P. 1
jumlah bacaan anak2

jumlah bacaan anak2

|Views: 617|Likes:
Published by Mhads Ahmad

More info:

Published by: Mhads Ahmad on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. peri. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. mantan wartawan.com Nah. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. Buku ini tidak ada di toko buku. hewan. tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan. Makin muda usia anak. Karena kekaguman itu. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. mainan. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". Dengan berbagai tokoh mulai orang. kurcaci.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. Mereka selalu menikmatinya. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. yang saya baca pada jaman balita. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. hantu.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan.blogspot. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. I will tell you a story. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Buku serial Tini misalnya. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. sekolah. pepohonan dan lain sebagainya. bisa menghubungi saya di sini. makin sederhana cerita dan gambarnya. Besar . Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Pangeran ikut-ikutan merokok. Untuk detilnya ada di http://rumahriang.

belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. diam-diam. dan melahap buku. komik Mahabharata. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. dan kurang diperhatikan.sedikit. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. buku komik aneka macam. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. menyerap. Butuh ketrampilan tersendiri. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. biasanya berakhir bahagia. saya bertemu Bobo dan Kuncung. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. apalagi yang terkenal. Wah. tidak diperhitungkan. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. dan majalah anak-anak. Nanti kalau sudah SMA. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. adalah sedikit contohnya. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Semua cerita yang saya baca saat itu. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. tapi belum tentu. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. saya pasti akan lahap. Saat itu. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Karena sudah saya baca semua. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. . seperti yang terjadi pada Ariotomo. “Itu bukan buat anak SD. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. Di rumah. baru boleh baca. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD.

com) dalam obrolannya dengan saya. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. “Kan aku udah baca.” ini jawaban Ari dan Putri. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit.” “Tahu dari mana?”pancing saya. Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. “JK Rowling. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. dari 0 hingga 12 tahun. dan lit-lit lainnya. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. Rentang usia anak-anak yang juga luas.blogspot. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. Namun demikian. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. Minat jadi penulis buku anak-anak. chicklit. Gramedia-nya Amerika.” papar Renny Yaniar. sedang duduk bersama diam- . mudah didapatkan. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. Buku belajar membaca. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri.atau hal-hal semacam itu. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi. bukannya tak ada. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. “Yah. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang. iseng.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit. “Bingung gue. kali ini pada Putri dan Hani. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. Tante. Begitu juga dengan keponakan saya. Hani.

ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. mainan. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. Dengan berbagai tokoh mulai orang. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. isinya harus bisa dimengerti anakanak. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. Makin muda usia anak. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. Jalan ceritanya pun amat kompleks.” Di luar soal minat baca anak. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. Tetapi. Renny Yaniar. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. hantu. Bahagia melulu soalnya. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. jadi tidak banyak diproduksi. makin sederhana cerita dan gambarnya. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. I will tell you a story. “Setahu saya. Buku serial Tini misalnya. hewan. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Yang pasti. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. TK. Tapi buku-buku impor sudah ada. pepohonan dan lain sebagainya. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya.diam di kamar. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. Di kamar keponakan saya saat itu. Nggak bikin saya sirik.‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. peri. Buku-buku untuk balita. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Tokohnya tak cuma dua kubu. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. February 23 ―Now. yang saya baca . Mereka selalu menikmatinya. dan menghibur. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. pesan moralnya jelas. kurcaci. Cerita di Harry Potter tak hitam putih.

pada jaman balita. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. dan kurang diperhatikan. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. ―Itu bukan buat anak SD. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. . Asal ada hurufnya dan bisa dibaca.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Nanti kalau sudah SMA. Karena sudah saya baca semua.‖ papar Renny Yaniar. Butuh ketrampilan tersendiri. Raumanen-nya Marianne Katoppo. saya pasti akan lahap. Semua cerita yang saya baca saat itu. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Wah. Saat itu. dan melahap buku. saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. Di rumah. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. atau hal-hal semacam itu. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. tidak diperhitungkan. dan majalah anak-anak. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. baru boleh baca. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. saya bertemu Bobo dan Kuncung. menyerap. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. biasanya berakhir bahagia. seperti yang terjadi pada Ariotomo. apalagi yang terkenal. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. buku komik aneka macam. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. komik Mahabharata. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. tapi belum tentu. adalah sedikit contohnya. Besar sedikit. diam-diam. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja.

―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. Tokohnya tak cuma dua kubu. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Namun demikian. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. Gramedia-nya Amerika. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan. ―Kan aku udah baca. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata.‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. Minat jadi penulis buku anak-anak. Tante. Hani. iseng. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. Jalan ceritanya pun amat kompleks. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. ―Yah. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. Begitu juga dengan keponakan saya. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. Tetapi. dan lit-lit lainnya. ―JK Rowling.‖ ini jawaban Ari dan Putri. mudah didapatkan. ―Bingung gue. Renny Yaniar. Di kamar keponakan saya saat itu. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita . Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. bukannya tak ada. Buku belajar membaca. dari 0 hingga 12 tahun. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. kali ini pada Putri dan Hani. chicklit. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. Rentang usia anak-anak yang juga luas.

paman janggut... karangsati said.dan anak-anak usia sekolah dasar. 18 Comments: At 9:11 PM. jadi tidak banyak diproduksi. posted by -Fitri Mohan. "Once upon a time" ?? :D hehehehe. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya... jika ingin menjadi penulis buku anak-anak.. I love Harry Potter too . Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria.... dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? . Buku-buku untuk balita. hehehe. Nggak bikin saya sirik. ―Setahu saya.. siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe. isinya harus bisa dimengerti anak-anak. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. anak kecil baca lit-lit. At 11:08 PM.. gaswat banget dong itu . produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. Bahagia melulu soalnya. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM.‖ Di luar soal minat baca anak. deni si manusia ikan. waktu aku kecil yang aku baca bobo. dan tambahkan Narnia. walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh. Fenty Fahmi said. Tapi buku-buku impor sudah ada. dan menghibur. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2. Bukannya biasanya. And yeah.@ 5:30 PM... dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik.. Yang pasti. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. OktaEndy said. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang.. pesan moralnya jelas. padahal ceritanya kompleks gitu.. TK....

.... meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin..At 2:38 PM. saya suka tulisan ini.. Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) .. At 8:17 AM. Buku anak-anak yang dia buat.... *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM.. Daniel Mahendra said.padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy). Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak. Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak. Yoga said.... jadi seolah."malu ih org gede baca buku anak2". favorit saya saat ini adalah Clara Ng.. tapi dua nama itu nggak lupa deh.. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash. Mbak. Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2.. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya. untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya...*iya i know elu tertawa guling2an*. endangcinta said. buat gue sendiri sih. Selain isi tulisan. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak. At 1:47 AM... Penulis Indonesia..tidak ingin membatasi seperti itu... Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes. Bagus sekali. yg juga menulis buku anak. veridiana said. ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak.. Saya masih ingat Tini.. mang nape? hehehe. Gue jg baca Bobo kok...

komik nina.. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku.. mister. rebutan ama si mas dan adek . kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu.. :D At 5:55 PM. *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu.. tapi ini kan dari jaman kuda dulu. kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM... saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil..... setujuuuuuuuuuuu. accordingtod said. saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM.malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung.. At 4:34 AM... saya masih baca donal bebek setiap minggu. xxx said. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* .hhehe. belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih. nengjeni said..us said.. yati said.. Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku... saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain.. lima sekawan.i. hans christian andersen.At 8:47 AM.

said. narnia dll emang masih jarang.. teladan anak sholeh. tapi kalo cerita sekelas harry potter. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya. @karangsati: hehehe... dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa.. --ambar-. banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak. bisa jadi begitu nanti ceritanya. At 6:49 PM.. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM...said. dan nggak ada salahnya juga.. biasanya trus kreatif belakang2nya. @daniel: betul. ada buku anak tentang kisah nabi. Jujur.. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time... nyengir. jeng fitri. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa. . @okta: waduh. unfortounetly event. Mbak Fit.. Belum berani nulisnya. At 2:19 AM.. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu. Thanks untuk infox. kemasan bukunya juga makin cantik.. Good Posting !! At 2:03 PM.. atau senyum2nya. dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca. Kepingan Hati said.At 12:05 PM. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa.. ndahdien said.. -Fitri Mohan. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul. ditunggu buku anak2nya. MAY'S said. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2. kepingin doang nih mas.

dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan). dan Kate DiCamillo. lebih bagusan yang sekarang. Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat".. :-) @kepingan hati: sama-sama. di Indonesia. Thanks for the info ya may. @misterius: iya.org. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis.@yoga: makasih ya jeng. JK Rowling sih nggak ada matinya. hehehe. elite_hunting said. Yang terakhir baru berdiri. kalau mau ngomongin variasinya. Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. Btw. tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia. Robert Wolfe. Paradise Lost-nya John Hamilton. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. Jacqueline Wilson. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader. tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. young reader. Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka.wikipedia. saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak.. Eh. Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah. lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). anak korban perceraian. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman. Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak.blogspot. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www. @diny: sekarang udah banyak emang. @ndahdien: iya. Kalo dari gaya bahasa. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan.com . tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya. entry children literature.penerbitkakatua. At 11:23 PM. @mays: ohya? Nah. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2. tini udah lama banget. pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur. Coba aja klik www. kalau dari segi variasi dan akses. maaf.sacred-text. Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. tapi belum bisa dibilang teenlit. ini fakta lagi nih. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. Di http://www.

Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. Kompas . (ynt) . Menurut Benny Ramdani.000-Rp 20. Hanya anak kota Namun. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan. Bandung. balita." kata Ali. tidak hanya dari kertas. "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler. Menurut Ali." kata Ali. tetapi juga dari kain dan plastik.000 eksemplar.000-Rp 250." tuturnya. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan. "Menurut penelitian yang sama. Sekali cetak mencapai 3. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. Segmen buku anak sangat luas.000-5. tetapi bisa beberapa kali. mulai anak prasekolah." kata Ali. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak." katanya.ungkapkan. Oleh karena itu. penulis cerita anak dan editor. lanjutnya. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150. Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari. meng. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru.Sejak dua tahun terakhir.000 per bulan. Tidak hanya bahan dan atau wajah. Selasa. Meskipun perkembangan buku anak pesat. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. Buku anak.Post a Comment Kompas. Penjualan buku untuk balita lebih banyak. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak. jumlah penulis buku anak hanya sedikit. penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. Minggu (15/10). konsumsi buku anak meningkat tajam. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar." ujarnya. Demikian dikatakan Ali Muakhir. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah. "Untuk mengatasi hal tersebut. menulis cerita untuk anak itu mudah. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak. isinya pun semakin beragam. serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. "Jika menyukainya. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali.000." katanya. atau mengadaptasi dongeng. "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak.

yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. Ada 80 ribu buku. Batu Api di Jatinangor. Ultimus di Lengkong. majalah. ada Zoe di Pagergunung. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu.Januari 5.300 orang anggota. Tobucil di Jl Aceh. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. dan. hingga otobiografi. novel sastra. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer. Pustakalana di Jl Ranggamalela. Mizan Learning Center di Arcamanik. Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda. ada yang hanya komik.. Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. Maka. Tapi. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya. Bahkan. Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota. Rumah Buku di Hegarmanah. sambil menyelam minum air. Ada Potluck di Teuku Umar. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. manajer humas dana pemasaran Zoe. Lawang Buku di Dago Tea House.‖ ujar Handerson. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. Ada Manisee Community di Cibiru. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. Litera di Ciumbuleuit. Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan. Pustaka Latifah di Margahayu. Sambil membaca buku. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Baca-baca Bookmart di Sabuga.‖ ungkap Handerson Rizal. ‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya. Zoe telah memiliki 9. Das Mutterland di Cihampelas. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit.‖ ujar Jan Adip. pada kurun 1850-1906). Ketika ia berkunjung ke Bandung. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung. bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa. Minor Books di Cijerah. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. . ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman.

yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam.republika. Didirikan pada Desember 2006. roti kering bagelen. Hal itu pantas kiranya. noodle.‖ ungkapnya. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika.000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan. Di Tobucil.‖ tambah Hawe. 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat . PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. Hawe Setiawan. juga ikut meramaikannya. dan sebagainya. Klab Belajar. Meski begitu. dan pemerhati budaya. Edi S Ekajati (alm). Hawe menuturkan. menyusul hadirnya Klab Baca. Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. Di pekan kedua setiap bulan. seperti Ajip Rosidi. Klab Musik. Manajer Humas Prefere 72. dan Ayatrohaedi. berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri.‖ kata Hawe. Berbeda dengan Zoe. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia. Klab Nonton. Sejak didirikan pada 2002 lalu. pengarang buku. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. membicangkan masalah manakiban. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca. Julian Millie. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. Sekretaris Yayasan Rancage. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda. dan library dalam satu paket. hala itu tak mematahkan semangat PSS. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. Di sana banyak berdiri klab.‖ tutur dia. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas.co. Tapi. Ada Klab Rajut. Setiap akhir pekan. dan cemilan ringan lainnya. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari. Pada bulan ini. Sumber: www. Meski begitu. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah. Nita Arriastiti.id Sabtu. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72.

Tengok. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama. Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. terutama buku-buku bertemakan Islam. paling besar buku Islam. Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. General Manajer GIP. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah. dalam dua tahun terakhir. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius. Sisanya.buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. Proporsi demikian tentu terbilang besar. Bahkan. "Jadi. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. GELIAT penerbitan buku. "Bukubuku agama. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. Pendataan IKAPI Pusat. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. Saya yakin di toko buku lain. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. Apalagi. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut. Oleh karena itu. misalnya. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an. untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun. mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus. Maka. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar. yang bukan toko buku agama. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan.toko buku.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah." kata Iwan Setiawan. ." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus. misalnya. Tengok saja selama bulan Ramadhan. Saat ini. Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam. "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam." kata Arif menambahkan. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia. kertasnya koran semua. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. Bahkan. tidak sekadar dari kertas koran. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. khususnya Islam. Artinya.

000-an eksemplar. menurut pengakuan penerbit ini. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. Menurut dia.200. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa." kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa. mulai tahun 2003. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat. Asma Nadia. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal. Dalam dunia perbukuan.Menurut pendirinya. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan. Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan. Bahkan. yang diberikan kepada karyawannya. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. GIP sendiri berdiri tahun 1985. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. kini mampu membangun kantor. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. Novel. misalnya. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. Bahkan. Wanita Harapan Tuhan. Dari jumlah karyawan. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. Merasa cukup laku. DALAM khazanah penerbit buku Islam. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. dan Gola Gong." kata Haidar Bagir. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. misalnya. pendiri kelompok penerbitan Mizan. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. Hingga bulan September 2003. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. Nama-nama Islami. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan. Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. ada yang sudah terjual sampai 50.

Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku. karena pasar begitu besar. beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. kami penuhi dulu. kami coba masuk sedikit. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan.penampilannya.buku bertema Islam. baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional . Bahkan. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. Salah satunya. Ya sudah. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym. ini juga mencatatkan rekor penjualan. editor MQ Publishing." kata Yopi menambahkan. MQ Publishing. Penerbit Erlangga. Sifatnya partisipasi saja. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. Tidak heran. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. "Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku.cerita ringan. ia menyunting naskah atau manuskrip. "Kami melihat market share yang sangat besar." jelas Yopi Hendra. Makanya. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut. Bahkan. . sejauh tingkat tertentu. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini. Di antaranya. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi. Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. Dalam waktu kurang dari sebulan. Sebab tiga negara berbahasa Jerman. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym.buku bertema Islam. salah satu editor Penerbit Erlangga. Swiss. mencetak buku. Ia menyarankan kepada si penulis. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku." kata Singgih.

Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25.2005). Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama).300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. Mereka ini mencakup 1.74. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit. seperti wilayah berbahasa Jerman. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21.074 di antaranya buku terbitan baru. Itu artinya 86. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas. Ini berarti. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit. Sisanya adalah cetakan susulan.074.9 persen. jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6. Untuk wilayah yang relatif kecil. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku.076 miliar Euro. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86. 4. maka kenaikan omset 0. ada banyak koperasi publik.7% atau setara dengan 9. termasuk jurnal ilmiah.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi. jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China. Akan tetapi.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich. Di antara penerbit.823 penerbit. cetakan kedua atau ketiga. misalnya. duapertiga darinya adalah penerbit. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6. yakni 155. setelah omset pada tahun 2003 turun 1.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini. Terjemahan .543 judul buku . mencapai 9. fakultas universitas.076 miliar Euro.04. yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman.349 toko buku dan 78 supplier buku. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74.

Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga.7. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan. Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6.5%. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia . diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku.1%.6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris. Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain. 3.3% dari bahasa Italia. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1. Ceko dan Rusia dengan 6.6 persen). Lebih dari 4.6 % di tahun 2004.9%. bahasa Spanyol (2. Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis.2 persen).500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra.8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman. Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman.3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit.6 persen). yakni 56. Hanya 6. Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5.7 persen) bahasa Swedia (2. Lebih dari seperempat atau 25. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7.7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris.8%. Akan tetapi. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku. Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan.9 % tahun 2003 menjadi 50. para pembaca Jerman cukup dimanjakan. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975. disusul dari bahasa Belanda (2. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul.

bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet. kedua lahan ini berkembang bersama. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. yakni penerbit Jerman. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. tapi saling melengkapi. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. Online-Redaktion . Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain. Akan tetapi. Selain itu. Untuk kenyamanan pemakai. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Di sini. Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. atau publikasi online seperti database ilmiah di internet.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. cetakan 2005. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut.8 persen. Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri. Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini. dan jumlah ini bertambah setiap harinya. Warisan Gutenberg.

Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. sarjana sastra. yang terutama dilakukan oleh peneliti. . diantaranya adalah Soseki Natsume. Teeuw. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). Namun begitu. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia.Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. Harry Aveling. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri. atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. terutama karya para penulis muda. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A. John McGlynn. Di Jepang. dan Endo. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Kawabata. Mishima. lembaga budaya. sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya.

Shahnon Ahmad dan A. Ahmad Kamal Abdullah---penyair. Dengan beragam variasi. Lajja. yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. Mochtar Lubis. sastra dunia ketiga. Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu. Korea oleh Richard Kim. dan F. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan . India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. (3) benturan. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. dan perubahan nilai suatu budaya. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. Samad Said (Malaysia). yang berasal dari pecahan India. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri. dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. Contohnya adalah Taslima Nasrin. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. Sementara itu. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. ditulis dalam Urdu. interaksi. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. dan diaspora. Bangladesh. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). Atau sebaliknya. apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. YB Mangunwijaya. peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. berkarya dalam bahasa itu. setelah dilarang di Bangladesh dan India. isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. Nick Joaquin. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. Sionil Jose. Novel kontroversialnya. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris. namun keasiaan mereka tak luntur. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. dan Umar Kayam. dan Pakistan dengan Syed Waliullah. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris.

negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris. penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. dibanggabanggakan pencapaian literernya. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. baik kritikus lokal dan asing. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. Sementara naskah N. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan. Dilihat dari perkembangan terkini. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. Artinya. dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial. Cantik itu Luka. Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. Tentu saja ini membanggakan. Indonesia . misalnya puisi dan naskah drama. . Goenawan Mohamad. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat. sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. peringkat tinggi antara bangsa. Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. bukan semata-mata anggapan kritik setempat." demikian tulis Ahmad Kamal. malah cenderung membaik. Di ranah lebih minor. di antaranya Vintage. Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. Sejumlah kritik. rasanya harapan itu tidaklah muluk. Debut novel Eka Kurniawan. dan Sapardi Djoko Damono.yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik. Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. penulis eksponen posmodern Jepang. berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan.

di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). antologi penulis Iran. dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting. fiksi Seno Gumira Ajidarma. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje. Harus diakui. novel Ahmad Tohari. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia. . Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. sudah akrab dengan pembaca awam. upaya itu patut dipuji. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia. mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". Sionil Jose. Indonesiatera. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. hingga kontemporer. Riantiarno. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris. Yukio Mishima. dihadirkanlah karya Syed Waliullah. lebih-lebih dalam bahasa setempat. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. Shahnon Ahmad. hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. Yayasan Lontar. Gramedia. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. namun begitu berkonsentrasi. Abracadabra. Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. avant-garde. Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. drama N. F. upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. seorang penulis asal Pakistan. Dari Asia. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali. mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). Amrita Pritam (penulis India). antara lain puisi Joko Pinurbo. Filipina.

sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. kopi. Rumah Buku Bandung. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. demografi. Penerbit Equinox. dan inovatif menggarap ceruk ini. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta. seorang warga Amerika Serikat. Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. biografi. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. hingga tema sastra. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. sejarah. Tema-tema buku sangat bervariasi. Politik penerbitan. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. dan identitas Asia. Di Indonesia sendiri. intelektual. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. distribusi. sama dengan pembacanya. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia. sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. kebijakan luar negeri Indonesia. konsisten. cultural studies. sastra diaspora. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). Sebaliknya. etnografis dan etnologi. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. sementara itu produknya pun banyak. Aksara. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. Bila jeli. Untuk bisa masuk pergaulan global. pengeksplorasian. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. militer. Kinokuniya. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. menarik perhatian. cukup laku dijual. pemasaran.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. kualitas terjemahan. Seluruh buku . Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia. Etno Books.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

"Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi). mengamini. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta. Ini diakui oleh Saut Situmorang. "Kalau memang konsisten. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. pada 2007 yang masuk ialah Angsana. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial. sisanya dijual Ultimus. ketimbang didominasi sama Grasindo." kata dia via email. "Tidak bagus iklimnya. (terutama dari) variasi gaya penulisan.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan. Belum sampai dicari oleh penerbit. misal menggunakan huruf embos. Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. baguslah itu. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. Meski begitu. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan." puji Dian Hartati. kalau bukan menerbitkan sendiri. "Asal biaya produksi ditanggung. Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain.Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun. Penyair masih ada di pinggiran. karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis. Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar. penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi. yaitu hard cover dan berjaket. Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan. editor Ultimus. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. Bukupop milik Karsono H. Ksatria di Jalan Panah . Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. kami pasti mau menerbitkan buku puisi." Karna." ujar Urip. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. "Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. "Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. Urip Herdiman Kambali.'" Saut pun mendukung Bukupop. dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007). "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. apalagi penyair tak terkenal. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia." kata Bilven." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi.

"Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. merekomendasikan link yang bagus. setelah itu mati. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra. Menurut Dian. biasanya dibantu kawan untuk menangani. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. Mereka saling terkait satu sama lain. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber." kata Dian. promosi dan resensi. juga aktif di milis komunitas sastra. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . Alih-alih syairnya. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. Hampir semua penyair. Kenyataan ini disadari semua penyair. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu." kata dia." kata Hasan Aspahani. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan. namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan. Selain itu. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. Mereka membuat blog dan situs. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. Penerbit independen gonta-ganti muncul. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat. Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri. Hasan Aspahani. Menapak ke Puncak Sajak (2008). Link menghubungkan mereka dengan siapapun. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri. bahkan distribusi." ujar Saut sengit. Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock. Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. baik pembaca umum maupun sesama penyair. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. eksplorasi dan eksperimen. yang karyanya sudah terbit maupun belum.

Penerbit Republika.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. pilihan tersebut baik-baik saja. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet. termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. Asma. . sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan. GPU. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman. penyair senior. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim. termasuk dari unsur yang paling permukaan.000 kopi. Selain Helvy. Ahmadun Yosi Herfanda. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat. eksklusivitas jadi masalah. dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU. Senayan Abadi. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. Kini beranggota lima ribu lebih. Habiburahman. terutama As-Syaamil. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop. Cabang FLP ada di 125 kota. yang ditonton kurang-lebih 2. menjurus berceramah. Kelompok Mizan. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. termasuk di luar negeri.

Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan.Sebelum didominasi FLP. Kesan seragam (monoton). mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. dan damai. sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. lebih sebagai keyakinan pribadi. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan. penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. terlalu fisikal mengedepankan identitas. termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. Diponegoro. Mustofa Bisri. Emha Ainun Nadjib. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. Danarto. emosional. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. Dahlan. Abidah el-Khalieqy. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. Kuntowijoyo. . Pustaka Salman. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. agar karya mereka diterima lebih luas. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar. lebih khusus lagi FLP. pernah besar dan berpengaruh. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. menghakimi (judgmental). alih-alih ekspansif dan akuisitif. Al-Ma'arif. CEO Mizan. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. terbuka. terutama wanita. Jerman. maju. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. mempertahankan skala kecil. Pustaka Panjimas. juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. rasional. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir.

Jepang. Kalau pun ada hiasan. Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu.Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. 4 set meja kursi. Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing. hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah . gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara. Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar. FBF 2007. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. Kendati penampilannya masih sangat sederhana. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. floor display. Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni.‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. dan 2 buah almari kecil atau loker standar. interiornya pun sangat sederhana. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. harapan itu sangat masuk akal. Seperti halnya dengan penampilan luarnya.

Soalnya. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. tapi sebagai awal sudah cukup . ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita. ada yang berminat membeli. kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. Belum banyak sih.‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen. perpustakaan. ―Paling tidak. seperti tentang seni dan budaya. ―Saya nggak nyangka. Ternyata. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania. Selain itu. mulai hari pertama hingga akhir pameran.keikutsertaan di FBF. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. terutama buku jenis artbook di Indonesia. Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku.‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. sisanya terdiri dari distributor. buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. Ternyata di luar dugaan.‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. Dari kartu nama yang ditinggalkan. kehadiran dua perusahan percetakan. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. Namun yang cukup menarik. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini. Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. Sementara itu. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati. agen. terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini. pariwisata. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen).

Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt. . ―Kalau kita tanggung secara bersama. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. Jadi. di antaranya dari percetakan. juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan.bagus. Agromedia.‖ tambah Manahara. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura.‖ katanya. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Untuk mewujudkan hal tersebut. saya kok optimis.‖ kata Manahara. nggak hanya titip buku saja. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. pemasok tinta dan pemasok kertas.‖ tegas Frans Meak Parera. Direktur Marketing Indonesia Printer. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa.‖ ujar Nova Rasdiana. Oleh karena itu. Untungnya. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. Malaysia. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih. Dari segi kualitas.‖ jelas Victor Ho. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. Thailand. Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. utamanya penerbitpenerbit besar. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal.

sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. . Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt. Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat. Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. Selaku penerbit dari dunia ketiga. Namun. apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. Beliau begitu hangat dan membantu. Oleh karena itu. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ. Peter Ripken namanya. baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi. lanjutnya. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas". Kami pun digayuti kecemasan. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. Namun. Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. Tentu saja. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. rasa senang itu tak bertahan lama. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya. ―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. Kami membawa harapan dua penulis lokal. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. Jakarta. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair. karena semua berbahasa Indonesia. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. Bahkan. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. Pertanyaan pertamanya.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu.

Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua. buku pengetahuan.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. koran. Page 1 1 Universitas Kristen Petra I. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. Namun. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair. Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. komik. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami. Kedua.pdf.1. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. Ketiga. majalah. kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. penerbit pun agak ragu memromosikannya.ac. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. atau dari membaca buku. Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. novel. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.World Bank di . dan lain-lain. Kalaupun ada yang berbeda. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. kepribadian. pengetahuan. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. PENDAHULUAN 1. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. Namun. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability). Keempat.petra. Alasannya klise: takut tidak laku. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid. Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik. penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights.

Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 . Kepala Perpustakaan Nasional. hal itu tidaklah mudah. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka.d. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. 1 Artinya dalam soal membaca. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Dan yang sangat ironis. kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Kanisius. di sisi lain. majalah ilmiah. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus. SMU. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. Misalnya.5). Rachmanata. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu.1). tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi. 20 persen. Dady P. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP. Rendahnya minat baca anak. Thailand (65. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. Padahal. Singapura (74. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.dalam salah satu laporan pendidikannya. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51.d. dan SMK. dan Yayasan Pustaka Nusantara. Artinya.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. pada kenyataannya. Namun. Padahal. "Education in Indonesia . Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. saat masih usia anak-anak. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku. Untuk saat ini. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. baik dosen maupun mahasiswanya. Adicita Karya Nusa. apalagi perpustakaan di luar kampusnya. jurnal. tetapi di Indonesia angkanya 1:45.6). mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung.0) dan Hongkong (75. dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar.

mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. Sementara di pelosok desa. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. Pikiran Rakyat. Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. Minat baca dan Kualitas bangsa. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya. Sementara di Indonesia. Sebab. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya. tetapi juga orang dewasa. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa. . mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. baik dari segi kualitas cetak. juga dari segi ilustrasi. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita.M. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo. gaya dan penuturan cerita dan kalimat.KI Supriyoko.Pd. Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya.

Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. 2. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak. Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak.2. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun . Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat.4. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. 1. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1. tetapi tidak meninggalkan budaya. Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang. Manfaat Perancangan. 1. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan.6. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti.3. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2. 1. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. 4. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. 1. sesuai dengan perkembangan jaman. Memperoleh didikan moral. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas. 3. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca.1. Lingkup Perancangan. 3. dan khas dari cerita aslinya.5. Dapat memahami. ornamen.

Konsep kreatif 3. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya. dan lainnya. Unsusr gambar 2. Lingkup Perancangan 6. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. Tinjauan teori cerita 4. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. Rumusan Masalah 3. Latar belakang 2. Sistematika Perancangan 1. Metode pengumpulan data.Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota. Metodologi Perancangan. Pembatasan Masalah 4. tempat. Konsep Media 2. obyek. Tinjauan buku bacaan 3. Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada.8. Tinjauan judul perancangan 2. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. Komposisi 3. kostum. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. seperti karakter.7. Tinjauan teori pisikologi anak . Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Tujuan Perancangan 5.

negeri dan terutama swasta. Respon Publik 3. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Tinjauan cerita timun mas 2. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Dr. tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. untuk daerah-daerah tertentu. Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Menko Kesra Prof. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya. Tetapi di daerah pedesaan. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Kepala Sekolah. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi.6. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. Anak-anak. Dr. Tinjauan teori ilustrasi 1. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. Tabulasi 4. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. Artinya. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. Di daerah perkotaan. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Bahkan. terutama anak perempuan dan remaja. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. Menko Kesra Prof. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi.

atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. dengan pengaturan waktu yang baik. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera. perpustakaan sekolah yang buka pagi. Lebih lanjut daripada itu. dan tidak dibutuhkan lagi. sore dan malam hari. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. mengumpulkan dan membagi buku. dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. pertama. sore. Kedua. maupun dinas-dinas serupa di daerah. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. siang dan malam hari membantu orang tuanya. Dengan demikian. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. dan pusat pembangunan. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. bagi yang mempunyai buku pribadi. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. apabila tidak sedang dibaca. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. apabila ada kenaikan kelas. setiap kali pemerintah. Anggota masyarakat. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. siswa. Karena diperuntukkan guru. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. utamanya ibu-ibu rumah tangga. Anggota masyarakat lain. murid dan orang tua. penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal. perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali. Pada siang. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . semangat dan kemajuan. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali. dibuka untuk masyarakat umum. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. melalui Departemen Pendidikan Nasional. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. menerbitkan buku supplemen guru. Buku guru tersebut juga seyogyanya. tidak lagi ada manfaatnya. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah.

Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. genting yang bocor. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan. atau semacamnya. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas. Lebih dari itu. dan membaca. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan. Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. misalnya pagar yang rusak. akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya.

dan sejahtera. esai. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. kesatuan. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan. Desa maju rakyat membaca. Dan sepanjang pengamatan kami.130. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. yang dibutuhkan orang tuanya. sejak 10 tahun yl. untuk sastera bahasa Bali. anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. untuk sastera bahasa Sunda. Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. (Prof. cerita pendek.242. untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. terus terang saja kami tak mampu. makmur. cinta produk dalam negeri. karena murah dan melimpah. bangkitnya solidaritas antar sesama. antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri. Dengan demikian.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman.190//artikel/26812. baik penulis maupun pembaca. Sumber: http://203. Haryono Suyono. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang. harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas. dan cinta kasih. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku. Dr. persatuan. jumlah engang setiap larik. Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. pada akhirnya akan mengubah sikap. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. Jaladri . Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian. Gerakan ini. Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya. tidak boleh berdiri sendiri. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku. sajak. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait.

bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. bahkan tahun belasan. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. Mandarin. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya. . Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. tidak semuanya dari generasi tua. dll. walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua. tahun 1960-an. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah. begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. India dll. sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang. Temanya pun bersifat kontemporer. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat. namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain. karena ketika mereka duduk di SD. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris.

Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. walaupun hidupnya merana. Djoko Lodang. Ada juga berita. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). Djoko Lodang berupa tabloid. Kalawarta Kudjang. dll. Cupumanik. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. sejarah atau legenda. baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . sedangkan iklan tak dapat diharapkan. terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. pengobatan tradisional dan semacamnya. Isinya umumnya berupa cerita. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional. dll. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. Joyoboyo. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Keduanya berupa majalah. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. perimbon. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). keduanya berupa majalah. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. di samping itu banyak memuat puisi. yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah. Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). Manglé terbit mula-mula bulanan. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Galura. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat.

Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup . Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing. di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. pertanian. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan. sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional). Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. terutama buku-buku teks. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan.dengan pers bahasa nasional. Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional.

RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. terutama dalam radio-radio daerah. Dalam siaran televisi. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa. untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya.besar. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. Seperti dalam penerbitan buku. Setelah acara seperti ini selesai. Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian. sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. . Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. khususnya 1912. picture is also the words). di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat.isolasi jepang dimulai. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. kodomo no tomo pada tahun 1956. dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. kelas pedagang juga turut serta kemudian. masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca. kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut. kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. terutama dalam buku cerita bergambar. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. menulis dan etika. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara. . terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit. serta men-trigger imajinasi. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus. restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus.

ryoji arai Senin.resume oleh hafiz ahmad. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat. jepang. Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang.prof. proses pembubuhan cap pos. dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional. bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. Kegiatan Surat Anak Indonesia . Sedangkan bagi si penerima. Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Dengan short message service (SMS). anak-anak yatim piatu dan dhuafa. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. 2007. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei. 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. kepiluan. seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. Sungguh luar biasa. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. Padahal dengan berkirim surat. Wapres RI Jusuf . Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca. surat merupakan bentuk perhatian dari seorang. susan j. napier Next: looking through my windows of picture books . tentu ada sisi negatif yang timbul. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. seminar. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. Dari sekian banyak manfaat tersebut. bagi si pengirim. Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat. Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang. Tak perlu menunggu berhari-hari. dalam diri tercipta kepuasan batin. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime . menempelkan perangko. Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun. Dengan menulis. Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas. kebahagiaan. Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis.09. Tags: reference. Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). presiden international institute for children's literature. Emosi kesedihan.

Ketua MPR RI. Tokoh yang sedikit urakan. seperlima dari pasar adalah kaum remaja. Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. Menteri Pariwisata. Seni dan Budaya RI. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru.L. Untuk itu. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. Close Up. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Bukan hanya itu. Presdir dari Santa Cruz Import Inc.00 WIB. BENETTON. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. Goosebumps dan Fear Street . kaum remaja akan semakin termanjakan. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. sandiwara anak. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka. Tetapi. Ketua DPR RI. para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog. SWATCH. jatilan. di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia. dan dongeng anak. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. Menteri Perhubungan RI. Menteri Pendidikan Nasional RI.Kalla.00-13. Gubernur DIY. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari.. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. Belia. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. pukul 09. Misalnya. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH. Demikian berturut-turut. gaya bahasa yang manasuka. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. Contoh konkret misalnya. Disamping kegiatan tersebut. Nike. Ketua DPD RI. Stine.

Menurut catatan IKAPI. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. dari 330 penerbit yang terdaftar. dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil).000 eksemplar.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. Untuk produk sekelas Lupus.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. Lutfie dan Dwianto Setyawan. Bahkan. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. Misalnya. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja. Ambil contoh. Mira W. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Sementara dari sisanya. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Bubie Lantang. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. Dampaknya sungguh luar biasa. salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron. Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. Dari jumlah itu. Sementara di Indonesia. Zara Zetirra ZR. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya. Gus TF Sakai. kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. Memang. penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja. bukan . Gola Gong. Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. untuk mengikat loyalitas pembaca. Memang. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor. seperti sering dikeluhkan. inilah masalah laten dunia penerbitan kita.

and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan. dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan. video. selera dan gejolak remaja yang dinamis. yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. ceplasceplos. jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. Kebetulan. dan seabreg nilai positif. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. penurut . Bagaimana tidak. kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. SJ). yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. . [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. Pendeknya. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek. khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. suka jail. Oleh sebab itu. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. berbudi baik. Mari kita urai bersama. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. Lupus misalnya. Namun. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi. Drost. Nah. hingga laser disc. ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. yakni tokoh yang selalu alim. Scientific. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983. Sebagai orangtua. Sementara pihak lain. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren.

12 Agustus 1993).000 judul. menambah pengalaman batin. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. Alasan utamanya. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1. Dari sekian judul itu. Namun. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme.6 miliar rupiah. banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. Sementara di Indonesia. Selain itu. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan. buku-buku tersebut dapat . buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya. Menurut catatan IKAPI. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan.000 judul. Berangkat dari sinyalemen itu. dan membuat anak menjadi gembira. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun. Bahkan begitu proyek ini mulai surut.000-3. Sebenarnya. Dari jumlah itu.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis. Artinya. membuka wawasannya.000 judul Bahkan kini kabarnya. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Sementara dari sisanya. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. dari 330 penerbit yang terdaftar. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6. Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Betapa tidak. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia.000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘.

―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut. Dari sisi persebaran buku. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. Bila dirunut ke belakang. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. Sabuk Inten‖. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. sementara roda penerbitan harus terus berputar. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖.C. Sebaliknya. yang lazim disebut komik. Sebaliknya. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja. Dalam hal bacaan. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas .16 miliar kopi.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. Demikian pula yang terjadi di Amerika. Ganes TH. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. Akan tetapi. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. Anak sekarang. Dari segi ide cerita. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. Tintin. dan Teguh Santosa. Andersen. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. Pendeknya. menjelang akhir tahun 1994 ini. Akan tetapi. Itu baru dari segi penyajian. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang. di lain pihak. Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan. di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. Hans Jaladara. Meskipun demikian. anak sekarang lebih selektif lagi.

Buktinya. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga.dengan gaya futuristik. Tidak lama kemudian. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. Alhasil. berjudul Imperium Majapahit. Namun. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. . Konon. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya. Hal ini bisa dimaklumi. rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya. pendidik. maupun kalangan penerbit. basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. hanya visualisasi gedung. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. Benar memang. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. baik sebagai orangtua. Bedanya. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca.

seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. Atau. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan. dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan.pertunjukan musik. membiasakan hadiah berupa buku. Sementara. Janine Despinette. mendorong minat baca (Encourage Reading). Mengutip pendapat Prof. Dari sini. bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya. semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. . mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini. si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. yang lebih serius. Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. layar tancap. Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. Tetapi. Namun. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. Caranya. atau mendiskusikan tema suatu buku. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. Begitu seterusnya. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. mencoba menjawab masalah semacam itu. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. Lantas. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Sayangnya. Setelah lahir. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). Dengan demikian. 1995). Cara lain. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. Misalnya.

meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Namun demikian. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita. atau membuat buku harian. Bagi anak remaja. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996. Jadi. Ajaklah . yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. bisa tentang silsilah. acara liburan. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. bisa diterima di mana saja. menulis surat. GEMAR MENULIS Oleh A. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96).

Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin. Sedangkan. Tentu saja. telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. bahkan hidup sengsara karena penemuannya. ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat . metode membuat huruf cetak dari campuran logam. Namun demikian. penemu metode cetak. ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). Lebih jauh lagi. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. Padahal. Banyak takaran mengenai hal ini.mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan. A. kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. Gutenberg – seorang warga negara Jerman. alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit. Dengan alphabet. Revolusi Tulisan Boleh dikata. Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud. termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy). yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. Mengenai hal ini. tradisi tulisan (literacy). menemukan sistem produksi karya cetak. tinta cetak. Menurut sejarahnya. namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. Akan tetapi. Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa. minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. Dengan kata lain. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. Korban pertama adalah Gutenberg sendiri. ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). Akan tetapi. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya.

Ironisnya. Memang. Praktis. Di sisi lain. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. Untuk mengatasi kondisi ini. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. larisnya bisnis jual-beli skripsi. Padahal. Sementara. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. mahasiswa. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis. Sebagai konsekuensinya. Untuk bisa melampaui tugas ini. Sejalan dengan itu. dengan cepatnya loncatan tradisi ini. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan. kepada pelajar. nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. atau minimnya penulis buku lokal. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. merumuskan latar belakang masalah. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. bagi sebagian besar mahasiswa. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. memilih judul. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. . Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. tetapi berlanjut terus. misalnya sekretaris. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. Betapa tidak. latihan-latihan menulis. wartawan dan editor penerbit. membuat outline. kerangka pemikiran. Menulis.berkembang daripada tradisi tulisan. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. 22/12/95). kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. Akibatnya. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa.

Sebagai sumber daya manusia di abad ini. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? .Bagi pelajar misalnya. logis. mengarang cerita. agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas. baik menulis surat. memperbanyak tugas-tugas menulis. Atau. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. maupun menulis ilmiah. bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. dan tertulis.

ahli hukum. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku. Jika demikian. bergantung pada kebijakan tiap lembaga. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya. . Selebihnya. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain. (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. kejernihan informasi tentang apa. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. insinyur. (4) memang ingin menjadi editor. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. foto model. Fakta berbicara. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. judul. tentara. Sementara. ketimbang menjadi editor. pengarang. (1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. atau pilot.Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. penerbit. siapa. atau pemain sinetron. polisi. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. ekonom. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya.

editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. membetulkan letak titik-koma. menyusun indeks.Pengalaman empiris membuktikan. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. Di sini. seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. mengatur sistematika penulisan). tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. dan mengetik naskah saja. Lebih celaka lagi. Dalam substantive editing. Pendek kata. Termasuk dalam tugas ini. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. Sementara. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing. Celakanya. meramu sinopsis. hingga melakukan pra-kalkulasi. misalnya. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. dalam mechanical editing. analisis pasar. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa. di samping tetap sebagai . Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor. sekaligus mencari penulisnya.

Sebelum mulai mengedit naskah. inilah hambatannya. Itu sebabnya. menjadi editor sebenarnya tidak gampang. Tanpa pemahaman itu. sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan. dll. Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. hasil kerja editor akan berantakan. editor sains. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia). biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. sulit. editor. bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan. Lembaga penerbitan yang profesional. sekaligus memahami tatacara penyuntingan. . Tetapi. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. Misalnya. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah. atau yang sulit-sulit gampang. editor fiksi. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. editor humaniora.spesialis dalam salah satu ilmu. Oleh karena itu. menyukai dunia perbukuan. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. Setelah buku terbit. editor kesehatan. Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. Oleh karena itu.

membuat miris. Ibu yang pemabuk.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. ayak yang abai dan sok sibuk. yang dalam usia belia. Inggris. perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. Fowley. namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat. Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www.© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku. justru di usianya yang begitu belia. Juli 1996 dengan judul yang sama. pedophilia. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun).feedmap. sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri. dari Edinburg. Lelaki. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada. Persiapkan.net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini. Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . . Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak. berdua dengan adik perempuannya. insest.

seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini. Selain kisah Fowley. Paul.‖ ucapnya. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak. Ibarat pisau bermata dua. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson.‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. tulis Danuta Kean dalam situs BBC.‖ ujar Tonkinson lagi. Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual . ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. dikabarkan awalnya menerima 200. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why.000 pounds dari total 500. Ditambahkannya. dulu. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan. Kean menambahkan. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please. Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas. Mummy. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat.Beruntung ia memiliki. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. Daddy. No: A Boy Betrayed. Pada akhirnya. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya. Masih ada lagi. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia.

12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8.Terjual 235.‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku. Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10. buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. SELASA .000 Buku Kompas. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami. Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama. Selasa (27/1).000 judul buku per tahun. 2. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris. 3. Jakarta. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca. Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) . Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya. Rabu.000 judul buku per tahun. Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik. The Paperback of Stuart Howarth.000 judul buku per tahun.‖ sebut McKay.Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8. dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono. Di Inggris saja tercatat 3. Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi. jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire. Karena itu.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. . anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths.semacam itu. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. Misalnya. Agung mengatakan.168 eksemplar (Mei 2007). kisah Judy Westwater. bbc/tri Selasa. laku sebanyak 204. Senayan. 6 tahun. buku: 1. laku sebanyak 107. 28 Januari 2009 JAKARTA. yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8.

php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. JK Rowling. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia. dan sejumlah kegiatan lain. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya. kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. Bagi saya.Kompas Gramedia. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. Di Amerika Serikat. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah.fajar. Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD. Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005. kata Agung. diskusi buku. Bayangkan. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. Bayangkan. Fauzi Bowo mengatakan. Namun. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. Dari kehidupan yang mulanya miskin.co. 1481 x . ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Selain pameran buku dan media. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. Buku Harry Potter bukan hanya tebal. buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. Di Vietnam. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. sebagaimana dilansir dari media massa. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama. Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. (Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi. hanya dalam kurun sehari saja.id/news. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". (ELN) http://cetak. dan penganalisaan agar bisa . Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau. berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan. adalah perubahan besar dalam kehidupannya. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. Dan. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman.

sementara Indonesia hanya USD 3. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. Sedangkan menurut laporan Bank Dunia.0). timbul pertanyaan.20 persen. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan. Dari 'tesis' Purwanto tadi. Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan. Dari sisi kuantitas. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. Indonesia berada di peringkat ke-39.100. Mengapa? Sebab. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini. saat ini mencapai 565 penerbit. Thailand USD 6. jangankan pada persoalan membaca. Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500.6).300. Sebab. Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas.000. rendahnya kebiasaan membaca tsb. golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?.7 di bawah Filipina (52. Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca. mahasiswa. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia. pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. Malaysia USD 9. Sebab menurutnya.mengikuti alur ceritanya.1) dan Singapura (74. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah.900. Thailand (65. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. Bukan itu saja. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca. Boleh jadi. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. .5 juta atau 9. dosen. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15.

Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca. 539 x . bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. dan entah kapan akan berakhir. * Sumber : Ismail Amin. atau kalau tetap mau . kini semakin berkurang. atau bahkan mengecil. semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. ada yang mengurangi gaji. Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. Sebab. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Setiap minggu. pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. Media cetak pun makin kurus alias menipis. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar. Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. ada juga yang menutup sejumlah biro. Di bulan Mei ini. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. Masa-masa sulit harus dihadapi. Ada yang mengurangi halaman. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. ada saja media yang memberhentikan karyawannya. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. Selamat Hari Buku Nasional. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan.Ada media yang memberhentikan karyawannya. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. Ya. Sekali lagi. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta.

“Dulu wartawan investigasi ada lima. kata Gauen. yang terbit di Saint Louis. 36. staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. Saat ini. lanjut Jeremy. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. Kamis. lalu menambahkan. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. Untuk mengurangi biaya operasional. Menurut John Wildermuth. dan Sabtu. Koran yang ada sejak 1878 itu. sekarang tinggal dua. ada sekitar 400 karyawan. di koran yang beroplah 275. Saat ini. kata Wildermuth. tanpa mau menyebut nilainya. halaman dikurangi. menambahkan. “Yang tinggal. di San Fransisco. . dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan.” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. Texas. Pada hari Senin. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit.” katanya. dan 10 tahun bekerja di St LP-D. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu. mesti siap menerima pengurangan gaji.bertahan. Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle).” kata Jeremy Kohler. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja.” jelas Gauen. yang penting-penting dan besar saja. Jumat Minggu. “Jumlah karyawan juga dikurangi. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. namun telah dijual pada 2000. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. Sama dengan St LP-D.000 pada hari Minggu itu. mengurangi biaya langganan jaringan networking. Untuk mengurangi biaya cetak. Ada yang diberhentikan. yang 15 tahun menjadi wartawan. juga mengalami hal yang serupa. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang. Rekan Jeremy yang lain. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. dulunya mereka juga punya televisi. Jadinya. Kondisi ini tentunya sangat ironis. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. seperti di Sakramento. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors. dulunya mereka juga mempunyai televisi. 58. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. beberapa tahun lampau. tapi pada hari Rabu. Patrick Gauen.” kata Wildermuth. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup.000 pada hari biasa dan 475. California. “Mereka itu ada yang wartawan dan staf. dan juga biaya-biaya perjalanan. Biayanya besar sekali. Menghadap krisis ini.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini. di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. ada juga yang dipensiun secara dini. ada yang dikurangi gajinya. Selasa. termasuk tentunya biaya investigative reporting. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. “Ya.

koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. yang didampingi Vikram. “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. 21. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. bila memakai percetakan outsourcing. “Karena ini kan mengurangi biaya. Pemimpin Redaksi. Menurutnya.Tapi untuk lebih efisien. Kiera Butler. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika.” aku Leah. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin. Menurut Steve Proctor. kini tinggal 300-an.” ungkap Proctor. Namun begitu. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. dulu penyunting 50 orang. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya. Texas. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi. Menurut Leah Finnegan. kata Leah. “Kami akan mencetak di luar saja. Jumlah karyawan dikurangi. Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily. mereka mempunyai empat mesin cetak. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda.” kata Hartmann. di Inggris misalnya. tapi kini tinggal satu. tapi juga di negara lain. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi. Kami mau outsourcing.” kata Wildermuth. itu sudah ada sejak tahun 1900. lebih murah. Itu pun mau dijual.” kata Hartmann. Namun begitu. kini tirasnya tinggal 15 ribu. CEO St Louis Magazine. Memang. Soal turunnya tiras koran. pihaknya akan menjual mesin cetaknya. Di redaksi misalnya. Dulunya. Redaktur Pelaksana. Menurut Profesor Fritz Cropp. Dulunya sekitar 500. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. masa depan media cetak tidak jelas. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. kini sisa 40 orang. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis. Managing Editor The Chronicle. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun. tirasnya kini turun hingga 20 persen. yang dulunya 20 ribu eksemplar. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. bagi perusahaannya. sementara mesin cetaknya akan dijual. yang sudah berlangsung hampir empat tahun.

Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi.” akunya. Sebenarnya. karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. “Tapi kita tetap harus efisien.” katanya bercanda. termasuk iklan mobil. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja.*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar . sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun. termasuk media cetak. terutama Bollywood. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat. “Akibatnya.” tambah Hartmann. Special Projects Producer. di media yang punya 42 ribu langganan itu. Hal ini juga melanda media di Amerika. . semakin kurang berita-berita investigasi.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa. “Sekarang mesti lebih hemat dan efisien. Hal ini diakui Kathy Hadlock. Untuk itu. yang lulusan Universitas Ohio ini. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. masa depannya suram. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. Humas Pro Publica. termasuk untuk biaya investigative reporting.oleh yayasan progres nasional. Menurut Mike. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam. India. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung. Agaknya. adalah salah satu industri film raksasa dunia. “Saya punya dua anak. Sebelum Pro Publica.” jelas Mike. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan. 24 Juli 07 . seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi.” kata Hadlock. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar. biaya operasional dikurangi. di KVUE Austin TV. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. Texas. yang hanya mempunyai enam wartawan. sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. sejak krisis keuangan di Amerika. Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. Ditambahkan. tapi tidak sebesar media cetak.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu. membuat seorang Sandler. Menurutnya. pengusaha simpan pinjam. saat ini kalau ada karyawan yang keluar.

sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India.000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. Maldives. Nepal. Telegu. ajang pameran buku terbesar di dunia. secara perlahan tapi pasti. sejarah. Butan.000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. kebudayaan. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India. Gujarati. tahun 2003 melesat naik hingga 3. Dalam perjalanan waktu. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. Australia. India dapat memproduksi sekitar 70. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini. Frankfurt Book Fair ke-58. Penguasaan terhadap bahasa Inggris. Punjabi. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. baik karena kualitas isi. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan . Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. termasuk di antaranya bahasa Hindi. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia. Kegan Paul. sastra kontemporer. Malayalam. Tamil. Inggris. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. Direktur National Book Trust of India. maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. Amerika Serikat.000 penerbit. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. yoga. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun.Saat ini. dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. Jepang. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. Sri Lanka. dan India. berkembangnya gerakan nasionalis. beberapa penerbit. Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. dan Assamese. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan. mutu produknya. serta harga yang relatif terjangkau. maupun Uni Emirat Arab. Tahun ini.6 miliar rupee. Bengali. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. Demikian pula buku-buku tentang filsafat. Pakistan. seperti Macmillan. agama.

sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. New Delhi. seni rupa.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. seperti Tulika. Ravi Dayal. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. Sementara itu. misalnya. Di samping penerbit besar. Vikas Publishing. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . Random House India. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. Minerva. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. Umumnya. English Edition. Orient Longman. maupun Landmark. bermain di pasar buku anak-anak. India Ink. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. serta UBS Publisher. Penerbit lainnya. juga melempar produknya ke pasar dunia. seperti Penguin India. musik. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. Kini. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. Crossword. Picador. Semua penerbit ini. berkompetisi. sementara Permanent Black. Kali for Women misalnya. penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. Penguin India. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. film. Roli Books. Harper Collins India. Macmillan India. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co. itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984.

Saat ini. sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif. Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang. karya klasik berbahasa . Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. sebuah penerbit sekaligus distributor. Menurut rencana. dan budaya di masyarakat India sendiri. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan.1 miliar dollar AS tahun 2010. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut. tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India. seni. Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini. dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. Journal of India Foreign Affairs. ValueNotes Database Pvt Ltd. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. tabloid 6 persen. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. Cambridge University Press (CUP). India merupakan pasar buku yang menjanjikan. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya.untuk sektor perdagangan buku. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. Peran pemerintah Lantas. Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen. teknologi.

lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul.7 jam per minggu untuk membaca. orang Inggris hanya memakai 5. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional. NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. Sementara itu. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10. NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban.kompas. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1. Selain itu. Dari riset terhadap 30. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. Sejak tahun 1970. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980. Sebaliknya. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. Angka ini lebih tinggi 4.200 judul yang meliputi karya asli. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini. Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal. terjemahan.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional. Sejak itu. Berdasarkan catatan NBT.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923. Tampaknya. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE .htm | RAGAM | SELEB. penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi. (BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www. Sejauh ini.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005.3 jam seminggu untuk membaca.000-1.

Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'.Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS. Setelah Wisuda Lantas ke Mana? . Notebook Entertainment .Otomotif (5/20) MSI EX620.Gadget (9/20) 'SHORTS'.Kesehatan (19/20) KTM RC8R.Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'.Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox .Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab . Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit .Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'.Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks .Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 . Hari Bertemunya Dua Dunia .Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p. Kemudahan Dan Portabilitas .Cari (1/20) Samsung ES55. Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini .Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300.Gadget (14/20) 'SOLSTICE'.K. Eksplorasi Atau Repetisi? . Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'. Album Narsis . Raja Tikungan .Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan .Humor (18/20) Flu Babi. Kamp Konsentrasi Para Alien . 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN . Rowling Kamis. Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal . Bukan Yang Terbaik di Kelasnya . Dilengkapi Fitur QuickLook .Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV .Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'.Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J.

Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online. Revenge Movies Kapanlagi. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses. Inc." tambah Campbell.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J. yang menerbitkan buku karya Rowling. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini." kata Direktur Pemasaran. hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos.K. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton. sebaiknya jangan dicoba sama sekali. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. "Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling. Cornelia Funke dan R. seperti Lemony Snicket. tetapi pasaran buku online bekerja beda. Jason Campbell. . dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal. Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan.L.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic." papar Blair.com . Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya.L. Stine. setidaknya dari segi hukum. Rowling diluncurkan Juli mendatang. demikian dikutip dari AP (Associated Press). Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik.

Di Jakarta. mengakui hal itu. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu. suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini.6 juta pada tahun 2004." jelas Marcus."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. Kamis (16/5) siang. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online. Prayitno. meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. hingga hampir mencapai 1.7 juta eksemplar buku. saat ditemui SH. Ini buku online. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari." tambahnya. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota. hasil pendapatan bersih mencapai US$9. "Agak frustrasi. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. Di satu sisi. pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. masih tak terlalu menggembirakan. tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. . sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa.Nasib perpustakaan di Indonesia. Menurut organisasi Open eBook Forum. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. Di sisi lain. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa. 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. Anak-anak handal dengan teknologi. Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). meski penerbitan buku online telah menurun. Sepi dan Tak Layak JAKARTA . jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20. Di satu sisi. Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. Pasaran buku online tetap berkembang. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi.000 orang. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan.' Fantasi itu belum terwujud.

Ibarat pepatah. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca. ”Lagi disuruh bikin paper. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. ”Karena itu. Kamis (16/5). bukan didorong karena kegemaran. tetapi banyak gambarnya.” kata Anita. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka. misalnya. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. Menurut Ayub. menurut Ayub. sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51. Dengan demikian. dan bercover menarik. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46.Sedangkan masyarakat juga demikian. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca.” katanya. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat.699 eksemplar.” kata Ayub. sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79. Upaya pemda DKI itu.477. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. salah satu dari siswa SMU tersebut. Jadi kerja kelompok di sini. sesuai dengan perkembangan mereka. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. Juga covernya yang bagus. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. Selama ini. ”Nggak. saya jalan sama temen. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. salah satu pustakawan Perpumda. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. Memang. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. ”Karena itu. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. tentu ia akan ditegur.994 eksemplar). Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. hidup segan mati tak mau. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan. Bagai kerakap tumbuh di batu. Sementara. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. Hanya saja. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu.” kata Anne.” kata Ayub.” tambahnya. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. . lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak.473 eksemplar. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131.134 eksemplar. ”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi. saya yakin mereka akan senang membacanya. sangat disukai anak-anak. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18. antara lain. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak. Dari hasil kuesioner tersebut. Misalnya.889 eksemplar. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak. ya mereka hanya membaca itu. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca. pada tahun 2000.342 buku. Tetapi pada saat ditanya. (Sebagai perbandingan.” katanya. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. Sementara. Ia mengatakan. Buktinya. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. ”Dengan demikian. kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat. Menurut Ayub. karena buku yang demikian biasanya adalah komik.089 buah. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan.

ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan. dan beberapa barang lainnya. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali.” ujar Susilo. Pertama kali pada tahun 1989. Memasuki ruangan perpustakaan.” katanya. Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca. ”Saya kira tadi kamu pengunjung. Yah…begitulah akhirnya Mas. Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. Jum'at. sampai sekarang belum ada perubahan. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan.” ujar Harno. kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. atau Kahlil Gibran. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh. Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. piring. maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta. Bukan tidak mungkin. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya. memang perlu dilakukan. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu. Puncaknya memasuki tahun 90an. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda. mereka larinya pasti ke sini. atau siapa saja. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. Jangankan untuk membaca di perpustakaan.”Lurus terus lalu belok kiri. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. Tapi buku-bukunya sudah tua. Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini. jika hal itu dilakukan. ia akan menjawab. diberikan .

Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. Jawa dan Sunda. mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp. tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung.hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Tahun yang lalu. Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura.Pada tahun pertama. yaitu Bali. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). Ternyata seperti yang kami kuatirkan. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. 10 juta dipotong pajak 15%). terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis. Tetapi sejak tahun kedua. Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. pada akhir tahun 2008. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Dan sejak 1997. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah. usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. . tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. tahun ini juga. Jawa dan Bali juga . Dalam tahun 2008. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu.

Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah. sekitar Karawang. Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat. Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang). terutama di Bandung. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. Ghazali almarhum. maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana. Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di . F. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A.K. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. Bayan Budiman karya M. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék. ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek.karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku. disusun ku Julian Mille). Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia. sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. Di samping itu ada cétak ulang. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. Mangoendikaria. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota.

sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. ―Angin‖.2008. ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. ―Surat keur Lemah Cai‖. dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais. Gondéwa (1987). ―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖. adalah . Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat. ―Cipularang II‖. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. ―Hiji Sagara‖. Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa). (terbitan Kiblat Buku Utama. mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia. Langensari dll. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa. Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya. malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja. Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. ―Leuwi‖. Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003). ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. Terasa ketika menulis sajaknya. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. seperti ―Titis Tulis‖.

Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). yaitu hanya 4 judul. (lahir di Garut. Singkar. kebanyakan dalam adegan flash back. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007. maupun pimpinan grup.Nano S. Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. cerkak. Kepada Nano S. dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan. Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Mongol. Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). album CD-nya berjudul ―Nano S. Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. mengajar di SMKI Bandung. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda. Tetapi . Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Jepang dll. sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. obrolan dan pengalaman penulisnya. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. 4 April 1944) Nano S. roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. baik sebagai pencipta lagu. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda. pelaksana pertunjukan. Nubia. Dongané Maling. dll. Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI). kumpulan karya berupa guritan. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. Danusubroto. karya Yohanes Siyamta. (1995). yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda. aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional.. Nano sendiri banyak menulis sajak. banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. 5 juta). Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta.

Ternyata Atun membawanya ke bordil. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. berupa piagam dan uang (Rp. gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur. sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus. Yogyakarta) Maka Atas S. Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya.penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Trenggalék dan Blitar. 5 juta). tetapi juga menggambarkan watak nrima. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. hormat kepada orang tua. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. Malang. Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. adalah Trah karya Atas S. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta. Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. Dia pernah menjadi Pemimpin . Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. Bagus. Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya.

Karyanya berupa artikel. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang).Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. 2 judul roman. 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Narkoba. réportasi. Jaya Baya dan Damar Jati. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910. majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). dll. selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia. Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). Narko Rasodrun. Dia banyak menggunakan nama samaran. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). al. yaitu 3 judul kumpulan puisi. I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. cerkak dan guritan. 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. 5 juta). Datiek Yuminarko. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. Ki Narkosabda. Buku yang terbit tahun 2008. Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya. hal yang tak pernah ada sebelumnya. karena .

buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. kemiskinan. pengucapan dan gaya bahasa. korupsi. Tahun 1971. mengambil bentuk syair dan pantun. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata. membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). memikat dan menyentuh serta utuh. Téma yang diangkat sangat beragam. Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). uang. hanya terdiri dari satu bait. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. jam. Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. dan hukum karma. sebagian besar dalam bahasa Bali. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. berupa piagam dan uang (Rp. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961.bahasanya mudah dicerna. Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. kulinér. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. mulai dari hubungan suami isteri. Hampir separo berupa sajak péndék. matérialisme. alur ceritanya tidak begitu kompléks. 5 juta). toko serba ada.

tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. 2. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya. 80 milyar. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak.Singaraja. Menjelang akhir tahun 2008. * .500. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan. Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit. Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku. Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009. Dana yang disediakan konon sampai Rp. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. tidak terdapat di toko-toko buku. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali. Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu. 5 juta). Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007.000). yaitu Ai Koraliati. Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan.

para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. . kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. pada masa pra-kemerdekaan. Selain itu. Tahun 1980-an. Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. khususnya di sekolah. 2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu. 31 Januari. Namun saat ini. hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan. Di Tatar Sunda. dan sekarang sudah hampir punah. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. Pabélan. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. misalnya. Sejak tahun 1993. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra.

bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. Si Paser (Tatang Sumarsono). Ada juga yang berupa fabel dan legenda. Teman-temannya berusaha mencarinya. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru. Betapa kagetnya. dan sebagainya. naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. misalnya. juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. tidak berbekas. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang.Di antara yang sedikit itu. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. sehingga lupa akan pesan ibunya. Si Donca (Yus Rusyana). anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. Kiblat Buku Utama. Uang itu benar-benar hilang. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. . antara lain Budak Teuneung. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. Sesudah makan. Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita. Ia pun menangis kembali. Udin pergi ke rumah Mang Mita. Ceritanya cukup sederhana. Sebelum menjadi buku. dan mulai terbit pada tahun 1969. uang itu belum ditemukan. untuk mengambil uang itu. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. pikirnya. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. Udin hanya bisa menangis. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru. dan yang cukup populer. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). Jatining Sobat. Mungkin jatuh di perjalanan. Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan. Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. tanpa pikir panjang ia mengangguk. karena uang itu ternyata hilang. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. 2002). Udin baru sadar ketika hari mulai sore. Suatu ketika. Ia tidak mau pulang. Di sebuah persimpangan jalan. dan Udin pun menyukainya. Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Karya-karya Akub Sumarna. Udin sering pulang sore. dan Budak Minggat (Samsoedi). tahun 1967. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. ia termenung. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri). Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya.

dan dibawanya dengan sebuah truk. diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. baru-baru ini. walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. Keesokan harinya. Untungnya. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya. *** DALAM khazanah sastra Sunda. Tidak ada rumah. Tidak ada siapapun. dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. Hari menjelang malam. Tubuhnya basah kuyup. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan. jelas. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. tanpa banyak rekayasa. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. Singkat cerita. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Khusus untuk cerita anak-anak. dan bersahaja. Payung Butut. Udin pun sakit. Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). Ia bermain di ladang. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung. Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. Tubuhnya panas. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. Itu terlihat dari cara bicaranya. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi. Pada umumnya. mendengarkan dongeng orang tua. Yang pasti. yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. dan sebagainya. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. Ungkapan orang-orang desa. Di sebuah tempat tak dikenal. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. Udin tidak bisa bangun. menjadi bagian terpenting dalam . Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Sebuah mobil berhenti. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. Hujan mulai turun. dan membawanya entah ke mana. juga dari tingkah-lakunya. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. Udin diturunkan. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. datanglah sang penolong.

watak tokohnya. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. Ya. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional. Misalnya. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. kadang-kadang kita bertanya.”• “Hih. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara. karena dalam cerita yang realistis. Kedua. daripada dikurung dalam penjara. akibat dari kenakalan itu. tidak merasa terganggu. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. seadanya. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. Ketiga. dan kita sebagai pembaca.karya-karya Ahmad Bakri. Dialog tanpa rekayasa. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum. teu puguh. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. Hal ini mungkin saja terjadi. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. teu ngadéngé. begitu meyakinkan. ” témbal Nini Asmi. ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu. namun dalam beberapa karyanya. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. teu apal. Nini gé asal ti Nagarapageuh. dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. kejelasan setting-nya. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. . Asmi?” “Nyao. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. Ketika tergoda oleh kuda lumping. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. Pertama. awal cerita beranjak jauh dari belakang.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. Jang. puncak kenakalan tokoh Udin. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka. kolot-kolot euweuh kanyaho. Penuturannya.

dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. filsafat. Ketiga. Tetapi sayang. Pertama. kebetulan saja ada tetangganya. topik ini tetap menarik dan aktual. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak. Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. mall. Itu pun tidak berlangsung lama. sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik).Dalam KKL. Buku setebal 72 halaman itu. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. Kamis. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. sastra dsb. majalah. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. Singapura. Adapun mengenai kualitas isinya. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. banyaknya jenis hiburan. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. night club. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. 29-May-2006. Namun untuk anak seperti Udin.*** Pikiran Rakyat. . atau negeri-negeri maju lainnya. sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. Kedua. a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. mengapresiasi karya-karya ilmiah. tempat karaoke. buku ini sempat menjadi panineungan. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. apalagi India. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. Namun. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. Kebetulan saja ada mobil. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi.

mampu bersaing. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. Pada gilirannya. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. Anak-anak didongengi secara lisan. sarana untuk memperoleh bacaan. bekerja secara profesional. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. Tiap sekolah apa pun jenis. Keempat. saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. Kelima. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Dengan cara ini. terutama ibu. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. Mereka akan membuka usaha. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. Ingat. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. seperti perpustakaan atau taman bacaan. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. para ibu. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. dari TK sampai perguruan tinggi. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut. kisah. berdiri tegak di antara bangsabangsa. Juga metode pengajaran di sekolah. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. Yang terutama. penguasa pada zaman dulu. rame ing gawe. berani mandiri. sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. masih merupakan barang aneh dan langka. Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. tokoh masyarakat. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . Keenam. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. Peran orangtua. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. penerbit. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. bebek. Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis.supermarket. Untuk meningkatkan minat baca.

bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. Sabtu (4/4). Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak.H. Dalam satu bulan. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. Mustopa. memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. Namun. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu. Buku bacaan anak. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak.95)** Senin. (B. kata Andi. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. Jln. Jadi. Setidaknya. anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku. MUSTOPA. Saat ini.P. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. ada sekitar 300 buku bacaan. Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku. ungkapnya. pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya." ungkapnya sambil menambahkan.H. jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- . Sambutan pasar pun begitu hangat. tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta. "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku." ujar penulis cerita anak. Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom. Agar minat baca anak-anak meningkat. "Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit.H. namun jumlahnya cukup signifikan. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis. P. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan. bahwa sampai saat ini. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). Dikatakannya. Ali Muakhir." tuturnya.H. sedangkan anak-anak tidak bisa." ujarnya.

anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Dulu. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. di sisi lain.anak masih sangat terbatas. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan. tetapi juga orang dewasa. berhadapan . Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak. Sebab. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Namun. hal itu tidaklah mudah. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. Sementara di Indonesia. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Pada sisi yang lain. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. pada kenyataannya. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Artinya. Kembali pada inti persoalan. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. saat masih usia anak-anak. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. Sementara di pelosok desa. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. Saya percaya. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). saya melihat. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. sebetulnya patut disayangkan. Untuk saat ini.Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. saya hanya menemui Kanisius. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. Rendahnya minat baca anak. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Misalnya. Padahal. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Sementara dari Yogya. Adicita Karya Nusa. dan bukan buku pelajaran? Sebab.

tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta. Mestinya. yaitu BBM.kabarindonesia. ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat. hingga rental buku. Coba tengok di Papua sana. sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu. rumah baca. hingga 70 persen. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket. Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja. pemegang amanat kesejahteraan rakyat. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut. 21:55:48 WIB . satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya.[www. Dalam kondisi seperti ini. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen. berapa banyak? Kalau sudah. Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai.. sebagian besar masyarakat urung beli buku. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca. O ya. apalagi fotokopi. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat. yang notabene mampu menyedot perhatian anak. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen. Dengan cara demikian. 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku. atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku. Sukoharjo. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku.Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia. Entah bagaimana caranya. taman baca. kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya). Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas.com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat. ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional.43BC) KabarIndonesia . Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata.srupppuuut! .. yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain. apalagi sudah naik. Alih-alih fotokopi. sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur.dengan rendahnya minat baca anak saat ini.. barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. Setidaknya. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas. jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas.. ITA DWAITA LANTARI.. Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. tapi menurut saya. Bila usai tengok. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. bisa berupa perpustakaan. bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat.

blogspot. BUKAN buku murah... mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua). Untuk ide/solusi tersebut..[www. mencari uang.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki. kepada saya. .. tanyaku curiga ―. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini.. itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya. bawa saja buku-buku pelajaran itu. Tiga titik tertulis.Mendengar ide/solusi tersebut. pajah. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat. jangankan kurikulum terbaru. Memang sih. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖... Kata guru menulis saya. dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini.dijual pak. bukan sama sekali. sajang. saya hanya bisa tersenyum. Papua. Ya.. Di sini? Di kota ini? ―Pak. Mending uangnya buat mereka beli buku. buku-bukunya sudah nggak ada. Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang.kabarindonesia.kabarindonesia. saya masih bergeming. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia...‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri.. saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu.kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada. Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘. bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak..yang penting kami bisa belajar (membaca). 02:10:26 WIB .com Berita besar hari ini.. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas. karena itu semua hanya mendekatkan. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini. yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana... itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan.com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009. Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh. Saya memilih arti kedua. Benar juga. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan...!!! Kunjungi segera: www. ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak. ―Pak. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota. Awal 2006.‖. tapi buat beli nasi..com] KabarIndonesia ... buat makan. ..pewarta-kabarindonesia.‖. Blog: http://www.. khususnya di Jakarta.....

Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata. Maksudnya. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. umur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia. sir.com Berita besar hari ini. Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur. Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing.goeroe. Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. profesi. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya. ―Apa kabar.(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya. Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global. 156/P/1972 (Amran Halim. oemar. suku. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku.!!! Kunjungi segera: http://www. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi. Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. Sir. Ketua).‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. This morning Jakarta cerah. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata).. ma‘mur (ada tanda diakritik). Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). itu. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972. bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru.kabarindonesia. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. No. Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu.pewarta-kabarindonesia. 57. Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.blogspot. Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal. Setelah itu.com/ . Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini. itoe. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. Tahun 1972. Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri. Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama. ―Bro and Sist. Ejaan Soewandi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No.. How are you today? Nice to meet you.

"Untuk Bunda dan Dunia". kumpulan puisi Abdurahman Faiz. "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali. Sri Izzati. novel karya Sri Izzati. kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata. dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". Namun lebih jauh lagi. Angka penjualannya pun terbilang bagus. bukan demi kepentingan material. .000 eksemplar. Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). puisi. sejak 2003. Padahal. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan." ujar Erwan. nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12. Selasa. saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan. Namun. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa.000 eksemplar. 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu.Pr. Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun. Tengok saja hasil karya mereka. Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". dari 168 penerbit di Jabar. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka. Setelah Izzati. Menurut dia. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar.000 eksemplar. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. Namun. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. ** Dilihat dari kaca mata bisnis. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul. Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". Hingga saat ini. sebuah seri kumpulan novel. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK). di tahun pertama terjual lebih dari 11. Sementara itu. Erwan Juhara mengatakan. dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5.

dinas pendidikan. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. ** Selain tetap berkarya. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi. perlu diakui pula. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak. penerbit. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal. para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. . serta 58 peserta hasil seleksi. hingga ilustrasi grafis." kata Helvy. namanya juga anak-anak. Andi Yudha Asfandiyar. pemerhati anak dari Bandung. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. Kepada sekolah. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. terutama bagi penulis cilik. baik dalam proses editing. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak. Padahal." ujar Helvy. Di sisi lain. berbagi. orang tua. peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. mereka masih sering moody. perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah." tutur Andi. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. Dengan kata lain. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak. lanjut dia." tutur Erwan. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. seorang penulis. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan. Di penghujung acara tersebut. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. Bagi para penulis cilik ini. Yang ketiga. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community". Helvy Tiana Rosa. Sabtu (5/7). serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. yang terdiri atas 20 penulis KKPK. seperti sekolah. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Mengenai proses penerbitan. mengungkapkan. Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. Menurut dia. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. Namun. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. Selain itu. serta pemerintah. hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. "Untuk anak-anak."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. Ya.

(Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras. Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan. H. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja. Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. maupun majalah. selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik .Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik . bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. Pernah disampaikan oleh Drs. Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik.

mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. Namun topik ini tetap menarik dan actual . banyaknya jenis hiburan. unggul. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998. Kedua. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan . Thailand. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. tempat karoke. Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar.5. supermarket dan lain-lain. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai. night club. kisah.6 dan Thailand dengan nilai 65. budaya dan lainnya. mall. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah . banyak factor-faktor penghambatnya. politik. hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51. memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui . tokoh masyarakat penguasa zaman dulu. anakanak didongengi secara lisan. mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia .7 setelah Filipina yang memperoleh 52. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. Ketiga.1 serta Singapura dengan nilai 74. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku.Republik. kreatif.0 dan Hongkong yang memperoleh 75. Keempat. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik).

Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. sarana untuk memperoleh bacaan. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. rumah belajar atau pun rumah dunia. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. masih merupakan barang aneh dan langka.bacaan. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan . Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu. kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Kelima. Tiap sekolah apapun jenisnya. seperti perpustakaan atau taman bacaan. Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . keluarga dan masyarakat sekitar. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa.

bahkan ada pula majalah khusus cerpen.Navis‖. khususnya kumpulan cerpen maupun novel. Buku ini berisi cerita dari film . Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A. Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen. Dalam Penerbitan Buku Sastra. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Lalu ada satu yang agak unik. jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. Memang benar.guna membangun generasi mandiri. cerdas. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman. Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh.A. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. tak ditemukan lagi.Navis) setelah meninggal-dunia. Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Tetapi bukan hanya itu. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia. jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek). Begitu juga sebaliknya. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008). Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya.A. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. ada kumpulan Umar Kayam (alm). Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan.

―Telepon‖ (Sori Siregar). ―Olenka‖ (Budi Darma). karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca. Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM. . sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD. ―Jembatan Merah‖. Sumatera Barat. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya. ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia. sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. termasuk yang terjemahan. Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. dan banyak lagi lainnya. Misalnya ―Bengawan Solo‖. Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi. ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖). ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti). Sesuai dengan kemajuan tehnologi. esai dan sebagainya. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu. kumpulan cerpen. kumpulan puisi. sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K. juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. serta sastra Indonesia. dan lain sebagainya. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli).Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen. sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan.Mihardja). juga ada novel.Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. Zaman itu buku ini sangat menarik. Remong Batik‖. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖. Kalau sekarang kan sudah banyak.

Alex Leo. Hilang tak tentu rimbanya. Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N.Sularto.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖. perusahaan penerbit buku.S tak pernah muncul lagi. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit. Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit. ―Dua Dunia‖. kumpulan cerpen dan puisi. setelah terjadi peristiwa berdarah G. CBR Center Solo.H. Medan ?. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak.A.30. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. Sayangnya. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen). penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. . B. Tak ada geliatnya. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. dan lainlain. Suparto Brata.Dini. Untuk itu. Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. A. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan. *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖. karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖.

dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia. Dalam seminar. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. Pada tahun 1999. J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar. Melalui prgram ini. Waktu itu. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. Setelah seminar berakhir. KORAN TEMPO . Selain itu. Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. Selanjutnya mulai 2007. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah. kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima.

tapi kalau dihitung.000 eksemplar. Hetih Rusli." ujarnya. naik dibanding 2006. yang terdiri atas belasan seri. Buku anak yang paling dicari para orang tua." ujarnya. Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. Pada 2007. Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi." ujarnya. kata dia. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang." kata Benny Rhamdani. biasanya buku cerita bergambar. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie.000 eksemplar. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik." ujar Benny. Selain karya yang sudah difilmkan. Satu buku anak terlaris Mizan. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days.000-5. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun. menurut Benny. yang masing-masing dicetak minimal 4. Lebih dari 100 judul buku. dilepas Mizan ke toko-toko buku. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal.000 eksemplar. buku dongeng. Hetih melanjutkan. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak. menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006. seperti Ratatouille atau Cars. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton. Sedikit lain dari kedua penerbit. Setiap kali cetak biasanya 5. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang . Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. Sebab. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul. "Jumlah judulnya memang menurun. tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak. produksi halaman sebenarnya meningkat. rata-rata 4. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama. seperti cerita-cerita rakyat. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun. 25 judul buku karya lokal. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Cerita Si Katak. seperti Allah Maha Besar. yang cuma 20 judul. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. atau Cerita Si Bebek. Kepala Editor Mizan Publishing. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini. editor Gramedia Pustaka Utama. Beri. Saat itu. kata dia.000-7. "Tahun (2007) ini lebih baik. terutama yang telah dibuatkan filmnya.

Serial Dobi. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali. film. Mengenai harga jual. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. Sementara itu. kata dia. selain buku. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. Hetih Rusli. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif. Harga jual Gramedia yang efektif. publik digempur oleh serial televisi. Bahkan. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah. lo. Madu Libi. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia. "Ini. Masalahnya." Back © Copyright KORANTEMPO.500. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. dan Janji Cici mendapat respons baik. Hakim punya pendapat. Buku karya asli. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. menurut dia. dia melanjutkan. meski dijual di atas Rp 50 ribu. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. editor Gramedia Pustaka Utama. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. Begitu pun buku-buku mahal. Apalagi. Aku Rajin Membaca. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani.COM 2009 ." ujarnya." ujar Abdul. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. Namun. dan Hari Pertama Sekolah. kata Hetih. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. Hetih juga berpandangan sama. Sebenarnya. di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. karya asli kalah promosi. Sementara itu. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita.sangat panjang. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga. Sudah saatnya. kata dia. dan pernak-perniknya.

Terus dia masuk ke dalam. Bagi kebanyakan orang. Dia lagi mengkhayal. lorong waktu. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak. Juga khayalan-khayalan mereka. Ternyata pianonya itu bisa bicara. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Ramya: "Dia anak kecil.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. nikmatnya es krim. diterbitkan oleh penerbit yang sama. Ramya. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun. cerpen bahkan novel. dan sebagainya. pergi ke rumah neneknya. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya. piano mungkin alat musik biasa. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'. soal 'Dunia Es Krim'. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. Kemudian ia . Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. Jakarta Barat. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari. melainkan hanya khayalan Ramya. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu. Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. bocah berusia 10 tahun. Ngelamun. Tentang dunia peri. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan.

Jumlahnya 30an anak. difotokopi. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. Saya kumpulin terus diketik. Jadi kalau aku terbitin buku. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu. Terus bisa jadi deh. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. saya sudah kasih banyak buku ke dia. Lama kelamaan." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Lama-lama banyak. Gitawati Setianingrum. Ramya: "Seneng sih. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. katanya. ada alamat imel aku. Saya bacain meski dia belum bisa baca. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. Hanya itu saja. ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. dari umur dua tahun. Jadi tiap malam saya bacain. Saya pikir kan sayang. Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. Ibunya." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. dengan huruf tak rapi khas anak-anak." Kata Gita. Meski orangtuanya bukan penulis. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. Haha. Jadi aku punya banyak teman. Kayaknya ga enak deh. Ramya mengaku senang. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. sejak Ramya masih kecil. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. tumpukan tulisan Ramya menggunung. Terus saya kumpulin semuanya. kadang di buku. Pas umur 6 tahun dia mulai baca. adalah seorang akuntan. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Gita mengumpulkan semua. Dia mulai bisa melihat . tapi biasanya di malam hari. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. Bertebaran kadang di kertas. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. mending saya punya soft kopinya. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain. Banyak yang ngirim imel juga. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Marcapada Sukardi.coba-coba buat cerita. lantas disalin ke komputer. Dapat banyak teman. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu. Itu sudah saya kasih banyak buku. bekerja di bidang informasi teknologi. Ayahnya.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

mahayana-mahadewa. *** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. van der Chijs (1875). dan kebudayaan Indonesia. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. Menurut catatan J. penenggelaman. Akibatnya memang dahsyat. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. Mereka yang berkarya di luar itu. marjinal! Perhatikan pernyataan A. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. dan penyesatan. kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. 15 Maret 1668 yang kemudian . perekayasaan. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. tak berbudaya. semacam almanak.A. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. bahasa pasar. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka. Pada tahun 1659. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. dan paling berjasa dalam membangun sastra. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri. produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin. terpelajar. bahasa. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. Setelah itu. roman picisan. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. Jika dikatakan. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. Teeuw. sejarah selalu berpihak pada penguasa. masuk kategori bacaan liar. Tetapi. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa.

disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal. Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. Penerbit E. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. 3 Februari 1860). Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. Awal tahun 1800-an. Sebutlah beberapa di antaranya. Pada dasawarsa itu. 3 April 1858).menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam. Biang-Lala (Batavia. suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. juga berbahasa Jawa. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya. dan maklumat atau pengumuman pemerintah. . Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. Bahkan dalam berita berkala itu. pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. 5 Februari 1856). mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial. Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. Selama hampir empat dasawarsa. meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. 1833—1843). Soerat Chabar Betawi (Batavia. Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. Dari situ. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi. Lahirlah Bromartani. daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. dan mingguan. Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Belakangan. 10 Mei 1862). Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. 11 September 1867). Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar. mingguan Selompret Melayoe (Semarang. 5 Januari 1856.

baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). Pada mulanya. barang-barang lelang.Pertama. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu. bahasa Melayu dijadikan . tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. Kedua. Maka. timbul kesadaran. terbitnya sejumlah berita berkala. banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. Pertimbangannya. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. Dari sana.‖ Ketiga.E. Maka. Mengenai hal tersebut. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Dengan demikian. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini. J. Keempat. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi. Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. Padahal. Oleh karena itu. Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. Tambahan lagi. dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. dan sekolah pribumi. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. suratkabar. selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas. dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. jadwal kedatangan dan pemberangkatan. Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. sekolah Cina.

Rinkes. Sangat wajar jika kemudian Dr. sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang.sebagai bahasa pengantar. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. majalah. Dengan demikian. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. Jelas pula di sini. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa. bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. ketika bermunculan penerbitan suratkabar. dan 96 berbahasa Melayu. ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar.A. Salah satu karya terjemahan yang terkenal. Pada dasawarsa 1880-an. Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). D. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. seperti yang dicatat A. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. Teeuw. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan.‖ Jadi. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). berjumlah 400-an karya (1917—1967). untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. 204 berbahasa Sunda. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. Dengan demikian. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar. direktur Balai Pustaka ketika itu. bahkan juga Belanda. dan buku-buku berbahasa Melayu. naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan. Di samping itu. majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa. Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. Oleh karena itu. Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. antara tahun 1903—1928. Sampai tahun 1928. Kelima.

Majalah. . cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Bahkan. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008. Maka. hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. tanpa manipulasi.wordpress. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu. Allrights reserved http://klubhausbuku. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu. Belakangan.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber.mahayana-mahadewa. Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka. Radio. Demikianlah. sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir. Jadi. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan. Di mana buku menjadi barang mewah. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia. seperti Televisi. Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia.com. Jurnal. menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi. Tabloid. Bulletin. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar. Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. tanpa penggelapan. www.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat. Nampaknya bukan itu saja. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar.

Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. Jawa Timur. Yogyakarta 99 penerbit. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. talk show. meskipun ini tidak didengar. Jawa barat 99 penerbit. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. SMP. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. Menariknya . saya memang tidak tahu persis soal ini. 1. 39 Tanggapan to this post. Bagaimana ini. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit. 67 penerbit. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. SMA. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. Diawali dengan.

Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A.Nama Blog atas nama peserta lomba. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008. Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan.pestabukujakarta. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini.blogspot.com bagian bawah web site . Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta.acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. Masuk log untuk membalas 3. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. KETENTUAN PESERTA 1. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. 2. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog.com Masuk log untuk membalas 2. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain.Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Peserta dari SMA.klubhausbuku.

Selain murah.Bagaimana apresiasi anda terhadap buku .pestabukujakarta. Ada yang sekadar melihat-lihat. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan. Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? .com 4. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka. Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon. Penerbit pun kembang-kempis.3.. Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku. dan temu artis.Tema bukunya pun beragam. Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran.Semua Blog mencatumkan link http://www. dan buku dongeng untuk anak-anak. workshop fotografi. agama.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus .Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal. Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk . Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku.Komentar salah satu buku yang anda suka baca. .pestabukujakarta.Komentar Blog tentang Pestabukujakarta. Novel.com .anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh. judulnya pun beragam.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta. sampai 70%. ilmu pengetahuan. teknologi. fiksi. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi. .. Ada buku keluaran terbaru.Resensi 10 buku apa saja . anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta.Tema buku apa yang anda paling suka( sastra. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya .Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman . Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. ada juga stok lama yang mereka obral. dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri. pelatihan menulis fiksi. tapi daya beli lemah. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku. Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. mulai agama.Isi/conten dalam blog. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang. Ada lomba lukis anak-anak. Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka . Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu. ikapijaya@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot.

Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. Namun. Menurut dia. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. belum lagi . ibu rumah tangga. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar. Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik. sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian." kata Meliana. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku." kata perempuan berambut sebahu ini. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. 40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. juga mengeluhkan mahalnya buku. "Harga kertas selalu naik setiap tahun.‖ ujarnya. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana. Meliana. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku. Pendapatan penerbit pun turun. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. Padahal. Sebab.membelinya. tapi ya baca-baca di tempat aja. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006. Sejak menikah. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah.

untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. jumlah itu sangat kecil. Akibatnya. ilmu juga mahal. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. yang terbaik nanti diterbitkan. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme.pajak yang berlipat-lipat. Dari 740 penerbit di tanah air. mencapai lima kali lipat. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . semuanya harus memenuhi persyaratan. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul. tidak melulu bisnis." katanya. ―Memang dari biaya cetak. Jika buku mahal. kiriman penulis. Tanpa sebuah naskah. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. di luar buku pelajaran. Berdasarkan data Depdiknas. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. Menurut Bambang. tidak akan ada penerbitan. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993).‖ katanya. sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal. Menurut catatan Ikapi. distribusi. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah.

ras. mahasiswa (jurusan apa. 3. tidak menentang ideologi negara. 8. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang.http://penulissukses. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. akan menguntungkan dari segi dakwah. tapi juga disukai khalayak pembaca. sekolah. 4. anak-anak. Buku yang laku. dewasa. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. Misalnya. universitas misalnya. agama. tingkat berapa). Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Dari sudut ekonomi. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. buku agama. baik penerbit maupun penulis.2. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. dan antar golongan/adat istiadat). 9. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. orang tua. sumber . kaum ibu.com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas.

mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh). Untuk itu jika naskah dikembalikan. b. Editor yang terlatih sangat tangkas. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. . jelasnya.Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. kirim ke media lain. c. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. Nah. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). Sulitnya. Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. Kalau menyangkut karangan kreatif. plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. ia tidak hanya sekedar membaca. Perbaiki dan ketik lagi. dan sebagainya. mengenali tulisan semacam ini. Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional. namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. Sebagai seorang pembaca. penatar. Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. Ia membaca karya pengarang. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya.

01/02/2007 . Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Ya. jangankan diterbitkan. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. Ada karya sastra. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan. . Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. Kenyataannya. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. Media massa. Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. LBSS. Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. buku agama. dan buku pengajaran. Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis. penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu.Media yang telah bonafide. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. kumpulan esai. seperti Rancage.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. Hadiah-hadiah sastra. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. sedikitnya tercatat ada 26 judul buku. Tahun 2006. terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. Mengantisipasi hal tersebut. untuk tabloid (mingguan). dikembalikan pun tidak.11:05 . hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. kamus. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara. kumpulan lelucon. naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu.dikirim oleh: imelda. Karya sastra Dari rumpun sastra.

H. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H. karya Dadan Sutisna. Tetapi keduanya bukan karya tunggal. kini diterbitkan Pustaka Amaldi). tapi bisa dibilang fenomenal. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. Pertama. terbit tiga judul. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah. dan Jatining Sobat. Pasukan Siluman Haji Prawatasari. Karna Yudibrata dkk. adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat. Nu Ngageugeuh Legok Kiara. Usep Romli HM terbitan Kiblat.Begitu pula dengan roman Sunda. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. Wiratmadja. Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk. tahun 2006 lalu terbit dua judul.A. Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. Beruntung. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. Buku agama. Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. Ekadjati. kumpulan sajaknya terbit dua judul. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana. keduanya berupa cetakulang. Pertama. Wirtatmadja.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan). Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid). pada tahun 2006 tak terbit karya baru. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. Lalu. Itulah Kamus Sunda R. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R. Kamus Tahun ini. Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan.H. Lainnya. termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. Selain yang telah disebutkan di atas. karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. Kedua. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda. Neangan Bulan. karangan Apung S. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). . Bentang Pasantren karya H.Sementara. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. adalah buah karya mendiang Edi S. dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). Sedangkan yang kedua. melainkan karya bersama. Untuk bacaan anak-anak Sunda. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran.

Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah. Danadibrata. Pada tahun 2005.com/atom. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama. paguyuban. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 .blogspot. Kemudian. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul.A. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda. Dari 26 judul buku yang terbit. Padahal pada tahun sebelumnya. lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana. tinggal di Bandung. keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.xml Misteri Pedang Skinheald. Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi). terbit kamus monumental Kamus Sunda R. Satu lagi. Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. Salah satu sebabnya. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan. Sabtu. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Penerbitnya sendiri. menurut catatan. Oleh karena itu. Selain itu.*** *) Atep Kurnia. tetapi sekarang mencapai 26 judul. Sumber: Pikiran Rakyat.

Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin. Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit.. Jadi kadang berjalan di tempat. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. dan bersicepat dalam hal lain. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya..700 Nanti dulu. di mana tidak. goblin. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. Hehe. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis. CS Lewis. Ceritanya fantasi. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu.A Ataka AR Penerbit Alenia. Jalan ceritanya seperti biasa. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk.. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton. kadang berlari. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Tetapi halamannya terbatas. mudah-mudahan aja ya? . Ata akan makin piawai merapikan. Hehe. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya.. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru. ada kekacauan. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. ini memang buku anak karya anak. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. memang sudah banyak. JK Rowling. ya. dwarf. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca. Mungkin dengan bertambahnya umur. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. hurufnya besar-besar. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh. dan ada juga ghostmorgana. ada perebutan kekuasaan. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina. ilustrasi juga banyak. seperti elf..

Dan. 160 halaman. MPS 1 waktu diserahkan pada editor. Diharapkan terbit akhir Maret ini. halamannya lebih banyak. selain dari pembatas buku. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). 2006 2:42 AM | Permalink .Trus. Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir. Wah! Posted on March 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->