A.

Pemahaman Konsep Menurut Jerome Bruner dalam teori-teorinya yaitu teori konstruksi, notasi, kekontrasan dan variasi, serta konektivitas menyatakan bahwa belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat dalam materi-materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur itu. Pemahaman terhadap konsep dan struktur suatu materi menjadikan materi itu dipahami secara lebih komprehensif lain dari itu peserta didik lebih mudah mengingat materi itu apabila yang dipelajari merupakan pola yang berstruktur. Dengan memahami konsep dan struktur akan mempermudah terjadinya transfer. Dengan kata lain pemahaman konsep yaitu memahami sesuatu kemampuan mengerti, mengubah informasi ke dalam bentuk yang bermakna. (Asikin, 2004:11-14). Langkah-langkah dalam menanamkan suatu konsep matematika berdasarkan penggabungan beberapa teori belajar Bruner antara lain teori konstruksi, teori notasi, teori kekontrasan dan variasi serta teori konektivitas adalah sebagai berikut :  Pengajar memberikan pengalaman belajar berupa contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep matematika dari berbagai bentuk yang sesuai dengan struktur kognitif peserta didik.   Peserta didik diberikan dua atau tiga contoh lagi dengan bentuk pertanyaan. Peserta didik diminta memberikan contoh-contoh sendiri tentang suatu konsep sehingga dapat diketahui apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami konsep tersebut.   Peserta didik mencoba mendefinisikan konsep tersebut dengan bahasanya sendiri. Peserta didik diberikan lagi contoh mengenai konsep dan bukan konsep.

Ketiga aspek itu adalah pemahaman konsep. gambar. Peserta didik diberikan drill untuk memperkuat konsep tersebut. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis e. dan diagram b. dan memilih prosedur atau operasi tertentu Mengaplikasikan konsep dan algoritma pemecahan masalah. maupun penilaian portofolio. Memberi contoh dan non contoh dari konsep d. serta pemecahan masalah. Melakukan manipulasi matematika terhadap kebenaran solusi e. Adapun kriteria dari ketiga aspek tersebut adalah: 1. menyusun bukti. hasil belajar yang dinilai dalam mata pelajaran matematika ada tiga aspek. Menarik kesimpulan. penalaran dan komunikasi. penilaian proyek. penilaian produk. Menarik kesimpulan dari pernyataan Memeriksa kesahihan dari argument d. 2003: 123) Menurut Zulaiha (2006: 19). (Herman Hudojo. g. Mengklasifikasian objek-objek menurut sifat-sifat tertentu c. Menyatakan ulang sebuah konsep b. f. Mengajukan dugaan c. 2. Ketiga aspek tersebut bisa dinilai dengan menggunakan penilaian tertulis. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep Menggunakan. memanfaatkan. memberikan alasan atau bukti . f. Pemahaman Konsep a. tertulis. Menyajikan pernyataan matematika secara lisan. Penalaran dan Komunikasi a. penilaian kinerja.

memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan. Nasution (2006) mengungkapkan “ Konsep sangat penting bagi manusia. Jadi pemahaman konsep adalah pengertian yang benar tentang suatu rancangan atau ide abstrak. Menunjukkan pemahaman masalah b. f. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia. Menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi. 3. paham berarti mengerti dengan tepat. membaca. Mengembangkan strategi pemecahan masalah Membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah yang tidak rutin Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari . konsep adalah suatu ide abstrak yang memungkinkan seseorang untuk menggolongkan suatu objek atau kejadian. Tanpa konsep. belajar akan sangat terhambat. Memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat e. Hanya dengan bantuan konsep dapat dijalankan pendidikan formal.g. Mengorganisasikan data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah c. dalam belajar. karena digunakan dalam komunikasi dengan orang lain. Dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. dan lain-lain.” Kemampuan pemahaman matematis adalah salah satu tujuan penting dalam pem-belajaran. dalam berpikir. Pemahaman . sedangkan konsep berarti suatu rancangan. namun lebih dari itu. Sedangkan dalam matematika. Pemecahan Masalah a. Menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk d.

2010 ) yang menyatakan tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami peserta didik. B. Memberi contoh dan non-contoh dari konsep 4. Menyatakan ulang suatu konsep 2. p e r s a m a a n .matematis juga merupakan salah satu tujuan dari setiap materi yang disampaikan oleh guru. Komunikasi bukan hanya sekedar menyatakan ide melalui t u l i s a n tetapi lebih luas lagi yaitu kemampuan siswa dalam hal . Menggunakan. 2007: 18) menjelaskan ”Penilaian perkembangan anak didik dicantumkan dalam indikator dari kemampuan pemahaman konsep sebagai hasil belajar matematika. t a b e l d a n sajian secara fisik atau kemampuan siswa memberikan dugaan tentang gambar-g a m b a r g e o m e t r i . Menurut Depdiknas (dalam Jannah. k a t a k a t a / k a l i m a t . Penalaran dan komunikasi NCTM (dalam Ansari 2003) menyatakan bahwa komunikasi merupakankemampuan siswa dalam hal menjelaskan suatu algoritma dan cara unik untuk pemecahan masalah. Indikator tersebut adalah sebagai berikut: 1. memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu 7. hasil belajar diperoleh siswa berdasarkan hasil tes pemahaman konsep. kemampuan siswa mengkonstruksi dan menjelaskan sajianf e n o m e n a d u n i a n y a t a s e c a r a g r a f i k . Mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep 6. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika 5. Dalam penelitian ini. sebab guru merupakan pembimbing siswa untuk mencapai konsep yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan Hudoyo ( dalam Herdian. Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu 3. Mengaplikasikan konsep.

.b e r c a k a p . Ini berarti komunikasi m e m e g a n g p e r a n a n p e n t i n g d a l a m p e n d i d i k a n t e r m a s u k pendidikan matematika. p e m b e l a j a r a n seperti juga matematika guru-siswa sebagai aktivitas s o s i a l artinya dalam pembelajaran matematika. komunikasi merupakan b a g i a n m e m b i m b i n g p e n t i n g u n t u k sebagai bahasa. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa proses komunikasi dapat membangun pemahaman konsep siswa . menanyakan. sangat jelas. interaksi antar siswa. menjelaskan. b.A c u a n k u r i k u l u m m e n j a d i k a n s o s o k manusia Indonesia dalam setiap jenjang sekolah antara lain adalah memiliki kemampuan berkomunikasi. 1996). menulis dan akhirnya melaporkan apa yang telah dipelajari (Sullivandan Mously. 2001) kema mpuan komunikasi dalam pembelajaran matematika perlu mendapat fokus perhatian karena: a. bekerjasama( sharing ). menggambarkan. alat alat ide artinya bantu yang secara matematika berpikir. dan setiap orang yang berhubungan dengan matematika a k a n memerlukan komunikasi dalam perbendaharaan informasi yang l e b i h banyak. mendengar. Sasrini (2005) menyatakan bahwa komunikasiadalah bagian esensial dari matematika yang merupakan cara sharing i d e d a n pengklarifikasian pengertian. klarifikasi. m a t e m a t i k a tidak h a n y a alat namunmatematika d a n akurat. penting tepat sebagai juga u n t u k menemukan pola atau menyelesaikan masalah sebagai ide - dalamm e n g k o m u n i k a s i k a n t u m b u h kembangnya matematika siswa. Menurut Baroody (dalam Asikin.

k o m u n i k a s i a n t a r s i s w a d a l a m p e m b e l a j a r a n matematika sangat penting untuk p e n g k o n s t r u k s i a n pengetahuan matematika. s i s w a d a p a t mengorganisasikand a n m e n d i s k u s i k a n b e r b a g a i p e n d a p a t m e n g e n a i pemikiran matematika mereka d. mengkaji gagasan matematika melalui konjektur dengan alasan yang meyakinkan(Sasrini. g r a f i k d a n secara aljabar b. 2005). Dalam Asikin (2001) juga diuraikan tentang peran pentingkomunikasi dalam pembelajaran matematika yaitu: a.Selanjutnya NCTM merekomendasikan kemampuan k o m u n i k a s i matematika perlu dikembangkan dalam diri siswa agar mereka dapat: a. pengembangan . k o m u n i k a s i d i m a n a i d e m a t e m a t i k a d i e k s p l o i t a s i dalam b e r b a g a i p e r s p e k t i f . k o m u n i k a s i m e r u p a k a n a l a t u n t u k “ m e n g u k u r ” pertumbuhan pemahaman c. mengembangkan pemahamanterhadap gagasan-gagasan matematika termasuk peranan definisi-definisi dalammatematika menggunakan keterampilan membaca. m e l a l u i k o m u n i k a s i . m e m o d e l k a n s i t u a s i l i s a n . men dengar. d. m e m b a n t u m e m p e r t a j a m c a r a berpikir siswa dan mempertajam kemampuan b. g a m b a r . dan melihatu n t u k m e n g i n t e r p r e t a s i k a n d a n m e n g e v a l u a s i g a g a s a n matematika e. t e r t u l i s . merefleksi dan mengklarifikasikan dalam berfikir mengenai gagasan gagasanmatematika dalam menghadapi berbagai situasi c.

serta peningkatan keterampilan social e.penilaian pemecahan.pemecahanm a s a l a h . pendeskripsian masalah dan pemecahan masalah. dan kebijakan. C. Penyelesaian Masalah Penyelesaian atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir. a. pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. d a n p e n i n g k a t a n p e n a l a r a n . Proses berpikir bijaksana dibagi menjadi 2 tahap. Pemecahan masalah adalah proses penanggulangan suatu rintangan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Proses penyelesaian masalah terdiri dari identifikasi masalah. Pendeskripsian masalah terdiri dari dua yaitu mendefinisikan dan membatasi masalah. Pendekatan pemecahan masalah secara sistematis disebut berpikir bijaksana. Pertanyaan mengenai fakta digunakan untuk . yang akan menciptakan produktivitas dan kepuasan. pemilihan dan pelaksanaan solusi masalah yang terbaik. Sering dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi kecerdasan. Untuk mengetahui masalah dibuatlah pertanyaan-pertanyaan dengan kategori fakta. analisis masalah. "writing " d a n "talking " dapat menjadi alat yang sangat bermakna untuk membentuk komunitas matematika. Mendefinisikan masalah Definisi masalah digunakan agar semua anggota kelompok memiliki pengertian yang sama tentang tujuan rapat. m e n u m b u h k a n rasa percaya diri. Proses ini terjadi jika suatu organisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak dari suatu kondisi awal menuju kondisi yang dituju. nilai.

Brainstorming adalah satu alat kreatif yang membantu menaruh gagasan-gagasan pada pemecahan yang memungkinkan untuk suatu masalah. Untuk mendapatkan suatu pemecahan yang baik diperlutkan standar pengukuran / tujuan yang sering disebut dengan kriteria.menemukan informasi mengenai kejadian atau peristiwa. Kriteria meliputi faktor-faktor berikut :     Pemecahan harus dilakukan secepat-cepatnya Pemecahan harus dapat dicapai dengan anggaran yang ditentukan Pemecahan harus disetujui oleh seluruh anggota Pemecahan harus menyelesaikan masalah c. akibat. Menganalisis masalah Analisis melibatkan penyelidikan berbagai sebab. Contoh : Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi kasus perkosaan di kota ini? b. gejala. Berikut adalah panduan untuk melakukan brainstorming :  Menunda penilaian Tidak seorang pun diizinkan untuk mengkritik saran atau mengabsahkan suatu pemecahan sampai sesi brainstorming berakhir. Contoh : Apakah memasukkan bahasa asing ke dalam program studi universitas bermanfaat? Pertanyaan tentang kebijakan biasanya menanyakan tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah. Anggota bisa memberikan evaluasi atau saran dari suatu pemecahan masalah yang disarankan melalui tulisan di kertas. . Contoh : Kapan asosiasi pelajar didirikan? Pertanyaan mengenai nilai digunakan untuk mengetahui hal yang diinginkan. riwayat masalah. Contoh pertanyaan analisis : Siapa yang dirugikan. Kritik mengganggu kreativitas. Menghasilkan pemecahan yang memungkinkan Caranya adalah dengan brainstorming.

Pada tahap ini mungkin kelompok menemukan kebutuhan untuk memodifikasi kriteria. dihargai selama sesi brainstorming. Jika menekankan pada kualitas sejak awal. Terkadang ada gagasan baru yang muncul dari pemikiran orang lain. Berpikir liar Gagasan seekstrim apapun harus didengar. Pertanyaan bantuan : bagaimana pemecahan yang diusulkan . Kombinasi antara gagasan-gagasan ini terkadang menghasilkan pemecahan yang baik. Menekankan kuantitas gagasan bukan kualitas. Membuat daftar. d. Jika menekankan pada kualitas sejak awal. gagasan yang berkualitas acap kali tidak muncul. perluasan atau pernggabungan. gagasan yang berkualitas sering kali tidak muncul. Menilai pemecahan yang disarankan Penilaian pemecahan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan criteria yang sudah disepakati. Brainstorming tidak akan berhasil bila kelompok hanya diberi sedikit waktu untuk berpikir. Daftar tersebut digunakan sebagai pengingat nyata bahwa setiap gagasan diperlakukan sama.  Membuat daftar Kualitas gagasan bisa didapatkan setelah mengevaluasi lagi semua gagasan yang sudah dikeluarkan.  Mempraktekkan saling mendukung saling mendukung merupakan proses penghubungan 2 gagasan dari diri sendiri dan orang lain dengan cara modifikasi. Kualitas gagasan bisa didapatkan setelah mengevaluasi lagi semua gagasan yang sudah dikeluarkan.

Salah satunya adalah pemecahan masalah. pasti akan terdapat consensus/persetujuan bersama. Terkadang consensus tidak tercapai. Maka pengertian pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. jika hal ini terjadi maka diperlukan pengambilan suara mayoritas. Dalam suatu pendekatan sistem ada beberapa hal yang berhubungan.Masalah . Melaksanakan Pemecahan Pemecahan masalah harus diuji dan hhasilnya diamati.Current state (keadaan saat ini) . Jadi kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternatif dari keputusan. Memilih pemecahan yang terbaik Jika seluruh anggota kelompok sudah setuju tentang pilihan solusi. Kemudian pengertian pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang. Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang namanya pengambilan keputusan. Jadi sebuah masalah tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang merugikan.Desired state (keadaan yang diharapkan) . Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. kita harus mengetahui apa itu masalah. Elemen-elemen dari proses pemecahan masalah: . Sebelum membahas pemecahan masalah. f.berhubungan dengan criteria yang ditetapkan? Sejauh mana solusi mampu memecahkan masalah? Apa kelebihan dan kekurangan solusi tersebut? Apa akibat jangka panjang dan jangka pendek dari pelaksanaan solusi tersebut? e. Penilaian kembali dan pemodifikasian pemecahan mungkin diperlukan.

Masalah Tidak Terstruktur. gejala dihasilkan oleh masalah. masalah menyebabkan gejala. ketika masalah dikoreksi maka gejala akan berhenti.Adanya solusi alternatif dalam memecahkan masalah . Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer dan komputer. 3. Kedua. Pemecah masalah tersebut adalah komputer. Mengenali kontroversi (masalah). Hal lain yang harus diketahui dalam pemecahan masalah adalah. Masalah Terstruktur. Masalah mempunyai beberapa struktur : 1.Pemecah masalah/manajer . 2. Proses pemacahan masalah menurut John Dewey. Ketiga. 3. mengidentifikasi seri penilaian pemecahan masalah: 1.Solusi. Karena manajer harus melakukan sebagian besar tugas memecahkan masalah. adalah masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipengaruhi oleh pemecah masalah. Masalah Semi Terstruktur. harus mengetahui perbedaan antara masalah dengan gejala. Membentuk penilaian (solusi) . 2. Menimbang klaim alternatif. Karena komputer dapat memecahkan masalah tanpa perlu melibatkan manajer. Profesor di Colombia University pada tahun 1970. yang harus bisa bekerja sama memecahkan masalah.. Adalah masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. bukan sebaliknya. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer. Adalah masalah yang berisi sebagian elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah. Pertama.

ukuran seseorang lebih penting daripada ukuran masalahnya karena banyak orang yang sukses dan menjadi besar setelah dia berhasil mengatasi masalah dalam hidupnya. Kadang – kadang masalah membuat kita kewalahan. Hal yang menjadi masalah adalah kita sering bereaksi secara salah terhadap masalah padahal yang terpenting adalah apa yang terjadi dalam diri kita sehingga menimbulkan masalah tersebut. Hal yang membedakan antara yang berhasil dan tidak adalah mereka tidak mau berpegangan pada dalih yang umum untuk kegagalan.Mereka berbagi perasaan dan penemuan dengan beberepa rekan yang dipercaya .F.Menurut F. Sebuah program latihan.Mereka mengumpulkan data ( Memproses ) . bagaimana dan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut serta karena adanya rintangan diluar pengendalian mereka dan hal ini merupakan tanggung jawab dari pemimpinnya.tetapi kitalah satu-satunya orang yang bisa menjadikannya permanen. deskripsi kerja. Masalah bisa menghentikan kita untuk sementara.Mereka mulai mencarinya dan mengajukan pertanyaan ( rasa ingin tahu ) . Sikap yang benar dan rencana tindakan yang tepat merupakan dua hal yang sangat diperlukan dalam memecahkan masalah dengan efektif. namun kita perlu mengubah perspektif kita terhadap masalah tersebut agar masalah tersebut bisa lebih bersahabat. Mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat menetapkan setiap keadaan dalam kehidupan tetapi mereka bisa menetapkan pilihan sikap terhadap keadaan apa saja. Mereka mengubah batu penyandung menjadi batu pijakan. Fournies ada empat alasan yang menyebabkan orang tidak melakukan unjuk kerja sebagaimana seharusnya sesuai dengan potensi yang mereka miliki yaitu mereka tidak tahu apa. Para pemimpin besar mengenali masalah dalam urutan sebagai berikut : . alat yang semestinya dan wawasan berserta dengan keahlian komunikasi yang baik. akan memperoleh hasil besar dalam memenuhi ketiga persoalan pertama diatas secara efektif.Mereka merasakannya sebelum melihatnya (intuisi) . tidak ada orang yang hidup tanpa pernah menemui masalah.

. d. . Terlibatlah dalam proses . .Mereka membuat keputusan (pemimpin) Merencanakan tindakan yang tepat untuk memecahkan sebuah masalah merupakan sebuah keharusan bagi seorang pemimpin.Menetapkan masalah.Memilih orang untuk membantu anda dalam pemecahan masalah.Mereka memerikan masalah (menulis) .Menetapkan prinsip atau kebijaksanaan untuk menjaga agar masalah tidak terulang. Dapatkan fakta yang kuat. . . .Mengumpulkan jawaban untuk memecahkan masalah.Melaksanakan pemecahan yang terbaik.Mengumpulkan penyebab masalah. bisa dilakukan dengan : a. b. .Mengidentifikasi masalah. . .Memprioritaskan masalah. Bicaralah dengan orang yang tepat. Ajukan pertanyaan yang tepat. Langkah-langkah yang bisa kita lakukan adalah : .Memprioritaskan dan memilih pemecahan terbaik.Mengevaluasi pemecahan.(berkomunikasi) .Mereka memeriksa sumber daya (mengevaluasi) . c.