Mengendarai Kuantum Menuju Komputer Fotonik

Mukhlis Akhadi (BATAN) Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio : masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu, Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19. Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat ditemukan. Teori Kuantum Pada tahun 1900, fisikawan berkebangsaan Jernam Max Planck (1858-1947), memutuskan untuk mempelajari radiasi benda hitam. Beliau berusaha untuk mendapatkan persamaan matematika yang menyangkut bentuk dan posisi kurva pada grafik distribusi spektrum. Planck menganggap bahwa permukaan benda hitam memancarkan radiasi secara terus-menerus, sesuai dengan hukum-hukum fisika yang diakui pada saat itu. Hukum-hukum itu diturunkan dari hukum dasar mekanika yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton. Namun dengan asumsi tersebut ternyata Planck gagal untuk mendapatkan persamaan matematika yang dicarinya. Kegagalan ini telah mendorong Planck untuk berpendapat bahwa hukum mekanika yang berkenaan dengan kerja suatu atom sedikit banyak berbeda dengan hukum Newton. Max Planck mulai dengan asumsi baru, bahwa permukaan benda hitam tidak menyerap atau memancarkan energi secara kontinyu, melainkan berjalan sedikit demi sedikit dan bertahaptahap. Menurut Planck, benda hitam menyerap energi dalam berkas-berkas kecil dan memancarkan energi yang diserapnya dalam berkas-berkan kecil pula. Berkas-berkas kecil itu selanjutnya disebut kuantum. Teori kuantum ini bisa diibaratkan dengan naik atau turun menggunakan tangga. Hanya pada posisi-posisi tertentu, yaitu pada posisi anak tangga kita dapat menginjakkan kaki, dan tidak mungkin menginjakkan kaki di antara anak-anak tangga itu. Dengan hipotesa yang revolusioner ini, Planck berhasil menemukan suatu persamaan matematika untuk radiasi benda hitam yang benar-benar sesuai dengan data percobaan yang diperolehnya. Persamaan tersebut selanjutnya disebut Hukum Radiasi Benda Hitam Planck yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan dari suatu benda hitam berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang cahaya. Planck mendapatkan suatu persamaan : E = hn, yang menyatakan bahwa energi suatu kuantum (E) adalah setara dengan nilai tetapan tertentu yang dikenal sebagai tetapan Planck (h), dikalikan dengan frekwensi (n) kuantum radiasi. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang gelombang elektromagnetik ini merupakan titik awal dari lahirnya teori kuantum yang menandai terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Terobosan Planck merupakan tindakan yang sangat berani karena bertentangan dengan hukum fisika yang telah mapan dan sangat dihormati. Dengan teori ini ilmu fisika mampu menyuguhkan pengertian yang mendalam tentang alam benda dan materi. Planck menerbitkan karyanya pada majalah yang sangat terkenal. Namun untuk beberapa saat, karya Planck ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat ilmiah saat itu. Pada mulanya, Planck sendiri dan fisikawan lainnya menganggap bahwa hipotesa tersebut tidak lain dari fiksi matematika yang cocok. Namun setelah berjalan beberapa tahun, anggapan tersebut berubah hingga hipotesa Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk menerangkan berbagai fenomena fisika.

Pengakuan terhadap Teori Kuantum Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Pengakuan terhadap hasil karya Planck datang perlahan-lahan karena pendekatan yang ditempuhnya merupakan cara berfikir yang sama sekali baru. Albert Einstein misalnya, menggunakan konsep kuantum ini untuk menjelaskan efek foto listrik yang diamatinya. Efek foto listrik merupakan fenomena fisika berupa pancaran elektron dari permukaan benda apabila cahaya dengan energi tertentu menimpa permukaan benda itu. Semua logam dapat menunjukkan fenomena ini. Penjelasan Einstein mengenai efek foto listrik itu terbilang sangat radikal, sehingga untuk beberapa waktu tidak diterima secara umum. Namun ketika Einstein menerbitkan hasil karyanya pada tahun 1905, penjelasannya memperoleh perhatian luas di kalangan fisikawan. Dengan demikian, penerapan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik telah mendorong ke arah perhatian yang luar biasa terhadap teori kuantum dari Planck yang sebelumnya diabaikan. Pada tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi, elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom. Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik. Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan dengan teori klasik. Pada tahun 1918 Planck memperoleh hadiah Nobel bidang fisika berkat teori kuantumnya itu. Dengan memanfaatkan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik, Einstein memenangkan hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1921. Selanjutnya Bohr yang mengikuti jejak Einstein menggunakan teori kuantum untuk teori atomnya juga dianugerahi hadiah Nobel Bidang fisika tahun 1922. Tiga hadiah Nobel fisika dalam waktu yang hampir berurutan di awal abad ke-20 itu menandai pengakuan secara luas terhadap lahirnya teori mekanika kuantum. Teori ini mempunyai arti penting dan fundamental dalam fisika. Di antara perkembangan beberapa bidang ilmu pengetahuan di abad ke-20, perkembangan mekanika kuantum memiliki arti yang paling penting, jauh lebih penting dibandingkan teori relativitas dari Einstein. Oleh sebab itu, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum yang telah mengalihkan perhatian penelitian dari fisika makro yang mempelajari objek-objek tampak ke fisika mikro yang mempelajari objek-objek sub-atomik. Dengan adanya perombakan dalam penelitian fisika yang dimulai sejak memasuki abad ke-20 ini, maka perhatian orang mulai tertuju ke arah penelitian atom, dan melalui penjelasan teori kuantum inilah manusia mampu mengenali atom dengan baik. Sebagai konsekwensi atas beralihnya bidang kajian dalam fisika ini, maka muncullah beberapa disipilin ilmu spesialis seperti fisika nuklir dan fisika zat padat. Fisika nuklir yang

perkembangannya cukup kontraversial kini menawarkan berbagai macam aplikasi praktis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Energi nuklir misalnya, saat ini telah mensuplai sekitar 17 % kebutuan energi listrik dunia. Sedang perkembangan dalam fisika zat pada telah mengantarkan ke arah revolusi dalam bidang mikro elektronika, dan kini sedang menuju ke arah nano elektronika. Cairan Kuantum Setelah berumur hampir seabad, teori kuantum masih tetap mendapatkan perhatian yang sangat besar di kalangan fisikawan. Hal ini terbukti dengan dimenagkannya hadiah Nobel bidang fisikat untuk tahun 1998 ini oleh tiga kampium fisika kuantum akhir abad 20. Komite Nobel Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pada tanggal 13 Oktober 1998 mengumunkan Prof. Robert B. Laughlin (universitas Stanford, California), Prof. Daniel C. Tsui (Universitas Princeton) dan Prof. Horst L. Stoemer (fisikawan berkebangsaan Jerman yang bekerja di Universitas Columbia, New York dan sebagai peneliti di Bell Labs, New Yersey) sebagai nobelis fisika tahun 1998. Pada tahun 1982, Horst L. Stoemer dan Daniel C. Tsui melakukan eksperimen dasar menggunakan medan magnet sangat kuat pada temperatur rendah berupa superkonduktor yang didinginkan helium cair. Para nobelis fisika itu berjasa dalam penemuan mekanisme aksi elektron dalam medan magnet kuat sehingga membentuk partikel-partikel elementer baru yang bermuatan mirip elektron. Pada tahun yang bersamaan, Robert B. Laughlin juga menginformasikan fenomena serupa. Melalui analisa fisika teori, mereka berhasil menunjukkan bahwa elektron-elektron dalam medan magnet sangat kuat dapat berkondensasi membentuk semacam cairan sehingga melahirkan apa yang disebut sebagai cairan kuantum. Hasil yang diperoleh ketiga fisikawan tadi sangat penting artinya bagi para peneliti dalam memahami struktur suatu materi, termasuk pembuatan aneka perangkat superkonduktor. Temuan itu juga merupakan terobosan dalam pengembangan teori dan eksperimen fisika kuantum serta pengembangan konsep-konsep baru dalam beberapa cabang fisika moderen. Para nobelis fisika sama-sama mempunyai latar belakang riset dalam pengembangan fisika kuantum yang mempunyai peran penting bagi kemajuan riset pengembangan perangkat fotonik. Temuan para nobelis fisika tahun 1998 ini telah memungkinkan efek kuantum menjadi mudah diamati. Fenomena Efek Hall (Hall effect) dalam fisika yang pertama kali dilaporkan oleh Edwin H. Hall pada tahun 1879 dan sangat menakjubkan itu, kini seakan-akan dapat diamati oleh para fisikawan di manapun. Komputer Fotonik Kiprah mekanika kuantum di masa-masa mendatang barang kali masih akan tetap diperhitungkan. Misteri lain yang mungkin lebih besar barangkali masih tersimpan dalam teori kuantum itu. Paling tidak para ilmuwan berharap, dengan mengendarai kuantum mereka akan sampai pada tujuan mewujudkan impian berupa hadirnya perangkat fotonik serta gagasan pembuatan komputer fotonik (komputer kuantum) yang akan mencerahkan kehidupan manusia di awal milenium ketiga ini. Arun N. Netravali, ilmuwan berdarah India yang menjabat Vice President Research Lucent Technology dan Direktur Bell Labs di AS, telah melakukan terobosan dalam proses pembuatan prosesor fotonik, sehingga beliau pada tahun 1998 menerima penghargaan tertinggi dari perusahaan elektronik NEC, Jepang. Basis dari perangkat fotonik ini bukan lagi pada teknologi silikon seperti yang saat ini banyak diaplikasikan, melainkan mulai bergerak menuju teknologi foton yang memanfaatkan cahaya.

Para ilmuwan sebetulnya sudah sejak lama berusaha mencari alternatif lain dalam mengembangkan komputer elektronik. Mereka umumnya melirik jalam untuk beralih dari komputer elektronik ke komputer fotonik. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer fotonik ini jika kelak benar-benar bisa diwujudkan, yaitu : • • • Pada komputer elektronik sinyal dibawa oleh berkas elektron, sedang pada komputer fotonik sinyal itu dibawa oleh foton (gelombang elektromagnetik) dalam bentuk cahaya tampak. Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, komputer fotonik akan bekerja jauh lebih cepat dibandingkan komputer elektronik yang saat ini beredar. Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahayacahaya itu berasal dari satu sumber. Di samping itu, cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron pada komputer elektronik. Pada komputer elektronik data disimpan dalam medium dua dimensi seperti pita magnetik dan yang lainnya, sedang pada komputer fotonik data dapat disimpan secara tiga dimensi dalam medium yang ketebalannya berorde mikro meter. Jadi satu penyimpan fotonik bisa memiliki kapasitas yang setara dengan ribuan penyimpan elektronik.

Kini para ilmuwan telah berhasil menghadirkan sumber cahaya dalam bentuk laser semikonduktor dan LED (Light Emitting Diode) yang dapat dipakai sebagai sumber pembawa sinyal pada komputer fotonik. Teknologi serat optis pun sudah berkembang sedemikian rupa sehingga siap mendukung tampilnya perangkat fotonik. Riset menuju terwujudnya komputer fotonik berkembang sangat pesat dan telah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan. Tidak mustahil jika komputer fotonik ini akan segera hadir di hadapan kita dan ikut meramaikan unjuk kecanggihan teknologi moderen di awal milenium tiga ini. Sumber : Elektro Indonesia no. 31/VI (Mei 2000)

Iklim, Cuaca dan Perubahannya
Posted on Oktober 15, 2006 by bumiindonesia| 3 Komentar

http://bumiindonesia.wordpress.com/2006/10/15/iklim-cuaca-dan-perubahannya/ Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.

Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).

Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.

Perubahan Cuaca dan Iklim

KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.

Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia. Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia. Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari. Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah. Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa. Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992. Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu. Perhitungan munculnya El Nino

Dari hasil peningkatan kegiatan Matahari yang muncul dan memuncak pada masing-masing dasawarsa itu menunjukkan adanya peningkatan yang lebih intensif dibandingkan kejadian periode sebelumnya. maka kondisi gejala alam El Nino peluang untuk muncul kecil pada tahun 2001 atau 2002 mendatang. Dampak peningkatan tersebut menghasilkan kegiatan El Nino yang kuat untuk pertama kali pada periode 1982 dengan dampak kekeringan dan kebakaran yang meluas di Kalimantan. Sehingga . Pendapat ini didukung pula oleh kondisi perairan global. Selain itu swasembada pangan nasional yang diupayakan Pemerintah Indonesia hancur oleh kondisi alam yaitu cuaca dan iklim yang tidak menentu hingga tahun 2000 atau mungkin sampai saat ini. Tetapi. Bukti kenaikan suhu muka laut ini terlihat dari peningkatan curah hujan di beberapa kawasan di Indonesia pada bulan Mei hingga awal Juni 2001. Dengan indikasi alam ini akan dapat membantu tentang kekhawatiran beberapa kalangan khususnya kalangan pertanian. Patut pula dicatat bahwa deposit batu bara di lahan gambut membara untuk yang pertama kali di tahun 1991 yang kemudian berulang hingga awal tahun 1998. Samudera Pasifik mendingin sedang Samudera Hindia menaik. perkebunan dan kehutanan khususnya dari ancaman kekeringan yang mungkin muncul di tahun 2001. Adanya perkembangan curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini yang seharusnya memasuki musim kemarau merupakan peristiwa alam akibat kenaikan suhu muka laut S. Namun. Berdasarkan pengalaman tersebut dan menilik kondisi cuaca dan iklim yang akan berlangsung hingga tahun 2010. Hal ini berarti untuk kurun watu sembilan tahun mendatang peluang munculnya kondisi cuaca yang ekstrem seperti yang berlangsung dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir menjadi tanda tanya atau bahkan bisa dikatakan kecil peluang terjadi peningkatan kondisi cuaca dan iklim yang bervariasai atau berubah untuk kurun waktu musiman hingga tahunan. Kajian dalam bahasan ini merupakan kajian terbatas yang tentunya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menuju kajian yang komprehensif atau dapat dipercaya. malah berkebalikan. secara keseluruhan cuaca dan iklim untuk periode 1982-1990 cukup baik sehingga usaha swasembada pangan nasional saat itu berhasil dan Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. dalam hal ini perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Semula di Samudera Hindia dingin dan Samudera Pasifik akan hangat hingga awal bulan Juni. untuk sementara dapat dilihat belum adanya peningkatan jumlah bintik Matahari atau ledakan. Selanjutnya tahun 1987 muncul lagi kegiatan El Nino. Karena hingga pertengahan tahun 2001 berubah.Yang cukup mencolok dan perlu menjadi perhatian kita adalah perkembangan kondisi dalam dua dasa warsa terakhir. Hindia dan munculnya indikasi gejala alam La nina intensitas ringan kembali giat. kondisi dasa warsa berikutnya dengan peningkatan kegiatan Matahari yang lebih intensif dengan puncak ganda untuk bintik Matahari dan jumlah ledakannya memberi indikasi peningkatan radiasi yang intensif dan berdampak kegiatan El Nino yang cukup panjang 1991-1994 dan muncul gejala alam El Nino kuat dengan kurun waktu yang singkat tahun 1991/1998 yang dinyatakan sebagai bencana yang dahsyat di Indonesia dan seluruh dunia. ternyata hal itu tidak berkembang.

Isinya sembarangan untuk dibaca dengan santai saja. dalam musim kemarau tahun 2001 yang menyatakan normal merupakan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. bila pemikiran teori dan pengamatan praktek tersebut . http://pustakacuaca. tetapi kalau dipikir serius juga boleh. Nah kalau demikian.blogspot. Ceritanya tentang kejadian-kejadian cuaca dan iklim. Tulisan dibuat dalam bagian – bagian yang banyaknya belum pasti. Minggu 5 Desember 2004 ------------- Mukadimah. Para ilmuwan cuaca umumnya mempelajari cuaca dari teoriteori fisika dan matematika dengan percobaan-percobaan laboratorium kecil kemudian mengujinya dengan data pengamatan.html Kamis. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Pertama) Oleh Soerjadi Wh.prakiraan BMG. Teori dan praktek.com/2010/12/oleh-soerjadi-wh. Sebaliknya para praktisi cuaca melihat dulu kejadian-kejadian yang ada kemudian menanyakan mengapa begitu. Tulisan ini dibuat hanya untuk pengisi waktu ketimbang nganggur.

Dengan teori tersebut sampai-sampai dikenali istilah Intertropical Front (ITF). bahwa angin dari daerah tekanan tinggi di belahan bumi utara menuju ke daerah khatulistiwa dibelokkan searah jarum jam. gelombang atmosfer. Bjerknes dari Norwegia pada akhir abad ke-19. Gelombang-gelombang tersebut saling beriteraksi dan menghasilkan berbagai fenomena. diajari ilmu bumi didalamnya termasuk angin pasat yang arahnya dikemukakan oleh Buys Ballot. Hukum Buys Ballot. Interaksi gelombang atmosfer. sebaiknya istilah putaran jarum jam diganti saja dengan dibelahan bumi utara dibelokkan menganan dan di belahan bumi selatan dibelokkan mengiri apabila kita menghadap ke arah khatulistiwa. Buys Ballot itu orang pertama yang ditunjuk oleh Kongres Internasional Meteorologi pada tanggal 16 September 1873 di Wina sebagai Presiden Komite untuk menyiapkan Organisasi Meteorologi Internasional. Baru kemudian setelah teknologi komputer diketemukan teori tersebut baru dapat dibuktikan. massa udara. dan diketemukan bahwa di kawasan luartropik gelombangnya jenis longitudinal yang dikenal dengan gelombang Rossby. waktu itu namanya Sekolah Rakyat (SR). Dahulu. misalnya siklon. Karena sekarang sudah banyak jam digital yang tidak menggunakan jarum penunjuk. . maka berkembanglah teori massa udara dan teori perenggan (front) seperti yang dikembangkan oleh Solberg dan J. Kemudian dari peredaran tersebut digambarkan bahwa atmosfer berkelompok-kelompok membentuk massa udara. sedangkan di belahan bumi selatan dibelokkan berlawanan dengan putaran jarum jam. sekitar tahun 1950-an. Tetapi karena rumus matematikanya rumit. pusaran.dst. saya di SD. dan di kawasan tropik banyak gelombang jenis transversal yang dikenal dengan gelombang gravitas atau gelombang Kelvin.disatukan hasilnya akan bagus. Kemudian dengan menggunakan teori fisika dan matematika dihipotesakan bahwa gerakan atmosfer dalam bentuk gelombang seperti yang dikemukakan pertama kali oleh Rossby pada tahun 1939. Dalam bukunya " Weather Prediction by Numerical Process " Richardson ( 10 Oktober 1921) menulis : The investigation grew up out of a study of finite differences and ……………. dan dikenal dengan hukum Buys Ballot. Peredaran atmosfer. siklontropik. Teori gelombang sampai sekarang terus berkembang. Tetapi ini barangkali. Pelajaran ilmu bumi tersebut menunjukkan bahwa dahulu orang mempelajari cuaca dari peredaran atmosfer yang dipelopori oleh Hadley (1875). dia sendiri tidak bisa menghitung secara numeric.

Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali.badaiguntur dan lain-lain lagi. disamping kondisi kepulauannya. Perbedaan sinaran siang dan malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. Sistem cuaca Indonesia. dan factor lingkungan di sekitar Indonesia masing-masing ternyata mempunyai peran banyak dalam pembentukkan system peredaran udara. variasi antartahunan (interannual variation). maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. Musim. aspek geografi. Bagaimana dari aspek dana ? Faktor geografi. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. antara lain aspek fisika. Oleh karena itu studi tentang cuaca di Indonesia memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. tekanan. Kini malahan berkembang dipelajari interaksinya dengan lingkungan atmosfer. Di Indonesia pembicaraan tentang cuaca hampir selalu menyebut “hujan”. Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. sehingga seolah-olah cuaca identik dengan hujan. Biarlah. Banjir karena hujan. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum . Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. mulai dari skala besar sampai skala kecil. meskipun jangan dibiasakan. orientasi pulau. variasi tahunan (annual variation). Dari segi cuaca kawasan Indonesia memang rumit. dan kelembapan. misalnya dengan laut. topografi dan orografi. dst. Antar system peredaran saling berinteraksi menghasilkan system cuaca dalam berbagai skala. struktur kepulauan. memang hujan sangat dirasakan ulahnya bagi kehidupan di Indonesia. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. aspek topografi-orografi. terutama pada suhu. padi puso karena tidak ada hujan. permukaan bumi. variasi musiman (seasonal variation). angin. data cuaca juga sangat kurang ( habis Pemerintah nggak kuat membiayai ). variasi intra musiman (intraseasonal variation). Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. dari variasi harian (diurnal variation). sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. Sinaran matahari yang terus-menerus dan berbeda siang dan malam membentuk ciri dasar cuaca Indonesia. aspek struktur dan orientasi kepulauan.

misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. sumur gue ude sat. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Bali. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. Memang manusia serba susah. kapan nih berhentinye” sering kita dengar pada waktu musim hujan. Oleh karena itu perubahan dari kebiasaan harian dapat digunakan untuk mengidentifikasi sistem yang lebih besar. Namun demikian variasi harian tersebut berubah karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. Oleh karena itu di Indonesia dikenal musim hujan dan musim kemarau.L.dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Begitulah orang banyak membicarkan pada waktu musim kemarau. “ kok tiap hari hujan terus. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. misalnya di Jakarta bila hujan terjadi pada menjelang pagi pertanda adanya monsun barat. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya.J. Manton dan J. maunya yang enak aja. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. buktinya dari dulu tentang . Awal musim. Sebaliknya. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat dan angin timur. misalnya monsun. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September. Kapan nih ada hujan. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. Tetapi para ilmuwan dan para ahli cuaca tidak mengabaikan pembicaraan orang tersebut.

memang menurut data pengamatan yang diperoleh menunjukkan demikian. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. sekarang rupanya lebih banyak lagi kalau . Wilayah hujan. Juga dikatakan bahwa variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. Mereka mengatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat telah mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. Mengapa begitu ya ? Rupanya antara angin dan awan ada sikap saling harga menghargai. Tetapi itu didasarkan data yang dipunyai waktu itu. Tetapi sayangnya criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan tidak selalu berkaitan dengan musim angin barat. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. Minoru Tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu (sampai 30 hari) awan daripada angin. Dengan menggunakan data curah hujan. De Boer (1948) menandai awal musim hujan dengan jumlah curah hujan dasarian.awal musim sudah banyak dipelajari bahkan sampai sekarang masih belum tuntas. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempat-tempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awal musim hujan. Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. hanya saja kadar pengurangannya berbeda-beda di setiap tempat. Kata banyak orang. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya.

Fenomena regional. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. Jawa Barat bagian barat-daya. melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. dan lembang tropik (tropical depression). dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). (c) Kalimantan bagian timur.mau dibedakan lebih rinci. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. Jawa Tengah. (b) Daerah sekitar lutan India. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. bersamaan dengan musim barat di Australia. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari). (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. Orang mengatakan fenomena-fenomena tersebut sebagai cuaca . Dengan mengutip tulisan Eguchi (1988) mengemukakan bahwa Eguchi dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. Kalimantan Barat dan Selatan. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ).. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya. pusaran (vortice). Sulawewsi. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. Jawa barat bagian utara. (c) Daerah kalimantan Tengah. dan Jawa Timur. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September.

dan William m. serta bertambahnya kecepatan angin. Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. khususnya di sekitar laut Cina Selatan. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. Alir lintas khatulistiwa. Hal tersebut karena aliran berubah menjadi siklonal setelah melintasi khatulistiwa. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980.R. sering terdapat angin yang seragam arahnya. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. Observatorium Meteorologi Hongkong. 1982). Dalam keadaan demikian dikatakan teredapat alir lintas khatulistiwa. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. Wirjohamidjojo S (1980).gangguan kawasan tropik Indonesia. dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. Ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang serupa. Pusaran. Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. di atas daerah khatulistiwa. Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Cina Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. Seruak dingin. dan selanjutnya bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan dan disebut “seruak monsun (monsoon surge)”. Gray 1981). baik dalam periode musim monsun panas maupun .

Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulkistiwa lautan India. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. . Bila pusaran terjadi dalam musim monsun dingin. Gb.dalam musim monsun dingin Asia. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. keberadaannya menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas atau kuatnya monsun dingin Australia. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. Pusaran dalam bentuk siklontropik. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. Pusaran di lautan India (sebelah barat Sumatra) dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Pusaran di laut Cina Selatan yang sering timbul selama periode mondingin Asia merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin.

1987). karena daerah PPAT merupakan tempat banyak hujan. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. termasuk juga di kawasan Indonesia. mendekati khatulistiwa angin tenggara dan atau angin timurlaut berbelok kearah timur sebelum melewati atau sesudah melewati khatulistiwa. Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. Dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Garis geser angin kadang-kadang hanya satu. Namun demikian keberadaannya di sekitar Indonesia mempunyai dampak kepada cuaca di Indonesia. Lembang tropis (tropical depression). Bila kita sering menganalisis medan angin di sekitar khatulistiwa. Contohnya lembang tropis di Australia Utara sebagai salah satu komponen penting dari monsun Australia. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. khusunya di Indonesia. Di Indonesia memang tidak pernah dilanda siklontropik karena siklontropik tidak mau masuk wilayah Indonesia. diharapkan mengenalinya dengan seksama. dan kadang-kadang ada dua.Gb. Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator . terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. yang kemudian disebut garis geser angin (shear line). Garis geser angin tersebut sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. mungkin takut karena penduduk Indonesia terlalu banyak. Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Palung khatulistiwa atau palung dekat khatulistiwa (Near Equatorial Trough). Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan.Bride J. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan Desember sampai Maret (Mc. Belokan-belokan tersebut terdapat dalam suatu garis.L. Siapa yang tidak kenal PPAT ? Bagi para peminat cuaca.

Jakarta. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Kedua) Oleh Soerjadi Wh.meteorologi”. tetapi nama fenomena cuaca usikan (disturbance) yang berupa garis gebos (squall line) yang sering terjadi di selat . perenggan antartropik. Selain itu gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. Sumatra. Hal tersebut karena tekanan tinggi subtropik selatan di kawasan tersebut lebih mantap. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. Ekuator meteorologi dikenal dengan nama “pias pumpun antartropik. pada suatu saat bergerak ke utara. atau perenggan antartropik. melainkan bergeser secara tahunan ke utara dan ke selatan mengikut gerak matahari. atau diskontinuitas antartropik. demikian pula palung monsun tidak menunjukkan jelas perbedaan tekanan. atau palung monsun”. Dari berbagai nama tersebut yang lebih sesuai adalah pias pumpun antartropik. Namun demikian pergeseran tahunan tersebut juga tidak sama di setiap tempat. Ini bukan nama pulau Sumatra. dan perenggan monsun kurang popular karena sifat diskontinuitas dan sifat perenggan seperti yang terdapat di kawasan lintang tengah tidak tampak jelas. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:10 Kamis. Posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. atau perenggan monsun. Di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. Dengan demikian ekuator meteorologi membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. Diskontinuitas antartropik.. Jumat 10 Desember 2004.

Terjadinya pada malam menjelang pagi hari. kunjungilah dalam bulan tersebut atau tanya orang-orang Medan. 62 . 155. vertical motion and divergence ? What controls their intensity and movement ? What are their relations with larger-scale wind and pressure patterns ? What are the budgets of mass. Barangkali memang masih relevan bila kita tengok lagi pertanyaan M. atau sebaliknya nama pulau Sumatra diambil dari fenomena “sumatra” tersebut ? Saya belum tahu. Orang memang menyebutnya “sumatra”. maka timbullah golakan. pressure. Oleh karena itu daerah angin barat banyak golakan. Alaka dalam Technical Note no. Tetapi karena bumi yang berputar ke arah timur lebih kencang tidak mau menerima sehingga terjadi gesekan dan kelebihannya diberikan kepada udara dalam arah ke atas. Apakah nama tersebut diambil dari nama pulau Sumatra. sehingga di Indonesia banyak yang mengatakan bahwa musim barat adalah musim hujan. Kejadian tersebut sering dijumpai dalam bulan Januari.Malaka antara pulau Sumatra dan semenanjung Malaysia. Imbas berupa hujan pagi tersebut juga sering dirasakan di Medan. Fenomena (sumatra) tersebut berbentuk barisan awan tebal dan badaiguntur yang memanjang membentang dari arah barat. Sementara orang mengatakan bahwa angin barat membawa hujan. merupakan salah satu bentuk awan yang bukan karena golakan (convection) melainkan terbentuk karena proses lataan (advection) dan percampuran dari massa udara dari laut Cina Selatan yang dingin dan massa udara dari teluk Benggala yang agak panas . Nah bila ingin berkenalan.A. Logikanya memang ada. energy and moisture ? Angin barat. Apakah hal demikian benar ? Flohn (1957) juga sudah mengidentifikasi bahwa dalam daerah sekitar khatulistiwa antara 10 °LU dan 10 °LS daerah dengan angin barat lebih banyak hujannya dibandingkan dengan daerah yang banyak angin timuran. Pertanyaan tersebut antara lain : • • • • • What is the origin of these disturbance ? What are the typical fields of wind. WMO – No. bahwa angin barat mempunyai kelebihan momentum. . dan banyak membawa hujan.Februari semasa angin timurlaut dari monsun Asia musim dingin banyak terjadi di daerah tersebut. TP 75 (Problems of Tropical Meteorology) untuk kita carikan jawabannya. kelebihan tersebut maunya sih diberikan kepada bumi.

dalam bentuk perenggan (front). misalnya pada waktu musim kemarau beda suhu maksimum dan suhu minimum lebih besar dibandingkan musim hujan. Large parts of synoptic varability in the tropics is due to propagating disturbances moving parallel to the equator. d. once generated. Di kawasan lintang tengah adanya massa udara dapat mudah dikenali dengan adanya bidang diskontinuitas tekanan. Vol. . Namun demikian dalam skala yang lebih kecil dalam musim monsun dingin Asia mungkin hanya terdapat jelas di Indonesia bagian tengah ( 100 – 120 BT). Sciences. dan tampak di kawasan Indonesia. 2. Variabilitas.Massa udara. 1996). Tetapi kalau tidak diperhatikan. Kalau begitu udara di Sumatra Barat tentu berbeda dengan udara di Nusa Tenggara. Madden Julian eastward wave number 1. sistem cuaca kawasan tropik memberikan banyak jenis fluktuasi seperti dalam table berikut ( Yamanaka M. 3 centered of about 48 days OLRS. kelembapan. Berbicara tentang massa udara di Indonesia memang merepotkan. are inherently more prdictible than weather variations that predicted by red-noise background. sering kita merasakan adanya perbedaan kadar udara. It would seem likely that the convectively coupled equatorial waves. Menurut Wheeler M. sedang di Sumatra Barat perbedaan tersebut kecil. 56. Menurut Yamanaka. c. Apakah fenomena seperti itu terlihat di Indonesia ? Fenomena tersebut dipelajari dalam skala sinoptik. The search for any equatorial wave mode is dependent on the identification of “ridge” in the contours. suhu. bersamaan dengan seruak monsun (monsoon surge) dan gerakan perenggan di lintang tengah utara. Kaladis G (… ) dalam makalahnya “Analysis of Cloud Tempertaure in the Wave Number Frequency Domain. Sistem cuaca usikan (disturbance). karena kita pasti tidak dapat dengan jelas membedakan adanya dua atau lebih massa udara yang berbeda seperti di lintang tengah. Dalam musim monsun Panas Asia terlihat di Sumatra bagian utara dan barat sampai jawa Barat bagian selatan bersamaan dengan pusaran atau palung di lautan India di sebelah barat Sumatra. Kategori Musiman Variasi Osilasi 10-12 Skala waktu 10 – 12 Keterangan Osilasi TTO (ten to twelve . b. pp 374” mengatakan bahwa : a. N. angin. Di Jawa Timur dan daerah lebih ketimur perbedaan tersebut lebih nyata.D. Journal of Atm.

Juga sebagai komponen osilasi troposfer selatan dan peredaran monsun. Gelombang Kelvin dengan panjang gelombang zonal 2000-4000 km. Osilasi troposferik yang dominan dalam kaitannya dengan iklim global. Dipandang sebagai hasil dari CSIK (Convective Stability of Secondary Kind). dan dipandang sebagai pasangan laut-atmosfer yang mandiri. Moda osilasi yang dominan di stratosfer ekuator bawah. Di dekat stratopause dengan kecepatan besar ke arah timur. terpusat di Pasifik Barat. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang 4 – 5. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang k antara 1 dan 2. Dipaandang sebagai rezim golakan dalam dari ISO yang gerakannya ke timur. Di dekat tropopause. tetapi asalnya belum diketahui dengan pasti. Di troposfer. Di dekat tropopause . Gelombang Kelvin dengan bilangan gelombang zonal = 1. QBO (Quasi Binary 0. Dominan di kawasan khatulistiwa. AO tropopause dan mesopause dipengaruhi / ditimbulkan oleh interaksi aliran (monsun).dan antar tahun tahunan (TTO) th ENSO (ElNino 4 th Southern Oscillation) 2 th. .5 th Oscillation) 30-60 AO (Annual hari Oscillation) ISO (Interseasonal Oscillation) Gangguan Super cloud 10-20 yang Gelombang Kelvin hari gerakannya Gelobang Kelvin 20 hari ke timur Gelombang Kelvin 10-20 MRG (Mixed Rossby hari Gravity wave) 5 hari 4-5 hari Gangguan Cloud cluster yang Gelombang dua hari 4 hari 2 hari oscillation) sering dikaitkan dengan daur bintik matahari.

gerakannya Pasang surut ke barat Angin darat-angin laut Variasi yang lebih pendek Pasang surut semi harian Awan Cb berbentuk gelombang gravitas inersia atau siklontropis. 1 hari 1 hari Jadi bila hujan dipandang sebagai salah satu hasil dari berbagai gerak atmosfer dengan berbagai variabilitas tersebut ya memang sangat rumit. Karena kalau berbicara cuaca di Indonesia tanpa mengenang monsun rasanya sangat hambar. . 0. Oleh karena itu data yang digunakan harus sesuai dengan variabilitas yang diperhatikan. Mengapa diulangi ? Menyebut monsun hukumnya “wajib” bagi semua pemeluk agama cuaca Indonesia. Skala meso. 22 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Ketiga) Monsun Oleh Soerjadi Wh. Dihasilkan dari mekanisme CISK. Dihasilkan dari mekanisme CISK. didorong oleh kondisi atmosfer takmanta.. apalagi hujan harian. 1 jam Angin laut-angin darat sampai jarak 10 km. Dalam bagian ketiga ini saya ulangi lagi dan kita bicarakan lebih banyak. Dalam bagian pertama dan kedua monsun telah saya sebutkan meskipun hanya dalam garis besarnya saja.5 hari Skala planet. --------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:50 Rabu. MONSUN Wajib. Skala planet.

seperti yang dikemukakan oleh Hann (1908). Dalam buku Glossary of Meteorology. causing an excess of pressure over the continents in winter and deficit in summer. It was first applied to the winds over Arabian sea. northern Australia. Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa mausam semula digunakan untuk menamai angin di laut Arab yang dalam setahun bertiup bergantian arah. In India the term is popularly applied chiefly to the southwest monsoon and. by extension. Even in Europe the prevailing west to northwest winds of summer have been called the “European monsoon” . .Monsun. dan banyak yang mendefinisikannya dengan berbagai criteria. Dari pandangan bahwa monsun hanya fenomena bergantinya arah angin saja dalam musim panas dan dalam musim dingin. Kao dkk. but it has been extended to similar winds in other parts of the world. Asmerican Meteoorological Soiciety. They have been described in Spain. kata monsun (yang dalam bahasa Inggris ditulis “monsoon” ) digunakan sebagai kata istilah untuk nama dari angin dan fenomena-fenomena terkait yang setiap setengah tahun bergantian. to the rains which it brings. Khromov (1957). but monsoons also occur on the voasts of tropical regions wherever the planetary circulation is not strong enough to inhibit them. a season). Shick (1953. Texas and the western coasts of the United States and Chile. which blow for six months from northeast and six months from southwest. the largest land mass. Dari pengertian tersebut maka monsun tidak terdapat di setiap daerah melainkan hanya di kawasan tertentu di kawasan tropik yang kondisinya memenuhi syarat. maka istilah monsun tersebut juga diberlakukan di kawasan lain. Africa except the Mediteranean. The monsoons are strongest on the southern and eastern sides of Asia. but other factors such as the relief features of the land have considerable effect. (1962). Monsun sudah lama dikenal. Tetapi kini dalam kalangan meteorology. Bergantinya tiupan angin tersebut berkaitan dengan perbedaan panas yang terdapat di laut dan di daratan luas sehingga timbul beda tekanan udara dengan di darat lebih tinggi dalam musim dingin.1980 menyebutkan bahwa monsun adalah : “A name for seasonal winds (derived from Arabic mousim. dan lebih rendah dalam musim panas. The primary cause is the much greater annual variation of temperature over large land areas compared with neighboring ocean sutface. setengah tahun dari arah timur-laut dan setengah tahun lainnya dari arah tenggara.

Selain dengan criteria yang dikemukakan Ramage. Kalau di India ada monsun baratdaya (southwest monsoon) dan monsun timur laut (northeast monsoon). Dengan kriteria yang dikemukakan Ramage tersebut maka daerah antara 35 oLU dan 25 oLS serta antara 30 oBT dan 170 oBT adalah yang memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai kawasan monsun. Australia Utara. yang paling jelas adalah di Asia. yang masingmasing dikenal dengan monsun Asia ( Asia Selatan. termasuk daerah Pasifik timur. kini daerah monsun juga didefinisikan dengan menggunakan kiteria posisi Pias Pumpun Antartropik (PPAT). monsun Afrika (Afrika Selatan.misalnya di Eropa yang disebut “monsun Eropa”. maka daerah monsun lebih umum terletak di kawasan antara tempat PPAT paling utara (dalam bulan Juli) dan tempat PPAT paling selatan (dalam bulan Januari). Jadi sama penggunaannya untuk misalnya musim duren yang mempunyai arti pada waktu itu banyak buah duren. Bila definisinya seperti yang telah disebutkan. Pias Pumpun Antartropik adalah lajur perbatasan antara daerah Antisiklonal Utara dan Antisiklonal Selatan (Intertropical Covergence Zone = ITCZ). musim mangga. adalah waktu yang selama itu suhu udara selalu rendah. Misalnya musim dingin. musim hujan. dan Afrika. rata-rata resultan angin dalam sebulan lebih dari 3m/detik. monsun Australia Utara. musim penyakit. Afrika Timur). Asia Tenggara). sedangkan musim (yang dalam bahasa Inggris ditulis “season”) bukan istilah melainkan kata yang mempunyai arti selang waktu yang selama itu terdapat keadaan yang sangat sering terjadi. Dengan demikian maka selain daerah yang telah disebutkan. Digunakannya PPAT sebagai criteria daerah monsun karena daerah yang dilewati PPAT selalu mengalami perubahan arah angin yang memenuhi criteria Ramage tersebut. (b) rata-rata keseringan angin utama dalam bulan Januari dan Juli lebih dari 40%. Afrika Barat. Ramage (1971) mengemukakan bahwa daerah monsun ditandai dengan (a) arah angin utama berubah sekurang-kurangnya 120 derajat dari bulan januari dan Juli. Amerika selatan. Asia Timur. di Indonesia dikenal monsun barat dan . dll. (c) sekurang-kurannya sebulan. Dari banyak daerah monsun. maka Indonesia tentunya juga mempunyai monsun. (d) sekurang-kurangnya satu siklon-antisiklon terjadi bergantian di daerah 5 derajat lintang dan bujur. adalah waktu yang selama itu banyak terjadi hujan. dan monsun Australia. dan Atlantik barat (tentang PPAT tersebut dibahas lebih rinci dalam bagian keempat).

sudah banyak yang diketahui sifatsifat fisis monsun. and receiving renewed boundary conditions from. fundamentally forced and maintained by the moist processes.Monsoon system transmits climatic signals from the tropics (lower latitude) to extratropics by means of the Rossby wave propagations forced by anomalous heating in the tropics.In this process.) over Eurasian continent.monsun timur meskipun ada sebagian daerah di kawasan Indonesia bagian barat yang mearasakan adanya monsun baratdaya dan monsun timurlaut.The Asian/Australian monsoon system is a typical manifestation of the coupled ocean-land-atmosphere interaction between the largest continent and the largest ocean on the earth. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) menyebutkan antara lain. and that it has a dominant role on the global climate system and its variability. the water with its three states act as an energy source of the system and. soil moisture etc. bahwa : . . Dalam The Third International Symposium on Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia di Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) juga. . Akimasa Sumi mengemukakan bahwa :: .Strongly suggest that the axisting monsoon and the ENSO shoud be understood as a coupled ocean/land/atmosphere system over Eurasian continent through the Pacific. by transmitting renewed initial conditions to. Sejak MONEX tahun 1978/79 diselenggarakan. .Monsoon system seems to have a principal mode of biennial oscillation. . based upon the memory (heat storage) of the tropical Pacific Ocean. . the more chaostic mid-latitude westerly zone through the seasonal cycle. meskipun juga masih banyak lagi yang perlu digali.Monsoon system is subjected to the anomalous mid-latitude westerly regimes by means of land surface processes (snow cover.Monsoon system may be considered as a heat engine using water as a fuel. as a substance by which climatic informations are transferred. . Dalam tulisan ini saya gunakan istilah monsunal Indonesia yakni sifat-sifat serupa monsun. . Tetsuzo yasunari (Role of Monsoon on Global Climate) dalam the Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia.Monsoon system has a great role on the global climate system as a modulator of interannual variability of the system.

yakni monsun Asia Selatan. Cambridge Univ. antara lain : a) a cross-equatorial meridional wind index for selected longitudinal bands to monitor an outflow branch of summer monsoon area. Misalnya. Dari apa yang telah mereka kemukakan tersebut dapat kita fahami bahwa monsun mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan sistem cuaca dalam berbagai skala. sehingga musim barat diidentikkan dengan musim hujan. This index should also be maintained for subzones to monitor the preferred areas of strong interaction. R. Lain lagi. pada waktu Asia musim dingin di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin barat (musim barat). monsun Asia Selatan (monsun India). menuliskan tentang berbagai indeks untuk mengidentifikasi monsun. baik skala kecil maupun skala besar. di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin timur–tenggara (musim timur). Press.Monsoon is a dominant phenomena which exist in the tropics. d) zonal wind indices at the equator for selected longitude bands to monitor the eastwest or Walker circulations. J. dan monsun Australia. Oleh karena itu untuk membicarakan lebih lanjut tentang sifat monsunal Indonesia lebih dahulu kita simak sejenak sifat-sifat monsun di sekitar Indonesia tersebut. a.P. . Monsun di sekitar Indonesia. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin timurlaut (musim timurlaut).Pearce. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin baratdaya (musim baratdaya). Lim dalam bukunya (Monsoon Dynamics.Land-Ocean contrast in the tropics. b) a zonal-average meridional wind index at equator to monitor interhemispheric exchange. Musim barat umumnya disertai dengan banyak hujan. monsun yang populer adalah monsun barat daya (southwest monsoon) atau monsun dalam musim panas Asia . has a strong influence on fixing the location of the convection. c) a zonal-average meridional wind index at some intermediate latitude to monitor the interaction between the tropics and higher latitude. pada waktu Asia musim panas. which results in the monsoon phenomena. 1977).T. sebaliknya musim timur disertai dengan sedikit hujan dan diidentikkan dengan musim kemarau. monsun Asia Tenggara. Ketiganya saling berinteraksi membentuk sistem monsunal Indonesia. Kawasan Indonesia memang bukan sumber monsun.. edited by Sir James Lighthill & Prof. Sadler and J. Di India.C. tetapi terletak dalam daerah kekuasaan monsun.

Letak palung khatulistiwa bergeser ke utara dan ke selatan mengikut musim. kemudian berkurang selama monsun berlangsung. dan antara 1 Juni sampai 1 Juli meliputi hampir seluruh India. Dalam bulan Oktober sampai Mei sulit dibedakan dengan ITCZ. (ii) Sering disertai dengan kilat dan guntur. . mulai dari utara dan sekitar tanggal 15 Oktober monsun timurlaut berakhir di semua tempat. Awal munculnya ITCZ digunakan sebagai criteria awal monsun dan juga digunakan sebagai awal dari musim hujan. dan Indo-China (Vietnam). (v) Monsun mencapai pantai barat India pada 30 Mei. sedangkan dalam bulan Nopember sampai April palung tersebut berpisah dengan ITCZ karena letak ITCZ jauh ke selatan khatulistiwa. (ii) ITCZ bergerak terus ke utara dan tidak kembali. dengan simpangan 8. (vi) Rata-rata monsun mulai 30 Mei.(summer monsoon) karena banyak memberi hujan dan variasinya besar. (iii) Datangnya ITCZ ditandai dengan : o Angin baratan (westerly) di sebelah selatan ITCZ dengan kecepatan sekitar 20 knot. Di sekitar palung merupakan daerah yang banyak hujan. 1) Klimatologi : · Dari peta sinoptik harian diatas India terdapat palung tekanan rendah di troposfer bawah yang dikenal dengan palung dekat katulistiwa (Near Equatorial Trough) atau palung khatulistiwa (Equatorial Trough). berawal dari akhir bulan Agustus. o Terjadi hujan lebat dan badaiguntur. tebal lapisan angin baratan sampai 6 km dari permukaan laut. selatan Miyanmar. o Palung khatulistiwa berimpit dengan ITCZ.2 hari · Surutnya monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ mulai bergerak ke selatan. Tetapi di ujung selatan semenanjung daratan India hujan masih ada meskipun bukan kaitannya dengan ITCZ melainkan berkaitan dengan palung khatulistiwa. (iv) Pada pertengahan bulan Mei hujan monsun mulai di teluk Benggala. · Menjelang datangnya monsun ( dalam bulan April-Mei) badaiguntur banyak terjadi di India. Dalam bulan Juni sampai September palung tekanan rendah tersebut sangat kuat dan berimpit dengan Intertropical Convergence Zone (ITCZ). kemudian terus bergerak ke utara. · Awal monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ berada di tempat tersebut.

· Monsum umumnya ditandai dengan angin baratdaya yang kuat di troposfer bawah dan angin timuran kuat (jet) di troposfer atas. melainkan berosilasi sekitar dua mingguan dan 30-50 harian. · Dalam tahun awal monsun maju peredaran atmosfer pada paras 50 hPa tidak banyak berbentuk sel-sel.(iii) Paling akhir monsun baratdaya mulai 18 Juni (1972). sebaliknya pada tahun awal monsun mundur. · Monsun lemah ditandai dengan q banyak hujan di Bangladesh dan sering timbul lembangan (depression) di teluk Benggala. 2) Indikasi aktivitas (monsun baratdaya). · Monsun kuat ditandai dengan q tekanan rendah bahang (heat low) kuat di Asia tengah. baik dinamik maupun statistik. Lembangan di teluk Benggala umumnya timbul dalam bulan Juni sampai September dengan paling banyak terjadi di bulan Agustus. · Model prediksi sudah banyak digunakan. · Anomali positip suhu pada 300 hPa di India Utara dalam bulan Mei menandai majunya awal monsun. dikutip Asnani). · Juga ditunjukkan oleh Ramaswamy-1971 bahwa dalam tahun awal monsun mundur. q hujan banyak di pantai barat. ditandai dengan melemahnya angin baratan secara mendadak (cepat) pada troposfer. · Aktivitas monsun tidak terus menerus. seperti misalnya yang digunakan oleh Thapliyal (1991) dengan 7 parameter: 7 R = Co + S Ci X i i=1 . sebaliknya anomaly negatip menandai mudurnya awal monsun (Rai Sarcar dan Patil-1961. dikutip Asnani). (Sutclift dan Banon 1954. Dalam menggunakan metode statistik curah hujan selama monsun dikorelasikan dengan banyak parameter. terdapat anomali positip angin baratan pada paras 500 hPa. · Awal monsun di Kerala ditandai dengan timbulnya angin timuran di Aden pada ketinggian 200 hPa lima sampai enambelas hari sebelumnya. sebaliknya bila awal monsun maju. Ramaswamy 1965-dikutip Asnani). · Bila awal monsun normal atau mundur.

· Dalam periode monsun panas di lautan Pasifik sebelah timur Pilipina timbul siklon tropik. monsun Asia Tenggara. 2) Indikasi (aktif) monsun dingin Asia. X4 = SML sepanjang pantai Peru dan Equador bulan Agustus sebelumnya. kemudian terus bergerak ke arah selatan. 1) Klimatologi : · Monsun panas di kawasan Asia Tenggara mulai di Thailan 13 Mei dan terus bergerak ke utara sampai sekitar 33 °LU sekitar 12 Juli. C1= 27. · Monsun dingin berasal dari Asia tengah mencapai Cina mulai Oktober sampai Nopember. C3= -2.dengan R = curah hujan monsun dalam cm. X7 = tekanan Darwin selama musim dingin C konstanta. monsun Asia Tenggara yang dominan bagi Indonesia adalah monsun timurlaut (northeast monsoon) atau monsun Asia musim dingin (winter monsoon). b. dengan Co = -1. X2 = suhu minimum di pantai timur bulan Maret. X6 = Kecenderungan perubahan SML pantai Peru dan Equador bulan Januarai sampai Maret. C5= 1.44. sebaliknya bila southwest monsoon lemah.29.21. X5 = tekanan udara belahan bumi utara bulan januari sampai April. dan kemudian adakalanya timbul cabang dan berkembang ke utara sampai 40 – 45 °LU sampai akhir Juli. Selama musim dingin semua sistem angin dan tekanan adalah imbas dari perpindahan gelombang siklon ekstratropik yang membawa hujan di Cina. · Sering timbul seruak.34. musim kemarau di Indonesia mundur dan kering.66. C2= 65.02. Berbeda dengan monsun di India. tetapi gerakannya tidak teratur. X1 = posisi ridge subtropik 500 hPa sepanjang 75 °BT bulan April. · Anomali tekanan positip di Asia tengah. dan C7= -13. C6= 2.66.23. C4= 4. · Monsun panas mulai melemah bulan Agustus. . Kini dikembangkan lagi menjadi 16 parameter Note : Bila monsun panas (southwest monsoon India) kuat dan banyak hujan di pantai barat India. X3 = suhu minimum India Utara bulan Maret.

· Dengan criteria Troup dan Nichols tersebut diperoleh bahwa 30% curah hujan jatuh sebelum awal musim dengan criteria angin. yang masing-masing terjadi rata-rata tanggal 4 Oktober. sekitar 0. · Monsun berosilasi 30-50 harian. 11 Nopemeber. empat atau lebih dari 6 stasiun di sekitar Darwin mencatat curah hujan lebih dari 19(n+1) mm (n = banyaknya hari sesudah 1 Nopember) (Troup 1961). (n = banyaknya hari setelah 1 Nopember). .5 mm/hari. · Awal monsun juga didfinisikan dengan angin pada paras angin landaian (gradient wind. · Nichols (1982) mendefinisikan awal monsun basah dengan indeks yang dibuat berdasarkan curah hujan kumulatip di airport Darwin setelah tanggal 1 Agustus. · Monsun memberi banyak hujan dalam musim panas. Manton dan J. dan kering dalam musim dingin di Australia.L. McBride Recent Research on the Australian Monsoon 1994). 1) Klimatologi. 6 Desember. · Lebih rinci Holan mengemukakan bahwa awal monsun tersebut ditandai dengan terjadinya angin baratan di atas Darwin dan curah hujan rata-rata dari seluruh hari antara Oktober sampai Nopember dari semua stasiun hujan di sekitar Darwin lebih dari 7. (M. 50. 250. yakni ketika Darwin mencatat angin barat terus-menerus dengan komponen zonal lebih dari 5. baik pada paras bawah (850 hPa) maupun pada paras atas (150 hPa). · Curah hujan rata-rata musiman di Australia Utara berkorelasi kuat dengan anomaly angin zonal. Indeks tersebut adalah 10.J.· Angin timur laut kuat di troposfer bawah dan angin tenggara kuat di lapisan atas ( 200 hPa). dan 1 Januari. · Awal monsun didefinisikan dengan saat pertama kali sesudah 1 Nopember. · Dalam bulan Januari komponen baratan (westerly) pada paras 500 hPa mencapai 15 °LS. dan 500 mm.9 km).15(n+1) mpd. · Dalam monsun terdapat banyak struktur skala meso. · Punggung (ridge) di lapisan atas (500 mb) meluas ke selatan sampai mencapai di atas 10 °LU c. diatasnya terdapat komponen timur. 26 Oktober. 100. monsun Autralia Utara.

· Dipicu oleh seruak dingin (cold surge) dari Laut Cina Selatan (monsun dingin Asia). Ramage (1967) dll. • Di Indonesia dikenal ada dua musim.(dikutip dari Holton 1986). Gill 1980). 1989. · Daerah golakan skala sinoptip di Monsun Australia dipacu oleh gerakan longitudinal (arah barat-timur). Demikian juga pengkajian mengenai hubungan dan kaitan antara monsun Asia dan Australia dengan system cuaca dan musim di Indonesia. al. 2) Indikasi (aktif): · Terdapat golakan kuat di Australia Utara dan Barat laut. sedangkan moda Kelvin yang timbul di bagian timur menghasilkan angin timuran di lapisan bawah Pasifik Tropis (dikutip dari Hendon 11988. Pengkajian tentang monsun telah lama dilakukan. Mqatsumo 1966. · Lembang tropis (tropical depression) sampai siklontropis (disebut willy willy) sering timbul di timurlaut Australia (umumnya bulan Nopember sampai Maret). • Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. variasi intra musiman (intraseasonal variation). Webster 1972. variasi tahunan (annual variation). • Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. variasi antartahunan (interannual variation). Umumnya musim hujan berkaitan dengan monsun. (dikutib dari Shika dan Gadgil-1980). seperti yang dilakukan oleh Boerema (1926). antara lain Walker (1924). Perbedaan sinaran siang dan . variasi musiman (seasonal variation). Chen at. dari variasi harian (diurnal variation). maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. Klimatologi. · Moda Rossby yang terperangkap di khatulistiwa menimbulkan angin baratan di lapisan bawah di bagian barat dari daerah pelepas energi pendam skala besar. 1). · Pusaran timbul di sekitar 20 °LS 120 °BT°. sedangkan di Monsun India aktivitas golakan bersamaan dengan gerak PPAT (Pias Pumpun Antartropik = Intertropical Convergence Zone ITCZ). yakni musim hujan dan musim kemarau. dst. de Boer (1948). · Sering timbul seruak angin selatan di sepanjang pantai barat Autralia Monsun Indonesia.

di Jawa terlihat dari perubahan angin barat . sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. terutama pada suhu. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. . misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. dan kelembapan. Namun demikian variasi harian tersebut dapat terganggu karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Dalam table berikut ditunjukkan sebaran jumlah curah hujan bulanan di beberapa tempat yang berbeda variasinya. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. Oleh karena itu dikenal musim hujan dan musim kemarau. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. tekanan. • Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September. • Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut.misalnya monsun. angin.malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. • Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari.

Manton dan J. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempattempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau.J. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. Jika simpangan melebihi dari 0. Untuk menandai keadaan atau kadar musim digunakan nilai simpangan. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. Penentuan awal musim dengan menggunakan parameter lain misalnya tekanan udara seperti yang digunakan oleh Berlage (1927). variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. • Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. Namun demikian criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan di semua tempat tidak berkaitan dengan musim angin barat.5 dibawah simpangan baku disebut “bawah normal”. Sebaliknya untuk musim kemarau. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. Resink (1952) dan Berlage (1968) juga tidak menunjukkan korelasi yang tinggi.L. Nichols .dan angin timur. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. • Awal musim hujan oleh De Boer (1948) dicirikan dengan jumlah curah hujan dasarian. Dikatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Bali.5 dari simpangan baku disebut “atas normal” dan bila lebih dari 0. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awall musim hujan.

(c) Kalimantan bagian timur. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Minoru tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya.(1980) dengan menggunakan parameter tekanan udara Darwin dan curah hujan bulanan di Jakarta menunjukkan bahwa korelasi yang agak tinggi hanya dalam bulan Juli sampai September.. Eguchi (1988-yang dikutib Yamanaka) dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). Sulawesi. Dengan menggunakan data curah hujan. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari).2003 Tempat Medan jan feb mar apr mei jun jul agt sep okt nop des setahun 83 114 101 168 192 142 170 169 230 291 236 250 2146 . • • Pada awal dan menjelang akhir musim hujan monsun banyak terjadi guntur. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. bersamaan dengan musim barat di Australia. Curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu awan (sampai 30 hari) daripada angin. Sebaran curah hujan bulanan di beberapa tempat (1970-2000) sumber data: BMG-des. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. Variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Table 1.

yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. Jawa Barat bagian barat-daya. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. (b) daerah sekitar lutan India. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. sedangkan dalam musim timur berada di luar sebelah utara. PPAT terdapat di kawasan Indonesia. • Selama monsun barat. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. Jawa barat bagian utara. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. Mulai masuk Indonesia . Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. (c) Daerah kalimantan Tengah.Ppinang 270 220 254 230 211 140 123 102 122 160 251 311 2394 Ptianak 263 196 202 263 231 191 190 184 253 271 340 258 2614 Bjmasin 362 299 304 246 218 133 138 Makasar 682 589 382 229 133 78 Palu 54 37 69 45 56 66 90 89 152 257 366 2677 43 109 350 602 3272 53 46 50 54 676 60 14 69 57 Manado 381 347 353 258 289 272 141 130 173 244 316 357 3281 Jakarta 393 276 214 142 105 95 61 92 46 103 112 228 1860 8 31 116 298 2036 Sbaya (juan) 434 379 291 234 123 68 Kupang 758 897 535 193 49 23 19 5 41 13 3 19 215 572 3285 Ambon (Patt) 128 111 134 155 339 456 450 346 159 92 62 117 2549 Biak (mokmer) 258 246 267 205 256 221 235 236 217 213 197 213 2784 Merauke 232 207 232 230 • 96 36 33 21 27 40 66 169 1391 Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. Jawa Tengah. dan Jawa Timur. Kalimantan Barat dan Selatan.

dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). Matsumoto-1994 -GEWEX). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. pusaran (vortice). dan J. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. dan lembang tropik (tropical depression). dan bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. Observatorium Meteorologi Hongkong. berkenaan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan. • Pemanasan musiman di atas Kalimantan yang ditutupi hutan hujan tropis mempunyai peran penting dalam kaitannya dengan timbulnya monsun panas Asia (Murakamin T. serta bertambahnya kecepatan angin. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. • Monsun Asia dan Australia dalam skala planet memberi dampak berbeda di setiap wilayah. (GEWEX) • Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan yang disebut “seruak monsun”. . Wirjohamidjojo S (1980).sekitar bulan Nopember dan gerak umumnya dari utara ke selatan sampai bulan Januari. 2) Indikasi (aktivitas). kemudian kembali ke utara. tetapi gerak hariannya tidak tetap. ada kalanya hari ini ke utara besoknya ke selatan dan sebaliknya. melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain.

Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). khususnya di sekitar laut Cina Selatan. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980.• Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. 1982). dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang sama.R. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. dan ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. baik dalam periode musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. • Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Ciana Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulistiwa lautan India. dan William m. . (a) Di atas laut Cina Selatan dalam musim monsun dingin Asia. pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. Dalam keadaan demikian dikatakan terdapat alir lintas khatulistiwa. Gray 1981). sering terdapat angin yang seragam arahnya. Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. di atas daerah khatulistiwa.

Gb. Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia.1. (b) Pusaran di lautan India di sebelah barat Sumatra juga dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. Palung tersebut juga sebagai sambungan dari palung tekanan rendah diantara dua tekanan besar di lautan India barat dan timur.2. Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. dan diikuti dengan musim kemarau yang basah di Indonesia. · Lembang tropis (tropical depression) di Australia Utara adalah salah satu komponen penting dari monsun Australia. Sebaliknya bila monsun panas India kuat diikuti dengan kuatnya monsun dingin Australia pusaran berkurang jumlahnya dan diikuti dengan kemarau kering di Indonesia. Pusaran dalam bentuk siklontropik.dan kuatnya musim kemarau di Indonesia.Gb. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan . merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas India atau kuatnya monsun dingin Australia. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. Dalam musim monsun dingin adanya pusaran menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya.

· Garis geser angin (shearline) sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim mosnsun dingin Asia. Palung tersebut bertindak sebagai pengendali timbulnya seruak di lapisan bawah pada musi munsun dingin Asia.Desember sampai Maret (Mc. Letaknya membujur ke arah selatan sampai mencapai di atas lintang 10 oLU dengan amplitudo sekitar 10 derajat lintang. daerah hujan ada didepan PPAT. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. dan bila PPAT di sebelah selatan khatulistiwa dan terjadi arus lintas khatulistiwa. • Bila PPAT terdapat di utara khatulistiwa. Oleh karena itu peran lautan yang dilalui udara monsun sebagai sumber uap air menjadi sangat penting. KESIMPULAN. Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. · Monsun di sekitar Indonesia mempunyai peran banyak dalam tatanan sistem cuaca di Indonesia. Pumpunan menjadi kuat dan mengalahkan sungsangan apabila didoorong oleh angin baratan khatulistiwa. · Bila factor-faktor luar dipandang sebagai pendorong. · Karena sifat mantab tersebut maka terjadi proses lataan (advection). terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. maka sistem cuaca Indonesia . 1987). Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang.Bride J. daerah hujan terdapat di depan PPAT dekat khatulistiwa.L. · Pada dasarnya PPAT adalah daerah pumpunan yang dibentuk oleh aliran pasat dari sistem antisiklonal oleh karena itu udara bersifat mantam (stable) dan terdapat sungsangan (trade inversion). sedangkan bila tidak disertai arus lintas khatulistiwa daerah hujan ada di belakang PPAT menghadap khatulistiwa. • Palung udara atas terdapat pada paras 500 hPa atau di paras lebih tinggi. · Indikasi aktivitas monnsun di sekitar Indonesia tersebut menjadi pula indikasi aktivitas monsun Indonesia.

) Meso Kepusaran. siklontropis. dll. awan. Panjang musim wilayah Awal musim. Skala Faktor Faktor pemicu pendorong ENSO Monsun Fenomena yang tampak. sinoptik Monsun Gangguan Beraian angin. (1924). Verhandilingen no. Kabut. Pemanasan Peredaran local beraian (stabilitas local) udara local (angin darat – laut. dll. Rossby. Typen van de Regenval in Nederlandsch Indie (Rainfall Types in the Netherlands Indies).) Mikro Peredaran Sinaran Depresi titik lokal matahari embun. curah hujan semusim wilayah. angin gunung – lembah. / monsoon Osilasi Selatan surge) (SO).diringkaskan seperti pada tabel matriks berikut : SKALA DAN SISTEM CUACA INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN FAKTOR PENDORONG (LUAR) Parameter Indikator Global SML Pasifik SML India Hemisfer Monsun Monsun (seruak Gel. Dr. beda suhu permukaan tanah dan udara. kepadatan hujan daerah. Iklim mikro · Indikasi-indikasi seperti yang telah disebutkan masih sedikit yang ditunjukkan dalam model-model numeric. MesoSeruak PPAT. jml. Daerah hujan. · Data citra satelit utamanya OLR dapat membantu DAFTAR RUJUKAN. Borema J. sinoptik (pusaran. 18. hujan harian. kelebatan hujan daerah sempit (setempat). Kepusaran. Meteorologische Observatorium . PROBLEMA. · Masalah data (harian) masih menjadi dilemma.

(1948). The Australia Summer Monsoon. International Conference On the Scientific Results of Monsoon Experiment. Of Japan. On the Onset of the Monsoon and Season in Indonesia. (1999). Soerjadi Wirjohamidjojo. Oxford Monographs on Geology and Geophysics no.L. Oxford Monograph on Geology and Geophysics No. 32. (1996). Sikka D. Shiyan Tao and Longxun Chen (1987). Tien Sribimawati( KPDA / Tim . Euguchi J. Jakarta. Australia and New Guinea. WMO. Review Japan 56.Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). (1989). A Review of Recent Research on the East Asian Summer Monsoon.(1995). Gray (1981). International Conference On the Scientific Results of MONEX. De Boer. The South China Sea Monsoon Expereiment (SCSMEX). 1981. Prosiding Loka Karya Hari Meteorologi 23 Maret 1988. On Forecasting the Beginning and the End of the Dry Monsoon in Java and Madura. Hadi Suyono dan Widada S.L. Reviced January 1993. and William M. Journal Met. Science Plan. 275. Soc. January 1992 pp. and J. Hardjawinata dan Muharyoto (1980). 7 pp 61-89. Hardjawinata dan Wirjohamidjojo S. – WMO pp 74. The Onset and Retreat Dates of Austral Summer Monsoon Over Indonesia. BMG (2003). Cross Hemispheric Actions and the Onset of the Summer Monsoon over India. Koninklijk Magnetisch en Meteoorologisch Observatorium Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). McBride (1991). Report as WMO/UNDP Consultant. Rainfall Distribution and Air Stream Over Indonesia. Laporan Akhir Pemutakhiran Rata-Rata Curah Hujan Di Indonesia Periode 1971 – 2000. McBride J. Verhandilingen no. Badan Meteorologi dan Geofisika. Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. Met. Mandon M.R. Nichols (1981). Long-range Forecasting in Indonesia. Oxford University Press. (1987). Monsoon Meteorology. Recent Research on the Australian Monsoon. Soc. Monsoon Meteorology. Geograph.J. -----.Bali Oct. Desember 2003. Badan Meteorologi dan Geofisika. Andri Purwandani. Oxford University Press. H. Minoru Tanaka (1994). Bali 1981. 151 – 170. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin.J. 7 pp 203-231. Of Japan April 1884. Unpublished.

Soerjadi Wh. Wirjohamidjojo S. Zakir (1998). Badan Meteorologi dan Geofisika.. 2. Urip Haryoko. Int. RASC Kyoto University. Talahassee. (1999). (1980).S. ISSN 1410. Jakarta. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. Buletin Meteorologi dan Geofisika. Bali Yamanaka M. Maret 1998. Yunus S. (1998). Science Plan Oct. WMO -----. Tien Sri Bimawati. Conference of Scientific Results MONEX. . Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta.1-11. International Coonference on Early Results of FGGE and Large-Scale Aspects of its Monsoon experiments. -----. hal. Florida. A. Yudi Riamon dan Widada S. Th.(1981). ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 20:30 Senin. Widada S. Climatology of Indonesian Maritime Continent. 2.D. 4857. Jurnal IPTEK UPT Hujan Buatan BPPT no. Variabilitas Keikliman di Indonesia. 10 Januari 2011 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Keempat) PIAS PUMPUN ANTARTROPIK (PPAT) Oleh Soerjadi Wh. Japan. Haryono.(1994). Monsun Bagi Cuaca dan Musim di Indonesia. Japan National Committee for WCRP..SVII BPPT). ISSN 0215 – 1952. GEWEX Asian Monsoon Experiment. Wirjohamidjojo S. 1994. (1982). The Main synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Sorrounding During Winter MONEX Period. Variasi Curah Hujan Harian di Jakarta. USA 12-17 January 1981.

Mengapa diberi nama ITCZ atau PPAT ? Simpson pertama kali mengemukakan bahwa dalam analisis medan angin di kawasan tropik terdapat pumpunan angin pasat dari belahan bumi selatan dan dari bumi utara dan tempat diskontinuitas (perubahan arah dan atau kecepatan) angin. Diserupakan dengan sistem tekanan di kawasan lintang tengah dan lintang tinggi. namun bila sampai batas paling jauh dari khatulistiwa tidak lagi selalu sebagai pertemuan massa udara dari kedua belahan bumi. Dalam perkembangannya. dan perenggan monsun tidak popular lagi. atau palung monsun”. Hal tersebut karena tekanan tingggi subtropik selatan di . · Posisinya pada belahan bumi yang sedang dalam musim panas. mencapai paling utara pada bulan Juli dan mencapai paling selatan dalam bulan Januari. tetapi di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. atau perenggan monsun. Dahulu dikenal dengan nama “Intertropical Front (ITF)”. Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator meteorologi”. · Geraknya ke selatan – utara mengikut pergerakan matahari. Oleh karena itu sebutan diskontinuitas antartropik. perenggan antartropik. atau perenggan antartropik (Intertropical Front = ITF). dengan makin banyak pengamatan memberi petunjuk bahwa untuk mencirikan PPAT perlu disesuaikan dengan skala pembicaraan. maka ekuator meteorologi dipandang sebagai palung (trough) yang membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. Simpson (1965) mengggunakan nama Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Oleh karena itu ekuator meteorologi dikenal juga dengan nama “diskontinuitas antartropik. Dari penelitian dan pengalaman dalam pengamatan ternyata bahwa sifat diskontinuitas dan sifat perenggan tidak jelas dalam ekuator meteorologi tersebut. Pias Pumpun Antartropik (PPAT) juga sudah lama dikenal. Dalam skala global PPAT dicirikan dengan : · Sebagai batas sel Hadley di arah khatulistiwa. Pengenalan tentang PPAT diawali pandangan bahwa dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan.Seperti halnya monsun. alih bahasa istilah Indonesianya Pias Pumpun Antartropik (PPAT) (kamus istilah Hidrometeorologi).

· Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. .kawasan tersebut lebih mantap. · Di atas lautan luas letaknya hampir berimpit dengan daerah suhu muka laut paling tinggi. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun.

Gb. · PPAT adalah daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Gb. PPAT dan angin (atas) dan sistem tekanan ketika monsoon aktif bulan Desember Dalam skala meso dicirikan dengan : · Dapat berupa pertemuan angin pasat. 1. · Dalam perjalannya sehari-hari posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. dapat berupa palung dekat khatulistiwa atau garis geser angin (windshear line) · Tidak selalu berimpit dengan daerah padat awan. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. dapat berupa pertemuan peredaran monsun. · Pada PPAT udara cenderung bergerak ke atas. · PPAT terletak di kawasan monsun. 2. dan gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. sehingga di daerah pias tersebut terdapat banyak awan golakan dan hujan. . pada suatu saat bergerak ke utara. Posisi PPAT paling utara (atas) dan paling selatan (bawah) (Mints – Dean) Dalam skala planeter dan sinoptik dicirikan dengan : · PPAT adalah daerah pumpunan angin di troposfer paling bawah. · Pergeseran tahunan tidak sama di setiap tempat.

· Tidak berupa pias atau lajur yang bersinambungan melainkan dapat terputus. · Bila sebagai pertemuan pasat (di bagian timur Indonesia). o The stronger inversion to be somewhat lower and near 850 mb ( » 1500 m). 15 August 1995. . dan massa udara dari lautan India Selatan sebagai kepanjangan pasat belahan bumi selatan. a. pp 2941 – 2952. disekitar PPAT terdapat sungsangan pasat yang makin mendekati PPAT sungsangan berkurang dan terdapat golakan yang lebih besar (Wayne H Schubert etal.-1995) Dalam Journal Atmospheric Science. Di bagian barat (Sumatra bagian barat sampai NAD). · Pergeseran umumnya dari utara ke selatan. selanjutnya bergerak ke selatan menjauhi khatulistiwa. Number 16. namun daerah awan berkembang dari barat ke timur. · Posisi aktif di belakang gerak matahari pada waktu matahari bergeser ke selatan. American Meteorological Soc. · Aktivitasnya berbeda sesuai dengan massa udara dan kondisi setempat.· Gerak hariannya tidak teratur. 52. Vol. (1995) mengemukakan bahwa : o In schematic north-south cross sections the trade inversion layer is often depicted as sloping upward as air flows toward the intertropical convergence zone. Wayne H. · Tidak merupakan pertemuan aliran antisiklonal utara dan selatan yang sama. massa udara lautan India utara sebagai kepanjangan dari monsun Asia Selatan. Bagaimana PPAT di kawasan Indonesia? Di kawasan Indonesia: · PPAT berada di kawasan Indonesia dari bulan Oktober sampai April. PPAT memasuki wilayah ini dari utara mulai bulan Oktober sampai Desember. Jadi dalam musim hujan pada umumnya. · PPAT terdapat diantara massa udara monsun timurlaut sebagai kepanjangan dari monsun dingin Asia Tenggara. · Pada waktu musim dingin Asia.putus. dan di depan matahari pada waktu matahari bergeser ke utara. Schubert etal. (Note : ke arah ITCZ terdapat golakan makin besar).

3. Gb. Letaknya berubah-ubah sehingga angin permukaan di suatu tempat juga berubah-ubah dari tenggara dan dari baratlaut. · Letak Sulawesi Selatan yang membujur ke selatan dan bukit-bukit di sepanjang semenanjung tersebut mempunyai andil besar kepada aktivitas PPAT di kawasan tersebut. · Di bagian tengah tersebut PPAT merupakan pertemuan angin pasat Pasifik Barat setelah termodifikasi di laut Cina Selatan dan berbelok ketimur ketika mendekati dan sampai melewati khatulistiwa. Di bagian tengah (Riau sampai Sulawesi). Sulaiman dan Wasito Hadi (2003). · Daerah golakan tidak tepat di atas PPAT melainkan di atas garis geser angin (shearline) di depan dan dibelakang (sebelah menyebelah) PPAT. · Pergeseran ke selatan tidak sama.· Dalam bulan Januari sampai Maret PPAT sering tidak jelas karena berbaur dengan palung dekat khatulistiwa . Bila terjadi arus lintas khatulistiwa (cross equatorial flow) daerah golakan aktif yang di depan atau di samping selatan PPAT. di bagian timur lebih besar karena berkaitan erat dengan tekanan rendah Australia Utara. (Sulaiman dan Wasito Hadi (2003) · Setelah mencapai paling jauh di selatan khatulistiwa. · Bila terdapat dua garis geser angin. b. dengan angin pasat dari selatan setelah berbelok kearah timur. diantara garis tersebut adalah lajur baratan khatulistiwa. kemudian kembali ke utara dan dilanjutkan dengan aktifnya monsun baratdaya (Asia Summer Monsoon) mulai bulan Mei. kadang-kadang terlihat dua daerah lajur awan dari garis geser angin. Diagram stik angin permukaan pada 2S. c. Berikut saya kutib hasil analisis yang dilakukan A. Di bagian selatan ( Nusa Tenggara sampai Merauke) . dan kemudian angin baratdaya bertiup mantap di hampir seluruh wilayah tersebut . Setelah itu PPAT bergerak ke utara keluar dari wilayah Indonesia.90E dalam deret waktu (harian)selama 312 hari mulai dari 23 Oktober 2001 sampai 28 Agustus 2002.

H. Sindh Clony. apakah monsun sama dengan PPAT ? Tentunya tidak.P. Tropikal Meteorology. · Dalam waktu monsun dingin selatan PPAT menjauh ke utara. Bahan rujukan. Vol. Verhandelingen no. 822. Pune-411 007 India. atau sebaliknya aktivitas monsun menentukan keberadaan dan kondisi PPAT. Bagaimana hubungan PPAT dan monsun? Jadi. d. tetapi PPAT dapat digunakan sebagai indikator aktivitas monsun. Berlage Jr. Aundh. Koninklyk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium te Batavia. I. · PPAT sering masuk ke dalam lembang tropis (tropical depression) di teluk Carpentaria di sebelah selatan pulau Timor dan di sebelah utara Australia. 1-15. Pp. Oleh karena itu dalam bulan Juli – September banyak awan dan hujan di kawasan tersebut. (1993).· PPAT berada di kawasan selatan tersebut dari Januari sampai Maret yang terbentuk dari angin barat daya yang berasal dari daerah tekanan tinggi di Lautan India bagian timur sebelah barat Australia dan angin timur laut dari daerah tekanan tinggi di Pasifik Barat yang membelok ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Monsoon-Current in the Java Sea and Its Entrances. Namun demikian perlu diingat bahwa PPAT di bagian-bagian daerah Indonesia dibentuk oleh sistem angin yang berbeda. 19. PPAT terbentuk oleh angin pasat belahan bumi selatan dari sistem tekanan tinggi subtropik Pasifik Selatan Barat dan Pasifik Utara Barat. kalau monsun membawa hujan di Indonesia dan yang banyak orang mengatakan sebagai musim hujan dalam bulan Oktober sampai April. dan PPAT di Indonesia juga dari bulan Oktober sampai April. · Dalam peta analisis sering sulit dibedakan dengan garis geser angin (shearline). · Mendekati Papua bagian selatan Merauke. · Di kawasan bagian timur tersebut posisinya mudah berubah kadang-kadang agak ke utara dan kadang-kadang membujur arah barat daya-timur laut melintasi pulau Papua. · Daerah awan dan hujan hampir berimpit dengan daerah PPAT. Asnani G. tetapi di kawasan timur tersebut ditempati garis geser angin yang terbentuk dari angin pasat selatan yang berbelok ketimur pada waktu mendekati khatulistiwa. .C. Di bagian timur (Maluku sampai Papua bagian utara). (1927).

Academic Press.P. Djakarta. edited by Sir James Lighthill & Prof. Forecasting Rainfall in the Periods December – January – February and April – May – June for Parts of Celebes and South Borneo. Atmosphere – Ocean Dynamics. La Nina. M. Academic Press. edited by Sir James Lighthill & Prof.N.Pearce.Pearce.Y. --------. BPPT-BMG-LAPAN. Hess W. Oct. N. Kementerian Perhubungan. Defining Climate.Pearce.E. R. WMO Bulletin no. Lansberg H.Y. Inc. R. World Survey of Klimatologi. edited by Sir James Lighthill & Prof. Soehardi (1968). Hadi Suyono dan Widada S. Sadler J.BMG. and Shukla J. 1987. BMG Jakarta. and the Southern Oscillation. Pant P.P. Djawatan Meteorologi dan Geofisik. Atmadipoera. BMG Jakarta. Cambridge Univ.P. (1977 Monsoon Dynamics. Energie en Mijwezen Meteorologische en Geophysische Diennst. Gill Andrian E (192). Monsoon Dynamics.T. R. Cambridge Univ. Hideake Hase (2003).(1992). van der Vecht (1952). Verhandelingen no. (1999). Vol. Gibbs W. Euwe (1949). WMO no. Badan Meteorologi dan Geofisika. and J. (1974). 43. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin. John I. BMG.. Proc. Schmidt F. Menentukan Permulaan Musim Hudjan dan Permulaan Musim . 778.3. ( -----). Asean Compendium of Climate Statistics. Press. Charney J. 38. Interaksi Laut-Atmosfir Di Perairan Ekuator Samudera Hindia Timur Pada SkalaMusiman dan Harian . (1977). 4 Vol. N. Philander S. Sulchan Darmawan.J. Weather and Climate Modification. Verhandelingen no. East Monsoon Fluctuations in Java and Madura During the Period 1880 – 1940. and Lim J. Elsevier Scientific Publishing Co. (1977). Monsoon Dynamics. Press.Grorge (1990). 12 – 14 Agustus 2003. Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999.S.H. (1987). (1983). 36. WMO and the Ozone Issue. Cambridge Univ. Laporan Akhir Pemutakhiran rata-Rata Curah Hujan di Indonesia Periode 1971 – 2000. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. Departemen van Verkeer.C. (2003). Inc. NOAA Environment Research Laboratory. Press. El Nino. Pariwono & Agus S.

Kumpulan Naskah Meteorologi dan Pertanian. An Introduction to Climate. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. ( 1980). Badan Meteorologi dan Geofisika. Soerjadi Wirjohamidjojo dkk (1994). Indonesia 26-30 October 1981. Jakarta. Tetsuzo yasunari (1991). Lembaga Meteorologi dan Geofisika. RASC Kyoto University. Schubert etal. Cuaca di daerah Sumatra dan Jawa Barat Berkenaan dengan adanya Front/Palung di Belahan Bumi Utara dan Selatan sekitar Indonesia. 15 August 1995. The Main Synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Surroundings during Winter MONEX Period. Trewartha. Departemen pendidikan dan Kebudayaan. Wayne H. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. Glenn. Jakarta. WMO Geneva . American Meteorological Soc. (1998). Vol. Kamus Istilah Meteorologi. Climatology of Indonesian Maritime Continent. Denpasar. International Student Edition.H. Role of Monsoon on Global Climate. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. International Conf. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ). pp 2941 – 2952 Wirjohamidjojo S. Bali. The Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. Yamanaka M. Soerjadi Wirjohamidjojo (1981). Proc. (1980). (1995). Bali. The Influence of the Cross Equatorial Flow and the Upper Trough on Rainfall in Bali. Sukamso (1981). WMO Geneva .D. Indonesia 26-30 October 1981. Soerjadi Wh. Jakarta. ----------------Diposkan oleh soerjadi wh di 04:56 . On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. March 1982. Japan. March 1982.Kemarau di daerah Surakarta dengan Menggunakan Teori de Boer. Hari Meteorologi Sedunia 1968. Fift Edition. Journal Atmospheric Science. 52. 10-12 Agusstus 1981. Umi farida (1981). Antoyo S. Temu Karya Ilmian Nasional FGGE-MONEX Dan Ramalan Cuaca/Musim. Proc. Number 16.T dan Horn L. International Conf. Denpasar. Rosdiana.

Oleh karena itu upaya yang bijaksana dalam meningkatkan keberhasilan usaha produksi pertanian yang maksimal adalah menyesuaikan kegiatan usahanya dengan peri laku cuaca dan iklim yang ada. pengumpulan data. dan air. khususnya dalam hal sebagai berikut (WMO 134) : (1) Pemonitoran (termasuk teknik. Dari sifat tersebut dapat dikemukakan bahwa paling tidak ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam produksi pertanian tanaman. (3) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. Salah satu persoalan yang sangat penting dalam masalah Negara adalah penyediaan pangan bagi penduduknya. tanah. juga memerlukan air dan radiasi matahari yang cukup dalam waktu bersamaan. Tanaman selain memerlukan tanah tertentu dan kecukupan zat hara. namun sejauh peningkatan teknologi tersebut masih ada kendala yang tidak mudah diatasi dengan teknologi. Tanaman masih belum dapat dipisahkan dari faktor cuaca dan iklim. kerusakan tanaman. Kegagalan panen masih banyak terjadi karena ketidak cukupan cuaca / iklim yang diperlukan bagi tanaman. Karakteristik lokasi dari unsur cuaca dan iklim.Senin. yaitu : a. Untuk mengatasinya telah banyak upaya dengan meningkatkan teknologi pertanian. c. Dalam kaitannya dengan hal tersebut maka fungsi meteorologi dalam pertanian yang perlu mendapat perhatian. 20 September 2010 PROBLEMA CUACA DAN IKLIM DALAM PERTANIAN Oleh Soerjadi Wh. . analisis. Kebutuhan dan tanggap tanaman kepada cuaca dan iklim. kualitas dan kuantitas produksi. percobaan) (2) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. namun manusia meskipun dengan ilmu dan teknologinya tidak mampu mengendalikan kecuali dalam skala yang terbatas. yakni masalah cuaca dan iklim. b. Karateristik lokasi dari unsur tanah (fisik maupun kimiawi). Jadi bagaimana menyikapi cuaca dan iklim bagi pertanian? Iklim telah tersedia secara alami.

kehilangan produksi, (4) Dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim, (5) Dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi, (6) Dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan, (7) Dalam kaitannya dengan Operasi managemen, (8) Dalam kaitannya dengan kehutanan, (9) Dalam kaitannya dengan nilai ekonomi

Apa saja yang perlu dilakukan? Kegiatan pertanian, kehidupan tanaman, berlangsung secara terus-menerus fase demi fase, dan setiap fase memerlukan kondisi cuaca tertentu. Demikian pula cuaca terus-menerus berlangsung dan juga selalu berubah. Namun demikian perubahan tersebut tidak selalu sejalan dengan yang diperkukan bagi tanaman dalam fase itu. Dengan demikian memonitor, termasuk menganalisis dan memprediksi cuaca / iklim perlu dilakukan agar dapat dilakukan penilaian dan upaya penyesuaian dengan adanya cuaca yang terjadi atau yang akan terjadi. Dalam setiap fase kehidupan tanaman terpengaruh oleh kondisi lingkungan termasuk tanah, air, cuaca. Oleh karena itu yang perlu diketahui adalah sejauh mana kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi atau akan mempengaruhi kehidupan tanaman. Adanya fenomena ekstrem misalnya badai, embun beku, polusi, dapat secara langsung merusak tanaman. Upaya pecegahan atau pelindungan perlu dilakukan. Dalam hal tersebut informasi klimatologi tentang keseringan sesuatu fenomena ekstrem di suatu tempat , gawar (warning) dan prediksi akan adanya fenomena ekstrem sangat diperlukan. Sebagai sumberdaya, cuaca dan iklim perlu dianalisis dan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian.

Untuk apa saja informasi cuaca dan iklim dalam pertanian? Kegiatan pertanian adalah upaya yang berkaitan dengan pembudi dayaan tanaman. Kegiatan pertanian sangat beragam, demikian pula nilai cuaca dan iklim yang diperlukan. Pada dasarnya cuaca/iklim dimanfaatkan untuk membuat perencanaan, yakni

perencanaan stratejik dan perencanaan operasional, serta pengendalian pelaksanaan kegiatan pertanian. Perencanaan stratejik meliputi perencanaan tata guna lahan, perencanaan pola tanam. Perencanaan operasional meliputi perencanaan penyiapan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen, transportasi. Untuk membuat perencanaan tata guna lahan dan pola tanam diperlukan informasi klimatologi yang memberi gambaran tentang kebiasaan cuaca di daerah yang dimaksudkan. Nilai-nilai cuaca yang diperlukan utamanya adalah nilai rata-rata, nilai kisaran, dan nilai keseringan. Untuk membuat perencanaan operasional, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca dari jangka waktu sedang sampai jangka panjang (musim). Untuk melaksanakan kegiatan misalnya pada waktu pengolahan tanah, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca jangka pendek (harian) sampai sedang (mingguan). Dari masa pengolahan tanah, pembibitan dan seterusnya prakiraan cuaca harian digunakan untuk bahan pertimbangan pelaksanaan kegiatan harian, misalnya waktu mengolah tanah, penyemprotan hama, pemupukan, penjemuran, dll. Dengan informasi cuaca / iklim tersebut, perlakuan–perlakuan untuk penanggulangan dapat ditetapkan.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat Rencana Pola Tanam? Cuaca selalu berubah dan berbeda setiap waktu dan di setiap tempat. Perubahan tersebut ada yang tidak beraturan dan ada yang beraturan. Yang tidak beraturan umumnya berlangsung dalam waktu pendek yang ditimbulkan oleh proses-proses sementara dalam atmosfer. Sedangkan yang beraturan berkaitan dengan perubahan-perubahan alam dalam skala besar, misalnya yang utama karena, perputaran bumi pada porosnya, peredaran bumi mengelilingi matahari, perubahan fisik matahari. Perubahan-perubahan tersebut berbentuk perubahan harian (daily variation), perubahan musiman (seasonal variation), perubahan tahunan (annual variation), ….. dan prubahan-perubahan dalam jangka waktu lebih lama lagi. Pola tanam bersifat tetap untuk jangka panjang; oleh karena itu selain didasarkan

atas sifat fisis tanah dan lingkungan, lebih banyak didasarkan atas ciri kecuacaan atau klimatologi wilayah yang bersangkutan. Bila faktor tanah sudah dimasukkan, selanjutnya untuk membuat rencana pola tanam perlu dikenali lebih dahulu sifat tanaman atas tanggapnya kepada cuaca atau iklim. Sifat ketanggapan tersebut ditetapkan sebagai syarat cuaca / iklim yang diperlukan. Kemudian dilakukan analisis unsur cuaca/iklim untuk mencari pola sebarannya mengikut waktu. Dalam hal ini analisis sebaran keseringan terjadinya nilai unsur cuaca diatas atau dibawah persyaratan lebih membantu dibandingkan analisis nilai rata-rata. Dari hasil analisis tersebut dicari selang waktu dengan perubahan cuaca yang sesuai dengan persayaratan cuaca bagi tanaman yang bersangkutan. Bagi tanaman semusim, perencanaan tanam perlu disusun dengan lebih cermat mengingat fase-fase pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan waktu tertentu dan persayaratan tertentu. Sebagai contoh untuk menetapkan pola tanam padi pada lahan basah yang memerlukan adanya curah hujan lebih atau sama dengan 75 mm setiap dasarian sampai waktu menjelang panen, dan kurang dari 50 mm pada waktu panen. Ketidak sesuaian antara fase kehidupan dan perubahan cuaca dapat menimbulkan kegagaalan kegiatan pertanian.

Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengolahan tanah?

Sebelum suatu tanaman ditanam perlu disiapkan tanah yang memungkinkan dilakukannya penanaman tanaman. Pekerjaan pengolahan tanah dilakukan setelah tanah cukup lembap atau pada saat tanah masih dalam keadaan lembap sehingga mudah diolah.

Gb. 1. Pembibitan Penyiapan bibit dilakukan di tempat-tempat tertentu yang cuacanya sesuai yang diperlukan bagi bibit tanaman. dan lain-lain. 1. pelindung angin. misalnya di ruang rumah hijau (green house). atau di ruang terbuka yang diberi peneduh penahan sinar matahari. Penanaman . Tempat tersebut ada yang di dalam ruangan dengan kondisi cuaca tiruan yang disesuaikan dengan yang diperlukan tanaman. dan panen. penutup untuk membuat kelembapan tinggi. penanaman. 1. pemeliharaan. Penyiapan lahan Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya tanaman? Budidaya tanaman umumnya meliputi pembibitan.

pengairan. . ada jenis padi yang memerlukan tanah yang hanya lembap saja.2.Setelah bibit cukup kuat kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Selama penanaman langit cerah atau berawan. Kondisi tanah yang diperlukan tanaman berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman. misalnya untuk menanam padi ada jenis yang memerlukan tanah berair. Oleh karena itu lebih dahulu perlu diketahui perkiraan cuaca selanjutnya setelah masa tanam. Gb. Pemeliharaan Setelah bibit ditanam dilakukan pemupukan. 1. Kegiatan menanam padi Pemilihan waktu tanam sangat penting karena setelah tanaman ditanam cuaca sangat berpengaruh kepada pertumbuhan selanjutnya. penyemprotan hama dan lain-lain.

Panen Kegiatan memanen juga perlu direncanakan dengan memilih waktu dengan cuaca tertentu yang memungkinkan dilakukannya pemanenan. Selain itu prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. hujan di tempat pertanian juga diperlukan untuk membuat rencana pekerjaan hari-hari berikutnya. suhu. hujan. Misalkan bila untuk melakukan penyemprotan atau pemupukan diperlukan cuaca langit cerah atau berawan dan angin tidak lebih dari 10 km/jam maka pekerjaan ditunda apabila cuaca yang diperlukan tersebut tidak memenuhi.Gb. kelembapan. Selama menjelang panen. diperlukan data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan meliputi sinaran matahari. 1. Penyemprotan hama Selama masa pemeliharaan diperlukan data pada hari itu apakah keadaannya memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dilakukan. 3. angin. angin. . kelembapan.

hujan untuk kegiatan pengeringan.5. kelembapan. Gb.4. Masa panen. Oleh . 1. Transportasi Kegiatan pertanian tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri secara langsung. tetapi juga dilakukan untuk maksud mencari keuntungan. Pasca panen Selama masa panen dan pasca panen diperlukan informasi cuaca meliputi data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. Penjemuran hasil panen.Gb. 1. angin.

Tidak jarang pada suatu musim. untuk keperluan agribisnis diperlukan informasi cuaca di tempat lain. tetapi cuaca saat itu justru juga mendukung kesuburan hidupnya hama.karena itu lebih dahulu perlu ditetapkan jenis tanaman apa yang akan ditanam dan diperlukan pula perencanaan penyimpanan dan pengangkutan hasil-hasil tanaman. dan parasit. Transportasi hasil panen. Setiap orang atau setiap kegiatan mempunyai tanggap dan kepekaan berbeda kepada cuaca. penyakit. Selain informasi di lokasi pertanian. sedangkan masing-masing kegiatan mempunyai sensitivitas kepada cuaca berlainan. 6. Adakah problema cuaca dalam kegiatan pertanian? Problema yang sering dihadapi adalah adanya banyak kegiatan dalam suatu wilayah. Gb. Selanjutnya hama. dan memang kiranya tidak perlu membedakan cuaca karena cuaca adalah salah satu dari banyak fenomena . cuaca yang ada sesuai dengan yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian. tetapi bagi petani garam dan perusahaan industri garam banyak mengalami kerugian karena hasil garamnya berkurang. dll. Informasi tersebut berguna untuk memberi pertimbangan penetapan pengiriman hasil pertanian. dan parasit tersebut mengganggu tanaman. Bagi seseorang atau sesuatu kegiatan adanya cuaca tertentu mungkin dirasakan sebagai yang menguntungkan.. Jadi cuaca yang mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan ? Tentu saja sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. penyakit. Pada suatu musim kemarau yang banyak hujan para petani sayuran merasa untung karena tanamannya tumbuh subur dan tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari. tetapi bagi orang atau kegiatan lain justru dirasakan sebagai yang merugikan.

Berikut adalah contoh nilai-nilai unsur cuaca yang memberikan keuntungan dan merugikan. g. tetapi disisi lain bila bertiup kencang dapat menimbulkan kerusakan batang tanaman.alam yang berlangsung secara terus-menerus. e. tetapi suhu yang sangat rendah dapat menimbulkan embun beku (frost) yang dapat membuat kering tanaman. Bagi tanaman. kelembapan yang tinggi mendukung tanaman dapat tumbuh subur. Kelembapan: Kelembapan udara yang tinggi menjaga kelembapan tanah. Lama penyinaran banyak menambah lama proses fotosintesa. tetapi disisi lain dapat menimbulkan tanaman stress kekurangan air. tetapi apabila angin bertiup terus-menerus dapat menimbulkan penggerusan (erosi) tanah dan tanah cepat menjadi kering karena penguapan menjadi besar. tetapi hujan banyak dapat menimbulkan banjir. Bagi tanaman. Suhu rendah mendukung pertumbuhan holtikultura. Angin: Dengan adanya angin tanah dapat terdinginkan. Oleh karena itu sikap kita adalah memanfaatkan dan menghindari resiko dari dampak cuaca yang ada. banyak hujan membantu tanaman mudah menyerap makanan dari tanah. Sinaran matahari : Sinaran matahari banyak meningkatkan kualitas tanah. Curah hujan: Bila banyak hujan tanah menjadi gembur dan subur. b. erosi. Suhu udara tinggi meningkatkan proses pertumbuhan tanaman. Selang basah (wet spell) : Adanya selang basah di musim kemarau menambah . Untuk itu banyak cara yang dapat dilakukan. f. Bagi tanaman angin dapat membantu kecepatan penyerbukan. tetapi dilain pihak apabila fluktuasi suhu besar tanaman menjadi stress. bila kelembapan rendah penguapan menjadi besar dan kandungan air tanah menjadi berkurang. tetapi kelembapan tinggi juga menyuburkan gulma dan memudahkan timbulnya hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman. Suhu udara: Suhu udara tinggi meningkatkan kualitas tanah. banyak daun gugur. tetapi dilain pihak suhu tinggi membuat berubahnya struktur tanah. c. tetapi dilain pihak sinaran matahari banyak dapat meningkatkan laju pengeringan tanah. tanah longsor. a. tetapi di lain pihak penyinaran yang banyak mempercepat tanaman menjadi layu. d. tetapi bila terlalu banyak hujan pupuk banyak melimpas. Selang kering (dry spell): Adanya selang kering di musim hujan menambah sinaran matahari yang menguntungkan tanaman.

Kelembapan udara : Dalam musim hujan kelembapan tinggi. e. Selang kering dan selang basah: Dalam musim hujan sering terjadi selang kering lebih dari tujuh hari basah. tetapi sering terjadi angin ribut . Sedangkan di musim kemarau umumnya angin betiup terus menerus dan kering. d. tetapi karena jumlahnya sedikit sering menimbulkan kekeringan. b. .kecukupan air. f. Curah hujan : Bila di musim hujan banyak jumlahnya. Namun demikian ada sifat yang secara umum dimiliki oleh masing-masing unsur. Dalam musim kemarau kelembapan rendah. Sebaliknya di musim kemarau intensitas sinar matahari rendah tetapi lama penyinaran panjang. (2) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. Bagimana nilai unsur cuaca pertanian yang ada di Indonesia? Karena struktur kepulauan yang sangat beragam maka Indonesia terkenal dengan cuacanya yang sangat beragam pula. Apa yang perlu diketahui untuk memanfaatkan cuaca? Dalam memanfaatkan cuaca terlebih dahulu perlu difahami tentang fungsi dan dampak unsur cuaca. penguapan potensial tinggi. yang antar lain meliputi: (1) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. tetapi dapat merusak kualitas hasil panen. Sinar matahari: Pada musim hujan di Indonesia intensitas matahari tinggi tetapi lama penyinaran pendek karena liputan awan banyak. kualitas dan kuantitas produksi. dan dalam musim kemarau sering terjadi selang basah. Di musim hujan beda suhu maksimum dan minimum lebih kecil dibandingkan suhu maksimum dan suhu minimum pada musim kemarau. penguapan tinggi dan kandungan air tanah rendah. c. misalnya: a. tetapi yang banyak beda adalah suhu maksimum pada siang hari dan suhu minimum pada malam hari. Suhu udara : Suhu udara rata-rata di Indonesia hampir tidak banyak beda di musim hujan dan di musim kemarau. Dalam musim kemarau hujan sedikit tidak ada banjir. kerusakan tanaman. Angin : Pada musim hujan kecepatan angin umumnya rendah. memenuhi kebutuhan tanaman akan air.

dan ada yang dirasakan secara lambat. Oleh karena itu apabila ada cuaca yang merugikan perlu dilakukan antisipasi atau penanggulangan. (6) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan Operasi managemen. Yang juga perlu difahami adalah tidak setiap waktu cuaca yang ada diperlukan oleh tanaman. (7) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan kehutanan. (5) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat digunakan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan upaya penanggulangan bagi tanah. (3) Dampak cuaca dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim. dampak tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Dengan demikian yang sekurang-kurangnya perlu diketahui tentang cuaca dan iklim adalah : · Bagaimana cuaca dan iklim yang ada. bahkan mungkin merugikan. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika.kehilangan produksi. · Cuaca dan iklim yang mana yang perlu dihindari agar tidak terkena dampak yang merugikan bagi tanah dan tanaman. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang berdampak kepada tanah dan tanaman. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat dimanfaatkan sehingga tanah dapat dapat menyuburkan tanaman. Dampak langsung seketika umumnya misalnya curah hujan yang lebat atau terus . · Cuaca yang bagaimana yang diperlukan tanah dan tanaman selama fase pertumbuhannya. Apakah dampak cuaca / iklim bagi pertanian? Dampak cuaca / iklim kepada kegiatan pertanian dapat dikategorikan menjadi : (a). (8) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan nilai ekonomi Cuaca/iklim memberi dampak kepada tanah dan tanaman. (4) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi. Bagi petani perlu memperhitungkan alternatip dan menyiapkan upaya antisipasi apabila cuaca yang tidak diharapkan terjadi. dampak langsung . tanaman dan hasil produksi. dan (b).

Nieuwolt S (1985). penyakit.menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu. misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan. Cuaca / iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama .. Nilai Ekonomi Prakiraan Iklim. Badan Meteorologi dan Geofisika. Kertas Kerja No. Padang 11-13 Agustus 2003.8/042 – Mei 1984. Dewan Bahasa dan Pustaka. . Pokok-Pokok Pengelolaan Cuaca Untuk Pertanian di Daerah Tropika Basah Indonesia. angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman. Klimatologi Kawasan Tropik. (1984). Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung . An Agroclimatic Map of Java. Central Research Institut for Agricultur. Malaysia. dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu. dkk. sedangkan kadar cuaca/iklin yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Jakarta. (1975). INS/7. IRRI (1975). tetapi karena timbulnya hama. tetapi karena hama. parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. penyakit. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. (2003). L. M. . penyakit.R. tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca / iklim. Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi. Bogor. Oldeman. tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang. DAFTAR PUSTAKA Baradas. Boer R. 41. adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.W. Research Highlight for 1975. Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi.

Project INS/82/004/ Jakarta. A Study of the Agroclimatology of the Humid Tropics of South-East Asia. Practical Farm Weather Management And Climate Impact Assessment. Patoni. Soerjadi . and Frere M. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Introduction to Climate.R. BMG Jakarta. Wirjohamidjojo. Badan Meteorologi & Geofisika. Susanto. Wirjohamidjojo. Guide to Agricultural Meteorological Practices. ISBN 979 459 357 5. 134. Meteorologi Praktik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.597. Survey On The Inter-Agency Agrometeorological Service In Indonesia. Horn H. dan Suroso H. McGrwaw Hill International Book Company. Wirjohamidjojo Soerjadi ( 1984). Trewartha. Prociding Of The Workshop On Practical Farm Weather Mangement And Climate Impaact Assessment. Soerjadi (1993). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. --------Diposkan oleh soerjadi wh di 06:16 .(1993). WMO – No. 179. WMO-No. (1982). Technical Note No. WMO (1993). August 1993.. Lyle (1980). Buku – IV. Sutrisno (1982).Oldeman L. ISBN 979-99507-8-3. Indonesian Inter – Agency Climate Impact Assessment System. Project INS/82/004 (Meteorological Programme For Increased Food Production) WMO. Wirjohamidjojo Soerjadi (2006). Kamus Hidrometeorologi. Glenn T. Pengalamanku Tentang Cuaca di Indonesia.

beban tanggung jawab keselamatan penerbangan juga makin meningkat. Keselamatan penerbangan berkaitan dengan banyak faktor. Dari kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat terbang. di Indonesia (data IATS Analysis) antara 1988 – 2003 sekitar 3. Laju keseringan penerbangan di Amerika Serikat sejak tahun 1988 sekitar 10% setiap tahun (buletin WMO no. fasilitas dan sarana telekomunikasi. 31 Agustus 2010 MANFAAT DAN BAHAYA CUACA DALAM PENERBANGAN Oleh Soerjadi Wh. fasilitas penunjang operasi penerbangan. dan pelayanan lalu-lintas udara.9% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 6. sedangkan 70% dari faktor manusia yang termasuk baik awak pesawat maupun yang memberi pelayanan kepada pesawat terbang. Apa dampak cuaca dalam penerbangan? Peran cuaca dalam penerbangan sangat besar.Selasa. Khususnya dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan cuaca. fasilitas dan sarana Bandar udara.1 vol.1988). teknis pesawat.38 Jan. dan faktor cuaca. ICAO bekerjasama dengan Organisasi Meteorologi Dunia ( World Meteorological Organization = WMO). Dalam penerbangan perihal keselamatan adalah prioritas utama. Dengan demikian makin banyak kegiatan penerbangan. Cuaca mempunyai dua peran. Bagaimana peran cuaca dalam penerbangan? Karena masalah penerbangan menyangkut banyak hal baik dalam lingkup nasional maupun internasional maka Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan berbagai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tersebut. antara lain faktor manusia. 30% antara lain karena faktor cuaca. faktor kondisi dan jenis pesawat terbang. Meskipun teknologi penerbangan makin maju namun karena frekuensi penerbangan juga makin meningkat kecelakaan pesawat terbang masih tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. di sisi lain mempunyai potensi yang .4% sampai akhir 2013. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan.

mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan. tetapi bila terjadi pada paras rendah sangat berarti bagi pesawat terbang kecil yang terbang pada paras tersebut. dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitifitasnya terhadap cuaca. Tekanan dan suhu udara di permukaan landasan atau Bandar udara. karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lain. yakni tinggal landas. jenis pesawat. melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. dan golak-galik. Dari posisi terbang. kondisi pesawat. Longsoran udara dari awan Kumulonimbus. Untuk pendaratan. yang dapat mengakibatkan penggunaan landasan terlalu panjang. Banglas yang rendah. Apa peran cuaca dalam pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang ? Pendaratan dan tinggal landas tergolong masa kritis bagi penerbangan. Kesalahan pengamatan tekanan atau kesalahan pengesetan altimeter dapat menjatuhkan pesawat karena pesawat terbang mendarat tidak tepat sesuai dengan elevasi landasan. selain kadar atau intensitas unsur cuaca. Namun demikian karena setiap pesawat terbang mempunyai tiga kegiatan yang sama. Khusunya dalam penerbangan. terbang. dan mendarat maka penggunaan arti bahaya dalam penerbangan umumnya diterapkan untuk masing-masing kegiatan tersebut. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan. yang mengganggu pendaratan atau tinggal landas pesawat karena energi yang besar. Geser angin vertikal. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas dan dapat menimbulkan pesawat terjungkal. Langkisau. pusaran yang kuat. digunakan untuk penyetelan altimeter dan perhitungan altitud kepadatan. tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang bekecepatan 20 knot. dan arah angin yang menyebar ke segala arah.membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. faktor cuaca yang mempunyai potensi membahayakan antara lain : Angin silang. atau pesawat terdorong. angin 20 knot pada paras penerbangan 30. . geser angin horizontal. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan. Angin haluan. yang dapat menghambat. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas.000 kaki tidak terasakan bagi pesawat besar yang terbang pada paras tersebut. mengganggu penglihatan sehingga pendaratan atau tinggal landas yang dilakukan secara visual tidak dapat dilakukan dengan tepat.

di kawasan mendekati kutub letaknya lebih rendah dibandingkan dengan Sirus di kawasan tropik. Sirus bergelombang. gelombang gunung. Yang dapat dimanfaatkan antara lain : angin. golak-galik (turbulence) di dalam awan. Sirus di kawasan tropik umumnya berada pada ketinggian lebih tinggi dari 6 km dari permukaan bumi.Gb. adanya awan tudung. misalnya dengan adanya jajaran garis–garis awan Sirus. Gb. Yang mempunyai potensi membahayakan antara lain: gelombang udara yang berkaitan dengan angin kencang. Bagaimana mengenali gelombang udara? Secara mudah gelombang udara dapat dikenali dari goncangan pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. Selain itu dapat pula dikenali dari susunan dan bentuk awan.1.1. awan dengan varietas lentikularis atau bentuk lensa. .1. tekanan udara yang dapat dimanfaatkan untuk menetapkan jalur terpendek atau waktu terbang yang sependek mungkin. Apa dampak cuaca kepada pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan? Bagi pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. Dampak longsoran udara dari awan Kumulonimbus. peng-es-an (icing). kilat. faktor cuaca dapat dimanfaatkan tetapi juga ada yang mempunyai potensi membahayakan. Bila ada Sirus berbentuk barisan seperti pada gb. golak-galik di luar awan atau golak-galik udara cerah (clear air turbulence = CAT). awan rotor.

menunjukkan bahwa udara di tempat itu bergelombang. Gb. Adakalanya gelombangnya tidak hanya gelombang vertikal tetapi juga gelombang horizontal seperti yang ditunjukkan oleh bentuk awan lentikularisseperti terlihat pada gb. Bentuk lentikularis umumnya terdapat pada awan Altostratus pada ketinggian antara 2 – 5 km dari permukaan bumi.3. Gb. yang biasanya terjadi di sekitar lereng gunung. Di Puncak Bogor awan seperti itu sering terlihat pada sore hari. . Arah angin atau arah gelombang dari arah letak bentuk yang tipis dari bagian awan. Makin besar lajur awan makin besar gelombangnya. 3. Ada kalanya Altrostratus lentikularis kelihatan seperti berputar seperti terlihat pada gb. Altostratus lentikularis dengan pusaran.4. Gelombang udara juga dapat dikenali dari awan yang berbentuk seperti lensa (letikularis) seperti pada gb. Altostratus lentikularis. 2.. Arah angin tegaklurus barisan awan.2.

6). Bila pada suatu waktu pada suatu lapisan udara laju susut suhu tersebut < 6.5 oC / km.).6. Bila tampak pada Kumulus menunjukkan pula bahwa di atas awan tersebut terdapat lapisan sungsangan sehingga awan tidak bisa menembusnya.5 oC / km.5. Selain itu awan bentuk lentikularis ada yang tampak menempel pada puncak gunung (gb. 5.4. Gb. Altostratus lentikularis menempel pada puncak gunung Ada pula yang menempel pada bagian atas awan Kumulonimbus atau Kumulus (gb.5 oC / km dikatakan lapisan udara takmantap (unstable air). Dalam atmosfer baku ICAO laju susut suhu kearah vertikal dalam troposfer didefinisikan sebesar 6. Altostratus lentikularis dengan gelombang horizontal. Altostratus lentikularis menempel pada puncak Kumulus. bila laju susut suhu > 6.7. Adanya awan seperti pada gambar 3 dan 4 menandai adanya lapisan udara mantap (stable air). Gelombang gunung umumnya terdapat pada balik gunung atau . Berbahayakah udara di balik gunung? Di balik gunung tertentu sering timbul gelombang udara yang dikenal dengan gelombang gunung. Selain menandai adanya udara bergelombang awan-awan tersebut juga dapat digunakan untuk menandai kemantapan (stability) lapisan udara.Gb. Gb. lapisan udara tersebut dikatakan mantap.

yang rumusnya sebagai berikut: Ri = (ωB)2 / (ӘU/Әz)2 . Uox = kecepatan angin dalam arah sumbu X (horizontal). dan c = kecepatan suara.g[ (d ln r)/ r + g/c2 ] disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”.g[(d ln r)/ r + g/c2 ]} dan (ωB)2 disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”. Tetapi kadang-kadang selang antara awan-awan tersebut tidak tampak jelas sehingga dalam keadaan demikian sulit untuk menaksir adanya gelombang gunung. Syarat untuk terbentuknya gelombang gunung a. (3). ӘU/Әz = landaian (gradient) kecepatan angin dalam arah vertikal. (7. dan c = kecepatan suara.l. g = percepatan gravitas bumi. Bila R <= ¼. Gelombang tersebut dapat dikenali dengan adanya awan yang letaknya berantara secara teratur di balik gunung. r = rapat massa udara. (2) arah angin dari arah tegak lurus ke gunung. (1) udara mantap. Apakah di dalam udara cerah dapat timbul golak-galik? Dalam udara cerah dapat timbul golak-galik yang lazim dinamakan “golak-galik . Nilai batas yang digunakan sebagai indikasi yang memungkinkan terjadinya golak-galik adalah bilangan tak berdimensi yang dinamakan bilangan Richardson (Ri).1) dengan (ωB)2 = . Gelombang tersebut umumnya terbentuk karena adanya angin kencang melewati gunung pada saat lapisan udara di atasnya dalam keadaan mantap.kurang dari 30 derajat. r = rapat massa udara. g = percepatan gravitas. udara mempunyai nilai parameter tertentu yang mencapai maksimum.bawah angin. Parameter tersebut dikenal dengan nama parameter Scorer yang dalam rumus matematikanya dinyatakan sebagai : S = F(z) ~ (ωB / Uox)2 dengan ωB = √{. Apakah yang dimaksud dengan golak-galik? Golak-galik adalah goncangan udara akibat bertumpuknya gerak rata-rata udara yang tidak teratur dan dalam keadaan terus-menerus berubah. udara bersifat takmantap. dan bila R<=1 udara bergolak-galik.

k = bilangan gelombang = 2π/λ. Peng-es-an umumnya terjadi pada suhu antara 0 oC dan –18 oC. Wujud peng-es-an bermacam-macam yang dapat dibedakan dari kepadatannya. Bila dalam paras terbang suhu udara rendah dan udara mengandung banyak air adidingin. dan di daerah sekitar arus jet (jet stream) yaitu daerah dengan angin berkecepatan tinggi di lapisan udara atas. dikutip Beer Tom 1964) sebagai berikut: Im(ω) = ½ k[(δU)2 – 2(g/k) δr/r ] ½ (7. Namun demikian ada bentuk dasar peng-es-an. δr = beda rapat massa udara antar lapisan udara. g = percepatan gravitas bumi. Tempat terjadinya umumnya di dekat lereng gunung pada ketinggian atmosfer kurang dari 2 km. Peng-es-an adalah fenomena penumpukan atau pelapisan es pada pesawat terbang. keterawangannya (transparency). δU = beda kecepatan angin antar lapisan udara. Dari rumus tersebut mudah difahami bahwa apabila nilai [(δU)2 – 2(g/k) δr/r] >= 0 tidak ada nila Im(ω) berarti tidak terjadi golak-galik udara cerah.2) dengan Im(ω) menyatakan bilangan imaginer dari ω. Peng-es-an (icing) sangat mengganggu penerbangan. ukuran tetes air. Golak-galik udara cerah tersebut sulit dipelajari karena skalanya kecil dibandingkan dengan skala atmosfer. Peng-es-an dapat terjadi ketika pesawat terbang melewati butir-butir air adidingin di dalam awan atau di dalam hujan. dan kekerasannya. tetes-tetes air yang membasahi badan pesawat yang sedang terbang dapat membeku dan membentuk lapisan es pada pesawat terbang. Perbedaan tersebut berkaitan dengan suhu. Disamping itu waktu terjadinya umumnya pada bagian akhir dari waktu peluruhan proses termodinamik dari energi kinetik karena pemanasan dalam atmosfer. dalam udara di atas Kumulonimbus yang sangat tinggi sampai stratosfer bawah. Laju pertumbuhan golakgalik udara cerah dinyatakan dengan rumus (Chandrasekar 1961. laju penumpukan.udara cerah (clear air turbulence = CAT)” yang terjadinya tidak ditandai dengan fenomena yang tampak. Biasanya terjadi dalam troposfer. ω = frekuensi sudut (angular frequency) . Suhu udara yang sangat rendah dapat menimbulkan proses peng-es-an pada pesawat terbang. di daerah perenggan. yakni bentuk es keruh (rime ice) dan es bening (clear ice) yang tingkatnya . λ = panjang gelombang. atau melewati salju basah dan tetes air yang suhunya dibawah 0 oC.

Peng-es-an pada pesawat terbang dapat mengurangi daya angkat. dan untuk butir-butir awan sebesar 50%. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang dapat terjadi karena lapisan air yang menempel pada badan pesawat mendingin dengan kuat. Selain itu peng-es-an pesawat terbang juga dapat terjadi ketika pesawat terbang keluar dari lapisan udara dingin ke dalam lapisan udara hangat. dalam hal kejadian tersebut es yang terbentuk disebut es bulu (ice feathers) karena bentuknya seperti serabut.dibedakan antara tingkat es kental (milky ice) dan tingkat es padat (kernel ice). Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang umumnya pada bagian pinggir sayap. Umumnya besarnya laju peng-es-an sekitar 1 mm/menit. saluran . dan paling tinggi sebesar 30 mm/menit. dan menggnggu pengendalian karena peng-es-an dapat menimbulkan berbagai hal antara lain : menambah berat pesawat terbang. Apa bahaya kilat bagi penerbangan? Kilat adalah salah satu fenomena elektrometeor berupa luahan muatan elektrik dalam udara. dan efisiensi pengumpulan dari bagian pembelah udara pada pesawat terbang. terjadi pada lubang pembuangan gas sisa pembakaran yang keluar dan mengembang dengan cepat. dan pada ujung-ujung bagian lain serta pada lubang pembuangan. mengurangi daya dorong. Peng-es-an karburator yang disebut peng-es-an karburator (carburetor icing). Efisiensi pengumpulan untuk hujan sebesar 100%. Peng-es-an yang kuat dan membahayakan pesawat terbang mudah terjadi apabila pesawat terbang lama di dalam awan atau dalam hujan adidingin. antara lain dapat mengganggu alat telekomunikasi. Peng-es-an karburator umumnya sudah dapat terjadi bila suhu udara luar antara 10 dan 15 oC. mengganggu alat kemudi. dan mengurangi laju pembuangan karena peng-es-an karburator. Kilat. untuk gerimis sebesar 75%. terjadi distorsi pada pembelah udara (aerofoil). mengganggu putaran balingbaling. kecepatan pesawat terbang. mengurangi masukan udara pada mesin jet. Besarnya laju peng-es-an sebanding dengan kandungan air dalam awan yang dilalui pesawat terbang . pada stabilisator.

penerbangan tengah. dan penerbangan tinggi. Kilat lembaran adalah kilat yang hanya tampak seperti lembaran kilapan cahaya terang dan baur. kilat lembaran (sheet lightning). Bentuk kilat berbagai macam. Kilat berkas adalah kilat dari awan ke bumi yang tampak seperti kilapan berkas cahaya. kilat bahang atau kilat api (heat lightning). antara lain yang terkenal adalah : kilat berkas (streak lightning). sering disebut pula kilat api.7. Kilat dapat terjadi dari di satu tempat ke tempat lain di dalam suatu awan yang sama. berupa kilapan cahaya terang yang tampak di kejauhan dan lama setelah tampak disusul suara guntur. dan setelah itu meledak seperti bom.listrik. Kilat bola berupa kilapan cahaya berbentuk seperti bola yang garis tengahnya sekitar 0. Kilat garpu adalah kilat dari awan ke bumi yang ujungnya bercabang-cabang seperti garpu. yakni penerbangan rendah. Kilat bahang. Yang paling umum adalah kilat yang dihasilkan awan guntur atau awan Kumulonimbus. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan rendah? Pesawat-pesawat terbang kecil. Kilat garpu. kilat bola (ball lightning). helikopter. kilat garpu (forked lightning). dan dari awan ke bumi atau sebaliknya dari bumi ke awan. tetapi kilat tersebut jarang terjadi.3 meter. umumnya dibedakan dalam tiga jenis penerbangan.. Apa dampak cuaca sama bagi semua penerbangan? Dampak cuaca tidak sama bagi setiap penerbangan. Kilat roket adalah kilat yang sangat cepat seperti roket. paling banyak melakukan penerbangan . Gb. dari awan ke awan lain. bergerak cepat pada suatu benda padat atau mengapung di udara. kilat roket (rocket lightning).

Oleh karena itu informasi tentang kedua jenis awan tersebut sepanjang jalur dan wilayah penerbangan sangat diperlukan. sehingga pesawat yang melakukan penerbangan rendah menemui banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Penerbangan rendah sangat tinggi sensitifitasnya kepada cuaca karena di lapisan udara dibawah 3 km. Biasanya dalam penerbangan rendah digunakan aturan terbang visual (Visual Flight Rules = VFR) yaitu batasan-batasan (kondisi cuaca) yang dipersyaratkan suatu penerbangan boleh dilakukan secara visual. selain suhu udaranya rendah kadar air dalam udara msih cukup tinggi. Penerbangan rendah umumnya berada di bawah dan di bagian bawah awan. Penerbangan pada paras tersebut masih mengalami banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Peng-es-an masih mungkin terjadi utamanya di bagian paras paling bawah yang masih mengandung banyak uap air. Pengaruh awan Kumulus tinggi dan Kumulonimbus masih cukup besar. Pengaruh cuaca di bawahnya kecil kecuali di atas siklon tropik yang kuat. Penerbangan tinggi umumnya melakukan penerbangan jauh dan lama. .rendah. Angin setempat umumnya tidak banyak perubahan. masuk-keluar di bagian tengah dan bagian atas awan. dan masuk-keluar bagian bawah awan yang umumnya bergolak-galik. serta dalam udara bertekanan rendah. Umumnya berada pada paras di atas awan. Peng-es-an mudah terjadi dalam paras penerbangan tengah. tetapi suhu udara sangat rendah. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tengah? Penerbangan tengah adalah penerbangan pada paras tengah antara 3 km dan 8 km. cuaca sangat beragam dan sangat berubah-ubah. Penerbangan tengah sering melewati dan terbang di dalam serta di puncak awan. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tinggi? Penerbangan tinggi adalah penerbangan yang lebih tinggi dari 8 km. serta dalam udara bersuhu sekitar 0 oC dan atau di atas paras beku (paras dengan suhu 0 oC). Perubahan cuaca yang dirasakan adalah perubahan yang berkaitan dengan perubahan tempat.

Seberapa besar nilai ekonomi manfaat cuaca dalam penerbangan? Secara umum studi tentang keuntungan ekonomi dari pemanfaatan cuaca dan informasi cuaca dalam penerbangan telah banyak dilakukan. pesawat dapat mengalami perubahan ketinggian. Robinson dkk. sebaliknya penerbangan yang melintas dari arah khatulistiwa ke arah kutub atau sebaliknya mengalami perubahan tekanan yang besar. seperti yang dilakukan oleh Fairbanks dkk. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan ketinggian tekanan. Pada dasarnya cuaca mempunyai andil besar dalam menentukan rencana dan keputusan untuk tinggal landas. (1993). Bila penerbangan di atas kawasan khatulistiwa maka sepanjang penerbangan tidak banyak mengalami perubahan tekanan. Apabila penerbangan dilakukan pada paras tekanan tetap. dan perubahan suhu. cuaca selalu harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. keputusan mendarat. ketinggian potensial. Tetapi tidak dapat dihitung nilainya secara kuantitatif dalam hal yang berkaitan dengan keselamatan. Perubahan arah dan kecepatan angin. selama dalam . Informasi cuaca penerbangan yang diterima penerbang digunakan untuk operasional penerbangan. Perhitungan nilai ekonomi umumnya dilakukan dengan ukuran penghematan waktu terbang (waktu terbang minima) dan efisiensi pengaturan beban dan pengisian bahan bakar (fuel loading). dan juga perubahan suhu berkaitan dengan perubahan tekanan atau ketinggian tersebut. Manfaat informasi cuaca dalam penetapan rencana terbang.utamanya bagi penerbangan di kawasan lintang tinggi atau penerbangan yang menuju kearah meridional (utara – selatan). (1994). Dalam upaya efisiensi dan keselamatan penerbangan selain harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana penerbangan serta kondisi pesawat terbang. pesawat terbang mengalami perubahan tekanan. dan keputusan-keputusan selama dalam penerbangan. baik informasi cuaca untuk persiapan lepas landas. dan bila terbang dalam paras ketinggian tetap.

Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang selalu diperhatikan. altimeter radio dapat menunjukkan ketinggian pesawat terbang di atas permukaan bumi. dan penentuan terbang minimal. Ketinggian. penentuan ketinggian terbang. yakni pengesetan altimeter. dimana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat dengan arah berlawanan dengan arah angin. pesawat terbang umumnya dilengkapi dengan altimeter tekanan. atau benda. Informasi cuaca bandar udara keberangkatan yang diterima sebelum lepas landas atau akan mendarat antara lain digunakan untuk menentukan dari arah mana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat. Pengesetan altimeter (altimeter setting) itu apa? Altimeter adalah alat yang digunakan untuk menaksir ketinggian di dalam atmosfer. Tetapi pesawat terbang modern. Untuk mengetahui ketinggian terbang. yaitu altitud atau ketinggian dari permukaan laut. maupun informasi cuaca untuk persiapan mendarat. Apabila pesawat terbang di atas laut altimeter tekanan dan altimeter radio menunjukkan ketinggian yang sama. pada permukaan bumi diukur dari permukaan laut. dan elevasi (elevation). Tetapi bila terbang di atas daratan. adalah ukuran jarak vertikal letak suatu titik. altimeter tekanan menunjukkan ketinggian lebih tinggi dibandingkan dengan altimeter radio. Bagi pesawat terbang yang hanya dilengkapi dengan altimeter tekanan. ialah altimeter yang bekerjanya berdasarkan pengukuran tekanan udara. yakni ketinggian (height). Oleh karena itu altimeter radio dikenal sebagai altimeter mutlak. Altitud adalah jarak vertikal letak suatu titik. altitude (altitude). Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk mengatakan tinggi dalam penerbangan. atau paras. pengesetan altimeter sangat penting dan harus dilakukan dengan cermat agar pesawat terbang . Hal ini berkaitan dengan arah angin di bandar udara saat itu. atau paras yang diukur dari permukaan laut atau permukaan laut rata-rata. selain dilengkapai dengan altimeter tekanan juga dilengkapi dengan altimeter radio atau radar. atau benda. Dengan prinsip pemantulan gelombang radio. yang diukur dari datum atau tinggi rujukan tertentu. Elevasi adalah jarak vertikal dari suatu titik.penerbangan. benda. sedangkan altimeter tekanan menunjukkan ketinggian nisbi.

5 oC .15 Tm log (Po/P). hubungan antara ketinggian dan tekanan mengikut rumus empirik : H = 221. dan P = tekanan atmosfer pada ketinggian H. Pengesetan dilakukan dengan menyesuaikan skala altimeter pada besarnya tekanan di Bandar udara yang dikoreksi dengan tekanan permukaan laut (QNH). § Tekanan udara permukaan 1013. sehingga suhu pada ketinggian 47 km sebesar + 9.3 oC. dengan H = ketinggian dari permukaan laut (altitud) dinyatakan dalam kaki. sehingga suhu pada 75 km sebesar – 76. Tm = suhu udara rata-rata dari permukaan laut sampai tinggi H dinyatakan dalam oK. § Laju susut suhu vertikal sampai tinggi 11 km (ketinggian tropopause) sebesar 6.9 oC/km.5 o C/km atau 1. Dengan demikian perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut hasilnya dapat berbeda dengan bila menggunakan model atmosfer baku ICAO. sehingga suhu . sehingga suhu pada ketinggian 126 km sebesar + 49. § Laju susut suhu dari 53 km sampai 75 km sebesar – 3. § Laju susut suhu dari 75 km sampai 90 km sebesar 0 oC/km. atmosfer baku ICAO ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut : § Ketinggian permukaan atau paras muka laut rata-rata (mean sea level) = 0 meter. Dalam altimeter. Po = tekanan atmosfer pada permukaan laut. § Laju susut suhu dari 25 km sampai 47 km sebesar +3 oC/km. Namun demikian dalam praktek untuk menetapkan koreksi ke permukaan laut yang digunakan untuk pengesetan altimeter diperlukan patokan tekanan di atas permukaan laut tertentu. Selanjutnya sejak tahun 1956 dikembangkan lagi dengan: § Laju susut suhu dari 11 km sampai 25 km sebesar 0 oC/km.5 oC/km. Dalam Glossary of Meteorology.25 mb (hPa) § Suhu udara permukaan 15 oC. Tekanan permukaan laut tersebut diambil dari atmosfer baku ICAO.dapat didaratkan dengan tepat diatas landasan pacu. § Laju susut suhu dari 90 km sampai 126 km sebesar + 3.7 oC (suhu skala molekul).98 oC/ 1000 kaki. § Laju susut suhu dari 126 km sampai 175 km sebesar +10 oC/km. § Laju susut suhu dari 47 km sampai 53 km sebesar 0 oC/km.

QNH = Pml + (HICAO – E)/30 (untuk E > 5000 kaki) dengan HICAO = tinggi setara tekanan dalam atmosfer baku ICAO. Dengan rumus tersebut diperoleh : QNH = 1013.8 oC/km. Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE). QFE tekanan barometer pada Bandar udara yang tidak dikoreksi ke permukaan laut.142 hPa. Maka dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO diperoleh : (1) Ketinggian tekanan (PH) = 1013.25 hPa setara dengan ketinggian H = 2331 kaki. (2) Ketinggian tekanan 83.142 hPa.7 oC. Maka ketinggian tekanan 83. Untuk pengesetan altimeter diperlukan nilai ketinggian tekanan dan QNH. sehingga suhu pada ketinggian 500 km sebesar + 2424.7 oC. Nilai tersebut dihitung dengan cara seperti berikut : Dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki.25 x 28 = 2331 kaki. § Laju susut suhu dari 175 km sampai 500 km sebesar + 5. (3) QNH dihitung dengan rumus: QNH = Pml + (HICAO – E)/28 (untuk E <= 5000 kaki) atau. Pengsetan tersebut diperlukan . ketinggian tekanan (PH) dinyatakan dengan rumus : PH = Pml – QFE dengan Pml = tekanan pada pemukaan laut atmosfer baku ICAO.25 + (2331 – 3000)/28 = 1037.25 hPa.25 hPa tersebut setara dengan 83. Cara menghitung ketinggian tekanan dan QNH seperti pada contoh berikut. Dalam satuan tekanan.pada ketinggian 175 km sebesar + 539. Altitud yang bersangkutan dengan tekanan dalam standar atmosfer ICAO disebut “altitud tekanan (pressure altitude) atau ketinggian tekanan (pressure height)”. E = elevasi Bandar udara. Dari perhitungan tersebut maka pengesetan altimeter dilakukan dengan menempatkan skala altimeter nol pada 1037.25 – 930 = 83.

agar pendaratan pesawat terbang dapat dilakukan dengan tepat. Sebagai contoh. padahal yang sebenarnya pesawat terbang masih pada ketinggian 28 kaki dari landasan. Dengan demikian pesawat terbang mendarat melewati titik sentuh landasan yang seharusnya (gambar 9). maka dengan kesalahan tersebut penerbang memperhitungkan bahwa pesawat sudah pada titik sentuh landasan (touch down) yang seharusnya. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. Karena selisih tekanan udara sebesar 1 hPa setara dengan ketinggian 28 kaki. Beda ketinggian menurut atmosfer baku ICAO dan ketinggian sebenarnya disebut NIlai–D (D-value). Gb. 9. Sebaliknya. apabila kesalahan sebesar 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. 10.6) . D = Z – h (7. misalnya terjadi kesalahan pengesetan altimeter sebesar 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. maka penerbang memperhitungkan pesawat masih pada ketinggian 28 kaki dan belum menyentuh landasan. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. Gb. Oleh karena itu sering terdapat perbedaan antara keadaan sebenarnya dan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO. padahal pesawat terbang sudah menyentuh landasan sebelum mencapai titik sentuh landasan yang seharusnya dan pada kecepatan yang masih lebih tinggi dari yang seharusnya (gambar 10). sedangkan atmosfer baku ditetapkan berdasarkan model dan nilai rata-rata. Menghitung Nilai D (D-Value) Keadaan atmosfer tidak tetap.

dan h = ketinggian sebenarnya dari permukaan bumi. PH = Pml – QFE = 1013. dan h dari pengukuran dengan altimeter radio Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE) seperti pada contoh dalam butir 7. Tetapi kalau dihitung dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO.1.dengan Z = ketinggian yang dihitung menurut kriteria atmosfer baku ICAO. Untuk menghitung altitud kerapatan mula-mula dihitung altitud atau ketinggian tekanan (PH) dengan menggunakan rumus (7.2). maka dalam satuan tinggi : PH = 53.25 hPa.2. sama dengan ketinggian tekanan atau altitud tekanan. pada saat itu tekanan sebenarnya 960 hPa (QFE. misalnya di suatu Bandar udara yang elevasinya 3000 kaki. Dengan menggunakan ketentuan dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki.25 – 960 = 53. tekanan tidak dikoreksi permukaan laut). Altitud Kerapatan (Density Altitude) Altitud kerapatan adalah ketinggian tekanan dari suatu tempat (Bandar udara) yang dikoreksi dengan beda antara suhu di tempat itu dan suhu menurut atmosfer baku ICAO pada ketinggian yang sama dengan elevasi tempat. suhu pada . nilai Z dapat diperoleh dari pengukuran dengan altimeter tekanan.25 x 28 = 1491 kaki ( = Nilai –D) Selanjutnya dengan menggunakan ketentuan atmosfer baku ICAO. tekanan 930 hPa terdapat pada ketinggian 2331 kaki. Dengan demikian : Nilai-D = 2331 – 3000 = – 669 kaki. Bila pesawat terbang dilengkapi dengan altimeter tekanan dan altimeter radio. Sebagai contoh. maka menurut pengukuran pada elevasi atau ketinggian 3000 kaki tekanannya 930 hPa.1. dan suhunya 11 oC.

05 – 11 = 1.98/1000) = 15 – 2. Nilai tersebut memberi pengertian bahwa apabila pesawat terbang akan tinggal landas atau mendarat di Bandar udara tersebut pada saat itu perlu menyesuaikan seperti kalau tinggal landas atau mendarat pada ketinggian 1951 kaki. Agar pesawat dapat mencapai B dengan menempuh jarak dan waktu terpendek maka pesawat terbang harus dihadapkan .05 oC setara dengan tinggi (H) sebesar : H = (1.permukaan laut 15 oC dan laju susut suhu vertikal 6.1000 = 500 kaki dan altitud kerapatan (DH): = PH + H = 1491 + 500 = 1951 kaki .5 oC/km atau 1.98). Jika disetarakan dengan beda ketinggian yang laju susut suhunya 1. Untuk mendapatkan jarak atau waktu terpendek yang disebut “penerbangan minimal” maka pesawat harus setiap kali diubah arah sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang ada .05/1. Dengan demikian apabila arah pesawat dihadapkan kearah tujuan dengan menggunakan arah geografis padahal ada angin maka pada saat yang diperhitungkan pesawat tidak sampai tujuan yang dikehendaki.05 oC.98 oC/1000 kaki. Penentuan Terbang Minimal Angin dapat menghanyutkan pesawat udara sehingga arah lintasan pesawat (track) tidak sama dengan arah hadapan (heading) pesawat. Bila ada angin dapat hanyut sehingga arah pesawat melencong tidak sampai pada B. meskipun elevasi Bandar udara sebenarnya 3000 kaki. maka pada ketinggian 1491 kaki suhunya sebesar : TICAO = 15 – 1491 (1. maka 1.98 oC /1000 kaki. Misalkan pesawat terbang dari A akan menuju B.05 oC Karena suhu di Bandar udara sebesar 11 oC maka dengan suhu menurut perhitungan dengan atmosfer baku ICAO berbeda sebesar 12.95 = 12. bila tidak ada angin lintasan pesawat akan sepanjang garis AB.

Gb. Sudut antara lintasan hadapan dan lintasan (b) disebut sudut hanyutan. Perhitungan untuk mencari sudut hanyutan sebagai berikut. misalnya AC.kearah tertentu sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang menerpanya. dan garis arah pada arah hadapan disebut lintasan hadapan (heading). . Bagan hanyutan. 11. Misalkan (gb. Arah hadapan (heading) AB terhadap arah timur sebesar a. arah pesawat terbang mengikuti arah lintasan (track) maka pesawat terbang pada saat yang direncanakan dapat tidak sampai pada tujuan (B). Garis arah dari Bandar udara pemberangkatan sampai Bandar udara tujuan disebut lintasan (track). misalnya AB.11). Karena angin. Besarnya sudut hanyutan dapat dihitung dengan menggunakan analisis vektor. Misalkan pesawat terbang dari A menuju B. VB = ( b1i + b2j ) vektor kecepatan pesawat terhadap bumi dari bandar udara keberangkatan ke arah Bandar udara tujuan. Kecepatan terhadap bumi (ground speed) pesawat sebesar VB knot. Besarnya sudut simpangan disebut sudut hanyutan.

Kecepatan pesawat terbang terhadap bumi VB = 500 km/jam. Va = ( a1i + a2j ) vektor kecepatan angin.½ Ö3}2] = Ö[{ 25 + 250 }2 + { (–25Ö3) + 250Ö3}2] = Ö[(275 )2 + { (225Ö3)2] . Arah angin f = 330o. Maka dalam koordinat siku-siku (X-Y).a = sudut arah hadapan (heading) yang direncanakan terhadap arah timur. ½ }2 + {50 (–½Ö3) + 500 . Pesawat terbang terbang dari Cengkareng ke Pontianak. Kecepatan angin VA= 50 km/jam Maka. Jarak Cengkareng ke Pontianak S = 2000 km. f = arah angin terhadap arah utara.½ + 500. VH = ( h1i + h2j ) vektor kecepatan pesawat terbang karena hanyutan. dengan X positif ke arah timur dan Y positip ke arah utara dapat dihitung : VH = Va + VB h1i + h2j = ( a1i + a2j ) + ( b1i + b2j ) h1 = a1 + b1 = VA cos (270 – f) + VB cos a h2 = a2 + b2 = VA sin (270 – f) + VB sin a Besarnya kecepatan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] arah VH = g = arc tan ( h2 / h1) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} Sudut hanyutan sebesar : b = a – g Contoh. besarnya kecepatan dalam arah lintasan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] = Ö[{50cos(270 – 330)+500 cos60}2 + {50sin(270 – 330)+500 sin60}2] = Ö[{50cos(– 60)+ 500 cos60}2 + {50sin(–60)+500 sin60}2] = Ö[{ 50. atau (270 – f) terhadap arah timur b = adalah sudut hanyutan. Arah Cengkareng – Pontianak terhadap arah timur a = 60o.

278 – 284.½ Ö3} / {50. (19972). (1989). Hans Neuberger (1951). Vol.H. Boston. Introduction to Physical Meteorology.22. Aeronautical Meteorology in the Service of Aviation. (1980). Meteorological Glossary.= Ö {(75625 + (50625. Glossary of Meteorology. NASA – USA.25) / 275 } = arc tan (1. pp. American Meteorological Society. The Pensilvania State University.38 January 1989. NASA (1988). Intoch D.75o Sudut hanyutan sebesar : b=a–g = 60o – 54.75o = 5. HMO. Huschke Ralph E. WMO Bulletin No.1 Vol. ½ } = arc tan {(–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (225Ö3) / 275 } = arc tan { (389.25o ========== Daftar rujukan. The Microburst As An Aircraft Hazard and Forecast Problem. Rainhardi Manfred E. . London.4. Third printing. WMO Bulletin No. Mc.3)} = Ö(75625 + 151875) = Ö(75625 + 151875) = Ö227500 = 477 km/jam Arah VH = g = arc tan ( h1 / h2) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} = arc tan {50sin(–60) + VB sin60} / {50cos(–60) + 500 cos60} = arc tan {50 (–½Ö3) + 500 . 36 October 1987 hal.½ + 500. Caracena Fernando (1987).4155) = 54. Earth System Science.

WMO. WMO (1998). Badan Meteorologi & Geofisika. Praktek Meteorologi Penerbangan. Potential Economic Benefits from Improvements in Weather Information. Melbourne David & Charles – Newton Abbot. ISBN 979 459 357 5. DR. Soerjadi.C. 83 No. Mezak A. Badan Meteorologi Dan Geofisika. WMO – No. Geneva. International Cloud Atlas.Richard Scorer (1972). (. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Clouds Of The World.W. Thompson J. Thompson. WMO (1969). Lothian Publishing Co (PTY) LTD. Vol. Technical Regulations. World Weather Watch Planning Report No. The Economic Utility of Weather Forecast. ISBN 979-99507-3-2. 27. Abridged Atlas. Kamus Hidrometeorologi. G. and Brier. Prof. . 11. Wirjohamidjojo Soerjadi dan Sridadi Budihardjo (2007). Susanto. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Wirjohamidjojo. Volume II. Pust Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dan Suroso H. Kamus Istilah Meteorologi Aeronautik.. Switzerland.(1955).C. World Meteorological Organization.(1993). Ratag (2006). Soerjadi . J. 28 Agustus 2010 ANGIN YANG MEMPUNYAI BANYAK MAKNA Oleh : Soerjadi Wh.). 49. ---------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:17 Sabtu. Patoni. Meteorological Service fore International Air Navigation. Wirjohamidjojo. ISBN 978-979-1241-03-8. Monthly Weather Review.

.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak ditemui kata “angin”. itu hanya kabar angin (berita yang belum pasti benarnya). 0 derajat tidak digunakan untuk menyatakan arah tetapi digunakan untuk menyatakan angin yang sangat lemah atau tidak ada angin. misalnya : pohon tumbang karena angin kencang. Angin dicirikan dengan arah datangnya. dari selatan 180 derajat. Untuk menatakan arah angin digunakan ukuran “derajat”. Adanya angin memberi kesan yang bermacam-macam. dari timur 90 derajat. angin timuran : Angin baratan adalah angin yang arahnya selalu dari barat. Khususnya dalam meteorologi angin mempunyai peran banyak dalam pembentukan sistem cuaca. Berbagai cara dan dasar digunakan untuk memberi nama angin antara lain : berdasarkan arah bertiupnya. misalnya angin utara adalah angin yang bertiup dari arah utara. Namun demikian jangan anggap sepele “masuk angin” karena dapat membuat badan kita lemas dan bahkan dapat menjadi pendorong kematian. Susunan arah angin tersebut dinamakan “mata angin”. Dari arahnya dan sekaligus dari tempatnya dikenal angin baratan khatulistiwa. dan masih banyak lagi. angin . . Angin dari utara arahnya dinyatakan 360 derajat. tetapi berbeda dengan angin barat. bukan matanya angin. anggaplah sebagai angin lalu (tidak perlu difikirkan). Dalam meteorologi. baik dengan arti yang sebenarnya maupun sebagai ungkapan kiasan atau peribahasa. waktu bertiupnya. Apakah angin itu? Angin adalah gerak udara. angin adalah gerak udara dalam arah horizontal. Angin – angin itu punya nama. sifat dan dampaknya.. kecepatan atau kekuatannya. bila tidak ada penjelasan lain. “Mata angin”. angin timur adalah angin yang bertiup dari timur. Berasarkan kebiasaan arah datangnya dikenalangin baratan.Gerak tersebut timbul karena perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu tempat dan di tempat lain yang berdekatan. dari barat 270 derajat. Oleh karena itu orang membedakan angin dengan memberi nama. sehingga banyak nama dan arti yang diberikan. Angin timuran adalah angin yang arahnya selalu dari timur tetapi berbeda dengan angin timur.

baratan subtropik. Di bagian belahan bumi utara arah umumnya dari timur laut. Angin timuran kutub adalah angin timuran yang terdapat di kawasan kutub. . Angin tersebut bertiup dari suatu arah hampir sepanjang tahun. Angin pasat terlihat jelas di atas lautan Pasifik dan di atas lautan Atlantik. Angin pasat. Angin mengiri adalah angin yang arahnya berubah ke arah kiri atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi selatan ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi utara. Angin baratan khatulistiwa adalah angin baratan yang terdapat di sekitar khatulistiwa yang memisahkan angin pasat belahan bumi utara dan pasat belahan bumi selatan. Angin menganan adalah angin yang arahnya berubah ke arah kanan atau searah dengan arah putaran jarum jam. Dari perubahan arahnya dikenal angin menganan dan angin mengiri. adalah nama angin di kawasan tropik yang berasal dari daerah tekanan tinggi subtropik yang berpusat di sekitar 30o – 40o lintang utara dan di sekitar 30o – 40o lintang selatan. angin timuran kutub.. Angin pasat timbul karena adanya daerah dengan tekanan tinggi luar tropik di belahan bumi utara dan selatan dan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara di kawasan tropik. dan di bagian belahan bumi selatan dari arah tenggara. Angin baratan subtropik. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi utara ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi selatan. adalah angin baratan yang terdapat di pinggiran menghadap kutub dari kawasan subtropik. .

Dari tempatnya. Angin laut. Angin musim adalah nama angin yang bertiup secara musiman. dikenal banyak nama angin : Angin lokal. angin lokal kencang diujung terowongan atau celah diantara dua bukit. Angin gunung juga disebut angin katabatik. Angin lembah. angin lokal di pegunungan yang terjadi pada malam hari dari puncak gunung menuju lembah ketika udara di puncak gunung menjadi dingin dan rapat massanya lebih besar dibandingkan dengan yang ada di lembah. Angin lorong. adalah angin yang bertiup di dekat permukaan bumi. Berdasarkan waktu terjadinya. Pengukuran angin tersebut dilakukan pada ketinggian 10 meter dari permukaan bumi di kawasan terbuka. India. Angin permukaan. Angin laut dapat memasuki daratan sampai sekitar 30 km dari pantai. Angin musim tersebut terdapat di banyak daerah. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari. Arab. Angin gunung. Dalam sebagian tahun bertiup dari satu arah. angin musim timur berlangsung sekitar bulan April sampai sekitar bulan September. arahnya dari laut menuju daratan karena perbedaan suhu ketika permukaan darat lebih tinggi dari pada suhu di atas laut yang bersebelahan. Nama angin yang biasa bertiup di suatu tempat disebut “angin lokal atau angin setempat”. misalnya di Afrika. Umumnya angin laut lebih kuat dibandingkan angin darat. Angin musim barat berlangsung mulai sekitar bulan Oktober dan berakhir sekitar bulan Maret. dan sebagian tahun lainnya bertiup dari arah yang berlawanan. sehingga udara naik sepanjang lereng gunung.. angin lokal yang di pegunungan yang terjadi pada siang hari dari lembah ke arah puncak gunung ketika lereng gunung mendapat banyak penyinaran matahari. Di Indonesia bagian tengah dan timur pada umumnya dikenal angin musim barat dan angin musim timur. arahnya dari daratan menuju lautan karena perbedaan suhu ketika permukaan laut suhunya lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan yang bersebelahan. sedangkan angin darat hanya mencapai sekitar 10 km dari pantai ke arah laut. Angin lembah disebut pula angin anabatik. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada siang hari. dikenal angin musim. Indonesia. Di sebagian . Angin darat.

dan dinamai juga dengan angin reshabar. Biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. panas dan kering yang timbulnya pada musim tertentu. Di Indonesia angin jatuh yang terkenal adalah angin bohorok di Tapanuli Sumatra Utara. angin lokal yang terdapat di tempat-tempat tertentu di balik gunung. angin gending di daerah Pasuruhan Jawa Timur. Angin tersebut sering sangat kencang. adalah angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari. dan angin musim timur laut berlangsung sekitar bulan Oktober sampai sekitar bulan April. sangat bergolak-galik. adalah angin yang kuat. Angin hitam. kering yang bertiup ke bawah di lereng gunung. Musim angin timur laut berkaitan dengan musim dingin di Asia. dikenal angin musim barat daya dan angin musim timur laut. di India. Setelah melewati gunung udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. angin tersebut terkenal di Kurdistan selatan. Angin musim barat daya berlangsung dari sekitar bulan Mei sampai sekitar bulan September. Pergantian arah angin tersebut berkaitan dengan musim panas dan musim dingin di benua Asia. angin barubu di Sulawesi Selatan. . angin kumbang di daerah Cirebon Jawa Barat. Dari sifat udara yang dibawa dikenal nama-nama angin : Angin jatuh (fohn). Angin gravitas juga sering diserupakan dengan “angin jatuh” atau angin katabat. angin taku yakni angin timur-timur laut kuat di Juneau Alaska yang biasanya bertiup dalam waktu antara bulan Oktober dan Maret Angin anabat.Indonesia bagian barat. adalah gerak udara dingin dari tempat yang tinggi ke arah pantai laut di dekatnya yang panas. Persia. angin wambraw di daerah Manokwari. Angin jatuh tersebut bertiup kencang dan berlangsung terusmenerus sampai berhari-hari sehingga menimbulkan dampak yang sangat terasa di daerah yang dilewati. Angin tersebut timbul ketika udara yang dibawah dingin dan di atas panas melewati gunung. Karena dampak yang sangat terasa tersebut penduduk setempat memberi nama menurut kesan yang dirasakan. Angin gravitas. dan musim angin barat daya berkaitan dengan musim panas di Asia.

Baik angin buritan maupun angin sakal keduanya disebut angin membujur. Simpson dalam Meteorological Office Publication no. London. disebut pula angin turutan. Angin lambung adalah angin yang bertiup dari arah samping kapal atau pesawat terbang. Perbedaan kerapatan tersebut karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekatnya. Dalam pelayaran lazimnya menggunakan ukuran kecepatan knot dan dalam penerbangan selain knot juga digunakan ukuran km/jam atau m/detik. 180. atau dalam knot ( 1 knot = 1 mil/jam = 1.C.836 B3 / .8 km/jam ). makin kencang makin besar energi yang dibawanya. Angin mempunyai energi yang besarnya setara dengan kecepatannya. Berkaitan dengan energi tersebut oleh Admiral Beaufort dari angkan laut Inggris pada awal abad-19 angin dibedakan tingkatnya menurut dampak yang ditimbulkan. dan menyusunnya dalam skala yang selanjutnya dikenal dengan “skala Beaufort”. disebut pula angin silang yalah angin yang mempunyai komponen berarah tegaklurus terhadap arah gerakan kapal atau pesawat terbang. Lapisan tersebut menempati puncak dari angin baratan troposfer tengah yang tebalnya sampai 6 km dan kira-kira 2 km di atas tropopauze. Kenudian pada tahun 1906 G. m/detik.Angin katabat adalah angin turun sepanjang lereng gunung yang timbul karena dalam arah horizontal kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya. misalnya: Angin buritan adalah nama angin yang bertiup dari arah belakang searah dengan arah gerak kapal atau pesawat terbang. Nama angin tersebut dikenali ketika adanya debu letusan gunung Krakatao pada tahun 1883. Angin haluan atau angin sakal adalah angin yang bertiup dari depan arah kapal atau pesawat terbang. Di kalangan pelayaran dan penerbangan dikenal nama-nama angin yang diberikan menurut kesan pada pelayaran atau penerbangan. Mengapa angin dapat menumbangkan pohon? Angin mempunyai kecepatan dan energi yang dapat mendorong benda-benda yang dilewatinya. Kecepatan angin dinyatakan dalam km/jam. mengemukakan hubungan antara skala Beaufort dan kecepatan angin dalam rumus : V = 0. Angin krakatao adalah lapisan angin timuran di atas wilayah tropik pada ketinggian 18 – 24 km.

Angin ribut sedang. dengan R = jejari lengkungan lintasan. dengan V = kecepatan angin dinyatakan dalam m/dt. (2). dan dinyatakan dengan rumus : Vgr2/R + f Vgr = – g Әp/Әn. Әp/Әn = landaian tekanan tegaklurus isobar. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. Angin ribut kuat. adalah angin yang secara teori ditimbulkan oleh perubahan lokal tekanan mengikut waktu.2. Dengan skala Beaufort dikenali tanda-tanda seperti berikut : Skala Beaufort 0 : Keadaan tenang. Secara teori angin landaian (Vgr) dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan gaya sentripetal dengan landaian mendatar tekanan. Angin isalobar. Angin geostrofik adalah angin mendatar yang secara teori dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan landaian mendatar tekanan. p = tekanan atmosfer. antara lain :. . dengan g = percepatan gravitas bumi. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. dan Әp/Әn = landaian tekanan sepanjang arah garis n tegaklurus isobar. Angin landaian adalah komponen kecepatan angin yang tegaklurus garis kontur tekanan tetap di suatu titik pada peta ketinggian. Bebagai nama angin juga diberikan berdasarkan sifat fisis dan berdasarkan teori atau disebut angin teoritik. Angin alobar adalah (1). f = faktor Corioli. Berdasarkan kecepatannya angin diberi tingkatan yang diberi nama: Angin teduh. Angin geostrofikk arahnya hampir sejajar dengan arah isobar. Di darat banyak menimbulkan pohon tumbang dan di laut menimbulkan gelombang sangat tinggi. Angin ribut lemah. f = faktor Corioli. Kecepatan angin yang timbul dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan percepatan angin geostrofik. Angin ribut hebat. Angin ribut. Dalam fisika keseimbangan tersebut dinyatakan dengan rumus : Vg = – g/f Әp/Әn. adalah angin ribut yang kecepatannya lebih dari 48 knot. adalah angin ribut yang kecepatannya 41 sampai 47 knot. Komponen angin yang secara teori dihasilkan oleh ketidak seragaman perubahan lokal dari tekanan mengikut waktu. adalah angin yang luar biasa kekuatannya lebih dari 28 knot. g = percepatan gravitas bumi. dan B besarnya skala. asap dari cerobong industri kelihatan Skala Beaufort 12: Angin sangat kencang yang kecepatannya lebih dari 60 knot. adalah angin yang kecepatannya kurang dari 1 knot.

dan di sekitar daerah panas antisiklonik . yang diwujudkan seperti angin sebenarnya dengan kecepatan seragam sebesar kecepatan rata-rata pesawat terbang terhadap bumi dan selalu sejajar dengan lintasannya. sama dengan angin membujur setara. Angin semu. arah angin termal adalah siklonik (mengiri). Angin puyuh termasuk fenomena atmosfer skala lokal yang mempunyai potensi kekuatan sangat merusak. adalah putaran kuat turus udara berbentuk juntaian yang terdapat pada bagian bawah awan Kumulonimbus dan hampir selalu tampak sebagai awan corong. kadang-kadang putaran udara menjulur ke atas sampai beberapa ratus meter dan menimbulkan pilin debu bila terjadi di padang pasir. dalam penerbangan. di sekitar daerah dingin. Di Indonesia angin puyuh disebut juga “puting beliung”. Besar arah dan kecepatannya sama dengan beda vektor antara angin sebenarnya dan kecepatan benda yang bergerak. Angin membujur setara adalah angin khayalan. Angin sakal setara. Angin puyuh. umumnya hanya disebutkan langkisau saja. Biasanya berputar siklonal (mengiri bila dilihat dari atas) dengan kecepatan sekitar 150 – 500 km/jam. Angin pilin adalah badai angin kecil dengan udara di dalamnya berputar mengelilingi pusat yang bertekanan rendah.Angin langkisau adalah angin kuat yang mendadak terjadi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti keadaan tenang (ta ada angin). Dalam praktik angin termal dinyatakan sebagai beda vektor angin di suatu paras dan vektor angin paada paras dibawahnya. Pusarnya bergaris tengah beberapa ratus meter. adalah angin yang arah dan kecepatannya diukur dari benda yang bergerak. Misalkan pada paras 500 mb vektor angin V5 dan pada paras 700 mb V7 maka angin termal dalam lapisan antara paras 700 mb dan 500 mb ditulis : VT = V5 – V7 Di lintang tengah dan tinggi belahan bumi utara. Angin termal adalah angin yang secara teori diturunkan dari perbedaan suhu dan tekanan dalam lapisan atmosfer yang rumusnya : \ .

di sekitar daerah dingin arah angin termal adalah antisiklonik (mengiri).(menganan). Angin sebagai petunjuk cuaca. Bila di suatu daerah arah angina sejajar tetapi kearah samping kecepatannya banyak berbeda menimbulkan gesekan sehingga udara berputar. tetapi dapat digunakan untuk menaksir imbasnya di kawasan tropik atau Indonesia. dan di sekitar daerah panas siklonik (menganan). Bila ngin kencang terus-menerus bertiup di atas lautan dapat menimbulkan gelombang besar. Sebaliknya di belahan bumi selatan. di daerah mengumpulnya angina di dekat permukaan bumi udara cenderung bergerak ke atas sehingga menimbulkan banyak awan dan hujan. Bila bentuk spiral sangat lengkung dalam lapisan tersebut udara bergolak-galik besar. Dengan angin termal dapat ditaksir adanya lataan suhu atau energi dan arah penjalarannya. Sebaliknya di daerah angina menyebar udara cenderung bergerak ke bawah sehingga di atas daerah tersebut awan sulit tumbuh. Dalam lapisan batas (dari permukaan sampai sekitar 3 km atau paras 700 mb) . Meskipun penaksiran tersebut hanya untuk lintang tengah dan tinggi. demikian pula dapat menimbulkan putaran bila arah angina di suatu sisi berlawanan arah dengan angina di sisi sebelahn Diposkan oleh soerjadi wh di 17:22 . Dari angin dapat dikenali bebagai fenomena cuaca. Misalnya. proyeksi ujung vektor angin termal membentuk garis spiral yang disebut spiral Ekman.

Demikian pula dalam cuaca Indonesia memiliki cuaca yang beragam sifatnya mengikut kondisi setempat. kalau di suatu daerah banyak tumbuh pohon asam pertanda bahwa daerah itu mempunyai kemarau yang kuat. Di Papua nggak bakalan ketemu duren dan pohon asam. bila banyak pohon duren. yang dalam tulisan ini hanya diambil yang dalam dimensi skala besar saja. namun punya satu nusa. 08 Januari 2010 cuaca. dapat menggunakan indikator pohon atau tanaman tahunan apa yang tumbuh atau hidup subur di tempat itu. bahasa Indonesia. satu bangsa. perlu diperhatikan factor lingkungan setempat. Di Indonesia factor lingkungan setempat tersebut banyak ragamnya. dan variasi musiman. khususnya curah hujan di masing-masing daerah. yakni mempunyai satu variasi. namun punya kesamaan. Tetapi berdasarkan azas meteorology. variasi harian. untuk mengenali sistem cuaca dan iklim suatu tempat selain perlu dikenali factor cuaca sinoptik lingkungan. . Hanya saja jangan dibalik. Konon untuk sekilas mengenali iklim di suatu tempat. Maksudnya factor lingkungan tersebut sekurang-kurangnya untuk mengenali massa udara apa yang memasuki wilayah yang diperhatikan. kemudian ke arah mana condongnya pohon. batang atau ranting-ranting tanaman tersebut. sebab sebaliknya tidak selalu berlaku. musim kemarau di daerah itu sering banyak hujan atau orang klimatologi menyebut hujan tahunannya tipe ekuatorial. dan apa sifat aliran udara yang ada. bangsa Indonesia. Misalnya. Faktor-faktor tersebut nantinya menjadi pangkal dan pendorong terbentuknya cuaca. satu bahasa.Jumat. nusa Indonesia. sistem cuaca sinoptik wilayah MENGENALI SISTEM CUACA SINOPTIK BERBAGAI DAERAH Oleh: Soerjadi Wh ------------- Dalam ilmu kependudukan dikatakan bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku dan budaya. tetapi yang ada pohon “matoa” buahnya seperti sawo kecik rasanya seperti duren.

Daerah NAD bagian barat-selatan sampai Bengkulu. Masa timbulnya lembangtropis tersebut antara bulan Mei sampai September.I. angin sangat berubah arah (variable). Oleh karena itu bergantung banyak kepada udara di atas laut tersebut. Imbas dari lembangtropis dan siklontropis dirasakan di daerah Aceh berupa banyak hujan angin kencang. Dahulu D. Pada musim panas belahan bumi utara angin bertiup dari arah barat daya karena monsun barat daya (SW monsoon). curah hujan banyak di pantai barat dan utara India. sekarang Nangroe Aceh Darussalam (NDA). Pada saat itu di laut sebelah barat India sering timbul lembangtropis. Angin baratan tersebut memicu timbulnya lembangtropis sampai siklontropis di teluk Benggala. Pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda gempa dan tsunami. Aceh yang terletak di ujung barat-utara langsung menghadap lautan India dan bertetangga dengan sistem cuaca teluk Benggala dan Banglades. angin dari arah baratdaya sampai barat. Kalau laut panas banyak menghasilkan hujan dan bila lautnya dingin hujan berkurang. Dalam sistem tekanan. daerah Aceh terletak dalam daerah tekanan rendah khatulistiwa atau doldrums. Daerah Sumatra bagian barat menghadap langsung ke lautan India bagian barat. Oleh karena itu berbeda dengan di daerah tengah atau timur yang banyak cuaca gangguan dalam bulan Oktober – Maret. curah hujan juga berkurang. Tetapi bila monsun Asia tersebut lemah. Ribuan penduduk meninggal dan entah berapa banyak bangunan hancur. angin barat dayanya berkurang dan menjadi dari selatan sampai selatan tenggara. Musimnya dikuasai oleh monsun Asia Selatan yang pada musim dingin Asia angin bertiup dari timurlaut dengan massa udara yang sifat asalnya dari Tibet dingin dan kering kemudian termodifikasi di laut India utara. · Di kawasan lainnya di bagian barat Sumatra : pada waktu musim dingin utara . Aceh. Ada yang mengatakan bahwa angin barat tersebut adalah angin baratan khatulistiwa atau sebagai kepanjangan dari komponen peredaran Walker. serta gelombang laut yang tinggi. Dalam waktu peralihan musim doldrums terlihat jelas. sehingga sistem cuaca daerah tersebut banyak diwarnali oleh sifar udara lautan. di sana perlu waspada dalam waktu antara Mei dan September. Pada waktu monsun Asia musim panas aktif dan kuat.

daerah tekan tinggi subtropik tersebut terbagi menjaadi dua. Angin timur laut mulai masuk daerah tersebut bulan Nopember dan berlangsung . Yang di bagian timur sering menjadi satu dengan tekanan tinggi daratan Australia. Letaknya sejajar dengan semenanjung Malaysia. dan angin baratdaya yang berasal dari angin tenggara dari pasat selatan lautan India yang dibelokkan ke timur pada waktu mendekati khatulistiwa. PPAT sering tidak mudah dibedakan dengan garis geser angin (shearline). Sering menjadi tempat garis geser angin yang mempermudah timbulnya pusaran di atas ujung palung tekanan rendah. Tetapi angin selatan barat daya tersebut tidak terlalu kuat karena terhambat bukit barisan. dan dapat terjadi antara bulan Juli – September. Diatas daerah tersebut bertiup angin musim timurlaut yang berasal dari monsun Asia Dingin dan angin musim selatan-baratdaya yang berasal dari monsun Asia Panas dan dari pasat selatan. · Pada musim dingin utara udara di daerah tersebut campuran dari udara yang diwarnai sifat udara laut Cina Selatan dan lautan India. · Pada waktu musim dingin Asia tersebut angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari angin tmurlaut yang dibelokkan ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Angin bohorok bersifat kering dan panas. Kedua daerah tekanan tinggi tersebut membentuk palung tekanan rendah yang ujungnya sebelah utara terletak di dekat sebelah barat-selatan Sumatra. · Pada musim panas Asia atau musim dingin selatan udara diatas daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut India dan sifat udara benua tropis Australia yang sudah lama diatas lautan India bagian timur. Daerah tersebut terletak di sebelah utara bukit barisan. · Selama musim panas Asia atau musim dingin selatan tersebut. satu di bagian barat dan satunya di bagian timur dekat Australia.(Asia) diatas lautan India ditempati oleh daerah tekanan tinggi subtropik meskipun letaknya agak ke selatan. Ujung palung tersebut menjadi daerah pusaran yang adanya hampir terus-menerus. angin berubah-ubah dari tenggara sampai baratdaya. Namun demikian angin pasat yang kuat dapat menimbulkan efek fohn yang dapat dirasakan di Sumatra Utara bagian utara yang nama lokalnya “angin bohorok”. Sumatra bagian utara ( Sumatra Utara bagian utara dan Riau daratan). di sebelah utaranya dibatasi oleh selat Malaka. tetapi pada waktu musim dingin selatan (Australia).

Dan berkurang di sebelah selatan termasuk di daerah Sumatra bagian utara tersebut. banyak timbul curah hujan. Bila kedua-duanya kuat. aliran udara dari daratan Cina. dan aliran pasat tenggara (Australia). Akibat percampuran tersebut sering timbul gebos berupa garis yang panjang (squall line) yang dikenal dengan nama “Sumatra”. dan bila kedua-duanya lemah angin berubah-ubah sampai barat. Dalam bulan Maret – April angin sangat berubah-ubah. Bila monsun panas Asia kuat dan mosun Australia lemah banyak bertiup angin baratdaya. dan Oktober-Nopember bulan menjelang pergantian angin tenggara-baratdaya menjadi angin timur. Angin timur dari monsun dingin Asia menimbulkan banyak hujan di sepanjang pantai utara/timur Malaysia. dan selanjutnya menjadi angin tenggara sampai barat daya dari bulan Mei sampai September. Angin timur berkaitan dengan monsun dingin Asia. angin bertiup dari arah timur.sampai bulan Februari. Angin tenggara barat-daya berkaitan dengan monsun dingin Australia dan monsun panas Asia. aliran udara dari lautan India. Riau lautan dan Kalimantan Barat. Gebos tersebut umumnya terjadi pada malam menjelang pagi hari. Dengan demikian bulan Maret-April adalah bulan menjelang pergantian dari angin timurlaut menjadi angin tenggara-baratdaya. Dalam bulan tersebut di selat Malaka terjadi banyak golakan yang ditimbulkan oleh pumpunan angin yang membawa sifat massa udara dari laut India Utara dan dari Laut Cina Selatan. sedangkan yang dari Pasifik lebih panas . Dalam bulan dengan angin berubah-ubah. Dengan demikian adanya angin tersebut bergantung kepada kedua aktivitas monsun tersebut. angin timur tersebut berbelok kearah timur menjadi angin utara atau sampai baratlaut. Pada waktu monsun dingin Asia berlangsung. bila monsun panas Asia lemah dan monsun dingin Australia kuat banyak bertiup angin tenggara. Letaknya di dan menghadap laut Cina Selatan merupakan kawasan segitiga emas tempat bertemunya aliran pasat Pasifik Barat. Bila terdapat pusaran di laut Cina Selatan. Kemudian dalam bulan Oktober juga berubah-ubah menjelang bertiupnya angin timuran. Massa udara yang berasal dari Cina bersifat dingin dan kering. massa udara daratan Cina dan massa udara subtropik Pasifik Barat daya bertemu di daerah tersebut.

Pada saat ada pusaran sering terlihat dua lajur awan dari baratdaya ke arah timur laut dan lajur awan dari tenggara ke arah baratlaut. Musim monsun dingin adalah musim angin timurlaut di saerah Riau dan Kalimantan Barat. Dari letaknya pulau Jawa dan Kalimantan. Tetapi pada saat monsun lemah atau istirahat (break). Keduanya termodifikasi di atas laut Cina Selatan yang panas. Bila monsun panas kuat letak pusaran lebih ke utara. angin bertiup dari arah timurlaut dengan kencang (> 10 knot) dan sampai melewati khatulistiwa (cross equatorial flow). dan terkesan sebagai PPAT yang bercabang. dari monsun baratdaya lautan India. Bulan Maret. Indikator adanya pertemuan kedua massa udara tersebut berupa perenggan (front) yang ujungnya bagian selatan dapat mencapai di atas Laut Cina Selatan. Adanya pusaran menghambat gerak monsun ke selatan. Laut Jawa dan sekitarnya boleh dikatakan sebagai daerah yang benar-benar memiliki sebutan monsun barat identik dengan musim hujan karena memang benar-benar angin bertiup dari barat pada waktu musim hujan. Oleh karena itu pada musim monsun panas tersebut sering terjadi pusaran di atas laut Cina Selatan. lebih rumit. Pada citra satelit perenggan tersebut mudah dikenali. angin timurlaut berbelok ke timur sewaktu di atas laut Cina selatan dan sering membentuk pusaran. dan dari Asia bagian timur) masuk ke wilayah tersebut. Daerah Sumatra Selatan. Oleh karena itu sifat kedua massa udara tersebut mempunyai peran besar dalam pembentukan cuaca. Biasanya datangnya perenggan tersebut diawali dengan seruak (surge) monsun. ?) yang mempunyai . Pusaran tersebut sering terjadi dalam bulan Desember. sering empat aliran ( dari tenggara sebagai kepanjangan pasat selatan. dan musim timur adalah musim kemarau karena benar-benar angin bertiup dari arah timur pada waktu musim kemarau.dan mantap (stable). Pada pertengahan musim monsun (juliAgustus). Pada waktu monsun panas Asia. laut Jawa seolah-olah sebagai lorong saluran udara (belum ada penelitian sifat lorong tsb.April dan September-Oktober daerah tersebut merupakan daerah doldrums dengan angin berubah-ubah Daerah Sumatra Selatan Laut Jawa dan sekitarnya. dari Pasifik Barat Daya. Bila monsun dingin kuat. dan bahkan sering bergabung dengan siklontropis yang berasal dari Pasifik Baratdaya.

Paada waktu Australia musim dingin. Mulai bulan Oktober angin berangsur bertiup dari barat sampai bulan Maret berkaitan dengan monsun dingin Asia. Daerah Kalimatan dan Sulawesi mempunyai cuaca sinoptik lingkungan yang sama. Bulan Maret . Daerah Kalimantan dan Sulawesi. Di bagian timur aliran terpotong oleh jasirah Sulawesi Selatan.peran tertentu dalam pembentukan awan dan hujan (akan diceritakan tersendiri dalam babak tentang curah hujan).Mei daerah tersebut menjadi daerah doldrums. serta massa udara yang tlah melewati lautan India bagian timur. hampir seluruh daerah dialiri . dan banyak teluk mempunyai reaksi yang berbeda. kemudian pada waktu mendekati khatulistiwa berbelok ke timur menjadi angin baratlaut. angin pasat dari tenggara dibelokkan menjadi angin baratdaya. dan berangsur menjadi dari timur berkaitan dengan monsun Australia musim dingin. sedangkan pasat utara menjadi baratlaut. Aliran udara di bagian selatan dari PPAT pada waktu menuju ke selatan lebih bersifat sikonal dibandingkan di bagian utara. Jasirah Sulawesi Selatan yang melintang tegaklurus angin baratan selama monsun dingin Asia seolah-olah menjadi pemisah sehingga aliran menjadi lebih asiklonal ke arah selatan. angin timurlaut pasat bergabung dengan angin timur monsun di laut Cina selatan. Bila terdapat siklontropis di sebelah timur Pilipina. PPAT di daerah tersebut merupakan batas angin timur laut dari Pasifik Barat yang dibelokkan ke timur karena melintasi khatulistiwa menjadi angin barat. PPAT membujur pada arah baratdaya-timurlaut menuju ke arah tempat siklontropis. Massa udara diatas daerah Kalimantan dan Sulawesi pada waktu musim monsun Asia Dingin berasal dari Laut Cina Selatan dan Pasifik Barat Daya. Pada waktu musim dingin belahan bumi utara. Pada musim dingin Australia (belahan bumi selatan). dan angin pasat tenggara belahan bumi selatan (Australia) yang terbelokkan ke timur karena pertukaran momentum dari angin barat tersebut. angin berubah-ubah dan beraangsur menjadi angin tenggara sampai selatan. tetapi Kalimantan yang berupa pulau besar dan Sulawesi yang mempunyai struktur jazirah.

Pada daerah tersebut terdapat banyak pulau kecil dan menghadap laut Pasifik Baratlaut.udara yang bersifat benua tropis Australia. Pada musim dingin selatan tersebut angin dari arah tenggara sampai selatantenggara. Daerah Maluku bagian tengah dan utara serta Papua bagian utara berhadapan dengan lautan pasifik barat. PPAT sering melompat jauh dari utara ke selatan. massa udara di atas daerah tersebut diwarnai massa udara laut Cina Selatan dan Pasifik Baratlaut. Daerah Selat Sunda dan Jawa bagian selatan.. Pada waktu musim dingin utara bertiup angin barat yang berasal dari pasat timurlaut yang berbelok ketimur. Daerah geser angin terdapat melintang kearah timurlaut dari sekitar pulau Buru. dan pasat tenggara yang berbelok ketimur. Selama musim dingin utara tersebut angin bertiup dari baratlaut dan dari selatan sampai baratdaya. Daerah Maluku bagian tengah dan utara sampai Papua bagian barat dan utara. Pada musim dingin selatan (Australia). Makin keutara cenderung berbelok ke arau timurlaut karena seringnya terdapat lembangtropis atau siklontropis di sebelat timur Pilipina. Pada waktu musim dingin utara. Selama musim dingin selatan (Australia) tersebut daerah Maluku menjadi daerah angin berubah-ubah atau dalam daerah geser angin (shearline) sebagai perubahan dari angin tenggara menjadi angin barat daya. PPAT tidak jelas karena adanya barisan pegunungan yang tinggi di sepanjang Papua. kadang-kadang juga yang berasal dari lautan India bagian timur (dekat Australia). Pada waktu musim panas utara daerah tersebut menjadi daerah geser angin dari tenggara menjadi baratdaya. udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh campuran sifat udara lautan India bagian timur dan Pasifik Selatan Baratdaya. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun ditempati massa udara yang dibawa oleh pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik baratdaya dan pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik tenggara. kemudian bila lembangtropis atau siklontropis tersebut hilang PPAT dengan cepat pindah ke utara. Daerah Selat Sunda dan Jawa . Pada waktu terdapat lembang tropis atau siklontropis di Australia Utara PPAT jauh di sebelah selatan.

Angin bertiup dari tenggara sampai timur. Tetapi pada waktu musim dingin selatan. Makin ke timur sifat udara benua tropis lebih terlihat. Daerah Papua bagian selatan merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh barisan gunung yang tinggi yang menghadap ke laut Banda dan laut Arafura. udara di daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut Cina Selatan yang sudah melalui banyak daerah dan udara tropik Lautan India bagian timur.bagian selatan menhadap lautan India bagian timur. Perubahan tekanan udara secara musiman sampai mencapai 5 milibar. dan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan daerah lain. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur. dan angin baratdaya yang berasal dari angin pasat tenggara (selatan yang berbelok ke timur. Daerah tersebut membujur sejajar khatulistiwa dan bagian pinggir dari daerah tekana tinggi subtropik selatan. PPAT di daerah tersebut hanya dalam waktu pendek (januari – Februari) yang terbentu sebagai pupunan angin barat dari belah bumi utara dan angin baratdaya dari lautan India bagian timur. Daerah Papua bagian selatan. Di bagian barat daerah tersebut imbas dari adanya palung tekanan rendah yang terbentuo oleh daerah tekan tinggi subtropik Lautan India Barat dan timur masih terasakan. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang paling nyata antara musim hujan dan musim kemarau. dan angin berubah menjadi dari tenggara sampai timur yang berasal dari angin pasat dari subtropik selatan. Pada waktu musim dingin utara udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh . Pada musim dingin selatan PPAT sudah ke utara. Dari bulan Januari – Februari daerah tersebut ditempati oleh PPAT yang merupakan daerah pumpunan angin dari barat-baratlaut yang berasal dari angin monsun timurlaut kemudian berbelok menjadi angin barat setelah melintasi khatulistiwa. Pada musim panas udara diwarnai dengan sifat massa udara benua tropik Australia. udara diwarnai oleh sifat udara benua Australia dan udara tropik lautan India bagian timur. Pada waktu menjelang akhir musim dingin utara.

Jakarta. Minggu 9 Januari 2005. Angin baratan kuat timbul berkaitan dengan adanya lembangtropik atau siklontropik Willywilly.. dan angin barat yang berasal dari daerah tekanan tinggi lautan India bagian timur. Pada musim dingin selatan tersebut angin bertiup dari arah tenggara sebagai bagian pasat daerah tekanan tinggi subtropik selatan.campuran udara lautan Pasifik Barat dan udara lautan India bagian timur serta dari sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. Pada musim dingin selatan (Australia) udara diwarnai oleh sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. diupdate 7 Januari 2010 ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 05:10 . Selama musim dingin utara angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari pasat utara yang terbelokkkan menjadi angin baratlaut setelah melintasi khatulistiwa.

Perusahaan Listrik negara (PLN). 5.000 mikron. Dari sisi konsentrasi. Pemanfaatan TMC di Indonesia Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. Departemen Pekerjaan Umum. ataupun perusahaan swasta seperti PT . Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. 3. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. 6. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. 7. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. 4. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. 2. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. Departemen Kehutanan. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. Departemen Pertanian. Contohnya NaCI. Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target.MENGENAL TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA (HUJAN BUATAN) 1. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. . Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Secara teori. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia.

Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh © Pustekkom 2007 . 5. 6. 1. 3. 2.Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. 4. 7.

TMC bukanlah hal baru di dunia. Kedua penemuan penting ini adalah merupakan tonggak dimulainya perkembangan modifikasi cuaca di dunia untuk selanjutnya. karena pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada kristal perak iodida (Agl) yang bertindak sebagai inti es.Terminologi Hujan Buatan Pernah mendengar istilah hujan buatan? Kebanyakan orang mengartikan istilah hujan buatan adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan Sejarah Modifikasi Cuaca di Dunia Sejarah modifikasi cuaca di dunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya kristal es dalam lemari pendingin. Saat ini TMC menjadi salah satu solusi teknis yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana yang ditimbulkan oleh karena adanya penyimpangan iklim/cuaca. Kemudian pada tahun 1947. Istilah yang lebih tepat untuk mendefinisikan aktivitas hujan buatan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). membuat tulisan asap nama minuman itu. Proses fisika yang diubah (diberi perlakuan) di dalam awan dapat berupa proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) atau proses pembentukan es (ice nucleation). karena teknologi ini hanya berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. karena teknologi ini sudah dipakai oleh lebih dari 60 negara untuk berbagai kepentingan. TMC merupakan usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Vonnegut tanpa disengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat tebang dalam rangka reklame Pepsi Cola. . Sebenarnya istilah hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. saat schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya waktu membuka lemari es. yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

Vincent Schaever (membungkuk) memperagakan pembuatan kristal es dengan meniupkan nafasnya pada lemari pendingin Sejarah Modifikasi Cuaca di Indonesia Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof.Ing. BJ Habibie saat mengawali percobaan hujan buatan di Indonesia . BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Dr. Pada Tahun 1985 dibentuk satu unit di BPPt yang bernama Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No: SK/342/KA/BPPT/XII/1985 fungsinya adalah memberikan pelayanan dalam hal meningkatkan intensitas (menambah) curah hujan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga ketersediaan air pada waduk yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi dan PLTA. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand. Ir. dibawah asistensi Prof.Ing.Dr. Soebagio (kedua dari kiri) selaku Ketua Tim Hujan Buatan mendampingi Prof.

5 mikron) maka ketika kebanyakan partikel dalam awan baru mencapai sekitar 30 mikron. baik oleh aktivitas konveksi ataupun oleh proses orografis (karena adanya halangan gunung atau bukit). titik air dalam awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil. ia sudah mencapai ukuran sekitar 40 . Dalam gerak turun ia akan lebih cepat dari yang lainnya sehingga bertindak sebagai kolektor karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat Ketika uap air terangkat naik ke atmosfer. Pada keadaan tertentu partikelpartikel dengan spektrum GN tidak tersedia. Hujan. dan terbentuklah awan. sehingga pembentukan hujan dari awan dingin sering juga disebut proses kristal es. Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. Bila menjadi terlalu berat. Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. . Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. Jika diantara partikel terdapat partikel besar (Giant Nuclei : GN : 0. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. Keberadaan kristal es sangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut.1 mikron) yang banyak beterbangan di udara akan berfungsi sebagai inti kondensasi (condensation nucleus) yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan.Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari golakan air laut. salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. partikel berubah menjadi tetes cair (droplets) dan kumpulan dari banyak droplets membentuk awan. droplets dapat berkembang menjadi tetes hujan berukuran 1. Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer. yang berkembang membesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water) langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es. Bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berangkai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara.0. Karena bersifat higroskofik maka sejak berlangsungnya kondensasi. terbentuklah titik-titik air. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi.01 .Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es. salju itu mencair menjadi hujan. maka pada level tertentu partikel aerosol (berukuran 0. Hujan turun dari awan bila melalui proses tumbukan dan penggabungan. secara fisik terlihat dasar awan menjadi lebih gelap. Bila melalui udara lebih hangat. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil.000 mikron atau lebih besar.1 . salju itu turun. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku. mulai jatuh dari awan sebagai hujan. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Pada musim dingin. Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal. karena proses tumbukan dan penggabungan tidak terjadi. sehingga proses hujan tidak dapat berlangsung atau dimulai.50 mikron.

gsfc. sementara itu sudah ada tetes awan yang menjadi partikel berukuran lebih besar (Giant Nuclei) yang karena beratnya melebihi berat dari udara sehingga sudah mulai bergerak jauh ke bawah.html) Ilustrasi proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) dalam awan dapat dilihat pada gambar berikut: Ilustrasi Proses Tumbukan dan Penggabungan Keterangan Gambar : A. dan Inti Kondensasi (Condensation Nucleus) ( Sumber : http://rst. Tetes-tetes awan (droplets) yang berukuran kecil bergerak naik keatas terbawa gerakan udara secara vertikal (updraft).nasa.gov/Sect14/Sect14 1d. Tetes Awan (Cloud Droplet). .Tipikal Ukuran Diameter Tetes Hujan (Rain Drop).

bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Proses pembentukan es dalam awan akan semakin efektif jika awan disemai dengan menggunakan bahan semai berupa perak iodida (Agl). paling sering digunakan adalah NaCl. yang dapat dilakukan dengan dua cara. dan daerah hujan pada awan semakin luas. Berikut adalah animasi yang menggambarkan perbedaan antara sekuens pertumbuhan awan yang tidak disemai dengan awan yang disemai : . karena partikel dengan spektrum ini sudah disediakan sendiri oleh alam. Injeksi partikel berukuran UGN ke dalam awan memberikan dua manfaat sekaligus. Dengan demikian awan tidak perlu dibuat. Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. Partikel Besar (GN) ini bertindak sebagai "pengumpul" tetes-tetes awan yang lain. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. tergantung dimana lingkungan awan tersebut berada. serta frekuensi hujan di tanah semakin tinggi. C.B. dan lama kelamaan akan terbelah membentuk partikel (GN) baru. dan bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berantai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. upaya dilakukan dengan menambahkan partikel higroskopik dalam spektrum Ultra Giant Nuclei (UGN : berukuran lebih dari 5 mikron ) ke dalam awan yang sedang dalam masa berkembang atau matang sehingga proses hujan dapat segera dimulai serta berkembang ke seluruh awan. Bahan semai yang digunakan adalah bahan yang memiliki sifat higroskopik dalam bentuk super fine powder (berbentuk serbuk yang berukuran sangat halus). Penambahan partikel dengan spektrum CCN (Cloud Condencation Nucleus: Inti Kondensasi Awan) tidak perlu dilakukan. Upaya dilakukan dengan cara mempengaruhi proses fisika yang terjadi di dalam awan. Dari sinilah didapatkan tambahan curah hujan. Untuk bagian awan dingin. yang pertama adalah mengefektifkan proses tumbukan dan penggabungan sehingga menginisiasi (mempercepat) terjadinya proses hujan. dan yang kedua adalah mengembangkan proses hujan ke seluruh daerah di dalam awan. durasi hujan lebih lama. Bagaimana TMC Dapat Menambah Curah Hujan ? Prinsip dasar penerapan TMC untuk menambah curah hujan adalah mengupayakan agar proses terjadinya hujan menjadi lebih efektif. maka partikel tersebut akan semakin besar ukurannya. atau bisa juga berupa CaCl2 atau Urea. D. karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. curah hujan akan bertambah jika proses pembentukan es di dalam awan juga semakin efektif. Pada kondisi tertentu. dengan masuknya partikel higroskopik berukuran UGN kedalam awan. Semakin banyak tetes lain yang tertumbuk dan bergabung. Untuk bagian awan hangat. maka proses hujan (tumbukan dan penggabungan) dapat dimulai lebih awal. karena dengan tersedianya CCN awan dapat terbentuk dengan sendirinya bila kelembaban udara cukup.

. 30 menit : Hujan ringan berlangsung dan awan membuyar. Awan mencapai tinggi maksimum 20 menit : Kristal-kristal semakin besar. tetes air di dalam awan berkurang. 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar.Sekuens awan tidak disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. Awan makin besar 15 Menit : Tetes besar semakin banyak dan mulai terjadi kristal es. Kristal es jatuh dan mencair menjadi tetes air hujan.

10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. 30 menit : Jumlah air yang terlibat di dalam awan semakin besar sehingga curah hujan meningkat.Sekuens awan yang disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. 20 menit : Terjadi pelepasan panas laten ketika air supercooled membeku menjadi es dan awan tumbuh menjadi sangat besar. . Awan makin besar 15 menit : Sejumlah bahan semai yang terkonsentrasi dimasukan ke dalam awan dari dasar awan maupun dari puncak awan.

Wahana Pesawat Terbang Berikut adalah beberapa contoh gambar penyemaian awan dari pesawat terbang : . sedangkan untuk wahana roket baru sebatas kajian dan dalam wacana akan mulai dicoba di Indonesia. Gambar 10. ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Bogor (lereng Gunung Gede Pangrango). Selain menggunakan pesawat terbang. Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan Di Indonesia untuk saat ini yang sudah operasional dan dikuasai teknologinya berubah TMC dengan menggunakan wahana pesawat terbang TMC sistem GBG saat ini masih dalam tarap ujicoba dan telah terpasang sejumlah menara di daerah Puncak. Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan wahana pesawat terbang. modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan.METODA PENYEMAIAN AWAN Dalam penerapan TMC.

yang pada prinsipnya dengan memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze). bahan semai dilepaskan pada medan updraft yang ada di sekitar dasar awan (jenis aan hangat). Selain berupa serbuk (powder). Ground Base Generator Ground Base generator (GBG) merupakan salah satu metoda alternatif untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan . Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar. bahan semai dapat pula dikemas dalam bentuk flare yang dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat. Bahan semai jenis ejectable flare dimasukkan ke dalam awan dengan cara ditembakkan dari pesawat pada bagian puncak awan (jenis awan dingin).Pesawat terbang jenis Cassa NC 212-200 sedang melepaskan bahan semai berupa serbuk garam NaCI melalui airscooper yang terpasang pada bagian bawah pesawat.

. Saat ini BPPT bekerjasama dengan LAPAN tengah menjajaki kemungkinan teknologi ini untuk diaplikasikan di Indonesia. maka hujan dapat turun lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan awan yang dapat menimbulkan hujan lebat di daerah tersebut sehingga diharapkan akan mampu memperkecil resiko banjir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. GBG aslinya digunakan di daerah lintng menengah dan tinggi dengan suhu lingkungan berada di bawah titik beku (<00C). Bogor (lereng Gunung Gede . Sejumlah menara GBG telah terpasang menyebar di kawasan Puncak.Pangrango) dengan tujuan untuk menyemai awan-awan orografis yang melintas di kawasan Puncak. Kembang api yang merupakan hasil pembakaran dari flare dengan bahan higroskopik itu ditujukan untuk mengatur partikel Cloud Condensation Nuclei ( CCN) yang berukuran sangat halus ke dalam awan sehingga diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan. Bahan semai dikemas dalam bentuk flare yang dibakar dari atas menara pada ketinggian tertentu. Jika setiap awan yang melintas dapat disemai.pada siang hari dengan mengikuti kemiringan permukaan gunung. Metode ini sudah banyak dikembangkan oleh negar-negara di Eropa. namun saat ini sudah mulai diterapkan di Indonesia meski masih dalam taraf ujicoba. Penyemaian awan menggunakan sistem statis Ground Base Generator (GBG) yang memanfaatkan awan-awan orografis pada daerah pegunungan Wahana Roket Roket dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan.

Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Dari sisi konsentrasi. Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. Pemanfaatan TMC di Indonesia . Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran.Penyemaian awan menggunakan wahana roket yang ditembakkan ke dalam awan dari darat. Contohnya NaCI. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian.000 mikron.

yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. ataupun perusahaan swasta seperti PT INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. . Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah. Perusahaan Listrik negara (PLN). teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. Departemen Pekerjaan Umum. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia. Departemen Pertanian. Departemen Kehutanan. Secara teori.Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak.

Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. Tim Pengembang untuk materi Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) Penulis Pengkaji Media Pemrogram Desain Grafis Quality Qontrol : : : : : Budi Harsoyo Gatot Pramono Arum B. Satriani Syarif Hidayatullah Unavailable .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful