun topik ini tetap menarik dan actual . Keempat. budaya dan lainnya. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng. Thailand. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia . hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998. hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita. banyaknya jenis hiburan. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku.

seperti perpustakaan atau taman bacaan. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. Kelima. Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. keluarga dan masyarakat sekitar. jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya.bacaan. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. sarana untuk memperoleh bacaan. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tiap sekolah apapun jenisnya. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. rumah belajar atau pun rumah dunia. jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan . Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. masih merupakan barang aneh dan langka. dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku. Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan.

sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia. tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh. khususnya kumpulan cerpen maupun novel. ada kumpulan Umar Kayam (alm). Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini. Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana. Lalu ada satu yang agak unik. jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya. tak ditemukan lagi. Memang benar. Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan. bahkan ada pula majalah khusus cerpen. Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A. Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. cerdas. Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek).Navis‖. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. Begitu juga sebaliknya. Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A.A. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008). Dalam Penerbitan Buku Sastra. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen.Navis) setelah meninggal-dunia. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas.guna membangun generasi mandiri.A. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman. kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Tetapi bukan hanya itu. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. Buku ini berisi cerita dari film .

Remong Batik‖. ―Telepon‖ (Sori Siregar). ―Olenka‖ (Budi Darma). kumpulan cerpen. ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖). karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen. dan banyak lagi lainnya. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. . Misalnya ―Bengawan Solo‖.Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. serta sastra Indonesia. Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM. dan lain sebagainya. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu.Mihardja). esai dan sebagainya. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi. sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan. kumpulan puisi. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli).Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya. Sesuai dengan kemajuan tehnologi. ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. ―Jembatan Merah‖. juga ada novel. Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. Kalau sekarang kan sudah banyak. sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K. Zaman itu buku ini sangat menarik. termasuk yang terjemahan. Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD. Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia. ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti). Sumatera Barat. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖.

Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta.A.H.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖. . serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen).30. Hilang tak tentu rimbanya.Dini. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. perusahaan penerbit buku.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai.Sularto. Suparto Brata. Tak ada geliatnya. Sayangnya. Untuk itu. kumpulan cerpen dan puisi. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖. A. CBR Center Solo. Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. ―Dua Dunia‖.S tak pernah muncul lagi. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. B. penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. dan lainlain. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit. Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan. setelah terjadi peristiwa berdarah G. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit. Alex Leo. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31. Medan ?.

Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. Dalam seminar. Selanjutnya mulai 2007.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. Setelah seminar berakhir. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah. KORAN TEMPO . Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. Melalui prgram ini. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. Waktu itu. kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima. Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Pada tahun 1999. J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar. Selain itu. dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia.

menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006. Hetih Rusli. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie. Cerita Si Katak. Hetih melanjutkan. buku dongeng. "Tahun (2007) ini lebih baik. Buku anak yang paling dicari para orang tua. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton. seperti cerita-cerita rakyat.000 eksemplar. naik dibanding 2006. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. Kepala Editor Mizan Publishing. kata dia. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Setiap kali cetak biasanya 5.000 eksemplar. dilepas Mizan ke toko-toko buku. Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun. Lebih dari 100 judul buku.000-7. editor Gramedia Pustaka Utama." ujarnya. yang cuma 20 judul. Selain karya yang sudah difilmkan. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang . tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak. yang masing-masing dicetak minimal 4. kata dia. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days. Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi. tapi kalau dihitung. yang terdiri atas belasan seri. Pada 2007. Saat itu. atau Cerita Si Bebek." ujar Benny. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini." kata Benny Rhamdani. 25 judul buku karya lokal. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak.000 eksemplar. Sedikit lain dari kedua penerbit. seperti Ratatouille atau Cars. biasanya buku cerita bergambar. Beri. Sebab. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. produksi halaman sebenarnya meningkat." ujarnya. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul. terutama yang telah dibuatkan filmnya. "Jumlah judulnya memang menurun. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri. Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal." ujarnya. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama. Satu buku anak terlaris Mizan.000-5. rata-rata 4. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik. seperti Allah Maha Besar. menurut Benny.

Sementara itu. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia. selain buku. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak. Madu Libi. publik digempur oleh serial televisi. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah. Hetih Rusli. Begitu pun buku-buku mahal.500. "Ini. Sebenarnya. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. Mengenai harga jual. Buku karya asli. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris. kata dia. editor Gramedia Pustaka Utama. Harga jual Gramedia yang efektif. Hakim punya pendapat. Apalagi. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali. lo. kata Hetih. Sudah saatnya. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. dan Hari Pertama Sekolah. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga. Serial Dobi.COM 2009 . Masalahnya. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. Hetih juga berpandangan sama. dan Janji Cici mendapat respons baik. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. Bahkan. karya asli kalah promosi. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. Namun." ujar Abdul. Sementara itu.sangat panjang. kata dia. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif." Back © Copyright KORANTEMPO. dan pernak-perniknya. menurut dia. Aku Rajin Membaca. meski dijual di atas Rp 50 ribu." ujarnya. di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. film. dia melanjutkan.

Dia lagi mengkhayal. Juga khayalan-khayalan mereka. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. piano mungkin alat musik biasa.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak. Ramya: "Dia anak kecil. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. pergi ke rumah neneknya. diterbitkan oleh penerbit yang sama. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. dan sebagainya. lorong waktu. cerpen bahkan novel. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya. Jakarta Barat. Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. bocah berusia 10 tahun. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. nikmatnya es krim. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan. Ramya. soal 'Dunia Es Krim'. Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. Ngelamun. Kemudian ia . Tentang dunia peri. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka. Bagi kebanyakan orang. melainkan hanya khayalan Ramya. Terus dia masuk ke dalam. Ternyata pianonya itu bisa bicara.

Lama-lama banyak. dengan huruf tak rapi khas anak-anak.coba-coba buat cerita. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. Pas umur 6 tahun dia mulai baca. Lama kelamaan. Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Terus saya kumpulin semuanya. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. Hanya itu saja. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. Jadi kalau aku terbitin buku. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. Haha. Marcapada Sukardi. Kayaknya ga enak deh. Jumlahnya 30an anak. Ibunya. Ramya: "Seneng sih. Meski orangtuanya bukan penulis. Dapat banyak teman. tapi biasanya di malam hari. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. difotokopi." Kata Gita. Jadi aku punya banyak teman. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain. adalah seorang akuntan. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. Saya pikir kan sayang. dari umur dua tahun. Itu sudah saya kasih banyak buku. Gitawati Setianingrum. sejak Ramya masih kecil. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. kadang di buku. katanya. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. Bertebaran kadang di kertas. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu. Jadi tiap malam saya bacain. lantas disalin ke komputer. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya. Saya bacain meski dia belum bisa baca. tumpukan tulisan Ramya menggunung. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Banyak yang ngirim imel juga." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. Ayahnya. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja. Ramya mengaku senang. bekerja di bidang informasi teknologi. ada alamat imel aku. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. saya sudah kasih banyak buku ke dia. Gita mengumpulkan semua. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Dia mulai bisa melihat . ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. mending saya punya soft kopinya. Saya kumpulin terus diketik. Terus bisa jadi deh. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

*** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin. perekayasaan. Setelah itu. tak berbudaya. bahasa. Mereka yang berkarya di luar itu. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa. terpelajar. sejarah selalu berpihak pada penguasa. masuk kategori bacaan liar. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. Tetapi. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. dan paling berjasa dalam membangun sastra. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat. Teeuw. Akibatnya memang dahsyat. semacam almanak. Pada tahun 1659. Jika dikatakan. roman picisan. Menurut catatan J. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. marjinal! Perhatikan pernyataan A. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri.A. kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka. dan kebudayaan Indonesia. dan penyesatan. 15 Maret 1668 yang kemudian . van der Chijs (1875). ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. penenggelaman.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. bahasa pasar. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka.mahayana-mahadewa. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya.

ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. Biang-Lala (Batavia. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. Pada dasawarsa itu. mingguan Selompret Melayoe (Semarang. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya. 3 Februari 1860). Bahkan dalam berita berkala itu. Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar. beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. 3 April 1858). disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. 11 September 1867). penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. 5 Februari 1856). Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. Dari situ. Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. Belakangan. 1833—1843). sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. Awal tahun 1800-an. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi. daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang. mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial. meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. Selama hampir empat dasawarsa. Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. 5 Januari 1856. pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. juga berbahasa Jawa. Penerbit E. 10 Mei 1862). Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. Sebutlah beberapa di antaranya. . Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. Soerat Chabar Betawi (Batavia.menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. Lahirlah Bromartani. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. dan mingguan. dan maklumat atau pengumuman pemerintah. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam.

‖ Ketiga. bahasa Melayu dijadikan . Padahal. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda. Dengan demikian. banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. Kedua.E. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. timbul kesadaran. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. barang-barang lelang. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina.Pertama. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. Maka. Pertimbangannya. Dari sana. Maka. dan sekolah pribumi. dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. Pada mulanya. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. Oleh karena itu. adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. suratkabar. baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini. Tambahan lagi. terbitnya sejumlah berita berkala. Mengenai hal tersebut. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. sekolah Cina. Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. J. Keempat. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu. jadwal kedatangan dan pemberangkatan. jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi.

golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. Di samping itu. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan. Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. berjumlah 400-an karya (1917—1967). ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. dan 96 berbahasa Melayu. ketika bermunculan penerbitan suratkabar. Kelima. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. seperti yang dicatat A. dan buku-buku berbahasa Melayu. D.‖ Jadi. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa. antara tahun 1903—1928. untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. Dengan demikian. Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar. Sangat wajar jika kemudian Dr. Sampai tahun 1928. tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. direktur Balai Pustaka ketika itu. Dengan demikian. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. majalah. Salah satu karya terjemahan yang terkenal. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. Rinkes. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . 204 berbahasa Sunda. Oleh karena itu.A. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh. sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah. salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. Teeuw. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. bahkan juga Belanda. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan. Pada dasawarsa 1880-an. Jelas pula di sini.sebagai bahasa pengantar.

Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia. www. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik. Radio. .wordpress. Bulletin.mahayana-mahadewa. Bahkan.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. seperti Televisi. tanpa penggelapan. Jadi. cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.com. Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu. sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar. Tabloid. Di mana buku menjadi barang mewah. Majalah. Maka. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu. Nampaknya bukan itu saja. Jurnal. peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. Belakangan. Demikianlah. tanpa manipulasi. menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi. Allrights reserved http://klubhausbuku. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu. Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan.

Jawa Timur. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. 39 Tanggapan to this post. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. Bagaimana ini. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku. SMP. meskipun ini tidak didengar. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. Yogyakarta 99 penerbit. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. SMA.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. 1. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. Diawali dengan. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini. saya memang tidak tahu persis soal ini. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. Jawa barat 99 penerbit. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. Menariknya . Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. 67 penerbit. talk show.

CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www.acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia.com bagian bawah web site .Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung.klubhausbuku. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008. KETENTUAN PESERTA 1. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku.blogspot. Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta. Peserta dari SMA. Masuk log untuk membalas 3.pestabukujakarta.com Masuk log untuk membalas 2. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini.Nama Blog atas nama peserta lomba. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A. 2.

Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? . teknologi.3. Penerbit pun kembang-kempis. Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman .comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot.com 4.. Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka.Semua Blog mencatumkan link http://www. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya . dan buku dongeng untuk anak-anak. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang. dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri. Ada lomba lukis anak-anak. Ada buku keluaran terbaru. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku.anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh.pestabukujakarta.Tema bukunya pun beragam.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk . fiksi. .pestabukujakarta. sampai 70%. Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. dan temu artis. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot. Ada yang sekadar melihat-lihat.Tema buku apa yang anda paling suka( sastra.Isi/conten dalam blog. Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku. ilmu pengetahuan. workshop fotografi. Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku. tapi daya beli lemah.com . Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal. judulnya pun beragam. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan.Komentar salah satu buku yang anda suka baca.. mulai agama. Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka .Bagaimana apresiasi anda terhadap buku . Novel.Resensi 10 buku apa saja . Selain murah.Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www. ikapijaya@pestabukujakarta. ada juga stok lama yang mereka obral.Komentar Blog tentang Pestabukujakarta. . pelatihan menulis fiksi. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus . Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta. agama.

Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel.‖ ujarnya. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. tapi ya baca-baca di tempat aja. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. "Harga kertas selalu naik setiap tahun. Meliana. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku. Namun. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan.membelinya. Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. 40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Pendapatan penerbit pun turun. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar. Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. Menurut dia. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006." kata Meliana. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. Padahal. juga mengeluhkan mahalnya buku. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. ibu rumah tangga. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah." kata perempuan berambut sebahu ini. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik. Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku. Sejak menikah. Sebab. belum lagi .

Dari 740 penerbit di tanah air. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1." katanya. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. jumlah itu sangat kecil. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. yang terbaik nanti diterbitkan. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. mencapai lima kali lipat.pajak yang berlipat-lipat. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal. ilmu juga mahal. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. kiriman penulis. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. semuanya harus memenuhi persyaratan. Berdasarkan data Depdiknas. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. distribusi. ―Memang dari biaya cetak. Menurut Bambang. di luar buku pelajaran. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. tidak akan ada penerbitan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta. Tanpa sebuah naskah.‖ katanya. Akibatnya. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . tidak melulu bisnis. Jika buku mahal. sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. Menurut catatan Ikapi. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan.

com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. Misalnya. dan antar golongan/adat istiadat). apakah bahasa pengarang mudah dipahami. tingkat berapa). sumber . Buku yang laku. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. orang tua. sekolah. mahasiswa (jurusan apa. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. tidak menentang ideologi negara. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. universitas misalnya. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu. 4.2. 8. agama. anak-anak. akan menguntungkan dari segi dakwah. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. tapi juga disukai khalayak pembaca. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). kaum ibu. Dari sudut ekonomi. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. buku agama. dewasa. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. 9.http://penulissukses. 3. ras. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. baik penerbit maupun penulis. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa.

Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh). Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. c. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. dan sebagainya. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. Nah. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. mengenali tulisan semacam ini. Ia membaca karya pengarang. Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). Sebagai seorang pembaca. jelasnya. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. kirim ke media lain. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya. tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional. penatar. Editor yang terlatih sangat tangkas. Perbaiki dan ketik lagi. maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. Kalau menyangkut karangan kreatif. Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). ia tidak hanya sekedar membaca. Sulitnya. plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. . Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). b. Untuk itu jika naskah dikembalikan. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya.

Tahun 2006. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. dan buku pengajaran. Karya sastra Dari rumpun sastra. kumpulan esai. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu.11:05 . sedikitnya tercatat ada 26 judul buku. maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. jangankan diterbitkan. 01/02/2007 . naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. seperti Rancage. hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. LBSS. kamus. Ya. Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. Hadiah-hadiah sastra. Mengantisipasi hal tersebut. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan.Media yang telah bonafide. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya. Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. buku agama.dikirim oleh: imelda. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. dikembalikan pun tidak. . Media massa.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. Kenyataannya. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. Ada karya sastra. Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis. kumpulan lelucon. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. untuk tabloid (mingguan). Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS.

Bentang Pasantren karya H. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid). Pasukan Siluman Haji Prawatasari. Untuk bacaan anak-anak Sunda. karangan Apung S. dan Jatining Sobat.H. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. Kedua. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah. Kamus Tahun ini. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H.Sementara. Beruntung. dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). Ekadjati. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. kumpulan sajaknya terbit dua judul. Selain yang telah disebutkan di atas. pada tahun 2006 tak terbit karya baru. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan).A. keduanya berupa cetakulang. Neangan Bulan. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. Sedangkan yang kedua. Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). Pertama. karya Dadan Sutisna. Wiratmadja. karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. . terbit tiga judul. Buku agama. Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. tapi bisa dibilang fenomenal. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. adalah buah karya mendiang Edi S. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran. melainkan karya bersama.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. Wirtatmadja. tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana. Itulah Kamus Sunda R. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). Nu Ngageugeuh Legok Kiara. Usep Romli HM terbitan Kiblat. kini diterbitkan Pustaka Amaldi). Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945. Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda. Pertama. tahun 2006 lalu terbit dua judul. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga.H. Tetapi keduanya bukan karya tunggal.Begitu pula dengan roman Sunda. Lainnya. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. Karna Yudibrata dkk. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. Lalu.

Sumber: Pikiran Rakyat. Sabtu. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi). sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama.A. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda. tinggal di Bandung. Kemudian. Penerbitnya sendiri. tetapi sekarang mencapai 26 judul.*** *) Atep Kurnia. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 . Pada tahun 2005. Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. Dari 26 judul buku yang terbit. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul. Satu lagi. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana. Padahal pada tahun sebelumnya. Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda. Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. Danadibrata. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda. terbit kamus monumental Kamus Sunda R. Salah satu sebabnya. keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Selain itu. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda.com/atom.Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005. menurut catatan. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul. paguyuban. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan.xml Misteri Pedang Skinheald. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda.blogspot.

Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit. Jalan ceritanya seperti biasa.. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D. Hehe. ya. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’.. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. memang sudah banyak. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu.. ini memang buku anak karya anak. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk.700 Nanti dulu. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. mudah-mudahan aja ya? . dan bersicepat dalam hal lain. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Ceritanya fantasi. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. Ata akan makin piawai merapikan. Mungkin dengan bertambahnya umur. dwarf. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. ada kekacauan. Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. CS Lewis. seperti elf. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. kadang berlari. Jadi kadang berjalan di tempat. ilustrasi juga banyak. Hehe. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca.. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. Tetapi halamannya terbatas.A Ataka AR Penerbit Alenia. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka. ada perebutan kekuasaan. dan ada juga ghostmorgana. di mana tidak. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh. hurufnya besar-besar. goblin. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur.. JK Rowling. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin.

Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). Wah! Posted on March 5. Diharapkan terbit akhir Maret ini. halamannya lebih banyak. 2006 2:42 AM | Permalink . selain dari pembatas buku.Trus. Dan. MPS 1 waktu diserahkan pada editor. 160 halaman.