Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan. Buku serial Tini misalnya. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. Mereka selalu menikmatinya. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. peri. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. hantu. mainan. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. pepohonan dan lain sebagainya. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. makin sederhana cerita dan gambarnya. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. hewan. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. yang saya baca pada jaman balita. Buku ini tidak ada di toko buku. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. Untuk detilnya ada di http://rumahriang. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". Makin muda usia anak. Dengan berbagai tokoh mulai orang. Pangeran ikut-ikutan merokok.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday. bisa menghubungi saya di sini. Besar . Karena kekaguman itu.com Nah. sekolah.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. mantan wartawan. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. kurcaci. Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan.blogspot. I will tell you a story.

Nanti kalau sudah SMA. saya pasti akan lahap. apalagi yang terkenal. saya bertemu Bobo dan Kuncung. tapi belum tentu. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. Semua cerita yang saya baca saat itu. dan kurang diperhatikan. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. dan melahap buku. Butuh ketrampilan tersendiri. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. diam-diam. Karena sudah saya baca semua. Saat itu. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. Di rumah. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini.sedikit. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. biasanya berakhir bahagia. seperti yang terjadi pada Ariotomo. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. komik Mahabharata. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. tidak diperhitungkan. baru boleh baca. dan majalah anak-anak. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. . Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. menyerap. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. adalah sedikit contohnya. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Wah. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. “Itu bukan buat anak SD. buku komik aneka macam.

mudah didapatkan. Tante. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Hani. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. bukannya tak ada. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Gramedia-nya Amerika. Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. Buku belajar membaca. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. Begitu juga dengan keponakan saya. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. dan lit-lit lainnya. dari 0 hingga 12 tahun. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri.” papar Renny Yaniar. iseng. “Kan aku udah baca. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. chicklit.atau hal-hal semacam itu. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. Minat jadi penulis buku anak-anak.blogspot. “JK Rowling. sedang duduk bersama diam- . Namun demikian.com) dalam obrolannya dengan saya.” ini jawaban Ari dan Putri. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. “Bingung gue. kali ini pada Putri dan Hani. “Yah.” “Tahu dari mana?”pancing saya. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Rentang usia anak-anak yang juga luas.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD.

February 23 ―Now. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. Bahagia melulu soalnya. Dengan berbagai tokoh mulai orang. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. Buku serial Tini misalnya. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. hewan. Tapi buku-buku impor sudah ada. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu.” Di luar soal minat baca anak. isinya harus bisa dimengerti anakanak. Tetapi. yang saya baca . “Setahu saya. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Buku-buku untuk balita. Nggak bikin saya sirik. jadi tidak banyak diproduksi. hantu. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. pesan moralnya jelas. mainan. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. Renny Yaniar. Di kamar keponakan saya saat itu. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Makin muda usia anak. Mereka selalu menikmatinya.‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. I will tell you a story. pepohonan dan lain sebagainya. dan menghibur. TK. Tokohnya tak cuma dua kubu. kurcaci. makin sederhana cerita dan gambarnya. Jalan ceritanya pun amat kompleks. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. peri. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. Yang pasti.diam di kamar. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit.

saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. biasanya berakhir bahagia. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. Butuh ketrampilan tersendiri. seperti yang terjadi pada Ariotomo.‖ papar Renny Yaniar. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. tidak diperhitungkan. atau hal-hal semacam itu. Nanti kalau sudah SMA. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. ―Itu bukan buat anak SD. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. tapi belum tentu. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. menyerap. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. Wah. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. Karena sudah saya baca semua. dan melahap buku. diam-diam. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Semua cerita yang saya baca saat itu. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. . Nama dan jam praktek dokter di resep obat. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Saat itu. apalagi yang terkenal. komik Mahabharata. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. dan kurang diperhatikan. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. Di rumah. dan majalah anak-anak. baru boleh baca. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. Raumanen-nya Marianne Katoppo. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. buku komik aneka macam.pada jaman balita. saya pasti akan lahap. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. adalah sedikit contohnya.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. Besar sedikit. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. saya bertemu Bobo dan Kuncung.

Renny Yaniar. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. Begitu juga dengan keponakan saya. ―Kan aku udah baca. dari 0 hingga 12 tahun. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. dan lit-lit lainnya. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. Namun demikian. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita . Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. Hani. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. chicklit. Tetapi. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak.‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. kali ini pada Putri dan Hani. iseng. ―JK Rowling. mudah didapatkan. Gramedia-nya Amerika. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. bukannya tak ada. Jalan ceritanya pun amat kompleks. ―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. ―Bingung gue. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Minat jadi penulis buku anak-anak. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. Tante. Buku belajar membaca. ―Yah. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu.‖ ini jawaban Ari dan Putri. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Di kamar keponakan saya saat itu. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. Tokohnya tak cuma dua kubu. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. Rentang usia anak-anak yang juga luas.

hehehe. Bahagia melulu soalnya.‖ Di luar soal minat baca anak.. Buku-buku untuk balita. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. Nggak bikin saya sirik.... Tapi buku-buku impor sudah ada. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa.. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. deni si manusia ikan. TK.. karangsati said. walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh.. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria.. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM. 18 Comments: At 9:11 PM. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya. Fenty Fahmi said.. gaswat banget dong itu .@ 5:30 PM. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. jadi tidak banyak diproduksi.. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? . dan tambahkan Narnia. dan menghibur.dan anak-anak usia sekolah dasar. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. anak kecil baca lit-lit.. I love Harry Potter too . Bukannya biasanya. pesan moralnya jelas. posted by -Fitri Mohan. siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe... dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik... "Once upon a time" ?? :D hehehehe. ―Setahu saya.. And yeah. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. At 11:08 PM. Yang pasti.. isinya harus bisa dimengerti anak-anak. padahal ceritanya kompleks gitu. waktu aku kecil yang aku baca bobo. OktaEndy said.. paman janggut. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang.

favorit saya saat ini adalah Clara Ng.. endangcinta said. jadi seolah. Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes.... At 8:17 AM. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash. At 1:47 AM.*iya i know elu tertawa guling2an*. untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya. Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2. veridiana said.. tapi dua nama itu nggak lupa deh."malu ih org gede baca buku anak2". meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa. Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak.. saya suka tulisan ini....... Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) ...... Buku anak-anak yang dia buat. *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM. buat gue sendiri sih. Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak... Yoga said.. ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak.tidak ingin membatasi seperti itu... Mbak. Penulis Indonesia. Bagus sekali. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya. yg juga menulis buku anak..padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy). mang nape? hehehe. Saya masih ingat Tini.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin. Selain isi tulisan..At 2:38 PM. Daniel Mahendra said.. Gue jg baca Bobo kok....

accordingtod said. tapi ini kan dari jaman kuda dulu. mister.us said.. setujuuuuuuuuuuu.. saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain.. komik nina....malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni.... *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu.i. lima sekawan. kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu.hhehe.. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* . yati said. :D At 5:55 PM.... saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM. nengjeni said.. At 4:34 AM. belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih.. rebutan ama si mas dan adek ..At 8:47 AM. saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil. hans christian andersen. kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM. Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku. saya masih baca donal bebek setiap minggu.. xxx said...

-Fitri Mohan. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya. kepingin doang nih mas. bisa jadi begitu nanti ceritanya.said. narnia dll emang masih jarang.. Kepingan Hati said. --ambar-. banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak... @karangsati: hehehe. . Jujur. tapi kalo cerita sekelas harry potter.. Thanks untuk infox. dan nggak ada salahnya juga. nyengir. @okta: waduh. At 6:49 PM. unfortounetly event. Belum berani nulisnya. ndahdien said.. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak.. ditunggu buku anak2nya. jeng fitri.. MAY'S said. @daniel: betul. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak.. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2... dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa.. atau senyum2nya.At 12:05 PM.. Good Posting !! At 2:03 PM. At 2:19 AM.. biasanya trus kreatif belakang2nya. teladan anak sholeh... dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca. Mbak Fit. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa.said. kemasan bukunya juga makin cantik. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul. ada buku anak tentang kisah nabi.. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa..

Yang terakhir baru berdiri. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman. dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan). hehehe. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah.com . dan Kate DiCamillo. Jacqueline Wilson. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. Coba aja klik www. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka. di Indonesia. tapi belum bisa dibilang teenlit. tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya. Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. Di http://www. Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. entry children literature. @ndahdien: iya. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. anak korban perceraian.@yoga: makasih ya jeng.. tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. Btw. Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. kalau mau ngomongin variasinya. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. @misterius: iya. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak. @mays: ohya? Nah. :-) @kepingan hati: sama-sama. elite_hunting said. tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak.penerbitkakatua. lebih bagusan yang sekarang. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2. JK Rowling sih nggak ada matinya. Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader.org. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. tini udah lama banget. lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. kalau dari segi variasi dan akses. @diny: sekarang udah banyak emang. dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka. Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat". young reader. Kalo dari gaya bahasa. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh. Eh. Robert Wolfe. maaf. Paradise Lost-nya John Hamilton.. ini fakta lagi nih.sacred-text.blogspot. At 11:23 PM. pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur.wikipedia. Thanks for the info ya may.

"Untuk mengatasi hal tersebut. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan. Menurut Benny Ramdani. tidak hanya dari kertas.Post a Comment Kompas. Buku anak. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak. atau mengadaptasi dongeng. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku." katanya. (ynt) .000-Rp 250. "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler.000 per bulan.000-Rp 20.Sejak dua tahun terakhir. Hanya anak kota Namun. Minggu (15/10). tetapi bisa beberapa kali. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. penulis cerita anak dan editor. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak. serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. Sekali cetak mencapai 3. mulai anak prasekolah." tuturnya. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam. Bandung. "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak. Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari. Meskipun perkembangan buku anak pesat." ujarnya. Kompas . "Jika menyukainya. "Menurut penelitian yang sama. meng. Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak. menulis cerita untuk anak itu mudah. Menurut Ali. lanjutnya. Penjualan buku untuk balita lebih banyak. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150.000 eksemplar. isinya pun semakin beragam. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan." kata Ali." katanya. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. tetapi juga dari kain dan plastik. jumlah penulis buku anak hanya sedikit. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak.000. Demikian dikatakan Ali Muakhir. Oleh karena itu. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali.000-5." kata Ali." kata Ali. Selasa. balita. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar.ungkapkan. konsumsi buku anak meningkat tajam. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah. Segmen buku anak sangat luas. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru. Tidak hanya bahan dan atau wajah.

bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. Mizan Learning Center di Arcamanik. Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung. Lawang Buku di Dago Tea House. Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota. Ada Manisee Community di Cibiru.‖ ujar Handerson. Ada Potluck di Teuku Umar. majalah.‖ ungkap Handerson Rizal. Tobucil di Jl Aceh. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. sambil menyelam minum air. hingga otobiografi. ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya. Pustaka Latifah di Margahayu. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. . Baca-baca Bookmart di Sabuga. Ketika ia berkunjung ke Bandung. manajer humas dana pemasaran Zoe. Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. Maka. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit. ada Zoe di Pagergunung. Das Mutterland di Cihampelas. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu. Rumah Buku di Hegarmanah. ada yang hanya komik. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001. Tapi. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. Litera di Ciumbuleuit. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Minor Books di Cijerah. dan. Ultimus di Lengkong. pada kurun 1850-1906).Januari 5. novel sastra. Batu Api di Jatinangor. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer.. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku. Zoe telah memiliki 9. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung. Pustakalana di Jl Ranggamalela. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda. ‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001. Sambil membaca buku. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. Ada 80 ribu buku. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet.300 orang anggota. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa.‖ ujar Jan Adip. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya. Bahkan.

dan pemerhati budaya. Di sana banyak berdiri klab. Berbeda dengan Zoe. Manajer Humas Prefere 72. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca. Tapi. menyusul hadirnya Klab Baca. yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah.‖ tutur dia.id Sabtu. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat . Julian Millie. dan Ayatrohaedi. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya.‖ tambah Hawe. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku. dan library dalam satu paket. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. noodle. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda.000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2. pengarang buku. hala itu tak mematahkan semangat PSS. Setiap akhir pekan. Klab Belajar. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. Edi S Ekajati (alm). Pada bulan ini. Di Tobucil. Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. Sumber: www. Hawe menuturkan. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika.co. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. Sejak didirikan pada 2002 lalu. roti kering bagelen. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. Klab Nonton. Meski begitu. juga ikut meramaikannya. Nita Arriastiti.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72. PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. Didirikan pada Desember 2006. dan cemilan ringan lainnya. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda. membicangkan masalah manakiban. Ada Klab Rajut. Sekretaris Yayasan Rancage.‖ kata Hawe. Meski begitu. Hawe Setiawan. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan.‖ ungkapnya.republika. dan sebagainya. seperti Ajip Rosidi. Klab Musik. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam. Hal itu pantas kiranya. berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri. Di pekan kedua setiap bulan. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah.

buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. Pendataan IKAPI Pusat. untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun. Artinya. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. "Bukubuku agama.toko buku. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. tidak sekadar dari kertas koran. Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen. misalnya. Tengok.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia. GELIAT penerbitan buku. yang bukan toko buku agama. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. "Jadi." kata Iwan Setiawan. Sisanya. Saya yakin di toko buku lain. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan. Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar. paling besar buku Islam. General Manajer GIP." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta." kata Arif menambahkan. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. Saat ini. khususnya Islam. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. Apalagi. sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. misalnya. Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. Oleh karena itu. Tengok saja selama bulan Ramadhan. mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. kertasnya koran semua. Maka. . Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. Proporsi demikian tentu terbilang besar. terutama buku-buku bertemakan Islam. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam. Bahkan. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama. Bahkan. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an. dalam dua tahun terakhir.

misalnya. pendiri kelompok penerbitan Mizan. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. Nama-nama Islami. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan. GIP sendiri berdiri tahun 1985. DALAM khazanah penerbit buku Islam. Bahkan. keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. misalnya. Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . mulai tahun 2003. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. kini mampu membangun kantor. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia.000-an eksemplar. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. Asma Nadia. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. yang diberikan kepada karyawannya. dan Gola Gong. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan. GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. Novel. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. Bahkan. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain. Dari jumlah karyawan. Merasa cukup laku. Wanita Harapan Tuhan. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat. Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. Hingga bulan September 2003. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga." kata Haidar Bagir." kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. menurut pengakuan penerbit ini. Menurut dia. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. ada yang sudah terjual sampai 50. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang.Menurut pendirinya. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa. Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses.200. Dalam dunia perbukuan.

"Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym." kata Yopi menambahkan." jelas Yopi Hendra. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku. Penerbit Erlangga.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional . Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. editor MQ Publishing. Tidak heran." kata Singgih. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam.penampilannya. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―. Ya sudah. Bahkan. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut. Bahkan.cerita ringan. Di antaranya. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. sejauh tingkat tertentu. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym. "Kami melihat market share yang sangat besar. beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. MQ Publishing. mencetak buku. Ia menyarankan kepada si penulis. kami coba masuk sedikit. Makanya. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. kami penuhi dulu. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali. Swiss. Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan. Sifatnya partisipasi saja. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym. Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. ini juga mencatatkan rekor penjualan.buku bertema Islam. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. Salah satunya. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku. ia menyunting naskah atau manuskrip. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai. karena pasar begitu besar. . Dalam waktu kurang dari sebulan.buku bertema Islam. Sebab tiga negara berbahasa Jerman. salah satu editor Penerbit Erlangga.

setelah omset pada tahun 2003 turun 1. yakni 155.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku. Di antara penerbit.2005). Terjemahan . cetakan kedua atau ketiga. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6. yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit.349 toko buku dan 78 supplier buku. perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit.076 miliar Euro.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama). Itu artinya 86. Mereka ini mencakup 1. jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan. Ini berarti.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30.7% atau setara dengan 9.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi. fakultas universitas.076 miliar Euro. 4.300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. mencapai 9. Sisanya adalah cetakan susulan. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China.04. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74.9 persen.543 judul buku .074 di antaranya buku terbitan baru. seperti wilayah berbahasa Jerman.074.Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman. duapertiga darinya adalah penerbit. Akan tetapi. Untuk wilayah yang relatif kecil. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86. Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. maka kenaikan omset 0. ada banyak koperasi publik. misalnya. dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6.823 penerbit. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas.74. termasuk jurnal ilmiah.

Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan. diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5.6 % di tahun 2004. yakni 56. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku. Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman. Ceko dan Rusia dengan 6. bahasa Spanyol (2. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia .7 persen) bahasa Swedia (2.3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman. Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern.7.6 persen). Hanya 6. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku.5%. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit. Lebih dari seperempat atau 25.7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris. Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga. 3. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan. Akan tetapi.8%. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat. Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri.1%.6 persen). Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5.2 persen). Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58. Lebih dari 4.6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris.9 % tahun 2003 menjadi 50.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6. para pembaca Jerman cukup dimanjakan. disusul dari bahasa Belanda (2.8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman.3% dari bahasa Italia.500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra.9%. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis.

Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak. Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. Selain itu. Untuk kenyamanan pemakai. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. atau publikasi online seperti database ilmiah di internet. Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini. Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. Di sini. bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. dan jumlah ini bertambah setiap harinya. Akan tetapi. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet.8 persen. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet. Warisan Gutenberg. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan. cetakan 2005. Online-Redaktion . kedua lahan ini berkembang bersama. tapi saling melengkapi. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. yakni penerbit Jerman. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan.

yang terutama dilakukan oleh peneliti. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. John McGlynn. Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. Mishima. Harry Aveling. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia. . meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya. Teeuw. lembaga budaya. sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri. sarjana sastra. atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. dan Endo. terutama karya para penulis muda. Di Jepang. Kawabata. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A.Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Namun begitu. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). diantaranya adalah Soseki Natsume.

apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. sastra dunia ketiga. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. namun keasiaan mereka tak luntur. Samad Said (Malaysia). Mochtar Lubis. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. Korea oleh Richard Kim. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati. dan diaspora. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. dan Umar Kayam. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. dan F. Lajja. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris. yang berasal dari pecahan India. Contohnya adalah Taslima Nasrin. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). setelah dilarang di Bangladesh dan India. ditulis dalam Urdu. (3) benturan. yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. Shahnon Ahmad dan A. YB Mangunwijaya. Sionil Jose. dan Pakistan dengan Syed Waliullah. Bangladesh. Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. Ahmad Kamal Abdullah---penyair. Sementara itu. Dengan beragam variasi. Nick Joaquin. Atau sebaliknya. interaksi. dan perubahan nilai suatu budaya. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. berkarya dalam bahasa itu. Novel kontroversialnya. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan .

dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. Dilihat dari perkembangan terkini. Goenawan Mohamad. Tentu saja ini membanggakan. malah cenderung membaik. sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. .negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut.yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. penulis eksponen posmodern Jepang. Sejumlah kritik. Indonesia . meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan. Di ranah lebih minor. baik kritikus lokal dan asing. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. peringkat tinggi antara bangsa. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. dibanggabanggakan pencapaian literernya. nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia. misalnya puisi dan naskah drama.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan." demikian tulis Ahmad Kamal. dan Sapardi Djoko Damono. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. bukan semata-mata anggapan kritik setempat. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. Artinya. penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris. Sementara naskah N. dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial. di antaranya Vintage. Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. Cantik itu Luka. rasanya harapan itu tidaklah muluk. Debut novel Eka Kurniawan.

Harus diakui. Amrita Pritam (penulis India). Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. lebih-lebih dalam bahasa setempat. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). fiksi Seno Gumira Ajidarma. dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. avant-garde. Gramedia. Sionil Jose. hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. . Yayasan Lontar. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. drama N. F. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. Indonesiatera. Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. novel Ahmad Tohari. namun begitu berkonsentrasi. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. seorang penulis asal Pakistan. yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. antara lain puisi Joko Pinurbo. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. hingga kontemporer. Dari Asia. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali. upaya itu patut dipuji. mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting. Abracadabra. Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. Yukio Mishima. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. sudah akrab dengan pembaca awam. mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. Riantiarno. Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. Shahnon Ahmad. Filipina. dihadirkanlah karya Syed Waliullah. yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. antologi penulis Iran. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia.

intelektual. sejarah. Tema-tema buku sangat bervariasi. dan identitas Asia. Bila jeli. Rumah Buku Bandung. sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. pengeksplorasian. Untuk bisa masuk pergaulan global. sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. etnografis dan etnologi. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. militer. menarik perhatian. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. seorang warga Amerika Serikat. Sebaliknya. Etno Books. konsisten. Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. kualitas terjemahan. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. sama dengan pembacanya. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. Politik penerbitan. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. kebijakan luar negeri Indonesia. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. sastra diaspora. hingga tema sastra. sementara itu produknya pun banyak. Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). distribusi. serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. cukup laku dijual. Aksara. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. demografi. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor. dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. Seluruh buku . biografi. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. Kinokuniya. cultural studies. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. pemasaran. Di Indonesia sendiri. Penerbit Equinox. kopi. dan inovatif menggarap ceruk ini.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

"Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. Belum sampai dicari oleh penerbit. "Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. baguslah itu." kata Bilven. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. Meski begitu. "Tidak bagus iklimnya. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan.Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. "Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi). penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007). yaitu hard cover dan berjaket. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan. mengamini. Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair. "Kalau memang konsisten. Urip Herdiman Kambali. Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi. kami pasti mau menerbitkan buku puisi." puji Dian Hartati. pada 2007 yang masuk ialah Angsana." Karna. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto. Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior. dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan. Penyair masih ada di pinggiran. Ksatria di Jalan Panah . misal menggunakan huruf embos. ketimbang didominasi sama Grasindo. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. apalagi penyair tak terkenal. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku. "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis. sisanya dijual Ultimus." ujar Urip. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. editor Ultimus. Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain. Ini diakui oleh Saut Situmorang. penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius.'" Saut pun mendukung Bukupop. (terutama dari) variasi gaya penulisan. kalau bukan menerbitkan sendiri. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi." kata dia via email. Bukupop milik Karsono H. "Asal biaya produksi ditanggung. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut.

Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya. Mereka saling terkait satu sama lain. yang karyanya sudah terbit maupun belum. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu. biasanya dibantu kawan untuk menangani. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri. merekomendasikan link yang bagus. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman. baik pembaca umum maupun sesama penyair. eksplorasi dan eksperimen. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri. juga aktif di milis komunitas sastra. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber. Alih-alih syairnya. Link menghubungkan mereka dengan siapapun. Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. Mereka membuat blog dan situs.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna." ujar Saut sengit." kata dia. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi. Penerbit independen gonta-ganti muncul. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa. setelah itu mati. bahkan distribusi. Selain itu. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. Kenyataan ini disadari semua penyair. Menapak ke Puncak Sajak (2008). promosi dan resensi." kata Hasan Aspahani. Hampir semua penyair. Hasan Aspahani. "Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. Menurut Dian. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan." kata Dian. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun.

Penerbit Republika.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. Kelompok Mizan. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh. menjurus berceramah. termasuk dari unsur yang paling permukaan. GPU. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet. . Kini beranggota lima ribu lebih. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman. termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. Habiburahman. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses. yang ditonton kurang-lebih 2.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU. sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah. Ahmadun Yosi Herfanda. dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam. Selain Helvy. Asma. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia. Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot.000 kopi. Senayan Abadi. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan. termasuk di luar negeri. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. pilihan tersebut baik-baik saja. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim. terutama As-Syaamil. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. penyair senior. Cabang FLP ada di 125 kota. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi. Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. eksklusivitas jadi masalah.

Pustaka Panjimas. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. Abidah el-Khalieqy. sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar. CEO Mizan. Kuntowijoyo. Dahlan. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. alih-alih ekspansif dan akuisitif. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. lebih khusus lagi FLP. termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. Emha Ainun Nadjib. rasional. . Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. pernah besar dan berpengaruh. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk. menghakimi (judgmental). penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. Al-Ma'arif. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. emosional. Danarto. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. Diponegoro. maju. Jerman. mempertahankan skala kecil. lebih sebagai keyakinan pribadi. Mustofa Bisri. Kesan seragam (monoton). juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. terlalu fisikal mengedepankan identitas. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. dan damai. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas. terutama wanita.Sebelum didominasi FLP. terbuka. Pustaka Salman. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan. meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. agar karya mereka diterima lebih luas.

Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalau pun ada hiasan. Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. interiornya pun sangat sederhana. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah . hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai. Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu. Kendati penampilannya masih sangat sederhana.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. Seperti halnya dengan penampilan luarnya.‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. dan 2 buah almari kecil atau loker standar. harapan itu sangat masuk akal. floor display. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya. gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni. Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. Jepang. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. FBF 2007. ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang. 4 set meja kursi. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada.keikutsertaan di FBF. Namun yang cukup menarik. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia. pariwisata. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. Selain itu. ―Paling tidak. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita.‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga. Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia. terutama buku jenis artbook di Indonesia. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen). perpustakaan. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. tapi sebagai awal sudah cukup . kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. Dari kartu nama yang ditinggalkan. agen. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen.‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku. mulai hari pertama hingga akhir pameran. Ternyata. dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. ada yang berminat membeli. ―Saya nggak nyangka. terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini. Belum banyak sih. Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. seperti tentang seni dan budaya. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. sisanya terdiri dari distributor. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania. Ternyata di luar dugaan. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini. kehadiran dua perusahan percetakan. Soalnya. Sementara itu. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini.

Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt. . di antaranya dari percetakan. nggak hanya titip buku saja. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. Thailand. Malaysia. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Agromedia. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. Oleh karena itu.‖ tambah Manahara. Untungnya. pemasok tinta dan pemasok kertas. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura.‖ katanya. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. Untuk mewujudkan hal tersebut. Dari segi kualitas.‖ tegas Frans Meak Parera. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal.bagus. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang. Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. ―Kalau kita tanggung secara bersama. Direktur Marketing Indonesia Printer. Jadi. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri.‖ ujar Nova Rasdiana. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan. saya kok optimis.‖ jelas Victor Ho. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. utamanya penerbitpenerbit besar. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor. Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri.‖ kata Manahara.

apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. lanjutnya. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu. baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. Kami pun digayuti kecemasan. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. . Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat. Pertanyaan pertamanya. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. Kami membawa harapan dua penulis lokal. Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. Namun. Oleh karena itu. dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. karena semua berbahasa Indonesia. rasa senang itu tak bertahan lama.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. Peter Ripken namanya. Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. Jakarta. Selaku penerbit dari dunia ketiga. Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas". Beliau begitu hangat dan membantu. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. Bahkan. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. ―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya. sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. Namun. apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. Tentu saja.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari.

Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability). kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. dan lain-lain. Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami. Kedua.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa.ac.petra. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. Namun. atau dari membaca buku.pdf. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. majalah. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan. Alasannya klise: takut tidak laku. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. buku pengetahuan. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. kepribadian. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. PENDAHULUAN 1.World Bank di . Page 1 1 Universitas Kristen Petra I. Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. Ketiga. koran. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. penerbit pun agak ragu memromosikannya. pengetahuan. Namun. Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional. Keempat. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair. Kalaupun ada yang berbeda.1. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. komik. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid. novel.

d. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Padahal. Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. Untuk saat ini. Misalnya.6). hal itu tidaklah mudah. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. dan SMK. tetapi di Indonesia angkanya 1:45. Dan yang sangat ironis. Adicita Karya Nusa. apalagi perpustakaan di luar kampusnya. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca.1).From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. Rachmanata. Namun. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. jurnal. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. SMU. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. pada kenyataannya. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. Kepala Perpustakaan Nasional. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka. Dady P.dalam salah satu laporan pendidikannya. tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP.0) dan Hongkong (75. Rendahnya minat baca anak. Artinya. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. Padahal. "Education in Indonesia . sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. saat masih usia anak-anak. Kanisius. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku.d. Singapura (74. majalah ilmiah. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. baik dosen maupun mahasiswanya. di sisi lain. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat.5). dan Yayasan Pustaka Nusantara. Thailand (65. 20 persen. dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 . melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. 1 Artinya dalam soal membaca. kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya.

Sementara di pelosok desa. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Minat baca dan Kualitas bangsa. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan. mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. baik dari segi kualitas cetak. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. Sementara di Indonesia. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya. yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya. Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik.KI Supriyoko. tetapi juga orang dewasa. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo.Pd. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Sebab. juga dari segi ilustrasi.M. Pikiran Rakyat. . gaya dan penuturan cerita dan kalimat.

6. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak. 4.1. Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. 1. Memperoleh didikan moral. Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. 1. dan khas dari cerita aslinya. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. 1. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti.3. tetapi tidak meninggalkan budaya. Manfaat Perancangan. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca.4. 3. Lingkup Perancangan. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas. 3. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang. Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat.5. ornamen. 1. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. Dapat memahami. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun . Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. sesuai dengan perkembangan jaman. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis.2. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. 2.

7. obyek. Unsusr gambar 2. Sistematika Perancangan 1. Tinjauan teori cerita 4. Rumusan Masalah 3. tempat. Konsep kreatif 3. Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada. Tinjauan judul perancangan 2. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya. kostum. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Komposisi 3. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Tinjauan buku bacaan 3.Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota.8. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. Latar belakang 2. seperti karakter. Pembatasan Masalah 4. dan lainnya. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Tujuan Perancangan 5. Konsep Media 2. Metode pengumpulan data. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. Tinjauan teori pisikologi anak . Lingkup Perancangan 6. Metodologi Perancangan. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1.

Menko Kesra Prof. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Bahkan. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. Dr. Tinjauan cerita timun mas 2. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. Di daerah perkotaan. Respon Publik 3. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Artinya. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. terutama anak perempuan dan remaja. Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan.6. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. Tetapi di daerah pedesaan. Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. Anak-anak. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . Tabulasi 4. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. Tinjauan teori ilustrasi 1. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. negeri dan terutama swasta. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. Kepala Sekolah. Menko Kesra Prof. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun. Dr. untuk daerah-daerah tertentu. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit.

pertama. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . Kedua. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. setiap kali pemerintah. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. tidak lagi ada manfaatnya. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. maupun dinas-dinas serupa di daerah. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. Dengan demikian. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. utamanya ibu-ibu rumah tangga. dibuka untuk masyarakat umum. Lebih lanjut daripada itu. dengan pengaturan waktu yang baik. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali. apabila ada kenaikan kelas. mengumpulkan dan membagi buku. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. murid dan orang tua. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera. perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas. Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. apabila tidak sedang dibaca. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. semangat dan kemajuan. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal. dan tidak dibutuhkan lagi.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah. melalui Departemen Pendidikan Nasional. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. Karena diperuntukkan guru. dan pusat pembangunan. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. sore. siang dan malam hari membantu orang tuanya. perpustakaan sekolah yang buka pagi. sore dan malam hari. Anggota masyarakat. menerbitkan buku supplemen guru. Anggota masyarakat lain. dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. bagi yang mempunyai buku pribadi. siswa. Buku guru tersebut juga seyogyanya. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. Pada siang. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah.

akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan. Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas. misalnya pagar yang rusak. atau semacamnya. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan. Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. genting yang bocor. selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. Lebih dari itu. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler. Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. dan membaca. dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah.

antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri. sejak 10 tahun yl. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil. untuk sastera bahasa Bali. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku. bangkitnya solidaritas antar sesama. harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. Dengan demikian. yang dibutuhkan orang tuanya. (Prof. persatuan. baik penulis maupun pembaca. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun. dan sejahtera. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. kesatuan. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. Gerakan ini. untuk sastera bahasa Sunda.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian. sajak.190//artikel/26812. Dan sepanjang pengamatan kami. Jaladri . esai. makmur. cinta produk dalam negeri. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit.130. terus terang saja kami tak mampu. Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang. Desa maju rakyat membaca. anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. tidak boleh berdiri sendiri. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. karena murah dan melimpah. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. Haryono Suyono. cerita pendek. Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya. Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman. untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. jumlah engang setiap larik. dan cinta kasih. Dr. Sumber: http://203. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. pada akhirnya akan mengubah sikap. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait.242.

sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. India dll. ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah. Mandarin. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001. tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. bahkan tahun belasan. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. . begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. tidak semuanya dari generasi tua. karena ketika mereka duduk di SD. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif. dll. Temanya pun bersifat kontemporer. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua. tahun 1960-an. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya.

walaupun hidupnya merana. Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan. Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat. Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda. Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. Galura. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua. perimbon. Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. dll. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. dll. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. bahasa Indonesia. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. Isinya umumnya berupa cerita. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. Ada juga berita. keduanya berupa majalah. di samping itu banyak memuat puisi. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. sejarah atau legenda. terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. Djoko Lodang. Joyoboyo. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. pengobatan tradisional dan semacamnya. Manglé terbit mula-mula bulanan. Keduanya berupa majalah. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional. sedangkan iklan tak dapat diharapkan. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. Cupumanik. Kalawarta Kudjang.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah. Djoko Lodang berupa tabloid. baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya.

Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. pertanian. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata. di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. terutama buku-buku teks.dengan pers bahasa nasional. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional). karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan. misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup . sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres. Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing. Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa.

Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi. RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian. Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. Dalam siaran televisi. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah. sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. Setelah acara seperti ini selesai. terutama dalam radio-radio daerah. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. Seperti dalam penerbitan buku. .besar. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca. tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat. kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. serta men-trigger imajinasi. kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. kelas pedagang juga turut serta kemudian. menulis dan etika. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus. terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini.isolasi jepang dimulai. . salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. kodomo no tomo pada tahun 1956. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. picture is also the words). proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja. khususnya 1912. kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. terutama dalam buku cerita bergambar. sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit. dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut.

susan j. Tak perlu menunggu berhari-hari. presiden international institute for children's literature. Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun. Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang. Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang. dalam diri tercipta kepuasan batin. Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. Emosi kesedihan. Wapres RI Jusuf . anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis. Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. Kegiatan Surat Anak Indonesia . menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. Sedangkan bagi si penerima. Padahal dengan berkirim surat. dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. Sungguh luar biasa. proses pembubuhan cap pos. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. Dari sekian banyak manfaat tersebut. Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat.ryoji arai Senin.09. Tags: reference. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei. Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca.resume oleh hafiz ahmad. tentu ada sisi negatif yang timbul. 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. jepang. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). Dengan menulis. Dengan short message service (SMS). Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. surat merupakan bentuk perhatian dari seorang. telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. seminar.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. kebahagiaan. menempelkan perangko. 2007. kepiluan. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. bagi si pengirim. napier Next: looking through my windows of picture books . dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional.prof. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime .

jatilan. Close Up.L. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. Demikian berturut-turut. Bukan hanya itu. BENETTON. para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. gaya bahasa yang manasuka. Stine.. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka. Presdir dari Santa Cruz Import Inc. Misalnya. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing. di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. Menteri Pariwisata. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog. seperlima dari pasar adalah kaum remaja. kaum remaja akan semakin termanjakan. Gubernur DIY. Untuk itu. Seni dan Budaya RI. Ketua MPR RI. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006.00-13. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari. Tokoh yang sedikit urakan. Ketua DPR RI. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A. Goosebumps dan Fear Street . Tetapi.Kalla. sandiwara anak. Menteri Perhubungan RI. Belia. SWATCH. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup.00 WIB. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia. Contoh konkret misalnya. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. dan dongeng anak. Ketua DPD RI. Nike. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. pukul 09. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. Disamping kegiatan tersebut. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. Menteri Pendidikan Nasional RI.

salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya. Ambil contoh. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Gus TF Sakai. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. Mira W. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Bubie Lantang. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Lutfie dan Dwianto Setyawan. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja. Memang. Dampaknya sungguh luar biasa. ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus. Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. Untuk produk sekelas Lupus. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. inilah masalah laten dunia penerbitan kita. Dari jumlah itu. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. Sementara di Indonesia. Memang. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya. dari 330 penerbit yang terdaftar. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor. Zara Zetirra ZR. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. Menurut catatan IKAPI.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. Gola Gong. untuk mengikat loyalitas pembaca. kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. Misalnya. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil). Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. bukan . penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. seperti sering dikeluhkan. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja.000 eksemplar. Sementara dari sisanya. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. Bahkan. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron.

Sementara pihak lain. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren. khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. Lupus misalnya. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek. Kebetulan. Sebagai orangtua. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. Pendeknya. ceplasceplos. ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja. penurut . Scientific. Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. Namun. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. dan seabreg nilai positif. Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. Oleh sebab itu. [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan. Nah. kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. suka jail. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983. . video. hingga laser disc. selera dan gejolak remaja yang dinamis. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. Bagaimana tidak. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. yakni tokoh yang selalu alim. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi. Mari kita urai bersama. SJ). Drost. yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. berbudi baik. dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan.

000 judul. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. Berangkat dari sinyalemen itu. hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. menambah pengalaman batin. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia.6 miliar rupiah.000-3. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. dari 330 penerbit yang terdaftar. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme. Dari sekian judul itu. Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. Betapa tidak.000 judul Bahkan kini kabarnya. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. Namun. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya. Dari jumlah itu. Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia. Sebenarnya. Artinya. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan. Menurut catatan IKAPI.000 judul. Sementara di Indonesia. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal. buku-buku tersebut dapat . Selain itu. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul.000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan. Bahkan begitu proyek ini mulai surut. membuka wawasannya. 12 Agustus 1993). Alasan utamanya. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. Sementara dari sisanya. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1. dan membuat anak menjadi gembira. buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya.

anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan. Pendeknya. Ganes TH. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖. dan Teguh Santosa. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri.16 miliar kopi. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. Sabuk Inten‖. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. Sebaliknya. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. menjelang akhir tahun 1994 ini. baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. Demikian pula yang terjadi di Amerika. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. Andersen. ―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. Bila dirunut ke belakang. Itu baru dari segi penyajian. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang. Hans Jaladara. Tintin. semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. Meskipun demikian. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara.C. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. Akan tetapi. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas . Anak sekarang. di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. anak sekarang lebih selektif lagi. Dari segi ide cerita. yang lazim disebut komik. Dalam hal bacaan. di lain pihak. sementara roda penerbitan harus terus berputar. Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. Sebaliknya. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. Akan tetapi. Dari sisi persebaran buku.

Alhasil. Bedanya. hanya visualisasi gedung. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal.dengan gaya futuristik. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca. basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. . baik sebagai orangtua. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. pendidik. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. Namun. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. Benar memang. Tidak lama kemudian. orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. Hal ini bisa dimaklumi. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. Konon. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya. Buktinya. maupun kalangan penerbit. berjudul Imperium Majapahit. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya.

orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. Mengutip pendapat Prof. Sementara. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Dengan demikian. mencoba menjawab masalah semacam itu. anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. . Tetapi. orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. Caranya. seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. layar tancap. membiasakan hadiah berupa buku. dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Janine Despinette. 1995).pertunjukan musik. Misalnya. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. Atau. mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. Begitu seterusnya. Dari sini. yang lebih serius. Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini. yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. Lantas. Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. Namun. atau mendiskusikan tema suatu buku. Setelah lahir. Sayangnya. usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. Cara lain. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. mendorong minat baca (Encourage Reading). bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan.

Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. GEMAR MENULIS Oleh A. Jadi. meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak. Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. bisa diterima di mana saja. menulis surat. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. Ajaklah . atau membuat buku harian. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96). Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik. Bagi anak remaja. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. bisa tentang silsilah. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. acara liburan. Namun demikian. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA. O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga.

Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat .mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. Dengan alphabet. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. Lebih jauh lagi. termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. Dengan kata lain. Akan tetapi. Namun demikian. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy). ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud. Gutenberg – seorang warga negara Jerman. manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. Mengenai hal ini. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. Padahal. Korban pertama adalah Gutenberg sendiri. menemukan sistem produksi karya cetak. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya. namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. metode membuat huruf cetak dari campuran logam. bahkan hidup sengsara karena penemuannya. di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa. Banyak takaran mengenai hal ini. minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan. huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. Sedangkan. ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. Akan tetapi. kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit. tinta cetak. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. A. meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. penemu metode cetak. Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin. yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). Tentu saja. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). Revolusi Tulisan Boleh dikata. Menurut sejarahnya. telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. tradisi tulisan (literacy).

Menulis. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. misalnya sekretaris. membuat outline. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. dengan cepatnya loncatan tradisi ini. kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. 22/12/95). Padahal. merumuskan latar belakang masalah. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. Memang. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. Di sisi lain. Untuk mengatasi kondisi ini. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. mahasiswa. Untuk bisa melampaui tugas ini. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. Ironisnya. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. larisnya bisnis jual-beli skripsi. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa. . nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. kepada pelajar. Sementara. atau minimnya penulis buku lokal. Sejalan dengan itu. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan. tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. Akibatnya. Betapa tidak. Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis. bagi sebagian besar mahasiswa. tetapi berlanjut terus. latihan-latihan menulis. Praktis. kerangka pemikiran. wartawan dan editor penerbit.berkembang daripada tradisi tulisan. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. memilih judul. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. Sebagai konsekuensinya. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku.

bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? . dan tertulis.Bagi pelajar misalnya. maupun menulis ilmiah. logis. agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas. baik menulis surat. memperbanyak tugas-tugas menulis. mengarang cerita. Sebagai sumber daya manusia di abad ini. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. Atau. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir.

(1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku. ekonom. tentara. polisi. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. foto model. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. atau pemain sinetron. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu. pengarang. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. penerbit. judul. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul. (4) memang ingin menjadi editor. kejernihan informasi tentang apa. bergantung pada kebijakan tiap lembaga. . Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. Selebihnya. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya.Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. Fakta berbicara. siapa. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. insinyur. Sementara. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. atau pilot. (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. ahli hukum. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain. ketimbang menjadi editor. Jika demikian.

hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. di samping tetap sebagai . seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku.Pengalaman empiris membuktikan. Celakanya. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. mengatur sistematika penulisan). Sementara. sekaligus mencari penulisnya. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. Lebih celaka lagi. editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. Dalam substantive editing. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. hingga melakukan pra-kalkulasi. Di sini. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. Termasuk dalam tugas ini. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. analisis pasar. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. misalnya. meramu sinopsis. seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. dalam mechanical editing. dan mengetik naskah saja. Pendek kata. membetulkan letak titik-koma. menyusun indeks. tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing. misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor.

biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. editor humaniora. bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan. sulit. Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia). sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. . editor fiksi. editor sains. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan. Oleh karena itu. hasil kerja editor akan berantakan. menyukai dunia perbukuan. editor. inilah hambatannya. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. editor kesehatan. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. Lembaga penerbitan yang profesional. Setelah buku terbit. Misalnya. Tanpa pemahaman itu. Itu sebabnya. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. dll. Tetapi. Sebelum mulai mengedit naskah. Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. atau yang sulit-sulit gampang. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah.spesialis dalam salah satu ilmu. Oleh karena itu. menjadi editor sebenarnya tidak gampang. sekaligus memahami tatacara penyuntingan.

Inggris. Juli 1996 dengan judul yang sama. yang dalam usia belia. insest. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun). berdua dengan adik perempuannya. Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak. Ibu yang pemabuk. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada.feedmap. membuat miris. ayak yang abai dan sok sibuk. justru di usianya yang begitu belia. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat.net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri. dari Edinburg. Lelaki. pedophilia. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. Persiapkan. . perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . Fowley.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis.© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku. Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar.

Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. Kean menambahkan.‖ ujar Tonkinson lagi. berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan.Beruntung ia memiliki. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. Selain kisah Fowley. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya.‖ ucapnya. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak. No: A Boy Betrayed. Daddy.‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas.000 pounds dari total 500. dikabarkan awalnya menerima 200. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan. Pada akhirnya. tulis Danuta Kean dalam situs BBC. Masih ada lagi.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please. Ditambahkannya. seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu. dulu. Ibarat pisau bermata dua. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. Mummy. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan. Paul. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual .

dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono. Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10.Terjual 235.000 Buku Kompas. Misalnya.‖ sebut McKay.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku. buku: 1.000 judul buku per tahun. Agung mengatakan. Senayan. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris.168 eksemplar (Mei 2007). Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik. 3. kisah Judy Westwater. laku sebanyak 204.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng. 6 tahun. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8. Selasa (27/1).Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8. . Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama.000 judul buku per tahun. 28 Januari 2009 JAKARTA. Jakarta. The Paperback of Stuart Howarth. 2. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan. SELASA . bbc/tri Selasa. Karena itu. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami.semacam itu. Rabu. Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) . jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen. yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya. 12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007.‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno. Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi.000 judul buku per tahun. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15. anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths. Di Inggris saja tercatat 3. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya. laku sebanyak 107. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival.

Selain pameran buku dan media. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. Bagi saya. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Dan. kata Agung. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya.id/news. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. Bayangkan.fajar. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. Dari kehidupan yang mulanya miskin.Kompas Gramedia.php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama. Namun. diskusi buku. Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. (Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Buku Harry Potter bukan hanya tebal. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". adalah perubahan besar dalam kehidupannya. berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia. sebagaimana dilansir dari media massa. Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. Di Amerika Serikat.co. hanya dalam kurun sehari saja. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. Di Vietnam. dan sejumlah kegiatan lain. 1481 x . (ELN) http://cetak. JK Rowling. Bayangkan. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD. Fauzi Bowo mengatakan. Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau. dan penganalisaan agar bisa .

Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat.000. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan. Thailand USD 6. jangankan pada persoalan membaca. Mengapa? Sebab. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15. Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas.300. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar. golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?. Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan. Bukan itu saja. Dari 'tesis' Purwanto tadi. sementara Indonesia hanya USD 3.1) dan Singapura (74. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca. dosen.5 juta atau 9.20 persen.900.mengikuti alur ceritanya. Indonesia berada di peringkat ke-39. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. timbul pertanyaan.0). Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia. mahasiswa. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. saat ini mencapai 565 penerbit.100. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas. Malaysia USD 9. rendahnya kebiasaan membaca tsb. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500. Dari sisi kuantitas. Sebab menurutnya. Boleh jadi. Sedangkan menurut laporan Bank Dunia. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini.7 di bawah Filipina (52. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51. Sebab. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. . Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca. Thailand (65.6).

atau bahkan mengecil. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar. Selamat Hari Buku Nasional. 539 x . ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta. sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca. Setiap minggu. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. Sekali lagi. semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan. Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. * Sumber : Ismail Amin.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. Sebab. kini semakin berkurang. dan entah kapan akan berakhir. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita. ada yang mengurangi gaji. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. Ada yang mengurangi halaman. Ya. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. ada juga yang menutup sejumlah biro. ada saja media yang memberhentikan karyawannya. Di bulan Mei ini.Ada media yang memberhentikan karyawannya. arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. Media cetak pun makin kurus alias menipis. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. atau kalau tetap mau . Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). Masa-masa sulit harus dihadapi.

Selasa. dan Sabtu. Sama dengan St LP-D.” katanya. tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. Rekan Jeremy yang lain. dulunya mereka juga punya televisi. Jadinya. beberapa tahun lampau. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). halaman dikurangi. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. namun telah dijual pada 2000.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. Biayanya besar sekali. lalu menambahkan. yang terbit di Saint Louis. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. tapi pada hari Rabu. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu.” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator. ada juga yang dipensiun secara dini. Ada yang diberhentikan. California. . 36. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. juga mengalami hal yang serupa. Koran yang ada sejak 1878 itu. Menurut John Wildermuth. sekarang tinggal dua. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors.bertahan. mengurangi biaya langganan jaringan networking. yang penting-penting dan besar saja. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup. kata Gauen. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern.” kata Jeremy Kohler. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle.000 pada hari biasa dan 475. Menghadap krisis ini. Pada hari Senin. Kondisi ini tentunya sangat ironis. Jumat Minggu. mesti siap menerima pengurangan gaji. Patrick Gauen. di San Fransisco.” kata Wildermuth. dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan. seperti di Sakramento. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. dan 10 tahun bekerja di St LP-D. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit.” jelas Gauen. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. “Dulu wartawan investigasi ada lima. Texas. Saat ini. lanjut Jeremy. Saat ini.000 pada hari Minggu itu. di koran yang beroplah 275. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. “Yang tinggal. dulunya mereka juga mempunyai televisi. Untuk mengurangi biaya cetak. “Ya. di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. menambahkan. termasuk tentunya biaya investigative reporting. Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle). “Mereka itu ada yang wartawan dan staf. ada yang dikurangi gajinya. Kamis. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. 58. “Jumlah karyawan juga dikurangi. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. kata Wildermuth. tanpa mau menyebut nilainya. ada sekitar 400 karyawan. dan juga biaya-biaya perjalanan. yang 15 tahun menjadi wartawan. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. Untuk mengurangi biaya operasional.

Memang. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. masa depan media cetak tidak jelas. kini tirasnya tinggal 15 ribu. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi. kata Leah. di Inggris misalnya.” kata Hartmann. Dulunya. bagi perusahaannya. kini sisa 40 orang. Managing Editor The Chronicle.” ungkap Proctor.” kata Wildermuth. CEO St Louis Magazine. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis. bila memakai percetakan outsourcing. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. “Karena ini kan mengurangi biaya. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. Dulunya sekitar 500. koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. Kiera Butler. yang sudah berlangsung hampir empat tahun. mereka mempunyai empat mesin cetak. lebih murah. Menurut Leah Finnegan. Texas. Di redaksi misalnya. yang dulunya 20 ribu eksemplar. tapi kini tinggal satu. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia. “Kami akan mencetak di luar saja. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya.” kata Hartmann. tapi juga di negara lain. Menurut Steve Proctor. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian. yang didampingi Vikram.Tapi untuk lebih efisien. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi. kini tinggal 300-an. Kami mau outsourcing. Namun begitu. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. tirasnya kini turun hingga 20 persen. Jumlah karyawan dikurangi. Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin. Itu pun mau dijual. Redaktur Pelaksana. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. Menurutnya. pihaknya akan menjual mesin cetaknya. Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. Pemimpin Redaksi. itu sudah ada sejak tahun 1900. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah. sementara mesin cetaknya akan dijual. Menurut Profesor Fritz Cropp. dulu penyunting 50 orang. Namun begitu.” aku Leah. 21. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. Soal turunnya tiras koran.

Special Projects Producer. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam.” jelas Mike. sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. adalah salah satu industri film raksasa dunia. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja. “Tapi kita tetap harus efisien. “Saya punya dua anak. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. sejak krisis keuangan di Amerika. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung. sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity.” katanya bercanda. Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi. . yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. termasuk media cetak. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. Menurutnya. Hal ini diakui Kathy Hadlock. di media yang punya 42 ribu langganan itu.” tambah Hartmann.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu.oleh yayasan progres nasional. yang lulusan Universitas Ohio ini. Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun. membuat seorang Sandler. Sebenarnya.” kata Hadlock. “Sekarang mesti lebih hemat dan efisien. karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. terutama Bollywood. tapi tidak sebesar media cetak. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar. Agaknya. termasuk iklan mobil. semakin kurang berita-berita investigasi. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. pengusaha simpan pinjam.*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar . Ditambahkan. “Akibatnya. 24 Juli 07 . Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang. biaya operasional dikurangi.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi. di KVUE Austin TV. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. termasuk untuk biaya investigative reporting. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat. Humas Pro Publica. Menurut Mike. saat ini kalau ada karyawan yang keluar. Hal ini juga melanda media di Amerika. Texas. Untuk itu. yang hanya mempunyai enam wartawan. masa depannya suram. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan. Sebelum Pro Publica. India.” akunya.

Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. Kegan Paul. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan .000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. Sri Lanka. ajang pameran buku terbesar di dunia. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. Tamil. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan. Dalam perjalanan waktu. dan India. secara perlahan tapi pasti. Penguasaan terhadap bahasa Inggris. Inggris. beberapa penerbit. Punjabi. seperti Macmillan.6 miliar rupee. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India. Direktur National Book Trust of India. Jepang. Amerika Serikat. mutu produknya. Butan. dan Assamese.000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. sastra kontemporer.Saat ini. kebudayaan. Maldives. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. maupun Uni Emirat Arab. India dapat memproduksi sekitar 70. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. Australia. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional. Frankfurt Book Fair ke-58. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. Telegu.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. Tahun ini. Pakistan. Demikian pula buku-buku tentang filsafat. Malayalam. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). berkembangnya gerakan nasionalis. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini. baik karena kualitas isi. serta harga yang relatif terjangkau. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun. yoga. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912.000 penerbit. maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. agama. Gujarati. sejarah. Nepal. dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat. tahun 2003 melesat naik hingga 3. Bengali. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. termasuk di antaranya bahasa Hindi.

film. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. sementara Permanent Black. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. seperti Tulika. Vikas Publishing. berkompetisi. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. Random House India. Di samping penerbit besar. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. seni rupa. bermain di pasar buku anak-anak. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. Minerva. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. Crossword. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. Penerbit lainnya. Semua penerbit ini. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. misalnya. India Ink. Sementara itu. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. Penguin India. serta UBS Publisher. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. seperti Penguin India. Orient Longman. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun. New Delhi. Roli Books. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. Umumnya. Ravi Dayal. Harper Collins India. musik. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984. Picador. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. Macmillan India. English Edition. sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. maupun Landmark. juga melempar produknya ke pasar dunia. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. Kali for Women misalnya. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. Kini.

Saat ini. India merupakan pasar buku yang menjanjikan. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. Cambridge University Press (CUP). Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. tabloid 6 persen. dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books.1 miliar dollar AS tahun 2010. Journal of India Foreign Affairs. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. seni.untuk sektor perdagangan buku. Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini. ValueNotes Database Pvt Ltd. Menurut rencana. Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. karya klasik berbahasa . Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. dan budaya di masyarakat India sendiri. Peran pemerintah Lantas. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut. Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen. sebuah penerbit sekaligus distributor. Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan. teknologi.

Sejauh ini. NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). (BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global.000-1. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. Angka ini lebih tinggi 4. Tampaknya. Dari riset terhadap 30. lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005.200 judul yang meliputi karya asli.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal.kompas. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE . penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi. MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi. Berdasarkan catatan NBT. orang Inggris hanya memakai 5. NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. Selain itu. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923. Sejak tahun 1970. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional.7 jam per minggu untuk membaca. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas. terjemahan. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1. Sebaliknya. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India.3 jam seminggu untuk membaca. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. Sejak itu. Sementara itu.htm | RAGAM | SELEB.

Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit . Kamp Konsentrasi Para Alien .Cari (1/20) Samsung ES55.Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'. Dilengkapi Fitur QuickLook . Setelah Wisuda Lantas ke Mana? .Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab .Gadget (9/20) 'SHORTS'. Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal .Otomotif (5/20) MSI EX620. Album Narsis . Notebook Entertainment . 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN .K.Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks . Hari Bertemunya Dua Dunia .Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'. Kemudahan Dan Portabilitas . Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini .Humor (18/20) Flu Babi. Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'.Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan . Raja Tikungan .Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox .Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS.Gadget (14/20) 'SOLSTICE'.Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV .Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'.Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p.Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300. Eksplorasi Atau Repetisi? .Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J. Rowling Kamis. Bukan Yang Terbaik di Kelasnya .Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 .Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'.Kesehatan (19/20) KTM RC8R.

seperti Lemony Snicket. Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online. Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal. Rowling diluncurkan Juli mendatang." papar Blair.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses.com . Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular. "Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Stine. Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya. Inc. Cornelia Funke dan R." kata Direktur Pemasaran. dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini.K. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak." tambah Campbell. yang menerbitkan buku karya Rowling.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R. hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling. Revenge Movies Kapanlagi. demikian dikutip dari AP (Associated Press). Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton. Jason Campbell. sebaiknya jangan dicoba sama sekali. .L. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos. "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. tetapi pasaran buku online bekerja beda. setidaknya dari segi hukum." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic. Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online.L.

7 juta eksemplar buku. Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu.6 juta pada tahun 2004. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka. jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20. hasil pendapatan bersih mencapai US$9. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. Di sisi lain. Di Jakarta. sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa. Menurut organisasi Open eBook Forum. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik. Anak-anak handal dengan teknologi. Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini.Nasib perpustakaan di Indonesia. 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. Prayitno." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books. Sepi dan Tak Layak JAKARTA . meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. saat ditemui SH. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota.000 orang. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia. meski penerbitan buku online telah menurun." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. Di satu sisi. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan. masih tak terlalu menggembirakan. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. mengakui hal itu. Kamis (16/5) siang." jelas Marcus. "Agak frustrasi. Pasaran buku online tetap berkembang. Di satu sisi.' Fantasi itu belum terwujud." tambahnya. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. Ini buku online. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi. . hingga hampir mencapai 1. tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online.

”Lagi disuruh bikin paper. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. Juga covernya yang bagus. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371.699 eksemplar. hidup segan mati tak mau.089 buah. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud.Sedangkan masyarakat juga demikian. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan. Sementara. sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24.” kata Anita. dan bercover menarik. ”Karena itu. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca.134 eksemplar. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51.” kata Ayub. Misalnya. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca. Dari hasil kuesioner tersebut.473 eksemplar.994 eksemplar). ”Dengan demikian. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. Ibarat pepatah.477. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka. Sementara. Bagai kerakap tumbuh di batu. salah satu pustakawan Perpumda.” katanya. ”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi. ya mereka hanya membaca itu. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak. salah satu dari siswa SMU tersebut. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. sesuai dengan perkembangan mereka. Menurut Ayub. sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. sangat disukai anak-anak. Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. Upaya pemda DKI itu. pada tahun 2000. lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. Selama ini. Jadi kerja kelompok di sini. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca. (Sebagai perbandingan. Buktinya. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata. karena buku yang demikian biasanya adalah komik. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. Ia mengatakan. Tetapi pada saat ditanya. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. Hanya saja. bukan didorong karena kegemaran. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. ”Nggak. menurut Ayub. misalnya. antara lain.342 buku. ”Karena itu. saya jalan sama temen. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. tetapi banyak gambarnya. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan.889 eksemplar. Dengan demikian. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak. Menurut Ayub.” tambahnya.” kata Ayub. tentu ia akan ditegur.” katanya.” kata Anne. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang. Kamis (16/5). kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat. yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan. . Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu. saya yakin mereka akan senang membacanya. Memang.

maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta. ia akan menjawab. pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung. serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer. Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . ”Saya kira tadi kamu pengunjung. Pertama kali pada tahun 1989. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. mereka larinya pasti ke sini. Memasuki ruangan perpustakaan.” ujar Susilo. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda. Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. diberikan . Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. Yah…begitulah akhirnya Mas. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan. jika hal itu dilakukan. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR. atau siapa saja. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. Puncaknya memasuki tahun 90an. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang. dan beberapa barang lainnya. Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini.”Lurus terus lalu belok kiri. Tapi buku-bukunya sudah tua. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh.” katanya. Jangankan untuk membaca di perpustakaan. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan. piring. sampai sekarang belum ada perubahan. kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan. Jum'at. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. memang perlu dilakukan. Bukan tidak mungkin.” ujar Harno. atau Kahlil Gibran. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik.

sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda. Dalam tahun 2008. Dan sejak 1997. Tetapi sejak tahun kedua. Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda. Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. pada akhir tahun 2008. Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. Jawa dan Bali juga . . usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp. terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. tahun ini juga. Ternyata seperti yang kami kuatirkan. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu. yaitu Bali. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda. Jawa dan Sunda. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung.hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa.Pada tahun pertama. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah. 10 juta dipotong pajak 15%). Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Tahun yang lalu. Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain.

Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. Ghazali almarhum. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. disusun ku Julian Mille). sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana. sekitar Karawang. Di samping itu ada cétak ulang. Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat. maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék. Bayan Budiman karya M. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek. Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota. Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. Mangoendikaria. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di . ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat.karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku.K. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. terutama di Bandung. F. Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah. Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang).

dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais. Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). ―Angin‖. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003). ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja. ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. seperti ―Titis Tulis‖. (terbitan Kiblat Buku Utama. mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia. Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. ―Hiji Sagara‖. Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. ―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖. Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. adalah . ―Surat keur Lemah Cai‖. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora. Terasa ketika menulis sajaknya. Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat. Gondéwa (1987). Langensari dll. berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). ―Leuwi‖. ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya.2008. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. ―Cipularang II‖. sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa).

dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional. ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007. cerkak. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). Nubia. Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan. maupun pimpinan grup. mengajar di SMKI Bandung.Nano S. Nano sendiri banyak menulis sajak. yaitu hanya 4 judul.. banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. (lahir di Garut. roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta. baik sebagai pencipta lagu. Dongané Maling. Jepang dll. kumpulan karya berupa guritan. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda. 5 juta). Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. Singkar. Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. Tetapi . Danusubroto. Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence. Kepada Nano S. dll. obrolan dan pengalaman penulisnya. Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. 4 April 1944) Nano S. yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. karya Yohanes Siyamta. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. album CD-nya berjudul ―Nano S. (1995). sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. Mongol. pelaksana pertunjukan. akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp. Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. kebanyakan dalam adegan flash back. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI).

Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya. gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal. 5 juta). Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). Dia pernah menjadi Pemimpin . tetapi juga menggambarkan watak nrima. Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. Bagus. Yogyakarta) Maka Atas S. hormat kepada orang tua. bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. Malang. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. adalah Trah karya Atas S. Ternyata Atun membawanya ke bordil. Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya. berupa piagam dan uang (Rp. Trenggalék dan Blitar. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur.penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus.

baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. karena . Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya. Narko Rasodrun. Datiek Yuminarko. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. al. yaitu 3 judul kumpulan puisi. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. Ki Narkosabda. ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). Narkoba. cerkak dan guritan. belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910.Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang). Karyanya berupa artikel. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. 2 judul roman. majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. réportasi. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat. tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Dia banyak menggunakan nama samaran. hal yang tak pernah ada sebelumnya. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. 5 juta). Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). dll. 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. Jaya Baya dan Damar Jati. 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). Buku yang terbit tahun 2008. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia.

berupa piagam dan uang (Rp. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. jam. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . Téma yang diangkat sangat beragam. merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. pengucapan dan gaya bahasa. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. alur ceritanya tidak begitu kompléks. Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. Tahun 1971. matérialisme. Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita. korupsi. Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas. 5 juta). memikat dan menyentuh serta utuh. Hampir separo berupa sajak péndék. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata. membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. kulinér. mulai dari hubungan suami isteri.bahasanya mudah dicerna. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. uang. hanya terdiri dari satu bait. toko serba ada. mengambil bentuk syair dan pantun. dan hukum karma. Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. sebagian besar dalam bahasa Bali. kemiskinan.

500. Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009. 5 juta). Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku.000). Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang.Singaraja. yaitu Ai Koraliati. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan. Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak. tidak terdapat di toko-toko buku. Dana yang disediakan konon sampai Rp. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. 2. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali. Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré. Menjelang akhir tahun 2008. tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. 80 milyar. * . Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu. Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan.

2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. Pabélan. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi. dan sekarang sudah hampir punah.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. pada masa pra-kemerdekaan. Sejak tahun 1993. 31 Januari. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu. Namun saat ini. Di Tatar Sunda. Selain itu. . hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda. misalnya. Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. Tahun 1980-an. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra. khususnya di sekolah. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan.

lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. Uang itu benar-benar hilang. pikirnya. dan Budak Minggat (Samsoedi). Udin pergi ke rumah Mang Mita. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. dan Udin pun menyukainya. 2002). . Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. tanpa pikir panjang ia mengangguk. Sebelum menjadi buku.Di antara yang sedikit itu. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan. sehingga lupa akan pesan ibunya. untuk mengambil uang itu. tidak berbekas. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru. Karya-karya Akub Sumarna. Kiblat Buku Utama. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. Udin baru sadar ketika hari mulai sore. tahun 1967. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. dan sebagainya. uang itu belum ditemukan. dan yang cukup populer. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Jatining Sobat. karena uang itu ternyata hilang. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). Mungkin jatuh di perjalanan. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu. Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. Ada juga yang berupa fabel dan legenda. Si Donca (Yus Rusyana). Ia pun menangis kembali. Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. dan mulai terbit pada tahun 1969. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang. bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. Teman-temannya berusaha mencarinya. Suatu ketika. Betapa kagetnya. antara lain Budak Teuneung. Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita. Ceritanya cukup sederhana. Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri). Di sebuah persimpangan jalan. ia termenung. Udin sering pulang sore. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. Sesudah makan. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. misalnya. Si Paser (Tatang Sumarsono). Udin hanya bisa menangis. Ia tidak mau pulang. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru.

yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. Di sebuah tempat tak dikenal. Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). mendengarkan dongeng orang tua. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. Yang pasti. tanpa banyak rekayasa. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya. Sebuah mobil berhenti. Pada umumnya. dan sebagainya. baru-baru ini. dan bersahaja. Singkat cerita. Itu terlihat dari cara bicaranya. Tubuhnya basah kuyup. jelas. Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. menjadi bagian terpenting dalam . dan membawanya entah ke mana. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. datanglah sang penolong. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. Ia bermain di ladang. Tidak ada siapapun. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi. Payung Butut. Hujan mulai turun. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan. Udin pun sakit. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. Untungnya. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Keesokan harinya. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Hari menjelang malam.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. Udin diturunkan. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. Tubuhnya panas. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. *** DALAM khazanah sastra Sunda. juga dari tingkah-lakunya. Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. dan dibawanya dengan sebuah truk. dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). Khusus untuk cerita anak-anak. Udin tidak bisa bangun. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung. Tidak ada rumah. Ungkapan orang-orang desa.

dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. kadang-kadang kita bertanya. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. Dialog tanpa rekayasa. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. daripada dikurung dalam penjara. kolot-kolot euweuh kanyaho. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. karena dalam cerita yang realistis. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. akibat dari kenakalan itu. tidak merasa terganggu. awal cerita beranjak jauh dari belakang. begitu meyakinkan. . Nini gé asal ti Nagarapageuh. teu apal. Ya. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum. Hal ini mungkin saja terjadi.”• “Hih. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. Kedua. dan kita sebagai pembaca. Jang. teu puguh. seadanya. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. Penuturannya. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara.karya-karya Ahmad Bakri. kejelasan setting-nya. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. puncak kenakalan tokoh Udin. namun dalam beberapa karyanya. dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. teu ngadéngé. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. Ketika tergoda oleh kuda lumping. watak tokohnya. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. ” témbal Nini Asmi. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. Misalnya. ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah. Pertama. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. Asmi?” “Nyao. Ketiga.

sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik). night club. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. Kedua. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. mengapresiasi karya-karya ilmiah. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. Kamis. Itu pun tidak berlangsung lama. dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. Adapun mengenai kualitas isinya. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. Namun untuk anak seperti Udin. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. sastra dsb. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca. tempat karaoke. . Pertama. 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional. atau negeri-negeri maju lainnya. Buku setebal 72 halaman itu. Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. 29-May-2006. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan.Dalam KKL. Kebetulan saja ada mobil. filsafat. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42.*** Pikiran Rakyat. apalagi India. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. Namun. kebetulan saja ada tetangganya. topik ini tetap menarik dan aktual. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. majalah. Singapura. buku ini sempat menjadi panineungan. Tetapi sayang. mall. a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. banyaknya jenis hiburan. Ketiga. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.

ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. Yang terutama. mampu bersaing. masih merupakan barang aneh dan langka. berani mandiri. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. Juga metode pengajaran di sekolah. seperti perpustakaan atau taman bacaan. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai. Untuk meningkatkan minat baca. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. Mereka akan membuka usaha. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut.supermarket. sarana untuk memperoleh bacaan. Tiap sekolah apa pun jenis. dari TK sampai perguruan tinggi. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. Pada gilirannya. Ingat. berdiri tegak di antara bangsabangsa. bebek. Peran orangtua. Keempat. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. Keenam. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. Anak-anak didongengi secara lisan. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. para ibu. saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. penguasa pada zaman dulu. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. rame ing gawe. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. bekerja secara profesional. Dengan cara ini. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Kelima. tokoh masyarakat. kisah. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. penerbit. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. terutama ibu.

Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. MUSTOPA. Setidaknya. kata Andi." ujar penulis cerita anak. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku.P. memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi. ada sekitar 300 buku bacaan.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku." ungkapnya sambil menambahkan. Buku bacaan anak. jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- . pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor. Mustopa. Jln. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta.H.H. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan. tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan. Namun. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran." tuturnya. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. Jadi. Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. "Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak.95)** Senin. Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. Sabtu (4/4).H. Ali Muakhir. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku.H. ungkapnya. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. (B. Saat ini. Sambutan pasar pun begitu hangat. Dikatakannya. Dalam satu bulan. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak. sedangkan anak-anak tidak bisa. namun jumlahnya cukup signifikan. "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis." ujarnya. P. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. Agar minat baca anak-anak meningkat. bahwa sampai saat ini.

Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Untuk saat ini. Sementara dari Yogya. saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Adicita Karya Nusa. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. Padahal. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. sebetulnya patut disayangkan. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Sebab. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. berhadapan . di sisi lain. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Rendahnya minat baca anak. Pada sisi yang lain. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. Sementara di pelosok desa. Misalnya. tetapi juga orang dewasa. saya hanya menemui Kanisius.Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita.anak masih sangat terbatas. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan. Artinya. Saya percaya. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). Namun. pada kenyataannya. saya melihat. dan bukan buku pelajaran? Sebab. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. Kembali pada inti persoalan. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. Dulu. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Sementara di Indonesia. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. saat masih usia anak-anak. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak. hal itu tidaklah mudah. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.

dengan rendahnya minat baca anak saat ini.. rumah baca. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut.Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia. ITA DWAITA LANTARI. yaitu BBM. Mestinya. mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu.srupppuuut! . Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai.43BC) KabarIndonesia . jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja. satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen. bisa berupa perpustakaan. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen. Alih-alih fotokopi. ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat. dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya). atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. Dengan cara demikian. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari. barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. pemegang amanat kesejahteraan rakyat. apalagi sudah naik. taman baca. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas.. yang notabene mampu menyedot perhatian anak. hingga rental buku. tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta. Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku.. Entah bagaimana caranya. sebagian besar masyarakat urung beli buku.com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . tapi menurut saya. hingga 70 persen. kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Setidaknya.. Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja. yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008. O ya. bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat. berapa banyak? Kalau sudah. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku. 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku. ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional. 21:55:48 WIB . sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas. sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). Coba tengok di Papua sana. apalagi fotokopi. Dalam kondisi seperti ini. Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata. Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas.. Bila usai tengok. Sukoharjo. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca.kabarindonesia.[www. Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat.

. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia. Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh. pajah. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses. kepada saya...‖. Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada. Papua. sajang.blogspot.‖. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas.. . buat makan.‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. Memang sih. saya masih bergeming.. Saya memilih arti kedua. khususnya di Jakarta.com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009.. ―Pak. Benar juga.[www. Blog: http://www. bukan sama sekali. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya... mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua). dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini. karena itu semua hanya mendekatkan. Awal 2006.yang penting kami bisa belajar (membaca). saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu.com Berita besar hari ini.. Untuk ide/solusi tersebut. 02:10:26 WIB .kabarindonesia.....com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. jangankan kurikulum terbaru. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki..kabarindonesia. itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak. Mending uangnya buat mereka beli buku. bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan.!!! Kunjungi segera: www... mencari uang.kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). saya hanya bisa tersenyum.Mendengar ide/solusi tersebut. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga..pewarta-kabarindonesia.dijual pak... bawa saja buku-buku pelajaran itu. itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan.. yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana.. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini. Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang. tanyaku curiga ―.. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan. Di sini? Di kota ini? ―Pak.com] KabarIndonesia . Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘. Tiga titik tertulis. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak. BUKAN buku murah. .. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat. Ya. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota.. tapi buat beli nasi. buku-bukunya sudah nggak ada. Kata guru menulis saya...

Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini.kabarindonesia.goeroe.(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www. This morning Jakarta cerah. Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku. Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu. sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya. Ketua). Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing.. umur. Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. How are you today? Nice to meet you. Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian. Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. itu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata).pewarta-kabarindonesia. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri. profesi. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. 57. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. Maksudnya. sir. Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama. Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang.com/ . itoe. ―Apa kabar. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. Tahun 1972. No. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. suku. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 156/P/1972 (Amran Halim. Ejaan Soewandi. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya.‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. Setelah itu.!!! Kunjungi segera: http://www. Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. Sir. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia.. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. oemar. Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal.com Berita besar hari ini. ―Bro and Sist.blogspot. ma‘mur (ada tanda diakritik). Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur.

Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. Padahal.000 eksemplar. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka. Sementara itu. Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak.000 eksemplar. Namun. Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. di tahun pertama terjual lebih dari 11. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK). dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan. sebuah seri kumpulan novel. ** Dilihat dari kaca mata bisnis. Hingga saat ini. saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali.000 eksemplar. Erwan Juhara mengatakan. puisi.Pr." ujar Erwan. dari 168 penerbit di Jabar. bukan demi kepentingan material. 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu. Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa. Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. sejak 2003. Selasa. novel karya Sri Izzati. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. Setelah Izzati. "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". "Untuk Bunda dan Dunia". Tengok saja hasil karya mereka. . Sri Izzati. Namun lebih jauh lagi. kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. Namun. Menurut dia. kumpulan puisi Abdurahman Faiz. Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". Angka penjualannya pun terbilang bagus. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul.

hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. seperti sekolah. Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik. Bagi para penulis cilik ini. Ya. "Untuk anak-anak. penerbit. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. Mengenai proses penerbitan." ujar Helvy. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. Andi Yudha Asfandiyar. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. baik dalam proses editing. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak. . pemerhati anak dari Bandung. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak." tutur Erwan. para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". Di penghujung acara tersebut. Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. berbagi. mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. hingga ilustrasi grafis. seorang penulis. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community". Namun. ** Selain tetap berkarya. serta 58 peserta hasil seleksi. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. perlu diakui pula. orang tua. mereka masih sering moody. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. Sabtu (5/7). peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. Padahal. namanya juga anak-anak. lanjut dia. yang terdiri atas 20 penulis KKPK. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. Helvy Tiana Rosa." kata Helvy. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan. mengungkapkan. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. Menurut dia. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi. para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. Di sisi lain. pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. terutama bagi penulis cilik." tutur Andi. serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. Selain itu. serta pemerintah. Yang ketiga. dinas pendidikan. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. Dengan kata lain. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Kepada sekolah. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak.

kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja.Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. Pernah disampaikan oleh Drs. kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik . bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik. Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. H. Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik . jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. (Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras. selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan. maupun majalah.

mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. anakanak didongengi secara lisan. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia . Kedua. tokoh masyarakat penguasa zaman dulu.7 setelah Filipina yang memperoleh 52.1 serta Singapura dengan nilai 74. unggul. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi.5. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. mall. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. kisah. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif. hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita. Namun topik ini tetap menarik dan actual . Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998. kreatif. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan . banyak factor-faktor penghambatnya. memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. politik. supermarket dan lain-lain. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui . tempat karoke. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. Ketiga. night club. Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja.6 dan Thailand dengan nilai 65. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik).Republik. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. banyaknya jenis hiburan. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar. Keempat. Thailand.0 dan Hongkong yang memperoleh 75. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah . mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia. budaya dan lainnya. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai.

Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. sarana untuk memperoleh bacaan. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. masih merupakan barang aneh dan langka. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa. Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. keluarga dan masyarakat sekitar. seperti perpustakaan atau taman bacaan. rumah belajar atau pun rumah dunia. Kelima. Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan .bacaan. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Tiap sekolah apapun jenisnya. Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku.

kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. cerdas. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen. khususnya kumpulan cerpen maupun novel. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. Tetapi bukan hanya itu. Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A.guna membangun generasi mandiri.A. Begitu juga sebaliknya. Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini. ada kumpulan Umar Kayam (alm). Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana. tak ditemukan lagi. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008). jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek). Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. Buku ini berisi cerita dari film . jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas. bahkan ada pula majalah khusus cerpen. Dalam Penerbitan Buku Sastra.A. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya. Lalu ada satu yang agak unik. sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia.Navis) setelah meninggal-dunia.Navis‖. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Memang benar.

Mihardja). sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD. Sumatera Barat. ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K. Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. ―Telepon‖ (Sori Siregar). ―Jembatan Merah‖. juga ada novel. karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca. juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). ―Olenka‖ (Budi Darma). dan banyak lagi lainnya. serta sastra Indonesia. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia.Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. Sesuai dengan kemajuan tehnologi. Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi. Misalnya ―Bengawan Solo‖.Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖. Kalau sekarang kan sudah banyak. Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. Zaman itu buku ini sangat menarik. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. termasuk yang terjemahan. esai dan sebagainya. kumpulan cerpen. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen. Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan. kumpulan puisi. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya. dan lain sebagainya. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu. ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖). Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. Remong Batik‖. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli). ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti). .

Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan.A. A.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit. CBR Center Solo. serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. ―Dua Dunia‖.30. Untuk itu. Alex Leo.H. kumpulan cerpen dan puisi. Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen). Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak. Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. Medan ?. B.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖.Dini. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖. Hilang tak tentu rimbanya. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak. Tak ada geliatnya. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit. perusahaan penerbit buku.Sularto. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖.S tak pernah muncul lagi. . *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. Suparto Brata. penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta. dan lainlain. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. Sayangnya. setelah terjadi peristiwa berdarah G.

dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Selanjutnya mulai 2007. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. Dalam seminar. Waktu itu. Setelah seminar berakhir. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. Melalui prgram ini. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah. Selain itu. Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. Pada tahun 1999. Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia. KORAN TEMPO . kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima. J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar.

"Jumlah judulnya memang menurun. Satu buku anak terlaris Mizan. yang cuma 20 judul. kata dia.000 eksemplar. 25 judul buku karya lokal.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun." ujarnya. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini. naik dibanding 2006.000 eksemplar. Cerita Si Katak. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul. menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006.000 eksemplar. Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. kata dia. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. rata-rata 4. Setiap kali cetak biasanya 5. editor Gramedia Pustaka Utama. Sebab. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton.000-7. Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi. "Tahun (2007) ini lebih baik." ujar Benny. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama. Lebih dari 100 judul buku. seperti cerita-cerita rakyat. Beri. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days. Hetih melanjutkan. atau Cerita Si Bebek. yang terdiri atas belasan seri. Buku anak yang paling dicari para orang tua. seperti Ratatouille atau Cars. Pada 2007. Sedikit lain dari kedua penerbit. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri. yang masing-masing dicetak minimal 4. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie." ujarnya. tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak." ujarnya. buku dongeng." kata Benny Rhamdani. tapi kalau dihitung.000-5. produksi halaman sebenarnya meningkat. Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. Saat itu. terutama yang telah dibuatkan filmnya. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang . Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak. menurut Benny. dilepas Mizan ke toko-toko buku. Kepala Editor Mizan Publishing. Hetih Rusli. seperti Allah Maha Besar. Selain karya yang sudah difilmkan. biasanya buku cerita bergambar.

Masalahnya. Serial Dobi. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. lo. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah. meski dijual di atas Rp 50 ribu. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku. menurut dia. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. Sudah saatnya. kata dia. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. Buku karya asli. Hetih Rusli. Sebenarnya." Back © Copyright KORANTEMPO. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris. Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali.COM 2009 ." ujarnya. Hakim punya pendapat. dan Janji Cici mendapat respons baik. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. publik digempur oleh serial televisi. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. "Ini. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif. Namun. Mengenai harga jual. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. Madu Libi. Aku Rajin Membaca. Harga jual Gramedia yang efektif. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. editor Gramedia Pustaka Utama. Begitu pun buku-buku mahal. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. Bahkan. di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. Hetih juga berpandangan sama." ujar Abdul. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. Apalagi.500. Sementara itu. kata dia. dan pernak-perniknya. dia melanjutkan. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. dan Hari Pertama Sekolah. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. Sementara itu. kata Hetih. karya asli kalah promosi.sangat panjang. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani. selain buku. film.

Tentang dunia peri. Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya. Bagi kebanyakan orang. Terus dia masuk ke dalam. Ramya. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan. lorong waktu. Ngelamun. pergi ke rumah neneknya.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak. nikmatnya es krim. Jakarta Barat. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. melainkan hanya khayalan Ramya. dan sebagainya. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka. Ternyata pianonya itu bisa bicara. Kemudian ia . Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. Ramya: "Dia anak kecil. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak. diterbitkan oleh penerbit yang sama. Juga khayalan-khayalan mereka. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya. bocah berusia 10 tahun. Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi. Dia lagi mengkhayal. piano mungkin alat musik biasa. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. cerpen bahkan novel. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga. soal 'Dunia Es Krim'.

lantas disalin ke komputer. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. Gitawati Setianingrum. dengan huruf tak rapi khas anak-anak. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Terus bisa jadi deh. difotokopi. mending saya punya soft kopinya. Lama kelamaan. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. bekerja di bidang informasi teknologi." Kata Gita. Jadi tiap malam saya bacain. Jumlahnya 30an anak. Saya pikir kan sayang. tumpukan tulisan Ramya menggunung." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ibunya. sejak Ramya masih kecil. Jadi kalau aku terbitin buku. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. saya sudah kasih banyak buku ke dia. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja. tapi biasanya di malam hari. Ramya: "Seneng sih. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. Saya kumpulin terus diketik.coba-coba buat cerita. Ramya mengaku senang. Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat. Kayaknya ga enak deh. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya. Gita mengumpulkan semua. Banyak yang ngirim imel juga. Jadi aku punya banyak teman. Saya bacain meski dia belum bisa baca. Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain. Terus saya kumpulin semuanya. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. Dapat banyak teman. kadang di buku." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. Haha. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Itu sudah saya kasih banyak buku. Ayahnya. ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. Marcapada Sukardi. ada alamat imel aku. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. Dia mulai bisa melihat . dari umur dua tahun. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. katanya. Lama-lama banyak. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. adalah seorang akuntan. Bertebaran kadang di kertas. Hanya itu saja. Meski orangtuanya bukan penulis. Pas umur 6 tahun dia mulai baca.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. Pada tahun 1659. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. semacam almanak.A. bahasa. kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat. Menurut catatan J. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. Akibatnya memang dahsyat. dan kebudayaan Indonesia. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. 15 Maret 1668 yang kemudian . *** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624. dan paling berjasa dalam membangun sastra. sejarah selalu berpihak pada penguasa. Jika dikatakan. Teeuw. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. roman picisan. masuk kategori bacaan liar. produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. bahasa pasar. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa. terpelajar.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. Mereka yang berkarya di luar itu. penenggelaman. dan penyesatan. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. Setelah itu. van der Chijs (1875).mahayana-mahadewa. marjinal! Perhatikan pernyataan A. perekayasaan. Tetapi. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. tak berbudaya.

Lahirlah Bromartani. Biang-Lala (Batavia. beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. 5 Januari 1856. Soerat Chabar Betawi (Batavia. sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. mingguan Selompret Melayoe (Semarang. 5 Februari 1856). mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial. Bahkan dalam berita berkala itu. disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal. Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Awal tahun 1800-an. . yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. Penerbit E. Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. Sebutlah beberapa di antaranya. Selama hampir empat dasawarsa. Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam. Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi. Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. Dari situ. 10 Mei 1862). 1833—1843). pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. dan mingguan. Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. 3 Februari 1860). suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang.menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. Belakangan. Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. 11 September 1867). 3 April 1858). meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). juga berbahasa Jawa. penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. dan maklumat atau pengumuman pemerintah. Pada dasawarsa itu. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya.

tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu. Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi. Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. Kedua. Padahal.Pertama. memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. Oleh karena itu. barang-barang lelang. Tambahan lagi. adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. terbitnya sejumlah berita berkala. Pertimbangannya. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. bahasa Melayu dijadikan . posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. Maka. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu. dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. J. jadwal kedatangan dan pemberangkatan.E. Mengenai hal tersebut. tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. sekolah Cina. dan sekolah pribumi.‖ Ketiga. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. Keempat. Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. Dari sana. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini. Pada mulanya. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. timbul kesadaran. Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas. Dengan demikian. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. suratkabar. Maka.

A. seperti yang dicatat A. Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan. Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. Dengan demikian. dan 96 berbahasa Melayu. Salah satu karya terjemahan yang terkenal. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. bahkan juga Belanda. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. majalah. ketika bermunculan penerbitan suratkabar. 204 berbahasa Sunda. golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. D. antara tahun 1903—1928. untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. Jelas pula di sini. Oleh karena itu. sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang.sebagai bahasa pengantar. ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. direktur Balai Pustaka ketika itu. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar. Pada dasawarsa 1880-an. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan. Teeuw. Rinkes. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. Dengan demikian. berjumlah 400-an karya (1917—1967). kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. Di samping itu. Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. Sampai tahun 1928.‖ Jadi. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. Kelima. majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa. dan buku-buku berbahasa Melayu. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar. Sangat wajar jika kemudian Dr. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh.

Majalah. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. tanpa penggelapan. sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Radio. Maka. Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka. . menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi.mahayana-mahadewa. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008. Belakangan. Allrights reserved http://klubhausbuku. cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat. Bahkan. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku. seperti Televisi.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber. Di mana buku menjadi barang mewah. Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia. tanpa manipulasi. Tabloid. www. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar. Jurnal. Bulletin. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar.com. Demikianlah. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. Nampaknya bukan itu saja.wordpress. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik. Jadi. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu.

Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. Yogyakarta 99 penerbit. Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit. 39 Tanggapan to this post. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. 67 penerbit. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. Menariknya . Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. 1. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. Diawali dengan. saya memang tidak tahu persis soal ini. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. talk show. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. SMP. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku. Jawa barat 99 penerbit. Jawa Timur. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini. meskipun ini tidak didengar. Bagaimana ini. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. SMA.

com bagian bawah web site . Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www.Nama Blog atas nama peserta lomba.blogspot. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain.Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. 2. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008. Masuk log untuk membalas 3. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku.com Masuk log untuk membalas 2. KETENTUAN PESERTA 1.klubhausbuku. Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B.pestabukujakarta.acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. Peserta dari SMA. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan.

Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. Penerbit pun kembang-kempis. workshop fotografi. pelatihan menulis fiksi.Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www. tapi daya beli lemah. Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku.. Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk .3.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang.Komentar Blog tentang Pestabukujakarta.. Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal.Tema buku apa yang anda paling suka( sastra. ada juga stok lama yang mereka obral. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta. Ada buku keluaran terbaru. judulnya pun beragam. . Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran. Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka .Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman . dan temu artis. mulai agama. Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. Ada lomba lukis anak-anak. Novel.anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu. dan buku dongeng untuk anak-anak. teknologi. fiksi. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya . ikapijaya@pestabukujakarta.Komentar salah satu buku yang anda suka baca. Ada yang sekadar melihat-lihat.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan.com . .com 4. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka. Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon.Bagaimana apresiasi anda terhadap buku .comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot.Tema bukunya pun beragam.pestabukujakarta.pestabukujakarta.Semua Blog mencatumkan link http://www.Resensi 10 buku apa saja . dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus . Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka. agama. Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? .Isi/conten dalam blog. ilmu pengetahuan. Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku. Selain murah. sampai 70%.

sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah. Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. Namun. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. ibu rumah tangga. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. 40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. Sebab. "Harga kertas selalu naik setiap tahun. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Menurut dia. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. tapi ya baca-baca di tempat aja. Pendapatan penerbit pun turun." kata perempuan berambut sebahu ini. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. Meliana. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel. Padahal. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.membelinya. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. juga mengeluhkan mahalnya buku. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Sejak menikah. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006." kata Meliana. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah. belum lagi . Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku.‖ ujarnya. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku.

di luar buku pelajaran. yang terbaik nanti diterbitkan. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. ―Memang dari biaya cetak. Dari 740 penerbit di tanah air. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah. ilmu juga mahal. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). jumlah itu sangat kecil. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran.‖ katanya. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain. kiriman penulis. Berdasarkan data Depdiknas. tidak akan ada penerbitan. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. semuanya harus memenuhi persyaratan. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. Akibatnya. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. distribusi. sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta. mencapai lima kali lipat. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. Tanpa sebuah naskah. Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul.pajak yang berlipat-lipat. Menurut catatan Ikapi. Jika buku mahal. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. tidak melulu bisnis." katanya. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. Menurut Bambang.

Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. dewasa. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. 4. Dari sudut ekonomi. dan antar golongan/adat istiadat). mahasiswa (jurusan apa. sumber . Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. baik penerbit maupun penulis. akan menguntungkan dari segi dakwah.2. ras. anak-anak. tidak menentang ideologi negara. sekolah. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. 3. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. agama. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. universitas misalnya. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. orang tua. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. tingkat berapa). 9. buku agama. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang.com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. 8. Misalnya.http://penulissukses. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). tapi juga disukai khalayak pembaca. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. kaum ibu. Buku yang laku.

kirim ke media lain. Sebagai seorang pembaca. Sulitnya. tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. Untuk itu jika naskah dikembalikan. . Perbaiki dan ketik lagi. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi).Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). Nah. c. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. dan sebagainya. mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh). Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. b. Ia membaca karya pengarang. penatar. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya. Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. jelasnya. Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. mengenali tulisan semacam ini. Editor yang terlatih sangat tangkas. Kalau menyangkut karangan kreatif. namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. ia tidak hanya sekedar membaca.

Ya.Media yang telah bonafide. Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. dikembalikan pun tidak. dan buku pengajaran. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis. kamus. Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara. kumpulan lelucon. Kenyataannya. jangankan diterbitkan. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu. Karya sastra Dari rumpun sastra. hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. 01/02/2007 .dikirim oleh: imelda. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan.11:05 . LBSS. sedikitnya tercatat ada 26 judul buku. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. kumpulan esai. Ada karya sastra. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. . maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. Mengantisipasi hal tersebut. buku agama. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. Hadiah-hadiah sastra. seperti Rancage. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. untuk tabloid (mingguan). Media massa. penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Tahun 2006.

karya Dadan Sutisna. Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana. Selain yang telah disebutkan di atas. termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. karangan Apung S. Wiratmadja. Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan). adalah buah karya mendiang Edi S. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. dan Jatining Sobat. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan.H. Karna Yudibrata dkk. Itulah Kamus Sunda R. Bentang Pasantren karya H. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah. kini diterbitkan Pustaka Amaldi). Lainnya. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). Lalu. Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. Neangan Bulan. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. Ekadjati. pada tahun 2006 tak terbit karya baru. .A. tapi bisa dibilang fenomenal. Beruntung. dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). Kamus Tahun ini. tahun 2006 lalu terbit dua judul. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. keduanya berupa cetakulang.H. terbit tiga judul. melainkan karya bersama. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid). Pertama. Nu Ngageugeuh Legok Kiara. Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. Buku agama. Tetapi keduanya bukan karya tunggal. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H.Begitu pula dengan roman Sunda. adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat. Sedangkan yang kedua. Untuk bacaan anak-anak Sunda. Pertama. Usep Romli HM terbitan Kiblat. Wirtatmadja. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945.Sementara. Kedua. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. Pasukan Siluman Haji Prawatasari. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. kumpulan sajaknya terbit dua judul.

xml Misteri Pedang Skinheald. Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. Oleh karena itu. terbit kamus monumental Kamus Sunda R. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. Danadibrata. tetapi sekarang mencapai 26 judul. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda. Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan. Selain itu. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda. Sabtu. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi).*** *) Atep Kurnia. Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Salah satu sebabnya. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 .blogspot. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan. sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. Sumber: Pikiran Rakyat. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul.com/atom. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda. Padahal pada tahun sebelumnya. Penerbitnya sendiri. Dari 26 judul buku yang terbit. Satu lagi. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul. Kemudian. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda. tinggal di Bandung. keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana.Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005.A. paguyuban. Pada tahun 2005. menurut catatan. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama.

.. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. Jadi kadang berjalan di tempat. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. dan ada juga ghostmorgana. yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D. mudah-mudahan aja ya? . Ceritanya fantasi. Ata akan makin piawai merapikan. seperti elf. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton. di mana tidak. ini memang buku anak karya anak. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis.. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu. Mungkin dengan bertambahnya umur. ada perebutan kekuasaan. Tetapi halamannya terbatas.700 Nanti dulu. CS Lewis. memang sudah banyak. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. hurufnya besar-besar. ilustrasi juga banyak.. JK Rowling. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya. goblin.. Hehe. kadang berlari. dan bersicepat dalam hal lain. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk. Jalan ceritanya seperti biasa. ya. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. ada kekacauan. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca. Hehe. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin. dwarf. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina.A Ataka AR Penerbit Alenia. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’.

(Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir. 160 halaman. 2006 2:42 AM | Permalink . Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. halamannya lebih banyak. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). selain dari pembatas buku. Wah! Posted on March 5. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit.Trus. MPS 1 waktu diserahkan pada editor. Dan. Diharapkan terbit akhir Maret ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful