http://my.opera.com/a6us/blog/show.dml/4944371(tgl.6-0kt-2011,jam.19.

58)

MAKALAH TENTANG KORUPSI
Monday, November 30, 2009 4:05:44 AM MAKALAH TENTANG KORUPSI A. KORUPSI Korupsi berasal dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut: • perbuatan melawan hukum; • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara; Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya: • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); • penggelapan dalam jabatan; • pemerasan dalam jabatan; • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan. Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain. Kondisi yang Mendukung Munculnya Korupsi • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik. • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal. • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar. • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama". • Lemahnya ketertiban hukum.

Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996. terutama di Afrika. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Secara umum. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan. lingkungan hidup. seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok). Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia. Dampak Negatif • Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri. korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah. • Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye". atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum. korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil. dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan. melalui investasi infrastruktur. salah satu . tidak tertarik. dan lain-lain. dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. • Rakyat yang cuek. korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi. atau aturan-aturan lain. dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. ketertiban hukum. Dalam sektor privat. namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan. dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Di dalam dunia politik. korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. penyedotan sumber daya. konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Pada saat yang bersamaan. melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). • Ekonomi Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur. [1] (Hasilnya. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi.• Lemahnya profesi hukum. yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun. dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup. karena pengabaian prosedur. korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga. Dalam kasus Afrika. Berbeda sekali dengan diktator Asia.

Nigeria. nilai dari survei tersebut masih diperdebatkan karena ini dilakukan berdasarkan persepsi subyektif dari para peserta survei tersebut. • Mengukur korupsi Mengukur korupsi . Pakistan. meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan. pemerasan. Bangladesh. Duabelas negara yang paling kurang korupsinya. Finlandia. B. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar. secara alami adalah tidak sederhana. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri. oleh Hu Jintao untuk melemahkan lawan-lawan politik mereka. Singapura. menurut survey persepsi (anggapan ttg korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut (disusun menurut abjad): Australia. LSM terkemuka di bidang anti korupsi. Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan. • Bentuk-bentuk penyalahgunaan Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme. dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Norwegia. Barometer Korupsi Global (berdasarkan survei pandangan rakyat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi). karena para pelakunya pada umumnya ingin bersembunyi. Belanda. dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Bank Dunia mengumpulkan sejumlah data tentang korupsi. Luxemburg. tigabelas negara yang paling korup adalah (disusun menurut abjad): Azerbaijan. dan penipuan. diluar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan. bukannya rakyat luas. namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). Rusia. menyediakan tiga tolok ukur. Denmark. Kanada. • Kesejahteraan umum negara Korupsi politis ada dibanyak negara. dan Survei Pemberi Sogok. yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing memberikan sogok. untuk membandingkan beberapa negara. Selandia Baru. fenomena ini digunakan oleh Zhu Rongji. dan yang terakhir. Di beberapa negara. Tanzania. Transparansi Internasional juga menerbitkan Laporan Korupsi Global. Bolivia.faktornya adalah ketidak-stabilan politik. bukan dari penghitungan langsung korupsi yg terjadi (karena survey semacam itu juga tidak ada) • Tuduhan korupsi sebagai alat politik Sering terjadi di mana politisi mencari cara untuk mencoreng lawan mereka dengan tuduhan korupsi. Uganda. Di Republik Rakyat Cina. Islandia. Indonesia. Swedia. juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok. Transparansi Internasional. termasuk sejumlah Indikator Kepemerintahan. Politikus-politikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka. yang diterbitkan setiap tahun: Indeks Persepsi Korupsi (berdasarkan dari pendapat para ahli tentang seberapa korup negara-negara ini). campuran tangan. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi . KORUPSI DI INDONESIA Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Kenya. Kamerun. Irak.dalam artian statistik. edisi tahun 2004 berfokus kepada korupsi politis. budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari. dan Ukraina Namun demikian. dan Swiss Menurut survei persepsi korupsi . • Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan.

MT Haryono.merupakan suatu pelanggaran hukum. Kejaksaan 5. UU 24 tahun 1960 Antara 1951 . S Parman. gagal ditangkap oleh Polisi Militer. 1. Proses hukum Suharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot Subroto. Reformasi Dasar Hukum: UU 31 tahun 1999. Syamsudin Sutan Makmur. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) 3. jabatan panglima Diponegoro diganti oleh Letkol Pranoto. Upaya Jenderal AH Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaanperusahaan hasil nasionalisasi di bawah Penguasa Darurat Militer justru melahirkan korupsi di tubuh TNI. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara.1956 isu korupsi mulai diangkat oleh koran lokal seperti Indonesia Raya yang dipandu Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar. 2. yang diperoleh dari ongkos cetak kartu suara pemilu. Pemberitaan dugaan korupsi Ruslan Abdulgani menyebabkan koran tersebut kemudian di bredel. Pertamina adalah suatu organisasi yang merupakan lahan korupsi paling subur. 3. Kepala Staffnya. • Pemberantasan korupsi di Indonesia Pemberantasan korupsi di Indonesia dapat dibagi dalam 3 periode. UU 20 tahun 2001 Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi: 1. Kepolisian 4. Kolonel Soeharto. BPKP 6. yang kemudian mengirim Suharto ke Seskoad di Bandung. melainkan sekedar suatu kebiasaan. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah. dan Sutoyo dari Markas Besar Angkatan Darat. Hal ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. Orde Lama Dasar Hukum: KUHP (awal). dimana atas intervensi PM Ali Sastroamidjoyo. Orde Baru. yang diduga terlibat dalam kasus korupsi gula. Jenderal Nasution sempat memimpin tim pemberantasan korupsi pada masa ini. yaitu pada masa Orde Lama. dan Orde Reformasi. Ruslan Abdulgani. panglima Diponegoro saat itu. Indonesia selalu menempati posisi paling rendah. Orde Baru Dasar Hukum: UU 3 tahun 1971 Korupsi orde baru dimulai dari penguasaan tentara atas bisnis-bisnis strategis. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi) 2. Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar justru kemudian dipenjara tahun 1961 karena dianggap sebagai lawan politik Sukarno. Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW) . Pieter de Queljoe berhasil ditangkap. sang menteri luar negeri. Dalam kasus tersebut mantan Menteri Penerangan kabinet Burhanuddin Harahap (kabinet sebelumnya). Kasus 14 Agustus 1956 ini adalah peristiwa kegagalan pemberantasan korupsi yang pertama di Indonesia. Kasus ini membuat DI Panjaitan menolak pencalonan Suharto menjadi ketua Senat Seskoad. namun kurang berhasil. Perkembangan korupsi di Indonesia juga mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebelumnya Lie Hok Thay mengaku memberikan satu setengah juta rupiah kepada Ruslan Abdulgani. dan Direktur Percetakan Negara. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titik awal berkembangnya korupsi di Indonesia. Sebagai hasilnya. diperiksa oleh Mayjen Suprapto.

Pada tahun 2007 Taufiequrachman Ruki digantikan oleh Antasari Azhar sebagai Ketua KPK.67). kampanye antikorupsi dan adanya contoh "island of integrity" (daerah contoh yang bebas korupsi). Survei Transparency International Indonesia berkesimpulan bahwa lembaga yang harus dibersihkan menurut responden. Lebih lanjut disampaikan. atau disingkat menjadi KPK. KPK di bawah Antasari Azhar (2007-2009) Dimasa kepemimpinan Antasari Azhar telah banyak kasus-kasus besar korupsi terungkap . Filipina (8. Di bawah kepemimpinan Taufiequrachman Ruki.33) dan Thailand (7. dilantik menjadi Ketua KPK. pemerintah. Taufiequrachman Ruki. Ketua KPK adalah Antasari Azhar (Non Aktif).25 (terkorup 10) di atas India (8. kementerian/departemen (9%). tapi juga bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan antikorupsi. Indonesia menduduki prestasi sebagai negara terkorup dengan skor 9.2 (dengan rentang penilaian 1-5. menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia.C. Sebagai seorang mantan Anggota DPR RI dari tahun 1992 sampai 2001. Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menurut Taufiequrachman Ruki. kepolisian (11%). 31 Tahun 1999 jo UU No.2 kepada Indonesia. Pernyataan Taufiequrachman mengacu pada definisi korupsi yang dinyatakan dalam UU No.33). bea dan cukai (7%).Saat ini KPK dipimpin secara kolektif. Taufiequrachman walaupun konsisten mendapat kritik dari berbagai pihak tentang dugaan tebang pilih pemberantasan korupsi. KPK di bawah Taufiequrachman Ruki (2003-2007) Pada tanggal 16 Desember 2003. 5 untuk yang terkorup). lembaga pendidikan (4%). perpajakan (17%). Vietnam (8. BUMN (5%). survei terbaru Transparency International yaitu "Barometer Korupsi Global". dan pekerjaan umum (2%). Era Kepemimpinan KPK : 1. Maka Taufiequrachman berasumsi bahwa kunci utama dalam pemberantasan korupsi adalah integritas yang akan mencegah manusia dari perbuatan tercela. Taufiequrachman mengemukakan data hasil survei Transparency Internasional mengenai penilaian masyarakat bisnis dunia terhadap pelayanan publik di Indonesia. DPRD (10%). perijinan (3%). adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003 untuk mengatasi. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Komisi Pemberantasan Korupsi. Dengan adanya data tersebut. pemberantasan korupsi tidak hanya mengenai bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi. entah itu "corruption by needs" (korupsi karena kebutuhan). Masih berangkat dari data tersebut. partisipasi dan akuntabilitas". "corruption by greeds" (korupsi karena keserakahan) atau "corruption by opportunities" (korupsi karena kesempatan). di Asia. 2. seorang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1971. adalah: lembaga peradilan (27%). Hasil survei itu memberikan nilai IPK (Indeks Persepsi Korupsi) sebesar 2. organisasi masyarakat dan organisasi bisnis. Taufiequrachman juga menyampaikan bahwa pembudayaan etika dan integritas antikorupsi harus melalui proses yang tidak mudah. 20 Tahun 2001.9). Menurutnya. tindakan preventif (pencegahan) dan represif (pengekangan) ini dilakukan dengan "memposisikan KPK sebagai katalisator (trigger) bagi aparat atau institusi lain agar tercipta good and clean governance dengan pilar utama transparansi. Nilai tersebut menempatkan Indonesia pada urutan 137 dari 159 negara tersurvei. KPK hendak memposisikan dirinya sebagai katalisator (pemicu) bagi aparat dan institusi lain untuk terciptanya jalannya sebuah "good and clean governance" (pemerintahan baik dan bersih) di Republik Indonesia. sehingga dibutuhkan adanya peran pemimpin sebagai teladan dengan melibatkan institusi keluarga. menempatkan partai politik di Indonesia sebagai institusi terkorup dengan nilai 4. terukur bahwa keberadaan korupsi di Indonesia telah membudaya baik secara sistemik dan endemik.

pada 2008 Tumpak diangkat sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Pesero) berdasarkan Keputusan Meneg BUMN. Asintel Kejati Sulteng (1993-1994). Kajari Dili (1994-1995). Tumpak Hatorangan Panggabean (Plt Ketua) Mantan Pimpinan KPK Jilid I periode 2003-2007 ini Lahir di Sanggau. Asintel Kejati DKI Jakarta (1997-1998).terbukti banyak para pejabat pemerintah yang dipenjarakan karena kasus korupsi. Wakajati Maluku (19981999). Kajati Maluku (1999-2000). dan menamatkan pendidikan di bidang hukum pada Universitas Tanjungpura Pontianak. dan SESJAMPIDSUS (2001–2003). Namun perjalanan panjang pemberantasan korupsi kepemimpinan Antasari Azhar terhambat akibat sejumlah sekenario pelemahan KPK yang membuat Antasari Azhar di non aktifkan dari jabatannya. Kalimantan Barat. bapak tiga anak ini memilih langsung untuk mengabdi kepada negara dengan berkarier di Kejaksaan Agung pada1973. pada 29 Juli 1943. 3. Setelah memimpin KPK periode pertama. sebelumnya akhirnya dipilih oleh presiden untuk menduduki posisi pejabat sementara (Plt) pimpinan KPK bersama Waluyo dan Mas Achmad Santosa. Sosok pekerja keras ini pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karua Satya XX Tahun 1997 dan Satya Lencana Karya Satya XXX 2003. Kasubdit Pengamanan Ideologi dan Politik Pada JAM Intelijen (1996-1997). hal ini terjadi karena kerjasama yang erat antara lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia. . Karier di kejaksaan meliputi Kajari Pangkalan Bun (1991-1993). Kajati Sulawesi Selatan (2000-2001). kemudian diusulkan oleh Jaksa Agung RI untuk bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2003. Seusai menamatkan bangku kuliah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful