Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

hewan.blogspot. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". yang saya baca pada jaman balita. sekolah. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan. mainan. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan. Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. hantu. Untuk detilnya ada di http://rumahriang. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. Mereka selalu menikmatinya. Buku ini tidak ada di toko buku. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. peri. makin sederhana cerita dan gambarnya. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak.com Nah. tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. Karena kekaguman itu. bisa menghubungi saya di sini. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. Makin muda usia anak. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan. Pangeran ikut-ikutan merokok. Dengan berbagai tokoh mulai orang.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. I will tell you a story. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. kurcaci. Besar . Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. pepohonan dan lain sebagainya. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Buku serial Tini misalnya. mantan wartawan.

komik Mahabharata. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. biasanya berakhir bahagia. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. . bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. Di rumah. dan kurang diperhatikan. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Karena sudah saya baca semua. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun.sedikit. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. dan melahap buku. saya pasti akan lahap. saya bertemu Bobo dan Kuncung. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Nanti kalau sudah SMA. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. buku komik aneka macam. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. apalagi yang terkenal. seperti yang terjadi pada Ariotomo. Wah. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. menyerap. tapi belum tentu. Semua cerita yang saya baca saat itu. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. “Itu bukan buat anak SD. diam-diam. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. tidak diperhitungkan. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. baru boleh baca. Raumanen-nya Marianne Katoppo. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. adalah sedikit contohnya. Butuh ketrampilan tersendiri. dan majalah anak-anak. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Saat itu. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja.

Minat jadi penulis buku anak-anak. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. “JK Rowling. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi. “Bingung gue.atau hal-hal semacam itu.” “Tahu dari mana?”pancing saya. sedang duduk bersama diam- . Buku belajar membaca. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. Begitu juga dengan keponakan saya. “Yah.” ini jawaban Ari dan Putri. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. bukannya tak ada. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. Hani. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. dan lit-lit lainnya. Rentang usia anak-anak yang juga luas. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri. mudah didapatkan. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. dari 0 hingga 12 tahun. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. kali ini pada Putri dan Hani. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Namun demikian. chicklit. Tante.blogspot. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. iseng.” papar Renny Yaniar. “Kan aku udah baca. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. Gramedia-nya Amerika. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata.com) dalam obrolannya dengan saya.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit.

Tetapi. dan menghibur. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. isinya harus bisa dimengerti anakanak. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Jalan ceritanya pun amat kompleks. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. Yang pasti. I will tell you a story.diam di kamar.” Di luar soal minat baca anak. Tokohnya tak cuma dua kubu. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. Buku serial Tini misalnya. makin sederhana cerita dan gambarnya. February 23 ―Now. mainan. Tapi buku-buku impor sudah ada. Nggak bikin saya sirik. jadi tidak banyak diproduksi. Mereka selalu menikmatinya.‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. Bahagia melulu soalnya. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. TK. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. hantu. pesan moralnya jelas. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. kurcaci. Makin muda usia anak. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. peri. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. yang saya baca . hewan. Dengan berbagai tokoh mulai orang. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. “Setahu saya. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Renny Yaniar. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. Buku-buku untuk balita. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. pepohonan dan lain sebagainya. Di kamar keponakan saya saat itu. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi.

diam-diam. Wah. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. menyerap. buku komik aneka macam. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. Saat itu.‖ papar Renny Yaniar. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. biasanya berakhir bahagia. saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. atau hal-hal semacam itu. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. ―Itu bukan buat anak SD.pada jaman balita. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. baru boleh baca. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. apalagi yang terkenal. dan majalah anak-anak. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Nanti kalau sudah SMA. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. Besar sedikit. Butuh ketrampilan tersendiri. . ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. seperti yang terjadi pada Ariotomo. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. Karena sudah saya baca semua. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. saya bertemu Bobo dan Kuncung. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. tidak diperhitungkan. dan kurang diperhatikan. saya pasti akan lahap. Semua cerita yang saya baca saat itu. adalah sedikit contohnya. tapi belum tentu. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. komik Mahabharata. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. dan melahap buku. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. Di rumah. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Raumanen-nya Marianne Katoppo. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown.

―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. mudah didapatkan. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu.‖ ini jawaban Ari dan Putri. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Jalan ceritanya pun amat kompleks. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. ―Yah. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. Minat jadi penulis buku anak-anak.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. ―Bingung gue.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit. Tetapi. Di kamar keponakan saya saat itu. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. bukannya tak ada. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. ―Kan aku udah baca. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. Begitu juga dengan keponakan saya. dan lit-lit lainnya.‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. Hani. kali ini pada Putri dan Hani. Buku belajar membaca. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. Tokohnya tak cuma dua kubu. iseng. Gramedia-nya Amerika. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita . tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. Rentang usia anak-anak yang juga luas. Tante. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. ―JK Rowling. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Namun demikian. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. dari 0 hingga 12 tahun. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. chicklit. Renny Yaniar. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya.

siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe. Fenty Fahmi said... Nggak bikin saya sirik. deni si manusia ikan.. TK. And yeah. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? . posted by -Fitri Mohan. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya. Buku-buku untuk balita. Bahagia melulu soalnya.. pesan moralnya jelas.. OktaEndy said. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM.@ 5:30 PM.dan anak-anak usia sekolah dasar.‖ Di luar soal minat baca anak. walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh. waktu aku kecil yang aku baca bobo. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. paman janggut. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya... gaswat banget dong itu . karangsati said. dan menghibur.. ―Setahu saya. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak.. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria.. dan tambahkan Narnia.. jadi tidak banyak diproduksi... 18 Comments: At 9:11 PM. "Once upon a time" ?? :D hehehehe. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. isinya harus bisa dimengerti anak-anak. hehehe. Bukannya biasanya. Tapi buku-buku impor sudah ada. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. padahal ceritanya kompleks gitu.. I love Harry Potter too ... anak kecil baca lit-lit. At 11:08 PM.. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. Yang pasti. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang..

Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak..At 2:38 PM.*iya i know elu tertawa guling2an*. At 1:47 AM...... Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2. Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak.. buat gue sendiri sih. meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa... ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak. Bagus sekali. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash... Selain isi tulisan... mang nape? hehehe... untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya..padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy). Buku anak-anak yang dia buat.. Mbak.. saya suka tulisan ini. yg juga menulis buku anak... veridiana said. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya. Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes."malu ih org gede baca buku anak2". *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM... endangcinta said. Penulis Indonesia.... At 8:17 AM. Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) . jadi seolah. favorit saya saat ini adalah Clara Ng.. Gue jg baca Bobo kok. Daniel Mahendra said. Yoga said.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin. Saya masih ingat Tini. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak.. tapi dua nama itu nggak lupa deh..tidak ingin membatasi seperti itu.

At 4:34 AM. saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* .hhehe. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku. xxx said....At 8:47 AM. :D At 5:55 PM. saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM.i. nengjeni said.... tapi ini kan dari jaman kuda dulu.us said.. hans christian andersen. komik nina. Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku. kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM. saya masih baca donal bebek setiap minggu.. setujuuuuuuuuuuu.malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung. rebutan ama si mas dan adek ... belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni. *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu....... lima sekawan.. yati said. mister.. kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu. accordingtod said.. saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain.

dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa.. . banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak.At 12:05 PM. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa. Belum berani nulisnya.. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul. MAY'S said.. teladan anak sholeh. atau senyum2nya. Thanks untuk infox. --ambar-.. Jujur. nyengir. ada buku anak tentang kisah nabi.. kemasan bukunya juga makin cantik. unfortounetly event.. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa... biasanya trus kreatif belakang2nya. Good Posting !! At 2:03 PM. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak. -Fitri Mohan. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak. kepingin doang nih mas.. bisa jadi begitu nanti ceritanya. ditunggu buku anak2nya. At 2:19 AM. dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca..said. Mbak Fit.. dan nggak ada salahnya juga. @daniel: betul. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya.. ndahdien said. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu. @okta: waduh. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time. jeng fitri. @karangsati: hehehe... Kepingan Hati said.said. At 6:49 PM. tapi kalo cerita sekelas harry potter.... narnia dll emang masih jarang.

tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www.com .@yoga: makasih ya jeng. entry children literature. Yang terakhir baru berdiri. Robert Wolfe.wikipedia. @ndahdien: iya. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. tini udah lama banget. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka. tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. Kalo dari gaya bahasa. saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat".blogspot. Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. Di http://www. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak. Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2.penerbitkakatua. tapi belum bisa dibilang teenlit. lebih bagusan yang sekarang. Jacqueline Wilson. dan Kate DiCamillo. pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur. @diny: sekarang udah banyak emang. kalau dari segi variasi dan akses.org... lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. JK Rowling sih nggak ada matinya. Coba aja klik www. kalau mau ngomongin variasinya. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. Thanks for the info ya may. Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. maaf.sacred-text. young reader. elite_hunting said. Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman. ini fakta lagi nih. di Indonesia. Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. @misterius: iya. At 11:23 PM. Eh. Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. hehehe. tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya. dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. Btw. Paradise Lost-nya John Hamilton. anak korban perceraian. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah. :-) @kepingan hati: sama-sama. @mays: ohya? Nah.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan).

penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. Menurut Ali. menulis cerita untuk anak itu mudah.000-5. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. tetapi bisa beberapa kali.000. Minggu (15/10). "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak. "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler." tuturnya. tidak hanya dari kertas. Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9." kata Ali.Post a Comment Kompas. Kompas . tetapi juga dari kain dan plastik. lanjutnya. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain." katanya." kata Ali. Hanya anak kota Namun." kata Ali. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah.ungkapkan. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar. Menurut Benny Ramdani. penulis cerita anak dan editor. Oleh karena itu. Buku anak. Sekali cetak mencapai 3.Sejak dua tahun terakhir.000-Rp 250. "Menurut penelitian yang sama. meng.000-Rp 20. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. Segmen buku anak sangat luas. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan.000 per bulan. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. Bandung. Demikian dikatakan Ali Muakhir.000 eksemplar. Penjualan buku untuk balita lebih banyak. atau mengadaptasi dongeng. "Untuk mengatasi hal tersebut. "Jika menyukainya. balita. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam. konsumsi buku anak meningkat tajam. mulai anak prasekolah. jumlah penulis buku anak hanya sedikit. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak." katanya. serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak. (ynt) . Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan. Selasa. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150. isinya pun semakin beragam. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan. Meskipun perkembangan buku anak pesat. Tidak hanya bahan dan atau wajah. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak." ujarnya.

Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. . Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. Minor Books di Cijerah..‖ ungkap Handerson Rizal. Batu Api di Jatinangor. ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman. bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. ada Zoe di Pagergunung. Litera di Ciumbuleuit. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. majalah. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. Bahkan. ada yang hanya komik. novel sastra. Maka. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku.300 orang anggota. Baca-baca Bookmart di Sabuga. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001. Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda.Januari 5. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer.‖ ujar Handerson. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota. manajer humas dana pemasaran Zoe. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. pada kurun 1850-1906). Rumah Buku di Hegarmanah. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit. Lawang Buku di Dago Tea House. yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. sambil menyelam minum air. Tapi. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung. dan. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. Pustakalana di Jl Ranggamalela. Sambil membaca buku. Ada Potluck di Teuku Umar. ‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya. Tobucil di Jl Aceh. Ada 80 ribu buku. Ada Manisee Community di Cibiru. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung. Das Mutterland di Cihampelas. Mizan Learning Center di Arcamanik. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu. hingga otobiografi. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung. Zoe telah memiliki 9.‖ ujar Jan Adip. Ketika ia berkunjung ke Bandung. Pustaka Latifah di Margahayu. Ultimus di Lengkong.

berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri. membicangkan masalah manakiban. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda. dan pemerhati budaya. Ada Klab Rajut. Di Tobucil. Hawe menuturkan. Tapi. dan sebagainya. seperti Ajip Rosidi. hala itu tak mematahkan semangat PSS. yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah. Hawe Setiawan. Di pekan kedua setiap bulan. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam. Meski begitu. Manajer Humas Prefere 72.id Sabtu.‖ tutur dia. Meski begitu. dan cemilan ringan lainnya.‖ kata Hawe. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku. Berbeda dengan Zoe. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. Setiap akhir pekan.‖ tambah Hawe. 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat .000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. Klab Musik. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. Edi S Ekajati (alm). Nita Arriastiti. PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah. Pada bulan ini. Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. noodle. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. Klab Belajar. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. Hal itu pantas kiranya. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda. dan library dalam satu paket. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia.‖ ungkapnya. Di sana banyak berdiri klab. Julian Millie. Sumber: www. Didirikan pada Desember 2006. menyusul hadirnya Klab Baca. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika. dan Ayatrohaedi.co. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari.republika. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. roti kering bagelen. Sekretaris Yayasan Rancage. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca. Sejak didirikan pada 2002 lalu.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72. juga ikut meramaikannya. pengarang buku. Klab Nonton.

mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. Tengok saja selama bulan Ramadhan. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama. Tengok. Proporsi demikian tentu terbilang besar. misalnya. Bahkan. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut. dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam. Maka. misalnya. yang bukan toko buku agama. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam. Sisanya. sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. Apalagi. Artinya. Pendataan IKAPI Pusat. Saya yakin di toko buku lain. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah. Oleh karena itu. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia. khususnya Islam. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam. GELIAT penerbitan buku. untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus. dalam dua tahun terakhir.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah. Saat ini. "Bukubuku agama. seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. terutama buku-buku bertemakan Islam." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus.buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. General Manajer GIP. paling besar buku Islam. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. . Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. tidak sekadar dari kertas koran. "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. kertasnya koran semua." kata Arif menambahkan.toko buku. Bahkan. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an. "Jadi." kata Iwan Setiawan.

GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. Bahkan. Menurut dia. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. Hingga bulan September 2003. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang. Bahkan. kini mampu membangun kantor.000-an eksemplar." kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. DALAM khazanah penerbit buku Islam. Novel. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. dan Gola Gong. Nama-nama Islami. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. ada yang sudah terjual sampai 50. Dari jumlah karyawan. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam." kata Haidar Bagir. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses. GIP sendiri berdiri tahun 1985. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan. mulai tahun 2003. masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa. pendiri kelompok penerbitan Mizan. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. yang diberikan kepada karyawannya. Merasa cukup laku. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. Wanita Harapan Tuhan. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal. Dalam dunia perbukuan. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa. Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. misalnya. menurut pengakuan penerbit ini. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. misalnya. Asma Nadia. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan.200. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan.Menurut pendirinya.

Ya sudah. Ia menyarankan kepada si penulis. Dalam waktu kurang dari sebulan. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. Bahkan. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku. . "Kami melihat market share yang sangat besar. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam." jelas Yopi Hendra. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. Bahkan. Sifatnya partisipasi saja. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Sebab tiga negara berbahasa Jerman. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym. Di antaranya. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym. kami penuhi dulu. sejauh tingkat tertentu. MQ Publishing. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. karena pasar begitu besar." kata Yopi menambahkan. kami coba masuk sedikit. Salah satunya. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan. Makanya. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat. baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. editor MQ Publishing. ia menyunting naskah atau manuskrip. ini juga mencatatkan rekor penjualan. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali.cerita ringan. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini. Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi. salah satu editor Penerbit Erlangga. Tidak heran. "Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym. Swiss." kata Singgih. beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. Penerbit Erlangga. mencetak buku. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku.buku bertema Islam.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional . Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai.buku bertema Islam. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut.penampilannya. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―.

perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86.076 miliar Euro. duapertiga darinya adalah penerbit.076 miliar Euro. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. mencapai 9. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21. Untuk wilayah yang relatif kecil. Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart. Sisanya adalah cetakan susulan.9 persen. maka kenaikan omset 0. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6. seperti wilayah berbahasa Jerman. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6.74.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman. cetakan kedua atau ketiga. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit. Di antara penerbit. termasuk jurnal ilmiah.074.349 toko buku dan 78 supplier buku. Itu artinya 86. Terjemahan . Ini berarti.Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74. Akan tetapi.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi. jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai.7% atau setara dengan 9. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar. setelah omset pada tahun 2003 turun 1. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6.823 penerbit.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama).2005).300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit. Mereka ini mencakup 1.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25. dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas.04. 4. fakultas universitas.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini.074 di antaranya buku terbitan baru. yakni 155. yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru. ada banyak koperasi publik.543 judul buku . misalnya.

6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan.500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra.9%.3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5. Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5.8%. Ceko dan Rusia dengan 6. Akan tetapi. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit. Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria.6 persen). yakni 56. Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri. Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain.9 % tahun 2003 menjadi 50. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman.5%. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit.8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia .6 % di tahun 2004.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis.6 persen). 3. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat.3% dari bahasa Italia. para pembaca Jerman cukup dimanjakan.2 persen).1%.7. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1. Lebih dari 4. Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. disusul dari bahasa Belanda (2.7 persen) bahasa Swedia (2. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman. diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5. Hanya 6. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan. bahasa Spanyol (2.7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris. Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern. Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis. Lebih dari seperempat atau 25.

tapi saling melengkapi. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350. cetakan 2005. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri.8 persen. bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM. Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini. atau publikasi online seperti database ilmiah di internet. dan jumlah ini bertambah setiap harinya. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. kedua lahan ini berkembang bersama. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. Di sini.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi. Selain itu. Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum. Warisan Gutenberg. Akan tetapi. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. yakni penerbit Jerman. Untuk kenyamanan pemakai. Online-Redaktion . buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut.

Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. lembaga budaya. terutama karya para penulis muda. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia. Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. yang terutama dilakukan oleh peneliti. Harry Aveling. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. Teeuw. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). Di Jepang. sarjana sastra. diantaranya adalah Soseki Natsume. Kawabata. Mishima. . atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. John McGlynn. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri. dan Endo. Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. Namun begitu. meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya.

terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. Sionil Jose. Novel kontroversialnya. yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. Contohnya adalah Taslima Nasrin. yang berasal dari pecahan India. dan diaspora. apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. Bangladesh. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. namun keasiaan mereka tak luntur. dan Pakistan dengan Syed Waliullah. berkarya dalam bahasa itu. setelah dilarang di Bangladesh dan India. dan perubahan nilai suatu budaya. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. Mochtar Lubis. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri. Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. Nick Joaquin. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. (3) benturan. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. YB Mangunwijaya. ditulis dalam Urdu. Sementara itu. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. Samad Said (Malaysia). Shahnon Ahmad dan A. sastra dunia ketiga. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. dan F. Korea oleh Richard Kim. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. interaksi. Ahmad Kamal Abdullah---penyair. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. dan Umar Kayam. Atau sebaliknya. Dengan beragam variasi. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. Lajja. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan . peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu.

bukan semata-mata anggapan kritik setempat. Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. peringkat tinggi antara bangsa.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan. penulis eksponen posmodern Jepang.negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . Tentu saja ini membanggakan. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. Goenawan Mohamad. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. Sementara naskah N. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. misalnya puisi dan naskah drama. rasanya harapan itu tidaklah muluk. Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. Debut novel Eka Kurniawan. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial. Artinya. di antaranya Vintage. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. Indonesia .yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik. nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut. . disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat. dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. Sejumlah kritik. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. Cantik itu Luka. Dilihat dari perkembangan terkini. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. malah cenderung membaik. Di ranah lebih minor." demikian tulis Ahmad Kamal. dan Sapardi Djoko Damono. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. dibanggabanggakan pencapaian literernya. baik kritikus lokal dan asing.

Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. Yukio Mishima. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. Indonesiatera. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). novel Ahmad Tohari. dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. avant-garde. upaya itu patut dipuji. Filipina. Harus diakui. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali. perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. Sionil Jose. Dari Asia. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. Abracadabra. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. Riantiarno. lebih-lebih dalam bahasa setempat. Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia. seorang penulis asal Pakistan. namun begitu berkonsentrasi. mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. Amrita Pritam (penulis India). Shahnon Ahmad. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia. Gramedia. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. hingga kontemporer. dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting. dihadirkanlah karya Syed Waliullah. F. Yayasan Lontar. Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas. fiksi Seno Gumira Ajidarma. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. antara lain puisi Joko Pinurbo. . drama N. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. sudah akrab dengan pembaca awam. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. antologi penulis Iran.

serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. etnografis dan etnologi. sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. Di Indonesia sendiri. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia. militer. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. sejarah. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. Sebaliknya. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. konsisten. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. Rumah Buku Bandung. sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek. Untuk bisa masuk pergaulan global.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. hingga tema sastra. intelektual. Bila jeli. kebijakan luar negeri Indonesia. Politik penerbitan. demografi. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. Penerbit Equinox. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. cultural studies. sama dengan pembacanya. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. Seluruh buku . Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. dan inovatif menggarap ceruk ini. Aksara. pengeksplorasian. pemasaran. sementara itu produknya pun banyak. Etno Books. seorang warga Amerika Serikat. kopi.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. menarik perhatian. Tema-tema buku sangat bervariasi. biografi. kualitas terjemahan. distribusi. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. Kinokuniya. cukup laku dijual. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. dan identitas Asia. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. sastra diaspora.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007). "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi. Penyair masih ada di pinggiran." ujar Urip. Ksatria di Jalan Panah . "Asal biaya produksi ditanggung. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. baguslah itu. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana. Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya. Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain. kami pasti mau menerbitkan buku puisi. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. apalagi penyair tak terkenal. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. kalau bukan menerbitkan sendiri. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis. editor Ultimus." kata dia via email. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut." puji Dian Hartati. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar. misal menggunakan huruf embos. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. pada 2007 yang masuk ialah Angsana. sisanya dijual Ultimus. Belum sampai dicari oleh penerbit. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan." Karna. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. "Tidak bagus iklimnya. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. Urip Herdiman Kambali. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer.Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun. Ini diakui oleh Saut Situmorang. "Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi). Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku. karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto. "Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. Bukupop milik Karsono H. (terutama dari) variasi gaya penulisan." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi.'" Saut pun mendukung Bukupop. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan. Meski begitu. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial. "Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. mengamini. Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair." kata Bilven. Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius. yaitu hard cover dan berjaket. "Kalau memang konsisten. ketimbang didominasi sama Grasindo.

namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. juga aktif di milis komunitas sastra. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. promosi dan resensi. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa. Selain itu. Menapak ke Puncak Sajak (2008). bahkan distribusi. merekomendasikan link yang bagus.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan. Menurut Dian. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber. Alih-alih syairnya. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. "Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu. baik pembaca umum maupun sesama penyair. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. Hasan Aspahani. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . Hampir semua penyair. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. Kenyataan ini disadari semua penyair. eksplorasi dan eksperimen. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra." ujar Saut sengit. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi." kata Hasan Aspahani. Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. Penerbit independen gonta-ganti muncul. biasanya dibantu kawan untuk menangani. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. yang karyanya sudah terbit maupun belum." kata dia. setelah itu mati. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri. Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. Link menghubungkan mereka dengan siapapun. Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock." kata Dian. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. Mereka membuat blog dan situs. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. Mereka saling terkait satu sama lain.

Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. Habiburahman. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. terutama As-Syaamil. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh.000 kopi. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi. penyair senior. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim. eksklusivitas jadi masalah. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam. GPU. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. Cabang FLP ada di 125 kota. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. yang ditonton kurang-lebih 2. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. Senayan Abadi. pilihan tersebut baik-baik saja." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia. Kini beranggota lima ribu lebih. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah. Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. . termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet. Selain Helvy. Kelompok Mizan. termasuk di luar negeri. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. Ahmadun Yosi Herfanda. Penerbit Republika. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. menjurus berceramah. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam. Asma. termasuk dari unsur yang paling permukaan. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman.

Dahlan. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. agar karya mereka diterima lebih luas. Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. Emha Ainun Nadjib. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk.Sebelum didominasi FLP. Kuntowijoyo. juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir. mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. Al-Ma'arif. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. Jerman. Abidah el-Khalieqy. terutama wanita. maju. rasional. Diponegoro. lebih khusus lagi FLP. Mustofa Bisri. terlalu fisikal mengedepankan identitas. terbuka. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. . meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. Pustaka Panjimas. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas. Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. alih-alih ekspansif dan akuisitif. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. Pustaka Salman. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. lebih sebagai keyakinan pribadi. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. Kesan seragam (monoton). sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. mempertahankan skala kecil. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. dan damai. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. menghakimi (judgmental). emosional. pernah besar dan berpengaruh. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. CEO Mizan. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar. termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. Danarto.

dan 2 buah almari kecil atau loker standar. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya. interiornya pun sangat sederhana. Jepang. hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai.Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. Kalau pun ada hiasan. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang.‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. Kendati penampilannya masih sangat sederhana. Seperti halnya dengan penampilan luarnya. floor display. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. harapan itu sangat masuk akal. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . 4 set meja kursi. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah . Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. FBF 2007. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara.

dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen). Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. agen. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. seperti tentang seni dan budaya. Selain itu. ―Paling tidak. terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania. Sementara itu. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. Namun yang cukup menarik. tapi sebagai awal sudah cukup . terutama buku jenis artbook di Indonesia.keikutsertaan di FBF. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. ―Saya nggak nyangka.‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga.‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati.‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. Belum banyak sih. Ternyata di luar dugaan. ada yang berminat membeli. Ternyata. Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. sisanya terdiri dari distributor. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. pariwisata. kehadiran dua perusahan percetakan. ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. Soalnya. kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. mulai hari pertama hingga akhir pameran. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen. Dari kartu nama yang ditinggalkan. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia. perpustakaan.

Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia. Jadi. saya kok optimis. Agromedia.‖ ujar Nova Rasdiana. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Malaysia. nggak hanya titip buku saja. pemasok tinta dan pemasok kertas. Direktur Marketing Indonesia Printer. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih.bagus.‖ tambah Manahara.‖ kata Manahara. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. utamanya penerbitpenerbit besar. Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi.‖ katanya. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang.‖ jelas Victor Ho. juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa. di antaranya dari percetakan. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. Untuk mewujudkan hal tersebut. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. Untungnya. Oleh karena itu. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. Dari segi kualitas. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. ―Kalau kita tanggung secara bersama. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global. Thailand. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. .‖ tegas Frans Meak Parera. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri.

dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. Tentu saja. Namun. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. Peter Ripken namanya. . Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair. apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. Selaku penerbit dari dunia ketiga. Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. lanjutnya. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair. Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. Oleh karena itu. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. Kami pun digayuti kecemasan. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu. Namun. Pertanyaan pertamanya. baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ. ―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. rasa senang itu tak bertahan lama. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. Jakarta. karena semua berbahasa Indonesia. Bahkan. Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. Kami membawa harapan dua penulis lokal. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya. Beliau begitu hangat dan membantu. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas".

Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini.pdf. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya. Alasannya klise: takut tidak laku. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. novel. PENDAHULUAN 1. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. atau dari membaca buku. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. komik. Page 1 1 Universitas Kristen Petra I. Namun. penerbit pun agak ragu memromosikannya. Namun. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional.1. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid.ac. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa.World Bank di . penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights. pengetahuan. Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. Kalaupun ada yang berbeda. kepribadian. majalah. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir. Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. koran. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak.petra. dan lain-lain. Ketiga. Keempat. buku pengetahuan. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami. kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe. Kedua. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability). Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah.

Padahal. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus.1).d.5). Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu. saat masih usia anak-anak. 20 persen. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. Padahal. kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. hal itu tidaklah mudah. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca.d. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 . Adicita Karya Nusa. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. dan Yayasan Pustaka Nusantara. Kepala Perpustakaan Nasional. dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. tetapi di Indonesia angkanya 1:45. "Education in Indonesia . Untuk saat ini.0) dan Hongkong (75. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi. Singapura (74. baik dosen maupun mahasiswanya. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. Kanisius. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. Thailand (65. di sisi lain. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. apalagi perpustakaan di luar kampusnya.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. Namun.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Rachmanata. Dan yang sangat ironis. 1 Artinya dalam soal membaca. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. Rendahnya minat baca anak. jurnal. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. Artinya. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup. SMU. Dady P. Misalnya. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. majalah ilmiah. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s.dalam salah satu laporan pendidikannya. pada kenyataannya. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP.6). dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. dan SMK. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s.

Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. . Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. gaya dan penuturan cerita dan kalimat. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Sementara di Indonesia.M. hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. Sementara di pelosok desa. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo. baik dari segi kualitas cetak. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. Pikiran Rakyat. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita. jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa. juga dari segi ilustrasi.Pd. Sebab. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. Minat baca dan Kualitas bangsa. tetapi juga orang dewasa. Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya.KI Supriyoko.

Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. 1. 1. 4.5. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1.1.2. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak.3. Memperoleh didikan moral. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang. 2.6. 3. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. Manfaat Perancangan. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan. 1. Lingkup Perancangan. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1. sesuai dengan perkembangan jaman. Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat. 3. ornamen. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak. 1.4. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. dan khas dari cerita aslinya. Dapat memahami. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti. tetapi tidak meninggalkan budaya. Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun .

Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada.7. Lingkup Perancangan 6. Latar belakang 2.8. Pembatasan Masalah 4. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1. Konsep kreatif 3. Unsusr gambar 2. Komposisi 3. Tinjauan buku bacaan 3.Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Tinjauan teori cerita 4. Rumusan Masalah 3. Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. Tinjauan teori pisikologi anak . Metode pengumpulan data. Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. dan lainnya. seperti karakter. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Konsep Media 2. Sistematika Perancangan 1. tempat. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. obyek. Tinjauan judul perancangan 2. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. kostum. Tujuan Perancangan 5. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. Metodologi Perancangan. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya.

Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan. Menko Kesra Prof. Menko Kesra Prof. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Dr. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya.6. Tabulasi 4. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Tinjauan cerita timun mas 2. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. terutama anak perempuan dan remaja. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. untuk daerah-daerah tertentu. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Bahkan. negeri dan terutama swasta. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. Kepala Sekolah. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . Dr. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit. Tinjauan teori ilustrasi 1. Anak-anak. tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. Respon Publik 3. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Di daerah perkotaan. Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. Artinya. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. Tetapi di daerah pedesaan. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu.

perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas. semangat dan kemajuan. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. siang dan malam hari membantu orang tuanya. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. maupun dinas-dinas serupa di daerah. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. sore dan malam hari. Anggota masyarakat. murid dan orang tua. Dengan demikian. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. dan pusat pembangunan. Pada siang. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah. perpustakaan sekolah yang buka pagi. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. Anggota masyarakat lain. dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. bagi yang mempunyai buku pribadi. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal. mengumpulkan dan membagi buku. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. siswa. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. Kedua. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. setiap kali pemerintah. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. Lebih lanjut daripada itu. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. apabila tidak sedang dibaca. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. sore. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. Karena diperuntukkan guru. Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. melalui Departemen Pendidikan Nasional. apabila ada kenaikan kelas. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. dengan pengaturan waktu yang baik. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. utamanya ibu-ibu rumah tangga. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. menerbitkan buku supplemen guru. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. dan tidak dibutuhkan lagi. Buku guru tersebut juga seyogyanya. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. tidak lagi ada manfaatnya. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. dibuka untuk masyarakat umum. pertama.

kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi. misalnya pagar yang rusak. karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. genting yang bocor. atau semacamnya. Lebih dari itu. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya. dan membaca. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler.

Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. sajak. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil. antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya. anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja. cinta produk dalam negeri.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. tidak boleh berdiri sendiri. Dengan demikian. Dan sepanjang pengamatan kami. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. yang dibutuhkan orang tuanya. baik penulis maupun pembaca. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku. Desa maju rakyat membaca. Haryono Suyono. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. Dr. karena murah dan melimpah. untuk sastera bahasa Bali. dan cinta kasih. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. sejak 10 tahun yl. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai. Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. Gerakan ini. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku. Jaladri . cerita pendek. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait. makmur. persatuan. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. jumlah engang setiap larik. untuk sastera bahasa Sunda. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut. esai.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun. harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas.130.242.190//artikel/26812. Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman. (Prof. Sumber: http://203. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. terus terang saja kami tak mampu. kesatuan. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan. untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. dan sejahtera. bangkitnya solidaritas antar sesama. pada akhirnya akan mengubah sikap.

Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an. Temanya pun bersifat kontemporer. namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. dll. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. karena ketika mereka duduk di SD. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. tidak semuanya dari generasi tua. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif. tahun 1960-an. India dll. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain. bahkan tahun belasan. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. Mandarin. begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001. Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat. walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. . Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya.

Djoko Lodang. Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. di samping itu banyak memuat puisi. Galura. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. Cupumanik. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . Joyoboyo. baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya. dll. Isinya umumnya berupa cerita. perimbon. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah. sejarah atau legenda. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. walaupun hidupnya merana. Djoko Lodang berupa tabloid. Ada juga berita. Manglé terbit mula-mula bulanan. Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. dll. Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Kalawarta Kudjang. Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. bahasa Indonesia. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. keduanya berupa majalah. Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. Keduanya berupa majalah. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. pengobatan tradisional dan semacamnya. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. sedangkan iklan tak dapat diharapkan.

atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing.dengan pers bahasa nasional. misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. pertanian. Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional). Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup . Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. terutama buku-buku teks. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan.

tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian.besar. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. Dalam siaran televisi. . RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. terutama dalam radio-radio daerah. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah. Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi. Setelah acara seperti ini selesai. sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa. Seperti dalam penerbitan buku. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya. untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut. di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). kelas pedagang juga turut serta kemudian. proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara. masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. picture is also the words). salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus. kodomo no tomo pada tahun 1956.isolasi jepang dimulai. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. . menulis dan etika. kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini. yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. serta men-trigger imajinasi. terutama dalam buku cerita bergambar. khususnya 1912. sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit.

dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. Dengan short message service (SMS). menempelkan perangko. jepang. seminar. Sedangkan bagi si penerima. bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. 2007. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun. Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional. Emosi kesedihan. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime . Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas. Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat. Kegiatan Surat Anak Indonesia .ryoji arai Senin. seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. anak-anak yatim piatu dan dhuafa. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca. Wapres RI Jusuf . 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. presiden international institute for children's literature. Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Tak perlu menunggu berhari-hari.09. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan. napier Next: looking through my windows of picture books . susan j. Dengan menulis. Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang.prof. Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. bagi si pengirim. Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. tentu ada sisi negatif yang timbul. Dari sekian banyak manfaat tersebut. Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis. proses pembubuhan cap pos. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). Sungguh luar biasa. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. kebahagiaan. Padahal dengan berkirim surat. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. Tags: reference. dalam diri tercipta kepuasan batin. surat merupakan bentuk perhatian dari seorang. kepiluan. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa.resume oleh hafiz ahmad.

Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka. kaum remaja akan semakin termanjakan. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. Presdir dari Santa Cruz Import Inc. sandiwara anak. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini. Ketua MPR RI. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya. Menteri Pariwisata.00 WIB. Nike. Seni dan Budaya RI. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog. Gubernur DIY. Misalnya. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari. Contoh konkret misalnya. Ketua DPD RI. Stine. jatilan. Disamping kegiatan tersebut. dan dongeng anak. gaya bahasa yang manasuka. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. Tetapi. Demikian berturut-turut. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru. Goosebumps dan Fear Street ..L. Belia. pukul 09. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka.Kalla. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. Untuk itu. Tokoh yang sedikit urakan.00-13. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. Ketua DPR RI. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A. Close Up. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. Menteri Perhubungan RI. Bukan hanya itu. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup. para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. Menteri Pendidikan Nasional RI. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006. seperlima dari pasar adalah kaum remaja. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. SWATCH. BENETTON.

dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil). ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus. Bubie Lantang. Sementara di Indonesia. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun. Gola Gong. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. untuk mengikat loyalitas pembaca. Untuk produk sekelas Lupus. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. Ambil contoh. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan.000 eksemplar. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. Menurut catatan IKAPI. Dampaknya sungguh luar biasa. Dari jumlah itu. Bahkan. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. inilah masalah laten dunia penerbitan kita. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. Lutfie dan Dwianto Setyawan. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja. seperti sering dikeluhkan. dari 330 penerbit yang terdaftar. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja. kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. bukan . Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron. Misalnya. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. Zara Zetirra ZR. salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. Memang.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. Memang. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. Sementara dari sisanya. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. Mira W. Gus TF Sakai.

. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. Kebetulan. kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. Sebagai orangtua. selera dan gejolak remaja yang dinamis. Scientific. berbudi baik. ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi. Nah. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek. Lupus misalnya. SJ). Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. Drost. video. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. Oleh sebab itu. Pendeknya. yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. ceplasceplos. khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. penurut . dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan. pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. hingga laser disc. [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja. Mari kita urai bersama. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. Namun. suka jail. Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. yakni tokoh yang selalu alim. yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. Sementara pihak lain. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren. Bagaimana tidak. dan seabreg nilai positif.

Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya. Selain itu. Alasan utamanya. banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. Sementara di Indonesia. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1. Sementara dari sisanya. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan.000 judul Bahkan kini kabarnya.6 miliar rupiah. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul. Sebenarnya. hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. Betapa tidak. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme. membuka wawasannya. dari 330 penerbit yang terdaftar. buku-buku tersebut dapat . dan membuat anak menjadi gembira. Bahkan begitu proyek ini mulai surut.000-3. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. Berangkat dari sinyalemen itu. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. menambah pengalaman batin. Dari sekian judul itu. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Artinya. buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya. Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis. Namun. Dari jumlah itu.000 judul. 12 Agustus 1993).000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘. tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa. Menurut catatan IKAPI. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6.000 judul.

baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. di lain pihak. anak sekarang lebih selektif lagi. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas . Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. Akan tetapi. Hans Jaladara. Andersen. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja.C. dan Teguh Santosa. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang. Demikian pula yang terjadi di Amerika. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. Dari segi ide cerita. Sebaliknya. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara.16 miliar kopi. anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. yang lazim disebut komik. Anak sekarang. ―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. Bila dirunut ke belakang. Meskipun demikian. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi. Dari sisi persebaran buku. Itu baru dari segi penyajian. Akan tetapi. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. Sabuk Inten‖. semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. Pendeknya. Dalam hal bacaan. di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita. Ganes TH. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. Sebaliknya. Tintin. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri. sementara roda penerbitan harus terus berputar. menjelang akhir tahun 1994 ini.

Bedanya.dengan gaya futuristik. Benar memang. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. hanya visualisasi gedung. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga. basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya. Namun. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan. Tidak lama kemudian. Alhasil. maupun kalangan penerbit. pendidik. berjudul Imperium Majapahit. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. Hal ini bisa dimaklumi. . mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. Buktinya. orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. Konon. baik sebagai orangtua. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca.

Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Janine Despinette. seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. Sementara. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. mendorong minat baca (Encourage Reading). mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Sayangnya. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. Dengan demikian. mencoba menjawab masalah semacam itu. 1995). dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan. Misalnya. dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. atau mendiskusikan tema suatu buku. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan. Namun. Setelah lahir. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. Tetapi. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya. Dari sini. membiasakan hadiah berupa buku. yang lebih serius. Mengutip pendapat Prof. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. Cara lain. yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. Atau. . usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. Begitu seterusnya. orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini. Lantas. Caranya.pertunjukan musik. layar tancap.

berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. Namun demikian. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA. menulis surat. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. bisa diterima di mana saja. yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. acara liburan. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Jadi. bisa tentang silsilah. Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik. Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96). GEMAR MENULIS Oleh A. Ajaklah . atau membuat buku harian. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak. Bagi anak remaja. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996.

Padahal. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. menemukan sistem produksi karya cetak. Mengenai hal ini. kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. Revolusi Tulisan Boleh dikata. Akan tetapi. korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy). bahkan hidup sengsara karena penemuannya. yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. Banyak takaran mengenai hal ini. Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. Menurut sejarahnya. Gutenberg – seorang warga negara Jerman. Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin. Korban pertama adalah Gutenberg sendiri. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. penemu metode cetak. telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. Tentu saja. metode membuat huruf cetak dari campuran logam. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan.mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). Dengan kata lain. Dengan alphabet. ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. A. Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa. Akan tetapi. tradisi tulisan (literacy). ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. tinta cetak. Lebih jauh lagi. termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. Namun demikian. Sedangkan. Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat . Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya. namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit.

bagi sebagian besar mahasiswa. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. Untuk mengatasi kondisi ini. Sejalan dengan itu. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. Ironisnya. Di sisi lain. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku. wartawan dan editor penerbit. kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. dengan cepatnya loncatan tradisi ini. Untuk bisa melampaui tugas ini. Praktis. mahasiswa. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. atau minimnya penulis buku lokal. . tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. Akibatnya. misalnya sekretaris. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa. memilih judul. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan.berkembang daripada tradisi tulisan. kepada pelajar. kerangka pemikiran. nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. Sebagai konsekuensinya. kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis. merumuskan latar belakang masalah. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. Menulis. latihan-latihan menulis. Padahal. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. larisnya bisnis jual-beli skripsi. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. membuat outline. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. Sementara. Memang. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. 22/12/95). Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. Betapa tidak. tetapi berlanjut terus.

bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. baik menulis surat. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir. memperbanyak tugas-tugas menulis. dan tertulis. logis. mengarang cerita. Sebagai sumber daya manusia di abad ini. Atau. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas.Bagi pelajar misalnya. maupun menulis ilmiah. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? .

ketimbang menjadi editor. ekonom. (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. kejernihan informasi tentang apa. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. Sementara. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. atau pemain sinetron. (1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. tentara. penerbit. foto model. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. judul. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul.Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. polisi. . (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya. bergantung pada kebijakan tiap lembaga. insinyur. atau pilot. ahli hukum. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. Jika demikian. Fakta berbicara. pengarang. (4) memang ingin menjadi editor. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. Selebihnya. siapa. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain.

Lebih celaka lagi. hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. Di sini. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. Celakanya. misalnya. analisis pasar. Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor. Termasuk dalam tugas ini. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas.Pengalaman empiris membuktikan. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. Sementara. editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. hingga melakukan pra-kalkulasi. Dalam substantive editing. meramu sinopsis. dalam mechanical editing. sekaligus mencari penulisnya. Pendek kata. membetulkan letak titik-koma. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. dan mengetik naskah saja. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. menyusun indeks. di samping tetap sebagai . mengatur sistematika penulisan). seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku. seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing.

sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. Sebelum mulai mengedit naskah. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia). dll. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. Tanpa pemahaman itu. sulit. Tetapi. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan. editor kesehatan. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. Oleh karena itu. Setelah buku terbit. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. editor sains. Misalnya. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan.spesialis dalam salah satu ilmu. menyukai dunia perbukuan. menjadi editor sebenarnya tidak gampang. . editor. editor fiksi. editor humaniora. Itu sebabnya. Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. hasil kerja editor akan berantakan. Oleh karena itu. inilah hambatannya. Lembaga penerbitan yang profesional. atau yang sulit-sulit gampang. sekaligus memahami tatacara penyuntingan.

© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku. Fowley.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur. pedophilia. . ayak yang abai dan sok sibuk. membuat miris. berdua dengan adik perempuannya.feedmap. Inggris. Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar. Ibu yang pemabuk. Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www. yang dalam usia belia. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada. Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun).net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3. perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. Juli 1996 dengan judul yang sama. Lelaki. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. dari Edinburg.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis. namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. Persiapkan. insest. justru di usianya yang begitu belia.

Ibarat pisau bermata dua. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia. Paul.Beruntung ia memiliki. Masih ada lagi. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak.‖ ujar Tonkinson lagi. ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi. Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan. dikabarkan awalnya menerima 200. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat. No: A Boy Betrayed. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. Kean menambahkan. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan. Ditambahkannya. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. Mummy. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas. Selain kisah Fowley. berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan.‖ ucapnya. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why. Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. tulis Danuta Kean dalam situs BBC. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya. Pada akhirnya. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual .‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. dulu. Daddy. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson.000 pounds dari total 500.

12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8. Di Inggris saja tercatat 3. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca. Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. buku: 1. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival. SELASA .‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno. 2.000 judul buku per tahun. dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono. buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris. Misalnya.semacam itu. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. 3. 28 Januari 2009 JAKARTA. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya. 6 tahun.000 judul buku per tahun. Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8. kisah Judy Westwater. laku sebanyak 107. Rabu. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. bbc/tri Selasa. jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007. laku sebanyak 204. . Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10. The Paperback of Stuart Howarth.000 Buku Kompas.Terjual 235. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire.Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8. Agung mengatakan. Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) . anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths.000 judul buku per tahun. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15.168 eksemplar (Mei 2007). Karena itu. Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi. Selasa (27/1). Jakarta. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami. Senayan.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku. yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya.‖ sebut McKay.

Bayangkan. Selain pameran buku dan media.id/news. adalah perubahan besar dalam kehidupannya. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya. Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya. dan sejumlah kegiatan lain. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik.php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. Dari kehidupan yang mulanya miskin. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. Bagi saya.Kompas Gramedia.fajar. Dan. Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. Di Amerika Serikat. Fauzi Bowo mengatakan. berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan. buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". Buku Harry Potter bukan hanya tebal. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. hanya dalam kurun sehari saja. diskusi buku. JK Rowling. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. Namun. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia. dan penganalisaan agar bisa . Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. (Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi.co. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. (ELN) http://cetak. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama. ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Bayangkan. kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Di Vietnam. 1481 x . Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD. sebagaimana dilansir dari media massa. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya. kata Agung.

Thailand (65. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi.100. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama.1) dan Singapura (74. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca.300. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan. Boleh jadi. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. Sedangkan menurut laporan Bank Dunia. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini. Dari sisi kuantitas. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15. Thailand USD 6. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. rendahnya kebiasaan membaca tsb. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500.5 juta atau 9. .0). Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas. pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu. golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. saat ini mencapai 565 penerbit. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah. Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca.900. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru.000.mengikuti alur ceritanya. timbul pertanyaan. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan. Mengapa? Sebab. mahasiswa.6). Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. Dari 'tesis' Purwanto tadi. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. dosen. Indonesia berada di peringkat ke-39. Malaysia USD 9. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas. Bukan itu saja. jangankan pada persoalan membaca. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat.20 persen. Sebab.7 di bawah Filipina (52. sementara Indonesia hanya USD 3. Sebab menurutnya.

Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. ada yang mengurangi gaji. bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur.Ada media yang memberhentikan karyawannya. ada juga yang menutup sejumlah biro. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan. Sekali lagi. dan entah kapan akan berakhir. Ada yang mengurangi halaman. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. Media cetak pun makin kurus alias menipis. * Sumber : Ismail Amin. atau kalau tetap mau . atau bahkan mengecil. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. Selamat Hari Buku Nasional. Setiap minggu.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita. Sebab. semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. Masa-masa sulit harus dihadapi. ada saja media yang memberhentikan karyawannya. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. Di bulan Mei ini. Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. kini semakin berkurang. ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta. arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan. Ya. 539 x . pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar.

000 pada hari Minggu itu. beberapa tahun lampau. 58. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. Pada hari Senin. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja. seperti di Sakramento. “Dulu wartawan investigasi ada lima. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. dulunya mereka juga punya televisi. tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. Untuk mengurangi biaya operasional. menambahkan. kata Wildermuth. “Mereka itu ada yang wartawan dan staf.” jelas Gauen. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. Texas. mengurangi biaya langganan jaringan networking. termasuk tentunya biaya investigative reporting. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors. California. mesti siap menerima pengurangan gaji. staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle. dan juga biaya-biaya perjalanan. Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle). Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. Ada yang diberhentikan. dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan. lanjut Jeremy. Saat ini. Saat ini. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup. dan 10 tahun bekerja di St LP-D. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. “Yang tinggal.” kata Wildermuth. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit. namun telah dijual pada 2000. kata Gauen. .000 pada hari biasa dan 475. “Ya. ada yang dikurangi gajinya. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). yang terbit di Saint Louis. sekarang tinggal dua. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. Menurut John Wildermuth. Kamis. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. yang 15 tahun menjadi wartawan. Kondisi ini tentunya sangat ironis.” kata Jeremy Kohler. Untuk mengurangi biaya cetak. Rekan Jeremy yang lain. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. Sama dengan St LP-D.” katanya. yang penting-penting dan besar saja. ada juga yang dipensiun secara dini. Selasa. Biayanya besar sekali. ada sekitar 400 karyawan. dan Sabtu.” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator. Jumat Minggu. juga mengalami hal yang serupa. Koran yang ada sejak 1878 itu. halaman dikurangi. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. tapi pada hari Rabu. di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. di koran yang beroplah 275. di San Fransisco. Jadinya. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. “Jumlah karyawan juga dikurangi. dulunya mereka juga mempunyai televisi. Patrick Gauen. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri.bertahan. lalu menambahkan. tanpa mau menyebut nilainya. 36. Menghadap krisis ini.

itu sudah ada sejak tahun 1900. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. Menurut Leah Finnegan. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. Itu pun mau dijual. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi. tirasnya kini turun hingga 20 persen. Jumlah karyawan dikurangi. kini tirasnya tinggal 15 ribu. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda. Redaktur Pelaksana.” kata Hartmann. Kiera Butler. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. Kami mau outsourcing. Namun begitu.” ungkap Proctor. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis. kata Leah. Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily. di Inggris misalnya. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. kini sisa 40 orang. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. 21. Soal turunnya tiras koran.” kata Hartmann. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah.” kata Wildermuth. Texas. bila memakai percetakan outsourcing. Dulunya. Di redaksi misalnya. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia.Tapi untuk lebih efisien. “Karena ini kan mengurangi biaya. Menurut Steve Proctor. lebih murah. yang didampingi Vikram. CEO St Louis Magazine. kini tinggal 300-an. koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. tapi juga di negara lain. Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. yang dulunya 20 ribu eksemplar. tapi kini tinggal satu. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian.” aku Leah. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. Pemimpin Redaksi. Menurut Profesor Fritz Cropp. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . yang sudah berlangsung hampir empat tahun. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. Memang. Dulunya sekitar 500. Namun begitu. Managing Editor The Chronicle. pihaknya akan menjual mesin cetaknya. masa depan media cetak tidak jelas. “Kami akan mencetak di luar saja. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. mereka mempunyai empat mesin cetak. sementara mesin cetaknya akan dijual. dulu penyunting 50 orang. bagi perusahaannya. Menurutnya.

di KVUE Austin TV. Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi. sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. Sebenarnya. Texas.oleh yayasan progres nasional. India. masa depannya suram. Hal ini juga melanda media di Amerika. Untuk itu.” jelas Mike. semakin kurang berita-berita investigasi.” katanya bercanda. Menurut Mike. yang hanya mempunyai enam wartawan. tapi tidak sebesar media cetak.” kata Hadlock. termasuk untuk biaya investigative reporting. “Saya punya dua anak. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo.*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar . membuat seorang Sandler. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam. Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun. termasuk iklan mobil. di media yang punya 42 ribu langganan itu. Sebelum Pro Publica.” akunya. 24 Juli 07 . yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. yang lulusan Universitas Ohio ini. Menurutnya. pengusaha simpan pinjam. “Akibatnya. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan. . sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity. adalah salah satu industri film raksasa dunia. terutama Bollywood. Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang. biaya operasional dikurangi. termasuk media cetak. Humas Pro Publica. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. saat ini kalau ada karyawan yang keluar.” tambah Hartmann. sejak krisis keuangan di Amerika. Agaknya. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu. Special Projects Producer. Ditambahkan. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja. “Tapi kita tetap harus efisien. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. Hal ini diakui Kathy Hadlock. “Sekarang mesti lebih hemat dan efisien.

dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat. Telegu. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan. Maldives. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Dalam perjalanan waktu. Pakistan. Penguasaan terhadap bahasa Inggris. Australia. beberapa penerbit. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun. termasuk di antaranya bahasa Hindi. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. India dapat memproduksi sekitar 70. dan India. Amerika Serikat. Tahun ini. tahun 2003 melesat naik hingga 3. seperti Macmillan. sejarah. Punjabi. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. Tamil. mutu produknya. kebudayaan. Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. yoga. ajang pameran buku terbesar di dunia. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. Gujarati.000 penerbit.000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. Jepang.000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. Direktur National Book Trust of India. Kegan Paul. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia.6 miliar rupee. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini. maupun Uni Emirat Arab. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. Butan. baik karena kualitas isi. Inggris. Demikian pula buku-buku tentang filsafat. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). sastra kontemporer. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. Frankfurt Book Fair ke-58. dan Assamese. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. secara perlahan tapi pasti. sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India. berkembangnya gerakan nasionalis. Bengali. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. Nepal. Malayalam. maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. serta harga yang relatif terjangkau. agama. Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan .Saat ini. Sri Lanka. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India.

English Edition. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. Vikas Publishing. bermain di pasar buku anak-anak. India Ink. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. juga melempar produknya ke pasar dunia. Kali for Women misalnya. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. Di samping penerbit besar. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . Sementara itu. sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. New Delhi. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. Random House India. sementara Permanent Black. Minerva.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. Semua penerbit ini. serta UBS Publisher. Roli Books. misalnya. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984. seni rupa. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. musik. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. film. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. Kini. Penguin India. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co. penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. seperti Tulika. Umumnya. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. seperti Penguin India. Crossword. Ravi Dayal. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. Harper Collins India. Orient Longman. berkompetisi. Macmillan India. Picador. maupun Landmark. Penerbit lainnya. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun.

Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan. di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. Menurut rencana. Journal of India Foreign Affairs. Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. India merupakan pasar buku yang menjanjikan. Cambridge University Press (CUP). tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. Saat ini. Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. teknologi. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). ValueNotes Database Pvt Ltd. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. karya klasik berbahasa . Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut.untuk sektor perdagangan buku. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books. Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. dan budaya di masyarakat India sendiri. seni. Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini. sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. Peran pemerintah Lantas. tabloid 6 persen. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India.1 miliar dollar AS tahun 2010. penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. sebuah penerbit sekaligus distributor. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang.

(BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www.7 jam per minggu untuk membaca. Dari riset terhadap 30. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. Sejauh ini. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India. MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal.kompas. Selain itu. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional. NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa.200 judul yang meliputi karya asli. Sementara itu.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923.htm | RAGAM | SELEB. Sebaliknya. orang Inggris hanya memakai 5.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005. terjemahan. NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban. Berdasarkan catatan NBT. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas.000-1.3 jam seminggu untuk membaca. penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE . Sejak tahun 1970. Sejak itu. Angka ini lebih tinggi 4. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). Tampaknya. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini.

Dilengkapi Fitur QuickLook . Raja Tikungan . Kamp Konsentrasi Para Alien . 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN .Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'.Gadget (14/20) 'SOLSTICE'.Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan . Hari Bertemunya Dua Dunia .Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'.Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS. Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal . Bukan Yang Terbaik di Kelasnya .Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks .Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 . Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit .Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV . Setelah Wisuda Lantas ke Mana? .Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'.Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J. Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'.Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p.K.Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab .Cari (1/20) Samsung ES55. Rowling Kamis.Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'. Kemudahan Dan Portabilitas .Gadget (9/20) 'SHORTS'. Notebook Entertainment .Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300.Kesehatan (19/20) KTM RC8R.Humor (18/20) Flu Babi.Otomotif (5/20) MSI EX620. Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini .Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox . Eksplorasi Atau Repetisi? . Album Narsis .

"Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses. demikian dikutip dari AP (Associated Press). yang menerbitkan buku karya Rowling. hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. . Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular. "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini. sebaiknya jangan dicoba sama sekali.L. Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik. Jason Campbell. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling." papar Blair. Revenge Movies Kapanlagi. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal.L." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic. Stine. seperti Lemony Snicket. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton. Rowling diluncurkan Juli mendatang.com . tetapi pasaran buku online bekerja beda. Cornelia Funke dan R." tambah Campbell.K." kata Direktur Pemasaran. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya. setidaknya dari segi hukum. dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. Inc. Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online.

Ini buku online. Kamis (16/5) siang. mengakui hal itu. Prayitno.' Fantasi itu belum terwujud."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak." jelas Marcus. suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan. Menurut organisasi Open eBook Forum. hingga hampir mencapai 1. Di sisi lain. hasil pendapatan bersih mencapai US$9. masih tak terlalu menggembirakan." tambahnya. Di satu sisi. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia. meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. saat ditemui SH. "Agak frustrasi. 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage.Nasib perpustakaan di Indonesia. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar. Sepi dan Tak Layak JAKARTA . Di satu sisi. sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa.7 juta eksemplar buku. pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. .000 orang. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu. Anak-anak handal dengan teknologi. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota. tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan. meski penerbitan buku online telah menurun. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online. Pasaran buku online tetap berkembang. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari. Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). Di Jakarta. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi.6 juta pada tahun 2004. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis.

”Dengan demikian. kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah. (Sebagai perbandingan.” kata Anne. Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. misalnya. antara lain. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000. saya jalan sama temen. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131. sangat disukai anak-anak. Menurut Ayub. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. tetapi banyak gambarnya. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. Memang. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan.134 eksemplar. ”Nggak. ”Karena itu.473 eksemplar. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka.342 buku. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. ”Lagi disuruh bikin paper. Sementara.” kata Ayub. sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. Kamis (16/5). Ia mengatakan.994 eksemplar). ”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. dan bercover menarik. ”Karena itu. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. Menurut Ayub. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak.” katanya.” tambahnya. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. Ibarat pepatah. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371. hidup segan mati tak mau. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. Misalnya. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. Bagai kerakap tumbuh di batu. salah satu pustakawan Perpumda. lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud.089 buah. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak. pada tahun 2000. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan. Tetapi pada saat ditanya. menurut Ayub. saya yakin mereka akan senang membacanya.” katanya. Buktinya. Juga covernya yang bagus. tentu ia akan ditegur.” kata Anita. sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51. . yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. Dari hasil kuesioner tersebut. Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu. Selama ini.Sedangkan masyarakat juga demikian.477. ya mereka hanya membaca itu. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca. Sementara. salah satu dari siswa SMU tersebut. karena buku yang demikian biasanya adalah komik. Hanya saja. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata.” kata Ayub. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. sesuai dengan perkembangan mereka. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca. Upaya pemda DKI itu.889 eksemplar. Jadi kerja kelompok di sini. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia.699 eksemplar. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat. Dengan demikian. bukan didorong karena kegemaran.

”Saya kira tadi kamu pengunjung. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. jika hal itu dilakukan. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan. Memasuki ruangan perpustakaan. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. Jum'at. Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya. Tapi buku-bukunya sudah tua. mereka larinya pasti ke sini. Pertama kali pada tahun 1989.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. ia akan menjawab. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang. serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku. memang perlu dilakukan. atau siapa saja. Bukan tidak mungkin. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca. Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini. dan beberapa barang lainnya. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung.” ujar Susilo. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda.” katanya. ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR. kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan. piring. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan. sampai sekarang belum ada perubahan. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali. atau Kahlil Gibran. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. Puncaknya memasuki tahun 90an. diberikan . Jangankan untuk membaca di perpustakaan.”Lurus terus lalu belok kiri. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu.” ujar Harno. Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu. Yah…begitulah akhirnya Mas. ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan. maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta.

10 juta dipotong pajak 15%). Dalam tahun 2008. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu. Dan sejak 1997. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa. Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura. Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. Jawa dan Sunda. Ternyata seperti yang kami kuatirkan. yaitu Bali.hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. Tetapi sejak tahun kedua. tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita. Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. . tahun ini juga. Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis. Jawa dan Bali juga . Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah.Pada tahun pertama. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Tahun yang lalu. pada akhir tahun 2008. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda. Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung.

Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. Di samping itu ada cétak ulang. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. Ghazali almarhum. maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru. Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat. terutama di Bandung. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). F. disusun ku Julian Mille).karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku.K. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia. Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang). Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék. seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di . tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota. sekitar Karawang. Mangoendikaria. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. Bayan Budiman karya M.

2008. Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora. Gondéwa (1987). Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). ―Cipularang II‖. ―Angin‖. Langensari dll. Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa). ―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖. ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. ―Leuwi‖. masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat. Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003). Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. seperti ―Titis Tulis‖. Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. ―Hiji Sagara‖. Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. Terasa ketika menulis sajaknya. adalah . Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia. (terbitan Kiblat Buku Utama. ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja. sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. ―Surat keur Lemah Cai‖. dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais.

sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. Kepada Nano S. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence.Nano S. yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. pelaksana pertunjukan. kumpulan karya berupa guritan. 4 April 1944) Nano S. Singkar. 5 juta). Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. cerkak.. Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). obrolan dan pengalaman penulisnya. Mongol. Danusubroto. Tetapi . Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. karya Yohanes Siyamta. banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp. baik sebagai pencipta lagu. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI). Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda. yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional. maupun pimpinan grup. dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. (lahir di Garut. Nano sendiri banyak menulis sajak. Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda. mengajar di SMKI Bandung. roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. dll. Nubia. Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). album CD-nya berjudul ―Nano S. yaitu hanya 4 judul. (1995). kebanyakan dalam adegan flash back. Jepang dll. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda. Dongané Maling. Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan.

hormat kepada orang tua. Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. 5 juta). Malang. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. Bagus. yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus. Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009.penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. Ternyata Atun membawanya ke bordil. bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). Trenggalék dan Blitar. Dia pernah menjadi Pemimpin . Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. adalah Trah karya Atas S. Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. berupa piagam dan uang (Rp. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. tetapi juga menggambarkan watak nrima. Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya. gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur. Yogyakarta) Maka Atas S.

Narko Rasodrun. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910. Narkoba. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). yaitu 3 judul kumpulan puisi. Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang). Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). Jaya Baya dan Damar Jati. cerkak dan guritan. hal yang tak pernah ada sebelumnya. réportasi. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. Buku yang terbit tahun 2008. 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). 2 judul roman. baik secara kualitas maupun secara kuantitas. 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). Karyanya berupa artikel. Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng.Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif. Dia banyak menggunakan nama samaran. Datiek Yuminarko. 5 juta). tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. karena . dll. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. Ki Narkosabda. Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya. al. Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat.

kulinér. membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. hanya terdiri dari satu bait. matérialisme. merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). toko serba ada. maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. memikat dan menyentuh serta utuh. dan hukum karma. Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. kemiskinan. alur ceritanya tidak begitu kompléks. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). mengambil bentuk syair dan pantun. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata. Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. Téma yang diangkat sangat beragam. Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). jam. Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. mulai dari hubungan suami isteri. pengucapan dan gaya bahasa. sebagian besar dalam bahasa Bali. Tahun 1971. uang. Berdasarkan pertimbangan tersebut. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. berupa piagam dan uang (Rp. 5 juta). Hampir separo berupa sajak péndék. korupsi. Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas.bahasanya mudah dicerna.

000). Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya. 80 milyar.500. 2. Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu. tidak terdapat di toko-toko buku. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan. * . Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar. Dana yang disediakan konon sampai Rp. yaitu Ai Koraliati. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007. tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Menjelang akhir tahun 2008. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak. 5 juta). Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009. Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali.Singaraja. Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku.

Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. pada masa pra-kemerdekaan. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi. kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. misalnya. Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. Di Tatar Sunda. Pabélan. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu. 2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. dan sekarang sudah hampir punah. 31 Januari. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. Selain itu. hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra. Tahun 1980-an. Namun saat ini. Sejak tahun 1993. khususnya di sekolah. .

Di sebuah persimpangan jalan. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru. dan mulai terbit pada tahun 1969. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu. dan Udin pun menyukainya. antara lain Budak Teuneung. Sebelum menjadi buku. Si Donca (Yus Rusyana). lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. tanpa pikir panjang ia mengangguk. 2002). Ceritanya cukup sederhana. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. Betapa kagetnya. tidak berbekas. Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya. Udin pergi ke rumah Mang Mita. Ada juga yang berupa fabel dan legenda. juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru. ia termenung. Mungkin jatuh di perjalanan. sehingga lupa akan pesan ibunya. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. dan Budak Minggat (Samsoedi). Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. Si Paser (Tatang Sumarsono). Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita. bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang. misalnya. Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri). naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. Suatu ketika. Jatining Sobat. dan yang cukup populer. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. karena uang itu ternyata hilang. uang itu belum ditemukan. Ia tidak mau pulang. Ia pun menangis kembali. . untuk mengambil uang itu. pikirnya. Udin sering pulang sore. tahun 1967. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. dan sebagainya. anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. Teman-temannya berusaha mencarinya. Udin baru sadar ketika hari mulai sore. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. Uang itu benar-benar hilang. Udin hanya bisa menangis.Di antara yang sedikit itu. Kiblat Buku Utama. Karya-karya Akub Sumarna. Sesudah makan. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan.

dan dibawanya dengan sebuah truk.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. Untungnya. Khusus untuk cerita anak-anak. sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. Hari menjelang malam. Itu terlihat dari cara bicaranya. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. datanglah sang penolong. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. Pada umumnya. Keesokan harinya. dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. Payung Butut. Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. menjadi bagian terpenting dalam . sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi. walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. mendengarkan dongeng orang tua. jelas. Tubuhnya basah kuyup. Tidak ada siapapun. Ungkapan orang-orang desa. dan membawanya entah ke mana. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. Tubuhnya panas. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. Yang pasti. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. Udin pun sakit. dan sebagainya. tanpa banyak rekayasa. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. Singkat cerita. Udin tidak bisa bangun. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). dan bersahaja. juga dari tingkah-lakunya. Di sebuah tempat tak dikenal. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. Hujan mulai turun. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). Tidak ada rumah. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung. Sebuah mobil berhenti. dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. baru-baru ini. Udin diturunkan. Ia bermain di ladang. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan. *** DALAM khazanah sastra Sunda. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya.

Ketika tergoda oleh kuda lumping. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum. awal cerita beranjak jauh dari belakang. watak tokohnya. puncak kenakalan tokoh Udin. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. begitu meyakinkan. dan kita sebagai pembaca. Ya. karena dalam cerita yang realistis. . Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. Nini gé asal ti Nagarapageuh. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. akibat dari kenakalan itu. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. Asmi?” “Nyao. Jang. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. kejelasan setting-nya. dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya. Ketiga. teu apal.”• “Hih. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. Penuturannya. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. kolot-kolot euweuh kanyaho. tidak merasa terganggu. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. teu puguh. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. Kedua. Pertama. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara. namun dalam beberapa karyanya.karya-karya Ahmad Bakri. ” témbal Nini Asmi. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. Hal ini mungkin saja terjadi. teu ngadéngé. kadang-kadang kita bertanya. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. seadanya. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. Misalnya. daripada dikurung dalam penjara. Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. Dialog tanpa rekayasa. ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah.

Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca. Ketiga. . Adapun mengenai kualitas isinya. apalagi India. sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik). a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. Kedua. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. Kebetulan saja ada mobil. filsafat. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. topik ini tetap menarik dan aktual. mengapresiasi karya-karya ilmiah. night club. Namun untuk anak seperti Udin. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. buku ini sempat menjadi panineungan. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. Kamis. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. 29-May-2006. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional.*** Pikiran Rakyat.Dalam KKL. banyaknya jenis hiburan. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. Pertama. majalah. sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. atau negeri-negeri maju lainnya. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak. Tetapi sayang. Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. sastra dsb. Buku setebal 72 halaman itu. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Namun. Singapura. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. tempat karaoke. Itu pun tidak berlangsung lama. kebetulan saja ada tetangganya. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. mall. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu.

sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. dari TK sampai perguruan tinggi. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. berani mandiri. ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. seperti perpustakaan atau taman bacaan. Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. para ibu. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. Untuk meningkatkan minat baca. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. sarana untuk memperoleh bacaan. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. Keenam. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. berdiri tegak di antara bangsabangsa. Pada gilirannya. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. Keempat. tokoh masyarakat. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. masih merupakan barang aneh dan langka. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. Mereka akan membuka usaha. rame ing gawe. Anak-anak didongengi secara lisan. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut. bebek. terutama ibu. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. penguasa pada zaman dulu. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. Tiap sekolah apa pun jenis. Yang terutama. Ingat. bekerja secara profesional. Juga metode pengajaran di sekolah. Dengan cara ini. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. mampu bersaing. Kelima.supermarket. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. penerbit. Peran orangtua. kisah. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai.

Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. Dalam satu bulan. P. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu. Namun.95)** Senin. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. Sambutan pasar pun begitu hangat. namun jumlahnya cukup signifikan. Agar minat baca anak-anak meningkat. sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran. Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku. sedangkan anak-anak tidak bisa. jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- . kata Andi.H. "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak." ungkapnya sambil menambahkan. Buku bacaan anak. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak.H. (B. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. Sabtu (4/4).H. "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku. pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya." ujar penulis cerita anak. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). ada sekitar 300 buku bacaan. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta.P. "Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi. Mustopa. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. ungkapnya." tuturnya." ujarnya. Dikatakannya. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. Jln. Ali Muakhir. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan. MUSTOPA. anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku. Setidaknya. Jadi. bahwa sampai saat ini. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor. Saat ini. tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan.H.

Pada sisi yang lain. Rendahnya minat baca anak. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. Sementara di Indonesia. saat masih usia anak-anak. berhadapan . dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. Misalnya. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. saya melihat. tetapi juga orang dewasa. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. pada kenyataannya. dan bukan buku pelajaran? Sebab. Untuk saat ini. Namun. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. Dulu. Padahal. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Kembali pada inti persoalan. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Sementara dari Yogya. di sisi lain. Adicita Karya Nusa. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita. Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak.anak masih sangat terbatas. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. hal itu tidaklah mudah. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. Sebab. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. saya hanya menemui Kanisius. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. Sementara di pelosok desa. sebetulnya patut disayangkan. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. Artinya. Saya percaya.

ITA DWAITA LANTARI..com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata. Dengan cara demikian.Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia. Bila usai tengok. Mestinya. kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. 21:55:48 WIB . yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain.. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas. ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. bisa berupa perpustakaan. Alih-alih fotokopi. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008. 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku. hingga rental buku. hingga 70 persen. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut. rumah baca. Coba tengok di Papua sana.dengan rendahnya minat baca anak saat ini. apalagi sudah naik. bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional. O ya. jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen. tapi menurut saya. dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat.. yang notabene mampu menyedot perhatian anak. sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. Dalam kondisi seperti ini. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya).43BC) KabarIndonesia . Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja.kabarindonesia. sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur. Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas. tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta. Entah bagaimana caranya. sebagian besar masyarakat urung beli buku.srupppuuut! . Setidaknya.. apalagi fotokopi. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket. Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku. ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen. taman baca. Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku.. mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari. pemegang amanat kesejahteraan rakyat. Sukoharjo. berapa banyak? Kalau sudah. mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat. yaitu BBM.[www.

buat makan.kabarindonesia.. sajang. Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘.. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas. itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan. Tiga titik tertulis.‖. jangankan kurikulum terbaru. saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu..‖. pajah. mencari uang.com Berita besar hari ini..‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya.. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini..pewarta-kabarindonesia. bukan sama sekali.!!! Kunjungi segera: www..Mendengar ide/solusi tersebut.blogspot. Ya. Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh. kepada saya. Memang sih. yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana.. bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya...dijual pak. Mending uangnya buat mereka beli buku.. .. Awal 2006. BUKAN buku murah. 02:10:26 WIB . ―Pak. Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang.[www. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri. Saya memilih arti kedua... ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga.. Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada. buku-bukunya sudah nggak ada.kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua).. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan. itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. . Kata guru menulis saya.kabarindonesia.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com] KabarIndonesia . saya masih bergeming. Benar juga. Papua. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat.. tanyaku curiga ―. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia. karena itu semua hanya mendekatkan. tapi buat beli nasi.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki.. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖. Untuk ide/solusi tersebut.. khususnya di Jakarta.. Di sini? Di kota ini? ―Pak. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini. dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini. saya hanya bisa tersenyum.... bawa saja buku-buku pelajaran itu..com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak.. Blog: http://www.yang penting kami bisa belajar (membaca)..

Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972. itoe.com Berita besar hari ini. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. itu. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian. Ketua). Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). ma‘mur (ada tanda diakritik). menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. sebagai patokan pemakaian ejaan itu.!!! Kunjungi segera: http://www. umur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www. Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global.goeroe. Tahun 1972. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata. sir.kabarindonesia. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. How are you today? Nice to meet you. bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing. Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. Maksudnya.pewarta-kabarindonesia. Setelah itu. oemar. Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal. Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini.. Sir. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya. Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama. This morning Jakarta cerah. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia. ―Apa kabar.blogspot. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata). Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur.. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. suku.‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. ―Bro and Sist. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya. Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu. profesi.com/ . Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. No.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang. 57. 156/P/1972 (Amran Halim. Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi. Ejaan Soewandi. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini.

dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang. puisi. novel karya Sri Izzati. Selasa. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan. Angka penjualannya pun terbilang bagus. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Menurut dia. di tahun pertama terjual lebih dari 11. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar.Pr. kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. Namun lebih jauh lagi. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK). "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali. Namun. "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12. sebuah seri kumpulan novel. Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun.000 eksemplar. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". dari 168 penerbit di Jabar. saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan. kumpulan puisi Abdurahman Faiz." ujar Erwan. Erwan Juhara mengatakan. dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5. sejak 2003. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul. bukan demi kepentingan material. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. Setelah Izzati. Hingga saat ini. ** Dilihat dari kaca mata bisnis.000 eksemplar. Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". . potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata. Namun. Sri Izzati. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. Sementara itu.000 eksemplar. Padahal. "Untuk Bunda dan Dunia". Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. Tengok saja hasil karya mereka. Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu.

Di sisi lain. serta pemerintah. berbagi. Kepada sekolah. perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal." tutur Erwan. Helvy Tiana Rosa. Selain itu. pemerhati anak dari Bandung. baik dalam proses editing. serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. orang tua. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. Andi Yudha Asfandiyar. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. "Untuk anak-anak. penerbit. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik. Mengenai proses penerbitan. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Ya. Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. perlu diakui pula." tutur Andi. mengungkapkan. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community"." ujar Helvy. Yang ketiga. para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. Namun. terutama bagi penulis cilik. lanjut dia. minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Sabtu (5/7). pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. namanya juga anak-anak. seorang penulis." kata Helvy. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. ** Selain tetap berkarya. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi. peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. Bagi para penulis cilik ini. Menurut dia. Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya. Di penghujung acara tersebut. serta 58 peserta hasil seleksi. Dengan kata lain. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. Padahal. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak. dinas pendidikan. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak. seperti sekolah. mereka masih sering moody. hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. hingga ilustrasi grafis. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. yang terdiri atas 20 penulis KKPK. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. .

H. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja. Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik . Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. Pernah disampaikan oleh Drs. (Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras. dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik .Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik. selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. maupun majalah.

mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. unggul. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998. budaya dan lainnya. jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui . tokoh masyarakat penguasa zaman dulu. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. kreatif. Namun topik ini tetap menarik dan actual .Republik. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah . mall. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik). memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. anakanak didongengi secara lisan.7 setelah Filipina yang memperoleh 52. kisah. Ketiga. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. Thailand. tempat karoke. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan . Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita. politik. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia .0 dan Hongkong yang memperoleh 75. Kedua. banyaknya jenis hiburan. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang.5. Keempat. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan.6 dan Thailand dengan nilai 65.1 serta Singapura dengan nilai 74. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. supermarket dan lain-lain. banyak factor-faktor penghambatnya. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia. night club. namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar. hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51.

maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri. seperti perpustakaan atau taman bacaan. jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. sarana untuk memperoleh bacaan. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca.bacaan. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal. Tiap sekolah apapun jenisnya. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku. masih merupakan barang aneh dan langka. rumah belajar atau pun rumah dunia. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Kelima. Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan . kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu. Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. keluarga dan masyarakat sekitar.

Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. Lalu ada satu yang agak unik. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman.guna membangun generasi mandiri. satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. Begitu juga sebaliknya. bahkan ada pula majalah khusus cerpen.A. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh. Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A.Navis‖. Buku ini berisi cerita dari film . cerdas. Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Tetapi bukan hanya itu. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra. Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya.Navis) setelah meninggal-dunia.A. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana. jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek). khususnya kumpulan cerpen maupun novel. tak ditemukan lagi. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen. kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan. sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia. Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas. Dalam Penerbitan Buku Sastra. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008). Memang benar. Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A. jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. ada kumpulan Umar Kayam (alm).

serta sastra Indonesia. sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD.Mihardja). juga ada novel.Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖). Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan. ―Telepon‖ (Sori Siregar). sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). Sesuai dengan kemajuan tehnologi. Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. kumpulan cerpen. esai dan sebagainya. Sumatera Barat. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia. Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. Misalnya ―Bengawan Solo‖. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli). ―Olenka‖ (Budi Darma). dan banyak lagi lainnya. juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM.Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. dan lain sebagainya. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti). karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca. Zaman itu buku ini sangat menarik. setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya. Kalau sekarang kan sudah banyak. kumpulan puisi. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. . Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖. Remong Batik‖. termasuk yang terjemahan. ―Jembatan Merah‖. sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K.

Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. Suparto Brata. CBR Center Solo. Untuk itu. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. . Medan ?. kumpulan cerpen dan puisi. Alex Leo.S tak pernah muncul lagi. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖.Dini. dan lainlain. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. ―Dua Dunia‖. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra. penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖.30. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit. Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖. B. Tak ada geliatnya. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Hilang tak tentu rimbanya. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak. setelah terjadi peristiwa berdarah G. Sayangnya.Sularto. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit.H.A. perusahaan penerbit buku. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta. Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. A.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen). *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31.

Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. Waktu itu. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. Setelah seminar berakhir. Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak. KORAN TEMPO . pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Melalui prgram ini. Selanjutnya mulai 2007. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. Pada tahun 1999. kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. Selain itu. Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia. Dalam seminar. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah.

25 judul buku karya lokal.000-5. terutama yang telah dibuatkan filmnya." ujarnya. tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak. Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal. Satu buku anak terlaris Mizan. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman." ujar Benny. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak. yang cuma 20 judul.000 eksemplar. kata dia. atau Cerita Si Bebek.000 eksemplar. editor Gramedia Pustaka Utama. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul." ujarnya. produksi halaman sebenarnya meningkat. Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri." kata Benny Rhamdani. Sedikit lain dari kedua penerbit. Saat itu. naik dibanding 2006. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. Cerita Si Katak. Buku anak yang paling dicari para orang tua. Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik. Hetih Rusli. Sebab. Kepala Editor Mizan Publishing. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. dilepas Mizan ke toko-toko buku. rata-rata 4. seperti Ratatouille atau Cars. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang. Selain karya yang sudah difilmkan. "Jumlah judulnya memang menurun. Pada 2007." ujarnya. buku dongeng. seperti Allah Maha Besar. kata dia. yang masing-masing dicetak minimal 4. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun. menurut Benny. Setiap kali cetak biasanya 5.000 eksemplar. seperti cerita-cerita rakyat. menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006. Lebih dari 100 judul buku. biasanya buku cerita bergambar. tapi kalau dihitung. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Beri. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak. yang terdiri atas belasan seri. Hetih melanjutkan. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama.000-7. "Tahun (2007) ini lebih baik. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang .

Harga jual Gramedia yang efektif. "Ini. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. Masalahnya. Mengenai harga jual. lo.500. Begitu pun buku-buku mahal. dan Hari Pertama Sekolah. Hetih Rusli. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani. Hetih juga berpandangan sama. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku.COM 2009 . Hakim punya pendapat. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali. kata dia. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. Namun. Sebenarnya. Bahkan. Sudah saatnya. film. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. menurut dia. editor Gramedia Pustaka Utama. dan Janji Cici mendapat respons baik. kata Hetih. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah. Apalagi. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita. karya asli kalah promosi. meski dijual di atas Rp 50 ribu. dan pernak-perniknya. publik digempur oleh serial televisi. Sementara itu. Serial Dobi. Aku Rajin Membaca. di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. kata dia. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif. Sementara itu. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus." ujar Abdul. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. Madu Libi. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga." ujarnya. dia melanjutkan.sangat panjang. Buku karya asli. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak." Back © Copyright KORANTEMPO. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. selain buku. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia.

Ramya. Jakarta Barat. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. lorong waktu. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari. Terus dia masuk ke dalam. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu. melainkan hanya khayalan Ramya. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. soal 'Dunia Es Krim'. Dia lagi mengkhayal. bocah berusia 10 tahun. Tentang dunia peri. cerpen bahkan novel. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Bagi kebanyakan orang. Kemudian ia . Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. nikmatnya es krim." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan. piano mungkin alat musik biasa. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya. diterbitkan oleh penerbit yang sama. dan sebagainya. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. Ramya: "Dia anak kecil. Ternyata pianonya itu bisa bicara. Juga khayalan-khayalan mereka. pergi ke rumah neneknya. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga. Ngelamun.

adalah seorang akuntan. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. Jadi kalau aku terbitin buku. kadang di buku. katanya. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. mending saya punya soft kopinya. Lama-lama banyak. Hanya itu saja. Itu sudah saya kasih banyak buku. Jadi aku punya banyak teman. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu.coba-coba buat cerita. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. Dapat banyak teman. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja. Lama kelamaan. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. Dia mulai bisa melihat . Ibunya. dengan huruf tak rapi khas anak-anak. lantas disalin ke komputer. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. saya sudah kasih banyak buku ke dia. tumpukan tulisan Ramya menggunung." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Jadi tiap malam saya bacain." Kata Gita. Saya bacain meski dia belum bisa baca. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. Gitawati Setianingrum. Ayahnya. Ramya mengaku senang. sejak Ramya masih kecil. bekerja di bidang informasi teknologi. tapi biasanya di malam hari. Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain. difotokopi. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku. dari umur dua tahun. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat. Ramya: "Seneng sih. ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. Marcapada Sukardi. Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Bertebaran kadang di kertas. Banyak yang ngirim imel juga. Gita mengumpulkan semua. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya. Haha. Kayaknya ga enak deh. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. Terus bisa jadi deh. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. Jumlahnya 30an anak. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu. Saya kumpulin terus diketik. Terus saya kumpulin semuanya. Meski orangtuanya bukan penulis. ada alamat imel aku. Pas umur 6 tahun dia mulai baca." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. Saya pikir kan sayang.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka.A. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. dan penyesatan.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. terpelajar. Setelah itu. bahasa. Akibatnya memang dahsyat. tak berbudaya. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. penenggelaman. semacam almanak. marjinal! Perhatikan pernyataan A. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat. roman picisan. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. bahasa pasar. van der Chijs (1875). ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. dan kebudayaan Indonesia. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. masuk kategori bacaan liar. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. 15 Maret 1668 yang kemudian . Tetapi. sejarah selalu berpihak pada penguasa. dan paling berjasa dalam membangun sastra.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. perekayasaan. Jika dikatakan. Menurut catatan J. *** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Pada tahun 1659. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa.mahayana-mahadewa. Mereka yang berkarya di luar itu. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. Teeuw.

pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. 11 September 1867). beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. Belakangan. penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. Biang-Lala (Batavia. daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang. Soerat Chabar Betawi (Batavia. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya. Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. 1833—1843). disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal. Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial.menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. 3 April 1858). dan mingguan. 3 Februari 1860). juga berbahasa Jawa. meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). Awal tahun 1800-an. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. Penerbit E. Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar. Dari situ. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). Lahirlah Bromartani. Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. mingguan Selompret Melayoe (Semarang. 5 Januari 1856. ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. Pada dasawarsa itu. Selama hampir empat dasawarsa. Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi. Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. Sebutlah beberapa di antaranya. Bahkan dalam berita berkala itu. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. 5 Februari 1856). dan maklumat atau pengumuman pemerintah. Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. . 10 Mei 1862).

Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina. Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda. suratkabar. jadwal kedatangan dan pemberangkatan. Mengenai hal tersebut.‖ Ketiga. Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. timbul kesadaran. tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). Dengan demikian. dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. dan sekolah pribumi. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. Pertimbangannya. Pada mulanya. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi. posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. terbitnya sejumlah berita berkala. Tambahan lagi. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu.Pertama. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. Kedua.E. barang-barang lelang. baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). J. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. Padahal. Keempat. banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. Maka. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. bahasa Melayu dijadikan . adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. sekolah Cina. Maka. selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. Dari sana. Oleh karena itu. Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas.

sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. majalah. Sangat wajar jika kemudian Dr. Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. antara tahun 1903—1928. sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah.‖ Jadi. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. bahkan juga Belanda. Di samping itu. Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. Dengan demikian. Sampai tahun 1928. ketika bermunculan penerbitan suratkabar. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa. Pada dasawarsa 1880-an. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar. Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). D. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. berjumlah 400-an karya (1917—1967). jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . direktur Balai Pustaka ketika itu. Rinkes. dan buku-buku berbahasa Melayu. Oleh karena itu. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan. golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. seperti yang dicatat A. salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh.A. naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. Jelas pula di sini. Teeuw. Kelima. 204 berbahasa Sunda. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. Salah satu karya terjemahan yang terkenal.sebagai bahasa pengantar. Dengan demikian. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang. dan 96 berbahasa Melayu. Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa.

hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. Jadi. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar. Belakangan. Di mana buku menjadi barang mewah. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu.com. Nampaknya bukan itu saja. cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. Allrights reserved http://klubhausbuku. Bulletin. Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka. seperti Televisi. Demikianlah. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu. Tabloid.wordpress. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. Majalah.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber. tanpa manipulasi. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik. Maka. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan. tanpa penggelapan. . sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir.mahayana-mahadewa. Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku. peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat. Bahkan. Jurnal. www. Radio. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008.

Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. Yogyakarta 99 penerbit. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. Diawali dengan. Jawa Timur. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. SMP. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit. saya memang tidak tahu persis soal ini. Menariknya . Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. 1. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. Jawa barat 99 penerbit. 39 Tanggapan to this post. Bagaimana ini. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. SMA. talk show. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. 67 penerbit. meskipun ini tidak didengar. Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku.

Nama Blog atas nama peserta lomba. Peserta dari SMA. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. 2.klubhausbuku. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta. KETENTUAN PESERTA 1. Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008.com Masuk log untuk membalas 2. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A.com bagian bawah web site . Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www.blogspot.acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung. Masuk log untuk membalas 3.pestabukujakarta. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain.Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog.

ilmu pengetahuan. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan.com 4.pestabukujakarta..Tema bukunya pun beragam.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus . Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. pelatihan menulis fiksi.Bagaimana apresiasi anda terhadap buku .com . Penerbit pun kembang-kempis.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu.Komentar salah satu buku yang anda suka baca. dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri. Ada lomba lukis anak-anak. . ada juga stok lama yang mereka obral.Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman . Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran. fiksi. teknologi. agama.Komentar Blog tentang Pestabukujakarta. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku. mulai agama.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.Resensi 10 buku apa saja .. ikapijaya@pestabukujakarta. sampai 70%. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka. Ada buku keluaran terbaru. Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? . dan buku dongeng untuk anak-anak. Ada yang sekadar melihat-lihat.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya . Selain murah.Semua Blog mencatumkan link http://www. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi. Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta.Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www. Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk . dan temu artis. Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon. Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. workshop fotografi. judulnya pun beragam.pestabukujakarta. Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku. Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka .Tema buku apa yang anda paling suka( sastra.Isi/conten dalam blog. Novel.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot.3. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang. tapi daya beli lemah. . Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka. Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal.anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh.

40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. belum lagi . "Harga kertas selalu naik setiap tahun." kata Meliana.‖ ujarnya. Menurut dia. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku. Sebab. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan. sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. Padahal. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon. Pendapatan penerbit pun turun. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar. Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik.membelinya. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. Sejak menikah. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku. ibu rumah tangga. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. juga mengeluhkan mahalnya buku. Namun. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. Meliana. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana." kata perempuan berambut sebahu ini. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. tapi ya baca-baca di tempat aja.

Berdasarkan data Depdiknas. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal. Jika buku mahal. mencapai lima kali lipat. tidak melulu bisnis. yang terbaik nanti diterbitkan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta. sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah. distribusi. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. Tanpa sebuah naskah. semuanya harus memenuhi persyaratan. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. tidak akan ada penerbitan. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain. Menurut catatan Ikapi. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. ―Memang dari biaya cetak. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. ilmu juga mahal. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku.‖ katanya. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. jumlah itu sangat kecil. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. Akibatnya. Dari 740 penerbit di tanah air." katanya. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal.pajak yang berlipat-lipat. Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. Menurut Bambang. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. kiriman penulis. di luar buku pelajaran.

Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. mahasiswa (jurusan apa. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. tapi juga disukai khalayak pembaca. kaum ibu. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu. orang tua.2. 8. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. tingkat berapa). 3. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. sumber . ras. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. agama. dan antar golongan/adat istiadat). Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum.com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . baik penerbit maupun penulis. tidak menentang ideologi negara. apakah bahasa pengarang mudah dipahami.http://penulissukses. universitas misalnya. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. buku agama. dewasa. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. 4. 9. anak-anak. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). Buku yang laku. akan menguntungkan dari segi dakwah. Dari sudut ekonomi. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. sekolah. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. Misalnya.

Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. kirim ke media lain. Sulitnya. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. Perbaiki dan ketik lagi. Nah. b.Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. mengenali tulisan semacam ini. Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. penatar. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). jelasnya. mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh). ia tidak hanya sekedar membaca. plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. Kalau menyangkut karangan kreatif. . Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Untuk itu jika naskah dikembalikan. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. Editor yang terlatih sangat tangkas. Sebagai seorang pembaca. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). Ia membaca karya pengarang. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. c. dan sebagainya. tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional.

dikembalikan pun tidak. Ada karya sastra. Kenyataannya. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. dan buku pengajaran. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu.dikirim oleh: imelda. Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS.Media yang telah bonafide. . Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. kumpulan esai. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. Tahun 2006. LBSS. untuk tabloid (mingguan). hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. jangankan diterbitkan. sedikitnya tercatat ada 26 judul buku. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. kumpulan lelucon. Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. seperti Rancage. Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya. 01/02/2007 . buku agama. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis.11:05 . Karya sastra Dari rumpun sastra. Mengantisipasi hal tersebut. maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. kamus. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. Ya. Hadiah-hadiah sastra. Media massa.

kini diterbitkan Pustaka Amaldi).A. dan Jatining Sobat. Wiratmadja. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. Ekadjati. Usep Romli HM terbitan Kiblat. tahun 2006 lalu terbit dua judul. Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). Lalu. tapi bisa dibilang fenomenal. Nu Ngageugeuh Legok Kiara. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan. Neangan Bulan. Selain yang telah disebutkan di atas. pada tahun 2006 tak terbit karya baru. Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. karya Dadan Sutisna. tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana.H. . dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. Pertama. melainkan karya bersama. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran. adalah buah karya mendiang Edi S. Untuk bacaan anak-anak Sunda. keduanya berupa cetakulang. Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. Kedua. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid). terbit tiga judul. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. Pertama. Itulah Kamus Sunda R.H. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk. Pasukan Siluman Haji Prawatasari. Sedangkan yang kedua. Kamus Tahun ini. Beruntung. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H. Lainnya.Sementara. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945. Wirtatmadja. Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda.Begitu pula dengan roman Sunda. Karna Yudibrata dkk. Tetapi keduanya bukan karya tunggal. kumpulan sajaknya terbit dua judul. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. Buku agama. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. karangan Apung S. Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. Bentang Pasantren karya H.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan). adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah.

Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. Selain itu.com/atom. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan. Pada tahun 2005. Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan. Padahal pada tahun sebelumnya. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda. Sumber: Pikiran Rakyat.blogspot. Dari 26 judul buku yang terbit. Satu lagi. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. Kemudian. tetapi sekarang mencapai 26 judul.xml Misteri Pedang Skinheald. keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda.Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005. Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi). Oleh karena itu. Penerbitnya sendiri. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. paguyuban. menurut catatan. tinggal di Bandung. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. Danadibrata. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul. Sabtu. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah.A.*** *) Atep Kurnia. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama. sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 . lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya. terbit kamus monumental Kamus Sunda R. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda. Salah satu sebabnya. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda.

Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. dwarf. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. JK Rowling. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka.A Ataka AR Penerbit Alenia. goblin. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru. memang sudah banyak. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. ya. seperti elf. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. dan ada juga ghostmorgana. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis.. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. Ata akan makin piawai merapikan. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. kadang berlari. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit. Jadi kadang berjalan di tempat. ada kekacauan. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’. Tetapi halamannya terbatas.. yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina.700 Nanti dulu. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin. ada perebutan kekuasaan. CS Lewis. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. Ceritanya fantasi. Jalan ceritanya seperti biasa. hurufnya besar-besar. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya. di mana tidak. Hehe.. Mungkin dengan bertambahnya umur. ilustrasi juga banyak. dan bersicepat dalam hal lain. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’. mudah-mudahan aja ya? .. ini memang buku anak karya anak. Hehe..

MPS 1 waktu diserahkan pada editor. 160 halaman. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. 2006 2:42 AM | Permalink . Dan.Trus. Diharapkan terbit akhir Maret ini. Wah! Posted on March 5. (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. selain dari pembatas buku. halamannya lebih banyak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful