Mengendarai Kuantum Menuju Komputer Fotonik

Mukhlis Akhadi (BATAN) Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio : masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu, Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19. Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat ditemukan. Teori Kuantum Pada tahun 1900, fisikawan berkebangsaan Jernam Max Planck (1858-1947), memutuskan untuk mempelajari radiasi benda hitam. Beliau berusaha untuk mendapatkan persamaan matematika yang menyangkut bentuk dan posisi kurva pada grafik distribusi spektrum. Planck menganggap bahwa permukaan benda hitam memancarkan radiasi secara terus-menerus, sesuai dengan hukum-hukum fisika yang diakui pada saat itu. Hukum-hukum itu diturunkan dari hukum dasar mekanika yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton. Namun dengan asumsi tersebut ternyata Planck gagal untuk mendapatkan persamaan matematika yang dicarinya. Kegagalan ini telah mendorong Planck untuk berpendapat bahwa hukum mekanika yang berkenaan dengan kerja suatu atom sedikit banyak berbeda dengan hukum Newton. Max Planck mulai dengan asumsi baru, bahwa permukaan benda hitam tidak menyerap atau memancarkan energi secara kontinyu, melainkan berjalan sedikit demi sedikit dan bertahaptahap. Menurut Planck, benda hitam menyerap energi dalam berkas-berkas kecil dan memancarkan energi yang diserapnya dalam berkas-berkan kecil pula. Berkas-berkas kecil itu selanjutnya disebut kuantum. Teori kuantum ini bisa diibaratkan dengan naik atau turun menggunakan tangga. Hanya pada posisi-posisi tertentu, yaitu pada posisi anak tangga kita dapat menginjakkan kaki, dan tidak mungkin menginjakkan kaki di antara anak-anak tangga itu. Dengan hipotesa yang revolusioner ini, Planck berhasil menemukan suatu persamaan matematika untuk radiasi benda hitam yang benar-benar sesuai dengan data percobaan yang diperolehnya. Persamaan tersebut selanjutnya disebut Hukum Radiasi Benda Hitam Planck yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan dari suatu benda hitam berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang cahaya. Planck mendapatkan suatu persamaan : E = hn, yang menyatakan bahwa energi suatu kuantum (E) adalah setara dengan nilai tetapan tertentu yang dikenal sebagai tetapan Planck (h), dikalikan dengan frekwensi (n) kuantum radiasi. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang gelombang elektromagnetik ini merupakan titik awal dari lahirnya teori kuantum yang menandai terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Terobosan Planck merupakan tindakan yang sangat berani karena bertentangan dengan hukum fisika yang telah mapan dan sangat dihormati. Dengan teori ini ilmu fisika mampu menyuguhkan pengertian yang mendalam tentang alam benda dan materi. Planck menerbitkan karyanya pada majalah yang sangat terkenal. Namun untuk beberapa saat, karya Planck ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat ilmiah saat itu. Pada mulanya, Planck sendiri dan fisikawan lainnya menganggap bahwa hipotesa tersebut tidak lain dari fiksi matematika yang cocok. Namun setelah berjalan beberapa tahun, anggapan tersebut berubah hingga hipotesa Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk menerangkan berbagai fenomena fisika.

Pengakuan terhadap Teori Kuantum Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Pengakuan terhadap hasil karya Planck datang perlahan-lahan karena pendekatan yang ditempuhnya merupakan cara berfikir yang sama sekali baru. Albert Einstein misalnya, menggunakan konsep kuantum ini untuk menjelaskan efek foto listrik yang diamatinya. Efek foto listrik merupakan fenomena fisika berupa pancaran elektron dari permukaan benda apabila cahaya dengan energi tertentu menimpa permukaan benda itu. Semua logam dapat menunjukkan fenomena ini. Penjelasan Einstein mengenai efek foto listrik itu terbilang sangat radikal, sehingga untuk beberapa waktu tidak diterima secara umum. Namun ketika Einstein menerbitkan hasil karyanya pada tahun 1905, penjelasannya memperoleh perhatian luas di kalangan fisikawan. Dengan demikian, penerapan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik telah mendorong ke arah perhatian yang luar biasa terhadap teori kuantum dari Planck yang sebelumnya diabaikan. Pada tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi, elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom. Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik. Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan dengan teori klasik. Pada tahun 1918 Planck memperoleh hadiah Nobel bidang fisika berkat teori kuantumnya itu. Dengan memanfaatkan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik, Einstein memenangkan hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1921. Selanjutnya Bohr yang mengikuti jejak Einstein menggunakan teori kuantum untuk teori atomnya juga dianugerahi hadiah Nobel Bidang fisika tahun 1922. Tiga hadiah Nobel fisika dalam waktu yang hampir berurutan di awal abad ke-20 itu menandai pengakuan secara luas terhadap lahirnya teori mekanika kuantum. Teori ini mempunyai arti penting dan fundamental dalam fisika. Di antara perkembangan beberapa bidang ilmu pengetahuan di abad ke-20, perkembangan mekanika kuantum memiliki arti yang paling penting, jauh lebih penting dibandingkan teori relativitas dari Einstein. Oleh sebab itu, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum yang telah mengalihkan perhatian penelitian dari fisika makro yang mempelajari objek-objek tampak ke fisika mikro yang mempelajari objek-objek sub-atomik. Dengan adanya perombakan dalam penelitian fisika yang dimulai sejak memasuki abad ke-20 ini, maka perhatian orang mulai tertuju ke arah penelitian atom, dan melalui penjelasan teori kuantum inilah manusia mampu mengenali atom dengan baik. Sebagai konsekwensi atas beralihnya bidang kajian dalam fisika ini, maka muncullah beberapa disipilin ilmu spesialis seperti fisika nuklir dan fisika zat padat. Fisika nuklir yang

perkembangannya cukup kontraversial kini menawarkan berbagai macam aplikasi praktis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Energi nuklir misalnya, saat ini telah mensuplai sekitar 17 % kebutuan energi listrik dunia. Sedang perkembangan dalam fisika zat pada telah mengantarkan ke arah revolusi dalam bidang mikro elektronika, dan kini sedang menuju ke arah nano elektronika. Cairan Kuantum Setelah berumur hampir seabad, teori kuantum masih tetap mendapatkan perhatian yang sangat besar di kalangan fisikawan. Hal ini terbukti dengan dimenagkannya hadiah Nobel bidang fisikat untuk tahun 1998 ini oleh tiga kampium fisika kuantum akhir abad 20. Komite Nobel Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pada tanggal 13 Oktober 1998 mengumunkan Prof. Robert B. Laughlin (universitas Stanford, California), Prof. Daniel C. Tsui (Universitas Princeton) dan Prof. Horst L. Stoemer (fisikawan berkebangsaan Jerman yang bekerja di Universitas Columbia, New York dan sebagai peneliti di Bell Labs, New Yersey) sebagai nobelis fisika tahun 1998. Pada tahun 1982, Horst L. Stoemer dan Daniel C. Tsui melakukan eksperimen dasar menggunakan medan magnet sangat kuat pada temperatur rendah berupa superkonduktor yang didinginkan helium cair. Para nobelis fisika itu berjasa dalam penemuan mekanisme aksi elektron dalam medan magnet kuat sehingga membentuk partikel-partikel elementer baru yang bermuatan mirip elektron. Pada tahun yang bersamaan, Robert B. Laughlin juga menginformasikan fenomena serupa. Melalui analisa fisika teori, mereka berhasil menunjukkan bahwa elektron-elektron dalam medan magnet sangat kuat dapat berkondensasi membentuk semacam cairan sehingga melahirkan apa yang disebut sebagai cairan kuantum. Hasil yang diperoleh ketiga fisikawan tadi sangat penting artinya bagi para peneliti dalam memahami struktur suatu materi, termasuk pembuatan aneka perangkat superkonduktor. Temuan itu juga merupakan terobosan dalam pengembangan teori dan eksperimen fisika kuantum serta pengembangan konsep-konsep baru dalam beberapa cabang fisika moderen. Para nobelis fisika sama-sama mempunyai latar belakang riset dalam pengembangan fisika kuantum yang mempunyai peran penting bagi kemajuan riset pengembangan perangkat fotonik. Temuan para nobelis fisika tahun 1998 ini telah memungkinkan efek kuantum menjadi mudah diamati. Fenomena Efek Hall (Hall effect) dalam fisika yang pertama kali dilaporkan oleh Edwin H. Hall pada tahun 1879 dan sangat menakjubkan itu, kini seakan-akan dapat diamati oleh para fisikawan di manapun. Komputer Fotonik Kiprah mekanika kuantum di masa-masa mendatang barang kali masih akan tetap diperhitungkan. Misteri lain yang mungkin lebih besar barangkali masih tersimpan dalam teori kuantum itu. Paling tidak para ilmuwan berharap, dengan mengendarai kuantum mereka akan sampai pada tujuan mewujudkan impian berupa hadirnya perangkat fotonik serta gagasan pembuatan komputer fotonik (komputer kuantum) yang akan mencerahkan kehidupan manusia di awal milenium ketiga ini. Arun N. Netravali, ilmuwan berdarah India yang menjabat Vice President Research Lucent Technology dan Direktur Bell Labs di AS, telah melakukan terobosan dalam proses pembuatan prosesor fotonik, sehingga beliau pada tahun 1998 menerima penghargaan tertinggi dari perusahaan elektronik NEC, Jepang. Basis dari perangkat fotonik ini bukan lagi pada teknologi silikon seperti yang saat ini banyak diaplikasikan, melainkan mulai bergerak menuju teknologi foton yang memanfaatkan cahaya.

Para ilmuwan sebetulnya sudah sejak lama berusaha mencari alternatif lain dalam mengembangkan komputer elektronik. Mereka umumnya melirik jalam untuk beralih dari komputer elektronik ke komputer fotonik. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer fotonik ini jika kelak benar-benar bisa diwujudkan, yaitu : • • • Pada komputer elektronik sinyal dibawa oleh berkas elektron, sedang pada komputer fotonik sinyal itu dibawa oleh foton (gelombang elektromagnetik) dalam bentuk cahaya tampak. Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, komputer fotonik akan bekerja jauh lebih cepat dibandingkan komputer elektronik yang saat ini beredar. Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahayacahaya itu berasal dari satu sumber. Di samping itu, cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron pada komputer elektronik. Pada komputer elektronik data disimpan dalam medium dua dimensi seperti pita magnetik dan yang lainnya, sedang pada komputer fotonik data dapat disimpan secara tiga dimensi dalam medium yang ketebalannya berorde mikro meter. Jadi satu penyimpan fotonik bisa memiliki kapasitas yang setara dengan ribuan penyimpan elektronik.

Kini para ilmuwan telah berhasil menghadirkan sumber cahaya dalam bentuk laser semikonduktor dan LED (Light Emitting Diode) yang dapat dipakai sebagai sumber pembawa sinyal pada komputer fotonik. Teknologi serat optis pun sudah berkembang sedemikian rupa sehingga siap mendukung tampilnya perangkat fotonik. Riset menuju terwujudnya komputer fotonik berkembang sangat pesat dan telah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan. Tidak mustahil jika komputer fotonik ini akan segera hadir di hadapan kita dan ikut meramaikan unjuk kecanggihan teknologi moderen di awal milenium tiga ini. Sumber : Elektro Indonesia no. 31/VI (Mei 2000)

Iklim, Cuaca dan Perubahannya
Posted on Oktober 15, 2006 by bumiindonesia| 3 Komentar

http://bumiindonesia.wordpress.com/2006/10/15/iklim-cuaca-dan-perubahannya/ Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.

Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).

Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.

Perubahan Cuaca dan Iklim

KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.

Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia. Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia. Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari. Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah. Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa. Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992. Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu. Perhitungan munculnya El Nino

malah berkebalikan. Selain itu swasembada pangan nasional yang diupayakan Pemerintah Indonesia hancur oleh kondisi alam yaitu cuaca dan iklim yang tidak menentu hingga tahun 2000 atau mungkin sampai saat ini. Hal ini berarti untuk kurun watu sembilan tahun mendatang peluang munculnya kondisi cuaca yang ekstrem seperti yang berlangsung dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir menjadi tanda tanya atau bahkan bisa dikatakan kecil peluang terjadi peningkatan kondisi cuaca dan iklim yang bervariasai atau berubah untuk kurun waktu musiman hingga tahunan. Tetapi. Patut pula dicatat bahwa deposit batu bara di lahan gambut membara untuk yang pertama kali di tahun 1991 yang kemudian berulang hingga awal tahun 1998. Berdasarkan pengalaman tersebut dan menilik kondisi cuaca dan iklim yang akan berlangsung hingga tahun 2010. Selanjutnya tahun 1987 muncul lagi kegiatan El Nino. Dampak peningkatan tersebut menghasilkan kegiatan El Nino yang kuat untuk pertama kali pada periode 1982 dengan dampak kekeringan dan kebakaran yang meluas di Kalimantan.Yang cukup mencolok dan perlu menjadi perhatian kita adalah perkembangan kondisi dalam dua dasa warsa terakhir. Hindia dan munculnya indikasi gejala alam La nina intensitas ringan kembali giat. Adanya perkembangan curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini yang seharusnya memasuki musim kemarau merupakan peristiwa alam akibat kenaikan suhu muka laut S. Bukti kenaikan suhu muka laut ini terlihat dari peningkatan curah hujan di beberapa kawasan di Indonesia pada bulan Mei hingga awal Juni 2001. untuk sementara dapat dilihat belum adanya peningkatan jumlah bintik Matahari atau ledakan. Semula di Samudera Hindia dingin dan Samudera Pasifik akan hangat hingga awal bulan Juni. Sehingga . maka kondisi gejala alam El Nino peluang untuk muncul kecil pada tahun 2001 atau 2002 mendatang. perkebunan dan kehutanan khususnya dari ancaman kekeringan yang mungkin muncul di tahun 2001. kondisi dasa warsa berikutnya dengan peningkatan kegiatan Matahari yang lebih intensif dengan puncak ganda untuk bintik Matahari dan jumlah ledakannya memberi indikasi peningkatan radiasi yang intensif dan berdampak kegiatan El Nino yang cukup panjang 1991-1994 dan muncul gejala alam El Nino kuat dengan kurun waktu yang singkat tahun 1991/1998 yang dinyatakan sebagai bencana yang dahsyat di Indonesia dan seluruh dunia. Karena hingga pertengahan tahun 2001 berubah. secara keseluruhan cuaca dan iklim untuk periode 1982-1990 cukup baik sehingga usaha swasembada pangan nasional saat itu berhasil dan Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Namun. Dengan indikasi alam ini akan dapat membantu tentang kekhawatiran beberapa kalangan khususnya kalangan pertanian. dalam hal ini perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dari hasil peningkatan kegiatan Matahari yang muncul dan memuncak pada masing-masing dasawarsa itu menunjukkan adanya peningkatan yang lebih intensif dibandingkan kejadian periode sebelumnya. ternyata hal itu tidak berkembang. Pendapat ini didukung pula oleh kondisi perairan global. Samudera Pasifik mendingin sedang Samudera Hindia menaik. Kajian dalam bahasan ini merupakan kajian terbatas yang tentunya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menuju kajian yang komprehensif atau dapat dipercaya.

Tulisan ini dibuat hanya untuk pengisi waktu ketimbang nganggur. Minggu 5 Desember 2004 ------------- Mukadimah. Para ilmuwan cuaca umumnya mempelajari cuaca dari teoriteori fisika dan matematika dengan percobaan-percobaan laboratorium kecil kemudian mengujinya dengan data pengamatan. Tulisan dibuat dalam bagian – bagian yang banyaknya belum pasti. bila pemikiran teori dan pengamatan praktek tersebut .blogspot. Nah kalau demikian. http://pustakacuaca.html Kamis. Sebaliknya para praktisi cuaca melihat dulu kejadian-kejadian yang ada kemudian menanyakan mengapa begitu. Ceritanya tentang kejadian-kejadian cuaca dan iklim. Isinya sembarangan untuk dibaca dengan santai saja. Teori dan praktek. tetapi kalau dipikir serius juga boleh.com/2010/12/oleh-soerjadi-wh. dalam musim kemarau tahun 2001 yang menyatakan normal merupakan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia.prakiraan BMG. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Pertama) Oleh Soerjadi Wh.

massa udara. Karena sekarang sudah banyak jam digital yang tidak menggunakan jarum penunjuk. dan di kawasan tropik banyak gelombang jenis transversal yang dikenal dengan gelombang gravitas atau gelombang Kelvin. misalnya siklon. Tetapi ini barangkali. Dengan teori tersebut sampai-sampai dikenali istilah Intertropical Front (ITF). siklontropik. Dalam bukunya " Weather Prediction by Numerical Process " Richardson ( 10 Oktober 1921) menulis : The investigation grew up out of a study of finite differences and ……………. diajari ilmu bumi didalamnya termasuk angin pasat yang arahnya dikemukakan oleh Buys Ballot. Dahulu. dan dikenal dengan hukum Buys Ballot. Kemudian dengan menggunakan teori fisika dan matematika dihipotesakan bahwa gerakan atmosfer dalam bentuk gelombang seperti yang dikemukakan pertama kali oleh Rossby pada tahun 1939. Bjerknes dari Norwegia pada akhir abad ke-19. Pelajaran ilmu bumi tersebut menunjukkan bahwa dahulu orang mempelajari cuaca dari peredaran atmosfer yang dipelopori oleh Hadley (1875). Kemudian dari peredaran tersebut digambarkan bahwa atmosfer berkelompok-kelompok membentuk massa udara. . Teori gelombang sampai sekarang terus berkembang. gelombang atmosfer. dia sendiri tidak bisa menghitung secara numeric. Interaksi gelombang atmosfer. sekitar tahun 1950-an. Tetapi karena rumus matematikanya rumit. Peredaran atmosfer. waktu itu namanya Sekolah Rakyat (SR).dst. bahwa angin dari daerah tekanan tinggi di belahan bumi utara menuju ke daerah khatulistiwa dibelokkan searah jarum jam. Baru kemudian setelah teknologi komputer diketemukan teori tersebut baru dapat dibuktikan. pusaran. Buys Ballot itu orang pertama yang ditunjuk oleh Kongres Internasional Meteorologi pada tanggal 16 September 1873 di Wina sebagai Presiden Komite untuk menyiapkan Organisasi Meteorologi Internasional. dan diketemukan bahwa di kawasan luartropik gelombangnya jenis longitudinal yang dikenal dengan gelombang Rossby. sebaiknya istilah putaran jarum jam diganti saja dengan dibelahan bumi utara dibelokkan menganan dan di belahan bumi selatan dibelokkan mengiri apabila kita menghadap ke arah khatulistiwa. maka berkembanglah teori massa udara dan teori perenggan (front) seperti yang dikembangkan oleh Solberg dan J. saya di SD.disatukan hasilnya akan bagus. Hukum Buys Ballot. sedangkan di belahan bumi selatan dibelokkan berlawanan dengan putaran jarum jam. Gelombang-gelombang tersebut saling beriteraksi dan menghasilkan berbagai fenomena.

sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. variasi antartahunan (interannual variation). orientasi pulau. meskipun jangan dibiasakan. Sinaran matahari yang terus-menerus dan berbeda siang dan malam membentuk ciri dasar cuaca Indonesia. angin. Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. variasi intra musiman (intraseasonal variation). aspek struktur dan orientasi kepulauan. sehingga seolah-olah cuaca identik dengan hujan. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. variasi musiman (seasonal variation). Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum . disamping kondisi kepulauannya. Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. topografi dan orografi. misalnya dengan laut. dan factor lingkungan di sekitar Indonesia masing-masing ternyata mempunyai peran banyak dalam pembentukkan system peredaran udara. Biarlah. antara lain aspek fisika. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. terutama pada suhu. Bagaimana dari aspek dana ? Faktor geografi. Di Indonesia pembicaraan tentang cuaca hampir selalu menyebut “hujan”. padi puso karena tidak ada hujan. Antar system peredaran saling berinteraksi menghasilkan system cuaca dalam berbagai skala. struktur kepulauan. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. data cuaca juga sangat kurang ( habis Pemerintah nggak kuat membiayai ). dan kelembapan. Musim. Banjir karena hujan. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. Kini malahan berkembang dipelajari interaksinya dengan lingkungan atmosfer. Sistem cuaca Indonesia. dst. memang hujan sangat dirasakan ulahnya bagi kehidupan di Indonesia. Oleh karena itu studi tentang cuaca di Indonesia memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. aspek geografi. Perbedaan sinaran siang dan malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. variasi tahunan (annual variation). aspek topografi-orografi. Dari segi cuaca kawasan Indonesia memang rumit. maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. mulai dari skala besar sampai skala kecil.badaiguntur dan lain-lain lagi. dari variasi harian (diurnal variation). tekanan. permukaan bumi.

Kapan nih ada hujan. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia.L. maunya yang enak aja. Awal musim. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. “ kok tiap hari hujan terus. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. Begitulah orang banyak membicarkan pada waktu musim kemarau. Oleh karena itu perubahan dari kebiasaan harian dapat digunakan untuk mengidentifikasi sistem yang lebih besar. kapan nih berhentinye” sering kita dengar pada waktu musim hujan. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. buktinya dari dulu tentang . Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%.J. Namun demikian variasi harian tersebut berubah karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. Bali. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Tetapi para ilmuwan dan para ahli cuaca tidak mengabaikan pembicaraan orang tersebut. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau. misalnya monsun. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. Sebaliknya.dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. sumur gue ude sat. Manton dan J. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat dan angin timur. Oleh karena itu di Indonesia dikenal musim hujan dan musim kemarau. Memang manusia serba susah. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. misalnya di Jakarta bila hujan terjadi pada menjelang pagi pertanda adanya monsun barat.

Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. Mereka mengatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat telah mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempat-tempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. Wilayah hujan. De Boer (1948) menandai awal musim hujan dengan jumlah curah hujan dasarian. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. Juga dikatakan bahwa variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. Tetapi sayangnya criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan tidak selalu berkaitan dengan musim angin barat. sekarang rupanya lebih banyak lagi kalau . Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. Tetapi itu didasarkan data yang dipunyai waktu itu. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. Kata banyak orang. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Mengapa begitu ya ? Rupanya antara angin dan awan ada sikap saling harga menghargai. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu (sampai 30 hari) awan daripada angin.awal musim sudah banyak dipelajari bahkan sampai sekarang masih belum tuntas. hanya saja kadar pengurangannya berbeda-beda di setiap tempat. Minoru Tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awal musim hujan. memang menurut data pengamatan yang diperoleh menunjukkan demikian. curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. Dengan menggunakan data curah hujan.

. Dengan mengutip tulisan Eguchi (1988) mengemukakan bahwa Eguchi dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. bersamaan dengan musim barat di Australia. pusaran (vortice). Sulawewsi. (c) Daerah kalimantan Tengah. Orang mengatakan fenomena-fenomena tersebut sebagai cuaca . mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. Jawa barat bagian utara. Jawa Tengah. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari). yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. Fenomena regional. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. Jawa Barat bagian barat-daya. dan lembang tropik (tropical depression). Makin ke timur makin sedikit curah hujannya. Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. (c) Kalimantan bagian timur. yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. dan Jawa Timur. Kalimantan Barat dan Selatan. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. (b) Daerah sekitar lutan India. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September.mau dibedakan lebih rinci. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ).

Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia.R. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. baik dalam periode musim monsun panas maupun . Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan dan disebut “seruak monsun (monsoon surge)”. di atas daerah khatulistiwa. dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. Pusaran. Gray 1981). Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Cina Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. dan selanjutnya bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. serta bertambahnya kecepatan angin. Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980. Hal tersebut karena aliran berubah menjadi siklonal setelah melintasi khatulistiwa. Alir lintas khatulistiwa. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. 1982). dan William m. Seruak dingin. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. Ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa.gangguan kawasan tropik Indonesia. Observatorium Meteorologi Hongkong. Dalam keadaan demikian dikatakan teredapat alir lintas khatulistiwa. sering terdapat angin yang seragam arahnya. Wirjohamidjojo S (1980). Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang serupa. khususnya di sekitar laut Cina Selatan.

Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas atau kuatnya monsun dingin Australia. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. keberadaannya menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. Pusaran di lautan India (sebelah barat Sumatra) dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. . Pusaran di laut Cina Selatan yang sering timbul selama periode mondingin Asia merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. Gb. Pusaran dalam bentuk siklontropik. sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulkistiwa lautan India. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Bila pusaran terjadi dalam musim monsun dingin. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara.dalam musim monsun dingin Asia.

terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. dan kadang-kadang ada dua. Lembang tropis (tropical depression). Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. Bila kita sering menganalisis medan angin di sekitar khatulistiwa. Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator . Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. Belokan-belokan tersebut terdapat dalam suatu garis. mungkin takut karena penduduk Indonesia terlalu banyak. Namun demikian keberadaannya di sekitar Indonesia mempunyai dampak kepada cuaca di Indonesia.Gb. mendekati khatulistiwa angin tenggara dan atau angin timurlaut berbelok kearah timur sebelum melewati atau sesudah melewati khatulistiwa. 1987). diharapkan mengenalinya dengan seksama. Contohnya lembang tropis di Australia Utara sebagai salah satu komponen penting dari monsun Australia.Bride J.L. Palung khatulistiwa atau palung dekat khatulistiwa (Near Equatorial Trough). Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. Garis geser angin kadang-kadang hanya satu. Dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. karena daerah PPAT merupakan tempat banyak hujan. Garis geser angin tersebut sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan Desember sampai Maret (Mc. Di Indonesia memang tidak pernah dilanda siklontropik karena siklontropik tidak mau masuk wilayah Indonesia. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. khusunya di Indonesia. yang kemudian disebut garis geser angin (shear line). Siapa yang tidak kenal PPAT ? Bagi para peminat cuaca. termasuk juga di kawasan Indonesia.

Ekuator meteorologi dikenal dengan nama “pias pumpun antartropik. Diskontinuitas antartropik.meteorologi”. tetapi nama fenomena cuaca usikan (disturbance) yang berupa garis gebos (squall line) yang sering terjadi di selat . Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. Sumatra. Ini bukan nama pulau Sumatra. Jumat 10 Desember 2004. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:10 Kamis. Di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. Hal tersebut karena tekanan tinggi subtropik selatan di kawasan tersebut lebih mantap. melainkan bergeser secara tahunan ke utara dan ke selatan mengikut gerak matahari. dan perenggan monsun kurang popular karena sifat diskontinuitas dan sifat perenggan seperti yang terdapat di kawasan lintang tengah tidak tampak jelas. Dari berbagai nama tersebut yang lebih sesuai adalah pias pumpun antartropik. atau diskontinuitas antartropik. perenggan antartropik. atau perenggan antartropik. pada suatu saat bergerak ke utara. Jakarta. Posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. Dengan demikian ekuator meteorologi membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. demikian pula palung monsun tidak menunjukkan jelas perbedaan tekanan. Namun demikian pergeseran tahunan tersebut juga tidak sama di setiap tempat. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan.. atau perenggan monsun. Selain itu gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. atau palung monsun”. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Kedua) Oleh Soerjadi Wh.

kelebihan tersebut maunya sih diberikan kepada bumi. Logikanya memang ada. bahwa angin barat mempunyai kelebihan momentum.A. 155. 62 . pressure. maka timbullah golakan. atau sebaliknya nama pulau Sumatra diambil dari fenomena “sumatra” tersebut ? Saya belum tahu. merupakan salah satu bentuk awan yang bukan karena golakan (convection) melainkan terbentuk karena proses lataan (advection) dan percampuran dari massa udara dari laut Cina Selatan yang dingin dan massa udara dari teluk Benggala yang agak panas . Pertanyaan tersebut antara lain : • • • • • What is the origin of these disturbance ? What are the typical fields of wind. kunjungilah dalam bulan tersebut atau tanya orang-orang Medan. TP 75 (Problems of Tropical Meteorology) untuk kita carikan jawabannya. dan banyak membawa hujan.Februari semasa angin timurlaut dari monsun Asia musim dingin banyak terjadi di daerah tersebut. Nah bila ingin berkenalan. Tetapi karena bumi yang berputar ke arah timur lebih kencang tidak mau menerima sehingga terjadi gesekan dan kelebihannya diberikan kepada udara dalam arah ke atas. Sementara orang mengatakan bahwa angin barat membawa hujan. WMO – No.Malaka antara pulau Sumatra dan semenanjung Malaysia. Oleh karena itu daerah angin barat banyak golakan. sehingga di Indonesia banyak yang mengatakan bahwa musim barat adalah musim hujan. Terjadinya pada malam menjelang pagi hari. Alaka dalam Technical Note no. Fenomena (sumatra) tersebut berbentuk barisan awan tebal dan badaiguntur yang memanjang membentang dari arah barat. Apakah hal demikian benar ? Flohn (1957) juga sudah mengidentifikasi bahwa dalam daerah sekitar khatulistiwa antara 10 °LU dan 10 °LS daerah dengan angin barat lebih banyak hujannya dibandingkan dengan daerah yang banyak angin timuran. Kejadian tersebut sering dijumpai dalam bulan Januari. Orang memang menyebutnya “sumatra”. . Imbas berupa hujan pagi tersebut juga sering dirasakan di Medan. energy and moisture ? Angin barat. Barangkali memang masih relevan bila kita tengok lagi pertanyaan M. vertical motion and divergence ? What controls their intensity and movement ? What are their relations with larger-scale wind and pressure patterns ? What are the budgets of mass. Apakah nama tersebut diambil dari nama pulau Sumatra.

Madden Julian eastward wave number 1. Tetapi kalau tidak diperhatikan. It would seem likely that the convectively coupled equatorial waves. Dalam musim monsun Panas Asia terlihat di Sumatra bagian utara dan barat sampai jawa Barat bagian selatan bersamaan dengan pusaran atau palung di lautan India di sebelah barat Sumatra. Di Jawa Timur dan daerah lebih ketimur perbedaan tersebut lebih nyata. dan tampak di kawasan Indonesia. b. bersamaan dengan seruak monsun (monsoon surge) dan gerakan perenggan di lintang tengah utara. Apakah fenomena seperti itu terlihat di Indonesia ? Fenomena tersebut dipelajari dalam skala sinoptik. sistem cuaca kawasan tropik memberikan banyak jenis fluktuasi seperti dalam table berikut ( Yamanaka M. 1996). once generated. suhu. . angin. The search for any equatorial wave mode is dependent on the identification of “ridge” in the contours. c. pp 374” mengatakan bahwa : a. sering kita merasakan adanya perbedaan kadar udara.Massa udara. are inherently more prdictible than weather variations that predicted by red-noise background. Berbicara tentang massa udara di Indonesia memang merepotkan. Journal of Atm. Namun demikian dalam skala yang lebih kecil dalam musim monsun dingin Asia mungkin hanya terdapat jelas di Indonesia bagian tengah ( 100 – 120 BT). 56. 3 centered of about 48 days OLRS. Large parts of synoptic varability in the tropics is due to propagating disturbances moving parallel to the equator. Menurut Yamanaka. karena kita pasti tidak dapat dengan jelas membedakan adanya dua atau lebih massa udara yang berbeda seperti di lintang tengah. d. Kategori Musiman Variasi Osilasi 10-12 Skala waktu 10 – 12 Keterangan Osilasi TTO (ten to twelve . Variabilitas. Kaladis G (… ) dalam makalahnya “Analysis of Cloud Tempertaure in the Wave Number Frequency Domain. Menurut Wheeler M. sedang di Sumatra Barat perbedaan tersebut kecil. Sistem cuaca usikan (disturbance). Kalau begitu udara di Sumatra Barat tentu berbeda dengan udara di Nusa Tenggara. N. kelembapan. misalnya pada waktu musim kemarau beda suhu maksimum dan suhu minimum lebih besar dibandingkan musim hujan. Vol. Sciences. Di kawasan lintang tengah adanya massa udara dapat mudah dikenali dengan adanya bidang diskontinuitas tekanan. dalam bentuk perenggan (front).D. 2.

Di dekat stratopause dengan kecepatan besar ke arah timur. Dipandang sebagai hasil dari CSIK (Convective Stability of Secondary Kind). Gelombang Kelvin dengan panjang gelombang zonal 2000-4000 km. dan dipandang sebagai pasangan laut-atmosfer yang mandiri. terpusat di Pasifik Barat. Di dekat tropopause . Juga sebagai komponen osilasi troposfer selatan dan peredaran monsun. AO tropopause dan mesopause dipengaruhi / ditimbulkan oleh interaksi aliran (monsun). Osilasi troposferik yang dominan dalam kaitannya dengan iklim global. tetapi asalnya belum diketahui dengan pasti. QBO (Quasi Binary 0. Dominan di kawasan khatulistiwa. Dipaandang sebagai rezim golakan dalam dari ISO yang gerakannya ke timur. .5 th Oscillation) 30-60 AO (Annual hari Oscillation) ISO (Interseasonal Oscillation) Gangguan Super cloud 10-20 yang Gelombang Kelvin hari gerakannya Gelobang Kelvin 20 hari ke timur Gelombang Kelvin 10-20 MRG (Mixed Rossby hari Gravity wave) 5 hari 4-5 hari Gangguan Cloud cluster yang Gelombang dua hari 4 hari 2 hari oscillation) sering dikaitkan dengan daur bintik matahari. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang k antara 1 dan 2. Gelombang Kelvin dengan bilangan gelombang zonal = 1.dan antar tahun tahunan (TTO) th ENSO (ElNino 4 th Southern Oscillation) 2 th. Moda osilasi yang dominan di stratosfer ekuator bawah. Di dekat tropopause. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang 4 – 5. Di troposfer.

apalagi hujan harian. Skala planet. 0. Dihasilkan dari mekanisme CISK.gerakannya Pasang surut ke barat Angin darat-angin laut Variasi yang lebih pendek Pasang surut semi harian Awan Cb berbentuk gelombang gravitas inersia atau siklontropis. Oleh karena itu data yang digunakan harus sesuai dengan variabilitas yang diperhatikan.5 hari Skala planet. Dalam bagian ketiga ini saya ulangi lagi dan kita bicarakan lebih banyak. 1 hari 1 hari Jadi bila hujan dipandang sebagai salah satu hasil dari berbagai gerak atmosfer dengan berbagai variabilitas tersebut ya memang sangat rumit. MONSUN Wajib. didorong oleh kondisi atmosfer takmanta. Mengapa diulangi ? Menyebut monsun hukumnya “wajib” bagi semua pemeluk agama cuaca Indonesia. . Dalam bagian pertama dan kedua monsun telah saya sebutkan meskipun hanya dalam garis besarnya saja. 1 jam Angin laut-angin darat sampai jarak 10 km. Dihasilkan dari mekanisme CISK. --------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:50 Rabu. Skala meso. Karena kalau berbicara cuaca di Indonesia tanpa mengenang monsun rasanya sangat hambar. 22 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Ketiga) Monsun Oleh Soerjadi Wh..

They have been described in Spain. Dalam buku Glossary of Meteorology. northern Australia. the largest land mass. but monsoons also occur on the voasts of tropical regions wherever the planetary circulation is not strong enough to inhibit them. Texas and the western coasts of the United States and Chile. dan lebih rendah dalam musim panas. dan banyak yang mendefinisikannya dengan berbagai criteria. Shick (1953. The monsoons are strongest on the southern and eastern sides of Asia. kata monsun (yang dalam bahasa Inggris ditulis “monsoon” ) digunakan sebagai kata istilah untuk nama dari angin dan fenomena-fenomena terkait yang setiap setengah tahun bergantian. In India the term is popularly applied chiefly to the southwest monsoon and. setengah tahun dari arah timur-laut dan setengah tahun lainnya dari arah tenggara. Monsun sudah lama dikenal. but it has been extended to similar winds in other parts of the world. a season). which blow for six months from northeast and six months from southwest. It was first applied to the winds over Arabian sea.Monsun. by extension.1980 menyebutkan bahwa monsun adalah : “A name for seasonal winds (derived from Arabic mousim. Even in Europe the prevailing west to northwest winds of summer have been called the “European monsoon” . seperti yang dikemukakan oleh Hann (1908). Africa except the Mediteranean. Khromov (1957). Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa mausam semula digunakan untuk menamai angin di laut Arab yang dalam setahun bertiup bergantian arah. Kao dkk. (1962). Bergantinya tiupan angin tersebut berkaitan dengan perbedaan panas yang terdapat di laut dan di daratan luas sehingga timbul beda tekanan udara dengan di darat lebih tinggi dalam musim dingin. Dari pandangan bahwa monsun hanya fenomena bergantinya arah angin saja dalam musim panas dan dalam musim dingin. causing an excess of pressure over the continents in winter and deficit in summer. Dari pengertian tersebut maka monsun tidak terdapat di setiap daerah melainkan hanya di kawasan tertentu di kawasan tropik yang kondisinya memenuhi syarat. . The primary cause is the much greater annual variation of temperature over large land areas compared with neighboring ocean sutface. Asmerican Meteoorological Soiciety. Tetapi kini dalam kalangan meteorology. but other factors such as the relief features of the land have considerable effect. maka istilah monsun tersebut juga diberlakukan di kawasan lain. to the rains which it brings.

yang paling jelas adalah di Asia. (d) sekurang-kurangnya satu siklon-antisiklon terjadi bergantian di daerah 5 derajat lintang dan bujur. termasuk daerah Pasifik timur. Ramage (1971) mengemukakan bahwa daerah monsun ditandai dengan (a) arah angin utama berubah sekurang-kurangnya 120 derajat dari bulan januari dan Juli. dan Atlantik barat (tentang PPAT tersebut dibahas lebih rinci dalam bagian keempat). Dari banyak daerah monsun. Kalau di India ada monsun baratdaya (southwest monsoon) dan monsun timur laut (northeast monsoon). Pias Pumpun Antartropik adalah lajur perbatasan antara daerah Antisiklonal Utara dan Antisiklonal Selatan (Intertropical Covergence Zone = ITCZ). yang masingmasing dikenal dengan monsun Asia ( Asia Selatan. Australia Utara. Selain dengan criteria yang dikemukakan Ramage. Amerika selatan. kini daerah monsun juga didefinisikan dengan menggunakan kiteria posisi Pias Pumpun Antartropik (PPAT). rata-rata resultan angin dalam sebulan lebih dari 3m/detik. di Indonesia dikenal monsun barat dan . Misalnya musim dingin. Dengan demikian maka selain daerah yang telah disebutkan. monsun Afrika (Afrika Selatan. Bila definisinya seperti yang telah disebutkan. adalah waktu yang selama itu banyak terjadi hujan. adalah waktu yang selama itu suhu udara selalu rendah. maka Indonesia tentunya juga mempunyai monsun. musim mangga. musim penyakit. Asia Tenggara). Digunakannya PPAT sebagai criteria daerah monsun karena daerah yang dilewati PPAT selalu mengalami perubahan arah angin yang memenuhi criteria Ramage tersebut. monsun Australia Utara. maka daerah monsun lebih umum terletak di kawasan antara tempat PPAT paling utara (dalam bulan Juli) dan tempat PPAT paling selatan (dalam bulan Januari). Afrika Barat. (c) sekurang-kurannya sebulan. Afrika Timur). dan monsun Australia. Dengan kriteria yang dikemukakan Ramage tersebut maka daerah antara 35 oLU dan 25 oLS serta antara 30 oBT dan 170 oBT adalah yang memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai kawasan monsun. (b) rata-rata keseringan angin utama dalam bulan Januari dan Juli lebih dari 40%.misalnya di Eropa yang disebut “monsun Eropa”. dll. musim hujan. sedangkan musim (yang dalam bahasa Inggris ditulis “season”) bukan istilah melainkan kata yang mempunyai arti selang waktu yang selama itu terdapat keadaan yang sangat sering terjadi. Jadi sama penggunaannya untuk misalnya musim duren yang mempunyai arti pada waktu itu banyak buah duren. dan Afrika. Asia Timur.

The Asian/Australian monsoon system is a typical manifestation of the coupled ocean-land-atmosphere interaction between the largest continent and the largest ocean on the earth.Monsoon system seems to have a principal mode of biennial oscillation.In this process. Tetsuzo yasunari (Role of Monsoon on Global Climate) dalam the Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. Dalam The Third International Symposium on Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia di Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) juga. .Monsoon system transmits climatic signals from the tropics (lower latitude) to extratropics by means of the Rossby wave propagations forced by anomalous heating in the tropics. as a substance by which climatic informations are transferred.Monsoon system is subjected to the anomalous mid-latitude westerly regimes by means of land surface processes (snow cover. meskipun juga masih banyak lagi yang perlu digali. . .Strongly suggest that the axisting monsoon and the ENSO shoud be understood as a coupled ocean/land/atmosphere system over Eurasian continent through the Pacific.Monsoon system has a great role on the global climate system as a modulator of interannual variability of the system.) over Eurasian continent. and receiving renewed boundary conditions from. Sejak MONEX tahun 1978/79 diselenggarakan. by transmitting renewed initial conditions to.Monsoon system may be considered as a heat engine using water as a fuel. the water with its three states act as an energy source of the system and. soil moisture etc. fundamentally forced and maintained by the moist processes. based upon the memory (heat storage) of the tropical Pacific Ocean. bahwa : . .monsun timur meskipun ada sebagian daerah di kawasan Indonesia bagian barat yang mearasakan adanya monsun baratdaya dan monsun timurlaut. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) menyebutkan antara lain. . . Dalam tulisan ini saya gunakan istilah monsunal Indonesia yakni sifat-sifat serupa monsun. and that it has a dominant role on the global climate system and its variability. sudah banyak yang diketahui sifatsifat fisis monsun. . Akimasa Sumi mengemukakan bahwa :: . the more chaostic mid-latitude westerly zone through the seasonal cycle.

J. Sadler and J. sehingga musim barat diidentikkan dengan musim hujan. Misalnya. which results in the monsoon phenomena. antara lain : a) a cross-equatorial meridional wind index for selected longitudinal bands to monitor an outflow branch of summer monsoon area. baik skala kecil maupun skala besar. Ketiganya saling berinteraksi membentuk sistem monsunal Indonesia. b) a zonal-average meridional wind index at equator to monitor interhemispheric exchange. menuliskan tentang berbagai indeks untuk mengidentifikasi monsun. tetapi terletak dalam daerah kekuasaan monsun. di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin timur–tenggara (musim timur).Pearce. has a strong influence on fixing the location of the convection. This index should also be maintained for subzones to monitor the preferred areas of strong interaction. . edited by Sir James Lighthill & Prof. Di India. Dari apa yang telah mereka kemukakan tersebut dapat kita fahami bahwa monsun mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan sistem cuaca dalam berbagai skala. a. Musim barat umumnya disertai dengan banyak hujan.P. dan monsun Australia. R. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin timurlaut (musim timurlaut). c) a zonal-average meridional wind index at some intermediate latitude to monitor the interaction between the tropics and higher latitude.Land-Ocean contrast in the tropics. sebaliknya musim timur disertai dengan sedikit hujan dan diidentikkan dengan musim kemarau. Press. pada waktu Asia musim panas.. 1977). dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin baratdaya (musim baratdaya). monsun Asia Selatan (monsun India). monsun yang populer adalah monsun barat daya (southwest monsoon) atau monsun dalam musim panas Asia .Monsoon is a dominant phenomena which exist in the tropics. yakni monsun Asia Selatan.T. d) zonal wind indices at the equator for selected longitude bands to monitor the eastwest or Walker circulations. Lim dalam bukunya (Monsoon Dynamics. Lain lagi. pada waktu Asia musim dingin di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin barat (musim barat). monsun Asia Tenggara. Oleh karena itu untuk membicarakan lebih lanjut tentang sifat monsunal Indonesia lebih dahulu kita simak sejenak sifat-sifat monsun di sekitar Indonesia tersebut.C. Monsun di sekitar Indonesia. Kawasan Indonesia memang bukan sumber monsun. Cambridge Univ.

· Awal monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ berada di tempat tersebut. dengan simpangan 8. o Palung khatulistiwa berimpit dengan ITCZ. (iii) Datangnya ITCZ ditandai dengan : o Angin baratan (westerly) di sebelah selatan ITCZ dengan kecepatan sekitar 20 knot. Letak palung khatulistiwa bergeser ke utara dan ke selatan mengikut musim. tebal lapisan angin baratan sampai 6 km dari permukaan laut. (ii) ITCZ bergerak terus ke utara dan tidak kembali.(summer monsoon) karena banyak memberi hujan dan variasinya besar. . · Menjelang datangnya monsun ( dalam bulan April-Mei) badaiguntur banyak terjadi di India. kemudian terus bergerak ke utara. selatan Miyanmar. (iv) Pada pertengahan bulan Mei hujan monsun mulai di teluk Benggala. mulai dari utara dan sekitar tanggal 15 Oktober monsun timurlaut berakhir di semua tempat. sedangkan dalam bulan Nopember sampai April palung tersebut berpisah dengan ITCZ karena letak ITCZ jauh ke selatan khatulistiwa. Awal munculnya ITCZ digunakan sebagai criteria awal monsun dan juga digunakan sebagai awal dari musim hujan. Dalam bulan Juni sampai September palung tekanan rendah tersebut sangat kuat dan berimpit dengan Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Dalam bulan Oktober sampai Mei sulit dibedakan dengan ITCZ. Di sekitar palung merupakan daerah yang banyak hujan. (v) Monsun mencapai pantai barat India pada 30 Mei. Tetapi di ujung selatan semenanjung daratan India hujan masih ada meskipun bukan kaitannya dengan ITCZ melainkan berkaitan dengan palung khatulistiwa. (ii) Sering disertai dengan kilat dan guntur. 1) Klimatologi : · Dari peta sinoptik harian diatas India terdapat palung tekanan rendah di troposfer bawah yang dikenal dengan palung dekat katulistiwa (Near Equatorial Trough) atau palung khatulistiwa (Equatorial Trough).2 hari · Surutnya monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ mulai bergerak ke selatan. (vi) Rata-rata monsun mulai 30 Mei. berawal dari akhir bulan Agustus. dan Indo-China (Vietnam). o Terjadi hujan lebat dan badaiguntur. dan antara 1 Juni sampai 1 Juli meliputi hampir seluruh India. kemudian berkurang selama monsun berlangsung.

sebaliknya bila awal monsun maju. seperti misalnya yang digunakan oleh Thapliyal (1991) dengan 7 parameter: 7 R = Co + S Ci X i i=1 . dikutip Asnani). · Aktivitas monsun tidak terus menerus. sebaliknya anomaly negatip menandai mudurnya awal monsun (Rai Sarcar dan Patil-1961. 2) Indikasi aktivitas (monsun baratdaya). · Bila awal monsun normal atau mundur. · Awal monsun di Kerala ditandai dengan timbulnya angin timuran di Aden pada ketinggian 200 hPa lima sampai enambelas hari sebelumnya. Lembangan di teluk Benggala umumnya timbul dalam bulan Juni sampai September dengan paling banyak terjadi di bulan Agustus. · Anomali positip suhu pada 300 hPa di India Utara dalam bulan Mei menandai majunya awal monsun. · Dalam tahun awal monsun maju peredaran atmosfer pada paras 50 hPa tidak banyak berbentuk sel-sel. sebaliknya pada tahun awal monsun mundur. · Monsun lemah ditandai dengan q banyak hujan di Bangladesh dan sering timbul lembangan (depression) di teluk Benggala. Ramaswamy 1965-dikutip Asnani). dikutip Asnani). (Sutclift dan Banon 1954. q hujan banyak di pantai barat. · Monsun kuat ditandai dengan q tekanan rendah bahang (heat low) kuat di Asia tengah. baik dinamik maupun statistik. melainkan berosilasi sekitar dua mingguan dan 30-50 harian. ditandai dengan melemahnya angin baratan secara mendadak (cepat) pada troposfer. terdapat anomali positip angin baratan pada paras 500 hPa. Dalam menggunakan metode statistik curah hujan selama monsun dikorelasikan dengan banyak parameter. · Monsum umumnya ditandai dengan angin baratdaya yang kuat di troposfer bawah dan angin timuran kuat (jet) di troposfer atas.(iii) Paling akhir monsun baratdaya mulai 18 Juni (1972). · Model prediksi sudah banyak digunakan. · Juga ditunjukkan oleh Ramaswamy-1971 bahwa dalam tahun awal monsun mundur.

23. kemudian terus bergerak ke arah selatan. . Selama musim dingin semua sistem angin dan tekanan adalah imbas dari perpindahan gelombang siklon ekstratropik yang membawa hujan di Cina. C6= 2.dengan R = curah hujan monsun dalam cm. · Anomali tekanan positip di Asia tengah.29. · Monsun dingin berasal dari Asia tengah mencapai Cina mulai Oktober sampai Nopember. dan kemudian adakalanya timbul cabang dan berkembang ke utara sampai 40 – 45 °LU sampai akhir Juli. 1) Klimatologi : · Monsun panas di kawasan Asia Tenggara mulai di Thailan 13 Mei dan terus bergerak ke utara sampai sekitar 33 °LU sekitar 12 Juli. X1 = posisi ridge subtropik 500 hPa sepanjang 75 °BT bulan April. monsun Asia Tenggara. C5= 1. 2) Indikasi (aktif) monsun dingin Asia. X6 = Kecenderungan perubahan SML pantai Peru dan Equador bulan Januarai sampai Maret. tetapi gerakannya tidak teratur. X5 = tekanan udara belahan bumi utara bulan januari sampai April. X7 = tekanan Darwin selama musim dingin C konstanta. C3= -2. · Monsun panas mulai melemah bulan Agustus. · Dalam periode monsun panas di lautan Pasifik sebelah timur Pilipina timbul siklon tropik. b. C1= 27. X2 = suhu minimum di pantai timur bulan Maret.21. monsun Asia Tenggara yang dominan bagi Indonesia adalah monsun timurlaut (northeast monsoon) atau monsun Asia musim dingin (winter monsoon). dan C7= -13. musim kemarau di Indonesia mundur dan kering. X3 = suhu minimum India Utara bulan Maret. Kini dikembangkan lagi menjadi 16 parameter Note : Bila monsun panas (southwest monsoon India) kuat dan banyak hujan di pantai barat India. dengan Co = -1. sebaliknya bila southwest monsoon lemah. Berbeda dengan monsun di India. · Sering timbul seruak.02.66. C4= 4.66.34. X4 = SML sepanjang pantai Peru dan Equador bulan Agustus sebelumnya.44. C2= 65.

9 km). · Punggung (ridge) di lapisan atas (500 mb) meluas ke selatan sampai mencapai di atas 10 °LU c. 26 Oktober.L. (n = banyaknya hari setelah 1 Nopember). . · Awal monsun juga didfinisikan dengan angin pada paras angin landaian (gradient wind. baik pada paras bawah (850 hPa) maupun pada paras atas (150 hPa). · Monsun memberi banyak hujan dalam musim panas. 6 Desember. dan 500 mm. (M. Manton dan J. dan 1 Januari. 250. dan kering dalam musim dingin di Australia. 50. · Monsun berosilasi 30-50 harian. sekitar 0. · Lebih rinci Holan mengemukakan bahwa awal monsun tersebut ditandai dengan terjadinya angin baratan di atas Darwin dan curah hujan rata-rata dari seluruh hari antara Oktober sampai Nopember dari semua stasiun hujan di sekitar Darwin lebih dari 7. · Dalam bulan Januari komponen baratan (westerly) pada paras 500 hPa mencapai 15 °LS. 100. · Dalam monsun terdapat banyak struktur skala meso.J. · Dengan criteria Troup dan Nichols tersebut diperoleh bahwa 30% curah hujan jatuh sebelum awal musim dengan criteria angin. 1) Klimatologi. yang masing-masing terjadi rata-rata tanggal 4 Oktober.15(n+1) mpd. diatasnya terdapat komponen timur. empat atau lebih dari 6 stasiun di sekitar Darwin mencatat curah hujan lebih dari 19(n+1) mm (n = banyaknya hari sesudah 1 Nopember) (Troup 1961). monsun Autralia Utara. 11 Nopemeber.5 mm/hari. · Awal monsun didefinisikan dengan saat pertama kali sesudah 1 Nopember. · Curah hujan rata-rata musiman di Australia Utara berkorelasi kuat dengan anomaly angin zonal.· Angin timur laut kuat di troposfer bawah dan angin tenggara kuat di lapisan atas ( 200 hPa). yakni ketika Darwin mencatat angin barat terus-menerus dengan komponen zonal lebih dari 5. Indeks tersebut adalah 10. McBride Recent Research on the Australian Monsoon 1994). · Nichols (1982) mendefinisikan awal monsun basah dengan indeks yang dibuat berdasarkan curah hujan kumulatip di airport Darwin setelah tanggal 1 Agustus.

Mqatsumo 1966. variasi tahunan (annual variation). Chen at. dst. · Daerah golakan skala sinoptip di Monsun Australia dipacu oleh gerakan longitudinal (arah barat-timur). sedangkan di Monsun India aktivitas golakan bersamaan dengan gerak PPAT (Pias Pumpun Antartropik = Intertropical Convergence Zone ITCZ). 1). de Boer (1948).(dikutip dari Holton 1986). · Pusaran timbul di sekitar 20 °LS 120 °BT°. variasi antartahunan (interannual variation). Ramage (1967) dll. Demikian juga pengkajian mengenai hubungan dan kaitan antara monsun Asia dan Australia dengan system cuaca dan musim di Indonesia. variasi intra musiman (intraseasonal variation). yakni musim hujan dan musim kemarau. Klimatologi. Pengkajian tentang monsun telah lama dilakukan. · Moda Rossby yang terperangkap di khatulistiwa menimbulkan angin baratan di lapisan bawah di bagian barat dari daerah pelepas energi pendam skala besar. 1989. · Sering timbul seruak angin selatan di sepanjang pantai barat Autralia Monsun Indonesia. al. • Di Indonesia dikenal ada dua musim. 2) Indikasi (aktif): · Terdapat golakan kuat di Australia Utara dan Barat laut. • Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. Webster 1972. antara lain Walker (1924). Gill 1980). sedangkan moda Kelvin yang timbul di bagian timur menghasilkan angin timuran di lapisan bawah Pasifik Tropis (dikutip dari Hendon 11988. seperti yang dilakukan oleh Boerema (1926). · Dipicu oleh seruak dingin (cold surge) dari Laut Cina Selatan (monsun dingin Asia). (dikutib dari Shika dan Gadgil-1980). dari variasi harian (diurnal variation). variasi musiman (seasonal variation). maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. Umumnya musim hujan berkaitan dengan monsun. • Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. Perbedaan sinaran siang dan . · Lembang tropis (tropical depression) sampai siklontropis (disebut willy willy) sering timbul di timurlaut Australia (umumnya bulan Nopember sampai Maret).

misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. • Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September.malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. dan kelembapan. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. . Oleh karena itu dikenal musim hujan dan musim kemarau. • Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. tekanan. Dalam table berikut ditunjukkan sebaran jumlah curah hujan bulanan di beberapa tempat yang berbeda variasinya. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. terutama pada suhu. • Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat . yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. Namun demikian variasi harian tersebut dapat terganggu karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. angin.misalnya monsun. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau.

McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M.L. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempattempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. • Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. Penentuan awal musim dengan menggunakan parameter lain misalnya tekanan udara seperti yang digunakan oleh Berlage (1927). Resink (1952) dan Berlage (1968) juga tidak menunjukkan korelasi yang tinggi. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia.5 dari simpangan baku disebut “atas normal” dan bila lebih dari 0. Dikatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Namun demikian criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan di semua tempat tidak berkaitan dengan musim angin barat.dan angin timur. Untuk menandai keadaan atau kadar musim digunakan nilai simpangan. Nichols .J.5 dibawah simpangan baku disebut “bawah normal”. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. • Awal musim hujan oleh De Boer (1948) dicirikan dengan jumlah curah hujan dasarian. Manton dan J. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awall musim hujan. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. Sebaliknya untuk musim kemarau. Bali. Jika simpangan melebihi dari 0. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia.

untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya.2003 Tempat Medan jan feb mar apr mei jun jul agt sep okt nop des setahun 83 114 101 168 192 142 170 169 230 291 236 250 2146 . (c) Kalimantan bagian timur. yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. Sulawesi. Eguchi (1988-yang dikutib Yamanaka) dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam.(1980) dengan menggunakan parameter tekanan udara Darwin dan curah hujan bulanan di Jakarta menunjukkan bahwa korelasi yang agak tinggi hanya dalam bulan Juli sampai September. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. Dengan menggunakan data curah hujan. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau.. • • Pada awal dan menjelang akhir musim hujan monsun banyak terjadi guntur. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. Variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari). untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu awan (sampai 30 hari) daripada angin. Minoru tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. Table 1. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Sebaran curah hujan bulanan di beberapa tempat (1970-2000) sumber data: BMG-des. bersamaan dengan musim barat di Australia. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. Curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia.

sedangkan dalam musim timur berada di luar sebelah utara. dan Jawa Timur. Jawa Barat bagian barat-daya. • Selama monsun barat. (c) Daerah kalimantan Tengah. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.Ppinang 270 220 254 230 211 140 123 102 122 160 251 311 2394 Ptianak 263 196 202 263 231 191 190 184 253 271 340 258 2614 Bjmasin 362 299 304 246 218 133 138 Makasar 682 589 382 229 133 78 Palu 54 37 69 45 56 66 90 89 152 257 366 2677 43 109 350 602 3272 53 46 50 54 676 60 14 69 57 Manado 381 347 353 258 289 272 141 130 173 244 316 357 3281 Jakarta 393 276 214 142 105 95 61 92 46 103 112 228 1860 8 31 116 298 2036 Sbaya (juan) 434 379 291 234 123 68 Kupang 758 897 535 193 49 23 19 5 41 13 3 19 215 572 3285 Ambon (Patt) 128 111 134 155 339 456 450 346 159 92 62 117 2549 Biak (mokmer) 258 246 267 205 256 221 235 236 217 213 197 213 2784 Merauke 232 207 232 230 • 96 36 33 21 27 40 66 169 1391 Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. (b) daerah sekitar lutan India. Mulai masuk Indonesia . Kalimantan Barat dan Selatan. PPAT terdapat di kawasan Indonesia. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. Jawa barat bagian utara. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. Jawa Tengah. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan.

Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. dan bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. serta bertambahnya kecepatan angin. (GEWEX) • Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan yang disebut “seruak monsun”. Matsumoto-1994 -GEWEX). alir lintas ekuator (cross equatorial flow). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). • Monsun Asia dan Australia dalam skala planet memberi dampak berbeda di setiap wilayah. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. Wirjohamidjojo S (1980).sekitar bulan Nopember dan gerak umumnya dari utara ke selatan sampai bulan Januari. dan J. melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. ada kalanya hari ini ke utara besoknya ke selatan dan sebaliknya. kemudian kembali ke utara. dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. tetapi gerak hariannya tidak tetap. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). berkenaan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan. pusaran (vortice). Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. . Observatorium Meteorologi Hongkong. 2) Indikasi (aktivitas). dan lembang tropik (tropical depression). Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. • Pemanasan musiman di atas Kalimantan yang ditutupi hutan hujan tropis mempunyai peran penting dalam kaitannya dengan timbulnya monsun panas Asia (Murakamin T.

dan William m. Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut.R. pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980. . Gray 1981). Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. Dalam keadaan demikian dikatakan terdapat alir lintas khatulistiwa.• Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. khususnya di sekitar laut Cina Selatan. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. dan ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang sama. 1982). sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulistiwa lautan India. di atas daerah khatulistiwa. • Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Ciana Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. (a) Di atas laut Cina Selatan dalam musim monsun dingin Asia. sering terdapat angin yang seragam arahnya. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik. baik dalam periode musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat.

Musim lembang tropis tersebut adalah bulan . Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Pusaran dalam bentuk siklontropik. · Lembang tropis (tropical depression) di Australia Utara adalah salah satu komponen penting dari monsun Australia.2. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas India atau kuatnya monsun dingin Australia.1. Gb. Dalam musim monsun dingin adanya pusaran menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra.dan kuatnya musim kemarau di Indonesia. Sebaliknya bila monsun panas India kuat diikuti dengan kuatnya monsun dingin Australia pusaran berkurang jumlahnya dan diikuti dengan kemarau kering di Indonesia.Gb. dan diikuti dengan musim kemarau yang basah di Indonesia. (b) Pusaran di lautan India di sebelah barat Sumatra juga dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Palung tersebut juga sebagai sambungan dari palung tekanan rendah diantara dua tekanan besar di lautan India barat dan timur. Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa.

• Bila PPAT terdapat di utara khatulistiwa.Desember sampai Maret (Mc. daerah hujan ada didepan PPAT. sedangkan bila tidak disertai arus lintas khatulistiwa daerah hujan ada di belakang PPAT menghadap khatulistiwa. Letaknya membujur ke arah selatan sampai mencapai di atas lintang 10 oLU dengan amplitudo sekitar 10 derajat lintang. Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. KESIMPULAN. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. Oleh karena itu peran lautan yang dilalui udara monsun sebagai sumber uap air menjadi sangat penting.Bride J. daerah hujan terdapat di depan PPAT dekat khatulistiwa. terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. · Karena sifat mantab tersebut maka terjadi proses lataan (advection). dan bila PPAT di sebelah selatan khatulistiwa dan terjadi arus lintas khatulistiwa. Pumpunan menjadi kuat dan mengalahkan sungsangan apabila didoorong oleh angin baratan khatulistiwa. · Bila factor-faktor luar dipandang sebagai pendorong. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. · Pada dasarnya PPAT adalah daerah pumpunan yang dibentuk oleh aliran pasat dari sistem antisiklonal oleh karena itu udara bersifat mantam (stable) dan terdapat sungsangan (trade inversion). · Indikasi aktivitas monnsun di sekitar Indonesia tersebut menjadi pula indikasi aktivitas monsun Indonesia.L. 1987). · Monsun di sekitar Indonesia mempunyai peran banyak dalam tatanan sistem cuaca di Indonesia. · Garis geser angin (shearline) sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim mosnsun dingin Asia. • Palung udara atas terdapat pada paras 500 hPa atau di paras lebih tinggi. maka sistem cuaca Indonesia . Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Palung tersebut bertindak sebagai pengendali timbulnya seruak di lapisan bawah pada musi munsun dingin Asia.

awan. dll. PROBLEMA. kepadatan hujan daerah. sinoptik (pusaran. MesoSeruak PPAT. Verhandilingen no. dll. Iklim mikro · Indikasi-indikasi seperti yang telah disebutkan masih sedikit yang ditunjukkan dalam model-model numeric. Borema J. 18. kelebatan hujan daerah sempit (setempat). Daerah hujan. · Data citra satelit utamanya OLR dapat membantu DAFTAR RUJUKAN. Meteorologische Observatorium .) Mikro Peredaran Sinaran Depresi titik lokal matahari embun. (1924). Kepusaran. · Masalah data (harian) masih menjadi dilemma.diringkaskan seperti pada tabel matriks berikut : SKALA DAN SISTEM CUACA INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN FAKTOR PENDORONG (LUAR) Parameter Indikator Global SML Pasifik SML India Hemisfer Monsun Monsun (seruak Gel. Panjang musim wilayah Awal musim. angin gunung – lembah. Kabut. / monsoon Osilasi Selatan surge) (SO). siklontropis. Skala Faktor Faktor pemicu pendorong ENSO Monsun Fenomena yang tampak. Rossby. hujan harian.) Meso Kepusaran. beda suhu permukaan tanah dan udara. sinoptik Monsun Gangguan Beraian angin. Typen van de Regenval in Nederlandsch Indie (Rainfall Types in the Netherlands Indies). Pemanasan Peredaran local beraian (stabilitas local) udara local (angin darat – laut. jml. curah hujan semusim wilayah. Dr.

De Boer. 32.Bali Oct. Oxford University Press. Laporan Akhir Pemutakhiran Rata-Rata Curah Hujan Di Indonesia Periode 1971 – 2000. and William M. WMO. Journal Met. Monsoon Meteorology. – WMO pp 74. (1948). Shiyan Tao and Longxun Chen (1987). Reviced January 1993. Australia and New Guinea. Met. Soc. The Australia Summer Monsoon. Soc. International Conference On the Scientific Results of MONEX. (1987).Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). Science Plan. Long-range Forecasting in Indonesia. McBride J.L. (1999).L. McBride (1991). The Onset and Retreat Dates of Austral Summer Monsoon Over Indonesia. Bali 1981. BMG (2003). 7 pp 61-89. Hardjawinata dan Wirjohamidjojo S.J. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin.J. Of Japan April 1884. Prosiding Loka Karya Hari Meteorologi 23 Maret 1988. Review Japan 56.(1995). -----. Recent Research on the Australian Monsoon. International Conference On the Scientific Results of Monsoon Experiment. Hardjawinata dan Muharyoto (1980). Badan Meteorologi dan Geofisika. Andri Purwandani. A Review of Recent Research on the East Asian Summer Monsoon. Tien Sribimawati( KPDA / Tim . Rainfall Distribution and Air Stream Over Indonesia. Oxford Monographs on Geology and Geophysics no. 151 – 170.R. 7 pp 203-231. Sikka D. Monsoon Meteorology. January 1992 pp. Koninklijk Magnetisch en Meteoorologisch Observatorium Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). Of Japan. Minoru Tanaka (1994). Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. The South China Sea Monsoon Expereiment (SCSMEX). Desember 2003. H. 1981. and J. Soerjadi Wirjohamidjojo. Unpublished. Hadi Suyono dan Widada S. Geograph. On Forecasting the Beginning and the End of the Dry Monsoon in Java and Madura. Euguchi J. Cross Hemispheric Actions and the Onset of the Summer Monsoon over India. Mandon M. Jakarta. Gray (1981). Nichols (1981). (1989). Verhandilingen no. (1996). Oxford Monograph on Geology and Geophysics No. On the Onset of the Monsoon and Season in Indonesia. Report as WMO/UNDP Consultant. 275. Badan Meteorologi dan Geofisika. Oxford University Press.

(1998). Conference of Scientific Results MONEX. International Coonference on Early Results of FGGE and Large-Scale Aspects of its Monsoon experiments. -----. Wirjohamidjojo S. ISSN 1410. 2. Wirjohamidjojo S. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta. Tien Sri Bimawati. GEWEX Asian Monsoon Experiment. The Main synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Sorrounding During Winter MONEX Period. 10 Januari 2011 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Keempat) PIAS PUMPUN ANTARTROPIK (PPAT) Oleh Soerjadi Wh. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 20:30 Senin. 2.SVII BPPT). Monsun Bagi Cuaca dan Musim di Indonesia. ISSN 0215 – 1952. Badan Meteorologi dan Geofisika. Th. Variabilitas Keikliman di Indonesia. Variasi Curah Hujan Harian di Jakarta.(1994). Maret 1998. Jurnal IPTEK UPT Hujan Buatan BPPT no. WMO -----. Florida. (1982). Japan National Committee for WCRP. Science Plan Oct. Yunus S. Jakarta.1-11. 4857. Zakir (1998). Buletin Meteorologi dan Geofisika. Yudi Riamon dan Widada S. . A. (1999).D. Bali Yamanaka M. USA 12-17 January 1981. RASC Kyoto University.(1981). Widada S. Soerjadi Wh..S. Japan. Haryono. Climatology of Indonesian Maritime Continent. 1994. Urip Haryoko. (1980). Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. hal. Int.. Talahassee.

· Geraknya ke selatan – utara mengikut pergerakan matahari. perenggan antartropik. Dari penelitian dan pengalaman dalam pengamatan ternyata bahwa sifat diskontinuitas dan sifat perenggan tidak jelas dalam ekuator meteorologi tersebut. Oleh karena itu ekuator meteorologi dikenal juga dengan nama “diskontinuitas antartropik. atau perenggan antartropik (Intertropical Front = ITF). mencapai paling utara pada bulan Juli dan mencapai paling selatan dalam bulan Januari. tetapi di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. dengan makin banyak pengamatan memberi petunjuk bahwa untuk mencirikan PPAT perlu disesuaikan dengan skala pembicaraan.Seperti halnya monsun. Simpson (1965) mengggunakan nama Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Pias Pumpun Antartropik (PPAT) juga sudah lama dikenal. atau perenggan monsun. alih bahasa istilah Indonesianya Pias Pumpun Antartropik (PPAT) (kamus istilah Hidrometeorologi). · Posisinya pada belahan bumi yang sedang dalam musim panas. Dahulu dikenal dengan nama “Intertropical Front (ITF)”. Dalam skala global PPAT dicirikan dengan : · Sebagai batas sel Hadley di arah khatulistiwa. Hal tersebut karena tekanan tingggi subtropik selatan di . Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator meteorologi”. Pengenalan tentang PPAT diawali pandangan bahwa dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Mengapa diberi nama ITCZ atau PPAT ? Simpson pertama kali mengemukakan bahwa dalam analisis medan angin di kawasan tropik terdapat pumpunan angin pasat dari belahan bumi selatan dan dari bumi utara dan tempat diskontinuitas (perubahan arah dan atau kecepatan) angin. Diserupakan dengan sistem tekanan di kawasan lintang tengah dan lintang tinggi. Dalam perkembangannya. dan perenggan monsun tidak popular lagi. Oleh karena itu sebutan diskontinuitas antartropik. atau palung monsun”. namun bila sampai batas paling jauh dari khatulistiwa tidak lagi selalu sebagai pertemuan massa udara dari kedua belahan bumi. maka ekuator meteorologi dipandang sebagai palung (trough) yang membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi.

.kawasan tersebut lebih mantap. · Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. · Di atas lautan luas letaknya hampir berimpit dengan daerah suhu muka laut paling tinggi.

dan gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. PPAT dan angin (atas) dan sistem tekanan ketika monsoon aktif bulan Desember Dalam skala meso dicirikan dengan : · Dapat berupa pertemuan angin pasat. pada suatu saat bergerak ke utara. · PPAT adalah daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Posisi PPAT paling utara (atas) dan paling selatan (bawah) (Mints – Dean) Dalam skala planeter dan sinoptik dicirikan dengan : · PPAT adalah daerah pumpunan angin di troposfer paling bawah. . · PPAT terletak di kawasan monsun. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan.Gb. · Dalam perjalannya sehari-hari posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. Gb. 1. · Pergeseran tahunan tidak sama di setiap tempat. dapat berupa pertemuan peredaran monsun. dapat berupa palung dekat khatulistiwa atau garis geser angin (windshear line) · Tidak selalu berimpit dengan daerah padat awan. 2. · Pada PPAT udara cenderung bergerak ke atas. sehingga di daerah pias tersebut terdapat banyak awan golakan dan hujan.

Bagaimana PPAT di kawasan Indonesia? Di kawasan Indonesia: · PPAT berada di kawasan Indonesia dari bulan Oktober sampai April. selanjutnya bergerak ke selatan menjauhi khatulistiwa. PPAT memasuki wilayah ini dari utara mulai bulan Oktober sampai Desember. Vol. Number 16. (1995) mengemukakan bahwa : o In schematic north-south cross sections the trade inversion layer is often depicted as sloping upward as air flows toward the intertropical convergence zone. dan massa udara dari lautan India Selatan sebagai kepanjangan pasat belahan bumi selatan.· Gerak hariannya tidak teratur. · Aktivitasnya berbeda sesuai dengan massa udara dan kondisi setempat. 52. disekitar PPAT terdapat sungsangan pasat yang makin mendekati PPAT sungsangan berkurang dan terdapat golakan yang lebih besar (Wayne H Schubert etal. a. · Tidak merupakan pertemuan aliran antisiklonal utara dan selatan yang sama. pp 2941 – 2952. Wayne H. American Meteorological Soc. · Tidak berupa pias atau lajur yang bersinambungan melainkan dapat terputus. massa udara lautan India utara sebagai kepanjangan dari monsun Asia Selatan. · PPAT terdapat diantara massa udara monsun timurlaut sebagai kepanjangan dari monsun dingin Asia Tenggara. · Posisi aktif di belakang gerak matahari pada waktu matahari bergeser ke selatan. o The stronger inversion to be somewhat lower and near 850 mb ( » 1500 m). · Pergeseran umumnya dari utara ke selatan. Jadi dalam musim hujan pada umumnya. Di bagian barat (Sumatra bagian barat sampai NAD). namun daerah awan berkembang dari barat ke timur. · Bila sebagai pertemuan pasat (di bagian timur Indonesia). (Note : ke arah ITCZ terdapat golakan makin besar). Schubert etal. 15 August 1995. .putus. · Pada waktu musim dingin Asia. dan di depan matahari pada waktu matahari bergeser ke utara.-1995) Dalam Journal Atmospheric Science.

di bagian timur lebih besar karena berkaitan erat dengan tekanan rendah Australia Utara. Gb.3. Setelah itu PPAT bergerak ke utara keluar dari wilayah Indonesia. Sulaiman dan Wasito Hadi (2003). (Sulaiman dan Wasito Hadi (2003) · Setelah mencapai paling jauh di selatan khatulistiwa. Di bagian selatan ( Nusa Tenggara sampai Merauke) . diantara garis tersebut adalah lajur baratan khatulistiwa. kemudian kembali ke utara dan dilanjutkan dengan aktifnya monsun baratdaya (Asia Summer Monsoon) mulai bulan Mei. kadang-kadang terlihat dua daerah lajur awan dari garis geser angin.· Dalam bulan Januari sampai Maret PPAT sering tidak jelas karena berbaur dengan palung dekat khatulistiwa . dengan angin pasat dari selatan setelah berbelok kearah timur. dan kemudian angin baratdaya bertiup mantap di hampir seluruh wilayah tersebut . · Letak Sulawesi Selatan yang membujur ke selatan dan bukit-bukit di sepanjang semenanjung tersebut mempunyai andil besar kepada aktivitas PPAT di kawasan tersebut. · Bila terdapat dua garis geser angin. Letaknya berubah-ubah sehingga angin permukaan di suatu tempat juga berubah-ubah dari tenggara dan dari baratlaut. Diagram stik angin permukaan pada 2S.90E dalam deret waktu (harian)selama 312 hari mulai dari 23 Oktober 2001 sampai 28 Agustus 2002. b. · Pergeseran ke selatan tidak sama. Berikut saya kutib hasil analisis yang dilakukan A. Bila terjadi arus lintas khatulistiwa (cross equatorial flow) daerah golakan aktif yang di depan atau di samping selatan PPAT. · Di bagian tengah tersebut PPAT merupakan pertemuan angin pasat Pasifik Barat setelah termodifikasi di laut Cina Selatan dan berbelok ketimur ketika mendekati dan sampai melewati khatulistiwa. · Daerah golakan tidak tepat di atas PPAT melainkan di atas garis geser angin (shearline) di depan dan dibelakang (sebelah menyebelah) PPAT. c. Di bagian tengah (Riau sampai Sulawesi).

Koninklyk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium te Batavia. · PPAT sering masuk ke dalam lembang tropis (tropical depression) di teluk Carpentaria di sebelah selatan pulau Timor dan di sebelah utara Australia.P. Asnani G. · Di kawasan bagian timur tersebut posisinya mudah berubah kadang-kadang agak ke utara dan kadang-kadang membujur arah barat daya-timur laut melintasi pulau Papua. Pune-411 007 India. · Daerah awan dan hujan hampir berimpit dengan daerah PPAT. 1-15.C. Bagaimana hubungan PPAT dan monsun? Jadi. · Dalam peta analisis sering sulit dibedakan dengan garis geser angin (shearline). d. (1927). kalau monsun membawa hujan di Indonesia dan yang banyak orang mengatakan sebagai musim hujan dalam bulan Oktober sampai April. Berlage Jr. Namun demikian perlu diingat bahwa PPAT di bagian-bagian daerah Indonesia dibentuk oleh sistem angin yang berbeda. Sindh Clony. 822.· PPAT berada di kawasan selatan tersebut dari Januari sampai Maret yang terbentuk dari angin barat daya yang berasal dari daerah tekanan tinggi di Lautan India bagian timur sebelah barat Australia dan angin timur laut dari daerah tekanan tinggi di Pasifik Barat yang membelok ke timur setelah melintasi khatulistiwa. tetapi di kawasan timur tersebut ditempati garis geser angin yang terbentuk dari angin pasat selatan yang berbelok ketimur pada waktu mendekati khatulistiwa. · Dalam waktu monsun dingin selatan PPAT menjauh ke utara. · Mendekati Papua bagian selatan Merauke. atau sebaliknya aktivitas monsun menentukan keberadaan dan kondisi PPAT. (1993). Aundh. Oleh karena itu dalam bulan Juli – September banyak awan dan hujan di kawasan tersebut. tetapi PPAT dapat digunakan sebagai indikator aktivitas monsun. Vol. Pp. Tropikal Meteorology. 19. Di bagian timur (Maluku sampai Papua bagian utara). Monsoon-Current in the Java Sea and Its Entrances. apakah monsun sama dengan PPAT ? Tentunya tidak. H. I. dan PPAT di Indonesia juga dari bulan Oktober sampai April. . Bahan rujukan. PPAT terbentuk oleh angin pasat belahan bumi selatan dari sistem tekanan tinggi subtropik Pasifik Selatan Barat dan Pasifik Utara Barat. Verhandelingen no.

3. 778. van der Vecht (1952). Press. Soehardi (1968). Academic Press. Hadi Suyono dan Widada S.T. Academic Press. Asean Compendium of Climate Statistics.E. (1987). Sadler J. WMO Bulletin no.S.P. Djakarta. Forecasting Rainfall in the Periods December – January – February and April – May – June for Parts of Celebes and South Borneo. N. NOAA Environment Research Laboratory. (2003). Monsoon Dynamics. (1999). Gill Andrian E (192). Inc. World Survey of Klimatologi. Pariwono & Agus S. Laporan Akhir Pemutakhiran rata-Rata Curah Hujan di Indonesia Periode 1971 – 2000. Departemen van Verkeer. M.Y. Press. Schmidt F. Gibbs W. edited by Sir James Lighthill & Prof. Energie en Mijwezen Meteorologische en Geophysische Diennst.J. 4 Vol. Vol. 43. N. edited by Sir James Lighthill & Prof. Badan Meteorologi dan Geofisika. BMG Jakarta. BMG Jakarta. Press.N. R.BMG. Hess W. BMG. Verhandelingen no. --------. Philander S. Euwe (1949). Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999.Pearce. Defining Climate. Inc. Pant P. Atmosphere – Ocean Dynamics.Grorge (1990). Djawatan Meteorologi dan Geofisik. edited by Sir James Lighthill & Prof. 1987. Hideake Hase (2003). and Lim J. 38. (1983). Cambridge Univ. Weather and Climate Modification. Verhandelingen no. WMO and the Ozone Issue.P. Sulchan Darmawan. 12 – 14 Agustus 2003.H. R. Monsoon Dynamics. WMO no. Kementerian Perhubungan. BPPT-BMG-LAPAN. El Nino. 36. (1977). Oct.. Cambridge Univ. R. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin. (1974). (1977 Monsoon Dynamics. Charney J. Interaksi Laut-Atmosfir Di Perairan Ekuator Samudera Hindia Timur Pada SkalaMusiman dan Harian . La Nina. Cambridge Univ. Lansberg H.P.Y.(1992). Atmadipoera.Pearce. Elsevier Scientific Publishing Co. Proc.Pearce. John I. ( -----). and the Southern Oscillation. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat.C. and Shukla J. Menentukan Permulaan Musim Hudjan dan Permulaan Musim . East Monsoon Fluctuations in Java and Madura During the Period 1880 – 1940. and J. (1977).

Soerjadi Wh. Vol. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ). ( 1980).D. Bali. American Meteorological Soc. Japan. Sukamso (1981). Lembaga Meteorologi dan Geofisika. Glenn. Yamanaka M. Soerjadi Wirjohamidjojo dkk (1994). (1998). Jakarta. International Student Edition. Journal Atmospheric Science. International Conf. Cuaca di daerah Sumatra dan Jawa Barat Berkenaan dengan adanya Front/Palung di Belahan Bumi Utara dan Selatan sekitar Indonesia. Soerjadi Wirjohamidjojo (1981). Denpasar. March 1982. March 1982. 15 August 1995. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. pp 2941 – 2952 Wirjohamidjojo S. International Conf. Indonesia 26-30 October 1981. Temu Karya Ilmian Nasional FGGE-MONEX Dan Ramalan Cuaca/Musim. ----------------Diposkan oleh soerjadi wh di 04:56 . Proc.H. Number 16. Jakarta. 10-12 Agusstus 1981. Rosdiana. Umi farida (1981). Proc. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta. Kamus Istilah Meteorologi. Fift Edition. Tetsuzo yasunari (1991). RASC Kyoto University. WMO Geneva . (1995). The Main Synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Surroundings during Winter MONEX Period. Jakarta. 52. Climatology of Indonesian Maritime Continent. Bali. Denpasar. Role of Monsoon on Global Climate. Departemen pendidikan dan Kebudayaan. WMO Geneva . (1980). The Influence of the Cross Equatorial Flow and the Upper Trough on Rainfall in Bali. Indonesia 26-30 October 1981. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. Antoyo S.T dan Horn L. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. The Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. Trewartha. Kumpulan Naskah Meteorologi dan Pertanian. An Introduction to Climate. Hari Meteorologi Sedunia 1968. Badan Meteorologi dan Geofisika. Wayne H. Schubert etal. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Kemarau di daerah Surakarta dengan Menggunakan Teori de Boer.

percobaan) (2) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. yakni masalah cuaca dan iklim. c. Dari sifat tersebut dapat dikemukakan bahwa paling tidak ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam produksi pertanian tanaman. juga memerlukan air dan radiasi matahari yang cukup dalam waktu bersamaan. namun sejauh peningkatan teknologi tersebut masih ada kendala yang tidak mudah diatasi dengan teknologi. Dalam kaitannya dengan hal tersebut maka fungsi meteorologi dalam pertanian yang perlu mendapat perhatian. kualitas dan kuantitas produksi. . Kebutuhan dan tanggap tanaman kepada cuaca dan iklim. b. analisis. kerusakan tanaman. Karateristik lokasi dari unsur tanah (fisik maupun kimiawi). Salah satu persoalan yang sangat penting dalam masalah Negara adalah penyediaan pangan bagi penduduknya. tanah. yaitu : a. Karakteristik lokasi dari unsur cuaca dan iklim. (3) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. namun manusia meskipun dengan ilmu dan teknologinya tidak mampu mengendalikan kecuali dalam skala yang terbatas. Oleh karena itu upaya yang bijaksana dalam meningkatkan keberhasilan usaha produksi pertanian yang maksimal adalah menyesuaikan kegiatan usahanya dengan peri laku cuaca dan iklim yang ada. Untuk mengatasinya telah banyak upaya dengan meningkatkan teknologi pertanian. Tanaman masih belum dapat dipisahkan dari faktor cuaca dan iklim. khususnya dalam hal sebagai berikut (WMO 134) : (1) Pemonitoran (termasuk teknik. dan air. Kegagalan panen masih banyak terjadi karena ketidak cukupan cuaca / iklim yang diperlukan bagi tanaman. Jadi bagaimana menyikapi cuaca dan iklim bagi pertanian? Iklim telah tersedia secara alami. pengumpulan data. Tanaman selain memerlukan tanah tertentu dan kecukupan zat hara. 20 September 2010 PROBLEMA CUACA DAN IKLIM DALAM PERTANIAN Oleh Soerjadi Wh.Senin.

kehilangan produksi, (4) Dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim, (5) Dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi, (6) Dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan, (7) Dalam kaitannya dengan Operasi managemen, (8) Dalam kaitannya dengan kehutanan, (9) Dalam kaitannya dengan nilai ekonomi

Apa saja yang perlu dilakukan? Kegiatan pertanian, kehidupan tanaman, berlangsung secara terus-menerus fase demi fase, dan setiap fase memerlukan kondisi cuaca tertentu. Demikian pula cuaca terus-menerus berlangsung dan juga selalu berubah. Namun demikian perubahan tersebut tidak selalu sejalan dengan yang diperkukan bagi tanaman dalam fase itu. Dengan demikian memonitor, termasuk menganalisis dan memprediksi cuaca / iklim perlu dilakukan agar dapat dilakukan penilaian dan upaya penyesuaian dengan adanya cuaca yang terjadi atau yang akan terjadi. Dalam setiap fase kehidupan tanaman terpengaruh oleh kondisi lingkungan termasuk tanah, air, cuaca. Oleh karena itu yang perlu diketahui adalah sejauh mana kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi atau akan mempengaruhi kehidupan tanaman. Adanya fenomena ekstrem misalnya badai, embun beku, polusi, dapat secara langsung merusak tanaman. Upaya pecegahan atau pelindungan perlu dilakukan. Dalam hal tersebut informasi klimatologi tentang keseringan sesuatu fenomena ekstrem di suatu tempat , gawar (warning) dan prediksi akan adanya fenomena ekstrem sangat diperlukan. Sebagai sumberdaya, cuaca dan iklim perlu dianalisis dan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian.

Untuk apa saja informasi cuaca dan iklim dalam pertanian? Kegiatan pertanian adalah upaya yang berkaitan dengan pembudi dayaan tanaman. Kegiatan pertanian sangat beragam, demikian pula nilai cuaca dan iklim yang diperlukan. Pada dasarnya cuaca/iklim dimanfaatkan untuk membuat perencanaan, yakni

perencanaan stratejik dan perencanaan operasional, serta pengendalian pelaksanaan kegiatan pertanian. Perencanaan stratejik meliputi perencanaan tata guna lahan, perencanaan pola tanam. Perencanaan operasional meliputi perencanaan penyiapan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen, transportasi. Untuk membuat perencanaan tata guna lahan dan pola tanam diperlukan informasi klimatologi yang memberi gambaran tentang kebiasaan cuaca di daerah yang dimaksudkan. Nilai-nilai cuaca yang diperlukan utamanya adalah nilai rata-rata, nilai kisaran, dan nilai keseringan. Untuk membuat perencanaan operasional, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca dari jangka waktu sedang sampai jangka panjang (musim). Untuk melaksanakan kegiatan misalnya pada waktu pengolahan tanah, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca jangka pendek (harian) sampai sedang (mingguan). Dari masa pengolahan tanah, pembibitan dan seterusnya prakiraan cuaca harian digunakan untuk bahan pertimbangan pelaksanaan kegiatan harian, misalnya waktu mengolah tanah, penyemprotan hama, pemupukan, penjemuran, dll. Dengan informasi cuaca / iklim tersebut, perlakuan–perlakuan untuk penanggulangan dapat ditetapkan.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat Rencana Pola Tanam? Cuaca selalu berubah dan berbeda setiap waktu dan di setiap tempat. Perubahan tersebut ada yang tidak beraturan dan ada yang beraturan. Yang tidak beraturan umumnya berlangsung dalam waktu pendek yang ditimbulkan oleh proses-proses sementara dalam atmosfer. Sedangkan yang beraturan berkaitan dengan perubahan-perubahan alam dalam skala besar, misalnya yang utama karena, perputaran bumi pada porosnya, peredaran bumi mengelilingi matahari, perubahan fisik matahari. Perubahan-perubahan tersebut berbentuk perubahan harian (daily variation), perubahan musiman (seasonal variation), perubahan tahunan (annual variation), ….. dan prubahan-perubahan dalam jangka waktu lebih lama lagi. Pola tanam bersifat tetap untuk jangka panjang; oleh karena itu selain didasarkan

atas sifat fisis tanah dan lingkungan, lebih banyak didasarkan atas ciri kecuacaan atau klimatologi wilayah yang bersangkutan. Bila faktor tanah sudah dimasukkan, selanjutnya untuk membuat rencana pola tanam perlu dikenali lebih dahulu sifat tanaman atas tanggapnya kepada cuaca atau iklim. Sifat ketanggapan tersebut ditetapkan sebagai syarat cuaca / iklim yang diperlukan. Kemudian dilakukan analisis unsur cuaca/iklim untuk mencari pola sebarannya mengikut waktu. Dalam hal ini analisis sebaran keseringan terjadinya nilai unsur cuaca diatas atau dibawah persyaratan lebih membantu dibandingkan analisis nilai rata-rata. Dari hasil analisis tersebut dicari selang waktu dengan perubahan cuaca yang sesuai dengan persayaratan cuaca bagi tanaman yang bersangkutan. Bagi tanaman semusim, perencanaan tanam perlu disusun dengan lebih cermat mengingat fase-fase pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan waktu tertentu dan persayaratan tertentu. Sebagai contoh untuk menetapkan pola tanam padi pada lahan basah yang memerlukan adanya curah hujan lebih atau sama dengan 75 mm setiap dasarian sampai waktu menjelang panen, dan kurang dari 50 mm pada waktu panen. Ketidak sesuaian antara fase kehidupan dan perubahan cuaca dapat menimbulkan kegagaalan kegiatan pertanian.

Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengolahan tanah?

Sebelum suatu tanaman ditanam perlu disiapkan tanah yang memungkinkan dilakukannya penanaman tanaman. Pekerjaan pengolahan tanah dilakukan setelah tanah cukup lembap atau pada saat tanah masih dalam keadaan lembap sehingga mudah diolah.

Penanaman . 1.Gb. Penyiapan lahan Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya tanaman? Budidaya tanaman umumnya meliputi pembibitan. dan lain-lain. penanaman. 1. pemeliharaan. Pembibitan Penyiapan bibit dilakukan di tempat-tempat tertentu yang cuacanya sesuai yang diperlukan bagi bibit tanaman. 1. misalnya di ruang rumah hijau (green house). atau di ruang terbuka yang diberi peneduh penahan sinar matahari. Tempat tersebut ada yang di dalam ruangan dengan kondisi cuaca tiruan yang disesuaikan dengan yang diperlukan tanaman. penutup untuk membuat kelembapan tinggi. dan panen. pelindung angin.

pengairan. misalnya untuk menanam padi ada jenis yang memerlukan tanah berair. Gb. . Oleh karena itu lebih dahulu perlu diketahui perkiraan cuaca selanjutnya setelah masa tanam. penyemprotan hama dan lain-lain. ada jenis padi yang memerlukan tanah yang hanya lembap saja. 1.Setelah bibit cukup kuat kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Kegiatan menanam padi Pemilihan waktu tanam sangat penting karena setelah tanaman ditanam cuaca sangat berpengaruh kepada pertumbuhan selanjutnya. Selama penanaman langit cerah atau berawan. Pemeliharaan Setelah bibit ditanam dilakukan pemupukan. Kondisi tanah yang diperlukan tanaman berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman.2.

angin.Gb. kelembapan. kelembapan. Selama menjelang panen. angin. . hujan di tempat pertanian juga diperlukan untuk membuat rencana pekerjaan hari-hari berikutnya. suhu. 3. Misalkan bila untuk melakukan penyemprotan atau pemupukan diperlukan cuaca langit cerah atau berawan dan angin tidak lebih dari 10 km/jam maka pekerjaan ditunda apabila cuaca yang diperlukan tersebut tidak memenuhi. Panen Kegiatan memanen juga perlu direncanakan dengan memilih waktu dengan cuaca tertentu yang memungkinkan dilakukannya pemanenan. 1. Selain itu prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. hujan. Penyemprotan hama Selama masa pemeliharaan diperlukan data pada hari itu apakah keadaannya memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dilakukan. diperlukan data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan meliputi sinaran matahari.

Oleh . Penjemuran hasil panen. Masa panen. Gb. 1. 1. tetapi juga dilakukan untuk maksud mencari keuntungan. Pasca panen Selama masa panen dan pasca panen diperlukan informasi cuaca meliputi data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. kelembapan. Transportasi Kegiatan pertanian tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri secara langsung. hujan untuk kegiatan pengeringan. angin.5.Gb.4.

sedangkan masing-masing kegiatan mempunyai sensitivitas kepada cuaca berlainan. 6.karena itu lebih dahulu perlu ditetapkan jenis tanaman apa yang akan ditanam dan diperlukan pula perencanaan penyimpanan dan pengangkutan hasil-hasil tanaman. dan parasit tersebut mengganggu tanaman. Selain informasi di lokasi pertanian. dll. untuk keperluan agribisnis diperlukan informasi cuaca di tempat lain. Adakah problema cuaca dalam kegiatan pertanian? Problema yang sering dihadapi adalah adanya banyak kegiatan dalam suatu wilayah. penyakit. Selanjutnya hama. Pada suatu musim kemarau yang banyak hujan para petani sayuran merasa untung karena tanamannya tumbuh subur dan tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari. cuaca yang ada sesuai dengan yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian. Informasi tersebut berguna untuk memberi pertimbangan penetapan pengiriman hasil pertanian. Gb. tetapi cuaca saat itu justru juga mendukung kesuburan hidupnya hama. tetapi bagi petani garam dan perusahaan industri garam banyak mengalami kerugian karena hasil garamnya berkurang. Transportasi hasil panen. penyakit.. Tidak jarang pada suatu musim. tetapi bagi orang atau kegiatan lain justru dirasakan sebagai yang merugikan. Jadi cuaca yang mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan ? Tentu saja sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bagi seseorang atau sesuatu kegiatan adanya cuaca tertentu mungkin dirasakan sebagai yang menguntungkan. dan parasit. dan memang kiranya tidak perlu membedakan cuaca karena cuaca adalah salah satu dari banyak fenomena . Setiap orang atau setiap kegiatan mempunyai tanggap dan kepekaan berbeda kepada cuaca.

d. tetapi hujan banyak dapat menimbulkan banjir. tetapi dilain pihak apabila fluktuasi suhu besar tanaman menjadi stress. Lama penyinaran banyak menambah lama proses fotosintesa. tetapi bila terlalu banyak hujan pupuk banyak melimpas. tetapi dilain pihak sinaran matahari banyak dapat meningkatkan laju pengeringan tanah. Bagi tanaman. Suhu udara: Suhu udara tinggi meningkatkan kualitas tanah. bila kelembapan rendah penguapan menjadi besar dan kandungan air tanah menjadi berkurang. Selang basah (wet spell) : Adanya selang basah di musim kemarau menambah . a. Bagi tanaman. banyak hujan membantu tanaman mudah menyerap makanan dari tanah. Sinaran matahari : Sinaran matahari banyak meningkatkan kualitas tanah. c. tetapi disisi lain bila bertiup kencang dapat menimbulkan kerusakan batang tanaman. tetapi di lain pihak penyinaran yang banyak mempercepat tanaman menjadi layu. Angin: Dengan adanya angin tanah dapat terdinginkan. tetapi suhu yang sangat rendah dapat menimbulkan embun beku (frost) yang dapat membuat kering tanaman. Curah hujan: Bila banyak hujan tanah menjadi gembur dan subur. Untuk itu banyak cara yang dapat dilakukan. e. Suhu rendah mendukung pertumbuhan holtikultura. tetapi dilain pihak suhu tinggi membuat berubahnya struktur tanah. g. Suhu udara tinggi meningkatkan proses pertumbuhan tanaman. tetapi disisi lain dapat menimbulkan tanaman stress kekurangan air. tetapi kelembapan tinggi juga menyuburkan gulma dan memudahkan timbulnya hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman. Selang kering (dry spell): Adanya selang kering di musim hujan menambah sinaran matahari yang menguntungkan tanaman. Oleh karena itu sikap kita adalah memanfaatkan dan menghindari resiko dari dampak cuaca yang ada. tanah longsor. Bagi tanaman angin dapat membantu kecepatan penyerbukan. f. Berikut adalah contoh nilai-nilai unsur cuaca yang memberikan keuntungan dan merugikan. banyak daun gugur. erosi. tetapi apabila angin bertiup terus-menerus dapat menimbulkan penggerusan (erosi) tanah dan tanah cepat menjadi kering karena penguapan menjadi besar. Kelembapan: Kelembapan udara yang tinggi menjaga kelembapan tanah. b.alam yang berlangsung secara terus-menerus. kelembapan yang tinggi mendukung tanaman dapat tumbuh subur.

f. Dalam musim kemarau kelembapan rendah. memenuhi kebutuhan tanaman akan air.kecukupan air. Kelembapan udara : Dalam musim hujan kelembapan tinggi. b. yang antar lain meliputi: (1) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. tetapi sering terjadi angin ribut . tetapi karena jumlahnya sedikit sering menimbulkan kekeringan. Di musim hujan beda suhu maksimum dan minimum lebih kecil dibandingkan suhu maksimum dan suhu minimum pada musim kemarau. Sebaliknya di musim kemarau intensitas sinar matahari rendah tetapi lama penyinaran panjang. c. dan dalam musim kemarau sering terjadi selang basah. kualitas dan kuantitas produksi. Sedangkan di musim kemarau umumnya angin betiup terus menerus dan kering. Apa yang perlu diketahui untuk memanfaatkan cuaca? Dalam memanfaatkan cuaca terlebih dahulu perlu difahami tentang fungsi dan dampak unsur cuaca. Bagimana nilai unsur cuaca pertanian yang ada di Indonesia? Karena struktur kepulauan yang sangat beragam maka Indonesia terkenal dengan cuacanya yang sangat beragam pula. Selang kering dan selang basah: Dalam musim hujan sering terjadi selang kering lebih dari tujuh hari basah. Suhu udara : Suhu udara rata-rata di Indonesia hampir tidak banyak beda di musim hujan dan di musim kemarau. tetapi yang banyak beda adalah suhu maksimum pada siang hari dan suhu minimum pada malam hari. (2) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. e. penguapan potensial tinggi. . Sinar matahari: Pada musim hujan di Indonesia intensitas matahari tinggi tetapi lama penyinaran pendek karena liputan awan banyak. kerusakan tanaman. Dalam musim kemarau hujan sedikit tidak ada banjir. Namun demikian ada sifat yang secara umum dimiliki oleh masing-masing unsur. d. Curah hujan : Bila di musim hujan banyak jumlahnya. misalnya: a. Angin : Pada musim hujan kecepatan angin umumnya rendah. tetapi dapat merusak kualitas hasil panen. penguapan tinggi dan kandungan air tanah rendah.

(4) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi.kehilangan produksi. Oleh karena itu apabila ada cuaca yang merugikan perlu dilakukan antisipasi atau penanggulangan. tanaman dan hasil produksi. Yang juga perlu difahami adalah tidak setiap waktu cuaca yang ada diperlukan oleh tanaman. · Cuaca dan iklim yang mana yang perlu dihindari agar tidak terkena dampak yang merugikan bagi tanah dan tanaman. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat digunakan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan upaya penanggulangan bagi tanah. (8) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan nilai ekonomi Cuaca/iklim memberi dampak kepada tanah dan tanaman. (3) Dampak cuaca dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat dimanfaatkan sehingga tanah dapat dapat menyuburkan tanaman. dampak tidak langsung. Apakah dampak cuaca / iklim bagi pertanian? Dampak cuaca / iklim kepada kegiatan pertanian dapat dikategorikan menjadi : (a). · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang berdampak kepada tanah dan tanaman. Dampak langsung seketika umumnya misalnya curah hujan yang lebat atau terus . Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Bagi petani perlu memperhitungkan alternatip dan menyiapkan upaya antisipasi apabila cuaca yang tidak diharapkan terjadi. dampak langsung . dan ada yang dirasakan secara lambat. (5) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan. (7) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan kehutanan. bahkan mungkin merugikan. Dengan demikian yang sekurang-kurangnya perlu diketahui tentang cuaca dan iklim adalah : · Bagaimana cuaca dan iklim yang ada. (6) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan Operasi managemen. · Cuaca yang bagaimana yang diperlukan tanah dan tanaman selama fase pertumbuhannya. dan (b).

An Agroclimatic Map of Java. Badan Meteorologi dan Geofisika. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca. (2003). sedangkan kadar cuaca/iklin yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. Pokok-Pokok Pengelolaan Cuaca Untuk Pertanian di Daerah Tropika Basah Indonesia. Oldeman. M.. INS/7. . Nieuwolt S (1985). Boer R. Jakarta.W. Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi. angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman. tetapi karena timbulnya hama. Cuaca / iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama .8/042 – Mei 1984.menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu. penyakit. (1975). Padang 11-13 Agustus 2003. . DAFTAR PUSTAKA Baradas. Kertas Kerja No. tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca / iklim. 41. misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan. Malaysia. penyakit. Klimatologi Kawasan Tropik. Central Research Institut for Agricultur. dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu. (1984). penyakit. Dewan Bahasa dan Pustaka. dkk. L. Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung .R. Nilai Ekonomi Prakiraan Iklim. IRRI (1975). adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering. parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. tetapi karena hama. tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang. Bogor. Research Highlight for 1975.

Wirjohamidjojo. 179. Practical Farm Weather Management And Climate Impact Assessment. Meteorologi Praktik. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. August 1993. --------Diposkan oleh soerjadi wh di 06:16 . Technical Note No. Pengalamanku Tentang Cuaca di Indonesia. Soerjadi . Lyle (1980). A Study of the Agroclimatology of the Humid Tropics of South-East Asia. ISBN 979-99507-8-3.597. Kamus Hidrometeorologi. Guide to Agricultural Meteorological Practices. McGrwaw Hill International Book Company. Sutrisno (1982). Wirjohamidjojo Soerjadi (2006).(1993). dan Suroso H. Introduction to Climate. BMG Jakarta. Project INS/82/004 (Meteorological Programme For Increased Food Production) WMO. WMO (1993).. Buku – IV. Project INS/82/004/ Jakarta. Wirjohamidjojo Soerjadi ( 1984). Indonesian Inter – Agency Climate Impact Assessment System.R. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. and Frere M. Patoni.Oldeman L. Horn H. Susanto. (1982). Wirjohamidjojo. WMO-No. Glenn T. Soerjadi (1993). Prociding Of The Workshop On Practical Farm Weather Mangement And Climate Impaact Assessment. ISBN 979 459 357 5. 134. Survey On The Inter-Agency Agrometeorological Service In Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. WMO – No. Trewartha. Badan Meteorologi & Geofisika.

Meskipun teknologi penerbangan makin maju namun karena frekuensi penerbangan juga makin meningkat kecelakaan pesawat terbang masih tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. antara lain faktor manusia. Dengan demikian makin banyak kegiatan penerbangan. Bagaimana peran cuaca dalam penerbangan? Karena masalah penerbangan menyangkut banyak hal baik dalam lingkup nasional maupun internasional maka Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan berbagai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tersebut. fasilitas dan sarana telekomunikasi. Keselamatan penerbangan berkaitan dengan banyak faktor. dan faktor cuaca. sedangkan 70% dari faktor manusia yang termasuk baik awak pesawat maupun yang memberi pelayanan kepada pesawat terbang. 31 Agustus 2010 MANFAAT DAN BAHAYA CUACA DALAM PENERBANGAN Oleh Soerjadi Wh. Dari kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat terbang. beban tanggung jawab keselamatan penerbangan juga makin meningkat. Khususnya dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan cuaca. teknis pesawat. Cuaca mempunyai dua peran. Apa dampak cuaca dalam penerbangan? Peran cuaca dalam penerbangan sangat besar. fasilitas dan sarana Bandar udara.Selasa.1988). di sisi lain mempunyai potensi yang . Dalam penerbangan perihal keselamatan adalah prioritas utama.4% sampai akhir 2013. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan.1 vol. 30% antara lain karena faktor cuaca. ICAO bekerjasama dengan Organisasi Meteorologi Dunia ( World Meteorological Organization = WMO). fasilitas penunjang operasi penerbangan.38 Jan. Laju keseringan penerbangan di Amerika Serikat sejak tahun 1988 sekitar 10% setiap tahun (buletin WMO no.9% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 6. faktor kondisi dan jenis pesawat terbang. di Indonesia (data IATS Analysis) antara 1988 – 2003 sekitar 3. dan pelayanan lalu-lintas udara.

Dari posisi terbang. Langkisau. tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. kondisi pesawat. yakni tinggal landas. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. dan golak-galik. . yang mengganggu pendaratan atau tinggal landas pesawat karena energi yang besar. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang bekecepatan 20 knot. Apa peran cuaca dalam pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang ? Pendaratan dan tinggal landas tergolong masa kritis bagi penerbangan. angin 20 knot pada paras penerbangan 30. tetapi bila terjadi pada paras rendah sangat berarti bagi pesawat terbang kecil yang terbang pada paras tersebut. dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitifitasnya terhadap cuaca. yang dapat mengakibatkan penggunaan landasan terlalu panjang. pusaran yang kuat. jenis pesawat. Geser angin vertikal. mengganggu penglihatan sehingga pendaratan atau tinggal landas yang dilakukan secara visual tidak dapat dilakukan dengan tepat. dan mendarat maka penggunaan arti bahaya dalam penerbangan umumnya diterapkan untuk masing-masing kegiatan tersebut. Khusunya dalam penerbangan.membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. Banglas yang rendah. Angin haluan. geser angin horizontal. yang dapat menghambat. terbang. atau pesawat terdorong.000 kaki tidak terasakan bagi pesawat besar yang terbang pada paras tersebut. Kesalahan pengamatan tekanan atau kesalahan pengesetan altimeter dapat menjatuhkan pesawat karena pesawat terbang mendarat tidak tepat sesuai dengan elevasi landasan. Namun demikian karena setiap pesawat terbang mempunyai tiga kegiatan yang sama. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan. Longsoran udara dari awan Kumulonimbus. faktor cuaca yang mempunyai potensi membahayakan antara lain : Angin silang. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan. dan arah angin yang menyebar ke segala arah. Untuk pendaratan. mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas dan dapat menimbulkan pesawat terjungkal. selain kadar atau intensitas unsur cuaca. Tekanan dan suhu udara di permukaan landasan atau Bandar udara. digunakan untuk penyetelan altimeter dan perhitungan altitud kepadatan. melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lain.

faktor cuaca dapat dimanfaatkan tetapi juga ada yang mempunyai potensi membahayakan. peng-es-an (icing). awan rotor. Gb. di kawasan mendekati kutub letaknya lebih rendah dibandingkan dengan Sirus di kawasan tropik. awan dengan varietas lentikularis atau bentuk lensa. golak-galik (turbulence) di dalam awan. tekanan udara yang dapat dimanfaatkan untuk menetapkan jalur terpendek atau waktu terbang yang sependek mungkin. Bila ada Sirus berbentuk barisan seperti pada gb. Apa dampak cuaca kepada pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan? Bagi pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. Sirus di kawasan tropik umumnya berada pada ketinggian lebih tinggi dari 6 km dari permukaan bumi. adanya awan tudung.1. golak-galik di luar awan atau golak-galik udara cerah (clear air turbulence = CAT).Gb. . Dampak longsoran udara dari awan Kumulonimbus. Selain itu dapat pula dikenali dari susunan dan bentuk awan. misalnya dengan adanya jajaran garis–garis awan Sirus.1. gelombang gunung. Yang mempunyai potensi membahayakan antara lain: gelombang udara yang berkaitan dengan angin kencang.1. Sirus bergelombang. Yang dapat dimanfaatkan antara lain : angin. Bagaimana mengenali gelombang udara? Secara mudah gelombang udara dapat dikenali dari goncangan pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. kilat.

2. Di Puncak Bogor awan seperti itu sering terlihat pada sore hari. Altostratus lentikularis dengan pusaran. Gb. yang biasanya terjadi di sekitar lereng gunung. Adakalanya gelombangnya tidak hanya gelombang vertikal tetapi juga gelombang horizontal seperti yang ditunjukkan oleh bentuk awan lentikularisseperti terlihat pada gb. Altostratus lentikularis. . Makin besar lajur awan makin besar gelombangnya. Gb.menunjukkan bahwa udara di tempat itu bergelombang. Ada kalanya Altrostratus lentikularis kelihatan seperti berputar seperti terlihat pada gb. Bentuk lentikularis umumnya terdapat pada awan Altostratus pada ketinggian antara 2 – 5 km dari permukaan bumi.4.3. Arah angin atau arah gelombang dari arah letak bentuk yang tipis dari bagian awan. 3. Gelombang udara juga dapat dikenali dari awan yang berbentuk seperti lensa (letikularis) seperti pada gb. 2.. Arah angin tegaklurus barisan awan.

Selain menandai adanya udara bergelombang awan-awan tersebut juga dapat digunakan untuk menandai kemantapan (stability) lapisan udara. Altostratus lentikularis menempel pada puncak Kumulus. 5. Berbahayakah udara di balik gunung? Di balik gunung tertentu sering timbul gelombang udara yang dikenal dengan gelombang gunung. Gelombang gunung umumnya terdapat pada balik gunung atau . Gb.5 oC / km. Dalam atmosfer baku ICAO laju susut suhu kearah vertikal dalam troposfer didefinisikan sebesar 6. Altostratus lentikularis dengan gelombang horizontal. lapisan udara tersebut dikatakan mantap.6).5 oC / km.4.).6. Bila tampak pada Kumulus menunjukkan pula bahwa di atas awan tersebut terdapat lapisan sungsangan sehingga awan tidak bisa menembusnya.5. bila laju susut suhu > 6. Bila pada suatu waktu pada suatu lapisan udara laju susut suhu tersebut < 6. Adanya awan seperti pada gambar 3 dan 4 menandai adanya lapisan udara mantap (stable air). Altostratus lentikularis menempel pada puncak gunung Ada pula yang menempel pada bagian atas awan Kumulonimbus atau Kumulus (gb.5 oC / km dikatakan lapisan udara takmantap (unstable air). Selain itu awan bentuk lentikularis ada yang tampak menempel pada puncak gunung (gb.7.Gb. Gb.

g = percepatan gravitas bumi. dan c = kecepatan suara. Uox = kecepatan angin dalam arah sumbu X (horizontal). Gelombang tersebut dapat dikenali dengan adanya awan yang letaknya berantara secara teratur di balik gunung. r = rapat massa udara.g[ (d ln r)/ r + g/c2 ] disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”. (2) arah angin dari arah tegak lurus ke gunung. Parameter tersebut dikenal dengan nama parameter Scorer yang dalam rumus matematikanya dinyatakan sebagai : S = F(z) ~ (ωB / Uox)2 dengan ωB = √{. (3). r = rapat massa udara.kurang dari 30 derajat.g[(d ln r)/ r + g/c2 ]} dan (ωB)2 disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”.bawah angin. (7. Apakah yang dimaksud dengan golak-galik? Golak-galik adalah goncangan udara akibat bertumpuknya gerak rata-rata udara yang tidak teratur dan dalam keadaan terus-menerus berubah. udara bersifat takmantap. dan bila R<=1 udara bergolak-galik. Bila R <= ¼. udara mempunyai nilai parameter tertentu yang mencapai maksimum. Apakah di dalam udara cerah dapat timbul golak-galik? Dalam udara cerah dapat timbul golak-galik yang lazim dinamakan “golak-galik .l. Gelombang tersebut umumnya terbentuk karena adanya angin kencang melewati gunung pada saat lapisan udara di atasnya dalam keadaan mantap. (1) udara mantap. Tetapi kadang-kadang selang antara awan-awan tersebut tidak tampak jelas sehingga dalam keadaan demikian sulit untuk menaksir adanya gelombang gunung. Syarat untuk terbentuknya gelombang gunung a. Nilai batas yang digunakan sebagai indikasi yang memungkinkan terjadinya golak-galik adalah bilangan tak berdimensi yang dinamakan bilangan Richardson (Ri). ӘU/Әz = landaian (gradient) kecepatan angin dalam arah vertikal.1) dengan (ωB)2 = . g = percepatan gravitas. yang rumusnya sebagai berikut: Ri = (ωB)2 / (ӘU/Әz)2 . dan c = kecepatan suara.

Peng-es-an dapat terjadi ketika pesawat terbang melewati butir-butir air adidingin di dalam awan atau di dalam hujan. Peng-es-an umumnya terjadi pada suhu antara 0 oC dan –18 oC. Peng-es-an (icing) sangat mengganggu penerbangan. Namun demikian ada bentuk dasar peng-es-an. Laju pertumbuhan golakgalik udara cerah dinyatakan dengan rumus (Chandrasekar 1961. δU = beda kecepatan angin antar lapisan udara. ω = frekuensi sudut (angular frequency) . ukuran tetes air. laju penumpukan. Bila dalam paras terbang suhu udara rendah dan udara mengandung banyak air adidingin. yakni bentuk es keruh (rime ice) dan es bening (clear ice) yang tingkatnya . Peng-es-an adalah fenomena penumpukan atau pelapisan es pada pesawat terbang.2) dengan Im(ω) menyatakan bilangan imaginer dari ω. dan di daerah sekitar arus jet (jet stream) yaitu daerah dengan angin berkecepatan tinggi di lapisan udara atas. tetes-tetes air yang membasahi badan pesawat yang sedang terbang dapat membeku dan membentuk lapisan es pada pesawat terbang. Dari rumus tersebut mudah difahami bahwa apabila nilai [(δU)2 – 2(g/k) δr/r] >= 0 tidak ada nila Im(ω) berarti tidak terjadi golak-galik udara cerah. Wujud peng-es-an bermacam-macam yang dapat dibedakan dari kepadatannya. dan kekerasannya.udara cerah (clear air turbulence = CAT)” yang terjadinya tidak ditandai dengan fenomena yang tampak. λ = panjang gelombang. Suhu udara yang sangat rendah dapat menimbulkan proses peng-es-an pada pesawat terbang. Perbedaan tersebut berkaitan dengan suhu. dalam udara di atas Kumulonimbus yang sangat tinggi sampai stratosfer bawah. keterawangannya (transparency). g = percepatan gravitas bumi. k = bilangan gelombang = 2π/λ. Tempat terjadinya umumnya di dekat lereng gunung pada ketinggian atmosfer kurang dari 2 km. Biasanya terjadi dalam troposfer. dikutip Beer Tom 1964) sebagai berikut: Im(ω) = ½ k[(δU)2 – 2(g/k) δr/r ] ½ (7. δr = beda rapat massa udara antar lapisan udara. Disamping itu waktu terjadinya umumnya pada bagian akhir dari waktu peluruhan proses termodinamik dari energi kinetik karena pemanasan dalam atmosfer. di daerah perenggan. atau melewati salju basah dan tetes air yang suhunya dibawah 0 oC. Golak-galik udara cerah tersebut sulit dipelajari karena skalanya kecil dibandingkan dengan skala atmosfer.

dibedakan antara tingkat es kental (milky ice) dan tingkat es padat (kernel ice). Efisiensi pengumpulan untuk hujan sebesar 100%. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang dapat terjadi karena lapisan air yang menempel pada badan pesawat mendingin dengan kuat. pada stabilisator. mengurangi daya dorong. terjadi pada lubang pembuangan gas sisa pembakaran yang keluar dan mengembang dengan cepat. Peng-es-an karburator umumnya sudah dapat terjadi bila suhu udara luar antara 10 dan 15 oC. dalam hal kejadian tersebut es yang terbentuk disebut es bulu (ice feathers) karena bentuknya seperti serabut. Umumnya besarnya laju peng-es-an sekitar 1 mm/menit. mengurangi masukan udara pada mesin jet. dan efisiensi pengumpulan dari bagian pembelah udara pada pesawat terbang. Selain itu peng-es-an pesawat terbang juga dapat terjadi ketika pesawat terbang keluar dari lapisan udara dingin ke dalam lapisan udara hangat. Peng-es-an karburator yang disebut peng-es-an karburator (carburetor icing). Apa bahaya kilat bagi penerbangan? Kilat adalah salah satu fenomena elektrometeor berupa luahan muatan elektrik dalam udara. Peng-es-an pada pesawat terbang dapat mengurangi daya angkat. Peng-es-an yang kuat dan membahayakan pesawat terbang mudah terjadi apabila pesawat terbang lama di dalam awan atau dalam hujan adidingin. dan untuk butir-butir awan sebesar 50%. terjadi distorsi pada pembelah udara (aerofoil). mengganggu alat kemudi. kecepatan pesawat terbang. dan menggnggu pengendalian karena peng-es-an dapat menimbulkan berbagai hal antara lain : menambah berat pesawat terbang. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang umumnya pada bagian pinggir sayap. antara lain dapat mengganggu alat telekomunikasi. dan paling tinggi sebesar 30 mm/menit. dan pada ujung-ujung bagian lain serta pada lubang pembuangan. untuk gerimis sebesar 75%. Besarnya laju peng-es-an sebanding dengan kandungan air dalam awan yang dilalui pesawat terbang . dan mengurangi laju pembuangan karena peng-es-an karburator. Kilat. saluran . mengganggu putaran balingbaling.

Kilat roket adalah kilat yang sangat cepat seperti roket. kilat roket (rocket lightning). helikopter.7. antara lain yang terkenal adalah : kilat berkas (streak lightning). kilat lembaran (sheet lightning). tetapi kilat tersebut jarang terjadi. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan rendah? Pesawat-pesawat terbang kecil. sering disebut pula kilat api.listrik. dan setelah itu meledak seperti bom. yakni penerbangan rendah. Kilat bola berupa kilapan cahaya berbentuk seperti bola yang garis tengahnya sekitar 0. Bentuk kilat berbagai macam. penerbangan tengah. dan dari awan ke bumi atau sebaliknya dari bumi ke awan. dari awan ke awan lain.. dan penerbangan tinggi. bergerak cepat pada suatu benda padat atau mengapung di udara. Kilat garpu. umumnya dibedakan dalam tiga jenis penerbangan. Gb. Yang paling umum adalah kilat yang dihasilkan awan guntur atau awan Kumulonimbus. Kilat lembaran adalah kilat yang hanya tampak seperti lembaran kilapan cahaya terang dan baur. Kilat bahang. kilat bola (ball lightning). Kilat berkas adalah kilat dari awan ke bumi yang tampak seperti kilapan berkas cahaya. kilat bahang atau kilat api (heat lightning). Kilat dapat terjadi dari di satu tempat ke tempat lain di dalam suatu awan yang sama. kilat garpu (forked lightning). berupa kilapan cahaya terang yang tampak di kejauhan dan lama setelah tampak disusul suara guntur. paling banyak melakukan penerbangan .3 meter. Apa dampak cuaca sama bagi semua penerbangan? Dampak cuaca tidak sama bagi setiap penerbangan. Kilat garpu adalah kilat dari awan ke bumi yang ujungnya bercabang-cabang seperti garpu.

dan masuk-keluar bagian bawah awan yang umumnya bergolak-galik. Penerbangan rendah sangat tinggi sensitifitasnya kepada cuaca karena di lapisan udara dibawah 3 km. Perubahan cuaca yang dirasakan adalah perubahan yang berkaitan dengan perubahan tempat. selain suhu udaranya rendah kadar air dalam udara msih cukup tinggi. Penerbangan rendah umumnya berada di bawah dan di bagian bawah awan. serta dalam udara bersuhu sekitar 0 oC dan atau di atas paras beku (paras dengan suhu 0 oC). Angin setempat umumnya tidak banyak perubahan. Biasanya dalam penerbangan rendah digunakan aturan terbang visual (Visual Flight Rules = VFR) yaitu batasan-batasan (kondisi cuaca) yang dipersyaratkan suatu penerbangan boleh dilakukan secara visual. Oleh karena itu informasi tentang kedua jenis awan tersebut sepanjang jalur dan wilayah penerbangan sangat diperlukan. tetapi suhu udara sangat rendah. Penerbangan tinggi umumnya melakukan penerbangan jauh dan lama. Penerbangan pada paras tersebut masih mengalami banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Pengaruh awan Kumulus tinggi dan Kumulonimbus masih cukup besar. serta dalam udara bertekanan rendah. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tengah? Penerbangan tengah adalah penerbangan pada paras tengah antara 3 km dan 8 km. sehingga pesawat yang melakukan penerbangan rendah menemui banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Pengaruh cuaca di bawahnya kecil kecuali di atas siklon tropik yang kuat. cuaca sangat beragam dan sangat berubah-ubah. . Penerbangan tengah sering melewati dan terbang di dalam serta di puncak awan. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tinggi? Penerbangan tinggi adalah penerbangan yang lebih tinggi dari 8 km. masuk-keluar di bagian tengah dan bagian atas awan.rendah. Peng-es-an mudah terjadi dalam paras penerbangan tengah. Umumnya berada pada paras di atas awan. Peng-es-an masih mungkin terjadi utamanya di bagian paras paling bawah yang masih mengandung banyak uap air.

dan juga perubahan suhu berkaitan dengan perubahan tekanan atau ketinggian tersebut. Bila penerbangan di atas kawasan khatulistiwa maka sepanjang penerbangan tidak banyak mengalami perubahan tekanan. (1993). Manfaat informasi cuaca dalam penetapan rencana terbang. seperti yang dilakukan oleh Fairbanks dkk. baik informasi cuaca untuk persiapan lepas landas. cuaca selalu harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. pesawat terbang mengalami perubahan tekanan. dan perubahan suhu. Dalam upaya efisiensi dan keselamatan penerbangan selain harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana penerbangan serta kondisi pesawat terbang. Robinson dkk. dan bila terbang dalam paras ketinggian tetap. sebaliknya penerbangan yang melintas dari arah khatulistiwa ke arah kutub atau sebaliknya mengalami perubahan tekanan yang besar. Seberapa besar nilai ekonomi manfaat cuaca dalam penerbangan? Secara umum studi tentang keuntungan ekonomi dari pemanfaatan cuaca dan informasi cuaca dalam penerbangan telah banyak dilakukan. Apabila penerbangan dilakukan pada paras tekanan tetap. ketinggian potensial. Pada dasarnya cuaca mempunyai andil besar dalam menentukan rencana dan keputusan untuk tinggal landas.utamanya bagi penerbangan di kawasan lintang tinggi atau penerbangan yang menuju kearah meridional (utara – selatan). dan keputusan-keputusan selama dalam penerbangan. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan ketinggian tekanan. (1994). Tetapi tidak dapat dihitung nilainya secara kuantitatif dalam hal yang berkaitan dengan keselamatan. Informasi cuaca penerbangan yang diterima penerbang digunakan untuk operasional penerbangan. selama dalam . Perubahan arah dan kecepatan angin. Perhitungan nilai ekonomi umumnya dilakukan dengan ukuran penghematan waktu terbang (waktu terbang minima) dan efisiensi pengaturan beban dan pengisian bahan bakar (fuel loading). pesawat dapat mengalami perubahan ketinggian. keputusan mendarat.

dan penentuan terbang minimal. altimeter tekanan menunjukkan ketinggian lebih tinggi dibandingkan dengan altimeter radio. Tetapi bila terbang di atas daratan. yaitu altitud atau ketinggian dari permukaan laut. Tetapi pesawat terbang modern. atau benda. yang diukur dari datum atau tinggi rujukan tertentu. Ketinggian. altimeter radio dapat menunjukkan ketinggian pesawat terbang di atas permukaan bumi. altitude (altitude). selain dilengkapai dengan altimeter tekanan juga dilengkapi dengan altimeter radio atau radar. Hal ini berkaitan dengan arah angin di bandar udara saat itu. Apabila pesawat terbang di atas laut altimeter tekanan dan altimeter radio menunjukkan ketinggian yang sama. Oleh karena itu altimeter radio dikenal sebagai altimeter mutlak. penentuan ketinggian terbang. Pengesetan altimeter (altimeter setting) itu apa? Altimeter adalah alat yang digunakan untuk menaksir ketinggian di dalam atmosfer. Informasi cuaca bandar udara keberangkatan yang diterima sebelum lepas landas atau akan mendarat antara lain digunakan untuk menentukan dari arah mana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat. dimana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat dengan arah berlawanan dengan arah angin. Dengan prinsip pemantulan gelombang radio. yakni pengesetan altimeter. maupun informasi cuaca untuk persiapan mendarat. sedangkan altimeter tekanan menunjukkan ketinggian nisbi. pada permukaan bumi diukur dari permukaan laut. yakni ketinggian (height). pesawat terbang umumnya dilengkapi dengan altimeter tekanan.penerbangan. dan elevasi (elevation). Altitud adalah jarak vertikal letak suatu titik. atau paras yang diukur dari permukaan laut atau permukaan laut rata-rata. ialah altimeter yang bekerjanya berdasarkan pengukuran tekanan udara. Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk mengatakan tinggi dalam penerbangan. adalah ukuran jarak vertikal letak suatu titik. Untuk mengetahui ketinggian terbang. Elevasi adalah jarak vertikal dari suatu titik. Bagi pesawat terbang yang hanya dilengkapi dengan altimeter tekanan. atau paras. benda. pengesetan altimeter sangat penting dan harus dilakukan dengan cermat agar pesawat terbang . atau benda. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang selalu diperhatikan.

5 oC/km.3 oC. dengan H = ketinggian dari permukaan laut (altitud) dinyatakan dalam kaki. Selanjutnya sejak tahun 1956 dikembangkan lagi dengan: § Laju susut suhu dari 11 km sampai 25 km sebesar 0 oC/km. Po = tekanan atmosfer pada permukaan laut.15 Tm log (Po/P). § Laju susut suhu vertikal sampai tinggi 11 km (ketinggian tropopause) sebesar 6.5 oC .dapat didaratkan dengan tepat diatas landasan pacu. sehingga suhu pada ketinggian 47 km sebesar + 9.5 o C/km atau 1. Tekanan permukaan laut tersebut diambil dari atmosfer baku ICAO. Dengan demikian perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut hasilnya dapat berbeda dengan bila menggunakan model atmosfer baku ICAO. Pengesetan dilakukan dengan menyesuaikan skala altimeter pada besarnya tekanan di Bandar udara yang dikoreksi dengan tekanan permukaan laut (QNH). dan P = tekanan atmosfer pada ketinggian H. § Laju susut suhu dari 126 km sampai 175 km sebesar +10 oC/km. sehingga suhu pada 75 km sebesar – 76. Namun demikian dalam praktek untuk menetapkan koreksi ke permukaan laut yang digunakan untuk pengesetan altimeter diperlukan patokan tekanan di atas permukaan laut tertentu. § Laju susut suhu dari 90 km sampai 126 km sebesar + 3. hubungan antara ketinggian dan tekanan mengikut rumus empirik : H = 221. Tm = suhu udara rata-rata dari permukaan laut sampai tinggi H dinyatakan dalam oK. Dalam altimeter.7 oC (suhu skala molekul). § Laju susut suhu dari 25 km sampai 47 km sebesar +3 oC/km.9 oC/km. § Laju susut suhu dari 47 km sampai 53 km sebesar 0 oC/km. sehingga suhu pada ketinggian 126 km sebesar + 49.25 mb (hPa) § Suhu udara permukaan 15 oC. § Laju susut suhu dari 53 km sampai 75 km sebesar – 3. Dalam Glossary of Meteorology. sehingga suhu . § Laju susut suhu dari 75 km sampai 90 km sebesar 0 oC/km. atmosfer baku ICAO ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut : § Ketinggian permukaan atau paras muka laut rata-rata (mean sea level) = 0 meter. § Tekanan udara permukaan 1013.98 oC/ 1000 kaki.

(3) QNH dihitung dengan rumus: QNH = Pml + (HICAO – E)/28 (untuk E <= 5000 kaki) atau.7 oC. Dengan rumus tersebut diperoleh : QNH = 1013.142 hPa. Cara menghitung ketinggian tekanan dan QNH seperti pada contoh berikut. Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE). Untuk pengesetan altimeter diperlukan nilai ketinggian tekanan dan QNH.25 – 930 = 83. sehingga suhu pada ketinggian 500 km sebesar + 2424.25 + (2331 – 3000)/28 = 1037. E = elevasi Bandar udara.25 x 28 = 2331 kaki.pada ketinggian 175 km sebesar + 539. Nilai tersebut dihitung dengan cara seperti berikut : Dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki. (2) Ketinggian tekanan 83.25 hPa.25 hPa tersebut setara dengan 83.142 hPa. Dalam satuan tekanan. QFE tekanan barometer pada Bandar udara yang tidak dikoreksi ke permukaan laut. § Laju susut suhu dari 175 km sampai 500 km sebesar + 5. Maka ketinggian tekanan 83. Pengsetan tersebut diperlukan . Maka dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO diperoleh : (1) Ketinggian tekanan (PH) = 1013. Dari perhitungan tersebut maka pengesetan altimeter dilakukan dengan menempatkan skala altimeter nol pada 1037. ketinggian tekanan (PH) dinyatakan dengan rumus : PH = Pml – QFE dengan Pml = tekanan pada pemukaan laut atmosfer baku ICAO.25 hPa setara dengan ketinggian H = 2331 kaki. Altitud yang bersangkutan dengan tekanan dalam standar atmosfer ICAO disebut “altitud tekanan (pressure altitude) atau ketinggian tekanan (pressure height)”.8 oC/km. QNH = Pml + (HICAO – E)/30 (untuk E > 5000 kaki) dengan HICAO = tinggi setara tekanan dalam atmosfer baku ICAO.7 oC.

padahal pesawat terbang sudah menyentuh landasan sebelum mencapai titik sentuh landasan yang seharusnya dan pada kecepatan yang masih lebih tinggi dari yang seharusnya (gambar 10). Karena selisih tekanan udara sebesar 1 hPa setara dengan ketinggian 28 kaki. 10. Dengan demikian pesawat terbang mendarat melewati titik sentuh landasan yang seharusnya (gambar 9). Menghitung Nilai D (D-Value) Keadaan atmosfer tidak tetap. Beda ketinggian menurut atmosfer baku ICAO dan ketinggian sebenarnya disebut NIlai–D (D-value). misalnya terjadi kesalahan pengesetan altimeter sebesar 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. Gb.agar pendaratan pesawat terbang dapat dilakukan dengan tepat. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. maka penerbang memperhitungkan pesawat masih pada ketinggian 28 kaki dan belum menyentuh landasan. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. Sebagai contoh. sedangkan atmosfer baku ditetapkan berdasarkan model dan nilai rata-rata. apabila kesalahan sebesar 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. maka dengan kesalahan tersebut penerbang memperhitungkan bahwa pesawat sudah pada titik sentuh landasan (touch down) yang seharusnya. Oleh karena itu sering terdapat perbedaan antara keadaan sebenarnya dan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO. Gb. Sebaliknya.6) . 9. padahal yang sebenarnya pesawat terbang masih pada ketinggian 28 kaki dari landasan. D = Z – h (7.

1.25 x 28 = 1491 kaki ( = Nilai –D) Selanjutnya dengan menggunakan ketentuan atmosfer baku ICAO.1. misalnya di suatu Bandar udara yang elevasinya 3000 kaki.2).2. Altitud Kerapatan (Density Altitude) Altitud kerapatan adalah ketinggian tekanan dari suatu tempat (Bandar udara) yang dikoreksi dengan beda antara suhu di tempat itu dan suhu menurut atmosfer baku ICAO pada ketinggian yang sama dengan elevasi tempat. maka menurut pengukuran pada elevasi atau ketinggian 3000 kaki tekanannya 930 hPa. Bila pesawat terbang dilengkapi dengan altimeter tekanan dan altimeter radio. suhu pada .25 hPa. Sebagai contoh. Dengan menggunakan ketentuan dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki. PH = Pml – QFE = 1013. nilai Z dapat diperoleh dari pengukuran dengan altimeter tekanan. sama dengan ketinggian tekanan atau altitud tekanan. dan h dari pengukuran dengan altimeter radio Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE) seperti pada contoh dalam butir 7. tekanan 930 hPa terdapat pada ketinggian 2331 kaki. pada saat itu tekanan sebenarnya 960 hPa (QFE. tekanan tidak dikoreksi permukaan laut). dan h = ketinggian sebenarnya dari permukaan bumi.25 – 960 = 53. maka dalam satuan tinggi : PH = 53. Untuk menghitung altitud kerapatan mula-mula dihitung altitud atau ketinggian tekanan (PH) dengan menggunakan rumus (7. Dengan demikian : Nilai-D = 2331 – 3000 = – 669 kaki. dan suhunya 11 oC.dengan Z = ketinggian yang dihitung menurut kriteria atmosfer baku ICAO. Tetapi kalau dihitung dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO.

95 = 12. Penentuan Terbang Minimal Angin dapat menghanyutkan pesawat udara sehingga arah lintasan pesawat (track) tidak sama dengan arah hadapan (heading) pesawat.98 oC/1000 kaki. Agar pesawat dapat mencapai B dengan menempuh jarak dan waktu terpendek maka pesawat terbang harus dihadapkan . bila tidak ada angin lintasan pesawat akan sepanjang garis AB.05 oC setara dengan tinggi (H) sebesar : H = (1.98). Dengan demikian apabila arah pesawat dihadapkan kearah tujuan dengan menggunakan arah geografis padahal ada angin maka pada saat yang diperhitungkan pesawat tidak sampai tujuan yang dikehendaki. Nilai tersebut memberi pengertian bahwa apabila pesawat terbang akan tinggal landas atau mendarat di Bandar udara tersebut pada saat itu perlu menyesuaikan seperti kalau tinggal landas atau mendarat pada ketinggian 1951 kaki. Misalkan pesawat terbang dari A akan menuju B. meskipun elevasi Bandar udara sebenarnya 3000 kaki.05/1.05 oC Karena suhu di Bandar udara sebesar 11 oC maka dengan suhu menurut perhitungan dengan atmosfer baku ICAO berbeda sebesar 12. Jika disetarakan dengan beda ketinggian yang laju susut suhunya 1.permukaan laut 15 oC dan laju susut suhu vertikal 6. Untuk mendapatkan jarak atau waktu terpendek yang disebut “penerbangan minimal” maka pesawat harus setiap kali diubah arah sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang ada .1000 = 500 kaki dan altitud kerapatan (DH): = PH + H = 1491 + 500 = 1951 kaki . Bila ada angin dapat hanyut sehingga arah pesawat melencong tidak sampai pada B.98 oC /1000 kaki.05 – 11 = 1.98/1000) = 15 – 2.05 oC.5 oC/km atau 1. maka pada ketinggian 1491 kaki suhunya sebesar : TICAO = 15 – 1491 (1. maka 1.

VB = ( b1i + b2j ) vektor kecepatan pesawat terhadap bumi dari bandar udara keberangkatan ke arah Bandar udara tujuan. Misalkan (gb. misalnya AB. . Misalkan pesawat terbang dari A menuju B.kearah tertentu sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang menerpanya. Arah hadapan (heading) AB terhadap arah timur sebesar a. misalnya AC. Sudut antara lintasan hadapan dan lintasan (b) disebut sudut hanyutan. Kecepatan terhadap bumi (ground speed) pesawat sebesar VB knot. Garis arah dari Bandar udara pemberangkatan sampai Bandar udara tujuan disebut lintasan (track). Besarnya sudut simpangan disebut sudut hanyutan. 11. Gb. Perhitungan untuk mencari sudut hanyutan sebagai berikut. dan garis arah pada arah hadapan disebut lintasan hadapan (heading). Besarnya sudut hanyutan dapat dihitung dengan menggunakan analisis vektor. Bagan hanyutan. arah pesawat terbang mengikuti arah lintasan (track) maka pesawat terbang pada saat yang direncanakan dapat tidak sampai pada tujuan (B). Karena angin.11).

atau (270 – f) terhadap arah timur b = adalah sudut hanyutan.½ + 500. ½ }2 + {50 (–½Ö3) + 500 .½ Ö3}2] = Ö[{ 25 + 250 }2 + { (–25Ö3) + 250Ö3}2] = Ö[(275 )2 + { (225Ö3)2] . Kecepatan angin VA= 50 km/jam Maka. Arah Cengkareng – Pontianak terhadap arah timur a = 60o. Arah angin f = 330o. dengan X positif ke arah timur dan Y positip ke arah utara dapat dihitung : VH = Va + VB h1i + h2j = ( a1i + a2j ) + ( b1i + b2j ) h1 = a1 + b1 = VA cos (270 – f) + VB cos a h2 = a2 + b2 = VA sin (270 – f) + VB sin a Besarnya kecepatan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] arah VH = g = arc tan ( h2 / h1) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} Sudut hanyutan sebesar : b = a – g Contoh. besarnya kecepatan dalam arah lintasan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] = Ö[{50cos(270 – 330)+500 cos60}2 + {50sin(270 – 330)+500 sin60}2] = Ö[{50cos(– 60)+ 500 cos60}2 + {50sin(–60)+500 sin60}2] = Ö[{ 50. Va = ( a1i + a2j ) vektor kecepatan angin. Maka dalam koordinat siku-siku (X-Y).a = sudut arah hadapan (heading) yang direncanakan terhadap arah timur. Kecepatan pesawat terbang terhadap bumi VB = 500 km/jam. Jarak Cengkareng ke Pontianak S = 2000 km. f = arah angin terhadap arah utara. VH = ( h1i + h2j ) vektor kecepatan pesawat terbang karena hanyutan. Pesawat terbang terbang dari Cengkareng ke Pontianak.

4155) = 54. Rainhardi Manfred E. Huschke Ralph E.½ Ö3} / {50. The Pensilvania State University. WMO Bulletin No.75o = 5. Introduction to Physical Meteorology. 278 – 284. Mc. Vol. Intoch D.3)} = Ö(75625 + 151875) = Ö(75625 + 151875) = Ö227500 = 477 km/jam Arah VH = g = arc tan ( h1 / h2) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} = arc tan {50sin(–60) + VB sin60} / {50cos(–60) + 500 cos60} = arc tan {50 (–½Ö3) + 500 . London.22. .H. Caracena Fernando (1987). Hans Neuberger (1951). Glossary of Meteorology.½ + 500. NASA (1988).75o Sudut hanyutan sebesar : b=a–g = 60o – 54. (1989). Earth System Science. HMO. Aeronautical Meteorology in the Service of Aviation.25) / 275 } = arc tan (1. (1980). Third printing. NASA – USA. (19972). Meteorological Glossary. ½ } = arc tan {(–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (225Ö3) / 275 } = arc tan { (389. 36 October 1987 hal. Boston.1 Vol.= Ö {(75625 + (50625. American Meteorological Society. WMO Bulletin No.38 January 1989. pp. The Microburst As An Aircraft Hazard and Forecast Problem.4.25o ========== Daftar rujukan.

Badan Meteorologi Dan Geofisika.C. Melbourne David & Charles – Newton Abbot. International Cloud Atlas. Volume II. Patoni. 11. Monthly Weather Review. dan Suroso H. ISBN 979-99507-3-2. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Geneva. Praktek Meteorologi Penerbangan.. Wirjohamidjojo Soerjadi dan Sridadi Budihardjo (2007). J. Technical Regulations. Thompson J. The Economic Utility of Weather Forecast. . World Weather Watch Planning Report No. Kamus Hidrometeorologi. Ratag (2006). ---------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:17 Sabtu. Soerjadi .(1955). DR. Clouds Of The World. and Brier. (. 28 Agustus 2010 ANGIN YANG MEMPUNYAI BANYAK MAKNA Oleh : Soerjadi Wh. ISBN 978-979-1241-03-8.Richard Scorer (1972). Badan Meteorologi & Geofisika. Soerjadi. Pust Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. G. Lothian Publishing Co (PTY) LTD. WMO (1969).). WMO. Meteorological Service fore International Air Navigation. Wirjohamidjojo. 49. Potential Economic Benefits from Improvements in Weather Information. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Abridged Atlas. 83 No. WMO – No. Kamus Istilah Meteorologi Aeronautik. Vol. Mezak A. Switzerland. Prof. WMO (1998). ISBN 979 459 357 5. Susanto. Thompson.C.W.(1993). World Meteorological Organization. Wirjohamidjojo. 27.

angin . Oleh karena itu orang membedakan angin dengan memberi nama. angin timur adalah angin yang bertiup dari timur. Namun demikian jangan anggap sepele “masuk angin” karena dapat membuat badan kita lemas dan bahkan dapat menjadi pendorong kematian. Apakah angin itu? Angin adalah gerak udara. “Mata angin”. bukan matanya angin. Adanya angin memberi kesan yang bermacam-macam. dari selatan 180 derajat. bila tidak ada penjelasan lain. dari barat 270 derajat..Gerak tersebut timbul karena perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu tempat dan di tempat lain yang berdekatan. baik dengan arti yang sebenarnya maupun sebagai ungkapan kiasan atau peribahasa. waktu bertiupnya.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak ditemui kata “angin”. sifat dan dampaknya. Berbagai cara dan dasar digunakan untuk memberi nama angin antara lain : berdasarkan arah bertiupnya. angin adalah gerak udara dalam arah horizontal. anggaplah sebagai angin lalu (tidak perlu difikirkan). tetapi berbeda dengan angin barat. misalnya : pohon tumbang karena angin kencang. dari timur 90 derajat. Angin – angin itu punya nama. Dalam meteorologi. . misalnya angin utara adalah angin yang bertiup dari arah utara. kecepatan atau kekuatannya. Angin dicirikan dengan arah datangnya. Angin dari utara arahnya dinyatakan 360 derajat. angin timuran : Angin baratan adalah angin yang arahnya selalu dari barat. Angin timuran adalah angin yang arahnya selalu dari timur tetapi berbeda dengan angin timur. Berasarkan kebiasaan arah datangnya dikenalangin baratan. 0 derajat tidak digunakan untuk menyatakan arah tetapi digunakan untuk menyatakan angin yang sangat lemah atau tidak ada angin. Khususnya dalam meteorologi angin mempunyai peran banyak dalam pembentukan sistem cuaca.. Untuk menatakan arah angin digunakan ukuran “derajat”. sehingga banyak nama dan arti yang diberikan. Dari arahnya dan sekaligus dari tempatnya dikenal angin baratan khatulistiwa. itu hanya kabar angin (berita yang belum pasti benarnya). Susunan arah angin tersebut dinamakan “mata angin”. dan masih banyak lagi.

Angin pasat terlihat jelas di atas lautan Pasifik dan di atas lautan Atlantik. adalah nama angin di kawasan tropik yang berasal dari daerah tekanan tinggi subtropik yang berpusat di sekitar 30o – 40o lintang utara dan di sekitar 30o – 40o lintang selatan. Angin pasat timbul karena adanya daerah dengan tekanan tinggi luar tropik di belahan bumi utara dan selatan dan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara di kawasan tropik. . Angin tersebut bertiup dari suatu arah hampir sepanjang tahun. . Angin baratan khatulistiwa adalah angin baratan yang terdapat di sekitar khatulistiwa yang memisahkan angin pasat belahan bumi utara dan pasat belahan bumi selatan. adalah angin baratan yang terdapat di pinggiran menghadap kutub dari kawasan subtropik. Di bagian belahan bumi utara arah umumnya dari timur laut. dan di bagian belahan bumi selatan dari arah tenggara. Angin pasat. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi utara ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi selatan. Angin menganan adalah angin yang arahnya berubah ke arah kanan atau searah dengan arah putaran jarum jam. Angin baratan subtropik. Angin timuran kutub adalah angin timuran yang terdapat di kawasan kutub. angin timuran kutub. Angin mengiri adalah angin yang arahnya berubah ke arah kiri atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Dari perubahan arahnya dikenal angin menganan dan angin mengiri.baratan subtropik.. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi selatan ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi utara.

Angin permukaan.. Berdasarkan waktu terjadinya. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada siang hari. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari. misalnya di Afrika. Angin musim barat berlangsung mulai sekitar bulan Oktober dan berakhir sekitar bulan Maret. Angin lembah disebut pula angin anabatik. arahnya dari laut menuju daratan karena perbedaan suhu ketika permukaan darat lebih tinggi dari pada suhu di atas laut yang bersebelahan. arahnya dari daratan menuju lautan karena perbedaan suhu ketika permukaan laut suhunya lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan yang bersebelahan. angin musim timur berlangsung sekitar bulan April sampai sekitar bulan September. Nama angin yang biasa bertiup di suatu tempat disebut “angin lokal atau angin setempat”. dikenal angin musim. Angin lembah. Angin gunung juga disebut angin katabatik. sedangkan angin darat hanya mencapai sekitar 10 km dari pantai ke arah laut. Dalam sebagian tahun bertiup dari satu arah. Angin gunung. angin lokal yang di pegunungan yang terjadi pada siang hari dari lembah ke arah puncak gunung ketika lereng gunung mendapat banyak penyinaran matahari. Pengukuran angin tersebut dilakukan pada ketinggian 10 meter dari permukaan bumi di kawasan terbuka. Angin musim tersebut terdapat di banyak daerah. Angin laut. Angin laut dapat memasuki daratan sampai sekitar 30 km dari pantai. Umumnya angin laut lebih kuat dibandingkan angin darat. India. dan sebagian tahun lainnya bertiup dari arah yang berlawanan. Di Indonesia bagian tengah dan timur pada umumnya dikenal angin musim barat dan angin musim timur. adalah angin yang bertiup di dekat permukaan bumi. angin lokal kencang diujung terowongan atau celah diantara dua bukit. Arab. Angin musim adalah nama angin yang bertiup secara musiman. Di sebagian . angin lokal di pegunungan yang terjadi pada malam hari dari puncak gunung menuju lembah ketika udara di puncak gunung menjadi dingin dan rapat massanya lebih besar dibandingkan dengan yang ada di lembah. Angin darat. Angin lorong.Dari tempatnya. Indonesia. sehingga udara naik sepanjang lereng gunung. dikenal banyak nama angin : Angin lokal.

angin kumbang di daerah Cirebon Jawa Barat. sangat bergolak-galik. dan dinamai juga dengan angin reshabar. Setelah melewati gunung udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. adalah gerak udara dingin dari tempat yang tinggi ke arah pantai laut di dekatnya yang panas. adalah angin yang kuat. angin wambraw di daerah Manokwari. dan angin musim timur laut berlangsung sekitar bulan Oktober sampai sekitar bulan April. angin barubu di Sulawesi Selatan. Angin jatuh tersebut bertiup kencang dan berlangsung terusmenerus sampai berhari-hari sehingga menimbulkan dampak yang sangat terasa di daerah yang dilewati. angin tersebut terkenal di Kurdistan selatan. dikenal angin musim barat daya dan angin musim timur laut. Angin gravitas. dan musim angin barat daya berkaitan dengan musim panas di Asia. Angin gravitas juga sering diserupakan dengan “angin jatuh” atau angin katabat. Biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. angin gending di daerah Pasuruhan Jawa Timur. Persia. Pergantian arah angin tersebut berkaitan dengan musim panas dan musim dingin di benua Asia. Musim angin timur laut berkaitan dengan musim dingin di Asia. Angin tersebut timbul ketika udara yang dibawah dingin dan di atas panas melewati gunung. adalah angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari. angin taku yakni angin timur-timur laut kuat di Juneau Alaska yang biasanya bertiup dalam waktu antara bulan Oktober dan Maret Angin anabat. di India. Angin musim barat daya berlangsung dari sekitar bulan Mei sampai sekitar bulan September. Karena dampak yang sangat terasa tersebut penduduk setempat memberi nama menurut kesan yang dirasakan. kering yang bertiup ke bawah di lereng gunung. panas dan kering yang timbulnya pada musim tertentu. Di Indonesia angin jatuh yang terkenal adalah angin bohorok di Tapanuli Sumatra Utara. Angin tersebut sering sangat kencang. Angin hitam. . angin lokal yang terdapat di tempat-tempat tertentu di balik gunung. Dari sifat udara yang dibawa dikenal nama-nama angin : Angin jatuh (fohn).Indonesia bagian barat.

disebut pula angin silang yalah angin yang mempunyai komponen berarah tegaklurus terhadap arah gerakan kapal atau pesawat terbang. m/detik. Nama angin tersebut dikenali ketika adanya debu letusan gunung Krakatao pada tahun 1883. Angin krakatao adalah lapisan angin timuran di atas wilayah tropik pada ketinggian 18 – 24 km.C. atau dalam knot ( 1 knot = 1 mil/jam = 1. Simpson dalam Meteorological Office Publication no. misalnya: Angin buritan adalah nama angin yang bertiup dari arah belakang searah dengan arah gerak kapal atau pesawat terbang. Mengapa angin dapat menumbangkan pohon? Angin mempunyai kecepatan dan energi yang dapat mendorong benda-benda yang dilewatinya. Lapisan tersebut menempati puncak dari angin baratan troposfer tengah yang tebalnya sampai 6 km dan kira-kira 2 km di atas tropopauze. Kecepatan angin dinyatakan dalam km/jam. Dalam pelayaran lazimnya menggunakan ukuran kecepatan knot dan dalam penerbangan selain knot juga digunakan ukuran km/jam atau m/detik.Angin katabat adalah angin turun sepanjang lereng gunung yang timbul karena dalam arah horizontal kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya. mengemukakan hubungan antara skala Beaufort dan kecepatan angin dalam rumus : V = 0. Baik angin buritan maupun angin sakal keduanya disebut angin membujur. Perbedaan kerapatan tersebut karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekatnya. makin kencang makin besar energi yang dibawanya. London. Angin mempunyai energi yang besarnya setara dengan kecepatannya. dan menyusunnya dalam skala yang selanjutnya dikenal dengan “skala Beaufort”. Di kalangan pelayaran dan penerbangan dikenal nama-nama angin yang diberikan menurut kesan pada pelayaran atau penerbangan.8 km/jam ). 180. Angin haluan atau angin sakal adalah angin yang bertiup dari depan arah kapal atau pesawat terbang. disebut pula angin turutan. Berkaitan dengan energi tersebut oleh Admiral Beaufort dari angkan laut Inggris pada awal abad-19 angin dibedakan tingkatnya menurut dampak yang ditimbulkan. Angin lambung adalah angin yang bertiup dari arah samping kapal atau pesawat terbang. Kenudian pada tahun 1906 G.836 B3 / .

asap dari cerobong industri kelihatan Skala Beaufort 12: Angin sangat kencang yang kecepatannya lebih dari 60 knot. . adalah angin yang luar biasa kekuatannya lebih dari 28 knot. Angin ribut kuat. adalah angin ribut yang kecepatannya 41 sampai 47 knot. dengan V = kecepatan angin dinyatakan dalam m/dt. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. f = faktor Corioli. Secara teori angin landaian (Vgr) dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan gaya sentripetal dengan landaian mendatar tekanan. dan Әp/Әn = landaian tekanan sepanjang arah garis n tegaklurus isobar. Dalam fisika keseimbangan tersebut dinyatakan dengan rumus : Vg = – g/f Әp/Әn. Angin ribut.2. Angin ribut sedang. (2). Angin alobar adalah (1). Angin ribut hebat. Angin geostrofikk arahnya hampir sejajar dengan arah isobar. g = percepatan gravitas bumi. dengan R = jejari lengkungan lintasan. Komponen angin yang secara teori dihasilkan oleh ketidak seragaman perubahan lokal dari tekanan mengikut waktu. Әp/Әn = landaian tekanan tegaklurus isobar. Berdasarkan kecepatannya angin diberi tingkatan yang diberi nama: Angin teduh. Bebagai nama angin juga diberikan berdasarkan sifat fisis dan berdasarkan teori atau disebut angin teoritik. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. adalah angin yang kecepatannya kurang dari 1 knot. Angin ribut lemah. Kecepatan angin yang timbul dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan percepatan angin geostrofik. antara lain :. dengan g = percepatan gravitas bumi. adalah angin ribut yang kecepatannya lebih dari 48 knot. Angin isalobar. Angin geostrofik adalah angin mendatar yang secara teori dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan landaian mendatar tekanan. Di darat banyak menimbulkan pohon tumbang dan di laut menimbulkan gelombang sangat tinggi. adalah angin yang secara teori ditimbulkan oleh perubahan lokal tekanan mengikut waktu. dan B besarnya skala. dan dinyatakan dengan rumus : Vgr2/R + f Vgr = – g Әp/Әn. p = tekanan atmosfer. Dengan skala Beaufort dikenali tanda-tanda seperti berikut : Skala Beaufort 0 : Keadaan tenang. f = faktor Corioli. Angin landaian adalah komponen kecepatan angin yang tegaklurus garis kontur tekanan tetap di suatu titik pada peta ketinggian.

di sekitar daerah dingin. Angin membujur setara adalah angin khayalan. adalah angin yang arah dan kecepatannya diukur dari benda yang bergerak. umumnya hanya disebutkan langkisau saja. Angin termal adalah angin yang secara teori diturunkan dari perbedaan suhu dan tekanan dalam lapisan atmosfer yang rumusnya : \ . adalah putaran kuat turus udara berbentuk juntaian yang terdapat pada bagian bawah awan Kumulonimbus dan hampir selalu tampak sebagai awan corong. Angin sakal setara. Dalam praktik angin termal dinyatakan sebagai beda vektor angin di suatu paras dan vektor angin paada paras dibawahnya. Pusarnya bergaris tengah beberapa ratus meter. Angin puyuh termasuk fenomena atmosfer skala lokal yang mempunyai potensi kekuatan sangat merusak. yang diwujudkan seperti angin sebenarnya dengan kecepatan seragam sebesar kecepatan rata-rata pesawat terbang terhadap bumi dan selalu sejajar dengan lintasannya. Angin pilin adalah badai angin kecil dengan udara di dalamnya berputar mengelilingi pusat yang bertekanan rendah. Besar arah dan kecepatannya sama dengan beda vektor antara angin sebenarnya dan kecepatan benda yang bergerak. Di Indonesia angin puyuh disebut juga “puting beliung”. arah angin termal adalah siklonik (mengiri). Biasanya berputar siklonal (mengiri bila dilihat dari atas) dengan kecepatan sekitar 150 – 500 km/jam.Angin langkisau adalah angin kuat yang mendadak terjadi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti keadaan tenang (ta ada angin). sama dengan angin membujur setara. dan di sekitar daerah panas antisiklonik . dalam penerbangan. Misalkan pada paras 500 mb vektor angin V5 dan pada paras 700 mb V7 maka angin termal dalam lapisan antara paras 700 mb dan 500 mb ditulis : VT = V5 – V7 Di lintang tengah dan tinggi belahan bumi utara. kadang-kadang putaran udara menjulur ke atas sampai beberapa ratus meter dan menimbulkan pilin debu bila terjadi di padang pasir. Angin puyuh. Angin semu.

Bila ngin kencang terus-menerus bertiup di atas lautan dapat menimbulkan gelombang besar. proyeksi ujung vektor angin termal membentuk garis spiral yang disebut spiral Ekman. Angin sebagai petunjuk cuaca. Misalnya. tetapi dapat digunakan untuk menaksir imbasnya di kawasan tropik atau Indonesia. Dalam lapisan batas (dari permukaan sampai sekitar 3 km atau paras 700 mb) . di daerah mengumpulnya angina di dekat permukaan bumi udara cenderung bergerak ke atas sehingga menimbulkan banyak awan dan hujan. di sekitar daerah dingin arah angin termal adalah antisiklonik (mengiri). Dari angin dapat dikenali bebagai fenomena cuaca. Sebaliknya di daerah angina menyebar udara cenderung bergerak ke bawah sehingga di atas daerah tersebut awan sulit tumbuh. Dengan angin termal dapat ditaksir adanya lataan suhu atau energi dan arah penjalarannya. Sebaliknya di belahan bumi selatan. demikian pula dapat menimbulkan putaran bila arah angina di suatu sisi berlawanan arah dengan angina di sisi sebelahn Diposkan oleh soerjadi wh di 17:22 . Bila bentuk spiral sangat lengkung dalam lapisan tersebut udara bergolak-galik besar. dan di sekitar daerah panas siklonik (menganan).(menganan). Bila di suatu daerah arah angina sejajar tetapi kearah samping kecepatannya banyak berbeda menimbulkan gesekan sehingga udara berputar. Meskipun penaksiran tersebut hanya untuk lintang tengah dan tinggi.

musim kemarau di daerah itu sering banyak hujan atau orang klimatologi menyebut hujan tahunannya tipe ekuatorial. Di Papua nggak bakalan ketemu duren dan pohon asam. dapat menggunakan indikator pohon atau tanaman tahunan apa yang tumbuh atau hidup subur di tempat itu. Di Indonesia factor lingkungan setempat tersebut banyak ragamnya.Jumat. 08 Januari 2010 cuaca. kemudian ke arah mana condongnya pohon. variasi harian. Maksudnya factor lingkungan tersebut sekurang-kurangnya untuk mengenali massa udara apa yang memasuki wilayah yang diperhatikan. batang atau ranting-ranting tanaman tersebut. satu bangsa. Demikian pula dalam cuaca Indonesia memiliki cuaca yang beragam sifatnya mengikut kondisi setempat. bahasa Indonesia. untuk mengenali sistem cuaca dan iklim suatu tempat selain perlu dikenali factor cuaca sinoptik lingkungan. namun punya kesamaan. Misalnya. namun punya satu nusa. khususnya curah hujan di masing-masing daerah. perlu diperhatikan factor lingkungan setempat. bangsa Indonesia. sebab sebaliknya tidak selalu berlaku. nusa Indonesia. tetapi yang ada pohon “matoa” buahnya seperti sawo kecik rasanya seperti duren. Hanya saja jangan dibalik. yang dalam tulisan ini hanya diambil yang dalam dimensi skala besar saja. yakni mempunyai satu variasi. Tetapi berdasarkan azas meteorology. bila banyak pohon duren. dan variasi musiman. . dan apa sifat aliran udara yang ada. satu bahasa. Konon untuk sekilas mengenali iklim di suatu tempat. sistem cuaca sinoptik wilayah MENGENALI SISTEM CUACA SINOPTIK BERBAGAI DAERAH Oleh: Soerjadi Wh ------------- Dalam ilmu kependudukan dikatakan bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku dan budaya. Faktor-faktor tersebut nantinya menjadi pangkal dan pendorong terbentuknya cuaca. kalau di suatu daerah banyak tumbuh pohon asam pertanda bahwa daerah itu mempunyai kemarau yang kuat.

serta gelombang laut yang tinggi. di sana perlu waspada dalam waktu antara Mei dan September. Ribuan penduduk meninggal dan entah berapa banyak bangunan hancur. · Di kawasan lainnya di bagian barat Sumatra : pada waktu musim dingin utara . Pada waktu monsun Asia musim panas aktif dan kuat. Imbas dari lembangtropis dan siklontropis dirasakan di daerah Aceh berupa banyak hujan angin kencang. sehingga sistem cuaca daerah tersebut banyak diwarnali oleh sifar udara lautan. Aceh yang terletak di ujung barat-utara langsung menghadap lautan India dan bertetangga dengan sistem cuaca teluk Benggala dan Banglades.I. curah hujan juga berkurang. Ada yang mengatakan bahwa angin barat tersebut adalah angin baratan khatulistiwa atau sebagai kepanjangan dari komponen peredaran Walker. Dalam waktu peralihan musim doldrums terlihat jelas. Pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda gempa dan tsunami. Pada saat itu di laut sebelah barat India sering timbul lembangtropis. Dahulu D. Dalam sistem tekanan. Aceh. daerah Aceh terletak dalam daerah tekanan rendah khatulistiwa atau doldrums. curah hujan banyak di pantai barat dan utara India. Musimnya dikuasai oleh monsun Asia Selatan yang pada musim dingin Asia angin bertiup dari timurlaut dengan massa udara yang sifat asalnya dari Tibet dingin dan kering kemudian termodifikasi di laut India utara. Tetapi bila monsun Asia tersebut lemah. Oleh karena itu berbeda dengan di daerah tengah atau timur yang banyak cuaca gangguan dalam bulan Oktober – Maret. Oleh karena itu bergantung banyak kepada udara di atas laut tersebut. Daerah Sumatra bagian barat menghadap langsung ke lautan India bagian barat.Daerah NAD bagian barat-selatan sampai Bengkulu. angin sangat berubah arah (variable). Kalau laut panas banyak menghasilkan hujan dan bila lautnya dingin hujan berkurang. Pada musim panas belahan bumi utara angin bertiup dari arah barat daya karena monsun barat daya (SW monsoon). sekarang Nangroe Aceh Darussalam (NDA). Masa timbulnya lembangtropis tersebut antara bulan Mei sampai September. Angin baratan tersebut memicu timbulnya lembangtropis sampai siklontropis di teluk Benggala. angin barat dayanya berkurang dan menjadi dari selatan sampai selatan tenggara. angin dari arah baratdaya sampai barat.

· Pada musim dingin utara udara di daerah tersebut campuran dari udara yang diwarnai sifat udara laut Cina Selatan dan lautan India. Ujung palung tersebut menjadi daerah pusaran yang adanya hampir terus-menerus. Angin timur laut mulai masuk daerah tersebut bulan Nopember dan berlangsung . tetapi pada waktu musim dingin selatan (Australia). dan dapat terjadi antara bulan Juli – September. · Selama musim panas Asia atau musim dingin selatan tersebut. Kedua daerah tekanan tinggi tersebut membentuk palung tekanan rendah yang ujungnya sebelah utara terletak di dekat sebelah barat-selatan Sumatra. PPAT sering tidak mudah dibedakan dengan garis geser angin (shearline).(Asia) diatas lautan India ditempati oleh daerah tekanan tinggi subtropik meskipun letaknya agak ke selatan. satu di bagian barat dan satunya di bagian timur dekat Australia. angin berubah-ubah dari tenggara sampai baratdaya. Yang di bagian timur sering menjadi satu dengan tekanan tinggi daratan Australia. Diatas daerah tersebut bertiup angin musim timurlaut yang berasal dari monsun Asia Dingin dan angin musim selatan-baratdaya yang berasal dari monsun Asia Panas dan dari pasat selatan. dan angin baratdaya yang berasal dari angin tenggara dari pasat selatan lautan India yang dibelokkan ke timur pada waktu mendekati khatulistiwa. Letaknya sejajar dengan semenanjung Malaysia. Angin bohorok bersifat kering dan panas. · Pada waktu musim dingin Asia tersebut angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari angin tmurlaut yang dibelokkan ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Sumatra bagian utara ( Sumatra Utara bagian utara dan Riau daratan). di sebelah utaranya dibatasi oleh selat Malaka. Daerah tersebut terletak di sebelah utara bukit barisan. · Pada musim panas Asia atau musim dingin selatan udara diatas daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut India dan sifat udara benua tropis Australia yang sudah lama diatas lautan India bagian timur. Namun demikian angin pasat yang kuat dapat menimbulkan efek fohn yang dapat dirasakan di Sumatra Utara bagian utara yang nama lokalnya “angin bohorok”. daerah tekan tinggi subtropik tersebut terbagi menjaadi dua. Sering menjadi tempat garis geser angin yang mempermudah timbulnya pusaran di atas ujung palung tekanan rendah. Tetapi angin selatan barat daya tersebut tidak terlalu kuat karena terhambat bukit barisan.

angin timur tersebut berbelok kearah timur menjadi angin utara atau sampai baratlaut. Pada waktu monsun dingin Asia berlangsung. dan aliran pasat tenggara (Australia). Bila monsun panas Asia kuat dan mosun Australia lemah banyak bertiup angin baratdaya. dan Oktober-Nopember bulan menjelang pergantian angin tenggara-baratdaya menjadi angin timur. Riau lautan dan Kalimantan Barat. Gebos tersebut umumnya terjadi pada malam menjelang pagi hari. Bila terdapat pusaran di laut Cina Selatan. Letaknya di dan menghadap laut Cina Selatan merupakan kawasan segitiga emas tempat bertemunya aliran pasat Pasifik Barat. angin bertiup dari arah timur. Angin tenggara barat-daya berkaitan dengan monsun dingin Australia dan monsun panas Asia. banyak timbul curah hujan. bila monsun panas Asia lemah dan monsun dingin Australia kuat banyak bertiup angin tenggara. Dengan demikian adanya angin tersebut bergantung kepada kedua aktivitas monsun tersebut. Massa udara yang berasal dari Cina bersifat dingin dan kering. dan selanjutnya menjadi angin tenggara sampai barat daya dari bulan Mei sampai September. aliran udara dari lautan India. Angin timur dari monsun dingin Asia menimbulkan banyak hujan di sepanjang pantai utara/timur Malaysia. Dengan demikian bulan Maret-April adalah bulan menjelang pergantian dari angin timurlaut menjadi angin tenggara-baratdaya. dan bila kedua-duanya lemah angin berubah-ubah sampai barat. Dan berkurang di sebelah selatan termasuk di daerah Sumatra bagian utara tersebut.sampai bulan Februari. Dalam bulan dengan angin berubah-ubah. sedangkan yang dari Pasifik lebih panas . Angin timur berkaitan dengan monsun dingin Asia. Dalam bulan tersebut di selat Malaka terjadi banyak golakan yang ditimbulkan oleh pumpunan angin yang membawa sifat massa udara dari laut India Utara dan dari Laut Cina Selatan. Dalam bulan Maret – April angin sangat berubah-ubah. massa udara daratan Cina dan massa udara subtropik Pasifik Barat daya bertemu di daerah tersebut. Bila kedua-duanya kuat. Kemudian dalam bulan Oktober juga berubah-ubah menjelang bertiupnya angin timuran. Akibat percampuran tersebut sering timbul gebos berupa garis yang panjang (squall line) yang dikenal dengan nama “Sumatra”. aliran udara dari daratan Cina.

Pada pertengahan musim monsun (juliAgustus). lebih rumit. sering empat aliran ( dari tenggara sebagai kepanjangan pasat selatan. Bila monsun dingin kuat. Pusaran tersebut sering terjadi dalam bulan Desember.April dan September-Oktober daerah tersebut merupakan daerah doldrums dengan angin berubah-ubah Daerah Sumatra Selatan Laut Jawa dan sekitarnya. Musim monsun dingin adalah musim angin timurlaut di saerah Riau dan Kalimantan Barat.dan mantap (stable). dan terkesan sebagai PPAT yang bercabang. ?) yang mempunyai . Bila monsun panas kuat letak pusaran lebih ke utara. dari Pasifik Barat Daya. Biasanya datangnya perenggan tersebut diawali dengan seruak (surge) monsun. Dari letaknya pulau Jawa dan Kalimantan. dan musim timur adalah musim kemarau karena benar-benar angin bertiup dari arah timur pada waktu musim kemarau. Pada waktu monsun panas Asia. Keduanya termodifikasi di atas laut Cina Selatan yang panas. Oleh karena itu sifat kedua massa udara tersebut mempunyai peran besar dalam pembentukan cuaca. angin timurlaut berbelok ke timur sewaktu di atas laut Cina selatan dan sering membentuk pusaran. Pada citra satelit perenggan tersebut mudah dikenali. dan dari Asia bagian timur) masuk ke wilayah tersebut. Tetapi pada saat monsun lemah atau istirahat (break). angin bertiup dari arah timurlaut dengan kencang (> 10 knot) dan sampai melewati khatulistiwa (cross equatorial flow). Daerah Sumatra Selatan. Indikator adanya pertemuan kedua massa udara tersebut berupa perenggan (front) yang ujungnya bagian selatan dapat mencapai di atas Laut Cina Selatan. dan bahkan sering bergabung dengan siklontropis yang berasal dari Pasifik Baratdaya. Pada saat ada pusaran sering terlihat dua lajur awan dari baratdaya ke arah timur laut dan lajur awan dari tenggara ke arah baratlaut. dari monsun baratdaya lautan India. Laut Jawa dan sekitarnya boleh dikatakan sebagai daerah yang benar-benar memiliki sebutan monsun barat identik dengan musim hujan karena memang benar-benar angin bertiup dari barat pada waktu musim hujan. Adanya pusaran menghambat gerak monsun ke selatan. Oleh karena itu pada musim monsun panas tersebut sering terjadi pusaran di atas laut Cina Selatan. Bulan Maret. laut Jawa seolah-olah sebagai lorong saluran udara (belum ada penelitian sifat lorong tsb.

Jasirah Sulawesi Selatan yang melintang tegaklurus angin baratan selama monsun dingin Asia seolah-olah menjadi pemisah sehingga aliran menjadi lebih asiklonal ke arah selatan. dan banyak teluk mempunyai reaksi yang berbeda. PPAT di daerah tersebut merupakan batas angin timur laut dari Pasifik Barat yang dibelokkan ke timur karena melintasi khatulistiwa menjadi angin barat. Di bagian timur aliran terpotong oleh jasirah Sulawesi Selatan. Bulan Maret . angin berubah-ubah dan beraangsur menjadi angin tenggara sampai selatan. kemudian pada waktu mendekati khatulistiwa berbelok ke timur menjadi angin baratlaut. Paada waktu Australia musim dingin. Pada musim dingin Australia (belahan bumi selatan). PPAT membujur pada arah baratdaya-timurlaut menuju ke arah tempat siklontropis.Mei daerah tersebut menjadi daerah doldrums.peran tertentu dalam pembentukan awan dan hujan (akan diceritakan tersendiri dalam babak tentang curah hujan). hampir seluruh daerah dialiri . Mulai bulan Oktober angin berangsur bertiup dari barat sampai bulan Maret berkaitan dengan monsun dingin Asia. serta massa udara yang tlah melewati lautan India bagian timur. tetapi Kalimantan yang berupa pulau besar dan Sulawesi yang mempunyai struktur jazirah. angin pasat dari tenggara dibelokkan menjadi angin baratdaya. Massa udara diatas daerah Kalimantan dan Sulawesi pada waktu musim monsun Asia Dingin berasal dari Laut Cina Selatan dan Pasifik Barat Daya. sedangkan pasat utara menjadi baratlaut. dan berangsur menjadi dari timur berkaitan dengan monsun Australia musim dingin. Pada waktu musim dingin belahan bumi utara. Daerah Kalimantan dan Sulawesi. Bila terdapat siklontropis di sebelah timur Pilipina. Daerah Kalimatan dan Sulawesi mempunyai cuaca sinoptik lingkungan yang sama. Aliran udara di bagian selatan dari PPAT pada waktu menuju ke selatan lebih bersifat sikonal dibandingkan di bagian utara. dan angin pasat tenggara belahan bumi selatan (Australia) yang terbelokkan ke timur karena pertukaran momentum dari angin barat tersebut. angin timurlaut pasat bergabung dengan angin timur monsun di laut Cina selatan.

Daerah geser angin terdapat melintang kearah timurlaut dari sekitar pulau Buru. Pada waktu musim dingin utara bertiup angin barat yang berasal dari pasat timurlaut yang berbelok ketimur. Selama musim dingin utara tersebut angin bertiup dari baratlaut dan dari selatan sampai baratdaya. udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh campuran sifat udara lautan India bagian timur dan Pasifik Selatan Baratdaya. Selama musim dingin selatan (Australia) tersebut daerah Maluku menjadi daerah angin berubah-ubah atau dalam daerah geser angin (shearline) sebagai perubahan dari angin tenggara menjadi angin barat daya. dan pasat tenggara yang berbelok ketimur. Daerah Selat Sunda dan Jawa . Pada musim dingin selatan (Australia). Daerah Maluku bagian tengah dan utara sampai Papua bagian barat dan utara. Pada waktu terdapat lembang tropis atau siklontropis di Australia Utara PPAT jauh di sebelah selatan. PPAT sering melompat jauh dari utara ke selatan. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun ditempati massa udara yang dibawa oleh pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik baratdaya dan pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik tenggara.udara yang bersifat benua tropis Australia. Pada waktu musim dingin utara. Pada waktu musim panas utara daerah tersebut menjadi daerah geser angin dari tenggara menjadi baratdaya. Pada musim dingin selatan tersebut angin dari arah tenggara sampai selatantenggara. Daerah Selat Sunda dan Jawa bagian selatan. PPAT tidak jelas karena adanya barisan pegunungan yang tinggi di sepanjang Papua. kadang-kadang juga yang berasal dari lautan India bagian timur (dekat Australia). Pada daerah tersebut terdapat banyak pulau kecil dan menghadap laut Pasifik Baratlaut. Daerah Maluku bagian tengah dan utara serta Papua bagian utara berhadapan dengan lautan pasifik barat. massa udara di atas daerah tersebut diwarnai massa udara laut Cina Selatan dan Pasifik Baratlaut. Makin keutara cenderung berbelok ke arau timurlaut karena seringnya terdapat lembangtropis atau siklontropis di sebelat timur Pilipina.. kemudian bila lembangtropis atau siklontropis tersebut hilang PPAT dengan cepat pindah ke utara.

udara di daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut Cina Selatan yang sudah melalui banyak daerah dan udara tropik Lautan India bagian timur. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang paling nyata antara musim hujan dan musim kemarau. Makin ke timur sifat udara benua tropis lebih terlihat. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur. Di bagian barat daerah tersebut imbas dari adanya palung tekanan rendah yang terbentuo oleh daerah tekan tinggi subtropik Lautan India Barat dan timur masih terasakan. Pada waktu musim dingin utara udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh . Daerah tersebut membujur sejajar khatulistiwa dan bagian pinggir dari daerah tekana tinggi subtropik selatan. dan angin berubah menjadi dari tenggara sampai timur yang berasal dari angin pasat dari subtropik selatan. Daerah Papua bagian selatan. Pada musim dingin selatan PPAT sudah ke utara. dan angin baratdaya yang berasal dari angin pasat tenggara (selatan yang berbelok ke timur. Pada waktu menjelang akhir musim dingin utara. Angin bertiup dari tenggara sampai timur. Pada musim panas udara diwarnai dengan sifat massa udara benua tropik Australia. Perubahan tekanan udara secara musiman sampai mencapai 5 milibar.bagian selatan menhadap lautan India bagian timur. Tetapi pada waktu musim dingin selatan. udara diwarnai oleh sifat udara benua Australia dan udara tropik lautan India bagian timur. Dari bulan Januari – Februari daerah tersebut ditempati oleh PPAT yang merupakan daerah pumpunan angin dari barat-baratlaut yang berasal dari angin monsun timurlaut kemudian berbelok menjadi angin barat setelah melintasi khatulistiwa. PPAT di daerah tersebut hanya dalam waktu pendek (januari – Februari) yang terbentu sebagai pupunan angin barat dari belah bumi utara dan angin baratdaya dari lautan India bagian timur. dan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan daerah lain. Daerah Papua bagian selatan merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh barisan gunung yang tinggi yang menghadap ke laut Banda dan laut Arafura.

diupdate 7 Januari 2010 ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 05:10 . Jakarta.. Selama musim dingin utara angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari pasat utara yang terbelokkkan menjadi angin baratlaut setelah melintasi khatulistiwa. Pada musim dingin selatan (Australia) udara diwarnai oleh sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. Minggu 9 Januari 2005.campuran udara lautan Pasifik Barat dan udara lautan India bagian timur serta dari sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. Angin baratan kuat timbul berkaitan dengan adanya lembangtropik atau siklontropik Willywilly. Pada musim dingin selatan tersebut angin bertiup dari arah tenggara sebagai bagian pasat daerah tekanan tinggi subtropik selatan. dan angin barat yang berasal dari daerah tekanan tinggi lautan India bagian timur.

bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. Dari sisi konsentrasi. 3. Pemanfaatan TMC di Indonesia Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC. 5. 7. Departemen Kehutanan. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan.000 mikron. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). Departemen Pertanian. Contohnya NaCI. Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. 4. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. Perusahaan Listrik negara (PLN). Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. 6. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. ataupun perusahaan swasta seperti PT . 2. Departemen Pekerjaan Umum. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target.MENGENAL TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA (HUJAN BUATAN) 1.

pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah. Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. . namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Secara teori. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar.INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia.

5. 2. 7. Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh © Pustekkom 2007 . 4.Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. 3. 1. 6.

Terminologi Hujan Buatan Pernah mendengar istilah hujan buatan? Kebanyakan orang mengartikan istilah hujan buatan adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. membuat tulisan asap nama minuman itu. yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Kedua penemuan penting ini adalah merupakan tonggak dimulainya perkembangan modifikasi cuaca di dunia untuk selanjutnya. saat schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya waktu membuka lemari es. Vonnegut tanpa disengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat tebang dalam rangka reklame Pepsi Cola. Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada kristal perak iodida (Agl) yang bertindak sebagai inti es. karena pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. karena teknologi ini hanya berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan Sejarah Modifikasi Cuaca di Dunia Sejarah modifikasi cuaca di dunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya kristal es dalam lemari pendingin. karena teknologi ini sudah dipakai oleh lebih dari 60 negara untuk berbagai kepentingan. Saat ini TMC menjadi salah satu solusi teknis yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana yang ditimbulkan oleh karena adanya penyimpangan iklim/cuaca. Proses fisika yang diubah (diberi perlakuan) di dalam awan dapat berupa proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) atau proses pembentukan es (ice nucleation). Sebenarnya istilah hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. . Istilah yang lebih tepat untuk mendefinisikan aktivitas hujan buatan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). TMC bukanlah hal baru di dunia. Kemudian pada tahun 1947. TMC merupakan usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan.

Devakul dari Royal Rainmaking Thailand. Ir. dibawah asistensi Prof.Vincent Schaever (membungkuk) memperagakan pembuatan kristal es dengan meniupkan nafasnya pada lemari pendingin Sejarah Modifikasi Cuaca di Indonesia Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof.Ing. Pada Tahun 1985 dibentuk satu unit di BPPt yang bernama Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No: SK/342/KA/BPPT/XII/1985 fungsinya adalah memberikan pelayanan dalam hal meningkatkan intensitas (menambah) curah hujan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga ketersediaan air pada waduk yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi dan PLTA. BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Dr.Ing. BJ Habibie saat mengawali percobaan hujan buatan di Indonesia . Soebagio (kedua dari kiri) selaku Ketua Tim Hujan Buatan mendampingi Prof.Dr.

dan terbentuklah awan.01 . mulai jatuh dari awan sebagai hujan. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. maka pada level tertentu partikel aerosol (berukuran 0. secara fisik terlihat dasar awan menjadi lebih gelap. Jika diantara partikel terdapat partikel besar (Giant Nuclei : GN : 0. ia sudah mencapai ukuran sekitar 40 .Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari golakan air laut.0. Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer. Karena bersifat higroskofik maka sejak berlangsungnya kondensasi.000 mikron atau lebih besar. sehingga pembentukan hujan dari awan dingin sering juga disebut proses kristal es. Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi. salju itu mencair menjadi hujan. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku. Bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berangkai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. salju itu turun. terbentuklah titik-titik air. Bila melalui udara lebih hangat. Bila menjadi terlalu berat. salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. karena proses tumbukan dan penggabungan tidak terjadi.1 mikron) yang banyak beterbangan di udara akan berfungsi sebagai inti kondensasi (condensation nucleus) yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan. salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju.50 mikron. . Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan.Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es. Hujan turun dari awan bila melalui proses tumbukan dan penggabungan. Dalam gerak turun ia akan lebih cepat dari yang lainnya sehingga bertindak sebagai kolektor karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. droplets dapat berkembang menjadi tetes hujan berukuran 1. Pada keadaan tertentu partikelpartikel dengan spektrum GN tidak tersedia. Hujan. Pada musim dingin.1 . Keberadaan kristal es sangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat Ketika uap air terangkat naik ke atmosfer. sehingga proses hujan tidak dapat berlangsung atau dimulai. Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal. partikel berubah menjadi tetes cair (droplets) dan kumpulan dari banyak droplets membentuk awan. baik oleh aktivitas konveksi ataupun oleh proses orografis (karena adanya halangan gunung atau bukit).5 mikron) maka ketika kebanyakan partikel dalam awan baru mencapai sekitar 30 mikron. titik air dalam awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil. yang berkembang membesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water) langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es.

Tetes-tetes awan (droplets) yang berukuran kecil bergerak naik keatas terbawa gerakan udara secara vertikal (updraft).Tipikal Ukuran Diameter Tetes Hujan (Rain Drop). Tetes Awan (Cloud Droplet).gsfc. dan Inti Kondensasi (Condensation Nucleus) ( Sumber : http://rst. . sementara itu sudah ada tetes awan yang menjadi partikel berukuran lebih besar (Giant Nuclei) yang karena beratnya melebihi berat dari udara sehingga sudah mulai bergerak jauh ke bawah.nasa.gov/Sect14/Sect14 1d.html) Ilustrasi proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) dalam awan dapat dilihat pada gambar berikut: Ilustrasi Proses Tumbukan dan Penggabungan Keterangan Gambar : A.

D. Bagaimana TMC Dapat Menambah Curah Hujan ? Prinsip dasar penerapan TMC untuk menambah curah hujan adalah mengupayakan agar proses terjadinya hujan menjadi lebih efektif. Upaya dilakukan dengan cara mempengaruhi proses fisika yang terjadi di dalam awan. Proses pembentukan es dalam awan akan semakin efektif jika awan disemai dengan menggunakan bahan semai berupa perak iodida (Agl).B. dan lama kelamaan akan terbelah membentuk partikel (GN) baru. Untuk bagian awan hangat. yang pertama adalah mengefektifkan proses tumbukan dan penggabungan sehingga menginisiasi (mempercepat) terjadinya proses hujan. maka proses hujan (tumbukan dan penggabungan) dapat dimulai lebih awal. Pada kondisi tertentu. Berikut adalah animasi yang menggambarkan perbedaan antara sekuens pertumbuhan awan yang tidak disemai dengan awan yang disemai : . karena dengan tersedianya CCN awan dapat terbentuk dengan sendirinya bila kelembaban udara cukup. Untuk bagian awan dingin. Injeksi partikel berukuran UGN ke dalam awan memberikan dua manfaat sekaligus. dan bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berantai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. durasi hujan lebih lama. upaya dilakukan dengan menambahkan partikel higroskopik dalam spektrum Ultra Giant Nuclei (UGN : berukuran lebih dari 5 mikron ) ke dalam awan yang sedang dalam masa berkembang atau matang sehingga proses hujan dapat segera dimulai serta berkembang ke seluruh awan. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Dari sinilah didapatkan tambahan curah hujan. karena partikel dengan spektrum ini sudah disediakan sendiri oleh alam. maka partikel tersebut akan semakin besar ukurannya. paling sering digunakan adalah NaCl. Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. dan yang kedua adalah mengembangkan proses hujan ke seluruh daerah di dalam awan. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. serta frekuensi hujan di tanah semakin tinggi. atau bisa juga berupa CaCl2 atau Urea. Partikel Besar (GN) ini bertindak sebagai "pengumpul" tetes-tetes awan yang lain. curah hujan akan bertambah jika proses pembentukan es di dalam awan juga semakin efektif. karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil. Penambahan partikel dengan spektrum CCN (Cloud Condencation Nucleus: Inti Kondensasi Awan) tidak perlu dilakukan. yang dapat dilakukan dengan dua cara. Dengan demikian awan tidak perlu dibuat. C. Bahan semai yang digunakan adalah bahan yang memiliki sifat higroskopik dalam bentuk super fine powder (berbentuk serbuk yang berukuran sangat halus). dengan masuknya partikel higroskopik berukuran UGN kedalam awan. Semakin banyak tetes lain yang tertumbuk dan bergabung. dan daerah hujan pada awan semakin luas. tergantung dimana lingkungan awan tersebut berada.

tetes air di dalam awan berkurang. Awan makin besar 15 Menit : Tetes besar semakin banyak dan mulai terjadi kristal es. 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. Awan mencapai tinggi maksimum 20 menit : Kristal-kristal semakin besar. 30 menit : Hujan ringan berlangsung dan awan membuyar. Kristal es jatuh dan mencair menjadi tetes air hujan. .Sekuens awan tidak disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh.

Awan makin besar 15 menit : Sejumlah bahan semai yang terkonsentrasi dimasukan ke dalam awan dari dasar awan maupun dari puncak awan. 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. 20 menit : Terjadi pelepasan panas laten ketika air supercooled membeku menjadi es dan awan tumbuh menjadi sangat besar. 30 menit : Jumlah air yang terlibat di dalam awan semakin besar sehingga curah hujan meningkat.Sekuens awan yang disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. .

Wahana Pesawat Terbang Berikut adalah beberapa contoh gambar penyemaian awan dari pesawat terbang : . ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Bogor (lereng Gunung Gede Pangrango). Gambar 10. sedangkan untuk wahana roket baru sebatas kajian dan dalam wacana akan mulai dicoba di Indonesia. modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan. Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan wahana pesawat terbang. Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan Di Indonesia untuk saat ini yang sudah operasional dan dikuasai teknologinya berubah TMC dengan menggunakan wahana pesawat terbang TMC sistem GBG saat ini masih dalam tarap ujicoba dan telah terpasang sejumlah menara di daerah Puncak. Selain menggunakan pesawat terbang.METODA PENYEMAIAN AWAN Dalam penerapan TMC.

Ground Base Generator Ground Base generator (GBG) merupakan salah satu metoda alternatif untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan . bahan semai dapat pula dikemas dalam bentuk flare yang dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat.Pesawat terbang jenis Cassa NC 212-200 sedang melepaskan bahan semai berupa serbuk garam NaCI melalui airscooper yang terpasang pada bagian bawah pesawat. Selain berupa serbuk (powder). Bahan semai jenis ejectable flare dimasukkan ke dalam awan dengan cara ditembakkan dari pesawat pada bagian puncak awan (jenis awan dingin). Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar. yang pada prinsipnya dengan memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze). bahan semai dilepaskan pada medan updraft yang ada di sekitar dasar awan (jenis aan hangat).

Bogor (lereng Gunung Gede . . Sejumlah menara GBG telah terpasang menyebar di kawasan Puncak. namun saat ini sudah mulai diterapkan di Indonesia meski masih dalam taraf ujicoba.pada siang hari dengan mengikuti kemiringan permukaan gunung.Pangrango) dengan tujuan untuk menyemai awan-awan orografis yang melintas di kawasan Puncak. Saat ini BPPT bekerjasama dengan LAPAN tengah menjajaki kemungkinan teknologi ini untuk diaplikasikan di Indonesia. Bahan semai dikemas dalam bentuk flare yang dibakar dari atas menara pada ketinggian tertentu. Jika setiap awan yang melintas dapat disemai. Metode ini sudah banyak dikembangkan oleh negar-negara di Eropa. maka hujan dapat turun lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan awan yang dapat menimbulkan hujan lebat di daerah tersebut sehingga diharapkan akan mampu memperkecil resiko banjir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. GBG aslinya digunakan di daerah lintng menengah dan tinggi dengan suhu lingkungan berada di bawah titik beku (<00C). Penyemaian awan menggunakan sistem statis Ground Base Generator (GBG) yang memanfaatkan awan-awan orografis pada daerah pegunungan Wahana Roket Roket dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Kembang api yang merupakan hasil pembakaran dari flare dengan bahan higroskopik itu ditujukan untuk mengatur partikel Cloud Condensation Nuclei ( CCN) yang berukuran sangat halus ke dalam awan sehingga diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan.

Dari sisi konsentrasi. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Contohnya NaCI. Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan.000 mikron. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. Pemanfaatan TMC di Indonesia . satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari.Penyemaian awan menggunakan wahana roket yang ditembakkan ke dalam awan dari darat. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target.

Departemen Pekerjaan Umum. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. Perusahaan Listrik negara (PLN). Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. ataupun perusahaan swasta seperti PT INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. Departemen Kehutanan. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah.Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. . yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. Secara teori. Departemen Pertanian. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia.

Tim Pengembang untuk materi Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) Penulis Pengkaji Media Pemrogram Desain Grafis Quality Qontrol : : : : : Budi Harsoyo Gatot Pramono Arum B.Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. Satriani Syarif Hidayatullah Unavailable .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful