CONTOH SURAT PERINTAH KERJA DAN SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PENGADAAN BARANG/JASA

S U R A T P E R JA N JIA N P E K E R JA A N JA S A P E M E L IH A R A A N K E B E R S IH A N GEDUNG DAN HALAM AN KANTOR NOMOR : …………………… ANTARA …………………………………………………………… DENGAN … … … … … … … … … … … … … … … … .. Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.I/ Pemerintah Daerah ........................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............... : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pihak PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan jasa pemeliharaan Gedung dan Halaman Kantor untuk keperluan Kantor ……… dengan ketentuan dan syaratsyarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :

Pasal 1 DASAR PERJANJIAN Surat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….. Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor

Pengum um an Nomor Tanggal Tentang Surat

: …………………………………. : …………………………………. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan

Komitm en

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Pasal 2 TUGAS DAN KEW AJIBAN

PIHAK PERTAMAm emberi tugas kepada PIHAK KEDUAdan PIHAK KEDUAm enerim a serta bersedia m elaksanakan tugas tersebut dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan berpedom an pada : Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Tanggal : ………………………. Pengum um an Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Berita Acara Kualifikasi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Evaluasi Penawaran (Rangking). Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Harga Perusahaan dan Pengajuan Peringkat

Surat pengusulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Surat Penawaran dari PIHAK KEDUA Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Seluruh dokum en seperti tersebut pada pasal (2) butir (1) sam pai dengan (8) bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 3 TUGAS DAN KEW AJIBAN

Tugas yang dimaksud dalam Pasal (2), adalah Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor ……………….., uraian pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran surat perjanjian ini, dengan ketentuan sebagai berikut :

PIHAK KEDUAm enyetujui untuk m elaksanakan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor, seperti yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………………………. ,tanggal …………….., beserta lam pirannya. PIHAK KEDUAwajib melaksanakan pekerjaan tersebut dengan hasil yang baik dan benar sesuai dengan isi dalam lam piran perjanjian ini. Pasal 4 HARGA PEKERJAAN

Harga Borongan dari pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam pasal (3) Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp…………………..,- (……………………………….. ……………………………) sudah term asuk Pajak-pajak.

Harga Pekerjaan tersebut pada ayat (1) Pasal ini sudah termasuk keuntungan untuk perusahaan ini, Paja Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak-pajak lainnya serta semua biaya yang tim bul dalam proses pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggungan KEDUA PIHAK . Pasal 5 CARA PEM BAYARAN

Pem bayaran Harga Pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA yaitu PT/CV/Firma/Kop. ………………………………,yang mem punyai Rekening : No. ……………… pada Bank ……………………………………………., sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini, ditetapkan sebagai berikut : Pem bayaran oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA dilakukan setiap bulan yaitu Rp………………….. : 12 Bulan =Rp. ………….,- (…………………….. …………………………………………..) setelah Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan ditandatangani oleh Tim Penerim a Barang/Jasa.

Pem bayaran Hasil Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang diterima oleh PIHAK KEDUA akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas , Daerah …………. Sem ua Pajak-pajak yang tim bul akibat dari Surat Perjanjian ini m enjadi tanggungan KEDUA PIHAK sepenuhnya. Pasal 6 JANGKA W AKTU PELAKSANAAN

Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (3) Surat Perjanjian ini harus diselesaikan oleh KEDUAdalam PIHAK jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………., beserta lam pirannya, tanggal ………………….., diterbitkan atau sam pai dengan tanggal 31 Desem ber ……….. Pasal 7 PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

Untuk setiap penyerahan hasil pekerjaan setiap bulan harus dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan. Tem pat penyerahan dan pelaksanaan seluruh pekerjaan dilaksanakan di PIHAK PERTAMAyaitu di tem pat , ……………………………………………………………..

KEDUA PIHAK wajib m em beritahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMAselam bat-lam batnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender. ketentuan sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (8) Surat Perjanjian ini. terhitung sejak keadaan m emaksa (force majuere) tersebut terjadi. Apabila keadaan m emaksa (force m ajeure) ditolak PIHAK PERTAMA m aka berlaku ketentuanoleh . hura-hara. pemogokan dan Kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter. Besarnya kenaikan Harga yang dapat diajukan PIHAK KEDUA oleh sebagaim ana dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini. Apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter sebagaimana dim aksud dalam ayat (1) Pasa ini. akan m em berikan persetujuan atau penolakan secara tertulis mengenai keadaan m emaksa (force m ajeure) tersebut dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak diterim anya pem beritahuan dari KEDUA PIHAK . Yang dim aksud dengan keadaan mem aksa (for m ajeure) antara lain adalah : gem pa bumi. kecuali apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang m oneter yang secara langsung m em pengaruhi Harga Pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini. Pasal 9 KENAIKAN HARGA Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut kenaikan harga. maka PIHAK KEDUAdikenakan sanksi denda sebesar 1 o/oo (satu permil) atau sebesar–besarnya 5% dari harga keseluruhan yang diterim a dari PIHAK PERTAMA seperti tersebut dalam Pasal (4) surat perjanjian ini. yang sem uanya berkaitan langsung dan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan.Pasal 8 S A N K S I Apabila PIHAK KEDUA setiap hari m elakukan kelalaian/tidak melakukan kewajiban seperti tersebut dalam pasal (1) surat perjanjian ini. Pasal 10 KEADAAN MEM AKSA (FORCE M AJEURE) Dalam hal terjadi keadaan m emaksa (force majeure). Atas pem beritahuan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA . kebakaran perang. akan disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Pem erintah. . PIHAK KEDUAdapat m engajukan kenaikan Harga dengan ketentuan bahwa KEDUA PIHAK tidak diijinkan m eminta keuntungan tam bahan atas kenaikan harga tersebut.

Pasal 11 JAM INAN PELAKSANAAN Sebelum kedua belah pihak m enandatangani Surat Perjanjian ini. ……………………) yang dikeluarkan oleh Bank Um um atau Perusahaan Asuransi Kerugian.. . ………………. KEDUAwajib m enyerahkan PIHAK Jam inan Pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian Pem borongan ini. …………………………. dan berm asa lakunya sekurang-kurangnya 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender terhitung sejak tanggal penandatanganan Surat Perjanjian ini atau sekurangkurangnya sam pai dengan tanggal …………………. Apabila dengan cara m usyawarah dan m ufakat perselisihan tersebut belum dapat diselesaikan. atau sebesar Rp. Pasal 13 DOM ISILI HUKUM Untuk melaksanakan Surat Perjanjian ini. (…….. maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk m enyelesaikannya dengan cara musyawarah dan m ufakat. Jam inan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada KEDUA PIHAK setelah Surat Perjanjian Pemborongan ini berakhir atau setelah kedua belah pihak m emenuhi segala kewajibannya. m PIHAK KEDUA tidak mem enuhi segala kewajiban dalam jangka waktu sebagaim ana ditentukan dalam Surat Perjanjian ini. Jam inan Pelaksanaan ini akan menjadi milik Negara apabila : PIHAK KEDUA engundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak sepakat mem ilih Dom isili Hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri ………………. m aka kedua belah pihak sepakat untuk m enyelesaikannya melalui pengadilan. Pasasl 12 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sebagai akibat dari pelaksanaan Surat perjanjian ini.

. tanggal. Pada hari. ……………. bulan dan tahun sebagaim ana tersebut di atas. ……………………………. PT/CV/Firm a/Kop. PIHAK KEDUA.Pasal 14 PENUTUP Demikian Surat Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ini. dibuat 2 (dua) rangkap diantaranya bermaterai cukup dan m asing-m asing merupakan Asli serta m em punyai kekuatan Hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………………………………………………………………….. ………………………….. Pejabat Pembuat ……………………………. …………………… . Kom itmen PIHAK PERTAMA. …………………………. NIP.. Tanggal. …………………….. …………………………….. Lampiran Surat Perjanjian No.

416 M2 1 Paket …………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA.644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I.. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13.PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No. Kom itmen …………………………….. PIHAK PERTAMA. ..2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… 36. Pejabat Pembuat ……………………………. …………………………….1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung Pembersihan Lantai ruang kantor/lab Pembersihan Water Closet/Kamar mandi Pembersihan Kaca ruang kantor/lab Pengisian sabun wastafel Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I.

......................... NIP........ tanggal ............ : ................ ........................................... SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ..... tanggal …………………….. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................... tanggal ………………………… serta Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen : …………………………. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..................…………………………. Menunjuk kepada Berita Acara Pelelangan Nomor.... …………………. Biaya Pemeliharaan....... Tahun Anggaran 200…. maka dengan ini : 1......... Mata Anggaran …………………………… ….................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...................................... 2........................... Nomor ..........................I/ Pemerintah Daerah . Nama Jabatan Alamat : ...... tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang dana pembiayaannya tersedia didalam Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA) ………………………................................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Jabatan …………………………................. tanggal .............. : . Nomor ........ dengan segala perubahannya. Nama NIP Jabatan Alamat : .........

... ………… Yang Menerim a Perintah... PIHAK PERTAMA..)………………. Ketentuan/persyaratan lainnya akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor.. Untuk setiap hari keterlambatan atau absen melaksanakan Pekerjaan maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar satu permil (1 o/oo) dari harga borongan dan diperhitungkan pada saat penagihan pembayaran... Tempat Penyerahan : 6... 365 (Tiga ratus enam puluh lima) hari kalender mulai tanggal 02 Januari ………... Pendanaan : 3. ……………………………………….. …………………... …………………. PIHAK KEDUA........... Pejabat Pembuat Kom itmen ……………………………. Tahun Anggaran 200..../BANK …… ……………………….. Kantor………………………………………………. Akan dilaksanakan oleh KPPN/Kas Daerah.. 2. ... Pembayaran : 4.... …………………………………………………………………… ………………………………………….. Waktu Penyerahan : 5. (………………………………. Dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA ) …………………………………………………………. Denda Keterlambatan : Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini untuk dilaksanakan secara baik dengan penuh tanggung jawab.... Tem pat/tgl..)... dengan ketentuan sebagai berikut : 1. dengan Rekening No.. sudah termasuk Pajak-pajak (daftar rincian pekerjaan terlampir)....Dengan ini PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor .... Sampai dengan tanggal 31 Desember ………….. setelah Hasil Pekerjaan diterima dengan baik yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. Mata Anggaran (……………. Harga Tetap : Rp.. Kepada …………………………………………………………. ……………………………. Yang Memberi Perintah..

NIP.…………………………..416 M2 1 Paket …………… . ……………………. Pengisian sabun wastafel e.644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I. Ketua …………………………. Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I.2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput 36.1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung a. …………………… PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No. Pembersihan Water Closet/Kamar mandi c. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13. Lampiran Surat Perjanjian No. Tanggal. Pembersihan Kaca ruang kantor/lab d. Pembersihan Lantai ruang kantor/lab b.

.................. …………………………. tanggal ................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola ...... PIHAK PERTAMA..... Pada hari ini .................... …………………………….. KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN KOMPUTER/PC PADA …………………………… ………………………………………………………… Nomor : ……………………............... …………………………...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA.................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... Kom itmen ……………………………. : .......tahun dua ribu ............ tanggal ……………… bulan ………………….......... Pejabat Pembuat ……………………………........ Nama NIP Jabatan Alamat : .............. Nomor .... ……………......................... NIP......

... Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat …………………………………………………………. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti... Tentang : Penetapan Pem enang Pengadaan Kom puter/PC Pem buat Komitm en Pengum um an Nomor : ………………………………….......... 2.............................. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia........ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . ……………………… Tahun Anggaran ……. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... seperti tertera pada Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ………………................. ................. Tanggal : …………………………………......................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... dengan segala perubahannya........................ : ............. Pasal 1 Tugas /Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas/ pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC sebanyak 3 (tiga) unit pada ………………………………….... Nomor ...... Pasal 2 Ketentuan Dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.....I/ Pemerintah Daerah .keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.... Tanggal ……………………...... tanggal ... Nama Jabatan Alamat : .... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dibawah ini.. berdasarkan.. Nomor : …………………………………..

. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Komitm en Surat Perintah Penawaran harga dari PT/CV/Firm a/Kop. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : ………………………………….. Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini. Tanggal : …………………………………. .. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana lampiran Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan computer/PC. Tanggal : …………………………………. Tahun Anggaran ………………... …………………………………….. Pasal 4 Syarat-syarat Umum Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah Pihak Pemberi Pekerjaan..Tanggal Tentang Surat : …………………………………. Pasal 3 Itikad Baik PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.. Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan.. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitment …………………………………. Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA...... Nomor : ………………………………….. yang bertindak untuk dan atas nama Direktur PT. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak... maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. dalam hal ini adalah …(sebutkan nama orangnya) ………………………... Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan.

tanggal …………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. Mutu. ………………………. adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Keputusan Penetapan Penyedia Barang Nomor …………………………….) termasuk biaya pengiriman (transportasi) serta perhitungan – perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No.Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. ……………………………………………………………………. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan Komputer/PC pada …………………………………………………… Tahun Anggaran ……. hak cipta dan merk. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga Borongan /kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp.. jenis.. ………… tanggal 31 Desember…… Tahun Anggaran ……… Pasal 9 PIHAK . pengoreksian. KEDUA harus mengetahui segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat 1 diatas. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa.. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas pengawasan.

akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh) rangkap KESATU bermaterai Rp. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………… Nomor.. diperhitungkan berangsurangsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen).000. Dan Nomor NPWP……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. ……………………= . PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi – tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. 6. telah menyerahkan jaminan pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp.Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian.Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syarat Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. sebagai berikut : Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Faktur Pajak Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengujian SPP-LS melalui KPPN/ Kas Daerah ………. Rekening : ……………. Pengambilan uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa /Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian.

akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. ………………. maka jaminan –jaminan yang diserahkan kepada PIHAK KESATU disita oleh PIHAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Pasal 11 Sanksi dan Denda Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. …………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar 1 o/oo (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua belah Pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20% dari nilai kontrak. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka. (…………………. maka untuk setiap hari keterlambatan. . Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini.Rp. harus dikeluarkan oleh Bank Umum.

jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 13 . ………… Tanggal ………………. PIHAK KEDUA wajib menjamin keaslian barang dan tidak melanggar hak cipta/merk/kekayaan intelektual serta jaminan purna jual selama 1(satu) tahun. PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. baik volume. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor ……………………. PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan.Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak dan kewajiban PIHAK KESATU PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta.. penelitian.

PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. sehubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 14 Transportasi Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sebagai diatur dalam Pasal 6 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut rugi kepada PIHAK KESATU. Jika terjadi Pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini. 1). Pasal 16 . maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. 3). ……………………………. Dalam hal demikian. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 15 Pemutusan Hubungan Kerja PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima hasil Pekerjaan. 2).Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor ………………………………………………………………….). dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan /teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut kepada PIHAK KEDUA. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak.

wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri ……………. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.Penyelesaian Perselisihan Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian ini. Pasal 18 Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) kecuali pemerintah secara Khusus mengaturnya. fax maupun telepon. Pasal 19 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. Pasal 21 Keadaan kahar .. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian.

Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terjadi atas pengawasan. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan – keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa /Penguji Barang/Jasa. gempa bumi. Pemogokan nasional Kebakaran Gangguan industri lainnya. banjir. gunung meletus. tanah longsor. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan perundangundangan yang berlaku Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. keadaan dimaksud adalah . angin topan. Perubahan Pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. pesanan. 2. Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia /penguji.Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. wabah penyakit. Pasal 24 Ketentuan Tambahan Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. . Pasal 23 Amandemen Kontrak PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar.

Jika Terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. tanpa paksaan.. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPBB) . dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang / Jasa Pasal 26 Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan . Berita Acara Hasil Pelelangan . Berita Acara Pemberian Penjelasan . PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop………………. Surat Penetapan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) .. Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan . …………………………… . Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran . Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada surat perjanjian Kontrak ini dilampirkan : Jaminan Pelaksanaan . dalam rangkap 6 (enam) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Berita Acara Pembukaan Penawaran . …………………………… ……………………. tanggal. PIHAK KESATU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………….

.. /I/....... : ……………………………………………….......... : ………………………………………………… : ………………………………………………… Pekerjaan tersebut harus Dimulai Selesai selambat-lambatnya ....... : ……………………………………………….............../200. : Pejabat Pembuat Komitmen ... : ………………………………………………. tanggal Nama Jabatan Alamat Memberi Perintah Kerja kepada Nama Jabatan Alamat Macam pekerjaan yang dilaksanakan Jumlah Harga Pembayaran dilakukan melalui : ……………………………………………….. Pada Hari.. . ……………………………………………... : Kantor Pelayanan Perbendaharaan … Negara/Kas Daerah …………… dari Anggaran Dana Kegiatan ……Tahun Anggaran 200.......... ……………………(Dengan huruf)... : Rp... : ………………………………………………. : Pengadaan Komputer PC untuk Keperluan Kantor .. : ……………………………………………….. ………………………………………………. : ………………………………………………...SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ...

Direktur Lampiran I Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……. KETENTUAN – KETENTUAN ADMINISTRASI DAN PEMBAYARAN Jumlah harga tersebut akan dibayar dari Anggaran Dana Kegiatan ………. ………………………………………………. NIP. Tahun Anggaran 2004. maka kepada Pihak Pemberi pekerjaan akan dikenakan denda dan harus dibayarkan kepada Pihak pelaksana . Apabila Pihak pemberi pekerjaan mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran kepada pihak pelaksana pekerjaan. kwalitas maupun perintah kerja yang telah ditentukan. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firm/Kop ………….Dengan ketentuan-ketentuan terlampir : Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 8 (delapan) dan berlaku syah setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan bermaterai secukupnya. Sanksi/denda akan dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu perseribu) per hari dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan penyerahan pekerjaan dari jumlah harga (Nilai Kontrak). Dalam hal ini apabila terjadi perselisihan maka kedua belah pihak akan memilih tempat yang sama dan syah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta. ……………………………. Barang harus diserahkan selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditentukan dalam Surat Perintah Kerja (SPK). Segala sesuatu yang belum diatur /tercantum dalam ketentuan ini berlaku ketentuan umum yang lazim dipakai dalam perjanjian /kontrak.. ……………………………. ……………………………………………. DIPA No Tidak diperkenankan mengadakan perubahan harga.

. 4 Port USB 2. VGA AGP 64 Gforce 2/MX 400 DDR 256 MB/PC 2700 Casing Tower Full ATX Simbadda/350 watt . A-Intel Presscott CPU Support Include Chipset Northbridge Intel 848 Up 64 MB 2D/3D Support. 52 Slot PCI. Volu me 3 Unit Harga Satuan ……… Jumlah Harga (Rp) ……………… Nama Barang Pengadaan Personal Komputer Spesfikasi PC Pentium 4 Mainboard ECS Intel 848 P. NIP. 1 Port Serial. Hardisk Seagate Baracuda 80 GB/7200 RPM. Lampiran II Nomor Tanggal No 1. Direktur ……………………………. …………………………….dengan nilai sebesar Bunga Bank yang berlaku pada saat transaksi dan mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku. 1 Port Pararel. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………. 1 Slot AGP. YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………. : : : Surat Perintah Kerja (SPK) ……………………………. Sound ADI Ad 1980 6-Channel Audio CODEC.0.. LAN 10/100Ethernet. Sound.

..... ……………..5/1..DVD Combo Lite on Floppy Disk Panasonic 3... Total ……………………………………………... Nama : ................... 710 SH LG Keyboard Logitach Mouse PS2 OEM Infra Speaker Subwoofer Stabilizer Modern 56 k Flasdizk 128 MB Proccecor Intel Pentium 42. ……………...... …………………………………..... ....... ………………………………….................. . ……………………….....4 GHz Terbilang : Jumlah PPN 10% ……………………………………………... …………………………………......tahun dua ribu ............................. Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN SUMBER AIR BERSIH KAPASITAS SEDANG ………………………………………………………………………………... tanggal ……………… bulan …………………..... ……………......... YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen ………………………………….............. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...............44 MB Monitor 17’ Flatron ez T................. Pada hari ini ...... SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : ... ……………......... ………………………...........

..... 6............... tanggal ......... tanggal .......... Surat Penawaran harga Nomor ................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia........... 2......................... tanggal .... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor . Nomor ........ Kedua belah pihak berdasarkan : 1.... 5...... Nomor ...... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini..... tanggal ......... tanggal .........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti........... 3........... 7............................................I/ Pemerintah Daerah ................ KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..NIP Jabatan Alamat : ....... Nama Jabatan Alamat : ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..... Nomor ..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...... 4................... tanggal .. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................... Pasal 1 TUGAS DAN KEWAJIBAN ........................ : ..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . 2...... (kalau ada) Surat Keputusan ........... dengan segala perubahannya........

(dengan huruf). PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA.PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah dibehrikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan : Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang.. material dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku dengan perincian sebagaimana terlampir.. Pasal 2 HARGA Harga Borongan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 Surat perjanjian ini sebesar Rp ………………………. Untuk prestasi pekerjaan sebagai akhir dari masa pemeliharaan pekerjaan dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan II (terakhir).. Pasal 4 . Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 3 WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang ……………………………………………… adalah selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Pemborongan atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal ………………………………………………. sudah termasuk ongkos kerja. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Dokumen Penunjukan Langsung (RKS) Nomor : ……………………………. tanggal …………………………. PIHAK KEDUA dalam mengajukan termijn atas prestasi yang dicapai diwajibkan untuk membuat daftar prestasi pekerjaan dan PIHAK PERTAMA akan membuatkan Berita Acara Pekerjaan. Untuk prestasi pekerjaan 100% dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan I..

d.CARA PEMBAYARAN Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap. Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa adalah peristiwa-peristiwa berikut : a. sehingga mempunyai akibat langsung tertundanya penyelesaian pekerjaan tersebut. yaitu tahap pertama sebesar 95% dari total nilai kontrak atau Rp. sedangkan tahap kedua merupakan masa pemeliharaan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum selama 30 (tiga puluh) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% dari nilai kontrak atau Rp. ……………………….anggaran ……………. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. pemogokan dan epidemi. banjir. Kebakaran Perang. Tanggal …………………………. . Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. huru hara. Seluruh pembayaran dibebankan pada DIPA No ……………. Bencana alam (gempa bumi. dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II (terakhir) oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dengan batas maksimum 5% (lima persen) dari harga borongan pekerjaan.. Peraturan Pelmerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. pemberontakan. tanah longsor. dll) b.. ……………………. Dengan pengajuan SPP-LS oleh bendaharawan ………………………………………………………… kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah ………………………. Pasal 5 DENDA KETERLAMBATAN Apabila jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dilampaui akibat kelalaian PIHAK KEDUA. c. apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I Oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Dalam hal terjadinya force majeure PIHAK KEDUA wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam jangka waktu empat belas (14) hari kalender terhitung sejak kejadian dimaksud.

dan tahun tersebut diatas. kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaiannya kepada Pengadilan Negeri.Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. tanggal. Pasal 7 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika Terjadi perselisihan pendapat dalam rangka pelaksanaan Surat Perjanjian ini kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Apabila penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini belum tercapai. Kedua belah pihak sepakat untuk memilih tempat kedudukan yang syah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri …………. Pasal 8 PENUTUP Surat perjanjian ini dibuat 7 (tujuh) rangkap. bulan. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……………………. Pada hari. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama..

.

bahan plastik Pemasangan coran beton bertulang dengan rangka besi behel 8 mm .15 cm . Pemasangan kolom bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Perbandingan coran 1 : 2 : 3 3. Pemasangan alas / dasar saluran.Lampiran : SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (SPK) Nomor :…………………………………… Tanggal : …………………………. Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas sedang berupa Perbaikan saluran pembuangan air bekas (drainage) I. 2. Pembongkaran saluran lama Pengangkutan dan pembuangan puing Pekerjaann Pemasangan 1. TOTAL Rp. Perbandingan coran 1 : 2 : 3 4.15 cm .6 50 M M2 84 M2 42 1 M Ls II . Pekerjaan Persiapan 1. M2 TOTAL Terbilang : PAJAK 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA . Pekerjaan : Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas Sedang No DESKRIPSI JUMLAH HARGA SATUAN Rp. Pemasangan grill besi siku-siku 4 x 4 @ 45 cm 6. 2.

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............................................................ Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa ............................................... ………………………………………………………………………………... 2..I/ Pemerintah Daerah ..... tanggal ....... tanggal ............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..................SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………. dengan segala perubahannya..... : ................................ Nomor ........... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Nama NIP Jabatan Alamat : .... tanggal ……………… bulan …………………......................tahun dua ribu ............... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Nomor ........... Pada hari ini ....................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... ……………............ PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Inventaris Kantor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini........... : ...... Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA MEJA KAYU DAN KURSI BESI / METAL UNTUK KEPERLUAN KANTOR ……………………………….............................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............ Nama Jabatan Alamat : ........... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..

Kanan 5 buah Hydraulik 2 buah 03 . .Kanan 5 buah Hydraulik 1 Set Volum e 1 buah 02 . Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi /Metal pada Kantor ……………………. Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Oskar Standari : Kiri . Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Kulit Tinggi : Kiri . adalah sebagai berikut : N o Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 .

.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : . tanggal .. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak.. Nomor ........... tanggal . Surat Penawaran harga Nomor .. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 3 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor Berupa Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi / Metal pada kantor …………………………………... …………………………… (dengan huruf)...... tanggal .. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.... Pasal 5 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp... (kalau ada) Surat Keputusan ....... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 tidak dapat diubah. atau selambat-lambatnya tanggal …………………………………………………………….... harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal …………………………..... Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA.... ..... tanggal .Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya................ Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .........

Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan/barang yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Rekanan bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………………………. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik.. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat.. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Pasal 7 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga kontrak. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. ……………………. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. . Pasal 6 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi.

maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat 1.Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Peralatan/barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan Pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. Pasal 8 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Pasal 10 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat-lambatnya 1 (satu) Minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. Pasal 9 JAMINAN Apabila peralatan/barang yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. cacat. .

maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Abritasi Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. peperangan. Apabila cara yang dimaksud Pasal 12 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 11 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. dan sebagainya) kebakaran. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure.Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagia alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Pasal 12 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan ini dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. banjir. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. huruhara. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikelluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. Pasal 13 LAIN – LAIN .

setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP PIHAK PERTAMA Lampiran : SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor :………………………tanggal …………… Pekerjaan : Pengadaan inventaris kantor No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 . 1 Set Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) .Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.

Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Kulit Sandaran Kepala : Tinggi Sandaran Tangan : Kiri . Terbilang : Jumlah PPN 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada Perusahaan Nama NIP .Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Oskar Sandaran Kepala : Standari Sandaran Tangan : Kiri .Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik 1 buah 2 buah 03 .Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil. Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm 02 .

........ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................................................................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. Nomor .................................. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ...SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : …………………………………….......I/ Pemerintah Daerah ............. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .. tanggal .... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.......... Pada hari ini .............. tanggal ............... Nama Jabatan Alamat : ................... PERBAIKAN/PENGECATAN DINDING DAN PERBAIKAN PINTU RUANG KERJA PADA KANTOR …………………………………………….......... Surat Penawaran harga Nomor ....... Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA : PENGGANTIAN /PEMASANGAN KARPET........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................ tanggal .... : ............... tanggal ................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : . ……………......... …………………………………………………………..... 2..............tahun dua ribu ............. Nomor .......................... (kalau ada) .............. Nama NIP Jabatan Alamat : ............ tanggal ...... : ....... tanggal ……………… bulan …………………... dengan segala perubahannya.........................................

..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.. Primary Backing : Woven Polypropylene h.. adalah sebagai berikut : No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Volume karpet. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia....0 M j.0 MM g.. Perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada Kantor …………………………………………………………………. 8006..0 c. Static Control : Permanent k. Nomor . Pile Hight : 12. Construction : Cut Pile Saxony b.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Secondary Backing : Woven Polypropylene i.... Gauge : 1/8 e...Surat Keputusan . Yarn Type : 100% Nylon 6. Cat Tembok : Vinilex No.. Width : 4.. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2.. Warna Lily White ABQT. Dye Method : Piece Dyed d. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) 1 LS 43. Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Penggantian/Pemasangan karpet. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic Windsong-Clour Wood -046 a. tanggal ...586 M2 . I 1 II A 1 Bahan Spesifikasi 1..

25 M2 M2 M2 M2 Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Pengadaan/ pemasangan karpet.586 43. perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada kantor ………………………………………………. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex..712 M2 16.586 M2 7 buah 2 buah 1 buah 41.586 43.586 43.18 46.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu. harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kontralk atau selambat-lambatnya tanggal ………………………… Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah.2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 3 4 Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lapisan Lantai-Kamar Rias SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.65 29. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan PEngecatan Dindking dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 11. . SIJ).586 M2 M2 M2 M2 43.59 22.586 M2 43.609 M2 43.121 M2 22.

…………………… (dengan huruf).Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. = Rp. Pasal 5 PEMERIKSAAN PEKERJAAN Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Surat Jaminan pelaksanaan di Bank atau Perusahaan Asuransi yang memiliki Program Asuransi Kerugian yaitu sebasar 5% dari harga Asuransi Kerugian yaitu sebesar 5% dari harga kontrak = 5% x Rp. …………………………… (dengan huruf). Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. …………. . Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah………………………………………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Pasal 8 JAMINAN Apabila pekerjaan yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua pekerjaan yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar sama dengan nilai jaminan pelaksanaan. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. cacat. Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti . Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut.

Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. 1 (satu) Minggu setelah surat Terhadap pekerjaan tersebut pada pasal 1 diberikan jangka waktu / masa pemeliharaan selama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak pekerjaan selesai yaitu tanggal …………………………. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. dan sebagainya) kebakaran. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. banjir. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure.dengan yang baru selambat-lambatnya pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. peperangan. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. . maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. huruhara.

Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. tanggal ……………. tanggal …………….. Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : ………………….. tanggal ……………… Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : ………….... Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : …………….. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………………. tanggal ……………. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. Pengumuman hasil pelalangan Nomor : ………………………. tanggal ……………….PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA..... Penawaran Harga Nomor : ……………. tanggal …………. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………. Apabila cara yang dimaksud Pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ………. tanggal ………………. tanggal ……………. tanggal ………………… . maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta.. tanggal …………………… Surat Penawaran Harga PT.Nomor : ……………….. ………………. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Berita Acara Evaluasi. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. Pasal 12 LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : …………….

3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. tanggal bulan dan tahun tersebut diatas..) . Tanggal : …………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : ………………………….. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.Pasal 13 LAIN – LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.) JUMLAH HARGA (Rp. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR VOLUME HARGA SATUAN (Rp.

586 M2 43.586 M2 .586 M2 43.0 MM g. Warna Lily White ABQT. Cat Tembok : Vinilex No. Yarn Type : 100% Nylon 6.586 M2 43. Secondary Backing : Woven Polypropylen e i. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet I 1 II A 1 2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 1 LS 43. Width : 4.0 c.PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan karpet. 8006. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f. Pile Hight : 12.586 M2 43.121M2 22.609 M2 43. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic WindsongClour Wood -046 a.712 M2 16.586 M2 43. Static Control : Permanent k. Gauge : 1/8 e.586 M2 11.0 M j. Primary Backing : Woven Polypropylene h. perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Bahan Spesifikasi 1. Construction : Cut Pile Saxony b. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2. Dye Method : Piece Dyed d.

25 M2 M2 M2 M2 PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 PIHAK KEDUA 7 buah 2 buah 1 buah 41. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex.3 4 Lapisan Lapisan Lapisan Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lantai-Kamar Rias SIJ Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu.59 22.18 46. SIJ).Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu.65 29.

....... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...... Pasal 1 DASAR PERJANJIAN ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia...... : ...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........................ GEDUNG …………………………… …………………………………………………… Pada hari ini ....................... Nomor ..tahun dua ribu ... Nama NIP Jabatan Alamat : .............. ……………....... : ..................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... tanggal ……………… bulan …………………...................................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti................ Nomor . tanggal ..... tanggal .......................................... 2.................... Nama Jabatan Alamat : ...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........I/ Pemerintah Daerah ................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .......SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor :………………………… Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA PERBAIKAN/PEMASANGAN DINDING PANEL KAYU PADA RUANG TATA USAHA..................... dengan segala perubahannya.................................. RUANG TUNGGU TAMU DAN RUANG RAPAT……………………..........................

.. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor . Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan.tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 2 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.......... PIHAK PERTAMA menunjuk Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan sebagai pengawas harian pekerjaan bagi PIHAK PERTAMA.... Nomor . tanggal ..... Pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah jam kantor selesai... 4. (kalau ada) Surat Keputusan . PIHAK KEDUA wajib melakukan persiapan dan menyediakan pengawas lapangan sebagai tenaga ahli yang terampil dan menguasai bidangnya serta menyiapkan seluruh peralatan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan........ tanggal .…………………... sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya.secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:………………………. tanggal ..... ..... 3... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..................... Pasal 3 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA DAN PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan 1.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...... tanggal .. Tanggal ……………..... yaitu : 2.... Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat ………………………………. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha. Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat………………………………………………………… …………………………………. Surat Penawaran harga Nomor ..KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya........

.. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan permintaan ijin lembur kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan dan menyerahkan identitas.. ………………… PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini.... Dalam hal pelaksanaan lembur. 6.30 WIB s/d selesai c. Senin s/d Kamis : pukul 16. Pasal 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha. Lembur hari Sabtu/Minggu (jika diperlukan) : waktu disesuaikan dengan keperluan 5...... Setelah pekerjaan selesai dan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan kerangka acuan atau ketentuan teknis yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa.l adalah selama 21 (duapuluh satu) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian kerja atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal…………………………... 10. 9. jumlah pekerja serta waktu pelaksanaan pekerjaan kepada petugas keamanan kantor... bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik..... Jum'at : pukul 16.... PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua ketentuan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. Ruang Tunggu Tamu Dan Ruang Rapat Kantor.a. Pasal 5 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas ...00 WIB s/d selesai b... 7. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan/menyerahkan identitas dan jumlah pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan …………………………………………………………………. 8.. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan..... PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran-saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya.... termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA.

4..S) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPKN)/Kas Daerah . dari total nilai kontrak apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap. 2. sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak-pajak lain sesuai dengan peraturan perundanq-undangan yang berlaku.. . Pengajuan SPP-LS dimaksud dapat dilakukan setelah diterimanya dokumen tagihan lengkap dari PIHAK KEDUA oleh Bendaharawan…………………………… Pasal 7 SANKSI 1..Tanggal …………………… Tahun Anggaran ……………… Semua pembayaran akan diselesaikan dengan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-L. PIHAK KEDUA tidak dibolehkan melakukan perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA. setelah mendapat peringatan/teguran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan teguran tersebut.. sedangkan tahap kedua yang merupakan masa pemeliharaan dengan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum 14 (empat belas) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% atau Rp………………………………… dari total nilai kontrak dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. Harga tersebut adalah tetap (Fixed Price)... 5.pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. yaitu tahap pertama sebesar 95% atau Rp. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum 1 (satu) permil sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat 3..... Pasal 6 HARGA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. 7.. Semua pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada DIPA Nomor………………. Harga untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……………………………………………………………………………………………………. ……………………………. 6..

Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. 2. . bila tidak 3. maka penggantian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA yang besarnya didasarkan pada nilai (harga) barang yang rusak atau biaya perbaikan dan nilai atas barang itu selama tidak berfungsi. banjir dan sebagainya). Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. 5. 3. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat bolas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 7 Kerugian-kerugian yang diderita oleh PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan para pekerja PIHAK KEDUA. Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. 4. peperangan. Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. 2. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure untuk mendapatkan persetujuan PIHAK PERTAMA. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.

dapat diselesaikan secara musyawarah. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. tanggal ……………… Persetujuan Penetapan Harga Nomor : ……………………. pada hari dan tanggal tersebut di atas. 6. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. dan Negosiasi Penawaran Harga Nomor:…………. 3. Surat Penawaran Harga PT.. 8.. Undangan Negosiasi Harga Nomor :……………………. Klarifikasi.. …………Nomor :……………… tanggal …………………. 4. tanggal …………………… Berita Acara Evaluasi. 3. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.. 2.. 5... 7.. bulan dan tahun tersebut di atas..……Tanggal …………………. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:……………… tanggal…………… 2. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrage Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA... Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di .. setelah dibubuhi materal yang cukup dan ditanda tangani di ... tanggal…………………………… Pasal 11 LAIN ... pada hari. Surat Keputusan Kepala Bagian Umum dan Keuangan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Nomor…………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian inl atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak... tanggal.. 3 (tiga) Rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Tanggal ……………… Penetapan Harga Nomor :……………………tanggal ………………………. Undangan Penunjukan Langsung Nomor :……….LAIN 1. ditambah lagi seorang di luar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA. .

.... NIP...... . dan berakhir . …………………………………...4. PIHAK PERTAMA ……………………………. PIHAK KEDUA …………………………………. Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal .. Jabatan Pada Perusahaan …………………………….. …………………………………...

.....taekwood bermotif Lapisan pintu panel ... 3.. PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : Perbaikan/pemasangan Dinding Panel Kayu pada ruang Tata usaha. I ..taekwood bermotif Rangka Binding kayu profil 3 -2 alur List kayu 3/2. sanding saller Finishing politur/toop cat gloss/doop Pekerjaan Persiapan Pembongkaran list/rangka pada dinding panel dan dinding gypsumboard Pembongkaran lemari tanam dan lemari buku ruang rapat Irjen HARGA JUMLAH Rp....5/2 dan 5/2 . Tanggal ...1 luar Lemari Tanam/Buku Dinding dalam multiplex terlapis taekwood Dinding kaca bevel 4 mm Lapisan dinding luar taekwood bermotif Laci/pintu double terlapis taekwood bermotif Pekerjaan politur : Pekerjaan wood filler.. tunggu tamu dan ruang rapat Irjen lantai II Bahan : Dinding Panel/Pintu Kayu Dinding panel kayu ....Lampiran : Surat Perjanjian Kerja Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Nomor : .. 2 ..... Hasil Negosiasi : HARGA NO URAIAN KEGIATAN VOLUME SATUA N Rp.. wood staind.

96 M 2 48. Dinding panel C .80 meter 3.00 meter x 0. 4.00 meter x 0.Ruang Tata usaha Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.40 meter set 2 3 4 5 6 7 8 III 1 . 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .00 meter x 0.5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 1 13.40 Pekerjaan Pasang .20 meter 31. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 3. 3/5 cm Pasang rangka kayu profil P 265 cm .80 meter b.00 M 2 2. Dinding panel B .70 meter x 0.lama Pengerukan lapisan politur dinding panel lama Pengerukan lapisan politur pintu panel – lama 1 LS 1 LS 1 LS 1 LS II 1 Pekerjaan Pasang . 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C .1 2 3 4 Pembongkaran list profil .80 meter 13.20 M 2 4. 5. Dinding panel A .P 80 cm .80 meter c. Dinding panel B .80 meter Pasang list/ban vertikal/horizontal 8 -10 cm Pasang rangka kayu profil .40 meter 10 batang 15 batang 14 5.76 M 2 4.lama Pembongkaran rangka kayu profil . 4.80 meter b. 5.Ruang tunggu tamu Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.70 meter x 0.00 M 2 3. Dinding panel A .

Dinding panel/lemari tanam . 3/5 c Pasang rangka kayu profil P 265 cm .95 meter 18.20 meter 5 batang 4 batang 7 set 20. 3. 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .5/3 cm Pasang list profil lantai / karpet 3/2 cm 2. Dinding panel C .10 meter x 0. Dinding panel/lemari tanam .25 meter x 0.96 M2 2. 3/2 cm Pasang list profil dinding gypsum 3.20 meter 19.80 crn Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm .48 M2 4. Dinding panel B .Ruang rapat Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.80 M 2 47. Dinding panel A . 3.40 M2 42. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 2. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B . 3/5 cn Pasang rangka kayu profil P 265 cm . 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C .2 3 4 5 6 7 8 c.81 Pasang list/ban vertikal/horizontal 10.80 meter d.60 meter IV 1 Pekerjaan Pasang .04 M 2 1.70 meter x 0.80 meter 32.80 meter c.70 M 9 batang 7 batang 13 set 5.50 meter x 0.8 Pasang list/ban vertikaI/horizontal 8 •10 cm Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm . 5.70 meter dipindahkan 2 3 4 5 6 7 . 3.5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 3.80 meter b.80 meter x 0.

luar/dalam c.20 M 2 1 set 1. 1 buah a. Pasang list profil relief timbul . luar/dalam c. luar/dalam b.ruang Tata usaha . Pasang list profil relief timbul . Pasang list profil relief timbul . Pasang lapisan daun pintu panel .60 M 5 3. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal .ruang tunggu tamu .00 M 3.20 M 2 1 set 3.60 meter Pintu tunggal .60 M 2 1 set 1.20 M 2 . Pasang list profil relief timbul .ruang Tata usaha . 1 buah a. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal . Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang lapisan daun pintu panel . luar/dalam b. 1 buah a.60 M 2 2 set 6. luar/dalam c. 1 buah a.60 M 2 3 3.00 meter Pintu tunggal . 1 buah a. luar/dalam 3 4 V 5 5. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6.ruang kerja Irjen .1 V 1 2 Pekerjaan Pintu Pintu double .ruang kerja Irjen . Pasang lapisan daun pintu panel .60 M 4 1. luar/dalam b. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 3. luar/dalam c. luar/dalam b.

10 M M M M 2 2 2 2 VII A.70 M 2 2. Pasang list profil relief timbul .10 1. 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7. 1 trap Pasang pintu double dan acessories 2 set 6. luar/dalam b. 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca .10 M 2 . 1 buah 1 set 3.ruang tunggu tamu Pasang dinding sisi kiri .00 M 2 7 3. luar/dalam b.b. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pintu tunggal .ruang rapat Lemari buku sisi kiri Pasang rangka kayu profil P 256 cm .40 1.kanan Pasang dinding atas .bawah Pasang ambal tengah .40 M 2 4 buah 2. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6 Pintu double . luar/dalam c.50 M 2 a. Pasang list profil relief timbul .60 M 2 5. 1 buah a. 1 2 3 4 5 6 Pekerjaan Lemari Buku .60 M 2 VI 1 2 3 4 5.5 M 2 1.40 1. Pasang list profil relief timbul .1. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pekerjaan Lemari Tanam .ruang tamu ke rapat . luar/dalam c.ruang rapat Irjen . Pasang lapisan daun pintu panel . luar/dalam c.20 M 2 1 set 3.

10 M 2 VIII 1 Perbaikan Dinding Gypsumboard Penggantian/pemasangan dinding gypsumboard 2 Pemasangan wallpaper Terbilang 1.40 M 2 4 buah 2...70 M 2 2..... Dibulatk an …………………………………………………………….B. Pembuat Komitmen PIHAK Pejabat ----------------------------------------------- ...00 LS Jumlah PPN 10% Total …………………………………………………………….....00 LS 1. 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.. Lemari buku sisi kiri 1 2 3 4 5 6 Pasang rangka kayu profil P 256 cm . PIHAK KEDUA PERTAMA PT/CV/Firma. 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca .15 M 2 1....

.................... : ..................................SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ... tanggal ........... Nomor ........................ Nama Jabatan Alamat : ......tahun dua ribu ............................. tanggal . ……………. 2......................................... tanggal ……………… bulan ………………….............I/ Pemerintah Daerah ... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........................................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... Nama NIP Jabatan Alamat : ............... dengan segala perubahannya..................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............................. : .. ....................................................... Pada hari ini ..... Nomor .......

..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan sanggup untuk melaksanakan perintah tersebut dengan ketentuan sebagaimana pasal .. (kalau ada) Surat Keputusan .................. tanggal .. tanggal .... Surat Penawaran harga Nomor . Pembayaran dilaksanakan secara sekaligus sebesar 100% dari harga pekerjaan.. Biaya pekerjaan tersebut pada pasal 2 surat perintah kerja ini dibebankan pada DIPA satuan kerja. tanggal .... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .. yaitu sebesar 100% X Rp ……….. Tahun anggaran 200….. Cara Pembayaran : Pembayaran biaya pekerjaan tersebut pasal 1 Surat Perintah Kerja ini dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………….... kepada Rekening Perusahaan...... …………… (dengan huruf) Jangka Waktu : Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan hingga selesai secara keseluruhan (100% dari total bobot fisik pekerjaan) adalah 60 (Enam Puluh) hari kalender atau tanggal……... Dengan Nomor Rekening :…………pada Pasal 4 : ............. Kedua belah pihak berdasarkan dokumen-dokumen yang secara langsung mendasari pembuatan perjanjian ini : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..... Sampai dengan …………... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.............pasal sebagai berikut : Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 : : : Pekerjaan : Pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb....... Harga Pekerjaan : Rp... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ....... Nomor . Nomor : …………..... tanggal 31 Desember ………… dengan Kode Satuan Kerja..........bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. tanggal .

.. Segala biaya yang timbul sebagian akibat pembatalan surat perintah kerja menjadi Beban Pihak Perusahaan Demikian Surat Perintah Kerja ini di buat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap... SPK ini dapat digunakan untuk pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb. Jadi tidak perlu menggunakan Surat Perjanjian. Tentang PEKERJAAN PENGADAAN PERSONAL KOMPUTER DAN MESIN PRINTER PADA KANTOR………………………………….. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan secara keseluruhan pekerjaan tersebut pada Surat Perintah Kerja ini dan di terima baik oleh Pihak pertama yang dituangkan dalam Berita Acara Pembayaran Pekerjaan atas dasar berita acara dan pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan yang di buat dan ditanda tangani oleh panitia pemeriksaan dan penerimaan barang dan jasa.... yang pengadaannya jumlahnya relatif kecil. terdiri 4 (empat) asli bermaterai cukup. dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak. untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya... Pasal 5 : SANKSI PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari harga borongan pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan pekerjaan...... Jika keterlambatan sudah dalam jangka waktu maksimal maka perusahaan dikenakan denda sebesar 5 % (lima persen) dari nilai harga borongan dan PIHAK PERTAMA berhak membatalkan secara sepihak atas Surat Perintah Kerja dimaksud. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor ………………………...BANK……….. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Mengetahui/Menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran Nb..... ………………………………………………… .

... dengan segala perubahannya... Nomor ............ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. Nama NIP Jabatan Alamat : ................. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara........................................... tanggal ...... tanggal ……………… bulan …………………...................................... tanggal .... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA... Nomor . Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... (kalau ada) Surat Keputusan . : .... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..................... ..................... tanggal .................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. Nama Jabatan Alamat : ...... : ...................Pada hari ini ............ 2............... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ............... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. tanggal ............. tanggal .................................I/ Pemerintah Daerah ................. tanggal .... ……………........................... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.... Nomor .....................tahun dua ribu ....... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.............tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti...... Surat Penawaran harga Nomor ..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......

Apabila setelah diberikan Surat Teguran ternyata tidak ada upaya perbaikan. Pasal 2 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan: 1.. Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor . dan apabila ditemukan adanya penyimpangan (tidak sesuai Surat Perjanjian) maka PIHAK PERTAMA akan memberikan Surat Teguran kepada PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA berhak membuat evaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan PIHAK KEDUA. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN 3. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan atau Ketentuan Teknis yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran – saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya.. 4. PIHAK PERTAMA akan memutuskan secara sepihak Surat Perjanjian ini dengan PIHAK KEDUA. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA.. 5. 2. .Pasal 1 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor ………………………………… sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya.. 2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut Pasal 1 dalam Surat Perjanjian ini adalah 5 (lima) hari kalender sejak penandatanganan kontrak sampai dengan pekerjaan selesai diserahkan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara... PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua peraturan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan RKS Nomor:………………… tanggal ………………………… Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN 1.

. pemogokan. Pasal 5 BIAYA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. 4. 2.(………………………………………. Pasal 6 SANKSI 1. Semua pembayaran akan d selesaikan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dari Bendaharawan ………………………………………………… Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. 6. 5. ………………. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 7 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 6.Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. apabila prestasi pekerjaan selesai 100 % dengan baik dibuktikan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dari Pengujian Barang oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. 2. 3.) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus. setelah mendapat peringatan/tegoran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan tegoran tersebut. . Pembayaran dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kas Daerah …………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah ( Fixed Price) termasuk pajak sesuai kententuan yang berlaku.. banjir dan sebagainya ) peperangan.

Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. . ditambah lagi seorang diluar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. harus diberikan jaminan bahwa barangbarang tersebut asli (original) baik software maupun hardware dan bertanggung-jawab atas tuntutan hak cipta/merk/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak serta menjamin pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan Force Majeure. Pasal 10 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung sejak. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 8 GARANSI Terhadap barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA seperti tersebut pada Pasal 2 ayat 1 diatas. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. PIHAK KEDUA. bulan dan tahun tersebut di atas. pada hari. .. tanggal. PIHAK PERTAMA. NIP. ………………………………….. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……….. pada hari dan tanggal tersebut di atas... …………………………………. ……………………………. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. …………………………………. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.

. Deskjet 656 C Inkjet Printer 6ppm in black & 3ppm in color Optional photo quality colour eith photo cartridge 100 sheet tray PCL level 3 512kBytes built in RAM and 32Kbyte receive buffer USB interface 1000 page duty cycle Terbilang : ………………………………………………………………… ………. ……………………………….. ………………………………. PIHAK KEDUA.LAMPIRAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor : …………………………. PIHAK PERTAMA. …………………………………. Pengadaan Mesin Printer 4 Unit Merk : HP.. ……………… Jumlah PPN 10% TOTAL ………………..5” 1. ……………... JUMLAH HARGA (Rp) ……………… ….. ……………………………. …………………………………. ……………….44 MB FDD Scroler Mouse 107 Keys multimedia keyboard 15” monitor VOLUME 4 Unit HARGA SATUAN (RP) …………………. 2 …………………. .. Tanggal : ………………… NO 1 SPESIFIKASI Pengadaan Personal Komputer Merk : Wearnes Premiere 6828 Pentium IV 1...7 GHz Chipset SIS 650 256 MB SDRAM 20 GB HDD Realtek 8139 onboard 10/100 Mbps Ethernet 3.

...... tanggal ……………… bulan …………………................................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...................... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENERATOR SET SERTA PERLENGKAPANNYA PADA GEDUNG ………………………………........ …………….........tahun dua ribu ...... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............Direktur NIP...I/ Pemerintah Daerah .................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........................................ tanggal ............. Nama NIP Jabatan Alamat : ........... Nomor ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... : ................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini..... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... dengan segala perubahannya... Nomor : ………………………… Pada hari ini .......... 2............ Pasal 1 Tugas/Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA.............. Nama Jabatan Alamat : ........ dan PIHAK KEDUA menerima tugas/pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung ....................................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.. : ............. tanggal ... Nomor ................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............................ PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set Serta Perlengkapannya untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.............

2. 2. tanggal……………………… Pasal 2 Ketentuan dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. tanggal…………… 5.. . Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan Nomor : ……….. Surat Penawaran Harga Nomor :……………… tanggal ……………….. 4.. 3... Dokumen Pelelangan Umum Pasca kualifikasi Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya Nomor : …………………….. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen .... Peraturan Pemerintah lainnya yang terkait dengan pelaksanaan Kontrak ini.. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan. ……………………………………………………………………………………… Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan.. Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah pihak Pemberi Pekerjaan. dalam hal ini adalah ………………………………… bertindak untuk dan atas nama Direktur PT…………………………… Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA.…………... berdasarkan..... 6. 3. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya. 1.. seperti tertera pada Lampiran Surat Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ……………………………….. 2...………………………………………………… Tahun Anggaran ……………. Pasal 4 Syarat-syarat Umum 1.. Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini...... Pasal 3 Itikad Baik 1. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. 4. Tanggal………………….... dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak..………………. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. 5..

mutu. sebagai berikut : . Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga borongan/kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp. Tahun Anggaran ……………. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten.Tahun Anggaran 2007. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung …………………. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah Surat Perjanjian/Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………………………………………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan 1. 2. ……………………………………………………(dengan huruf). adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Lampiran Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang Nomor :……………………tanggal…………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. dan pengujian pekerjaan yang dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA.. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama.7. Pasal 9 Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syaratnya Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. termasuk perhitungan-perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No………………… tanggal 31 Desember ………………. pengoreksian. hak cipta dan merk. MAK : ……………………………. jenis. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat I diatas.. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. ……………………………………. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan diadakan pengawasan.

6. 4. 6. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20 % dari nilai kontrak Jaminan Pelaksanaan dan jaminan Uang Muka. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. Pengembalian uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua . 3. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. 2. telah menyerahkan jaminan Pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. harus dikeluarkan oleh Bank Umum.000. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : a. Faktur Pajak. d. ……………………………… = Rp. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. 3. Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan. rangkap KESATU bermaterai Rp. ……………………………………. (………………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. 5. . Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui KPPN/Kas Daerah …………………. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………………………………. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. Berita acara Pemeriksaan/Pengujian. Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. 2. diperhitungkan berangsur-angsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus).00 b. 7.belah pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka 1.1. c. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Jaminan. Nomor Rekening : ……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh).

2. 6. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. baik volume. 2) PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA 3) PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. 5) PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. 2. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. maka jaminan-jaminan yang diserahkan kepeda PIHAK KESATU disita oleh PIIIAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan termasuk sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. Hak dan kewajiban PIHAK KESATU 1) PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU.4. Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak 1. Pasal 11 Sanksi dan Denda 1. 5. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebepar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA . Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. penelitian. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA 4) PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/ barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. 3. maka untuk setiap hari keterlambatan. PIHAK KEDUA wajib membayar "denda keterlambatan" sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan.

2. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut kepada PIHAK KEDUA. Pasal 13 Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan 1. Pasal 14 Transportasi 1. Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor …………………… Tanggal …………………… PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. Pasal 15 Pemutusan hubungan Kerja 1. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. 2. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor ………………………………………………………………………………… Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/ peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. .

... PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung tanggal kontrak perjanjian ini.. 2... sehubungan dengan pekerjaan ini. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian.. maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK KESATU. Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak.. 4. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.. 3... Dalam hal demikian.. 3) PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. 2) PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sabagai diatur dalam Pasal 6 Surat perjanjian ini.... wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini.. Pasal 18 .. Jika terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini.1) 2.. Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri .... Pasal 16 Penyelesaian Perselisihan 1.

Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas . dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. tanah longsor. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) dari PIHAK KEDUA kecuali Pemerintah secara khusus mengaturnya. Pasal 21 Keadaan Kahar 1. gunung meletus. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian iini. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. 2. wabah penyakit. banjir.Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. angin topan. keadaan dimaksud adalah : 1) Peperangan 2) Kerusuhan 3) Revolusi 4) Bencana alam. 5) Pemogokan nasional 6) Kebakaran 7) Gangguan industri lainnya. P as a l 1 9 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. fax maupun telepon. Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. badai. gempa bumi.

Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. Pasal 23 Amandemen Kontrak 1. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. Jaminan Pelaksanaan. 2. 5. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia/penguji. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan. 2. Berita Acara Pemberian Penjelasan. Berita Acara Hasil Pelelangan. Running Test (Masa Percobaan) dilakukan selama 3 (tiga) hari. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada Surat Perjanjian Kontrak ini dilampirkan : 1. 2. 9. 3. perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. pengawasan. Jika terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). pesanan. 8. Apabila terjadi Amandemen Kontrak.2. 4. Pasal 26 . Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran. Pasal 24 Ketentuan Tambahan 1. Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPB). Berita Acara Pembukaan Penawaran. 10. 3. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. 6. 7. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.

... PIHAK PERTAMA …………………………………. I / 2003 ... Jabatan Pada Perusahaan …………………………….... bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas.. dalam rangkap 10 (sepuluh) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA …………………………………. ……………………………...Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. tanggal. tanpa paksaan. SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : 1901 / 91 / SIJUK... ………………………………….. dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di .. pada hari. NIP.

..................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa LCD Proyektor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.......... tanggal ……………… bulan …………………......... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini... Nomor ............. …………….. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................ Nomor ................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................ Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan barang inventaris kantor ……………………………………………………berupa LCD Projektor pada kantor ……............ tanggal .............................. : ..Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA LCD PROJEKTOR Pada hari ini ................... dengan segala perubahannya... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.............. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia...................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA......................................... 2.... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. : ..I/ Pemerintah Daerah ............adalah sebagai berikut : .. tanggal . Nama NIP Jabatan Alamat : ...........tahun dua ribu ........................................ Nama Jabatan Alamat : .....

TRUV. C-TICK.A. ICES-003 * Power –AC 100/ 240 V ( 50/60 Hz) * Power Consumption Operational – 350 Watt Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANA LCD Volume 1 unit Waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang inventaris berupa LCD projector pada Kantor ……………… harus diselesaikan tidak lebih dari 5 (lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat perintah Kerja tanggal……… atau selambat-lambatnya tanggal………………… jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seizin PIHAK PERTAMA .No 1 Spesifikasi PENGADAAN BARANG INVENTARIS BERUPA PROJECTOR Merk : INFOCUS LP 650 * Device Type – DLP Projector * Built. GOST.EN55022.800 : 1 * Lamp Tipe – UHP 250 Watt ( 2000 hour ( s ) ) * Video Input – NTSC. SECAM. NOM.CSA.3 lbs * Image Brightenes – 2500 ANSI lumens * Max Resolution – 1024 x 768 * Tecnology – Digital Light Processing ( DLP) * Color Support – 24 bit ( 16.8 in x 4. HDTV * Audio Output – Speaker (s) – integrated * Sound Output Mode – Stereo 2 Watt * Input Device – Remote Control * Compliat Standards – UL.7 M color) * Image contrast Ratio.3 in * Weight – 9.in Devices – Stereo speakers * Dimensions ( Wx D x H ) – 13. FCC. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak. PAL.

.......... Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan /barang yang ditolak tersebut.. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan/ barang tiba di lokasi. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari ..Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ..... harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan atau barang yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan atau peralatan /barang yang cacat..

huru-hara. banjir dan sebagainya ) kebakaran. pemotongan . kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat .lambatnya 1 ( satu ) minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA Peralatan atau barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan dari tuntutan hak cipta/merk/paten/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak dan menjamin atas pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-Penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan Pekerjaan tambah kurang atau hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa.keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (Klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 JAMINAN Apabila peralatan / barang yang diterima di lokasi dalam keadaan rusak. peperangan. cacat.

. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrasi Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta.. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan pengadilan Negeri. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………….atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………... Pasal 12 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. tanggal ……………. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini Pihak kedua tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. tanggal ……………. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. tanggal ………………. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………. tanggal ……………... tanggal ……………. . Pengumuman Hasil Pelelangan Nomor : ……………………….

Direktur ……………………………. pada hari. ………………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. tanggal. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) ……………………………. ………………………………….... …………………………………. …………………………………... setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ……….Berita Acara Evaluasi.. tanggal … Nomor : Pasal 13 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak.Nomor : ……………….. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. PIHAK PERTAMA. tanggal ………….. Penawaran Harga Nomor : ……………. …………………………………. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. ..pada hari dan tanggal tersebut di atas PIHAK KEDUA.. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian Surat perjanjian ini dibuat dalam 7( tujuh) rangkap 3 ( tiga) rangkap asli dan 4 (empat ) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. tanggal ………………. bulan dan tahun tersebut di atas. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. NIP. tanggal ………………………… 12. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ……………………………….

... …………….......... KOMPUTER PC + PERLENGKAPANNYA............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama . DENGAN ………………………………………………………. tanggal . Nomor ...................……………………………......................tahun dua ribu .... Tanggal : ... tanggal ……………… bulan ………………….............. : ............ DATA STRORED (USD).......... RECORDER DIGITAL.........SURAT PERJANJIAN PELAKSANA PEKERJAAN Nomor : …………………………………...... Nama NIP Jabatan Alamat : ...... TENTANG PENGADAAN FILING CABINET............ LAPTOP ANTARA ……………………………………………………….............. TUSTEL................ Pada hari ini ...................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......

..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. Digital Recorder...Pemerintah R. Tustel.. : ...................... tahun anggaran ……… nomor ……………………… tanggal …………………………………… 2) Surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Nomor ……………………………..I/ Pemerintah Daerah .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembelian dan Pengadaan Barang dan Jasa ………………………………………….. komputer PC + Perlengkapannya. Pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.. Data Stored (USB).... 4) Berita Acara Negosiasi Harga Nomor : ………………………......... Tanggal ………………. tanggal …… ………… 5) Surat Penetapan Penunjukan Nomor : …………………… …. tanggal . tahun anggaran …………..... sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1 tersebut diatas meliputi : ......... Data Stored (USB)... Nomor ..... Tustel.... tanggal ………………………....... Laptop tersebut merupakan pelaksanaan kegiatan yang tertera dalam DIPA ………………………………………........................ dengan segala perubahannya............. …………………………………........ Komputer PC + perlengkapannya... Digital Recorder. 6) Surat Perintah Kerja Nomor : ……………………………... tustel............ Laptop........... Nomor…………… tanggal …………………………….. Komputer PC + Perlengkapannya. perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2...... Data Stored (USB).... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. 3) Surat Penawaran Harga : No..tanggal ……………………………..... Pasal 2 MAKSUD DAN TUJUAN Lingkup perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet..... Kedua belah pihak berdasarkan : 1) DIPA ………………………….. Nama Jabatan Alamat yang selanjutnya dalam : ....... Lapptop.. dengan Ketentuan seperti yang tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan melaksanakan pekerjaan tersebut untuk PIHAK PERTAMA..... Dengan ini kedua belah pihak telah bersepakat dan menyetujui untuk mengadakan perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet... Digital Recorder.......

dan harga tersebut dalam perjanjian ini adalah tetap dan tidak berubah.Pekerjaan Pengadaan Filling Cabinet sebanyak 3 (tiga) unit. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan barang/hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA seperti dimaksud dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini dan dibayar melalui KPPN/Kas Daerah ………………… dengan cara pemindah bukuan kepada Bank . jumlah. maka PIHAK KEDUA Wajib mengganti dan atau melengkapinya terlebih dahulu. Komputer PC + Perlengkapannya. baik dan benar serta dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Digital Recorder. Data Stored (USB) sebanyak 3 (tiga) unit. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan keseluruhan barang sesuai dengan permintaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kalender sejak Surat Perintah Kerja ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pada waktu penyerahan barang-barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. terlebih dahulu harus diadakan uji coba dan pemeriksaan oleh penerima barang dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang. Laptop sebanyak 2 (dua) unit dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan harga . Barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus dalam keadaan baru. termasuk pajak-pajaknya. Tustel. (dengan huruf). Pasal 5 TEMPAT PENYERAHAN Barang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA di lokasi …………………………………………(Sebutkan nama kantornya serta alamat yang jelas) …………………………………………………………………………………………………………………… … Pasal 6 CARA PEMBAYARAN Pembayaran dilaksanakan sekaligus. 2. Apabila terdapat penyimpangan atau kekurangan jumlah peralatan sehingga tidak sesuai dengan pesanan PIHAK PERTAMA. komputer PC + Perlengkapannya sebanyak 2 (dua) unit. Tustel sebanyak 5 (lima) unit. sebesar Rp. ………………………. Pasal 4 WAKTU PENYERAHAN 1. PIHAK KEDUA diharuskan memberikan petunjuk/cara pemakaian kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA wajib menanggung segala biaya yang timbul karena kegiatan diatas. Data Stored (USB). Pasal 3 HARGA BARANG Harga borongan pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir . ……………………… (dengan huruf). Laptop sesuai Pasal 2 perjanjian ini adalah sebesar Rp.

.. Kenaikan harga barang yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan pengadaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA....... atas nama PT/CV/Firma/Koperasi . . Pasal 7 PAJAK-PAJAK Semua pajak-pajak yang timbul akibat dari perjanjian ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sepenuhnya.. Pasal 10 SANKSI-SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan seluruh kegiatan dan atau penyerahan barang tidak dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada pasal 4. kecuali terdapat kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter.. Denda sebagaimana dimaksud diatas dikecualikan apabila PIHAK KEDUA mengalami Force Majeure....... Pasal 8 MASA GARANSI PIHAK KEDUA memberikan masa garansi atas barang-barang yang diserahkan sesuai dengan kondisi umum yang berlaku sejak barang-barang yang diserahkan seluruhnya dengan baik dan lengkap dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. khusus untuk pekerjaan borongan... Pasal 11 PERUBAHAN HARGA 1....... 2. yang diumumkan secara resmi dan diatur dalam Peraturan Pemerintah... …………………………………….. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan atas kenaikan harga barang... maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 /00 (satu permil) setiap hari keterlambatan atau maksimum sebesar 5% (lima persen) dari total harga dan dibayarkan sekaligus pada saat pembayaran.....…………………………………………………………… Nomor Rek..

Peraturan Pemerintah dibidang ekonomi dan moneter. 3. dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. oleh kedua belah pihak secara musyawarah. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini demikian pula perubahan-perubahan yang dianggap perlu oleh Kedua Belah Pihak. 2.Pasal 12 FORCE MAJEURE Hal-hal yang termasuk Force Majeure dalam perjanjian ini adalah : 1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama-sama memilih tempat kedudukan yang tetap pada Kantor Pengadilan Negeri …………………. yaitu : Seorang wakil PIHAK PERTAMA. Adanya haru-hura/perang atau kekacauan yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. Seorang wakil PIHAK KETIGA yang ditunjuk oleh dan atau dengan persetujuan wakil-wakil kedua belah pihak. Pasal 15 PENUTUP 1. dan akan dituangkan dalam satu addendum yang merupakan suatu kesatuan. dan dinyatakan berlaku dan sah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada .. Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dalam rangkap secukupnya. Jika dengan cara musyawarah tidak dapat dicapai suatu penyelesaian. 3. 4. maka akan dibentuk Panitia Penyelesaian Perselisihan (Arbitrasi) yang terdiri dari 3 (tiga) orang. Pasal 13 PERSELISIHAN DAN DOMISILI 1. Kejadian lain diluar kekuasaan/kemampuan manusia dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 2. Bencana Alam atau keadaan cuaca yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Untuk penyelesaian perselisihan ini. Seorang wakil PIHAK KEDUA. Pasal 14 LAIN-LAIN Segala perubahan berkenan dengan isi serta maksud surat perjanjian ini dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Perselisihan dibidang teknis dan diluar bidang teknis akan diselesaikan. akan diatur dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini dan dianggap sah setelah disetujui oleh Kedua Belah Pihak. 2.

tanggal. dan selebihnya diperuntukkan bagi instansi-instansi yang berkepentingan dalam Surat Perjanjian ini. 3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA masing-masing menerima satu berkas asli. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .hari. Surat Perjanjian ini sah dan mengikat kedua belah pihak serta berlaku terhitung sejak tanggal ditandatangani bersama. bulan dan tahun sebagaimana diuraikan diatas.

Tahun …………………………….. Pada hari ini.. Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. ……………………. : ………………………………………. Digital Recorder. : ………………………………………. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……. Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. (dengan huruf). : ………………………………………. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. Data Stored (USB).. Digital Recorder. sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk Pengadaan Filing Cabinet. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………. …………… tanggal ………………………….SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. Laptop dan tustel adalah sebesar Rp.. Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp …………………….. Laptop.. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah ……………………. dan tustel yang jumlah.. . komputer PC + Perlengkapannya. Paling lambat dalam jangka waktu 20 9dua puluh) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini.. oleh Notaris ……………………. Berdasarkan Keputusan …………….. Tanggal ……………………… Harga Pengadaan Filing Cabinet. Nomor : ………………….. : ………………………………………. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. komputer PC + Perlengkapannya.. Yang berkedudukan di ……………………………………….. untuk keperluan Kantor …………………………………………………. 2... tanggal ……………. (dengan huruf). Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. Data Stored (USB).. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen . maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. ……………………………….. Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA..... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan. tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga.………………………………….

............. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.. 2... dengan segala perubahannya.............. …………….......... Nomor ..... Nama NIP Jabatan Alamat : ....I/ Pemerintah Daerah ...............tahun dua ribu ....... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............................................................................................................................ Pengadaan peralatan ……………………… tersebut diserahkan dan dipasang di kantor 3.. : .. : ................. 2.... tanggal .................... Nomor ............................... dan menyerahkan barang dalam keadaan baru dan ..... Kedua belah pihak dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa pengadaan peralatan alat pengolah data dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1.... menyelesaikan...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut untuk melaksanakan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell OPTILEX 170L Small Micro Tower............. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan............... Pada hari ini ... tanggal ……………… bulan …………………............................ Nama Jabatan Alamat : ...........KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA (KPBJ) PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA 5 (LIMA) UNIT DELL OPTILEX 170L SMALL MICRO TOWER Nomor : …………………………………… Tanggal : ………………………….... tanggal ....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..

. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Pengadaan Alat Pengolah Data. Negosiasi Teknis dan Harga f. Pasal 4 . c. Surat Usulan Calon Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………………. Surat Jaminan Pelaksanaan 2. kontrak Lump sum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh peralatan tersebut dalam Pasal 1 dalam batas waktu tertentu. Keputusan Presiden RI Nomor : 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. tanggal …. Klarifikasi. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………… tanggal …………………… e. Surat Penawaran Harga Nomor : …………………………. tanggal ……………… c. b. Keputusan Presiden RI Nomor : 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta Lampiran I dan II. Berita Acara : Penjelasan Pekerjaan Pembukaan Surat Penawaran Harga Evaluasi Surat Penawaran Harga Evaluasi. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia barang/Jasa.asli serta mengganti barang-barang yang diserahkan apabila ada yang rusak dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pelelangan. Dasar kontrak pengadaan peralatan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : …………………… tanggal ……………………… b.. dengan jumlah yang pasti dan tetap. Pasal 2 DASAR KONTRAK DAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Dasar dan spesifikasi teknis yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini yaitu : a. Pasal 3 JENIS KONTRAK Jenis kontrak yang digunakan adalah Kontrak Lump sum.………………… d.

b. Amandemen bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 4) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan. a. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA 1) Memeriksa dan menguji coba pengadaan peralatan yang dilaksanakan dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA 2) Memilih laporan-laporan secara periodik mengenai pengadaan peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. pelaksanaan 3) Membayar harga peralatan sesuai dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK Hak dan kewajiban para pihak adalah ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan kontrak. peralatan 2) Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut.AMANDEMEN KONTRAK Amandemen kontrak adalah ketentuan mengenai perubahan kontrak. Perubahan jadwal pelaksana pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. 3) Melaporkan pelaksanaan periodik kepada PIHAK PERTAMA. perubahan kontrak dapat terjadi apabila : Perubahan pekerjaan disebabkan oleh suatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. pengadaan peralatan tersebut secara . Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA 1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan tersebut pada pasal 1 sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

4. PIHAK KEDUA diharuskan menyediakan layanan purna jual terhadap peralatan yang dipesan pada pasal 1 diatas..(kantor PIHAK PERTAMA) 7.. untuk pengadaan peralatan tersebut diatas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 8. 2. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya... Pasal 6 TANGGUNG JAWAB DAN JAMINAN HUKUM HASIL PEKERJAAN 1... Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dan ketepatan waktu penyerahan/pengiriman barang merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA..... Pengadaan dan penyerahan peralatan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis yang telah ditentukan.. 5. . Pengadaan Peralatan tersebut pada pasal 1 diatas harus dilaksanakan sendiri oleh PIHAK KEDUA dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke kantor .4) Melaksanakan dan penyelesaian pengadaan peralatan tersebut sesuai dengan jadwal penyerahan barang yang telah ditetapkan. 3.. 5) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA.. 9. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi teknis dan persyaratan yang telah ditentukan. untuk 6) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu penyerahan barang yang telah ditetapkan... PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 6.. PIHAK KEDUA harus menjamin kepada PIHAK PERTAMA bahwa barang yang diserahkan tidak melanggar hak atas kekayaan intelektual sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus sesuai dengan standar yang telah disebutkan dalam spesifikasi teknis pada pasal 1 diatas....

Apabila peralatan yang diserahkan setelah melalui pengetesan/pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan maka PIHAK KEDUA wajib mengganti tanpa berhak menuntut kerugian. 5. 4. Waktu penyerahan barang tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. . dengan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. Pasal 7 PERALATAN 1. dan PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan dimanapun yang mungkin timbul. Setelah peralatan dikirim. 3. Jika peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. Tidak tersedianya peralatan di pasaran.10. Pasal 8 JANGKA WAKTU PENYERAHAN BARANG 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala klaim atau tuntutan sehubungan dengan hal tersebut pada ayat 9 pasal ini. Peralatan yang dipesan oleh PIHAK PERTAMA dan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan peralatan ini harus diserahkan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan dalam penyerahan barang. maka PIHAK KEDUA harus mengganti peralatan tersebut. 2. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum kontrak). serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. PIHAK PERTAMA berhak menolak peralatan yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA. peralatan diuji coba oleh PIHAK KEDUA disaksikan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 9 UJI COBA PERALATAN 1. Jangka waktu penyerahan barang ditetapkan selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani diatas Materai dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa 2.

2. Apabila pengoperasian peralatan tersebut memerlukan keahlian khusus maka harus dilakukan pelatihan kepada PIHAK PERTAMA oleh PIHAK KEDUA, biaya pelatihan termasuk dalam harga peralatan yang dipesan. 3. Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, maka PIHAK KEDUA memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Jaminan Pelaksanaan : a. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan selamat-lambatnya pada saat Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini ditanda tangani. Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh Bank Umum atau berupa Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program surety Bond. Besar nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga kontrak atau sebesar Rp ………………….. (dengan huruf) b. Surat Jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini, diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, setelah seluruh barangbarang diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. c. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa Jaminan Pelaksanaan menjadi Milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA , bilamana terjadi Pemutusan perjanjian dengan memperhintungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatangan Kontrak Pengadaan Barang /Jasa ini sampai dengan 14 hari (empat belas) hari setelah kontrak berakhir. e. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 pasal ini, maka PIHAK PERTAMA dapat Membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang pelelangan. f. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang Pelelangan, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a Pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka : a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Jaminan Uang Muka berupa surat jaminan umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai dengan ayat 1.a pasal ini) sebesar

20% dari harga barang/nilai kontrak atau sebesar Rp. ……………. (dengan huruf) b. Jaminan uang muka tersebut pada ayat 2.a pasal ini, akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal 12 kontrak pengadaan barang/jasa ini. c. Dalam surat jaminan uang muka tersebut ayat 2.a pasal ini, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi Pemutusan kontrak, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam ayat 2.a pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. Pasal 11 HARGA BARANG / NILAI KONTRAK

1.

Harga barang atau Nilai Kontrak atas pengadaan peralatan tersebut dalam Pasal 1 adalah sebesar Rp. ……………………….. (dengan huruf) merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price) dibebankan pada DIPA Kantor ……………………….. Tahun Anggaran ……… Nomor : ……………… tanggal ………………………………… 2. Dalam Harga / Nilai Kontrak tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 12 CARA PEMBAYARAN 0 Pembayaran harga barang/nilai kontrak pada pasal 11 tersebut diatas dilakukan secara bertahap dengan sistem dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan diatur sebagai berikut : Pembayaran Pertama berupa : Uang Muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% dari harga barang/nilai kontrak yaitu : 20% x Rp. ………………………….. = Rp. ……………………… (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan Jaminan Uang Muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 ayat 2.a

Pembayaran Kedua : Sebesar 100% dari harga barang/nilai kontrak dikurangi 100% nilai uang muka setelah seluruh peralatan yang dipesan terpasang dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang disetujui dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak, pembayaran menjadi =100% - (100% Uang Muka) = 100% - 20% = 80% x Rp. ………………… = Rp. ……………………… (dengan huruf). 1 Tahap-tahap pembayaran harga barang/nilai kontrak tersebut dalam ayat 1 dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah ……….. dan disalurkan melalui rekening PIHAK KEDUA pada ……. Bank …………………. Rekening Nomor : …………………………. Pasal 13 KENAIKAN HARGA 1. Kenaikan harga peralatan, selama masa pelaksanaan pengadaan Alat Pengolahan Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan (klaim) atas kenaikan harga Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut, kecuali adanya kebijakan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter yang secara resmi menyatakan dari tentang adanya kenaikan harga-harga yang diakibatkan adanya perubahan kurs valuta asing terhadap mata uang Rupiah (Devaluasi terhadap nilai tukar Rupiah) yang secara resmi diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Pasal 14 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA . 2. Segala pajak sehubungan dengan Pengadaan Alat Pengolahan Data berupa: 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro tower ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 15 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) 1. Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. 2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan b. Kerusuhan c. Revolusi

3.

d. Bencana Alam : banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan. e. Pemogokan f. Kebakaran g. Gangguan industri lainnya. Apabila terjadi “keadaan kahar”, maka : a. PIHAK KEDUA menyatakan secara tertulis Kepada PIHAK PERTAMA bahwa telah terjadi “keadaan kahar”.

b.

Apabila terjadi keadaan kahar maka PIHAK KEDUA memberitahukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terjadinya keadaan kahar dengan menyertakan pernyataan keadaan kahar dari instansi yang berwenang. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut, PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. 4. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 19 dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini. Pasal 16 DENDA DAN GANTI RUGI Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa sedangkan Ganti Rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada Pengguna Barang/Jasa, karena terjadinya cidera janji. 0 1 Denda yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA : 0 Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar 1% (satu persen) dari jumlah biaya pelaksanaan pengadaan, dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan / kelalaian yang diperingatkan tersebut.

1

JIKA PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan dan menyerahkan peralatan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 8 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap hari keterlambatan, PIHAK KEDUA wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1

0

00

(satu perseribu) dari nilai kontrak.

2 Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 Pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. 3 Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2 Ganti rugi yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA : 0 Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran atas penyerahan peralatan dari PIHAK KEDUA akan dikenakan ganti rugi. 1 Besarnya ganti rugi yang dibayar PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran Kepada PIHAK KEDUA adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat ini menurut ketetapan Bank Indonesia. Pasal 17 RESIKO 1. Jika Peralatan yang dipesan PIHAK PERTAMA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA belum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 2. Jika pada waktu pemesan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut terjadi kemacetan akibat tidak tersedianya peralatan yang dipesan dan karena adanya kesalahan dari PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat keterlambatan dalam penyerahan peralatan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 3. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pengadaan peralatan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH perdata. Pasal 18 ITIKAD BAIK

1. 2.

Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak dan kewajiban yang diatur dalam Pasal 5. Para pihak setuju untuk melaksanakan kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan

Pemutusan Kontrak dapat dilakukan bilamana para pihak cidera janji dan/atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 di atas. perang saudara di wilayah Republik Indonesia. 3. keributan. 4. maka PIHAK PERTAMA wajib membayar kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. pemberontakan. 2. 5. PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia barang/jasa sudah melampaui besarnya jaminan pelaksanaan atau jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak pengadaan peralatan ini. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi. kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa maupun pelaksanaan pengadaan peralatan. 2. kekacauan dan huruhara. bencana alam lainnya sepanjang kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. dalam hal ini : a) PIHAK KEDUA dapat dikenakan sanksi yaitu 1. Pasal 19 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 1. Membayar denda ganti rugi kepada Negara. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai. Jika selama kontrak. Penghentian kontrak dilakukan bilamana terjadi hal-hal di luar kekuasaan kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang disebabkan oleh : timbulnya perang. salah satu pihak merasa dirugikan. Jika terjadi Pemutusan kontrak/ perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA . b) Dikenakan daftar hitam untuk jangka waktu 2(dua) tahun.kepentingan masing-masing pihak. 6. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas Negara. Dalam hal kontrak dihentikan. 3.

Saat penyerahan barang harus dilakukan penelitian atas spesifikasi. 4. Pasal 20 SERAH TERIMA PERALATAN 1.2. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan merupakan dilampirkan dalam surat permintaan Pembayaran. 7. kelengkapan. Kontrak dibatalkan apabila para pihak terbukti melakukan KKN. PIHAK PERTAMA berhak menolak barang tersebut dan PIHAK KEDUA harus mengganti barang yang sesuai dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kesalahan pengguna barang/jasa. 8. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. dan kondisi nyata (actual condition) dicocokkan dengan yang tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) dan/atau dokumen yang menyertai penyerahan barang. Apabila hasil pemeriksaan barang tidak sesuai dengan jenis dan mutu barang yang ditetapkan dalam Surat Perintah Kerja.sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 pasal ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Penyedia Barang/Jasa lain untuk melaksanakan pengadaan peralatan tersebut dan PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 21 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 Bila terjadi Perselisihan antara kedua belah pihak. maka akan diselesaikan melalui "Panitia Pendamai" terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas . 3. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk wakil untuk memeriksa barang yang akan diserahkan sebagai petugas pemeriksa dan menandatangani berita acara. dokumen yang harus 2. kecurangan. mutu. 5. Hasil penelitian dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. dikenakan sanksi berupa kewajiban mengganti kerugian yang menimpa penyedia barang/jasa sesuai yang ditetapkan dalam pasal 16 ayat b. dan pemalsuan dalam proses pengadaan maupun pelaksanaan kontrak.

. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di kantor Pengadilan Negeri …………………... Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri …………………… Pasal 22 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini beserta segala akibatnya.. 3. 3. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak Pengadaan Alat Pengolah Data berupa 5 (lima) unit Dell Optiplex 1701. Small Micro Tower ini telah menyetujui untuk melaksanakan kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak di .. 4. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak.Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dibuat dalarn rangkap 8(delapan) bermeterai cukup. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani diatas materai tempel oleh PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA . (sebutkan lokasi dan kotanya) pada hari dan tanggal tersebut di atas. tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak..... Pasal 23 PENUTUP 1.... yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini.Segala sesuatu yang belum diatur dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam (addendum kontrak) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan ini. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani di atas..sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak...

...... Kofe Fungsi / Sub Fungsi/ Program/ Kegiatan : Kode Sub Kegiatan / MAK : ===================================================== ....... Tahun Anggaran : 200....... Anggaran : DIPA KANTOR ......... ....PT/CV/Firma/Koperasi.. Pejabat Pembuat Komitmen Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERINTAH KERJA NOMOR : ……..../SPK/......

external Speaker Terbilang : Jumlah 5(lima) Satuan UNIT Harga (dalam rupiah) Satuan Jumlah Jumlah SYARAT : 1 Jangka waktu Penyerahan : 20 (duapuluh) kalender terhitung mulai dari tanggal .8 GHZ HT/1GB/80 GB/CD-RW/NIC10100/XP PRO+DELL 15” E152FP Plat Panel LCD MONITOR Micro Tower Black-intel Pentium IV 2. Rekening No. 3PCI. 1GB 400 MHz DDR SDRAM Memory (Max. 1 serial. NIC 10/100. CD-RW Integrated intel extreme graphic (up to 64MB) w/NO AGP Slot.8 GHZ HT 1 MB Chase.Kepada : PT/CV/Firma/Koperasi 0000000000000000 Alamat : Rekening pada Bank NPWP : : Bank ……………………………. 1 pararel. DELL 15 E152FP Flat Panel LCD Monitor. ===================================================== Kami mengharapkan kepada saudara agar dapat mengirimkan/menyerahkan kepada kami barang-barang tersebut dibawah ini : NO NAMA BARANG ALAT PENGOLAH DATA BERUPA : Dell Optiplex 170L Small Micro Tower Pentium 4 2. 6 USB Keyboard & mouse. 2 DIMM Slosts) Intel 865GV Chipset w/800MHz FSB Hyper Treading 80GB HDD Ultra ATA/100 7200 rpm. FDD. 2GB. XP PRO. ……………………….

Keterlambatan tanpa dapat membuktikan terjadinya force majeure (hal=hal yang diluar kekuasaan perusahaan).(alamat jelas) Keterangan : a. Tanpa hak mengajukan kenaikan harga b. PPN 10% Pembayaran : Dilakukan setelah adanya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang telah ditanda tangani oleh Pejabat yang mengeluarkan Surat Perintah Kerja ini. c. Yang bertanda tangan di bawah ini sanggup menyelesaikan dan memenuhi dengan baik segala isi Surat Perjanjian dan syarat-syarat yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja ini. untuk setiap hari keterlambatan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dari harga/nilai Surat Perintah Kerja ini dan apabila denda telah melebihi 5% maka PIHAK PERTAMAtanpa pemberitahuan lebih dahulu berhak memutuskan surat Perintah Kerja ini secara sepihak dengan menunjuk perusahaan lainnya dan segala kerugian sebagai akibat Pemutusan Surat perintah kerja ini menjadi tanggung jawab perusahaan yang telah menandatangani Surat Perintah Kerja ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Perusahan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Harga sudah termasuk pajak . Barang dalam keadaan 100% baru dan dapat dipergunakan d.2 3 4 Surat Perintah Kerja ini Tempat penyerahan : Kantor …………………………………………….

...tahun dua ribu .. dengan segala perubahannya... tanggal ...... (kalau ada) Surat Keputusan ............. tanggal ............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... : .......................... tanggal ......................... Pada hari ini .... tanggal ......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... Nomor .. Nomor ....I/ Pemerintah Daerah . Surat Penawaran harga Nomor .......................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........................ ……………............................. : ............. tanggal ........... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... Nama Jabatan Alamat : .. Nomor : ………………………….............. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. Nama NIP Jabatan Alamat : ........................................ Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..................... tanggal ....tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) ................................ 2.... Nomor ...................................................... TAHUN ANGGARAN 200. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................. tanggal ……………… bulan …………………..SURAT PERJANJIAN KONTRAK PELAKSANAAN PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA NOTEBOOK DAN LCD PROJECTOR ………………………………………….........

.. b. pembayaran harga. Kantor . yang tertuang dalam DIPA Tahun anggaran 200.. jaminan pelaksanaan dan garansi / Jaminan purna jual. …………………… (dengan huruf) dari anggaran pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD.. ……………………. Ketentuan umum tersebut diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut : PASAL 1 DEFINISI 1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA .. yang dituangkan dalam Surat ...... g...menyetujui melaksanakan perjanjian sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal ditandatangani perjanjian/kontrak.. Perjanjian/Kontrak adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector.. Harga barang tersebut sebesar Rp. Kedua belah pihak setuju bahwa PIHAK PERTAMA membayar sesuai harga kontrak dan PIHAk KEDUA melaksanakan penyerahan barang sesuai yang diperjanjiakan.Dengan ini menyatakan bahwa : a. Pemutusan kontrak.. perpajakan..f. Kantor .... itikad baik. amandemen kontrak. Nomor ……………………….. Projector. keadaan kahar. bahasa.. d. penyelesaiaan perselisihan.. dengan syarat-syarat umum dan syaratsyarat khusus sebagai berikut : BAB I SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) Ketentuan umum terdiri dari definisi ruang lingkup pengadaan. 6. tanggal ……………………. Kontrak/perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak diatas materai Rp... dan korespondensi...... untuk keperluan Kantor.... dan hukum... keterlambatan penyerahan barang... jadwal pelaksanaan penyerahan barang.. pengawasan. c. hak dan kewajiban para pihak.. e..000.. Pelaksanaan penyerahan barang selama 15 (lima belas) hari kalender dan dimulai pada saat diterbitkannya Surat Pesanan.. Kedua belah pihak setuju mengadakan perikatan dalam kontrak pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD Projector. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector untuk keperluan kantor …………………….

. kebakaran... jadwal penyerahan barang... pemogokan.Perjanjian/Kontrak. ………………..... PASAL 6 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK . PASAL 4 JAMINAN PELALAKSANAAN DAN GARANSI/PURNA JUAL BARANG 1. yang diperjanjikan sebesar Rp. 2.. PASAL 2 HARGA Harga pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. Seperti keadaan peperangan.. (dengan huruf) dibiayai dari anggaran Kantor . 2.. 2. perubahan harga dan keadaan kahar.. …………………. Garansi/purna jual barang diberikan setelah dilaksanakan penyerahan barang yang merupakan jaminan bila adanya kerusakan atau terjadi hal lainnya pada barang yang berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak dilakukan penyerahan barang... dan atau gangguan industri lainnya.. Keadaan Kahar adalah keadaan yang merupakan suatu keadaanyang terjadi diluar kehendak atau perkiraan..... PASAL 3 PEMBAYARAN Pembayaran barang sebesar Rp. Amandemen dapat dilakukan apabila disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA. (dengan huruf) akan dilakukan sekaligus oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. Tahun Anggaran 200. Jaminan pelaksanaan diberikan sebelum penandatanganan kontrak dan diterbitkan oleh bank umum/ perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang direasuransikan kepada perusahaan asuransi..………………. setelah barang diperiksa yang dituangkan dalam berita Acara Pemeriksaan... selanjutnya diserah terimakan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Kemudian di transfer ke Rekening PT/CFV/Firma/Koperasi . PASAL 5 AMANDEMEN KONTRAK 1. ………………. kerusuhan......... dan PIHAK KEDUA Menyerahkan jaminan barang/garansi purna jual sebagai jaminan atas kualitas barang......…………………… pada Bank ……………………… Rekening No. bencana alam. revolusi. Amandemen kontrak dilakukan apabila terjadi perubahan pengadaan barang.

………………… sebesar Rp... PASAL 9 KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG Apabila terjadi keterlambatan penyerahan barang atau keterlambatan pembayaran yang merupakan kewajiban PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. 2. ketidak sesuaian spesifikasi dan tidak baiknya kondisi barang dari hasil pemeriksaan dapat dikembalikan kepada PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga kontrak atau 5% x Rp. Jangka waktu penyerahan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. . = Rp... …………………. …………… (dengan huruf).. memberikan keteranganketerangan yang diperlukan untuk pemeriksaan barang-barang yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan menyerahkan barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. ……………………... PASAL 7 PENYERAHAN BARANG 1.1. maka diatur denda sebagai berikut : 1.. Masa berlaku surat garansi/purna jual barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector. 2. PASAL 8 PEMERIKSAAN BARANG Pemeriksaan barang alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector ……………. ………………. Pihak kewajiban PIHAK PERTAMA adalah memeriksa spesifikasi dan kondisi barang dan membayar harga barang tersebut sebesar Rp. Penyerahan barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA mengalami keterlambatan/melebihi dari jadwal yang ditentukan. (dengan huruf). (dengan huruf).. ……………. Selama 1 (satu) tahun sejak barang diserahkan yang dituangkan dalam Berita Acara Serah terima Barang dari PIHAK KEDUA. adalah15 (lima belas) hari kalender mulai berlaku sejak diterbitkannya Surat Pesanan. Nomor : …………………….. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA adalah menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD Projector. Pengiriman barang tersebut menggunakan prangko kantor . Tanggal ………………….(alamat jelas) 3. dilakukan oleh Tim Pemeriksaan yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA dengan surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen....

revolusi. PASAL 12 PEMUTUSAN KONTRAK Pemutusan/pembatalan perjanjian/kontrak tidak dapat dilakukan secara sepihak. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. PASAL 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Jika selama kontrak salah satu pihak ada yang merasa dirugikan. kebakaran dan gangguan industri lainnya. pemogokan.2. Denda tidak berlaku apabila penyebab keterlambatan disebabkan keadaan kahar. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) 2. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa memperlihatkan adanya kepentingan masing-masing pihak. PASAL 14 BAHASA DAN HUKUM . PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. 3. Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. bencana alam. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah/mufakat melalui Panitia Pendamai atau Pengadilan Negeri. kerusuhan. PASAL 11 ITIKAT BAIK 1. akan diupayakan penyelesaiannya secara musyawarah mupakat. tetapi harus berdasarkan kesepakatan/persetujuan kedua belah pihak. 2. PASAL 10 KEADAAN KAHAR 1. Pembayaran (Pembuatan Surat Permintaan Pembayaran) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan. PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar.

sedang kepada PIHAK KEDUA dalam bentuk surat menyurat ditujukkan kepada ……………………………………………………………………………………………………………….Bahasa yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah bangsa Indonesia dan hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Negara Indonesia. PIHAK PERTAMA dapat melakukan penangguhan pembayaran secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan diberikan kesempatan untuk memenuhi kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian. BAB III SYARAT-SYARAT KHUSUS (KETENTUANKHUSUS) PASAL 18 ASAL BARANG Asal barang yang diadakan adalah seluruhnya buatan produk luar negeri karena barangbarang tersebut belum diproduksi dalam negeri.. PASAL 15 PERPAJAKAN Pajak Pertambahan Nilai dan pajak-pajak lainnya serta bea materai sesuai dengan ketentuan perundingan yang berlaku menjadi beban PIHAK KEDUA. PASAL 19 HAK PATEN DAN HAK CIPTA . ……………………………………….. PASAL 16 KORESPONDENSI Korespondensi dalam bentuk surat menyurat kepada PIHAK PERTAMA ditunjukkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen. BAB II SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) PASAL 17 PENANGGUHAN Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya..

dilampiri dokumen-dokumen yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari kontrak terdiri atas : 1. . 2. 3. PASAL 20 JAMINAN PELAKSANA Jaminan Pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa produk note book dan LCD projector. (dengan huruf). ……………. PASAL 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN Perjanjian/kontrak pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. Jaminan Pelaksanaan. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul bersama. Surat Keputusan Penunjukkan Pemenang Pemilihan Langsung Penyedia Barang (SKPPB). Surat Penawaran dengan lampiran-lampirannya. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak yang terdiri dari : 2. sebesar 5% dari kontrak. …………………. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.. 2. 3. PASAL 21 PEMBAYARAN 1.PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Paten dan Hak Cipta. maka perselisihanakan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Jika keputusan sebagaimana dimaksud Ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu atau kedua belah pihak. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 3. PASAL 22 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Mata uang yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah mata uang Rupiah. Pembayaran yang akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sebesar Rp. Pembayaran dilakukan dalam sekaligus setelah penyerahan barang yang dinyatakan dalam Berita Acara serah terima Barang dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

.... ... 5... 4.. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PESANAN Nomor : .......... Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan pengadaan barang ini.... tanpa paksaan dari pihak manapun di . 2 (dua) rangkap bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini................ 3.. pada hari dan tanggal tersebut diatas....................PASAL 24 PENUTUP 1... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga). kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah dikantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri.... Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya surat pesanan dari PIHAK PERTAMA... Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar... PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi. Komitmen. 2...

................... : dapat segera mengirimkan barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector.................................... : .................... pada tanggal .... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .............................. agar dapat Saudara laksanakan dengan baik dan atas perhatian serta kesediaan Saudara kami mengucapkan terima kasih PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen.......... dengan ini kami minta agar Saudara : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi.... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) . Demikian Surat Pesanan ini diterbitkan di .. dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Surat Perjanjian tersebut diatas....tanggal ...............Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen ...

.......... Surat Penawaran Perusahaan No............ tanggal ……………………… 4......... dengan segala perubahannya......... Nama Jabatan Alamat : .......................tahun dua ribu ............. Nomor ................. Keputusan Presiden No............. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) No................................. : ... tanggal ..................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............................ …………………………………………………………............... …………………………… Tanggal …………........... ..Nomor Tanggal : : PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 (DUA) atau RODA 4 (EMPAT) (Pilih yang mana mau dilaksanakan) Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DIPA …………………………………….... 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.... 2..................... tanggal .... Bahwa berdasarkan : 1...... Pada hari ini ...... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. Nomor . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 3.............. tanggal ……………… bulan ………………….............I/ Pemerintah Daerah .. 2.................... …………….............. Nama NIP Jabatan Alamat : ...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...... ………………………..................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............... : .. Dengan …………………………………………………….......

Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran No.………... 7.…………………. Tahun Anggaran ………… PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . …………………. …………………………………… 9. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran No...... 8.5. PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebagaimana tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang dan Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing).. (dengan huruf) sudah termasuk Pajak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. 6.. Surat Penetapan Pemenang Lelang No. PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak …… unit telah disepakati sebesar Rp. ………………. Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. Surat Laporan Hasil Pelaksanaan Pelelangan No. ………………… tanggal ……. tanggal ……………………………. …………………… tanggal …………………………. …………………… tanggal ………………. Dengan ini sepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal tersebut dibawah ini : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak ………... (2) Pembayaran dari jumlah harga borongan sebagaimana tersebut pada Pasal 3 ayat 1 diatas dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada Anggaran DIPA Kantor …………………………………. unit.

(1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan sebagaimana tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga borongan dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. PASAL 7 (2) (3) . termasuk diantaranya adalah Force Majeure. (2) Pembayaran dilakukan melalui ke Bank …………………………. kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp. Rekening ………………………………. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang. sampai dengan tanggal ………………………. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran sebagaimana tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui KPPN atau Kas Daerah …………. Atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………… (3) Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA. No. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat disetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. ………………… (dengan huruf) segera dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang kendaraan roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) di tempat penyerahan yang telah ditentukan. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).

Bencana Alam (gempa bumi. (2) (3) Apabila terjadi " keadaan memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA selaku pemberi tugas secara tertulis selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat betas) sejak terjadinya Force Majeur. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan kewajibannya menyelesaikan pekerjaan sebagaimana kontrak pelaksanaan pekerjaan dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan sampai saat Force Majeur tersebut. Kejadian sebagaimana huruf a. Kebakaran d. Pemogokan Umum f. Sabotase e. (6) Jika PIHAK KEDUA tidak mungkin menyelesaikan pekerjaannya karena adanya Force Majeur. sampai huruf e. (5) Jika dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya " keadaan memaksa" tersebut. tanah longsor. dinyatakan resmi oleh Pemerintah sebagai Force Majeur. PASAL 8 PEMBATALAN / PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA cidera janji dan/tidak memenuhi kewajiban . dan lain-lain). PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut.KEADAAN MEMAKSA (1) Bila dalam waktu melaksanakan pekerjaan terjadinya suatu yang dapat dianggap sebagai Force Majeur sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA harus segera melaporkan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah terjadi Force Majeur. (4) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. Yang termasuk "keadaan memaksa" adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : a. banjir. Pembayaran sisa pekerjaan didasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan. Peperangan /Pemberontakan /huru-hara) c. b.

. mediasi. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA. PASAL 11 LAIN-LAIN (1) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.. (2) Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas.. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen- ..... berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia. arbitrase. per hari dari nilai kontrak (3) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini... PASAL 10 PERSELISIHAN (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak.. (3) Proses penyelesaian sebagaimana tersebut pada ayat (1) tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (2) PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK LAIN tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. dipikul oleh para pihak. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA.dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam kontrak ini. (2) Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 0/00 (satu per seribu) rak dan setinggi-tingginya sebesar 5% (lima persen)... atau melalui pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri .. karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). konsiliasi... maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah..

dokumen perjanjian/kontrak. (2) Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK) ini dibuat dalam rangkap 6 (sesuai kebutuhan). serta mulai berlaku sejak tanggal ditanda tangani Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK).(Enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.000. PASAL 12 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6. maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas.

... Surat Penetapan Pemenang Lelang No........... 2............... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ 2.. tanggal ... tanggal ...............: … … … … … … ...................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......... Nama Jabatan Alamat : ........... Nama NIP Jabatan Alamat : ............................... Dengan ……………………………………………………... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. tanggal ……………… bulan …………………..... Tanggal……………....................tahun dua ribu .............................. ……………............ Nomor ....... : ……………………Tanggal ……………………….................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. Bahwa berdasarkan : 1......... Nomor ....... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) No...... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.................. : ...................I/ Pemerintah Daerah ..... ..... : ... Berita Acara Pembukaan Harga Penawaran Harga No.................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........ Pada hari ini ....................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : PENGADAAN BARANG ELEKTRONIK Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN ………………………………………………………….. 3..... dengan segala perubahannya............ : ……………………… Tanggal ………………………............... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...

..........Berdasarkan hal tersebut diatas PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Pengadaan Barang Elektronik dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasalpasal berikut : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut di atas.. PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan.. (2) Pembayaran jumlah harga borongan tersebut pada Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan Anggaran DIPA Kantor . Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung–jawabkan termasuk diantaranya adalah Force Majcure.. Barang Elektronik telah disepakati sebesar Rp.... PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan pengadaan Barang Elektronik tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)... PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN (1) (2) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari HPS dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA serta . dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik... Tahun 200. memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA. (dengan huruf) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. …………………....

Rekening ………………. Pembayaran dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah……………… ke Bank ……………………… No. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui Bendaharawan DIPA Kantor .. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang.n PT/CV/Firma …………………… Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA.. PASAL 7 KEADAAN MEMAKSA (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan/harga jadi........ (2) Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama. (dengan huruf) dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik di ………………(sebutkan tempat dan lokasi)... kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% ( seratus persen) dari jumlah harga borongan sebesar Rp ………………….dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang... Tahun 200.... a. (3) (2) (3) (3) ... Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). PIHAK KEDUA dapat dibebaskan dari denda keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan apabila kelambatan diakibatkan dari hal-hal atau kejadian di luar kekuasaan kedua belah pihak (force majeure) dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja ( Kontrak ). PASAL 10 PERSELISIHAN (2) (3) (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.PASAL 8 PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 di atas. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada pihak lain tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri ……………. (2) (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian Kerja ini.. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 %o (satu permil ) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan maksimal 5% (lima persen) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas dipikul oleh para pihak. PASAL 11 LAIN-LAIN (2) . maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA.

(3) PASAL 12 P E N U T U P (1) (2) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kepada kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut di atas di Jakarta.. Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen perjanjian/kontrak. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .(enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap seperlunya.000. maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6.(1) (2) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.

........ tanggal ....tahun dua ribu ...... Antara Kuasa Pengguna Anggaran DIPA …………………………………............................................ dengan segala perubahannya...... Nama NIP Jabatan Alamat : ...... 3.. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...... Nama Jabatan Alamat : .............. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......................... 2......... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..I/ Pemerintah Daerah ......................................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ................................ KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. Nomor ........ Nomor Tanggal : ………………………………. : .................. ..... Kedua belah pihak berdasarkan : 1. tanggal ……………… bulan …………………. Pada hari ini ................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... tanggal ............ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .................. …………….......................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR …………………………................ 2............ tanggal ................................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... : .......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan . Dengan ……………………………………………………………. : ………………………………........... Nomor ..

............... Surat Keputusan . ....... Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ........... 7........ Harga tersebut diatas sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku. tanggal ..... 8. …………………………… (dengan huruf). 2...... dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang dibebankan pada DIPA Kantor ………………………………….. tanggal ... ...................... Nomor ... Dokumen Pelelangan pengadaan inventaris Kantor .......... tanggal ..........tanggal .. Nomor ... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor ....... KETIGA HARGA BORONGAN PASAL 3 1..... KEDUA RINCIAN PEKERJAAN PASAL 2 Rincian Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor …………………………tersebut pada pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelelangan dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) Inventaris Kantor …………………………………………Nomor . 9. Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop........4.... PERTAMA TUGAS DAN PEKERJAAN PASAL 1 PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Alat Tulis Kantor.. tanggal . tanggal ...........tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Dengan ini bersepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini.......... 6..... Pembayaran dari jumlah harga borongan seperti tersebut pada Pasal 3 ayat 1........... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .. Tahun 200.......... 5.................. Jumlah harga borongan pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor tersebut pada pasal 1 adalah sebesar Rp.

.... KELIMA CARA PEMBAYARAN PASAL 5 Cara pembayaran harga borongan tersebut pada pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui SP2D oleh KPPN/Kas Daerah………………………..... KETUJUH KEADAAN MEMAKSA PASAL 7 .. …………………………… (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan yang dituangkan kedalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan... selaku wajib pungut pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA...KEEMPAT JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PASAL 4 PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor ....... Pembayaran sebesar 100% (seratus persen) dari harga borongan atau Rp. pada Bank ……………………...kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani.. KEENAM SANKSI PASAL 6 Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4..Nomor Rekening .... Terhadap pembayaran tersebut ayat 1 dilakukan pungutan pajak oleh bendaharawan.... 2. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggitingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya.. Kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1.....

Apabila dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat belum dapat menyelesaikan perselisihan yang ada. 3. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut.1. maka semua . maka diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat 2. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas. Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. maka berlaku ketentuan–ketentuan dalam perjanjian ini. 3. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila keterlambatan disebabkan oleh keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. 5. 2. 6. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama. maka kedua belah pihak dapat mengajukan persoalan kepada Panitia Arbitrase yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh kedua belah pihak sedangkan biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4. KESEMBILAN PERSELISIHAN / ARBITRASE PASAL 9 1. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruh tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan 2. Bilamana “Keadaan Memaksa” ditolak oleh PIHAK PERTAMA. ini. Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian pekerjaan yang telah selesai menjadi milik PIHAK PERTAMA. KEDELAPAN PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN PASAL 8 1.

3. Proses Penyelesaian dengan cara musyawarah oleh Panitia Abritase atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. KESEPULUH LAIN-LAIN PASAL 10 Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. 2. Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya 2 (dua) rangkap masingmasing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Apabila dengan musyawarah untuk mencapai mufakat melalui Panitia Abritrase tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 4. KESEBELAS PENUTUP PASAL 11 1. Surat perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas.

) JUMLAH HARGA (Rp.Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………. Tanggal : …………………………. Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN/JENIS BARANG SEBUT DAN URAIKAN KANTOR YANG DIBELI ALAT TULIS VOLUME HARGA SATUAN (Rp.) ...

... adalah sebesar Rp.. Direktur …………………………………..... ……………………………………………. bahwa PT/CV/Firma/Kop. Berdasarkan Surat Penetapan pemenang pelelangan Nomor : ………………… tanggal …………………………. …………………………………………….(sebutkan satkernya) Sehubungan dengan hal tersebut. (dengan huruf) sudah termasuk pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Nomor Lampiran Perihal : : : Surat Perintah Kerja Kepada Yth..... ... ……………………….. Jumlah harga borongan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor ……………. dengan ini kami perintahkan agar Saudara segera melaksanakan pekerjaan dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. ……………………………… ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis untuk keperluan Kantor ...

. ke Rekening PT/CV/Firma/Kop. yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. Dengan ……………………………………………………………… ....…………... Antara KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) …………………………………………. 3. 4. Penyerahan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal …………………….. Pembayaran dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran …………….2.. Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.... pada Bank . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Kerja ini... Nama Perusahaan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan Pada Perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : Tentang PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ……………………………. Ketentuan lain yang belum diatur dalam Surat Perintah Kerja ini..... diatur dan ditetapkan dalam Surat Perjanjian Kerja / Kontrak. Nomor Rekening ………… 5.. yang dilaksanakan langsung melalui KPPN …………………...

........... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya......tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Kedua belah pihak menyatakan setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu perjanjian pelaksanaan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………...... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor .......................................... Nomor . Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop.............. tanggal ……………… bulan …………………. Nama NIP Jabatan Alamat : ............. 6..... ……………........... tanggal ...... Bahwa berdasarkan : 1..... Surat Keputusan .. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......... tanggal ........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.....Pada hari ini ....... 1............... 2.... tanggal ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Nomor........................... Nomor .......... tanggal ...............tanggal . tanggal. 4. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......... dengan segala perubahannya...... : ............................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... 2...............tahun dua ribu .... tanggal ............ : ................ 5........... Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ........................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Nomor .................... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..................... Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN .... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ......... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini..................I/ Pemerintah Daerah ....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...... tanggal ................... 3....... Nama Jabatan Alamat : ............ 2...............

Sesuai rincian pekerjaan terlampir.. (2) Pajak-pajak lain yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA... termasuk diantaranya adalah force majeure..... No.... Pasal 4 JANGKA WAKTU PELALKSANAAN (1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender setelah Surat Perjanjian Kerja ditandatangani. Pasal 5 CARA PEMBAYARAN (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp....... ………………………… (dengan huruf) sudah termasuk pajakpajak. (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan melalui KPPN/Kas Daerah.. .. seperti tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)..PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan.... …………………… atas nama PT/CV/Firma/Kop .. ke Rekening Bank ………………... ……………………. Pasal 3 HARGA BORONGAN Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………….. Pasal 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………... yaitu melaksanakan Pemborongan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………….. telah disepakati sebesar Rp.

Pasal 6 SANKSI Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada Pasal 4 ayat 1. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasanalasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan seluruhnya untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum denda 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. (5) Bilamana “Keadaan Memaksa ditolak PIHAK Pertama maka berlaku ketentuanketentuan dalam perjanjian ini. Pasal 7 KEADAAN MEMAKSA (1) Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan. (2) PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan bersama. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila kelambatan disebabkan keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. (3) PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. (4) Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA Tidak memberikan jawaban. Pasal 8 PEMBATALAN PEMUTUSAN SURAT PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata .

(2) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini. maka semua pekerjaan telah selesai dan terpasang termasuk bahan-bahan yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 LAIN-LAIN Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah tidak berubah di Pengadilan Negeri ……………………………………………. . Pasal 9 PENYELESAIAN PERSELISIHAN (1) Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas dengan bukti bahwa PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan / Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. (2) Apabila dengan cara musyawarah untuk mufakat tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. (3) Proses penyelesaian dengan cara musyawarah atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

(2) Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya dengan 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .Pasal 11 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas di …………….

KEDUA : Harga borongan seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut diatas.. ………………………………………………………………. Menyatakan PERTAMA : : Menunjuk : Nama Perusahaan Alamat NPWP : : : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………………………………………….. …………………………... .. Menimbang : a. 2..SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ………………………… KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………………………………. 1 Tahun 2004 Keputusan Presiden No. 61 Tahun 2004 MEMUTUSKAN b..... 42 Tahun 2004 Keputusan Presiden No..... ……………………….. sebesar Rp... Mengingat : 1. Bahwa hasil evaluasi pengadaan barang/jasa Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………… telah dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana mestinya.. c. 3. Bahwa penetapan penyedia barang/jasa tersebut diatas telah ditetapkan dengan surat Nomor : ………………………. Undang-undang No. (dengan huruf) dinyatakan sebagai penyedia barang/jasa.. Tanggal …………………………………………………………………… Bahwa berdasarkan penetapan penyedia barang/jasa tersebut perusahaan ………………………… dengan harga Rp.... (dengan huruf) termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan dan peraturan perundingan yang berlaku....

akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.. Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja ini. tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. maka untuk setiap hari keterlambatan akan dikenakan sanksi denda yang besarnya ditetapkan sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan.KETIGA : Jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan apabila ………………………. KEEMPAT : KELIMA : Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab... pekerjaan harus sudah selesai dilaksanakan. Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini. Ditetapkan di Pada tanggal PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.... : : PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Anggaran Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..... Nama NIP Jabatan Alamat : ....... Nomor ................... Pada hari ini ... tanggal ……………… bulan …………………........ : . : ..tahun dua ribu ............................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............ dengan segala perubahannya.. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....................................................…Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.. Nomor ......I/ Pemerintah Daerah ............................ …………….................... ................ PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pencetakan Buku ................................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................................ 2...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....................................................................... tanggal .... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.............................. Nama Jabatan Alamat : ........ tanggal ...SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : Tentang PEKERJAAN PENCETAKAN BUKU ..... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...............................................................

kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.… 2.. sebagai berikut : No 1 Spesifikasi PENCETAKAN BUKU (……………………sebutkan judul buku) Jelaskan spesifikasi buku yang mau dicetak misalnya ukuran buku ……. x ……. Volume ………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. Sebelum buku naik cetak. Waktu pelaksanaan pekerjaan pencetakan buku……………………………. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak. cm kertas yang digunakan HVS ………gram dicetak berapa warna cover biasa apa lux jumlah halaman dan lain-lain berkenaan dengan buku yang akan dicetak.. harus diselesaikan tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal………atau selambat-lambatnya tanggal……………….. 3.Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pencetakan buku ………………………. Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. naskah yang telah diedit dan dikoreksi oleh PIHAK KEDUA hendaklah diperlihatkan terlebih dahulu kepada PIHAK PERTAMA untuk dikoreksi sekali lagi untuk menghindari salah cetak. Pasal 3 .

4. Segera setelah buku tiba di lokasi. 2. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti buku yang ditolak tersebut.... 6... .... Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA Pasal 6 SANKSI 1.. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN BARANG 1. 2. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah .. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak buku yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan.PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seijin PIHAK PERTAMA Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN 1... Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan 3. 3... 5....

4.2. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. 2.huru-hara. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 9 PERSELISIHAN 1. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. 5. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. peperangan. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. banjir dan sebagainya ) kebakaran. 3. .

. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. 9.. tanggal … Pasal 12 LAIN-LAIN 1. Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. Pengumuman hasil pelelangan Nomor : ……………………….2. Berita Acara Evaluasi. Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : ………………. 11. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak. . maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan Pengadilan Negeri.. tanggal ……………….. 4. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ……………………………. 3. Penawaran Harga Nomor : ……………. 7. tanggal ………………………… 12. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………. tanggal ………………. 8. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. 6... tanggal …………….. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. ………………. 2.Nomor : ……………….. tanggal ……………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………... 5. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Pasal 11 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian. tanggal …………….. tanggal …………….. tanggal ……………… 10.. tanggal ………….

PIHAK KEDUA. Pada hari ini. 3. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ……….. …………………………………... NIP.. pada hari. …………………………………. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………………….pada hari dan tanggal tersebut di atas. .2. Tahun …………………………….. : ………………………………………. …………………………………. tanggal. …………………………………... …………… tanggal …………………………. PIHAK PERTAMA. bulan dan tahun tersebut di atas.. Surat perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. : ………………………………………. Direktur …………………………….

. Harga Pencetakan buku……………………………………………. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. ……………………. dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : 1. (dengan huruf)... Tanggal ……………………… 2.. 5.. (dengan huruf). : ……………………………………….... Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA... dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah …………………….. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………. Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. 7.. untuk keperluan Kantor …………………………………………………... Yang berkedudukan di ………………………………………. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. Paling lambat dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini... Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA. 6... ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada ………………………………….Berdasarkan Keputusan ……………. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA.... Nomor : …………………. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……. Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya . 3. Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp …………………….adalah sebesar Rp.. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran.... PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan. tanggal ……………. sebagai Pencetak Buku . yang spesifikasi teknisnya sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga... oleh Notaris …………………….. 4. : ………………………………………........

.PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen . Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ....

......... ........ ketentuanketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : .. yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... ................ Pada hari ini. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop........................ yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU.. tanggal ............. Nomor .......II CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PEMBANGUNAN FISIK SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN ……………………… Nomor : Tanggal : …………….... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : ........ Jabatan Alamat Kantor : : : : ..... ....................... dan Akte Perubahan terakhir Nomor ......................... PT/CV/Firma/Kop....................... ……………... Dengan II................... ......... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala ..................... Pejabat Pembuat Komitmen Kantor .... tanggal ... Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. SH..................... dari Notaris ........... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara I....................... ..telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ........... bulan ...... Sesuai dengan Akte Notaris Nomor ............. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah .............................................. tahun Dua ribu ............ Nama NIP........................ ............ tanggal ... tanggal ......

..... Tanggal : ................... Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a....... Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ............. Tanggal : ...... serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Penjelasan Pekerjaan beserta lampiran ii............ Tanggal : ........ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor ........ Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ........ Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………………… Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Pemborongan Nomor : ............. d.......... c.............. yang berlokasi di ………………………………………………………………… PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK KESATU untuk melaksanakan. menyelesaikan........................... PIHAK KESATU memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan ………………...... Pembukaan surat penawaran beserta lampiran Hasil Pelelangan beserta lampiran Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Shop Drawings Jaminan Pelaksanaan f............... dan memelihara pekerjaan. e................. 2............... tanggal 31 Desember 200......... Pasal 2 DASAR PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1............................. b. Berita Acara : i............. ........Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1...

Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong. PIHAK KEDUA wajib mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. dan telah diketahui PIHAK KEDUA. 61 Tahun 2004 dan No. alamat …………………………………………… sebagai pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK KESATU. 3. i. g. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan pengawas pekerjaan tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/ M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. . maka PIHAK KESATU menunjuk …………………. Keputusan Menteri PU Nomor : 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. c.2. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571. f. 2. Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoerin bij aaneming van openbare werken. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN 1. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 32 Tahun 2005.. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. b. Bahan. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 2. 1. pengujian dan pengkoreksian.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan. h. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan sesuai kewenangan yang telah ditentukan. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja d. peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. j. Apabila Badan Hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 yang diperbaharui dengan KEPPRES No.…. e.

11. 8. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. Pasal 5 TENAGA KERJA 6. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK KESATU. 7. 13. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. 14. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purna jual. PIHAK KESATU berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. 12. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melakukan pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. 5. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. PIHAK KESATU berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan.3. 9. 4. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. PIHAK KEDUA harus menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. . 10. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran.

kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK KESATU. dan diserahkan kepada PIHAK KESATU selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. . Jika PIHAK KESATU meminta PIHAK KEDUA untuk memperhatikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alasan atas permintaan tersebut.1. 2. Asuransi tersebut bisa dilakukan menurut variabel jumlah pekerja yang ada di lapangan. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK KESATU akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakannya. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 8. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK KESATU dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. 6. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. 11. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 9. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. 3. 4. 12. 7. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Isian Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK KESATU. 10.

Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada Sub Kontraktor atas persetujuan PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada Sub Kontraktor atau PIHAK KETIGA. maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub Kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan Sub Kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan Pengawas Pekerjaan. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada Sub Kontraktor. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 14. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . 15. sesuai dengan bidang keahliannya. tunduk pada peraturan-peraturan perburuhan yang berlaku. baik di dalam maupun di luar pengadilan. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan Sub Kontraktor (termasuk dengan Sub Kontraktor Golongan Ekonomi Lemah) setempat. Sebelum dilakukan Serah Terima I (KESATU) pekerjaan kepada PIHAK KESATU. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada Sub Kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. maka PIHAK KESATU dapat memberlakukan Pasal 18.13.

setelah Serah Terima II pekerjaan fisik dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh PIHAK KESATU.... = Rp.. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK KESATU dalam keadaan baik.. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA.... . maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut..(dengan huruf) Surat Jaminan tersebut pada huruf a ayat 1 pasal ini.. Dalam Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dalam huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik negara dan b....... .. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian. Berkaitan ayat 2 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU Jaminan Pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat Perjanjian ini ditandatangani......... Surat Jaminan tersebut harus dikeluarkan oleh Bank Pemerintah Besar Nilai Jaminan adalah 5% dari Biaya Pekerjaan Borongan atau sebesar 5% x Rp... akan diserahkan kembali oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. kecuali PIHAK KESATU telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur dalam Perjanjian Tambahan (Addendum). maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan.Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (Serah Terima I) ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I... dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA..... Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1... Jaminan Pelaksanaan : a. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini maka PIHAK KESATU dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA, bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Masa berlaku Surat Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan berakhir berdasarkan kontrak. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan, maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. PIHAK KESATU dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan uang muka berupa surat jaminan Bank Pemerintah atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) sebesar 20% dari biaya pelaksanaan borongan atau sebesar 20% x ………………………… Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini, secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini, dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. …………………….. (……………………………………………………………………………. ) yang merupakan

b.

c.

d.

biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan pada DIPA Nomor …………………….. tanggal 31 Desember ……………… Dalam jumlah biaya, pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Volume, harga satuan pekerjaan, satuan upah dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan Lumpsum, tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Termin ke Uang muka Sebesar dari harga borongan 20% x Nilai Kontrak Atau sebesar (Rp.) Jika pekerjaan diterima telah bernilai Sudah diterima Jaminan Uang Muka dari Bank Umum/Asuransi sebesar nilai uang muka 35% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 65% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 100% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Setelah masa pemeliharaan dilampaui dengan baik yang dibuktikan dengan Berita

I

(35% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

II

(30% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

III

(30% x Nilai Kontrak)- (30% x Uang muka)

IV

5% x Nilai Kontrak

Acara Serah Terima II Pekerjaan Pelaksanaan Jumlah 100%

Tahap-tahap pembayaran di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………… sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditransfer ke Bank ………………………. Nomor Rekening ………………. atas nama PT/CV/Firma/Kop. ………………. Pasal 12 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga bahan, peralatan dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan, peralatan dan upah tersebut, kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala biaya sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung PIHAK KEDUA dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berlaku dengan pelaksanaan pekerjaan ini, dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan, hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU dengan menyebut jenis, volume dan rincian pekerjaan secara jelas. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh Kedua belah pihak, jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini.

2.

3.

Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari harga borongan yang sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Adanya pekerjaan tambah-kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan, kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Untuk pekerjaan tersebut di atas, dibuat perjanjian tambahan (addendum). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai (100%). Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

4.

5. 6.

1.

Yang dimaksud dalam “Keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu :

Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dan banjir) Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacuan (kecuali karyawan kontraktor) Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA) Keadaan Memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah. 2. Apabila terjadi “keadaan memaksa”, maka : a. PIHAK KESATU menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Apabila selama 3 hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK KESATU tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK KESATU untuk mendapat persetujuan tertulis. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU tentang “keadaan memaksa” tersebut, PIHAK KESATU tidak memberi jawabannya, maka PIHAK KESATU dianggap menyetujui adanya “keadaan memaksa” tersebut. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan / persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK KESATU. e. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan. f. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan Sub Kontraktor.

3.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK KESATU maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 7, pasal 16, dan pasal 18 dalam surat perjanjian ini.

Pasal 16 SANKSI / DENDA Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Dokumen Kontrak Perjanjian ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “denda kelalaian” sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini, maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima perseratus) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK KESATU, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata.

2. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan pemborongan ini.Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK KESATU dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK KESATU memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung tanggal Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan oleh PIHAK KESATU. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan pemborongan ini. . maka PIHAK KESATU akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK KESATU. 3. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. memperlambat Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK KESATU sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang Sub Kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK KESATU dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut pemborongan yang telah dimulainya. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk Pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

akan diselesaikan secara musyawarah. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU pada saat penyerahan 1 pekerjaan yakni gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. serta catatan. Apabila perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri di ………………. dibuat berbentuk buku harian rangkap 5 (lima) diisi pada format yang telah disetujui pengawas pekerjaan dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). maka Jaminan Pelaksanaan yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU menjadi milik negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN .. Dalam hal demikian. selama pelaksanaan di lapangan maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK KESATU. Pasal 20 LAPORAN Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK KESATU untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK KESATU foto-foto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Laporan dan atau catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. pelaksanaan.4. laporan. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan.

.... kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri di .. masing-masing untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini..Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya... Pasal 22 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. pada hari dan tanggal tersebut di atas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA..... Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………........ Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama... PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran / Barang NB : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber dari pekerjaan pembangunan fisik .

Senilai Rp. 1.4 Milyar .

.... Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : .....000000 Untuk melaksanakan pekerjaan : “Pembangunan ………………………………………….. Jumlah biaya pekerjaan pembangunan tersebut sudah termasuk PPN 10% serta pengeluaran lainnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku........tahun dua ribu ............ Yang menerima perintah PT...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........... .......... ini akan dibayarkan dari DIPA Nomor …………………....... Terbilang : ……………………………………………. ……………..... tanggal ……………… bulan …………………. meliputi pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik seperti tercantum dalam Surat Penawaran Nomor ……………............. …………………......... sampai dengan …………………… Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya............SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ………………………………..... Nama NIP Jabatan Alamat : ................ Pada hari ini ... Tanggal 31 Desember ……….................................” Yang berlokasi pada ………………………………………………………………….. 0000.. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender.................................... tanggal ……………… dengan biaya sebesar Rp... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..................... Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ...... Dengan syarat-syarat / ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Biaya pekerjaan Pembangunan …………………….... terhitung sejak tanggal ………………......... : ...000000... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2........

. Pada hari ini ................. berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………………….tahun dua ribu ....... PIHAK KEDUA PT.............. Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...000000.... PIHAK KESATU Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ...... Nama NIP Jabatan Alamat : ... PIHAK KEDUA akan melaksanakan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja dikeluarkan.. tanggal ……………... pada Kantor…………………terletak di Jalan………......SURAT PENYERAHAN LAPANGAN Nomor : …………………………………….................................. Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : ......................000000 Dengan ini menyatakan : PIHAK KESATU menyerahkan lapangan kepada PIHAK KEDUA sebagai Pelaksana pekerjaan Pembangunan ……………………………….. ................................................... …………….......................(sebutkan kotanya) ..... Demikianlah Surat Penyerahan Lapangan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. : ........ 0000... tanggal ……………… bulan ………………….... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2..............................

.... tanggal .... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... tanggal ……………… bulan …………………..................... Tanggal : …………………………………....../……/…….................. Nomor .... Nomor ............... : ………………………………….. ……………...tahun dua ribu ............ : Pengum um an Pem enang Pelelangan ... tanggal ...................... Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Renovasi Aula dan Pem buatan Lapangan Parkir............................SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir Nomor : ………/……/…...... : ............................... Nama NIP Jabatan Alamat : ...... Kedua belah pihak berdasarkan : Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en …………………………………………………………............... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ................I/ Pemerintah Daerah ................................ dengan segala perubahannya..................... Nomor : …………………………………................. Pada hari ini ......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....... Nama Jabatan Alamat : ............... Pengum um an Nomor Tanggal Tentang : ………………………………….......................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... 2... : ......

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. . Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima pekerjaan tersebut. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi sebagaimana tersebut dalam lampiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Lampiran – lampiran dimaksud adalah sebagai berikut : Gambar-gambar [termasuk gambar detail]. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dan Berita Acara Aanwijzing/Penjelasan Pekerjaan. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Pem buat Komitm en Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………. Peraturan Beton Bertulang di Indonesia Tahun 1977. yaitu untuk melaksanakan pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir pada Kantor …………………………………………. Tanggal : …………………………………. yang disyahkan dengan Surat Keputusan Pemerintahan Hindia Belanda Nomor : 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571. Diikuti semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering Van openbare werkwn. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 1971.

. Pasal 3 DIREKSI / PENGAWAS PEKERJAAN Sebagai Direksi untuk pengawas pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh …… ……………………………………. 18 tahun 2000. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam pasal 3 Perjanjian ini. alat-alat dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan pemborongan tersebut dalam pasal 1 perjanjian ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS No. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. maka mencapai tujuan perjanjian. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. tentang keselamatan kerja. jika kualitas nya tidak memenuhi persyaratan.. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gedung yang baik untuk penyimpanan bahan-bahan dan alat-alat tersebut guna lancarnya pekerjaan. 6544/D. Undang-Undang Nomor : 1 tahun 1970. Jika Bahan-bahan dan alat-alat tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA/ DIREKSI PENGAWAS pekerjaan.Se. Tidak tersedia bahan-bahan dan alat-alat. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Peraturan Pembangunan Pemerintahan Daerah setempat. kemudian menggantikannya dengan yang memenuhi persyaratan.IV/02/1998. Pasal 5 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan berjalan seperti yang ditetapkan. keahlian serta keterampilannya. Pasal 4 BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT Bahan-bahan. …………………………. dan petunjuk teknis Keppres No. Yang beralamat di Jalan ………………………. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia tahun 1961.36/A/21/0298 tanggal 10 Pebruari 1998.. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan-bahan dan alat-alat tersebut dari lokasi pekerjaan dalam jangka waktu 2 x 24 jam. PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS Pekerjaan berhak disediakan oleh PIHAK KEDUA. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 61/KPTS/1981.

PIHAK KEDUA diwajibkan menyelenggarakan program Asuransi Sosial Tenaga Kerja [Astek] sesuai dengan ketentuan dan peraturan Pemerintah yang berlaku. Kebakaran. dan berakhir tanggal …………………………… Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dirobah oleh PIHAK KEDUA. angin puyuh dan banjir]. yang secara keseluruhan berhubungan dengan penyelesaian pekerjaan ini. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa serta disertai bukti-bukti yang syah. [gempa bumi. Apabila terjadi “KEADAAN MEMAKSA”.. demikian juga pada waktu keadaan memaksa berakhir. tanah longsor. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANA Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% (seratus persen) siap yang disebut dalam pasal 1 perjanjian ini ditetapkan selama 75 (tujuh puluh lima) hari kalender terhitung tanggal …………………. Hal-hal lain yang diluar dari wewenang PIHAK KEDUA. . Menunjuk pimpinan pelaksana/Tenaga ahli ini harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Pasal 6 PELAKSANAAN PEKERJAAN OLEH PIHAK KEDUA Ditempat pekerjaan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pimpinan pelaksana yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. huru-hara. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai perbuatan oleh orang-orang yang dipekerjakan olehnya. bahwa waktu penyelesaian dapat diperpanjang. yang dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk dari PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS. Pasal 8 KEADAAN MEMAKSA Yang termasuk dalam “KEADAAN MEMAKSA” adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : Bencana alam. maka PIHAK KEDUA segera mengganti dengan ahli lain yang memenuhi syarat tersebut. Perang. Pimpinan Pelaksana/Tenaga Ahli yang digunakan oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat yang diperlukan. Pemberontakan dan Epidemi. kecuali adanya “Keadaan Memaksa” seperti diatur dalam pasal 8 perjanjian ini dan harus disetujui oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pemogokan.

maka pekerjaan perbaikan ini dilaksanakan oleh PIHAK KETIGA atas perintah PIHAK PERTAMA dengan biaya yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA diwajibkan atas perintah PIHAK PERTAMA dengan segera mengadakan perbaikan/pembetulan segala kekurangan dan cacat. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak pemberitahuan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. …………………. Dalam masa pemeliharaan. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang jaminan pelaksanaannya. …………………………………………………… Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender semenjak Surat perjanjian ini dinyatakan berlaku. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya. sejak ada pemberitahuan tersebut.Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA tidak mengindahkan perintah ini. Jaminan Pelaksanaan tersebut pada ayat 1 pada pasal ini dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA secara langsung apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini atau apabila Pemutusan perjanjian. Pasal 11 HARGA BORONGAN . Apabila terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. atau menolak secara tertulis keadaan memaksa itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam. Surat jaminan Bank tersebut dikembalikan kepada kontraktor selaku PIHAK KEDUA setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) siap. ………………………. PIHAK PERTAMA akan menyetujui. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. tentang “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan pekerjaan berupa surat jaminan Bank Pemerintah/Bank lain/Lembaga Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sebesar 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan = 5% x Rp. = Rp. Pasal 9 MASA PEMELIHARAAN Masa pemelihataan atas kesil pekerjaan selama 45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan diserah terimakan untuk pertama kalinya.

ditanggung oleh PIHAK KEDUA. alat-alat dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan borongan ini berlangsung. alat-alat dan upah terkecuali apabila terjadi tindakan/kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia di bidang moneter. Angsuran terakhir sebanyak 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan dibayar setelah pekerjaan melalui masa pemeliharaan sesuai dengan pasal 9 perjanjian ini dinyatakan dengan suatu Berita Acara Serah Terima ke – 1 antara kedua belah pihak. Pembayaran tersebut di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara /Kas Daerah ……………………. Pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dibayar 95% (sembilan puluh lima persen).. Pembayaran Uang Muka . ………………. (…………………………………………………………………………. …………………) dan merupakan jumlah yang pasti yang dibebankan kepada : DIPA : ……………………………………… Nomor : ……………………………………… Tanggal : ……………………………………… Pasal 12 KENAIKAN HARGA BAHAN-BAHAN Kenaikan harga bahan-bahan. Pasal 13 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut dalam pasal 11 diatas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Syarat-syarat pembayaran /Termyn : Angsuran termyn dibayar sesuai dengan nilai prestasi yang dilaksanakan dengan rumus sebagai berikut : Rumus : NA = [P-P’] x NB [P-P’] UM NA : Nilai Angsuran dalam rupiah P : Nilai prestasi yang dicapai dalam persen P’ : Nilai Prestasi yang telah dibayar dalam persen NB : Nilai borongan UM : Uang Muka telah Pembayaran Termin yang diperhitungkan dengan rumus tersebut pada ayat 1. Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan-bahan...a harus bernilai minimum 10% [sepuluh persen) dari jumlah borongan.Jumlah harga borongan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. khususnya untuk pekerjaan pemborongan.

hanya dianggap syah sesudah mendapat perintah tertulis dari Direksi Pekerjaan /PIHAK PERTAMA. bangunan-bangunan. Pasal 15 PENGAMANAN TEMPAT KERJA DAN TENAGA KERJA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keamanan tempat kerja/tenaga kerja. . guna menghindarkan bahaya yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan yang dilampirkan bersama ini. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan. kecuali atas persetujuan tertulis Direksi pekerjaan/PIHAK PERTAMA. ………………… = Rp.Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga borongan yaitu sebesar 20 x Rp. setelah PIHAK PERTAMA menyetujui surat permintaan uang muka dari PIHAK KEDUA dengan disertai kuitansi/rencana penggunaan dan kebutuhan serta jaminan uang muka sebagaimana ketentuan yang berlaku. dalam hal ini para tenaga kerjanya tinggal sementara di lokasi pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban. PIHAK Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. dengan menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan secara jelas. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasardasar yang disetujui oleh kedua belah pihak. bertanggung jawab/wajib menyediakan sarana untuk menjaga keselamatan para tenaga kerjanya. KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpanan – penyimpanan atau perubahan – perubahan yang merupakan penambahan pekerjaan. alat-alat dan bahan-bahan bangunan selama 75 (tujuh puluh lima) hari pekerjaan berlangsung. Untuk perjanjian diatas dapat dibuat pekerjaan tambahan (addendum). …………………………………………………………………………………………………………. …. a. maka PIHAK KEDUA diwajibkan memberikan pertolongan kepada korban dan segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibatnya menjadi beban / tanggung jawab PIHAK KEDUA. kebersihan halaman. dilakukan setelah kedua belah pihak setuju dengan cara memindahkan kedalam rekening Bank PIHAK KEDUA yaitu pada Bank ………Nomor Rekening ……………….

maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar ‘Denda keterlambatan’ sebesar 1/000 (satu permil) dari harga borongan sampai sebanyak-banyaknya 5 0/0 (lima persen) dari harga borongan. kecuali jika PIHAK PERTAMA telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. Pasal 18 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerugian yang timbul. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah akibat dari bencana atau dengan cara apapun sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan AV pasal 54 (SU) terhitung sejak tanggal penyerahan hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Bilamana PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian – kerugian bagi PIHAK KETIGA (Orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini). Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA sebagian atau seluruhnya musnah disebabkan oleh sesuatu cacat-cacat tersembunyi dalam strukturnya atau disebabkan oleh retaknya tanah. Jika pada waktu pelaksanaan pekerjaan terjadi kemacetan-kemacetan yang diakibatkan tidak masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan atau alat karena semata-mata kesalahan PIHAK KEDUA maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawan PIHAK KEDUA Segala persoalan dan tuntutan para tenaga kerja menjadi beban dan tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. atau dengan kata lain bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan ini baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 7 perjanjian ini. maka segala kerugian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.Hubungan tenaga kerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur khusus tunduk kepada peraturan perburuhan yang berlaku.

sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. Biaya penyelesaian termasuk dalam ayat 2 pasal ini. Pasal 19 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan perjanjian ini secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari sebelumnya setelah melakukan peringatan / Teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut jika PIHAK KEDUA : Dalam waktu 1(satu) bulan terhitung tanggal Surat Perjanjian ini tidak/belum mulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur pasal 1. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. akan ditanggung secara bersamaan yang sama besarnya. Dalam waktu 1 (satu) bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. tergantung alternatif mana yang akan dipilih oleh kedua belah pihak. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit.Penyelesaian perselisihan terdiri atas 2 (dua) alternatif. Memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA. putusan mana mengikat secara mutlak untuk tingkat pertama dan terakhir. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Alternatif : Jika terjadi perselisihan antara kedua belah Pihak. Untuk Surat Perjanjian ini akan ditetapkan oleh kedua belah pihak di kemudian hari. Secara langsung/tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. . sebagai ketua yang disetujui oeh kedua belah pihak. maka perselisihan ini akan diputuskan melalui Badan Arbitrase Nasional (BANI). Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri …………………. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak diterima oleh ssalah satu pihak atau kedua belah pihak. Alternatif 2 : Jika terjadi perselisihan antar kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak terdiri dari : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.

kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 22 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian Pemborongan ini atau perubahan – perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian. perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan lainnya yang berhubungan dengan Surat Perjanjian Pemborongan ini. Pasal 20 BEA MATERAI DAN PAJAK-PAJAK Bea materai dan pajak-pajak lainnya yang berhubungan dengan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan –peraturan yang berlaku. selebihnya diberikan kepada Pihak-pihak yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pemborongan ini. Jika terjadi Pemutusan hubungan Perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. gambargambar. maka Jaminan Uang Muka sebagai termaksud pasal 14 menjadi milik negara.Jika pekerjaan pemborongan ini tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Dalam hal demikian. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) terdiri dari 2 asli bermaterai cukup yang sama kuatnya untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. jaminan Bank yang telah diserahkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA akan dicairkan oleh PIHAK PERTAMA dan diperhitungkan dengan prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan PIHAK KEDUA. Pasal 23 PENUTUP . PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain atas kehendak dan berdasarkan pilihan sendiri menurut ketentuan yang berlaku untuk menyelesaikan pekerjaan pemborongan tersebut. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip.

………………………. .. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………. mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku bagi kedua belah pihak berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.. selama dan sesudah perjanjian ini berlaku bagi PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang meliputi : Penawaran Kontrak Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Rencana Berita Acara – Berita Acara Laporan harian. tanggal...Sejak ditanda-tanganinya Surat Perjanjian ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. ……………………………………. PIHAK KEDUA ……………………………………. ……………………………… ………………………. maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini dan seluruh ketentuan di dalam dokumen kontrak merupakan satu kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini termasuk segala sanksinya. Surat Perjanjian Pemborongan ini ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dan mulai berlaku pada hari. bulan dan tahun sebagaimana tersebut di atas. PIHAK PERTAMA ……………………………………. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi apabila ke dua belah pihak tidak memenuhi kewajibannya.. Mingguan dan Bulanan Dengan dan karena ketentuan Ayat (1) dan (2) pasal ini. Yang dimaksud dengan dokumen-dokumen tersebut Ayat (1) pasal ini adalah dokumen-dokumen yang ada pada saat mulai.

...... ……………......... : ..... : ................... Nama Jabatan Alamat NPWP : ............................. …………………………… PIHAK KESATU.Pada hari ini ..... …………………………… Lokasi : ………………………………………………………………………....................tahun dua ribu .... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) : Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... Waktu Pelaksanaan : 75 (tujuh puluh) hari kalender Imbalan Jasa : Sebesar Rp..... Nama NIP Jabatan Alamat 2........... tanggal ……………… bulan …………………. ……………………………………………........ ……………………………………………………....... PIHAK KEDUA... …………………………… dan …………………………… …………………………… ........... tanggal ................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.........000000 Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...................... PIHAK PERTAMA memberikan perintah kerja kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : Nama Pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembangunan Lapangan Parkir ……….... : 0000............... Ketentuan Lain : Akan diatur dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 6 (enam) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama........ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................... Tempat......000000.. : ...........

. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........ : .. 2................................................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. tanggal .. Nomor ............I/ Pemerintah Daerah .............. Nama Jabatan Alamat : .... : ................ Nomor ............ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..................................................... dengan segala perubahannya................. ……………........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............ Tanggal : ……………… Pada hari ini ...................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... tanggal .... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.............................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : ................. tanggal ……………… bulan …………………............ Nama NIP Jabatan Alamat : .............................................III CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PERENCANA SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN ------------------------------------------------------------------------Nomor : …………………………...tahun dua ribu ...........................

h. Mengadakan pelelangan seperti : membuat PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Membuat pra rancangan teknis seperti : rencana tampak. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan …………………………………………. perkiraan biaya. c. d. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. b. antara lain : a. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai Keperluannya. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. informasi . Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. dan rencana perkiraan biaya. struktur. pelaksanaan g.1 Paket lokasi kegiatan di…………… Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Aanwijzing. f.Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Membuat pengembangan rancangan teknis seperti : rencana arsitektur. e. detail utilitas. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawing). keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. (termasuk penyelidikan tanah sederhana) membuat interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah setempat / perijinan bangunan. Membuat rancangan gambar detail seperti : gambar detail arsitektur. pra rancangan bangunan termasuk program dan konsep ruang. detail struktur.

f. . Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu : a. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Tanggal : ………………………. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Tanggal : ………………………. e. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. Surat Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2003 Tentang Bangunan Gedung d. Tanggal : ………………………. c. c. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ………………………. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. b. d. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) …………………………… Nomor : ………………………. Surat Usulan Penetapan Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Tanggal : ……………………….Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Tanggal : ………………………. Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. e. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/ Jasa Pemerintah. Nomor : ……………………….

vii. h. ii. Peraturan Bangunan Baja Indonesia (PBBI) Tahun 1984. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. q. j. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. Peraturan Beton Indonesia 1971. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1997. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung antara lain : i. k. SNI 03-1729-1989 tentang Tatacara perencanaan Baja untuk gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. Pedoman Plumbing Instalasi Listrik Tahun 1997. SNI 03-1736-1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. r. i. Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) Tahun 1982. n. vi. v. Selain ketentuan tersebut diatas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.1989 tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. m. 339/KPTS/M/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengguna Jasa Konstruksi dalam Instansi Pemerintah. s.g. SNI 03-2847-1992 tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. SNI 03-1727. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia PPKI Tahun 1961. SNI 03-2410-1989 tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. l. SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03-3990-1995 tentang Tatacara Instalasi Penangkal petir untuk bangunan. iv. p. Peraturan Pembebanan Baja Indonesia PPI-RI-18-1997. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN . o. iii.

7. Konsep penyiapan rencana teknis. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari kegiatan ini dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. 8. jumlah dan kualifikasi tim perencana. termasuk konsep organisasi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan – ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. Perdata. 5. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. 4. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. 9. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN 3. Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 3 (tiga).1. . Tahap Konsep Rancangan Teknis. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH. dan tanggung jawab waktu perencanaan. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. metoda pelaksanaan. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. 6. 2. a. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Laporan data dan informasi lapangan. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan c. pemeliharaan. peralatan / perlengkapan /bangunan (bila ada). struktur utilitas. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan b. Gambar-gambar rencana tapak b. . Perkiraan biaya pembangunan d.b. Dokumen petunjuk penggunaan. dan perawatan 6. Laporan perencanaan arsitektur. 5. Konsep skematik rencana teknis. f. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. Rencana anggaran biaya (RAB) e. Gambar-gambar pra-rencana bangunan c. 3. Tahap Rancangan Gambar Detail a. a. 4. c. termasuk program ruang. b. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) e. Tahap Pengawasan Berkala Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Tahap Pengembangan Rancangan. organisasi hubungan ruang. termasuk penyelidikan tanah sederhana. dll. 2. lengkap dengan perhitungan yang diperlukan.2. Tahap Pra-rancangan Teknis a. dll. Draf rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). keterangan rencana kota. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) c. struktur. 2. Gambar Pengembangan rencana arsitektur. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Gambar rencana teknis bangunan lengkap b. Draf rencana anggaran biaya d. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) d. Tahap Pelelangan a.3 dan 4 Perjanjian ini ditetapkan selama 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan ditanda tangani di atas material dan disetujui oleh Penyedia Jasa Konsultan Perencana.

…….3. Dalam Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.... …………… (………………………………………………. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp. (……………………………………………….. Nomor Kode Fungsi. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.……. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 2. kegiatan. 1. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Pembayaran tahap kesatu sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ………………………………). .. 2. merupakan biaya yang pasti dan tetap (Lumpsum Fixed Price) yang dibebankan pada DIPA ………………………. Sub Kegiatan. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Fungsi. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanan mencapai 25%. ………………………. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Nomor : …………………… tanggal 31 Desember ………. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. Program. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. …………………………………………………………. Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara terhadap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan Tahap Konsep Rancangan teknis dan Tahap Pra-Rancangan teknis. Tahun Anggaran ……. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 4. …………… (……………………………………………….

. 5. Pembayaran tahap kelima/terakhir 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp. 2. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. . 3. ………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3.. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap ketiga sebesar 30% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.dan disalurkan ke Rekening PIHAK KEDUA pada Bank …………………………. ……………(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah ……. Nomor : ………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Pengembangan Rancangan dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 50%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Rancangan Gambar Detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. …………… (………………………………………………. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada Tahap Pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA..6. ………………………………. (……………………) dibayarkan ÿÿtelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari kontraktor Pelaksana Kepada PIHAK PERTAMA.. Pembayaran tahap keempat sebesar 5% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang 4. 6. 4.000.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp.

Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/memberikan/memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan. yang mempunyai wewenang /kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencana PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1% (satu persen) dari biaya perencanaan. Penunjukan Penanggung Jawab Pekerjaan. sehubungan dengan pekerjaan perencanaan ini. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap . PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA.cukup jumlah.

badai. . Gangguan. Kebakaran. tanah longsor. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 9 ayat 1 perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. meletus. Pemogokan. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. gempa bumi. dan angin topan. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 13 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak sehingga pekerjaan/jasa yang telah ditentukan dalam kontrak. industri lainnya. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. wabah penyakit. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam : banjir. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. gunung. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan.

setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuanketentuan Pasal 5. Apabila selama PERTAMA tidak PIHAK KEDUA PERTAMA untuk 3 (tiga) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan kahar dari PIHAK PERTAMA. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan / teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkan dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Pasal 11. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. . maka berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK mendapat persetujuan tertulis. maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan kahar. karena kelalaian PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut.Apabila terjadi “keadaan kahar”. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut.

Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Denda kumulatif telah mencapai 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam waktu satu bulan berturut-turut perencanaan yang telah dimulainya. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan perencanaan ini. Dalam hal adanya Pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pasal 15 JAMINAN HUKUM ATAS HASIL PEKERJAAN PIHAK KEDUA menjamin bahwa semua hasil pekerjaan PIHAK KEDUA yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA tidak melanggar hak patent atau hak lain yang dimiliki oleh Pihak Ketiga. memperlambat PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan di manapun yang mungkin timbul serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan.Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Jika terjadi klaim atau tuntutan lainnya sehubungan dengan hal tersebut ayat (1) Pasal ini. serta kegunaan bagi negara. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan perencanaan. seperti dalam pasal 11 ayat 3 perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menujuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersebut dalam pasal 1 diatas. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian perencanaan ini.

dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota.. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 8 (delapan) bermaterai cukup. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah Pihak.. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. . maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada Pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini.Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ………… pada hari dan tanggal tersebut di atas. beserta segala akibat hukumnya. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 18 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. kedua belah pihak telah tempat kedudukan (Domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.

.. NIP : .…………………. PIHAK PERTAMA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………….PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. Direktur …………………….

NIP : . Dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. MAK. Cara Pembayaran : Diatur dalam Surat Perjanjian.. Kegiatan.. Biaya Perencanaan ditetapkan sebesar Rp.. Keterlambatan pekerjaan tanpa dapat membuktikan terjadi force majeure (halhal diluar kekuasaan perusahaan) dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dengan denda maksimum sebesar 5% (lima per seratus) dari harga pekerjaan. Direktur ……………………. Menyetujui SPK ini PIHAK PERTAMA …………………………. Nomor Kode Fungsi. sejak tanggal konstruksi fisik (………………… ………………… Program. Sub Fungsi. Gedung Kantor dan ……………………………………………. Sub Catatan : Tanpa hak mengajukan kenaikan harga. ……………. Tempat/tgl………………………. ………………………………….sampai dengan dilakukannya serah terima pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana. Dibebankan pada anggaran : DIPA …………………………………………… tanggal 31 Desember …. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan terhitung ……………. ……………………………………………). Diperintah Kepada : Nama Perusahaan Alamat NPWP Nomor Rekening Pada Bank : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan …………………………………………….. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………...SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………………….

............... Kedua belah pihak berdasarkan : 1.... satu paket ......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. DIPA/DPA-SKPD Nomor ……………….............................................. Nomor . yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..................... Tanggal ………… Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor.I/ Pemerintah Daerah .. : ... dengan segala perubahannya.......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......................... : ................ ......................... Nomor ...............................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PRASARANA FISIK ................................................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......................... tanggal ................. tanggal ..tahun dua ribu ..................................................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............ ……………........ tanggal .............. Nama NIP Jabatan Alamat : ...... 2.................................. LOKASI : Nomor : Tanggal : Pada hari ini ............... 2................................................... dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ............ tanggal ……………… bulan ………………….. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........... Nama Jabatan Alamat : ..........

. program pelaksanaan dan rencana pelelangan... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ……………………satu paket di ………………………. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. Membuat gambar-gambar detail... yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku). 061/KPTS/1981...... menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. penjelasanpenjelasan rencana. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu: Pedoman Persyaratan /TOR (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis/Biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan... perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi Membuat rencana lengkap: rencana arsitektur.. Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan. Algemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aameming Van Openbare Werken.. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan Nomor: S . perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa. rencana kerja dan syarat-syarat.. rencana volume dan biaya...di .dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. serta penyelidikan tanah sederhana Membuat rencana tapak. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran.42 / A / 2000 ... dengan pedoman persyaratan yang telah di tetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan . rencana struktur.. Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat........ Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2004 beserta lampirannya..

PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: . Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.2/05/2000 Tanggal 3 Mei 2000 Keputusan-Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. tanggal 21 Agustus 2002. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai leveransir dari pekerjaan ini.S-2262/D. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) Tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) Tahun 1961 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia.

........ .. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/Kas Daerah ………………….. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar............ setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang. (…………………………………) yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk.. (dengan huruf).... Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak.. kepada PIHAK . Gambar-gambar termasuk gambar detail = 12 exemplar. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku... yang meliputi: Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar.. ......... ………………(dengan huruf) yang dibebankan pada DIPA... Nomor: …………………... yakni sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah fisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan... CD Copy dari gambar-gambar tersebut = I set..... tanggal………………………....PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . .. sampai dengan tanggal ………………… Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini sebesar Rp... Pembayaran kedua sebesar Rp. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran Pertama sebesar Rp. tanggal 31 Desember 200… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price)...

Kebakaran. Penunjukkan tenaga ahli harus mendapat persetujuan dari PIHAK KEDUA. TENAGA KERJA DAN UPAH Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. Peraturan Pemerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. huru-hara. Perang. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. Nomor Rekening …………… Pasal 8. Pasal 10 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan "Keadaan Memaksa" adalah peristiwa-peristiwa seperti berikut: Bencana Alam (gempa bumi.KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank…………………. akibat langsung sehingga tertundanya . keahlian dan ketrampilannya. Untuk pekerjaan perencanaan berkala harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai tenaga ahli yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk dari PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dan PIHAK KEDUA segera mengganti dengan tenaga ahli lain yang mempunyai persyaratan tersebut. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA tenaga ahli yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan maka PIHAK PERTAMA. Yang masing-masing mempunyai penyelesaian pekerjaan pemilihan ini. pemberontakan. akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. pemogokan dan epidemi. tanah longsor dan banjir).

Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA.2. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA setelah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tidak mengindahkan tugas dan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam pasal 1. demikian juga pada waktu "Keadaan Memaksa" berakhir. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian Pekerjaan Perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Surat perjanjian ini.3. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA menyetujui atau menolak secara tertulis "Keadaan Memaksa" itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan tersebut. maka akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. maka setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA akan dikenakan denda untuk setiap hari keterlambatan sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 5% (lima persen) dari biaya Perencanaan . Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan Perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang.4 dan 9 Surat Perjanjian ini. tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini.. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat "Keadaan Memaksa" tersebut. maka setiap kali melakukan kelalaian. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PEKTAMA tentang "Keadaan Memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Bilamana "Keadaan Memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 3 ayat 3. pasal 5 ayat 2 dan pasal 12 atau pasal 14.Apabila terjadi "Keadaan Memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya "Keadaan Memaksa" disertai bukti-bukti yang sah. PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelalaian sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya Perencanaan.

Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati.Denda-denda tersebut dalam ayat 1 dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. serta tidak dapat diajukan banding. apabila: PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 5% (lima persen) dari biaya pekerjaan. Jika terjadi pemutusan Perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 14.

PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat . berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar... Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini. Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. 30 juta SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut.. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini.Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini... ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. Pasal 18 PENUTUP Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak... apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajibannya.. Komitmen Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Nb : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber Dari pekerjaan Perencanaan prasarana Fisik senilai Rp. termasuk segala' sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undang-undang bagi kedua belah pihak. maka seluruh ketentuan yang tercantum.

... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan di tetapkan sejak dikeluarkannya surat perintah mulai kerja ini..tanggal..... Nama Jabatan Alamat SIUJK NPWP : : : : : ............................... 2........................................ Nama NIP Jabatan Alamat : . 0000........... selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan serah terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik......000000 Untuk melaksanakan Pekerjaan............Pada hari ini .. ............... ……………. tanggal ……………… bulan …………………......... Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No. yang meliputi seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No.....dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ............... .................... tanggal 31 Desember 200............ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2. ------------------------------------------------------------ .......................... tanggal............. Konsultan Perencana Pejabat Pembuat Komitmen 3........................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perintah Mulai Kerja ini... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan................ Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............ Dengan syarat-syarat/ ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Perencanaan Prasarana Fisik .........000000............. : ..................... . Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam berita acara penjelasan (aanwijzing).....................tahun dua ribu ......

.. Nama Jabatan Alamat : .........tanggal ................. …………………………………………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... : ............................. tanggal ........tahun dua ribu ... 2.............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........ Nomor . Nomor .................................. tanggal ……………… bulan …………………............................. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............. Nomor Tanggal : ………………………………… : ………………………………… Pada hari ini . yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA... dengan segala perubahannya................................................................................ tanggal ............................. : .................SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PERENCANAAN PRASARANA FISIK …………. LOKASI : ……………………………………………………………........ ……………..................... Nama NIP Jabatan Alamat : ...... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikat diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan Prasarana .................................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...........................I/ Pemerintah Daerah ........ …………………………………………………………..

. 4...... 2. serta penyelidikan tanah sederhana. Membuat gambar-gambar detail. .. 3. Membuat rencana tapak.... perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa.. Pedoman Persyaratan / TOR (pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis / biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan.. rencana kerja dan syarat-syarat. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. program pelaksanaan dan rencana pelelangan..... rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan. rencana struktur. Membuat rencana lengkap : rencana arsitektur.Fisik .... dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik …………………………………… satu paket ………………………………. penjelasanpenjelasan rencana... dengan pedoman persyaratan yang telah ditetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : 1.. 1... perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. rencana volume dan biaya.. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. c..... yang disahkan dengan Surat Keputusan pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku).. 061/KPTS/1981 e.. Aglemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aanneming Van Openbare Werken... d... 5...... 2004 beserta lampirannya... Keputusan Presiden Nomor 61 Th.. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan. Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan... Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : a. 2.... 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran. b..

Nomor : S – 42 / A / 2000 A-2262/D. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai levaransi dari proyek ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. 7. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1.25/05/2000 g. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. 2. Keputusan-keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002.f. j. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. 5. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. h. tanggal 21 Agustus 2002. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun 1961yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. i. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 4. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN . 6. 3.

Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1.. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini sebesar Rp... Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar.yang meliputi: 1. yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk.CD Copy dari gambar-gambar tersebut = 1 set. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Gambar-gambar termasuk gambar detail= 12 exemplar. (dengan huruf). ………………………………. 2. PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . tanggal …………………… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price). 3.. Rp. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. (dengan huruf). ………………………………. yakni. (dengan huruf). 2.. sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah pisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan . Pembayaran Pertama sebesar Rp. Pembayaran kedua sebesar Rp. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: 1. 2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar.. ………………………. 4. yang dibebankan pada DIPA Nomor: ………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (Dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak tanggal …………………… Sampai dengan tanggal …………………. Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap.

. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah………. Apabila menurut PIHAK PERTAMA.dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA pekerjaan 1. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 3. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta PIHAK PERTAMA. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pekerjaan yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk kepada PIHAK PERTAMA. baik jumlah. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup. Nomor Rekening: 00. keahlian dan ketrampilannya.000000 Pasal 8 TENAGA KERJA DAN UPAH 2. kepada PIHAK KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank …………. 3. Pasal 10 SANKSI . 3. 2. Penunjukan penanggung jawab pekerjaan. dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan dan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 4. Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat..

2. kebakaran dan gangguan industri lainnya. bencana alam. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. pemogokan. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. revolusi. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK KEDUA maka untuk setiap hart keterlambatan sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari biaya perencanaan. 3. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. Denda-denda tersebut dalam ayat I dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. .1. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4. akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. kerusuhan. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 2. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 12 KEADAAN KAHAR Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. maka setiap kali melakukan kelalaian.

2. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam Pasal I Surat Perjanjian ini.1. 3. 2. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum perdata. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN 3. 4. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 1. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. apabila: a. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. b. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. c. serta tidak dapat diajukan banding. Jika terjadi Pemutusan perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

. Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini.... Komitmen.. maka seluruh ketentuan yang tercantum... Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak. berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tempatnya sah di Kantor Pengadilan ... termasuk segala sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undangundang bagi kedua belah pihak.Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini..... Nama Jabatan pada perusahaan Mengetahui. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini... Pasal 18 PENUTUP 1.... 3. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini... ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama NIP .. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop....... Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini.. 2..

Kuasa Pengguna Anggaran... Nama NIP ...

.. Dengan syarat-syarat/ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1............ Yang meliputi pekerjaan seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No: …………………………...... Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen .........tanggal ..............tahun dua ribu .. Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA No... tanggal.... Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat Perintah Mulai Kerja ini.......bulan...........................SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : …………………………….............(dengan huruf).. ………………………………………... Pada hari ini .... : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik . tanggal ……………………… dengan harga borongan sebesar Rp...... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan ditetapkan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja ini................ Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)....... : .... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .. 3.... …………………………........ selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan Serah Terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik... PIHAK KEDUA .. tanggal ………………………………… 4. tanggal ………………………....... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan yang dibuat kemudian yang merupakan addendum dari surat perjanjian ini.... (Pembangunan Gedung Kantor) Satu Paket di ........... 5... PIHAK PERTAMA 2.............. dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi No............. …………………………………....... dengan ini memerintahkan kepada : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi.....

................................................. Komitmen... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.......................................... : ................ Nomor Tanggal : : PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI SEDANG GEDUNG .................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.............................. : .. Nama Jabatan pada perusahaan Pejabat Pembuat Nama NIP IV CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PENGAWAS SURAT PERINTAH KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. Nomor ......... dengan segala perubahannya.....PT/CV/Firma/Kop........... .............................................. tanggal ............... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2..................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................. Nomor .......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................................................. Nama Jabatan Alamat : ................................ Berdasarkan surat penetapan penyedia jasa untuk konsultan pengawas nomor : ………………………............ tanggal ...........................I/ Pemerintah Daerah ........

.. .tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan di jalankan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan Mengawasi pemakaian bahan. ... kuantitas dan laju pencapaian volume / realistik fisik. (terbilang : ……………………………………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Konstruksi Fisik di lapangan mencapai 100 % dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan serta telah di terima oleh PIHAK KESATU Pembayaran tahap kedua sebesar 10 % dari jumlah biaya pengawasan yakni sejumlah Rp... dan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi Meneliti gambar – gambar Pelaksanaan yang di ajukan pemborong Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Berita Acara Serah Terima Pertama. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. memahami laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukkan hasil rapat– rapat lapangan. Cara Pembayaran Pembayaran tahap kesatu sebesar 90 % dari jumlah biaya Pengawasan sebesar Rp.... laporan mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang di buat oleh pemborong Memeriksa berita acara Kemajuan Pekerjaan untuk Pembayaran Angsuran Pemeliharaan Pekerjaan. tahun anggaran ….... Meliputi tugas...) dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir (serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik) serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan.. Pembayaran tahap ke dua dapat dibayarkan meskipun masa pemeliharaannya belum berakhir dengan catatan .…………………...(dengan huruf) Yang merupakan jumlah yang tetap dan pasti (lumpsum fixed prtice) yang dibebankan pada DIPA/DPA SKPD No……………… tanggal …………….. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecah kan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala . (terbilang ……………………………….. peralatan dan metoda pelaksanaan. Biaya Pekerjaan Pengawasan Besar biaya Pekerjaan Pengawasan adalah Rp …………………...Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : Tugas Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan pengawasan yang akan di laksanakan adalah : pengawasan rehabilitasi sedang Gedung……………………………………………………………….. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.. serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi Mengawasi pelaksanaan pemakaian konstruksi dari segi kualitas.

sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi.. Tahun anggaran…………………………….. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri setempat.bahwa PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan pemeliharaan yang diterbitkan Bank Pemerintah atau lembaga keuangan lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. ……. 322/KPTS/M/22002 tanggal 21 Agustus 2002. Jumlah denda kumulatif maksimum ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan Pengawasan PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan di kemudian hari. ke rekening PIHAK KEDUA pada Bank …………………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Nomor Rekening …………………….. Tahap-tahap pembayarantersebut diatas dinyatakan dalam Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah…………. Tanggal………………………. Keputusan Prediden RI No.80 tahun 2003 sebagaimana telah di perbaharui dengan keputusan presiden RI No. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Daftar Isian Pelaksanaan Angsuran (DIPA ) : Nomor : …………………….(terbilang : ………. 80 Tahun 2003 sebagaimana telah disempurnakan dengan Keppres RI No.. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK KESATU. SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (Tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. 64 tahun 2004 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya Surat Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar 3 0/00 (tiga permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan. 61 tahun 2004. Semua Ketentuan Dan Peraturan Serta Standar Nasional Indonesia JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan bahwa.) seperti yang diatur dalam Keppres RI( no. .

000 Jumlah Harga (Rp) 540.145.. Tanggal : . Uraian BIAYA PENGGANDAAN Laporan Mingguan Laporan Bulanan BIAYA ATK Volume Banyaknya Harga satuan (Rp) 15. No ..00 0 1.........70 1...850..200 800..000 1 2 3 12 Minggu 3 bulan 1 paket 3 3 Set Set .00 0 Jumlah Rp) 3.....0 00 1. 2..000....0 00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONEL No .000...Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari tanggal tersebut di dibawah ini dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA ..000 47.......... Uraian tugas Supervisor Harian Tenaga AdminisTrasi dan OperaTor Komputer Kualifika si STM 10 SMA 18 Kelompo k keahlian Pengawa s Operator kompute r Personil 1 1 Man Month 1. BIAYA LANGSUNG PERSONEL... 1..........00 Billing Rate (Rp) 1.. Tanggal : ……………………… PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Di ketahui Oleh : Kuasa Pengguna Anggaran Lampiran Surat Perintah Kerja Nomor : ......800 800.145..0 00 JUMLAH 4.000 424. Ditetapkan : ……………………….

.500..... Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ..... Rp......500............ kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan pengawasan pembangunan Prasarana Fisik .764...... Rp...........Jumlah 1............... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU.... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala . bulan ..........: Antara I.. ..................... Dengan ......000.........- PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.......6.............590... 4...5.. tahun Dua ribu .................. 2...... Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERJANJIAN KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK . BIAYA LANGSUNG PERSONIL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL SUB TOTAL PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Rp...telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ...980.. tanggal ....... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah .. tanggal .......909. Nama NIP...........800 1............. Rp................................. Rp........ Nomor .6................000. . Jabatan Alamat Kantor : : : : ....... .....780....800.............1..........145................ Rp......764.......................980. Nomor : Tanggal : Pada hari ini..

......... serta mengawasi ketepatan waktu.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana... pemeliharaan pekerjaan. Sesuai dengan Akte Notaris Nomor ...... kuantitas....... dengan disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut...... dan Akte Perubahan terakhir Nomor ....... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop.. laporan harian.. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan......... .. tanggal . seperti antara lain : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.. yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA..................... Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung............... .... dari Notaris ...... PT/CV/Firma/Kop. dan biaya pekerjaan konstruksi......... yaitu untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pembangunan Prasarana Fisik …………..II... Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).. SH...... mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan... Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi...... Mengawasi pemakaian bahan. dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 TUGAS KEGIATAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan.. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan....... Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala............... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : ... Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi...... .... peralatan dan metoda pelaksanaan...... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.. tanggal .... ....... diadakanlah perjanjian Pengawasan Pembangunan Fisik ......... Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran........

... tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.. SNI 03-1736-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.... SNI 0255-1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.. Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981... SNI 03-1729-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Baja untuk Gedung. SNI 03-2410-1989 .. SNI 03-1727-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong..... Nomor : Tanggal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : Tanggal : Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene Voorwarden voor de uitvoering bij aaneming van open barewerken. antara lain : SNI03-3990-1995 Tentang Tata Cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan... yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 9.. SK Menteri Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 1 Agustus 2002. tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571.. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.. tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara..Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara.... Nomor : Tanggal : 31 Desember Surat Penawaran Harga (SPH). yaitu : DIPA atau DPA-SKPD Kantor . Keputusan Presiden Nomor : 80 Tahun 2003 beserta lampirannya....... Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat..

Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan.Tentang Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. keahlian dan pengalamannya yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. SNI 03-2847-1992 Tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. yang masing-masing terdiri dari : . PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini.

Buku harian. yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA, Kontraktor Pelaksana, dan PIHAK KEDUA. Laporan harian, berisi keterangan tentang : Tenaga kerja. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah kurang. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan rapat di lapangan (Site Meeting).Gambar rincian pelaksanaan (Shop Drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaa pengawasan pekerjaan bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya . Laporan Pekerjaan Pengawasan. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini, terhitung mulai tanggal ……….. (Surat Keputusan Penunjukkan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya "keadaan memaksa" seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini, atau adanya perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp........... (dengan huruf) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan DIPA Kantor ……………… Tahun Anggaran 2005, Nomor : …. tanggal 31 Desember ………. Dengan kode kegiatan. ………………………

Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak, bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan, yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA, dengan ketentuan sebagai berikut : Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………… (Dengan huruf) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama), dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 5 % dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah ………………… (Dengan huruf) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik, serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan oleh pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel RP. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan, PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah, keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK KETIGA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA, sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/Tenaga Ahli, yang mempunyai wewenang kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA, dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan, harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA, Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat, maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Pengawas/Tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi, jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajiban sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA, 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar 1%(satu persen) dari biaya pengawasan, dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 di atas ditetapkan maksimum sebesar 10 % (sepuluh persen) dari jumlah biaya pengawasan.

Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi, kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang ditetapkan, maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasaan tersebut. Denda-denda tersebut dalam ayat I pasal ini, akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal I Surat Perjanjian ini, maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA, akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud "keadaan memaksa" dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu : Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, badai, dan banjir). Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan Kontraktor). Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Apabila terjadi "keadaan memaksa", maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi "keadaan memaksa". Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK. PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK

PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya "keadaan memaksa" tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila "keadaan memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 5, pasal 12, dan pasal 15 Surat Perjanjian ini.

Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkannya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati, karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. Telah dikenakan denda kumulatif sebesar 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan, sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini.

Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. beserta segala akibat hukumnya. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian negara. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. akan diatur lebih lanjut . Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta.Jika terjadi pemutusan perjanjian pengawasan ini. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka akan diselesaikan oleh suatu "Panitia Pendamai" yang berfungsi sebagai juri/wasit. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

.... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) ........... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermeterai cukup. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini............. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERINTAH MULAI KERJA KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK Nomor Tanggal : : Berdasarkan surat penetapan pemenang untuk jasa konsultan pengawas nomor : ………………………tanggal .............. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1... Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut di atas................................. Nama NIP Jabatan : .......dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini............... : ..................

.... Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama.............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................ kuantitas.. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.. pemeliharaan pekerjaan..... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana...... Mengawasi pemakaian bahan..Alamat : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. tanggal ... serta mengawasi ketepatan waktu..... dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2................... dengan segala perubahannya.... ........... peralatan dan metoda pelaksanaan... dan biaya pekerjaan konstruksi.................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..... : .................... Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi......... Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. tanggal ... Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala........ Nomor ..... mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.. yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong...........I/ Pemerintah Daerah ......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..... laporan harian... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi............... Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.. Nama Jabatan Alamat : ....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : TUGAS KEGIATAN Kegiatan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan…………......... Nomor .. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama.......

RKS dan segala perubahannya. tanggal … Desember …. yang dibebankan pada Proyek sesuai dengan DIPA atau DPA-SKPD …………………………………. …………. SK Menteri Nomor : 322/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002. SANKSI DAN DENDA . dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA... ………. CARA PEMBAYARAN Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah. bea meterai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung..………………………….. dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. JANGKA WAKTU Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Mulai Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjukkan olehnya. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Keputusan Presiden RI Nomor : 80Tahun 2003 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya.(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama). Pembayaran tahap kedua sebesar 5% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. Rp……………………………….BIAYA PENGAWASAN Besarnya biaya pekerjaan pengawasan adalah Rp. sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi.. Kontrak Pelaksanaan Konstruksi fisik yang meliputi gambar-gambar.… Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA.…………. (dengan huruf) yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).

maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 1% (satu persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentuan bahwa. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di …………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditanda tanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan.Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka untuk setiap hari kelambatan sebesar 3 % (tiga persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri di ………………. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen (-----------------------) (-------------------------------------) SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN .

............I/ Pemerintah Daerah .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..................... 2..... Kedua belah pihak telah bersepakat mengadakan Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pembangunan ............................................................................ Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor .................................... Nomor .. Nomor : Tanggal : Pada hari ini ................ tanggal ……………… bulan …………………........................... …………….......................................... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Penawaran Nomor .. : ... tanggal ......tanggal .... berdasarkan : DIPA Nomor ....................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....... tanggal ...............................................................PENGAWASAN PEMBANGUNAN ..... dengan segala perubahannya................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...........................................tahun dua ribu ... tanggal . ............ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Pengawasan Pembangunan ............................ tanggal ..... : ............. Nama Jabatan Alamat : .. Nomor . 4.. Nama NIP Jabatan Alamat : .......................... Surat penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor .................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....................................tanggal 3 I Desember 200....... Demikian ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut...........

Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As built drawings) sebelum serah terima pertama. peralatan din metoda pelaksanaan. serta mengawasi ketepatan waktu. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. yaitu : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : Tanggal : Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor Nomor : Tanggal : Cerita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Nomor : Tanggal : Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : . c. mingguan dan bulanan pekerjaan kostruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dan biaya pekerjaan konstruksi. b. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. i.Tugas Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). pemeliharaan pekerjaan. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan dan konstruksi Pekerjaan Pengawasan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Mengawasi pemakaian bahan. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Pekerjaan tersebut dalam pasal di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. kuantitas. laporan harian. antara lain : a.

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 beserta lampirannya Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Petunjuk dan Peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. yang diperbaharui Keppres RI No. 80 tahun 2003. SNI 03-2410-1989 tentang Tata cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi SN103-2847-1992 tentang Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda. . antara lain : SNI-03-3990-1995 tentang Tata cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 SNI 03-1727-1989 tentang Tata cara Perencanaan Pembebanan untuk Rul11ah dan Gedung SNI 03-1729-1989 tentang Tata cara Perencanaan Baja untuk Gedung SNI 03-1736-1989 tentang Tata cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/I{PTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengadaan Barang /Jasa Instansi Pemerintah Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoering bij aaneming van openbare werken.Surat Penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : Keppres RI. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571 Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. No. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di alas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.

dan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA beserta Personilnya tidak dibenarkan balk langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub kontraktor maupun sebagai pemasok bahan dari pekerjaan ini. yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan keahlian dan Pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Pemborong akan sesuai dengan Surat perjanjian ini. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (Lima). bertanggung. yang masing-masing terdiri dari : Buku harian. gan tentang : . PIHAK KEDUA. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA.Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak di perkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai dengan standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. yang memuat semua kejadian. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Kontraktor pelaksanaan. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. akibat perbuatan orang-orang.

Pasal 5 . Alat-alat. tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini..IAAN Jangka Waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp. yang dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Biro Umum dan Perlengkapan-LIPI Tahun Anggaran 2005. 9. Jangka Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut pada ayat I pasal ini.. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 5. …………………. Bahan-bahan yang datang. Laporan rapat di lapangan (site meeting).Tenaga kerja. penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. diterima atau ditolak. yang merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Dalam jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus . Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. kecuali adanya keadaan Memaksa seperti diatur dalam pasal 14 Surat Perjanjian ini. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian 3. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan.).JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKER. terhitung sejak tanggal diterbitkanya Surat Perintah Mulai Kerja sampai dengan dilaksakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara pemeriksaan pekerjaan tambah kurang. atau adanya perpanjangan. 4. Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Walau pelaksanaan pekerjaan 2.(…………………………………….

.. (dengan huruf). dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Pembayaran tahap ketiga sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 10% x Rp……………….= Rp …………….. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. dengan cara mentransfer langsung ke rekening Nomor………………….000.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. …………………… (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 55%. 6. 2. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara langsung melalui Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara Jakarta 111. = Rp…………………. 3. Pembayaran tahap kedua sebesar 40% dari biaya pengawasan yakni sebesar: 40% x Rp………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA..atas nama …………………... Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. 4. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100%. Pembayaran tahap kesatu sebesar 50% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 50% x Rp …………… = Rp. Pasal 9 . Segala biaya sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. pada Bank…………………………. (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan balk serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.

Dan dapat menerima/ mendapatkan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PER TAMA Penunjukkan pimpinan pengawas/tenaga ahli yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. berjalan seperti yang ditetapkan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. dalam pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah di setujui oleh kedua belah pihak. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA sebagai pimpinan pengawas/tenaga ahli. Agar pekerjaan pengawasan. dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang di minta oleh PIHAK PERTAMA. memenuhi persyaratan yang diperlukan.TENAGA KERJA DAN UPAH 1. keahlian serta keterampilannya. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat I di atas ditetapkan maksimum Sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pengawasan 2. PIHAK KEDUA hanya menggunakan bentuk organisasi. 3. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk: mewakili PIHAK KEDUA. jumlah dan klasifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum. Tenaga Ahli Pengawas yang di tunjuk PIHAK KEDUA. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik Jumlah. 3 (tiga) kali berturutturut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar I % (satu persen) dari biaya pengawasan. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. .

kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor) c. Perang. tanah longsor. d. maka PIHAK KEDUA berhak mengaju kan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis Jika dalam waktu 3 X 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang keadaan memaksa keadaan tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberi jawabannya. makar. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah di tetapkan maka PIHAK KEDUA setuju akan di beri biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Biaya Pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disyahkan/diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA. akan diperhitungkan salam pembayaran yang di lakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan sesuai pasal I dalam Surat perjanjian ini maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. badai dan banjir) b. maka PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi keadaan Memaksa Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1.Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh alas kerugian tersebut Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 11 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Bencana alam (gempa bumi. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). yaitu : a. Denda–denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Yang dimaksud dalam keadaan memaksa dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada diluar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. pemberontakan. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. revolusi. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya keadaan Memaksa tersebut. huru-hara. . Apabila terjadi “Keadaan Memaksa”.

Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar. sebagaimana seperti dalam pasal 10 ayat 2 perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran . Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal I di atas. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA Apabila keadaan memaksa tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal–pasal 1266 & 1267 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/ teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkanya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam pasal 1 dan Pasal 4 Surat perjanjian in. pasal 11 atau pasal 14 surat perjanjian ini. maka berlaku ketentuan pasal 5.Pihak KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. 5% (lima persen) dan biaya pekerjaan pengawasan. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 surat perjanjian ini tidak ditepati karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya surat keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana di atur dalam pasal 1 surat perjanjian ini Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA memberi keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian Pengawasan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana di maksud dalam ayat 1 pasal ini.

dan mempunyai kekuatan hukum yang. sama masing . maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah 2. Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat kedua belah pihak dan penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama biaya 3. maka perselisihan akan diteruskan melalui pengadilan negeri di …………………… Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini.masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan Pekerjaan Pengawasan ini. dan Seorang. beserta segala akibat hukumnya.prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah di laksanakan serta kerugian negara Selain yang tersebut dalam ayat I Pasal ini maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Apabila perselisihan itu tidak diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh suatu Panitia Pendamai yang berfungsi sebagai juri/wasit yang dibentuk dan diangkat oleh Kedua belah pihak dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. 4. Jika Keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat di terima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. akan diatur lebih lanjut dalam Surat perjanjian Tambah (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara Kedua belah pihak. . sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. PIHAK KETIGA yaitu ahli.

......... Nama NIP Jabatan Alamat : ...................................... Yang bertanda tangan dibawah ini : 1... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Memerintahkan kepada : 2................................... dan dinyatakan berlaku sejak di tandatangani oleh kedua belah pihak............ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... Untuk melaksanakan : Pekerjaan Lokasi DIPA Tahun anggaran Nilai pengawasan Terbilang Waktu penyelesaian : : : : : : : Sampai pekerjaan selesai 100 % atau serah terima II pekerjaan fisik Demikian surat perintah mulai kerja ini di keluarkan untuk di laksanakan sebaikbaiknya.... SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : ............. : ............. : ..................................... 8 Juli 2005 PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ...............Surat perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini di tandatangani oleh kedua belah pihak di …………… dan tanggal tersebut di atas.......... Jakarta................................... Nama Jabatan Alamat : ..........

.445.000....785.00 48..445.00 7.000.100....000.250.......300..000....00 6.435..75 4. JL ....000.00 44.100.880.....00 3..00 2.000........00 300.105....00 5..00 2.00 1. Komunikasi 2 Biaya Bahan & peralatan K antor 3 Biaya Pengadaan Laporan 1 1 5 EMPAT PULUH DELAPAN JUTA TUJUH RATUS DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH .000...00 4..70 1.00 5............500.70 0..00 Jml Biaya (Rp) 6 11..000....00 29.025...785....000..000....350.245.00 Sub Total JUMLAH PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Man Month (M/M) 5 2.00 15..000...000...300.000.00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL 1 Biaya Transportsi / Akomodasi .00 1.....400....00 Sub Total 7...000.000..000...000.000...00 5....00 48.LAMPIRAN SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor Tanggal KEGIATAN LOKASI : : : : PEMBANGUNAN .00 3.00 6...000...000...000.700..000..000....70 1.000.000.. Jaya Langsung Personil (Remuneration) Jml No 1 A 1 2 3 4 5 B Uraian Biaya 2 BIAYA LANGSUNG PERSONIL Team Leader Pengawas Arsitketur Pengawas Sipil Pengawas ME Pelaksana Administrasi Personil 3 1 1 1 1 1 Remuneration (Rp) 4 4.........

..... Nomor . Nomor ............................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah / Pemerintah Daerah ................................................ : ... tanggal ……………… bulan …………………... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .............. ……………………………………………………………………… Pada hari ini .... dengan segala perubahannya.... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................ …………….. Nama Jabatan Alamat : ...tahun dua ribu ......V CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTANSI JASA PENELITIAN DAN TEKNOLOGI INFORMATIKA SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN ………….......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....... 2....................................................................................... Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut.................. tanggal ................. Nama NIP Jabatan Alamat : .............................. harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : ................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ............... tanggal ............. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA......

.............. tanggal . ”Hari” adalah hari menurut perhitungan hari kalender.. ”Biaya Pelaksanaan Pekerjaan” adalah biaya/harga jasa konsultansi sudah termasuk pajak-pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA........ 8....... e......... dengan ketentuan dan syarat.............. ”Jadwal” adalah waktu pelaksanaan setiap kegiatan......1... ”PIHAK KETIGA” adalah pihak lain.... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya....... 2. yang dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ........... 7..... c...... ....................... tanggal ..... ”Konsultan” adalah Perusahaan penyedia jasa yang melaksanakan kegiatan Penyusunan ....... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .... b........................... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ....... ”Tim Teknis” adalah suatu tim yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA yang tugasnya mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima.......... h..... 3..... 4................ Surat Penawaran harga Nomor .......... tanggal .................. adalah kegiatan penyusunan ..... 10............. Pasal 1 PENGERTIAN UMUM Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a........ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... f.tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) KEDUA BELAH PIHAK bersama ini menyatakan setuju dan bersepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian (kontrak) Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi ............. tanggal ........... diluar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. ”Jasa Konsultansi Penyusunan .. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ................ 6...... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara......... 9... tanggal ...................... g.... d........ ”Surat Perjanjian (Kontrak)” adalah suatu perjanjian / Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi ............ Nomor ...................... (kalau ada) Surat Keputusan ................... tanggal ...syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini...................... 5....... yang akan digunakan sebagai ...................

Surat Penetapan Pemenang.. Usul Penetapan Pemenang. 2... Menyusun Laporan Pendahuluan (inception report)....... 7..... Berita Acara Evaluasi Teknis...... c............ yang terdiri dari (sebutkan jumlah/jenisnya) yaitu : a..... b.. Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan. Menganalisis kebutuhan jenis dan jumlah serta spesifikasi/persyaratan sarana dan prasarana (sesuaikan dengan jenis jasa konsultansi yang dikerjakan) 3... 2....... untuk . 4. Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya. Pasal 3 DOKUMEN KONTRAK Pekerjaan Jasa konsultansi Penyusunan ......... Menyusun daftar kebutuhan sarana berdasarkan hasil analisis....... 3.Pasal 2 SASARAN PEKERJAAN Sasaran pekerjaan penyedia jasa konsultansi adalah . .. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)......... 4........... Surat Penawaran beserta lampirannya..... berdasarkan pada ketetapan yang ada di dalam dokumen kontrak ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat antara lain : 1. .. Melakukan ujicoba dan validasi hasil analisis kebutuhan sarana kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait. 11. 6. berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta perubahannya meliputi : 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK). 5....... 5............ 12.. Membuat laporan kemajuan pekerjaan (intern report) ... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. 9... .. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya.......... dst........... Surat Perjanjian Pekerjaan....... Pasal 4 RUANG LINGKUP PEKERJAAN PIHAK KEDUA harus melaksanakan pekerjaan Penyusunan .. 8.. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya. 10...... tersebut pada pasal 2..

........ Membuat Laporan Akhir (final report). Ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA yaitu tanggal .6.. Apabila terdapat kekurangan biaya satuan pekerjaan maka kekurangan ini akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA..... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN KONTRAK Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : 1......... Jumlah biaya untuk pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 4 adalah sebesar Rp............. yang akan memberikan pengesahan pada standar dan sebagai embrio lembaga sertifikasi penjamin dan pengendalian mutu... 3................ 2...... Membentuk kelompok kerja (proyect reference group) yang beranggotakan unsur stakeholders. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Penyusunan ………………………. Kontrak ini bersifat lumpsum artinya nilai total kontrak digunakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan lingkup pekerjaan seperti tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini........ 4. tangggal .. ... (dengan huruf) Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 tersebut sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku... Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau ..... Pasal 6 BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. 10..... Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ..... 8. 9............ Workshop pengesahan dan penandatanganan dokumen standar oleh masingmasing stakeholders.. Penggandaan hasil dalam bentuk hardcopy dan CD... 7............. pada Bank ... Melakukan konfirmasi draft akhir standar kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait pada proses validasi standar kebutuhan sarana dan prasarana.... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening ....... sampai dengan tanggal ...... Uang Muka a..................... Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) .......

. .......... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. 2. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan ........ . Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 2 1....... ....... b.......... Pasal 8 PENGATURAN HUKUM Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia...... (dengan huruf)....... c... Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp....... setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar . Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp...... Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA... Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan..... yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis... (dengan huruf). setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis...b.. sebesar Rp. Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .. 2.. .. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a................. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran......... Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp . (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report)................ Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat. (dengan huruh).... 3........ hak cipta dan merk.. yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis..... setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka..... Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau claim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten...

huru hara... Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat KEDUA PIHAK. Pasal 13 PERUBAHAN PERJANJIAN . 4. larangan kerja. mobilisasi. 2 Yang dikategorikan dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. 2. gempa bumi. b. revolusi. udara. darat dan ancaman terorisme. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja. Apabila ketentuan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilanggar oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak membatalkan Surat Perjanjian ini secara sepihak. maka PIHAK PERTAMA : a. Apabila peringatan tertulis tiga kali berturut-turut tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud pasal 2 kepada pihak lain. 3. kebakaran.. pemogokan.. Pasal 11 KAHAR (FORCE MAJEURE) 1 Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini.Negeri . c... Pasal 12 SANKSI-SANKSI 1... epidemi... maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan dan kelebihan dana sampai saat pemutusan hubungan kerja terjadi kepada PIHAK PERTAMA.... banjir.. musibah angkutan laut. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan surat perjanjian ini secara sepihak. Pelaksanaan yang terlambat akan dikenakan denda kerugian sebesar 1/1000 (satu permil) dari nilai kontrak untuk tiap hari keterlambatan dihitung dari batas waktu penyerahan terakhir sebagaimana ditetapkan dalam pasal 5 kontrak ini dengan jumlah denda maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak. blokade. kekacauan. memberi perigatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. Apabila dalam pelaksanaan terjadi keterlambatan/kegagalan sebagai akibat kelalaian PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.

PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ....(enam ribu rupiah) yang mempunyai kekuatan hukum yang sama... bulan dan tahun tersebut diatas dan dibuat dalam rangkap 6 (enam)... 2. Perubahan atas perjanjian ini sah apabila dilakukan atas persetujuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang diituangka dalam sebuah addendum perjanjian dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.1...........000.. Apabila terdapat perbedaan persyaratan dan atau pengertian antara perjanjian ini dengan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat serta lampiran-lampirannya maka yang berlaku adalah ketentuan yang tertuang dalam surat perjanian ini.. Seluruh administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa konsultansi penyusunan .. 6.. menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan ditentukan kemudian oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian perubahan (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini... 2.. Pasal 14 LAIN-LAIN 0 1 1... dibubuhi materai Rp.. tanggal. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK yang mulai berlaku sejak hari.

........... (satuan kerja) untuk keperluan 2..... Tanggal : ........................ tanggal .... --------------2. 3.................... : ...................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ................................................... Kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) -------------------................................. Biaya : Biaya untuk Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan .................. ............... yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor .................PEKERJAAN KERJA Pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ......... (dengan huruf) sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan............ Jangka Waktu : Jangka waktu penyelesaian 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini..selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA ------------PIHAK PERTAMA memberi perintah kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai mana tersebut dibawah ini : 1... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ........ SURAT PERINTAH MULAI Nomor : .............. Nama Jabatan Alamat : ....selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. -------------------.................... ......................................................... Jenis pekerjaan : Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ...................... sebesar Rp...............................

atau Bendahara Umum Daerah Kota/Kabupaten/Propinsi (apabila dananya bersumber dari APBD). Pembayaran : Pembayaran dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ... 6..... maka akan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak untuk setiap hari dengan maksimum denda tidak melebihi 5% (lima persen) dari nilai kontrak..... 5... Sanksi-sanksi Apabila terjadi keterlambatan dalam hal penyerahan barang... Penutup Surat Perintah Mulai Kerja ini berlaku mulai sejak dikeluarkan dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK. PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .4.

SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ............................................................................ Nomor : ............................ Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ............................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : 1. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya; 2. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

5. 6. 7. 8.

3. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... tanggal ............. 4. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... .................................................................................................................................... ..... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ......................................... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ............ tanggal .............. Surat Penawaran harga Nomor ........ tanggal ........... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........ tanggal ......... (kalau ada) 9. Surat Keputusan .......... Nomor ....... tanggal ......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa 10. (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Secara bersama-sama menyatakan telah sepakat dan mengikat diri mengadakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ...........................................dengan ketentuan dan syarat- syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini. Pasal 1 TUGAS DAN LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya seperti dimaksud di atas, memberi tugas kepada pihak Kedua, dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut dengan mengelola dan melaksanakan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Lingkup pekerjaan dan tugas yang diterima oleh PIHAK KEDUA seperti dimaksud dalam ayat 1 pasal ini meliputi : 0 Melakukan persiapan teknis dan administrasi pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 1 Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 2 Menyusun buku petunjuk(manual) hasil pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Pasal 2 DOKUMEN KONTRAK Dalam hal melaksanakan pekerjaan, PIHAK KEDUA harus berpedoman pada dokumendokumen tersebut dibawah ini dan bersifat mengikat serta memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian ini yaitu : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK); Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya;

3.

4. 5. 7. 8. 10. 12.

Surat Penawaran beserta lampirannya; Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya; 6.Berita Acara Evaluasi Teknis; Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya; Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan; 9. Usul Penetapan Pemenang; Surat Penetapan Pemenang; 11. Surat Perjanjian Pekerjaan; Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN PELAKSANAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA MEDIA COMPACT DISK DALAM RANGKA ...................................................................................................... Jangka waktu pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... ........., sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 4 PENGAWASAN PEKERJAAN Untuk melakukan pengawasan pekerjaan, PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 5 PENYERAHAN PEKERJAAN

1. 2.

Hasil pelaksanaan pekerjaan harus diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA melalui Panitia Penerima Barang/Jasa yang diangkat melalui Surat Keputusan oleh PIHAK PERTAMA. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Penerima Barang/Jasa, maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam suatu Berita Acara. Pasal 6 JUMLAH BIAYA DAN SUMBER DANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

1

Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp. .............. (dengan huruf)

2.

Jumlah biaya tersebut pada ayat 1 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ................... tangggal ....................... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN

Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan. Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ....................... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening ......................... pada Bank .............................. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : Uang Muka Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ...................... (dengan huruf), setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka. Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran. 2. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a. Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp .................. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report), yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. b. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. .................. (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar .................................. , yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. c. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ........................ (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis. Catatan : Pembayaran tersebut diatas bisa dilakukan sekaligus setelah kontrak selesai 100%, bisa juga dilakukan per tahap penyelesaian pekerjaan yang prosentasenya disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 8 PENGATURAN HUKUM

Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 SANKSI-SANKSI

1.

3.

PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. 2. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA berhak; a. memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA; b. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 , PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 10/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan, dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Pasal 11 CLAIM PIHAK KEDUA tidak dapat (tidak dibenarkan) menuntut tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini, kecuali pemerintah menentukan adanya ijin untuk kenaikan harga (eskalasi) sepanjang dana tersedia untuk itu. Pasal 12 KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE

dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri . yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.. 2.... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut....... mobilisasi. epidemi. gempa bumi. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. huru hara. dibubuhi materai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. 3.. blokade.. banjir. kekacauan.. udara... .. 2. revolusi. serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini... Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak... semua pajak. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. larangan kerja.... Apabila terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. darat dan ancaman terorisme. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan..1... 2.... Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. pemogokan. Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. untuk menjadi bahan pertimbangan. musibah angkutan laut.. 3. kebakaran... maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .. Pasal 14 PAJAK DAN BEA METERAI Bea Meterai. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP 1. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam)....persetujuan PIHAK PERTAMA..

PIHAK KEDUA : Nama Jabatan pada perusahaan PIHAK PERTAMA Nama NIP SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA .................................... .........................................

............................................... PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN MENIMBANG : 1................../Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……… tanggal …….............. dari PT/CV/Firma ................. Tahun ....................... (Satuan Kerja ....................................................... 2................ : 00...........P : MEMPERHATIKAN : 1............ Surat Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka . Nomor ......................................... Surat Keputusan Penetapan Pemenang lelang pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ......0... Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah dan Perubahannya Keppres RI Nomor 61 Tahun 2004 Keputusan ....) akan menyusun .Satuan Kerja ) Nomor : .......................................... Bahwa salah satu kegiatan dalam DIPA / DPA-SKPD Nomor ...........……………….. MENGINGAT : 1........ kepada : Nama Perusahaan PT/CV/Firma ..............P........ 2............. 3......000.............. tanggal .. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan (sebutkan instansinya) : : Memberi perintah untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ........... MENETAPKAN PERTAMA : ............ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (...................... Alamat .........000................... Bahwa dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan secara efektif............ Nomor ... 2..................................................NOMOR : ....000 ....... adalah Pengadaan Jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka . N.....................................W.tanggal .......... tanggal ...........000......................................................

............ Pada : ........................................ tanggal Yang menerima Perintah kerja KOMITMEN PEJABAT PEMBUAT Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ...tanggal ............................................................ tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD untuk Propinsi/Kabupaten/Kota) Nomor .... (dengan huruf) : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ........KEDUA Harga Penawaran : Rp...... dimulai dan berlaku sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan dan harus selesai dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak SPMK ini ditandatangani......... : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ........................... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak yang berkenaan dengan pekerjaan pengadaan ini.................................................... harus dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan beserta lampirannya........................... Ditetapkan KETIGA KEEMPAT : KELIMA : di : ....................... Pembayaran untuk Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .......... Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan......................

............................................. Nomor : ........ tahun dua ribu . . Nama Jabatan Alamat : ................................ tanggal .......................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ................. : ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ... bulan ................. 2.......................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... DENGAN PT/CV/FIRMA ........................................................................................................................ Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................... tanggal .......... PEKERJAAN/PEMBUATAN SISTEM JARINGAN INTERNET PADA .SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN .............................................. Pada hari ini..................... kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1........................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..................................................... Nomor . .......

...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... tanggal ..Berita Acara Evaluasi Teknis.... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya. 2.. 13......... Surat Penetapan Pemenang.... . Surat Penawaran beserta lampirannya. sebagaimana tercantum dalam proposal yang disampaikan oleh PIHAK KEDUA yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kontrak kerja ini.... 10... Nomor ......KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. Kerangka Acuan Kerja (KAK). Pasal 4 3.. Usul Penetapan Pemenang.. terhitung sejak tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan penyerahan hasil akhir dari pekerjaan ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender. yaitu berupa pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada .. 9...... 6..... 12. dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Lingkup Pekerjaan PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA...... 5... Pasal 2 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. dan PIHAK KEDUA menyatakan bersedia melakukan pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA... Kedua belah pihak telah sepakat membuat Perjanjian Kontrak Kerja Pekerjaan/Pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ............ 8.. dengan segala perubahannya. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya.... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).....KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . Pasal 3 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Perjanjian ini. 4.. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya..... 11... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.. 7...

.... tangggal ..........atas nama PT/CV/Firma ..........(nilai kontrak) dengan penyampaian laporan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa pekerjaan/penyediaan barang serta kegiatan pelaksanaan telah mencapai 70% dan siap untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Laporan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak................. Tahap II : ...................... dan melakukan pertemuan b........................... dengan cara mentransfer langsung ke Rekening Nomor ... Pasal 6 Jadwal Kerja dan Pelatihan PIHAK KEDUA akan bekerja sama dengan PIHAK PERTAMA dalam mengatur jadwal kerja.. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) yaitu sebesar 30% X Rp....Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp........................... Pembayaran terakhir sebesar 30% dari nilai kontrak.. atau BUD Propinsi/Kab/Kota.. pada Bank .. .............. ....................... Pegawai yang ditunjuk untuk mengoperasikan internet dimaksud harus hadir sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah ditentukan..(nilai kontrak) yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang ditanda tangani kedua belah pihak dan dilampiri Laporan Akhir penyelesaian pekerjaan.. (dengan huruf) yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ... PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga pekerjaan sebagaimana tersebut diatas dengan 2 (dua) tahap.. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA berupa jaminan bank yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah yang nilainya minimal sama dengan nilai kontrak yang akan diterima PIHAK KEDUA..... 0 Tahap pembayaran diatur sebagai berikut : a.. Tahap I : PIHAK PERTAMA akan membayarakan sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari nilai kontrak setelah PIHAK KEDUA menyediakan 70% (tujuh puluh persen) barang yang dibutuhkan yaitu sebesar 70% X Rp... Pasal 5 Cara Pembayaran dan Pelaporan PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga atas pekerjaan sebagaimana tersebut pada pasal 4 perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA dengan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ..

d. 4. 3. b. memeriksa semua informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan resiko serta serta hal yang tidak terduga maupun keadaan lain yang bersifat force majeure. Pasal 7 Tanggung Jawab 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh kepada PIHAK PERTAMA sebagai pelaksana pekerjaan dan PIHAK KEDUA berjanji untuk memperlakukan semua informasi yang diterima dari PIHAK PERTAMA. 2. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender . c. Telah mengetahui adanya tenaga kerja dan sumber lain serta pelayanan yang dibutuhkan.konsultatif dengan/tanpa undangan atau permintaan pertama sesuai keperluan pelaksanaan kerjasama ini selama masa kontrak. PIHAK PERTAMA. Telah menyadari bahwa kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan ini memerlukan standar keahlian yang tinggi. Pasal 8 Hak Paten dan Hak Cipta PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorosinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. PIHAK KEDUA akan melaksanakan kesepakatan kerjasama ini sesuai dengan persyaratan dibawah ini : a. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan bantuan kepada PIHAK KEDUA dalam hal kemudahan pendekatan di lapangan dan kepada staf yang diperlukan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. e. Pasal 9 Kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) 1. Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. maupun yang terungkap dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagai bahan/data yang bersifat rahasia dan berkewajiban menjaga kerahasiaannya terhadap pihak lain. bertanggung jawab penuh kepada PIHAK KEDUA atas pembayaran nilai pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5. Telah memberitahukan kepada pegawai/staf yang ditunjuk sebagai petugas operasional jaringan internet ini. telah mengetahui sampai pada dasar dan tingkat kesulitan dari pekerjaan didalam kesepakatan kerjasama ini.

serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini... kekacauan...persetujuan PIHAK PERTAMA. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. 2. blokade. Pasal 11 Pengawasan Pekerjaan Untuk melakukan pengawasan pekerjaan... huru hara. gempa bumi.. Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .. 3. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak.. Pasal 10 Penyelesaian Perselisihan 1. epidemi..... akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan........ Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. 3.. Yang dimaksud dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang... 2.. revolusi.. Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. musibah angkutan laut.... udara.... untuk menjadi bahan pertimbangan.. kebakaran... mobilisasi.. darat dan ancaman terorisme. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat... pemogokan..yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Pasal 12 Pajak dan Meterai .. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .. larangan kerja. PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA serta melaporkannya secara berkala kepada PIHAK PERTAMA sampai pekerjaan selesai secara keseluruhan (100%). banjir.

... Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam)..... Pasal 13 Sanksi dan Denda 1... dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3... PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : .. b. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA.Semua pajak.. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA berhak. PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan....... bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.... dibubuhi meterai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. a.. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA... Nama NIP .. 2. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak....... 3.. 2.... memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.... Pasal 14 Ketentuan Penutup 1..

... Untuk melaksanakan 1.............................................................. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak................................... Penyerahan pekerjaan : Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan pada oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bertempat pada lokasi (............... Jumlah/volume pekerjaan 3..... tanggal . sebutkan nama dan tempat/lokasi yang jelas) dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan............................................. Prop/Kab/Kota yang ditransfer ke rekening Nomor ... atas nama PT/CV/Firma ........ maka dengan ini diperintahkan kepada : PT/CV/Firma ................... 7.. Alamat ..... Ditetapkan di : ......Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Kerja Nomor . Biaya pelaksanaan 5.... atau Bendahara Umum Daerah .................................... untuk dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya................. : : : : pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ........ tanggal . Jenis pekerjaan 2...... (dengan huruf) : Pembayaran akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap masing-masing sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan 30% (tiga puluh persen) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ......... Pembayaran : Rp................ untuk pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ........................ Kota ................ PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. Pada tanggal : ......................................... Jangka waktu ditandatangani 4.. Bank ....................... ............. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : ......................................... Nomor .... 6. dan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan dari PT/CV/Firma ...................... Sanksi-sanksi : Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 .. 1 (satu) paket 90 (sembilan puluh) hari sejak SPMK ini Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan.

......... 2. : ....... tahun dua ribu ................... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ............................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menerangkan terlebih dahulu : ..................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA....................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) ......................................................................................................... Nomor .. dengan segala perubahannya............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah .................................... bulan .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ......... tanggal .......................... Pada hari ini..Nama Nama Jabatan pada perusahaan NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : .............................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......... tanggal ................. ........... Berdasarkan Surat Keputusan ................................... Nama Jabatan Alamat : ......... tanggal ............................................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....................................................................... TENTANG PEKERJAAN PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI ........ Nomor ... ANTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN DENGAN PT/CV/FIRMA .............................. kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1............

.......... ”Kegiatan’ adalah Penyusunan Sistem Informasi ..........1...................... DIPA (DPA-SKPD) ......... tanggal .......... tanggal ................ berikut lampiran... adalah perjanjian kerjasama yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang menetapkan ketentuan dan syaratsyarat................................. Bahwa PIHAK PERTAMA bermaksud untuk mengadakan kegiatan penyusunan sistem informasi ..................... sesuai dengan yang dimaksud pada kegiatan ......................... 2....... c..................................... ”Lampiran” adalah lampiran-lampiran dari surat perjanjian/kontrak yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian/kontrak yang terdiri dari : Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS... addendum dan/atau perubahannya apabila ada.................... tanggal ..... cakap serta memenuhi persyaratan sebagai penyedia barang/jasa penyusunan sistem informasi industri ............. ”Surat Perjanjian Kerja atau Kontrak”......... ”Nilai Kontrak”.......................... Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk mengikat suatu perjanjian kerja (kontrak) tentang Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .........(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ........ Bahwa PIHAK KEDUA adalah suatu perusahaan di bidang pengembangan teknologi informasi serta penyedia barang baik berupa software maupun hardware yang telah dinilai melalui proses seleksi umum dan dipandang mampu.................................................. DIPA (DPA-SKPD) ........ ............ ................ pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor .................... Bahwa agar kegiatan tersebut di atas dapat diadakan dengan baik maka diperlukan suatu lembaga penyedia barang/jasa yang akan bertindak sebagai pelaksana bagi kegiatan tersebut.... pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ............ 4............................... pada kegiatan .... adalah nilai untuk membiayai pelaksanaan Pekerjaan yang dinyatakan dalam rupiah sebagaimana tersebut dalam pasal 6...... dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Pengertian Umum Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a..... yang terdapat dalam kegiatan ............. 3............ .............................................................. Nomor ........ b............. Usulan Teknis PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA telah ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ......................................................... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi dan Keputusan Pelaksanaan Pekerjaan.......... d............ Bahwa berdasarkan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran ....... Kerangka Acuan Kerja (KAK)....(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran .......... yang terdapat dalam kegiatan ......

...... yang bertugas untuk memeriksa....... 11.... 10... i... Pasal 2 Tugas Pekerjaan PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan kesanggupan untuk menerima tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ..... menilai.............. 2..... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).... Surat Penawaran beserta lampirannya.................. Pasal 3 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1.... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... ”Panitia Pemeriksa/Penilai/Penerima” adalah yang selanjutnya disebut Panitia Penilai yang dibentuk berdasarkan Keputusan ( ... adalah Tim yang dibentuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengawasi pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi . j. tanggal ... 7.. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya....................sebutkan satkernya) Tahun Anggaran .......... Kerangka Acuan Kerja (KAK).............. 5...... f......... dan menerima hasil pekerjaan...... dari segi teknis selama dalam proses pelaksanaan pekerjaan... adalah badan usaha/lembaga lain selain PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang ikut berperan serta dalam kegiatan Penyusunan Sistem Informasi . Berita Acara Evaluasi Teknis. Surat Penetapan Pemenang. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya........ g..... 8. yang dimaksud dengan pekerjaan di dalam surat perjanjian kerja sama ini adalah Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ..... ”Pihak Terkait”.......... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.siapa yang membuat SK) Nomor . Usul Penetapan Pemenang.e........ 12.......... adalah badan usaha Penyedia Barang/Jasa dalam hal ini adalah PT/CV/Firma .... ”Pekerjaan”.. h...... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya..sebutkan satkernya) ”PIHAK KEDUA”.... . (. ”Tim Teknis”.......... 3...... 6....... 9... 4.......... pada kegiatan . Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya...... ”PIHAK PERTAMA” adalah pengguna barang/jasa yang juga adalah Kuasa Pengguna Anggaran DIPA (.......

...... yaitu tanggal ...... Pasal 4 Lingkup dan Jenis Pekerjaan Ruang lingkup dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ......... Tahap I : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp ...............) Tahun Anggaran . terhitung mulai ditantangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini....... Pasal 6 Nilai Kontrak Nilai Kontrak untuk Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ....... Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)..13............... 14............ Sampai dengan tanggal ............... Pasal 8 Tata Cara Pembayaran (1) Sistem pembayaran Pekerjaan dilakukan dalam 3 (tiga )tahap sebagai berikut : a.............. sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)........... ................... dapat ditambahkan dengan surat-surat yang berkaitan dengan pengadaan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan...................... adalah sebesar Rp...... sebutkan satkernya ......... (dengan huruf) termasuk pajak dan biaya meterai yang dibebankan pada anggaran kegiatan ........... Jaminan Pelaksanaan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah/ Pemerintah Daerah yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA....... (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan sisik sebesar 20% dan menyampaikan Laporan Pendahuluan yang ... Pasal 5 Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender................................. ( .................... Pasal 7 Jaminan Pelaksanaan (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebesar 5% (lima Persen) dari nilai kontrak dan diserahkan paling lambat pada waktu penandatanganan kontrak ini.. Jaminan Pelaksanaan mempunyai masa berlaku sama dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan yaitu 90 (sembilan puluh) hari kalender.......

..(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan fisik sebesar 75% dan dituangkan dalam Laporan Antara yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan..........telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan. pada Bank ........ Tahap II : sebesar 60% (enam puluh persen) dari nili kontrak atau sebesar Rp. Tahap III : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp.. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku......... .... ................. agen........ Menerbitkan kepada pejabat. ....................... rekomendasi dan masalah lain yang diatur dengan benar untuk pengambilan keputusan oleh PIHAK KEDUA dalam waktu yang wajar sehingga tidak menunda atau mengganggu pelaksanaan pelayanan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan kontrak ini..(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh hasil pekerjaan fisik (100%) termasuk Laporan Akhir yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan.......... Memberikan keputusan atas semua laporan. atau Bendahara Umum Daerah yang dipindahbukukab/transfer ke PT/CV/Firma ..... lembaga atau perwakilan pemerintah semua permohonan yang diperlukan atau dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pekerjaan. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.. (2) Pembayaran sebagaimana ayat (1) dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ..... c..... Pasal 9 Pajak dan Meterai Semua pajak. Nomor Rekening ... Pasal 10 Kewajiban Pemberi Tugas (PIHAK PERTAMA) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk : (1) (2) (3) Memudahkan perijinan pengadaan data yang diperlukan dalam rangka melaksanakan Pekerjaan terhadap Pihak Terkait....... yang dinyatakan diterima b............

serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk antisipasi kondisi perubahan nantinya.. pemantapan metodologi.. Laporan adalah sekumpulan penjelasan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan dalam periode tertentu.... Laporan Antara diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku pada 60 (enam puluh) hari kalender setelah kontrak ditandatangani.....(4) Membayar jasa yang diberikan oleh PIHAK KEDUA sesuai nilai kontrak dan jadwal pembayaran yang telah disepakati.. PIHAK KEDUA harus bertindak setiap saat untuk melindungi kepentingan PIHAK PERTAMA dan mengambil langkah-langkah yang wajar guna tercapainya tujuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja.. mencakup daftar data yang akan diambil......... PIHAK KEDUA akan memberikan Laporan sebagai berikut : Laporan Pendahuluan.... Dalam laporan tersebut juga diberikan rencana penyediaan sebagian perangkat pendukung. rencana pelaksanaan pengambilan dan pengumpulan data yang akan dilakukan.. dan Manual.. Laporan antara berisi tentang hasil sementara penyusunan sistem informasi . jika ada. Dokumentasi. dan dilakukan sebagai sarana bagi Tim Pengendali untuk mendapatkan informasi tentang kemajuan kegiatan (progress report) dalam periode waktu dimaksud dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini. Laporan pendahuluan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku.. Pasal 11 Kewajiban Penyedia Barang/Jasa (PIHAK KEDUA) (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menggunakan semua keahlian.. serta melakukan telaah dan pemahaman tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan. Selambat-lambatnya selama empat belas (14) hari kalender sejak Kontrak ditandatangani. pelaksanaan organisasi kerja. .... yaitu : (1) Laporan. Laporan Antara.... verifikasi jadwal kegiatan dan penjabarannya untuk mengantisipasi kendala yang mungkin muncul.. terkait dengan tugas-tugasnya sebagai penyedia barang/jasa.... ketelitian dan ketekunan yang selayaknya dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini dan harus melaksanakan semua tanggungjawabnya sesuai dengan standar profesional yang telah diakui.. Pasal 12 Hasil Pekerjaan Hasil pelaksaanaan pekerjaan terdiri dari 2 (dua) jenis.. PIHAK KEDUA harus bertindak sebagai wakil PIHAK KEDUA di lokasi kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaannya.. kemajuan kerja pemasukan data tekstual (a) (b) . PIHAK KEDUA akan memberikan laporan mobilisasi tenaga ahli yang telah dilakukan..... setelah dibahas dan diterima oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai.

Seluruh laporan tersebut di atas beserta hasil-hasilnya..... koneksi dan relationship antar tabel dalam database..... Manual aplikasi Sistem Informasi.... PIHAK KEDUA akan memberikan Manual sebagai berikut : (a) Manual Program Aplikasi. Diberikan kepada PIHAK PERTAMA sebelum kontrak berakhir sebanyak 20 (dua puluh) buku................ menjadi 3 (tiga) tingkat pengguna. (ii) Middle Eksekutif.... serta rencana penyelesaian seluruh tahapan proyek. berbasisi ......... sebutkan satkernya) ... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir.. penyediaan hardware dan software pada .. Manual merupakan sekumpulan penjelasan tentang tata cara operasional atau Prosedur Standar Operasional (SOP) untuk suatu sub sistem kegiatan.. hasil instalasi pada seluruh unit kerja..... Buku Manual...... termasuk hasil program aplikasi SIM . Buku Manual Aplikasi Sistem Informasi ..... Dokumentasi teknis diberikan sebanyak 20 (dua puluh) buku.. PIHAK KEDUA akan memberikan dokumentasi sebagai berikut : Dokumentasi Teknis.................. yaitu (i) Top Eksekutif... pada tanggal yang ditetapkan disaksikan Tim Penilai dan Panitia Penilai serta pejabat struktural terkait di lingkungan ( .. Dokumentasi merupakan sarana bagi pemberi pekerjaan dalam memahami secara teknis seluruh kegiatan yang dilaksanakan.(diisi dengan nama hasil pekerjaan) berbasis ......(c) (d) maupun spasial... dan diberikan bersamaan dengan Laporan Akhir.......(diisi teknologi yang digunakan)... Pada bagian akhir laporan diberikan kesimpulan dan rekomendasi yang bersifat sementara. Struktur database rinci sampai entity terkecil yang ada..... Laporan Akhir Sementara yang merupakan versi awal ”Laporan Akhir” ini diberikan kepada pemberi kerja tidak lebih dari 2 (dua) minggu sebelum kontrak berakhir yang diberikan sebanyak 10 (sepuluh) buku.... Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini..... Berisi semua rancangan tentang Penyusunan Sistem Informasi ....... dan (iii) Operator Pemasukan Data............ Laporan ini berisi seluruh proses kegiatan yang telah dilakukan beserta hasil yang didapatkan. hasil pengembangan yang dilakukan.... .... termasuk didalamnya adalah pengumpulan dan hasil pemasukan data tekstual maupun spasial... berbasiskan ...... (sebutkan lokasi pemasangan) .... (Jelaskan istilah-istilah yang digunakan seperti diagram. Laporan Akhir... Laporan Akhir Sementara.. yang juga disertai seluruh draft buku Manual dan buku Dokumentasi. Laporan Akhir merupakan revisi Laporan Akhir Sementra yang telah didiskusikan dengan Tim Penilai dan Panitia Penilai Pekerjaan..... akan memuat secara rinci tahapan pengoperasian aplikasi sampai dengan ”trik” atau cara-cara mudah dalam penyelesaian masalah yang mungkin di temui... Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini. dokumentasi proses dan pelaksanaan kegiatan pelatihan... Buku Dokumentasi dalam bentuk CD-Rom sebanyak 20 (dua puluh) copy..... program aplikasi serta dokumen lain yang terkait dan perlu untuk dijelaskan secara rinci). Dokumentasi Digital (softcopy/CD-Rom).. berbasis sistem informasi . serta pihak-pihak lain terkait yang berkepentingan terhasil hasil pekerjaan tersebut.

. Untuk pegangan bagi masingmasing institusi....Buku Manual Program Aplikasi Sistem Informasi ... 2........ maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy... seluruh struktur tabel. serta pemasangan dan pelepasan jaringan..... 2. B 1. Printer........ Manual Pemeliharaan Sistem dibuat untuk menjadi pedoman bagi database administrator dalam melaksanakan instalasi sistem .....tulis banyaknya . Spesifikasi Hardware Desktop (jelaskan tipe.............. dan implementasi jaringan (networking) yang telah dipasang.. berbasis ... Untuk pegangan bagi masing-masing institusi..... (2) Program Aplikasi Sistem Informasi .... perbaikan sistem.. entity terkecil data sampai definisinya.. (b) Manual Database....... Manual Database adalah buku pegangan yang diperuntukkan bagi database administrator... Dalam manual ini juga diberikan penjelasan secara rinci tentang konsep..... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir.. Dalam hubungannya dengan database SIM ... cara perawatan... dalam bentuk ”CD-Installer” dan Perangkat Keras maupun Perangkat Lunak Pendukung Aplikasi sebagai berikut : Tabel Jumlah & Spesifikasi Teknis Hardware dan Software No .. akan dijelaskan pada Buku Manual ini..... Manual Database akan diberikan pada saat laporn akhir............ relationship. berbasis .. Manual Pemeliharaan Sistem....... dan berjumlah 10 (sepuluh) buku. diberikan masing-masing setiap tingkat pengguna dan institusi sebanyak 5 (lima) buku. rencana. maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy. jenis...1 dll Pasal 13 Hak Paten dan Hak Cipta Jumlah .... A 1..... dst) Tuliskan hardware yang dipakai seperti : Laptop..... serta prosedur standar operasional (SOP) Manual Pemeliharaan Sistem diberikan bersama-sama dengan Buku Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku.... server dll Software Microsoft Acces 2005 Win 32 English CD Licence Tuliskan software yang dipakai seperti : ArcView 9....... pelepasan sistem...

c. data informasi. kekacauan. PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. musibah angkutan laut. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip.persetujuan PIHAK PERTAMA. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini. larangan kerja. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. serta dituangkan dalam suatu addendum yang . untuk menjadi bahan pertimbangan. Membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Yang dimaksud dengan Force Majeur adalah perang. banjir. epidemi. a. mobilisasi. udara. Memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 5. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA. huru hara.PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorisinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. gempa bumi. revolusi. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian dan kelanjutan pekerjaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. darat dan ancaman terorisme. maka PIHAK PERTAMA berhak. Dalam hal terjadi Force Majeure yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. d. blokade. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. Apabila terjadi pembatalan kontrak ini sebagaimana dimaksud pada butir b pasal ini. b. kebakaran. Pasal 15 Force Majeure (3) (1) (2) (3) Apabila terjadi Force Majeure yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. pemogokan. perhitungan. Pasal 14 Sanksi dan Denda (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.

maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. Apabila dengan jalan tersebut pada ayat (1) dan (2) pasal ini tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.. perhitungan. Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) yang diselesaikan oleh suatu Dewan Arbitrase yang anggota-anggotanya dari seorang wakil PIHAK PERTAMA sebagai anggota dan seorang wakil PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Pihak ketiga yang aktif sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak... Jika terjadi pemutusan Kontrak. Apabila terjadi pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 pasal ini. Teguran/peringatan yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan setelah terlihat tanda-tanda bahwa PIHAK KEDUA dalam keadaan : Secara langsung atau tidak langsung sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan.... Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Keputusan Dewan Arbitrase mengikat kedua belah pihak untuk dilaksanakan dan biaya penyelesaian ditanggung oleh kedua belah pihak.ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.. Pasal 18 Amandemen Kontrak . Menyerahkan pelaksanaan pekerjaan ini kepada pihak lain secara keseluruhan atau sebagian tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini... maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 Wanprestasi (3) Apabila PIHAK KEDUA melakukan wanprestasi sehubungan dengan perjanjian kerjasama ini maka PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak ini secara sepihak setelah diadakan teguran/peringatan secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut atas kelalaian yang dilakukan PIHAK KEDUA. data.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak.. Pasal 16 Perselisihan (1) (2) Bila terjadi perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.... informasi.

PIHAK KEDUA PERTAMA PIHAK .................... kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah dan akan dituangkan dalam bentuk tertulis yang merupakan bagian dari perjanjian ini.. Pada tanggal : .. memutuskan perjanjian dan menggantinya dengan perjanjian lain) Pasal 19 Pemberitahuan Setiap pemberitahuan yang akan disampaikan kepada para pihak yang terkait dengan perjanjian ini akan disampaikan secara tertulis atau surat tercatat dengan tanda terima dan dikirimkan masing-masing dengan alamat PIHAK PERTAMA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------PIHAK KEDUA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Jika terjadi perpindahan alamat selama pelaksanaan perjanjian ini maka pihak yang berpindah alamat tersebut wajib untuk memberitahukan kepada pihak lain selambatlambatnya 7 (tujuh) hari setelah tanggal kepindahan.... Pasal 20 Penutup Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini terdapat hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur..PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/Perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi Force Majeur dan tidak ada perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan/pesanan...... Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dianggap sah dan berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dibuat dalam rangkap 5 (lima)............. Ditandatangani di : ... diantaranya 3 (tiga) rangkap bermeterai cukup dan dua tidak bermeterai untuk PIHAK PERTAMA dan dua bermeterai untuk PIHAK KEDUA.. Apabila terjadi Amandemen Kontrak PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan kedua belah pihak (misalnya menunda pelaksanaan pekerjaan..

............. Memperhatikan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) antara Pejabat Pembuat Komitmen DIPA............ dengan PT/CV/Firma ......... Tempat. Hal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Kepada Yth : Direktur PT/CV/Firma Di .......................Konsultan ........Tahun Anggaran ..................................... Lampiran : .... Pejabat Pembuat Komitmen ----------------------------- -------------------------------- Kop Surat Satuan Kerja Nomor : .. Tanggal ...................................

............ tahun anggaran ..... Nilai kontrak pekerjaan dimaksud pada butir 1 adalah Rp.. tentang pengadaan barang/jasa Penyusunan Sistem ............. Pembayaran pekerjaan dimakasud dibebankan pada anggaran DIPA .. ADDENDUM SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Nomor Tanggal : : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN Tetap Semula Pekerjaan tersebut............ Ketentuan lain yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dimaksud pada butir 1 dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor .......................... ......................... Pekerjaan sesuai dengan Ketentuan Komitmen........ terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja (Kontrak)....................... Bersedia melaksanakan perintah...... tanggal ......(dengan huruf) termasuk PPn dan jangka waktu penyelesaiam adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender... .................. tanggal . Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab..................... ........................................No........................................ Pejabat yang memberi Pejabat Pembuat ........... meliputi antara lain (Sesuai Rekapitulasi Penawaran) : . dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : Diminta perhatian Saudara untuk segera melaksanakan pekerjaan penyediaan barang/jasa Penyusunan Sistem ..........................................

Harga Satuan Bahan/ Material dan Harga Satuan Analisa Pekerjaan Surat Permohonan Eskalasi Harga Nomor : …………… Berita Acara Evaluasi Penawaran Eskalasi Harga Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN Tetap Tetap Tetap Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN Tetap Tetap Tetap . Tanggal ………………. tentang PENYUSUNAN HARGA SATUAN DAN NILAI KONTRAK KEGIATAN PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN Surat Keputusan Bupati …………………… tentang Perubahan Standar Honorarium. biaya Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan..Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen Pekerjaan Pengecatan Berubah Menjadi : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen DLL seperti yang tercantum di dalam Lampiran Rencana Anggaran Biaya perubahan setelah harga satuan pekerjaan dieskalasi Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Tetap Tetap Peraturan Menteri Keuangan No : …………….

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 5 TENAGA KERJA Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 6 SUB KONTRAKTOR Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Tetap Tetap Pasal 8 .

MASA PEMELIHARAAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA Tetap Tetap Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Tetap Pasal 12 KENAIKAN HARGA Tetap Tetap Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Tetap Tetap Tetap Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) .

Tetap Tetap Tetap Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 17 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap PASAL 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Tetap Tetap Pasal 20 LAPORAN Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Tetap Pasal 22 PENUTUP .

Tetap Tetap Tetap PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop…. Komite PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful