P. 1
Koran Gamais Siap Edisi 2

Koran Gamais Siap Edisi 2

|Views: 128|Likes:
Published by piuART115

More info:

Published by: piuART115 on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2011

pdf

text

original

Wake Me Up When September Ends

Edisi 2, Sepetember 2011

KORAN
Lebih Dari Sekedar Bacaan
G a m a i s I T B

Terorisme
Special points of interest:
# PKM : Peran Kita sebagai Muslim # Denyut Jantung Mahasiswa #Ramadhankan Hidupmu #Kehalalan Halal Bihalal #Ambon 110911 #Alasanku Tak Berjilbab #Jilbab Bukan Masalah Khilafiyah #Dragon Ball

dari Gedung Kembar New York sampai Gereja GBIS Solo
Jika kita perhatikan, umat islam
dewasa ini selalu menjadi bulanbulanan pemberitaan yang sangat mendiskreditkan agama mulia ini. Bukan hanya di negara kita, Indonesia, tetapi terjadi juga dibelahan dunia yang lain. Titik tolak yang paling terlihat adalah ketika terjadi serangan 11 september 2001 yang melanda Amerika Serikat, negara adikuasa saat ini. Konon, serangan tersebut dilancarkan oleh al qaidah yang dipimpin oleh usamah bin laden yang berhasil dibunuh oleh pasukan khusus amerika beberapa bulan yang lalu. kejadian ini menandai suatu babak baru dalam kehidupan global dengan adanya ajakan War on terorism atau bisa kita sebut juga war on islam, karena memang subjek yang selalu tersudutkan adalah umat islam. Dibelahan dunia yang lain, misalnya saja di eropa, kita bisa lihat bagaimana kebebasan yang diagungagungkan disana harus ditelan pahit -pahit oleh penguasa dan masyarakatnya yang tidak rela islam berkembang. Kita mungkin tahu, bahwasanya menara masjid dilarang dibangun di salah satu negara di eropa. yang intinya memarjinalkan pemeluk agama islam. Semoga Allah memberikan kesabaran bagi mereka dan kita semua. Dalam skala nasional, dari sekian banyak fenomena „terorisme‟ yang terjadi, kejadian paling hangat adalah ledakan bom di solo. Pada hari selasa, 27 sepetember 2011 lalu, Mabes Polri akhirnya memastikan siapa pelaku Bom GBIS Kepunton Solo. Ia adalah Ahmad Yosepa alias Hayat, ia termasuk satu dari lima orang DPO peristiwa pengeboman masjid Azd Dzikra Mapolresta Cirebon pada 15 April 2011. (lanjut ke hal-10)

Belum lagi pelarangan jilbab bagi muslimah, serta yang paling kejam adalah penghinaan terhadap nabi muhammad SAW yang sering dilakukan, baik melalui gambar, karikatur maupun tulisan-tulisan yang tidak bertanggung jawab. Serta masih banyak hal lainnya

M e m u ta r
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah.. (HR. muslim )
Kampus Museum
Lebih banyak membicarakan sejarah masa lalu bagaimana Soekarno mahasiswa banyak 2000an mencari dan ITB golongan 70an masa dan Inilah ITB

Ti t i k
diawal

B a l i k
yang terlalu

I n ova s i
orang lama lain ITB mahasiswa ITB yang berusaha memutar titik balik inovasi di ITB. Begitu sulit untuk membawa ide baru di kampus ini. Unsur tradisi tradisi Berbagai visioner dirasa yang ide lebih diusik, akan hebat kuat ada maka berisik. dan ke ketimbang mahasiswa inovasi.Jika gerbang

membuatnya

berdebu. persoalan

dekade belum bisa tolong. dibalik

2011. Tak heran jika, mantan Sudah

wakil presiden RI Jusuf Kalla berlindung kampus museum.

mengkritik pedas ITB sebagai ganesha. Dengan nama besar dan arogansi semu. Sering kali Kampus seharusnya mampu kita mengklaim bahwa rantai berkarya futuristik dan inovasi sudah ada di kampus aplikatif. membicarakan Futuristik ini. Tak pelak bahwa yang dan ternyata ada hanyalah berbagai

menggoyang Indonesia. Lebih menyalahkan awal jati lampau bagaimana mahasiswa kebingungan diri Lebih gerakkan banyak

mahasiswa.

menyimpan karya penemuan di laboratorium dan perpustakaan

mabyangkan apa ayang orang invensi (penemuan) yang tak tak lain belum bisa berkolaborasi.Namun bicarakan.Aplikatif menolong jarang pula ada segelintir

dilemparkan

berbagai forum mahasiswa. (bersambung ke hal-2)

H a l a m a n

2

KORAN

Memutar titik Balik Inovasi
(lanjutan hal-1) Namun mungkin akan diapresiasi dengan riuh tepuk tangan, lalu tenggelam oleh waktu. Tak jarang pula ada ide hebat dan visioner yang memerlukan untuk konflik waktu lama karena retorika. emosi, direalisasi antar oleh hanyalah berujung pada tiga huruf, IPK. Ketika memasuki awaltahun kedua, kebanyakan mahasiswa junior disentuh oleh kegiatan kaderisasi jika himpunan. mampu berkarya, kenyataannya Beruntung dikolaborasikan pada akhirnya sehingga matang

menjadi karya yang aplikatif. Karya yang aplikatif harus dilanjutkan sehingga mampu digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Tapi entah kenapa, rasanya sampai detik ini mahasiswa kampus ini masih sebagai belum kampus mampu supremasi pencipta menunjukkan Mahasiswa media yang memfasilitasi berkarya. dan Tak adalah baik suatu dalam hanya teknologi,

kegiatan kaderisasi tersebut memicu semangat namun kegiatan

energi justru tertumpah pada Mahasiswa ITB lebih mudah dipersatukan ketimbang ide. Terlambat sadar Mahasiswa dengan jurusan di muda masa berkutat seleksi Tahap persaingan

kaderisasi banyak juga yang hanya berbicara kebersamaan dan kekeluargaan. Semakin muda mahasiswa ITB, maka energinya akan semakin tersita. Beruntung jika dapat dialihkan kepada hal positif. Namun faktanya, kultur berkonsultasi dengan dosen saat besar dan membaca baru ke perpustakaan tercipta Tugas ITB

mahasiswa

karya yang bermanfaat. Banyak yang ide bermunculan. Banyak Namun lebih banyak lagi mengendap. yang ingin berkarya, namun beralasan belum siap karena ilmu kita belum yang cukup. ingin namun Banyak

berbicara tentang penelitian terapan progam ini juga memfasilitasi wahana berkarya di bidang kewirausahaan dan pengabdian masyarakat, serta karya cipta. Selama 30 tahun penyelenggaraannya ITB belum pernah keluar sebagai juara umum. Tahun ini ITB hanya menduduki peringkat 9 dari 212 proposal yang terikirim. Saat ini, terindikasi adanya menurut Memang bisa penurunan hasil jumlah proposal yang akan dikirim pelacakkan ini PROINOV KM ITB. kompetisi bukanlah suatu program yang menghasilkan banyak

Persiapan Bersama (TPB). Tidak semua tersentuh oleh himpunan mahasiswa jurusan ataupun unit kegiatan. Esensi berpendidikan di kampus ini

berkolaborasi,

mengerjakan mahasiswa fase

terhalang arogansi. Padahal sampai kapanpun kita tidak akan pernah cukup ilmu mengetahui

Akhir. Akibatnya sebagian

kampus gajah ini hanya bisa terus duduk mengerami telur gajah.

mengalami

terlambat

untuk sadar berkarya. Diam dieram Banyak sebenarnya mahasiswa yang hebat di kampus ini. Banyak pula sebenarnya potensi keilmuan yang hebat di negeri ini berkumpul di kampus ini. Namun entah kenapa, kampus gajah ini hanya bisa terus duduk gajah. Sebenarnya berkarya kesadaran mahasiswa ITB mengerami telur

pengetahuan. Bahkan sampai kita lulus dari kampus ini. Maka mari kita jadikan ilmu sebagai sumber kahausan yang terus kita cari dan kita nanti lewat berkarya, bukan sekedar menunggu kurikulum

dari dosen. Ilmu seharusnya uang ketika cerdas dan semakin sok tahu. wadah Ilmu kita banyak ketahui. seharusnya semakin yang Maka

dimenangkan.
baik ITB untuk tentang

bukan membuat kita semakin Namun kompetisi ini adalah yang membuat membuka menunduk mahahasiswa kita mari kacamata mahasiswa

karena semakin sadar, masih persaingan

tidak nasional dalam berkarya. So, kita sekarang tinggal kita yang dan memilih. (Achmad Sunarya, KM Faris Menko Inovasi ITB

sudah cukup besar. Namun seharusnya kita tidak hanya bisa menciptakan karya yang bagus untuk dipajang di atau laboratorium

berkolaborasi

merendahkan arogansi, agar Saffan yang belum kita tahu. PKM sebagai media Program Kreatifitas Kabinet

kita bisa menutupi sisi ide Pengembangan

diperpustakaan, tetapi juga untuk dikenalkan pada dunia. Karya yang ada harus mampu

2011/2012)

Wake me up when September ends

H a l a m a n

3

PKM : Peran Kita sebagai Muslim ^^
Oleh : Shabrina Nida Al Husna
bedanya kalo KC butuh miniature kecilnya. Nah, kalo PKM-AL itu untuk artikel ilmiah. Jadi buat kalian yang suka ngebahas tentang sesuatu yang berbau sains dan teknologi, ikutan ini deh ^^ PKM itu sebenernya nggak susah kok, cuma ribet. Nah lho apa bedanya coba? Hehe. Maksudnya, ribet ngurus ke LKnya. :D Nggak juga sih sebenernya. Yang penting kita mau serius dan sungguhsungguh ngerjainnya, pasti Allah mudahkan . Oiya, klo PKM kita keterima nih, alias lolos berbagai rangakaian seleksi, nanti kita bakal didanain dari pemerintah. Range-nya itu dari 8-10 juta. Asik kaaan? Apalagi klo kita bisa maju sampai PIMNAS (pekan ilmiah mahasiswa nasional), nggak cuma borong hadiah lho, tapi kita bakal ketemu mahasiswa-mahasiswa hebat se-Indonesia. :D Nah, nggak sabar kan buat berkarya? Buat temen2 yang lagi memperjuagkan PKMnya, semangat yaaaaa, pasti bisa kok. Buat yang ngerasa udah telat, jangan sedih, tahun depan masih ada kok. Yang penting ide-ide kalian di-list aja dari sekarang. Biar bisa diwujudkan tahun depan . Sekedar info tambahan aja, PIMNAS tahun depan bakal diadain di jogja lhoo. Kalau tahun kemarin kan di Makassar tuh, tapi sayangnya dari ITB belum ada yang bisa dapet medali emas . Oiya, jadi inget kata-katanya Kak Ubay, kimia 2007, Peraih medali emas PKM-M 2 tahun lalu. Beliau bilang gini, ―Namanya juga Pekan Kreativitas Mahasiswa, ya berarti kita bebas berkreasi melalui kegiatan ini. Jangan takut deh buat gagal, lah wong saya aja baru nyusun proposal H-1 batas pengumpulan. Eh pas ke LK nggak taunya batas akhir pengumpulannya diundur. Padahal mah udah bela-belain nggak kuliah hari itu. Hehe‖ Soooo, jangan ragu buat ikut kompetisi-kompetisi seperti ini. Ini bisa menjadi sarana dalam merealisasikan Peran Kita sebagai Muslim lho. Dengan berkarya, kelak kita akan bangga menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim. Keep your struggle and be the best! ^^

Pernah denger issue-issue tentang PKM kan? Kalau jawabannya nggak

pernah, berarti nggak gaul tuuh :p Hehe, bercandaaa ^^v Nggak usah pake basa-basi deh yaaaa. PKM ituu, sarana untuk merealisasikan Peran Kita sebagai seorang Muslim. Eittts, ngawur nih. Maksudnya, Program Kreativitas Mahasiswa . Acara tahunan Kementrian Pendidikan Nasional ini bertujuan untuk mewadahi mahasiswa dalam berkarya untuk dunia. Kegiatan ini pada dasarnya tak jauh berbeda dengan lombalomba karya ilmiah maupun karya tulis lainnya. Perbedaannya hanya terletak di sifat karya yang aplikatif dan memasyarakat. PKM itu banyak cabangnya lho. Ada PKM-P yang paling banyak diminati mahasiswa dan dosen. PKM-P ini lebih mengarah ke penelitian. Biasanya yang ikutan PKM-P itu kolaborasi SITH, FMIPA sama SF nih. Soalnya kan mereka bangeet. Hehe ada juga PKM-K yang mengarah pada kewirausahaan. Buat kamukamu yang berjiwa entrepreneur harusnya ikutan ini nih. Dijamin bisa nampung ide-ide bisnismu J. Selain itu ada juga PKM-M yang sangat-sangat meninggikan pengabdian terhadap masyarakat. Biasanya kalo ikutan yang ini dapet dananya gede lho, soalnya kan memakmurkan masyarakaat, hehe. Nah, selain tiga cabang yang paling banyak diminati tersebut, ada juga PKM-T, PKM-GT, PKMKC dan PKM-AL. PKM-T itu mengarah ke penerapan teknologi yang sudah ada pada sekelompok masyarakat tertentu. PKM-GT itu kalo kamu punya ide tapi kamu bingun nerapinnya gimana. Kamu bisa jadiin itu karya tulis tanpa harus diterapkan. PKM-KC nggak jauh beda sama PKM-GT,

“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah

yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Bukhari)

H a l a m a n

4

KORAN

Denyut Jantung Mahasiswa
―Waktu dulu ku kecil pengen banget bisa pake baju yang gagah, pake celana jeans, pake jaket. Pengen kayak Mas Ipung. Pergi-pergi gak dimarahin ibu, boleh minum es, boleh hujan-hujanan, bahkan boleh tidur lebih malam dari Dunia Dalam Berita Program TVRI. Jam 9 malem. Kalo masih kecil, apaapa gak boleh, ini gak boleh, itu gak boleh, bahkan makan permen pun gak boleh, Sedihlah kalo masih kecil. Pokoknya gak enak, enak jadi Mas Ipung‖. Begitulah curhatan seorang temen yang Mereka adalah kakak kelas kita, mahasiswa ITB yang sudah menyelesaikan S1 nya dengan tepat waktu. Bahkan lencana cumlaude dapat mereka raih. Mereka sedang mengenang masa kecil yang serba tidak boleh. Mereka mengenang keinginan untuk bebas seperti sekarang. …………….. Di siang yang panas, suhu udara mencapai 34°C, lebih sekarang sudah lulus sidang. Joko yang setia mendengarkan ceritanya dari tadi juga diam-diam membayangkan masa lalunya. Masa lalu yang ingin menjadi seorang pemuda. mandi atau memang males mandi. Beliau asli dari Pati sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah yang mulai hidup sebagai transmigran di Kalimantan sejak tahun 1985. Beliau pernah bercerita, bahwa dirinya dulu gak dapat kesempatan untuk sekolah ingkat tiga dunia. Mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk negara tercinta. Mereka yang siap bertempur digaris depan dengan nyawa sebagai taruhan. Banyak cerita tentang pasukan elit ini, seribu satu mungkin yang bisa bergabung menjadi bagian darinya. Karena tak banyak yang seberani mereka, bernyali banaspati. Mungkin yang membuat mereka pensiun bukan usia mereka, bukan kemapuan fisik yang mulai menurun. Tapi jika nyali Kopasus yang mulai meluruh. Mungkin itulah kenapa adikku ingin jadi Kopasus. ………………………. Tiga ―Langkah tegap maju, jalan!‖ ―Halauan kanan, jalan!‖ Suara itu bagai suara harimau lapar, keras, berat, dan lantang. Layaknya lumba-lumba, mungkin musuh akan lari terkencing-kencing hanya dengan getaran suara yang mereka teriakkan. Baret merah. Kopasus. Tak heran pasukan ini menduduki perkata untuk mahasiswa; dan lebih dari kelas 6 SD. ―Ya ini Mas, nasib lulusan SD, kalo nggak macul ya ngarit‖ kata Beliau dengan aksen jawa. Terkadang kita berfikir dunia ini tidak adil, melihat kenyataan yang begitu pilu. yang Melihat banyak sosok

serupa, jutaan ordenya. Mereka yang sebenarnya punya etos kerja lebih tinggi dari pegawai negeri tapi gaji teri. Hanya kesempatan untuk menikmati bangku sekolah yang tidak mereka miliki. ……………..

Tiga kata untuk mahasiswa; kebebasan, kesempatan, dan keberanian.

panas 11°C dari suhu ratarata Bandung. Seorang bapak -bapak berbaju lusuh bebalur debu dan tanah sedang giat bekerja sebagai buruh lepas. Gajinya tak seberapa, hanya cukup memberikan makan istri dan kedua anaknya. Dia bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dan hanya berhenti untuk sholat. Kalau kau berpapasan dengannya, kau baru bisa menghayati potongan ―Mereka keringat‖. syair lapar dan lagu bau bau ―Kampusku‖ begini buyinya Sungguh

―Siap grak!‖
kebebasan, kesempatan,

keberanian. Tiga potensi yang tidak setiap orang dianugerahi tiga sifat tersebut. Dengan itu Indonesia bisa merdeka, dengan itu Majapahit menguasai Nusantara, dan dengan itu pula Muhammad memberantas segala bentuk penindasan dan menegakkan Agama Islam.

keringat si bapak sudah tercium dari radius 2 meter, entah memang gak bisa beli sabun

“…with great power comes great responsibility”.
http://zetra006.deviantart.com/art/Lazy-Elephant

(Peter Parker’s Uncle,Spiderman)

Wake me up when September ends

H a l a m a n

5

Kita ini mahasiswa yang beruntung kawan, lahir di era reformasi, yang semua hak-hak kita sudah tidak lagi terkekang. Kita bersyukur kuliah di ITB kawan, sebuah kawah candradimuka yang tidak setiap orang bisa masuk dan bisa keluar darinya. Kita ini mahasiswa muslim kawan, sebuah anugerah yang tiada terkira, menjadi bagian dari Ulil Albab yang menyelami Islam dengan bukti empiris dari alam.

Dan kita telah mengorbankan banyak hal demi menjadi seorang mahasiswa. Bapak Ibu kita tak henti-henti berdoa demi kelulusan kita di USM/SNMPTN. Biaya Jutaan tergelontorkan begitu saja. Waktu tegadaikan demi kelolosan kita. Semesta mendukung kelulusan kita. AlhamdulILLAH kita sekarang menjadi bagian dari manusia-manusia yang diharapkan penduduk senegeri RI. Kontribusi kita telah banyak dinanti. Kita lakukan sebisa kita, belajar science, technology, dan art demi kemajuan bangsa. Membangun komunitas pembaharu yang bermanfaat bagi sesama. Mengurangi pengangguran dengan berwirausaha. Berakhlak mulia untuk menjadi pemimpin yang bijaksana. Mari syukuri kemahasiswaan kita dengan bermanfaat bagi sesama, di setiap denyut jantung kita.

kamalmuzakki perwira, sportif, setia

H A L A M A N

6

KORAN

Ramadhankan Hidupmu
Mengingatmu, berarti mengingatkanku akan indahnya menghamba Saat kau menjadi sarana tarbiyah yang luar biasa dari-Nya Menyempurnakan ibadah dengan sunnah Rasul-Nya Menyelami dalam kasih-Nya di setiap malam-malam kesunyian Memadu rindu akan surga dan cinta-Nya yang agung.. Kini.. kau sudah pergi Semoga shaum syawal menjadi penutup yang membekas iman Menjadi bekal dalam mengarungi sebelas bulan perjuangan cinta Agar tiap langkah bernilai kebaikan di mata-Nya Agar setiap amal mengiring jiwa menggapai wajah-Nya.. Ya, syawal kan pergi. Setelah kesedihan melanda hati ditinggal ramadhan tercinta. Kini ia kan pergi, bersama sejuta harapan dan doa agar amal membekas taqwa. Terbersit di hati, jika setiap bulan adalah bulan Ramadhan, dimana semua amal-amal ibadah dengan mudah kita lakukan. Puasa, sholat berjama‘ah, bangun malam, tilawah berjuz-juz dalam sehari, berzakat dan bershadaqah, sabar dengan tidak mudah marah, dan amal-amal lain yang begitu sangat ringan kita lakukan di bulan ini. Namun itulah indahnya ramadhan, menjadi bekal dalam berkelana menggapai cinta.. Jika kita mengingat tujuan Allah memerintahkan kita berpuasa, tentu kita yakin bahwa ketaqwaan-lah yang menjadi parameter keberhasilan kita. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah memerintahkan kita untuk berpuasa tidak lain adalah agar kita menggapai derajat taqwa. Kita bisa mengaitkan dengan ayat yang lain dalam surat yang sama, yaitu ayat 197 yang berbunyi, ―Wa tazawwaduu fainna khayra zaadittaqwa..‖ Berbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Tentu berhubungan bukan? Ketika derajat taqwa berhasil kita raih dari rangkaian tarbiyah ramadhan, kita menjadikan taqwa sebagai bekal dalam mengarungi sebelas bulan berikutnya. Setiap langkah kita kan mencerminkan taqwa, lisan kita menuturkan tanda taqwa, bahkan setiap amal-amal kebaikan kita adalah atas dasar taqwa.. hingga kita dapat menggapai derajat taqwa yang lebih tinggi lagi di hadapan-Nya.. Jadi teringat kisah Rasulullah dan para sahabat, enam bulan setelah bulan Ramadhan para sahabat masih merasakan nikmat ibadah seperti bulan Ramadhan dan enam bulan sebelum Ramadhan para sahabat mempersiapkan Ramadhan dengan sekuat hati untuk benar-benar mendapat berkah Ramadhan. Subhanallah, maka itulah yang harus kita lakukan me-Ramadhan-kan sebelas bulan lainnya. Agar kelak kita mendapat keberkahan di bulan Ramadhan berikutnya.. Dengan apa kita harus me-ramadhan-kan hidup kita? Yaitu dengan senantiasa membuktikan bahwa kita adalah ummat terbaik yang Ia lahirkan ke dunia. Melalui karya-karya nyata kita sebagai mahasiswa, karya-karya terbaik kita dalam membangun peradaban. Senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan dan dasar dalam berkarya. Meningkatkan amal ibadah dengan mengingat kembali esensi penciptaan kita. Bukankah Allah memenangkan kita di antara jutaan sperma yang menerobos dinding sel telur memiliki tujuan besar? Ya, agar kita mampu menjadi agen-agen perubahan dengan identitas sebagai muslim dan jiwa yang senantiasa me-ramadhan-kan harinya. Semangat membuat perubahan! To accomplish great things, we must not only dream, but also act.. \(^_^)9 Oleh: Shabrina Nida Al Husna

Wake me up when September ends

H A L A M A N

7

Kehalalan Halal bihalal
Apa sih Halalbihalal?
Bulan september ini kita masih kental dengan suasana Idulfitri atau di Indonesia terkenal dengan istilah lebaran, tentunya kita sangat mengetahui sebuah kata yang kita sering dengar, bahkan kita ucapkan yaitu ―halal bihalal‖. Sebenarnya, apa sih halalbihalal itu? Halal artinya halal, bi artinya dengan. Jadi, halal bihalal yaitu halal dengan halal? Lah, bingung kan?Kok hahal dengan halal jadinya kaya silaturahim, atau jalan-jalan, atau maafmaafan? Kalau bingung, coba kita bertanya kepada orang arab apa sih artinya halal bihalal ini? Ternyata istilah halal bihalal nggak ditemukan di kamus- kamus arab. Silahkan cek sendiri, juga kitab- kitab para ulama. Ustadz Ahmad Sarwat, ketika bertanya tentang halal bihalal kepada dosen ilmu nahwu (tata bahasa arab),berkata, ― Dr. Syihab An-Namir, yang asli Mesir itu sampai berkerut dahinya 10 lipatan ketika saya tanya i'rabnya dan dari mana asal muasal-nya. Dia cuma bilang, wallahi ya ibni, dza gharib, ma qaalahul arab mundzu ahdi Adam ila yaumil qiyamah ( Demi Allah, anakku, ini asing, ngga pernah orang arab bicara itu dari zaman nabi adam sampai hari kiamat‖. Wah, ternyata memang bener, orang arab sana nggak tau tentang kata halal bihalal ini. Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, konon masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa Indonesia. Halalbihalal adalah adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara. Halalbihalal merupakan tradisi khas dan unik bangsa ini. [1] Bangsa Indonesia sangat kreatif sekali yah. Jadi, dapat kita simpulkan menurut Ensiklopedi Islam, 2000, hingga abad sekarang; baik di negara-negara Arab mau pun di negara Islam lainnya (kecuali di Indonesia) tradisi ini tidak memasyarakat atau tidak ditemukan. Halal bi halal bukan bahasa Arab. Ensiklopedi Indonesia, 1978, menyebutkan halal bi halal berasal dari bahasa (lafadz) Arab yang tidak berdasarkan tata bahasa Arab (ilmu nahwu), sebagai pengganti istilah silaturahmi. Sebuah tradisi yang telah melembaga di kalangan penduduk Indonesia [2] Kalau sudah Bahasa Indonesia, sehingga penulisannya bukan halal bi halal tapi disatukan semua, menjadi halalbihalal. Dalam KBBI, tertulis halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia, yaitu saling mengunjungi kerabat, saudara, teman, saling meminta maaf. Intinya adalah silaturahim, entah sekedar ngobrol –ngobrol, bertemu, saling sapa, meminta maaf atas kesalahan. Nah, bagaimana dengan tradisi ini menurut Islam? Maka kita akan menanyakan kepada ahlinya, “Tanyalah ahli ilmu jika memang kamu tidak tahu” (An Nahl 43) satunya cara silaturahim, diyakini berasal dari nabi, memiliki faidah, dan selalu dipaketkan dengan Idulfitri. Ustadz Aris Munandar [4] menjelaskan “Silaturahmi-untuk sesama kerabat- atau saling berkunjung/menjalin hubungan-jika bukan kerabat- adalah ibadah ghair mahdhah(bukan ritual khusus). Sarana yang dipakai dalam ibadah ghair mahdhah pada asalnya adalah mubah kecuali jika sarananya itu sendiri dijadikan sebagai ibadah maka ketika itu berubah menjadi bid‘ah (hal yang baru dalam urusan agama) . Contoh menutup aurat-bagi laki-laki misalnyaadalah ibadah ghair mahdhah. sarana menutup aurat pada asalnya adalah mubah, mau pake sarung, pake celana panjang atau yang lainnya. semuanya boleh. namun jika ada orang beranggapan bahwa pake sarung itu sendiri adalah amalan yang berpahala maka pake sarung hukumnya bid‘ah.atau jika ada yang beranggapan bahwa memakai sarung dengan tata cara atau model tertentu adalah amalan berpahala maka tata cara memakai sarung tersebut berubah menjadi bid‘ah.‖

Adat dalam Islam? Halalbihalal? Sudah jelas, bahwa halalbihalal merupakan adat, tradisi bangsa Indonesia. Imam As Syathibi Rahimahullah dalam Al I’tisham berkata ‫وإى العادياث هي حيث هي عاديت ال بدعت فيها، وهي‬ .‫حيث يُتعبَّد بها أو تُىْ ضع وضْ ع التعبُّد تدخلها البدعت‬ “Dan sungguh adat istiadat dari sisi ia adat, tidak ada bid’ah di dalamnya. Tapi dari sisi ia dijadikan/diposisikan sebagai ibadah, bisa ada bid’ah di dalamnya.” ‫واألصل في العقىد والوعاهالث الصحت حتى يقىم‬ ‫دليل على البطالى والتحرين‬ Hukum asal dalam berbagai perjanjian dan muamalat adalah sah sampai adanya dalil yang menunjukkan kebatilan dan keharamannya. (I’lamul Muwaqi’in , 1/344) Para ulama menjelaskan, bahwa asal segala sesuatu (muamalah) adalah boleh, sampai ada dalil yang melarangnya. Jika kita kaitkan dengan halalbihalal yang merupakan kegiatan muamalah, maka itu tidak terlarang.
Ustadz Farid Nu‘man Hasan [3] ketika ditanya tentang halalbihalal beliau menjawab bahwa Hari raya umat Islam ada tiga yaitu Idulfitri, iduladha, dan hari jum‘at. Hallbihalal bukan perayaan, bukan hari raya, bukan ritual, ia hanya silaturahim. Pemanfaatan momen belaka, yang hanya ada di Indonesia sebagaimana ARISAN. Halalbihalal jika isinya hanya berkumpul sanak famili, dan kerabat tidak masalah, dan terlarang jika didalamnya ada ritualritual yang tidak diajarkan. Dalam Ushul Fiqih ada ‗urf (tradisi), khususnya ‘urf shahih (tradisi yang baik), Islam tidak melarang, juga ‗urf tersebut sesuai denga Islam. Terserah apapun itu namanya, baik arisan, silaturahim, rujakan, dll. Dan perlu dilihat maqashidnya (tujuannya). Yang terlarang ialah ketika halalbihalal dijadikan satu-

bagaimana dengan tradisi ini menurut Islam? Maka kita akan menanyakan kepada ahlinya, “Tanyalah ahli ilmu jika memang kamu tidak tahu” (An Nahl 43)

H A L A M A N

8

KORAN
ulama yang melakukan hal ini. Syaikh Abdullah Al Faqih, berkata [7] “Alhamdulillah Was Shalatu Was Salamu „ala Rasulillah Wa „ala Alihi Wa Shahbihi, Amma ba‟du: Saling berkunjung antar kerabat, tetangga dan teman dekat pada hari ‗Id adalah perbuatan yang masyru‟ (memiliki landasan dalil dalam syari‘at). Sebagaimana tertulis dalam Al Mausu‟ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah: ”saling berkunjung kerabat, tetangga dan dekat pada hari ‗Id) perbuatan yang masyru’ Islam. (antar teman adalah dalam halalbihalal ? Tahukah kita, bermaafmaafan tidaklah mesti dikhususkan pada saat hari raya ‗Idul Fithri. Bahkan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam sebenarnya tidak pernah mengajarkan dan mengkhususkan untuk bermaaf-maafan saat sebelum dan sesudah puasa. Bahkan pada hari raya ini sebenarnya merupakan hari di mana kaum muslimin diberi keleluasaan untuk bersenangsenang dan menghibur diri setelah lelah beribadah. Maaf-maafan dalam Idul- Fitri juga sebenarnya hanya tradisi saja. Jadi, jika kita bermaafmaafan dengan niat ittiba‘(mencontoh) Rasululah, jatuhnya bisa jadi bid‘ah juga. Tapi jika sekedar hanya ingin memanfaatkan momen lebaran untuk bermaaf-maafan Insya Allah tidak mengapa, bisa jadi tidak perlu menggunakan bahasa arab (minal aizin itu bukan perkataan minta maaf) karena itu seperti kita meminta maaf atas kesalahankesalahan kita seperti hari-hari biasa atau waktu lain selain lebaran, dan juga sebenarnya bisa kita biasakan juga budaya bermaaf maafan dalam kehidupan sehari –hari. Jadi? Ied = hari raya, Fithr = makan -makan, jadi ini adalah hari raya sebulan makan-makan, berpuasa. Jadi maksudnya kita makan setelah judulnya wajib makan. Inti dari Idulfitri yaitu bersenangsenang, dan makan-makan. Syariat menetapkan bahwa „Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari bergembira ria. Sebagaimana oleh Anas diceritakan bin

Bagaimana jika silaturahim/ halalbihalal dikhususkan pada hari Idulfitri? Syaikh Wahid Abussalam Bali, dalam bukunya, mengatakan, ―Pada hari raya, mengunjungi kerabat itu dianjurkan, demikian juga silaturrahmi. Akan tetapi dalam acara berkunjung ini terkadang terjadi beberapa pelanggaran syar‘i. Saat berkunjung ke rumah paman, terkadang bertemu dengan anak perempuan paman lalu orang tersebut bersalaman dengannya. Hal ini tidak boleh dilakukan, dikarenakan anak paman dan anak bibi adalah bukan mahram, tidak boleh bersalaman dengan mereka‖ (50 Kesalahan Dalam Berhari Raya hal. 66) Jadi, silaturahim pada saat Idulfitri merupakan sesuatu yang dianjurkan, dan baik. Asal sesuai dengan aturanaturan Islam, dan ngga lebay seperti cipika-cipiki antara laki-laki dan perpempuan yang bukan mahram. Atau pamer aurat, atau berbuat maksiat bareng. Karena, Salah satu makna ‘( ‫عيد‬Id) secara bahasa adalah hari ِ yang biasanya orang-orang saling berkumpul dan saling bertemu .” „Id juga berarti hari yang biasanya orang-orang saling berkumpul. ‗Id berasal dari kata ‫(عاد يَعُىد‬mengulang) karena mereka secara rutin melakukannya (kumpul-kumpul). Sebagian ahli bahasa berpendapat, asal katanya dari ‫(العادة‬kebiasaan) karena mereka biasa melakukan hal tersebut‖ (Lisaanul „Arab) Hal ini juga pernah ditanyakan kepada Syeikh Sami Shughair, menantu dan murid senior Syeikh Ibnu Utsaimin-melalui Ustadz Abu Ubaidah as Sidawi ketika beliau masih di Unaizah- dan kurang lebih beliau mengatakan, ―Boleh saja, itu adat yang bagus”.[5] Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah berkata[6] Mengunjungi para kerabat di hari ‗Id atau menempuh perjalanan untuk mengunjungi mereka atau.. mendoakan mereka, ini semua tidak mengapa. Adapun mengkhususkan kunjungan ke pemakamanpemakaman di hari Ied atau hari Jum‘at atau hari tertentu, tidak ada

Terdapat riwayat yang menunjukkan masyru‟-nya hal tersebut, yaitu hadits yang diriwayatkan dari ‗Aisyah Radhiallahu‟anha, beliau berkata: ‗Nabi Shallallahu‟alaihi Wasallam masuk ke rumah, ketika itu aku sedang bersama dua anak wanita yang bernyanyi dengan senandung bu‟ats. Lalu beliau bersandar di tempat tidur dan wajahnya menoleh (pada dua anak wanita yang bernyanyi tadi). Kemudian datanglah Abu Bakar…„ sampai akhir hadits. Sisi pendalilan dari hadits ini, terdapat tambahan riwayat dari Hisyam, bahwa Nabi bersabda: „Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki Id sendiri, dan hari ini adalah Id kita„. Dalam Fathul Baari di jelaskan mengenai tambahan riwayat yang berbunyi „Kemudian datanglah Abu Bakar„: „Seolah-olah Abu Bakar datang untuk berkunjung kepada „Aisyah (anaknya), beberapa saat setelah Nabi Shallallahu‟alaihi Wasallam masuk‟”. Tidak ragu lagi bahwa saling berkunjung di hari Id, yang menyebabkan terjalinnya silaturahmi, berakhirnya sengketa, berakhirnya saling benci, maka ini adalah perkara yang dianjurkan dan dilakukan oleh para salaf dari kalangan sahabat dan yang setelah mereka. Ini pun merupakan kebiasaan kaum muslimin sampai hari ini. Bagaimana dengan bermaafmaafan saat Idulfitri atau

Malik Radhiallahu‟anhu:

masa Rasulullah Shallallahu‟alaihi Wasallam baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenangsenang. Rasulullah bertanya: ‘Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini?‟. Warga madinah menjawab: „Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang‟. Maka Rasulullah Shallallahu‟alaihi Wasallam bersabda: ‘Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian Ustadz Ahmad Sarwat dengan yang lebih baik, yaitu mengatakan [8]‖ Maka meski Idul Adha dan „Idul Fithri‟ ” tidak ada dalil khusus yang Abu Daud, menunjukkan bahwa (HR. 1134, dishahihkan Al Albani Rasulullah SAW melakukan dalam Shahih Abi Daud, saling bermafaan menjelang 1134) Ramadhan, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang Dalam sebuah hadits qudsi, melakukannya. .Memang Allah Ta‟ala berfirman: seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, “Orang yang berpuasa itu sebab meminta maaf itu memiliki dua kegembiraan. dilakukan kapan saja dan Kegembiraan ketika berbuka (fitri) dan kegembiraan ketika kepada siapa saja . bertemu Rabb-Nya Idealnya yang dilakukan kelak” (Muttafaqun ‘alaih) bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutanghutang dan lainnya. ―

“Di

Wake me up when September ends

H A L A M A N

9

Dan cara bergembira di hari itu tidak ditentukan oleh syariat sehingga kembali kepada ‘urf (kebiasaan) setempat. Kalau bermaaf-maafan ternyata membuat semakin sedih berlarut-larut, lebih baik jangan pada saat Idulfitri, mungkin bisa sebelum ramadhan. Namun, pada hakikaktnya bermaafan itu ketika kita memunyai salah, dan alangkah lebih baiknya langsung saat itu juga bermaafannya, nggak nunggu lebaran, karena tidak pas lebaran untuk bersedih hati. Mengunjungi kerabat adalah bentuk bersenang -senang dan bergembira karena tentunya bertemu dengan keluarga dan kerabat menimbulkan rasa sayang dan kegembiraan. Namun, harus tetap dalam hal-hal yang diperbolehkan, seperti tidak berduaan , setelah lebaran pacaran jalan lagi, lirik-lirikan pas salaman, cipika,cipiki, hal-hal lebay yang bertentangan dengan syariat Islam. Semuanya masih dalam koridor aturan Islam. Halalbihalal, arisan, saling mengunjungi,rapat, temu kader, makan-makan, rujakan, silaturahim organisasi, dll merupakan cara untuk mempererat silaturahim, baik ada kaitannya dengan Idulfitri atau tidak, yang baiknya dilestarikan dimasyarakat, tidak hanya pada momen tertentu. Wallahua‘lam [/rl] [1] Lentera Hati (1995), Mizan [2] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bihalal2/ [3] Pertanyaan langsung kepada Ustadz Farid Nu‘man Hasan [4,5]www.ustadzaris.com [6] http://www.islamup.com/download.php? id=55581] [7] http://www.islamweb.net/ahajj/index.php? page=ShowFatwa&lang=A&Id=43305&Optio n=FatwaId [6] http://

Resensi
Judul Buku Penulis Penerbit : Ramadhankan Hidupmu : Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, : Maghfirah Pustaka.

Rasulullah saw menegaskan bahwa seandainya kita tahu
keistimewaan bulan Ramadhan, maka kita pasti berharap agar bulan Ramadhan berlangsung satu tahun penuh! Sayang, hanya segelintir manusia yang berusaha menyelami kedalaman makna hadist tersebut, sehingga juga hanya sedikit yang merasakan nikmatnya.Fenomena yang menggejala saat ini malah berbanding terbalik dengan konteks hadist diatas. Alih-alih mendambakan Ramadhan berlangsung selama satu tahun, hasrat untuk meningkatkan ibadah pada bulan suci ini pun nyaris tidak ada. Dalam buku ini, Dr.‘Aidh al-Qarni mengajak Anda mengarungi samudera Ramadhan yang penuh berkah. Betapa banyak anugerah, hikmah, serta karunia yang hanya bisa diraih pada bulan suci ini. Dengan membaca buku ini, Anda akan merasa betapa berharganya setiap detik dalam bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan memang tidak mungkin berlangsung satu tahun, tapi kesempatan untuk mendulang pahala tetap terbuka. Caranya, Ramadhankan hidup Anda. Pelihara supaya tensi ibadah tetap seperti ketika bulan Ramadhan. Anda pasti bisa! Daftar Isi : (1) Menyongsong bulan Ramadhan, (2) Meniru Rasulullah dalam berpuasa, (3) Mengakhiri Ramadhan dengan indah, (4) Ibadah sepanjang bulan Ramadhan, (5) Menikmati indahnya bulan Ramadhan

“Bulan Ramadhan memang tidak mungkin berlangsung satu tahun, tapi kesempatan untuk mendulang pahala tetap terbuka. Caranya, Ramadhankan hidup Anda. Pelihara supaya tensi ibadah tetap seperti ketika bulan Ramadhan. Anda pasti bisa“ (Buku Ramadhankan Hidupmu oleh Dr.Aidh bin Abdullah Al Qarni )

answering.wordpress.com/2009/08/13/tradisibermaaf-maafan-sebelum-bulan-ramadhan/

Ingin berlangganan KORAN ??? Hubungi : 087821763868 GRATISSS

H A L A M A N

1 0

KORAN

Terorisme
dari Gedung Kembar New York sampai Gereja GBIS Solo

(lanjutan hal-1)
Namun, kemudian muncul banyak pertanyaan. Pertama, siapakah Hayat sebenarnya? Kedua, dari jaringan atau kelompok manakah ia? Ketiga, Apakah ia masih terkait dengan jaringan JI (jamaah islamiyah) atau lainya? Keempat, apakah aksi Hayat itu murni inisiatifnya dan stiril dari rekayasa intelijen? Kelima, adakah kaitanya dengan peristiwa Ambon paska Idul Fitri kemarin? Keenam, apa hubunganya kejadian bom dengan rencana DPR melegislasi RUU Intelijen dan proyek massif deradikalisasi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)? Setiap jawaban pertanyaan-pertanyaan ini harus kita analisis baik-baik dari setiap berita serta informasi yang kita dapat agar kita memiliki pandangan yang benar terkait isu yang teramat sering diangkat ini. Aksi Terorisme Menurut AM Waskito, seorang pakar konspirasi dan intelejen di indonesia, menyebutkan bahwa dalam setiap aksi terorisme, dimanapun juga, termasuk di Indonesia, kaidahnya sederhana. Aksi terorisme bisa dibagi menjadi 3 jenis: (1). Aksi yang benar-benar murni dilakukan oleh pelaku terorisme dengan alasan ideologis. Mereka melakukan teror karena kepentingan ideologi, dan menjalankan aksi itu dengan persiapan-persiapan sendiri. Aksi-aksi yang dilakukan oleh IRA di Irlandia, Basque di Spanyol, atau kelompok David Coresh di Amerika termasuk jenis ini; (2). Aksi terorisme yang dibuat oleh aparat sendiri dalam rangka mencapai tujuan politik tertentu. Aparat yang merancang dan mereka pula eksekutornya. Contoh monumental aksi demikian ialah peledakan WTC yang dilakukan oleh dinas intelijen Amerika sendiri; (3). Aksi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu (misalnya kelompok Jihadis) yang ditunggangi oleh aparat. Penyusun aksi itu sebenarnya aparat, tetapi eksekutornya diambil dari kalangan Jihadis yang mudah dipengaruhi dan diprovokasi. Aksi peledakan bom itu sangat mudah dibuat oleh mereka yang punya DANA, INFORMASI, dan AKSES SENJATA. Sedangkan sudah dimaklumi, aparat keamanan memiliki itu semua. Sebagai seorang mahasiswa, kita tentu harus jeli mengidentifikasi setiap kejadian ‗terorisme‘ yang acap kali terjadi di negara berpenduduk muslim terbesar didunia ini. Agar tidak mudah terprovokasi dan termakan beritaberita yang belum tentu shahih kebenarannya. Peran Media Sudah jatuh, tertimpa tangga, pulang-pulang digigit anjing pula. Mungkin itulah peribahasa yang pas disandingkan dengan kondisi umat muslim saat ini. Hak mereka untuk mendapatkan berita yang sebenar-benarnya, sedikit sekali dapat mereka rasakan. Justru yang sering terjadi adalah media kerap membesarbesarkan opini dan menunggangi peristiwa-peristiwa terorisme demi kepentingan popularitas sekaligus menyudutkan umat muslim. Contoh kasus, misalkan saja ketimpangnya pemberitaan antara kasus Ambon dan ledakan gereja di Solo. Ketimpangan itulah yang mengundang reaksi keras dari Ustadz Bernard Abdul Jabbar, tokoh Anti Pemurtadan yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI). Ia dengan tegas menyebut berita-berita yang beredar di media sekular saat ini terkait ledakan di Solo sebagai

berita yang menyesatkan. Kita tentu harus lebih jeli dalam memahami sebuah berita yang acap kali sesat dan mendiskreditkan umat islam.

tidak lagi dipakai sebagai pengalih isu yang membiaskan pandangan kita terkait kondisi bangsa saat ini yang tidak jauh dari kata ketertinggalan.

Bagaimana Sikap Kita
Sebagai mahasiswa yang memiliki tingkat intelegensia yang tinggi. Kita harus mampu memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan terutama jika hal tersebut berkaitan dengan isu terorisme yang selalu saja diidentikan dengan islam. Jika kita lihat kejadian terakhir di solo, ada beberapa hal yang harusnya bisa kita analisis dengan lebih matang. Misalkan saja, setiap kejadian atau pengangkatan isu terorisme seringkali terjadi saat kondisi pemerintahan yang kolaps, seperti maraknya kasus korupsi di beberapa departemen dan kementerian yang terjadi saat ini. Tentu saja isu terorisme menjadi senjata pamungkas yang sering kali terhunus jika keadaan dirasa membahayakan bagi para penguasa. Kejadian ini juga berbarengan dengan rencana pelegalan RUU intelegen yang poinpoinnya masih mengandung banyak hal yang merugikan, kita tentu tidak mau kejadian saat masa orde baru ketika para intel berkuasa, kembali terulang di era reformasi sekarang. Serta berbagai analisis-analisis kondisi lainnya. Terakhir, mari kita bersamasama berdoa kiranya segala kemalangan yang menimpa bangsa ini bisa segera terselesaikan dan isu terorisme yang acapkali memojokkan umat islam-

Allahua‘lam Oleh : Feriyanto SI08

Sumber: www.dakwatuna.com www.eramuslim.com

“Sudah jatuh, tertimpa tangga, pulang-pulang digigit anjing pula. Mungkin itulah peribahasa yang pas disandingkan dengan kondisi umat muslim saat ini. “

Dan (ingatlah) ketika orang - orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik - baik pembalas tipu daya. QS. Al - Anfaal : 30

Wake me up when September ends

H A L A M A N

1 1

AMBON 110911
11 September 2011, bertepatan dengan 10 tahun terjadinya tragedy World Trade Center (WTC), di Ambon kembali terjadi pertikaian. Kejadian ini bermula dari meninggalnya seorang tukang ojek, Darmin Saiman. Anton Bahcrul Alam,Kadiv Humas Mabes Polri, minggu (11/9), menuturkan kericuhan Ambon minggu lalu, berawal dari kecelakaan murni tukang ojek(10/9), yang menabrak pohon dan menabrak rumah seorang warga bernama Okto. Darmin lalu dibawa ke rumah sakit dan meninggal. Namun ia diisukan dibunuh. "Itu bisa dibuktikan dari hasil otopsi. Semua tidak ada tanda-tanda kekerasan, Kami harap masyarakat memahami hal ini," tambahnya. Namun ternyata banyak bukti yang Kejadian meninggalnya tukang ojeg tersebut disinyalir menjadi penyebab bentroknya warga muslim dan salibis pada tanggal 11/09/11. Menurut kantor berita Antara, warga yang bermukim di perbatasan wilayah komunitas Islam dan Kristen panik dan menuju masjid-masjid untuk mencari perlindungan. Sementara itu, di tempat lain dikabarkan ada warga yang mengungsi dengan menuju ke gunung. Hingga tanggal 12/9/11 korban meninggal dunia dari pihak muslim telah mencapai 8 orang. Sedangkan korban kritis sudah menembus angka 70 orang, “Update tadi pagi dari seorang ikhwah yang ada disana bahwa 8 orang meninggal dunia dan 70 lainnya mengalami kritis.‖ Ungkap Ustadz Bernard Abdul Jabbar saat dihubungi Eramuslim.com, senin siang. “Kebanyakan mereka dirawat di RS Al Fatah, Ambon.‖ Tambah Ustadz Bernard. Ustadz yang kini aktif di Hizbud Dakwah Islam (HDI) ini melihat ada upaya pembiaran dari pihak kepolisian pasca meninggalnya dua orang tukang ojek. Namun lebih jauh daripada itu, Ustadz yang aktif melawan pemurtadan ini juga melihat bahwa kerusuhan Ambon kali ini adalah skenario yang masih dimainkan oleh oknum tertentu. “Tidak masuk akal hanya karena dua orang yang terbunuh, aksi menjadi luas kemanamana.‖ Upaya Stigmakan Ambon sebagai Sarang Teroris Kerusuhan Ambon yang bertepatan dengan peringatan peristiwa ambruknya Gedung WTC tidak bisa dilepaskan peringatan dari Pemerintah AS akan adanya serangan teroris. Peringatan AS akan adanya serangan teroris juga ditujukan kepada negara-negara lain, dan Ambon dijadikan target skenario itu dengan memunculkan kerusuhan yang bernuansa SARA,‖ kata pengamat intelijen AC Manullang, Minggu (11/9). Menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon Menurut Ustadz Bernard, konflik di Ambon ini memang sudah disetting jauh-jauh hari.Konsentrasi massa yang langsung terbentuk hanya lewat sms mengenai kematian Darmin, dinilainya sama sekali tidak masuk akal. “Tidak mungkin hanya dalam beberapa waktu, konsentrasi massa muslim dan Kristen sudah terbentuk.‖.tambahnya. ini akan membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris. ”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,‖ paparnya. ”Skenario yang akan dilakukan, Ambon rusuh, dan kelompok-kelompok Islam membantu, dan muncullah stigma teroris di Ambon,‖ tambah Manullang. Permainan Media Kerusuhan Ambon yang menelan banyak korban jiwa dari pihak warga muslim Ambon seolah ditutup-tutupi dan tidak terlalu diblowup oleh media. Bahkan menurut beberapa sumber, warga muslim yang mengungsi di sekolah -sekolah dan gunung-gunung dipaksa kembali oleh pemerintah setempat ke pemukiman mereka padahal pemukiman mereka sudahlah rusak dan banyak yang terbakar habis. Hal ini dilakukan pemerintah disinyalir karena upaya pemerintah untuk menutupi kejadian yang sebenarnya. Berbeda sekali jika kita bandingkan dengan penyikapan media terhadap kejadian pemboman di gereja solo yang baru-baru ini terjadi. Kejadian itu di-expose besar-besaran seolah ingin memperkuat stigma teroris bagi kalangan umat muslim. Sebagai seorang mahasiswa,mahasiswa muslim,kita haruslah peka dan pandai menyaring informasi yang ada. Jangan sampai kita justru terbawa arus, kehilangan kepedulian terhadap saudara-saudara sesame muslim dan juga kehilangan kebanggaan sebagai seorang muslim hanya karena terpengaruh oleh propaganda dan perang pemikiran yang dilancarkan musuhmusuh islam. Wallahu‘alam (LWM) Referensi: www.eramuslim.com

menunjukkan bahwa peristiwa meninggalnya tukang ojeg tersebut,yang akhirnya menjadi titik tolak tragedi ambon berdarah yang menewaskan banyak muslim ambon, bukanlah murni sebuah kecelakaan. Ustadz Bernard Abdul Jabbar, kepada Eramuslim.com, Selasa pagi (13/9), mengatakan bahwa rupanya Darmin tewas dengan luka tusuk di punggung. “(Ucapan Poltri) itu tidak benar, di tubuh Darmin ada luka jahitan bekas tusukan. Saya memiliki fotonya. Mer-C pun juga sudah mendokumentasikan foto Darwin yang tewas karena ditusuk.‖ Ujarnya kepada Eramuslim.com "Masak kalau kecelakaan, kepalanya pecah, tapi helmnya gak kenapa-kenapa." tambahnya. Untuk membuktikannya, Ustadz Bernard bersama rekan-rekan, hari ini berencana menyambangi Kabareskrim Mabesm Polri dalam rangka memberikan fakta itu. “Jam 12 siang kita akan ke Bareskrim, biar semuanya tahu kasus di Ambon sudah disetting.‖ Tandasnya Menurut sumber Eramuslim.com dari Ambon, Darmin mulanya menabrak seorang warga yang pada gilirannya diketahui beragama Nashrani. Kasus ini semakin melebar, setelah Darmin kemudian diserang dan ditusuk oleh warga Nashrani. Tidak hanya itu, pemakaman Darmin pun diserang masa kafir yang tidak terima atas tragedi naas itu itu.

H A L A M A N

1 2

KORAN

Alasanku tak ber jilbab
4 September lalu diperingati sebagai Internasional Hijab Solidarity Day (IHSD). Tanggal yang dijadikan peringatan karena terbunuhnya seorang muslimah,dr Marwa el Sherbini, karena mempertahankan kehormatan jilbabnya. Sejenak mungkin jadi terpikir, seberapa istimewanya sih kain yang dikenakan oleh muslimah tersebut? Kok mau-maunya sampai berkorban nyawa demi mempertahankan jilbab. Ah ya sudahlah, setiap orang kan memiliki prinsip dan pilihan hidup masing-masing. Punya prioritas dan hal-hal yang mereka anggap penting. Tapi apakah jilbab penting? Emm..maksudnya apakah sebegitu pentingnya hingga menjadi sesuatu yang harus wajib dan kudu banget dipake? Nampaknya pernyataan di atas terlampau frontal.. Oke, mari kita bicarakan baik-baik apa ―alasanku tak berjilbab‖ Nanti Saja Kalau Sudah Tua, Sudah Hajjah.. Siapa yang tau umur manusia? Siapa yang menyangka ajal akan menjemput ketika sedang sarapan pagi di restoran mewah di hotel bintang lima? Jangan-jangan sebelum tobat sudah dipanggil YME.. Oh, nooo.. Jadi? Pakai sekarang! Tidak usah menunggu „hidayah‟.. Hidayah bisa dicari.. Sip? Jilbab Budaya Arab Ada juga yang bilang begitu. Jilbab itu bukan budaya di Indonesia. Tapi non, jilbab itu bukan masalah budaya. jilbab adalah kewajiban (perempuan) dalam beragama. Bukankah Islam itu rahmatan lil‟alamin? Tidak ada hubungan sama Arab atau negara manapun, asal dia muslimah, wajib ya wajib aja.. Cukup dengan Pakaian yang Terhormat Hal ini pernah di bahas di acara tafsir Al Misbah di Metro tv, ada perbedaan pendapat di antara ulama sendiri. Ada yang mengatakan bahwa jilbab itu tidak wajib, yang penting adalah pakaian yang terhormat. Namun, kalau boleh bertanya pada ulama tersebut; jika memang boleh hanya dengan pakaian terhormat, tanpa jilbab; bagaimana dengan surah Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31, yang jelas menyebutkan tentang perintah agar mengulurkan jilbab menutupi tubuh dan menutupkan kain kudung ke dada? Bagaimana dengan kisah wanita kaum Anshar yang langsung merobek kain wol mereka untuk menutupi kepala begitu mendengar turunnya ayat tentang perintah berjilbab? Mereka tidak pakai mikir dan debat lagi, langsung menutup rambut kepala mereka. Kira-kira bagaimana interpretasi ayat-ayat tersebut sehingga bisa dimaknai menjadi cukup dengan pakaian terhormat saja, ya? Lagipula definisi pakaian terhormat akan sangat berbeda satu dan lain budaya, negara, ras, suku, dll. Bagaimana dengan suku yang wanitanya berpakaian hanya menutup kelaminnya saja, sementara bagian lain tidak tertutup sehelai benang-pun? Tentu menurut mereka pakaian itu sudah terhormat bagi wanita. Jadi.. Silakan menyimpulkan dengan keyakinan masing-masing ^_^ Takut Susah Mendapat Pekerjaan Ah..tenang saja..Allah kan Maha Kaya dan tidak mungkin mendzalimi hamba-Nya.Apalagi yang sedang berusaha taat pada perintah-Nya Yang Penting Hatinya Dikerudungi Memang iman letaknya di dalam hati tapi bukankah iman itu adalah sesuatu yang diyakini dengan hati,diucapkan dengan lisan, dan dicerminkan lewat perbuatan? Berarti kalo kita mengaku mengimani Allah dalam hati bukankah kita juga akan meyakini perintah Allah untuk berjilbab dan tak akan ragu lagi untuk menaatinya? Tidak Berjilbab adalah Hak Asasi Saya Iya sih(mungkin), namun dalam perkara ibadah berjilbab adalah kewajiban, kewajiban asasi. Kewajiban yang sebenarnya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ya tapi sebenarnya Allah pun tidak pernah memaksa hambaNya untuk taat. Mau taat silahkan..mau ga taat juga silahkan,tapi yang pasti kedua Inti permasalahannya adalah, pilihan tersebut mengandung bagaimana kita taat kepada konsekuensi masing-masing. orang tua namun bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta‟ala dan Rasul-Nya, padahal Allah Subhannahu wa Ta‟ala adalah yang menciptakan kita memberi nikmat, rizki, menghidupkan dan juga yang menciptakan kedua orang tua kita?

Nah,makanya tak perlu khawatir. Orang yang sedang berbuat kebaikan dan kebenaran memang selalu Saya Menerima Jilbab, mengalami cobaan. Tapi Namun Orang Tua cobaan itulah yang akan Melarang meningkatkan derajat diri dan ketaqwaan kita. Kalau saya tidak taat kepada orang tua, saya bisa masuk A " pakah manusia itu mengira neraka. Benar orang tua bahwa mereka dibiarkan memiliki kedudukan yang (saja) mengatakan : " ami K tinggi dan mulia, dan kita telah beriman" sedang mereka , diperintahkan untuk berbakti tidak diuji lagi? Dan kepada mereka. Namun taat sesungguhnya kami telah kepada orang tua dibolehkan menguji orang-orang yang dalam hal yang tidak sebelum mereka, maka mengandung maksiat kepada sesungguhnya Allah Allah Subhannahu wa Ta‟ala , mengetahui orang-orang yang sebagaimana dalam firmanbenar dan sesungguhnya Dia Nya, artinya, mengetahui orang-orang yang dusta. "QS. Al 'Ankabuut : 2( 3) “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku Jadi,masihkah ada alasan ? sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Please girls, stop questioning maka janganlah kamu dan making excuses, have a mengikuti keduanya,” (QS. little faith on Islam! Luqman:15) Meskipun demikian kita tetap harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita selama di dunia ini. (LWM)

apakah jilbab penting? Emm..maksud nya apakah sebegitu pentingnya hingga menjadi sesuatu yang harus wajib dan kudu banget dipake?

Khawatir Nanti Lepas Jilbab Lagi

Aku

Ada seorang yang mengatakan, “Kalau aku pakai jilbab, aku khawatir nanti suatu saat melepasnya lagi.”. kalau kita berpikiran seperti itu, maka bisa-bisa kita meninggalkan seluruh atau sebagian ajaran agama ini. Bisa-bisa kita tidak mau shalat, tidak mau berpuasa karena khawatir nanti tidak bisa terus melakukannya.

Wake me up when September ends
H A L A M A N 1 3

Jilbab bukan masalah khilafiyah
Berikut adalah artikel berjudul “Mendiskusikan Jilbab di Pusat Studi AlQur‘an‖ oleh Adian Husaini. Semoga tidak ada lagi keraguan atas jilbab pada diri wanita muslimah, AMIN.. Selamat membaca. Dr.Quraish Shihab tetap berpendapat jilbab adalah masalah khilafiah, pendapat ganjil menurut pandangan ulama Salaf. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-163 Hari Kamis, (21/9/2006), saya diundang untuk membedah buku Prof. Dr. Quraish Shihab yang berjudul ―Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer‖. Tempatnya di Pusat Studi Al-Quran, Ciputat, lembaga yang dipimpin oleh Quraish Shihab sendiri. Hadir sebagai pembicara adalah Quraish Shihab, Dr. Eli Maliki, Dr. Jalaluddin Rakhmat, dan saya sendiri. Acara ini mendapat sambutan yang cukup hangat. Ruangan yang tersedia tidak mampu menampung ratusan hadirin. Banyak peserta harus berdiri, karena kehabisan tempat duduk. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Mukhlis Hanafi, doktor tafsir lulusan Universitas al-Azhar Kairo, yang baru beberapa bulan kembali ke Indonesia. Ketika masih di Kairo, Mukhlis Hanafi sendiri sudah menulis satu makalah yang mengkritik pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Dr. Eli Maliki, doktor bidang fiqih — yang juga lulusan Al-Azhar – mendadak menggantikan Dr. Anwar Ibrahim, anggota Komisi Fatwa MUI yang berhalangan hadir. Prof. Quraish Shihab – seperti biasanya – dengan tenang mengawali paparannya yang „kontroversial‟ tentang jilbab. Sudah lama ia mempunyai pendapat bahwa jilbab adalah masalah khilafiah – satu pendapat yang ganjil menurut pandangan para ulama Islam terkemuka. Dalam bukunya tersebut, Quraish menyimpulkan, bahwa: ―ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi.‖ Juga, dia katakan: ―bahwa ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.‖ Masih menurut Quraish, ―Perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapatpendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka, serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas. Di sini, tidaklah keliru jika dikatakan bahwa masalah batas aurat wanita merupakan salah satu masalah khilafiyah, yang tidak harus menimbulkan tuduh-menuduh apalagi kafir mengkafirkan. (hal. 165-167). Dalam bukunya yang lain, ―Wawasan Al-Quran‖, (cetakan ke11, tahun 2000), hal. 179), Quraish juga sudah menulis: ―Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.‖ Pandangan Quraish Shihab tersebut mendapat kritik keras dari Dr. Eli Maliki. Membahas QS 24:31 dan 33:59, Eli Maliki menjelaskan, bahwa Al-Quran sendiri sudah secara tegas menyebutkan batas aurat wanita, yaitu seluruh tubuh, kecuali yang biasa tampak, yakni muka dan telapak tangan. Para ulama tidak berbeda pendapat tentang masalah ini. Yang berbeda adalah pada masalah: apakah wajah dan telapak tangan wajib ditutup? Sebagian mengatakan wajib menutup wajah, dan sebagian lain menyatakan, wajah boleh dibuka. Saya sendiri berkeberatan dengan kesimpulan Quraish Shihab bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Saya katakan, yang menjadi masalah khilafiah adalah masalah muka dan telapak tangan, telapak kaki dan sebagian tangan sampai pergelangan, jika ada hajat yang mendesak. Kesimpulan Quraish Shihab – bahwa jilbab adalah masalah khilafiah — seyogyanya diklarifikasi, bahwa yang menjadi masalah khilafiah diantara para ulama tidak jauh-jauh dari masalah ―sebagian tangan, wajah, dan sebagian kaki‖; tidak ada perbedaan diantara para ulama tentang wajibnya menutup dada, perut, punggung, paha, dan pantat wanita, misalnya. Kesimpulan ini perlu dipertegas, agar tidak ada salah persepsi diantara pembaca, bahwa „batas aurat wanita‟ memang begitu fleksibel, tergantung situasi dan kondisi. Menurut Yusuf Qaradhawi, di kalangan ulama sudah ada kesepakatan tentang masalah ‗aurat wanita yang boleh ditampakkan‘. Ketika membahas makna “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak daripadanya‖ (QS 24:31), menurut Qaradhawi, para ulama sudah sepakat bahwa yang dimaksudkan itu adalah ―muka‖ dan “telapak tangan”. Imam Nawawi dalam al-Majmu‘, menyatakan, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya. Diantara ulama mazhab Syafii ada yang berpendapat, telapak kaki bukan aurat. Imam Ahmad menyatakan, aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajahnya saja. Diantara ulama mazhab Maliki ada yang berpendapat, bahwa wanita cantik wajib menutup wajahnya, sedangkan yang tidak cantik hanya mustahab. Qaradhawi menyatakan – bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan – adalah pendapat Jamaah sahabat dan tabi‘in sebagaimana yang tampak jelas pada penafsiran mereka terhadap ayat: ―apa yang biasa tampak daripadanya.‖ (Dikutip dari buku Fatwa-Fatwa Kontemporer (Terj. Oleh Drs. As‘ad Yasin), karya Dr. Yusuf Qaradhawi, (Jakarta: GIP, 1995), hal. 431436). Pendapat semacam ini bukan hanya ada di kalangan sunni. Di kalangan ulama Syiah juga ada kesimpulan, bahwa ‗‘apa yang biasa tampak daripadanya‘‘ ialah ‗‘wajah dan telapak tangan‘‘ dan perhiasan yang ada di bagian wajah dan telapak tangan. Murtadha Muthahhari menyimpulkan, ―… dari sini cukup jelas bahwa menutup wajah dan dua telapak tangan tidaklah wajib bagi wanita, bahkan tidak ada larangan untuk menampakkan perhiasan yang terdapat pada wajah dan dua telapak tangan yang memang sudah biasa dikenal, seperti celak dan kutek yang tidak pernah lepas dari wanita.‖ (Lihat, Murtadha Muthahhari, Wanita dan Hijab (Terj. Oleh Nashib Musthafa), (Jakarta: Lentera Basritama, 2002). Bahkan, dalam buku Wawasan Al-Quran, Quraish Shihab sendiri sudah mengungkapkan, bahwa para ulama besar, seperti Said bin Jubair, Atha, dan al-Auza‘iy berpendapat bahwa yang boleh dilihat hanya wajah wanita, kedua telapak tangan, dan busana yang dipakainya. (hal. 175-176). Membaca kesimpulan buku Quraish Shihab tersebut, dapat menimbulkan pengertian, bahwa konsep ―aurat wanita‖ dalam Islam bersifat ―kondisional‖, ―lokal‖ dan temporal‖. Kesimpulan ini ―cukup riskan‖ karena bisa membuka pintu bagi ―penafsiran baru‖ terhadap hukum-hukum Islam lainnya, sesuai dengan asas lokalitas, seperti yang sekarang banyak dilakukan sejumlah orang dalam menghalalkan perkawinan antara muslimah dengan laki-laki non-Muslim, dengan alasan, QS 60:10 hanya berlaku untuk kondisi Arab waktu itu, karena rumah tangga Arab didominasi oleh laki-laki. Sedangkan sekarang, karena wanita sudah setara dengan laki-laki dalam rumah tangga – sesuai dengan prinsip gender equality – maka hukum itu sudah tidak relevan lagi. Bahkan, berdasarkan penelitian, lebih baik jika istrinya yang muslimah, dibandingkan jika suaminya yang muslim tetapi istrinya non-Muslim. Sebab, sekitar 70 persen anak ternyata ikut agama ibunya.

beribadah yoo.. jangan banyak alasaan.. (GIGI)

H A L A M A N

1 4

KORAN
Daratista atau seorang Asmuni, melainkan keluar dari seorang mufassir Al-Quran yang paling terkenal saat ini di Indonesia. Pendapat Prof. Dr. Quraish Shihab tentang jilbab dan fakta seorang putrinya yang tidak mengenakan jilbab dijadikan legitimasi oleh satu Majalah untuk melegitimasi tentang tidak perlunya wanita mengenakan jilbab. Majalah ini pada 22 Maret 2005, menulis judul cover: “TERHORMAT MESKI TANPA JILBAB.‖ Dr. Eli Maliki juga mengkritik sikap Prof. Quraish Shihab yang tidak mentarjih satu pendapat di antara para ulama, dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat luas untuk memilih pendapat-pendapat yang bermacam-macam. Padahal, kata Dr. Eli, tugas ulama adalah memimbing masyarakat, dengan menunjukkan mana pendapat yang lebih kuat, dibandingkan dengan yang lain. Seorang mahasiswi yang hadir mengaku bingung membaca buku Quraish dan takut membawa buku itu ke tempat asalnya, karena buku itu ia nilai bisa membingungkan. Menghadapi semua kritik itu, Quraish Shihab tidak berubah dengan pendapatnya. Ia tetap menyatakan, bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Padahal, dalam bukunya, Quraish hanya merujuk kepada pemikiran seorang pemikir liberal Mesir yaitu Muhammad Asymawi. Quraish bersikap kritis terhadap Muhammad Syahrur, tetapi tidak kritis terhadap Asymawi. Quraish tetap bertahan dengan pendapatnya, bahwa mengenakan jilbab yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan adalah ‗sebuah anjuran‘, bukan kewajiban. Eli Maliki juga mengkritik pendapat Quraish ini, dan menyatakan, bahwa mengenakan jilbab adalah sebuah kewajiban, yang jelas-jelas dinyatakan dalam Al-Quran. Quraish Shihab, meskipun bertahan dengan pendapatnya, bahwa jilbab adalah sebuah anjuran, namun dia mengaku telah mengajurkan keluarganya untuk memakai jilbab. Dan ia berharap, para muslimah yang berjilbab, tidak lantas melepas jilbabnya, karena membaca pendapatnya. Quraish juga menekankan, bahwa ‗daerahdaerah rawan wanita‘ tetap wajib untuk ditutup. Menurut saya, karena begitu jelasnya perintah Al-Quran, dan padunya pendapat para sahabat Nabi, para tabiin, tabi‘ut tabi‘in, dan para ulama sesudahnya, tentang kewajiban mengenakan jilbab, lebih aman jika kita mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah kewajiban yang jelas. Jika ada yang belum mampu mengenakan jilbab – karena berbagai alasan – sebaiknya tidak mengubah hukum jilbab. Lebih baik mengakui bahwa ada kekurangan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Walhasil, diskusi itu memang belum tuntas. Quraish Shihab tetap dengan pendapatnya semula. Kita pun sudah menyampaikan nasehat dan pendapat-pendapat untuk Quraish Shihab secara langsung. Kewajiban kita sudah selesai. Sekarang kita serahkan kepada Allah SWT. Semoga masyarakat tidak dibuat bingung dengan pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Lebih aman jika masyarakat mengikuti pendapat para ulama yang sejak zaman Sahabat Nabi hingga kini telah bersepakat tentang kewajiban wanita menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangannya. Bagaimana pun, harus diakui, pendapat Quraish Shihab tentang jilbab, adalah pendapat yang ganjil, di kalangan ulama kaum Muslimin. Meskipun dia dikenal sebagai pakar tafsir, namun dalam hal ini, menurut saya, pendapatnya jelas keliru. Mudah-mudahan di masa mendatang, Quraish Shihab bersedia meralat pendapatnya. Wallahu a‘lam. (Jakarta, 23 September 2006/ www.hidayatullah.com ). Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

Dari pendapat para ulama yang otoritatif, bisa disimpulkan, bahwa ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang aurat dan pakaian wanita adalah bersifat universal, berlaku untuk semua wanita, sebagaimana ketika ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi yang berbicara tentang salat, jual beli, pernikahan, haid, dan sebagainya. Ayat-ayat itu tidak bicara hanya untuk orang Arab. Makanya yang diseru dalam QS 24:31 adalah ―mukminat‖. Itu bisa dipahami, sebab tubuh manusia juga bersifat universal. Tidak ada bedanya antara tubuh wanita Arab, wanita Jawa, wanita Amerika, wanita Cina, wanita Papua, dan sebagainya. Bentuknya juga sama. Karena itu, pakaian dan aurat wanita juga bersifat universal. Sebuah koran nasional pernah memberitakan, sebuah sekolah menengah di AS melarang wanitanya mengenakan pakaian yang memperlihatkan belahan dadanya, karena dapat mengganggu konsentrasi para pelajar laki-laki, yang lebih suka melihat belahan dada wanita ketimbang pelajaran di kelas. Hingga kini, di Inggris misalnya, tidak boleh melakukan aksi demonstrasi di jalan raya dengan bertelanjang bulat. Karena sifatnya yang universal, maka tidak bisa dibenarkan – di daerah mana pun – wanita betelanjang dada – dengan alasan sudah menjadi “kebiasaan” sukunya. Pakaian koteka tetap salah, dan mereka yang berkoteka diupayakan secara bertahap supaya menutup auratnya. Jika disepakati bahwa konsep teks alQuran adalah bersifat ―universal‖ dan “final” maka hukum-hukum yang dikandungnya juga bersifat ―final‖ dan ―universal‖ – tentu dengan memperhatikan faktor ‗illah. Sebagai taushiyah, saya sampaikan kepada Prof. Quraish Shihab, bahwa melontarkan pendapat seperti itu tentang jilbab, bukanlah tindakan yang bijak. Di tengah arus budaya pornografi dan pornoaksi dan melanda masyarakat, dan munculnya arus budaya jilbab di kalangan wanita muslimah, penerbitan buku Jilbab karya Quraish Shihab ini, menurut saya, bukanlah tindakan yang bijaksana. Apalagi, diterbitkan oleh sebuah lembaga yang terhormat seperti Pusat Studi Al-Quran. Ditambah lagi, meskipun ini hanya sebuah pendapat, tetapi pendapat ini bukan keluar dari seorang Inul

“Hijab saya bukan hanya bagian dari identitas agama saya (Islam) tetapi juga bagian dari keberadaan saya. It is me.” (Hasina, “My Name is Khan‖) " Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilanggemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perempuan Islam atas dirinya, atas imannya, dan atas dunia” -Andrea Hirata, Sang Pemimpi-

Wake me up when September ends
Sepak pojok

H A L A M A N

1 5

Dragon Ball
Orangpun datang Dan akan kembali Kehidupan kan jadi satu Di kehidupan Yang kedua Akan menjadi lebih indah Siapakah yang dapat melaksanakan Sekarang berusaha mewujudkannya Siapa sih yang ga pernah denger lirik di atas? mungkin hampir semua yang usianya sebaya kita pernah mendengar lirik di atas. yup..lirik di atas adalah lirik dari soundtrack kartun dragon ball. sebenernya saya ga terlalu suka kartun ini,tapi gara2 tv nya suka disabotase sama sepupu saya ,jadi aja saya terpaksa nonton. Tiap kali sepupu saya main ke rumah dan hari itu bertepatan dengan hari minggu, kami selalu berebut untuk nonton tv. Sampai pernah suatu hari saking kesalnya mendengar huru-hara kami berdua, ibu saya matiin tv-nya.Waktu saya tanya kenapa tv-nya dimatiin ibu cuma bilang,"udah matiin aja, tv-nya udah cape..tuh pegang.tv-nya anget kan? udah main yang lain aja sana.." nah,karena rasa kepedulian saya yang sangat tinggi, saya khawatir sama keadaan tv saya yang anget. Akhirnya saya ambil minyak kayu putih dan saya tetesin di atas tv, soalnya waktu itu saya pikir setiap kali badan saya anget ibu juga selalu ngolesin minyak kayu putih. dan.. walhasil, bukannya sembuh, bagian atas tv malah meleleh dan mengelupas. waduhhh... baiklah kita skip dulu cerita kreatif masa kecil saya di atas. but don't try this at home!! Buat tv kok coba-coba.. Kita kembali lagi ke kisah dragon ball. Ya walaupun lintang ga terlalu suka tapi karena sering nonton dengan terpaksa akhirnya lintang jadi agak tahu jalan ceritanya. Kartun Dragon ball punya banyak seri mulai dari dragon ball aja,dragon ball Z,sampe dragon ball GT(walaupun tetap belum bisa mengalahkan Tersanjung yang sampe Tersanjung 6). Nama tokohnya juga aneh-aneh,ada Go Ku, Go Han, Go Ten, dan mungkin tokoh2 itu juga temennya Go Reng An dan Go Yo Bod(?) dan yang lintang inget, Go Ku itu berbadan kecil tapi bisa berubah menjadi raksasa sewaktu-waktu. Dan saat yang paling lintang ingat adalah ketika terjadi suatu serangan yang mengakibatkan kakek Go Ku (kalo ga salah namanya Go Han ya?) terbunuh. Sebelum Go Han meninggal ia berpesan kepada Go Ku ,"however don't forget who you are.." ya..dalam keadaan apapun Go Ku tidak boleh melupakan siapa dirinya. ketika menghadapi musuh yang kuat,walaupun berbadan kecil, Go Ku tak boleh merasa takut,Go Ku harus selalu ingat bahwa dalam dirinya tersimpan seorang raksasa dan ia bisa berubah menjadi raksasa tersebut. Begitulah kehidupan kita.. Dalam kondisi sesulit apapun, penuh masalah,tekanan,hinaan,dan cacian,bahkan dalam kondisi bahagia,kaya raya dan di puncak kesuksesan,kita tak boleh lupa siapa diri kita dan untuk apa kita diciptakan Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran [3]: 110) Dalam kondisi apapun kita tak boleh melupakan bahwa kita adalah umat terbaik karena kita mengajak manusia kepada yang ma'ruf dan mencegah dari hal yang munkar. Dan umat terbaik,dalam kondisi sesulit apapun tak akan berputus asa, karena memang yng diharapkan hanyalah ridho Allah semata. however don't forget who you are.. “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan agar mereka beribadah kepadaku saja” (Adz Dzariyat 56) dalam kondisi apapun dan bagaimanapun kita tak boleh lupa untuk apa kita diciptakan. Ya..kita diciptakan hanya untuk beribadah pada Allah semata. jadi seluruh kehidupan kita haruslah bernilai ibadah. Tidak hanya sholat,puasa,atau mengaji, tidur kita pun harus bernilai ibadah,ucapan kita,diam kita,dan segala gerak-gerik kita harusnya bernilai ibadah. begitu kawan.. jadi apapun yang terjadi nanti ingatlah bahwa dalam diri kita tersimpan raksasa potensi yang luar biasa yang akan membuat semua masalah dan rasa putus asa menadi tak ada artinya dan bagaimanapun ingatlah bahwa kita tercipta hanya untuk-Nya Wallahu‘alam (LWM)

“Tugas yang berat Dilaksanakan Berjuang agar lebih baik Siapa yang dapat Melaksanakannya Dan berusaha mewujudkan Semua itu demi hidup yang baik Hanya kita yang mampu Melaksanakannya “

Wake me up when september ends.. Tersangka di Balik Semua Ini
Penanggungjawab : Bambang Tressando (TI08) Pimred : Lintang Wahyu Mukti (FKK08) Tim Redaksi : Sangga Placenta Avrianza(TI10) Devy Az Zahra (FT10) Fathimah Az Zahro (Material‘10) Shabrina Nida Al Husna (BM10) Hafidz Al haq Fatih (EL10) Firdhaus Ibnu Romadhon (IF10) Amiril Pratomo (TA‘10) Kontributor: Feriyanto (SI08) A.Faris Saffan (PL07) Shabrina Nida Al Husna (MB10) M. Kamal Muzakki (BI08) Lintang Wahyu Mukti (FKK08)
September baru saja berlalu.. Banyak kejadian dan hal-hal penting yang terjadi di bulan september ini. Mulai dari bulan syawal yang penuh berkah,terminal pengujian pertama bagi gelar taqwa yang insyaAllah kita raih selepas ramadhan. Bulan syawal yang di dalamnya terdapat hari-hari yang disunahkan untuk berpuasa selama 6 hari yang pahalanya lebih besar dari berpuasa selam satu tahun.(udah pada shaum syawal kan?). Di awal september pun kampu s sedikit dikejutkan oleh gerakan penertiban yang dilakukan oleh K3L yang sering juga disebut G1S(Gerakan 1 September)..hoo.. Di bulan september juga ada International Hijab Solidarity Day (IHSD) peringatan hari solidaritas berjilbab internasional, namun di bulan yang sama juga kita melihat bagaimana perkara ―rok mini‖ bisa membuat wanita-wanita tergerak untuk berdemo di bundaran HI untuk memprotes pernyataan Gubernur Jakarta,Fauzi Bowo, yang menuduh rok mini sebagai penyebab kasus pemerkosaan yang baru saja terjadi. Ckck.. Masih di bulan yang sama, ketika dunia seolah mengangkat kembali memori tragedi 11 september sepuluh tahun silam, meletuslah tragedi Ambon yang menyiratkan banyak konspirasi untuk menyudutkan umat islam di mata bangsa Indonesia bahkan dunia. Kemudian tak lama berselang muncul pula kejadian pemboman di gereja yang terletak di kota Solo, walaupun tak menelan korban dan kerugian sebanyak kerusuhan Ambon namun pemberitaan yang ada begitu marak dan serasa begitu dibesar-besarkan. Hmm..permainan media... Menjelang akhir September, Palestina,bangsa yang terusir dari tanah airnya sendiri, berusaha memperjuangkan haknya untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari masyarakat dunia lewat PBB. Namun Israel tak tinggal diam,lewat karibnya, Amerika, Israel beruaha menjegalnya lewat hak veto yang dimiliki Amerika. Lagi-lagi di bulan September, mahasiswa ITB terlihat semakin sibuk. Makin banyak terlihat kelompokkelompok yang sedang berdiskusi dan seolah sedang merancang sesuatu. PKM..ya ..di bulan ini PKM kembali bergulir. Ajang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan segenap potensi dan ilmunya. Mengejawantahkan segala rumus dan teori menjadi karya berarti. Mengeluarkan potensi-potensi yang terbendung agar kampus ini tak jadi ―kampus museum‖. Dan bagi seorang mahasiswa muslim tentunya ini menjadi ladang pahala yang subur untuk menumbuhkan pohon kebermanfaatan,karena bagi muslim kebermanfaatanlah yang menjadinkannya sebaik-baik manusia. Hmm..banyak sekali adegan dari skenario kehidupan yang terjadi di bulan september. Lalu dimana peran kita? Pemainkah?

Punya kripik dan sarapan? Silahkan kirim ke sekre kami.. Tapi kalo punya kritik dan saran silahkan kirim ke : kontakgamaisitb@gmail.com FB: Gamais Itb Grup FB: Keluarga Mahasiswa Islam ITB Twitter : @gamaisitb Tumblr: gamaisitb.tumblr.com Website: gamais.itb.ac.id

Antagonis ataukah protagonis? Atau hanya jadi penonton? Penonton yang antusias? Atau justru hanya jadi penonton yang tertidur sepanjang pertunjukkan dan baru tersadar ketika babak baru bernama oktober dimulai? Ya..begitu cepat waktu bergulir,terkadang tanpa sempat kita menyadari begitu banyak manfaat yang terlewat. Semoga kita termasuk orang yang dapat mengambil hikmah dan manfaat serta memberi banyak manfaat pula di bulan september kemarin.

Demi masa,Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->