CONTOH SURAT PERINTAH KERJA DAN SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PENGADAAN BARANG/JASA

S U R A T P E R JA N JIA N P E K E R JA A N JA S A P E M E L IH A R A A N K E B E R S IH A N GEDUNG DAN HALAM AN KANTOR NOMOR : …………………… ANTARA …………………………………………………………… DENGAN … … … … … … … … … … … … … … … … .. Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.I/ Pemerintah Daerah ........................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi............... : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pihak PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan jasa pemeliharaan Gedung dan Halaman Kantor untuk keperluan Kantor ……… dengan ketentuan dan syaratsyarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini :

Pasal 1 DASAR PERJANJIAN Surat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….. Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor

Pengum um an Nomor Tanggal Tentang Surat

: …………………………………. : …………………………………. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat

Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan

Komitm en

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : …………………………………. Tanggal : …………………………………. Pasal 2 TUGAS DAN KEW AJIBAN

PIHAK PERTAMAm emberi tugas kepada PIHAK KEDUAdan PIHAK KEDUAm enerim a serta bersedia m elaksanakan tugas tersebut dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan oleh karenanya m enjadi kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan dan berpedom an pada : Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Tanggal : ………………………. Pengum um an Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Berita Acara Kualifikasi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Berita Acara Evaluasi Penawaran (Rangking). Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Harga Perusahaan dan Pengajuan Peringkat

Surat pengusulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Surat Penawaran dari PIHAK KEDUA Nomor : ………………………. Tanggal : ……………………….

Seluruh dokum en seperti tersebut pada pasal (2) butir (1) sam pai dengan (8) bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 3 TUGAS DAN KEW AJIBAN

Tugas yang dimaksud dalam Pasal (2), adalah Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor ……………….., uraian pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran surat perjanjian ini, dengan ketentuan sebagai berikut :

PIHAK KEDUAm enyetujui untuk m elaksanakan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halam an Kantor, seperti yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………………………. ,tanggal …………….., beserta lam pirannya. PIHAK KEDUAwajib melaksanakan pekerjaan tersebut dengan hasil yang baik dan benar sesuai dengan isi dalam lam piran perjanjian ini. Pasal 4 HARGA PEKERJAAN

Harga Borongan dari pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam pasal (3) Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp…………………..,- (……………………………….. ……………………………) sudah term asuk Pajak-pajak.

Harga Pekerjaan tersebut pada ayat (1) Pasal ini sudah termasuk keuntungan untuk perusahaan ini, Paja Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak-pajak lainnya serta semua biaya yang tim bul dalam proses pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggungan KEDUA PIHAK . Pasal 5 CARA PEM BAYARAN

Pem bayaran Harga Pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA yaitu PT/CV/Firma/Kop. ………………………………,yang mem punyai Rekening : No. ……………… pada Bank ……………………………………………., sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini, ditetapkan sebagai berikut : Pem bayaran oleh PIHAK PERTAMA kepadaPIHAK KEDUA dilakukan setiap bulan yaitu Rp………………….. : 12 Bulan =Rp. ………….,- (…………………….. …………………………………………..) setelah Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan ditandatangani oleh Tim Penerim a Barang/Jasa.

Pem bayaran Hasil Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang diterima oleh PIHAK KEDUA akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas , Daerah …………. Sem ua Pajak-pajak yang tim bul akibat dari Surat Perjanjian ini m enjadi tanggungan KEDUA PIHAK sepenuhnya. Pasal 6 JANGKA W AKTU PELAKSANAAN

Pengadaan Pekerjaan Jasa Pem eliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (3) Surat Perjanjian ini harus diselesaikan oleh KEDUAdalam PIHAK jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja Nomor. ………………., beserta lam pirannya, tanggal ………………….., diterbitkan atau sam pai dengan tanggal 31 Desem ber ……….. Pasal 7 PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

Untuk setiap penyerahan hasil pekerjaan setiap bulan harus dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terim a Pekerjaan. Tem pat penyerahan dan pelaksanaan seluruh pekerjaan dilaksanakan di PIHAK PERTAMAyaitu di tem pat , ……………………………………………………………..

Atas pem beritahuan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA .Pasal 8 S A N K S I Apabila PIHAK KEDUA setiap hari m elakukan kelalaian/tidak melakukan kewajiban seperti tersebut dalam pasal (1) surat perjanjian ini. akan disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Pem erintah. Besarnya kenaikan Harga yang dapat diajukan PIHAK KEDUA oleh sebagaim ana dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini. Yang dim aksud dengan keadaan mem aksa (for m ajeure) antara lain adalah : gem pa bumi. ketentuan sebagaim ana dimaksud dalam Pasal (8) Surat Perjanjian ini. . Pasal 10 KEADAAN MEM AKSA (FORCE M AJEURE) Dalam hal terjadi keadaan m emaksa (force majeure). hura-hara. KEDUA PIHAK wajib m em beritahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMAselam bat-lam batnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender. terhitung sejak keadaan m emaksa (force majuere) tersebut terjadi. kecuali apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang m oneter yang secara langsung m em pengaruhi Harga Pekerjaan sebagaimana dim aksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian ini. Apabila keadaan m emaksa (force m ajeure) ditolak PIHAK PERTAMA m aka berlaku ketentuanoleh . Pasal 9 KENAIKAN HARGA Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut kenaikan harga. pemogokan dan Kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter. maka PIHAK KEDUAdikenakan sanksi denda sebesar 1 o/oo (satu permil) atau sebesar–besarnya 5% dari harga keseluruhan yang diterim a dari PIHAK PERTAMA seperti tersebut dalam Pasal (4) surat perjanjian ini. akan m em berikan persetujuan atau penolakan secara tertulis mengenai keadaan m emaksa (force m ajeure) tersebut dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak diterim anya pem beritahuan dari KEDUA PIHAK . Apabila terjadi kebijaksanaan Pem erintah dibidang Moneter sebagaimana dim aksud dalam ayat (1) Pasa ini. PIHAK KEDUAdapat m engajukan kenaikan Harga dengan ketentuan bahwa KEDUA PIHAK tidak diijinkan m eminta keuntungan tam bahan atas kenaikan harga tersebut. kebakaran perang. yang sem uanya berkaitan langsung dan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan.

. KEDUAwajib m enyerahkan PIHAK Jam inan Pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (4) Surat Perjanjian Pem borongan ini. …………………………. atau sebesar Rp. m PIHAK KEDUA tidak mem enuhi segala kewajiban dalam jangka waktu sebagaim ana ditentukan dalam Surat Perjanjian ini. Pasal 13 DOM ISILI HUKUM Untuk melaksanakan Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk m enyelesaikannya dengan cara musyawarah dan m ufakat.. dan berm asa lakunya sekurang-kurangnya 365 (tiga ratus enam puluh lim a) hari kalender terhitung sejak tanggal penandatanganan Surat Perjanjian ini atau sekurangkurangnya sam pai dengan tanggal …………………. kedua belah pihak sepakat mem ilih Dom isili Hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri ………………. . ……………………) yang dikeluarkan oleh Bank Um um atau Perusahaan Asuransi Kerugian. Jam inan Pelaksanaan ini akan menjadi milik Negara apabila : PIHAK KEDUA engundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini.Pasal 11 JAM INAN PELAKSANAAN Sebelum kedua belah pihak m enandatangani Surat Perjanjian ini. Jam inan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada KEDUA PIHAK setelah Surat Perjanjian Pemborongan ini berakhir atau setelah kedua belah pihak m emenuhi segala kewajibannya. Pasasl 12 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sebagai akibat dari pelaksanaan Surat perjanjian ini. m aka kedua belah pihak sepakat untuk m enyelesaikannya melalui pengadilan. (……. Apabila dengan cara m usyawarah dan m ufakat perselisihan tersebut belum dapat diselesaikan. ……………….

………………………….. PIHAK KEDUA. Pada hari. …………………….. ……………. …………………………….. dibuat 2 (dua) rangkap diantaranya bermaterai cukup dan m asing-m asing merupakan Asli serta m em punyai kekuatan Hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………………………………………………………………………. tanggal... bulan dan tahun sebagaim ana tersebut di atas. PT/CV/Firm a/Kop. Lampiran Surat Perjanjian No.. …………………………. Pejabat Pembuat ……………………………. …………………… . Kom itmen PIHAK PERTAMA. ……………………………. Tanggal. NIP.Pasal 14 PENUTUP Demikian Surat Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ini.

Pejabat Pembuat ……………………………. …………………………….2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… 36. Kom itmen …………………………….644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I.. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13.416 M2 1 Paket …………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA.1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung Pembersihan Lantai ruang kantor/lab Pembersihan Water Closet/Kamar mandi Pembersihan Kaca ruang kantor/lab Pengisian sabun wastafel Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I..PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No.. . PIHAK PERTAMA.

............................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................................. : ..................... Nama NIP Jabatan Alamat : ............ NIP. Tahun Anggaran 200….............. tanggal ………………………… serta Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen : …………………………............ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... 2................... Menunjuk kepada Berita Acara Pelelangan Nomor.................. tanggal ......... ..................... : ... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.................... …………………... Nomor .............................. tanggal ……………………. tanggal ..... tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor yang dana pembiayaannya tersedia didalam Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA) ………………………... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. maka dengan ini : 1... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...... SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : .......…………………………......... Jabatan ………………………….................................... Mata Anggaran …………………………… …....... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..............I/ Pemerintah Daerah ........ Nama Jabatan Alamat : .. Nomor .................. Biaya Pemeliharaan........ dengan segala perubahannya...........

.......... ……………………………………….. Harga Tetap : Rp. dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. 2.)………………..).. …………………. dengan Rekening No.......Dengan ini PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor ... Kepada …………………………………………………………. ………… Yang Menerim a Perintah. …………………………………………………………………… …………………………………………. Dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA ) …………………………………………………………. Untuk setiap hari keterlambatan atau absen melaksanakan Pekerjaan maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar satu permil (1 o/oo) dari harga borongan dan diperhitungkan pada saat penagihan pembayaran. Ketentuan/persyaratan lainnya akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Pemeliharaan Kebersihan Gedung dan Halaman Kantor..... Mata Anggaran (……………. Tem pat/tgl.... Tempat Penyerahan : 6. ..... Akan dilaksanakan oleh KPPN/Kas Daerah.. PIHAK KEDUA. Pembayaran : 4. PIHAK PERTAMA.... Pendanaan : 3.... setelah Hasil Pekerjaan diterima dengan baik yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. Pejabat Pembuat Kom itmen ……………………………../BANK …… ………………………... 365 (Tiga ratus enam puluh lima) hari kalender mulai tanggal 02 Januari ………. (………………………………... Kantor……………………………………………….. …………………. sudah termasuk Pajak-pajak (daftar rincian pekerjaan terlampir). Sampai dengan tanggal 31 Desember …………. ……………………………. Tahun Anggaran 200.... Yang Memberi Perintah.. Denda Keterlambatan : Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini untuk dilaksanakan secara baik dengan penuh tanggung jawab.... Waktu Penyerahan : 5.

Pembersihan Lantai ruang kantor/lab b. Pembersihan Kaca ruang kantor/lab d.…………………………. …………………….2 Pemeliharaan Kebersihan Halaman Kantor Pembuatan & Pembersihan rumput 36. Ketua …………………………. Tanggal. 1 URAIAN PEKERJAAN JUMLAH SATUAN 13. Pembersihan Water Closet/Kamar mandi c.1 Pemeliharaan Kebersihan Gedung a. …………………… PEKERJAAN JASA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTOR No.. NIP. Pengisian sabun wastafel e. Lampiran Surat Perjanjian No.416 M2 1 Paket …………… . Pengisian Pengharum ruangan Pewangi Pesawat Telephone Kelengkapan Sarana Kamar Mandi Pembersihan Talang Gedung I.644 M2 1 Paket JUMLAH HARGA …………… Pemeliharaan Gedung Kantor I.

..................................... Kom itmen …………………………….............. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola ...... Pejabat Pembuat …………………………….....Pembersihan Parit Membuat Semak liar di trace jalan Menyapu sampah Pembersihan Taman Terbilang : ……………………………………………… ……………………………………………… JUMLAH PPN 10% TOTAL ……………… ……………… ……………… PIHAK KEDUA........ tanggal ..................tahun dua ribu .......... NIP........................ Nama NIP Jabatan Alamat : ... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN KOMPUTER/PC PADA …………………………… ………………………………………………………… Nomor : ……………………................... tanggal ……………… bulan ………………….. Pada hari ini ............ : .... …………………………........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nomor . ……………………………... …………………………...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...... PIHAK PERTAMA. ……………............

.... Tanggal ……………………. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Nama Jabatan Alamat : . PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti............. dengan segala perubahannya.............. : . berdasarkan............... seperti tertera pada Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ………………................. ……………………… Tahun Anggaran ……. 2...... tanggal .................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dibawah ini................. Pasal 1 Tugas /Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas/ pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC sebanyak 3 (tiga) unit pada …………………………………... Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………….... Tentang : Penetapan Pem enang Pengadaan Kom puter/PC Pem buat Komitm en Pengum um an Nomor : ………………………………….... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......... ...... Tanggal : …………………………………..... Pasal 2 Ketentuan Dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Nomor .............keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... Nomor : …………………………………..................I/ Pemerintah Daerah ...

Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Komputer/PC antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan.. Tanggal : …………………………………. Nomor : ………………………………….. …………………………………….. Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini...Tanggal Tentang Surat : …………………………………... yang bertindak untuk dan atas nama Direktur PT.. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.. dalam hal ini adalah …(sebutkan nama orangnya) ………………………. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitment ………………………………….. Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan... Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana lampiran Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan computer/PC... Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Komitm en Surat Perintah Penawaran harga dari PT/CV/Firm a/Kop. ..... Pasal 4 Syarat-syarat Umum Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah Pihak Pemberi Pekerjaan. Tanggal : …………………………………. Tahun Anggaran ………………. Pasal 3 Itikad Baik PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. : Pengum um an Pem enang Pelelangan Pem buat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………..

hak cipta dan merk. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan Komputer/PC pada …………………………………………………… Tahun Anggaran ……. pengoreksian. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas pengawasan.Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. ………… tanggal 31 Desember…… Tahun Anggaran ……… Pasal 9 PIHAK . tanggal …………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. jenis. KEDUA harus mengetahui segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat 1 diatas. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Keputusan Penetapan Penyedia Barang Nomor …………………………….. dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa.) termasuk biaya pengiriman (transportasi) serta perhitungan – perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No. Mutu.. …………………………………………………………………….. Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga Borongan /kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp. ………………………. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas.

6. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh) rangkap KESATU bermaterai Rp. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. Faktur Pajak Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengujian SPP-LS melalui KPPN/ Kas Daerah ………. Pengambilan uang muka sebagaimana dimaksud diatas. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa /Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. Rekening : ……………..000. PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi – tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. Dan Nomor NPWP……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. diperhitungkan berangsurangsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen). sebagai berikut : Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………… Nomor.Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syarat Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. ……………………= . Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak.Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. telah menyerahkan jaminan pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp.

Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. …………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua belah Pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan.Rp. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. maka jaminan –jaminan yang diserahkan kepada PIHAK KESATU disita oleh PIHAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar 1 o/oo (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. ………………. Pasal 11 Sanksi dan Denda Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20% dari nilai kontrak. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. maka untuk setiap hari keterlambatan. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. (…………………. .

. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. PIHAK KEDUA wajib menjamin keaslian barang dan tidak melanggar hak cipta/merk/kekayaan intelektual serta jaminan purna jual selama 1(satu) tahun. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. baik volume. Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor ……………………. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. Pasal 13 . penelitian.. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. ………… Tanggal ………………. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru.Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak dan kewajiban PIHAK KESATU PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

). Pasal 15 Pemutusan Hubungan Kerja PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak. 1). Pasal 16 . Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima hasil Pekerjaan. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan /teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut kepada PIHAK KEDUA. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut rugi kepada PIHAK KESATU. 3). maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung kontrak perjanjian ini. PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sebagai diatur dalam Pasal 6 Surat Perjanjian ini.Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor …………………………………………………………………. 2). PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU. Jika terjadi Pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini. Dalam hal demikian. ……………………………. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. sehubungan dengan pekerjaan ini. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. Pasal 14 Transportasi Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini.

Pasal 18 Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian. fax maupun telepon. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. Pasal 21 Keadaan kahar .Penyelesaian Perselisihan Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak. Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri ……………. Pasal 19 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase.. maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) kecuali pemerintah secara Khusus mengaturnya. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian ini.

dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan perundangundangan yang berlaku Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. 2. Pasal 24 Ketentuan Tambahan Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terjadi atas pengawasan. Pemogokan nasional Kebakaran Gangguan industri lainnya. tanah longsor. keadaan dimaksud adalah . gempa bumi. . angin topan. Pasal 23 Amandemen Kontrak PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. Perubahan Pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan.Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia /penguji. banjir. pesanan. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan – keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. wabah penyakit. Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. gunung meletus. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa /Penguji Barang/Jasa. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar.

Berita Acara Hasil Pelelangan . …………………………… …………………….Jika Terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak.. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPBB) . Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan . …………………………… . dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari. Berita Acara Pemberian Penjelasan . PIHAK KESATU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. dalam rangkap 6 (enam) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Berita Acara Pembukaan Penawaran . Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran . tanpa paksaan. tanggal. Surat Penetapan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) . Dokumen Pemilihan Penyedia Barang / Jasa Pasal 26 Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada surat perjanjian Kontrak ini dilampirkan : Jaminan Pelaksanaan . bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan . PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop………………..

. : Pengadaan Komputer PC untuk Keperluan Kantor .. : Pejabat Pembuat Komitmen ..... : ………………………………………………............. ... ……………………(Dengan huruf)........ : ………………………………………………… : ………………………………………………… Pekerjaan tersebut harus Dimulai Selesai selambat-lambatnya . : ………………………………………………. /I/...... : Rp... tanggal Nama Jabatan Alamat Memberi Perintah Kerja kepada Nama Jabatan Alamat Macam pekerjaan yang dilaksanakan Jumlah Harga Pembayaran dilakukan melalui : ………………………………………………. ……………………………………………. ……………………………………………….. : ………………………………………………. Pada Hari... : ………………………………………………...........SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ...... : ……………………………………………….... : ………………………………………………../200.. : Kantor Pelayanan Perbendaharaan … Negara/Kas Daerah …………… dari Anggaran Dana Kegiatan ……Tahun Anggaran 200......

KETENTUAN – KETENTUAN ADMINISTRASI DAN PEMBAYARAN Jumlah harga tersebut akan dibayar dari Anggaran Dana Kegiatan ………. DIPA No Tidak diperkenankan mengadakan perubahan harga. kwalitas maupun perintah kerja yang telah ditentukan. ……………………………. Barang harus diserahkan selambat-lambatnya pada waktu yang telah ditentukan dalam Surat Perintah Kerja (SPK). …………………………….Dengan ketentuan-ketentuan terlampir : Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 8 (delapan) dan berlaku syah setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan bermaterai secukupnya. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firm/Kop …………. NIP. ……………………………………………….. Sanksi/denda akan dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu perseribu) per hari dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan penyerahan pekerjaan dari jumlah harga (Nilai Kontrak). Apabila Pihak pemberi pekerjaan mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran kepada pihak pelaksana pekerjaan. Tahun Anggaran 2004. Segala sesuatu yang belum diatur /tercantum dalam ketentuan ini berlaku ketentuan umum yang lazim dipakai dalam perjanjian /kontrak. maka kepada Pihak Pemberi pekerjaan akan dikenakan denda dan harus dibayarkan kepada Pihak pelaksana . ……………………………………………. Dalam hal ini apabila terjadi perselisihan maka kedua belah pihak akan memilih tempat yang sama dan syah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta. Direktur Lampiran I Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen …….

52 Slot PCI. 1 Port Serial. Sound ADI Ad 1980 6-Channel Audio CODEC.. LAN 10/100Ethernet. : : : Surat Perintah Kerja (SPK) ……………………………. …………………………….0. YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………. VGA AGP 64 Gforce 2/MX 400 DDR 256 MB/PC 2700 Casing Tower Full ATX Simbadda/350 watt . Sound.dengan nilai sebesar Bunga Bank yang berlaku pada saat transaksi dan mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku. Volu me 3 Unit Harga Satuan ……… Jumlah Harga (Rp) ……………… Nama Barang Pengadaan Personal Komputer Spesfikasi PC Pentium 4 Mainboard ECS Intel 848 P. Hardisk Seagate Baracuda 80 GB/7200 RPM. NIP. Direktur ……………………………. Lampiran II Nomor Tanggal No 1. 4 Port USB 2. 1 Slot AGP.. 1 Port Pararel. A-Intel Presscott CPU Support Include Chipset Northbridge Intel 848 Up 64 MB 2D/3D Support. YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen …………………………….

................. Nama : ......... tanggal ……………… bulan …………………..... YANG MENERIMA PERINTAH PT/CV/Firma/Kop……………… YANG MEMBERI PERINTAH Pejabat Pembuat Komitmen …………………………………. ...DVD Combo Lite on Floppy Disk Panasonic 3............ ……………... …………….............. ………………………... Pada hari ini ................ …………………………………...... SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : .... ............. …………………………………..... Total ……………………………………………. Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN SUMBER AIR BERSIH KAPASITAS SEDANG ……………………………………………………………………………….......44 MB Monitor 17’ Flatron ez T................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........ …………………………………...5/1...... 710 SH LG Keyboard Logitach Mouse PS2 OEM Infra Speaker Subwoofer Stabilizer Modern 56 k Flasdizk 128 MB Proccecor Intel Pentium 42..............tahun dua ribu ...4 GHz Terbilang : Jumlah PPN 10% ……………………………………………...... ………………………............ ……………...... …………….............

........... : ...... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..... Surat Penawaran harga Nomor ....................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............. Nama Jabatan Alamat : . : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... 5..................... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. dengan segala perubahannya. tanggal .................................. 2......... Nomor .. tanggal ................ Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ......... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia....... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ............. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Nomor .......... tanggal ........................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti......I/ Pemerintah Daerah ........ 6..... tanggal ........ Kedua belah pihak berdasarkan : 1.... Pasal 1 TUGAS DAN KEWAJIBAN . tanggal ......... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA......................... 3.... 2.....NIP Jabatan Alamat : ... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............................. 7. tanggal ........... (kalau ada) Surat Keputusan ......................... 4... Nomor ...................

. sudah termasuk ongkos kerja. tanggal …………………………. Untuk prestasi pekerjaan sebagai akhir dari masa pemeliharaan pekerjaan dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan II (terakhir).. Pasal 2 HARGA Harga Borongan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 Surat perjanjian ini sebesar Rp ………………………. Untuk prestasi pekerjaan 100% dinyatakan dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang dalam bentuk Berita Acara Penyerahan I.PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah dibehrikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan : Pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang. Pasal 3 WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Kapasitas Sedang ……………………………………………… adalah selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Pemborongan atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal ……………………………………………….. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Dokumen Penunjukan Langsung (RKS) Nomor : ……………………………. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 4 .. PIHAK KEDUA dalam mengajukan termijn atas prestasi yang dicapai diwajibkan untuk membuat daftar prestasi pekerjaan dan PIHAK PERTAMA akan membuatkan Berita Acara Pekerjaan. (dengan huruf). PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. material dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku dengan perincian sebagaimana terlampir.

maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dengan batas maksimum 5% (lima persen) dari harga borongan pekerjaan.anggaran ……………. dll) b. Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa adalah peristiwa-peristiwa berikut : a. banjir. sedangkan tahap kedua merupakan masa pemeliharaan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum selama 30 (tiga puluh) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% dari nilai kontrak atau Rp. Peraturan Pelmerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. ………………………. Dalam hal terjadinya force majeure PIHAK KEDUA wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam jangka waktu empat belas (14) hari kalender terhitung sejak kejadian dimaksud. Tanggal …………………………. Kebakaran Perang. pemogokan dan epidemi. d. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. sehingga mempunyai akibat langsung tertundanya penyelesaian pekerjaan tersebut.. . c. apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I Oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. huru hara. Pasal 5 DENDA KETERLAMBATAN Apabila jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dilampaui akibat kelalaian PIHAK KEDUA.CARA PEMBAYARAN Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap.. Dengan pengajuan SPP-LS oleh bendaharawan ………………………………………………………… kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah ………………………. Seluruh pembayaran dibebankan pada DIPA No ……………. pemberontakan. dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II (terakhir) oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. yaitu tahap pertama sebesar 95% dari total nilai kontrak atau Rp. ……………………. Bencana alam (gempa bumi. tanah longsor.

. Kedua belah pihak sepakat untuk memilih tempat kedudukan yang syah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri …………. Pada hari. bulan. Pasal 7 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika Terjadi perselisihan pendapat dalam rangka pelaksanaan Surat Perjanjian ini kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah. tanggal. dan tahun tersebut diatas. Apabila penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini belum tercapai. kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaiannya kepada Pengadilan Negeri.Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Pasal 8 PENUTUP Surat perjanjian ini dibuat 7 (tujuh) rangkap. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA.

.

2. Pemasangan alas / dasar saluran. TOTAL Rp. Pekerjaan : Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas Sedang No DESKRIPSI JUMLAH HARGA SATUAN Rp. M2 TOTAL Terbilang : PAJAK 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA . Pekerjaan Persiapan 1. 2.6 50 M M2 84 M2 42 1 M Ls II .15 cm .Lampiran : SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (SPK) Nomor :…………………………………… Tanggal : …………………………. bahan plastik Pemasangan coran beton bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Perbandingan coran 1 : 2 : 3 4. Pemeliharaan Sumber Air Kapasitas sedang berupa Perbaikan saluran pembuangan air bekas (drainage) I. Pembongkaran saluran lama Pengangkutan dan pembuangan puing Pekerjaann Pemasangan 1. Pemasangan kolom bertulang dengan rangka besi behel 8 mm . Perbandingan coran 1 : 2 : 3 3. Pemasangan grill besi siku-siku 4 x 4 @ 45 cm 6.15 cm .

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

. Nama Jabatan Alamat : ..... Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA MEJA KAYU DAN KURSI BESI / METAL UNTUK KEPERLUAN KANTOR ………………………………........... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. Nomor ........ Pada hari ini ......................................tahun dua ribu .................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Inventaris Kantor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............. : ......... ………………………………………………………………………………..... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............................ tanggal ……………… bulan …………………............. : ..... 2......... Nama NIP Jabatan Alamat : ............... Nomor .....................SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R....... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa ....... tanggal ..... ……………................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..............I/ Pemerintah Daerah ............................. tanggal .............. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........................... dengan segala perubahannya.........

Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Oskar Standari : Kiri .Kanan 5 buah Hydraulik 2 buah 03 . Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Kanan 5 buah Hydraulik 1 Set Volum e 1 buah 02 . . Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Pengadaan Kursi Merek Type Bahan Sarung : Sandaran Kepala : Sandaran Tangan Roda dan Kaki : Syatem : Kerja Besi / Metal : Donati : DO 10 Kulit Tinggi : Kiri . adalah sebagai berikut : N o Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 .Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi /Metal pada Kantor …………………….

... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ...... harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal …………………………... …………………………… (dengan huruf).... atau selambat-lambatnya tanggal …………………………………………………………….... kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA....... dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak.................. Surat Penawaran harga Nomor ....... tanggal ....... tanggal ... tanggal ..... tanggal .... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 tidak dapat diubah.tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 3 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor Berupa Meja Kerja Kayu dan Kursi Besi / Metal pada kantor …………………………………..... Nomor ....... (kalau ada) Surat Keputusan ......... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .. Pasal 5 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp...Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA.

. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat.. Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. Pasal 6 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi. Rekanan bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. ……………………. Pasal 7 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini.. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga kontrak. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan/barang yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat.Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………………………. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku.

Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Pasal 8 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Peralatan/barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan Pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. cacat. Pasal 10 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat 1. Pasal 9 JAMINAN Apabila peralatan/barang yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. . Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat-lambatnya 1 (satu) Minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA.

dan sebagainya) kebakaran. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan ini dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA. peperangan. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA.Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagia alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikelluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. Pasal 13 LAIN – LAIN . Pasal 11 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. huruhara. banjir. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Abritasi Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. Apabila cara yang dimaksud Pasal 12 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.

Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari. PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP PIHAK PERTAMA Lampiran : SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor :………………………tanggal …………… Pekerjaan : Pengadaan inventaris kantor No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang Pengadaan barang Inventaris Berupa : Pengadaan Meja Kerja kayu dan Kursi Besi / Metal 01 . tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. 1 Set Pengadaan Meja Kerja Kayu Bahan : Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) . 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.

Kaca Ryben – 5 mm Ukuran Meja Kerja : Panjang : 180 cm Lebar : 90 cm Tinggi : 70 cm Ukuran Meja Samping : Panjang : 120 cm Lebar : 40 cm Tinggi : 60 cm Ukuran Meja Bawah / Locker : Panjang : 45 cm Lebar : 45 cm Tinggi : 60 cm 02 . Terbilang : Jumlah PPN 10% TOTAL PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Nama Jabatan pada Perusahaan Nama NIP .Mutiplek 18 mm lapis Teakwood kombinasi kayu Mahoni dan list profil.Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik 1 buah 2 buah 03 .Kanan Roda dan Kaki : 5 buah Syatem : Hydraulik Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Oskar Sandaran Kepala : Standari Sandaran Tangan : Kiri . Pengadaan Kursi Kerja Besi / Metal Merek : Donati Type : DO 10 Bahan Sarung : Kulit Sandaran Kepala : Tinggi Sandaran Tangan : Kiri .

...................... Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA : PENGGANTIAN /PEMASANGAN KARPET....... Pada hari ini ........ Nomor .... 2... PERBAIKAN/PENGECATAN DINDING DAN PERBAIKAN PINTU RUANG KERJA PADA KANTOR …………………………………………….................. tanggal ……………… bulan ………………….... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............ Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .... tanggal ....................................I/ Pemerintah Daerah .............................. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..... Surat Penawaran harga Nomor ......... Nama Jabatan Alamat : ......... tanggal . Nama NIP Jabatan Alamat : .............................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA... ……………........ Nomor .... dengan segala perubahannya................................. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. : ...................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... tanggal .... …………………………………………………………......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..................................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...................................... tanggal . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ... : ..........SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Nomor : ……………………………………............... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............tahun dua ribu .................... tanggal ................ (kalau ada) ...

Cat Tembok : Vinilex No.. Secondary Backing : Woven Polypropylene i. Yarn Type : 100% Nylon 6. tanggal .. Perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada Kantor …………………………………………………………………...586 M2 . Gauge : 1/8 e. Static Control : Permanent k. Primary Backing : Woven Polypropylene h... Construction : Cut Pile Saxony b. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. I 1 II A 1 Bahan Spesifikasi 1.0 M j..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti.. 8006.. Pile Hight : 12.. Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Penggantian/Pemasangan karpet.. adalah sebagai berikut : No Uraian / Jenis / Spesifikasi Barang PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Volume karpet. Warna Lily White ABQT... 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) 1 LS 43..0 c.. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f.. Nomor . Underlayer dan Karpet : Carpets Classic Windsong-Clour Wood -046 a.0 MM g. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2.... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini. Dye Method : Piece Dyed d..Surat Keputusan .. Width : 4.

kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu.586 43.25 M2 M2 M2 M2 Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Pengadaan/ pemasangan karpet.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu.712 M2 16.121 M2 22.18 46.609 M2 43.586 43. dan selanjutnya akan diatur kemudian dalam Addendum kontrak. SIJ). .586 M2 7 buah 2 buah 1 buah 41.65 29. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan PEngecatan Dindking dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 11. harus diselesaikan tidak lebih dari 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kontralk atau selambat-lambatnya tanggal ………………………… Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex. perbaikan/pengecatan dinding dan perbaikan pintu ruang kerja pada kantor ……………………………………………….586 M2 43.2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 3 4 Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lapisan Lantai-Kamar Rias SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.586 43..59 22.586 M2 M2 M2 M2 43.

Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini terkecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. …………………………… (dengan huruf). harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat. …………. . Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya (100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa / Penguji Barang. Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah………………………………………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Surat Jaminan pelaksanaan di Bank atau Perusahaan Asuransi yang memiliki Program Asuransi Kerugian yaitu sebasar 5% dari harga Asuransi Kerugian yaitu sebesar 5% dari harga kontrak = 5% x Rp. Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. Kesesuaiannya dalam spesifikasi teknis. = Rp. Pasal 5 PEMERIKSAAN PEKERJAAN Segera setelah peralatan / barang tiba dilokasi. …………………… (dengan huruf).

kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti . Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan/barang yang ditolak tersebut. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini.Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh Panitia Pemeriksa / penguji Barang dan Jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu Berita Acara Pemeriksaan. akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1 (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar sama dengan nilai jaminan pelaksanaan. PIHAK PERTAMA berhak menolak semua pekerjaan yang menyimpang spesifikasi dan persyaratan atau peralatan/barang yang cacat. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA. bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi kepada yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini. cacat. PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Pasal 8 JAMINAN Apabila pekerjaan yang diterima dilokasi dalam keadaan rusak.

. banjir. dan sebagainya) kebakaran. Pekerjaan tambah kurang hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAk KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Adanya pekerjaan tambah kurang yang dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. peperangan.dengan yang baru selambat-lambatnya pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kapada PIHAK PERTAMA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter. huruhara. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dinggap bukan Force Majeure. Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. 1 (satu) Minggu setelah surat Terhadap pekerjaan tersebut pada pasal 1 diberikan jangka waktu / masa pemeliharaan selama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak pekerjaan selesai yaitu tanggal …………………………. Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan. Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa.

………………. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada Keputusan Pengadilan Negeri. Penawaran Harga Nomor : ……………. Pasal 12 LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan dapat diselesaikan secara musyawarah antara PIHAk PERTAMA dan PIHAK KEDUA.PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA..Nomor : ………………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………………... tanggal ……………. tanggal ……………….. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………. Berita Acara Evaluasi.. Apabila cara yang dimaksud Pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul.. tanggal ………………. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. tanggal ………….. tanggal …………………… Surat Penawaran Harga PT. tanggal ……………. tanggal ………………… . Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. tanggal ……………. Pengumuman hasil pelalangan Nomor : ………………………. tanggal ……………. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANNI) di Jakarta. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………..... bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. tanggal ……………… Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : …………..

) . tanggal bulan dan tahun tersebut diatas. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di Jakarta pada hari.Pasal 13 LAIN – LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau Perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.) JUMLAH HARGA (Rp. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai ketentuan hukum yang sama.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas.. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR VOLUME HARGA SATUAN (Rp. Tanggal : ………………………….

Width : 4.609 M2 43.0 MM g. Primary Backing : Woven Polypropylene h.586 M2 43. Dye Method : Piece Dyed d. Construction : Cut Pile Saxony b.0 M j. Pile Weight : Ca 1100 GM/M2 f.586 M2 . Pile Hight : 12. Yarn Type : 100% Nylon 6. Secondary Backing : Woven Polypropylen e i. Warna Lily White ABQT. Cat Tembok : Vinilex No. perbaikan/pengecatan Dinding dan Perbaikan Pintu Ruang Kerja Bahan Spesifikasi 1. Underlayer dan Karpet : Carpets Classic WindsongClour Wood -046 a.712 M2 16.586 M2 11.586 M2 43.121M2 22.PERMANEN Berupa : pergantian/pemasangan karpet.586 M2 43.586 M2 43. Wear Warranty : 5 Years Limited Wear Warranty 2.586 M2 43. 21 Pekerjaan Persiapan Bongkar Karpet Underlayer (lama) Pekerjaan Pasang Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Karpet Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJ Lapisan Underlayer Kamar Rias SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tata Usaha SIJ Lapisan Underlayer Ruang Tunggu Tamu SIJ Pemasangan Karpet I 1 II A 1 2 3 4 B 1 2 3 4 III A 1 B 1 IV 1 2 3 V 1 2 1 LS 43. 8006. Static Control : Permanent k.0 c. Gauge : 1/8 e.

Stel Rangka dan Tambah Engsel Pemotongan Rangka Pintu. Ruang SIJ) Karpet Lantai (ex.Ruang SIJUK Lantai I Pekerjaan Pintu Ruang SIJ – Lantai 2 dan SIJUK – Lantai 1 Pemotongan Rangka Pintu. SIJ).65 29. Stel Rangka Perbaikan Pintu Kayu – double teakwood Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond – Lantai 2 Cat dinding ruang selar dan tunggu tamu SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang tata usaha SIJ – Lantai 2 Cat dinding ruang kamar rias dan toilet SIJ – Lantai 2 Cat plafond ruang rias dan toilet SIJ – Lantai 2 PIHAK KEDUA 7 buah 2 buah 1 buah 41.59 22.3 4 Lapisan Lapisan Lapisan Lapisan Lantai-Ruang Kerja SIJ Lantai-Kamar Rias SIJ Lantai-Ruang Tata Usaha SIJ Lantai-Ruang Tunggu Tamu SIJ Pekerjaan Perbaikan Karpet Pemasangan Lapisan Underlayer Lapisan Underlayer Ruang Kerja SIJUK Pemasangan Karpet (ex.18 46.25 M2 M2 M2 M2 PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

.......... : ...... dengan segala perubahannya...... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.. Nama Jabatan Alamat : ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......tahun dua ribu ..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... Nama NIP Jabatan Alamat : ........................... GEDUNG …………………………… …………………………………………………… Pada hari ini ........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... RUANG TUNGGU TAMU DAN RUANG RAPAT…………………….............. tanggal ……………… bulan …………………............. tanggal .............. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.................... ……………....... 2................... : .. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.............. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..... Nomor ...........................SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor :………………………… Tentang PEKERJAAN PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN BERUPA PERBAIKAN/PEMASANGAN DINDING PANEL KAYU PADA RUANG TATA USAHA....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........................................... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti...........I/ Pemerintah Daerah ....... tanggal ........................... Nomor ....................... Pasal 1 DASAR PERJANJIAN ....................

.... PIHAK KEDUA wajib melakukan persiapan dan menyediakan pengawas lapangan sebagai tenaga ahli yang terampil dan menguasai bidangnya serta menyiapkan seluruh peralatan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.. 4.......... Pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah jam kantor selesai....... Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan..... Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat ………………………………..........…………………. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. (kalau ada) Surat Keputusan .. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.... Tanggal …………….... PIHAK PERTAMA menunjuk Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan sebagai pengawas harian pekerjaan bagi PIHAK PERTAMA. Nomor . 3. tanggal ..........KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya..... . tanggal ...... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. tanggal ..secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:………………………. sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Pasal 2 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.. tanggal . Pasal 3 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA DAN PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan 1....... Surat Penawaran harga Nomor ... yaitu : 2.. Ruang Tunggu Tamu dan Ruang Rapat………………………………………………………… ………………………………….........

. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA..... Setelah pekerjaan selesai dan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan kerangka acuan atau ketentuan teknis yang dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.. PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran-saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya...30 WIB s/d selesai c. Pasal 5 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas . PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua ketentuan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini... 7. Jum'at : pukul 16.l adalah selama 21 (duapuluh satu) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian kerja atau kontrak ini atau selambat-lambatnya tanggal………………………….a....00 WIB s/d selesai b. 9.. Pasal 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen berupa Perbaikan/Pemasangan Dinding Panel Kayu Pada Ruang Tata Usaha.. 10.. ………………… PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini. Lembur hari Sabtu/Minggu (jika diperlukan) : waktu disesuaikan dengan keperluan 5........... bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik... PIHAK KEDUA wajib menyampaikan/menyerahkan identitas dan jumlah pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan …………………………………………………………………. sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan.... Ruang Tunggu Tamu Dan Ruang Rapat Kantor. jumlah pekerja serta waktu pelaksanaan pekerjaan kepada petugas keamanan kantor. Senin s/d Kamis : pukul 16.. 8. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan permintaan ijin lembur kepada Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan dan menyerahkan identitas. Dalam hal pelaksanaan lembur.. 6...

S) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPKN)/Kas Daerah . . Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan secara bertahap.... 7. Semua pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada DIPA Nomor………………. yaitu tahap pertama sebesar 95% atau Rp. Harga tersebut adalah tetap (Fixed Price)..pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA.Tanggal …………………… Tahun Anggaran ……………… Semua pembayaran akan diselesaikan dengan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-L... Harga untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……………………………………………………………………………………………………. Pasal 6 HARGA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1.. dari total nilai kontrak apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan I oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. 6.. Pengajuan SPP-LS dimaksud dapat dilakukan setelah diterimanya dokumen tagihan lengkap dari PIHAK KEDUA oleh Bendaharawan…………………………… Pasal 7 SANKSI 1. …………………………….. setelah mendapat peringatan/teguran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan teguran tersebut. PIHAK KEDUA tidak dibolehkan melakukan perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA. sedangkan tahap kedua yang merupakan masa pemeliharaan dengan jangka waktu masa pemeliharaan maksimum 14 (empat belas) hari kalender dapat dibayarkan sisanya sebesar 5% atau Rp………………………………… dari total nilai kontrak dan dibuktikan pula dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan II oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang. 4. 5. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum 1 (satu) permil sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat 3.. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak-pajak lain sesuai dengan peraturan perundanq-undangan yang berlaku. 2...

5. bila tidak 3. 3. maka penggantian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA yang besarnya didasarkan pada nilai (harga) barang yang rusak atau biaya perbaikan dan nilai atas barang itu selama tidak berfungsi. Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal terjadinya Force Majeure untuk mendapatkan persetujuan PIHAK PERTAMA. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. banjir dan sebagainya). maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan force majeure. 4. Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa.Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA. 2. 2. pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. peperangan. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. . Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 7 Kerugian-kerugian yang diderita oleh PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan para pekerja PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat bolas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA.

tanggal …………………… Berita Acara Evaluasi.. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1... Undangan Negosiasi Harga Nomor :……………………..dapat diselesaikan secara musyawarah. dan Negosiasi Penawaran Harga Nomor:…………... 4. Klarifikasi. 3 (tiga) Rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Surat Penawaran Harga PT. pada hari dan tanggal tersebut di atas. 3.... 8. 5. tanggal…………………………… Pasal 11 LAIN .……Tanggal ………………….... maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrage Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. 6. Surat Keputusan Kepala Bagian Umum dan Keuangan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Nomor…………………. setelah dibubuhi materal yang cukup dan ditanda tangani di . Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di . Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap. 3. …………Nomor :……………… tanggal ………………….. pada hari. 7. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. 2..... Tanggal ……………… Penetapan Harga Nomor :……………………tanggal ………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian inl atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. bulan dan tahun tersebut di atas. tanggal.LAIN 1.. ditambah lagi seorang di luar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA. Undangan Penunjukan Langsung Nomor :……….. tanggal ……………… Persetujuan Penetapan Harga Nomor : ……………………. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor:……………… tanggal…………… 2. .

..... NIP. Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. ………………………………….... Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal .. PIHAK KEDUA …………………………………. dan berakhir . . PIHAK PERTAMA …………………………….. …………………………………..4.....

PEMELIHARAAN GEDUNG KANTOR PERMANEN Berupa : Perbaikan/pemasangan Dinding Panel Kayu pada ruang Tata usaha. Hasil Negosiasi : HARGA NO URAIAN KEGIATAN VOLUME SATUA N Rp...5/2 dan 5/2 .....taekwood bermotif Lapisan pintu panel .....1 luar Lemari Tanam/Buku Dinding dalam multiplex terlapis taekwood Dinding kaca bevel 4 mm Lapisan dinding luar taekwood bermotif Laci/pintu double terlapis taekwood bermotif Pekerjaan politur : Pekerjaan wood filler.. sanding saller Finishing politur/toop cat gloss/doop Pekerjaan Persiapan Pembongkaran list/rangka pada dinding panel dan dinding gypsumboard Pembongkaran lemari tanam dan lemari buku ruang rapat Irjen HARGA JUMLAH Rp. 2 . 3... wood staind..Lampiran : Surat Perjanjian Kerja Pemeliharaan Gedung Kantor Permanen Nomor : .. tunggu tamu dan ruang rapat Irjen lantai II Bahan : Dinding Panel/Pintu Kayu Dinding panel kayu ...taekwood bermotif Rangka Binding kayu profil 3 -2 alur List kayu 3/2..... Tanggal .... I .

40 Pekerjaan Pasang . Dinding panel B .lama Pembongkaran rangka kayu profil . 4.80 meter 3.76 M 2 4. Dinding panel A .20 meter 31. 3/5 cm Pasang rangka kayu profil P 265 cm . 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .00 meter x 0.00 M 2 3.20 M 2 4.00 M 2 2. 5.70 meter x 0.80 meter Pasang list/ban vertikal/horizontal 8 -10 cm Pasang rangka kayu profil . 3.5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 1 13. Dinding panel B .40 meter 10 batang 15 batang 14 5.40 meter set 2 3 4 5 6 7 8 III 1 .Ruang tunggu tamu Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.80 meter c. 5.96 M 2 48.80 meter b. Dinding panel C .70 meter x 0. 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C . Dinding panel A .1 2 3 4 Pembongkaran list profil .P 80 cm .00 meter x 0.lama Pengerukan lapisan politur dinding panel lama Pengerukan lapisan politur pintu panel – lama 1 LS 1 LS 1 LS 1 LS II 1 Pekerjaan Pasang .80 meter b. 4.Ruang Tata usaha Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.80 meter 13.00 meter x 0.

96 M2 2.80 meter x 0.80 meter b. Dinding panel A . 3/5 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. Dinding panel/lemari tanam .48 M2 4. 3/2 cm Pasang list profil dinding gypsum 3. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B/C . Dinding panel/lemari tanam .2 3 4 5 6 7 8 c. 3.04 M 2 1. 3/2 cm Pasang list profil dinding kaca polos .5/3 cm Pasang list profil lantai/karpet 3/2 cm 3.70 meter dipindahkan 2 3 4 5 6 7 .81 Pasang list/ban vertikal/horizontal 10.80 meter d.8 Pasang list/ban vertikaI/horizontal 8 •10 cm Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm .80 M 2 47.50 meter x 0. 4/5 cm Pasang list profil dinding panel A/B .95 meter 18.80 meter c.70 M 9 batang 7 batang 13 set 5. 3/5 c Pasang rangka kayu profil P 265 cm .80 crn Pasang rangka kayu profil panjang 80 cm . 3. 5. 3/5 cn Pasang rangka kayu profil P 265 cm .25 meter x 0. 2. Dinding panel C .20 meter 5 batang 4 batang 7 set 20.60 meter IV 1 Pekerjaan Pasang .Ruang rapat Irjen Pasang lapisan dinding panel proporsional a.40 M2 42. Dinding panel B .5/3 cm Pasang list profil lantai / karpet 3/2 cm 2.70 meter x 0.20 meter 19.80 meter 32.10 meter x 0. 3.

luar/dalam b. Pasang list profil relief timbul .ruang kerja Irjen .00 M 3.20 M 2 1 set 1. 1 buah a. Pasang list profil relief timbul .60 M 4 1. luar/dalam b. 1 buah a.20 M 2 .60 M 2 2 set 6.ruang Tata usaha . 1 buah a. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 3. Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang lapisan daun pintu panel .1 V 1 2 Pekerjaan Pintu Pintu double . Pasang lapisan daun pintu panel . luar/dalam b. luar/dalam c. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal . Pasang list profil relief timbul . luar/dalam 3 4 V 5 5.ruang tunggu tamu .60 M 5 3.60 M 2 3 3.ruang kerja Irjen .60 meter Pintu tunggal . luar/dalam c. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6. Pasang lapisan daun pintu panel .ruang Tata usaha . Pasang list profil relief timbul . luar/dalam c.00 meter Pintu tunggal . luar/dalam c.20 M 2 1 set 3. luar/dalam b. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar Pintu tunggal . Pasang lapisan daun pintu panel .60 M 2 1 set 1. 1 buah a. 1 buah a.

70 M 2 2. luar/dalam b.ruang rapat Irjen . 1 buah a.40 1. 1 2 3 4 5 6 Pekerjaan Lemari Buku .40 1. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pekerjaan Lemari Tanam . luar/dalam b.bawah Pasang ambal tengah . luar/dalam c.10 1. luar/dalam c.ruang rapat Lemari buku sisi kiri Pasang rangka kayu profil P 256 cm .40 M 2 4 buah 2. Pasang list profil relief timbul .20 M 2 1 set 3. Pasang lapisan daun pintu panel .60 M 2 5.ruang tamu ke rapat . 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca . 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/c Pintu tunggal .10 M 2 .00 M 2 7 3.5 M 2 1.1.ruang tunggu tamu Pasang dinding sisi kiri . luar/dalam c. 1 trap Pasang pintu double dan acessories 2 set 6. 1 buah 1 set 3.60 M 2 VI 1 2 3 4 5.b.10 M M M M 2 2 2 2 VII A. Pasang list profil relief timbul pintu atas luar/d 6 Pintu double .kanan Pasang dinding atas . Pasang list profil relief timbul . Pasang lapisan daun pintu panel . Pasang list profil relief timbul .50 M 2 a.

Dibulatk an …………………………………………………………….. 4/5 cm Pasang dinding sisi kiri/kanan/belakang Pasang dinding atas/bawah/tengah Pasang ambal pintu kaca ...40 M 2 4 buah 2.10 M 2 VIII 1 Perbaikan Dinding Gypsumboard Penggantian/pemasangan dinding gypsumboard 2 Pemasangan wallpaper Terbilang 1. PIHAK KEDUA PERTAMA PT/CV/Firma...00 LS 1. Lemari buku sisi kiri 1 2 3 4 5 6 Pasang rangka kayu profil P 256 cm ..15 M 2 1. 2 trap Pasang laci dan pintu laci dengan acessories Pasang pintu kaca polos double dan acessories 2 batang 7.00 LS Jumlah PPN 10% Total ……………………………………………………………. Pembuat Komitmen PIHAK Pejabat ----------------------------------------------- ......70 M 2 2...B....

.... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ....... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... Nomor ............SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………....................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......... Nomor ...... Nama NIP Jabatan Alamat : ................................................................ .............................. ……………...... : .... : ....... Nama Jabatan Alamat : .............................. 2... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA....... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....................I/ Pemerintah Daerah .........................................tahun dua ribu .... tanggal ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.............. dengan segala perubahannya........... tanggal ……………… bulan ………………….................................. Pada hari ini ................ tanggal .

........... Surat Penawaran harga Nomor .. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : . kepada Rekening Perusahaan........tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan sanggup untuk melaksanakan perintah tersebut dengan ketentuan sebagaimana pasal ......... tanggal .. (kalau ada) Surat Keputusan ..... Harga Pekerjaan : Rp.. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......... tanggal ..... Nomor : …………...... Biaya pekerjaan tersebut pada pasal 2 surat perintah kerja ini dibebankan pada DIPA satuan kerja.. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ... Cara Pembayaran : Pembayaran biaya pekerjaan tersebut pasal 1 Surat Perintah Kerja ini dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ………………..... Tahun anggaran 200….. Nomor .......... Sampai dengan …………. Kedua belah pihak berdasarkan dokumen-dokumen yang secara langsung mendasari pembuatan perjanjian ini : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya. Dengan Nomor Rekening :…………pada Pasal 4 : ...........pasal sebagai berikut : Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 : : : Pekerjaan : Pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb.. …………… (dengan huruf) Jangka Waktu : Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan hingga selesai secara keseluruhan (100% dari total bobot fisik pekerjaan) adalah 60 (Enam Puluh) hari kalender atau tanggal…….. tanggal ...... tanggal 31 Desember ………… dengan Kode Satuan Kerja.. Pembayaran dilaksanakan secara sekaligus sebesar 100% dari harga pekerjaan......... tanggal .. yaitu sebesar 100% X Rp ……….....

.. Pasal 5 : SANKSI PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari harga borongan pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan pekerjaan.... dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak... Tentang PEKERJAAN PENGADAAN PERSONAL KOMPUTER DAN MESIN PRINTER PADA KANTOR…………………………………. SPK ini dapat digunakan untuk pekerjaan/Pembelian/Pengadaan/renovasi dsb.. setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan secara keseluruhan pekerjaan tersebut pada Surat Perintah Kerja ini dan di terima baik oleh Pihak pertama yang dituangkan dalam Berita Acara Pembayaran Pekerjaan atas dasar berita acara dan pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan yang di buat dan ditanda tangani oleh panitia pemeriksaan dan penerimaan barang dan jasa. ………………………………………………… .. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Mengetahui/Menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran Nb... Jadi tidak perlu menggunakan Surat Perjanjian. Jika keterlambatan sudah dalam jangka waktu maksimal maka perusahaan dikenakan denda sebesar 5 % (lima persen) dari nilai harga borongan dan PIHAK PERTAMA berhak membatalkan secara sepihak atas Surat Perintah Kerja dimaksud.. SURAT PERJANJIAN KERJA Nomor ………………………... Segala biaya yang timbul sebagian akibat pembatalan surat perintah kerja menjadi Beban Pihak Perusahaan Demikian Surat Perintah Kerja ini di buat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap. yang pengadaannya jumlahnya relatif kecil.. untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.......BANK………. terdiri 4 (empat) asli bermaterai cukup..

..... Nomor ........................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA....... tanggal ........................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... : ......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............ tanggal .................... …………….... Nomor .............tahun dua ribu ........... : ......... dengan segala perubahannya...... tanggal . yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......... tanggal .. Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .............I/ Pemerintah Daerah ....... Nomor ......... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara............ tanggal ............ Nama NIP Jabatan Alamat : .................. (kalau ada) Surat Keputusan ............ Nama Jabatan Alamat : ................tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti....... 2................... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini....................................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ...........Pada hari ini ... tanggal ……………… bulan …………………..... Surat Penawaran harga Nomor ................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................................................ .... Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya............................................... tanggal . : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..

Apabila setelah diberikan Surat Teguran ternyata tidak ada upaya perbaikan. maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam Berita Acara. PIHAK PERTAMA berhak membuat evaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan PIHAK KEDUA. Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor . PIHAK KEDUA wajib mematuhi semua peraturan yang berlaku sehubungan dengan pekerjaan ini. 5... . dan apabila ditemukan adanya penyimpangan (tidak sesuai Surat Perjanjian) maka PIHAK PERTAMA akan memberikan Surat Teguran kepada PIHAK KEDUA.. PIHAK PERTAMA akan memutuskan secara sepihak Surat Perjanjian ini dengan PIHAK KEDUA. Secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan RKS Nomor:………………… tanggal ………………………… Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan atau Ketentuan Teknis yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. 2. termasuk ketentuan-ketentuan intern yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA.Pasal 1 PENYERAHAN TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA menyerahkan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan menerima penyerahan tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Pengadaan Personal Komputer dan Mesin Printer Pada Kantor ………………………………… sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan ketentuan pasal-pasal Surat Perjanjian ini beserta lampirannya. PIHAK KEDUA wajib mentaati petunjuk dan saran – saran yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA demi kelancaran tugas pekerjaannya. Pasal 2 TUGAS DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan: 1.... Pasal 4 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN 3. 4. 2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut Pasal 1 dalam Surat Perjanjian ini adalah 5 (lima) hari kalender sejak penandatanganan kontrak sampai dengan pekerjaan selesai diserahkan oleh PIHAK KEDUA.

pemogokan. . Pembayaran dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kas Daerah …………………… Harga tersebut adalah tetap tidak berubah ( Fixed Price) termasuk pajak sesuai kententuan yang berlaku. 3. Semua pembayaran akan d selesaikan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) dari Bendaharawan ………………………………………………… Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku. setelah mendapat peringatan/tegoran secara tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak mengindahkan tegoran tersebut. banjir dan sebagainya ) peperangan. ………………. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi "denda" sebesar minimum (satu) permil untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum sebesar 5 (lima) persen dari harga borongan atau dapat dikenakan Pemutusan Surat Perjanjian ini secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa memberi ganti rugi/biaya kepada PIHAK KEDUA.) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus. 2. 5. 6. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA.(………………………………………. 4. Pasal 5 BIAYA DAN SYARAT PEMBAYARAN 1. Pasal 6 SANKSI 1..Dalam pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian/seluruhnya kepada PIHAK KETIGA tanpa seijin PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan Surat Perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. apabila prestasi pekerjaan selesai 100 % dengan baik dibuktikan dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dari Pengujian Barang oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. 2.. Pasal 7 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam (gempa. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal 6.

bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. harus diberikan jaminan bahwa barangbarang tersebut asli (original) baik software maupun hardware dan bertanggung-jawab atas tuntutan hak cipta/merk/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak serta menjamin pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai. ditambah lagi seorang diluar kedua belah pihak yang sama-sama disetujui. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung sejak. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya Force Majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Dalam pemberitahuan kejadian Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini harus disertai dengan keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan Perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA. Pasal 10 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Pasal 8 GARANSI Terhadap barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA seperti tersebut pada Pasal 2 ayat 1 diatas. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang anggotanya terdiri dari seorang wakil dari PIHAK PERTAMA dan seorang wakil dari PIHAK KEDUA. Pasal 9 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan akan dicoba diselesaikan secara musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.pemogokan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya Peraturan Pemerintah yang mengakibatkan Look-Out dalam bidang keuangan dan perubahan moneter. maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dianggap bukan Force Majeure. .

pada hari dan tanggal tersebut di atas. PIHAK PERTAMA.Surat Perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap.. tanggal. Surat Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. NIP. ……………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditanda tangani di ……….. Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. …………………………………. pada hari... …………………………………. 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. bulan dan tahun tersebut di atas. PIHAK KEDUA. .. ………………………………….

Deskjet 656 C Inkjet Printer 6ppm in black & 3ppm in color Optional photo quality colour eith photo cartridge 100 sheet tray PCL level 3 512kBytes built in RAM and 32Kbyte receive buffer USB interface 1000 page duty cycle Terbilang : ………………………………………………………………… ………. . Tanggal : ………………… NO 1 SPESIFIKASI Pengadaan Personal Komputer Merk : Wearnes Premiere 6828 Pentium IV 1. ……………… Jumlah PPN 10% TOTAL ………………. ………………………………….44 MB FDD Scroler Mouse 107 Keys multimedia keyboard 15” monitor VOLUME 4 Unit HARGA SATUAN (RP) …………………. …………….. ………………………………. ………………………………….. Pengadaan Mesin Printer 4 Unit Merk : HP.LAMPIRAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Nomor : ………………………….. PIHAK KEDUA.. JUMLAH HARGA (Rp) ……………… …. ……………….5” 1.. PIHAK PERTAMA...7 GHz Chipset SIS 650 256 MB SDRAM 20 GB HDD Realtek 8139 onboard 10/100 Mbps Ethernet 3. …………………………….. 2 …………………. ………………………………...

... …………….. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............... : ................I/ Pemerintah Daerah ... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set Serta Perlengkapannya untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti...... Nomor ....................... Nama NIP Jabatan Alamat : ............ Nomor : ………………………… Pada hari ini ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.............. tanggal ...................... KONTRAK PERJANJIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENERATOR SET SERTA PERLENGKAPANNYA PADA GEDUNG ………………………………..............Direktur NIP............... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia............................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .... Nama Jabatan Alamat : ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... tanggal ................................................. Pasal 1 Tugas/Lingkup Pekerjaan PIHAK KESATU memberikan tugas Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA..... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini........... dengan segala perubahannya.............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .. 2........ tanggal ……………… bulan …………………................................... Nomor ... : ..... dan PIHAK KEDUA menerima tugas/pekerjaan dari PIHAK KESATU berupa Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung ......................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...........tahun dua ribu ..

.. tanggal…………… 5. ……………………………………………………………………………………… Yang dimaksud dengan PIHAK KEDUA adalah Pelaksana Pekerjaan. dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen .. 3.………………………………………………… Tahun Anggaran ……………. . Pasal 4 Syarat-syarat Umum 1. Pekerjaan yang diadakan adalah sebagaimana Kontrak Perjanjian Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya.... 2... 3. Tanggal…………………. Surat Penawaran Harga Nomor :……………… tanggal ………………. 4.. Peraturan Pemerintah lainnya yang terkait dengan pelaksanaan Kontrak ini. Pasal 3 Itikad Baik 1...... 2. Yang dimaksud dengan PIHAK KESATU adalah pihak Pemberi Pekerjaan. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. 5... Surat/Kontrak Perjanjian ini didukung oleh semua dokumen yang terkait dengan pekerjaan pengadaan seperti dimaksud dalam Pasal 1. Jika selama Kontrak salah satu pihak merasa dirugikan. Dokumen Pelelangan Umum Pasca kualifikasi Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya Nomor : ……………………... Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 kontrak Perjanjian ini..... tanggal……………………… Pasal 2 Ketentuan dan Dasar Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Tersebut dalam Pasal 1 harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.………….....………………. berdasarkan.. 1. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan Nomor : ……….. 2.. seperti tertera pada Lampiran Surat Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Nomor : ………………………………. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. 4. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. dalam hal ini adalah ………………………………… bertindak untuk dan atas nama Direktur PT…………………………… Kontrak Perjanjian adalah Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya antara PIHAK KESATU dengan PIHAK KEDUA. 6.....

Pasal 8 Harga Kontrak Pekerjaan Harga borongan/kontrak pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Kontrak Perjanjian adalah sebesar Rp.Tahun Anggaran 2007. mutu.7. 2. MAK : ……………………………. termasuk perhitungan-perhitungan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan pada anggaran DIPA No………………… tanggal 31 Desember ………………. harus 100% selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah Surat Perjanjian/Kontrak diterbitkan dan seluruh pekerjaan harus selesai dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat tanggal ……………………………………………… Pasal 7 Pengawasan dan Pemeriksaan Pekerjaan 1. Pasal 6 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pelaksanaan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 tersebut diatas. Pasal 5 Persyaratan Teknis Pekerjaan Perincian dari nama. Tahun Anggaran ……………. dilakukan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan diadakan pengawasan. pengoreksian. dan pengujian pekerjaan yang dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang dan Jasa. jenis.. ……………………………………. volume dan spesifikasi teknis Pengadaan dan Pemasangan Generator Set serta perlengkapannya pada gedung …………………. Pasal 9 Tata Cara Pembayaran dan Syarat-syaratnya Pembayaran Harga Borongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. PIHAK KEDUA menjamin dan melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak manapun apabila terjadi pelanggaran hak paten. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia Pemeriksa/Penguji seperti tersebut pada ayat I diatas. hak cipta dan merk. sebagai berikut : . adalah sebagaimana yang diminta oleh PIHAK KESATU seperti dalam Dokumen Kontrak Pengadaan dan tertera dalam Lampiran Keputusan Penetapan Penunjukan Penyedia Barang Nomor :……………………tanggal…………………… yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak Perjanjian ini. ……………………………………………………(dengan huruf)..

PIHAK KEDUA dapat mengajukan permintaan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak. 3. ……………………………… = Rp. Pelaksanaan Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui KPPN/Kas Daerah …………………. (………………………………………………………………) dalam bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan. Jaminan. 4. Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA. 2. Pembayaran atas barang/peralatan yang telah dilakukan serah terima barang/pekerjaan dan dinyatakan baik serta memenuhi syarat. Nomor Rekening PIHAK KEDUA : Bank ……………………………………………. harus dikeluarkan oleh Bank Umum. 5. 6.000. Berita acara Pemeriksaan/Pengujian. dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan/pengujian oleh Panitia Pemeriksa/Penguji yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian.belah pihak dan dikembalikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA setelah waktu penyerahan pekerjaan. 3. rangkap KESATU bermaterai Rp. 7. Berita Acara Serah Terima Barang/Pekerjaan. Pembayaran uang muka dilakukan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka sesuai dengan ketentuan pasal 10 Surat Perjanjian Pemborongan ini. diperhitungkan berangsur-angsur secara merata (proporsional) pada tahap-tahap pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan selambat-lambatnya harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). Faktur Pajak. ……………………………………. akan dilakukan PIHAK KESATU setelah PIHAK KEDUA mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (tagihan) yang dilampiri : a. 2.1. dan pekerjaan secara keseluruhan telah selesai 100%. Setelah Kontrak ditandatangani oleh para pihak. d. . Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak penandatanganan Kontrak Perjanjian oleh kedua . Nomor Rekening : ……………………………… Seluruh pembayaran untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan ini dibayarkan dengan mata uang Rupiah. sesuai dengan Peraturan yang berlaku. 6. Pasal 10 Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka 1.00 b. Kwitansi dalam rangkap 7 (tujuh). Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah sampai dengan tanggal ………………………… Jaminan Uang Muka adalah jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 20 % dari nilai kontrak Jaminan Pelaksanaan dan jaminan Uang Muka. Pengembalian uang muka sebagaimana dimaksud diatas. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dapat dilakukan sekaligus 100% dari nilai kontrak dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU. telah menyerahkan jaminan Pelaksanaan Pekerjaan pada PIHAK KESATU sebesar 5% x Rp. c.

3. 5) PIHAK KESATU berkewajiban membayar sejumlah harga pekerjaan yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. maka jaminan-jaminan yang diserahkan kepeda PIHAK KESATU disita oleh PIIIAK KESATU untuk dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara. Besarnya denda yang dibayar oleh PIHAK KESATU atas keterlambatan pembayaran kepada PIHAK KEDUA sebepar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Jaminan Uang Muka akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU setelah pengembalian uang muka dilunasi oleh PIHAK KEDUA. maka untuk setiap hari keterlambatan. 6. 2. PIHAK KEDUA wajib membayar "denda keterlambatan" sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan. Pasal 11 Sanksi dan Denda 1. pemeriksaan dan pengujian terhadap setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA 4) PIHAK KESATU berhak menolak atau mengembalikan bahan/material/ barang/peralatan yang dikirim rusak atau tidak sesuai dengan pesanan atau pemasangannya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pelelangan. Pasal 12 Hak dan Kewajiban Para Pihak 1.4. jenis maupun mutu dalam keadaan baik dan baru. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah selesainya pelaksanaan tugas kewajiban PIHAK KEDUA. 5. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK KESATU. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan Kontrak. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA . penelitian. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Hak dan kewajiban PIHAK KESATU 1) PIHAK KESATU berhak menerima hasil pekerjaan dari PIHAK KEDUA sesuai dengan spesifikasi yang diminta. 2) PIHAK KESATU berhak melakukan pemeriksaan awal terhadap mutu semua bahan/material/peralatan/barang yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA 3) PIHAK KESATU berhak melakukan pengawasan. 2. baik volume. Jika Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan termasuk sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum pada Pasal 6 Surat perjanjian Pemborongan ini. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia.

PIHAK KEDUA berkewajiban tetap menjaga lingkungan pelaksanaan dengan baik dan bersih. 2. PIHAK KEDUA berhak meminta pembayaran dengan harga yang telah disepakati apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua kewajibannya. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak perjanjian dan sesuai Jadwal Pelaksanaan yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Pelaksanaan Pekerjaan dimaksud pada pasal 1 Kontrak Perjanjian ini adalah di Kantor ………………………………………………………………………………… Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan dengan membuat dan menyerahkan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Dalam rangka pelaksanaan kontrak perjanjian ini. PIHAK KEDUA menyediakan alat transportasi untuk pengiriman/pengangkutan barang yang dipesan oleh PIHAK KESATU.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) PIHAK KEDUA berkewajiban dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam spesifikasi teknis Dokumen Pelelangan Penyediaan Barang/Jasa Nomor …………………… Tanggal …………………… PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke lokasi yang telah ditetapkan. Pasal 15 Pemutusan hubungan Kerja 1. Segala biaya transportasi yang dikeluarkan menjadi beban PIHAK KEDUA dan sudah termasuk dalam biaya kontrak. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh PIHAK KESATU sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. dengan memberitahukan tertulis 7 (tujuh) hari kalender sebelumnya setelah melakukan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut kepada PIHAK KEDUA. . Pasal 13 Pelaksanaan dan Penyerahan Pekerjaan 1. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga keamanan seluruh bahan/material/ peralatan/barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pasal 14 Transportasi 1. 2. PIHAK KESATU berhak memutuskan kontrak perjanjian sepihak.

.. tidak atau belum mulai melaksanakan pekerjaan sebagaimana diatur dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.. Jaminan tersebut akan dicairkan oleh PIHAK KESATU dan diperhitungkan dengan presentasi pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK KESATU... PIHAK KEDUA dalam 1 (satu) minggu terhitung tanggal kontrak perjanjian ini. Apabila arbritase sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal 16 tidak berhasil mencapai suatu penyelesaian. Pasal 17 Bahasa dan Hukum Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa bahasa yang akan digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Hukum yang digunakan adalah Hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah akan diusahakan penyelesaiannya melalui satu arbritrase yang terdiri dari wakil PIHAK KESATU. PIHAK KESATU dapat menunjuk perusahaan lain atas kehendak dan berdasarkan pilihannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut... sehubungan dengan pekerjaan ini.. 2) PIHAK KEDUA secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan sabagai diatur dalam Pasal 6 Surat perjanjian ini. Pasal 16 Penyelesaian Perselisihan 1.. 2.. maka Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana termaksud dalam Pasal 10 Kontrak Perjanjian ini menjadi milik negara. 4.. Jika terjadi pemutusan perjanjian secara sepihak oleh PIHAK KESATU sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini.. Pasal 18 . Dalam rangka perjanjian ini kedua belah pihak bersepakat untuk memilih kedudukan domisili yang tetap yaitu Kantor Pengadilan Negeri ... maka permasalahan akan diajukan ke Pengadilan Negeri. Perselisihan yang timbul mengenai pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak. 3) PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK KESATU..... PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK KESATU semua arsip dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak perjanjian ini.. 3.. wakil PIHAK KEDUA dan anggota lainnya yang dipilih atas persetujuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang semuanya akan duduk dalam satu arbritase. Dalam hal demikian.1) 2..

gunung meletus. 2. Untuk melaksanakan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas . dengan alamat seperti tertera pada pembukaan Kontrak Perjanjian iini. Pasal 20 Kenaikan Harga Untuk pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini tidak ada kenaikan harga (claim) dari PIHAK KEDUA kecuali Pemerintah secara khusus mengaturnya. tanah longsor. keadaan dimaksud adalah : 1) Peperangan 2) Kerusuhan 3) Revolusi 4) Bencana alam. fax maupun telepon. dan PIHAK KESATU akan menyelesaikan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. badai. dilampauinya jangka waktu tersebut hilangnya hak PIHAK KEDUA untuk menunjukkan keadaan kahar dan hak untuk menuntut akibat keadaan kahar. Pasal 22 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. 5) Pemogokan nasional 6) Kebakaran 7) Gangguan industri lainnya. Dalam hal terjadi keadaan kahar PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK KESATU dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya keadaan Kahar. banjir.Perpajakan Harga Kontrak Pekerjaan seperti dimaksud dalam Pasal 8 perjanjian ini sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku. Pasal 21 Keadaan Kahar 1. P as a l 1 9 Korespondensi Dalam rangka pelaksanaan Kontrak Perjanjian ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA bersepakat bahwa demi kelancaran pekerjaan dapat dilakukan korespondensi diantara kedua belah pihak baik melalui surat. gempa bumi. Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu keadaan/kejadian diluar kekuasaan atau kemampuan kedua belah pihak. angin topan. wabah penyakit.

10. Apabila terjadi Amandemen Kontrak. 3. pesanan. Berita Acara Evaluasi dan Penilaian Penawaran. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi keadaan Kahar. Berita Acara Pembukaan Penawaran. Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Pasal 25 Lampiran-lampiran Pada Surat Perjanjian Kontrak ini dilampirkan : 1. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPB). Berita Acara Hasil Pelelangan. perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan.2. PIHAK KEDUA harus mematuhi segala petunjuk teknis dan pengarahan serta perintah dari Panitia/penguji. Pasal 26 . Berita Acara Pemberian Penjelasan. PIHAK KESATU bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan PIHAK KESATU. pengawasan. 6. Surat Pengusulan Calon Pemenang dari Panitia Pelelangan. 2. Jaminan Pelaksanaan. Pasal 24 Ketentuan Tambahan 1. 2. 3. Running Test (Masa Percobaan) dilakukan selama 3 (tiga) hari. Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 5. 4. Jika terdapat kekeliruan atau kekurangan dalam surat perjanjian ini dapat diadakan perbaikan atau peninjauan kembali oleh kedua belah pihak. 8. Apabila ada perubahan dalam hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak akan mencantumkan dalam addendum/amandemen yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjanjian ini. Pengumuman Pemenang Lelang dari Panitia Pelelangan. 7. pengoreksian dan pengujian pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pemeriksa/Penguji Barang/Jasa. 2. 9. Pasal 23 Amandemen Kontrak 1.

.. I / 2003 ... dalam rangkap 10 (sepuluh) dan 2 (dua) eksemplar dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA …………………………………... ………………………………….. pada hari.Penutup Surat Perjanjian Kontrak ini dibuat dalam keadaan sadar.. SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : 1901 / 91 / SIJUK. Jabatan Pada Perusahaan ……………………………. tanggal. tanpa paksaan. NIP.. ……………………………... bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas. PIHAK PERTAMA …………………………………. dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di .....

.......................................... dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA........... Nama NIP Jabatan Alamat : ................. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Barang Inventaris Kantor berupa LCD Proyektor untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti........................ tanggal ……………… bulan …………………................. tanggal . tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R. tanggal ......... : .... dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini............ Nomor .............................. dengan segala perubahannya..................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.... Nomor .... : ........... Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pengadaan barang inventaris kantor ……………………………………………………berupa LCD Projektor pada kantor ……. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.........................tahun dua ribu .........I/ Pemerintah Daerah ............. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1................ ……………........................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .Tentang PEKERJAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR BERUPA LCD PROJEKTOR Pada hari ini ............... 2............adalah sebagai berikut : ... Nama Jabatan Alamat : ...........

in Devices – Stereo speakers * Dimensions ( Wx D x H ) – 13.7 M color) * Image contrast Ratio.No 1 Spesifikasi PENGADAAN BARANG INVENTARIS BERUPA PROJECTOR Merk : INFOCUS LP 650 * Device Type – DLP Projector * Built. NOM. SECAM. PAL.800 : 1 * Lamp Tipe – UHP 250 Watt ( 2000 hour ( s ) ) * Video Input – NTSC.CSA. Pasal 3 PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seizin PIHAK PERTAMA .8 in x 4. HDTV * Audio Output – Speaker (s) – integrated * Sound Output Mode – Stereo 2 Watt * Input Device – Remote Control * Compliat Standards – UL. FCC. C-TICK.EN55022. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak. GOST. ICES-003 * Power –AC 100/ 240 V ( 50/60 Hz) * Power Consumption Operational – 350 Watt Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANA LCD Volume 1 unit Waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang inventaris berupa LCD projector pada Kantor ……………… harus diselesaikan tidak lebih dari 5 (lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat perintah Kerja tanggal……… atau selambat-lambatnya tanggal………………… jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah.3 in * Weight – 9.A. kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA.TRUV.3 lbs * Image Brightenes – 2500 ANSI lumens * Max Resolution – 1024 x 768 * Tecnology – Digital Light Processing ( DLP) * Color Support – 24 bit ( 16.

.. Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti peralatan /barang yang ditolak tersebut...... Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kondisi pekerjaan sehingga dapat diyakini bahwa pekerjaan yang bersangkutan memberikan hasil pekerjaan yang baik Pasal 6 SANKSI Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari ..... Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN PERALATAN / BARANG Segera setelah peralatan/ barang tiba di lokasi.Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah .. harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak semua peralatan atau barang yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan atau peralatan /barang yang cacat......

pemotongan . maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (Klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 JAMINAN Apabila peralatan / barang yang diterima di lokasi dalam keadaan rusak.lambatnya 1 ( satu ) minggu setelah surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA Peralatan atau barang pada Surat Perjanjian ini harus diberikan jaminan dari tuntutan hak cipta/merk/paten/kekayaan intelektual dari pihak-pihak yang berhak dan menjamin atas pemakaian minimal selama 1 (satu) tahun untuk segala jenis kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan pemakai Pasal 9 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpangan-Penyimpangan dan atau perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan Pekerjaan tambah kurang atau hanya berlaku apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang menyebutkan jenis serta biaya pekerjaan Perhitungan biaya untuk pekerjaan tambah kurang diperhitungkan menurut harga satuan pekerjaan yang dimaksud oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan dan mengurangi kualitas kerja kecuali atas persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA Pasal 10 FORCE MAJEURE Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. peperangan. banjir dan sebagainya ) kebakaran. cacat.huru-hara. kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasi maka PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan yang baru selambat .keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA.

tanggal …………….... Pengumuman Hasil Pelelangan Nomor : ……………………….. .atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. Penetapan Pemenang Pelangan Nomor : ………………. Pasal 12 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. tanggal ……………. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul... tanggal ……………. tanggal ………………. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : ……………... maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 11 PERSELISIHAN Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. tanggal ……………. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrasi Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambat-lambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini Pihak kedua tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan pengadilan Negeri.

…………………………………. NIP. Penawaran Harga Nomor : ……………... tanggal.. pada hari. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian Surat perjanjian ini dibuat dalam 7( tujuh) rangkap 3 ( tiga) rangkap asli dan 4 (empat ) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. tanggal … Nomor : Pasal 13 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak.pada hari dan tanggal tersebut di atas PIHAK KEDUA.. tanggal ……………… Undangan Pelelangan Nomor : ……………………………….. PIHAK PERTAMA. tanggal ………………………… 12. tanggal ………………. ……………….. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ………………………………. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT... Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. …………………………………. bulan dan tahun tersebut di atas. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………... . Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) ……………………………. …………………………………. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Nomor : ………….. …………………………………. tanggal ………….Berita Acara Evaluasi. Direktur …………………………….Nomor : ……………….

............................ Pada hari ini .........SURAT PERJANJIAN PELAKSANA PEKERJAAN Nomor : …………………………………..... KOMPUTER PC + PERLENGKAPANNYA... Tanggal : ....... Nama NIP Jabatan Alamat : .. tanggal ……………… bulan …………………........................ …………….........tahun dua ribu .................... Nomor ............................ tanggal .......... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... LAPTOP ANTARA ……………………………………………………….. RECORDER DIGITAL.. TUSTEL......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .... TENTANG PENGADAAN FILING CABINET.... DENGAN ………………………………………………………......... DATA STRORED (USD).......... : ...... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ....……………………………........

............ Digital Recorder.......... Kedua belah pihak berdasarkan : 1) DIPA ………………………….....Pemerintah R...I/ Pemerintah Daerah ...... tanggal …… ………… 5) Surat Penetapan Penunjukan Nomor : …………………… …...... sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1 tersebut diatas meliputi : . Lapptop. Tustel. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ... dengan Ketentuan seperti yang tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan melaksanakan pekerjaan tersebut untuk PIHAK PERTAMA...... Komputer PC + Perlengkapannya........ Laptop tersebut merupakan pelaksanaan kegiatan yang tertera dalam DIPA ……………………………………….............. Pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.... Pasal 2 MAKSUD DAN TUJUAN Lingkup perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.....tanggal …………………………….... 6) Surat Perintah Kerja Nomor : …………………………….. dengan segala perubahannya. Laptop.. Digital Recorder.. 2.... perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Data Stored (USB)......... Nomor .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... Komputer PC + perlengkapannya. tahun anggaran …………...... 4) Berita Acara Negosiasi Harga Nomor : ………………………................... tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembelian dan Pengadaan Barang dan Jasa …………………………………………........... komputer PC + Perlengkapannya. Nama Jabatan Alamat yang selanjutnya dalam : . Digital Recorder.... tahun anggaran ……… nomor ……………………… tanggal …………………………………… 2) Surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Nomor …………………………….... Tanggal ………………..... tustel. tanggal .... Data Stored (USB). Data Stored (USB)..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... Nomor…………… tanggal ……………………………........ Tustel. tanggal ……………………….. : ...... Dengan ini kedua belah pihak telah bersepakat dan menyetujui untuk mengadakan perjanjian pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet.. …………………………………............... 3) Surat Penawaran Harga : No............

Pekerjaan Pengadaan Filling Cabinet sebanyak 3 (tiga) unit. Barang-barang yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus dalam keadaan baru. maka PIHAK KEDUA Wajib mengganti dan atau melengkapinya terlebih dahulu. Pasal 5 TEMPAT PENYERAHAN Barang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA di lokasi …………………………………………(Sebutkan nama kantornya serta alamat yang jelas) …………………………………………………………………………………………………………………… … Pasal 6 CARA PEMBAYARAN Pembayaran dilaksanakan sekaligus. Tustel. ……………………… (dengan huruf). ………………………. sebesar Rp. Laptop sesuai Pasal 2 perjanjian ini adalah sebesar Rp. Pada waktu penyerahan barang-barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. termasuk pajak-pajaknya. Apabila terdapat penyimpangan atau kekurangan jumlah peralatan sehingga tidak sesuai dengan pesanan PIHAK PERTAMA. Data Stored (USB) sebanyak 3 (tiga) unit. jumlah. Laptop sebanyak 2 (dua) unit dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan harga . Pasal 4 WAKTU PENYERAHAN 1. Pasal 3 HARGA BARANG Harga borongan pekerjaan Pengadaan Filing Cabinet. baik dan benar serta dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Tustel sebanyak 5 (lima) unit. terlebih dahulu harus diadakan uji coba dan pemeriksaan oleh penerima barang dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan keseluruhan barang sesuai dengan permintaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kalender sejak Surat Perintah Kerja ditandatangani oleh kedua belah pihak. dan harga tersebut dalam perjanjian ini adalah tetap dan tidak berubah. komputer PC + Perlengkapannya sebanyak 2 (dua) unit. PIHAK KEDUA diharuskan memberikan petunjuk/cara pemakaian kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA wajib menanggung segala biaya yang timbul karena kegiatan diatas. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir . Komputer PC + Perlengkapannya. (dengan huruf). Digital Recorder. Data Stored (USB). 2. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan barang/hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA seperti dimaksud dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini dan dibayar melalui KPPN/Kas Daerah ………………… dengan cara pemindah bukuan kepada Bank .

. Pasal 10 SANKSI-SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan seluruh kegiatan dan atau penyerahan barang tidak dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada pasal 4...... Pasal 11 PERUBAHAN HARGA 1. Denda sebagaimana dimaksud diatas dikecualikan apabila PIHAK KEDUA mengalami Force Majeure.. . atas nama PT/CV/Firma/Koperasi . yang diumumkan secara resmi dan diatur dalam Peraturan Pemerintah... …………………………………….... Pasal 8 MASA GARANSI PIHAK KEDUA memberikan masa garansi atas barang-barang yang diserahkan sesuai dengan kondisi umum yang berlaku sejak barang-barang yang diserahkan seluruhnya dengan baik dan lengkap dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta.. 2... Kenaikan harga barang yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan pengadaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.......... Pasal 7 PAJAK-PAJAK Semua pajak-pajak yang timbul akibat dari perjanjian ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sepenuhnya...…………………………………………………………… Nomor Rek.... khusus untuk pekerjaan borongan.. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 /00 (satu permil) setiap hari keterlambatan atau maksimum sebesar 5% (lima persen) dari total harga dan dibayarkan sekaligus pada saat pembayaran.... PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan atas kenaikan harga barang.. kecuali terdapat kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter.

akan diatur dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini dan dianggap sah setelah disetujui oleh Kedua Belah Pihak. dan akan dituangkan dalam satu addendum yang merupakan suatu kesatuan. 2. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama-sama memilih tempat kedudukan yang tetap pada Kantor Pengadilan Negeri …………………. maka akan dibentuk Panitia Penyelesaian Perselisihan (Arbitrasi) yang terdiri dari 3 (tiga) orang. dan dinyatakan berlaku dan sah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada . Adanya haru-hura/perang atau kekacauan yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. 2. Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dalam rangkap secukupnya. 3. 3.. Pasal 14 LAIN-LAIN Segala perubahan berkenan dengan isi serta maksud surat perjanjian ini dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Pasal 15 PENUTUP 1. Pasal 13 PERSELISIHAN DAN DOMISILI 1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini demikian pula perubahan-perubahan yang dianggap perlu oleh Kedua Belah Pihak. Seorang wakil PIHAK KEDUA. Kejadian lain diluar kekuasaan/kemampuan manusia dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 4. oleh kedua belah pihak secara musyawarah. Bencana Alam atau keadaan cuaca yang tidak memungkinkan pelaksanaan pekerjaan diselesaikan. Perselisihan dibidang teknis dan diluar bidang teknis akan diselesaikan. dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Jika dengan cara musyawarah tidak dapat dicapai suatu penyelesaian. 2. Peraturan Pemerintah dibidang ekonomi dan moneter. yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. yaitu : Seorang wakil PIHAK PERTAMA. Untuk penyelesaian perselisihan ini. Seorang wakil PIHAK KETIGA yang ditunjuk oleh dan atau dengan persetujuan wakil-wakil kedua belah pihak.Pasal 12 FORCE MAJEURE Hal-hal yang termasuk Force Majeure dalam perjanjian ini adalah : 1.

bulan dan tahun sebagaimana diuraikan diatas. 3. PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Surat Perjanjian ini sah dan mengikat kedua belah pihak serta berlaku terhitung sejak tanggal ditandatangani bersama. tanggal. dan selebihnya diperuntukkan bagi instansi-instansi yang berkepentingan dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA masing-masing menerima satu berkas asli.hari.

(dengan huruf). dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. Digital Recorder. Pada hari ini. : ………………………………………... …………… tanggal …………………………. Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : …………………………. Berdasarkan Keputusan ……………. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. ……………………. Yang berkedudukan di ……………………………………….... Data Stored (USB).. dan tustel yang jumlah. jenis dan spesifikasi sesuai dengan daftar lampiran I dari Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir.. : ………………………………………. oleh Notaris ……………………. (dengan huruf).. Nomor : …………………. yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. : ………………………………………. Laptop. Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA. Tahun ……………………………. 2.SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………... Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………. untuk keperluan Kantor …………………………………………………. Nama Jabatan Alamat : ……………………………………….. sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk Pengadaan Filing Cabinet. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : ……. : ………………………………………... Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA. Paling lambat dalam jangka waktu 20 9dua puluh) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini. tanggal ……………. Tanggal ……………………… Harga Pengadaan Filing Cabinet. Laptop dan tustel adalah sebesar Rp. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. .. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi …………………. komputer PC + Perlengkapannya. Data Stored (USB). komputer PC + Perlengkapannya. dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah …………………….. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. Digital Recorder.

Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA... maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen . tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga. tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . ………………………………...…………………………………..

.... dan menyerahkan barang dalam keadaan baru dan ..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi.......... Kedua belah pihak dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa pengadaan peralatan alat pengolah data dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1....tahun dua ribu .................... 2........... Pengadaan peralatan ……………………… tersebut diserahkan dan dipasang di kantor 3................... tanggal ……………… bulan …………………............KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA (KPBJ) PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA 5 (LIMA) UNIT DELL OPTILEX 170L SMALL MICRO TOWER Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan............... tanggal ........ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...........I/ Pemerintah Daerah ........ : ......... Nama NIP Jabatan Alamat : ..... Pada hari ini ........ menyelesaikan........................... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... Nama Jabatan Alamat : ......................... 2.. Nomor .. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut untuk melaksanakan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell OPTILEX 170L Small Micro Tower......... Nomor ......................... ……………....................................... : .. dengan segala perubahannya............................. tanggal ........................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........

Pasal 3 JENIS KONTRAK Jenis kontrak yang digunakan adalah Kontrak Lump sum. Dasar dan spesifikasi teknis yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini yaitu : a. dengan jumlah yang pasti dan tetap. Surat Penawaran Harga Nomor : …………………………. Pasal 4 . b. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Pengadaan Alat Pengolah Data. tanggal …. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia barang/Jasa. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : …………………… tanggal ……………………… b.. tanggal ……………… c. kontrak Lump sum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh peralatan tersebut dalam Pasal 1 dalam batas waktu tertentu.………………… d. Keputusan Presiden RI Nomor : 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 2 DASAR KONTRAK DAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1.asli serta mengganti barang-barang yang diserahkan apabila ada yang rusak dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pelelangan.. Klarifikasi. Keputusan Presiden RI Nomor : 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta Lampiran I dan II. Negosiasi Teknis dan Harga f. Berita Acara : Penjelasan Pekerjaan Pembukaan Surat Penawaran Harga Evaluasi Surat Penawaran Harga Evaluasi. Surat Usulan Calon Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………………. Dasar kontrak pengadaan peralatan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a.. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa Nomor : ……………… tanggal …………………… e. c. Surat Jaminan Pelaksanaan 2.

Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA 1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan tersebut pada pasal 1 sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA 1) Memeriksa dan menguji coba pengadaan peralatan yang dilaksanakan dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA 2) Memilih laporan-laporan secara periodik mengenai pengadaan peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. perubahan kontrak dapat terjadi apabila : Perubahan pekerjaan disebabkan oleh suatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. a. peralatan 2) Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut. pengadaan peralatan tersebut secara . 4) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan peralatan.AMANDEMEN KONTRAK Amandemen kontrak adalah ketentuan mengenai perubahan kontrak. Amandemen bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Perubahan jadwal pelaksana pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. 3) Melaporkan pelaksanaan periodik kepada PIHAK PERTAMA. b. pelaksanaan 3) Membayar harga peralatan sesuai dengan nilai kontrak yang telah ditetapkan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK Hak dan kewajiban para pihak adalah ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan kontrak.

untuk 6) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu penyerahan barang yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA harus menjamin kepada PIHAK PERTAMA bahwa barang yang diserahkan tidak melanggar hak atas kekayaan intelektual sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku... Peralatan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus sesuai dengan standar yang telah disebutkan dalam spesifikasi teknis pada pasal 1 diatas.... PIHAK KEDUA diharuskan menyediakan layanan purna jual terhadap peralatan yang dipesan pada pasal 1 diatas.4) Melaksanakan dan penyelesaian pengadaan peralatan tersebut sesuai dengan jadwal penyerahan barang yang telah ditetapkan. 6. 8. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi teknis dan persyaratan yang telah ditentukan. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 4.... PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan pengepakan atas barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ke kantor . untuk pengadaan peralatan tersebut diatas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dan ketepatan waktu penyerahan/pengiriman barang merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.. 3.. Pasal 6 TANGGUNG JAWAB DAN JAMINAN HUKUM HASIL PEKERJAAN 1... 2..... 5. Pengadaan dan penyerahan peralatan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis yang telah ditentukan.(kantor PIHAK PERTAMA) 7.. 9. .. 5) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA. Pengadaan Peralatan tersebut pada pasal 1 diatas harus dilaksanakan sendiri oleh PIHAK KEDUA dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain..

2. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Pasal 7 PERALATAN 1. maka PIHAK KEDUA harus mengganti peralatan tersebut. Tidak tersedianya peralatan di pasaran. Pasal 9 UJI COBA PERALATAN 1. PIHAK PERTAMA berhak menolak peralatan yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA.10. peralatan diuji coba oleh PIHAK KEDUA disaksikan oleh PIHAK PERTAMA. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala klaim atau tuntutan sehubungan dengan hal tersebut pada ayat 9 pasal ini. Jangka waktu penyerahan barang ditetapkan selama 20 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani diatas Materai dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa 2. Apabila peralatan yang diserahkan setelah melalui pengetesan/pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan maka PIHAK KEDUA wajib mengganti tanpa berhak menuntut kerugian. 5. serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. . Pasal 8 JANGKA WAKTU PENYERAHAN BARANG 1. dengan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. dan PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan dimanapun yang mungkin timbul. 4. Peralatan yang dipesan oleh PIHAK PERTAMA dan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan peralatan ini harus diserahkan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. Waktu penyerahan barang tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. Jika peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum kontrak). tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan dalam penyerahan barang. Setelah peralatan dikirim.

2. Apabila pengoperasian peralatan tersebut memerlukan keahlian khusus maka harus dilakukan pelatihan kepada PIHAK PERTAMA oleh PIHAK KEDUA, biaya pelatihan termasuk dalam harga peralatan yang dipesan. 3. Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, maka PIHAK KEDUA memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Jaminan Pelaksanaan : a. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan selamat-lambatnya pada saat Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini ditanda tangani. Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh Bank Umum atau berupa Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program surety Bond. Besar nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga kontrak atau sebesar Rp ………………….. (dengan huruf) b. Surat Jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini, diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, setelah seluruh barangbarang diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. c. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa Jaminan Pelaksanaan menjadi Milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA , bilamana terjadi Pemutusan perjanjian dengan memperhintungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatangan Kontrak Pengadaan Barang /Jasa ini sampai dengan 14 hari (empat belas) hari setelah kontrak berakhir. e. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 pasal ini, maka PIHAK PERTAMA dapat Membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang pelelangan. f. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang Pelelangan, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a Pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka : a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Jaminan Uang Muka berupa surat jaminan umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai dengan ayat 1.a pasal ini) sebesar

20% dari harga barang/nilai kontrak atau sebesar Rp. ……………. (dengan huruf) b. Jaminan uang muka tersebut pada ayat 2.a pasal ini, akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana diatur dalam pasal 12 kontrak pengadaan barang/jasa ini. c. Dalam surat jaminan uang muka tersebut ayat 2.a pasal ini, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi Pemutusan kontrak, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. d. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam ayat 2.a pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pengadaan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower sebagaimana disebut dalam Pasal 1 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. Pasal 11 HARGA BARANG / NILAI KONTRAK

1.

Harga barang atau Nilai Kontrak atas pengadaan peralatan tersebut dalam Pasal 1 adalah sebesar Rp. ……………………….. (dengan huruf) merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price) dibebankan pada DIPA Kantor ……………………….. Tahun Anggaran ……… Nomor : ……………… tanggal ………………………………… 2. Dalam Harga / Nilai Kontrak tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 12 CARA PEMBAYARAN 0 Pembayaran harga barang/nilai kontrak pada pasal 11 tersebut diatas dilakukan secara bertahap dengan sistem dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan diatur sebagai berikut : Pembayaran Pertama berupa : Uang Muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% dari harga barang/nilai kontrak yaitu : 20% x Rp. ………………………….. = Rp. ……………………… (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan Jaminan Uang Muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 ayat 2.a

Pembayaran Kedua : Sebesar 100% dari harga barang/nilai kontrak dikurangi 100% nilai uang muka setelah seluruh peralatan yang dipesan terpasang dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang disetujui dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak, pembayaran menjadi =100% - (100% Uang Muka) = 100% - 20% = 80% x Rp. ………………… = Rp. ……………………… (dengan huruf). 1 Tahap-tahap pembayaran harga barang/nilai kontrak tersebut dalam ayat 1 dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah ……….. dan disalurkan melalui rekening PIHAK KEDUA pada ……. Bank …………………. Rekening Nomor : …………………………. Pasal 13 KENAIKAN HARGA 1. Kenaikan harga peralatan, selama masa pelaksanaan pengadaan Alat Pengolahan Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan (klaim) atas kenaikan harga Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut, kecuali adanya kebijakan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter yang secara resmi menyatakan dari tentang adanya kenaikan harga-harga yang diakibatkan adanya perubahan kurs valuta asing terhadap mata uang Rupiah (Devaluasi terhadap nilai tukar Rupiah) yang secara resmi diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Pasal 14 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA . 2. Segala pajak sehubungan dengan Pengadaan Alat Pengolahan Data berupa: 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro tower ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 15 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) 1. Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi. 2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan b. Kerusuhan c. Revolusi

3.

d. Bencana Alam : banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan. e. Pemogokan f. Kebakaran g. Gangguan industri lainnya. Apabila terjadi “keadaan kahar”, maka : a. PIHAK KEDUA menyatakan secara tertulis Kepada PIHAK PERTAMA bahwa telah terjadi “keadaan kahar”.

b.

Apabila terjadi keadaan kahar maka PIHAK KEDUA memberitahukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terjadinya keadaan kahar dengan menyertakan pernyataan keadaan kahar dari instansi yang berwenang. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut, PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. 4. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 19 dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini. Pasal 16 DENDA DAN GANTI RUGI Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa sedangkan Ganti Rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada Pengguna Barang/Jasa, karena terjadinya cidera janji. 0 1 Denda yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA : 0 Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar 1% (satu persen) dari jumlah biaya pelaksanaan pengadaan, dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan / kelalaian yang diperingatkan tersebut.

1

JIKA PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan dan menyerahkan peralatan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 8 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini, maka untuk setiap hari keterlambatan, PIHAK KEDUA wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1

0

00

(satu perseribu) dari nilai kontrak.

2 Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 Pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. 3 Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2 Ganti rugi yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA : 0 Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran atas penyerahan peralatan dari PIHAK KEDUA akan dikenakan ganti rugi. 1 Besarnya ganti rugi yang dibayar PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran Kepada PIHAK KEDUA adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat ini menurut ketetapan Bank Indonesia. Pasal 17 RESIKO 1. Jika Peralatan yang dipesan PIHAK PERTAMA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA belum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 2. Jika pada waktu pemesan Alat Pengolah Data berupa : 5 (lima) unit Dell Optiplex 170L Small Micro Tower tersebut terjadi kemacetan akibat tidak tersedianya peralatan yang dipesan dan karena adanya kesalahan dari PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat keterlambatan dalam penyerahan peralatan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 3. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pengadaan peralatan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH perdata. Pasal 18 ITIKAD BAIK

1. 2.

Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak dan kewajiban yang diatur dalam Pasal 5. Para pihak setuju untuk melaksanakan kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan

kekacauan dan huruhara. 2. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. keributan. salah satu pihak merasa dirugikan.kepentingan masing-masing pihak. 3. Jika selama kontrak. Pemutusan Kontrak dapat dilakukan bilamana para pihak cidera janji dan/atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 di atas. 4. 6. Membayar denda ganti rugi kepada Negara. Pasal 19 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 1. b) Dikenakan daftar hitam untuk jangka waktu 2(dua) tahun. 5. Jika terjadi Pemutusan kontrak/ perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA . Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas Negara. dalam hal ini : a) PIHAK KEDUA dapat dikenakan sanksi yaitu 1. PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia barang/jasa sudah melampaui besarnya jaminan pelaksanaan atau jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak pengadaan peralatan ini. 3. Penghentian kontrak dilakukan bilamana terjadi hal-hal di luar kekuasaan kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang disebabkan oleh : timbulnya perang. 2. perang saudara di wilayah Republik Indonesia. PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemberontakan. kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa maupun pelaksanaan pengadaan peralatan. bencana alam lainnya sepanjang kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam hal kontrak dihentikan. maka PIHAK PERTAMA wajib membayar kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai.

5. Kontrak dibatalkan apabila para pihak terbukti melakukan KKN.sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 pasal ini. maka akan diselesaikan melalui "Panitia Pendamai" terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas . maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.2. kecurangan. Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kesalahan pengguna barang/jasa. 7. kelengkapan. Pasal 21 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 Bila terjadi Perselisihan antara kedua belah pihak. dokumen yang harus 2. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Penyedia Barang/Jasa lain untuk melaksanakan pengadaan peralatan tersebut dan PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan tersebut yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. 4. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk wakil untuk memeriksa barang yang akan diserahkan sebagai petugas pemeriksa dan menandatangani berita acara. Pasal 20 SERAH TERIMA PERALATAN 1. Saat penyerahan barang harus dilakukan penelitian atas spesifikasi. dan kondisi nyata (actual condition) dicocokkan dengan yang tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) dan/atau dokumen yang menyertai penyerahan barang. 3. dan pemalsuan dalam proses pengadaan maupun pelaksanaan kontrak. Hasil penelitian dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. mutu. PIHAK PERTAMA berhak menolak barang tersebut dan PIHAK KEDUA harus mengganti barang yang sesuai dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan merupakan dilampirkan dalam surat permintaan Pembayaran. Apabila hasil pemeriksaan barang tidak sesuai dengan jenis dan mutu barang yang ditetapkan dalam Surat Perintah Kerja. dikenakan sanksi berupa kewajiban mengganti kerugian yang menimpa penyedia barang/jasa sesuai yang ditetapkan dalam pasal 16 ayat b. 8.

tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di kantor Pengadilan Negeri ………………….. 3.Segala sesuatu yang belum diatur dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam (addendum kontrak) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kontrak Pengadaan Barang/Jasa (KPBJ) ini. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani diatas materai tempel oleh PIHAK KEDUA.. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak....PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak Pengadaan Alat Pengolah Data berupa 5 (lima) unit Dell Optiplex 1701. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 3. Pasal 23 PENUTUP 1. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini.. (sebutkan lokasi dan kotanya) pada hari dan tanggal tersebut di atas. serta dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah disetujui dan ditandatangani di atas. Small Micro Tower ini telah menyetujui untuk melaksanakan kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak di . Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli... sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak....Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini dibuat dalarn rangkap 8(delapan) bermeterai cukup. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak.. PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA . masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan peralatan ini.... 2. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri …………………… Pasal 22 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa ini beserta segala akibatnya. 4.

........ Pejabat Pembuat Komitmen Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERINTAH KERJA NOMOR : ……....PT/CV/Firma/Koperasi............ Tahun Anggaran : 200... ...... Kofe Fungsi / Sub Fungsi/ Program/ Kegiatan : Kode Sub Kegiatan / MAK : ===================================================== ...../SPK/. Anggaran : DIPA KANTOR ......

2 DIMM Slosts) Intel 865GV Chipset w/800MHz FSB Hyper Treading 80GB HDD Ultra ATA/100 7200 rpm.8 GHZ HT/1GB/80 GB/CD-RW/NIC10100/XP PRO+DELL 15” E152FP Plat Panel LCD MONITOR Micro Tower Black-intel Pentium IV 2. XP PRO. external Speaker Terbilang : Jumlah 5(lima) Satuan UNIT Harga (dalam rupiah) Satuan Jumlah Jumlah SYARAT : 1 Jangka waktu Penyerahan : 20 (duapuluh) kalender terhitung mulai dari tanggal . 3PCI.8 GHZ HT 1 MB Chase. CD-RW Integrated intel extreme graphic (up to 64MB) w/NO AGP Slot. FDD. NIC 10/100. ===================================================== Kami mengharapkan kepada saudara agar dapat mengirimkan/menyerahkan kepada kami barang-barang tersebut dibawah ini : NO NAMA BARANG ALAT PENGOLAH DATA BERUPA : Dell Optiplex 170L Small Micro Tower Pentium 4 2. 6 USB Keyboard & mouse. 1 serial. Rekening No. 1GB 400 MHz DDR SDRAM Memory (Max. 2GB.Kepada : PT/CV/Firma/Koperasi 0000000000000000 Alamat : Rekening pada Bank NPWP : : Bank ……………………………. DELL 15 E152FP Flat Panel LCD Monitor. ………………………. 1 pararel.

Yang bertanda tangan di bawah ini sanggup menyelesaikan dan memenuhi dengan baik segala isi Surat Perjanjian dan syarat-syarat yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja ini. Barang dalam keadaan 100% baru dan dapat dipergunakan d.(alamat jelas) Keterangan : a. Keterlambatan tanpa dapat membuktikan terjadinya force majeure (hal=hal yang diluar kekuasaan perusahaan). PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Perusahan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Tanpa hak mengajukan kenaikan harga b.2 3 4 Surat Perintah Kerja ini Tempat penyerahan : Kantor ……………………………………………. PPN 10% Pembayaran : Dilakukan setelah adanya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang telah ditanda tangani oleh Pejabat yang mengeluarkan Surat Perintah Kerja ini. c. untuk setiap hari keterlambatan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dari harga/nilai Surat Perintah Kerja ini dan apabila denda telah melebihi 5% maka PIHAK PERTAMAtanpa pemberitahuan lebih dahulu berhak memutuskan surat Perintah Kerja ini secara sepihak dengan menunjuk perusahaan lainnya dan segala kerugian sebagai akibat Pemutusan Surat perintah kerja ini menjadi tanggung jawab perusahaan yang telah menandatangani Surat Perintah Kerja ini. Harga sudah termasuk pajak .

. tanggal ........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......... tanggal ……………… bulan …………………......... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ............ Kedua belah pihak berdasarkan : KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.......... (kalau ada) Surat Keputusan .......... …………….................. tanggal . dengan segala perubahannya............... 2...... Pada hari ini ....tahun dua ribu . Nama Jabatan Alamat : .............. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Nomor : …………………………....SURAT PERJANJIAN KONTRAK PELAKSANAAN PENGADAAN ALAT PENGOLAH DATA BERUPA NOTEBOOK DAN LCD PROJECTOR …………………………………………...... TAHUN ANGGARAN 200...... Surat Penawaran harga Nomor ...................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............................................ KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... tanggal ....................... Nomor ....................... : .............. Nomor ..... : .................. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....................... tanggal ....... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : .. Nomor ............................ Nama NIP Jabatan Alamat : ............. tanggal ... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...........................................tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) ......................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1......................I/ Pemerintah Daerah . tanggal ..........

.f.. untuk keperluan Kantor. Harga barang tersebut sebesar Rp.. 6. Perjanjian/Kontrak adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA . hak dan kewajiban para pihak... dan korespondensi. d.. penyelesaiaan perselisihan. yang tertuang dalam DIPA Tahun anggaran 200..000......Dengan ini menyatakan bahwa : a. Kantor .. dengan syarat-syarat umum dan syaratsyarat khusus sebagai berikut : BAB I SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) Ketentuan umum terdiri dari definisi ruang lingkup pengadaan. jadwal pelaksanaan penyerahan barang. keadaan kahar.... perpajakan. Pemutusan kontrak.. c.. Nomor ………………………. amandemen kontrak. Pelaksanaan penyerahan barang selama 15 (lima belas) hari kalender dan dimulai pada saat diterbitkannya Surat Pesanan...... pembayaran harga. …………………… (dengan huruf) dari anggaran pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD. Projector. jaminan pelaksanaan dan garansi / Jaminan purna jual. b. bahasa. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector untuk keperluan kantor …………………….... Kedua belah pihak setuju bahwa PIHAK PERTAMA membayar sesuai harga kontrak dan PIHAk KEDUA melaksanakan penyerahan barang sesuai yang diperjanjiakan... e.. ……………………. itikad baik.. tanggal ……………………. Kontrak/perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak diatas materai Rp. Kantor . Kedua belah pihak setuju mengadakan perikatan dalam kontrak pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa notebook dan LCD Projector.. g.... yang dituangkan dalam Surat ...menyetujui melaksanakan perjanjian sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal ditandatangani perjanjian/kontrak.. keterlambatan penyerahan barang. Ketentuan umum tersebut diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut : PASAL 1 DEFINISI 1.. dan hukum. pengawasan..

.... selanjutnya diserah terimakan dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang Kemudian di transfer ke Rekening PT/CFV/Firma/Koperasi . PASAL 5 AMANDEMEN KONTRAK 1. Tahun Anggaran 200. ………………. 2. …………………... PASAL 3 PEMBAYARAN Pembayaran barang sebesar Rp... Seperti keadaan peperangan.. PASAL 4 JAMINAN PELALAKSANAAN DAN GARANSI/PURNA JUAL BARANG 1. revolusi.. (dengan huruf) akan dilakukan sekaligus oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA... setelah barang diperiksa yang dituangkan dalam berita Acara Pemeriksaan.. perubahan harga dan keadaan kahar... kerusuhan. kebakaran. bencana alam. (dengan huruf) dibiayai dari anggaran Kantor . dan atau gangguan industri lainnya... yang diperjanjikan sebesar Rp...... 2.. Jaminan pelaksanaan diberikan sebelum penandatanganan kontrak dan diterbitkan oleh bank umum/ perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang direasuransikan kepada perusahaan asuransi... Garansi/purna jual barang diberikan setelah dilaksanakan penyerahan barang yang merupakan jaminan bila adanya kerusakan atau terjadi hal lainnya pada barang yang berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak dilakukan penyerahan barang.. PASAL 6 HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK . sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi.…………………… pada Bank ……………………… Rekening No. 2... pemogokan. PASAL 2 HARGA Harga pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector..………………... dan PIHAK KEDUA Menyerahkan jaminan barang/garansi purna jual sebagai jaminan atas kualitas barang... ………………. jadwal penyerahan barang.. Amandemen kontrak dilakukan apabila terjadi perubahan pengadaan barang.Perjanjian/Kontrak. Amandemen dapat dilakukan apabila disetujui baik oleh PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA... Keadaan Kahar adalah keadaan yang merupakan suatu keadaanyang terjadi diluar kehendak atau perkiraan.

.. Nomor : ……………………. 2. ………………. Tanggal ………………….. 2.. (dengan huruf).. (dengan huruf).(alamat jelas) 3. …………………….. PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga kontrak atau 5% x Rp. ………………… sebesar Rp... = Rp.. PASAL 8 PEMERIKSAAN BARANG Pemeriksaan barang alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector …………….. PASAL 9 KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG Apabila terjadi keterlambatan penyerahan barang atau keterlambatan pembayaran yang merupakan kewajiban PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA. Masa berlaku surat garansi/purna jual barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector. ketidak sesuaian spesifikasi dan tidak baiknya kondisi barang dari hasil pemeriksaan dapat dikembalikan kepada PIHAK KEDUA. Selama 1 (satu) tahun sejak barang diserahkan yang dituangkan dalam Berita Acara Serah terima Barang dari PIHAK KEDUA. adalah15 (lima belas) hari kalender mulai berlaku sejak diterbitkannya Surat Pesanan. …………………. ……………. memberikan keteranganketerangan yang diperlukan untuk pemeriksaan barang-barang yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan menyerahkan barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pihak kewajiban PIHAK PERTAMA adalah memeriksa spesifikasi dan kondisi barang dan membayar harga barang tersebut sebesar Rp. maka diatur denda sebagai berikut : 1. Penyerahan barang dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA mengalami keterlambatan/melebihi dari jadwal yang ditentukan... ... Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA adalah menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD Projector. PASAL 7 PENYERAHAN BARANG 1. Pengiriman barang tersebut menggunakan prangko kantor .1. …………… (dengan huruf). dilakukan oleh Tim Pemeriksaan yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA dengan surat keputusan Pejabat Pembuat Komitmen. Jangka waktu penyerahan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector.

berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. tetapi harus berdasarkan kesepakatan/persetujuan kedua belah pihak. PASAL 10 KEADAAN KAHAR 1. PASAL 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Denda tidak berlaku apabila penyebab keterlambatan disebabkan keadaan kahar. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa memperlihatkan adanya kepentingan masing-masing pihak. PASAL 14 BAHASA DAN HUKUM . 2. kerusuhan. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.2. bencana alam. Jika selama kontrak salah satu pihak ada yang merasa dirugikan. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) 2. PASAL 12 PEMUTUSAN KONTRAK Pemutusan/pembatalan perjanjian/kontrak tidak dapat dilakukan secara sepihak. pemogokan. 3. Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. revolusi. akan diupayakan penyelesaiannya secara musyawarah mupakat. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah/mufakat melalui Panitia Pendamai atau Pengadilan Negeri. PASAL 11 ITIKAT BAIK 1. Pembayaran (Pembuatan Surat Permintaan Pembayaran) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan. kebakaran dan gangguan industri lainnya.

BAB III SYARAT-SYARAT KHUSUS (KETENTUANKHUSUS) PASAL 18 ASAL BARANG Asal barang yang diadakan adalah seluruhnya buatan produk luar negeri karena barangbarang tersebut belum diproduksi dalam negeri.Bahasa yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah bangsa Indonesia dan hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Negara Indonesia... BAB II SYARAT-SYARAT UMUM (KETENTUAN UMUM) PASAL 17 PENANGGUHAN Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. PASAL 15 PERPAJAKAN Pajak Pertambahan Nilai dan pajak-pajak lainnya serta bea materai sesuai dengan ketentuan perundingan yang berlaku menjadi beban PIHAK KEDUA. sedang kepada PIHAK KEDUA dalam bentuk surat menyurat ditujukkan kepada ………………………………………………………………………………………………………………. PASAL 19 HAK PATEN DAN HAK CIPTA . ……………………………………….. PASAL 16 KORESPONDENSI Korespondensi dalam bentuk surat menyurat kepada PIHAK PERTAMA ditunjukkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen. PIHAK PERTAMA dapat melakukan penangguhan pembayaran secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan diberikan kesempatan untuk memenuhi kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian.

Mata uang yang dipergunakan dalam perjanjian/kontrak ini adalah mata uang Rupiah. 3. PASAL 22 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. …………………. . dilampiri dokumen-dokumen yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari kontrak terdiri atas : 1. ……………. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak yang terdiri dari : 2. 3. 3. PASAL 20 JAMINAN PELAKSANA Jaminan Pelaksanaan pengadaan alat pengolah data berupa produk note book dan LCD projector. sebesar 5% dari kontrak. (dengan huruf). PASAL 21 PEMBAYARAN 1. Jika keputusan sebagaimana dimaksud Ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu atau kedua belah pihak. 2. Jaminan Pelaksanaan. Surat Penawaran dengan lampiran-lampirannya.. PASAL 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN Perjanjian/kontrak pengadaan alat pengolahan data berupa notebook dan LCD projector. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul bersama. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Surat Keputusan Penunjukkan Pemenang Pemilihan Langsung Penyedia Barang (SKPPB). Pembayaran yang akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sebesar Rp. maka perselisihanakan diteruskan melalui Pengadilan Negeri.PIHAK KEDUA wajib melindungi barang-barang yang diserahkan dari keasliannya (original) baik software maupun hardware dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Paten dan Hak Cipta. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. 2. Pembayaran dilakukan dalam sekaligus setelah penyerahan barang yang dinyatakan dalam Berita Acara serah terima Barang dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini..... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PESANAN Nomor : . 3.... PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi.... Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar.... Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan pengadaan barang ini.. pada hari dan tanggal tersebut diatas...PASAL 24 PENUTUP 1... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga).... 4......... Surat Perjanjian ini dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya surat pesanan dari PIHAK PERTAMA... Komitmen.. 5............ 2 (dua) rangkap bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA... ........ kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah dikantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri..... 2......... tanpa paksaan dari pihak manapun di ....

....... : ................................... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) .... dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Surat Perjanjian tersebut diatas... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .................. Demikian Surat Pesanan ini diterbitkan di .................... agar dapat Saudara laksanakan dengan baik dan atas perhatian serta kesediaan Saudara kami mengucapkan terima kasih PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi Komitmen.. dengan ini kami minta agar Saudara : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi..........tanggal ......... pada tanggal ................................Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen ..... : dapat segera mengirimkan barang alat pengolah data berupa notebook dan LCD projector...

....... Nama Jabatan Alamat : ............. tanggal . ……………..... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA......................... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) No.......... dengan segala perubahannya...................... Surat Penawaran Perusahaan No.......................... Bahwa berdasarkan : 1............................ 2...... ........... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA... Pada hari ini . tanggal ...........Nomor Tanggal : : PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 (DUA) atau RODA 4 (EMPAT) (Pilih yang mana mau dilaksanakan) Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DIPA ……………………………………...... …………………………………………………………........... Nama NIP Jabatan Alamat : ............... ……………………….......................... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. Nomor .............. Dengan ……………………………………………………...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..................... Keputusan Presiden No......... Nomor ................ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah... : ...tahun dua ribu .... …………………………… Tanggal …………...... 2....I/ Pemerintah Daerah ..... tanggal ……………………… 4..... Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 3............... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......... : ........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .................................... tanggal ……………… bulan ………………….........

. PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebagaimana tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang dan Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing). Surat Penetapan Pemenang Lelang No.. ………………….. Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. 8. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran No. ………………… tanggal ……. PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak …… unit telah disepakati sebesar Rp... 7. …………………… tanggal ……………….. (dengan huruf) sudah termasuk Pajak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.…………………. Tahun Anggaran ………… PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . unit. …………………………………… 9. 6..5. tanggal ……………………………... (2) Pembayaran dari jumlah harga borongan sebagaimana tersebut pada Pasal 3 ayat 1 diatas dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan pada Anggaran DIPA Kantor …………………………………. Dengan ini sepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal tersebut dibawah ini : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Kendaraan Roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) sebanyak ………. Surat Laporan Hasil Pelaksanaan Pelelangan No.………. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran No. …………………… tanggal …………………………. ………………...

Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp. Atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………… (3) Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA. termasuk diantaranya adalah Force Majeure. sampai dengan tanggal ………………………. PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari harga borongan dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. Rekening ………………………………. Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang. (2) Pembayaran dilakukan melalui ke Bank ………………………….(1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan sebagaimana tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu. PASAL 7 (2) (3) . No. PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran sebagaimana tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui KPPN atau Kas Daerah …………. setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. ………………… (dengan huruf) segera dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang kendaraan roda 2 (Dua) atau Roda 4 (Empat) di tempat penyerahan yang telah ditentukan. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat disetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan.

(5) Jika dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya " keadaan memaksa" tersebut. Kebakaran d. Pemogokan Umum f. (2) (3) Apabila terjadi " keadaan memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA selaku pemberi tugas secara tertulis selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat betas) sejak terjadinya Force Majeur. PASAL 8 PEMBATALAN / PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA cidera janji dan/tidak memenuhi kewajiban . tanah longsor. (6) Jika PIHAK KEDUA tidak mungkin menyelesaikan pekerjaannya karena adanya Force Majeur. Bencana Alam (gempa bumi. Kejadian sebagaimana huruf a. Yang termasuk "keadaan memaksa" adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : a. dan lain-lain). (4) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. Peperangan /Pemberontakan /huru-hara) c.KEADAAN MEMAKSA (1) Bila dalam waktu melaksanakan pekerjaan terjadinya suatu yang dapat dianggap sebagai Force Majeur sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA harus segera melaporkan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah terjadi Force Majeur. sampai huruf e. b. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. dinyatakan resmi oleh Pemerintah sebagai Force Majeur. Pembayaran sisa pekerjaan didasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan kewajibannya menyelesaikan pekerjaan sebagaimana kontrak pelaksanaan pekerjaan dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan sampai saat Force Majeur tersebut. banjir. Sabotase e.

(2) Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas.. (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini.. arbitrase... (2) PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK LAIN tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia.. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA.. atau melalui pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri .. per hari dari nilai kontrak (3) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. (2) Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 0/00 (satu per seribu) rak dan setinggi-tingginya sebesar 5% (lima persen). (3) Proses penyelesaian sebagaimana tersebut pada ayat (1) tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.. konsiliasi. karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak). maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia dengan cara musyawarah.. (2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen- ... PASAL 11 LAIN-LAIN (1) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak... PASAL 10 PERSELISIHAN (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak.. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA..dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam kontrak ini. mediasi. dipikul oleh para pihak..

(Enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . serta mulai berlaku sejak tanggal ditanda tangani Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK).000. PASAL 12 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak.dokumen perjanjian/kontrak. (2) Surat Perjanjian Kerja (KONTRAK) ini dibuat dalam rangkap 6 (sesuai kebutuhan). maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

......: … … … … … … .............. …………….. Berita Acara Pembukaan Harga Penawaran Harga No..... : ……………………Tanggal ………………………....................... tanggal ................................. Surat Penetapan Pemenang Lelang No....................... tanggal ……………… bulan …………………........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. tanggal ........ 2.... Nomor ......................... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) No............SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : PENGADAAN BARANG ELEKTRONIK Antara KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN …………………………………………………………..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................................. Tanggal……………....tahun dua ribu ................. ... 2................ : . Bahwa berdasarkan : 1............. Nama Jabatan Alamat : ......... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... Nama NIP Jabatan Alamat : ........I/ Pemerintah Daerah ............. Pada hari ini ................ : ................. Nomor ...... dengan segala perubahannya. 3............................ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA..... Dengan ……………………………………………………... : ……………………… Tanggal ……………………….......................

..... PASAL 3 HARGA BORONGAN (1) Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Pengadaan... PASAL 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian pekerjaan pengadaan Barang Elektronik tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).. Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung–jawabkan termasuk diantaranya adalah Force Majcure... Tahun 200.. ………………….Berdasarkan hal tersebut diatas PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Pengadaan Barang Elektronik dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasalpasal berikut : PASAL 1 TUGAS DAN PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukan sebagai tersebut di atas.... (dengan huruf) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Barang Elektronik telah disepakati sebesar Rp... dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik. PASAL 4 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN (1) (2) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja setelah Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ditandatangani... memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA. (2) Pembayaran jumlah harga borongan tersebut pada Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan Anggaran DIPA Kantor ... PASAL 5 JAMINAN PELAKSANAAN (1) Jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari HPS dan diberikan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan akan dikembalikan setelah barang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA serta ....

PASAL 7 KEADAAN MEMAKSA (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan/harga jadi....... PASAL 6 CARA PEMBAYARAN Cara pembayaran tersebut Pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui Bendaharawan DIPA Kantor ...... (2) Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang dalam waktu yang telah ditentukan tidak melaksanakan pekerjaan atau menyerahkan barang sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan.. PIHAK KEDUA dapat dibebaskan dari denda keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan apabila kelambatan diakibatkan dari hal-hal atau kejadian di luar kekuasaan kedua belah pihak (force majeure) dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. (dengan huruf) dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan Pengadaan Barang Elektronik di ………………(sebutkan tempat dan lokasi). Pembayaran dilakukan melalui KPPN /Kas Daerah……………… ke Bank ……………………… No. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama.dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Barang oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan oleh Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang. Tahun 200... Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara apabila penyedia barang mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).. kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% ( seratus persen) dari jumlah harga borongan sebesar Rp ………………….. Rekening ………………. (3) (2) (3) (3) ..n PT/CV/Firma …………………… Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA.. a.

berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut keterangan Bank Indonesia atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. PASAL 9 DENDA DAN GANTI RUGI (1) Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada PIHAK PERTAMA karena terjadinya cidera janji yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja ( Kontrak ). Segala biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya perselisihan sebagaimana ayat (1) di atas dipikul oleh para pihak. maka semua pekerjaan yang telah selesai yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak menyelesaikan perselisihan di Indonesia pengadilan yang disepakati kedua belah pihak yaitu Pengadilan Negeri ……………. Besarnya denda kepada PIHAK KEDUA atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 %o (satu permil ) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan maksimal 5% (lima persen) Besarnya ganti rugi yang dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada pihak lain tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. (2) (3) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian Kerja ini.PASAL 8 PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 di atas.. PASAL 10 PERSELISIHAN (2) (3) (1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PASAL 11 LAIN-LAIN (2) .

Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap seperlunya. 2 (dua) rangkap diantaranya dibubuhi materai Rp 6. (3) PASAL 12 P E N U T U P (1) (2) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kepada kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut di atas di Jakarta.. Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .000. maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas.(enam ribu rupiah) untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen perjanjian/kontrak.(1) (2) Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.

......... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ..............................tahun dua ribu . tanggal ....................................................................................... tanggal ...... Nomor ...... : . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ......... …………….I/ Pemerintah Daerah .......................... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ..... : . tanggal ........... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.... 2...................................... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.......... tanggal ……………… bulan …………………............ .......................... Kedua belah pihak berdasarkan : 1......... Pada hari ini . 3. dengan segala perubahannya........... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.. 2.. Dengan …………………………………………………………….......................... Nomor Tanggal : ………………………………................ Nama Jabatan Alamat : .... Nomor .. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR …………………………........ Antara Kuasa Pengguna Anggaran DIPA …………………………………....................... Nama NIP Jabatan Alamat : ....................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. : ………………………………...

Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor ...4.... dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang dibebankan pada DIPA Kantor ………………………………….......... tanggal .......... Nomor ............. Dokumen Pelelangan pengadaan inventaris Kantor ....... KETIGA HARGA BORONGAN PASAL 3 1......... tanggal .... Nomor . Jumlah harga borongan pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor tersebut pada pasal 1 adalah sebesar Rp... PERTAMA TUGAS DAN PEKERJAAN PASAL 1 PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Alat Tulis Kantor. 6.. 5...... 2. …………………………… (dengan huruf).tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Dengan ini bersepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini...... tanggal .................. Tahun 200........... Harga tersebut diatas sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku........... tanggal .. Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop. Surat Keputusan ........... ............. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor . 7.... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .......... KEDUA RINCIAN PEKERJAAN PASAL 2 Rincian Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor …………………………tersebut pada pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelelangan dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) Inventaris Kantor …………………………………………Nomor ........... 8........... Pembayaran dari jumlah harga borongan seperti tersebut pada Pasal 3 ayat 1.tanggal ..... ... tanggal ....... 9.......

......... KELIMA CARA PEMBAYARAN PASAL 5 Cara pembayaran harga borongan tersebut pada pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui SP2D oleh KPPN/Kas Daerah………………………. KEENAM SANKSI PASAL 6 Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4. Pembayaran sebesar 100% (seratus persen) dari harga borongan atau Rp.. Terhadap pembayaran tersebut ayat 1 dilakukan pungutan pajak oleh bendaharawan.... kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. Kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2..... maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggitingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya........ KETUJUH KEADAAN MEMAKSA PASAL 7 ... …………………………… (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan yang dituangkan kedalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan...Nomor Rekening . selaku wajib pungut pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pada Bank …………………….kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani....KEEMPAT JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PASAL 4 PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor ....

3. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat 2. Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian pekerjaan yang telah selesai menjadi milik PIHAK PERTAMA. maka semua . maka kedua belah pihak dapat mengajukan persoalan kepada Panitia Arbitrase yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh kedua belah pihak sedangkan biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Apabila dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat belum dapat menyelesaikan perselisihan yang ada. KEDELAPAN PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN PASAL 8 1. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruh tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila keterlambatan disebabkan oleh keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan yang seksama. Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan 2. 2. 6. ini. 4. Bilamana “Keadaan Memaksa” ditolak oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas. maka berlaku ketentuan–ketentuan dalam perjanjian ini. 5. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut.1. KESEMBILAN PERSELISIHAN / ARBITRASE PASAL 9 1. 3.

4. KESEPULUH LAIN-LAIN PASAL 10 Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya 2 (dua) rangkap masingmasing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Apabila dengan musyawarah untuk mencapai mufakat melalui Panitia Abritrase tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. 2. Surat perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas. Proses Penyelesaian dengan cara musyawarah oleh Panitia Abritase atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. KESEBELAS PENUTUP PASAL 11 1.3.

) . Tanggal : ………………………….Lampiran I SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : …………………………... Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor Tahun Anggaran 2003 NO URAIAN/JENIS BARANG SEBUT DAN URAIKAN KANTOR YANG DIBELI ALAT TULIS VOLUME HARGA SATUAN (Rp.) JUMLAH HARGA (Rp.

.. ……………………………………………... Berdasarkan Surat Penetapan pemenang pelelangan Nomor : ………………… tanggal ………………………….. ……………………………………………. Direktur …………………………………... adalah sebesar Rp. Jumlah harga borongan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor ……………. ……………………………… ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis untuk keperluan Kantor .PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP Nomor Lampiran Perihal : : : Surat Perintah Kerja Kepada Yth. (dengan huruf) sudah termasuk pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bahwa PT/CV/Firma/Kop.. dengan ini kami perintahkan agar Saudara segera melaksanakan pekerjaan dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut : 1....... ……………………….(sebutkan satkernya) Sehubungan dengan hal tersebut. .....

yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Dengan ……………………………………………………………… ... diatur dan ditetapkan dalam Surat Perjanjian Kerja / Kontrak.. 4. Penyerahan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal …………………….... Antara KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………….... 3. yang dilaksanakan langsung melalui KPPN …………………..2. ke Rekening PT/CV/Firma/Kop.. Pembayaran dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ……………... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Kerja ini.. Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya... Ketentuan lain yang belum diatur dalam Surat Perintah Kerja ini. pada Bank . Nama Perusahaan Komitmen Pejabat Pembuat Nama Jabatan Pada Perusahaan Nama NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : Tanggal : Tentang PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ……………………………....…………... Nomor Rekening ………… 5.

............ 2..... tanggal ............................................. tanggal .... tanggal....tahun dua ribu ........ tanggal ……………… bulan …………………............. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini. Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawarani Nomor ... Nomor .... Surat Keputusan .......... 4..... 6.... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ........ Bahwa berdasarkan : 1.. Nama Jabatan Alamat : ...... Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN .... dengan segala perubahannya............. Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.......... 2...... 1.... Nomor......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ..tanggal .................................................................... tanggal .......... 2............... 5...... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara....................... Nomor ........... Nomor ....................... Berita Acara Evaluasi Administrasi dan Teknis Nomor ........tentang Penetapan Pemenang Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa Kedua belah pihak menyatakan setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu perjanjian pelaksanaan Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………………. Nama NIP Jabatan Alamat : .......... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. tanggal .. Surat Penawaran harga dari PT/CV/Firma/Kop.Pada hari ini ......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ......... tanggal ...........I/ Pemerintah Daerah . bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... 3............... ……………........... : ......... tanggal ....... : ......... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya........................

Pasal 5 CARA PEMBAYARAN (1) Pembayaran dilaksanakan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah harga borongan atau sebesar Rp. Pasal 2 RINCIAN PEKERJAAN Rincian Pekerjaan Perbaikan Rumah …………………….. seperti tersebut pada Pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing). Pasal 4 JANGKA WAKTU PELALKSANAAN (1) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pekerjaan tersebut pada Pasal 1 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender setelah Surat Perjanjian Kerja ditandatangani. No....PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.. termasuk diantaranya adalah force majeure..... …………………… atas nama PT/CV/Firma/Kop ....... yaitu melaksanakan Pemborongan Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………………. telah disepakati sebesar Rp......... (2) Pajak-pajak lain yang timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini akan menjadi beban PIHAK KEDUA. (2) Waktu penyerahan dapat diperpanjang apabila ada permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA dapat menyetujui selama menggunakan alasan-alasan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan... Sesuai rincian pekerjaan terlampir... ………………………… (dengan huruf) sudah termasuk pajakpajak... ke Rekening Bank ………………. Pasal 3 HARGA BORONGAN Jumlah harga borongan seluruh pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………. ……………………. (dengan huruf) dapat dibayarkan setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima Pekerjaan melalui KPPN/Kas Daerah.. .

Pasal 8 PEMBATALAN PEMUTUSAN SURAT PERJANJIAN (1) PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata . Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila kelambatan disebabkan keadaan memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasanalasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “Keadaan Memaksa” tersebut.Pasal 6 SANKSI Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada Pasal 4 ayat 1. (5) Bilamana “Keadaan Memaksa ditolak PIHAK Pertama maka berlaku ketentuanketentuan dalam perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda sebesar 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan seluruhnya untuk setiap hari keterlambatan sampai dengan maksimum denda 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. Pasal 7 KEADAAN MEMAKSA (1) Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan. (2) PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa berdasarkan penyelidikan bersama. (3) PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak adanya pemberitahuan tersebut. (4) Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA Tidak memberikan jawaban.

(2) Apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumendokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah dokumen yang pertama menurut urutan tersebut di atas. (2) Apabila dengan cara musyawarah untuk mufakat tidak terdapat penyelesaian yang layak dan memuaskan. . (2) Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini. Pasal 9 PENYELESAIAN PERSELISIHAN (1) Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. (3) Proses penyelesaian dengan cara musyawarah atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan oleh PIHAK KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (3) Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian ini akan ditentukan lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam Surat Perjanjian Tambahan / Addendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.tidak mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas dengan bukti bahwa PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruhnya tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah tidak berubah di Pengadilan Negeri ……………………………………………. maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. maka semua pekerjaan telah selesai dan terpasang termasuk bahan-bahan yang berada di lokasi pekerjaan menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 LAIN-LAIN Kontrak yang dibuat meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak.

(2) Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya dengan 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .Pasal 11 PENUTUP (1) Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal tersebut diatas di …………….

... 1 Tahun 2004 Keputusan Presiden No. Bahwa hasil evaluasi pengadaan barang/jasa Pekerjaan Perbaikan Rumah ……………………… telah dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana mestinya..... 3.. Undang-undang No.. Tanggal …………………………………………………………………… Bahwa berdasarkan penetapan penyedia barang/jasa tersebut perusahaan ………………………… dengan harga Rp.. 42 Tahun 2004 Keputusan Presiden No. ………………………..... Menyatakan PERTAMA : : Menunjuk : Nama Perusahaan Alamat NPWP : : : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perbaikan Rumah ………………………………………………………….. KEDUA : Harga borongan seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut diatas.. Menimbang : a... (dengan huruf) dinyatakan sebagai penyedia barang/jasa. 2.. ………………………………………………………………. c. …………………………. Bahwa penetapan penyedia barang/jasa tersebut diatas telah ditetapkan dengan surat Nomor : ……………………….... sebesar Rp...SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PERBAIKAN RUMAH ………………………… KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) ………………………………………………………………. 61 Tahun 2004 MEMUTUSKAN b. Mengingat : 1.. . (dengan huruf) termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan dan peraturan perundingan yang berlaku.

. maka untuk setiap hari keterlambatan akan dikenakan sanksi denda yang besarnya ditetapkan sebesar 1 0/00 (satu perseribu) dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan. tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.. : : PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Anggaran Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini...KETIGA : Jangka waktu pelaksanaan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) dan apabila ………………………... KEEMPAT : KELIMA : Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. pekerjaan harus sudah selesai dilaksanakan. akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya. Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja ini. Ditetapkan di Pada tanggal PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop.

...…Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti...... dengan segala perubahannya.... tanggal .............. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia............... Nomor ..I/ Pemerintah Daerah . kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.................................. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.............. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. : ......................... .... ……………............................... tanggal ……………… bulan …………………............. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .................... Nama Jabatan Alamat : .... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...............................SURAT PERJANJIAN KONTRAK Nomor : Tentang PEKERJAAN PENCETAKAN BUKU ........ Nama NIP Jabatan Alamat : .................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R... Pada hari ini ....... tanggal ............... : ............... 2....................... Nomor ......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................................................................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Pencetakan Buku .............................................tahun dua ribu ....................................

kecuali berdasarkan permintaan tertulis dari PIHAK KEDUA yang disampaikan pada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender sebelum batas waktu yang ditetapkan dengan disertai alasan yang tepat dan dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. x ……. cm kertas yang digunakan HVS ………gram dicetak berapa warna cover biasa apa lux jumlah halaman dan lain-lain berkenaan dengan buku yang akan dicetak. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 tidak dapat diubah. 3. dan selanjutnya dapat diatur kemudian dalam Addendum Kontrak. Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1.Pasal 1 TUGAS DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN Tugas/kewajiban dan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah melaksanakan pekerjaan pencetakan buku ………………………. Volume ………………. Waktu pelaksanaan pekerjaan pencetakan buku……………………………. harus diselesaikan tidak lebih dari 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja tanggal………atau selambat-lambatnya tanggal……………….… 2... sebagai berikut : No 1 Spesifikasi PENCETAKAN BUKU (……………………sebutkan judul buku) Jelaskan spesifikasi buku yang mau dicetak misalnya ukuran buku ……. naskah yang telah diedit dan dikoreksi oleh PIHAK KEDUA hendaklah diperlihatkan terlebih dahulu kepada PIHAK PERTAMA untuk dikoreksi sekali lagi untuk menghindari salah cetak.. Pasal 3 . Sebelum buku naik cetak.

.. 2.. Kelalaian dan keterlambatan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh PIHAK PERTAMA Berdasarkan Surat Perjanjian ini akan dikenakan sanksi “denda” sebesar minimum 1(satu) permil untuk setiap hari keterlambatan penyerahan sampai dengan maksimum sebesar 5% dari harga borongan 3...PENGALIHAN TUGAS PEKERJAAN Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pihak Kedua tidak dibenarkan mengalihkan tugas pekerjaan sebagian / seluruhnya kepada pihak ketiga tanpa seijin PIHAK PERTAMA Pasal 4 NILAI KONTRAK DAN SYARAT PEMBAYARAN 1... harus segera dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap : Kerusakan yang terlihat Kesesuaian nya dalam spesifikasi teknis Pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan bersama oleh panitia pemeriksa / penguji barang dan jasa yang kemudian hasil pemeriksaannya dituangkan dalam suatu berita acara hasil pemeriksaan PIHAK PERTAMA berhak menolak buku yang menyimpang dari spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan... 6... Segera setelah buku tiba di lokasi. Biaya untuk pekerjaan tersebut dalam pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp……… (dengan huruf) Pelaksanaan pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibayarkan sekaligus atau seluruhnya ( 100%) apabila prestasi pekerjaan telah selesai 100% dengan baik yang dinyatakan dengan berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan oleh panitia pemeriksa / penguji barang Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan di pungut pajak-pajak menurut peraturan yang berlaku Pembayaran dilakukan dengan pengajuan SPP-LS melalui Kantor Pelayaran Perbendaharaan Negara/Kas Daerah .. 3. 2... 4.. . Dalam hal ini PIHAK KEDUA wajib atau harus mengganti buku yang ditolak tersebut.. Harga tersebut adalah tetap tidak berubah (Fixed Price ) termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku Pihak kedua tidak dapat membuat perubahan harga atau tambahan biaya apapun juga yang berhubungan dengan pelaksanaan surat perjanjian ini kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA Pasal 5 PEMERIKSAAN BARANG 1. 5. Biaya penggantian dibebankan kepada PIHAK KEDUA Pasal 6 SANKSI 1..

2. banjir dan sebagainya ) kebakaran. 3. Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. 5.2.huru-hara. Segala perselisihan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan secara musyawarah antar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. asal saja diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu selambatlambatnya 7(tujuh) hari terhitung sejak tanggal terjadinya force majeure Apabila dalam kejadian sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini PIHAK KEDUA tidak memberitahukan kejadian force Majeure tersebut kepada PIHAK PERTAMA. pemotongan atau kemacetan yang timbul karena dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengakibatkan perubahan moneter Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh adanya force majeure semacam ini dapat dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. maka kedua belah pihak dapat memilih Badan Arbitrase Nasional Indonesia ( BANI ) di Jakarta. 4. peperangan. maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan sanksi denda yang besarnya disesuaikan dengan tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 Pasal 7 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga selama masa pelaksanaan kontrak ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan tambahan biaya apapun juga (klaim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. bila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Keadaan Force Majeure adalah keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi karena bencana alam ( gempa. . maka keterlambatan penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal satu surat perjanjian ini dianggap bukan force majeure Dalam pemberitahuan kejadian force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat dua pasal ini harus disertai dengan keterangan dari pihak yang berwenang mengenai peristiwa tersebut dan PIHAK KEDUA dapat sekaligus mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA Pihak pertama dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kalender terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 pasal ini akan memberikan jawaban secara tertulis mengenai permohonan dimaksud kepada PIHAK KEDUA Pasal 9 PERSELISIHAN 1.

. tanggal …………….. 4. tanggal ………….. ………………. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran Harga Nomor : …………………. Penawaran Harga Nomor : ……………. Undangan Pelelangan Nomor : ………………………………. maka penyelesaian selanjutnya akan diserahkan kepada keputusan Pengadilan Negeri. 8.2.... tanggal ……………….. Pengumuman hasil pelelangan Nomor : ………………………. 9... 3. tanggal ……………………… Surat Penawaran Harga PT. 5. Berita Acara Evaluasi. 11. tanggal ……………. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Nomor : …………. untuk itu ditetapkan domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ……………. akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian.. 7. Nota Dinas Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : ………………………. Apabila cara yang dimaksud pasal 11 ayat 1 juga tidak dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul. tanggal … Pasal 12 LAIN-LAIN 1. Pasal 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : Pasal 11 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran Resmi yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Surat Perjanjian ini adalah : 1. 2. tanggal ………………………… 12. Nota Dinas Tidak Adanya Sanggahan Nomor : …………….. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua pihak. Surat Keputusan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………. tanggal ……………… 10.. tanggal ……………….Nomor : ………………. tanggal ……………. . tanggal ……………. Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : ……………….. Berita Acara Perkiraan Harga Menurut Perhitungan Sendiri (HPS) Nomor : ……………………………. 6. tanggal ………… Berita Acara Aanwidjing Nomor : ……………………………….

..pada hari dan tanggal tersebut di atas. bulan dan tahun tersebut di atas.. pada hari. …………………………………. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. setelah dibubuhi materai yang cukup dan ditandatangani di ………. : ………………………………………. …………… tanggal ………………………….. 3. …………………………………. Tahun ……………………………. Surat perjanjian ini dibuat dalam 7 (tujuh) rangkap 3 (tiga) rangkap asli dan 4 (empat) rangkap copy yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. NIP. ..2. PIHAK KEDUA... : ………………………………………. …………………………………. tanggal. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di…………. PIHAK PERTAMA. …………………………………. Direktur ……………………………. Pada hari ini..

oleh Notaris ……………………. Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. Yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan akte notaris Nomor : …….... dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah RI/Pemerintah Daerah …………………….. 5... Nomor : ………………….. (dengan huruf).. Pembayaran akan dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan fisik mencapai 100% (seratus persen) atau sebesar Rp ……………………... : ………………………………………. : ………………………………………..Berdasarkan Keputusan ……………. yang spesifikasi teknisnya sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan terlampir... 6. 7. dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi ………………….... dan PIHAK KEDUA menyatakan sanggup untuk melaksanakannya dengan ketentuan sebagai berikut : 1. (dengan huruf). PIHAK KEDUA tidak dibenarkan mengajukan klaim apapun atau mengurangi kualitas pekerjaan dengan alasan kenaikan harga barang dan upah ataupun kesalahan perhitungan dalam penawaran yang telah diajukan...... yang dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Yang berkedudukan di ………………………………………. …………………….... untuk keperluan Kantor …………………………………………………. Paling lambat dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender terhitung sejak di tanda tanganinya Surat Perintah Kerja ini.. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA... Berdasarkan Surat Penawaran Harga PIHAK KEDUA Nomor : ………………………….. Tanggal …………………… dengan ini PIHAK PERTAMA memberikan tugas pekerjaan kepada PIHAK KEDUA.. Nama Jabatan Alamat : ………………………………………. Tanggal ……………………… 2.adalah sebesar Rp.. Apabila dalam penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi keterlambatan oleh PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga. ditunjukkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada …………………………………. tanggal ……………. selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.. Harga Pencetakan buku……………………………………………. 4. maka PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1 0 00 (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan denda komulatif maksimal 5% (lima persen) dari harga penawaran. Penyelesaian Pekerjaan sampai 100% oleh PIHAK KEDUA.. 3... Demikian Surat Perintah Kerja ini dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya .. sebagai Pencetak Buku .

Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Koperasi PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen .....

... . ketentuanketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : ........ tanggal ....... tanggal ... tahun Dua ribu .............................. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut..... tanggal ................ yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.......... Dengan II................. ... Sesuai dengan Akte Notaris Nomor .......... Pada hari ini......... dan Akte Perubahan terakhir Nomor .......... ....... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara I..................................... PT/CV/Firma/Kop.......... …………….............II CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) PEMBANGUNAN FISIK SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN ……………………… Nomor : Tanggal : ……………................. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala ........ bulan ..... Jabatan Alamat Kantor : : : : ........ Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ................................... . tanggal .......... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : . ... dari Notaris .. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah ......... yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU......................... SH. Nomor .... ..............telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ......................... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop................................................. Nama NIP.......

................. serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.... ... Usulan Calon Pemenang Pelelangan Nomor : . d............ b............... c.. Tanggal : .........................Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1............................... Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a..... Berita Acara : i............................. Penetapan Pemenang Pelelangan Nomor : …………………………………… Tanggal : …………………………………… Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Pemborongan Nomor : . yang berlokasi di ………………………………………………………………… PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK KESATU untuk melaksanakan... e.................... menyelesaikan.... dan memelihara pekerjaan.................. 2.................... Tanggal : . Pasal 2 DASAR PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Pembukaan surat penawaran beserta lampiran Hasil Pelelangan beserta lampiran Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Shop Drawings Jaminan Pelaksanaan f...... tanggal 31 Desember 200.. PIHAK KESATU memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan ………………... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor ............................ Penjelasan Pekerjaan beserta lampiran ii... Tanggal : .......... Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : .....

Bahan. 61 Tahun 2004 dan No. peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 3. i. j. c.2. Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoerin bij aaneming van openbare werken. pengujian dan pengkoreksian. e. PIHAK KEDUA wajib mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU.…. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 2. g. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. . h. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 32 Tahun 2005. maka PIHAK KESATU menunjuk …………………. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Keputusan Menteri PU Nomor : 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. alamat …………………………………………… sebagai pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK KESATU. b. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 yang diperbaharui dengan KEPPRES No. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/ M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. 2. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571. 1. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan pengawas pekerjaan tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN 1. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja d. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Apabila Badan Hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. f. dan telah diketahui PIHAK KEDUA.

12. 7. PIHAK KESATU berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. . PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purna jual. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. 4. 13. 8. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. 5. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. Pasal 5 TENAGA KERJA 6. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melakukan pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK KESATU. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran.3. PIHAK KEDUA harus menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. 9. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. PIHAK KESATU berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. 11. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. 10. 14.

Asuransi tersebut bisa dilakukan menurut variabel jumlah pekerja yang ada di lapangan. 11. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. 10. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Isian Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK KESATU. 3. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 5. dan diserahkan kepada PIHAK KESATU selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. 8. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK KESATU dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. . 6. Jika PIHAK KESATU meminta PIHAK KEDUA untuk memperhatikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alasan atas permintaan tersebut. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 12. 7. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK KESATU akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakannya. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 4.1. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9. 2.

Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada Sub Kontraktor. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN . PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. baik di dalam maupun di luar pengadilan. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para Sub Kontraktor. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan Sub Kontraktor (termasuk dengan Sub Kontraktor Golongan Ekonomi Lemah) setempat. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 14. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada Sub Kontraktor atas persetujuan PIHAK KESATU. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada Sub Kontraktor atau PIHAK KETIGA. maka PIHAK KESATU dapat memberlakukan Pasal 18. Sebelum dilakukan Serah Terima I (KESATU) pekerjaan kepada PIHAK KESATU. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub Kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan Sub Kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan Sub Kontraktor.13. sesuai dengan bidang keahliannya. tunduk pada peraturan-peraturan perburuhan yang berlaku. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada Sub Kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan Pengawas Pekerjaan. maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU. 15.

.. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut.. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. = Rp. Berkaitan ayat 2 pasal ini. Jaminan Pelaksanaan : a... setelah Serah Terima II pekerjaan fisik dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh PIHAK KESATU. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. kecuali PIHAK KESATU telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur dalam Perjanjian Tambahan (Addendum).... . Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK KESATU dalam keadaan baik..Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (Serah Terima I) ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan..(dengan huruf) Surat Jaminan tersebut pada huruf a ayat 1 pasal ini...... akan diserahkan kembali oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Surat Jaminan tersebut harus dikeluarkan oleh Bank Pemerintah Besar Nilai Jaminan adalah 5% dari Biaya Pekerjaan Borongan atau sebesar 5% x Rp.. Dalam Surat Jaminan Pelaksanaan tersebut dalam huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik negara dan b.... dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA.... PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU Jaminan Pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat Perjanjian ini ditandatangani......... ... Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini maka PIHAK KESATU dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1...

dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA, bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Masa berlaku Surat Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan berakhir berdasarkan kontrak. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan, maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik negara. PIHAK KESATU dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang, apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1 a pasal ini. 2. Jaminan Uang Muka a. Sebelum pembayaran uang muka oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan uang muka berupa surat jaminan Bank Pemerintah atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) sebesar 20% dari biaya pelaksanaan borongan atau sebesar 20% x ………………………… Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini, secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini, dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas, harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK KESATU tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian, dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. …………………….. (……………………………………………………………………………. ) yang merupakan

b.

c.

d.

biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan pada DIPA Nomor …………………….. tanggal 31 Desember ……………… Dalam jumlah biaya, pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Volume, harga satuan pekerjaan, satuan upah dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan Lumpsum, tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Termin ke Uang muka Sebesar dari harga borongan 20% x Nilai Kontrak Atau sebesar (Rp.) Jika pekerjaan diterima telah bernilai Sudah diterima Jaminan Uang Muka dari Bank Umum/Asuransi sebesar nilai uang muka 35% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 65% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan 100% dari harga borongan yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Setelah masa pemeliharaan dilampaui dengan baik yang dibuktikan dengan Berita

I

(35% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

II

(30% x Nilai Kontrak)- (35% x Uang muka)

III

(30% x Nilai Kontrak)- (30% x Uang muka)

IV

5% x Nilai Kontrak

Acara Serah Terima II Pekerjaan Pelaksanaan Jumlah 100%

Tahap-tahap pembayaran di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/Kas Daerah ……………… sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditransfer ke Bank ………………………. Nomor Rekening ………………. atas nama PT/CV/Firma/Kop. ………………. Pasal 12 KENAIKAN HARGA Kenaikan harga bahan, peralatan dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan, peralatan dan upah tersebut, kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala biaya sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung PIHAK KEDUA dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berlaku dengan pelaksanaan pekerjaan ini, dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan, hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU dengan menyebut jenis, volume dan rincian pekerjaan secara jelas. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh Kedua belah pihak, jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini.

2.

3.

Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari harga borongan yang sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Adanya pekerjaan tambah-kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan, kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK KESATU. Untuk pekerjaan tersebut di atas, dibuat perjanjian tambahan (addendum). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai (100%). Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

4.

5. 6.

1.

Yang dimaksud dalam “Keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu :

Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dan banjir) Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacuan (kecuali karyawan kontraktor) Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA) Keadaan Memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah. 2. Apabila terjadi “keadaan memaksa”, maka : a. PIHAK KESATU menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Apabila selama 3 hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK KESATU tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK KESATU untuk mendapat persetujuan tertulis. c. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU tentang “keadaan memaksa” tersebut, PIHAK KESATU tidak memberi jawabannya, maka PIHAK KESATU dianggap menyetujui adanya “keadaan memaksa” tersebut. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan / persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK KESATU. e. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan. f. Pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan Sub Kontraktor.

3.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK KESATU maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 7, pasal 16, dan pasal 18 dalam surat perjanjian ini.

Pasal 16 SANKSI / DENDA Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Dokumen Kontrak Perjanjian ini, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian, PIHAK KEDUA wajib membayar “denda kelalaian” sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini, maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan sebesar 1o/oo (satu perseribu) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar 5% (lima perseratus) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Denda-denda tersebut dalam pasal ini, dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK KESATU, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA, maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata.

tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut pemborongan yang telah dimulainya. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK KESATU dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan pemborongan ini. memperlambat Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK KESATU sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. maka PIHAK KESATU akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK KESATU. . PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. 3. sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini.Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK KESATU dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK KESATU memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung tanggal Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan oleh PIHAK KESATU. maka PIHAK KESATU dapat menunjuk Pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK KESATU. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. 2. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK KESATU. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang Sub Kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini.

Laporan dan atau catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Apabila perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri di ………………. pelaksanaan. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU pada saat penyerahan 1 pekerjaan yakni gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. Dalam hal demikian. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK KESATU foto-foto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). Pasal 20 LAPORAN Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK KESATU untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. maka Jaminan Pelaksanaan yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU menjadi milik negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini.4. dibuat berbentuk buku harian rangkap 5 (lima) diisi pada format yang telah disetujui pengawas pekerjaan dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan Sub Kontraktor. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. serta catatan. selama pelaksanaan di lapangan maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK KESATU. akan diselesaikan secara musyawarah. laporan. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN .

.. PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran / Barang NB : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber dari pekerjaan pembangunan fisik ...Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya..... masing-masing untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini... Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri di .. Pasal 22 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini....... pada hari dan tanggal tersebut di atas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA.... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama..

1.4 Milyar .Senilai Rp.

.. …………….... : ..... meliputi pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik seperti tercantum dalam Surat Penawaran Nomor …………….......... Pada hari ini ........ 0000... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2................................ Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : .....” Yang berlokasi pada …………………………………………………………………..... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan ditetapkan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender. tanggal ……………… dengan biaya sebesar Rp........ Yang menerima perintah PT... Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi....tahun dua ribu ........ ………………….........SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ……………………………….................. Tanggal 31 Desember ………...............000000......... sampai dengan …………………… Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya........... Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ ......... Dengan syarat-syarat / ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Biaya pekerjaan Pembangunan …………………….000000 Untuk melaksanakan pekerjaan : “Pembangunan …………………………………………... ini akan dibayarkan dari DIPA Nomor ………………….............................. ........................ Terbilang : …………………………………………….. Jumlah biaya pekerjaan pembangunan tersebut sudah termasuk PPN 10% serta pengeluaran lainnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. tanggal ……………… bulan …………………........... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. terhitung sejak tanggal ………………........... Nama NIP Jabatan Alamat : .......

...tahun dua ribu . kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............... tanggal ……………. Nama Jabatan Alamat NPWP : : : : . pada Kantor…………………terletak di Jalan………..SURAT PENYERAHAN LAPANGAN Nomor : …………………………………….............................. PIHAK KEDUA akan melaksanakan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja dikeluarkan.........000000..(sebutkan kotanya) ............................. 0000........... PIHAK KEDUA PT......... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2............. Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..... berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ………………………............. ……………... PIHAK KESATU Pejabat Pembuat Komitmen ___________________ ___________________ .......... .......... Demikianlah Surat Penyerahan Lapangan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.......... Nama NIP Jabatan Alamat : ..000000 Dengan ini menyatakan : PIHAK KESATU menyerahkan lapangan kepada PIHAK KEDUA sebagai Pelaksana pekerjaan Pembangunan ………………………………....................... Pada hari ini ........... : ......... tanggal ……………… bulan …………………...............................

......... Nama Jabatan Alamat : ...... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ...... Pada hari ini ..................................... Pengum um an Nomor Tanggal Tentang : ………………………………….... tanggal ……………… bulan …………………... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........................ 2........ bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................................................./……/……..tahun dua ribu ..... Nomor ........... Nama NIP Jabatan Alamat : ........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R............ Nomor ....... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA................SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir Nomor : ………/……/…. : ………………………………….. dengan segala perubahannya.......... Nomor : …………………………………....................... : Pengum um an Pem enang Pelelangan ................ tanggal .. ……………... tanggal ....................................................I/ Pemerintah Daerah .. : .................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1............................. Tentang : Penetapan Pem enang Pelelangan Pengadaan Pekerjaan Renovasi Aula dan Pem buatan Lapangan Parkir.. Kedua belah pihak berdasarkan : Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pem buat Komitm en ………………………………………………………….. Tanggal : ………………………………….......... : ...

Lampiran – lampiran dimaksud adalah sebagai berikut : Gambar-gambar [termasuk gambar detail]. dan kedua belah pihak juga menyatakan setuju untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Tanggal : …………………………………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima pekerjaan tersebut. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini.Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat ………………………………………………………… Nomor : …………………………………. Peraturan Beton Bertulang di Indonesia Tahun 1977. . yang disyahkan dengan Surat Keputusan Pemerintahan Hindia Belanda Nomor : 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir untuk keperluan Kantor ………………………Tahun Anggaran 200… dengan nilai Kontrak yang telah ditetapkan dan pasti. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dan Berita Acara Aanwijzing/Penjelasan Pekerjaan. Tanggal : …………………………………. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi sebagaimana tersebut dalam lampiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. yaitu untuk melaksanakan pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembuatan Lapangan Parkir pada Kantor …………………………………………. Diikuti semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering Van openbare werkwn. Tentang : Penunjukkan Pemenang Pelelangan Pem buat Komitm en Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………. Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 1971.

Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam pasal 3 Perjanjian ini. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gedung yang baik untuk penyimpanan bahan-bahan dan alat-alat tersebut guna lancarnya pekerjaan. Pasal 5 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan berjalan seperti yang ditetapkan. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 61/KPTS/1981. Pasal 4 BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT Bahan-bahan. 18 tahun 2000.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia tahun 1961.. . Yang beralamat di Jalan ………………………. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. kemudian menggantikannya dengan yang memenuhi persyaratan. Tidak tersedia bahan-bahan dan alat-alat. alat-alat dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan pemborongan tersebut dalam pasal 1 perjanjian ini harus disediakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 3 DIREKSI / PENGAWAS PEKERJAAN Sebagai Direksi untuk pengawas pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh …… ……………………………………. 6544/D. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Peraturan Pembangunan Pemerintahan Daerah setempat..IV/02/1998. maka mencapai tujuan perjanjian. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS Pekerjaan berhak disediakan oleh PIHAK KEDUA. …………………………. tentang keselamatan kerja. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS No.36/A/21/0298 tanggal 10 Pebruari 1998. keahlian serta keterampilannya.Se. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. jika kualitas nya tidak memenuhi persyaratan. dan petunjuk teknis Keppres No. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan-bahan dan alat-alat tersebut dari lokasi pekerjaan dalam jangka waktu 2 x 24 jam. Jika Bahan-bahan dan alat-alat tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA/ DIREKSI PENGAWAS pekerjaan. Undang-Undang Nomor : 1 tahun 1970.

dan berakhir tanggal …………………………… Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat dirobah oleh PIHAK KEDUA. tanah longsor. yang dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk dari PIHAK PERTAMA /DIREKSI PENGAWAS. Pasal 8 KEADAAN MEMAKSA Yang termasuk dalam “KEADAAN MEMAKSA” adalah peristiwa-peristiwa sebagai berikut : Bencana alam. Hal-hal lain yang diluar dari wewenang PIHAK KEDUA. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. . angin puyuh dan banjir]. kecuali adanya “Keadaan Memaksa” seperti diatur dalam pasal 8 perjanjian ini dan harus disetujui oleh PIHAK PERTAMA secara tertulis. PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa serta disertai bukti-bukti yang syah. huru-hara. Perang.PIHAK KEDUA diwajibkan menyelenggarakan program Asuransi Sosial Tenaga Kerja [Astek] sesuai dengan ketentuan dan peraturan Pemerintah yang berlaku. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANA Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% (seratus persen) siap yang disebut dalam pasal 1 perjanjian ini ditetapkan selama 75 (tujuh puluh lima) hari kalender terhitung tanggal …………………. [gempa bumi. Kebakaran. Menunjuk pimpinan pelaksana/Tenaga ahli ini harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Pimpinan Pelaksana/Tenaga Ahli yang digunakan oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat yang diperlukan. bahwa waktu penyelesaian dapat diperpanjang. Pemberontakan dan Epidemi.. Apabila terjadi “KEADAAN MEMAKSA”. demikian juga pada waktu keadaan memaksa berakhir. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai perbuatan oleh orang-orang yang dipekerjakan olehnya. maka PIHAK KEDUA segera mengganti dengan ahli lain yang memenuhi syarat tersebut. Pemogokan. Pasal 6 PELAKSANAAN PEKERJAAN OLEH PIHAK KEDUA Ditempat pekerjaan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pimpinan pelaksana yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. yang secara keseluruhan berhubungan dengan penyelesaian pekerjaan ini.

sejak ada pemberitahuan tersebut. Jaminan Pelaksanaan tersebut pada ayat 1 pada pasal ini dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA secara langsung apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini atau apabila Pemutusan perjanjian. maka pekerjaan perbaikan ini dilaksanakan oleh PIHAK KETIGA atas perintah PIHAK PERTAMA dengan biaya yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA. atau menolak secara tertulis keadaan memaksa itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam. PIHAK PERTAMA akan menyetujui. Surat jaminan Bank tersebut dikembalikan kepada kontraktor selaku PIHAK KEDUA setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) siap. …………………………………………………… Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender semenjak Surat perjanjian ini dinyatakan berlaku. ……………………….Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawabannya. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang jaminan pelaksanaannya. Pasal 11 HARGA BORONGAN . …………………. tentang “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. Dalam masa pemeliharaan. = Rp. Apabila terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak pemberitahuan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. Apabila PIHAK KEDUA tidak mengindahkan perintah ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya “KEADAAN MEMAKSA” tersebut. Pasal 10 JAMINAN PELAKSANAAN PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan pekerjaan berupa surat jaminan Bank Pemerintah/Bank lain/Lembaga Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sebesar 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan = 5% x Rp. PIHAK KEDUA diwajibkan atas perintah PIHAK PERTAMA dengan segera mengadakan perbaikan/pembetulan segala kekurangan dan cacat. Pasal 9 MASA PEMELIHARAAN Masa pemelihataan atas kesil pekerjaan selama 45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan diserah terimakan untuk pertama kalinya.

. khususnya untuk pekerjaan pemborongan.. Pasal 13 CARA PEMBAYARAN Pembayaran harga borongan tersebut dalam pasal 11 diatas dilakukan secara bertahap dengan perincian sebagai berikut : Syarat-syarat pembayaran /Termyn : Angsuran termyn dibayar sesuai dengan nilai prestasi yang dilaksanakan dengan rumus sebagai berikut : Rumus : NA = [P-P’] x NB [P-P’] UM NA : Nilai Angsuran dalam rupiah P : Nilai prestasi yang dicapai dalam persen P’ : Nilai Prestasi yang telah dibayar dalam persen NB : Nilai borongan UM : Uang Muka telah Pembayaran Termin yang diperhitungkan dengan rumus tersebut pada ayat 1. Pembayaran tersebut di atas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara /Kas Daerah ……………………. ………………. Pembayaran Uang Muka . alat-alat dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan borongan ini berlangsung.Jumlah harga borongan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 Perjanjian ini adalah sebesar Rp. (………………………………………………………………………….. alat-alat dan upah terkecuali apabila terjadi tindakan/kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia di bidang moneter. …………………) dan merupakan jumlah yang pasti yang dibebankan kepada : DIPA : ……………………………………… Nomor : ……………………………………… Tanggal : ……………………………………… Pasal 12 KENAIKAN HARGA BAHAN-BAHAN Kenaikan harga bahan-bahan. ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pada dasarnya PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan/klaim atas kenaikan harga bahan-bahan. Angsuran terakhir sebanyak 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan dibayar setelah pekerjaan melalui masa pemeliharaan sesuai dengan pasal 9 perjanjian ini dinyatakan dengan suatu Berita Acara Serah Terima ke – 1 antara kedua belah pihak.a harus bernilai minimum 10% [sepuluh persen) dari jumlah borongan. Pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dibayar 95% (sembilan puluh lima persen).

…………………………………………………………………………………………………………. dilakukan setelah kedua belah pihak setuju dengan cara memindahkan kedalam rekening Bank PIHAK KEDUA yaitu pada Bank ………Nomor Rekening ………………. . jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan yang dilampirkan bersama ini. kebersihan halaman. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk merubah waktu penyelesaian pekerjaan. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Penyimpanan – penyimpanan atau perubahan – perubahan yang merupakan penambahan pekerjaan. bertanggung jawab/wajib menyediakan sarana untuk menjaga keselamatan para tenaga kerjanya. dengan menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan secara jelas. guna menghindarkan bahaya yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan. a. KEDUA. setelah PIHAK PERTAMA menyetujui surat permintaan uang muka dari PIHAK KEDUA dengan disertai kuitansi/rencana penggunaan dan kebutuhan serta jaminan uang muka sebagaimana ketentuan yang berlaku. hanya dianggap syah sesudah mendapat perintah tertulis dari Direksi Pekerjaan /PIHAK PERTAMA. bangunan-bangunan. alat-alat dan bahan-bahan bangunan selama 75 (tujuh puluh lima) hari pekerjaan berlangsung. ………………… = Rp. dalam hal ini para tenaga kerjanya tinggal sementara di lokasi pekerjaan. kecuali atas persetujuan tertulis Direksi pekerjaan/PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA diwajibkan memberikan pertolongan kepada korban dan segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibatnya menjadi beban / tanggung jawab PIHAK KEDUA. …. Pasal 15 PENGAMANAN TEMPAT KERJA DAN TENAGA KERJA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keamanan tempat kerja/tenaga kerja. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban. Untuk perjanjian diatas dapat dibuat pekerjaan tambahan (addendum). Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasardasar yang disetujui oleh kedua belah pihak.Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga borongan yaitu sebesar 20 x Rp. PIHAK Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan.

maka segala kerugian ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA. Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal 7 perjanjian ini.Hubungan tenaga kerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur khusus tunduk kepada peraturan perburuhan yang berlaku. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA sebagian atau seluruhnya musnah disebabkan oleh sesuatu cacat-cacat tersembunyi dalam strukturnya atau disebabkan oleh retaknya tanah. maka untuk setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar ‘Denda keterlambatan’ sebesar 1/000 (satu permil) dari harga borongan sampai sebanyak-banyaknya 5 0/0 (lima persen) dari harga borongan. Pasal 17 RESIKO Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah akibat dari bencana atau dengan cara apapun sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerugian yang timbul. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan AV pasal 54 (SU) terhitung sejak tanggal penyerahan hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. atau dengan kata lain bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan ini baik di dalam maupun di luar pengadilan. kecuali jika PIHAK PERTAMA telah lalai untuk menerima pekerjaan tersebut. Jika pada waktu pelaksanaan pekerjaan terjadi kemacetan-kemacetan yang diakibatkan tidak masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan atau alat karena semata-mata kesalahan PIHAK KEDUA maka segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawan PIHAK KEDUA Segala persoalan dan tuntutan para tenaga kerja menjadi beban dan tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA. Pasal 18 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . Bilamana PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian – kerugian bagi PIHAK KETIGA (Orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjanjian ini).

Penyelesaian perselisihan terdiri atas 2 (dua) alternatif. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. maka perselisihan ini akan diputuskan melalui Badan Arbitrase Nasional (BANI). akan ditanggung secara bersamaan yang sama besarnya. tergantung alternatif mana yang akan dipilih oleh kedua belah pihak. Pasal 19 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan perjanjian ini secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari sebelumnya setelah melakukan peringatan / Teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut jika PIHAK KEDUA : Dalam waktu 1(satu) bulan terhitung tanggal Surat Perjanjian ini tidak/belum mulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur pasal 1. Jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. putusan mana mengikat secara mutlak untuk tingkat pertama dan terakhir. Dalam waktu 1 (satu) bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri …………………. sebagai ketua yang disetujui oeh kedua belah pihak. Alternatif : Jika terjadi perselisihan antara kedua belah Pihak. . maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak diterima oleh ssalah satu pihak atau kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Alternatif 2 : Jika terjadi perselisihan antar kedua belah pihak. dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak terdiri dari : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Secara langsung/tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pemborongan ini. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Biaya penyelesaian termasuk dalam ayat 2 pasal ini. Untuk Surat Perjanjian ini akan ditetapkan oleh kedua belah pihak di kemudian hari.

Jika pekerjaan pemborongan ini tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. perhitungan-perhitungan dan keterangan-keterangan lainnya yang berhubungan dengan Surat Perjanjian Pemborongan ini. gambargambar. Pasal 23 PENUTUP . Jika terjadi Pemutusan hubungan Perjanjian secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. maka Jaminan Uang Muka sebagai termaksud pasal 14 menjadi milik negara. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) terdiri dari 2 asli bermaterai cukup yang sama kuatnya untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. jaminan Bank yang telah diserahkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA akan dicairkan oleh PIHAK PERTAMA dan diperhitungkan dengan prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan PIHAK KEDUA. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 22 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian Pemborongan ini atau perubahan – perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian. PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain atas kehendak dan berdasarkan pilihan sendiri menurut ketentuan yang berlaku untuk menyelesaikan pekerjaan pemborongan tersebut. Dalam hal demikian. selebihnya diberikan kepada Pihak-pihak yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pemborongan ini. Pasal 20 BEA MATERAI DAN PAJAK-PAJAK Bea materai dan pajak-pajak lainnya yang berhubungan dengan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan ini menjadi tanggungan PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan –peraturan yang berlaku. Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini.

tanggal... ………………………. ……………………………… ………………………. mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku bagi kedua belah pihak berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. selama dan sesudah perjanjian ini berlaku bagi PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang meliputi : Penawaran Kontrak Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Gambar-gambar Rencana Berita Acara – Berita Acara Laporan harian.Sejak ditanda-tanganinya Surat Perjanjian ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Mingguan dan Bulanan Dengan dan karena ketentuan Ayat (1) dan (2) pasal ini. .. maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini dan seluruh ketentuan di dalam dokumen kontrak merupakan satu kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini termasuk segala sanksinya. PIHAK PERTAMA ……………………………………. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi apabila ke dua belah pihak tidak memenuhi kewajibannya. Surat Perjanjian Pemborongan ini ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dan mulai berlaku pada hari. bulan dan tahun sebagaimana tersebut di atas. SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………. Yang dimaksud dengan dokumen-dokumen tersebut Ayat (1) pasal ini adalah dokumen-dokumen yang ada pada saat mulai.. PIHAK KEDUA …………………………………….. …………………………………….

........... : ............... Ketentuan Lain : Akan diatur dalam Surat Perjanjian (Kontrak) Surat Perintah Kerja ini dibuat rangkap 6 (enam) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. : 0000.........000000..................... …………………………………………………….. : ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1...........................Pada hari ini .000000 Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. tanggal ........tahun dua ribu ............ …………………………… dan …………………………… …………………………… .......... tanggal ……………… bulan ………………….... Nama NIP Jabatan Alamat 2....... Waktu Pelaksanaan : 75 (tujuh puluh) hari kalender Imbalan Jasa : Sebesar Rp......................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) : Selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..................................................... Nama Jabatan Alamat NPWP : ... ……………………………………………. ……………...... …………………………… PIHAK KESATU........ Tempat. PIHAK PERTAMA memberikan perintah kerja kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai berikut : Nama Pekerjaan : Renovasi Aula dan Pembangunan Lapangan Parkir ………............ PIHAK KEDUA........ …………………………… Lokasi : ………………………………………………………………………...... : ......

.................................tahun dua ribu ..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi........I/ Pemerintah Daerah ............... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : ............ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.............. Nama Jabatan Alamat : .... Tanggal : ……………… Pada hari ini ................... tanggal ....III CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PERENCANA SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN ------------------------------------------------------------------------Nomor : …………………………... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............... Nomor ............................. ……………................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ........ : ......................................................................... tanggal ……………… bulan ………………….... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ....................... dengan segala perubahannya.... Nama NIP Jabatan Alamat : ................ Nomor ........................ 2......... tanggal ....... : ......................

1 Paket lokasi kegiatan di…………… Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). h.Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. perkiraan biaya. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawing). Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. detail struktur. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan …………………………………………. Mengadakan pelelangan seperti : membuat PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. (termasuk penyelidikan tanah sederhana) membuat interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah setempat / perijinan bangunan. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai Keperluannya. f. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. c. antara lain : a. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. informasi . pra rancangan bangunan termasuk program dan konsep ruang. b. struktur. detail utilitas. Membuat rancangan gambar detail seperti : gambar detail arsitektur. Aanwijzing. pelaksanaan g. Membuat pengembangan rancangan teknis seperti : rencana arsitektur. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). dan rencana perkiraan biaya. Membuat pra rancangan teknis seperti : rencana tampak. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. d. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. e.

Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) …………………………… Nomor : ………………………. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. e. Tanggal : ………………………. . Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu : a. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/ Jasa Pemerintah. Surat Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ………………………. Tanggal : ………………………. Surat Usulan Penetapan Penyedia Jasa Konsultan Perencana. c. Tanggal : ………………………. Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2003 Tentang Bangunan Gedung d. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. b. Tanggal : ………………………. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ………………………. d. 2. e. c. Nomor : ………………………. Surat Keputusan Penetapan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi Nomor : ……………………….Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. Tanggal : ………………………. f.

Peraturan Bangunan Baja Indonesia (PBBI) Tahun 1984. SNI 03-3990-1995 tentang Tatacara Instalasi Penangkal petir untuk bangunan. k. SNI 03-1736-1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. r. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia PPKI Tahun 1961.1989 tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. v. ii. vii. j. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Peraturan Pembebanan Baja Indonesia PPI-RI-18-1997. iii. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN . SNI 03-2847-1992 tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI 03-1727. n. p. SNI 03-2410-1989 tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03-1729-1989 tentang Tatacara perencanaan Baja untuk gedung. m. l. q. iv. o. Selain ketentuan tersebut diatas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. i.g. s. vi. h. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Peraturan Beton Indonesia 1971. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1997. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung antara lain : i. 339/KPTS/M/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengguna Jasa Konstruksi dalam Instansi Pemerintah. Pedoman Plumbing Instalasi Listrik Tahun 1997. Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) Tahun 1982.

PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain. a. Perdata. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 9. 2.1. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. . kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. dan tanggung jawab waktu perencanaan. Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 3 (tiga). jumlah dan kualifikasi tim perencana. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan – ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. 6. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. Tahap Konsep Rancangan Teknis. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. 5. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN 3. Konsep penyiapan rencana teknis. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH. Kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. termasuk konsep organisasi. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari kegiatan ini dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. 8. 4. 7. metoda pelaksanaan.

b. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) d. Tahap Pra-rancangan Teknis a. Draf rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). f. 4. keterangan rencana kota. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan c. 5. pemeliharaan. 3. Tahap Pelelangan a. dll. struktur utilitas.b. 2. dll. a. Tahap Rancangan Gambar Detail a. Gambar-gambar rencana tapak b. termasuk penyelidikan tanah sederhana. Laporan perencanaan arsitektur. c. termasuk program ruang. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Perkiraan biaya pembangunan d. Dokumen petunjuk penggunaan. Gambar-gambar pra-rencana bangunan c. peralatan / perlengkapan /bangunan (bila ada). Tahap Pengembangan Rancangan. . Konsep skematik rencana teknis. organisasi hubungan ruang. Tahap Pengawasan Berkala Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) c. Gambar rencana teknis bangunan lengkap b. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. 2. dan perawatan 6. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan b. Rencana anggaran biaya (RAB) e.2.3 dan 4 Perjanjian ini ditetapkan selama 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan ditanda tangani di atas material dan disetujui oleh Penyedia Jasa Konsultan Perencana. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). Draf rencana anggaran biaya d. struktur. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Laporan data dan informasi lapangan. lengkap dengan perhitungan yang diperlukan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) e. Gambar Pengembangan rencana arsitektur.

Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara terhadap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.. Program. Fungsi. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah sebesar Rp.. ……………………….3. …………… (………………………………………………. Tahun Anggaran ……. …………………………………………………………. merupakan biaya yang pasti dan tetap (Lumpsum Fixed Price) yang dibebankan pada DIPA ………………………. kegiatan. ……. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Sub Kegiatan.. . …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanan mencapai 25%. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 2. (………………………………………………. Pembayaran tahap kesatu sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).……. Nomor Kode Fungsi. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 4.. 2.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. ………………………………). Nomor : …………………… tanggal 31 Desember ………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan Tahap Konsep Rancangan teknis dan Tahap Pra-Rancangan teknis. Dalam Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. …………… (………………………………………………. 1. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.

Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap kelima/terakhir 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp. 3.6. Pembayaran tahap keempat sebesar 5% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. …………… (………………………………………………. ………………………………. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. . PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang 4. Pembayaran tahap ketiga sebesar 30% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ……………(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.dan disalurkan ke Rekening PIHAK KEDUA pada Bank ………………………….. (……………………) dibayarkan ÿÿtelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah ……. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Pengembangan Rancangan dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. 4. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. 2. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan Tahap Rancangan Gambar Detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.000. . 5. ………...…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 50%. 6. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari kontraktor Pelaksana Kepada PIHAK PERTAMA. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada Tahap Pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. 3. Nomor : ………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. …………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%.. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1.

harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1% (satu persen) dari biaya perencanaan. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencana PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan.cukup jumlah. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. sehubungan dengan pekerjaan perencanaan ini. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap . Penunjukan Penanggung Jawab Pekerjaan. dan dapat menerima/memberikan/memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. yang mempunyai wewenang /kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1 o/oo (satu permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : Peperangan Kerusuhan Revolusi Bencana alam : banjir.bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut. wabah penyakit. industri lainnya. Pemogokan. . Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 9 ayat 1 perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. gunung. dan angin topan. meletus. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. gempa bumi. badai. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Gangguan. tanah longsor. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Kebakaran. Pasal 13 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud “keadaan kahar” dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak sehingga pekerjaan/jasa yang telah ditentukan dalam kontrak.

Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan / teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut – turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkan dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan kahar” tersebut. Pasal 14 Surat Perjanjian ini. maka berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK mendapat persetujuan tertulis. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan kahar. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan kahar” tersebut. Apabila selama PERTAMA tidak PIHAK KEDUA PERTAMA untuk 3 (tiga) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK membuat pernyataan tersebut ayat 2a pasal ini. maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA.Apabila terjadi “keadaan kahar”. Apabila “keadaan kahar” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuanketentuan Pasal 5. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan kahar dari PIHAK PERTAMA. Pasal 11. karena kelalaian PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. . setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA.

memperlambat PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Jika terjadi klaim atau tuntutan lainnya sehubungan dengan hal tersebut ayat (1) Pasal ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dapat menujuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersebut dalam pasal 1 diatas. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. tidak melanjutkan sengaja pekerjaan Secara langsung atau tidak langsung dengan penyelesaian pekerjaan perencanaan ini. seperti dalam pasal 11 ayat 3 perjanjian ini. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan perencanaan. Jika terjadi Pemutusan perjanjian perencanaan ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Dalam waktu satu bulan berturut-turut perencanaan yang telah dimulainya. Dalam hal adanya Pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. serta kegunaan bagi negara. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan apapun dan di manapun yang mungkin timbul serta PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan akan mengambil segala tindakan hukum yang perlu termasuk mewakili ke depan pengadilan. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN . Denda kumulatif telah mencapai 5% (lima persen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Pasal 15 JAMINAN HUKUM ATAS HASIL PEKERJAAN PIHAK KEDUA menjamin bahwa semua hasil pekerjaan PIHAK KEDUA yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA tidak melanggar hak patent atau hak lain yang dimiliki oleh Pihak Ketiga.

Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 8 (delapan) bermaterai cukup. dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah Pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada Pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. .. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. kedua belah pihak telah tempat kedudukan (Domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ………… pada hari dan tanggal tersebut di atas. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Pasal 18 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri.Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. beserta segala akibat hukumnya. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini.

. Direktur …………………….PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop. NIP : . PIHAK PERTAMA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………….…………………..

NIP : . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan terhitung ……………. Menyetujui SPK ini PIHAK PERTAMA …………………………. Keterlambatan pekerjaan tanpa dapat membuktikan terjadi force majeure (halhal diluar kekuasaan perusahaan) dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dengan denda maksimum sebesar 5% (lima per seratus) dari harga pekerjaan. Diperintah Kepada : Nama Perusahaan Alamat NPWP Nomor Rekening Pada Bank : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Untuk melaksanakan : Pekerjaan Perencanaan Pembangunan ……………………………………………. Nomor Kode Fungsi. …………….. Sub Catatan : Tanpa hak mengajukan kenaikan harga.sampai dengan dilakukannya serah terima pekerjaan oleh Kontraktor Pelaksana. Gedung Kantor dan ……………………………………………..SURAT PERINTAH KERJA Nomor : ………………………….. Cara Pembayaran : Diatur dalam Surat Perjanjian. Biaya Perencanaan ditetapkan sebesar Rp. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………. sejak tanggal konstruksi fisik (………………… ………………… Program. Tempat/tgl………………………. ………………………………….. Dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Dibebankan pada anggaran : DIPA …………………………………………… tanggal 31 Desember …. Kegiatan. MAK. Direktur ……………………... Sub Fungsi.. ……………………………………………).

......... Nama NIP Jabatan Alamat : ............................................... ……………......... dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ...... DIPA/DPA-SKPD Nomor ………………...... 2................I/ Pemerintah Daerah . Tanggal ………… Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor. tanggal ..................................... LOKASI : Nomor : Tanggal : Pada hari ini ..................... satu paket ............. Nama Jabatan Alamat : ..................... dengan segala perubahannya............. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................................................................... 2.....SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PRASARANA FISIK ............ tanggal ……………… bulan …………………................................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA........ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............. Nomor ............ kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... Kedua belah pihak berdasarkan : 1....... tanggal ........... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.......... Nomor ................................................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...... : ............tahun dua ribu ..................................... : ...................................... ......... tanggal .......

Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. dengan pedoman persyaratan yang telah di tetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan .. perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi Membuat rencana lengkap: rencana arsitektur.42 / A / 2000 ..dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan. Membuat gambar-gambar detail.di ... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No... perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa..... Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2004 beserta lampirannya. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini yaitu: Pedoman Persyaratan /TOR (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis/Biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran.. program pelaksanaan dan rencana pelelangan.. rencana volume dan biaya.. 061/KPTS/1981... menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. Algemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aameming Van Openbare Werken... Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan. rencana kerja dan syarat-syarat. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No..... Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan Nomor: S ... rencana struktur.. serta penyelidikan tanah sederhana Membuat rencana tapak... penjelasanpenjelasan rencana.. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ……………………satu paket di ……………………….. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku).

PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai leveransir dari pekerjaan ini. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) Tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: . tanggal 21 Agustus 2002. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1.2/05/2000 Tanggal 3 Mei 2000 Keputusan-Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA.S-2262/D. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) Tahun 1961 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia.

.......... ... sampai dengan tanggal ………………… Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini sebesar Rp. yang meliputi: Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar.. CD Copy dari gambar-gambar tersebut = I set...... (dengan huruf)... (…………………………………) yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk. tanggal 31 Desember 200… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price).. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak.....PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal .... Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran Pertama sebesar Rp. . kepada PIHAK ....... Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/Kas Daerah …………………. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. tanggal……………………….. Gambar-gambar termasuk gambar detail = 12 exemplar. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar.. . Nomor: …………………....... Pembayaran kedua sebesar Rp.... yakni sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah fisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pelaksanaan.... ………………(dengan huruf) yang dibebankan pada DIPA. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.......

Nomor Rekening …………… Pasal 8. TENAGA KERJA DAN UPAH Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. keahlian dan ketrampilannya.KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank…………………. Kebakaran. Untuk pekerjaan perencanaan berkala harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai tenaga ahli yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk dari PIHAK PERTAMA. Pasal 10 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud dengan "Keadaan Memaksa" adalah peristiwa-peristiwa seperti berikut: Bencana Alam (gempa bumi. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA tenaga ahli yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan maka PIHAK PERTAMA. tanah longsor dan banjir). Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Yang masing-masing mempunyai penyelesaian pekerjaan pemilihan ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan olehnya. pemberontakan. huru-hara. dan PIHAK KEDUA segera mengganti dengan tenaga ahli lain yang mempunyai persyaratan tersebut. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Perang. akibat langsung sehingga tertundanya . Peraturan Pemerintah di bidang moneter yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Pemerintah. akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah. pemogokan dan epidemi. Penunjukkan tenaga ahli harus mendapat persetujuan dari PIHAK KEDUA.

. maka setiap kali melakukan kelalaian. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian Pekerjaan Perencanaan tersebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. demikian juga pada waktu "Keadaan Memaksa" berakhir. maka akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA menyetujui atau menolak secara tertulis "Keadaan Memaksa" itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan tersebut. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PEKTAMA tentang "Keadaan Memaksa" tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Surat perjanjian ini.Apabila terjadi "Keadaan Memaksa" PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya "Keadaan Memaksa" disertai bukti-bukti yang sah. pasal 5 ayat 2 dan pasal 12 atau pasal 14. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA.4 dan 9 Surat Perjanjian ini. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA setelah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tidak mengindahkan tugas dan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam pasal 1. PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelalaian sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya Perencanaan. maka setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA akan dikenakan denda untuk setiap hari keterlambatan sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 5% (lima persen) dari biaya Perencanaan . maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui akibat "Keadaan Memaksa" tersebut.3. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan Perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang.2. Bilamana "Keadaan Memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 3 ayat 3. tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini.

Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 5% (lima persen) dari biaya pekerjaan. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Jika terjadi pemutusan Perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. serta tidak dapat diajukan banding. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 14.Denda-denda tersebut dalam ayat 1 dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. apabila: PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya.

. Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut. termasuk segala' sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undang-undang bagi kedua belah pihak. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop... Komitmen Mengetahui : Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Nb : Contoh Surat Perjanjian ini bersumber Dari pekerjaan Perencanaan prasarana Fisik senilai Rp... apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajibannya. PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat .Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini. ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini. dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini.. Pasal 18 PENUTUP Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak.. berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. maka seluruh ketentuan yang tercantum. Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini.. 30 juta SURAT PERINTAH KERJA Nomor : …………………………………. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan syah di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ………pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini.

. kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....................... 0000............tahun dua ribu . Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perintah Mulai Kerja ini....................... selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan serah terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik... Nama NIP Jabatan Alamat : .. Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...................................tanggal.........000000...... tanggal 31 Desember 200............ Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam berita acara penjelasan (aanwijzing). .. Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No.............................. Dengan syarat-syarat/ ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.... tanggal ……………… bulan ………………….................... yang meliputi seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No.... Konsultan Perencana Pejabat Pembuat Komitmen 3.. Perencanaan Prasarana Fisik ....... akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan di tetapkan sejak dikeluarkannya surat perintah mulai kerja ini............... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Dengan ini memerintahkan kepada : 2.......... ........000000 Untuk melaksanakan Pekerjaan............... tanggal............... .......................... ……………. : .......................... 2....... ------------------------------------------------------------ ....... Nama Jabatan Alamat SIUJK NPWP : : : : : ....................Pada hari ini ...dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .................

....... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .......................................................... 2............................. Nomor Tanggal : ………………………………… : ………………………………… Pada hari ini ................... tanggal ……………… bulan ………………….................................. …………………………………………………………..................... tanggal ........... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............................. : .. …………….....tahun dua ribu .... Nama NIP Jabatan Alamat : ......... : ............................ Nomor ....tanggal ... Nama Jabatan Alamat : ...SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) PERENCANAAN PEKERJAAN : PERENCANAAN PRASARANA FISIK …………........ tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R......... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah setuju dan sepakat untuk mengikat diri dalam suatu perjanjian pekerjaan perencanaan Prasarana ............. dengan segala perubahannya........... tanggal ........ Nomor ...... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.......................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .............................I/ Pemerintah Daerah ...... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Kedua belah pihak berdasarkan : Penetapan/Penunjukan dan Perintah Kerja Konsultan Perencana Nomor....... …………………………………………………………........ LOKASI : ……………………………………………………………................

. yang disahkan dengan Surat Keputusan pemerintah Hindia Belanda Nomor 14571 (Khusus pasal-pasal yang masih berlaku).. perhitungan-perhitungan struktur termasuk tahan gempa. 2. 02/KPTS/1985 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran. rencana kerja dan syarat-syarat.... d... c... Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungan. penjelasanpenjelasan rencana. Semua ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan administrasi teknis yang tercantum dalam : a. rencana struktur.. 3..... dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik …………………………………… satu paket ……………………………….. .. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No..... perencana dan melakukan penelitian dan pengujian anggaran untuk pelaksanaan konstruksi.......Fisik .. serta penyelidikan tanah sederhana.... Aglemene Voorwaarden Voor de Uitvoerin Bij Aanneming Van Openbare Werken.. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.... 2... Keputusan Presiden Nomor 61 Th. 061/KPTS/1981 e.. 4. Pasal 2 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.. dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA. program pelaksanaan dan rencana pelelangan. Membuat rencana lengkap : rencana arsitektur. Membuat rencana tapak.... rencana dan perhitungan sistem data cahaya dan plumbing dalam bangunan.. rencana volume dan biaya..... 1... Membuat gambar-gambar detail. b. Pedoman Persyaratan / TOR (pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis / biaya) Pekerjaan Perencanaan yang telah ditetapkan. 2004 beserta lampirannya. menyusun dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. dengan pedoman persyaratan yang telah ditetapkan yang antara lain meliputi pekerjaan sebagai berikut : 1. 5. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat.. Memberikan penjelasan-penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan.

Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 1977 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN . Surat Perjanjian ini dan ketetapan waktu penyelesaiannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Surat Keputusan Bersama Bappenas dan Departemen Keuangan. Keputusan-keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPTS/M/2002. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun 1961yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan persyaratan (TOR) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.25/05/2000 g. i. Nomor : S – 42 / A / 2000 A-2262/D. tanggal 21 Agustus 2002. 2. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti pedoman persyaratan (Pengarahan Penugasan dan Usulan Teknis atau Biaya) yang telah ditetapkan. j. 3. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya kecuali atas persetujuan PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan langsung maupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun sebagai levaransi dari proyek ini. 7. 6. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan dari dokumen pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan tanggungan biaya dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada masa pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Semua tugas seperti diuraikan dalam pasal 1. h.f. 5. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI) tahun 1971 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia. 4.

CD Copy dari gambar-gambar tersebut = 1 set... 2.. yakni. Rp. ………………………………. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. PIHAK KEDUA harus menyerahkan 12 (dua belas) exemplar dokumen Pelelangan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal . 2. tanggal …………………… dan merupakan jumlah yang pasti (lumpsum fixed price). sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah biaya perencanaan setelah pisik Pekerjaan Pelaksanaan mencapai 100% (seratus persen) dan .. 2.. (dengan huruf). 3. Gambar-gambar termasuk gambar detail= 12 exemplar. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. yang dibebankan pada DIPA Nomor: ……………………….. Dalam jumlah biaya Perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Rencana Anggaran Biaya (RAB) = 5 exemplar. 4. Pembayaran kedua sebesar Rp. (dengan huruf). Jumlah biaya perencanaan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini sebesar Rp. Pekerjaan-pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap. ………………………………. setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA dan Instansi yang berwenang.yang meliputi: 1. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) = 12 exemplar. (dengan huruf).Hasil pekerjaan perencanaan sesuai dengan Pedoman persyaratan yang antara lain meliputi: 1. yakni sebesar 85% (delapan puluh lima persen) dari jumlah biaya Perencanaan setelah prestasi mencapai 100% (seratus persen) dan dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk. Pembayaran Pertama sebesar Rp. ………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai selesai 100% tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan selama 21 (Dua puluh satu) hari kalender dihitung sejak tanggal …………………… Sampai dengan tanggal ………………….

. 4. kepada PIHAK KEDUA yang mempunyai rekening pada Bank ………….dinyatakan dengan Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh PIHAK PERTAMA dan Pejabat yang berwenang dari Dinas Pekerjaan Umum/Pejabat yang ditunjuk olehnya serta melampiri Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan. Ongkos-ongkos dan upah kerja untuk melaksanakan perencanaan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Penunjukan penanggung jawab pekerjaan.. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pekerjaan yang mempunyai wewenang/kuasa penuh mewakili PIHAK KEDUA dan dapat menerima/memberikan segala petunjuk kepada PIHAK PERTAMA. 2.000000 Pasal 8 TENAGA KERJA DAN UPAH 2. Pasal 10 SANKSI . PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga kerja yang cukup. Pasal 9 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA pekerjaan 1. dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan dan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Nomor Rekening: 00. Apabila menurut PIHAK PERTAMA. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenagatenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)/Kas Daerah………. penanggung jawab pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta PIHAK PERTAMA. 3. 3. keahlian dan ketrampilannya. Agar Pekerjaan Perencanaan berjalan seperti yang telah ditetapkan. 3. baik jumlah.

3. 2. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan Biaya Perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Denda-denda tersebut dalam ayat I dan 2 pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.1. . Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan Pekerjaan perencanaan sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam pasal 5 Surat Perjanjian ini. maka setiap kali melakukan kelalaian. bencana alam. maka PIHAK KEDUA dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari harga borongan seluruhnya. Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4. Pasal 12 KEADAAN KAHAR Keadaan kahar merupakan suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehingga penyerahan barang yang telah ditentukan dalam kontrak tidak dipenuhi. PIHAK KEDUA maka untuk setiap hart keterlambatan sebesar 20/00 (dua permil) dari biaya perencanaan sampai sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dari biaya perencanaan. kerusuhan. maka pembayaran tidak dikenakan sanksi (denda) Apabila terjadi keadaan kahar PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA saling memberitahukan keadaan tersebut dan disepakati kedua belah pihak bahwa keadaan tersebut termasuk keadaan kahar. pemogokan. kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Atas keterlambatan penyerahan barang akibat tersebut diatas. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 2. akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. kebakaran dan gangguan industri lainnya. Pasal 11 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. revolusi. Keadaan kahar tersebut adalah peperangan.

2. Jika terjadi Pemutusan perjanjian PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. c. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal-pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum perdata. sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3 (tiga) kali berturut-turut dan tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam Pasal I Surat Perjanjian ini. serta tidak dapat diajukan banding. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN 3. Selain dari yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 4. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Jika terjadi perselisihan kedua belah pihak. 2. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN . Keputusan "Panitia Arbitrase" mengikat kedua belah pihak secara mutlak untuk ditingkat pertama dan terakhir. Biaya penyelesaian untuk "Panitia Arbitrase" ditanggung secara bersama yang sama besarnya. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh "Panitia Arbitrase" yang dibentuk dan diangkat oleh kedua pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan Persetujuan tertulis dari kedua belah pihak Pasal 15 BEA MATERAI DAN PAJAK Biaya materai dari Surat Perjanjian ini serta pajak-pajak lainnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA.1. b. Denda keterlambatan akibat kelalaian kerja PIHAK KEDUA telah mencapai 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan. apabila: a. 3. dan harus dilunasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1.

... dalam dokumen-dokumen yang merupakan kesatuan serta bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian ini..... PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Nama NIP ... Pasal 17 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja (Kontrak) ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja (kontrak) ini. termasuk segala sanksinya mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai Undangundang bagi kedua belah pihak.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tempatnya sah di Kantor Pengadilan ...... ketentuan pada pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan lagi dalam perjanjian ini.... Pasal 18 PENUTUP 1.. 3. Komitmen.. Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini oleh kedua belah pihak. maka seluruh ketentuan yang tercantum. PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop... Nama Jabatan pada perusahaan Mengetahui... Perjanjian Perencanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut diatas dan dinyatakan berlaku sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini... Dengan dan karena ketentuan ayat 1 dan ayat 2 tersebut...Segala akibat yang terjadi dari pelaksanaan perjanjian ini.. 2. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 12 (dua belas) bermeterai cukup yang sama kuatnya untuk pihak-pihak yang bersangkutan serta ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini.. berdasarkan ketentuan dalam pasal 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Nama NIP ....Kuasa Pengguna Anggaran..

akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Perencanaan yang dibuat kemudian yang merupakan addendum dari surat perjanjian ini....... : ....... selama 21 (dua puluh satu) hari kalender dan pengawasan berkala sampai dengan Serah Terima I (Pertama) pekerjaan konstruksi fisik.. dan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi No.....SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor : ……………………………............ Biaya perencanaan pekerjaan ini akan dibayarkan dari Penyediaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA No.bulan.... dengan ini memerintahkan kepada : Nama Jabatan Alamat : : Direktur PT/CV/Firma/Koperasi........ Yang meliputi pekerjaan seperti tercantum dalam Surat Penawaran Harga No: …………………………... tanggal.. PIHAK KEDUA ... Berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor : .......tanggal ............... …………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat Perintah Mulai Kerja ini...... PIHAK PERTAMA 2....... (Pembangunan Gedung Kantor) Satu Paket di .................... Pada hari ini ......... : Untuk melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Prasarana Fisik ... ………………………………………..(dengan huruf).......tahun dua ribu ........... tanggal ………………………......... 3....... tanggal ……………………… dengan harga borongan sebesar Rp....... Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan ditetapkan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja ini. Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.. Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Pengarahan Penugasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Perencanaan dan Perubahannya yang tercantum dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)................. kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat : : : Pejabat Pembuat Komitmen . Dengan syarat-syarat/ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1.......... ………………………………….......... tanggal ………………………………… 4..................... 5..........

................... Nomor Tanggal : : PEKERJAAN PENGAWASAN REHABILITASI SEDANG GEDUNG .. tanggal ....................................... ...... Berdasarkan surat penetapan penyedia jasa untuk konsultan pengawas nomor : ………………………........................... Nama Jabatan Alamat : ............... dengan segala perubahannya....... Nomor .................................................. Komitmen............................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .......................................................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .............................. Nama Jabatan pada perusahaan Pejabat Pembuat Nama NIP IV CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTAN PENGAWAS SURAT PERINTAH KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ................. tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R........ Nomor ....... : ........ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA............. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2...................... Nama NIP Jabatan Alamat : .... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.I/ Pemerintah Daerah ....... tanggal .......................... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.............................................................PT/CV/Firma/Kop...... : ...................................

.(dengan huruf) Yang merupakan jumlah yang tetap dan pasti (lumpsum fixed prtice) yang dibebankan pada DIPA/DPA SKPD No……………… tanggal ……………. Berita Acara Serah Terima Pertama. (terbilang ………………………………. memahami laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukkan hasil rapat– rapat lapangan.) dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir (serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik) serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan. Cara Pembayaran Pembayaran tahap kesatu sebesar 90 % dari jumlah biaya Pengawasan sebesar Rp. laporan mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang di buat oleh pemborong Memeriksa berita acara Kemajuan Pekerjaan untuk Pembayaran Angsuran Pemeliharaan Pekerjaan.Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : Tugas Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan pengawasan yang akan di laksanakan adalah : pengawasan rehabilitasi sedang Gedung………………………………………………………………....... Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecah kan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala .tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan di jalankan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan Mengawasi pemakaian bahan. peralatan dan metoda pelaksanaan.. .. . dan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi Meneliti gambar – gambar Pelaksanaan yang di ajukan pemborong Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Biaya Pekerjaan Pengawasan Besar biaya Pekerjaan Pengawasan adalah Rp …………………..…………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi Mengawasi pelaksanaan pemakaian konstruksi dari segi kualitas.. (terbilang : ……………………………………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Konstruksi Fisik di lapangan mencapai 100 % dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan serta telah di terima oleh PIHAK KESATU Pembayaran tahap kedua sebesar 10 % dari jumlah biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.. Pembayaran tahap ke dua dapat dibayarkan meskipun masa pemeliharaannya belum berakhir dengan catatan ... kuantitas dan laju pencapaian volume / realistik fisik..... Meliputi tugas.. tahun anggaran …....

64 tahun 2004 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya Surat Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. Jumlah denda kumulatif maksimum ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan Pengawasan PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan di kemudian hari. 80 Tahun 2003 sebagaimana telah disempurnakan dengan Keppres RI No... maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri setempat. 322/KPTS/M/22002 tanggal 21 Agustus 2002. Tanggal……………………….. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 10/00 (satu permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan bahwa. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Semua Ketentuan Dan Peraturan Serta Standar Nasional Indonesia JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………. Nomor Rekening ……………………..80 tahun 2003 sebagaimana telah di perbaharui dengan keputusan presiden RI No.bahwa PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK KESATU jaminan pemeliharaan yang diterbitkan Bank Pemerintah atau lembaga keuangan lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya. . 61 tahun 2004.(terbilang : ………. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar 3 0/00 (tiga permil) dari biaya pekerjaan Pengawasan. Keputusan Prediden RI No. …….) seperti yang diatur dalam Keppres RI( no.sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi. Tahap-tahap pembayarantersebut diatas dinyatakan dalam Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak melalui KPPN/Kas Daerah…………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Tahun anggaran……………………………. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Daftar Isian Pelaksanaan Angsuran (DIPA ) : Nomor : ……………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK KESATU.. ke rekening PIHAK KEDUA pada Bank …………………………. SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK KESATU 3 (Tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.

.000 424.. Uraian tugas Supervisor Harian Tenaga AdminisTrasi dan OperaTor Komputer Kualifika si STM 10 SMA 18 Kelompo k keahlian Pengawa s Operator kompute r Personil 1 1 Man Month 1...000 47.0 00 1.200 800...0 00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONEL No .145.145..000 1 2 3 12 Minggu 3 bulan 1 paket 3 3 Set Set ....70 1... Tanggal : .... No ......... Uraian BIAYA PENGGANDAAN Laporan Mingguan Laporan Bulanan BIAYA ATK Volume Banyaknya Harga satuan (Rp) 15. BIAYA LANGSUNG PERSONEL....00 Billing Rate (Rp) 1.000....00 0 1.....000... 2. Tanggal : ……………………… PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Di ketahui Oleh : Kuasa Pengguna Anggaran Lampiran Surat Perintah Kerja Nomor : . 1..Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak pada hari tanggal tersebut di dibawah ini dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA ...00 0 Jumlah Rp) 3....800 800.850.000 Jumlah Harga (Rp) 540. Ditetapkan : ………………………............0 00 JUMLAH 4.

..... 2...5............. Dengan .764.980...500................ .. Rp..... ...000.....764......800... BIAYA LANGSUNG PERSONIL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL SUB TOTAL PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Rp.......: Antara I... 4........... Nama NIP........ Nomor ......1......6.590...- PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop... Rp....... bulan ..........780.800 1..........980.........500............................ yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KESATU..... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala ....................................... tanggal .................. Rp. .. Nomor : Tanggal : Pada hari ini....... Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERJANJIAN KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK ....... Rp... Jabatan Alamat Kantor : : : : ....... kami yang bertanda tangan dibawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan pengawasan pembangunan Prasarana Fisik ................telah ditetapkan selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kantor .... Pejabat Pembuat Komitmen Kantor ..909......6.........Jumlah 1............ tahun Dua ribu . tanggal ....145............. Rp....... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah ..............000........

....... tanggal ... Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung...... . serta mengawasi ketepatan waktu............. dan Akte Perubahan terakhir Nomor ................. kuantitas............... SH. Mengawasi pemakaian bahan.... dan biaya pekerjaan konstruksi.. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana..... mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.................. PT/CV/Firma/Kop.. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. pemeliharaan pekerjaan.... seperti antara lain : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. dari Notaris ...... Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas... .. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. diadakanlah perjanjian Pengawasan Pembangunan Fisik ....... tanggal ........... laporan harian. yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.... dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 1 TUGAS KEGIATAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.... dengan masukan hasil rapatrapat lapangan.... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan..... ... Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)....................... peralatan dan metoda pelaksanaan. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Kop... ... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Badan Usaha : : : : .. dengan disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.II. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi...... yaitu untuk melaksanakan Kegiatan Pengawasan Pembangunan Prasarana Fisik …………............ Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Sesuai dengan Akte Notaris Nomor ....

antara lain : SNI03-3990-1995 Tentang Tata Cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan.. SNI 03-1727-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung... Keputusan Menteri PU Nomor : 38/KPTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong. Keputusan Presiden Nomor : 80 Tahun 2003 beserta lampirannya.. SNI 03-1729-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Baja untuk Gedung... SNI 03-2410-1989 .... Nomor : Tanggal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : Tanggal : Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene Voorwarden voor de uitvoering bij aaneming van open barewerken.... tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor : 14571... yaitu : DIPA atau DPA-SKPD Kantor . SNI 03-1736-1989 Tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981.. SK Menteri Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 1 Agustus 2002.. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja....... tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara.... SNI 0255-1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.. Nomor : Tanggal : 31 Desember Surat Penawaran Harga (SPH). Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara... Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat..... Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 9.

keahlian dan pengalamannya yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Selain ketentuan tersebut di atas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. SNI 03-2847-1992 Tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. yang masing-masing terdiri dari : . Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini.Tentang Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih.

Buku harian. yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA, Kontraktor Pelaksana, dan PIHAK KEDUA. Laporan harian, berisi keterangan tentang : Tenaga kerja. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah kurang. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan rapat di lapangan (Site Meeting).Gambar rincian pelaksanaan (Shop Drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaa pengawasan pekerjaan bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya . Laporan Pekerjaan Pengawasan. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini, terhitung mulai tanggal ……….. (Surat Keputusan Penunjukkan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya "keadaan memaksa" seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini, atau adanya perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp........... (dengan huruf) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price), yang dibebankan DIPA Kantor ……………… Tahun Anggaran 2005, Nomor : …. tanggal 31 Desember ………. Dengan kode kegiatan. ………………………

Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak, bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan, yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA, dengan ketentuan sebagai berikut : Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………… (Dengan huruf) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama), dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 5 % dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah ………………… (Dengan huruf) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik, serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan oleh pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel RP. 6.000,- (enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dan dilunasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 TENAGA KERJA DAN UPAH Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan, PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik jumlah, keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK KETIGA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA, sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/Tenaga Ahli, yang mempunyai wewenang kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA, dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan, harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA, Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat, maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Pengawas/Tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi, jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajiban sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA, 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya, maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar 1%(satu persen) dari biaya pengawasan, dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 di atas ditetapkan maksimum sebesar 10 % (sepuluh persen) dari jumlah biaya pengawasan.

Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi, kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang ditetapkan, maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasaan tersebut. Denda-denda tersebut dalam ayat I pasal ini, akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal I Surat Perjanjian ini, maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA, akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) Yang dimaksud "keadaan memaksa" dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak, yaitu : Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, badai, dan banjir). Perang, revolusi, makar, huru-hara, pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan Kontraktor). Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Apabila terjadi "keadaan memaksa", maka : PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi "keadaan memaksa". Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini, maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK. PERTAMA tentang "keadaan memaksa" tersebut PIHAK

PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya "keadaan memaksa" tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan memaksa, setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan, dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila "keadaan memaksa" itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan pasal 5, pasal 12, dan pasal 15 Surat Perjanjian ini.

Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkannya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati, karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. Telah dikenakan denda kumulatif sebesar 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan, sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini.

tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian negara. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Keputusan "Panitia Pendamai" ini mengikat kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.Jika terjadi pemutusan perjanjian pengawasan ini. beserta segala akibat hukumnya. Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 di atas. akan diatur lebih lanjut . maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. maka akan diselesaikan oleh suatu "Panitia Pendamai" yang berfungsi sebagai juri/wasit.

. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas Komitmen PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat SURAT PERINTAH MULAI KERJA KEGIATAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN PRASARANA FISIK Nomor Tanggal : : Berdasarkan surat penetapan pemenang untuk jasa konsultan pengawas nomor : ………………………tanggal ... Nama NIP Jabatan : ............. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermeterai cukup. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) ................... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.......... : ....... Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di Jakarta pada hari dan tanggal tersebut di atas......... dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.....dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini................................................... dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini.

......................... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi... Nomor ..... tanggal ....... Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran............ membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.... Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan........ serta mengawasi ketepatan waktu................... mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. dan biaya pekerjaan konstruksi. kuantitas.. yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris .. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan..... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi......................... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.......... : ... Untuk melakukan tugas pekerjaan pengawasan dengan ketentuan sebagai berikut : TUGAS KEGIATAN Kegiatan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan…………................ pemeliharaan pekerjaan.. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.......... Nama Jabatan Alamat : .. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik............................ dengan segala perubahannya..... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R...... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana... laporan harian.... Nomor . bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA................. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. peralatan dan metoda pelaksanaan....Alamat : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama....... Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala....... tanggal ...I/ Pemerintah Daerah ...... Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas....... . Mengawasi pemakaian bahan.......

. JANGKA WAKTU Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Mulai Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. CARA PEMBAYARAN Pembayaran tahap kesatu sebesar 95 % dari biaya pengawasan yakni sejumlah. dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai Pasal 4 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA.. …………. bea meterai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. ………. SK Menteri Nomor : 322/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002.BIAYA PENGAWASAN Besarnya biaya pekerjaan pengawasan adalah Rp.. (dengan huruf) yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi.. yang dibebankan pada Proyek sesuai dengan DIPA atau DPA-SKPD ………………………………….(dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100 % (serah terima pertama).. Pembayaran tahap kedua sebesar 5% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. tanggal … Desember …..… Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Rp………………………………. SANKSI DAN DENDA .…………. PERSYARATAN DAN SPESIFIKASI TEKNIS Keputusan Presiden RI Nomor : 80Tahun 2003 beserta petunjuk teknis pelaksanaannya. Kontrak Pelaksanaan Konstruksi fisik yang meliputi gambar-gambar.…………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Kimpraswil atau pejabat yang ditunjukkan olehnya. RKS dan segala perubahannya.

maka untuk setiap hari kelambatan sebesar 3 % (tiga persen) dari biaya pekerjaan pengawasan.Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar 1% (satu persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentuan bahwa. PENYELESAIAN PERSELISIHAN Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum 10 % (sepuluh persen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di …………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditanda tanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri di ………………. PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen (-----------------------) (-------------------------------------) SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN . PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya.

.............. dengan segala perubahannya... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1..................... …………….................. Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor .............I/ Pemerintah Daerah ........ tanggal .. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi..................... Kedua belah pihak telah bersepakat mengadakan Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pembangunan .... tanggal ............ Nomor .... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.................. tanggal ...................................................... berdasarkan : DIPA Nomor .......................................................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Nomor : Tanggal : Pada hari ini ..... : .... tanggal ……………… bulan …………………....................... : ..... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris . Nama Jabatan Alamat : ..... Nama NIP Jabatan Alamat : ...................tahun dua ribu .......... Surat penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor ..... yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Pengawasan Pembangunan .....tanggal 3 I Desember 200............................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan .................tanggal ............................................. Nomor ........................................... tanggal ...................... ... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Penawaran Nomor ............................................................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah R.....PENGAWASAN PEMBANGUNAN . 4.............. 2................... Demikian ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.

dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Pekerjaan tersebut dalam pasal di atas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. peralatan din metoda pelaksanaan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. yaitu : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : Tanggal : Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor Nomor : Tanggal : Cerita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Nomor : Tanggal : Surat Penetapan Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : . Mengawasi pemakaian bahan. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. b. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung negara Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. dan biaya pekerjaan konstruksi. laporan harian. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. mingguan dan bulanan pekerjaan kostruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As built drawings) sebelum serah terima pertama. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. pemeliharaan pekerjaan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.Tugas Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). kuantitas. antara lain : a. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan dan konstruksi Pekerjaan Pengawasan. i. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. serta mengawasi ketepatan waktu. c.

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 beserta lampirannya Keputusan Menteri PU Nomor: 061/KPTS/1981 tentang Prosedur Pokok Pengadaan Bangunan Gedung Negara. Petunjuk dan Peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengadaan Barang /Jasa Instansi Pemerintah Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : Pasal-pasal yang masih berlaku dari Algemene voorwaarden voor de uitvoering bij aaneming van openbare werken. Selain ketentuan tersebut di alas juga terikat kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 9 tanggal 29 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 14571 Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. antara lain : SNI-03-3990-1995 tentang Tata cara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan SNI-0255-1987 D tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 SNI 03-1727-1989 tentang Tata cara Perencanaan Pembebanan untuk Rul11ah dan Gedung SNI 03-1729-1989 tentang Tata cara Perencanaan Baja untuk Gedung SNI 03-1736-1989 tentang Tata cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 80 tahun 2003. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. No.Surat Penunjukkan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Nomor : Tanggal : Keppres RI. yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda. Keputusan Menteri PU Nomor : 38/I{PTS/1998 tentang Dokumen Lelang Standar Pengadaan Jasa Pemborong Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. yang diperbaharui Keppres RI No. . Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. SNI 03-2410-1989 tentang Tata cara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi SN103-2847-1992 tentang Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai dengan standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku Kelancaran pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan di samping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. bertanggung. dan PIHAK KEDUA. gan tentang : . PIHAK KEDUA beserta Personilnya tidak dibenarkan balk langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub kontraktor maupun sebagai pemasok bahan dari pekerjaan ini. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (Lima).Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan keahlian dan Pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Pemborong akan sesuai dengan Surat perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 Surat Perjanjian dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak di perkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. yang memuat semua kejadian. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Kontraktor pelaksanaan. yang masing-masing terdiri dari : Buku harian. yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. akibat perbuatan orang-orang.

Bahan-bahan yang datang. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian 3. Jangka Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut pada ayat I pasal ini. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. 4. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung negara lengkap dengan lampiran-lampirannya.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKER. yang merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). …………………. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara pemeriksaan pekerjaan tambah kurang. Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran.). Pasal 5 . Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. atau adanya perpanjangan. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana... diterima atau ditolak. tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PENGAWASAN Jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp. yang dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Biro Umum dan Perlengkapan-LIPI Tahun Anggaran 2005.(……………………………………. 5. kecuali adanya keadaan Memaksa seperti diatur dalam pasal 14 Surat Perjanjian ini. penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Dalam jumlah biaya pekerjaan pengawasan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus . 9. Laporan rapat di lapangan (site meeting). terhitung sejak tanggal diterbitkanya Surat Perintah Mulai Kerja sampai dengan dilaksakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Walau pelaksanaan pekerjaan 2. Alat-alat.IAAN Jangka Waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100 % yang disebut dalam pasal I Surat Perjanjian ini.Tenaga kerja.

. Pasal 8 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp. Pembayaran tahap kedua sebesar 40% dari biaya pengawasan yakni sebesar: 40% x Rp………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran tahap ketiga sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 10% x Rp………………. …………………… (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 55%.= Rp ……………. 3.dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. Pembayaran tahap kesatu sebesar 50% dari biaya pengawasan yakni sebesar : 50% x Rp …………… = Rp.. Segala biaya sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. pada Bank…………………………..(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. = Rp………………….. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara langsung melalui Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara Jakarta 111. dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan balk serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. (dengan huruf). 4.. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 9 . 6.. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. (dengan huruf) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai 100%.000. 2. dengan cara mentransfer langsung ke rekening Nomor………………….atas nama …………………. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik.

maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan "denda kelalaian" sebesar I % (satu persen) dari biaya pengawasan. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup baik Jumlah. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. PIHAK KEDUA hanya menggunakan bentuk organisasi. . dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang di minta oleh PIHAK PERTAMA. berjalan seperti yang ditetapkan. Pasal 11 SANKSI DAN DENDA Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. keahlian serta keterampilannya. 3 (tiga) kali berturutturut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat I di atas ditetapkan maksimum Sebesar 5% (lima persen) dari jumlah biaya pengawasan 2. Dan dapat menerima/ mendapatkan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PER TAMA Penunjukkan pimpinan pengawas/tenaga ahli yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk: mewakili PIHAK KEDUA. Agar pekerjaan pengawasan. memenuhi persyaratan yang diperlukan. dalam pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah di setujui oleh kedua belah pihak. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut. Tenaga Ahli Pengawas yang di tunjuk PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA.TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA Di tempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA sebagai pimpinan pengawas/tenaga ahli. jumlah dan klasifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum. 3.

Perang. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. tanah longsor. Yang dimaksud dalam keadaan memaksa dalam perjanjian ini adalah peristiwaperistiwa yang berada diluar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah di tetapkan maka PIHAK KEDUA setuju akan di beri biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. revolusi. yaitu : a.Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh alas kerugian tersebut Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 11 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya keadaan Memaksa tersebut. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor) c. Denda–denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi keadaan Memaksa Apabila selama 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. akan diperhitungkan salam pembayaran yang di lakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA Pasal 12 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan sesuai pasal I dalam Surat perjanjian ini maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. . pemberontakan. makar. maka PIHAK KEDUA berhak mengaju kan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis Jika dalam waktu 3 X 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang keadaan memaksa keadaan tersebut PIHAK PERTAMA tidak memberi jawabannya. d. badai dan banjir) b. Bencana alam (gempa bumi. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). akan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA Pasal 13 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. huru-hara. Apabila terjadi “Keadaan Memaksa”. Biaya Pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disyahkan/diterima dengan balk oleh PIHAK PERTAMA.

pasal 11 atau pasal 14 surat perjanjian ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana di maksud dalam ayat 1 pasal ini. maka berlaku ketentuan pasal 5. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan pasal–pasal 1266 & 1267 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/ teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetapi tidak mengindahkanya dalam hal : PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam pasal 1 dan Pasal 4 Surat perjanjian in. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar. sebagaimana seperti dalam pasal 10 ayat 2 perjanjian ini. 5% (lima persen) dan biaya pekerjaan pengawasan. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal I di atas.Pihak KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 5 ayat 2 surat perjanjian ini tidak ditepati karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika terjadi Pemutusan perjanjian Pengawasan ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA memberi keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan pekerjaan pengawasan ini. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA Apabila keadaan memaksa tersebut ditolak oleh PIHAK PERTAMA. tetapi berhak atas pembayaran . Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya surat keputusan penunjukkan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana di atur dalam pasal 1 surat perjanjian ini Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah dimulainya.

Apabila perselisihan itu tidak diselesaikan secara musyawarah maka akan diselesaikan oleh suatu Panitia Pendamai yang berfungsi sebagai juri/wasit yang dibentuk dan diangkat oleh Kedua belah pihak dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri di ………………… Pasal 17 PENUTUP Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat perjanjian ini atau perubahanperubahan yang dipandang perlu oleh Kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah 2. . Jika Keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat di terima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan Pekerjaan Pengawasan ini. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 10 (sepuluh) bermaterai cukup. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. akan diatur lebih lanjut dalam Surat perjanjian Tambah (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. sama masing . beserta segala akibat hukumnya.prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah di laksanakan serta kerugian negara Selain yang tersebut dalam ayat I Pasal ini maka Perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui pengadilan negeri di …………………… Pasal 16 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. PIHAK KETIGA yaitu ahli. Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat kedua belah pihak dan penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama biaya 3. dan mempunyai kekuatan hukum yang. dan Seorang. Pasal 15 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan antara Kedua belah pihak. 4.

. Jakarta................... : . : ...... dan dinyatakan berlaku sejak di tandatangani oleh kedua belah pihak................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi................... Nama Jabatan Alamat : .. Yang bertanda tangan dibawah ini : 1.............................. SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : .......................................... Nama NIP Jabatan Alamat : .............................................. Untuk melaksanakan : Pekerjaan Lokasi DIPA Tahun anggaran Nilai pengawasan Terbilang Waktu penyelesaian : : : : : : : Sampai pekerjaan selesai 100 % atau serah terima II pekerjaan fisik Demikian surat perintah mulai kerja ini di keluarkan untuk di laksanakan sebaikbaiknya...................Surat perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini di tandatangani oleh kedua belah pihak di …………… dan tanggal tersebut di atas....................... 8 Juli 2005 PIHAK KEDUA Konsultan Pengawas PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen .. : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Memerintahkan kepada : 2............

.700.....00 1.000..000..00 2....00 Sub Total 7....445..00 BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL 1 Biaya Transportsi / Akomodasi ....785.00 3.....105.445.785...70 0..00 1.00 2..000.000.300..70 1....000.........000..000..000..00 Jml Biaya (Rp) 6 11.00 300..... Komunikasi 2 Biaya Bahan & peralatan K antor 3 Biaya Pengadaan Laporan 1 1 5 EMPAT PULUH DELAPAN JUTA TUJUH RATUS DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH .250.000..00 29..00 7.00 48.000.880.000..75 4. Jaya Langsung Personil (Remuneration) Jml No 1 A 1 2 3 4 5 B Uraian Biaya 2 BIAYA LANGSUNG PERSONIL Team Leader Pengawas Arsitketur Pengawas Sipil Pengawas ME Pelaksana Administrasi Personil 3 1 1 1 1 1 Remuneration (Rp) 4 4.00 5.000..000.....00 3....00 15.000...00 48..000.....00 4...00 6....000.00 5.400..... JL .000..245...........00 44.000.....500.300..000..435.000.000...025.000.000...350..000....70 1...00 5......000...00 Sub Total JUMLAH PPN 10 % TOTAL DIBULATKAN Man Month (M/M) 5 2.00 6.100.100.LAMPIRAN SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor Tanggal KEGIATAN LOKASI : : : : PEMBANGUNAN ....

........... ……………………………………………………………………… Pada hari ini .......tahun dua ribu .. tanggal ……………… bulan …………………...... Nomor ...........V CONTOH SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KONSULTANSI JASA PENELITIAN DAN TEKNOLOGI INFORMATIKA SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN …………............... Nama NIP Jabatan Alamat : ................ : ................................. …………….. Nama Jabatan Alamat : ................ yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ............... bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA............................................................. tanggal ... tanggal .......... harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : ....................... Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ........... Nomor ......... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah / Pemerintah Daerah .......................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ............................................ 2....... kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1....... dengan segala perubahannya................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA...........

..tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) KEDUA BELAH PIHAK bersama ini menyatakan setuju dan bersepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu perjanjian (kontrak) Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi . ”Surat Perjanjian (Kontrak)” adalah suatu perjanjian / Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Konsultansi ...................... 9........................... dengan ketentuan dan syarat. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi .... . Nomor ......... yang dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor . adalah kegiatan penyusunan .. ”Konsultan” adalah Perusahaan penyedia jasa yang melaksanakan kegiatan Penyusunan ....... 8............. tanggal ........... c. tanggal ...syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini.. Pasal 1 PENGERTIAN UMUM Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a......................1...... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor .... d..... KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.............. 2....... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ................................................ h....... f........... yang akan digunakan sebagai ...... Surat Penawaran harga Nomor .................. g... b........ ”Biaya Pelaksanaan Pekerjaan” adalah biaya/harga jasa konsultansi sudah termasuk pajak-pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku............ ”PIHAK KETIGA” adalah pihak lain............. e. 6.... ”Jadwal” adalah waktu pelaksanaan setiap kegiatan........... 3....................... 5..... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............................ ”Jasa Konsultansi Penyusunan ............................................. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. ”Tim Teknis” adalah suatu tim yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA yang tugasnya mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima.... tanggal . 4.. 10...... (kalau ada) Surat Keputusan . tanggal ......... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor .. diluar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA....... tanggal ........ tanggal ...... antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA................. ”Hari” adalah hari menurut perhitungan hari kalender. 7..

... 7. 5........ yang terdiri dari (sebutkan jumlah/jenisnya) yaitu : a....... Surat Penawaran beserta lampirannya. c.. Membuat laporan kemajuan pekerjaan (intern report) . tersebut pada pasal 2............ Surat Penetapan Pemenang........ b... berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta perubahannya meliputi : 1.... 8...... .Pasal 2 SASARAN PEKERJAAN Sasaran pekerjaan penyedia jasa konsultansi adalah . Usul Penetapan Pemenang.. 4. ... 3.... 10......... Menyusun Laporan Pendahuluan (inception report). Kerangka Acuan Kerja (KAK). Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya. 11.. Menganalisis kebutuhan jenis dan jumlah serta spesifikasi/persyaratan sarana dan prasarana (sesuaikan dengan jenis jasa konsultansi yang dikerjakan) 3... 4. dst... berdasarkan pada ketetapan yang ada di dalam dokumen kontrak ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat antara lain : 1.... Surat Perjanjian Pekerjaan... Berita Acara Evaluasi Teknis...... Menyusun daftar kebutuhan sarana berdasarkan hasil analisis............. Melakukan ujicoba dan validasi hasil analisis kebutuhan sarana kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait.. Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.. untuk ........ Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).. 5........... .. Pasal 4 RUANG LINGKUP PEKERJAAN PIHAK KEDUA harus melaksanakan pekerjaan Penyusunan ........ 2... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya. Pasal 3 DOKUMEN KONTRAK Pekerjaan Jasa konsultansi Penyusunan .. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)....... 2. 6..... 12.... 9. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya........

Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor .... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening .. Membuat Laporan Akhir (final report)..... 7. Uang Muka a......... Apabila terdapat kekurangan biaya satuan pekerjaan maka kekurangan ini akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA........ pada Bank ....... 2. 9........ Membentuk kelompok kerja (proyect reference group) yang beranggotakan unsur stakeholders............. sampai dengan tanggal .. Kontrak ini bersifat lumpsum artinya nilai total kontrak digunakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan lingkup pekerjaan seperti tercantum dalam pasal 4 Surat Perjanjian ini.. Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau ...... Penggandaan hasil dalam bentuk hardcopy dan CD....... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN KONTRAK Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan... 3..... 4......... 10.... Ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA yaitu tanggal ...6........ tangggal .. yang akan memberikan pengesahan pada standar dan sebagai embrio lembaga sertifikasi penjamin dan pengendalian mutu.................. Workshop pengesahan dan penandatanganan dokumen standar oleh masingmasing stakeholders......... .... (dengan huruf) Jumlah biaya tersebut pada ayat 2 tersebut sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku........ Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) .... Jumlah biaya untuk pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 4 adalah sebesar Rp... Pasal 6 BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Melakukan konfirmasi draft akhir standar kepada stakeholders dan pihak lain yang terkait pada proses validasi standar kebutuhan sarana dan prasarana. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : 1.. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Penyusunan ………………………............ 8........

.... 3. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau claim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten.............. Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 0 1 2 1....... yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis........ setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis....... c.... hak cipta dan merk. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp...... .... ..... Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran.. (dengan huruf).. Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp ....... 2....... Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a....b...... sebesar Rp.. Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA.. (dengan huruh). b... 2..... ......... (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report)... Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri ...... yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis.... (dengan huruf)....... setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp.. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat.... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.... ......... setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar ......... Pasal 8 PENGATURAN HUKUM Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia....... Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan ..

. musibah angkutan laut.. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan hasil pekerjaan dan kelebihan dana sampai saat pemutusan hubungan kerja terjadi kepada PIHAK PERTAMA. 3. maka PIHAK PERTAMA : a.. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud pasal 2 kepada pihak lain. kebakaran. Apabila dalam pelaksanaan terjadi keterlambatan/kegagalan sebagai akibat kelalaian PIHAK KEDUA.Negeri . Pelaksanaan yang terlambat akan dikenakan denda kerugian sebesar 1/1000 (satu permil) dari nilai kontrak untuk tiap hari keterlambatan dihitung dari batas waktu penyerahan terakhir sebagaimana ditetapkan dalam pasal 5 kontrak ini dengan jumlah denda maksimum 5% (lima persen) dari nilai kontrak.. banjir. Apabila peringatan tertulis tiga kali berturut-turut tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. c.. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. larangan kerja. Pasal 12 SANKSI-SANKSI 1. 2 Yang dikategorikan dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan surat perjanjian ini secara sepihak. 2. mobilisasi. blokade. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat KEDUA PIHAK. 4. pemogokan.. revolusi. memberi perigatan tertulis kepada PIHAK KEDUA.. gempa bumi. darat dan ancaman terorisme.. kekacauan. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja. b. epidemi.. Pasal 11 KAHAR (FORCE MAJEURE) 1 Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini.. huru hara.. Apabila ketentuan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilanggar oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA berhak membatalkan Surat Perjanjian ini secara sepihak. Pasal 13 PERUBAHAN PERJANJIAN ..... udara.

Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan ditentukan kemudian oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian perubahan (addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini. 2.. bulan dan tahun tersebut diatas dan dibuat dalam rangkap 6 (enam)..... Pasal 14 LAIN-LAIN 0 1 1.....000. dibubuhi materai Rp... menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.... Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK yang mulai berlaku sejak hari. 2.... Apabila terdapat perbedaan persyaratan dan atau pengertian antara perjanjian ini dengan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat serta lampiran-lampirannya maka yang berlaku adalah ketentuan yang tertuang dalam surat perjanian ini.(enam ribu rupiah) yang mempunyai kekuatan hukum yang sama...1. Perubahan atas perjanjian ini sah apabila dilakukan atas persetujuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang diituangka dalam sebuah addendum perjanjian dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Seluruh administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa konsultansi penyusunan .... 6.... tanggal... PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP .

......................... yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor .......................... 3....... Jangka Waktu : Jangka waktu penyelesaian 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini.... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) -------------------.................selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA ------------PIHAK PERTAMA memberi perintah kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan sebagai mana tersebut dibawah ini : 1.. ................ SURAT PERINTAH MULAI Nomor : ... ...................... Nama Jabatan Alamat : ............................selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA... Jenis pekerjaan : Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... --------------2.............. (dengan huruf) sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan....................... tanggal .......... Kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1.............................PEKERJAAN KERJA Pekerjaan Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ............... : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ................ sebesar Rp................. (satuan kerja) untuk keperluan 2........................................ : ....................................................... Biaya : Biaya untuk Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ............. -------------------................... Tanggal : ............ Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : .....

.... Sanksi-sanksi Apabila terjadi keterlambatan dalam hal penyerahan barang. 6. 5... maka akan dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak untuk setiap hari dengan maksimum denda tidak melebihi 5% (lima persen) dari nilai kontrak.... Pembayaran : Pembayaran dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ... PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP . Penutup Surat Perintah Mulai Kerja ini berlaku mulai sejak dikeluarkan dan ditandatangani oleh KEDUA PIHAK....4. atau Bendahara Umum Daerah Kota/Kabupaten/Propinsi (apabila dananya bersumber dari APBD).

SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA ............................................................................ Nomor : ............................ Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................................................ : ................................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ............................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. 2. Nama Jabatan Alamat : .............................................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan : 1. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya; 2. KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

5. 6. 7. 8.

3. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran(DIPA) atau DPA-SKPD Nomor : ............... tanggal ............. 4. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pengadaan Jasa Konsultansi Penyusunan ....... .................................................................................................................................... ..... Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan Jasa Konsultansi ......................................... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan Nomor ............ tanggal .............. Surat Penawaran harga Nomor ........ tanggal ........... Berita Acara Rapat Klarifikasi dan Negosiasi Nomor ........ tanggal ......... (kalau ada) 9. Surat Keputusan .......... Nomor ....... tanggal ......tentang Penetapan Penyedia Barang/Jasa 10. (dapat ditambahkan surat-surat yang berkenaan tentang pengadaan barang/jasa) Secara bersama-sama menyatakan telah sepakat dan mengikat diri mengadakan kerjasama dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ...........................................dengan ketentuan dan syarat- syarat sebagai tercantum dalam pasal-pasal tersebut dibawah ini. Pasal 1 TUGAS DAN LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya seperti dimaksud di atas, memberi tugas kepada pihak Kedua, dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut dengan mengelola dan melaksanakan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Lingkup pekerjaan dan tugas yang diterima oleh PIHAK KEDUA seperti dimaksud dalam ayat 1 pasal ini meliputi : 0 Melakukan persiapan teknis dan administrasi pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 1 Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... 2 Menyusun buku petunjuk(manual) hasil pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... Pasal 2 DOKUMEN KONTRAK Dalam hal melaksanakan pekerjaan, PIHAK KEDUA harus berpedoman pada dokumendokumen tersebut dibawah ini dan bersifat mengikat serta memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian ini yaitu : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK); Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya;

3.

4. 5. 7. 8. 10. 12.

Surat Penawaran beserta lampirannya; Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya; 6.Berita Acara Evaluasi Teknis; Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya; Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan; 9. Usul Penetapan Pemenang; Surat Penetapan Pemenang; 11. Surat Perjanjian Pekerjaan; Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pasal 3 JANGKA WAKTU DAN PELAKSANAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA MEDIA COMPACT DISK DALAM RANGKA ...................................................................................................... Jangka waktu pelaksanaan Pembuatan Program Multi Media pada Media Compact Disk dalam rangka ..................................... ........., sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 4 PENGAWASAN PEKERJAAN Untuk melakukan pengawasan pekerjaan, PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 5 PENYERAHAN PEKERJAAN

1. 2.

Hasil pelaksanaan pekerjaan harus diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA melalui Panitia Penerima Barang/Jasa yang diangkat melalui Surat Keputusan oleh PIHAK PERTAMA. Jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan yang dinyatakan dengan Berita Acara oleh Panitia Penerima Barang/Jasa, maka PIHAK PERTAMA akan menerima pekerjaan tersebut yang dinyatakan secara tertulis dalam suatu Berita Acara. Pasal 6 JUMLAH BIAYA DAN SUMBER DANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

1

Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp. .............. (dengan huruf)

2.

Jumlah biaya tersebut pada ayat 1 pasal ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ................... tangggal ....................... Pasal 7 TATA CARA PEMBAYARAN

Permintaan pembayaran untuk tiap tahap pekerjaan harus berdasarkan Berita Acara kemajuan pekerjaan. Pembayaran kontrak akan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ....................... atau Bendahara Umum Daerah pada masing-masing Pemda Kota/Kabupaten/Propinsi (sebutkan salah satu) langsung ke Nomor Rekening ......................... pada Bank .............................. (Bank PIHAK KEDUA) dan dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang diatur sebagai berikut : Uang Muka Apabila diperlukan penyedia jasa konsultansi dapat mengajukan pengambilan uang muka setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ...................... (dengan huruf), setelah penyedia jasa konsultansi menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan uang muka. Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap tahap pembayaran. 2. Tahap Pembayaran Pelaksanaan Pekerjaan : a. Pembayaran Tahap I sebesar 30% (tiga puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp .................. (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan Laporan Pendahuluan (inception report), yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. b. Pembayaran Tahap II sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. .................. (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan draft naskah standar .................................. , yang dibuktikan dengan Berita Acara pemeriksaan dari Tim Teknis. c. Pembayaran Tahap III sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. ........................ (dengan huruf), setelah PIHAK KEDUA menyerahkan laporan akhir dan naskah-naskah rumusan standar kepada PIHAK PERTAMA dan dinyatakan diterima dan dibuktikan dengan Berita Acara serah terima oleh Tim Teknis. Catatan : Pembayaran tersebut diatas bisa dilakukan sekaligus setelah kontrak selesai 100%, bisa juga dilakukan per tahap penyelesaian pekerjaan yang prosentasenya disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Pasal 8 PENGATURAN HUKUM

Perjanjian ini tunduk dan disusun dibawah Hukum Negara Republik Indonesia. Pasal 9 HAK PATEN DAN HAK CIPTA PIHAK KEDUA wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. Hasil pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA tersebut sepenuhnya menjadi milik PIHAK PERTAMA. Pasal 10 SANKSI-SANKSI

1.

3.

PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. 2. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA berhak; a. memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA; b. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 , PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 10/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan, dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Pasal 11 CLAIM PIHAK KEDUA tidak dapat (tidak dibenarkan) menuntut tambahan biaya apapun juga (claim) walaupun ada kenaikan harga material atau jasa yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini, kecuali pemerintah menentukan adanya ijin untuk kenaikan harga (eskalasi) sepanjang dana tersedia untuk itu. Pasal 12 KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE

.. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam).1. 2. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang.. epidemi. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak... 2... 3. darat dan ancaman terorisme... serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. banjir... larangan kerja.. udara. kebakaran. 3. Apabila terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. semua pajak... blokade... maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri . Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .. musibah angkutan laut. Pasal 13 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1.. Pasal 15 KETENTUAN PENUTUP 1.... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut. kekacauan. dibubuhi materai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama... maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang..persetujuan PIHAK PERTAMA... . dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2.. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. mobilisasi... huru hara.... Pasal 14 PAJAK DAN BEA METERAI Bea Meterai.... gempa bumi. untuk menjadi bahan pertimbangan. revolusi. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak... pemogokan. Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat..

........... .....................................PIHAK KEDUA : Nama Jabatan pada perusahaan PIHAK PERTAMA Nama NIP SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) PEKERJAAN PEMBUATAN PROGRAM MULTI MEDIA PADA COMPACT DISK DALAM RANGKA .............................

..000.. (Satuan Kerja ..................................tanggal ...NOMOR : ............Satuan Kerja ) Nomor : ......../Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……… tanggal …….) akan menyusun .................... : 00. Surat Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ......................................000.....000............. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah dan Perubahannya Keppres RI Nomor 61 Tahun 2004 Keputusan ..... 2... tanggal . adalah Pengadaan Jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka .................................................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan (sebutkan instansinya) : : Memberi perintah untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ........................ MENETAPKAN PERTAMA : ........... 2......... N...... Nomor ..........................W............................................................... Alamat ........ Nomor .... tanggal ................................................. kepada : Nama Perusahaan PT/CV/Firma ..................................... Tahun . MENGINGAT : 1..........P : MEMPERHATIKAN : 1............ Bahwa dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan secara efektif......... Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (.. Bahwa salah satu kegiatan dalam DIPA / DPA-SKPD Nomor ..........000 ........ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN MENIMBANG : 1....... Surat Keputusan Penetapan Pemenang lelang pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ..........0............................... dari PT/CV/Firma .................. 2...................P.………………............. 3................................................

. tersebut dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD untuk Propinsi/Kabupaten/Kota) Nomor ......................................................................................... tanggal Yang menerima Perintah kerja KOMITMEN PEJABAT PEMBUAT Nama Jabatan pada perusahaan Nama NIP ......... Ditetapkan KETIGA KEEMPAT : KELIMA : di : ..................... dimulai dan berlaku sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan dan harus selesai dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak SPMK ini ditandatangani....................................... : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ............ (dengan huruf) : Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ............ Pada : .................................tanggal ................................................. Pembayaran untuk Pekerjaan pengadaan jasa Konsultansi Pembuatan Program Multi Media pada Compact Disk Dalam Rangka ...... harus dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan beserta lampirannya..................... Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan...... Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak yang berkenaan dengan pekerjaan pengadaan ini.KEDUA Harga Penawaran : Rp....

................. 2.... Nama Jabatan Alamat : . Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ....... tahun dua ribu ........................................................ ......... Pada hari ini... Nomor : .............. kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1......... Nomor ................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ........................ yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. bulan ................................ : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) Berdasarkan Surat Keputusan ...................................... DENGAN PT/CV/FIRMA .................. : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : .............SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ................ PEKERJAAN/PEMBUATAN SISTEM JARINGAN INTERNET PADA ..................................................................................................... : .............................................................. tanggal ......................................... tanggal ....... ....................................

dengan segala perubahannya.. Usul Penetapan Pemenang...... Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. terhitung sejak tanggal ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan penyerahan hasil akhir dari pekerjaan ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender....KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara......... Pasal 2 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1.. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA. Nomor .. Surat Penetapan Pemenang... . Pasal 3 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Perjanjian ini.. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya.... 8. Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya. 2.... Kerangka Acuan Kerja (KAK).. Kedua belah pihak telah sepakat membuat Perjanjian Kontrak Kerja Pekerjaan/Pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ..KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.. 11. 13.. Pasal 4 3. Surat Penawaran beserta lampirannya.yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ... 7... Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). tanggal ... 10... dan PIHAK KEDUA menyatakan bersedia melakukan pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 6......... 4.. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya.... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan.. dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Lingkup Pekerjaan PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA......... sebagaimana tercantum dalam proposal yang disampaikan oleh PIHAK KEDUA yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kontrak kerja ini. yaitu berupa pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ..Berita Acara Evaluasi Teknis... 12........ 9.............. 5.....

........ tangggal .. dengan cara mentransfer langsung ke Rekening Nomor ............... pada Bank ... Tahap I : PIHAK PERTAMA akan membayarakan sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari nilai kontrak setelah PIHAK KEDUA menyediakan 70% (tujuh puluh persen) barang yang dibutuhkan yaitu sebesar 70% X Rp....... atau BUD Propinsi/Kab/Kota........ Pegawai yang ditunjuk untuk mengoperasikan internet dimaksud harus hadir sesuai dengan jadwal pelatihan yang telah ditentukan........ (dengan huruf) yang dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) (DPA-SKPD kalau dananya bersumber dari APBD) Nomor ..(nilai kontrak) dengan penyampaian laporan tertulis dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa pekerjaan/penyediaan barang serta kegiatan pelaksanaan telah mencapai 70% dan siap untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Laporan Kemajuan Pekerjaan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak... Pasal 6 Jadwal Kerja dan Pelatihan PIHAK KEDUA akan bekerja sama dengan PIHAK PERTAMA dalam mengatur jadwal kerja........ PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga pekerjaan sebagaimana tersebut diatas dengan 2 (dua) tahap...... Pembayaran terakhir sebesar 30% dari nilai kontrak. 0 Tahap pembayaran diatur sebagai berikut : a...............(nilai kontrak) yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang ditanda tangani kedua belah pihak dan dilampiri Laporan Akhir penyelesaian pekerjaan. ...... ........................ Tahap II : .................................. Pasal 5 Cara Pembayaran dan Pelaporan PIHAK PERTAMA akan membayar nilai/harga atas pekerjaan sebagaimana tersebut pada pasal 4 perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA dengan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ...atas nama PT/CV/Firma .............. setelah PIHAK KEDUA menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA berupa jaminan bank yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah yang nilainya minimal sama dengan nilai kontrak yang akan diterima PIHAK KEDUA..... dan melakukan pertemuan b.Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Jumlah biaya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan pasal 1 adalah sebesar Rp...... setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) yaitu sebesar 30% X Rp..........

bertanggung jawab penuh kepada PIHAK KEDUA atas pembayaran nilai pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5. 2. Telah menyadari bahwa kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan ini memerlukan standar keahlian yang tinggi. Pasal 8 Hak Paten dan Hak Cipta PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorosinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. e. PIHAK KEDUA akan melaksanakan kesepakatan kerjasama ini sesuai dengan persyaratan dibawah ini : a. Telah mengetahui adanya tenaga kerja dan sumber lain serta pelayanan yang dibutuhkan. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan bantuan kepada PIHAK KEDUA dalam hal kemudahan pendekatan di lapangan dan kepada staf yang diperlukan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. PIHAK PERTAMA. telah mengetahui sampai pada dasar dan tingkat kesulitan dari pekerjaan didalam kesepakatan kerjasama ini. Telah memberitahukan kepada pegawai/staf yang ditunjuk sebagai petugas operasional jaringan internet ini. d. maupun yang terungkap dalam pelaksanaan pekerjaan ini sebagai bahan/data yang bersifat rahasia dan berkewajiban menjaga kerahasiaannya terhadap pihak lain.konsultatif dengan/tanpa undangan atau permintaan pertama sesuai keperluan pelaksanaan kerjasama ini selama masa kontrak. 3. Pasal 7 Tanggung Jawab 1. c. b. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender . Apabila terjadi kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Pasal 9 Kahar/keadaan memaksa (Force Majeure) 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh kepada PIHAK PERTAMA sebagai pelaksana pekerjaan dan PIHAK KEDUA berjanji untuk memperlakukan semua informasi yang diterima dari PIHAK PERTAMA. 4. memeriksa semua informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan resiko serta serta hal yang tidak terduga maupun keadaan lain yang bersifat force majeure.

... kebakaran.. udara. kekacauan. 2. gempa bumi... Apabila secara musyawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) Jakarta dan mengambil tempat di kantor Pengadilan Negeri .yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.persetujuan PIHAK PERTAMA... Pasal 10 Penyelesaian Perselisihan 1. PIHAK PERTAMA menunjuk petugas sebagai pengawas yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA dengan tugas mengadakan pengawasan dan pemantauan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA serta melaporkannya secara berkala kepada PIHAK PERTAMA sampai pekerjaan selesai secara keseluruhan (100%). Segala perselisihan yang timbul akibat pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat..... Apabila Badan Arbitrase Nasional Indonesia tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. epidemi. larangan kerja. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri ... banjir.... serta dituangkan dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini...... mobilisasi..... 3.. 3. Pasal 12 Pajak dan Meterai .. untuk menjadi bahan pertimbangan. darat dan ancaman terorisme.. musibah angkutan laut.. revolusi. blokade. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak..... 2.. Pasal 11 Pengawasan Pekerjaan Untuk melakukan pengawasan pekerjaan..... pemogokan. huru hara. Dalam hal terjadi keadaan memaksa (Force Majeure) yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Yang dimaksud dengan kahar/keadaan memaksa (Force Majeur) adalah perang.

...... PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan... Pasal 13 Sanksi dan Denda 1.. b.. bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA... Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 6 (enam)... PIHAK KEDUA : PERTAMA : PIHAK Nama Jabatan pada perusahaan SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR : ... dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3.. yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA..... memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. Nama NIP .. a...... 2... 2.. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA. 3. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak..Semua pajak.. dibubuhi meterai secukupnya yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.. Surat Perjanjian ini dinyatakan sah serta mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.... Pasal 14 Ketentuan Penutup 1..... maka PIHAK PERTAMA berhak.. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain..

Ditetapkan di : .............................. Pada tanggal : ..Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Kerja Nomor ................................. Bank ................ maka dengan ini diperintahkan kepada : PT/CV/Firma .... Jenis pekerjaan 2.... (dengan huruf) : Pembayaran akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap masing-masing sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan 30% (tiga puluh persen) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ................ Nomor ... tanggal ..... dan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan dari PT/CV/Firma ...... atau Bendahara Umum Daerah .............................................. Penyerahan pekerjaan : Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan pada oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bertempat pada lokasi (........ 1 (satu) paket 90 (sembilan puluh) hari sejak SPMK ini Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini ditetapkan.......................... Jangka waktu ditandatangani 4..... untuk pekerjaan/pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ............... Kota ... Sanksi-sanksi : Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 3 .. Prop/Kab/Kota yang ditransfer ke rekening Nomor ...................... 7......... Untuk melaksanakan 1.. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak........................... Alamat ........ 6............ : : : : pembuatan Sistem Jaringan Internet pada ............ atas nama PT/CV/Firma .. Pembayaran : Rp......................................... PIHAK KEDUA : PIHAK PERTAMA : ..... sebutkan nama dan tempat/lokasi yang jelas) dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan......................... ...................... Jumlah/volume pekerjaan 3........................................ tanggal ................ untuk dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya........ PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan... Biaya pelaksanaan 5....................

...... PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini menerangkan terlebih dahulu : ................ kami yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : 1.................................................. bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA...................................................................... : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat (sebutkan instansinya) : (sebutkan alamat instansinya) ................ dengan segala perubahannya........ bulan ............ Berdasarkan Surat Keputusan ................ Nomor .................. Nama Jabatan Alamat : ........................ : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma : . yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.................................................... tentang pengangkatan pejabat perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah/ Pemerintah Daerah ........... 2................................. tanggal ........ : .................... yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ......... Nama NIP Jabatan Komitmen Alamat : ................ tahun dua ribu ...................................... tanggal ................................. TENTANG PEKERJAAN PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI .Nama Nama Jabatan pada perusahaan NIP SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) Nomor : .............. tanggal .................................... ....... Nomor .............. ANTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN DENGAN PT/CV/FIRMA ................................................ Pada hari ini.........

.................................... 2......... dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Pengertian Umum Yang dimaksud dalam Surat Perjanjian ini dengan : a.(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ............. addendum dan/atau perubahannya apabila ada.................... Bahwa berdasarkan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran ... PIHAK KEDUA telah ditetapkan sebagai pelaksana Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ................. ”Lampiran” adalah lampiran-lampiran dari surat perjanjian/kontrak yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian/kontrak yang terdiri dari : Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS.. Nomor ......................................................... b. sesuai dengan yang dimaksud pada kegiatan ....................................... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi dan Keputusan Pelaksanaan Pekerjaan......... Bahwa agar kegiatan tersebut di atas dapat diadakan dengan baik maka diperlukan suatu lembaga penyedia barang/jasa yang akan bertindak sebagai pelaksana bagi kegiatan tersebut..... tanggal ....... tanggal . ..................... berikut lampiran..... cakap serta memenuhi persyaratan sebagai penyedia barang/jasa penyusunan sistem informasi industri ...............1.................................. tanggal ............... pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ............... Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk mengikat suatu perjanjian kerja (kontrak) tentang Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .. adalah perjanjian kerjasama yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang menetapkan ketentuan dan syaratsyarat. c.............. ”Nilai Kontrak”............................ ................... ........................................................ DIPA (DPA-SKPD) .......... ”Surat Perjanjian Kerja atau Kontrak”........... ”Kegiatan’ adalah Penyusunan Sistem Informasi .......... pada kegiatan ................ yang terdapat dalam kegiatan ........... Kerangka Acuan Kerja (KAK).............................. pada DIPA (DPA-SKPD) Nomor ........ yang terdapat dalam kegiatan ....................... Usulan Teknis PIHAK KEDUA........... adalah nilai untuk membiayai pelaksanaan Pekerjaan yang dinyatakan dalam rupiah sebagaimana tersebut dalam pasal 6...................................... 3.... d... Bahwa PIHAK KEDUA adalah suatu perusahaan di bidang pengembangan teknologi informasi serta penyedia barang baik berupa software maupun hardware yang telah dinilai melalui proses seleksi umum dan dipandang mampu. DIPA (DPA-SKPD) ...... 4.......................... Bahwa PIHAK PERTAMA bermaksud untuk mengadakan kegiatan penyusunan sistem informasi ........(sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ..................

....... h....... yang bertugas untuk memeriksa.. ”Pekerjaan”.... Surat Penetapan Pemenang........ Pasal 3 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. KEPPRES Nomor : 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya....... Surat Penawaran beserta lampirannya.... ........ dan menerima hasil pekerjaan.siapa yang membuat SK) Nomor . Berita Acara Evaluasi Teknis..... j.... Pasal 2 Tugas Pekerjaan PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan kesanggupan untuk menerima tugas dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi . ”PIHAK PERTAMA” adalah pengguna barang/jasa yang juga adalah Kuasa Pengguna Anggaran DIPA (..... Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan. 6...... 7. Kerangka Acuan Kerja (KAK)........ menilai....... 5........... 8... Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi beserta lampirannya. (...... ”Panitia Pemeriksa/Penilai/Penerima” adalah yang selanjutnya disebut Panitia Penilai yang dibentuk berdasarkan Keputusan ( ..............sebutkan satkernya) Tahun Anggaran ...... dari segi teknis selama dalam proses pelaksanaan pekerjaan...... adalah badan usaha Penyedia Barang/Jasa dalam hal ini adalah PT/CV/Firma . 2. 10. 9... Berita Acara Penutupan dan Pembukaan penawaran beserta lampirannya.sebutkan satkernya) ”PIHAK KEDUA”....... 11.. Usul Penetapan Pemenang......... g... pada kegiatan . adalah Tim yang dibentuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengawasi pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ............ 12................. adalah badan usaha/lembaga lain selain PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang ikut berperan serta dalam kegiatan Penyusunan Sistem Informasi .... 4. 3........ ”Tim Teknis”.... Berita Acara Penjelasan Pekerjaan beserta lampirannya.. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).e..... ”Pihak Terkait”.. f... KEPPRES Nomor : 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara..................................... yang dimaksud dengan pekerjaan di dalam surat perjanjian kerja sama ini adalah Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan Sistem Informasi ........... i..... tanggal .

....... Tahap I : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp ... Pasal 7 Jaminan Pelaksanaan (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan sebesar 5% (lima Persen) dari nilai kontrak dan diserahkan paling lambat pada waktu penandatanganan kontrak ini........... dapat ditambahkan dengan surat-surat yang berkaitan dengan pengadaan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan... Jaminan Pelaksanaan mempunyai masa berlaku sama dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan yaitu 90 (sembilan puluh) hari kalender......................... 14........ Pasal 4 Lingkup dan Jenis Pekerjaan Ruang lingkup dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi .............. (dengan huruf) termasuk pajak dan biaya meterai yang dibebankan pada anggaran kegiatan ......... Pasal 8 Tata Cara Pembayaran (1) Sistem pembayaran Pekerjaan dilakukan dalam 3 (tiga )tahap sebagai berikut : a...................................... Jaminan Pelaksanaan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah/ Pemerintah Daerah yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA............. terhitung mulai ditantangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini......... (dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan sisik sebesar 20% dan menyampaikan Laporan Pendahuluan yang ....) Tahun Anggaran ...................... adalah sebesar Rp. ( ...... Pasal 6 Nilai Kontrak Nilai Kontrak untuk Pekerjaan Penyusunan Sistem Informasi ....... yaitu tanggal ....... sebutkan satkernya ......... ................... Pasal 5 Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender.. Sampai dengan tanggal ........................13........ Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)... sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).......

c...... yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA... Memberikan keputusan atas semua laporan... rekomendasi dan masalah lain yang diatur dengan benar untuk pengambilan keputusan oleh PIHAK KEDUA dalam waktu yang wajar sehingga tidak menunda atau mengganggu pelaksanaan pelayanan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan kontrak ini.. Pasal 10 Kewajiban Pemberi Tugas (PIHAK PERTAMA) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk : (1) (2) (3) Memudahkan perijinan pengadaan data yang diperlukan dalam rangka melaksanakan Pekerjaan terhadap Pihak Terkait........... pada Bank ... Pasal 9 Pajak dan Meterai Semua pajak.. lembaga atau perwakilan pemerintah semua permohonan yang diperlukan atau dibutuhkan oleh PIHAK KEDUA untuk kelancaran pekerjaan......... Tahap II : sebesar 60% (enam puluh persen) dari nili kontrak atau sebesar Rp... ............(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan pekerjaan fisik sebesar 75% dan dituangkan dalam Laporan Antara yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan............(dengan huruf) setelah PIHAK KEDUA menyerahkan seluruh hasil pekerjaan fisik (100%) termasuk Laporan Akhir yang telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dinyatakan diterima yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan. atau Bendahara Umum Daerah yang dipindahbukukab/transfer ke PT/CV/Firma .........telah dibahas oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai yang dibuktikan dalam Berita Acara Pemeriksaan.. ......... ... (2) Pembayaran sebagaimana ayat (1) dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . bea meterai dan pungutan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nomor Rekening .. agen.............................. Tahap III : sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp..... Menerbitkan kepada pejabat........ yang dinyatakan diterima b...

.. serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk antisipasi kondisi perubahan nantinya.... Laporan adalah sekumpulan penjelasan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan dalam periode tertentu. Pasal 12 Hasil Pekerjaan Hasil pelaksaanaan pekerjaan terdiri dari 2 (dua) jenis. ketelitian dan ketekunan yang selayaknya dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini dan harus melaksanakan semua tanggungjawabnya sesuai dengan standar profesional yang telah diakui.... terkait dengan tugas-tugasnya sebagai penyedia barang/jasa. PIHAK KEDUA harus bertindak sebagai wakil PIHAK KEDUA di lokasi kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaannya. pemantapan metodologi. .. Dokumentasi. Laporan pendahuluan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku.....(4) Membayar jasa yang diberikan oleh PIHAK KEDUA sesuai nilai kontrak dan jadwal pembayaran yang telah disepakati.. mencakup daftar data yang akan diambil... Laporan antara berisi tentang hasil sementara penyusunan sistem informasi ... verifikasi jadwal kegiatan dan penjabarannya untuk mengantisipasi kendala yang mungkin muncul.......... Laporan Antara diserahkan kepada PIHAK PERTAMA sebanyak 10 (sepuluh) buku pada 60 (enam puluh) hari kalender setelah kontrak ditandatangani. setelah dibahas dan diterima oleh Tim Penilai dan Panitia Penilai..... yaitu : (1) Laporan. dan Manual.... kemajuan kerja pemasukan data tekstual (a) (b) . serta melakukan telaah dan pemahaman tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan. jika ada. dan dilakukan sebagai sarana bagi Tim Pengendali untuk mendapatkan informasi tentang kemajuan kegiatan (progress report) dalam periode waktu dimaksud dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini.... Selambat-lambatnya selama empat belas (14) hari kalender sejak Kontrak ditandatangani. rencana pelaksanaan pengambilan dan pengumpulan data yang akan dilakukan.. pelaksanaan organisasi kerja.. Laporan Antara. PIHAK KEDUA harus bertindak setiap saat untuk melindungi kepentingan PIHAK PERTAMA dan mengambil langkah-langkah yang wajar guna tercapainya tujuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja... Pasal 11 Kewajiban Penyedia Barang/Jasa (PIHAK KEDUA) (1) (2) (3) PIHAK KEDUA harus menggunakan semua keahlian... PIHAK KEDUA akan memberikan laporan mobilisasi tenaga ahli yang telah dilakukan. Dalam laporan tersebut juga diberikan rencana penyediaan sebagian perangkat pendukung. PIHAK KEDUA akan memberikan Laporan sebagai berikut : Laporan Pendahuluan.

.. Berisi semua rancangan tentang Penyusunan Sistem Informasi .... Manual aplikasi Sistem Informasi..(c) (d) maupun spasial....(diisi teknologi yang digunakan)....... Laporan Akhir merupakan revisi Laporan Akhir Sementra yang telah didiskusikan dengan Tim Penilai dan Panitia Penilai Pekerjaan...... (ii) Middle Eksekutif. Laporan Akhir Sementara. hasil pengembangan yang dilakukan........ termasuk didalamnya adalah pengumpulan dan hasil pemasukan data tekstual maupun spasial.... Buku Manual.. Dokumentasi merupakan sarana bagi pemberi pekerjaan dalam memahami secara teknis seluruh kegiatan yang dilaksanakan......... dan (iii) Operator Pemasukan Data. PIHAK KEDUA akan memberikan Manual sebagai berikut : (a) Manual Program Aplikasi. koneksi dan relationship antar tabel dalam database..... menjadi 3 (tiga) tingkat pengguna.. Dokumentasi Digital (softcopy/CD-Rom). Laporan Akhir.. Buku Dokumentasi dalam bentuk CD-Rom sebanyak 20 (dua puluh) copy.. Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini........ serta pihak-pihak lain terkait yang berkepentingan terhasil hasil pekerjaan tersebut.... termasuk hasil program aplikasi SIM ... pada tanggal yang ditetapkan disaksikan Tim Penilai dan Panitia Penilai serta pejabat struktural terkait di lingkungan ( . PIHAK KEDUA akan memberikan dokumentasi sebagai berikut : Dokumentasi Teknis.......... program aplikasi serta dokumen lain yang terkait dan perlu untuk dijelaskan secara rinci)....... akan memuat secara rinci tahapan pengoperasian aplikasi sampai dengan ”trik” atau cara-cara mudah dalam penyelesaian masalah yang mungkin di temui.. (Jelaskan istilah-istilah yang digunakan seperti diagram....... Laporan ini berisi seluruh proses kegiatan yang telah dilakukan beserta hasil yang didapatkan.... Buku Manual Aplikasi Sistem Informasi .... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir...... ... Seluruh laporan tersebut di atas beserta hasil-hasilnya. sebutkan satkernya) .. berbasisi ..(diisi dengan nama hasil pekerjaan) berbasis . Diberikan kepada PIHAK PERTAMA sebelum kontrak berakhir sebanyak 20 (dua puluh) buku.. berbasiskan .................. Pada bagian akhir laporan diberikan kesimpulan dan rekomendasi yang bersifat sementara....... dokumentasi proses dan pelaksanaan kegiatan pelatihan............... (sebutkan lokasi pemasangan) . Struktur database rinci sampai entity terkecil yang ada... Dokumentasi teknis diberikan sebanyak 20 (dua puluh) buku.. penyediaan hardware dan software pada . Manual merupakan sekumpulan penjelasan tentang tata cara operasional atau Prosedur Standar Operasional (SOP) untuk suatu sub sistem kegiatan.. hasil instalasi pada seluruh unit kerja. berbasis sistem informasi ... dan diberikan bersamaan dengan Laporan Akhir.. serta rencana penyelesaian seluruh tahapan proyek. yang juga disertai seluruh draft buku Manual dan buku Dokumentasi.. Dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini... yaitu (i) Top Eksekutif........ Laporan Akhir Sementara yang merupakan versi awal ”Laporan Akhir” ini diberikan kepada pemberi kerja tidak lebih dari 2 (dua) minggu sebelum kontrak berakhir yang diberikan sebanyak 10 (sepuluh) buku..

dst) Tuliskan hardware yang dipakai seperti : Laptop... dalam bentuk ”CD-Installer” dan Perangkat Keras maupun Perangkat Lunak Pendukung Aplikasi sebagai berikut : Tabel Jumlah & Spesifikasi Teknis Hardware dan Software No . Untuk pegangan bagi masingmasing institusi. dan implementasi jaringan (networking) yang telah dipasang. akan dijelaskan pada Buku Manual ini....... Dalam hubungannya dengan database SIM .......... 2...... Untuk pegangan bagi masing-masing institusi. jenis...Buku Manual Program Aplikasi Sistem Informasi ... dan dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan akhir....... 2. maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy... maka setiap institusi akan mendapatkan 2 (dua) copy...1 dll Pasal 13 Hak Paten dan Hak Cipta Jumlah .. rencana................ serta pemasangan dan pelepasan jaringan. Dalam manual ini juga diberikan penjelasan secara rinci tentang konsep. berbasis .......... (b) Manual Database. Printer.. server dll Software Microsoft Acces 2005 Win 32 English CD Licence Tuliskan software yang dipakai seperti : ArcView 9. perbaikan sistem.tulis banyaknya .... Manual Database akan diberikan pada saat laporn akhir. berbasis .. entity terkecil data sampai definisinya............. (2) Program Aplikasi Sistem Informasi . relationship. Manual Pemeliharaan Sistem dibuat untuk menjadi pedoman bagi database administrator dalam melaksanakan instalasi sistem .... cara perawatan........ seluruh struktur tabel..... Manual Database adalah buku pegangan yang diperuntukkan bagi database administrator... Manual Pemeliharaan Sistem....... pelepasan sistem. diberikan masing-masing setiap tingkat pengguna dan institusi sebanyak 5 (lima) buku. dan berjumlah 10 (sepuluh) buku... serta prosedur standar operasional (SOP) Manual Pemeliharaan Sistem diberikan bersama-sama dengan Buku Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku...... A 1..... B 1... Spesifikasi Hardware Desktop (jelaskan tipe.......

PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keorisinilan/keaslian atas pemakaian software maupun hardware dalam pekerjaan ini dan wajib melindungi hasil kerja dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran hak Paten dan Hak Cipta. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dengan melampaui jangka waktu kontrak seperti tercantum pada pasal 5. revolusi. Dalam hal terjadi Force Majeure yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Pasal 15 Force Majeure (3) (1) (2) (3) Apabila terjadi Force Majeure yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Yang dimaksud dengan Force Majeur adalah perang. data informasi. dengan batas maksimum sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. kebakaran. gempa bumi. akan dilakukan perubahan terhadap batas akhir waktu pelaksanaan pekerjaan. c. dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan pekerjaan dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima kepada Negara melalui Kas Negara atau Kas Daerah melalui Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). maka PIHAK PERTAMA berhak. Menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. serta dituangkan dalam suatu addendum yang . epidemi. pemogokan. larangan kerja. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian dan kelanjutan pekerjaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender yang dibuktikan dengan surat tertulis yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Memberi peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA. perhitungan. Apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan seperti tersebut pada ayat 1 pasal ini dan atau mengalami kegagalan sebagai akibat kelalaian pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA. mobilisasi. d. udara. PIHAK KEDUA dikenakan denda ganti rugi sebesar 1 0/00 (satu permil) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. a. b. Apabila terjadi pembatalan kontrak ini sebagaimana dimaksud pada butir b pasal ini. banjir. huru hara. blokade. Segala perubahan dimaksud dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. musibah angkutan laut. Membatalkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan ini secara sepihak apabila tiga kali berturut-turut peringatan tertulis tidak diindahkan oleh PIHAK KEDUA. kekacauan. Pasal 14 Sanksi dan Denda (1) (2) PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengalihkan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. darat dan ancaman terorisme. untuk menjadi bahan pertimbangan.persetujuan PIHAK PERTAMA.

.. Apabila dengan jalan tersebut pada ayat (1) dan (2) pasal ini tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut.. maka segala biaya yang diperlukan untuk penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk perusahaan lain berdasarkan pilihan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala arsip. Apabila secara musayawarah dan mufakat tidak dapat diselesaikan maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara Arbitrase menurut peraturan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) yang diselesaikan oleh suatu Dewan Arbitrase yang anggota-anggotanya dari seorang wakil PIHAK PERTAMA sebagai anggota dan seorang wakil PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Pihak ketiga yang aktif sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak.. Ketetapan yang dihasilkan oleh pengadilan harus merupakan keputusan akhir dan mengikat Kedua Pihak. Pasal 16 Perselisihan (1) (2) Bila terjadi perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan ini yang langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. informasi. Apabila terjadi pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 pasal ini.. Pasal 17 Wanprestasi (3) Apabila PIHAK KEDUA melakukan wanprestasi sehubungan dengan perjanjian kerjasama ini maka PIHAK PERTAMA dapat memutuskan kontrak ini secara sepihak setelah diadakan teguran/peringatan secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut atas kelalaian yang dilakukan PIHAK KEDUA. perhitungan. maka akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri .. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. data... Pasal 18 Amandemen Kontrak ... Jika terjadi pemutusan Kontrak... Teguran/peringatan yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan setelah terlihat tanda-tanda bahwa PIHAK KEDUA dalam keadaan : Secara langsung atau tidak langsung sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan.ditandatangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. dan keterangan lain yang berhubungan dengan penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Kontrak ini.... Menyerahkan pelaksanaan pekerjaan ini kepada pihak lain secara keseluruhan atau sebagian tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA. Keputusan Dewan Arbitrase mengikat kedua belah pihak untuk dilaksanakan dan biaya penyelesaian ditanggung oleh kedua belah pihak.

.. Pada tanggal : .. kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah dan akan dituangkan dalam bentuk tertulis yang merupakan bagian dari perjanjian ini............................ Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dianggap sah dan berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini dibuat dalam rangkap 5 (lima). Ditandatangani di : . diantaranya 3 (tiga) rangkap bermeterai cukup dan dua tidak bermeterai untuk PIHAK PERTAMA dan dua bermeterai untuk PIHAK KEDUA...PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk tidak melakukan Amandemen/Perubahan Kontrak sepanjang tidak terjadi Force Majeur dan tidak ada perubahan pekerjaan karena disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan/pesanan... Apabila terjadi Amandemen Kontrak PIHAK PERTAMA bersepakat dengan PIHAK KEDUA untuk mengatur dalam Amandemen Kontrak yang tidak merugikan kedua belah pihak (misalnya menunda pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA PERTAMA PIHAK . memutuskan perjanjian dan menggantinya dengan perjanjian lain) Pasal 19 Pemberitahuan Setiap pemberitahuan yang akan disampaikan kepada para pihak yang terkait dengan perjanjian ini akan disampaikan secara tertulis atau surat tercatat dengan tanda terima dan dikirimkan masing-masing dengan alamat PIHAK PERTAMA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------PIHAK KEDUA : ----------------------------------------------------------------------------------------------------Jika terjadi perpindahan alamat selama pelaksanaan perjanjian ini maka pihak yang berpindah alamat tersebut wajib untuk memberitahukan kepada pihak lain selambatlambatnya 7 (tujuh) hari setelah tanggal kepindahan.. Pasal 20 Penutup Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini terdapat hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur............

........Konsultan ................. Hal : Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Kepada Yth : Direktur PT/CV/Firma Di ..................... Tempat............................. Tanggal ........Tahun Anggaran ............. dengan PT/CV/Firma ........... Lampiran : .... Memperhatikan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) antara Pejabat Pembuat Komitmen DIPA........................... Pejabat Pembuat Komitmen ----------------------------- -------------------------------- Kop Surat Satuan Kerja Nomor : ......

.............. Nilai kontrak pekerjaan dimaksud pada butir 1 adalah Rp............ .(dengan huruf) termasuk PPn dan jangka waktu penyelesaiam adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender........................... meliputi antara lain (Sesuai Rekapitulasi Penawaran) : .............. .............. Pembayaran pekerjaan dimakasud dibebankan pada anggaran DIPA ....... ADDENDUM SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Nomor Tanggal : : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN Tetap Semula Pekerjaan tersebut............... tentang pengadaan barang/jasa Penyusunan Sistem .................... Pejabat yang memberi Pejabat Pembuat ........................... tahun anggaran ......... tanggal .......No. Pekerjaan sesuai dengan Ketentuan Komitmen............................... dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : Diminta perhatian Saudara untuk segera melaksanakan pekerjaan penyediaan barang/jasa Penyusunan Sistem ............... terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja (Kontrak)... ............................................................... Bersedia melaksanakan perintah.. tanggal .......................... Demikian untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.. Ketentuan lain yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dimaksud pada butir 1 dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor .......

biaya Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan.Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen Pekerjaan Pengecatan Berubah Menjadi : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Galian dan Urugan Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Pasangan Pekerjaan Listrik + Penutup Tangga Pekerjaan Kusen DLL seperti yang tercantum di dalam Lampiran Rencana Anggaran Biaya perubahan setelah harga satuan pekerjaan dieskalasi Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Tetap Tetap Peraturan Menteri Keuangan No : …………….. Tanggal ………………. tentang PENYUSUNAN HARGA SATUAN DAN NILAI KONTRAK KEGIATAN PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN Surat Keputusan Bupati …………………… tentang Perubahan Standar Honorarium. Harga Satuan Bahan/ Material dan Harga Satuan Analisa Pekerjaan Surat Permohonan Eskalasi Harga Nomor : …………… Berita Acara Evaluasi Penawaran Eskalasi Harga Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN Tetap Tetap Tetap Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN Tetap Tetap Tetap .

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 5 TENAGA KERJA Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 6 SUB KONTRAKTOR Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Tetap Tetap Pasal 8 .

MASA PEMELIHARAAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA Tetap Tetap Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 11 CARA PEMBAYARAN Tetap Pasal 12 KENAIKAN HARGA Tetap Tetap Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK Tetap Tetap Tetap Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) .

Tetap Tetap Tetap Pasal 16 SANKSI DAN DENDA Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 17 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN Tetap Tetap Tetap Tetap PASAL 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Tetap Tetap Pasal 20 LAPORAN Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Tetap Pasal 22 PENUTUP .

Komite PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat .Tetap Tetap Tetap PIHAK KEDUA PT/CV/Firma/Kop….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful