P. 1
Berbagai Kebijakan Perubahan Kurikulum Di Indonesia

Berbagai Kebijakan Perubahan Kurikulum Di Indonesia

|Views: 62|Likes:
Published by rrt76yt7u8

More info:

Published by: rrt76yt7u8 on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2012

pdf

text

original

Berbagai Kebijakan Perubahan Kurikulum di Indonesia Membentuk manusia yang good and smart adalah filosofi dasar pendidikan

menurut Socrates pada 2400 tahun yang lalu. Berbicara tentang pendidikan tidak akan terlepas dari kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat terlepas dari kurikulum yang sedang berlaku saat itu. Kurikulum merupakan salah satu hal yang cukup vital bagi dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, kurikulum yang ada di Indonesia telah mengalami perubahan beberapa kali.

Sumarsono dalama makalahnya yang berjudul Perjalanan Kurikulum di Indonesia menjelaskan bahwa perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut dimaksudkan untuk membuat sistem pendidikan di Indonesia semakin membaik, namun apakah sistem pendidikan di Indonesia saat ini telah sesuai dengan tujuan pendidikan?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum, antara lain:

1. Bebasnya sejumlah wilayah tertentu di dunia dari cengkraman penjajahan. Dengan kata lain merdekanya suatu bangsa dari negara lain. Dengan merdekanya negara tersebut, mereka menyadari bahwa sistem pendidikan selama ini tidak sesuai dengan cita-cita nasional mereka. Contohnya adalah negara Indonesia yang

kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.Kurikulum Rentjana Pendidikan 1964 Menjelang tahun 1964.Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947 Pada tahun 1947. Kurikulum 1952 .Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai 1952 Pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Dengan merdekanya Indonesia. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum 1968 – Pembaharuan Kurikulum 1964 . (Hendyat Sopetope dan Wasty Soemanto. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. 1993:41-41) Berikut ini adalah perjalanan kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964.bebas dari belenggu penjajahan Belanda. dan jasmani. 2. kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. kecerdasan. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan betambahnya penduduk makin bertambah pula jumlah orang yang membutuhkan pendidikan. maka Indonesia membuat sistem pendidikan tersendiri. yaitu pengembangan moral. Pada saat itu. Kurikulum 1964 . pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana. emosional/artistik. Hal ini menyebabkan bahwa cara atau pendekatan yang telah digunakan selama ini perlu ditinjau kembali. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. 3. Kurikulum 1947 . Pertumbuhan pesat pendidikan dunia. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda.

dan kecakapan khusus. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. pengetahuan dasar. dan keyakinan beragama. • Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. • Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. dan sehat jasmani. Kurikulum 1984 . • Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). • Berorientasi pada tujuan • Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. budi pekerti. Kurikulum 1975 – Pengganti Kurikulum 1968 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranya sebagai berikut. Dari segi tujuan pendidikan. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani.Kurikulum cara belajar siswa aktif (CBSA) Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. moral. kuat. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: .

semiabstrak. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. maupun psikomotor. afektif. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Keterampilan proses adalah pendekatan belajat mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. . Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. semikonkret. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. Karakteristik sekolah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) . • Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. siswa berperan serta pada perencanaan. sehingga siswa berperan lebih aktif dengan mengembangkan cara-cara belajar mandiri. penilaian proses belajar. pelaksanaan. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. • Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa.• Berorientasi kepada tujuan instruksional. Konsepkonsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. mental. • Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. pengalaman siswa lebih diutamakan dalam memutuskan titik tolak kegiatan. baik dalam ranah kognitif. • Menggunakan pendekatan keterampilan proses. intelektual. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. • Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral.Pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Oleh karena itu. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret.

baik secara mental. Dengan demikian siswa lebih berpeluang untuk mencari pengetahuan/keterampilan dengan usaha sendiri. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. di antaranya sebagai berikut. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. Guru merupakan salah satu sumber belajar. serta mengukur berbagai kegiatan/keterampilan yang dikembangkan misalnya berbahasa. dan sosial. dan penyelidikan. 2006:117-118) Kurikulum 1994 – Penyempurnaan Kurikulum 1984 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. . guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar.Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreativitas siswa dan memperhatikan kemajuan siswa untuk menguasai konsep-konsep dengan mantap. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. • Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan • Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) • Kurikulum 1994 bersifat populis. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). (Dimyati dan Mudjiono. dilaksanakan untuk mengamati dan mengukur kegiatan dan kemjuan siswa. fisik.Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar. divergen (terbuka. Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. • Dalam pelaksanaan kegiatan.Tujuan kegiatan tidak hanya untuk sekedar mengejar standar akademis selain kegiatan ditekankan untuk mengembangkan kemampuan siswa secara utuh. . yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. .. .Penilaian.

nilai dan pola berpikir serta bertindak sebagai reflesi dari pemahaman dan penghayatan dari apa yang dipelajari siswa. Kurikulum 2004 – KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) Siskandar (mantan kepala pusat kurikulum Depdiknas) menjelaskan bahwa KBK adalah pengembangan kurikulum yang bertitik tolak dari kompetisi yang seharusnya dimiliki siswa setelah menyelesaikan pendidikan. yang meliputi pengetahuan. • Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak.• Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. 2004:47) . dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. (Dede Rosyada. keterampilan dan nilai-nilai yang direflesikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. jelas bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi lebih menekankan “kompetensi”. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). kompetensi yang dimaksud adalah pengetahuan. • Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. keterampilan. Dilihat dari pengertian dua orang tokoh pendidikan ini. Lebih lanjut. di antaranya sebagai berikut. Abdurrahma Saleh: KBK adalah perangkat standar program pendidikan yang dapat mengantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidang kehidupan yang dipelajarinya. • Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran • Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. dari hal yang mudah ke hal yang sulit.

Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Kurikukum yang dikembangkan saat itu diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi. tujuan kurikulum. 2002a). Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Competency Based Education is education geared toward preparing indivisuals to perform identified competencies (Scharg dalam Hamalik. yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. 2000: 89). kegiatan belajar mengajar. • Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. tujuan pembelajaran umum dan khusus. . penilaian. Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagai sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi. Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan. yang disusun secara hirarkis dari tujuan nasional.Pada kurikulum tahun 1994 dan sebelumnya rumusan kompetensi diformat dalam bentuk rumusan tujuan. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran. institusional.

dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan. (3)standar kompetensi lulusan. (5)standar sarana dan prasarana.• Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Secara substansial. Akan tetapi. Pengembangan KTSP yang beragam mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjalin tujuan pendidikan nasional. yaitu: (1)standar isi. isi. (Sri Sulistyorini. 19/2005. • Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Kurikulum 2006 . dan (7)standar penilaian pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. • Sumber belajar bukan hanya guru. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. 2007:21-22) Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (6)standar pengelolaan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. (2)standar proses.KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasingmasing satuan pendidikan. yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan. kalender pendidikan dan silabus. maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. yaitu PP No. pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan. standar pembiayaan. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap .

hingga pengembangan silabusnya . mulai dari tujuan. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. visi – misi. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. beban belajar. Sumber belajar bukan hanya guru.masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter). Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. kalender pendidikan. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). struktur dan muatan kurikulum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->