P. 1
Laporan kegiatan magang

Laporan kegiatan magang

|Views: 2,229|Likes:
Published by Aries Romadhona

More info:

Published by: Aries Romadhona on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Penerapan Teknologi Informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang. Sehingga Teknologi informasi telah menjadi kebutuhan manusia. Dalam dunia kerja teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses kerja. Sekarang banyak sekali lembaga lembaga yang memberikan pelatihan kerja. Tidak terlepas juga di dalam perguruan tinggi yang terdapat Program kuliah magang bagi para mahasiswa untuk melatih keterampilan di dunia kerja. Kuliah Magang merupakan suatu kurikulum yang harus di tempuh dalam mengikuti program pendidikan sarjana pada Program Studi Sistem Informasi, pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Program Kuliah magang ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, sehingga dengan bekal yang sudah didapatkan selama di bangku kuliah mampu di terapkan oleh para mahasiswa dalam dunia kerja.
1.2

MANFAAT KULIAH MAGANG 1. 2. 3. konflik 4. 5. 6. tugas 7. 8. Meningkatkan ketrampilan mendengar, bicara dan menulis Mehilangkan perasaan takut dalam melaksanakan tugas baru 1 Pelatihan dapat memberikan informasi tentang meningkatnya pengetahuan kepemimpinan, komunikasi dan sikap Meningkatkan kemampuan kerja dan pengakuan Membantu kedewasaan Mahasiswa dalam melaksanakan pekerjaan dan Melalui pelatihan maka pencapaian prestasi, tanggungjawab, dan Membantu dan mendorong pengembangan diri dan rasa percaya diri Membantu mahasiswa dalam mengatasi stress, tekanan, rasa frustasi dan

Manfaat Untuk Mahasiswa : kemajuan kerja dapat dilaksanakan

Manfaat Untuk Perusahaan atau Instansi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. kerja 9. 10. 11. 12. 13. 14. Meningkatkan kompetensi pekerja Meningkatkan hubungan antar pekerja dalam manajemen Membantu mengurangi perilaku merugikan Meningkatkan komunikasi organisasi Membantu karyawan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan Menghindarkan terjadinya konflik yang merugikan perusahaan Memperbaiki pengetahuan kerja dan keahlian pada semua level kerja Memperbaiki moral SDM Membantu karyawan untuk mengenal tujuan perusahaan Menciptakan image perusahaan yang lebih baik Meningkatkan hubungan antara atasan dan bawahan Membantu mengembangkan perusahaan dalam jangka panjang Membantu/menambah rasa percaya diri, motivasi, kesetiaan, dan sikap Membantu pencapaian efisiensi, efektifitas, produktivitas dan kualitas

pekerja saat melaksanakan pekerjaannya

Manfaat Untuk Kegiatan Pembelajaran : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. hidup 1.3 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN KULIAH MAGANG Membantu efektifitas komunikasi internal organisasi Membantu kegiatan orientasi pengenalan bagi karyawan baru Membantu terciptanya kesamaan pandang dan misi Meningkatkan ketrampilan dan keahlian antar individu Mempermudah pembuatan kebijakan perusahaan dan peraturan Meningkatkan kualitas moral secara menyeluruh Merupakan sarana baik untuk selalu belajar Membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan

2

Penulisan Laporan Kuliah Magang terdiri atas 5 (lima) dengan perincian sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan Bab ini akan membahas Latar Belakang Kuliah Magang, Manfaat Kuliah Magang, dan Sistematika Penulisan laporan Kuliah Magang. Bab II : Gambarang Umum Kuliah Magang Pada Bab ini membahas apa itu Kuliah Magang serta Profil Tempat Magang. Bab III : Metode Pelaksanaan Kuliah Magang Bab ini membahas tentang Waktu Pelaksanaan Kuliah Magang, Program Kuliah Magang yang dijalani dan Prospek dan Kendala Program Kuliah Magang Bab IV Bab V : Pembahasan Pada Bab ini berisi tentang Pembahasan Judul Program : Kesimpulan dan Saran Berisikan kesimpulan dan saran dari pelaksanaan Kuliah Magang

3

BAB II GAMBARAN UMUM KULIAH MAGANG
2.1 KULIAH MAGANG A. Pengertian Kulah Magang Dalam bukunya Manajemen Sumber Daya untuk Perusahaan, Prof. Dr. Veithzal Rivai, MBA mengatakan bahwa pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dengan metode yang lebih mengutamakan praktik daripada teori. Sementara itu ketrampilan adalah meliputi physical skill, intellectual skill, social skill, soft skill, managerials skill dan lain-lain. Kuliah Magang adalah proses sistematis yang mengubah tingkah laku dan bertujuan meningkatkan ketrampilan seseorang dalam penguasaan sebuah pekerjaan dan berkaitan dengan keahlian untuk melaksanakan pekerjaan itu. Magang memberikan orientasi saat ini dan membantu seseorang untuk mencapai keahlian tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya. Magang yang dilaksanakan secara formal adalah usaha pemberi kerja ( perusahaan ) untuk memberikan kesempatan kepada calon karyawan untuk memperoleh pekerjaan atau bidang tugas yang sesuai dengan kemampuan, sikap dan pengetahuannya.
B.

Tujuan Kuliah Magang 1. Memantapkan dan meningkatkan serta memperluas keterampilan dan ilmu pengetahuan yang membentuk kemampuan mahasiswa serta bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program studi yang dipilih. 2. Menimbulkan dan memantapkan sikap profesionalisme yang diperlukan mahasiswa untuk memasuki lapang kerja sesuai dengan bidangnya. 3. Meningkatkan keterampilan dan wawasan, baik secara teknik maupun hubungan kemanusiaan.

Tujuan Kuliah Magang adalah sebagai berikut :

4

C.

Sasaran Kuliah Magang Sasaran Kuliah Magang ini di tujukan pada semua Mahasiswa semester

genap STMIK BU yaitu semester 2 dan 4 2.2 PROFIL TEMPAT MAGANG A. Identitas
1.

Nama Dinas Alamat Telepon

:

UPT

Dinas

Pendidikan

Kecamatan Sambeng 2. Lamongan
3.

: Jln Raya Sambeng No. 44, Sambeng : 03227710091 : Kasmain, S.Pd. M.Pd : 19 Juli 1997

4.
5.

Nama Kepala UPT Didirikan/dibuka

B.

Sejarah Singkat UPT Dinas Pendidikan Pada hakekatnya Pembangunan Nasional Indonesia adalah membangun manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seutuhnya. Salah satu upaya pemerintah untuk membentuk masyarakat Indonesia yang utuh tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan Indonesia berlangsung didalam sekolah (formal) dan diluar sekolah (non formal), yang pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU nomor 20 tahun 2003). Kebijakan strategis pembangunan Pendidikan di Kabupaten Lamongan bertumpu pada tiga tema sentral, peluasan pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta mewujudkan system penyelenggaraan pendidikan yang akuntabel. Pada tanggal 19 Juli 1997 telah didirikan Dinas Pendidikan Kec. Sambeng yang dulu bernama “DIKBUD” (Dinas Kebudayaan), Kemudian di tahun berikutnya berubah nama menjadi “Dinas P dan K” (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), dan pada tahun 2009 berganti nama menjadi “UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng dengan jumlah 18 orang jumlah pegawai. 5

C. Struktur Organisasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng Pengawas TK/SD Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Kepegawaian Pendidikan Prasarana dan Sarana (Pendas) Tata Usaha (TU)

D. Ruang Lingkup Ruang lingkup tugas-tugas di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng secara garis besar yaitu tersiri dari 4 bidang diantaranya adalah : 1. Bidang Teknik Edukatif Pelaksanaan tugas ini dilaksanakan oleh petugas pengawas TK/SD, yang secara spesifik. Dalam bidang ini bertugas untuk menilai kenerja Ka.SD, guru dan staf sekolah dalam pelaksanaan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meninfkatkan mutu pendidikan, membimbing dan memberi pengarahan guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK atau pelajaran SD/MI berdasarkan standart kompetensi dasar dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. 2. Bidang “3M” (Man, Money, Material) Man Dalam hal ini dilaksanakan oleh petugas kepegawaian. Bidang ini bertugas untuk nengusulkan PNS, menngusulkan pensiun, mengusulkan Karpeg,

6

Taspen, dan Karis/Karsu yang belum punya dan membuat laporan data kepegawaian bagi Ka.SD, Guru, Karyawan, Penjaga SD dll. Money Dalam hal ini ditangani oleh petugas keuangan dan administrasi (TU). Bidang ini bertugas untuk mengagendakan surat yang masuk atau keluar, membuat pengajuan anggaran gaji Ka. SD, Guru, penjaga SD, mengusulkan kenaikan gaji dll. Material Dalam hal ini pelaksanaan tugasnbya dilaksanakan oleh petugas Pendidikan Sarana dan Prasarana (PENDAS). Bidang ini bertugas untuk melaksanakan pendataan gedung, tanah, lampanan, serta sarana dan prasarana, membuat usulan subsidi/bantuan BOS, Bea Siswa, Anak kurang mampu, tunjangan fungsional, membantu pelaksanaan unas, semesteran, dan membantu palaksanaan lomba mata pelajaran se kec. Dll. 3. Bidang Penilik Luar Sekolah Pelaksanaan tugasnya dilaksanakan oleh kelompok Penilik Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang didalamnya terdapat beberapa fungsi pembinaan, diantaranya: Pembinaan Generasi Muda Monitoring kegiatan pramuka, peringatan hari sumpah pemuda, pendataan pengurus ORMAS Pemuda Pembinaan Olahraga Monitoring dan pembinaan Induk Cabang Olahraga dan Atlit yang berprestasi, mengadakan lomba peringatan HUT RI, POR SD, PORKAB. c. Pembinaan Kebudayaan Pendataan ulang jenis kesenian, pemeliharaan benda purbakala,

mengadakan pentas seni tingkat kecamata. Dll 7

d. Pembinaan Pendidikan Membuka program kejar Peket A untuk setara SD, Paket B untuk setara SMP, dan Paket C untuk setara SMA, mendirikan PAUD (Program Anak Usia Dini) 4. Bidang tugas yang diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

E. Daftar Karyawan Pada Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng terdiri dari : - 1 orang Kepala UPT Dinas Pendidikan a. Kasmain, S.Pd, M.Pd - 4 Orang Pengawas TK/SD a. Drs. Imam Soebekti c. Drs. Suraji, M.Si - 5 Orang Penilik PLS a. Saifudin, S.Pd c. Sayono, S.Sos e. Tyasmanu, S.Pd - 7 orang Staf a. Dri Wiandoyo, S.Sos (Pelaksana TU) b. Jayus, S.Sos c. Sunarto d. Sugiadi, S.Sos (Pelaksana Kepegawaian) b. Suwando. S.Pd. M.Pd d. Sukarno b. Drs. Karsan, M.Pd d.

8

e. Kasmiran f. Sarwi, S.Sos, M.Pd (Pelaksana Pendas) g. Adenan - 1 orang TLD a. Rajab, S.Sos - 1 orang JUPEL Purbakala a. Useli Jumlah Personil UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng : 261 orang 1. UPT Dinas Pendidikan 2. Taman Kanak-Kanak 3. SD Negeri : 18 Orang PNS : 6 Orang PNS : 237 Orang

@ 228 Orang PNS dan 9 Orang CPNS

F. Inventaris Gedung (Kantor) Untuk semenrata gudung UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng belum memiliki gedung sendiri, masih pinjam pakai Gedung PGRI dan Perumahan Guru SDN Ardirejo I, sedangkan 1 Mushola adalah hasil dari Swadaya dari Karyawan UPT Dinas Pendidikan Kec. Sambeng beserta semua Ka. SD, Guru dan Penjaga Sekolah. Peralatan dan Mesin Untuk peralatan dan mesin, pada dasarnya masing-masing ruang telah memiliki, adapun kepemilikannnya diperoleh dari APBD dan Swadaya Sepeda Motor 9

1 unit untuk Ka. UPT Dinas Pendidikan, 4 Unit Untuk 4 Pengawas TK/SD, 5 unit untuk Penilik Luar Sekolah (PLS), dan 2 Unit untuk staf G. Penutup Demikian sekilas gambaran profil UPT Dinas Kecamatan Sambeng yang diuraikan dengan bahasa yang sederhana dengan motto : “ Kebersamaan Merajut Kekuatan Sekawan Semut Akan Ditakdirkan Atas Dasar Untuk Hidup Bergotong Sehingga Royong. Dapat UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng Tumbuh Dan Berkembang Kebersamaan, Menghasilkan Kenerja, Yang Optimal Bekerja Sama Dengan Stake Holder, Ibarat Sekawan Semut Yang Enggan Bercerai Berai. Seluruh Petugas UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng Senantiasa Bersatu Padu Dami Tercapainya Kebersamaan Unutk Merajut Kekuatan ”

10

BAB III METODE PELAKSANAAN KULIAH MAGANG
3.1. WAKTU PELAKSANAAN KULIAH MAGANG Waktu pelaksanaan Kuliah Magang adalah mulai dari tanggal 25 Juli s/d 25 Agutus 2011, dimulai dari pukul 07.00 – 13.00 WIB. Adapun tempat untuk melaksanakan Kuliah Magang adalah di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng. 3.2. PROGRAM KULIAH MAGANG YANG DIJALANI Untuk Program kuliah magang disini saya memilih tempat di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sambeng – Lamongan, untuk membantu Staf Kepegawaian, Staf Pendas, Staf Penilik PLS, dan Staf Tata Usaha Tugas Staf Kepegawaianr yaitu :
-

Mengusulkan PN bagi guru, penjaga SD yang memenuhi syarat Mengusulkan kenaikan pangkat berdasarkan PAK bagi Ka.SD, Guru Membuat laporan data kepegawaian bagi Ka. SD, Guru, karyawan Membuat laporan LP2P Membuat usulan subsidi/bantuan seperti, BOS, bea siswa, anak kurang Membantu pelaksanaan unas, semesteran, dan lomba mata pelajaran Membuka Program kejar paket A, B, dan C Monitoring dan pembinaan Induk Cabang Olahraga dan Atlit yang Mengadakan lomba dan pertandingan antar SD, SMP, dan SMA se Mengirim pelatihan/penataran guru seni, Mengagendakan surat, baik surat masuk atau keluar Membuat pengajuan anggaran gaji Ka. SD, Guru, dan penjaga 11

TK/Sd
-

Tugas Staf Pendas yaitu :
-

mampu.
-

Tugas Staf Penilik PLS yaitu :
-

berprestassi.
-

kecamatan
-

Tugas Tata Usaha yaitu :
-

3.3. PROSPEK DAN KENDALA PROGRAM KULIAH MAGANG Prospek dalam program kuliah magang ini mengembangkan pola pikir mahasiswa dalam dunia Perkantoran khususnnya di bidang pendidikan (SD dan Sederajat), dan mengetahui tentang bagaimana cara melayani, mengurus, dan menata seluruh Guru dan Kepala Sekolah se Kecamatan Sambeng. Untuk kendala dalam program kuliah magang pada tanggal 25 juli – 25 agutus 2010 yaitu belum berpengalaman untuk melakukan tugas di bagian-bagian unit kerja di UPT Dinas Pendidikan Kec. Sambeng, jadi perlu dipandu dan di bantu oleh karyawan yang bersangkutan di bagian unit kerjanya masing-masing untuk menelasaikan tugas atau pekerjaan.

12

BAB IV PEMBAHASAN
SERTIFIKASI GURU DAN PENGAJUAN KENAIKAN PANGKAT PNS SERTIFIKASI GURU LATAR BELAKANG Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tahun 20011 merupakan tahun kelima pelaksanaan sertifikasi guru yang telah silaksanakan sejak tahun 2007. Mengacu pada pelaksanaan sertifikasi sebelumnya perbaikan dalam penyelenggaraan sertifikasi dan guru terus manfaat dilakukan yang agar dapat dipertanggungjawabkan memberikan besar terhadap

peningkatan proses belajar. Pelaksanaan sertifikasi guru untuk yahun 2011 mengalami perubahan yang mendasar antara lain menyangkut mekanisme registrasi dan mekanisme penyelenggaraan sertifikasi, penataan ulang substansi dan rubric penilaian fortofolio, substansi pelatihan, strategi pembelajaran, dan system penilaian Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG). Hal ini perlu dipahami dengan baik leh semua unsur yang terkait baik di pusat maupun di daerah. Unsure pusat yaitu direktorat yang menangani pendidik, dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Unsur daerah yaitu dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala sekolah, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dan guru, serta unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011. Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru adalah proses rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi semua unsur tersebut. TUJUAN 13

Pedoman
1.

penetapan

peserta

sertifikasi

guru

dalam

jabatan

ini

mempunyai tujuan sebagai berikut. Sebagai bahan acuan bagi pihak terkait dalam melakukan proses penetapan
2.

peserta

sertifikasi

guru

secara masyarakat peserta

transparan luas sertifikasi

dan agar guru

dapat dapat di

dipertanggungjawabkan. Memberikan memantau wilayahnya. SASARAN Sasaran Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi guru ini adalah pihak yang terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan, yaitu: Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dinas Pendidikan Provinsi; Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan; Pengawas Sekolah Kepala Sekolah; Guru; dan Masyarakat. RUANG LINGKUP PEDOMAN Pedoman ini memberikan informasi kepada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru tentang beberapa hal sebagai berikut Jumlah sasaran nasional; Perhitungan kuota peserta Persyaratan peserta Proses penetapan peserta sertifikasi guru; Prosedur operasional standar; dan jadwal pelaksanaan POLA SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN
• Alur Sertifikasi Guru Dalam Jabatan

informasi pelaksanaan

kepada penetapan

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal sertifikasi 65 huruf b dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional bagi guru dalam jabatan untuk memperoleh sertifikat Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, pendidik dilaksanakan melalui pola: (1) uji kompetensi dalam bentuk 14

penilaian portofolio, dan (2) pemberian sertifikat pendidik secara langsung. Penyelenggaraan sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011 dibagi dalam 3 (tiga) pola sebagai berikut.
1.

Penilaian Portofolio (PF) Sertifikasi guru pola PF diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat sertifikasi persyaratan dalam jabatan dan pola proses pengawas kesiapan PF, (2) satuan diri tidak pendidikan memenuhi yang: (1) memiliki prestasi melalui dalam untuk sertifikat mengikuti pendidik proses secara

persyaratan

pemberian

langsung (PSPL). Penilaian portofolio dilakukan melalui penilaian terhadap kumpulan berkas yang mencerminkan kompetensi guru. Komponen penilaian portofolio mencakup: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, prestasi (3) pengalaman (7) mengajar, karya (4) perencanaan profesi, dan (8) pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) akademik, pengembangan keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
5.

Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL) Sertifikasi guru pola PSPL diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki: a. Kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling IV/b atau atau konselor, dengan golongan kredit sekurang-kurangnya yang memenuhi angka

kumulatif setara dengan golongan IV/b; b. Golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c. 3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)

15

PLPG diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang: (1) PLPG, dan (3) tidak lulus penilaian portofolio, PLPG harus dapat memberikan jaminan terpenuhinya standar kompetensi pembelajaran. guru. Beban belajar PLPG sebanyak Model Pembelajaran disertai Aktif, Inovatif, workshop 90 Kreatif, jam dan Specific memilih langsung mengikuti PLPG (2) tidak memenuhi persyaratan PSPL dan memilih

Menyenangkan (PAIKEM) pembelajaran.

Subject

Pedagogic (SSP) untuk mengembangkan dan mengemas perangkat Uji kompetensi dalam bentuk Penilaian Portofolio (PF), Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL), dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) bagi peserta sertifikasi guru dilakukan oleh Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru yang terdiri dari LPTK Induk dan LPTK Mitra dikoordinasikan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).
Secara umum, alur pelaksanaan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2011 disajikan pada Gambar 2.1.

F.

PERSYARATAN PESERTA 1. Persyaratan Umum a. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional kecuali guru pendidika agama. 16

Sertifikasi guru bagi guru pendidikan agama dan semua guru yang mengajar di madrasah dengan Agama kuota dan (Surat Edaran diselenggarakan oleh Kementerian Agama penetapan peserta dari Kementerian dan Bersama Direktur Jenderal PMPTK aturan

Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/ 2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007). b. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan: 1) bagi pengawas satuan pendidikan selain dari guru yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau 2) bagi pengawas selain dari guru yang diangkat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru harus pernah memiliki pengalaman formal sebagai guru. 2. Persyaratan Khusus Untuk Guru yang Mengikuti Penilaian Portofolio dan PLPG a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan. b. Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal6 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terbit yang bersangkutan sudah menjadi guru lihat urutan prioritas) penetapan peserta. c. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila: 1) pada 1 Januari 2011 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau 2) mempunyai pangkat). 3. Persyaratan Khusus untuk Guru yang mengikuti Pemberian Sertifikat secara Langsung (PSPL) a. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan 17 golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan (contoh perhitunganmasa kerja

pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi

(S-2) atau

dalam bidang

kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurangkurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b. b. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang IV/c. PENGAJUAN KENAIKAN PANGKAT LATAR BELAKANG Kenaikan pangkat guru merupakan pengakuan dan penghargaan jerih payah usahanya di dalam mengajar. Juga meningkatkan semangat untuk bekerja lebih baik dan lebih berdaya guna. Kenaikan pangkat menggunakan sistem kredit (Sistem Penilaian Angka Kredit Bagi Jabatan Guru) memungkinkan guru cepat naik pangkat. Diperkirakan setelah dua tahun sampai tiga tahun seorang guru dapat naik pangkat. Sebaliknya karena sesuatu sebab guru terlambat naik pangkat. Keterlambatan guru naik pangkat berakibat menurunnya semangat, disiplin kerja, dan rasa percaya diri guru. Penelitian ini dilakukan kepada guru-guru SD BPK PENABUR Tasikmalaya. Berdasarkan data pada tanggal 1 Juli 2003 dari 13 orang guru, ada tiga orang bermasa SK terakhir 4 tahun lebih, satu orang 4 tahun, empat orang mendekati 4 tahun, dan lima orang 3 tahun kurang. Dengan demikian empat orang guru tergolong terlambat naik pangkat, dan akan menyusul empat orang lagi bila pada akhir Januari 2004 tidak mengajukan kenaikan pangkatnya. Peneliti berkeinginan menolong mengatasi masalah keterlambatan kenaikan pangkat guru-guru SD BPK PENABUR Tasikmalaya dengan menggunakan action research. Dari hasil penelitian, keterlambatan guru mengajukan kenaikan pangkat disebabkan oleh hilangnya motivasi berprestasi sehingga tidak mampu menghitung dan mengisi Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK). Pemecahan masalah keterlambatan kenaikan pangkat guru melalui pembinaan oleh Kepala 18 yang memiliki golongan angka kredit serendah-rendahnya setara IV/c atau memenuhi kumulatif dengan golongan

Sekolah. SISTEM KENAIKAN PANGKAT • Kenaikan Pangkat Reguler 1. Diberikan kepada PNS yang tidak menduduki jabatan struktural atau jabatan @ Yang melaksanakan Tugas Belajar dan sebelumnya tidak menduduki Jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu. @ Dipekerjakan / diperbantukan secara penuh diluar instansi induknya dan tidak menduduki Jabatan pimpinan yang telah dpersamakan eselonnya atau Jabatan fungsional tertentu 2. Diberikan sepanjang tidak melampaui pangkat atasannya lansung 3. Diberikan kepada PNS sampai dengan : NO PANGKAT/ GOLONG RUANG STTB/DIPLOMA/IJAZAH KET
• • •

fungsional tertentu, termasuk bagi mereka yang :

Pengatur Muda II/A Sekolah Dasar Pengatur II/C S L T P Pengatur Tk I II/D S L Kejuruan Tk Pertama
• Penata Muda Tk I Iii/B Slta, S L Kejuruan Tk Atas 3 Tahun Dan 4

Tahun, Diploma I Atau Diploma II
• Penata III/C SPGLB, Diploma III, Sarmud, Akademi, Bakeloreat • • •

Penata Tk I III/D S1, Diploma IV Pembina IV/A Dokter, Apoteker, S2 Atau Yang Setara Pembina Tk I IV/B S3 4. Diberikan kepada PNS apabila : @ Sekurang kurangnya telah empat tahun dalam pangkat terakhir @ Setiap unsur DP3 sekurang kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir 5. Bagi PNS yang kenaikan pangkatnya berakibat pindah golongan maka diwajibkan dan lulus ujian dinas, kecuali kenaikan pangkat yang dibebaskan dari ujian dinas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Dapat diberikan maksimal tiga kali bagi yang dipekerjakan / diperbantukan diluar instansi induk secara penuh :Pada proyek pemerintah, organisasi profesi, negara sahabat,dll. kecuali dipekerjakan/diperbantukan pada lembaga pendidikan,sosial,kesehatan dan perusahaan jawatan. 19

7. Bagi yang dipekerjakan/diperbantukan diluar instansi induknya pada instansi pemerintah pusat maupun daerah, kenaikan pangkatnya tidak dibatasi tiga kali

Prosedur Dan Kelengkapan Adm Kenaikan Pangkat Reguler 1. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian setelah mendapat persetujuan tekhnis dari Kepala BKN/Ka.Kanreg BKN. 2. Untuk mendapatkan persetujuan tekhnis dimaksud Pejabat Pembina Kepegawaian mengajukan usul kepada Kepala BKN/Kanreg BKN dengan menggunakan formulir model I-e, dengan melampirkan : 1. 2. 3. 4. 5. Salinan FC sah Keputusan dalam pangkat terakhir Foto Copy sah DP3 dalam 2 tahun terakhir Salinan FC sah STTB/Ijazah/Diploma, bagi yang memperoleh peningkatan Salinan/FC sah surat perintah tugas belajar bagi PNS yang melaksanakan tugas Surat penugasan DPK/DPB diluar instansi induknya bagi yang tidak menduduki

pendidikan belajar dan sebelumnya tidak menduduki jabatan struktural dan fungsional tertentu jabatan Struktural atau fungsional tertentu

20

BAB V PENUTUP
5.1.
1.

KESIMPULAN Kuliah Magang i n i sangat bermanfaat bagi para Mahasiswa khususnya Mahasiswa STMIK Bahrul Ulum. Dengan adanya kegiatan

magang mahasiswa di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga mahasiswa diharapkan dapat memiliki keterampilan serta wawasan yang tinggi. 2. Kuliah Magang merupakan kegiatan praktek di luar jam kuliah yang bekerja sama dengan masyarakat, instansi atau perusahaan, sehingga mahasiswa dapat berlatih untuk mampu bergaul dan bekerja sama dengan masyarakat luar.
3.

Kuliah Magang dapat menunjang mahasiswa untuk menjadi tenaga Dengan begitu mahasiswa

kerja yang ahli dan professional dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional atau bahkan internasional. akan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah di perolehnya, dalam kehidupan sehari-hari.
5.2. 1.

SARAN Pembelajaran di kampus perlu memberikan penekanan pada penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi di dunia kerja. Dengan demikian Kuliah magang dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh secara maksimal.
2.

Perlu di adakan workshop pada masalah budaya kerja yang berlaku

pada instansi pemerintah maupun swasta. Dengan demikian apabila mahasiswaw melakukan Magang pada instansi, para mahasiswa akan dapat menyesuaikan diri dengan mudah

21

DAFTAR PUSTAKA
Buku Paduan Kuliah Magang dari Kampus STMIK Bahrul Ulum Jombang. http://download/kenaikan-pangkatpns.html http://www.docstoc.com/docs/43316004/Contoh-Laporan-Magang http:// hal 060-077 Mengatasi Keterlambatan Kenaikan Pangkat Guru.pdf http:// 077_SOSIALISASI SERTIFIKASI 2011.pdf

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->