P. 1
Contoh Laporan Keuangan Fiskal N Penjelasan

Contoh Laporan Keuangan Fiskal N Penjelasan

|Views: 7,390|Likes:
Published by abdyahitz

More info:

Published by: abdyahitz on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2014

pdf

text

original

Bahan Kuliah Akuntansi Perpajakan Bagian 2

Afif Sulfa, SE MSi. Ak.

AKUNTANSI (PEMBUKUAN)

A. PENDAHULUAN Istilah akuntansi saat ini dikenal oleh banyak pihak sebagai alat untuk membuat laporan keuangan perusahaan, namun tentu saja akuntansi bukan hanya sekedar alat, tetapi dapat pula dipahami sebagai bahasa bisnis (business language), karena informasi yang dihasilkannya dapat dipergunakan bagi para pengambil keputusan (decision maker) dalam pengambilan keputusan ekonomi (economic decision making). Agar dapat memahami bahasa bisnis tersebut, para pembaca laporan keuangan tentu harus terlebih dahulu memahami proses dan metode-metode dalam siklus akuntansi (accounting cycle) yang diperlukan guna menyusun laporan keuangan. Proses penyusunan laporan keuangan yang berasal dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan dinamakan aktivitas akuntansi. Dari sisi perpajakan, proses siklus akuntansi diistilahkan dengan Pembukuan. Surat Edaran Dirjen Pajak (Gunadi; 2) menjelaskan arti penting pembukuan, yaitu : 1. Mempermudah Wajib Pajak (WP) dalam mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)-nya; 2. Mempermudah perhitungan besarnya penghasilan kena pajak (atau dasar pengenaan pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai); 3. Penyajian informasi tentang posisi finansial dan hasil usaha (pekerjaan bebas WP) untuk bahan analisis maupun pengambilan keputusan ekonomis perusahaan. Sesuai dengan Pasal 1 huruf v UU No. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP) pembukuan (Sophar Lumbantoruan: 4) didefinisikan sebagai berikut : “Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi yang meliputi keadaan harta, kewajiban atau utang, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa yang terutang maupun yang tidak terutang Pajak Pertambahan Nilai, yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilaingan tariff 0% (nol persen) dan yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan perhitungan rugi laba pada setiap Tahun Pajak berakhir.”

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afif Sulfa, SE MSi. Ak AKUNTANSI PAJAK

28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP) telah menggariskan beberapa persyaratan pembukuan. PERSYARATAN PEMBUKUAN Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). maka ketentuan perpajakan di Indonesia selalu mensyaratkan diselenggarakannya pembukuan oleh WP. Dalam hal ini WP yang mendapat kewajiban menyelenggarakan pembukuan adalah WP Badan dan WP Orang Pribadi yang menjalankan pekerjaan bebas atau memiliki usaha tertentu yang tidak menggunakan Norma Perhitungan untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak. sehingga untuk itu system pembukuan (akuntansi) WP harus sehat dan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Pembukuan atau pencatatan harus diselenggarakan di Indonesia dengan huruf Latin. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah beberapa kali. Pembukuan harus ditutup setiap akhir tahun dengan membuat neraca dan laporan laba-rugi berdasarkan prinsip pembukuan yang taat azas (konsisten) dengan tahun sebelumnya. Pasal 6. 40 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal juga menyebutkan tentang kewajiban bagi setiap perusaan untuk menyelenggarakan pembukuan. juga menyebutkan tentang kewajiban bagi setiap orang yang menjalankan perusahaan untuk menyelenggarakan pembukuan (Gunadi). kewajiban atau utang. 1 Tahun 1995 tentang Perseroaan Terbatas sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. B.UMB Afif Sulfa. serta penjualan dan C. Pembukuan harus diselenggarakan dengan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. terakhir dengan Undang-Undang No. SE MSi. Undang-Undang No. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha (pekerjaan bebas) harus disimpan selama lima tahun (daluwarsa pajak). modal. SANKSI TIDAK DISELENGARAKANNYA PEMBUKUAN Sangat penting bagi Wajib Pajak untuk menyediakan informasi keuangan yang dapat dipercaya. sekurang-kurangnya terdiri dari catatan mengenai harta. 3.Mengingat sedemikian pentingnya pembukuan bagi WP. 2. angka Arab dengan bahasa Indonesia dan satuan mata uang rupiah (atau dengan bahasa Inggris dan mata uang US$ dengan ijin Menteri Keuangan). Ak AKUNTANSI PAJAK . 4. Demikian pula dalam Undang-Undang No. yaitu antara lain : 1. Pembukuan pembelian. penghasilan dan biaya. 5.

akan atau dapat mengakibatkan fiskus melakukan tindakan-tindakan berupa penelitian. maka penyusunan Laporan Keuangan Fiskal juga membutuhkan proses yang mendasarinya. pencatatan ini adalah bagi WP yang belum mampu melakukan pembukuan untuk tujuan penghitungan pajak.UMB Afif Sulfa. pemeriksaan atau bahkan penyidikan. maka dengan menggunakan Norma Perhitungan akan memberikan hasil usaha positif (selalu ada penghasilan kena pajak). maka WP diwajibkan menyusun Laporan Keuangan untuk kepentingan perpajakan. yang disebut juga Laporan Keuangan Fiskal (disusun sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan).dapat diandalkan (reliable). juga disebutkan adanya sanksi bagi Wajib Pajak yang tidak menyelenggarakan pembukuan. D. maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan pajak 50% atau 100% dari pajak kurang dibayar. sehingga Wajib Pajak akan selalu terkena kewajiban membayar pajak setiap tahunnya. Kesehatan dan keandalan pembukuan WP tidak dapat ditawar. penghasilan netonya akan dihitung berdasarkan Norma Perhitungan. seperti siklus akuntansi (accounting cycle) dalam akuntansi komersial? Pusat Pengembangan Bahan Ajar . karena ketidaksehatan dan ketidakandalan akan menimbulkan keraguan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders). selain memuat kewajiban bagi Wajib Pajak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan untuk keperluan admnisitrasi pajak. SE MSi. yaitu peredaran usaha (omzet neto) dikalikan dengan prosentase perkiraan penghasilan neto. Di samping kewajiban. Selanjutnya. baik karena tidak mampu membuat atau lain hal. keraguan yang muncul akibat ketidakberesan laporan yang diterima dari WP berupa Surat Pemberitahuan (SPT) dan Lampiran-lampirannya. di mana penentuan penghitungan penghasilan kena pajak adalah dari omzet neto (peredaran usaha bersih) dan WP juga tidak bisa menikmati kompensasi kerugian. Sebagaimana penyusunan laporan keuangan umumnya yang disebut juga Laporan Keuangan Komersial (disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan). Apakah proses tersebut juga membutuhkan catatan akuntansi dari awal sampai akhir. atas kemungkinan besar pajaknya kurang bayar akibat penerapan Norma Perhitungan. AKUNTANSI GANDA DAN EKSTRAKOMPTABLE Sehubungan dengan kewajiban pembukuan bagi Wajib Pajak. terutama aparat pajak (fiskus). Bagi fiskus. Ak AKUNTANSI PAJAK . Berbeda dengan pembukuan yang antara lain harus membuat Laporan Laba-Rugi. yang memungkinkan Wajib Pajak mengalami kerugian. maka penghasilan netonya akan dihitung berdasarkan Norma Perhitungan. Undang-Undang Perpajakan yang efektif.

yaitu sisi positif (koreksi positif) dan sisi negatif (koreksi negatif).UMB Afif Sulfa. SE MSi. hal ini biasanya akibat perbedaan waktu (time differences) dalam pengakuan penghasilan (revenue recognition) dan atau metode pengakuan penghasilan yang berbeda. KOREKSI FISKAL Sebagai akibat penyusunan Laporan Keuangan Fiskal yang merupakan hasil dari penyesuaian atas Laporan Keuangan Komersial. E. karena menyusun Laporan Keuangan yang berbeda. sedangkan koreksi positif terjadi jika akibat penyesuaian yang dilakukan akan mengakibatkan penghasilan (laba fiskal) turun atau berkurang. seperti yang umum sering terdengan di masyarakat bahwa telah terjadi akuntansi ganda (double accounting) pada setiap WP. Ak AKUNTANSI PAJAK . koreksi negatif ditimbulkan oleh penurunan atau penghapusan penghasilan akibat tidak diperkenankan untuk diakui dan dilaporkan sebagai penghasilan tahunan wajib pajak oleh ketentuan UU PPh atau disebut juga adanya penghasilanpenghasilan yang tidak dapat ditambahkan dalam menghitung penghasilan kena pajak Pusat Pengembangan Bahan Ajar . karena kalau terjadi. di samping itu koreksi positif juga dapat ditimbulkan oleh kenaikan penghasilan yang belum diakui dalam LK Komersial. Sebaliknya. justru akan menimbulkan kerumitan baru dalam administrasi pembukuan. Tentu saja hal tersebut (akuntannsi ganda / double accounting) tidak boleh terjadi. satu untuk kepentingan umum (luas) dan satunya lagi untuk kepentingan pajak (khusus). di samping itu juga akan mendorong para pegawai yang menangani pembukuan melakukan manipulasi sebagai dampak ikutan. Koreksi positif ditimbulkan oleh penurunan atau penghapusan biaya akibat tidak diperkenankan untuk diakui sebagai biaya oleh ketentuan UU PPh atau disebut juga adanya biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan (non deductible expenses).Jika jawabannya “Ya”. maka tentu akan timbul permasalahan baru. di mana seluruh catatan mengenai koreksi ini dicatat dalam catatan tersendiri yang tidak masuk dalam catatan akuntansi komersial. Koreksi fiscal umumnya terdiri atas 2 (dua) sisi. Hal terbaik yang harus dilakukan untuk menyusun Laporan Keuangan Fiskal adalah dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian (reconcilations) atas Laporan Keuangan Komersial. karena dalam satu entitas wajib pajak akan memiliki dua catatan yang berbeda dan terpisah. Rekonsiliasi ini disebut juga sebagai koreksi fiscal (fiscal corrections). Koreksi positif terjadi jika akibat penyesuaian yang dilakukan akan mengakibatkan penghasilan (laba fiskal) naik atau bertambah. yaitu catatan-catatan yang tidak masuk dalam pembukuan. maka diperlukan koreksi fiscal. catatan-catatan ini disebut juga sebagai catatan-catatan ekstrakompable (extracomptable accounts). akibatnya catatan-catatan akuntansi akan semakin banyak dan memungkinkan ketidakakurantan dan ketepatan data.

posting ke Buku-Besar. Ak AKUNTANSI PAJAK . pengikhtisaran dalam Neraca Saldo. Contoh-contoh transaksi yang dikenakan koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif dan perhitungan serta penyusunan laporan keuangan fiskal akan dibahas dalam bab lain dalam modul Akuntansi Pajak ini. kemudian pada akhir periode melakukan penyesuaian-penyesuaian akibat berlalunya waktu atau koreksi-koreksi akibat kekeliruan pencatatan dalam Ayat-ayat Jurnal Penyesuaian. sedangkan Laporan Keuangan Komersial disusun berawal dari adanya dokumen-dokumen sumber transaksi keuangan yang terjadi dalam satu siklus akuntansi (satu tahun). SE MSi. penyusunan laporan keuangan fiskal dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut : Dokumen-2 Sumber Proses akuntansi sesuai SAK Laporan Keuangan Komersial Laporan Keuangan Fiskal Koreksi Fiskal sesuai UU PPh Dapat dilihat dalam skema tersebut. pencatatan (Jurnal dan Buku Pembantu). hal ini biasanya akibat perbedaan metode penghitungan biaya penyusutan (difference of depreciation method) atau penggunaan metode penilaian persediaan yang berbeda.UMB Afif Sulfa. di mana proses akuntansi tersebut meliputi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . F. SKEMA AKUNTANSI FISKAL Dalam suatu bagan. selanjutnya menyiapkan Kertas Kerja Laporan Keuangan (Neraca Lajur) sebagai langkah akhir menyusun Laporan Keuangan Komersial. kemudian atas dokumen-dokumen transaksi tersebut diproses berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan. di samping itu koreksi negatif juga dapat ditimbulkan oleh kenaikan biaya yang belum diakui dalam LK Komersial. penyusunan Laporan Keuangan Fiskal dimulai setelah Laporan Keuangan Komersial disusun yang didahului dengan koreksi fiskal berdasarkan UU Pajak Penghasilan.(non taxable incomes) atau adanya penghasilan yang dikoreksi akibat sudah dikenakan PPh bersifat final.

PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN 1. 5.500 2.672.500 442.000 Jumlah Beban-beban Administrasi & Umum Jumlah Beban-beban Operasional Laba (Rugi) Usaha D. Beban Listrik.000) (15.UMB Afif Sulfa.950.000 112.000) 4.920.000 165.G. PENJUALAN HARGA POKOK PENJUALAN Laba Kotor BEBAN-BEBAN OPERASIONAL 1.050. Beban Transportasi e. Pendapatan Dividen Pendapatan Bunga Keuntungan Penjualan Mesin Pendapatan Sewa Beban Bunga Denda Perpajakan Sumbangan-sumbangan Jumlah Pendapatan dan Beban Lain-lain LABA BERSIH Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan Telepon Beban Administrasi Beban Perjalanan Dinas Beban Pengobatan Pegawai Beban Penyusutan Aktiva Tetap Beban Kerugian Piutang Beban Umum & Transportasi Beban Penelitian Beban Pemeliharaan Beban Pajak 9.000) (225.500 82.000 600.000 90. Air.000 900. Beban Gaji & Upah b.500 127. Beban-beban Penjualan a.000 (4. 3. B.000 270. d. ARKAAN FAADHILAH untuk tahun 2007 : PT. Ak AKUNTANSI PAJAK .000 450. Laporan Keuangan Komersial Berikut adalah contoh Laporan Keuangan Komersial PT. g. 7. Beban Komunikasi d. 6.000 75.000) 1.000 180. h. C.000 60.500 1.500 (4. Beban Komisi Penjualan b.000 1. CONTOH LAPORAN KEUANGAN 1.000 75.500 450.500 262.500.000 1.000 (360. k. c.000 60. Beban Iklan & Promosi c. SE MSi.222.000 300.000. i.125. 4. 2. j.500) 277. ARKAAN FAADHILAH LAPORAN LABA RUGI Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (Dalam ribuan rupiah) A. Beban Entertainmen Jumlah Beban-beban Penjualan 2. e. f.752. Beban-beban Administrasi & Umum a.500 667.

eb eb u asi c B anKom nik eb spo asi d B anTran rt eb t a m t e B anEnert in en Beb -b anA m ist &Um m an eb d in rasi u a.0 4 .0 0 0 0 0 .5 0 40 0 5 . arg ok ju 9 0 .0 1 .3 3 5 2 4 .0 0 0 5 0 .0 0 0 ) 4 5 .0 0 .5 0 0 7 0 . Pen h g asiland Lu Usah ari ar a 1 Pen a at Divid .0 0 0 2 0 5 .5 0 67 0 6 . m an an m an an Total p g asiland lu u a en h ari ar sah Lab (p n h a e g asilan n t ) eo Pusat Pengembangan Bahan Ajar .0 0 0 . B anKom Pen ala lan o b B anIk &Prom si .0 0 .0 0 1 2 .0 0 0 3 0 0 .0 0 0 9 .0 0 0 0 60 0 0 .4 7 0 2 8 .0 4 .0 0 5 0 15 0 6 .1 5 3 2 g B anKeru ianPiuan eb g t g h B anUmm&Tran ort eb u sp asi i j B anPen ia eb elit n B anPem araan eb elih k B anPaja eb k Tot l b ao rasion a iay pe al Lab u a a sah B.0 6 2 8 .0 0 0 .7 1 5 + + 1 5 0 .0 7 .0 0 20 0 7 . Air.0 0 0 5 0 .0 5 .0 1 6 0 . a ju esin 4 Pen a at Sew .5 0 0 2 7 0 .0 0 0 5 0 .5 0 8 .0 0 0 6 .8 6 8 .2 2 0 1 0 .0 0 1 2 .0 (3 4 .0 4 . d p an a 5 Beb Bu g .8 2 0 . Kertas Kerja Laporan Keuangan Komersial Berikut adalah Kertas Kerja penyusunan Laporan Keuangan Komersial : PT.0 0 9 .0 0 0 (3 0 0 .5 0 0 2 0 .0 0 .0 M u t en ru Ak nan u t si B aTeap ed t Korek si Bed W t +a aku / M u t en ru Fisk al Lab b t u a a ruo sah 3B . SE MSi.0 0 30 0 0 .0 2 .1 5 0 7 .0 7 3 0 .5 6 7 0 .0 0 .0 0 0 6 0 .5 0 17 0 2 .2 ) 3 .5 0 0 3 .0 0 0 (4 5 .0 ) 6 .UMB Afif Sulfa.0 0 0 .0 0 10 0 8 .0 + + + 3 .0 0 0 .7 0 2 .5 0 .1 7 0 .0 3 .0 0 0 4 0 .0 1 .5 0 2 0 (4 7 .6 5 0 .0 0 (3 0 0 ) 6 .0 0 0 6 0 .1 7 0 1 2 0 .5 0 42 0 4 .0 0 0 5 .0 5 .5 0 0 7 4 0 .0 0 .0 0 0 (9 .5 0 0 2 0 .5 4 .0 0 0 3 .0 0 0 3 .5 0 0 5 0 .0 0 (1 .5 1 7 0 .0 7 .1 5 0 7 2 .0 0 .0 0 0 0 0 .5 ) 1 0 .0 0 6 .1 6 5 2 4 0 . d p an n a 3 Lab Pen alanM .7 ) 9 4 3 .0 4 . en a ajak n 7 Su b g -su b g .0 1 2 0 .0 0 0 8 0 .0 0 0 1 4 0 .1 3 1 .5 0 0 6 .0 4 .2. ju o 2 H a Pok Pen alan .0 0 . d p an en 2 Pen a at Bu g .9 0 0 9 0 .5 0 0 + + + + + + + /+ 4 0 0 .5 7 . b c d e f B anG &Up eb aji ah B anList .0 0 6 .0 0 5 0) (2 5 0 ) 2 .0 5 .0 9 .2 3 . Pen h g asiland Usah ari a 1 Pen alanNet . an n a 6 D d Perp a .6 2 0 ) 27 0 7 .0 0 5 0 7 .0 6 .0 0 0 2 .0 0 0 .0 (4 5 .0 ) (1 0 8 .0 ) 4 5 .3 5 0 5 7 . Ak AKUNTANSI PAJAK .0 3 .0 7 .9 0 0 .0 0 .0 1 7 0 .0 1 .0 9 .9 7 0 0 3 .5 0 .0 0 0 0 90 0 0 .0 2 .5 0 0 (1 .7 2 6 0 . iaya/p g ara op en elu n erasion al: Beb -b anPen alan an eb ju eb isi ju n a.5 0 0 3 1 0 .2 8 5 4 1 .0 0 0 0 12 0 1 . A A FA D ILA RKA N A H H Rek siliasi Fisk l La ra La aRug on a po n b i Unu Period y gB k 3 D sem er2 0 tk e an era hir 1 e b 0 7 Uraian A. d Telep eb rik an on B anAd in rasi eb m ist B anPerjalan D as eb an in B anPen ob anPeg ai eb g at aw B anPen suanAkivaTet eb yu t t ap 40 0 5 .5 0 22 0 6 .

5 0 0 0 0 .0 0. Pendapatan Dividen 2.0 k. Beban Administrasi 7 0 . Beban Entertainmen 1 6.0 0 0 (94 1 5 .0 .00 4 00 (3 0 0 . Beban-beban Penjualan a. Beban Pengobatan Pegawai 3 0 .0 0 0 f.5 0 0 1 0 .0 e. Beban Komisi Penjualan 4 0.0 0.FISKAL Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 (Dalam ribuan rupiah) A.0 0 0 4 0 .UMB Afif Sulfa.0 0 . : PT.0 Jumlah Beban-beban Penjualan 2.0 c. Beban Umum & Transportasi 6 0 .7 ) 9 4 3 . PENJUALAN HARGA POKOK PENJUALAN Laba Kotor BEBAN-BEBAN OPERASIONAL 1.50 66 .0 0 0 7 0 . Beban Iklan & Promosi 3 0. Beban Bunga 6. Beban Kerugian Piutang 1 2.0 0 0 e. SE MSi.0 .0 ) 6 . Denda Perpajakan 7.00 2 5 .1 5 0 Jumlah Beban-beban Administrasi & Umum Jumlah Beban-beban Operasional Laba (Rugi) Usaha PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN 1. Ak AKUNTANSI PAJAK .0 0 0 1 0 .0 0 0 0 0 .5 0 .0 . C. Beban Komunikasi 1 4.0 0 0 .0 0 0 i.7 0 2 .00 7 00 23 . Pendapatan Sewa 5.8 6 8 . Beban Penyusutan Aktiva Tetap 6 2. Beban Perjalanan Dinas 1 7.1 7 0 4 8 .0 7.0 3 1 .9 0 0 .0 0 0 0 0 .0 D.0 0 0 .1 7 . Beban Gaji & Upah 7 4. Laporan Keuangan Fiskal Dari Kertas Kerja tersebut dapat disusun Laporan Keuangan Fiskal sbb.2 8. LABA BERSIH Pusat Pengembangan Bahan Ajar .0 h. Beban Transportasi 9 0 . dan Telepon 5 0 .3.8 2.0 0.50 (3 43 1 0 .1 . Air.5 . Beban Pemeliharaan 1 2.0 b.6 5 0 .0 5.0 5.0 0 0 j. Beban-beban Administrasi & Umum a.1 .4 7 2 8 . Pendapatan Bunga 3.5 0 0 c.00 (4 50 0 0 .25 0 56 23 .0 0 0 d.0 0 0 5 0 .0 d.0 2.0 b.50 7 .5 ) 1 0 . B.0 6. Sumbangan-sumbangan Jumlah Pendapatan dan Beban Lain-lain 9 0 . ARKAAN FAADHILAH LAPORAN LABA RUGI .00 7 00 29 . Beban Penelitian 4 0 . Keuntungan Penjualan Mesin 4.5 g. Beban Pajak 3 2 .0 ) 4 5 . Beban Listrik.00 1 9 .3 2 .0 0 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->