P. 1
Landasan Pendidikan

Landasan Pendidikan

|Views: 268|Likes:
Published by Sri Wahyuni

More info:

Published by: Sri Wahyuni on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

pdf

text

original

LANDASAN PENDIDIKAN

H. Sholeh Hidayat

Pengertian Landasan Pendidikan
Secara leksikal,landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau dasar pijakan dapat bersifat material (contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual (contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual identik dengan asumsi. Asumsi dapat dibedakan menjadi tiga macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi.

• Landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Fungsi Landasan Pendidikan • Pendidikan yang diselenggarakan dengan suatu landasan yang kokoh, maka prakteknya akan mantap, artinya jelas dan tepat tujuannya, tepat pilihan isi kurikulumnya, efisien dan efektif cara-cara pendidikan yang dipilihnya, dst. • Dengan landasan yang kokoh setidaknya kesalahankesalahan konseptual yang dapat merugikan akan dapat dihindarkan sehingga praktek pendidikan diharapkan sesuai dengan fungsi dan sifatnya, serta dapat dipertanggungjawabkan (responsibilty) dan dipertanggunggugatkan (acountability).

Pengertian luas pendidikan • Dalam arti luas. . and education is life). • Pendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. dan pendidikan adalah hidup (life is education. hidup adalah pendidikan.

Praktik Pendidikan • Kegiatan seseorang atau sekelompok orang atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan. dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan. pembelajaran dan atau latihan) (Redja Mudyaharjo). Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro maupun mikro). .

Langeveld . konsep atau teori pendidikan (Mudyahardjo) • Contoh: • Mahasiswa Pascasarjana sedang mengikuti kuliah “Landasan Pendidikan” • Dosen sedang membaca buku “Beknopte Theoretishe Pedagogik” karya MJ.Studi Pendidikan • Seperangkat kegiatan intelektual yang bertujuan memahami suatu prinsip.

Hubungan Studi dan Praktik Pendidikan • • STUDI PENDIDIKAN: Menjadi dasar suatu praktik pendidikan Menjadi alat untuk mencek keberhasilan praktik pendidikan PRAKTIK PENDIDIKAN: Menjadi sumber pelaksanaan studi pendidikan Menjadi sarana pengujian kebenaran prinsip pendidikan • • .

Jenis-Jenis Landasan Pendidikan
• Landasan religius pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. • Landasan filosofis pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. • Landasan ilmiah pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari berbagai cabang atau disiplin ilmu yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Jenis landasan Pendidikan
• Yang tergolong ke dalam landasan ilmiah pendidikan antara lain: landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis pendidikan, landasan antropologis pendidikan, landasan historis pendidikan, landasan ekonomi pendidikan dsb. • Landasan ilmiah pendidikan dikenal pula sebagai landasan empiris pendidikan atau landasan faktual pendidikan. • Landasan yuridis atau hukum pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Landasan Religius Pendidikan
• Asumsi-asumsi yang bersumber dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. • QS. Surat al-Nahl,16:78 “ “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.

(Ali Imron:104) • Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia maka dengan ilmu dan barangsiapa menginginkan kebahagiaan akherat. bagi setiap muslim bahwa belajar atau melaksanakan pendidikan sepanjang hayat merupakan suatu kewajiban. • Implikasinya.” (Hadist). maka dengan ilmu (Hadits) • Carilah ilmu sejak dari buaian hingga masuk liang lahat/meninggal dunia.Landasan religius Pendidikan • Hendaklah ada diantara kamu suatu golongan orang yang menyeru manusia kepada yang ma’ruf dan melaranynya dari yang mungkar.”Menuntut ilmu adalah fardhlu bagi setiap muslim. .

.Landasan Filosofis Pendidikan • Landasan filsafat pendidikan adalah suatu titik tolak untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan prinsip-prinsip filsafat. • Henderson: “Filsafat pendidikan adalah filsafat yang diterapkan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan”. Pengetahuan atau teori pendidikan yang dihasilkan dengan susut pandang filsafat ini ialah “filsafat pendidikan”.

Masalah Pokok Filsafat Pendidikan • Landasan filosofis menjawab tiga pertanyaan pokok pendidikan secara menyeluruh. yaitu: 1) apakah pendidikan itu. . 2) apa yang seharusnya dicapai oleh pendidikan. 3) Dengan cara-cara bagaimana cita-cita/tujuan pendidikan dapat dicapai. • Jawaban terhadap persoalan-persoalan tersebut di atas akan sangat tergantung atau sangat ditentukan oleh filsafat atau pandangan hidup.

• Filsafat pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau pedagogik. • Filsafat berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan ahlinya dapat mempunyai relavansi dengan kehidupan nyata. Aliran filsafat tertentu akan mempengaruhi dan memberikan bentuk serta corak tertentu terhadap teori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut.Peranan Filsafat Pendidikan • Merupakan landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan. Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan dapat diuraikan : • Analisis filsafat merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan. .

Aliran Filsafat Pendidikan Idealisme • Realitas akhir adalah roh. bukan fisik • Hakikat manusia jiwanya. karena dunia hanyalah tiruan. maya(bayangan). . rohaninya atau mind • Pengetahuan diperoleh melalui indera tidak pasti dan tidak lengkap.

Tujuan Pendidikan • Untuk membantu perkembangan pikiran dan diri pribadi (self) siswa. . Mengingat bakat manusia berbeda-beda maka pendidikan yang diberikan kepada setiap orang harus sesuai dengan bakatnya masing-masing.

• Metode mangajar hendaknya mendorong siswa untuk memperluas cakrawala.1983). dan mendorong siswa untuk menerima nilainilai peradaban manusia (Callahan and Clark. memberikan kesempatan menggunakan pengetahuan untuk masalahmasalah moral dan sosial. mendorong pilihan-pilihan moral pribadi.Metode Pendidikan • Tidak cukup mengajar siswa tentang bagaimana berpikir. . memberikan keterampilan-keterampilan berpikir logis. meningkatkan minat terhadap isi mata pelajaran. mendorong berpikir reflektif. sangat penting bahwa apa yang siswa pikirkan menjadi kenyataan dalam perbuatan.

1982). . Keunggulan harus ada pada guru. bertanggung jawab menciptakan lingkungan pendidikan bagi para siswa. • Tidak ada satu unsur pun yang lebih penting di dalam sistem sekolah selain guru. • Guru hendaknya “bekerjasama dengan alam dalam proses menggabungkan manusia. Sedangkan siswa berperan bebas mengembangkan kepribadian dan bakatbakatnya”(Edward J.Power. baik secara moral maupun intelektual.Peran Guru dan Siswa • Para filsuf idealisme mempunyai harapan yang tinggi dari para guru.

.Filsafat Pendidikan Realisme • Aliran Realisme : memandang realitas sebagai dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani.

Kebenaran bukan dibuat melainkan sudah ditentukan dan belajar harus mencerminkan kebenaran itu.Pandangan tentang pendidikan • Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai kebenaran abadi. • Pada tingkat pendidikan yang paling rendah. • Cornerius : pendidikan harus universal. anak akan menerima jenis pendidikan yang sama. seragam dan merupakan suatu kewajiban dimulai dengan pendidikan yang lebih rendah. Pembawaan dan sifat manusia sama pada semua orang. .

• Yang paling penting bagi pendidik adalah bagaimana memilih bahan pelajaran yang benar.Pandangan tentang Pendidikan • Inisiatif dalam pendidikan terletak pada pendidik bukan pada peserta didik. • Materi atau bahan pelajaran yang baik adalah bahan pelajaran yang memberi kepuasan pada minat dan kebutuhan pada peserta didik. . bukan memberikan kepuasan terhadap minat dan kebutuhan pada peserta didik.

• . Metodenya harus logis dan psikologis. Dalam hal disiplin. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Metode Conditioning (StimulusRespon) adalah metode pokok yang digunakan. terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi peserta didik. peraturan yang baik adalah esensial dalam belajar. (4) Peran peserta didik adalah menguasai pengetahuan yang handal dapat dipercaya. (2) Kurikulum: komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna berisi pengetahuan umum dan pengetahuan praktis. (3) Metode: Belajar tergantung pada pengalaman baik langsung atau tidak langsung.Implikasi Filsafat Pendidikan Realisme • (1) Tujuan: penyesuaian hidup dan tanggung jawab sosial. (5) Peranan pendidik adalah menguasai pengetahuan.

Filsafat Pendidikan Pragmatisme • Makna dari segala sesuatu tergantung dari hubungannya dengan apa yang dapat dilakukan. • Realitas merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya • Perubahan merupakan esensi realitas • Pendidikan: Suatu proses reorganisasi dan rekonstruksi pengalaman-pengalaman individu .

Pentingnya Pendidikan (Dewey) • Pendidikan sebagai kebutuhan untuk hidup • Pendidikan sebagai pertumbuhan • Pendidikan sebagai fungsi sosial .

. • Sekolah harus bertujuan untuk mengembangkan pengalaman-pengalaman yang akan memungkinkan seseorang terarah kepada kehidupan yang baik.Tujuan Pendidikan (Pragmatisme) • Tidak ada Tujuan pendidikan yang berlaku universal • Tujuan pendidikan tidak mutlak dan temporer • Pendidikan harus mengajarkan seseorang tentang bagaimana berpikir dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat.

Tujuan Pendidikan meliputi: · Kesehatan yang baik · Keterampilan-keterampilan dan kejujuran dalam bekerja · Minat dan hobi untuk kehidupan yang menyenang kan · Persiapan untuk menjadi orang tua · Kemampuan untuk bertransaksi secara efektif dengan masalah-masalah sosial .

yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. • Kurikulum tersebut akan berubah” .Kurikulum • Pendidikan berfokus pada kehidupan yang baik pada masa sekarang dan masa yang akan datang. • Kurikulum pendidikan pragmatisme “berisi pengalaman-pengalaman yang telah teruji.

berpandangan terbuka. sadar bermasyarakat. antusias. sabar. dan bersungguh-sungguh agar belajar berdasarkan pengalaman dapat diaplikasikan oleh siswa dan apa yang dicita-citakan dapat tercapai. • Dalam praktiknya (mengajar). . bersahabat. kreatif. siap siaga. metode ini membutuhkan guru yang memiliki sifat pemberi kesempatan.Metode Pendidikan • Lebih mengutamakan penggunaan metode pemecahan masalah (problem solving method) serta metode penyelidikan dan penemuan (inquiri and discovery method). seorang pembimbing. bekerjasama.

. hendaknya dapat merekonstruksi lingkungan untuk memecahkan kebutuhan yang dirasakannya. • Pragmatisme menghendaki agar siswa dalam menghadapi suatu pemasalahan. minat dan masalah pribadinya. peranan guru bukan “menuangkan” pengetahuanya kepada siswa.Peranan Guru dan Siswa • Dalam pembelajaran. • Setiap apa yang dipelajari oleh siswa haruslah sesuai dengan kebutuhan.

dan tamu ahli merupakan contohcontoh aktivitas yang dirancang untuk memunculkan minat siswa. film-film. c. Bersama-sama kelas mengevaluasi apa yang telah dipelajari.Peran Guru a. Membimbing siswa untuk merumuskan batasan masalah secara spesifik Membimbing merencanakan tujuan-tujuan individual dan kelompok dalam kelas guna memecahkan suatu masalah Membantu para siswa dalam mengumpulkan informasi berkenaan dengan masalah. catatan-catatan. siswa. . d. Menyediakan berbagai pengalaman yang akan memuculkan motivasi. dan informasi baru yang ditemukan oleh setiap b. bagaimana mereka mempelajarinya. Field trips. e.

manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek . manusia itu adalah materi .Fisalafat Pendidikan Eksistensialisme • Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi. • Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme • Pendapat materialisme terhadap manusia adalah manusia adalah benda dunia. atau cara manusia berada.

Karena pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia.Pandangan Pendidikan • Sikun Pribadi (1971) eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan. .

Tujuan Pendidikan • Untuk mendorong setiap individu agar mampu mengembangkan semua potensinya untuk pemenuhan diri. Implikasi filsafat eksistensialisme dalam pendidikan • Tujuan pendidikan : Memberikan bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan .

• Proses pembelajaran.Status siswa • Mahluk rasional dengan pilihan bebas dan tanggungjawab atau pilihan suatu komitmen terhadap pemenuhan tujuan pendidikan Kurikulum • Yang diutamakan kurikulum liberal. Oleh karena itu di sekolah harus diajarkan pendidikan sosial untuk mengajar respek rasa hormat terhadap kebebasan untuk semua. Untuk menjadi hubungan antara guru dengan siswa sebagai suatu dialog. pengetahuan tidak ditumpahkan melainkan ditawarkan. Kebebasan memiliki aturan–aturan. Yaitu merupakan landasan bagi kebebasan manusia. .

Peranan Guru • Melindungi dan memelihara kebebasan akademik Metode • Tak ada pemikiran yang mendalam tentang metode . . tetapi metode apapun yang dipakai harus merujuk pada cara unik mencapai kebahagian dan karakter yang baik.

• Contoh. tujuan dari isi pendidikan mesti disesuaikan dengan tahapan dan tugas perkembangan individu/peserta didik.Landasan Psikologis Pendidikan • Asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah psikologi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan.”Setiap individu mengalami perkembangan secara bertahap.” • Implikasinya. pendidikan mesti dilaksanakan secara bertahap. dan pada setiap tahap perkembangannya setiap individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya. .

• Pendidikan yang dilaksanakan menyimpang dari tahapan dan tugas-tugas perkembangan peserta didik memungkinkan akibat negatif bagi perkembangan peserta didik selanjutnya. • Tahap perkembangan peserta didik mengimplikasikan kemampuan dan kesiapan belajarnya. • Pernyataan ini mengacu kepada asumsi bahwa : • Peranan pendidik adalah membantu peserta didik untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya. • Keberhasilan peserta didik menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada tahapnya akan mempengaruhi keberhasilan penyelesaian tugastugas perkembangan pada tahap perkembangan selanjutnya.• Keberhasilan pendidik dalam berbagai peranannya antara lain akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembangan peserta didik. . serta kemampuan mengaplikasikannya dalam praktek pendidikan.

• Fakta yang memungkinkan terjadinya mobilitas sosial itu antara lain bakat dan pendidikan. • Contoh. para orang tua rela berkorban membiayai pendidikan anak-anaknya. .” • Implikasinya.” Di dalam masyarakat yang menganut stratifikasi sosial terbuka terdapat peluang besar untuk terjadinya mobilitas sosial.Landasan Sosiologis Pendidikan • Asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan.

pengetahuan. belum mengetahui dan belum dapat menggunakan dengan tepat berbagai benda sebagai hasil karya masyarakatnya. norma. • Ia belum memiliki sistem nilai. adat kebiasaan.Pendidikan Sosial & Enkulturasi • Manusia berbeda dengan hewan yang seluruh perilakunya dikendalikan oleh naluri(insting) yang diperoleh sejak kelahirannya. • Saat kelahirannya. . manusia dalam keadaan tak berdaya. karena naluri yang dibawa ketika kelahirannya relatif tidak lengkap.

• Contoh : perbedaan kebudayaan masyarakat di berbagai daerah (misalnya: system mata pencaharian. . dsb).Landasan antropologis Pendidikan • Asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidahkaidah antropologi yang dijadikan titik tolak dalam studi dan praktik pendidikan. kesenian. mengimplikasikan perlu diberlakukan kurikulum muatan lokal. bahasa.

• Pendidikan Formal (Sekolah). dan pendidikan tinggi.Pendidikan sebagai Pranata Sosial • Pranata sosial adalah suatu sistem peran dan norma sosial yang saling berhubungan dan terorganisasi disekitar pemenuhan kebutuhan atau fungsi sosial yang penting. Pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. pendidikan menengah. 20 Tahun 2003). . (Pasal 1 (11) UU RI No.

Fungsi Pendidikan Sekolah • Fungsi transmisi kebudayaan masayarakat • Fungsi sosialisasi (memilih dan mengajarkan peranan sosial) • Fungsi integrasi sosial • Fungsi mengembangkan kepribadian individu/anak • Fungsi mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan • Fungsi inovasi/men-transformasi masyarakat dan kebudayaan .

• Prinsip-prinsip Kemungkinan Pendidikan : Manusia sebagai Makhluk yang Dapat Dididik (Animal educabile) .Landasan Antropologis • Prinsip-prinsip Antropologis Keharusan Pendidikan . Manusia sebagai Makhluk yang perlu didik dan mendidik diri (Animal educandum).

dan dijadikan semboyan pada logo Depdiknas/Kemendiknas. adalah semboyan dari Ki Hadjar Dewantara (Pendiri Perguruan Nasional Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1992 di Yogyakarta) yang disetujui hingga masa kini dan untuk masa datang karena dinilai berharga. • . • Contoh ‘Semboyan “tut wuri handayani”.Landasan Historis Pendidikan • Asumsi-asumsi pendidikan yang bersumber dari konsep dan praktek pendidikan masa lampau (sejarah) yang dijadikan titik tolak perkembangan pendidikan masa kini dan masa datang. sebagai salah satu peranan yang harus dilaksanakan oleh para pendidik.

dan khususnya melalui jalur pendidikan. sosial budaya.Landasan Historis • Sejak Kebangkitan Nasional (1908) sifat perjuangan rakyat Indonesia dilakukan melalui berbagai partai dan organisasi. • Sifat perjuangan bangsa Indonesia saat itu tidak lagi hanya menitik beratkan pada perjuangan fisik. . baik melalui jalur politik praktis. jalur ekonomi.

.Landasan Historis • Ciri-ciri pendidikan yang diselenggarakan pemerintah Kolonial Belanda tidak memungkinkan bangsa Indonesia untuk menjadi cerdas. bersatu. dan merdeka. • Kaum pergerakan semakin menyadari bahwa pendidikan yang bersifat nasional harus segera dimasukan ke dalam program perjuangannya. bebas.

• Sekolah Desa masih tetap ada dan namanya diganti menjadi Sekolah Pertama.Pendidikan Masa Pendudukan Jepang • Tujuan dan isi pendidikan diarahkan demi kepentingan perang Asia Timur Raya. . • Hilangnya Sistem Dualisme dalam pendidikan. Sistem pendidikan yang bersifat dualistis membedakan dua jenis sekolah untuk anak-anak bangsa Belanda dan anak-anak Bumi Putera dihapuskan pada zaman Jepang.

• Tugas pendidikan pengembangan SDM (Human Resources Development) . • Dalam dunia modern. lebih-lebih pada zaman pasca modern seperti sekarang hampir semuanya dikendalikan oleh uang (Made Pidarta) • Maju mundurnya pendidikan ditentukan oleh anggaran/biaya.Landasan Ekonomi Pendidikan • Asumsi-asumsi yang bersumber dari prinsip-prinsip ekonomi menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Menunjang kelancaran proses pendidikan b.Landasan Ekonomi Pendidikan • Tujuan kebanyakan menempuh pendidikan agar bisa mencari uang atau meningkatkan penghasilan.Sebagai materi pelajaran untuk mengembangkan manusia ekonomi. . • Efisiensi dan efektivitas dana pendidikan • Ekonomi dalam pendidikan berfungsi: a.

Manusia Ekonomi • Memiliki etos kerja • Terbiasa bekerja dengan sempurna tidak setengah-setengah • Bersifat produktif • Biasa hidup hemat. tidak bermewah-mewah • Biasa hidup efisien (Made Pidarta) .

dan karenanya pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan yang jelas (rate of return). adalah negara yang tingkat melek hurup pada tahun 1960 rata-rata 16 persen lebih tinggi daripada negaranegara lain .Landasan Ekonomi Pendidikan • Pengembangan SDM melalui pendidikan menyokong secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. • Studi Bank Dunia mengenai 83 negara sedang berkembang menunjukkan bahwa di 10 negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan riil tertinggi dari GNP perkapita antara tahun 1960 dan 1977.

• Contoh. • UUD 1945: Tiap-tiap warganegara berhak mendapatkan pendidikan • Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. dsb. .Landasan Yuridis Pendidikan • Asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundanganan yang berlaku.

yang diatur dengan undang-undang. . dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Landasan Yuridis • Pasal 31(3) UUD 1945 mengamanatkan: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.

kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan (UU.Landasan Yuridis • Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama.No.20/2003 Pasal 1 ayat 2) .

Strategi Bangdiknas • Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia • Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi • Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis • Evaluasi. akreditasi dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan • Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan • Penyediaan sarana belajar yang mendidik • Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan .

• Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional .Strategi Bangdiknas • Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata • Pelaksanaan wajib belajar • Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan • Pemberdayaan peran masyarakat • Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat.

• Emile Durkheim (Jeane H. . Ballantine. 1985) : Education is the influence exercised by adult generations on those that are not yet ready for social life. intelektual. Sasarannya adalah membangun dan mengembangkan sejumlah kondisi fisik. It is object is to arouse and to develop in the child a certain number of physical society as a whole and the special milieu for which he is specifically destined. (Pendidikan adalah pengaruh yang dilakukan oleh generasi orang dewasa kepada mereka yang belum siap untuk melakukan kehidupan sosial.Pengertian Pendidikan Dalam Berbagai Perspektif • Perspektif Sosiologi : Pendidikan dipandang identik dengan sosialisasi yaitu suatu proses membantu generasi muda agar menjadi anggota masyarakat yang diharapkan. dan moral pada diri anak sesuai dengan tuntutan masyarakat politis secara keseluruhan dan oleh lingkungan khusus tempat ia akan hidup dan berada).

Perspektif Sosiologi • Anak manusia harus belajar dalam waktu yang relatif lebih panjang untuk mampu melaksana kan berbagai peranan sesuai statusnya dan sesuai kebudayaan masyarakatnya. . • Perspektif Antropologi: Pendidikan merupakan transfer nilai dari generasi tua kepada generasi muda (Enkulturasi).

pendidikan didefinisikan sebagai proses civilisasi. yaitu “Suatu upaya menyiapkan warga Negara yang sesuai dengan aspirasi bangsa dan negaranya (Odang Muchtar 1976). • Perspektif politik. sehingga mempertinggi produksi barang dan/atau jasa. .• Perspektif ekonomi: Pendidikan dipandang sebagai human investment atau usaha penanaman modal pada diri manusia untuk mempertinggi mutu tenaga kerja.

.Pendidikan berdasarkan Pendekatan sistem • Pendidikan dapat merupakan suatu keseluruhan yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berhubungan secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan (mentransformasi input menjadi out put).

yaitu mengubah masukan menjadi keluaran. d. memiliki batas yang memisahkannya dari lingkungannya. Memiliki sub sistem-sub sistem dan berhubungan dengan supra sistem. c. b. memiliki tujuan. ada proses transformasi. memiliki sifat wholism (memiliki unsur/ bagian/komponen yang saling berhubungan/ketergantungan sebagai suatu keseluruhan). e. .Karakteristik Sistem a.

Diagram Sistem Pendidikan • INSTRUMENTAL INPUT RAWINPUT PROCESS OUTPUT ENVIRONMENTAL INPUT .

kurikulum. • Instrumental input : segala sesuatu yang sengaja diadakan atau dirancang untuk keperluan pendidikan (pendidik. program.Unsur-Unsur Sistem Pendidikan • Raw input : individu degan karakteristik tertentu yang akan mengalami proses pendidikan. • Output : peserta didik yang telah mengikuti proses pendidikan dalam waktu tertentu dan telah mengalami perubahan tingkah laku dengan kualifikasi tertentu (tujuan pendidikan). . dst.). • Environmental input : berupa lingkungan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya. sarana dan praarana. biaya.

Supra sistem Sisdiknas .

f° f¾f° ¾ W 9f¾f%%DD¯ °–f¯f°ff° #9 ¯ °f¯ °–¾fff° f° ¯ °  °––fff°¾f¾¾ ¯½ °  f° °f¾°f  ff¯f°–f¯ °n  f¾f°   ½f° f°–¾f f°– f °–f° ° f°– ° f°– .

f° f¾f° ¾ W 9 °  f°°f¾°f  f¾ff°9f°nf¾f f°DDf°– ff½f f°f °f f–f¯f   fff°°f¾°f° ° ¾f f° f°––f½ f f½°f°½  ff° %DD - $9f¾fff% .

f – f°– °f¾ W 9 f¾f°ff°½ °  f°f–f¯f¾ fff¯f W 9 °– ¯ f°–f° f°½ f¾f°ff°¯  f¾¾ ¯½  °¾ W 9¾ ¾½ ¯ f©ff°f°–¯ °   f° f–¾ W ff¾ f f¾ f°¾ €f¾½ °  f°f°– ¯ ¯  fff° W 9 °°–ff° ½€ ¾°ff°½ °   f° °f–f  ½ °  f° W 9 ° ff°¾ff°f f©ff°–¯ °   W 9 ¯ fff°½ °  f°f°–¾ ¾f °–f°½°¾½ ½ ¯ fff° f°  f f° .

f – f°– °f¾ W 9 °  °––fff°½ °  f°f°–  f f° ¯ ff W 9 f¾f°ff°f©  f©f W 9 f¾f°ff°°¯¯f°f© ¯ °½ °  f° W 9 ¯  fff°½ f°¯f¾fff W 9¾f½ ¯  fff° f°½ ¯ f°–°f°¯f¾fff  W 9 f¾f°ff°½ °–ff¾f° ff¯¾¾ ¯½ °  f° °f¾°f .

9 °– f°9 °  f°ff¯  f–f9 ¾½ € W 9 ¾½ € ¾–  9 °  f° ½f° f°–  ° °–f° ¾¾f¾f¾ f ¾f ½¾ ¾ ¯ ¯ f° – ° f¾ ¯ f f–f ¯ °©f  f°––f ¯f¾ffff°– ff½f° W ¯  ¯ % f°    ff°°  %  nf° ¾   °€ °n   n¾  f – ° f°¾°¾ ff °  f €¾nf € ¾ © n¾f¾ f°   ½° n fn f°°¯  € ½¾nf ¾n  f¾ f   f°    ¾½ nf ¯  € n   ¾ ¾½ n€nf ¾° %9 °  f° f ff ½ °–f f°– ff°   – ° f¾ f°– f¾f  ½f f ¯  f f°– ¯ ¾f½ ° ¯ ff°   ½f° ¾¾f  f¾ff°°f f ff ¯ ¯ f°–° f° ¯ °– ¯ f°–f°¾ ©¯f° ¾€¾ °  f  f°¯f½f f  f°f¾ ¾f °–f°°f°¯f¾fff½¾¾ nff ¾ f° f°  °–°–f°¾¾ ¯½ffff° ½ f° f f% .

9 ¾½ €¾– W °f¯f°¾ff¾ f©f ff¯ff°–  f€ ½f°©f°–°¯f¯½¯ f¾f°f f°  f–f½ f°f°¾ ¾f¾f¾°f f° ¾ ¾f  fff°¯f¾fff°f W 9 ¾½ €°½– 9 °  f°¯ ½ff° f°¾€ °f f– ° f¾f ½f f– ° f¾ ¯ f%°f¾% .

nf% .W 9 ¾½ € °¯  9 °  f° ½f° f°– ¾ f–f ¯f° ° ¾¯ ° ff ¾ff ½ °f°f¯f° ¯ f ½f f ¯f°¾f°¯ ¯½ °––¯ °f–f  ©f  ¾ °––f ¯ ¯½ °–– ½ ¾ ff°– f°$ff©f¾f  W 9 ¾½ € ½  ½ °  f°  €°¾f° ¾ f–f ½¾ ¾ n¾f¾  f #f ½ff ¯ °f½f° f–f - –ff f°– ¾ ¾f °–f° f¾½f¾ f°–¾f f°° –ff°f% f°–.

9 °  f°  f¾ff°9 ° ff°¾¾ ¯ W 9 °  f° f½f¯ ½ff°¾f  ¾ f°f°–  ff¾¾ ©¯f ¯½° °f°–¾f°–  °–f°¾ nff €°–¾°f ff¯f°–f¯ °nf½f©f° ½ °  f°%¯ °f°¾€¯f¾°½¯ °©f  ½% .

¯¾ ¾¾ ¯ ¾ ¾¾ ¯ f°  °–f° °–f°¾½f¾¾ ¯ f .ff ¾¾ ¯ ¯ ¯©f°  ¯ ¯ ff¾f°–¯ ¯¾ff°°f f °–°–f°°f n  ¯ ¯¾€f¾¯ %¯ ¯°¾$ f–f°$¯½° °f°–¾f°–  °–f°$  –f°°–f°¾ f–f¾f  ¾ f°%  f f½¾ ¾f°¾€¯f¾ f¯ °– f ¯f¾f°¯ °©f  ff°  .

-@ -9D@ J-9D@ 9.f–f¯¾ ¯9 °  f° W -@D.

 D@9D@ -I-.-@ -9D@ .

D°¾ D°¾¾ ¯9 °  f° W f°½ °   –f° ff ¾  °f°–ff° ¯ °–ff¯½¾ ¾½ °  f°  W °¾¯ °f°½ ¾ –ff¾ ¾ff°–¾ °–f©f f ff° ff f°nf°–° ½ f°½ °  f°%½ °    ¯ ½–f¯  ff ¾ff°f f°½fff°f  ¾ % W °°¯ °f°½  ½f°–°–f°°–°–f°€¾ f° °–°–f°¾¾f  ff W ½ ½ ¾ f  f°– f¯ °–½¾ ¾½ °  f° ff¯f  ° f° f¯ °–ff¯½  ff° °–ff °–f°f€f¾  °%©f°½ °  f°% .

½f¾¾ ¯¾ °f¾ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->