METODOLOGI ASUHAN KEBIDANAN STUDI KASUS SEMU INC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dengan bertambah banyaknya tenaga yang dapat memberi pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan, maka bertambah pulalah usaha-usaha dalam bidang itu. Walaupun demikian, hanya sebagian masyaraakat, menikmati pelayanan kebidanan, untuk masyarakat desa sebagian besar masih berada di tangan tenagatenaga tradisional. Secara singkat dapat disebutkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan menjadi perhatian kita. Maka perlu sekali diusahakan mendidik tenaga yang terlatih untuk mengawasi Ibu dan anaknya. Dengan demikian, pelayanan kebidanan yang eduquate dapat dinikmati tidak hanya untuk sebagian kecil masyarakat, tetapi berlaku pula untuk bagian-bagian lain dari pelayanan kesehatan. Begitu juga dengan bidan yang dikategorikan tenaga pelayanan kesehatan yang profesional harus menerapkan manajemen berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mengenai suatu manajemen hendaknya disadari bahwa ilmu ini adalah alat dan bukan tujuan organisasi untuk itu dengan manajemen diupayakan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Untuk itu dalam penerapan proses manajemen kebidanan, maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus semu pada INC (intra natal care) dan menulis kembali dalam bentuk makalah dengan judul “Metodologi Asuhan kebidanan INC (Intranal Care)”. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 Apa saja pendekatan dalam praktek kebidanan? Apa pengertian manajemen kebidanan? Apa saja prinsip roses manajemen kebidanan menurut ACMN? Apa saja proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney? Bagaimana penerapan manajemen kebidanan pada study kasus semu INC (Iintranata Care)?

Problem Surving Approach Adalah mengintegrasikan komponen pemecahan masih seperi pengkajian dan sebagainya. 2.1 Tujuan Umum Setelah mempelajari metodologi asuhan kebidanan diharapkan mahasiswa mampu memahami asuhan kebidanan pada study kasus semu INC (intranata Care) 1.2 1. 5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 1.supervisi. Bagi pembaca dengan harapan dapat berguna dalam menambah wawasan pendidikan kebidanan serta perbedaanya. Team Approach .3.3.3 Tujuan 1. Bagi penulis sebagai motivasi untuk lebih aktif dan kreatif guna mendalami ilmu kebidanan serta penerapannya secara profesional. 2. 3. Primary Health Care Approach Adalah melaksanakan investigasi masalah dan kebutuhan masyarakat 4. 3.pendidikan kesehatan . PENDEKATAN DALAM PRAKTEK KEBIDANAN Sistem Approach Adalah mendemonstrasikan dan mengabsahkan kemampuan praktik seperti profesional kerja. Tujuan Khusus Mengidentifikasi pendekatan dalam praktek kebidanan Memahami pengertian manajemen kebidanan Mengerti prindip proses manajemen kebidanan menurut ACMN Mengetahui proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney Menerapkan manajemen kebidanan dalam study kasus semu INC (Intranata Care) 1. dan pendidikan pada nakes lain.4 Manfaat Penulisan Bagi akademik sebagai motivasi peningkatan mutu pendidikan guna menciptakan tenaga kesehatan yang profesional.1.komunikasi. 4.

memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat. penemuan-penemuan.Bekerjasama dengan yang lain 5.2 Pengertian Manajemen kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.3 Prinsip Proses Manajemen Kebidanan Menurut ACNM Proses management kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American College of Nurse Midwife terdiri dari:  Secara sistematis mengumpulkan dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan terhadap kesehatan setiap klien termasuk mengumpulkan riwayat kesdehatan dan pemeriksaan fisik  Mengidentifikasikan masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar Mengidentifikasikan klien kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam  menyelesaikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama  Memberikan informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dapat bertanggungjawab terhadap kesehatannya . 2. Pendekatan Manajemen Kebidanan Sesuai dengan manajemen kebidanan 2. ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapantahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya. efektif dan efisien. Holistic Approach Adalah memberikan asuhan kepada individu sesuai kebutuhan 6.

Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah III. II. konsultasi. perencanaan dan melaksanakan management dan berkolaborasi dan menunjukkan klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya Merencananakan management terhadap komplikasi tertentu dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaan normal Melakukan evaluasi bersama klien terhdap pencapaian asuhan keseahatan dan merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan   4 Manajemen Kebidanan Menurut Varney.4.2 Langkah-langkah I.   Membuat rencana asuhan yang kompherensif bersama klien Secara pribadi bertanggung jawab terhadap implementasi rencana individual Melakukan konsultasi. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien .Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. 1997 2. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya IV.4.1 Pengertian Ø Proses pemecahan masalah Ø Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah Ø Penemuan-penemuan ketrampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis Ø Untuk pengambilan suatu keputusan Ø Yang berfokus pada klien 2.

Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek yang tidak efektif. Langkah ini membutuhkan antisipasi. perkusi) pemeriksaan penunjang (laboratorium. Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi.V. biospsikologi. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. riwayat kehamilan. spiritual. Yang termasuk data subyektif antara lain biodata. riwayat kesehatan. · Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya VI. · Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. pengetahuan klien.Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman VII. palpasi. Hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus. · Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. untuk melakukan konsultasi. auskultasi. Pemeriksaan khusus (inspeksi. Yang terdiri dari data subyektif dan obyektif. persalinan dan nifas. Data subyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. · Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. catatan baru dan sebelumnya). Data obyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien . Data obyektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. Riwayat menstruasi.

Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya 2.2 Mekanisme Persalinan 1.Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi pembukaan servik serta pengeluaran janin dan plasenta dari uterus ibu 2. Enggagement .Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Wikmosastro. 1991:180) .5 Penerapan menejemen kebidanan pada study kasus semu INC (Intranata Care) 2.1 Definisi . Walaupun bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.5.5.Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien · Langkah V : Menyusun Rencana Asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. · Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. · Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya.Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan . Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah di identifikasi atau diantisipasi.

Internal Rotasi (Putaran paksi dalam) Bagian terendah memutar kedepan. ke bawah simpisis 5. dinding panggul dan dasar panggul 4. dan badan 2.Multi para terjadi pada permulaan persalinan 2.Tekanan cairan ketuban . Eksternal Rotasi (Putaran paksi luar) Setelah kepala lahir memutar kembali kea rah punggung bayi 7. Expulsi Bahu depan dibawah simpisis.3 Faktor-faktor yang penting dalam persalinan . lahir bahu belakang.Tekanan langsung oleh fhundus uteri .Kontraksi diafragma dan otot perut (Kalla II) .. Discent (turunya kepala) Turunnya kepala atau presentasi pada inlet disebabkan oleh : .Pasenger : Besarnya anak. presentasi dan posisi . Fleksi Majunya kepala : kepala mendapat tahanan dari cervik.5. bahu depan. Ekstensi Defleksi kepala : mengarah ke depan dan ke atas 6.Pasagway : Bentuk dan ukuran panggul .Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus 3.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaan kalla I .Pada primipara biasanya berlangsung 6-18 jam. Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir postio.Waktu pembukaan servik sampai lengkap (± 10 cm) . segmen bawah rahim.Periode Akselerasi : Pembukaan servik 3-4 cm (biasanya selama 2 jam . dibagi atas beberapa periode: .Power : Kontraksi uterus (kekuatan. pembukaan dari 0-3 cm. Kontraksi Uterus Pada awalnya tidak begitu kuat. lama. menonjol ke kanalis servikalis dan bila ketuban sudah pecah dan dorongan kepala janin c.Periode dilatasi maksimal : Pembukaan 4-9 cm (biasanya selama 2 jam) .Ketuban sewaktu kontraksi. Kalla I . yang lamakelamaan menjadi kuat dan jaraknya yang lebih pendek .Otot-otot servik menarik rahim . biasanya dorong setiap 10-15 menit.5.Beberapa yang harus dimonitor pada kalla I adalah : Keadaan ibu Pembukaan servik yaitu pembesaran ostinum eksterna sampai 1-10cm. tenaga ibu untuk mengedan .Periode deselerasi : Pembukaan 9-10 cm (biasanya 2 jam) b.Segmen bawah servik diregang oleh isi abdomen . dimana setiap jam pembukaan bertambah ± 1cm.4 Kalla Persalinan 1. dan frekuensi). Fase pada kalla I • Fase Laten Pembukaan servik berlangsung lambat.Plasenta : Tempat insersi plasenta . biasanya dalam waktu 7-8jam • Fase Aktif Biasanya berlangsung ± 6 jam. servik dan vagina menjadi satu saluran a.Psikologi : Perubahan psikologis yang terjadi 2. pada multipara 2-10cm pembukaan ± 1cm dalam 30 menit ..

+3 .Hodge I : Kepala turun setinggi PAP . -2. Station .d.Transperse presentasi : Scapula .Engaged ukuran terbesar bagian terendah setinggi spina ischiadika : 0 .Face presentasi : Dagn . +4 g.Breceh presentasi : Sacrum . -1 .Fixed : -3.Hodge IV : Kepala turun setinggi os cogsegis f. Pemeriksaan Leopold • Leopold I : Menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat di fundus • Leopold II : Menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letak bagian terkecil • Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah sudah masuk pada PAP • Leopold IV : Menentukan apa yang normal bagian bawah dan sudah berapa masuknya bagian bawah ke dalam PAP e.Cephalik presentasi : Occiput . Turunnya Kepala Janin .Bach Cephalik presentasi : Ubun-ubun kecil h.Hodge III : Kepala turun setinggi spina ischiadika .Mid platul : Antara inlet bagian terendah panggul : +1. Teknik Meneran . Posisi dan Presentasi Posisi : hubungan presentasi dengan kanan atau kiri ibu .Hodge II : Kepala turun setinggi pinggir bawah simpisis .Pada perineum : +4.-5 . +2.Fiqating : Bagian presentasi diatas inlet -4.

tangan merangkul paha dan bawah lutut 3. perdarahan meninkat. Diluar his. Meneran dengan membuka glottis dan sedikit menghembus . lama dan sering. Menarik pada lutut dengan menempel pada dada menguatkan dorongan diafragma dan otot perut 5. Uterus mulai berkontraksi. menarik nafas sebelum mengedan dihindari 4. perineum meregang dan vulva membuka 2) Monitor DJJ : normal 120-140x/menit 3) Bantu persalinan..Kompres dingin/hangat .Cara Klasik Ibu disarankan meneran setiap ada his . Meneran waktu ada dorongan setiap his meneran 3-5 kali 3. Penatalaksaaan kalla II 1) Observasi tanda-tanda kalla II seperti: His makin kuat. anus meregang. Jika ada kontraksi kepala dan bahu diangkat 45¬¬¬0C 2. kepala tampak divulva. Meneran pendek 5 detik dengan membuka glottis. lakukan episiotomi jika ada indikasi 4) Merapihkan bayi dan menilai APGAR scors 5) Perhatikan teknik septic dan antiseptic 6) Tingkatkan rasa nyaman. paha ditarik kearah abdomen.Menurut codayra-barela 1. tungkai diluruskan untuk mengurangi tekanan pada pangkal dan relaksasi dasar panggul 2. bila nyeri lakukan : .Cara Semi Fowler 1. timbul deflek meneran seperti: ingin BAB. Kalla pengeluaran hasil konsepsi b. Kalla II a. Meneran secara pendek tidak lebih dari 6-7 detik 2.

Penuhi kebutuhan dasar ibu.Tali pusat menjulur .Cara Sechulze : Plasenta lepas dari tangan. minum.Fundus membundar .Teknik bernafas .Tebalnya 2-3 cm . Monitoring kontraksi uterus 7.Perdarahan sekonyong-konyong 2.Stimulasi dengan memijat perut ibu 3. Observasi keadaan umum ibu 8.Arteri 2 dan Vena 1 . Observasi tanda-tanda lepasnya plasenta .Panjang tali pusat 55 – 60 cm . Menentukan lepasnya plasenta 3. makan dan rasa nyaman 4.Diameter 14 – 16 . Menilai cara lahirnya plasenta .Insersi tali pusat .Timbulnya kontraksi uterus . Menentukan kelengkapan plasenta .Beratnya 550-600 cm .Terlihat masa di introitus . perdarahan sedikit ..Jumlah kortiledon 16-22 . Kalla IV . Kalla III Fase keluarnya plasenta pada primipara : ½ jam dan pada multipara ¼ jam • Penatalaksanaan kalla III 1.Periksa pinggir plasenta ada robekan atau tidak 5. perdarahan sekonyong-konyong 4. Observasi jalan lahir 6.Cara Duncan : Plasenta lepas dari pinggir.

Biodata klien atau ibu . kelainan jantung . presentasi dan turunnya kepala janin dengan leopold II.Riwayat kesehatan keluarga : Gameli.Riwayat kehamilan sebelumnya yang berkaitan dengan antenatal care . IV . hipertensi akibat kehamilan .5 Data Fokus • Identitas . induksi oksitosin). bulan (-3). BBL besar . forceps.Riwayat kehamilan sekarang : ANC. atur posisi yang nyaman .Abdomen a. Posisi.Riwayat persalinan atau kelahiran terdahulu (vakum. III.Riwayat post partum : Perdarahan. tahun (+1) Siklus 35 hari : tanggal (+ 7 ). panjang pembalut. letak. ganti baju.5. keadaan umum.Beri ibu makan dan minum . Tinggi fundus uteri dengan pemeriksaan Leopold I. bulan (-3).Lakukan bonding attacchman 2. kontraksi uterus dan respon klien .Fase keluarnya plasenta dimana uterus tidak kontraksi lagi • Penatalaksanaan . tahun (+1) Sejak kapan ibu merasa mulasØ Apakah sudah teraturØ Kapan terakhir makanØ Kapan terakhir BAB atau BAKØ • Pemeriksaan fisik .Riwayat penyakit yang diderita : sulit bernafas. hipertensi. BBLR.Penurunan rasa nyaman: Bersihan ibu.Monitor tanda-tanda vital. molahidatidosa . poli hidramnion atau makrosamia b.Observasi jalan lahir. anus terjadi atau tidak . jika > 40 cm kemungkinan kehamilan kembar. keluhan HPHT untuk menentukan taksiran partus :Ø Siklus 28 hari : tanggal (+7).

Berikan dukungan professional sesuai kebutuhan klien Orientasikan klien pada lingkungan. Kontraksi uterus .Fase laten 1 kalla setiap 10 menit . DJJ normal: 120-140x/menit 2.Kaji dan pantau kontraksi uterus . Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang. peningkatan pengeluaran • Kriteria . 2/5.Dokumentasikan teknik pernafasan atau relaksasi dengan tepat (caldiyro garcio. klasik) .Berikan kesempatan klien untuk bertanya 2.Berikan cairan pengganti Berikan perawatan mulut .5.Anjurkan klien mengosongkan kandung kemih setiap 23 jam .Dokumentasikan metode persalinan dan relaksasi.Tinjau ulang aktivitas yang tepat dan tindakan pencegahan injury .Pantau hemotoksit 3.Ekspresi tenang.Informasi tentang prosedur dan kemajuan persalinan . kesalahan interpretasi informasi • Kriteria Klien berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan . semi fowler.Fase aktif < 20 detik (lemah). stak dan prosedur. 0 d.4/4. 3/5. perhatikan BJ urine . 20-40 detik (sedang). berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis . kebutuhan tidak terpenuhi • Kriteria . > 40 detik (kuat) e.Diskusikan pilihan perawatan selama proses .c.Anjurkan klien mengungkapkan perasaan.6 Diagnosa 1.5/5 : seluruh kepala janin dapat diraba dengan 5 jari . Pemeriksaan untuk menilai turunnya kepala janin : Station .Pantau intake dan output. 1/5.Tanda-tanda vital stabil . Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan krisis situasi.DJJ stabil • Intervensi . transmisi interpersonal.Klien mengungkapkan pemahaman • Intervensi . berikan kenyamanan . masalah dan rasa takut .Tanda dehidrasi tidak ada . jumlah air mata dan turgor kulit .Pertimbangkan cairan parenteral .Pantau produksi mucus. secara verbal mengatakan cemas berkurang • Intervensi . Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang mengingat.Tingkatkan privacy dan penghargaan .

39.5.9..79:2!07/.3907/.3.3 5079038.7..3.79.:2 147.3 0. 439479.03.748.2:.: 5.7..3.9..:2..30:.3-:207. 5708039.4:8 W/0399.9.9080.3-07.7.8[ .3  -807.79.9503..30454/ . %31:3/:8:907/03.8039.5. W!03.39:3 #.7 #..8 4/.3907.70 #.9.3.8.2.8.3 #./.8.3:8907.3  9.9.9.3/.3/03.3502-.3..2343.954895.2.3907..9/48.3[ .3 3.:3  -:..90.8:/.37.2.:9 .:0.3.380.:.9:75488. - !488 09..5.9.370854303 !03:7:3.302-.318 -/4203 .3-43/3..:907:89/.3.2.30454/  '  -:.20 24.:[  W!02078.202:33..3-: ..323:2 ..:-: #.9.2./2.3..95078.5.39:7:33. $:8.3903..:: .:3   $0.7 54/7.3/. ..3 !%:39:203039:.05.8/.8:907:8/.:9/.2.3 07-:2...9..3/.8. #.3:2:2 4397.3 0:.907.9.1.79:8[ $:8.3.3  9.3..3    .33/03.3502078..35..9./.7.39-. 5.90./.87..7.73.058 3/:8489483  # -08.9.2.800:.9:7[ .4397..9. 0.3078.2..3.-.8 5079038 0.3.380-0:23..3//079.72.99.8:9-073.90.8..7 . 9.

.33$9.9:7:33.943 ... !02078.3:39:203..05.

3..9/7.80:7:05.7 ../03.33/.-.5.

 .

 .

 .

903..809.  .5 2039 .91 /09 02.9   0 3472.   /09 80/.8:907:8 .80.80.3  /09 :.    / 4397.

393/.9. 85708903.3/.9 .35.39/.357480/:7/.2.3:730 3:7.9/.2.8.33:7  .3 2..0-:9:.3 .9.3 W7907..3-07:-:3.703907..3503.7.39..:8 :2.8.5.3 58448/.  03-075.8:907:8 3:7.3 507.3/03.35078.1./.9.2-.3..33.3-07:-:3.038 !.339.808:.3 03.39.3./.3/:302809.8-07:-:3.3507:-.574808 4:2039.3:7.7.3/.3 5033.:70.8.3 80.331472.  0:7.8.302../.3/.:4397.9.-W3907..3.9..9.9.39035073..2 !./.39:747:9 07.32::9 !0792-.907503:W7907.:.: 39.303  7039.9.3:3.8 -07.8.3 %3.:9 4:2039.3 89..0./.3905.:.02.3035.02.3.3.3.348.8/..3...3.32033.3 80.8.07-.9.5.3.3507.3.831472.3032034843.8  %3.:574/:82:.303:39:-079.0.378889:.37./0/7.3.2.4  8021407 .72. !.2574808503.3W3907.9. 0-:9:.3507.9.7.3/03. 50309. %.7985.. 9./74.7.35030:.3/03..8.35. .8W7907...3:7.3905.39.318448 ../.3503.357.34:95:9 507.0/.2.32094/05078.305:9:8. %.:0249489 :7.- 89...8.3/.7..::.7.37.3 07.3W 3907./.038 07.8.3.89.3503.89039...8.370.5 .3/::3.3:.3828 3907507843..357480/:7 -07.203.35.8/03.39.3502.303203:3.4:20.89/.89039.39  07.3 03203:3.9.8.339075709.038 31472.2039       .308025.9.8-07:7.3 8:8.9 08.3574108843.7.3..8 97.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful