Mengendarai Kuantum Menuju Komputer Fotonik

Mukhlis Akhadi (BATAN) Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio : masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu, Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19. Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat ditemukan. Teori Kuantum Pada tahun 1900, fisikawan berkebangsaan Jernam Max Planck (1858-1947), memutuskan untuk mempelajari radiasi benda hitam. Beliau berusaha untuk mendapatkan persamaan matematika yang menyangkut bentuk dan posisi kurva pada grafik distribusi spektrum. Planck menganggap bahwa permukaan benda hitam memancarkan radiasi secara terus-menerus, sesuai dengan hukum-hukum fisika yang diakui pada saat itu. Hukum-hukum itu diturunkan dari hukum dasar mekanika yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton. Namun dengan asumsi tersebut ternyata Planck gagal untuk mendapatkan persamaan matematika yang dicarinya. Kegagalan ini telah mendorong Planck untuk berpendapat bahwa hukum mekanika yang berkenaan dengan kerja suatu atom sedikit banyak berbeda dengan hukum Newton. Max Planck mulai dengan asumsi baru, bahwa permukaan benda hitam tidak menyerap atau memancarkan energi secara kontinyu, melainkan berjalan sedikit demi sedikit dan bertahaptahap. Menurut Planck, benda hitam menyerap energi dalam berkas-berkas kecil dan memancarkan energi yang diserapnya dalam berkas-berkan kecil pula. Berkas-berkas kecil itu selanjutnya disebut kuantum. Teori kuantum ini bisa diibaratkan dengan naik atau turun menggunakan tangga. Hanya pada posisi-posisi tertentu, yaitu pada posisi anak tangga kita dapat menginjakkan kaki, dan tidak mungkin menginjakkan kaki di antara anak-anak tangga itu. Dengan hipotesa yang revolusioner ini, Planck berhasil menemukan suatu persamaan matematika untuk radiasi benda hitam yang benar-benar sesuai dengan data percobaan yang diperolehnya. Persamaan tersebut selanjutnya disebut Hukum Radiasi Benda Hitam Planck yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan dari suatu benda hitam berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang cahaya. Planck mendapatkan suatu persamaan : E = hn, yang menyatakan bahwa energi suatu kuantum (E) adalah setara dengan nilai tetapan tertentu yang dikenal sebagai tetapan Planck (h), dikalikan dengan frekwensi (n) kuantum radiasi. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang gelombang elektromagnetik ini merupakan titik awal dari lahirnya teori kuantum yang menandai terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Terobosan Planck merupakan tindakan yang sangat berani karena bertentangan dengan hukum fisika yang telah mapan dan sangat dihormati. Dengan teori ini ilmu fisika mampu menyuguhkan pengertian yang mendalam tentang alam benda dan materi. Planck menerbitkan karyanya pada majalah yang sangat terkenal. Namun untuk beberapa saat, karya Planck ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat ilmiah saat itu. Pada mulanya, Planck sendiri dan fisikawan lainnya menganggap bahwa hipotesa tersebut tidak lain dari fiksi matematika yang cocok. Namun setelah berjalan beberapa tahun, anggapan tersebut berubah hingga hipotesa Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk menerangkan berbagai fenomena fisika.

Pengakuan terhadap Teori Kuantum Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Pengakuan terhadap hasil karya Planck datang perlahan-lahan karena pendekatan yang ditempuhnya merupakan cara berfikir yang sama sekali baru. Albert Einstein misalnya, menggunakan konsep kuantum ini untuk menjelaskan efek foto listrik yang diamatinya. Efek foto listrik merupakan fenomena fisika berupa pancaran elektron dari permukaan benda apabila cahaya dengan energi tertentu menimpa permukaan benda itu. Semua logam dapat menunjukkan fenomena ini. Penjelasan Einstein mengenai efek foto listrik itu terbilang sangat radikal, sehingga untuk beberapa waktu tidak diterima secara umum. Namun ketika Einstein menerbitkan hasil karyanya pada tahun 1905, penjelasannya memperoleh perhatian luas di kalangan fisikawan. Dengan demikian, penerapan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik telah mendorong ke arah perhatian yang luar biasa terhadap teori kuantum dari Planck yang sebelumnya diabaikan. Pada tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi, elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom. Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik. Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan dengan teori klasik. Pada tahun 1918 Planck memperoleh hadiah Nobel bidang fisika berkat teori kuantumnya itu. Dengan memanfaatkan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik, Einstein memenangkan hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1921. Selanjutnya Bohr yang mengikuti jejak Einstein menggunakan teori kuantum untuk teori atomnya juga dianugerahi hadiah Nobel Bidang fisika tahun 1922. Tiga hadiah Nobel fisika dalam waktu yang hampir berurutan di awal abad ke-20 itu menandai pengakuan secara luas terhadap lahirnya teori mekanika kuantum. Teori ini mempunyai arti penting dan fundamental dalam fisika. Di antara perkembangan beberapa bidang ilmu pengetahuan di abad ke-20, perkembangan mekanika kuantum memiliki arti yang paling penting, jauh lebih penting dibandingkan teori relativitas dari Einstein. Oleh sebab itu, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum yang telah mengalihkan perhatian penelitian dari fisika makro yang mempelajari objek-objek tampak ke fisika mikro yang mempelajari objek-objek sub-atomik. Dengan adanya perombakan dalam penelitian fisika yang dimulai sejak memasuki abad ke-20 ini, maka perhatian orang mulai tertuju ke arah penelitian atom, dan melalui penjelasan teori kuantum inilah manusia mampu mengenali atom dengan baik. Sebagai konsekwensi atas beralihnya bidang kajian dalam fisika ini, maka muncullah beberapa disipilin ilmu spesialis seperti fisika nuklir dan fisika zat padat. Fisika nuklir yang

perkembangannya cukup kontraversial kini menawarkan berbagai macam aplikasi praktis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Energi nuklir misalnya, saat ini telah mensuplai sekitar 17 % kebutuan energi listrik dunia. Sedang perkembangan dalam fisika zat pada telah mengantarkan ke arah revolusi dalam bidang mikro elektronika, dan kini sedang menuju ke arah nano elektronika. Cairan Kuantum Setelah berumur hampir seabad, teori kuantum masih tetap mendapatkan perhatian yang sangat besar di kalangan fisikawan. Hal ini terbukti dengan dimenagkannya hadiah Nobel bidang fisikat untuk tahun 1998 ini oleh tiga kampium fisika kuantum akhir abad 20. Komite Nobel Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pada tanggal 13 Oktober 1998 mengumunkan Prof. Robert B. Laughlin (universitas Stanford, California), Prof. Daniel C. Tsui (Universitas Princeton) dan Prof. Horst L. Stoemer (fisikawan berkebangsaan Jerman yang bekerja di Universitas Columbia, New York dan sebagai peneliti di Bell Labs, New Yersey) sebagai nobelis fisika tahun 1998. Pada tahun 1982, Horst L. Stoemer dan Daniel C. Tsui melakukan eksperimen dasar menggunakan medan magnet sangat kuat pada temperatur rendah berupa superkonduktor yang didinginkan helium cair. Para nobelis fisika itu berjasa dalam penemuan mekanisme aksi elektron dalam medan magnet kuat sehingga membentuk partikel-partikel elementer baru yang bermuatan mirip elektron. Pada tahun yang bersamaan, Robert B. Laughlin juga menginformasikan fenomena serupa. Melalui analisa fisika teori, mereka berhasil menunjukkan bahwa elektron-elektron dalam medan magnet sangat kuat dapat berkondensasi membentuk semacam cairan sehingga melahirkan apa yang disebut sebagai cairan kuantum. Hasil yang diperoleh ketiga fisikawan tadi sangat penting artinya bagi para peneliti dalam memahami struktur suatu materi, termasuk pembuatan aneka perangkat superkonduktor. Temuan itu juga merupakan terobosan dalam pengembangan teori dan eksperimen fisika kuantum serta pengembangan konsep-konsep baru dalam beberapa cabang fisika moderen. Para nobelis fisika sama-sama mempunyai latar belakang riset dalam pengembangan fisika kuantum yang mempunyai peran penting bagi kemajuan riset pengembangan perangkat fotonik. Temuan para nobelis fisika tahun 1998 ini telah memungkinkan efek kuantum menjadi mudah diamati. Fenomena Efek Hall (Hall effect) dalam fisika yang pertama kali dilaporkan oleh Edwin H. Hall pada tahun 1879 dan sangat menakjubkan itu, kini seakan-akan dapat diamati oleh para fisikawan di manapun. Komputer Fotonik Kiprah mekanika kuantum di masa-masa mendatang barang kali masih akan tetap diperhitungkan. Misteri lain yang mungkin lebih besar barangkali masih tersimpan dalam teori kuantum itu. Paling tidak para ilmuwan berharap, dengan mengendarai kuantum mereka akan sampai pada tujuan mewujudkan impian berupa hadirnya perangkat fotonik serta gagasan pembuatan komputer fotonik (komputer kuantum) yang akan mencerahkan kehidupan manusia di awal milenium ketiga ini. Arun N. Netravali, ilmuwan berdarah India yang menjabat Vice President Research Lucent Technology dan Direktur Bell Labs di AS, telah melakukan terobosan dalam proses pembuatan prosesor fotonik, sehingga beliau pada tahun 1998 menerima penghargaan tertinggi dari perusahaan elektronik NEC, Jepang. Basis dari perangkat fotonik ini bukan lagi pada teknologi silikon seperti yang saat ini banyak diaplikasikan, melainkan mulai bergerak menuju teknologi foton yang memanfaatkan cahaya.

Para ilmuwan sebetulnya sudah sejak lama berusaha mencari alternatif lain dalam mengembangkan komputer elektronik. Mereka umumnya melirik jalam untuk beralih dari komputer elektronik ke komputer fotonik. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer fotonik ini jika kelak benar-benar bisa diwujudkan, yaitu : • • • Pada komputer elektronik sinyal dibawa oleh berkas elektron, sedang pada komputer fotonik sinyal itu dibawa oleh foton (gelombang elektromagnetik) dalam bentuk cahaya tampak. Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, komputer fotonik akan bekerja jauh lebih cepat dibandingkan komputer elektronik yang saat ini beredar. Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahayacahaya itu berasal dari satu sumber. Di samping itu, cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron pada komputer elektronik. Pada komputer elektronik data disimpan dalam medium dua dimensi seperti pita magnetik dan yang lainnya, sedang pada komputer fotonik data dapat disimpan secara tiga dimensi dalam medium yang ketebalannya berorde mikro meter. Jadi satu penyimpan fotonik bisa memiliki kapasitas yang setara dengan ribuan penyimpan elektronik.

Kini para ilmuwan telah berhasil menghadirkan sumber cahaya dalam bentuk laser semikonduktor dan LED (Light Emitting Diode) yang dapat dipakai sebagai sumber pembawa sinyal pada komputer fotonik. Teknologi serat optis pun sudah berkembang sedemikian rupa sehingga siap mendukung tampilnya perangkat fotonik. Riset menuju terwujudnya komputer fotonik berkembang sangat pesat dan telah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan. Tidak mustahil jika komputer fotonik ini akan segera hadir di hadapan kita dan ikut meramaikan unjuk kecanggihan teknologi moderen di awal milenium tiga ini. Sumber : Elektro Indonesia no. 31/VI (Mei 2000)

Iklim, Cuaca dan Perubahannya
Posted on Oktober 15, 2006 by bumiindonesia| 3 Komentar

http://bumiindonesia.wordpress.com/2006/10/15/iklim-cuaca-dan-perubahannya/ Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.

Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).

Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.

Perubahan Cuaca dan Iklim

KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.

Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia. Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia. Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari. Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah. Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa. Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992. Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu. Perhitungan munculnya El Nino

Tetapi. Sehingga . Semula di Samudera Hindia dingin dan Samudera Pasifik akan hangat hingga awal bulan Juni. Kajian dalam bahasan ini merupakan kajian terbatas yang tentunya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menuju kajian yang komprehensif atau dapat dipercaya. maka kondisi gejala alam El Nino peluang untuk muncul kecil pada tahun 2001 atau 2002 mendatang. Berdasarkan pengalaman tersebut dan menilik kondisi cuaca dan iklim yang akan berlangsung hingga tahun 2010. ternyata hal itu tidak berkembang. untuk sementara dapat dilihat belum adanya peningkatan jumlah bintik Matahari atau ledakan. Namun. secara keseluruhan cuaca dan iklim untuk periode 1982-1990 cukup baik sehingga usaha swasembada pangan nasional saat itu berhasil dan Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Samudera Pasifik mendingin sedang Samudera Hindia menaik. Dari hasil peningkatan kegiatan Matahari yang muncul dan memuncak pada masing-masing dasawarsa itu menunjukkan adanya peningkatan yang lebih intensif dibandingkan kejadian periode sebelumnya. Karena hingga pertengahan tahun 2001 berubah. Selain itu swasembada pangan nasional yang diupayakan Pemerintah Indonesia hancur oleh kondisi alam yaitu cuaca dan iklim yang tidak menentu hingga tahun 2000 atau mungkin sampai saat ini. Selanjutnya tahun 1987 muncul lagi kegiatan El Nino. kondisi dasa warsa berikutnya dengan peningkatan kegiatan Matahari yang lebih intensif dengan puncak ganda untuk bintik Matahari dan jumlah ledakannya memberi indikasi peningkatan radiasi yang intensif dan berdampak kegiatan El Nino yang cukup panjang 1991-1994 dan muncul gejala alam El Nino kuat dengan kurun waktu yang singkat tahun 1991/1998 yang dinyatakan sebagai bencana yang dahsyat di Indonesia dan seluruh dunia. Pendapat ini didukung pula oleh kondisi perairan global. Hal ini berarti untuk kurun watu sembilan tahun mendatang peluang munculnya kondisi cuaca yang ekstrem seperti yang berlangsung dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir menjadi tanda tanya atau bahkan bisa dikatakan kecil peluang terjadi peningkatan kondisi cuaca dan iklim yang bervariasai atau berubah untuk kurun waktu musiman hingga tahunan. Hindia dan munculnya indikasi gejala alam La nina intensitas ringan kembali giat.Yang cukup mencolok dan perlu menjadi perhatian kita adalah perkembangan kondisi dalam dua dasa warsa terakhir. Bukti kenaikan suhu muka laut ini terlihat dari peningkatan curah hujan di beberapa kawasan di Indonesia pada bulan Mei hingga awal Juni 2001. Patut pula dicatat bahwa deposit batu bara di lahan gambut membara untuk yang pertama kali di tahun 1991 yang kemudian berulang hingga awal tahun 1998. dalam hal ini perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. perkebunan dan kehutanan khususnya dari ancaman kekeringan yang mungkin muncul di tahun 2001. Dampak peningkatan tersebut menghasilkan kegiatan El Nino yang kuat untuk pertama kali pada periode 1982 dengan dampak kekeringan dan kebakaran yang meluas di Kalimantan. Adanya perkembangan curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini yang seharusnya memasuki musim kemarau merupakan peristiwa alam akibat kenaikan suhu muka laut S. Dengan indikasi alam ini akan dapat membantu tentang kekhawatiran beberapa kalangan khususnya kalangan pertanian. malah berkebalikan.

tetapi kalau dipikir serius juga boleh. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Pertama) Oleh Soerjadi Wh. dalam musim kemarau tahun 2001 yang menyatakan normal merupakan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. Para ilmuwan cuaca umumnya mempelajari cuaca dari teoriteori fisika dan matematika dengan percobaan-percobaan laboratorium kecil kemudian mengujinya dengan data pengamatan. Teori dan praktek. Tulisan dibuat dalam bagian – bagian yang banyaknya belum pasti.prakiraan BMG. Nah kalau demikian. Ceritanya tentang kejadian-kejadian cuaca dan iklim.blogspot.html Kamis. Tulisan ini dibuat hanya untuk pengisi waktu ketimbang nganggur. Sebaliknya para praktisi cuaca melihat dulu kejadian-kejadian yang ada kemudian menanyakan mengapa begitu. bila pemikiran teori dan pengamatan praktek tersebut . Isinya sembarangan untuk dibaca dengan santai saja. http://pustakacuaca.com/2010/12/oleh-soerjadi-wh. Minggu 5 Desember 2004 ------------- Mukadimah.

Buys Ballot itu orang pertama yang ditunjuk oleh Kongres Internasional Meteorologi pada tanggal 16 September 1873 di Wina sebagai Presiden Komite untuk menyiapkan Organisasi Meteorologi Internasional. Dahulu. dan dikenal dengan hukum Buys Ballot.dst. dia sendiri tidak bisa menghitung secara numeric. pusaran. gelombang atmosfer. sedangkan di belahan bumi selatan dibelokkan berlawanan dengan putaran jarum jam. Hukum Buys Ballot. bahwa angin dari daerah tekanan tinggi di belahan bumi utara menuju ke daerah khatulistiwa dibelokkan searah jarum jam. massa udara. Peredaran atmosfer. Tetapi karena rumus matematikanya rumit. Pelajaran ilmu bumi tersebut menunjukkan bahwa dahulu orang mempelajari cuaca dari peredaran atmosfer yang dipelopori oleh Hadley (1875). Kemudian dari peredaran tersebut digambarkan bahwa atmosfer berkelompok-kelompok membentuk massa udara. Teori gelombang sampai sekarang terus berkembang. dan diketemukan bahwa di kawasan luartropik gelombangnya jenis longitudinal yang dikenal dengan gelombang Rossby. sebaiknya istilah putaran jarum jam diganti saja dengan dibelahan bumi utara dibelokkan menganan dan di belahan bumi selatan dibelokkan mengiri apabila kita menghadap ke arah khatulistiwa. Tetapi ini barangkali. Gelombang-gelombang tersebut saling beriteraksi dan menghasilkan berbagai fenomena. Dengan teori tersebut sampai-sampai dikenali istilah Intertropical Front (ITF). dan di kawasan tropik banyak gelombang jenis transversal yang dikenal dengan gelombang gravitas atau gelombang Kelvin. sekitar tahun 1950-an. siklontropik. Dalam bukunya " Weather Prediction by Numerical Process " Richardson ( 10 Oktober 1921) menulis : The investigation grew up out of a study of finite differences and ……………. waktu itu namanya Sekolah Rakyat (SR). . maka berkembanglah teori massa udara dan teori perenggan (front) seperti yang dikembangkan oleh Solberg dan J. Interaksi gelombang atmosfer. Bjerknes dari Norwegia pada akhir abad ke-19. diajari ilmu bumi didalamnya termasuk angin pasat yang arahnya dikemukakan oleh Buys Ballot. Karena sekarang sudah banyak jam digital yang tidak menggunakan jarum penunjuk.disatukan hasilnya akan bagus. Baru kemudian setelah teknologi komputer diketemukan teori tersebut baru dapat dibuktikan. saya di SD. Kemudian dengan menggunakan teori fisika dan matematika dihipotesakan bahwa gerakan atmosfer dalam bentuk gelombang seperti yang dikemukakan pertama kali oleh Rossby pada tahun 1939. misalnya siklon.

Perbedaan sinaran siang dan malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. Biarlah. antara lain aspek fisika. variasi intra musiman (intraseasonal variation). variasi antartahunan (interannual variation). Dari segi cuaca kawasan Indonesia memang rumit. Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. tekanan.badaiguntur dan lain-lain lagi. Bagaimana dari aspek dana ? Faktor geografi. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. Sistem cuaca Indonesia. aspek geografi. Oleh karena itu studi tentang cuaca di Indonesia memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. Antar system peredaran saling berinteraksi menghasilkan system cuaca dalam berbagai skala. sehingga seolah-olah cuaca identik dengan hujan. aspek struktur dan orientasi kepulauan. Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. dst. dari variasi harian (diurnal variation). disamping kondisi kepulauannya. topografi dan orografi. Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. variasi tahunan (annual variation). terutama pada suhu. data cuaca juga sangat kurang ( habis Pemerintah nggak kuat membiayai ). maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. misalnya dengan laut. Sinaran matahari yang terus-menerus dan berbeda siang dan malam membentuk ciri dasar cuaca Indonesia. variasi musiman (seasonal variation). orientasi pulau. padi puso karena tidak ada hujan. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. Musim. Di Indonesia pembicaraan tentang cuaca hampir selalu menyebut “hujan”. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. aspek topografi-orografi. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum . Kini malahan berkembang dipelajari interaksinya dengan lingkungan atmosfer. Banjir karena hujan. angin. sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. permukaan bumi. mulai dari skala besar sampai skala kecil. struktur kepulauan. meskipun jangan dibiasakan. dan kelembapan. dan factor lingkungan di sekitar Indonesia masing-masing ternyata mempunyai peran banyak dalam pembentukkan system peredaran udara. memang hujan sangat dirasakan ulahnya bagi kehidupan di Indonesia. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung.

Oleh karena itu perubahan dari kebiasaan harian dapat digunakan untuk mengidentifikasi sistem yang lebih besar. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Kapan nih ada hujan. misalnya di Jakarta bila hujan terjadi pada menjelang pagi pertanda adanya monsun barat. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. kapan nih berhentinye” sering kita dengar pada waktu musim hujan. Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. buktinya dari dulu tentang . di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. “ kok tiap hari hujan terus. Awal musim. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. Memang manusia serba susah. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. Manton dan J. Namun demikian variasi harian tersebut berubah karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. Sebaliknya. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Begitulah orang banyak membicarkan pada waktu musim kemarau. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret.L. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. misalnya monsun. sumur gue ude sat. Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. Tetapi para ilmuwan dan para ahli cuaca tidak mengabaikan pembicaraan orang tersebut. Oleh karena itu di Indonesia dikenal musim hujan dan musim kemarau. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September.dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan.J. maunya yang enak aja. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau. Bali. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat dan angin timur. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso.

Wilayah hujan. memang menurut data pengamatan yang diperoleh menunjukkan demikian. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. Mengapa begitu ya ? Rupanya antara angin dan awan ada sikap saling harga menghargai. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempat-tempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. Tetapi itu didasarkan data yang dipunyai waktu itu. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. De Boer (1948) menandai awal musim hujan dengan jumlah curah hujan dasarian. Juga dikatakan bahwa variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Kata banyak orang. Dengan menggunakan data curah hujan. Minoru Tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awal musim hujan. sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu (sampai 30 hari) awan daripada angin. Tetapi sayangnya criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan tidak selalu berkaitan dengan musim angin barat. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan.awal musim sudah banyak dipelajari bahkan sampai sekarang masih belum tuntas. hanya saja kadar pengurangannya berbeda-beda di setiap tempat. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. Mereka mengatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat telah mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. sekarang rupanya lebih banyak lagi kalau .

dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. dan lembang tropik (tropical depression). termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. bersamaan dengan musim barat di Australia. Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge).. (b) Daerah sekitar lutan India. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. Sulawewsi. dan Jawa Timur. Orang mengatakan fenomena-fenomena tersebut sebagai cuaca . Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari). (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. Kalimantan Barat dan Selatan. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya. (c) Daerah kalimantan Tengah. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. pusaran (vortice). Jawa barat bagian utara. Jawa Barat bagian barat-daya. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ).mau dibedakan lebih rinci. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. Jawa Tengah. (c) Kalimantan bagian timur. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). Fenomena regional. Dengan mengutip tulisan Eguchi (1988) mengemukakan bahwa Eguchi dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya).

Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan dan disebut “seruak monsun (monsoon surge)”.gangguan kawasan tropik Indonesia. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. 1982). dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. khususnya di sekitar laut Cina Selatan. dan selanjutnya bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. Hal tersebut karena aliran berubah menjadi siklonal setelah melintasi khatulistiwa. Alir lintas khatulistiwa. sering terdapat angin yang seragam arahnya.R. Dalam keadaan demikian dikatakan teredapat alir lintas khatulistiwa. Gray 1981). Wirjohamidjojo S (1980). Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980. Ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. baik dalam periode musim monsun panas maupun . dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. di atas daerah khatulistiwa. Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Cina Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. dan William m. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang serupa. Pusaran. serta bertambahnya kecepatan angin. Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). Observatorium Meteorologi Hongkong. Seruak dingin.

sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulkistiwa lautan India. Bila pusaran terjadi dalam musim monsun dingin.dalam musim monsun dingin Asia. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Gb. Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. Pusaran di laut Cina Selatan yang sering timbul selama periode mondingin Asia merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. . dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas atau kuatnya monsun dingin Australia. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. keberadaannya menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Pusaran di lautan India (sebelah barat Sumatra) dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. Pusaran dalam bentuk siklontropik.

Bride J. yang kemudian disebut garis geser angin (shear line). Garis geser angin kadang-kadang hanya satu. 1987). khusunya di Indonesia. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. Bila kita sering menganalisis medan angin di sekitar khatulistiwa. Contohnya lembang tropis di Australia Utara sebagai salah satu komponen penting dari monsun Australia.L. Lembang tropis (tropical depression). Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. diharapkan mengenalinya dengan seksama. mendekati khatulistiwa angin tenggara dan atau angin timurlaut berbelok kearah timur sebelum melewati atau sesudah melewati khatulistiwa. karena daerah PPAT merupakan tempat banyak hujan. terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. mungkin takut karena penduduk Indonesia terlalu banyak. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan Desember sampai Maret (Mc. Garis geser angin tersebut sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. termasuk juga di kawasan Indonesia. Dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. Namun demikian keberadaannya di sekitar Indonesia mempunyai dampak kepada cuaca di Indonesia. Belokan-belokan tersebut terdapat dalam suatu garis. Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator . dan kadang-kadang ada dua. Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Palung khatulistiwa atau palung dekat khatulistiwa (Near Equatorial Trough). Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. Siapa yang tidak kenal PPAT ? Bagi para peminat cuaca.Gb. Di Indonesia memang tidak pernah dilanda siklontropik karena siklontropik tidak mau masuk wilayah Indonesia.

atau perenggan antartropik. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:10 Kamis. Namun demikian pergeseran tahunan tersebut juga tidak sama di setiap tempat. Jumat 10 Desember 2004. atau diskontinuitas antartropik. Dengan demikian ekuator meteorologi membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. atau perenggan monsun. Ekuator meteorologi dikenal dengan nama “pias pumpun antartropik. dan perenggan monsun kurang popular karena sifat diskontinuitas dan sifat perenggan seperti yang terdapat di kawasan lintang tengah tidak tampak jelas. melainkan bergeser secara tahunan ke utara dan ke selatan mengikut gerak matahari. Ini bukan nama pulau Sumatra. Posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. Selain itu gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. tetapi nama fenomena cuaca usikan (disturbance) yang berupa garis gebos (squall line) yang sering terjadi di selat . Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. atau palung monsun”. pada suatu saat bergerak ke utara. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. demikian pula palung monsun tidak menunjukkan jelas perbedaan tekanan.meteorologi”. perenggan antartropik. Hal tersebut karena tekanan tinggi subtropik selatan di kawasan tersebut lebih mantap. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. Diskontinuitas antartropik. Di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. Dari berbagai nama tersebut yang lebih sesuai adalah pias pumpun antartropik. Sumatra.. Jakarta. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Kedua) Oleh Soerjadi Wh.

vertical motion and divergence ? What controls their intensity and movement ? What are their relations with larger-scale wind and pressure patterns ? What are the budgets of mass. Oleh karena itu daerah angin barat banyak golakan. Fenomena (sumatra) tersebut berbentuk barisan awan tebal dan badaiguntur yang memanjang membentang dari arah barat. kunjungilah dalam bulan tersebut atau tanya orang-orang Medan. Nah bila ingin berkenalan. 155. Kejadian tersebut sering dijumpai dalam bulan Januari. Logikanya memang ada. Imbas berupa hujan pagi tersebut juga sering dirasakan di Medan. Tetapi karena bumi yang berputar ke arah timur lebih kencang tidak mau menerima sehingga terjadi gesekan dan kelebihannya diberikan kepada udara dalam arah ke atas.Malaka antara pulau Sumatra dan semenanjung Malaysia.A. Orang memang menyebutnya “sumatra”. bahwa angin barat mempunyai kelebihan momentum. atau sebaliknya nama pulau Sumatra diambil dari fenomena “sumatra” tersebut ? Saya belum tahu. 62 . sehingga di Indonesia banyak yang mengatakan bahwa musim barat adalah musim hujan. merupakan salah satu bentuk awan yang bukan karena golakan (convection) melainkan terbentuk karena proses lataan (advection) dan percampuran dari massa udara dari laut Cina Selatan yang dingin dan massa udara dari teluk Benggala yang agak panas . Alaka dalam Technical Note no.Februari semasa angin timurlaut dari monsun Asia musim dingin banyak terjadi di daerah tersebut. TP 75 (Problems of Tropical Meteorology) untuk kita carikan jawabannya. Apakah hal demikian benar ? Flohn (1957) juga sudah mengidentifikasi bahwa dalam daerah sekitar khatulistiwa antara 10 °LU dan 10 °LS daerah dengan angin barat lebih banyak hujannya dibandingkan dengan daerah yang banyak angin timuran. . WMO – No. energy and moisture ? Angin barat. pressure. kelebihan tersebut maunya sih diberikan kepada bumi. Apakah nama tersebut diambil dari nama pulau Sumatra. Barangkali memang masih relevan bila kita tengok lagi pertanyaan M. Sementara orang mengatakan bahwa angin barat membawa hujan. dan banyak membawa hujan. Pertanyaan tersebut antara lain : • • • • • What is the origin of these disturbance ? What are the typical fields of wind. Terjadinya pada malam menjelang pagi hari. maka timbullah golakan.

b. Menurut Wheeler M. Apakah fenomena seperti itu terlihat di Indonesia ? Fenomena tersebut dipelajari dalam skala sinoptik.D. karena kita pasti tidak dapat dengan jelas membedakan adanya dua atau lebih massa udara yang berbeda seperti di lintang tengah. angin. 1996). pp 374” mengatakan bahwa : a. Kaladis G (… ) dalam makalahnya “Analysis of Cloud Tempertaure in the Wave Number Frequency Domain. Sistem cuaca usikan (disturbance). sedang di Sumatra Barat perbedaan tersebut kecil. Large parts of synoptic varability in the tropics is due to propagating disturbances moving parallel to the equator. Di Jawa Timur dan daerah lebih ketimur perbedaan tersebut lebih nyata. Variabilitas. 2. 56. once generated. c. Journal of Atm. bersamaan dengan seruak monsun (monsoon surge) dan gerakan perenggan di lintang tengah utara. dalam bentuk perenggan (front).Massa udara. are inherently more prdictible than weather variations that predicted by red-noise background. N. Namun demikian dalam skala yang lebih kecil dalam musim monsun dingin Asia mungkin hanya terdapat jelas di Indonesia bagian tengah ( 100 – 120 BT). Tetapi kalau tidak diperhatikan. Madden Julian eastward wave number 1. suhu. dan tampak di kawasan Indonesia. Di kawasan lintang tengah adanya massa udara dapat mudah dikenali dengan adanya bidang diskontinuitas tekanan. d. It would seem likely that the convectively coupled equatorial waves. The search for any equatorial wave mode is dependent on the identification of “ridge” in the contours. 3 centered of about 48 days OLRS. . Kategori Musiman Variasi Osilasi 10-12 Skala waktu 10 – 12 Keterangan Osilasi TTO (ten to twelve . misalnya pada waktu musim kemarau beda suhu maksimum dan suhu minimum lebih besar dibandingkan musim hujan. Sciences. sistem cuaca kawasan tropik memberikan banyak jenis fluktuasi seperti dalam table berikut ( Yamanaka M. Dalam musim monsun Panas Asia terlihat di Sumatra bagian utara dan barat sampai jawa Barat bagian selatan bersamaan dengan pusaran atau palung di lautan India di sebelah barat Sumatra. Vol. Menurut Yamanaka. sering kita merasakan adanya perbedaan kadar udara. Berbicara tentang massa udara di Indonesia memang merepotkan. Kalau begitu udara di Sumatra Barat tentu berbeda dengan udara di Nusa Tenggara. kelembapan.

Di dekat stratopause dengan kecepatan besar ke arah timur. Juga sebagai komponen osilasi troposfer selatan dan peredaran monsun. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang 4 – 5. QBO (Quasi Binary 0. Di troposfer. Di dekat tropopause . Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang k antara 1 dan 2. dan dipandang sebagai pasangan laut-atmosfer yang mandiri.5 th Oscillation) 30-60 AO (Annual hari Oscillation) ISO (Interseasonal Oscillation) Gangguan Super cloud 10-20 yang Gelombang Kelvin hari gerakannya Gelobang Kelvin 20 hari ke timur Gelombang Kelvin 10-20 MRG (Mixed Rossby hari Gravity wave) 5 hari 4-5 hari Gangguan Cloud cluster yang Gelombang dua hari 4 hari 2 hari oscillation) sering dikaitkan dengan daur bintik matahari. Di dekat tropopause. terpusat di Pasifik Barat. AO tropopause dan mesopause dipengaruhi / ditimbulkan oleh interaksi aliran (monsun). Dipaandang sebagai rezim golakan dalam dari ISO yang gerakannya ke timur. tetapi asalnya belum diketahui dengan pasti. Gelombang Kelvin dengan panjang gelombang zonal 2000-4000 km. Osilasi troposferik yang dominan dalam kaitannya dengan iklim global.dan antar tahun tahunan (TTO) th ENSO (ElNino 4 th Southern Oscillation) 2 th. Dipandang sebagai hasil dari CSIK (Convective Stability of Secondary Kind). Dominan di kawasan khatulistiwa. Moda osilasi yang dominan di stratosfer ekuator bawah. . Gelombang Kelvin dengan bilangan gelombang zonal = 1.

Skala planet. 22 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Ketiga) Monsun Oleh Soerjadi Wh.. MONSUN Wajib. Mengapa diulangi ? Menyebut monsun hukumnya “wajib” bagi semua pemeluk agama cuaca Indonesia. didorong oleh kondisi atmosfer takmanta. 1 hari 1 hari Jadi bila hujan dipandang sebagai salah satu hasil dari berbagai gerak atmosfer dengan berbagai variabilitas tersebut ya memang sangat rumit. --------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:50 Rabu. 0. Karena kalau berbicara cuaca di Indonesia tanpa mengenang monsun rasanya sangat hambar. . Dihasilkan dari mekanisme CISK. Dalam bagian pertama dan kedua monsun telah saya sebutkan meskipun hanya dalam garis besarnya saja.gerakannya Pasang surut ke barat Angin darat-angin laut Variasi yang lebih pendek Pasang surut semi harian Awan Cb berbentuk gelombang gravitas inersia atau siklontropis. Dihasilkan dari mekanisme CISK.5 hari Skala planet. Oleh karena itu data yang digunakan harus sesuai dengan variabilitas yang diperhatikan. apalagi hujan harian. Dalam bagian ketiga ini saya ulangi lagi dan kita bicarakan lebih banyak. Skala meso. 1 jam Angin laut-angin darat sampai jarak 10 km.

but it has been extended to similar winds in other parts of the world. Asmerican Meteoorological Soiciety. northern Australia. Kao dkk. Texas and the western coasts of the United States and Chile. a season). Khromov (1957). kata monsun (yang dalam bahasa Inggris ditulis “monsoon” ) digunakan sebagai kata istilah untuk nama dari angin dan fenomena-fenomena terkait yang setiap setengah tahun bergantian. . dan lebih rendah dalam musim panas.1980 menyebutkan bahwa monsun adalah : “A name for seasonal winds (derived from Arabic mousim. to the rains which it brings. maka istilah monsun tersebut juga diberlakukan di kawasan lain. The primary cause is the much greater annual variation of temperature over large land areas compared with neighboring ocean sutface. The monsoons are strongest on the southern and eastern sides of Asia. dan banyak yang mendefinisikannya dengan berbagai criteria. by extension. Dari pengertian tersebut maka monsun tidak terdapat di setiap daerah melainkan hanya di kawasan tertentu di kawasan tropik yang kondisinya memenuhi syarat. It was first applied to the winds over Arabian sea.Monsun. In India the term is popularly applied chiefly to the southwest monsoon and. Tetapi kini dalam kalangan meteorology. Monsun sudah lama dikenal. Even in Europe the prevailing west to northwest winds of summer have been called the “European monsoon” . Africa except the Mediteranean. Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa mausam semula digunakan untuk menamai angin di laut Arab yang dalam setahun bertiup bergantian arah. Shick (1953. but monsoons also occur on the voasts of tropical regions wherever the planetary circulation is not strong enough to inhibit them. which blow for six months from northeast and six months from southwest. Dalam buku Glossary of Meteorology. causing an excess of pressure over the continents in winter and deficit in summer. They have been described in Spain. the largest land mass. Dari pandangan bahwa monsun hanya fenomena bergantinya arah angin saja dalam musim panas dan dalam musim dingin. seperti yang dikemukakan oleh Hann (1908). Bergantinya tiupan angin tersebut berkaitan dengan perbedaan panas yang terdapat di laut dan di daratan luas sehingga timbul beda tekanan udara dengan di darat lebih tinggi dalam musim dingin. but other factors such as the relief features of the land have considerable effect. setengah tahun dari arah timur-laut dan setengah tahun lainnya dari arah tenggara. (1962).

Australia Utara. Ramage (1971) mengemukakan bahwa daerah monsun ditandai dengan (a) arah angin utama berubah sekurang-kurangnya 120 derajat dari bulan januari dan Juli. sedangkan musim (yang dalam bahasa Inggris ditulis “season”) bukan istilah melainkan kata yang mempunyai arti selang waktu yang selama itu terdapat keadaan yang sangat sering terjadi. dan Afrika. Dengan demikian maka selain daerah yang telah disebutkan. dan monsun Australia. Selain dengan criteria yang dikemukakan Ramage. monsun Afrika (Afrika Selatan. musim mangga. Afrika Timur). Bila definisinya seperti yang telah disebutkan. kini daerah monsun juga didefinisikan dengan menggunakan kiteria posisi Pias Pumpun Antartropik (PPAT).misalnya di Eropa yang disebut “monsun Eropa”. adalah waktu yang selama itu suhu udara selalu rendah. maka Indonesia tentunya juga mempunyai monsun. dan Atlantik barat (tentang PPAT tersebut dibahas lebih rinci dalam bagian keempat). (b) rata-rata keseringan angin utama dalam bulan Januari dan Juli lebih dari 40%. Asia Timur. adalah waktu yang selama itu banyak terjadi hujan. rata-rata resultan angin dalam sebulan lebih dari 3m/detik. dll. Kalau di India ada monsun baratdaya (southwest monsoon) dan monsun timur laut (northeast monsoon). musim hujan. Pias Pumpun Antartropik adalah lajur perbatasan antara daerah Antisiklonal Utara dan Antisiklonal Selatan (Intertropical Covergence Zone = ITCZ). Misalnya musim dingin. di Indonesia dikenal monsun barat dan . termasuk daerah Pasifik timur. Jadi sama penggunaannya untuk misalnya musim duren yang mempunyai arti pada waktu itu banyak buah duren. Afrika Barat. Asia Tenggara). yang masingmasing dikenal dengan monsun Asia ( Asia Selatan. musim penyakit. monsun Australia Utara. (c) sekurang-kurannya sebulan. Digunakannya PPAT sebagai criteria daerah monsun karena daerah yang dilewati PPAT selalu mengalami perubahan arah angin yang memenuhi criteria Ramage tersebut. Amerika selatan. (d) sekurang-kurangnya satu siklon-antisiklon terjadi bergantian di daerah 5 derajat lintang dan bujur. maka daerah monsun lebih umum terletak di kawasan antara tempat PPAT paling utara (dalam bulan Juli) dan tempat PPAT paling selatan (dalam bulan Januari). yang paling jelas adalah di Asia. Dengan kriteria yang dikemukakan Ramage tersebut maka daerah antara 35 oLU dan 25 oLS serta antara 30 oBT dan 170 oBT adalah yang memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai kawasan monsun. Dari banyak daerah monsun.

the more chaostic mid-latitude westerly zone through the seasonal cycle. . and receiving renewed boundary conditions from. .In this process. as a substance by which climatic informations are transferred. Tetsuzo yasunari (Role of Monsoon on Global Climate) dalam the Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia.Monsoon system has a great role on the global climate system as a modulator of interannual variability of the system.Monsoon system is subjected to the anomalous mid-latitude westerly regimes by means of land surface processes (snow cover.) over Eurasian continent. based upon the memory (heat storage) of the tropical Pacific Ocean.Monsoon system seems to have a principal mode of biennial oscillation. . . soil moisture etc. by transmitting renewed initial conditions to.Strongly suggest that the axisting monsoon and the ENSO shoud be understood as a coupled ocean/land/atmosphere system over Eurasian continent through the Pacific. Dalam The Third International Symposium on Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia di Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) juga. sudah banyak yang diketahui sifatsifat fisis monsun. Dalam tulisan ini saya gunakan istilah monsunal Indonesia yakni sifat-sifat serupa monsun.Monsoon system transmits climatic signals from the tropics (lower latitude) to extratropics by means of the Rossby wave propagations forced by anomalous heating in the tropics. . meskipun juga masih banyak lagi yang perlu digali. fundamentally forced and maintained by the moist processes. and that it has a dominant role on the global climate system and its variability.The Asian/Australian monsoon system is a typical manifestation of the coupled ocean-land-atmosphere interaction between the largest continent and the largest ocean on the earth. Sejak MONEX tahun 1978/79 diselenggarakan.monsun timur meskipun ada sebagian daerah di kawasan Indonesia bagian barat yang mearasakan adanya monsun baratdaya dan monsun timurlaut. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) menyebutkan antara lain.Monsoon system may be considered as a heat engine using water as a fuel. the water with its three states act as an energy source of the system and. . Akimasa Sumi mengemukakan bahwa :: . bahwa : . .

edited by Sir James Lighthill & Prof. has a strong influence on fixing the location of the convection. Oleh karena itu untuk membicarakan lebih lanjut tentang sifat monsunal Indonesia lebih dahulu kita simak sejenak sifat-sifat monsun di sekitar Indonesia tersebut. Ketiganya saling berinteraksi membentuk sistem monsunal Indonesia. Lain lagi. b) a zonal-average meridional wind index at equator to monitor interhemispheric exchange. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin timurlaut (musim timurlaut). . Dari apa yang telah mereka kemukakan tersebut dapat kita fahami bahwa monsun mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan sistem cuaca dalam berbagai skala. J. monsun Asia Tenggara.. Press. baik skala kecil maupun skala besar. c) a zonal-average meridional wind index at some intermediate latitude to monitor the interaction between the tropics and higher latitude. Monsun di sekitar Indonesia.T. tetapi terletak dalam daerah kekuasaan monsun. Kawasan Indonesia memang bukan sumber monsun. d) zonal wind indices at the equator for selected longitude bands to monitor the eastwest or Walker circulations.Monsoon is a dominant phenomena which exist in the tropics. sehingga musim barat diidentikkan dengan musim hujan. dan monsun Australia. pada waktu Asia musim dingin di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin barat (musim barat). Sadler and J. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin baratdaya (musim baratdaya). a. Lim dalam bukunya (Monsoon Dynamics. 1977). which results in the monsoon phenomena. menuliskan tentang berbagai indeks untuk mengidentifikasi monsun. Di India. monsun yang populer adalah monsun barat daya (southwest monsoon) atau monsun dalam musim panas Asia .Land-Ocean contrast in the tropics. Cambridge Univ. pada waktu Asia musim panas.C.Pearce. antara lain : a) a cross-equatorial meridional wind index for selected longitudinal bands to monitor an outflow branch of summer monsoon area. monsun Asia Selatan (monsun India). sebaliknya musim timur disertai dengan sedikit hujan dan diidentikkan dengan musim kemarau. yakni monsun Asia Selatan. Misalnya.P. R. di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin timur–tenggara (musim timur). This index should also be maintained for subzones to monitor the preferred areas of strong interaction. Musim barat umumnya disertai dengan banyak hujan.

sedangkan dalam bulan Nopember sampai April palung tersebut berpisah dengan ITCZ karena letak ITCZ jauh ke selatan khatulistiwa. . 1) Klimatologi : · Dari peta sinoptik harian diatas India terdapat palung tekanan rendah di troposfer bawah yang dikenal dengan palung dekat katulistiwa (Near Equatorial Trough) atau palung khatulistiwa (Equatorial Trough). dengan simpangan 8.(summer monsoon) karena banyak memberi hujan dan variasinya besar. (iii) Datangnya ITCZ ditandai dengan : o Angin baratan (westerly) di sebelah selatan ITCZ dengan kecepatan sekitar 20 knot. Tetapi di ujung selatan semenanjung daratan India hujan masih ada meskipun bukan kaitannya dengan ITCZ melainkan berkaitan dengan palung khatulistiwa. dan antara 1 Juni sampai 1 Juli meliputi hampir seluruh India. (ii) Sering disertai dengan kilat dan guntur.2 hari · Surutnya monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ mulai bergerak ke selatan. selatan Miyanmar. · Awal monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ berada di tempat tersebut. Awal munculnya ITCZ digunakan sebagai criteria awal monsun dan juga digunakan sebagai awal dari musim hujan. Dalam bulan Oktober sampai Mei sulit dibedakan dengan ITCZ. kemudian berkurang selama monsun berlangsung. mulai dari utara dan sekitar tanggal 15 Oktober monsun timurlaut berakhir di semua tempat. o Terjadi hujan lebat dan badaiguntur. tebal lapisan angin baratan sampai 6 km dari permukaan laut. Dalam bulan Juni sampai September palung tekanan rendah tersebut sangat kuat dan berimpit dengan Intertropical Convergence Zone (ITCZ). berawal dari akhir bulan Agustus. (v) Monsun mencapai pantai barat India pada 30 Mei. · Menjelang datangnya monsun ( dalam bulan April-Mei) badaiguntur banyak terjadi di India. (iv) Pada pertengahan bulan Mei hujan monsun mulai di teluk Benggala. (vi) Rata-rata monsun mulai 30 Mei. (ii) ITCZ bergerak terus ke utara dan tidak kembali. Di sekitar palung merupakan daerah yang banyak hujan. Letak palung khatulistiwa bergeser ke utara dan ke selatan mengikut musim. dan Indo-China (Vietnam). kemudian terus bergerak ke utara. o Palung khatulistiwa berimpit dengan ITCZ.

(Sutclift dan Banon 1954. terdapat anomali positip angin baratan pada paras 500 hPa. · Model prediksi sudah banyak digunakan. melainkan berosilasi sekitar dua mingguan dan 30-50 harian. dikutip Asnani). ditandai dengan melemahnya angin baratan secara mendadak (cepat) pada troposfer. sebaliknya pada tahun awal monsun mundur. sebaliknya anomaly negatip menandai mudurnya awal monsun (Rai Sarcar dan Patil-1961. baik dinamik maupun statistik. · Monsun kuat ditandai dengan q tekanan rendah bahang (heat low) kuat di Asia tengah.(iii) Paling akhir monsun baratdaya mulai 18 Juni (1972). · Aktivitas monsun tidak terus menerus. · Awal monsun di Kerala ditandai dengan timbulnya angin timuran di Aden pada ketinggian 200 hPa lima sampai enambelas hari sebelumnya. q hujan banyak di pantai barat. · Monsum umumnya ditandai dengan angin baratdaya yang kuat di troposfer bawah dan angin timuran kuat (jet) di troposfer atas. · Monsun lemah ditandai dengan q banyak hujan di Bangladesh dan sering timbul lembangan (depression) di teluk Benggala. Lembangan di teluk Benggala umumnya timbul dalam bulan Juni sampai September dengan paling banyak terjadi di bulan Agustus. dikutip Asnani). 2) Indikasi aktivitas (monsun baratdaya). · Dalam tahun awal monsun maju peredaran atmosfer pada paras 50 hPa tidak banyak berbentuk sel-sel. Dalam menggunakan metode statistik curah hujan selama monsun dikorelasikan dengan banyak parameter. sebaliknya bila awal monsun maju. · Anomali positip suhu pada 300 hPa di India Utara dalam bulan Mei menandai majunya awal monsun. Ramaswamy 1965-dikutip Asnani). · Bila awal monsun normal atau mundur. · Juga ditunjukkan oleh Ramaswamy-1971 bahwa dalam tahun awal monsun mundur. seperti misalnya yang digunakan oleh Thapliyal (1991) dengan 7 parameter: 7 R = Co + S Ci X i i=1 .

sebaliknya bila southwest monsoon lemah. C6= 2.66. Kini dikembangkan lagi menjadi 16 parameter Note : Bila monsun panas (southwest monsoon India) kuat dan banyak hujan di pantai barat India. Berbeda dengan monsun di India.34. X3 = suhu minimum India Utara bulan Maret. · Monsun panas mulai melemah bulan Agustus. C4= 4.21. Selama musim dingin semua sistem angin dan tekanan adalah imbas dari perpindahan gelombang siklon ekstratropik yang membawa hujan di Cina. C5= 1. · Sering timbul seruak. X6 = Kecenderungan perubahan SML pantai Peru dan Equador bulan Januarai sampai Maret. C2= 65. · Dalam periode monsun panas di lautan Pasifik sebelah timur Pilipina timbul siklon tropik. musim kemarau di Indonesia mundur dan kering. X4 = SML sepanjang pantai Peru dan Equador bulan Agustus sebelumnya. C1= 27. 2) Indikasi (aktif) monsun dingin Asia.23. X5 = tekanan udara belahan bumi utara bulan januari sampai April.dengan R = curah hujan monsun dalam cm. 1) Klimatologi : · Monsun panas di kawasan Asia Tenggara mulai di Thailan 13 Mei dan terus bergerak ke utara sampai sekitar 33 °LU sekitar 12 Juli. dan kemudian adakalanya timbul cabang dan berkembang ke utara sampai 40 – 45 °LU sampai akhir Juli. kemudian terus bergerak ke arah selatan.44. dengan Co = -1. tetapi gerakannya tidak teratur. .29. monsun Asia Tenggara. monsun Asia Tenggara yang dominan bagi Indonesia adalah monsun timurlaut (northeast monsoon) atau monsun Asia musim dingin (winter monsoon). dan C7= -13. X1 = posisi ridge subtropik 500 hPa sepanjang 75 °BT bulan April. X7 = tekanan Darwin selama musim dingin C konstanta. X2 = suhu minimum di pantai timur bulan Maret.02.66. · Anomali tekanan positip di Asia tengah. C3= -2. · Monsun dingin berasal dari Asia tengah mencapai Cina mulai Oktober sampai Nopember. b.

· Awal monsun didefinisikan dengan saat pertama kali sesudah 1 Nopember. · Punggung (ridge) di lapisan atas (500 mb) meluas ke selatan sampai mencapai di atas 10 °LU c. · Lebih rinci Holan mengemukakan bahwa awal monsun tersebut ditandai dengan terjadinya angin baratan di atas Darwin dan curah hujan rata-rata dari seluruh hari antara Oktober sampai Nopember dari semua stasiun hujan di sekitar Darwin lebih dari 7. 6 Desember. yakni ketika Darwin mencatat angin barat terus-menerus dengan komponen zonal lebih dari 5. .5 mm/hari. 50. · Dalam monsun terdapat banyak struktur skala meso. diatasnya terdapat komponen timur. monsun Autralia Utara. Manton dan J.L. 250. dan 1 Januari. · Curah hujan rata-rata musiman di Australia Utara berkorelasi kuat dengan anomaly angin zonal. sekitar 0.· Angin timur laut kuat di troposfer bawah dan angin tenggara kuat di lapisan atas ( 200 hPa). dan 500 mm. 1) Klimatologi. 100. (n = banyaknya hari setelah 1 Nopember). · Monsun berosilasi 30-50 harian.9 km). McBride Recent Research on the Australian Monsoon 1994). Indeks tersebut adalah 10. · Awal monsun juga didfinisikan dengan angin pada paras angin landaian (gradient wind.15(n+1) mpd. empat atau lebih dari 6 stasiun di sekitar Darwin mencatat curah hujan lebih dari 19(n+1) mm (n = banyaknya hari sesudah 1 Nopember) (Troup 1961). · Dengan criteria Troup dan Nichols tersebut diperoleh bahwa 30% curah hujan jatuh sebelum awal musim dengan criteria angin. · Dalam bulan Januari komponen baratan (westerly) pada paras 500 hPa mencapai 15 °LS. · Nichols (1982) mendefinisikan awal monsun basah dengan indeks yang dibuat berdasarkan curah hujan kumulatip di airport Darwin setelah tanggal 1 Agustus. (M. dan kering dalam musim dingin di Australia. · Monsun memberi banyak hujan dalam musim panas.J. baik pada paras bawah (850 hPa) maupun pada paras atas (150 hPa). 26 Oktober. 11 Nopemeber. yang masing-masing terjadi rata-rata tanggal 4 Oktober.

variasi intra musiman (intraseasonal variation). 2) Indikasi (aktif): · Terdapat golakan kuat di Australia Utara dan Barat laut. · Lembang tropis (tropical depression) sampai siklontropis (disebut willy willy) sering timbul di timurlaut Australia (umumnya bulan Nopember sampai Maret). Klimatologi. Webster 1972. seperti yang dilakukan oleh Boerema (1926). Pengkajian tentang monsun telah lama dilakukan. · Daerah golakan skala sinoptip di Monsun Australia dipacu oleh gerakan longitudinal (arah barat-timur). Umumnya musim hujan berkaitan dengan monsun. dst. variasi musiman (seasonal variation). 1989. maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. Mqatsumo 1966. antara lain Walker (1924). Chen at.(dikutip dari Holton 1986). • Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. variasi antartahunan (interannual variation). Perbedaan sinaran siang dan . · Pusaran timbul di sekitar 20 °LS 120 °BT°. • Di Indonesia dikenal ada dua musim. dari variasi harian (diurnal variation). · Sering timbul seruak angin selatan di sepanjang pantai barat Autralia Monsun Indonesia. • Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. (dikutib dari Shika dan Gadgil-1980). sedangkan di Monsun India aktivitas golakan bersamaan dengan gerak PPAT (Pias Pumpun Antartropik = Intertropical Convergence Zone ITCZ). al. · Moda Rossby yang terperangkap di khatulistiwa menimbulkan angin baratan di lapisan bawah di bagian barat dari daerah pelepas energi pendam skala besar. Ramage (1967) dll. variasi tahunan (annual variation). 1). sedangkan moda Kelvin yang timbul di bagian timur menghasilkan angin timuran di lapisan bawah Pasifik Tropis (dikutip dari Hendon 11988. · Dipicu oleh seruak dingin (cold surge) dari Laut Cina Selatan (monsun dingin Asia). de Boer (1948). Gill 1980). yakni musim hujan dan musim kemarau. Demikian juga pengkajian mengenai hubungan dan kaitan antara monsun Asia dan Australia dengan system cuaca dan musim di Indonesia.

malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam.misalnya monsun. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. tekanan. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. Oleh karena itu dikenal musim hujan dan musim kemarau. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. terutama pada suhu. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. Dalam table berikut ditunjukkan sebaran jumlah curah hujan bulanan di beberapa tempat yang berbeda variasinya. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. angin. • Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat . • Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. dan kelembapan. • Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. . curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September. Namun demikian variasi harian tersebut dapat terganggu karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar.

Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awall musim hujan. Jika simpangan melebihi dari 0. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia.L. Bali. Untuk menandai keadaan atau kadar musim digunakan nilai simpangan. Nichols . Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. Namun demikian criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan di semua tempat tidak berkaitan dengan musim angin barat. Sebaliknya untuk musim kemarau. • Awal musim hujan oleh De Boer (1948) dicirikan dengan jumlah curah hujan dasarian. Penentuan awal musim dengan menggunakan parameter lain misalnya tekanan udara seperti yang digunakan oleh Berlage (1927). variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim.dan angin timur. • Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. Dikatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempattempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau.J. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia.5 dari simpangan baku disebut “atas normal” dan bila lebih dari 0. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso.5 dibawah simpangan baku disebut “bawah normal”. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. Manton dan J. Resink (1952) dan Berlage (1968) juga tidak menunjukkan korelasi yang tinggi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M.

Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku.(1980) dengan menggunakan parameter tekanan udara Darwin dan curah hujan bulanan di Jakarta menunjukkan bahwa korelasi yang agak tinggi hanya dalam bulan Juli sampai September. Dengan menggunakan data curah hujan. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari).2003 Tempat Medan jan feb mar apr mei jun jul agt sep okt nop des setahun 83 114 101 168 192 142 170 169 230 291 236 250 2146 . bersamaan dengan musim barat di Australia.. Eguchi (1988-yang dikutib Yamanaka) dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). Sulawesi. Curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya. (c) Kalimantan bagian timur. Sebaran curah hujan bulanan di beberapa tempat (1970-2000) sumber data: BMG-des. yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Table 1. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. Variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. • • Pada awal dan menjelang akhir musim hujan monsun banyak terjadi guntur. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. Minoru tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu awan (sampai 30 hari) daripada angin. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli).

(b) daerah sekitar lutan India. Mulai masuk Indonesia . Jawa Barat bagian barat-daya. PPAT terdapat di kawasan Indonesia. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari.Ppinang 270 220 254 230 211 140 123 102 122 160 251 311 2394 Ptianak 263 196 202 263 231 191 190 184 253 271 340 258 2614 Bjmasin 362 299 304 246 218 133 138 Makasar 682 589 382 229 133 78 Palu 54 37 69 45 56 66 90 89 152 257 366 2677 43 109 350 602 3272 53 46 50 54 676 60 14 69 57 Manado 381 347 353 258 289 272 141 130 173 244 316 357 3281 Jakarta 393 276 214 142 105 95 61 92 46 103 112 228 1860 8 31 116 298 2036 Sbaya (juan) 434 379 291 234 123 68 Kupang 758 897 535 193 49 23 19 5 41 13 3 19 215 572 3285 Ambon (Patt) 128 111 134 155 339 456 450 346 159 92 62 117 2549 Biak (mokmer) 258 246 267 205 256 221 235 236 217 213 197 213 2784 Merauke 232 207 232 230 • 96 36 33 21 27 40 66 169 1391 Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. Jawa Tengah. • Selama monsun barat. dan Jawa Timur. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. sedangkan dalam musim timur berada di luar sebelah utara. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. Jawa barat bagian utara. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. (c) Daerah kalimantan Tengah. Kalimantan Barat dan Selatan. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret.

pusaran (vortice). dan J. berkenaan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan. Observatorium Meteorologi Hongkong. ada kalanya hari ini ke utara besoknya ke selatan dan sebaliknya. melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. 2) Indikasi (aktivitas). dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. dan lembang tropik (tropical depression). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). tetapi gerak hariannya tidak tetap. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. (GEWEX) • Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan yang disebut “seruak monsun”. Wirjohamidjojo S (1980). . Matsumoto-1994 -GEWEX). • Pemanasan musiman di atas Kalimantan yang ditutupi hutan hujan tropis mempunyai peran penting dalam kaitannya dengan timbulnya monsun panas Asia (Murakamin T. kemudian kembali ke utara. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan.sekitar bulan Nopember dan gerak umumnya dari utara ke selatan sampai bulan Januari. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. dan bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). • Monsun Asia dan Australia dalam skala planet memberi dampak berbeda di setiap wilayah. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). serta bertambahnya kecepatan angin.

khususnya di sekitar laut Cina Selatan. (a) Di atas laut Cina Selatan dalam musim monsun dingin Asia. Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. • Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Ciana Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. 1982). Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. Gray 1981).R. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980. . sering terdapat angin yang seragam arahnya. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang sama. dan William m. sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulistiwa lautan India. baik dalam periode musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. Dalam keadaan demikian dikatakan terdapat alir lintas khatulistiwa. Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. di atas daerah khatulistiwa.• Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. dan ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa.

Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. Palung tersebut juga sebagai sambungan dari palung tekanan rendah diantara dua tekanan besar di lautan India barat dan timur. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan . dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas India atau kuatnya monsun dingin Australia. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Pusaran dalam bentuk siklontropik.1. Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. Gb. Dalam musim monsun dingin adanya pusaran menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. dan diikuti dengan musim kemarau yang basah di Indonesia.2.Gb. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia.dan kuatnya musim kemarau di Indonesia. (b) Pusaran di lautan India di sebelah barat Sumatra juga dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. · Lembang tropis (tropical depression) di Australia Utara adalah salah satu komponen penting dari monsun Australia. Sebaliknya bila monsun panas India kuat diikuti dengan kuatnya monsun dingin Australia pusaran berkurang jumlahnya dan diikuti dengan kemarau kering di Indonesia.

· Indikasi aktivitas monnsun di sekitar Indonesia tersebut menjadi pula indikasi aktivitas monsun Indonesia. sedangkan bila tidak disertai arus lintas khatulistiwa daerah hujan ada di belakang PPAT menghadap khatulistiwa. Oleh karena itu peran lautan yang dilalui udara monsun sebagai sumber uap air menjadi sangat penting. Palung tersebut bertindak sebagai pengendali timbulnya seruak di lapisan bawah pada musi munsun dingin Asia. dan bila PPAT di sebelah selatan khatulistiwa dan terjadi arus lintas khatulistiwa. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia.L. · Bila factor-faktor luar dipandang sebagai pendorong. · Karena sifat mantab tersebut maka terjadi proses lataan (advection). • Palung udara atas terdapat pada paras 500 hPa atau di paras lebih tinggi. daerah hujan terdapat di depan PPAT dekat khatulistiwa. · Monsun di sekitar Indonesia mempunyai peran banyak dalam tatanan sistem cuaca di Indonesia. · Pada dasarnya PPAT adalah daerah pumpunan yang dibentuk oleh aliran pasat dari sistem antisiklonal oleh karena itu udara bersifat mantam (stable) dan terdapat sungsangan (trade inversion).Desember sampai Maret (Mc. Letaknya membujur ke arah selatan sampai mencapai di atas lintang 10 oLU dengan amplitudo sekitar 10 derajat lintang. KESIMPULAN. Pumpunan menjadi kuat dan mengalahkan sungsangan apabila didoorong oleh angin baratan khatulistiwa. Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. • Bila PPAT terdapat di utara khatulistiwa. 1987). · Garis geser angin (shearline) sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim mosnsun dingin Asia. Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. daerah hujan ada didepan PPAT. maka sistem cuaca Indonesia .Bride J. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember.

siklontropis. awan. dll. kelebatan hujan daerah sempit (setempat). Pemanasan Peredaran local beraian (stabilitas local) udara local (angin darat – laut. jml. Skala Faktor Faktor pemicu pendorong ENSO Monsun Fenomena yang tampak.diringkaskan seperti pada tabel matriks berikut : SKALA DAN SISTEM CUACA INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN FAKTOR PENDORONG (LUAR) Parameter Indikator Global SML Pasifik SML India Hemisfer Monsun Monsun (seruak Gel. Dr. Kepusaran. Borema J. kepadatan hujan daerah. Rossby. · Data citra satelit utamanya OLR dapat membantu DAFTAR RUJUKAN. sinoptik (pusaran. · Masalah data (harian) masih menjadi dilemma. Daerah hujan. (1924). dll. hujan harian. Meteorologische Observatorium . Panjang musim wilayah Awal musim.) Meso Kepusaran. / monsoon Osilasi Selatan surge) (SO). Typen van de Regenval in Nederlandsch Indie (Rainfall Types in the Netherlands Indies).) Mikro Peredaran Sinaran Depresi titik lokal matahari embun. beda suhu permukaan tanah dan udara. angin gunung – lembah. curah hujan semusim wilayah. MesoSeruak PPAT. Kabut. Iklim mikro · Indikasi-indikasi seperti yang telah disebutkan masih sedikit yang ditunjukkan dalam model-model numeric. sinoptik Monsun Gangguan Beraian angin. Verhandilingen no. 18. PROBLEMA.

Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). Soc. (1996). Nichols (1981). International Conference On the Scientific Results of Monsoon Experiment. Journal Met. McBride J.L. Desember 2003. Australia and New Guinea.R. (1999). Tien Sribimawati( KPDA / Tim . and William M. Review Japan 56. Shiyan Tao and Longxun Chen (1987). BMG (2003). Soc. Verhandilingen no. Reviced January 1993.J. The Australia Summer Monsoon. On Forecasting the Beginning and the End of the Dry Monsoon in Java and Madura. January 1992 pp. Met.L. Recent Research on the Australian Monsoon. Prosiding Loka Karya Hari Meteorologi 23 Maret 1988. Mandon M. A Review of Recent Research on the East Asian Summer Monsoon. Of Japan. Rainfall Distribution and Air Stream Over Indonesia. On the Onset of the Monsoon and Season in Indonesia. Badan Meteorologi dan Geofisika. Soerjadi Wirjohamidjojo. Hardjawinata dan Muharyoto (1980). Science Plan. Report as WMO/UNDP Consultant. 32. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin.J. Gray (1981). The Onset and Retreat Dates of Austral Summer Monsoon Over Indonesia. Oxford Monographs on Geology and Geophysics no. Sikka D. Badan Meteorologi dan Geofisika. Monsoon Meteorology. (1989). Long-range Forecasting in Indonesia. 1981. Oxford University Press. Hardjawinata dan Wirjohamidjojo S. Jakarta. Euguchi J. Bali 1981. and J. Koninklijk Magnetisch en Meteoorologisch Observatorium Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. The South China Sea Monsoon Expereiment (SCSMEX). Minoru Tanaka (1994). McBride (1991). Of Japan April 1884. Laporan Akhir Pemutakhiran Rata-Rata Curah Hujan Di Indonesia Periode 1971 – 2000. -----. International Conference On the Scientific Results of MONEX. WMO. 7 pp 61-89. 275. Geograph. Andri Purwandani. 7 pp 203-231. Oxford University Press. H. – WMO pp 74. (1948). Unpublished. Cross Hemispheric Actions and the Onset of the Summer Monsoon over India. De Boer.Bali Oct.(1995). Hadi Suyono dan Widada S. 151 – 170. Oxford Monograph on Geology and Geophysics No. Monsoon Meteorology. (1987).

Buletin Meteorologi dan Geofisika. Science Plan Oct. Yudi Riamon dan Widada S. 2. -----. 4857. Int. GEWEX Asian Monsoon Experiment. Zakir (1998). Talahassee.S. (1982). Haryono. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia.. Urip Haryoko. RASC Kyoto University. A. ISSN 0215 – 1952. hal. Climatology of Indonesian Maritime Continent.. The Main synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Sorrounding During Winter MONEX Period. Yunus S. Maret 1998. Variasi Curah Hujan Harian di Jakarta. Widada S. International Coonference on Early Results of FGGE and Large-Scale Aspects of its Monsoon experiments. Jurnal IPTEK UPT Hujan Buatan BPPT no. USA 12-17 January 1981. Jakarta. Conference of Scientific Results MONEX. 10 Januari 2011 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Keempat) PIAS PUMPUN ANTARTROPIK (PPAT) Oleh Soerjadi Wh. Japan. Monsun Bagi Cuaca dan Musim di Indonesia. Variabilitas Keikliman di Indonesia. Bali Yamanaka M. Florida. 1994. Badan Meteorologi dan Geofisika. Wirjohamidjojo S. Wirjohamidjojo S. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 20:30 Senin. (1999).(1994).1-11.D. Th. ISSN 1410. Japan National Committee for WCRP. (1980). Soerjadi Wh. .(1981). (1998). Tien Sri Bimawati.SVII BPPT). 2. WMO -----. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta.

Dahulu dikenal dengan nama “Intertropical Front (ITF)”. Pengenalan tentang PPAT diawali pandangan bahwa dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. atau palung monsun”. atau perenggan antartropik (Intertropical Front = ITF). Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator meteorologi”. Dalam perkembangannya. maka ekuator meteorologi dipandang sebagai palung (trough) yang membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. tetapi di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. mencapai paling utara pada bulan Juli dan mencapai paling selatan dalam bulan Januari. dan perenggan monsun tidak popular lagi. perenggan antartropik. Simpson (1965) mengggunakan nama Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Hal tersebut karena tekanan tingggi subtropik selatan di . atau perenggan monsun. dengan makin banyak pengamatan memberi petunjuk bahwa untuk mencirikan PPAT perlu disesuaikan dengan skala pembicaraan. Oleh karena itu ekuator meteorologi dikenal juga dengan nama “diskontinuitas antartropik. Diserupakan dengan sistem tekanan di kawasan lintang tengah dan lintang tinggi.Seperti halnya monsun. Dalam skala global PPAT dicirikan dengan : · Sebagai batas sel Hadley di arah khatulistiwa. alih bahasa istilah Indonesianya Pias Pumpun Antartropik (PPAT) (kamus istilah Hidrometeorologi). · Geraknya ke selatan – utara mengikut pergerakan matahari. Mengapa diberi nama ITCZ atau PPAT ? Simpson pertama kali mengemukakan bahwa dalam analisis medan angin di kawasan tropik terdapat pumpunan angin pasat dari belahan bumi selatan dan dari bumi utara dan tempat diskontinuitas (perubahan arah dan atau kecepatan) angin. Dari penelitian dan pengalaman dalam pengamatan ternyata bahwa sifat diskontinuitas dan sifat perenggan tidak jelas dalam ekuator meteorologi tersebut. namun bila sampai batas paling jauh dari khatulistiwa tidak lagi selalu sebagai pertemuan massa udara dari kedua belahan bumi. · Posisinya pada belahan bumi yang sedang dalam musim panas. Pias Pumpun Antartropik (PPAT) juga sudah lama dikenal. Oleh karena itu sebutan diskontinuitas antartropik.

Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. · Di atas lautan luas letaknya hampir berimpit dengan daerah suhu muka laut paling tinggi. · Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India.kawasan tersebut lebih mantap. .

Gb. dapat berupa palung dekat khatulistiwa atau garis geser angin (windshear line) · Tidak selalu berimpit dengan daerah padat awan. sehingga di daerah pias tersebut terdapat banyak awan golakan dan hujan. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. 1. · PPAT terletak di kawasan monsun. pada suatu saat bergerak ke utara.Gb. · Dalam perjalannya sehari-hari posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. Posisi PPAT paling utara (atas) dan paling selatan (bawah) (Mints – Dean) Dalam skala planeter dan sinoptik dicirikan dengan : · PPAT adalah daerah pumpunan angin di troposfer paling bawah. PPAT dan angin (atas) dan sistem tekanan ketika monsoon aktif bulan Desember Dalam skala meso dicirikan dengan : · Dapat berupa pertemuan angin pasat. · Pergeseran tahunan tidak sama di setiap tempat. . 2. · Pada PPAT udara cenderung bergerak ke atas. dapat berupa pertemuan peredaran monsun. · PPAT adalah daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. dan gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah.

· Bila sebagai pertemuan pasat (di bagian timur Indonesia). · Aktivitasnya berbeda sesuai dengan massa udara dan kondisi setempat.-1995) Dalam Journal Atmospheric Science. · Posisi aktif di belakang gerak matahari pada waktu matahari bergeser ke selatan. (Note : ke arah ITCZ terdapat golakan makin besar). · PPAT terdapat diantara massa udara monsun timurlaut sebagai kepanjangan dari monsun dingin Asia Tenggara. · Tidak merupakan pertemuan aliran antisiklonal utara dan selatan yang sama. · Pada waktu musim dingin Asia. a. pp 2941 – 2952. PPAT memasuki wilayah ini dari utara mulai bulan Oktober sampai Desember.· Gerak hariannya tidak teratur. Jadi dalam musim hujan pada umumnya. disekitar PPAT terdapat sungsangan pasat yang makin mendekati PPAT sungsangan berkurang dan terdapat golakan yang lebih besar (Wayne H Schubert etal. 52. · Tidak berupa pias atau lajur yang bersinambungan melainkan dapat terputus. selanjutnya bergerak ke selatan menjauhi khatulistiwa. . American Meteorological Soc. Vol. · Pergeseran umumnya dari utara ke selatan. dan massa udara dari lautan India Selatan sebagai kepanjangan pasat belahan bumi selatan. massa udara lautan India utara sebagai kepanjangan dari monsun Asia Selatan. Number 16. Di bagian barat (Sumatra bagian barat sampai NAD). namun daerah awan berkembang dari barat ke timur. (1995) mengemukakan bahwa : o In schematic north-south cross sections the trade inversion layer is often depicted as sloping upward as air flows toward the intertropical convergence zone.putus. dan di depan matahari pada waktu matahari bergeser ke utara. 15 August 1995. Wayne H. Bagaimana PPAT di kawasan Indonesia? Di kawasan Indonesia: · PPAT berada di kawasan Indonesia dari bulan Oktober sampai April. o The stronger inversion to be somewhat lower and near 850 mb ( » 1500 m). Schubert etal.

Di bagian tengah (Riau sampai Sulawesi). Gb.3. · Bila terdapat dua garis geser angin. Di bagian selatan ( Nusa Tenggara sampai Merauke) . (Sulaiman dan Wasito Hadi (2003) · Setelah mencapai paling jauh di selatan khatulistiwa. Diagram stik angin permukaan pada 2S. dan kemudian angin baratdaya bertiup mantap di hampir seluruh wilayah tersebut . kemudian kembali ke utara dan dilanjutkan dengan aktifnya monsun baratdaya (Asia Summer Monsoon) mulai bulan Mei. · Letak Sulawesi Selatan yang membujur ke selatan dan bukit-bukit di sepanjang semenanjung tersebut mempunyai andil besar kepada aktivitas PPAT di kawasan tersebut. c. Letaknya berubah-ubah sehingga angin permukaan di suatu tempat juga berubah-ubah dari tenggara dan dari baratlaut. Setelah itu PPAT bergerak ke utara keluar dari wilayah Indonesia. Bila terjadi arus lintas khatulistiwa (cross equatorial flow) daerah golakan aktif yang di depan atau di samping selatan PPAT. · Di bagian tengah tersebut PPAT merupakan pertemuan angin pasat Pasifik Barat setelah termodifikasi di laut Cina Selatan dan berbelok ketimur ketika mendekati dan sampai melewati khatulistiwa.· Dalam bulan Januari sampai Maret PPAT sering tidak jelas karena berbaur dengan palung dekat khatulistiwa . di bagian timur lebih besar karena berkaitan erat dengan tekanan rendah Australia Utara. · Daerah golakan tidak tepat di atas PPAT melainkan di atas garis geser angin (shearline) di depan dan dibelakang (sebelah menyebelah) PPAT. · Pergeseran ke selatan tidak sama. b. dengan angin pasat dari selatan setelah berbelok kearah timur.90E dalam deret waktu (harian)selama 312 hari mulai dari 23 Oktober 2001 sampai 28 Agustus 2002. diantara garis tersebut adalah lajur baratan khatulistiwa. Berikut saya kutib hasil analisis yang dilakukan A. kadang-kadang terlihat dua daerah lajur awan dari garis geser angin. Sulaiman dan Wasito Hadi (2003).

Namun demikian perlu diingat bahwa PPAT di bagian-bagian daerah Indonesia dibentuk oleh sistem angin yang berbeda. Asnani G. Monsoon-Current in the Java Sea and Its Entrances. · Dalam waktu monsun dingin selatan PPAT menjauh ke utara. (1927). Koninklyk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium te Batavia. · Di kawasan bagian timur tersebut posisinya mudah berubah kadang-kadang agak ke utara dan kadang-kadang membujur arah barat daya-timur laut melintasi pulau Papua. apakah monsun sama dengan PPAT ? Tentunya tidak. · Daerah awan dan hujan hampir berimpit dengan daerah PPAT. (1993). I.P. atau sebaliknya aktivitas monsun menentukan keberadaan dan kondisi PPAT. Bahan rujukan. Bagaimana hubungan PPAT dan monsun? Jadi. · Dalam peta analisis sering sulit dibedakan dengan garis geser angin (shearline). Di bagian timur (Maluku sampai Papua bagian utara). Sindh Clony. Tropikal Meteorology. PPAT terbentuk oleh angin pasat belahan bumi selatan dari sistem tekanan tinggi subtropik Pasifik Selatan Barat dan Pasifik Utara Barat. 19. Oleh karena itu dalam bulan Juli – September banyak awan dan hujan di kawasan tersebut. Pp. Verhandelingen no. Berlage Jr. . dan PPAT di Indonesia juga dari bulan Oktober sampai April. d. · PPAT sering masuk ke dalam lembang tropis (tropical depression) di teluk Carpentaria di sebelah selatan pulau Timor dan di sebelah utara Australia. H. tetapi PPAT dapat digunakan sebagai indikator aktivitas monsun. tetapi di kawasan timur tersebut ditempati garis geser angin yang terbentuk dari angin pasat selatan yang berbelok ketimur pada waktu mendekati khatulistiwa. · Mendekati Papua bagian selatan Merauke. kalau monsun membawa hujan di Indonesia dan yang banyak orang mengatakan sebagai musim hujan dalam bulan Oktober sampai April.C.· PPAT berada di kawasan selatan tersebut dari Januari sampai Maret yang terbentuk dari angin barat daya yang berasal dari daerah tekanan tinggi di Lautan India bagian timur sebelah barat Australia dan angin timur laut dari daerah tekanan tinggi di Pasifik Barat yang membelok ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Pune-411 007 India. Aundh. 1-15. 822. Vol.

S.Y. 12 – 14 Agustus 2003. M. 43. Monsoon Dynamics. Schmidt F.Pearce. Badan Meteorologi dan Geofisika. Asean Compendium of Climate Statistics.H. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin. Forecasting Rainfall in the Periods December – January – February and April – May – June for Parts of Celebes and South Borneo. Inc. Euwe (1949). Cambridge Univ. 38. El Nino. (2003).C. edited by Sir James Lighthill & Prof. Verhandelingen no. Cambridge Univ. Oct. East Monsoon Fluctuations in Java and Madura During the Period 1880 – 1940. 778.P. Vol. (1977).. edited by Sir James Lighthill & Prof. R. Hideake Hase (2003). Soehardi (1968). edited by Sir James Lighthill & Prof. BMG Jakarta. N. Weather and Climate Modification. Academic Press. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. N. WMO Bulletin no. WMO no. BMG Jakarta. Lansberg H. and Shukla J. Inc. 36. Energie en Mijwezen Meteorologische en Geophysische Diennst.(1992). (1999).Pearce. Elsevier Scientific Publishing Co. (1977 Monsoon Dynamics. NOAA Environment Research Laboratory. BMG.P. --------. Press. Charney J. Gill Andrian E (192). R.Grorge (1990). (1987). John I. Academic Press. Kementerian Perhubungan. Verhandelingen no. Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. 1987. Departemen van Verkeer.T. Defining Climate. Press. van der Vecht (1952).Pearce. Gibbs W.3. Hess W.Y. and J. Djawatan Meteorologi dan Geofisik. WMO and the Ozone Issue. Interaksi Laut-Atmosfir Di Perairan Ekuator Samudera Hindia Timur Pada SkalaMusiman dan Harian . Djakarta. ( -----). Proc. (1983). 4 Vol. Pariwono & Agus S.N. Press.J. Atmosphere – Ocean Dynamics. Cambridge Univ. (1977). La Nina. World Survey of Klimatologi.BMG. Hadi Suyono dan Widada S. BPPT-BMG-LAPAN.E. Sadler J.P. Pant P. and Lim J. R. (1974). and the Southern Oscillation. Laporan Akhir Pemutakhiran rata-Rata Curah Hujan di Indonesia Periode 1971 – 2000. Monsoon Dynamics. Sulchan Darmawan. Philander S. Atmadipoera. Menentukan Permulaan Musim Hudjan dan Permulaan Musim .

(1995). Number 16. ( 1980). Bali. (1980). Lembaga Meteorologi dan Geofisika. March 1982. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ). (1998). pp 2941 – 2952 Wirjohamidjojo S. Yamanaka M. Soerjadi Wirjohamidjojo dkk (1994). Trewartha. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. International Student Edition. Jakarta. 10-12 Agusstus 1981. Badan Meteorologi dan Geofisika. The Main Synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Surroundings during Winter MONEX Period. Sukamso (1981). Bali. Jakarta. Proc. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta. Tetsuzo yasunari (1991). Soerjadi Wh. Proc. Departemen pendidikan dan Kebudayaan. Indonesia 26-30 October 1981. Jakarta. The Influence of the Cross Equatorial Flow and the Upper Trough on Rainfall in Bali. Glenn. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. Soerjadi Wirjohamidjojo (1981). Role of Monsoon on Global Climate. Hari Meteorologi Sedunia 1968. An Introduction to Climate. WMO Geneva . Rosdiana. RASC Kyoto University. Climatology of Indonesian Maritime Continent. March 1982. Kamus Istilah Meteorologi. WMO Geneva . Umi farida (1981). International Conf. Vol. Denpasar. Antoyo S.T dan Horn L.H. Cuaca di daerah Sumatra dan Jawa Barat Berkenaan dengan adanya Front/Palung di Belahan Bumi Utara dan Selatan sekitar Indonesia. Wayne H.D. Temu Karya Ilmian Nasional FGGE-MONEX Dan Ramalan Cuaca/Musim. Indonesia 26-30 October 1981. The Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. Kumpulan Naskah Meteorologi dan Pertanian. Fift Edition. Journal Atmospheric Science. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. International Conf. American Meteorological Soc.Kemarau di daerah Surakarta dengan Menggunakan Teori de Boer. 52. Schubert etal. ----------------Diposkan oleh soerjadi wh di 04:56 . 15 August 1995. Denpasar. Japan.

Salah satu persoalan yang sangat penting dalam masalah Negara adalah penyediaan pangan bagi penduduknya. percobaan) (2) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Senin. Kegagalan panen masih banyak terjadi karena ketidak cukupan cuaca / iklim yang diperlukan bagi tanaman. kualitas dan kuantitas produksi. juga memerlukan air dan radiasi matahari yang cukup dalam waktu bersamaan. tanah. namun sejauh peningkatan teknologi tersebut masih ada kendala yang tidak mudah diatasi dengan teknologi. . khususnya dalam hal sebagai berikut (WMO 134) : (1) Pemonitoran (termasuk teknik. Kebutuhan dan tanggap tanaman kepada cuaca dan iklim. c. Tanaman selain memerlukan tanah tertentu dan kecukupan zat hara. Untuk mengatasinya telah banyak upaya dengan meningkatkan teknologi pertanian. yakni masalah cuaca dan iklim. b. Dalam kaitannya dengan hal tersebut maka fungsi meteorologi dalam pertanian yang perlu mendapat perhatian. pengumpulan data. yaitu : a. Karateristik lokasi dari unsur tanah (fisik maupun kimiawi). Karakteristik lokasi dari unsur cuaca dan iklim. Tanaman masih belum dapat dipisahkan dari faktor cuaca dan iklim. Dari sifat tersebut dapat dikemukakan bahwa paling tidak ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam produksi pertanian tanaman. analisis. dan air. 20 September 2010 PROBLEMA CUACA DAN IKLIM DALAM PERTANIAN Oleh Soerjadi Wh. Oleh karena itu upaya yang bijaksana dalam meningkatkan keberhasilan usaha produksi pertanian yang maksimal adalah menyesuaikan kegiatan usahanya dengan peri laku cuaca dan iklim yang ada. kerusakan tanaman. (3) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. namun manusia meskipun dengan ilmu dan teknologinya tidak mampu mengendalikan kecuali dalam skala yang terbatas. Jadi bagaimana menyikapi cuaca dan iklim bagi pertanian? Iklim telah tersedia secara alami.

kehilangan produksi, (4) Dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim, (5) Dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi, (6) Dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan, (7) Dalam kaitannya dengan Operasi managemen, (8) Dalam kaitannya dengan kehutanan, (9) Dalam kaitannya dengan nilai ekonomi

Apa saja yang perlu dilakukan? Kegiatan pertanian, kehidupan tanaman, berlangsung secara terus-menerus fase demi fase, dan setiap fase memerlukan kondisi cuaca tertentu. Demikian pula cuaca terus-menerus berlangsung dan juga selalu berubah. Namun demikian perubahan tersebut tidak selalu sejalan dengan yang diperkukan bagi tanaman dalam fase itu. Dengan demikian memonitor, termasuk menganalisis dan memprediksi cuaca / iklim perlu dilakukan agar dapat dilakukan penilaian dan upaya penyesuaian dengan adanya cuaca yang terjadi atau yang akan terjadi. Dalam setiap fase kehidupan tanaman terpengaruh oleh kondisi lingkungan termasuk tanah, air, cuaca. Oleh karena itu yang perlu diketahui adalah sejauh mana kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi atau akan mempengaruhi kehidupan tanaman. Adanya fenomena ekstrem misalnya badai, embun beku, polusi, dapat secara langsung merusak tanaman. Upaya pecegahan atau pelindungan perlu dilakukan. Dalam hal tersebut informasi klimatologi tentang keseringan sesuatu fenomena ekstrem di suatu tempat , gawar (warning) dan prediksi akan adanya fenomena ekstrem sangat diperlukan. Sebagai sumberdaya, cuaca dan iklim perlu dianalisis dan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian.

Untuk apa saja informasi cuaca dan iklim dalam pertanian? Kegiatan pertanian adalah upaya yang berkaitan dengan pembudi dayaan tanaman. Kegiatan pertanian sangat beragam, demikian pula nilai cuaca dan iklim yang diperlukan. Pada dasarnya cuaca/iklim dimanfaatkan untuk membuat perencanaan, yakni

perencanaan stratejik dan perencanaan operasional, serta pengendalian pelaksanaan kegiatan pertanian. Perencanaan stratejik meliputi perencanaan tata guna lahan, perencanaan pola tanam. Perencanaan operasional meliputi perencanaan penyiapan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen, transportasi. Untuk membuat perencanaan tata guna lahan dan pola tanam diperlukan informasi klimatologi yang memberi gambaran tentang kebiasaan cuaca di daerah yang dimaksudkan. Nilai-nilai cuaca yang diperlukan utamanya adalah nilai rata-rata, nilai kisaran, dan nilai keseringan. Untuk membuat perencanaan operasional, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca dari jangka waktu sedang sampai jangka panjang (musim). Untuk melaksanakan kegiatan misalnya pada waktu pengolahan tanah, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca jangka pendek (harian) sampai sedang (mingguan). Dari masa pengolahan tanah, pembibitan dan seterusnya prakiraan cuaca harian digunakan untuk bahan pertimbangan pelaksanaan kegiatan harian, misalnya waktu mengolah tanah, penyemprotan hama, pemupukan, penjemuran, dll. Dengan informasi cuaca / iklim tersebut, perlakuan–perlakuan untuk penanggulangan dapat ditetapkan.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat Rencana Pola Tanam? Cuaca selalu berubah dan berbeda setiap waktu dan di setiap tempat. Perubahan tersebut ada yang tidak beraturan dan ada yang beraturan. Yang tidak beraturan umumnya berlangsung dalam waktu pendek yang ditimbulkan oleh proses-proses sementara dalam atmosfer. Sedangkan yang beraturan berkaitan dengan perubahan-perubahan alam dalam skala besar, misalnya yang utama karena, perputaran bumi pada porosnya, peredaran bumi mengelilingi matahari, perubahan fisik matahari. Perubahan-perubahan tersebut berbentuk perubahan harian (daily variation), perubahan musiman (seasonal variation), perubahan tahunan (annual variation), ….. dan prubahan-perubahan dalam jangka waktu lebih lama lagi. Pola tanam bersifat tetap untuk jangka panjang; oleh karena itu selain didasarkan

atas sifat fisis tanah dan lingkungan, lebih banyak didasarkan atas ciri kecuacaan atau klimatologi wilayah yang bersangkutan. Bila faktor tanah sudah dimasukkan, selanjutnya untuk membuat rencana pola tanam perlu dikenali lebih dahulu sifat tanaman atas tanggapnya kepada cuaca atau iklim. Sifat ketanggapan tersebut ditetapkan sebagai syarat cuaca / iklim yang diperlukan. Kemudian dilakukan analisis unsur cuaca/iklim untuk mencari pola sebarannya mengikut waktu. Dalam hal ini analisis sebaran keseringan terjadinya nilai unsur cuaca diatas atau dibawah persyaratan lebih membantu dibandingkan analisis nilai rata-rata. Dari hasil analisis tersebut dicari selang waktu dengan perubahan cuaca yang sesuai dengan persayaratan cuaca bagi tanaman yang bersangkutan. Bagi tanaman semusim, perencanaan tanam perlu disusun dengan lebih cermat mengingat fase-fase pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan waktu tertentu dan persayaratan tertentu. Sebagai contoh untuk menetapkan pola tanam padi pada lahan basah yang memerlukan adanya curah hujan lebih atau sama dengan 75 mm setiap dasarian sampai waktu menjelang panen, dan kurang dari 50 mm pada waktu panen. Ketidak sesuaian antara fase kehidupan dan perubahan cuaca dapat menimbulkan kegagaalan kegiatan pertanian.

Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengolahan tanah?

Sebelum suatu tanaman ditanam perlu disiapkan tanah yang memungkinkan dilakukannya penanaman tanaman. Pekerjaan pengolahan tanah dilakukan setelah tanah cukup lembap atau pada saat tanah masih dalam keadaan lembap sehingga mudah diolah.

pelindung angin. Penanaman . atau di ruang terbuka yang diberi peneduh penahan sinar matahari. 1. misalnya di ruang rumah hijau (green house). dan lain-lain. penanaman. 1. Tempat tersebut ada yang di dalam ruangan dengan kondisi cuaca tiruan yang disesuaikan dengan yang diperlukan tanaman.Gb. dan panen. Penyiapan lahan Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya tanaman? Budidaya tanaman umumnya meliputi pembibitan. 1. pemeliharaan. Pembibitan Penyiapan bibit dilakukan di tempat-tempat tertentu yang cuacanya sesuai yang diperlukan bagi bibit tanaman. penutup untuk membuat kelembapan tinggi.

Kondisi tanah yang diperlukan tanaman berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman. penyemprotan hama dan lain-lain.2. Pemeliharaan Setelah bibit ditanam dilakukan pemupukan. Selama penanaman langit cerah atau berawan. 1.Setelah bibit cukup kuat kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Oleh karena itu lebih dahulu perlu diketahui perkiraan cuaca selanjutnya setelah masa tanam. ada jenis padi yang memerlukan tanah yang hanya lembap saja. misalnya untuk menanam padi ada jenis yang memerlukan tanah berair. . Gb. Kegiatan menanam padi Pemilihan waktu tanam sangat penting karena setelah tanaman ditanam cuaca sangat berpengaruh kepada pertumbuhan selanjutnya. pengairan.

diperlukan data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan meliputi sinaran matahari. kelembapan. suhu. . hujan di tempat pertanian juga diperlukan untuk membuat rencana pekerjaan hari-hari berikutnya. Selain itu prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. angin. hujan. Selama menjelang panen. Penyemprotan hama Selama masa pemeliharaan diperlukan data pada hari itu apakah keadaannya memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dilakukan. angin.Gb. Panen Kegiatan memanen juga perlu direncanakan dengan memilih waktu dengan cuaca tertentu yang memungkinkan dilakukannya pemanenan. Misalkan bila untuk melakukan penyemprotan atau pemupukan diperlukan cuaca langit cerah atau berawan dan angin tidak lebih dari 10 km/jam maka pekerjaan ditunda apabila cuaca yang diperlukan tersebut tidak memenuhi. 3. kelembapan. 1.

tetapi juga dilakukan untuk maksud mencari keuntungan. Penjemuran hasil panen. 1. hujan untuk kegiatan pengeringan. Transportasi Kegiatan pertanian tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri secara langsung.5.Gb. kelembapan.4. Pasca panen Selama masa panen dan pasca panen diperlukan informasi cuaca meliputi data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. Oleh . Masa panen. angin. Gb. 1.

Informasi tersebut berguna untuk memberi pertimbangan penetapan pengiriman hasil pertanian. Bagi seseorang atau sesuatu kegiatan adanya cuaca tertentu mungkin dirasakan sebagai yang menguntungkan. dan parasit tersebut mengganggu tanaman. penyakit. cuaca yang ada sesuai dengan yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian.karena itu lebih dahulu perlu ditetapkan jenis tanaman apa yang akan ditanam dan diperlukan pula perencanaan penyimpanan dan pengangkutan hasil-hasil tanaman. Adakah problema cuaca dalam kegiatan pertanian? Problema yang sering dihadapi adalah adanya banyak kegiatan dalam suatu wilayah. Gb. dan memang kiranya tidak perlu membedakan cuaca karena cuaca adalah salah satu dari banyak fenomena . untuk keperluan agribisnis diperlukan informasi cuaca di tempat lain. Selanjutnya hama. Tidak jarang pada suatu musim. penyakit. tetapi bagi petani garam dan perusahaan industri garam banyak mengalami kerugian karena hasil garamnya berkurang. Selain informasi di lokasi pertanian. 6. Pada suatu musim kemarau yang banyak hujan para petani sayuran merasa untung karena tanamannya tumbuh subur dan tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari. tetapi bagi orang atau kegiatan lain justru dirasakan sebagai yang merugikan. dll.. tetapi cuaca saat itu justru juga mendukung kesuburan hidupnya hama. Setiap orang atau setiap kegiatan mempunyai tanggap dan kepekaan berbeda kepada cuaca. Jadi cuaca yang mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan ? Tentu saja sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Transportasi hasil panen. dan parasit. sedangkan masing-masing kegiatan mempunyai sensitivitas kepada cuaca berlainan.

alam yang berlangsung secara terus-menerus. bila kelembapan rendah penguapan menjadi besar dan kandungan air tanah menjadi berkurang. b. tetapi dilain pihak sinaran matahari banyak dapat meningkatkan laju pengeringan tanah. Angin: Dengan adanya angin tanah dapat terdinginkan. Sinaran matahari : Sinaran matahari banyak meningkatkan kualitas tanah. Oleh karena itu sikap kita adalah memanfaatkan dan menghindari resiko dari dampak cuaca yang ada. erosi. tetapi kelembapan tinggi juga menyuburkan gulma dan memudahkan timbulnya hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman. c. Bagi tanaman angin dapat membantu kecepatan penyerbukan. Lama penyinaran banyak menambah lama proses fotosintesa. Kelembapan: Kelembapan udara yang tinggi menjaga kelembapan tanah. e. Suhu udara: Suhu udara tinggi meningkatkan kualitas tanah. Selang kering (dry spell): Adanya selang kering di musim hujan menambah sinaran matahari yang menguntungkan tanaman. tetapi suhu yang sangat rendah dapat menimbulkan embun beku (frost) yang dapat membuat kering tanaman. Suhu rendah mendukung pertumbuhan holtikultura. d. tanah longsor. Bagi tanaman. tetapi apabila angin bertiup terus-menerus dapat menimbulkan penggerusan (erosi) tanah dan tanah cepat menjadi kering karena penguapan menjadi besar. tetapi bila terlalu banyak hujan pupuk banyak melimpas. tetapi dilain pihak apabila fluktuasi suhu besar tanaman menjadi stress. Berikut adalah contoh nilai-nilai unsur cuaca yang memberikan keuntungan dan merugikan. f. g. tetapi hujan banyak dapat menimbulkan banjir. Curah hujan: Bila banyak hujan tanah menjadi gembur dan subur. tetapi disisi lain dapat menimbulkan tanaman stress kekurangan air. tetapi disisi lain bila bertiup kencang dapat menimbulkan kerusakan batang tanaman. Suhu udara tinggi meningkatkan proses pertumbuhan tanaman. Bagi tanaman. a. tetapi di lain pihak penyinaran yang banyak mempercepat tanaman menjadi layu. banyak hujan membantu tanaman mudah menyerap makanan dari tanah. Untuk itu banyak cara yang dapat dilakukan. banyak daun gugur. kelembapan yang tinggi mendukung tanaman dapat tumbuh subur. tetapi dilain pihak suhu tinggi membuat berubahnya struktur tanah. Selang basah (wet spell) : Adanya selang basah di musim kemarau menambah .

tetapi karena jumlahnya sedikit sering menimbulkan kekeringan. dan dalam musim kemarau sering terjadi selang basah.kecukupan air. Angin : Pada musim hujan kecepatan angin umumnya rendah. tetapi dapat merusak kualitas hasil panen. c. Namun demikian ada sifat yang secara umum dimiliki oleh masing-masing unsur. Dalam musim kemarau kelembapan rendah. b. f. Sebaliknya di musim kemarau intensitas sinar matahari rendah tetapi lama penyinaran panjang. tetapi sering terjadi angin ribut . penguapan tinggi dan kandungan air tanah rendah. . memenuhi kebutuhan tanaman akan air. Suhu udara : Suhu udara rata-rata di Indonesia hampir tidak banyak beda di musim hujan dan di musim kemarau. Sinar matahari: Pada musim hujan di Indonesia intensitas matahari tinggi tetapi lama penyinaran pendek karena liputan awan banyak. d. Apa yang perlu diketahui untuk memanfaatkan cuaca? Dalam memanfaatkan cuaca terlebih dahulu perlu difahami tentang fungsi dan dampak unsur cuaca. e. Curah hujan : Bila di musim hujan banyak jumlahnya. misalnya: a. Sedangkan di musim kemarau umumnya angin betiup terus menerus dan kering. Di musim hujan beda suhu maksimum dan minimum lebih kecil dibandingkan suhu maksimum dan suhu minimum pada musim kemarau. kualitas dan kuantitas produksi. Kelembapan udara : Dalam musim hujan kelembapan tinggi. penguapan potensial tinggi. (2) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. kerusakan tanaman. Bagimana nilai unsur cuaca pertanian yang ada di Indonesia? Karena struktur kepulauan yang sangat beragam maka Indonesia terkenal dengan cuacanya yang sangat beragam pula. Dalam musim kemarau hujan sedikit tidak ada banjir. tetapi yang banyak beda adalah suhu maksimum pada siang hari dan suhu minimum pada malam hari. yang antar lain meliputi: (1) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selang kering dan selang basah: Dalam musim hujan sering terjadi selang kering lebih dari tujuh hari basah.

dampak tidak langsung. Dengan demikian yang sekurang-kurangnya perlu diketahui tentang cuaca dan iklim adalah : · Bagaimana cuaca dan iklim yang ada. (7) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan kehutanan. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika. Apakah dampak cuaca / iklim bagi pertanian? Dampak cuaca / iklim kepada kegiatan pertanian dapat dikategorikan menjadi : (a). (5) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. (3) Dampak cuaca dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang berdampak kepada tanah dan tanaman. bahkan mungkin merugikan. Oleh karena itu apabila ada cuaca yang merugikan perlu dilakukan antisipasi atau penanggulangan. · Cuaca yang bagaimana yang diperlukan tanah dan tanaman selama fase pertumbuhannya. Bagi petani perlu memperhitungkan alternatip dan menyiapkan upaya antisipasi apabila cuaca yang tidak diharapkan terjadi. (6) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan Operasi managemen. · Cuaca dan iklim yang mana yang perlu dihindari agar tidak terkena dampak yang merugikan bagi tanah dan tanaman. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat digunakan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan upaya penanggulangan bagi tanah. dan ada yang dirasakan secara lambat.kehilangan produksi. Yang juga perlu difahami adalah tidak setiap waktu cuaca yang ada diperlukan oleh tanaman. Dampak langsung seketika umumnya misalnya curah hujan yang lebat atau terus . (8) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan nilai ekonomi Cuaca/iklim memberi dampak kepada tanah dan tanaman. dan (b). tanaman dan hasil produksi. (4) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi. dampak langsung . · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat dimanfaatkan sehingga tanah dapat dapat menyuburkan tanaman.

R. Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi.menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu. L. Bogor. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca. tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang. adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.. tetapi karena timbulnya hama. Dewan Bahasa dan Pustaka. angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman. Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi. Malaysia. Central Research Institut for Agricultur. (1984).8/042 – Mei 1984. IRRI (1975). Klimatologi Kawasan Tropik. M. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. dkk. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung . dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu. Badan Meteorologi dan Geofisika. penyakit. Jakarta. Nilai Ekonomi Prakiraan Iklim. penyakit. INS/7. An Agroclimatic Map of Java. 41. (1975). Cuaca / iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama . Oldeman. Padang 11-13 Agustus 2003. tetapi karena hama. tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca / iklim. Nieuwolt S (1985). (2003). penyakit. Kertas Kerja No. . Research Highlight for 1975. misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan. sedangkan kadar cuaca/iklin yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Boer R.W. DAFTAR PUSTAKA Baradas. Pokok-Pokok Pengelolaan Cuaca Untuk Pertanian di Daerah Tropika Basah Indonesia. parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. .

Meteorologi Praktik. Patoni. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Technical Note No. WMO-No. Introduction to Climate. Glenn T. 134. Lyle (1980).(1993). August 1993. BMG Jakarta. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1982). --------Diposkan oleh soerjadi wh di 06:16 . Kamus Hidrometeorologi. Wirjohamidjojo Soerjadi ( 1984).597. Guide to Agricultural Meteorological Practices. Wirjohamidjojo. Soerjadi . 179. Pengalamanku Tentang Cuaca di Indonesia. McGrwaw Hill International Book Company. Practical Farm Weather Management And Climate Impact Assessment. Badan Meteorologi & Geofisika.R. WMO – No. Trewartha. Wirjohamidjojo Soerjadi (2006). Project INS/82/004 (Meteorological Programme For Increased Food Production) WMO. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan Suroso H. Survey On The Inter-Agency Agrometeorological Service In Indonesia.Oldeman L. ISBN 979 459 357 5. Project INS/82/004/ Jakarta. ISBN 979-99507-8-3. Horn H. Prociding Of The Workshop On Practical Farm Weather Mangement And Climate Impaact Assessment. Sutrisno (1982). Wirjohamidjojo. Susanto. Soerjadi (1993). A Study of the Agroclimatology of the Humid Tropics of South-East Asia. Indonesian Inter – Agency Climate Impact Assessment System. and Frere M. Buku – IV.. WMO (1993).

Keselamatan penerbangan berkaitan dengan banyak faktor. Bagaimana peran cuaca dalam penerbangan? Karena masalah penerbangan menyangkut banyak hal baik dalam lingkup nasional maupun internasional maka Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan berbagai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tersebut. teknis pesawat. di Indonesia (data IATS Analysis) antara 1988 – 2003 sekitar 3.38 Jan. faktor kondisi dan jenis pesawat terbang. Khususnya dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan cuaca. 31 Agustus 2010 MANFAAT DAN BAHAYA CUACA DALAM PENERBANGAN Oleh Soerjadi Wh. beban tanggung jawab keselamatan penerbangan juga makin meningkat. sedangkan 70% dari faktor manusia yang termasuk baik awak pesawat maupun yang memberi pelayanan kepada pesawat terbang. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan. fasilitas penunjang operasi penerbangan. ICAO bekerjasama dengan Organisasi Meteorologi Dunia ( World Meteorological Organization = WMO).Selasa. dan pelayanan lalu-lintas udara. Dari kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat terbang. Cuaca mempunyai dua peran.1988).1 vol. fasilitas dan sarana telekomunikasi. 30% antara lain karena faktor cuaca. Dengan demikian makin banyak kegiatan penerbangan. dan faktor cuaca. Meskipun teknologi penerbangan makin maju namun karena frekuensi penerbangan juga makin meningkat kecelakaan pesawat terbang masih tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. antara lain faktor manusia.4% sampai akhir 2013. Laju keseringan penerbangan di Amerika Serikat sejak tahun 1988 sekitar 10% setiap tahun (buletin WMO no. Dalam penerbangan perihal keselamatan adalah prioritas utama. di sisi lain mempunyai potensi yang .9% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 6. fasilitas dan sarana Bandar udara. Apa dampak cuaca dalam penerbangan? Peran cuaca dalam penerbangan sangat besar.

Langkisau. Kesalahan pengamatan tekanan atau kesalahan pengesetan altimeter dapat menjatuhkan pesawat karena pesawat terbang mendarat tidak tepat sesuai dengan elevasi landasan. Apa peran cuaca dalam pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang ? Pendaratan dan tinggal landas tergolong masa kritis bagi penerbangan. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan. Geser angin vertikal. Angin haluan. karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lain. Namun demikian karena setiap pesawat terbang mempunyai tiga kegiatan yang sama. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. dan mendarat maka penggunaan arti bahaya dalam penerbangan umumnya diterapkan untuk masing-masing kegiatan tersebut. Longsoran udara dari awan Kumulonimbus.000 kaki tidak terasakan bagi pesawat besar yang terbang pada paras tersebut. melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. Untuk pendaratan. digunakan untuk penyetelan altimeter dan perhitungan altitud kepadatan. Tekanan dan suhu udara di permukaan landasan atau Bandar udara. faktor cuaca yang mempunyai potensi membahayakan antara lain : Angin silang. yakni tinggal landas. tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. Banglas yang rendah. dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitifitasnya terhadap cuaca. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas dan dapat menimbulkan pesawat terjungkal. Khusunya dalam penerbangan. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang bekecepatan 20 knot. yang mengganggu pendaratan atau tinggal landas pesawat karena energi yang besar. geser angin horizontal. . jenis pesawat. dan arah angin yang menyebar ke segala arah. atau pesawat terdorong. mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan.membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. yang dapat menghambat. mengganggu penglihatan sehingga pendaratan atau tinggal landas yang dilakukan secara visual tidak dapat dilakukan dengan tepat. dan golak-galik. Dari posisi terbang. angin 20 knot pada paras penerbangan 30. yang dapat mengakibatkan penggunaan landasan terlalu panjang. pusaran yang kuat. selain kadar atau intensitas unsur cuaca. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan. tetapi bila terjadi pada paras rendah sangat berarti bagi pesawat terbang kecil yang terbang pada paras tersebut. terbang. kondisi pesawat.

faktor cuaca dapat dimanfaatkan tetapi juga ada yang mempunyai potensi membahayakan. Yang dapat dimanfaatkan antara lain : angin. Apa dampak cuaca kepada pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan? Bagi pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. . di kawasan mendekati kutub letaknya lebih rendah dibandingkan dengan Sirus di kawasan tropik. tekanan udara yang dapat dimanfaatkan untuk menetapkan jalur terpendek atau waktu terbang yang sependek mungkin. misalnya dengan adanya jajaran garis–garis awan Sirus.1. Bagaimana mengenali gelombang udara? Secara mudah gelombang udara dapat dikenali dari goncangan pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. Sirus di kawasan tropik umumnya berada pada ketinggian lebih tinggi dari 6 km dari permukaan bumi. peng-es-an (icing). Yang mempunyai potensi membahayakan antara lain: gelombang udara yang berkaitan dengan angin kencang. awan dengan varietas lentikularis atau bentuk lensa.1. kilat. Dampak longsoran udara dari awan Kumulonimbus. Selain itu dapat pula dikenali dari susunan dan bentuk awan. gelombang gunung.Gb. Gb. awan rotor. golak-galik (turbulence) di dalam awan. Bila ada Sirus berbentuk barisan seperti pada gb. adanya awan tudung. golak-galik di luar awan atau golak-galik udara cerah (clear air turbulence = CAT). Sirus bergelombang.1.

Makin besar lajur awan makin besar gelombangnya. 3.4.. Gb. Arah angin atau arah gelombang dari arah letak bentuk yang tipis dari bagian awan. Altostratus lentikularis. Ada kalanya Altrostratus lentikularis kelihatan seperti berputar seperti terlihat pada gb. Adakalanya gelombangnya tidak hanya gelombang vertikal tetapi juga gelombang horizontal seperti yang ditunjukkan oleh bentuk awan lentikularisseperti terlihat pada gb. Arah angin tegaklurus barisan awan.menunjukkan bahwa udara di tempat itu bergelombang. yang biasanya terjadi di sekitar lereng gunung. Gb. Altostratus lentikularis dengan pusaran. Gelombang udara juga dapat dikenali dari awan yang berbentuk seperti lensa (letikularis) seperti pada gb.2. Bentuk lentikularis umumnya terdapat pada awan Altostratus pada ketinggian antara 2 – 5 km dari permukaan bumi. . Di Puncak Bogor awan seperti itu sering terlihat pada sore hari. 2.3.

Berbahayakah udara di balik gunung? Di balik gunung tertentu sering timbul gelombang udara yang dikenal dengan gelombang gunung.). bila laju susut suhu > 6. Gb.4. Selain menandai adanya udara bergelombang awan-awan tersebut juga dapat digunakan untuk menandai kemantapan (stability) lapisan udara. Altostratus lentikularis dengan gelombang horizontal. 5.6). Altostratus lentikularis menempel pada puncak gunung Ada pula yang menempel pada bagian atas awan Kumulonimbus atau Kumulus (gb. Gb.5 oC / km dikatakan lapisan udara takmantap (unstable air). Dalam atmosfer baku ICAO laju susut suhu kearah vertikal dalam troposfer didefinisikan sebesar 6. Altostratus lentikularis menempel pada puncak Kumulus.7. Adanya awan seperti pada gambar 3 dan 4 menandai adanya lapisan udara mantap (stable air).Gb. Bila tampak pada Kumulus menunjukkan pula bahwa di atas awan tersebut terdapat lapisan sungsangan sehingga awan tidak bisa menembusnya.5 oC / km. Selain itu awan bentuk lentikularis ada yang tampak menempel pada puncak gunung (gb.5 oC / km. Bila pada suatu waktu pada suatu lapisan udara laju susut suhu tersebut < 6.5. Gelombang gunung umumnya terdapat pada balik gunung atau .6. lapisan udara tersebut dikatakan mantap.

dan c = kecepatan suara. Tetapi kadang-kadang selang antara awan-awan tersebut tidak tampak jelas sehingga dalam keadaan demikian sulit untuk menaksir adanya gelombang gunung. r = rapat massa udara.bawah angin.1) dengan (ωB)2 = . udara bersifat takmantap. Gelombang tersebut dapat dikenali dengan adanya awan yang letaknya berantara secara teratur di balik gunung. dan c = kecepatan suara. yang rumusnya sebagai berikut: Ri = (ωB)2 / (ӘU/Әz)2 . g = percepatan gravitas bumi. Uox = kecepatan angin dalam arah sumbu X (horizontal). Bila R <= ¼. (1) udara mantap.l. (2) arah angin dari arah tegak lurus ke gunung. udara mempunyai nilai parameter tertentu yang mencapai maksimum. Parameter tersebut dikenal dengan nama parameter Scorer yang dalam rumus matematikanya dinyatakan sebagai : S = F(z) ~ (ωB / Uox)2 dengan ωB = √{. dan bila R<=1 udara bergolak-galik.g[ (d ln r)/ r + g/c2 ] disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”.kurang dari 30 derajat. g = percepatan gravitas. Apakah di dalam udara cerah dapat timbul golak-galik? Dalam udara cerah dapat timbul golak-galik yang lazim dinamakan “golak-galik . Syarat untuk terbentuknya gelombang gunung a. r = rapat massa udara. Gelombang tersebut umumnya terbentuk karena adanya angin kencang melewati gunung pada saat lapisan udara di atasnya dalam keadaan mantap. (7. Nilai batas yang digunakan sebagai indikasi yang memungkinkan terjadinya golak-galik adalah bilangan tak berdimensi yang dinamakan bilangan Richardson (Ri). (3).g[(d ln r)/ r + g/c2 ]} dan (ωB)2 disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”. ӘU/Әz = landaian (gradient) kecepatan angin dalam arah vertikal. Apakah yang dimaksud dengan golak-galik? Golak-galik adalah goncangan udara akibat bertumpuknya gerak rata-rata udara yang tidak teratur dan dalam keadaan terus-menerus berubah.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan suhu. dalam udara di atas Kumulonimbus yang sangat tinggi sampai stratosfer bawah. Bila dalam paras terbang suhu udara rendah dan udara mengandung banyak air adidingin. Peng-es-an dapat terjadi ketika pesawat terbang melewati butir-butir air adidingin di dalam awan atau di dalam hujan. ω = frekuensi sudut (angular frequency) . atau melewati salju basah dan tetes air yang suhunya dibawah 0 oC. Biasanya terjadi dalam troposfer. δU = beda kecepatan angin antar lapisan udara. Peng-es-an (icing) sangat mengganggu penerbangan. Dari rumus tersebut mudah difahami bahwa apabila nilai [(δU)2 – 2(g/k) δr/r] >= 0 tidak ada nila Im(ω) berarti tidak terjadi golak-galik udara cerah. Peng-es-an adalah fenomena penumpukan atau pelapisan es pada pesawat terbang. ukuran tetes air. Golak-galik udara cerah tersebut sulit dipelajari karena skalanya kecil dibandingkan dengan skala atmosfer. Peng-es-an umumnya terjadi pada suhu antara 0 oC dan –18 oC. laju penumpukan. λ = panjang gelombang. keterawangannya (transparency). k = bilangan gelombang = 2π/λ. Laju pertumbuhan golakgalik udara cerah dinyatakan dengan rumus (Chandrasekar 1961. Disamping itu waktu terjadinya umumnya pada bagian akhir dari waktu peluruhan proses termodinamik dari energi kinetik karena pemanasan dalam atmosfer.udara cerah (clear air turbulence = CAT)” yang terjadinya tidak ditandai dengan fenomena yang tampak. dan kekerasannya. Namun demikian ada bentuk dasar peng-es-an. dan di daerah sekitar arus jet (jet stream) yaitu daerah dengan angin berkecepatan tinggi di lapisan udara atas. Wujud peng-es-an bermacam-macam yang dapat dibedakan dari kepadatannya. di daerah perenggan. yakni bentuk es keruh (rime ice) dan es bening (clear ice) yang tingkatnya . δr = beda rapat massa udara antar lapisan udara. Suhu udara yang sangat rendah dapat menimbulkan proses peng-es-an pada pesawat terbang. g = percepatan gravitas bumi. tetes-tetes air yang membasahi badan pesawat yang sedang terbang dapat membeku dan membentuk lapisan es pada pesawat terbang. dikutip Beer Tom 1964) sebagai berikut: Im(ω) = ½ k[(δU)2 – 2(g/k) δr/r ] ½ (7. Tempat terjadinya umumnya di dekat lereng gunung pada ketinggian atmosfer kurang dari 2 km.2) dengan Im(ω) menyatakan bilangan imaginer dari ω.

dalam hal kejadian tersebut es yang terbentuk disebut es bulu (ice feathers) karena bentuknya seperti serabut. terjadi pada lubang pembuangan gas sisa pembakaran yang keluar dan mengembang dengan cepat. dan mengurangi laju pembuangan karena peng-es-an karburator. saluran . Peng-es-an karburator yang disebut peng-es-an karburator (carburetor icing). Umumnya besarnya laju peng-es-an sekitar 1 mm/menit. mengganggu alat kemudi. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang dapat terjadi karena lapisan air yang menempel pada badan pesawat mendingin dengan kuat. Kilat. kecepatan pesawat terbang. dan untuk butir-butir awan sebesar 50%. mengurangi masukan udara pada mesin jet. antara lain dapat mengganggu alat telekomunikasi. Apa bahaya kilat bagi penerbangan? Kilat adalah salah satu fenomena elektrometeor berupa luahan muatan elektrik dalam udara. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang umumnya pada bagian pinggir sayap. dan efisiensi pengumpulan dari bagian pembelah udara pada pesawat terbang. mengurangi daya dorong. pada stabilisator. Peng-es-an karburator umumnya sudah dapat terjadi bila suhu udara luar antara 10 dan 15 oC. dan menggnggu pengendalian karena peng-es-an dapat menimbulkan berbagai hal antara lain : menambah berat pesawat terbang. untuk gerimis sebesar 75%. mengganggu putaran balingbaling. dan paling tinggi sebesar 30 mm/menit.dibedakan antara tingkat es kental (milky ice) dan tingkat es padat (kernel ice). Selain itu peng-es-an pesawat terbang juga dapat terjadi ketika pesawat terbang keluar dari lapisan udara dingin ke dalam lapisan udara hangat. Peng-es-an pada pesawat terbang dapat mengurangi daya angkat. Efisiensi pengumpulan untuk hujan sebesar 100%. terjadi distorsi pada pembelah udara (aerofoil). Peng-es-an yang kuat dan membahayakan pesawat terbang mudah terjadi apabila pesawat terbang lama di dalam awan atau dalam hujan adidingin. dan pada ujung-ujung bagian lain serta pada lubang pembuangan. Besarnya laju peng-es-an sebanding dengan kandungan air dalam awan yang dilalui pesawat terbang .

bergerak cepat pada suatu benda padat atau mengapung di udara. Yang paling umum adalah kilat yang dihasilkan awan guntur atau awan Kumulonimbus. berupa kilapan cahaya terang yang tampak di kejauhan dan lama setelah tampak disusul suara guntur. kilat roket (rocket lightning). paling banyak melakukan penerbangan . kilat garpu (forked lightning).3 meter. Gb. Kilat garpu. Bentuk kilat berbagai macam. antara lain yang terkenal adalah : kilat berkas (streak lightning). dari awan ke awan lain. dan penerbangan tinggi. penerbangan tengah. dan dari awan ke bumi atau sebaliknya dari bumi ke awan. yakni penerbangan rendah. Kilat dapat terjadi dari di satu tempat ke tempat lain di dalam suatu awan yang sama. dan setelah itu meledak seperti bom. kilat bahang atau kilat api (heat lightning). tetapi kilat tersebut jarang terjadi. sering disebut pula kilat api. Kilat roket adalah kilat yang sangat cepat seperti roket. Kilat bahang. Apa dampak cuaca sama bagi semua penerbangan? Dampak cuaca tidak sama bagi setiap penerbangan. Kilat lembaran adalah kilat yang hanya tampak seperti lembaran kilapan cahaya terang dan baur. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan rendah? Pesawat-pesawat terbang kecil.7. helikopter. Kilat bola berupa kilapan cahaya berbentuk seperti bola yang garis tengahnya sekitar 0. Kilat garpu adalah kilat dari awan ke bumi yang ujungnya bercabang-cabang seperti garpu.. kilat lembaran (sheet lightning). umumnya dibedakan dalam tiga jenis penerbangan. kilat bola (ball lightning).listrik. Kilat berkas adalah kilat dari awan ke bumi yang tampak seperti kilapan berkas cahaya.

Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tinggi? Penerbangan tinggi adalah penerbangan yang lebih tinggi dari 8 km. tetapi suhu udara sangat rendah. Penerbangan rendah umumnya berada di bawah dan di bagian bawah awan. sehingga pesawat yang melakukan penerbangan rendah menemui banyak perubahan arah dan kecepatan angin. cuaca sangat beragam dan sangat berubah-ubah. Angin setempat umumnya tidak banyak perubahan. Penerbangan tengah sering melewati dan terbang di dalam serta di puncak awan. serta dalam udara bersuhu sekitar 0 oC dan atau di atas paras beku (paras dengan suhu 0 oC). Peng-es-an masih mungkin terjadi utamanya di bagian paras paling bawah yang masih mengandung banyak uap air. serta dalam udara bertekanan rendah. dan masuk-keluar bagian bawah awan yang umumnya bergolak-galik. Penerbangan pada paras tersebut masih mengalami banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tengah? Penerbangan tengah adalah penerbangan pada paras tengah antara 3 km dan 8 km. Penerbangan rendah sangat tinggi sensitifitasnya kepada cuaca karena di lapisan udara dibawah 3 km.rendah. Penerbangan tinggi umumnya melakukan penerbangan jauh dan lama. Umumnya berada pada paras di atas awan. Pengaruh awan Kumulus tinggi dan Kumulonimbus masih cukup besar. Peng-es-an mudah terjadi dalam paras penerbangan tengah. masuk-keluar di bagian tengah dan bagian atas awan. . selain suhu udaranya rendah kadar air dalam udara msih cukup tinggi. Pengaruh cuaca di bawahnya kecil kecuali di atas siklon tropik yang kuat. Biasanya dalam penerbangan rendah digunakan aturan terbang visual (Visual Flight Rules = VFR) yaitu batasan-batasan (kondisi cuaca) yang dipersyaratkan suatu penerbangan boleh dilakukan secara visual. Oleh karena itu informasi tentang kedua jenis awan tersebut sepanjang jalur dan wilayah penerbangan sangat diperlukan. Perubahan cuaca yang dirasakan adalah perubahan yang berkaitan dengan perubahan tempat.

Perhitungan nilai ekonomi umumnya dilakukan dengan ukuran penghematan waktu terbang (waktu terbang minima) dan efisiensi pengaturan beban dan pengisian bahan bakar (fuel loading). (1993). Seberapa besar nilai ekonomi manfaat cuaca dalam penerbangan? Secara umum studi tentang keuntungan ekonomi dari pemanfaatan cuaca dan informasi cuaca dalam penerbangan telah banyak dilakukan. seperti yang dilakukan oleh Fairbanks dkk. ketinggian potensial. sebaliknya penerbangan yang melintas dari arah khatulistiwa ke arah kutub atau sebaliknya mengalami perubahan tekanan yang besar. dan perubahan suhu. pesawat dapat mengalami perubahan ketinggian. dan juga perubahan suhu berkaitan dengan perubahan tekanan atau ketinggian tersebut. keputusan mendarat. Apabila penerbangan dilakukan pada paras tekanan tetap. Bila penerbangan di atas kawasan khatulistiwa maka sepanjang penerbangan tidak banyak mengalami perubahan tekanan. pesawat terbang mengalami perubahan tekanan. Perubahan arah dan kecepatan angin. Tetapi tidak dapat dihitung nilainya secara kuantitatif dalam hal yang berkaitan dengan keselamatan. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan ketinggian tekanan. (1994). dan bila terbang dalam paras ketinggian tetap. Informasi cuaca penerbangan yang diterima penerbang digunakan untuk operasional penerbangan.utamanya bagi penerbangan di kawasan lintang tinggi atau penerbangan yang menuju kearah meridional (utara – selatan). cuaca selalu harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya cuaca mempunyai andil besar dalam menentukan rencana dan keputusan untuk tinggal landas. Robinson dkk. baik informasi cuaca untuk persiapan lepas landas. Dalam upaya efisiensi dan keselamatan penerbangan selain harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana penerbangan serta kondisi pesawat terbang. dan keputusan-keputusan selama dalam penerbangan. Manfaat informasi cuaca dalam penetapan rencana terbang. selama dalam .

dan elevasi (elevation). Elevasi adalah jarak vertikal dari suatu titik. dan penentuan terbang minimal. Hal ini berkaitan dengan arah angin di bandar udara saat itu. atau benda. Ketinggian. yang diukur dari datum atau tinggi rujukan tertentu.penerbangan. Pengesetan altimeter (altimeter setting) itu apa? Altimeter adalah alat yang digunakan untuk menaksir ketinggian di dalam atmosfer. adalah ukuran jarak vertikal letak suatu titik. penentuan ketinggian terbang. selain dilengkapai dengan altimeter tekanan juga dilengkapi dengan altimeter radio atau radar. Oleh karena itu altimeter radio dikenal sebagai altimeter mutlak. benda. pesawat terbang umumnya dilengkapi dengan altimeter tekanan. sedangkan altimeter tekanan menunjukkan ketinggian nisbi. Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk mengatakan tinggi dalam penerbangan. Bagi pesawat terbang yang hanya dilengkapi dengan altimeter tekanan. yaitu altitud atau ketinggian dari permukaan laut. Tetapi pesawat terbang modern. pada permukaan bumi diukur dari permukaan laut. altitude (altitude). ialah altimeter yang bekerjanya berdasarkan pengukuran tekanan udara. altimeter tekanan menunjukkan ketinggian lebih tinggi dibandingkan dengan altimeter radio. pengesetan altimeter sangat penting dan harus dilakukan dengan cermat agar pesawat terbang . Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang selalu diperhatikan. atau paras. maupun informasi cuaca untuk persiapan mendarat. Apabila pesawat terbang di atas laut altimeter tekanan dan altimeter radio menunjukkan ketinggian yang sama. yakni ketinggian (height). Tetapi bila terbang di atas daratan. yakni pengesetan altimeter. Informasi cuaca bandar udara keberangkatan yang diterima sebelum lepas landas atau akan mendarat antara lain digunakan untuk menentukan dari arah mana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat. Altitud adalah jarak vertikal letak suatu titik. Dengan prinsip pemantulan gelombang radio. dimana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat dengan arah berlawanan dengan arah angin. altimeter radio dapat menunjukkan ketinggian pesawat terbang di atas permukaan bumi. atau benda. atau paras yang diukur dari permukaan laut atau permukaan laut rata-rata. Untuk mengetahui ketinggian terbang.

§ Laju susut suhu dari 53 km sampai 75 km sebesar – 3.5 oC .5 o C/km atau 1. sehingga suhu pada ketinggian 47 km sebesar + 9. sehingga suhu . Tekanan permukaan laut tersebut diambil dari atmosfer baku ICAO. Tm = suhu udara rata-rata dari permukaan laut sampai tinggi H dinyatakan dalam oK. hubungan antara ketinggian dan tekanan mengikut rumus empirik : H = 221.25 mb (hPa) § Suhu udara permukaan 15 oC. § Laju susut suhu dari 75 km sampai 90 km sebesar 0 oC/km. § Laju susut suhu dari 90 km sampai 126 km sebesar + 3. § Laju susut suhu dari 25 km sampai 47 km sebesar +3 oC/km. § Laju susut suhu dari 126 km sampai 175 km sebesar +10 oC/km. Namun demikian dalam praktek untuk menetapkan koreksi ke permukaan laut yang digunakan untuk pengesetan altimeter diperlukan patokan tekanan di atas permukaan laut tertentu. § Tekanan udara permukaan 1013. Dalam Glossary of Meteorology. dengan H = ketinggian dari permukaan laut (altitud) dinyatakan dalam kaki. sehingga suhu pada 75 km sebesar – 76. Selanjutnya sejak tahun 1956 dikembangkan lagi dengan: § Laju susut suhu dari 11 km sampai 25 km sebesar 0 oC/km.dapat didaratkan dengan tepat diatas landasan pacu. sehingga suhu pada ketinggian 126 km sebesar + 49. dan P = tekanan atmosfer pada ketinggian H. atmosfer baku ICAO ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut : § Ketinggian permukaan atau paras muka laut rata-rata (mean sea level) = 0 meter. Dengan demikian perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut hasilnya dapat berbeda dengan bila menggunakan model atmosfer baku ICAO.7 oC (suhu skala molekul). § Laju susut suhu dari 47 km sampai 53 km sebesar 0 oC/km. Dalam altimeter.9 oC/km. § Laju susut suhu vertikal sampai tinggi 11 km (ketinggian tropopause) sebesar 6.15 Tm log (Po/P).3 oC.5 oC/km. Pengesetan dilakukan dengan menyesuaikan skala altimeter pada besarnya tekanan di Bandar udara yang dikoreksi dengan tekanan permukaan laut (QNH). Po = tekanan atmosfer pada permukaan laut.98 oC/ 1000 kaki.

25 hPa tersebut setara dengan 83. Dalam satuan tekanan.142 hPa. QNH = Pml + (HICAO – E)/30 (untuk E > 5000 kaki) dengan HICAO = tinggi setara tekanan dalam atmosfer baku ICAO. Maka dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO diperoleh : (1) Ketinggian tekanan (PH) = 1013.25 hPa setara dengan ketinggian H = 2331 kaki. ketinggian tekanan (PH) dinyatakan dengan rumus : PH = Pml – QFE dengan Pml = tekanan pada pemukaan laut atmosfer baku ICAO. QFE tekanan barometer pada Bandar udara yang tidak dikoreksi ke permukaan laut. Maka ketinggian tekanan 83.25 hPa.25 + (2331 – 3000)/28 = 1037. (2) Ketinggian tekanan 83. Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE).pada ketinggian 175 km sebesar + 539. § Laju susut suhu dari 175 km sampai 500 km sebesar + 5.25 x 28 = 2331 kaki. Altitud yang bersangkutan dengan tekanan dalam standar atmosfer ICAO disebut “altitud tekanan (pressure altitude) atau ketinggian tekanan (pressure height)”. Dari perhitungan tersebut maka pengesetan altimeter dilakukan dengan menempatkan skala altimeter nol pada 1037. Untuk pengesetan altimeter diperlukan nilai ketinggian tekanan dan QNH. Pengsetan tersebut diperlukan .25 – 930 = 83.8 oC/km. Dengan rumus tersebut diperoleh : QNH = 1013.142 hPa. Nilai tersebut dihitung dengan cara seperti berikut : Dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki.7 oC.7 oC. sehingga suhu pada ketinggian 500 km sebesar + 2424. E = elevasi Bandar udara. Cara menghitung ketinggian tekanan dan QNH seperti pada contoh berikut. (3) QNH dihitung dengan rumus: QNH = Pml + (HICAO – E)/28 (untuk E <= 5000 kaki) atau.

Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. D = Z – h (7. 9. Beda ketinggian menurut atmosfer baku ICAO dan ketinggian sebenarnya disebut NIlai–D (D-value). Oleh karena itu sering terdapat perbedaan antara keadaan sebenarnya dan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO.6) . Sebagai contoh. Gb.agar pendaratan pesawat terbang dapat dilakukan dengan tepat. Gb. 10. Karena selisih tekanan udara sebesar 1 hPa setara dengan ketinggian 28 kaki. padahal pesawat terbang sudah menyentuh landasan sebelum mencapai titik sentuh landasan yang seharusnya dan pada kecepatan yang masih lebih tinggi dari yang seharusnya (gambar 10). padahal yang sebenarnya pesawat terbang masih pada ketinggian 28 kaki dari landasan. maka dengan kesalahan tersebut penerbang memperhitungkan bahwa pesawat sudah pada titik sentuh landasan (touch down) yang seharusnya. Menghitung Nilai D (D-Value) Keadaan atmosfer tidak tetap. maka penerbang memperhitungkan pesawat masih pada ketinggian 28 kaki dan belum menyentuh landasan. sedangkan atmosfer baku ditetapkan berdasarkan model dan nilai rata-rata. Sebaliknya. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. Dengan demikian pesawat terbang mendarat melewati titik sentuh landasan yang seharusnya (gambar 9). misalnya terjadi kesalahan pengesetan altimeter sebesar 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. apabila kesalahan sebesar 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya.

Dengan demikian : Nilai-D = 2331 – 3000 = – 669 kaki. sama dengan ketinggian tekanan atau altitud tekanan. PH = Pml – QFE = 1013. Sebagai contoh.1. maka dalam satuan tinggi : PH = 53. Bila pesawat terbang dilengkapi dengan altimeter tekanan dan altimeter radio. tekanan tidak dikoreksi permukaan laut). nilai Z dapat diperoleh dari pengukuran dengan altimeter tekanan.dengan Z = ketinggian yang dihitung menurut kriteria atmosfer baku ICAO.1. Dengan menggunakan ketentuan dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki. Tetapi kalau dihitung dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO. Untuk menghitung altitud kerapatan mula-mula dihitung altitud atau ketinggian tekanan (PH) dengan menggunakan rumus (7.2. dan h dari pengukuran dengan altimeter radio Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE) seperti pada contoh dalam butir 7. misalnya di suatu Bandar udara yang elevasinya 3000 kaki.2).25 hPa. suhu pada .25 x 28 = 1491 kaki ( = Nilai –D) Selanjutnya dengan menggunakan ketentuan atmosfer baku ICAO.25 – 960 = 53. pada saat itu tekanan sebenarnya 960 hPa (QFE. tekanan 930 hPa terdapat pada ketinggian 2331 kaki. dan h = ketinggian sebenarnya dari permukaan bumi. Altitud Kerapatan (Density Altitude) Altitud kerapatan adalah ketinggian tekanan dari suatu tempat (Bandar udara) yang dikoreksi dengan beda antara suhu di tempat itu dan suhu menurut atmosfer baku ICAO pada ketinggian yang sama dengan elevasi tempat. maka menurut pengukuran pada elevasi atau ketinggian 3000 kaki tekanannya 930 hPa. dan suhunya 11 oC.

Untuk mendapatkan jarak atau waktu terpendek yang disebut “penerbangan minimal” maka pesawat harus setiap kali diubah arah sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang ada .05 oC.05/1. maka 1. meskipun elevasi Bandar udara sebenarnya 3000 kaki. Penentuan Terbang Minimal Angin dapat menghanyutkan pesawat udara sehingga arah lintasan pesawat (track) tidak sama dengan arah hadapan (heading) pesawat. Dengan demikian apabila arah pesawat dihadapkan kearah tujuan dengan menggunakan arah geografis padahal ada angin maka pada saat yang diperhitungkan pesawat tidak sampai tujuan yang dikehendaki.98 oC/1000 kaki. Misalkan pesawat terbang dari A akan menuju B.95 = 12.1000 = 500 kaki dan altitud kerapatan (DH): = PH + H = 1491 + 500 = 1951 kaki .98/1000) = 15 – 2. maka pada ketinggian 1491 kaki suhunya sebesar : TICAO = 15 – 1491 (1.permukaan laut 15 oC dan laju susut suhu vertikal 6. Nilai tersebut memberi pengertian bahwa apabila pesawat terbang akan tinggal landas atau mendarat di Bandar udara tersebut pada saat itu perlu menyesuaikan seperti kalau tinggal landas atau mendarat pada ketinggian 1951 kaki. bila tidak ada angin lintasan pesawat akan sepanjang garis AB. Bila ada angin dapat hanyut sehingga arah pesawat melencong tidak sampai pada B.05 oC Karena suhu di Bandar udara sebesar 11 oC maka dengan suhu menurut perhitungan dengan atmosfer baku ICAO berbeda sebesar 12.05 – 11 = 1. Jika disetarakan dengan beda ketinggian yang laju susut suhunya 1. Agar pesawat dapat mencapai B dengan menempuh jarak dan waktu terpendek maka pesawat terbang harus dihadapkan .5 oC/km atau 1.98 oC /1000 kaki.05 oC setara dengan tinggi (H) sebesar : H = (1.98).

dan garis arah pada arah hadapan disebut lintasan hadapan (heading). Garis arah dari Bandar udara pemberangkatan sampai Bandar udara tujuan disebut lintasan (track). Perhitungan untuk mencari sudut hanyutan sebagai berikut. misalnya AB. Besarnya sudut simpangan disebut sudut hanyutan. Karena angin. Sudut antara lintasan hadapan dan lintasan (b) disebut sudut hanyutan. Kecepatan terhadap bumi (ground speed) pesawat sebesar VB knot. VB = ( b1i + b2j ) vektor kecepatan pesawat terhadap bumi dari bandar udara keberangkatan ke arah Bandar udara tujuan.kearah tertentu sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang menerpanya. 11. arah pesawat terbang mengikuti arah lintasan (track) maka pesawat terbang pada saat yang direncanakan dapat tidak sampai pada tujuan (B).11). Arah hadapan (heading) AB terhadap arah timur sebesar a. Bagan hanyutan. misalnya AC. Misalkan (gb. Misalkan pesawat terbang dari A menuju B. . Besarnya sudut hanyutan dapat dihitung dengan menggunakan analisis vektor. Gb.

f = arah angin terhadap arah utara. ½ }2 + {50 (–½Ö3) + 500 . Arah angin f = 330o. Pesawat terbang terbang dari Cengkareng ke Pontianak. Arah Cengkareng – Pontianak terhadap arah timur a = 60o. Kecepatan angin VA= 50 km/jam Maka. Jarak Cengkareng ke Pontianak S = 2000 km.½ Ö3}2] = Ö[{ 25 + 250 }2 + { (–25Ö3) + 250Ö3}2] = Ö[(275 )2 + { (225Ö3)2] .a = sudut arah hadapan (heading) yang direncanakan terhadap arah timur.½ + 500. dengan X positif ke arah timur dan Y positip ke arah utara dapat dihitung : VH = Va + VB h1i + h2j = ( a1i + a2j ) + ( b1i + b2j ) h1 = a1 + b1 = VA cos (270 – f) + VB cos a h2 = a2 + b2 = VA sin (270 – f) + VB sin a Besarnya kecepatan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] arah VH = g = arc tan ( h2 / h1) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} Sudut hanyutan sebesar : b = a – g Contoh. Va = ( a1i + a2j ) vektor kecepatan angin. Kecepatan pesawat terbang terhadap bumi VB = 500 km/jam. atau (270 – f) terhadap arah timur b = adalah sudut hanyutan. VH = ( h1i + h2j ) vektor kecepatan pesawat terbang karena hanyutan. Maka dalam koordinat siku-siku (X-Y). besarnya kecepatan dalam arah lintasan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] = Ö[{50cos(270 – 330)+500 cos60}2 + {50sin(270 – 330)+500 sin60}2] = Ö[{50cos(– 60)+ 500 cos60}2 + {50sin(–60)+500 sin60}2] = Ö[{ 50.

Vol.= Ö {(75625 + (50625. Glossary of Meteorology. The Pensilvania State University.½ Ö3} / {50.75o = 5. Intoch D.1 Vol.22. . NASA – USA. 36 October 1987 hal. The Microburst As An Aircraft Hazard and Forecast Problem. Rainhardi Manfred E. ½ } = arc tan {(–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (225Ö3) / 275 } = arc tan { (389. London. (1989). Meteorological Glossary. HMO. Boston.4155) = 54. Introduction to Physical Meteorology. pp.3)} = Ö(75625 + 151875) = Ö(75625 + 151875) = Ö227500 = 477 km/jam Arah VH = g = arc tan ( h1 / h2) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} = arc tan {50sin(–60) + VB sin60} / {50cos(–60) + 500 cos60} = arc tan {50 (–½Ö3) + 500 .25o ========== Daftar rujukan. Earth System Science. (1980). WMO Bulletin No. Hans Neuberger (1951). WMO Bulletin No.75o Sudut hanyutan sebesar : b=a–g = 60o – 54. NASA (1988).38 January 1989.H.25) / 275 } = arc tan (1.½ + 500. Mc. Caracena Fernando (1987). 278 – 284. Third printing. Huschke Ralph E. (19972).4. Aeronautical Meteorology in the Service of Aviation. American Meteorological Society.

Kamus Istilah Meteorologi Aeronautik. Badan Meteorologi & Geofisika. (. Potential Economic Benefits from Improvements in Weather Information. ISBN 979 459 357 5. Meteorological Service fore International Air Navigation. 49. Monthly Weather Review.Richard Scorer (1972). Ratag (2006). 83 No. DR. Switzerland. . Kamus Hidrometeorologi. International Cloud Atlas. and Brier. 27. WMO (1998). Lothian Publishing Co (PTY) LTD.C. Badan Meteorologi Dan Geofisika. Pust Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Thompson. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Geneva. Wirjohamidjojo. Wirjohamidjojo. ISBN 979-99507-3-2. ---------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:17 Sabtu. Abridged Atlas.(1955). Technical Regulations. World Meteorological Organization. Vol. dan Suroso H. The Economic Utility of Weather Forecast. Thompson J. 28 Agustus 2010 ANGIN YANG MEMPUNYAI BANYAK MAKNA Oleh : Soerjadi Wh. Clouds Of The World. Susanto. Prof. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. J. WMO (1969).. Melbourne David & Charles – Newton Abbot.C. Soerjadi. Mezak A. WMO. Volume II. WMO – No. Patoni. Wirjohamidjojo Soerjadi dan Sridadi Budihardjo (2007). Praktek Meteorologi Penerbangan. Soerjadi .). G. World Weather Watch Planning Report No.W. 11. ISBN 978-979-1241-03-8.(1993).

Untuk menatakan arah angin digunakan ukuran “derajat”. 0 derajat tidak digunakan untuk menyatakan arah tetapi digunakan untuk menyatakan angin yang sangat lemah atau tidak ada angin. baik dengan arti yang sebenarnya maupun sebagai ungkapan kiasan atau peribahasa. sehingga banyak nama dan arti yang diberikan. Oleh karena itu orang membedakan angin dengan memberi nama. “Mata angin”. Khususnya dalam meteorologi angin mempunyai peran banyak dalam pembentukan sistem cuaca.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak ditemui kata “angin”. itu hanya kabar angin (berita yang belum pasti benarnya).. Adanya angin memberi kesan yang bermacam-macam. dari barat 270 derajat. kecepatan atau kekuatannya. dari selatan 180 derajat. anggaplah sebagai angin lalu (tidak perlu difikirkan). waktu bertiupnya. Apakah angin itu? Angin adalah gerak udara. misalnya angin utara adalah angin yang bertiup dari arah utara. angin . angin timuran : Angin baratan adalah angin yang arahnya selalu dari barat. Dalam meteorologi. Angin dari utara arahnya dinyatakan 360 derajat.Gerak tersebut timbul karena perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu tempat dan di tempat lain yang berdekatan. angin adalah gerak udara dalam arah horizontal. angin timur adalah angin yang bertiup dari timur. tetapi berbeda dengan angin barat.. Berbagai cara dan dasar digunakan untuk memberi nama angin antara lain : berdasarkan arah bertiupnya. Angin timuran adalah angin yang arahnya selalu dari timur tetapi berbeda dengan angin timur. Angin – angin itu punya nama. misalnya : pohon tumbang karena angin kencang. Namun demikian jangan anggap sepele “masuk angin” karena dapat membuat badan kita lemas dan bahkan dapat menjadi pendorong kematian. Berasarkan kebiasaan arah datangnya dikenalangin baratan. Angin dicirikan dengan arah datangnya. dan masih banyak lagi. sifat dan dampaknya. Susunan arah angin tersebut dinamakan “mata angin”. . bila tidak ada penjelasan lain. dari timur 90 derajat. bukan matanya angin. Dari arahnya dan sekaligus dari tempatnya dikenal angin baratan khatulistiwa.

Angin baratan khatulistiwa adalah angin baratan yang terdapat di sekitar khatulistiwa yang memisahkan angin pasat belahan bumi utara dan pasat belahan bumi selatan. . . adalah angin baratan yang terdapat di pinggiran menghadap kutub dari kawasan subtropik. Angin mengiri adalah angin yang arahnya berubah ke arah kiri atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam. angin timuran kutub. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi selatan ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi utara. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi utara ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi selatan. adalah nama angin di kawasan tropik yang berasal dari daerah tekanan tinggi subtropik yang berpusat di sekitar 30o – 40o lintang utara dan di sekitar 30o – 40o lintang selatan.baratan subtropik. Di bagian belahan bumi utara arah umumnya dari timur laut. Dari perubahan arahnya dikenal angin menganan dan angin mengiri. Angin tersebut bertiup dari suatu arah hampir sepanjang tahun. Angin pasat timbul karena adanya daerah dengan tekanan tinggi luar tropik di belahan bumi utara dan selatan dan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara di kawasan tropik. Angin pasat terlihat jelas di atas lautan Pasifik dan di atas lautan Atlantik. dan di bagian belahan bumi selatan dari arah tenggara. Angin pasat. Angin menganan adalah angin yang arahnya berubah ke arah kanan atau searah dengan arah putaran jarum jam. Angin timuran kutub adalah angin timuran yang terdapat di kawasan kutub. Angin baratan subtropik..

Angin musim barat berlangsung mulai sekitar bulan Oktober dan berakhir sekitar bulan Maret. angin lokal di pegunungan yang terjadi pada malam hari dari puncak gunung menuju lembah ketika udara di puncak gunung menjadi dingin dan rapat massanya lebih besar dibandingkan dengan yang ada di lembah. Angin musim tersebut terdapat di banyak daerah. Dalam sebagian tahun bertiup dari satu arah. Angin darat. Angin lembah disebut pula angin anabatik. arahnya dari daratan menuju lautan karena perbedaan suhu ketika permukaan laut suhunya lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan yang bersebelahan. Nama angin yang biasa bertiup di suatu tempat disebut “angin lokal atau angin setempat”. Berdasarkan waktu terjadinya. Angin gunung juga disebut angin katabatik. Pengukuran angin tersebut dilakukan pada ketinggian 10 meter dari permukaan bumi di kawasan terbuka. Angin musim adalah nama angin yang bertiup secara musiman. dan sebagian tahun lainnya bertiup dari arah yang berlawanan. Arab. Angin lembah. angin lokal kencang diujung terowongan atau celah diantara dua bukit. Angin lorong. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada siang hari. Indonesia.Dari tempatnya.. Angin laut dapat memasuki daratan sampai sekitar 30 km dari pantai. India. Di sebagian . dikenal banyak nama angin : Angin lokal. Angin gunung. sedangkan angin darat hanya mencapai sekitar 10 km dari pantai ke arah laut. adalah angin yang bertiup di dekat permukaan bumi. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari. Angin laut. angin musim timur berlangsung sekitar bulan April sampai sekitar bulan September. misalnya di Afrika. angin lokal yang di pegunungan yang terjadi pada siang hari dari lembah ke arah puncak gunung ketika lereng gunung mendapat banyak penyinaran matahari. Di Indonesia bagian tengah dan timur pada umumnya dikenal angin musim barat dan angin musim timur. Umumnya angin laut lebih kuat dibandingkan angin darat. dikenal angin musim. sehingga udara naik sepanjang lereng gunung. arahnya dari laut menuju daratan karena perbedaan suhu ketika permukaan darat lebih tinggi dari pada suhu di atas laut yang bersebelahan. Angin permukaan.

dan dinamai juga dengan angin reshabar. Angin gravitas. angin barubu di Sulawesi Selatan.Indonesia bagian barat. angin lokal yang terdapat di tempat-tempat tertentu di balik gunung. . angin wambraw di daerah Manokwari. dan musim angin barat daya berkaitan dengan musim panas di Asia. dikenal angin musim barat daya dan angin musim timur laut. adalah angin yang kuat. Angin tersebut timbul ketika udara yang dibawah dingin dan di atas panas melewati gunung. panas dan kering yang timbulnya pada musim tertentu. Angin gravitas juga sering diserupakan dengan “angin jatuh” atau angin katabat. Angin jatuh tersebut bertiup kencang dan berlangsung terusmenerus sampai berhari-hari sehingga menimbulkan dampak yang sangat terasa di daerah yang dilewati. Setelah melewati gunung udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. Angin hitam. Angin tersebut sering sangat kencang. Karena dampak yang sangat terasa tersebut penduduk setempat memberi nama menurut kesan yang dirasakan. angin kumbang di daerah Cirebon Jawa Barat. Biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. angin gending di daerah Pasuruhan Jawa Timur. di India. dan angin musim timur laut berlangsung sekitar bulan Oktober sampai sekitar bulan April. Musim angin timur laut berkaitan dengan musim dingin di Asia. Pergantian arah angin tersebut berkaitan dengan musim panas dan musim dingin di benua Asia. Angin musim barat daya berlangsung dari sekitar bulan Mei sampai sekitar bulan September. sangat bergolak-galik. Di Indonesia angin jatuh yang terkenal adalah angin bohorok di Tapanuli Sumatra Utara. angin taku yakni angin timur-timur laut kuat di Juneau Alaska yang biasanya bertiup dalam waktu antara bulan Oktober dan Maret Angin anabat. Persia. Dari sifat udara yang dibawa dikenal nama-nama angin : Angin jatuh (fohn). adalah angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari. adalah gerak udara dingin dari tempat yang tinggi ke arah pantai laut di dekatnya yang panas. kering yang bertiup ke bawah di lereng gunung. angin tersebut terkenal di Kurdistan selatan.

Angin katabat adalah angin turun sepanjang lereng gunung yang timbul karena dalam arah horizontal kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya. Di kalangan pelayaran dan penerbangan dikenal nama-nama angin yang diberikan menurut kesan pada pelayaran atau penerbangan.836 B3 / . London. disebut pula angin turutan. Perbedaan kerapatan tersebut karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekatnya. disebut pula angin silang yalah angin yang mempunyai komponen berarah tegaklurus terhadap arah gerakan kapal atau pesawat terbang. Mengapa angin dapat menumbangkan pohon? Angin mempunyai kecepatan dan energi yang dapat mendorong benda-benda yang dilewatinya. mengemukakan hubungan antara skala Beaufort dan kecepatan angin dalam rumus : V = 0. Angin lambung adalah angin yang bertiup dari arah samping kapal atau pesawat terbang. Angin haluan atau angin sakal adalah angin yang bertiup dari depan arah kapal atau pesawat terbang. makin kencang makin besar energi yang dibawanya. Kenudian pada tahun 1906 G. atau dalam knot ( 1 knot = 1 mil/jam = 1.C. 180. Nama angin tersebut dikenali ketika adanya debu letusan gunung Krakatao pada tahun 1883.8 km/jam ). Berkaitan dengan energi tersebut oleh Admiral Beaufort dari angkan laut Inggris pada awal abad-19 angin dibedakan tingkatnya menurut dampak yang ditimbulkan. Lapisan tersebut menempati puncak dari angin baratan troposfer tengah yang tebalnya sampai 6 km dan kira-kira 2 km di atas tropopauze. misalnya: Angin buritan adalah nama angin yang bertiup dari arah belakang searah dengan arah gerak kapal atau pesawat terbang. Angin mempunyai energi yang besarnya setara dengan kecepatannya. Kecepatan angin dinyatakan dalam km/jam. Angin krakatao adalah lapisan angin timuran di atas wilayah tropik pada ketinggian 18 – 24 km. Simpson dalam Meteorological Office Publication no. Dalam pelayaran lazimnya menggunakan ukuran kecepatan knot dan dalam penerbangan selain knot juga digunakan ukuran km/jam atau m/detik. Baik angin buritan maupun angin sakal keduanya disebut angin membujur. dan menyusunnya dalam skala yang selanjutnya dikenal dengan “skala Beaufort”. m/detik.

p = tekanan atmosfer. Angin landaian adalah komponen kecepatan angin yang tegaklurus garis kontur tekanan tetap di suatu titik pada peta ketinggian. adalah angin yang kecepatannya kurang dari 1 knot. Angin ribut lemah. dengan R = jejari lengkungan lintasan.2. Bebagai nama angin juga diberikan berdasarkan sifat fisis dan berdasarkan teori atau disebut angin teoritik. Angin isalobar. Angin geostrofik adalah angin mendatar yang secara teori dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan landaian mendatar tekanan. Kecepatan angin yang timbul dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan percepatan angin geostrofik. Angin ribut hebat. dan Әp/Әn = landaian tekanan sepanjang arah garis n tegaklurus isobar. adalah angin yang luar biasa kekuatannya lebih dari 28 knot. f = faktor Corioli. (2). Angin ribut. Angin alobar adalah (1). f = faktor Corioli. adalah angin yang secara teori ditimbulkan oleh perubahan lokal tekanan mengikut waktu. Әp/Әn = landaian tekanan tegaklurus isobar. Dengan skala Beaufort dikenali tanda-tanda seperti berikut : Skala Beaufort 0 : Keadaan tenang. Angin ribut kuat. Angin geostrofikk arahnya hampir sejajar dengan arah isobar. Berdasarkan kecepatannya angin diberi tingkatan yang diberi nama: Angin teduh. adalah angin ribut yang kecepatannya lebih dari 48 knot. dan B besarnya skala. g = percepatan gravitas bumi. . adalah angin ribut yang kecepatannya 41 sampai 47 knot. asap dari cerobong industri kelihatan Skala Beaufort 12: Angin sangat kencang yang kecepatannya lebih dari 60 knot. antara lain :. dengan V = kecepatan angin dinyatakan dalam m/dt. Secara teori angin landaian (Vgr) dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan gaya sentripetal dengan landaian mendatar tekanan. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. dan dinyatakan dengan rumus : Vgr2/R + f Vgr = – g Әp/Әn. Di darat banyak menimbulkan pohon tumbang dan di laut menimbulkan gelombang sangat tinggi. Angin ribut sedang. dengan g = percepatan gravitas bumi. Komponen angin yang secara teori dihasilkan oleh ketidak seragaman perubahan lokal dari tekanan mengikut waktu. Dalam fisika keseimbangan tersebut dinyatakan dengan rumus : Vg = – g/f Әp/Әn. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot.

Misalkan pada paras 500 mb vektor angin V5 dan pada paras 700 mb V7 maka angin termal dalam lapisan antara paras 700 mb dan 500 mb ditulis : VT = V5 – V7 Di lintang tengah dan tinggi belahan bumi utara. Pusarnya bergaris tengah beberapa ratus meter. Dalam praktik angin termal dinyatakan sebagai beda vektor angin di suatu paras dan vektor angin paada paras dibawahnya. sama dengan angin membujur setara. Angin membujur setara adalah angin khayalan. adalah angin yang arah dan kecepatannya diukur dari benda yang bergerak. adalah putaran kuat turus udara berbentuk juntaian yang terdapat pada bagian bawah awan Kumulonimbus dan hampir selalu tampak sebagai awan corong. Angin sakal setara. Angin semu. Biasanya berputar siklonal (mengiri bila dilihat dari atas) dengan kecepatan sekitar 150 – 500 km/jam. dan di sekitar daerah panas antisiklonik . kadang-kadang putaran udara menjulur ke atas sampai beberapa ratus meter dan menimbulkan pilin debu bila terjadi di padang pasir. Angin puyuh. Besar arah dan kecepatannya sama dengan beda vektor antara angin sebenarnya dan kecepatan benda yang bergerak. yang diwujudkan seperti angin sebenarnya dengan kecepatan seragam sebesar kecepatan rata-rata pesawat terbang terhadap bumi dan selalu sejajar dengan lintasannya. umumnya hanya disebutkan langkisau saja. Angin pilin adalah badai angin kecil dengan udara di dalamnya berputar mengelilingi pusat yang bertekanan rendah. Di Indonesia angin puyuh disebut juga “puting beliung”. Angin puyuh termasuk fenomena atmosfer skala lokal yang mempunyai potensi kekuatan sangat merusak. dalam penerbangan. di sekitar daerah dingin. Angin termal adalah angin yang secara teori diturunkan dari perbedaan suhu dan tekanan dalam lapisan atmosfer yang rumusnya : \ .Angin langkisau adalah angin kuat yang mendadak terjadi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti keadaan tenang (ta ada angin). arah angin termal adalah siklonik (mengiri).

demikian pula dapat menimbulkan putaran bila arah angina di suatu sisi berlawanan arah dengan angina di sisi sebelahn Diposkan oleh soerjadi wh di 17:22 . Bila ngin kencang terus-menerus bertiup di atas lautan dapat menimbulkan gelombang besar. Misalnya. Meskipun penaksiran tersebut hanya untuk lintang tengah dan tinggi. Dalam lapisan batas (dari permukaan sampai sekitar 3 km atau paras 700 mb) .(menganan). Bila bentuk spiral sangat lengkung dalam lapisan tersebut udara bergolak-galik besar. Dengan angin termal dapat ditaksir adanya lataan suhu atau energi dan arah penjalarannya. di sekitar daerah dingin arah angin termal adalah antisiklonik (mengiri). Dari angin dapat dikenali bebagai fenomena cuaca. Angin sebagai petunjuk cuaca. proyeksi ujung vektor angin termal membentuk garis spiral yang disebut spiral Ekman. tetapi dapat digunakan untuk menaksir imbasnya di kawasan tropik atau Indonesia. di daerah mengumpulnya angina di dekat permukaan bumi udara cenderung bergerak ke atas sehingga menimbulkan banyak awan dan hujan. Bila di suatu daerah arah angina sejajar tetapi kearah samping kecepatannya banyak berbeda menimbulkan gesekan sehingga udara berputar. Sebaliknya di belahan bumi selatan. Sebaliknya di daerah angina menyebar udara cenderung bergerak ke bawah sehingga di atas daerah tersebut awan sulit tumbuh. dan di sekitar daerah panas siklonik (menganan).

Tetapi berdasarkan azas meteorology. . sebab sebaliknya tidak selalu berlaku. variasi harian. satu bangsa. khususnya curah hujan di masing-masing daerah. perlu diperhatikan factor lingkungan setempat. batang atau ranting-ranting tanaman tersebut. namun punya satu nusa. Faktor-faktor tersebut nantinya menjadi pangkal dan pendorong terbentuknya cuaca. satu bahasa. Di Indonesia factor lingkungan setempat tersebut banyak ragamnya. kemudian ke arah mana condongnya pohon. kalau di suatu daerah banyak tumbuh pohon asam pertanda bahwa daerah itu mempunyai kemarau yang kuat. bahasa Indonesia. untuk mengenali sistem cuaca dan iklim suatu tempat selain perlu dikenali factor cuaca sinoptik lingkungan. Misalnya. musim kemarau di daerah itu sering banyak hujan atau orang klimatologi menyebut hujan tahunannya tipe ekuatorial. 08 Januari 2010 cuaca. Hanya saja jangan dibalik. namun punya kesamaan. Maksudnya factor lingkungan tersebut sekurang-kurangnya untuk mengenali massa udara apa yang memasuki wilayah yang diperhatikan.Jumat. bila banyak pohon duren. dan variasi musiman. sistem cuaca sinoptik wilayah MENGENALI SISTEM CUACA SINOPTIK BERBAGAI DAERAH Oleh: Soerjadi Wh ------------- Dalam ilmu kependudukan dikatakan bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku dan budaya. nusa Indonesia. Konon untuk sekilas mengenali iklim di suatu tempat. yakni mempunyai satu variasi. bangsa Indonesia. Di Papua nggak bakalan ketemu duren dan pohon asam. dan apa sifat aliran udara yang ada. yang dalam tulisan ini hanya diambil yang dalam dimensi skala besar saja. dapat menggunakan indikator pohon atau tanaman tahunan apa yang tumbuh atau hidup subur di tempat itu. Demikian pula dalam cuaca Indonesia memiliki cuaca yang beragam sifatnya mengikut kondisi setempat. tetapi yang ada pohon “matoa” buahnya seperti sawo kecik rasanya seperti duren.

Aceh yang terletak di ujung barat-utara langsung menghadap lautan India dan bertetangga dengan sistem cuaca teluk Benggala dan Banglades. serta gelombang laut yang tinggi. Ada yang mengatakan bahwa angin barat tersebut adalah angin baratan khatulistiwa atau sebagai kepanjangan dari komponen peredaran Walker. angin sangat berubah arah (variable). Oleh karena itu berbeda dengan di daerah tengah atau timur yang banyak cuaca gangguan dalam bulan Oktober – Maret.Daerah NAD bagian barat-selatan sampai Bengkulu. angin barat dayanya berkurang dan menjadi dari selatan sampai selatan tenggara. · Di kawasan lainnya di bagian barat Sumatra : pada waktu musim dingin utara . Kalau laut panas banyak menghasilkan hujan dan bila lautnya dingin hujan berkurang. Ribuan penduduk meninggal dan entah berapa banyak bangunan hancur. Pada musim panas belahan bumi utara angin bertiup dari arah barat daya karena monsun barat daya (SW monsoon). Pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda gempa dan tsunami. Pada waktu monsun Asia musim panas aktif dan kuat. Angin baratan tersebut memicu timbulnya lembangtropis sampai siklontropis di teluk Benggala. Dalam sistem tekanan. Aceh. Musimnya dikuasai oleh monsun Asia Selatan yang pada musim dingin Asia angin bertiup dari timurlaut dengan massa udara yang sifat asalnya dari Tibet dingin dan kering kemudian termodifikasi di laut India utara. di sana perlu waspada dalam waktu antara Mei dan September. angin dari arah baratdaya sampai barat. curah hujan banyak di pantai barat dan utara India. daerah Aceh terletak dalam daerah tekanan rendah khatulistiwa atau doldrums. Dahulu D. Tetapi bila monsun Asia tersebut lemah. Imbas dari lembangtropis dan siklontropis dirasakan di daerah Aceh berupa banyak hujan angin kencang.I. sehingga sistem cuaca daerah tersebut banyak diwarnali oleh sifar udara lautan. Daerah Sumatra bagian barat menghadap langsung ke lautan India bagian barat. Oleh karena itu bergantung banyak kepada udara di atas laut tersebut. Dalam waktu peralihan musim doldrums terlihat jelas. Pada saat itu di laut sebelah barat India sering timbul lembangtropis. curah hujan juga berkurang. Masa timbulnya lembangtropis tersebut antara bulan Mei sampai September. sekarang Nangroe Aceh Darussalam (NDA).

satu di bagian barat dan satunya di bagian timur dekat Australia. dan dapat terjadi antara bulan Juli – September. Daerah tersebut terletak di sebelah utara bukit barisan. Sering menjadi tempat garis geser angin yang mempermudah timbulnya pusaran di atas ujung palung tekanan rendah. tetapi pada waktu musim dingin selatan (Australia). Ujung palung tersebut menjadi daerah pusaran yang adanya hampir terus-menerus. · Pada musim panas Asia atau musim dingin selatan udara diatas daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut India dan sifat udara benua tropis Australia yang sudah lama diatas lautan India bagian timur. Diatas daerah tersebut bertiup angin musim timurlaut yang berasal dari monsun Asia Dingin dan angin musim selatan-baratdaya yang berasal dari monsun Asia Panas dan dari pasat selatan.(Asia) diatas lautan India ditempati oleh daerah tekanan tinggi subtropik meskipun letaknya agak ke selatan. Sumatra bagian utara ( Sumatra Utara bagian utara dan Riau daratan). daerah tekan tinggi subtropik tersebut terbagi menjaadi dua. Tetapi angin selatan barat daya tersebut tidak terlalu kuat karena terhambat bukit barisan. Namun demikian angin pasat yang kuat dapat menimbulkan efek fohn yang dapat dirasakan di Sumatra Utara bagian utara yang nama lokalnya “angin bohorok”. · Pada waktu musim dingin Asia tersebut angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari angin tmurlaut yang dibelokkan ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Letaknya sejajar dengan semenanjung Malaysia. · Pada musim dingin utara udara di daerah tersebut campuran dari udara yang diwarnai sifat udara laut Cina Selatan dan lautan India. PPAT sering tidak mudah dibedakan dengan garis geser angin (shearline). dan angin baratdaya yang berasal dari angin tenggara dari pasat selatan lautan India yang dibelokkan ke timur pada waktu mendekati khatulistiwa. · Selama musim panas Asia atau musim dingin selatan tersebut. Yang di bagian timur sering menjadi satu dengan tekanan tinggi daratan Australia. Angin timur laut mulai masuk daerah tersebut bulan Nopember dan berlangsung . angin berubah-ubah dari tenggara sampai baratdaya. Angin bohorok bersifat kering dan panas. di sebelah utaranya dibatasi oleh selat Malaka. Kedua daerah tekanan tinggi tersebut membentuk palung tekanan rendah yang ujungnya sebelah utara terletak di dekat sebelah barat-selatan Sumatra.

Riau lautan dan Kalimantan Barat. Dalam bulan dengan angin berubah-ubah. Pada waktu monsun dingin Asia berlangsung. sedangkan yang dari Pasifik lebih panas .sampai bulan Februari. aliran udara dari lautan India. bila monsun panas Asia lemah dan monsun dingin Australia kuat banyak bertiup angin tenggara. Gebos tersebut umumnya terjadi pada malam menjelang pagi hari. Dalam bulan Maret – April angin sangat berubah-ubah. aliran udara dari daratan Cina. Dan berkurang di sebelah selatan termasuk di daerah Sumatra bagian utara tersebut. Akibat percampuran tersebut sering timbul gebos berupa garis yang panjang (squall line) yang dikenal dengan nama “Sumatra”. Bila monsun panas Asia kuat dan mosun Australia lemah banyak bertiup angin baratdaya. Angin timur berkaitan dengan monsun dingin Asia. Bila kedua-duanya kuat. dan bila kedua-duanya lemah angin berubah-ubah sampai barat. dan selanjutnya menjadi angin tenggara sampai barat daya dari bulan Mei sampai September. Letaknya di dan menghadap laut Cina Selatan merupakan kawasan segitiga emas tempat bertemunya aliran pasat Pasifik Barat. Dengan demikian adanya angin tersebut bergantung kepada kedua aktivitas monsun tersebut. Angin timur dari monsun dingin Asia menimbulkan banyak hujan di sepanjang pantai utara/timur Malaysia. massa udara daratan Cina dan massa udara subtropik Pasifik Barat daya bertemu di daerah tersebut. dan Oktober-Nopember bulan menjelang pergantian angin tenggara-baratdaya menjadi angin timur. Massa udara yang berasal dari Cina bersifat dingin dan kering. Kemudian dalam bulan Oktober juga berubah-ubah menjelang bertiupnya angin timuran. Angin tenggara barat-daya berkaitan dengan monsun dingin Australia dan monsun panas Asia. angin timur tersebut berbelok kearah timur menjadi angin utara atau sampai baratlaut. banyak timbul curah hujan. Bila terdapat pusaran di laut Cina Selatan. dan aliran pasat tenggara (Australia). angin bertiup dari arah timur. Dalam bulan tersebut di selat Malaka terjadi banyak golakan yang ditimbulkan oleh pumpunan angin yang membawa sifat massa udara dari laut India Utara dan dari Laut Cina Selatan. Dengan demikian bulan Maret-April adalah bulan menjelang pergantian dari angin timurlaut menjadi angin tenggara-baratdaya.

Keduanya termodifikasi di atas laut Cina Selatan yang panas. Indikator adanya pertemuan kedua massa udara tersebut berupa perenggan (front) yang ujungnya bagian selatan dapat mencapai di atas Laut Cina Selatan. angin timurlaut berbelok ke timur sewaktu di atas laut Cina selatan dan sering membentuk pusaran. dan musim timur adalah musim kemarau karena benar-benar angin bertiup dari arah timur pada waktu musim kemarau. ?) yang mempunyai . Bulan Maret. Dari letaknya pulau Jawa dan Kalimantan. dari monsun baratdaya lautan India. lebih rumit. Oleh karena itu sifat kedua massa udara tersebut mempunyai peran besar dalam pembentukan cuaca. Bila monsun panas kuat letak pusaran lebih ke utara. Daerah Sumatra Selatan. Pada citra satelit perenggan tersebut mudah dikenali. dan dari Asia bagian timur) masuk ke wilayah tersebut. dan bahkan sering bergabung dengan siklontropis yang berasal dari Pasifik Baratdaya. dari Pasifik Barat Daya.dan mantap (stable). Pada pertengahan musim monsun (juliAgustus). dan terkesan sebagai PPAT yang bercabang. Tetapi pada saat monsun lemah atau istirahat (break). Pada waktu monsun panas Asia. Pusaran tersebut sering terjadi dalam bulan Desember. Biasanya datangnya perenggan tersebut diawali dengan seruak (surge) monsun.April dan September-Oktober daerah tersebut merupakan daerah doldrums dengan angin berubah-ubah Daerah Sumatra Selatan Laut Jawa dan sekitarnya. angin bertiup dari arah timurlaut dengan kencang (> 10 knot) dan sampai melewati khatulistiwa (cross equatorial flow). laut Jawa seolah-olah sebagai lorong saluran udara (belum ada penelitian sifat lorong tsb. Adanya pusaran menghambat gerak monsun ke selatan. Bila monsun dingin kuat. Oleh karena itu pada musim monsun panas tersebut sering terjadi pusaran di atas laut Cina Selatan. Pada saat ada pusaran sering terlihat dua lajur awan dari baratdaya ke arah timur laut dan lajur awan dari tenggara ke arah baratlaut. Musim monsun dingin adalah musim angin timurlaut di saerah Riau dan Kalimantan Barat. Laut Jawa dan sekitarnya boleh dikatakan sebagai daerah yang benar-benar memiliki sebutan monsun barat identik dengan musim hujan karena memang benar-benar angin bertiup dari barat pada waktu musim hujan. sering empat aliran ( dari tenggara sebagai kepanjangan pasat selatan.

dan berangsur menjadi dari timur berkaitan dengan monsun Australia musim dingin. Mulai bulan Oktober angin berangsur bertiup dari barat sampai bulan Maret berkaitan dengan monsun dingin Asia. Aliran udara di bagian selatan dari PPAT pada waktu menuju ke selatan lebih bersifat sikonal dibandingkan di bagian utara. dan angin pasat tenggara belahan bumi selatan (Australia) yang terbelokkan ke timur karena pertukaran momentum dari angin barat tersebut. hampir seluruh daerah dialiri . tetapi Kalimantan yang berupa pulau besar dan Sulawesi yang mempunyai struktur jazirah. PPAT di daerah tersebut merupakan batas angin timur laut dari Pasifik Barat yang dibelokkan ke timur karena melintasi khatulistiwa menjadi angin barat. dan banyak teluk mempunyai reaksi yang berbeda.peran tertentu dalam pembentukan awan dan hujan (akan diceritakan tersendiri dalam babak tentang curah hujan). angin pasat dari tenggara dibelokkan menjadi angin baratdaya. sedangkan pasat utara menjadi baratlaut. Pada waktu musim dingin belahan bumi utara. Daerah Kalimantan dan Sulawesi. Bila terdapat siklontropis di sebelah timur Pilipina. Jasirah Sulawesi Selatan yang melintang tegaklurus angin baratan selama monsun dingin Asia seolah-olah menjadi pemisah sehingga aliran menjadi lebih asiklonal ke arah selatan. Bulan Maret .Mei daerah tersebut menjadi daerah doldrums. Pada musim dingin Australia (belahan bumi selatan). angin berubah-ubah dan beraangsur menjadi angin tenggara sampai selatan. Paada waktu Australia musim dingin. Massa udara diatas daerah Kalimantan dan Sulawesi pada waktu musim monsun Asia Dingin berasal dari Laut Cina Selatan dan Pasifik Barat Daya. PPAT membujur pada arah baratdaya-timurlaut menuju ke arah tempat siklontropis. kemudian pada waktu mendekati khatulistiwa berbelok ke timur menjadi angin baratlaut. Daerah Kalimatan dan Sulawesi mempunyai cuaca sinoptik lingkungan yang sama. angin timurlaut pasat bergabung dengan angin timur monsun di laut Cina selatan. Di bagian timur aliran terpotong oleh jasirah Sulawesi Selatan. serta massa udara yang tlah melewati lautan India bagian timur.

Daerah Maluku bagian tengah dan utara sampai Papua bagian barat dan utara. kadang-kadang juga yang berasal dari lautan India bagian timur (dekat Australia). Daerah Maluku bagian tengah dan utara serta Papua bagian utara berhadapan dengan lautan pasifik barat.. Pada daerah tersebut terdapat banyak pulau kecil dan menghadap laut Pasifik Baratlaut. PPAT sering melompat jauh dari utara ke selatan. Pada waktu musim panas utara daerah tersebut menjadi daerah geser angin dari tenggara menjadi baratdaya. Daerah geser angin terdapat melintang kearah timurlaut dari sekitar pulau Buru. Daerah Selat Sunda dan Jawa . massa udara di atas daerah tersebut diwarnai massa udara laut Cina Selatan dan Pasifik Baratlaut. Pada waktu musim dingin utara bertiup angin barat yang berasal dari pasat timurlaut yang berbelok ketimur.udara yang bersifat benua tropis Australia. Pada musim dingin selatan tersebut angin dari arah tenggara sampai selatantenggara. Makin keutara cenderung berbelok ke arau timurlaut karena seringnya terdapat lembangtropis atau siklontropis di sebelat timur Pilipina. Selama musim dingin selatan (Australia) tersebut daerah Maluku menjadi daerah angin berubah-ubah atau dalam daerah geser angin (shearline) sebagai perubahan dari angin tenggara menjadi angin barat daya. Pada waktu terdapat lembang tropis atau siklontropis di Australia Utara PPAT jauh di sebelah selatan. udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh campuran sifat udara lautan India bagian timur dan Pasifik Selatan Baratdaya. Daerah Selat Sunda dan Jawa bagian selatan. Selama musim dingin utara tersebut angin bertiup dari baratlaut dan dari selatan sampai baratdaya. Pada waktu musim dingin utara. PPAT tidak jelas karena adanya barisan pegunungan yang tinggi di sepanjang Papua. Pada musim dingin selatan (Australia). dan pasat tenggara yang berbelok ketimur. kemudian bila lembangtropis atau siklontropis tersebut hilang PPAT dengan cepat pindah ke utara. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun ditempati massa udara yang dibawa oleh pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik baratdaya dan pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik tenggara.

dan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan daerah lain. Angin bertiup dari tenggara sampai timur.bagian selatan menhadap lautan India bagian timur. Daerah Papua bagian selatan. Tetapi pada waktu musim dingin selatan. udara di daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut Cina Selatan yang sudah melalui banyak daerah dan udara tropik Lautan India bagian timur. Makin ke timur sifat udara benua tropis lebih terlihat. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur. dan angin baratdaya yang berasal dari angin pasat tenggara (selatan yang berbelok ke timur. dan angin berubah menjadi dari tenggara sampai timur yang berasal dari angin pasat dari subtropik selatan. PPAT di daerah tersebut hanya dalam waktu pendek (januari – Februari) yang terbentu sebagai pupunan angin barat dari belah bumi utara dan angin baratdaya dari lautan India bagian timur. Pada waktu musim dingin utara udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh . Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang paling nyata antara musim hujan dan musim kemarau. Pada musim panas udara diwarnai dengan sifat massa udara benua tropik Australia. Daerah Papua bagian selatan merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh barisan gunung yang tinggi yang menghadap ke laut Banda dan laut Arafura. Pada waktu menjelang akhir musim dingin utara. Daerah tersebut membujur sejajar khatulistiwa dan bagian pinggir dari daerah tekana tinggi subtropik selatan. udara diwarnai oleh sifat udara benua Australia dan udara tropik lautan India bagian timur. Perubahan tekanan udara secara musiman sampai mencapai 5 milibar. Di bagian barat daerah tersebut imbas dari adanya palung tekanan rendah yang terbentuo oleh daerah tekan tinggi subtropik Lautan India Barat dan timur masih terasakan. Dari bulan Januari – Februari daerah tersebut ditempati oleh PPAT yang merupakan daerah pumpunan angin dari barat-baratlaut yang berasal dari angin monsun timurlaut kemudian berbelok menjadi angin barat setelah melintasi khatulistiwa. Pada musim dingin selatan PPAT sudah ke utara.

Pada musim dingin selatan tersebut angin bertiup dari arah tenggara sebagai bagian pasat daerah tekanan tinggi subtropik selatan. Selama musim dingin utara angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari pasat utara yang terbelokkkan menjadi angin baratlaut setelah melintasi khatulistiwa. Pada musim dingin selatan (Australia) udara diwarnai oleh sifat lautan Pasifik selatan baratdaya.. Angin baratan kuat timbul berkaitan dengan adanya lembangtropik atau siklontropik Willywilly. diupdate 7 Januari 2010 ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 05:10 . Jakarta. Minggu 9 Januari 2005.campuran udara lautan Pasifik Barat dan udara lautan India bagian timur serta dari sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. dan angin barat yang berasal dari daerah tekanan tinggi lautan India bagian timur.

Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. Perusahaan Listrik negara (PLN). Pemanfaatan TMC di Indonesia Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. 7. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. Departemen Pertanian. 3. Contohnya NaCI. Departemen Kehutanan. 2. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. 5. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC.000 mikron. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). ataupun perusahaan swasta seperti PT . Dari sisi konsentrasi. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut.MENGENAL TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA (HUJAN BUATAN) 1. Departemen Pekerjaan Umum. 4. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. 6.

Secara teori.INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. . Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah.

Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh © Pustekkom 2007 . 1. 3. 5.Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. 6. 2. 7. 4.

Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan Sejarah Modifikasi Cuaca di Dunia Sejarah modifikasi cuaca di dunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya kristal es dalam lemari pendingin.Terminologi Hujan Buatan Pernah mendengar istilah hujan buatan? Kebanyakan orang mengartikan istilah hujan buatan adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. Kemudian pada tahun 1947. TMC bukanlah hal baru di dunia. Proses fisika yang diubah (diberi perlakuan) di dalam awan dapat berupa proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) atau proses pembentukan es (ice nucleation). karena teknologi ini sudah dipakai oleh lebih dari 60 negara untuk berbagai kepentingan. saat schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya waktu membuka lemari es. Saat ini TMC menjadi salah satu solusi teknis yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana yang ditimbulkan oleh karena adanya penyimpangan iklim/cuaca. Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada kristal perak iodida (Agl) yang bertindak sebagai inti es. Istilah yang lebih tepat untuk mendefinisikan aktivitas hujan buatan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). karena teknologi ini hanya berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Vonnegut tanpa disengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat tebang dalam rangka reklame Pepsi Cola. membuat tulisan asap nama minuman itu. Kedua penemuan penting ini adalah merupakan tonggak dimulainya perkembangan modifikasi cuaca di dunia untuk selanjutnya. Sebenarnya istilah hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. . karena pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. TMC merupakan usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan.

dibawah asistensi Prof. BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Soebagio (kedua dari kiri) selaku Ketua Tim Hujan Buatan mendampingi Prof.Ing.Vincent Schaever (membungkuk) memperagakan pembuatan kristal es dengan meniupkan nafasnya pada lemari pendingin Sejarah Modifikasi Cuaca di Indonesia Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof. Pada Tahun 1985 dibentuk satu unit di BPPt yang bernama Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No: SK/342/KA/BPPT/XII/1985 fungsinya adalah memberikan pelayanan dalam hal meningkatkan intensitas (menambah) curah hujan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga ketersediaan air pada waduk yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi dan PLTA. BJ Habibie saat mengawali percobaan hujan buatan di Indonesia .Dr. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand.Dr. Ir.Ing.

karena proses tumbukan dan penggabungan tidak terjadi. Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat Ketika uap air terangkat naik ke atmosfer. Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. dan terbentuklah awan. . Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). partikel berubah menjadi tetes cair (droplets) dan kumpulan dari banyak droplets membentuk awan. Pada keadaan tertentu partikelpartikel dengan spektrum GN tidak tersedia.Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari golakan air laut. terbentuklah titik-titik air. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair. titik air dalam awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil.Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es.1 . yang berkembang membesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water) langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es.5 mikron) maka ketika kebanyakan partikel dalam awan baru mencapai sekitar 30 mikron. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. ia sudah mencapai ukuran sekitar 40 . Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal. Keberadaan kristal es sangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin. Bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berangkai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. secara fisik terlihat dasar awan menjadi lebih gelap.50 mikron.000 mikron atau lebih besar. salju itu mencair menjadi hujan. salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. salju itu turun. sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara. mulai jatuh dari awan sebagai hujan. Dalam gerak turun ia akan lebih cepat dari yang lainnya sehingga bertindak sebagai kolektor karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. Pada musim dingin.0. Hujan turun dari awan bila melalui proses tumbukan dan penggabungan. sehingga pembentukan hujan dari awan dingin sering juga disebut proses kristal es. Karena bersifat higroskofik maka sejak berlangsungnya kondensasi. Hujan. Jika diantara partikel terdapat partikel besar (Giant Nuclei : GN : 0. Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. maka pada level tertentu partikel aerosol (berukuran 0. Bila menjadi terlalu berat. sehingga proses hujan tidak dapat berlangsung atau dimulai. baik oleh aktivitas konveksi ataupun oleh proses orografis (karena adanya halangan gunung atau bukit).01 . Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi. droplets dapat berkembang menjadi tetes hujan berukuran 1. Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku.1 mikron) yang banyak beterbangan di udara akan berfungsi sebagai inti kondensasi (condensation nucleus) yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan. Bila melalui udara lebih hangat. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil.

Tetes Awan (Cloud Droplet). dan Inti Kondensasi (Condensation Nucleus) ( Sumber : http://rst.nasa. sementara itu sudah ada tetes awan yang menjadi partikel berukuran lebih besar (Giant Nuclei) yang karena beratnya melebihi berat dari udara sehingga sudah mulai bergerak jauh ke bawah. Tetes-tetes awan (droplets) yang berukuran kecil bergerak naik keatas terbawa gerakan udara secara vertikal (updraft).gsfc.Tipikal Ukuran Diameter Tetes Hujan (Rain Drop).html) Ilustrasi proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) dalam awan dapat dilihat pada gambar berikut: Ilustrasi Proses Tumbukan dan Penggabungan Keterangan Gambar : A.gov/Sect14/Sect14 1d. .

bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. durasi hujan lebih lama. Untuk bagian awan dingin. yang dapat dilakukan dengan dua cara. karena dengan tersedianya CCN awan dapat terbentuk dengan sendirinya bila kelembaban udara cukup. Dengan demikian awan tidak perlu dibuat. Berikut adalah animasi yang menggambarkan perbedaan antara sekuens pertumbuhan awan yang tidak disemai dengan awan yang disemai : . dan daerah hujan pada awan semakin luas. Injeksi partikel berukuran UGN ke dalam awan memberikan dua manfaat sekaligus. D. maka proses hujan (tumbukan dan penggabungan) dapat dimulai lebih awal. Dari sinilah didapatkan tambahan curah hujan. tergantung dimana lingkungan awan tersebut berada. karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. serta frekuensi hujan di tanah semakin tinggi. yang pertama adalah mengefektifkan proses tumbukan dan penggabungan sehingga menginisiasi (mempercepat) terjadinya proses hujan. atau bisa juga berupa CaCl2 atau Urea. maka partikel tersebut akan semakin besar ukurannya. Bahan semai yang digunakan adalah bahan yang memiliki sifat higroskopik dalam bentuk super fine powder (berbentuk serbuk yang berukuran sangat halus). dan yang kedua adalah mengembangkan proses hujan ke seluruh daerah di dalam awan. karena partikel dengan spektrum ini sudah disediakan sendiri oleh alam. dan bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berantai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. paling sering digunakan adalah NaCl. dan lama kelamaan akan terbelah membentuk partikel (GN) baru. Penambahan partikel dengan spektrum CCN (Cloud Condencation Nucleus: Inti Kondensasi Awan) tidak perlu dilakukan. Upaya dilakukan dengan cara mempengaruhi proses fisika yang terjadi di dalam awan. upaya dilakukan dengan menambahkan partikel higroskopik dalam spektrum Ultra Giant Nuclei (UGN : berukuran lebih dari 5 mikron ) ke dalam awan yang sedang dalam masa berkembang atau matang sehingga proses hujan dapat segera dimulai serta berkembang ke seluruh awan. Untuk bagian awan hangat. Semakin banyak tetes lain yang tertumbuk dan bergabung. Partikel Besar (GN) ini bertindak sebagai "pengumpul" tetes-tetes awan yang lain. Pada kondisi tertentu. Proses pembentukan es dalam awan akan semakin efektif jika awan disemai dengan menggunakan bahan semai berupa perak iodida (Agl). Bagaimana TMC Dapat Menambah Curah Hujan ? Prinsip dasar penerapan TMC untuk menambah curah hujan adalah mengupayakan agar proses terjadinya hujan menjadi lebih efektif. curah hujan akan bertambah jika proses pembentukan es di dalam awan juga semakin efektif. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. C. dengan masuknya partikel higroskopik berukuran UGN kedalam awan.B.

Awan makin besar 15 Menit : Tetes besar semakin banyak dan mulai terjadi kristal es. 30 menit : Hujan ringan berlangsung dan awan membuyar. Kristal es jatuh dan mencair menjadi tetes air hujan.Sekuens awan tidak disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. tetes air di dalam awan berkurang. . 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. Awan mencapai tinggi maksimum 20 menit : Kristal-kristal semakin besar.

. Awan makin besar 15 menit : Sejumlah bahan semai yang terkonsentrasi dimasukan ke dalam awan dari dasar awan maupun dari puncak awan. 20 menit : Terjadi pelepasan panas laten ketika air supercooled membeku menjadi es dan awan tumbuh menjadi sangat besar.Sekuens awan yang disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. 30 menit : Jumlah air yang terlibat di dalam awan semakin besar sehingga curah hujan meningkat. 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar.

METODA PENYEMAIAN AWAN Dalam penerapan TMC. sedangkan untuk wahana roket baru sebatas kajian dan dalam wacana akan mulai dicoba di Indonesia. modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan. ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Selain menggunakan pesawat terbang. Bogor (lereng Gunung Gede Pangrango). Wahana Pesawat Terbang Berikut adalah beberapa contoh gambar penyemaian awan dari pesawat terbang : . Gambar 10. Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan Di Indonesia untuk saat ini yang sudah operasional dan dikuasai teknologinya berubah TMC dengan menggunakan wahana pesawat terbang TMC sistem GBG saat ini masih dalam tarap ujicoba dan telah terpasang sejumlah menara di daerah Puncak. Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan wahana pesawat terbang.

Selain berupa serbuk (powder). Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar. yang pada prinsipnya dengan memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze). bahan semai dilepaskan pada medan updraft yang ada di sekitar dasar awan (jenis aan hangat).Pesawat terbang jenis Cassa NC 212-200 sedang melepaskan bahan semai berupa serbuk garam NaCI melalui airscooper yang terpasang pada bagian bawah pesawat. Bahan semai jenis ejectable flare dimasukkan ke dalam awan dengan cara ditembakkan dari pesawat pada bagian puncak awan (jenis awan dingin). Ground Base Generator Ground Base generator (GBG) merupakan salah satu metoda alternatif untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan . bahan semai dapat pula dikemas dalam bentuk flare yang dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat.

Sejumlah menara GBG telah terpasang menyebar di kawasan Puncak. Bogor (lereng Gunung Gede .Pangrango) dengan tujuan untuk menyemai awan-awan orografis yang melintas di kawasan Puncak. Metode ini sudah banyak dikembangkan oleh negar-negara di Eropa. Penyemaian awan menggunakan sistem statis Ground Base Generator (GBG) yang memanfaatkan awan-awan orografis pada daerah pegunungan Wahana Roket Roket dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Saat ini BPPT bekerjasama dengan LAPAN tengah menjajaki kemungkinan teknologi ini untuk diaplikasikan di Indonesia. maka hujan dapat turun lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan awan yang dapat menimbulkan hujan lebat di daerah tersebut sehingga diharapkan akan mampu memperkecil resiko banjir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. GBG aslinya digunakan di daerah lintng menengah dan tinggi dengan suhu lingkungan berada di bawah titik beku (<00C). Kembang api yang merupakan hasil pembakaran dari flare dengan bahan higroskopik itu ditujukan untuk mengatur partikel Cloud Condensation Nuclei ( CCN) yang berukuran sangat halus ke dalam awan sehingga diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan. Bahan semai dikemas dalam bentuk flare yang dibakar dari atas menara pada ketinggian tertentu. Jika setiap awan yang melintas dapat disemai. .pada siang hari dengan mengikuti kemiringan permukaan gunung. namun saat ini sudah mulai diterapkan di Indonesia meski masih dalam taraf ujicoba.

Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target.000 mikron.Penyemaian awan menggunakan wahana roket yang ditembakkan ke dalam awan dari darat. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sisi konsentrasi. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. Pemanfaatan TMC di Indonesia . Contohnya NaCI. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2.

Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. Perusahaan Listrik negara (PLN). Departemen Pertanian. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. . Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. Departemen Kehutanan. Departemen Pekerjaan Umum. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). ataupun perusahaan swasta seperti PT INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. Secara teori.Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak.

Satriani Syarif Hidayatullah Unavailable .Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. Tim Pengembang untuk materi Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) Penulis Pengkaji Media Pemrogram Desain Grafis Quality Qontrol : : : : : Budi Harsoyo Gatot Pramono Arum B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful