P. 1
Formulir Pendaftaran SMP

Formulir Pendaftaran SMP

|Views: 278|Likes:
Published by SrPaulista Maria

More info:

Published by: SrPaulista Maria on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

dedekusn.

com
Piss on the Web, Peace with Piss
RSS Feed
• • •

Home Tukar Link About

23 May/10

Pentingnya karakter positif pendidikan
by dedekusn under Pendidikan [Translate] Pentingnya karakter positif pendidikan. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tertuang dalam UndangUndang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Secara yuridis bunyi UU tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan kita harus memiliki karakter positif yang kuat, artinya praktik pendidikan tidak semata berorientasi pada aspek kognitif, melainkan secara terpadu menyangkut tiga dimensi taksonomi pendidikan, yakni: kognitif (aspek intelektual : pengetahuan, pengertian, keterampilan berfikir), afektif (aspek perasaan dan emosi: minat, sikap, apresiasi, cara penyesuaian diri), dan psikomotor (aspek keterampilan motorik), serta berbasis pada karakter positif dengan berbagai indikator. Harus diakui, pendidikan dewasa ini masih lebih mengutamakan ranah kognitif dan sedikit mengabaikan ranah yang lain. Hal ini tentunya selain bertentangan dengan UU juga bisa berdampak negatif terutama bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan diluar kecerdasan kognitif. Untuk terciptanya pendidikan berkaraker positif selain perlunya penyeimbangan ranah-ranah sebagaimana tersebut diatas, juga perlunya pendekatan pedagogis (seni, strategi, gaya pembelajaran) yang tepat kepada anak didik, tentunya tanpa mengabaikan nilai-nilai religious dan nilai dasar etnopedagogis (cageur, bener, pinter, singer, motekar, rapekan).

55 Votes

Pendidilan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini, diperlukan perjuangan seluruh lapisan masyarakat. Tujuan Pendidikan Nasional Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa; Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, disebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian “penjelasan” atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan.

Visi Pendidikan Nasional Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Misi Pendidikan Nasional Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut: 1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; 4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan 5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip

Bila dipelajari, di atas kertas tujuan pendidikan nasional masih sesuai dengan substansi Pancasila, yaitu menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Namun, apakah tujuan pendidikan ini dijabarkan secara konsisten di dalam kurikulum pendidikan dan juga dalam sistem pembelajaran? Jawabannya masih diragukan.otonomi dalam konteks
Negara Kesatuan RI.

• • • • • •

Weblog and Link Artikel Peraturan Link Download Subscribe to RSS

>> you're reading... Artikel, pendidikan, Uncategorized

Memaknai Tujuan Pendidikan Nasional dan Tujuan Pendidikan untuk Pembangunan
Posted by datastudi ⋅ 27 September 2009 ⋅ 1 Comment Filed Under Pembangunan, pendidikan, Pendidikan Nasional, Tujuan Pendidikan

Laurie E. Gronlund (1997) dalam “Understanding the National Goals” menggambarkan proses terjadinya “The National Educational Goals” di Amerika, yang inisiatifnya dimulai oleh Presiden Bush dan 50 gubernur yang berasal dari 50 negara bagian dalam suatu konferensi di Charlottesville, Virginia, pada tahun 1989. Aturan utama yang dipegang untuk menyusun tujuan pendidikan tersebut adalah: “The National Educational Goals create clear, concise targets for educational improvement relevant to all Americans from early childhood through adilthood”. Proses selanjutnya adalah bahwa tujuan tersebut diadopsi pada tahun 1990, dan harus diukur keberhasilannya dalam tahun 2000. Inilah tujuan-tujuan tersebut.
• • •

All children in America will start school ready to learn. The high school graduation rate will increase to at least 90 percent. American students will leave grade four, eight, and twelve having demonstrated competency in challenging subject matter, including English, mathematics, science, history, and geography; and every school in America will ensure that all students learn to use their inds well, so they may be prepared for responsible cirizenship, further learning, and productive employment in our modern economy. US students will be first in the world in science and maths achievement.

saat tahun pelajaran dimulai di bulan Juli 1998. Berdasarkan hasil penilaian Nilai Ebtanas Murni (NEM) pada para lulusan SMU. Hal ini disebabkan matematika adalah suatu fondasi bagi perkembangan sains dan teknologi sehingga sukses nasional di bidang sains dan teknologi dapat diprediksi dari pendidikan matematika. kesiapan siswanya dan peralatan belajar pendukungnya. sekaligus meningkatkan akses ke pendidikan prasekolah dengan memperhitungkan kematangan emosional (Emotional Intelligence) sebagai faktor kesiapan belajar (ready to learn) ke jenjang pendidikan dasar. latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya. yang dititikberatkan pada bidang ekonomi. Keprihatinan pemerintah Indonesia tentang hal ini ditunjukkan oleh pidato presiden tentang upaya .3 dari skor ideal 100. di bidang Fisika. sedangkan di sisi yang lain banyak hasil penelitian melaporkan ketidakberhasilan pengajaran matematika pada level yang sangat mengkhawatirkan. A bipartisan National Education Goals Panel of governors.0 dari skor ideal 100. Upaya-upaya untuk menggembalikan mereka ke sekolah dan menuntaskan Wajar Dikdas 9 Tahun pada tahun 2005 harus dipandang sebagai konstanta pembangunan yang tidak berubah. Perluasan pendidikan yang mulai digalakkan untuk pendidikan pra sekolah sudah saatnya menjadi salah satu program pembangunan pendidikan. Every school in America will be free of drugs and violence and will offer a disciplined environment conducive to learning. Selain itu. dibandingkan dengan kemampuan guru. Beberapa studi yang dilakukan untuk meneliti pelaksanaan mata pelajaran Matematika dan IPA (Balitbang Depdikbud. Nampak jelas. Terdapat sekitar 5 juta siswa satuan pendidikan SD dan SLTP yang belum kembali ke sekolah. murid SMU hanya memperoleh nilai 16. Yang lebih menarik dari penyusunan tujuan-tujuan pendidikan tersebut adalah mekanisme kontrol yang ditempuh untuk mendorong tujuan-tujuan tersebut agar tercapai pada waktu yang telah disepakati.memberikan penekanan tentang betapa semakin pentingya pendidikan pra-sekolah.• • Every adult American will be literate and will possess the knowledge and skills necessary to compete in a global economy and exercise the rights and responsibilities of citizenship. (4) Materi yang disajikan dinilai terlalu banyak dan terlalu tinggi. Lastly. bahwa konsep “clear. Meningkatkan kemampuan Matematik dan IPA dengan orientasi penguasaan Iptek pada jenjang Dikdasmen dan Dikti. Sebagai usulan untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pembangunan pendidikan dalam GBHN 1998. (2) Siswa SM kurang mempunyai pemahaman yang mendasar tentang konsep-konsep dasar Matematika dan IPA. seiring dengan kualitas sumberdaya manusia (yang paling tidak: (1) lebih terdidik. murid SMU hanya mendapatkan nilai 11. Salah satu upaya negara-negara yang sedang berkembang. the Panel proposed to establish a National Education Standards and Assessment Council to develop criteria for voluntary certification of national and state content and performance standards assessment systems. dan (2) dipersiapkan pada sektor-sektor potensial yang mampu mendukung laju pembangunan ekonomi yang berwawasan iptek) adalah rujukan utama untuk secara generatif menurunkan tujuan-tujuan pembangunan pendidikan berikut ini. termasuk Indonesia. (3) Kualitas guru pada umumnya belum memadai. untuk tidak tertinggal dari negara maju adalah dengan cara meningkatkan pendidikan matematika dan sains. di bidang Kimia. murid SMU lebih menguasai prosedur perhitungan dan kurang menguasai konsep dan kemampuan pemecahan masalah. dari sisi kepentingan hasil dan pengukurannya. mutu lulusan SMU dalam Matematika dan IPA dinilai sangat rendah. bahkan pada umumnya takut pada pelajaran Matematika dan IPA walaupun mereka memilih jurusan IPA. senior national administration officials. 1995) menemukan bahwa: (1) Siswa kurang motivasi untk belajar Matematika dan IPA. concise target” yang menjadi dasar penyusunan tujuan-tujuan pendidikan tersebut dipenuhi. 1997) [1]. di samping meningkatkan kemampuan Bhs. Wajar Dikdas 9 tahun adalah komitmen pemerintah terhadap pembangunan SDM yang harus berhasil. Antisipasi permasalahan yang diakibatkan oleh dampak krismon nampak semakin fenomenal. tahun 2005. Indonesia dan Bahasa Inggris yang dititikberatkan pada kemampuan baca-tulis. Menuntaskan pelaksanaan WAJAR DIKDAS 9 tahun pd. dan di bidang Biologi. Di bidang Matematika.8 dari skor ideal 100 (Boediono. Acuan konsep dan prioritas pembangunan nasional. Namun demikian. and congressional representatives was ceated to monitor the nation’s progress towards the goals and to report their findings annually to the American People. berikut ini diusulkan tujuan-tujuan pendidikan nasional sebagai bahan kajian yang diusulkan untuk diberlakukan pada tahun 2000-2005. dari sisi kualifikasi. adanya persepsi yang sama di kalangan para akhli pendidikan di seluruh dunia tentang – kesiapan anak untuk belajar saat memasuki jenjang pendidikan dini. murid SMU hanya mendapatkan nilai 22. Saat ini pendidikan matematika dan IPA ada pada posisi dilematis karena dari satu sisi ada tuntutan yang kuat untuk menguasai kedua mata pelajaran ini sebagai sasaran antara untuk menguasai iptek.

dan bahkan juga di antara para pengembang kurikulum di Pusat masih menjadi suatu kendala dalam pelaksanaan kurikulum muatan lokal. terutama di kota-kota besar. khususnya pendidikan guru belum mendapatkan perhatian seperti yang diharapkan. bekerja berdasarkan keahlian khusus dan selalu meremajakan kemampuannya. Pendidikan tenaga kependidikan harus direncanakan secara benar. Yang dimaksud dengan guru yang berkualitas adalah tenaga pengajar yang mampu membelajarkan siswa secara mangkus sesuai dengan kendala-kendala sumberdaya dan lingkungan. nampak semakin mengkhawatirkan. Korban-korban yang tewas akibat perkelahian-perkelahian anak sekolah yang . Masalahnya adalah bagaimana mungkin pendidikan guru menjadi baik. Walaupun demikian beberapa pengembangan model pelaksanaan kurikulum muatan lokal (misal di Lampung) telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dan hasil ini perlu disebarluaskan ke daerah lain yang sesuai. 1994) [2]. Dalam pengembangan kurikulum. Salah satu studi tentang pengembangan kurikulum matematika di Indonesia akhir-akhir ini menemukan bahwa pelajaran matematika di Indonesia terlalu sarat bebannya serta proses belajarmengajarnya kurang dihubungkan dengan kehidupan murid sehari-harinya. perlakuan dengan pemberian pengalaman yang utuh (misalnya melalui pengalaman). Belum adanya persamaan persepsi tentang apa yang dimaksud dengan Kurikulum Muatan Lokal pada Kurikulum 1994 di antara guru. belum ada upaya sistematik dari lembaga pendidikan untuk mengatasi masalah tersebut. kepala sekolah.peningkatan kualitas pendidikan sains dan matematika (Soeharto. Perpindahan guru ke LPTK dan sebaliknya sangat penting artinya bagi peningkatan kualitas staf LPTK. Meningkatkan mutu profesional guru (in-service dan pre-service) melalui media cetak. Selanjutnya jika proses belajarmengajar matematika harus dikaitkan dengan kehidupan Semakin maraknya penggunaan obat-obat psikotrpika dan narkotika yang semakin menggejala. kesejahteraan yang memadai. pengembangan karir yang menjanjikan. pembebasan dari pelecehan. Pendidikan tenaga kependidikan merupakan komponen strategis dalam peningkatan mutu pendidikan untuk dapat bersaing dengan negara lain. Pengaruh ini mempunyai akibat lebih jauh dimana pengambilan keputusan dalam kebijakan pendidikan tidak berdasarkan pada ilmu pendidikan. kelompok organisasi profesi. Mereka harus mampu berkembang dengan bantuan alat komunikasi media keilmuan yang secara cepat saling menginformasikan informasi-informasi baru di bidang yang mereka ajarkan. Tetapi dalam hal kualitas guru. terkoordinasi dan terintegrasi antara teori dan praktek serta dilaksanakan melalui pengembangan seluruh aspek kepribadian calon guru. sebab mereka akan mendidik calon guru. XVI/4). Menurut HAR Tilaar (1998). kualitas guru adalah merupakan fungsi dari kemampuan mereka untuk secara intens mampu saling belajar satu sama lain di dalam lingkungan profesionalnya (peer group). Suparno. meskipun keluhan tentang mutu pendidikan guru banyak terdengar. Dengan tidak mengabaikan faktor-faktor penting lainnya. Birokrasi mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam kebijakan pengembangan kurikulum. Namun demikian. Melalui upaya-upaya ini. reformasi pendidikan jangka menengah adalah penataan sistem pendidikan nasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip desentralisasi. media komunikasi cetak/elektronik yang mendukung kemampuan mereka dan programprogram peningkatan mutu melalui pelatihan. Sampai saat ini. Gagasan untuk mendirikan satu Direktorat Jenderal Tenaga Kependidikan yang mengurusi guru dan tenaga kependidikan lainnya nampaknya perlu dikaji lanjut (Sutjipto. dan pengembangan karir profesional para guru. ada sedemikian banyak “tekanan” dan “pesanan” sehingga tidak mudah untuk memformulasikan prioritas kurikulum (Anna S. guru diharapkan dapat bersikap lebih profesional dalam arti selalu tanggap terhadap tuntutan dan berbagai perubahan zaman.Berbagai studi telah menemukan secara konsisten bahwa kualitas guru merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan mutu pendidikan. Mengembangkan kurikulum pendidik-an menengah yang berorientasi pada peningkatan kemampuan daya saing bangsa. penataran. Peningkatan pendidikan guru kelihatan masih ditangani secara adhoc dan tidak dikoordinasikan dengan baik. Dengan demikian. alokasi anggaran yang mencukupi. tetapi hal ini belum dapat berjalan seperti yang diharapkan. belum ada program kerja yang yang melembaga dan terkoordinasi antara LPTK dengan sistem persekolahan dalam menangani pendidikan lanjutan. 1991. penempatan secara sistematik. 1998). jika tenaga pengajarnya tidak memahami dan mengalami pendidikan keguruan. Di samping itu perkelahian-perkelahian antarpelajar nampak juga semakin buruk. Kecenderungan untuk mengangkat lulusan pendidikan tinggi non-kependidikan menjadi dosen LPTK membawa masalah baru sebab mereka tidak dipersiapkan untuk mendidik calon guru. Terkait dengan sistem desentralisasi adalah isi kurikulum yang lebih menekankan pada pemberdayaan rakyat kecil dan rakyat pedesaan. Seleksi yang tepat. harus merupakan entitas upaya peningkatan mutu guru yang integral dalam perencanaannya. perlu segera dilaksanakan. Secara ideal dosen LPTK harus sudah mempunyai pengalaman mengajar di sekolah. pelatihan dan pembinaan organisasi profesional).

Untuk mengakomodasikan tujuantujuan tersebut dalam bentuk relita program dan kegiatan-kegiatan pendukungnya. Norway. Mengatasi permasalahan ini dengan hanya menggunakan fihak-fihak kepolisian nampak hampir tidak memperbaiki keadaan. Finland.1 Tercapainya 2. bimbingan. Mahasiswa harus mampu mendapatkan program yang sesuai dengan kapasitas. dan AS. Dengan kata lain. 1982). Semoga ada manfaatnya. Perluasan PT telah didorong agar kelompok yang lebih luas memperoleh pendidikan sampai PT.1. Peningkatan jumlah ini mendorong sistem PT untuk mengembangkan beraneka ragam struktur.1 Menuntaskan Pelaksanaan Wajar pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Th secara Dikdas 9 Th ……. walaupun data rinci belum dapat disajikan saat ini. Jumlah pendaftar PT yang terus menerus meningkat ini dapat dilihat tidak hanya di negara-negara dimana PT baru saja meluas pada akhir-akhir ini. Mengapa jangka menengah? Karena keampuhan kinerja dari suatu sistem pendidikan terbatas dan dapat secara cepat berubah orientasinya akibat adanya perubahan yang tidak mampu diantisipasi sebelumnya (Johnson. ekspektasi. Fleksibilitas yang lebih besar ini harus seimbang dengan informasi. Variasi dari latar belakang mahasiswa ini menambah beragamnya minat dan kebutuhan mereka. Karena itu mahasiswa PT datang dari latar belakang pendidikan yang sangat bervariasi. pendekatan sistemik integral dengan proses belajar itu sendiri nampak sangat diperlukan. dan berapa banyak mahasiswa yang meneruskan kuliah sampai selesai walaupun tempat mahasiswa menyelesaikan kuliah ini bukan tempat mereka mendaftar kuliah yang pertama kali. program dan style penyajian. Tantangan yang paling penting yang dihadapi oleh pendidikan tinggi dalam menghadapi perubahanperubahan tersebut adalah mengurangi tidak efisiennya program dan drop outs. Mereka memasuki program pendidikan tinggi dengan beragam kualifikasi akademis maupun vokasional yang diperoleh di sekolah menengah. walaupun jumlah mereka tidak kelihatan sangat menonjol. berapa banyak mahasiswa yang tidak bermaksud menyelesaikan sarjana penuh atau diploma. saya mengajak pembaca untuk sama-sama mengkaji dan mencermatinya dalam tabel berikut. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia pada akhir-akhir ini. Tuntutan baru tersebut datang dari kelompok usia yang sangat bervariasi. tetapi juga di negara-negara dimana perluasan PT terjadi beberapa saat sebelumnya. Variasi tersebut masih bertambah dengan bertambahnya jumlah siswa yang datang dari mereka yang berlatar belakang relatif kurang menguntungkan. minat. bersamaan dengan pertumbuhan dalam pengakuan (akreditasi) terhadap sekolah menengah dan kualifikasi lain yang setingkat. angka partisipasi di atas 10% di Denmark. . Adanya komitmen di antara negara-negara ASEAN untuk memerangi semua kegiatan penggunaan obat bius yang dilakukan secara melawan hukum dalam pola penanganan tertentu nampak mengandung harapn. Meningkatkan efektivitas.dalam 3 tahun terakhir ini di Jakarta mencapai rata-rata sekitar 400 orang per tahun nampak sudah memerlukan penanganan khusus. keterkaitan dan hasil yang lebih jelas. dan kebutuhan mereka. struktur program yang baik untuk menjamin bahwa upaya pembelajaran tidak disia-siakan. juga di antara mereka yang berusia sekitar dua puluhan. Jumlah pendaftar yang berpartisipasi di Pendidikan Tinggi (PT) semakin besar. Walaupun “noncompletion” merupakan suatu keprihatinan bagi banyak negara. Tabel 1 PENJABARAN TUJUAN PENDIDIKAN KE DALAM PROGRAM DAN KEGIATAN TUJUAN PROGRAM KEGIATAN TUJUAN PROGRAM KEGIATAN ü Penyuluhan dan Pembinaan Wajar Dikdas 9 Tahunü Pendataan dan Analisis Anak Usia Sekolah SD dan SLTP 2. peningkatan efisiensi penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi merupakan tuntutan yang tidak dapat dielakkan di masa datang.1. Pertambahan juga terjadi pada jumlah mahasiswa perempuan di sebagian besar negara. adalah sangat sulit untuk mengukur berapa banyak mahasiswa pendidikan tinggi yang drop out karena alasan yang negatif. Tujuan-tujuan pendidikan nasional tersebut dirumuskan dengan asumsi bahwa kita mampu mengantisipasi problematika pendidikan nasional dalam jangka menengah. efisiensi penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi. Jerman. Dengan demikian pemerintah menghadapi tantangan untuk mendorong pengembangan program pendidikan tinggi yang lebih beraneka ragam dan pilihan yang lebih luwes (flexible) dengan tujuan. Namun demikian.

IPTEKPerbandingan PT.2. Sarana-Prasarana. demikian pula kurikulum dan buku Bahasa Indonesia teks antar-negara.Kuantitatif dan Kualitatif ü ü Koordinasi Lembaga/Instansi Pelaksanaan Wajar Dikdas Evaluasi Pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun ü Penyiapan Sumber Daya Pendidikan Wajar Dikdas (Tenaga.1 Meningkatkan kemampuan Matematika dan IPA …… • • • • • • • Pendataan Prestasi Siswa dalam Bidang Matematika dan IPA Pendataan Guru Matematika dan IPA Evaluasi Kurikulum Matematika dan IPA Evaluasi Pelaksanaan KBM Matematika dan IPA Evaluasi Pelaksanaan KBM Bhs. Inggris (kemampuan berbahasa) Evaluasi Sumber Daya Pendidikan untuk Pelaksanaan KBM Matematika dan IPA Penyiapan Sumber Daya Pendidikan untuk Pelaksanaan KBM Matematika dan IPA 2.1.2 Program pendidikan dasar 9 tahun dan taman kanak-kanak Pengembangan Modal Pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun Pembenahan Aturan Pelaksanaan Wajar Dikdas v Peningkatan jumlah taman kanak-kanak1)v Pelaksanaan merger SD-SD berdekatan yang masingmasingnya kekurangan siswa v v v Peningkatan APM di pedesaan Perintisan integrasi TK dengan SD Peningkatan contact hours di SD kelas I dan II v Pengalihan manajemen personil guru dan penggajian serta keuangan ke Depdikbud 2. Dana) ü ü 2.d. Malaysia.2 Program Diperbaharuinya peningkatan kompetensi efektivitas proses minimum dalam belajar-mengajar menguasai mata pelajaran ü Pengintegrasian keterampilan dasar mata pelajaran penunjang IPTEK ke dalam ujian nasional Matematika dan penunjang Sains dari SD s.1 Tercapainya Kemampuan Penguasaan Iptek bagi Siswa/Mahasiswa 2. dan Bahasa Inggris khususnya dengan dengan penekanan Singapura. Indonesia/ Bhs.1.2 2. kemampuan Korea Selatan dan membaca dan Jepang menulis Penyiapan Perangkat Peraturan perundangundangan ü Pengembangan buku sumber untuk meningkatkan penguasaan materi guruü Pengembangan buku sumber mata pelajaran penunjang IPTEK bagi siswa • 2.2.2. Inggris (kemampuan berbahasa) .1 Tercapainya/ l 2.2.1 Meningkatkan q Pendataan Tingkat Kemampuan dihasilkannya guru/ mutu profesional Guru/Profesional Guruq Evaluasi Profesional dosen yang guru …… Guru profesiona q Evaluasi Sistem Pembinaan Guru/Program Pembinaan Guru/Program Pembinaan Guru q Pengembangan Model Pembinaan Guru Bhs.2 Meningkatnya pelaksanaan WAJAR DIKDAS 9 tahun 2.3.3.

q q q 2.4. MGMP.2 Meningkatnya pelaksanaan kurikulum muatan lokal.4.3. PKG. sanggar kegiatan guru v Pengadaan buku sumber bagi para guru v Introduksi tes matematika dan IPA yang dilakukan kepala sekolah secara berkala v Peningkatan peran LPTK dalam melakukan program inset bagi para guru di lapangan 2.3.2 Program peningkatan pelaksanaan kurikulum muatan lokal keterampilan di SD dan SLTP • Penetapan Kebijakan Pelaksanaan KML Peningkatan peran pelajaran Kerajinan Tangan & Kesenian melalui pengembangan ketrampilan di SD3) Pengintegrasian model desain dan teknologi dalam kerajinan tangan di SD Penyebaran model pelaksanaan kurikulum muatan lokal yang telah dikembangkan ke daerah yang menunjukkan menunjukan pertumbuhan ekonomi • • yang lebih lambat . khususnya keterampilan dengan titik berat pra-wirausaha yang relevan dengan kebutuhan daerah pada 2. v Pembinaan Tim Perekayasa Kurikulum di Daerah v v v v Pembinaan Guru Muatan Lokal Pengadaan dan Distribusi Dokumen KML Penyempurnaan KML Penyusunan Pedoman KML v Penyusunan Sumber Daya Pendidikan untuk Pelaksanaan KML v 2.1 Meningkatkan v Pemasyarakatan dan Pembinaan Kurikulum Terlaksananya Kuri pelaksanaan Muatan Lokal (KML)v Evaluasi Pelaksanaan KML kulum muatan kurikulum muatan lokal di sekolah lokal …….2 Program peningkatan mutu profesional dosen LPTK Pembinaan Profesional Guru Pengadaan dan Penempatan Guru yang Tepat Penyiapan Perangkat Perundang-undangan v Peningkatan link antara LPTK dan sekolah (2)v Peningkatan jumlah dosen bergelar S2 dan S3 melalui studi dalam dan luar negeri v LPTK Peningkatan kemampuan Bahasa Inggris para dosen v Pemberian kesempatan sabbatical leave kepada para dosen untuk melakukan riset dan menulis karangan untuk jurnal v Peningkatan kerja sama LPTK dengan institusi pendidikan guru di luar negeri 2. PKG.3. sanggar kegiatan guruv Pengembangan buku panduan guru yang memungkinkan guru belajar tanpa melalui penataran v Pengintegrasian kegiatan praktek (practical activities) dalam pertemuan KKG.2 Meningkatnya mutu profesional guru melalui berbagai alternatif pemecahan (baik in-service maupun pre-service training) 2. MGMP.4.1 2.3 Program peningkatan mutu profesional guru melalui in-service training v Pengembangan buku panduan pelatihan bagi pemandu/tutor di KKG.4.

1 Terciptanya 2.5. Pengembangan alternatif penjurusan di SMU melalui pemilihan ujian mata pelajaran prasyarat untuk memasuki PT (4) 2. q Penyiapan Kegiatan Generasi Muda.5.7. Budi lingkungan sekolah ling kungan Pekerti)q Pemasyarakatan Bahaya Obat-obatan yang sehat pendidikan dari obat.jenjang pendidikan dasar 2.6.6.1 Terciptanya Kurikulum Pendidikan Menengah (SMU/dan SMK) yang berorientasi kepada tuntutan masa depan 2.2 2. Pengintegrasian praktek mata pelajaran IPA & matematika dalam muatan lokal keterampilan a) Evaluasi Kurikulum Pendidikan Menengah (SMU. SaranaPrasarana. Agama. Monitoring Kegiatan Siswa di Sekolah Perencanaan Lingkungan Pendidikan yang Baik ü Peningkatan kerja sama orang tua dan guru untuk memantau perkembangan siswaü Penyelenggaraan orientasi dini kepada siswa tentang bahaya obat bius.6. minuman beralkohol dan kekerasan/perkelahian ü Pendidikan keterampilan bimbingan & konseling kepada guru mata pelajaran ü Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Negeri dan Swasta)ü Identifikasi Masalah Inefisiensi Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi ü Pengembangan Model Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi yang Efisien ü ü Analisis Sumber Daya Pendidikan yang Efisien Peningkatan Koordinasi Antarlembaga/Instansi untuk . Dana) yang Berorientasi Masa Depan g) Penyiapan Perangkat Peraturan Perundang-undangan 1. Pengembangan program keterampilan bagi siswa yang hendak bekerja (5) 2. minuman alkohol. dan kekerasan/perkelah ian 2.7.1 Tercapainya Efisiensi Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 2.5.1 Meningkatnya efisiensi penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi …….6.2 Terbebasnya 2. SMK)b) Mengkaji Trend Perkembangan Masa Depan (Era Globalisasi) • c) Mengembangkan Model-model KBM pada Pendidikan Menengah d) Penyiapan Guru yang Berorientasi Masa Depan e) Peningkatan Peranserta Masyarakat/Industri dalam Peningkatan Pendidikan Menengah f) Penyiapan Sumber Daya Pendidikan (Tenaga.1 Mengembangkan kurikulum pendidikan menengah yang berorientasi pada peningkatan kemampuan daya saing bangsabangsa …….2 Program Dikembangkannya Pendidikan kurikulum Keterampilan di SMU pendidikan menengah yang berorientasi peningkatan kemampuan daya saing bangsa 2.2 Program setiap satuan pencegahan pendidikan dari delinkuensi siswa kecanduan obat bius.5.Terlarang obat berbahaya …….1 Membebaskan q Penyuluhan Pendidikan Moral (Pend. Olahraga dan Kesenian dan sejenisnya q Koordinasi Instansi Terkait dalam Penanganan Obat-obat Berbahaya q q 2.

teknik mesin. Kerja sama dengan perusahaan swasta perlu dirintis untuk memberikan kesempatan magang kepada siswa yang memilih program keterampilan. (4) memberikan kesempatan kepada dosen untuk mengajar di sekolah pada periode tertentu dalam masa tugasnya. Matematika dan Bahasa Inggris. 3 pembantu dekan dan ketua-ketua jurusan merupakan penerapan eselonisasi birokrasi kantor pemerintah ke dalam dunia PT. Dengan cara ini. memasak. Siswa yang ingin melanjutkan ke Fakultas Kedokteran misalnya hanya menempuh ujian 3 mata pelajaran. 5) Bagi siswa yang tidak ingin langsung ke PT tetapi mau bekerja dulu diadakan program keterampilan seperti elektronik. (2) memperbesar porsi observasi sekolah dalam PPL.Efisiensi Pengelolaan ü 2. Akuntansi.7. komputer.2 Program peningkatan efisiensi pendidikan tinggi • Peninjauan Peraturan Perundang-undangan yang terkait Penghapusan eselonisasi di PT dan pemberian kebebasan PT mengembangkan pola manajemen yang sesuai dengan tunturan riset untuk pengembangan ilmu dan teknologi (6) Rekontekstualisasi jurusan atau program studi di PT (7) • Catatan : 1) Peningkatan jumlah taman kanak-kanak. teknik sipil. Untuk jangka pendek. 6) Eselonisasi dengan adanya 3 pembantu rektor. SMU yang hendak mengadakan program keterampilan dapat bekerja sama dengan SMEA. Untuk jangka panjang perlu dipertimbangkan mengalihkan STM menjadi SMU. dan beternak unggas 4) Kurikulum SMU dibagi atas kelompok mata pelajaran mayor dan minor. Pembantu rektor dan pembantu dekan III misalnya dapat ditiadakan dengan memberikan kebebasan kepada mahasiswa mengatur sendiri pemerintahan mahasiswa (student . Banyaknya jabatan di PT mengakibatkan para dosen berorientasi kepada jabatan dan kurang berorientasi kepada riset untuk pengembangan ilmu dan teknologi. membuat kerajinan tangan. IPS atau Bahasa dan memilih mata pelajaran minor sesuai dengan minatnya. menjahit. Siswa diwajibkan mengikuti kelompok mata pelajaran mayor IPA. Bahasa Inggris dan Antropologi. Guna memungkinkan pelaksanaan program ini. SMU tersebut telah memiliki fasilitas dan tenaga guru untuk melaksanakan program keterampilan yang menjadi kekuatan bekas STM itu. Siswa tersebut tetap dituntut menyelesaikan program minimal untuk melanjutkan ke PT bila kemudian setelah bekerja lulusan SMU itu ingin melanjutkan studi di PT. Matematika dan Bahasa Inggris. antara lain melalui: a) Memperbesar merger SD karena berkurangnya jumlah siswa dan kelebihan tenaga guru dan gedung SD dialih fungsi menjadi TK b) Mendorong SD yang kelebihan guru dan ruang kelas untuk membuka kelas TK sebagai bagian terpadu SD c) Menerapkan subsidi silang dalam penentuan sumbangan BP3 atau SPP SD swasta lalu memanfaatkan kelebihan dana untuk mendanai gaji guru TK yang menjadi komponen tertinggi dalam pembiayaan TK d) Mendorong pemerintah daerah membangun TK.7. tidak menyerahkan penanganan mahasiswa yang melakukan PPL kepada unit PPL. Siswa yang hendak memasuki Fakultas Ekonomi hanya menempuh ujian Ekonomi. kurikulum SMU perlu dibenahi dengan mengurangi mata pelajaran yang kurang perlu dan dengan mengurangi kepadatan materi kurikulum SMU secara keseluruhan. seperti Biologi. SMKA dan/atau STM yang berdekatan. (3) mendorong LPTK mengembangkan sekolah percontohan melalui inovasi yang relevan. terutama di daerah IDT dan terpencil 2) Dilakukan melalui: (1) menugaskan dosen dalam program pengalaman lapangan (PPL). Siswa yang hendak memasuki Fakultas Sastra jurusan Bahasa Indonesia hanya menempuh ujian Bahasa Indonesia. dan peternakan ikan. dan (5) membuka peluang bagi guru sekolah menjadi dosen LPTK 3) Khususnya melalui penerapan keterampilan berkebun.2 Meningkatnya efisiensi pendidikan tinggi 2. Tiap SMU yang mampu menyediakan program yang sesuai dengan fasilitas dan tenaga guru yang dimiliki. Siswa memilih menempuh ujian minimal 3 mata pelajaran yang dapat diambil sejak kelas II jika suatu mata pelajaran selesai di kelas II.

[1] Lihat Boediono dalam bukunya “Pendidikan dan Perubahan Sosial Ekonomi“. reformasi pendidikan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk merubah masukan (input) pendidikan menjadi dampak (outcome) pembangunan. tujuan-tujuan pendidikan nasional perlu dirumuskan dalam jangka menengah. No.geocities. sedangkan dampak atau “outcome” pembangunan harus diterjemahkan secara substantif ke dalam komponen-komponen prioritas pembangunan nasional (misalnya: iptek untuk industrialisasi). dalam arti lulusannya sudah tak tertampung dunia kerja segera ditutup dan diganti dengan yang dibutuhkan pasar dunia kerja.com/vey212/tujpen2. 7) Jurusan atau program studi yang telah jenuh. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan kekerasan/ perkelahian 2. Seorang tenaga administrasi dapat ditugaskan sebagai contact person fakultas dengan organisasi mahasiswa dalam kampus. Masukan di sini dapat diartikan “raw input” atau siswa atau calon SDM pembangunan. Tahun IV. [1] Dalam sambutannya pada buku `Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan Indonesia. Konsekuensinya konsorsium PT sebaiknya dibubarkan atau dibatasi perannya sebagai pengembang standardisasi program studi dengan memberikan guidelines. 014.000 ?? 2. Meningkatkan pelaksanaan kuri-kulum muatan lokal pada jenjang Dik das khususnya keterampilan pra-wirausaha. Mengapa jangka menengah? Karena keampuhan kinerja dari suatu sistem pendidikan terbatas dan harus secara cepat mampu . minuman beralkohol. Pengelolaan program dapat dilimpahkan kepada dosen yang merintis suatu program studi baru tanpa perlu adanya ketua jurusan. Perguruan tinggi dibiarkan bersaing meningkatkan kualitas jurusan atau program studi yang diminati masyarakat. September 1998 sumber: http://www. Dalam kaitan ini. tanyakanlah kepada orang-orang yang baru saja kembali melewati jalan itu Referensi 1. Dalam konteks inilah. sehingga pendapatan per kapita riil turun dari US$1080 menjadi $508. dalam harian Kompas 9 November 1994 Membebaskan lingkungan pendidikan dari obat-obat (bius) yang berbahaya. yang relevan dengan kebutuhan daerah 1. 1995 4. [1]Pada saat ini (Juli 1998).government). Jakarta. Kajian Dikbud. Guna meningkatkan efisiensi. yang kerap kali menggunakan justifikasi kemapanan yang bersifat pasif (misalnya UUD 1945). dalam “Dampak Krisis Ekonomi dan Moneter terhadap Pendidikan” menggunakan asumsi nilai tukar rupiah Rp.htm (diakses: 27 September 2009) TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN: Mencari Alternatif Reformasi Pembangunan Pendidikan Oleh: Fery Cahyadin * ) Part 1 Salah satu pola perilaku kelembagaan pemerintah Orde Baru yang dinilai menghambat pembaharuan selama ini adalah dalam menentukan kepentingan program pendidikan. [1] Lihat artikel Anna S. Untuk mengetahui bagaimanakah kondisi suatu jalan yang akan ditempuh. 198-203 1. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan reorientasi program-program dana bantuan asing yang ditujukan untuk memecahkan masalah-masalah operasional pendidikan yang diakibatkan oleh krismon (krisis moneter dan ekonomi). Suparno. jika $ 1 = Rp 10.5000 dari Rp2350. yang antara lain pencegahan putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui bantuan bea siswa 3. Sementara di era globalisasi ini tujuan-tujuan dan program-program pendidikan dituntut untuk secara dinamik menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan yang sangat cepat bahkan terlalu cepat untuk diikuti. reorganisasi kurikulum dilakukan sendiri oleh PT yang bersangkutan tanpa menunggu kurikulum yang disusun oleh konsorsium. Pembantu rektor dan pembantu dekan II misalnya tak perlu ada jika tenaga profesional keuangan mampu mengelola keuangan universitas dan fakultas. 1997. [1] Boediono.

Singapura. sebagai dampak krismon akan lahir masalah-masalah esensial pembangunan pendidikan yang akan menyebabkan terganggunya keseimbangan program-program pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan (Boediono. dari sekitar US$1100 saat nilai tukar dolar masih 2350 rupiah pada pertengahan tahun 1997. Secara makro. kemudian meningkat 300% menjadi $600 pada tahun 1990. Dalam perkembang-an selanjutnya. upaya pembangunan pendidikan nampak dihadapkan pada pilihan: (1) mempertahankan hasil-hasil pembangunan (survival) yang telah dicapai agar tidak terjadi stagnasi. sehingga Bangsa Indonesia mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. Menggunakan (asumsi) trend penurunan dan fluktuasi Angka Partisipasi Kasar (APK) pada hampir semua jenjang pendidikan pada periode 1997-2003. berdasarkan kemajuan ekonomi yang dicapainya. yang diprediksikan akan segera bergabung dengan macan-macan ekonomi Asia lainnya (Korea Selatan. Indonesia yang pada tahun 1967 hanya memiliki GNP per kapita US$70. saat tingkat kesejahteraan berada di awal tahun 1980-an. apa yang dialami Indonesia pada saat ini. Daya beli terhadap pelayanan pendidikan juga ikut turun.1998. krismon akan menyebabkan program Wajar Dikdas 9 Tahun. posisi Indonesia sebagai bagian dari kawasan Asia Timur. McRae. peningkatan mutu SDM melalui pembangunan pendidikan dipandang sebagai upaya peningkatan kemampuan daya saing bangsa dalam era globalisasi. Thailand dan Pilipina. karena orang tua murid berkurang pendapatannya untuk menyekolahkan anak-anaknya. Keadaan setelah pasca pergantian kepemimpinan nasional belum menunjukkan kembalinya kondisi perekonomian kepada keadaan normal seperti sediakala. yang diharapkan tuntas pada tahun 2003. krisis moneter dan ekonomi (krismon) yang secara bersamaan menimpa negara-negara ASEAN dan bahkan negara-negara ASIA Timur lainnya seperti Korea Selatan dan bahkan Jepang sejak pertengahan tahun 1997.9). Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat ini menyebabkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa menurun.J. Indonesia.1994). Pada saat itulah. 1998). Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Australia. sebagai negara-negara industri baru (new industrial countries). maka akan terjadi zero growth untuk pertumbuhan APK pada jenjang pendidikan dasar dan menengah selama periode tersebut (h. untuk kemudian menjadi sekitar $1100 pada tahun 1997. meningkat menjadi sekitar $200 pada tahun 1980. Dalam keadaan seperti ini. ADB. sekarang ini sudah berubah menjadi “Asian Begger” atau “Pengemis Asia”. peningkatan mutu SDM bahkan dipandang sebagai predisposisi keberhasilan pembangunan ekonomi. bahkan Malaysia (Amin Rais. konteks ini. setelah pasca kerusuhan 14-15 Mei 1998 dan tuntutan para mahasiswa agar Soeharto turun dari kekuasaan. Jepang. (2) meneruskan pembangunan (development) dengan mengakomodasikan tuntutan-tuntutan substantif kebijakan yang timbul akibat pola dan dinamika berfikir yang dipandang lebih maju dalam era . Merujuk pada pengalaman kesulitan ekonomi tahun 1980-an. Khusus di Indonesia. peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) di semua bidang adalah merupakan karakteristik utama pembangunan nasional. yang dahulu.p. Latar Belakang Manakala Garis-garis Besar Haluan Negara 1993 (GBHN 1993) dinyatakan berlaku sebagai acuan Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun Kedua (PJP II) di republik ini. diramalkan akan menikmati kemakmuran yang lebih baik lagi pada permulaan abad 21 yang akan datang (Riedel 1992. di samping krisis moneter dan ekonomi terjadi juga musim kering berkepanjangan yang diakibatkan oleh siklus perubahan cuaca (El Nino). krisis ekonomi dan moneter (krismon) yang terjadi di Indonesia mengakibatkan turunnya kesejahteraan rakyat. Menggunakan pendapatan per kapita sebagai asumsi pengukuran. Krismon telah menyebabkan tingkat pendapatan per kapita menurun secara drastis. sebelum krismon dijuluki sebagai salah satu “Macan Asia” (Asian Tiger).merubah orientasinya sesuai dengan tuntutan perubahan yang ada. yang diikuti oleh kebakaran hutan yang ekstensif dan berlangsung relatif lama terutama di Sumatera dan Kalimantan. karena nilai tukar dolar “terbang” ke sekitar 13000 rupiah [1].16). yang menanti belas kasihan dari IMF. Dalam Namun demikian. mengelompok dengan Malaysia. Indonesia. Hal ini diperparah oleh semakin buruknya iklim sosial-politik-ekonomi-keamanan di dalam negeri. menjungkirbalikkan ramalan tentang Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Hongkong. tidak akan tercapai. terjadilah pergantian pemerintahan dari Soeharto ke B. -Bak memutar balik mesin waktu selama hampir 20 tahun.8. Menurut Boediono (1998). bahkan setback. menjadi kurang lebih US$200 pada pertengahan 1998. Taiwan dan Singapura) pada permulaan abad 21. Bank Dunia. Diperkirakan. yang.p.

(2) penyiapan tenaga kerja terampil dan profesional. Taiwan. Pendidikan harus sejalan dengan proses industrialisasi dalam pengertian dua hal. Dengan demikian. yang. (3) besarnya tabungan masyarakat. Dari sisi penyiapan tenaga kerja terampil dan profesional. fenomena kemajuan ekonomi bangsa-bangsa di Asia Timur pada dasarnya merujuk pada faktor-faktor: (1) keluwesan untuk melakukan diversifikasi produk sesuai dengan tuntutan pasar. menurut McRay (1994). dengan asumsi bahwa pilihan ini paralel dengan upaya penanganan krisis pada tahap solusi operasional [2]. diharapkan dapat menjadi tenaga kerja tingkat menengah (medium level worker) yang berperan. -implikasinya pendidikan harus berorientasi pada peningkatan penguasaan iptek yang mampu memacu perkembangan industri lebih cepat dan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Industri hilir yang selama ini menjadi andalan industri ekspor harus diperkuat dan dirangkaikan dengan industri antara dan industri hulu. baik dalam industri antara dan hilir. dalam kaitannya dengan karakteristik negara-negara maju di Asia Timur. Di samping itu. Ilustrasi ini memberikan aksentuasi tentang betapa pembangunan pendidikan sebagai upaya pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi semakin penting dalam pembangunan suatu bangsa. khususnya pendidikan kejuruan dan pendidikan profesional. diasumsikan memberikan basis fundamental yang lebih kuat bagi pembangunan nasional terutama dalam meningkatkan kualitas SDM yang lebih berpendidikan.reformasi ini. (4) mutu pendidikan yang baik. Hongkong. Tenaga-tenaga kerja tingkat menengah yang berasal dari pendidikan menengah. Soeharto (1995) [3]. aspek-aspek tersebut menjadi tema pokok pembangunan pendidikan. umum maupun kejuruan. sehingga para lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja mandiri. (2) jenjang pendidikan yang semakin tinggi. (2) kemampuan penguasaan teknologi cepat melalui reverse engineering (contoh: computer clone). yaitu (1) pendidikan harus tanggap terhadap tuntutan dunia usaha dan industri akan tenaga terampil dan profesional. Melakukan pemerataan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (setelah Wajar SD 6 Tahun). pendidikan juga berorientasi pada penyiapan tenaga kerja yang terampil dan profesional sesuai dengan kebutuhan pembangunan. merujuk pada tiga orientasi pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah. dan (3) pendidikan juga harus mampu memberikan kemampuan kewirausahaan. dan (3) keduanya. namun juga merupakan mitra kerja para pengelola sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. (3) upaya peningkatan penguasaan iptek. pembangunan pendidikan pada dasarnya merupakan upaya-upaya yang terpadu dari aspek-aspek pemerataan. Industri semi konduktor yang dimulai sejak hampir 20 tahun yang lalu di Korea. Dari sisi upaya peningkatan penguasaan iptek. yaitu terhadap: (1) upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang diwujudkan melalui program pemerataan kesempatan belajar yang ekstensif bagi seluruh warga negara. (3) keterampilan keahlian yang berlatarbelakang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dari sisi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. dan (5) etos kerja. Oleh karena itulah. wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun adalah merupakan salah satu upaya pembangunan pendidikan untuk mencerdas-kan kehidupan bangsa dalam konteks pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. peluang untuk memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan dari suatu negara akan semakin besar jika didukung oleh SDM yang memiliki: (1) pengetahuan dan kemampuan dasar untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan dinamika pembangunan yang tengah berlangsung. mampu bersaing dengan produk-produk lainnya di pasar global. peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang dilakukan secara efisien. dan (4) kemampuan untuk menghasilkan produk-produk yang. (2) dunia usaha dan industri bukan hanya merupakan pemakai tenaga-tenaga terdidik. baik dari kualitas maupun harga. Dalam era globalisasi. bahkan industri hulu.2. pendidikan (faktor 4) adalah merupakan simpul atau katalisator yang menyebabkan faktor-faktor 1. kemudian diikuti oleh Malaysia lebih dari 10 tahun yang lalu adalah contoh sukses dari reverse engineering dengan R & D yang relatif murah dan mampu menghasilkan nilai tambah yang relatif cepat dan tinggi. Fenomena Pendidikan dalam Pembangunan Menurut McRay (1994). Sistem pendidikan harus mampu meningkatkan SDM Indonesia terutama dalam kemampuan teknologi rancang bangun (design) dan rekayasa (engineering). Sejalan dengan itu. sehingga industri nasional yang handal dan mandiri akan tercipta. antara lain memiliki kemampuan untuk melakukan diversifikasi produk sesuai dengan tuntutan pasar dan penguasaan teknologi cepat melalui reverse engineering.3 dan 5 terjadi (brought into being). pendidikan tinggi yang . Diantara faktor-faktor tersebut.

titik berat Pembangunan Jangka Panjang Kedua (PJP II) diletakkan pada ekonomi. reformasi pendidikan dapat didefinisikan sebagai _upaya untuk merubah masukan (input) pendidikan menjadi dampak (outcome) pembangunan. Pernyataan-pernyataan yang digunakan dalam komponen-komponen: Tujuan. D. kesejahteraan lahir dan batin yang makin meningkat. jenis dan jenjang pendidikan yang lebih terkait dan sepadan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman …….tumbuh dan berkembangnya sikap dan tekad kemandirian dalam manusia ……. Prioritas Pelita Ketujuh …. Prioritas dan Sasaran Bidang dan Kebijaksanaan Pelita VII. sedangkan dampak atau “outcome” pembangunan harus diterjemahkan secara substantif ke dalam indikator produk-produk unggulan tertentu yang dapat membantu keberhasilan pembangunan. Gambaran di atas pada dasarnya ditujukan untuk meneliti lebih jauh tentang premis fenomena peran pendidikan dalam pembangunan. adil dan merata. perluasan dan peningkatan kualitas pada semua jalur. Sasaran Umum Pelita Ketujuh ….Sasaran Bidang Pelita Ketujuh) diungkapkan dalam bahasa “berbunga-bunga” yang secara repetitif diulang pada hampir setiap bagian dengan “style” yang hampir persis sama.. Hubungan hierarkikal yang menjabarkan B. Prioritas dan Sasaran Bidang serta Kebijaksanaan Pelita VII.menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap dilandasi oleh motivasi serta kendali keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME ……. untuk mencapai taraf hidup.Sasaran Umum.berorientasi akademis. secara tersurat dan tersirat sudah mencoba mengakomodasikan banyak logika pembangunan yang menitikberatkan kepentingan SDM yang bermutu untuk mendukung pembangunan. Masukan di sini dapat diartikan “raw input” atau siswa atau calon SDM pembangunan. yang mampu mengikuti corak dan dinamika yang berkembang secara cepat. sehingga sulit sekali mencari logika hubungan langsungnya satu sama lain. Katakanlah ini merupakan makna dinamik dari reformasi pendidikan. khusus untuk sektor pendidikan. Elaborasi Pembangunan Pendidikan Menurut GBHN Baik dalam GBHN 1993 maupun dalam GBHN 1998. Sebagai ilustrasi perhatikan contoh-contoh yang dicuplik dari GBHN 1998 berikut.Prioritas dan E. Menurut Drucker (1993). Tujuan Pelita Ketujuh Menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan tekad kemandirian masyarakat Indonesia ……. . Sasaran Umum. diharapkan berperan dalam meningkatkan penguasaan iptek baik melalui pendidikan maupun melalui penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. umum dan lepas konteks. kecerdasan.. Tujuan pada komponen-komponen di bawahnya (C. 1998). Namun demikian. Pertanyaannya: “Sudahkah kita memahami komponen-komponen pembangunan nasional dari sudut pandang pembangunan pendidikan untuk menghasilkan SDM yang tangguh dan berdaya saing tinggi? “. terutama dalam: Tujuan. hampir kesemuanya (kecuali pada Kebijaksanaan Pelita VII) berupa pernyataan-pernyataan yang bersifat normatif. seiring dengan (peningkatan) kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang berperan sebagai penggerak utama (prime mover) yang akan menentukan berhasil tidaknya pembangunan nasional. selain makna lainnya yang lebih bersifat kualitatif (lihat hasil-hasil kerja Tim Reformasi Pendidkan IKIP Jakarta. Sasaran Umum. Dalam konteks inilah upaya pembangunan pendidikan merupakan upaya peningkatan daya saing bangsa. Fenomena yang terjadi di era globalisasi menunjukkan bahwa upayaupaya pembangunan hampir selalu merupakan padanan dari upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang terdidik. GBHN sebagai panduan perencanaan pembangunan jangka menengah (Repelita) dinilai lebih merupakan pernyataan-pernyataan politik yang memiliki pola fikir deduktif-logik yang tidak sempurna dan bersifat sangat normatif. hanya bangsa yang mampu menterjemahkan fenomena pembangunan ke dalam kebutuhan pengetahuan yang akan mampu bersaing di era globalisasi. ekstensif dan mendunia. untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan bathin yang lebih selaras. Makna substantif yang terkandung di dalam GBHN 1993 dan 1998. Dalam konteks inilah.

menguatnya peranserta masyarakat ……untuk terwujudnya manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan YME.E. bahkan berpendapat bahwa pendidikan nasional telah terperangkap dalam sistem kehidupan yang opresif sehingga terkungkung dalam paradigma-paradigma yang tunduk pada kekuasaan dan memperbodoh rakyat. bahasa. agama. berbudi pekerti luhur. Sasaran Bidang Pelita Ketuju …. 1968/69-1992/93). Kebijaksanaan Pelita Ketujuh (Umum) …. Tujuan. di mana penyelenggaraan pendidikan nasional selama ini cenderung menuruti garis petunjuk dari atas atau indoktrinasi yang harus ditaati. C. meningkatkan seluruh komponen pendidikan. peningkatan Pendidikan P4. —sekali kita menyepakati struktur bidang dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai acuan pembangunan nasional. karena tidak adanya kaitan generatif yang jelas antara tujuan pembangunan nasional dan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang diharapkan. Untuk itulah premis-premis tentang pembangunan pendidikan dalam GBHN 1998 dan Repelita Ketujuh memerlukan perbaikan dan (bahkan) perubahan.Prioritas dan E. Di masa Orde Baru. Kebijaksanaan Pelita Ketujuh) memiliki gambaran kegiatan yang lebih jelas dan terukur (measurable) dibandingkan dengan komponenkomponen lainnya. suka atau tidak suka. Pola pemahaman deduktif-logik yang seharusnya menurunkan konsep pembangunan nasional ke dalam makna substantif pendidikan menjadi kehilangan makna. berakhlak mulia. (4) keseimbangan kurikulum dalam pendidikan moral.yang memiliki harkat dan martabat sesuai dengan falsafah Pancasila. kita dituntut untuk mencari alternatif reformasi untuk membuat bangsa ini lebih baik dan mampu keluar dari krisis. untuk selalu menentukan kepentingan perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan dengan justifikasi kemapanan yang bersifat pasif (misalnya UUD 1945 yang kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam UUSPN No. : (1) Kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan pada semua jalur. Hal ini dikarenakan adanya pola perilaku kelembagaan pemerintah selama ini. …….. kurikulum. Makin meluas dan meratanya dikdasmen dan dikti (disingkat) yang berkualitas termasuk pendidikan keakhlian. sabar atau tidak sabar. sarana dan prasarana. sehingga terwujud manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME. iptek.2/1989). terutama tenaga kependidikan. .l. masyarakat sebagai mitra pemerintah. F. ……. g adalah tentang a. maka. …. suka atau tidak suka. Tanpa harus menafikan keberadaan undang-undang yang kita miliki (sejak dari UUD 1945 sampai UU apa saja yang kita miliki) yang menyebabkan republik ini mampu berdiri dan mengisi kemerdekaannya. D. berbudi pekerti luhur. HAR Tilaar (1998). ………. (2)perhatian khusus bagi peserta didik dari keluarga miskin dan yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata (gifted). b s. kita harus menunggu 25 tahun untuk merubahnya. dari ilustrasi di atas terlihat bahwa komponen kebijaksanaan (F. dengan mengambil contoh Perencanaan Jangka Panjang Kesatu (PJP I. (5) pendidikan guru dan tenaga kependidikan lainnya. Sasaran Umum. dan (6) peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. (3) Program pendidikan dan penelitian Dikti di bidang iptek ditingkatkan. jenis dan jenjang. Pola perilaku ini sesuai dengan asas sentralisme dalam sistem kekuasaan.d.Sasaran Bidang Pelita Ketujuh) keberadaannya terasa muncul dengan sendirinya (randomly assigned). Kendatipun. beriman dan bertakwa pada Tuhan YME.. mandiri dll. jenis dan jenjang pendidikan. Bukannya tidak mungkin. PMP pada semua jalur. berakhlak mulia. krismon yang berkepanjangan di negara kita ini salah satu sebabnya diakibatkan oleh pola perilaku berfikir yang terlalu mengacu pada fatwa kelembagaan yang mapan dan reaktif.diarahkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan yang berwawasan budaya dan lingkungan …….…. bukannya luwes dan proaktif. sementara di era globalisasi ini tujuan-tujuan dan konsep pendidikan dituntut untuk secara dinamik menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat bahkan terlalu cepat untuk diikuti. namun karena lemahnya kaitan logik dengan komponen-komponen hirarkikal di atasnya (B. (Pendidikan) Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD’45 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

pada halaman baru tulis kode yang diberikan. Untuk mengunduh gratis. silakan klik kanan dokumen di bawah.Download Peraturan terkait dengan pendidikan silakan diunduh (dokumen tersimpan pada website ziddu. kemudian klik download) UU_Nomor_20/2003_tentang_Sistem_Pendidikan_Nasional UU_Nomor_14/2005_tentang_Guru_dan_Doses UU_Nomor_9/2009_tentang_Badan_Hukum_Pendidikan UU_Nomor_43/2007_tentang_PERPUSTAKAAN UU_Nomor_47/2008_tentangg_Wajib_Belajar .

PROPOSAL KEGIATAN RETRET DAN REKOLEKSI SISWA .

2. dan nilai-nilai hidup yang diperlukan untuk Sian melanjutkan ke perguruan tinggi maupun hidup di tengah masyarakat. kejujuran dan keadilan dalam semangat iman f. Visi dan Misi SMA Santa Maria 2 1. Perubahan itu bias kea rah positif tetapi juga kea rah negative tergantung kedewasaan iman seseorang dan bagaimana orang itumenyikapi situasi tersebut. kita dapat melihat perkembangan dunia yang mencakup berbagai bidang kehidupan yang secara tidak langsung telah mengubah kehidupan seseoran. Visi : Pendidikan berkualitas yang mewujudkan siswa yang memiliki kompetensi akademis. ketrampilan. Meningkatkan prestasi akademik b. Mengembangkan minat dan bakat setiapwarga sekolah c. Misi : a. Latar Belakang Kegiatan Rohani Dewasa ini. sikap. berwatak. semangat belajar. dan menyenangkan d. disiplin. Menyelenggarakan pendidikan yang inovatif. dan berbudi pekerti luhur. keimanan. kreatif.A. kedisiplinan. Mengembangkankesadaran akan hak dan kewajiban yang bersumber dari cinta pada kebenaran. seni dan kepedulian sosialdalam iman. Mengembangkan rasa solidaritas B. pelayanan. mengana hal itu bisa terjadi dan bagaimana pola pendampingan . C. memegang teguh nilai kebenaran dengan mengembangkan potensi-potensinya secara optimal di bidang akademik. ketrampilan. Tujuan Pendidikan SMA Santa Maria Mendampingi peserta didik agar mampu menjadi pribadi yang utuh : beriman. Hal ni menjadi keprihatinan bagi siapa saja. Banyak kasus yang dapat kita temukan baik di media massa maupun yang kita lihat atau alami sendiri menimbulkan pertanyaan bagi kita. Mengembangkan pribadi warga sekolah yang mengutamakan tanggungjawab. dan kerjasama e. Bila hal ini tidak disadari dan tanpa persiapan mental (termasuk rohani) yang baik maka bias saja merekapun aka larut di dalamnya.

Selain itudemi menyikapi keadaan dan kenyataan hidup yang semakin sulit ditambah adanya krisis nilai dalam berbagai segi kehidupan. Maria Budi P K. Bela. S. maka kami mengadakan kegiatan retret. mampu menyusun prioritas dan mampu pula menyelesaikan masalah hidupnya denganpenuh tanggungjawab. Dalam jenjang pendidikan tiga (3) tahun tingkat SMA diharapkan setelah siswa lupus kelas tiga (3) telah mencapai tingkat kedewasaan dan taraf kematangan kepribadian yang memungkinkan dirinya sadar dan siap terhadap apa yang dilakukan bagi masa depannya (mampu bertanggungjawab atas hidupnya. cepat atau lambat akan banyak mempengaruhi proses pembentukan dan pembinaan kepribadian siswa di sekolah. Anggota : Angela Reni S. Jadwal Retret dan Isi Materi : . harapan. Maka. Sekretaris 5. dan rancangan bagi masa depannya termasuk memiliki rasa peduli pada sesama dan alam ciptaan Tuhan lanilla. tantangan. Pd. Ketua Panitia 3. Pembinaan karakter yang kami adakan merupakan program sekolah yang tentunya juga merepakan aplikasi dari visi-misi dan tujuan pendidikan SMA Santa Maria 2.yang tepat agar para siswa sungguh mampu mengadapi tantangan jaman Semarang dengan penuh iman. Berdasarkan keprihatinan ini. D. Susunan Panitia 1. E. Pd. : Dra. berdasarkan kondisi di atas. dan casi. Inosensia D. peka membaca peluang dan mampu menerobos tantangan jaman dengan penuh iman serta peduli padasesama dan alam ciptaan Tuhan lanilla secara kreatif dan inovatif. OP 2. Justina Sudarsih : Vero Etik : Dra. Namur kenyataan sebagian besar siswa Belem memiliki kesadaran untuk memikirkan peluang. siap bekerja keras. S. M. kami menyusun program kegiatan retret dan rekoleksi yang berkesinambungan. Penanggungjawab : Sr. Dion Angga Permana. Bendahara 4.

Nama Kegiatan 2.F. Bentuk dan Kegiatannya : Retret semi Out Bond 1. memahami. sesama. Tema 3. menerima. dan mencintai dirinya. Tujuan : Retret semi Out Bond : Aku dan Hidupku Bersama Ciptaan lain : Membantu para siswa untuk relajar mengenal. dan alam ciptaan Tuhan sehingga dengan demikian mereka dapat tumbuh menjadi anak yang .

00 (62 orang x Rp.000. 90. Honor Pemeteri b. 33.00 : Rp. 000. Tempat 6. 8. 1.00 : Rp. 000. Penginapan : 56 siswa : Rumah Retret Hening Griya : Pastor Cristiadi.00 Sedangkan penerimaan atau pemasukan sebagai berikut : 1. 400. 1 pastor. 000) e. Dari siswa : 56 orang Siswa diharapkan membayar per orang sebesar Rp. Pembimbing 7. 000. 000. 16. 500. 2. 000 x 3 hari) Keterangan : 56 siswa. 000. Pr : 06 – 08 Oktober 2011 : : Rp. Tetapi kenyataannya yang dapat membayar sebagai berikut: . Sekretariatan g. 000. 000. 4. Waktu Pelaksanaan 8. 500. Tips untuk kebersihan HG : Rp.berkepribadian dewasa secara utuh dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri serta keberanian dan ketangguhan di dalam menghadapi tantangan jaman ini. Perencanaan Biaya a.00 : Rp. 000. 780. dan 1 sopir dan 1 kernet c. 000. 3 orang guru. 1. Jumlah = Rp. : Rp. 500.00 300.00 h. 740. Transport (1 bis) d.00 : Rp. 240. 000.00 500. 000. 000.00 + i. Honor guru pendamping (3 orang x Rp. Makan malam di perjalanan i. Snack perjalanan : Rp. Peserta 5.00 500. Obat-obatan f. 2. 400. : Rp. Tip sopir dan kernet : Rp. 000.

000 x 11 siswa = Rp. 000.00 = Rp.00 = Rp.00 Sedangkan total dana yang kami butuhkan ádalah : Rp. 000. 16. 780. 15 siswa : Rp. 200. 00 Jadi dari penerimaan atau pemasukan sebesar : Rp. Rekening : 0107-01-009716-53-7 Hening Griya.a. 500. 000. 17.00 Kami sertakan juga nomor rekening sekolah atas nama : M. 080.00 _______________________________________________________+ Total dari siswa 2. 700. 500. 20 siswa : Rp. 33. 100.00 = Rp. 000. 1. 08 Oktober 2011 . 600. 000. 11. Bela Cabang/Unit : 0107 Cirebon No.00 b. 000. 250. 000. Inosensia D. 17.200. 100. 17. 700. 000 x 20 siswa d. Dari tabungan rohani : Rp. 000 x 29 siswa = Rp. 00 = Rp. 080. 000 x 10 siswa c. 16. 000. 2.00 – Rp. 000. 2. 10 siswa : Rp. 07 Oktober 2011 Sabtu. 11 siswa : Rp.00 Dengan demikian total dana yang masih kurang dan sangat kami butuhkan ádalah sebesar : Rp. 06 -08 Oktober 2011 Kamis. 400. 000. 06 Oktober 2011 Jumat. 000. 000.

PROPOSAL KEGIATAN RETRET SISWA SMA SANTA MARIA 2 CIREBON 06 – 08 OKTOBER 2011 TAHUN AJARAN 2011/2012 .

Ts. 22 TELP. Se-Wilayah III Cirebon .SMA SANTA MARIA 2 CIREBON JLN. Perjuangan Binawan V Tlp..0231 . 0231480727 Kota Cirebon 2.203712 PANITIA LOMBA KREATIVITAS SISWA Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 Sekretariat : 1.0231-203712 Kota Cirebon SMP/M. SMA Santa Maria 2 Jl. SMA/MA/SMK SE-WILAYAH III CIREBON FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA MAJALAH DINDING Tingkat SMP/M. Sisingamangaraja Tlp.Ts. SMA Taman Madya ( Tamansiswa ) Jl. SISINGAMANGARAJA NO.

Ki Drs. Nama Peserta dan Pendamping Asal Sekolah Alamat Sekolah Tanda Tangan Mengetahui. Mohamad Supardan Sr. M. Inosensia D. Sekretaris. Ketua Panitia. Cirebon 21 Mei 2011 Hormat Kami.No. Bela. OP .

........ SMA/MA/SMK se-Wilayah III Cirebon dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Tahun 2011: Pembimbing/Pembina **) Nama Lengkap Tempat....... adalah benar Kepala Sekolah dari : SMP/M..................................Ts........Tanggal lahir Jabatan Alamat : _______________________________________________ (L/P) *) : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Peserta Nama Lengkap Tempat...........Yang bertanda tangan di bawah ini................................. Nama Alamat : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Telah mengutus kepada siswa-siswi yang tercantum di bawah ini dengan satu Pembimbing/Pembina untuk mengikuti Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/M............ 2011 Kepala SMP/M............................ *) Coret yang tidak perlu ....Ts......................................Ts............. .. yang diselenggarakan oleh Panitia Lomba Kretaivitas Siswa SMP/M......... ...........Ts........ Tanggal lahir Alamat : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ ....

Perjuangan Binawan V Tlp. adalah benar Kepala Sekolah dari : . 0231480727 Kota Cirebon 2. SMA Santa Maria 2 Jl.Ts. SMA/MA/SMK SE-WILAYAH III CIREBON FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA MAJALAH DINDING Tingkat SMP/M.. SMA Taman Madya ( Tamansiswa ) Jl.0231-203712 Kota Cirebon SMP/M.**) Jika diperlukan oleh pihak Kepala Sekolah Catatan : Formulir ini dapat digandakan sesuai dengan kebutuhan PANITIA LOMBA KREATIVITAS SISWA Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 Sekretariat : 1.Ts. Se-Wilayah III Cirebon Yang bertanda tangan di bawah ini. Sisingamangaraja Tlp.

..... SMA Santa Maria 2 Jl........Ts. adalah benar Kepala Sekolah dari : ... ................. Nama Lengkap Tempat...Ts...........Ts... SMA/MA/SMK SEWILAYAH III CIREBON Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 Sekretariat : 1....Ts........... Nama Lengkap Tempat..... 0231480727 Kota Cirebon 2...............0231-203712 Kota Cirebon FORMULIR PENDAFTARAN PIDATO BAHASA INGGRIS Tingkat SMP/M...... SMA Taman Madya ( Tamansiswa ) Jl................. Se-Wilayah III Cirebon Yang bertanda tangan di bawah ini............ Tanggal lahir Alamat 2. 2011 Kepala SMP/M........ Nama Lengkap Tempat. *) Coret yang tidak perlu **) Jika diperlukan oleh pihak Kepala Sekolah Catatan : Formulir ini dapat digandakan sesuai dengan kebutuhan PANITIA LOMBA KREATIVITAS SISWA SMP/M............ yang diselenggarakan oleh Panitia Lomba Kretaivitas Siswa SMP/M. Perjuangan Binawan V Tlp..........Ts. Tanggal lahir Alamat : _______________________________________________ (L/P) *) : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ .. Tanggal lahir Alamat 3............... Nama Alamat : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Telah mengutus kepada siswa-siswi yang tercantum di bawah ini dengan satu Pembimbing/Pembina untuk mengikuti Lomba Majalah Dinding Tingkat SMP/M....... . SMA/MA/SMK se-Wilayah III Cirebon dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) : Pembimbing/Pembina **) Nama Lengkap Tempat.................... Sisingamangaraja Tlp...SMP/M..........Tanggal lahir Jabatan Alamat Peserta 1..................Ts...............

...........SMP/M................................. yang diselenggarakan oleh Panitia Lomba Kretaivitas Siswa SMP/M........................ Nama Lengkap Tempat...... Tanggal lahir Alamat : _______________________________________________ (L/P) *) : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ : _______________________________________________ (L/P)*) : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ .. SMA/MA/SMK se-wilayah III Cirebon dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) : Pembimbing/Pembina **) Nama Lengkap Tempat... Nama Alamat : _______________________________________________ : _______________________________________________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Telah mengutus kepada siswa-siswi yang tercantum di bawah ini dengan satu Pembimbing/Pembina untuk mengikuti Lomba Daur Ulang Limbah Tingkat SMP/M........... Nama Lengkap Tempat.....................Tanggal lahir Jabatan Alamat Peserta 1... *) Coret yang tidak perlu **) Jika diperlukan oleh pihak Kepala Sekolah Catatan : Formulir ini dapat digandakan sesuai dengan kebutuhan ..... Tanggal lahir Alamat 3........ Tanggal lahir Alamat 2.........................Ts.... ......... 2011 Kepala SMP/M.Ts......Ts…............................ ..................Ts......... Nama Lengkap Tempat.........

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->