P. 1
TUGAS MAKALAH AGAMA

TUGAS MAKALAH AGAMA

|Views: 139|Likes:
Published by Firman Ardyansyah

More info:

Published by: Firman Ardyansyah on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2012

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN

Siapakah manusia sebenarnya? Apakah kita sudah mengenal diri kita sendiri?
Dimanakah kedudukan kita sebagai ciptaan Allah? Bagaimana seharusnya sikap kita
pada Allah SWT? Dan masih banyak lagi persoalan yang perlu dilontarkan kepada
manusia pada dirinya sendiri yang sudah hidup sekian lamanya di muka bumi.
Masalah manusia adalah hal yang tidak pernah ada habis-habisnya dibicarakan.
Banyak ilmuan mencoba membicarakan dan mempelajarinya,namun tidak begitu
berhasil. Karena masing-masing pakar mempunyai teori dan definisinya sendiri
mengenai manusia. Berbagai disiplin ilmu seperti
psikologi,sosiologi,ekonomi,antropologi,filsafat,dan teologi mempunyai berbagai
pendekatan yang berbeda dan teori yang berlainan tentang manusia.


















BAB II
PERMASALAHAN

Rumusan Masalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan hakekat manusia menurut bahasa dan istilah?
2. Siapakah manusia itu menurut Islam?
3. Bagaimana hakekat manusia menurut ajaran Islam?
4. Apakah yang dimaksud dengan manusia mono dan cabang?



























Bab III
Pembahasan


1. Hakekat manusia menurut bahasa dan istilah.

Hakekat manusia menurut Allah adalah makhluk yang dimuliakan,
dibebani tugas, bebas memilih, dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk,
manusia mempunyai sifat fitrah, lemah, bodoh, dan fakir. Namun, ia diberikan
kemuliaan karena mempunyai ruh, mempunyai berbagai keistimewaan, serta
ditundukkannya alam ini baginya. Manusia juga diberikan beban oleh Allah
SWT untuk beribadah dan menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi
untuk mengatur alam dan isinya. Allah memberikan manusia kesempatan
untuk memilah beriman kepada Allah atau sebaliknya. Berbeda dengan
makhluk lainnya yang tidak mempunyai pilihan lain. Manusia juga diberi
tanggung jawab oleh Allah SWT berupa semua perbuatan yang telah
diperbuatnya selama di dunia.
2. Manusia menurut Islam
Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam
semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan
dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses
evolusi. Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat
kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :
Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg
Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.
Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun
1891 yang disebut pithecanthropus erectus.
Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia
modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun
spesiesnya dibedakan.
Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan
kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).
Pengertian manusia di dalam buku “Ensiklopedi Umum dalam Bahasa
Indonesia” adalah alam kecil sebagian dari alam besar yang ada di atas bumi,
sebagian dari makhluk yang bernyawa, sebagian dari bangsa
Anthropomorphen, binatang yang menyusui, akan tetapi makhluk yang
mengetahui ke”alamatnya”, yang mengetahui dan dapat menguasai kekuatan-
kekuatan alam, di luar dan di dalam dirinya (lahir dan batin).

Beberapa pendapat ahli mengemukakan beberapa pengertian manusia,
yaitu:
1. Homo Sapiens kata Linneus, artinya makhluk yang mempunyai budi (akal)
dan ahli agama Kristen menyebut dia: “ Animal Rationale”, yaitu biantang
yang berfikiran.
2. Homo Laquen, kata Revesz dalam Das Problem des Urs prungs der
Sprache, yaitu makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan
menjelmakan fikiran dan perasaan dalam kata-kata yang tersusun.
3. Homo Faber, menurut kata Bergson dalam “L‟evolution Creatrice” yaitu
makhluk yang “tukang”, dia pandai membuat alat perkakas. „Toolmaking
Animal” kata Franklin.
4. Zoon Politicon kata Aristoteles dan lagi katanya “Animal Ridens”
makhluk yang ada humor, yang “bisa ketawa”. Manusia tidak sekuat
lembu atau kerbau, namun manusia juga tidak sekuat lokomotif atau
traktor. Akan tetapi semua bekerja untuk kepentingannya sendiri. Sebab
manusia itu bisa berorganisasi dalam masyarakat dan binatang tidak.
5. Homo Ludens, (Huizinga), yaitu manusia suka main.
6. Homo Religious, yaitu manusia dasrnya beragama.
7. Homo Divinans, yaitu manusia itu Khalifah Tuhan.
8. Homo Ekonomicus, yaitu manusia itu takluk pada undang-undang
ekonomi dan dia bersifat ekonomis.
9. Homo Delegaus, menurut A.J. Bernet Kempers, yaitu makhluk yang bisa
menyerahkan kerja dan kekuasaannya pada orang lain, dia berwakil,
berwali.


Begitulah beberapa pendapat tentang pengertian manusia, yang pada
umumnya menganggap manusia sebagai binatang saja, tetapi yang mempunyai
beberapa kelebihan dan binatang-binatang yang lain. Sehingga hal ini sangat
merndahkan martabat manusia sendiri. Padahal menurut Allah, sang Maha
Pencipta, martabat manusia amat tinggi.
Dalam Al Qur‟an, manusia dipandang sebagai makhluk biologis,
psikologis, dan social. Manusia sebagai basyar tunduk pada takdir Allah, sama
dengan makhluk lain. Manusia sebagai insan dan al-nas bertalian dengan
hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam memilih untuk tunduk
atau menentang takdir Allah.
Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang
diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia dapat
dikelompokkan pada dua hal, yaitu potensi fisik dan potensi ruhaniah.
Potensi fisik manisia adalah sifat psikologis spiritual manusia sebagai
makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul amanah.sedangkan potensi
ruhaniah adalah akal, gaib, dan nafsu. Akal dalam penertian bahasa Indonesia
berarti pikiran atau rasio. Dalam Al Qur‟an akal diartikan dengan
kebijaksanaan, intelegensia, dan pengertian. Dengan demikian di dalam Al
Qur‟an akal bukan hanya pada ranah rasio, tetapi juga rasa, bahkan lebih jauh
dari itu akal diartikan dengan hikmah atau bijaksana.
Musa Asyari (1992) menyebutkan arti alqaib dengan dua pengertian, yang
pertama pengertian kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk
bulatpanjang, terletak di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung.
Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat
ketuhanan dan rohaniah, yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala
pengertian, berpengetahuan, dan arif.
Akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam, sedangkan
mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu.
Adapun nafsu adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk
mencapai keinginannya. Dorongan-dorongan ini sering disebut dorongan
primitif, karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh
karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas.
Definisi manusia menurt Prof. Abbas Mahmud El-Aqqad dalam bukunya
“Haqiqul Islam Wa Abathilu Kusumihi” yang telah merumuskan pandangan
Al-Qur‟an tentang manusia bahwasanya manusia itu adalah makhluk yang
bertanggung jawab, yang diciptakan dengan sifat-sifat ketuhanan. Definisi ini
mengnadung tiga unsure pokok, yaitu manusia sebagai ciptaan Allah, manusia
bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya, yang menurut Al-Qur‟an akan
dipertanggung jawabakn nanti dihadapan Tuhan di akhirat, dan manusia
diciptakan dengan sifat ketuhanan.



3. Hakekat manusia dalam ajaran Islam
Manusia diciptakan oleh Allah di bumi bukan tanpa tujuan dan manfaat.
Karena sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak
berguna maupun bermanfaat. Seluruh ciptaan Allah di alam semesta ini pasti
memiliki tugas, peran dan manfaat masing-masing. Begitu juga manusia.
Manusia diciptakan Allah dan ditempatkan di bumi ini sesungguhnya bukan
tanpa tujuan. Melainkan ada sebuah hakikat seorang manusia, kenapa Allah
menciptakan manusia dan menempatkan manusia di bumi.
Dan suatu hal yang muskil bahwa manusia sebagai wakil tuhan, manusia
yang masa evolusi dan transformasinya berlangsung cukup lama, rumit dan
kompleks akan disia-siakan Allah dan karenanya tidak mungkin manusia tidak
ada gunanya di alam semesta ini. Rasanya secara logika tidak mungkin apabila
manusia yang memiliki struktur yang rumit, akal, pikiran, serta perasaan ini
diciptakan secara sia-sia.
Menurut ajaran Islam, hakikat manusia slah satunya adalah menjadi
khalifah Allah di bumi. Allah mengharapkan manusia menjadi khalifah Allah
sesuai dengan fitrahnya pada awal penciptaan manusia. Status manusia
sebagai khalifah , dinyatakan dalam al-baqarah 30 yang berbunyi :
^O)³4Ò 4··~ ¬�G4O
gO·¯j·^ÞUE©·Ug¯ O)E+)³ ¬gN~E}
O)× ^·¯O·- LOE¼O)UE= W
W-EO7¯·~ NE¬^_Ò`Ò¡ OgOg·
}4` ÷³´O^¼NC OgOg· ¬lg¼¯OEC4Ò
47.4`g].- ÷}^4º±4Ò
÷E)Ol=O+^ E´g³;©O4·±
+Eg-³·³+^4Ò El·¯ W 4··~ EO)E+)³
NªÞU;NÒ¡ 4` ºº 4pO÷©ÞUu¬·> ^@´÷
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata:
"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dari ayat diatas sangat jelas bahwa sesungguhnya ALLAH
menciptakan dan menempatkan manusia di bumi sesungguhnya sebagai
khalifah, walaupun dalam ayat diatas dijelaskan, malaikat sempat meragukan
keputusan Allah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Namun
Allah maha mengetahui, sehingga Allah tetap menjadikan manusia sebagai
khalifah di bumi.
kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan
yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai
pemilih atau penerus ajaran Allah. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan
dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubunkan dengan jabatan
pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan
yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-„Abbasiah.
Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada
waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. Pada waktu itu beliau
mengucapkan inni khalifaur rasulillah, yang berarti aku adalah pelanjut sunah
rasulillah. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam, abu bakar antara
lain menyatakan “selama saya menaati Allah, maka ikutilah saya, tetapi
apabila saya menyimpang , maka luruskanlah saya”. Jika demikian pengertian
khalifah, maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan
kekhalifahannya. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua
orang mau memilih ajaran Allah.



Dalam sebuah ayat lainnya yakni dalam al a‟raaf ayat10, dijelaskan bahwa
manusia juga dituntut menjadi makhluk yang kreatif dan inovatif. Hal itu
dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan segala sumber daya yang
disediakan oleh Allah di bumi ini yang tentunya disediakan untuk manusia.
Ayat tersebut berbunyi :

³·³·¯4Ò ¯ª¬:EL-¯4` O)× ^·¯O·-
4L·UE¬E_4Ò ¯ª7¯·¯ OgOg·
=j1E¬4` ¯ 1EO)U·~ E` 4pÒNO7¯;=·>
^¯´÷
10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di
muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur
Dalam ayat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa Allah memfasilitasi kita
muka bumi ini sebagai sumber penghidupan. Namun tentunya butuh sebuah usaha
dari manusia itu sendiri untuk memanfaatkan sumber daya-suber daya yang telah
disediakan oleh Allah. Namun harus tetap mensyukuri apa yang diberikan Allah
kepada kita
Jadi, secara tersirat, dalam ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas atau
hakikat manusia selain menjadi khalifah, juga sebagai makhluk yang kreatif dan dapat
mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang di berikan oleh Allah di muka bumi
ini namun tidak boleh upa untuk mensyukuri segala nikmat yag diberikan oleh Allah.
Selain poin diatas yang menjelaskan tentang hakikat manusia di bumi ini, ada
lagi hakikat manusia yang sangat penting di dunia ini, yaitu senantiasa bersyukur dan
senantiasa menyembah hanya kepada Allah. Jelas sekali hakikat manusia pada poin
ini amatlah penting sebab, sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, sudah
selayaknya kita selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah meskipun
sekecil apapun. Hal tersebut terdapat pada surat Al An‟am ayat 165 yang berbunyi:
O¬-4Ò Og~-.- ¯ª¬:ÞUE¬E_
E-j·^ÞUE= ^·¯O·- E7··4O4Ò
¯ª7¯º_u¬4 ·-¯O·· ¯*u¬4 ±eE_4OE1
¯ª74O¬U¯l41g¢¯ O)× .4`
¯7¯´·>-47 ¯ Ep)³ El+4O ÷7C)O=·
´··³g¬^¯- +O^^)³4Ò EOO¬¼4¯·¯
l®7gO·O ^¯g)÷
165. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian
kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya
kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Dari surat Al An‟am ayat 65 dijelaskan bahwa Allah telah meninggikan dan
menjadikan manusia semulia-mulianya makhluk di bumi ini serta menjadikan
manusia sebagai penguasa-penguasa di bumi ini. Namun sesungguhnya segala
kemulian kemulian tersebuut dalam rangka pengujian seberapa jauh keimanan dan
apakah dengan kenikmatan yang segitu banyaknya manusia tetap bersyukur atas
nikmat yang diberikan Allah kepada manusia


4. Manusia mono
Banyaknya definisi tentang manusia, membuktikan bahwa manusia adalah
makhluk multidimensional(banyak wajah). Sedangkan menurut pandangan
Notonagoro, hakekat manusia adalah sebagai makhluk monopluralis atau
majemuk-tunggal, yang artinya manusia terdiri dari banyak unsur tapi unsur
yang banyak itu tidaklah terpisah antara satu dengan yang lainnya, melainkan
satu kesatuan yang utuh. Unsur-unsur hakekat manusia jika dilihat dari
kedudukan kodrat manusia, terdiri atas manusia sebagai makhluk pribadi dan
sebagai makhluk Allah. Sedngkan jika dilihat dari susunan kodratnya, manusia
terdiri dari unsur jiwa dan raga. Serta hakekat manusia terdiri dari unsur
individu dan social jika dilihat dari sifat kodratnya. Dan unsur-unsur yang
dimiliki manusia tersebut merupakan potensi-potensi yang telah dimiliki oleh
kita sebagai manusia.

















BAB IV
PENUTUP
Sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini memiliki
fungsi serta guna masing-masing. Tidaklah mungkin Allah menciptakan
segala sesuatu di alam semesta ini secara sia-sia. Manusia sebagai makhluk
ciptaan Allah yang ditempatkan di bumi tentunya punya tugas dan fungsi,
yaitu menjadi khalifah di bumi ini. Serta sebagai makhluk Allah yang berakal
dan telah dipercaya Allah untuk mendiami bumi, manusia harus senantiasa
merasa memiliki tanggung jawab atas segala karuni Allah yang diberikan
kepada manusia.












MAKALAH
Hakikat Manusia Menurut Islam
Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama Islam



Disusun oleh:
Firman Ardyansyah (nrp: 1411100025)
Sestriana Mutia Sari (nrp: 1411100034)
Anita
Dosen : Muhtarom Ilyas



Mata Kuliah Agama Islam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2011







2. Apakah yang dimaksud dengan hakekat manusia menurut bahasa dan istilah? Siapakah manusia itu menurut Islam? Bagaimana hakekat manusia menurut ajaran Islam? Apakah yang dimaksud dengan manusia mono dan cabang? Bab III Pembahasan .BAB II PERMASALAHAN Rumusan Masalah: 1. 4. 3.

Ketiga. Hakekat manusia menurut bahasa dan istilah. dibebani tugas. sebagian dari makhluk yang bernyawa. Manusia juga diberi tanggung jawab oleh Allah SWT berupa semua perbuatan yang telah diperbuatnya selama di dunia. manusia purba. Manusia juga diberikan beban oleh Allah SWT untuk beribadah dan menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi untuk mengatur alam dan isinya. lemah. Pengertian manusia di dalam buku “Ensiklopedi Umum dalam Bahasa Indonesia” adalah alam kecil sebagian dari alam besar yang ada di atas bumi. yaitu: . serta ditundukkannya alam ini baginya. mempunyai berbagai keistimewaan. Manusia menurut Islam Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan. manusia mempunyai sifat fitrah. Beberapa pendapat ahli mengemukakan beberapa pengertian manusia. sebagian dari bangsa Anthropomorphen. binatang yang menyusui. akan tetapi makhluk yang mengetahui ke”alamatnya”. di luar dan di dalam dirinya (lahir dan batin). yaitu : Pertama. bodoh. bebas memilih. dan fakir. Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya. Kedua. dan bertanggung jawab. yang mengetahui dan dapat menguasai kekuatankekuatan alam. ia diberikan kemuliaan karena mempunyai ruh.1. Berbeda dengan makhluk lainnya yang tidak mempunyai pilihan lain. Allah memberikan manusia kesempatan untuk memilah beriman kepada Allah atau sebaliknya. tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus. 2. Sebagai makhluk. karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis). Namun. Hakekat manusia menurut Allah adalah makhluk yang dimuliakan. yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama. tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus. Fosil jenis ini di neander. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi.

yaitu makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menjelmakan fikiran dan perasaan dalam kata-kata yang tersusun. Potensi fisik manisia adalah sifat psikologis spiritual manusia sebagai makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul amanah. yaitu manusia dasrnya beragama. yaitu manusia itu takluk pada undang-undang ekonomi dan dia bersifat ekonomis. dia pandai membuat alat perkakas. Potensi yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan pada dua hal. Homo Divinans. sang Maha Pencipta. Sehingga hal ini sangat merndahkan martabat manusia sendiri. berwali. 7. gaib. 4. Akal dalam penertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio. 8. Begitulah beberapa pendapat tentang pengertian manusia. artinya makhluk yang mempunyai budi (akal) dan ahli agama Kristen menyebut dia: “ Animal Rationale”. menurut A. Homo Delegaus. Manusia sebagai insan dan al-nas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah. Padahal menurut Allah. Bernet Kempers. Zoon Politicon kata Aristoteles dan lagi katanya “Animal Ridens” makhluk yang ada humor. Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi. namun manusia juga tidak sekuat lokomotif atau traktor. kata Revesz dalam Das Problem des Urs prungs der Sprache. Dalam Al Qur‟an. martabat manusia amat tinggi. (Huizinga). Homo Ekonomicus. Homo Ludens. Manusia sebagai basyar tunduk pada takdir Allah. dan nafsu. yang “bisa ketawa”. Sebab manusia itu bisa berorganisasi dalam masyarakat dan binatang tidak. yaitu manusia suka main. Homo Faber. manusia dipandang sebagai makhluk biologis.sedangkan potensi ruhaniah adalah akal. menurut kata Bergson dalam “L‟evolution Creatrice” yaitu makhluk yang “tukang”. 3. 6. sama dengan makhluk lain. tetapi yang mempunyai beberapa kelebihan dan binatang-binatang yang lain. dan social. Manusia tidak sekuat lembu atau kerbau. yaitu manusia itu Khalifah Tuhan. 9. yaitu biantang yang berfikiran. Homo Religious.1. yang pada umumnya menganggap manusia sebagai binatang saja. 5. Akan tetapi semua bekerja untuk kepentingannya sendiri. psikologis. Homo Laquen. „Toolmaking Animal” kata Franklin.J. 2. yaitu makhluk yang bisa menyerahkan kerja dan kekuasaannya pada orang lain. Homo Sapiens kata Linneus. Dalam Al Qur‟an akal diartikan dengan . dia berwakil. yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. yaitu potensi fisik dan potensi ruhaniah.

Definisi ini mengnadung tiga unsure pokok. 3.kebijaksanaan. yaitu segumpal daging yang berbentuk bulatpanjang. yang menurut Al-Qur‟an akan dipertanggung jawabakn nanti dihadapan Tuhan di akhirat. Hakekat manusia dalam ajaran Islam Manusia diciptakan oleh Allah di bumi bukan tanpa tujuan dan manfaat. Definisi manusia menurt Prof. bahkan lebih jauh dari itu akal diartikan dengan hikmah atau bijaksana. yang diciptakan dengan sifat-sifat ketuhanan. Musa Asyari (1992) menyebutkan arti alqaib dengan dua pengertian. terletak di dada sebelah kiri. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas. manusia yang masa evolusi dan transformasinya berlangsung cukup lama. intelegensia. dan pengertian. Karena sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak berguna maupun bermanfaat. peran dan manfaat masing-masing. Adapun nafsu adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. rumit dan kompleks akan disia-siakan Allah dan karenanya tidak mungkin manusia tidak ada gunanya di alam semesta ini. tetapi juga rasa. yang sering disebut jantung. Begitu juga manusia. Dorongan-dorongan ini sering disebut dorongan primitif. yaitu manusia sebagai ciptaan Allah. Seluruh ciptaan Allah di alam semesta ini pasti memiliki tugas. sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah. kenapa Allah menciptakan manusia dan menempatkan manusia di bumi. Manusia diciptakan Allah dan ditempatkan di bumi ini sesungguhnya bukan tanpa tujuan. Melainkan ada sebuah hakikat seorang manusia. yaitu hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian. Rasanya secara logika tidak mungkin apabila . dan arif. Akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam. Dan suatu hal yang muskil bahwa manusia sebagai wakil tuhan. Abbas Mahmud El-Aqqad dalam bukunya “Haqiqul Islam Wa Abathilu Kusumihi” yang telah merumuskan pandangan Al-Qur‟an tentang manusia bahwasanya manusia itu adalah makhluk yang bertanggung jawab. yang pertama pengertian kasar atau fisik. manusia bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. dan manusia diciptakan dengan sifat ketuhanan. berpengetahuan. karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Dengan demikian di dalam Al Qur‟an akal bukan hanya pada ranah rasio.

kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. maka luruskanlah saya”. Jika demikian pengertian khalifah. Menurut ajaran Islam. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah.manusia yang memiliki struktur yang rumit. dinyatakan dalam al-baqarah 30 yang berbunyi : �                               “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Status manusia sebagai khalifah . Allah mengharapkan manusia menjadi khalifah Allah sesuai dengan fitrahnya pada awal penciptaan manusia. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-„Abbasiah. pikiran. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. malaikat sempat meragukan keputusan Allah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. hakikat manusia slah satunya adalah menjadi khalifah Allah di bumi. yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . walaupun dalam ayat diatas dijelaskan. tetapi apabila saya menyimpang . maka ikutilah saya. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah." Dari ayat diatas sangat jelas bahwa sesungguhnya ALLAH menciptakan dan menempatkan manusia di bumi sesungguhnya sebagai khalifah. . Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. serta perasaan ini diciptakan secara sia-sia. akal. sehingga Allah tetap menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Namun Allah maha mengetahui. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Amat sedikitlah kamu bersyukur Dalam ayat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa Allah memfasilitasi kita muka bumi ini sebagai sumber penghidupan. sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Jelas sekali hakikat manusia pada poin ini amatlah penting sebab. sudah selayaknya kita selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah meskipun sekecil apapun. dalam ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas atau hakikat manusia selain menjadi khalifah. Ayat tersebut berbunyi :              10. juga sebagai makhluk yang kreatif dan dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang di berikan oleh Allah di muka bumi ini namun tidak boleh upa untuk mensyukuri segala nikmat yag diberikan oleh Allah. dijelaskan bahwa manusia juga dituntut menjadi makhluk yang kreatif dan inovatif. Namun harus tetap mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita Jadi. Namun tentunya butuh sebuah usaha dari manusia itu sendiri untuk memanfaatkan sumber daya-suber daya yang telah disediakan oleh Allah. Selain poin diatas yang menjelaskan tentang hakikat manusia di bumi ini. Hal itu dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan segala sumber daya yang disediakan oleh Allah di bumi ini yang tentunya disediakan untuk manusia. yaitu senantiasa bersyukur dan senantiasa menyembah hanya kepada Allah. ada lagi hakikat manusia yang sangat penting di dunia ini.Dalam sebuah ayat lainnya yakni dalam al a‟raaf ayat10. Hal tersebut terdapat pada surat Al An‟am ayat 165 yang berbunyi:                        . secara tersirat.

Sedangkan menurut pandangan Notonagoro. Namun sesungguhnya segala kemulian kemulian tersebuut dalam rangka pengujian seberapa jauh keimanan dan apakah dengan kenikmatan yang segitu banyaknya manusia tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada manusia 4. terdiri atas manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Allah. Unsur-unsur hakekat manusia jika dilihat dari kedudukan kodrat manusia. Manusia mono Banyaknya definisi tentang manusia. yang artinya manusia terdiri dari banyak unsur tapi unsur yang banyak itu tidaklah terpisah antara satu dengan yang lainnya. .165. Serta hakekat manusia terdiri dari unsur individu dan social jika dilihat dari sifat kodratnya. Dan unsur-unsur yang dimiliki manusia tersebut merupakan potensi-potensi yang telah dimiliki oleh kita sebagai manusia. Dari surat Al An‟am ayat 65 dijelaskan bahwa Allah telah meninggikan dan menjadikan manusia semulia-mulianya makhluk di bumi ini serta menjadikan manusia sebagai penguasa-penguasa di bumi ini. untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. membuktikan bahwa manusia adalah makhluk multidimensional(banyak wajah). hakekat manusia adalah sebagai makhluk monopluralis atau majemuk-tunggal. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat. manusia terdiri dari unsur jiwa dan raga. Sedngkan jika dilihat dari susunan kodratnya. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. melainkan satu kesatuan yang utuh.

BAB IV PENUTUP Sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini memiliki fungsi serta guna masing-masing. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang ditempatkan di bumi tentunya punya tugas dan fungsi. Tidaklah mungkin Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara sia-sia. Serta sebagai makhluk Allah yang berakal dan telah dipercaya Allah untuk mendiami bumi. yaitu menjadi khalifah di bumi ini. manusia harus senantiasa merasa memiliki tanggung jawab atas segala karuni Allah yang diberikan kepada manusia. .

MAKALAH Hakikat Manusia Menurut Islam Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama Islam Disusun oleh: Firman Ardyansyah (nrp: 1411100025) Sestriana Mutia Sari (nrp: 1411100034) Anita Dosen : Muhtarom Ilyas Mata Kuliah Agama Islam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011 .

      .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->