P. 1
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kepribadian Anak

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kepribadian Anak

|Views: 5,215|Likes:

More info:

Published by: Armadi Setyo Pambudi on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2015

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia Prasekolah adalah usia yang rentan bagi anak. Pada usia ini anakmempunyai sifat imitasi atau meniru terhadap apapun yang telah dilihatnya.Orang-orang dewasa yang paling dekat dengan anak adalah orang tua.Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak yang mempunyai pengaruh sangat besar. Haryoko (1997: 2) berpendapat bahwa lingkungan sangat besar pengaruhnya sebagai stimulans dalam perkembangan anak. Orang tua mempunyai peranan yang besar dalam pembentukankepribadian anak. Kenyataan yang terjadi di masyarakat, bahwa tanpa disadari semua perilaku serta kepribadian orang tua yang baik ataupun tidak ditiru oleh anak.Anak tidak mengetahui apakah yang telah dilakukanya baik atau tidak. Karena anak usia prasekolah belajar dari apa yang telah dia lihat. Pembelajaran tentang sikap, perilaku dan bahasa yang baik sehingga akan terbentuknya kepribadian anak yang baik pula, perlu diterapkan sejak dini. Orang tua merupakan pendidik yang paling utama, guru serta teman sebaya yang merupakan lingkungan kedua bagi anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1978) yang mengungkapkan bahwa orang yang paling penting bagi anak adalah orang tua, guru dan teman sebaya dari merekalah anak mengenal sesuatu yang baik dan tidak baik. Pendidikan dalam keluarga yang baik dan benar, akan sangat berpengaruh pada perkembangan pribadi dan sosial anak. Kebutuhan yang diberikan melalui pola asuh, akan memberikan kesempatan pada anak untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah sebagian dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, penulis akan membahas suatu permasalahan yang berjudul Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak.

2

B.

Tujuan Karya tulis ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

1.

Memenuhi tugas Bahasa Indonesia Semester 2 sebagai salah satu syarat kenaikan kelas.

2.

Memberi pengetahuan tentang macam-macam pola asuh yang baik dan yang tidak.

3. 4.

Menelaah tentang dampak-dampak dari pola asuh yang sudah dilakukan Mencari lebih jelas apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengasuh anak sejak dini.

C.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan karya tulis ini adalah :
1. 2.

Apa saja jenis pola asuh ? Apakah kepribadian itu ? Apa faktor-faktor yang berpengaruh pada kepribadian anak ? Apakah dampak pola asuh orang tua yang salah ? Bagaimana cara mencegah dan menanganinya ? Metode Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menggunakan beberapa metode

3. 4. 5. D.

penulisa, yaitu : 1. Metode Pustaka Penulis mendapatkan bahan-bahan karya tulis dari buku-buku yang bersangkutan dengan tugas ini. 2. Metode Browsing

3

Penulis mendapatkan berbagai informasi mengenai bahan-bahan karya tulis melalui media komunikasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan, yaitu melalui media internet.

E. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membaginya ke dalam empat bagian agar mempermudah para pembaca dalam mengartikan karya tulis ini. Yang terbagi menjadi beberapa bab yaitu sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, dalam pembuatan karya tulis ini. BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Bab ini berisi teori-teori pembahasan secara garis besar mengenai pola asuh dan kepribadian. Dan kajian pustaka materi-materi dalam karya tulis ini. BAB III PEMBAHASAN Bab ini penulis memaparkan mengenai pentingnya pola asuh orang tua, tipetipe pola asuh, faktor pengaruh kepribadian. Dan dampak yang ditimbulkan dari pola asuh terhadap kepribadian anak. BAB IV PENUTUP Bab ini penulis memaparkan tentang kesimpulan, saran yang berkaitan dengan masalah ini. tujuan,

rumusan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan yang digunakan

diperlukan cara yang tepat untuk mengasuh anak sehingga terbentuklah suatu kepribadian anak yang diharapkan oleh orang tua sebagai harapan masa depan. akan tetapi dengan pengawasan dan pengendalian orang tua. Penanaman pekerti sejak dini 2. Menghindari pemberian label “malas” pada anak 5. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. anak yang mandiri. Kajian Pustaka Kesimpulan dari karya tulis yang berjudul “PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK”oleh Nuraeni (Pendidikan guru taman kanak-kanak Fakultas ilmu pendidikan Unoversitas Negeri Semarang) Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi setiap kepribadian yang telah terbentuk. Menyayangi anak secara wajar 4. Segala gaya atau model pengasuhan orang tua akan membentuk suatu kepribadian yang berbeda-beda sesuai apa yang telah diajarkan oleh orang tua. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang sangat berperan penting dalam setiap perkembangan anak khususnya perkembangan kepribadian anak. Mendisiplinkan anak 3. Oleh karena itu. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. Sehingga terbentuklah karakteristik anak yang dapat mengontrol diri. Hati-hati dalam menghukum anak Strategi dalam pembentukan kepribadian anak: 1. mempunyai hubungan yang baik dengan teman. Sikap orang tua yang dapat mendukung dalam pembentukan kepribadian anak antara lain: 1.4 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A. Tekankan segi positif .

kata personality berasal dari bahasa latin “persona” yang berarti topeng. Dari konotasi kata persona inilah. Negosiasi dan kompromi 7. Jangan membuat alasan 8.5 2. suatu impresi dari tokoh yang diperankan di atas pentas. bukan dari sebenarnya. Masing-masing pola asuh yang telah diberikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar tehadap pembentukan kepribadian B.Menurut bangsa Roma. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak. persona berarti “bagaimana seseorang tampak pada orang lain”. Menurut Gordon W All Port “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system.Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Landasan Teori Penulis menemukan definisi kata pola asuh orang tua yang diakses di internet. Jaga agar peraturan tetap sederhana 3. Mengatasi transisi 6. Aktor menciptakan dalam pikiran penonton. Secara etimologis. dirasakan dan siapa dia . Bersikap proaktif 4. Begitu pula dengan gaya pengasuhan orang tua yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan orang tua yang mempunyai pendidikan yang rendah. dari segi negatif dan positif. Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa inggris “personality”. Penulis membaca arti kata kepribadian yang diakses di internet. Dan juga pola asuh orang tua yang tingkatperekonomian menengah keatas dan orang tua yang perekonomiannyamenengah kebawah. bukan impresi dari tokoh itu sendiri. that determines his unique adjustment to his environment”. Mengarahkan kembali perilaku yang salah 5. Apa yang dipikir. gagasan umum mengenai kepribadian sebagai kesan yang diberikan seseorang pada orang lain diperoleh. Hindari kontrol lewat rasa bersalah Dalam cara pengasuhan orang tua yang bekerja dan orang tua yang tidak bekerja berbeda.

karena itu.6 sesungguhnya termasuk dalam keseluruhan “make up” psikologis seseorang dan sebagian besar terungkapkan melalui perilaku. kepribadian bukanlah suatu atribut yang pasti dan spesifik. . kepribadian ialah susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamai dalam diri suatu individu yang unik terhadap lingkungan. Berdasarkan definisi Allport. melainkan merupakan kualitas perilaku total seseorang.

Pola Asuh Otoriter Pola asuh otoriter adalah pola pengasuhan anak yang bersifat pemaksaan. melakukan banyak kegiatan maksiat. nakal. dan sebagainya. merasa tidak berarti. pergaulan bebas negatif. Dengan begitu anak hanya diberi materi atau harta saja dan terserah anak itu mau tumbuh dan berkembang menjadi apa. rendah diri. Jadi apa pun yang mau dilakukan anak diperbolehkan seperti tidak sekolah. bandel. memiliki kemampuan sosialisasi yang buruk. dan lain sebagainya baik ketika kecil maupun sudah dewasa. Orang tua akan emosi dan marah jika anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tuanya. matrialistis. Pola Asuh Permisif Pola asuh permisif adalah jenis pola mengasuh anak yang cuek terhadap anak. kontrol diri buruk. keras dan kaku di mana orangtua akan membuat berbagai aturan yang saklek harus dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu perasaan sang anak. b. . kesibukan atau urusan lain yang akhirnya lupa untuk mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Jenis-jenis pola asuh Tipe-tipe pola asuh orang tua pada anak : a. Anak yang diasuh orangtuanya dengan metode semacam ini nantinya bisa berkembang menjadi anak yang kurang perhatian.7 BAB III PEMBAHASAN 1. Biasanya pola pengasuhan anak oleh orangtua semacam ini diakibatkan oleh orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan. salah bergaul. kurang menghargai orang lain.

disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain. terdapat 4 macam pola asuh orang tua: 1. berprestasi baik. akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. senang berada di luar rumah. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional. tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan . mudah sedih dan tertekan. benci orangtua. dan lain-lain. Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatip akan hidup ceria. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya. Pola asuh Demokratis Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak. bisa menjadi orang sesuai keinginan orang tua. menyenangkan. terbuka pada orangtua. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak. lebih disiplin dan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Namun di balik itu biasanya anak hasil didikan ortu otoriter lebih bisa mandiri. kreatif. percaya diri. c. menghargai dan menghormati orangtua. Menurut Baumrind (1967). cerdas. Pola Asuh Otoritatif Pola asuh otoritatif adalah pola asuh orangtua pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. Anak yang besar dengan teknik asuhan anak seperti ini biasanya tidak bahagia. tidak mudah stres dan depresi. paranoid / selalu berada dalam ketakutan.8 Hukuman mental dan fisik akan sering diterima oleh anak-anak dengan alasan agar anak terus tetap patuh dan disiplin serta menghormati orang-tua yang telah membesarkannya.

Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka. dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat. Pola asuh Penelantar Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. 3. 3. dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka. 2. Termasuk dalam tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi.9 anak. memerintah. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya. seperti bekerja. 2. Komponen Pola Kepribadian a) Konsep Diri Konsep diri sebenarnya ialah konsep seseorang dari siapa dan apa dia tau. maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua. Orang tua tipe ini cenderung memaksa. sehingga seringkali disukai oleh anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Pola asuh Otoriter Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mampu memberikan perhatian fisik maupun psikis pada anak-anaknya. dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. menghukum. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Konsep ini merupakan bayangan cermin ditentukan sebagian besar oleh peran dan . biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Pola asuh Permisif Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar.

misalnya reaksi terhadap frustasi. Terdapat tiga faktor yang menentukan perkembangan kepribadian yaitu faktor bawaan. dan bukan dalam kekhasan ciri bagi orang itu 2) Konsisten. Mereka selanjutnya menerangkan bahwa “jika kedua pengaruh itu harmonis. Beberapa di antaranya terpisah dan berdiri sendiri. dan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan selanjutnya. Ciri tersebut terintegrasi dengan dan dipengaruhi oleh konsep diri.10 hubungan dengan orang lain terhadapnya. Mula-mula kedua aspek ini terpisah. b) Sifat Sifat-sifat adalah kualitas perilaku atau pola penyesuaian spesifik. Thomas dan kawan-kawan mengatakan. Sifat-sifat mempunyai dua ciri yang menonjol: 1) Individualitas. sementara yang lain bergabung dalam sindroma atau pola perilaku yang berhubungan. masalah perilaku hampir pasti akan muncul”. Pola tersebut sangat erat hubunganya dengan kematangan ciri fisik dan mental yang merupakan unsur bawaan individu. “kepribadian dibentuk oleh temperamen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi”. dan gengsi yang diberikan tubuhnya dimata orang lain. Setiap macam konsep diri mempunyai aspek fisik dan psikologis. yang diperlihatkan dalam variasi kuantitas ciri tertentu. Aspek fisik terdiri dari konsep yang dimiliki individu tentang penampilannya. harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain. tetapi selama kanak-kanak secara bertahap aspek-aspek ini menyatu. cara menghadapi masalah. jika tidak harmonis. arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan perilakunya. Ciri-ciri ini menjadi landasan . yang berarti bahwa orang itu bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi serupa 3) Perkembangan Pola Kepribadian Pola kepribadian merupakan hasil pengaruh hereditas dan lingkungan. kesesuaian dengan seksnya. Aspek psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuannya. orang dapat mengharap perkembangan anak yang sehat. pengalaman awal.perilaku agresif dan defensif. dan perilaku terbuka atau tertutup di hadapan orang lain. Konsep diri ideal ialah gambaran seseorang mengenai penampilan dan kepribadian yang didambakannya.

perlu dipersiapkan sejak dini. Penerapan Pola Asuh yang Baik bagi Pembentukan Kepribadian Anak Anak adalah buah hati orang tua yang merupakan harapan masa depan. sikap terhadap diri dan metode khas untuk menanggapi orang dan situasi. akan tetapi orang tua juga mengendalikan anak. Pengalaman belajar yang awal terutama didapat dirumah dan pengalaman kemudian diperoleh dari berbagai lingkungan diluar rumah. Bila agresivitas diperkuat karena dianggap ciri yang sesuai dengan jenis kelamin untuk anak lakilaki. Untuk itu. Kepribadian anak terbentuk dengan melihat dan belajar dari orang-orang disekitar anak. Anak sangat sensitif terhadap sikap lingkungannya dan orang-orang terdekatnya. Tekanan sosial dirumah. anak akan berusaha belajar bersikap agresif.11 bagi struktur pola kepribadian yang dibangun melalui pengalaman belajar. orang tua perlu menerapkan sikap dan perilaku yang baik demi pembentukan kepribadian anak yang baik. Oleh karena itu. sifat-sifat kepribadian didapatkan melalui pengulangan dan kepuasan yang diberikannya.Oleh karena itu.Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sangat mempengaruhi kepribadian anak. anak harus dipersiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. sekolah dan kelompok teman sebaya juga mempengaruhi corak sifat-sifat kemudian hari. bergaul dengan lingkungan dan tentunya anak mendapatkan pengaruh-pengaruh dari luar yang mungkin dapat merusak kepribadian anak. sehat. Sehingga anak yang juga hidup dalam mansyarakat. Melalui belajar. akan dapat dikendalikan oleh orang tua dengan menerapkan sikap-sikap yang baik dalam keluarga serta contoh atau tauladan dari orang tua. penting bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengasuh anak dengan baik sehingga terbentuklah kepribadian yang baik pula. Keluarga adalah orang yang terdekat bagi anak dan mempunyai pengaruh yang sangat besar. . bermoral dan berkepribadian yang baik berguna bagi masyarakat. Segala perilaku orang tua yang baik dan buruk akan ditiru oleh anak. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak yang baik adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. Oleh karena itu. 3.

Meliputi suasana dan cara pendidikan lingkungan tertentu. 1. cerdas atau tidak cerdas. Faktor bawaan merupakan warisan dari sifat ibu dan bapak atau pengaruh sewaktu anak berada dalam kandungan. gagasan. Anak-anak yang hidup dengan pola asuh yang demikian akan menghasilkan karakteristik anak yang dapat mengontrol diri. Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangya fungsi tertentu dari anak yang dapat menghambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. lingkungan rumah atau keluarganya dan hal lain seperti sarana dan prasarana yang tersedia misalnya alat bermain atau lapangan bermain. sehingga lingkungan keluarga sangat perlu diperhatikan. Pengaruh yang sangat besar dan sangat menentukan dirinya nanti sebagai orang dewasa adalah ketika anak berusia dibawah 6 tahun. keinginan. Tidak dapat dibandingkan anak yang satu dengan anak yang lain tanpa memperhitungkan faktor ini. 2. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat. pendiam. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. pemarah. serta kebebasan untuk menanggapi pendapat orang lain. Pengasuhan anak perlu disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Hakikat mengasuh anak adalah proses . Sehingga antara orang tua dan anak mempunyai keterbukaan dan saling memberi.banyak bicara.misalnya pengaruh gizi. Keadaan fisik seperti warna kulit. Faktor bawaan Sifat yang dibawa anak sejak lahir seperti penyabar. anak yang mandiri. penyakit dan lain-lain. Faktor lingkungan Faktor dari luar diri anak yang mempengaruhi proses perkembangan anak. mempunyai hubungan baik dengan teman.bentuk hidung sampai rambut. Perkembangan anak dipengaruhi faktor bawaan dan pengaruh lingkungan.12 Orang tua yang bisa dianggap teman oleh anak akan menjadikan kehidupan yang hangat dalam keluarga. menghambat atau melemahkan pengaruh dari lingkungan. perasaan. Faktor bawaan dapat mempercepat.

emosional. sedih. Jika ibu sering cemas. Perkembangan anak. Ibupun harus tenang. Perkembangan ini dibagi 4 tahap. 2. emosional dan sosial. ketika dewasa menjadi bertanggung jawab. maka setelah lahir anak bisa menjadi rewel. Bila ibu sakit fisik (misalnya infeksi). Sejak dalam kandungan Kesehatan anak di dalam kandungan dipengaruhi o leh keadaan kesehatan ibunya. Sebaliknya pola asuh yang salah menjadikan anak rentan terhadap stres. tidak mudah putus asa dan tangguh menghadapi tekanan hidup. sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Karenanya diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia. Ibu perlu menjaga pikiran dan perasaan supaya anaknya nanti tidak rewel dan mudah menyesuaikan diri. keterampilan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian yang kuat. Bapak dan ibu perlu menjaga percakapannya supaya anak terbiasa mendengarkan dan mudah meniru yang baik-baik nantinya. Hakikat mengasuh anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman. Mengasuh anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak baik jasmani. merupakan pondasi dalam membentuk kepribadian anak. sejak dalam kandungan sampai umur 6 tahun.5 tahun . selalu gelisah dan sukar menyesuaikan diri. Suara keras atau lembut ibu akan diikuti anak setiap waktu. anak dalam kandungan juga dapat terpengaruh. dibagi dalam 4 tahap sebagai berikut: 1. maka anak dalam kandungan dapat tertular. mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif. ibu perlu mempersiapkan diri dengan baik agar anak dalam kandungan sehat fisik dan mental.13 mendidik agar kepribadian anak dapat berkembang dengan baik. tiap tahapan mempunyai ciri dan tuntutan perkembangan tersendiri. Cara mengasuh anak harus sesuai dengan tahap perkembangan. Cara mengasuh anak yang sesuai dengan perkembangan anak. norma dan nilai-nilai. Kebutuhan perkembangan anak meliputi kebutuhan mental. Sejak lahir sampai 1. Karena itu. intelektual. Bila ibu stres. Suara ibu adalah suara yang sering di dengar anak. ketakutan dan marah.

rasa ketakutan dan kecemasan. Ganguan yang dapat timbul pada tahap ini adalah kesulitan makan. Tangisan pada bayi menunjukkan bahwa ia membutuhkan bantuan. mudah marah. maka timbul rasa tidak aman. Mulai mengenal namanama di sekitarnya dan mulai menggolongkan serta membedakan benda . anak akan dikuasai rasa malu.14 Sejak lahir anak sepenuhnya bergantung pada orang lain terutama ibu atau pengasuhnya. Anak perlu dibantu untuk mempertahankan hidupnya. 3. dapat menuntut apa yang dikehendaki atau menolak apa yang tidak dikehendaki.5 sampai 5 tahun Tahap ini merupakan tahap pembentukan kebiasaan diri. Bila rasa percaya tidak dapat. Bayi belum bisa bercakap-cakap untuk menyampaikan keinginannya. Segala hal yang dapat mengganggu proses menyusui dalam hubungan ibu dan anak pada tahap ini akan menyebabkan tergangunya pembentukan rasa aman dan rasa percaya diri. akan tertanam dalam diri anak perasaan otonomi diri seperti makan sendiri. Tahap ini untuk mengembangkan rasa percaya diri pada lingkungannya. sikap dan tingkah laku yang seolah-olah ingin melekat pada ibu dan menolak lingkungan. anak bergerak dan berbuat sesuai kemauan sendiri. Sebaliknya dapat juga terjadi melawan dan berontak. Pada tahap ini. suka ngadat dan ngambek. Konsep ruang dan sebab akibat mulai berkembang. menolak sesuatu yang baru. Ibu harus belajar mengerti maksud tangisan bayi. ragu-ragu serta pengekangan diri yang berlebihan. menghargai dan meyakini kemampuannya. Orang tua hendaknya mendorong agar anak dapat bergerak bebas. Jika terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri. Dengan pemberian asi. suka menyerang atau agresif. Usia 1. pakai baju sendiri dan lain-lain. menentang dan keras kepala. meraih apa yang bisa dijangkau. bayi akan di dekap ke dada sehingga merasakan kehangatan tubuh ibu dan terjalinlah hubungan kasih sayang antara bayi dan ibunya. ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi. Gangguan yang timbul pada tahap ini. Aspek psikososialnya. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri dikemudian hari. anak sulit makan.

Ganguan yang dapat timbul pada tahap ini adalah masalah pergaulan dengan teman. menginterpretasikan hal ini sebagai tanda mereka berbeda. Dan karena perbedaan ini. kerjasama ayah dan ibu sangat penting artinya. Bahasa mulai berkembang dan mulai menirukan katakata dan perilaku orang disekitarnya walaupun anak belum mengerti. Anak laki-laki merasa lebih sayang pada ibunya dan anak perempuan lebih sayang pada ayahnya. 4. anak mulai memperhatikan dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Usia 3 sampai 6 tahun (prasekolah) Dengan meningkatnya kemampuan berbahasa dan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang bertujuan. Pada tahap ini seorang ayah mempunyai peran yang penting bagi anak. mulai melihat adanya perbedaan jenis kelamin. . takut mengemukakan sesuatu serta kurang kemauan. kemampuan berfikir. matematika dan huruf. 4.15 berdasarkan kegunaannya. anak merasa bahwa mereka menarik perhatian. Anak bersifat ingin tahu. pasif dan takut berbuat sesuatu. iri hati. Ia dapat pula mengalami perasaan takut dan cemas. Pola Asuh Orang Tua yang Menyimpang Pola asuh orang tua yang menyimpang berarti suatu pola yang berbeda dari pola yang umum diantara anak dengan siapa mereka bergaul. memiliki dan lainlain. Sebagai contoh. Dalam hal ini. Yang diperlukan anak seusia ini adalah melatih kemampuan fisik. libatkan diri dalam kegiatan bersama dan menunjukan inisiatif untuk mengerjakan sesuatu tetapi tidak mementingkan hasilnya. anak yang orang tuanya jauh lebih tua dari orang tua teman sebaya atau anak yang mempunyai orang tua tiri sementara teman bermainnya mempunyai orang tua kandung. simbol-simbol angka. masalah belajar dan merasa bersalah. mulai mengenal betukbentuk dua dan tiga dimensi. Pada tahap ini aspek intelektualnya mulai berkembang lebih nyata tentang konsep ruang dan waktu. Melalui peristiwa ini anak dapat mengalami perasaan sayang. bersaing. mendorong anak bergaul dan mengembangkan angan-angan. benci. warna-warna dasar. banyak bertanya dan meniru kegiatan sekitarnya.

Dengan begitu akan muncul kerjasama yang baik. Ciri-ciri anak seperti itu misalnya. Penilaian sosial yang tidak menguntungkan juga mempengaruhi tingkat penerimaan sosial yang mampu dicapai anak dalam kelompok teman sebaya.16 Pola asuh orang tua yang menyimpang berbahaya untuk penyesuaian pribadi dan sosial yang baik.yakni kesalahan pola asuh orang tua. Lebih baik anak tersebut bermain bola dengan banyak teman. Mencoloknya pola asuh orang tua yang menyimpang mempengaruhi si anak dalam penyesuaian sosialnya. Seberapa besar bahaya pola asuh orang tua yang menyimpang terhadap penyesuaian pribadi dan sosial anak akan bergantung pada tiga kondisi yaitu: 1. tahu disiplin. Dalam hal ini kecerdasan emosi anak sudah diredam oleh orang tuanya. tidak bisa duduk tenang dan tidak bisa mendengarkan perintah. Terdapat keragaman menurut kelompok sosial yang memberikan penilaian. penilaian ini mempunyai pengaruh merugikan pada konsep diri mereka. 3. Akibatnya ketika nanti keluar. Siapa saja yang berbeda dari mereka. Orang tua yang tidak mengerti dengan pribadi anaknya bisa disebut juga dengan kesalahan pola asuh orang tua. Agar anak mau tinggal di rumah. . Banyak orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya bermain keluar. dengan standar ini dianggap “inferior”. Sikap sosial yang umum berlaku terhadap pola kehidupan keluarga yang menyimpang akan mempunyai pengaruh kuat pada sikap teman sebaya. Anak cenderung menilai “perbedaan” itu searti dengan “inferioritas”. Mereka menganggap dirinya inferior dari teman sebaya. Bila anak dinilai inferior oleh kelompok teman sabaya. padahal anak itu perlu bermain. dia tidak akan bisa berteman dan individunya menjadi egois.Sikap sosial ini dipelajari anak dari orang tua dan orang dewasa lain dan kemudian dijadikannya sikapnya sendiri. dan kelambatan daya tangkap. orang tua lalu memberikan play station. muncul sikap demokratisnya. dan mampu merasakan kalah-menang. 2. Dengan demikian anak bermain dengan benda mati. Ada tiga kesalahan pola asuh. kesalahan pada gen saraf yang dalam pengobatannya membutuhkan waktu lama dengan cara terapi.

Sikap yang baik yang dapat mendukung pembentukan kepribadian anak antara lain: 1. sopan santun. 5. memelihara. orang tua pelatih (coach) yang menghadapi anaknya dengan gaya. Sopan santun harus ditanamkan pada anak sedini mungkin. sesuai dengan tahap pertumbuhan anak. “untuk selanjutnya moral akan turut berkembang dengan yang lain dan akan dijadikan nilai sebagai pedoman dalam perilaku keseharian”. adalah orang tua yang bertindak seolah mereka tidak ada. Mendisiplinkan Anak . Ketiga unsur ini. daya tangkap dan serap mentalnya. proses penanaman akan dilanjutkan oleh guru dan mansyarakat. mencintai sesama. Sebab sopan santun dan tata karma adalah perwujudan dari jiwa yang berisi nilai moral. Sikap Orang Tua yang Mendukung Pembentukan Kepribadian Anak yang Baik Sikap orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi kepribadian anak. “Tolong jangan ganggu saya!” kelima. “Awas! Ayah/Ibu bisa jadi marah”. Penanaman nilai baik dan buruk sebaiknya dilakukan perlahanlahan. orang tua eksesif yang bisa disederhanakan dengan ungkapan.17 Orang tua perlu meminimalkan gaya pola asuh yang negatif. Baru kemudian. Agoes Achir (2000: 43). Penanaman Pekerti Sejak Dini Orang tua dan keluarga adalah penanggung jawab pertama dan utama penanaman sopan santun dan budi pekerti bagi anak. Kedua.orang tua otoriter bisa dicontohkan dengan ungkapan. Seolah mereka mengatakan. memperbaiki. 2. hal ini biasanya karena orang tua yang sibuk bekerja. hendaknya bekerja sama secara harmonis. Menurut Gagne ada tiga gaya asuh orang tua: pertama. menurut Yaumil C. ujar Yaumil Achir. dan lain-lain. ajarkan kejujuran. “ungkapkan keinginan dan pandanganmu!”. “Lakukan apa yang kau inginkan!” keempat. orang tua absen. Orang tua seperti ini dalam pola asuhnya mengisyaratkan. Ajarkan anak bersyukur setelah memperoleh sesuatu. “Lakukan yang Ibu katakan!” ketiga. orang tua cuek.

kebanyakan menitipkan anaknya kepada ibu pengganti. Label tersebut akan merusak pembangunan konsep diri anak yang dibentuk sejak masa kecil. anak akan merasa . Walaupun tidak menemaninya sepanjang hari. dan sebagai hasilnya anak dapat diterima oleh anggota kelompok sosial mereka. Sebutan ini dapat merugikan anak sebab membuat anak kurang berusaha karena merasa upaya yang dilakukannya tidak akan diperhatikan.18 Dengan penerapan disiplin pada anak sejak dini. Menghindari pemberian label “malas” pada anak Banyak orang tua yang acapkali memberi cap atau label “malas” kepada anaknya. sikap dan perilaku orang tua dalam memberikan kasih sayang sebaiknya dilakukan secara wajar. Carolyn Webster-Stratton menekankan prinsip disiplin harus dibuat sangat individual. “jangan memanjakan anak sebagai imbalan atas hilangnya waktu bersama anak akibat kesibukan orang tua. para orang tua hendaknya menghindari pemberian label “malas” kepada anaknya. Dengan label itu. Yang terjadi kemudian adalah reaksi emosional yang akhirnya menimbulkan rasa bersalah orang tua. Apalagi memanjakan anak karena merasa berdosa. atau mempunyai aktivitas sosial/organasasi yang berlebihan. akan menumbuhkan pribadi anak yang mandiri. ujar Fawzia Asmin Hadis(2005: 54). Seorang anak akan belajar berperilaku dengan cara yang diterima masyarakat. Oleh karenanya. sesuai kebutuhan masingmasing anak dan keluarga. Dr. Banyak orang tua yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika anak mulai melanggar aturan yang telah diterapkan bersama dalam keluarga. Menyayangi anak secara wajar Bagi ayah dan ibu yang bekerja sepanjang hari. Pendekatan yang bisa digunakan orang tua adalah mengkombinasikan cinta dengan batasan-batasan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. karena meninggalkan anak seharian”. 4. 3. Itu bisa berarti nenek atau saudara orang tua sendiri atau menggaji perawat/pengasuh anak. Bahkan anak akan berlaku sebagaimana diharapkan melalui label yang disandangnya itu.

Perilaku yang positif muncul secara alamiah sebagai bagian dari perkembangan yang normal seorang 1. ujar Henny Sitepu M.19 diperlakukan tidak adil menerima cap yang tidak pernah dikehendakinya. bukan hukuman yang dapat membuat anak menjadi trauma. Asumsi bahwa tiap perilaku salah itu disengaja adalah tidak benar. c. Tekankan Segi Positif . Fungsi hukuman: a. Hati-hati dalam menghukum anak Hukuman yang diberikan orang tua kepada anak adalah hukuman yang dapat mendidik anak. Menghalangi Hukuman menghalangi pengulangan tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Hal penting yang harus dilakukan orang tua justru membangun semangat anak.A (2005: 56). mereka biasanya urung melakukan tindakan tersebut. Mendidik Sebelum anak mengerti peraturan. 6. Sehingga anak menjadi individu yang mandiri. Motivasi Pengetahuan tentang akibat-akibat tindakan yang salah perlu sebagai motivasi untuk menghindari kesalahan tersebut. Bila anak menyadari bahwa tindakan tertentu akan dihukum. Anak terkadang tidak mengerti apa yang telah dilakukannya itu perilaku yang benar atau salah. Hal ini dapat dilakukan melalui kepercayaan yang diberikan pada anak melalui kegiatan yang unik serta mengandung tantangan atau dorongan lainnya. Stategi dalam Pembentukan Kepribadian Anak Disiplin yang berhasil mencakup strategi untuk menumbuhkan dan menekankan perilaku serta kepribadian anak yang baik. b. sehingga anak akan mengetahui perilaku yang telah dilakukannya itu benar atau salah. 5. Hukuman juga perlu diberikan kepada anak. mereka dapat belajar bahwa tindakan tertentu benar dan yang lain salah dengan mendapat hukuman karena melakukan tindakan yang diperbolehkan.

oleh karena itu orang tuaharus dapat menghargai perilaku yang baik ketika anak melakukannya. dan mengizinkan mereka untuk berpartisipasi. Memperhatikan anak ketika anak melakukan hal tersebut. lebih besar kemungkinanya anak akan menuruti peraturan tersebut. . Pada awalnya bersikap proaktif berarti mengantisipasi masalah yang akan terjadi. sehingga orang tua harus menunjukkan kepada mereka bagaimana menunggu giliran. Anak tidak secara otomatis akan bersikap sopan. Orang tua memberitahu apa yang diharapkan dari anak. Dan mengajarkan anak untuk mengaitkan perilaku yang tepat dengan perasaan bangga terhadap dirinya sendiri. jadi orang tua mendidik anak-anak mereka dalam hal tata krama. Orang tua harus memilih waktu yang tepat. Anak biasanya mementingkan dirinya sendiri dan harus diajarkan bagaimana bermain dan bersosialisasi dengan orang lain. 2. Anak prasekolah juga tidak sabar. Orang tua mendekati anak dan menjalaskan mengapa peraturan itu ada dan penting. menjaga keterlibatan mereka. Mengajarkan anak untuk mengetahuinya pada saat ia melakukan hal yang tepat. Jika orang tua menyangka akan terjadi suatu masalah. Bersikap Proaktif Bersikap proaktif juga berarti memberikan pilihan kepada anak. yaitu ketika anak berperilaku baik kalau tidak. anak akan berpikir peraturan itu akibat dari perilakunya yang salah. Orang tua memberikan pilihan berarti memperlengkap anak dengan kayakinan diri dan dapat meminimumkan penolakan.20 anak prasekolah. Anak prasekolah akan belajar dari contoh orang tua. Akan tetapi. Misalnya. anak prasekolah secara alamiah bersifat progresif terhadap milik mereka dan harus belajar untuk berbagi. Jaga Agar Peraturan Tetap Sederhana Peraturan yang dibuat sebaiknya peraturan yang di buat bersama. perilaku lain ada yang merupakan bukan bagian normal dari perkembangan anak prasekolah dan perlu diajarkan. Jika anak membantu dalam membuat peraturan. Misalnya seorang anak yang akan pergi dengan ibunya ke tempat ibadah. maka bicarakan dengan anak sebelum berangkat. 3.

6. Kembangkan strategi transisi yang dimulai dengan peringatan tentang waktu. Kalau tidak anak akan sulit untuk diarahkan kembali. bukan dengan memukul atau mengata-ngatai. Mengarahkan kembali merupakan teknik yang sangat bermanfaat selama orang tua tidak menyerah. 5. Para orang tua yang berhasil selalu mengantisipasi transisi dan merencanakannya untuk membuatnya selancar mungkin. Ibu tahu kamu bisa seperti itu lagi”. “ibu perlu kerja sama denganmu sewaktu sholat. Mengatasi Transisi Transisi adalah perubahan.Mengajarkan keterampilan ini tidak . Orang tua jangan memberikan imbalan untuk perilaku yang tidak dapat diterima. lalu jelaskan apa yang harus dilakukannya.Memecahkanketidaksepakatan dimulai dengan mendorong anak untuk melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain.21 Orang tua mengatakan. Misalnya anak telah melakukan suatu kegiatan dan akan pindah ke kegiatan yang lain. Negosiasi memberikan suatu cara yang produktif bagi anak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Jelaskan kepada anak mengapa tindakannya itu tidak dapat diterima. Lalu ingatkan anak tentang urutan-urutan kejadian selama tansisi. Kompromi dan negosiasi memberikan lebih banyak kontrol pada anak atas dunia mereka dan mendorong kerja sama. Kemarin kamu baik sekali. Anak perlu mengubah dari satu suasana ke suasana yang lain. Hal ini mengurangi perilaku negatif dengan memberikan cara positif untukmendapatkan apa yang mereka perlukan dan inginkan. karena anak tahu bahwa dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya dengan caranya sendiri. sambil orang tua memberikan contoh yang tepat pada anak. Mengarahkan Kembali Perilaku yang Salah Mengarahkan kembali terdiri dari dua bagian: mengoreksi perilaku yang tidak sesuai lalu mengajarkan perilaku yang tepat. Negosiasi dan Kompromi Keterampilan negosiasi dan kompromi mengajar anak untuk memecahkan masalah melalui komunikasi dan kesepakatan. Transisi sering terjadi dalam sehari kehidupan anak. 4.

Kebiasaan memberikan alasan akan terus menghantui orang tua. Ketika seorang anak dihina. Orang tua jangan memberikan imbalan untuk perilaku yang tidak dapat diterima. 8. serta menciptakan rasa malu yang kuat. Hindari Kontrol Lewat Rasa Bersalah Mengendalikan perilaku yang salah dengan rasa bersalah. Setiap ejekan mengikis harga diri dan keyakinan diri seorang anak. ejekan. Seorang anak yang sering dipermalukan atau dihina dapat mulai berpikir ia lebih rendah dan tidak mampu mengendalikan diri. Hentikanlah imbalan untuk seterusnya. tangani dengan cara yang baik bukan dengan alasan. Alasan hanya memberikan alasan kepada anak untuk berperilaku salah.22 hanya bermanfaat selama tahun-tahun prasekolah. 7. Orang tua tentu tidak menginginkan anaknya berperilaku baik hanya untuk menghindari ejekan. Bersikaplah konsisten dan sabar. Jangan menyerah pada tuntutan. atau hinaan tidaklah efektif karena merusak harga diri seorang anak. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Kepribadian Anak . Tetapi dengan membuat alasan. secara tidak langsung orang tua mengajarkan anak untuk berperilaku salah. atau sindiran. akan tetapi orang tua tentu menginginkan anaknya berperilaku baik karena hal itu memang tepat untuk dilakukan. Anak akan menggunakan alasan tersebut untuk berdebat dan menghindari tanggung jawab. 7. Harga diri anak prasekolah masih terlalu rentan pada usia ini. orang tua memberi anak alasan untuk berperilaku salah dimasa mendatang. Penyuapan mengajar anak untuk bersikap argumentatif dan menentang. Orang tua biasanya menginginkan cara yang cepat yaitu dengan menyuap anak agar berperilaku baik. rengekan. itu akan mengakibatkan kerusakan permanen terhadap karakter moralnya. Ketika anak berperilaku salah. Penyuapan mendorong perilaku yang salah.ini sangat penting sementara anak bertambah besar dan mencapai usia remaja dan terbentuknya kepribadian. Jangan Membuat Alasan Terkadang orang tua memberikan alasan ketika anak mereka berperilaku salah.

dia belajar menyukai dirinya 11. Bila dia hidup dengan penerimaan. bahkan sekolahpun. Keluarga adalah kelompok sosial pertama dengan siapa anak diidentifikasikan. dia belajar menghargai kebenaran 14. dia belajar berkelahi Bila dia hidup dalam ketakutan. dan pengaruh keluarga jauh lebih luas dibandingkan pengaruh kepribadian lainnya. Anak prasekolah belajar banyak dari perilaku mereka dengan mengamati dan meniru perilaku orang-orang disekitar mereka. dia belajar merasa bersalah Bila dia hidup diejek. 4. 9. Bila dia hidup dalam suasana aman. dia belajar yakin akan dirinya Bila dia hidup dengan pujian. 10. 6. Misalnya. dia belajar menghargai 7. seorang anak yang sehat akan sangat . dia belajar mengasihi dirinya Bila dia hidup dalam toleransi. dia belajar menghargai keadilan 13. Betapa besar pengaruh keluarga pada perkembangan kepribadian anak telah dinyatakan oleh seorang penulis tak bernama dengan cara berikut: 1. Bila seorang anak hidup dengan kecaman. dia belajar percaya akan dirinya dan orang lain Pengaruh keluarga pada perkembangan kepribadian bergantung sampai batas tertentu pada tipe anak. 2. 8. Mereka juga mempelajari sikap. dia belajar menjadi malu Bila dia hidup dipermalukan.nilai. prefensi pribadi dan beberapa kebiasaan dengan mengikuti contoh. termasuk cara mengenali dan menangani emosi mereka. Bila dia hidup dalam kebijakan. Bila dia hidup dalam kejujuran. dia belajar bersabar Bila dia hidup dalam kecemburuan. Bila dia memperoleh pengakuan. dia belajar mempunyai tujuan 12. 3. dia belajar menjadi penakut Bila dia hidup dikasihani.23 Anak prasekolah belajar cara berinteraksi dengan orang lain dengan mencontoh. anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kelompok keluarga daripada dengan kelompok sosial lainnya. Anggota keluarga merupakan orang yang paling berarti dalam kehidupan anak selama tahun-tahun saat desasdesus kepribadian diletakkan. dia belajar mengutuk Bila dia hidup dalam permusuhan. berbagi dan menjadi teman baik. 5.

1. Karena dasardasar inilah yang akan membentuk kepribadian yang dibawa sampai masa tua. Tidak dapat dipungkiri kesempatan pertama bagi anak untuk mengenal dunia sosialnya adalah dalam keluarga. belum tentu anak mendapatkan pengasuhan yang baik sesuai perkembangannya dari seorang pengasuh. Pengaruh Pola Asuh Oarang Tua yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Sikap. Oleh karena itu. Didalam keluarga untuk pertama kalinya anak mengenal aturan tentang apa yang baik dan tidak baik. Biasanya orang tua akan merasa bersalah terhadap anak karena telah meninggalkan anak seharian.24 berbeda reaksinya terhadap perlindungan orang tua yang berlebihan dibandingkan dengan seorang anak yang sakit dan lemah. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anaknya. Anak yang ditinggal kedua orang tuanya bekerja cenderung bersifat manja. sangat menentukan seberapa jauh individu-individu berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka bertambah tua. Kenyataan yang terjadi pada masa sekarang adalah berkurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya karena keduanya sama-sama bekerja. kebiasaan dan pola perilaku yang dibentuk selama tahuntahun pertama. Sehingga orang tua akan menuruti semua permintaan anak untuk menebus kesalahanya tersebut tanpa berfikir lebih lanjut permintaan anak baik atau tidak untuk perkembangan kepribadiaan anak . Sedangkan anak pada usia ini sangat mambutuhkan perhatian lebih dari orang tua terutama untuk perkembangan kepribadian. orang tua harus bisa memberikan pendidikan dasar yang baik kepada anakanaknya agar nantinya bisa berkembang dengan baik. Anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua karena keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaannya masingmasing. Kenyataan tersebut menyiratkan betapa pentingnya dasar-dasar yang diberikan orang tua pada anaknya pada masa kanak-kanak. Keadaan ini biasanya terjadi pada keluarga-keluargamuda yang semuanya bekerja. Anak yang ditinggal orang tuanya dan hanya tinggal dengan seorang pengasuh yang dibayar orang tua untuk menjaga dan mengasuh.

baik dalam berbicara ataupun dalam hal lain. baik dilingkungan sekolah dengan teman sebaya ataupun dengan orang tua pada saat mereka di rumah.25 selanjutnya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak menjadi kurang mandiri. Hal ini dikarenakan orang tua yang masih awam dan tidak mengetahui tingkat perkembangan anak. 2. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua yang Berpendidikan Tinggi dan Berpendidikan Rendah terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Latar belakang pendidikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Sehingga anak mampu untuk bersikap mandiri. Kurangnya perhatiaan dari orang tua akan mengakibatkan anak mencari perhatian dari luar. orang tua yang tidak bekerja sebaiknya juga tidak terlalu over protektif. Orang tua yang berpendidikan tinggi umumnya mengetahui bagaimana tingkat perkembangan anak dan bagaimana pengasuhan orang tua yang baik sesuai dengan perkembangan anak khususnya untuk pembentukan kepribadian yang baik bagi anak. Orang tua biasanya mengasuh anak dengan gaya dan cara mereka sendiri. Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tingi akan lebih memperhatikan segala perubahan dan setiap perkembangan yang terjadi pada anaknya. Apa yang menurut mereka baik untuk . karena terbiasa dengan orang tua. Orang tua yang berpendidikan tinggi umumnya dapat mengajarkan sopan santun kepada orang lain. Segala yang dilakukan anak selalu dengan pangawasan orang tua. Berbeda dengan orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah. Bagaimana anaknya berkembang dan dalam tahap apa anak pada saat itu. Anak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. membuat keributan di rumah dan melakukan hal-hal yang terkadang membuat kesal orang lain. Dalam pengasuhan anak umumnya orang tua kurang memperhatikan tingkat perkembangan anak. Oleh karena itu. Semua perlakuan anak tersebut dilakukan hanya untuk menarik perhatian orang lain karena kurangnya perhatian dari orangtua. Anak suka mengganggu temannya ketika bermain. Sedangkan orang tua yang tidak bekerja di luar rumah akan lebih fokus pada pengasuhan anak dan pekerjaan rumah lainnya.

Orang tua terkadang melampiaskan kekesalan dalam menghadapi permasalahan pada anak. Apapun yang diinginkan oleh anak akan dipenuhi orang tua. serba menilai sesuatu dengan materi dan tidak menutup kemungkinan anak akan sombong dengan kekayaan yang dimiliki orang tua serta kurang menghormati orang yang lebih rendah darinya. Orang tua hanya dapat memenuhi kebutuhan anak yang benar-benar penting bagi anak. mampu menyelesaikan permasalahan dan tidak mudah stres dalam menghadapi suatu permasalahan. Segala kebutuhan anak dapat terpenuhi dengan kekayaan yang dimiliki orang tua.26 anaknya. Pengasuhan anak sebagian besar hanya sebatas dengan materi. Anak yang terbiasa dengan pola asuh yang demikian. maka akan membentuk suatu kepribadian yang manja. Tanpa disadari bahwa permasalahan ekonomi dalam keluarga akan berdampak pada anak. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Ekonomi Menengah Keatas dan Menengah Kebawah Permasalahan ekonomi dalam keluarga merupakan masalah yang sering dihadapi. Sehingga akan terbentuk kepribadian anak yang mandiri.dan anak dapat menghargai . Anak usia prasekolah yang belum mengerti tentang masalah perekonomian dalam keluarga hanya akan menjadi korban dari orang tua. Dalam pola asuh yang diberikan oleh orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah keatas dan orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah berbeda. 3. Perhatian dan kasih sayang orang tua diwujudkan dalam materi atau pemenuhan kebutuhan anak. Anak yang hidup dalam perekonomian menengah kebawah terbiasa hidup dengan segala kekurangan yang dialami keluarga. Sedangkan pada orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah dalam cara pengasuhannya memang kurang dapat memenuhi kebutuhan anak yang bersifat materi. Perhatian dan kasih sayang orang tualah yang dapat diberikan. Anak dengan pola asuh orang tua yang seperti ini akan membentuk suatu kepribadian yang kurang baik. Orang tua yang tingkat perekonominnya menengah keatas dalam pengasuhannya biasanya orang tua memanjakan anaknya.

.27 usaha orang lain. Sehingga anak mampu mensyukuri segala yang telah diberikan oleh sang Pencipta. peran orang tua dalam hal ini sangat penting. Oleh karena itu. Orang tua harus menyeimbangkan dengan pendidikan agama pada anak. Pada kenyataannya terdapat juga anak yang minder dengan keadaan ekonomi orang tua yang kurang.

Jaga agar peraturan tetap sederhana 3. Oleh karena itu.28 BAB IV PENUTUP A. mempunyai hubungan yang baik dengan teman. Mengatasi transisi 6. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. Menghindari pemberian label “malas” pada anak 5. anak yang mandiri. Sehingga terbentuklah karakteristik anak yang dapat mengontrol diri. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang sangat berperan penting dalam setiap perkembangan anak khususnya perkembangan kepribadian anak. Bersikap proaktif 4. Kesimpulan Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi setiap kepribadian yang telah terbentuk. Penanaman pekerti sejak dini 2. diperlukan cara yang tepat untuk mengasuh anak sehingga terbentuklah suatu kepribadian anak yang diharapkan oleh orang tua sebagai harapan masa depan. Sikap orang tua yang dapat mendukung dalam pembentukan kepribadian anak antara lain: 1. Menyayangi anak secara wajar 4. Mengarahkan kembali perilaku yang salah 5. Tekankan segi positif 2. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. Hati-hati dalam menghukum anak Strategi dalam pembentukan kepribadian anak: 1. Negosiasi dan kompromi . Mendisiplinkan anak 3. Segala gaya atau model pengasuhan orang tua akan membentuk suatu kepribadian yang berbeda-beda sesuai apa yang telah diajarkan oleh orang tua. akan tetapi dengan pengawasan dan pengendalian orang tua.

1. oleh karena itu perlunya orang tua untuk menjaga setiap perilakunya sehingga anak akan meniru sikap positif dari orang tua 2. Saran Dalam pengasuhan anak orang tua harus mamperhatikan tingkat perkembangan anak Semua perilaku orang tua yang baik atau buruk akan ditiru oleh anak. ada kalanya juga harus bersikap otoriter. 3. . B. Begitu pula dengan gaya pengasuhan orang tua yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan orang tua yang mempunyai pendidikan yang rendah. Jangan membuat alasan 8. Hindari kontrol lewat rasa bersalah Dalam cara pengasuhan orang tua yang bekerja dan orang tua yang tidak bekerja berbeda. Dan juga pola asuh orang tua yang tingkat perekonomian menengah keatas dan orang tua yang perekonomiannya menengah kebawah. Pola asuh orang tua harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak pada saat itu. ataupun bersikap permisif. ada kalanya orang tua bersikap demokratis. Masing-masing pola asuh yang telah diberikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar tehadap pembentukan kepribadian anak.29 7.

Sal. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama .30 DAFTAR PUSTAKA Copyright @ 2011. 2003. www.google.com Sujiono. Bagaimana Bersikap pada Anak agar Anak Prasekolah Anda Bersikap Baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->