Mengendarai Kuantum Menuju Komputer Fotonik

Mukhlis Akhadi (BATAN) Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio : masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu, Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19. Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat ditemukan. Teori Kuantum Pada tahun 1900, fisikawan berkebangsaan Jernam Max Planck (1858-1947), memutuskan untuk mempelajari radiasi benda hitam. Beliau berusaha untuk mendapatkan persamaan matematika yang menyangkut bentuk dan posisi kurva pada grafik distribusi spektrum. Planck menganggap bahwa permukaan benda hitam memancarkan radiasi secara terus-menerus, sesuai dengan hukum-hukum fisika yang diakui pada saat itu. Hukum-hukum itu diturunkan dari hukum dasar mekanika yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton. Namun dengan asumsi tersebut ternyata Planck gagal untuk mendapatkan persamaan matematika yang dicarinya. Kegagalan ini telah mendorong Planck untuk berpendapat bahwa hukum mekanika yang berkenaan dengan kerja suatu atom sedikit banyak berbeda dengan hukum Newton. Max Planck mulai dengan asumsi baru, bahwa permukaan benda hitam tidak menyerap atau memancarkan energi secara kontinyu, melainkan berjalan sedikit demi sedikit dan bertahaptahap. Menurut Planck, benda hitam menyerap energi dalam berkas-berkas kecil dan memancarkan energi yang diserapnya dalam berkas-berkan kecil pula. Berkas-berkas kecil itu selanjutnya disebut kuantum. Teori kuantum ini bisa diibaratkan dengan naik atau turun menggunakan tangga. Hanya pada posisi-posisi tertentu, yaitu pada posisi anak tangga kita dapat menginjakkan kaki, dan tidak mungkin menginjakkan kaki di antara anak-anak tangga itu. Dengan hipotesa yang revolusioner ini, Planck berhasil menemukan suatu persamaan matematika untuk radiasi benda hitam yang benar-benar sesuai dengan data percobaan yang diperolehnya. Persamaan tersebut selanjutnya disebut Hukum Radiasi Benda Hitam Planck yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan dari suatu benda hitam berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang cahaya. Planck mendapatkan suatu persamaan : E = hn, yang menyatakan bahwa energi suatu kuantum (E) adalah setara dengan nilai tetapan tertentu yang dikenal sebagai tetapan Planck (h), dikalikan dengan frekwensi (n) kuantum radiasi. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang gelombang elektromagnetik ini merupakan titik awal dari lahirnya teori kuantum yang menandai terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Terobosan Planck merupakan tindakan yang sangat berani karena bertentangan dengan hukum fisika yang telah mapan dan sangat dihormati. Dengan teori ini ilmu fisika mampu menyuguhkan pengertian yang mendalam tentang alam benda dan materi. Planck menerbitkan karyanya pada majalah yang sangat terkenal. Namun untuk beberapa saat, karya Planck ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat ilmiah saat itu. Pada mulanya, Planck sendiri dan fisikawan lainnya menganggap bahwa hipotesa tersebut tidak lain dari fiksi matematika yang cocok. Namun setelah berjalan beberapa tahun, anggapan tersebut berubah hingga hipotesa Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk menerangkan berbagai fenomena fisika.

Pengakuan terhadap Teori Kuantum Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Pengakuan terhadap hasil karya Planck datang perlahan-lahan karena pendekatan yang ditempuhnya merupakan cara berfikir yang sama sekali baru. Albert Einstein misalnya, menggunakan konsep kuantum ini untuk menjelaskan efek foto listrik yang diamatinya. Efek foto listrik merupakan fenomena fisika berupa pancaran elektron dari permukaan benda apabila cahaya dengan energi tertentu menimpa permukaan benda itu. Semua logam dapat menunjukkan fenomena ini. Penjelasan Einstein mengenai efek foto listrik itu terbilang sangat radikal, sehingga untuk beberapa waktu tidak diterima secara umum. Namun ketika Einstein menerbitkan hasil karyanya pada tahun 1905, penjelasannya memperoleh perhatian luas di kalangan fisikawan. Dengan demikian, penerapan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik telah mendorong ke arah perhatian yang luar biasa terhadap teori kuantum dari Planck yang sebelumnya diabaikan. Pada tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi, elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom. Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik. Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan dengan teori klasik. Pada tahun 1918 Planck memperoleh hadiah Nobel bidang fisika berkat teori kuantumnya itu. Dengan memanfaatkan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik, Einstein memenangkan hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1921. Selanjutnya Bohr yang mengikuti jejak Einstein menggunakan teori kuantum untuk teori atomnya juga dianugerahi hadiah Nobel Bidang fisika tahun 1922. Tiga hadiah Nobel fisika dalam waktu yang hampir berurutan di awal abad ke-20 itu menandai pengakuan secara luas terhadap lahirnya teori mekanika kuantum. Teori ini mempunyai arti penting dan fundamental dalam fisika. Di antara perkembangan beberapa bidang ilmu pengetahuan di abad ke-20, perkembangan mekanika kuantum memiliki arti yang paling penting, jauh lebih penting dibandingkan teori relativitas dari Einstein. Oleh sebab itu, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum yang telah mengalihkan perhatian penelitian dari fisika makro yang mempelajari objek-objek tampak ke fisika mikro yang mempelajari objek-objek sub-atomik. Dengan adanya perombakan dalam penelitian fisika yang dimulai sejak memasuki abad ke-20 ini, maka perhatian orang mulai tertuju ke arah penelitian atom, dan melalui penjelasan teori kuantum inilah manusia mampu mengenali atom dengan baik. Sebagai konsekwensi atas beralihnya bidang kajian dalam fisika ini, maka muncullah beberapa disipilin ilmu spesialis seperti fisika nuklir dan fisika zat padat. Fisika nuklir yang

perkembangannya cukup kontraversial kini menawarkan berbagai macam aplikasi praktis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Energi nuklir misalnya, saat ini telah mensuplai sekitar 17 % kebutuan energi listrik dunia. Sedang perkembangan dalam fisika zat pada telah mengantarkan ke arah revolusi dalam bidang mikro elektronika, dan kini sedang menuju ke arah nano elektronika. Cairan Kuantum Setelah berumur hampir seabad, teori kuantum masih tetap mendapatkan perhatian yang sangat besar di kalangan fisikawan. Hal ini terbukti dengan dimenagkannya hadiah Nobel bidang fisikat untuk tahun 1998 ini oleh tiga kampium fisika kuantum akhir abad 20. Komite Nobel Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pada tanggal 13 Oktober 1998 mengumunkan Prof. Robert B. Laughlin (universitas Stanford, California), Prof. Daniel C. Tsui (Universitas Princeton) dan Prof. Horst L. Stoemer (fisikawan berkebangsaan Jerman yang bekerja di Universitas Columbia, New York dan sebagai peneliti di Bell Labs, New Yersey) sebagai nobelis fisika tahun 1998. Pada tahun 1982, Horst L. Stoemer dan Daniel C. Tsui melakukan eksperimen dasar menggunakan medan magnet sangat kuat pada temperatur rendah berupa superkonduktor yang didinginkan helium cair. Para nobelis fisika itu berjasa dalam penemuan mekanisme aksi elektron dalam medan magnet kuat sehingga membentuk partikel-partikel elementer baru yang bermuatan mirip elektron. Pada tahun yang bersamaan, Robert B. Laughlin juga menginformasikan fenomena serupa. Melalui analisa fisika teori, mereka berhasil menunjukkan bahwa elektron-elektron dalam medan magnet sangat kuat dapat berkondensasi membentuk semacam cairan sehingga melahirkan apa yang disebut sebagai cairan kuantum. Hasil yang diperoleh ketiga fisikawan tadi sangat penting artinya bagi para peneliti dalam memahami struktur suatu materi, termasuk pembuatan aneka perangkat superkonduktor. Temuan itu juga merupakan terobosan dalam pengembangan teori dan eksperimen fisika kuantum serta pengembangan konsep-konsep baru dalam beberapa cabang fisika moderen. Para nobelis fisika sama-sama mempunyai latar belakang riset dalam pengembangan fisika kuantum yang mempunyai peran penting bagi kemajuan riset pengembangan perangkat fotonik. Temuan para nobelis fisika tahun 1998 ini telah memungkinkan efek kuantum menjadi mudah diamati. Fenomena Efek Hall (Hall effect) dalam fisika yang pertama kali dilaporkan oleh Edwin H. Hall pada tahun 1879 dan sangat menakjubkan itu, kini seakan-akan dapat diamati oleh para fisikawan di manapun. Komputer Fotonik Kiprah mekanika kuantum di masa-masa mendatang barang kali masih akan tetap diperhitungkan. Misteri lain yang mungkin lebih besar barangkali masih tersimpan dalam teori kuantum itu. Paling tidak para ilmuwan berharap, dengan mengendarai kuantum mereka akan sampai pada tujuan mewujudkan impian berupa hadirnya perangkat fotonik serta gagasan pembuatan komputer fotonik (komputer kuantum) yang akan mencerahkan kehidupan manusia di awal milenium ketiga ini. Arun N. Netravali, ilmuwan berdarah India yang menjabat Vice President Research Lucent Technology dan Direktur Bell Labs di AS, telah melakukan terobosan dalam proses pembuatan prosesor fotonik, sehingga beliau pada tahun 1998 menerima penghargaan tertinggi dari perusahaan elektronik NEC, Jepang. Basis dari perangkat fotonik ini bukan lagi pada teknologi silikon seperti yang saat ini banyak diaplikasikan, melainkan mulai bergerak menuju teknologi foton yang memanfaatkan cahaya.

Para ilmuwan sebetulnya sudah sejak lama berusaha mencari alternatif lain dalam mengembangkan komputer elektronik. Mereka umumnya melirik jalam untuk beralih dari komputer elektronik ke komputer fotonik. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer fotonik ini jika kelak benar-benar bisa diwujudkan, yaitu : • • • Pada komputer elektronik sinyal dibawa oleh berkas elektron, sedang pada komputer fotonik sinyal itu dibawa oleh foton (gelombang elektromagnetik) dalam bentuk cahaya tampak. Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, komputer fotonik akan bekerja jauh lebih cepat dibandingkan komputer elektronik yang saat ini beredar. Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahayacahaya itu berasal dari satu sumber. Di samping itu, cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron pada komputer elektronik. Pada komputer elektronik data disimpan dalam medium dua dimensi seperti pita magnetik dan yang lainnya, sedang pada komputer fotonik data dapat disimpan secara tiga dimensi dalam medium yang ketebalannya berorde mikro meter. Jadi satu penyimpan fotonik bisa memiliki kapasitas yang setara dengan ribuan penyimpan elektronik.

Kini para ilmuwan telah berhasil menghadirkan sumber cahaya dalam bentuk laser semikonduktor dan LED (Light Emitting Diode) yang dapat dipakai sebagai sumber pembawa sinyal pada komputer fotonik. Teknologi serat optis pun sudah berkembang sedemikian rupa sehingga siap mendukung tampilnya perangkat fotonik. Riset menuju terwujudnya komputer fotonik berkembang sangat pesat dan telah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan. Tidak mustahil jika komputer fotonik ini akan segera hadir di hadapan kita dan ikut meramaikan unjuk kecanggihan teknologi moderen di awal milenium tiga ini. Sumber : Elektro Indonesia no. 31/VI (Mei 2000)

Iklim, Cuaca dan Perubahannya
Posted on Oktober 15, 2006 by bumiindonesia| 3 Komentar

http://bumiindonesia.wordpress.com/2006/10/15/iklim-cuaca-dan-perubahannya/ Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.

Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).

Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.

Perubahan Cuaca dan Iklim

KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.

Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia. Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia. Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari. Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah. Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa. Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992. Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu. Perhitungan munculnya El Nino

Hindia dan munculnya indikasi gejala alam La nina intensitas ringan kembali giat. Karena hingga pertengahan tahun 2001 berubah. kondisi dasa warsa berikutnya dengan peningkatan kegiatan Matahari yang lebih intensif dengan puncak ganda untuk bintik Matahari dan jumlah ledakannya memberi indikasi peningkatan radiasi yang intensif dan berdampak kegiatan El Nino yang cukup panjang 1991-1994 dan muncul gejala alam El Nino kuat dengan kurun waktu yang singkat tahun 1991/1998 yang dinyatakan sebagai bencana yang dahsyat di Indonesia dan seluruh dunia. Pendapat ini didukung pula oleh kondisi perairan global. Adanya perkembangan curah hujan yang berlangsung akhir-akhir ini yang seharusnya memasuki musim kemarau merupakan peristiwa alam akibat kenaikan suhu muka laut S. Hal ini berarti untuk kurun watu sembilan tahun mendatang peluang munculnya kondisi cuaca yang ekstrem seperti yang berlangsung dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir menjadi tanda tanya atau bahkan bisa dikatakan kecil peluang terjadi peningkatan kondisi cuaca dan iklim yang bervariasai atau berubah untuk kurun waktu musiman hingga tahunan.Yang cukup mencolok dan perlu menjadi perhatian kita adalah perkembangan kondisi dalam dua dasa warsa terakhir. Selanjutnya tahun 1987 muncul lagi kegiatan El Nino. maka kondisi gejala alam El Nino peluang untuk muncul kecil pada tahun 2001 atau 2002 mendatang. Patut pula dicatat bahwa deposit batu bara di lahan gambut membara untuk yang pertama kali di tahun 1991 yang kemudian berulang hingga awal tahun 1998. secara keseluruhan cuaca dan iklim untuk periode 1982-1990 cukup baik sehingga usaha swasembada pangan nasional saat itu berhasil dan Pemerintah Indonesia mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Kajian dalam bahasan ini merupakan kajian terbatas yang tentunya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menuju kajian yang komprehensif atau dapat dipercaya. Tetapi. Dengan indikasi alam ini akan dapat membantu tentang kekhawatiran beberapa kalangan khususnya kalangan pertanian. Samudera Pasifik mendingin sedang Samudera Hindia menaik. Dampak peningkatan tersebut menghasilkan kegiatan El Nino yang kuat untuk pertama kali pada periode 1982 dengan dampak kekeringan dan kebakaran yang meluas di Kalimantan. malah berkebalikan. Semula di Samudera Hindia dingin dan Samudera Pasifik akan hangat hingga awal bulan Juni. Sehingga . Dari hasil peningkatan kegiatan Matahari yang muncul dan memuncak pada masing-masing dasawarsa itu menunjukkan adanya peningkatan yang lebih intensif dibandingkan kejadian periode sebelumnya. ternyata hal itu tidak berkembang. perkebunan dan kehutanan khususnya dari ancaman kekeringan yang mungkin muncul di tahun 2001. Berdasarkan pengalaman tersebut dan menilik kondisi cuaca dan iklim yang akan berlangsung hingga tahun 2010. untuk sementara dapat dilihat belum adanya peningkatan jumlah bintik Matahari atau ledakan. dalam hal ini perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Selain itu swasembada pangan nasional yang diupayakan Pemerintah Indonesia hancur oleh kondisi alam yaitu cuaca dan iklim yang tidak menentu hingga tahun 2000 atau mungkin sampai saat ini. Namun. Bukti kenaikan suhu muka laut ini terlihat dari peningkatan curah hujan di beberapa kawasan di Indonesia pada bulan Mei hingga awal Juni 2001.

Para ilmuwan cuaca umumnya mempelajari cuaca dari teoriteori fisika dan matematika dengan percobaan-percobaan laboratorium kecil kemudian mengujinya dengan data pengamatan. tetapi kalau dipikir serius juga boleh.blogspot. Tulisan dibuat dalam bagian – bagian yang banyaknya belum pasti. Sebaliknya para praktisi cuaca melihat dulu kejadian-kejadian yang ada kemudian menanyakan mengapa begitu. Teori dan praktek.html Kamis. Minggu 5 Desember 2004 ------------- Mukadimah. bila pemikiran teori dan pengamatan praktek tersebut .prakiraan BMG. dalam musim kemarau tahun 2001 yang menyatakan normal merupakan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Pertama) Oleh Soerjadi Wh. Tulisan ini dibuat hanya untuk pengisi waktu ketimbang nganggur. Isinya sembarangan untuk dibaca dengan santai saja. Nah kalau demikian. http://pustakacuaca. Ceritanya tentang kejadian-kejadian cuaca dan iklim.com/2010/12/oleh-soerjadi-wh.

Baru kemudian setelah teknologi komputer diketemukan teori tersebut baru dapat dibuktikan. Dengan teori tersebut sampai-sampai dikenali istilah Intertropical Front (ITF). Kemudian dari peredaran tersebut digambarkan bahwa atmosfer berkelompok-kelompok membentuk massa udara. Bjerknes dari Norwegia pada akhir abad ke-19. Buys Ballot itu orang pertama yang ditunjuk oleh Kongres Internasional Meteorologi pada tanggal 16 September 1873 di Wina sebagai Presiden Komite untuk menyiapkan Organisasi Meteorologi Internasional. siklontropik. Peredaran atmosfer. bahwa angin dari daerah tekanan tinggi di belahan bumi utara menuju ke daerah khatulistiwa dibelokkan searah jarum jam. Karena sekarang sudah banyak jam digital yang tidak menggunakan jarum penunjuk. . Kemudian dengan menggunakan teori fisika dan matematika dihipotesakan bahwa gerakan atmosfer dalam bentuk gelombang seperti yang dikemukakan pertama kali oleh Rossby pada tahun 1939. diajari ilmu bumi didalamnya termasuk angin pasat yang arahnya dikemukakan oleh Buys Ballot. Hukum Buys Ballot. saya di SD.disatukan hasilnya akan bagus. Gelombang-gelombang tersebut saling beriteraksi dan menghasilkan berbagai fenomena. dan diketemukan bahwa di kawasan luartropik gelombangnya jenis longitudinal yang dikenal dengan gelombang Rossby. dia sendiri tidak bisa menghitung secara numeric. sedangkan di belahan bumi selatan dibelokkan berlawanan dengan putaran jarum jam. Interaksi gelombang atmosfer.dst. Tetapi karena rumus matematikanya rumit. sebaiknya istilah putaran jarum jam diganti saja dengan dibelahan bumi utara dibelokkan menganan dan di belahan bumi selatan dibelokkan mengiri apabila kita menghadap ke arah khatulistiwa. sekitar tahun 1950-an. Tetapi ini barangkali. waktu itu namanya Sekolah Rakyat (SR). Pelajaran ilmu bumi tersebut menunjukkan bahwa dahulu orang mempelajari cuaca dari peredaran atmosfer yang dipelopori oleh Hadley (1875). pusaran. dan dikenal dengan hukum Buys Ballot. Teori gelombang sampai sekarang terus berkembang. gelombang atmosfer. maka berkembanglah teori massa udara dan teori perenggan (front) seperti yang dikembangkan oleh Solberg dan J. massa udara. dan di kawasan tropik banyak gelombang jenis transversal yang dikenal dengan gelombang gravitas atau gelombang Kelvin. misalnya siklon. Dahulu. Dalam bukunya " Weather Prediction by Numerical Process " Richardson ( 10 Oktober 1921) menulis : The investigation grew up out of a study of finite differences and …………….

struktur kepulauan. variasi tahunan (annual variation). yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum . antara lain aspek fisika. disamping kondisi kepulauannya. sehingga seolah-olah cuaca identik dengan hujan. terutama pada suhu. Di Indonesia pembicaraan tentang cuaca hampir selalu menyebut “hujan”. Sinaran matahari yang terus-menerus dan berbeda siang dan malam membentuk ciri dasar cuaca Indonesia. Banjir karena hujan. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. misalnya dengan laut. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. orientasi pulau. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. meskipun jangan dibiasakan. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. permukaan bumi. Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. Musim. Sistem cuaca Indonesia. memang hujan sangat dirasakan ulahnya bagi kehidupan di Indonesia. Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. mulai dari skala besar sampai skala kecil. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. variasi musiman (seasonal variation). dan factor lingkungan di sekitar Indonesia masing-masing ternyata mempunyai peran banyak dalam pembentukkan system peredaran udara. Oleh karena itu studi tentang cuaca di Indonesia memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. dst. dari variasi harian (diurnal variation). aspek struktur dan orientasi kepulauan. angin. data cuaca juga sangat kurang ( habis Pemerintah nggak kuat membiayai ). Perbedaan sinaran siang dan malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. Bagaimana dari aspek dana ? Faktor geografi.badaiguntur dan lain-lain lagi. dan kelembapan. topografi dan orografi. variasi intra musiman (intraseasonal variation). Antar system peredaran saling berinteraksi menghasilkan system cuaca dalam berbagai skala. aspek geografi. variasi antartahunan (interannual variation). padi puso karena tidak ada hujan. sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. Biarlah. Kini malahan berkembang dipelajari interaksinya dengan lingkungan atmosfer. Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. tekanan. Dari segi cuaca kawasan Indonesia memang rumit. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. aspek topografi-orografi.

sumur gue ude sat. Sebaliknya. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. misalnya di Jakarta bila hujan terjadi pada menjelang pagi pertanda adanya monsun barat. Namun demikian variasi harian tersebut berubah karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. Bali.L. “ kok tiap hari hujan terus. Memang manusia serba susah. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia. kapan nih berhentinye” sering kita dengar pada waktu musim hujan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat dan angin timur. maunya yang enak aja.dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. Awal musim. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Manton dan J.J. buktinya dari dulu tentang . McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso. Oleh karena itu di Indonesia dikenal musim hujan dan musim kemarau. Begitulah orang banyak membicarkan pada waktu musim kemarau. curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Kapan nih ada hujan. Tetapi para ilmuwan dan para ahli cuaca tidak mengabaikan pembicaraan orang tersebut. Oleh karena itu perubahan dari kebiasaan harian dapat digunakan untuk mengidentifikasi sistem yang lebih besar. misalnya monsun. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau.

Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. Tetapi sayangnya criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan tidak selalu berkaitan dengan musim angin barat. Wilayah hujan. Tetapi itu didasarkan data yang dipunyai waktu itu. sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu (sampai 30 hari) awan daripada angin. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. Mereka mengatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat telah mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. memang menurut data pengamatan yang diperoleh menunjukkan demikian. Juga dikatakan bahwa variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Kata banyak orang. De Boer (1948) menandai awal musim hujan dengan jumlah curah hujan dasarian. karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempat-tempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. Mengapa begitu ya ? Rupanya antara angin dan awan ada sikap saling harga menghargai. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. hanya saja kadar pengurangannya berbeda-beda di setiap tempat. Minoru Tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin.awal musim sudah banyak dipelajari bahkan sampai sekarang masih belum tuntas. sekarang rupanya lebih banyak lagi kalau . Dengan menggunakan data curah hujan. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awal musim hujan.

Orang mengatakan fenomena-fenomena tersebut sebagai cuaca . Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. Sulawewsi. (c) Daerah kalimantan Tengah. Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. Jawa Tengah. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap.. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau. (c) Kalimantan bagian timur. Jawa barat bagian utara.mau dibedakan lebih rinci. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. dan lembang tropik (tropical depression). pusaran (vortice). Jawa Barat bagian barat-daya. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. alir lintas ekuator (cross equatorial flow). dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. (b) Daerah sekitar lutan India. Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari). Fenomena regional. dan Jawa Timur. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. Dengan mengutip tulisan Eguchi (1988) mengemukakan bahwa Eguchi dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). bersamaan dengan musim barat di Australia. Kalimantan Barat dan Selatan. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. Makin ke timur makin sedikit curah hujannya. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan.

Dalam keadaan demikian dikatakan teredapat alir lintas khatulistiwa. serta bertambahnya kecepatan angin. dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang serupa. Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. sering terdapat angin yang seragam arahnya. Observatorium Meteorologi Hongkong. dan William m. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980. Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987).R. baik dalam periode musim monsun panas maupun . Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. Gray 1981). Pusaran. Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan dan disebut “seruak monsun (monsoon surge)”. Alir lintas khatulistiwa. 1982). Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Cina Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. Wirjohamidjojo S (1980). Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut.gangguan kawasan tropik Indonesia. Ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. di atas daerah khatulistiwa. Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. khususnya di sekitar laut Cina Selatan. dan selanjutnya bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. Seruak dingin. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. Hal tersebut karena aliran berubah menjadi siklonal setelah melintasi khatulistiwa. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun.

keberadaannya menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Bila pusaran terjadi dalam musim monsun dingin. Pusaran dalam bentuk siklontropik. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik.dalam musim monsun dingin Asia. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara. merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. . Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. Pusaran di laut Cina Selatan yang sering timbul selama periode mondingin Asia merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. Pusaran di lautan India (sebelah barat Sumatra) dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Gb. sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulkistiwa lautan India. dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas atau kuatnya monsun dingin Australia.

Di Indonesia memang tidak pernah dilanda siklontropik karena siklontropik tidak mau masuk wilayah Indonesia. Belokan-belokan tersebut terdapat dalam suatu garis. yang kemudian disebut garis geser angin (shear line). khusunya di Indonesia. Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator . Namun demikian keberadaannya di sekitar Indonesia mempunyai dampak kepada cuaca di Indonesia. Dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. diharapkan mengenalinya dengan seksama. Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. 1987). Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan Desember sampai Maret (Mc. Pias Pumpun Antartropik (PPAT). Contohnya lembang tropis di Australia Utara sebagai salah satu komponen penting dari monsun Australia. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra. termasuk juga di kawasan Indonesia. Palung khatulistiwa atau palung dekat khatulistiwa (Near Equatorial Trough). Garis geser angin kadang-kadang hanya satu. dan kadang-kadang ada dua. terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. karena daerah PPAT merupakan tempat banyak hujan.Bride J. mendekati khatulistiwa angin tenggara dan atau angin timurlaut berbelok kearah timur sebelum melewati atau sesudah melewati khatulistiwa. Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. Garis geser angin tersebut sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia.Gb. Bila kita sering menganalisis medan angin di sekitar khatulistiwa. mungkin takut karena penduduk Indonesia terlalu banyak. Siapa yang tidak kenal PPAT ? Bagi para peminat cuaca. Lembang tropis (tropical depression).L.

Jakarta.. atau perenggan antartropik. Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. Ekuator meteorologi dikenal dengan nama “pias pumpun antartropik. Namun demikian pergeseran tahunan tersebut juga tidak sama di setiap tempat. Posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. Selain itu gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah. perenggan antartropik. 16 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Kedua) Oleh Soerjadi Wh. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. Jumat 10 Desember 2004. demikian pula palung monsun tidak menunjukkan jelas perbedaan tekanan. Di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil.meteorologi”. pada suatu saat bergerak ke utara. atau palung monsun”. Dengan demikian ekuator meteorologi membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. Hal tersebut karena tekanan tinggi subtropik selatan di kawasan tersebut lebih mantap. tetapi nama fenomena cuaca usikan (disturbance) yang berupa garis gebos (squall line) yang sering terjadi di selat . atau perenggan monsun. Ini bukan nama pulau Sumatra. Diskontinuitas antartropik. ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:10 Kamis. Sumatra. atau diskontinuitas antartropik. Dari berbagai nama tersebut yang lebih sesuai adalah pias pumpun antartropik. melainkan bergeser secara tahunan ke utara dan ke selatan mengikut gerak matahari. dan perenggan monsun kurang popular karena sifat diskontinuitas dan sifat perenggan seperti yang terdapat di kawasan lintang tengah tidak tampak jelas.

bahwa angin barat mempunyai kelebihan momentum. Tetapi karena bumi yang berputar ke arah timur lebih kencang tidak mau menerima sehingga terjadi gesekan dan kelebihannya diberikan kepada udara dalam arah ke atas.Februari semasa angin timurlaut dari monsun Asia musim dingin banyak terjadi di daerah tersebut. Oleh karena itu daerah angin barat banyak golakan. Sementara orang mengatakan bahwa angin barat membawa hujan. maka timbullah golakan. sehingga di Indonesia banyak yang mengatakan bahwa musim barat adalah musim hujan. Nah bila ingin berkenalan.A. Barangkali memang masih relevan bila kita tengok lagi pertanyaan M. Pertanyaan tersebut antara lain : • • • • • What is the origin of these disturbance ? What are the typical fields of wind. vertical motion and divergence ? What controls their intensity and movement ? What are their relations with larger-scale wind and pressure patterns ? What are the budgets of mass. Orang memang menyebutnya “sumatra”. Terjadinya pada malam menjelang pagi hari.Malaka antara pulau Sumatra dan semenanjung Malaysia. Apakah hal demikian benar ? Flohn (1957) juga sudah mengidentifikasi bahwa dalam daerah sekitar khatulistiwa antara 10 °LU dan 10 °LS daerah dengan angin barat lebih banyak hujannya dibandingkan dengan daerah yang banyak angin timuran. Kejadian tersebut sering dijumpai dalam bulan Januari. energy and moisture ? Angin barat. merupakan salah satu bentuk awan yang bukan karena golakan (convection) melainkan terbentuk karena proses lataan (advection) dan percampuran dari massa udara dari laut Cina Selatan yang dingin dan massa udara dari teluk Benggala yang agak panas . kelebihan tersebut maunya sih diberikan kepada bumi. Imbas berupa hujan pagi tersebut juga sering dirasakan di Medan. Fenomena (sumatra) tersebut berbentuk barisan awan tebal dan badaiguntur yang memanjang membentang dari arah barat. atau sebaliknya nama pulau Sumatra diambil dari fenomena “sumatra” tersebut ? Saya belum tahu. . pressure. Alaka dalam Technical Note no. Apakah nama tersebut diambil dari nama pulau Sumatra. 62 . WMO – No. 155. TP 75 (Problems of Tropical Meteorology) untuk kita carikan jawabannya. kunjungilah dalam bulan tersebut atau tanya orang-orang Medan. dan banyak membawa hujan. Logikanya memang ada.

Sistem cuaca usikan (disturbance). sedang di Sumatra Barat perbedaan tersebut kecil. It would seem likely that the convectively coupled equatorial waves. Large parts of synoptic varability in the tropics is due to propagating disturbances moving parallel to the equator. 56. Tetapi kalau tidak diperhatikan. 3 centered of about 48 days OLRS. Berbicara tentang massa udara di Indonesia memang merepotkan. Vol. 1996). once generated. suhu. karena kita pasti tidak dapat dengan jelas membedakan adanya dua atau lebih massa udara yang berbeda seperti di lintang tengah. bersamaan dengan seruak monsun (monsoon surge) dan gerakan perenggan di lintang tengah utara. Variabilitas. misalnya pada waktu musim kemarau beda suhu maksimum dan suhu minimum lebih besar dibandingkan musim hujan. Kaladis G (… ) dalam makalahnya “Analysis of Cloud Tempertaure in the Wave Number Frequency Domain. Namun demikian dalam skala yang lebih kecil dalam musim monsun dingin Asia mungkin hanya terdapat jelas di Indonesia bagian tengah ( 100 – 120 BT). N. Kategori Musiman Variasi Osilasi 10-12 Skala waktu 10 – 12 Keterangan Osilasi TTO (ten to twelve . Apakah fenomena seperti itu terlihat di Indonesia ? Fenomena tersebut dipelajari dalam skala sinoptik. Menurut Yamanaka. Kalau begitu udara di Sumatra Barat tentu berbeda dengan udara di Nusa Tenggara. b. dalam bentuk perenggan (front). . are inherently more prdictible than weather variations that predicted by red-noise background. dan tampak di kawasan Indonesia. c.D. The search for any equatorial wave mode is dependent on the identification of “ridge” in the contours. angin. Sciences. d. kelembapan. Menurut Wheeler M. Di Jawa Timur dan daerah lebih ketimur perbedaan tersebut lebih nyata. sistem cuaca kawasan tropik memberikan banyak jenis fluktuasi seperti dalam table berikut ( Yamanaka M. Madden Julian eastward wave number 1. 2.Massa udara. Dalam musim monsun Panas Asia terlihat di Sumatra bagian utara dan barat sampai jawa Barat bagian selatan bersamaan dengan pusaran atau palung di lautan India di sebelah barat Sumatra. Journal of Atm. sering kita merasakan adanya perbedaan kadar udara. pp 374” mengatakan bahwa : a. Di kawasan lintang tengah adanya massa udara dapat mudah dikenali dengan adanya bidang diskontinuitas tekanan.

AO tropopause dan mesopause dipengaruhi / ditimbulkan oleh interaksi aliran (monsun). Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang k antara 1 dan 2. Osilasi troposferik yang dominan dalam kaitannya dengan iklim global. Juga sebagai komponen osilasi troposfer selatan dan peredaran monsun.5 th Oscillation) 30-60 AO (Annual hari Oscillation) ISO (Interseasonal Oscillation) Gangguan Super cloud 10-20 yang Gelombang Kelvin hari gerakannya Gelobang Kelvin 20 hari ke timur Gelombang Kelvin 10-20 MRG (Mixed Rossby hari Gravity wave) 5 hari 4-5 hari Gangguan Cloud cluster yang Gelombang dua hari 4 hari 2 hari oscillation) sering dikaitkan dengan daur bintik matahari. Di troposfer. Di stratosfer bawah dengan bilangan gelombang 4 – 5.dan antar tahun tahunan (TTO) th ENSO (ElNino 4 th Southern Oscillation) 2 th. Di dekat stratopause dengan kecepatan besar ke arah timur. dan dipandang sebagai pasangan laut-atmosfer yang mandiri. Di dekat tropopause . . Di dekat tropopause. Dominan di kawasan khatulistiwa. Dipaandang sebagai rezim golakan dalam dari ISO yang gerakannya ke timur. Gelombang Kelvin dengan bilangan gelombang zonal = 1. Gelombang Kelvin dengan panjang gelombang zonal 2000-4000 km. Moda osilasi yang dominan di stratosfer ekuator bawah. QBO (Quasi Binary 0. tetapi asalnya belum diketahui dengan pasti. Dipandang sebagai hasil dari CSIK (Convective Stability of Secondary Kind). terpusat di Pasifik Barat.

Dihasilkan dari mekanisme CISK. Skala planet. 22 Desember 2010 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Ketiga) Monsun Oleh Soerjadi Wh. Karena kalau berbicara cuaca di Indonesia tanpa mengenang monsun rasanya sangat hambar. 1 jam Angin laut-angin darat sampai jarak 10 km.gerakannya Pasang surut ke barat Angin darat-angin laut Variasi yang lebih pendek Pasang surut semi harian Awan Cb berbentuk gelombang gravitas inersia atau siklontropis. didorong oleh kondisi atmosfer takmanta. MONSUN Wajib. apalagi hujan harian.5 hari Skala planet. 0. Dihasilkan dari mekanisme CISK. 1 hari 1 hari Jadi bila hujan dipandang sebagai salah satu hasil dari berbagai gerak atmosfer dengan berbagai variabilitas tersebut ya memang sangat rumit. Dalam bagian pertama dan kedua monsun telah saya sebutkan meskipun hanya dalam garis besarnya saja. Oleh karena itu data yang digunakan harus sesuai dengan variabilitas yang diperhatikan. .. Skala meso. Dalam bagian ketiga ini saya ulangi lagi dan kita bicarakan lebih banyak. Mengapa diulangi ? Menyebut monsun hukumnya “wajib” bagi semua pemeluk agama cuaca Indonesia. --------------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:50 Rabu.

Kao dkk. seperti yang dikemukakan oleh Hann (1908). Even in Europe the prevailing west to northwest winds of summer have been called the “European monsoon” .1980 menyebutkan bahwa monsun adalah : “A name for seasonal winds (derived from Arabic mousim. Shick (1953. to the rains which it brings. The primary cause is the much greater annual variation of temperature over large land areas compared with neighboring ocean sutface. dan lebih rendah dalam musim panas. The monsoons are strongest on the southern and eastern sides of Asia.Monsun. setengah tahun dari arah timur-laut dan setengah tahun lainnya dari arah tenggara. Tetapi kini dalam kalangan meteorology. Bergantinya tiupan angin tersebut berkaitan dengan perbedaan panas yang terdapat di laut dan di daratan luas sehingga timbul beda tekanan udara dengan di darat lebih tinggi dalam musim dingin. Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa mausam semula digunakan untuk menamai angin di laut Arab yang dalam setahun bertiup bergantian arah. maka istilah monsun tersebut juga diberlakukan di kawasan lain. Texas and the western coasts of the United States and Chile. Africa except the Mediteranean. but other factors such as the relief features of the land have considerable effect. but it has been extended to similar winds in other parts of the world. a season). Dari pengertian tersebut maka monsun tidak terdapat di setiap daerah melainkan hanya di kawasan tertentu di kawasan tropik yang kondisinya memenuhi syarat. Monsun sudah lama dikenal. dan banyak yang mendefinisikannya dengan berbagai criteria. They have been described in Spain. the largest land mass. but monsoons also occur on the voasts of tropical regions wherever the planetary circulation is not strong enough to inhibit them. (1962). kata monsun (yang dalam bahasa Inggris ditulis “monsoon” ) digunakan sebagai kata istilah untuk nama dari angin dan fenomena-fenomena terkait yang setiap setengah tahun bergantian. by extension. which blow for six months from northeast and six months from southwest. Dari pandangan bahwa monsun hanya fenomena bergantinya arah angin saja dalam musim panas dan dalam musim dingin. northern Australia. causing an excess of pressure over the continents in winter and deficit in summer. Asmerican Meteoorological Soiciety. Dalam buku Glossary of Meteorology. Khromov (1957). It was first applied to the winds over Arabian sea. . In India the term is popularly applied chiefly to the southwest monsoon and.

adalah waktu yang selama itu banyak terjadi hujan. Asia Timur. (d) sekurang-kurangnya satu siklon-antisiklon terjadi bergantian di daerah 5 derajat lintang dan bujur. musim hujan. Amerika selatan. monsun Australia Utara. Jadi sama penggunaannya untuk misalnya musim duren yang mempunyai arti pada waktu itu banyak buah duren. Kalau di India ada monsun baratdaya (southwest monsoon) dan monsun timur laut (northeast monsoon). maka Indonesia tentunya juga mempunyai monsun. dll. Asia Tenggara). (b) rata-rata keseringan angin utama dalam bulan Januari dan Juli lebih dari 40%. Australia Utara. sedangkan musim (yang dalam bahasa Inggris ditulis “season”) bukan istilah melainkan kata yang mempunyai arti selang waktu yang selama itu terdapat keadaan yang sangat sering terjadi. yang paling jelas adalah di Asia. Dengan demikian maka selain daerah yang telah disebutkan. Bila definisinya seperti yang telah disebutkan. rata-rata resultan angin dalam sebulan lebih dari 3m/detik. Selain dengan criteria yang dikemukakan Ramage. Misalnya musim dingin. (c) sekurang-kurannya sebulan. di Indonesia dikenal monsun barat dan .misalnya di Eropa yang disebut “monsun Eropa”. Dari banyak daerah monsun. Ramage (1971) mengemukakan bahwa daerah monsun ditandai dengan (a) arah angin utama berubah sekurang-kurangnya 120 derajat dari bulan januari dan Juli. adalah waktu yang selama itu suhu udara selalu rendah. Afrika Timur). termasuk daerah Pasifik timur. dan monsun Australia. maka daerah monsun lebih umum terletak di kawasan antara tempat PPAT paling utara (dalam bulan Juli) dan tempat PPAT paling selatan (dalam bulan Januari). musim mangga. musim penyakit. dan Atlantik barat (tentang PPAT tersebut dibahas lebih rinci dalam bagian keempat). Digunakannya PPAT sebagai criteria daerah monsun karena daerah yang dilewati PPAT selalu mengalami perubahan arah angin yang memenuhi criteria Ramage tersebut. Dengan kriteria yang dikemukakan Ramage tersebut maka daerah antara 35 oLU dan 25 oLS serta antara 30 oBT dan 170 oBT adalah yang memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai kawasan monsun. Afrika Barat. kini daerah monsun juga didefinisikan dengan menggunakan kiteria posisi Pias Pumpun Antartropik (PPAT). yang masingmasing dikenal dengan monsun Asia ( Asia Selatan. Pias Pumpun Antartropik adalah lajur perbatasan antara daerah Antisiklonal Utara dan Antisiklonal Selatan (Intertropical Covergence Zone = ITCZ). monsun Afrika (Afrika Selatan. dan Afrika.

the water with its three states act as an energy source of the system and. based upon the memory (heat storage) of the tropical Pacific Ocean.monsun timur meskipun ada sebagian daerah di kawasan Indonesia bagian barat yang mearasakan adanya monsun baratdaya dan monsun timurlaut. and that it has a dominant role on the global climate system and its variability. . and receiving renewed boundary conditions from. soil moisture etc. Akimasa Sumi mengemukakan bahwa :: . meskipun juga masih banyak lagi yang perlu digali. . . the more chaostic mid-latitude westerly zone through the seasonal cycle.Monsoon system transmits climatic signals from the tropics (lower latitude) to extratropics by means of the Rossby wave propagations forced by anomalous heating in the tropics. fundamentally forced and maintained by the moist processes.Monsoon system is subjected to the anomalous mid-latitude westerly regimes by means of land surface processes (snow cover.Strongly suggest that the axisting monsoon and the ENSO shoud be understood as a coupled ocean/land/atmosphere system over Eurasian continent through the Pacific. . bahwa : . by transmitting renewed initial conditions to.) over Eurasian continent. Tetsuzo yasunari (Role of Monsoon on Global Climate) dalam the Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. .Monsoon system may be considered as a heat engine using water as a fuel. sudah banyak yang diketahui sifatsifat fisis monsun. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) menyebutkan antara lain. Dalam tulisan ini saya gunakan istilah monsunal Indonesia yakni sifat-sifat serupa monsun.Monsoon system has a great role on the global climate system as a modulator of interannual variability of the system.The Asian/Australian monsoon system is a typical manifestation of the coupled ocean-land-atmosphere interaction between the largest continent and the largest ocean on the earth.Monsoon system seems to have a principal mode of biennial oscillation. as a substance by which climatic informations are transferred. Dalam The Third International Symposium on Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia di Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ) juga. . Sejak MONEX tahun 1978/79 diselenggarakan. .In this process.

Dari apa yang telah mereka kemukakan tersebut dapat kita fahami bahwa monsun mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan sistem cuaca dalam berbagai skala. Ketiganya saling berinteraksi membentuk sistem monsunal Indonesia. Lim dalam bukunya (Monsoon Dynamics. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin baratdaya (musim baratdaya). monsun Asia Tenggara. Monsun di sekitar Indonesia. edited by Sir James Lighthill & Prof. pada waktu Asia musim dingin di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin barat (musim barat). menuliskan tentang berbagai indeks untuk mengidentifikasi monsun. Misalnya. antara lain : a) a cross-equatorial meridional wind index for selected longitudinal bands to monitor an outflow branch of summer monsoon area. c) a zonal-average meridional wind index at some intermediate latitude to monitor the interaction between the tropics and higher latitude. Cambridge Univ. Kawasan Indonesia memang bukan sumber monsun. pada waktu Asia musim panas. Oleh karena itu untuk membicarakan lebih lanjut tentang sifat monsunal Indonesia lebih dahulu kita simak sejenak sifat-sifat monsun di sekitar Indonesia tersebut. b) a zonal-average meridional wind index at equator to monitor interhemispheric exchange.C. . di sebagian besar Indonesia terjadi musim angin timur–tenggara (musim timur). R. baik skala kecil maupun skala besar.Monsoon is a dominant phenomena which exist in the tropics. J. Sadler and J. tetapi terletak dalam daerah kekuasaan monsun. 1977).. sebaliknya musim timur disertai dengan sedikit hujan dan diidentikkan dengan musim kemarau. dan monsun Australia. Musim barat umumnya disertai dengan banyak hujan.Pearce. monsun Asia Selatan (monsun India). yakni monsun Asia Selatan.P. sehingga musim barat diidentikkan dengan musim hujan. which results in the monsoon phenomena. monsun yang populer adalah monsun barat daya (southwest monsoon) atau monsun dalam musim panas Asia .Land-Ocean contrast in the tropics. dan sebagian kecil di bagian barat terjadi musim angin timurlaut (musim timurlaut). a. Lain lagi. Press.T. This index should also be maintained for subzones to monitor the preferred areas of strong interaction. has a strong influence on fixing the location of the convection. Di India. d) zonal wind indices at the equator for selected longitude bands to monitor the eastwest or Walker circulations.

(summer monsoon) karena banyak memberi hujan dan variasinya besar. o Terjadi hujan lebat dan badaiguntur. tebal lapisan angin baratan sampai 6 km dari permukaan laut. · Awal monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ berada di tempat tersebut. mulai dari utara dan sekitar tanggal 15 Oktober monsun timurlaut berakhir di semua tempat. (ii) ITCZ bergerak terus ke utara dan tidak kembali. (v) Monsun mencapai pantai barat India pada 30 Mei. dan Indo-China (Vietnam). kemudian berkurang selama monsun berlangsung. kemudian terus bergerak ke utara. . selatan Miyanmar. sedangkan dalam bulan Nopember sampai April palung tersebut berpisah dengan ITCZ karena letak ITCZ jauh ke selatan khatulistiwa. · Menjelang datangnya monsun ( dalam bulan April-Mei) badaiguntur banyak terjadi di India. (iii) Datangnya ITCZ ditandai dengan : o Angin baratan (westerly) di sebelah selatan ITCZ dengan kecepatan sekitar 20 knot. o Palung khatulistiwa berimpit dengan ITCZ. Awal munculnya ITCZ digunakan sebagai criteria awal monsun dan juga digunakan sebagai awal dari musim hujan. Letak palung khatulistiwa bergeser ke utara dan ke selatan mengikut musim. Dalam bulan Juni sampai September palung tekanan rendah tersebut sangat kuat dan berimpit dengan Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Di sekitar palung merupakan daerah yang banyak hujan. dengan simpangan 8. berawal dari akhir bulan Agustus. (ii) Sering disertai dengan kilat dan guntur. (vi) Rata-rata monsun mulai 30 Mei. Dalam bulan Oktober sampai Mei sulit dibedakan dengan ITCZ. 1) Klimatologi : · Dari peta sinoptik harian diatas India terdapat palung tekanan rendah di troposfer bawah yang dikenal dengan palung dekat katulistiwa (Near Equatorial Trough) atau palung khatulistiwa (Equatorial Trough). (iv) Pada pertengahan bulan Mei hujan monsun mulai di teluk Benggala.2 hari · Surutnya monsun ( southwest monsoon) di suatu tempat ditandai dengan : (i) ITCZ mulai bergerak ke selatan. Tetapi di ujung selatan semenanjung daratan India hujan masih ada meskipun bukan kaitannya dengan ITCZ melainkan berkaitan dengan palung khatulistiwa. dan antara 1 Juni sampai 1 Juli meliputi hampir seluruh India.

Ramaswamy 1965-dikutip Asnani). · Monsum umumnya ditandai dengan angin baratdaya yang kuat di troposfer bawah dan angin timuran kuat (jet) di troposfer atas. ditandai dengan melemahnya angin baratan secara mendadak (cepat) pada troposfer. · Dalam tahun awal monsun maju peredaran atmosfer pada paras 50 hPa tidak banyak berbentuk sel-sel. sebaliknya anomaly negatip menandai mudurnya awal monsun (Rai Sarcar dan Patil-1961. · Model prediksi sudah banyak digunakan. terdapat anomali positip angin baratan pada paras 500 hPa. q hujan banyak di pantai barat. dikutip Asnani). · Awal monsun di Kerala ditandai dengan timbulnya angin timuran di Aden pada ketinggian 200 hPa lima sampai enambelas hari sebelumnya. · Anomali positip suhu pada 300 hPa di India Utara dalam bulan Mei menandai majunya awal monsun. 2) Indikasi aktivitas (monsun baratdaya). · Monsun kuat ditandai dengan q tekanan rendah bahang (heat low) kuat di Asia tengah. melainkan berosilasi sekitar dua mingguan dan 30-50 harian.(iii) Paling akhir monsun baratdaya mulai 18 Juni (1972). sebaliknya pada tahun awal monsun mundur. Lembangan di teluk Benggala umumnya timbul dalam bulan Juni sampai September dengan paling banyak terjadi di bulan Agustus. baik dinamik maupun statistik. seperti misalnya yang digunakan oleh Thapliyal (1991) dengan 7 parameter: 7 R = Co + S Ci X i i=1 . sebaliknya bila awal monsun maju. · Juga ditunjukkan oleh Ramaswamy-1971 bahwa dalam tahun awal monsun mundur. dikutip Asnani). · Aktivitas monsun tidak terus menerus. (Sutclift dan Banon 1954. · Bila awal monsun normal atau mundur. Dalam menggunakan metode statistik curah hujan selama monsun dikorelasikan dengan banyak parameter. · Monsun lemah ditandai dengan q banyak hujan di Bangladesh dan sering timbul lembangan (depression) di teluk Benggala.

44. dan kemudian adakalanya timbul cabang dan berkembang ke utara sampai 40 – 45 °LU sampai akhir Juli. sebaliknya bila southwest monsoon lemah. C6= 2. Berbeda dengan monsun di India. X1 = posisi ridge subtropik 500 hPa sepanjang 75 °BT bulan April.02. dan C7= -13. X5 = tekanan udara belahan bumi utara bulan januari sampai April. 1) Klimatologi : · Monsun panas di kawasan Asia Tenggara mulai di Thailan 13 Mei dan terus bergerak ke utara sampai sekitar 33 °LU sekitar 12 Juli.23. Kini dikembangkan lagi menjadi 16 parameter Note : Bila monsun panas (southwest monsoon India) kuat dan banyak hujan di pantai barat India.34. tetapi gerakannya tidak teratur. .29. C1= 27. · Monsun panas mulai melemah bulan Agustus. X4 = SML sepanjang pantai Peru dan Equador bulan Agustus sebelumnya. C2= 65. · Dalam periode monsun panas di lautan Pasifik sebelah timur Pilipina timbul siklon tropik. monsun Asia Tenggara. · Sering timbul seruak. X2 = suhu minimum di pantai timur bulan Maret. musim kemarau di Indonesia mundur dan kering. b. monsun Asia Tenggara yang dominan bagi Indonesia adalah monsun timurlaut (northeast monsoon) atau monsun Asia musim dingin (winter monsoon). 2) Indikasi (aktif) monsun dingin Asia. C5= 1. X3 = suhu minimum India Utara bulan Maret. X7 = tekanan Darwin selama musim dingin C konstanta. · Anomali tekanan positip di Asia tengah. C4= 4.66.66.dengan R = curah hujan monsun dalam cm. X6 = Kecenderungan perubahan SML pantai Peru dan Equador bulan Januarai sampai Maret. kemudian terus bergerak ke arah selatan. C3= -2. · Monsun dingin berasal dari Asia tengah mencapai Cina mulai Oktober sampai Nopember. dengan Co = -1. Selama musim dingin semua sistem angin dan tekanan adalah imbas dari perpindahan gelombang siklon ekstratropik yang membawa hujan di Cina.21.

26 Oktober. 6 Desember. · Curah hujan rata-rata musiman di Australia Utara berkorelasi kuat dengan anomaly angin zonal. McBride Recent Research on the Australian Monsoon 1994).J. 11 Nopemeber. dan 500 mm. · Awal monsun didefinisikan dengan saat pertama kali sesudah 1 Nopember. · Monsun berosilasi 30-50 harian. yang masing-masing terjadi rata-rata tanggal 4 Oktober. · Punggung (ridge) di lapisan atas (500 mb) meluas ke selatan sampai mencapai di atas 10 °LU c. yakni ketika Darwin mencatat angin barat terus-menerus dengan komponen zonal lebih dari 5. dan kering dalam musim dingin di Australia. monsun Autralia Utara. · Dalam monsun terdapat banyak struktur skala meso. diatasnya terdapat komponen timur. 100. (n = banyaknya hari setelah 1 Nopember). empat atau lebih dari 6 stasiun di sekitar Darwin mencatat curah hujan lebih dari 19(n+1) mm (n = banyaknya hari sesudah 1 Nopember) (Troup 1961). · Nichols (1982) mendefinisikan awal monsun basah dengan indeks yang dibuat berdasarkan curah hujan kumulatip di airport Darwin setelah tanggal 1 Agustus.15(n+1) mpd. Indeks tersebut adalah 10.L. · Lebih rinci Holan mengemukakan bahwa awal monsun tersebut ditandai dengan terjadinya angin baratan di atas Darwin dan curah hujan rata-rata dari seluruh hari antara Oktober sampai Nopember dari semua stasiun hujan di sekitar Darwin lebih dari 7.5 mm/hari. baik pada paras bawah (850 hPa) maupun pada paras atas (150 hPa).9 km).· Angin timur laut kuat di troposfer bawah dan angin tenggara kuat di lapisan atas ( 200 hPa). 50. 250. . Manton dan J. · Monsun memberi banyak hujan dalam musim panas. · Awal monsun juga didfinisikan dengan angin pada paras angin landaian (gradient wind. sekitar 0. · Dalam bulan Januari komponen baratan (westerly) pada paras 500 hPa mencapai 15 °LS. dan 1 Januari. (M. · Dengan criteria Troup dan Nichols tersebut diperoleh bahwa 30% curah hujan jatuh sebelum awal musim dengan criteria angin. 1) Klimatologi.

maka wilayah tersebut menerima sinaran matahari terus-menerus sepanjang tahun tetapi berbeda mencolok pada waktu siang dan malam hari. 1989. variasi intra musiman (intraseasonal variation). variasi antartahunan (interannual variation). Pengkajian tentang monsun telah lama dilakukan. seperti yang dilakukan oleh Boerema (1926). antara lain Walker (1924). · Pusaran timbul di sekitar 20 °LS 120 °BT°. sedangkan moda Kelvin yang timbul di bagian timur menghasilkan angin timuran di lapisan bawah Pasifik Tropis (dikutip dari Hendon 11988. (dikutib dari Shika dan Gadgil-1980). yakni musim hujan dan musim kemarau. 1).(dikutip dari Holton 1986). · Lembang tropis (tropical depression) sampai siklontropis (disebut willy willy) sering timbul di timurlaut Australia (umumnya bulan Nopember sampai Maret). Gill 1980). · Moda Rossby yang terperangkap di khatulistiwa menimbulkan angin baratan di lapisan bawah di bagian barat dari daerah pelepas energi pendam skala besar. Perbedaan sinaran siang dan . Mqatsumo 1966. Klimatologi. variasi musiman (seasonal variation). Webster 1972. de Boer (1948). • Di Indonesia dikenal ada dua musim. sedangkan di Monsun India aktivitas golakan bersamaan dengan gerak PPAT (Pias Pumpun Antartropik = Intertropical Convergence Zone ITCZ). 2) Indikasi (aktif): · Terdapat golakan kuat di Australia Utara dan Barat laut. Chen at. · Dipicu oleh seruak dingin (cold surge) dari Laut Cina Selatan (monsun dingin Asia). • Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. dari variasi harian (diurnal variation). Umumnya musim hujan berkaitan dengan monsun. variasi tahunan (annual variation). Demikian juga pengkajian mengenai hubungan dan kaitan antara monsun Asia dan Australia dengan system cuaca dan musim di Indonesia. · Daerah golakan skala sinoptip di Monsun Australia dipacu oleh gerakan longitudinal (arah barat-timur). dst. · Sering timbul seruak angin selatan di sepanjang pantai barat Autralia Monsun Indonesia. al. • Cuaca di Indonesia berfluktuasi dengan berbagai variasi. Ramage (1967) dll.

curah hujan lebih banyak dibandingkan sewaktu matahari di ats belahan bumi utara dari bulan April sampai September.malam hari memberi ciri yang kuat berupa variasi harian unsur cuaca. • Variasi harian suhu yang nyata adalah variasi harian dengan maksimum pada siang hari dan minimum pada malam menjelang pagi hari. Variasi harian curah hujan sangat bergantung kepada tempatnya. Untuk membedakan kedua musim tersebut BMG menggunakan criteria banyaknya curah hujan sama atau lebih dari 50 mm tiap dasarian. Maksimum terjadi pada sekitar pukul 10 pagi dan 10 malam. meskipun dengan criteria tersebut banyak daerah yang sulit dibedakan antara musim hujan dan musim kemarau.misalnya monsun. • Sesuai dengan letak geografinya Indonesia mempunyai variasi musiman. Oleh karena itu dikenal musim hujan dan musim kemarau. misalnya di kawasan pantai variasi harian ditandai dengan adanya angin darat dan angin laut. dan kelembapan. yakni minimum pada saat suhu mencapai maksimum dan maksimum pada waktu suhu mencapai minimum. Variasi harian tekanan mempunyai maksimum dua kali dan minimum juga dua kali. di atas daratan hujan lebih banyak terjadi pada siang dan sore hari. Variasi harian angin terdapat di tempat-tempat tertentu. di Jawa terlihat dari perubahan angin barat . Dalam table berikut ditunjukkan sebaran jumlah curah hujan bulanan di beberapa tempat yang berbeda variasinya. tekanan. angin. di pegunungan dengan angin lembah dan angin gunung. Pada umumnya sewaktu matahari ada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret. • Variasi musiman juga terlihat pada arah angin meskipun tidak sama arah anginnya. sedangkan di atas laut dan teluk sering terjadi pada waktu malam dan menjelang pagi hari. Variasi harian kelembapan nisbi udara berkebalikan dengan variasi harian suhu. misalnya di Sumatra Barat variasi musiman berupa perubahan dari angin baratdaya dan timurlaut. sedangkan minimum pada sekitar pukul 4 pagi dan pukul 4 sore. . terutama pada suhu. Namun demikian variasi harian tersebut dapat terganggu karena adanya gangguan dari sistem yang lebih besar. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan.

• Minoru Tanaka (1994) mengemukakan bahwa daur musim kemarau yang diidentifikasi dengan menggunakan jumlah liputan awan di Jawa dan sekitarnya mempunyai variasi kisaran sampai 35% sedangkan daur intra musiman sekitar 5%. • Awal musim hujan oleh De Boer (1948) dicirikan dengan jumlah curah hujan dasarian. Kesulitan lain dalam menandai awal musim adalah ikut andilnya luas wilayah dan struktur kepulauan dalam pembentukan cuaca skala meso. Resink (1952) dan Berlage (1968) juga tidak menunjukkan korelasi yang tinggi. Manton dan J. Namun demikian criteria tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk mengidentifikasi musim hujan karena musim hujan di semua tempat tidak berkaitan dengan musim angin barat. Di beberapa daerah misalnya di Jawa bagian timur. Sebaliknya untuk musim kemarau. McBride yang mengemukakan bahwa dalam daerah monsun lebih banyak struktur skala meso.L. variasi musiman suhu maksimum dan minimum juga terlihat jelas. Hal tersebut sesuai dengan pendapat M. Kriteria tersebut masih digunakan oleh BMG sampai saat ini meskipun sering mengalami kesulitan dalam penerapannya. Penentuan awal musim dengan menggunakan parameter lain misalnya tekanan udara seperti yang digunakan oleh Berlage (1927).dan angin timur. Bali. Variasi-variasi tersebut berkaitan dengan monsun Asia dan monsun Australia.5 dari simpangan baku disebut “atas normal” dan bila lebih dari 0. Jika simpangan melebihi dari 0. Nichols . karena banyak tempat yang curah hujan bulanannya selalu besar dan selalu kecil sehingga dengan criteria tersebut terdapat tempattempat yang tidak mempunyai musim hujan atau musim kemarau. Nusa tenggara serta daerah lain yang berdekatan dengan Australia. Dikatakan bahwa awal musim barat disuatu tempat mulai apabila keseringan angin barat di tempat tersebut telah mencapai 50%. Bila dalam lebih dari tiga dasarian berturut-turut dalam periode Oktober sampai Maret terdapat curah hujan yang jumlahnya sama atau lebih dari 50 mm maka dasarian yang pertama ditetapkan sebagai awall musim hujan.J. Untuk menandai keadaan atau kadar musim digunakan nilai simpangan. Harjawinata S dan Muharyoto (1980) menggunakan keseringan angin permukaan sampai 850 hPa untuk mengidenditifikasi awal musim.5 dibawah simpangan baku disebut “bawah normal”.

Variasi tersebut berkaitan erat dengan sistem peredaran atmosfer di sekitar Indonesia. Namun demikian sebarannya mengikut waktu sangat beragam. 69 terdapat di Jawa dan Madura serta 84 di daerah lain. Dalam periode monsun panas Australia atau musim dingin Asia. Eguchi (1988-yang dikutib Yamanaka) dengan menggunakan data dari 669 stasiun hujan membagi Indonesia dalam tiga wilayah (tidak termasuk Irian jaya). Makin ke timur makin sedikit curah hujannya.. Dengan menggunakan data curah hujan. (b) Sumatra dan Kalimantan bagian barat. bersamaan dengan musim barat di Australia. dan Maluku yang mempunyai satu atau dua kali periode hujan dengan maksimum bulanannya terdapat dalam bulan musim semi atau musim panas di belahan bumi utara (Maret – Juli). untuk wilayah Indonesia bagian barat dan utara serta di bagian timur (Maluku. Curah hujan di Indonesia umumnya berjumlah besar di separoh tahun dan sedikit di separoh tahun sisanya. Sulawesi. Boerema (1941) menunjukkan adanya 153 tipe sebaran curah hujan bulanan. yang musim hujannya lebih pendek dari musim kemarau.(1980) dengan menggunakan parameter tekanan udara Darwin dan curah hujan bulanan di Jakarta menunjukkan bahwa korelasi yang agak tinggi hanya dalam bulan Juli sampai September. dan dikuasai oleh pasat Pasifik yang membawa hujan sedikit. untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan tengah lebih dahulu awan (sampai 30 hari) daripada angin. Salah satu diantaranya adalah peredaran monsun Asia dan Australia. yakni : (a) Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Minoru tanaka (1994) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara awal musim yang diperoleh dengan menggunakan criteria awan dan criteria angin. • • Pada awal dan menjelang akhir musim hujan monsun banyak terjadi guntur. Sebaran curah hujan bulanan di beberapa tempat (1970-2000) sumber data: BMG-des. Irian Jaya) lebih dahulu angin (10-50 hari) daripada awan. (c) Kalimantan bagian timur.2003 Tempat Medan jan feb mar apr mei jun jul agt sep okt nop des setahun 83 114 101 168 192 142 170 169 230 291 236 250 2146 . Table 1. yang mempunyai maksimum curah hujan dua kali dalam musim panas di belahan bumi selatan (Oktober – Februari).

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Jawa barat bagian utara. (d) Daerah Maluku bagian tengah dan Irian Jaya bagian utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Juli sampai September. PPAT terdapat di kawasan Indonesia. Kalimantan Barat dan Selatan. dan Jawa Timur. (c) Daerah kalimantan Tengah. yakni : (a) Daerah di sekitar laut Cina Selatan termasuk Sumatra sebelah utara dan timur Bukit Barisan. • Selama monsun barat. mempunyai maksimum sangat tinggi dalam bulan Desember – Februari. sedangkan dalam musim timur berada di luar sebelah utara.Ppinang 270 220 254 230 211 140 123 102 122 160 251 311 2394 Ptianak 263 196 202 263 231 191 190 184 253 271 340 258 2614 Bjmasin 362 299 304 246 218 133 138 Makasar 682 589 382 229 133 78 Palu 54 37 69 45 56 66 90 89 152 257 366 2677 43 109 350 602 3272 53 46 50 54 676 60 14 69 57 Manado 381 347 353 258 289 272 141 130 173 244 316 357 3281 Jakarta 393 276 214 142 105 95 61 92 46 103 112 228 1860 8 31 116 298 2036 Sbaya (juan) 434 379 291 234 123 68 Kupang 758 897 535 193 49 23 19 5 41 13 3 19 215 572 3285 Ambon (Patt) 128 111 134 155 339 456 450 346 159 92 62 117 2549 Biak (mokmer) 258 246 267 205 256 221 235 236 217 213 197 213 2784 Merauke 232 207 232 230 • 96 36 33 21 27 40 66 169 1391 Analisis data curah hujan dari data global yang dilakukan Tim S-VII (Tien – Andri) memperoleh peta isohyet yang menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia terdapat lima daerah hujan. Mulai masuk Indonesia . Jawa Barat bagian barat-daya. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun menjadi daerah banyak hujan. Daerah-darah tersebut menjadi daerah banyak hujan dalam bulan Nopember sampai Januari. (e) Daerah Nusa Tenggara Timur dan Irian Jaya bagian selatan yang berdekatan dengan Australia Utara dengan curah hujan banyak dalam bulan Desember sampai Maret. termasuk Sumatra di bagian barat dari Bukit Barisan. (b) daerah sekitar lutan India.

melainkan berfluktuasi dengan berbagai variasi intra musiman (intraseasonal) sampai antar tahunan (interannual) sebagai akibat dari adanya berbagai gangguan dari sistem peredaran lain. Dari kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa keseringah timbulnya seruak dingin merupakan indicator akan kadar monsun. . dan juga yang digunakan dalam analisis pendahuluhan (quicklook analysis) MONEX 1078/1979 menggunakan criteria bahwa seruak dingin mencapai Hongkong apabila tekanan udara di Hongkong mencapai lebih tinggi dari 1030 hPa. Dalam monsun dingin Asia dikenal dengan istilah “seruak dingin (cold surge) yang ditandai dengan naiknya tekanan udara dan penurunan suhu dengan cepat. Matsumoto-1994 -GEWEX). berkenaan dengan kondisi wilayah yang bersangkutan. ada kalanya hari ini ke utara besoknya ke selatan dan sebaliknya. Observatorium Meteorologi Hongkong. • Monsun Asia dan Australia dalam skala planet memberi dampak berbeda di setiap wilayah. kemudian kembali ke utara. Pias Pumpun Antartropik = PPAT (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). Dalam skala variasi intra musiman berbagai fenomena yang mempunyai kaitan cukup berarti adalah : seruak monsun (monsoon surge). Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan adanya seruak dingin tersebut diikuti dengan bertambahnya kecepatan angin di atas laut Cina Selatan ke arah selatan. pusaran (vortice). • Pemanasan musiman di atas Kalimantan yang ditutupi hutan hujan tropis mempunyai peran penting dalam kaitannya dengan timbulnya monsun panas Asia (Murakamin T. alir lintas ekuator (cross equatorial flow).sekitar bulan Nopember dan gerak umumnya dari utara ke selatan sampai bulan Januari. dan bertambahnya hujan di sekitar laut Jawa. dan lembang tropik (tropical depression). dan J. Wirjohamidjojo S (1980). 2) Indikasi (aktivitas). tetapi gerak hariannya tidak tetap. Kadar monsun dan juga musim di Indonesia tidak tetap. dan penurunan suhu lebih dari 5 oC selama 24 jam. (GEWEX) • Salah satu dari fenomena monsun adalah dorongan yang menimbulkan arus besar yang berlangsung dalam waktu pendek serupa dengan denyutan yang disebut “seruak monsun”. serta bertambahnya kecepatan angin.

sedangkan dalam musim monsun panas Asia pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropik Pasifik Barat dan massa udara khatulistiwa lautan India. • Fenomena berupa pusaran sering terjadi di laut Ciana Selatan dan lautan India di sebelah barat Sumatra. baik dalam periode musim monsun panas maupun dalam musim monsun dingin Asia. Dalam monsun dingin Australia alir lintas khatulistiwa dapat digunakan sebagai petunjuk kekuatan monsun Australia tersebut (Shiyan tao dan Lonxun Chen 1987). 1982). Dengan menggunakan data ECMWF Hadi Suyono dan Widada S (1999) menunjukkan hal yang sama. . Pada musim monsun dingin Asia dari arah timur laut. di atas daerah khatulistiwa.• Baik dalam periode monsun dingin maupun dalam periode monsun panas Asia. dan William m. Gray 1981). pusaran merupakan hasil interaksi antara massa udara maritime tropis Pasifik Barat dan massa udara kontinental dingin. dan ditunjukkan pula bahwa alir lintas khatulistiwa tersebut diikuti dengan perpindahan energi kinetik serta aliran dengan kepusaran nisbi (relative vorticity) tinggi di atas laut Jawa. dan pada musim monsun panas dari arah tenggara sampai selatan. Adanya alir lintas khatulistiwa dalam musim monsun dingin Asia diikuti dengan banyak curah hujan di Indonesia (Wirjohamidjojo S – 1980.R. Dalam keadaan demikian dikatakan terdapat alir lintas khatulistiwa. Dalam musim monsun panas pusaran sering berupa kelanjutan dari siklontropik dari Pasifik Barat. Di India alir lintas khatulistiwa dalam monsun panas Asia digunakan untuk mengidentifikasi mulainya monsun (Sikka D. sering terdapat angin yang seragam arahnya. (a) Di atas laut Cina Selatan dalam musim monsun dingin Asia. khususnya di sekitar laut Cina Selatan. Keduanya terbentuk dari pertemuan angin baratan khatulistiwa kuat dan lebih kuat dibandingkan dengan angin timuran Pasifik.

Kemunculannya bersamaan dengan palung khatulistiwa. (b) Pusaran di lautan India di sebelah barat Sumatra juga dapat timbul dalam musim monsun dingin maupun dalam musim monsun panas Asia. Bila sering timbul dalam musim monsun panas Asia. Sebaliknya bila monsun panas India kuat diikuti dengan kuatnya monsun dingin Australia pusaran berkurang jumlahnya dan diikuti dengan kemarau kering di Indonesia. Pusaran dalam bentuk siklontropik. dan sebagai petunjuk kuatnya monsun panas India atau kuatnya monsun dingin Australia. Pusaran tersebut hidupnya lebih permanen dan letaknya bergeser ke utara dan ke selatan mengikut gerakan Pias Pumpun Antartropik (PPAT). merupakan petunjuk lemahnya monsun panas tersebut atau lemahnya monsun dingin Australia. Dalam musim monsun dingin adanya pusaran menghalangi masuknya udara monsun ke wilayah Indonesia yang terletak di sebelah selatannya. Pusaran di laut India sebelah barat Sumatra.2. Bila pusaran di atas laut Cina Selatan terjadi dalam musim monsun panas dapat memperkuat alir lintas khatulistiwa ke utara.Gb. Palung tersebut juga sebagai sambungan dari palung tekanan rendah diantara dua tekanan besar di lautan India barat dan timur.1. dan diikuti dengan musim kemarau yang basah di Indonesia. · Lembang tropis (tropical depression) di Australia Utara adalah salah satu komponen penting dari monsun Australia. Gb. Musim lembang tropis tersebut adalah bulan .dan kuatnya musim kemarau di Indonesia.

sedangkan bila tidak disertai arus lintas khatulistiwa daerah hujan ada di belakang PPAT menghadap khatulistiwa. dan bila PPAT di sebelah selatan khatulistiwa dan terjadi arus lintas khatulistiwa. Letaknya membujur ke arah selatan sampai mencapai di atas lintang 10 oLU dengan amplitudo sekitar 10 derajat lintang.Desember sampai Maret (Mc. Palung khatulistiwa timbul dalam keadaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara hampir seimbang. Pada daerah geser angin terdapat usaran-pusaran kecil yang dapat menimbulkan golakan dan awan-awan golakan dan banyak hujan. 1987). Palung tersebut bertindak sebagai pengendali timbulnya seruak di lapisan bawah pada musi munsun dingin Asia. Imbas dari lembang tropis berupa angin kencang dan hujan lebat dapat dirasakan di kawasan Nusa Tenggara sampai Bali. daerah hujan terdapat di depan PPAT dekat khatulistiwa. Pumpunan menjadi kuat dan mengalahkan sungsangan apabila didoorong oleh angin baratan khatulistiwa. · Indikasi aktivitas monnsun di sekitar Indonesia tersebut menjadi pula indikasi aktivitas monsun Indonesia. · Karena sifat mantab tersebut maka terjadi proses lataan (advection). terutama dalam musim transisi bulan april dan Nopember. · Pada dasarnya PPAT adalah daerah pumpunan yang dibentuk oleh aliran pasat dari sistem antisiklonal oleh karena itu udara bersifat mantam (stable) dan terdapat sungsangan (trade inversion). maka sistem cuaca Indonesia . Adanya lembang tropis tersebut menandai kuatnya monsun panas Australia. daerah hujan ada didepan PPAT. · Bila factor-faktor luar dipandang sebagai pendorong. Oleh karena itu peran lautan yang dilalui udara monsun sebagai sumber uap air menjadi sangat penting. • Palung udara atas terdapat pada paras 500 hPa atau di paras lebih tinggi.Bride J. KESIMPULAN.L. · Garis geser angin (shearline) sering timbul dalam musim monsun panas maupun dalam musim mosnsun dingin Asia. · Monsun di sekitar Indonesia mempunyai peran banyak dalam tatanan sistem cuaca di Indonesia. • Bila PPAT terdapat di utara khatulistiwa.

· Masalah data (harian) masih menjadi dilemma. Typen van de Regenval in Nederlandsch Indie (Rainfall Types in the Netherlands Indies). sinoptik Monsun Gangguan Beraian angin. kelebatan hujan daerah sempit (setempat). sinoptik (pusaran. kepadatan hujan daerah. dll. (1924). Verhandilingen no. Pemanasan Peredaran local beraian (stabilitas local) udara local (angin darat – laut. dll. jml.) Meso Kepusaran. Borema J. Iklim mikro · Indikasi-indikasi seperti yang telah disebutkan masih sedikit yang ditunjukkan dalam model-model numeric. Dr. Meteorologische Observatorium . curah hujan semusim wilayah. siklontropis. awan.diringkaskan seperti pada tabel matriks berikut : SKALA DAN SISTEM CUACA INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN FAKTOR PENDORONG (LUAR) Parameter Indikator Global SML Pasifik SML India Hemisfer Monsun Monsun (seruak Gel. 18. beda suhu permukaan tanah dan udara. PROBLEMA. Daerah hujan. angin gunung – lembah. Kabut.) Mikro Peredaran Sinaran Depresi titik lokal matahari embun. hujan harian. / monsoon Osilasi Selatan surge) (SO). · Data citra satelit utamanya OLR dapat membantu DAFTAR RUJUKAN. Kepusaran. Panjang musim wilayah Awal musim. Rossby. MesoSeruak PPAT. Skala Faktor Faktor pemicu pendorong ENSO Monsun Fenomena yang tampak.

Bali Oct. Recent Research on the Australian Monsoon. Cross Hemispheric Actions and the Onset of the Summer Monsoon over India. -----. Rainfall Distribution and Air Stream Over Indonesia. Gray (1981). Long-range Forecasting in Indonesia. Australia and New Guinea. Desember 2003. Badan Meteorologi dan Geofisika. Shiyan Tao and Longxun Chen (1987). Geograph. (1996). Minoru Tanaka (1994). McBride J. On the Onset of the Monsoon and Season in Indonesia.L. Hadi Suyono dan Widada S. Hardjawinata dan Wirjohamidjojo S. Koninklijk Magnetisch en Meteoorologisch Observatorium Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika).Batavia (sekarang Badan Meteorologi dan Geofisika). Oxford University Press. Review Japan 56. Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. Sikka D.(1995). Monsoon Meteorology. Monsoon Meteorology. (1987). (1999). Journal Met. Mandon M.J. De Boer. International Conference On the Scientific Results of MONEX. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin. Met.J. Oxford University Press. Soc. Soerjadi Wirjohamidjojo. (1989). Science Plan. 7 pp 203-231. Nichols (1981). A Review of Recent Research on the East Asian Summer Monsoon.R. Oxford Monograph on Geology and Geophysics No. 32. Report as WMO/UNDP Consultant. Soc. January 1992 pp. 7 pp 61-89. Reviced January 1993. The South China Sea Monsoon Expereiment (SCSMEX). Verhandilingen no. – WMO pp 74. H. Andri Purwandani. The Onset and Retreat Dates of Austral Summer Monsoon Over Indonesia. Of Japan. and William M. The Australia Summer Monsoon. Prosiding Loka Karya Hari Meteorologi 23 Maret 1988.L. Oxford Monographs on Geology and Geophysics no. 151 – 170. Euguchi J. Jakarta. and J. BMG (2003). On Forecasting the Beginning and the End of the Dry Monsoon in Java and Madura. 1981. Bali 1981. Badan Meteorologi dan Geofisika. Tien Sribimawati( KPDA / Tim . Of Japan April 1884. (1948). Unpublished. 275. Laporan Akhir Pemutakhiran Rata-Rata Curah Hujan Di Indonesia Periode 1971 – 2000. International Conference On the Scientific Results of Monsoon Experiment. WMO. McBride (1991). Hardjawinata dan Muharyoto (1980).

A. Maret 1998. Badan Meteorologi dan Geofisika. International Coonference on Early Results of FGGE and Large-Scale Aspects of its Monsoon experiments.D. 2. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta. 4857. Int. hal. 2. Monsun Bagi Cuaca dan Musim di Indonesia.S. Talahassee.. Variabilitas Keikliman di Indonesia. (1982). Conference of Scientific Results MONEX. Bali Yamanaka M.(1994). USA 12-17 January 1981. -----. Japan.. GEWEX Asian Monsoon Experiment. Jakarta. (1998). Climatology of Indonesian Maritime Continent. Th. Urip Haryoko. Jurnal IPTEK UPT Hujan Buatan BPPT no. Japan National Committee for WCRP. Yunus S. (1980). ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 20:30 Senin. 1994. The Main synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Sorrounding During Winter MONEX Period.(1981). Wirjohamidjojo S. 10 Januari 2011 SERBA-SERBI CUACA DAN IKLIM INDONESIA (Bagian Keempat) PIAS PUMPUN ANTARTROPIK (PPAT) Oleh Soerjadi Wh.1-11. ISSN 1410. Soerjadi Wh. Florida. Haryono. Yudi Riamon dan Widada S. Wirjohamidjojo S. WMO -----. Zakir (1998). Tien Sri Bimawati.SVII BPPT). . RASC Kyoto University. Variasi Curah Hujan Harian di Jakarta. Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. Widada S. ISSN 0215 – 1952. (1999). Science Plan Oct. Buletin Meteorologi dan Geofisika.

atau perenggan antartropik (Intertropical Front = ITF). dengan makin banyak pengamatan memberi petunjuk bahwa untuk mencirikan PPAT perlu disesuaikan dengan skala pembicaraan. Diserupakan dengan sistem tekanan di kawasan lintang tengah dan lintang tinggi. Mengapa diberi nama ITCZ atau PPAT ? Simpson pertama kali mengemukakan bahwa dalam analisis medan angin di kawasan tropik terdapat pumpunan angin pasat dari belahan bumi selatan dan dari bumi utara dan tempat diskontinuitas (perubahan arah dan atau kecepatan) angin. Hal tersebut karena tekanan tingggi subtropik selatan di . Oleh karena itu ekuator meteorologi dikenal juga dengan nama “diskontinuitas antartropik. Dari penelitian dan pengalaman dalam pengamatan ternyata bahwa sifat diskontinuitas dan sifat perenggan tidak jelas dalam ekuator meteorologi tersebut.Seperti halnya monsun. namun bila sampai batas paling jauh dari khatulistiwa tidak lagi selalu sebagai pertemuan massa udara dari kedua belahan bumi. Dalam skala global PPAT dicirikan dengan : · Sebagai batas sel Hadley di arah khatulistiwa. Dahulu dikenal dengan nama “Intertropical Front (ITF)”. Pengenalan tentang PPAT diawali pandangan bahwa dalam skala besar di khawasan tropik terdapat daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. Batas antara kedua peredaran tersebut dikenal dengan nama “ekuator meteorologi”. · Posisinya pada belahan bumi yang sedang dalam musim panas. tetapi di atas lautan Atlantik dan Pasifik hampir sepanjang tahun terdapat di belahan bumi utara dan pergeserannya kecil. mencapai paling utara pada bulan Juli dan mencapai paling selatan dalam bulan Januari. perenggan antartropik. · Geraknya ke selatan – utara mengikut pergerakan matahari. alih bahasa istilah Indonesianya Pias Pumpun Antartropik (PPAT) (kamus istilah Hidrometeorologi). maka ekuator meteorologi dipandang sebagai palung (trough) yang membagi troposfer menjadi dua belahan bumi (hemisfer) meteorologi. dan perenggan monsun tidak popular lagi. atau perenggan monsun. Dalam perkembangannya. Oleh karena itu sebutan diskontinuitas antartropik. atau palung monsun”. Simpson (1965) mengggunakan nama Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Pias Pumpun Antartropik (PPAT) juga sudah lama dikenal.

. Besarnya pergeseran tersebut karena berkaitan dengan monsun. · Pergeseran tahunan yang paling besar terdapat pada bagian di atas Asia selatan – Lautan India. · Di atas lautan luas letaknya hampir berimpit dengan daerah suhu muka laut paling tinggi.kawasan tersebut lebih mantap.

dapat berupa palung dekat khatulistiwa atau garis geser angin (windshear line) · Tidak selalu berimpit dengan daerah padat awan. . dapat berupa pertemuan peredaran monsun. 2. Gb. pada suatu saat bergerak ke utara. dan gerakan setiap harinya tidak tetap dalam satu arah.Gb. · PPAT terletak di kawasan monsun. · PPAT adalah daerah pertemuan antara dua peredaran antisiklonal utara dan selatan. PPAT dan angin (atas) dan sistem tekanan ketika monsoon aktif bulan Desember Dalam skala meso dicirikan dengan : · Dapat berupa pertemuan angin pasat. sehingga di daerah pias tersebut terdapat banyak awan golakan dan hujan. pada saat berikutnya dapat terus ke utara atau berbalik ke selatan. · Dalam perjalannya sehari-hari posisi PPAT tidak tetap dan tidak tepat di khatulistiwa atau sejajar garis lintang geografi. · Pergeseran tahunan tidak sama di setiap tempat. Posisi PPAT paling utara (atas) dan paling selatan (bawah) (Mints – Dean) Dalam skala planeter dan sinoptik dicirikan dengan : · PPAT adalah daerah pumpunan angin di troposfer paling bawah. 1. · Pada PPAT udara cenderung bergerak ke atas.

Di bagian barat (Sumatra bagian barat sampai NAD). dan di depan matahari pada waktu matahari bergeser ke utara. · Tidak berupa pias atau lajur yang bersinambungan melainkan dapat terputus. · PPAT terdapat diantara massa udara monsun timurlaut sebagai kepanjangan dari monsun dingin Asia Tenggara. a. (1995) mengemukakan bahwa : o In schematic north-south cross sections the trade inversion layer is often depicted as sloping upward as air flows toward the intertropical convergence zone. PPAT memasuki wilayah ini dari utara mulai bulan Oktober sampai Desember.-1995) Dalam Journal Atmospheric Science. . disekitar PPAT terdapat sungsangan pasat yang makin mendekati PPAT sungsangan berkurang dan terdapat golakan yang lebih besar (Wayne H Schubert etal. Bagaimana PPAT di kawasan Indonesia? Di kawasan Indonesia: · PPAT berada di kawasan Indonesia dari bulan Oktober sampai April. dan massa udara dari lautan India Selatan sebagai kepanjangan pasat belahan bumi selatan. (Note : ke arah ITCZ terdapat golakan makin besar). · Pada waktu musim dingin Asia.putus. Vol. American Meteorological Soc. · Posisi aktif di belakang gerak matahari pada waktu matahari bergeser ke selatan. · Tidak merupakan pertemuan aliran antisiklonal utara dan selatan yang sama. Number 16. Schubert etal.· Gerak hariannya tidak teratur. selanjutnya bergerak ke selatan menjauhi khatulistiwa. o The stronger inversion to be somewhat lower and near 850 mb ( » 1500 m). · Bila sebagai pertemuan pasat (di bagian timur Indonesia). massa udara lautan India utara sebagai kepanjangan dari monsun Asia Selatan. 52. 15 August 1995. · Aktivitasnya berbeda sesuai dengan massa udara dan kondisi setempat. · Pergeseran umumnya dari utara ke selatan. Wayne H. pp 2941 – 2952. Jadi dalam musim hujan pada umumnya. namun daerah awan berkembang dari barat ke timur.

· Bila terdapat dua garis geser angin. dan kemudian angin baratdaya bertiup mantap di hampir seluruh wilayah tersebut . (Sulaiman dan Wasito Hadi (2003) · Setelah mencapai paling jauh di selatan khatulistiwa. kemudian kembali ke utara dan dilanjutkan dengan aktifnya monsun baratdaya (Asia Summer Monsoon) mulai bulan Mei. Diagram stik angin permukaan pada 2S.90E dalam deret waktu (harian)selama 312 hari mulai dari 23 Oktober 2001 sampai 28 Agustus 2002. Gb. Letaknya berubah-ubah sehingga angin permukaan di suatu tempat juga berubah-ubah dari tenggara dan dari baratlaut. di bagian timur lebih besar karena berkaitan erat dengan tekanan rendah Australia Utara. diantara garis tersebut adalah lajur baratan khatulistiwa. Berikut saya kutib hasil analisis yang dilakukan A.· Dalam bulan Januari sampai Maret PPAT sering tidak jelas karena berbaur dengan palung dekat khatulistiwa . · Di bagian tengah tersebut PPAT merupakan pertemuan angin pasat Pasifik Barat setelah termodifikasi di laut Cina Selatan dan berbelok ketimur ketika mendekati dan sampai melewati khatulistiwa. · Pergeseran ke selatan tidak sama. Bila terjadi arus lintas khatulistiwa (cross equatorial flow) daerah golakan aktif yang di depan atau di samping selatan PPAT. · Daerah golakan tidak tepat di atas PPAT melainkan di atas garis geser angin (shearline) di depan dan dibelakang (sebelah menyebelah) PPAT. c. Setelah itu PPAT bergerak ke utara keluar dari wilayah Indonesia. dengan angin pasat dari selatan setelah berbelok kearah timur. b.3. Di bagian selatan ( Nusa Tenggara sampai Merauke) . · Letak Sulawesi Selatan yang membujur ke selatan dan bukit-bukit di sepanjang semenanjung tersebut mempunyai andil besar kepada aktivitas PPAT di kawasan tersebut. Sulaiman dan Wasito Hadi (2003). kadang-kadang terlihat dua daerah lajur awan dari garis geser angin. Di bagian tengah (Riau sampai Sulawesi).

Namun demikian perlu diingat bahwa PPAT di bagian-bagian daerah Indonesia dibentuk oleh sistem angin yang berbeda. · Mendekati Papua bagian selatan Merauke. · Dalam waktu monsun dingin selatan PPAT menjauh ke utara. tetapi PPAT dapat digunakan sebagai indikator aktivitas monsun. · Di kawasan bagian timur tersebut posisinya mudah berubah kadang-kadang agak ke utara dan kadang-kadang membujur arah barat daya-timur laut melintasi pulau Papua. 19. Asnani G. atau sebaliknya aktivitas monsun menentukan keberadaan dan kondisi PPAT. Sindh Clony. Vol. Pp. I.P. Oleh karena itu dalam bulan Juli – September banyak awan dan hujan di kawasan tersebut.· PPAT berada di kawasan selatan tersebut dari Januari sampai Maret yang terbentuk dari angin barat daya yang berasal dari daerah tekanan tinggi di Lautan India bagian timur sebelah barat Australia dan angin timur laut dari daerah tekanan tinggi di Pasifik Barat yang membelok ke timur setelah melintasi khatulistiwa. Berlage Jr. Koninklyk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium te Batavia. Aundh. (1993). Verhandelingen no. . PPAT terbentuk oleh angin pasat belahan bumi selatan dari sistem tekanan tinggi subtropik Pasifik Selatan Barat dan Pasifik Utara Barat. Pune-411 007 India. 1-15. Bahan rujukan. d. Monsoon-Current in the Java Sea and Its Entrances. apakah monsun sama dengan PPAT ? Tentunya tidak. Tropikal Meteorology. kalau monsun membawa hujan di Indonesia dan yang banyak orang mengatakan sebagai musim hujan dalam bulan Oktober sampai April. · Dalam peta analisis sering sulit dibedakan dengan garis geser angin (shearline). Bagaimana hubungan PPAT dan monsun? Jadi. dan PPAT di Indonesia juga dari bulan Oktober sampai April. 822. · PPAT sering masuk ke dalam lembang tropis (tropical depression) di teluk Carpentaria di sebelah selatan pulau Timor dan di sebelah utara Australia. · Daerah awan dan hujan hampir berimpit dengan daerah PPAT. (1927). Di bagian timur (Maluku sampai Papua bagian utara). tetapi di kawasan timur tersebut ditempati garis geser angin yang terbentuk dari angin pasat selatan yang berbelok ketimur pada waktu mendekati khatulistiwa.C. H.

. ( -----). (1974).N.Pearce. Academic Press. Monsoon Dynamics. 36. WMO no. BPPT-BMG-LAPAN. edited by Sir James Lighthill & Prof. 43. Gibbs W. NOAA Environment Research Laboratory. Proc. Press. Pant P. Pariwono & Agus S. Inc. (1977 Monsoon Dynamics. R.S. R. Menentukan Permulaan Musim Hudjan dan Permulaan Musim . M. BMG. N.Y.E.BMG.H. and Shukla J.P. (1987). Interaksi Laut-Atmosfir Di Perairan Ekuator Samudera Hindia Timur Pada SkalaMusiman dan Harian . and J. Verhandelingen no. John I. WMO Bulletin no. Academic Press. Asean Compendium of Climate Statistics.Grorge (1990). Soehardi (1968).Pearce.P.C. Gill Andrian E (192). Philander S. BMG Jakarta. Lansberg H. 38. Energie en Mijwezen Meteorologische en Geophysische Diennst. Weather and Climate Modification. Laporan Akhir Pemutakhiran rata-Rata Curah Hujan di Indonesia Periode 1971 – 2000. Forecasting Rainfall in the Periods December – January – February and April – May – June for Parts of Celebes and South Borneo. Press. WMO and the Ozone Issue. Studi Tentang Pola Sirkulasi Meridional Pada Saat Berlangsungnya Seruak dingin. Departemen van Verkeer. --------. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. Press. (1999). (2003). Verhandelingen no. Djawatan Meteorologi dan Geofisik. 4 Vol. Defining Climate. Oct. Euwe (1949). Cambridge Univ.J. Buletin Meteorologi dan Geofisika ISSN 02151952 Maret 1999. Schmidt F.P. El Nino.Pearce. van der Vecht (1952). Djakarta. (1977). Monsoon Dynamics. Elsevier Scientific Publishing Co. Badan Meteorologi dan Geofisika. N. edited by Sir James Lighthill & Prof. and the Southern Oscillation. Sadler J. R. La Nina. East Monsoon Fluctuations in Java and Madura During the Period 1880 – 1940. Hess W. 12 – 14 Agustus 2003.(1992). Sulchan Darmawan. Inc. Cambridge Univ.T. edited by Sir James Lighthill & Prof. Vol. Atmosphere – Ocean Dynamics. and Lim J. Atmadipoera. Kementerian Perhubungan.3. Cambridge Univ. (1977). Charney J. World Survey of Klimatologi. BMG Jakarta. Hadi Suyono dan Widada S. 778. (1983). Hideake Hase (2003). 1987.Y.

Japan. American Meteorological Soc.H. Soerjadi Wirjohamidjojo dkk (1994). Jakarta. ( 1980). Badan Meteorologi dan Geofisika. (1980). Indonesia 26-30 October 1981. Wayne H. 52. International Conf. Climatology of Indonesian Maritime Continent. Bali. Balai DIKLAT Meteorologi dan Geofisika Jakarta.Kemarau di daerah Surakarta dengan Menggunakan Teori de Boer. Schubert etal. Kamus Istilah Meteorologi. WMO Geneva . Glenn. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Number 16. Bali. Vol. Yamanaka M. International Student Edition. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. International Conf. Denpasar. Soerjadi Wirjohamidjojo (1981). Hubungan antara Gelombang Dingin Asia dan Cuaca di Indonesia. Role of Monsoon on Global Climate. Jakarta (Grand Hyatt) 14 – 15 May 1991 ). Antoyo S. Lembaga Meteorologi dan Geofisika. Journal Atmospheric Science. pp 2941 – 2952 Wirjohamidjojo S. Jakarta. WMO Geneva . RASC Kyoto University. 15 August 1995. Departemen pendidikan dan Kebudayaan. Rosdiana. The Influence of the Cross Equatorial Flow and the Upper Trough on Rainfall in Bali. ----------------Diposkan oleh soerjadi wh di 04:56 . Jakarta. The Third International Symposiumon Equatorial Atmosphere Observation over Indonesia. Sukamso (1981). The Main Synoptic Feature and the Relation to the Distribution of Rainfall Over Java Sea and its Surroundings during Winter MONEX Period. (1995). Trewartha. Cuaca di daerah Sumatra dan Jawa Barat Berkenaan dengan adanya Front/Palung di Belahan Bumi Utara dan Selatan sekitar Indonesia. Tetsuzo yasunari (1991). Proc. Kumpulan Naskah Meteorologi dan Pertanian. Indonesia 26-30 October 1981. On the Scientific Results of the Monsoon Experiment. An Introduction to Climate. Soerjadi Wh. 10-12 Agusstus 1981. March 1982. Proc. March 1982. (1998). Denpasar. Umi farida (1981). Temu Karya Ilmian Nasional FGGE-MONEX Dan Ramalan Cuaca/Musim.T dan Horn L. Hari Meteorologi Sedunia 1968.D. Fift Edition.

tanah. khususnya dalam hal sebagai berikut (WMO 134) : (1) Pemonitoran (termasuk teknik. Karateristik lokasi dari unsur tanah (fisik maupun kimiawi). dan air.Senin. Kegagalan panen masih banyak terjadi karena ketidak cukupan cuaca / iklim yang diperlukan bagi tanaman. kerusakan tanaman. Oleh karena itu upaya yang bijaksana dalam meningkatkan keberhasilan usaha produksi pertanian yang maksimal adalah menyesuaikan kegiatan usahanya dengan peri laku cuaca dan iklim yang ada. namun sejauh peningkatan teknologi tersebut masih ada kendala yang tidak mudah diatasi dengan teknologi. yakni masalah cuaca dan iklim. Untuk mengatasinya telah banyak upaya dengan meningkatkan teknologi pertanian. analisis. Dari sifat tersebut dapat dikemukakan bahwa paling tidak ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam produksi pertanian tanaman. Salah satu persoalan yang sangat penting dalam masalah Negara adalah penyediaan pangan bagi penduduknya. Tanaman selain memerlukan tanah tertentu dan kecukupan zat hara. . Tanaman masih belum dapat dipisahkan dari faktor cuaca dan iklim. kualitas dan kuantitas produksi. pengumpulan data. Dalam kaitannya dengan hal tersebut maka fungsi meteorologi dalam pertanian yang perlu mendapat perhatian. yaitu : a. c. namun manusia meskipun dengan ilmu dan teknologinya tidak mampu mengendalikan kecuali dalam skala yang terbatas. Karakteristik lokasi dari unsur cuaca dan iklim. Jadi bagaimana menyikapi cuaca dan iklim bagi pertanian? Iklim telah tersedia secara alami. (3) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. Kebutuhan dan tanggap tanaman kepada cuaca dan iklim. juga memerlukan air dan radiasi matahari yang cukup dalam waktu bersamaan. 20 September 2010 PROBLEMA CUACA DAN IKLIM DALAM PERTANIAN Oleh Soerjadi Wh. b. percobaan) (2) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

kehilangan produksi, (4) Dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim, (5) Dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi, (6) Dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan, (7) Dalam kaitannya dengan Operasi managemen, (8) Dalam kaitannya dengan kehutanan, (9) Dalam kaitannya dengan nilai ekonomi

Apa saja yang perlu dilakukan? Kegiatan pertanian, kehidupan tanaman, berlangsung secara terus-menerus fase demi fase, dan setiap fase memerlukan kondisi cuaca tertentu. Demikian pula cuaca terus-menerus berlangsung dan juga selalu berubah. Namun demikian perubahan tersebut tidak selalu sejalan dengan yang diperkukan bagi tanaman dalam fase itu. Dengan demikian memonitor, termasuk menganalisis dan memprediksi cuaca / iklim perlu dilakukan agar dapat dilakukan penilaian dan upaya penyesuaian dengan adanya cuaca yang terjadi atau yang akan terjadi. Dalam setiap fase kehidupan tanaman terpengaruh oleh kondisi lingkungan termasuk tanah, air, cuaca. Oleh karena itu yang perlu diketahui adalah sejauh mana kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi atau akan mempengaruhi kehidupan tanaman. Adanya fenomena ekstrem misalnya badai, embun beku, polusi, dapat secara langsung merusak tanaman. Upaya pecegahan atau pelindungan perlu dilakukan. Dalam hal tersebut informasi klimatologi tentang keseringan sesuatu fenomena ekstrem di suatu tempat , gawar (warning) dan prediksi akan adanya fenomena ekstrem sangat diperlukan. Sebagai sumberdaya, cuaca dan iklim perlu dianalisis dan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian.

Untuk apa saja informasi cuaca dan iklim dalam pertanian? Kegiatan pertanian adalah upaya yang berkaitan dengan pembudi dayaan tanaman. Kegiatan pertanian sangat beragam, demikian pula nilai cuaca dan iklim yang diperlukan. Pada dasarnya cuaca/iklim dimanfaatkan untuk membuat perencanaan, yakni

perencanaan stratejik dan perencanaan operasional, serta pengendalian pelaksanaan kegiatan pertanian. Perencanaan stratejik meliputi perencanaan tata guna lahan, perencanaan pola tanam. Perencanaan operasional meliputi perencanaan penyiapan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen, transportasi. Untuk membuat perencanaan tata guna lahan dan pola tanam diperlukan informasi klimatologi yang memberi gambaran tentang kebiasaan cuaca di daerah yang dimaksudkan. Nilai-nilai cuaca yang diperlukan utamanya adalah nilai rata-rata, nilai kisaran, dan nilai keseringan. Untuk membuat perencanaan operasional, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca dari jangka waktu sedang sampai jangka panjang (musim). Untuk melaksanakan kegiatan misalnya pada waktu pengolahan tanah, diperlukan informasi cuaca yang sedang berlangsung dan prakiraan cuaca jangka pendek (harian) sampai sedang (mingguan). Dari masa pengolahan tanah, pembibitan dan seterusnya prakiraan cuaca harian digunakan untuk bahan pertimbangan pelaksanaan kegiatan harian, misalnya waktu mengolah tanah, penyemprotan hama, pemupukan, penjemuran, dll. Dengan informasi cuaca / iklim tersebut, perlakuan–perlakuan untuk penanggulangan dapat ditetapkan.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat Rencana Pola Tanam? Cuaca selalu berubah dan berbeda setiap waktu dan di setiap tempat. Perubahan tersebut ada yang tidak beraturan dan ada yang beraturan. Yang tidak beraturan umumnya berlangsung dalam waktu pendek yang ditimbulkan oleh proses-proses sementara dalam atmosfer. Sedangkan yang beraturan berkaitan dengan perubahan-perubahan alam dalam skala besar, misalnya yang utama karena, perputaran bumi pada porosnya, peredaran bumi mengelilingi matahari, perubahan fisik matahari. Perubahan-perubahan tersebut berbentuk perubahan harian (daily variation), perubahan musiman (seasonal variation), perubahan tahunan (annual variation), ….. dan prubahan-perubahan dalam jangka waktu lebih lama lagi. Pola tanam bersifat tetap untuk jangka panjang; oleh karena itu selain didasarkan

atas sifat fisis tanah dan lingkungan, lebih banyak didasarkan atas ciri kecuacaan atau klimatologi wilayah yang bersangkutan. Bila faktor tanah sudah dimasukkan, selanjutnya untuk membuat rencana pola tanam perlu dikenali lebih dahulu sifat tanaman atas tanggapnya kepada cuaca atau iklim. Sifat ketanggapan tersebut ditetapkan sebagai syarat cuaca / iklim yang diperlukan. Kemudian dilakukan analisis unsur cuaca/iklim untuk mencari pola sebarannya mengikut waktu. Dalam hal ini analisis sebaran keseringan terjadinya nilai unsur cuaca diatas atau dibawah persyaratan lebih membantu dibandingkan analisis nilai rata-rata. Dari hasil analisis tersebut dicari selang waktu dengan perubahan cuaca yang sesuai dengan persayaratan cuaca bagi tanaman yang bersangkutan. Bagi tanaman semusim, perencanaan tanam perlu disusun dengan lebih cermat mengingat fase-fase pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan waktu tertentu dan persayaratan tertentu. Sebagai contoh untuk menetapkan pola tanam padi pada lahan basah yang memerlukan adanya curah hujan lebih atau sama dengan 75 mm setiap dasarian sampai waktu menjelang panen, dan kurang dari 50 mm pada waktu panen. Ketidak sesuaian antara fase kehidupan dan perubahan cuaca dapat menimbulkan kegagaalan kegiatan pertanian.

Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengolahan tanah?

Sebelum suatu tanaman ditanam perlu disiapkan tanah yang memungkinkan dilakukannya penanaman tanaman. Pekerjaan pengolahan tanah dilakukan setelah tanah cukup lembap atau pada saat tanah masih dalam keadaan lembap sehingga mudah diolah.

1. dan panen. pemeliharaan. penutup untuk membuat kelembapan tinggi. 1. penanaman. misalnya di ruang rumah hijau (green house). atau di ruang terbuka yang diberi peneduh penahan sinar matahari.Gb. Tempat tersebut ada yang di dalam ruangan dengan kondisi cuaca tiruan yang disesuaikan dengan yang diperlukan tanaman. pelindung angin. Pembibitan Penyiapan bibit dilakukan di tempat-tempat tertentu yang cuacanya sesuai yang diperlukan bagi bibit tanaman. Penyiapan lahan Apa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya tanaman? Budidaya tanaman umumnya meliputi pembibitan. 1. dan lain-lain. Penanaman .

Selama penanaman langit cerah atau berawan. Oleh karena itu lebih dahulu perlu diketahui perkiraan cuaca selanjutnya setelah masa tanam. ada jenis padi yang memerlukan tanah yang hanya lembap saja. misalnya untuk menanam padi ada jenis yang memerlukan tanah berair. penyemprotan hama dan lain-lain. Pemeliharaan Setelah bibit ditanam dilakukan pemupukan. Kondisi tanah yang diperlukan tanaman berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman. 1.2. pengairan. . Gb.Setelah bibit cukup kuat kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Kegiatan menanam padi Pemilihan waktu tanam sangat penting karena setelah tanaman ditanam cuaca sangat berpengaruh kepada pertumbuhan selanjutnya.

diperlukan data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan meliputi sinaran matahari. Penyemprotan hama Selama masa pemeliharaan diperlukan data pada hari itu apakah keadaannya memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dilakukan. kelembapan. hujan. angin. Selain itu prakiraan cuaca harian – mingguan suhu. suhu. . angin. 1. 3. Panen Kegiatan memanen juga perlu direncanakan dengan memilih waktu dengan cuaca tertentu yang memungkinkan dilakukannya pemanenan. kelembapan. hujan di tempat pertanian juga diperlukan untuk membuat rencana pekerjaan hari-hari berikutnya.Gb. Selama menjelang panen. Misalkan bila untuk melakukan penyemprotan atau pemupukan diperlukan cuaca langit cerah atau berawan dan angin tidak lebih dari 10 km/jam maka pekerjaan ditunda apabila cuaca yang diperlukan tersebut tidak memenuhi.

4. angin.5. kelembapan. Transportasi Kegiatan pertanian tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri secara langsung. 1. Penjemuran hasil panen. Gb. Masa panen. 1. tetapi juga dilakukan untuk maksud mencari keuntungan. hujan untuk kegiatan pengeringan. Oleh .Gb. Pasca panen Selama masa panen dan pasca panen diperlukan informasi cuaca meliputi data cuaca harian dan prakiraan cuaca harian – mingguan suhu.

dan parasit.karena itu lebih dahulu perlu ditetapkan jenis tanaman apa yang akan ditanam dan diperlukan pula perencanaan penyimpanan dan pengangkutan hasil-hasil tanaman. Bagi seseorang atau sesuatu kegiatan adanya cuaca tertentu mungkin dirasakan sebagai yang menguntungkan. Selanjutnya hama. 6. Setiap orang atau setiap kegiatan mempunyai tanggap dan kepekaan berbeda kepada cuaca. Pada suatu musim kemarau yang banyak hujan para petani sayuran merasa untung karena tanamannya tumbuh subur dan tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari. cuaca yang ada sesuai dengan yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian. sedangkan masing-masing kegiatan mempunyai sensitivitas kepada cuaca berlainan. tetapi cuaca saat itu justru juga mendukung kesuburan hidupnya hama.. Informasi tersebut berguna untuk memberi pertimbangan penetapan pengiriman hasil pertanian. dll. untuk keperluan agribisnis diperlukan informasi cuaca di tempat lain. Adakah problema cuaca dalam kegiatan pertanian? Problema yang sering dihadapi adalah adanya banyak kegiatan dalam suatu wilayah. penyakit. penyakit. Gb. dan memang kiranya tidak perlu membedakan cuaca karena cuaca adalah salah satu dari banyak fenomena . tetapi bagi orang atau kegiatan lain justru dirasakan sebagai yang merugikan. Jadi cuaca yang mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan ? Tentu saja sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain informasi di lokasi pertanian. Transportasi hasil panen. dan parasit tersebut mengganggu tanaman. tetapi bagi petani garam dan perusahaan industri garam banyak mengalami kerugian karena hasil garamnya berkurang. Tidak jarang pada suatu musim.

Suhu udara: Suhu udara tinggi meningkatkan kualitas tanah. Suhu udara tinggi meningkatkan proses pertumbuhan tanaman. erosi. Bagi tanaman. Selang kering (dry spell): Adanya selang kering di musim hujan menambah sinaran matahari yang menguntungkan tanaman. tetapi disisi lain bila bertiup kencang dapat menimbulkan kerusakan batang tanaman. Angin: Dengan adanya angin tanah dapat terdinginkan. e. Selang basah (wet spell) : Adanya selang basah di musim kemarau menambah . tetapi kelembapan tinggi juga menyuburkan gulma dan memudahkan timbulnya hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman. tetapi di lain pihak penyinaran yang banyak mempercepat tanaman menjadi layu. banyak hujan membantu tanaman mudah menyerap makanan dari tanah. tetapi dilain pihak sinaran matahari banyak dapat meningkatkan laju pengeringan tanah. banyak daun gugur. tetapi suhu yang sangat rendah dapat menimbulkan embun beku (frost) yang dapat membuat kering tanaman. a. tetapi disisi lain dapat menimbulkan tanaman stress kekurangan air. g. tetapi bila terlalu banyak hujan pupuk banyak melimpas. Bagi tanaman. d. Kelembapan: Kelembapan udara yang tinggi menjaga kelembapan tanah.alam yang berlangsung secara terus-menerus. Suhu rendah mendukung pertumbuhan holtikultura. Lama penyinaran banyak menambah lama proses fotosintesa. c. b. Berikut adalah contoh nilai-nilai unsur cuaca yang memberikan keuntungan dan merugikan. tetapi apabila angin bertiup terus-menerus dapat menimbulkan penggerusan (erosi) tanah dan tanah cepat menjadi kering karena penguapan menjadi besar. Untuk itu banyak cara yang dapat dilakukan. Bagi tanaman angin dapat membantu kecepatan penyerbukan. tanah longsor. f. Sinaran matahari : Sinaran matahari banyak meningkatkan kualitas tanah. tetapi dilain pihak suhu tinggi membuat berubahnya struktur tanah. bila kelembapan rendah penguapan menjadi besar dan kandungan air tanah menjadi berkurang. Oleh karena itu sikap kita adalah memanfaatkan dan menghindari resiko dari dampak cuaca yang ada. tetapi dilain pihak apabila fluktuasi suhu besar tanaman menjadi stress. tetapi hujan banyak dapat menimbulkan banjir. Curah hujan: Bila banyak hujan tanah menjadi gembur dan subur. kelembapan yang tinggi mendukung tanaman dapat tumbuh subur.

Di musim hujan beda suhu maksimum dan minimum lebih kecil dibandingkan suhu maksimum dan suhu minimum pada musim kemarau. Suhu udara : Suhu udara rata-rata di Indonesia hampir tidak banyak beda di musim hujan dan di musim kemarau. tetapi dapat merusak kualitas hasil panen. kualitas dan kuantitas produksi. Kelembapan udara : Dalam musim hujan kelembapan tinggi. Angin : Pada musim hujan kecepatan angin umumnya rendah. b. Apa yang perlu diketahui untuk memanfaatkan cuaca? Dalam memanfaatkan cuaca terlebih dahulu perlu difahami tentang fungsi dan dampak unsur cuaca. e. c. Sinar matahari: Pada musim hujan di Indonesia intensitas matahari tinggi tetapi lama penyinaran pendek karena liputan awan banyak. kerusakan tanaman. Namun demikian ada sifat yang secara umum dimiliki oleh masing-masing unsur. Curah hujan : Bila di musim hujan banyak jumlahnya. dan dalam musim kemarau sering terjadi selang basah. tetapi karena jumlahnya sedikit sering menimbulkan kekeringan. tetapi yang banyak beda adalah suhu maksimum pada siang hari dan suhu minimum pada malam hari. memenuhi kebutuhan tanaman akan air. yang antar lain meliputi: (1) Dampak cuaca/iklim kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dalam musim kemarau hujan sedikit tidak ada banjir. d.kecukupan air. penguapan tinggi dan kandungan air tanah rendah. Sebaliknya di musim kemarau intensitas sinar matahari rendah tetapi lama penyinaran panjang. . Sedangkan di musim kemarau umumnya angin betiup terus menerus dan kering. Selang kering dan selang basah: Dalam musim hujan sering terjadi selang kering lebih dari tujuh hari basah. penguapan potensial tinggi. f. misalnya: a. (2) Dampak cuaca / iklim kepada timbulnya penyakit tanaman. Dalam musim kemarau kelembapan rendah. Bagimana nilai unsur cuaca pertanian yang ada di Indonesia? Karena struktur kepulauan yang sangat beragam maka Indonesia terkenal dengan cuacanya yang sangat beragam pula. tetapi sering terjadi angin ribut .

dan ada yang dirasakan secara lambat. dampak langsung . tanaman dan hasil produksi. (8) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan nilai ekonomi Cuaca/iklim memberi dampak kepada tanah dan tanaman. bahkan mungkin merugikan. Oleh karena itu apabila ada cuaca yang merugikan perlu dilakukan antisipasi atau penanggulangan. Yang juga perlu difahami adalah tidak setiap waktu cuaca yang ada diperlukan oleh tanaman. Dengan demikian yang sekurang-kurangnya perlu diketahui tentang cuaca dan iklim adalah : · Bagaimana cuaca dan iklim yang ada. dan (b). · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat dimanfaatkan sehingga tanah dapat dapat menyuburkan tanaman. · Cuaca dan iklim yang mana yang perlu dihindari agar tidak terkena dampak yang merugikan bagi tanah dan tanaman. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. (3) Dampak cuaca dalam fungsinya sebagai sumberdaya iklim. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang dapat digunakan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan upaya penanggulangan bagi tanah. dampak tidak langsung. (4) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan penyimpanan produksi. Dampak langsung seketika umumnya misalnya curah hujan yang lebat atau terus . · Cuaca yang bagaimana yang diperlukan tanah dan tanaman selama fase pertumbuhannya. Bagi petani perlu memperhitungkan alternatip dan menyiapkan upaya antisipasi apabila cuaca yang tidak diharapkan terjadi. · Cuaca dan iklim yang bagaimana yang berdampak kepada tanah dan tanaman. (6) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan Operasi managemen.kehilangan produksi. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika. (5) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan modifikasi dan iklim tiruan. Apakah dampak cuaca / iklim bagi pertanian? Dampak cuaca / iklim kepada kegiatan pertanian dapat dikategorikan menjadi : (a). (7) Dampak cuaca dalam kaitannya dengan kehutanan.

tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca / iklim.W. (1975).menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu. sedangkan kadar cuaca/iklin yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu.R. L. Bogor. Pokok-Pokok Pengelolaan Cuaca Untuk Pertanian di Daerah Tropika Basah Indonesia. Dewan Bahasa dan Pustaka.. Central Research Institut for Agricultur. Research Highlight for 1975. Boer R. Klimatologi Kawasan Tropik. penyakit. Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi. IRRI (1975). Padang 11-13 Agustus 2003. Workshop Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Pertanian di Sumatra Barat. parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu. 41. Oldeman. Nilai Ekonomi Prakiraan Iklim. Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi. tetapi karena timbulnya hama. Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca. (2003). angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman. tetapi karena hama. Jakarta. misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan. Cuaca / iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama . (1984). Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara langsung . M. DAFTAR PUSTAKA Baradas. tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang. adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering. INS/7. Badan Meteorologi dan Geofisika. dan parasit yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu.8/042 – Mei 1984. Kertas Kerja No. penyakit. . dkk. penyakit. Nieuwolt S (1985). Malaysia. An Agroclimatic Map of Java. .

BMG Jakarta. Survey On The Inter-Agency Agrometeorological Service In Indonesia. Badan Meteorologi & Geofisika. and Frere M. Wirjohamidjojo. Pengalamanku Tentang Cuaca di Indonesia.R. Project INS/82/004 (Meteorological Programme For Increased Food Production) WMO. Glenn T. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Meteorologi Praktik. Susanto.597. Soerjadi (1993). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 179. A Study of the Agroclimatology of the Humid Tropics of South-East Asia. Project INS/82/004/ Jakarta. WMO-No. Indonesian Inter – Agency Climate Impact Assessment System. Sutrisno (1982). Wirjohamidjojo. ISBN 979-99507-8-3. Introduction to Climate. WMO – No. Buku – IV. Guide to Agricultural Meteorological Practices. Patoni.(1993). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1982). WMO (1993). Kamus Hidrometeorologi. Practical Farm Weather Management And Climate Impact Assessment. McGrwaw Hill International Book Company. Trewartha. Lyle (1980). Soerjadi . Horn H. August 1993. Prociding Of The Workshop On Practical Farm Weather Mangement And Climate Impaact Assessment. --------Diposkan oleh soerjadi wh di 06:16 . 134.Oldeman L. ISBN 979 459 357 5.. Wirjohamidjojo Soerjadi (2006). Wirjohamidjojo Soerjadi ( 1984). Technical Note No. dan Suroso H.

fasilitas dan sarana Bandar udara. Meskipun teknologi penerbangan makin maju namun karena frekuensi penerbangan juga makin meningkat kecelakaan pesawat terbang masih tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. dan faktor cuaca. sedangkan 70% dari faktor manusia yang termasuk baik awak pesawat maupun yang memberi pelayanan kepada pesawat terbang. Bagaimana peran cuaca dalam penerbangan? Karena masalah penerbangan menyangkut banyak hal baik dalam lingkup nasional maupun internasional maka Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan berbagai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tersebut. Laju keseringan penerbangan di Amerika Serikat sejak tahun 1988 sekitar 10% setiap tahun (buletin WMO no. beban tanggung jawab keselamatan penerbangan juga makin meningkat. ICAO bekerjasama dengan Organisasi Meteorologi Dunia ( World Meteorological Organization = WMO). di sisi lain mempunyai potensi yang .9% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 6. 30% antara lain karena faktor cuaca. antara lain faktor manusia. Khususnya dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan cuaca. 31 Agustus 2010 MANFAAT DAN BAHAYA CUACA DALAM PENERBANGAN Oleh Soerjadi Wh. Apa dampak cuaca dalam penerbangan? Peran cuaca dalam penerbangan sangat besar.1988). fasilitas penunjang operasi penerbangan.1 vol. faktor kondisi dan jenis pesawat terbang. fasilitas dan sarana telekomunikasi.Selasa. Cuaca mempunyai dua peran. Dalam penerbangan perihal keselamatan adalah prioritas utama.38 Jan. di Indonesia (data IATS Analysis) antara 1988 – 2003 sekitar 3.4% sampai akhir 2013. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan. Dari kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat terbang. dan pelayanan lalu-lintas udara. Keselamatan penerbangan berkaitan dengan banyak faktor. teknis pesawat. Dengan demikian makin banyak kegiatan penerbangan.

tetapi bila terjadi pada paras rendah sangat berarti bagi pesawat terbang kecil yang terbang pada paras tersebut.membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. yang dapat menghambat. dan arah angin yang menyebar ke segala arah. Khusunya dalam penerbangan. kondisi pesawat. mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas. faktor cuaca yang mempunyai potensi membahayakan antara lain : Angin silang. dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitifitasnya terhadap cuaca. yang mengganggu pendaratan atau tinggal landas pesawat karena energi yang besar. yang dapat melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas dan dapat menimbulkan pesawat terjungkal. Untuk pendaratan. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan. geser angin horizontal. Tekanan dan suhu udara di permukaan landasan atau Bandar udara. angin 20 knot pada paras penerbangan 30. Apa peran cuaca dalam pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang ? Pendaratan dan tinggal landas tergolong masa kritis bagi penerbangan. Banglas yang rendah. jenis pesawat. melencongkan arah pendaratan atau tinggal landas.000 kaki tidak terasakan bagi pesawat besar yang terbang pada paras tersebut. pusaran yang kuat. mengganggu penglihatan sehingga pendaratan atau tinggal landas yang dilakukan secara visual tidak dapat dilakukan dengan tepat. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang bekecepatan 20 knot. . Longsoran udara dari awan Kumulonimbus. Angin haluan. Langkisau. yang dapat mengakibatkan penggunaan landasan terlalu panjang. yakni tinggal landas. dan mendarat maka penggunaan arti bahaya dalam penerbangan umumnya diterapkan untuk masing-masing kegiatan tersebut. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan. terbang. selain kadar atau intensitas unsur cuaca. atau pesawat terdorong. dan golak-galik. digunakan untuk penyetelan altimeter dan perhitungan altitud kepadatan. Geser angin vertikal. Kesalahan pengamatan tekanan atau kesalahan pengesetan altimeter dapat menjatuhkan pesawat karena pesawat terbang mendarat tidak tepat sesuai dengan elevasi landasan. tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. Namun demikian karena setiap pesawat terbang mempunyai tiga kegiatan yang sama. Dari posisi terbang. karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lain.

Gb.1. Sirus bergelombang. golak-galik (turbulence) di dalam awan. Selain itu dapat pula dikenali dari susunan dan bentuk awan. gelombang gunung. peng-es-an (icing). awan dengan varietas lentikularis atau bentuk lensa. golak-galik di luar awan atau golak-galik udara cerah (clear air turbulence = CAT). Dampak longsoran udara dari awan Kumulonimbus. Apa dampak cuaca kepada pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan? Bagi pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. di kawasan mendekati kutub letaknya lebih rendah dibandingkan dengan Sirus di kawasan tropik. Bagaimana mengenali gelombang udara? Secara mudah gelombang udara dapat dikenali dari goncangan pesawat terbang yang sedang dalam penerbangan. Bila ada Sirus berbentuk barisan seperti pada gb. faktor cuaca dapat dimanfaatkan tetapi juga ada yang mempunyai potensi membahayakan. adanya awan tudung. kilat. Yang dapat dimanfaatkan antara lain : angin. awan rotor. Sirus di kawasan tropik umumnya berada pada ketinggian lebih tinggi dari 6 km dari permukaan bumi.1. Yang mempunyai potensi membahayakan antara lain: gelombang udara yang berkaitan dengan angin kencang. Gb. misalnya dengan adanya jajaran garis–garis awan Sirus. .1. tekanan udara yang dapat dimanfaatkan untuk menetapkan jalur terpendek atau waktu terbang yang sependek mungkin.

Altostratus lentikularis dengan pusaran.. Gb. Di Puncak Bogor awan seperti itu sering terlihat pada sore hari. Gelombang udara juga dapat dikenali dari awan yang berbentuk seperti lensa (letikularis) seperti pada gb. Bentuk lentikularis umumnya terdapat pada awan Altostratus pada ketinggian antara 2 – 5 km dari permukaan bumi.4. Adakalanya gelombangnya tidak hanya gelombang vertikal tetapi juga gelombang horizontal seperti yang ditunjukkan oleh bentuk awan lentikularisseperti terlihat pada gb. Arah angin atau arah gelombang dari arah letak bentuk yang tipis dari bagian awan. Gb. Ada kalanya Altrostratus lentikularis kelihatan seperti berputar seperti terlihat pada gb. . 3. 2.2. Makin besar lajur awan makin besar gelombangnya. Altostratus lentikularis.menunjukkan bahwa udara di tempat itu bergelombang.3. Arah angin tegaklurus barisan awan. yang biasanya terjadi di sekitar lereng gunung.

5 oC / km. Adanya awan seperti pada gambar 3 dan 4 menandai adanya lapisan udara mantap (stable air).6). bila laju susut suhu > 6. Gelombang gunung umumnya terdapat pada balik gunung atau . 5.Gb.7. Altostratus lentikularis menempel pada puncak gunung Ada pula yang menempel pada bagian atas awan Kumulonimbus atau Kumulus (gb. Bila tampak pada Kumulus menunjukkan pula bahwa di atas awan tersebut terdapat lapisan sungsangan sehingga awan tidak bisa menembusnya. Gb.). Bila pada suatu waktu pada suatu lapisan udara laju susut suhu tersebut < 6.5 oC / km.5.6.5 oC / km dikatakan lapisan udara takmantap (unstable air). Berbahayakah udara di balik gunung? Di balik gunung tertentu sering timbul gelombang udara yang dikenal dengan gelombang gunung. Selain menandai adanya udara bergelombang awan-awan tersebut juga dapat digunakan untuk menandai kemantapan (stability) lapisan udara. Gb. Dalam atmosfer baku ICAO laju susut suhu kearah vertikal dalam troposfer didefinisikan sebesar 6. Selain itu awan bentuk lentikularis ada yang tampak menempel pada puncak gunung (gb. lapisan udara tersebut dikatakan mantap. Altostratus lentikularis dengan gelombang horizontal.4. Altostratus lentikularis menempel pada puncak Kumulus.

kurang dari 30 derajat. g = percepatan gravitas.g[ (d ln r)/ r + g/c2 ] disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”.l. Tetapi kadang-kadang selang antara awan-awan tersebut tidak tampak jelas sehingga dalam keadaan demikian sulit untuk menaksir adanya gelombang gunung. Apakah di dalam udara cerah dapat timbul golak-galik? Dalam udara cerah dapat timbul golak-galik yang lazim dinamakan “golak-galik . dan c = kecepatan suara. Bila R <= ¼. ӘU/Әz = landaian (gradient) kecepatan angin dalam arah vertikal. yang rumusnya sebagai berikut: Ri = (ωB)2 / (ӘU/Әz)2 . Syarat untuk terbentuknya gelombang gunung a. dan bila R<=1 udara bergolak-galik. (2) arah angin dari arah tegak lurus ke gunung. Nilai batas yang digunakan sebagai indikasi yang memungkinkan terjadinya golak-galik adalah bilangan tak berdimensi yang dinamakan bilangan Richardson (Ri). Gelombang tersebut umumnya terbentuk karena adanya angin kencang melewati gunung pada saat lapisan udara di atasnya dalam keadaan mantap. r = rapat massa udara. udara bersifat takmantap. (1) udara mantap. dan c = kecepatan suara. Uox = kecepatan angin dalam arah sumbu X (horizontal). Apakah yang dimaksud dengan golak-galik? Golak-galik adalah goncangan udara akibat bertumpuknya gerak rata-rata udara yang tidak teratur dan dalam keadaan terus-menerus berubah.bawah angin.g[(d ln r)/ r + g/c2 ]} dan (ωB)2 disebut “frekuensi Brunt-Vaisala”. (7.1) dengan (ωB)2 = . g = percepatan gravitas bumi. (3). Gelombang tersebut dapat dikenali dengan adanya awan yang letaknya berantara secara teratur di balik gunung. Parameter tersebut dikenal dengan nama parameter Scorer yang dalam rumus matematikanya dinyatakan sebagai : S = F(z) ~ (ωB / Uox)2 dengan ωB = √{. r = rapat massa udara. udara mempunyai nilai parameter tertentu yang mencapai maksimum.

δU = beda kecepatan angin antar lapisan udara. Peng-es-an adalah fenomena penumpukan atau pelapisan es pada pesawat terbang. Dari rumus tersebut mudah difahami bahwa apabila nilai [(δU)2 – 2(g/k) δr/r] >= 0 tidak ada nila Im(ω) berarti tidak terjadi golak-galik udara cerah. ukuran tetes air. k = bilangan gelombang = 2π/λ. atau melewati salju basah dan tetes air yang suhunya dibawah 0 oC. Wujud peng-es-an bermacam-macam yang dapat dibedakan dari kepadatannya. Disamping itu waktu terjadinya umumnya pada bagian akhir dari waktu peluruhan proses termodinamik dari energi kinetik karena pemanasan dalam atmosfer. tetes-tetes air yang membasahi badan pesawat yang sedang terbang dapat membeku dan membentuk lapisan es pada pesawat terbang. ω = frekuensi sudut (angular frequency) . Tempat terjadinya umumnya di dekat lereng gunung pada ketinggian atmosfer kurang dari 2 km. g = percepatan gravitas bumi. Golak-galik udara cerah tersebut sulit dipelajari karena skalanya kecil dibandingkan dengan skala atmosfer. λ = panjang gelombang. Bila dalam paras terbang suhu udara rendah dan udara mengandung banyak air adidingin. Biasanya terjadi dalam troposfer. dan kekerasannya. di daerah perenggan. Perbedaan tersebut berkaitan dengan suhu. dan di daerah sekitar arus jet (jet stream) yaitu daerah dengan angin berkecepatan tinggi di lapisan udara atas.2) dengan Im(ω) menyatakan bilangan imaginer dari ω. Laju pertumbuhan golakgalik udara cerah dinyatakan dengan rumus (Chandrasekar 1961. yakni bentuk es keruh (rime ice) dan es bening (clear ice) yang tingkatnya . Suhu udara yang sangat rendah dapat menimbulkan proses peng-es-an pada pesawat terbang. δr = beda rapat massa udara antar lapisan udara.udara cerah (clear air turbulence = CAT)” yang terjadinya tidak ditandai dengan fenomena yang tampak. Peng-es-an umumnya terjadi pada suhu antara 0 oC dan –18 oC. dalam udara di atas Kumulonimbus yang sangat tinggi sampai stratosfer bawah. laju penumpukan. Peng-es-an dapat terjadi ketika pesawat terbang melewati butir-butir air adidingin di dalam awan atau di dalam hujan. Peng-es-an (icing) sangat mengganggu penerbangan. dikutip Beer Tom 1964) sebagai berikut: Im(ω) = ½ k[(δU)2 – 2(g/k) δr/r ] ½ (7. Namun demikian ada bentuk dasar peng-es-an. keterawangannya (transparency).

Selain itu peng-es-an pesawat terbang juga dapat terjadi ketika pesawat terbang keluar dari lapisan udara dingin ke dalam lapisan udara hangat. terjadi pada lubang pembuangan gas sisa pembakaran yang keluar dan mengembang dengan cepat. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang umumnya pada bagian pinggir sayap. untuk gerimis sebesar 75%. mengganggu putaran balingbaling. Peng-es-an karburator umumnya sudah dapat terjadi bila suhu udara luar antara 10 dan 15 oC. dalam hal kejadian tersebut es yang terbentuk disebut es bulu (ice feathers) karena bentuknya seperti serabut. dan paling tinggi sebesar 30 mm/menit. pada stabilisator. Peng-es-an yang kuat dan membahayakan pesawat terbang mudah terjadi apabila pesawat terbang lama di dalam awan atau dalam hujan adidingin. kecepatan pesawat terbang. saluran . dan pada ujung-ujung bagian lain serta pada lubang pembuangan. Apa bahaya kilat bagi penerbangan? Kilat adalah salah satu fenomena elektrometeor berupa luahan muatan elektrik dalam udara. dan untuk butir-butir awan sebesar 50%. Peng-es-an karburator yang disebut peng-es-an karburator (carburetor icing). dan efisiensi pengumpulan dari bagian pembelah udara pada pesawat terbang. mengganggu alat kemudi. Peng-es-an pada permukaan badan pesawat terbang dapat terjadi karena lapisan air yang menempel pada badan pesawat mendingin dengan kuat. Umumnya besarnya laju peng-es-an sekitar 1 mm/menit. mengurangi daya dorong.dibedakan antara tingkat es kental (milky ice) dan tingkat es padat (kernel ice). dan mengurangi laju pembuangan karena peng-es-an karburator. Kilat. Efisiensi pengumpulan untuk hujan sebesar 100%. antara lain dapat mengganggu alat telekomunikasi. mengurangi masukan udara pada mesin jet. Besarnya laju peng-es-an sebanding dengan kandungan air dalam awan yang dilalui pesawat terbang . terjadi distorsi pada pembelah udara (aerofoil). Peng-es-an pada pesawat terbang dapat mengurangi daya angkat. dan menggnggu pengendalian karena peng-es-an dapat menimbulkan berbagai hal antara lain : menambah berat pesawat terbang.

dan setelah itu meledak seperti bom. kilat bola (ball lightning). Kilat garpu. Kilat lembaran adalah kilat yang hanya tampak seperti lembaran kilapan cahaya terang dan baur. kilat roket (rocket lightning). helikopter. bergerak cepat pada suatu benda padat atau mengapung di udara. Bentuk kilat berbagai macam. berupa kilapan cahaya terang yang tampak di kejauhan dan lama setelah tampak disusul suara guntur. dan penerbangan tinggi.7. Kilat bahang. sering disebut pula kilat api..listrik. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan rendah? Pesawat-pesawat terbang kecil. Gb. kilat lembaran (sheet lightning). kilat garpu (forked lightning). Kilat dapat terjadi dari di satu tempat ke tempat lain di dalam suatu awan yang sama.3 meter. antara lain yang terkenal adalah : kilat berkas (streak lightning). kilat bahang atau kilat api (heat lightning). umumnya dibedakan dalam tiga jenis penerbangan. penerbangan tengah. dan dari awan ke bumi atau sebaliknya dari bumi ke awan. Kilat bola berupa kilapan cahaya berbentuk seperti bola yang garis tengahnya sekitar 0. Apa dampak cuaca sama bagi semua penerbangan? Dampak cuaca tidak sama bagi setiap penerbangan. Kilat roket adalah kilat yang sangat cepat seperti roket. Kilat garpu adalah kilat dari awan ke bumi yang ujungnya bercabang-cabang seperti garpu. tetapi kilat tersebut jarang terjadi. Kilat berkas adalah kilat dari awan ke bumi yang tampak seperti kilapan berkas cahaya. yakni penerbangan rendah. Yang paling umum adalah kilat yang dihasilkan awan guntur atau awan Kumulonimbus. paling banyak melakukan penerbangan . dari awan ke awan lain.

Penerbangan pada paras tersebut masih mengalami banyak perubahan arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu informasi tentang kedua jenis awan tersebut sepanjang jalur dan wilayah penerbangan sangat diperlukan. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tengah? Penerbangan tengah adalah penerbangan pada paras tengah antara 3 km dan 8 km. Perubahan cuaca yang dirasakan adalah perubahan yang berkaitan dengan perubahan tempat. Angin setempat umumnya tidak banyak perubahan. Umumnya berada pada paras di atas awan. Peng-es-an masih mungkin terjadi utamanya di bagian paras paling bawah yang masih mengandung banyak uap air. tetapi suhu udara sangat rendah. Biasanya dalam penerbangan rendah digunakan aturan terbang visual (Visual Flight Rules = VFR) yaitu batasan-batasan (kondisi cuaca) yang dipersyaratkan suatu penerbangan boleh dilakukan secara visual. Bagaimana dampak cuaca kepada penerbangan tinggi? Penerbangan tinggi adalah penerbangan yang lebih tinggi dari 8 km.rendah. serta dalam udara bersuhu sekitar 0 oC dan atau di atas paras beku (paras dengan suhu 0 oC). Peng-es-an mudah terjadi dalam paras penerbangan tengah. sehingga pesawat yang melakukan penerbangan rendah menemui banyak perubahan arah dan kecepatan angin. masuk-keluar di bagian tengah dan bagian atas awan. Pengaruh awan Kumulus tinggi dan Kumulonimbus masih cukup besar. . cuaca sangat beragam dan sangat berubah-ubah. selain suhu udaranya rendah kadar air dalam udara msih cukup tinggi. Penerbangan tengah sering melewati dan terbang di dalam serta di puncak awan. dan masuk-keluar bagian bawah awan yang umumnya bergolak-galik. Penerbangan rendah sangat tinggi sensitifitasnya kepada cuaca karena di lapisan udara dibawah 3 km. Penerbangan tinggi umumnya melakukan penerbangan jauh dan lama. serta dalam udara bertekanan rendah. Pengaruh cuaca di bawahnya kecil kecuali di atas siklon tropik yang kuat. Penerbangan rendah umumnya berada di bawah dan di bagian bawah awan.

keputusan mendarat. cuaca selalu harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. sebaliknya penerbangan yang melintas dari arah khatulistiwa ke arah kutub atau sebaliknya mengalami perubahan tekanan yang besar. Bila penerbangan di atas kawasan khatulistiwa maka sepanjang penerbangan tidak banyak mengalami perubahan tekanan. Seberapa besar nilai ekonomi manfaat cuaca dalam penerbangan? Secara umum studi tentang keuntungan ekonomi dari pemanfaatan cuaca dan informasi cuaca dalam penerbangan telah banyak dilakukan. (1993). ketinggian potensial. baik informasi cuaca untuk persiapan lepas landas. pesawat dapat mengalami perubahan ketinggian. Perubahan arah dan kecepatan angin. Dalam upaya efisiensi dan keselamatan penerbangan selain harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana penerbangan serta kondisi pesawat terbang. dan bila terbang dalam paras ketinggian tetap. seperti yang dilakukan oleh Fairbanks dkk. Perhitungan nilai ekonomi umumnya dilakukan dengan ukuran penghematan waktu terbang (waktu terbang minima) dan efisiensi pengaturan beban dan pengisian bahan bakar (fuel loading). dan keputusan-keputusan selama dalam penerbangan. dan perubahan suhu. selama dalam . Apabila penerbangan dilakukan pada paras tekanan tetap. Pada dasarnya cuaca mempunyai andil besar dalam menentukan rencana dan keputusan untuk tinggal landas. Robinson dkk. Manfaat informasi cuaca dalam penetapan rencana terbang. dan juga perubahan suhu berkaitan dengan perubahan tekanan atau ketinggian tersebut.utamanya bagi penerbangan di kawasan lintang tinggi atau penerbangan yang menuju kearah meridional (utara – selatan). pesawat terbang mengalami perubahan tekanan. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan ketinggian tekanan. (1994). Informasi cuaca penerbangan yang diterima penerbang digunakan untuk operasional penerbangan. Tetapi tidak dapat dihitung nilainya secara kuantitatif dalam hal yang berkaitan dengan keselamatan.

yang diukur dari datum atau tinggi rujukan tertentu. Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk mengatakan tinggi dalam penerbangan.penerbangan. pada permukaan bumi diukur dari permukaan laut. pesawat terbang umumnya dilengkapi dengan altimeter tekanan. Ketinggian. Untuk mengetahui ketinggian terbang. yakni pengesetan altimeter. ialah altimeter yang bekerjanya berdasarkan pengukuran tekanan udara. sedangkan altimeter tekanan menunjukkan ketinggian nisbi. Elevasi adalah jarak vertikal dari suatu titik. Hal ini berkaitan dengan arah angin di bandar udara saat itu. atau benda. selain dilengkapai dengan altimeter tekanan juga dilengkapi dengan altimeter radio atau radar. Informasi cuaca bandar udara keberangkatan yang diterima sebelum lepas landas atau akan mendarat antara lain digunakan untuk menentukan dari arah mana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat. Apabila pesawat terbang di atas laut altimeter tekanan dan altimeter radio menunjukkan ketinggian yang sama. benda. atau paras yang diukur dari permukaan laut atau permukaan laut rata-rata. Oleh karena itu altimeter radio dikenal sebagai altimeter mutlak. yaitu altitud atau ketinggian dari permukaan laut. dimana pesawat terbang akan lepas landas atau mendarat dengan arah berlawanan dengan arah angin. Pengesetan altimeter (altimeter setting) itu apa? Altimeter adalah alat yang digunakan untuk menaksir ketinggian di dalam atmosfer. pengesetan altimeter sangat penting dan harus dilakukan dengan cermat agar pesawat terbang . altimeter tekanan menunjukkan ketinggian lebih tinggi dibandingkan dengan altimeter radio. dan penentuan terbang minimal. atau paras. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang selalu diperhatikan. Tetapi bila terbang di atas daratan. penentuan ketinggian terbang. dan elevasi (elevation). Altitud adalah jarak vertikal letak suatu titik. maupun informasi cuaca untuk persiapan mendarat. adalah ukuran jarak vertikal letak suatu titik. Bagi pesawat terbang yang hanya dilengkapi dengan altimeter tekanan. altimeter radio dapat menunjukkan ketinggian pesawat terbang di atas permukaan bumi. Dengan prinsip pemantulan gelombang radio. atau benda. altitude (altitude). Tetapi pesawat terbang modern. yakni ketinggian (height).

5 oC .7 oC (suhu skala molekul).9 oC/km. § Laju susut suhu dari 53 km sampai 75 km sebesar – 3. § Laju susut suhu dari 47 km sampai 53 km sebesar 0 oC/km. Namun demikian dalam praktek untuk menetapkan koreksi ke permukaan laut yang digunakan untuk pengesetan altimeter diperlukan patokan tekanan di atas permukaan laut tertentu. dengan H = ketinggian dari permukaan laut (altitud) dinyatakan dalam kaki. sehingga suhu pada ketinggian 47 km sebesar + 9. sehingga suhu . dan P = tekanan atmosfer pada ketinggian H. Dalam Glossary of Meteorology.25 mb (hPa) § Suhu udara permukaan 15 oC. § Laju susut suhu dari 90 km sampai 126 km sebesar + 3. Selanjutnya sejak tahun 1956 dikembangkan lagi dengan: § Laju susut suhu dari 11 km sampai 25 km sebesar 0 oC/km.3 oC. atmosfer baku ICAO ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut : § Ketinggian permukaan atau paras muka laut rata-rata (mean sea level) = 0 meter. sehingga suhu pada ketinggian 126 km sebesar + 49.dapat didaratkan dengan tepat diatas landasan pacu. Tekanan permukaan laut tersebut diambil dari atmosfer baku ICAO. Pengesetan dilakukan dengan menyesuaikan skala altimeter pada besarnya tekanan di Bandar udara yang dikoreksi dengan tekanan permukaan laut (QNH).15 Tm log (Po/P). § Tekanan udara permukaan 1013. hubungan antara ketinggian dan tekanan mengikut rumus empirik : H = 221.98 oC/ 1000 kaki. sehingga suhu pada 75 km sebesar – 76. § Laju susut suhu vertikal sampai tinggi 11 km (ketinggian tropopause) sebesar 6.5 o C/km atau 1. § Laju susut suhu dari 75 km sampai 90 km sebesar 0 oC/km. Dengan demikian perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut hasilnya dapat berbeda dengan bila menggunakan model atmosfer baku ICAO.5 oC/km. § Laju susut suhu dari 25 km sampai 47 km sebesar +3 oC/km. Tm = suhu udara rata-rata dari permukaan laut sampai tinggi H dinyatakan dalam oK. Dalam altimeter. Po = tekanan atmosfer pada permukaan laut. § Laju susut suhu dari 126 km sampai 175 km sebesar +10 oC/km.

Dari perhitungan tersebut maka pengesetan altimeter dilakukan dengan menempatkan skala altimeter nol pada 1037. § Laju susut suhu dari 175 km sampai 500 km sebesar + 5. QNH = Pml + (HICAO – E)/30 (untuk E > 5000 kaki) dengan HICAO = tinggi setara tekanan dalam atmosfer baku ICAO.7 oC. (3) QNH dihitung dengan rumus: QNH = Pml + (HICAO – E)/28 (untuk E <= 5000 kaki) atau.pada ketinggian 175 km sebesar + 539. E = elevasi Bandar udara. Untuk pengesetan altimeter diperlukan nilai ketinggian tekanan dan QNH. Dalam satuan tekanan.25 – 930 = 83.7 oC. Pengsetan tersebut diperlukan . Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE).8 oC/km.25 x 28 = 2331 kaki. Dengan rumus tersebut diperoleh : QNH = 1013. sehingga suhu pada ketinggian 500 km sebesar + 2424.25 hPa. QFE tekanan barometer pada Bandar udara yang tidak dikoreksi ke permukaan laut.25 hPa tersebut setara dengan 83.142 hPa. ketinggian tekanan (PH) dinyatakan dengan rumus : PH = Pml – QFE dengan Pml = tekanan pada pemukaan laut atmosfer baku ICAO. Nilai tersebut dihitung dengan cara seperti berikut : Dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki. Maka ketinggian tekanan 83. Cara menghitung ketinggian tekanan dan QNH seperti pada contoh berikut.25 + (2331 – 3000)/28 = 1037. (2) Ketinggian tekanan 83.142 hPa. Altitud yang bersangkutan dengan tekanan dalam standar atmosfer ICAO disebut “altitud tekanan (pressure altitude) atau ketinggian tekanan (pressure height)”. Maka dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO diperoleh : (1) Ketinggian tekanan (PH) = 1013.25 hPa setara dengan ketinggian H = 2331 kaki.

Menghitung Nilai D (D-Value) Keadaan atmosfer tidak tetap. padahal pesawat terbang sudah menyentuh landasan sebelum mencapai titik sentuh landasan yang seharusnya dan pada kecepatan yang masih lebih tinggi dari yang seharusnya (gambar 10). Sebagai contoh. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. padahal yang sebenarnya pesawat terbang masih pada ketinggian 28 kaki dari landasan. D = Z – h (7. Gb. Dengan demikian pesawat terbang mendarat melewati titik sentuh landasan yang seharusnya (gambar 9). Gb. 10.agar pendaratan pesawat terbang dapat dilakukan dengan tepat. 9. Oleh karena itu sering terdapat perbedaan antara keadaan sebenarnya dan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO. sedangkan atmosfer baku ditetapkan berdasarkan model dan nilai rata-rata. Pendaratan pesawat terbang akibat kesalahan 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. misalnya terjadi kesalahan pengesetan altimeter sebesar 1 hPa lebih kecil dari tekanan udara yang semestinya. maka dengan kesalahan tersebut penerbang memperhitungkan bahwa pesawat sudah pada titik sentuh landasan (touch down) yang seharusnya. Sebaliknya. apabila kesalahan sebesar 1 hPa lebih besar dari tekanan udara yang semestinya. Beda ketinggian menurut atmosfer baku ICAO dan ketinggian sebenarnya disebut NIlai–D (D-value). maka penerbang memperhitungkan pesawat masih pada ketinggian 28 kaki dan belum menyentuh landasan. Karena selisih tekanan udara sebesar 1 hPa setara dengan ketinggian 28 kaki.6) .

2). pada saat itu tekanan sebenarnya 960 hPa (QFE.25 hPa.1. Tetapi kalau dihitung dengan menggunakan kriteria atmosfer baku ICAO. PH = Pml – QFE = 1013.1. Bila pesawat terbang dilengkapi dengan altimeter tekanan dan altimeter radio. Sebagai contoh.dengan Z = ketinggian yang dihitung menurut kriteria atmosfer baku ICAO. dan h dari pengukuran dengan altimeter radio Misalkan di suatu Bandar udara elevasinya 3000 kaki dan tekanan barometer 930 hPa (tekanan sebenarnya yang tidak dikoreksi dengan permukaan laut = QFE) seperti pada contoh dalam butir 7. Dengan menggunakan ketentuan dalam atmosfer baku ICAO untuk ketinggian dibawah 5000 kaki 1 hPa setara dengan 28 kaki. nilai Z dapat diperoleh dari pengukuran dengan altimeter tekanan. Untuk menghitung altitud kerapatan mula-mula dihitung altitud atau ketinggian tekanan (PH) dengan menggunakan rumus (7. Altitud Kerapatan (Density Altitude) Altitud kerapatan adalah ketinggian tekanan dari suatu tempat (Bandar udara) yang dikoreksi dengan beda antara suhu di tempat itu dan suhu menurut atmosfer baku ICAO pada ketinggian yang sama dengan elevasi tempat. dan suhunya 11 oC. tekanan 930 hPa terdapat pada ketinggian 2331 kaki. Dengan demikian : Nilai-D = 2331 – 3000 = – 669 kaki.25 – 960 = 53. misalnya di suatu Bandar udara yang elevasinya 3000 kaki. tekanan tidak dikoreksi permukaan laut). sama dengan ketinggian tekanan atau altitud tekanan.2. suhu pada .25 x 28 = 1491 kaki ( = Nilai –D) Selanjutnya dengan menggunakan ketentuan atmosfer baku ICAO. dan h = ketinggian sebenarnya dari permukaan bumi. maka menurut pengukuran pada elevasi atau ketinggian 3000 kaki tekanannya 930 hPa. maka dalam satuan tinggi : PH = 53.

Untuk mendapatkan jarak atau waktu terpendek yang disebut “penerbangan minimal” maka pesawat harus setiap kali diubah arah sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang ada .05/1.98/1000) = 15 – 2. Agar pesawat dapat mencapai B dengan menempuh jarak dan waktu terpendek maka pesawat terbang harus dihadapkan .1000 = 500 kaki dan altitud kerapatan (DH): = PH + H = 1491 + 500 = 1951 kaki .95 = 12.05 oC setara dengan tinggi (H) sebesar : H = (1. maka 1. Dengan demikian apabila arah pesawat dihadapkan kearah tujuan dengan menggunakan arah geografis padahal ada angin maka pada saat yang diperhitungkan pesawat tidak sampai tujuan yang dikehendaki.permukaan laut 15 oC dan laju susut suhu vertikal 6.05 – 11 = 1. bila tidak ada angin lintasan pesawat akan sepanjang garis AB. Jika disetarakan dengan beda ketinggian yang laju susut suhunya 1. Misalkan pesawat terbang dari A akan menuju B.98 oC/1000 kaki. maka pada ketinggian 1491 kaki suhunya sebesar : TICAO = 15 – 1491 (1.05 oC Karena suhu di Bandar udara sebesar 11 oC maka dengan suhu menurut perhitungan dengan atmosfer baku ICAO berbeda sebesar 12.5 oC/km atau 1.05 oC. Nilai tersebut memberi pengertian bahwa apabila pesawat terbang akan tinggal landas atau mendarat di Bandar udara tersebut pada saat itu perlu menyesuaikan seperti kalau tinggal landas atau mendarat pada ketinggian 1951 kaki. Penentuan Terbang Minimal Angin dapat menghanyutkan pesawat udara sehingga arah lintasan pesawat (track) tidak sama dengan arah hadapan (heading) pesawat.98). Bila ada angin dapat hanyut sehingga arah pesawat melencong tidak sampai pada B.98 oC /1000 kaki. meskipun elevasi Bandar udara sebenarnya 3000 kaki.

VB = ( b1i + b2j ) vektor kecepatan pesawat terhadap bumi dari bandar udara keberangkatan ke arah Bandar udara tujuan. dan garis arah pada arah hadapan disebut lintasan hadapan (heading). . Arah hadapan (heading) AB terhadap arah timur sebesar a. Perhitungan untuk mencari sudut hanyutan sebagai berikut. Kecepatan terhadap bumi (ground speed) pesawat sebesar VB knot. Karena angin. Misalkan pesawat terbang dari A menuju B. misalnya AB. Bagan hanyutan. arah pesawat terbang mengikuti arah lintasan (track) maka pesawat terbang pada saat yang direncanakan dapat tidak sampai pada tujuan (B).11). Besarnya sudut hanyutan dapat dihitung dengan menggunakan analisis vektor. Sudut antara lintasan hadapan dan lintasan (b) disebut sudut hanyutan. Besarnya sudut simpangan disebut sudut hanyutan. Garis arah dari Bandar udara pemberangkatan sampai Bandar udara tujuan disebut lintasan (track). Misalkan (gb.kearah tertentu sesuai dengan arah dan kecepatan angin yang menerpanya. Gb. misalnya AC. 11.

Arah angin f = 330o. atau (270 – f) terhadap arah timur b = adalah sudut hanyutan. ½ }2 + {50 (–½Ö3) + 500 . Kecepatan pesawat terbang terhadap bumi VB = 500 km/jam. besarnya kecepatan dalam arah lintasan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] = Ö[{50cos(270 – 330)+500 cos60}2 + {50sin(270 – 330)+500 sin60}2] = Ö[{50cos(– 60)+ 500 cos60}2 + {50sin(–60)+500 sin60}2] = Ö[{ 50. Va = ( a1i + a2j ) vektor kecepatan angin. f = arah angin terhadap arah utara.½ Ö3}2] = Ö[{ 25 + 250 }2 + { (–25Ö3) + 250Ö3}2] = Ö[(275 )2 + { (225Ö3)2] . VH = ( h1i + h2j ) vektor kecepatan pesawat terbang karena hanyutan. Maka dalam koordinat siku-siku (X-Y). Pesawat terbang terbang dari Cengkareng ke Pontianak. Arah Cengkareng – Pontianak terhadap arah timur a = 60o. Jarak Cengkareng ke Pontianak S = 2000 km.a = sudut arah hadapan (heading) yang direncanakan terhadap arah timur.½ + 500. dengan X positif ke arah timur dan Y positip ke arah utara dapat dihitung : VH = Va + VB h1i + h2j = ( a1i + a2j ) + ( b1i + b2j ) h1 = a1 + b1 = VA cos (270 – f) + VB cos a h2 = a2 + b2 = VA sin (270 – f) + VB sin a Besarnya kecepatan VH = Ö (h12+ h22 ) = Ö[{VA cos(270 – f)+VB cosa}2 + {VA sin(270 – f)+VB sina}2] arah VH = g = arc tan ( h2 / h1) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} Sudut hanyutan sebesar : b = a – g Contoh. Kecepatan angin VA= 50 km/jam Maka.

Vol. 278 – 284. (1989).4155) = 54. Caracena Fernando (1987). (19972).½ Ö3} / {50. Introduction to Physical Meteorology. Hans Neuberger (1951). Mc.22. WMO Bulletin No. Rainhardi Manfred E. . NASA (1988). Meteorological Glossary. Intoch D. American Meteorological Society.1 Vol. Glossary of Meteorology. Third printing.H. ½ } = arc tan {(–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (–25Ö3) + 250 Ö3)} / (25 + 250) = arc tan { (225Ö3) / 275 } = arc tan { (389. 36 October 1987 hal. NASA – USA.½ + 500.25o ========== Daftar rujukan.4.3)} = Ö(75625 + 151875) = Ö(75625 + 151875) = Ö227500 = 477 km/jam Arah VH = g = arc tan ( h1 / h2) = arc tan {VA sin(270–f) + VB sina} / {VA cos(270–f) + VB cosa} = arc tan {50sin(–60) + VB sin60} / {50cos(–60) + 500 cos60} = arc tan {50 (–½Ö3) + 500 . HMO.= Ö {(75625 + (50625.25) / 275 } = arc tan (1. The Pensilvania State University.75o = 5. (1980). Huschke Ralph E. WMO Bulletin No. Boston.75o Sudut hanyutan sebesar : b=a–g = 60o – 54. pp.38 January 1989. The Microburst As An Aircraft Hazard and Forecast Problem. London. Aeronautical Meteorology in the Service of Aviation. Earth System Science.

The Economic Utility of Weather Forecast. Potential Economic Benefits from Improvements in Weather Information. WMO (1969). G. Susanto. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Richard Scorer (1972). Melbourne David & Charles – Newton Abbot.. J. 11. Vol. WMO. WMO – No. ---------Diposkan oleh soerjadi wh di 02:17 Sabtu. Technical Regulations.). ISBN 979 459 357 5. Praktek Meteorologi Penerbangan. Ratag (2006). WMO (1998). International Cloud Atlas. World Weather Watch Planning Report No. ISBN 979-99507-3-2. Clouds Of The World. World Meteorological Organization.(1993). Geneva. Soerjadi. Kamus Hidrometeorologi. Badan Meteorologi & Geofisika. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Wirjohamidjojo. Mezak A. 28 Agustus 2010 ANGIN YANG MEMPUNYAI BANYAK MAKNA Oleh : Soerjadi Wh. Wirjohamidjojo. Badan Meteorologi Dan Geofisika. Kamus Istilah Meteorologi Aeronautik. Abridged Atlas. Soerjadi .(1955). Volume II. Meteorological Service fore International Air Navigation.W. DR. (. Thompson. dan Suroso H. Patoni. Thompson J. Switzerland. and Brier. 27. Monthly Weather Review. 83 No. Wirjohamidjojo Soerjadi dan Sridadi Budihardjo (2007). 49.C. . Prof.C. Pust Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN 978-979-1241-03-8. Lothian Publishing Co (PTY) LTD.

misalnya : pohon tumbang karena angin kencang. Khususnya dalam meteorologi angin mempunyai peran banyak dalam pembentukan sistem cuaca. itu hanya kabar angin (berita yang belum pasti benarnya). Namun demikian jangan anggap sepele “masuk angin” karena dapat membuat badan kita lemas dan bahkan dapat menjadi pendorong kematian. Oleh karena itu orang membedakan angin dengan memberi nama. Berbagai cara dan dasar digunakan untuk memberi nama angin antara lain : berdasarkan arah bertiupnya. Angin timuran adalah angin yang arahnya selalu dari timur tetapi berbeda dengan angin timur. Dalam meteorologi. Untuk menatakan arah angin digunakan ukuran “derajat”. waktu bertiupnya. angin timuran : Angin baratan adalah angin yang arahnya selalu dari barat... 0 derajat tidak digunakan untuk menyatakan arah tetapi digunakan untuk menyatakan angin yang sangat lemah atau tidak ada angin. Berasarkan kebiasaan arah datangnya dikenalangin baratan. Dari arahnya dan sekaligus dari tempatnya dikenal angin baratan khatulistiwa. dari timur 90 derajat. bila tidak ada penjelasan lain. Angin – angin itu punya nama. sifat dan dampaknya. dan masih banyak lagi.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak ditemui kata “angin”. misalnya angin utara adalah angin yang bertiup dari arah utara. dari selatan 180 derajat. angin adalah gerak udara dalam arah horizontal. Adanya angin memberi kesan yang bermacam-macam.Gerak tersebut timbul karena perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu tempat dan di tempat lain yang berdekatan. Angin dari utara arahnya dinyatakan 360 derajat. tetapi berbeda dengan angin barat. “Mata angin”. Susunan arah angin tersebut dinamakan “mata angin”. dari barat 270 derajat. anggaplah sebagai angin lalu (tidak perlu difikirkan). sehingga banyak nama dan arti yang diberikan. bukan matanya angin. Angin dicirikan dengan arah datangnya. baik dengan arti yang sebenarnya maupun sebagai ungkapan kiasan atau peribahasa. angin timur adalah angin yang bertiup dari timur. . kecepatan atau kekuatannya. Apakah angin itu? Angin adalah gerak udara. angin .

Angin pasat terlihat jelas di atas lautan Pasifik dan di atas lautan Atlantik. Angin tersebut bertiup dari suatu arah hampir sepanjang tahun. Angin menganan adalah angin yang arahnya berubah ke arah kanan atau searah dengan arah putaran jarum jam. . . angin timuran kutub. dan di bagian belahan bumi selatan dari arah tenggara. adalah angin baratan yang terdapat di pinggiran menghadap kutub dari kawasan subtropik. Angin pasat timbul karena adanya daerah dengan tekanan tinggi luar tropik di belahan bumi utara dan selatan dan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara di kawasan tropik. Angin baratan khatulistiwa adalah angin baratan yang terdapat di sekitar khatulistiwa yang memisahkan angin pasat belahan bumi utara dan pasat belahan bumi selatan. adalah nama angin di kawasan tropik yang berasal dari daerah tekanan tinggi subtropik yang berpusat di sekitar 30o – 40o lintang utara dan di sekitar 30o – 40o lintang selatan.baratan subtropik. Di bagian belahan bumi utara arah umumnya dari timur laut. Angin timuran kutub adalah angin timuran yang terdapat di kawasan kutub. Dari perubahan arahnya dikenal angin menganan dan angin mengiri.. Angin mengiri adalah angin yang arahnya berubah ke arah kiri atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Angin baratan subtropik. Angin pasat. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi selatan ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi utara. Angin tersebut terdapat di kawasan tropik belahan bumi utara ketika angin dari daerah tekanan tinggi subtropik menuju ke arah kawasan tropik Selain itu juga terdapat di sekitar daerah siklon atau siklontropis di belahan bumi selatan.

Pengukuran angin tersebut dilakukan pada ketinggian 10 meter dari permukaan bumi di kawasan terbuka. Angin permukaan. Angin laut dapat memasuki daratan sampai sekitar 30 km dari pantai. Umumnya angin laut lebih kuat dibandingkan angin darat. Angin musim adalah nama angin yang bertiup secara musiman. Di Indonesia bagian tengah dan timur pada umumnya dikenal angin musim barat dan angin musim timur.Dari tempatnya. Angin gunung juga disebut angin katabatik. adalah angin yang bertiup di dekat permukaan bumi. Angin musim barat berlangsung mulai sekitar bulan Oktober dan berakhir sekitar bulan Maret. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada siang hari. Berdasarkan waktu terjadinya.. India. Indonesia. dikenal banyak nama angin : Angin lokal. Angin lembah. dikenal angin musim. Arab. Dalam sebagian tahun bertiup dari satu arah. angin lokal di pegunungan yang terjadi pada malam hari dari puncak gunung menuju lembah ketika udara di puncak gunung menjadi dingin dan rapat massanya lebih besar dibandingkan dengan yang ada di lembah. angin lokal yang di pegunungan yang terjadi pada siang hari dari lembah ke arah puncak gunung ketika lereng gunung mendapat banyak penyinaran matahari. Di sebagian . misalnya di Afrika. Angin gunung. Nama angin yang biasa bertiup di suatu tempat disebut “angin lokal atau angin setempat”. Angin darat. Angin musim tersebut terdapat di banyak daerah. angin lokal di kawasan pantai yang terjadi pada malam hari. arahnya dari laut menuju daratan karena perbedaan suhu ketika permukaan darat lebih tinggi dari pada suhu di atas laut yang bersebelahan. sedangkan angin darat hanya mencapai sekitar 10 km dari pantai ke arah laut. sehingga udara naik sepanjang lereng gunung. Angin lembah disebut pula angin anabatik. Angin laut. arahnya dari daratan menuju lautan karena perbedaan suhu ketika permukaan laut suhunya lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan yang bersebelahan. Angin lorong. dan sebagian tahun lainnya bertiup dari arah yang berlawanan. angin lokal kencang diujung terowongan atau celah diantara dua bukit. angin musim timur berlangsung sekitar bulan April sampai sekitar bulan September.

Angin gravitas. angin tersebut terkenal di Kurdistan selatan. adalah angin yang kuat. Angin jatuh tersebut bertiup kencang dan berlangsung terusmenerus sampai berhari-hari sehingga menimbulkan dampak yang sangat terasa di daerah yang dilewati. adalah angin lokal yang bertiup naik sepanjang lereng gunung yang panas karena sinar matahari. Persia. angin kumbang di daerah Cirebon Jawa Barat. di India. dikenal angin musim barat daya dan angin musim timur laut. Setelah melewati gunung udara turun dengan kencang seperti angin jatuh. adalah gerak udara dingin dari tempat yang tinggi ke arah pantai laut di dekatnya yang panas. Dari sifat udara yang dibawa dikenal nama-nama angin : Angin jatuh (fohn). Angin tersebut timbul ketika udara yang dibawah dingin dan di atas panas melewati gunung. Angin musim barat daya berlangsung dari sekitar bulan Mei sampai sekitar bulan September. Karena dampak yang sangat terasa tersebut penduduk setempat memberi nama menurut kesan yang dirasakan.Indonesia bagian barat. . dan musim angin barat daya berkaitan dengan musim panas di Asia. Angin gravitas juga sering diserupakan dengan “angin jatuh” atau angin katabat. Pergantian arah angin tersebut berkaitan dengan musim panas dan musim dingin di benua Asia. Musim angin timur laut berkaitan dengan musim dingin di Asia. kering yang bertiup ke bawah di lereng gunung. angin gending di daerah Pasuruhan Jawa Timur. sangat bergolak-galik. Di Indonesia angin jatuh yang terkenal adalah angin bohorok di Tapanuli Sumatra Utara. dan dinamai juga dengan angin reshabar. angin taku yakni angin timur-timur laut kuat di Juneau Alaska yang biasanya bertiup dalam waktu antara bulan Oktober dan Maret Angin anabat. dan angin musim timur laut berlangsung sekitar bulan Oktober sampai sekitar bulan April. angin barubu di Sulawesi Selatan. Biasanya terjadi pada musim kemarau yang sangat kering. panas dan kering yang timbulnya pada musim tertentu. Angin tersebut sering sangat kencang. Angin hitam. angin wambraw di daerah Manokwari. angin lokal yang terdapat di tempat-tempat tertentu di balik gunung.

disebut pula angin silang yalah angin yang mempunyai komponen berarah tegaklurus terhadap arah gerakan kapal atau pesawat terbang. Baik angin buritan maupun angin sakal keduanya disebut angin membujur. Kecepatan angin dinyatakan dalam km/jam.Angin katabat adalah angin turun sepanjang lereng gunung yang timbul karena dalam arah horizontal kerapatan udara di sepanjang lereng lebih besar daripada kerapatan udara di sekitarnya. m/detik. Angin lambung adalah angin yang bertiup dari arah samping kapal atau pesawat terbang. Angin krakatao adalah lapisan angin timuran di atas wilayah tropik pada ketinggian 18 – 24 km. Kenudian pada tahun 1906 G. misalnya: Angin buritan adalah nama angin yang bertiup dari arah belakang searah dengan arah gerak kapal atau pesawat terbang. Mengapa angin dapat menumbangkan pohon? Angin mempunyai kecepatan dan energi yang dapat mendorong benda-benda yang dilewatinya. Simpson dalam Meteorological Office Publication no. Angin mempunyai energi yang besarnya setara dengan kecepatannya. atau dalam knot ( 1 knot = 1 mil/jam = 1. Perbedaan kerapatan tersebut karena pendinginan permukaan lereng mendinginkan udara di sekatnya. makin kencang makin besar energi yang dibawanya.836 B3 / . mengemukakan hubungan antara skala Beaufort dan kecepatan angin dalam rumus : V = 0.8 km/jam ). Di kalangan pelayaran dan penerbangan dikenal nama-nama angin yang diberikan menurut kesan pada pelayaran atau penerbangan. Dalam pelayaran lazimnya menggunakan ukuran kecepatan knot dan dalam penerbangan selain knot juga digunakan ukuran km/jam atau m/detik. Lapisan tersebut menempati puncak dari angin baratan troposfer tengah yang tebalnya sampai 6 km dan kira-kira 2 km di atas tropopauze. disebut pula angin turutan. Angin haluan atau angin sakal adalah angin yang bertiup dari depan arah kapal atau pesawat terbang. 180. Berkaitan dengan energi tersebut oleh Admiral Beaufort dari angkan laut Inggris pada awal abad-19 angin dibedakan tingkatnya menurut dampak yang ditimbulkan.C. dan menyusunnya dalam skala yang selanjutnya dikenal dengan “skala Beaufort”. London. Nama angin tersebut dikenali ketika adanya debu letusan gunung Krakatao pada tahun 1883.

Angin ribut lemah. f = faktor Corioli. Angin geostrofikk arahnya hampir sejajar dengan arah isobar. dan dinyatakan dengan rumus : Vgr2/R + f Vgr = – g Әp/Әn. dengan V = kecepatan angin dinyatakan dalam m/dt. adalah angin yang kecepatannya kurang dari 1 knot. Kecepatan angin yang timbul dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan percepatan angin geostrofik. (2). Angin ribut sedang. Dalam fisika keseimbangan tersebut dinyatakan dengan rumus : Vg = – g/f Әp/Әn. adalah angin ribut yang kecepatannya lebih dari 48 knot. Angin landaian adalah komponen kecepatan angin yang tegaklurus garis kontur tekanan tetap di suatu titik pada peta ketinggian. Angin isalobar. Angin ribut. adalah angin yang secara teori ditimbulkan oleh perubahan lokal tekanan mengikut waktu. p = tekanan atmosfer.2. adalah angin ribut yang kecepatannya 41 sampai 47 knot. antara lain :. Әp/Әn = landaian tekanan tegaklurus isobar. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. g = percepatan gravitas bumi. Di darat banyak menimbulkan pohon tumbang dan di laut menimbulkan gelombang sangat tinggi. Angin alobar adalah (1). f = faktor Corioli. Angin ribut hebat. Berdasarkan kecepatannya angin diberi tingkatan yang diberi nama: Angin teduh. Angin ribut kuat. dengan g = percepatan gravitas bumi. dan B besarnya skala. Komponen angin yang secara teori dihasilkan oleh ketidak seragaman perubahan lokal dari tekanan mengikut waktu. adalah angin ribut yang kecepatannya 25 sampai 33 knot. dengan R = jejari lengkungan lintasan. Dengan skala Beaufort dikenali tanda-tanda seperti berikut : Skala Beaufort 0 : Keadaan tenang. Bebagai nama angin juga diberikan berdasarkan sifat fisis dan berdasarkan teori atau disebut angin teoritik. Secara teori angin landaian (Vgr) dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan gaya sentripetal dengan landaian mendatar tekanan. adalah angin yang luar biasa kekuatannya lebih dari 28 knot. Angin geostrofik adalah angin mendatar yang secara teori dihasilkan dari adanya keseimbangan antara gaya Corioli dan landaian mendatar tekanan. asap dari cerobong industri kelihatan Skala Beaufort 12: Angin sangat kencang yang kecepatannya lebih dari 60 knot. dan Әp/Әn = landaian tekanan sepanjang arah garis n tegaklurus isobar. .

Di Indonesia angin puyuh disebut juga “puting beliung”. sama dengan angin membujur setara. Dalam praktik angin termal dinyatakan sebagai beda vektor angin di suatu paras dan vektor angin paada paras dibawahnya. Besar arah dan kecepatannya sama dengan beda vektor antara angin sebenarnya dan kecepatan benda yang bergerak. umumnya hanya disebutkan langkisau saja. Biasanya berputar siklonal (mengiri bila dilihat dari atas) dengan kecepatan sekitar 150 – 500 km/jam. arah angin termal adalah siklonik (mengiri). yang diwujudkan seperti angin sebenarnya dengan kecepatan seragam sebesar kecepatan rata-rata pesawat terbang terhadap bumi dan selalu sejajar dengan lintasannya. adalah putaran kuat turus udara berbentuk juntaian yang terdapat pada bagian bawah awan Kumulonimbus dan hampir selalu tampak sebagai awan corong. Angin membujur setara adalah angin khayalan. dalam penerbangan. dan di sekitar daerah panas antisiklonik . Angin pilin adalah badai angin kecil dengan udara di dalamnya berputar mengelilingi pusat yang bertekanan rendah. Angin semu. di sekitar daerah dingin. Angin sakal setara. adalah angin yang arah dan kecepatannya diukur dari benda yang bergerak. Angin puyuh termasuk fenomena atmosfer skala lokal yang mempunyai potensi kekuatan sangat merusak.Angin langkisau adalah angin kuat yang mendadak terjadi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti keadaan tenang (ta ada angin). Pusarnya bergaris tengah beberapa ratus meter. Angin termal adalah angin yang secara teori diturunkan dari perbedaan suhu dan tekanan dalam lapisan atmosfer yang rumusnya : \ . Misalkan pada paras 500 mb vektor angin V5 dan pada paras 700 mb V7 maka angin termal dalam lapisan antara paras 700 mb dan 500 mb ditulis : VT = V5 – V7 Di lintang tengah dan tinggi belahan bumi utara. Angin puyuh. kadang-kadang putaran udara menjulur ke atas sampai beberapa ratus meter dan menimbulkan pilin debu bila terjadi di padang pasir.

dan di sekitar daerah panas siklonik (menganan). demikian pula dapat menimbulkan putaran bila arah angina di suatu sisi berlawanan arah dengan angina di sisi sebelahn Diposkan oleh soerjadi wh di 17:22 . Bila di suatu daerah arah angina sejajar tetapi kearah samping kecepatannya banyak berbeda menimbulkan gesekan sehingga udara berputar. Meskipun penaksiran tersebut hanya untuk lintang tengah dan tinggi. di daerah mengumpulnya angina di dekat permukaan bumi udara cenderung bergerak ke atas sehingga menimbulkan banyak awan dan hujan. Dalam lapisan batas (dari permukaan sampai sekitar 3 km atau paras 700 mb) . Sebaliknya di belahan bumi selatan. Bila bentuk spiral sangat lengkung dalam lapisan tersebut udara bergolak-galik besar. Misalnya. tetapi dapat digunakan untuk menaksir imbasnya di kawasan tropik atau Indonesia. Angin sebagai petunjuk cuaca. Bila ngin kencang terus-menerus bertiup di atas lautan dapat menimbulkan gelombang besar. Sebaliknya di daerah angina menyebar udara cenderung bergerak ke bawah sehingga di atas daerah tersebut awan sulit tumbuh. Dari angin dapat dikenali bebagai fenomena cuaca. Dengan angin termal dapat ditaksir adanya lataan suhu atau energi dan arah penjalarannya.(menganan). di sekitar daerah dingin arah angin termal adalah antisiklonik (mengiri). proyeksi ujung vektor angin termal membentuk garis spiral yang disebut spiral Ekman.

bila banyak pohon duren. batang atau ranting-ranting tanaman tersebut. dan variasi musiman. bangsa Indonesia. namun punya kesamaan. kemudian ke arah mana condongnya pohon. satu bahasa. Konon untuk sekilas mengenali iklim di suatu tempat. yang dalam tulisan ini hanya diambil yang dalam dimensi skala besar saja. dapat menggunakan indikator pohon atau tanaman tahunan apa yang tumbuh atau hidup subur di tempat itu. dan apa sifat aliran udara yang ada.Jumat. perlu diperhatikan factor lingkungan setempat. Hanya saja jangan dibalik. kalau di suatu daerah banyak tumbuh pohon asam pertanda bahwa daerah itu mempunyai kemarau yang kuat. Misalnya. variasi harian. Maksudnya factor lingkungan tersebut sekurang-kurangnya untuk mengenali massa udara apa yang memasuki wilayah yang diperhatikan. Di Indonesia factor lingkungan setempat tersebut banyak ragamnya. yakni mempunyai satu variasi. untuk mengenali sistem cuaca dan iklim suatu tempat selain perlu dikenali factor cuaca sinoptik lingkungan. musim kemarau di daerah itu sering banyak hujan atau orang klimatologi menyebut hujan tahunannya tipe ekuatorial. . 08 Januari 2010 cuaca. sebab sebaliknya tidak selalu berlaku. khususnya curah hujan di masing-masing daerah. bahasa Indonesia. nusa Indonesia. Tetapi berdasarkan azas meteorology. Faktor-faktor tersebut nantinya menjadi pangkal dan pendorong terbentuknya cuaca. satu bangsa. tetapi yang ada pohon “matoa” buahnya seperti sawo kecik rasanya seperti duren. Demikian pula dalam cuaca Indonesia memiliki cuaca yang beragam sifatnya mengikut kondisi setempat. Di Papua nggak bakalan ketemu duren dan pohon asam. sistem cuaca sinoptik wilayah MENGENALI SISTEM CUACA SINOPTIK BERBAGAI DAERAH Oleh: Soerjadi Wh ------------- Dalam ilmu kependudukan dikatakan bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku dan budaya. namun punya satu nusa.

angin sangat berubah arah (variable). Ribuan penduduk meninggal dan entah berapa banyak bangunan hancur. Masa timbulnya lembangtropis tersebut antara bulan Mei sampai September. Pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda gempa dan tsunami. Dalam waktu peralihan musim doldrums terlihat jelas. Tetapi bila monsun Asia tersebut lemah. Imbas dari lembangtropis dan siklontropis dirasakan di daerah Aceh berupa banyak hujan angin kencang. Aceh yang terletak di ujung barat-utara langsung menghadap lautan India dan bertetangga dengan sistem cuaca teluk Benggala dan Banglades. Pada saat itu di laut sebelah barat India sering timbul lembangtropis. angin dari arah baratdaya sampai barat. Pada waktu monsun Asia musim panas aktif dan kuat. Dalam sistem tekanan. Kalau laut panas banyak menghasilkan hujan dan bila lautnya dingin hujan berkurang. Oleh karena itu berbeda dengan di daerah tengah atau timur yang banyak cuaca gangguan dalam bulan Oktober – Maret. curah hujan juga berkurang. Daerah Sumatra bagian barat menghadap langsung ke lautan India bagian barat. sehingga sistem cuaca daerah tersebut banyak diwarnali oleh sifar udara lautan. Ada yang mengatakan bahwa angin barat tersebut adalah angin baratan khatulistiwa atau sebagai kepanjangan dari komponen peredaran Walker. Oleh karena itu bergantung banyak kepada udara di atas laut tersebut. · Di kawasan lainnya di bagian barat Sumatra : pada waktu musim dingin utara .Daerah NAD bagian barat-selatan sampai Bengkulu. curah hujan banyak di pantai barat dan utara India. Angin baratan tersebut memicu timbulnya lembangtropis sampai siklontropis di teluk Benggala. sekarang Nangroe Aceh Darussalam (NDA). Aceh. serta gelombang laut yang tinggi. Musimnya dikuasai oleh monsun Asia Selatan yang pada musim dingin Asia angin bertiup dari timurlaut dengan massa udara yang sifat asalnya dari Tibet dingin dan kering kemudian termodifikasi di laut India utara.I. Pada musim panas belahan bumi utara angin bertiup dari arah barat daya karena monsun barat daya (SW monsoon). di sana perlu waspada dalam waktu antara Mei dan September. daerah Aceh terletak dalam daerah tekanan rendah khatulistiwa atau doldrums. Dahulu D. angin barat dayanya berkurang dan menjadi dari selatan sampai selatan tenggara.

· Selama musim panas Asia atau musim dingin selatan tersebut. PPAT sering tidak mudah dibedakan dengan garis geser angin (shearline). Ujung palung tersebut menjadi daerah pusaran yang adanya hampir terus-menerus. Tetapi angin selatan barat daya tersebut tidak terlalu kuat karena terhambat bukit barisan. daerah tekan tinggi subtropik tersebut terbagi menjaadi dua. Daerah tersebut terletak di sebelah utara bukit barisan. Namun demikian angin pasat yang kuat dapat menimbulkan efek fohn yang dapat dirasakan di Sumatra Utara bagian utara yang nama lokalnya “angin bohorok”. satu di bagian barat dan satunya di bagian timur dekat Australia. dan angin baratdaya yang berasal dari angin tenggara dari pasat selatan lautan India yang dibelokkan ke timur pada waktu mendekati khatulistiwa. Diatas daerah tersebut bertiup angin musim timurlaut yang berasal dari monsun Asia Dingin dan angin musim selatan-baratdaya yang berasal dari monsun Asia Panas dan dari pasat selatan. Yang di bagian timur sering menjadi satu dengan tekanan tinggi daratan Australia. · Pada waktu musim dingin Asia tersebut angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari angin tmurlaut yang dibelokkan ke timur setelah melintasi khatulistiwa. · Pada musim panas Asia atau musim dingin selatan udara diatas daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut India dan sifat udara benua tropis Australia yang sudah lama diatas lautan India bagian timur. Angin timur laut mulai masuk daerah tersebut bulan Nopember dan berlangsung . angin berubah-ubah dari tenggara sampai baratdaya. Letaknya sejajar dengan semenanjung Malaysia. · Pada musim dingin utara udara di daerah tersebut campuran dari udara yang diwarnai sifat udara laut Cina Selatan dan lautan India. di sebelah utaranya dibatasi oleh selat Malaka. Angin bohorok bersifat kering dan panas. tetapi pada waktu musim dingin selatan (Australia). dan dapat terjadi antara bulan Juli – September. Sering menjadi tempat garis geser angin yang mempermudah timbulnya pusaran di atas ujung palung tekanan rendah.(Asia) diatas lautan India ditempati oleh daerah tekanan tinggi subtropik meskipun letaknya agak ke selatan. Sumatra bagian utara ( Sumatra Utara bagian utara dan Riau daratan). Kedua daerah tekanan tinggi tersebut membentuk palung tekanan rendah yang ujungnya sebelah utara terletak di dekat sebelah barat-selatan Sumatra.

Letaknya di dan menghadap laut Cina Selatan merupakan kawasan segitiga emas tempat bertemunya aliran pasat Pasifik Barat. Pada waktu monsun dingin Asia berlangsung. Bila terdapat pusaran di laut Cina Selatan. Angin tenggara barat-daya berkaitan dengan monsun dingin Australia dan monsun panas Asia. Bila kedua-duanya kuat. Bila monsun panas Asia kuat dan mosun Australia lemah banyak bertiup angin baratdaya. massa udara daratan Cina dan massa udara subtropik Pasifik Barat daya bertemu di daerah tersebut. dan Oktober-Nopember bulan menjelang pergantian angin tenggara-baratdaya menjadi angin timur. Dengan demikian adanya angin tersebut bergantung kepada kedua aktivitas monsun tersebut. Kemudian dalam bulan Oktober juga berubah-ubah menjelang bertiupnya angin timuran. dan selanjutnya menjadi angin tenggara sampai barat daya dari bulan Mei sampai September. Angin timur berkaitan dengan monsun dingin Asia. Gebos tersebut umumnya terjadi pada malam menjelang pagi hari. aliran udara dari lautan India. dan aliran pasat tenggara (Australia). Angin timur dari monsun dingin Asia menimbulkan banyak hujan di sepanjang pantai utara/timur Malaysia. angin timur tersebut berbelok kearah timur menjadi angin utara atau sampai baratlaut. aliran udara dari daratan Cina. Dalam bulan tersebut di selat Malaka terjadi banyak golakan yang ditimbulkan oleh pumpunan angin yang membawa sifat massa udara dari laut India Utara dan dari Laut Cina Selatan. Dengan demikian bulan Maret-April adalah bulan menjelang pergantian dari angin timurlaut menjadi angin tenggara-baratdaya. angin bertiup dari arah timur. Dan berkurang di sebelah selatan termasuk di daerah Sumatra bagian utara tersebut. Dalam bulan Maret – April angin sangat berubah-ubah. banyak timbul curah hujan. dan bila kedua-duanya lemah angin berubah-ubah sampai barat. Riau lautan dan Kalimantan Barat. Massa udara yang berasal dari Cina bersifat dingin dan kering. bila monsun panas Asia lemah dan monsun dingin Australia kuat banyak bertiup angin tenggara. Dalam bulan dengan angin berubah-ubah. Akibat percampuran tersebut sering timbul gebos berupa garis yang panjang (squall line) yang dikenal dengan nama “Sumatra”. sedangkan yang dari Pasifik lebih panas .sampai bulan Februari.

Pada saat ada pusaran sering terlihat dua lajur awan dari baratdaya ke arah timur laut dan lajur awan dari tenggara ke arah baratlaut. Bulan Maret. dan dari Asia bagian timur) masuk ke wilayah tersebut. Pada citra satelit perenggan tersebut mudah dikenali. dari monsun baratdaya lautan India. Bila monsun dingin kuat. dan bahkan sering bergabung dengan siklontropis yang berasal dari Pasifik Baratdaya. Oleh karena itu sifat kedua massa udara tersebut mempunyai peran besar dalam pembentukan cuaca. Dari letaknya pulau Jawa dan Kalimantan. Bila monsun panas kuat letak pusaran lebih ke utara. Laut Jawa dan sekitarnya boleh dikatakan sebagai daerah yang benar-benar memiliki sebutan monsun barat identik dengan musim hujan karena memang benar-benar angin bertiup dari barat pada waktu musim hujan. Pusaran tersebut sering terjadi dalam bulan Desember. angin bertiup dari arah timurlaut dengan kencang (> 10 knot) dan sampai melewati khatulistiwa (cross equatorial flow). Oleh karena itu pada musim monsun panas tersebut sering terjadi pusaran di atas laut Cina Selatan. laut Jawa seolah-olah sebagai lorong saluran udara (belum ada penelitian sifat lorong tsb. dari Pasifik Barat Daya. dan musim timur adalah musim kemarau karena benar-benar angin bertiup dari arah timur pada waktu musim kemarau. ?) yang mempunyai . Daerah Sumatra Selatan. sering empat aliran ( dari tenggara sebagai kepanjangan pasat selatan. angin timurlaut berbelok ke timur sewaktu di atas laut Cina selatan dan sering membentuk pusaran. dan terkesan sebagai PPAT yang bercabang. Musim monsun dingin adalah musim angin timurlaut di saerah Riau dan Kalimantan Barat.dan mantap (stable). lebih rumit. Pada waktu monsun panas Asia. Adanya pusaran menghambat gerak monsun ke selatan. Pada pertengahan musim monsun (juliAgustus). Biasanya datangnya perenggan tersebut diawali dengan seruak (surge) monsun. Indikator adanya pertemuan kedua massa udara tersebut berupa perenggan (front) yang ujungnya bagian selatan dapat mencapai di atas Laut Cina Selatan. Tetapi pada saat monsun lemah atau istirahat (break). Keduanya termodifikasi di atas laut Cina Selatan yang panas.April dan September-Oktober daerah tersebut merupakan daerah doldrums dengan angin berubah-ubah Daerah Sumatra Selatan Laut Jawa dan sekitarnya.

angin berubah-ubah dan beraangsur menjadi angin tenggara sampai selatan.peran tertentu dalam pembentukan awan dan hujan (akan diceritakan tersendiri dalam babak tentang curah hujan). PPAT di daerah tersebut merupakan batas angin timur laut dari Pasifik Barat yang dibelokkan ke timur karena melintasi khatulistiwa menjadi angin barat. hampir seluruh daerah dialiri . Pada waktu musim dingin belahan bumi utara. angin timurlaut pasat bergabung dengan angin timur monsun di laut Cina selatan. Aliran udara di bagian selatan dari PPAT pada waktu menuju ke selatan lebih bersifat sikonal dibandingkan di bagian utara. tetapi Kalimantan yang berupa pulau besar dan Sulawesi yang mempunyai struktur jazirah. dan banyak teluk mempunyai reaksi yang berbeda. PPAT membujur pada arah baratdaya-timurlaut menuju ke arah tempat siklontropis. sedangkan pasat utara menjadi baratlaut. serta massa udara yang tlah melewati lautan India bagian timur.Mei daerah tersebut menjadi daerah doldrums. dan berangsur menjadi dari timur berkaitan dengan monsun Australia musim dingin. Massa udara diatas daerah Kalimantan dan Sulawesi pada waktu musim monsun Asia Dingin berasal dari Laut Cina Selatan dan Pasifik Barat Daya. Pada musim dingin Australia (belahan bumi selatan). Paada waktu Australia musim dingin. Bila terdapat siklontropis di sebelah timur Pilipina. Mulai bulan Oktober angin berangsur bertiup dari barat sampai bulan Maret berkaitan dengan monsun dingin Asia. angin pasat dari tenggara dibelokkan menjadi angin baratdaya. Daerah Kalimatan dan Sulawesi mempunyai cuaca sinoptik lingkungan yang sama. Daerah Kalimantan dan Sulawesi. Di bagian timur aliran terpotong oleh jasirah Sulawesi Selatan. Bulan Maret . dan angin pasat tenggara belahan bumi selatan (Australia) yang terbelokkan ke timur karena pertukaran momentum dari angin barat tersebut. Jasirah Sulawesi Selatan yang melintang tegaklurus angin baratan selama monsun dingin Asia seolah-olah menjadi pemisah sehingga aliran menjadi lebih asiklonal ke arah selatan. kemudian pada waktu mendekati khatulistiwa berbelok ke timur menjadi angin baratlaut.

. Pada daerah tersebut terdapat banyak pulau kecil dan menghadap laut Pasifik Baratlaut. Pada waktu terdapat lembang tropis atau siklontropis di Australia Utara PPAT jauh di sebelah selatan. Makin keutara cenderung berbelok ke arau timurlaut karena seringnya terdapat lembangtropis atau siklontropis di sebelat timur Pilipina. kadang-kadang juga yang berasal dari lautan India bagian timur (dekat Australia). Daerah Selat Sunda dan Jawa bagian selatan. PPAT tidak jelas karena adanya barisan pegunungan yang tinggi di sepanjang Papua. PPAT sering melompat jauh dari utara ke selatan. Daerah Maluku bagian tengah dan utara serta Papua bagian utara berhadapan dengan lautan pasifik barat. Pada waktu musim dingin utara bertiup angin barat yang berasal dari pasat timurlaut yang berbelok ketimur. Pada waktu musim panas utara daerah tersebut menjadi daerah geser angin dari tenggara menjadi baratdaya. Daerah geser angin terdapat melintang kearah timurlaut dari sekitar pulau Buru.udara yang bersifat benua tropis Australia. Daerah tersebut hampir sepanjang tahun ditempati massa udara yang dibawa oleh pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik baratdaya dan pasat dari tekanan tinggi subtropik Pasifik tenggara. kemudian bila lembangtropis atau siklontropis tersebut hilang PPAT dengan cepat pindah ke utara. Daerah Selat Sunda dan Jawa . Pada musim dingin selatan tersebut angin dari arah tenggara sampai selatantenggara. Selama musim dingin utara tersebut angin bertiup dari baratlaut dan dari selatan sampai baratdaya. Selama musim dingin selatan (Australia) tersebut daerah Maluku menjadi daerah angin berubah-ubah atau dalam daerah geser angin (shearline) sebagai perubahan dari angin tenggara menjadi angin barat daya. Pada musim dingin selatan (Australia). massa udara di atas daerah tersebut diwarnai massa udara laut Cina Selatan dan Pasifik Baratlaut. Daerah Maluku bagian tengah dan utara sampai Papua bagian barat dan utara. Pada waktu musim dingin utara. udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh campuran sifat udara lautan India bagian timur dan Pasifik Selatan Baratdaya. dan pasat tenggara yang berbelok ketimur.

Daerah Papua bagian selatan merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh barisan gunung yang tinggi yang menghadap ke laut Banda dan laut Arafura. Pada musim panas udara diwarnai dengan sifat massa udara benua tropik Australia. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur. dan angin baratdaya yang berasal dari angin pasat tenggara (selatan yang berbelok ke timur. udara diwarnai oleh sifat udara benua Australia dan udara tropik lautan India bagian timur. Pada musim dingin selatan PPAT sudah ke utara. Daerah tersebut membujur sejajar khatulistiwa dan bagian pinggir dari daerah tekana tinggi subtropik selatan. Daerah Papua bagian selatan. udara di daerah tersebut diwarnai oleh sifat udara laut Cina Selatan yang sudah melalui banyak daerah dan udara tropik Lautan India bagian timur. Pada waktu musim dingin utara udara di atas daerah tersebut diwarnai oleh . Pada waktu menjelang akhir musim dingin utara. Makin ke timur sifat udara benua tropis lebih terlihat. Angin bertiup dari tenggara sampai timur. Di bagian barat daerah tersebut imbas dari adanya palung tekanan rendah yang terbentuo oleh daerah tekan tinggi subtropik Lautan India Barat dan timur masih terasakan. Dari bulan Januari – Februari daerah tersebut ditempati oleh PPAT yang merupakan daerah pumpunan angin dari barat-baratlaut yang berasal dari angin monsun timurlaut kemudian berbelok menjadi angin barat setelah melintasi khatulistiwa. dan angin berubah menjadi dari tenggara sampai timur yang berasal dari angin pasat dari subtropik selatan.bagian selatan menhadap lautan India bagian timur. dan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan daerah lain. Tetapi pada waktu musim dingin selatan. Daerah Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang paling nyata antara musim hujan dan musim kemarau. Perubahan tekanan udara secara musiman sampai mencapai 5 milibar. PPAT di daerah tersebut hanya dalam waktu pendek (januari – Februari) yang terbentu sebagai pupunan angin barat dari belah bumi utara dan angin baratdaya dari lautan India bagian timur.

Pada musim dingin selatan (Australia) udara diwarnai oleh sifat lautan Pasifik selatan baratdaya.campuran udara lautan Pasifik Barat dan udara lautan India bagian timur serta dari sifat lautan Pasifik selatan baratdaya. Selama musim dingin utara angin bertiup dari arah baratlaut yang berasal dari pasat utara yang terbelokkkan menjadi angin baratlaut setelah melintasi khatulistiwa. dan angin barat yang berasal dari daerah tekanan tinggi lautan India bagian timur. Jakarta. Pada musim dingin selatan tersebut angin bertiup dari arah tenggara sebagai bagian pasat daerah tekanan tinggi subtropik selatan.. Minggu 9 Januari 2005. diupdate 7 Januari 2010 ------------Diposkan oleh soerjadi wh di 05:10 . Angin baratan kuat timbul berkaitan dengan adanya lembangtropik atau siklontropik Willywilly.

Contohnya NaCI.MENGENAL TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA (HUJAN BUATAN) 1. Perusahaan Listrik negara (PLN). dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. Departemen Pertanian. Departemen Pekerjaan Umum. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Departemen Kehutanan. 3. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. Pemanfaatan TMC di Indonesia Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. 7. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target. 4. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). ataupun perusahaan swasta seperti PT . Dari sisi konsentrasi. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. 6. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. 5. 2. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC.000 mikron. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC.

Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan.INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. . Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Secara teori. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir. contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia.

4. Pendahuluan Awan Hujan Metoda Penyemaian Awan Hasil TMC Latihan Team Halaman Utuh © Pustekkom 2007 .Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. 2. 3. 6. 5. 1. 7.

TMC merupakan usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Vonnegut tanpa disengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat tebang dalam rangka reklame Pepsi Cola. Proses fisika yang diubah (diberi perlakuan) di dalam awan dapat berupa proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) atau proses pembentukan es (ice nucleation). Saat ini TMC menjadi salah satu solusi teknis yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana yang ditimbulkan oleh karena adanya penyimpangan iklim/cuaca. membuat tulisan asap nama minuman itu. . Istilah yang lebih tepat untuk mendefinisikan aktivitas hujan buatan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada kristal perak iodida (Agl) yang bertindak sebagai inti es. karena teknologi ini hanya berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. karena pada dasarnya hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. Sebenarnya istilah hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. Kedua penemuan penting ini adalah merupakan tonggak dimulainya perkembangan modifikasi cuaca di dunia untuk selanjutnya.Terminologi Hujan Buatan Pernah mendengar istilah hujan buatan? Kebanyakan orang mengartikan istilah hujan buatan adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. Kemudian pada tahun 1947. saat schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya waktu membuka lemari es. Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan Sejarah Modifikasi Cuaca di Dunia Sejarah modifikasi cuaca di dunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya kristal es dalam lemari pendingin. karena teknologi ini sudah dipakai oleh lebih dari 60 negara untuk berbagai kepentingan. yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. TMC bukanlah hal baru di dunia.

Ing. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand. Ir. Soebagio (kedua dari kiri) selaku Ketua Tim Hujan Buatan mendampingi Prof.Ing. BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pada Tahun 1985 dibentuk satu unit di BPPt yang bernama Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No: SK/342/KA/BPPT/XII/1985 fungsinya adalah memberikan pelayanan dalam hal meningkatkan intensitas (menambah) curah hujan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga ketersediaan air pada waduk yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi dan PLTA.Dr. dibawah asistensi Prof.Vincent Schaever (membungkuk) memperagakan pembuatan kristal es dengan meniupkan nafasnya pada lemari pendingin Sejarah Modifikasi Cuaca di Indonesia Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof. BJ Habibie saat mengawali percobaan hujan buatan di Indonesia .Dr.

Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. ia sudah mencapai ukuran sekitar 40 . sehingga proses hujan tidak dapat berlangsung atau dimulai.5 mikron) maka ketika kebanyakan partikel dalam awan baru mencapai sekitar 30 mikron. yang berkembang membesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water) langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es. droplets dapat berkembang menjadi tetes hujan berukuran 1. salju itu turun. secara fisik terlihat dasar awan menjadi lebih gelap. Bila menjadi terlalu berat. Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer. partikel berubah menjadi tetes cair (droplets) dan kumpulan dari banyak droplets membentuk awan. titik air dalam awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil.01 . Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. sehingga pembentukan hujan dari awan dingin sering juga disebut proses kristal es. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat Ketika uap air terangkat naik ke atmosfer. Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. Hujan turun dari awan bila melalui proses tumbukan dan penggabungan. Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. karena proses tumbukan dan penggabungan tidak terjadi. Keberadaan kristal es sangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin. dan terbentuklah awan. Pada keadaan tertentu partikelpartikel dengan spektrum GN tidak tersedia.50 mikron. baik oleh aktivitas konveksi ataupun oleh proses orografis (karena adanya halangan gunung atau bukit).1 mikron) yang banyak beterbangan di udara akan berfungsi sebagai inti kondensasi (condensation nucleus) yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan.0.000 mikron atau lebih besar.1 . . sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair. salju itu mencair menjadi hujan. Hujan. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi. Jika diantara partikel terdapat partikel besar (Giant Nuclei : GN : 0. Bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berangkai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Karena bersifat higroskofik maka sejak berlangsungnya kondensasi. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku. Pada musim dingin. Dalam gerak turun ia akan lebih cepat dari yang lainnya sehingga bertindak sebagai kolektor karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil.Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari golakan air laut. mulai jatuh dari awan sebagai hujan. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan.Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es. Bila melalui udara lebih hangat. salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. maka pada level tertentu partikel aerosol (berukuran 0. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil. terbentuklah titik-titik air.

dan Inti Kondensasi (Condensation Nucleus) ( Sumber : http://rst. Tetes Awan (Cloud Droplet).Tipikal Ukuran Diameter Tetes Hujan (Rain Drop).gov/Sect14/Sect14 1d.html) Ilustrasi proses tumbukan dan penggabungan (collision and coalescense) dalam awan dapat dilihat pada gambar berikut: Ilustrasi Proses Tumbukan dan Penggabungan Keterangan Gambar : A.nasa.gsfc. sementara itu sudah ada tetes awan yang menjadi partikel berukuran lebih besar (Giant Nuclei) yang karena beratnya melebihi berat dari udara sehingga sudah mulai bergerak jauh ke bawah. . Tetes-tetes awan (droplets) yang berukuran kecil bergerak naik keatas terbawa gerakan udara secara vertikal (updraft).

Semakin banyak tetes lain yang tertumbuk dan bergabung. Dengan demikian awan tidak perlu dibuat. Berikut adalah animasi yang menggambarkan perbedaan antara sekuens pertumbuhan awan yang tidak disemai dengan awan yang disemai : . Bahan semai yang digunakan adalah bahan yang memiliki sifat higroskopik dalam bentuk super fine powder (berbentuk serbuk yang berukuran sangat halus). serta frekuensi hujan di tanah semakin tinggi. Untuk bagian awan hangat. bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). maka partikel tersebut akan semakin besar ukurannya. Proses pembentukan es dalam awan akan semakin efektif jika awan disemai dengan menggunakan bahan semai berupa perak iodida (Agl). atau bisa juga berupa CaCl2 atau Urea. Injeksi partikel berukuran UGN ke dalam awan memberikan dua manfaat sekaligus. dan lama kelamaan akan terbelah membentuk partikel (GN) baru. karena partikel dengan spektrum ini sudah disediakan sendiri oleh alam. Upaya dilakukan dengan cara mempengaruhi proses fisika yang terjadi di dalam awan. tergantung dimana lingkungan awan tersebut berada. dan bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berantai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan. dengan masuknya partikel higroskopik berukuran UGN kedalam awan. durasi hujan lebih lama. Penambahan partikel dengan spektrum CCN (Cloud Condencation Nucleus: Inti Kondensasi Awan) tidak perlu dilakukan. Bagaimana TMC Dapat Menambah Curah Hujan ? Prinsip dasar penerapan TMC untuk menambah curah hujan adalah mengupayakan agar proses terjadinya hujan menjadi lebih efektif. upaya dilakukan dengan menambahkan partikel higroskopik dalam spektrum Ultra Giant Nuclei (UGN : berukuran lebih dari 5 mikron ) ke dalam awan yang sedang dalam masa berkembang atau matang sehingga proses hujan dapat segera dimulai serta berkembang ke seluruh awan. Dari sinilah didapatkan tambahan curah hujan. Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. Untuk bagian awan dingin. dan daerah hujan pada awan semakin luas. curah hujan akan bertambah jika proses pembentukan es di dalam awan juga semakin efektif. dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut. Pada kondisi tertentu.B. dan yang kedua adalah mengembangkan proses hujan ke seluruh daerah di dalam awan. yang dapat dilakukan dengan dua cara. C. paling sering digunakan adalah NaCl. yang pertama adalah mengefektifkan proses tumbukan dan penggabungan sehingga menginisiasi (mempercepat) terjadinya proses hujan. karena dengan tersedianya CCN awan dapat terbentuk dengan sendirinya bila kelembaban udara cukup. Partikel Besar (GN) ini bertindak sebagai "pengumpul" tetes-tetes awan yang lain. D. maka proses hujan (tumbukan dan penggabungan) dapat dimulai lebih awal. karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil.

10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. tetes air di dalam awan berkurang. Kristal es jatuh dan mencair menjadi tetes air hujan. Awan makin besar 15 Menit : Tetes besar semakin banyak dan mulai terjadi kristal es. Awan mencapai tinggi maksimum 20 menit : Kristal-kristal semakin besar. 30 menit : Hujan ringan berlangsung dan awan membuyar.Sekuens awan tidak disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. .

30 menit : Jumlah air yang terlibat di dalam awan semakin besar sehingga curah hujan meningkat. 20 menit : Terjadi pelepasan panas laten ketika air supercooled membeku menjadi es dan awan tumbuh menjadi sangat besar. .Sekuens awan yang disemai 5 menit : Kumulus mulai tumbuh. Awan makin besar 15 menit : Sejumlah bahan semai yang terkonsentrasi dimasukan ke dalam awan dari dasar awan maupun dari puncak awan. 10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar.

METODA PENYEMAIAN AWAN Dalam penerapan TMC. Gambar 10. Selain menggunakan pesawat terbang. Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan Di Indonesia untuk saat ini yang sudah operasional dan dikuasai teknologinya berubah TMC dengan menggunakan wahana pesawat terbang TMC sistem GBG saat ini masih dalam tarap ujicoba dan telah terpasang sejumlah menara di daerah Puncak. Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan wahana pesawat terbang. sedangkan untuk wahana roket baru sebatas kajian dan dalam wacana akan mulai dicoba di Indonesia. Wahana Pesawat Terbang Berikut adalah beberapa contoh gambar penyemaian awan dari pesawat terbang : . Bogor (lereng Gunung Gede Pangrango). ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan.

Pesawat terbang jenis Cassa NC 212-200 sedang melepaskan bahan semai berupa serbuk garam NaCI melalui airscooper yang terpasang pada bagian bawah pesawat. yang pada prinsipnya dengan memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze). bahan semai dilepaskan pada medan updraft yang ada di sekitar dasar awan (jenis aan hangat). Ground Base Generator Ground Base generator (GBG) merupakan salah satu metoda alternatif untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. bahan semai dapat pula dikemas dalam bentuk flare yang dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat. Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar. yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan . Bahan semai jenis ejectable flare dimasukkan ke dalam awan dengan cara ditembakkan dari pesawat pada bagian puncak awan (jenis awan dingin). Selain berupa serbuk (powder).

. Bahan semai dikemas dalam bentuk flare yang dibakar dari atas menara pada ketinggian tertentu. Jika setiap awan yang melintas dapat disemai.Pangrango) dengan tujuan untuk menyemai awan-awan orografis yang melintas di kawasan Puncak. Penyemaian awan menggunakan sistem statis Ground Base Generator (GBG) yang memanfaatkan awan-awan orografis pada daerah pegunungan Wahana Roket Roket dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Saat ini BPPT bekerjasama dengan LAPAN tengah menjajaki kemungkinan teknologi ini untuk diaplikasikan di Indonesia. Bogor (lereng Gunung Gede . GBG aslinya digunakan di daerah lintng menengah dan tinggi dengan suhu lingkungan berada di bawah titik beku (<00C). namun saat ini sudah mulai diterapkan di Indonesia meski masih dalam taraf ujicoba. Metode ini sudah banyak dikembangkan oleh negar-negara di Eropa.pada siang hari dengan mengikuti kemiringan permukaan gunung. Sejumlah menara GBG telah terpasang menyebar di kawasan Puncak. maka hujan dapat turun lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan awan yang dapat menimbulkan hujan lebat di daerah tersebut sehingga diharapkan akan mampu memperkecil resiko banjir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kembang api yang merupakan hasil pembakaran dari flare dengan bahan higroskopik itu ditujukan untuk mengatur partikel Cloud Condensation Nuclei ( CCN) yang berukuran sangat halus ke dalam awan sehingga diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan.

dan pada kehidupan sehari-hari biasa digunakan sebagai bahan masakan ataupun dalam pertanian. satu butir bahan higroskopik berukuran 50 mikro mengalami pengenceran hingga satu juta kali ketika menjadi tetes hujan berukuran 2. Contohnya NaCI. Selisih besarnya debit aliran diantara kedua periode tersebut dinyatakan sebagai penambahan aliran hasil TMC.Penyemaian awan menggunakan wahana roket yang ditembakkan ke dalam awan dari darat. Evaluasi penambahan curah hujan diukur melalui pendekatan atau estimasi menggunakan daerah kontrol sebagai pembanding untuk daerah target. Ada dua pendekatan besara dalam evaluasi hasil TMC yaitu dari segi curah hujan dan aliran. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan nilai denit aliran selama periode kegiatan hujan buatan dengan nilai debit saat tidak ada pelaksanaan hujan buatan. Selisih antara besarnya curah hujan rata-rata di daerah target dengan besarnya curah hujan rata-rata di daerah kontrol selama periode kegiatan hujan buatan dinyatakan sebagai tambahan curah hujan hasil TMC. Bahan yang digunakan untuk penyemaian awan juga dipergunakan pada kehidupan sehari-hari. Hasil analisis kualitas air hujan dari beberapa kali kegiatan TMC telah membuktikan bahwa parameter kualitas air hujan maupun badan-badan air masih aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Metode Evaluasi hasil TMC lainnya adalah melalui pendekatan debit aliran (inflow) di daerah target.000 mikron. Pemanfaatan TMC di Indonesia . Evaluasi Hasil TMC Pengukuran hasil TMC dapat ditinjau dari hasil tambahan air hujan selama periode dilakukannya kegiatan modifikasi cuaca (hujan buatan) di daerah target. serta memiliki karakteristik curah hujan yang berkorelasi kuat dengan curah hujan di daerah target. bahan ini banyak terdapat di atmosfer sebagai hasil dinamika air laut. Syarat daerah kontrol antara lain berada di luar daerah target dan tidak terkontaminasi dengan bahan semai yang dilepaskan. Kualitas Air Hujan Hasil TMC Kegiatan TMC ini ramah lingkungan. Dari sisi konsentrasi.

pedoman penentuan waktu pelaksanaan dan pemanfaatan TMC untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut. Namun sejauh ini efektifitas TMC untuk mengantisipasi banjir belum terukur karena belum pernah dilakukan. namun juga telah banyak dimanfaatkan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bencan yang disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca lainnya. Pihak Pengelola Waduk seperti Perum Jas Tirta I dan II. yang sering dijadikan target kegiatan hujan buatan secara garis besar. ataupun perusahaan swasta seperti PT INCO adalah beberapa contoh para pengguna jasa teknologi ini. Saat ini pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan tidak lagi hanya terbatas untuk keperluan pengisian air pada waduk/bendung yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi ataupun PLTA saja. teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi bencana banjir.Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh berbagai pihak. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB). contohnya untuk mengatasi permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun di indonesia. Departemen Kehutanan. Perusahaan Listrik negara (PLN). Secara teori. Departemen Pertanian. . Departemen Pekerjaan Umum. Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah.

Pedoman penentuan waktu pelaksanaan TMC untuk mengantisipasi berbagai masalah bencana iklim dan cuaca di Indonesia. Tim Pengembang untuk materi Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) Penulis Pengkaji Media Pemrogram Desain Grafis Quality Qontrol : : : : : Budi Harsoyo Gatot Pramono Arum B. Satriani Syarif Hidayatullah Unavailable .