CONTOH SURAT PERINTAH KERJA DAN SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PENGADAAN BARANG/JASA

S U R A T P E R JA N JIA N P E K E R JA A N JA S A P E M E L IH A R A A N K E B E R S IH A N GEDUNG DAN HALAM AN KANTOR NOMOR : …………………… ANTARA …………………………………………………………… DENGAN … … … … … … … … … … … … … … … … .. Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.I/ Pemerintah Daerah ........................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............... : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pihak PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan jasa pemeliharaan Gedung dan Halaman Kantor untuk keperluan Kantor ……… dengan ketentuan dan syaratsyarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :

Pasal 1 DASAR PERJANJIAN Surat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….. Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor

Pengum um an Nomor Tanggal Tentang Surat

: …………………………………. : …………………………………. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan

Komitm en

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Pasal 2 TUGAS DAN KEW AJIBAN

PIHAK PERTAMAm emberi tugas kepada PIHAK KEDUAdan PIHAK KEDUAm enerim a serta bersedia m elaksanakan tugas tersebut dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan berpedom an pada : Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Tanggal : ………………………. Pengum um an Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Berita Acara Kualifikasi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Evaluasi Penawaran (Rangking). Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Harga Perusahaan dan Pengajuan Peringkat

Surat pengusulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Surat Penawaran dari PIHAK KEDUA Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Seluruh dokum en seperti tersebut pada pasal (2) butir (1) sam pai dengan (8) bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 3 TUGAS DAN KEW AJIBAN

Tugas yang dimaksud dalam Pasal (2), adalah Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor ……………….., uraian pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran surat perjanjian ini, dengan ketentuan sebagai berikut :

PIHAK KEDUAm enyetujui untuk m elaksanakan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor, seperti yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………………………. ,tanggal …………….., beserta lam pirannya. PIHAK KEDUAwajib melaksanakan pekerjaan tersebut dengan hasil yang baik dan benar sesuai dengan isi dalam lam piran perjanjian ini. Pasal 4 HARGA PEKERJAAN

Harga Borongan dari pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam pasal (3) Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp…………………..,- (……………………………….. ……………………………) sudah term asuk Pajak-pajak.

Harga Pekerjaan tersebut pada ayat (1) Pasal ini sudah termasuk keuntungan untuk perusahaan ini, Paja Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak-pajak lainnya serta semua biaya yang tim bul dalam proses pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggungan KEDUA PIHAK . Pasal 5 CARA PEM BAYARAN

Pem bayaran Harga Pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA yaitu PT/CV/Firma/Kop. ………………………………,yang mem punyai Rekening : No. ……………… pada Bank ……………………………………………., sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini, ditetapkan sebagai berikut : Pem bayaran oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA dilakukan setiap bulan yaitu Rp………………….. : 12 Bulan =Rp. ………….,- (…………………….. …………………………………………..) setelah Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan ditandatangani oleh Tim Penerim a Barang/Jasa.

Pem bayaran Hasil Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang diterima oleh PIHAK KEDUA akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas , Daerah …………. Sem ua Pajak-pajak yang tim bul akibat dari Surat Perjanjian ini m enjadi tanggungan KEDUA PIHAK sepenuhnya. Pasal 6 JANGKA W AKTU PELAKSANAAN

Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (3) Surat Perjanjian ini harus diselesaikan oleh KEDUAdalam PIHAK jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………., beserta lam pirannya, tanggal ………………….., diterbitkan atau sam pai dengan tanggal 31 Desem ber ……….. Pasal 7 PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

Untuk setiap penyerahan hasil pekerjaan setiap bulan harus dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan. Tem pat penyerahan dan pelaksanaan seluruh pekerjaan dilaksanakan di PIHAK PERTAMAyaitu di tem pat , ……………………………………………………………..

terhitung sejak keadaan m emaksa (force majuere) tersebut terjadi. . ketentuan sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (8) Surat Perjanjian ini.Pasal 8 S A N K S I Apabila PIHAK KEDUA setiap hari m elakukan kelalaian/tidak melakukan kewajiban seperti tersebut dalam pasal (1) surat perjanjian ini. pemogokan dan Kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter. Pasal 9 KENAIKAN HARGA Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut kenaikan harga. Yang dim aksud dengan keadaan mem aksa (for m ajeure) antara lain adalah : gem pa bumi. yang sem uanya berkaitan langsung dan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Pasal 10 KEADAAN MEM AKSA (FORCE M AJEURE) Dalam hal terjadi keadaan m emaksa (force majeure). KEDUA PIHAK wajib m em beritahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMAselam bat-lam batnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender. hura-hara. akan disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Pem erintah. maka PIHAK KEDUAdikenakan sanksi denda sebesar 1 o/oo (satu permil) atau sebesar–besarnya 5% dari harga keseluruhan yang diterim a dari PIHAK PERTAMA seperti tersebut dalam Pasal (4) surat perjanjian ini. Besarnya kenaikan Harga yang dapat diajukan PIHAK KEDUA oleh sebagaim ana dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini. kecuali apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang m oneter yang secara langsung m em pengaruhi Harga Pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini. Apabila keadaan m emaksa (force m ajeure) ditolak PIHAK PERTAMA m aka berlaku ketentuanoleh . Apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter sebagaimana dim aksud dalam ayat (1) Pasa ini. Atas pem beritahuan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA . akan m em berikan persetujuan atau penolakan secara tertulis mengenai keadaan m emaksa (force m ajeure) tersebut dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak diterim anya pem beritahuan dari KEDUA PIHAK . kebakaran perang. PIHAK KEDUAdapat m engajukan kenaikan Harga dengan ketentuan bahwa KEDUA PIHAK tidak diijinkan m eminta keuntungan tam bahan atas kenaikan harga tersebut.

KEDUAwajib m enyerahkan PIHAK Jam inan Pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian Pem borongan ini. Jam inan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada KEDUA PIHAK setelah Surat Perjanjian Pemborongan ini berakhir atau setelah kedua belah pihak m emenuhi segala kewajibannya. m PIHAK KEDUA tidak mem enuhi segala kewajiban dalam jangka waktu sebagaim ana ditentukan dalam Surat Perjanjian ini. . (……. dan berm asa lakunya sekurang-kurangnya 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender terhitung sejak tanggal penandatanganan Surat Perjanjian ini atau sekurangkurangnya sam pai dengan tanggal …………………. Pasasl 12 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sebagai akibat dari pelaksanaan Surat perjanjian ini. Pasal 13 DOM ISILI HUKUM Untuk melaksanakan Surat Perjanjian ini. ……………………) yang dikeluarkan oleh Bank Um um atau Perusahaan Asuransi Kerugian. m aka kedua belah pihak sepakat untuk m enyelesaikannya melalui pengadilan. Apabila dengan cara m usyawarah dan m ufakat perselisihan tersebut belum dapat diselesaikan. maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk m enyelesaikannya dengan cara musyawarah dan m ufakat. ………………………….Pasal 11 JAM INAN PELAKSANAAN Sebelum kedua belah pihak m enandatangani Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak sepakat mem ilih Dom isili Hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri ………………. Jam inan Pelaksanaan ini akan menjadi milik Negara apabila : PIHAK KEDUA engundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini.. atau sebesar Rp.. ……………….

Lampiran Surat Perjanjian No. dibuat 2 (dua) rangkap diantaranya bermaterai cukup dan m asing-m asing merupakan Asli serta m em punyai kekuatan Hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………………………………………………………………….. Pejabat Pembuat ……………………………. ………………………….. bulan dan tahun sebagaim ana tersebut di atas. tanggal.. NIP. Kom itmen PIHAK PERTAMA. ……………. ……………………………. …………………………. ……………………………... PT/CV/Firm a/Kop.Pasal 14 PENUTUP Demikian Surat Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ini. Pada hari. Tanggal. PIHAK KEDUA. …………………… .. …………………….

1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung Pembersihan Lantai ruang kantor/lab Pembersihan Water Closet/Kamar mandi Pembersihan Kaca ruang kantor/lab Pengisian sabun wastafel Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I. PIHAK PERTAMA. Kom itmen …………………………….644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13.PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No..416 M2 1 Paket …………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA. ... …………………………….2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… 36. Pejabat Pembuat …………………………….

.............................. tanggal ………………………… serta Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen : …………………………............................ tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang dana pembiayaannya tersedia didalam Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA) ………………………............................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA... dengan segala perubahannya.......................... Mata Anggaran …………………………… …. Nama Jabatan Alamat : ... Menunjuk kepada Berita Acara Pelelangan Nomor. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. tanggal ...... NIP.... Nomor .......... tanggal ......... Tahun Anggaran 200…............. : .............. 2.. maka dengan ini : 1.................... tanggal ……………………................... SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ........ Jabatan …………………………..... ..... : ..........…………………………................... Nomor ...................... Nama NIP Jabatan Alamat : ....................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..........I/ Pemerintah Daerah ............................. …………………. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....... Biaya Pemeliharaan........... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.................

.. Ketentuan/persyaratan lainnya akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor. dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. Harga Tetap : Rp. PIHAK PERTAMA........ ………… Yang Menerim a Perintah.Dengan ini PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor .. sudah termasuk Pajak-pajak (daftar rincian pekerjaan terlampir).. dengan Rekening No. 365 (Tiga ratus enam puluh lima) hari kalender mulai tanggal 02 Januari ……….. Pejabat Pembuat Kom itmen ……………………………..../BANK …… ………………………... ………………….. Denda Keterlambatan : Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini untuk dilaksanakan secara baik dengan penuh tanggung jawab..... PIHAK KEDUA... . (………………………………..).. Tem pat/tgl. Akan dilaksanakan oleh KPPN/Kas Daerah.. …………………………………………………………………… …………………………………………. Pembayaran : 4. Sampai dengan tanggal 31 Desember …………... Tempat Penyerahan : 6. setelah Hasil Pekerjaan diterima dengan baik yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan..... Untuk setiap hari keterlambatan atau absen melaksanakan Pekerjaan maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar satu permil (1 o/oo) dari harga borongan dan diperhitungkan pada saat penagihan pembayaran........ ……………………………. Dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA ) …………………………………………………………... Kantor……………………………………………….. Mata Anggaran (……………... 2. Yang Memberi Perintah.)………………. Pendanaan : 3. Kepada ………………………………………………………….. ………………………………………... Tahun Anggaran 200. …………………...... Waktu Penyerahan : 5.

Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I. …………………… PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No. Pembersihan Water Closet/Kamar mandi c. Tanggal.2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput 36.1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung a. Pembersihan Lantai ruang kantor/lab b.644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I. Pengisian sabun wastafel e. NIP.416 M2 1 Paket …………… . Lampiran Surat Perjanjian No. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13. ……………………. Pembersihan Kaca ruang kantor/lab d.………………………….. Ketua ………………………….

.... Pejabat Pembuat ……………………………...... …………….... ………………………….. tanggal ........... ……………………………... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........................................ NIP.........................tahun dua ribu ........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola ...... : .............. Nama NIP Jabatan Alamat : ... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN KOMPUTER/PC PADA …………………………… ………………………………………………………… Nomor : ……………………............ PIHAK PERTAMA........ …………………………......Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA.. Kom itmen …………………………….......... Pada hari ini ................... tanggal ……………… bulan …………………........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nomor ........

... dengan segala perubahannya.... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dibawah ini....... tanggal ...... ……………………… Tahun Anggaran ……. Nomor : …………………………………... Tanggal : ………………………………….............................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... : ....... Tanggal …………………….......... berdasarkan. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti......................... ........ Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat …………………………………………………………...I/ Pemerintah Daerah ...........keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. Tentang : Penetapan Pem enang Pengadaan Kom puter/PC Pem buat Komitm en Pengum um an Nomor : ………………………………….. seperti tertera pada Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ………………...................... Pasal 1 Tugas /Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas/ pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC sebanyak 3 (tiga) unit pada …………………………………........... Pasal 2 Ketentuan Dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia..................... 2.... Nomor ................ Nama Jabatan Alamat : ..

.. Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan....Tanggal Tentang Surat : ………………………………….... Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Komitm en Surat Perintah Penawaran harga dari PT/CV/Firm a/Kop. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana lampiran Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan computer/PC. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan.. Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini. Nomor : …………………………………. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitment …………………………………... Pasal 3 Itikad Baik PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak... maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. .. Tanggal : …………………………………. yang bertindak untuk dan atas nama Direktur PT. dalam hal ini adalah …(sebutkan nama orangnya) ………………………. Tanggal : …………………………………... Tahun Anggaran ……………….. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Pasal 4 Syarat-syarat Umum Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah Pihak Pemberi Pekerjaan.. ……………………………………..

KEDUA harus mengetahui segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat 1 diatas. tanggal …………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. Mutu. adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Keputusan Penetapan Penyedia Barang Nomor …………………………….. ……………………………………………………………………. ………………………. pengoreksian. hak cipta dan merk. ………… tanggal 31 Desember…… Tahun Anggaran ……… Pasal 9 PIHAK ..) termasuk biaya pengiriman (transportasi) serta perhitungan – perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga Borongan /kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp. jenis. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan Komputer/PC pada …………………………………………………… Tahun Anggaran ……. dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa..Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas pengawasan. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama.

dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa /Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian..000. PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi – tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. Dan Nomor NPWP……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. ……………………= . telah menyerahkan jaminan pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh) rangkap KESATU bermaterai Rp. sebagai berikut : Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Faktur Pajak Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengujian SPP-LS melalui KPPN/ Kas Daerah ………. Pengambilan uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat.Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syarat Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. Rekening : ……………. 6. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. diperhitungkan berangsurangsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen). Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………… Nomor. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak.

……………….Rp. . akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka. maka untuk setiap hari keterlambatan. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua belah Pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. …………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20% dari nilai kontrak. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. Pasal 11 Sanksi dan Denda Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar 1 o/oo (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. (…………………. maka jaminan –jaminan yang diserahkan kepada PIHAK KESATU disita oleh PIHAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara.

PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. penelitian. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor ……………………. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan.. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. ………… Tanggal ………………. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. baik volume. Pasal 13 . PIHAK KEDUA wajib menjamin keaslian barang dan tidak melanggar hak cipta/merk/kekayaan intelektual serta jaminan purna jual selama 1(satu) tahun. PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan..Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak dan kewajiban PIHAK KESATU PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta.

……………………………. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan /teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini. Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima hasil Pekerjaan. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut rugi kepada PIHAK KESATU. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. 1). Pasal 15 Pemutusan Hubungan Kerja PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. Pasal 14 Transportasi Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung kontrak perjanjian ini. maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. sehubungan dengan pekerjaan ini. Dalam hal demikian.Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor …………………………………………………………………. 3). PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sebagai diatur dalam Pasal 6 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. Pasal 16 .). Jika terjadi Pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini. 2).

. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) kecuali pemerintah secara Khusus mengaturnya. Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri ……………. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian ini. Pasal 21 Keadaan kahar . Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. fax maupun telepon. Pasal 18 Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. Pasal 19 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase.Penyelesaian Perselisihan Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak.

tanah longsor. Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan perundangundangan yang berlaku Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. wabah penyakit. Perubahan Pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. angin topan. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. gunung meletus. . Pasal 23 Amandemen Kontrak PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar.Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia /penguji. gempa bumi. Pemogokan nasional Kebakaran Gangguan industri lainnya. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan – keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terjadi atas pengawasan. 2. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. banjir. keadaan dimaksud adalah . pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa /Penguji Barang/Jasa. Pasal 24 Ketentuan Tambahan Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. pesanan. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU.

…………………………… .Jika Terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada surat perjanjian Kontrak ini dilampirkan : Jaminan Pelaksanaan . dalam rangkap 6 (enam) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang / Jasa Pasal 26 Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop………………. Surat Penetapan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) . Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan . Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran . dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari. bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. Berita Acara Hasil Pelelangan . PIHAK KESATU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. Berita Acara Pemberian Penjelasan . Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPBB) . tanggal. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan .. …………………………… ……………………. Berita Acara Pembukaan Penawaran . tanpa paksaan.

..... : ………………………………………………. : ……………………………………………….... : Kantor Pelayanan Perbendaharaan … Negara/Kas Daerah …………… dari Anggaran Dana Kegiatan ……Tahun Anggaran 200..../200.......SURAT PERINTAH KERJA Nomor : . ……………………………………………. : ………………………………………………... : ……………………………………………….. tanggal Nama Jabatan Alamat Memberi Perintah Kerja kepada Nama Jabatan Alamat Macam pekerjaan yang dilaksanakan Jumlah Harga Pembayaran dilakukan melalui : ………………………………………………. : ………………………………………………… : ………………………………………………… Pekerjaan tersebut harus Dimulai Selesai selambat-lambatnya . : Pejabat Pembuat Komitmen . : Rp..... /I/................ ………………………………………………. Pada Hari.. : Pengadaan Komputer PC untuk Keperluan Kantor ................... : ………………………………………………... : ………………………………………………... . ……………………(Dengan huruf).

maka kepada Pihak Pemberi pekerjaan akan dikenakan denda dan harus dibayarkan kepada Pihak pelaksana . ……………………………. Direktur Lampiran I Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……. Dalam hal ini apabila terjadi perselisihan maka kedua belah pihak akan memilih tempat yang sama dan syah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta. KETENTUAN – KETENTUAN ADMINISTRASI DAN PEMBAYARAN Jumlah harga tersebut akan dibayar dari Anggaran Dana Kegiatan ………. DIPA No Tidak diperkenankan mengadakan perubahan harga. ………………………………………………. ……………………………………………. NIP. Apabila Pihak pemberi pekerjaan mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran kepada pihak pelaksana pekerjaan. ……………………………. Segala sesuatu yang belum diatur /tercantum dalam ketentuan ini berlaku ketentuan umum yang lazim dipakai dalam perjanjian /kontrak.. Sanksi/denda akan dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu perseribu) per hari dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan penyerahan pekerjaan dari jumlah harga (Nilai Kontrak). YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firm/Kop …………. Barang harus diserahkan selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditentukan dalam Surat Perintah Kerja (SPK). kwalitas maupun perintah kerja yang telah ditentukan. Tahun Anggaran 2004.Dengan ketentuan-ketentuan terlampir : Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 8 (delapan) dan berlaku syah setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan bermaterai secukupnya.

Hardisk Seagate Baracuda 80 GB/7200 RPM.. : : : Surat Perintah Kerja (SPK) …………………………….0. 1 Port Serial. VGA AGP 64 Gforce 2/MX 400 DDR 256 MB/PC 2700 Casing Tower Full ATX Simbadda/350 watt . Lampiran II Nomor Tanggal No 1. NIP. Sound ADI Ad 1980 6-Channel Audio CODEC. LAN 10/100Ethernet. Direktur ……………………………. A-Intel Presscott CPU Support Include Chipset Northbridge Intel 848 Up 64 MB 2D/3D Support. 1 Slot AGP. 1 Port Pararel. YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………. 4 Port USB 2. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………..dengan nilai sebesar Bunga Bank yang berlaku pada saat transaksi dan mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku. 52 Slot PCI. Sound. ……………………………. Volu me 3 Unit Harga Satuan ……… Jumlah Harga (Rp) ……………… Nama Barang Pengadaan Personal Komputer Spesfikasi PC Pentium 4 Mainboard ECS Intel 848 P.

…………….... SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : ........... Pada hari ini ........ ……………. Nama : .....tahun dua ribu ..... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......... Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN SUMBER AIR BERSIH KAPASITAS SEDANG ……………………………………………………………………………….......................... ………………………………….......... …………………………………................. ………………………………….. Total ……………………………………………... ……………..............DVD Combo Lite on Floppy Disk Panasonic 3.. ……………………….................. 710 SH LG Keyboard Logitach Mouse PS2 OEM Infra Speaker Subwoofer Stabilizer Modern 56 k Flasdizk 128 MB Proccecor Intel Pentium 42. tanggal ……………… bulan ………………….............. ..... YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ………………………………….......4 GHz Terbilang : Jumlah PPN 10% …………………………………………….................. ………………………. ........44 MB Monitor 17’ Flatron ez T.... …………….......5/1......

... Surat Penawaran harga Nomor .NIP Jabatan Alamat : ......... Nomor .......... 4.................................... tanggal .. Nomor . dengan segala perubahannya... 5............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. 2.......... tanggal ............ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia..... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... tanggal ...... Pasal 1 TUGAS DAN KEWAJIBAN ............................. 6............................. 2.... (kalau ada) Surat Keputusan .......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ 7................. Nama Jabatan Alamat : ....tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti................................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini................... 3.I/ Pemerintah Daerah ..... tanggal ................. Nomor ............... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ....... tanggal ........... tanggal ........ Kedua belah pihak berdasarkan : 1....... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... : ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............................

PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah dibehrikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan : Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang... Untuk prestasi pekerjaan sebagai akhir dari masa pemeliharaan pekerjaan dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan II (terakhir). Pasal 4 . Untuk prestasi pekerjaan 100% dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan I. Pasal 3 WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang ……………………………………………… adalah selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Pemborongan atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal ………………………………………………. tanggal …………………………. (dengan huruf).. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. material dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku dengan perincian sebagaimana terlampir. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Dokumen Penunjukan Langsung (RKS) Nomor : ……………………………. Pasal 2 HARGA Harga Borongan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 Surat perjanjian ini sebesar Rp ………………………. PIHAK KEDUA dalam mengajukan termijn atas prestasi yang dicapai diwajibkan untuk membuat daftar prestasi pekerjaan dan PIHAK PERTAMA akan membuatkan Berita Acara Pekerjaan. sudah termasuk ongkos kerja. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku..

anggaran ……………. huru hara. Pasal 5 DENDA KETERLAMBATAN Apabila jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dilampaui akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa adalah peristiwa-peristiwa berikut : a. c. . Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Dalam hal terjadinya force majeure PIHAK KEDUA wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam jangka waktu empat belas (14) hari kalender terhitung sejak kejadian dimaksud. Seluruh pembayaran dibebankan pada DIPA No ……………. dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II (terakhir) oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Tanggal …………………………. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dengan batas maksimum 5% (lima persen) dari harga borongan pekerjaan. Kebakaran Perang. Bencana alam (gempa bumi. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure.. apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I Oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. banjir. Peraturan Pelmerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. sedangkan tahap kedua merupakan masa pemeliharaan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum selama 30 (tiga puluh) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% dari nilai kontrak atau Rp. sehingga mempunyai akibat langsung tertundanya penyelesaian pekerjaan tersebut. Dengan pengajuan SPP-LS oleh bendaharawan ………………………………………………………… kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah ………………………. yaitu tahap pertama sebesar 95% dari total nilai kontrak atau Rp.. pemogokan dan epidemi.CARA PEMBAYARAN Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap. pemberontakan. ………………………. tanah longsor. dll) b. ……………………. d.

Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 7 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika Terjadi perselisihan pendapat dalam rangka pelaksanaan Surat Perjanjian ini kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah. Pasal 8 PENUTUP Surat perjanjian ini dibuat 7 (tujuh) rangkap. kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaiannya kepada Pengadilan Negeri. dan tahun tersebut diatas. Kedua belah pihak sepakat untuk memilih tempat kedudukan yang syah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri …………. bulan. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……………………. tanggal.. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Pada hari. Apabila penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini belum tercapai.

.

bahan plastik Pemasangan coran beton bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . 2. TOTAL Rp. Perbandingan coran 1 : 2 : 3 3. Pemasangan kolom bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Pekerjaan Persiapan 1.6 50 M M2 84 M2 42 1 M Ls II . 2. Perbandingan coran 1 : 2 : 3 4.Lampiran : SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (SPK) Nomor :…………………………………… Tanggal : ………………………….15 cm . Pemasangan grill besi siku-siku 4 x 4 @ 45 cm 6. Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas sedang berupa Perbaikan saluran pembuangan air bekas (drainage) I.15 cm . M2 TOTAL Terbilang : PAJAK 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA . Pekerjaan : Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas Sedang No DESKRIPSI JUMLAH HARGA SATUAN Rp. Pembongkaran saluran lama Pengangkutan dan pembuangan puing Pekerjaann Pemasangan 1. Pemasangan alas / dasar saluran.

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Inventaris Kantor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini................... : ...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..................... Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA MEJA KAYU DAN KURSI BESI / METAL UNTUK KEPERLUAN KANTOR ……………………………….......... dengan segala perubahannya.......................tahun dua ribu .. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...............I/ Pemerintah Daerah .................. Nomor .....SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………. Nama NIP Jabatan Alamat : ............................ ……………............. Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa . tanggal .. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Nomor ...................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........... tanggal ……………… bulan …………………..... Nama Jabatan Alamat : ............................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... : ....................... ………………………………………………………………………………................................ Pada hari ini ... 2........... tanggal .............................................

Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi /Metal pada Kantor ……………………. adalah sebagai berikut : N o Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 .Kanan 5 buah Hydraulik 2 buah 03 . . Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil. Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Kulit Tinggi : Kiri .Kanan 5 buah Hydraulik 1 Set Volum e 1 buah 02 . Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Oskar Standari : Kiri .

... Pasal 5 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. atau selambat-lambatnya tanggal …………………………………………………………….......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 3 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor Berupa Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi / Metal pada kantor ………………………………….. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ... ............. tanggal .... Surat Penawaran harga Nomor .. Nomor ................ harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal …………………………... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 tidak dapat diubah. tanggal ............... (kalau ada) Surat Keputusan ..Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.............. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak. tanggal ... …………………………… (dengan huruf)... tanggal .. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA..

. Pasal 7 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga kontrak. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat.Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan/barang yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. ……………………. . Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………………………….. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Rekanan bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. Pasal 6 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi.

PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. Pasal 8 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Pasal 9 JAMINAN Apabila peralatan/barang yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. Pasal 10 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan.Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Peralatan/barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan Pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. cacat. . kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat-lambatnya 1 (satu) Minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat 1. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak.

banjir. Pasal 12 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan ini dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. dan sebagainya) kebakaran. Pasal 11 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa.Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagia alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. huruhara. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. Pasal 13 LAIN – LAIN . maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Abritasi Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. Apabila cara yang dimaksud Pasal 12 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikelluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. peperangan.

akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. 1 Set Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) . PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP PIHAK PERTAMA Lampiran : SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor :………………………tanggal …………… Pekerjaan : Pengadaan inventaris kantor No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 .Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari.

Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Oskar Sandaran Kepala : Standari Sandaran Tangan : Kiri . Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Kulit Sandaran Kepala : Tinggi Sandaran Tangan : Kiri .Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik 1 buah 2 buah 03 . Terbilang : Jumlah PPN 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada Perusahaan Nama NIP . Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm 02 .

........ Nomor .......... : .... (kalau ada) ................ Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA : PENGGANTIAN /PEMASANGAN KARPET......................................I/ Pemerintah Daerah .. Nomor ....... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........... tanggal .. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ... …………….... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... PERBAIKAN/PENGECATAN DINDING DAN PERBAIKAN PINTU RUANG KERJA PADA KANTOR ……………………………………………........... 2... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. …………………………………………………………....................... tanggal ........... dengan segala perubahannya............. tanggal ................... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.............................................................. tanggal ... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......tahun dua ribu .........SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : ……………………………………................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........................................... Nama Jabatan Alamat : ................. tanggal ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Surat Penawaran harga Nomor .......................................... Pada hari ini .... : ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA... tanggal ……………… bulan …………………............ Nama NIP Jabatan Alamat : ...

Construction : Cut Pile Saxony b. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic Windsong-Clour Wood -046 a. Warna Lily White ABQT.. tanggal ... Primary Backing : Woven Polypropylene h.tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) 1 LS 43. I 1 II A 1 Bahan Spesifikasi 1.. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.. Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Penggantian/Pemasangan karpet.Surat Keputusan ... Secondary Backing : Woven Polypropylene i.. Width : 4. Nomor . 8006. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2..... Yarn Type : 100% Nylon 6. Dye Method : Piece Dyed d.586 M2 . dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.. Perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada Kantor …………………………………………………………………..... Static Control : Permanent k.0 MM g. Pile Hight : 12. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f.... Gauge : 1/8 e. Cat Tembok : Vinilex No. adalah sebagai berikut : No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Volume karpet.0 M j.0 c..

Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu.121 M2 22. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.586 43.18 46.586 43. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan PEngecatan Dindking dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 11. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex.586 M2 M2 M2 M2 43..609 M2 43.25 M2 M2 M2 M2 Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Pengadaan/ pemasangan karpet. perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada kantor ………………………………………………. .2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 3 4 Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lapisan Lantai-Kamar Rias SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.712 M2 16.65 29.586 43. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak.586 M2 7 buah 2 buah 1 buah 41. harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kontralk atau selambat-lambatnya tanggal ………………………… Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. SIJ).586 M2 43.59 22.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu.

…………. …………………… (dengan huruf). = Rp. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. Pasal 5 PEMERIKSAAN PEKERJAAN Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi. …………………………… (dengan huruf).Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah………………………………………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. . Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Surat Jaminan pelaksanaan di Bank atau Perusahaan Asuransi yang memiliki Program Asuransi Kerugian yaitu sebasar 5% dari harga Asuransi Kerugian yaitu sebesar 5% dari harga kontrak = 5% x Rp.

Pasal 8 JAMINAN Apabila pekerjaan yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini.Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua pekerjaan yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1. Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti . PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. cacat. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar sama dengan nilai jaminan pelaksanaan. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. 1 (satu) Minggu setelah surat Terhadap pekerjaan tersebut pada pasal 1 diberikan jangka waktu / masa pemeliharaan selama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak pekerjaan selesai yaitu tanggal …………………………. peperangan. . Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. dan sebagainya) kebakaran. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. banjir.dengan yang baru selambat-lambatnya pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. huruhara.

PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………. tanggal ……………. Berita Acara Evaluasi. Apabila cara yang dimaksud Pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : ………………….. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………….. Pasal 12 LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. Pengumuman hasil pelalangan Nomor : ………………………. tanggal …………. tanggal ……………. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. ………………. tanggal …………………… Surat Penawaran Harga PT.. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………... tanggal ……………… Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. tanggal ………………. tanggal ……………... Penawaran Harga Nomor : …………….. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA... tanggal ………………… . tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. tanggal ……………….. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. tanggal …………….Nomor : ……………….

Pasal 13 LAIN – LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama.. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : ………………………….) . Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR VOLUME HARGA SATUAN (Rp. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Tanggal : ………………………….) JUMLAH HARGA (Rp. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.

586 M2 43. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2. Gauge : 1/8 e.0 M j. Primary Backing : Woven Polypropylene h.712 M2 16. Pile Hight : 12.586 M2 43. Cat Tembok : Vinilex No. Secondary Backing : Woven Polypropylen e i.586 M2 . Dye Method : Piece Dyed d. Yarn Type : 100% Nylon 6.609 M2 43.586 M2 43.586 M2 11.586 M2 43. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f. 8006.PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan karpet. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet I 1 II A 1 2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 1 LS 43.586 M2 43. Static Control : Permanent k.0 MM g. perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Bahan Spesifikasi 1. Construction : Cut Pile Saxony b.0 c. Warna Lily White ABQT. Width : 4.121M2 22. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic WindsongClour Wood -046 a.

Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex.59 22.3 4 Lapisan Lapisan Lapisan Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lantai-Kamar Rias SIJ Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 PIHAK KEDUA 7 buah 2 buah 1 buah 41.25 M2 M2 M2 M2 PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .18 46.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu. SIJ).65 29.

Nama NIP Jabatan Alamat : ... tanggal ……………… bulan ………………….......... RUANG TUNGGU TAMU DAN RUANG RAPAT……………………...........SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor :………………………… Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA PERBAIKAN/PEMASANGAN DINDING PANEL KAYU PADA RUANG TATA USAHA..I/ Pemerintah Daerah ...tahun dua ribu ........................ …………….................. GEDUNG …………………………… …………………………………………………… Pada hari ini ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......................... tanggal . tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia................. Nomor ...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... Nama Jabatan Alamat : .... 2......... dengan segala perubahannya.......... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti................................ Pasal 1 DASAR PERJANJIAN .......... : ............. : .................... Nomor ............................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini........................................ tanggal ..........

tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 2 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..... Nomor ... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ... 3........... . sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya....…………………......... (kalau ada) Surat Keputusan .... Surat Penawaran harga Nomor .. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : . tanggal ........ 4.. Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat………………………………………………………… …………………………………. tanggal ...........secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:………………………. Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat ……………………………….. PIHAK PERTAMA menunjuk Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan sebagai pengawas harian pekerjaan bagi PIHAK PERTAMA. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan........KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. tanggal . Pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah jam kantor selesai. PIHAK KEDUA wajib melakukan persiapan dan menyediakan pengawas lapangan sebagai tenaga ahli yang terampil dan menguasai bidangnya serta menyiapkan seluruh peralatan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pasal 3 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA DAN PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan 1. yaitu : 2.......... tanggal . Tanggal ……………...

.. 8...l adalah selama 21 (duapuluh satu) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian kerja atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal…………………………... ………………… PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan/menyerahkan identitas dan jumlah pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan ………………………………………………………………….. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Ruang Tunggu Tamu Dan Ruang Rapat Kantor... Pasal 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha. Pasal 5 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas ..30 WIB s/d selesai c. 7... jumlah pekerja serta waktu pelaksanaan pekerjaan kepada petugas keamanan kantor... Senin s/d Kamis : pukul 16.a. 10.. Setelah pekerjaan selesai dan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan kerangka acuan atau ketentuan teknis yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA. sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. 9. Jum'at : pukul 16.. 6.. PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua ketentuan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini........ Dalam hal pelaksanaan lembur... PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran-saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya.. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan permintaan ijin lembur kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan dan menyerahkan identitas.00 WIB s/d selesai b..... Lembur hari Sabtu/Minggu (jika diperlukan) : waktu disesuaikan dengan keperluan 5.....

.S) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPKN)/Kas Daerah . maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum 1 (satu) permil sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat 3. 5. dari total nilai kontrak apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. 7.. yaitu tahap pertama sebesar 95% atau Rp....Tanggal …………………… Tahun Anggaran ……………… Semua pembayaran akan diselesaikan dengan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-L. 4.. sedangkan tahap kedua yang merupakan masa pemeliharaan dengan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum 14 (empat belas) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% atau Rp………………………………… dari total nilai kontrak dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. 6.. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap.pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. 2.. . Semua pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada DIPA Nomor………………. Pengajuan SPP-LS dimaksud dapat dilakukan setelah diterimanya dokumen tagihan lengkap dari PIHAK KEDUA oleh Bendaharawan…………………………… Pasal 7 SANKSI 1. …………………………….. Harga untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……………………………………………………………………………………………………. Pasal 6 HARGA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. setelah mendapat peringatan/teguran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan teguran tersebut.. PIHAK KEDUA tidak dibolehkan melakukan perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Harga tersebut adalah tetap (Fixed Price)... sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak-pajak lain sesuai dengan peraturan perundanq-undangan yang berlaku.

Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. . PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat bolas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. peperangan. Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. 5. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. bila tidak 3. 4. 2. banjir dan sebagainya). Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure untuk mendapatkan persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 3. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 7 Kerugian-kerugian yang diderita oleh PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan para pekerja PIHAK KEDUA. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. maka penggantian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA yang besarnya didasarkan pada nilai (harga) barang yang rusak atau biaya perbaikan dan nilai atas barang itu selama tidak berfungsi. 2. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA.

3... setelah dibubuhi materal yang cukup dan ditanda tangani di . 6. 2...……Tanggal …………………. 3 (tiga) Rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. 3.. 8. tanggal.LAIN 1. tanggal …………………… Berita Acara Evaluasi. tanggal ……………… Persetujuan Penetapan Harga Nomor : ……………………. dan Negosiasi Penawaran Harga Nomor:…………. …………Nomor :……………… tanggal …………………. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1..dapat diselesaikan secara musyawarah. ditambah lagi seorang di luar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA... bulan dan tahun tersebut di atas. Undangan Penunjukan Langsung Nomor :………. 4.. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di . 5. pada hari.... tanggal…………………………… Pasal 11 LAIN . maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrage Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. pada hari dan tanggal tersebut di atas.. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian inl atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. ... Surat Penawaran Harga PT. Tanggal ……………… Penetapan Harga Nomor :……………………tanggal ……………………….. Klarifikasi. 7. Undangan Negosiasi Harga Nomor :……………………. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.... Surat Keputusan Kepala Bagian Umum dan Keuangan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Nomor…………………. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:……………… tanggal…………… 2.

. Jabatan Pada Perusahaan …………………………….... dan berakhir .. Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal . PIHAK PERTAMA ……………………………. ………………………………….. PIHAK KEDUA …………………………………....4.. .. ………………………………….... NIP..

.......taekwood bermotif Lapisan pintu panel . wood staind.5/2 dan 5/2 .....taekwood bermotif Rangka Binding kayu profil 3 -2 alur List kayu 3/2... PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : Perbaikan/pemasangan Dinding Panel Kayu pada ruang Tata usaha.. I . Hasil Negosiasi : HARGA NO URAIAN KEGIATAN VOLUME SATUA N Rp... tunggu tamu dan ruang rapat Irjen lantai II Bahan : Dinding Panel/Pintu Kayu Dinding panel kayu ...1 luar Lemari Tanam/Buku Dinding dalam multiplex terlapis taekwood Dinding kaca bevel 4 mm Lapisan dinding luar taekwood bermotif Laci/pintu double terlapis taekwood bermotif Pekerjaan politur : Pekerjaan wood filler. 3.. sanding saller Finishing politur/toop cat gloss/doop Pekerjaan Persiapan Pembongkaran list/rangka pada dinding panel dan dinding gypsumboard Pembongkaran lemari tanam dan lemari buku ruang rapat Irjen HARGA JUMLAH Rp. 2 ...Lampiran : Surat Perjanjian Kerja Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Nomor : .... Tanggal .

3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .lama Pembongkaran rangka kayu profil .70 meter x 0.76 M 2 4. 5. Dinding panel B .80 meter 13.40 meter set 2 3 4 5 6 7 8 III 1 .96 M 2 48.40 meter 10 batang 15 batang 14 5.00 M 2 2.40 Pekerjaan Pasang . 3. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3.1 2 3 4 Pembongkaran list profil . Dinding panel A .Ruang tunggu tamu Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a. 4.80 meter b. Dinding panel C .80 meter Pasang list/ban vertikal/horizontal 8 -10 cm Pasang rangka kayu profil .00 meter x 0.lama Pengerukan lapisan politur dinding panel lama Pengerukan lapisan politur pintu panel – lama 1 LS 1 LS 1 LS 1 LS II 1 Pekerjaan Pasang .P 80 cm .Ruang Tata usaha Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.20 M 2 4. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C . 4.80 meter 3.00 M 2 3.00 meter x 0.00 meter x 0. Dinding panel B .80 meter c.5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 1 13. 5. 3/5 cm Pasang rangka kayu profil P 265 cm .20 meter 31.80 meter b. Dinding panel A .70 meter x 0.

Dinding panel A . 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C . Dinding panel/lemari tanam .48 M2 4. Dinding panel/lemari tanam .5/3 cm Pasang list profil lantai / karpet 3/2 cm 2. 3/5 cn Pasang rangka kayu profil P 265 cm . 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos . Dinding panel B .80 meter c. Dinding panel C .80 meter d.80 meter b. 3.80 M 2 47.81 Pasang list/ban vertikal/horizontal 10.96 M2 2. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B .80 meter 32. 3/2 cm Pasang list profil dinding gypsum 3.80 meter x 0. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3.50 meter x 0.70 M 9 batang 7 batang 13 set 5.95 meter 18.70 meter x 0.Ruang rapat Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a. 3. 2.20 meter 5 batang 4 batang 7 set 20.8 Pasang list/ban vertikaI/horizontal 8 •10 cm Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm . 3.04 M 2 1.2 3 4 5 6 7 8 c.5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 3.25 meter x 0. 5.20 meter 19.70 meter dipindahkan 2 3 4 5 6 7 .80 crn Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm .40 M2 42.60 meter IV 1 Pekerjaan Pasang . 3/5 c Pasang rangka kayu profil P 265 cm .10 meter x 0.

20 M 2 .20 M 2 1 set 3.00 M 3.1 V 1 2 Pekerjaan Pintu Pintu double .60 M 2 2 set 6.60 meter Pintu tunggal .ruang tunggu tamu . Pasang lapisan daun pintu panel . 1 buah a. 1 buah a. Pasang lapisan daun pintu panel .00 meter Pintu tunggal . luar/dalam b.60 M 4 1. luar/dalam b.ruang Tata usaha . luar/dalam c.ruang kerja Irjen . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 3. Pasang lapisan daun pintu panel . 1 buah a. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang lapisan daun pintu panel .20 M 2 1 set 1. Pasang list profil relief timbul . 1 buah a.ruang kerja Irjen . luar/dalam b. 1 buah a. luar/dalam c. luar/dalam c.ruang Tata usaha . Pasang list profil relief timbul . luar/dalam b. Pasang list profil relief timbul .60 M 5 3.60 M 2 1 set 1. luar/dalam c. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal . luar/dalam 3 4 V 5 5.60 M 2 3 3. Pasang list profil relief timbul .

b. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pekerjaan Lemari Tanam . 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca . luar/dalam b.ruang rapat Lemari buku sisi kiri Pasang rangka kayu profil P 256 cm . luar/dalam b. Pasang lapisan daun pintu panel .10 1.ruang rapat Irjen .1. 1 trap Pasang pintu double dan acessories 2 set 6.20 M 2 1 set 3. luar/dalam c. 1 2 3 4 5 6 Pekerjaan Lemari Buku . Pasang list profil relief timbul . 1 buah 1 set 3. luar/dalam c.70 M 2 2.10 M 2 .50 M 2 a.40 M 2 4 buah 2.bawah Pasang ambal tengah .40 1. 1 buah a.kanan Pasang dinding atas .60 M 2 5.ruang tamu ke rapat . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6 Pintu double . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pintu tunggal . 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.00 M 2 7 3.5 M 2 1. Pasang lapisan daun pintu panel . luar/dalam c. Pasang list profil relief timbul . Pasang list profil relief timbul .40 1.60 M 2 VI 1 2 3 4 5.10 M M M M 2 2 2 2 VII A.ruang tunggu tamu Pasang dinding sisi kiri .

B. Pembuat Komitmen PIHAK Pejabat ----------------------------------------------- ....... 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca ...70 M 2 2.10 M 2 VIII 1 Perbaikan Dinding Gypsumboard Penggantian/pemasangan dinding gypsumboard 2 Pemasangan wallpaper Terbilang 1.15 M 2 1..00 LS Jumlah PPN 10% Total ……………………………………………………………... Lemari buku sisi kiri 1 2 3 4 5 6 Pasang rangka kayu profil P 256 cm ... Dibulatk an ……………………………………………………………..00 LS 1... 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.40 M 2 4 buah 2. PIHAK KEDUA PERTAMA PT/CV/Firma.

.... Nomor .......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .......................................................................... ……………... : . Pada hari ini . tanggal ..... 2.......................... Nama NIP Jabatan Alamat : .......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ... dengan segala perubahannya...................................... Nomor ......... Nama Jabatan Alamat : ...... ... : .....................................................................................tahun dua ribu ................SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………........I/ Pemerintah Daerah .. tanggal ……………… bulan ………………….......................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............... tanggal .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....

. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. Tahun anggaran 200…......bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.............. tanggal ....... …………… (dengan huruf) Jangka Waktu : Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan hingga selesai secara keseluruhan (100% dari total bobot fisik pekerjaan) adalah 60 (Enam Puluh) hari kalender atau tanggal……. tanggal . Biaya pekerjaan tersebut pada pasal 2 surat perintah kerja ini dibebankan pada DIPA satuan kerja.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Nomor ..... kepada Rekening Perusahaan.. Nomor : …………. Kedua belah pihak berdasarkan dokumen-dokumen yang secara langsung mendasari pembuatan perjanjian ini : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............ (kalau ada) Surat Keputusan ...pasal sebagai berikut : Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 : : : Pekerjaan : Pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb........ Dengan Nomor Rekening :…………pada Pasal 4 : . yaitu sebesar 100% X Rp ……….. Pembayaran dilaksanakan secara sekaligus sebesar 100% dari harga pekerjaan... Cara Pembayaran : Pembayaran biaya pekerjaan tersebut pasal 1 Surat Perintah Kerja ini dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………....... tanggal ........... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ... Harga Pekerjaan : Rp. Surat Penawaran harga Nomor ........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan sanggup untuk melaksanakan perintah tersebut dengan ketentuan sebagaimana pasal .... Sampai dengan ………….. tanggal ............. tanggal 31 Desember ………… dengan Kode Satuan Kerja..

Tentang PEKERJAAN PENGADAAN PERSONAL KOMPUTER DAN MESIN PRINTER PADA KANTOR…………………………………... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Mengetahui/Menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran Nb.......... SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor ………………………. ………………………………………………… .. yang pengadaannya jumlahnya relatif kecil.. Jadi tidak perlu menggunakan Surat Perjanjian.. Jika keterlambatan sudah dalam jangka waktu maksimal maka perusahaan dikenakan denda sebesar 5 % (lima persen) dari nilai harga borongan dan PIHAK PERTAMA berhak membatalkan secara sepihak atas Surat Perintah Kerja dimaksud.. SPK ini dapat digunakan untuk pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb.BANK………. Segala biaya yang timbul sebagian akibat pembatalan surat perintah kerja menjadi Beban Pihak Perusahaan Demikian Surat Perintah Kerja ini di buat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap.. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.. dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak. untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Pasal 5 : SANKSI PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari harga borongan pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan pekerjaan.. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan secara keseluruhan pekerjaan tersebut pada Surat Perintah Kerja ini dan di terima baik oleh Pihak pertama yang dituangkan dalam Berita Acara Pembayaran Pekerjaan atas dasar berita acara dan pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan yang di buat dan ditanda tangani oleh panitia pemeriksaan dan penerimaan barang dan jasa. terdiri 4 (empat) asli bermaterai cukup.....

.tahun dua ribu .................... tanggal ... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ....... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............ Nomor . Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. Nama Jabatan Alamat : ........ KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.................. Nomor ........................ ……………....Pada hari ini .................. tanggal ........................... : ..... tanggal ............... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini..... Nama NIP Jabatan Alamat : ........................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia........................................... Nomor ..I/ Pemerintah Daerah .......... Surat Penawaran harga Nomor . tanggal ……………… bulan …………………..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . .......... 2......... tanggal ........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................. (kalau ada) Surat Keputusan .......................... : ........ dengan segala perubahannya............... tanggal .tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti......................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......... tanggal ............................................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA....

Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor . Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan atau Ketentuan Teknis yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua peraturan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. 2... PIHAK PERTAMA akan memutuskan secara sepihak Surat Perjanjian ini dengan PIHAK KEDUA. 4. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN 3... Pasal 2 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan: 1.. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan RKS Nomor:………………… tanggal ………………………… Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Apabila setelah diberikan Surat Teguran ternyata tidak ada upaya perbaikan. dan apabila ditemukan adanya penyimpangan (tidak sesuai Surat Perjanjian) maka PIHAK PERTAMA akan memberikan Surat Teguran kepada PIHAK KEDUA.Pasal 1 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor ………………………………… sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya. . PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran – saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara. PIHAK PERTAMA berhak membuat evaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan PIHAK KEDUA. 5. 2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut Pasal 1 dalam Surat Perjanjian ini adalah 5 (lima) hari kalender sejak penandatanganan kontrak sampai dengan pekerjaan selesai diserahkan oleh PIHAK KEDUA..

Pembayaran dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kas Daerah …………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah ( Fixed Price) termasuk pajak sesuai kententuan yang berlaku. apabila prestasi pekerjaan selesai 100 % dengan baik dibuktikan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dari Pengujian Barang oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa.. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA.) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 6. 5. 2. 6. Pasal 7 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. 4.. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. 2.Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. Semua pembayaran akan d selesaikan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dari Bendaharawan ………………………………………………… Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. . maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. banjir dan sebagainya ) peperangan. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. 3. Pasal 6 SANKSI 1. setelah mendapat peringatan/tegoran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan tegoran tersebut. ……………….(………………………………………. Pasal 5 BIAYA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. pemogokan.

.pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 10 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung sejak. Pasal 8 GARANSI Terhadap barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA seperti tersebut pada Pasal 2 ayat 1 diatas. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. harus diberikan jaminan bahwa barangbarang tersebut asli (original) baik software maupun hardware dan bertanggung-jawab atas tuntutan hak cipta/merk/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak serta menjamin pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan Force Majeure. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. ditambah lagi seorang diluar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.

…………………………………. .. tanggal. Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. …………………………………. PIHAK PERTAMA. bulan dan tahun tersebut di atas.. pada hari. …………………………………. ……………………………. PIHAK KEDUA. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ………...Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. pada hari dan tanggal tersebut di atas. NIP..

44 MB FDD Scroler Mouse 107 Keys multimedia keyboard 15” monitor VOLUME 4 Unit HARGA SATUAN (RP) ………………….5” 1. PIHAK PERTAMA. ………………………………….. JUMLAH HARGA (Rp) ……………… …. …………………………….LAMPIRAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor : ………………………….. …………………………………. 2 ………………….. ...7 GHz Chipset SIS 650 256 MB SDRAM 20 GB HDD Realtek 8139 onboard 10/100 Mbps Ethernet 3.. ……………. ………………………………. Tanggal : ………………… NO 1 SPESIFIKASI Pengadaan Personal Komputer Merk : Wearnes Premiere 6828 Pentium IV 1. ………………………………... Pengadaan Mesin Printer 4 Unit Merk : HP.. PIHAK KEDUA.. ……………… Jumlah PPN 10% TOTAL ………………. Deskjet 656 C Inkjet Printer 6ppm in black & 3ppm in color Optional photo quality colour eith photo cartridge 100 sheet tray PCL level 3 512kBytes built in RAM and 32Kbyte receive buffer USB interface 1000 page duty cycle Terbilang : ………………………………………………………………… ………. ……………….

............... : ....tahun dua ribu ............Direktur NIP........................... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENERATOR SET SERTA PERLENGKAPANNYA PADA GEDUNG ………………………………......... …………….............I/ Pemerintah Daerah ................ Nomor : ………………………… Pada hari ini ...... tanggal ........ dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini........ tanggal ……………… bulan …………………........ dan PIHAK KEDUA menerima tugas/pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung ......... tanggal ............................ Nomor ..................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set Serta Perlengkapannya untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................ Nomor ............. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.............. Nama Jabatan Alamat : .. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2..... dengan segala perubahannya.......... Pasal 1 Tugas/Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA.... Nama NIP Jabatan Alamat : ............. : .......................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................................................ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...

Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. 4. 3... dalam hal ini adalah ………………………………… bertindak untuk dan atas nama Direktur PT…………………………… Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA.... Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah pihak Pemberi Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini. 4. Peraturan Pemerintah lainnya yang terkait dengan pelaksanaan Kontrak ini.. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. Pasal 4 Syarat-syarat Umum 1. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003... Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya.. 3.. 1. Dokumen Pelelangan Umum Pasca kualifikasi Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya Nomor : …………………….. ……………………………………………………………………………………… Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan.. Surat Penawaran Harga Nomor :……………… tanggal ………………. 5... Tanggal…………………... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan Nomor : ………... 2... Pasal 3 Itikad Baik 1. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan.……………….. tanggal…………… 5....... PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.…………. 6.. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen . seperti tertera pada Lampiran Surat Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ……………………………….. tanggal……………………… Pasal 2 Ketentuan dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.... 2.………………………………………………… Tahun Anggaran …………….. berdasarkan. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. 2. .

dan pengujian pekerjaan yang dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. hak cipta dan merk. termasuk perhitungan-perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No………………… tanggal 31 Desember ………………. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah Surat Perjanjian/Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………………………………………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan 1.7. pengoreksian. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. Tahun Anggaran ……………. MAK : ……………………………. jenis. ……………………………………………………(dengan huruf). PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga borongan/kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp... 2. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan diadakan pengawasan. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung …………………. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat I diatas. …………………………………….Tahun Anggaran 2007. mutu. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. sebagai berikut : . Pasal 9 Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syaratnya Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Lampiran Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang Nomor :……………………tanggal…………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini.

rangkap KESATU bermaterai Rp. c. 5. Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : a. Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui KPPN/Kas Daerah …………………. 2. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20 % dari nilai kontrak Jaminan Pelaksanaan dan jaminan Uang Muka. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. ……………………………………. 2.00 b. Berita acara Pemeriksaan/Pengujian. . Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Pengembalian uang muka sebagaimana dimaksud diatas. PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. telah menyerahkan jaminan Pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. diperhitungkan berangsur-angsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus).belah pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. 4. d. 3. Nomor Rekening : ……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah.000. 7. Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua . ……………………………… = Rp. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………………………………. Jaminan. sesuai dengan Peraturan yang berlaku.1. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. Faktur Pajak. 3. 6. (………………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka 1. Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh). 6.

6. maka jaminan-jaminan yang diserahkan kepeda PIHAK KESATU disita oleh PIIIAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak 1. Pasal 11 Sanksi dan Denda 1. 2) PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA 3) PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA 4) PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/ barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA . Hak dan kewajiban PIHAK KESATU 1) PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib membayar "denda keterlambatan" sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. 2. penelitian. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. 2. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. 3. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. 5) PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. maka untuk setiap hari keterlambatan. Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan termasuk sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebepar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar.4. 5. baik volume.

Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. Pasal 14 Transportasi 1. PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. Pasal 13 Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan 1. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut kepada PIHAK KEDUA.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor …………………… Tanggal …………………… PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/ peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. . Pasal 15 Pemutusan hubungan Kerja 1. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor ………………………………………………………………………………… Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. 2. 2. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih.

PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini.. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian... PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut... Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia... 3) PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. Pasal 18 .. 3. Jika terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini....... 2) PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sabagai diatur dalam Pasal 6 Surat perjanjian ini. wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase... Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung tanggal kontrak perjanjian ini.. Pasal 16 Penyelesaian Perselisihan 1... Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri . Dalam hal demikian.1) 2. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri.. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK KESATU. sehubungan dengan pekerjaan ini.. 4.. 2. maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU.

Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) dari PIHAK KEDUA kecuali Pemerintah secara khusus mengaturnya.Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. banjir. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas . 5) Pemogokan nasional 6) Kebakaran 7) Gangguan industri lainnya. fax maupun telepon. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian iini. gempa bumi. wabah penyakit. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. Pasal 21 Keadaan Kahar 1. gunung meletus. 2. tanah longsor. angin topan. P as a l 1 9 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. keadaan dimaksud adalah : 1) Peperangan 2) Kerusuhan 3) Revolusi 4) Bencana alam. badai. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia/penguji. perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. 7. Jaminan Pelaksanaan. Pasal 26 . Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan. Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. 2.2. 10. pesanan. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada Surat Perjanjian Kontrak ini dilampirkan : 1. 2. 5. 4. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 6. Berita Acara Pembukaan Penawaran. pengawasan. Berita Acara Pemberian Penjelasan. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPB). Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan. Pasal 24 Ketentuan Tambahan 1. 3. 3. Running Test (Masa Percobaan) dilakukan selama 3 (tiga) hari. 2. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. 9. Jika terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. Pasal 23 Amandemen Kontrak 1. Berita Acara Hasil Pelelangan. 8. Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini.

bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. NIP. pada hari...... ………………………………….Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. …………………………….. PIHAK PERTAMA …………………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA ………………………………….. SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : 1901 / 91 / SIJUK. I / 2003 ... tanggal. dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di ...... Jabatan Pada Perusahaan …………………………….. tanpa paksaan.

........................................................................... dengan segala perubahannya.... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa LCD Proyektor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti... 2........ …………….........Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA LCD PROJEKTOR Pada hari ini ............................... Nomor ..... tanggal ……………… bulan …………………................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... Nama NIP Jabatan Alamat : ........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....................... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia..... Nomor .........................tahun dua ribu ................. : ............adalah sebagai berikut : .. : . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.................I/ Pemerintah Daerah .. tanggal ..... Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan barang inventaris kantor ……………………………………………………berupa LCD Projektor pada kantor ……. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....................... tanggal . : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...... Nama Jabatan Alamat : .....

HDTV * Audio Output – Speaker (s) – integrated * Sound Output Mode – Stereo 2 Watt * Input Device – Remote Control * Compliat Standards – UL. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak.3 in * Weight – 9. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.3 lbs * Image Brightenes – 2500 ANSI lumens * Max Resolution – 1024 x 768 * Tecnology – Digital Light Processing ( DLP) * Color Support – 24 bit ( 16.TRUV.in Devices – Stereo speakers * Dimensions ( Wx D x H ) – 13.EN55022. GOST. SECAM.A. NOM. FCC.No 1 Spesifikasi PENGADAAN BARANG INVENTARIS BERUPA PROJECTOR Merk : INFOCUS LP 650 * Device Type – DLP Projector * Built.7 M color) * Image contrast Ratio.800 : 1 * Lamp Tipe – UHP 250 Watt ( 2000 hour ( s ) ) * Video Input – NTSC. C-TICK. PAL.8 in x 4.CSA. ICES-003 * Power –AC 100/ 240 V ( 50/60 Hz) * Power Consumption Operational – 350 Watt Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANA LCD Volume 1 unit Waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang inventaris berupa LCD projector pada Kantor ……………… harus diselesaikan tidak lebih dari 5 (lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat perintah Kerja tanggal……… atau selambat-lambatnya tanggal………………… jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seizin PIHAK PERTAMA .

. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan atau barang yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan atau peralatan /barang yang cacat.... Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan /barang yang ditolak tersebut...Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ... Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari . Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan/ barang tiba di lokasi..........

huru-hara. cacat. pemotongan . banjir dan sebagainya ) kebakaran. peperangan. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat .keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA.lambatnya 1 ( satu ) minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA Peralatan atau barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan dari tuntutan hak cipta/merk/paten/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak dan menjamin atas pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-Penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan Pekerjaan tambah kurang atau hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (Klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 JAMINAN Apabila peralatan / barang yang diterima di lokasi dalam keadaan rusak.

asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini Pihak kedua tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul.. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan pengadilan Negeri.. Pengumuman Hasil Pelelangan Nomor : ………………………. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. tanggal …………….. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrasi Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………... tanggal ……………. tanggal ………………. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 12 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : …………….. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………….. tanggal ……………. tanggal …………….atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. .

. …………………………………. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian Surat perjanjian ini dibuat dalam 7( tujuh) rangkap 3 ( tiga) rangkap asli dan 4 (empat ) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. tanggal ………….. tanggal … Nomor : Pasal 13 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak... ………………………………….. pada hari.pada hari dan tanggal tersebut di atas PIHAK KEDUA.. ……………….. tanggal ………………………… 12. tanggal ………………. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT.. tanggal.. …………………………………... Direktur ……………………………. …………………………………. PIHAK PERTAMA. Penawaran Harga Nomor : …………….Berita Acara Evaluasi. bulan dan tahun tersebut di atas.. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. NIP.Nomor : ………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) …………………………….

... ……………................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama .... DATA STRORED (USD).................................................... Nomor .. Nama NIP Jabatan Alamat : .. DENGAN ……………………………………………………….......tahun dua ribu .... : . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... RECORDER DIGITAL........................ tanggal ……………… bulan …………………... TUSTEL.................... tanggal .................. TENTANG PENGADAAN FILING CABINET.. LAPTOP ANTARA ………………………………………………………............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Pada hari ini ........ KOMPUTER PC + PERLENGKAPANNYA.... Tanggal : .....SURAT PERJANJIAN PELAKSANA PEKERJAAN Nomor : ………………………………….............……………………………..

………………………………….... : ... dengan Ketentuan seperti yang tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan melaksanakan pekerjaan tersebut untuk PIHAK PERTAMA........ Nomor…………… tanggal …………………………….... Komputer PC + perlengkapannya. tanggal …… ………… 5) Surat Penetapan Penunjukan Nomor : …………………… …........ komputer PC + Perlengkapannya..... dengan segala perubahannya..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... tanggal .... tustel.... tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembelian dan Pengadaan Barang dan Jasa …………………………………………... Digital Recorder.................. 6) Surat Perintah Kerja Nomor : ……………………………..Pemerintah R.......... tanggal ………………………. Nomor ........... 2......... Tanggal ……………….... Pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. Pasal 2 MAKSUD DAN TUJUAN Lingkup perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet..... 4) Berita Acara Negosiasi Harga Nomor : ………………………. Laptop tersebut merupakan pelaksanaan kegiatan yang tertera dalam DIPA ………………………………………. perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Nama Jabatan Alamat yang selanjutnya dalam : . 3) Surat Penawaran Harga : No......... Dengan ini kedua belah pihak telah bersepakat dan menyetujui untuk mengadakan perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... tahun anggaran ……… nomor ……………………… tanggal …………………………………… 2) Surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Nomor ……………………………..... sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1 tersebut diatas meliputi : ..... Laptop...tanggal ……………………………... Tustel.... Data Stored (USB)........................... Lapptop... Data Stored (USB)..... Digital Recorder...... Kedua belah pihak berdasarkan : 1) DIPA …………………………..I/ Pemerintah Daerah ....... Komputer PC + Perlengkapannya..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........... Data Stored (USB)..... Tustel. Digital Recorder.. tahun anggaran …………..

Tustel sebanyak 5 (lima) unit. Apabila terdapat penyimpangan atau kekurangan jumlah peralatan sehingga tidak sesuai dengan pesanan PIHAK PERTAMA. 2. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan barang/hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA seperti dimaksud dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini dan dibayar melalui KPPN/Kas Daerah ………………… dengan cara pemindah bukuan kepada Bank . PIHAK KEDUA wajib menyerahkan keseluruhan barang sesuai dengan permintaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kalender sejak Surat Perintah Kerja ditandatangani oleh kedua belah pihak. ……………………… (dengan huruf). komputer PC + Perlengkapannya sebanyak 2 (dua) unit. baik dan benar serta dapat berfungsi sebagaimana mestinya. PIHAK KEDUA diharuskan memberikan petunjuk/cara pemakaian kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA wajib menanggung segala biaya yang timbul karena kegiatan diatas.Pekerjaan Pengadaan Filling Cabinet sebanyak 3 (tiga) unit. maka PIHAK KEDUA Wajib mengganti dan atau melengkapinya terlebih dahulu. Komputer PC + Perlengkapannya. Pada waktu penyerahan barang-barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. Digital Recorder. Data Stored (USB) sebanyak 3 (tiga) unit. Tustel. jumlah. Laptop sebanyak 2 (dua) unit dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan harga . (dengan huruf). Pasal 5 TEMPAT PENYERAHAN Barang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA di lokasi …………………………………………(Sebutkan nama kantornya serta alamat yang jelas) …………………………………………………………………………………………………………………… … Pasal 6 CARA PEMBAYARAN Pembayaran dilaksanakan sekaligus. Pasal 3 HARGA BARANG Harga borongan pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. Data Stored (USB). ………………………. termasuk pajak-pajaknya. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir . dan harga tersebut dalam perjanjian ini adalah tetap dan tidak berubah. Laptop sesuai Pasal 2 perjanjian ini adalah sebesar Rp. sebesar Rp. terlebih dahulu harus diadakan uji coba dan pemeriksaan oleh penerima barang dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang. Barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus dalam keadaan baru. Pasal 4 WAKTU PENYERAHAN 1.

. yang diumumkan secara resmi dan diatur dalam Peraturan Pemerintah. atas nama PT/CV/Firma/Koperasi . Pasal 8 MASA GARANSI PIHAK KEDUA memberikan masa garansi atas barang-barang yang diserahkan sesuai dengan kondisi umum yang berlaku sejak barang-barang yang diserahkan seluruhnya dengan baik dan lengkap dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta.. Kenaikan harga barang yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan pengadaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.... khusus untuk pekerjaan borongan. kecuali terdapat kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter....... Pasal 10 SANKSI-SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan seluruh kegiatan dan atau penyerahan barang tidak dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada pasal 4... maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 /00 (satu permil) setiap hari keterlambatan atau maksimum sebesar 5% (lima persen) dari total harga dan dibayarkan sekaligus pada saat pembayaran. Denda sebagaimana dimaksud diatas dikecualikan apabila PIHAK KEDUA mengalami Force Majeure.... 2. Pasal 11 PERUBAHAN HARGA 1. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan atas kenaikan harga barang.........…………………………………………………………… Nomor Rek.. .... Pasal 7 PAJAK-PAJAK Semua pajak-pajak yang timbul akibat dari perjanjian ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sepenuhnya. …………………………………….......

Pasal 15 PENUTUP 1. Kejadian lain diluar kekuasaan/kemampuan manusia dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA.. Peraturan Pemerintah dibidang ekonomi dan moneter.Pasal 12 FORCE MAJEURE Hal-hal yang termasuk Force Majeure dalam perjanjian ini adalah : 1. 2. Seorang wakil PIHAK KEDUA. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini demikian pula perubahan-perubahan yang dianggap perlu oleh Kedua Belah Pihak. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama-sama memilih tempat kedudukan yang tetap pada Kantor Pengadilan Negeri …………………. Adanya haru-hura/perang atau kekacauan yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. 2. yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. yaitu : Seorang wakil PIHAK PERTAMA. maka akan dibentuk Panitia Penyelesaian Perselisihan (Arbitrasi) yang terdiri dari 3 (tiga) orang. 4. 3. Untuk penyelesaian perselisihan ini. Seorang wakil PIHAK KETIGA yang ditunjuk oleh dan atau dengan persetujuan wakil-wakil kedua belah pihak. oleh kedua belah pihak secara musyawarah. Perselisihan dibidang teknis dan diluar bidang teknis akan diselesaikan. Bencana Alam atau keadaan cuaca yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. dan akan dituangkan dalam satu addendum yang merupakan suatu kesatuan. 3. akan diatur dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini dan dianggap sah setelah disetujui oleh Kedua Belah Pihak. Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dalam rangkap secukupnya. dan dinyatakan berlaku dan sah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada . Pasal 14 LAIN-LAIN Segala perubahan berkenan dengan isi serta maksud surat perjanjian ini dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Jika dengan cara musyawarah tidak dapat dicapai suatu penyelesaian. 2. Pasal 13 PERSELISIHAN DAN DOMISILI 1. dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

dan selebihnya diperuntukkan bagi instansi-instansi yang berkepentingan dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA masing-masing menerima satu berkas asli. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .hari. bulan dan tahun sebagaimana diuraikan diatas. Surat Perjanjian ini sah dan mengikat kedua belah pihak serta berlaku terhitung sejak tanggal ditandatangani bersama. tanggal. 3.

Yang berkedudukan di ………………………………………. dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah ……………………. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Digital Recorder. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Berdasarkan Keputusan ……………. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir.. Laptop. : ………………………………………. dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. 2. komputer PC + Perlengkapannya.. Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. tanggal …………….. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA. untuk keperluan Kantor …………………………………………………. oleh Notaris …………………….. (dengan huruf). ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk Pengadaan Filing Cabinet. komputer PC + Perlengkapannya. ……………………. Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. Nomor : ………………….. : ………………………………………. …………… tanggal …………………………. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………... . Laptop dan tustel adalah sebesar Rp. : ……………………………………….. Tanggal ……………………… Harga Pengadaan Filing Cabinet.. Data Stored (USB). Data Stored (USB).. : ………………………………………. Tahun …………………………….SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. dan tustel yang jumlah. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. Pada hari ini. Digital Recorder.. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. Paling lambat dalam jangka waktu 20 9dua puluh) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini.. (dengan huruf). Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………..

Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA.. Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen .…………………………………. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .. tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga. ………………………………....

........ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut untuk melaksanakan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell OPTILEX 170L Small Micro Tower......... PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan.................................... : ..............tahun dua ribu ...................I/ Pemerintah Daerah .......... 2......... menyelesaikan............ Pengadaan peralatan ……………………… tersebut diserahkan dan dipasang di kantor 3..... Pada hari ini .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...........KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA (KPBJ) PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA 5 (LIMA) UNIT DELL OPTILEX 170L SMALL MICRO TOWER Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………......... Nomor .................................................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. tanggal ……………… bulan ………………….. Nama NIP Jabatan Alamat : ........ dan menyerahkan barang dalam keadaan baru dan ...... tanggal ............... ……………...... dengan segala perubahannya..... Nama Jabatan Alamat : ........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....................... Kedua belah pihak dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa pengadaan peralatan alat pengolah data dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... tanggal ........................... 2... : ................................ Nomor ...........................

kontrak Lump sum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh peralatan tersebut dalam Pasal 1 dalam batas waktu tertentu. Surat Penawaran Harga Nomor : …………………………. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia barang/Jasa. b. tanggal …. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Pengadaan Alat Pengolah Data. Dasar dan spesifikasi teknis yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini yaitu : a. Surat Jaminan Pelaksanaan 2. Pasal 2 DASAR KONTRAK DAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Berita Acara : Penjelasan Pekerjaan Pembukaan Surat Penawaran Harga Evaluasi Surat Penawaran Harga Evaluasi. Keputusan Presiden RI Nomor : 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta Lampiran I dan II. Keputusan Presiden RI Nomor : 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Pasal 4 .………………… d. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : …………………… tanggal ……………………… b. Pasal 3 JENIS KONTRAK Jenis kontrak yang digunakan adalah Kontrak Lump sum. Surat Usulan Calon Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………………. Negosiasi Teknis dan Harga f. Dasar kontrak pengadaan peralatan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………… tanggal …………………… e. Klarifikasi. c.asli serta mengganti barang-barang yang diserahkan apabila ada yang rusak dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pelelangan.. dengan jumlah yang pasti dan tetap. tanggal ……………… c..

Amandemen bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 3) Melaporkan pelaksanaan periodik kepada PIHAK PERTAMA. pelaksanaan 3) Membayar harga peralatan sesuai dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan kepada PIHAK KEDUA. peralatan 2) Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut. 4) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA 1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan tersebut pada pasal 1 sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. perubahan kontrak dapat terjadi apabila : Perubahan pekerjaan disebabkan oleh suatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. Perubahan jadwal pelaksana pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA 1) Memeriksa dan menguji coba pengadaan peralatan yang dilaksanakan dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA 2) Memilih laporan-laporan secara periodik mengenai pengadaan peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. a. pengadaan peralatan tersebut secara . b. Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK Hak dan kewajiban para pihak adalah ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan kontrak.AMANDEMEN KONTRAK Amandemen kontrak adalah ketentuan mengenai perubahan kontrak.

Pengadaan dan penyerahan peralatan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis yang telah ditentukan... untuk 6) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu penyerahan barang yang telah ditetapkan..... Peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus sesuai dengan standar yang telah disebutkan dalam spesifikasi teknis pada pasal 1 diatas.. PIHAK KEDUA diharuskan menyediakan layanan purna jual terhadap peralatan yang dipesan pada pasal 1 diatas. 4. 5) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA. 3... Pengadaan Peralatan tersebut pada pasal 1 diatas harus dilaksanakan sendiri oleh PIHAK KEDUA dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. 8... 5. Pasal 6 TANGGUNG JAWAB DAN JAMINAN HUKUM HASIL PEKERJAAN 1.. 2. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dan ketepatan waktu penyerahan/pengiriman barang merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke kantor . PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi teknis dan persyaratan yang telah ditentukan... .(kantor PIHAK PERTAMA) 7. 6. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. PIHAK KEDUA harus menjamin kepada PIHAK PERTAMA bahwa barang yang diserahkan tidak melanggar hak atas kekayaan intelektual sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku... untuk pengadaan peralatan tersebut diatas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.4) Melaksanakan dan penyelesaian pengadaan peralatan tersebut sesuai dengan jadwal penyerahan barang yang telah ditetapkan. 9...

dan PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan dimanapun yang mungkin timbul. Waktu penyerahan barang tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. Apabila peralatan yang diserahkan setelah melalui pengetesan/pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan maka PIHAK KEDUA wajib mengganti tanpa berhak menuntut kerugian. Jika peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA berhak menolak peralatan yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala klaim atau tuntutan sehubungan dengan hal tersebut pada ayat 9 pasal ini. Pasal 7 PERALATAN 1. 3. Setelah peralatan dikirim. 5.10. dengan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan dalam penyerahan barang. 2. peralatan diuji coba oleh PIHAK KEDUA disaksikan oleh PIHAK PERTAMA. 4. maka PIHAK KEDUA harus mengganti peralatan tersebut. Tidak tersedianya peralatan di pasaran. serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Peralatan yang dipesan oleh PIHAK PERTAMA dan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan peralatan ini harus diserahkan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. Pasal 9 UJI COBA PERALATAN 1. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum kontrak). . Pasal 8 JANGKA WAKTU PENYERAHAN BARANG 1. Jangka waktu penyerahan barang ditetapkan selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani diatas Materai dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa 2.

2. Apabila pengoperasian peralatan tersebut memerlukan keahlian khusus maka harus dilakukan pelatihan kepada PIHAK PERTAMA oleh PIHAK KEDUA, biaya pelatihan termasuk dalam harga peralatan yang dipesan. 3. Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, maka PIHAK KEDUA memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Jaminan Pelaksanaan : a. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan selamat-lambatnya pada saat Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini ditanda tangani. Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh Bank Umum atau berupa Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program surety Bond. Besar nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga kontrak atau sebesar Rp ………………….. (dengan huruf) b. Surat Jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini, diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, setelah seluruh barangbarang diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. c. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa Jaminan Pelaksanaan menjadi Milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA , bilamana terjadi Pemutusan perjanjian dengan memperhintungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatangan Kontrak Pengadaan Barang /Jasa ini sampai dengan 14 hari (empat belas) hari setelah kontrak berakhir. e. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 pasal ini, maka PIHAK PERTAMA dapat Membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang pelelangan. f. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang Pelelangan, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a Pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka : a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Jaminan Uang Muka berupa surat jaminan umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai dengan ayat 1.a pasal ini) sebesar

20% dari harga barang/nilai kontrak atau sebesar Rp. ……………. (dengan huruf) b. Jaminan uang muka tersebut pada ayat 2.a pasal ini, akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal 12 kontrak pengadaan barang/jasa ini. c. Dalam surat jaminan uang muka tersebut ayat 2.a pasal ini, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi Pemutusan kontrak, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam ayat 2.a pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. Pasal 11 HARGA BARANG / NILAI KONTRAK

1.

Harga barang atau Nilai Kontrak atas pengadaan peralatan tersebut dalam Pasal 1 adalah sebesar Rp. ……………………….. (dengan huruf) merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price) dibebankan pada DIPA Kantor ……………………….. Tahun Anggaran ……… Nomor : ……………… tanggal ………………………………… 2. Dalam Harga / Nilai Kontrak tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 12 CARA PEMBAYARAN 0 Pembayaran harga barang/nilai kontrak pada pasal 11 tersebut diatas dilakukan secara bertahap dengan sistem dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan diatur sebagai berikut : Pembayaran Pertama berupa : Uang Muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% dari harga barang/nilai kontrak yaitu : 20% x Rp. ………………………….. = Rp. ……………………… (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan Jaminan Uang Muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 ayat 2.a

Pembayaran Kedua : Sebesar 100% dari harga barang/nilai kontrak dikurangi 100% nilai uang muka setelah seluruh peralatan yang dipesan terpasang dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang disetujui dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak, pembayaran menjadi =100% - (100% Uang Muka) = 100% - 20% = 80% x Rp. ………………… = Rp. ……………………… (dengan huruf). 1 Tahap-tahap pembayaran harga barang/nilai kontrak tersebut dalam ayat 1 dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah ……….. dan disalurkan melalui rekening PIHAK KEDUA pada ……. Bank …………………. Rekening Nomor : …………………………. Pasal 13 KENAIKAN HARGA 1. Kenaikan harga peralatan, selama masa pelaksanaan pengadaan Alat Pengolahan Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan (klaim) atas kenaikan harga Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut, kecuali adanya kebijakan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter yang secara resmi menyatakan dari tentang adanya kenaikan harga-harga yang diakibatkan adanya perubahan kurs valuta asing terhadap mata uang Rupiah (Devaluasi terhadap nilai tukar Rupiah) yang secara resmi diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Pasal 14 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA . 2. Segala pajak sehubungan dengan Pengadaan Alat Pengolahan Data berupa: 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro tower ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 15 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) 1. Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. 2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan b. Kerusuhan c. Revolusi

3.

d. Bencana Alam : banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan. e. Pemogokan f. Kebakaran g. Gangguan industri lainnya. Apabila terjadi “keadaan kahar”, maka : a. PIHAK KEDUA menyatakan secara tertulis Kepada PIHAK PERTAMA bahwa telah terjadi “keadaan kahar”.

b.

Apabila terjadi keadaan kahar maka PIHAK KEDUA memberitahukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terjadinya keadaan kahar dengan menyertakan pernyataan keadaan kahar dari instansi yang berwenang. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut, PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. 4. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 19 dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini. Pasal 16 DENDA DAN GANTI RUGI Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa sedangkan Ganti Rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada Pengguna Barang/Jasa, karena terjadinya cidera janji. 0 1 Denda yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA : 0 Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar 1% (satu persen) dari jumlah biaya pelaksanaan pengadaan, dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan / kelalaian yang diperingatkan tersebut.

1

JIKA PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan dan menyerahkan peralatan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 8 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap hari keterlambatan, PIHAK KEDUA wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1

0

00

(satu perseribu) dari nilai kontrak.

2 Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 Pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. 3 Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2 Ganti rugi yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA : 0 Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran atas penyerahan peralatan dari PIHAK KEDUA akan dikenakan ganti rugi. 1 Besarnya ganti rugi yang dibayar PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran Kepada PIHAK KEDUA adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat ini menurut ketetapan Bank Indonesia. Pasal 17 RESIKO 1. Jika Peralatan yang dipesan PIHAK PERTAMA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA belum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 2. Jika pada waktu pemesan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut terjadi kemacetan akibat tidak tersedianya peralatan yang dipesan dan karena adanya kesalahan dari PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat keterlambatan dalam penyerahan peralatan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 3. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pengadaan peralatan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH perdata. Pasal 18 ITIKAD BAIK

1. 2.

Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak dan kewajiban yang diatur dalam Pasal 5. Para pihak setuju untuk melaksanakan kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan

2. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas Negara. 3. PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Membayar denda ganti rugi kepada Negara. b) Dikenakan daftar hitam untuk jangka waktu 2(dua) tahun. salah satu pihak merasa dirugikan. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai. perang saudara di wilayah Republik Indonesia. 5. Jika selama kontrak. dalam hal ini : a) PIHAK KEDUA dapat dikenakan sanksi yaitu 1. Pasal 19 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 1. Penghentian kontrak dilakukan bilamana terjadi hal-hal di luar kekuasaan kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang disebabkan oleh : timbulnya perang. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi. kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa maupun pelaksanaan pengadaan peralatan. 6. pemberontakan. Dalam hal kontrak dihentikan. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. kekacauan dan huruhara. maka PIHAK PERTAMA wajib membayar kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia barang/jasa sudah melampaui besarnya jaminan pelaksanaan atau jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak pengadaan peralatan ini. Pemutusan Kontrak dapat dilakukan bilamana para pihak cidera janji dan/atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 di atas.kepentingan masing-masing pihak. 3. keributan. bencana alam lainnya sepanjang kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. 4. Jika terjadi Pemutusan kontrak/ perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA .

dan kondisi nyata (actual condition) dicocokkan dengan yang tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) dan/atau dokumen yang menyertai penyerahan barang. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Penyedia Barang/Jasa lain untuk melaksanakan pengadaan peralatan tersebut dan PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. kelengkapan.sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 pasal ini. Kontrak dibatalkan apabila para pihak terbukti melakukan KKN. Hasil penelitian dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 3. maka akan diselesaikan melalui "Panitia Pendamai" terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas . maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. kecurangan. Apabila hasil pemeriksaan barang tidak sesuai dengan jenis dan mutu barang yang ditetapkan dalam Surat Perintah Kerja. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan merupakan dilampirkan dalam surat permintaan Pembayaran. dikenakan sanksi berupa kewajiban mengganti kerugian yang menimpa penyedia barang/jasa sesuai yang ditetapkan dalam pasal 16 ayat b. Pasal 20 SERAH TERIMA PERALATAN 1. 7. PIHAK PERTAMA berhak menolak barang tersebut dan PIHAK KEDUA harus mengganti barang yang sesuai dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA.2. mutu. Pasal 21 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 Bila terjadi Perselisihan antara kedua belah pihak. 5. dan pemalsuan dalam proses pengadaan maupun pelaksanaan kontrak. 8. Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kesalahan pengguna barang/jasa. 4. Saat penyerahan barang harus dilakukan penelitian atas spesifikasi. dokumen yang harus 2. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk wakil untuk memeriksa barang yang akan diserahkan sebagai petugas pemeriksa dan menandatangani berita acara.

(sebutkan lokasi dan kotanya) pada hari dan tanggal tersebut di atas. 4. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama... masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan ini. 2.Segala sesuatu yang belum diatur dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam (addendum kontrak) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. tidak dapat diterima oleh salah satu pihak.. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA ..sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak.....PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak Pengadaan Alat Pengolah Data berupa 5 (lima) unit Dell Optiplex 1701. 3. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani diatas materai tempel oleh PIHAK KEDUA. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani di atas...... Small Micro Tower ini telah menyetujui untuk melaksanakan kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak di . Pasal 23 PENUTUP 1. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di kantor Pengadilan Negeri ………………….Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dibuat dalarn rangkap 8(delapan) bermeterai cukup. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini. 3. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri …………………… Pasal 22 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini beserta segala akibatnya..

... ..... Pejabat Pembuat Komitmen Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERINTAH KERJA NOMOR : ……........ Anggaran : DIPA KANTOR .......... Kofe Fungsi / Sub Fungsi/ Program/ Kegiatan : Kode Sub Kegiatan / MAK : ===================================================== .. Tahun Anggaran : 200.........PT/CV/Firma/Koperasi./SPK/.......

………………………. DELL 15 E152FP Flat Panel LCD Monitor. external Speaker Terbilang : Jumlah 5(lima) Satuan UNIT Harga (dalam rupiah) Satuan Jumlah Jumlah SYARAT : 1 Jangka waktu Penyerahan : 20 (duapuluh) kalender terhitung mulai dari tanggal . 1 serial. Rekening No. 3PCI. 2GB. 1GB 400 MHz DDR SDRAM Memory (Max.8 GHZ HT 1 MB Chase. 1 pararel. NIC 10/100. FDD. ===================================================== Kami mengharapkan kepada saudara agar dapat mengirimkan/menyerahkan kepada kami barang-barang tersebut dibawah ini : NO NAMA BARANG ALAT PENGOLAH DATA BERUPA : Dell Optiplex 170L Small Micro Tower Pentium 4 2.8 GHZ HT/1GB/80 GB/CD-RW/NIC10100/XP PRO+DELL 15” E152FP Plat Panel LCD MONITOR Micro Tower Black-intel Pentium IV 2. CD-RW Integrated intel extreme graphic (up to 64MB) w/NO AGP Slot. 2 DIMM Slosts) Intel 865GV Chipset w/800MHz FSB Hyper Treading 80GB HDD Ultra ATA/100 7200 rpm. 6 USB Keyboard & mouse.Kepada : PT/CV/Firma/Koperasi 0000000000000000 Alamat : Rekening pada Bank NPWP : : Bank ……………………………. XP PRO.

Barang dalam keadaan 100% baru dan dapat dipergunakan d. Keterlambatan tanpa dapat membuktikan terjadinya force majeure (hal=hal yang diluar kekuasaan perusahaan). Harga sudah termasuk pajak . untuk setiap hari keterlambatan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dari harga/nilai Surat Perintah Kerja ini dan apabila denda telah melebihi 5% maka PIHAK PERTAMAtanpa pemberitahuan lebih dahulu berhak memutuskan surat Perintah Kerja ini secara sepihak dengan menunjuk perusahaan lainnya dan segala kerugian sebagai akibat Pemutusan Surat perintah kerja ini menjadi tanggung jawab perusahaan yang telah menandatangani Surat Perintah Kerja ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Perusahan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Tanpa hak mengajukan kenaikan harga b. PPN 10% Pembayaran : Dilakukan setelah adanya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang telah ditanda tangani oleh Pejabat yang mengeluarkan Surat Perintah Kerja ini.(alamat jelas) Keterangan : a. Yang bertanda tangan di bawah ini sanggup menyelesaikan dan memenuhi dengan baik segala isi Surat Perjanjian dan syarat-syarat yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja ini.2 3 4 Surat Perintah Kerja ini Tempat penyerahan : Kantor ……………………………………………. c.

... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..... : ........................tahun dua ribu ............ dengan segala perubahannya....................... tanggal ..................SURAT PERJANJIAN KONTRAK PELAKSANAAN PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA NOTEBOOK DAN LCD PROJECTOR …………………………………………..... Nomor ...... tanggal ...................................... tanggal ......................................... tanggal . tanggal ..... : .. Nama NIP Jabatan Alamat : ... tanggal .............I/ Pemerintah Daerah .............. Surat Penawaran harga Nomor .. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. tanggal ……………… bulan …………………................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............. Nama Jabatan Alamat : ......... Nomor ....tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) ....... Nomor ................ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............................. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ..................... 2............ (kalau ada) Surat Keputusan ......... Nomor : …………………………..... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ........................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pada hari ini ........ Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. ……………................... TAHUN ANGGARAN 200.......

.. pengawasan.. …………………… (dengan huruf) dari anggaran pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD. Projector. Kedua belah pihak setuju mengadakan perikatan dalam kontrak pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD Projector. untuk keperluan Kantor.....000. pembayaran harga.. Kantor . Kontrak/perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak diatas materai Rp. itikad baik. Kantor . Ketentuan umum tersebut diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut : PASAL 1 DEFINISI 1. b.. perpajakan.. hak dan kewajiban para pihak.. jaminan pelaksanaan dan garansi / Jaminan purna jual. bahasa. Pelaksanaan penyerahan barang selama 15 (lima belas) hari kalender dan dimulai pada saat diterbitkannya Surat Pesanan....... g. tanggal …………………….... …………………….. dan hukum. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector untuk keperluan kantor ……………………... c.. 6. dengan syarat-syarat umum dan syaratsyarat khusus sebagai berikut : BAB I SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) Ketentuan umum terdiri dari definisi ruang lingkup pengadaan. Harga barang tersebut sebesar Rp.menyetujui melaksanakan perjanjian sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal ditandatangani perjanjian/kontrak.... amandemen kontrak.. jadwal pelaksanaan penyerahan barang. dan korespondensi..... yang tertuang dalam DIPA Tahun anggaran 200.. yang dituangkan dalam Surat . Nomor ……………………….... Pemutusan kontrak. keadaan kahar. Perjanjian/Kontrak adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector. penyelesaiaan perselisihan. Kedua belah pihak setuju bahwa PIHAK PERTAMA membayar sesuai harga kontrak dan PIHAk KEDUA melaksanakan penyerahan barang sesuai yang diperjanjiakan. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA .. keterlambatan penyerahan barang.. d.Dengan ini menyatakan bahwa : a. e.f....

.. PASAL 5 AMANDEMEN KONTRAK 1... PASAL 3 PEMBAYARAN Pembayaran barang sebesar Rp. dan PIHAK KEDUA Menyerahkan jaminan barang/garansi purna jual sebagai jaminan atas kualitas barang..... (dengan huruf) dibiayai dari anggaran Kantor .. sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. jadwal penyerahan barang.. ………………..... Garansi/purna jual barang diberikan setelah dilaksanakan penyerahan barang yang merupakan jaminan bila adanya kerusakan atau terjadi hal lainnya pada barang yang berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak dilakukan penyerahan barang. Tahun Anggaran 200.. 2... setelah barang diperiksa yang dituangkan dalam berita Acara Pemeriksaan. yang diperjanjikan sebesar Rp. kerusuhan.. revolusi.. dan atau gangguan industri lainnya.…………………… pada Bank ……………………… Rekening No. Amandemen dapat dilakukan apabila disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA. perubahan harga dan keadaan kahar. ………………....……………….. 2. kebakaran. (dengan huruf) akan dilakukan sekaligus oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA..Perjanjian/Kontrak....... Seperti keadaan peperangan. pemogokan.. PASAL 4 JAMINAN PELALAKSANAAN DAN GARANSI/PURNA JUAL BARANG 1. bencana alam.. Jaminan pelaksanaan diberikan sebelum penandatanganan kontrak dan diterbitkan oleh bank umum/ perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang direasuransikan kepada perusahaan asuransi. Keadaan Kahar adalah keadaan yang merupakan suatu keadaanyang terjadi diluar kehendak atau perkiraan.. selanjutnya diserah terimakan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Kemudian di transfer ke Rekening PT/CFV/Firma/Koperasi . Amandemen kontrak dilakukan apabila terjadi perubahan pengadaan barang. PASAL 6 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK . PASAL 2 HARGA Harga pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. ………………….... 2.

Selama 1 (satu) tahun sejak barang diserahkan yang dituangkan dalam Berita Acara Serah terima Barang dari PIHAK KEDUA. PASAL 8 PEMERIKSAAN BARANG Pemeriksaan barang alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector …………….. …………… (dengan huruf).. . Tanggal …………………. (dengan huruf). Jangka waktu penyerahan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector..1. ……………. 2... dilakukan oleh Tim Pemeriksaan yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA dengan surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen. PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga kontrak atau 5% x Rp. …………………….(alamat jelas) 3. maka diatur denda sebagai berikut : 1. ………………… sebesar Rp.. PASAL 7 PENYERAHAN BARANG 1. adalah15 (lima belas) hari kalender mulai berlaku sejak diterbitkannya Surat Pesanan. 2. (dengan huruf).. PASAL 9 KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG Apabila terjadi keterlambatan penyerahan barang atau keterlambatan pembayaran yang merupakan kewajiban PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. Pihak kewajiban PIHAK PERTAMA adalah memeriksa spesifikasi dan kondisi barang dan membayar harga barang tersebut sebesar Rp.. Masa berlaku surat garansi/purna jual barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector. ketidak sesuaian spesifikasi dan tidak baiknya kondisi barang dari hasil pemeriksaan dapat dikembalikan kepada PIHAK KEDUA. …………………. memberikan keteranganketerangan yang diperlukan untuk pemeriksaan barang-barang yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan menyerahkan barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan... Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA adalah menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD Projector.. Penyerahan barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA mengalami keterlambatan/melebihi dari jadwal yang ditentukan. Nomor : ……………………... = Rp. Pengiriman barang tersebut menggunakan prangko kantor . ………………..

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. Denda tidak berlaku apabila penyebab keterlambatan disebabkan keadaan kahar. Jika selama kontrak salah satu pihak ada yang merasa dirugikan. akan diupayakan penyelesaiannya secara musyawarah mupakat. revolusi.2. PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. kerusuhan. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa memperlihatkan adanya kepentingan masing-masing pihak. Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. PASAL 11 ITIKAT BAIK 1. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. PASAL 10 KEADAAN KAHAR 1. pemogokan. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. tetapi harus berdasarkan kesepakatan/persetujuan kedua belah pihak. bencana alam. 2. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah/mufakat melalui Panitia Pendamai atau Pengadilan Negeri. Pembayaran (Pembuatan Surat Permintaan Pembayaran) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan. PASAL 12 PEMUTUSAN KONTRAK Pemutusan/pembatalan perjanjian/kontrak tidak dapat dilakukan secara sepihak. PASAL 14 BAHASA DAN HUKUM . PASAL 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. 3. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) 2. kebakaran dan gangguan industri lainnya.

Bahasa yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah bangsa Indonesia dan hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Negara Indonesia. ……………………………………….. PASAL 16 KORESPONDENSI Korespondensi dalam bentuk surat menyurat kepada PIHAK PERTAMA ditunjukkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen. PASAL 19 HAK PATEN DAN HAK CIPTA .. BAB III SYARAT-SYARAT KHUSUS (KETENTUANKHUSUS) PASAL 18 ASAL BARANG Asal barang yang diadakan adalah seluruhnya buatan produk luar negeri karena barangbarang tersebut belum diproduksi dalam negeri. BAB II SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) PASAL 17 PENANGGUHAN Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. PIHAK PERTAMA dapat melakukan penangguhan pembayaran secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan diberikan kesempatan untuk memenuhi kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian. sedang kepada PIHAK KEDUA dalam bentuk surat menyurat ditujukkan kepada ………………………………………………………………………………………………………………. PASAL 15 PERPAJAKAN Pajak Pertambahan Nilai dan pajak-pajak lainnya serta bea materai sesuai dengan ketentuan perundingan yang berlaku menjadi beban PIHAK KEDUA..

3. PASAL 22 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 3. 2. dilampiri dokumen-dokumen yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari kontrak terdiri atas : 1. sebesar 5% dari kontrak. PASAL 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN Perjanjian/kontrak pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. Jaminan Pelaksanaan. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. maka perselisihanakan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Mata uang yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah mata uang Rupiah.PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Paten dan Hak Cipta. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PASAL 20 JAMINAN PELAKSANA Jaminan Pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa produk note book dan LCD projector. 2.. PASAL 21 PEMBAYARAN 1. ……………. Jika keputusan sebagaimana dimaksud Ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu atau kedua belah pihak. (dengan huruf). 3. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak yang terdiri dari : 2. Pembayaran yang akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sebesar Rp. Surat Penawaran dengan lampiran-lampirannya. Surat Keputusan Penunjukkan Pemenang Pemilihan Langsung Penyedia Barang (SKPPB). . Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul bersama. Pembayaran dilakukan dalam sekaligus setelah penyerahan barang yang dinyatakan dalam Berita Acara serah terima Barang dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. ………………….

.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah dikantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri.. Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya surat pesanan dari PIHAK PERTAMA. 2 (dua) rangkap bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.... 2.. tanpa paksaan dari pihak manapun di .... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga)... Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar... PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi. pada hari dan tanggal tersebut diatas........ Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini.. Komitmen.................... ... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PESANAN Nomor : ..... 4..PASAL 24 PENUTUP 1.............. Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan pengadaan barang ini... 5..... 3.

.. pada tanggal ......tanggal . dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Surat Perjanjian tersebut diatas.......... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : ... : ........................................ PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) ................................. Demikian Surat Pesanan ini diterbitkan di ............................ dengan ini kami minta agar Saudara : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi..............Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen .. : dapat segera mengirimkan barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector........ agar dapat Saudara laksanakan dengan baik dan atas perhatian serta kesediaan Saudara kami mengucapkan terima kasih PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen.

... Nama NIP Jabatan Alamat : .................... tanggal ……………… bulan ………………….............. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) No. Keputusan Presiden No................ …………………………………………………………............. dengan segala perubahannya..........I/ Pemerintah Daerah ..................... tanggal ……………………… 4.. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......tahun dua ribu ..... Dengan ……………………………………………………..................... …………………………… Tanggal ………….Nomor Tanggal : : PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 (DUA) atau RODA 4 (EMPAT) (Pilih yang mana mau dilaksanakan) Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DIPA …………………………………….... ……………... Surat Penawaran Perusahaan No.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.............. 2........... ………………………..... Pada hari ini ....................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......................... Nama Jabatan Alamat : ............ Nomor ... Bahwa berdasarkan : 1... ........ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................. tanggal .................. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 3............. tanggal ........ Nomor .... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... 2.............................. : ..... : ...........

5. ………………. …………………………………… 9. …………………… tanggal …………………………. PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak …… unit telah disepakati sebesar Rp. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran No. …………………… tanggal ……………….……….. unit. (dengan huruf) sudah termasuk Pajak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. 8. PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebagaimana tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang dan Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing).. Tahun Anggaran ………… PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN ..... 7.. 6.. ………………….. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran No.. Surat Penetapan Pemenang Lelang No. Surat Laporan Hasil Pelaksanaan Pelelangan No. Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. tanggal …………………………….. ………………… tanggal …….…………………. (2) Pembayaran dari jumlah harga borongan sebagaimana tersebut pada Pasal 3 ayat 1 diatas dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada Anggaran DIPA Kantor …………………………………. Dengan ini sepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal tersebut dibawah ini : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak ……….

(1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan sebagaimana tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu. sampai dengan tanggal ………………………. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga borongan dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). Atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………… (3) Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA. Rekening ………………………………. No. kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp. termasuk diantaranya adalah Force Majeure. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat disetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran sebagaimana tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui KPPN atau Kas Daerah …………. (2) Pembayaran dilakukan melalui ke Bank …………………………. ………………… (dengan huruf) segera dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang kendaraan roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) di tempat penyerahan yang telah ditentukan. PASAL 7 (2) (3) .

Peperangan /Pemberontakan /huru-hara) c. Bencana Alam (gempa bumi. Yang termasuk "keadaan memaksa" adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : a. dan lain-lain). dinyatakan resmi oleh Pemerintah sebagai Force Majeur. (4) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan kewajibannya menyelesaikan pekerjaan sebagaimana kontrak pelaksanaan pekerjaan dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan sampai saat Force Majeur tersebut. b. PASAL 8 PEMBATALAN / PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA cidera janji dan/tidak memenuhi kewajiban . (5) Jika dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya " keadaan memaksa" tersebut. sampai huruf e. Sabotase e. banjir. (2) (3) Apabila terjadi " keadaan memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA selaku pemberi tugas secara tertulis selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat betas) sejak terjadinya Force Majeur. tanah longsor. Pembayaran sisa pekerjaan didasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. Kejadian sebagaimana huruf a.KEADAAN MEMAKSA (1) Bila dalam waktu melaksanakan pekerjaan terjadinya suatu yang dapat dianggap sebagai Force Majeur sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA harus segera melaporkan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah terjadi Force Majeur. (6) Jika PIHAK KEDUA tidak mungkin menyelesaikan pekerjaannya karena adanya Force Majeur. Pemogokan Umum f. Kebakaran d.

... dipikul oleh para pihak... atau melalui pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri . mediasi. (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini.. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA.. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen- .. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA.. per hari dari nilai kontrak (3) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar.. (2) Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 0/00 (satu per seribu) rak dan setinggi-tingginya sebesar 5% (lima persen). (3) Proses penyelesaian sebagaimana tersebut pada ayat (1) tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (2) PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK LAIN tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA.. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia..dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam kontrak ini.. PASAL 10 PERSELISIHAN (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). (2) Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas... konsiliasi. PASAL 11 LAIN-LAIN (1) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. arbitrase.

dokumen perjanjian/kontrak. serta mulai berlaku sejak tanggal ditanda tangani Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK).000.(Enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . PASAL 12 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. (2) Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK) ini dibuat dalam rangkap 6 (sesuai kebutuhan). maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6.

.. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............................................... .. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nomor .............. 3..... 2.................. ……………...... tanggal ……………… bulan …………………... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) No......SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : PENGADAAN BARANG ELEKTRONIK Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN ………………………………………………………….tahun dua ribu .................................. tanggal . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...I/ Pemerintah Daerah .... Nama Jabatan Alamat : ... Bahwa berdasarkan : 1............... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ : ..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... Dengan …………………………………………………….......: … … … … … … ...................................... Pada hari ini ....... : ……………………Tanggal ………………………............ Nama NIP Jabatan Alamat : ....................... dengan segala perubahannya.......... Nomor ..... : ……………………… Tanggal ………………………...... 2.... Surat Penetapan Pemenang Lelang No....................... : ............... tanggal .. Tanggal……………........ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........ Berita Acara Pembukaan Harga Penawaran Harga No..........................

………………….Berdasarkan hal tersebut diatas PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Pengadaan Barang Elektronik dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasalpasal berikut : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut di atas...... (dengan huruf) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan pengadaan Barang Elektronik tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).... (2) Pembayaran jumlah harga borongan tersebut pada Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan Anggaran DIPA Kantor .. PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN (1) (2) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari HPS dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA serta .. Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung–jawabkan termasuk diantaranya adalah Force Majcure...... PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan. Barang Elektronik telah disepakati sebesar Rp.. Tahun 200.... memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA... dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik...

yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang.. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui Bendaharawan DIPA Kantor . PASAL 7 KEADAAN MEMAKSA (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan/harga jadi..dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang.n PT/CV/Firma …………………… Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA..... Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak)... PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama... Pembayaran dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah……………… ke Bank ……………………… No.. kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% ( seratus persen) dari jumlah harga borongan sebesar Rp …………………. PIHAK KEDUA dapat dibebaskan dari denda keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan apabila kelambatan diakibatkan dari hal-hal atau kejadian di luar kekuasaan kedua belah pihak (force majeure) dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA.. a. (2) Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan.. Tahun 200..... (dengan huruf) dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik di ………………(sebutkan tempat dan lokasi). Rekening ……………….. (3) (2) (3) (3) .

PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja ( Kontrak ). Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 %o (satu permil ) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan maksimal 5% (lima persen) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. (2) (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian Kerja ini. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri ……………. Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas dipikul oleh para pihak. PASAL 10 PERSELISIHAN (2) (3) (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. PASAL 11 LAIN-LAIN (2) . PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada pihak lain tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA.PASAL 8 PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 di atas.

. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen perjanjian/kontrak.000.(enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. (3) PASAL 12 P E N U T U P (1) (2) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kepada kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut di atas di Jakarta. maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas.(1) (2) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap seperlunya.

.... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara........ Nomor .......... Pada hari ini ........................... Nomor ............................................................... tanggal ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... ……………............... Dengan …………………………………………………………….. tanggal .....I/ Pemerintah Daerah . kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... 3... : ........................................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR ………………………….. tanggal ……………… bulan ………………….......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................... Kedua belah pihak berdasarkan : 1................................... 2......... Nomor Tanggal : ………………………………...... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. Nama NIP Jabatan Alamat : ................................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. Antara Kuasa Pengguna Anggaran DIPA …………………………………..... tanggal ...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..... : .. : ………………………………....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............ KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..... Nama Jabatan Alamat : ...... 2......... . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ....... dengan segala perubahannya.....................tahun dua ribu .............................

.. tanggal ...... 7.... tanggal . dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang dibebankan pada DIPA Kantor …………………………………. Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor ......4... Nomor ........ Nomor . .......... PERTAMA TUGAS DAN PEKERJAAN PASAL 1 PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Alat Tulis Kantor.. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ...........tanggal .................. tanggal ........ KEDUA RINCIAN PEKERJAAN PASAL 2 Rincian Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor …………………………tersebut pada pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelelangan dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) Inventaris Kantor …………………………………………Nomor ......... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .... 2............ Dokumen Pelelangan pengadaan inventaris Kantor .. . KETIGA HARGA BORONGAN PASAL 3 1... Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop..........................tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Dengan ini bersepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini..... Pembayaran dari jumlah harga borongan seperti tersebut pada Pasal 3 ayat 1.... 8............... Harga tersebut diatas sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku.. 6.... Surat Keputusan .. 9......... …………………………… (dengan huruf)..... Jumlah harga borongan pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor tersebut pada pasal 1 adalah sebesar Rp.......... tanggal .... tanggal ... 5.... Tahun 200...

. …………………………… (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan yang dituangkan kedalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan...Nomor Rekening .. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA.. Pembayaran sebesar 100% (seratus persen) dari harga borongan atau Rp. selaku wajib pungut pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pada Bank ……………………... Terhadap pembayaran tersebut ayat 1 dilakukan pungutan pajak oleh bendaharawan. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggitingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya... 2.......... Kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1.....kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani.KEEMPAT JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PASAL 4 PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor .. KELIMA CARA PEMBAYARAN PASAL 5 Cara pembayaran harga borongan tersebut pada pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui SP2D oleh KPPN/Kas Daerah………………………...... KETUJUH KEADAAN MEMAKSA PASAL 7 ..... KEENAM SANKSI PASAL 6 Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4...

4. maka semua . 5. KEDELAPAN PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN PASAL 8 1. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila keterlambatan disebabkan oleh keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. ini. Apabila dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat belum dapat menyelesaikan perselisihan yang ada. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. maka diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat 2. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas. Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian pekerjaan yang telah selesai menjadi milik PIHAK PERTAMA. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. 2. Bilamana “Keadaan Memaksa” ditolak oleh PIHAK PERTAMA. 3.1. Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan 2. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. 6. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruh tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama. KESEMBILAN PERSELISIHAN / ARBITRASE PASAL 9 1. maka kedua belah pihak dapat mengajukan persoalan kepada Panitia Arbitrase yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh kedua belah pihak sedangkan biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. maka berlaku ketentuan–ketentuan dalam perjanjian ini. 3.

Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya 2 (dua) rangkap masingmasing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Apabila dengan musyawarah untuk mencapai mufakat melalui Panitia Abritrase tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. 4. Proses Penyelesaian dengan cara musyawarah oleh Panitia Abritase atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. KESEPULUH LAIN-LAIN PASAL 10 Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. KESEBELAS PENUTUP PASAL 11 1. Surat perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas.3. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 2.

..Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………. Tanggal : ………………………….) .) JUMLAH HARGA (Rp. Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN/JENIS BARANG SEBUT DAN URAIKAN KANTOR YANG DIBELI ALAT TULIS VOLUME HARGA SATUAN (Rp.

(sebutkan satkernya) Sehubungan dengan hal tersebut. ……………………………… ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis untuk keperluan Kantor .PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Nomor Lampiran Perihal : : : Surat Perintah Kerja Kepada Yth. Jumlah harga borongan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor ……………..... . ……………………………………………..... adalah sebesar Rp..... ……………………………………………. ………………………. dengan ini kami perintahkan agar Saudara segera melaksanakan pekerjaan dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. Berdasarkan Surat Penetapan pemenang pelelangan Nomor : ………………… tanggal ………………………….. bahwa PT/CV/Firma/Kop.. (dengan huruf) sudah termasuk pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.... Direktur ………………………………….

Ketentuan lain yang belum diatur dalam Surat Perintah Kerja ini. diatur dan ditetapkan dalam Surat Perjanjian Kerja / Kontrak.. Dengan ……………………………………………………………… ... Pembayaran dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ……………. ke Rekening PT/CV/Firma/Kop. Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya....2.. yang dilaksanakan langsung melalui KPPN …………………. 4..... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Kerja ini... 3.. Nama Perusahaan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan Pada Perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : Tentang PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ……………………………... Antara KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………….. Nomor Rekening ………… 5...…………. pada Bank . Penyerahan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal ……………………. yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan...

............................... Nomor . Nomor ..... tanggal ........ 5................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... 2.... dengan segala perubahannya........tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Kedua belah pihak menyatakan setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu perjanjian pelaksanaan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.... Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop....... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..... tanggal .. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN ......... Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . Nomor..... 1... Nama Jabatan Alamat : .. Bahwa berdasarkan : 1...... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor .... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara............................. tanggal ... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1... 4..... : ....... ……………............. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................. 2.................................. tanggal ..tahun dua ribu .......tanggal . 3............ dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ....... tanggal ........I/ Pemerintah Daerah . tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. 2........ 6........... tanggal................ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............. tanggal .... : . Nama NIP Jabatan Alamat : ........................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............................................. Surat Keputusan .... Nomor ..............................................Pada hari ini ... tanggal ……………… bulan …………………...........................................

.. yaitu melaksanakan Pemborongan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………….. …………………… atas nama PT/CV/Firma/Kop .... (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan melalui KPPN/Kas Daerah... Pasal 4 JANGKA WAKTU PELALKSANAAN (1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender setelah Surat Perjanjian Kerja ditandatangani..... (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan.... telah disepakati sebesar Rp...... Pasal 5 CARA PEMBAYARAN (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp.. (2) Pajak-pajak lain yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA.. termasuk diantaranya adalah force majeure. Sesuai rincian pekerjaan terlampir..... …………………….. ………………………… (dengan huruf) sudah termasuk pajakpajak.. seperti tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. No. ke Rekening Bank ………………. Pasal 3 HARGA BORONGAN Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………….. .. Pasal 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………….

Pasal 6 SANKSI Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada Pasal 4 ayat 1. (3) PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. (5) Bilamana “Keadaan Memaksa ditolak PIHAK Pertama maka berlaku ketentuanketentuan dalam perjanjian ini. Pasal 8 PEMBATALAN PEMUTUSAN SURAT PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata . (4) Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA Tidak memberikan jawaban. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. Pasal 7 KEADAAN MEMAKSA (1) Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila kelambatan disebabkan keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasanalasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. (2) PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan bersama. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan seluruhnya untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum denda 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya.

(2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. Pasal 10 LAIN-LAIN Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. maka semua pekerjaan telah selesai dan terpasang termasuk bahan-bahan yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan / Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. . (2) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini. (2) Apabila dengan cara musyawarah untuk mufakat tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. (3) Proses penyelesaian dengan cara musyawarah atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas dengan bukti bahwa PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PENYELESAIAN PERSELISIHAN (1) Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah tidak berubah di Pengadilan Negeri …………………………………………….

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . (2) Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya dengan 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.Pasal 11 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas di …………….

. ……………………….. 1 Tahun 2004 Keputusan Presiden No... KEDUA : Harga borongan seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut diatas... Mengingat : 1. c.. Tanggal …………………………………………………………………… Bahwa berdasarkan penetapan penyedia barang/jasa tersebut perusahaan ………………………… dengan harga Rp. ………………………………………………………………...... sebesar Rp. Bahwa hasil evaluasi pengadaan barang/jasa Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………… telah dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana mestinya. Undang-undang No. Menimbang : a. 42 Tahun 2004 Keputusan Presiden No.... 61 Tahun 2004 MEMUTUSKAN b. (dengan huruf) dinyatakan sebagai penyedia barang/jasa.... 3. …………………………... (dengan huruf) termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan dan peraturan perundingan yang berlaku. Bahwa penetapan penyedia barang/jasa tersebut diatas telah ditetapkan dengan surat Nomor : ……………………….. ..SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ………………………… KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………………………………... Menyatakan PERTAMA : : Menunjuk : Nama Perusahaan Alamat NPWP : : : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………………………………………….. 2.

. akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya. KEEMPAT : KELIMA : Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Ditetapkan di Pada tanggal PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. : : PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Anggaran Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .KETIGA : Jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan apabila ……………………….. Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja ini.. pekerjaan harus sudah selesai dilaksanakan.. Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini... tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. maka untuk setiap hari keterlambatan akan dikenakan sanksi denda yang besarnya ditetapkan sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan.

.......... ................. dengan segala perubahannya......................... Nama NIP Jabatan Alamat : ............. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... : ................... tanggal ......................................I/ Pemerintah Daerah ................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...... 2.... Nomor ......... tanggal ........................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............................ Pada hari ini ..... Nama Jabatan Alamat : ........... : .................................... tanggal ……………… bulan …………………........... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............................. Nomor .tahun dua ribu ............SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : Tentang PEKERJAAN PENCETAKAN BUKU ....................................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........................ …………….... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pencetakan Buku ..........…Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.......

Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. Waktu pelaksanaan pekerjaan pencetakan buku……………………………. naskah yang telah diedit dan dikoreksi oleh PIHAK KEDUA hendaklah diperlihatkan terlebih dahulu kepada PIHAK PERTAMA untuk dikoreksi sekali lagi untuk menghindari salah cetak. Sebelum buku naik cetak.… 2. sebagai berikut : No 1 Spesifikasi PENCETAKAN BUKU (……………………sebutkan judul buku) Jelaskan spesifikasi buku yang mau dicetak misalnya ukuran buku ……. harus diselesaikan tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal………atau selambat-lambatnya tanggal………………. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah.. x ……. Volume ………………. cm kertas yang digunakan HVS ………gram dicetak berapa warna cover biasa apa lux jumlah halaman dan lain-lain berkenaan dengan buku yang akan dicetak. Pasal 3 . 3. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak.Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pencetakan buku ………………………..

. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN BARANG 1. . Segera setelah buku tiba di lokasi. 4.... harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak buku yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan.. 2..PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seijin PIHAK PERTAMA Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN 1.... Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti buku yang ditolak tersebut.. 6.. 2. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan 3. 3. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA Pasal 6 SANKSI 1. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ... 5.....

2. 5. banjir dan sebagainya ) kebakaran. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. . 3. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. 4.huru-hara.2. peperangan. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 9 PERSELISIHAN 1. Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

... 6. tanggal ……………. 4. tanggal ……………. tanggal ……………… 10. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. 9. 11. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan Pengadilan Negeri. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul.2. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ……………………………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………... 3. 2. tanggal ………………... Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………….. Berita Acara Evaluasi. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. 7.Nomor : ………………. tanggal ……………. ……………….. 5. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. tanggal …………….. Pengumuman hasil pelelangan Nomor : ………………………. Undangan Pelelangan Nomor : ……………………………….. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian. tanggal ………………………… 12. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Pasal 11 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. tanggal ……………….. Penawaran Harga Nomor : …………….. . Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. 8. tanggal …………. tanggal … Pasal 12 LAIN-LAIN 1.

NIP. 3.. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di………….2.. ………………………………….. pada hari. Pada hari ini. …………………………………. : ………………………………………. . SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. bulan dan tahun tersebut di atas.. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………. PIHAK KEDUA. : ………………………………………. …………………………………. Direktur ……………………………. tanggal.. PIHAK PERTAMA. …………………………………... …………… tanggal …………………………. Tahun ……………………………. Surat perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama..pada hari dan tanggal tersebut di atas..

Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. Yang berkedudukan di ………………………………………. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA... oleh Notaris …………………….. Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. 6.. PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan..Berdasarkan Keputusan ……………. : ……………………………………….. : ………………………………………. Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………. Nomor : ………………….adalah sebesar Rp. tanggal ……………... dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………. Paling lambat dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini.. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. 3..... Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA. Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA.. 7. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. Harga Pencetakan buku……………………………………………... Tanggal ……………………… 2.. ……………………. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga...... dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah ……………………... Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya ... 4.. (dengan huruf). Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……. (dengan huruf). selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. yang spesifikasi teknisnya sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. untuk keperluan Kantor …………………………………………………. sebagai Pencetak Buku . dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : 1... 5...... Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………..

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ..PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ....

........................ SH.......II CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PEMBANGUNAN FISIK SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN ……………………… Nomor : Tanggal : ……………..... .... ……………... Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut......... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah ........... Sesuai dengan Akte Notaris Nomor ........... .................. tanggal ............... dan Akte Perubahan terakhir Nomor ..... ........ ketentuanketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : .......... Jabatan Alamat Kantor : : : : ....telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor .. yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Dengan II......... Nama NIP... tanggal .......................... . .. Nomor .. kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara I......... dari Notaris ................................................. PT/CV/Firma/Kop. ................... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU.... tanggal ................................................ Pejabat Pembuat Komitmen Kantor .. tanggal ................ bulan ..................... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala ........... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop......... tahun Dua ribu ... Pada hari ini............. Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : ...................................

...... Berita Acara : i............................. Tanggal : .... d.................. ........... b............ e......... Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………………… Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Pemborongan Nomor : .... dan memelihara pekerjaan..... yang berlokasi di ………………………………………………………………… PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK KESATU untuk melaksanakan................ Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ........ Pembukaan surat penawaran beserta lampiran Hasil Pelelangan beserta lampiran Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Shop Drawings Jaminan Pelaksanaan f.......... 2.............................. serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.............. c.................. Tanggal : ......... Penjelasan Pekerjaan beserta lampiran ii............ PIHAK KESATU memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan ………………..... tanggal 31 Desember 200....................... Tanggal : .. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1.... Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a......... menyelesaikan....... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor . Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ..Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja d. Apabila Badan Hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. 1. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 2.. g. Bahan. Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoerin bij aaneming van openbare werken. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. c. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan pengawas pekerjaan tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 3. 61 Tahun 2004 dan No. e.. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan sesuai kewenangan yang telah ditentukan. pengujian dan pengkoreksian. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN 1. j.2. alamat …………………………………………… sebagai pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK KESATU. 32 Tahun 2005. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. PIHAK KEDUA wajib mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan. f. maka PIHAK KESATU menunjuk …………………. b. h. Keputusan Menteri PU Nomor : 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 yang diperbaharui dengan KEPPRES No.…. i. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. . dan telah diketahui PIHAK KEDUA. 2. peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/ M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

PIHAK KESATU berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. 8.3. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK KESATU. 9. 11. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK KESATU. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purna jual. 13. 10. PIHAK KESATU berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. 7. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. 12. 5. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melakukan pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. . PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. 4. 14. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. PIHAK KEDUA harus menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. Pasal 5 TENAGA KERJA 6. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri.

Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. 5. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Isian Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK KESATU.1. 4. Asuransi tersebut bisa dilakukan menurut variabel jumlah pekerja yang ada di lapangan. . dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. dan diserahkan kepada PIHAK KESATU selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja. Jika PIHAK KESATU meminta PIHAK KEDUA untuk memperhatikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alasan atas permintaan tersebut. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 11. 3. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK KESATU akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakannya. 8. 12. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. 7. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK KESATU. 10. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK KESATU dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. 6. 9. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 2.

dan hal ini tidak mengurangi kewenangan Pengawas Pekerjaan. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub Kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 14. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan Sub Kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor. sesuai dengan bidang keahliannya. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. Sebelum dilakukan Serah Terima I (KESATU) pekerjaan kepada PIHAK KESATU. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada Sub Kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para Sub Kontraktor. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada Sub Kontraktor. maka PIHAK KESATU dapat memberlakukan Pasal 18. baik di dalam maupun di luar pengadilan. tunduk pada peraturan-peraturan perburuhan yang berlaku. 15. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada Sub Kontraktor atas persetujuan PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada Sub Kontraktor atau PIHAK KETIGA.13. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan Sub Kontraktor (termasuk dengan Sub Kontraktor Golongan Ekonomi Lemah) setempat.

... dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA.. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK KESATU dalam keadaan baik. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan..Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (Serah Terima I) ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)..... Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini maka PIHAK KESATU dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Jaminan Pelaksanaan : a..... Surat Jaminan tersebut harus dikeluarkan oleh Bank Pemerintah Besar Nilai Jaminan adalah 5% dari Biaya Pekerjaan Borongan atau sebesar 5% x Rp.. akan diserahkan kembali oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. Dalam Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dalam huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik negara dan b...(dengan huruf) Surat Jaminan tersebut pada huruf a ayat 1 pasal ini...... PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU Jaminan Pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat Perjanjian ini ditandatangani.... .. Berkaitan ayat 2 pasal ini. kecuali PIHAK KESATU telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur dalam Perjanjian Tambahan (Addendum).. = Rp. .... yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I.. Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1... setelah Serah Terima II pekerjaan fisik dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh PIHAK KESATU... Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian..

dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA, bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Masa berlaku Surat Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan berakhir berdasarkan kontrak. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan, maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. PIHAK KESATU dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan uang muka berupa surat jaminan Bank Pemerintah atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) sebesar 20% dari biaya pelaksanaan borongan atau sebesar 20% x ………………………… Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini, secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini, dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. …………………….. (……………………………………………………………………………. ) yang merupakan

b.

c.

d.

biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan pada DIPA Nomor …………………….. tanggal 31 Desember ……………… Dalam jumlah biaya, pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Volume, harga satuan pekerjaan, satuan upah dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan Lumpsum, tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Termin ke Uang muka Sebesar dari harga borongan 20% x Nilai Kontrak Atau sebesar (Rp.) Jika pekerjaan diterima telah bernilai Sudah diterima Jaminan Uang Muka dari Bank Umum/Asuransi sebesar nilai uang muka 35% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 65% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 100% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Setelah masa pemeliharaan dilampaui dengan baik yang dibuktikan dengan Berita

I

(35% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

II

(30% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

III

(30% x Nilai Kontrak)- (30% x Uang muka)

IV

5% x Nilai Kontrak

Acara Serah Terima II Pekerjaan Pelaksanaan Jumlah 100%

Tahap-tahap pembayaran di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………… sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditransfer ke Bank ………………………. Nomor Rekening ………………. atas nama PT/CV/Firma/Kop. ………………. Pasal 12 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga bahan, peralatan dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan, peralatan dan upah tersebut, kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala biaya sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung PIHAK KEDUA dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berlaku dengan pelaksanaan pekerjaan ini, dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan, hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU dengan menyebut jenis, volume dan rincian pekerjaan secara jelas. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh Kedua belah pihak, jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini.

2.

3.

Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari harga borongan yang sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Adanya pekerjaan tambah-kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan, kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Untuk pekerjaan tersebut di atas, dibuat perjanjian tambahan (addendum). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai (100%). Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

4.

5. 6.

1.

Yang dimaksud dalam “Keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu :

Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dan banjir) Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacuan (kecuali karyawan kontraktor) Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA) Keadaan Memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah. 2. Apabila terjadi “keadaan memaksa”, maka : a. PIHAK KESATU menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Apabila selama 3 hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK KESATU tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK KESATU untuk mendapat persetujuan tertulis. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU tentang “keadaan memaksa” tersebut, PIHAK KESATU tidak memberi jawabannya, maka PIHAK KESATU dianggap menyetujui adanya “keadaan memaksa” tersebut. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan / persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK KESATU. e. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan. f. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan Sub Kontraktor.

3.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK KESATU maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 7, pasal 16, dan pasal 18 dalam surat perjanjian ini.

Pasal 16 SANKSI / DENDA Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Dokumen Kontrak Perjanjian ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “denda kelalaian” sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini, maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima perseratus) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK KESATU, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata.

Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut pemborongan yang telah dimulainya. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk Pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK KESATU. 3.Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK KESATU dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK KESATU memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung tanggal Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan oleh PIHAK KESATU. maka PIHAK KESATU akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan pemborongan ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK KESATU. 2. memperlambat Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK KESATU sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK KESATU dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK KESATU. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang Sub Kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. .

PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU pada saat penyerahan 1 pekerjaan yakni gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN . dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan.4. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK KESATU foto-foto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. akan diselesaikan secara musyawarah. selama pelaksanaan di lapangan maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK KESATU. pelaksanaan. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. serta catatan. Dalam hal demikian.. Apabila perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri di ………………. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Laporan dan atau catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. maka Jaminan Pelaksanaan yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU menjadi milik negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. laporan. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan Sub Kontraktor. Pasal 20 LAPORAN Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK KESATU untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. dibuat berbentuk buku harian rangkap 5 (lima) diisi pada format yang telah disetujui pengawas pekerjaan dan harus selalu berada di tempat pekerjaan.

.... PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran / Barang NB : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber dari pekerjaan pembangunan fisik .....Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya...... masing-masing untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini... Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri di ..... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Pasal 22 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini.. pada hari dan tanggal tersebut di atas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA..

1.4 Milyar .Senilai Rp.

...... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender.” Yang berlokasi pada ………………………………………………………………….... …………………..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2. Jumlah biaya pekerjaan pembangunan tersebut sudah termasuk PPN 10% serta pengeluaran lainnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku....... meliputi pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik seperti tercantum dalam Surat Penawaran Nomor …………….................. Nama NIP Jabatan Alamat : .........000000 Untuk melaksanakan pekerjaan : “Pembangunan ………………………………………….SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ………………………………............tahun dua ribu ... tanggal ……………… bulan ………………….. Terbilang : ……………………………………………................ : ........................................ Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : .. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Tanggal 31 Desember ………..................... Dengan syarat-syarat / ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Biaya pekerjaan Pembangunan …………………….....000000................. 0000.... ……………........ Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ................... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... ini akan dibayarkan dari DIPA Nomor …………………..... .................... tanggal ……………… dengan biaya sebesar Rp. terhitung sejak tanggal ………………... sampai dengan …………………… Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya........ Yang menerima perintah PT.............. Pada hari ini .

..... tanggal ……………… bulan ………………….................. .SURAT PENYERAHAN LAPANGAN Nomor : ……………………………………. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2.........000000............................ ……………. : ..... Pada hari ini ....................tahun dua ribu ......... tanggal ……………. Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : ...... pada Kantor…………………terletak di Jalan……….......................... berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ………………………...... Demikianlah Surat Penyerahan Lapangan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Nama NIP Jabatan Alamat : .000000 Dengan ini menyatakan : PIHAK KESATU menyerahkan lapangan kepada PIHAK KEDUA sebagai Pelaksana pekerjaan Pembangunan ………………………………........................................................ PIHAK KESATU Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ....... PIHAK KEDUA akan melaksanakan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja dikeluarkan... PIHAK KEDUA PT..................... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........ 0000... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......(sebutkan kotanya) ...........

........ Tanggal : …………………………………... tanggal ................ Nomor : ………………………………….. Nama Jabatan Alamat : ................. : …………………………………... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......I/ Pemerintah Daerah .......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................. Kedua belah pihak berdasarkan : Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….................. 2...........tahun dua ribu .. Nomor ..................................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ : ..... …………….......................... dengan segala perubahannya.. Nama NIP Jabatan Alamat : ....../……/……. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Renovasi Aula dan Pem buatan Lapangan Parkir......... : ................ Pada hari ini ...SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir Nomor : ………/……/…. tanggal ................. Nomor ..................................... Pengum um an Nomor Tanggal Tentang : …………………………………................ tanggal ……………… bulan ………………….. : Pengum um an Pem enang Pelelangan ...........................

dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 1971. Lampiran – lampiran dimaksud adalah sebagai berikut : Gambar-gambar [termasuk gambar detail]. Peraturan Beton Bertulang di Indonesia Tahun 1977. Tanggal : …………………………………. yang disyahkan dengan Surat Keputusan Pemerintahan Hindia Belanda Nomor : 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi sebagaimana tersebut dalam lampiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. . Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dan Berita Acara Aanwijzing/Penjelasan Pekerjaan. Diikuti semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering Van openbare werkwn. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima pekerjaan tersebut. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Pem buat Komitm en Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. yaitu untuk melaksanakan pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir pada Kantor ………………………………………….Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan-bahan dan alat-alat tersebut dari lokasi pekerjaan dalam jangka waktu 2 x 24 jam. .IV/02/1998. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 61/KPTS/1981. alat-alat dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan pemborongan tersebut dalam pasal 1 perjanjian ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. Tidak tersedia bahan-bahan dan alat-alat.Se. jika kualitas nya tidak memenuhi persyaratan. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam pasal 3 Perjanjian ini. tentang keselamatan kerja. Peraturan Pembangunan Pemerintahan Daerah setempat. 6544/D. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia tahun 1961. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. kemudian menggantikannya dengan yang memenuhi persyaratan. …………………………. keahlian serta keterampilannya. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Undang-Undang Nomor : 1 tahun 1970. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000. PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS Pekerjaan berhak disediakan oleh PIHAK KEDUA.36/A/21/0298 tanggal 10 Pebruari 1998. Pasal 3 DIREKSI / PENGAWAS PEKERJAAN Sebagai Direksi untuk pengawas pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh …… ……………………………………. 18 tahun 2000. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gedung yang baik untuk penyimpanan bahan-bahan dan alat-alat tersebut guna lancarnya pekerjaan. dan petunjuk teknis Keppres No. Pasal 4 BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT Bahan-bahan. Yang beralamat di Jalan ………………………. Jika Bahan-bahan dan alat-alat tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA/ DIREKSI PENGAWAS pekerjaan.. maka mencapai tujuan perjanjian.. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS No. Pasal 5 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan berjalan seperti yang ditetapkan.

Apabila terjadi “KEADAAN MEMAKSA”. Menunjuk pimpinan pelaksana/Tenaga ahli ini harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. huru-hara. demikian juga pada waktu keadaan memaksa berakhir. Pimpinan Pelaksana/Tenaga Ahli yang digunakan oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat yang diperlukan. angin puyuh dan banjir]. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANA Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% (seratus persen) siap yang disebut dalam pasal 1 perjanjian ini ditetapkan selama 75 (tujuh puluh lima) hari kalender terhitung tanggal …………………. Kebakaran. PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa serta disertai bukti-bukti yang syah. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Perang. dan berakhir tanggal …………………………… Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dirobah oleh PIHAK KEDUA. yang dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk dari PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai perbuatan oleh orang-orang yang dipekerjakan olehnya. bahwa waktu penyelesaian dapat diperpanjang. maka PIHAK KEDUA segera mengganti dengan ahli lain yang memenuhi syarat tersebut. [gempa bumi. Pemogokan. Hal-hal lain yang diluar dari wewenang PIHAK KEDUA. Pasal 6 PELAKSANAAN PEKERJAAN OLEH PIHAK KEDUA Ditempat pekerjaan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pimpinan pelaksana yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Pemberontakan dan Epidemi. kecuali adanya “Keadaan Memaksa” seperti diatur dalam pasal 8 perjanjian ini dan harus disetujui oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis. yang secara keseluruhan berhubungan dengan penyelesaian pekerjaan ini. .PIHAK KEDUA diwajibkan menyelenggarakan program Asuransi Sosial Tenaga Kerja [Astek] sesuai dengan ketentuan dan peraturan Pemerintah yang berlaku. tanah longsor.. Pasal 8 KEADAAN MEMAKSA Yang termasuk dalam “KEADAAN MEMAKSA” adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : Bencana alam.

= Rp. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang jaminan pelaksanaannya. tentang “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. Apabila PIHAK KEDUA tidak mengindahkan perintah ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. Surat jaminan Bank tersebut dikembalikan kepada kontraktor selaku PIHAK KEDUA setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) siap. PIHAK PERTAMA akan menyetujui. maka pekerjaan perbaikan ini dilaksanakan oleh PIHAK KETIGA atas perintah PIHAK PERTAMA dengan biaya yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Dalam masa pemeliharaan. atau menolak secara tertulis keadaan memaksa itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam. Pasal 9 MASA PEMELIHARAAN Masa pemelihataan atas kesil pekerjaan selama 45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan diserah terimakan untuk pertama kalinya. …………………………………………………… Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender semenjak Surat perjanjian ini dinyatakan berlaku. PIHAK KEDUA diwajibkan atas perintah PIHAK PERTAMA dengan segera mengadakan perbaikan/pembetulan segala kekurangan dan cacat.Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. Jaminan Pelaksanaan tersebut pada ayat 1 pada pasal ini dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA secara langsung apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini atau apabila Pemutusan perjanjian. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya. sejak ada pemberitahuan tersebut. …………………. Apabila terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak pemberitahuan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan pekerjaan berupa surat jaminan Bank Pemerintah/Bank lain/Lembaga Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sebesar 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan = 5% x Rp. Pasal 11 HARGA BORONGAN . ……………………….

khususnya untuk pekerjaan pemborongan.. (…………………………………………………………………………. Pembayaran tersebut di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara /Kas Daerah ……………………. Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan-bahan. Pasal 13 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut dalam pasal 11 diatas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Syarat-syarat pembayaran /Termyn : Angsuran termyn dibayar sesuai dengan nilai prestasi yang dilaksanakan dengan rumus sebagai berikut : Rumus : NA = [P-P’] x NB [P-P’] UM NA : Nilai Angsuran dalam rupiah P : Nilai prestasi yang dicapai dalam persen P’ : Nilai Prestasi yang telah dibayar dalam persen NB : Nilai borongan UM : Uang Muka telah Pembayaran Termin yang diperhitungkan dengan rumus tersebut pada ayat 1.. ditanggung oleh PIHAK KEDUA. alat-alat dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan borongan ini berlangsung. Pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dibayar 95% (sembilan puluh lima persen).a harus bernilai minimum 10% [sepuluh persen) dari jumlah borongan. alat-alat dan upah terkecuali apabila terjadi tindakan/kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia di bidang moneter. …………………) dan merupakan jumlah yang pasti yang dibebankan kepada : DIPA : ……………………………………… Nomor : ……………………………………… Tanggal : ……………………………………… Pasal 12 KENAIKAN HARGA BAHAN-BAHAN Kenaikan harga bahan-bahan.. Pembayaran Uang Muka . Angsuran terakhir sebanyak 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan dibayar setelah pekerjaan melalui masa pemeliharaan sesuai dengan pasal 9 perjanjian ini dinyatakan dengan suatu Berita Acara Serah Terima ke – 1 antara kedua belah pihak.Jumlah harga borongan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. ……………….

. guna menghindarkan bahaya yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan. PIHAK Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan.Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga borongan yaitu sebesar 20 x Rp. setelah PIHAK PERTAMA menyetujui surat permintaan uang muka dari PIHAK KEDUA dengan disertai kuitansi/rencana penggunaan dan kebutuhan serta jaminan uang muka sebagaimana ketentuan yang berlaku. Untuk perjanjian diatas dapat dibuat pekerjaan tambahan (addendum). Pasal 15 PENGAMANAN TEMPAT KERJA DAN TENAGA KERJA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keamanan tempat kerja/tenaga kerja. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban. …………………………………………………………………………………………………………. hanya dianggap syah sesudah mendapat perintah tertulis dari Direksi Pekerjaan /PIHAK PERTAMA. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasardasar yang disetujui oleh kedua belah pihak. …. kebersihan halaman. kecuali atas persetujuan tertulis Direksi pekerjaan/PIHAK PERTAMA. KEDUA. dalam hal ini para tenaga kerjanya tinggal sementara di lokasi pekerjaan. dilakukan setelah kedua belah pihak setuju dengan cara memindahkan kedalam rekening Bank PIHAK KEDUA yaitu pada Bank ………Nomor Rekening ………………. bertanggung jawab/wajib menyediakan sarana untuk menjaga keselamatan para tenaga kerjanya. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan yang dilampirkan bersama ini. ………………… = Rp. dengan menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan secara jelas. maka PIHAK KEDUA diwajibkan memberikan pertolongan kepada korban dan segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibatnya menjadi beban / tanggung jawab PIHAK KEDUA. bangunan-bangunan. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpanan – penyimpanan atau perubahan – perubahan yang merupakan penambahan pekerjaan. a. alat-alat dan bahan-bahan bangunan selama 75 (tujuh puluh lima) hari pekerjaan berlangsung.

Hubungan tenaga kerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur khusus tunduk kepada peraturan perburuhan yang berlaku. kecuali jika PIHAK PERTAMA telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerugian yang timbul. Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 7 perjanjian ini. Jika pada waktu pelaksanaan pekerjaan terjadi kemacetan-kemacetan yang diakibatkan tidak masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan atau alat karena semata-mata kesalahan PIHAK KEDUA maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawan PIHAK KEDUA Segala persoalan dan tuntutan para tenaga kerja menjadi beban dan tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar ‘Denda keterlambatan’ sebesar 1/000 (satu permil) dari harga borongan sampai sebanyak-banyaknya 5 0/0 (lima persen) dari harga borongan. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah akibat dari bencana atau dengan cara apapun sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. atau dengan kata lain bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan ini baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA sebagian atau seluruhnya musnah disebabkan oleh sesuatu cacat-cacat tersembunyi dalam strukturnya atau disebabkan oleh retaknya tanah. Bilamana PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian – kerugian bagi PIHAK KETIGA (Orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini). Pasal 18 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan AV pasal 54 (SU) terhitung sejak tanggal penyerahan hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. maka segala kerugian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Alternatif : Jika terjadi perselisihan antara kedua belah Pihak. maka perselisihan ini akan diputuskan melalui Badan Arbitrase Nasional (BANI). sebagai ketua yang disetujui oeh kedua belah pihak. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. tergantung alternatif mana yang akan dipilih oleh kedua belah pihak. Biaya penyelesaian termasuk dalam ayat 2 pasal ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri ………………….Penyelesaian perselisihan terdiri atas 2 (dua) alternatif. . maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. akan ditanggung secara bersamaan yang sama besarnya. Alternatif 2 : Jika terjadi perselisihan antar kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak terdiri dari : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Untuk Surat Perjanjian ini akan ditetapkan oleh kedua belah pihak di kemudian hari. putusan mana mengikat secara mutlak untuk tingkat pertama dan terakhir. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA. Pasal 19 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan perjanjian ini secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari sebelumnya setelah melakukan peringatan / Teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut jika PIHAK KEDUA : Dalam waktu 1(satu) bulan terhitung tanggal Surat Perjanjian ini tidak/belum mulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur pasal 1. Secara langsung/tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak diterima oleh ssalah satu pihak atau kedua belah pihak. Dalam waktu 1 (satu) bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya.

selebihnya diberikan kepada Pihak-pihak yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pemborongan ini. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) terdiri dari 2 asli bermaterai cukup yang sama kuatnya untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain atas kehendak dan berdasarkan pilihan sendiri menurut ketentuan yang berlaku untuk menyelesaikan pekerjaan pemborongan tersebut. Dalam hal demikian. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 22 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian Pemborongan ini atau perubahan – perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian. gambargambar. perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan lainnya yang berhubungan dengan Surat Perjanjian Pemborongan ini. maka Jaminan Uang Muka sebagai termaksud pasal 14 menjadi milik negara. Jika terjadi Pemutusan hubungan Perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 23 PENUTUP . Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini. Pasal 20 BEA MATERAI DAN PAJAK-PAJAK Bea materai dan pajak-pajak lainnya yang berhubungan dengan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan –peraturan yang berlaku. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. jaminan Bank yang telah diserahkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA akan dicairkan oleh PIHAK PERTAMA dan diperhitungkan dengan prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan PIHAK KEDUA.Jika pekerjaan pemborongan ini tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

. ……………………………………. .Sejak ditanda-tanganinya Surat Perjanjian ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA ……………………………………. ………………………. ……………………………… ……………………….. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi apabila ke dua belah pihak tidak memenuhi kewajibannya.. PIHAK KEDUA ……………………………………. Mingguan dan Bulanan Dengan dan karena ketentuan Ayat (1) dan (2) pasal ini. bulan dan tahun sebagaimana tersebut di atas. selama dan sesudah perjanjian ini berlaku bagi PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang meliputi : Penawaran Kontrak Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Rencana Berita Acara – Berita Acara Laporan harian... tanggal. mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku bagi kedua belah pihak berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Yang dimaksud dengan dokumen-dokumen tersebut Ayat (1) pasal ini adalah dokumen-dokumen yang ada pada saat mulai. Surat Perjanjian Pemborongan ini ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dan mulai berlaku pada hari. maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini dan seluruh ketentuan di dalam dokumen kontrak merupakan satu kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini termasuk segala sanksinya.

..... tanggal ……………… bulan …………………............................. PIHAK PERTAMA memberikan perintah kerja kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : Nama Pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembangunan Lapangan Parkir ………........ : ............ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.............. ……………. Ketentuan Lain : Akan diatur dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 6 (enam) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama........ …………………………… PIHAK KESATU............................ Tempat.. PIHAK KEDUA...... …………………………… dan …………………………… …………………………… ......... tanggal ......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.................... ……………………………………………...Pada hari ini ................000000 Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) : Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........................... Waktu Pelaksanaan : 75 (tujuh puluh) hari kalender Imbalan Jasa : Sebesar Rp. : 0000.........000000......... Nama NIP Jabatan Alamat 2..........tahun dua ribu ..... : ....... ……………………………………………………..... Nama Jabatan Alamat NPWP : ..... …………………………… Lokasi : ……………………………………………………………………….. : ......

....................... tanggal ……………… bulan …………………..... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................. Nama Jabatan Alamat : .......... 2... tanggal ...................................................................................... Nomor .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......... : .............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...................tahun dua ribu .. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....I/ Pemerintah Daerah ..........III CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PERENCANA SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN ------------------------------------------------------------------------Nomor : …………………………................... Tanggal : ……………… Pada hari ini .... ……………............................ : .... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................... Nama NIP Jabatan Alamat : ............... tanggal ............. dengan segala perubahannya............................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : ......... Nomor .....

dan rencana perkiraan biaya. pra rancangan bangunan termasuk program dan konsep ruang. detail utilitas. pelaksanaan g. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. e. detail struktur. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. Mengadakan pelelangan seperti : membuat PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai Keperluannya. f. h. antara lain : a. c. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan …………………………………………. (termasuk penyelidikan tanah sederhana) membuat interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah setempat / perijinan bangunan. Membuat pengembangan rancangan teknis seperti : rencana arsitektur. d. Aanwijzing. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan.1 Paket lokasi kegiatan di…………… Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Membuat pra rancangan teknis seperti : rencana tampak. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawing). b. Membuat rancangan gambar detail seperti : gambar detail arsitektur. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan. informasi .Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. perkiraan biaya. struktur.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. c. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Tanggal : ………………………. e. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/ Jasa Pemerintah. Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2003 Tentang Bangunan Gedung d. Tanggal : ………………………. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu : a. c. . e. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Tanggal : ………………………. b. 2. Nomor : ………………………. Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. d.Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Surat Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. f. Surat Usulan Penetapan Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Tanggal : ………………………. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) …………………………… Nomor : ……………………….

n. l. h. ii.g. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia PPKI Tahun 1961. iv. 339/KPTS/M/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengguna Jasa Konstruksi dalam Instansi Pemerintah. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN . v. m.1989 tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) Tahun 1982. Peraturan Beton Indonesia 1971. SNI 03-1729-1989 tentang Tatacara perencanaan Baja untuk gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. vii. o. SNI 03-2847-1992 tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. SNI 03-2410-1989 tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03-1736-1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Pedoman Plumbing Instalasi Listrik Tahun 1997. Selain ketentuan tersebut diatas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. vi. SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. SNI 03-1727. iii. q. Peraturan Bangunan Baja Indonesia (PBBI) Tahun 1984. p. r. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung antara lain : i. Peraturan Pembebanan Baja Indonesia PPI-RI-18-1997. SNI 03-3990-1995 tentang Tatacara Instalasi Penangkal petir untuk bangunan. i. j. s. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. k. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1997.

. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari kegiatan ini dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. Konsep penyiapan rencana teknis. 7. metoda pelaksanaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. jumlah dan kualifikasi tim perencana. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. dan tanggung jawab waktu perencanaan. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN 3. 2.1. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Tahap Konsep Rancangan Teknis. 8. 6. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. a. termasuk konsep organisasi. 5. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan – ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 3 (tiga). PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH. 9. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Perdata. 4.

Tahap Pengawasan Berkala Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. Perkiraan biaya pembangunan d. a. 5. 2. 4. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan).b. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. Dokumen petunjuk penggunaan. Tahap Pra-rancangan Teknis a. f. Gambar-gambar rencana tapak b. peralatan / perlengkapan /bangunan (bila ada). organisasi hubungan ruang. Gambar rencana teknis bangunan lengkap b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) c. Tahap Rancangan Gambar Detail a. 3. lengkap dengan perhitungan yang diperlukan. Tahap Pengembangan Rancangan. 2. Draf rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). dll. dll. Laporan perencanaan arsitektur. Laporan data dan informasi lapangan. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan c.3 dan 4 Perjanjian ini ditetapkan selama 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan ditanda tangani di atas material dan disetujui oleh Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Gambar Pengembangan rencana arsitektur. keterangan rencana kota. struktur utilitas. struktur. Tahap Pelelangan a. Rencana anggaran biaya (RAB) e. Gambar-gambar pra-rencana bangunan c. termasuk program ruang. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan b. Draf rencana anggaran biaya d. termasuk penyelidikan tanah sederhana. dan perawatan 6. c.2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. pemeliharaan. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) e. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) d. b. Konsep skematik rencana teknis. .

. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanan mencapai 25%.……. Pembayaran tahap kesatu sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. merupakan biaya yang pasti dan tetap (Lumpsum Fixed Price) yang dibebankan pada DIPA ………………………. Sub Kegiatan. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 2. Program.3. Tahun Anggaran …….. ………………………. …………… (………………………………………………. ……. Nomor Kode Fungsi. Nomor : …………………… tanggal 31 Desember ………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan Tahap Konsep Rancangan teknis dan Tahap Pra-Rancangan teknis.. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp. Fungsi. …………………………………………………………. ………………………………). Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 4.. 1. 2. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara terhadap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. . yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. …………… (………………………………………………. kegiatan. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Dalam Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. (……………………………………………….

3..(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Nomor : ………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. …………… (……………………………………………….…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 50%. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang 4. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada Tahap Pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap ketiga sebesar 30% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah ……. ………………………………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Pengembangan Rancangan dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari kontraktor Pelaksana Kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp.000. (……………………) dibayarkan ÿÿtelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. . 4.. ……………(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.6.dan disalurkan ke Rekening PIHAK KEDUA pada Bank …………………………. 2.. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap kelima/terakhir 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Rancangan Gambar Detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ………. 5.. Pembayaran tahap keempat sebesar 5% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 6. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. . 3. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan.

sehubungan dengan pekerjaan perencanaan ini. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/memberikan/memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. yang mempunyai wewenang /kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Penunjukan Penanggung Jawab Pekerjaan. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1% (satu persen) dari biaya perencanaan. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencana PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini.cukup jumlah. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap . harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan.

jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. industri lainnya. tanah longsor. badai. dan angin topan. Pemogokan. Pasal 13 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak sehingga pekerjaan/jasa yang telah ditentukan dalam kontrak. . Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 9 ayat 1 perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi.bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut. Gangguan. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. gunung. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam : banjir. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Kebakaran. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. meletus. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. gempa bumi. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. wabah penyakit.

karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut. Pasal 11. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan kahar. maka berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK mendapat persetujuan tertulis. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. Apabila selama PERTAMA tidak PIHAK KEDUA PERTAMA untuk 3 (tiga) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini. Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuanketentuan Pasal 5. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan kahar dari PIHAK PERTAMA. . Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan / teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkan dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati.Apabila terjadi “keadaan kahar”.

Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . Denda kumulatif telah mencapai 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam waktu satu bulan berturut-turut perencanaan yang telah dimulainya. seperti dalam pasal 11 ayat 3 perjanjian ini. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan di manapun yang mungkin timbul serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. maka PIHAK PERTAMA dapat menujuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersebut dalam pasal 1 diatas. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian perencanaan ini. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Dalam hal adanya Pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Jika terjadi klaim atau tuntutan lainnya sehubungan dengan hal tersebut ayat (1) Pasal ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan perencanaan. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan perencanaan ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. serta kegunaan bagi negara.Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. memperlambat PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 15 JAMINAN HUKUM ATAS HASIL PEKERJAAN PIHAK KEDUA menjamin bahwa semua hasil pekerjaan PIHAK KEDUA yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA tidak melanggar hak patent atau hak lain yang dimiliki oleh Pihak Ketiga.

Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ………… pada hari dan tanggal tersebut di atas. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. beserta segala akibat hukumnya. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada Pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah Pihak. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Pasal 18 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 8 (delapan) bermaterai cukup. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. . dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama.Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak telah tempat kedudukan (Domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ……………………….. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini..

NIP : .PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.. Direktur …………………….…………………. PIHAK PERTAMA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………..

.. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. MAK. sejak tanggal konstruksi fisik (………………… ………………… Program. …………….. Diperintah Kepada : Nama Perusahaan Alamat NPWP Nomor Rekening Pada Bank : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan ……………………………………………. Gedung Kantor dan …………………………………………….. Dengan ketentuan sebagai berikut : 1..SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. Keterlambatan pekerjaan tanpa dapat membuktikan terjadi force majeure (halhal diluar kekuasaan perusahaan) dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dengan denda maksimum sebesar 5% (lima per seratus) dari harga pekerjaan. Kegiatan.sampai dengan dilakukannya serah terima pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan terhitung ……………. Menyetujui SPK ini PIHAK PERTAMA …………………………. Sub Catatan : Tanpa hak mengajukan kenaikan harga. Nomor Kode Fungsi. NIP : . Dibebankan pada anggaran : DIPA …………………………………………… tanggal 31 Desember …. Tempat/tgl………………………. Direktur ……………………. Sub Fungsi. ……………………………………………).. Cara Pembayaran : Diatur dalam Surat Perjanjian. ………………………………….. Biaya Perencanaan ditetapkan sebesar Rp.

....................... Nomor ........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....................... : . ……………... LOKASI : Nomor : Tanggal : Pada hari ini .. 2... dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ........... 2................................... dengan segala perubahannya..... Kedua belah pihak berdasarkan : 1............tahun dua ribu ........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.............................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.............................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... tanggal ……………… bulan ………………….......... satu paket ................ DIPA/DPA-SKPD Nomor ………………................. tanggal . Tanggal ………… Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor............ Nama Jabatan Alamat : ............. : ........................................................... tanggal .....................................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PRASARANA FISIK ..........................I/ Pemerintah Daerah ......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................... . Nomor .... tanggal ....................................... Nama NIP Jabatan Alamat : ....... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...................................................................................

perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa. dengan pedoman persyaratan yang telah di tetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan . program pelaksanaan dan rencana pelelangan.. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu: Pedoman Persyaratan /TOR (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis/Biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan..dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan Nomor: S .... penjelasanpenjelasan rencana..... yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ……………………satu paket di ………………………. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku). perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi Membuat rencana lengkap: rencana arsitektur... Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan. Membuat gambar-gambar detail... serta penyelidikan tanah sederhana Membuat rencana tapak. Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2004 beserta lampirannya.... rencana struktur. rencana volume dan biaya. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran.... Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat..di ... menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi..42 / A / 2000 . 061/KPTS/1981.. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No... rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan... Algemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aameming Van Openbare Werken. rencana kerja dan syarat-syarat. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.

Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: . Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.2/05/2000 Tanggal 3 Mei 2000 Keputusan-Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai leveransir dari pekerjaan ini. tanggal 21 Agustus 2002. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) Tahun 1961 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.S-2262/D. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) Tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia.

Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/Kas Daerah …………………. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap.... kepada PIHAK ....... . ………………(dengan huruf) yang dibebankan pada DIPA. sampai dengan tanggal ………………… Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini sebesar Rp.. tanggal 31 Desember 200… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price)............. ....... yang meliputi: Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak. .. Gambar-gambar termasuk gambar detail = 12 exemplar.... Pembayaran kedua sebesar Rp.. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran Pertama sebesar Rp. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar.. Nomor: ………………….PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . yakni sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah fisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan. (dengan huruf)... (…………………………………) yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk. tanggal………………………......... setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.... CD Copy dari gambar-gambar tersebut = I set........

pemogokan dan epidemi. Pasal 10 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan "Keadaan Memaksa" adalah peristiwa-peristiwa seperti berikut: Bencana Alam (gempa bumi. tanah longsor dan banjir). Untuk pekerjaan perencanaan berkala harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai tenaga ahli yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk dari PIHAK PERTAMA.KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank…………………. akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. Penunjukkan tenaga ahli harus mendapat persetujuan dari PIHAK KEDUA. Yang masing-masing mempunyai penyelesaian pekerjaan pemilihan ini. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. TENAGA KERJA DAN UPAH Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. akibat langsung sehingga tertundanya . Perang. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Kebakaran. Nomor Rekening …………… Pasal 8. huru-hara. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA tenaga ahli yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan maka PIHAK PERTAMA. Peraturan Pemerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. dan PIHAK KEDUA segera mengganti dengan tenaga ahli lain yang mempunyai persyaratan tersebut. pemberontakan. keahlian dan ketrampilannya.

Pasal 12 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA setelah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tidak mengindahkan tugas dan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam pasal 1.4 dan 9 Surat Perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan Perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA. pasal 5 ayat 2 dan pasal 12 atau pasal 14. maka akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Bilamana "Keadaan Memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 3 ayat 3.Apabila terjadi "Keadaan Memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya "Keadaan Memaksa" disertai bukti-bukti yang sah. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PEKTAMA tentang "Keadaan Memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Surat perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat "Keadaan Memaksa" tersebut. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian Pekerjaan Perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.. PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelalaian sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya Perencanaan. tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. demikian juga pada waktu "Keadaan Memaksa" berakhir.3. maka setiap kali melakukan kelalaian. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. maka setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA akan dikenakan denda untuk setiap hari keterlambatan sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 5% (lima persen) dari biaya Perencanaan . Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA menyetujui atau menolak secara tertulis "Keadaan Memaksa" itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan tersebut.2.

PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.Denda-denda tersebut dalam ayat 1 dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. Pasal 14. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 5% (lima persen) dari biaya pekerjaan. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. serta tidak dapat diajukan banding. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Jika terjadi pemutusan Perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. apabila: PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat . Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Komitmen Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Nb : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber Dari pekerjaan Perencanaan prasarana Fisik senilai Rp. maka seluruh ketentuan yang tercantum. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar.. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut. Pasal 18 PENUTUP Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak. Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini.. Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini... apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajibannya... 30 juta SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………. termasuk segala' sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undang-undang bagi kedua belah pihak. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini..Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini..

........... ……………........dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .................. ------------------------------------------------------------ .................. Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.....000000.... 2........ : .... ............................Pada hari ini .................................................. Nama Jabatan Alamat SIUJK NPWP : : : : : ..... tanggal ……………… bulan …………………... Konsultan Perencana Pejabat Pembuat Komitmen 3....... Dengan syarat-syarat/ ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2..tanggal.... 0000............. akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan.................................. yang meliputi seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No.tahun dua ribu . Nama NIP Jabatan Alamat : .......... tanggal 31 Desember 200.. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1... Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam berita acara penjelasan (aanwijzing)............ Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No.......... Perencanaan Prasarana Fisik ......... tanggal. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perintah Mulai Kerja ini.......................... .. selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan serah terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik......000000 Untuk melaksanakan Pekerjaan..... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan di tetapkan sejak dikeluarkannya surat perintah mulai kerja ini................... ...

........................ PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikat diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan Prasarana ............ tanggal ……………… bulan ………………….... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1... Nomor ..... LOKASI : ……………………………………………………………....tahun dua ribu ... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....................................................... …………….. dengan segala perubahannya....................I/ Pemerintah Daerah ............ Nomor Tanggal : ………………………………… : ………………………………… Pada hari ini ....... : ...... Nama Jabatan Alamat : ..... …………………………………………………………........ tanggal ..... 2.................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........................................ : ..................... Nomor .......................................tanggal ....... Nama NIP Jabatan Alamat : ............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. tanggal ... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..............................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PERENCANAAN PRASARANA FISIK …………...... ………………………………………………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor.........................

... rencana volume dan biaya. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. d.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA.. serta penyelidikan tanah sederhana. Membuat rencana tapak.. program pelaksanaan dan rencana pelelangan. Membuat rencana lengkap : rencana arsitektur. rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan.... 4. ... dengan pedoman persyaratan yang telah ditetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : 1. Keputusan Presiden Nomor 61 Th. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.. b.... 2.... yang disahkan dengan Surat Keputusan pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku). 2. c. penjelasanpenjelasan rencana.. perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi.. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran... dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik …………………………………… satu paket ……………………………….. rencana kerja dan syarat-syarat..... perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa.. Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan. Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : a.. 1...... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 5. rencana struktur........ 2004 beserta lampirannya... Aglemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aanneming Van Openbare Werken. Pedoman Persyaratan / TOR (pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis / biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan.. menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi... Membuat gambar-gambar detail.Fisik . 061/KPTS/1981 e.. 3. Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan..

Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. j. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.f. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. 5. 4.25/05/2000 g. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. tanggal 21 Agustus 2002. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai levaransi dari proyek ini. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan. Keputusan-keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 2. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. h. 7. Nomor : S – 42 / A / 2000 A-2262/D. i. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN . Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun 1961yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. 3. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 6.

………………………………. PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. Rp. tanggal …………………… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price). Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. yang dibebankan pada DIPA Nomor: ……………………….. Pembayaran kedua sebesar Rp. 2. 2. Pembayaran Pertama sebesar Rp. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.. yakni. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini sebesar Rp. (dengan huruf).. ………………………. (dengan huruf). Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.yang meliputi: 1.CD Copy dari gambar-gambar tersebut = 1 set. (dengan huruf).Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: 1. yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk.. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar. Gambar-gambar termasuk gambar detail= 12 exemplar. 3... Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah pisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (Dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak tanggal …………………… Sampai dengan tanggal …………………. 2. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. 4. ……………………………….

4. keahlian dan ketrampilannya. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan.dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan. baik jumlah. kepada PIHAK KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank …………. Pasal 10 SANKSI .. 2. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pekerjaan yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk kepada PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta PIHAK PERTAMA. Apabila menurut PIHAK PERTAMA.. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA pekerjaan 1. Penunjukan penanggung jawab pekerjaan. 3. Nomor Rekening: 00. 3.000000 Pasal 8 TENAGA KERJA DAN UPAH 2. dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan dan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. 3. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah……….

Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4. kebakaran dan gangguan industri lainnya. Pasal 12 KEADAAN KAHAR Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi.1. 2. PIHAK KEDUA maka untuk setiap hart keterlambatan sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari biaya perencanaan. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 2. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. maka setiap kali melakukan kelalaian. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Denda-denda tersebut dalam ayat I dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. kerusuhan. . Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. 3. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. pemogokan. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. revolusi. bencana alam.

Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan. c. serta tidak dapat diajukan banding. b. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. 2. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam Pasal I Surat Perjanjian ini. 1. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. 3. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN 3. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.1. 4. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. apabila: a. Jika terjadi Pemutusan perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum perdata. 2.

. 2.... Pasal 18 PENUTUP 1.. Nama Jabatan pada perusahaan Mengetahui. maka seluruh ketentuan yang tercantum... Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini..... Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini...Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini.. termasuk segala sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undangundang bagi kedua belah pihak.. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.. Komitmen. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tempatnya sah di Kantor Pengadilan . berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.... ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. 3. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut......... Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak. Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini.... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama NIP . dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini.

. Nama NIP ...Kuasa Pengguna Anggaran..

………………………………………... tanggal ………………………...... PIHAK PERTAMA 2............... dengan ini memerintahkan kepada : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi................. PIHAK KEDUA ...tahun dua ribu ....... : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ......... Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat Perintah Mulai Kerja ini. selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan Serah Terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik..tanggal ....... tanggal.(dengan huruf). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan ditetapkan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja ini... 3. : ................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen ..... Pada hari ini .. dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi No...... (Pembangunan Gedung Kantor) Satu Paket di ....... …………………………. Dengan syarat-syarat/ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1................................. Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab..... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : ............bulan........ Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)..... 5.............SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ……………………………......... tanggal ………………………………… 4....... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan yang dibuat kemudian yang merupakan addendum dari surat perjanjian ini... …………………………………. Yang meliputi pekerjaan seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No: ………………………….............. Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA No......... tanggal ……………………… dengan harga borongan sebesar Rp....

....... tanggal ................................................................ : ...................... Nama Jabatan pada perusahaan Pejabat Pembuat Nama NIP IV CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PENGAWAS SURAT PERINTAH KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ................. Nomor Tanggal : : PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI SEDANG GEDUNG . ........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......................................................................................I/ Pemerintah Daerah ....................................... Nomor .......................................PT/CV/Firma/Kop..................... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.. Nama Jabatan Alamat : .................................... Nama NIP Jabatan Alamat : ........ dengan segala perubahannya..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............. Nomor .................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......... tanggal ............. : .. Komitmen........ Berdasarkan surat penetapan penyedia jasa untuk konsultan pengawas nomor : ……………………….............................. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2............................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.......

Berita Acara Serah Terima Pertama. (terbilang ………………………………... memahami laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukkan hasil rapat– rapat lapangan..tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan di jalankan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan Mengawasi pemakaian bahan. . peralatan dan metoda pelaksanaan. Biaya Pekerjaan Pengawasan Besar biaya Pekerjaan Pengawasan adalah Rp …………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.. . laporan mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang di buat oleh pemborong Memeriksa berita acara Kemajuan Pekerjaan untuk Pembayaran Angsuran Pemeliharaan Pekerjaan.) dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir (serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik) serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan.... (terbilang : ……………………………………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Konstruksi Fisik di lapangan mencapai 100 % dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan serta telah di terima oleh PIHAK KESATU Pembayaran tahap kedua sebesar 10 % dari jumlah biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. tahun anggaran …..Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : Tugas Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan pengawasan yang akan di laksanakan adalah : pengawasan rehabilitasi sedang Gedung………………………………………………………………...(dengan huruf) Yang merupakan jumlah yang tetap dan pasti (lumpsum fixed prtice) yang dibebankan pada DIPA/DPA SKPD No……………… tanggal ……………. Cara Pembayaran Pembayaran tahap kesatu sebesar 90 % dari jumlah biaya Pengawasan sebesar Rp... Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.... kuantitas dan laju pencapaian volume / realistik fisik. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecah kan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala . Meliputi tugas... dan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi Meneliti gambar – gambar Pelaksanaan yang di ajukan pemborong Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.. serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi Mengawasi pelaksanaan pemakaian konstruksi dari segi kualitas.... Pembayaran tahap ke dua dapat dibayarkan meskipun masa pemeliharaannya belum berakhir dengan catatan .…………………...

80 tahun 2003 sebagaimana telah di perbaharui dengan keputusan presiden RI No. 322/KPTS/M/22002 tanggal 21 Agustus 2002. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri setempat. . maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar 3 0/00 (tiga permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan.bahwa PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan pemeliharaan yang diterbitkan Bank Pemerintah atau lembaga keuangan lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. 64 tahun 2004 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya Surat Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No.. 61 tahun 2004.. Nomor Rekening ……………………. ke rekening PIHAK KEDUA pada Bank ………………………….sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan bahwa. Jumlah denda kumulatif maksimum ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan Pengawasan PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan di kemudian hari. Keputusan Prediden RI No. 80 Tahun 2003 sebagaimana telah disempurnakan dengan Keppres RI No. Tanggal………………………. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.. Tahap-tahap pembayarantersebut diatas dinyatakan dalam Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah…………. Semua Ketentuan Dan Peraturan Serta Standar Nasional Indonesia JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK KESATU.(terbilang : ……….. Tahun anggaran……………………………. …….) seperti yang diatur dalam Keppres RI( no. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Daftar Isian Pelaksanaan Angsuran (DIPA ) : Nomor : …………………….. SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (Tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.

... BIAYA LANGSUNG PERSONEL.....000 1 2 3 12 Minggu 3 bulan 1 paket 3 3 Set Set .145.000 Jumlah Harga (Rp) 540..800 800... 1...Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari tanggal tersebut di dibawah ini dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA . Ditetapkan : ………………………. Tanggal : ……………………… PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Di ketahui Oleh : Kuasa Pengguna Anggaran Lampiran Surat Perintah Kerja Nomor : .......000....70 1..... Uraian tugas Supervisor Harian Tenaga AdminisTrasi dan OperaTor Komputer Kualifika si STM 10 SMA 18 Kelompo k keahlian Pengawa s Operator kompute r Personil 1 1 Man Month 1..00 0 1..200 800. 2..00 0 Jumlah Rp) 3..000 424..145....000 47...0 00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONEL No ..0 00 JUMLAH 4..0 00 1..850.000... Uraian BIAYA PENGGANDAAN Laporan Mingguan Laporan Bulanan BIAYA ATK Volume Banyaknya Harga satuan (Rp) 15. Tanggal : .00 Billing Rate (Rp) 1. No .............

..000...... tanggal ...............764..... 4.............500.Jumlah 1... Rp....6.............. Rp......800....... bulan ..... 2....... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU................... Rp. .................. Rp..................... Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERJANJIAN KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK ...............909......: Antara I....... tanggal .800 1..1..... Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ......... ............. tahun Dua ribu ..telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor . dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah . Nama NIP...........000.145...........980....... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan pengawasan pembangunan Prasarana Fisik .......590.6...... Jabatan Alamat Kantor : : : : ......... Dengan .780..... BIAYA LANGSUNG PERSONIL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL SUB TOTAL PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Rp.......... Nomor .............980.. Nomor : Tanggal : Pada hari ini........5.................. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala ...764................- PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.............. ...500.... Rp.....

... Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas........... .... yaitu untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pembangunan Prasarana Fisik ………….. tanggal ... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Mengawasi pemakaian bahan..... .........II.......... seperti antara lain : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.. dan Akte Perubahan terakhir Nomor ... yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... diadakanlah perjanjian Pengawasan Pembangunan Fisik .... Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala....... dari Notaris .................. Sesuai dengan Akte Notaris Nomor ..... dengan masukan hasil rapatrapat lapangan...... dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 TUGAS KEGIATAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. . Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : ... PT/CV/Firma/Kop...... laporan harian.... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop. serta mengawasi ketepatan waktu... dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.... SH... mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana........ tanggal .. peralatan dan metoda pelaksanaan.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.... Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.......... Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran............. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama... .............. dan biaya pekerjaan konstruksi... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi...... dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan..... dengan disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.... pemeliharaan pekerjaan......... kuantitas..... Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).....

. SNI 03-1729-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Baja untuk Gedung..... Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571. SNI 03-1727-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. yaitu : DIPA atau DPA-SKPD Kantor .. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.... SNI 03-1736-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong. antara lain : SNI03-3990-1995 Tentang Tata Cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.... Nomor : Tanggal : 31 Desember Surat Penawaran Harga (SPH). SNI 0255-1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini... yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 9.... SK Menteri Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 1 Agustus 2002.. Keputusan Presiden Nomor : 80 Tahun 2003 beserta lampirannya.. tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara.. tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Nomor : Tanggal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : Tanggal : Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene Voorwarden voor de uitvoering bij aaneming van open barewerken....... SNI 03-2410-1989 . Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981...Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara....

Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih. SNI 03-2847-1992 Tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. yang masing-masing terdiri dari : .Tentang Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. keahlian dan pengalamannya yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini.

Buku harian. yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA, Kontraktor Pelaksana, dan PIHAK KEDUA. Laporan harian, berisi keterangan tentang : Tenaga kerja. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah kurang. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan rapat di lapangan (Site Meeting).Gambar rincian pelaksanaan (Shop Drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaa pengawasan pekerjaan bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya . Laporan Pekerjaan Pengawasan. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini, terhitung mulai tanggal ……….. (Surat Keputusan Penunjukkan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya "keadaan memaksa" seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini, atau adanya perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp........... (dengan huruf) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan DIPA Kantor ……………… Tahun Anggaran 2005, Nomor : …. tanggal 31 Desember ………. Dengan kode kegiatan. ………………………

Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak, bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan, yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA, dengan ketentuan sebagai berikut : Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………… (Dengan huruf) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama), dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 5 % dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah ………………… (Dengan huruf) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik, serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan oleh pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel RP. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan, PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah, keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK KETIGA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA, sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/Tenaga Ahli, yang mempunyai wewenang kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA, dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan, harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA, Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat, maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Pengawas/Tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi, jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajiban sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA, 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar 1%(satu persen) dari biaya pengawasan, dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 di atas ditetapkan maksimum sebesar 10 % (sepuluh persen) dari jumlah biaya pengawasan.

Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi, kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang ditetapkan, maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasaan tersebut. Denda-denda tersebut dalam ayat I pasal ini, akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal I Surat Perjanjian ini, maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA, akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud "keadaan memaksa" dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu : Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, badai, dan banjir). Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan Kontraktor). Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Apabila terjadi "keadaan memaksa", maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi "keadaan memaksa". Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK. PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK

PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya "keadaan memaksa" tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila "keadaan memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 5, pasal 12, dan pasal 15 Surat Perjanjian ini.

Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkannya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati, karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. Telah dikenakan denda kumulatif sebesar 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan, sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini.

maka akan diselesaikan oleh suatu "Panitia Pendamai" yang berfungsi sebagai juri/wasit. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian negara. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. akan diatur lebih lanjut . kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.Jika terjadi pemutusan perjanjian pengawasan ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. beserta segala akibat hukumnya. Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini.

... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) ...... PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERINTAH MULAI KERJA KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK Nomor Tanggal : : Berdasarkan surat penetapan pemenang untuk jasa konsultan pengawas nomor : ………………………tanggal ...... dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini.................... dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.............. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1...................... : .... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermeterai cukup.......... Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut di atas...........dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini... Nama NIP Jabatan : .....................

... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran....... dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.. serta mengawasi ketepatan waktu....Alamat : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......... Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi....... mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi... Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama................ Nomor ................... laporan harian... kuantitas. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.... tanggal ..... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.......... dengan masukan hasil rapatrapat lapangan.. tanggal ..... Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama..... mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana....... Nama Jabatan Alamat : ............. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.... dengan segala perubahannya... Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : TUGAS KEGIATAN Kegiatan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan…………..... Mengawasi pemakaian bahan..............I/ Pemerintah Daerah ...... dan biaya pekerjaan konstruksi.. yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2........ : .......... pemeliharaan pekerjaan......................... ... Nomor ...................... peralatan dan metoda pelaksanaan......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....

BIAYA PENGAWASAN Besarnya biaya pekerjaan pengawasan adalah Rp. tanggal … Desember …. RKS dan segala perubahannya. dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. SK Menteri Nomor : 322/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002. SANKSI DAN DENDA .. Rp………………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjukkan olehnya. bea meterai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Keputusan Presiden RI Nomor : 80Tahun 2003 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya. Pembayaran tahap kedua sebesar 5% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. yang dibebankan pada Proyek sesuai dengan DIPA atau DPA-SKPD …………………………………. JANGKA WAKTU Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Mulai Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. ………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA. CARA PEMBAYARAN Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah.. (dengan huruf) yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi. …………...…………..………………………….(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama). Kontrak Pelaksanaan Konstruksi fisik yang meliputi gambar-gambar. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.… Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.

Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen (-----------------------) (-------------------------------------) SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN . Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. maka untuk setiap hari kelambatan sebesar 3 % (tiga persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di …………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditanda tanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 1% (satu persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentuan bahwa. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri di ……………….

........ tanggal . Demikian ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.............. Nomor .... : .................................................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Nama Jabatan Alamat : ....... dengan segala perubahannya.............PENGAWASAN PEMBANGUNAN ........ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..........tahun dua ribu ................................ : .. berdasarkan : DIPA Nomor ............. Nomor ............... Nama NIP Jabatan Alamat : ... Nomor : Tanggal : Pada hari ini ..................................tanggal 3 I Desember 200................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................ Kedua belah pihak telah bersepakat mengadakan Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pembangunan ............................. 4............ Surat penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor .................................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...............tanggal ........................... tanggal .................. tanggal ........... 2..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ ……………. tanggal .. tanggal ……………… bulan …………………........................................ Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor .... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........................... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Penawaran Nomor ................. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Pengawasan Pembangunan .........................................I/ Pemerintah Daerah ... .......

b.Tugas Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan dan konstruksi Pekerjaan Pengawasan. antara lain : a. dan biaya pekerjaan konstruksi. yaitu : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : Tanggal : Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor Nomor : Tanggal : Cerita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Nomor : Tanggal : Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : . Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As built drawings) sebelum serah terima pertama. i. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. serta mengawasi ketepatan waktu. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Mengawasi pemakaian bahan. kuantitas. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. c. Pekerjaan tersebut dalam pasal di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. laporan harian. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. mingguan dan bulanan pekerjaan kostruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. peralatan din metoda pelaksanaan. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. pemeliharaan pekerjaan.

Selain ketentuan tersebut di alas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. SNI 03-2410-1989 tentang Tata cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi SN103-2847-1992 tentang Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.Surat Penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : Keppres RI. . No. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda. Undang-undang Nomor I Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 beserta lampirannya Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. 80 tahun 2003. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/I{PTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. antara lain : SNI-03-3990-1995 tentang Tata cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 SNI 03-1727-1989 tentang Tata cara Perencanaan Pembebanan untuk Rul11ah dan Gedung SNI 03-1729-1989 tentang Tata cara Perencanaan Baja untuk Gedung SNI 03-1736-1989 tentang Tata cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengadaan Barang /Jasa Instansi Pemerintah Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoering bij aaneming van openbare werken. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571 Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. yang diperbaharui Keppres RI No. Petunjuk dan Peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini.

dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai dengan standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. yang memuat semua kejadian. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. gan tentang : . PIHAK KEDUA beserta Personilnya tidak dibenarkan balk langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub kontraktor maupun sebagai pemasok bahan dari pekerjaan ini. akibat perbuatan orang-orang. yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. bertanggung. yang masing-masing terdiri dari : Buku harian. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA. dan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak di perkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (Lima). jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Kontraktor pelaksanaan. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan keahlian dan Pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Pemborong akan sesuai dengan Surat perjanjian ini.Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini.

yang dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Biro Umum dan Perlengkapan-LIPI Tahun Anggaran 2005. 9.IAAN Jangka Waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp. Jangka Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut pada ayat I pasal ini. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. diterima atau ditolak. Laporan rapat di lapangan (site meeting). yang merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Bahan-bahan yang datang. 4. 5.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKER. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Dalam jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus . penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara pemeriksaan pekerjaan tambah kurang. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. atau adanya perpanjangan... Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran.). Alat-alat.(……………………………………. Walau pelaksanaan pekerjaan 2. Pasal 5 . terhitung sejak tanggal diterbitkanya Surat Perintah Mulai Kerja sampai dengan dilaksakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. ………………….Tenaga kerja. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. kecuali adanya keadaan Memaksa seperti diatur dalam pasal 14 Surat Perjanjian ini. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian 3.

(dengan huruf).. …………………… (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 55%. dengan cara mentransfer langsung ke rekening Nomor…………………..= Rp ……………. pada Bank…………………………. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. 3. Pembayaran tahap kedua sebesar 40% dari biaya pengawasan yakni sebesar: 40% x Rp………………. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara langsung melalui Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara Jakarta 111.. Pasal 9 . 6. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan balk serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. 2. 4.atas nama ………………….dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100%. = Rp………………….. Pembayaran tahap kesatu sebesar 50% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 50% x Rp …………… = Rp...000. Segala biaya sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Pembayaran tahap ketiga sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 10% x Rp………………. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk: mewakili PIHAK KEDUA.TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. keahlian serta keterampilannya. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang di minta oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA hanya menggunakan bentuk organisasi. memenuhi persyaratan yang diperlukan. 3 (tiga) kali berturutturut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA sebagai pimpinan pengawas/tenaga ahli. 3. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Agar pekerjaan pengawasan. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. . Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat I di atas ditetapkan maksimum Sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pengawasan 2. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik Jumlah. Dan dapat menerima/ mendapatkan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PER TAMA Penunjukkan pimpinan pengawas/tenaga ahli yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Tenaga Ahli Pengawas yang di tunjuk PIHAK KEDUA. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar I % (satu persen) dari biaya pengawasan. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. jumlah dan klasifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum. berjalan seperti yang ditetapkan. dalam pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah di setujui oleh kedua belah pihak.

Yang dimaksud dalam keadaan memaksa dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada diluar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Denda–denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. pemberontakan. yaitu : a. maka PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi keadaan Memaksa Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. tanah longsor. Bencana alam (gempa bumi. Apabila terjadi “Keadaan Memaksa”. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Perang. badai dan banjir) b. d. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor) c. maka PIHAK KEDUA berhak mengaju kan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis Jika dalam waktu 3 X 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang keadaan memaksa keadaan tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberi jawabannya. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya keadaan Memaksa tersebut. . huru-hara. makar.Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh alas kerugian tersebut Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 11 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. revolusi. akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). akan diperhitungkan salam pembayaran yang di lakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan sesuai pasal I dalam Surat perjanjian ini maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Biaya Pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disyahkan/diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah di tetapkan maka PIHAK KEDUA setuju akan di beri biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut.

Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal–pasal 1266 & 1267 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/ teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkanya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam pasal 1 dan Pasal 4 Surat perjanjian in. tetapi berhak atas pembayaran . maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 surat perjanjian ini tidak ditepati karena kelalaian PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal I di atas. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. sebagaimana seperti dalam pasal 10 ayat 2 perjanjian ini. 5% (lima persen) dan biaya pekerjaan pengawasan. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA memberi keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini.Pihak KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian Pengawasan ini. pasal 11 atau pasal 14 surat perjanjian ini. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya surat keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana di atur dalam pasal 1 surat perjanjian ini Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA Apabila keadaan memaksa tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana di maksud dalam ayat 1 pasal ini. maka berlaku ketentuan pasal 5.

kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak.prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah di laksanakan serta kerugian negara Selain yang tersebut dalam ayat I Pasal ini maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Jika Keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat di terima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara Kedua belah pihak.masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan Pekerjaan Pengawasan ini. akan diatur lebih lanjut dalam Surat perjanjian Tambah (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. Apabila perselisihan itu tidak diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh suatu Panitia Pendamai yang berfungsi sebagai juri/wasit yang dibentuk dan diangkat oleh Kedua belah pihak dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. 4. PIHAK KETIGA yaitu ahli. . dan Seorang. maka perselisihan akan diteruskan melalui pengadilan negeri di …………………… Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup. dan mempunyai kekuatan hukum yang. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah 2. beserta segala akibat hukumnya. sama masing . Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat kedua belah pihak dan penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama biaya 3. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak.

... Untuk melaksanakan : Pekerjaan Lokasi DIPA Tahun anggaran Nilai pengawasan Terbilang Waktu penyelesaian : : : : : : : Sampai pekerjaan selesai 100 % atau serah terima II pekerjaan fisik Demikian surat perintah mulai kerja ini di keluarkan untuk di laksanakan sebaikbaiknya................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Memerintahkan kepada : 2..... SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : ............................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................ Nama NIP Jabatan Alamat : ........... : ................. 8 Juli 2005 PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ............................ Jakarta........................ : . Nama Jabatan Alamat : ...........Surat perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini di tandatangani oleh kedua belah pihak di …………… dan tanggal tersebut di atas........ dan dinyatakan berlaku sejak di tandatangani oleh kedua belah pihak...... Yang bertanda tangan dibawah ini : 1............................................................

.000...300.00 5...000.000...00 300.00 Sub Total JUMLAH PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Man Month (M/M) 5 2..025...000.300.00 5..00 Jml Biaya (Rp) 6 11.445..445.100....00 29.000.250....000.....00 4..00 3.00 48..785..000.00 44...75 4..000....880....000....000...........000.00 5..000.....100........000. Jaya Langsung Personil (Remuneration) Jml No 1 A 1 2 3 4 5 B Uraian Biaya 2 BIAYA LANGSUNG PERSONIL Team Leader Pengawas Arsitketur Pengawas Sipil Pengawas ME Pelaksana Administrasi Personil 3 1 1 1 1 1 Remuneration (Rp) 4 4.00 Sub Total 7.70 0.400..000...00 3....LAMPIRAN SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor Tanggal KEGIATAN LOKASI : : : : PEMBANGUNAN ....245.00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL 1 Biaya Transportsi / Akomodasi ..785. Komunikasi 2 Biaya Bahan & peralatan K antor 3 Biaya Pengadaan Laporan 1 1 5 EMPAT PULUH DELAPAN JUTA TUJUH RATUS DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH .000....000...00 2..00 7...700.000.....00 6......70 1..000.000.00 15...000...00 1..435.00 48..00 6..000...350. JL ...000...000.000...00 1.500.105..70 1.00 2......000.

V CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTANSI JASA PENELITIAN DAN TEKNOLOGI INFORMATIKA SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN …………. tanggal ……………… bulan …………………... harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : ........................ Nama NIP Jabatan Alamat : ... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............................ : ......................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah / Pemerintah Daerah ....................... Nomor ..... dengan segala perubahannya.................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..... …………….................................... Nama Jabatan Alamat : .......................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...........tahun dua ribu ......... Nomor .................. 2............ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .................. tanggal ............... Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut................................. tanggal ...................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... ……………………………………………………………………… Pada hari ini ............. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..............

........ ”PIHAK KETIGA” adalah pihak lain. ”Surat Perjanjian (Kontrak)” adalah suatu perjanjian / Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi .. . Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ........ b. dengan ketentuan dan syarat................................... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi .. 7............................... d. adalah kegiatan penyusunan .... 3...... f.... ”Jasa Konsultansi Penyusunan ....... 2.... tanggal .......................... Nomor ...... Pasal 1 PENGERTIAN UMUM Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a................... tanggal . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .............. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ... h.. ”Tim Teknis” adalah suatu tim yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA yang tugasnya mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima............ antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA................... yang dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor . 6...tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) KEDUA BELAH PIHAK bersama ini menyatakan setuju dan bersepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian (kontrak) Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi . KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara................... tanggal ....................... ”Biaya Pelaksanaan Pekerjaan” adalah biaya/harga jasa konsultansi sudah termasuk pajak-pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. diluar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA............. tanggal ................... 9............ yang akan digunakan sebagai ........ KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............ 5.. tanggal . 10.................. c.............syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini..1.. 8.... ”Hari” adalah hari menurut perhitungan hari kalender..... (kalau ada) Surat Keputusan ..... 4... tanggal ............ e........... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ...... Surat Penawaran harga Nomor ....................... ”Jadwal” adalah waktu pelaksanaan setiap kegiatan................... ”Konsultan” adalah Perusahaan penyedia jasa yang melaksanakan kegiatan Penyusunan ...... g.............

.....Pasal 2 SASARAN PEKERJAAN Sasaran pekerjaan penyedia jasa konsultansi adalah ....... untuk ... 5. 10. . Menyusun daftar kebutuhan sarana berdasarkan hasil analisis...... Menyusun Laporan Pendahuluan (inception report).... tersebut pada pasal 2. .. Surat Penawaran beserta lampirannya...... 12.... 2...... Kerangka Acuan Kerja (KAK). b...... 11..... Pasal 4 RUANG LINGKUP PEKERJAAN PIHAK KEDUA harus melaksanakan pekerjaan Penyusunan .. Usul Penetapan Pemenang..... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan. dst. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya... .... c.... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya....... 4.. Berita Acara Evaluasi Teknis......... 3.. Surat Penetapan Pemenang.......... yang terdiri dari (sebutkan jumlah/jenisnya) yaitu : a....... Pasal 3 DOKUMEN KONTRAK Pekerjaan Jasa konsultansi Penyusunan .. 4.. 6.. Menganalisis kebutuhan jenis dan jumlah serta spesifikasi/persyaratan sarana dan prasarana (sesuaikan dengan jenis jasa konsultansi yang dikerjakan) 3. Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya.. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)....... Melakukan ujicoba dan validasi hasil analisis kebutuhan sarana kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait....... 7.. Membuat laporan kemajuan pekerjaan (intern report) ..... 8..... 9.. berdasarkan pada ketetapan yang ada di dalam dokumen kontrak ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat antara lain : 1.... 5.......... berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta perubahannya meliputi : 1..... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.......

3......... Apabila terdapat kekurangan biaya satuan pekerjaan maka kekurangan ini akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA............. 4... ......... Melakukan konfirmasi draft akhir standar kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait pada proses validasi standar kebutuhan sarana dan prasarana..... Kontrak ini bersifat lumpsum artinya nilai total kontrak digunakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan lingkup pekerjaan seperti tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini....... Ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA yaitu tanggal ...... pada Bank .... tangggal . Jumlah biaya untuk pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 4 adalah sebesar Rp. atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening . Pasal 6 BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN 1... (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : 1.......... Uang Muka a.. 10...... Penggandaan hasil dalam bentuk hardcopy dan CD. Workshop pengesahan dan penandatanganan dokumen standar oleh masingmasing stakeholders............. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Penyusunan ………………………................ Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ... Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau . sampai dengan tanggal ......... 9..... Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) . 8......... Membentuk kelompok kerja (proyect reference group) yang beranggotakan unsur stakeholders. Membuat Laporan Akhir (final report).. 2...6. yang akan memberikan pengesahan pada standar dan sebagai embrio lembaga sertifikasi penjamin dan pengendalian mutu......... 7............ (dengan huruf) Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 tersebut sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN KONTRAK Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan..........

.. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat..... (dengan huruf).. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau claim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten.... hak cipta dan merk.......... Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan....b. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis........ (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report)...... Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 2 1.. 2... Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri ... Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp .... b.............. 3.... (dengan huruf)....... setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka... Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran..... sebesar Rp. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar ...... .. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan ...... yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis... c... 2... Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a... (dengan huruh). Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.......... ......... Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA..... ... .............. yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis.. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. Pasal 8 PENGATURAN HUKUM Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia...........

gempa bumi.. udara... Pasal 12 SANKSI-SANKSI 1. kebakaran. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat KEDUA PIHAK... darat dan ancaman terorisme. epidemi. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan dan kelebihan dana sampai saat pemutusan hubungan kerja terjadi kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud pasal 2 kepada pihak lain.. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja.Negeri . 2. blokade... 3. musibah angkutan laut. 2 Yang dikategorikan dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. Apabila peringatan tertulis tiga kali berturut-turut tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA.. Apabila dalam pelaksanaan terjadi keterlambatan/kegagalan sebagai akibat kelalaian PIHAK KEDUA. pemogokan. huru hara.. Pasal 11 KAHAR (FORCE MAJEURE) 1 Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Pasal 13 PERUBAHAN PERJANJIAN . c.. Pelaksanaan yang terlambat akan dikenakan denda kerugian sebesar 1/1000 (satu permil) dari nilai kontrak untuk tiap hari keterlambatan dihitung dari batas waktu penyerahan terakhir sebagaimana ditetapkan dalam pasal 5 kontrak ini dengan jumlah denda maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak.. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan surat perjanjian ini secara sepihak.. Apabila ketentuan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilanggar oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak membatalkan Surat Perjanjian ini secara sepihak. kekacauan. mobilisasi. larangan kerja.. memberi perigatan tertulis kepada PIHAK KEDUA.. banjir. maka PIHAK PERTAMA : a. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. b. revolusi. 4.

..... 6.1.. bulan dan tahun tersebut diatas dan dibuat dalam rangkap 6 (enam). 2. Perubahan atas perjanjian ini sah apabila dilakukan atas persetujuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang diituangka dalam sebuah addendum perjanjian dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini...(enam ribu rupiah) yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .. Seluruh administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa konsultansi penyusunan .. tanggal... 2.. Pasal 14 LAIN-LAIN 0 1 1.......... Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan ditentukan kemudian oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian perubahan (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK yang mulai berlaku sejak hari..000.. Apabila terdapat perbedaan persyaratan dan atau pengertian antara perjanjian ini dengan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat serta lampiran-lampirannya maka yang berlaku adalah ketentuan yang tertuang dalam surat perjanian ini.... dibubuhi materai Rp.

....... Jangka Waktu : Jangka waktu penyelesaian 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini......................................................... Tanggal : ........................ ....... Kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1...................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) -------------------......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ............. : . sebesar Rp.........................selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA ------------PIHAK PERTAMA memberi perintah kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai mana tersebut dibawah ini : 1.... -------------------.selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... ........... Nama Jabatan Alamat : ......................PEKERJAAN KERJA Pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ...................... yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ............................................................................ (satuan kerja) untuk keperluan 2.................... --------------2.......................... Jenis pekerjaan : Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ............................ Biaya : Biaya untuk Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ........ (dengan huruf) sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : . 3...................... SURAT PERINTAH MULAI Nomor : .......... tanggal .......

maka akan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak untuk setiap hari dengan maksimum denda tidak melebihi 5% (lima persen) dari nilai kontrak.. Sanksi-sanksi Apabila terjadi keterlambatan dalam hal penyerahan barang.. PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .... Penutup Surat Perintah Mulai Kerja ini berlaku mulai sejak dikeluarkan dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK.4.. 5. Pembayaran : Pembayaran dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .... 6..... atau Bendahara Umum Daerah Kota/Kabupaten/Propinsi (apabila dananya bersumber dari APBD)..

SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ............................................................................ Nomor : ............................ Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ............................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : 1. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya; 2. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

5. 6. 7. 8.

3. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... tanggal ............. 4. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... .................................................................................................................................... ..... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ......................................... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ............ tanggal .............. Surat Penawaran harga Nomor ........ tanggal ........... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........ tanggal ......... (kalau ada) 9. Surat Keputusan .......... Nomor ....... tanggal ......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa 10. (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Secara bersama-sama menyatakan telah sepakat dan mengikat diri mengadakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ...........................................dengan ketentuan dan syarat- syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini. Pasal 1 TUGAS DAN LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya seperti dimaksud di atas, memberi tugas kepada pihak Kedua, dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut dengan mengelola dan melaksanakan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Lingkup pekerjaan dan tugas yang diterima oleh PIHAK KEDUA seperti dimaksud dalam ayat 1 pasal ini meliputi : 0 Melakukan persiapan teknis dan administrasi pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 1 Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 2 Menyusun buku petunjuk(manual) hasil pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Pasal 2 DOKUMEN KONTRAK Dalam hal melaksanakan pekerjaan, PIHAK KEDUA harus berpedoman pada dokumendokumen tersebut dibawah ini dan bersifat mengikat serta memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian ini yaitu : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK); Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya;

3.

4. 5. 7. 8. 10. 12.

Surat Penawaran beserta lampirannya; Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya; 6.Berita Acara Evaluasi Teknis; Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya; Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan; 9. Usul Penetapan Pemenang; Surat Penetapan Pemenang; 11. Surat Perjanjian Pekerjaan; Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN PELAKSANAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA MEDIA COMPACT DISK DALAM RANGKA ...................................................................................................... Jangka waktu pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... ........., sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 4 PENGAWASAN PEKERJAAN Untuk melakukan pengawasan pekerjaan, PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 5 PENYERAHAN PEKERJAAN

1. 2.

Hasil pelaksanaan pekerjaan harus diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA melalui Panitia Penerima Barang/Jasa yang diangkat melalui Surat Keputusan oleh PIHAK PERTAMA. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Penerima Barang/Jasa, maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam suatu Berita Acara. Pasal 6 JUMLAH BIAYA DAN SUMBER DANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

1

Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp. .............. (dengan huruf)

2.

Jumlah biaya tersebut pada ayat 1 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ................... tangggal ....................... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN

Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan. Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ....................... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening ......................... pada Bank .............................. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : Uang Muka Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ...................... (dengan huruf), setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka. Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran. 2. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a. Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp .................. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report), yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. b. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. .................. (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar .................................. , yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. c. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ........................ (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis. Catatan : Pembayaran tersebut diatas bisa dilakukan sekaligus setelah kontrak selesai 100%, bisa juga dilakukan per tahap penyelesaian pekerjaan yang prosentasenya disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 8 PENGATURAN HUKUM

Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 SANKSI-SANKSI

1.

3.

PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. 2. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA berhak; a. memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA; b. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 , PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 10/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan, dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Pasal 11 CLAIM PIHAK KEDUA tidak dapat (tidak dibenarkan) menuntut tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini, kecuali pemerintah menentukan adanya ijin untuk kenaikan harga (eskalasi) sepanjang dana tersedia untuk itu. Pasal 12 KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE

pemogokan.. Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak.. gempa bumi. 3.. Pasal 14 PAJAK DAN BEA METERAI Bea Meterai. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP 1.. Apabila terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. .. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan.. kekacauan. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.persetujuan PIHAK PERTAMA... revolusi......... kebakaran.. 2.... untuk menjadi bahan pertimbangan. darat dan ancaman terorisme... udara. Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .. musibah angkutan laut. blokade. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. banjir.. 2... Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. huru hara... semua pajak. larangan kerja... maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku..... Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. mobilisasi. serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri ... 2.. epidemi.. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1.1. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA... Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam). 3. dibubuhi materai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.

..........PIHAK KEDUA : Nama Jabatan pada perusahaan PIHAK PERTAMA Nama NIP SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ......................... ..........................................

............. Surat Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .............................. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (.......tanggal ...................... Surat Keputusan Penetapan Pemenang lelang pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ..000.......... 2............. 3...........................P..... MENGINGAT : 1......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan (sebutkan instansinya) : : Memberi perintah untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ................................NOMOR : ............. (Satuan Kerja ... 2........ Nomor ..............000.............................. Bahwa salah satu kegiatan dalam DIPA / DPA-SKPD Nomor ...........Satuan Kerja ) Nomor : .......... Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah dan Perubahannya Keppres RI Nomor 61 Tahun 2004 Keputusan .................................... Nomor ...W...... PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN MENIMBANG : 1..............................................................................) akan menyusun ............ Alamat .............. 2..................... adalah Pengadaan Jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ............................................................. N...................... tanggal ...... MENETAPKAN PERTAMA : . tanggal ............................... Bahwa dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan secara efektif...........................……………….............../Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……… tanggal ……. : 00.000 .P : MEMPERHATIKAN : 1............. dari PT/CV/Firma ...........000.......... kepada : Nama Perusahaan PT/CV/Firma .................... Tahun .0..

... harus dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan beserta lampirannya.......... Pada : ............................................ Pembayaran untuk Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ............ : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ........................................................................................ (dengan huruf) : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .............................. Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak yang berkenaan dengan pekerjaan pengadaan ini. tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD untuk Propinsi/Kabupaten/Kota) Nomor ...........tanggal ....................................... Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan............................... Ditetapkan KETIGA KEEMPAT : KELIMA : di : ....... dimulai dan berlaku sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan dan harus selesai dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak SPMK ini ditandatangani............ tanggal Yang menerima Perintah kerja KOMITMEN PEJABAT PEMBUAT Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ........KEDUA Harga Penawaran : Rp.......

.............. DENGAN PT/CV/FIRMA .................................. : ........................................................... tanggal .............................. ..... Pada hari ini................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ......................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ...................................................... ...... Nomor : ......... Nomor .................... PEKERJAAN/PEMBUATAN SISTEM JARINGAN INTERNET PADA ......................... bulan ..... Nama Jabatan Alamat : ........................................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................................ 2..SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ......... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................. tanggal ..................... tahun dua ribu .. kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1...........................

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)... Nomor . Kedua belah pihak telah sepakat membuat Perjanjian Kontrak Kerja Pekerjaan/Pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .... 13.. sebagaimana tercantum dalam proposal yang disampaikan oleh PIHAK KEDUA yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kontrak kerja ini.KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..... dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Lingkup Pekerjaan PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA..yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . dengan segala perubahannya..... terhitung sejak tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan penyerahan hasil akhir dari pekerjaan ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender... Surat Penetapan Pemenang. 12. Kerangka Acuan Kerja (KAK).......... 2. 7... yaitu berupa pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ........ 9.... 4.. 6.... 11. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya. ...... Pasal 3 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Perjanjian ini.. 10.. Pasal 4 3. Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. Usul Penetapan Pemenang. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..... 5. Pasal 2 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. tanggal .............. 8..Berita Acara Evaluasi Teknis... dan PIHAK KEDUA menyatakan bersedia melakukan pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA..... Surat Penawaran beserta lampirannya...... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya.... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan......KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

..... setelah PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA berupa jaminan bank yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah yang nilainya minimal sama dengan nilai kontrak yang akan diterima PIHAK KEDUA... (dengan huruf) yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ........... Pasal 6 Jadwal Kerja dan Pelatihan PIHAK KEDUA akan bekerja sama dengan PIHAK PERTAMA dalam mengatur jadwal kerja...... Pembayaran terakhir sebesar 30% dari nilai kontrak.. Tahap I : PIHAK PERTAMA akan membayarakan sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari nilai kontrak setelah PIHAK KEDUA menyediakan 70% (tujuh puluh persen) barang yang dibutuhkan yaitu sebesar 70% X Rp......................... dengan cara mentransfer langsung ke Rekening Nomor ......atas nama PT/CV/Firma .. Pasal 5 Cara Pembayaran dan Pelaporan PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga atas pekerjaan sebagaimana tersebut pada pasal 4 perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA dengan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ........ ......... .........(nilai kontrak) yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang ditanda tangani kedua belah pihak dan dilampiri Laporan Akhir penyelesaian pekerjaan. PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga pekerjaan sebagaimana tersebut diatas dengan 2 (dua) tahap....Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp.. Pegawai yang ditunjuk untuk mengoperasikan internet dimaksud harus hadir sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah ditentukan.. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) yaitu sebesar 30% X Rp....................... 0 Tahap pembayaran diatur sebagai berikut : a............ tangggal .................... pada Bank ............... atau BUD Propinsi/Kab/Kota.. dan melakukan pertemuan b...........(nilai kontrak) dengan penyampaian laporan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa pekerjaan/penyediaan barang serta kegiatan pelaksanaan telah mencapai 70% dan siap untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Laporan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak...... Tahap II : ......

PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh kepada PIHAK PERTAMA sebagai pelaksana pekerjaan dan PIHAK KEDUA berjanji untuk memperlakukan semua informasi yang diterima dari PIHAK PERTAMA. bertanggung jawab penuh kepada PIHAK KEDUA atas pembayaran nilai pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender . Telah menyadari bahwa kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan ini memerlukan standar keahlian yang tinggi. PIHAK KEDUA akan melaksanakan kesepakatan kerjasama ini sesuai dengan persyaratan dibawah ini : a. Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Pasal 8 Hak Paten dan Hak Cipta PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorosinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. Pasal 9 Kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) 1. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan bantuan kepada PIHAK KEDUA dalam hal kemudahan pendekatan di lapangan dan kepada staf yang diperlukan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. PIHAK PERTAMA. telah mengetahui sampai pada dasar dan tingkat kesulitan dari pekerjaan didalam kesepakatan kerjasama ini. d. e. b. 4. 2. Pasal 7 Tanggung Jawab 1. c. Telah mengetahui adanya tenaga kerja dan sumber lain serta pelayanan yang dibutuhkan. maupun yang terungkap dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagai bahan/data yang bersifat rahasia dan berkewajiban menjaga kerahasiaannya terhadap pihak lain. memeriksa semua informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan resiko serta serta hal yang tidak terduga maupun keadaan lain yang bersifat force majeure. 3.konsultatif dengan/tanpa undangan atau permintaan pertama sesuai keperluan pelaksanaan kerjasama ini selama masa kontrak. Telah memberitahukan kepada pegawai/staf yang ditunjuk sebagai petugas operasional jaringan internet ini.

. 3... untuk menjadi bahan pertimbangan... Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri ..... Pasal 10 Penyelesaian Perselisihan 1..... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. larangan kerja.. huru hara...... banjir. mobilisasi. udara. gempa bumi. kekacauan. kebakaran.. pemogokan.. 3. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak.. serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. epidemi.... darat dan ancaman terorisme. revolusi. Pasal 12 Pajak dan Meterai . blokade.. 2... Yang dimaksud dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang.persetujuan PIHAK PERTAMA...yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang... 2. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. musibah angkutan laut.. Pasal 11 Pengawasan Pekerjaan Untuk melakukan pengawasan pekerjaan... PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA serta melaporkannya secara berkala kepada PIHAK PERTAMA sampai pekerjaan selesai secara keseluruhan (100%)... akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan.. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri ..

. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam).... Pasal 14 Ketentuan Penutup 1.. 2........ Pasal 13 Sanksi dan Denda 1.. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.... Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA...... Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.. a... PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan..Semua pajak. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku... memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA.. 3.. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.. maka PIHAK PERTAMA berhak. 2... dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3... b... membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA.. dibubuhi meterai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Nama NIP . PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : ......

....... dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak... 1 (satu) paket 90 (sembilan puluh) hari sejak SPMK ini Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan................... : : : : pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .................. untuk pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .......... Nomor ...... Alamat ............. atas nama PT/CV/Firma .................. sebutkan nama dan tempat/lokasi yang jelas) dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. Biaya pelaksanaan 5.. Pada tanggal : .... maka dengan ini diperintahkan kepada : PT/CV/Firma ....................... 6... untuk dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya....................................................... Ditetapkan di : ........................... Penyerahan pekerjaan : Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan pada oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bertempat pada lokasi (. Sanksi-sanksi : Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 ... PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan...... atau Bendahara Umum Daerah ..... tanggal ... Jangka waktu ditandatangani 4.....Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Kerja Nomor .................... ................................ Jenis pekerjaan 2.. Jumlah/volume pekerjaan 3.......................................... PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : ............. 7...... (dengan huruf) : Pembayaran akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap masing-masing sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan 30% (tiga puluh persen) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ......... Pembayaran : Rp......................................... Bank ................................ Prop/Kab/Kota yang ditransfer ke rekening Nomor ...... Untuk melaksanakan 1.................................................. dan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan dari PT/CV/Firma . tanggal ...... Kota .....

................Nama Nama Jabatan pada perusahaan NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : .......................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... tanggal ................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1............................................................... Berdasarkan Surat Keputusan ............. tahun dua ribu .......... : ....................... Nama Jabatan Alamat : .. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA......................... dengan segala perubahannya......................................... Nomor ............... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menerangkan terlebih dahulu : ................... Nomor ............................. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : .................. bulan ........................ ANTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN DENGAN PT/CV/FIRMA .......... tanggal ..................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ................................................................... tanggal . ....... 2...... Pada hari ini................................. TENTANG PEKERJAAN PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI ............................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......................................

....... ”Surat Perjanjian Kerja atau Kontrak”............ dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Pengertian Umum Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a......................................................... ........................................... ................... adalah perjanjian kerjasama yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang menetapkan ketentuan dan syaratsyarat.............................. Bahwa PIHAK PERTAMA bermaksud untuk mengadakan kegiatan penyusunan sistem informasi ............. b.....................................(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran .......... ..... Nomor ......................... addendum dan/atau perubahannya apabila ada...... adalah nilai untuk membiayai pelaksanaan Pekerjaan yang dinyatakan dalam rupiah sebagaimana tersebut dalam pasal 6................. Usulan Teknis PIHAK KEDUA......................... ”Nilai Kontrak”.. tanggal ...(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ... tanggal .......................... ”Lampiran” adalah lampiran-lampiran dari surat perjanjian/kontrak yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian/kontrak yang terdiri dari : Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS......................... pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ............. cakap serta memenuhi persyaratan sebagai penyedia barang/jasa penyusunan sistem informasi industri ............................... pada kegiatan ........ DIPA (DPA-SKPD) ... 4....... pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ....... 3................. tanggal ... Bahwa PIHAK KEDUA adalah suatu perusahaan di bidang pengembangan teknologi informasi serta penyedia barang baik berupa software maupun hardware yang telah dinilai melalui proses seleksi umum dan dipandang mampu....................... berikut lampiran. ”Kegiatan’ adalah Penyusunan Sistem Informasi .......................... Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk mengikat suatu perjanjian kerja (kontrak) tentang Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ..... 2.. yang terdapat dalam kegiatan ............ PIHAK KEDUA telah ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ... DIPA (DPA-SKPD) ............1......................... c..................................................... yang terdapat dalam kegiatan ..... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi dan Keputusan Pelaksanaan Pekerjaan...... d................. Kerangka Acuan Kerja (KAK)...... Bahwa berdasarkan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran ......... sesuai dengan yang dimaksud pada kegiatan .................. Bahwa agar kegiatan tersebut di atas dapat diadakan dengan baik maka diperlukan suatu lembaga penyedia barang/jasa yang akan bertindak sebagai pelaksana bagi kegiatan tersebut..

e.... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan... g...... 7....... 10.. yang bertugas untuk memeriksa............sebutkan satkernya) Tahun Anggaran .....siapa yang membuat SK) Nomor . Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)... j...... tanggal ........... adalah badan usaha/lembaga lain selain PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang ikut berperan serta dalam kegiatan Penyusunan Sistem Informasi . h......sebutkan satkernya) ”PIHAK KEDUA”. dari segi teknis selama dalam proses pelaksanaan pekerjaan........ i.. 4... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... 2............. yang dimaksud dengan pekerjaan di dalam surat perjanjian kerja sama ini adalah Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ............... menilai.. Kerangka Acuan Kerja (KAK)........ ”Pekerjaan”......... ”PIHAK PERTAMA” adalah pengguna barang/jasa yang juga adalah Kuasa Pengguna Anggaran DIPA (........ 3..... (................. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya. 9...... Pasal 3 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pasal 2 Tugas Pekerjaan PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan kesanggupan untuk menerima tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ... dan menerima hasil pekerjaan..... 11............. adalah badan usaha Penyedia Barang/Jasa dalam hal ini adalah PT/CV/Firma .............. Surat Penetapan Pemenang. 8... Surat Penawaran beserta lampirannya.. ”Pihak Terkait”.. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya..... ....... f... Usul Penetapan Pemenang...... 12.... ”Tim Teknis”..... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya.. adalah Tim yang dibentuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengawasi pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ..... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. pada kegiatan .. Berita Acara Evaluasi Teknis.. ”Panitia Pemeriksa/Penilai/Penerima” adalah yang selanjutnya disebut Panitia Penilai yang dibentuk berdasarkan Keputusan ( ....... 6... 5...........

...... (dengan huruf) termasuk pajak dan biaya meterai yang dibebankan pada anggaran kegiatan .......... Pasal 4 Lingkup dan Jenis Pekerjaan Ruang lingkup dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ................. Pasal 6 Nilai Kontrak Nilai Kontrak untuk Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ............. dapat ditambahkan dengan surat-surat yang berkaitan dengan pengadaan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan..... Tahap I : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp . Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)................... adalah sebesar Rp......................) Tahun Anggaran ............. terhitung mulai ditantangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini................ 14..13.......... Pasal 7 Jaminan Pelaksanaan (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebesar 5% (lima Persen) dari nilai kontrak dan diserahkan paling lambat pada waktu penandatanganan kontrak ini.. Pasal 8 Tata Cara Pembayaran (1) Sistem pembayaran Pekerjaan dilakukan dalam 3 (tiga )tahap sebagai berikut : a....... sebutkan satkernya ... Jaminan Pelaksanaan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah/ Pemerintah Daerah yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA....................... ( ..... Jaminan Pelaksanaan mempunyai masa berlaku sama dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan yaitu 90 (sembilan puluh) hari kalender........................... Sampai dengan tanggal .............. Pasal 5 Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender...... sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).............. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan sisik sebesar 20% dan menyampaikan Laporan Pendahuluan yang ........ yaitu tanggal ....... .........

. ........... yang dinyatakan diterima b.. lembaga atau perwakilan pemerintah semua permohonan yang diperlukan atau dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pekerjaan... yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA..... Memberikan keputusan atas semua laporan..................(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh hasil pekerjaan fisik (100%) termasuk Laporan Akhir yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan.. (2) Pembayaran sebagaimana ayat (1) dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ..... atau Bendahara Umum Daerah yang dipindahbukukab/transfer ke PT/CV/Firma .. .. Menerbitkan kepada pejabat... Pasal 10 Kewajiban Pemberi Tugas (PIHAK PERTAMA) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk : (1) (2) (3) Memudahkan perijinan pengadaan data yang diperlukan dalam rangka melaksanakan Pekerjaan terhadap Pihak Terkait.telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan..... Tahap II : sebesar 60% (enam puluh persen) dari nili kontrak atau sebesar Rp...... rekomendasi dan masalah lain yang diatur dengan benar untuk pengambilan keputusan oleh PIHAK KEDUA dalam waktu yang wajar sehingga tidak menunda atau mengganggu pelaksanaan pelayanan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan kontrak ini... pada Bank ........ ..... c....... Nomor Rekening ...... Pasal 9 Pajak dan Meterai Semua pajak.............................(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan fisik sebesar 75% dan dituangkan dalam Laporan Antara yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. agen......... Tahap III : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp.....

yaitu : (1) Laporan.. Selambat-lambatnya selama empat belas (14) hari kalender sejak Kontrak ditandatangani.. Laporan pendahuluan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku.. pelaksanaan organisasi kerja... serta melakukan telaah dan pemahaman tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan... PIHAK KEDUA akan memberikan Laporan sebagai berikut : Laporan Pendahuluan.. PIHAK KEDUA harus bertindak sebagai wakil PIHAK KEDUA di lokasi kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaannya... ketelitian dan ketekunan yang selayaknya dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini dan harus melaksanakan semua tanggungjawabnya sesuai dengan standar profesional yang telah diakui.... setelah dibahas dan diterima oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai.... kemajuan kerja pemasukan data tekstual (a) (b) . jika ada. Laporan Antara diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku pada 60 (enam puluh) hari kalender setelah kontrak ditandatangani. Pasal 11 Kewajiban Penyedia Barang/Jasa (PIHAK KEDUA) (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menggunakan semua keahlian. terkait dengan tugas-tugasnya sebagai penyedia barang/jasa....... Laporan Antara....... PIHAK KEDUA akan memberikan laporan mobilisasi tenaga ahli yang telah dilakukan. Dokumentasi. PIHAK KEDUA harus bertindak setiap saat untuk melindungi kepentingan PIHAK PERTAMA dan mengambil langkah-langkah yang wajar guna tercapainya tujuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja...(4) Membayar jasa yang diberikan oleh PIHAK KEDUA sesuai nilai kontrak dan jadwal pembayaran yang telah disepakati... verifikasi jadwal kegiatan dan penjabarannya untuk mengantisipasi kendala yang mungkin muncul.. dan Manual. Pasal 12 Hasil Pekerjaan Hasil pelaksaanaan pekerjaan terdiri dari 2 (dua) jenis. serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk antisipasi kondisi perubahan nantinya..... .. pemantapan metodologi. Dalam laporan tersebut juga diberikan rencana penyediaan sebagian perangkat pendukung... dan dilakukan sebagai sarana bagi Tim Pengendali untuk mendapatkan informasi tentang kemajuan kegiatan (progress report) dalam periode waktu dimaksud dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini. Laporan adalah sekumpulan penjelasan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan dalam periode tertentu.. mencakup daftar data yang akan diambil.. Laporan antara berisi tentang hasil sementara penyusunan sistem informasi . rencana pelaksanaan pengambilan dan pengumpulan data yang akan dilakukan..

......... berbasiskan ..... yang juga disertai seluruh draft buku Manual dan buku Dokumentasi.... Laporan Akhir merupakan revisi Laporan Akhir Sementra yang telah didiskusikan dengan Tim Penilai dan Panitia Penilai Pekerjaan. (ii) Middle Eksekutif.... Laporan Akhir. (Jelaskan istilah-istilah yang digunakan seperti diagram.(diisi teknologi yang digunakan)...... Laporan Akhir Sementara. dokumentasi proses dan pelaksanaan kegiatan pelatihan..... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir... penyediaan hardware dan software pada ... Pada bagian akhir laporan diberikan kesimpulan dan rekomendasi yang bersifat sementara........... koneksi dan relationship antar tabel dalam database.. termasuk didalamnya adalah pengumpulan dan hasil pemasukan data tekstual maupun spasial.... hasil pengembangan yang dilakukan....... Manual merupakan sekumpulan penjelasan tentang tata cara operasional atau Prosedur Standar Operasional (SOP) untuk suatu sub sistem kegiatan....(c) (d) maupun spasial.... akan memuat secara rinci tahapan pengoperasian aplikasi sampai dengan ”trik” atau cara-cara mudah dalam penyelesaian masalah yang mungkin di temui...... serta pihak-pihak lain terkait yang berkepentingan terhasil hasil pekerjaan tersebut... termasuk hasil program aplikasi SIM .. berbasis sistem informasi ... Berisi semua rancangan tentang Penyusunan Sistem Informasi ..... Struktur database rinci sampai entity terkecil yang ada. Seluruh laporan tersebut di atas beserta hasil-hasilnya... program aplikasi serta dokumen lain yang terkait dan perlu untuk dijelaskan secara rinci)... yaitu (i) Top Eksekutif..... Manual aplikasi Sistem Informasi...... menjadi 3 (tiga) tingkat pengguna. berbasisi . PIHAK KEDUA akan memberikan dokumentasi sebagai berikut : Dokumentasi Teknis.......... Dokumentasi merupakan sarana bagi pemberi pekerjaan dalam memahami secara teknis seluruh kegiatan yang dilaksanakan... Buku Manual. Buku Dokumentasi dalam bentuk CD-Rom sebanyak 20 (dua puluh) copy......... dan (iii) Operator Pemasukan Data. hasil instalasi pada seluruh unit kerja.... PIHAK KEDUA akan memberikan Manual sebagai berikut : (a) Manual Program Aplikasi... Laporan Akhir Sementara yang merupakan versi awal ”Laporan Akhir” ini diberikan kepada pemberi kerja tidak lebih dari 2 (dua) minggu sebelum kontrak berakhir yang diberikan sebanyak 10 (sepuluh) buku...... ... (sebutkan lokasi pemasangan) . sebutkan satkernya) ...... Laporan ini berisi seluruh proses kegiatan yang telah dilakukan beserta hasil yang didapatkan.. dan diberikan bersamaan dengan Laporan Akhir. Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini.. Dokumentasi Digital (softcopy/CD-Rom). Dokumentasi teknis diberikan sebanyak 20 (dua puluh) buku...... pada tanggal yang ditetapkan disaksikan Tim Penilai dan Panitia Penilai serta pejabat struktural terkait di lingkungan ( .....(diisi dengan nama hasil pekerjaan) berbasis .......... Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini..... serta rencana penyelesaian seluruh tahapan proyek. Diberikan kepada PIHAK PERTAMA sebelum kontrak berakhir sebanyak 20 (dua puluh) buku... Buku Manual Aplikasi Sistem Informasi .....

... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir..... entity terkecil data sampai definisinya.. dalam bentuk ”CD-Installer” dan Perangkat Keras maupun Perangkat Lunak Pendukung Aplikasi sebagai berikut : Tabel Jumlah & Spesifikasi Teknis Hardware dan Software No . Dalam manual ini juga diberikan penjelasan secara rinci tentang konsep..... Manual Pemeliharaan Sistem dibuat untuk menjadi pedoman bagi database administrator dalam melaksanakan instalasi sistem .... akan dijelaskan pada Buku Manual ini.. berbasis .... rencana.. maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy. berbasis .Buku Manual Program Aplikasi Sistem Informasi .. serta pemasangan dan pelepasan jaringan...... relationship........tulis banyaknya ........ Untuk pegangan bagi masingmasing institusi. B 1.... dan implementasi jaringan (networking) yang telah dipasang............. Manual Database akan diberikan pada saat laporn akhir. Printer... Spesifikasi Hardware Desktop (jelaskan tipe.....1 dll Pasal 13 Hak Paten dan Hak Cipta Jumlah . perbaikan sistem. server dll Software Microsoft Acces 2005 Win 32 English CD Licence Tuliskan software yang dipakai seperti : ArcView 9.. Untuk pegangan bagi masing-masing institusi.. serta prosedur standar operasional (SOP) Manual Pemeliharaan Sistem diberikan bersama-sama dengan Buku Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku.. diberikan masing-masing setiap tingkat pengguna dan institusi sebanyak 5 (lima) buku........... Dalam hubungannya dengan database SIM .... 2... (2) Program Aplikasi Sistem Informasi .... dst) Tuliskan hardware yang dipakai seperti : Laptop...... cara perawatan... A 1. pelepasan sistem.... Manual Database adalah buku pegangan yang diperuntukkan bagi database administrator.. jenis....... seluruh struktur tabel.... (b) Manual Database....... maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy........... dan berjumlah 10 (sepuluh) buku.. Manual Pemeliharaan Sistem. 2.

akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini. epidemi. pemogokan. dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). larangan kerja. mobilisasi. serta dituangkan dalam suatu addendum yang .persetujuan PIHAK PERTAMA. c. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. kebakaran. perhitungan. Memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. banjir. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. Pasal 15 Force Majeure (3) (1) (2) (3) Apabila terjadi Force Majeure yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. b. PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. revolusi. Membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. kekacauan. Apabila terjadi pembatalan kontrak ini sebagaimana dimaksud pada butir b pasal ini. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA. Yang dimaksud dengan Force Majeur adalah perang. udara. gempa bumi.PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorisinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. a. Menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. Pasal 14 Sanksi dan Denda (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. Dalam hal terjadi Force Majeure yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian dan kelanjutan pekerjaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. huru hara. maka PIHAK PERTAMA berhak. blokade. darat dan ancaman terorisme. untuk menjadi bahan pertimbangan. data informasi. d. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 5. musibah angkutan laut.

. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.. Pasal 17 Wanprestasi (3) Apabila PIHAK KEDUA melakukan wanprestasi sehubungan dengan perjanjian kerjasama ini maka PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak ini secara sepihak setelah diadakan teguran/peringatan secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut atas kelalaian yang dilakukan PIHAK KEDUA.. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Apabila dengan jalan tersebut pada ayat (1) dan (2) pasal ini tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini.. informasi. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .... Teguran/peringatan yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan setelah terlihat tanda-tanda bahwa PIHAK KEDUA dalam keadaan : Secara langsung atau tidak langsung sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan.. Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) yang diselesaikan oleh suatu Dewan Arbitrase yang anggota-anggotanya dari seorang wakil PIHAK PERTAMA sebagai anggota dan seorang wakil PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Pihak ketiga yang aktif sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Menyerahkan pelaksanaan pekerjaan ini kepada pihak lain secara keseluruhan atau sebagian tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA.ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 16 Perselisihan (1) (2) Bila terjadi perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Jika terjadi pemutusan Kontrak. Apabila terjadi pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 pasal ini.. data. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. Pasal 18 Amandemen Kontrak ... Keputusan Dewan Arbitrase mengikat kedua belah pihak untuk dilaksanakan dan biaya penyelesaian ditanggung oleh kedua belah pihak.. perhitungan...

...... memutuskan perjanjian dan menggantinya dengan perjanjian lain) Pasal 19 Pemberitahuan Setiap pemberitahuan yang akan disampaikan kepada para pihak yang terkait dengan perjanjian ini akan disampaikan secara tertulis atau surat tercatat dengan tanda terima dan dikirimkan masing-masing dengan alamat PIHAK PERTAMA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------PIHAK KEDUA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Jika terjadi perpindahan alamat selama pelaksanaan perjanjian ini maka pihak yang berpindah alamat tersebut wajib untuk memberitahukan kepada pihak lain selambatlambatnya 7 (tujuh) hari setelah tanggal kepindahan......... Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dianggap sah dan berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dibuat dalam rangkap 5 (lima). kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah dan akan dituangkan dalam bentuk tertulis yang merupakan bagian dari perjanjian ini. Apabila terjadi Amandemen Kontrak PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan kedua belah pihak (misalnya menunda pelaksanaan pekerjaan............... diantaranya 3 (tiga) rangkap bermeterai cukup dan dua tidak bermeterai untuk PIHAK PERTAMA dan dua bermeterai untuk PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA PERTAMA PIHAK ..... Ditandatangani di : .......PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/Perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi Force Majeur dan tidak ada perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan/pesanan.. Pasal 20 Penutup Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini terdapat hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur..... Pada tanggal : ....

.......................................... Tanggal ..... Pejabat Pembuat Komitmen ----------------------------- -------------------------------- Kop Surat Satuan Kerja Nomor : .................................... dengan PT/CV/Firma .............. Lampiran : ...Tahun Anggaran ... Hal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Kepada Yth : Direktur PT/CV/Firma Di ....................... Tempat..Konsultan .... Memperhatikan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) antara Pejabat Pembuat Komitmen DIPA............

..... tanggal ........................ ....... terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).................................. Pejabat yang memberi Pejabat Pembuat ...... Pembayaran pekerjaan dimakasud dibebankan pada anggaran DIPA ....................................................................No....... Pekerjaan sesuai dengan Ketentuan Komitmen.............. tanggal ............... ...... Nilai kontrak pekerjaan dimaksud pada butir 1 adalah Rp..(dengan huruf) termasuk PPn dan jangka waktu penyelesaiam adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender..... Ketentuan lain yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dimaksud pada butir 1 dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor ........ ........................................ meliputi antara lain (Sesuai Rekapitulasi Penawaran) : .................. Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab........... tahun anggaran ...... dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : Diminta perhatian Saudara untuk segera melaksanakan pekerjaan penyediaan barang/jasa Penyusunan Sistem .................. ADDENDUM SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Nomor Tanggal : : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN Tetap Semula Pekerjaan tersebut..... tentang pengadaan barang/jasa Penyusunan Sistem ................. Bersedia melaksanakan perintah.

Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen Pekerjaan Pengecatan Berubah Menjadi : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen DLL seperti yang tercantum di dalam Lampiran Rencana Anggaran Biaya perubahan setelah harga satuan pekerjaan dieskalasi Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Tetap Tetap Peraturan Menteri Keuangan No : ……………. Tanggal ………………. biaya Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan. tentang PENYUSUNAN HARGA SATUAN DAN NILAI KONTRAK KEGIATAN PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN Surat Keputusan Bupati …………………… tentang Perubahan Standar Honorarium.. Harga Satuan Bahan/ Material dan Harga Satuan Analisa Pekerjaan Surat Permohonan Eskalasi Harga Nomor : …………… Berita Acara Evaluasi Penawaran Eskalasi Harga Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN Tetap Tetap Tetap Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN Tetap Tetap Tetap .

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 5 TENAGA KERJA Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 6 SUB KONTRAKTOR Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Tetap Tetap Pasal 8 .

MASA PEMELIHARAAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA Tetap Tetap Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Tetap Pasal 12 KENAIKAN HARGA Tetap Tetap Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Tetap Tetap Tetap Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) .

Tetap Tetap Tetap Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 17 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap PASAL 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Tetap Tetap Pasal 20 LAPORAN Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Tetap Pasal 22 PENUTUP .

Tetap Tetap Tetap PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop…. Komite PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat .