P. 1
Bab 7

Bab 7

|Views: 88|Likes:
Published by Randi Pratama

More info:

Published by: Randi Pratama on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2011

pdf

text

original

7

ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK BOLAK-BALIK

Generator menghasilkan energi listrik.

Sumber: Dokumen Penerbit, 2006

S

ebagian besar energi listrik yang digunakan sekarang dihasilkan oleh generator listrik dalam bentuk arus bolak-balik. Arus bolak-balik tersebut dapat dihasilkan dengan induksi magnetik dalam sebuah generator AC. Kalian tentu mengetahui bahwa sebuah generator dirancang sedemikian rupa untuk membangkitkan ggl sinusoida. Apakah ggl sinusoida itu? Bagaimana hubungannya dengan arus dalam induktor, kapasitor, atau resistornya? Untuk lebih mengetahuinya ikutilah pembahasan berikut ini.

Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik 

#%

arus searah, arus bolak-balik, diagram fasor, rangkaian RLC, resistor

Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai alat-alat seperti dinamo sepeda dan generator. Kedua alat tersebut merupakan sumber arus dan tegangan listrik bolak-balik. Arus bolak-balik atau alternating current (AC) adalah arus dan tegangan listrik yang besarnya berubah terhadap waktu dan dapat mengalir dalam dua arah. Arus bolakbalik (AC) digunakan secara luas untuk penerangan maupun peralatan elektronik. Dalam bab ini kita akan membahas mengenai hambatan, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian arus bolak-balik.

A.

Rangkaian Arus Bolak-Balik
Sumber arus bolak-balik adalah generator arus bolakbalik yang prinsip kerjanya pada perputaran kumparan dengan kecepatan sudut ω yang berada di dalam medan magnetik. Sumber ggl bolak-balik tersebut akan menghasilkan tegangan sinusoida berfrekuensi f. Dalam suatu rangkaian listrik, simbol untuk sebuah sumber tegangan . gerak elektrik bolak-balik adalah Tegangan sinusoida dapat dituliskan dalam bentuk persamaan tegangan sebagai fungsi waktu, yaitu:
Sumber: Intisari, 2005

V

= Vm .sin 2 π .f.t .................................................. (7.1)

Gambar 7.1 Setrika merupakan alat yang menggunakan arus bolak-balik.

Tegangan yang dihasilkan oleh suatu generator listrik berbentuk sinusoida. Dengan demikian, arus yang dihasilkan juga sinusoida yang mengikuti persamaan: I = Im.sin 2 π .f.t .................................................... (7.2) dengan Im adalah arus puncak dan t adalah waktu. Untuk menyatakan perubahan yang dialami arus dan tegangan secara sinusoida, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah diagram vektor yang berotasi, yang disebut diagram fasor. Istilah fasor menyatakan vektor berputar yang mewakili besaran yang berubah-ubah secara sinusoida. Panjang vektor menunjukkan amplitudo besaran, dan vektor ini dibayangkan berputar dengan kecepatan sudut yang besarnya sama dengan frekuensi sudut besaran. Sehingga, nilai sesaat besaran ditunjukkan oleh proyeksinya pada sumbu tetap. Cara ini baik sekali untuk menunjukkan sudut fase antara dua besaran. Sudut fase ini ditampilkan pada sebuah diagram sebagai sudut antara fasor-fasornya.

Generator pada pusat pembangkit listrik modern tidak menghasilkan listrik pada tegangan tinggi yang mencukupi untuk transmisi yang efisien. Tegangan dinaikkan dengan transformator step-up supaya transmisi jarak jauh menjadi efisien. 

#&

Fisika XII untuk SMA/MA

..........m VR. Karena kuat arusnya nol pada saat tegangannya nol...... Gambar 7. pada rangkaian resistor juga akan berlaku hubungan sebagai berikut: Im = Ief Vm ⇔ Vm = Im............................................R .............2 memperlihatkan diagram fasor untuk arus sinusoida dan tegangan sinusoida yang berfase sama yang dirumuskan pada persamaan (7.4) Nilai rms dari arus dan tegangan tersebut kadang-kadang disebut sebagai “nilai efektif ”......... (7..... (b) Arus berfase sama dengan tegangan...1) dan (7... (c) Diagram fasor arus dan tegangan....... Ketika di kelas X kita telah mempelajari dan mengetahui bahwa: Vrms V = m 2π ...sin ωt ......5) Jadi............... Tanda panah pada sumbu vertikal adalah nilai-nlai sesaat.......... Sementara itu.... dan arus mencapai puncak ketika tegangan juga mencapainya.........f...3 (a) Rangkaian dengan sebuah elemen penghambat.sin ωt .... dapat dikatakan bahwa arus dan tegangan sefase (Gambar 7... I Im Vm I V θ t yang menyatakan akar kuadrat rata-rata tegangan...........sin 2 π ........2 Diagram fasor arus dan tegangan berfase sama...... .....................IR IR VR 0 V = Vm sin ωt π (b) 2π ωt ω IR VR IR.........t VR = Vm .... (7.........3(c) memperlihatkan diagram fasor arus dan tegangan yang sefase.. 1.. (7. yang dirumuskan: Irms = Im 2 Gambar 7............... (7.....7) R V = ef ⇔ Vef = Ief......... (7...6) Sehingga..........m = ωt (c) IR = Im.......... Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik #' .3) 2 V.....Gambar 7..8) R Gambar 7........ Pada rangkaian resistor berlaku hubungan: VR = Vm ........R .. IR VR R Vm = sin ωt R VR R (a) VR.. (7....2).... Rangkaian Resistor Gambar 7....................3(b))........3(a) memperlihatkan sebuah rangkaian yang hanya memiliki sebuah elemen penghambat dan generator arus bolak-balik. Dan akar kuadrat rata-rata arus.........

sin ω t = 2. c. Persamaan arus sesaat yaitu: I(t) = Im .1 3 2 75 arus melalui resistor pada t = 1 s! 150 arus melalui resistor pada t = 1 s. π . V =Vm sin ωt Penyelesaian: a. daya rata-rata. Frekuensi sudut anguler ( ω ) ω = 2.5 ⎜ 3⎟ ⎝2 ⎠ = 5 3 A 4 Uji Kemampuan 7.5 ⎛ . c. maka I = Im. R b.5)sin 4 π ⎜ ⎟ 3 ⎝ 75 ⎠ 1 = 2. sehingga untuk V = Vm . daya maksimum! $ Fisika XII untuk SMA/MA .5 3 ⎞ A ⎜ ⎟ ⎝ 4 ⎠ I ( 1 s ) = (2. Vm = 100 V. Untuk rangkaian resistor murni. Im dapat dicari dengan persamaan: Im = b. frekuensi sudut generator. π . Tentukan: a.1 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Tahanan 10 Ω dihubungkan pada ggl sinusoida yang memiliki nilai puncak 48 volt. b. Rangkaian resistor murni. = ⎛.5)sin100 π ⎛ 1 ⎞ ⎜ ⎟ 150 ⎝ 150 ⎠ = 2.5 A R 40 I d.Contoh Soal Dalam rangkaian AC seperti yang diperlihatkan pada gambar. R = 40 Ω . Dianggap tegangan pada ujung-ujung resistor VR = 0 ketika t = 0.3 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ sin 4 π 3 = sin ⎛ π + 1 π ⎞ kuadran III ⎜ 3 ⎟ ⎝ ⎠ = -sin 1 π 3 = -sin 60o = . Tentukan: a. arus rms. arus maksimum. I Vm = 100 = 2. d. sin ω t. dan frekuensi generator f = 50 Hz.5 sin ω t I = (2.5(sin 2 π ) 3 sin 2 π = sin ⎛ π − 1 π ⎞ kuadran III ⎜ 3 ⎟ 3 ⎝ ⎠ sin 1 π = sin 60o = 1 3 3 2 I ⎛1 ⎞ = 2.sin ω t.50 = 100 π c.5)sin100 π ⎛ 1 ⎞ =(2.f = 2. tegangan sefase dengan arus.

..... maka ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 2⎠ ⎝ ⎝2 ⎠ IL = Vm sin ⎛ ωt − π ⎞ = Im .... berlaku hubungan: VL = L V dI L ... Pada rangkaian induktif............13) XL Im Vef V ⇔ XL = ef ............ maka terlihat jelas bahwa fasor VL.. (7...................9) dan (7... maka dalam suatu rangkaian induktif berlaku hubungan sebagai berikut: Im = I ef = Vm V ⇔ XL= m .....................m cos ωt ...10) Tegangan pada induktor VL setara dengan tegangan sumber V........... Dari gambar terlihat bahwa V L mendahului I L..12) ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 2⎠ 2⎠ ωL ⎝ ⎝ ω VL ωt IL IL.10) akan diperoleh: L dI L = Vm...9) dt V = Vm sin ω t (a) VL..............m mendahului fasor IL................ selama seperempat siklus......... (7.......... pada waktu fasor berotasi di dalam arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. (7... (7...m Jika ω L = 2 π fL didefinisikan sebagai reaktansi induktif (XL)....... yang merupakan grafik dari persamaan (7..... (7.......sin ⎛ ωt − π ⎞ ... IL VL L VL = Vm sin ωt ..sin ⎛ ωt − π ⎞ ..m (c) Gambar 7.4 memperlihatkan sebuah rangkaian yang hanya mengandung sebuah elemen induktif. pada Gambar 7....14) XL I ef Perbandingan persamaan (7...... VL.......m selama seperempat siklus......2.. Sementara itu....11) ωL IL 0 π (b) 2π ωt diketahui bahwa cos ωt = sin ⎛ π − ωt ⎞ = ...4(b)................10) dan (7...10) dan (7..... Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik $ . jadi dari persamaan (7.... Rangkaian Induktif Gambar 7.......12).. Hal ini terlihat pada Gambar 7..sin ωt dt V dIL = ∫ m sin ωt dt L V dIL = . maka VL mencapai maksimumnya sebelum I L mencapai maksimum.4 (a) Rangkaian induktif (b) Arus berbeda fase dengan tegangan (c) Diagram fasor arus dan tegangan yang berbeda fase........12) memperlihatkan bahwa nilai VL dan IL yang berubah-ubah terhadap waktu mempunyai perbedaan fase sebesar seperempat siklus.......... (7....4(c)............... yaitu dengan berlalunya waktu........

sin ωt . sehingga: I I = = π Im.15) Dari definisi C diperoleh hubungan bahwa VC = Q/C.sin ⎛ 200t − π ⎞ ampere ⎜ ⎟ ⎝ 2⎠ Uji Kemampuan 7...2 H Ditanya: I = .sin 200t) volt.. $ Fisika XII untuk SMA/MA ... maka: X L = ω . maka akan diperoleh: Q = C.2) X L = 40 Ω Im = Im = Vm = 200 XL 40 5A 2 Dalam rangkaian ini arus tertinggal π rad terhadap tegangan....Contoh Soal Sebuah induktor 0.. 2001 Gambar 7.2 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Sebuah induktor 60 mH ditempatkan pada pembangkit AC yang memiliki ggl maksimum 120 volt... (7.......sin 200t Dari persamaan diketahui Vm = 200 volt dan ω = 200 rad/s.. ? Jawab: V = 200 sin 200t volt V = Vm. Erlangga...Vm...sin ωt Sumber: Fisika Jilid 2..L= (200)(0.......... Hitunglah reaktansi induktif dan arus maksimum apabila frekuensinya 40 Hz! 3..5 Berbagai macam kapasitor... Pada rangkaian tersebut berlaku hubungan: Vc = V = Vm .. V = (200.....2 henry dipasang pada sumber tegangan arus bolakbalik.sin ⎛ ω t − ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2⎠ 5.... Tentukan persamaan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut! Penyelesaian: L = 0.... Rangkaian Kapasitor Gambar 7..sin ω t V = 200.6 memperlihatkan sebuah rangkaian yang hanya terdiri atas sebuah elemen kapasitif dan generator AC..2 H Diketahui: V = (200 sin 200t) volt I L = 0...

Vm ......... (b) Perbedaan potensial melalui kapasitor terhadap arus. (7. maka akan ⎜ ⎟ 2⎠ ⎝ VC IC = C V = Vm sin ω t (a) VC..sin100t) A.. Sebuah kapasitor 50 μF dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolak-balik.sin ⎛ ωt + π ⎞ .. Tentukan persamaan tegangan pada kapasitor itu! Penyelesaian: Diketahui: C = 50 μF = 5 × 10-5 F I = (4..19) I ef XC = IC.. (7.........17) ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ 2⎠ ⎝ 2⎠ Jika didefinisikan sebuah reaktansi kapasitif (XC).m selama seperempat siklus.. Arus yang mengalir pada rangkaian adalah I = (4.. Hal serupa juga diperlihatkan pada Gambar 7..18) Im V XC= ef ...... yaitu VC mencapai maksimumnya setelah IC mencapai maksimum... maka terlihat jelas bahwa fasor VC..... V = . adalah setara dengan rangkaian kapasitif akan berlaku hubungan sebagai berikut: Im= Ief = Vm XC V ef XC 1 .. maka dalam sebuah 1 atau 2πfC ωC 0 π (b) 2π ωt ⇔ ⇔ Vm . (c) Diagram fasor rangkaian kapasitif....... Hal ini dapat terlihat pada Gambar 7.....m tertinggal terhadap fasor IC..6 (a) Rangkaian kapasitif....cos ωt .. Contoh Soal VC..16) dt Diketahui bahwa cos ωt = sin ⎛ ωt + π ⎞ . yaitu sewaktu fasor berotasi di dalam arah yang dianggap berlawanan dengan arah perputaran jarum jam........... (7.....m Gambar 7..........16) menunjukkan bahwa nilai VC dan LC yang berubah-ubah terhadap waktu adalah berbeda fase sebesar seperempat siklus..C.. Im = 4 A... (7...IC IC VC diperoleh: π IC = ω .......sin100t) A Ditanya: Persamaan tegangan...6(b)....sin ωt ) A I = (4............6(c).? Jawab: I = (Im...atau dQ = ω .......sin100t) A maka.....C.... dan ω = 100 rad/s Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik $! .... selama seperempat siklus.Vm....sin ⎛ ω t + ⎞ = Im.m IC VC ωt (c) ω Persamaan (7...15) dan (7.

kabel penghubung. Alat dan bahan : Trafo adaptor. 8. + 8c T ampilan CRO 8cCRO 1R 8c/1c C 1 πf + 2 $" Fisika XII untuk SMA/MA . 5. 2.XC = (4 A)(200 Ω ) = 800 volt V = Vm. amperemeter. 3.XC = 1 = ωC 1 (100)(5 × 10 ) -5 = 1 5 × 10-3 3 = 10 = 200 Ω 5 Dari persamaan di atas diperoleh: Im = Vm . No. dan CRO. Catatlah hasil percobaan dengan mengikuti format tabel berikut ini. 6.4 untuk berbagai jenis kapasitor berdasarkan kapasitasnya. Bacalah nilai beda potensial pada kapasitor dengan voltmeter yang tersedia.sin ⎛ ωt − π ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2⎠ 2⎠ = 800. maka: XC Vm = Im. Rangkailah alat dan bahan secara Kapasitor seri sesuai gambar. Carilah harga impedansi induktor bilamana f = 60 Hz berdasarkan harga kapasitansi yang tercantum pada kapasitor. Ulangilah langkah 2 . 4. kapasitor. Bacalah nilai beda potensial pada kapasitor dengan CRO yang tersedia.sin ⎛100t − π ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ Kegiatan Tujuan : Mengetahui rangkaian kapasitor dan listrik bolak-balik. Cara Kerja: 1. Carilah harga efektif berdasarkan pembacaan CRO. 7. voltmeter. Gambarkan bentuk V c yang ditampilkan oleh CRO.

..... kuat arus maksimum.......... c.............Diskusi: 1. impedansi rangkaian....... Berdasarkan persamaan (7.... π 4.sin (ωt − φ) .21) dan tegangan gerak elektrik pada persamaan (7..... yang sering disebut rangkaian seri RLC..... $# .. Im adalah amplitudo arus dan φ menyatakan sudut fase di antara arus bolakbalik pada persamaan (7..... tegangan gerak elektrik untuk Gambar 7...... Rangkaian Seri RLC Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai rangkaian-rangkaian R.7 diberikan oleh persamaan: V = Vm.20).1)..............7 Sebuah rangkaian seri RLC.20) Arus (tunggal) di dalam rangkaian tersebut adalah: I = Im....... (7..... Maka pada bagian ini kita akan membahas sebuah rangkaian seri yang di dalamnya terdapat ketiga elemen tersebut.... Jika Vm adalah 160 volt dan frekuensi tentukan: a.3 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Sebuah kapasitor 8 μF dan sebuah resistor 100 ohm disusun seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC... seperti ditunjukkan pada Gambar 7..... sudut fase antara tegangan dan arus! 120 Hz....... (7..... dan L yang dihubungkan terpisah....... Berapakah Vc efektifnya? 1 3.. (7.... C...........7 tersebut akan berlaku persamaan: V = VR + VC + VL .... b..... Apakah nilai Xc = 2 πfC = c ? IR 4..22) Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik VC C VR R L VL V = Vm sin ωt Gambar 7... Gambarkanlah bentuk grafik yang ditampilkan oleh rangkaian kapasitor sederhana sesuai dengan percobaan! 2....... Tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan! V Uji Kemampuan 7..20)..........7. Pada Gambar 7......21) Dengan ω adalah frekuensi sudut tegangan gerak elektrik bolak-balik pada persamaan (7.sin ωt ..

......24) Z 1 Diketahui bahwa XL = ωL dan XC = .m I m (X L − X C ) = VR. (7....m Gambar 7. dapat dituliskan: Vm .m I mR X − XC = L . Sebaliknya. VR.m Im VR VC VC1.7... dan VL.. VC...m − VC. sehingga akan diperoleh: Vm = = V 2 R.20) dan (7..... Maka dari ωC Im = persamaan (7....... m )2 V (I m R )2 + (I m X L − I m X C )2 Vm = Im R 2 + (X L − X C )2 .9 Diagram fasor memperlihatkan hubungan antara V dan I pada persamaan (7.....m ..... (7... Kita dapat menentukan Vm pada Gambar 7....VC1. Pada Gambar 7....21).23) dan (7........ $$ Fisika XII untuk SMA/MA ..9 menunjukkan nilai XL > XC....24) akan diperoleh: Vm R 2 + ⎛ ωL − 1 ⎞ ⎜ ⎟ ωC ⎠ ⎝ 2 Im = .. (7.VC..m Gambar 7.... yaitu bahwa rangkaian seri dari Gambar 7. Diagram fasor yang diperlihatkan pada Gambar 7.......... Proyeksiproyeksi fasor pada sumbu vertikal adalah sama dengan V.......20) yang berubah terhadap waktu. Jadi.. Dari Gambar 7...... VC..8 menunjukkan nilai-nilai maksimum dari I... seperti yang dinyatakan pada persamaan (7....VL1. Fasor tersebut tegak lurus pada VR.... Pada keadaan ini Vm mendahului I m (walaupun tidak sebanyak seperempat siklus seperti pada rangkaian induktif murni dari Gambar 7....m Untuk menentukan sudut fase φ di antara I dan V..m + ( L. (7..23) Kuantitas yang mengalikan I m disebut impedansi (Z) rangkaian pada Gambar 7......7 lebih bersifat induktif daripada bersifat kapasitif.7.................26) adalah positif. dapat dilakukan dengan membandingkan persamaan (7.....m..m .m.9............m Vm Im Φ ωt VC1.....22).25) VL 1.... merupakan V dari persamaan (7.m menghasilkan sebuah fasor yang amplitudonya adalah V pada persamaan (7.........m − V C...21).... Setiap parameter merupakan kuantitas-kuantitas yang berubah-ubah terhadap waktu secara sinusoida. Proyeksi V m pada sumbu vertikal..3.m VL VR1....26) R VL 1..... dan VL........ dinyatakan bahwa jumlah vektor dari amplitudo-amplitudo fasor VR...m..7 dapat kita tentukan bahwa sudut φ dinyatakan: tan φ = tan φ VL.20) dan (7.....8 Diagram fasor yang bersesuaian dengan Gambar 7... Sudut fase φ pada persamaan (7..m...20)..... yang di dalamnya telah terbentuk fasor VL.....

L = 0.6) = 60 Ω XC = = = 1 ωC C = 500 μF 1 (100)(5 × 10-4 ) 1 5 × 10-2 100 = = 20 Ω 5 Z = = R 2 + (X L − X C )2 302 + (60 − 20)2 = 50 Ω b. L = 0. ? Jawab: a. V = Vm. dan C = 500 μF dipasang pada sumber tegangan bolak-balik dengan I V = (200. Im = Vm = 200 = 4 A 50 Z XL > XC.Tetapi. dengan masing-masing R = 30 Ω L = 0.sin ωt Vm = 200 V = (200 sin 100t) volt ω = 100 rad/s X L = ωL = (100)(0.6 H. Contoh Soal 1. Rangkaian seri RLC. Berdasarkan perubahan ini. Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik $% .6 H R = 30 Ω .6 H. impedansi rangkaian. dan Vm akan tertinggal terhadap I m (walaupun tidak sebanyak seperempat siklus seperti pada rangkaian kapasitif murni). maka sudut φ pada persamaan (7.. Tentukan: a..sin100t) volt Ditanyakan: a. Persamaan I = .26) akan menjadi negatif. Z = .sin100t) volt. jika XC > XL. V = 200 sin 100t b. C = 500 μF = 5 × 10-4 F V = (200. ? b. persamaan arus pada rangkaian! Penyelesaian: Diketahui: Rangkaian seri RLC R = 30 Ω .. rangkaian bersifat induktif atau tegangan mendahului arus dengan beda fase 0. maka rangkaian tersebut akan lebih bersifat kapasitif daripada bersifat induktif..

c.1 A)(900 Ω ) = 90 volt d. XC = (0. masing-masing mempunyai nilai 300 Ω . I ef = . Ketiga komponen listrik tersebut dihubungkan seri dan diberi tegangan efektif AC sebesar 50 volt dengan kecepatan sudut 1.sin( ωt − φ ) = 4. Hambatan R. impedansi rangkaian. dan 2 μF .000)(2 × 10-6 ) 3 1 = 10 = 500 Ω 2 2 × 10-3 reaktansi induktif: XL = ωL = 1. VL = . Arus efektif 50 V I ef = V = Z c....000 Z = 500 V b.. arus efektif rangkaian.tan φ = = φ XL − XC R 60 − 20 = 40 = 4 30 3 30 180 o = 53o = 53 π rad I I = Im. XL = (0..000 rad/s Ditanya: a. b..000 rad/s × 0.000 rad/s. VL = I . ? d.000 + 160.9 H. Z = .sin ⎛100t − 53 π ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 180 ⎠ 2. ? b.1 A $& Fisika XII untuk SMA/MA .1 A)(500 Ω ) = 50 volt 500 Ω = 0. VC = I .9 H= 900 Ω reaktansi kapasitif: XC = XC = Z = = 3002 + (900 − 500)2 90.000 = 250. d. ? Jawab: a. induktor L.9 H C = 2 μF = 2 × 10-6 F Vef = 50 V ω = 1.. ? c.. Z = R 2 + (X L − X C )2 1 1 = ωC (1. 0. tegangan pada L. VC = . Tentukan: a. dan kapasitor C. tegangan pada C! Penyelesaian: Diketahui: R = 300 Ω L = 0.

Carilah harga efektif berdasarkan pembacaan CRO. induktor. 7. dan CRO. faktor daya! 2. dan VC yang ditampilkan CRO. Tentukan: (a) arus. 2. (b) daya yang hilang. dan 7 volt. L.10 H dan hambatan yang dapat diabaikan. Diskusi: 1. dihubungkan pada sumber daya 110 V/ 60 Hz. dan (d ) pembacaan voltmeter pada ketiga elemen tersebut! Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik $' .5 untuk berbagai jenis resistor. dan C adalah sama? Mengapa demikian? 2. Alat dan bahan : Trafo adaptor. induktor. Sebuah rangkaian seri yang terdiri atas resistor noninduktif 100 Ω . Carilah nilai impedansi rangkaian. induktor. Rangkailah sebuah rangkaian seri sesuai dengan gambar di samping. kabel penghubung. dan kapasitor 20 μ F . dan kapasitor dengan CRO yang tersedia. Jelaskan yang dimaksud impedansi rangkaian seri! 3. Bacalah nilai beda potensial pada resistor. voltmeter. VL.Kegiatan Tujuan : Mengetahui rangkaian seri RLC. Jika tegangan efektif yang melintasi resistor. dan kapasitor dengan voltmeter yang tersedia. dan induktor masing-masing adalah 5 volt. b. 3. kapasitor. Rangkaian tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan AC dengan frekuensi f. kapasitor. 10 volt. sebuah kumparan dengan induktansi 0. Gambarlah bentuk grafik VR. induktor. Sebuah rangkaian seri terdiri atas sebuah resistor. 6. dan sebuah induktor. amperemeter. dan kapasitor berdasarkan harganya. Tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan! Uji Kemampuan 7. Bacalah nilai beda potensial pada resistor. 5. sebuah kapasitor.4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Cara Kerja: 1. Ulangilah langkah 2 . tegangan sumber AC. Apakah fase dari ketiga beda potensial pada R. (c) sudut fase antara arus dan sumber tegangan. Tentukan: a. resistor. 4.

. maka persamaan (7.B....... tentukan daya pada rangkaian! Penyelesaian: Diketahui: V = (100................ C = 5 μ F .5 H C = 5 μF I V = 100 sin 1000t Sumber tegangan bolak-balik dengan V = (100 sin1.....5 H....... I(t) = (Vm...3.. (7........ (7.. (7..... maka diperoleh: P(t) = (VmIm)(sin ωt )(sin ωt cos φ – cos ωt sin φ ) = VmImsin2 ωt cos φ –VmImsin ωt cos ωt sin φ ........... Untuk kasus seperti pada Gambar 7.. Daya pada Rangkaian Arus Bolak-Balik Daya sesaat pada sebuah rangkaian seperti yang terlihat pada rangkaian seri RLC seperti ditunjukkan Gambar 7.....sin ωt )(Im......... maka dari persamaan 2 (7...... memperlihatkan sebuah beban hambat murni.......Irms ...29) 2 2 menjadi: Pav = Vrms ....7 dirumuskan: P(t) = V(t) ... Bila R = 400 Ω ....... dengan φ = 0.......29) 2 1 I V diketahui Vrms = m dan Irms = m . sehingga persamaan (7....28) Nilai sin2 ωt = dan sin ωt cos ωt = 0....sin1000t) volt R = 400 Ω C = 5 μF = 5 × 10-6 F L = 0....... dan L = 0......5 H % Fisika XII untuk SMA/MA ....31) Contoh Soal R = 400 Ω L = 0.30) menjadi: Pav = Vrms....... (7......27) Jika kita mengekspansikan faktor sin( ωt − φ ) menurut sebuah identitas trigonometri.........30) Dengan cos φ menyatakan faktor daya..... (7..Irmscos φ .......... dihubungkan dengan rangkaian seri RLC seperti gambar...........000t) volt...sin( ωt − φ )) ......28) kita dapat mencari P(t) = Pav yaitu: Pav = 1 VmImcos φ + 0 .

000 rad/s X L = ω .000 + 90.Ditanya: P = .000 Vm = 100 = 0. Sebuah sumber tegangan arus bolak-balik 120 V dihubungkan dengan sebuah induktor murni 0. φ = Dayanya. Berapakah daya yang hilang di dalam induktor? Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik % .000 rad/s)(0.C 5 × 10 (1. P φ = 37 o = Vm. Tentukan arus yang melalui induktor tersebut jika frekuensi sumbernya 60 Hz dan 60 kHz! b.700 H. I Faktor daya.000 250. Hitunglah daya rata-rata yang diberikan oleh generator tersebut! 2. Rangkaian RLC dengan L = 4 H.5 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1.5 H) = 500 Ω XC = 3 1 1 1 = = = 10 -3 -6 5 ω.Im.. ? Jawab: Menentukan impedansi rangkaian Persamaan umum V = Vm. digerakkan oleh sebuah generator dengan ggl maksimum 200 volt dan frekuensi 60 Hz. dan R = 40 Ω .cos φ = (100)(0.8 500 = 500 Ω = Kuat arus. Vm = 100 volt ω = 1.sin 1000t) volt maka.2)(0. C = 4 μF . a.2 A 500 Z 400 = 0.sin ω t V = (100.8) = 16 watt Uji Kemampuan 7.000) (5 × 10 ) X C = 200 Ω Z = = = = Z R 2 + (X L − X C )2 4002 + (500 − 200)2 160.L = (1..

.0 0...... terjadi bila frekuensi sudut ω dari gaya penggerak tersebut persis menyamai frekuensi alami ω0 dari osilasi untuk osilasi bebas dari rangkaian tersebut....C Vrms .0 mA Resonansi pada Rangkaian Arus Bolak-Balik Rangkaian RLC pada Gambar 7.. (7..34) terpenuhi...... 1... dan menganggap pada rangkaian tersebut bekerja suatu pengaruh luar..32) R Nilai Sumber: Tempo.. yaitu nilai Irms maksimum terjadi jika frekuensi ω dari gaya penggerak adalah tepat sama dengan frekuensi alami ω0 ...2 0......... dan L yang tetap terjadi tetapi untuk tiga nilai R yang berlainan.........sin ωt ..L = ω = 1 ω... 1...... kita menyesuaikan frekuensi alami ω0 dari sebuah rangkaian dalam radio dengan frekuensi ω dari sinyal yang dipancarkan oleh antena stasiun.....8....5 0.....10 Resonansi dalam rangkaian RLC untuk tiga nilai R berbeda. (7... L = 100 μH C = 100 pH εrms = 10 mV R = 10 Ω 0....... C... maka: ω ..4 0......107 rad/s 1.... 1 . di mana grafik hubungan Irms terhadap ω untuk nilai-nilai Vm. maks = I rms hanya dibatasi oleh resistansi rangkaian.....90 0........7......9 0.11 Menyetel radio merupakan penerapan prinsip resonansi.00 ω.................34) Kondisi pada persamaan (7....1 0.7 irms. dari Gambar 7... Dengan memanfaatkan bahwa XL = XC.. Jika R → 0 . Nilai maksimum I rms terjadi bila X L = X C dan mempunyai: Irms...95 R = 100 Ω R = 30 Ω Δω 1..... 2005 Gambar 7... Respons maksimum. sampai persamaan (7.............7 ditunjukkan oleh Gambar 7.. (7.... Dengan memutar kenop (tombol)... dengan ω adalah frekuensi sudut dari gaya penggerak.....C..8 0.10 Gambar 7.. yang dinyatakan: ω = ω0 .33) LC 1 menyatakan sudut alami ω0 untuk rangkaian LC % Fisika XII untuk SMA/MA ............ Resonansi pada rangkaian RLC dari Gambar 7.. Irms.7 memiliki suatu frekuensi alami dari osilasi... yang di dalam kasus ini adalah tegangan gerak elektrik bolak-balik yang diberikan dalam persamaan V = Vm..05 1......34) disebut resonansi. I rms.3 0........ Dalam kehidupan sehari-hari kita menerapkan prinsip ini pada saat menyetel sebuah radio........6 0...maks → ∞ ..

? Jawab: f0 = 1 1 = = 3. induksi elektromagnetik (1831). yang lahir di Newington Butts pada tanggal 22 September 1791 dan meninggal pada tanggal 25 Agustus 1867 di Hampton Court. Kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi yang dapat diubah disebut kapasitor variabel.6 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Seorang penguji memiliki kumparan dengan induktansi 3 mH dan berkeinginan untuk membuat suatu rangkaian yang frekuensi resonansinya adalah 1 mHz. Suatu nilai kapasitansi tertentu berhubungan dengan panjang gelombang yang diterima radio. Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik %! .Contoh Soal Hitunglah frekuensi resonansi dari sebuah rangkaian dengan hambatan yang diabaikan mengandung induktansi 40 mH dan kapasitansi 600 pF! Penyelesaian: Diketahui: L = 40 mH = 40 × 10-3 H C = 600 pF = 600 × 10-12 F Ditanyakan: f 0 = . kapasitor dapat berfungsi sebagai pemilih gelombang radio. yang sekaligus direktur Royal Institut. Ia adalah asisten Davy dan Felow dari Royal Society. Penemuannya antara lain benzen benzol (1825).. Nilai kapasitansi pada kapasitor dalam rangkaian sebuah radio dapat diubah. Hukum Elektrolisis (1833). Berapakah seharusnya nilai kapasitor yang digunakan? Percikan Fisika Memilih Gelombang Radio Dalam rangkaian sebuah radio penerima.1867) Ahli fisika dan kimia berkebangsaan Inggris. dan efek Faraday (1845).. -3 -12 2π LC 2π (40 × 10 H)(600 × 10 F) Uji Kemampuan 7.2 × 104 Hz. Fiesta Fisikawan Kita Michael Faraday (1791 . pengaruh zantara terhadap gejala elektrostatika (1837).

a. 440 V b. Pada rangkaian resistor berlaku hubungan: Vm = Im. Tegangan dan arus yang dihasilkan oleh generator AC berbentuk sinusoida. 220 3 V e. maka: XL − XC R 1 ¯ Daya pada rangkaian AC didefinisikan dalam persamaan: Pav = V I cos φ = VrmsIrmscos φ 2 mm ¯ Resonansi pada rangkaian AC terjadi jika frekuensi sudut sama dengan frekuensi alami.XC Rangkaian seri RLC mempunyai persamaan: Vm = Im tan φ = R 2 + (X L − X C )2 Jika φ adalah beda sudut fase antara tegangan dan arus.sin ωt Fasor menyatakan vektor berputar yang mewakili besaran yang berubah-ubah secara sinusoida. 220 2 V %" Fisika XII untuk SMA/MA . 110 V d.R Dalam rangkaian induktif berlaku hubungan: Vm = Im. maka angka yang ditunjukkannya adalah … . yang dinyatakan: V = Vm. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Tegangan suatu rangkaian ketika diukur dengan osiloskop adalah 220 volt. Bila tegangan rangkaian tersebut diukur lagi dengan menggunakan voltmeter AC. Panjang vektor menunjukkan amplitudo besaran.¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ Arus bolak-balik adalah arus yang arahnya dalam rangkaian berubah-ubah dengan selang yang teratur. 110 2 V c.sin ωt I = Im. ω = ω0 dengan ω0 setara dengan 1 . yang ditimbulkan oleh gaya gerak listrik yang berubah-ubah. LC Uji Kompetensi A.XL Pada rangkaian kapasitor berlaku hubungan: Vm = Im.

20 Ω c.2. 50 2π Ω 5 Ω π 50 Ω π Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik %# . 100 3 volt e... 1. a. . V mendahului I sebesar π d. 100 Ω b.2 μF . I mendahului V sebesar π 3. 100 2 volt d. 2. .. 500 Ω c.000 Ω . 25 Ω b. maka antara arus dan tegangan berlaku … . a. Sebuah induktor 50 mH dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi sudut 300 rad/s.5 H.sin ωt .5 Ω e. dan C = 0.. 0. 50 volt b. a.600 Ω 6.600 Ω d. 1. Reaktansi kapasitif yang timbul pada kapasitor adalah . V sefase dengan I b. b.. 500 Ω π 500 Ω 2π d. Pada rangkaian arus bolak-balik yang hanya mengandung induktor murni.15 Ω 4. Rangkaian seri RLC dengan R = 1. 100 volt c. L = 0. . c. a. dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik yang frekuensi angulernya 500 rad/s. I mendahului V sebesar π 2 e. Hasil impedansi rangkaian tersebut mendekati . 200 volt 5. V mendahului I sebesar π 2 c. Jika sudut fasenya 135o. 15 Ω d.800 Ω e. Besar reaktansi induktif adalah … .. Sebuah kapasitor dengan kapasitas 100 μF dihubungkan dengan tegangan arus bolak-balik 110 V/ 50 Hz. e. Sebuah hambatan murni dialiri arus bolak-balik I = Im . a. Pada saat sudut fasenya 30o menghasilkan tegangan 100 volt. 1. maka tegangan yang dihasilkan adalah .

Daya rangkaian adalah . b. L= d. Rangkaian ini dipasang pada sumber tegangan bolak-balik dengan kecepatan sudut ω rad/s. Rangkaian seri RLC dihubungkan dengan sumber tegangan dan memenuhi persamaan V = (100 2 sin100t) V.1 H. maka . induktansi diri kumparan 2 H.7. d. a. a. 20 Ω 30 Ω 40 Ω 50 Ω 110 Ω π %$ Fisika XII untuk SMA/MA . L = e.. Reaktansi kapasitifnya adalah . 14 W 9. a. 1 dan Z maksimum ωC XL = 1 dan Z minimum ωC 10. e... Impedansi rangkaian adalah . e. 6 W b. Besar hambatan murni 600 Ω . c.. L = 0. XL = XC dan Z maksimum c. dan kapasitas kapasitor 10 μF . Rangkaian seri R = 40 Ω . d. . 8 W c. b. masing-masing kapasitasnya 2C F dirangkai seri. 12 W e.. 10 W d. dan C = 100 μF dipasang pada sumber tegangan bolak-balik dengan frekuensi 100 Hz. 5 Ω 2ωC 2 Ω 5ωC 5ωC Ω 2 2ωC Ω 5 1 Ω 10ωC 8. Lima buah kapasitor. Jika dalam rangkaian seri RLC terjadi resonansi.. XL = 1 dan Z maksimum XC 1 dan Z = R ωC b... a. . c.

kapasitor. dan 14 V. tegangan sumber AC. faktor daya! 2.600 Ω . Jawablah dengan singkat dan benar! 1. kapasitornya? 50 Hz.4 H diberi tegangan sebesar 200 V. Tegangan efektif yang melintasi resistor. sebuah kapasitor. Hitunglah: a. Rangkaian seri RLC dengan R = 1.1 μF dan hambatan komponen dapat dianggap kecil. Hitunglah: a. Berapa besar kapasitas π 4. b. Sebuah resistor. dan sebuah induktor disusun seri dan dihubungkan dengan sebuah sumber AC dengan frekuensi f. R = 45 Ω 90 V 60 Hz XC = 4 Ω Berdasarkan gambar di atas. hingga menghasilkan daya maksimum. b. Kapasitansi C memiliki nilai 0. dan induktor berturut-turut adalah 10 V. tentukan arus dan tegangan yang ditunjukkan oleh amperemeter (A ) dan voltmeter (V )! Bab 7 Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik %% . dan C = 10 μF dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik yang frekuensinya dapat diatur. impedansi rangkaian dalam keadaan resonansi! XL = 4 Ω 5. frekuensi resonansi rangkaian. L = 400 mH. Suatu rangkaian seri RLC dengan L = 0.B. Tentukan induktansi L rangkaian! 3. c. sudut fase antara tegangan dan arus. 20 V. Frekuensi resonansi suatu rangkaian seri LC adalah 105 Hz.

PETA KONSEP Bab 8 Radiasi Benda Hitam Radiasi benda hitam Radiasi panas Intensitas radiasi Hukum Pergeseran Wien Model atom Bohr Hukum Radiasi Planck Kuantisasi energi Efek fotolistrik Gejala Compton && Fisika XII untuk SMA/MA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->