CONTOH SURAT PERINTAH KERJA DAN SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PENGADAAN BARANG/JASA

S U R A T P E R JA N JIA N P E K E R JA A N JA S A P E M E L IH A R A A N K E B E R S IH A N GEDUNG DAN HALAM AN KANTOR NOMOR : …………………… ANTARA …………………………………………………………… DENGAN … … … … … … … … … … … … … … … … .. Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.I/ Pemerintah Daerah ........................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............... : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pihak PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan jasa pemeliharaan Gedung dan Halaman Kantor untuk keperluan Kantor ……… dengan ketentuan dan syaratsyarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :

Pasal 1 DASAR PERJANJIAN Surat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….. Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor

Pengum um an Nomor Tanggal Tentang Surat

: …………………………………. : …………………………………. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan

Komitm en

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Pasal 2 TUGAS DAN KEW AJIBAN

PIHAK PERTAMAm emberi tugas kepada PIHAK KEDUAdan PIHAK KEDUAm enerim a serta bersedia m elaksanakan tugas tersebut dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan berpedom an pada : Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Tanggal : ………………………. Pengum um an Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Berita Acara Kualifikasi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Evaluasi Penawaran (Rangking). Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Harga Perusahaan dan Pengajuan Peringkat

Surat pengusulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Surat Penawaran dari PIHAK KEDUA Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Seluruh dokum en seperti tersebut pada pasal (2) butir (1) sam pai dengan (8) bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 3 TUGAS DAN KEW AJIBAN

Tugas yang dimaksud dalam Pasal (2), adalah Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor ……………….., uraian pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran surat perjanjian ini, dengan ketentuan sebagai berikut :

PIHAK KEDUAm enyetujui untuk m elaksanakan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor, seperti yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………………………. ,tanggal …………….., beserta lam pirannya. PIHAK KEDUAwajib melaksanakan pekerjaan tersebut dengan hasil yang baik dan benar sesuai dengan isi dalam lam piran perjanjian ini. Pasal 4 HARGA PEKERJAAN

Harga Borongan dari pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam pasal (3) Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp…………………..,- (……………………………….. ……………………………) sudah term asuk Pajak-pajak.

Harga Pekerjaan tersebut pada ayat (1) Pasal ini sudah termasuk keuntungan untuk perusahaan ini, Paja Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak-pajak lainnya serta semua biaya yang tim bul dalam proses pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggungan KEDUA PIHAK . Pasal 5 CARA PEM BAYARAN

Pem bayaran Harga Pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA yaitu PT/CV/Firma/Kop. ………………………………,yang mem punyai Rekening : No. ……………… pada Bank ……………………………………………., sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini, ditetapkan sebagai berikut : Pem bayaran oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA dilakukan setiap bulan yaitu Rp………………….. : 12 Bulan =Rp. ………….,- (…………………….. …………………………………………..) setelah Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan ditandatangani oleh Tim Penerim a Barang/Jasa.

Pem bayaran Hasil Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang diterima oleh PIHAK KEDUA akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas , Daerah …………. Sem ua Pajak-pajak yang tim bul akibat dari Surat Perjanjian ini m enjadi tanggungan KEDUA PIHAK sepenuhnya. Pasal 6 JANGKA W AKTU PELAKSANAAN

Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (3) Surat Perjanjian ini harus diselesaikan oleh KEDUAdalam PIHAK jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………., beserta lam pirannya, tanggal ………………….., diterbitkan atau sam pai dengan tanggal 31 Desem ber ……….. Pasal 7 PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

Untuk setiap penyerahan hasil pekerjaan setiap bulan harus dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan. Tem pat penyerahan dan pelaksanaan seluruh pekerjaan dilaksanakan di PIHAK PERTAMAyaitu di tem pat , ……………………………………………………………..

PIHAK KEDUAdapat m engajukan kenaikan Harga dengan ketentuan bahwa KEDUA PIHAK tidak diijinkan m eminta keuntungan tam bahan atas kenaikan harga tersebut. Apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter sebagaimana dim aksud dalam ayat (1) Pasa ini. Pasal 9 KENAIKAN HARGA Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut kenaikan harga. Besarnya kenaikan Harga yang dapat diajukan PIHAK KEDUA oleh sebagaim ana dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini. Atas pem beritahuan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA . hura-hara. maka PIHAK KEDUAdikenakan sanksi denda sebesar 1 o/oo (satu permil) atau sebesar–besarnya 5% dari harga keseluruhan yang diterim a dari PIHAK PERTAMA seperti tersebut dalam Pasal (4) surat perjanjian ini.Pasal 8 S A N K S I Apabila PIHAK KEDUA setiap hari m elakukan kelalaian/tidak melakukan kewajiban seperti tersebut dalam pasal (1) surat perjanjian ini. Pasal 10 KEADAAN MEM AKSA (FORCE M AJEURE) Dalam hal terjadi keadaan m emaksa (force majeure). kebakaran perang. akan disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Pem erintah. KEDUA PIHAK wajib m em beritahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMAselam bat-lam batnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender. Yang dim aksud dengan keadaan mem aksa (for m ajeure) antara lain adalah : gem pa bumi. kecuali apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang m oneter yang secara langsung m em pengaruhi Harga Pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini. akan m em berikan persetujuan atau penolakan secara tertulis mengenai keadaan m emaksa (force m ajeure) tersebut dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak diterim anya pem beritahuan dari KEDUA PIHAK . ketentuan sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (8) Surat Perjanjian ini. yang sem uanya berkaitan langsung dan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Apabila keadaan m emaksa (force m ajeure) ditolak PIHAK PERTAMA m aka berlaku ketentuanoleh . . terhitung sejak keadaan m emaksa (force majuere) tersebut terjadi. pemogokan dan Kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter.

Pasal 11 JAM INAN PELAKSANAAN Sebelum kedua belah pihak m enandatangani Surat Perjanjian ini. Pasasl 12 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sebagai akibat dari pelaksanaan Surat perjanjian ini. dan berm asa lakunya sekurang-kurangnya 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender terhitung sejak tanggal penandatanganan Surat Perjanjian ini atau sekurangkurangnya sam pai dengan tanggal …………………. Pasal 13 DOM ISILI HUKUM Untuk melaksanakan Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak sepakat mem ilih Dom isili Hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri ………………. Jam inan Pelaksanaan ini akan menjadi milik Negara apabila : PIHAK KEDUA engundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini. m aka kedua belah pihak sepakat untuk m enyelesaikannya melalui pengadilan. maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk m enyelesaikannya dengan cara musyawarah dan m ufakat. Jam inan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada KEDUA PIHAK setelah Surat Perjanjian Pemborongan ini berakhir atau setelah kedua belah pihak m emenuhi segala kewajibannya. (……. m PIHAK KEDUA tidak mem enuhi segala kewajiban dalam jangka waktu sebagaim ana ditentukan dalam Surat Perjanjian ini. . ……………………) yang dikeluarkan oleh Bank Um um atau Perusahaan Asuransi Kerugian. atau sebesar Rp. KEDUAwajib m enyerahkan PIHAK Jam inan Pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian Pem borongan ini. …………………………. Apabila dengan cara m usyawarah dan m ufakat perselisihan tersebut belum dapat diselesaikan.. ………………..

Tanggal.Pasal 14 PENUTUP Demikian Surat Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ini. ……………. …………………… . NIP.. tanggal. ……………………………. PT/CV/Firm a/Kop. PIHAK KEDUA. Kom itmen PIHAK PERTAMA... Lampiran Surat Perjanjian No.. dibuat 2 (dua) rangkap diantaranya bermaterai cukup dan m asing-m asing merupakan Asli serta m em punyai kekuatan Hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………………………………………………………………………... …………………………. bulan dan tahun sebagaim ana tersebut di atas. …………………………. ……………………………. Pejabat Pembuat ……………………………. ……………………. Pada hari.

1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung Pembersihan Lantai ruang kantor/lab Pembersihan Water Closet/Kamar mandi Pembersihan Kaca ruang kantor/lab Pengisian sabun wastafel Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I. Kom itmen ……………………………..644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I.PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No.. PIHAK PERTAMA. Pejabat Pembuat ……………………………. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13. .416 M2 1 Paket …………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA.2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… 36.. …………………………….

........ Nama NIP Jabatan Alamat : .............. Tahun Anggaran 200…......................... …………………...... tanggal ... tanggal ……………………... 2........................................ Jabatan ………………………….................. : ................................................... Nomor ....... maka dengan ini : 1............................................ Nomor .......... Mata Anggaran …………………………… ….......... tanggal . bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............................ NIP... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................ dengan segala perubahannya.... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Menunjuk kepada Berita Acara Pelelangan Nomor... SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ..... Biaya Pemeliharaan.................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang dana pembiayaannya tersedia didalam Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA) ………………………. : ..... ................ tanggal ………………………… serta Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen : …………………………..………………………….............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....... Nama Jabatan Alamat : ...............I/ Pemerintah Daerah . : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........

. Pejabat Pembuat Kom itmen ……………………………......./BANK …… ……………………….. Sampai dengan tanggal 31 Desember ………….. Akan dilaksanakan oleh KPPN/Kas Daerah............. …………………. 2.... Pendanaan : 3.)……………….. (………………………………. 365 (Tiga ratus enam puluh lima) hari kalender mulai tanggal 02 Januari ……….. Harga Tetap : Rp..). setelah Hasil Pekerjaan diterima dengan baik yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Ketentuan/persyaratan lainnya akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor. …………………... .. Denda Keterlambatan : Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini untuk dilaksanakan secara baik dengan penuh tanggung jawab.... dengan ketentuan sebagai berikut : 1.... Kantor……………………………………………….. PIHAK PERTAMA..Dengan ini PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ..... Tahun Anggaran 200.. Tempat Penyerahan : 6.. ………… Yang Menerim a Perintah.. sudah termasuk Pajak-pajak (daftar rincian pekerjaan terlampir). Pembayaran : 4.... ………………………………………. Kepada …………………………………………………………. PIHAK KEDUA.... Waktu Penyerahan : 5. dengan Rekening No. Dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA ) …………………………………………………………. …………………………….. Yang Memberi Perintah. …………………………………………………………………… …………………………………………... Untuk setiap hari keterlambatan atau absen melaksanakan Pekerjaan maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar satu permil (1 o/oo) dari harga borongan dan diperhitungkan pada saat penagihan pembayaran. Tem pat/tgl. Mata Anggaran (…………….

NIP.644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I. …………………… PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No. Pembersihan Water Closet/Kamar mandi c. Pengisian sabun wastafel e. Ketua …………………………. Lampiran Surat Perjanjian No.1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung a. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13. Tanggal.…………………………. Pembersihan Lantai ruang kantor/lab b. ……………………..416 M2 1 Paket …………… . Pembersihan Kaca ruang kantor/lab d. Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I.2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput 36.

Kom itmen ……………………………... tanggal . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... …………….................... ……………………………............Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA................ ………………………….................... Nama NIP Jabatan Alamat : ......................... tanggal ……………… bulan …………………...... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN KOMPUTER/PC PADA …………………………… ………………………………………………………… Nomor : ……………………...... NIP....... …………………………... Pada hari ini ........... Nomor ............. : ................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola .......tahun dua ribu .............. Pejabat Pembuat ……………………………...... PIHAK PERTAMA....... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...

....... Nama Jabatan Alamat : .. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...... Tentang : Penetapan Pem enang Pengadaan Kom puter/PC Pem buat Komitm en Pengum um an Nomor : …………………………………......... Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………….. Tanggal ……………………..... Tanggal : ………………………………….. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia............... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dibawah ini.... dengan segala perubahannya.............. tanggal ................................. : ................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.. 2....... Nomor : …………………………………........ Nomor ..... berdasarkan...I/ Pemerintah Daerah ........... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. seperti tertera pada Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ………………....... ……………………… Tahun Anggaran …….................... .... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........... Pasal 2 Ketentuan Dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.. Pasal 1 Tugas /Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas/ pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC sebanyak 3 (tiga) unit pada ………………………………….......keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.

. Tahun Anggaran ………………. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan.. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitment ………………………………….Tanggal Tentang Surat : …………………………………. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.... Tanggal : …………………………………. ……………………………………. Pasal 4 Syarat-syarat Umum Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah Pihak Pemberi Pekerjaan.. Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan..... . Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini... : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : ………………………………….. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana lampiran Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan computer/PC. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Komitm en Surat Perintah Penawaran harga dari PT/CV/Firm a/Kop.... dalam hal ini adalah …(sebutkan nama orangnya) ………………………. Tanggal : …………………………………. Nomor : ………………………………….. yang bertindak untuk dan atas nama Direktur PT. Pasal 3 Itikad Baik PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak... Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

pengoreksian. hak cipta dan merk. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini... Mutu. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten.. tanggal …………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga Borongan /kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp. dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas pengawasan.Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. ……………………………………………………………………. jenis. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. KEDUA harus mengetahui segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat 1 diatas.) termasuk biaya pengiriman (transportasi) serta perhitungan – perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan Komputer/PC pada …………………………………………………… Tahun Anggaran ……. ………… tanggal 31 Desember…… Tahun Anggaran ……… Pasal 9 PIHAK . adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Keputusan Penetapan Penyedia Barang Nomor ……………………………. ……………………….

6. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini.Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syarat Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. diperhitungkan berangsurangsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen). PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi – tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………… Nomor. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. Pengambilan uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. Dan Nomor NPWP……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh) rangkap KESATU bermaterai Rp.Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian.000. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa /Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. ……………………= . dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Rekening : …………….. telah menyerahkan jaminan pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. sebagai berikut : Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Faktur Pajak Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengujian SPP-LS melalui KPPN/ Kas Daerah ……….

Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. maka untuk setiap hari keterlambatan. …………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20% dari nilai kontrak. Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar 1 o/oo (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA.Rp. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. (…………………. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. Pasal 11 Sanksi dan Denda Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. ………………. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua belah Pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. maka jaminan –jaminan yang diserahkan kepada PIHAK KESATU disita oleh PIHAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. .

PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. baik volume. PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor ……………………. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya.. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.. Pasal 13 . PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA wajib menjamin keaslian barang dan tidak melanggar hak cipta/merk/kekayaan intelektual serta jaminan purna jual selama 1(satu) tahun. ………… Tanggal ………………. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak dan kewajiban PIHAK KESATU PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. penelitian.

Pasal 14 Transportasi Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut rugi kepada PIHAK KESATU. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan /teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini. 2). PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sebagai diatur dalam Pasal 6 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung kontrak perjanjian ini. Dalam hal demikian.Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor …………………………………………………………………. Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima hasil Pekerjaan. sehubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 16 . maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. Pasal 15 Pemutusan Hubungan Kerja PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. Jika terjadi Pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini. 1). 3).). tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. …………………………….

Pasal 19 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri.. Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri ……………. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian ini. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) kecuali pemerintah secara Khusus mengaturnya. Pasal 21 Keadaan kahar . Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. Pasal 18 Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian. fax maupun telepon. wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase.Penyelesaian Perselisihan Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU.

pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa /Penguji Barang/Jasa. Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam. Pasal 23 Amandemen Kontrak PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. tanah longsor. gempa bumi. Perubahan Pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. keadaan dimaksud adalah .Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. 2. Pemogokan nasional Kebakaran Gangguan industri lainnya. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan – keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. Pasal 24 Ketentuan Tambahan Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia /penguji. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terjadi atas pengawasan. gunung meletus. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan perundangundangan yang berlaku Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. banjir. pesanan. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. . wabah penyakit. angin topan.

Dokumen Pemilihan Penyedia Barang / Jasa Pasal 26 Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar.. Surat Penetapan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) . Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPBB) ..Jika Terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop………………. Berita Acara Pemberian Penjelasan . PIHAK KESATU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. tanpa paksaan. bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada surat perjanjian Kontrak ini dilampirkan : Jaminan Pelaksanaan . dalam rangkap 6 (enam) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. …………………………… ……………………. Berita Acara Pembukaan Penawaran . Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan . Berita Acara Hasil Pelelangan . Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran . dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari. tanggal. …………………………… . Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan .

: ………………………………………………. Pada Hari........ …………………………………………….. ……………………(Dengan huruf)..... : Pengadaan Komputer PC untuk Keperluan Kantor ..... : ………………………………………………...../200......... . : ………………………………………………. ………………………………………………. /I/......... : ………………………………………………… : ………………………………………………… Pekerjaan tersebut harus Dimulai Selesai selambat-lambatnya .. : ………………………………………………........ : Kantor Pelayanan Perbendaharaan … Negara/Kas Daerah …………… dari Anggaran Dana Kegiatan ……Tahun Anggaran 200.... : Pejabat Pembuat Komitmen ...... : ……………………………………………….... : ……………………………………………….SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ... tanggal Nama Jabatan Alamat Memberi Perintah Kerja kepada Nama Jabatan Alamat Macam pekerjaan yang dilaksanakan Jumlah Harga Pembayaran dilakukan melalui : ………………………………………………. : Rp......

Sanksi/denda akan dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu perseribu) per hari dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan penyerahan pekerjaan dari jumlah harga (Nilai Kontrak). Tahun Anggaran 2004. Direktur Lampiran I Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……. …………………………….Dengan ketentuan-ketentuan terlampir : Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 8 (delapan) dan berlaku syah setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan bermaterai secukupnya. DIPA No Tidak diperkenankan mengadakan perubahan harga. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firm/Kop …………. NIP. Dalam hal ini apabila terjadi perselisihan maka kedua belah pihak akan memilih tempat yang sama dan syah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta. Barang harus diserahkan selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditentukan dalam Surat Perintah Kerja (SPK). Segala sesuatu yang belum diatur /tercantum dalam ketentuan ini berlaku ketentuan umum yang lazim dipakai dalam perjanjian /kontrak. maka kepada Pihak Pemberi pekerjaan akan dikenakan denda dan harus dibayarkan kepada Pihak pelaksana . ………………………………………………. Apabila Pihak pemberi pekerjaan mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran kepada pihak pelaksana pekerjaan. KETENTUAN – KETENTUAN ADMINISTRASI DAN PEMBAYARAN Jumlah harga tersebut akan dibayar dari Anggaran Dana Kegiatan ………. ……………………………. kwalitas maupun perintah kerja yang telah ditentukan. ……………………………………………..

Hardisk Seagate Baracuda 80 GB/7200 RPM. 1 Port Serial. VGA AGP 64 Gforce 2/MX 400 DDR 256 MB/PC 2700 Casing Tower Full ATX Simbadda/350 watt . ……………………………. LAN 10/100Ethernet. 52 Slot PCI.dengan nilai sebesar Bunga Bank yang berlaku pada saat transaksi dan mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku. Volu me 3 Unit Harga Satuan ……… Jumlah Harga (Rp) ……………… Nama Barang Pengadaan Personal Komputer Spesfikasi PC Pentium 4 Mainboard ECS Intel 848 P. Direktur ……………………………. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………. Lampiran II Nomor Tanggal No 1. 4 Port USB 2. : : : Surat Perintah Kerja (SPK) …………………………….0. NIP... Sound ADI Ad 1980 6-Channel Audio CODEC. YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………. Sound. 1 Slot AGP. 1 Port Pararel. A-Intel Presscott CPU Support Include Chipset Northbridge Intel 848 Up 64 MB 2D/3D Support.

.. Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN SUMBER AIR BERSIH KAPASITAS SEDANG ………………………………………………………………………………..... Nama : . ………………………............44 MB Monitor 17’ Flatron ez T.................. ..... Total ……………………………………………....... ……………......DVD Combo Lite on Floppy Disk Panasonic 3. 710 SH LG Keyboard Logitach Mouse PS2 OEM Infra Speaker Subwoofer Stabilizer Modern 56 k Flasdizk 128 MB Proccecor Intel Pentium 42............. ………………………………….... …………………………………........................ ……………. ………………………..... ………………………………….. Pada hari ini ...................... ..tahun dua ribu .4 GHz Terbilang : Jumlah PPN 10% ……………………………………………......5/1............... SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : ..... YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen …………………………………............................... tanggal ……………… bulan …………………........ ……………. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... ……………...

..... Nama Jabatan Alamat : ... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ...... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini................. dengan segala perubahannya....................................... 2.............. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ........................ Pasal 1 TUGAS DAN KEWAJIBAN . 4...................... 2.. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia......I/ Pemerintah Daerah ........................................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................ Kedua belah pihak berdasarkan : 1..... Nomor .. Nomor ....... tanggal ................ tanggal ................NIP Jabatan Alamat : ..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti... 6..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............ (kalau ada) Surat Keputusan .. tanggal ............ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Nomor ...... : ............. tanggal . 5... tanggal ......... 7... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya...... 3.... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................... tanggal ........... Surat Penawaran harga Nomor ...........

tanggal ………………………….. Untuk prestasi pekerjaan 100% dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan I... Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 3 WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang ……………………………………………… adalah selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Pemborongan atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal ………………………………………………. (dengan huruf). sudah termasuk ongkos kerja. PIHAK KEDUA dalam mengajukan termijn atas prestasi yang dicapai diwajibkan untuk membuat daftar prestasi pekerjaan dan PIHAK PERTAMA akan membuatkan Berita Acara Pekerjaan. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 4 ..PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah dibehrikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan : Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang. material dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku dengan perincian sebagaimana terlampir. Untuk prestasi pekerjaan sebagai akhir dari masa pemeliharaan pekerjaan dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan II (terakhir). Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Dokumen Penunjukan Langsung (RKS) Nomor : ……………………………. Pasal 2 HARGA Harga Borongan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 Surat perjanjian ini sebesar Rp ……………………….

Seluruh pembayaran dibebankan pada DIPA No ……………. tanah longsor. sehingga mempunyai akibat langsung tertundanya penyelesaian pekerjaan tersebut. Kebakaran Perang. Peraturan Pelmerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. banjir. Dalam hal terjadinya force majeure PIHAK KEDUA wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam jangka waktu empat belas (14) hari kalender terhitung sejak kejadian dimaksud. pemogokan dan epidemi.. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dengan batas maksimum 5% (lima persen) dari harga borongan pekerjaan. Pasal 5 DENDA KETERLAMBATAN Apabila jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dilampaui akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Bencana alam (gempa bumi. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I Oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang.anggaran ……………. c. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. d. ……………………. dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II (terakhir) oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. pemberontakan.CARA PEMBAYARAN Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap. Tanggal …………………………. Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa adalah peristiwa-peristiwa berikut : a. yaitu tahap pertama sebesar 95% dari total nilai kontrak atau Rp. Dengan pengajuan SPP-LS oleh bendaharawan ………………………………………………………… kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah ……………………….. huru hara. . sedangkan tahap kedua merupakan masa pemeliharaan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum selama 30 (tiga puluh) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% dari nilai kontrak atau Rp. ………………………. dll) b.

Pasal 7 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika Terjadi perselisihan pendapat dalam rangka pelaksanaan Surat Perjanjian ini kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah.. kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaiannya kepada Pengadilan Negeri. tanggal. bulan. Pasal 8 PENUTUP Surat perjanjian ini dibuat 7 (tujuh) rangkap. Kedua belah pihak sepakat untuk memilih tempat kedudukan yang syah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri …………. dan tahun tersebut diatas. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Pada hari.Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Apabila penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini belum tercapai. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.

.

Lampiran : SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (SPK) Nomor :…………………………………… Tanggal : …………………………. 2. Pemasangan alas / dasar saluran. TOTAL Rp. M2 TOTAL Terbilang : PAJAK 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA .15 cm . Perbandingan coran 1 : 2 : 3 4.15 cm .6 50 M M2 84 M2 42 1 M Ls II . Pemasangan kolom bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Pembongkaran saluran lama Pengangkutan dan pembuangan puing Pekerjaann Pemasangan 1. Pekerjaan : Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas Sedang No DESKRIPSI JUMLAH HARGA SATUAN Rp. 2. Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas sedang berupa Perbaikan saluran pembuangan air bekas (drainage) I. bahan plastik Pemasangan coran beton bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Pekerjaan Persiapan 1. Pemasangan grill besi siku-siku 4 x 4 @ 45 cm 6. Perbandingan coran 1 : 2 : 3 3.

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

.................................................... 2........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.............. : ......... ……………...................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Inventaris Kantor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA MEJA KAYU DAN KURSI BESI / METAL UNTUK KEPERLUAN KANTOR ……………………………….......... : ...................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................................. Nama NIP Jabatan Alamat : .........SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………........................ Pada hari ini ........... Nomor .... ………………………………………………………………………………....... Nomor . tanggal .....tahun dua ribu .. dengan segala perubahannya........... tanggal ……………… bulan …………………... Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....I/ Pemerintah Daerah ............. Nama Jabatan Alamat : ..................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R..... tanggal ..................................................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............

Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Kanan 5 buah Hydraulik 1 Set Volum e 1 buah 02 . .Kanan 5 buah Hydraulik 2 buah 03 . Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Kulit Tinggi : Kiri .Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi /Metal pada Kantor ……………………. Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Oskar Standari : Kiri . adalah sebagai berikut : N o Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 .

.. atau selambat-lambatnya tanggal ……………………………………………………………. …………………………… (dengan huruf). tanggal ... kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA...... Surat Penawaran harga Nomor ............. tanggal ...... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 tidak dapat diubah.. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ...... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... (kalau ada) Surat Keputusan ....... Nomor ..... tanggal ... harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal …………………………....Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. tanggal .... ........ dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak......... Pasal 5 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp..........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 3 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor Berupa Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi / Metal pada kantor ………………………………….... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..

……………………. . Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………………………. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan/barang yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat.. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. Pasal 6 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi.Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut.. Rekanan bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 7 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga kontrak. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan.

Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Pasal 9 JAMINAN Apabila peralatan/barang yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. Peralatan/barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan Pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. Pasal 8 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. Pasal 10 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat-lambatnya 1 (satu) Minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. cacat. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat 1. .

maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. peperangan. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. Pasal 11 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Pasal 13 LAIN – LAIN . maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. Pasal 12 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan ini dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. dan sebagainya) kebakaran. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. Apabila cara yang dimaksud Pasal 12 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. huruhara. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikelluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Abritasi Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta.Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagia alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. banjir.

setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP PIHAK PERTAMA Lampiran : SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor :………………………tanggal …………… Pekerjaan : Pengadaan inventaris kantor No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 . Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. 1 Set Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) . akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.

Terbilang : Jumlah PPN 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada Perusahaan Nama NIP .Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Oskar Sandaran Kepala : Standari Sandaran Tangan : Kiri .Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik 1 buah 2 buah 03 . Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Kulit Sandaran Kepala : Tinggi Sandaran Tangan : Kiri . Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm 02 .

.... tanggal ....... : .............tahun dua ribu ......... Pada hari ini ... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...........................................................SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : …………………………………….. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............................... (kalau ada) .I/ Pemerintah Daerah ..... Nomor .................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ......... : .... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... tanggal .......... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ................................................................. tanggal ……………… bulan …………………. tanggal ... Nomor ............................................................ Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA : PENGGANTIAN /PEMASANGAN KARPET.. tanggal ......... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... ……………....... Nama Jabatan Alamat : .. tanggal ....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... Nama NIP Jabatan Alamat : ....... 2. ………………………………………………………….. Surat Penawaran harga Nomor ..................... dengan segala perubahannya...................... PERBAIKAN/PENGECATAN DINDING DAN PERBAIKAN PINTU RUANG KERJA PADA KANTOR …………………………………………….

Warna Lily White ABQT.. Gauge : 1/8 e.. Yarn Type : 100% Nylon 6. 8006..0 c... tanggal .. Width : 4.Surat Keputusan .. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) 1 LS 43.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada Kantor …………………………………………………………………. Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Penggantian/Pemasangan karpet. I 1 II A 1 Bahan Spesifikasi 1..0 M j.. Construction : Cut Pile Saxony b.. Dye Method : Piece Dyed d.. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.0 MM g. Nomor . Primary Backing : Woven Polypropylene h.. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f.. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic Windsong-Clour Wood -046 a. Static Control : Permanent k. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2.. Pile Hight : 12. Secondary Backing : Woven Polypropylene i. Cat Tembok : Vinilex No...tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti...586 M2 ... adalah sebagai berikut : No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Volume karpet.

Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu.59 22. harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kontralk atau selambat-lambatnya tanggal ………………………… Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah.586 43..18 46. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu. .586 43. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex. SIJ). perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada kantor ……………………………………………….25 M2 M2 M2 M2 Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Pengadaan/ pemasangan karpet.65 29.586 M2 43. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak.609 M2 43. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan PEngecatan Dindking dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 11.2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 3 4 Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lapisan Lantai-Kamar Rias SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.586 M2 M2 M2 M2 43.586 43.712 M2 16.121 M2 22.586 M2 7 buah 2 buah 1 buah 41.

Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku.Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. . maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Surat Jaminan pelaksanaan di Bank atau Perusahaan Asuransi yang memiliki Program Asuransi Kerugian yaitu sebasar 5% dari harga Asuransi Kerugian yaitu sebesar 5% dari harga kontrak = 5% x Rp. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. = Rp. …………………… (dengan huruf). PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. …………. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat. …………………………… (dengan huruf). Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pasal 5 PEMERIKSAAN PEKERJAAN Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi. Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah………………………………………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti . Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar sama dengan nilai jaminan pelaksanaan. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Pasal 8 JAMINAN Apabila pekerjaan yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak.Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua pekerjaan yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. cacat.

peperangan. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan.dengan yang baru selambat-lambatnya pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. 1 (satu) Minggu setelah surat Terhadap pekerjaan tersebut pada pasal 1 diberikan jangka waktu / masa pemeliharaan selama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak pekerjaan selesai yaitu tanggal …………………………. Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. banjir. huruhara. . asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. dan sebagainya) kebakaran.

Apabila cara yang dimaksud Pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul.Nomor : ………………. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. Berita Acara Evaluasi... tanggal ……………. Pengumuman hasil pelalangan Nomor : ………………………. tanggal ……………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………………. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ……………….PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. ………………. tanggal ………………. Penawaran Harga Nomor : ……………. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ………. tanggal …………………… Surat Penawaran Harga PT. tanggal ……………. tanggal ……………… Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : ………….. tanggal …………... Pasal 12 LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : …………….... Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. tanggal ………………. tanggal ………………… .. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ……………………………….. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. tanggal ……………..

) . Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR VOLUME HARGA SATUAN (Rp. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari.Pasal 13 LAIN – LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.) JUMLAH HARGA (Rp. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. Tanggal : …………………………. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini..

Cat Tembok : Vinilex No. Gauge : 1/8 e.121M2 22. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2. Yarn Type : 100% Nylon 6. 8006. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet I 1 II A 1 2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 1 LS 43.586 M2 43. Construction : Cut Pile Saxony b. Dye Method : Piece Dyed d. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic WindsongClour Wood -046 a. Pile Hight : 12.0 MM g. Primary Backing : Woven Polypropylene h. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f. Warna Lily White ABQT. perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Bahan Spesifikasi 1.586 M2 43. Secondary Backing : Woven Polypropylen e i. Static Control : Permanent k.586 M2 43.586 M2 43.PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan karpet.586 M2 11.0 M j.586 M2 .609 M2 43. Width : 4.0 c.712 M2 16.586 M2 43.

25 M2 M2 M2 M2 PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex.3 4 Lapisan Lapisan Lapisan Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lantai-Kamar Rias SIJ Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.18 46.59 22.65 29. SIJ). Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 PIHAK KEDUA 7 buah 2 buah 1 buah 41. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu.

..... : ................ tanggal ……………… bulan …………………................. 2..................... RUANG TUNGGU TAMU DAN RUANG RAPAT……………………................SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor :………………………… Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA PERBAIKAN/PEMASANGAN DINDING PANEL KAYU PADA RUANG TATA USAHA... Nama NIP Jabatan Alamat : ................... tanggal .......... : ............................................................... Nama Jabatan Alamat : . bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........ dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............... …………….tahun dua ribu .... Nomor .................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....... tanggal ........................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.......................... Nomor ............... GEDUNG …………………………… …………………………………………………… Pada hari ini ...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan . dengan segala perubahannya............... Pasal 1 DASAR PERJANJIAN .....I/ Pemerintah Daerah ..................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..............

tanggal ... tanggal .... Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan.KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya......... (kalau ada) Surat Keputusan ..... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tanggal ……………..... sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya... 3........ Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat ……………………………….... Pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah jam kantor selesai.. tanggal ..... PIHAK PERTAMA menunjuk Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan sebagai pengawas harian pekerjaan bagi PIHAK PERTAMA.. Surat Penawaran harga Nomor .... yaitu : 2..... PIHAK KEDUA wajib melakukan persiapan dan menyediakan pengawas lapangan sebagai tenaga ahli yang terampil dan menguasai bidangnya serta menyiapkan seluruh peralatan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.... Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha. tanggal ... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........... Nomor ......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 2 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.. 4.. Pasal 3 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA DAN PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan 1.………………….secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:………………………...... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ...... Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat………………………………………………………… ………………………………….... .

. Lembur hari Sabtu/Minggu (jika diperlukan) : waktu disesuaikan dengan keperluan 5.. Ruang Tunggu Tamu Dan Ruang Rapat Kantor. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik.. ………………… PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini.. jumlah pekerja serta waktu pelaksanaan pekerjaan kepada petugas keamanan kantor. Jum'at : pukul 16.... Senin s/d Kamis : pukul 16. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. 7... sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal pelaksanaan lembur...00 WIB s/d selesai b.....30 WIB s/d selesai c.. PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran-saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya......... Pasal 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha..... PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua ketentuan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. 8.a. 9..l adalah selama 21 (duapuluh satu) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian kerja atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal………………………….. 6.. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan/menyerahkan identitas dan jumlah pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan ………………………………………………………………….. Setelah pekerjaan selesai dan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan kerangka acuan atau ketentuan teknis yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa.. 10. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan permintaan ijin lembur kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan dan menyerahkan identitas.. Pasal 5 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas . termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA..

6... setelah mendapat peringatan/teguran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan teguran tersebut. 2.. yaitu tahap pertama sebesar 95% atau Rp.. dari total nilai kontrak apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang.. Pengajuan SPP-LS dimaksud dapat dilakukan setelah diterimanya dokumen tagihan lengkap dari PIHAK KEDUA oleh Bendaharawan…………………………… Pasal 7 SANKSI 1. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap. 4. .pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak-pajak lain sesuai dengan peraturan perundanq-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA tidak dibolehkan melakukan perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA... Harga untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……………………………………………………………………………………………………. 5.. 7. Harga tersebut adalah tetap (Fixed Price). Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum 1 (satu) permil sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat 3.S) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPKN)/Kas Daerah .. Pasal 6 HARGA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. Semua pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada DIPA Nomor………………... ……………………………..Tanggal …………………… Tahun Anggaran ……………… Semua pembayaran akan diselesaikan dengan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-L. sedangkan tahap kedua yang merupakan masa pemeliharaan dengan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum 14 (empat belas) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% atau Rp………………………………… dari total nilai kontrak dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang.

2. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA.Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. 4. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. 5. bila tidak 3. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. peperangan. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 7 Kerugian-kerugian yang diderita oleh PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan para pekerja PIHAK KEDUA. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. . Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. 3. banjir dan sebagainya). 2. Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat bolas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. maka penggantian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA yang besarnya didasarkan pada nilai (harga) barang yang rusak atau biaya perbaikan dan nilai atas barang itu selama tidak berfungsi. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure untuk mendapatkan persetujuan PIHAK PERTAMA.

maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrage Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA.. 7.. 4. pada hari.dapat diselesaikan secara musyawarah. tanggal…………………………… Pasal 11 LAIN . Surat Keputusan Kepala Bagian Umum dan Keuangan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Nomor…………………...……Tanggal …………………. Surat Penawaran Harga PT. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. Tanggal ……………… Penetapan Harga Nomor :……………………tanggal ………………………. 3.. Klarifikasi. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di .. Undangan Negosiasi Harga Nomor :……………………... 3 (tiga) Rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama... 6. 5.. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:……………… tanggal…………… 2..LAIN 1. 3. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. . tanggal …………………… Berita Acara Evaluasi... dan Negosiasi Penawaran Harga Nomor:…………. ditambah lagi seorang di luar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA. bulan dan tahun tersebut di atas.. …………Nomor :……………… tanggal ………………….. 8.. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian inl atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. setelah dibubuhi materal yang cukup dan ditanda tangani di . akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.. Undangan Penunjukan Langsung Nomor :………. tanggal ……………… Persetujuan Penetapan Harga Nomor : ……………………. 2.. pada hari dan tanggal tersebut di atas. tanggal.

dan berakhir ..... ………………………………….. Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal ... .4..... Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. PIHAK PERTAMA …………………………….... …………………………………. NIP.. PIHAK KEDUA ………………………………….

...taekwood bermotif Lapisan pintu panel .5/2 dan 5/2 .. wood staind. sanding saller Finishing politur/toop cat gloss/doop Pekerjaan Persiapan Pembongkaran list/rangka pada dinding panel dan dinding gypsumboard Pembongkaran lemari tanam dan lemari buku ruang rapat Irjen HARGA JUMLAH Rp... 3.... Hasil Negosiasi : HARGA NO URAIAN KEGIATAN VOLUME SATUA N Rp....Lampiran : Surat Perjanjian Kerja Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Nomor : . Tanggal .....1 luar Lemari Tanam/Buku Dinding dalam multiplex terlapis taekwood Dinding kaca bevel 4 mm Lapisan dinding luar taekwood bermotif Laci/pintu double terlapis taekwood bermotif Pekerjaan politur : Pekerjaan wood filler... I .. tunggu tamu dan ruang rapat Irjen lantai II Bahan : Dinding Panel/Pintu Kayu Dinding panel kayu .... 2 .taekwood bermotif Rangka Binding kayu profil 3 -2 alur List kayu 3/2.. PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : Perbaikan/pemasangan Dinding Panel Kayu pada ruang Tata usaha..

20 meter 31.lama Pembongkaran rangka kayu profil .00 meter x 0.70 meter x 0.Ruang tunggu tamu Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.76 M 2 4.80 meter 3.80 meter Pasang list/ban vertikal/horizontal 8 -10 cm Pasang rangka kayu profil .00 meter x 0. Dinding panel A . 3. Dinding panel B .80 meter 13. 5. 5.40 meter 10 batang 15 batang 14 5. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C . Dinding panel B .P 80 cm . 4.Ruang Tata usaha Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.40 Pekerjaan Pasang .00 M 2 2. 3/5 cm Pasang rangka kayu profil P 265 cm .5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 1 13.70 meter x 0.96 M 2 48.00 M 2 3. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 4.00 meter x 0. Dinding panel C .lama Pengerukan lapisan politur dinding panel lama Pengerukan lapisan politur pintu panel – lama 1 LS 1 LS 1 LS 1 LS II 1 Pekerjaan Pasang .40 meter set 2 3 4 5 6 7 8 III 1 .80 meter b.80 meter c.20 M 2 4. Dinding panel A . 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .1 2 3 4 Pembongkaran list profil .80 meter b.

5. Dinding panel A . 3.Ruang rapat Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.96 M2 2.10 meter x 0. 3/5 c Pasang rangka kayu profil P 265 cm .5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 3.20 meter 19.70 meter dipindahkan 2 3 4 5 6 7 . 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .81 Pasang list/ban vertikal/horizontal 10. Dinding panel/lemari tanam .80 meter 32.80 M 2 47. Dinding panel/lemari tanam .95 meter 18.70 meter x 0.04 M 2 1.20 meter 5 batang 4 batang 7 set 20. 3. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B .50 meter x 0.80 meter d.80 crn Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm .60 meter IV 1 Pekerjaan Pasang . Dinding panel C . 3/5 cn Pasang rangka kayu profil P 265 cm . 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C .48 M2 4.70 M 9 batang 7 batang 13 set 5.40 M2 42. 3/2 cm Pasang list profil dinding gypsum 3.5/3 cm Pasang list profil lantai / karpet 3/2 cm 2.80 meter x 0.2 3 4 5 6 7 8 c.25 meter x 0. Dinding panel B .8 Pasang list/ban vertikaI/horizontal 8 •10 cm Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm .80 meter b. 2.80 meter c. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 3.

ruang kerja Irjen . luar/dalam c. luar/dalam b. luar/dalam c.ruang Tata usaha .20 M 2 1 set 3. Pasang list profil relief timbul . luar/dalam b. Pasang list profil relief timbul .20 M 2 . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal .60 meter Pintu tunggal . 1 buah a. luar/dalam b.60 M 2 3 3. Pasang lapisan daun pintu panel .ruang kerja Irjen . luar/dalam c. 1 buah a.ruang tunggu tamu .60 M 2 2 set 6. luar/dalam c. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6.60 M 2 1 set 1. 1 buah a.00 meter Pintu tunggal . 1 buah a.20 M 2 1 set 1. Pasang lapisan daun pintu panel . luar/dalam b.60 M 4 1. Pasang list profil relief timbul .ruang Tata usaha .1 V 1 2 Pekerjaan Pintu Pintu double . 1 buah a. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal .60 M 5 3. Pasang list profil relief timbul .00 M 3. luar/dalam 3 4 V 5 5. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 3.

1 trap Pasang pintu double dan acessories 2 set 6.20 M 2 1 set 3.00 M 2 7 3.60 M 2 VI 1 2 3 4 5. luar/dalam c.50 M 2 a.ruang rapat Irjen . luar/dalam c.kanan Pasang dinding atas .ruang rapat Lemari buku sisi kiri Pasang rangka kayu profil P 256 cm . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pekerjaan Lemari Tanam . Pasang list profil relief timbul . Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul . 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca .5 M 2 1. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pintu tunggal .40 1. 1 2 3 4 5 6 Pekerjaan Lemari Buku .ruang tamu ke rapat . luar/dalam b.60 M 2 5.70 M 2 2.40 1.ruang tunggu tamu Pasang dinding sisi kiri .10 1. luar/dalam b. 1 buah a. 1 buah 1 set 3. luar/dalam c. 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.1. Pasang lapisan daun pintu panel .b.bawah Pasang ambal tengah .10 M M M M 2 2 2 2 VII A. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6 Pintu double . Pasang list profil relief timbul .40 M 2 4 buah 2.10 M 2 .

. Pembuat Komitmen PIHAK Pejabat ----------------------------------------------- . Dibulatk an ……………………………………………………………. Lemari buku sisi kiri 1 2 3 4 5 6 Pasang rangka kayu profil P 256 cm ..10 M 2 VIII 1 Perbaikan Dinding Gypsumboard Penggantian/pemasangan dinding gypsumboard 2 Pemasangan wallpaper Terbilang 1.. 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.00 LS Jumlah PPN 10% Total ……………………………………………………………...00 LS 1... PIHAK KEDUA PERTAMA PT/CV/Firma...40 M 2 4 buah 2.70 M 2 2.15 M 2 1...B.. 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca .....

Nama Jabatan Alamat : ............................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. : ............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... Pada hari ini .................................... dengan segala perubahannya...... tanggal ……………… bulan …………………................................................. . Nama NIP Jabatan Alamat : . yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......... Nomor ......................... 2.......................SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………………………….....tahun dua ribu .. Nomor .................................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....... : ....................I/ Pemerintah Daerah ......................................... tanggal ................................. ……………. tanggal .........

..... Harga Pekerjaan : Rp. Tahun anggaran 200….... Cara Pembayaran : Pembayaran biaya pekerjaan tersebut pasal 1 Surat Perintah Kerja ini dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………......... Surat Penawaran harga Nomor ... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .... tanggal .... Sampai dengan …………... tanggal .. Nomor ... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ......pasal sebagai berikut : Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 : : : Pekerjaan : Pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb.......... Pembayaran dilaksanakan secara sekaligus sebesar 100% dari harga pekerjaan..... tanggal 31 Desember ………… dengan Kode Satuan Kerja..... Kedua belah pihak berdasarkan dokumen-dokumen yang secara langsung mendasari pembuatan perjanjian ini : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya... …………… (dengan huruf) Jangka Waktu : Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan hingga selesai secara keseluruhan (100% dari total bobot fisik pekerjaan) adalah 60 (Enam Puluh) hari kalender atau tanggal……. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... tanggal ..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan sanggup untuk melaksanakan perintah tersebut dengan ketentuan sebagaimana pasal . Nomor : ………….... (kalau ada) Surat Keputusan ..... tanggal ....bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... yaitu sebesar 100% X Rp ……….... Biaya pekerjaan tersebut pada pasal 2 surat perintah kerja ini dibebankan pada DIPA satuan kerja... kepada Rekening Perusahaan..... Dengan Nomor Rekening :…………pada Pasal 4 : ......................

.....BANK……….. Segala biaya yang timbul sebagian akibat pembatalan surat perintah kerja menjadi Beban Pihak Perusahaan Demikian Surat Perintah Kerja ini di buat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap. SPK ini dapat digunakan untuk pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb. Jika keterlambatan sudah dalam jangka waktu maksimal maka perusahaan dikenakan denda sebesar 5 % (lima persen) dari nilai harga borongan dan PIHAK PERTAMA berhak membatalkan secara sepihak atas Surat Perintah Kerja dimaksud. Tentang PEKERJAAN PENGADAAN PERSONAL KOMPUTER DAN MESIN PRINTER PADA KANTOR…………………………………. SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor ……………………….. untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. yang pengadaannya jumlahnya relatif kecil. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan secara keseluruhan pekerjaan tersebut pada Surat Perintah Kerja ini dan di terima baik oleh Pihak pertama yang dituangkan dalam Berita Acara Pembayaran Pekerjaan atas dasar berita acara dan pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan yang di buat dan ditanda tangani oleh panitia pemeriksaan dan penerimaan barang dan jasa.. Jadi tidak perlu menggunakan Surat Perjanjian. terdiri 4 (empat) asli bermaterai cukup. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.... dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Mengetahui/Menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran Nb.. Pasal 5 : SANKSI PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari harga borongan pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan pekerjaan.......... ………………………………………………… ..

....................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ....... Nomor ............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......................................... : ................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................................................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... (kalau ada) Surat Keputusan ........ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..... 2............... Surat Penawaran harga Nomor .....Pada hari ini .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... dengan segala perubahannya........ tanggal ............................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini......... Nama Jabatan Alamat : .............tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti................................................I/ Pemerintah Daerah ............................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... tanggal ...... tanggal .... . …………….. Nama NIP Jabatan Alamat : ...... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia............. : ..........tahun dua ribu . KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... Nomor ................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. tanggal .................................. Nomor .. tanggal ……………… bulan ………………….. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. tanggal .. tanggal .................

. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara...Pasal 1 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor ………………………………… sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya. Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor . Apabila setelah diberikan Surat Teguran ternyata tidak ada upaya perbaikan. . PIHAK PERTAMA akan memutuskan secara sepihak Surat Perjanjian ini dengan PIHAK KEDUA. 2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut Pasal 1 dalam Surat Perjanjian ini adalah 5 (lima) hari kalender sejak penandatanganan kontrak sampai dengan pekerjaan selesai diserahkan oleh PIHAK KEDUA. 2. 5.. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN 3. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan atau Ketentuan Teknis yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa.. PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua peraturan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan RKS Nomor:………………… tanggal ………………………… Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA. 4. Pasal 2 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan: 1.. dan apabila ditemukan adanya penyimpangan (tidak sesuai Surat Perjanjian) maka PIHAK PERTAMA akan memberikan Surat Teguran kepada PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA berhak membuat evaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran – saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya.

Pasal 5 BIAYA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. 5. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. 2.) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus. . Pembayaran dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kas Daerah …………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah ( Fixed Price) termasuk pajak sesuai kententuan yang berlaku. Pasal 7 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa.(………………………………………. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Semua pembayaran akan d selesaikan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dari Bendaharawan ………………………………………………… Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. 6. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 6. Pasal 6 SANKSI 1. ………………. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. setelah mendapat peringatan/tegoran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan tegoran tersebut. 2. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini.. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. pemogokan. 3. 4..Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. apabila prestasi pekerjaan selesai 100 % dengan baik dibuktikan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dari Pengujian Barang oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. banjir dan sebagainya ) peperangan.

harus diberikan jaminan bahwa barangbarang tersebut asli (original) baik software maupun hardware dan bertanggung-jawab atas tuntutan hak cipta/merk/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak serta menjamin pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan Force Majeure. Pasal 10 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung sejak. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. ditambah lagi seorang diluar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui. Pasal 8 GARANSI Terhadap barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA seperti tersebut pada Pasal 2 ayat 1 diatas. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. . bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

pada hari. bulan dan tahun tersebut di atas.Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. ………………………………….. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. ……………………………. PIHAK PERTAMA.. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. . …………………………………. PIHAK KEDUA. Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. pada hari dan tanggal tersebut di atas. NIP. …………………………………. tanggal... setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……….

.7 GHz Chipset SIS 650 256 MB SDRAM 20 GB HDD Realtek 8139 onboard 10/100 Mbps Ethernet 3. ………………. ………………………………. 2 ………………….. PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA.... ………………………………. ………………………………….. Tanggal : ………………… NO 1 SPESIFIKASI Pengadaan Personal Komputer Merk : Wearnes Premiere 6828 Pentium IV 1. JUMLAH HARGA (Rp) ……………… ….. Pengadaan Mesin Printer 4 Unit Merk : HP...44 MB FDD Scroler Mouse 107 Keys multimedia keyboard 15” monitor VOLUME 4 Unit HARGA SATUAN (RP) …………………. .. ……………… Jumlah PPN 10% TOTAL ………………. ……………………………. ……………. ………………………………….5” 1.LAMPIRAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor : …………………………. Deskjet 656 C Inkjet Printer 6ppm in black & 3ppm in color Optional photo quality colour eith photo cartridge 100 sheet tray PCL level 3 512kBytes built in RAM and 32Kbyte receive buffer USB interface 1000 page duty cycle Terbilang : ………………………………………………………………… ……….

... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set Serta Perlengkapannya untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti........................... Nomor ..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... dengan segala perubahannya.... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...I/ Pemerintah Daerah . Nama NIP Jabatan Alamat : .......................................... : .......................... Nomor : ………………………… Pada hari ini ................... tanggal ……………… bulan …………………............... Nomor ....Direktur NIP......... dan PIHAK KEDUA menerima tugas/pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung ...................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................. tanggal ... tanggal ..................tahun dua ribu .... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... ……………......... Nama Jabatan Alamat : .... : ......... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia...................... Pasal 1 Tugas/Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.............................. 2.................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......................................... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENERATOR SET SERTA PERLENGKAPANNYA PADA GEDUNG ……………………………….....

. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen ... 2....... Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. 3. berdasarkan... 2. dalam hal ini adalah ………………………………… bertindak untuk dan atas nama Direktur PT…………………………… Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA. 5. Surat Penawaran Harga Nomor :……………… tanggal ……………….. 3. Pasal 3 Itikad Baik 1. seperti tertera pada Lampiran Surat Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ……………………………….……………….. tanggal…………… 5..... 4. 1.. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya..………………………………………………… Tahun Anggaran …………….. Tanggal………………….. Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1.…………. Dokumen Pelelangan Umum Pasca kualifikasi Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya Nomor : ……………………. .. 4.. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah pihak Pemberi Pekerjaan. ……………………………………………………………………………………… Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan. 2.. Peraturan Pemerintah lainnya yang terkait dengan pelaksanaan Kontrak ini. Pasal 4 Syarat-syarat Umum 1... Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini... PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. 6. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan Nomor : ………... tanggal……………………… Pasal 2 Ketentuan dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

sebagai berikut : . ……………………………………. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat I diatas. jenis. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. MAK : ……………………………. dan pengujian pekerjaan yang dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung …………………. termasuk perhitungan-perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No………………… tanggal 31 Desember ………………. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga borongan/kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp.. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Lampiran Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang Nomor :……………………tanggal…………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini.7. 2. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. Tahun Anggaran ……………. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten.Tahun Anggaran 2007. hak cipta dan merk. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah Surat Perjanjian/Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………………………………………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan 1. mutu. Pasal 9 Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syaratnya Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan diadakan pengawasan. pengoreksian. ……………………………………………………(dengan huruf)..

……………………………… = Rp. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. ……………………………………. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………………………………. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. Pengembalian uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua .belah pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. 6. c. Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. 3. 7. 3. Nomor Rekening : ……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20 % dari nilai kontrak Jaminan Pelaksanaan dan jaminan Uang Muka.1. 2. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. diperhitungkan berangsur-angsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh). akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : a. Faktur Pajak.00 b. (………………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. 5. d. Berita acara Pemeriksaan/Pengujian. telah menyerahkan jaminan Pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. . Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui KPPN/Kas Daerah …………………. 4. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka 1. 6. Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat.000. rangkap KESATU bermaterai Rp. 2. PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. Jaminan.

Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. 2) PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA 3) PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak 1. baik volume. maka untuk setiap hari keterlambatan. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 3. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebepar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. 2. 5) PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. 2. PIHAK KEDUA wajib membayar "denda keterlambatan" sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Hak dan kewajiban PIHAK KESATU 1) PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA.4. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. maka jaminan-jaminan yang diserahkan kepeda PIHAK KESATU disita oleh PIIIAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. penelitian. Pasal 11 Sanksi dan Denda 1. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. 6. Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan termasuk sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA . Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA 4) PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/ barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. 5.

PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/ peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. . Pasal 15 Pemutusan hubungan Kerja 1. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. Pasal 13 Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan 1. Pasal 14 Transportasi 1.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor …………………… Tanggal …………………… PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor ………………………………………………………………………………… Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. 2. 2.

. Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak.. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini... PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. 2. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. Pasal 16 Penyelesaian Perselisihan 1.. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.... 4. Pasal 18 .... sehubungan dengan pekerjaan ini... maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. 2) PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sabagai diatur dalam Pasal 6 Surat perjanjian ini. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian.1) 2... 3... wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase.. 3) PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU... Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri . Dalam hal demikian.. Jika terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung tanggal kontrak perjanjian ini. maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara..

Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian iini. banjir. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas . dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. tanah longsor. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) dari PIHAK KEDUA kecuali Pemerintah secara khusus mengaturnya.Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. wabah penyakit. badai. Pasal 21 Keadaan Kahar 1. gempa bumi. 5) Pemogokan nasional 6) Kebakaran 7) Gangguan industri lainnya. gunung meletus. Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. fax maupun telepon. keadaan dimaksud adalah : 1) Peperangan 2) Kerusuhan 3) Revolusi 4) Bencana alam. angin topan. P as a l 1 9 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. 2. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.

perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. Running Test (Masa Percobaan) dilakukan selama 3 (tiga) hari. Pasal 26 . Jika terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan. Jaminan Pelaksanaan. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. 5. Pasal 24 Ketentuan Tambahan 1. Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. 2. Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia/penguji. 2. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan. Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). Berita Acara Pemberian Penjelasan. Berita Acara Hasil Pelelangan. 7. pesanan. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Berita Acara Pembukaan Penawaran. 3. 8. 9.2. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada Surat Perjanjian Kontrak ini dilampirkan : 1. pengawasan. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. 6. 4. 3. 2. Pasal 23 Amandemen Kontrak 1. 10. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPB). PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU.

SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : 1901 / 91 / SIJUK... dalam rangkap 10 (sepuluh) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA ………………………………….... dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di ... bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas.. NIP. I / 2003 ... PIHAK PERTAMA …………………………………. ………………………………….... pada hari.. tanpa paksaan.Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. ……………………………. Jabatan Pada Perusahaan …………………………….. tanggal.

.. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia............................................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini...... tanggal ............................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................. ……………......................tahun dua ribu . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......... 2........... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...... Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan barang inventaris kantor ……………………………………………………berupa LCD Projektor pada kantor ……... Nomor ..............Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA LCD PROJEKTOR Pada hari ini ...... Nama Jabatan Alamat : ........ : ............. tanggal ......... Nomor ......... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa LCD Proyektor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti........ tanggal ……………… bulan ………………….............I/ Pemerintah Daerah .................................... : ....... dengan segala perubahannya.................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.............adalah sebagai berikut : ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..................

HDTV * Audio Output – Speaker (s) – integrated * Sound Output Mode – Stereo 2 Watt * Input Device – Remote Control * Compliat Standards – UL. SECAM. ICES-003 * Power –AC 100/ 240 V ( 50/60 Hz) * Power Consumption Operational – 350 Watt Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANA LCD Volume 1 unit Waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang inventaris berupa LCD projector pada Kantor ……………… harus diselesaikan tidak lebih dari 5 (lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat perintah Kerja tanggal……… atau selambat-lambatnya tanggal………………… jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah.3 lbs * Image Brightenes – 2500 ANSI lumens * Max Resolution – 1024 x 768 * Tecnology – Digital Light Processing ( DLP) * Color Support – 24 bit ( 16.8 in x 4.CSA.3 in * Weight – 9.TRUV.in Devices – Stereo speakers * Dimensions ( Wx D x H ) – 13. FCC.7 M color) * Image contrast Ratio. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. GOST. PAL.A.EN55022. C-TICK. NOM.800 : 1 * Lamp Tipe – UHP 250 Watt ( 2000 hour ( s ) ) * Video Input – NTSC. Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seizin PIHAK PERTAMA .No 1 Spesifikasi PENGADAAN BARANG INVENTARIS BERUPA PROJECTOR Merk : INFOCUS LP 650 * Device Type – DLP Projector * Built. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak.

........ Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan/ barang tiba di lokasi.... harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan atau barang yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan atau peralatan /barang yang cacat.Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah . Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari ..... Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan /barang yang ditolak tersebut...

cacat.keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. pemotongan . kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat . banjir dan sebagainya ) kebakaran.huru-hara. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (Klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 JAMINAN Apabila peralatan / barang yang diterima di lokasi dalam keadaan rusak. peperangan.lambatnya 1 ( satu ) minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA Peralatan atau barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan dari tuntutan hak cipta/merk/paten/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak dan menjamin atas pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-Penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan Pekerjaan tambah kurang atau hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa.

Pengumuman Hasil Pelelangan Nomor : ………………………. tanggal …………….. tanggal ……………. tanggal ……………. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini Pihak kedua tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. . bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 12 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan pengadilan Negeri.atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. tanggal ……………. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul... untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : …………….. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………... tanggal ………………. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrasi Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………..

tanggal ………….. . …………………………………... setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………. PIHAK PERTAMA. bulan dan tahun tersebut di atas. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………..Berita Acara Evaluasi.pada hari dan tanggal tersebut di atas PIHAK KEDUA.Nomor : ………………. Penawaran Harga Nomor : …………….. …………………………………. tanggal ………………. tanggal ………………………… 12.. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. tanggal … Nomor : Pasal 13 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak... akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian Surat perjanjian ini dibuat dalam 7( tujuh) rangkap 3 ( tiga) rangkap asli dan 4 (empat ) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Direktur ……………………………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. …………………………………. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) ……………………………. NIP.. …………………………………. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. ……………….. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. tanggal. pada hari..

............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....tahun dua ribu ................................ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........... Tanggal : ...……………………………...........SURAT PERJANJIAN PELAKSANA PEKERJAAN Nomor : …………………………………......... tanggal ……………… bulan …………………...... tanggal ......... TENTANG PENGADAAN FILING CABINET. ……………. KOMPUTER PC + PERLENGKAPANNYA............................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama .... Pada hari ini . : .................. Nama NIP Jabatan Alamat : ... LAPTOP ANTARA ………………………………………………………........ RECORDER DIGITAL...... DENGAN ………………………………………………………... Nomor ..... TUSTEL....................... DATA STRORED (USD).....

.. Pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet........ Nama Jabatan Alamat yang selanjutnya dalam : ... tanggal …… ………… 5) Surat Penetapan Penunjukan Nomor : …………………… …....... Laptop tersebut merupakan pelaksanaan kegiatan yang tertera dalam DIPA ………………………………………....... : ..... Data Stored (USB)........ komputer PC + Perlengkapannya.. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. Komputer PC + perlengkapannya. tahun anggaran …………. Tustel..... Komputer PC + Perlengkapannya...I/ Pemerintah Daerah .... tahun anggaran ……… nomor ……………………… tanggal …………………………………… 2) Surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Nomor ……………………………... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... Digital Recorder...tanggal …………………………….......... Digital Recorder...... dengan segala perubahannya.... Data Stored (USB)....................... Tanggal ………………................ Tustel... Lapptop...... Nomor…………… tanggal ……………………………..Pemerintah R........... 3) Surat Penawaran Harga : No...... 2. 4) Berita Acara Negosiasi Harga Nomor : ……………………….... Data Stored (USB)..... Digital Recorder. perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Dengan ini kedua belah pihak telah bersepakat dan menyetujui untuk mengadakan perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.. …………………………………... tanggal ..... Kedua belah pihak berdasarkan : 1) DIPA …………………………... Laptop.. tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembelian dan Pengadaan Barang dan Jasa …………………………………………. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . 6) Surat Perintah Kerja Nomor : ……………………………......... tanggal ………………………. Pasal 2 MAKSUD DAN TUJUAN Lingkup perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.......... tustel......... sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1 tersebut diatas meliputi : ........ dengan Ketentuan seperti yang tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan melaksanakan pekerjaan tersebut untuk PIHAK PERTAMA..... Nomor ..

Komputer PC + Perlengkapannya. Laptop sesuai Pasal 2 perjanjian ini adalah sebesar Rp. Digital Recorder. Pasal 5 TEMPAT PENYERAHAN Barang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA di lokasi …………………………………………(Sebutkan nama kantornya serta alamat yang jelas) …………………………………………………………………………………………………………………… … Pasal 6 CARA PEMBAYARAN Pembayaran dilaksanakan sekaligus. Barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus dalam keadaan baru. jumlah. Pada waktu penyerahan barang-barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. dan harga tersebut dalam perjanjian ini adalah tetap dan tidak berubah. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir . termasuk pajak-pajaknya. Tustel sebanyak 5 (lima) unit. 2. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan keseluruhan barang sesuai dengan permintaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kalender sejak Surat Perintah Kerja ditandatangani oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA diharuskan memberikan petunjuk/cara pemakaian kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA wajib menanggung segala biaya yang timbul karena kegiatan diatas. Laptop sebanyak 2 (dua) unit dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan harga . Pasal 3 HARGA BARANG Harga borongan pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. (dengan huruf). sebesar Rp. Data Stored (USB) sebanyak 3 (tiga) unit.Pekerjaan Pengadaan Filling Cabinet sebanyak 3 (tiga) unit. Pasal 4 WAKTU PENYERAHAN 1. baik dan benar serta dapat berfungsi sebagaimana mestinya. maka PIHAK KEDUA Wajib mengganti dan atau melengkapinya terlebih dahulu. Apabila terdapat penyimpangan atau kekurangan jumlah peralatan sehingga tidak sesuai dengan pesanan PIHAK PERTAMA. Data Stored (USB). komputer PC + Perlengkapannya sebanyak 2 (dua) unit. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan barang/hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA seperti dimaksud dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini dan dibayar melalui KPPN/Kas Daerah ………………… dengan cara pemindah bukuan kepada Bank . Tustel. terlebih dahulu harus diadakan uji coba dan pemeriksaan oleh penerima barang dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang. ………………………. ……………………… (dengan huruf).

... ……………………………………... Denda sebagaimana dimaksud diatas dikecualikan apabila PIHAK KEDUA mengalami Force Majeure.. 2.. Pasal 7 PAJAK-PAJAK Semua pajak-pajak yang timbul akibat dari perjanjian ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sepenuhnya..... Pasal 11 PERUBAHAN HARGA 1. yang diumumkan secara resmi dan diatur dalam Peraturan Pemerintah. .. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan atas kenaikan harga barang..…………………………………………………………… Nomor Rek... atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ....... khusus untuk pekerjaan borongan...... Pasal 10 SANKSI-SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan seluruh kegiatan dan atau penyerahan barang tidak dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada pasal 4. Kenaikan harga barang yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan pengadaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA..... maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 /00 (satu permil) setiap hari keterlambatan atau maksimum sebesar 5% (lima persen) dari total harga dan dibayarkan sekaligus pada saat pembayaran.. Pasal 8 MASA GARANSI PIHAK KEDUA memberikan masa garansi atas barang-barang yang diserahkan sesuai dengan kondisi umum yang berlaku sejak barang-barang yang diserahkan seluruhnya dengan baik dan lengkap dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta.... kecuali terdapat kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama-sama memilih tempat kedudukan yang tetap pada Kantor Pengadilan Negeri …………………. Pasal 13 PERSELISIHAN DAN DOMISILI 1. dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. maka akan dibentuk Panitia Penyelesaian Perselisihan (Arbitrasi) yang terdiri dari 3 (tiga) orang. Kejadian lain diluar kekuasaan/kemampuan manusia dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA. oleh kedua belah pihak secara musyawarah. Perselisihan dibidang teknis dan diluar bidang teknis akan diselesaikan. Pasal 14 LAIN-LAIN Segala perubahan berkenan dengan isi serta maksud surat perjanjian ini dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Jika dengan cara musyawarah tidak dapat dicapai suatu penyelesaian. Pasal 15 PENUTUP 1.Pasal 12 FORCE MAJEURE Hal-hal yang termasuk Force Majeure dalam perjanjian ini adalah : 1. 3. akan diatur dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini dan dianggap sah setelah disetujui oleh Kedua Belah Pihak. 2. 2. Bencana Alam atau keadaan cuaca yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. dan dinyatakan berlaku dan sah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada . dan akan dituangkan dalam satu addendum yang merupakan suatu kesatuan. Seorang wakil PIHAK KEDUA. 3. 4. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini demikian pula perubahan-perubahan yang dianggap perlu oleh Kedua Belah Pihak. Untuk penyelesaian perselisihan ini. Peraturan Pemerintah dibidang ekonomi dan moneter. Adanya haru-hura/perang atau kekacauan yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan.. yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Seorang wakil PIHAK KETIGA yang ditunjuk oleh dan atau dengan persetujuan wakil-wakil kedua belah pihak. yaitu : Seorang wakil PIHAK PERTAMA. 2. Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dalam rangkap secukupnya.

3.hari. bulan dan tahun sebagaimana diuraikan diatas. tanggal. Surat Perjanjian ini sah dan mengikat kedua belah pihak serta berlaku terhitung sejak tanggal ditandatangani bersama. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA masing-masing menerima satu berkas asli. dan selebihnya diperuntukkan bagi instansi-instansi yang berkepentingan dalam Surat Perjanjian ini.

yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. Digital Recorder. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. (dengan huruf). Digital Recorder. untuk keperluan Kantor ………………………………………………….. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA.SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. : ………………………………………. Data Stored (USB). Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA.. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.. tanggal ……………. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Berdasarkan Keputusan ……………. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………. sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk Pengadaan Filing Cabinet. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir. dan tustel yang jumlah. : ………………………………………. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. Pada hari ini... oleh Notaris ……………………. Paling lambat dalam jangka waktu 20 9dua puluh) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini. Tahun …………………………….. Laptop. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. Nomor : ………………….. komputer PC + Perlengkapannya. Tanggal ……………………… Harga Pengadaan Filing Cabinet. Data Stored (USB). Laptop dan tustel adalah sebesar Rp. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. ……………………. komputer PC + Perlengkapannya.. dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : …….. : ………………………………………. . Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………. Yang berkedudukan di ………………………………………... dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah ……………………. (dengan huruf). …………… tanggal …………………………... : ………………………………………. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………... 2.

. ……………………………….... maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran.. Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen . PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .…………………………………. Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA. tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan. tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga.

............. tanggal .... PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan.... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... tanggal ..... PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut untuk melaksanakan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell OPTILEX 170L Small Micro Tower................ Pada hari ini .............. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Nama NIP Jabatan Alamat : ....... Nama Jabatan Alamat : .............. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... ……………............ 2..................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA....KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA (KPBJ) PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA 5 (LIMA) UNIT DELL OPTILEX 170L SMALL MICRO TOWER Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………............................................................. dengan segala perubahannya...... dan menyerahkan barang dalam keadaan baru dan ..................... menyelesaikan.................I/ Pemerintah Daerah ......... 2..tahun dua ribu ......................... Nomor ..................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... : ............................ Kedua belah pihak dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa pengadaan peralatan alat pengolah data dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1..... : .......... Nomor .... Pengadaan peralatan ……………………… tersebut diserahkan dan dipasang di kantor 3............. tanggal ……………… bulan …………………........... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......

………………… d. Dasar dan spesifikasi teknis yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini yaitu : a. b. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………… tanggal …………………… e. tanggal ……………… c. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Pengadaan Alat Pengolah Data. kontrak Lump sum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh peralatan tersebut dalam Pasal 1 dalam batas waktu tertentu. dengan jumlah yang pasti dan tetap. Surat Usulan Calon Penyedia Barang/Jasa Nomor : …………………….. Pasal 2 DASAR KONTRAK DAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia barang/Jasa.asli serta mengganti barang-barang yang diserahkan apabila ada yang rusak dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pelelangan. tanggal …. Dasar kontrak pengadaan peralatan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. c. Keputusan Presiden RI Nomor : 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Keputusan Presiden RI Nomor : 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta Lampiran I dan II.. Klarifikasi. Surat Penawaran Harga Nomor : …………………………. Pasal 3 JENIS KONTRAK Jenis kontrak yang digunakan adalah Kontrak Lump sum. Pasal 4 .. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : …………………… tanggal ……………………… b. Surat Jaminan Pelaksanaan 2. Berita Acara : Penjelasan Pekerjaan Pembukaan Surat Penawaran Harga Evaluasi Surat Penawaran Harga Evaluasi. Negosiasi Teknis dan Harga f.

Perubahan jadwal pelaksana pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. pengadaan peralatan tersebut secara . Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK Hak dan kewajiban para pihak adalah ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan kontrak. 4) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan. b. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA 1) Memeriksa dan menguji coba pengadaan peralatan yang dilaksanakan dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA 2) Memilih laporan-laporan secara periodik mengenai pengadaan peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Amandemen bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. pelaksanaan 3) Membayar harga peralatan sesuai dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan kepada PIHAK KEDUA. 3) Melaporkan pelaksanaan periodik kepada PIHAK PERTAMA. perubahan kontrak dapat terjadi apabila : Perubahan pekerjaan disebabkan oleh suatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. a. peralatan 2) Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut.AMANDEMEN KONTRAK Amandemen kontrak adalah ketentuan mengenai perubahan kontrak. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA 1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan tersebut pada pasal 1 sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

. 6... PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi teknis dan persyaratan yang telah ditentukan. Pengadaan dan penyerahan peralatan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis yang telah ditentukan.. 2. 5.... PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan..... untuk pengadaan peralatan tersebut diatas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. . 4..(kantor PIHAK PERTAMA) 7.. untuk 6) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu penyerahan barang yang telah ditetapkan. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dan ketepatan waktu penyerahan/pengiriman barang merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. 8. Peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus sesuai dengan standar yang telah disebutkan dalam spesifikasi teknis pada pasal 1 diatas. Pengadaan Peralatan tersebut pada pasal 1 diatas harus dilaksanakan sendiri oleh PIHAK KEDUA dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. 9.. 3. PIHAK KEDUA harus menjamin kepada PIHAK PERTAMA bahwa barang yang diserahkan tidak melanggar hak atas kekayaan intelektual sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke kantor . PIHAK KEDUA diharuskan menyediakan layanan purna jual terhadap peralatan yang dipesan pada pasal 1 diatas. 5) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA.... keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Pasal 6 TANGGUNG JAWAB DAN JAMINAN HUKUM HASIL PEKERJAAN 1.4) Melaksanakan dan penyelesaian pengadaan peralatan tersebut sesuai dengan jadwal penyerahan barang yang telah ditetapkan..

peralatan diuji coba oleh PIHAK KEDUA disaksikan oleh PIHAK PERTAMA. Apabila peralatan yang diserahkan setelah melalui pengetesan/pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan maka PIHAK KEDUA wajib mengganti tanpa berhak menuntut kerugian. Setelah peralatan dikirim. 4. Waktu penyerahan barang tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan dalam penyerahan barang. Pasal 7 PERALATAN 1. dengan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. Tidak tersedianya peralatan di pasaran. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala klaim atau tuntutan sehubungan dengan hal tersebut pada ayat 9 pasal ini. dan PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan dimanapun yang mungkin timbul. PIHAK PERTAMA berhak menolak peralatan yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA. 5. Pasal 9 UJI COBA PERALATAN 1. . 3. 2. Peralatan yang dipesan oleh PIHAK PERTAMA dan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan peralatan ini harus diserahkan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. Jika peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum kontrak).10. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Pasal 8 JANGKA WAKTU PENYERAHAN BARANG 1. Jangka waktu penyerahan barang ditetapkan selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani diatas Materai dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa 2. maka PIHAK KEDUA harus mengganti peralatan tersebut. serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan.

2. Apabila pengoperasian peralatan tersebut memerlukan keahlian khusus maka harus dilakukan pelatihan kepada PIHAK PERTAMA oleh PIHAK KEDUA, biaya pelatihan termasuk dalam harga peralatan yang dipesan. 3. Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, maka PIHAK KEDUA memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Jaminan Pelaksanaan : a. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan selamat-lambatnya pada saat Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini ditanda tangani. Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh Bank Umum atau berupa Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program surety Bond. Besar nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga kontrak atau sebesar Rp ………………….. (dengan huruf) b. Surat Jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini, diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, setelah seluruh barangbarang diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. c. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa Jaminan Pelaksanaan menjadi Milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA , bilamana terjadi Pemutusan perjanjian dengan memperhintungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatangan Kontrak Pengadaan Barang /Jasa ini sampai dengan 14 hari (empat belas) hari setelah kontrak berakhir. e. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 pasal ini, maka PIHAK PERTAMA dapat Membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang pelelangan. f. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang Pelelangan, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a Pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka : a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Jaminan Uang Muka berupa surat jaminan umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai dengan ayat 1.a pasal ini) sebesar

20% dari harga barang/nilai kontrak atau sebesar Rp. ……………. (dengan huruf) b. Jaminan uang muka tersebut pada ayat 2.a pasal ini, akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal 12 kontrak pengadaan barang/jasa ini. c. Dalam surat jaminan uang muka tersebut ayat 2.a pasal ini, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi Pemutusan kontrak, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam ayat 2.a pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. Pasal 11 HARGA BARANG / NILAI KONTRAK

1.

Harga barang atau Nilai Kontrak atas pengadaan peralatan tersebut dalam Pasal 1 adalah sebesar Rp. ……………………….. (dengan huruf) merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price) dibebankan pada DIPA Kantor ……………………….. Tahun Anggaran ……… Nomor : ……………… tanggal ………………………………… 2. Dalam Harga / Nilai Kontrak tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 12 CARA PEMBAYARAN 0 Pembayaran harga barang/nilai kontrak pada pasal 11 tersebut diatas dilakukan secara bertahap dengan sistem dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan diatur sebagai berikut : Pembayaran Pertama berupa : Uang Muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% dari harga barang/nilai kontrak yaitu : 20% x Rp. ………………………….. = Rp. ……………………… (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan Jaminan Uang Muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 ayat 2.a

Pembayaran Kedua : Sebesar 100% dari harga barang/nilai kontrak dikurangi 100% nilai uang muka setelah seluruh peralatan yang dipesan terpasang dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang disetujui dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak, pembayaran menjadi =100% - (100% Uang Muka) = 100% - 20% = 80% x Rp. ………………… = Rp. ……………………… (dengan huruf). 1 Tahap-tahap pembayaran harga barang/nilai kontrak tersebut dalam ayat 1 dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah ……….. dan disalurkan melalui rekening PIHAK KEDUA pada ……. Bank …………………. Rekening Nomor : …………………………. Pasal 13 KENAIKAN HARGA 1. Kenaikan harga peralatan, selama masa pelaksanaan pengadaan Alat Pengolahan Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan (klaim) atas kenaikan harga Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut, kecuali adanya kebijakan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter yang secara resmi menyatakan dari tentang adanya kenaikan harga-harga yang diakibatkan adanya perubahan kurs valuta asing terhadap mata uang Rupiah (Devaluasi terhadap nilai tukar Rupiah) yang secara resmi diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Pasal 14 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA . 2. Segala pajak sehubungan dengan Pengadaan Alat Pengolahan Data berupa: 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro tower ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 15 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) 1. Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. 2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan b. Kerusuhan c. Revolusi

3.

d. Bencana Alam : banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan. e. Pemogokan f. Kebakaran g. Gangguan industri lainnya. Apabila terjadi “keadaan kahar”, maka : a. PIHAK KEDUA menyatakan secara tertulis Kepada PIHAK PERTAMA bahwa telah terjadi “keadaan kahar”.

b.

Apabila terjadi keadaan kahar maka PIHAK KEDUA memberitahukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terjadinya keadaan kahar dengan menyertakan pernyataan keadaan kahar dari instansi yang berwenang. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut, PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. 4. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 19 dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini. Pasal 16 DENDA DAN GANTI RUGI Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa sedangkan Ganti Rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada Pengguna Barang/Jasa, karena terjadinya cidera janji. 0 1 Denda yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA : 0 Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar 1% (satu persen) dari jumlah biaya pelaksanaan pengadaan, dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan / kelalaian yang diperingatkan tersebut.

1

JIKA PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan dan menyerahkan peralatan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 8 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap hari keterlambatan, PIHAK KEDUA wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1

0

00

(satu perseribu) dari nilai kontrak.

2 Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 Pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. 3 Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2 Ganti rugi yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA : 0 Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran atas penyerahan peralatan dari PIHAK KEDUA akan dikenakan ganti rugi. 1 Besarnya ganti rugi yang dibayar PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran Kepada PIHAK KEDUA adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat ini menurut ketetapan Bank Indonesia. Pasal 17 RESIKO 1. Jika Peralatan yang dipesan PIHAK PERTAMA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA belum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 2. Jika pada waktu pemesan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut terjadi kemacetan akibat tidak tersedianya peralatan yang dipesan dan karena adanya kesalahan dari PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat keterlambatan dalam penyerahan peralatan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 3. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pengadaan peralatan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH perdata. Pasal 18 ITIKAD BAIK

1. 2.

Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak dan kewajiban yang diatur dalam Pasal 5. Para pihak setuju untuk melaksanakan kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan

Membayar denda ganti rugi kepada Negara. Jika selama kontrak. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas Negara. Dalam hal kontrak dihentikan. 2. Pasal 19 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 1. perang saudara di wilayah Republik Indonesia. maka PIHAK PERTAMA wajib membayar kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. 2. kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa maupun pelaksanaan pengadaan peralatan. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. dalam hal ini : a) PIHAK KEDUA dapat dikenakan sanksi yaitu 1. 4. PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia barang/jasa sudah melampaui besarnya jaminan pelaksanaan atau jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak pengadaan peralatan ini. b) Dikenakan daftar hitam untuk jangka waktu 2(dua) tahun. Penghentian kontrak dilakukan bilamana terjadi hal-hal di luar kekuasaan kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang disebabkan oleh : timbulnya perang. keributan. 3. bencana alam lainnya sepanjang kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. kekacauan dan huruhara. 5. pemberontakan. Pemutusan Kontrak dapat dilakukan bilamana para pihak cidera janji dan/atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 di atas. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai. Jika terjadi Pemutusan kontrak/ perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA . 3. salah satu pihak merasa dirugikan.kepentingan masing-masing pihak.

sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 pasal ini. PIHAK PERTAMA berhak menolak barang tersebut dan PIHAK KEDUA harus mengganti barang yang sesuai dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Kontrak dibatalkan apabila para pihak terbukti melakukan KKN. Apabila hasil pemeriksaan barang tidak sesuai dengan jenis dan mutu barang yang ditetapkan dalam Surat Perintah Kerja. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan merupakan dilampirkan dalam surat permintaan Pembayaran. kelengkapan. 3. dan pemalsuan dalam proses pengadaan maupun pelaksanaan kontrak. Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kesalahan pengguna barang/jasa. 8. 4. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Saat penyerahan barang harus dilakukan penelitian atas spesifikasi. Pasal 20 SERAH TERIMA PERALATAN 1. kecurangan. dikenakan sanksi berupa kewajiban mengganti kerugian yang menimpa penyedia barang/jasa sesuai yang ditetapkan dalam pasal 16 ayat b. maka akan diselesaikan melalui "Panitia Pendamai" terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas . Pasal 21 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 Bila terjadi Perselisihan antara kedua belah pihak. 7. dan kondisi nyata (actual condition) dicocokkan dengan yang tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) dan/atau dokumen yang menyertai penyerahan barang. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Penyedia Barang/Jasa lain untuk melaksanakan pengadaan peralatan tersebut dan PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. mutu. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk wakil untuk memeriksa barang yang akan diserahkan sebagai petugas pemeriksa dan menandatangani berita acara. dokumen yang harus 2. Hasil penelitian dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 5.2.

dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.. 3.. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan ini. 2. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. Pasal 23 PENUTUP 1.. 3.. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli..PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak Pengadaan Alat Pengolah Data berupa 5 (lima) unit Dell Optiplex 1701..sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. 4... PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA . kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di kantor Pengadilan Negeri …………………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak... yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.. Small Micro Tower ini telah menyetujui untuk melaksanakan kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak di .Segala sesuatu yang belum diatur dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam (addendum kontrak) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini.. (sebutkan lokasi dan kotanya) pada hari dan tanggal tersebut di atas. tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri …………………… Pasal 22 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini beserta segala akibatnya. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani diatas materai tempel oleh PIHAK KEDUA... serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani di atas.Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dibuat dalarn rangkap 8(delapan) bermeterai cukup.

.. Tahun Anggaran : 200..... Pejabat Pembuat Komitmen Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERINTAH KERJA NOMOR : ……..PT/CV/Firma/Koperasi....... Anggaran : DIPA KANTOR ........... ../SPK/........ Kofe Fungsi / Sub Fungsi/ Program/ Kegiatan : Kode Sub Kegiatan / MAK : ===================================================== ........

2 DIMM Slosts) Intel 865GV Chipset w/800MHz FSB Hyper Treading 80GB HDD Ultra ATA/100 7200 rpm. XP PRO. 3PCI.8 GHZ HT/1GB/80 GB/CD-RW/NIC10100/XP PRO+DELL 15” E152FP Plat Panel LCD MONITOR Micro Tower Black-intel Pentium IV 2. FDD. DELL 15 E152FP Flat Panel LCD Monitor.Kepada : PT/CV/Firma/Koperasi 0000000000000000 Alamat : Rekening pada Bank NPWP : : Bank ……………………………. NIC 10/100. ……………………….8 GHZ HT 1 MB Chase. 1GB 400 MHz DDR SDRAM Memory (Max. Rekening No. external Speaker Terbilang : Jumlah 5(lima) Satuan UNIT Harga (dalam rupiah) Satuan Jumlah Jumlah SYARAT : 1 Jangka waktu Penyerahan : 20 (duapuluh) kalender terhitung mulai dari tanggal . CD-RW Integrated intel extreme graphic (up to 64MB) w/NO AGP Slot. ===================================================== Kami mengharapkan kepada saudara agar dapat mengirimkan/menyerahkan kepada kami barang-barang tersebut dibawah ini : NO NAMA BARANG ALAT PENGOLAH DATA BERUPA : Dell Optiplex 170L Small Micro Tower Pentium 4 2. 2GB. 1 pararel. 6 USB Keyboard & mouse. 1 serial.

2 3 4 Surat Perintah Kerja ini Tempat penyerahan : Kantor …………………………………………….(alamat jelas) Keterangan : a. Tanpa hak mengajukan kenaikan harga b. PPN 10% Pembayaran : Dilakukan setelah adanya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang telah ditanda tangani oleh Pejabat yang mengeluarkan Surat Perintah Kerja ini. Barang dalam keadaan 100% baru dan dapat dipergunakan d. Harga sudah termasuk pajak . Keterlambatan tanpa dapat membuktikan terjadinya force majeure (hal=hal yang diluar kekuasaan perusahaan). PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Perusahan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . c. Yang bertanda tangan di bawah ini sanggup menyelesaikan dan memenuhi dengan baik segala isi Surat Perjanjian dan syarat-syarat yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja ini. untuk setiap hari keterlambatan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dari harga/nilai Surat Perintah Kerja ini dan apabila denda telah melebihi 5% maka PIHAK PERTAMAtanpa pemberitahuan lebih dahulu berhak memutuskan surat Perintah Kerja ini secara sepihak dengan menunjuk perusahaan lainnya dan segala kerugian sebagai akibat Pemutusan Surat perintah kerja ini menjadi tanggung jawab perusahaan yang telah menandatangani Surat Perintah Kerja ini.

.........................SURAT PERJANJIAN KONTRAK PELAKSANAAN PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA NOTEBOOK DAN LCD PROJECTOR ………………………………………….... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................................ TAHUN ANGGARAN 200............. (kalau ada) Surat Keputusan ......... Nomor ............................ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... Nama NIP Jabatan Alamat : ........... tanggal ........... : .... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............ tanggal ..... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : . yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.........tahun dua ribu .................................. 2..... Nomor ............................. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..... tanggal ……………… bulan …………………..... tanggal ......................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............ Nomor : ………………………….. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. ……………............tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) ......... Nomor ................... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .......................................... Surat Penawaran harga Nomor ...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............................. tanggal ...........I/ Pemerintah Daerah .......... tanggal ........ tanggal ..... : . dengan segala perubahannya...... Pada hari ini .......... Nama Jabatan Alamat : ...........

itikad baik.. pembayaran harga. tanggal ……………………... keadaan kahar....... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector untuk keperluan kantor ……………………... Pelaksanaan penyerahan barang selama 15 (lima belas) hari kalender dan dimulai pada saat diterbitkannya Surat Pesanan.... Kantor ..f.. jaminan pelaksanaan dan garansi / Jaminan purna jual.. hak dan kewajiban para pihak. perpajakan. dan korespondensi... Kantor .. Nomor ……………………….. Perjanjian/Kontrak adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector. Projector... c. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA . yang dituangkan dalam Surat . Harga barang tersebut sebesar Rp. Ketentuan umum tersebut diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut : PASAL 1 DEFINISI 1.. jadwal pelaksanaan penyerahan barang. 6. yang tertuang dalam DIPA Tahun anggaran 200... e.. bahasa.000. d..Dengan ini menyatakan bahwa : a. penyelesaiaan perselisihan. dengan syarat-syarat umum dan syaratsyarat khusus sebagai berikut : BAB I SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) Ketentuan umum terdiri dari definisi ruang lingkup pengadaan. pengawasan....menyetujui melaksanakan perjanjian sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal ditandatangani perjanjian/kontrak. b.... amandemen kontrak. untuk keperluan Kantor.. Kontrak/perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak diatas materai Rp. g.. …………………….. Kedua belah pihak setuju bahwa PIHAK PERTAMA membayar sesuai harga kontrak dan PIHAk KEDUA melaksanakan penyerahan barang sesuai yang diperjanjiakan. …………………… (dengan huruf) dari anggaran pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD.. Kedua belah pihak setuju mengadakan perikatan dalam kontrak pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD Projector... keterlambatan penyerahan barang. dan hukum. Pemutusan kontrak..

………………. (dengan huruf) akan dilakukan sekaligus oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA... jadwal penyerahan barang. ……………….......Perjanjian/Kontrak.... Amandemen dapat dilakukan apabila disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA.. perubahan harga dan keadaan kahar.... dan PIHAK KEDUA Menyerahkan jaminan barang/garansi purna jual sebagai jaminan atas kualitas barang.. yang diperjanjikan sebesar Rp. Amandemen kontrak dilakukan apabila terjadi perubahan pengadaan barang.. Garansi/purna jual barang diberikan setelah dilaksanakan penyerahan barang yang merupakan jaminan bila adanya kerusakan atau terjadi hal lainnya pada barang yang berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak dilakukan penyerahan barang. 2... (dengan huruf) dibiayai dari anggaran Kantor . PASAL 2 HARGA Harga pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector.. kerusuhan.. Keadaan Kahar adalah keadaan yang merupakan suatu keadaanyang terjadi diluar kehendak atau perkiraan. Seperti keadaan peperangan. Jaminan pelaksanaan diberikan sebelum penandatanganan kontrak dan diterbitkan oleh bank umum/ perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang direasuransikan kepada perusahaan asuransi. pemogokan..... revolusi.. 2... …………………. PASAL 6 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK . sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. dan atau gangguan industri lainnya. kebakaran. PASAL 4 JAMINAN PELALAKSANAAN DAN GARANSI/PURNA JUAL BARANG 1..…………………… pada Bank ……………………… Rekening No..... bencana alam. Tahun Anggaran 200. 2. PASAL 3 PEMBAYARAN Pembayaran barang sebesar Rp. selanjutnya diserah terimakan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Kemudian di transfer ke Rekening PT/CFV/Firma/Koperasi .. PASAL 5 AMANDEMEN KONTRAK 1.. setelah barang diperiksa yang dituangkan dalam berita Acara Pemeriksaan..……………….

. = Rp. . Tanggal …………………. PASAL 9 KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG Apabila terjadi keterlambatan penyerahan barang atau keterlambatan pembayaran yang merupakan kewajiban PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. ………………….(alamat jelas) 3.... PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga kontrak atau 5% x Rp. PASAL 7 PENYERAHAN BARANG 1. Pihak kewajiban PIHAK PERTAMA adalah memeriksa spesifikasi dan kondisi barang dan membayar harga barang tersebut sebesar Rp. 2. 2.1. …………………….. PASAL 8 PEMERIKSAAN BARANG Pemeriksaan barang alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector ……………. memberikan keteranganketerangan yang diperlukan untuk pemeriksaan barang-barang yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan menyerahkan barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jangka waktu penyerahan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. maka diatur denda sebagai berikut : 1.... dilakukan oleh Tim Pemeriksaan yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA dengan surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen. ketidak sesuaian spesifikasi dan tidak baiknya kondisi barang dari hasil pemeriksaan dapat dikembalikan kepada PIHAK KEDUA.. ………………. ……………. Selama 1 (satu) tahun sejak barang diserahkan yang dituangkan dalam Berita Acara Serah terima Barang dari PIHAK KEDUA. Pengiriman barang tersebut menggunakan prangko kantor . (dengan huruf).. adalah15 (lima belas) hari kalender mulai berlaku sejak diterbitkannya Surat Pesanan. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA adalah menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD Projector. Penyerahan barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA mengalami keterlambatan/melebihi dari jadwal yang ditentukan. ………………… sebesar Rp.... (dengan huruf). …………… (dengan huruf). Masa berlaku surat garansi/purna jual barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector.. Nomor : …………………….

Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. Denda tidak berlaku apabila penyebab keterlambatan disebabkan keadaan kahar. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) 2. PASAL 14 BAHASA DAN HUKUM . pemogokan. kebakaran dan gangguan industri lainnya. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah/mufakat melalui Panitia Pendamai atau Pengadilan Negeri. PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa memperlihatkan adanya kepentingan masing-masing pihak. Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. PASAL 10 KEADAAN KAHAR 1. Jika selama kontrak salah satu pihak ada yang merasa dirugikan. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. bencana alam. revolusi.2. akan diupayakan penyelesaiannya secara musyawarah mupakat. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. 3. kerusuhan. PASAL 11 ITIKAT BAIK 1. tetapi harus berdasarkan kesepakatan/persetujuan kedua belah pihak. PASAL 12 PEMUTUSAN KONTRAK Pemutusan/pembatalan perjanjian/kontrak tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pembayaran (Pembuatan Surat Permintaan Pembayaran) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan. PASAL 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. 2.

. PIHAK PERTAMA dapat melakukan penangguhan pembayaran secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan diberikan kesempatan untuk memenuhi kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian. sedang kepada PIHAK KEDUA dalam bentuk surat menyurat ditujukkan kepada ………………………………………………………………………………………………………………. BAB II SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) PASAL 17 PENANGGUHAN Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. PASAL 15 PERPAJAKAN Pajak Pertambahan Nilai dan pajak-pajak lainnya serta bea materai sesuai dengan ketentuan perundingan yang berlaku menjadi beban PIHAK KEDUA... PASAL 19 HAK PATEN DAN HAK CIPTA . BAB III SYARAT-SYARAT KHUSUS (KETENTUANKHUSUS) PASAL 18 ASAL BARANG Asal barang yang diadakan adalah seluruhnya buatan produk luar negeri karena barangbarang tersebut belum diproduksi dalam negeri.Bahasa yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah bangsa Indonesia dan hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Negara Indonesia. ………………………………………. PASAL 16 KORESPONDENSI Korespondensi dalam bentuk surat menyurat kepada PIHAK PERTAMA ditunjukkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen.

maka perselisihanakan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. 3. PASAL 21 PEMBAYARAN 1. sebesar 5% dari kontrak. dilampiri dokumen-dokumen yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari kontrak terdiri atas : 1. PASAL 20 JAMINAN PELAKSANA Jaminan Pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa produk note book dan LCD projector. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 2. Jaminan Pelaksanaan. Surat Keputusan Penunjukkan Pemenang Pemilihan Langsung Penyedia Barang (SKPPB). Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul bersama. (dengan huruf).PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Paten dan Hak Cipta. 3. Pembayaran yang akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sebesar Rp. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. Pembayaran dilakukan dalam sekaligus setelah penyerahan barang yang dinyatakan dalam Berita Acara serah terima Barang dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. 2. Surat Penawaran dengan lampiran-lampirannya. Mata uang yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah mata uang Rupiah. ……………. PASAL 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN Perjanjian/kontrak pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. Jika keputusan sebagaimana dimaksud Ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu atau kedua belah pihak. . …………………. 3. PASAL 22 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak yang terdiri dari : 2.

.. tanpa paksaan dari pihak manapun di .................. 4..... pada hari dan tanggal tersebut diatas. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah dikantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri.... 3... Komitmen... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga).......... Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar.... PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi. 2... Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya surat pesanan dari PIHAK PERTAMA. .... 2 (dua) rangkap bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan pengadaan barang ini......PASAL 24 PENUTUP 1.. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini.... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PESANAN Nomor : ......... 5...

........ dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Surat Perjanjian tersebut diatas... Demikian Surat Pesanan ini diterbitkan di .......... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .............................. : dapat segera mengirimkan barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector........ dengan ini kami minta agar Saudara : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi.............. agar dapat Saudara laksanakan dengan baik dan atas perhatian serta kesediaan Saudara kami mengucapkan terima kasih PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen.................................Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen ............tanggal ......... : ..... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) ......... pada tanggal .......

...... .................. …………………………… Tanggal …………...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .........................I/ Pemerintah Daerah ....Nomor Tanggal : : PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 (DUA) atau RODA 4 (EMPAT) (Pilih yang mana mau dilaksanakan) Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DIPA ……………………………………........ Nomor ......... ……………………….......tahun dua ribu .......... Surat Penawaran Perusahaan No........ Keputusan Presiden No............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R..... Nama NIP Jabatan Alamat : .... Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 3............ 2. Nomor .............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........... tanggal ……………… bulan …………………....... …………………………………………………………................. Dengan …………………………………………………….......... 2................................................................... tanggal ....... Nama Jabatan Alamat : . ……………....... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) No....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... : ......................... Pada hari ini ....... dengan segala perubahannya... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............... 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. Bahwa berdasarkan : 1............. tanggal ..... : ..... tanggal ……………………… 4...............

PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak …… unit telah disepakati sebesar Rp. Dengan ini sepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal tersebut dibawah ini : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak ………... Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. 8. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran No..………. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran No.5. unit. Surat Laporan Hasil Pelaksanaan Pelelangan No. Surat Penetapan Pemenang Lelang No.. ………………… tanggal …….. 7.. Tahun Anggaran ………… PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebagaimana tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang dan Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing).. ………………. (2) Pembayaran dari jumlah harga borongan sebagaimana tersebut pada Pasal 3 ayat 1 diatas dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada Anggaran DIPA Kantor …………………………………. 6. (dengan huruf) sudah termasuk Pajak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. …………………………………… 9. tanggal …………………………….. …………………… tanggal ……………….. ………………….…………………... …………………… tanggal ………………………….

No. kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat disetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. Rekening ………………………………. setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran sebagaimana tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui KPPN atau Kas Daerah …………. ………………… (dengan huruf) segera dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang kendaraan roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) di tempat penyerahan yang telah ditentukan. PASAL 7 (2) (3) . Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).(1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan sebagaimana tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu. (2) Pembayaran dilakukan melalui ke Bank …………………………. sampai dengan tanggal ………………………. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga borongan dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. termasuk diantaranya adalah Force Majeure. Atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………… (3) Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA.

KEADAAN MEMAKSA (1) Bila dalam waktu melaksanakan pekerjaan terjadinya suatu yang dapat dianggap sebagai Force Majeur sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA harus segera melaporkan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah terjadi Force Majeur. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan kewajibannya menyelesaikan pekerjaan sebagaimana kontrak pelaksanaan pekerjaan dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan sampai saat Force Majeur tersebut. (6) Jika PIHAK KEDUA tidak mungkin menyelesaikan pekerjaannya karena adanya Force Majeur. PASAL 8 PEMBATALAN / PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA cidera janji dan/tidak memenuhi kewajiban . tanah longsor. Peperangan /Pemberontakan /huru-hara) c. banjir. Kejadian sebagaimana huruf a. Bencana Alam (gempa bumi. Sabotase e. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. Yang termasuk "keadaan memaksa" adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : a. sampai huruf e. Pemogokan Umum f. Pembayaran sisa pekerjaan didasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan. Kebakaran d. (4) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. b. dan lain-lain). dinyatakan resmi oleh Pemerintah sebagai Force Majeur. (5) Jika dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya " keadaan memaksa" tersebut. (2) (3) Apabila terjadi " keadaan memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA selaku pemberi tugas secara tertulis selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat betas) sejak terjadinya Force Majeur.

atau melalui pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri . arbitrase... (2) Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 0/00 (satu per seribu) rak dan setinggi-tingginya sebesar 5% (lima persen).. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen- .... atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. (3) Proses penyelesaian sebagaimana tersebut pada ayat (1) tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (2) PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK LAIN tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA... (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA.... berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia. PASAL 10 PERSELISIHAN (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PASAL 11 LAIN-LAIN (1) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam kontrak ini... konsiliasi. mediasi. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah.. dipikul oleh para pihak. karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). (2) Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas... per hari dari nilai kontrak (3) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar.

(2) Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK) ini dibuat dalam rangkap 6 (sesuai kebutuhan). serta mulai berlaku sejak tanggal ditanda tangani Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK).000.(Enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . PASAL 12 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak.dokumen perjanjian/kontrak. maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

................ ……………................ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama Jabatan Alamat : ............ : ……………………Tanggal ………………………... tanggal ……………… bulan ………………….....I/ Pemerintah Daerah ...SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : PENGADAAN BARANG ELEKTRONIK Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN ………………………………………………………….. Pada hari ini .... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... Dengan ……………………………………………………............ 2.................................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........ tanggal ............................................. Nomor ................. Nomor ....... : ....... : ……………………… Tanggal ………………………............tahun dua ribu ....................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) No........ ...... 3.... Tanggal……………............ tanggal .... Surat Penetapan Pemenang Lelang No......................: … … … … … … . tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. 2.................... Nama NIP Jabatan Alamat : ........... Bahwa berdasarkan : 1... Berita Acara Pembukaan Harga Penawaran Harga No......... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... : ............... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............. dengan segala perubahannya.....

Barang Elektronik telah disepakati sebesar Rp.. PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN (1) (2) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani.... (dengan huruf) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku..... PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari HPS dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA serta .... Tahun 200...Berdasarkan hal tersebut diatas PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Pengadaan Barang Elektronik dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasalpasal berikut : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut di atas.. (2) Pembayaran jumlah harga borongan tersebut pada Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan Anggaran DIPA Kantor .. …………………. PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan. PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan pengadaan Barang Elektronik tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).... dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik. memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA... Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung–jawabkan termasuk diantaranya adalah Force Majcure....

Tahun 200. Rekening ………………..dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. Pembayaran dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah……………… ke Bank ……………………… No. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui Bendaharawan DIPA Kantor .. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. (3) (2) (3) (3) .n PT/CV/Firma …………………… Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA..... (dengan huruf) dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik di ………………(sebutkan tempat dan lokasi). a.... (2) Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan... kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% ( seratus persen) dari jumlah harga borongan sebesar Rp …………………. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama.... PASAL 7 KEADAAN MEMAKSA (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan/harga jadi... Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). PIHAK KEDUA dapat dibebaskan dari denda keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan apabila kelambatan diakibatkan dari hal-hal atau kejadian di luar kekuasaan kedua belah pihak (force majeure) dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA...

maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja ( Kontrak ).. PASAL 10 PERSELISIHAN (2) (3) (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.PASAL 8 PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 di atas. PASAL 11 LAIN-LAIN (2) . (2) (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian Kerja ini. Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas dipikul oleh para pihak. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 %o (satu permil ) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan maksimal 5% (lima persen) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada pihak lain tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri …………….

(enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen perjanjian/kontrak. (3) PASAL 12 P E N U T U P (1) (2) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kepada kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut di atas di Jakarta.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap seperlunya. Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.000. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6.(1) (2) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.

.............. Dengan …………………………………………………………….... : ................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... tanggal ……………… bulan ………………….............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .................... Antara Kuasa Pengguna Anggaran DIPA …………………………………....... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . dengan segala perubahannya......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .... Nomor Tanggal : ………………………………............................... 3... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.................. Nama NIP Jabatan Alamat : ..................................tahun dua ribu ............... Nomor .......................... tanggal ........................ tanggal .. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..........I/ Pemerintah Daerah .... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.............. 2........................................ 2....SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR …………………………...... : ……………………………….. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... Kedua belah pihak berdasarkan : 1............ ........... …………….... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... Nama Jabatan Alamat : .... : ....................... Nomor .... Pada hari ini .......... tanggal .............

Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop................. 6........ Tahun 200.. Dokumen Pelelangan pengadaan inventaris Kantor ...... Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ............... Jumlah harga borongan pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor tersebut pada pasal 1 adalah sebesar Rp...... Nomor . 7................... tanggal ..tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Dengan ini bersepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini. …………………………… (dengan huruf).4..... 2... KEDUA RINCIAN PEKERJAAN PASAL 2 Rincian Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor …………………………tersebut pada pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelelangan dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) Inventaris Kantor …………………………………………Nomor .. 8... ........ Harga tersebut diatas sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku....... tanggal .... Surat Keputusan . dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang dibebankan pada DIPA Kantor …………………………………..tanggal ...... PERTAMA TUGAS DAN PEKERJAAN PASAL 1 PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Alat Tulis Kantor...... Pembayaran dari jumlah harga borongan seperti tersebut pada Pasal 3 ayat 1.............................. ............ Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor ....... Nomor . KETIGA HARGA BORONGAN PASAL 3 1. Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ...... 5....... 9.. tanggal ...... tanggal ..... tanggal ......

. …………………………… (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan yang dituangkan kedalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. pada Bank …………………….. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA....... Pembayaran sebesar 100% (seratus persen) dari harga borongan atau Rp. 2.. selaku wajib pungut pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.KEEMPAT JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PASAL 4 PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor ..Nomor Rekening . Kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1... KEENAM SANKSI PASAL 6 Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4.. KELIMA CARA PEMBAYARAN PASAL 5 Cara pembayaran harga borongan tersebut pada pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui SP2D oleh KPPN/Kas Daerah……………………….... maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggitingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya... Terhadap pembayaran tersebut ayat 1 dilakukan pungutan pajak oleh bendaharawan.....kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani......... KETUJUH KEADAAN MEMAKSA PASAL 7 ....

KESEMBILAN PERSELISIHAN / ARBITRASE PASAL 9 1. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruh tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. maka berlaku ketentuan–ketentuan dalam perjanjian ini. KEDELAPAN PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN PASAL 8 1.1. 3. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas. maka diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat 2. 6. Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian pekerjaan yang telah selesai menjadi milik PIHAK PERTAMA. 4. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila keterlambatan disebabkan oleh keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. maka semua . 3. Apabila dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat belum dapat menyelesaikan perselisihan yang ada. Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan 2. Bilamana “Keadaan Memaksa” ditolak oleh PIHAK PERTAMA. 5. 2. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. ini. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka kedua belah pihak dapat mengajukan persoalan kepada Panitia Arbitrase yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh kedua belah pihak sedangkan biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya 2 (dua) rangkap masingmasing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Apabila dengan musyawarah untuk mencapai mufakat melalui Panitia Abritrase tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KESEBELAS PENUTUP PASAL 11 1. 2.3. Proses Penyelesaian dengan cara musyawarah oleh Panitia Abritase atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Surat perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas. 4. KESEPULUH LAIN-LAIN PASAL 10 Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

.) JUMLAH HARGA (Rp. Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN/JENIS BARANG SEBUT DAN URAIKAN KANTOR YANG DIBELI ALAT TULIS VOLUME HARGA SATUAN (Rp. Tanggal : ………………………….) .Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………..

Jumlah harga borongan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor …………….. ……………………….. Berdasarkan Surat Penetapan pemenang pelelangan Nomor : ………………… tanggal …………………………... . adalah sebesar Rp..(sebutkan satkernya) Sehubungan dengan hal tersebut... (dengan huruf) sudah termasuk pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Nomor Lampiran Perihal : : : Surat Perintah Kerja Kepada Yth. bahwa PT/CV/Firma/Kop.. …………………………………………….. ……………………………………………. Direktur ………………………………….. dengan ini kami perintahkan agar Saudara segera melaksanakan pekerjaan dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut : 1... ……………………………… ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis untuk keperluan Kantor .......

. pada Bank .... Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya... Penyerahan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal ……………………. Dengan ……………………………………………………………… ... Nama Perusahaan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan Pada Perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : Tentang PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ……………………………. diatur dan ditetapkan dalam Surat Perjanjian Kerja / Kontrak.. Ketentuan lain yang belum diatur dalam Surat Perintah Kerja ini.. Pembayaran dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ……………. yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. 3...2.. 4.. yang dilaksanakan langsung melalui KPPN …………………... Nomor Rekening ………… 5...…………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Kerja ini.. ke Rekening PT/CV/Firma/Kop.. Antara KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) …………………………………………..

............ 3.... 5................tanggal . dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini....... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...... tanggal ......................................... Nama Jabatan Alamat : .......... tanggal .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........ tanggal ................... Nomor . Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor . tanggal ……………… bulan ………………….....I/ Pemerintah Daerah . 2... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............... 6... Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN .................... : .. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..... 2............................................. Surat Keputusan ................ Bahwa berdasarkan : 1... Nama NIP Jabatan Alamat : ........ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop................... Nomor .......... Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ..... tanggal .... : .. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......... tanggal ..... 4..... 1...... Nomor .... 2....... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ....... Nomor.......................... tanggal..Pada hari ini ............tahun dua ribu ................ Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .......... tanggal ........ dengan segala perubahannya............... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya...... ……………..............................tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Kedua belah pihak menyatakan setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu perjanjian pelaksanaan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………............. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........................

...... (2) Pajak-pajak lain yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA. Pasal 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan....... Pasal 4 JANGKA WAKTU PELALKSANAAN (1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender setelah Surat Perjanjian Kerja ditandatangani.. …………………….. ke Rekening Bank ………………... Sesuai rincian pekerjaan terlampir. termasuk diantaranya adalah force majeure... …………………… atas nama PT/CV/Firma/Kop . ………………………… (dengan huruf) sudah termasuk pajakpajak... yaitu melaksanakan Pemborongan Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………………. Pasal 5 CARA PEMBAYARAN (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp.. telah disepakati sebesar Rp....PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut..... seperti tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing). No. (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan melalui KPPN/Kas Daerah. Pasal 3 HARGA BORONGAN Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………... .

(5) Bilamana “Keadaan Memaksa ditolak PIHAK Pertama maka berlaku ketentuanketentuan dalam perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. (2) PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan bersama. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasanalasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 7 KEADAAN MEMAKSA (1) Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila kelambatan disebabkan keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. (4) Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA Tidak memberikan jawaban.Pasal 6 SANKSI Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada Pasal 4 ayat 1. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan seluruhnya untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum denda 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. (3) PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. Pasal 8 PEMBATALAN PEMUTUSAN SURAT PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata .

maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan / Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. maka semua pekerjaan telah selesai dan terpasang termasuk bahan-bahan yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PENYELESAIAN PERSELISIHAN (1) Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. (2) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini. .tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas dengan bukti bahwa PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 10 LAIN-LAIN Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. (2) Apabila dengan cara musyawarah untuk mufakat tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. (3) Proses penyelesaian dengan cara musyawarah atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah tidak berubah di Pengadilan Negeri ……………………………………………. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas.

Pasal 11 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas di ……………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . (2) Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya dengan 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

... 2.. ………………………………………………………………. 3. c. Menimbang : a. …………………………. Undang-undang No. 42 Tahun 2004 Keputusan Presiden No..... (dengan huruf) dinyatakan sebagai penyedia barang/jasa... Bahwa hasil evaluasi pengadaan barang/jasa Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………… telah dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana mestinya... ………………………... 61 Tahun 2004 MEMUTUSKAN b. 1 Tahun 2004 Keputusan Presiden No. Tanggal …………………………………………………………………… Bahwa berdasarkan penetapan penyedia barang/jasa tersebut perusahaan ………………………… dengan harga Rp.... Bahwa penetapan penyedia barang/jasa tersebut diatas telah ditetapkan dengan surat Nomor : ………………………. sebesar Rp.. (dengan huruf) termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan dan peraturan perundingan yang berlaku. Mengingat : 1... KEDUA : Harga borongan seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut diatas. . Menyatakan PERTAMA : : Menunjuk : Nama Perusahaan Alamat NPWP : : : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………………………………………….....SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ………………………… KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………………………………..

KETIGA : Jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan apabila ……………………….. KEEMPAT : KELIMA : Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. pekerjaan harus sudah selesai dilaksanakan.. Ditetapkan di Pada tanggal PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. : : PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Anggaran Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . maka untuk setiap hari keterlambatan akan dikenakan sanksi denda yang besarnya ditetapkan sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan. Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.. tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan... Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja ini.. akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

................ Nomor ................... dengan segala perubahannya........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........................... 2..................... tanggal . ................................…Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... tanggal ……………… bulan …………………................................. : ... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pencetakan Buku ........................SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : Tentang PEKERJAAN PENCETAKAN BUKU .................... …………….................. Nomor ...tahun dua ribu . : .... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... tanggal .............. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............ dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Nama Jabatan Alamat : ................................................................ Nama NIP Jabatan Alamat : ...I/ Pemerintah Daerah ............... Pada hari ini ............................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........

dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak. 3.. Pasal 3 . harus diselesaikan tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal………atau selambat-lambatnya tanggal………………. Volume ………………. x …….. Waktu pelaksanaan pekerjaan pencetakan buku……………………………. Sebelum buku naik cetak. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. cm kertas yang digunakan HVS ………gram dicetak berapa warna cover biasa apa lux jumlah halaman dan lain-lain berkenaan dengan buku yang akan dicetak. sebagai berikut : No 1 Spesifikasi PENCETAKAN BUKU (……………………sebutkan judul buku) Jelaskan spesifikasi buku yang mau dicetak misalnya ukuran buku …….… 2. naskah yang telah diedit dan dikoreksi oleh PIHAK KEDUA hendaklah diperlihatkan terlebih dahulu kepada PIHAK PERTAMA untuk dikoreksi sekali lagi untuk menghindari salah cetak. Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1.Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pencetakan buku ………………………..

. 2. . 2.. 3... Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan 3. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN BARANG 1........ Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah . Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti buku yang ditolak tersebut. Segera setelah buku tiba di lokasi... 5..PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seijin PIHAK PERTAMA Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN 1.. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA Pasal 6 SANKSI 1. 6.. 4. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak buku yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan..

3. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. 4. 5. peperangan.2. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA.huru-hara. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 9 PERSELISIHAN 1. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. . bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. banjir dan sebagainya ) kebakaran. 2.

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak. Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………. tanggal ……………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan Pengadilan Negeri. tanggal …………….... 4.. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. . 6. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Pasal 11 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ……………………….. Berita Acara Evaluasi. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. tanggal ………….. 11.. tanggal ……………… 10. 8. 7....Nomor : ………………. 9. tanggal … Pasal 12 LAIN-LAIN 1. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ……………………………. 2. tanggal ……………. tanggal …………….. tanggal ………………………… 12.2.. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian. tanggal ………………. 3.. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. 5. Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : ………………. tanggal ………………. Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. Pengumuman hasil pelelangan Nomor : ………………………. Penawaran Harga Nomor : ……………. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. ……………….

. Surat perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama... tanggal. Pada hari ini. Tahun …………………………….. : ………………………………………. 3.. …………… tanggal ………………………….pada hari dan tanggal tersebut di atas.. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. …………………………………. . SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. …………………………………. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. : ………………………………………. ………………………………….. …………………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………. Direktur …………………………….. PIHAK KEDUA. pada hari. NIP.2. PIHAK PERTAMA. bulan dan tahun tersebut di atas.

Harga Pencetakan buku……………………………………………. untuk keperluan Kantor …………………………………………………. 6. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. Tanggal ……………………… 2. (dengan huruf).. Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………... 7. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………….. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. yang spesifikasi teknisnya sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir. sebagai Pencetak Buku ... PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan.. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga. 5.... Nomor : …………………. (dengan huruf).... : ………………………………………... Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……... Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA.. dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : 1.... oleh Notaris …………………….. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada ………………………………….. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya . …………………….... tanggal ……………. 4.. : ………………………………………... Yang berkedudukan di ………………………………………. dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah ……………………. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA..adalah sebesar Rp. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.... Paling lambat dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini... Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA. 3.Berdasarkan Keputusan ……………. Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………...

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .....PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen .

.. Jabatan Alamat Kantor : : : : ..................... SH... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU................... ........... yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA........... ..... tanggal ..... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara I........ ............. tanggal .. PT/CV/Firma/Kop. dari Notaris ................................................ ...... Pada hari ini. Nomor ............................................. Sesuai dengan Akte Notaris Nomor .................... .. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop.................. bulan .... tanggal ............. Dengan II...II CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PEMBANGUNAN FISIK SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN ……………………… Nomor : Tanggal : ……………......telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ...... tanggal ..... dan Akte Perubahan terakhir Nomor ............................... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : .. tahun Dua ribu .. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut....... …………….. ketentuanketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : .......... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah .................... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala .. Nama NIP........................................ Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ................. ............

............................ Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ............ Pasal 2 DASAR PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1.. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a.............. Berita Acara : i... Tanggal : .... Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………………… Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Pemborongan Nomor : .......... b.... Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ............................ Tanggal : ..... serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak... menyelesaikan..... dan memelihara pekerjaan..... tanggal 31 Desember 200.................... Penjelasan Pekerjaan beserta lampiran ii. PIHAK KESATU memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan ………………..Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1................ Pembukaan surat penawaran beserta lampiran Hasil Pelelangan beserta lampiran Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Shop Drawings Jaminan Pelaksanaan f............... .... Tanggal : .......... d................ c........... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor ...................... e............. 2........ yang berlokasi di ………………………………………………………………… PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK KESATU untuk melaksanakan........

c. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/ M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. pengujian dan pengkoreksian. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan pengawas pekerjaan tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 3. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan. j. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. b.2. 2.. .…. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN 1. e. Keputusan Menteri PU Nomor : 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja d. f. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. PIHAK KEDUA wajib mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Apabila Badan Hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. dan telah diketahui PIHAK KEDUA. peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA.. Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoerin bij aaneming van openbare werken. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. g. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. maka PIHAK KESATU menunjuk …………………. alamat …………………………………………… sebagai pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK KESATU. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 2. h. 1. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. Bahan. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 32 Tahun 2005. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 yang diperbaharui dengan KEPPRES No. 61 Tahun 2004 dan No. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. i. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong.

Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK KESATU. Pasal 5 TENAGA KERJA 6. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. 5. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. 13. PIHAK KESATU berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. 8. . 9. 11.3. PIHAK KESATU berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. 10. 4. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purna jual. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melakukan pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. 7. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK KESATU. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. 14. PIHAK KEDUA harus menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. 12. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan.

maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. 10. 5. 3. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Jika PIHAK KESATU meminta PIHAK KEDUA untuk memperhatikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alasan atas permintaan tersebut. 2. 7. 11. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. 4. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Isian Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK KESATU. dan diserahkan kepada PIHAK KESATU selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK KESATU akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakannya. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9. . Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi.1. 6. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 8. Asuransi tersebut bisa dilakukan menurut variabel jumlah pekerja yang ada di lapangan. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK KESATU dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 12.

sesuai dengan bidang keahliannya. maka PIHAK KESATU dapat memberlakukan Pasal 18. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada Sub Kontraktor atau PIHAK KETIGA. tunduk pada peraturan-peraturan perburuhan yang berlaku. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada Sub Kontraktor atas persetujuan PIHAK KESATU. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. 15. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontraktor. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 14. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan Sub Kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Sebelum dilakukan Serah Terima I (KESATU) pekerjaan kepada PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan Sub Kontraktor (termasuk dengan Sub Kontraktor Golongan Ekonomi Lemah) setempat. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan Pengawas Pekerjaan.13. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada Sub Kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada Sub Kontraktor. baik di dalam maupun di luar pengadilan. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub Kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

(dengan huruf) Surat Jaminan tersebut pada huruf a ayat 1 pasal ini. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini maka PIHAK KESATU dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA..Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (Serah Terima I) ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)......... setelah Serah Terima II pekerjaan fisik dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh PIHAK KESATU........ PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU Jaminan Pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat Perjanjian ini ditandatangani. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut... Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA... maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan.. = Rp. Surat Jaminan tersebut harus dikeluarkan oleh Bank Pemerintah Besar Nilai Jaminan adalah 5% dari Biaya Pekerjaan Borongan atau sebesar 5% x Rp.. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian... dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I... .. Berkaitan ayat 2 pasal ini. Jaminan Pelaksanaan : a.. kecuali PIHAK KESATU telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur dalam Perjanjian Tambahan (Addendum). Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Dalam Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dalam huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik negara dan b. akan diserahkan kembali oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA...... Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK KESATU dalam keadaan baik.. ..

dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA, bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Masa berlaku Surat Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan berakhir berdasarkan kontrak. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan, maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. PIHAK KESATU dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan uang muka berupa surat jaminan Bank Pemerintah atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) sebesar 20% dari biaya pelaksanaan borongan atau sebesar 20% x ………………………… Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini, secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini, dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. …………………….. (……………………………………………………………………………. ) yang merupakan

b.

c.

d.

biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan pada DIPA Nomor …………………….. tanggal 31 Desember ……………… Dalam jumlah biaya, pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Volume, harga satuan pekerjaan, satuan upah dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan Lumpsum, tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Termin ke Uang muka Sebesar dari harga borongan 20% x Nilai Kontrak Atau sebesar (Rp.) Jika pekerjaan diterima telah bernilai Sudah diterima Jaminan Uang Muka dari Bank Umum/Asuransi sebesar nilai uang muka 35% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 65% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 100% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Setelah masa pemeliharaan dilampaui dengan baik yang dibuktikan dengan Berita

I

(35% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

II

(30% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

III

(30% x Nilai Kontrak)- (30% x Uang muka)

IV

5% x Nilai Kontrak

Acara Serah Terima II Pekerjaan Pelaksanaan Jumlah 100%

Tahap-tahap pembayaran di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………… sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditransfer ke Bank ………………………. Nomor Rekening ………………. atas nama PT/CV/Firma/Kop. ………………. Pasal 12 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga bahan, peralatan dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan, peralatan dan upah tersebut, kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala biaya sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung PIHAK KEDUA dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berlaku dengan pelaksanaan pekerjaan ini, dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan, hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU dengan menyebut jenis, volume dan rincian pekerjaan secara jelas. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh Kedua belah pihak, jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini.

2.

3.

Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari harga borongan yang sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Adanya pekerjaan tambah-kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan, kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Untuk pekerjaan tersebut di atas, dibuat perjanjian tambahan (addendum). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai (100%). Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

4.

5. 6.

1.

Yang dimaksud dalam “Keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu :

Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dan banjir) Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacuan (kecuali karyawan kontraktor) Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA) Keadaan Memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah. 2. Apabila terjadi “keadaan memaksa”, maka : a. PIHAK KESATU menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Apabila selama 3 hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK KESATU tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK KESATU untuk mendapat persetujuan tertulis. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU tentang “keadaan memaksa” tersebut, PIHAK KESATU tidak memberi jawabannya, maka PIHAK KESATU dianggap menyetujui adanya “keadaan memaksa” tersebut. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan / persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK KESATU. e. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan. f. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan Sub Kontraktor.

3.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK KESATU maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 7, pasal 16, dan pasal 18 dalam surat perjanjian ini.

Pasal 16 SANKSI / DENDA Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Dokumen Kontrak Perjanjian ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “denda kelalaian” sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini, maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima perseratus) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK KESATU, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata.

PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK KESATU dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. memperlambat Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK KESATU sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini.Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK KESATU dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK KESATU memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung tanggal Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan oleh PIHAK KESATU. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut pemborongan yang telah dimulainya. 3. sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. 2. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk Pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. maka PIHAK KESATU akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang Sub Kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK KESATU. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan pemborongan ini. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK KESATU. .

selama pelaksanaan di lapangan maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK KESATU. Laporan dan atau catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pasal 20 LAPORAN Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK KESATU untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak.. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK KESATU foto-foto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Dalam hal demikian. maka Jaminan Pelaksanaan yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU menjadi milik negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. serta catatan. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. laporan.4. Apabila perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri di ………………. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU pada saat penyerahan 1 pekerjaan yakni gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. pelaksanaan. dibuat berbentuk buku harian rangkap 5 (lima) diisi pada format yang telah disetujui pengawas pekerjaan dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN . akan diselesaikan secara musyawarah. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan Sub Kontraktor.

pada hari dan tanggal tersebut di atas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA........ PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran / Barang NB : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber dari pekerjaan pembangunan fisik ....Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………….... masing-masing untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini.. Pasal 22 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini...... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri di ..

4 Milyar . 1.Senilai Rp.

... meliputi pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik seperti tercantum dalam Surat Penawaran Nomor …………….... Nama NIP Jabatan Alamat : ........ : . sampai dengan …………………… Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.. Yang menerima perintah PT.....” Yang berlokasi pada …………………………………………………………………... Terbilang : ……………………………………………........... Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ……………………………….................................. 0000.... Pada hari ini ...........................000000 Untuk melaksanakan pekerjaan : “Pembangunan ………………………………………….......... Tanggal 31 Desember ………..... tanggal ……………… bulan …………………. Jumlah biaya pekerjaan pembangunan tersebut sudah termasuk PPN 10% serta pengeluaran lainnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku................tahun dua ribu .............000000.................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2....... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... …………………................. ................... terhitung sejak tanggal ………………........ Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender...... Dengan syarat-syarat / ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Biaya pekerjaan Pembangunan ……………………..... Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : ....... tanggal ……………… dengan biaya sebesar Rp.. ……………... ini akan dibayarkan dari DIPA Nomor …………………....

.. Nama NIP Jabatan Alamat : ............. PIHAK KESATU Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.........000000 Dengan ini menyatakan : PIHAK KESATU menyerahkan lapangan kepada PIHAK KEDUA sebagai Pelaksana pekerjaan Pembangunan ………………………………......................... PIHAK KEDUA PT.................... 0000....................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......(sebutkan kotanya) ....... Pada hari ini ......000000.. pada Kantor…………………terletak di Jalan……….................................................... …………….................... tanggal ……………. tanggal ……………… bulan …………………...... PIHAK KEDUA akan melaksanakan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja dikeluarkan.......... : ..tahun dua ribu ...... berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………………….... .. Demikianlah Surat Penyerahan Lapangan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya....SURAT PENYERAHAN LAPANGAN Nomor : ……………………………………........ Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : .....

.. Pada hari ini .. Nomor .. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................................................................................................... : ............... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........ Nomor : ………………………………….... dengan segala perubahannya. Nomor .. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Renovasi Aula dan Pem buatan Lapangan Parkir.......I/ Pemerintah Daerah ............/……/…….SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir Nomor : ………/……/….... tanggal .......................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............ tanggal ……………… bulan …………………......... Tanggal : …………………………………... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......... : Pengum um an Pem enang Pelelangan ............................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............tahun dua ribu ............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......... : …………………………………....... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. Nama NIP Jabatan Alamat : ..... Kedua belah pihak berdasarkan : Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en …………………………………………………………... 2.... ……………. Nama Jabatan Alamat : ......... : ..................... tanggal ................................................. Pengum um an Nomor Tanggal Tentang : …………………………………........

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima pekerjaan tersebut. Peraturan Beton Bertulang di Indonesia Tahun 1977. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. . Tanggal : ………………………………….Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. yang disyahkan dengan Surat Keputusan Pemerintahan Hindia Belanda Nomor : 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Pem buat Komitm en Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. yaitu untuk melaksanakan pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir pada Kantor …………………………………………. Diikuti semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering Van openbare werkwn. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi sebagaimana tersebut dalam lampiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Lampiran – lampiran dimaksud adalah sebagai berikut : Gambar-gambar [termasuk gambar detail]. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dan Berita Acara Aanwijzing/Penjelasan Pekerjaan. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 1971.

.IV/02/1998. . keahlian serta keterampilannya. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS No.Se. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 61/KPTS/1981. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. Pasal 4 BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT Bahan-bahan. 18 tahun 2000. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan-bahan dan alat-alat tersebut dari lokasi pekerjaan dalam jangka waktu 2 x 24 jam. kemudian menggantikannya dengan yang memenuhi persyaratan. dan petunjuk teknis Keppres No. 6544/D. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000. Pasal 5 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan berjalan seperti yang ditetapkan. Tidak tersedia bahan-bahan dan alat-alat. ………………………….Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia tahun 1961. jika kualitas nya tidak memenuhi persyaratan. maka mencapai tujuan perjanjian. Yang beralamat di Jalan ……………………….. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Jika Bahan-bahan dan alat-alat tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA/ DIREKSI PENGAWAS pekerjaan. Peraturan Pembangunan Pemerintahan Daerah setempat. alat-alat dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan pemborongan tersebut dalam pasal 1 perjanjian ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. tentang keselamatan kerja. Undang-Undang Nomor : 1 tahun 1970. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam pasal 3 Perjanjian ini.36/A/21/0298 tanggal 10 Pebruari 1998. Pasal 3 DIREKSI / PENGAWAS PEKERJAAN Sebagai Direksi untuk pengawas pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh …… ……………………………………. PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS Pekerjaan berhak disediakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gedung yang baik untuk penyimpanan bahan-bahan dan alat-alat tersebut guna lancarnya pekerjaan. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

Pasal 8 KEADAAN MEMAKSA Yang termasuk dalam “KEADAAN MEMAKSA” adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : Bencana alam. tanah longsor. dan berakhir tanggal …………………………… Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dirobah oleh PIHAK KEDUA. [gempa bumi. huru-hara. demikian juga pada waktu keadaan memaksa berakhir. Menunjuk pimpinan pelaksana/Tenaga ahli ini harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Pemogokan. . kecuali adanya “Keadaan Memaksa” seperti diatur dalam pasal 8 perjanjian ini dan harus disetujui oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai perbuatan oleh orang-orang yang dipekerjakan olehnya. PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa serta disertai bukti-bukti yang syah. Apabila terjadi “KEADAAN MEMAKSA”. bahwa waktu penyelesaian dapat diperpanjang. Kebakaran. yang secara keseluruhan berhubungan dengan penyelesaian pekerjaan ini. yang dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk dari PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS. Pasal 6 PELAKSANAAN PEKERJAAN OLEH PIHAK KEDUA Ditempat pekerjaan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pimpinan pelaksana yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANA Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% (seratus persen) siap yang disebut dalam pasal 1 perjanjian ini ditetapkan selama 75 (tujuh puluh lima) hari kalender terhitung tanggal …………………. angin puyuh dan banjir]. Hal-hal lain yang diluar dari wewenang PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA segera mengganti dengan ahli lain yang memenuhi syarat tersebut. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA.. Perang. Pemberontakan dan Epidemi. Pimpinan Pelaksana/Tenaga Ahli yang digunakan oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat yang diperlukan.PIHAK KEDUA diwajibkan menyelenggarakan program Asuransi Sosial Tenaga Kerja [Astek] sesuai dengan ketentuan dan peraturan Pemerintah yang berlaku.

…………………. Apabila terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. atau menolak secara tertulis keadaan memaksa itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam. ………………………. sejak ada pemberitahuan tersebut. Pasal 9 MASA PEMELIHARAAN Masa pemelihataan atas kesil pekerjaan selama 45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan diserah terimakan untuk pertama kalinya. Pasal 11 HARGA BORONGAN . = Rp. Apabila PIHAK KEDUA tidak mengindahkan perintah ini. …………………………………………………… Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender semenjak Surat perjanjian ini dinyatakan berlaku. Jaminan Pelaksanaan tersebut pada ayat 1 pada pasal ini dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA secara langsung apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini atau apabila Pemutusan perjanjian. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan pekerjaan berupa surat jaminan Bank Pemerintah/Bank lain/Lembaga Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sebesar 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan = 5% x Rp. PIHAK PERTAMA akan menyetujui. maka pekerjaan perbaikan ini dilaksanakan oleh PIHAK KETIGA atas perintah PIHAK PERTAMA dengan biaya yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya.Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. Surat jaminan Bank tersebut dikembalikan kepada kontraktor selaku PIHAK KEDUA setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) siap. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang jaminan pelaksanaannya. Dalam masa pemeliharaan. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak pemberitahuan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. tentang “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. PIHAK KEDUA diwajibkan atas perintah PIHAK PERTAMA dengan segera mengadakan perbaikan/pembetulan segala kekurangan dan cacat.

a harus bernilai minimum 10% [sepuluh persen) dari jumlah borongan. Angsuran terakhir sebanyak 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan dibayar setelah pekerjaan melalui masa pemeliharaan sesuai dengan pasal 9 perjanjian ini dinyatakan dengan suatu Berita Acara Serah Terima ke – 1 antara kedua belah pihak. ditanggung oleh PIHAK KEDUA.. Pasal 13 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut dalam pasal 11 diatas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Syarat-syarat pembayaran /Termyn : Angsuran termyn dibayar sesuai dengan nilai prestasi yang dilaksanakan dengan rumus sebagai berikut : Rumus : NA = [P-P’] x NB [P-P’] UM NA : Nilai Angsuran dalam rupiah P : Nilai prestasi yang dicapai dalam persen P’ : Nilai Prestasi yang telah dibayar dalam persen NB : Nilai borongan UM : Uang Muka telah Pembayaran Termin yang diperhitungkan dengan rumus tersebut pada ayat 1. …………………) dan merupakan jumlah yang pasti yang dibebankan kepada : DIPA : ……………………………………… Nomor : ……………………………………… Tanggal : ……………………………………… Pasal 12 KENAIKAN HARGA BAHAN-BAHAN Kenaikan harga bahan-bahan.. Pembayaran tersebut di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara /Kas Daerah ……………………. Pembayaran Uang Muka . ………………. Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan-bahan. Pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dibayar 95% (sembilan puluh lima persen).Jumlah harga borongan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. (…………………………………………………………………………. alat-alat dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan borongan ini berlangsung. alat-alat dan upah terkecuali apabila terjadi tindakan/kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia di bidang moneter. khususnya untuk pekerjaan pemborongan..

Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga borongan yaitu sebesar 20 x Rp. dilakukan setelah kedua belah pihak setuju dengan cara memindahkan kedalam rekening Bank PIHAK KEDUA yaitu pada Bank ………Nomor Rekening ………………. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpanan – penyimpanan atau perubahan – perubahan yang merupakan penambahan pekerjaan. kebersihan halaman. hanya dianggap syah sesudah mendapat perintah tertulis dari Direksi Pekerjaan /PIHAK PERTAMA. kecuali atas persetujuan tertulis Direksi pekerjaan/PIHAK PERTAMA. dengan menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan secara jelas. dalam hal ini para tenaga kerjanya tinggal sementara di lokasi pekerjaan. alat-alat dan bahan-bahan bangunan selama 75 (tujuh puluh lima) hari pekerjaan berlangsung. ………………… = Rp. guna menghindarkan bahaya yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan. maka PIHAK KEDUA diwajibkan memberikan pertolongan kepada korban dan segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibatnya menjadi beban / tanggung jawab PIHAK KEDUA. …. a. Pasal 15 PENGAMANAN TEMPAT KERJA DAN TENAGA KERJA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keamanan tempat kerja/tenaga kerja. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasardasar yang disetujui oleh kedua belah pihak. bangunan-bangunan. Untuk perjanjian diatas dapat dibuat pekerjaan tambahan (addendum). Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan. …………………………………………………………………………………………………………. PIHAK Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan yang dilampirkan bersama ini. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban. bertanggung jawab/wajib menyediakan sarana untuk menjaga keselamatan para tenaga kerjanya. KEDUA. setelah PIHAK PERTAMA menyetujui surat permintaan uang muka dari PIHAK KEDUA dengan disertai kuitansi/rencana penggunaan dan kebutuhan serta jaminan uang muka sebagaimana ketentuan yang berlaku. .

maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerugian yang timbul. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah akibat dari bencana atau dengan cara apapun sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. atau dengan kata lain bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan ini baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA sebagian atau seluruhnya musnah disebabkan oleh sesuatu cacat-cacat tersembunyi dalam strukturnya atau disebabkan oleh retaknya tanah. maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar ‘Denda keterlambatan’ sebesar 1/000 (satu permil) dari harga borongan sampai sebanyak-banyaknya 5 0/0 (lima persen) dari harga borongan. Bilamana PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian – kerugian bagi PIHAK KETIGA (Orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini).Hubungan tenaga kerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur khusus tunduk kepada peraturan perburuhan yang berlaku. kecuali jika PIHAK PERTAMA telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. maka segala kerugian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Pasal 18 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . Jika pada waktu pelaksanaan pekerjaan terjadi kemacetan-kemacetan yang diakibatkan tidak masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan atau alat karena semata-mata kesalahan PIHAK KEDUA maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawan PIHAK KEDUA Segala persoalan dan tuntutan para tenaga kerja menjadi beban dan tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 7 perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan AV pasal 54 (SU) terhitung sejak tanggal penyerahan hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA.

maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri …………………. Untuk Surat Perjanjian ini akan ditetapkan oleh kedua belah pihak di kemudian hari. Alternatif : Jika terjadi perselisihan antara kedua belah Pihak. Dalam waktu 1 (satu) bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. sebagai ketua yang disetujui oeh kedua belah pihak. akan ditanggung secara bersamaan yang sama besarnya. Biaya penyelesaian termasuk dalam ayat 2 pasal ini. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak terdiri dari : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. putusan mana mengikat secara mutlak untuk tingkat pertama dan terakhir. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Alternatif 2 : Jika terjadi perselisihan antar kedua belah pihak.Penyelesaian perselisihan terdiri atas 2 (dua) alternatif. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak diterima oleh ssalah satu pihak atau kedua belah pihak. . maka perselisihan ini akan diputuskan melalui Badan Arbitrase Nasional (BANI). Secara langsung/tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. tergantung alternatif mana yang akan dipilih oleh kedua belah pihak. Pasal 19 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan perjanjian ini secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari sebelumnya setelah melakukan peringatan / Teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut jika PIHAK KEDUA : Dalam waktu 1(satu) bulan terhitung tanggal Surat Perjanjian ini tidak/belum mulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur pasal 1. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA.

PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain atas kehendak dan berdasarkan pilihan sendiri menurut ketentuan yang berlaku untuk menyelesaikan pekerjaan pemborongan tersebut. gambargambar. Pasal 20 BEA MATERAI DAN PAJAK-PAJAK Bea materai dan pajak-pajak lainnya yang berhubungan dengan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan –peraturan yang berlaku. selebihnya diberikan kepada Pihak-pihak yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pemborongan ini. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 22 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian Pemborongan ini atau perubahan – perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) terdiri dari 2 asli bermaterai cukup yang sama kuatnya untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 23 PENUTUP . maka Jaminan Uang Muka sebagai termaksud pasal 14 menjadi milik negara. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini. jaminan Bank yang telah diserahkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA akan dicairkan oleh PIHAK PERTAMA dan diperhitungkan dengan prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan PIHAK KEDUA. Dalam hal demikian. Jika terjadi Pemutusan hubungan Perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan lainnya yang berhubungan dengan Surat Perjanjian Pemborongan ini. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip.Jika pekerjaan pemborongan ini tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.

………………………. ……………………………………. mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku bagi kedua belah pihak berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. tanggal. PIHAK PERTAMA …………………………………….. bulan dan tahun sebagaimana tersebut di atas. Yang dimaksud dengan dokumen-dokumen tersebut Ayat (1) pasal ini adalah dokumen-dokumen yang ada pada saat mulai.. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………. selama dan sesudah perjanjian ini berlaku bagi PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang meliputi : Penawaran Kontrak Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Rencana Berita Acara – Berita Acara Laporan harian. PIHAK KEDUA ……………………………………. maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini dan seluruh ketentuan di dalam dokumen kontrak merupakan satu kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini termasuk segala sanksinya.. Surat Perjanjian Pemborongan ini ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dan mulai berlaku pada hari. ……………………………… ……………………….. Mingguan dan Bulanan Dengan dan karena ketentuan Ayat (1) dan (2) pasal ini. . ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi apabila ke dua belah pihak tidak memenuhi kewajibannya.Sejak ditanda-tanganinya Surat Perjanjian ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA..

....... …………………………… Lokasi : ……………………………………………………………………….......... Nama Jabatan Alamat NPWP : ... tanggal ……………… bulan ………………….... Waktu Pelaksanaan : 75 (tujuh puluh) hari kalender Imbalan Jasa : Sebesar Rp...... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. : 0000....000000................. …………………………… PIHAK KESATU............... : .000000 Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......................... PIHAK PERTAMA memberikan perintah kerja kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : Nama Pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembangunan Lapangan Parkir ………......................... Tempat... ……………………………………………...... : ................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) : Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ Nama NIP Jabatan Alamat 2......... tanggal ....................... PIHAK KEDUA....... Ketentuan Lain : Akan diatur dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 6 (enam) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama... …………….......tahun dua ribu ..... : ..... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.............. ……………………………………………………........Pada hari ini .................................. …………………………… dan …………………………… …………………………… ..

. tanggal . : ..........................tahun dua ribu ................................. Nama Jabatan Alamat : ...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........... 2............ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..................... ……………....... Nomor ................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R..... Nomor .... dengan segala perubahannya................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................ Tanggal : ……………… Pada hari ini ........ tanggal ... : .................. tanggal ……………… bulan …………………........... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................I/ Pemerintah Daerah ..... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : ..........................................................................................III CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PERENCANA SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN ------------------------------------------------------------------------Nomor : …………………………........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... Nama NIP Jabatan Alamat : .......................

menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). h. (termasuk penyelidikan tanah sederhana) membuat interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah setempat / perijinan bangunan. Membuat rancangan gambar detail seperti : gambar detail arsitektur. struktur. detail struktur. perkiraan biaya. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala.Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai Keperluannya. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawing). informasi . dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.1 Paket lokasi kegiatan di…………… Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan …………………………………………. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Aanwijzing. pelaksanaan g. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. antara lain : a. Membuat pengembangan rancangan teknis seperti : rencana arsitektur. pra rancangan bangunan termasuk program dan konsep ruang. d. Membuat pra rancangan teknis seperti : rencana tampak. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan. f. c. detail utilitas. dan rencana perkiraan biaya. Mengadakan pelelangan seperti : membuat PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. b. e.

Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. e. c. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ………………………. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. b. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu : a. Nomor : ………………………. Surat Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) …………………………… Nomor : ………………………. 2.Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Tanggal : ………………………. c. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. e. Tanggal : ………………………. Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2003 Tentang Bangunan Gedung d. Surat Usulan Penetapan Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/ Jasa Pemerintah. Tanggal : ………………………. f. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. . d. Tanggal : ……………………….

SNI 03-2410-1989 tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. l. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung antara lain : i. iv.1989 tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Peraturan Pembebanan Baja Indonesia PPI-RI-18-1997. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. m. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN . SNI 03-2847-1992 tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. k. 339/KPTS/M/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengguna Jasa Konstruksi dalam Instansi Pemerintah. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1997. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. i. iii. SNI 03-1729-1989 tentang Tatacara perencanaan Baja untuk gedung. p.g. Peraturan Bangunan Baja Indonesia (PBBI) Tahun 1984. r. Pedoman Plumbing Instalasi Listrik Tahun 1997. ii. s. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia PPKI Tahun 1961. q. o. Selain ketentuan tersebut diatas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. SNI 03-3990-1995 tentang Tatacara Instalasi Penangkal petir untuk bangunan. Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) Tahun 1982. n. v. j. vi. h. SNI 03-1736-1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Peraturan Beton Indonesia 1971. SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. SNI 03-1727. vii.

. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Perdata. 7. a. jumlah dan kualifikasi tim perencana. 8. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari kegiatan ini dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. Konsep penyiapan rencana teknis. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain. Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 3 (tiga). dan tanggung jawab waktu perencanaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH.1. 6. metoda pelaksanaan. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. 4. Tahap Konsep Rancangan Teknis. 5. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN 3. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. 2. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan – ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. 9. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. termasuk konsep organisasi.

Draf rencana anggaran biaya d. Gambar rencana teknis bangunan lengkap b. . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. Dokumen petunjuk penggunaan. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) e. Perkiraan biaya pembangunan d.b. lengkap dengan perhitungan yang diperlukan. f. dan perawatan 6. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) d. 2. Tahap Rancangan Gambar Detail a.3 dan 4 Perjanjian ini ditetapkan selama 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan ditanda tangani di atas material dan disetujui oleh Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Draf rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Tahap Pra-rancangan Teknis a. dll. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) c. termasuk penyelidikan tanah sederhana. Konsep skematik rencana teknis. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. termasuk program ruang. struktur utilitas. Laporan data dan informasi lapangan. peralatan / perlengkapan /bangunan (bila ada).2. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan b. Tahap Pelelangan a. organisasi hubungan ruang. 4. Tahap Pengawasan Berkala Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. c. dll. 2. Gambar Pengembangan rencana arsitektur. b. Laporan perencanaan arsitektur. struktur. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. Rencana anggaran biaya (RAB) e. Gambar-gambar pra-rencana bangunan c. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Gambar-gambar rencana tapak b. 3. pemeliharaan. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). keterangan rencana kota. a. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan c. Tahap Pengembangan Rancangan. 5.

…………… (………………………………………………. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp. 2. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. kegiatan. ………………………………). ………………………………………………………….. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 2. Nomor Kode Fungsi. Dalam Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanan mencapai 25%.. .……. (………………………………………………. Pembayaran tahap kesatu sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ………………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan Tahap Konsep Rancangan teknis dan Tahap Pra-Rancangan teknis. Program. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini... Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ……. Nomor : …………………… tanggal 31 Desember ………. Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara terhadap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Sub Kegiatan. 1.. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 4. Tahun Anggaran ……. Fungsi. …………… (………………………………………………. merupakan biaya yang pasti dan tetap (Lumpsum Fixed Price) yang dibebankan pada DIPA ………………………. dengan ketentuan sebagai berikut : 1.3.

6. Pembayaran tahap ketiga sebesar 30% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah ……. 5. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada Tahap Pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.dan disalurkan ke Rekening PIHAK KEDUA pada Bank …………………………. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. . ……………(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 50%. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang 4. . yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Pengembangan Rancangan dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Rancangan Gambar Detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. 2. …………… (………………………………………………. Pembayaran tahap keempat sebesar 5% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 4. (……………………) dibayarkan ÿÿtelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. 3. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan.6.000.. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. ………………………………. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari kontraktor Pelaksana Kepada PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kelima/terakhir 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp. Nomor : ………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA... 3.

yang mempunyai wewenang /kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan. Penunjukan Penanggung Jawab Pekerjaan. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA.cukup jumlah. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. sehubungan dengan pekerjaan perencanaan ini. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap . Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1% (satu persen) dari biaya perencanaan. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencana PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/memberikan/memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.

gempa bumi.bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut. Kebakaran. . wabah penyakit. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pemogokan. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. gunung. tanah longsor. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 9 ayat 1 perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. meletus. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Gangguan. Pasal 13 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak sehingga pekerjaan/jasa yang telah ditentukan dalam kontrak. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam : banjir. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. industri lainnya. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. badai. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. dan angin topan. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan.

Pasal 14 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan kahar. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut. Pasal 11. maka berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK mendapat persetujuan tertulis. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan / teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkan dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini.Apabila terjadi “keadaan kahar”. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Apabila selama PERTAMA tidak PIHAK KEDUA PERTAMA untuk 3 (tiga) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. . Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuanketentuan Pasal 5. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan kahar dari PIHAK PERTAMA. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati.

maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. memperlambat PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. seperti dalam pasal 11 ayat 3 perjanjian ini. Jika terjadi klaim atau tuntutan lainnya sehubungan dengan hal tersebut ayat (1) Pasal ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan di manapun yang mungkin timbul serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan perencanaan ini. Pasal 15 JAMINAN HUKUM ATAS HASIL PEKERJAAN PIHAK KEDUA menjamin bahwa semua hasil pekerjaan PIHAK KEDUA yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA tidak melanggar hak patent atau hak lain yang dimiliki oleh Pihak Ketiga. maka PIHAK PERTAMA dapat menujuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersebut dalam pasal 1 diatas. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. serta kegunaan bagi negara. Dalam waktu satu bulan berturut-turut perencanaan yang telah dimulainya.Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . Denda kumulatif telah mencapai 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam hal adanya Pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Jika terjadi Pemutusan perjanjian perencanaan ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan perencanaan.

sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah Pihak. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak telah tempat kedudukan (Domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 8 (delapan) bermaterai cukup. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada Pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini.. Pasal 18 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ………… pada hari dan tanggal tersebut di atas. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. . beserta segala akibat hukumnya. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak.

.PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.. PIHAK PERTAMA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. NIP : . Direktur …………………….………………….

Biaya Perencanaan ditetapkan sebesar Rp. Nomor Kode Fungsi.. Gedung Kantor dan ……………………………………………. Dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Kegiatan. NIP : . Direktur …………………….. Diperintah Kepada : Nama Perusahaan Alamat NPWP Nomor Rekening Pada Bank : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan ……………………………………………. Keterlambatan pekerjaan tanpa dapat membuktikan terjadi force majeure (halhal diluar kekuasaan perusahaan) dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dengan denda maksimum sebesar 5% (lima per seratus) dari harga pekerjaan. Dibebankan pada anggaran : DIPA …………………………………………… tanggal 31 Desember …. Sub Fungsi. Menyetujui SPK ini PIHAK PERTAMA ………………………….... Tempat/tgl………………………. Cara Pembayaran : Diatur dalam Surat Perjanjian. sejak tanggal konstruksi fisik (………………… ………………… Program. …………………………………. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………….SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. ……………. Sub Catatan : Tanpa hak mengajukan kenaikan harga.. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan terhitung ……………. MAK.sampai dengan dilakukannya serah terima pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana.. ……………………………………………).

...................... Nama NIP Jabatan Alamat : .......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. LOKASI : Nomor : Tanggal : Pada hari ini . 2....................... tanggal ……………… bulan …………………........... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............ : .......................... Nomor ....... Kedua belah pihak berdasarkan : 1.................................................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PRASARANA FISIK .............. tanggal ........................ Nomor .................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..............I/ Pemerintah Daerah ..................... : ......... ……………................ Tanggal ………… Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor............................. dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ...................... tanggal ................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... DIPA/DPA-SKPD Nomor ………………........................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......................... satu paket .................... tanggal .......... ....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...........tahun dua ribu .............................. dengan segala perubahannya............................. Nama Jabatan Alamat : ............. 2...............

Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan..di .... serta penyelidikan tanah sederhana Membuat rencana tapak...42 / A / 2000 .... Membuat gambar-gambar detail. rencana kerja dan syarat-syarat. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu: Pedoman Persyaratan /TOR (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis/Biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan..... Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan Nomor: S .. rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan. dengan pedoman persyaratan yang telah di tetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan . 061/KPTS/1981... program pelaksanaan dan rencana pelelangan.dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi Membuat rencana lengkap: rencana arsitektur.... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.... Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2004 beserta lampirannya. rencana volume dan biaya. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran.. Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku). rencana struktur. Algemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aameming Van Openbare Werken.... yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ……………………satu paket di ………………………. perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa.. menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. penjelasanpenjelasan rencana.

Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: . PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1.2/05/2000 Tanggal 3 Mei 2000 Keputusan-Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai leveransir dari pekerjaan ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) Tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. tanggal 21 Agustus 2002. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia.S-2262/D. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) Tahun 1961 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.

.. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.... kepada PIHAK . .. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak.PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal ... Gambar-gambar termasuk gambar detail = 12 exemplar.... ………………(dengan huruf) yang dibebankan pada DIPA... Pembayaran kedua sebesar Rp.... sampai dengan tanggal ………………… Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini sebesar Rp....... Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap........ Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/Kas Daerah …………………. yakni sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah fisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan. tanggal………………………. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.. ......... (…………………………………) yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk... Nomor: …………………..... Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran Pertama sebesar Rp.... tanggal 31 Desember 200… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price). (dengan huruf). yang meliputi: Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar..... . Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar.... CD Copy dari gambar-gambar tersebut = I set..

Penunjukkan tenaga ahli harus mendapat persetujuan dari PIHAK KEDUA. Perang. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA tenaga ahli yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan maka PIHAK PERTAMA. pemberontakan. Peraturan Pemerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah.KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank…………………. Yang masing-masing mempunyai penyelesaian pekerjaan pemilihan ini. Nomor Rekening …………… Pasal 8. Kebakaran. huru-hara. tanah longsor dan banjir). akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Untuk pekerjaan perencanaan berkala harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai tenaga ahli yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dan PIHAK KEDUA segera mengganti dengan tenaga ahli lain yang mempunyai persyaratan tersebut. Pasal 10 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan "Keadaan Memaksa" adalah peristiwa-peristiwa seperti berikut: Bencana Alam (gempa bumi. akibat langsung sehingga tertundanya . pemogokan dan epidemi. TENAGA KERJA DAN UPAH Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. keahlian dan ketrampilannya.

Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian Pekerjaan Perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Bilamana "Keadaan Memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 3 ayat 3. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. maka setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA akan dikenakan denda untuk setiap hari keterlambatan sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 5% (lima persen) dari biaya Perencanaan . Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan Perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang. Surat perjanjian ini. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA menyetujui atau menolak secara tertulis "Keadaan Memaksa" itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan tersebut. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA..3. PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelalaian sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya Perencanaan. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat "Keadaan Memaksa" tersebut. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PEKTAMA tentang "Keadaan Memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban.Apabila terjadi "Keadaan Memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya "Keadaan Memaksa" disertai bukti-bukti yang sah.2. pasal 5 ayat 2 dan pasal 12 atau pasal 14. demikian juga pada waktu "Keadaan Memaksa" berakhir. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA setelah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tidak mengindahkan tugas dan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam pasal 1. tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. maka setiap kali melakukan kelalaian.4 dan 9 Surat Perjanjian ini.

Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 5% (lima persen) dari biaya pekerjaan. serta tidak dapat diajukan banding. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. apabila: PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. Pasal 14.Denda-denda tersebut dalam ayat 1 dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Jika terjadi pemutusan Perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir.

termasuk segala' sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undang-undang bagi kedua belah pihak... apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajibannya..Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini. Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini... kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar. berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. maka seluruh ketentuan yang tercantum... 30 juta SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini. Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat . Pasal 18 PENUTUP Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak. Komitmen Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Nb : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber Dari pekerjaan Perencanaan prasarana Fisik senilai Rp.. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.

...... Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam berita acara penjelasan (aanwijzing)......Pada hari ini ....................... Dengan syarat-syarat/ ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1..... Nama Jabatan Alamat SIUJK NPWP : : : : : ................ ……………................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. .................... Konsultan Perencana Pejabat Pembuat Komitmen 3........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2.......000000 Untuk melaksanakan Pekerjaan... : ... Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No......... Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perintah Mulai Kerja ini............. Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... ..... ............. tanggal............... Nama NIP Jabatan Alamat : ..................................................... tanggal 31 Desember 200..... 0000................... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan di tetapkan sejak dikeluarkannya surat perintah mulai kerja ini..........................tahun dua ribu .......... selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan serah terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik.............tanggal......000000..................... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan... Perencanaan Prasarana Fisik . 2. ------------------------------------------------------------ ......dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. yang meliputi seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No. tanggal ……………… bulan …………………........................

.......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Nama Jabatan Alamat : ..... ……………..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......................... tanggal ……………… bulan ………………….... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikat diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan Prasarana ......... : ...............SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PERENCANAAN PRASARANA FISIK ………….... …………………………………………………………..........tanggal ............................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......................... Kedua belah pihak berdasarkan : Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor.................................................tahun dua ribu .............................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... Nama NIP Jabatan Alamat : .................. : ............ Nomor ............. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........................ tanggal ..... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. LOKASI : ……………………………………………………………................. Nomor Tanggal : ………………………………… : ………………………………… Pada hari ini ...... …………………………………………………………............I/ Pemerintah Daerah .......... 2................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Nomor ............. tanggal ..................... dengan segala perubahannya................

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa. 3.. 2.... Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : a. b... Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan. d.. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. dengan pedoman persyaratan yang telah ditetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : 1. 061/KPTS/1981 e.... penjelasanpenjelasan rencana. 4. .. Membuat rencana lengkap : rencana arsitektur... rencana struktur. program pelaksanaan dan rencana pelelangan. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.. Aglemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aanneming Van Openbare Werken.. rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan.. 1..... rencana kerja dan syarat-syarat. dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik …………………………………… satu paket ………………………………. c.. 2004 beserta lampirannya.. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.. 2. rencana volume dan biaya.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA..Fisik .. perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi. yang disahkan dengan Surat Keputusan pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku).. Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan........ Pedoman Persyaratan / TOR (pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis / biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan........ Membuat rencana tapak. serta penyelidikan tanah sederhana.. Membuat gambar-gambar detail. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran. 5.... Keputusan Presiden Nomor 61 Th. menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi.....

Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun 1961yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 6. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. 4. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. 2. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. 7. j. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan.f. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN . Keputusan-keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. i.25/05/2000 g. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. h. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai levaransi dari proyek ini. 5. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. tanggal 21 Agustus 2002. Nomor : S – 42 / A / 2000 A-2262/D.

………………………………. Gambar-gambar termasuk gambar detail= 12 exemplar. tanggal …………………… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price). Pembayaran Pertama sebesar Rp. 2. ………………………………. Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap.. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar. 3.CD Copy dari gambar-gambar tersebut = 1 set. yakni. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (Dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak tanggal …………………… Sampai dengan tanggal …………………. 2. yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk.. (dengan huruf). (dengan huruf)... 2.Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: 1. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang. 4. PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. Pembayaran kedua sebesar Rp. sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah pisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan . (dengan huruf).. ……………………….yang meliputi: 1. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini sebesar Rp.. yang dibebankan pada DIPA Nomor: ………………………. Rp.

Nomor Rekening: 00..dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta PIHAK PERTAMA. 3. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. keahlian dan ketrampilannya. Pasal 10 SANKSI . Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pekerjaan yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk kepada PIHAK PERTAMA. 3. Apabila menurut PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA pekerjaan 1. 4.. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah………. baik jumlah.000000 Pasal 8 TENAGA KERJA DAN UPAH 2. 2. Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 3. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup. dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan dan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Penunjukan penanggung jawab pekerjaan. kepada PIHAK KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank ………….

1. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 2. maka setiap kali melakukan kelalaian. 3. Denda-denda tersebut dalam ayat I dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. . maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. kerusuhan. kebakaran dan gangguan industri lainnya. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA maka untuk setiap hart keterlambatan sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari biaya perencanaan. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4. Pasal 12 KEADAAN KAHAR Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. bencana alam. revolusi. pemogokan.

b. Jika terjadi Pemutusan perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. c. 2. 2. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam Pasal I Surat Perjanjian ini. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN 3. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum perdata. 3. 1. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. serta tidak dapat diajukan banding. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. apabila: a. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan.1. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. 4.

. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama NIP ..Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini.. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut... maka seluruh ketentuan yang tercantum. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini.. termasuk segala sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undangundang bagi kedua belah pihak... berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tempatnya sah di Kantor Pengadilan ..... 2. 3..... Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini.... Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini. Nama Jabatan pada perusahaan Mengetahui... ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak.. Pasal 18 PENUTUP 1. Komitmen........

Kuasa Pengguna Anggaran.... Nama NIP ..

...... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .. Pada hari ini ....tahun dua ribu ........................ Yang meliputi pekerjaan seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No: …………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat Perintah Mulai Kerja ini..... (Pembangunan Gedung Kantor) Satu Paket di ... 3...... : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik .. dengan ini memerintahkan kepada : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi. tanggal ……………………… dengan harga borongan sebesar Rp.. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan ditetapkan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja ini................(dengan huruf)...... Dengan syarat-syarat/ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1......... : ......SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ……………………………................ selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan Serah Terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik.................. Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)...... ………………………………………......... PIHAK PERTAMA 2.. dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi No.... PIHAK KEDUA . Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan yang dibuat kemudian yang merupakan addendum dari surat perjanjian ini. ………………………………….............bulan... kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen ............ tanggal ………………………..tanggal ........................ tanggal.. …………………………........... Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA No..... 5... tanggal ………………………………… 4........

................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.........................PT/CV/Firma/Kop...................... Nama Jabatan pada perusahaan Pejabat Pembuat Nama NIP IV CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PENGAWAS SURAT PERINTAH KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ................................................................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........................ kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1... .................................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................. Nomor ..............................................I/ Pemerintah Daerah ......... : ... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. Nama Jabatan Alamat : ..... Nomor ................ Nama NIP Jabatan Alamat : .......................................... tanggal .................. Komitmen........................ dengan segala perubahannya.......... Berdasarkan surat penetapan penyedia jasa untuk konsultan pengawas nomor : ………………………............. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2...... : . Nomor Tanggal : : PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI SEDANG GEDUNG .......................... tanggal ..............................................

(dengan huruf) Yang merupakan jumlah yang tetap dan pasti (lumpsum fixed prtice) yang dibebankan pada DIPA/DPA SKPD No……………… tanggal ……………. (terbilang ………………………………. memahami laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukkan hasil rapat– rapat lapangan. Meliputi tugas..Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : Tugas Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan pengawasan yang akan di laksanakan adalah : pengawasan rehabilitasi sedang Gedung……………………………………………………………….. Berita Acara Serah Terima Pertama.. .tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan di jalankan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan Mengawasi pemakaian bahan.. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecah kan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala ..... tahun anggaran …..... (terbilang : ……………………………………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Konstruksi Fisik di lapangan mencapai 100 % dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan serta telah di terima oleh PIHAK KESATU Pembayaran tahap kedua sebesar 10 % dari jumlah biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.…………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. peralatan dan metoda pelaksanaan... kuantitas dan laju pencapaian volume / realistik fisik... dan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi Meneliti gambar – gambar Pelaksanaan yang di ajukan pemborong Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan....) dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir (serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik) serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan. .... Biaya Pekerjaan Pengawasan Besar biaya Pekerjaan Pengawasan adalah Rp …………………. Cara Pembayaran Pembayaran tahap kesatu sebesar 90 % dari jumlah biaya Pengawasan sebesar Rp. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi Mengawasi pelaksanaan pemakaian konstruksi dari segi kualitas. laporan mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang di buat oleh pemborong Memeriksa berita acara Kemajuan Pekerjaan untuk Pembayaran Angsuran Pemeliharaan Pekerjaan.. Pembayaran tahap ke dua dapat dibayarkan meskipun masa pemeliharaannya belum berakhir dengan catatan .

(terbilang : ………... SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (Tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar 3 0/00 (tiga permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan.) seperti yang diatur dalam Keppres RI( no. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK KESATU. 80 Tahun 2003 sebagaimana telah disempurnakan dengan Keppres RI No. Tahap-tahap pembayarantersebut diatas dinyatakan dalam Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah…………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Tahun anggaran……………………………. Nomor Rekening …………………….80 tahun 2003 sebagaimana telah di perbaharui dengan keputusan presiden RI No. ……. Tanggal………………………. 61 tahun 2004.bahwa PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan pemeliharaan yang diterbitkan Bank Pemerintah atau lembaga keuangan lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Daftar Isian Pelaksanaan Angsuran (DIPA ) : Nomor : ……………………. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri setempat. Jumlah denda kumulatif maksimum ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan Pengawasan PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan di kemudian hari. ke rekening PIHAK KEDUA pada Bank ………………………….. 64 tahun 2004 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya Surat Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. Semua Ketentuan Dan Peraturan Serta Standar Nasional Indonesia JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ……………….sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi. 322/KPTS/M/22002 tanggal 21 Agustus 2002.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Keputusan Prediden RI No.. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan bahwa. .

..145..0 00 JUMLAH 4... Uraian BIAYA PENGGANDAAN Laporan Mingguan Laporan Bulanan BIAYA ATK Volume Banyaknya Harga satuan (Rp) 15.. Uraian tugas Supervisor Harian Tenaga AdminisTrasi dan OperaTor Komputer Kualifika si STM 10 SMA 18 Kelompo k keahlian Pengawa s Operator kompute r Personil 1 1 Man Month 1.....000...000 1 2 3 12 Minggu 3 bulan 1 paket 3 3 Set Set ...... Tanggal : ……………………… PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Di ketahui Oleh : Kuasa Pengguna Anggaran Lampiran Surat Perintah Kerja Nomor : .0 00 1.. BIAYA LANGSUNG PERSONEL.000..... Ditetapkan : ………………………... 2..... Tanggal : ...145..000 Jumlah Harga (Rp) 540.000 424.00 0 1... No ...00 0 Jumlah Rp) 3.70 1.......000 47...00 Billing Rate (Rp) 1....0 00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONEL No .Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari tanggal tersebut di dibawah ini dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA ..850.200 800.800 800...... 1.

........................- PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop...145... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala . Rp...........................500........ Nama NIP. ........... Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ................ Jabatan Alamat Kantor : : : : .. Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERJANJIAN KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK .: Antara I.................Jumlah 1.........764..909....... tahun Dua ribu ... Rp................................6.... Rp... bulan ......... Nomor ....... ........telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ..000...800....780. BIAYA LANGSUNG PERSONIL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL SUB TOTAL PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Rp.980......................000......................764.......6....... tanggal .............1.980... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU...500.............. Nomor : Tanggal : Pada hari ini.......... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah ....... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan pengawasan pembangunan Prasarana Fisik . 2.... Rp.........5. . Dengan ..800 1.....590................. Rp.. 4.. tanggal ..

... SH...... PT/CV/Firma/Kop.... kuantitas. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan.... Mengawasi pemakaian bahan..... ............. dan Akte Perubahan terakhir Nomor ........ yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... pemeliharaan pekerjaan................... peralatan dan metoda pelaksanaan....... dengan disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala...... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : .. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan............ dari Notaris . mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.... serta mengawasi ketepatan waktu. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).......... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana..... yaitu untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pembangunan Prasarana Fisik …………....... Sesuai dengan Akte Notaris Nomor .. diadakanlah perjanjian Pengawasan Pembangunan Fisik ....... Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi..... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop... Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.... seperti antara lain : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.... dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 TUGAS KEGIATAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut..... mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana... .... ... ... laporan harian.. tanggal ........II......... dan laju pencapaian volume/realisasi fisik... Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama.... dan biaya pekerjaan konstruksi...... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi..... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. tanggal ..........

..... SNI 03-1736-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.... Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara... Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong.Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara.. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.... SNI 03-2410-1989 ... Nomor : Tanggal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : Tanggal : Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene Voorwarden voor de uitvoering bij aaneming van open barewerken... yaitu : DIPA atau DPA-SKPD Kantor . SNI 03-1727-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. antara lain : SNI03-3990-1995 Tentang Tata Cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Nomor : Tanggal : 31 Desember Surat Penawaran Harga (SPH). Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981.... tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571... tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. SNI 0255-1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.... Keputusan Presiden Nomor : 80 Tahun 2003 beserta lampirannya. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 9. SK Menteri Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 1 Agustus 2002... SNI 03-1729-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Baja untuk Gedung....

Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. keahlian dan pengalamannya yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. yang masing-masing terdiri dari : . harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.Tentang Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. SNI 03-2847-1992 Tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan.

Buku harian. yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA, Kontraktor Pelaksana, dan PIHAK KEDUA. Laporan harian, berisi keterangan tentang : Tenaga kerja. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah kurang. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan rapat di lapangan (Site Meeting).Gambar rincian pelaksanaan (Shop Drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaa pengawasan pekerjaan bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya . Laporan Pekerjaan Pengawasan. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini, terhitung mulai tanggal ……….. (Surat Keputusan Penunjukkan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya "keadaan memaksa" seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini, atau adanya perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp........... (dengan huruf) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan DIPA Kantor ……………… Tahun Anggaran 2005, Nomor : …. tanggal 31 Desember ………. Dengan kode kegiatan. ………………………

Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak, bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan, yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA, dengan ketentuan sebagai berikut : Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………… (Dengan huruf) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama), dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 5 % dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah ………………… (Dengan huruf) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik, serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan oleh pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel RP. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan, PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah, keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK KETIGA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA, sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/Tenaga Ahli, yang mempunyai wewenang kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA, dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan, harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA, Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat, maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Pengawas/Tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi, jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajiban sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA, 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar 1%(satu persen) dari biaya pengawasan, dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 di atas ditetapkan maksimum sebesar 10 % (sepuluh persen) dari jumlah biaya pengawasan.

Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi, kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang ditetapkan, maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasaan tersebut. Denda-denda tersebut dalam ayat I pasal ini, akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal I Surat Perjanjian ini, maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA, akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud "keadaan memaksa" dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu : Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, badai, dan banjir). Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan Kontraktor). Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Apabila terjadi "keadaan memaksa", maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi "keadaan memaksa". Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK. PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK

PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya "keadaan memaksa" tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila "keadaan memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 5, pasal 12, dan pasal 15 Surat Perjanjian ini.

Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkannya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati, karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. Telah dikenakan denda kumulatif sebesar 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan, sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini.

dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak.Jika terjadi pemutusan perjanjian pengawasan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. akan diatur lebih lanjut . Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka akan diselesaikan oleh suatu "Panitia Pendamai" yang berfungsi sebagai juri/wasit. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian negara. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. beserta segala akibat hukumnya. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.

. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERINTAH MULAI KERJA KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK Nomor Tanggal : : Berdasarkan surat penetapan pemenang untuk jasa konsultan pengawas nomor : ………………………tanggal ... : ....... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermeterai cukup............... dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.................. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut di atas........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) .......................dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.............................. Nama NIP Jabatan : ........... dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini...

..... kuantitas.... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan........ Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.........Alamat : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ... dan laju pencapaian volume/realisasi fisik... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... pemeliharaan pekerjaan....... dan biaya pekerjaan konstruksi....... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi....I/ Pemerintah Daerah .. tanggal ................. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Nama Jabatan Alamat : ...................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : TUGAS KEGIATAN Kegiatan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan…………. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . dengan segala perubahannya.......... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana............ mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan... laporan harian............ dengan masukan hasil rapatrapat lapangan....... tanggal .. ............... Nomor .... Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama.. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama............ Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.......... : .................. Nomor ..... yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan........ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... serta mengawasi ketepatan waktu..... peralatan dan metoda pelaksanaan.. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan... Mengawasi pemakaian bahan................. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong...

bea meterai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjukkan olehnya.BIAYA PENGAWASAN Besarnya biaya pekerjaan pengawasan adalah Rp. RKS dan segala perubahannya.… Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. Kontrak Pelaksanaan Konstruksi fisik yang meliputi gambar-gambar. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Keputusan Presiden RI Nomor : 80Tahun 2003 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA.. tanggal … Desember …. JANGKA WAKTU Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Mulai Kerja ini terhitung mulai tanggal ……………………….…………. (dengan huruf) yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. CARA PEMBAYARAN Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah.…………………………. SANKSI DAN DENDA . …………. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. ……….(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama). sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi. SK Menteri Nomor : 322/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002... Rp……………………………….. Pembayaran tahap kedua sebesar 5% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. yang dibebankan pada Proyek sesuai dengan DIPA atau DPA-SKPD …………………………………. dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA.

Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. maka untuk setiap hari kelambatan sebesar 3 % (tiga persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 1% (satu persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentuan bahwa. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri di ………………. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen (-----------------------) (-------------------------------------) SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN . Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di …………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditanda tanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya.

........................................ Demikian ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut................................... Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor .................tahun dua ribu ..................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...................... dengan segala perubahannya................. Nomor .............. Nomor : Tanggal : Pada hari ini ...... 4............... Nama Jabatan Alamat : ................ Nama NIP Jabatan Alamat : ................... Nomor .. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................. tanggal ...............tanggal 3 I Desember 200......... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Penawaran Nomor .......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........................................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . Kedua belah pihak telah bersepakat mengadakan Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pembangunan .......... tanggal ........... berdasarkan : DIPA Nomor ............ tanggal ..... : ............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.... 2.......................................tanggal .......... ................................... Surat penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor ....................................... : ................PENGAWASAN PEMBANGUNAN ............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............. tanggal ……………… bulan …………………......................................... tanggal .... yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Pengawasan Pembangunan .I/ Pemerintah Daerah ............ ……………...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...........

Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. i. laporan harian. peralatan din metoda pelaksanaan. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. kuantitas. Pekerjaan tersebut dalam pasal di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. pemeliharaan pekerjaan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. antara lain : a. serta mengawasi ketepatan waktu. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.Tugas Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As built drawings) sebelum serah terima pertama. dan biaya pekerjaan konstruksi. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. yaitu : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : Tanggal : Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor Nomor : Tanggal : Cerita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Nomor : Tanggal : Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : . c. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan dan konstruksi Pekerjaan Pengawasan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Mengawasi pemakaian bahan. mingguan dan bulanan pekerjaan kostruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. b.

Surat Penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : Keppres RI. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda. yang diperbaharui Keppres RI No. No. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571 Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Selain ketentuan tersebut di alas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. . Undang-undang Nomor I Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 beserta lampirannya Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. SNI 03-2410-1989 tentang Tata cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi SN103-2847-1992 tentang Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. antara lain : SNI-03-3990-1995 tentang Tata cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 SNI 03-1727-1989 tentang Tata cara Perencanaan Pembebanan untuk Rul11ah dan Gedung SNI 03-1729-1989 tentang Tata cara Perencanaan Baja untuk Gedung SNI 03-1736-1989 tentang Tata cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 80 tahun 2003. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/I{PTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Petunjuk dan Peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengadaan Barang /Jasa Instansi Pemerintah Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoering bij aaneming van openbare werken.

bertanggung. jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (Lima). akibat perbuatan orang-orang. yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini.Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak di perkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. gan tentang : . yang memuat semua kejadian. Kontraktor pelaksanaan. PIHAK KEDUA. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai dengan standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. PIHAK KEDUA beserta Personilnya tidak dibenarkan balk langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub kontraktor maupun sebagai pemasok bahan dari pekerjaan ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan keahlian dan Pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Pemborong akan sesuai dengan Surat perjanjian ini. yang masing-masing terdiri dari : Buku harian.

Jangka Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut pada ayat I pasal ini.(……………………………………. 9...Tenaga kerja. terhitung sejak tanggal diterbitkanya Surat Perintah Mulai Kerja sampai dengan dilaksakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. 4. atau adanya perpanjangan. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. diterima atau ditolak. kecuali adanya keadaan Memaksa seperti diatur dalam pasal 14 Surat Perjanjian ini. …………………. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara pemeriksaan pekerjaan tambah kurang. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian 3. yang dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Biro Umum dan Perlengkapan-LIPI Tahun Anggaran 2005. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Dalam jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus . Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 5. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. Walau pelaksanaan pekerjaan 2.IAAN Jangka Waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini. penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Bahan-bahan yang datang. Alat-alat. tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA.).JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKER. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Pasal 5 . Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. yang merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).

dengan cara mentransfer langsung ke rekening Nomor…………………. 4.. …………………… (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 55%. 6. Pembayaran tahap kesatu sebesar 50% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 50% x Rp …………… = Rp.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2. pada Bank………………………….atas nama …………………. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran tahap ketiga sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 10% x Rp………………. Segala biaya sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.= Rp ……………. 3. Pembayaran tahap kedua sebesar 40% dari biaya pengawasan yakni sebesar: 40% x Rp………………. (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan balk serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. = Rp…………………. dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100%. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara langsung melalui Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara Jakarta 111. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. (dengan huruf)..dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan..000.. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA.. Pasal 9 . Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp.

sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. jumlah dan klasifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum. Dan dapat menerima/ mendapatkan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PER TAMA Penunjukkan pimpinan pengawas/tenaga ahli yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Agar pekerjaan pengawasan. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Tenaga Ahli Pengawas yang di tunjuk PIHAK KEDUA. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk: mewakili PIHAK KEDUA. dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang di minta oleh PIHAK PERTAMA. dalam pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah di setujui oleh kedua belah pihak. 3. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar I % (satu persen) dari biaya pengawasan. keahlian serta keterampilannya. PIHAK KEDUA hanya menggunakan bentuk organisasi. memenuhi persyaratan yang diperlukan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. . berjalan seperti yang ditetapkan. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik Jumlah. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat I di atas ditetapkan maksimum Sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pengawasan 2. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA sebagai pimpinan pengawas/tenaga ahli. 3 (tiga) kali berturutturut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA.TENAGA KERJA DAN UPAH 1. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut.

Denda–denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. . maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya keadaan Memaksa tersebut. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Yang dimaksud dalam keadaan memaksa dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada diluar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Biaya Pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disyahkan/diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA. revolusi. d. maka PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi keadaan Memaksa Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. maka PIHAK KEDUA berhak mengaju kan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis Jika dalam waktu 3 X 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang keadaan memaksa keadaan tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberi jawabannya. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah di tetapkan maka PIHAK KEDUA setuju akan di beri biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Apabila terjadi “Keadaan Memaksa”. huru-hara. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor) c.Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh alas kerugian tersebut Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 11 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Perang. yaitu : a. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Bencana alam (gempa bumi. pemberontakan. badai dan banjir) b. makar. akan diperhitungkan salam pembayaran yang di lakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan sesuai pasal I dalam Surat perjanjian ini maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. tanah longsor.

maka berlaku ketentuan pasal 5. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya surat keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana di atur dalam pasal 1 surat perjanjian ini Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal–pasal 1266 & 1267 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/ teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkanya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam pasal 1 dan Pasal 4 Surat perjanjian in. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. sebagaimana seperti dalam pasal 10 ayat 2 perjanjian ini. 5% (lima persen) dan biaya pekerjaan pengawasan. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA Apabila keadaan memaksa tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA.Pihak KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. tetapi berhak atas pembayaran . Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar. pasal 11 atau pasal 14 surat perjanjian ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA memberi keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana di maksud dalam ayat 1 pasal ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 surat perjanjian ini tidak ditepati karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian Pengawasan ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal I di atas.

Apabila perselisihan itu tidak diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh suatu Panitia Pendamai yang berfungsi sebagai juri/wasit yang dibentuk dan diangkat oleh Kedua belah pihak dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah 2. beserta segala akibat hukumnya. dan Seorang. PIHAK KETIGA yaitu ahli. . akan diatur lebih lanjut dalam Surat perjanjian Tambah (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. Jika Keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat di terima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat kedua belah pihak dan penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama biaya 3.masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan Pekerjaan Pengawasan ini. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup. 4.prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah di laksanakan serta kerugian negara Selain yang tersebut dalam ayat I Pasal ini maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui pengadilan negeri di …………………… Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara Kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang. sama masing .

............................................. 8 Juli 2005 PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ............................ Jakarta......... SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : .. Nama NIP Jabatan Alamat : ..................................Surat perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini di tandatangani oleh kedua belah pihak di …………… dan tanggal tersebut di atas.................................. : ...... Yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... dan dinyatakan berlaku sejak di tandatangani oleh kedua belah pihak................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Memerintahkan kepada : 2... Nama Jabatan Alamat : ........................ Untuk melaksanakan : Pekerjaan Lokasi DIPA Tahun anggaran Nilai pengawasan Terbilang Waktu penyelesaian : : : : : : : Sampai pekerjaan selesai 100 % atau serah terima II pekerjaan fisik Demikian surat perintah mulai kerja ini di keluarkan untuk di laksanakan sebaikbaiknya........... : ..............

70 1.... JL ... Jaya Langsung Personil (Remuneration) Jml No 1 A 1 2 3 4 5 B Uraian Biaya 2 BIAYA LANGSUNG PERSONIL Team Leader Pengawas Arsitketur Pengawas Sipil Pengawas ME Pelaksana Administrasi Personil 3 1 1 1 1 1 Remuneration (Rp) 4 4....000..000...100...00 5.000.000.000..000..LAMPIRAN SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor Tanggal KEGIATAN LOKASI : : : : PEMBANGUNAN .00 2..00 Jml Biaya (Rp) 6 11..00 48....785...70 0..100.700..000..445..000...75 4.000.........785..350.00 5...000...00 1.880...00 3..000..00 5..........000..000.445..000......00 29.00 Sub Total 7...500...00 44.400.00 6...105..00 2.00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL 1 Biaya Transportsi / Akomodasi .000...245..00 1.00 300.025...250..000.300.000....000..00 Sub Total JUMLAH PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Man Month (M/M) 5 2.....000.00 4..000.. Komunikasi 2 Biaya Bahan & peralatan K antor 3 Biaya Pengadaan Laporan 1 1 5 EMPAT PULUH DELAPAN JUTA TUJUH RATUS DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH ...435.....00 48..000...00 7..00 15.000.00 3...00 6......000.70 1......000.300..000..

........ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .....V CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTANSI JASA PENELITIAN DAN TEKNOLOGI INFORMATIKA SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN …………...... Nomor ................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... tanggal ……………… bulan …………………. tanggal ........................................................................................................................ ……………............... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. tanggal .... Nama NIP Jabatan Alamat : ... : .................. 2............tahun dua ribu . yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : .......... dengan segala perubahannya.......... Nomor ...... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah / Pemerintah Daerah ..................................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut................. Nama Jabatan Alamat : ............................ ……………………………………………………………………… Pada hari ini ............. harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : .....

........... c.. 2........................................... b.......... 3....... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....................... f.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara....................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ...... 4... Pasal 1 PENGERTIAN UMUM Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a............. 10... h... Surat Penawaran harga Nomor ................ ”Konsultan” adalah Perusahaan penyedia jasa yang melaksanakan kegiatan Penyusunan ................................ ”Biaya Pelaksanaan Pekerjaan” adalah biaya/harga jasa konsultansi sudah termasuk pajak-pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku...... ”Jasa Konsultansi Penyusunan ... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ...... 5........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) KEDUA BELAH PIHAK bersama ini menyatakan setuju dan bersepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian (kontrak) Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi .. tanggal ... tanggal . 7. e. ”Jadwal” adalah waktu pelaksanaan setiap kegiatan.... ”Hari” adalah hari menurut perhitungan hari kalender.... 8. yang akan digunakan sebagai ........ dengan ketentuan dan syarat. ..........syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini.................... tanggal ........... diluar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 9............. Nomor .... ”Surat Perjanjian (Kontrak)” adalah suatu perjanjian / Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi ......... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ... ”PIHAK KETIGA” adalah pihak lain.. (kalau ada) Surat Keputusan ........... 6.............. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............ Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ................. tanggal ............................... adalah kegiatan penyusunan ................. d.. ”Tim Teknis” adalah suatu tim yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA yang tugasnya mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima...................... yang dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ... tanggal ......1....... tanggal ...... antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA..... g...

Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya.. Surat Penawaran beserta lampirannya. yang terdiri dari (sebutkan jumlah/jenisnya) yaitu : a. Kerangka Acuan Kerja (KAK).. Usul Penetapan Pemenang...... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya..... berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta perubahannya meliputi : 1. Menganalisis kebutuhan jenis dan jumlah serta spesifikasi/persyaratan sarana dan prasarana (sesuaikan dengan jenis jasa konsultansi yang dikerjakan) 3. untuk ................ Menyusun Laporan Pendahuluan (inception report).. ........ 10.... 5...... 11........ c.. berdasarkan pada ketetapan yang ada di dalam dokumen kontrak ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat antara lain : 1.. Membuat laporan kemajuan pekerjaan (intern report) . b..... dst...... . Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 6.. 4. Menyusun daftar kebutuhan sarana berdasarkan hasil analisis.. Pasal 4 RUANG LINGKUP PEKERJAAN PIHAK KEDUA harus melaksanakan pekerjaan Penyusunan . 12. Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan. Pasal 3 DOKUMEN KONTRAK Pekerjaan Jasa konsultansi Penyusunan .....Pasal 2 SASARAN PEKERJAAN Sasaran pekerjaan penyedia jasa konsultansi adalah ......... 5..... 4.. Melakukan ujicoba dan validasi hasil analisis kebutuhan sarana kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait...... tersebut pada pasal 2...... . 3..... 7......... 2........... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)......... Berita Acara Evaluasi Teknis. Surat Perjanjian Pekerjaan...... 2. 8........... 9. Surat Penetapan Pemenang. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya....

........ tangggal .... 2. Membentuk kelompok kerja (proyect reference group) yang beranggotakan unsur stakeholders... 7..... Workshop pengesahan dan penandatanganan dokumen standar oleh masingmasing stakeholders....... Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Penyusunan ………………………....... Uang Muka a..... sampai dengan tanggal ... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening .. yang akan memberikan pengesahan pada standar dan sebagai embrio lembaga sertifikasi penjamin dan pengendalian mutu....... Penggandaan hasil dalam bentuk hardcopy dan CD.... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN KONTRAK Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan....... Pasal 6 BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN 1.. Melakukan konfirmasi draft akhir standar kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait pada proses validasi standar kebutuhan sarana dan prasarana............... (dengan huruf) Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 tersebut sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku....... ..... Jumlah biaya untuk pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 4 adalah sebesar Rp. 4...... 3...... Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau ........ Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ... (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : 1........ Apabila terdapat kekurangan biaya satuan pekerjaan maka kekurangan ini akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 9.......... pada Bank .........6. Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ... Ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA yaitu tanggal . 10........... 8........... Kontrak ini bersifat lumpsum artinya nilai total kontrak digunakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan lingkup pekerjaan seperti tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini..... Membuat Laporan Akhir (final report)...

.. b......... Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp...... c.. (dengan huruf).. Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 2 1... Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp . setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka... ..... setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis.... maka akan diselesaikan melalui Pengadilan .b.... Pasal 8 PENGATURAN HUKUM Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia........... Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran.. yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis...... Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA....... (dengan huruf)...... (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report). Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat....... .. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar . sebesar Rp....... Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau claim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten.. . ............. 2.... Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis... Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a... hak cipta dan merk.................. 3.............. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp...... (dengan huruh)........ 2.

maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan dan kelebihan dana sampai saat pemutusan hubungan kerja terjadi kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA : a. Pasal 13 PERUBAHAN PERJANJIAN . Apabila dalam pelaksanaan terjadi keterlambatan/kegagalan sebagai akibat kelalaian PIHAK KEDUA. gempa bumi.. udara.. c. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. 2.Negeri . Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat KEDUA PIHAK. Apabila peringatan tertulis tiga kali berturut-turut tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. darat dan ancaman terorisme... blokade. 3. huru hara. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja. epidemi.. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud pasal 2 kepada pihak lain.. revolusi. Pasal 11 KAHAR (FORCE MAJEURE) 1 Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini.. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan surat perjanjian ini secara sepihak. mobilisasi. memberi perigatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. musibah angkutan laut.. 4. banjir. Apabila ketentuan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilanggar oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak membatalkan Surat Perjanjian ini secara sepihak.. Pasal 12 SANKSI-SANKSI 1. kebakaran. larangan kerja....... pemogokan. Pelaksanaan yang terlambat akan dikenakan denda kerugian sebesar 1/1000 (satu permil) dari nilai kontrak untuk tiap hari keterlambatan dihitung dari batas waktu penyerahan terakhir sebagaimana ditetapkan dalam pasal 5 kontrak ini dengan jumlah denda maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak. kekacauan. 2 Yang dikategorikan dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. b.

Apabila terdapat perbedaan persyaratan dan atau pengertian antara perjanjian ini dengan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat serta lampiran-lampirannya maka yang berlaku adalah ketentuan yang tertuang dalam surat perjanian ini... Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan ditentukan kemudian oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian perubahan (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. bulan dan tahun tersebut diatas dan dibuat dalam rangkap 6 (enam)..000.1. tanggal. 2.. Perubahan atas perjanjian ini sah apabila dilakukan atas persetujuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang diituangka dalam sebuah addendum perjanjian dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini... Seluruh administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa konsultansi penyusunan ...... 6... PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK yang mulai berlaku sejak hari... menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 2...(enam ribu rupiah) yang mempunyai kekuatan hukum yang sama..... dibubuhi materai Rp.... Pasal 14 LAIN-LAIN 0 1 1....

........... Jenis pekerjaan : Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan .......... Jangka Waktu : Jangka waktu penyelesaian 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini.......................... Nama Jabatan Alamat : .......................PEKERJAAN KERJA Pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....................................... .... 3........... --------------2........... (satuan kerja) untuk keperluan 2.................................................................................................... Kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1................. : .............................. SURAT PERINTAH MULAI Nomor : ............................ sebesar Rp................ ....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) -------------------.............................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ............. yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor .... -------------------............... Biaya : Biaya untuk Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ...... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : .... tanggal ............. (dengan huruf) sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan...... Tanggal : ..selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA ------------PIHAK PERTAMA memberi perintah kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai mana tersebut dibawah ini : 1.

4. atau Bendahara Umum Daerah Kota/Kabupaten/Propinsi (apabila dananya bersumber dari APBD).... PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .... Penutup Surat Perintah Mulai Kerja ini berlaku mulai sejak dikeluarkan dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK. 6.... 5... Sanksi-sanksi Apabila terjadi keterlambatan dalam hal penyerahan barang. maka akan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak untuk setiap hari dengan maksimum denda tidak melebihi 5% (lima persen) dari nilai kontrak. Pembayaran : Pembayaran dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ....

SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ............................................................................ Nomor : ............................ Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ............................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : 1. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya; 2. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

5. 6. 7. 8.

3. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... tanggal ............. 4. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... .................................................................................................................................... ..... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ......................................... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ............ tanggal .............. Surat Penawaran harga Nomor ........ tanggal ........... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........ tanggal ......... (kalau ada) 9. Surat Keputusan .......... Nomor ....... tanggal ......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa 10. (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Secara bersama-sama menyatakan telah sepakat dan mengikat diri mengadakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ...........................................dengan ketentuan dan syarat- syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini. Pasal 1 TUGAS DAN LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya seperti dimaksud di atas, memberi tugas kepada pihak Kedua, dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut dengan mengelola dan melaksanakan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Lingkup pekerjaan dan tugas yang diterima oleh PIHAK KEDUA seperti dimaksud dalam ayat 1 pasal ini meliputi : 0 Melakukan persiapan teknis dan administrasi pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 1 Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 2 Menyusun buku petunjuk(manual) hasil pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Pasal 2 DOKUMEN KONTRAK Dalam hal melaksanakan pekerjaan, PIHAK KEDUA harus berpedoman pada dokumendokumen tersebut dibawah ini dan bersifat mengikat serta memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian ini yaitu : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK); Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya;

3.

4. 5. 7. 8. 10. 12.

Surat Penawaran beserta lampirannya; Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya; 6.Berita Acara Evaluasi Teknis; Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya; Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan; 9. Usul Penetapan Pemenang; Surat Penetapan Pemenang; 11. Surat Perjanjian Pekerjaan; Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN PELAKSANAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA MEDIA COMPACT DISK DALAM RANGKA ...................................................................................................... Jangka waktu pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... ........., sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 4 PENGAWASAN PEKERJAAN Untuk melakukan pengawasan pekerjaan, PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 5 PENYERAHAN PEKERJAAN

1. 2.

Hasil pelaksanaan pekerjaan harus diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA melalui Panitia Penerima Barang/Jasa yang diangkat melalui Surat Keputusan oleh PIHAK PERTAMA. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Penerima Barang/Jasa, maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam suatu Berita Acara. Pasal 6 JUMLAH BIAYA DAN SUMBER DANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

1

Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp. .............. (dengan huruf)

2.

Jumlah biaya tersebut pada ayat 1 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ................... tangggal ....................... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN

Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan. Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ....................... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening ......................... pada Bank .............................. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : Uang Muka Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ...................... (dengan huruf), setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka. Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran. 2. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a. Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp .................. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report), yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. b. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. .................. (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar .................................. , yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. c. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ........................ (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis. Catatan : Pembayaran tersebut diatas bisa dilakukan sekaligus setelah kontrak selesai 100%, bisa juga dilakukan per tahap penyelesaian pekerjaan yang prosentasenya disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 8 PENGATURAN HUKUM

Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 SANKSI-SANKSI

1.

3.

PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. 2. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA berhak; a. memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA; b. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 , PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 10/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan, dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Pasal 11 CLAIM PIHAK KEDUA tidak dapat (tidak dibenarkan) menuntut tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini, kecuali pemerintah menentukan adanya ijin untuk kenaikan harga (eskalasi) sepanjang dana tersedia untuk itu. Pasal 12 KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE

2.1. banjir.. untuk menjadi bahan pertimbangan... 3... Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang... 2.... pemogokan. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. dibubuhi materai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. mobilisasi. revolusi. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan...... epidemi. 2. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP 1.. 3. larangan kerja. darat dan ancaman terorisme.. . Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.. huru hara. dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri . semua pajak.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak... gempa bumi.... Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan... yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA... Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 14 PAJAK DAN BEA METERAI Bea Meterai.. Apabila terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini.. blokade..... Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. kebakaran. Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri . Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam)... udara. serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. musibah angkutan laut. kekacauan....

.............PIHAK KEDUA : Nama Jabatan pada perusahaan PIHAK PERTAMA Nama NIP SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ......................................................... .......

..................... Tahun .. 2........ dari PT/CV/Firma ..........................................0.. Bahwa salah satu kegiatan dalam DIPA / DPA-SKPD Nomor ...........000 ... Bahwa dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan secara efektif................ Nomor .......................... Alamat ........................NOMOR : ..................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (............................................../Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……… tanggal ……...................... Surat Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .................................. Nomor .............………………...........P : MEMPERHATIKAN : 1............................... 2..................000.........W..... MENETAPKAN PERTAMA : ...000....... N..........................Satuan Kerja ) Nomor : .... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan (sebutkan instansinya) : : Memberi perintah untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ................. tanggal ............ kepada : Nama Perusahaan PT/CV/Firma .....) akan menyusun .......... Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah dan Perubahannya Keppres RI Nomor 61 Tahun 2004 Keputusan .............. MENGINGAT : 1.... adalah Pengadaan Jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ....... tanggal ... Surat Keputusan Penetapan Pemenang lelang pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ................................................................ : 00.......tanggal ................000.........P............................................................... (Satuan Kerja .. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN MENIMBANG : 1.... 3........ 2..

.............. tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD untuk Propinsi/Kabupaten/Kota) Nomor ............................ harus dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan beserta lampirannya.......................................... Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan......................................tanggal .........................KEDUA Harga Penawaran : Rp......................................... : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak yang berkenaan dengan pekerjaan pengadaan ini............................. Pada : ......... tanggal Yang menerima Perintah kerja KOMITMEN PEJABAT PEMBUAT Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ................ (dengan huruf) : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ......................... dimulai dan berlaku sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan dan harus selesai dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak SPMK ini ditandatangani................... Pembayaran untuk Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ....... Ditetapkan KETIGA KEEMPAT : KELIMA : di : ......

............................................ Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ......................................................... ......................... bulan .......... Nomor .............................................. Pada hari ini.................................. : ............................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ....................... Nomor : ........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................ DENGAN PT/CV/FIRMA ................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ..SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ... tanggal ...... PEKERJAAN/PEMBUATAN SISTEM JARINGAN INTERNET PADA ........................... Nama Jabatan Alamat : ......................................................... ......................... tahun dua ribu .......................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1............ 2........ tanggal ..........

.... 7. terhitung sejak tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan penyerahan hasil akhir dari pekerjaan ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender.... 10.... 13. yaitu berupa pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada . Surat Penetapan Pemenang.... Pasal 2 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1.. 12... 5. 8....Berita Acara Evaluasi Teknis.... Nomor ... 6...... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. tanggal . Usul Penetapan Pemenang....KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Lingkup Pekerjaan PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA. 9.. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).. Pasal 3 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Perjanjian ini..... Surat Penawaran beserta lampirannya.... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya......... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan. dengan segala perubahannya............. Pasal 4 3.. Kerangka Acuan Kerja (KAK). 11.. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya. Kedua belah pihak telah sepakat membuat Perjanjian Kontrak Kerja Pekerjaan/Pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .. .....KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya....... dan PIHAK KEDUA menyatakan bersedia melakukan pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. sebagaimana tercantum dalam proposal yang disampaikan oleh PIHAK KEDUA yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kontrak kerja ini. 4. Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya. 2.yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...........

..................................... 0 Tahap pembayaran diatur sebagai berikut : a..................... Tahap I : PIHAK PERTAMA akan membayarakan sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari nilai kontrak setelah PIHAK KEDUA menyediakan 70% (tujuh puluh persen) barang yang dibutuhkan yaitu sebesar 70% X Rp.....(nilai kontrak) yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang ditanda tangani kedua belah pihak dan dilampiri Laporan Akhir penyelesaian pekerjaan............. (dengan huruf) yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor .......... .........Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp....................... Tahap II : .. dengan cara mentransfer langsung ke Rekening Nomor . . Pembayaran terakhir sebesar 30% dari nilai kontrak... Pasal 5 Cara Pembayaran dan Pelaporan PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga atas pekerjaan sebagaimana tersebut pada pasal 4 perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA dengan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .. pada Bank ...(nilai kontrak) dengan penyampaian laporan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa pekerjaan/penyediaan barang serta kegiatan pelaksanaan telah mencapai 70% dan siap untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Laporan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak... setelah PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA berupa jaminan bank yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah yang nilainya minimal sama dengan nilai kontrak yang akan diterima PIHAK KEDUA....atas nama PT/CV/Firma ... dan melakukan pertemuan b... Pasal 6 Jadwal Kerja dan Pelatihan PIHAK KEDUA akan bekerja sama dengan PIHAK PERTAMA dalam mengatur jadwal kerja. Pegawai yang ditunjuk untuk mengoperasikan internet dimaksud harus hadir sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah ditentukan............................... atau BUD Propinsi/Kab/Kota.... PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga pekerjaan sebagaimana tersebut diatas dengan 2 (dua) tahap.... setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) yaitu sebesar 30% X Rp. tangggal ......

4. Telah menyadari bahwa kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan ini memerlukan standar keahlian yang tinggi. b. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender . 2. PIHAK PERTAMA.konsultatif dengan/tanpa undangan atau permintaan pertama sesuai keperluan pelaksanaan kerjasama ini selama masa kontrak. e. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan bantuan kepada PIHAK KEDUA dalam hal kemudahan pendekatan di lapangan dan kepada staf yang diperlukan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. c. maupun yang terungkap dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagai bahan/data yang bersifat rahasia dan berkewajiban menjaga kerahasiaannya terhadap pihak lain. 3. Telah memberitahukan kepada pegawai/staf yang ditunjuk sebagai petugas operasional jaringan internet ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh kepada PIHAK PERTAMA sebagai pelaksana pekerjaan dan PIHAK KEDUA berjanji untuk memperlakukan semua informasi yang diterima dari PIHAK PERTAMA. Telah mengetahui adanya tenaga kerja dan sumber lain serta pelayanan yang dibutuhkan. telah mengetahui sampai pada dasar dan tingkat kesulitan dari pekerjaan didalam kesepakatan kerjasama ini. d. memeriksa semua informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan resiko serta serta hal yang tidak terduga maupun keadaan lain yang bersifat force majeure. Pasal 9 Kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) 1. PIHAK KEDUA akan melaksanakan kesepakatan kerjasama ini sesuai dengan persyaratan dibawah ini : a. Pasal 8 Hak Paten dan Hak Cipta PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorosinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. bertanggung jawab penuh kepada PIHAK KEDUA atas pembayaran nilai pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5. Pasal 7 Tanggung Jawab 1.

kebakaran. Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri ...... pemogokan.. Pasal 11 Pengawasan Pekerjaan Untuk melakukan pengawasan pekerjaan.. 3. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. revolusi. udara... maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .persetujuan PIHAK PERTAMA. 3. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. mobilisasi. kekacauan. untuk menjadi bahan pertimbangan..... Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. larangan kerja.. huru hara.. musibah angkutan laut. darat dan ancaman terorisme... 2.. PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA serta melaporkannya secara berkala kepada PIHAK PERTAMA sampai pekerjaan selesai secara keseluruhan (100%). epidemi.. Pasal 10 Penyelesaian Perselisihan 1.yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak........ banjir. gempa bumi. 2.. blokade..... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut....... Pasal 12 Pajak dan Meterai .. serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Yang dimaksud dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang..

dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3.. 3........ PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. Pasal 13 Sanksi dan Denda 1.. PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : ..... PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.. maka PIHAK PERTAMA berhak. Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Pasal 14 Ketentuan Penutup 1.. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak... 2.. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam)..... a.. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA.. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. Nama NIP .. memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA........ b.. dibubuhi meterai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA...Semua pajak....... 2.

....................... 6.................. 7.................. Jenis pekerjaan 2................................. dan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan dari PT/CV/Firma ........... Jumlah/volume pekerjaan 3........ Pembayaran : Rp............................. Alamat .. tanggal ........................ Untuk melaksanakan 1...... ..................... 1 (satu) paket 90 (sembilan puluh) hari sejak SPMK ini Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan................ : : : : pembuatan Sistem Jaringan Internet pada . atau Bendahara Umum Daerah . PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan..... untuk dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya........ sebutkan nama dan tempat/lokasi yang jelas) dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan...................... PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : ....................... Kota ........ Biaya pelaksanaan 5.. Penyerahan pekerjaan : Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan pada oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bertempat pada lokasi (...... (dengan huruf) : Pembayaran akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap masing-masing sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan 30% (tiga puluh persen) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . Bank ............ dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak..... atas nama PT/CV/Firma ........................... tanggal ............... untuk pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .......... Pada tanggal : ... Jangka waktu ditandatangani 4..... maka dengan ini diperintahkan kepada : PT/CV/Firma .................. Nomor ..... Prop/Kab/Kota yang ditransfer ke rekening Nomor ...... Sanksi-sanksi : Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 ................Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Kerja Nomor ......................................................... Ditetapkan di : .................................

.................. tahun dua ribu ........................ Nama Jabatan Alamat : ............................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... TENTANG PEKERJAAN PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI ....................................... Pada hari ini.................................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menerangkan terlebih dahulu : .... tanggal .......................................................... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............... 2........ Nomor ................. : ..............Nama Nama Jabatan pada perusahaan NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : ...................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ... tanggal ...................................................................... Nomor ...... dengan segala perubahannya........... tanggal ........... kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1. bulan .................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Berdasarkan Surat Keputusan ..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ................................................. .................................... ANTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN DENGAN PT/CV/FIRMA ..................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) ................

................ Nomor ........ Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi dan Keputusan Pelaksanaan Pekerjaan.. d......................... dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Pengertian Umum Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a............... adalah nilai untuk membiayai pelaksanaan Pekerjaan yang dinyatakan dalam rupiah sebagaimana tersebut dalam pasal 6............ DIPA (DPA-SKPD) ............ pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ........... pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor .............. Kerangka Acuan Kerja (KAK).................. Bahwa berdasarkan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran ........... ”Surat Perjanjian Kerja atau Kontrak”.. Usulan Teknis PIHAK KEDUA.... ........ yang terdapat dalam kegiatan ................................................. Bahwa PIHAK PERTAMA bermaksud untuk mengadakan kegiatan penyusunan sistem informasi ..... c.............. tanggal ........... tanggal . pada kegiatan .................. addendum dan/atau perubahannya apabila ada.... 3..... ........... DIPA (DPA-SKPD) ....(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ............................................ adalah perjanjian kerjasama yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang menetapkan ketentuan dan syaratsyarat.. Bahwa agar kegiatan tersebut di atas dapat diadakan dengan baik maka diperlukan suatu lembaga penyedia barang/jasa yang akan bertindak sebagai pelaksana bagi kegiatan tersebut.................. 2..... yang terdapat dalam kegiatan ............. 4.................... ”Nilai Kontrak”............ berikut lampiran............. tanggal ...........................................(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ........... cakap serta memenuhi persyaratan sebagai penyedia barang/jasa penyusunan sistem informasi industri ........................................................................................................... PIHAK KEDUA telah ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ....... Bahwa PIHAK KEDUA adalah suatu perusahaan di bidang pengembangan teknologi informasi serta penyedia barang baik berupa software maupun hardware yang telah dinilai melalui proses seleksi umum dan dipandang mampu... Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk mengikat suatu perjanjian kerja (kontrak) tentang Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ..... ”Lampiran” adalah lampiran-lampiran dari surat perjanjian/kontrak yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian/kontrak yang terdiri dari : Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS....... . b.........................................................................1....... sesuai dengan yang dimaksud pada kegiatan ..... ”Kegiatan’ adalah Penyusunan Sistem Informasi ...

.e............. adalah Tim yang dibentuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengawasi pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .... Surat Penetapan Pemenang.........sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.... Kerangka Acuan Kerja (KAK).. h.. 5. ”Panitia Pemeriksa/Penilai/Penerima” adalah yang selanjutnya disebut Panitia Penilai yang dibentuk berdasarkan Keputusan ( ...... 12.......... 10.. adalah badan usaha/lembaga lain selain PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang ikut berperan serta dalam kegiatan Penyusunan Sistem Informasi ..... 4.... 6...... 8......siapa yang membuat SK) Nomor . adalah badan usaha Penyedia Barang/Jasa dalam hal ini adalah PT/CV/Firma ..................... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)... ”Tim Teknis”......sebutkan satkernya) ”PIHAK KEDUA”...... Usul Penetapan Pemenang.... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya..... dan menerima hasil pekerjaan... Berita Acara Evaluasi Teknis... menilai.. Pasal 3 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. f......... pada kegiatan . KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.............. yang bertugas untuk memeriksa..... j.. .... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...... g.. ”Pekerjaan”.. yang dimaksud dengan pekerjaan di dalam surat perjanjian kerja sama ini adalah Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ... 11.... Pasal 2 Tugas Pekerjaan PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan kesanggupan untuk menerima tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya...... Surat Penawaran beserta lampirannya.... dari segi teknis selama dalam proses pelaksanaan pekerjaan... ”PIHAK PERTAMA” adalah pengguna barang/jasa yang juga adalah Kuasa Pengguna Anggaran DIPA (..... tanggal ........ 7... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya.............................. 2.. i.. (. ”Pihak Terkait”............... 3.. 9.........

................. Tahap I : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp ....... adalah sebesar Rp.................... sebutkan satkernya ..................) Tahun Anggaran ................................ Pasal 4 Lingkup dan Jenis Pekerjaan Ruang lingkup dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ... sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan sisik sebesar 20% dan menyampaikan Laporan Pendahuluan yang .. Jaminan Pelaksanaan mempunyai masa berlaku sama dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan yaitu 90 (sembilan puluh) hari kalender...... Jaminan Pelaksanaan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah/ Pemerintah Daerah yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA............ dapat ditambahkan dengan surat-surat yang berkaitan dengan pengadaan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan..................... . 14........ (dengan huruf) termasuk pajak dan biaya meterai yang dibebankan pada anggaran kegiatan .. terhitung mulai ditantangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini.................... Pasal 7 Jaminan Pelaksanaan (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebesar 5% (lima Persen) dari nilai kontrak dan diserahkan paling lambat pada waktu penandatanganan kontrak ini.......... Pasal 6 Nilai Kontrak Nilai Kontrak untuk Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .... Pasal 8 Tata Cara Pembayaran (1) Sistem pembayaran Pekerjaan dilakukan dalam 3 (tiga )tahap sebagai berikut : a.... Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).............. Sampai dengan tanggal ...................13............. yaitu tanggal ..... ( ............. Pasal 5 Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender......

.. Menerbitkan kepada pejabat.......... (2) Pembayaran sebagaimana ayat (1) dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .... Nomor Rekening .... Tahap II : sebesar 60% (enam puluh persen) dari nili kontrak atau sebesar Rp............ rekomendasi dan masalah lain yang diatur dengan benar untuk pengambilan keputusan oleh PIHAK KEDUA dalam waktu yang wajar sehingga tidak menunda atau mengganggu pelaksanaan pelayanan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan kontrak ini...... atau Bendahara Umum Daerah yang dipindahbukukab/transfer ke PT/CV/Firma ........... Pasal 9 Pajak dan Meterai Semua pajak........... Memberikan keputusan atas semua laporan.. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku................... yang dinyatakan diterima b.... c.telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan.... lembaga atau perwakilan pemerintah semua permohonan yang diperlukan atau dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pekerjaan......... . pada Bank ....... .. Pasal 10 Kewajiban Pemberi Tugas (PIHAK PERTAMA) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk : (1) (2) (3) Memudahkan perijinan pengadaan data yang diperlukan dalam rangka melaksanakan Pekerjaan terhadap Pihak Terkait....... Tahap III : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp.... yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan fisik sebesar 75% dan dituangkan dalam Laporan Antara yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan..(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh hasil pekerjaan fisik (100%) termasuk Laporan Akhir yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan......... .. agen......

. setelah dibahas dan diterima oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai... dan Manual.... Dalam laporan tersebut juga diberikan rencana penyediaan sebagian perangkat pendukung. pelaksanaan organisasi kerja...... Selambat-lambatnya selama empat belas (14) hari kalender sejak Kontrak ditandatangani. kemajuan kerja pemasukan data tekstual (a) (b) .. mencakup daftar data yang akan diambil.. Laporan pendahuluan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku.. rencana pelaksanaan pengambilan dan pengumpulan data yang akan dilakukan.. dan dilakukan sebagai sarana bagi Tim Pengendali untuk mendapatkan informasi tentang kemajuan kegiatan (progress report) dalam periode waktu dimaksud dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini. Laporan Antara diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku pada 60 (enam puluh) hari kalender setelah kontrak ditandatangani. PIHAK KEDUA harus bertindak setiap saat untuk melindungi kepentingan PIHAK PERTAMA dan mengambil langkah-langkah yang wajar guna tercapainya tujuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja... PIHAK KEDUA harus bertindak sebagai wakil PIHAK KEDUA di lokasi kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaannya... serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk antisipasi kondisi perubahan nantinya. pemantapan metodologi. yaitu : (1) Laporan.. PIHAK KEDUA akan memberikan laporan mobilisasi tenaga ahli yang telah dilakukan.... serta melakukan telaah dan pemahaman tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan. terkait dengan tugas-tugasnya sebagai penyedia barang/jasa... Dokumentasi.... Pasal 11 Kewajiban Penyedia Barang/Jasa (PIHAK KEDUA) (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menggunakan semua keahlian..... Laporan adalah sekumpulan penjelasan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan dalam periode tertentu.. jika ada. ketelitian dan ketekunan yang selayaknya dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini dan harus melaksanakan semua tanggungjawabnya sesuai dengan standar profesional yang telah diakui. PIHAK KEDUA akan memberikan Laporan sebagai berikut : Laporan Pendahuluan. Laporan Antara..(4) Membayar jasa yang diberikan oleh PIHAK KEDUA sesuai nilai kontrak dan jadwal pembayaran yang telah disepakati. ........ Laporan antara berisi tentang hasil sementara penyusunan sistem informasi .. Pasal 12 Hasil Pekerjaan Hasil pelaksaanaan pekerjaan terdiri dari 2 (dua) jenis. verifikasi jadwal kegiatan dan penjabarannya untuk mengantisipasi kendala yang mungkin muncul..

.. hasil instalasi pada seluruh unit kerja........ Laporan ini berisi seluruh proses kegiatan yang telah dilakukan beserta hasil yang didapatkan.. berbasis sistem informasi .. yaitu (i) Top Eksekutif.. Berisi semua rancangan tentang Penyusunan Sistem Informasi ..... pada tanggal yang ditetapkan disaksikan Tim Penilai dan Panitia Penilai serta pejabat struktural terkait di lingkungan ( .................. Dokumentasi teknis diberikan sebanyak 20 (dua puluh) buku.... Diberikan kepada PIHAK PERTAMA sebelum kontrak berakhir sebanyak 20 (dua puluh) buku...... Pada bagian akhir laporan diberikan kesimpulan dan rekomendasi yang bersifat sementara. PIHAK KEDUA akan memberikan dokumentasi sebagai berikut : Dokumentasi Teknis...... Manual aplikasi Sistem Informasi...(c) (d) maupun spasial.......... Dokumentasi merupakan sarana bagi pemberi pekerjaan dalam memahami secara teknis seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini.... serta pihak-pihak lain terkait yang berkepentingan terhasil hasil pekerjaan tersebut........ sebutkan satkernya) ..... dokumentasi proses dan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Buku Manual. program aplikasi serta dokumen lain yang terkait dan perlu untuk dijelaskan secara rinci).... Laporan Akhir.. penyediaan hardware dan software pada ... berbasisi .... koneksi dan relationship antar tabel dalam database... termasuk hasil program aplikasi SIM ... Manual merupakan sekumpulan penjelasan tentang tata cara operasional atau Prosedur Standar Operasional (SOP) untuk suatu sub sistem kegiatan.. Laporan Akhir merupakan revisi Laporan Akhir Sementra yang telah didiskusikan dengan Tim Penilai dan Panitia Penilai Pekerjaan. Struktur database rinci sampai entity terkecil yang ada. dan diberikan bersamaan dengan Laporan Akhir. Buku Manual Aplikasi Sistem Informasi .. Laporan Akhir Sementara yang merupakan versi awal ”Laporan Akhir” ini diberikan kepada pemberi kerja tidak lebih dari 2 (dua) minggu sebelum kontrak berakhir yang diberikan sebanyak 10 (sepuluh) buku. (sebutkan lokasi pemasangan) .... .. Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini...... yang juga disertai seluruh draft buku Manual dan buku Dokumentasi. dan (iii) Operator Pemasukan Data. Seluruh laporan tersebut di atas beserta hasil-hasilnya.. hasil pengembangan yang dilakukan........... berbasiskan ......... serta rencana penyelesaian seluruh tahapan proyek................. akan memuat secara rinci tahapan pengoperasian aplikasi sampai dengan ”trik” atau cara-cara mudah dalam penyelesaian masalah yang mungkin di temui.(diisi dengan nama hasil pekerjaan) berbasis ... termasuk didalamnya adalah pengumpulan dan hasil pemasukan data tekstual maupun spasial. PIHAK KEDUA akan memberikan Manual sebagai berikut : (a) Manual Program Aplikasi.... Laporan Akhir Sementara. dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir....... (Jelaskan istilah-istilah yang digunakan seperti diagram.. Buku Dokumentasi dalam bentuk CD-Rom sebanyak 20 (dua puluh) copy.(diisi teknologi yang digunakan). Dokumentasi Digital (softcopy/CD-Rom).. (ii) Middle Eksekutif........ menjadi 3 (tiga) tingkat pengguna..

...... entity terkecil data sampai definisinya...........Buku Manual Program Aplikasi Sistem Informasi . Printer. dan implementasi jaringan (networking) yang telah dipasang... Dalam hubungannya dengan database SIM ..... Manual Database adalah buku pegangan yang diperuntukkan bagi database administrator. 2.... B 1. pelepasan sistem.. cara perawatan..... jenis..... maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy.. dan berjumlah 10 (sepuluh) buku........ perbaikan sistem...... 2.. rencana. Manual Database akan diberikan pada saat laporn akhir. Dalam manual ini juga diberikan penjelasan secara rinci tentang konsep. Manual Pemeliharaan Sistem dibuat untuk menjadi pedoman bagi database administrator dalam melaksanakan instalasi sistem . dst) Tuliskan hardware yang dipakai seperti : Laptop.. dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir..... serta pemasangan dan pelepasan jaringan...1 dll Pasal 13 Hak Paten dan Hak Cipta Jumlah .. Untuk pegangan bagi masing-masing institusi....... server dll Software Microsoft Acces 2005 Win 32 English CD Licence Tuliskan software yang dipakai seperti : ArcView 9....... berbasis . A 1.. berbasis ... (b) Manual Database..... seluruh struktur tabel. dalam bentuk ”CD-Installer” dan Perangkat Keras maupun Perangkat Lunak Pendukung Aplikasi sebagai berikut : Tabel Jumlah & Spesifikasi Teknis Hardware dan Software No ..... diberikan masing-masing setiap tingkat pengguna dan institusi sebanyak 5 (lima) buku... Untuk pegangan bagi masingmasing institusi...... Manual Pemeliharaan Sistem..... akan dijelaskan pada Buku Manual ini......... relationship......... maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy..tulis banyaknya ... Spesifikasi Hardware Desktop (jelaskan tipe.......... (2) Program Aplikasi Sistem Informasi .. serta prosedur standar operasional (SOP) Manual Pemeliharaan Sistem diberikan bersama-sama dengan Buku Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku.

Memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. mobilisasi. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 5. darat dan ancaman terorisme. kekacauan. musibah angkutan laut. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA.PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorisinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. maka PIHAK PERTAMA berhak. Pasal 15 Force Majeure (3) (1) (2) (3) Apabila terjadi Force Majeure yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. Dalam hal terjadi Force Majeure yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. blokade. Membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Apabila terjadi pembatalan kontrak ini sebagaimana dimaksud pada butir b pasal ini. d. gempa bumi. Pasal 14 Sanksi dan Denda (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. revolusi. banjir. kebakaran. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. huru hara. epidemi. data informasi. c. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini. udara. a. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian dan kelanjutan pekerjaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.persetujuan PIHAK PERTAMA. Yang dimaksud dengan Force Majeur adalah perang. serta dituangkan dalam suatu addendum yang . larangan kerja. b. untuk menjadi bahan pertimbangan. pemogokan. perhitungan.

Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak.. Jika terjadi pemutusan Kontrak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. perhitungan. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .. Pasal 17 Wanprestasi (3) Apabila PIHAK KEDUA melakukan wanprestasi sehubungan dengan perjanjian kerjasama ini maka PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak ini secara sepihak setelah diadakan teguran/peringatan secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut atas kelalaian yang dilakukan PIHAK KEDUA.... Apabila dengan jalan tersebut pada ayat (1) dan (2) pasal ini tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. Pasal 16 Perselisihan (1) (2) Bila terjadi perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat... Menyerahkan pelaksanaan pekerjaan ini kepada pihak lain secara keseluruhan atau sebagian tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA.. Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) yang diselesaikan oleh suatu Dewan Arbitrase yang anggota-anggotanya dari seorang wakil PIHAK PERTAMA sebagai anggota dan seorang wakil PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Pihak ketiga yang aktif sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini..ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Apabila terjadi pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 pasal ini. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. data... Teguran/peringatan yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan setelah terlihat tanda-tanda bahwa PIHAK KEDUA dalam keadaan : Secara langsung atau tidak langsung sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan. informasi..... Keputusan Dewan Arbitrase mengikat kedua belah pihak untuk dilaksanakan dan biaya penyelesaian ditanggung oleh kedua belah pihak. Pasal 18 Amandemen Kontrak .

... Pada tanggal : .. kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah dan akan dituangkan dalam bentuk tertulis yang merupakan bagian dari perjanjian ini......... Ditandatangani di : .PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/Perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi Force Majeur dan tidak ada perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan/pesanan...... diantaranya 3 (tiga) rangkap bermeterai cukup dan dua tidak bermeterai untuk PIHAK PERTAMA dan dua bermeterai untuk PIHAK KEDUA..... Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dianggap sah dan berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dibuat dalam rangkap 5 (lima).. Apabila terjadi Amandemen Kontrak PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan kedua belah pihak (misalnya menunda pelaksanaan pekerjaan.. Pasal 20 Penutup Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini terdapat hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur.. memutuskan perjanjian dan menggantinya dengan perjanjian lain) Pasal 19 Pemberitahuan Setiap pemberitahuan yang akan disampaikan kepada para pihak yang terkait dengan perjanjian ini akan disampaikan secara tertulis atau surat tercatat dengan tanda terima dan dikirimkan masing-masing dengan alamat PIHAK PERTAMA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------PIHAK KEDUA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Jika terjadi perpindahan alamat selama pelaksanaan perjanjian ini maka pihak yang berpindah alamat tersebut wajib untuk memberitahukan kepada pihak lain selambatlambatnya 7 (tujuh) hari setelah tanggal kepindahan....................... PIHAK KEDUA PERTAMA PIHAK .

....................... Memperhatikan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) antara Pejabat Pembuat Komitmen DIPA......... Tempat.......... Tanggal ......Tahun Anggaran ...Konsultan . Pejabat Pembuat Komitmen ----------------------------- -------------------------------- Kop Surat Satuan Kerja Nomor : ... Hal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Kepada Yth : Direktur PT/CV/Firma Di ............................................. dengan PT/CV/Firma ......................... Lampiran : ...................

........... tanggal .................................. tentang pengadaan barang/jasa Penyusunan Sistem ............................ Ketentuan lain yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dimaksud pada butir 1 dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor ............. ADDENDUM SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Nomor Tanggal : : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN Tetap Semula Pekerjaan tersebut.............................. ......... Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab................... tanggal ..No................ Pejabat yang memberi Pejabat Pembuat ................... Pembayaran pekerjaan dimakasud dibebankan pada anggaran DIPA ............................ meliputi antara lain (Sesuai Rekapitulasi Penawaran) : ............... ........... dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : Diminta perhatian Saudara untuk segera melaksanakan pekerjaan penyediaan barang/jasa Penyusunan Sistem ....................... tahun anggaran ................... Pekerjaan sesuai dengan Ketentuan Komitmen....... Bersedia melaksanakan perintah.. ...........(dengan huruf) termasuk PPn dan jangka waktu penyelesaiam adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender............ Nilai kontrak pekerjaan dimaksud pada butir 1 adalah Rp.. terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja (Kontrak)......

Harga Satuan Bahan/ Material dan Harga Satuan Analisa Pekerjaan Surat Permohonan Eskalasi Harga Nomor : …………… Berita Acara Evaluasi Penawaran Eskalasi Harga Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN Tetap Tetap Tetap Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN Tetap Tetap Tetap . biaya Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan.Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen Pekerjaan Pengecatan Berubah Menjadi : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen DLL seperti yang tercantum di dalam Lampiran Rencana Anggaran Biaya perubahan setelah harga satuan pekerjaan dieskalasi Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Tetap Tetap Peraturan Menteri Keuangan No : …………….. tentang PENYUSUNAN HARGA SATUAN DAN NILAI KONTRAK KEGIATAN PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN Surat Keputusan Bupati …………………… tentang Perubahan Standar Honorarium. Tanggal ……………….

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 5 TENAGA KERJA Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 6 SUB KONTRAKTOR Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Tetap Tetap Pasal 8 .

MASA PEMELIHARAAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA Tetap Tetap Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Tetap Pasal 12 KENAIKAN HARGA Tetap Tetap Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Tetap Tetap Tetap Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) .

Tetap Tetap Tetap Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 17 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap PASAL 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Tetap Tetap Pasal 20 LAPORAN Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Tetap Pasal 22 PENUTUP .

Tetap Tetap Tetap PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop…. Komite PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful