P. 1
Metodologi Asuhan Kebidanan Studi Kasus Semu Inc

Metodologi Asuhan Kebidanan Studi Kasus Semu Inc

|Views: 249|Likes:
Published by Noura Azkiya

More info:

Published by: Noura Azkiya on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2015

pdf

text

original

METODOLOGI ASUHAN KEBIDANAN STUDI KASUS SEMU INC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dengan bertambah banyaknya tenaga yang dapat memberi pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan, maka bertambah pulalah usaha-usaha dalam bidang itu. Walaupun demikian, hanya sebagian masyaraakat, menikmati pelayanan kebidanan, untuk masyarakat desa sebagian besar masih berada di tangan tenagatenaga tradisional. Secara singkat dapat disebutkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan menjadi perhatian kita. Maka perlu sekali diusahakan mendidik tenaga yang terlatih untuk mengawasi Ibu dan anaknya. Dengan demikian, pelayanan kebidanan yang eduquate dapat dinikmati tidak hanya untuk sebagian kecil masyarakat, tetapi berlaku pula untuk bagian-bagian lain dari pelayanan kesehatan. Begitu juga dengan bidan yang dikategorikan tenaga pelayanan kesehatan yang profesional harus menerapkan manajemen berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mengenai suatu manajemen hendaknya disadari bahwa ilmu ini adalah alat dan bukan tujuan organisasi untuk itu dengan manajemen diupayakan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Untuk itu dalam penerapan proses manajemen kebidanan, maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus semu pada INC (intra natal care) dan menulis kembali dalam bentuk makalah dengan judul “Metodologi Asuhan kebidanan INC (Intranal Care)”. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 Apa saja pendekatan dalam praktek kebidanan? Apa pengertian manajemen kebidanan? Apa saja prinsip roses manajemen kebidanan menurut ACMN? Apa saja proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney? Bagaimana penerapan manajemen kebidanan pada study kasus semu INC (Iintranata Care)?

2 1. 4.komunikasi.3. dan pendidikan pada nakes lain. 3.3 Tujuan 1.pendidikan kesehatan . 2. 2.1 1.4 Manfaat Penulisan Bagi akademik sebagai motivasi peningkatan mutu pendidikan guna menciptakan tenaga kesehatan yang profesional. 3. Team Approach .1 Tujuan Umum Setelah mempelajari metodologi asuhan kebidanan diharapkan mahasiswa mampu memahami asuhan kebidanan pada study kasus semu INC (intranata Care) 1.supervisi. PENDEKATAN DALAM PRAKTEK KEBIDANAN Sistem Approach Adalah mendemonstrasikan dan mengabsahkan kemampuan praktik seperti profesional kerja. Primary Health Care Approach Adalah melaksanakan investigasi masalah dan kebutuhan masyarakat 4. Problem Surving Approach Adalah mengintegrasikan komponen pemecahan masih seperi pengkajian dan sebagainya.3. Bagi pembaca dengan harapan dapat berguna dalam menambah wawasan pendidikan kebidanan serta perbedaanya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 5.1. Tujuan Khusus Mengidentifikasi pendekatan dalam praktek kebidanan Memahami pengertian manajemen kebidanan Mengerti prindip proses manajemen kebidanan menurut ACMN Mengetahui proses manajemen kebidanan menurut Helen Varney Menerapkan manajemen kebidanan dalam study kasus semu INC (Intranata Care) 1. Bagi penulis sebagai motivasi untuk lebih aktif dan kreatif guna mendalami ilmu kebidanan serta penerapannya secara profesional.

Pendekatan Manajemen Kebidanan Sesuai dengan manajemen kebidanan 2. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya. Holistic Approach Adalah memberikan asuhan kepada individu sesuai kebutuhan 6.3 Prinsip Proses Manajemen Kebidanan Menurut ACNM Proses management kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American College of Nurse Midwife terdiri dari:  Secara sistematis mengumpulkan dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan terhadap kesehatan setiap klien termasuk mengumpulkan riwayat kesdehatan dan pemeriksaan fisik  Mengidentifikasikan masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar Mengidentifikasikan klien kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam  menyelesaikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama  Memberikan informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dapat bertanggungjawab terhadap kesehatannya . yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapantahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data. efektif dan efisien. memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat. 2.2 Pengertian Manajemen kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. penemuan-penemuan. ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien.Bekerjasama dengan yang lain 5.

Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya IV. perencanaan dan melaksanakan management dan berkolaborasi dan menunjukkan klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya Merencananakan management terhadap komplikasi tertentu dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaan normal Melakukan evaluasi bersama klien terhdap pencapaian asuhan keseahatan dan merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan   4 Manajemen Kebidanan Menurut Varney. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah III. II. 1997 2. konsultasi.4.   Membuat rencana asuhan yang kompherensif bersama klien Secara pribadi bertanggung jawab terhadap implementasi rencana individual Melakukan konsultasi. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien .2 Langkah-langkah I.Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.1 Pengertian Ø Proses pemecahan masalah Ø Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah Ø Penemuan-penemuan ketrampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis Ø Untuk pengambilan suatu keputusan Ø Yang berfokus pada klien 2.4.

perkusi) pemeriksaan penunjang (laboratorium. untuk melakukan konsultasi. · Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. palpasi. persalinan dan nifas. Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. catatan baru dan sebelumnya). Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya VI. riwayat kesehatan. Yang termasuk data subyektif antara lain biodata.V. Riwayat menstruasi.Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman VII. Data obyektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. spiritual. pengetahuan klien. Data obyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. Langkah ini membutuhkan antisipasi. Data subyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. biospsikologi. · Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. · Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek yang tidak efektif. Hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus. auskultasi. · Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Pemeriksaan khusus (inspeksi. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien . Yang terdiri dari data subyektif dan obyektif. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. riwayat kehamilan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi.

Walaupun bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Wikmosastro. · Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah di identifikasi atau diantisipasi. 1991:180) . · Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.1 Definisi .Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi pembukaan servik serta pengeluaran janin dan plasenta dari uterus ibu 2.Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien · Langkah V : Menyusun Rencana Asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya.2 Mekanisme Persalinan 1.Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan . Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya.5.5 Penerapan menejemen kebidanan pada study kasus semu INC (Intranata Care) 2. Enggagement .5. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya 2.

bahu depan.Pasagway : Bentuk dan ukuran panggul . Ekstensi Defleksi kepala : mengarah ke depan dan ke atas 6.. presentasi dan posisi .Multi para terjadi pada permulaan persalinan 2. lahir bahu belakang.Pasenger : Besarnya anak. ke bawah simpisis 5. Eksternal Rotasi (Putaran paksi luar) Setelah kepala lahir memutar kembali kea rah punggung bayi 7. Internal Rotasi (Putaran paksi dalam) Bagian terendah memutar kedepan. Fleksi Majunya kepala : kepala mendapat tahanan dari cervik. Discent (turunya kepala) Turunnya kepala atau presentasi pada inlet disebabkan oleh : . dan badan 2.Kontraksi diafragma dan otot perut (Kalla II) .Tekanan cairan ketuban .Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus 3.3 Faktor-faktor yang penting dalam persalinan .5. dinding panggul dan dasar panggul 4.Tekanan langsung oleh fhundus uteri . Expulsi Bahu depan dibawah simpisis.

Beberapa yang harus dimonitor pada kalla I adalah : Keadaan ibu Pembukaan servik yaitu pembesaran ostinum eksterna sampai 1-10cm. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaan kalla I .Psikologi : Perubahan psikologis yang terjadi 2. dibagi atas beberapa periode: . servik dan vagina menjadi satu saluran a. dimana setiap jam pembukaan bertambah ± 1cm.Periode deselerasi : Pembukaan 9-10 cm (biasanya 2 jam) b. Kalla I .5. yang lamakelamaan menjadi kuat dan jaraknya yang lebih pendek . tenaga ibu untuk mengedan . menonjol ke kanalis servikalis dan bila ketuban sudah pecah dan dorongan kepala janin c. lama.4 Kalla Persalinan 1.Segmen bawah servik diregang oleh isi abdomen . Kontraksi Uterus Pada awalnya tidak begitu kuat. segmen bawah rahim. biasanya dorong setiap 10-15 menit.Power : Kontraksi uterus (kekuatan.Periode Akselerasi : Pembukaan servik 3-4 cm (biasanya selama 2 jam . Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir postio.Ketuban sewaktu kontraksi. biasanya dalam waktu 7-8jam • Fase Aktif Biasanya berlangsung ± 6 jam.. pembukaan dari 0-3 cm.Otot-otot servik menarik rahim .Periode dilatasi maksimal : Pembukaan 4-9 cm (biasanya selama 2 jam) . dan frekuensi). pada multipara 2-10cm pembukaan ± 1cm dalam 30 menit .Pada primipara biasanya berlangsung 6-18 jam.Waktu pembukaan servik sampai lengkap (± 10 cm) .Plasenta : Tempat insersi plasenta . Fase pada kalla I • Fase Laten Pembukaan servik berlangsung lambat.

Posisi dan Presentasi Posisi : hubungan presentasi dengan kanan atau kiri ibu .Face presentasi : Dagn .d.Fiqating : Bagian presentasi diatas inlet -4.Fixed : -3.Hodge III : Kepala turun setinggi spina ischiadika .Cephalik presentasi : Occiput . -2. Teknik Meneran . -1 .Engaged ukuran terbesar bagian terendah setinggi spina ischiadika : 0 .Mid platul : Antara inlet bagian terendah panggul : +1.-5 . Station .Hodge IV : Kepala turun setinggi os cogsegis f.Pada perineum : +4.Transperse presentasi : Scapula . Turunnya Kepala Janin .Breceh presentasi : Sacrum . +4 g.Hodge I : Kepala turun setinggi PAP .Bach Cephalik presentasi : Ubun-ubun kecil h. Pemeriksaan Leopold • Leopold I : Menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat di fundus • Leopold II : Menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letak bagian terkecil • Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah sudah masuk pada PAP • Leopold IV : Menentukan apa yang normal bagian bawah dan sudah berapa masuknya bagian bawah ke dalam PAP e. +3 . +2.Hodge II : Kepala turun setinggi pinggir bawah simpisis .

bila nyeri lakukan : . Meneran waktu ada dorongan setiap his meneran 3-5 kali 3. Penatalaksaaan kalla II 1) Observasi tanda-tanda kalla II seperti: His makin kuat. kepala tampak divulva. Jika ada kontraksi kepala dan bahu diangkat 45¬¬¬0C 2. Meneran pendek 5 detik dengan membuka glottis. perdarahan meninkat. Meneran dengan membuka glottis dan sedikit menghembus . lakukan episiotomi jika ada indikasi 4) Merapihkan bayi dan menilai APGAR scors 5) Perhatikan teknik septic dan antiseptic 6) Tingkatkan rasa nyaman. tangan merangkul paha dan bawah lutut 3.Cara Klasik Ibu disarankan meneran setiap ada his . Kalla II a. Menarik pada lutut dengan menempel pada dada menguatkan dorongan diafragma dan otot perut 5. Kalla pengeluaran hasil konsepsi b. perineum meregang dan vulva membuka 2) Monitor DJJ : normal 120-140x/menit 3) Bantu persalinan.Menurut codayra-barela 1. paha ditarik kearah abdomen. Uterus mulai berkontraksi.Kompres dingin/hangat . Meneran secara pendek tidak lebih dari 6-7 detik 2.. anus meregang. lama dan sering. menarik nafas sebelum mengedan dihindari 4. Diluar his. timbul deflek meneran seperti: ingin BAB. tungkai diluruskan untuk mengurangi tekanan pada pangkal dan relaksasi dasar panggul 2.Cara Semi Fowler 1.

Diameter 14 – 16 .. Observasi jalan lahir 6. Observasi keadaan umum ibu 8.Cara Sechulze : Plasenta lepas dari tangan. Menentukan kelengkapan plasenta .Cara Duncan : Plasenta lepas dari pinggir.Terlihat masa di introitus .Stimulasi dengan memijat perut ibu 3.Beratnya 550-600 cm .Panjang tali pusat 55 – 60 cm . perdarahan sedikit . minum.Timbulnya kontraksi uterus . perdarahan sekonyong-konyong 4.Perdarahan sekonyong-konyong 2.Insersi tali pusat . Menilai cara lahirnya plasenta . Penuhi kebutuhan dasar ibu. Monitoring kontraksi uterus 7.Arteri 2 dan Vena 1 .Tali pusat menjulur . makan dan rasa nyaman 4. Kalla IV . Observasi tanda-tanda lepasnya plasenta .Jumlah kortiledon 16-22 . Kalla III Fase keluarnya plasenta pada primipara : ½ jam dan pada multipara ¼ jam • Penatalaksanaan kalla III 1.Fundus membundar .Tebalnya 2-3 cm . Menentukan lepasnya plasenta 3.Periksa pinggir plasenta ada robekan atau tidak 5.Teknik bernafas .

Posisi.Riwayat penyakit yang diderita : sulit bernafas.Beri ibu makan dan minum . ganti baju. forceps. bulan (-3).Monitor tanda-tanda vital. panjang pembalut.Riwayat kesehatan keluarga : Gameli.Biodata klien atau ibu .Abdomen a.Penurunan rasa nyaman: Bersihan ibu. molahidatidosa . III. tahun (+1) Sejak kapan ibu merasa mulasØ Apakah sudah teraturØ Kapan terakhir makanØ Kapan terakhir BAB atau BAKØ • Pemeriksaan fisik . keluhan HPHT untuk menentukan taksiran partus :Ø Siklus 28 hari : tanggal (+7).Riwayat kehamilan sekarang : ANC. hipertensi akibat kehamilan . kelainan jantung . bulan (-3). IV .Riwayat persalinan atau kelahiran terdahulu (vakum. jika > 40 cm kemungkinan kehamilan kembar.Fase keluarnya plasenta dimana uterus tidak kontraksi lagi • Penatalaksanaan . BBLR. tahun (+1) Siklus 35 hari : tanggal (+ 7 ). Tinggi fundus uteri dengan pemeriksaan Leopold I. letak.Observasi jalan lahir.Riwayat post partum : Perdarahan.5. keadaan umum. poli hidramnion atau makrosamia b.Lakukan bonding attacchman 2. anus terjadi atau tidak . BBL besar .Riwayat kehamilan sebelumnya yang berkaitan dengan antenatal care .5 Data Fokus • Identitas . hipertensi. induksi oksitosin). presentasi dan turunnya kepala janin dengan leopold II. atur posisi yang nyaman . kontraksi uterus dan respon klien .

DJJ normal: 120-140x/menit 2. Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan krisis situasi. transmisi interpersonal.Pantau produksi mucus.DJJ stabil • Intervensi .Klien mengungkapkan pemahaman • Intervensi .c.Dokumentasikan metode persalinan dan relaksasi.Anjurkan klien mengosongkan kandung kemih setiap 23 jam .Fase aktif < 20 detik (lemah). masalah dan rasa takut .Dokumentasikan teknik pernafasan atau relaksasi dengan tepat (caldiyro garcio. Kontraksi uterus .Berikan dukungan professional sesuai kebutuhan klien Orientasikan klien pada lingkungan. 2/5. berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis .Kaji dan pantau kontraksi uterus .Tanda dehidrasi tidak ada .Anjurkan klien mengungkapkan perasaan.Pantau intake dan output. jumlah air mata dan turgor kulit .Diskusikan pilihan perawatan selama proses . perhatikan BJ urine .Tanda-tanda vital stabil .Berikan cairan pengganti Berikan perawatan mulut .4/4.Ekspresi tenang. semi fowler. 1/5.Pantau hemotoksit 3. klasik) . Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang mengingat.Berikan kesempatan klien untuk bertanya 2. 0 d. > 40 detik (kuat) e. kebutuhan tidak terpenuhi • Kriteria . kesalahan interpretasi informasi • Kriteria Klien berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan . stak dan prosedur. peningkatan pengeluaran • Kriteria .Pertimbangkan cairan parenteral . secara verbal mengatakan cemas berkurang • Intervensi .5. berikan kenyamanan . 3/5. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang. 20-40 detik (sedang). Pemeriksaan untuk menilai turunnya kepala janin : Station .5/5 : seluruh kepala janin dapat diraba dengan 5 jari .Tinjau ulang aktivitas yang tepat dan tindakan pencegahan injury .6 Diagnosa 1.Informasi tentang prosedur dan kemajuan persalinan .Fase laten 1 kalla setiap 10 menit .Tingkatkan privacy dan penghargaan .

3[ .2.8/.:-: #.5..9.03.3/.3907/.3-:207..3903.3.39:7:33..:907:89/.3-: .8[ .70 #. 0.8..3.8:907:8/.9.9.058 3/:8489483  # -08.. $:8.37.79.:9/..7.7 #.3. - !488 09.:.380.9503.72.5.9.302-..95078.3//079.8:9-073.3 3.8.8.202:33.7..:: ..3.3.8.2.2..:9 .2.87.3 5079038.7.9:7[ .9.7.3  9.1.7 .2:.30:.3502078.3. 5708039.954895.907..79:8[ $:8.2.4397.3:2:2 4397.30454/ .:3  -:.3. 9.2./2.318 -/4203 .3.3. .9080..9.8:/.2343.3-07./..9..33/03.3.748.323:2 .4:8 W/0399.:2.9.800:.3078..3.:[  W!02078.3/.3-43/3.3 0:.3907.20 24..5.9.35.3  -807. 439479.9..90.: 5.370854303 !03:7:3.90.3 #.:2 147.8039. #..2.99..3 0.3 !%:39:203039:.9...5.:0.8 4/.30454/  '  -:.8 5079038 0.3907.39. %31:3/:8:907/03.7 54/7.90..79.9..-.3.3    .8..3502-.7.3 07-:2. W!03.79:2!07/. 5...3:8907.73..:3   $0.2.3/03./.9:75488.9.9/48.05.39:3 #..39-./.380-0:23.3/..3  9.

.3:39:203..05.9:7:33.33$9. !02078...943 .

.7 ./03.9/7.5..33/.-.3.80:7:05.

 .

 .

 .

   /09 80/.8:907:8 .5 2039 .  .9   0 3472.80.3  /09 :.91 /09 02.903.80.809.    / 4397..

303  7039.3-07:-:3.39/.393/.32033.9.8.3 2.8.::.9.9.3./.3503.0.3574108843.3 03203:3.8.:0249489 :7..3.7.2-../.3/::3.-W3907.331472.07-.3507.33.7.34:95:9 507.378889:.4  8021407 .3 80.303:39:-079.39:747:9 07.318448 .35.2.3W 3907.7.3828 3907507843.339.5 .37.9.703907.3.2.89.:70.2..3/:302809..8.7..8.3.3905.3.8. !./..3:3.: 39.32::9 !0792-.3.3503.35./74.33:7  .305:9:8.3 5033...3/03.339075709.5.8..- 89.9..907503:W7907.8-07:-:3../.9.39.3-07:-:3./.3 58448/..39.3 03. 0-:9:.:.35.8.7.:9 4:2039.3.9 . 9.8.9.3035.0-:9:.8  %3.3/03.3502.7985.35030:.3 07.3W3907..357.3.348.8 -07.3032034843.8/.3507:-.8:907:8 3:7.2 !. %. %.3 %3...39035073.2..39.02.37.3/.9 08.3 W7907. 85708903.7./.7..808:.9...3/.72.3.3/.303203:3.89/.8 97.9/.3 .89039. 50309.9.3:7.8.203.:8 :2.9.3/03.3.3.39.8-07:7.370.:.3905.3/.9.  03-075.  0:7.357480/:7/.3:.3:730 3:7.3507.3.0/.2574808503.2039       ..5.0.32094/05078.357480/:7 -07..8/03.9.3.35078.3 80.:4397.038 07.831472.3 507.574808 4:2039.89039.3:7.3 89.308025.3503./.038 !./0/7.39  07.8W7907. .:574/:82:..3 8:8.02.9..038 31472.1..4:20..302.8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->