METODOLOGI ASUHAN KEBIDANAN STUDI KASUS SEMU INC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dengan bertambah banyaknya tenaga yang dapat memberi pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan, maka bertambah pulalah usaha-usaha dalam bidang itu. Walaupun demikian, hanya sebagian masyaraakat, menikmati pelayanan kebidanan, untuk masyarakat desa sebagian besar masih berada di tangan tenagatenaga tradisional. Secara singkat dapat disebutkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan menjadi perhatian kita. Maka perlu sekali diusahakan mendidik tenaga yang terlatih untuk mengawasi Ibu dan anaknya. Dengan demikian, pelayanan kebidanan yang eduquate dapat dinikmati tidak hanya untuk sebagian kecil masyarakat, tetapi berlaku pula untuk bagian-bagian lain dari pelayanan kesehatan. Begitu juga dengan bidan yang dikategorikan tenaga pelayanan kesehatan yang profesional harus menerapkan manajemen berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mengenai suatu manajemen hendaknya disadari bahwa ilmu ini adalah alat dan bukan tujuan organisasi untuk itu dengan manajemen diupayakan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Untuk itu dalam penerapan proses manajemen kebidanan, maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus semu pada INC (intra natal care) dan menulis kembali dalam bentuk makalah dengan judul “Metodologi Asuhan kebidanan INC (Intranal Care)”. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 Apa saja pendekatan dalam praktek kebidanan? Apa pengertian manajemen kebidanan? Apa saja prinsip roses manajemen kebidanan menurut ACMN? Apa saja proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney? Bagaimana penerapan manajemen kebidanan pada study kasus semu INC (Iintranata Care)?

PENDEKATAN DALAM PRAKTEK KEBIDANAN Sistem Approach Adalah mendemonstrasikan dan mengabsahkan kemampuan praktik seperti profesional kerja. 4. 3.3 Tujuan 1. 5.1 1. dan pendidikan pada nakes lain. Team Approach .pendidikan kesehatan . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2. Primary Health Care Approach Adalah melaksanakan investigasi masalah dan kebutuhan masyarakat 4. 3.1.komunikasi. Problem Surving Approach Adalah mengintegrasikan komponen pemecahan masih seperi pengkajian dan sebagainya. Bagi pembaca dengan harapan dapat berguna dalam menambah wawasan pendidikan kebidanan serta perbedaanya.1 Tujuan Umum Setelah mempelajari metodologi asuhan kebidanan diharapkan mahasiswa mampu memahami asuhan kebidanan pada study kasus semu INC (intranata Care) 1.supervisi.3.2 1. Bagi penulis sebagai motivasi untuk lebih aktif dan kreatif guna mendalami ilmu kebidanan serta penerapannya secara profesional.4 Manfaat Penulisan Bagi akademik sebagai motivasi peningkatan mutu pendidikan guna menciptakan tenaga kesehatan yang profesional.3. 2. Tujuan Khusus Mengidentifikasi pendekatan dalam praktek kebidanan Memahami pengertian manajemen kebidanan Mengerti prindip proses manajemen kebidanan menurut ACMN Mengetahui proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney Menerapkan manajemen kebidanan dalam study kasus semu INC (Intranata Care) 1.

Holistic Approach Adalah memberikan asuhan kepada individu sesuai kebutuhan 6. yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapantahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data. ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien.Bekerjasama dengan yang lain 5.3 Prinsip Proses Manajemen Kebidanan Menurut ACNM Proses management kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American College of Nurse Midwife terdiri dari:  Secara sistematis mengumpulkan dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan terhadap kesehatan setiap klien termasuk mengumpulkan riwayat kesdehatan dan pemeriksaan fisik  Mengidentifikasikan masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar Mengidentifikasikan klien kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam  menyelesaikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama  Memberikan informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dapat bertanggungjawab terhadap kesehatannya . memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat. Pendekatan Manajemen Kebidanan Sesuai dengan manajemen kebidanan 2.2 Pengertian Manajemen kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. efektif dan efisien. penemuan-penemuan. 2. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya.

4. perencanaan dan melaksanakan management dan berkolaborasi dan menunjukkan klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya Merencananakan management terhadap komplikasi tertentu dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaan normal Melakukan evaluasi bersama klien terhdap pencapaian asuhan keseahatan dan merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan   4 Manajemen Kebidanan Menurut Varney.2 Langkah-langkah I. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah III. II.   Membuat rencana asuhan yang kompherensif bersama klien Secara pribadi bertanggung jawab terhadap implementasi rencana individual Melakukan konsultasi. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya IV.1 Pengertian Ø Proses pemecahan masalah Ø Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah Ø Penemuan-penemuan ketrampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis Ø Untuk pengambilan suatu keputusan Ø Yang berfokus pada klien 2. 1997 2.Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien . konsultasi.4.

Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya VI.V. untuk melakukan konsultasi. Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. auskultasi. pengetahuan klien. Langkah ini membutuhkan antisipasi. palpasi. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. spiritual. · Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. Yang terdiri dari data subyektif dan obyektif. Pemeriksaan khusus (inspeksi. Yang termasuk data subyektif antara lain biodata.Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek yang tidak efektif.Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman VII. riwayat kesehatan. catatan baru dan sebelumnya). Data obyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. Data obyektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. Data subyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. perkusi) pemeriksaan penunjang (laboratorium. persalinan dan nifas. · Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien . biospsikologi. · Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. · Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Riwayat menstruasi. riwayat kehamilan. Hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus.

· Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan .1 Definisi .5 Penerapan menejemen kebidanan pada study kasus semu INC (Intranata Care) 2. 1991:180) . Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walaupun bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien · Langkah V : Menyusun Rencana Asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. · Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah.2 Mekanisme Persalinan 1. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya 2. Enggagement .Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Wikmosastro. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah di identifikasi atau diantisipasi.5.Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi pembukaan servik serta pengeluaran janin dan plasenta dari uterus ibu 2.5.

Multi para terjadi pada permulaan persalinan 2. bahu depan. lahir bahu belakang.3 Faktor-faktor yang penting dalam persalinan .Kontraksi diafragma dan otot perut (Kalla II) . Eksternal Rotasi (Putaran paksi luar) Setelah kepala lahir memutar kembali kea rah punggung bayi 7.Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus 3. Expulsi Bahu depan dibawah simpisis.5. Fleksi Majunya kepala : kepala mendapat tahanan dari cervik. Internal Rotasi (Putaran paksi dalam) Bagian terendah memutar kedepan. dinding panggul dan dasar panggul 4. presentasi dan posisi .Pasenger : Besarnya anak. ke bawah simpisis 5.Tekanan langsung oleh fhundus uteri .Tekanan cairan ketuban . Ekstensi Defleksi kepala : mengarah ke depan dan ke atas 6.Pasagway : Bentuk dan ukuran panggul . Discent (turunya kepala) Turunnya kepala atau presentasi pada inlet disebabkan oleh : .. dan badan 2.

dimana setiap jam pembukaan bertambah ± 1cm. dan frekuensi)..4 Kalla Persalinan 1.Beberapa yang harus dimonitor pada kalla I adalah : Keadaan ibu Pembukaan servik yaitu pembesaran ostinum eksterna sampai 1-10cm.Periode Akselerasi : Pembukaan servik 3-4 cm (biasanya selama 2 jam . pembukaan dari 0-3 cm. Kalla I . biasanya dorong setiap 10-15 menit. servik dan vagina menjadi satu saluran a.Otot-otot servik menarik rahim . Kontraksi Uterus Pada awalnya tidak begitu kuat.Pada primipara biasanya berlangsung 6-18 jam. biasanya dalam waktu 7-8jam • Fase Aktif Biasanya berlangsung ± 6 jam.Psikologi : Perubahan psikologis yang terjadi 2.Waktu pembukaan servik sampai lengkap (± 10 cm) . menonjol ke kanalis servikalis dan bila ketuban sudah pecah dan dorongan kepala janin c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaan kalla I . tenaga ibu untuk mengedan . segmen bawah rahim. dibagi atas beberapa periode: .Ketuban sewaktu kontraksi. Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir postio. Fase pada kalla I • Fase Laten Pembukaan servik berlangsung lambat. yang lamakelamaan menjadi kuat dan jaraknya yang lebih pendek .Periode dilatasi maksimal : Pembukaan 4-9 cm (biasanya selama 2 jam) . pada multipara 2-10cm pembukaan ± 1cm dalam 30 menit .5.Plasenta : Tempat insersi plasenta .Periode deselerasi : Pembukaan 9-10 cm (biasanya 2 jam) b. lama.Power : Kontraksi uterus (kekuatan.Segmen bawah servik diregang oleh isi abdomen .

Hodge III : Kepala turun setinggi spina ischiadika . Teknik Meneran .Fixed : -3.Hodge IV : Kepala turun setinggi os cogsegis f.Transperse presentasi : Scapula . -2.Hodge I : Kepala turun setinggi PAP . +4 g.Mid platul : Antara inlet bagian terendah panggul : +1.Fiqating : Bagian presentasi diatas inlet -4.Bach Cephalik presentasi : Ubun-ubun kecil h. Turunnya Kepala Janin .d.Engaged ukuran terbesar bagian terendah setinggi spina ischiadika : 0 . +2.Hodge II : Kepala turun setinggi pinggir bawah simpisis .Pada perineum : +4. Pemeriksaan Leopold • Leopold I : Menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat di fundus • Leopold II : Menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letak bagian terkecil • Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah sudah masuk pada PAP • Leopold IV : Menentukan apa yang normal bagian bawah dan sudah berapa masuknya bagian bawah ke dalam PAP e. Station . +3 .-5 .Cephalik presentasi : Occiput . -1 .Face presentasi : Dagn . Posisi dan Presentasi Posisi : hubungan presentasi dengan kanan atau kiri ibu .Breceh presentasi : Sacrum .

kepala tampak divulva. Meneran secara pendek tidak lebih dari 6-7 detik 2. Menarik pada lutut dengan menempel pada dada menguatkan dorongan diafragma dan otot perut 5. paha ditarik kearah abdomen. Kalla pengeluaran hasil konsepsi b. Uterus mulai berkontraksi. tangan merangkul paha dan bawah lutut 3.Kompres dingin/hangat . Meneran dengan membuka glottis dan sedikit menghembus . lama dan sering. Meneran pendek 5 detik dengan membuka glottis. timbul deflek meneran seperti: ingin BAB. Diluar his. lakukan episiotomi jika ada indikasi 4) Merapihkan bayi dan menilai APGAR scors 5) Perhatikan teknik septic dan antiseptic 6) Tingkatkan rasa nyaman. Penatalaksaaan kalla II 1) Observasi tanda-tanda kalla II seperti: His makin kuat.. Jika ada kontraksi kepala dan bahu diangkat 45¬¬¬0C 2. Kalla II a. tungkai diluruskan untuk mengurangi tekanan pada pangkal dan relaksasi dasar panggul 2. perineum meregang dan vulva membuka 2) Monitor DJJ : normal 120-140x/menit 3) Bantu persalinan.Cara Semi Fowler 1. perdarahan meninkat. Meneran waktu ada dorongan setiap his meneran 3-5 kali 3. anus meregang.Menurut codayra-barela 1. bila nyeri lakukan : . menarik nafas sebelum mengedan dihindari 4.Cara Klasik Ibu disarankan meneran setiap ada his .

Timbulnya kontraksi uterus . perdarahan sedikit .Insersi tali pusat .Perdarahan sekonyong-konyong 2.Beratnya 550-600 cm .Stimulasi dengan memijat perut ibu 3.Jumlah kortiledon 16-22 . Kalla III Fase keluarnya plasenta pada primipara : ½ jam dan pada multipara ¼ jam • Penatalaksanaan kalla III 1.Cara Duncan : Plasenta lepas dari pinggir. Kalla IV . Menentukan kelengkapan plasenta .Terlihat masa di introitus .Arteri 2 dan Vena 1 . Observasi tanda-tanda lepasnya plasenta .Cara Sechulze : Plasenta lepas dari tangan.Fundus membundar . Monitoring kontraksi uterus 7.Periksa pinggir plasenta ada robekan atau tidak 5. minum.Teknik bernafas ..Tali pusat menjulur . Menentukan lepasnya plasenta 3. makan dan rasa nyaman 4.Panjang tali pusat 55 – 60 cm .Tebalnya 2-3 cm . perdarahan sekonyong-konyong 4. Penuhi kebutuhan dasar ibu. Observasi jalan lahir 6. Observasi keadaan umum ibu 8.Diameter 14 – 16 . Menilai cara lahirnya plasenta .

5.Beri ibu makan dan minum . molahidatidosa . jika > 40 cm kemungkinan kehamilan kembar. kontraksi uterus dan respon klien .Abdomen a. hipertensi.Biodata klien atau ibu . Tinggi fundus uteri dengan pemeriksaan Leopold I. kelainan jantung .Riwayat kehamilan sekarang : ANC. ganti baju. poli hidramnion atau makrosamia b. atur posisi yang nyaman .Monitor tanda-tanda vital.Observasi jalan lahir. letak. bulan (-3).Riwayat kesehatan keluarga : Gameli. presentasi dan turunnya kepala janin dengan leopold II. anus terjadi atau tidak .Lakukan bonding attacchman 2. tahun (+1) Sejak kapan ibu merasa mulasØ Apakah sudah teraturØ Kapan terakhir makanØ Kapan terakhir BAB atau BAKØ • Pemeriksaan fisik . keluhan HPHT untuk menentukan taksiran partus :Ø Siklus 28 hari : tanggal (+7). hipertensi akibat kehamilan . forceps.Fase keluarnya plasenta dimana uterus tidak kontraksi lagi • Penatalaksanaan .Riwayat penyakit yang diderita : sulit bernafas. BBLR. induksi oksitosin). panjang pembalut.5 Data Fokus • Identitas . tahun (+1) Siklus 35 hari : tanggal (+ 7 ). bulan (-3).Riwayat kehamilan sebelumnya yang berkaitan dengan antenatal care .Riwayat post partum : Perdarahan.Penurunan rasa nyaman: Bersihan ibu. BBL besar .Riwayat persalinan atau kelahiran terdahulu (vakum. III. Posisi. keadaan umum. IV .

Berikan cairan pengganti Berikan perawatan mulut . 2/5. stak dan prosedur. 3/5.5. perhatikan BJ urine . semi fowler. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang.Tinjau ulang aktivitas yang tepat dan tindakan pencegahan injury .Fase laten 1 kalla setiap 10 menit . masalah dan rasa takut .Pantau intake dan output.Anjurkan klien mengosongkan kandung kemih setiap 23 jam .6 Diagnosa 1.Pantau produksi mucus. 20-40 detik (sedang).Berikan kesempatan klien untuk bertanya 2.Kaji dan pantau kontraksi uterus .Berikan dukungan professional sesuai kebutuhan klien Orientasikan klien pada lingkungan. secara verbal mengatakan cemas berkurang • Intervensi . Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan krisis situasi. kebutuhan tidak terpenuhi • Kriteria . Pemeriksaan untuk menilai turunnya kepala janin : Station . 0 d.Ekspresi tenang.Tingkatkan privacy dan penghargaan .Fase aktif < 20 detik (lemah). jumlah air mata dan turgor kulit . Kontraksi uterus .Klien mengungkapkan pemahaman • Intervensi .4/4. DJJ normal: 120-140x/menit 2. kesalahan interpretasi informasi • Kriteria Klien berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan .Informasi tentang prosedur dan kemajuan persalinan . transmisi interpersonal.Pantau hemotoksit 3. berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis . 1/5.Pertimbangkan cairan parenteral .Anjurkan klien mengungkapkan perasaan.Tanda dehidrasi tidak ada .Diskusikan pilihan perawatan selama proses . berikan kenyamanan . peningkatan pengeluaran • Kriteria . klasik) .Tanda-tanda vital stabil .5/5 : seluruh kepala janin dapat diraba dengan 5 jari .DJJ stabil • Intervensi . Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang mengingat.Dokumentasikan teknik pernafasan atau relaksasi dengan tepat (caldiyro garcio.c. > 40 detik (kuat) e.Dokumentasikan metode persalinan dan relaksasi.

3  9.302-.8:9-073.2.8 4/.9.3.380-0:23.8 5079038 0.:3  -:.9/48.3907/.9:75488.9.3.3907.87.:-: #.9. W!03..5. 5.9.3 07-:2.318 -/4203 .8.3502-.2.:3   $0.3.. $:8.70 #.3-:207..8..95078..7....39-.4397.3 !%:39:203039:.3/. 0.3903.3  -807...8039.79:2!07/. 5708039.9080.:0..800:.370854303 !03:7:3.33/03..8.748.30:.7 #.9..: 5...79.39.3.2.3.:: ..37.8:/.8[ .3502078.3-43/3.3 0:.79..35. 439479...9.5.907.2.3..3.3907.3.2. #...3/03. %31:3/:8:907/03.9..2. 9./..3 5079038.9.2343.72.3 #./.:9/.3    .3.:9 .3  9.30454/  '  -:.7.90.9503.9:7[ .90.5.058 3/:8489483  # -08.3/.2./.9. .9.3..3[ .:907:89/.3-: .3.8/.3//079.03.9.:2./2.05.20 24.3/.9.79:8[ $:8.4:8 W/0399.7 54/7.7 .7.:[  W!02078.2..8. - !488 09.39:3 #.3-07.-..:.3:2:2 4397.30454/ .7.9..3 3.7.954895.3 0.3:8907.2:.1.8.73.3.39:7:33.3078.380..:2 147.99.5.323:2 .90.202:33.8:907:8/.

05..943 . !02078...33$9.3:39:203.9:7:33..

33/./03.3..5.9/7.80:7:05.7 .-..

 .

 .

 .

80.91 /09 02.80..9   0 3472.  .3  /09 :.   /09 80/.809.8:907:8 .    / 4397.5 2039 .903.

:.02.39.35.35...: 39.8.4:20.3507.203.8-07:7.0-:9:.303:39:-079.:.574808 4:2039.3 8:8.9.370.3.4  8021407 .-W3907.5.3 07.3502.89039.2-.9/.339.39.3 507.  0:7...07-.3.3/:302809.:574/:82:.35078.::./.37. 0-:9:.2.3 2.3 03203:3.3/.378889:..89.3.3W3907.9.3.3032034843.8 97.8 -07.34:95:9 507.3 58448/./.:4397.318448 ..  03-075. %. 50309..3/03.3 03.89/.- 89.3.3:.8.3..0.3:730 3:7.3.3503.7.7.7.89039.8/.9 08.305:9:8.3-07:-:3.37.3035.7.9.32033.3828 3907507843.39035073.339075709.3 5033.3:3.3.308025.8  %3.3 89.907503:W7907.3/03.5 .1.7.3/03..8.8.331472.357480/:7/.3507.3 80.8./74.8.:70. 9.2. .8.9.393/..3 %3.33..:9 4:2039../.3905.8-07:-:3.3../.808:./.3-07:-:3.8...39  07..35.3..3.3503.2039       ./0/7.8/03.703907.39.9.3. 85708903.32094/05078.:8 :2.:0249489 :7.9.39:747:9 07.831472..3 .3503.9.32::9 !0792-.3574108843..9.2574808503.3:7.5..9 .9.0.7.3/..038 !.3/.8.3/::3.35030:.8W7907.3/.2 !. !.357480/:7 -07...02.9.7985. %.2.8:907:8 3:7..3905./.9.348.39.357.39/.72.3.3:7.303203:3.8.3507:-.9.2.0/.9.7..038 07.3 80.33:7  .3 W7907.8.3W 3907.038 31472.303  7039.302./.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful