Forum Lingkar Pena Asma Nadia Helvy Tiana Rosa Gola Gong Penerbit Mizan Penerbit Republika

Rekor MURI tahun ini diraih oleh Mizan sebagai Penerbit Buku Karya Anak-Anak Terbanyak, dg jumlah terbitan 33 judul dari 21 penulis cilik. Semua terbitan anak-anak berbakat ini, diwadahi dalam Seri Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Seri ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional. Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak. Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Tak ayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia

yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’ Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh.. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya? Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial. Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun. Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini. Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya 1. Dunia Caca(kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004 2. May, si Kupu-Kupu(novel): Dena th.2004 3. Nasi untuk Kakek(kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia) 4. Dragon War(novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th..2004 5. Bola Kecil Aisha(kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005 Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini menjadi salah satu seri buku, yang tidak saja marketable di kalangan pembaca anak-anak, tapi juga sbg media pembuktian bahwa anak-anak Indonesia mampu berkarya. Saksikan aksi sejumlah penulis cillik Indonesia, dalam acara

Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008. Sesi pertama jam 10.00 - 12.00 wib, terbuka untuk umum dan putra-i tercinta anda yg tertarik di bidang kepenulisan. Ikuti sesi pembuka yg akan dibawakan oleh Helvy.T Rosa (tokoh perbukuan), Dr.Haidar Bagir (tokoh perbukuan / Dirut Mizan Publika), Benny Rhamdany (Penulis Cerita Anak), Abdurahman Faiz dan Sri Izzati (Penulis Cilik KKPK), dan Putut Widjanarko (VP Mizan Publika). Acara akan dipandu oleh Kak Andi Yudha (Trainer Kreativitas Anak / Disainer Produk Anak & Remaja). Fan Fan F Darmawan Promosi & Komunikasi

Buku Ratu Tralala dari Negeri Trilili

Jan 19, '09 10:23 AM for everyone

Ini buku baru saya. Sebetulnya sih sudah terbit akhir Desember lalu, tapi saya baru dapat contoh cetaknya dari Elex Media hari Sabtu yang lalu (17/1). Buku ini masuk dalam Seri Dongeng yang diterbitkan Elex Media. Judul sebelumnya yang sudah terbit adalah "Naga yang Suka Sekali Makan". Seperti halnya buku cerita Dindam sang naga, buku ini juga diilustrasi oleh Ella Elviana. Saya suka ilustrasi Ella, karena dia membuatnya secara manual. Ceritanya tentang Ratu Tralala yang iri hati pada keponakannya, Lilia. Ratu mengira, Lilia gadis beruntung yang punya segalanya. Padahal... Kalau dari setting ceritanya, saya buatnya antah berantah. Saya enggak keberatan, setting cerita ini dibuat seolah Eropa tempo dulu seperti keinginan penerbit. Walau hati saya lebih suka kalau setting-nya Indonesia. Menurut saya, pakaian adat Indonesia luar biasa bagusnya. Rumah adatnya luar biasa indahnya. Tapi kalau pembaca atau orangtua pembaca lebih suka yang setting Barat, apa boleh buat. Mungkin untuk mencintai kekayaan budaya Indonesia juga butuh proses, ya. Sepertinya, buku ini sudah ada di Toko Buku Gramedia, karena saya sudah dikirimi contoh cetaknya :D Jan 1, '09 7:53 AM Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain for everyone Itulah judul buku terbaru saya. Buku ini berisi lima dongeng. Judul-judul dongengnya adalah : - Tuan Lokomotif - Penjual Buah dan Wanita Tua - Pak Arief dan Pak Abu - Lula Ular Penyabar - Tujuh Lembar Daun Ajaib Selain itu buku ini dilengkapi dengan tips menulis cerita anak dari saya.

Bisa juga kirim ke email saya : kesumawijaya@yahoo. sekolah.Data buku Judul : Tuan Lokomotif dan Dongeng-Dongeng Lain Pengarang : Renny Yaniar Ilustrator : Suwandi Affandi & Aria Nindita Penerbit : Pustaka Riang. bisa menghubungi saya di sini. mantan wartawan. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi.blogspot. hewan. makin sederhana cerita dan gambarnya.” Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan. I will tell you a story. buat teman-teman yang punya informasi tentang panti asuhan. Besar . tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. mainan.com Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Friday. Pangeran ikut-ikutan merokok. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. Untuk detilnya ada di http://rumahriang. Akibat kebiasaan barunya Pangeran menyusahkan banyak orang. kurcaci. Dengan berbagai tokoh mulai orang. atau komunitas anak-anak yang membutuhkan bacaan. karena khusus diterbitkan untuk anak-anak yang suka membaca. yang saya baca pada jaman balita. Karena kekaguman itu. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. kini tinggal dan bekerja di New York “Now. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. 20 February 2009 04:12 Oleh Fitri Mohan. Buku ini diterbitkan untuk ikut meramaikan kegiatan "2000 Buku untuk Anak-Anak Indonesia". Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. peri. Mereka selalu menikmatinya. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. Buku ini tidak ada di toko buku.com Nah. tapi tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan bacaan. Buku serial Tini misalnya. pepohonan dan lain sebagainya. Makin muda usia anak. 2008 Cerita Tuan Lokomotif mengisahkan Pangeran Kianta yang kagum pada pelukis hebat yang suka merokok. hantu.

anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. biasanya berakhir bahagia. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. Butuh ketrampilan tersendiri. Karena sudah saya baca semua. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. buku komik aneka macam. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. . Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. tidak diperhitungkan. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan. komik Mahabharata. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. apalagi yang terkenal. dan melahap buku. Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. Raumanen-nya Marianne Katoppo. “Itu bukan buat anak SD. seperti yang terjadi pada Ariotomo. Saat itu. dan majalah anak-anak. dan kurang diperhatikan. saya pasti akan lahap. Wah. “Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya. adalah sedikit contohnya. Di rumah. tapi belum tentu. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. baru boleh baca. tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. saya bertemu Bobo dan Kuncung. Semua cerita yang saya baca saat itu. menyerap. saya lalu mengklaimnya sebagai “milik perpustakaan”.” begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. diam-diam. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak.sedikit. Nanti kalau sudah SMA. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak.

chicklit. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?” Di Barnes & Noble. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. Rentang usia anak-anak yang juga luas. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan.com) dalam obrolannya dengan saya.” ini jawaban Ari dan Putri. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. Namun demikian. “Gimana dengan Sophie Kinsella?” tanya saya lagi.” papar Renny Yaniar. iseng. Tante. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl.” Jika dibandingkan dengan buku teenlit.” “Tahu dari mana?”pancing saya. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. dan lit-lit lainnya. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang (http://rumahriang.atau hal-hal semacam itu. “Siapa penulis anak-anak favoritmu?”tanya saya pada Ari dan Putri. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. Minat jadi penulis buku anak-anak. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. bukannya tak ada. Hani. Begitu juga dengan keponakan saya. Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. “Kan aku udah baca. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. sedang duduk bersama diam- . Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. dari 0 hingga 12 tahun. “Yah. “JK Rowling. mudah didapatkan. “Bingung gue. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. Gramedia-nya Amerika. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu. Buku belajar membaca. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya.blogspot. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. kali ini pada Putri dan Hani. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar.

bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah dasar. peri. Tokohnya tak cuma dua kubu. Dengan berbagai tokoh mulai orang. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Tapi buku-buku impor sudah ada.diam di kamar. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. dan menghibur. February 23 ―Now. tingkat kosa kata dan juga psikologi anak. Persediaan imajinasi dalam buku anak-anak biasanya disampaikan penulisnya dengan mempertimbangkan tingkat membaca. Nggak bikin saya sirik. I will tell you a story. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. Semua mata berbinar dan mereka bersiap dengan posisi masing-masing untuk mulai mendengarkan saya membacakan buku anak-anak. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. TK. Ada yang jadi melongo atau kemudian nyureng serius. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa. Buku serial Tini misalnya. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit. Makin muda usia anak. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. hewan. makin sederhana cerita dan gambarnya. pesan moralnya jelas. hantu. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. Renny Yaniar. Di kamar keponakan saya saat itu. boleh jadi itu ekspresi saat sedang terbang dalam imajinasi. Yang pasti. ia lebih tertarik untuk “menghabisi” Harry Potter duluan. jadi tidak banyak diproduksi. isinya harus bisa dimengerti anakanak. Saya senang membacakan dongeng untuk anak-anak. Fantasi Tiada Batas Buku Anak-Anak Monday. kurcaci. Mereka selalu menikmatinya. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi. Salah satu alasannya adalah karena saya suka melihat tampang anak-anak pada saat didongengin. Jalan ceritanya pun amat kompleks. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. pepohonan dan lain sebagainya. mainan. “Setahu saya. Bahagia melulu soalnya. Tetapi. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. yang saya baca .‖ Kalimat ini adalah senjata ampuh saya saat menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak lima sampai tujuh tahun untuk membuat kelas berhenti dari kegaduhan.” Di luar soal minat baca anak. Buku-buku untuk balita. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. cerita di dalam buku anak-anak bisa berkisar tentang apa saja.

Jika ada buku yang dibaca dengan sengaja. dan majalah anak-anak. Raumanen-nya Marianne Katoppo. menyerap. Juke Tamomoan-nya Motinggo Busye. adalah sedikit contohnya. belum tahu aja dia saya sudah ambil dan baca apa dari lemari bukunya…. anak lelaki berkacamata yang sudah menginjak bangku SMU meskipun usianya baru 14 tahun. ―Penulis cerita anak Indonesia yang terkenal mungkin sangat minim jumlahnya. komik Mahabharata. dan kurang diperhatikan. ada perpustakaan sendiri dengan isi sebagian besar buku-buku cetakan Balai Pustaka. Besar sedikit. Tentu saja mengkategorikan mana buku untuk anak-anak dan mana yang bukan adalah ditujukan demi kemaslahatan psikologi si anak. . tidak akan berhenti menulis cerita anak hanya karena royalti kecil. seperti yang terjadi pada Ariotomo. Butuh ketrampilan tersendiri. Mungkin juga menjadi penulis cerita anak adalah semacam pengabdian seperti seorang guru. ada pula buku-buku atau majalah yang terbaca dengan tak sengaja. biasanya berakhir bahagia. atau hal-hal semacam itu. tapi belum tentu. atau rubrik Oh Mama Oh Papa-nya majalah Kartini. Penulis buku anak-anaknya sendiri memang ternyata juga tak banyak. tidak mengherankan juga ada anak usia SD yang sudah membaca Digital Fortress-nya Dan Brown. Menjadi penulis cerita anak mungkin seperti melintasi jalan yang sunyi. saya pasti akan lahap. Sementara Putri yang kini menjadi siswi SMP. Saat itu rasanya saya nggak kenal mana buku anak-anak dan bukan buku anak-anak. buku komik aneka macam. ―Itu bukan buat anak SD. Jika mengingat bagaimana orangtua mereka mampu membelikan buku-buku anak dan bahkan meluangkan waktu untuk bersama-sama memilihkan.‖ papar Renny Yaniar. Tapi jika kemampuan dan daya baca sudah ada. apa yang sudah dibeli itu bisa terasa sangat kurang. Nama dan jam praktek dokter di resep obat. saya lalu mengklaimnya sebagai ―milik perpustakaan‖. diberikan Ibu ke saya dengan sengaja karena saya sudah bisa membaca pada umur tiga tahun. dia juga sudah membaca Arok Dedes karangan Pramoedya Ananta Toer. tentu saja ini adalah sebuah keberlimpahan. Wah. Tapi seorang penulis cerita anak yang menulis karena passion. apalagi yang terkenal. bilang pada saya bahwa dia suka dengan buku kumpulan cerpen Bobo dan buku teenlit pada saat ia masih SD. Jika lama mereka tak tampak mencari-carinya. Menulis cerita anak itu tidak segampang kelihatannya. berpadu dengan keingintahuan anak kecil yang selalu merasa ingin mencobai ini itu. Mereka kekurangan bacaan anak-anak-kah? Bisa jadi. Tapi jika menyaksikan bagaimana cepatnya anak yang sudah bisa membaca. Saat itu. Seperti ketika kakak saya yang saat itu sudah SMA memergoki saya asyik membaca Anita Cemerlang miliknya.pada jaman balita. Nanti kalau sudah SMA. saya bertemu Bobo dan Kuncung. tidak diperhitungkan. Karena sudah saya baca semua. diam-diam.‖ begitu katanya sambil mengambil majalah dari tangan saya. Asal ada hurufnya dan bisa dibaca. dan melahap buku. penulis buku anak yang sudah menerbitkan 96 judul buku sejak tahun 2000 dan juga pencetus proyek buku gratis rumah riang dalam obrolannya dengan saya. maka buku milik para manusia dewasa di rumah itu pun lalu saya ambilin satu-satu dan saya baca. baru boleh baca. Semua cerita yang saya baca saat itu. Di rumah.

dari 0 hingga 12 tahun. Buku belajar membaca. chicklit.Ketika mengingat-ingat siapa penulis anak-anak Indonesia favorit saya. ―Siapa penulis anak-anak favoritmu?‖tanya saya pada Ari dan Putri. bahwa dia sendiri lebih banyak menulis untuk anak-anak balita . Tante. Saya melihat besarnya animo dan antusiasme orang-orang untuk mengirimkan cerita anak-anak karyanya pada sebuah komunitas blogger. Tokohnya tak cuma dua kubu. sebagai contohnya adalah buku yang bercerita tentang Barack Obama. sedang duduk bersama diam-diam di kamar. Buku pengetahuan terkini juga terus diadakan. Seorang teman saya yang baru-baru ini mengutarakan keinginannya untuk menulis buku anak-anak berkata. Renny Yaniar. yang saya ingat malah HC Andersen dan Roald Dahl. Padahal cerita di Harry Potter tak berkisah tentang si Kancil dan Buaya. Penulis buku anak-anak mungkin bisa dihitung dengan jari. Begitu juga dengan keponakan saya. Hani. Indonesia dari bagian mana mereka ini berasal? Renny Yaniar menyebutkan nama Dwianto Setiawan dan Bung Smash pada saya. ―Yah. iseng. Tulisan yang gue bikin ini pasnya buat anak umur berapaan ya?‖ Di Barnes & Noble. Minat jadi penulis buku anak-anak. ―Gimana dengan Sophie Kinsella?‖ tanya saya lagi. ada buku anak-anak lain yang sudah dibelikan Ibunya untuknya. ―JK Rowling. Jalan ceritanya pun amat kompleks. Namun demikian. membaca masing-masing dengan kekhusyukan yang tinggi: buku Harry Potter. buku ilmu pengetahuan sampai buku cerita dengan berbagai kategori umur anak-anak. Gramedia-nya Amerika. ia lebih tertarik untuk ―menghabisi‖ Harry Potter duluan. Beberapa diantaranya kemudian bahkan menerbitkan buku anak-anak. buku anak-anak di Indonesia memang sepi. memiliki tantangannya tersendiri untuk para penulis.‖ Jika dibandingkan dengan buku teenlit. mudah didapatkan. atau Putri Cantik yang senang membantu Ibu. dan lit-lit lainnya. ―Kan aku udah baca. katanya penulis buku anak-anak? Sophie kan penulis chicklit. Saya ingat saat saya dan keponakan saya yang saat itu masih kelas tiga SD. Cerita tentang Obama ini meskipun disajikan dengan simpel dan penuh gambar.‖ ini jawaban Ari dan Putri. Rentang usia anak-anak yang juga luas. ―Bingung gue. sebagai penulis anak Indonesia yang cukup sering ia baca dan sukai. meskipun jalannya mirip pengabdian seorang guru pada muridnya. yang sudah berhasil menerbitkan buku secara independen dari koceknya sendiri dan kemudian membagi-bagikannya secara gratis untuk anak-anak yang tak mampu membeli buku ini mengaku kepada saya.‖ ―Tahu dari mana?‖pancing saya. tetapi isinya mencakup sejarah singkat yang terbilang cukup lengkap untuk ukuran anak-anak. kali ini pada Putri dan Hani. Di kamar keponakan saya saat itu. Cerita di Harry Potter tak hitam putih. ada area khusus buku untuk anak-anak yang cukup luas. pengarang yang membawa imajinasi saya berloncatan dengan liar. Tetapi. bukannya tak ada. usia anak yang disasar penulis buku ini bisa jadi malah sudah lebih tertarik membaca yang lebih kompleks dari itu.

paman janggut. walah anak2 itu sudah membaca buku Sophie Kinsella padahal ada adegan sex-nya ?? wuudduuuh. dan tambahkan Narnia. I love Harry Potter too .‖ Di luar soal minat baca anak. padahal ceritanya kompleks gitu.. Berminat menulis buku untuk balita Jeng? . 18 Comments: At 9:11 PM. dan kehidupan di buku anak-anak itu selalu sukses bikin saya sirik. buku-buku untuk bayi sampai 2 tahun belum banyak di Indonesia. And yeah.. walau lebih suka filmnya :p At 2:56 AM. pesan moralnya jelas.. deni si manusia ikan. At 11:08 PM.. "Once upon a time" ?? :D hehehehe. jika ingin menjadi penulis buku anak-anak. Buku-buku untuk balita. gaswat banget dong itu . Yang pasti. Bahagia melulu soalnya. Tapi buku-buku impor sudah ada. anak kecil baca lit-lit. waktu aku kecil yang aku baca bobo.. Barangkali ini alasan kenapa saya menggemari Harry Potter ciptaan JK Rowling yang jadi favorit anak-anak itu. Misalnya buku yang terbuat dari kain atau plastik yang bisa dibawa saat mandi.. jadi tidak banyak diproduksi.dan anak-anak usia sekolah dasar.. posted by -Fitri Mohan. Tapi untuk usia 10-12 rasanya jumlah dan variasinya masih kurang. Buku anak-anak yang saya jumpai biasanya tone-nya cerah ceria. OktaEndy said.. dan menghibur. Nggak bikin saya sirik. siriksirikan ama pacar-pacaran hehehe. dan kelas 1-4 SD sudah banyak variasi dan jumlahnya. jangan-jangan bisa kayak sinetron indonesia ceritanya. Mungkin dianggap kurang berhasil oleh penerbit... produksi buku anak-anak di Indonesia memang nggak seheboh produksi buku-buku novel dewasa.@ 5:30 PM. isinya harus bisa dimengerti anak-anak... hehehe. aku juga agak heran kalo Harry Potter itu bacaan anak2. TK... ―Setahu saya.... Bukannya biasanya. karangsati said. Fenty Fahmi said..

. favorit saya saat ini adalah Clara Ng. Bagus sekali. Gue jg baca Bobo kok. mang nape? hehehe....padahal di sisi lain ada jg yg heran kalau bukuitu untuk anak2 krn ceritanya kompleks (OktaEndy). untuk buku Harry Potter sendiri ada hal yang lucu jadinya. Buku anak-anak yang dia buat.dan memang tidak semua anak bisa menikmati Harry Potter salah satunya karena kompleksitasnya itu mungkin.... At 1:47 AM.. yg juga menulis buku anak... Yoga said.. Selain isi tulisan. Saya masih ingat Tini.. tapi dua nama itu nggak lupa deh. At 8:17 AM. saya suka tulisan ini.. meski saya lupa-lupa ingat isi tulisannya apa.. Namun (barangkali) tak semua penulis buku anak tersebut betul-betul menulis buku untuk anak. Mbak...*iya i know elu tertawa guling2an*. Jadi senyum-senyum sendiri mengetahui anak dengan usia seperti itu sudah membaca Digital Fortress atau Arok Dedes."malu ih org gede baca buku anak2".. endangcinta said. buat gue sendiri sih..At 2:38 PM.. Ada orang yg nggak mau baca krn merasa itu buku anak2.. Penulis Indonesia. veridiana said.. Di Indonesia sebetulnya ada banyak penulis buku anak. jadi seolah.. Masih ingat nggak lilustrasi Tini ketika memasak spaghetti? :) .. HC Andersen dll sama halnya dengan saya ingat Dwianto Setiawan dan Bung Smash.. *menyimak lagi di pojokan* At 8:08 AM. bagus-bagus sekali :) Saya yang enggak punya anak juga jadi suka koleksi buku-bukunya.tidak ingin membatasi seperti itu... Daniel Mahendra said. ilustrasi untuk buku anak-anak juga penting dan berbicara banyak.. Banyak orangtua masih berpikir: mengapa mesti menyodorkan buku pada anak..

. anak2 skarang bruntung ya punya akses ke banyak buku. nengjeni said. rebutan ama si mas dan adek . :D At 5:55 PM. bahkan sy baru baca lima sekawan waktu SMA*jadi malu* . Setelah lihat blog mantan muslim ini jadi kepengen murtad! Klik> FORUM MURTADIN (ex-muslim) INDONESIA Klik> Antara Islam dan aliran sesat Pusing aku..malu(malu kucing) :p nantilah kalo udah pulang ke kampung. saya udah coba nulis cerita anak tapi ga tau mau dikemanain. saya masih baca donal bebek setiap minggu..hhehe... xxx said.. lima sekawan... komik nina. accordingtod said. mister..At 8:47 AM.... At 4:34 AM. jarang nemu penulis indonesia yang mumpuni. *apa coba?* jadi inget jaman kecil dulu. yati said... saya ujicoba ke ponakan2 saya At 10:44 PM.us said. hans christian andersen.i.. saya sendiri bukan termasuk orang tua dulu itu tapi tmasuk yg agak susah mengakses buku krn perpustakaan umum jarang ada d kota kecil... kalik sekarang udah banyak penulis buku anak yang to-p? At 9:30 PM. belum pernah saya ujicobakan ke anak kecil sih. kalo denger cerita2 orang tua dulu yang susahnya minta ampun untuk bisa beli (ato pinjem) buku jadi iri rasanya sama anak2 skarang itu. tapi ini kan dari jaman kuda dulu. setujuuuuuuuuuuu...

.. @karangsati: hehehe. Senang sekali makin banyak yang bikin dan keren-keren pula ceritanya ya. kemasan bukunya juga makin cantik.. kepingin doang nih mas. banyak penerbit yang menolak tulisan cerita2 anak. MAY'S said.said. ndahdien said. teladan anak sholeh. Kepingan Hati said.At 12:05 PM. penulis buku anak2 yang ada biasanya juga menulis untuk dewasa. unfortounetly event.. -Fitri Mohan. jeng fitri. Tapi orangtua yang berpikir mesti nyodorin buku pada anak? Jaman sekarang apa masih ada yang mikir begitu? @endang: betul.. dan lebih menyarankan penulisnya untuk menulis cerpen atau novel dewasa.. Belum berani nulisnya.. @daniel: betul. nyengir. Jujur. Mbak Fit. dan nggak ada salahnya juga. Jaman sekarang kalo toh ada once upon a time. --ambar-. At 6:49 PM. bisa jadi begitu nanti ceritanya. Semoga ada penulis seperti JK Rowling yang membawa anak2 ke imaginasi yang kreatif At 10:50 AM. menurutku malah sekarang banyak banget pilihan buku anak. @okta: waduh.. Good Posting !! At 2:03 PM. Thanks untuk infox. narnia dll emang masih jarang. tapi kalo cerita sekelas harry potter. ditunggu buku anak2nya.. dongeng klasik dalam&luar negri dan masih buanyak lagi ampe bangkrut dipesenin buku ma ponakanku yg baru bisa baca. Ibu gue contoh nyata penikmat donal bebek tanpa menyembunyikan tawa. @veridiana: saya malah baru tau kalo clara ng juga nulis buku anak... biasanya trus kreatif belakang2nya. :-) @fenty: once upon time itu buat jaman dulu...... atau senyum2nya. gue masih sangat menikmati buku anak2 tanpa merasa malu dianggep anak2. .said. ada buku anak tentang kisah nabi. At 2:19 AM..

Misalnya : Liliput dan Kakatua di Yogya. tapi banyak enggaknya bacaan anak2 yang ditulis penulis Indonesia. entry children literature. Golden Compass saja inspirasinya dari buku yang sangat "berat". ini fakta lagi nih. Kalo dari gaya bahasa.. @misterius: iya. tapi masih lebih banyakan penulis novel gede. Paradise Lost-nya John Hamilton. :-) @kepingan hati: sama-sama. kalau mau ngomongin variasinya.org. @diny: sekarang udah banyak emang. terkesan mereka ini mengajak anak2 berfantasi tanpa "menggampangkan" daya pikir mereka.. tapi belum bisa dibilang teenlit. pembaca aja sampe digolong2kan menurut umur. @ndahdien: iya. Mungkin ini salah satu problem bagi penulis2 buku anak. Buku2 ini atau Harry Potter dsb mungkin bisa dibilang khusus buat young reader. lupa rasanya yang mana yang pas masak spaghetti. At 11:23 PM. Di http://www. Tapi kan seru juga tuh kalo ada penulis anak-anak Indonesia yang berjaya kayak dulu lagi. tak peduli mau siapa yang menulis atau dari mana inspirasinya.@yoga: makasih ya jeng. tini udah lama banget. Robert Wolfe. hehehe. Yang terakhir baru berdiri. Intinya memang buku apa yang bagus buat anak-anak. @mays: ohya? Nah. maaf. :-) @yati: keponakan emang manjur tuh buat jadi bahan percobaan.sacred-text. Saya pribadi suka nyari2 cerita rakyat tradisional berbagai negara di internet (www. anak korban perceraian. dan penulis2 buku anak dari luar kayak Philip Pullman. dan Kate DiCamillo. aku belum bisa bayangin mau nulis buku anak2. Thanks for the info ya may.com . dan menerima kiriman naskah lewat email (saat ini baru ada 3 buku yang diterbitkan). young reader. Terutama Jacqueline Wilson yang bisa menggarap tema2 berat kayak anak bermasalah. Dia sendiri mendapat gelar Children's Laureate. Nulis buku anak susahnya berlipat2 ketimbang buku novel. saya juga iri sama anak2 jaman sekarang dalam soal akses ke banyak buku. JK Rowling sih nggak ada matinya. Eh.blogspot. KDRT dengan bahasa simpel dan dari sudut pandang anak2. Karena itu ada yang nanya "eh ini pantes gak ya buat anakanak ?" Setelah selesai menulis. Jacqueline Wilson. kalau dari segi variasi dan akses.penerbitkakatua. Coba aja klik www. jangan malu2 mbak/mas :-) @ambar: waduhhh.org punya banyak cerita rakyat berbahasa Inggris). Nggak harus dari Indonesia sih sebenernya. :p @nengjeni: samaaa kayak ibu saya dulu mbak. lebih bagusan yang sekarang. Sudah sulit bagi kita yang dewasa untuk berfantasi bebas dan kembali berpikir dari sudut pandang anak2. Gue nggak menitikberatkan pada banyak enggaknya penulis buku anak yang top. kan ada penerbit yang khusus nerbitin buku anak2 dan young reader (bukan teenlit !). dan apakah orang tua mau memberikannya pada mereka. Btw. elite_hunting said.wikipedia. di Indonesia.

" katanya. Tema bisa diambil dari kejadian sehari-hari. Menurut Benny Ramdani. 17 Oktober 2006 Jumlah Penulis Masih Sedikit Konsumsi Buku Untuk Anak Balita Semakin Meningkat Bandung. Pengetahuan itu ada baiknya dituangkan dalam tulisan.000 per bulan. berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku.Post a Comment Kompas. Sementara anak-anak di daerah yang tidak memiliki toko buku cukup lengkap tidak mendapat kesempatan membacanya. Para guru dan ibu mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan perkembangan anak dan menuliskan pengalamannya. "Mereka yang mengetahui perkembangan dan kebutuhan anak." kata Ali. "Hampir seluruh segmen memiliki pasar yang potensial. Menurut Ali." kata Ali. Meskipun perkembangan buku anak pesat.ungkapkan. penulis cerita anak dan editor." ujarnya. meng. Penjualan buku untuk balita lebih banyak. harga buku bukan faktor penting bagi orangtua untuk membeli sebuah buku. Minggu (15/10). jumlah penulis buku anak hanya sedikit. konsumsi buku anak meningkat tajam. tetapi bisa beberapa kali. Penjualan buku khusus untuk anak berusia di bawah lima tahun atau balita mencapai 60 persen dari buku anak jenis lain. Anak-anak juga memiliki kebiasaan membeli satu judul buku tidak hanya sekali. Hanya anak kota Namun. balita. Buku anak. "Menurut penelitian yang sama. Kompas . "Tahun depan kami selenggarakan secara reguler.000 eksemplar. Oleh karena itu. isinya pun semakin beragam. Demikian dikatakan Ali Muakhir.Sejak dua tahun terakhir. Bahkan kini diproduksi buku yang mampu melatih kinestetik anak. tidak hanya dari kertas. Sekali cetak mencapai 3. penulis buku cerita dari Penerbit Mizan melakukan pelatihan menulis buku bagi para ibu dan guru pada 14-15 Oktober. Bahan dan bentuk buku pun semakin beragam.000-5." kata Ali. serta anak usia 7-9 tahun dan usia 9-12 tahun. lanjutnya. "Untuk mengatasi hal tersebut. keluarga Indonesia ratarata berbelanja buku untuk anaknya Rp 150. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas buku. perkembangan buku anak hanya dirasakan oleh anak-anak di kota besar. sebelum membuka Pelatihan Menulis Cerita Anak untuk Ibu dan Guru. Bandung. "Jika menyukainya. (ynt) . Tidak hanya bahan dan atau wajah. atau mengadaptasi dongeng.000-Rp 250. Harga buku anak yang ideal adalah Rp 9." katanya." tuturnya. "Saya berharap tahun 2007 para peserta pelatihan ini sudah mampu menerbitkan buku anak. mulai anak prasekolah. bisa dicetak tiga kali dalam sebulan. tetapi juga dari kain dan plastik. Segmen buku anak sangat luas. mencapai 60 persen dari total penjualan buku anak. menulis cerita untuk anak itu mudah. Selasa. Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit Mizan.000. Mizan melakukan hibah buku atau bekerja sama dengan sebuah lembaga mencetak buku yang sama untuk didistribusikan ke daerah dengan harga lebih murah. anak ingin membeli lagi buku yang sama tetapi baru apabila buku yang mereka miliki rusak.000-Rp 20.

Das Mutterland di Cihampelas. novel sastra. majalah.‖ ujar Handerson. Layanan internet gratis pun menjadi hal yang dirindukan pelanggan untuk terus datang di tempat itu. Gubuk Dongeng di Ciumbuleuit. ‖Zoe menjadi salah satu pelopor menjamurnya library cafe di Bandung saat ini sejak tahun 2001. ‖Tidak kurang dari 400 orang silih berganti memenuhi halaman. Sambil membaca buku. Minor Books di Cijerah. Kafe | No Comments Bisakah Anda menemukan suasana homey. ada Zoe di Pagergunung. Jan Adi menemukan suasana homey di sana. Kantong-kantong literasi itu memberikan suasana kafe kepada pengunjungnya. Pustakalana di Jl Ranggamalela. ketika jalan-jalan di jantung Kota Bandung? ‖Menjamurnya factory outlet (FO) dan berbagai kafe telah membuat Bandung kehilangan suasana homey itu. Masing-masing komunitas buku itu menawarkan konsep yang berbeda-beda dengan berbagai pilihan buku. Pustaka Latifah di Margahayu.‖ ungkap Handerson Rizal. . Ada 80 ribu buku. Rak-rak dengan berbagai warna cerah yang menghiasi seluruh dinding ruangan dipenuhi dengan koleksi berbagai komik. Mizan Learning Center di Arcamanik. mereka juga bisa mendapat informasi tambahan dari para penulis. ada juga yang mencoba berdiri di tengah hiruk-pikuk keramaian pembelanja baju. betapa ia menyaksikan pengunjung Bandung lebih banyak berburu makan dan pakaian di jantung Kota Bandung. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan aktivitas para penggemar buku di Bandung. Bahkan. pada kurun 1850-1906). Lupakan FO dan kafe-kafe di jalan-jalan utama kota.. Ada yang khusus membahas buku-buku Pramoedya Ananta Toer. Detak aktivitas 40 titik kantong perbukuan tertelan hiruk-pikuk tawar-menawar pakaian dan pilih-pilih menu santapan.Januari 5. susuri lorong-lorong kota dan temukan komunitas-komunitas buku ini di Bandung.300 orang anggota. Ada Manisee Community di Cibiru. Ada pula Dipan Senja di Margahayu. Rumah Malka di Jl Hasan Mustafa. hingga otobiografi. Ketika ia berkunjung ke Bandung. Zoe memanjakan membernya dengan program membaca sepuasnya pada akhir pekan. Ada yang mengkhususkan diri dengan buku-buku Sunda (Bandung pernah diserbu 222 judul buku berbahasa Sunda. Batu Api di Jatinangor. Yayasan Rancage di Jl Karawitan. Zoe telah memiliki 9. Rumah Buku di Hegarmanah. Maka. Mi dan buku Sejak didirikan pada 2001. Ada Potluck di Teuku Umar. Zoe selalu mengadakan bedah buku untuk buku-buku yang baru terbit. Kelompok Kerja Nalar di Jatinangor. manajer humas dana pemasaran Zoe. ada yang hanya komik. Meski tidak ada acara rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. yang telah 15 tahun meninggalkan Bandung. Baca-baca Bookmart di Sabuga. Tapi. Litera di Ciumbuleuit. bahkan pada akhir pekan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 600 orang. sambil menyelam minum air. Tobucil di Jl Aceh. Mahasiswa dan pelajar memenuhi deretan kursi nyaman yang terletak di teras halaman setiap harinya. dan. Lawang Buku di Dago Tea House. 2008 Semangat Membaca di Kafe dan Factory Outlet Posted by yasir maqosid under life style | Tag: Factory Outlet.‖ ujar Jan Adip. Ultimus di Lengkong.

co. hala itu tak mematahkan semangat PSS. Meski begitu. dan Ayatrohaedi. Ada Klab Rajut. ‖Banyaknya media yang selalu memberitakan budaya Sunda akan punah. saya yakin hal itu nantinya akan menarik minat mereka untuk mengetahui budaya tersebut lebih dalam.‖ kata Hawe. Di Tobucil. Manakiban merupakan pengajian yang dilakukan santri di beberapa wilayah Jawa Barat yang menyampaikan puji-pujian untuk Syekh Abdulqadir Jaelani. tempat bergaya minimalis ini menyuguhkan konsep coffee. Tapi. Jumlah koleksi buku yang mencapai 2. Klab Musik. yang juga sebagai pendiri yayasan tersebut. berharap adanya anak muda Bandung yang mau mempelajari budayanya sendiri. PSS menghadirkan pemerhati budaya Sunda asal Australia. siapa pun pasti malas mempelajari sesuatu yang akan punah. roti kering bagelen. dan library dalam satu paket. pengarang buku. Di sana banyak berdiri klab. juga ikut meramaikannya. baru mereka melihat-lihat buku yang disediakan. Sebanyak 13 ribu judul yang berisi buku dan naskah kuno yang berhiaskan budaya Sunda ditawarkan perpustakaan di Jl Taman Kliningan itu. Sejak didirikan pada 2002 lalu.republika. menjadikan anak muda sekarang enggan mendalaminya. Klab Nonton. Klab Belajar. yaitu mahasiswa yang mengerjakan proyek ilmiah.000 judul bisa menarik minat member hingga 50 orang. ‖Akhirnya banyak yang kemari untuk makan sambil baca. ‖Dengan bahasa Sunda sebagai bahasa seharihari. noodle. Di pekan kedua setiap bulan. Meski begitu.‖ tutur dia. Prefere 72 telah memiliki anggota dari kalangan mahasiswa dan karyawan sebagai jumlah terbesar. Didirikan pada Desember 2006. tempat ini mengadakan story telling bagi anak-anak TK dan SD. Berbeda dengan Zoe. Pada bulan ini. Nita Arriastiti. hingga kini pengunjungnya masih sangat terbatas. Hawe Setiawan. Komunitas Buku Lawan yang mengkhususkan pada minat buku-buku Sunda. kini harus ada campur tangan generasi muda untuk membangkitkan minat baca dan keinginan mengetahui budaya Sunda. Lokasi yang bertempat di Jl Ir H Juanda itu memiliki aneka jenis hidangan berbahan dasar mi. hampir semua koleksi yang dimiliki berasal dari hibahan pemerhati budaya Sunda.id Sabtu. PSS selalu mengadakan diskusi yang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan budaya Sunda. Sumber: www. Setiap akhir pekan.Membaca novel terbitan baru sambil diiringi alunan musik jazz dan aroma harum aromaterapi merupakan bagian dari layanan Prefere 72. Tentang Sunda Pusat Studi Sunda (PSS) yang dikelola Yayasan Rancage menawarkan sesuatu yang sangat berbeda. Sekretaris Yayasan Rancage. dan sebagainya. Manajer Humas Prefere 72. Acara diskusi semacam ini selalu dibanjiri peserta dari berbagai kalangan. Edi S Ekajati (alm). 15 November 2003 Pasar Buku Islam Tengah Menggeliat . dan pemerhati budaya. menuturkan biasanya orang tertarik lebih dulu pada makanan yang disediakan. pengunjung tak sekadar datang untuk membaca buku.‖ tambah Hawe. membicangkan masalah manakiban. ‖Turut menyediakan bahan yang orang butuhkan akan membuat orang semakin tertarik untuk datang membaca.‖ ungkapnya. Hawe menuturkan. Julian Millie. Di sini tersedia hotspot dan sajian kafe berupa kopi robusta dan arabika. seperti Ajip Rosidi. menyusul hadirnya Klab Baca. dan cemilan ringan lainnya. Hal itu pantas kiranya.

"Jadi.7 persen responden beragama Islam mengaku membaca buku-buku Islam." kata Iwan Setiawan. Ada yang cukup menyita perhatian dari bergairahnya industri buku tersebut. kertasnya koran semua. Bertambahnya penerbit tentu berbanding lurus dengan pertambahan produksi buku. Bahkan. terutama buku-buku bertemakan Islam. paling tidak buku-buku agama sudah menyita 20 persen space yang tersedia. seperti Pameran Buku Islam yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia cabang Jakarta (IKAPI Jaya) maupun Pameran Buku Islam Plus yang diadakan IKAPI Jawa Barat bulan Oktober tahun 2003. sudah ada pameran buku Islam tersendiri. sementara itu para penerbit buku Islam sebelumnya sudah ada. "Bukubuku agama. paling besar buku Islam. Pendataan IKAPI Pusat." kata Arif menambahkan." kata Arif Abdulrakhim pemimpin Toko Buku Toga Mas Yogyakarta. Artinya.TAK bisa disangkal industri buku di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini tumbuh dengan bergairah. hard cover dengan kertas HVS semua?" Pertanyaan inilah yang mendorong GIP terjun dalam penerbitan buku-buku bertemakan Islam. Saya yakin di toko buku lain. Tengok saja selama bulan Ramadhan. GELIAT penerbitan buku. yakni maraknya penerbitan buku-buku agama. Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan penerbit buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI yang bisa dipastikan jumlahnya akan jauh lebih besar. Proporsi demikian tentu terbilang besar. yang bukan toko buku agama. mengaku tidak membaca buku-buku bertemakan Islam dalam keseharian di bulan Ramadhan ini. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan bagi penerbit-penerbit untuk berbondong-bondong terjun menggarap pasar buku-buku Islam dengan lebih serius. untuk periode tahun 2000 hingga 2003 atau kurang dari empat tahun.toko buku. Angka ini jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah penerbit buku Islam pada kurun waktu tahun 1981 hingga 1989 yang hanya sebanyak enam penerbit saja. sudah barang tentu terjadi pertumbuhan penerbit buku Islam yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. Tengok. Oleh karena itu. tidak mengherankan jika keberadaan buku-buku bertemakan Islam mulai merambah toko. Saat ini. memang paling banyak memakan space atau tempat paling luas di toko buku kami. hasil jajak pendapat yang dilakukan harian ini di 10 kota besar Indonesia mengungkapkan 71. Bahkan. Abdulrakhim sangat meyakini bahwa tokotoko buku umum lain di luar Toga Mas pun kondisinya kurang lebih juga sama. Munculnya peserta-peserta baru dari kalangan penerbit-penerbit buku Islam dalam jumlah yang cukup besar kerap menghiasi pemandangan pameran buku saat ini. dari sejumlah itu 80 persennya buku-buku Islam. . "Dua puluh persen itu gede karena buku-buku yang lain tidak ada yang sampai 20 persen. khususnya Islam. Kenapa buku Islam tidak bisa dibuat dengan bagus. Situasi seperti itu juga diantisipasi Penerbit Gema Insani Press (GIP). Dapat dibayangkan betapa besar kebutuhan akan buku-buku bertemakan Islam selama bulan ini. Maka. masyarakat ini menggandrungi buku-buku Islam yang bagus dan indah. sudah tercatat sekitar 20 penerbit buku Islam baru yang menjadi anggota IKAPI. ternyata masyarakat menerima keberadaan mereka. Kegairahan ini ditandai dengan munculnya penerbit-penerbit baru di berbagai kota di Indonesia dan membanjirnya buku-buku baru produk mereka di pasar. tetapi kualitas covernya sangat sederhana. yang diikuti respons pembelian yang sangat bagus. misalnya. Jika dua tahun terakhir penyelenggaraan pameran buku sudah mulai mengkhususkan diri pada tematema bernapaskan Islam. dalam dua tahun terakhir. Apalagi. gencarnya penyelenggaraan pameranpameran buku yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia setelah tahun 1990-an.buku Islam yang melanda dunia penerbitan akhir-akhir ini. misalnya. "Saya melihat mayoritas penduduk Indonesia itu Islam. General Manajer GIP. di satu sisi tidak bisa dilepaskan dari hukum penawaran dan permintaan. bagi Indonesia yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi buku-buku bernuansa Islam. Bukan perkara sulit membaca fenomena demikian. kemunculan penerbit dan buku Islam di masyarakat ini sangat dipengaruhi tingginya respons atau permintaan masyarakat terhadap buku-buku jenis itu. tidak sekadar dari kertas koran. Sisanya.

" kata Fan Fan Darmawan dari Mizan. GIP sendiri berdiri tahun 1985. Tidak heran dengan keberhasilan meraih respons pasar tersebut hingga kini perkembangan bisnis GIP tergolong pesat. Nama-nama Islami. "Pembagian ini lebih untuk menjawab persoalan dan tanggapan dari konsumen. terutama kelompok masyarakat kelas menengah baru Islam. Semua berawal dari penerbitan buku bertemakan perang Afghanistan. GIP dan kelompok Penerbit Mizan tidak berjalan sendirian. Dalam dunia perbukuan. Kemunculannya tidak hanya memberi warna terbatas di dalam penerbitan buku Islam. Kehadiran buku-buku terbitan Mizan mendapat sambutan yang baik di masyarakat. Menurut dia. kini mampu membangun kantor. jika semula tiga orang kini mencapai 150 karyawan. Penerbit Mizan tampaknya layak juga disebut sebagai lokomotif perkembangan penerbit buku Islam di Indonesia. menurut pengakuan penerbit ini. Buku terakhir adalah karangan ulama besar Mesir Prof Dr M Mutawalli Asy-sya’rawi ini sudah mengalami cetak ulang hingga 18 kali. Apabila sebelumnya dunia penerbitan buku lebih banyak dikuasai penerbit dari kelompok Gramedia. Buku-buku novel remaja bernuansa Islam hasil kembangan penerbit ini. Rintisan Mizan tidak terputus sesaat. ada yang sudah terjual sampai 50. keberadaan kelas menengah baru Muslim ini. Untuk itu buku Mizan dibuat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan kelompok-kelompok yang mementingkan kualitas dan juga harga yang tidak terlalu murah serta yang membeli orang-orang yang berpenghasilan tertentu. Ada beberapa buku terbitan GIP yang dicetak ulang hingga berkali-kali dan terserap pasar hingga ratusan ribu eksemplar. Jika dahulu mereka mengontrak rumah sebagai tempat beraktivitas. Produksi bukunya saat ini rata-rata 6 judul per bulannya. Bahkan. Perkembangan pasar buku Islam juga diramaikan penerbit-penerbit lain yang tergolong spektakuler . Buku-buku itu antara lain: Berbakti pada Ibu Bapak. Dari jumlah karyawan. penerbit ini sudah mampu membangunkan 40 rumah bertipe 70 dan 90 berkamar tiga. Bahkan. Menarik mengikuti pandangan Haidar Bagir. Penerbit GIP termasuk penerbit buku Islam yang terbilang sukses. percetakan yang dilengkapi dengan mesin-mesin cetak milik sendiri berkapasitas besar. ternyata juga mendapat sambutan yang cukup baik dari pembaca. Merasa cukup laku. menjadi pasar terbesar bagi buku-buku Islam. Buku dengan kemasan luks tersebut dijual seharga Rp 47. Novel. Harus diakui juga bahwa penerbit yang berlokasi di Bandung ini turut mewarnai wajah perkembangan dunia perbukuan. Hingga bulan September 2003. selain itu biar tiap unit bisa lebih fokus pada masingmasing bidangnya. yang relatif lebih dulu mengalami kemakmuran dan mengalami gejala kekosongan spiritual seperti yang dialami oleh masyarakat di negara maju. Jumlah sebanyak ini tergolong istimewa.Menurut pendirinya. DALAM khazanah penerbit buku Islam. hingga kini dengan keuntungan yang diperoleh. dan Gola Gong." kata Haidar Bagir. Asma Nadia. saat ini Penerbit Mizan tumbuh menjadi kelompok penerbit yang tergolong tangguh dan patut diperhitungkan. Mizan Pustaka dibagi lagi dalam dua divisi. tidak kurang 414 judul buku yang sudah diterbitkan GIP. misalnya. Strategi yang didasarkan pada segmen-segmen pembaca semacam ini ternyata cukup efektif. masuk buku best seller untuk kategori buku lokal. dan Anda Bertanya Islam Menjawab. mulai tahun 2003. yang diberikan kepada karyawannya. tetapi dalam satu dasawarsa terakhir secara lebih luas ikut memberi wajah baru bagi dunia perbukuan di Indonesia. yakni Mizan Pustaka untuk buku-buku Islam dewasa dan DAR! Mizan khusus buku-buku bernuansa Islam untuk konsumsi anak-anak dan remaja. "Buku model Mizan ini kemudian banyak ditiru penerbit-penerbit lain. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan selama krisis yang hanya 3 judul tiap bulannya. dari situ kemudian keluarlah buku-buku yang lain sehingga penerbit ini memilih berkonsentrasi penuh dengan menerbitkan buku-buku Islam sampai sekarang. Wanita Harapan Tuhan. pendiri kelompok penerbitan Mizan. misalnya. Dalam perkembangannya selain tetap berkonsentrasi menerbitkan buku-buku Islam pemikiran dengan tetap menggunakan bendera Mizan. Penerbit Mizan mulai berdiri sejak tahun 1983 dengan menerbitkan buku-buku tentang pemikiran Islam yang cenderung moderat dan liberal.000-an eksemplar. penerbit ini kemudian membentuk penerbit-penerbit baru dengan nama lain seperti Kaifa untuk buku-buku berjenis petunjuk (how to) dan Qanita untuk buku-buku bertema perempuan.200.novel remaja yang di antaranya dikarang Helvy Tiana Rosa.

Sifatnya partisipasi saja. 90 persen penduduk Indonesia ini kan Muslim. salah satu buku terbitan Erlangga berjudul Kisah Hikmah ini selama tahun 2002 mampu dicetak ulang hingga lima kali. Austria dan Jerman membentuk satu kesatuan dalam perdagangan buku. Betapa semarak memang pasar buku-buku Islam saat ini. buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi yang diterbitkan pada pertengahan tahun 2003 sudah laku sebanyak 40 ribu buku lebih. buku-buku Islam saat ini layaknya gula yang banyak diminati berbagai pihak lantaran cukup menggairahkan secara bisnis. Dalam waktu kurang dari sebulan. Swiss. "Di satu sisi kita memang masih mengistimewakan Aa Gym. Penerbit Erlangga. kami penuhi dulu. MQ Publishing. Tidak heran. beberapa penerbit yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum saat ini mulai menerbitkan buku. Di antaranya. . Tidak ada pembaca di saat membeli buku melihat di negara mana kantor penerbitnya. tetapi setelah itu kita tidak akan seterusnya bergantung pada Aa Gym.buku bertema Islam.penampilannya. Penerbitan buku yang merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha MQ Corporation pemimpin pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung.cerita ringan. Salah satunya. Makanya.(wen/bip/eki/nca/umi) Pasar buku Jerman – Warisan Gutenberg bertahan dalam persaingan media Pasar buku adalah pasar bahasa – dan karena itu pasar buku Jerman tidak bisa didefinisikan secara nasional . baik buku berjenis pemikiran Islam maupun cerita. MQ Publishing sudah mulai merintis menerbitkan buku-buku yang tidak bertema MQ. "Kami melihat market share yang sangat besar. ia menyunting naskah atau manuskrip. menpersiapkan semua langkah pemasaran yang dibutuhkan dan pekerjaan humas yang diperlukan agar si penulis dan judul bukunya dikenal publik dan – sangat penting – dikenal dalam perdagangan buku.buku bertema Islam. KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. mencetak buku. Sejak tahun 2002 Penerbit Erlangga yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini memiliki divisi penerbitan buku Islam. Kata sifat „jerman― dalam hal ini lebih dimaksudkan pada makna „berbahasa Jerman―." kata Yopi menambahkan. Tapi kemudian penerbit lah yang berperan sebagai mitra yang membentuk relasi selanjutnya dalam rantai nilai. Penerbit Penulis adalah awal dari setiap buku. salah satu editor Penerbit Erlangga. Motifnya sudah tentu pasar yang tengah menggeliat. Besarnya peluang pasar bagi buku-buku Islam ini sudah pasti menarik berbagai penerbit untuk ikut terjun menerbitkan buku. sejauh tingkat tertentu. karena pasar begitu besar. Kendati saat ini masih lebih konsentrasi menerbitkan buku-buku tentang Manajemen Qolbu (MQ) dan Aa Gym. Ya sudah. Sekalipun sifatnya hanya berpartisipasi. ibarat pepatah Ada Gula Ada Semut. Sebab tiga negara berbahasa Jerman." kata Singgih." jelas Yopi Hendra. Ia menyarankan kepada si penulis. "Tema-temanya memang masih sekitar Aa Gym. Bahkan. MQ Publishing sebenarnya tidak lain adalah pengembangan dari divisi MQS Pustaka Grafika dan MQ Publication yang sebelumnya telah menerbitkan buku-buku dengan materi dari ceramah-ceramah maupun wawancara dengan Aa Gym. Seperti halnya buku-buku Aa Gym sebelumnya yang sudah diterbitkan Mizan dan GIP yang terjual ratusan ribu eksemplar. editor MQ Publishing. tidak kurang sudah 17 judul buku bernuansa Islam yang mereka terbitkan. buku pertama terbitan MQ Publishing yang untuk pertama kalinya ditulis Aa Gym sendiri ini laris manis diserap pasar. Bahkan. ini juga mencatatkan rekor penjualan. penerbit-penerbit lain banyak yang mengambil tulisan Aa Gym. kami coba masuk sedikit. Kami ambil tema-tema itu karena di pasar masih laku.

349 toko buku dan 78 supplier buku. seperti wilayah berbahasa Jerman. Terjemahan . setelah omset pada tahun 2003 turun 1. Jumlah judul buku yang dipublikasikan di Jerman yang mencapai 86. Jumlah cetakan pertama pada 2004 meningkat menjadi 74. yang dalam statistik internasional dicatat sebagai terbitan baru. definisi „operasi perdagangan buku― yang dipakai di sini adalah definisi yang sangat luas. disusul oleh buku cerita anak-anak dan remaja dengan andil 7% pada pasar buku.076 miliar Euro. Mereka ini mencakup 1.823 penerbit. Setiap tahun Asosiasi Bursa Buku Jerman mengeluarkan analisis rinci tentang pasar buku Jerman. Sisanya adalah cetakan susulan. termasuk jurnal ilmiah. cetakan kedua atau ketiga. Kantung-kantung penerbit lainnya adalah Frankfurt am Main dan Stuttgart.074. Bagaimana komposisi jumlah ini? Topik dan isi apa saja yang ada di balik jumlah judul buku yang banyak ini? Pada tahun 2004 buku fiksi dan sastra Jerman berada terdepan dengan meraih 25.Humas dan pemasaran menjadi makin penting ketika pada tahun 2004 ada 963 juta buku yang muncul di pasar di wilayah berbahasa Jerman.2005).543 judul buku . perkumpulan dan lembaga yang hanya menerbitkan buku secara sporadis. Akan tetapi. Mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya ikut terlibat dalam pasar. mencapai 9.9 persen. Di antara penerbit.076 miliar Euro. Analisis ini menggambarkan bahwa di tahun 2004 total omset yang diperoleh sektor ini. yakni 155.04. Itu artinya 86. fakultas universitas. ada banyak koperasi publik. Untuk wilayah yang relatif kecil. Sebab dibandingkan tahun sebelumnya jumlah judul yang dipublikasikan bertambah 6. maka pada tahun 2004 Berlin berhasil menduduki posisi ini dengan 155 penerbit.1% pada tahun 2004 bisa dilihat sebagai perbaikan untuk sektor perbukuan. Hampir semua perusahaan ini adalah anggota Asosiasi Bursa Perdagangan Buku Jerman. jadi pedagang buku partai besar atau penyuplai. duapertiga darinya adalah penerbit. Daftar Buku yang Tersedia (Verzeichnis Lieferbarer Bücher (VLB)) dan Buku Alamat untuk Perdagangan Buku yang dikeluarkan oleh Bursa Perdagangan Buku Jerman (Börsenverein des Deutschen Buchhandels) memang mendaftar lebih dari 21.074 di antaranya buku terbitan baru. Ini berarti. 4.300 perusahaan di Jerman yang terlibat dalam pasar buku. Asosiasi pedagang buku dan penerbit yang kaya akan tradisi ini mewakili kepentingan sekitar 6.543 di tahun 2004 merupakan rekor tertinggi.285 perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan buku (data keluaran: 30. Dengan jumlah ini dalam data statistik – sejauh data ini bisa dijadikan ukuran – pasar buku berbahasa Jerman berada di posisi 3 di belakang pasar buku dunia yang berbahasa Inggris dan (besar kemungkinan) di belakang Republik Rakyat China. maka kenaikan omset 0.2 % andil pada buku baru (cetakan pertama).7% atau setara dengan 9. misalnya. Kalau selama ini kota Munich selalu menjadi ibu kota penerbit. jumlah judul buku ini merupakan sebuah prestasi budaya dan ekonomi yang besar. dan kini kota ini memiliki jumlah penerbit yang sama banyaknya dengan Munich. Jumlah perusahaan-perusahaan yang hanya atau terutama sekali menerbitkan buku serta majalah-malajah ilmiah atau dengan kata lain yang berdagang terhitung kecil – total ada sekitar 6.74.000 perusahaan yang bisa digolongkan terlibat dalam operasi perdagangan buku.

Sementara wilayah Timur Jauh mendominasi dalam hal pembelian hak penerjemahan buku-buku berbahasa Jerman: bahasa Cina dengan andil 10 persen menduduki posisi puncak pada tahun 2004. bahasa Rusia (2 persen) dan bahasa Jepang (1. Semua perusahaan bekerja secara elektronis dan memiliki akses elektronis pula ke adalam katalog buku. Harga buku yang mengikat adalah sebuah model masa depan.6 % di tahun 2004. disusul dari bahasa Belanda (2.7 persen) bahasa Swedia (2. Gambaran yang sama sekali berbeda tampak pada data statistik terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa lain.6% tepat berada di belakang bahasa dunia Bahasa Inggris. Ceko dan Rusia dengan 6.8% dari semua hak penerjemahan buku Jerman yang diberikan ke penerbit asing pada tahun 2004 adalah buku anak-anak dan remaja. bahasa Spanyol (2. yakni 56. anekaragam judul buku dan toko buku telah berkembang pesat. 3. Hanya 6. penerbit dan pedagang buku dan didukung oleh semua instansi yang demokratis di wilayah yang berbahasa Jerman.8% dan bahasa Polandia bersama dengan bahasa Italia. Akan tetapi.500 toko buku menyediakan kepada para pembaca di seluruh Jerman dengan buku sastra. Dengan demikian genre ini merupakan bentuk sastra Jerman yang paling diminati di luar negeri. yang mencolok dalam hal ini adalah bahwa terjemahan buku fiksi dari bahasa Inggris menurun dari 58.406 judul buku yang diterjemahkan dari bahasa lain ke bahasa Jerman.1%. Lebih dari seperempat atau 25.3 persen dari judul yang terbit di Jerman pada tahun 2004 adalah buku terjemahan – total ada 5.7. Di Jerman harga tambahan untuk pesanan atau layanan seperti penelurusan bibliografi atau pencarian judul-judul yang sulit ditemukan tidak diperbolehkan.8%. Harga buku yang mengikat ini juga berlaku di internet khususnya untuk buku-buku yang ditawarkan oleh penyuplai Jerman. Instrumen yang paling penting adalah Daftar Buku-buku yang Tersedia . Lebih dari 4. para pembaca Jerman cukup dimanjakan.9%.7% lisensi terjemahan dikeluarkan di negara-negara berbahasa Inggris.2 persen). Ia menjamin bahwa buku dijual dengan harga yang sama di suatu negara dan dengan demikian persamaan peluang di berbagai wilayah tetap terjaga. Lebih dari setengah dari buku-buku terjemahan yang baru terbit. Perdagangan buku di Jerman Berbicara tentang penyuplaian buku. diterjemahkan dari bahasa Inggris dan ini berarti dalam kurun waktu setengah tahun terjemahan buku dair bahasa Inggris bertambah 5.9 % tahun 2003 menjadi 50. Sebab layanan seperti ini sudah termasuk dalam paket harga buku yang memberi jaminan kepada setiap pembeli untuk tidak membayar lebih untuk sebuah buku daripada harga yang telah ditetapkan penerbit. Kemudian diikuti bahasa Korea dengan andil 7. Penerjemahan bahasa Jerman ke dalam bahasa Perancis berada jauh di bawah dengan 5. Di setiap toko buku tersebut orang bisa membeli atau memesan sekitar satu juta judul. 10 persen terjemahan baru adalah dari bahasa Perancis.6 persen).3% dari bahasa Italia. Perdagangan buku di Jerman mungkin merupakan sektor retail dengan perlengkapan yang paling modern.Bahasa Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 6. Berkat adanya harga buku yang mengikat maka sejak 1887 di Jerman dan Austria telah banyak muncul beraneka ragam judul buku dan tingkat penyuplaiannya juga sangat baik dengan adanya toko buku-toko buku khusus yang diusung oleh penulis. Dengan demikian andil buku terjemahan menurun dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling rendah sejak 1975.5%.6 persen). Berkat adanya harga buku yang mengikat di Jerman dan Austria.

Media-media seperti ini pada zaman sekarang tentu sudah umum. Penerbit mendefinisikan dirinya melalui isi. para pedagang buku partai besar dengan stok tak kurang dari 350. Warisan Gutenberg Warisan Gutenberg tetap bertahan dalam persaingan dengan media lain.000 bisa menyuplai buku dalam waktu semalam. Selain itu. Online-Redaktion . dan jumlah ini bertambah setiap harinya. Terbukti bahwa perdagangan buku melalui internet dan perdagangan buku dengan cara yang klasik tidak memisahkan diri. cetakan 2005. sebutlah misalnya selain kertas publikasi-publikasi offline seperti CD-ROM. Sekitar 10 persen dari semua pembelian buku terjadi melalui cara ini. Sekarang makin sering saja penerbit memublikasikan produk yang „media-netral―. Makin banyak orang Jerman membeli buku melalui internet. yakni penerbit Jerman. Namun dalam perkembangannya makin sering kita temukan bahwa kedua bentuk produk tersebut dipublikasikan secara bersamaan. Eugen Emmerling adalah wartawan lepas Terjemahan: Arpani Harun Copyright: Goethe-Institut. Akan tetapi. Beberapa ribu toko buku kini memiliki cabang elektronis di internet. Artikel ini sebagian besar didasari pada data statistik buku tahunan Buch und Buchhandel in Zahlen (Buku dan Perdagangan Buku dalam Angka) yang disunting oleh Asosiasi Bursa Buku Perdagangan Buku Jerman. telah mengerjakan pekerjaan rumah mereka. dengan stok yang banyak dan konsultasi yang baik di tempat – dan dengan peluang-peluang pencarian dan pemesanan selama 24 jam di internet. Warisan Gutenberg. Buku-buku fiksi mungkin akan tetap dibaca dalam bentuk cetak di atas kertas hingga dasawarsa ke depan. tapi saling melengkapi. Masa depan perdagangan buku terletak pada bagaimana caranya mengombinasikan toko buku yang ada sampai saat ini dengan beragam judul buku dan peluang pilihan yang banyak.8 persen. Perdagangan buku di Jerman berorientasi masa depan. Untuk kenyamanan pemakai. buku tidak hanya dijual di toko buku-toko buku tradisional yang masih memiliki andil pasar sebesar 55. Pemublikasian secara elektronis dewasa ini adalah suatu hal yang pasti di Jerman. Namun ini khususnya berlaku untuk buku khusus dan buku non fiksi.yang mencantumkan semua judul yang dijual di wilayah berbahasa Jerman – sekitar satu juta judul. bukan lewat media yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi. Dengan demikian toko buku yang paling kecil pun bisa menyediakan bacaan secara sempurna. atau publikasi online seperti database ilmiah di internet. Di sini. kedua lahan ini berkembang bersama. artinya sebuah manuskrip dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ia bisa dipublikasikan sebagai buku atau CD-ROM atau publikasi di internet. buku-buku yang dicetak – terutama pada buku-buku non fiksi dan buku-buku khusus – disertakan pula sebuah CD-ROM yang bisa diaktualisasikan melalui internet.

Mei 2006 Perbukuan dan penerbitan di Indonesia Depan Titik Temu Gelanggang Sastra Industri Buku o di negara-negara berbahasa Jerman o di Indonesia Alih Bahasa Cari Sastra Asia: Ceruk Pasar Buku yang Masih Terbuka Berkarya dalam bahasa Inggris merupakan kunci utama untuk dikenal oleh khalayak pembaca dunia. sarjana sastra. dan Tom Hunter juga termasuk sarjana yang sangat getol memperkenalkan karya sastra Indonesia ke luar negeri. yang terutama dilakukan oleh peneliti. dan ini rupanya yang jarang dilakukan oleh sejumlah penulis besar di berbagai belahan negara Asia. Hampir semua karya penulis legendaris Jepang diterbitkan penerbit ini. Karenanya reputasi mereka sedikit-banyak ditentukan oleh faktor bahwa buku mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. lembaga budaya. diantaranya adalah Soseki Natsume. Di Jepang. Mishima. Teeuw. terutama karya para penulis muda. . Penulis non-Inggris yang reputasinya diakui sama agungnya oleh khalayak pembaca Inggris bisa dikatakan terbatas. Harry Aveling. penerbit yang paling berdedikasi menerjemahkan karya sastra Jepang ke dalam Inggris adalah Tuttle. John McGlynn. atau penerbit yang ingin mengembangkan jangkauan pasar. meskipun tentu saja pencapaian mereka boleh dikatakan kadang-kadang tak ada duanya. dan Endo. sejumlah di antaranya menulis dan berekspresi dalam Inggris yang bukan bahasa ibunya---dilatarbelakangi oleh sejumlah hal. Oleh karena itu reputasi penulis lokal yang tidak berbahasa Inggris sepenuhnya bergantung pada kesempatan karya itu diterjemahkan dan diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa dunia lain). Namun begitu. Kawabata. Pramoedya Ananta Toer pastilah sukar dikenal oleh khalayak Barat seandainya tidak "diperkenalkan" oleh A.

Lajja. Mochtar Lubis. dan diaspora. rasanya selalu muncul generasi baru penulis berbahasa Inggris dari India. (3) benturan.Penulis India sudah sejak lama memberi kontribusi penting bagi perkembangan sastra Inggris. dan Umar Kayam. Jepang diwakili Gozo Yoshimasu. dan bahkan merupakan unsur yang membuat karya itu bisa muncul dengan kekhasan dan karakter kuat. Ahmad Kamal Abdullah---penyair. dan F. Memang sejumlah dari mereka bukan penduduk salah satu negara Asia. India silih berganti melahirkan penulis yang sangat berbakat dalam khazanah sastra Inggris. yang lebih tebal dari War and Peace karya Leo Tolstoy. sedangkan dari Indonesia dia menyebut Pramoedya Ananta Toer. ada penulis Asia yang tetap bertahan menulis dalam bahasa internasional. sarjana dan kritikus sastra Malaysia. Sebenarnya cukup banyak penulis terkemuka Asia yang sejak awal menulis dalam bahasa Inggris. India menghadirkan Mulk-Anand dan RK Ramayanan Sahgal. namun tetap berkewarganegaraan negeri asalnya. Roy belum lagi menerbitkan novel setelah debutnya yang luar biasa dalam The God of Small Things--bahkan dalam beberapa berita dia pernah menyatakan tidak lagi berminat pada dunia literer. dan perubahan nilai suatu budaya. "Dari merekalah kita memerhatikan kemungkinan . Sementara itu. (2) penafsiran ulang sejarah dan pembentukan peradaban tempatnya berasal. Contohnya adalah Taslima Nasrin. Atau sebaliknya. setelah dilarang di Bangladesh dan India. sastra dunia ketiga. Dibantu oleh kefasihan berbahasa Inggris. namun keasiaan mereka tak luntur. peraih SEA Write Award asal Malaysia---dalam esainya "Kesusastraan Asia dalam Konteks Kesusastraan Dunia" menyebut sejumlah penulis Asia kontemporer yang layak mendapat perhatian atas keberhasilan karyanya selain Pira Sudham. interaksi. YB Mangunwijaya. berkarya dalam bahasa itu. Sionil Jose. Harus dicatat kecenderungan itu tidak mati. Samad Said (Malaysia). Novel itu membuktikan bahwa dia bukanlah penulis kemarin sore yang masih diragukan kualitas dan reputasinya setelah kemenangan mengagetkan meraih hadiah Pulitzer untuk fiksi. di antaranya Ankarn Kalyanapong dan Khamsing Srinawk (Thailand). dan Pakistan dengan Syed Waliullah. melainkan telah menjadi warga negara di negara berbahasa Inggris. Sebenarnya tidak semua penulis terkemuka dari India dan sekitarnya menulis dalam Inggris. isu yang kerap jadi subject matter karya penulis Asia bisa digolongkan dalam beberapa kategori. (4) harapan akan munculnya realitas baru yang lebih bisa dicerap nalar dan adanya pemahaman dan pemihakan atas keyakinan yang dianut penduduk setempat. Bangladesh. di Filipina yang terutama adalah Jose Rizal. Korea oleh Richard Kim. yang berasal dari pecahan India. apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan isu poskolonial. antara lain (1) identitas individu di suatu tempat. terutama dalam khazanah sastra poskolonial dan diaspora. Jhumpa Lahiri telah menerbitkan The Namesake setelah keberhasilannya yang indah melalui Interpreter of Maladies. dan dia masih tinggal di negerinya sendiri yang tidak berbahasa internasional. mulai dari Salman Rushdie yang kontroversial hingga Vikram Seth yang menulis Suitable Boy. sementara budaya dan bangsanya kerap jadi objek eksotik penulis Barat. mereka tinggal di negara berbahasa Inggris. Shahnon Ahmad dan A. buku itu lantas diterbitkan oleh Penguin ke dalam bahasa Ingrris. Novel kontroversialnya. Nick Joaquin. ditulis dalam Urdu. Dengan beragam variasi. Dua yang paling terkini adalah Arundhati Roy dan Jhumpa Lahiri.

Meski keberhasilan kedua penulis itu masih kabur. dibanggabanggakan pencapaian literernya. di antaranya Vintage. Goenawan Mohamad. Sedikit di luar kecenderungan nyaris tidak ada penulis Indonesia menulis dalam Inggris. bukan semata-mata anggapan kritik setempat. Mereka rasanya bisa mengambil alih pelanjutan generasi terdahulu yang kerap diwakili oleh Rendra. Bukunya diterbitkan penerbit Barat. meski kemampuan membandingkannya dengan karya sejenis tak bisa diragukan. nama Richard Oh dan Dewi Anggraeni layak dikemukakan. Cantik itu Luka. dipuji-puji sejumlah kritikus sastra Indonesia sebagai salah satu novel yang bisa disejajarkan dengan adikarya manapun dalam ranah sastra poskolonial. meski buku itu belum diterjemahkan dalam Inggris. Salah satu yang paling terkemuka ialah Haruki Murakami. Sejumlah kritik.pada dasarnya terus melahirkan penulis dan karya yang mengagumkan. baik kritikus lokal dan asing.negara yang tidak berbahasa Inggris dan tampaknya merupakan negeri dengan industri penerbitan paling lemah di Asia Tenggara . dan Sapardi Djoko Damono. penulis produktif Seno Gumira Ajidarma. Dorothea Rosa Herliany dan Joko Pinurbo makin tak bisa disingkirkan sebagai eksponen terdepan penyair Indonesia bereputasi internasional. Sementara naskah N." demikian tulis Ahmad Kamal. Artinya. Setelah Pramoedya yang tampaknya belum tertandingi penulis lokal manapun reputasinya di dunia internasional. Indonesia . penerus yang bisa diajukan ke depan misalnya Ahmad Tohari (terutama untuk Ronggeng Dukuh Paruk). dan melemparnya ke kalangan pergaulan sesama sastra poskolonial jadi tugas bersama. yang menulis dalam Jepang namun reputasinya begitu terkemuka. dan yang lebih muda antara lain Ayu Utami dan Eka Kurniawan. Ini bisa dibuktikan dari munculnya penulis generasi lebih muda Asia dalam kancah khazanah literature berbahasa Inggris. melainkan karena kritik terhadap kedua penyair itu rata-rata kuat. Tentu saja ini membanggakan. Kritik dan penerbit bisa mengira-ngira seberapa bagus kans dan kesempatan seandainya buku tersebut diterjemahkan dan langsung dihadapkan dengan karya sastra poskolonial. misalnya puisi dan naskah drama. sebab keduanya menulis dalam bahasa internasional tersebut. sedangkan Dewi menghasilkan Snake Dancer. rasanya harapan itu tidaklah muluk.yang baik meletakkan kesusastraan Asia pada peringkat yang baik. Di ranah lebih minor. kita bisa menyatakan ternyata ada penulis Indonesia yang mampu menulis Inggris dengan baik. Dilihat dari perkembangan terkini. penulis eksponen posmodern Jepang. Richard Oh menghasilkan Pathfinders of Love dan Heart of the Night. Sebab hanya dengan begitu khalayak luar bisa menilai sendiri mutu karya tersebut. Riantiarno (Teater Koma) tampaknya merupakan satu-satunya naskah drama yang kini hadir dalam Inggris. berani berspekulasi tentang mutu sejumlah karya penulis Indonesia yang tak kalah dibandingkan masterpiece dunia. bukan semata-mata karena karya mereka telah diterjemahkan ke dalam Inggris. malah cenderung membaik. dan eksplorasinya tidak kalah dibandingkan Thomas Pynchon dan Anthony Burgess. Debut novel Eka Kurniawan. peringkat tinggi antara bangsa. memperkenalkannya pada khalayak berbahasa Inggris. disejajarkan Salman Rushdie dan Vikram Seth. .

Penerbit ternyata lebih suka menerjemahkan karya penulis Barat---mulai dari yang klasik. buku cerpen Jhumpa Lahiri dan Salman Rushdie. hingga cerpen Sudjinah---jurnalis anggota Gerwani yang jadi tahanan politik Orde Baru. Asia merupakan sumber kajian penting di samping Afrika dan Amerika Latin. F. dan tengah mempersiapkan sebuah novel Kenzaburo Oe---peraih Hadiah Nobel Sastra 1994. yang menjulang namanya berkat novel The English Patient. Salah satu maksudnya adalah agar sastra Asia dipandang dan bereputasi sejajar dengan bahasa dunia lain. Proyek penerjemahan dan penerbitan karya sastra Asia seharusnya juga mendapat perhatian selayaknya dari kalangan penerbit Indonesia. Indonesiatera. di tengah gelombang pasang naik industri penerbitan Indonesia hingga pertengahan 2004 ini. Riantiarno. fiksi Seno Gumira Ajidarma. Filipina. Lontar---yang disantuni sejumlah sastrawan dan budayawan senior Indonesia---berjasa telah menerjemahkan sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. Sementara edisi Inggris puisi Dorothea diterbitkan Indonesiatera. termasuk yang terakhir di antaranya adalah Negeri Hujan (Pira Sudham) dan The God of Small Things (Arundhati Roy). Penerbit yang memiliki perhatian pada penerbitan sastra Asia bisa dibilang terbatas. antologi penulis Iran.Bagaimanapun keadaan dan dinamikanya. Dari Asia. Metafor di antaranya menginggriskan karya Danarto. bahkan bisa jadi sejumlah unsur dan karakternya serupa. Amrita Pritam (penulis India). sudah akrab dengan pembaca awam. Abracadabra. antara lain puisi Joko Pinurbo. mereka memiliki lini produk bernama "Obor Cipta Sastra Dunia Ketiga". . Sebuah Rumah untuk Tuan Biswas---adikarya VS Naipaul. Yukio Mishima. dan Metafor melakukan hal mirip demi memasyarakatkan sastra Asia. Ketiga penerbit ini terbiasa menerbitkan buku dalam Inggris. Yayasan Obor Indonesia (YOI) rasanya merupakan lembaga penerbitan yang merupakan pionir dan terbaik dalam upaya mempersembahkan buku sastra Asia. avant-garde. novel Ahmad Tohari. Yayasan Lontar. Gramedia. hingga kontemporer. di antaranya Amy Tan dan Michael Ondaatje. seorang penulis asal Pakistan. setidak-tidaknya karena realitasnya sangat dekat dengan kita sendiri. namun begitu berkonsentrasi. Yasunari Kawabata---tapi agaknya peran itu sedikit surut dan mereka cenderung lebih serius menggarap sastra daerah. yang berusaha menghadirkan karya utama sastra poskolonial---tak peduli dari mana itu berasal---dengan penerjemahan dan penyuntingan bertanggung jawab. dihadirkanlah karya Syed Waliullah. dengan langkahnya sendiri---misalnya mengemas secara pop dan memperlakukan terbitannya semata-mata tampak sebagai komoditas---sejak awal juga menghadirkan buku penulis keturunan Asia. Sionil Jose. lebih-lebih dalam bahasa setempat. Harus diakui. Menerbitkan karya sastra Asia dalam bahasa internasional. upaya itu patut dipuji. di antaranya memperkenalkan Ryonesuke Akutagawa. yang tampaknya memang bersaing mengisi ceruk pangsa pasar ekspatriat. Pustaka Jaya harus dicatat sudah sejak lama memiliki kesungguhan menerbitkan sastra Asia. mereka menerbitkan Gunung Jiwa (Gao Xinjiang). upaya menerbitkan karya sastra Asia masih minim. dengan sendirinya juga merupakan persoalan penting. perkembangan buku sastra Asia tetap menarik dan layak diperhatikan. Jalasutra boleh dibilang penerbit muda yang juga mulai serius dengan sastra Asia. drama N. meski dalam hal pengemasan dan desain kerap menyedihkan. Shahnon Ahmad. Sementara itu Penerbit Serambi diberitakan berusaha mengisi ceruk ini dengan menerbitkan buku-buku karya Tariq Ali.

Bila jeli. Tema-tema buku sangat bervariasi. Rumah Buku Bandung. konsisten. Kedua kondisi itu kini malah dipengaruhi sangat kuat oleh munculnya faktor isu poskolonialisme. ribuan buku karya dan tentang negeri lain masuk dan dikonsumsi jutaan penduduk. belum banyak buku karya anak negeri maupun tentang Indonesia yang mengisi rak-rak buku warga dunia. demografi. Politik penerbitan. etnografis dan etnologi. kedua menguatkan dinamika sastra Asia agar kehadiran. Equinox menerbitkan puluhan buku karya penulis asing tentang Indonesia maupun beberapa karya penulis dalam negeri. pengeksplorasian. Untuk bisa masuk pergaulan global. Seluruh buku . sebab rentang sumber daya dan budayanya luas sekali. Equinox menerbitkan karya orang Indonesia dalam bahasa Inggris selain puluhan buku yang memang ditulis dalam bahasa Inggris. pemasaran. militer.Informasi di atas tampaknya menunjukkan bahwa sebenarnya pangsa pasar buku sastra Asia belumlah penuh diisi pemain. penerbit tampaknya masih terbuka lebar bisa melakukan sejumlah hal menantang--pertama menghadirkan buku yang memiliki ikatan emosi. maupun seluk-beluk kehidupan warga Jakarta. Salah satu penerbit yang berupaya membawa Indonesia masuk ke dalam perbincangan komunitas dunia adalah Equinox. dan inovatif menggarap ceruk ini. kopi. Etno Books. Mengglobalkan Indonesia Lewat Buku Zaman globalisasi saat ini memungkinkan berbagai jenis komoditi masuk pasar dunia. kebijakan luar negeri Indonesia. dan Java Books---akan sangat membantu perhitungan bisnis penerbitan tersebut. mengingat karya-karya klasik pun tidak tergarap maksimal oleh pemain lama. intelektual. kualitas terjemahan. cultural studies. tak terkecuali komoditi kebudayaan seperti buku. distribusi. sejarah. dan pencapaiannya tambah bersaing di hadapan khazanah sastra belahan dunia lain. seorang warga Amerika Serikat. biografi. karena itu kerja sama dengan toko atau importir buku yang target pasarnya orang asing (ekspatriat)---antara lain QB World Books. sama dengan pembacanya. bahkan desain buku tentu tidak bisa diabaikan ketika hendak menghadirkan sastra Asia (ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris). sementara itu produknya pun banyak. sastra diaspora. yang menjadi pemilik sekaligus Managing Editor. mulai dari tema akademik seperti analisis ekonomi politik ilmu sosial di Indonesia. Didirikan tahun 1999 oleh Mark Hanusz. sejarah organisasi serta produk kebudayaan Indonesia seperti kretek. cukup laku dijual.[] (Terima kasih pada Yuliani Liputo dan Sofie Dewayani yang memberi masukan). Sebaliknya. Aksara. Di Indonesia sendiri. menarik perhatian. hingga tema sastra. Penerbit Equinox. serta kajian Asia (Asian studies)---menjadikan semua yang berbau Asia tampak selalu seksi. dan identitas Asia. Anwar Holid eksponen komunitas TEXTOUR. Kinokuniya.

terbitannya juga dijual lewat toko buku terbesar dunia yaitu situs www.amazon.com, selain beberapa distributor dunia dan institusi akademik seperti Institute of South East Asian Studies (ISEAS). Ragam tema dan isi yang menarik membuat cukup banyak di antara buku-buku terbitannya menjadi pembicaraan buletin, koran, dan majalah asing seperti New York Times, Asia Observer, South China Morning Post, Straits Times, Far Eastern Economic Review, Time Asia, The Asian Review of Books, dan International Institute for Asian Studies. Namun demikian, Equinox tetap menyediakan beberapa judul yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, agar lebih banyak warga Indonesia ikut membacanya. Dari Saham ke Buku Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di SBC (Swiss Bank Corporation) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang kretek dan menuliskannya dalam bentuk buku. ―Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It‘s human nature,‖ ceritanya. Maka ia memulai riset tentang rokok kretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. ―Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,‖ papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini. Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok kretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal kretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi kretek. ―Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,‖ urainya lagi. Penerbitan buku tentang kretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes, diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaaan pembuatan rokok klobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. ―Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,‖ jelas Mark Hanusz dengan lugas. Tentang Indonesia Selama delapan tahun, Equinox telah menerbitkan 74 judul buku yang menjabarkan berbagai aspek tentang Indonesia. Terbagi atas kategori fiksi, non-fiksi, illustrated books, buku-buku

akademik, dan seri klasik Indonesia, Equinox menampilkan ragam persoalan dengan berbagai sudut pandang, yang ditulis oleh orang Indonesia maupun asing. Beberapa buku non-fiksi yang ditulis oleh Ken Conboy, seorang konsultan manajemen keamanan yang telah tinggal di Indonesia sejak 1992 misalnya, memaparkan sejarah serta seluk beluk lembaga militer Indonesia, baik pasukan elit di ke-empat angkatan, Kopassus, maupun lembaga intelijen negara. Buku lainnya yang ditulis oleh Wimar Witoelar mengungkap hal-hal yang terjadi saat ia menjadi juru bicara presiden Abdurrahman Wahid. Pada aspek lain, terbit juga buku tentang pembunuhan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, berjudul The Invisible Palace yang ditulis Jose Manuel Tesoro, seorang koresponden majalah Asiaweek. Buku ini mendapat predikat buku terkemuka dalam Kiriyama Award pada tahun 2005, sebuah institusi yang mendorong terbitnya karya-karya untuk menumbuhkan dialog kebudayaan antarbangsa di kawasan Pasifik dan Asia Selatan. Ulasan cukup banyak diberikan kepada buku Equinox lainnya yang berjudul Jakarta Inside Out, karya Daniel Ziv, mantan pemimpin redaksi majalah djakarta!. ―Berbeda dengan buku-buku tentang wisata untuk para turis, Daniel Ziv menyajikan aspek yang tidak klise tentang sebuah kota dengan bahasa populer, foto-foto dengan sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, namun tetap berbasis pada pengamatan yang mendalam,‖ tulis majalah Time Asia. Sementara itu Far Eastern Economic Review menyebut buku Ziv, ―berhasil memadukan gambaran tentang karakter sebuah ibukota negara dengan format baru gaya penulisan pop-art.‖ Gambaran tentang Indonesia dilengkapi Equinox dengan penerbitan kembali buku-buku yang tidak lagi dicetak namun memiliki arti penting dalam pembentukan pemahaman tentang Indonesia. Terdapat 16 judul yang telah terbit dan dikategorikan sebagai Classics Indonesia. Sebagian besar di antaranya pernah diterbitkan oleh Cornell University, AS, seperti buku Language and Power dari Benedict Anderson yang pernah terbit tahun 1990; Army and Politics buah pena Harold Crouch dan terbit pertama kali tahun 1978 serta pernah dilarang beredar di sini; maupun buku Villages in Indonesia karya Koentjaraningrat yang pernah terbit tahun 1967. Dalam peluncuran tujuh judul seri Classics Indonesia pada Maret 2007 lalu, salah satu buku yaitu The Rise of Indonesian Communism karya Ruth T. McVey dicekal oleh Bea dan Cukai. ―Buku itu dicetak di luar negeri. Ketika dibawa masuk ke Indonesia, ditahan oleh Bea dan Cukai. Kurang jelas alasannya. Sampai saat ini, tidak ada yang memberitahu saya kenapa buku itu tidak bisa keluar dari Bea dan Cukai,‖ jelas Mark Hanusz. Ketika diajukan kemungkinan komunisme sebagai alasan pencekalan, ia menjawab sambil menunjukkan keheranannya, ―buku itu adalah buku sejarah, bukan buku yang mempromosikan ideologi komunisme. Dan semua orang sudah tahu bahwa memang dahulu di Indonesia ada partai komunis yang besar sekali. Pada saat peluncuran itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan bahwa buku itu boleh beredar di sini.‖ Margin kecil Sebagai penerbit berbahasa Inggris yang mengkhususkan diri pada buku-buku mengenai Indonesia, Equinox mendistribusikan sebagian besar buku-bukunya keluar Indonesia. Harga

bandrolnya pun dipasang sesuai standar pasar dunia, mulai dari delapan dollar hingga 75 dollar AS. ―Penerbit buku Indonesia yang agresif sekali adalah ISEAS sementara Oxford Asia sudah tutup dan penerbit lainnya tidak banyak,‖ jelasnya lagi. Dengan kata lain, di dalam pasar buku Indonesia di dunia, Equinox hampir-hampir tidak memiliki saingan. Hingga kini, buku Equinox yang cukup banyak terjual adalah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tales from Djakarta sekitar 4000 eksemplar. Buku lainnya, Jakarta Inside Out terjual 3000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan. ―Awalnya kami mencetak di luar negeri yaitu di AS dan Inggris. Sekarang semua buku kami cetak di sini dan Equinox sudah mengeluarkan banyak buku. Jadi bisnis ini sudah lumayan,‖ paparnya tanpa bersedia menyebutkan omzet yang didapat setiap tahun. Meskipun demikian, Equinox memiliki komitmen lain yaitu turut melestarikan lingkungan hidup terutama hutan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal penerbitan buku seri Classics Indonesia, Equinox menggunakan kertas daur ulang yang diimpor dari Denmark. ―Ongkosnya memang lebih mahal, sehingga margin profit kecil, but it’s good for the environment,‖ ujarnya. Untuk menyiasati ongkos yang mahal tersebut, Equinox menerapkan sistem POD (Print On Demand), yaitu mencetak sesuai permintaan. Hal ini akan menghindari buku dengan ongkos produksi lebih mahal menumpuk di gudang. Hingga saat ini, buku Java in A Time of Revolution karya Ben Anderson merupakan buku dari kategori ini yang paling banyak diminati. B.I. Purwantari Artikel telah dipublikasikan di "Kompas", edisi 12 Mei 2008. Publikasi ulang dan penerjemahan artikel ini dilakukan dengan ijin penulis.

Gerilya dari Acara sampai Ruang Maya
"Sebagai penerbit umum, kurang lengkap rasanya bila kami tak menerbitkan buku puisi. Saya pribadi akan tambah senang bila semakin banyak buku puisi terbit, oleh penerbit manapun. Semoga dengan semakin banyaknya buku puisi beredar di masyarakat, akan semakin meningkat pula gairah warga terhadap puisi," begitu Nung Atasana, manajer pemasaran penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengutarakan kebijakan yang diterapkan untuk buku puisi. GPU tak segan mendiskusikan buku, terutama di komunitas kota dengan banyak peminat sastra, seperti Jogjakarta dan Bandung. GPU mendatangkan pembaca puisi dan penyair agar bersamasama mengapresiasi terbitannya. Langkah ini memang bisa mengundang kecemburuan. "Mereka kan penerbit besar, dan modal untuk melakukannya ada. Coba kalau tidak, tentu mereka pun tidak berani melakukan promosi sewajarnya, sebab takut tak balik modal," demikian terdengar komentar dalam obrolan. Pada April 2008 GPU menerbitkan buku puisi karya penyair-kritikus Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, dengan peluncuran tergolong mewah, diadakan di Goethe Haus, Jakarta. Acara itu disponsori Soetrisno Bachir, politikus yang kini cukup sering mempublikasi diri menggunakan idiom puisi. Acara seperti itu tentu sulit ditandingi oleh penyair maupun penerbit Indonesia manapun.

"Saya tidak suka dengan model seleksi seperti Grasindo. Saputra rata-rata mengemas buku secara sederhana.Kondisi penerbitan buku puisi Indonesia secara umum cenderung datar dari tahun ke tahun." Grasindo sudah lama dikenal banyak menerbitkan buku puisi. baguslah itu. kami pasti mau menerbitkan buku puisi. Syarat ini jelas hanya bisa dipenuhi oleh penyair senior. namun mereka menyayangkan sistem penjurian yang tertutup. Dua penerbit baru yang sekarang tampak konsisten menerbitkan buku puisi ialah Ultimus (Bandung) dan Bukupop (Jakarta. apalagi penyair tak terkenal. Meski begitu. Penyair masih ada di pinggiran. agar tidak menimbulkan kesan puisi yang 'populer. ketimbang didominasi sama Grasindo. Urip Herdiman Kambali." ujar Urip. "Saya bekerja dengan model concept album atau antologi tematis. (terutama dari) variasi gaya penulisan. "Keberanian Bukupop harus diacungi jempol. Ksatria di Jalan Panah . Meski begitu mereka masih bisa mengejar trend desain. Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur (2005) yang pada 2006 masuk short list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006. kalau bukan menerbitkan sendiri. namun tampaknya keseriusan itu sekarang kalah oleh pasar. Beberapa tahun lalu AKY Press dan Blocknot Book di Jogjakarta berani menerbitkan karya sejumlah penyair muda kabur (obscure poet) agar bisa diperhatikan kalangan pembaca. Kini sudah beberapa belas judul mereka terbitkan. karena dicetak pada art paper dan di dihiasi banyak foto. Hadiah besar dari KLA memang menggiurkan penyair. pada 2007 yang masuk ialah Angsana." puji Dian Hartati. penyair Bandung yang puisinya berkali-kali masuk antologi bersama dan memiliki kumpulan puisi Nyalindung (2005) dan Cerita Tentang Daun (2007). "Tidak bagus iklimnya. sisanya dijual Ultimus. para penyair tetap bersemangat mencari alternatif penerbitan. semua berupa seleksi dari karya penyair yang sudah pernah diterbitkan. mengamini. Karena itu Ultimus siap kerja sama dengan siapapun asal perhitungannya saling memuaskan. dengan harga berkisar 25 ribu ke bawah. beberapa di antaranya karya penulis Indonesia yang tinggal di luar negeri. Ultimus amat berhitung menyiasati harga produksi." Urip menerbitkan sendiri buku debutnya." kata Bilven." Karna. "(Namun) jangan sampai asal menerbitkan. "Kalau memang konsisten. sementara Bukupop menerbitkan banyak buku penyair muda antara lain Tulus Widjanarko dan Wayan Sunarta. penyair Jogja yang pada awal 2008 menerbitkan sajak lengkap Otobiografi. Belum sampai dicari oleh penerbit. Satu judul rata-rata mereka cetak seribu kopi. "Secara umum tak seheboh penerbitan prosa (fiksi)." kata dia via email. tapi secara kualitatif buku puisi yang diterbitkan beberapa tahun terakhir tidak memalukan penyair Indonesia. Begitu terbit royalti 10 per sen yang dikonversi sebagai buku langsung diberikan kepada penulis. model seleksi seperti itu ternyata bukan favorit semua penyair. yaitu hard cover dan berjaket. "Asal biaya produksi ditanggung. Lepas dari berbagai hambatan dan kendala finansial.'" Saut pun mendukung Bukupop. Ini diakui oleh Saut Situmorang. Penerbit Bentang sejak diakuisisi kelompok Mizan setahun sekali menerbitkan buku puisi yang dikemas serius. Pilihan puisi lengkap seperti dilakukan Saut Situmorang tentu sulit ditempuh penyair pemula atau tanpa didukung keuangan memadai. Bukupop milik Karsono H. artinya perlulah dewan redaksi menyeleksi lebih ketat naskah yang akan diterbitkan.) Ultimus menerbitkan baik karya penyair mapan maupun mereka yang baru pertama kali menerbitkan buku. penyair yang telah menerbitkan dua buku puisi. editor Ultimus. Dua buku Soni Farid Maulana masuk short list KLA dua kali berturut-turut. Aurelia Tiara menerbitkan Sub Rosa dengan harga cukup mahal untuk ratarata buku puisi. misal menggunakan huruf embos.

setelah itu mati. Mereka membuat blog dan situs. daripada pusing memikirkan faktor di luar sastra. keluarga Pandawa yang memihak Kurawa." ujar Saut sengit. Boleh jadi di zaman Internet sekarang punya blog atau situs merupakan prasyarat bagi setiap penyair. Para penyair sadar mereka harus gerilya menghidupkan situasi stagnan. Menapak ke Puncak Sajak (2008). merekomendasikan link yang bagus. Menurut Dian." kata Dian. Milis seperti apresiasi-sastra@yahoogroups. beberapa temannya bisa menjual ratusan buku langsung dengan cara seperti ini. melainkan juga dituntut tahu banyak perihal produksi. Mereka saling terkait satu sama lain." kata dia. yang karyanya sudah terbit maupun belum. yang kerap divariasikan dengan pembacaan atau musikalisasi puisi. Penerbit independen gonta-ganti muncul. tapi sebagian judul ada yang senantiasa jadi favorit pembaca sepanjang tahun. Selain itu. begitu produktif sampai sudah menerbitkan lima e-book puisi. Mereka bukan saja bergumul dengan estetika dan menjelajahi tantangan sastra. eksplorasi dan eksperimen. bahkan distribusi. Terbatasnya penerbit yang bersemangat menerbitkan puisi membuat penyair mencari banyak alternatif berusaha memecah kebuntuan itu. "Kalau langsung dijual pada acara baca puisi ternyata laris manis! Mitos toko buku saja bahwa buku puisi susah dijual!" . Eka Kurniawan baru-baru ini merekomendasikan sejumlah alamat blog dan situs yang dikelola oleh penyair dan penulis. "Penjualan buku puisi itu jelek cuma di toko-toko buku. baru-baru ini Koekoesan malah menerbitkan buku dia tentang apresiasi puisi. Buku puisi bukan jenis yang bakal jadi bestseller. juga aktif di milis komunitas sastra. Urip mengadopsi pendekatan berkarya yang kerap ditempuh grup art dan progressive rock. baik pembaca umum maupun sesama penyair. Puisi yang muncul di blog dan milis nyaris mustahil dihitung. "Pelajar sebenarnya antusias dengan puisi. Malah ada penyair kurang beruntung karena belum punya buku puisi sendiri.com setiap hari menerima posting puisi tanpa henti dari anggotanya. Fakta bahwa Joko Pinurbo atau Nirwan Dewanto baru menerbitkan buku di atas 35 tahun merupakan legenda bahwa kepenyairan merupakan perjalanan dan pengabdian panjang. Kondisi serabakekurangan ini membuat tugas penyair Indonesia berat. "Menerbitkan buku jenis ini seperti pekerjaan yang hanya menuju pada kematian iseng sendiri. Penyair Terbaik Cybersastra Award 2000-2006. Link menghubungkan mereka dengan siapapun. Hampir semua penyair. namun terbatasnya informasi tentang karya sastra dan jauhnya jarak dengan toko buku membuat mereka tak tahu karya apa yang harus dinikmati. Hasan Aspahani." kata Hasan Aspahani. Jalan yang paling banyak ditempuh ada di dunia cyber. promosi dan resensi.(2007)---buku kedua Urip terbitan Cakrawala Publishing merupakan puisi epik tentang Karna. namun inkonsistensi penerbitan jadi persoalan besar. Salah satunya langsung menawarkan buku kepada publik setiap kali ada acara peluncuran atau bedah buku. Namun bagaimanapun caranya mereka suatu saat ingin menerbitkan buku. biasanya dibantu kawan untuk menangani. Soni mengaku suka membawa buku-buku puisinya ke SMU-SMU yang cukup sering mengundangnya bicara tentang puisi atau sastra. blog memungkinkan mereka fokus pada persoalan kepenyairan. "Ada kesan buku puisi sering dibilang produk gagal oleh sebagian penerbit. Namun membanjirnya produksi puisi di Internet oleh sebagian kalangan penyair sendiri masih dianggap kurang memuaskan karena mengabaikan proses seleksi maupun kedalaman. besar-besaran menguasai media publikasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi. Kenyataan ini disadari semua penyair. Alih-alih syairnya. Penerbit seperti itu satu-dua kali menerbitkan.

Namun bila dari jumlah itu pun pembelinya terbatas. eksklusivitas jadi masalah. Kini beranggota lima ribu lebih. Senayan Abadi. bahkan mendirikan Lingkar Pena Publishing House. termasuk di luar negeri. Buku ini menggunakan mekanisme pemilihan suara via SMS pembeli buku untuk menentukan puisi terbaik. sementara penerbit kesulitan memasarkan produk dan bertindak ekstra hati-hati dengan sangat selektif memilih naskah. Sejumlah penulis yang eksplisit mengusung tema Islam mengalami banyak penolakan. Setelah penulis FLP membanjiri fiksi Islam. Sulit mengharapkan kelompok sekular atau non-Mulsim mau membaca produk yang masuk kategori fiksi Islam. . dan terus laris mengiringi pemutaran adaptasi filmnya. Kelompok Mizan.Dinamika lain buku puisi yang muncul baru-baru ini ialah terbitnya 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008 oleh Pena Kencana & GPU. Selain Helvy. menjurus berceramah. Di kota dengan nuansa Islam pekat seperti Banda Aceh. antara lain adopsi berlebihan terhadap bahasa Arab. FLP dibidani dua bersaudara Helvy Tiana Rosa & Asma Nadia dan kawan-kawan pada 1997 sebagai jadi organisasi kader penulis yang sangat sukses. Bila berharap dari potensi jumlah pemeluk Muslim. terutama As-Syaamil. GPU. Mereka kerja sama dengan penerbit kuat. Novel karya Habiburahman El-Shirazy ini per awal 2008 diberitakan telah terjual 300. Cabang FLP ada di 125 kota. FLP berjasa menumbuhkan literasi di kalangan mahasiswa. Ahmadun Yosi Herfanda. Toko buku meretur fiksi Islam karena menghabiskan ruang namun daya serap merosot. yang ditonton kurang-lebih 2. pilihan tersebut baik-baik saja. Sejauh ini belum ada laporan atas respons masyarakat terhadap buku tersebut Anwar Holid Kontributor Forum Buku Copyright: Goethe-Institut Indonesia Di Simpang Turunan Tajam: Dilema Penerbit Islam Menghadapi Krisis Sulit dibantah bahwa Ayat Ayat Cinta merupakan puncak fiksi Islam Indonesia abad ke-21. Sejumlah kritik menyatakan kelemahan paling mencolok dari para penulis ini ialah terlalu eksplisit mendakwahkan Islam." Genre ini dibangun kesuksesan Forum Lingkar Pena (FLP) menciptakan buku yang dengan baik diserap pembaca Indonesia. Bahkan diobral besar-besaran pun gagal membuat calon pembeli merogoh dompet. Daya serap fiksi Islam terbatas pada kaum Muslim. Penerbit Republika. termasuk berhasil memikat penulis yang awalnya tak berafiliasi dengan keislaman. karena sebagian pembaca tahu genre itu hanya membahas dunia keislaman. Habiburahman. Sebenarnya Ayat Ayat Cinta bukan pionir dari genre yang secara umum disebut sebagai "fiksi Islam. penulis Islami yang bisa bertahan dengan baik ialah Gola Gong---veteran yang di awal karir kepenulisannya melahirkan serial legendaris Balada si Roy dan Pipiet Senja---juga penulis kawakan yang memulai karir penulisan dari novel pop.000 kopi. Asma. termasuk dari unsur yang paling permukaan. menilai sistem itu "kurang cerdas" dan rawan manipulasi.5 juta pasang mata dan memecahkan rekor box office. penyair senior. kira-kira menjelang satu dekade kemudian pasar fiksi Islam stagnan.

termasuk dilakukan peneliti luar negeri Stefan Danerek (Universitas Lund. riwayat penerbitan Islam di Indonesia harus diakui memiliki sejarah panjang dan sumbangsih penting bagi perkembangan bangsa. Al-Ma'arif. kelompok penerbit Islam paling terkemuka sekarang menulis di Tempo bahwa perkembangan perbukuan Islam Indonesia bisa berperan positif dalam menjamin kelanjutan kebangkitan dan tegaknya nation Indonesia yang multikulturalistik. Jerman. Kuntowijoyo menulis risalah "sastra profetik" untuk menegaskan posisi sastranya. meski sekarang bertahan sekadarnya dan ada yang tutup. juga menjauhkan diri dari eksklusivisme. Swiss) dan Monika Arnez (Universitas Passau. Tumbangnya sejumlah penerbit lama berciri khas Islam disinyalir karena kegagalan menyajikan buku sesuai selera pasar yang senantiasa berubah. Para penulis ini diakui lebih karena kualitas estetika dan sastrawi. tanpa kehilangan identitas religius asal memelihara sifat modern. sama tatkala trend chick lit atau buku anthurium mulai jenuh. dan damai. CEO Mizan. Mustofa Bisri. emosional. Sejauh ini kritik tentang kualitas fiksi Islam terbatas. Sebagai negeri berpenduduk Muslim sangat besar. Apa ini terkait dengan etos bisnis Muslimin yang cenderung bersahaja. . Pustaka Salman. lebih khusus lagi FLP. sebab dunia yang direpresentasikan dalam buku sebenarnya majemuk. Kuntowijoyo. bahkan eksklusif mesti segera diubah jadi sikap terbuka. penerbit masih menganggap itu sebagai gejala turunnya trend. rasional. Penerbit lama seperti Bulan Bintang. Keprihatinan lain ialah penerbit Islam jarang bisa bertahan bergenerasi-generasi. Pada akhir Mei 2008 Haidar Bagir. mampu mengembangkan bisnis sampai level sangat besar. pernah besar dan berpengaruh. Boleh jadi karena pasarnya masyarakat terpelajar Islam perkotaan. secara umum tradisi fiksi Islam dilanjutkan oleh penulis yang memang lebih menonjolkan moralitas. agar karya mereka diterima lebih luas.) Mungkin meruntuhkan resistensi terhadap fiksi Islam harus jadi agenda utama penulis Islam. terbuka. Penulis Muslim harus mendobrak tabu yang selama ini dianggap menghalangi kemajuan. Karya mereka pun sulit menarik perhatian kritik umum. Pembaca tetap akan lebih menimbang isi novel dan reputasi penulis daripada memilih jenis lini produk yang disediakan. Dahlan. mempertahankan skala kecil. Di lain pihak kecenderungan mereka belum merupakan gerakan massif. Pustaka Panjimas. atau merupakan persoalan manajerial dan profesionalisme. Abidah el-Khalieqy. terlalu fisikal mengedepankan identitas. Emha Ainun Nadjib. Meski penurunan terhadap fiksi Islam mulai tercium. Sejauh ini fiksi Islam memang belum jadi genre mapan. Diponegoro. termasuk melakukan inovasi dan kecanggihan pemasaran. Pembaca tambah kritis dengan selera sulit ditebak dalam kriteria tertentu. alih-alih ekspansif dan akuisitif. menghakimi (judgmental). terutama wanita. Danarto. maju. Jumlah penduduk Muslim ternyata belum bisa diandalkan untuk menjamin laku buku dan belum berubah jadi faktor menguntungkan. juga Motinggo Boesje begitu kental namun lentur menyusupkan nilai Islam. lebih sebagai keyakinan pribadi. Kesan seragam (monoton).Sebelum didominasi FLP.

Ruang dalam gerai hanya terdiri dari beberapa rak dinding. gerai Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) seharusnya minimal dua kali lipat besarnya dari tahun ini. mengingat ―kesuksesan‖ yang ditandai dengan meningkatnya tawaran kerjasama bisnis dari penerbit manca negara. Jepang. Kendati penampilannya masih sangat sederhana.Di negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Penampilan gerai Indonesia sendiri masih tergolong sangat sederhana. dan 2 buah almari kecil atau loker standar. ―Sebelum ini gerai Ikapi paling luas hanya setengahnya dari sekarang. Hal ini yang di luar dugaan karena sepanjang sejarah . Kalau pun ada hiasan. floor display. Anwar Holid Kontributor Buchforum/Forum-Buku tinggal dan bekerja di Bandung Frankfurt Book Fair 2007 . Begitu tekad yang dicanangkan oleh segenap insan perbukuan dari Indonesia di Konsulat Jendral Indonesia di kota Frankfurt Jerman beberapa waktu lalu. FBF 2007. harapan itu sangat masuk akal.Gerai Indonesia Mulai Dilirik Di tahun 2008 mendatang. Satu hal yang menarik dan sempat menjadi pembicaraan warga Indonesia selama pameran adalah penampilan gerai negara Malaysia yang menampilkan wayang kulit sebagai hiasan ornamen gerainya. interiornya pun sangat sederhana. Dilirik pengunjung Penampilan gerai Indonesia yang dikelola oleh Ikapi (Ikatan penerbit Indonesia) memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Optimisme mereka untuk membuka gerai yang lebih luas bukannya tanpa dasar. gerai Ikapi kali ini jauh lebih luas yakni. suatu hal yang langka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. interior di dalam gerai juga polos tanpa hiasan apa pun yang mencirikan Indonesia. hanyalah sebuah backdrop digital printing ukuran kecil (kurang dari 1 X 2 m) bertuliskan ―Ikapi‖ yang ditempel di tengah-tengah gerai yang bergambar beberapa orang berpakaian tradisonal Bali sedang menari Kecak dan beberapa poster yang di tempel seadanya di dinding gerai. Kalau pun ada ciri yang mewakili Indonesia hanyalah pada warna gerai yang dominan warna merah dan putih. dalam kenyatannya gerai Ikapi selama pameran tak pernah sepi didatangi pengunjung. Tak hanya penampilan luar dan desain konstruksi gerai yang standar. Kendati masih belum seluas dan semegah gerai negara-negara Asia lainnya seperti Cina. Seperti halnya dengan penampilan luarnya.‖ kata Nova Rasdiana pengurus Ikapi yang ditunjuk sebagai salah satu dari dua project officer (PO) gerai Ikapi pada pameran kali ini. di sela-sela penyelenggaraan pameran buku terakbar di dunia. 64 meter persegi (4 X 16 m) dibandingkan sebelumnya. karena hanya menggunakan partisi standar tanpa ada desain khusus bahkan ornamen atau facia (hiasan di sekitar nama gerai) yang mencirikan Indonesia pun tidak ada alias polos. Penampilan gerai Ikapi ini sangat sederhana dibandingkan dengan gerai dari negara-negara tetanga di ASEAN yang hampir semuanya dengan desain khusus dihiasi dengan ornamen khas negara masing-masing. bahkan negara tetangga Singapura yang kebetulan tahun ini lokasinya bersebelahan. 4 set meja kursi.

keikutsertaan di FBF. yang kemudian disusul dari percetakan sekitar 25 persen. buku-buku anak dan buku tentang Islam di Indonesia juga diminati.‖ kata Wahyu Priyanto salah seorang panitia pelaksana pameran dari Ikapi yang ikut menjaga gerai. Selama 5 hari pameran lebih dari 500 orang dari berbagai kalangan di industri buku dari berbagai negara berkunjung ke gerai Ikapi. Buku Asia Africa: Towards the First Century terbitan BAB Publishing menarik perhatian Munsachol Project (proyek di bawah Kementrian Luar Negeri Korea Selatan) sehingga rencananya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. ―Paling tidak. mulai hari pertama hingga akhir pameran. Ternyata. ―Saya nggak nyangka. Publishing House BALBÈ penerbit dari Lithuania tertarik untuk membeli hak cipta buku The Tarot Wayang terbitan Grasindo dan menerbitkannya di Lithuania. maupun yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. pembangunan gerai hingga pelaksanaan kegiatan selama pameran. Tak kurang dari 25 penerbit dari Eropa dan Brazil menaruh minat untuk mencetak buku. kita hanya sekedar memamerkan buku-buku yang kita punya. Hal yang cukup menggembirakan adalah pengunjung manca negara tersebut banyak yang menaruh minat terhadap buku-buku terbitan Indonesia. terutama buku jenis artbook di Indonesia. Sementara itu. dua penerbit sudah hampir pasti mencetak buku di tempat kita. agen. Selain itu. perpustakaan. tapi sebagai awal sudah cukup . Kebanyakan buku-buku yang diminati penerbit manca negara adalah buku-buku yang unik dan khas Indonesia. Belum banyak sih. Penerbit-penerbit tersebut kebanyakan menawarkan kerjasama yakni dalam bentuk barter hak cipta. Eropa sekitar 35 persen sisanya dari Amerika dan Afrika. Namun yang cukup menarik. Dari kartu nama yang ditinggalkan. ISEAS (Institute of Southeast Asian Studies) di Singapura misalnya tertarik dengan buku-buku terbitan Mizan seperti Why Muslim Partisipate in Jihad dan buku Islam in the Indonesian World. tetapi mereka juga berminat untuk mencetak buku di Indonesia. project officer Ikapi yang bertanggungjawab mempersiapkan gerai Ikapi mulai dari pencarian dana dan sponsorship. buku tentang Islam yang saya bawa ternyata ada yang berminat membeli copyrightnya. terus terang sebelum berangkat kita tidak berharap apa-apa dalam pameran ini. Untuk pertama kalinya gerai Indonesia mengikutsertakan industri percetakan dalam FBF tahun ini.‖ kata Nova Rasdiana Presiden Direktur RajaGrafindo Persada. pariwisata. Buku-buku Cerita Anak Nusantara yang diterbitkan oleh Erlangga juga diminati para penerbit dari Eropa antara lain dari Jerman dan Hungaria. dari asal negaranya sebagian besar berasal dari Asia dan Timur Tengah (60 persen).‖ ujar Raja Manahara Hutauruk dari penerbit Erlangga. ―Ada 13 penerbit yang tertarik membeli right dari kita. LSM dan orangorang yang punya kedekatan khusus dengan Indonesia. kehadiran dua perusahan percetakan. Soalnya. seperti tentang seni dan budaya. bahkan beberapa di antara mereka tertarik membeli hak cipta. hampir setengahnya (47 persen) dari kalangan penerbit buku. baru kali ini gerai Ikapi banyak dikunjungi. ISEAS juga berminat dengan buku Islamic Banking terbitan Raja Grafindo Persada. ―Terus terang kita tidak menduga kalau gerai kita akan dikunjungi orang sebanyak ini. yakni Indonesia Printer dan Jayakarta Agung Offset tidaklah sia-sia. Ternyata di luar dugaan. sisanya terdiri dari distributor. Dalam pameran ini tak hanya buku dari Indonesia saja yang diminati oleh penebit dari mancanegara. ada yang berminat membeli.

Oleh karena itu. utamanya penerbitpenerbit besar. Jadi. Selain karena hampir tidak mendapat bantuan dari pemerintah sama sekali. Untuk mewujudkan hal tersebut. Untungnya. ―Kita punya banyak penulis hebat dan bisa lebih hebat dari Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya. di tahuntahun mendatang selain penerbit dan percetakan. Dari 59 penerbit yang ditawari untuk menjadi sponsor. Ini juga dilakukan negara-negara lain seperti Singapura. Apa ada yang tertarik dengan buku-buku kita? Tetapi. Sekretaris Jenderal Dewan Buku Nasional di hadapan sekitar 40 orang masyarakat perbukuan baik dari penerbitan maupun percetakan yang sedang mengikuti FBF dalam acara buka bersama yang diadakan Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt. saya yakin kita bisa bikin gerai yang jauh lebih besar dari sekarang. bahwa sebenarnya industri perbukuan di Indonesia cukup potensial dan prospektif bagi pasar global. Malaysia. 80 Tahun Sumpah Pemuda dan juga 10 tahun Reformasi. pemasok tinta dan pemasok kertas. biaya yang dibutuhkan untuk keperluan pembangunan gerai honor dan biaya pendukung lainnya yang mendekati Rp 500 juta akhirnya tertutupi dari beberapa sponsor.‖ ujar Nova Rasdiana. Keikutsertaan Ikapi dalam pameran ini memang belum optimal. tidak ada salahnya apabila hal itu kita pakai sebagai momentum kebangkitan nasional kembali Indonesia melalui keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2008 dengan lebih percaya diri. ―Kalau kita tanggung secara bersama. Kita nggak perlu bikin gerai sendiri-sendiri. nggak hanya titip buku saja. Thailand. kita berkumpul jadi satu sehingga gerai kita bisa lebih luas dan lebih bagus dari yang ada sekarang. Direktur Marketing Indonesia Printer. . Apalagi kalau penerbitpenerbit besar seperti Gramedia. dan penerbit besar lain ikut berpatisipasi lebih. ―Kita masih sering kalah dalam soal harga dengan Cina. Tantangan tahun 2008 Keinginan untuk tampil lebih percaya diri dan lebih representatif dalam FBF tahun 2008 juga didorong oleh semangat untuk bangkit dari keterpurukan.‖ tegas Frans Meak Parera. pasti gerai Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Agromedia.‖ kata Manahara.‖ katanya. Dari segi kualitas. Sudah saatnya industri buku Indonesia tampil lebih percaya diri dan tidak perlu ragu menampilkan segala potensi yang dipunyai dalam pameran buku terakbar seperti ini. melihat begitu antusiasnya pengunjung terhadap potensi industri buku Indonesia seperti yang kita saksikan selama 5 hari pameran ini. hanya 10 penerbit yang akhirnya ikut berpartisipasi menyumbang dana. juga belum didukung sepenuhnya oleh kalangan industri buku.‖ tambah Manahara. kecuali bantuan dari pihak Konsulat Jenderal setempat. ―Kita sebelum ini memang kurang percaya diri dengan produk kita sendiri. saya kok optimis.‖ jelas Victor Ho. di antaranya dari percetakan. ―Tahun 2008 nanti kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. salah satu syarat yang harus dilakukan adalah dengan memperluas ukuran gerai di tahun mendatang. Sambutan pengunjung yang di luar dugaan dan sangat menggembirakan dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam FBF 2007 ini menunjukkan.bagus. sudah waktunya penulis-penulis Indonesia juga hadir di Frankfurt. percetakan kita tidak kalah dengan negara-negara lain seperti China dan India yang selama ini banyak mendapat order cetak dari penerbit-penerbit Eropa.

Kami percaya bahwa tekad yang kuat pasti berbuah hasil yang baik. Peter Ripken namanya. Kami berdiri guna membantu merealisasikan harapan para penulis lokal untuk dikenal secara nasional. Kami pun digayuti kecemasan. Bahkan. Pertanyaan pertamanya. Museumsuferfest merupakan festival musim panas terbesar di kota Frankfurt. Tentu saja. Dyah Merta dengan karakter lokal Lampungnya sementara Gunawan Maryanto menyusupkan sastra Jawa Kuno ke dalam narasi-narasinya.5 juta orang dari berbagai negara Eropa dalam waktu hanya 3 hari. Jerman Artikel ini telah dipublikasikan di "Kompas". baik dari kalangan industri buku maupun dari Konsul Jenderal Frankfurt Eddy Setiabudhi.Seruan Frans Parera ini ternyata mendapat sambutan positif dari yang hadir di situ. kami berniat memberitahukan pada dunia: bahwa di belahan bumi selatan bersarang banyak talenta lokal yang kuat. Kenapa tidak? Pada satu pagi beberapa bulan setalah pertemuan itu. Penerbit KOEKOESAN mendapat undangan selaku peserta di Frankfurt Book Fair. Sebagai penerbit baru dengan jumlah karya yang belum begitu banyak. ―Apakah berminat apabila satu ketika Penerbit KOEKOESAN diundang?‖. Namun. Satu-satunya yang bisa dijual adalah copy rights. Para genius lokal yang menunggu dirinya ditemukan sejarah. acara ini sangat potensial sebagai sarana promosi bagi Indonesia termasuk industri buku. Beliau begitu hangat dan membantu. Oleh karena itu. . apakah bukubuku kami layak untuk bertarung di pasar Eropa? Kecemasan itu sungguh beralasan. karena semua berbahasa Indonesia. Selaku penerbit dari dunia ketiga. lanjutnya. Salah satu orang penting di ajang tahunan Frankfurt Book Fair. sebuah e-mail undangan masuk ke kotak surat virtual saya. Harapan para penulis lokal harus diteruskan di tingkat internasional. Isinya mengejutkan sekaligus menyenangkan. Kami memutuskan untuk pergi ke Frankfurt. ―apakah Penerbit KOEKOESAN sudah pernah turut serta di ajang Frankfurt Book Fair?‖ Jawaban negatif langsung meluncur dari mulut saya. Tahun lalu acara ini dikunjungi oleh 3. 12 Nopember 2007 Publikasi dan penerjemahan dilakukan atas seijin penulis Bergegas ke Frankfurt Berawal dari sebuah pertemuan di satu sore di Goethe Institut. satu bernama Dyah Merta dari Lampung lainnya Gunawan Maryanto dari Jogja. Kami berhutang harapan pada para penulis lokal itu. Apa pun yang terjadi kami harus berjuang keras. Tetapi kami sadar bahwa Penerbit KOEKOESAN didirikan di atas filsafat harapan. Para penulis yang telah mengabdikan dirinya secara total di bidang kepenulisan. Jakarta. Kami membawa harapan dua penulis lokal. Namun. dalam kesempatan tersebut Eddy Setiabudhi menantang para penerbit maupun percetakan untuk ikut berpartisipasi dalam acara Museumsuferfest 2008 yang akan diadakan pada bulan Agustus di tepi sungai Main di pusat kota Frankfurt. apa yang bisa diperbuat? Menjual buku jelas tidak mungkin. Keduanya adalah penulis berkarakter lokal cukup kuat. rasa senang itu tak bertahan lama. Anung Wendyartaka (Litbang Kompas) melaporkan dari Frankfurt.

Kami sudah bekerja keras menerbitkan karya yang baik. Latar Belakang Permasalahan Hidup manusia adalah proses belajar. baik dari pengalaman pribadi atau orang lain. Alasannya klise: takut tidak laku.pdf. novel. Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. koran. penerbit Indonesia kurang memiliki jaringan internasional. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara berpikir. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web. kami tidak membuat itu semacam ganjalan psikologis. siapa tahu melalui ajang sebesar Frankfurt Book Fair. Ini adalah sebuah pertukaran kebudayaan lewat buku. Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca (reading ability).1. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Namun. Kalaupun ada yang berbeda. Ketiga.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s12006-42401143-8557-timun_mas-chapter1. dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. Page 1 1 Universitas Kristen Petra I. komik. kepribadian. Harapan para penulis lokal di pundak kami jauh lebih berharga daripada memikirkan soal laku atau tidak. Berbekal pengetahuan awal tersebut kami menemukan beberapa musabab: Pertama. buku pengetahuan. Kami berangkat ke Eropa berbekal kecemasan dan harapan. Apalagi kami dibantu orang sebaik Peter Ripken yang tak kenal lelah memompa semangat kami. Cemas bahwa penulis-penulis lokal yang kami coba promosikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Namun. Eropa dan bahkan dunia menemukan penulis beranjak besar dari Lampung atau Jogjakarta. Ada banyak sekali jenis bacaan yang beredar di pasaran sekarang mulai dari tabloid. Membaca sudah kita lakukan sejak kecil hingga kita tua. Kami memang belum memiliki penulis sebesar Goethe.Kami tentu memahami bahwa tanpa penelitian awal kondisi karya penulis lokal di Eropa. Kedua. Lebih lagi ini bukan sekadar jual-beli copy rights. Keempat.petra. Sangat disayangkan minat baca bangsa kita boleh dibilang tertinggal bila dibandingkan negara lainnya. Kami harus lebih bekerja keras untuk memperkenalkan karya-karya itu ke pasar Eropa. maka kepergian kami menjadi tak bermakna. atau dari membaca buku. Kami juga diberitahu Peter Ripken bahwa karya-karya fiksi Indonesia di Eropa tidak terlaku laku. Donny Gahral Adian Direktur Penerbit KOEKOESAN Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://digilib. penerbit pun agak ragu memromosikannya. demikian pula Eropa dari penulis-penulis kami.World Bank di . Seperti kami sudah banyak belajar kebudayaan Eropa melalui penulis-penulis besarnya. kecuali Pramudya Ananta Toer dan Ahmad Tohari. penerbit Indonesia lebih suka membeli daripada menjual copy rights. tema yang digarap penulis lokal Indonesia kebanyakan sudah umum dan wajar bagi pembaca Eropa. penulis-penulis lokal kurang mendapat promosi internasional dari penerbitnya. majalah. pengetahuan.ac. dan lain-lain. kebudayaan serta wawasan kita terbentuk dari baca-membaca. Kami percaya pasar Eropa lebih melihat mutu karya daripada asal negara. PENDAHULUAN 1.

0) dan Hongkong (75. apalagi perpustakaan di luar kampusnya. Misalnya. Juga dukungan dan bimbingan kita untuk mereka. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. Dan yang sangat ironis. Kebanyakan mahasiswa dan dosen perguruan tinggi tidak mempunyai kebiasaan berkunjung ke perpustakaan kampus. dan terbitan lain dalam jumlah yang cukup. "Education in Indonesia . kemampuan membaca siswa Indonesia memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masya rakat negara belum maju seperti Sri Lanka. Namun. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. saat masih usia anak-anak. jurnal.5). 20 persen. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena 1 . dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. dan SMK. majalah ilmiah. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. Dady P. Rachmanata. dan Yayasan Pustaka Nusantara. Adicita Karya Nusa. 2 Minat baca dapat dipupuk sejak kecil. namun kebanyakan dari perguruan tinggi tidak memiliki fasilitas seperti itu. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. 1 Artinya dalam soal membaca. Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. baik dosen maupun mahasiswanya.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. pada kenyataannya. Thailand (65.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52. Rendahnya minat baca anak. Artinya. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan bukubuku cerita anak. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo dan dari Yogya. Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary. hal itu tidaklah mudah. Kanisius. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat.d. Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Untuk saat ini.6). Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. di sisi lain. Keadaan seperti itu ternyata juga terjadi pada siswa SLTP. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum Page 2 Universitas Kristen Petra 2 juga rendah. dengan fasilitas buku-buku yang mengugah dan menarik minat anak untuk membaca. tidak dimilikinya kebiasaan membaca yang memadai tersebut juga terjadi di kalangan perguruan tinggi.1).d. Kepala Perpustakaan Nasional. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. Padahal. dari sejumlah toko buku yang sudah di riset terdapat beberapa penerbit besar dari Jakarta. SMU.dalam salah satu laporan pendidikannya. Beberapa perguruan tinggi kita memang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku. Padahal. tetapi di Indonesia angkanya 1:45. Singapura (74.

Seperti beberapa buku karangan Maddona yang diciptakan untuk anak misalnya. jenis kalimat dan kata-katanya sudah tidak cocok untuk segmen anak-anak. Sedangkan dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara terbitan CV Pustaka Agung Harapan menyajikan cerita-cerita rakyat dengan bentuk buku yang tebal dan kecil Page 4 Universitas Kristen Petra 4 juga ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. hanya menggunakan satu warna hitam putih dengan kertas yang kusam dan gambar ilustrasi yang ruwet dan tidak menarik. tetapi juga orang dewasa.M. yang benarbenar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anak-anak. 2 ibid Page 3 Universitas Kristen Petra 3 serbuan media informasi dan hiburan elektronik. Buku-buku cerita rakyat yang beredar menggunakan ilustrasi yang sudah kuno dan tidak menarik lagi. Bagaimana Indonesia ini bisa mendidik negerinya dengan moral dan norma-norma serta budaya bangsa. dengan ilustrasi yang baru dan halaman yang full colour sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan buku cerita rakyat lainnya. mebuat si pembaca terbuai dan larut dalam cerita. hanya sayang buku-buku yang mengangkat cerita tentang budaya Indonesia kurang diperhatikan dan kesannya sudah mulai ditinggalkan. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. mereka tidak memperhatkan kualitas cetak. bila generasi mudanya lebih menyukai bacaan atau cerita-cerita dari negara lain yang memiliki moral dan norma serta pesan dan budaya yang berbeda dari negeri kita. Pikiran Rakyat.Pd. gaya dan penuturan cerita dan kalimat. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. Minat baca dan Kualitas bangsa. Penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak dalam artian cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. Sementara di Indonesia. rasa ingin tahu dan kreativitas anakbelum ada. Sebab. dalam alur cerita memang luar biasa lengakap tetapi dalam segi ilustrasi dan pencetakan kurang. juga pemilihan kata-kata yang tidak cocok untuk segmen anak. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. Sementara di pelosok desa. Seperti buku-buku terbitan Pustaka Setia untuk seri cerita rakyat. . yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah. juga dari segi ilustrasi. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menemani anak belajar. Bila dibandingkan dengan buku anak-anak keluaran dari luar negeri buku kita tertinggal jauh. dia mengunakan ilustrasi yang begitu menarik dan detail. baik dari segi kualitas cetak.KI Supriyoko. Belum lagi buku-buku keluaran Disney yang memiliki ilustrasi yang sangat menarik dan mengugah hati anak-anak. Dari buku cerita anak Seri Dongeng anak Indonesia terbitan Elex media komputindo. Buku-buku cerita anak yang sekarang beredar di pasaran sudah cukup menarik dan bagus baik dari segi ilustrasi dan ceritanya.

Dapat memahami.5. Bagaimana menyajikan cerita rakyat dalam ilustrasi yang menarik dan mengena di kalangan anak. Sehubungan dengan kebutuhan launching dan promosi untuk buku cerita Timun .2. sesuai dengan perkembangan jaman. 1. Memperoleh didikan moral. Bagaimana mendidik pembaca dalam hal ini anak-anak dalam memetik moral dan norma yang terkandung dalam cerita. 3. Manfaat perancangan bagi Universitas Kristen Petra : Menyediakan bahan informasi tertulis dan kajian mengenai perancangan ilustrasi cerita bergambar sebgai kontribusi dalam perkembangan desain. Bagaimana mengedukasi anak dengan moral dan norma serta budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. dan khas dari cerita aslinya. Dapat mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat umum melalui karya-karya yang dihasilkan. Perancangan ini juga hanya difokuskan untuk pembaca anak-anak sekitar usia 5 sampai dengan 7 tahun. Dengan menggunakan gaya bahasa yang disukai oleh anak-anak sekarang. Dapat menganalisa dan mengelola data yang diperoleh menjadi dasar dalam penyusunankonsep perancangan. 1. Menggalakkan kembali semangat membaca sejak dini. Manfaat perancangan bagi Mahasiswa : 1.6. Tujuan Perancangan Bagaimana membuat cerita rakyat kembali digemari dan hidupdi kalangan anakanak. Perumusan Masalah Bagaimana membuat cerita rakyat kembali hidup di hati anak-anak sekarang dan menarik untuk dibaca. cerita yang diangkat untuk jangka pendek ini adalah Timun Emas. Pembatasan Masalah Perancangan ini hanya akan mengangkat salah satu dari sekian banyak cerita rakyat.4. Manfaat perancangan bagi Target Audience: 1. 4. ornamen.3. Menjadi sarjana desain yang baik dan mampu menunjukkan kualitas yang sepadan. Lingkup Perancangan. norma dan budaya bangsa lewat cerita yang disampaikan. tetapi tidak meninggalkan budaya. 3. Dapat mengenal kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan 2. 1. Page 5 Universitas Kristen Petra 5 Bagaimana menyajikan ilustrasi cerita rakyat semenarik mungkin menurut versi dan gaya anak-anak sekarang. Manfaat Perancangan.1. membuka wawasan dan mampu menambah pengetahuan serta keterampilan sebagai seorang desainer grafis. 2. 1. Mampu mengevaluasi permasalahan secara obyektif 5. Tentunya banyak seri cerita rakyat yang lainnya yang akan di angkat dalam jangka panjangnya nanti.

7. Lingkup Perancangan 6. Konsep Media 2. Metode pengumpulan data. Page 7 Universitas Kristen Petra 7 1. Komposisi 3. obyek. Data teks didapat dari buku-buku cerita rakyat lainnya. Konsep kreatif 3.8. Tinjauan gaya desain Analisis dan Tinjauan Teori Konsep Perancangan 1. Rumusan Masalah 3. kemudian dijadikan dasar pengembangan ide kreatif dan visualisasi yang diwujudkan menjadi perancangan cerita rakyat untuk anak dalam kurun usia 5 sampai 7 tahun. kostum. Latar belakang 2. dan lainnya. Metode konsep perancangan Gaya desain yang akan dipakai akan disesuaikan dengan hasil survey yang akan menunjukkan gaya ilustrasi seperti apa yang menjadi tuntutan anak jaman sekarang ini. Metodologi Perancangan.Emas tersebut maka akan dibuat serangkaian promosi yang akan dipasang atau dilaksanakan di area Surabaya saja atau dalam kota. Tinjauan buku bacaan 3. tempat. Tujuan Perancangan 5. Page 6 Universitas Kristen Petra 6 1. Tinjauan teori cerita 4. Konsep rancangan cergam Perancangan Kreatif FINAL ARTWORK Alternatif Desain Evaluasi/Seleksi Lay out Pengembangan Ide Program Peracangan 5. Tidak lepas dari tujuan dibuat buku ilustrasi ini yaitu untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Indonesia maka ornamen-ornamen yang akan dipakai akan diteliti dan dipertimbangkan keasliannya. seperti karakter. Metode Analisis Dengan memakai data-data yang ada untuk menganalisa SWOT dari produk cerita rakyat yang sudah ada. Sistematika Perancangan 1. Ilustrasi Tinjauan Gambar 1. Sistematika Perancangan Pendahuluan 1. Penelitian pustaka juga perlu dilakukan untuk memperoleh landasan yang kuat dan akurat sehubungan dengan perancangan ini. Tinjauan teori pisikologi anak . Tinjauan judul perancangan 2. sedangkan data visual didapat dari buku-buku cerita anak yang lain disesuaikan dengan minat anak dan kegemaran anak sekarang melalui survey. Pembatasan Masalah 4. Unsusr gambar 2.

Dengan demikian dapat dijamin keadilan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh haknya berupa kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu. Anak-anak. Tinjauan teori ilustrasi 1. Di daerah perkotaan. Menko Kesra Prof. masih sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar sehari-hari. Tabulasi 4. Tidak mustahil bahwa anak-anak dan remaja “terpaksa” bekerja sebagai penghasil utama keluarganya. Kepala Sekolah. maka prioritas penyediaan dana untuk buku dan alat sekolah lainnya bukan prioritas yang tinggi. tetapi disesuaikan dengan tujuan memberikan pembekalan agar guru bisa menanggapi aspirasi masyarakat yang berkembang. Tinjauan cerita timun mas 2. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Frekuensi penerbitan buku siswa itu yang berjarak panjang harus diikuti dengan penerbitan buku guru secara periodik. Buku wajib sekolah memang tidak harus diganti setiap tahun. bagi daerah-daerah seperti ini akan merupakan suatu insentip yang menarik bagi orang tua mengirim anakanak mereka ke sekolah. serta guru bisa membekali diri dengan baik membantu memenuhi kebutuhan membangun suasana dan semangat kebersamaan. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Keadilan inilah yang sesungguhnya dijamin dengan falsafah Pancasila . Dr. masih dijumpai adanya angka partisipasi kasar sekolah yang rendah dan timpang. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. Anak-anak dan remaja bisa membaca buku yang disediakan dan disimpan pada perpustakaan sekolah. menyerap kemajuan ilmu dan tehnologi. dimana siswa umumnya anak keluarga mampu.6. setelah diperkirakan berapa kemampuan orang tua setempat membeli buku untuk anak-anaknya. Alwi Shihab mengambil keputusan yang menarik. Artinya. Menko Kesra Prof. Respon Publik 3. SWOT BUDAYA MEMBACA MEMBANGUN BANGSA Laporan: Prof DR Haryono Suyono Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Setiap siswa mampu secara mandiri menyediakan buku pelajarannya sehingga sekolah. untuk daerah-daerah tertentu. Keputusan memberlakukan buku untuk lima tahun. negeri dan terutama swasta. persatuan dan kesatuan dalam masyarakat sekeliling yang bisa merangsang kemajuan dan masa depan bangsa yang sejahtera. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. Keputusan tersebut harus diikuti dengan pengiriman bantuan buku yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat. dimana masyarakat umumnya kurang mampu. Keputusan menyediakan buku sekolah yang cukup merupakan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang sangat vital di pedesaan. tidak perlu menyediakan buku pelajaran untuk siswa di sekolah. buku sekolah berlaku untuk lima tahun. Dr. Masyarakat masih perlu didorong dan dibantu. buku sekolah tidak menjadi persoalan yang rumit. merupakan tenaga murah yang “terpaksa” harus bekerja di rumah atau di luar rumahnya untuk mengurangi beban orang tua yang pendapatannya rendah. Bahkan. Dalam Rakor Bidang Kesra Kabinet Kabinet Indonesia Berstau yang pertama akhir minggu lalu. Setiap anak mendapat kesempatan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. tetapi merupakan suatu langkah strategis untuk membangun budaya membaca sebagai bekal membangun bangsa. tidak harus menunggu tahun ajaran baru. terutama anak perempuan dan remaja. atau Dinas Pendidikan harus dengan cermat memperkirakan kebutuhan setiap sekolah. Kita berharap putusan tersebut tidak diambil dan ditanggapi secara sempit. tetapi tidak berarti boleh santai tidak mengikuti kemajuan zaman. Tetapi di daerah pedesaan.

dan tidak dibutuhkan lagi. para dosen dan tenaga ahli dari berbagai universitas dianjurkan menulis materi pengetrapan ilmu dalam jumlah dan variasi yang sebanyak-banyaknya. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi pegangan guru. Dengan demikian. menerbitkan buku supplemen guru. dibuka untuk masyarakat umum. Kekawatiran adanya gap ilmu dan tehnologi. perpustakaan sekolah yang buka pagi. Anggota masyarakat lain. murid dan orang tua. Kalau usaha dan gerakan membaca makin membudaya diharapkan kebutuhan akan bahan bacaan akan bertambah tinggi. apabila ada kenaikan kelas. Upaya ini mempunyai tujuan ganda. melalui Departemen Pendidikan Nasional. sore dan malam hari. tidak lagi ada manfaatnya. menampung kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat cepat melalui penerbitan buku bantu untuk guru. dan pusat pembangunan. atau bahkan dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. Disamping buku pegangan guru yang diperbaharui setiap waktu. anak-anaknya yang sudah bisa membaca mendampingi dan membaca buku itu untuk orang tuanya. setiap kali pemerintah. Dengan buku pegangan yang segar setiap guru dengan semangat tinggi bisa mengajar dengan bahan-bahan yang lebih mutakhir. utamanya ibu-ibu rumah tangga. yang dalam kualitas dan jumlah yang memadai bisa segera di distribusikan ke seluruh sekolah dan menjadi perangsang gairah. Pada siang. Melalui sekolah budaya membaca dijadikan motor penggerak persatauan dan kesatuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsanya. Dengan demikian anak-anak dari keluarga kurang mampu membaca buku duakali. Kedua. melatih para tenaga ahli untuk menulis dengan materi yang mudah dimengerti oleh khalayak yang lebih awam. maupun dinas-dinas serupa di daerah. Karena setiap siswa setiap hari membaca dua kali. diharapkan lebih menguasai materi pelajarannya. Beberapa lembaga masyarakat advokator buku melalui penyelenggaraan perpustakaan yang bergerak di kota-kota besar seperti di Jakarta. Untuk menjamin keadilan yang lebih luas. apabila tidak sedang dibaca. mengumpulkan dan membagi buku. Karena diperuntukkan guru. dengan pengaturan waktu yang baik. sore. siswa. khususnya anak muda usia sekolah yang karena tidak mampu tidak bisa sekolah. Pagi sebagai siswa yang wajib belajar. Pada pagi dan siang hari secara khusus untuk para siswa dan guru sekolah yang bersangkutan. disimpan di perpustakaan sekolah agar bisa dibaca oleh guru lain. Buku guru tersebut juga seyogyanya. atau menyelenggarakan perpustakaan keliling. Dari kebiasaan membaca bersama muncul gerakan pembelajaran masyarakat yang sangat luas sehingga secara tidak langsung menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran. yang dimasa lalu tidak sempat sekolah dengan sempurna. bisa menjadi bahan bacaan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. anak-anak keluarga kurang mampu di kemudian hari dapat meminjam bukubuku itu untuk belajar lebih lama di rumah masing-masing. bisa diminta bantuannya untuk ikut memikirkan mekanisme bagaimana mengajak masyarakat . dianjurkan ikut membaca buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. sesudah dibaca bisa saja dihibahkan kepada perpustakaan sekolah di desa untuk menambah koleksi. menjadikan sekolah di desanya suatu forum pembelajaran untuk pembangunan. Bahan bacaan yang mungkin saja bisa dianggap basi untuk orang kota. dengan mudah melengkapi perpustakaan sekolah dengan bahan-bahan yang bervariasi dan cocok dengan masyarakat sekitarnya. termasuk majalah dan buku-buku bacaan lain yang dimilikinya. Lebih lanjut daripada itu. siang dan malam hari membantu orang tuanya. Keluarga yang ada di kota dengan akses bahan bacaan yang lebih bervariasi. Dengan jumlah buku yang lebih banyak. bagi yang mempunyai buku pribadi. perpustakaan sekolah harus bisa diakses atau disediakan oleh masyarakat luas. siang dan sore hari menjadi ajang pembelajaran masyarakat dimana guru. di pagi hari dan siang hari atau sore hari. Kalau ibu yang bersangkutan kurang lancar membaca. diajak dan dibantu untuk membaca buku-buku yang sifatnya praktis dan memberi tuntunan hidup sejahtera.sebagai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. semangat dan kemajuan. Anggota masyarakat. karena buku sekolah hanya diperbahurui setiap lima tahun. termasuk kakak-kakak atau anggota keluarga yang selama ini tidak sempat sekolah dengan sempurna karena kondisi kemiskinan yang dideritanya. seharusnya dikirim dan disimpan di sekolah. pertama. penerbitan buku jumlahnya tidak perlu terlalu masal.

Guru-guru pada sore hari dapat mengembangkan pekerjaan tambahan untuk menjadi pendamping anggota masyarakat memahami ilmu dan tehnologi terapan yang berasal dari bahan-bahan supplemen yang diberikan oleh pemerintah atau yang disumbangkan masyarakat sebagai bahan bacaan populer. Guru sekolah yang sekarang menjerit karena gaji dan tunjangan terbatas. dapat dirangsang menerbitkan buku yang mengandung materi pembelajaran dengan metoda yang lebih sederhana dan isi yang berorientasi pembangunan berbasis pedesaan. Melalui gerakan ini penduduk dan keluarga pedesaan menghasilkan produk lokal berdasarkan ilmu yang dipelajari dari bacaan yang mereka ikuti. masyarakat pedesaan bisa dengan mudah mengikuti gerakan gemar membaca dengan disertai gerakan mencintai produk dalam negeri. tidak ayal kemampuan pengetrapan ilmu dan tehnologi dalam masyarakat bertambah tinggi. kecil dan menengah yang merupakan perluasan kegiatan pertanian musiman. Ketika bahan bacaan itu mengandung makna untuk membangun. sekolah menjadi bangunan hidup yang tidak lagi mempunyai jarak sehingga apabila ada kekurangan. Para guru yang semula semata-mata mengandalkan gaji dan pendapatan terbatas dari pemerintah. atau semacamnya. Karena ilmu yang tersedia dalam perpustakaan dan para dosen pembimbingnya banyak menyajikan nilai-nilai praktis. Untuk memberi perangsang yang menarik bagi kegiatan membaca dan mengisi perpustakaan sekolah. Akibarnya sekolah menjadi milik masyarakat. misalnya pagar yang rusak. dan menjualnya dengan mudah karena melalui bacaannya. Beberapa perusahaan yang membangun citra melalui program public relation dengan menerbitkan buku bacaan. Lebih dari itu. maka tidak dapat disangkal bahwa kebiasaan atau budaya membaca bisa menjadi petunjuk dan penggerak pembangunan industri di pedesaan. Atau mengadakan kegiatan pertanian dan peternakan dengan lahan yang tersedia di desa yang bersangkutan.mengumpulkan dan menyebarluaskan buku untuk perpustakaan sekolah di desa-desa. Pencantuman nama ini merupakan bukti dan kenang-kenangan yang menarik atas kecintaan sesama anak bangsa . selera pasar telah dipelajarinya dengan baik. para penyumbang bisa mencantumkan nama dalam buku yang disumbangkannya. bisa menambah peran sebagai agen pembangunan melalui penularan ilmu dan tehnologi terapan yang didukung bahan bacaan yang luas. Keterbukaan sekolah yang diawali dengan penggunaan perpustakaan secara bersama bisa merambah pada penggunaan ruang kelas lain dan guru yang ada. secara langsung masyarakat dapat memberi bantuan untuk memperbaikinya. Dengan landasan ilmu dan tehnologi terapan yang baik. Perpustakaan sekolah yang berkembang menjadi perpustakaan masyarakat itu mengantar sekolah makin dicintai oleh orang tua murid karena mereka memperoleh manfaat secara langsung. tetapi dapat keluar masuk menurut kesempatan dan kemampuan untuk menambah ilmu sepanjang hayat. Kesempatan itu bisa juga dijadikan ajang belajar bersama sehingga masyarakat menguasai materi untuk menghasilkan produk yang bahan bakunya berasal dari desa setempat. mutu produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan produk dan jasa yang semata-mata diturunkan oleh orang tua atau sanak keluarganya melalui budaya lisan. sebagian berkembang menjadi community college dimana mahasiswanya adalah anggota masyarakat yang mungkin saja tidak bisa mengambil kuliah secara reguler. Perpustakaan sekolah dan “kesempatan sekolah” yang berkembang menjadi wahana pemberdayaan masyarakat. akan mendapat insentif khusus dari masyarakat karena dianggap berjasa membangun industri atau kegiatan ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan. karena mereka sendiri ikut serta mendapat kenikmatan karena membaca di perpustakaan yang sama di sekolah anak-anaknya. lebihlebih kalau sangat relevan dengan upaya pembangunan industri mikro. Perpustakaan sekolah di desanya menjadi wahana pembelajaran yang membawa nikmat. genting yang bocor. Tidak mustahil kenaikan pendapatan karena kemampuan ekonomi yang bertambah tinggi memberikan dorongan kepada setiap keluarga untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah. dan membaca. Keberhasilan pembangunan seperti itu akan secara langsung mengurangi tingkat kemiskinan sehingga kebutuhan tenaga murah yang “diambil paksa” dengan melarang anak-anak bersekolah dapat dikurangi dan akhirnya dihilangkan.

Sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat modern. Perlu dikemukakan bahwa karya sastera bahasa daerah yang dinilai untuk mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖ terbatas pada karya-karya sastera modern yang terbit berupa buku. pemasaran yang sadar dari seluruh kekuatan pembangunan. (Prof. pada akhirnya akan mengubah sikap. jumlah engang setiap larik. Sebab ternyata bentuk-bentuk sastera tradisional daerah sampai batas tertentu masih diminati orang. dan cinta kasih. Pembatasan itu perelu dilakukan agar tidak usah mengikuti dan menilai karya-karya sastera bahasa daerah yang banyak juga dimuat dalam majalah atau surat kabar. kesatuan. Haryono Suyono. dan sejahtera. baik penulis maupun pembaca. baik dalam bentuk karya sastera pengaruh dari Eropa (roman. drama) maupun dalam bentuk tradisional daerahnya. anggapan dan budaya negatif bahwa sekolah dianggap merengut anak-anak dan remaja. antaranya Jamparing Hariring (Anakpanah senandung) oleh Dédy Windyagiri.242. persatuan. yang dibutuhkan orang tuanya. Gerakan ini. makmur. Desa maju rakyat membaca. tidak boleh berdiri sendiri. karena murah dan melimpah. Guguritan Munggah Haji oleh Yus Rusyana. setiap Sabtu dan Minggu bisa diadakan pertemuan antara penduduk pedesaan dan perkotaan dalam acara kunjungan desa dengan penyajian berbagai produk dan kebudayaan pedesaan lainnya. hanya dalam ketiga bahasa daerah itulah ada karya sastera modern yang terbit berupa buku. Yang dimaksud dengan ―modern‖ di sini adalah karya sastera ciptaan seseorang jaman sekarang.130. untuk sastera bahasa Bali. Sumber: http://203. Masyarakat berkembang menjadi masyarakat modern dan maju tanpa harus meninggalkan tanah tumpah darah. terus terang saja kami tak mampu. untuk sastera bahasa Jawa dan sejak 6 tahun yl. Untuk lebih merangsang kerjasama antara penduduk pedesaan dan perkotaan.062 kali » Diposting: 29-01-2008 Oleh Ajip Rosidi Menyelenggarakan pemberian Hadiah Sastera ―Rancagé‖ setiap tahun sejak 15 tahun yl. peninggalan nenek moyang yang sangat disayangi. Kalau karya-karya sastera dalam bahasa daerah yang bertebaran di dalam majalah atau surat kabar juga harus dinilai.dan simbul hidup bersama dalam kepedulian. Dalam bahasa Sunda ada beberapa sasterawan yang menulis guguritan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-MembacaAlwi-30Oktober2004. Dr. Dan sepanjang pengamatan kami. Dengan demikian. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perkembangan sastera daerah di Indonesia seperti tercermin dalam ketiga bahasa daerah tersebut.190//artikel/26812. bekerja dan membangun dalam kebersamaan. cerita pendek. untuk sastera bahasa Sunda. Malah ada beberapa buku kumpulan guguritan yang terbit. yaitu puisi tradisional pengaruh Jawa yang berbentuk dangding yang terikat jumlah larik setiap bait. keputusan penggunaan buku sekolah untuk lima tahun. cinta produk dalam negeri. utamanya penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pancasila untuk membangun masyarakat yang adil.shtml Perkembangan Bahasa dan Sastera Daerah Kategori: Esai Bahasa Indonesia » Dilihat: 2. sejak 10 tahun yl. bangkitnya solidaritas antar sesama. sajak. Jaladri . harus diikuti dengan pembelajaran masyarakat yang luas. bunyi vokal terakhir setiap larik dan berbagai ketentuan lain. esai.

sehingga dengan mudah dapat kita bedakan daripada karya tradisional warisan menek-moyang. Temanya pun bersifat kontemporer. Penerbit partikelir yang pada masa sebelum perang banyak yang aktif.Tingtrim (Lautan Tenteram) oleh Dyah Padmini. Tentu saja meskipun mempergunakan bentuk tradisional. Gejala demikian sebenarnya wajar saja. terdapat sasterawan kelahiran tahun 1950-an. kalaupun ada jumlahnya sangat sangat sangat tidak memadai. Mungkin saja ada yang secara kebetulan memperolehnya dari orang tuanya atau tempat lain. dll. karena ketika mereka duduk di SD. Dalam ketiga bahasa daerah itu misalnya. India dll. Di sekolahnya masih terdapat perpustakaan sekolah yang meminjamkan buku-buku terbitan Balai Pustaka yang banyak juga dalam bahasa daerah. Karena belum ada télévisi — walaupun ada radio — maka ketika mereka anak-anak. ditetapkan Kurikulum 1975 yang menetapkan bahwa bahasa pengantar di seluruh Indonesia sejak kelas 1 SD – bahkan sejak TK — harus dalam bahasa Indonesia. maka apa salahnya mereka mempergunakan bentuk sastera tradisional peninggalan nenek-moyangnya? Beberapa kenyataan yang menarik Ternyata para sasterawan yang menulis dalam bahasa daerah itu baik dalam bahasa Jawa. tahun 1960-an. namun isinya memperlihatkan warna pribadi penulisnya masa kini. tidaklah terlalu terpikat oleh siaran-siaran yang hampir 100% dalam bahasa Indonesia – atau bahasa Inggris. Jaladri Tingtrim mendapat Hadiah Sastera Rancagé tahun 2001. Mandarin. melainkan tidak sempat membaca buku-buku dalam bahasa daerah terbitan sebelum perang yang hancur dimakan waktu. pada masa sesudah perang – sejak jaman pendudukan Jepang – tidak ada yang melanjutkan usahanya. Mereka masih aktif bermain dengan kawan-kawannya sekampung berbagai permainan tradisional yang sering disertai dengan lagu-lagu dalam bahasa daerahnya. bahasa Sunda maupun bahasa Bali. bahkan mungkin di Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar) dipergunakan bahasa daerah sebagai pengantar seluruh mata pelajaran. tahun 1970-an bahkan tahun 1980-an. atau perpustakaan partikelir yang banyak terdapat di setiap kota. . tapi niscaya jumlahnya hanya beberapa saja. Dalam bahasa Bali juga nampaknya bentuk-bentuk sastera tradisional masih banyak ditulis oleh para sasterawan zaman sekarang. Generasi yang lahir akhir tahun 1960an bahkan lebih repot lagi. Namun ketika duduk di kelas I-III SD mereka masih belajar dengan bahasa pengantar bahasa daerahnya. begitu juga yang lahir tahun 1930-an dan 1940-an. tidak semuanya dari generasi tua. Balai Pustaka tidak lagi menerbitkan buku bahasa daerah. Mereka yang lahir tahun 1930-an atau lebih tua. Dengan demikian generasi ini tidak mendapat kesempatan bertemu secara leluasa dengan buku-buku bahasa daerah yang pernah terbit. Yang lahir tahun 1940-an atau sesudahnya adalah generasi yang bukan saja tidak sempat belajar bahasa daerah dengan baik. walaupun sebenarnya lebih tua daripada bentuk sastera tradisional kita yang sejarahnya baru beberapa ratus tahun). sehingga di sekolah mereka bertemu dengan bahasa daerah hanya sebagai mata pelajaran. bahkan tahun belasan. namun setiap saat selalu muncul penulis baru dari generasi yang lebih muda. Kalau sasterawan yang lain di Indonesia dapat mempergunakan bentuk sastera yang disebut modern (karena datang dari Barat. Memang ada orang-orang yang dilahirkan pada tahun 1920-an. di sekolahnya masih sempat belajar bahasa daerah.

Lagipula kalau menulis dalam bahasa Indonesia. Soetomo terbit sejak tahun 1930-an. sedangkan iklan tak dapat diharapkan. Cupumanik terbit bulanan sejak Agustus 2003. walaupun hidupnya merana. Ada juga berita. pengobatan tradisional dan semacamnya. Umumnya juga mereka bukan saja membayar honorarium tulisan dari luar (sangat) rendah. sejarah atau legenda. Galura. Sedangkan Kalawarta Kudjang terbit mingguan sejak 1950-an dan Galura terbit mingguan sejak 1970-an berupa tabloid. termasuk penerbitan suratkabar dan majalah.Kenyataan-kenyataan itu menimbulkan pertanyaan: Dorongan apakah yang telah menyebabkan mereka menulis dalam bahasa daerahnya? Umumnya mereka dapat dan lebih mudah kalau menulis dalam bahasa nasional. Tapi pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Di samping itu banyak majalah dan tabloid yang pernah terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda tetapi hanya beberapa tahun atau beberapa bulan bahkan. Penerbitan bahasa daerah Penerbitan secara garis besar dapat dibagi dua. Manglé terbit mula-mula bulanan. Umumnya penerbitan itu lebih didorong oleh rasa cinta terhadap bahasa daerah sehingga kebanyakan tidak dilakukan secara profesional. bahkan awal tahun 1970-an masih ada yang mencoba menerbitkan surat kabar dalam bahasa daerah (Sunda). Dalam bahasa Jawa ada Panjebar Semangat. mereka akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk memuatkan karangannya itu karena medianya jauh lebih banyak. yaitu penerbitan pers (majalah dan surat kabar) dan penerbitan buku. Sekarang tidak ada sebuah pun surat kabar yang terbit dalam bahasa daerah. Cupumanik. Dalam bahasa Sunda ada Manglé. sekarang mingguan terbit sejak tahun 1957. Yang jelas umumnya mereka merasa lebih sukar menulis dalam bahasa daerah. Pada masa pendudukan Jepang semua penerbitan dalam bahasa daerah dilarang. baik redaksional maupun (apalagi) pemasarannya. Isinya umumnya berupa cerita. Dan honorariumnya pun jumlahnya lebih banyak pula. dll. dll. sehingga jawaban yang ada hanyalah dugaan-dugaan belaka. Kalawarta Kudjang. Siliwangi dan Sinar Pasoendan dalam bahasa Sunda. Djoko Lodang. Keduanya berupa majalah. Umumnya kelangsungan hidup penerbitan-penerbitan itu tergantung kepada langganan. Pada masa sebelum perang ada beberapa surat kabar yang terbit dalam bahasa Jawa dan Sunda seperti Sipatahoenan. Sampai sekarang belum ada penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi bagaimana tumbuhnya rasa cinta itu tak pernah jelas. melainkan juga gaji para karyawannya pun lebih rendah daripada penerbitan dalam bahasa nasional. Tulisan-tulisan yang lain kebanyakan tentang agama. Panjebar Semangat yang didirikan oleh Dr. Joyoboyo. bahasa Indonesia. tetapi umumnya jauh terlambat dibandingkan . Expres dan Bromortani dalam bahasa Jawa. terutama karena kurangnya buku yang dapat mereka jadikan sebagai contoh penulisan bahasa daerah yang baik. keduanya berupa majalah. terutama sajak (atau geguritan dalam bahasa Jawa) dan puisi tradisional (atau guguritan dalam bahasa Sunda). perimbon. kepercayaan akan adanya yang gaib-gaib. Jumlah tirasnya sekarang cenderung menurun. Yang masih ada adalah penerbitan majalah atau tabloid. Joyoboyo yang mula-mula terbit di Kediri kemudian pindah ke Surabaya terbit sejak tahun 1940-an (pada masa revolusi). di samping itu banyak memuat puisi. Djoko Lodang berupa tabloid. baik cerita pendek maupun cerita bersambung. misalnya bahwa rasa cinta akan bahasa daerahnyalah yang mendorong mereka menulis dalam bahasa daerahnya itu. karena para pemasang iklan cenderung lebih suka memasang iklan dalam penerbitan bahasa nasional.

Kalau sekali-sekali mengadakan hajat besar seperti kongres. Penerbit komersial umumnya hanya menerbitkan buku-buku bahasa daerah yang dipergunakan di sekolah-sekolah. kesehatan dan ilmu-ilmu yang lain. Tidak ada yang menulis karya ilmiah yang serius dalam bahasa daerah. Baru-baru ini pihak Diknas menerbitkan sendiri buku yang ditulis oleh salah karyawannya dalam bahasa Sunda dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang akan menyebabkan orang tertawa terpingkalpingkal karena ngaconya. Karena itu sering terjadi bahwa buku yang dipesan itu tidak layak pakai. dan si pejabat sering tidak peduli apakah bukunya benar dicetak sebanyak pesanan dan benar disampaikan ke sekolah yang bersangkutan. di samping digunakan untuk penulisan cerita dan sajak. sehingga melahirkan karya seperti Serat Centhini dalam bahasa Jawa. Mereka menganggap kebudayaan itu sebagai barang jadi berupa komiditi yang dapat dijual untuk menarik wisatawan yang akan menghasilkan dolar. Biasanya menghadapi keadaan penerbitan bahasa daerah yang menyedihkan itu. tetapi tak pernah ada program yang nyata dan kontinyu untuk pembinaan kebudayaan. Di Jawa Barat pernah pihak P dan K mengesahkan dan memesan buku pelajaran bahasa Sunda yang ditulis oleh bukan orang Sunda dan isinya banyak menyalahi tatabahasa dan kosakata bahasa Sunda. Orang yang menerbitkan buku bahasa daerah karena terdorong oleh rasa cinta itu tidak melakukannya secara profesional. Sedangkan penerbitan buku teks yang dipergunakan sekolah-sekolah sering dilakukan karena adanya KKN antara penerbit dengan pejabat yang berwenang menentukan dan memesan buku yang akan dipakai di sekolah. Tak pernah memikirkan bagaimana caranya agar buku-buku itu sampai ke tangan pembaca. karena bukan saja tidak sesuai dengan semua tiori pendidikan. para ahli bahasa dan sastera bahasa daerah mengharapkan pemerintah baik di pusat maupun di daerah turun tangan. karena pemerintah tidak pernah menganggap kebudayan penting dalam kehidupan berbangsa. atau menyediakan perpustakaan di sekolah-sekolah. misalnya dengan menerbitkan buku-buku bahasa daerah oleh penerbit pemerintah Balai Pustaka seperti pada masa sebelum perang. pertanian. Memang kadang-kadang pejabat dari yang rendah sampai yang tertinggi berbicara muluk tentang kebudayaan. Bahasa Jawa dan Sunda yang dahulu pernah menjadi bahasa budaya yang dipergunakan untuk menulis mengenai apa saja tentang kehidupan dan kebudayaan masing-masing. melainkan juga menyalahi aturan bahasa daerah yang bersangkutan. bukanlah karena menganggap penting memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam bidang kebudayaan. Bentuk penerbitan lain adalah berupa buku. Tetapi pemerintah RI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah sejak berdiri tahun 1945 tidak pernah menaruh perhatian serius terhadap mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah (dan juga bahasa dan sastera nasional).dengan pers bahasa nasional. tetapi karena kegiatan seperti ini adalah semacam proyek yang memerlukan dana yang cukup . Karena itu sekarang kebudayaan digabungkan dalam satu atap dengan pariwisata. Mereka merasa tugasnya selesai begitu melihat buku itu selesai dicetak. Umumnya penerbitan buku bahasa daerah dilakukan oleh orang-orang yang merasa terdorong untuk memelihara kelanggengan bahasa daerahnya. Kadang-kadang ada tulisan populer mengenai hukum. terutama buku-buku teks. sekarang hanya dipergunakan sebagai bahasa lisan (itu pun sekedar berkomunikasi sehari-hari karena begitu hendak mengemukakan hal yang lebih rumit secara otomatis pindah kode ke dalam bahasa Indonesia) dan bahasa tulisan berupa artikel pendek. Penerbit merasa tugasnya selesai kalau sudah menyerahkan dana KKN kepada pejabat yang bersangkutan.

sedang mereka yang belum biasa menyaksikannya tidak mustahil merasa ganjil yang niscaya tidak mendorong minatnya untuk mengapresiasinya. sehingga lahirlah bahasa Indonesia yang niscaya bertentangan dengan semboyan ―berbahasa Indonesia dengan baik dan benar‖ yang dipromosikan oleh Pusat Bahasa melalui acaranya mingguannya melalui TVRI juga. termasuk sandiwara atau pembacaan cerita-cerita. Setelah acara seperti ini selesai. untuk lahirnya radio khusus berbahasa daerah juga memerlukan pandangan-jauh seorang investor. Hal itu menunjukkan bahwa radio berbahasa daerah pada suatu waktu nanti akan menjadi keniscayaan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Sampai sekarang belum ada – mungkin belum ada yang memikirkannya sekali pun – televisi swasta yang sepenuhnya berbahasa daerah atau yang sebagian besar acaranya dalam bahasa daerah. Yang menarik adalah bahwa banyak pemasang iklan melalui radio yang mempergunakan unsurunsur bahasa dan kesenian daerah dalam iklannya. RRI sejak masa awalnya menyediakan waktu untuk siaran bahasa daerah. . sehingga pertunjukan kesenian daerah harus menggunakan bahasa Indonesia juga. Saya dengar ada juga radio yang khusus untuk bahasa Jawa. hasilnya akan tertumpuk di dalam lemari di sudut dan tak seorang pun pejabat yang teringat untuk melaksanakan keputusan dan rekomendasinya. dan banyak radio swasta yang bahkan menyediakan lebih banyak waktu untuk siaran bahasa daerah. Hal itu menunjukkan bahwa pemasang iklan itu sadar bahwa ada segmen masyarakat yang hanya dapat dicapai melalui bahasa atau kesenian daerah. Para penggemar yang sudah terbiasa menyaksikan pertunjukan kesenian daerah merasa keindahan seninya dikebiri. Para penyelenggara kesenian itu sendiri sering mengambil kebijaksanaan menggunakan bahasa Indonesia yang berbau daerahnya. Tentu saja siaran seperti itu tidak memuaskan siapapun juga – bahkan mungkin termasuk mereka yang mengambil kebijaksanaan demikian. Namun kemungkinan seperti itu tidak mustahil kalau telah tumbuh stasiun-stasiun televisi daerah. bahkan ada juga iklan yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa daerah. Tumbuhnya televisi-televisi swasta memberikan kemungkinan timbulnya siaran-siaran kesenian daerah dalam bahasa daerahnya yang asli dan bahkan dalam bentuknya yang asli pula – seperti siaran wayang kulit sampai pagi.besar. terutama dalam radio-radio daerah. tetapi sepanjang tahu saya tidak ada radio yang khusus untuk siaran bahasa Sunda. bahasa daerah lebih rumit kedudukannya. ternyata banyak menarik minat para pendengar lapisan bawah – yaitu penutur bahasa daerah yang potensial. Seperti dalam penerbitan buku. Artinya unsur-unsur kedaerahan dimanfaatkan untuk menjual atau mempromosikan produknya. Radio dan televisi Media yang juga potensial untuk mengembangkan bahasa dan sastera daerah adalah radio dan televisi. Siaran-siaran sandiwara dalam bahasa daerah. sehingga semua pejabat yang bersangkutan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan karena gajinya sendiri konon tidak cukup. TVRI Pusat pada suatu masa menganggap bahwa menyelenggarakan acara berbahasa daerah itu bertentangan dengan misinya. Dalam siaran televisi.

Radio dan televisi dalam menyusun acara siarannya niscaya berpegang juga kepada peraturanperaturan pemerintah yang berkenaan dengan bahasa. Sayang dalam hal ini, pemerintah sendiri belum mempunyai kebijaksanaan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan. Haridepan bahasa dan sastera daerah Sampai sekarang pemerintah menyerahkan mati-hidupnya bahasa dan sastera daerah kepada para penuturnya saja. Padahal Undang-undang Dasar memberi tugas kepada pemerintah agar mengembangkan bahasa daerah yang masih dipelihara baik-baik oleh para penuturnya. Dengan demikian kalau para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah mengharapkan pemerintah yang akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah, jelaslah harapan itu takkan terpenuhi. Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, baru melakukan sesuatu untuk budaya daerah atau untuk bahasa dan sastera daerah kalau kebetulan pejabat yang ditempatkan pada jabatan yang mengurus budaya, bahasa dan sastera daerah itu orang yang mempunyai minat dan mencintainya. Dan kebetulan bukanlah sesuatu yang dapat selalu terjadi karena di luar sistim, sedangkan penempatan pejabat dalam pemerintah kita diatur oleh suatu sistim yang tidak terdapat dalam tiori manajemen yang mana pun, yaitu berdasarkan like and dislike, sistim konco, sistim sogok, sistim tekan dari atasan ke bawahan, dll. Artinya pengembangan bahasa dan sastera daerah sepenuhnya tergantung kepada orang-orang yang memiliki bahasa dan daerah bersangkutan. Para pencinta dan ahli bahasa serta sastera daerah hendaknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil seperti mengharapkan pemerintah baik di pusat dan di daerah akan turun tangan membina dan mengembangkan bahasa dan sastera daerah secara konseptual dan kontinyu. Memang ada usaha pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastera daerah yang wewenangnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah seperti pengajaran di sekolah-sekolah karena pemerintah yang mengatur kurikulum, begitu juga pembentukan perpustakaan di sekolah-sekolah yang isinya terdiri dari buku bahasa daerah juga. Tetapi penyediaan buku dalam bahasa daerah agar anak-anak memperoleh kesempatan untuk membaca buku dalam bahasa daerahnya, dapat dilakukan. Tentu saja untuk itu harus tersedia modal dan tenaga profesional. Orang-orang tua yang karena waktu mereka kecil berkesempatan membaca buku-buku bahasa daerah yang ketika itu banyak terdapat dalam masyarakat baik melalui perpustakaan maupun melalui penerbit dan toko buku, sering menyalahkan anak-anak sekarang yang tidak suka membaca buku bahasa daerah seperti dirinya. Mereka lupa bahwa anak-anak sekarang tidak suka membaca buku-buku bahasa daerah karena mereka tak pernah bertemu dengan buku berbahasa daerah yang dapat menarik minatnya. Seharusnya daripada menyalahkan anak-anak yang tidak berdosa itu atau meminta, mendesak atau memaki pemerintah karena tak kunjung melakukan apa-apa yang mereka inginkan – seperti yang pernah mereka alami pada masa penjajahan Belanda dahulu – lebih elok kalau mereka mengusahakan agar tersedia buku-buku bahasa daerah sehingga anak-anak mempunyai kesempatan untuk membaca dan membina apresiasinya terhadap buku bahasa daerah. Susahnya yang merasa perlu agar tersedia buku-buku bahasa daerah itu umumnya para sasterawan dan para ahli bahasa dan sastera saja. Para pemodal dan pengusaha jarang yang berminat terhadapnya. Maka para ahli harus dapat meyakinkan para pemodal bahwa penerbitan buku bahasa daerah itu prospektif. Hitung saja jumlah orang Jawa

dan orang Sunda berapa puluh jutakah? Kalau sepersepuluh saja daripadanya yang membaca buku bahasa daerah niscaya usaha penerbitan buku bahasa daerah akan merupakan usaha yang menguntungkan. 10% orang Jawa adalah sekitar 6-7 juta orang, 10% orang Sunda adalah sekitar 3-4 juta orang. Bayangkan kalau setiap buku dibaca oleh 10 orang, maka tiras penerbitan buku bahasa Jawa akan 600—700 ribu eksemplar, yang dalam bahasa Sunda akan 300—400 ribu eksemplar. Dengan menerangkan keuntungan yang mungkin akan dapat diperoleh, lebih mudah meyakinkan para pemodal untuk terjun dalam bisnis yang prospektif ini daripada dengan meyakinkan mereka akan pentingnya bahasa dan sastera daerah bagi kehidupan budaya bangsa dan negara, karena mereka yang mempunyai uang lebih suka menternakkan uangnya daripada memikirkan nasib bangsa atau negara. Maka yang penting ialah bagaimana caranya agar orangorang Jawa suka membaca buku dalam bahasa Jawa, orang Sunda suka membaca buku dalam bahasa Sunda, orang Bali suka membaca buku dalam bahasa Bali dan seterusnya. Di samping mereka semua suka membaca buku bahasa Indonesia. Langkah yang sangat penting adalah bagaimana caranya membuat orang Indonesia suka membaca buku – dalam bahasa apa pun juga. Usaha ke arah itu sudah terbengkalai sejak 60 tahun, sehingga kegemaran membaca bangsa kita sekarang mendekati titik nol dan kita menjadi bangsa yang termasuk paling sedikit membaca di dunia. Dalam hal ini memang tanggungjawab pemerintahlah yang terbesar. Namun belakangan sudah mulai muncul orang-orang yang sadar bahwa dalam hal ini kita tak dapat mengharapkan sesuatu yang kongkrit dilakukan oleh pemerintah, sehingga mereka sendiri terjun mengajar dan menyediakan buku bacaan bagi anakanak jalanan yang terlantar, atau menyumbangkan buku untuk mengisi perpustakaanperpustakaan yang mulai didirikan orang. Perusahaan juga ada yang mulai giat dalam bidang ini. Hanya dengan melakukan hal-hal kecil yang kongkrit seperti menyelenggarakan penerbitan buku bahasa daerah secara profesional, mendirikan perpustakaan yang juga menyediakan buku bahasa daerah dalam koleksinya, masa depan bahasa dan sastera daerah dapat berkembang. Hal yang seperti itu juga berlaku buat mereka yang ingin bergerak dalam bidang radio dan televisi. Mengadakan siaran bahasa dan kesenian daerah sebanyak mungkin akan menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan kesenian daerah. Mereka yang beranggapan bahwa anak-anak sekarang tidak dapat atau tidak menyukai kesenian daerahnya sendiri dan lebih menggemari musik pop yang datang dari luar, lupa bahwa hal itu disebabkan oleh faktor kesempatan. Sementara musik pop yang datang dari luar didukung oleh modal kuat sehingga dapat didengar orang setiap saat melalui radio, televisi, kaset dll., kesenian daerah kian sedikit dan kian jarang saja tampil baik dalam bentuk pertunjukan di atas panggung maupun melalui siaran radio atau televisi. Kalau kesenian-kesenian daerah mendapat kesempatan ditonton dan didengarkan secara terus-menerus, niscaya akan menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadapnya. Pabelan, 15 Oktober, 2003.

picture books: past, present and future - tadai matsui

http://martabakomikita.multiply.com/journal/item/114/picture_books_past_present_and_future__tadai_matsui

jepang termasuk salah satu negara terkemuka dalam dunia buku cerita anak, diikuti oleh korea, dikarenakan Jepang memiliki jumlah anak-anak yang cukup tinggi, tingkat literasi yang juga tinggi, menyebabkan tingginya permintaan terhadap buku dan membuat industri penerbitan buku yang juga tinggi. maka tidak heran jika kesukaan masyarakat dalam membaca buku cerita anak juga terus meningkat. kondisi ini juga didorong adanya tingginya tingkat kualitas dan kuantitas buku cerita anak, sebagai hasil kontribusi beragam elemen dalam masyarakat, terutama kalangan pembaca dan pustakawan (librarian) yang memiliki kualitas readership yang bagus. meskipun demikian, penerbitan buku-buku juga tidak lepas dari beragam pendapat dalam masyarakat. karena tentunya pasti kalangan masyarakat yang tidak suka membeli buku, tidak mengerti buku, dan sebagainya. perkembangan industri buku cerita anak pasca perang dunia kedua ditandai dengan keikutsertaan delegasi jepang (yang juga diikuti matsui san yang saat itu masih berusia sangat muda) pada ajang book fair pertama di frankfurt, jerman tahun 1962. ada pertanyaan dari banyak delegasi negara lain kepada delegasi jepang saat itu yang menyiratkan keheranan mereka pada tingginya kualitas buku cerita anak jepang saat itu padahal saat itu baru sekitar sepuluh tahun lebih sejak jepang kalah di perang dunia kedua. bagaimana hal ini bisa terjadi? jepang memiliki sejarah perkembangan buku cerita bergambar yang sangat panjang. salah satunya berakar dari tradisi bercerita menggunakan rangkaian gambar (serial pictures) dari masa abad kedua belas melalui emaki. emaki adalah medium narasi ilustrasi berbentuk horizontal (sehingga sering disimpan sebagai gulungan/scroll) yang mengkombinasikan teks dengan gambar dan dikatakan sebagai bentuk awal dari komik jepang masa modern. emaki menjadi medium yang cukup lengkap dan mampu menceritakan kisah-kisah ala novel, folktales hingga humor yang komikal. yang menjadi karakter-karakter dalam emaki biasanya adalah binatang dan moster. contoh terkenal dari emaki ini diantaranya adalah scroll of frolicking animals and humans (choju giga) dan the tale of genji (genji monogatari). choju giga contohnya merupakan hasil kombinasi dengan keahlian tingkat tinggi antara gambar dan storytelling. transisi selanjutnya dalam format gambar bercerita ini adalah dalam bentuk nara ehon yang muncul akibat permintaan dari para pimpinan feudal jepang di masa itu pada para artis dan seniman untuk banyak mempublikasikan cerita. nara ehon memadukan gaya gulungan gambar (picture scrolls) dari masa heian dengan buku-buku yang dicetak dengan sistem woodblock dari periode edo. karena disampaikan dengan cara membaca dengan suara keras (seperti sedang mendongeng), maka nara ehon membuat kalangan orang dewasa dan anak yang suka membaca menjadi bertambah. apalagi seniman-seniman pembuat nara ehon sendiri memiliki kualitas di atas rata-rata, diantaranya adalah katsushika hokusai (1760-1849) dengan salah satu karyanya, hokusai manga. elemen tipografi yang berasal dari barat pun mulai diimplementasikan ke dalam teknologi cetak yang dijalankan para misionaris. mereka membawa masuk teknologi cetak ini sebelum politik

tahun 1950 memulai kembali penerbitan buku-buku cerita terjemahan dari negara asing ke dalam bahasa jepang disusul tahun 1953 dengan penerbitan buku dengan kualitas kelas dunia. hal ini menjadikan pembaca buku cerita tadi sekaligus sebagai produser dan sutradara. bahkan kelas samurai dan juga wanita juga mulai belajar membaca dan menulis. sekaligus menjadikan pengalaman yang menyedihkan. kekuatan lainnya berada pada unsur garis (line) dan komposisi (composition) yang bisa mempresentasikan ekspresi dan detil. penerbitan buku cerita bergambar yang berkualitas mulai kembali marak sekitar awal tahun 1900-an. guru-guru pria dan wanita serta fasilitas perpustakaan pun mulai bermunculan sesuai masa edo yang digambarkan sebagai masa yang 'terang'. . yang menyelamatkan industri penerbitan ini adalah semangat pantang menyerah serta hardworking attitude dari masyarakatnya. kualitas kodomo no tomo sudah tergolong bagus. kondisi pasca perang juga membutuhkan pengalihan perhatian dan masyarakat pun membutuhkan buku-buku untuk dibaca. rata-rata proses belajar membaca mereka dilakukan dengan mempelajari aksara kanji china tetapi melafalkannya secara jepang. tahun 1930 ditandai meningkatnya jumlah penerbit. sehingga memberikan makna yang begitu dalam pada anak-anak yang kemudian saat mereka menjadi dewasa ingin menularkan pengalaman masa kecil tadi pada anak-anaknya. diantaranya dengan mengirimkan anak-anak mereka belajar membaca. tahun 1920an ditandai pergerakan penerbit jepang dengan pola yang lebih internasional. kelas pedagang juga turut serta kemudian. salah satu contohnya adalah majalah buku cerita untuk dibacakan keras-keras (read a loud picture book magazine) yang terbit bulanan. sayangnya perang dunia kedua membabat habis perkembangan ini. masa restorasi meiji yang datang kemudian juga membawa perubahan dengan banyaknya laki-laki yang mulai belajar membaca.isolasi jepang dimulai. kekuatan dalam buku cerita bergambar terletak pada perpaduan antara unsur huruf (letter) dan gambar (picture) yang saling mendukung. terutama dalam buku cerita bergambar. salah satu hal yang signifikan dalam perkembangan buku cerita bergambar ini adalah bahwa buku-buku ini kebanyakan dibacakan oleh orang tua kepada anak-anaknya dengan suara keras dan ekspresif. serta men-trigger imajinasi. proses membacakan buku cerita untuk anak juga menjadi aktivitas keluarga. terlebih interaksi dengan buku cerita bergambar yang menggabungkan unsur tertulis (written) dan terucap (spoken) memberikan pengalaman yang bagus untuk anak-anak. restorasi meiji memang membawa banyak perubahan terutama keinginan dari pihak militer untuk memiliki sdm yang bagus. gambar pun bisa berperan sebagai kata-kata (in picture books. dengan terbitnya majalah 'kinderbook' (1927) yang merupakan majalah khusus untuk anak-anak di taman kanak-kanak dan distribusikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak-anak usia tk tersebut. dan mulainya penerbitan buku-buku cerita dari negara-negara barat oleh penerbit kodansha (1937). menulis dan etika. kodomo no tomo pada tahun 1956. di sinilah kegiatan penerbitan mulai kembali meningkat. dengan meneruskan tradisi membacakan buku cerita ini. picture is also the words). kualitas bukunya sendiri tergolong bagus dengan materi yang scientific. khususnya 1912. jadi tidak sekedar membacakan kalimat demi kalimatnya begitu saja.

anak-anak yatim piatu dan dhuafa. picture book Prev: dreams and nightmare: fantasy and reality through anime . Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan langsung kepada para petinggi/ pejabat publik dan tokoh masyarakat. bahkan berkirim kartu lebaran setahun sekali. Membiasakan Menulis Sejak Dini memberikan pembelajaran kepada anak langkah-langkah dalam berkirim surat.10 *tulisan di atas merupakan transkrip dari kuliah yang disampaikan tadai matsui. Emosi kesedihan. menempelkan perangko. seminar. Budaya tulis seyogianya menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. Cara menulis di atas kartupos (Postcard). Ia merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Seolah-olah tidak ada lagi ruang dan waktu. susan j.prof. Penerbit AdiCita Karya Nusa bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Sedangkan bagi si penerima. 13 November 2006 12:25 ―Surat Anak Indonesia Membiasakan Menulis Sejak Dini‖ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). surat merupakan bentuk perhatian dari seorang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menghibur anak-anak dan sekaligus sebagai langkah konkret menumbuhkembangkan budaya berkirim surat dan meningkatkan minat pada tulis menulis serta menanamkan minat tersebut pada anak sejak usia dini. Budaya berkirim suratpun mulai jarang dilakukan orang. Yang paling nampak adalah menurunnya minat untuk menulis. Padahal dengan berkirim surat. Beranjak dari keprihatinan inilah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kondisi Yogyakarta pasca gempa 27 Mei. jepang. Tak perlu menunggu berhari-hari. Segala informasi dapat diperoleh begitu mudah dan cepat. Menulis dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi seseorang. Tags: reference. presiden international institute for children's literature. Dengan menulis.09. menyelenggarakan acara bertajuk Surat Anak Indonesia yang diikuti 350 peserta. Dan dengan membaca cakrawala dan wawasan anak bertambah luas.ryoji arai Senin. dan memasukkan kartupos ke dalam kotak/ bis surat adalah diantara kegiatan yang akan dilakukan anak selama acara berlangsung. kebahagiaan. Wapres RI Jusuf . Dari sekian banyak manfaat tersebut. dalam diri tercipta kepuasan batin. bagi si pengirim. Kegiatan Surat Anak Indonesia . Ia akan menyimpan dan membacanya berulang-ulang. telah menjadikan dunia ini terasa begitu dekat. Begitu besar manfaat yang diakibatkan oleh pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi ini. akan nampak pada tulisan yang dihasilkan. Sungguh luar biasa. Apa yang terjadi di belahan dunia manapun. dan kesenangan jiwa yang dirasakan seseorang. Dengan short message service (SMS). seseorang dapat mengetahui kondisi kerabat dan handaitaulan di daerah lain dalam waktu singkat. osaka (iiclo) pada hari pertama kongres irscl yang ke-18 di kyoto. dan hilangnya sentuhan kehangatan dan ekspresi emosional. napier Next: looking through my windows of picture books .resume oleh hafiz ahmad. kepiluan. Karena dengan menulis anak-anak akan termotivasi untuk membaca. dapat diketahui dalam hitungan detik tanpa perlu beranjak dari tempat kita berada. proses pembubuhan cap pos. seseorang akan mampu mengekspresikan isi hati dan jiwanya. tentu ada sisi negatif yang timbul. 2007.

Misalnya. Maka tidaklah mengherankan bahwa kelas ini diincar oleh banyak produk yang diciptakan khusus untuk mereka. Contoh konkret misalnya.L. produsen pun tampaknya berani berspekulasi untuk tumpang tindih mengeluarkan produkproduk sejenis. Untuk itu. Goosebumps dan Fear Street . para pemasar setuju bahwa pasar remaja adalah pasar yang tidak pernah stabil. selera itu secara drastis berubah di tahun 1990-an. Itu pun tidak lama bertengger karena kemudian BENETTON mampu meraup perhatian remaja kita. sandiwara anak. jatilan. Remaja sebagai ―Trendsetter‖ Kondisi yang sama juga terjadi dalam industri perbukuan. bila ingin tetap menyasar pasar remaja David Hirsch. pukul 09. dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta. Menteri Pariwisata. karena menurut laporan Survei Research Indonesia (SRI) dari tujuh kota besar di Indonesia. Menteri Perhubungan RI. acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai jenis hiburan anak berupa kesenian tradisional anak seperti reog. kaum remaja akan semakin termanjakan. dan Direktur Penerbit AdiCita Grup. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Tetapi. 5/2/2009 8:28:00 PM KIAT MERENGKUH PASAR REMAJA Oleh : A.. Disamping kegiatan tersebut. Ketua MPR RI. SWATCH. Acara ini akan diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 12 November 2006. Belia. Begitu pula ketika komik-komik terjemahan mulai mengisi outlet-outlet toko buku Indonesia. Close Up. Ariobimo Nusantara Dalam kebijakan pemasaran ada kepercayaan bahwa salah satu lahan bisnis yang menuntungkan adalah pasar remaja. Berbeda dengan dua jenis buku sebelumnya. Lewat seri Lupus seakan-akan kaum remaja kita menemukan selera dan idola baru. Bukan hanya itu.00 WIB. di tahun 1980-an remaja kita begitu tergila-gila pada jam merek ALBA. seperlima dari pasar adalah kaum remaja. Ketua DPR RI. Nike. Demikian berturut-turut. Seni dan Budaya RI. Gubernur DIY. sampai munculnya demam BOSSINI dan GUESS akhir-akhir ini.Kalla. Tokoh yang sedikit urakan. Remaja tahun 1980-an begitu tergilagila pada buku-buku petualangan misalnya Cerita dari Lima Benua dan Seri Lima Sekawan. Judul lain yang juga mendapat sambutan adalah seri Goosebumps dan Fear Street keduanya karya R. gaya bahasa yang manasuka. dan dongeng anak. Menurut Ronald Alsop dan Bill Abrams dalam The Wall Street Journal on Marketing.00-13. Ketua DPD RI. pernah menyarankan agar perusahaan mempunyai budaya yang mampu mengatisipasi setiap perubahan selera remaja. Tetapi popularitas ALBA mendadak tergeser oleh SWATCH. Presdir dari Santa Cruz Import Inc. dan kemasan yang nyleneh ternyata sangat digemari. Komik-komik dengan cerita silat ringan dan romansa menjadi oase yang menyejukkan dahaga keliaran imajinasi mereka. BENETTON. Stine. Menteri Pendidikan Nasional RI.

Mira W. Untuk produk sekelas Lupus. Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak dan remaja. seperti sering dikeluhkan. bukan . Keberhasilan dari strategi ini sudah teruji. Dari jumlah itu. Ambil contoh. Ditilik dari sisi pengarang kondisinya lebih menyedihkan. Bahkan. Mendulang Selera Remaja Lantas bagiamanakah cirri utama buku yang digemari remaja kita saat ini? Yang jelas. Bahkan mungkin angka ini masih bisa didongkrak lagi mengingat tokoh Lupus mulai digarap lewat sinetron. Sementara dari sisanya. sehingga tidak mengherankan jika penerbit selalu terseok-seok dalam mengantisipasi setiap perubahan selera remaja. Hal yang sama juga dialami oleh komik-komik terjemahan. Gola Gong. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anakanak masih bisa dihitung dengan jari. menjamin kelancaran terbitnya judul baru setiap bulan. Menurut catatan IKAPI. Sementara di Indonesia.000 eksemplar. penerbit kedua buku ini berani menjamin setiap bulan muncul judul baru. Kendala Penerbit Indonesia Sayangnya. mengadakan jumpa penggemar dengan pengarang.000 orang menamakan diri ―Pengarang Bacaan Anak-anak dan Remaja‖. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. kita hanya memiliki Hilam Hariwijaya.menyuguhkan cerita-cerita super seram dan misteri yang menengangkan. Lutfie dan Dwianto Setyawan. dan setelah mulai mengakar membuat varian dari seri ini (Lupus kecil). Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan gejolak dinamis konsumen remaja. Bubie Lantang. hanya 20% atau sekitar 60 penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabarnya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan bacaan anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Meski di sana-sini masih terdengar upaya penolakan terhadap produk ini. Dampaknya sungguh luar biasa. Angka ini akan semakin terlihat fantastis karena setiap judul terdiri dari belasan hingga puluhan nomor. Memang. toh judul-judul unggulan dari komik terjemahan minimal dicetak 40. Memang. Seri Lupus telah tercetak di atas satu juta eksemplar. satu angka fantastis bagi dunia perbukuan. untuk mengikat loyalitas pembaca. inilah masalah laten dunia penerbitan kita. salah satu strategi untuk mereguk profit dari menerbitkan buku-buku remaja adalah memelihara baik-baik loyalitas pembaca. Dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Zara Zetirra ZR. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. dari 330 penerbit yang terdaftar. Misalnya. ketika remaja kita sedang gandrung pada Lupus. kebanyakan buku yang digemari oleh remaja kita adalah karya-karya asing yang dialih-bahasakan. Gus TF Sakai. strategi promosi dan pemasaran buku ini lalu mendapat perhatian khusus. Bahkan posisi produk ini dikabarkan semakin kuat mencengkram dan mampu meluaskan pasar sasaran ketika jaringan televise swasta ikut menayangkannya dalam bentuk film kartun.

Meskipun di satu sisi posisi buku kian terpuruk. tetapi bisa ‗liar‘ meloncat kemana saja berusaha mendulang tren. Karakter Usagi adalah seorang siswa SMP yang suka bangun kesiangan dan nilai ulangannya selalu jelek. di sisi lain keberadaan buku sebagai media informasi tertulis tidak akan pernah tergantikan. Sementara pihak lain. penurut . Drost.buku dengan plot cerita yang datar-datar saja. Nah. SJ). kita seolah tidak berdaya dan hanya mampu menjadi penonton dari melebarnya jurang pemisah antara anak dan buku. penerbit – dengan kemampuannya masing-masing – berusaha untuk mencari terobosan di sana-sini guna mengimbangi membanjirnya arus informasi melalui siaran pandang dengar itu. pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa juga diamanatkan dalam GBHN 1983. Peranan buku semakin tersingkir dan keberadaannya digantikan oleh media yang lebih menarik – media pandang dengar dalam bentuk siaran televisi. ceplasceplos. [pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku 1995] 5/2/2009 8:12:00 PM QUO VADIS BACAAN ANAK-ANAK? Oleh A. khususnya dalam hal interaksi antara anak dan buku. ilmu pengetahuan dan kebudayaan di lingkungan PBB sendiri sudah mencanangkan semboyan ―buku untuk semua‖. suka jail. dan seabreg nilai positif. formula inilah yang perlu dikembangkan oleh para pengarang buku yang bersasaran remaja. Scientific. pengarang tak perlu membangun cerita berdasarkan plot-plot keseharian. dia digambarkan sebagai tokoh yang urakan. Bagaimana tidak. kekurangan itu ditutup dengan unsur heroik dan romantisme yang memukau. Inilah sejumput kiat bagi penerbit dan pengarang yang hendak menyasar pasar remaja. Bagaimana dengan tokoh Usagi dalam komik Sailor Moon? Sama saja. Lupus misalnya. Mari kita urai bersama. yang memberi sentakan-sentakan tersendiri. yang hanya berkisa tentang tokoh Tono dan Tini (meminjam istilah P. hingga laser disc. Sebagai orangtua. Bahkan UNESCO (United Nations Educational. Oleh sebab itu. yakni tokoh yang selalu alim. Kebetulan. Ariobimo Nusantara Menjelang tahun 2001 tampaknya kita akan menjumpai suatu pemandangan yang cukup menyedihkan dalam dunia perbukuan. video. Yang sedang digandrungi adalah sosok yang benar-benar jauh dari dunia keseharian mereka. Namun. Pendeknya. berbudi baik. jika sekarang saja kita sudah sulit menemukan anak yang tergolong kutu buku. selera dan gejolak remaja yang dinamis. cirri utama ini baru ditemukan dalam buku-buku sekelas Lupus dan cerita impor. . and Cultural Organization) atau organisasi pendidikan.

dan membuat anak menjadi gembira. tampak jelas bahwa Indonesia masih berada di urutan paling bawah dalam pengadaan buku anak-anak. produksi buku nasional tahun-tahun ini hanya berkisar antara 1. Namun. Dari sekian judul itu. tetapi juga mampu menggiring pembaca ke a lam fantasi yang jauh dari akar budaya dan kepribadian bangsa.000 judul. wajarlah kalau dewasa ini muncul semacam gugatan dari masyarakat terhadap kemampuan penerbit Indonesia dalam menerbitkan buku anak yang bermutu unggul. 12 Agustus 1993). Dari jumlah itu.Dilema Buku Anak-Anak di Indonesia Pada hakekatnya. Kelesuan penerbitan buku anak ini sebenarnya diawali ketika proyek buku Inpres mulai menurun.000 orang menamakan diri ‗Pengarang Bacaan Anak-Anak dan remaja‘. hanya 20% atau sekitar 60penerbit yang berani menerbitkan buku 15 judul setahun. Kalau produksi b uku pada tahun 1987 ada 6. 110 di antaranya kini sudah gulung tikar. Mereka adalah para tokoh yang bekerja maupun pernah bekerja dalam bidang pendidikan. banyak penerbit buku yang memilih gulung tikar atau mengalihkan modalnya ke usaha lian yang lebih menguntungkan. proyek besar itu kemudian kandas di tengah jalan. buku merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman pembacanya. buku-buku tersebut dapat . hitung saja berapa judul kira-kira buku yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. membuka wawasannya. Betapa tidak. jumlah penerbit yang mengkhususkan diri dalam pengadaan buku anaknak masih bisa dihitung dengan jari. Bahkan begitu proyek ini mulai surut. Bila dibandingkan dengan negara anggota asean lainnya.000-3. Menurut catatan IKAPI.6 miliar rupiah. Sebenarnya. Sementara di Indonesia. Sinyalemen ini menunjukkan bahwa banyak pemodal yang berkedok penerbit karena hanya mau menerbitkan buku (anak) bila situasi benar-benar menguntungkan dari segi bisnis. Mereka tidak berangkat dari tradisi intelektual atau idealisme. dari 330 penerbit yang terdaftar. Sementara dari sisanya.000 judul Bahkan kini kabarnya. buku juga merupakan sarana yang uckup strategis untuk mempengaruhi opini publik dan sebagai penentu tingkah laku. Artinya.000 judul. buku mampu meningkatkan mutu hidup manusia. Berangkat dari sinyalemen itu. dari kalangan penerbit sendiri sudah ada rasa risih kalau harus terus menerus menerbitkan karya terjemahan. sejak tahun 1973 saja proyek ini telah mengucurkan dana sebesar 651. pada tahun 1988 dan 1989 turun menjadi 4. hanya 30% buku yang ditujukan untuk anak-anak (Kompas. menambah pengalaman batin. berbarengan dengan menyurutnya kualitas buku-buku itu sendiri. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa seperti Jerman yang kabaranya mempunyai 150 penerbit buku yang khusus menerbitkan buku anak-anak dan remaja dan lebih dari 3. Masalahnya sekarang adalah bagaimana situasi perbukuan di Indonesia? Jika diperhatikan. Khusus bagi anak-anak (membaca) buku berdampak: anak akan tahu segala hal. Alasan utamanya. sejak tahun 1987 grafik produksi buku nasional cenderung bergerak turun. Selain itu. Proyek yang berkibar pada dekade 1970 hingga 1980-an ini kabarnya sempat menggemukkan beberapa penerbit dan pengarang Indonesia.

di Negeri Sakura komik (lokal) justru sedang mengalami booming yang mencapai 2. Langkah ini diawali oleh Dunia Fantasi dengan melontarkan komik Ramayana yang dikemas . Akan tetapi. Kita tentu masih ingat ketika pada tahun 1970-an komik-komik H. tampaknya ―selera zama‖ lebih memainkan peranan. anak ternyata juga lebih cenderung lekat pada tokoh-tokoh impor. di lain pihak. Dalam hal bacaan. Andersen. Anak sekarang.16 miliar kopi. menjelang akhir tahun 1994 ini. penerbit sendiri juga kesulitan menemukan pengarang lokal yang berkualitas dan mampu mengethaui kebutuhan anak zaman sekarang. Dari sisi persebaran buku. Sebaliknya. Mereka tidak mau menyentuh bacaanbacaan yang dikemas seperti bacaan tahun 1970-an dulu. sebenarnya kehadiran komik di Indonesia bukanlah hal baru. anak lebih memilih bacaan yang mampu memberi kenikmatan membaca (teks) dan melihat (gambar) sekaligus. Back to Comic Mengembalikan ―kejayaan‖ buku Inpres seperti di tahun 1970-an di tengah menderasnya arus globalisasi ini tidaklah gampang. Sabuk Inten‖. Seiring dengan perputaran selera yang ―back to comic‖. komik (setempat) mendapat tempat yang layak di negerinya sendiri. dan Teguh Santosa. semua yang serba futuristik yang kini tengah menguasai sebagian imajinasi anak. Sebaliknya. anak-anak di desa sangat kekurangan bacaan. anak sekarang lebih selektif lagi.C. Hans Jaladara. Akan tetapi.menyebabkan posisi buku-buku karya pengarang dan cerita lokal kian terdesak. Meskipun demikian. sementara roda penerbitan harus terus berputar. Pendeknya. Pahlawan mereka sekarang bukan lagi yang ber‖otot kawat balung wesi‖. Dari segi ide cerita. Mereka lebih terbiasa mencerna keampuhan ―pedang matahari‖ atau ―senapan laser‖ daripada ―keris Empu Gandring‖ atau ―Nagasasra. atau album Donal Bebek menjadi bagian dari bacaan kita. Itu baru dari segi penyajian. Mereka hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang miskin koleksi sehingga hanya membaca buku-buku lama yang mungkin sudah berkali-kali dibaca. Tintin. snagat terasa bahwa buku-buku yang mengandung informasi mutakhir masih menjadi milik anak-anak di perkotaan. cerita sedih tentang komik Indonesia tampaknya mulai mendapat pelipur lara. yang lazim disebut komik. di pasaran mulai muncul komik Indonesia yang dikemas sejajar dengan kualitas komik terjemahan. Demikian pula yang terjadi di Amerika. tetapi yang seluruh tubuhnya terbungkus baja. Bila dirunut ke belakang. Ganes TH. meskipun diakui bahwa penerbitan karya terjemahan lebih murah dan menguntungkan. Kondisi yang sangat dilematis inilah yang akhirnya memaksa penerbit untuk berburu cerita terjemahan. Perkembangan wawasan serta pola pikir anak-anak sekarang ternyata begitu cepat dan melampaui perkiraan kita. Komik-komik k arya koikus lokal semakin hari tampak semakin kedodoran dan pasrah menjadi saksi berkibarnya komik-komik terjemahan di negeri ini. yang merupakan generasi di tahun 2001 nanti adalah generasi yang lahir di tengah-tengah segala hal yang serba instan dan serba mutakhir. baik yang dilahirkan di Negeri Paman Sam maupun yang lahir di Negeri Sakura. Begitu pula dengan boom komik-komik lokal seperti karya Jan Mintaraga. ―Permintaan pasar" inilah yang akhirnya mendorong penerbit untuk berlomba-lomba berburu copyright ke kedua negara tersebut. Mungkin karena pengaruh yang serba instant tadi.

maupun kalangan penerbit. . rasanya akan sulit membangkitkan gairah baru dalam penulisan buku anak-anak Indonesia beserta pemasyarakatannya. ada yang menyebut bahwa hal ini merupakan indikasi kuat bahwa tradisi lisan teramat melekat erat di masyarakat. meskipun kedua jenis komik itu dihasilkan oleh komikus yang sama: Jan Mintaraga. Melihat kehadiran kedua ―kelinci percobaan‖ tersebut. Ariobimo Nusantara Persoalan meningkatkan gemar membaca barangkali sudah menjadi topik yang selalu diulangulang setiap kali ada kegiatan perbukuan. Namun. senjata dan kostum para tokohnya sedikit dipoles dengan sentuhan ―tahun 3000‖. Jika ramalan ini bisa dibenarkan. pendidik. orang lebih senang menghabiskan waktu dengan mengobral obrol. lebih betah memelototi televisi atau memeluk radio berjam-jam lamanya ketimbang membaca. Buktinya. baik sebagai orangtua. penerbit dan komikus Indonesia harus mulai bersiap-siap bekerjasama lagi mengantarkan cerita-cerita lokal kepada anak-anak generasi tahun 2001. tanpa usaha dan upaya yang didukung kemauan yang sungguh-sungguh dan kerja sama antar-lingkungan terkait. dapat diprediksi bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi trend komik anak-anak di Indonesia akan dibawah kembali kepada cerita-cerita lokal. Kiranya inilah yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tanggung jawab kita. Apalagi bila kita tidak mau dikatakan tertinggal dari negara-negara lain baik ASEAN maupun Eropa. Bedanya. Konon. Hal ini bisa dimaklumi. 1994] 5/2/2009 7:54:00 PM TIPS BINA GEMAR MEMBACA Oleh A. Bisa jadi ada di antara kita yang sudah ―putus asa‖ menghadapi persoalan ini. mengingat kehadiran komik terjemahan tampaknya sudah mencapai titik jenuh. Penutup Menggiatkan kembali peta buku anak nasional. seperti yang pernah berkibar di tahun 1970-an memang merupakan suatu tantangan yang cukup berat bila ditinjau dari lesunya dunia perbukuan dan perekonomian saat ini. Membiasakan gemar membaca (di Indonesia) bukan masalah enteng. Benar memang. Tidak lama kemudian. komik terbitan Elex tetap setiap pada pakem aslinya secara utuh. Alhasil. Ide atau pakem cerita tetap seperti aslinya.dengan gaya futuristik. hanya visualisasi gedung. berjudul Imperium Majapahit. basa-basi belaka yang hasilnya sukar teraba. [tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas. Elex Media Komputindo juga melontarkan seri komik lokal dengan kualitas komik terjemahan. kata-kata ―Meningkatkan Gemar Membaca‖ pun dirasa sekadar slogan.

arisan dan seminar lebih mudah menarik massa daripada pameran buku. Mengutip pendapat Prof. Dari sini. 1995). Setelah lahir. Atau. Caranya. sekarang banyak orangtua sudah semakin sibuk untuk mengemban tugas ini. dan membantu pengayaan minat baca (Foster Reading Enrichment). sisipkanlah satu-dua buku (dimulai dari pictorial book) di antara mainannya. anak mempunyai bacaan tentang dinosaurus. mengadakan semacam ―arisan keluarga‖ dengan kegiatan utama membaca satu-dua buku cerita. mereka diajak mengunjungi museum biologi yang memiliki koleksi binatang purba. usaha apa yang pantas dilakukan agar anak semakin berjabat erta dengan buku? Banyak saran mengatakan alangkah baiknya jika orangtua bisa menyediakan waktunya untuk menemani anak dalam memilih bacaannya. Setelah anak lepas dari masa ―balita‖. bahkan kalau perlu ikut menyukai dan membacakannya. sehingga mereka mampu menghargai apa yang ada dalam cerita itu. Janine Despinette. seturut perkembangan anak sampai akhirnya anak memiliki semacam koleksi pribadi. Salah satunya ialah dengan sedini mungkin mendekatkan anak dengan buku. tidak ada salahnya bila pada suatu kesempatan. mendorong minat baca (Encourage Reading). dalam buku How to Hook Your Kids on Books (diterbitkan Thomas Nelson Publisher: Neshville. tidak salah bila mulai suka membacakan ceritacerita bagi janinnya. Sementara. mencoba menjawab masalah semacam itu. mengadakan semacam studi wisata ke penerbit atau perpustakaan. Ia mengulas berbagai teknik dan cara mendorong anak agar gemar membaca. Sistematika buku ini dibagi dalam tiga bab utama. Gagasan yang cukup menarik adalah menggunakan buku untuk merencanakan kegiatan liburan. memotivasi anak untuk terbiasa memberi santunan buku kepada anak terlantar. Mendorong anak untuk gemar membaca pada dasarnya bermuara pada peran aktif orangtua. yaitu mengenalkan buku (Introduce Book). semakin kentaralah bahwa perubahan drastis ke arh masyarakat gemar membaca masih membutuhkan waktu panjang. Seorang ibu yang sedang mengandung misalnya. orangtua dapat mendorong pengalaman perbukuan yang lebih serius. membiasakan hadiah berupa buku. . Cara lain. layar tancap. Dengan demikian. bukan berarti kondisi ke arah itu tidak bisa diciptakan. seorang ahli dan kritikus buku anak asal Prancis. bahwa sejak usia dini anak juga perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orangtua atau guru mereka. Misalnya. bagaimana bila saran ini kurang mempan bagi bangsa yang terlanjur akrab dengan tradisi lisan? Karen O‘Connor. Tetapi. Namun. anak belum siap dilepas sendiri mengupas buku-buku cerita. Lantas. Sayangnya. Buku ini ternyata menyimpan segudang pengalaman dan kiat bina gemar membaca yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. atau mendiskusikan tema suatu buku. si bayi tetap dikondisikan dekat dengan buku. Ada beberapa cara: membacakan cerita menjelang tidur. Begitu seterusnya. Tiap-tiap bab membawahi beberapa kiat yang tidak saling mengikat. yang lebih serius.pertunjukan musik. orangtua dapat mengarahkan dan menjelaskan kepada anaknya bacaan apa yang sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya.

yakni memberi keleluasaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya. bukan berarti buku ini tidak cocok untuk kondisi Indonesia karena ada kiat-kiat yang bersifat universal. atau membuat synopsis dan anotasi dari suatu cerita. ―Persiapan kehidupan: Buah hati Anda membutuhkan wawasan. menulis surat. bisa diterima di mana saja. Iklan gede-gedean yang diprakarsai oleh harian tersebut bekerja sama dengan berbagai perusahaan periklanan itu menekankan pentingnya gemar membaca sejak dini. ―Bacaan Anda menunjukkan siapa Anda‖ (30/12/96). Bagi anak remaja. Bagaimana jika anak tetap tidak mau akrab dengan buku? Gampang. meski kita tak pernah tahu apakah iklan layanan masyarakat itu benar-benar ―menyentakkan‖ masyarakat – khususnya yang belum menikmati renyahnya membaca. Ariobimo Nusantara Jika Anda tergolong orang yang gemar membaca. O‘Connor menyarankan agara orangtua mulai menugasi anak membuat satu narasi tentang keluarga. Anak yang lebih tua diminta membacakan cerita bagi adik-adiknya. Kiat-kiat jitu O‘Connor boleh dikata khas Amerika. bisa tentang silsilah. tentu belum lekang dari ingatan Anda serentetan iklan layanan masyarakat yang digeber harian Kompas di penghujung tahun 1996. bila kita memang berniat mengembangkan minat baca pada anak. Copy iklannya cukup menarik dan menggelitik. atau membuat buku harian. Jadi. Sekali waktu arahkan anak untuk mencari jawab atas pertanyaannya lewat buku atau ensiklopedi. acara liburan. berikan dan ciptakan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk bergaul dengan bacaan. GEMAR MENULIS Oleh A. Namun demikian.mendorong anak berbuat sosial dengan cara membacakan cerita bagi pasien anak-anak di rumah sakit. Orangtua jangan selalu bersedia menjadi ―ensiklopedi berjalan‖ yang mampu menjawab setiap pertanyaan anak. Bolehlah saya kutipkan beberapa copy iklan yang menggelitik itu. Ajaklah . [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1995] 5/2/2009 7:38:00 PM GEMAR MEMBACA.

Namun demikian. termasuk juga banyaknya guru yang tak mampu menulis. penemu metode cetak. telah menimbulkan revolusi di bidang perbukuan dan persurat-kabaran. Gutenberg sebagai penemu mesin cetak. Banyak takaran mengenai hal ini. menemukan sistem produksi karya cetak. Fenisia dalam bentuk tulisan paku yang mungkin merupakan contoh bagi alphabet Yunani yang dipakai sejak 900 SM. Apa itu? Keluasan wawasan para pembuatnya. ―Akankah buku tetap menjadi sebuah ‗daftar‘ hanya karena soal HARGA?‖ (29/12/96). kita mendapatkan bukti nyata bahwa dengan gila membaca dan berolah kata pun orang dapat beroleh penghasilan yang menarik. Mengenai hal ini. yakni ditandai dengan maraknya sarana komunikasi elektronik. meski revolusi tulis menulis ini telah berabad-abad berpengaruh pada tradisi kelisanan kita. copy iklan itu masih diikuti body text yang kalau kita baca seluruhnya akan menunjukkan ―perang kreativitas‖ di antara pekerja iklan. Penemu ini terjerat hutang dan tidak sempat menikmati hasil penemuannya. Sedangkan. manusia lebih mudah menuangkan gagasan secara sistematis. bahkan hidup sengsara karena penemuannya. huruf cetak yang dapat dilepas dan dipasang. Tentu saja. ilustrasi di atas merupakan salah satu contoh dari ―revolusi tulisan‖ yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetusnya. Dengan kata lain. ―revolusi‖ yang diciptakannya itu terpaksa memakan korban. Akan tetapi. kesulitan mahasiswa dalam menulis skripsi. Penciptaan alphabet boleh dibilang merupakan ―revolusi besar‖ dalam sejarah kehidupan manusia karena manusia mulai memasuki tradisi baru. tinta cetak. Padahal. Pertanyaan yang mencuat kemudian adalah: Apa keuntungan dari iklan layanan yang tentu berharga jutaan bahkan mungkin puluhan juta rupiah itu? Jelas. Lebih jauh lagi. Akan tetapi. A. Menurut sejarahnya. di sisi lain kita sudah memasuki tahap pasca-tulisan (post-literacy). Teeuw memang pernah menyinggung bahwa masyarakat Indonesia masih dalam tahap peralihan dari tradisi lisan (oral) menuju tradisi tulisan (literacy). Revolusi alphabet semakin besar-besaran manakala pada abad ke 15 Masehi. yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka juga termasuk orang-orang yang ―gila buku‖. Dengan alphabet. misalnya sinyalemen rendahnya minat baca. namanya saja iklan layanan masyarakat sehingga sifatnya bukan ―menjual‖ sesuatu. nyatanya tradisi tulisan belum sepenuhnya mengendap dalam budaya masyarakat kita. sebenarnya lewat iklan itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga. tradisi tulisan (literacy). alphabet tertua ditemukan pada abad ke 13 SM di Ugasit. Penemuan Gutenberg semakin memacu lahirnya tradisi tulisan. ―Membaca membuka mata hati memperluas wawasan‖ (3/1/97). Alfabet (berasal dari nama huruf pertama Yunani alpha dan huruf kedua beta) berarti susunan huruf dalam urutan tertentu untuk menuliskan kata-kata atau bunyi dalam satu atau beberapa bahasa. Revolusi Tulisan Boleh dikata. Korban pertama adalah Gutenberg sendiri.mereka gemar membaca…‖ (31/12/96). minimalnya produktivitas sarjana dalam melahirkan tulisan. metode membuat huruf cetak dari campuran logam. Gutenberg – seorang warga negara Jerman. Alfabet Yunani ini dibawa oleh bangsa Etruria ke Roma yang kemudian menjadi abjad Latin. Anehnya justru tradisi pasca-tulisan lebih cepat . Ketika pertam kali manusia menciptakan Alfabet (abjad) tentu bukan tanpa maksud. korban yang lebih besar adalah tergesernya tradisi lisan (oral) oleh tradisi tulisan (literacy).

Sementara. yang selain menuntut ketrampilan berbahasa juga menuntut ketrampilan menyajikan gagasan ke dalam tulisan secara sistematis dan logis. Akibatnya. banyak sekali kasus yang ―memalukan‖ – dosen menjiplak skripsi mahasiswanya. memilih judul. latihan-latihan menulis. nyatanya belum tentu semua guru memiliki minat besar dalam hal membaca dan menulis. Sebagai konsekuensinya. misalnya sekretaris. dan umum perlu dipikirkan kegiatan yang dapat merangsang kegemaran membaca dan menulis. Mengapa? Satu-satunya jawab adalah karena memiliki kemiripan dengan tradisi lisan. Menulis. atau minimnya penulis buku lokal. sebagaimana diprihatinkan oleh Taufiq G Ismail. Padahal. dengan cepatnya loncatan tradisi ini. meski seseorang telah memasuki dunia kerja. Ironisnya. 22/12/95). wartawan dan editor penerbit. seorang mahasiswa dituntut menguasai beberapa hal. tugas-tugas menulis/mengarang terkadang masih dianggap sebagai beban karena guru harus membaca semua hasil tulisan siswa. kesulitan mengutarakan gagasan lewat tulisan tidak hanya dialami sewaktu menjadi mahasiswa. tetapi berlanjut terus. Untuk mengatasi kondisi ini. bila untuk memahami isi ensiklopedi misalnya. . Betapa tidak. jelas membawa pengaruh pada kerancuan berpikir dalam bahasa tulis. merumuskan latar belakang masalah. Ia pun mengaku tak heran lagi bila saat ini banyak mahasiswa kesulitan menulis skripsi. Sejalan dengan itu.berkembang daripada tradisi tulisan. mahasiswa. Untuk bisa melampaui tugas ini. meski yang terjadi hanya komunikasi satu arah. mulai dari menguasai (membaca) sejumlah buku. terkadang harus tergusur oleh padatnya pengetahuan ketatabahasaan yang harus dipahami siswa. Memang. karena teknologi CD-ROM kini siap menampulkan seluruh isi ensiklopedi berikut gambar bergerak dan suaranya. jarang diperoleh lagi selepas dari sekolah dasar. kepada pelajar. Praktis. Di sisi lain. membuat outline. tugas menulis skripsi masih dipandang sebagai satu tugas yang mematikan. kerangka pemikiran. orang tidak perlu lagi bersusah payah membacanya. Kondisi ini membuktikan kepada kita bahwa hingga memasuki era cyberspace pun ternyata masih cukup banyak sumber daya manusia yang tak mampu mengorganisasikan gagasan dalam bangunan tulisan yang jelas dan logis. tidak ada salahnya bila kebiasaan membaca dan latihan menulis sejak dini digiatkan terus tanpa mengalami senjang waktu. Taufiq G Ismail – seorang penyair kondang – sangat prihatin karena pelajaran mengarang di sekolah menengah saat ini mendapat porsi yang sangat sedikit (Kompas. kesulitan ini banyak juga dialami oleh orang yang pekerjaan sehari-harinya justru bergelut dengan perkara tulis menulis. Tugas Membaca dan Menulis Itulah sebabnya. tradisi tulisan seolah semakin alot berkembang. Jeda yang cukup panjang dalam latihan tulis menulis ini. larisnya bisnis jual-beli skripsi. bagi sebagian besar mahasiswa. yang menjadi bagian dalam matapelajaran Bahasa Indonesia. dan metode penelitian – yang semuanya serba tertulis.

Bagi pelajar misalnya. maupun menulis ilmiah. Sebagai sumber daya manusia di abad ini. [tulisan ini pernah dimuat dalam buku panduan pameran buku IKAPI 1996] 8/12/2008 7:22:00 AM EDITOR BUKU BUKAN “KUTU” DALAM BUKU* sepercik tukar pengalaman Siapa mau jadi editor? . memperbanyak tugas-tugas menulis. logis. Atau. Kepentingan kita sekarang adalah meningkatkan kebiasaan disiplin berpikir. mengarang cerita. kita sudah cukup beruntung karena alphabet telah lama ditemukan. bolehlah menghidupkan kembali tradisi mewajibkan siswa meminjam buku di perpustakaan kemudian pada kesempatan berikutnya guru mengadakan tes pemahaman siswa terhadap isi buku itu. baik menulis surat. dan tertulis. agar terasahlah kemampuan menyerap gagasan tertulis dan mengutarakan gagasan lewat bahasa yang jelas.

Editor atau penyunting (buku) barangkali merupakan salah satu profesi yang tergolong langka peminat. atau pilot. (3) adakah orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi seorang editor? –tentunya bukan orang tua yang bekerja di penerbitan. apresiasi masyarakat umum yaitu penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu karya buku. kejernihan informasi tentang apa. kalau bukan karena (1) terpaksa/tidak ada pekerjaan lain. (2) mereka juga rela berdesak-desakan sekadar untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi. (4) memang ingin menjadi editor. Jika demikian. Hampir sebagian besar editor yang ada saat ini. tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya ia harus menggantungkan hidupnya dari profesi ini. mengapa kita harus tetap bertahan menjadi editor? Jawabnya pun beragam. pengarang. (2) ditugaskan sehingga tak bisa menolak. tentara. judul. Apresiasi dari lembaga tentu saja berbeda antara satu lembaga dan lembaga lain. Adakah yang juga memberi perhatian pada siapa editor buku tersebut? Memang. siapa. Selebihnya. lingkup insan perbukuan dan masyarakat yang ‗gila‘ buku. (1) tidak sadar bahwa sebuah buku tidak akan pernah terbit tanpa campur tangan seorang editor. Fakta berbicara. Bagaimana apresiasi terhadap editor? Ada dua jenis apresiasi: dari lembaga tempat bekerja dan dari masyarakat umum. penerbit. Apakah yang menjadi perhatian masyarakat (pembaca) terhadap sebuah karya buku? Jawabnya. ahli hukum. foto model. (2) beranggapan bahwa siapa saja bisa menjadi editor. atau pemain sinetron. polisi. dan bagaimana editor buku baru ditimang oleh kalangan terbatas. ketimbang menjadi editor. dan (sekarang mulai menjadi perhatian) desainer sampul. (3) telanjur sayang dengan pekerjaan itu. Sementara. . bergantung pada kebijakan tiap lembaga. Hingga saat ini belum ada aturan main yang seragam tentang hak dan kewajiban editornya. (1) anak muda lebih tertantang untuk ‗bermimpi‘ menjadi dokter. (4) profesi editor belum bisa dipakai sebagai ‗iming-iming‘ untuk melamar seorang gadis. ekonom. insinyur.

misalnya. mengatur sistematika penulisan). Termasuk dalam tugas ini. Celakanya. di samping tetap sebagai . misalnya menyusun ide pengarang ke dalam bentuk yang semenarik mungkin (gaya bahasa yang digunakan. hingga melakukan pra-kalkulasi. jika pengarang jenis ini bertemu dengan mantan mahasiswanya yang kebetulan bekerja sebagai editor di penerbit tempat sang dosen akan menerbitkan naskahnya. Tugas ini seharusnya sudah diemban oleh editorial assistant atau copyeditor. analisis pasar. seorang editor harus piawai dalam melakukan sejumlah tugas. hal ini mendorong munculnya pengarang-pengarang ‗hebat‘—yaitu menafikan fungsi editor dalam menerbitkan karyanya. tidak tertutup kemungkinan seorang editor mencetuskan ide atau konsep buku yang akan diterbitkan. Seorang editor seyogianya menguasai tugas-tugas yang termasuk dalam substantive editing dan mechanical editing. seorang editor juga harus dapat berkomunikasi dengan pengarang atau penerbit luar negeri guna menjajaki kemungkinan penerbitan alih bahasa. dan mengetik naskah saja. seorang editor mulai memasuki proses panjang penerbitan buku. Tugasnya sungguh tidak menantang karena sebatas mengutak-atik bahasa. Apakah ruang lingkup kerja editor? Tugas seorang editor dalam industri perbukuan bukan semata-mata menyunting kebahasaan suatu naskah. dan memberi pertimbanganpertimbangan kepada bagian visual dan desain buku. dalam mechanical editing. minornya pemahaman masyarakat atas profesi editor buku menjadi pelatuk utama munculnya anggapan bahwa editor di industri penerbitan buku tidak lebih dari seorang ‗tukang‘. Di sini. Sementara. seorang editor harus siap menjadi seorang generalis dalam bidang penerbitan buku. editor harus mampu menilai dan mempertimbangkan kelayakan terbit sebuah naskah. Bahkan ada kalanya editor dituntut mengenal seluk-beluk produksi buku. sekaligus mencari penulisnya. Selain memeriksa kembali hasil penyuntingan kebahasaan yang telah dilakukan oleh asisten editor atau copyeditor. meramu sinopsis. Dalam substantive editing. Lebih celaka lagi. membetulkan letak titik-koma.Pengalaman empiris membuktikan. menyusun indeks. Pendek kata.

inilah hambatannya. Oleh karena itu. sampai acquisition editor (posisi yang disebut terakhir masih langka dalam struktur organisasi penerbit di Indonesia). Setelah buku terbit. sulit. menjadi editor sebenarnya tidak gampang.spesialis dalam salah satu ilmu. menyukai dunia perbukuan. Kenali benar watak dan temparemen penulis naskah: termasuk kategori penulis yang gampang. Tanpa pemahaman itu. meskipun ada kemungkinan editor lebih pintar dan ‗lebih tinggi‘ ilmunya daripada penulis naskah. kehadiran editor dari berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan dalam satu usaha penerbitan umum. Sebelum mulai mengedit naskah. Misalnya. Masing-masing memiliki ruang lingkup kerja sendiri. Tetapi. editor humaniora. dll. editor sains. sebaiknya editor berkonsultasi terlebih dulu dengan penulis naskah. biasanya sudah membedakan secara tajam fungsi-fungsi copyeditor. Itu sebabnya. Editor haruslah rendah hati atau tidak angkuh dalam menghadapi penulis naskah. sekaligus memahami tatacara penyuntingan. sebaiknya editor memahami benar cirri khas naskah bersangkutan. biasanya penerbit kesulitan menemukan orang yang menguasai suatu ilmu. sebaiknya editor tidak menempatkan diri pada posisi penulis naskah. segeralah baca ulang untuk menemukan sekiranya ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. hasil kerja editor akan berantakan. Tips Penutup Editor adalah pembantu penulis naskah. editor kesehatan. editor. Oleh karena itu. editor fiksi. . Kendala ini muncul akibat belum banyak mahasiswa yang benar-benar menyiapkan diri untuk bekerja sebagai editor selepas dari perguruan tinggi. Sebelum mulai mengubah-ubah dan mencoret-coret naskah. atau yang sulit-sulit gampang. Lembaga penerbitan yang profesional. bahkan ada pula penerbit yang mempertajamnya dengan menyediakan editoreditor khusus—sesuai dengan bidang garapan.

feedmap. Si pengirim komentar pun mengimbuhkan spontan terusik selepas membaca kisah nyata yang pernah menimpa Dana Fowley (kini Fowley berusia 27 tahun).net/blog/abinustra-vila-bintaro-indah-jakartaindonesia/BA5BC6C3576406CCEE2EC4BD7ACED5A3. Inggris. Perempuan | ShareThis SURABAYA | SURYA Online . namun dampaknya akan terasa hingga akhir hayat. ayak yang abai dan sok sibuk. 1 Januari 2009 | 19:34 WIB | Posts by: hiburan | Kategori: Gaya Hidup.Maraknya kasus penculikan bocah di bawah umur. Dugaan yang mengarah pada pornografi meruyak lebar. berdua dengan adik perempuannya. rentetan panjang nista dan nestapa yang bisa menimpa anak-anak di manapun mereka berada. Ibu yang pemabuk. Lelaki. Bahkan rumah yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dari ancaman kenistaan justru menjadi ‗tersangka utama‘ dalam bentuk-bentuk kejahatan kesusilaan yang idealnya tak menimpa anak-anak. Persiapkan.© ariobimonusantara mei 2006 *Diolah kembali dari artikel yang pernah dimuat di Berita Buku. pedophilia. anak-anak Anda sejak dini dari dalam rumah untuk mengantisipasinya. sudah mengalami kekerasan seksual yang justru ‗direstui dan diketahui‘ orangtuanya sendiri.aspx Ketika Pornografi Lebih Mengincar Anak-anak Kamis. Kekejaman yang berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. justru di usianya yang begitu belia. insest. . Fowley. perdagangan anak-anak dalam berbagai bentuk dan wujudnya sudah tak lagi mengenal batas wilayah dan negara. Itu hanya salah satu komentar yang ditulis seseorang yang mengaku perih sekaligus prihatin dengan maraknya kejahatan dan pornografi lintas benua yang mencuat tajam dekade terakhir ini. membuat miris. Seperti bagaimana Fowley berulangkali mencoba mengakhiri hidupnya setiapkali mimpi buruk itu muncul kembali. yang dalam usia belia. Disajikan di Pusgrafin Politeknik UI jurusan ilmu penerbitan http://www. Juli 1996 dengan judul yang sama. dari Edinburg.

Selain kisah Fowley. ―Apapun reaksi yang ditimbulkan atau omongan yang dilontarkan.000 pounds dari total 500. berhenti melarikan diri dengan mengungkapkan apa yang pernah dialaminya. ―Karena pembaca terbesar buku-buku jenis ini adalah perempuan dan anak-anak. Kisahnya luar biasa miris dan mengenaskan. Atau masa lalu David Thomas yang ia kemas dalam buku Tell Me Why. salah satunya yang disebutkan Kean adalah buku karya Stuart Howarth mengenai masa kecilnya yang menjadi korban kekejaman ayahnya sendiri. Ibarat pisau bermata dua. Direktur Institute of Family Therapy dari Inggris yang blakblakan menyatakan rasa skeptisnya jika gelontoran buku-buku kisah nyata kekejaman semacam itu akan membantu dan meringankan beban psikis dan psikologis dari sisi korban. pria dan suami yang mau memahami masa lalu istrinya.Beruntung ia memiliki. Daddy. Lalu? ―Lima puluh persen dari jumlah buku-buku jenis kisah nyata yang mengiris hati itu dijual bebas di pusat perbelanjaan dan swalayan-swalayan. Kean menambahkan. dulu. kesaksian Cathy Glass yang ia rangkum dalam Damaged: The Heartbreaking True Story Of A Forgotten Child. Hal mana justru disikapi berbeda oleh Carol Tonkinson. tulis Danuta Kean dalam situs BBC. Menjawab pro-kontra maraknya penerbitan buku kisah-kisah memedihkan macam itu.‖ Yang Harus Dilakukan? Begitu banyaknya buku-buku kisah nyata yang menyuguhkan anak-anak sebagai korbannya dan orang dewasa (orangtua dan keluarga dekat) yang menjadi pelakunya yang kini memberi warna lain swalayan dan toko-toko buku di Inggris. seraya mencoba mengalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan dan diputar dari bisnis kisah perih semacam ini. betapa banyaknya kisah nyata seperti yang pernah dialami Dana Fowley yang sudah pula dituangkan dalam cerita-cerita memedihkan yang kini banyak dijumpai di tokotoko buku. buku-buku kisah nyata tersebut diberi label kategori literatur-literatur yang memberi inspirasi. penerbit buku non-fiksi dari Harper-Collins yang merasa prihatin. Mummy. Howarth menjadi saksi hidup untuk tulisannya Please. demi menghindarkan jatuhnya jutaan anak-anak kecil lainnya yang mungkin akan menjadi korban seperti dirinya.000 pounds yang diberikan pihak penerbit. Dana Fowley memutuskan keluar dari masalalunya. Sama dengan buku-buku jenis cerita rakyat yang berakhir gembira. Ditambahkannya. Tonkinson juga menyesalkan menjamurnya bukubuku sejenis secara bebas diperdagangkan luas. Dan banyak lagi yang lainnya yang lebih membuat dada pepat dan sesak. Paul. salah seorang editor penerbitan kukuh menyatakan. Keprihatinan senada dilontarkan Barbara McKay. ―Bertahun-tahun saya bekerja sama dan membantu menangani korban penistaan seksual . Pada akhirnya. Masih ada lagi.‖ ujar Tonkinson lagi. dikabarkan awalnya menerima 200. di kedua sisinya selain menawarkan terapi solusi sekaligus mengiris pedih siapa saja yang mencoba membacanya. Fowley pun menuliskan apa yang dialaminya untuk diketahui dunia. lihat saja terapi kejutan yang diakibatkan buku-buku di tengah masyarakat.‖ ucapnya. Lalu berapa persisnya pihak korban menerima ‗upah‘ dari keberaniannya berbagi penderitaannya di masa kecilnya itu? Dana Fowley misalnya. No: A Boy Betrayed.

laku sebanyak 107.‖ sebut McKay. dari sejumlah riset soal jumlah penduduk yang mengunjungi toko buku atau yang suka membaca. The Paperback of Stuart Howarth. Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Henry Koenaifi. 12 Mei 2009 10-02-2009 Indonesia Hanya Terbitkan 8. Jakarta. Bahkan di minggu-minggu pertama diluncurkan. 3. anak jalanan yang berhasil ‗diselamatkan‘ John Peel dari Radio 4‘s Home Truths.Terjual 235. kisah Judy Westwater. SELASA . Agung mengatakan. Karena itu. Don’t Tell Mummy: A True Story of Ultimate Betrayal (Toni McGuire) . Di Inggris saja tercatat 3. 28 Januari 2009 JAKARTA.000 judul buku per tahun. Kisah yang dijual Howarth pun tidak beda jauh dengan apa yang sudah ditulis McGuire. 2. ‖Penerbitan buku berdasarkan data dari semua Toko Buku Gramedia baru mencapai sekitar 8. 6 tahun. . yang mulai menjadi sasaran kekejaman ayah dan ibu kandungnya. Street Kid: One Child’s Desperate Fight for Survival.000 judul buku per tahun. Jumlah itu di bawah angka yang disebutkan Ikapi mencapai 10. buku: 1.168 eksemplar (Mei 2007).Indonesia yang berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa baru sanggup menerbitkan sekitar 8. Hadir dalam pembukaan Kompas Gramedia Fair ke-22 yang dilaksanakan pada 28 Januari-1 Februari itu antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.743 eksemplar dengan masa edar tahun 2006. Buku ini mengisahkan penderitaan McGuire cilik.semacam itu. perubahan untuk mendorong minat baca perlu terus ditingkatkan. bbc/tri Selasa.‖ kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo pada acara pembukaan Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno. Misalnya. dan Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono. Jumlah ini sama dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 27 juta jiwa dan jauh di bawah Vietnam yang bisa mencapai 15.5 juta kopi buku-buku sejenis disebutsebut telah laku. buku-buku sejenis berhasil menyodok dalam sepuluh besar buku-buku terlaris.000 Buku Kompas. jumlahnya hanya mencapai 12-15 persen. Senayan.669 eksemplar semenjak dilepas ke pasar Maret 2007.000 judul buku per tahun. Selasa (27/1). buku-buku pengalaman mencekam masa kecil yang kini marak dibukukan dan dijual bebas di pusat perbelanjaan dan toko-toko swalayan itu diklaim laris manis bak pisang goreng. Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama.000 judul buku per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa. laku sebanyak 204. bbc/tri TAHUKAH ANDA? Anehnya. tak selintas pun pernah saya menawarkan terapi dengan saran agar mereka menulis buku mengenai pengalaman apa saja yang telah mereka alami. Rabu.

Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan. JK Rowling. bahkan terus meningkat menjadi sesuatu yang lebih baik". Fenomena ini jelas membongkar paradigma kita tentang buku anak-anak yang harus tipis dan banyak gambar yang berwarna cerah. dan sejumlah kegiatan lain.php?newsid=6025 Membaca untuk Transformasi Diri. Di Amerika Serikat.co. ketika mengikuti berita heboh peluncuran buku ke-5 Harry Potter. Di Vietnam. Dari kehidupan yang mulanya miskin. panjang antrean di depan toko buku mencapai 5000-an orang. Masyarakat dan Bangsa (17 May 2005. siap menyambut ‖ledakan besar‖ minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. Bayangkan. kata Agung. dan penganalisaan agar bisa . kini JK Rowling menjadi orang terkaya di Inggris melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. sudah berbilang jutaan penggemar yang telah memesannya. kesuksesan Harry Potter bagi penulisnya. Ketika tersebar berita akan diluncurkan pada hari Sabtu (21 Juni 2003) secara bersamaan di Inggris dan Amerika. Bukan cemburu terhadap penulisnya yang tiba-tiba menjadi kaya raya. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca warga Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku. 1481 x . Bagi saya. Penyelenggaraan Kompas Gramedia Fair yang bernuansa hiburan dan pendidikan ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-39 Toko Buku Gramedia yang sudah berjumlah 90 outlet di Tanah Air serta HUT ke-35 PT Gramedia Pustaka Utama. Fauzi Bowo mengatakan. Indonesia perlu mengatasi ketertinggalan dari segi minat baca dan jumlah penerbitan buku. tapi juga menceritakan dunia sihir yang butuh daya ingat yang kuat. Dan.Kompas Gramedia. buku tersebut telah terjual sekitar 5 juta kopi. Buku serial ke-5 Hary Potter itu kembali mendulang kesuksesan dan berhasil 'menyihir' dunia. hanya dalam kurun sehari saja. sore Jumat-nya para remaja di Kota London telah antre di depan toko yang akan menjualnya. Bayangkan. Buku Harry Potter bukan hanya tebal. Komentar) Memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei "Buku telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu membuat peradaban dapat bertahan dalam kebaikan atau. Namun. Hal ini mengingatkan pada peluncuran buku sebelumnya (serial ke-5) dengan judul Harry Potter and the Order of the Phoenix. Ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. Tanggal 16 Juli 2005 direncanakan buku ke-6 JK Rowling 'Harry Potter and The Half Blood Prince' akan terbit dan beredar serentak di seluruh dunia. Tapi saya cemburu terhadap minat baca yang luar biasa dari anak-anak Amerika Serikat dan Inggris. Selain pameran buku dan media. (ELN) http://cetak. buku yang telah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. diskusi buku. berita tersebut jelas menimbulkan kecemburuan.id/news. sebagaimana dilansir dari media massa. (Hernowo) Masih butuh sekitar dua bulan lagi. buku ke-5 Harry Potter tersebut memiliki tebal 896 halaman.fajar. adalah perubahan besar dalam kehidupannya. Kompas Gramedia Fair juga menyajikan lomba paduan suara TK-SD.

Sebab menurutnya. Membaca bukan lagi dianggap memecahkan persoalan tapi justru melahirkan persoalan baru. Penerbit-penerbit buku alternatif mulai bermunculan. jangankan pada persoalan membaca. Malaysia USD 9. Pendapatan per kapita warga Singapura pada tahun 2002 sebesar USD 24. Dari sisi kuantitas. saat ini mencapai 565 penerbit. sementara Indonesia hanya USD 3. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. Sebab. Thailand (65. Apakah kita turut menyalahkan para pekerja teknis yang tak punya waktu membaca sebagai biang kerok rendahnya tingkat membaca bangsa kita? Ataukah penduduk miskin yang tak pernah terpetik dalam hatinya untuk membeli buku karena disibukkan mencari makan? Harus kita salahkan juga? Saya sepakat dengan Agus M Irkham yang menulis artikel 'Minat Baca Rendah. Atau bisa jadi secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. Pantaslah anak-anak di negara maju pendidikannya tinggi dan cerdas-cerdas. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500.20 persen. Primanto Nugroho (2000) dalam penelitian kualitatifnya tentang minat baca memaparkan rendahnya minat baca disebabkan membaca merupakan kegiatan orang yang punya waktu luang. Sedangkan menurut laporan Bank Dunia.900. rendahnya kebiasaan membaca tsb. Persoalan Membaca Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara. Persoalan yang selalu mengemuka tentang rendahnya tingkat baca masyarakat Indponesia adalah pesoalan bagaimana menumbuhkan minat membaca. Thailand USD 6. Boleh jadi. tingkat membaca anak-anak dipegang ole negara Indonesia dengan skor 51.5 juta atau 9. Dari 'tesis' Purwanto tadi.6). Saatnya Membaca Untuk Perubahan Entah apa yang kemudian menghalangi masyarakat educated di negeri ini untuk gemar membaca. dosen.7 di bawah Filipina (52. erat kaitannya dengan pendapatan per kapita bangsa ini. untuk melek huruf pada orang dewasa saja (di atas 15 tahun) menurut data Depdiknas terbaru ada sekitar 15. Siapa Salah?" tepat setahun lalu di Harian Kompas.mengikuti alur ceritanya. Mengapa? Sebab. Budaya membaca inilah yang setidaknya saat ini belum ada pada diri anak-anak Indonesia. mahasiswa. performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama. belum lagi jika tampilan fisik buku sangat luks menyebabkan harganya kadang tidak terjangkau oleh masyarakat.1) dan Singapura (74. Kalau angka resmi jumlah penerbit di Indonesia pada 1997 hanya 518 buah. Beliau 'menuding' mereka yang tergolong educated (pelajar. Kalau common sense ini dihubungkan dengan minat baca masyarakat Indonesia berarti kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dalam artian pekerjaannya menyita banyak waktu. buku-buku sekarang boleh dibilang cukup memberikan harapan.100. golongan masyarakat yang manakah yang memberi kontribusi terbesar terhadap rendahnya tingkat baca di Indonesia?. No 16369-IND dan Studi IEA di Asia Timur. timbul pertanyaan. guru dan golongan mapan) adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menaikkan rating membaca. karena tingkat bacaannya yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar.0).300.000. yang lebih rendah dari keempat negara tetangga. Bukan itu saja. golongan ini relatif mampu membeli buku dan punya waktu untuk membaca. Indonesia berada di peringkat ke-39. . pekerjaan mereka tidak melulu teknis dan menghabiskan sebagian besar waktu.

Sebab. Kini sudah tentu sudah jauh di atas angka tersebut. Padahal membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. Cukupkah? MEDIA cetak di Amerika kini sedang diuji. Membaca merupakan suatu hal yang sangat urgen dalam menumbuhkan setiap pribadi manusia. hari Kebangkitan Nasional yang diwarnai lengsernya Soeharto yang menyisakan hutang bagi negara sebesar USD 120 miliar. pada Hari Buku Nasional 17 Mei hari ini. Masa-masa sulit harus dihadapi. ayat pertama Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqra) baik membaca ayat-ayat tersurat dalam Alquran dan sunah nabi (hadits) maupun ayat-ayat tersirat di alam semesta. ada yang mengurangi gaji. Media cetak pun makin kurus alias menipis. Iklan sebagai “gizi” terbitnya media cetak. tetapi sekaligus menata kerangka berpikir yang baik. membaca merupakan saran pentransformasian diri yang diharapkan dapat menular ke masyarakat serta bangsa dan negara dalam skala abesar. atau kalau tetap mau . semua pihak diajak bukan hanya mereformasi tatanan kehidupan. Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan. Hari Pendidikan Nasional yang dinodai oleh peristiwa Makassar Mei Berdarah setahun lalu (yang bagi mahasiswa merupakan peristiwa tak terlupakan). dan entah kapan akan berakhir. sementara biaya cetak dan operasional meningkat. Selamat Hari Buku Nasional. Di Makassar pun kita patut bersyukur menggeliatnya penerbit-penerbit buku cukup menggembirakan.Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit. bulan Mei merupakan bulan yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Komentar) Catatan: Sukriansyah S Latief Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai) BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini. pembaca yang bertanggung jawab dan jujur. Di bulan Mei ini. atau bahkan mengecil. * Sumber : Ismail Amin. sikap ataupun perilaku maka seseorang belumlah dikatakan membaca. Jika tidak ada perubahan baik secara mental. Ya. ada juga yang menutup sejumlah biro. Sekali lagi. malah ada yang mengecilkan ukuran koran. Setiap minggu. Karena hakikat membaca adalah perubahan mental. ada saja media yang memberhentikan karyawannya. 539 x . Ada yang mengurangi halaman. apa yang menghalangi kita untuk membaca? Padahal. kini semakin berkurang. Di Hari Buku Nasional kali ini akankah kita merusaknya dengan membiarkan mutu SDM Indonesia terus terpuruk di peringkat ke-112 dunia di bawah Vietnam yang baru 20 tahun berbenah setelah hancur-hancuran dalam perang saudara? Sudah masanya membaca kita jadikan bagian dari kesibukan harian kita serta menyelipkan buku di antara daftar belanjaan kita. Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan (20 Feb 2009. arif dan bijak serta menjadi manusia Indonesia yang pembelajar.Ada media yang memberhentikan karyawannya.

mesti siap menerima pengurangan gaji. Berbagai kiat dilakukan media cetak untuk bisa bertahan terbit.” kata Wildermuth. Saat ini. Menghadap krisis ini. California. Saat ini. yang penting-penting dan besar saja. Menurut John Wildermuth. dulunya mereka juga punya televisi. “Penghasilan dari online sekitar 8 persen dari jumlah penghasilan Saint Louis. mesti tidak menjamin akan tetap terbit. “Jumlah karyawan juga dikurangi. 58. seperti di Sakramento. yang 15 tahun menjadi wartawan. “Ya. di antaranya 60 wartawan lapangan dan 20 redaktur. Coba kita lihat saja apa yang dialami Koran St Louis Post-Dispatch. menambahkan.” tambah jurnalis yang telah berumur 57 tahun ini. sejumlah biro di daerah kini telah ditutup. Jumat Minggu. namun telah dijual pada 2000. Dia juga tercatat sebagai anggota Investigative Reporters and Editors. tapi telah dijual sekitar 15 atau 20 tahun lalu. Texas. lanjut Jeremy. pihaknya kini terus mengembangkan media online St LP-D yang sudah hampir berusia 10 tahun. di San Fransisco. kata Gauen. Rekan Jeremy yang lain. bisa sampai 42 ditambah beberapa halaman ukuran kecil. 36. kata Wildermuth. Kondisi ini tentunya sangat ironis. Koran yang ada sejak 1878 itu. Inc (IRE) dan Society of Professional Journalists (SPJ). Harian The San Fransisco Chronicle (The Chronicle). Selasa. sekarang tinggal dua.” jelas Gauen. walau pada hari Minggu bisa dua kali lipat. pihaknya mengurangi jumlah kantor perwakilan di daerah. “Yang tinggal. pihaknya juga melakukan seleksi terhadap kasuskasus yang akan diinvestigasi. beberapa tahun lampau. termasuk tentunya biaya investigative reporting. lalu menambahkan. dan 10 tahun bekerja di St LP-D. ada juga yang dipensiun secara dini. tapi pada hari Rabu. mengurangi biaya langganan jaringan networking. Sama dengan St LP-D. “Dulu wartawan investigasi ada lima. Ada yang diberhentikan. ada sekitar 400 karyawan. ada yang dikurangi gajinya.bertahan. juga mengalami hal yang serupa.000 pada hari biasa dan 475. di koran yang beroplah 275. Oplah yang ada saat ini jauh lebih kurang dibanding oplah tahun lalu. dan juga biaya-biaya perjalanan. “Mereka itu ada yang wartawan dan staf. bila kita melihat betapa jayanya media cetak Amerika. dan kini terbit kadang hanya 28 atau 32 halaman pada hari Senin-Sabtu. jumlah halaman juga dikurangi bila pada hari itu iklan kurang. dan Sabtu.” katanya. dulunya mereka juga mempunyai televisi. Menurut wartawan yang telah bekerja 24 tahun di St LP-D itu. Patrick Gauen. Untuk mengurangi biaya operasional. yang terbit di Saint Louis. Untuk mengurangi biaya cetak. .” kata Jeremy Kohler.” kata Jeremy yang telah sekitar lima tahun menjadi jurnalis investigator.000 pada hari Minggu itu. baik yang dikeluarkan atau yang mengundurkan diri. tanpa mau menyebut nilainya. Jadinya. halaman dikurangi. tapi sebelumnya harus dengan negosiasi melalui serikat pekerja. dalam tiga bulan ini saja telah kehilangan 60 karyawan. media online semakin mendapat tempat di masyarakat yang semakin modern. Kamis. Biayanya besar sekali. Pada hari Senin. staf writer yang juga wartawan senior di The Chronicle.

Menurut Steve Proctor.” ungkap Proctor. itu sudah ada sejak tahun 1900. “Kami akan mencetak di luar saja. dulu penyunting 50 orang. Koran yang dibiayai dari iklan dan mahasiswa melalui pungutan dalam uang kuliah. di Inggris misalnya. “Penurunan oplah itu tidak hanya di Amerika. karena penerbitan majalah dwibulanan itu dibiaya . yang sudah berlangsung hampir empat tahun. Texas. pihaknya kini sedang meneliti tentang kurangnya minat baca koran di kalangan generasi muda. Managing Editor The Chronicle. Namun biaya operasional dan cetak yang semakin besar. kata Leah. koran kampus ini dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa sehingga tidak masalah bila rugi. dengan melakukan kerja sama percetakan dari Kanada. kini sisa 40 orang. kini tirasnya tinggal 15 ribu. Hal sama terjadi pada Koran The Columbia Missourian. bila memakai percetakan outsourcing. juga mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan krisis. Menurutnya. yang didampingi Vikram. Tekanan ekonomi terhadap media juga dirasakan Ray Hartmann. kini tinggal 300-an. “Tidak ada orang yang kerja di media cetak di Amerika saat ini yang merasa aman. tapi juga di negara lain. Namun begitu. Itu pun mau dijual. Redaktur Pelaksana. Kiera Butler.” kata Hartmann. tergantung bagaimana media cetak bisa menghadapi online dan televisi.Tapi untuk lebih efisien.” kata Wildermuth.” aku Leah. masa depan media cetak tidak jelas. bagi perusahaannya. Menurut Leah Finnegan. yang dulunya 20 ribu eksemplar. “Orang kini lebih suka pasang iklan jual mobil atau rumah di online. Memang. Pemimpin Redaksi. mereka mempunyai empat mesin cetak. asisten editor dari Mother Jones Magazine di San Fransisco. tirasnya kini turun hingga 20 persen. lebih murah. Universitas Missouri adalah universitas jurnalistik yang tertua di dunia. “Karena ini kan mengurangi biaya. pencetakan koran akan diberikan kepada perusahaan lain. Koran yang ada sejak 1908 dan terbit selama enam hari selama seminggu itu rugi ratusan ribu dolar per bulan. Namun begitu. Menurut Profesor Fritz Cropp. Koran yang terbit Senin sampai Jumat itu dibagi gratis ke mahasiswa dan umum di kota Austin. tapi kini tinggal satu. koran kampus Universitas Missouri yang terbit di Missouri. 21. Kerugian tiap tahun sekitar 50 juta dolar setahun. Kami mau outsourcing. yang Mei nanti akan diwisuda dan berarti berakhir pula masa jabatan Pemrednya. pihaknya akan menjual mesin cetaknya. Di redaksi misalnya. Hal ini akan dilakukan sekitar 4 bulan lagi. dia tetap yakin media cetak tetap akan eksis sepanjang dia bisa mengikuti perkembangan teknologi. media cetak majalah kota dan gaya hidup tidaklah terlalu merasakan masa sulit saat ini. dan kini sisa 325 ribu eksemplar. Dulunya. Dulunya sekitar 500. Jumlah karyawan dikurangi. sementara mesin cetaknya akan dijual. CEO St Louis Magazine. koran kampus Univeristas Texas yang beredar umum di kota Austin. Soal turunnya tiras koran. Turunnya jumlah tiras juga dialami The Texan Daily.” kata Hartmann.

” akunya.” jelas Mike. dengan mempekerjakan 28 wartawan dan redaktur serta tujuh staf administrasi. Menurutnya. “Saya punya dua anak. yang hanya mempunyai enam wartawan. di KVUE Austin TV. Majalah dengan tiras 240 ribu itu banyak melakukan investigative reporting dan tidak mencari untung. Humas Pro Publica. Harus dikerjakan oleh karyawan yang ada saja. termasuk iklan mobil. di televisi juga merasakan dampak resesi ekonomi ini. dengan memfokuskan diri menulis untuk kepentingan masyarakat. dan saya minta keduanya jangan jadi wartawan.” kata Hadlock. Ditambahkan. semakin kurang berita-berita investigasi. sebelumnya telah ada Freedom Forum dan Center for Public Integrity. yang telah lebih dulu mengembangkan kebebasan pers dan berita-berita investigative reporting. di media yang punya 42 ribu langganan itu. Sebenarnya. masih ada harapan bagi jurnalis investigator di Amerika. “Akibatnya. Texas.by : sandrifna Perbukuan India Merengkuh Dunia Banyak orang tahu.*** Situs Resmi Pemerintah Kota Banjar . 24 Juli 07 . Sekaratnya bisnis media cetak di Amerika yang juga berarti liputan-liputan investigasi semakin berkurang.oleh yayasan progres nasional. Untuk itu. yang lulusan Universitas Ohio ini. maka pihaknya tidak akan mengganti atau menambah karyawan lagi. tapi tidak sebesar media cetak. Agaknya.” tambah Hartmann. KVUE TV yang merupakan TV lokal itu mengudara selama 24 jam. dengan jumlah awak redaksi sebanyak 47 orang. termasuk untuk biaya investigative reporting. sejak krisis keuangan di Amerika. masa depannya suram. “Tapi kita tetap harus efisien.” katanya bercanda. . karena krisis ekonomi ini pendapatan iklan ikut berkurang. membuat seorang Sandler. Hal ini juga melanda media di Amerika. India. Sebelum Pro Publica. Hal ini diakui Kathy Hadlock. terutama Bollywood. Dana yang disiapkan untuk “Pro Publica” yang berada di New York itu sekitar 10 juta dolar setahun. saat ini kalau ada karyawan yang keluar. Special Projects Producer. Makanya kami hadir untuk memberikan laporan-laporan investigasi. meski media cetak tak lagi memberi banyak harapan. seperti kasus penyiksaan tahanan di Guantanamo. “Sekarang mesti lebih hemat dan efisien. termasuk media cetak. pengusaha simpan pinjam. adalah salah satu industri film raksasa dunia.Jawa Barat Rubrik : Seni dan BudayaGeliat Selasa. biaya operasional dikurangi. Mereka merupakan orang pilihan dari 1000 orang yang melamar. membentuk semacam Lembaga Kantor Berita untuk Liputan-liputan Investigasi yang dimuat di Web Online dan bisa diakses media cetak maupun elektronik tanpa harus meminta izin untuk memuatnya. sekitar 20 ribu lapangan pekerjaan dikurangi. Menurut Mike.

Australia. dan Assamese. Inggris. serta harga yang relatif terjangkau. Para penerbit ini memproduksi buku-buku berbahasa Inggris dan buku-buku yang memakai 24 bahasa lokal. Penguasaan terhadap bahasa Inggris. agama. mata penduduk dunia mulai berpaling juga pada industri kebudayaan lainnya di India: buku. Frankfurt Book Fair ke-58. Kesempatan pertama dulu diberikan pada tahun 1986. Amerika Serikat. dan ilmu pengetahuan alam mendapatkan pasar yang bagus di kalangan negeri-negeri Eropa barat. Hal ini terjadi tidak lain karena buku-buku terbitan India mendapat pengakuan internasional. industri perbukuan India bernilai lebih dari 30 miliar rupee India (setara dengan 685 juta dollar AS) yang dihidupi oleh sekitar 15. Dalam perjalanan waktu. maupun Uni Emirat Arab. ajang pameran buku terbesar di dunia.Saat ini. dan tahun 2005 naik lagi menjadi 4. sejarah.000 judul) di antaranya adalah buku-buku berbahasa Inggris. termasuk di antaranya bahasa Hindi. India dapat memproduksi sekitar 70. sebuah lembaga bentukan negara yang bertugas mempromosikan buku dan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat India.6 miliar rupee. dan meningkatnya tingkat melek huruf di masa kolonial. yoga. maupun negeri-negeri South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yang terdiri atas Banglades. Demikian pula buku-buku tentang filsafat. Kegan Paul. Jepang. yaitu Longman Green dan Macmillan pada abad ke-19 dan Oxford University Press pada tahun 1912. dan John Murray mendirikan perpustakaan kolonial dan membuat daftar buku-buku berbahasa Inggris yang harus dikirim ke negeri yang kaya akan kebudayaan lokal ini. Penampilan India sebagai tamu kehormatan di Frankfurt nanti penting untuk dicatat karena ia menjadi satu-satunya negeri yang diberikan kesempatan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 20 tahun. tahun 2003 melesat naik hingga 3. Dengan jumlah penerbit sebesar itu. Sri Lanka. Malayalam. Pada tahun 1991 nilai ekspor buku-buku dari India mencapai angka 330 juta rupee. Tahun ini. kebudayaan.000 penerbit. baik karena kualitas isi. akan menampilkan India sebagai tamu kehormatannya (Guest of Honour Country). berkembangnya gerakan nasionalis. Banyak buku terbitan India memenuhi persyaratan sebagai buku pendidikan di negeri-negeri Afrika-Asia. Di bawah bayang-bayang kebesaran Bollywood. Pakistan. mutu produknya. Nepal. sastra kontemporer.29 miliar rupee dengan sasaran 80 negara. dan India. Penerbitan pribumi pun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan . Maldives. Tamil. beberapa penerbit. Butan. Punjabi. Telegu.000 judul per tahun dan 40 persen (sekitar 28. industri buku India kini memasuki jalur perdagangan tingkat dunia. Berbahasa Inggris India memulai sejarah penerbitan buku-buku berbahasa Inggris sejak zaman kolonial. Roda penerbitan buku berbahasa Inggris mulai berputar ketika tiga penerbit Inggris masuk India. secara perlahan tapi pasti. seperti Macmillan. Berdasarkan catatan Nuzhat Hassan. telah menambah permintaan terhadap buku-buku berbahasa Inggris di negeri jajahan Inggris ini. Gujarati. Bengali. Proporsi angka sebesar ini membuat India menjadi negeri penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris! Perkembangan yang pesat juga dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekspor buku India. yang rencananya akan digelar pada 4-8 Oktober 2006. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pengakuan dunia internasional terhadap industri perbukuan India yang berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Direktur National Book Trust of India.

Ravi Dayal. Umumnya. musik. Sementara itu. Penerbit tipe terakhir ini masing-masing memiliki profil organisasi dengan spesialisasi buku yang sangat beragam. English Edition. sementara Permanent Black. Harper Collins India. Urvashi Butalia dan Ritu Menon. Kemerdekaan politik turut mempercepat proses tersebut. juga melempar produknya ke pasar dunia. India Ink. Crossword. maupun buku-buku akademis dan referensi seperti filsafat ataupun bidang kajian. berkompetisi. Di samping penerbit besar. Macmillan India. ataupun pemain lama seperti Oxford University Press. serta UBS Publisher. Kali for Women misalnya. bermain di pasar buku anak-anak. Didirikan oleh dua tokoh feminis terkemuka. meskipun kini telah menjelma menjadi dua penerbit dengan manajemen berbeda yaitu Zubaan Book dan Women Unlimited. Bisnis "outsourcing" Banyaknya penerbit asing yang beroperasi merupakan konsekuensi diberlakukannya peraturan Pemerintah India yang membuka 75 persen sektor penerbitan buku (non-news sector) untuk dimasuki oleh investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan 100 persen . seni rupa. New Delhi. Penerbit lainnya. penerbit ini bermula dari usaha kecil di sebuah garasi di New Delhi pada tahun 1984. Random House India. industri buku India diwarnai oleh menjamurnya penerbit-penerbit independen skala kecil dan menengah. penerbit Katha memfokuskan diri pada kerja-kerja penyelamatan karya-karya klasik berbahasa lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara baik dan menerbitkannya dalam edisi yang berkualitas. sementara Rupa & Co yang telah berdiri sejak tahun 1936 mengeluarkan 250-260 judul baru setiap tahunnya. Kini. seperti Penguin India. penerbitan milik pribumi maupun asing tumbuh berdampingan. ataupun berkolaborasi di pasar dalam negeri India maupun internasional. misalnya. film. Picador. rata-rata menerbitkan 200 judul per tahun. Untuk distribusi di dalam negeri para penerbit memanfaatkan tokotoko buku kecil yang tersebar di seluruh India maupun toko buku besar dengan masing-masing memiliki sekitar 7 sampai 30 outlet di seluruh India seperti toko buku Oxford. merupakan penerbit buku-buku feminis yang cukup berhasil di pasar. Orient Longman. Zubaan Book yang memiliki kantor mungil di Hauz Khas Enclave. Vikas Publishing. selain mendistribusikan buku-bukunya di dalam negeri India. Minerva. itu kini rata-rata memproduksi 15-20 judul baru per tahun. Semua penerbit ini. ataupun Srishti membidik pasar pembaca umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan trade books. seperti Tulika.kesempatan dalam pendidikan dan peningkatan investasi dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan sekolah-sekolah. Gambaran dunia penerbitan India saat ini diisi oleh para pemain besar dari luar India. maupun Landmark. para penerbit ini memproduksi lebih dari 100 buku per tahun. Roli Books. Penerbit lainnya seperti Seagull merupakan penerbit yang menggeluti buku-buku tentang teater. Penguin India. maupun penerbit besar pribumi seperti Rupa & Co.

karya klasik berbahasa . Mereka dapat memangkas ongkos produksi sekitar 50-70 persen. Cambridge University Press (CUP). Nilai bisnis ini di India diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS tahun 2006 ini. Saat ini. yang melebarkan sayap bisnisnya ke India. Journal of India Foreign Affairs. seni. Sementara majalah dan jurnal mengambil porsi 24 persen. Cambridge University Press India akan menjadi basis penerbitan buku-buku pendidikan yang bermutu maupun jurnal. Nehru melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan. Menurut The Financial Express edisi 26 Desember 2005. tidak hanya untuk pasar dalam negeri India tetapi juga untuk negeri-negeri Asia di sekitarnya. Menurut rencana. Fenomena terbaru adalah masuknya penerbit besar dari Inggris. Buku-buku yang diterbitkan tersebut adalah karya-karya klasik berbahasa India maupun terjemahannya ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya. dan saat ini berada di bawah koordinasi Departemen Pendidikan. dan E-publicationa yang mengambil porsi 17 persen adalah kategori yang paling cepat berkembang dari seluruh tipe bisnis ini. dan budaya di masyarakat India sendiri. kegiatan lembaga ini difokuskan pada memproduksi dan mendorong produksi bukubuku yang baik dan membuat agar buku-buku baik tersebut tersedia dengan harga terjangkau masyarakat setempat. apa peran Pemerintah India dalam mengembangkan industri ini? Paling tidak India mempunyai National Book Trust (NBT). India merupakan pasar buku yang menjanjikan. tabloid 6 persen. Sebuah perusahaan riset dan intelijen bisnis di India. memprediksi bahwa nilai bisnis ini di India akan menyentuh angka 1. CUP mengakuisisi 51 persen saham Foundation Books. Nehru sendiri adalah seorang pencinta buku dan penulis yang hebat. Outsourcing di segmen penerbitan telah dimulai lebih dari dua dekade lalu ketika perusahaan Macmillan membentuk unit offshoring di India tahun 1977. Dengan 20 juta penduduk berbahasa Inggris aktif.untuk sektor perdagangan buku. Indikator paling nyata perkembangan bidang terakhir itu adalah tingginya minat baca masyarakat agar mampu memahami dan menghargai berbagai kekayaan tradisi. sebuah penerbit sekaligus distributor. penerbitan newsletter merupakan kategori terbesar (53 persen) yang memanfaatkan bisnis outsourcing publishing ini.1 miliar dollar AS tahun 2010. dan industri harus sejalan dengan kemajuan di bidang sosial dan kebudayaan. sementara Foundation Books dikenal menerbitkan jurnal bergengsi. Bisnis ini memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbitan besar di luar India memanfaatkan tenagatenaga profesional India untuk mengelola bisnis mereka di India melalui kemajuan teknologi informasi. ValueNotes Database Pvt Ltd. sebuah lembaga negara yang dibentuk tahun 1957 atas usulan Perdana Menteri I India Jawaharlal Nehru. Selama ini memang CUP memfokuskan kerjanya pada penerbitan buku-buku teks bagi level pascasarjana maupun buku-buku hasil penelitian di berbagai bidang. Bidang itu adalah bisnis off -shore publishing. di antaranya mendistribusikan buku-buku terbitan Seagull yang berbasis di New Delhi dengan nilai investasi sekitar 6 juta dollar AS. Peran pemerintah Lantas. Potensi yang menjanjikan ini juga mendorong perkembangan bidang lain dari industri penerbitan India. Alasan utama perusahaan-perusahaan besar tersebut menyewa perusahaan outsourcing India adalah ongkos produksi di India jauh lebih rendah dibanding negeri asal perusahaan tersebut. teknologi.

Tampaknya. Angka ini lebih tinggi 4. Berdasarkan catatan NBT. NBT telah mengorganisasikan 27 pameran buku nasional dan pameran keliling di berbagai negara bagian yang menjangkau hingga level semi-urban.000-1. rata-rata terbitan NBT setiap tahunnya mencapai 1.200 judul yang meliputi karya asli. Dalam sebuah riset tentang berapa banyak waktu dihabiskan untuk membaca dibandingkan menonton televisi. NBT juga mempromosikan buku dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pameran buku di seluruh India maupun di tingkat regional dan internasional. juga buku-buku pengetahuan modern untuk penyebaran secara meluas. Sebaliknya. terjemahan. Sementara orang India menempati urutan ke empat terbawah. yang dilakukan oleh National Opinion Poll World (NOP World). NBT telah berpartisipasi dalam 300 pameran internasional. dunia Barat harus menyadari bahwa India telah menjelma menjadi pusat intelektual melalui kegiatan kebudayaan yang penting ini. Dari riset terhadap 30.Inggris yang diterjemahkan ke bahasa lokal. MUSIK & FILM | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | KAMUS | WALLPAPER | MOBILE . Sejak tahun 1970. meningkat hingga 188 judul pada tahun 1979-1980.3 jam seminggu untuk membaca.htm | RAGAM | SELEB. MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JessikaTeuku ZackyWulan Guritno KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend Bahasa Indonesia Bahasa Inggris KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil Marketplace Game & Application Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB. dalam kaitan mempromosikan buku-buku India ke dunia internasional. lalu bertambah delapan kali lipat pada tahun 1989-1990 hingga mencapai 851 judul. orang Inggris hanya memakai 5. jumlah buku yang diterbitkan lembaga yang berbasis di New Delhi ini bertambah dari tahun ke tahun: tahun 1969-1970 hanya sekitar 106 judul. sebuah perusahaan riset pasar berbasis di Inggris. (BI Purwantari Litbang Kompas) Sumber : http://www. Selain itu. didapat hasil bahwa setiap orang India rata-rata menghabiskan waktu 10. Sejauh ini. Sejak itu. penduduk negeri bekas penjajah India ini menghabiskan 18 jam seminggu untuk menonton program televisi. diketahui bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. maupun cetak ulang atas buku-buku dalam 18 bahasa.com/kompas-cetak/0608/19/pustaka/2889923.000 orang berusia 13 tahun ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara pada tahun 2005.7 jam per minggu untuk membaca.2 jam dibandingkan dengan ratarata angka global.kompas. Industri kebudayaan yang besar ini tentunya juga tidak mungkin berkembang tanpa dukungan kebiasaan membaca masyarakat India. Sementara itu.

Resensi Film (10/20) Kurang Kerjaan . Rowling Kamis. Kamera Kelas 'Budget' Yang Handal .Gadget (7/20) 'DISTRICT 9'.Otomotif (5/20) MSI EX620. Kamp Konsentrasi Para Alien .Otomotif (20/20) Toshiba Satellite L300.Cari (1/20) Samsung ES55. Mengungkap Kasus Pelik di Perbatasan Meksiko Resensi Film (3/20) Agnes Monica: 'SACREDLY AGNEZIOUS'.Gadget (9/20) 'SHORTS'. Hari Bertemunya Dua Dunia . Raja Tikungan .Kesehatan (19/20) KTM RC8R. Batu Aneh Yang Jatuh Dari Langit .Seksologi (13/20) Canon IXUS 95 IS. Momok Baru Yang Paling Ditakuti Sekarang Ini .Humor (18/20) Flu Babi.Gadget <> HOME » SHOWBIZ » Selebriti Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J.Resensi Film (8/20) HP EliteBook 2530p. Setelah Wisuda Lantas ke Mana? . Eksplorasi Atau Repetisi? .Gadget (6/20) Sekilas Kamera Digital: Olympus mju 1060 . Dilengkapi Fitur QuickLook .Resensi Musik (17/20) Permintaan Playboy Arab . Notebook Entertainment . Kemudahan Dan Portabilitas . 16 Juni 2005 21:37 Ilustrasi BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN . Bukan Yang Terbaik di Kelasnya .Resensi Film (16/20) 'THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM'.Gadget (14/20) 'SOLSTICE'. Album Narsis .K.Tips (12/20) Lima Menit Persiapan Sebelum Melakukan Seks .Humor (11/20) Memahami Lebih Lanjut Tab Pada Firefox .Resensi Film (15/20) 'POST GRAD'.Gadget (2/20) 'BORDERTOWN'.Resensi Musik (4/20) Lamborghini Murciélago LP670-4 SV .

Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik. Cornelia Funke dan R.L. sebaiknya jangan dicoba sama sekali. ." kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru." kata Direktur Pemasaran.K. bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. Revenge Movies Kapanlagi.com . "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya. Inc. Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online. seperti Lemony Snicket. anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos. dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal. "Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini." papar Blair. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses. Rowling diluncurkan Juli mendatang.KOMENTAR FANS JK ROWLING Ikuti Kuis Berhadiah. demikian dikutip dari AP (Associated Press). tetapi pasaran buku online bekerja beda. dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular. Jason Campbell. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling. "Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R. termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya." tambah Campbell. bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak. yang menerbitkan buku karya Rowling. "Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya.Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J. hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online. Stine.L. setidaknya dari segi hukum. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton.

'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. Ini buku online. saat ditemui SH. Pasaran buku online tetap berkembang. "Agak frustrasi. "Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa. di bawah berbagai hal lain yang dinilai lebih bersentuhan dengan kepentingan khalayak luas secara langsung. karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini. mengakui hal itu. daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi. yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik. misalnya soal kenaikan BBM atau perlu tidaknya Monas dipagari."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling. yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar. Barangkali hanya segelintir orang di Indonesia ini yang melewatkan waktunya untuk membaca tanpa dipaksa oleh kewajiban. hasil pendapatan bersih mencapai US$9. minat baca masyarakat – yang berhubungan langsung dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan – harus diakui masih amat tipis. Di satu sisi. meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini. Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online." tambahnya. mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller. sementara seluruh jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa. Kamis (16/5) siang." jelas Marcus. Memang perpustakaan sebagai fasilitas dimana masyarakat bisa menimba pengetahuan dengan biaya rendah masih menduduki urutan ke sekian. meski penerbitan buku online telah menurun. kota yang bisa dibilang termaju di antara kota-kota lain di Indonesia. ditilik dari jumlah anggaran yang disediakan relatif rendah setiap tahunnya. tetapi kami tak bisa menjangkau mereka.6 juta pada tahun 2004.Nasib perpustakaan di Indonesia." kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books.' Fantasi itu belum terwujud. pemerintah juga terkesan tidak memprioritaskan pengembangan perpustakaan. dan daya tarik bagi para pembaca dewasa. Di satu sisi. "Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak. Prayitno." kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum. Anak-anak handal dengan teknologi. Di Jakarta.7 juta eksemplar buku. jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda) pada tahun 2000 tercatat kurang dari 20. . pemerintah masih menempatkan fasilitas umum sebagai tempat masyarakat bisa menimba ilmu dengan biaya rendah itu pada urutan kesekian. masih tak terlalu menggembirakan. Di sisi lain. (*/dar) Perpustakaan di Ibu Kota.000 orang. hingga hampir mencapai 1. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu. Menurut organisasi Open eBook Forum. Sepi dan Tak Layak JAKARTA . Kepala Sekretariat Perpustakaan Umum Pemerintah DKI Jakarta (Perpumda). tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan.

sedangkan buku fiksi yang mereka pinjam hanya 79.” kata Ayub. Tetapi tidak ada anak yang ditegur karena tidak bersedia datang ke perpustakaan. Perpustakaan ini merupakan satu contoh riil tentang kondisi perpustakaan di Indonesia. tentu ia akan ditegur. salah satu dari siswa SMU tersebut. Sementara.994 eksemplar). sementara buku fiksi yang mereka pinjam mencapai 51. Hal itu biasanya dilakukan sebelum pengadaan.342 buku. ”Karena itu. khususnya di Jakarta yang sudah tidak layak dan tidak pantas disebut sebagai tempat baca. Ibarat pepatah. hidup segan mati tak mau. data itu menunjukkan minat baca anak-anak sebenarnya tinggi. Sementara. Juga covernya yang bagus. anak-anak memang lebih menyukai buku yang memiliki banyak ilustrasi gambar. . Memang. Tetapi pada saat ditanya. menurut Ayub. sementara buku jenis fiksi yang mereka pinjam hanya 15. sesuai dengan perkembangan mereka.” tambahnya. kita memang memerlukan adanya penulis dan penerbit buku yang mampu memproduksi buku yang menarik minat baca anak-anak.089 buah. dari sekolah dasar hingga universitas-universitas. Misalnya. (Sebagai perbandingan. sangat disukai anak-anak. dari data yang dihimpun oleh Perpustakaan Umum Jakarta Pusat pada tahun 2000. ”Nggak. ya mereka hanya membaca itu. bukan didorong karena kegemaran. bisa diketahui bahwa buku yang paling diminati anak-anak adalah buku jenis fiksi.” katanya. karena buku yang demikian biasanya adalah komik. diwujudkan melalui upaya pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. yang pada tahun 2001 memakan biaya kurang lebih Rp 477 juta. dan bercover menarik. Padahal kalau buku pengetahuan dibuat menarik. Jadi kerja kelompok di sini. setiap tahun Perpumda menyebar kuesioner ke sekolah-sekolah.” kata Anita. Sementara di Perpustakaan Umum Jakarta Barat. Barang Bekas Kondisi tidak jauh berbeda juga tampak di Perpustakaan Umum Gelanggang Olahraga Remaja Jakarta Timur di Jalan Oto Iskandar Dinata. ia mengaku tak pernah melewatkan waktu luangnya di perpustakaan. antara lain. bagaimana supaya mereka jadi suka membaca.Sedangkan masyarakat juga demikian. Ia mengatakan. kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan. saya jalan sama temen. lama-kelamaan hobi membaca akan terpupuk hingga si anak menjadi dewasa kelak. peminjam remaja dan dewasa meminjam buku non-fiksi sebanyak 371. Hanya saja. Gubernur Jakarta yang menjabat pada masa itu. Dari hasil kuesioner tersebut. Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah. kami bisa menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan atau keinginan masyarakat. salah seorang mahasiswa Untar yang ditemui SH. Kamis (16/5). sedangkan buku jenis fiksi yang mereka pinjam mencapai 24. ”Karena itu. buku non-fiksi yang dipinjam oleh peminjam remaja/dewasa adalah 131. hasil wawancara SH dengan sejumlah pengunjung yang datang ke Perpumda siang itu. buku tentang flora fauna yang banyak berisi foto. Tidak terangsang minat bacanya untuk membaca buku pengetahuan. kunjungan ke perpustakaan lebih dikarenakan keharusan atau kebutuhan. Menurut Ayub.889 eksemplar. lama-kelamaan keinginan ideal untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat baca tinggi akan terwujud.473 eksemplar. sebenarnya para penerbit perlu menerbitkan buku pengetahuan yang tidak melulu berisi tulisan. salah satu pustakawan Perpumda. untuk mengetahui buku apa yang paling diperlukan atau paling diinginkan oleh masyarakat. misalnya. saya yakin mereka akan senang membacanya.477. ”Dengan demikian. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak hanya 18. ”Saya datang ke sini karena mencari bahan skripsi. dengan membangkitkan kesukaan membaca berbagai buku – tidak hanya fiksi –sejak usia anak-anak.134 eksemplar. jumlah buku non-fiksi yang dipinjam oleh anak adalah 46.” katanya. Dengan demikian anak pasti tertarik membaca. menunjukkan bahwa bagi para pengunjung Perpumda yang kebanyakan adalah siswa SMU atau mahasiswa. Bagai kerakap tumbuh di batu.” kata Anne. Menurut Ayub. Selama ini. yang mengatakan mereka datang ke Perpumda siang itu untuk mencari bahan bagi tugas sekolah mereka. Perpustakaan Umum yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada tahun 1971. Komentar tak jauh berbeda juga dikemukakan oleh beberapa orang siswi SMU. Dengan demikian. Buktinya. tetapi banyak gambarnya. pada tahun 2000. Dulu sebelum bikin skripsi saya paling ke sini kalau ada tugas makalah saja. ”Lagi disuruh bikin paper.” kata Ayub.699 eksemplar. Upaya pemda DKI itu. karena itu kami terus berusaha membangkitkan minat masyarakat. biasanya kalau libur atau ada waktu senggang.

atau Kahlil Gibran. menunjukkan usia buku sudah tua dan sepertinya jarang disentuh.” katanya. Bukan tidak mungkin. Tapi Mas ngerti sendirilah bagaimana perkembangan jaman. jika hal itu dilakukan. terlebih-lebih pengunjung perpustakaan. Memasuki tahun 80-an mulai terasa penurunan tingkat pengunjung. karena kendatipun hanya dimulai dengan iseng-iseng membaca. ia akan menjawab. Jum'at. Yah…begitulah akhirnya Mas. kita akan menemui seorang remaja putri yang tengah membaca tulisan Pramoedya Ananta Toer.”Lurus terus lalu belok kiri.” ujarnya sembari manarik nafas panjang diiringi senyum kecil yang entah apa maknanya. jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan kian hari kian meningkat. ternyata mampu mengalihkan perhatian remaja dan kaum muda untuk berpaling dari kegiatan-kegiatan seni dan olahraga apalagi kegiatan membaca di perpustakaan. serta pembuatan kartu anggota perpustakaan bagi pengunjung yang hendak meminjam atau mambawa pulang buku. dan beberapa barang lainnya. staf keamanan GOR Otista dengan mimik tak percaya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah ruang perpustakan berada. Umumnya buku-buku tersebut sudah berwarna kuning dan diselimuti debu tipis. Selain itu buku-buku diperpustakaan kami dari tahun ketahun itu-itu saja. Hal ini ternyata membawa dampak yang positif bagi keberadaan perpustakaan. memang perlu dilakukan. Kita sampai kewalahan melayani tingginya tingkat kunjungan warga khususnya anak-anak muda. Tapi buku-bukunya sudah tua. dan pada saat ditanya apa yang sedang ia lakukan. Puncaknya memasuki tahun 90an. Maka untuk memudahkan pengunjung dalam penelusuran buku yang dibutuhkan. Memasuki ruangan perpustakaan. kegiatan seni dan olahraga juga sempat mandeg. Sekarang GOR ini lebih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan seninya saja . Pertama kali pada tahun 1989. Perpustakaan ini tidak pantas lagi disebut perpustakaan. 17 Mei 2002 Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009 Kategori: Béwara » Dibaca: 573 kali » Dilebetkeun: 02-02-2009 Penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. Namun masa emas itu ternyata hanya berlangsung sekejap. Menilik rendahnya tingkat kunjungan dan minat baca. ”Saya kira tadi kamu pengunjung. kesan pertama yang muncul bahwa ruangan seluas 3 X 7 meter tersebut tidak terurus dan terbengkalai sebagaimana layaknya sebuah ruang perpustakaan. sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang memicu munculnya beraneka ragam hiburan menarik. diberikan . pria berusia 55 tahun yang sudah bekerja selama kurang lebih 27 tahun di GOR tersebut dan kini menjabat sebagai kepala perpustakaan.” ujar Susilo. apalagi buku-buku yang terbit masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi pada masa itu. Munculnya GOR ”bak gula ditengah semut” kata orang Medan. atau siapa saja. ”Saya sendiri tidak tahu persis apa penyebab remaja berpaling dari GOR. barangkali teori sederhana Ayub untuk memupuk minat baca sejak usia anak-anak. sampai sekarang belum ada perubahan. sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Buku-buku yang tersusun di rak bercampur dengan barang-barang lain seperti botol. ”Saya sedang memanfaatkan waktu luang.” ujar Harno. mereka larinya pasti ke sini. maka perpustakaan tersebut dibantu dengan kiriman buku-buku dari perpustakaan DKI Jakarta. piring. Mungkin taman bacaan atau entah apalah namanya. disusunlah buku-buku tersebut menurut jenisnya dalam rak-rak sederhana.” (SH/ruth hesti utami/rafael sebayang) Sinar Harapan. Jangankan untuk membaca di perpustakaan. Ia kemudian menuturkan kenangan-kenangan pada awal Gelanggang Olahraga Remaja itu diresmikan Ali Sadikin dimana masyarakat khususnya remaja dan anak muda begitu antusias menyambutnya. Taman bacaan lebih lengkap bukunya dari perpustakaan ini. Untuk menambah jumlah buku-buku perpustakaan. Keberadaan GOR tersebut menurut Susilo mampu menarik perhatian kaum muda untuk melakukan aktivitas-aktivitas olahraga dan seni setiap harinya. ”Dulu untuk mencari anak sekolahan yang bolos gampang sekali.

Karena itu ketika beberapa waktu yang lalu kami diberitahu bahwa ada buku yang terbit dalam bahasa Madura. Alhamdulillah sampai sekarang setiap tahun ada saja dermawan yang sadar akan pentingnya memelihara bahasa ibu yang sebenarnya merupakan kekayaan budaya bangsa kita.walaupun ada saja yang terbit setiap tahun — bukanlah usaha yang menjanjikan haridepan secara bisnis. Dan sejak 1997. karena penerbitan buku bahasa ibu dalam bahasa Sunda. kami masih ―koréhkoréh cok‖ (mengais-ngais dulu mencari rémah sebelum mencotok). Setelah selama 20 tahun pemberian Hadiah ―Rancagé‖ selalu mendapat tempat dalam pérs. Di samping itu kami juga harus sadar bahwa kian bertambahnya Hadiah ―Rancagé‖ yang diberikan. terutama untuk anak-anak Tetapi penerbitan itu luar biasa. Tetapi sejak tahun kedua. tak ada buku yang terbit dalam bahasa Lampung. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu. para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah ―Rancagé‖. pada akhir tahun 2008. hadiah ―Rancagé‖ hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan.Pada tahun pertama. mendapat ―panyecep‖ dari Gubernur Jawa Barat (Rp. Para pengarang dikejar agar segera menyiapkan naskah. Ternyata seperti yang kami kuatirkan. Alhamdulillah dengan ridho Allah dan uluran tangan para dermawan yang menyadari pentingnya bahasa ibu dan sasteranya dalam kehidupan bangsa. Jawa dan Sunda. tahun ini juga. 10 juta dipotong pajak 15%). Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ bersama-sama dengan beberapa seniman dan organisasi kesenian lain. yaitu Bali. namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pusat maupun daérah. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah ―Samsudi‖ buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda. tiba-tiba saja kelihatan kesibukan yang tidak biasa dalam penerbitan buku basa Sunda. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ juga diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku dalam bahasa Lampung. Tahun yang lalu. . Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Sunda Menjelang akhir tahun 2007. Kekuatiran seperti itu sebenarnya wajar. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera ―Rancagé‖. Jawa dan Bali juga .hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Kami kuatir terjadi lagi apa yang sudah kejadian dengan bahasa Lampung. Hadiah Sastera ―Rancagé‖ akan disampaikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa ibu. maka beban yang kami tanggung juga kian berat. Dalam waktu singkat terbit buku-buku bacaan. Sampai sekarang seperti pernah kami katakan. tiba-tiba saja mencari naskah Sunda untuk diterbitkannya. kami tidak segera menyambutnya dengan menyediakan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ buat pengarang dalam bahasa Madura. yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Penerbit dan bukan penerbit yang selamanya tidak menaruh perhatian terhadap penerbitan buku dalam bahasa Sunda. usaha penerbitan dalam bahasa Lampung itu tidak dapat dilaksanakan secara kontinyu. Dalam tahun 2008. hadiah untuk bahasa Lampung tidak dapat diberikan. sehingga Hadiah Sastera ―Rancagé‖ masih dapat diberikan. hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa. sehingga untuk Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009.

Kalau dalam tahun 2007 terbit 32 judul buku bahasa Sunda (di luar cétak ulang). seperti cerita-cerita yang dimuat dalam kumpulan cerita péndéknya yang pertama Nu Harayang Dihargaan yang mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 1999. maka penerbitan buku dalam bahasa ibu Sunda pun kembali sepi. disusun ku Julian Mille). Bayan Budiman karya M. Si Cépot Hayangeun Kawin dan Bagal Buntung hayangeun Walagri) dan sebuah lagi berupa kumpulan lelucon (Seuri Leutik). Kalau bukunya terpilih untuk dipesan oléh proyék barulah akan dicétak sebanyak yang diperlukan. ialah Nu kaul Lagu Kaléon karya RAF. Ghazali almarhum. Janté Arkidam karya Ajip Rosidi dan Album Carpon Purnama di Karanghawu karya Aan Merdéka Permana.K. Semua cerita yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ berlatarbelakang kehidupan orang-orang di pedésaan bagian Utara Jawa barat. Yang pertama ―Si Iblis‖ memuat 8 cerita péndek. F. sedangkan kelompok kedua ―Rusiah Kaopatwelas‖ memuat 7 cerita péndék. Kebanyakan yang meréka terbitkan hanyalah sejumlah éksemplar sekedar untuk dijadikan contoh buat proyék pembelian buku bahasa ibu yang konon jumlahnya puluhan milyar. Ada pula empat buku karya Ajip Rosidi. Rusiah Kaopatwelas kumpulan cerita péndek Darpan. Seperti telah berkali-kali dijelaskan buku cétak ulang dan karangan Ajip Rosidi tidak termasuk yang dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖. terutama di Bandung. Akhir cerita yang dimaksudkan menjadi ―surprise‖ tidak lagi mengejutkan karena sudah dapat ditebak dari awal. Ternyata proyék itu konon dibatalkan. Di samping itu ada cétak ulang. Tapi tidak semua masuk jenis buku yang dipertimbangkan untuk dinilai untuk mendapat Hadiah ―Rancagé‖ seperti The People’s Religion (penerbitan dwibahasa yaitu dalam bahasa Sunda dan Inggris yang merupakan transkripsi dari da‘wah-da‘wah Ajengan A. Meski tidak sekuat umumnya cerita yang dimuat dalam Nu Harayang Dihargaan. Élégi Patani kumpulan sajak Arie Suhanda dan Serat Panineungan kumpulan sajak Étti RS. Secara umum kesepuluh cerita itu tidak mempunyai plastisitas bahasa dan spontanitas seperti dalam ceritacerita yang ditulis Aam pada awal kariérnya sebagai pengarang. Begitu juga Luang keur nu Ngarang yang disusun oléh Hawé Setiawan dan Dadan Sutisna bagi meréka yang berminat untuk belajar mengarang. Rusiah Kaopatwelas memuat lima belas cerita péndék Darpan yang dibagi menjadi dua kelompok. Jadi tujuannya bukanlah menyediakan buku bacaan dalam bahasa Sunda untuk masyarakat. sekitar Karawang. tiga di antaranya berupa cerita carangan wayang Cirebon (Dorna Ngabasmi Komunisme. Sedang cerita-cerita yang dimuat dalam kelompok ―Rusiah nu Kaopatwelas‖ mengisahkan orang-orang yang hidup di kota. Maka buku basa Sunda yang tahun ini dinilai untuk memperoléh Hadiah ―Rancagé‖ 2009 hanya empat judul ialah Layung kumpulan cerita péndék Aam Amilia. Mangoendikaria. cerita-cerita Darpan yang dimuat dalam ―Si Iblis‖ terasa lebih hidup dan memuat gambaran yang terjadi di .karena kebanyakan tidak dicétak dalam jumlah yang wajar untuk disebarkan ke pasar melalui toko-toko buku. maka dalam tahun 2008 hanya terbit 10 judul buku baru. Dalam Layung dimuat 10 cerita péndék Aam yang ditulis dalam tahun 2004-2008. sehingga ada 13 judul yang dipertimbangkan untuk memperoléh Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2008. melainkan untuk mendapat bagian dari dana proyék yang disediakan oléh pemerintah.

―apabila‖ atau ―bila‖ yang seharusnya ―bahwa‖. ―Surat keur Lemah Cai‖. ―Duriat Natrat ka Tanah Karamat‖. Namun yang dimuat dalam Élégi Patani ini semuanya sajak baru yang ditulis tahun 2003 . masih cukup banyak sajak dan dangdingnya yang berhasil menjadi puisi yang sederhana namun bulat. namun di antara sajak-sajak catatan perjalanan yang dibuatnya di berbagai tempat yang dia kunjungi. Maung Bayangan (1994) dan Lagu Hujan Silantang (2003). (terbitan Kiblat Buku Utama. berhak menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp 5 juta). Karena itu yang terpilih sebagai karya yang mendapat Hadah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Sunda adalah Serat Panineungan Kumpulan sajak Étti RS. ―Nyukcruk Parung …‖ dan ―‖Diajar Ludeung‖. sehingga tidak ada yang mampu mengajuk hati sampai ke dalam. Élégi Patani adalah kumpulan sajak pertama karya Arie Suhanda yang sebelumnya sering mempergunakan nama Érry Wisnu Asuhan kalau mengumumkan sajak atau dangdingnya dalam majalah Manglé. ―Hiji Sagara‖. dikemukakan dengan bahasa yang terlalu prosais. ―Leuwi‖. Kekuatan Étti adalah dalam pemakaian métafora yang disertai dengan purwakanti yang seakan dipungutnya dengan mudah dan wajar. Ketidaktahuan itu kemudian dianggap sebagai gaya baru dalam berbahasa sehingga banyak diikuti juga oléh bukan orang Jawa dan para penulis dalam bahasa Sunda ikut-ikutan latah. Langensari dll. adalah . Bandung) Dengan demikian Étti RS yang untuk kedua kalinya menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ (yang pertama tahun 1995 untuk kumpulan sajaknya Maung Bayangan). mempunyai arti dua dalam bahasa Indonésia. Sedang cerita yang dmuat dalam bagian ―Nu Kaopatwelas‖ banyak yang merupakan hasil imajinasi yang sering terasa tidak berakar pada bumi nyata seperti ―Budak nu teu balik‖ dan ―Kota‖. Gondéwa (1987). Terasa ketika menulis sajaknya. malah banyak yang merupakan cetusan asmara remaja. Meskipun sajak-sajak yang dimuat dalam Serat Panineungan ini tidak memperlihatkan bobot yang lebih mendalam daripada sajak-sajaknya yang terdahulu terutama yang dimuat dalam Maung Bayangan. Serat Panineungan adalah kumpulan sajak Étti RS yang kelima setelah Jamparing (1984). seperti ―Titis Tulis‖. Témanya jelas banyak mengeritik keadaan negara dan tingkah laku manusianya. ―Angin‖.2008.tempat-tempat gersang seperti di pinggir laut Jawa. Hal itu terjadi karena banyak orang Jawa yang dalam berbahasa Indonésia tidak tahu bahwa ―yén‖ dalam bahasa Jawa. Hal itu niscaya pengaruh dari bahasa Indonésia yang belakangan banyak mempergunakan kata ―kalau‖. penyair tidak terlalu memanfaatkan bahasa puisi seperti métafora. Yang terasa mengganggu ialah banyaknya penggunaan kata ―mun‖ dan ―lamun‖ (= kalau) yang seharusnya ―yén‖ (= bahwa). Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Sunda terutama melalui lagu-lagu karawitan ciptaannya. ialah ―kalau‖ dan bahwa‖. ―Cipularang II‖.

Satu-satunya seniman Sunda (Indonésia?) yang masuk dalam ―World Music Library‖ yang diproduksi oléh Seven Seas dengan pruduser Hoshikawa Kyoji. Singkar (nama désa tapi tidak diberitahukan secara langsung) ditulis dengan bahasa anak muda. Nubia. Nano sering diundang ke luar negeri baik untuk memimpin pertunjukan kesenian Sunda maupun sebagai artist in residence. roman karya Siti Aminah dan Trah roman karya Atas S. Dongané Maling campuran karya fiksi dengan obrolan dan catatan pengalaman. cerita péndék dan artikel dalam bahasa Sunda. yaitu hanya 4 judul. dalam tahun 2008 jauh lebih sedikit karya sastera Jawa yang terbit. Mongol. Karena itu Lintang Biru dan Dongané Maling disisihkan dari penilaian untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. ikut memelihara dan menyebarkan bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Singkar. pelaksana pertunjukan. seakan ditujukan hanya untuk bacaan anak muda. Lagu-lagu ciptaannya juga diproduksi di Amérika Serikat bersama dengan pencipta lagu dari negeri-negeri lain seperti India. kebanyakan dalam adegan flash back. akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Sunda berupa piagam dan uang (Rp.. 4 April 1944) Nano S. dll.Nano S. Sebenarnya cukup menarik cerita tentang gadis yang dipaksa ibunya untuk menikah dengan jejaka yang tidak dicintainya. mengajar di SMKI Bandung. Nano sendiri banyak menulis sajak. sehingga terjadi digrési dan menjadi tidak logis. Dalam bidang keahliannya Nano menulis Haleuang Tandang (1976) dan Pengetahuan Karawitan Sunda (1983). Roman yang panjangnya hanya 134 halaman itu dibagi menjadi 24 bab dan hampir dalam setiap bab muncul tokoh-tokoh antagonis. 5 juta). Nano mendapat Anugerah Akadémi Jakarta (2004). Dongané Maling. yaitu Lintang Biru: Antologi Geguritan Béngkél Sastra Jawa 2008. yang ternyata sama dengan pengalaman ibunya sendiri ketika gadis yang juga dipaksa oléh ibunya untuk menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Maka yang dinilai untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 adalah dua buah roman Singkar dan Trah. the Great Master of Sunda Music‖ (1994). obrolan dan pengalaman penulisnya. album CD-nya berjudul ―Nano S. cerkak. banyak di antaranya kemudian dijadikan lagu pop Sunda yang sangat populér karena digemari bukan hanya oléh orang Sunda seperti ―Kalangkang‖. aktif dalam bidang karawitan Sunda tradisional. sukar dianggap sebagai karya sastera yang utuh. maupun pimpinan grup. karya Yohanes Siyamta. Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Jawa Dibandingkan dengan tahun 2007. Tapi dia pun menciptakan karya-karya daria seperti ―Sang Kuriang‖ dan ―Warna‖. Lintang Biru memuat guritan karya 24 orang siswa SMP Kabupatén Bantul sebagai hasil Béngkél Sastra Jawa yang diselenggarakan oléh Balai Bahasa Yogyakarta. Jepang dll. baik sebagai pencipta lagu. tamatan Konsérvatori Karawitan Sunda dan Akadémi Senitari (ASTI). Dia telah mencipta ratusan lagu karawitan. Tetapi . (1995). (lahir di Garut. Cerita-cerita péndéknya diterbitkan dengan judul Nu Baralik Manggung (2003). kumpulan karya berupa guritan. Kepopuléran lagu-lagunya yang liriknya ditulis dalam bahasa Sunda. Kepada Nano S. Danusubroto.

Trah mempunyai kekuatan pada aspék kultur karena tidak saja menggambarkan kelas masyarakat bangsawan dengan rapi. Sejak 1998 dia dipercaya sebagai Ketua Sanggar Sastra Triwida. bukan saja sebagai penulis melainkan sebagai pengelola Sanggar Sastra Jawa Triwida yang didirikan oléh Tamsir AS (almarhum). Trah mengisahkan seorang gadis cantik bernama Tilarsih yang tertipu oléh Atun. Yogyakarta) Maka Atas S. adalah Trah karya Atas S. Sementara itu dia pun melanjutkan pelajaran sehingga pada akhirnya tamat S-2 Magister Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah. 21 Januari 1960) Sebagai tamatan SPG dia menjadi guru SD dan sebagai guru SDN dia sempat memperoléh penghargaan Guru Teladan (1989) dan menjadi Guru Berpréstasi (2006) Kabupatén Tulungagung. Setelah bertemu Tilarsih berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan Bagus akan menikahinya. Sedang yang terpilih untuk mendapat Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa karena besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Jawa adalah Sunarko Budiman (lahir di Tulungagung. Dengan demikian yang terpilih sebagai karya sastera Jawa terbitan tahun 2008 yang menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya. Tatakrama berkomunikasi antar manusia terpelihara dengan baik. Dia pernah menjadi Pemimpin . Bagus. Malang. Tilarsih ternyata keturunan priyayi (éyangnya demang). 5 juta). yang jatuh melarat karena ulah jahat kakék Bagus dengan menjerumuskannya menjadi penjudi sehingga kekayaannya amblas dijual kepada kakék Bagus. Tilarsih akhirnya ditemukan oléh kekasihnya. Bagus ternyata keturunan keluarga yang pernah menjatuhkan kehidupan orang tua Tilarsih. sudah berédar cerita tentang pekerjaannya yang hina di Jakarta. Ternyata Atun membawanya ke bordil. hormat kepada orang tua.penyelesaian akhir cerita dengan peristiwa gempa di Bantul (Singkar ternyata berada di wilayah Bantul). Namun dengan teguh hati Tilarsih menunggu kekasihnya kembali dan berhasil mengembalikan wibawanya sebagai wanita baik-baik. sehingga menimbulkan berbagai kesulitan dan godaan baginya. Dia menaruh perhatian besar terhadap bahasa dan sastera Jawa. Danusubroto (terbitan Penerbit Narasi. tetapi juga menggambarkan watak nrima. berupa piagam dan uang (Rp. sabar dan andhap asor yang ditekankan sebagai sikap luhur. Danusubroto sebagai pengarangnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. yang berasal dari désanya juga yang sengaja mencarinya di Jakarta. Trenggalék dan Blitar. Sanggar ini berjasa mendorong kelahiran para penulis sastra Jawa di daérah Tulungagung. sehingga Tilarsih terjerumus menjadi perempuan penghibur. Namun ketika Tilarsih kembali ke désanya. terasa terlalu mudah dan terlalu mendadak. gérmo yang membawanya ke Jakarta dengan janji akan memperkenalkannya dengan bos rekaman sehingga Tilarsih akan menjadi penyanyi terkenal.

majalah Supranatarulal Pamor Jagad Gaib (2002-2005) dan majalah Gayatri (sejak 2007). 1984) dengan kumpulan puisi Gurit Pangawit (Syair Pemula). belum pernah ada pengarang wanita yang menerbitkan buku. hal yang tak pernah ada sebelumnya. Kisah-kisahnya selalu dikemas dengan percintaan yang digunakannya untuk menyampaikan pesan-pesan moral. I Gusti Ayu Putu Mahindu Déwi Purbarini (l. al. Novelét Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih (Kasih Bersemi di Pantai Lebih) berkisah tentang percintaan remaja siswa SMA diselingi dengan pesan-pesan adat. Karya-karya Nyoman Manda yang pernah mendapat Hadiah ―Rancage‖ 3 kali (satu untuk jasa). Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 untuk sastera Bali Perkembangan sastera Bali tahun 2008 sangat menggembirakan. dua buah novelét yaitu Ngabih Kasih ring Pesisi Lebih dan Sawang-sawang Gamang). Dia banyak menggunakan nama samaran. Karyanya berupa artikel. 2 judul roman. cerkak dan guritan. 1977) dengan kumpulan puisi Taji (Taji) dan Ni Kadék Widiasih (l. Sejak kemunculan sastera Bali modéren tahun 1910. 1965) dengan kumpulan cerita péndék Luh Jalir (Perempuan Nakal). Buku-buku lain adalah karya I Nyoman Manda (dua drama Nembang Girang di Bukit Gersang dan Saput Poléng. baik secara kualitas maupun secara kuantitas. dll. Masalah kesetaraan génder dan pengalaman hidup manusia dari pérspéktif perempuan mulai muncul. ada sembilan judul (tahun 2007 hanya lima judul). Buku yang terbit tahun 2008. kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia karya Madé Suarsa. yaitu 3 judul kumpulan puisi. Ketiga pengarang itu adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadéwi (l. tradisi dan agama agar menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Dia juga menjadi wartawan majalah Panyebar Semangat. Dia juga menyusun buku pelajaran bahasa Jawa dan menjabat sebagai Ketua Litbang Kelompok Penulis Buku Pendidikan Dasar Jawa Timur (sejak 1991). Ketiganya berpendidikan universitas dan menuls juga dalam bahasa Indonésia. réportasi. dan kumpulan puisi Somah karya Nyoman Tusthi Éddy. Sayangnya kemampuan ketiganya dalam menggarap téma dan mengembangkan éstétika belum mantap. Jaya Baya dan Damar Jati. 5 juta). karena . Dia juga aktif dalam berbagai séminar dan kongrés bahasa dan sastera Jawa. Ki Narkosabda. Kepada Sunarko Budiman akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk bidang jasa dalam sastera Jawa berupa piagam dan uang (Rp. Narkoba. selalu memperlihatkan gaya bertutur yang lancar dan mudah dimengerti. Ada tiga pengarang wanita yang menerbitkan buku dalam bahasa Bali modéren. Drama Saput Poléng (Sarung Poléng) mengisahkan perang penaklukan kerajaan Bali oléh pasukan Gajah Mada dari Majapahit yang diisi dengan kisah cinta Gajah Mada dengan seorang puteri Bali. Narko Rasodrun. Karya-karya Nyoman Manda sangat tepat untuk menanamkan kegemaran anak-anak muda Bali terhadap sastera dalam bahasa ibunya.Redaksi majalah Prasasti (1993-1997). Karya meréka memberikan pérspéktif baru dalam perkembangan téma sastera Bali modéren. Datiek Yuminarko. 2 judul drama dan 2 judul kumpulan cerita péndék dengan téma beragam dan penggunaan bahasa yang kian kréatif.

membuat penggarapan struktur cerita terabaikan. Kumpulan puisi Somah (Suami/Isteri) karya Nyoman Tusthi Éddy tampil memikat karena keterpaduan yang kuat antara téma. toko serba ada. taksi dan pesisir Bali dalam kontéks perkembangan pariwisata. Dia telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku termasuk tentang éjaan bahasa Bali. Sor Singgih Bahasa Bali (Gaya bahasa halus dan biasa dalam bahasa Bali). Hampir separo berupa sajak péndék. Di antaranya berjudul Satua-satua Bali (Cerita-cerita Bali) yang memuat dongéng-dongéng yang dikenal dalam masyarakat Bali terbit dalam 15 jilid. jam. 5 juta). sebagian besar dalam bahasa Bali. korupsi. mengambil bentuk syair dan pantun. Tahun 1971. kulinér. Téma yang diangkat sangat beragam. Karyanya banyak digunakan sebagai penunjang pelajaran bahasa dan sastera Bali di sekolah-sekolah. Sedangkan yang terpilih untuk diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali adalah I Nengah Tinggen (lahir di Buléléng tahun 1931) Pada tahun 1961. sehingga anak-anak remaja tidak menghadapi kesulitan membaca dan menikmatinya. Nengah Tingen terpilih sebagai sékertaris Panitia Penyelenggara Buku-buku Pelajaran bahasa Bali bersama 11 orang utusan daérah dari seluruh Bali. Dasar-dasar Pelajaran Kakawin dan Diktat Bahasa Bali Dia bekerja sebagai guru bahasa dan sastera Bali di SPGN Singaraja dan menjadi dosén luar biasa di STKIP Agama Hindu Singaraja. perulangan dan permainan kata yang agak berlebihan. alur ceritanya tidak begitu kompléks. memikat dan menyentuh serta utuh. Dia juga mengisi siaran bahasa Bali di RRI Stasiun . Dengan puisi péndék itu Nyoman Tusthi Éddy mampu membentangkan gagasan yang cukup luas. buku kidung dan gaguritan dan buku-buku cerita. merupakan salah satu ciri utama cerita karya Madé Suarsa. berupa piagam dan uang (Rp. kemiskinan. dan hukum karma. Sejak itu dia menulis berbagai buku tentang Bali. Dalam kumpulan cerita péndék Merta Matemahan Wisia (Kabaikan Mengakibatkan Kematian). mulai dari hubungan suami isteri.bahasanya mudah dicerna. pengucapan dan gaya bahasa. hanya terdiri dari satu bait. Kemampuan membangun gaya bahasa yang penuh irama. uang. maka yang akan diberi Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk karya dalam bahasa Bali adalah Somah Kumpulan sajak I Nyoman Tusthi Éddy (terbitan Sanggar Buratwangi) Maka I Nyoman Tusthi Éddy sebagai penyairnya berhak untuk menerima Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Hanya saja konséntrasi yang begitu besar yang diberikan terhadap gaya bahasa. Madé Suarsa menggarap berbagai téma seperti masalah ketimpangan sosial (kasta). ia menyusun buku pedoman pemakaian aksara Bali. matérialisme.

yaitu Ai Koraliati. * . tidak terdapat di toko-toko buku. Yayasan Rancagé menerima sejumlah judul buku dari seorang pengarang. 80 milyar. Karena itu para penerbit dan bukan penerbit berlombalomba hendak menerbitkan buku bacaan bahasa Sunda terutama buku bacaan anak-anak. Buku-buku itu menurut titimangsanya adalah terbitan tahun 2007. Ternyata pemberian hadiah itu menimbulkan héboh karena buku Catetan Poéan Réré belum terbit sebagai buku. melainkan hanya mau turut mengambil bagian dalam ―pembagian kué‖ melalui permainan pat-pat-gulipat dengan panitianya.000). Dana yang disediakan konon sampai Rp.Singaraja. Bandung) Kepada Aan Permana Merdéka akan dihaturkan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 berupa piagam dan uang (Rp. Buku baru yang kami anggap cukup baik untuk diberi Hadiah ―Samsudi‖ adalah Sasakala Bojongemas Karya Aan Merdéka Permana (wedalan Ujung Galuh. Penerbit-penerbit yang membuat contoh buku demikian tidak bermaksud menyediakan bacaan dalam bahasa ibu.500. 2. dan dengan demikian banyak contoh buku yang sudah dibuat tidak jadi diterbitkan. tetapi setelah dipantau ternyata tidak pernah berédar di toko-toko buku. Hadiah “Samsudi” 2009 untuk buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda Tahun yang lalu. Pada tahun 2007 mémang adan rencana pemerintah untuk membeli buku-buku bahasa Sunda dalam jumlah yang besar. tetapi kebanyakan merupakan cétak ulang. Menjelang akhir tahun 2008. Perlu kami jelaskan bahwa Yayasan ―Rancagé‖ hanya menilai buku-buku yang dijual di tokotoko buku baik untuk Hadiah ―Rancagé‖ maupun untuk Hadiah ―Samsudi‖. Buku yang disampaikan kepada Yayasan ―Rancagé‖ oléh pengarangnya adalah contoh yang dibuat penerbit dalam jumlah terbatas untuk Panitia Proyék Pembelian buku. Dengan demikian jelas bahwa bukubuku itu adalah sekedar contoh untuk ―proyék‖ seperti buku Catetan Poéan Réré. 5 juta). Hadiah ―Samsudi‖ diberikan kepada pengarang buku Catetan Poéan Réré. Maka kepada I Nengah Tinggen akan dihaturkan Hadiah Sastera ―Rancagé‖ 2009 untuk jasa dalam bahasa dan sastera Bali berupa piagam dan uang (Rp. Tetapi ternyata pembelian besar-besaran itu tidak jadi dilaksanakan. Dalam tahun 2008 ada sejumlah buku bacaan anak-anak bahasa Sunda yang terbit. Dia pernah menerima anugerah seni budaya Dharma Kusuma dari pemerintah Provinsi Bali. aktif dalam berbagai séminar serta selalu mendorong masyarakat agar mencintai bahasa dan sastera Bali. Dengan demikian buku-buku itu disisihkan dari penilaian untuk memperoléh Hadiah ―Samsudi‖ 2009.

hanya sekitar 15 judul buku anak-anak yang terbit dalam bahasa Sunda.Upacara penyerahan Hadiah Sastera ―Rancagé‘ dan Hadiah ―Samsudi‖ 2009 akan dilaksanakan dalam suatu upacara khusus yang akan diselenggarakan di Jakarta. Pabélan. Selain itu. Namun generasi penerus Samsoedi hampir dapat dikatakan tidak ada. Tempat dan waktunya akan ditetapkan kemudian. para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. Sejak tahun 1993. Samsoedi mungkin dapat dikategorikan sebagai pengarang cerita anak-anak. Namun saat ini. 31 Januari. tapi belakangan ini produktivitasnya kian menurun. misalnya. . Di Tatar Sunda. pada masa pra-kemerdekaan. kelihatannya belum dapat memicu para pengarang Sunda untuk membuat cerita anakanak. bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. Tahun 1980-an. 2009 Yayasan Kebudayaan ―Rancagé‖ Ajip Rosidi Ketua Déwan Pembina Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka Kategori: Esai Indonesia| Dibaca: 713 kali | 25-02-2008 | 03:00:31 Oleh DADAN SUTISNA ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. pengarang yang konsisten menulis cerita anak-anak dalam bahasa Sunda kini kian langka. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu. khususnya di sekolah. dan sekarang sudah hampir punah. Kecenderungan terputusnya tradisi membaca buku anak-anak di kalangan murid sekolah dasar mungkin disebabkan tidak adanya kesinambungan dalam penerbitan buku-buku seperti itu. buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra. Hadiah Samsoedi yang setiap tahun diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancageuntuk buku anak-anak. murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. Tampaknya pengarang Akub Sumarna ingin menjadi ahli waris Samsoedi.

Namun ia pun tidak tahu ke mana harus pergi. Namun sekembalinya dari rumah Mang Mita.Di antara yang sedikit itu. Udin malah terpikat oleh sebuah iring-iringan. Ia kemudian teringat akan uang titipan di sakunya. Sesudah makan. Kabandang ku Kuda Lumping (Tergoda oleh Kuda Lumping. tidak berbekas. *** SEKARANG ini ada yang tengah berjuang menerbitkan kembali buku-buku dalam bahasa Sunda. dan Budak Minggat (Samsoedi). bermain dan berkeluyuran bersama teman-temannya tanpa mengingat waktu. Udin hanya bisa menangis. Udin tergoda oleh arak-arakan kuda lumping. pikirnya. tahun 1967. Ceritanya cukup sederhana. Pengarang mengisahkan tokoh Udin. Jatining Sobat. Udin pergi ke rumah Mang Mita. . juga diupayakan untuk menerbitkan buku-buku klasik yang pernah menjadi best seller pada zamannya. atau buku-buku yang sempat menjadi panineungan dan cukup baik untuk diterbitkan ulang. Apalagi temantemannya selalu mengajaknya bermain ke tempat-tempat baru. Udin disuruh mengambil uang oleh ibunya. Teman-temannya berusaha mencarinya. Ia tidak mau pulang. Namun hingga pertunjukan kuda lumping hampir selesai. Salah satu di antaranya adalah buku anak-anak karya Ahmad Bakri. Namun nasehat orang tuanya bagaikan air di daun talas. takut dimarahi orang tuanya dan takut dikirim ke Tangerang. Hampir setiap hari Udin dimarahi orang tuanya karena kenakalannya itu. dan yang cukup populer. dan Udin pun menyukainya. ia termenung. anak yang nakal akan dikirim ke Tanggerang. Betapa kagetnya. Ia pun menangis kembali. Karya-karya Akub Sumarna. dan mulai terbit pada tahun 1969. Dan ketika ada seorang pedagang mengajaknya pergi. Kabandang ku Kuda Lumping (KKL) adalah karya yang dibuat pada tahun 1967. karena uang itu ternyata hilang. dan sebagainya. Buku cerita anak-anak dalam bahasa Sunda sebagian besar menampilkan suasana di pedesaan. lebih cenderung berupa dongeng-dongeng. Udin baru sadar ketika hari mulai sore. Kiblat Buku Utama. misalnya. Selain dicoba untuk menerbitkan buku-buku baru. Sebelum menjadi buku. Tiba-tiba saja ia teringat pada kata-kata bapaknya. Mungkin jatuh di perjalanan. 2002). Kabandang ku Kuda Lumping (Ahmad Bakri). untuk mengambil uang itu. tanpa pikir panjang ia mengangguk. murid kelas III SD (SR?) yang bengal. Si Donca (Yus Rusyana). Ia pun dengan asyiknya menyaksikan tontonan itu. Bahkan ayahnya pernah menakut-nakuti Udin bahwa anak nakal akan dikirimkan ke Tangerang untuk dipenjara. Suatu ketika. Si Paser (Tatang Sumarsono). Aker Dangsé (Wahyu Wibisana). Udin sering pulang sore. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya kembali. Di sebuah persimpangan jalan. uang itu belum ditemukan. naskah tersebut pernah memenangkan sayembara mengarang yang diadakan oleh IKAPI. Uang itu benar-benar hilang. Ada juga yang berupa fabel dan legenda. antara lain Budak Teuneung. sehingga lupa akan pesan ibunya.

diungkapkan secara spontan dan sangat meyakinkan. Pada umumnya. Pengarang membikin ending cerita dengan datangnya tetangga Udin yang kebetulan mampir ke warung itu. Dalam Kabandang ku Kuda Lumping. Hujan mulai turun. Untungnya. menjadi bagian terpenting dalam . dan sebagainya. dia sendiri tampaknya tidak banyak memusingkan soal nilai-nilai sastra dalam karya yang ditulisnya. Di sebuah tempat tak dikenal. Ahmad Bakri tergolong pengarang yang amat produktif. karya-karya Ahmad Bakri menceritakan kehidupan orangorang desa. Karya-karya lainnya seperti Rajapati di Pananjung (Pembunuhan di Pananjung). Mayit dina Dahan Jéngkol (Mayat di Dahan Jengkol). walaupun sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. *** DALAM khazanah sastra Sunda. dalam sebuah diskusi tentang Ahmad Bakri di Panglawungan Girimukti. Udin pun bertemu kembali dengan orang tuanya. Seperti dikemukakan oleh pengarang Abdullah Mustappa. Payung Butut. sehingga muatan psikologis dan antropologisnya tidak diragukan lagi. Ahmad Bakri berpandangan bahwa “karya sastra hanya dibuat dan dibaca oleh para dewa―. Udin berjalan sambil menangis di tempat asing itu. Udin diturunkan. Yang pasti. tampaknya pengarang tidak membiarkan hal-hal kecil berlalu begitu saja. Kehidupan anak-anak yang diceritakan dalam KKL begitu realistis. Ia bermain di ladang. tema yang diambilnya lebih spesifik lagi: dunia anakanak. yang terkenal dengan cara bicaranya yang ngaler-ngidul. Produktivitas Ahmad Bakri hingga kini belum ada yang menandingi.Udin kemudian dititipkan kepada seorang kondektur oleh pedagang itu. juga dari tingkah-lakunya. Sebuah mobil berhenti. dan membawanya entah ke mana. Sebuah penderitaan yang belumnya tak pernah dialaminya. Itu terlihat dari cara bicaranya. Keesokan harinya. datanglah sang penolong. mendengarkan dongeng orang tua. Udin pun sakit. Khusus untuk cerita anak-anak. Ungkapan orang-orang desa. Hal ini mungkin pula didasari oleh latar belakang sang pengarang yang sejak kecil tinggal di pedesaan. saya belum membaca buku karya Ahmad Bakri lainnya. Bukunya yang terbaru adalah Dina Kalangkang Panjara (Dalam Bayang-Bayang Penjara) dan Dukun Lepus (Dukun Jempolan). baru-baru ini. Suasana pilemburan itu digambarkannya melalui dialog-dialog yang hidup. Ahmad Bakri lebih cenderung menulis cerita pendek dan novel untuk orang dewasa. tanpa banyak rekayasa. sebagai anak yang hidup di dalam lingkungan pedesaan. Singkat cerita. Bukankah itu kebiasaan anak-anak di pedesaan? Berangkat dari realitas. Tubuhnya basah kuyup. Tidak ada siapapun. Latarpedesaan pun menjadi pilihan pengarang. Dan dalam produktivitasnya mengarang cerita pendek dan novel. Tubuhnya panas. Pengarang begitu hapal apa yang sedang diceritakan. karangan-karangan Ahmad Bakri banyak digemari. Udin kemudian dibawa oleh seorang pemilik warung. Tokoh Udin digambarkan sewajarnya. jelas. dan beberapa hari dirawat oleh pemilik warung itu. dan bersahaja. Udin tidak bisa bangun. Hari menjelang malam. sempat menjadi karya populer pada tahun 1970-an. Pengarang asal Ciamis itu tidak digolongkan sebagai spesialis pembuat karya anak-anak. Tidak ada rumah. dan dibawanya dengan sebuah truk.

ketika tokoh Aki Uda menceritakan tokoh Ki Ardawa dalam sebuah dongeng: “Tah. Dan justru perkataan orang tuanyalah yang turut melantarankan tokoh Udin dalam KKL menemui malapetaka. kolot-kolot euweuh kanyaho. Pertama. sehingga fokus cerita terasa agak kabur. tetapi mengapa Aki Uda menanyakan nama itu kepada istrinya. Penuturannya. Ketika tergoda oleh kuda lumping. kadang-kadang kita bertanya. yang selalu diingat oleh Udin adalah perkataan ayahnya bahwa anak yang nakal akan dipenjara. tidak merasa terganggu. dan kita sebagai pembaca. Namun kadang-kadang Ahmad Bakri terlena untuk terus mendialogkan tokoh-tokohnya. Aya lain ngaran Ki Ardawa di ditu. latar belakang tokoh Udin beserta kenakalannya. Asmi?” “Nyao. Dialog tanpa rekayasa.karya-karya Ahmad Bakri. “Sugan waé béjana baheula aya nu ngaran kitu?” “Nyaho atuh. puncak kenakalan tokoh Udin. ” témbal Nini Asmi. Ya.”• “Hih. bukan? Dialog yang hidup itulah yang mengantarkan Ahmad Bakri menjadi pengarang populer. Udin pun berniat untuk tidak pulang ke rumah. kejelasan setting-nya. watak tokohnya. Kedua. Dari segi penuturan dan keahlian dalam berbahasa Sunda. dan merasa bersalah karena uang titipan hilang. Misalnya. karena dalam cerita yang realistis. Watak tokoh yang digambarkan pengarang dalam KKL cukup rasional. dan hal ini sangat menentukan rasionalitas sebuah cerita. Nini gé asal ti Nagarapageuh. masuk akal tidak? Kita bisa membagi KKL menjadi tiga gambaran cerita. teu apal. Hal ini mungkin saja terjadi. Pengarang cukup baik dalam mengatur komposisi. Kita juga dapat mengamati muatan nasihat yang tidak menggurui. awal cerita beranjak jauh dari belakang. teu ngadéngé. Jang. Ketiga. kita boleh mengacungkan jempol untuk sang pengarang. Iniah salah satu kelebihan pengarang dalam memanfaatkan rasio. Kita (demikian pula anak-anak yang akan membaca buku ini) cukup mudah untuk menangkap visi sang pengarang: kenakalan akan berakibat malapetaka. teu puguh. Namun ada pula hal-hal yang selalu diingat oleh anak-anak. . daripada dikurung dalam penjara. akibat dari kenakalan itu. seadanya. Bahkan untuk menikmati klimakssekalipun terkadang kita “dipaksa― sambil tersenyum. KKL kita anggap masuk akal dan dapat dimengerti oleh anak-anak.”• (Halaman 36) Ki Ardawa adalah tokoh dalam dongeng. begitu meyakinkan. Dialog dalam karya Ahmad Bakri tidak pernah membosankan. namun dalam beberapa karyanya. Kita bisa menilainya dari aspek psikologis dan kenyataan sehari-hari: banyak anak yang sering lupa akan nasehat orang tuanya.

sehingga Udin dapat segera bertemu dengan orang tuanya. tempat karaoke. Kamis. 11:50:12 9961 klik MASALAH minat baca di kalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri kita sudah banyak ditulis di koran. Buku setebal 72 halaman itu. majalah.Dalam KKL. Beberapa bagian dalam cerita itu begitu melekat dalam ingatan sang kritikus. sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik). 31 Oktober 2002 Enam Penyebab Rendahnya Minat BacaOleh arixs Senin. Adapun mengenai kualitas isinya. Negara disebut maju karena rakyatnya suka membaca. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.*** Pikiran Rakyat. Kedua. Ini dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri itu. night club. Mengapa minat baca di Indonesia dikatakan rendah? Ada banyak teorinya. mengapresiasi karya-karya ilmiah. Mengapa? Karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja di dunia internasional. saat-saat mengenaskan hanya diceritakan sekilas. atau negeri-negeri maju lainnya. filsafat. Kebetulan saja ada mobil. Kalau kita cari di internet dengan Google Search akan ditemukan ratusan tulisan/informasi tentang hal ini. Tetapi untuk kritikus sastra Sunda Hawe Setiawan. . Klimaksnya pada saat Udin berjalan malam hari di dalam guyuran hujan. Namun untuk anak seperti Udin. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. buku ini sempat menjadi panineungan. Apakah cerita ini merupakan bagian kehidupan sang pengarang di masa kanak-kanak? Entahlah. surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. kejadian itu sudah menjadi pelajaran yang berarti. Mestinya ini berarti makin banyak orang berminat membaca. a terlalu cepat untuk di-antiklimaks-kan. topik ini tetap menarik dan aktual. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan. dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat. Ketiga. banyaknya jenis hiburan. apalagi India. minat ini hanya terbatas pada membaca koran dan majalah. Mengapa orang-orang (baik anak-anak maupun orang dewasa) Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati sejenak penerbitan majalah dan koran. Singapura. sastra dsb. mungkin saja kita mempunyai penilaian yang berbeda. Bagian yang menjadi “nyawa” dri buku ini. karena pengarang segera memunculkan aspek “kebetulan”. Itu pun tidak berlangsung lama. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang memang masih jauh di bawah penerbitan buku di Malaysia. kebetulan saja ada tetangganya. 29-May-2006. mall. sebagian besar isinya berupa deskripsi kehidupan anak-anak di pedesaan. Tetapi sayang. Pengarang baru memulai cerita yang “sebenarnya― pada halaman 42. mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan. Pertama. Namun. banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi.

masih merupakan barang aneh dan langka. karena perpustakaan memberi kesempatan sama kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua. menjadikan masyarakat makin cerdas dan kreatif. seperti perpustakaan atau taman bacaan. sarana untuk memperoleh bacaan. belum lagi harus memberi makan hewan peliharaan seperti babi. Pada gilirannya. Untuk semua ini suatu program meningkatkan minat baca. sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. berani mandiri. Keempat. Dengan demikian betapa banyak penulis buku. Kelima. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng. Untuk meningkatkan minat baca. Sebagai pembuktian si anak diminta pula menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Selain itu di tiap kota perlu ada perpustakaan umum yang terbuka untuk seluruh penduduk kota itu. Orang-orang yang ingin menambah informasi/pengetahuan akan tertolong oleh perpustakaan. para ibu. mampu bersaing. menata buah-buahan dan lain-lain sajian. Anak-anak didongengi secara lisan. dan toko buku yang memproduksi dan mengedarkan buku serta mengisi perpustakaan di seluruh negeri. kisah. upaya meningkatkan minat baca akan sangat terbantu. anak perlu dibatasi waktu bermainnya dengan alternatif membaca buku secara santai. bebek. Tiap sekolah apa pun jenis. Juga metode pengajaran di sekolah. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya karena buku-buku yang diperlukan telah tersedia di perpustakaan umum. penguasa pada zaman dulu.supermarket. Yang terutama. jurusan atau tingkatnya harus mempunyai perpustakaan. tokoh masyarakat. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. secara ekonomis sangat meringankan orangtua murid/siswa/mahasiswa yang tidak harus perlu membeli buku sendiri. Dengan cara ini. rame ing gawe. Orang-orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. Dengan demikian lapangan kerja terbuka luas dan berpotensi besar. penerbit. Mereka akan membuka usaha. ayam (lebihlebih kaum wanita di desa) sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. diajar membuat banten dengan melihat cara memotong janur. bekerja secara profesional. Jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan. Ingat. Membayangkan buku-buku dan perpustakaan umum dalam pikiran kita sungguh menakjubkan! Perpustakaan di Indonesia jika telah tersedia baik di tiap sekolah/perguruan tinggi dan kota tentu banyak buku yang diperlukan untuk mengisi perpustakaan tersebut. menjadikan negara Indonesia sejajar di antara bangsa-bangsa di dunia! • Nyoman Buku Bacaan Anak Tetap Laku . setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. Kemudian mulai anak diminta membaca sendiri jika ia sudah bisa membaca. saudari-saudari kita senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upakara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga. terutama ibu. harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. Kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Keenam. berdiri tegak di antara bangsabangsa. mulailah sekarang mendongeng dengan membacakan sebuah buku. Peran orangtua. budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. mendirikan perpustakaan umum dengan visi dan misi mencerdaskan bangsa. adalah tersedianya buku bagi tiap dan semua orang. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi/pengetahuan tentang apa yang diajarkan. dari TK sampai perguruan tinggi. Jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca.

sedikitnya 300 buku bacaan anak di lempar ke pasaran." ujar penulis cerita anak. Dikatakannya. "Tiap bulan ada 6 buku yang dikeluarkan tiap penerbit. saya melihat hanya ada beberapa penerbit yang menampilkan buku-buku cerita anak. jumlah penerbit yang menaruh perhatian pada anak- . kata Andi. Andi Yuda Asfandiyar di sela pertemuan penulis bacaan anak di Stikom.H. atau paling tidak mewajibkan mereka membaca setiap minggu. Meski penerbit tersebut tidak terlalu fokus atau mengkhususkan dirinya pada penerbitan buku bacaan anak. MUSTOPA. Ali Muakhir.H. Jadi.(GM)Krisis yang terjadi di Indonesia tak memengaruhi penerbitan buku bacaan anak. anak-anak masih merupakan elemen yang terpinggirkan (baca: terabaikan). Jln. Namun. ada sekitar 300 buku bacaan. Setidaknya.95)** Senin. Benar bahwa pameran hanya sepotong kecil fakta. memang sangat tipis dan marginnya pun sangat kecil. (B. Dalam satu bulan.H. Buku jenis ini seringkali ada di pasaran sekalipun krisis melanda. "Dukungan sekolah agar anak-anak mau membaca sangat diperlukan. karena anak-anak tak bisa menahan keinginannya untuk membeli buku. Agar minat baca anak-anak meningkat." tuturnya." ujarnya. bahwa rating penjualan buku anak-anak masih tinggi. Buku bacaan anak. penulis cerita anak dan 90% penulisannya merupakan perempuan dan anakanak. ungkapnya. pameran buku itu merupakan sepotong kecil fakta yang menguatkan dugaan saya. Andi sangat mengharapkan dukungan sekolah untuk mewajibkan siswa-siswanya membaca setiap minggu. sekolah saat ini sudah menjadi penulis sebagai hobi dan cita-cita. namun jumlahnya cukup signifikan. Mustopa. Dari 72 stan yang diisi oleh penerbit besar dan kecil. "Kalau orang tua bisa menahan diri untuk tak membeli buku.H. Buku bacaan anak karya anak negeri pun sudah memenuhi kebutuhan dan pengetahuan anak-anak. ada beberapa hal yang menggelitik pikiran saya. 4 November 2002 Search : Minat Baca Vs Bahan Bacaan Didaktika MENYAKSIKAN pameran buku nasional (Yogja Book Fair) 2002 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (28 September-6 Oktober). sedangkan anak-anak tidak bisa. P. Ditambahkan Moderator Milis Penulis Bacaan Anak. bahwa sampai saat ini. "Penerbit dan penulis bacaan anak tak terpengaruh krisis.P. anak-anak tidak menahan keinginannya untuk membeli buku. Saat ini. Sambutan pasar pun begitu hangat. tetapi barangkali cukup untuk menjadi penegasan. ada keunggulan untuk bacaan jenis ini karena anak-anak bersifat konsumperor." ungkapnya sambil menambahkan. di Indonesia ada 50 penerbit yang sering menerbitkan buku bagi anak-anak. Sabtu (4/4).

Padahal. berhadapan . saya hanya menjumpai beberapa penerbit besar dari Jakarta. Misalnya. Sebab. Kondisi ini menjadi ironis ketika dihadapkan pada harapan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca anak-anak. masih minimnya penerbit yang menerbitkan buku-buku cerita anak. anak akan semakin cepat dan mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.Model Biner Relasi Kuasa Perdagangan Bebas Tidak Selalu Menguntungkan Sinergisitas Guru-Orangtua Murid Bisa Atasi Kerumitan Kurikulum *** MENGAPA saya menekankan pada buku cerita. barangkali penerbit punya perhitungan (bisnis) tersendiri. Dulu. dari sejumlah toko buku yang sering saya kunjungi di Yogya dan Solo. Orang lebih suka ngerumpi atau menonton acara televisi daripada menunggui anak belajar. Jika sifat ''gemar membaca'' itu sudah terbina. saat masih usia anak-anak. Adicita Karya Nusa. sebetulnya perkembangan jumlah penerbit buku saat ini berkembang pesat. untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. anak lebih suka keluyuran ketimbang membaca. pada awalnya seorang anak akan tertarik pada buku cerita atau cerita bergambar. Kembali pada inti persoalan. Saya percaya. rasa ingin tahu dan kreativitas anak. melainkan mengkait juga pada banyak hal yang saling berhubungan. Namun. Artinya. seperti Gramedia Pustaka Utama dan Grasindo. minat baca dulu yang harus ditumbuhkan. kiranya belum ada penulis yang mengambil spesialis cerita anak. Nasib Perempuan Buruh Minat Baca Vs Bahan Bacaan Pelayanan Air dan Kepentingan Konsumen Pemaparan HIV/AIDS pada Perempuan. Sementara di pelosok desa. Rendahnya minat baca anak. saya melihat. saya hanya menemui Kanisius. Berita Lainnya : • • • • • • • • • • AB Three Tampil di Turkmenistan BEM IPB Kecam Proses Pemilihan Rektor IPB Jalan Buntu di Panja RUU Parpol Mahasiswa UPI Bandung Tolak Penerapan BHMN Memprihatinkan.anak masih sangat terbatas. di sisi lain. dan bukan buku pelajaran? Sebab. Pada sisi yang lain. tetapi juga orang dewasa. yang menaruh perhatian untuk menerbitkan buku-buku cerita anak. Sementara di Indonesia. Orang kota mungkin kesulitan membangkitkan minat baca anak karena serbuan media informasi dan hiburan elektronik. hal itu tidaklah mudah. salah satu jalan yang ditempuh adalah meningkatkan minat baca. Sementara dari Yogya. Balai Pustaka adalah salah satu penerbit yang menaruh perhatian pada buku cerita anak. tentu tidak hanya sebatas masalah kuantitas dan kualitas buku saja. di sana lingkungan/tradisi membaca tidak tercipta. mental anak dan lingkungan keluarga/masyarakat yang tidak mendukung. yang benar-benar mampu membuat anak-anak ''keranjingan'' membaca. Para pakar pendidikan seringkali berpendapat. sedikit sekali penulis Indonesia yang mengkhususkan diri untuk menulis cerita anak: cerita yang benar-benar mampu merangsang imajinasi. dan Yayasan Pustaka Nusantara (mungkin ada beberapa penerbit di luar itu yang luput dari perhatian saya). Upaya meningkatkan minat baca akan efektif jika dimulai sejak dini. pada kenyataannya. Untuk saat ini. Kalau dari luar negeri kita mengenal JK Rowling dengan tokoh Harry Potter-nya yang mampu menggebrak dunia (termasuk Indonesia) dan menyedot perhatian bukan hanya anak-anak. sebetulnya patut disayangkan. Begitu juga Enid Blyton dengan serial Lima Sekawan-nya yang sangat disukai anakanak.

taman baca. berapa banyak? Kalau sudah. rumah baca. bersamaan dengan upaya membina mental dan tradisi baca bagi anak dan lingkungan keluarga/masyarakat. Inisiatif tadi tentunya harus didukung oleh penulis (spesialis) cerita anak berkualitas. yang pada akhirnya akan berimplikasi pada minat baca di bidang pelajaran yang lain. Dengan cara demikian. Rinciannya kurang lebih biaya cetak buku naik 30 persen. Ditulis (berdasarkan hasil obrolan si jurnalis dengan narasumber tentunya). hingga 70 persen. satu lagi! Kata ‗masyarakat‘ yang dipergunakan si narasumber itu pun masih memunculkan pertanyaan: masyarakat yang mana? Jawaban saya. Coba kita lihat praktek solusi di lapangan dari para praktisi perbukuan hingga pemerintah. Dengan harga yang normal (tanpa kenaikan) saja. apalagi fotokopi. hingga rental buku. Bila usai tengok.[www. ITA DWAITA LANTARI. tentu masyarakat yang punya uang dong! Sedangkan realitanya sebagian besar masyarakat negeri ini masih belum ‗punya uang‘ untuk beli buku. atau sesekali ke Kepulauan Banggai rada ke utara. Demikian kalimat pembuka dari sebuah pemberitaan di salah satu media massa nasional. mungkin Anda akan memaklumi mengapa ‗tubuh‘ Indonesia ini ‗berjiwa‘ Saat saya sempat berkunjung ke sejumlah daerah di empat penjuru mata angin nusantara itu. juga di ranah Melayu di bagian barat nusantara. pemegang amanat kesejahteraan rakyat. Jadi saya lebih tertarik membaca kalimat-kalimat selanjutnya hingga selesai. kemudian biaya distribusi dan pengiriman naik 70 persen... kita telah mencoba meletakkan salah satu fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.com] Sebuah ruangan tanpa buku-buku bak tubuh tanpa jiwa Cicero (106 . ide/solusi tersebut bak berjalan di tempat.kabarindonesia. bisa berupa perpustakaan. Setidaknya. yaitu BBM. 20 Persen rata-rata kenaikan harga buku per eksemplar gara-gara kenaikan harga salah satu faktor vital produksi buku. jelas kita tidak bisa hanya menuntut salah satu pihak saja. Dalam kondisi seperti ini. Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan buku teks murah dengan memfotokopi. tentunya penerbit juga perlu ambil inisiatif untuk menerbitkan cerita-cerita anak yang berkualitas. sebagaimana JK Rowling atau Enid Blyton (versi Indonesia). ide/solusi itu hadir dari kumpulan penerbit di negeri ini. Tak ada langkah pasti menuju terbukanya pintu untuk membaca buku buat masyarakat luas. Entah bagaimana caranya. Saya percaya jurnalis media massa itu tak menggunakan teknik hiperbola dalam bermain kata. barangkali pihak penerbit dan penulis tidak merasa dirugikan. 21:55:48 WIB .srupppuuut! . Coba tengok di Papua sana. satu jawaban terngiang di telinga: buku itu mahal! Mahal? Masak sih?? Yup! Bayangkan sejak dua tahun lalu harga buku di wilayah hukum Indonesia sudah melonjak bagaikan roket.43BC) KabarIndonesia . Salah seorang rekan yang bekerja di penerbitan buku pernah mengeluh kenaikan biaya produksi buku.Ungkapan dari seorang filsuf Romawi Kuno yang bernama lengkap Marcus Tullius Cicero ini sepertinya bisa diamini oleh dunia buku di Indonesia.. sampai ke selatan Indonesia di Nusa Tenggara Timur.. sebagian besar masyarakat urung beli buku. tentunya ada embel-embel syarat khusus fotokopi tersebut yang tidak melanggar hak cipta. mungkin uangnya akan dibelikan segelas kopi hangat. coba hitung jumlah ‗ruang isi buku‘. Guru Bimbingan dan Penyuluhan SLTP Negeri 2 Bendosari.dengan rendahnya minat baca anak saat ini. tapi menurut saya. Mestinya. Tapi sudahlah tepiskan dulu hitung-hitungan njelimet elemen biang kerok kenaikan harga buku tersebut.. Alih-alih fotokopi. yang notabene mampu menyedot perhatian anak. Sukoharjo. dan pelan tetapi pasti-saya yakin-minat baca anak akan meningkat. yang mampu membuat anak ''ketagihan'' membaca. apalagi sudah naik. O ya. Jawa Tengah Opini Buku buat Anak Oleh : Yancen Piris 18-Sep-2008.

.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. itu artinya penulis sudah kehabisan kata-kata atau diam sejenak merenungi tulisan.yang penting kami bisa belajar (membaca). Saya merenungkan sejumlah pertanyaan: Bisakah pemerintah membuat program buku gratis bagi mereka? (walau harus mengurangi jumlah komputer di kantor) Bisakah para produsen buku menjadikan program buku gratis bulanan buat mereka? (walau bayang-bayang uang dan laba rugi mengintai) Mampukah para orang tua memprioritaskan kebutuhan buku buat mereka? (walau perut berteriak) Dapatkah para relawan tetap bersemangat membuka akses buku buat mereka? (walau harus meredam ego) Mungkinkah anak-anak itu mendapatkan akses buku? (walau mereka tak punya uang) Buku gratis loh. BUKAN buku murah..com Mendobrak “Mediocre” Bahasa Indonesia Oleh : Yayan Supardjo 11-Mei-2009. Bicara soal nasib anak-anak dalam dunia perbukuan memang cukup tragis dan menjadi sangat tragis bila diluaskan posisi anak-anak di bangsa ini. apakah terlaksana dalam prakteknya? Masih jauh panggang dari api sepertinya. Memang sih.[www... Blog: http://www..blogspot. buat makan.Mendengar ide/solusi tersebut..com Berita besar hari ini..kabarindonesia.... karena itu semua hanya mendekatkan. saya masih bergeming. jangankan kurikulum terbaru.‖.. Mending uangnya buat mereka beli buku. 02:10:26 WIB ... sajang. Di sini? Di kota ini? ―Pak. lalu ‗si miskin‘ bagaimana? Apakah mereka tak berhak mendapatkan akses buku? Lalu kalaupun ada akses. karena anak-anak (terutama usia sekolah dasar) belum memiliki uang sendiri.. Coba dengar dengan benar bunyi kampanye-kampanye politik di negeri ini. yang tahun jebot pun tiada! Itu fakta di pelosok sana. Kata guru menulis saya.dijual pak. tapi buat beli nasi.. Bentuk senyum saya sama sejajar dengan senyum yang mencuat saat melihat banyak sekali aksi pasar/bursa buku murah digelar di sejumlah kota... Satu pertanyaan: murah buat siapa? Tentunya buat ‗si kaya‘. dan cuplikan percakapan itu diambil saat saya kembali ke sana awal tahun ini.Semenjak menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia semakin memperkaya khasanah khas yang dimiliki. bukan sama sekali. Tiga titik tertulis. mampukah mereka membeli? Atau mungkin pertanyaannya menjadi maukah mereka membeli? Pertanyaan yang terakhir tadi ditujukan buat para orang dewasa (orang tua). Perkembangannya dimulai dari Ejaan van Ophuijsen (1901) menjadikan bentuk ejaan yang khas seperti jang. Ya benar! Tapi apakah benar bila yang tak terpuaskan justru berjumlah banyak? Apakah pantas berbangga.. Apakah ada janji-janji terkait anak-anak? Kalaupun ada. kepada saya. anak-anak dengan minat baca tinggi itu terpaksa kembali ke jalanan. . bawa saja buku-buku pelajaran itu... pajah.‖.. buku-bukunya sudah nggak ada. itu pun harus dibagi rata dengan saudara-saudaranya. ujar seorang warga ―Loh? Pada dikemanain?‖. Untuk ide/solusi tersebut. ada ungkapan: kita tidak bisa memuaskan semua pihak. juga buat semua orang yang concern terhadap akses buku buat anak. mencari uang. bukan menghadirkan buku di tangan-tangan tanpa daya rakyat Indonesia. saya dan sejumlah rekan pernah menyumbangkan sejumlah buku buat anak-anak di tempat itu.!!! Kunjungi segera: www.. . bila masih banyak tangan anak-anak usia sekolah memegang gitar kopong rakitan sambil bernyanyi lagu-lagu orang dewasa di jalanan? Padahal tangan-tangan mungil itu seharusnya sedang membolakbalik lembar demi lembar isi sebuah buku bacaan. Ya.com] KabarIndonesia . Awal 2006. tanyaku curiga ―.. saya hanya bisa tersenyum.kami tak peduli kurikulum (sudah basi atau belum). ―Pak....‖ akunya tersipu malu Saya cuma bisa mengelus dada mendengar pengakuan polos seorang warga di sebuah permukiman penduduk pinggiran kota yang katanya ibukota negara ini. apakah itu menjadi porsi yang besar? Dan kalaupun ada dengan porsi yang mayoritas.kabarindonesia. Saya memilih arti kedua. Papua. khususnya di Jakarta.pewarta-kabarindonesia. Tulisan ini pun dibuat sebagai perenungan saya. Benar juga. demikian ujar salah seorang anak Suku Asmat.

kabarindonesia. Maksudnya. Ejaan Soewandi atau masyarakat waktu itu lebih mengenalnya dengan nama ejaan Republik menggantikan ejaan sebelumnya. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Bila merunut sejak tahun 1901-1972 merupakan waktu yang panjang menyempurnakan Bahasa Indonesia menjadi EYD baku. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. Sudah saatnya mulai memperhatikan perkembangan bahasa yang digunakan oleh penggunanya baik dari segi umur. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No.blogspot.com/ . 156/P/1972 (Amran Halim. Kemudian makin dilengkapi melalui Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. profesi. Bergulirnya waktu 46 tahun kemudian. berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu. Bahasa Indonesia tidak boleh berhenti memperkaya dirinya dan menjadi bahasa Mediocre (Baca: Standard/rata-rata). sekalian saatnya osis outstanding breaktrouhgt and must be always number one…‖ Bahasa Indonesia tak bisa menafikkan bahwa penetrasi bahasa asing telah menyatukannya menjadi bahasa yang lugas bagi pendengarnya.. Banyak budayawan dan penulis sastra juga menggunakannya dengan seksama. Semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia saat itu dan bukan hanya Indonesia namun bangsa melayu juga mulai mengadakan kerja sama.!!! Kunjungi segera: http://www. Namun ada hal yang perlu diwaspadai apabila Bahasa Indonesia akan menjadi tidak berkembang apabila puas pada EYD. Salah satu ketua OSIS menyampaikan sambutannya. Hal ini bisa menimbulkan banyak pro dan kontra bertanya apakah apabila penetrasi Bahasa Asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia akan menggerusnya menjadi hilang dan tak akan digunakan lagi oleh masyarakat? Nampaknya ini pandangan yang terlalu pendek. ―Bro and Sist. Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan masih digunakan sampai saat ini. How are you today? Nice to meet you.‖ Si bule tadi akan tersenyumsenyum dengan pelayanan tukang ojek sepeda tadi. Dari kerja sama tersebut pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. Maksud dari mediocre di sini adalah jangan sampai bahasa Indonesia puas hanya pada EYD saja sehingga terjebak pada khasanah kekayaan yang saat ini tercipta di masyarakat luas. Sir.(*) Sumber: Fotosearch Blog: http://www. itoe. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. dan kebutuhan akan tingginya penguasaan bahasa asing di masyarakat saat ini.. Penyempurnaan dilakukan terhadap ejaan sebelumnya dengan mengganti ejaan oe dengan u seperti goeroe menjadi guru. This morning Jakarta cerah. Penyempurnaan EYD harus segera kembali dilakukan karena telah ketinggalan oleh kemajuan bahasa yang digunakan di masyarakat saat ini dan tahun-tahun mendatang. Hingga 2009 seluruh masyarakat Indonesia menggunakannya dalam bahasa formal. singkatnya kaku dan tidak berkembang. Dampak positif bagi masyarakatnya dapat berinteraksi dengan komunitas bahasa asing. Ejaan Melindo dan Ejaan Yang Disempurnakan karena kekuatannya mampu mendobrak ―mediocre‖ Bahasa Indonesia menjadi outstanding breakthrough mewujudkan individu-individu SDM Indonesia yang lebih maju menghadapi persaingan global. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal dalam menghadapi pergaulan dunia yang semakin terbuka seharusnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang mampu diadaptasi oleh bahasa asing yang masuk.goeroe. Penggunaan Bahasa Indonesia belum mampu menjadi system yang mampu menstimulus penggunanya meleburkan Bahasa Asing dan menguasainya dengan baik dari kedua bahasa yang digunakan untukberkomunikasi.com Berita besar hari ini. ma‘mur (ada tanda diakritik).com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia. bila Bahasa Inggris memiliki peranan dalam bahasa dunia maka ketika ia masuk Bahasa Indonesia mampu melebur. umur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. ―Apa kabar. Tahun 1972. Ketua). Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Sinyalemen menuju Bahasa Indonesia yang lebih maju dan beradaptasi tinggi akan terus dinantikan Masyarakat karena bahasa akan menjadi faktor penting menuju Indonesia yang lebih maju. sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang standard atau rata-rata. No. 57. Mereka sudah tak canggung lagi dalam berkomunikasi karena telah terbiasa meleburkan antara bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing. oemar. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah saat ini juga telah berkembang.pewarta-kabarindonesia. Ejaan Soewandi. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan Melindo. suku. Bahasa Indonesia yang disempurnakan tidak akan berhenti seperti sejak Ejaan van Ophuijsen (1901). yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972. Perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat seiring perkembangan karya sastra dan revolusinya menjadi angkatan-angkatan sastra makin memperkaya bahasa Indonesia. Dampak positifnya tentu saja penggunanya akan memahami lebih cepat dalam menguasai dua bahasa tersebut. Pada kata dengan diakritik (tanda:’) diganti dengan huruf k seperti pada ma’mur menjadi makmur. Membayangkan seorang bapak tukang ojek sepeda ontel saat mendapatkan penumpang dari Negara asing kemudian tukang ojek sepeda mengatakan. itu. Contoh yang paling berhasil adalah Negara tetangga kita Malaysia dengan bahasa melayu namun terkenal juga dengan bahasa inggris-melayu. sir. Dalam sebuah acara resmi dialog OSIS dengan pihak sekolah di sebuah sekolah negeri.

Hingga saat ini. . Padahal. dari 168 penerbit di Jabar. Sebagian besar penerbit mencetak buku-buku pelajaran saja. "Kecil-Kecil Punya Karya" (KKPK). dengan rata-rata per judul terjual lebih dari 5. Namun. kumpulan puisi Abdurahman Faiz. Setelah Izzati.000 eksemplar. Namun. serta cerita pendek yang diterbitkan Mizan. Humas Ikatan Penerbitan Indonesia (Ikapi) Jabar. bermunculanlah penulis cilik di Jawa Barat yang turut unjuk gigi. Selasa. Angka penjualannya pun terbilang bagus. tentunya penerbitan seperti ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan. ** Dilihat dari kaca mata bisnis. Kedua karya tulis itu dibuat ketika masing-masing mereka masih berusia delapan tahun. ia berhasil meraih penghargaan sebagai penulis novel termuda dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Tengok saja hasil karya mereka. Hal itu disebabkan kecenderungan para penerbit yang kurang memberikan perhatian kepada potensi penulis cilik. Buku-buku yang laris di pasaran merupakan buah karya intelektual mereka.Pr. bukan demi kepentingan material. di tahun pertama terjual lebih dari 11. dunia literasi Indonesia dikejutkan dengan lahirnya seorang penulis cilik asal Kota Kembang. ada sebuah pandangan bahwa penulis yang mampu menerbitkan buku hanyalah orang dewasa. Namun lebih jauh lagi. sejak 2003. Kemudian disusul dengan "Untuk Bunda dan Dunia". Sementara itu.000 eksemplar.000 eksemplar. "Untuk Bunda dan Dunia". Jumlah tersebut belum termasuk para penulis cilik yang kerap mengirimkan karyanya ke media massa. "2 of Me" karya Izzati sejak diterbitkan 2006 terjual 12." ujar Erwan. Hal itu tentunya menjadi sebuah kendala untuk terus membangkitkan gairah berkarya para penulis cilik di Jabar. Sri Izzati. sebuah seri kumpulan novel. hasil kontribusi dari 21 penulis cilik berusia di bawah 12 tahun. nilai terpenting dari penerbitan hasil karya penulis cilik seperti ini adalah untuk mengembangkan potensì yang dimiliki seorang anak. Erwan Juhara mengatakan. hanya 3 % yang memiliki divisi untuk menampung karya para penulis cilik. "Kalau dihitung jumlah anak yang memiliki kegemaran menulis di Jabar banyak sekali. novel karya Sri Izzati. seri KKPK memiliki koleksi terbitan 33 judul. 12 Mei 2009 Penulis Cilik Jawa Barat Mulai Unjuk Gigi Sambut Energi Besar Mereka Dulu. saat ini terdapat sekitar 33 penulis cilik di bumi Priangan yang sudah menerbitkan hasil karyanya. kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz pada 2004. saat ini belum banyak media yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat terus berkarya. Menurut dia. potensi para penulis cilik di Jabar tak bisa dipandang sebelah mata. Seri KKPK pertama kali muncul dengan "Kado untuk Ummi". Lewat karya yang berjudul "Kado untuk Ummi". puisi.

minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan potensi anak bisa menjadi salah satu faktor penghambat. Dengan kata lain. Pernyataan sikap mereka ditujukan kepada sejumlah pihak. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penulis cilik untuk berkumpul. Padahal. Mereka juga berharap pemerintah mampu menghilangkan pajak penerbitan buku. "Kendalanya bisa karena ketidakpercayaan orang tua terhadap anak. serta memberikan perhatian bagi perkembangan potensi penulis cilik. para penulis cilik juga bersepakat untuk "merapatkan barisan". Konferensi tersebut melibatkan 78 peserta dari berbagai daerah. para penulis cilik sepakat membentuk sebuah komunitas penulis cilik Indonesia dengan nama "Pencil (Penulis Cilik) Community". mengembangkan potensi anak sebagai penulis cilik memang bukan hal mudah. perpustakaan adalah salah satu kunci untuk berkarya. mereka menghendaki dibenahinya perpustakaan sekolah. Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak. ** Selain tetap berkarya. Konferensi tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disepakati para penulis cilik. Namun. setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. orang tua. terutama bagi penulis cilik. Di penghujung acara tersebut."Sebagian besar penulis cilik hanya mendapat bimbingan dari orang tua. buku-buku yang dibaca sang anak dapat menjadi penambah wawasan sekaligus inspirasi untuk berkarya. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi perkembangan seorang anak. Mereka juga meminta agar sekolah tidak mengekang kebebasan anak didik untuk berkarya. Lalu mendukung ketersediaan bahan bacaan. membebaskan anak dalam mengemukakan pendapat merupakan hal yang harus dilakukan agar pikiran anak tidak terkekang. Bagi para penulis cilik ini. lanjut dia. pemerhati anak dari Bandung. . para penulis cilik mengharapkan agar penerbit lebih memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut terlibat. berbagi. pemahaman bahwa anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa. Menurut dia. yang terdiri atas 20 penulis KKPK. dengan menggelar Jelang KPCI 2008. seorang penulis. Orang tua tidak merasa perlu untuk membelikan buku untuk anak-anak misalnya. mereka masih sering moody. Selain itu. para penulis cilik diberikan kesempatan untuk mengeluarkan isi kepala mereka. seperti sekolah. Padahal idealnya harus ada sebuah wahana yang difasilitasi oleh media massa. Kepada sekolah. Helvy Tiana Rosa. Andi Yudha Asfandiyar. "Orang tua bisa mendukung dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi. baik dari segi kuantitas maupun kualitas." kata Helvy. Dengan dimoderatori oleh Benny Rhamdani. serta pemerintah. Hal itu bertujuan agar "karakter" penulis tetap terlihat dalam karya tulis yang diterbitkan." ujar Helvy. baik dalam proses editing. perlu diakui pula. Yang ketiga. Satu hal lagi yang tak kalah penting dari konferensi itu. Mengenai proses penerbitan. peranan orang tua juga tak bisa diabaikan. dan Ikapi untuk pengembangan diri penulis cilik." tutur Erwan. hingga bertukar pengalaman seputar dunia kepenulisan. dinas pendidikan. mengungkapkan. Di sisi lain. Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan. ketika ditemui di sela Jelang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2008 di Istora Senayan Jakarta. serta 58 peserta hasil seleksi. "Untuk anak-anak." tutur Andi. Sabtu (5/7). penerbit. Ya. hingga ilustrasi grafis. hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal. namanya juga anak-anak.

dan kita juga harus memilihkan bacaan yang baik . jika salah memilih buku bacaan hasilnya akan bertolak belakang. (Agustin Santriana/Joko Pambudi)*** Penulis: Back INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Penulis: Purwono Fasilitator Masyarakat Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Banyumas Minat Baca di Indonesia masih Tertingal Jauh Seandanya semua orang ditanya ―Apakah kita harus membaca ?‖ saya yakin hampir semua orang akan menjawab ―harus‖ kecuali orang gila atau orang tidak waras. Buku bacaan membuat kita berfikir dan dari sanalah kita dapat meningkatkan kecerdasan . Athaillah Baderi Pustakawan Utama Perpusnas RI dalam makalahnya ―Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya seminar yang pernah dilaksanakan di negeri ini barangkali sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di Ibukota Negara . Tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para penulis cilik. Pernah disampaikan oleh Drs. Agar mereka menjadi ―kutu buku‖ haruslah dibimbing. tetapi juga tempat bertemu dan berkembangnya pola-pola pikir anak karena mereka memiliki energi luar biasa jika diberi kesempatan.Komunitas itu tentu saja diharapkan dapat membawa iklim literasi bagi dunia anak. orang menjadi cerdas kalau banyak membaca. H. Masalah minat baca dikalangan anak-anak maupun orang dewasa di negeri ini sudah banyak ditulis dikoran. maupun majalah. Pembinaan selanjutnya orangtualah yang harus mengajari anaknya agar mereka menjadi pembaca yang baik . Dewasa ini pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting tetapi seolah dilupakan orang. kita begitu percaya kepada sekolah tempat anak-anak kita belajar. kita acuh apakah kepandaian membaca anak kita benar-benar baik atau baru biasa-biasa saja. bukannya mencintai buku melainkan membeci buku bahkan tidak tahu arti penting dari sebuah buku. selanjutnya kalau pertanyaannya dirubah ―Apakah kita harus membaca ? ― maka jawabannya masing-masing orang berbeda tapi kalau semua jawaban disimpulkan semuanya menyampaikan bahwa membaca itu penting dan diperlukan selain itu dengan membaca kita pun mengetahui dapat menambah ilmu pengetahuan. sebagai topik penelitian atau makalah untuk diseminarkan.

1 serta Singapura dengan nilai 74. mengapa ? karena setelah begitu banyak ditulis dan dibicarakan masih saja belum tampak peningkatan minat baca yang signifikan. akibat krisis moneter yang melanda Kawasan Asia Tenggara dan Kawasan Asia Timur maka ekonomi kita telah tercabik-cabik. Faktor-faktor Penghambat Minat baca Pengalaman pahit telah menerpa bangsa kita pada pertengahan tahun dalam bulan Juli 1977. namun Negara mereka lebih yakin bahwa dengan ―membangun manusianya‖ sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketinggalan yang selama ini mereka alamai. night club. pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak / siswa/mahasiswa harus membaca (lebih banyak lebih baik). hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51. permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. Tidak dipungkiri untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah .0 dan Hongkong yang memperoleh 75. banyaknya jenis hiburan. budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng.5. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam ―Human Development Report 2003‖ bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa ―Pembangunan Manusia di Indonesia‖ menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia yang dievaluasi. kreatif. Keempat. adapt istiadat secara verbal dikemukakan orang tua. kisah. memang masih jauh dibawah penerbitan buku di Negara berkembang lainnya seperti Malaysia. Kedua. tokoh masyarakat penguasa zaman dulu. Mereka telah mencapai SDM yang kompetitif.6 dan Thailand dengan nilai 65. Singapura apalagi India atau Negara-negara maju lainnya. Namun topik ini tetap menarik dan actual . politik. anakanak didongengi secara lisan. budaya dan lainnya. mencari informasi / pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan.7 setelah Filipina yang memperoleh 52. mall. supermarket dan lain-lain. siap menghadapi segala bentuk perubahan social ekonomi. Ketiga. Melihat beberapa hasil studi di atas dan laporan UNDP di Indonesia . tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. mengapa minat baca di Indonesia rendah tetunya banyak hal yang mempengaruhinya : Pertama. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan ―Education in Indonesia from Crisis to Recovery‖ tahun 1998. Indikator rendahnya minat baca adalah dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan . jadi tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui . Malaysia dan Singapura mampu mengatasi krisis ekonomi bangsanya relative pendek waktunya hanya sekitar 2 – 3 tahun saja. International Association for Evaluation of Educational ( IEA ) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia. Thailand. Krisis ekonomi kita terlalu panjang waktunya bila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya seperti Korea Selatan. unggul. ini adalah akibat membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa kita. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. tempat karoke. banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi. tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. banyak factor-faktor penghambatnya. hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar kita.Republik. sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal Negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar.

Kelima. Di hamper semua sekolah pada semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaannya masih belum memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam meningkatkan minat baca anak. keluarga dan masyarakat sekitar. Metode pengajaran di sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Untuk meningkatkan minat baca harus dimulai dari usia sangat dini karena minat ini tumbuh sebagai hasil kebiasaan membaca. mulailah sekarang mendongeng dengan membaca sebuah buku. maka sejak saat ini juga mari kita mencanangkan gemar membaca untuk diri kita sendiri. Orang yang sejak di TK sudah dibiasakan membaca. jurusan atau tingkatannya harus mempunyai perpustakaan karena perpustakaan memberi kesempatan kepada semua orang/murid/mahasiswa untuk menggunakan buku-buku koleksinya. Padahal perpustakaan sekolah merupakan sumber membaca dan sumber belajar sepanjang hayat yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Secercah Harapn dalam Kegelapan Mengetahui begitu pentingnya budaya membaca. Perpustakaan Umum Kabupaten Banyumas menyelenggarakan lomba mengarang dan sinopsis yang merupakan agenda tahunan . jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. sarana untuk memperoleh bacaan. seperti perpustakaan atau taman bacaan. jadi si anak melihat sang ibu membaca sambil mendengarkan apa yang dibaca. harus diarahkan pada banyak membaca buku untuk mencari lebih banyak informasi / pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Selain itu di tiap-tiap Kabupaten / Kota perlu ada Perpustakaan Umum yang terbuka untuk seluruh penduduknya. kalau biasanya sebelum tidur anak-anak didongengi secara verbal. Selain itu melalui Program MOTOR PINTAR / MOBIL PINTAR Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu Jakarta yang diberikan keberbagai daerah telah membuat terobosan upaya peningkatan minat baca dan juga lembaga-lembaga lain maupun perorangan yang banyak membuat kegiatan upaya peningkatan minat baca dengan munculnya taman bacaan – taman bacaan . bebarapa waktu yang lalu juga diliput di bebrapa harian lokal.bacaan. Perpustakaan sekolah belum sepenuhnya berfungsi. rumah belajar atau pun rumah dunia. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan semacam ini sedikit banyaknya telah mendorong minat baca dikalangan siswa. Tiap sekolah apapun jenisnya. setelah dewasa akan terus membutuhkan bacaan. masih merupakan barang aneh dan langka. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi pada beberapa stick holder yang telah berupaya keras untuk membudayakan gemar membaca. Pengembangan kurikulum secara berdevirsifikasi khususnya dalam bahan kajian bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan memberikan alokasi waktu cukup banyak untuk membaca. Sekali lagi kita tentunya berharap pada seluruh stick holder atau pun pribadi-pribadi yang konsen dalam pengembangan minat baca mari bersama-sama bergerak memberikan secercah harapan . dengan cara ini upaya meningkatan minat baca akan sangat terbantu.

satu-satunya majalah sastra yang dianggap ―paling berkualitas‖. Juga ada buku kumpulan cerpen berlatar-belakang puasa Ramadhan. Selain itu Kompas juga ada menerbitkan buku kumpulan cerpen sepuluh tahunan (1970-1980) berjudul ―Dua Kelamin bagi Midun‖. Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen-nya secara khusus. khususnya kumpulan cerpen maupun novel. Peran Medan tak Terasa Oleh : Penatua SAYA tertarik pada tulisan Bung Mohli‘s berjudul ―Cerpen Raja-nya Sastra‖ (Rebana/Analisa 7 Desember 2008).guna membangun generasi mandiri. Dalam Penerbitan Buku Sastra. sesungguhnya sudah cukup lama juga hadir di panggung sastra Indonesia. Gapura juga menerbitkan seri Roman Layar Putih. jelaslah bahwa cerpen memang ―rajanya‖ sastra. Begitu juga sebaliknya. cerpen yang tidak dimuat di suatu media massa umum. ada kumpulan Umar Kayam (alm). kreatif menjadikan Negara Indonesia sejajar diantara bangsa-bangsa di dunia. Buku ini berisi cerita dari film . Kenyataannya yang paling konsisten dan teratur menerbitkan buku kumpulan cerpen adalah harian Kompas. Sudah Cukup Lama Sebenarnya jika kita runut penerbitan buku sastra.Navis) setelah meninggal-dunia. Dapat dikatakan setiap tahun Kompas menerbitkan buku kumpulan cerpen. Karena selain yang rutin setahun sekali ada pula buku kumpulan cerpen yang diterbitkan berdasarkan nama besar pengarangnya. Sayangnya ada sebuah cerpen-nya yang dimuat di majalah Roman. Karena banyak cerpen yang ditolak oleh majalah Horison misalnya. Memang benar. jika dilihat dari jumlah dan begitu banyak media massa yang tetap menghadirkan cerpen (cerita pendek). Sebenarnya Navis menghasilkan 69 cerpen. Lalu ada satu yang agak unik. Barangkali di Tanah Air tercinta ini tidak ada koran lain yang begitu besar cinta dan perhatiannya terhadap cerpen selain koran ini.A. Misalnya cerpenis yang sudah punya nama besar Ali Akbar Navis (A.A. Judul ―Angtologi Lengkap Cerpen A. bahkan ada pula majalah khusus cerpen. tapi dapat dimuat di media lain yang lebih besar dan berpengaruh. tak ditemukan lagi. Pada tahun 1950-an di Jakarta ada penerbit Gapura yang rajin menerbitkan buku novel dan kumpulan cerpen. Tebalnya sampai 776 halaman berisi 68 cerita pendek Navis yang ditulisnya sejak tahun 1955 sampai 2002. Kecuali itu sekarang ini memang banyak pula diterbitkan buku-buku berisi kumpulan cerpen. tapi ternyata dapat muncul di Horison. Juga novel berdasarkan sejarah ―Zaman Gemilang‖ karya Matu Mona. Tentu saja saya tidak membicarakan masalah kualitas atau mutu. Antara lain kumpulan cerpen wartawan ―jihad‖ berjudul ―Si Jamal dan Cerita-cerita Lainnya‖. Tetapi bukan hanya itu. cerdas.Navis‖. Karena hal itu sesungguhnya relatif berdasarkan pertimbangan bahkan selera redaktur pelaksana.

Pada tahun limapuluhan itu juga di Jakarta ada penerbit Pembangunan yang menerbitkan buku Seri PEM.Mihardja). Penerbit dimaksud bernama Nusantara berlokasi Bukit Tinggi.Indonesia yang baru diproduksi lengkap dengan foto-foto adegan dari film dimaksud. Kalau sekarang kan sudah banyak. Misalnya ―Bengawan Solo‖. Sumatera Barat. Peran Balai Pustaka Satu lagi yang tak bisa dilupakan adalah penerbit Balai Pustaka. ―Salah Asuhan‖ (Abdul Muis). ―Air Mata Mengalir di Citarum‖. Sesuai dengan kemajuan tehnologi. dan lain sebagainya. termasuk yang terjemahan. ―Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma‖ (kumpulan cerpen Idrus yang ―lain dari yang lain‖). juga ada novel. sampai sekarang masih ada (di bawah Depdiknas) meskipun sudah kurang menonjol dan kurang diperhatikan. Seri ini dimaksudkan berisikan kumpulan cerpen. Sesungguhnya Balai Pustaka tak dapat dilupakan dalam perkembangan sastra Indonesia. Sebab selain menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah dan ilmu pengetahuan. Judulnya ―Dapat Panggilan Nabi Ibrahim‖. Sekarang tidak ada lagi penerbit seperti itu. Remong Batik‖. Namun Balai Pustaka punya andil besar dalam memajukan bahasa Melayu (sekarang bahasa Indonesia). serta sastra Indonesia. Balai Pustaka juga menerbitkan karya-karya sastra Indonesia berupa novel. Satu buku laporan jurnalistik yang menarik adalah tulisan H. karena belum ada orang menulis pengalaman selama melaksanakan ibadah haji dengan gaya yang enak dibaca. Seri Denai Nusantara Selain itu semua masih ada lagi satu penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku sastra (khususnya novel dan kumpulan cerpen) pada era tahun enampuluhan. . juga karya Ajip Rosidi berjudul ―Perjalanan Penganten‖. sekarang bisa menonton bareng keluarga di rumah lewat CD atau VCD. kumpulan puisi. kumpulan cerpen. ―Matahari Dalam Kelam‖ (Motinggo Busye). ―Olenka‖ (Budi Darma). ―Jembatan Merah‖. Sejak zaman ―Sitti Nurbaya‖ (Marah Rusli). ―Telepon‖ (Sori Siregar). esai dan sebagainya. Kalau tempo doeloe orang yang tak sempat nonton filmnya dapat membaca bukunya. Ada novel terkenal karya Toha Mochtar berjudul ―Pulang‖ yang kemudian dijadikan film oleh sutradara Turino Djunaedi. Zaman itu buku ini sangat menarik. sampai ke ―Atheis‖ (Achdiat K. dan banyak lagi lainnya. Penerbit yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda lewat Commissie voor Inlandsche School en Volklectuur (Departemen van Onderwijs en Eeredienst) pada tanggal 22 September 1917. ―Sengsara Membawa Nikmat‖ (Tulis Sutan Sakti).Rosihan Anwar setelah pulang berhaji ke Makah. Ada buku kumpulan cerpen Trisnojuwono judulnya ―Angin Laut‖. sampai ―Gerr‖ dan ―Dor‖ (Putu Wijaya). setiap ada produksi film Indonesia yang baru beberapa waktu kemudian diterbitkan pula CD atau VCDnya.

A.A. ya itu yang disebut ―roman picisan‖. Tersebutlah nama pengarang wanita yang kesohor N. Untuk itu. Center for Disabled Children Development di Bali dan International Education Exchange Foundation Hiroshima. Sayangnya.H. Selain naskah-naskah asli penerbit Nusantara ini juga menerbitkan karya sastra terjemahan. Untunglah sekarang cukup banyak penerbit. WS Rendra dengan ―Ia Sudah Bertualang‖ (kumpulan cerpen). . Medan ?.Sularto. Antara lain karya-karyanya yang diterbitkan dalam Seri Denai adalah ―Hati Damai‖. serta banyak lagi pengarang lainnya seperti Nugroho Notosusanto. Padahal dulu kota ini dikenal sebagai pusat penerbitan bukubuku cerita. *** Penulis peminat sastra Buku Bergambar untuk Anak Masih Sedikit di Indonesia March 31. antara lain karya Maxim Gorki (Rusia) berjudul ―Membalas Dendam‖. penerbit yang begitu gandrung menerbitkan buku-buku sastra karya anak negeri. ―Dua Dunia‖.Buku-buku sastra tersebut diterbitkan setiap bulan dalam rangkaian Seri Denai. 2009 12:47 AM { kategori:Sosial Budaya } Seminar J2Net Dihadiri 380 pendidik dari 3 kota Penyebaran buku khusus anak di Indonesia masih sedikit. Yang diterbitkan pun karya-karya sastra sastrawan yang sudah punya nama dan dikenal publik. perusahaan penerbit buku. LSM yang fokus pada pendidikan anak sebanyak 376 orang. Suparto Brata. setelah terjadi peristiwa berdarah G. terlebih lagi buku bergambar yang nantinya akan dibacakan oleh orang dewasa guna memicu kemampuan berkhayal dan berpikir anak-anak. CBR Center Solo.Navis juga ada berjudul ―Hujan Panas‖ dan pengarang yang kini tak terdengar namanya yakni Poernawan Tjondronegoro yang kebetulan anggota AURI (sekarang TNI-AU) dengan karyanya ―Mendarat Kembali‖ juga Ayip Rosidi ―Pertemuan Kembali‖.30. Hilang tak tentu rimbanya. J2Net yang merupakan kelompok sukarela yang beranggotakan para istri orang Jepang yang tinggal di Jakarta pada awal bulan Maret 2009 mengadakan serangkaian seminar di Jakarta. Solo dan Bali dengan tema "Dunia buku bergambar dan anak" yang disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan Foundation. Juga ada Motinggo Busye dengan karyanya ―Keberanian Manusia‖. Peserta yang ikut dalam program ini berasal dari sekolah taman Kanak-kanak. Alex Leo.S tak pernah muncul lagi.Dini. terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. kumpulan cerpen dan puisi. yang berkiprah menerbitkan buku-buku sastra. B. Tak ada geliatnya. karya Bokor Hutasuhut judulnya ―Datang Malam‖. dan lainlain.

J2Net ingin memberikan dukungan agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan menggunakan daya imajinasi melalui buku bergambar. Perpustakaan bergerak yang dinamai Bibit Bunko ini berisi buku terjemahan sebanyak 300 eksemplar dan setiap hari mendatangi kompleks rumah warga dan sekolah.Seminar ini merupakan tanggapan atas meningkatnya pengaruh buku bergambar bagi anak dan naiknya minat penggunaan buku bergambar dalam pendidikan anak usia dini. KORAN TEMPO . Pada tahun 1999. pembicara pertama yakni Matsumoto Miyoko ahli terapi bicara menjelaskan tentang penggunaan buku bergambar sebagai sumber untuk belajar dan bersosialisasi. Di setiap tempat perhentian para pengunjung dapat membaca buku ditempat. Selanjutnya para peserta mendapatkan buku bergambar dan daftar buku yang di rekomendasi. banyak peserta yang menyampaikan keinginannya untuk menggunakan bahan praktek yang disampaikan sewaktu ceramah. Dalam seminar. Banyak peserta yang menyatakan mengubah cara pandangnya terhadap pendidikan anak seusai mengikuti seminar yang dilakukan J2Net dan tertarik ingin melakukan kegiatan bersama. Waktu itu. Selain itu. Pembicara selanjutnya masih dari J2Net ialah Hori Yoshimi yang menjelaskan tentang lingkungan dan membaca serta pengaruhnya bagi anak. Selanjutnya mulai 2007. Menurut J2Net untuk program ini awalnya dipromotori oleh satu orang yakni Hori Yoshimi yang telah menetap di Jakarta sejak 1997. Setelah seminar berakhir. Hori mulai membentuk kelompok sukarela yang menerjemahkan buku bergambar dari Jepang ke Bahasa Indonesia. kelompok ini menggunakan perpustakaan mobil yang dibiayai oleh International Education Exchange Foundation Hiroshima. Hori melihat rak di toko buku yang berisi buku bergambar jumlahnya masih sedikit. dan dirinya ingin memperkenalkan kenikmatan membaca buku bergambar kepada anak-anak. Matsumoto juga memperlihatkan handbook yang berjudul dunia anak-anak dan buku bergambar yang dibuat olh J2Net. Melalui prgram ini. Sedangkan pembicara dari pihak Indonesia diawali oleh Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menjelaskan pentingnya mengajar anak sambil menggunakan gambar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi saat mengasuh anak.

Penerbit Gema Insani juga mengakui adanya pertumbuhan yang signifikan di pasar buku anak. "Tahun (2007) ini lebih baik. 25 judul buku karya lokal. Jumlah cetakan pertama buku anak juga cukup tinggi. seperti cerita-cerita rakyat. Pada 2007." ujarnya. Adapun untuk kategori buku referensi anak yang terjual cukup baik adalah Mari Belajar Shalat dan Kumpulan Doa untuk Anak. Hetih Rusli. naik dibanding 2006. rata-rata 4.Rubrik Buku Edisi 2008-1-6 Back Tahun Manis Bacaan Anak Orang boleh ribut soal buku laris yang jadi pembicaraan sepanjang tahun. menurut Benny. tapi kalau dihitung. Beberapa judul buku yang menjadi ujung tombak Mizan adalah Seri Cerita Balita yang bisa mencapai 20 judul dan Kecil-kecil Punya Karya yang punya 10 judul. tapi kabar baik justru datang dari pasar buku anak. adalah jenis buku yang memiliki pasar sendiri.000 eksemplar. Lebih dari 100 judul buku. Sedikit lain dari kedua penerbit." ujarnya. adalah seri Kecil-kecil Punya Karya yang berjudul Beautiful Days. Satu buku anak terlaris Mizan. trennya berganti ke buku-buku luks setebal sekitar 200 halaman. karena makin banyak orang tua yang menempatkan buku sebagai kebutuhan utama. dilepas Mizan ke toko-toko buku. editor Gramedia Pustaka Utama. seperti Allah Maha Besar. kata dia. buku dongeng. "Jumlah judulnya memang menurun. atau Cerita Si Bebek. Saat itu. biasanya buku cerita bergambar. Hetih melanjutkan. Kelompok penerbit Mizan termasuk salah satu penerbit yang paling produktif menelurkan buku-buku anak. Sejumlah penerbit berkisah bahwa pasar buku anak 2007 tumbuh kian baik. seperti Abdurahman Faiz dan Sri Izzati. Buku anak yang paling dicari para orang tua. Hetih menyebutkan buku-buku yang dicetak ulang kebanyakan buku terjemahan Walt Disney atau Barbie.000-7.000-5. Beberapa penulis cilik juga lahir dari serial ini. "Setiap buku bisa 2-4 kali cetak ulang dalam setahun. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani Abdul Hakim mengatakan sepanjang 2007 mereka menerbitkan sekitar 30 judul buku anak. Buku karya Nabila Nurkhalisah--putri penulis Gola Gong--ini dalam setahun sudah berhasil lima kali naik cetak. serta 50 judul buku edukasi dan aktivitas anak yang seluruhnya produk lokal. "Menjadi laris karena anak-anak mengenali karakter buku itu dari film yang mereka tonton. Beri. kata dia. yang terdiri atas belasan seri." ujar Benny. yang cuma 20 judul. Sebab.000 eksemplar." kata Benny Rhamdani. Produksi tahun 2006 didominasi pictorial book untuk anak balita yang hanya sekitar 20 halaman seharga Rp 10-20 ribu. Cerita Si Katak. produksi halaman sebenarnya meningkat. yang masing-masing dicetak minimal 4. "Ada beberapa buku yang sudah cetak ulang. cerita dongeng adalah cerita yang abadi dengan rentang hidup yang .000 eksemplar. Selain karya yang sudah difilmkan. seperti Ratatouille atau Cars. Gramedia menerbitkan sekitar 50 judul buku cerita terjemahan. menilai pasar buku anak 2007 relatif sama dengan 2006. Kepala Editor Mizan Publishing. terutama yang telah dibuatkan filmnya." ujarnya. Setiap kali cetak biasanya 5.

di gugus buku anak akan terlihat bersaing karya-karya lokal dan impor. Harga jual Gramedia yang efektif." ujarnya. kata dia. selain buku. Kepala Divisi Penerbitan Gema Insani. kata dia.COM 2009 . Apalagi. Hetih juga berpandangan sama.500. dan Hari Pertama Sekolah. "Biasanya buku-buku semacam itu dibeli untuk koleksi. film. Begitu pun buku-buku mahal. lo. Bahkan. Contoh buku dongeng sepanjang masa adalah Dongeng-dongeng Andersen atau Dongeng Binatang yang selalu dicetak ulang 2-3 tahun sekali. Buku bagus dengan harga murah semacam Cerita Si Gajah. "Dan ternyata tanggapan pasar lebih baik. publik digempur oleh serial televisi. dia melanjutkan. terbukti sedang memasuki cetakan ketiga. Sudah saatnya. Buku karya asli. dan Janji Cici mendapat respons baik. Benny mengatakan banyak buku Mizan yang laris. Sebenarnya. contohnya Juz 'Amma untuk Anak seharga Rp 96 ribu. ketiganya sepakat harga jual tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan buku anak. Sementara itu.sangat panjang. Sementara itu. "Ini. selama ini Rp 15-25 ribu per buku. Aku Rajin Membaca. buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran bisa laku 500 eksemplar tiap bulan walau harganya Rp 135 ribu. Misalnya buku Aku Selalu Bangun Pagi." Back © Copyright KORANTEMPO. menurut dia. seperti Clara Ng yang menang Adikarya Ikapi 2007 dan Renny Yaniar yang sudah menulis ratusan buku anak. Serial Dobi. mengubah pola pikir orang tua dengan menunjukkan. unggul karena isinya sesuai dengan budaya Indonesia sehingga mampu melakukan pendekatan psikologis lebih efektif. bagaimana peta persaingan antara buku anak lokal dan impor? Menurut Abdul Hakim. pengaruh harga jual sebuah buku sangat bergantung pada segmen yang disentuh. mengungkapkan kualitas karya lokal sebenarnya tidak kalah oleh buku impor. Hetih Rusli." ujar Abdul. seperti Disney: 365 Bedtime Stories edisi sampul keras seharga Rp 182. Demikian juga buku bagus dengan harga tinggi mendapat respons yang baik pula. meski dijual di atas Rp 50 ribu. Indonesia punya ilustrator hebat dan penulis yang piawai bercerita. Namun. Madu Libi. kata Hetih. kini mereka cenderung menerbitkan buku karya penulis Indonesia. EFRI RITONGA Karya Lokal Kalah Promosi Jika Anda pergi ke toko buku. editor Gramedia Pustaka Utama. dan pernak-perniknya. kita juga punya buku anak karya pengarang asli yang nggak kalah bagus. karya asli kalah promosi. Masalahnya. beberapa tahun lalu penerbit Gema Insani juga sempat menerbitkan banyak buku anak terjemahan penulis Timur Tengah. Mengenai harga jual. Hakim punya pendapat.

Sebelumnya Ramya juga sudah menerbitkan kumpulan cerpen yang berjudul 'Dunia Es Krim'. terus akhirnya masuk ke dunia es krim itu. Terus tiba-tiba ada di taman bunga dekat rumahnya." Kecil-kecil punya karya Tentu kisah tentang piano yang bisa berbicara itu bukan kisah sungguhan. Tapi di tangan Ramya sebuah piano tidak hanya bisa menghasilkan nada tapi juga berbicara. terus diceritain piano bagaimana dia bisa ke rumah neneknya itu. Kemudian ia . Akhirnya dia berteman baik dengan piano itu." Cerita-cerita Ramya memang tak jauh dari khayalan anak-anak.Anak-Anak yang Menulis di Langit Radio Nederland Wereldomroep 02-10-2008 Anak-Anak yang Menulis di Langit Dunia penulisan fiksi kini tak hanya didominasi orang dewasa. siswa kelas 5 SD Al Azhar 8 Kembangan. Juga khayalan-khayalan mereka. Ramya sudah mahir main piano sejak usia 4 tahun. Tiba-tiba dia masuk ke dalam sebuah ruangan. Penerbit Mizan mengaku tiap minggu selalu menerima tumpukan naskah yang ditulis anak-anak. Terus dia lihat ada pohon ada pintunya. Dia lagi mengkhayal. Anak-anak kini juga banyak yang menulis dan menerbitkan puisi. Tentang dunia peri. cerpen bahkan novel. Jakarta Barat. lorong waktu. Kumpulan cerpen 'My Piano My Best Friend' diterbitkan oleh Penerbit Mizan dalam seri Kecilkecil Punya Karya. Ramya: "Awalnya dia ada di kamarnya. Dunia perbukuan pun kini bertaburan buku anak-anak. Ramya bercerita ia mulai belajar menulis sejak usia 6 tahun atau kelas 1 SD. dan sebagainya. nikmatnya es krim. Mula-mula ia hanya bercerita tentang pengalamannnya sehari-hari. Cerita itu ia tuangkan dalam sebuah cerita pendek berjudul 'My Piano My Best Friend' atau di-Indonesiakan menjadi 'Pianoku Sahabatku'. Di ruangan itu dia lihat sebuah piano. Kedua kumpulan cerpen itu ia tulis saat masih berusia 8 tahun. piano mungkin alat musik biasa. Ramya: "Dia anak kecil. Terus dia masuk ke dalam. melainkan hanya khayalan Ramya. Mereka bercerita tentang hal-hal sederhana di sekitar mereka. Dia lagi beres-beres di rumah neneknya. Ternyata pianonya itu bisa bicara. diterbitkan oleh penerbit yang sama. Ia menulisnya di buku atau di kertas. Petikan piano ini dimainkan Ramya Sukardi. pergi ke rumah neneknya. Ngelamun. Bagi kebanyakan orang. soal 'Dunia Es Krim'. Ramya. bocah berusia 10 tahun. Ini menjadi judul kumpulan cerpen Ramya yang ketiga.

Cerita pertamanya tentang seorang anak yang pergi ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Ramya: "Seneng sih. Lama kelamaan. kadang di buku. Ramya beruntung memiliki ibu seperti Gita. Dia mulai bisa melihat . Jadi tiap malam saya bacain. Di keluarganya hanya Ramya yang gemar menulis. katanya." Penulis cilik Kini Ramya telah menerbitkan 3 buku kumpulan cerpennya sendiri serta satu buku lain yang ditulis bersama-sama penulis cilik lain. Dapat banyak teman. Haha. Dia nulis pengalaman dia pulang dari apa. Itu sudah saya kasih banyak buku. Saya kumpulin terus diketik. Ramya mengaku senang. Jadi aku punya banyak teman. Banyak yang ngirim imel juga. dengan huruf tak rapi khas anak-anak. Terus mikir lagi dari benda itu apa yang dekat-dekat. Manfaatnya aku jadi punya banyak teman. Kedua adiknya Raras dan Rafa lebih menyukai main piano dan menari balet. tumpukan tulisan Ramya menggunung. Gitawati Setianingrum: "Dari kecil walaupun belum bisa baca. Gitawati Setianingrum: "Pertama model-model diari begitu. Dikit-dikit lama-lama jadi banyak. Ia kerap diundang berbagai acara untuk membagi pengalaman dalam dunia tulis-menulis. Meski orangtuanya bukan penulis. Marcapada Sukardi. Lama-lama banyak. ada alamat imel aku. ia selalu membacakan cerita pengantar tidur. Jadi kalau aku terbitin buku. Ramya pun kerap diajak ke pameran buku. Hanya itu saja." Ramya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. mending saya punya soft kopinya. Ramya tak punya waktu khusus untuk menulis. Ayahnya. lantas disalin ke komputer. Tulisan Ramya berserakan di lembaran-lembaran kertas atau buku tulis. Saya bacain meski dia belum bisa baca. dari umur dua tahun. Dunianya jauh dari kegiatan tulis-menulis. Tapi ternyata kegiatannya menulis itu menjadi hobinya. Setiap hari ia kemudian menulis cerita tentang apa saja dari khayalannya. saya sudah kasih banyak buku ke dia. Kadang ia memberikan Ramya berbagai buku cerita dengan gambar-gambar yang indah. Jumlahnya 30an anak. Di sini ia bertemu dengan banyak penulis cilik lain. Udah kalau itu sih yang aku senang saja. Tujuan awalnya untuk dibagi-bagikan sebagai souvenir ulang tahun Ramya. adalah seorang akuntan. Gita lantas terpikir untuk membukukan tulisan-tulisan itu. Ramya juga diundang Konferensi Penulis Anak tahun 2007 lalu. Gita mengumpulkan semua. sejak Ramya masih kecil. tapi biasanya di malam hari. Saya pikir kan sayang. Terus abis itu kayaknya ga bagus kalau gitu. Bertebaran kadang di kertas. difotokopi. Aku juga bisa berbagi cerita sama yang lain. Terus saya kumpulin semuanya. bekerja di bidang informasi teknologi. Pas umur 6 tahun dia mulai baca." Kata Gita. Gitawati Setianingrum. Kayaknya ga enak deh. Ibunya. Ramya: "Kalau nyari ide nanya-nya saja.coba-coba buat cerita. Terus bisa jadi deh.

gambarnya. Kalau bahasa Inggris, paling dia ngomong sendiri sambil lihat bukunya itu. Jadi banyak, satu malam tuh dia bisa buku 10 buku. Dibukain satu-satu." Menyampaikan pendapat Ada lagi kebiasaan unik dalam keluarga Ramya. Setiap pekan mereka diwajibkan menulis surat untuk salah seorang di antara mereka. Isinya boleh macam-macam, misalnya sekedar ucapan terimakasih karena telah mengantar ke suatu tempat. Kata Gita, kebiasaan menulis surat itu ia terapkan agar anak-anaknya biasa menyampaikan pendapat dengan tulisan. Ramya adalah salah satu dari sekian banyak penulis cilik yang kini bermunculan. Karya mereka kini banyak terpajang di rak-rak toko buku. Selain membuat buku, mereka juga memiliki blog untuk tempat bertukar sapa di dunia maya. Fenomena kehadiran penulis cilik bisa disebut berawal pada 2003. Saat itu Mizan menerbitkan kumpulan puisi Abdurahman Faiz berjudul 'Untuk Bunda dan Dunia', serta novel berjudul 'Kado Buat Ummi' karya Sri Izzati. Kedua buku itu diterbitkan saat penulisnya baru berusia 8 tahun. Kehadiran Faiz dan Izzati rupanya diikuti banyak penulis cilik lain. Editor buku Mizan seri Kecil-kecil Punya Karya, Dadan Ramadhan mengaku setiap minggu Mizan menerima hampir seratusan buku karya anak-anak. Macam-macam jenisnya, mulai puisi, cerpen hingga novel. Kalau awalnya hanya anak-anak dari Bandung dan Jakarta yang mengirimkan naskah, kini berasal dari banyak daerah. Dadan Ramadhan: "Hampir rata-rata naskah ke KKPK numpuk. Hampir tiap minggu ada, beragam dari mana-mana. Saya senang baru-baru ini dari Kalimantan, Sulawesi, karya-karya mereka luar biasa. Bagus." Campur tangan ortu Menurut Dadan Ramadhan, naskah yang dikirim umumnya bertema tentang persahabatan, kehidupan di sekolah, keluarga dan lain-lain. Dadan mengaku sebagai editor ia juga kerap menerima naskah karya anak-anak yang telah dipermak orang tuanya. Tapi Dadan punya cara untuk memastikan, apakah karya tersebut betul-betul karya si anak atau bukan. Dadan Ramadhan: "Ada yang pure tulisan mereka dan itu dibuktikan dengan fotokopian tulisan tangan sebelum diketik di komputer. Ada juga yang kita kasih form untuk mebuktikan itu adalah karya asli mereka bukan plagiat atau bikinan orang tua. Walaupaun ada yang bagian kedua. Kadang saya melihat naskah yang sangat sempurna. Sebagai editor kan saya curiga. Dari tata bahasa, penjudulan. Saya kontak ternyata orang tua ikut terlibat." Kini Mizan telah menerbitkan 37 buku yang ditulis anak-anak. Buku-buku ini terhitung laris di pasaran. Angka penjualan rata-rata per judul mencapai 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul 'Two Of Me' karya Sri Izzati. Sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eksemplar. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, 'Untuk Bunda dan Dunia' terjual lebih dari 11 ribu eksemplar di tahun pertama. Contoh lain adalah 'My Piano My Best Friend' karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eksemplar dalam satu bulan.

Saat ini memang hanya Mizan yang mendominasi penerbitan buku anak-anak. Penerbit lain kebanyakan menerbitkan buku anak-anak yang ditulis orang dewasa. Cerdas Munculnya penulis anak-anak dinilai perkembangan positif oleh banyak kalangan. Kalau terus dipelihara, Indonesia bisa punya penulis-penulis bagus di masa mendatang. Buat si anak, kebiasaan menulis juga baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Psikolog anak Universitas Indonesia, Indri Savitri mengatakan menulis, melatih si anak mengolah gagasannya sehingga dimengerti orang lain. Indri Savitri: "Yang jelas kecerdasan berbahasa, bahasa adalah simbol peerasaan, pendapat, suatu value dan persepsi terhadap masalah. Biasanya orang yang senang menulis itu kecerdasannya lebih terasah karena dia terbiasa untuk berfikir. Itu kan ada logikanya." Anak-anak yang terbiasa menulis sejak kecil secara tidak langsung juga belajar memahami persoalan di sekitarnya. Indri Savitri: "Anak-anak 10 tahun ini kan sudah mulai ada muatan humanisnya. Berarti kepekaan dia terhadap lingkungan lebih kuat. Jadi ngga melulu kecerdasan berbahasa tapi juga kecerdasan memahami lingkungan." Bakat menulis Menurut Indri, orang tua berperan sangat penting untuk menumbuh-kembangkan bakat si anak menulis. Hanya saja ia mengingatkan agar orang tua tak memaksakan kehendaknya kepada si anak untuk bisa menulis. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta Nur Zen Hae menilai, munculnya penulis-penulis cilik ini sebagai fenomena yang menggembirakan. Mereka bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya bagus di masa mendatang. Yang penting, kata Zen, terus berlatih supaya kemampuan terus terasah. Kata Zen, jangan sampai seperti banyak penyanyi anak-anak yang setelah besar justru tak bernyanyi lagi. Nur Zen Hae: "Itu tentu saja menggembirakan. Pada usia belum tinggi mereka sudah mulai menulis. Tentu saja itu juga harus dilihat apakah proses menulis mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa atau hanya ketika mereka anak-anak. Kalau kita bandingkan dengan kasus penyanyi cilik, mereka kan biasanya akan berhenti setelah remaja karena tidak lagi ada pasarnya." Ramya mengaku belum tahu apa cita-citanya kalau besar nanti. Yang pasti ia ingin terus menulis. Menulis apa saja.

Sabtu, 03/03/2007 16:20 WIB

Dibuka RI-4, Pameran Buku Islam di Istora Senayan Diserbu Wahyu Daniel - detikNews <a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUM BER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a> Jakarta - Islamic Book Fair (IBF) ke-6 digelar. Begitu RI-4 yakni Mufidah Jusuf Kalla selesai membuka pameran pada pukul 15.30 WIB, Sabtu (3/3/2007), wuurrr... ratusan pengunjung langsung berebut masuk. Pengunjung, baik itu bapak-bapak, ibu rumah tangga, anak-anak dan remaja, langsung berlarian menuju stan favorit mereka. Mereka sudah tak sabar menunggu lama di luar Istora Senayan, Jakarta, tempat pameran diadakan. Pengunjung sempat mengeluh karena tidak dibolehkan Paspampres masuk ke Istora sebelum Ny Kalla selesai memberikan sambutan. Wati (25) misalnya, dia sempat mengeluh tidak boleh masuk, sementara udara di luar Istora panas menyengat. "Kan ada yang bawa anak kecil, kasian loh, mas, kepanasan," ujarnya. Wati selalu mengikuti pameran ini, soalnya buku-buku yang ditawarkan penerbit mendapat diskon yang lumayan. "Saya rutin mengikuti acara seperti ini, karena bukunya sudah lumayan murah," ujarnya. Menurut Ketua Panitia IBF Tatang Sundesyah, peserta pameran buku tahunan ini meningkat dari tahun lalu. Peserta bertambah 5 menjadi 167 stan. Jumlah penerbit buku tahun lalu tercatat sebanyak 107, tahun 2007 ini ada 112 penerbit. Mulai dari penerbit kondang macam Gramedia, Republika, Erlangga, Mizan, Gunung Agung, dan Gema Insani. "Buku-buku di sini diberikan potongan harga 20-70 persen," ujarnya. Selain pameran juga digelar diskusi mengenai Islam, seminar dan bedah buku, talkshow, lomba anak muslim, festival seni dan budaya Islam. Pameran akan dilaksanakan hingga 11 Maret 2007. Ny Kalla dalam sambutannya menyambut baik pameran ini. "Acara ini harus dikembangkan sampai ke daerah untuk mendorong masyarakat agar gemar membaca dalam rangka mencerdaskan bangsa," ujarnya. Mufidah menambahkan penerapan penerapan prinsip Islam dalam kehidupan selama ini mendapatkan sambutan yang begitu luas. "Misalnya dalam perbankan di mana perbankan syariah telah tumbuh dengan baik dan diterima oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (ddn/sss)

Home About

kembali kegiatan percetakan menghadapi tidur panjang. Menurut catatan J. bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri. masuk kategori bacaan liar. dan kebudayaan Indonesia. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. ke awal mula terjadinya perubahan sosial di Hindia Belanda sebagai akibat perkenalannya dengan percetakan dan penerbitan yang lalu melahirkan suratkabar dan media massa lainnya. terpelajar. perlu kita menelusuri duduk perkaranya ke belakang. tak berbudaya. tiadanya tenaga ahli yang dapat menjalankan mesin itu. sejarah selalu berpihak pada penguasa. penenggelaman. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. semacam almanak. dan paling berjasa dalam membangun sastra. dan penyesatan. 15 Maret 1668 yang kemudian . Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. Cornelis Pijl memprakarsai percetakan dengan memproduksi Tijtboek. dapat dimungkinkan terutama oleh wujudnya Balai Pustaka…. Jika dikatakan. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Akibatnya memang dahsyat. Teeuw. juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. *** Sistem penerbitan di Indonesia ditandai dengan datangnya mesin cetak yang dibawa dari Belanda oleh para misionaris gereja tahun 1624. van der Chijs (1875). perekayasaan. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka.A. Tetapi. Mereka yang berkarya di luar itu. berikut ini: ―Balai Pustaka tidak saja mendorong para pengarang Indonesia supaya menciptakan roman dengan memberikan kepada mereka fasilitas penerbitan yang dalam keadaan waktu itu tidak mungkin diberikan oleh penerbit swasta … akan tetapi biro itu juga menjamin kepada mereka sidang pembaca yang lebih luas … Timbulnya roman Indonesia modern dan juga kepopulerannya. bahasa. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian. marjinal! Perhatikan pernyataan A. produk pertama percetakan terjadi ketika disepakati perjanjian damai antara Laksamana Cornelis Speelman dan Sultan Hasanuddin.‖ Ke manakah para pengarang yang menerbitkan bukunya di luar Balai Pustaka? Ke mana pula pengarang peranakan Tionghoa yang berkarya jauh sebelum Balai Pustaka berdiri? Benarkah karya-karyanya tidak sepopuler terbitan Balai Pustaka dan sidang pembacanya terbatas pada kelompok masyarakat Tionghoa saja? Untuk menempatkan posisi sastrawan peranakan Tionghoa dalam sejarah sastra Indonesia. Setelah itu. roman picisan. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa. Pada tahun 1659. menyebabkan tak ada kegiatan apa pun berkenaan dengan percetakan. bahasa pasar. Mencitrakan sekumpulan orang terhormat.mahayana-mahadewa.com PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN Maman S. maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa.

Tebitlah di Surabaya Soerat Kabar Bahasa Melaijoe. Bahkan dalam berita berkala itu. Pada dasawarsa itu. suratkabar Bientang Timoor (Surabaya. 1833—1843). Belakangan. Percetakan swasta juga mulai melakukan hal yang sama. Iklan pada akhirnya menjadi bagian penting dari cetakan berkala itu. Kedua suratkabar itu pada awalnya terbit dan beredar di lingkungan keraton Surakarta dan kemudian Yogyakarta. Apa maknanya penerbitan surat-suratkabar itu dalam konteks penerbitan buku-buku sastra? Bagaimana peranan yang dimainkan golongan peranakan Tionghoa dalam menyikapi perubahan yang terjadi pada zamannya? Bagaimana pula hubungannya dengan pemunculan sastrawan peranakan Tionghoa yang sesungguhnya merupakan perintis perjalanan kesusastraan Indonesia modern. 3 Februari 1860). mingguan Selompret Melayoe (Semarang. 10 Mei 1862). Itulah suratkabar pertama dalam bahasa Melayu. . Cetakan berkala itulah yang kelak menjadi cikal-bakal lahirnya suratkabar.menghasilkan naskah Perjanjian Bongaya. Sejak itulah VOC (Verenigde Nederlandsche Geoctroyeerde Oost—Indische Compagnie) mulai memperkenalkan hasil-hasil cetakannya berupa kontrak dan dokumen perjanjian dagang. Percetakan swasta mengembangkannya dengan menerbitkan suratkabar (courant). Ada beberapa faktor yang mendukung munculnya golongan peranakan Tionghoa dalam kehidupan kemasyarakatan di Hindia Belanda pada masa itu. 3 April 1858). mulai dipikirkan sasaran pembaca potensial. Sebutlah beberapa di antaranya. Bahasa Jawa kemudian menjadi pilihan. daftar harga komoditas pertanian sampai ke pengumuman lelang berikut daftar harga barang. Salah satu tujuannya adalah menyediakan bacaan berbahasa Jawa untuk mereka yang pernah belajar bahasa Jawa di Instituut voor de Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa. Pemerintah sendiri menangani cetakan dokumen-dokumen resmi. 5 Januari 1856. perkembangan percetakan masih seputar mencetak dokumendokumen resmi. Percetakan pemerintah pun mulai mencetak berita-berita dalam bentuk laporan berkala. Problem utamanya tidak lain menyangkut biaya dan minimnya jumlah pelanggan. dan maklumat atau pengumuman pemerintah. sedangkan cetakan lain diserahkan pada percetakan swasta. Lahirlah Bromartani. Dari situ. dan mingguan. 5 Februari 1856). yaitu masyarakat non-Belanda yang bisa membaca. ringkasan surat-surat resmi yang dianggap penting. beberapa suratkabar berbahasa Melayu bermunculan. Biang-Lala (Batavia. Penerbit E. Pada saat yang sama terbit pula suratkabar Poespitamantjawarna. juga berbahasa Jawa. suratkabar mingguan berbahasa Jawa pertama yang terbit 25 Januari 1855. Awal tahun 1800-an. 11 September 1867). beberapa suratkabar berbahasa Belanda umumnya terbit dalam usia yang pendek. Soerat Chabar Betawi (Batavia. Menyadari makin banyaknya dokumen yang harus dicetak. pemerintah kemudian mendatangkan dua mesin cetak dari Belanda tahun 1718. Fuhri di Surabaya kemudian coba menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu mengingat masyarakat yang bisa membaca dalam bahasa Melayu jauh lebih luas dibandingkan bahasa Jawa. meski pernah pula ada usaha untuk mencetak kamus Latin—Belanda—Melayu sebagaimana yang dilakukan mantan pendeta Andreas Lambertus Loderus (1699). Selama hampir empat dasawarsa. penyebarannya sampai juga ke Jawa Timur. bulanan Bintang Oetara (Rotterdam. disertakan jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal.

jadwal kedatangan dan pemberangkatan. Kedua. J. Maka. agar dapat menulis bahasa Melayu dalam huruf Latin dan kemudian menggunakan bahasa ini dalam surat-menyurat. suratkabar. Pada mulanya. dan berita-berita lain yang berhubungan dengan mutasi dan pengangkatan pejabat pemerintah. tentu saja mereka dituntut untuk bisa membaca (dalam bahasa Melayu). Indo Eropa dan Tionghoa) dibandingkan golongan pribumi. Oleh karena itu. mulailah generasi baru golongan peranakan Tionghoa ini tampil sebagai golongan yang menguasai bahasa Belanda dan bahasa Melayu. dan sekolah pribumi. bahwa pemakaian huruf Pegon (Arab—Melayu) dalam bahasa Melayu di sekolah-sekolah menyulitkan orang untuk mempelajarinya. Tambahan lagi. derasnya usaha untuk mengganti huruf Arab—Melayu dengan huruf Latin dalam bahasa Melayu. dibukanya sekolah-sekolah untuk golongan peranakan Tionghoa ini juga memberi peluang mereka dapat belajar bahasa Belanda dan bahasa Melayu mengingat kedua bahasa itu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah. juga tidak banyak manfaatnya dalam hubungan sosial mereka. tidak sedikit di antara para pedagang Tionghoa ini yang membayar seseorang untuk membacakan berita-berita suratkabar itu. Dengan demikian. Keempat. sekolah Cina. bahwa anak-anak mereka harus bisa berbahasa Melayu agar mereka tidak perlu lagi menyewa orang untuk membacakan berita-berita itu. bahasa Melayu dijadikan .E. Mengenai hal tersebut. Maka. Albrecht (1881) sebagaimana yang dikutip Claudine Salmon (1985) mengungkapkan bahwa bahasa Cina. banyak di antara keluarga peranakan Tionghoa ini yang mengirimkan anakanaknya ke sekolah Eropa atau pribumi atau mengundang seorang guru. selain tidak begitu dikuasai dengan baik oleh keluarga peranakan Tionghoa di Jawa. timbul kesadaran. barang-barang lelang. Padahal. baik yang bersekolah di sekolah Raja (Eropa). Dari sana.‖ Ketiga. terbitnya sejumlah berita berkala. Pertimbangannya. adanya perubahan kebijakan kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda. ketika sekolah-sekolah belum leluasa dapat dimasuki oleh anak-anak keluarga golongan peranakan Tionghoa ini. Kondisi itu tentu saja berpengaruh bagi kehidupan sosial ekonomi pada masa-masa berikutnya. di antara mereka –terutama keluarga kaya—kemudian mengundang seseorang untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak mereka (semacam les privat). jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak pribumi. memungkinkan penyebaran bahasa Melayu lebih luas dapat diterima. Mereka sangat berkepentingan mencermati daftar harga komoditas. Kees Groeneboer (1995) menyebutkan bahwa antara tahun 1823—1900 jumlah peranakan Tionghoa yang bersekolah. Di sinilah golongan peranakan Tionghoa lebih siap memasuki terjadinya perubahan sosial dibandingkan pribumi. untuk dapat mengikuti dan membaca suratkabar atau berita berkala dalam bahasa Melayu itu. dan mingguan berbahasa Melayu yang memuat iklan. dalam kaitannya untuk memperlancar usaha dagang mereka. posisi pribumi pada masa itu tetap sebagai golongan yang peranan sosialnya berada di bawah golongan peranakan. jelas sangat penting bagi golongan peranakan Tionghoa yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. dalam kenyataannya lebih banyak menguntungkan golongan peranakan (Indo—Belanda.Pertama. ―… Anak-anak lainnya diajar di rumah oleh orang Eropa atau Cina.

sebagai bahasa pengantar. Beberapa di antaranya mengalami cetak ulang. Sangat wajar jika kemudian Dr. Kelima. ditanggapi oleh para penerbit itu dengan menerjemahkan cerita-cerita asli Cina. Bahwa peranan penerbit swasta menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dengan jumlah pembaca yang jauh lebih banyak. sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. Jika penduduk pribumi leluasa bersekolah dan kemudian pandai membaca. golongan peranakan Tionghoa ini seperti memperoleh saluran yang baik dalam usaha mempermahir penguasaan bahasa Melayu mereka. naskah yang masuk 598 berbahasa Jawa. Ketika Komisi untuk Bacaan Sekolah Pribumi dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur) berdiri (1908) sampai berganti nama menjadi Kantor Bacaan Rakyat (Kantoor voor de volkslectuur) 22 September 1917. tersalin dari tjeritaan boekoe Sam Kok). bahkan juga Belanda. telah mendorong bermunculannya cerita terjemahan. D. Sampai tahun 1928. Meski jumlah itu tak memperhitungkan cetak ulang. sedangkan Blai Pustaka adalah kelompok elitis yang jumlahnya terbatas pada golongan bangsawan yang diizinkan bersekolah. penguasaan bahasa Melayu bagi golongan peranakan Tionghoa ini juga secara tidak langsung menuntut ketersediaan bahan bacaan berbahasa Melayu. jika Balai Pustaka hanya menerbitkan beberapa novel saja. majalah. mengatakan bahwa buku-buku terbitan di luar Balai Pustaka sebagai ―Bacaan Liar‖ yang dibawa oleh ―Saudagar kitab yang kurang suci hatinya. Pada dasawarsa 1880-an. tampak tidak hanya dari persebaran agen dan distributor penerbit-penerbit itu. salah satu langkah yang penting dilakukan adalah mengganti huruf Pegon itu dengan huruf Latin. Teeuw. Rinkes. Oleh karena itu. Jelas pula di sini. untuk memudahkan orang belajar bahasa Melayu. dan 96 berbahasa Melayu. Dengan demikian. seperti yang dicatat A. ketika bermunculan penerbitan suratkabar. Dengan demikian. Kelima faktor inilah yang mendorong berlahirannya surat-surat kabar. Dari sana pula embrio bermunculannya para pengarang Tionghoa. secara kuantitas terbitan Balai Pustaka tetap kalah jauh. kelompok pembaca golongan peranakan Tionghoa ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembaca pribumi. Catatan Claudine Salmon menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan karya penulis peranakan Tionghoa antara tahun 1870—1960 yang berhasil dikumpulkan mencapai 3005 judul. majalah dan penerbit yang dikelola golongan peranakan Tionghoa. dan buku-buku berbahasa Melayu. bahwa sasaran pembaca penerbit swasta adalah masyarakat umum. berjumlah 400-an karya (1917—1967). 204 berbahasa Sunda. sementara penerbit-penerbit milik peranakan Tionghoa. tetapi juga dari sejumlah karya yang mengalami cetak ulang. Kisah Tiga Negara (Tjerita Dahoeloe kala di benoea Tjina. bukankah itu bahaya bagi pemerintah kolonial lantaran kebohongannya selama itu akan terbongkar. bagaimana mungkin kita menafikan keberadaan . Salah satu karya terjemahan yang terkenal. Balai Pustaka menerbitkan tidak lebih dari 20-an novel. Di samping itu. kehausan mereka akan kisah-kisah dari tanah leluhurnya. direktur Balai Pustaka ketika itu. antara tahun 1903—1928. Bukankah bacaanbacaan itu dapat mencerdaskan seseorang dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sekolah (pendidikan). Di sinilah muncul kesadaran pemerintah kolonial akan bahaya pengaruh bahan bacaan.A.‖ Jadi. Pertanyaannya kini: di kemanakankah dana ratusan golden untuk penerbitan buku oleh Balai Pustaka. menerbitkan hampir seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Tionghoa.

Akan tetapi bila dilihat dari segi harga buku. Internet dan banyak media lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan bahan-bahan informasi itu. Di mana buku menjadi barang mewah. Majalah. cukup menggembirakan dengan hadirnya buku-buku bacaan bermutu baik yang di tulis oleh pengarang Indonesia maupun buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. tentu saja harus dicitrakan sebagai lembaga pencerahan. Belakangan. yang juga menjadi kendala untuk memperoleh buku. Jurnal. Demikianlah. sebenarnya tidak ada alasan bagi orang Indonesia untuk tidak menjadikan kegiatan Gemar-Membaca sebagai sikap hidup yang membawa setiap orang pada pengayaan pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir. Baik informasi yang berasal dari bahan cetak seperti Surat Kabar. www. seperti Televisi. Balai Pustaka sebagai bagian politik kolonial. salah satu alasan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka. Maka. hampir dapat dipastikan bahwa persentasi orang yang bisa menjangkau bahan bacaan buku –apalagi buku bermutu– relatif sedikit saja orang yang punya minat baca. justru karena keberadaan penerbit-penerbit swasta itu. Bulletin. . Belanda lewat politik kolonialnya dengan berbagai cara berusaha membonsai pribumi agar tetap berada di bawah hegemoni mereka.com/2008/06/04/penerbit-buku-di-indonesia/ PENERBIT BUKU DI INDONESIA Oleh Aminuddin Siregar Hingga hari-hari belakangan ini nampak bahwa dunia perbukuan Indonesia terus meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan meluapnya informasi dari berbagai sumber. maupun informasi yang bersuber dari media elektronik.wordpress.mahayana-mahadewa.sastrawan peranakan Tionghoa dalam sastra Indonesia jika kenyataannya mereka justru yang mendahului sastrawan Balai Pustaka. ketika Pameran Buku berlangsung di Surabaya. maka untuk mendapatkan buku sudah relatif lebih mudah dibandingkan dengan dua puluh tahun atau sepuluh tahun lalu. Tabloid. tanpa penggelapan. Kalau dilihat dari keberadaan penerbit buku di Indonesia. kinilah saatnya kita mengembalikan sejarah sastra Indonesia ke jalan yang benar.com. Nampaknya bukan itu saja. menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memang tinggi. peranan pihak lain yang sesungguhnya mendorong berlahirannya penerbitan dan kehidupan pers –yang dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan bagi pribumi— harus ditenggelamkan! Oleh karena itu – meski begitu terlambat. Bahkan. Jadi. Allrights reserved http://klubhausbuku. tanpa manipulasi. tanpa penyesatan! *** Tags: Artikel. jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas. Radio. Dengan jumlah penerbit buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Maman S Mahayana October 2008 Copyright © 2008.

Jawa barat 99 penerbit. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:56 PESTA BUKU JAKARTA 2008 Ratusan penerbit akan ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2008! Sekian banyak penerbit akan menghadirkan acara diskusi. meskipun ini tidak didengar. tetapi dengan catatan harga mesti sama dan akan lebih baik justru dikurangi lagi dari harga rata-rata penjualan di Jakarta. Tidak salah jika setiap pengunjung berharap mendapati beraneka ragam buku tersedia berbarengan dengan para penerbit yang berlomba-lomba memberikan diskonnya selama Pesta Buku Jakarta 2008 berlangsung! Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. SMA. Baik untuk anak-anak sekolah dari SD. Diawali dengan. Tetapi paling tidak saya beranggapan bahwa ketidak terjangkuan masyarakat daerah akan bahan bacaan buku bermutu adalah salah satu akibat dari tingginya biaya produksi dan ongkos kirim. Yang paling menyedihkan banyak kota-kota yang dianggap sebagai kota terkemuka malah belum memiliki penerbitan buku baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta atau pengusaha buku. Hal-hal seperti inilah antara lain yang juga kami diskusikan di Klub Haus Buku bersama teman-teman peduli. saya memang tidak tahu persis soal ini. sementara dibeberapa provinsi tidak lebih dari 4 penerbit buku. Namun karena persebaran penerbit buku tidak merata nampaknya bisa menjadi satu alasan pula mengapa masyarakat juga tidak merata daya dukungnya untuk memperoleh bahan bacaan buku. talk show. Menariknya . Daei jajak pendapat yang dilakukan oleh Harian Kompas di Surabaya itu menunjukkan bahwa hampir tidak ada yang punya persediaan khusus untuk membeli buku. SMP. Yogyakarta 99 penerbit. Gambaran berikut ini mungkin akan memberi petunjuk di mana saja penerbit memproduksi buku. Jakarta misalnya mempunya 167 penerbit. 67 penerbit. 39 Tanggapan to this post. Sementara jumlah penerbit di Luar Jawa yang terbanyak hanya ada di Sumatera Utara sebanyak 14 penerbit. Sehingga yang bisa menikmati hanya orang-orang kota saja dan pasti yang hanya punya duit berlebih. Provinsi di luar Jawa nyaris tidak punya penerbit buku alias tidak ada pengusaha yang berminat untuk berbisnis di industri perbukuan ini.meskipun sebenarnya hampir di seluruh ibu kota Provinsi ada toko buku. Perguruan Tinggi hingga buku-buku yang dikonsumsi masyarakat umum. Jawa Timur. Nangro Aceh Darussalam misalnya hanya ada 4 penerbit. seminar dan launching buku-buku yang baru diterbitkan. Kesempatan ini akan digunakan oleh setiap penerbit yang menjadi peserta pameran untuk menawarkan program diskon yang bervariasi dan sangat menguntungkan bagi para konsumen. Ini memang perlu dipikirkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) agar penerbitpenerbit besar berani membuat pemerataan persebaran buku atau pendistribusiannya. mulai dari tanggal 28 Juni – 6 Juli 2008. Jawa Tengah 56 penerbit dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa yang hampir semua kota-kotanya memiliki penerbit buku. Bagaimana ini. 1.

Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER Content Lomba blogger : 1. Banner ―PestabukuJakarta‖ bisa diambil di web site http://www. Masuk log untuk membalas 3. Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku.com bagian bawah web site .klubhausbuku.blogspot. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008 B. Pesta Buku Jakarta mengusung tema ―Jakarta Banjir Buku‖ untuk menggambarkan betapa banyaknya buku yang nanti akan ‗beredar‘ pada saat pameran berlangsung. dan dapatkan pengalaman mencari buku favorit yang tidak terlupakan! http://www. Kunjungilah pameran buku terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan oleh IKAPI DKI Jakarta. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 20:59 LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008 Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta. panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai Tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008.Tema Besar ―Pesta buku Jakarta 2008″ dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. KETENTUAN PESERTA 1. Posted by Suryadi Yadi on 17 Juni 2008 at 21:11 A.com Masuk log untuk membalas 2.Nama Blog atas nama peserta lomba. Perguruan Tinggi dan masyarakat umum 2. Peserta dari SMA. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan. 2.acara pembukaan yang menghadirkan berbagai tokoh perbukuan di Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Para penggiat buku dan peminat baca dan penulis dari berbagai kalangan masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri diajak untuk hadir dalam pameran ini.pestabukujakarta.

Ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka . Awal Mei lalu lapangan basket di Istana Olah Raga Bung Karno mendadak dipenuhi buku. Ribuan orang datang menyesaki tempat itu. Pada acara pameran seperti ini para penerbit berani jor-joran diskon.3. fiksi. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta. dan temu artis. sebuah ajang pamer buku tiap tahun oleh Gramedia dan Argo Pustaka.Komentar salah satu buku yang anda suka baca. Kedua penerbit itu menjajakan buku terbitan mereka. Ada yang sekadar melihat-lihat.anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan Masuk log untuk membalas Duh. teknologi. Dalam setahun buku yang ia beli dapat dihitung dengan jari. judulnya pun beragam. Penerbit pun kembang-kempis.Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site http://www. Selain murah.. ilmu pengetahuan.Isi/conten dalam blog. tapi daya beli lemah. Himatul Ulya adalah salah satu pendatang. ada juga stok lama yang mereka obral. Novel. ada yang memburu buku murah dalam pameran buku.Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus . . Kalau ada pameran buku murah dia menyempatkan diri untuk . sampai 70%.comAlamat e-mail ini dilindungi Dari spambot. Perempuan usia 25 tahun itu mengaku sudah jarang membaca buku. Ia antusias meliahat buku-buku yang di pamerkan. Ia asyik mengubek-ngubek buku di rak paling pinggir di ruang pameran.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. Mahalnya Harga Buku Minat baca tinggi.Semua Blog mencatumkan link http://www.pestabukujakarta. workshop fotografi.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot. anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya .Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.. dan buku dongeng untuk anak-anak. ikapijaya@pestabukujakarta. .Resensi 10 buku apa saja . pelatihan menulis fiksi. Apalagi selama ini wanita berpostur gempal ini jarang membeli buku karena mahal.Bagaimana apresiasi anda terhadap buku . Ada lomba lukis anak-anak. Berbagai kegiatan memeriahkan acara itu.Tema buku apa yang anda paling suka( sastra. agama.Tema bukunya pun beragam. dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri. Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca? . Ada buku keluaran terbaru.com . mulai agama.Komentar Blog tentang Pestabukujakarta.Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman .com 4.pestabukujakarta.

Meliana akhirnya mengajak anak-anaknya mengunjungi toko buku dan menyuruh mereka membaca buku di sana. Hari itu Meliana membeli beberapa buku yang sedang dikorting. Empat tahun lalu Himatul bisa menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli beberapa buku. Membeli buku-buku sekolah untuk anak-anaknya pun sangat berat. Turunnya daya beli masyarakat terhadap buku merupakan persoalan bagi penerbit. ‖Kalau liburan saya ajak anak-anak ke toko buku. Wanita berkulit kuning langsat ini mengeluhkan mahalnya harga buku. Namun. "Harga kertas selalu naik setiap tahun." kata Meliana. Pendapatan penerbit pun turun. Dengan cara itu dia tidak perlu membeli buku. tidak ada dana khusus dalam anggaran rumah tangganya yang dialokasikan untuk membeli buku. perempuan 37 tahun ini jarang membeli buku. Penghasilan suaminya sebagai pegawai swasta rendahan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. ―Kalau beli buku lain ya pas lagi ada diskon saja. Sebab. Sementara biaya produksi buku terus meningkat. Apalagi masyarakat golongan menengah bawah. Momen pameran sangat ia tunggu-tunggu. turunnya daya beli masyarakat terjadi sejak kenaikan harga bahan bakar tahun 2005. Ia membeli tiga buku dongeng anak dan sebuah buku agama yang diskonnya 50%. kebanyakan buku yang dipajang di toko terbungkus plastik. 40 juta warga Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Selain buku pelajaran untuk anak-anaknya. sehingga pengunjung toko diperbolehkan membaca dan melihat isinya. juga mengeluhkan mahalnya buku. perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini jarang mengunjungi toko buku. sehingga tiga orang anaknya tidak bisa memakai buku secara bergantian. Terpaksa tiap tahun Meliana mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku untuk tiga anaknya. Kenaikan harga kertas dan tingginya pajak merupakan faktor utama kenaikan ongkos produksi. Karena tidak mampu membeli buku tiap bulan. sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi. ibu rumah tangga. Menurut dia. Meliana. Itu pun kalau bukunya tidak dibungkus plastik. Sejak menikah. Padahal. Yang dimaksud wanita berkerudung ini biasanya diskon buku yang mencapai 50%. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak bisa mencicipi buku sekolah.‖ ujarnya. Keluarganya yang tergolong ekonomi menengah saja tidak bisa membeli buku setiap bulan. Apalagi kini setiap tahun buku sekolah berubah. Buku anak-anak yang disediakan sekolah mau tak mau harus dibayar. berdasarkan data Bank Indonesia pada tahun 2006. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid. Beberapa tahun ini harga buku terus naik. tapi ya baca-baca di tempat aja. ‖Kalau ada pameran begini kan ada diskon." kata perempuan berambut sebahu ini. Penghasilan dia dan suaminya tidak cukup untuk membeli buku lain selain buku-buku sekolah anak mereka. belum lagi .membelinya. Tapi kini uang sebanyak itu hanya cukup untuk membeli dua novel.

tidak akan ada penerbitan. Sedangkan Malaysia yang memiliki 26 juta penduduk tiap tahun menerbitkan 10 ribu judul. di luar buku pelajaran. Akibatnya penyebaran buku ke Indonesia bagian timur juga berkurang. ilmu juga mahal. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). Vietnam yang berpenduduk 80 juta jiwa setiap tahun mampu menerbitkan 15 ribu judul. Tanpa sebuah naskah. jumlah itu sangat kecil. Penerbit dan pemerintah saling lempar tanggung jawab atas mahalnya harga buku di Indonesia. tak satu pun yang berada di Indonesia bagian timur. sebenarnya yang perlu dievaluasi adalah margin biaya cetak dan harga dasar buku-buku yang dikeluarkan penerbit. Dari 740 penerbit di tanah air. Setia Dharma juga mengeluhkan belum meratanya distribusi buku. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. ―Memang dari biaya cetak. pengiriman buku ke bagian timur menjadi mahal. yang terbaik nanti diterbitkan. Kapan rakyat pintar? (E2) Ciri-ciri buku yang berkualitas Written by admin oleh : Toha Nasruddin Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. tidak melulu bisnis. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta.‖ katanya. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. kiriman penulis. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? . semuanya harus memenuhi persyaratan. biaya cetak buku-buku sekitar 30% dari harga dasar. mencapai lima kali lipat. Menurut catatan Ikapi. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. Jika buku mahal. setiap tahun buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 10 ribu judul. distribusi. hasil kajian ilmiah pakar tertentu.pajak yang berlipat-lipat. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara." katanya. Akibatnya. Namun Kepala Humas Departemen Pendidikan Nasional Bambang Warsito membantah adanya pajak buku yang tinggi sudah dalam perhitungan pemerintah. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. Berdasarkan data Depdiknas. Menurut Bambang. dan sebagainya cukup tinggi dari negara lain. Tentunya harga buku juga menjadi lima kali lipat lebih mahal.

Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya.http://penulissukses. buku agama. Misalnya. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. kaum ibu. baik penerbit maupun penulis. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. dewasa. universitas misalnya. agama. Buku yang laku. Dari sudut ekonomi. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). sekolah. 3. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. akan menguntungkan dari segi dakwah. 9.2. tidak menentang ideologi negara. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. 8. sumber . tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. 4. dan antar golongan/adat istiadat). semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. orang tua. anak-anak. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. sesuai dengan tingkat pembaca? 5.com/?id=intermedia08 Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah? Written by admin oleh Abu Al-Ghifari . mahasiswa (jurusan apa. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. ras. tingkat berapa). tapi juga disukai khalayak pembaca. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab.

mengenali tulisan semacam ini. dan sebagainya. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada ―pembaca‖ pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Kalau menyangkut karangan kreatif. ia tidak hanya sekedar membaca. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk. Nah. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang). tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca? Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri: (1) naskah yang ditulis penulis amatir dan (2) naskah yang ditulis pengarang profesional. namun cara penulisannya masih ―mentah‖ atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. . Editor yang terlatih sangat tangkas. kirim ke media lain. Ia membaca karya pengarang. begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya. Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. Sulitnya. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek. mengapa sebuah karangan dikembalikan? Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui. maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: a. Untuk itu jika naskah dikembalikan.Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca. Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%). b. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat. Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut. Sebagai seorang pembaca. jelasnya. Perbaiki dan ketik lagi. Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya. Setiap penerbit mempunyai ―house-style‖ yang berlaku di penerbitnya. penatar. c. mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh).

dikirim oleh: imelda. kumpulan lelucon. Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya. jangankan diterbitkan. 01/02/2007 . naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain. hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. Kiblat Buku Utama menerbitkan Oleh-Oleh Pertempuran buah tangan Rukmana HS. dikembalikan pun tidak. buku agama. Berita Atep Kurnia *) ORANG Sunda boleh sedikit berbangga hati bila menengok kehidupan sastranya.Media yang telah bonafide. kehidupan sastra Sunda bisa dibilang lebih beruntung dibanding dengan sastra daerah lainnya. juga ikut menyemarakkan kehidupan sastra. tercatat ada 14 buku berbahasa Sunda yang terbit. Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Media massa. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan. Ada karya sastra. Karya sastra Dari rumpun sastra. seperti Rancage. Buku-bukunya tentu beraneka-ragam. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya. Hadiah-hadiah sastra. Satu lagi cetak-ulang Nu Tareuneung karya Ki Umbara.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim. terbit empat judul kumpulan cerita pendek Sunda. kumpulan esai. hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi. .11:05 . Tahun 2006. Untuk media cetak bulanan seperti majalah. Buku-buku berbahasa Sunda selalu terbit setiap tahun. biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain. Khusus mengenai buku-buku Sunda yang terbit sepanjang tahun 2006. untuk tabloid (mingguan). penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. Aan Merdeka Permana menerbitkan dua judul: Keroncong ti Kutoarjo (cetak-ulang) dan Album Carpon. dan hadiah lainnya rutin dihidupkan. dan buku pengajaran. sedikitnya tercatat ada 26 judul buku. kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. LBSS. Ya. Kenyataannya. Evaluasi Buku Sunda 2006 Kamis. kamus. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim. Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku. Mengantisipasi hal tersebut.

Lainnya. Pertama.H. kumpulan sajaknya terbit dua judul. dan Jatining Sobat.Satu-satunya buku kumpulan esai yang terbit tahun 2006. Beruntung. dan Nu Sarimbag & Unak-Anik dina Tembang Sunda. Usep Romli HM terbitan Kiblat. Itulah Kamus Sunda R. tahun 2006 diperkaya terbitnya beberapa buku karya Aan Merdeka Permana. Nu Ngageugeuh Legok Kiara. kini diterbitkan Pustaka Amaldi). Neangan Bulan. Wiratmadja. sebelumnya pernah di-posting ke dunia maya (internet). Yang ada hanyalah cetak-ulang Buron. kamus Sunda yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. tapi bisa dibilang fenomenal. terbit tiga judul. melainkan karya bersama. Hidayat Suryalaga dan Nadoman Nurul Hikmah karya R. Buku lainnya Buku-buku pengetahuan umum yang bisa dipakai untuk pembelajaran. Kamus Tahun ini. Surah Yasin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda disertai terjemahannya dalam bentuk dangding oleh R. Sementara kumpulan lelucon ada dua judul: Dulag Nalaktak (H. Danadibrata yang memiliki 40 ribu entri. Walaupun tahun ini kamus Sunda hanya terbit satu. Hidayat Suryalaga yang diterbitkan oleh Yayasan Nurul Hidayah. Tetapi keduanya bukan karya tunggal. Pertama. dan Silalatu Gunung Salak (cetak ulang). Lalu.Begitu pula dengan roman Sunda. Buku agama. Ekadjati. Pasukan Siluman Haji Prawatasari. Tatarucingan Urang Sunda susunan Rachmat Taufiq Hidayat dan Darpan. . keduanya berupa cetakulang. kartun Sunda Si Mamih 2 karya Edyana Latief dan terjemahan UUD 1945. tahun 2006 lalu terbit dua judul.H. Sebab kamus yang diterbitkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda (PPKBS) ini. adalah buah karya mendiang Edi S. termasuk paling lengkap bila dibandingkan dengan kamus-kamus bahasa Sunda yang terbit sebelumnya. Karya yang lainnya terdiri dari kumpulan surat cinta Mangsi Asih Kalam Tresna karya Aam Amilia dkk. Karya lainnya berupa kumpulan dangding dan sawer karya Apung S. karya Chye Retty Isnendes dkk yang diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. Usep Romli HM) dan Keom Sakedap (Syam Ridwan). Sedangkan yang kedua. Nama terakhir ini aktif pada Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). Sambel Jaer karya Asep Ruhimat yang diterbitkan oleh Puspawarna Pustaka Nusantara. adalah Surat keur Bandung buah karya Acep Zamzam Noor dkk yang diterbitkan oleh Kiblat.Sementara. karya Aam Amilia (dulu diterbitkan Dasentra. Selain yang telah disebutkan di atas. yang tercatat sampai bulan Desember 2006 ada dua karya. Tulisan-tulisan dalam buku itu pun. Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi) yang diterjemahkan oleh Drs. pada tahun 2006 tak terbit karya baru. karangan Apung S. Karna Yudibrata dkk. karya Dadan Sutisna. Wirtatmadja. Aan menerbitkan tiga judul cerita sejarah: Rambut Kasih (baru terbit 9 jilid dari rencana 12 jilid).A. Kedua. Buku berjudul Nu Maranggung dina Sajarah Sunda itu diterbitkan Yayasan Pusat Studi Sunda. Lagu Liwung Urang Bandung yang juga diterbitkan oleh Kiblat. Bentang Pasantren karya H. Untuk bacaan anak-anak Sunda.

Dan dari Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbit Undang-Undang Dasar Nagara Republik Indonesia Taun 1945 (Tarjamahan teu Resmi). Di antaranya ada penerbit Puspawarna Pustaka Nusantara dan Pustaka Amaldi. 6 Januari 2007 http://cabiklunik. Danadibrata. Selain itu. Satu lagi.xml Misteri Pedang Skinheald. menurut catatan. Ada 10 penerbit yang tahun ini menerbitkan buku Sunda. Yayasan Pusat Studi Sunda menerbitkan Nu Maranggung dina Sajarah Sunda.blogspot. penerbit yang mengeluarkan buku Sunda tahun 2006 bertambah. Dari 26 judul buku yang terbit. buku-buku yang terbit tahun 2006 mengalami peningkatan. Kiblat menerbitkan 13 judul buku. maupun lembaga pemerintah yang ikut serta mengeluarkan buku Sunda. terbit kamus monumental Kamus Sunda R. Padahal pada tahun sebelumnya. hanya ada tiga penerbit yang mengeluarkan buku Sunda. Sabtu. Jadi ada penambahan sebanyak delapan judul. Sumber: Pikiran Rakyat. Pada tahun 2005.com/atom. Penerbitnya sendiri. lima judul diterbitkan atas prakarsa pribadi Aan Merdeka Permana. tinggal di Bandung. bila dipandang baik dari jumlah buku maupun penerbitnya.*** *) Atep Kurnia. hasil kerjasama antara penerbit Kiblat Buku Utama dan Universitas Padjadjaran (Unpad).A. ada juga lembaga-lembaga baik yayasan. Salah satu sebabnya. sementara Yayasan Nurul Hidayah menerbitkan Nadoman Nurul Hikmah. Buku Anak Karya Anak (Sang Pembuka Segel) oleh Ambu Dian Buku 1 dari 3 . keadaan buku Sunda tahun 2006 cukup menggembirakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kemudian. Dari Paguyuban Seniman Tembang Sunda/Cianjuran Tatar Sunda ada Nu Sarimbag & UnakAnik dina Tembang Sunda. ada yang sudah langganan menerbitkan buku-buku Sunda seperti Kiblat Buku Utama. Sisanya diterbitkan oleh beberapa penerbit yang turut menerbitkan buku Sunda. Sementara dari Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat ada Neangan Bulan. jumlah buku Sunda yang terbit hanya 18 judul.Evaluasi Jika dibandingkan dengan buku-buku yang terbit tahun 2005. paguyuban. tetapi sekarang mencapai 26 judul. dari Panitia Penerbitan Kamus Basa Sunda. Oleh karena itu. Pembaca dan peminat buku-buku Sunda.

. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari. lalu memangnya kenapa? Harus diakui ceritanya seru. dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi. sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. seperti elf.. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel. dan bersicepat dalam hal lain. Hehe. ada perebutan kekuasaan. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu. yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D. ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh.. Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’.. ya. ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina. ada kekacauan. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis. Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. hurufnya besar-besar. goblin. dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. dwarf. Hehe. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. kadang berlari. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal. Mungkin dengan bertambahnya umur. Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’.700 Nanti dulu.. Ata akan makin piawai merapikan. Jadi kadang berjalan di tempat. CS Lewis. karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya. di mana tidak. Ceritanya fantasi. mudah-mudahan aja ya? . Juni 2005 xii + 176 hlm Rp 23. Jalan ceritanya seperti biasa. memang sudah banyak. sehingga memang ada bagianbagian tertentu yang ‘mirip’. Tetapi halamannya terbatas. tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin.A Ataka AR Penerbit Alenia. dan ada juga ghostmorgana. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka. ini memang buku anak karya anak. si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton. JK Rowling. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit. dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. ilustrasi juga banyak.

Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. MPS 1 waktu diserahkan pada editor. 160 halaman. Diharapkan terbit akhir Maret ini. halamannya lebih banyak. buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*) Kabar Ataka terakhir.Trus. Dan. MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. 2006 2:42 AM | Permalink . Wah! Posted on March 5. selain dari pembatas buku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful