P. 1
Logika

Logika

|Views: 165|Likes:
Published by Aditya Kurniawan

More info:

Published by: Aditya Kurniawan on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2016

pdf

text

original

I.

LOGICA SCIENTIA
Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal. A. Logika sebagai ilmu pengetahuan Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. B. Logika sebagai cabang filsafat Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapatpendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. logika tidak bisa dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran.

II.

Dasar-dasar Logika
Penalaran deduktif dikembangkan oleh Aristoteles, Thales, Pythagoras, dan para filsuf

Yunani lainnya dari Periode Klasik (600-300 SM.). Aristoteles, misalnya, menceritakan bagaimana Thales menggunakan kecakapannya untuk mendeduksikan bahwa musim panen zaitun pada musim berikutnya akan sangat berlimpah. Karena itu ia membeli semua alat penggiling zaitun dan memperoleh keuntungan besar ketika panen zaitun yang melimpah itu benar-benar terjadi. Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah, dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan

bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Logika silogistik tradisional Aristoteles dan logika simbolik modern adalah contoh-contoh dari logika formal. Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif— kadang disebut logika deduktif—adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Contoh argumen deduktif: 1. Setiap mamalia punya sebuah jantung 2. Semua kuda adalah mamalia 3. ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung Penalaran deduktif didukung oleh logika deduktif.

Misalnya: Apel adalah buah. Semua buah tumbuh di pohon. Karena itu semua apel tumbuh di pohon. Atau

Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulankesimpulan yang spesifik. sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik. Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum. sementara dengan induksi. Pada abad ke-19. Perbedaan dasar di antara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif tengan progresi secara logis dari buktibukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus. yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik. Adams dan LeVerrier menerapkan teori Newton (prinsip umum) untuk mendeduksikan keberadaan. massa. Dengan memikirakan fenomena bagaimana apel jatuh dan bagaimana planet-planet bergerak. . Karena itu sebagian buah berwarna merah. Sebagian apel berwarna merah. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif. Penalaran induktif—kadang disebut logika induktif—adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum. dinamika logisnya justru sebaliknya. namun siapapun yang menerima premis ini dipaksa untuk menerima kesimpulannya. untuk menarik suatu kesimpulan umu.Apel adalah buah. dan orbit Neptunus (kesimpulan-kesimpulan khusus) tentang gangguan (perturbasi) dalam orbit Uranus yang diamati (data spesifik). Premis yang pertama mungkin keliru. Isaac Newton menyimpulkan teori daya tarik. posisi.

Kuda Amerika punya sebuah jantung 4. implisit. Kuda Inggris punya sebuah jantung 5. bahkan yang secara memuat tak ada. Jika semua premis benar maka Jika kesimpulan pasti benar kesimpulan mungkin benar. sudah secara ada. informasi implisit. tapi tak pasti benar. Deduktif Induktif premis benar. ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa ciri utama yang membedakan penalaran induktif dan deduktif. 6..Contoh argumen induktif: 1. Kuda Sumba punya sebuah jantung 2. Kuda Australia punya sebuah jantung 3. Semua informasi atau fakta pada Kesimpulan kesimpulan sekurangnya dalam premis.. dalam premis. . .

yang menurut Aristoteles disimpulkan dari:   Air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan (karena tanpa air tumbuhan mati) Air adalah jiwa hewan dan jiwa manusia . takhayul.548 SM). filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng. air adalah arkhe alam semesta. Sejarah Logika Masa Yunani Kuno Logika dimulai sejak Thales (624 SM . Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif. yang kemudian disebut logica scientica. dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta. Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu. Aristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah arkhe alam semesta dengan alasan bahwa air adalah jiwa segala sesuatu. Thales mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Dalam logika Thales.III.

air adalah arkhe alam semesta. yaitu: 1. yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar. yang berarti. Categoriae menguraikan pengertian-pengertian 2. murid Aristoteles yang menjadi pemimpin Lyceum. 5. Topica tentang argumentasi dan metode berdebat. Analytica Posteriora tentang pembuktian. air adalah jiwa dari segala sesuatu. Inti dari logika Aristoteles adalah silogisme. Pada 370 SM . logika telah mulai dikembangkan. Buku Aristoteles to Oraganon (alat) berjumlah enam. 6. De sohisticis elenchis tentang kesesatan dan kekeliruan berpikir. Kaum Sofis beserta Plato (427 SM-347 SM) juga telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini. 4. Istilah logika untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Zeno . Analytica Priora tentang Silogisme. Pada masa Aristoteles logika masih disebut dengan analitica. Sejak saat Thales sang filsuf mengenalkan pernyataannya. De interpretatione tentang keputusan-keputusan 3.288 SM Theophrastus. dan dialektika yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya.  Air jugalah uap Air jugalah es Jadi. melanjutkan pengembangan logika.

S. dua orang dokter medis yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. Boethius (480-524) menerjemahkan Eisagoge Porphyrius ke dalam bahasa Latin dan menambahkan komentar .201 M) dan Sextus Empiricus 200 M. buku-buku Aristoteles seperti De Interpretatione.305) membuat suatu pengantar (eisagoge) pada Categoriae. Lahirlah logika modern dengan tokoh-tokoh seperti:    Petrus Hispanus (1210 .dari Citium 334 SM . salah satu buku Aristoteles. Francis Bacon (1561 . Thomas Aquinas 1224-1274 dan kawankawannya berusaha mengadakan sistematisasi logika. Johanes Damascenus (674 . Abad Pertengahan dan Logika Modern Pada abad 9 hingga abad 15.749) menerbitkan Fons Scienteae. Porohyus (232 .1278) Roger Bacon (1214-1292) Raymundus Lullus (1232 -1315) yang menemukan metode logika baru yang dinamakan Ars Magna.1626) mengembangkan logika induktif yang diperkenalkan dalam bukunya Novum Organum Scientiarum.226 SM pelopor Kaum Stoa. Mills . yang merupakan semacam aljabar pengertian. Sistematisasi logika terjadi pada masa Galenus (130 M .  William Ocham (1295 .1679) dengan karyanya Leviatan dan John Locke (1632-1704) dalam An Essay Concerning Human Understanding. J.komentarnnya. Eisagoge oleh Porphyus dan karya Boethius masih digunakan.1349) Pengembangan dan penggunaan logika Aristoteles secara murni diteruskan oleh Thomas Hobbes (1588 .

Logika ini bertujuan menyederhanakan pekerjaan akal budi dan lebih mempertajam kepastian. Ia memperkenalkan dalil Peirce (Peirce's Law) yang menafsirkan logika selaku teori umum mengenai tanda (general theory of signs) Puncak kejayaan logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 .1970). Lalu logika diperkaya dengan hadirnya pelopor-pelopor logika simbolik seperti:  Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) menyusun logika aljabar berdasarkan Ars Magna dari Raymundus Lullus. Kurt Godel (1906-1978).    George Boole (1815-1864) John Venn (1834-1923) Gottlob Frege (1848 .1873) melanjutkan logika yang menekankan pada pemikiran induksi dalam bukunya System of Logic.1925) Lalu Chares Sanders Peirce (1839-1914).(1806 . Rudolf Carnap (1891-1970). dan lain-lain. .melengkapi logika simbolik dengan karya-karya tulisnya.1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 . seorang filsuf Amerika Serikat yang pernah mengajar di John Hopkins University. Logika simbolik lalu diteruskan oleh Ludwig Wittgenstein (1889-1951).

3. Puncak logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 . kritis. cermat. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asasasas sistematis. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak. Logika tersistematisasi dikenalkan oleh dua orang dokter medis. kekeliruan serta kesesatan. lurus. 5. 4.1970).IV. Galenus (130-201 M) dan Sextus Empiricus (sekitar 200 M) yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. metodis dan koheren. tetap. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir. . tertib. Kegunaan logika 1. Logika sebagai matematika murni Logika masuk kedalam kategori matematika murni karena matematika adalah logika yang tersistematisasi. dan objektif. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 . Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik). 2.

6. Terhindar dari klenik . mempertajam pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. gugon-tuhon ( bahasa Jawa ) 8. lebih . Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat. Macam-macam logika a. Logika ilmiah Logika ilmiah memperhalus.kritis . 7. b.metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian. lebih teliti. V.lurus. Apabila sudah mampu berpikir rasional. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir. Logika alamiah Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif.

Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model. dikurangi Logika modern yang juga dikenal dengan nama logika simbolik atau logika matematik adalah corak-corak baru logika. paling tidak. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dgn sintaksis. seperti yang terdapat pada: * Logika modalitas (modal logic) * Logika bernilai banyak (many-valued logic) * Sistem implikasi nonstandar (nonstandard system of implication) * Sistem kuantifikasi nonstandar (nonstandard systems of quantification) Logika modern tetap berpegang kepada prinsip-prinsip yang dikenalkan oleh logika tradisional. ini digunakan dalam arti logika . c.mudah dan lebih aman. Konsistensi (logika) Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. logika modern hanya menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik yang membahas hubungan antar tanda-tanda itu. namun berbeda dengan logika tradisional.

Pembuktian Pembuktian dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:  Argumen yang meyakinkan. termasuk: o o o o Pembuktian matematika Teori pembuktian Argumen logis Bukti Dalam bahasa Inggris:  Berbagai cara pengujian o Proofreading Pembuktian Matematika adalah sebuah demonstrasi yang meyakinkan atas rumus.tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan. Namun sebuah pembuktian dapat pula terdiri atas pencarian proposisi/pernyataan itu benar. d. teorema ataupun pernyataan. Pembuatan bukti telah lama mendapatkan perhatian besar dalam matematika teoretis. Berhubungan dgn pengertian sintaksis yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika tidak terdpat rumus P seperti yang kedua P dan penyangkalan adalah pembuktian dari axioma dari teori yang terkait di bawah sistem deduktif. dengan bantuan logika dan matematika. .

f. Jenis pembuktikan Terdapat sejumlah cara untuk membuktikan sebuah pernyataan pada:  Induksi: Orang membuktikan teorema itu benar di suatu kejadian tertentu dan kemudian membuktikan kejadian selanjutnya juga benar. QED adalah singkatan dari "Quod Erat Demonstrandum".e. Daftar Pembuktian Sistem koordinasi   Persamaan kuadrat Jarak (jarak antara 2 titik) . karena itu pernyataan harus benar. Akhir bukti Terkadang.  Pembuktian langsung : Seseorang membuktikan suatu implikasi (A → B) dengan asumsi pada hipotesis A itu benar dan kemudian membuktikan kesimpulan B itu benar.E.D. singkatan "Q. seperti □ atau ∎. Cara lain adalah dengan menggunakan persegi atau segitiga. kata Latin untuk "itulah yang ditunjukkan".  Pembuktian kontradiksi: Seseorang menunjukkan bahwa jika beberapa pernyataan salah. sebuah kontradiksi logika terjadi. g." ditulis untuk menandakan akhir bukti.  Transposisi : Seseorang membuktikan sebuah implikasi (A → B) dengan asumsi pada kesimpulan B salah atau kemudian menentukan hipotesis itu juga salah.

(premis mayor) Sokrates adalah manusia.      Jarak antara titik dan garis Jarak antara 2 titik (3 dimensi) Jarak antara titik dan diagram Hubungan antara garis miring Koodinat untuk proyeksi vektor pada vektor lain Panjang proyeksi vektor pada vektor lain Aturan penghitungan diferensial       Perbandingan diferensial persamaan Perbandingan diferensial diferensial Perbandingan diferensial produk Perbandingan diferensial logaritma Perbandingan diferensial potensial Perbandingan diferensial fungsi trigonometri Pembuktian melalui deduksi adalah sebuah jalan pemikiran yang menggunakan argumenargumen deduktif untuk beralih dari premis-premis yang ada. kepada kesimpulan-kesimpulan. yang mestinya benar apabila premis-premisnya benar. yang dianggap benar. yang diberikan oleh Aristoteles. ialah :   Semua manusia fana (pasti akan mati). (premis minor) . Contoh klasik dari penalaran deduktif.

 Sokrates pasti (akan) mati. (kesimpulan) VI. atau . Kesesatan (fallacia. fallacy) merupakan bagian dari logika yang mempelajari beberapa jenis kesesatan penalaran sebagai lawan dari argumentasi logis. Kesesatan karena ketidaktepatan bahasa antara lain disebabkan oleh pemilihan terminologi yang salah sedangkan ketidaktepatan relevansi bisa disebabkan oleh : 1) Pemilihan premis yang tidak tepat (membuat premis dari proposisi yang salah). KESESATAN Kesesatan adalah kesalahan yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena penyalahgunaan bahasa (verbal) dan/atau relevansi (materi).

kata tersebut dapat bervariasi artinya. namun secara sederhana kesesatan dapat dibedakan dalam dua kategori. Setiap kata dalam bahasa memiliki arti tersendiri. yaitu kesesatan formal dan kesesatan material. namun dalam kalimat yang berbeda. sangat bervariasi. mengingat cara bagaimana penalaran manusia mengalami kesesatan. Kesesatan formal adalah kesesatan yang dilakukan karena bentuk (forma) penalaran yang tidak tepat atau tidak sahih. Maka. dan juga dapat teriadi karena memang tidak adanya hubungan logis atau relevansi antara premis dan kesimpulannya (kesesatan relevansi). . A. Kesesatan material adalah kesesatan yang terutama menyangkut isi (materi) penalaran. Kesesatan ini dapat terjadi karena faktor bahasa (kesesatan bahasa) yang menyebabkan kekeliruan dalam menarik kesimpulan. Ketidakcermatan dalam menentukan arti kata atau arti kalimat itu dapat menimbulkan kesesatan penalaran.2) Proses penyimpulan premis yang tidak tepat (premisnya tidak berhubungan dengan kesimpulan yang akan dicari). Kesesatan ini terjadi karena pelanggaran terhadap prinsip-prinsip logika mengenai term dan proposisi dalam suatu argumen (lihat hukum-hukum silogisme). Klasifikasi kesesatan Dalam sejarah perkembangan logika terdapat berbagai macam tipe kesesatan yang dalam penalaran. meskipun kata yang digunakan itu sama. dan masing-masing kata itu dalam sebuah kalimat mempunyai arti yang sesuai dengan arti kalimat yang bersangkutan. Walaupun model klasifikasi kesesatan yang dianggap baku hingga saat ini belum disepakati para ahli.

rekening listrik.5 juta bisa membawa motor”. setiap kata dalam bahasa memiliki arti tersendiri. Contoh ungkapan: Apa dan Ha. Kesesatan aksentuasi non-verbal. Karena itu kurangnya perhatian terhadap tekanan ucapan dapat menimbulkan perbedaan arti sehingga penalaran mengalami kesesatan.5 juta tetapi juga dengan menyatakan syarat-syarat lainnya seperti slip gaji. Berikut ini adalah beberapa bentuk kesesatan karena penggunaan bahasa : 1. terakhir dan keterangan surat kemilikan rumah.Kesesatan Bahasa. dan masing-masing kata dalam sebuah kalimat mempunyai arti yang sesuai dengan keseluruhan arti kalimatnya. Ketidakcermatan dalam menentukan arti kata atau arti kalimat itu dapat menimbulkan kesesatan penalaran. kata tersebut dapat bervanasi artinya. meskipun kata yang digunakan itu sama. Maka. Contoh :  Serang (kota)dan serang (tindakan menyerang dalam pertempuran)  Apel (buah) dan apel bendera (menghadiri upacara bendera)  Mental (kejiwaan)dan mental (terpelanting)  Tahu (masakan) dan tahu (mengetahui sesuatu) 2. Contoh sebuah iklan: “ Dengan 2. Mengapa bahasa dalam iklan ini termasuk kesesatan aksentuasi non-verbal (contoh kasus): Karena motor ternyata baru bisa dibawa pulang) tidak ahnya dengan uang 2. namun dalam kalimat yang berbeda. memiliki arti yang berbeda-beda bila: . KTP. Kesesatan Aksentuasi. Perubahan dalam tekanan terhadap suku kata dapat menyebabkan perubahan arti. pengucapan terhadap kata-kata tertentu perlu diwaspadai karena ada suku kata yang harus diberi tekanan.

" Sang pasien bertanya. "Boleh saya makan ayam?". maka terjadilah kesesatan penalaran. Kesesatan Ekuivokasi adalah kesesatan yang disebabkan karena satu kata mempunyai lebih dari satu arti.   Diucapkan dalam keadaan marah Diucapkan dalamkeadaan bertanya Diucapkan untuk menjawab panggilan 3. "Ibu perlu menjaga makannya." Sang pasien merasa marah lalu membentak "Kalau semua bisa (beracun). Kesesatan Ekuivokasi verbal adalah kesesatan ekuivokasi yang terjadi pada pembicaraan dimana bunyi yang sama disalah artikan menjadi dua maksud yang berbeda. Sang dokter menjawab "Bisa. Setelah diperiksa. Contoh: * bisa (dapat) dan bisa (racun ular) “ Seorang pasien berkebangsaan Malaysia berjumpa dengan seorang dokter Indonesia. apa ” ." Sang pasien bertanya. "Boleh saya makan sayur?". "Boleh saya makan ikan?"." Sang pasien bertanya. Sang dokter menjawab "Bisa. Sang dokter menjawab "Bisa. doktor memberi nasihat. Bila dalam suatu penalaran terjadi pergantian arti dari sebuah kata yang sama.

. namun di India menggelengkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain menunjukkan kejujuran[3]. Akibatnya timbul lebih dari satu penafsiran mengenai maknanya. Di India wanita yang menggunakan kain sari putih-putih umumnya adalah janda   Bergandengan sesama jenis pasti homo Menggelengkan kepala (berarti tidak setuju).kata imbuhan) buntut (ekor) dan buntut (anak kecil yang mengikuti kemanapun seorang dewasa pergi) menjilat (es krim) dan menjilat (ungkapan yang dikenakan pada seseorang yang memuji berlebihan dengan tujuan tertentu) Kesesatan Ekuivokasi non-verbal Contoh: * Menggunakan kain/ pakaian putih-putih berarti orang suci. padalahal hanya satu saja makna yang benar sementara makna yang lain pasti salah..yang saya hendak makan. Contoh: .. Kesesatan Amfiboli Kesesatan Amfiboli (gramatikal) adalah kesesatan yang dikarenakan konstruksi kalimat sedemikian rupa sehingga artinya menjadi bercabang. Ini dikarenakan letak sebuah kata atau term tertentu dalam konteks kalimatnya. jenis minuman) dan teh (basa sunda .?"[2]    teh (tumbuhan..

dan demikian pula saya!   Arti 1: Ali mencintai kekasihnya. dan saya juga mencintai kekasih Ali. Contoh lain: Kucing makan tikus mati. lalu menembak.   Arti 1: Dijual sebuah kursi untuk seorang bayi tanpa lengan. tanpa lengan kursi.    Arti 1: Kucing makan. Arti 2: Dijual sebuah kursi tanpa dudukan lengan khusus untuk bayi. Penulisan yang benar adalah: Dijual kursi bayi.   Arti 1: Panda makan.Dijual kursi bayi tanpa lengan. . Ali mencintai kekasihnya. Arti 2: Ali mencintai kekasihnya dan saya juga mencintai kekasih saya. lalu tikus mati Arti 2: Kucing makan tikus lalu kucing tersebut mati Arti 3: Kucing sedang memakan seekor tikus yang sudah mati. kemudian pergi. (Inggris) Panda eat shoots and leaves. Arti 2: Seekor panda memakan pucuk bambu dan dedaunan.

Contoh: Pemuda adalah tulang punggung negara. Pencampur adukan anti sebenarnya dan anti kiasan dari suatu kata atau ungkapan ini sering kali disengaja seperti yang terjadi dalam dunia lawak Kesesatan metaforis ini dikenal pula dengan nama kesesatan karena analogi palsu Lelucon dibawah ini adalah contoh dari kesesatan metaforis: Pembicara 1: Binatang apa yang haram? Pembicara 2: Babi .[sunting] Kesesatan Metaforis Disebut juga (fallacy of metaphorization) adalah kesesatan yang terjadi karena pencampuradukkan arti kiasan dan arti sebenarnya. Tetapi bila dalam suatu penalaran arti kiasan disamakan dengan arti sebenarnya maka terjadilah kesesatan metaforis. Penjelasan kesesatan: Pemuda disini adalah arti sebenarnya dari orang-orang yang berusia muda. sedangkan tulang punggung adalah arti kiasan karena negara tidak memiliki tubuh biologis dan tidak memiliki tulang punggung layaknya mahluk vertebrata. yang dikenal juga kesesatan karena analogi palsu. Artinya terdapat unsur persamaan dan sekaligus perbedaan antara kedua arti tersebut.

P 1: Binatang apa yang lebih haram dari binatang yang haram? P 2: ? P 1: Babi hamil! Karena mengandung babi. Artinya secara logis kesimpulan tersebut tidak terkandung dalam/ atau tidak merupakan implikasi dari premisnya.namun kesan akan adannya hubungan secara psikologis ini sering kali membuat orang terkecoh. [sunting] Kesesatan Relevansi Kesesatan Relevansi adalah sesat pikir yang terjadi karena argumentasi yang diberikan tidak tertuju kepada persoalan yang sesungguhnya tetapi terarah kepada kondisi pribadi dan karakteristik personal seseorang (lawan bicara) yang sebenarnya tidak relevan untuk kebenaran atau kekeliruan isi argumennya.. sekarang binatang apa yang paling haram? Lebih haram daripada babi hamil? P 2: ? P 1: Babi hamil di luar nikah! Karena anak babinya anak haram. Nah. walaupun secara psikologis menampakkan adanya hubungan . Kesesatan ini timbul apabila orang menarik kesimpulan yang tidak relevan dengan premis nya. Jadi penalaran yang mengandung kesesatan relevansi tidak menampakkan adanya hubungan logis antara premis dan kesimpulan. .

Ukuran logika (pembenaran) pada sesat pikir argumentum ad hominem jenis ini adalah kondisi pribadi dan karakteristik personal yang melibatkan: gender. Contoh 2: Seorang juri lomba menyanyi memilih kandidat yang cantik sebagai pemenang. Argumen ini juga dapat menggambarkan aspek penilaian psikologis terhadap pribadi seseorang. Contoh 1: Tidak diminta mengganti bohlam (bola lampu) karena seseorang itu pendek. Kesesatan: tingkat keberhasilan pergantian sebuah bola lampu dengan menggunakan alat bantu tangga tidak tergantung dari tinggi/ pendeknya seseorang. . sifat. Penerapan argumen ini dapat menggambarkan tindak pelecehan terhadap pribadi individu yang menyatakan sebuah argumen. fisik.[sunting] Argumentum ad Hominem Tipe I (abusif) Argumentum ad Hominem Tipe I adalah argumen diarahkan untuk menyerang manusianya secara langsung. bukan karena suaranya yang bagus tapi karena parasnya yang lebih cantik dibandingkan dengan kandidat lainnya. Hal ini keliru karena ukuran logika dihubungkan dengan kondisi pribadi dan karakteristik personal seseorang yang sebenarnya tidak relevan untuk kebenaran atau kekeliruan isi argumennya. dan psikologi. Hal ini dapat terjadi karena perkbedaan pandangan.

Pada umumnya ad hominem Tipe II menunjukkan pola pikir yang diarahkan pada pengutamaan kepentingan pribadi. ada kemungkinan masing-masing pihak tidak dapat menemukan titik temu dikarenakan mereka tidak mengetahui apakah argumen masing-masing itu benar atau keliru. Contoh 4: Argumentasi apakah Isa adalah Tuhan Yesus (Kristen) ataukah seorang nabi (Islam). Hal ini terjadi ketika masing-masing pihak beragumen atas dasar titik tolak dari ruang lingkup yang berbeda satu sama lain. tetapi karena lawan bicara berbeda agama. kepentingan kelompok-bukan kelompok. Bila ada dua orang yang terlibat dalam sebuah konflik atau perdebatan. ad hominem Tipe II menitikberatkan pada perhubungan antara keyakinan seseorang dan lingkungan hidupnya. dan hal-hal yang berkaitan dengan SARA. . Contoh 3: Pembicara G: Saya tidak setuju dengan apa yang Pembicara S katakan karena ia bukan orang Islam [4] Kesesatan: ketidak setujuan bukan karena hasil penalaran dari argumentasi. sebagai contoh: suka-tidak suka.walaupun suara kandidat lain ada yang lebih bagus [sunting] Argumentum ad Hominem Tipe II (sirkumstansial) Berbeda dari argumentum ad hominem Tipe I.

bukan karena prestasi akademiknya yang buruk. [sunting] Argumentum ad baculum Argumentum ad baculum (latin: baculus berarti tongkat atau pentungan) adalah argumen ancaman mendesak orang untuk menerima suatu konklusi tertentu dengan alasan bahwa jika ia menolak akan membawa akibat yang tidak diinginkan. Argumentum ad baculum banyak digunakan oleh orang tua agar anaknya menurut pada apa yang diperintahkan.Ini adalah sebuah contoh argumentasi yang tidak akan menemukan titik temu karena berangkat dari keyakinan dan ilmu agama yang berbeda Contoh 5: Dosen yang tidak meluluskan mahasiswanya karena mahasiswanya berasal dari suku yang ia tidak suka dan sering protes di kelas. . Argumen ini dikenal juga dengan argumen ancaman yang merupakan pernyataan atau keadaan yang mendesak orang untuk menerima suatu konklusi tertentu dengan alasan jika menolak akan membawa akibat yang tidak diinginkan. Argumentum ad hominem Tipe I dan II adalah argumentasi-argumentasi yang mengarah kepada hal-hal negatif dan biasanya melibatkan emosi. contoh menakut-nakuti anak kecil: Bila tidak mau mandi nanti didatangi oleh wewe gombel (sejenis hantu yang mengerikan).

Contoh: 1. . ibunya akan datang dan mencubitnya. 2. Pengemis yang membawa anak bayi tanpa celana dan digeletakkan tidur di trotoar. Seorang anak yang belajar bukan karena ia ingin lebih pintar tapi karena kalau ia tidak terlihat sedang belajar. Jenis argumentum ad baculum yang juga dapat terjadi adalah mengajukan gagasan (yang seringkali bersifat tuntutan) agar didengar dan dipenuhi oleh pihak penguasa. karena ia takut dipecat bila ia tidak melakukan penjualan. Pengendara motor yang berhenti pada lampu merah bukan karena ia menaati peraturan tetapi karena ada polisi yang mengawasi dan ia takut ditilang. Pegawai bagian penawaran yang berbohong kepada pembeli agar produk yang ia jual laku. Penolakan mahasiswa akan skripsi sebagai syarat kelulusan dengan alasan skripsi mahal dan menjadi "akal-akalan" dosen. 3. namun gagasan itu didasari oleh penalaran yang samasekali irasional dan argumen yag dikemukakan tidak memperlihatkan hubungan logis antara premis dan kesimpulannya.Contoh argumentum ad baculum: 1. [sunting] Argumentum ad misericordiam (Latin: misericordia artinya belas kasihan) adalah sesat pikir yang sengaja diarahkan untuk membangkitkan rasa belas kasihan lawan bicara dengan tujuan untuk memperoleh pengampunan/ keinginan.

Jadi suatu gagasan diterima sebagai gagasan yang benar hanya karena gagasan tersebut dikemukakan oleh seorang yang sudah terkenal karena keahliannya [5]. Maka saya juga tidak akan mengkritik Presiden. maka sudah pasti itu layanan yang bagus.2.  Semua orang yang saya kenal bersikap pro Presiden. [sunting] Argumentum auctoritatis (alias: Argumentum ad Verecundiam) (Latin: auctoritas berarti kewibawaan) adalah sesat pikir dimana nilai penalaran ditentukan oleh keahlian atau kewibawaan orang yang mengemukakannya. . lihat saja jumlah penganutnya paling banyak di muka bumi. Contoh:  Satu juta orang Indonesia menggunakan jasa layanan seluler X. [sunting] Argumentum ad populum (Latin: populus berarti rakyat atau massa) Argumentum ad populum adalah argumen yang menilai bahwa sesuatu pernyataan adalah benar karena diamini oleh banyak orang. Pencuri motor yang beralasan bahwa ia miskin dan tidak bisa membeli sandang dan pangan.  Mana mungkin agama yang saya anut salah.

dan seorang dokter yang jenius"     [sunting] Appeal To Emotion Appeal to Emotion adalah argumentasi yang diberikan dengan sengaja tidak terarah kepada persoalan yang sesungguhnya tetapi dibuat sedemikian rupa untuk menarik respon emosi si lawan bicara. maka dalam argumentum auctoritatis ini dilihat dari siapa (posisinya dalam masyarakat/ keahlianny\a/ kewibawaannya) yang mengemukakan. dan bukan berdasarkan penalaran sebagaimana mestinya. Apa yang dikatakan Rhoma Irama pasti benar. Apa yang dikatakan pastor B dalam iklan itu pasti benar. . "Saya yakin apa yang dikatakan beliau adalah baik dan benar karena beliau adalah seorang pemimpin yang brilian. Apa yang dikatakan pak dokter pasti benar. Respon emosi bisa berupa rasa malu. takut. seorang tokoh yang sangat dihormati.Sikap semacam ini mengandaikan bahwa kebenaran bukan sesuatu yang berdiri sendiri (otonom). melainkan tergantung dari siapa yang mengatakannya (kewibawaan seseorang). bangga. atau sebagainya. bedanya dalam argumentum ad hominem yang menjadi acuan adalah pribadi orang yang menyampaikan gagasan (dilihat dari disenangi/ tidak disenangi). Argumentasi ini mirip dengan argumentum ad hominem. Contoh:  Apa yang dikatakan ulama A pada kampanye itu pasti benar.

Contoh 2: "Pemuda yang baik dan budi luhur. tapi lihatlah. Ignoratio elenchi juga dikenal sebagai kesesatan "red herring". Seorang pejabat berbuat dermawan. anaknya mengajukan pembelaan sambil berurai air mata. Lihat saja kedermawanannya di masyarakat. . dan perasaan subyektif. sudah semestinya turut serta berdemonstrasi!" Contoh 3: "Pejabat Bank Indonesia dituduh korupsi. Loncatan dari premis ke kesimpulan semacam ini umum dilatarbelakangi prasangka. sudah pasti dia tidak tulus/mencari muka.Contoh 1: Pembicara G: Saya merasa aneh mengapa Pejabat X tidak setuju dengan program kesejahteraan Pembicara S: Mana mungkin orang baik seperti beliau salah. Contoh: 1. bukan pada tindak kekerasannya. 2." [sunting] lgnoratio elenchi Ignoratio elenchi adalah kesesatan yang terjadi saat seseorang menarik kesimpulan yang tidak relevan dengan premisnya. Kasus pembunuhan umat minoritas difokuskan pada agamanya. emosi.

saya anggap semua masyarakat setuju kenaikan BBM. 4. Saya tidak percaya aktivis mahasiswa yang naik mobil pribadi ke kampus. Sia-sia bicara politik kalau mengurus keluarga saja tidak becus. [sunting] Argumentum ad ignoratiam Adalah kesesatan yang terjadi dalam suatu pernyataan yang dinyatakan benar karena kesalahannya tidak terbukti salah. berarti sama saja menjawab "ya". (padahal belum tentu) Pernyataan diatas merupakan sesat pikir karena belum tentu bila seseorang tidak mengetahui sesuatu itu ada/ tidak bukan berarti sesuatu itu benar-benar tidak ada. atau mengatakan sesuatu itu salah karena kebenarannya tidak terbukti ada. setan. Contoh 2: Karena tidak ada yang berdemonstrasi. dan hantu. Contoh 3: Diamnya pemerintah atas tuduhan konspirasi. Contoh 1: Saya belum pernah lihat Tuhan.3. . sudah pasti mereka tidak ada.

sebetulnya sama maknanya. Contoh: “ Belajar logika berarti mempelajari cara berpikir tepat. karena di dalam berpikir tepat ada logika. Sehingga meskipun rumusan (teks/ kalimat) yang digunakan berbeda.[sunting] Petitio principii Aristoteles dalam Prior Analytics menulis mengenai petitio principii Adalah kesesatan yang terjadi dalam kesimpulan atau pernyataan pembenaran dimana didalamnya premis digunakan sebagai kesimpulan dan sebaliknya. kesimpulan dijadikan premis.. ” Guru: "Kelas dimulai jam 7:30 kenapa kamu datang jam 8:30?" .

padahal urutan waktu saja tidak dengan sendirinya menunjukkan hubungan sebabakibat. atau peristiwa kedua adalah akiat dari peristiwa pertama . esoknya sakit." Kesesatan petitio principii juga dikenal karena pernyataan berupa pengulangan prinsip dengan prinsip. karena saya terlambat. Kesesatan: Padahal diagnosa dokter adalah si pemuda terkena radang paru-paru karena kebiasaannya merokok tanpa henti sejak sepuluh tahun yang lalu. Orang lalu cenderung berkesimpulan bahwa peristiwa pertama merupakan penyeab bagi peristiwa kedua. Tetangganya menyimpulkan bahwa sang pemuda sakit karena baru putus cinta.. .Murid: "Ya. [sunting] Kesesatan non causa pro causa (post hoc ergo propter hoc/ false cause) Kesesatan yang dilakukan karena penarikan penyimpulan sebab-akibat dari apa yang terjadi sebelumnya adalah penyebab sesungguhnya suatu kejadian berdasarkan dua peristiwa yang terjadi secara berurutan. Kesesatan ini dikenal pula dengan nama kesesatan post-hoc ergo propter hoc (sesudahnya maka karenanya) Contoh: Seorang pemuda setelah diketahui baru putus cinta dengan pacarnya.

Badu ditilang oleh polisi lalu lintas di sekitar jalan Sudirman dan Thamrin dan polisi itu meminta uang sebesar Rp. Orang yang makan banyak daging akan menjadi kuat dan sehat.000 bila Badu tidak ingin ditilang. Contoh: 1. yaitu situasi yang bersifat keabetulan. Gula baik karena gula adalah sumber energi. 2. 2. maka gula juga baik untuk penderita diabetes. Maulana Kusuma anggota KPU sekaligus dosen kriminologi di UI melakukan korupsi. maka seluruh anggota KPU yang juga dosen di UI pasti koruptor. [sunting] Kesesatan karena komposisi dan divisi Kesesatan karena komposisi terjadi bila seseorang berpijak pada anggapan bahwa apa yang benar (berlaku) bagi individu atau beberapa individu dari suatu kelompok tertentu pasti juga benar (berlaku) bagi seluruh kelompok secara kolektif. tidak seharusnya ada atau tidak mutlak. karena itu vegetarian juga seharusnya makan banyak daging supaya sehat. .[sunting] Kesesatan aksidensi Adalah kesesatan penalaran yang dilakukan oleh seseorang bila ia memaksakan aturanaturan/ cara-cara yang bersifat umum pada suatu keadaan atau situasi yang bersifat aksidental. maka semua polisi lalu lintas di sekitar jalan sudirman dan thamrin adalah pasti pelaku pemalakan. Contoh: 1. 100.

maka Yahya Zaini juga korupsi. [sunting] Kesesatan karena pertanyaan yang kompleks Kesesatan ini bersumber pada pertanyaan yang sering kali disusun sedemikian rupa sehingga sepintas tampak sebagai pertanyaan yang sederhana. Yahya Zaini adalah anggota DPR. Contoh 2: Umumnya pasangan artis-artis yang baru menikah pasti lalu bercerai. Contoh pertanyaan sederhana. bukan hanya pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak. dengan pertanyaan ya atau tidak Contoh: . Dona Agnesia dan Darius adalah pasangan artis yang baru menikah. pasti sebentar lagi mereka bercerai. Contoh 1: Banyak pejabat pemerintahan korupsi. Jika diterapkan dalam kehidpan sehari-hari maksud dari kesesatan ini adalah karena pertanyaan yang diajukan sangat kompleks. namun sebetulnya bersifat kompleks.Kesesatan karena divisi terjadi bila seseorang beranggapan bahwa apa yang benar (berlaku) bagi seluru kelompok secara kolektif pasti juga benar (berlaku) bagi individu-individu dalam kelompok tersebut.

apalagi bila yang ditanya merasa tidak pernah mengambilnya. ... Jawab ya atau tidak ” Pertanyaan ini sulit dijawab hanya dengan ya dan tidak.“ Apakah kamu yang mengambil majalahku? .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->