1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia Prasekolah adalah usia yang rentan bagi anak. Pada usia ini anakmempunyai sifat imitasi atau meniru terhadap apapun yang telah dilihatnya.Orang-orang dewasa yang paling dekat dengan anak adalah orang tua.Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak yang mempunyai pengaruh sangat besar. Haryoko (1997: 2) berpendapat bahwa lingkungan sangat besar pengaruhnya sebagai stimulans dalam perkembangan anak. Orang tua mempunyai peranan yang besar dalam pembentukankepribadian anak. Kenyataan yang terjadi di masyarakat, bahwa tanpa disadari semua perilaku serta kepribadian orang tua yang baik ataupun tidak ditiru oleh anak.Anak tidak mengetahui apakah yang telah dilakukanya baik atau tidak. Karena anak usia prasekolah belajar dari apa yang telah dia lihat. Pembelajaran tentang sikap, perilaku dan bahasa yang baik sehingga akan terbentuknya kepribadian anak yang baik pula, perlu diterapkan sejak dini. Orang tua merupakan pendidik yang paling utama, guru serta teman sebaya yang merupakan lingkungan kedua bagi anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1978) yang mengungkapkan bahwa orang yang paling penting bagi anak adalah orang tua, guru dan teman sebaya dari merekalah anak mengenal sesuatu yang baik dan tidak baik. Pendidikan dalam keluarga yang baik dan benar, akan sangat berpengaruh pada perkembangan pribadi dan sosial anak. Kebutuhan yang diberikan melalui pola asuh, akan memberikan kesempatan pada anak untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah sebagian dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, penulis akan membahas suatu permasalahan yang berjudul Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak.

2

B.

Tujuan Karya tulis ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

1.

Memenuhi tugas Bahasa Indonesia Semester 2 sebagai salah satu syarat kenaikan kelas.

2.

Memberi pengetahuan tentang macam-macam pola asuh yang baik dan yang tidak.

3. 4.

Menelaah tentang dampak-dampak dari pola asuh yang sudah dilakukan Mencari lebih jelas apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengasuh anak sejak dini.

C.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan karya tulis ini adalah :
1. 2.

Apa saja jenis pola asuh ? Apakah kepribadian itu ? Apa faktor-faktor yang berpengaruh pada kepribadian anak ? Apakah dampak pola asuh orang tua yang salah ? Bagaimana cara mencegah dan menanganinya ? Metode Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menggunakan beberapa metode

3. 4. 5. D.

penulisa, yaitu : 1. Metode Pustaka Penulis mendapatkan bahan-bahan karya tulis dari buku-buku yang bersangkutan dengan tugas ini. 2. Metode Browsing

3

Penulis mendapatkan berbagai informasi mengenai bahan-bahan karya tulis melalui media komunikasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan, yaitu melalui media internet.

E. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membaginya ke dalam empat bagian agar mempermudah para pembaca dalam mengartikan karya tulis ini. Yang terbagi menjadi beberapa bab yaitu sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, dalam pembuatan karya tulis ini. BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Bab ini berisi teori-teori pembahasan secara garis besar mengenai pola asuh dan kepribadian. Dan kajian pustaka materi-materi dalam karya tulis ini. BAB III PEMBAHASAN Bab ini penulis memaparkan mengenai pentingnya pola asuh orang tua, tipetipe pola asuh, faktor pengaruh kepribadian. Dan dampak yang ditimbulkan dari pola asuh terhadap kepribadian anak. BAB IV PENUTUP Bab ini penulis memaparkan tentang kesimpulan, saran yang berkaitan dengan masalah ini. tujuan,

rumusan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan yang digunakan

Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. anak yang mandiri. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. Kajian Pustaka Kesimpulan dari karya tulis yang berjudul “PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK”oleh Nuraeni (Pendidikan guru taman kanak-kanak Fakultas ilmu pendidikan Unoversitas Negeri Semarang) Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi setiap kepribadian yang telah terbentuk. Tekankan segi positif . Sikap orang tua yang dapat mendukung dalam pembentukan kepribadian anak antara lain: 1. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang sangat berperan penting dalam setiap perkembangan anak khususnya perkembangan kepribadian anak. Hati-hati dalam menghukum anak Strategi dalam pembentukan kepribadian anak: 1. mempunyai hubungan yang baik dengan teman. diperlukan cara yang tepat untuk mengasuh anak sehingga terbentuklah suatu kepribadian anak yang diharapkan oleh orang tua sebagai harapan masa depan. Menyayangi anak secara wajar 4. Menghindari pemberian label “malas” pada anak 5. Penanaman pekerti sejak dini 2. Oleh karena itu. Segala gaya atau model pengasuhan orang tua akan membentuk suatu kepribadian yang berbeda-beda sesuai apa yang telah diajarkan oleh orang tua. Mendisiplinkan anak 3. akan tetapi dengan pengawasan dan pengendalian orang tua. Sehingga terbentuklah karakteristik anak yang dapat mengontrol diri.4 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A.

Begitu pula dengan gaya pengasuhan orang tua yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan orang tua yang mempunyai pendidikan yang rendah. Secara etimologis. Mengarahkan kembali perilaku yang salah 5. gagasan umum mengenai kepribadian sebagai kesan yang diberikan seseorang pada orang lain diperoleh. bukan impresi dari tokoh itu sendiri. Negosiasi dan kompromi 7. Dan juga pola asuh orang tua yang tingkatperekonomian menengah keatas dan orang tua yang perekonomiannyamenengah kebawah. Jangan membuat alasan 8. Landasan Teori Penulis menemukan definisi kata pola asuh orang tua yang diakses di internet. Dari konotasi kata persona inilah. Jaga agar peraturan tetap sederhana 3. Mengatasi transisi 6. dari segi negatif dan positif. Bersikap proaktif 4. kata personality berasal dari bahasa latin “persona” yang berarti topeng.5 2. Aktor menciptakan dalam pikiran penonton.Menurut bangsa Roma. persona berarti “bagaimana seseorang tampak pada orang lain”. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak.Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Hindari kontrol lewat rasa bersalah Dalam cara pengasuhan orang tua yang bekerja dan orang tua yang tidak bekerja berbeda. Menurut Gordon W All Port “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system. Masing-masing pola asuh yang telah diberikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar tehadap pembentukan kepribadian B. Penulis membaca arti kata kepribadian yang diakses di internet. that determines his unique adjustment to his environment”. Apa yang dipikir. dirasakan dan siapa dia . suatu impresi dari tokoh yang diperankan di atas pentas. Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa inggris “personality”. bukan dari sebenarnya.

melainkan merupakan kualitas perilaku total seseorang. karena itu. Berdasarkan definisi Allport. kepribadian bukanlah suatu atribut yang pasti dan spesifik. kepribadian ialah susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamai dalam diri suatu individu yang unik terhadap lingkungan. .6 sesungguhnya termasuk dalam keseluruhan “make up” psikologis seseorang dan sebagian besar terungkapkan melalui perilaku.

Biasanya pola pengasuhan anak oleh orangtua semacam ini diakibatkan oleh orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan.7 BAB III PEMBAHASAN 1. b. memiliki kemampuan sosialisasi yang buruk. keras dan kaku di mana orangtua akan membuat berbagai aturan yang saklek harus dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu perasaan sang anak. Jadi apa pun yang mau dilakukan anak diperbolehkan seperti tidak sekolah. nakal. kurang menghargai orang lain. kesibukan atau urusan lain yang akhirnya lupa untuk mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Anak yang diasuh orangtuanya dengan metode semacam ini nantinya bisa berkembang menjadi anak yang kurang perhatian. salah bergaul. Pola Asuh Otoriter Pola asuh otoriter adalah pola pengasuhan anak yang bersifat pemaksaan. Pola Asuh Permisif Pola asuh permisif adalah jenis pola mengasuh anak yang cuek terhadap anak. Orang tua akan emosi dan marah jika anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tuanya. dan sebagainya. . melakukan banyak kegiatan maksiat. bandel. merasa tidak berarti. Jenis-jenis pola asuh Tipe-tipe pola asuh orang tua pada anak : a. matrialistis. rendah diri. kontrol diri buruk. pergaulan bebas negatif. dan lain sebagainya baik ketika kecil maupun sudah dewasa. Dengan begitu anak hanya diberi materi atau harta saja dan terserah anak itu mau tumbuh dan berkembang menjadi apa.

akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. c. benci orangtua. Pola Asuh Otoritatif Pola asuh otoritatif adalah pola asuh orangtua pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. cerdas. tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan . Namun di balik itu biasanya anak hasil didikan ortu otoriter lebih bisa mandiri. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya. tidak mudah stres dan depresi. terdapat 4 macam pola asuh orang tua: 1. disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain. Menurut Baumrind (1967). mudah sedih dan tertekan. paranoid / selalu berada dalam ketakutan. kreatif.8 Hukuman mental dan fisik akan sering diterima oleh anak-anak dengan alasan agar anak terus tetap patuh dan disiplin serta menghormati orang-tua yang telah membesarkannya. dan lain-lain. bisa menjadi orang sesuai keinginan orang tua. lebih disiplin dan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. menyenangkan. menghargai dan menghormati orangtua. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak. senang berada di luar rumah. berprestasi baik. Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatip akan hidup ceria. selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional. Anak yang besar dengan teknik asuhan anak seperti ini biasanya tidak bahagia. percaya diri. Pola asuh Demokratis Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak. terbuka pada orangtua.

Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya. Komponen Pola Kepribadian a) Konsep Diri Konsep diri sebenarnya ialah konsep seseorang dari siapa dan apa dia tau. dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Termasuk dalam tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi. dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. menghukum. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. memerintah. 3. seperti bekerja. 2. biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat. 3. Konsep ini merupakan bayangan cermin ditentukan sebagian besar oleh peran dan .9 anak. Pola asuh Penelantar Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. sehingga seringkali disukai oleh anak. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mampu memberikan perhatian fisik maupun psikis pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka. Pola asuh Otoriter Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Orang tua tipe ini cenderung memaksa. 2. maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua. Pola asuh Permisif Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar.

cara menghadapi masalah. Thomas dan kawan-kawan mengatakan. kesesuaian dengan seksnya. Aspek psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuannya. Sifat-sifat mempunyai dua ciri yang menonjol: 1) Individualitas. dan perilaku terbuka atau tertutup di hadapan orang lain. Setiap macam konsep diri mempunyai aspek fisik dan psikologis. yang diperlihatkan dalam variasi kuantitas ciri tertentu. pengalaman awal. harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain. Mula-mula kedua aspek ini terpisah. sementara yang lain bergabung dalam sindroma atau pola perilaku yang berhubungan. arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan perilakunya.10 hubungan dengan orang lain terhadapnya. jika tidak harmonis. Terdapat tiga faktor yang menentukan perkembangan kepribadian yaitu faktor bawaan. b) Sifat Sifat-sifat adalah kualitas perilaku atau pola penyesuaian spesifik. dan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan selanjutnya. “kepribadian dibentuk oleh temperamen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi”. Aspek fisik terdiri dari konsep yang dimiliki individu tentang penampilannya. Ciri tersebut terintegrasi dengan dan dipengaruhi oleh konsep diri. Beberapa di antaranya terpisah dan berdiri sendiri. tetapi selama kanak-kanak secara bertahap aspek-aspek ini menyatu. Mereka selanjutnya menerangkan bahwa “jika kedua pengaruh itu harmonis. dan bukan dalam kekhasan ciri bagi orang itu 2) Konsisten. yang berarti bahwa orang itu bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi serupa 3) Perkembangan Pola Kepribadian Pola kepribadian merupakan hasil pengaruh hereditas dan lingkungan. dan gengsi yang diberikan tubuhnya dimata orang lain. Pola tersebut sangat erat hubunganya dengan kematangan ciri fisik dan mental yang merupakan unsur bawaan individu. Ciri-ciri ini menjadi landasan .perilaku agresif dan defensif. orang dapat mengharap perkembangan anak yang sehat. masalah perilaku hampir pasti akan muncul”. misalnya reaksi terhadap frustasi. Konsep diri ideal ialah gambaran seseorang mengenai penampilan dan kepribadian yang didambakannya.

penting bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengasuh anak dengan baik sehingga terbentuklah kepribadian yang baik pula. Pengalaman belajar yang awal terutama didapat dirumah dan pengalaman kemudian diperoleh dari berbagai lingkungan diluar rumah. anak harus dipersiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. sikap terhadap diri dan metode khas untuk menanggapi orang dan situasi. Oleh karena itu. . 3. Bila agresivitas diperkuat karena dianggap ciri yang sesuai dengan jenis kelamin untuk anak lakilaki. Tekanan sosial dirumah. Anak sangat sensitif terhadap sikap lingkungannya dan orang-orang terdekatnya. akan dapat dikendalikan oleh orang tua dengan menerapkan sikap-sikap yang baik dalam keluarga serta contoh atau tauladan dari orang tua. orang tua perlu menerapkan sikap dan perilaku yang baik demi pembentukan kepribadian anak yang baik.Oleh karena itu.11 bagi struktur pola kepribadian yang dibangun melalui pengalaman belajar. sifat-sifat kepribadian didapatkan melalui pengulangan dan kepuasan yang diberikannya. anak akan berusaha belajar bersikap agresif. Oleh karena itu. bergaul dengan lingkungan dan tentunya anak mendapatkan pengaruh-pengaruh dari luar yang mungkin dapat merusak kepribadian anak. Keluarga adalah orang yang terdekat bagi anak dan mempunyai pengaruh yang sangat besar. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak yang baik adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. Segala perilaku orang tua yang baik dan buruk akan ditiru oleh anak. perlu dipersiapkan sejak dini. bermoral dan berkepribadian yang baik berguna bagi masyarakat. Kepribadian anak terbentuk dengan melihat dan belajar dari orang-orang disekitar anak. Penerapan Pola Asuh yang Baik bagi Pembentukan Kepribadian Anak Anak adalah buah hati orang tua yang merupakan harapan masa depan. akan tetapi orang tua juga mengendalikan anak. Melalui belajar. Sehingga anak yang juga hidup dalam mansyarakat.Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sangat mempengaruhi kepribadian anak. sekolah dan kelompok teman sebaya juga mempengaruhi corak sifat-sifat kemudian hari. sehat. Untuk itu.

Hakikat mengasuh anak adalah proses .12 Orang tua yang bisa dianggap teman oleh anak akan menjadikan kehidupan yang hangat dalam keluarga. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat. cerdas atau tidak cerdas. serta kebebasan untuk menanggapi pendapat orang lain. penyakit dan lain-lain. Tidak dapat dibandingkan anak yang satu dengan anak yang lain tanpa memperhitungkan faktor ini.misalnya pengaruh gizi. Faktor bawaan merupakan warisan dari sifat ibu dan bapak atau pengaruh sewaktu anak berada dalam kandungan. anak yang mandiri. 1. Meliputi suasana dan cara pendidikan lingkungan tertentu.banyak bicara. Keadaan fisik seperti warna kulit. menghambat atau melemahkan pengaruh dari lingkungan. Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangya fungsi tertentu dari anak yang dapat menghambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. sehingga lingkungan keluarga sangat perlu diperhatikan. keinginan. perasaan. Faktor lingkungan Faktor dari luar diri anak yang mempengaruhi proses perkembangan anak. mempunyai hubungan baik dengan teman. pendiam. Sehingga antara orang tua dan anak mempunyai keterbukaan dan saling memberi. lingkungan rumah atau keluarganya dan hal lain seperti sarana dan prasarana yang tersedia misalnya alat bermain atau lapangan bermain. pemarah. Pengasuhan anak perlu disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Faktor bawaan dapat mempercepat. Faktor bawaan Sifat yang dibawa anak sejak lahir seperti penyabar.bentuk hidung sampai rambut. Perkembangan anak dipengaruhi faktor bawaan dan pengaruh lingkungan. 2. gagasan. Anak-anak yang hidup dengan pola asuh yang demikian akan menghasilkan karakteristik anak yang dapat mengontrol diri. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. Pengaruh yang sangat besar dan sangat menentukan dirinya nanti sebagai orang dewasa adalah ketika anak berusia dibawah 6 tahun.

Sejak dalam kandungan Kesehatan anak di dalam kandungan dipengaruhi o leh keadaan kesehatan ibunya. emosional. mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif. Karenanya diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia. dibagi dalam 4 tahap sebagai berikut: 1. norma dan nilai-nilai. intelektual.13 mendidik agar kepribadian anak dapat berkembang dengan baik. ketika dewasa menjadi bertanggung jawab. Bila ibu stres. Jika ibu sering cemas. Ibupun harus tenang. Cara mengasuh anak harus sesuai dengan tahap perkembangan. Sebaliknya pola asuh yang salah menjadikan anak rentan terhadap stres.5 tahun . keterampilan. sejak dalam kandungan sampai umur 6 tahun. 2. Bapak dan ibu perlu menjaga percakapannya supaya anak terbiasa mendengarkan dan mudah meniru yang baik-baik nantinya. Ibu perlu menjaga pikiran dan perasaan supaya anaknya nanti tidak rewel dan mudah menyesuaikan diri. maka setelah lahir anak bisa menjadi rewel. Perkembangan anak. tiap tahapan mempunyai ciri dan tuntutan perkembangan tersendiri. Hakikat mengasuh anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman. ibu perlu mempersiapkan diri dengan baik agar anak dalam kandungan sehat fisik dan mental. Cara mengasuh anak yang sesuai dengan perkembangan anak. emosional dan sosial. Mengasuh anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak baik jasmani. merupakan pondasi dalam membentuk kepribadian anak. Perkembangan ini dibagi 4 tahap. ketakutan dan marah. Suara ibu adalah suara yang sering di dengar anak. Sejak lahir sampai 1. Bila ibu sakit fisik (misalnya infeksi). Kebutuhan perkembangan anak meliputi kebutuhan mental. anak dalam kandungan juga dapat terpengaruh. selalu gelisah dan sukar menyesuaikan diri. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian yang kuat. maka anak dalam kandungan dapat tertular. Karena itu. tidak mudah putus asa dan tangguh menghadapi tekanan hidup. sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Suara keras atau lembut ibu akan diikuti anak setiap waktu. sedih.

anak akan dikuasai rasa malu. akan tertanam dalam diri anak perasaan otonomi diri seperti makan sendiri. Aspek psikososialnya. Gangguan yang timbul pada tahap ini. Anak perlu dibantu untuk mempertahankan hidupnya. anak bergerak dan berbuat sesuai kemauan sendiri. Tahap ini untuk mengembangkan rasa percaya diri pada lingkungannya. Mulai mengenal namanama di sekitarnya dan mulai menggolongkan serta membedakan benda . Usia 1. Konsep ruang dan sebab akibat mulai berkembang. anak sulit makan. pakai baju sendiri dan lain-lain. Bila rasa percaya tidak dapat. Bayi belum bisa bercakap-cakap untuk menyampaikan keinginannya.14 Sejak lahir anak sepenuhnya bergantung pada orang lain terutama ibu atau pengasuhnya. meraih apa yang bisa dijangkau. Segala hal yang dapat mengganggu proses menyusui dalam hubungan ibu dan anak pada tahap ini akan menyebabkan tergangunya pembentukan rasa aman dan rasa percaya diri. Dengan pemberian asi. menolak sesuatu yang baru. ragu-ragu serta pengekangan diri yang berlebihan. Orang tua hendaknya mendorong agar anak dapat bergerak bebas. Ganguan yang dapat timbul pada tahap ini adalah kesulitan makan. menghargai dan meyakini kemampuannya. ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi.5 sampai 5 tahun Tahap ini merupakan tahap pembentukan kebiasaan diri. dapat menuntut apa yang dikehendaki atau menolak apa yang tidak dikehendaki. Sebaliknya dapat juga terjadi melawan dan berontak. suka ngadat dan ngambek. rasa ketakutan dan kecemasan. Pada tahap ini. suka menyerang atau agresif. 3. maka timbul rasa tidak aman. menentang dan keras kepala. Ibu harus belajar mengerti maksud tangisan bayi. sikap dan tingkah laku yang seolah-olah ingin melekat pada ibu dan menolak lingkungan. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri dikemudian hari. bayi akan di dekap ke dada sehingga merasakan kehangatan tubuh ibu dan terjalinlah hubungan kasih sayang antara bayi dan ibunya. Tangisan pada bayi menunjukkan bahwa ia membutuhkan bantuan. mudah marah. Jika terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri.

. Ganguan yang dapat timbul pada tahap ini adalah masalah pergaulan dengan teman. Melalui peristiwa ini anak dapat mengalami perasaan sayang. Dan karena perbedaan ini. iri hati. mulai melihat adanya perbedaan jenis kelamin. anak mulai memperhatikan dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Pada tahap ini seorang ayah mempunyai peran yang penting bagi anak. banyak bertanya dan meniru kegiatan sekitarnya. libatkan diri dalam kegiatan bersama dan menunjukan inisiatif untuk mengerjakan sesuatu tetapi tidak mementingkan hasilnya. Ia dapat pula mengalami perasaan takut dan cemas. Pola Asuh Orang Tua yang Menyimpang Pola asuh orang tua yang menyimpang berarti suatu pola yang berbeda dari pola yang umum diantara anak dengan siapa mereka bergaul. anak merasa bahwa mereka menarik perhatian. masalah belajar dan merasa bersalah. 4. kerjasama ayah dan ibu sangat penting artinya. Yang diperlukan anak seusia ini adalah melatih kemampuan fisik. Bahasa mulai berkembang dan mulai menirukan katakata dan perilaku orang disekitarnya walaupun anak belum mengerti. Dalam hal ini. Pada tahap ini aspek intelektualnya mulai berkembang lebih nyata tentang konsep ruang dan waktu. benci. bersaing. matematika dan huruf. simbol-simbol angka. 4. Sebagai contoh. Usia 3 sampai 6 tahun (prasekolah) Dengan meningkatnya kemampuan berbahasa dan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang bertujuan. mendorong anak bergaul dan mengembangkan angan-angan. warna-warna dasar. takut mengemukakan sesuatu serta kurang kemauan. menginterpretasikan hal ini sebagai tanda mereka berbeda. memiliki dan lainlain. anak yang orang tuanya jauh lebih tua dari orang tua teman sebaya atau anak yang mempunyai orang tua tiri sementara teman bermainnya mempunyai orang tua kandung. Anak bersifat ingin tahu. Anak laki-laki merasa lebih sayang pada ibunya dan anak perempuan lebih sayang pada ayahnya. mulai mengenal betukbentuk dua dan tiga dimensi. kemampuan berfikir. pasif dan takut berbuat sesuatu.15 berdasarkan kegunaannya.

Penilaian sosial yang tidak menguntungkan juga mempengaruhi tingkat penerimaan sosial yang mampu dicapai anak dalam kelompok teman sebaya. Mencoloknya pola asuh orang tua yang menyimpang mempengaruhi si anak dalam penyesuaian sosialnya. 2. Dengan begitu akan muncul kerjasama yang baik. dan kelambatan daya tangkap. orang tua lalu memberikan play station. Akibatnya ketika nanti keluar. Dalam hal ini kecerdasan emosi anak sudah diredam oleh orang tuanya.16 Pola asuh orang tua yang menyimpang berbahaya untuk penyesuaian pribadi dan sosial yang baik. penilaian ini mempunyai pengaruh merugikan pada konsep diri mereka. Seberapa besar bahaya pola asuh orang tua yang menyimpang terhadap penyesuaian pribadi dan sosial anak akan bergantung pada tiga kondisi yaitu: 1. kesalahan pada gen saraf yang dalam pengobatannya membutuhkan waktu lama dengan cara terapi. Sikap sosial yang umum berlaku terhadap pola kehidupan keluarga yang menyimpang akan mempunyai pengaruh kuat pada sikap teman sebaya.Sikap sosial ini dipelajari anak dari orang tua dan orang dewasa lain dan kemudian dijadikannya sikapnya sendiri. dengan standar ini dianggap “inferior”.yakni kesalahan pola asuh orang tua. Terdapat keragaman menurut kelompok sosial yang memberikan penilaian. Bila anak dinilai inferior oleh kelompok teman sabaya. Anak cenderung menilai “perbedaan” itu searti dengan “inferioritas”. Orang tua yang tidak mengerti dengan pribadi anaknya bisa disebut juga dengan kesalahan pola asuh orang tua. Dengan demikian anak bermain dengan benda mati. Banyak orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya bermain keluar. Mereka menganggap dirinya inferior dari teman sebaya. Ciri-ciri anak seperti itu misalnya. Ada tiga kesalahan pola asuh. . Lebih baik anak tersebut bermain bola dengan banyak teman. 3. tidak bisa duduk tenang dan tidak bisa mendengarkan perintah. Siapa saja yang berbeda dari mereka. padahal anak itu perlu bermain. dan mampu merasakan kalah-menang. tahu disiplin. Agar anak mau tinggal di rumah. dia tidak akan bisa berteman dan individunya menjadi egois. muncul sikap demokratisnya.

Penanaman nilai baik dan buruk sebaiknya dilakukan perlahanlahan. hal ini biasanya karena orang tua yang sibuk bekerja. orang tua pelatih (coach) yang menghadapi anaknya dengan gaya. Kedua. Sikap Orang Tua yang Mendukung Pembentukan Kepribadian Anak yang Baik Sikap orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi kepribadian anak. “ungkapkan keinginan dan pandanganmu!”. Baru kemudian. Sopan santun harus ditanamkan pada anak sedini mungkin. Sebab sopan santun dan tata karma adalah perwujudan dari jiwa yang berisi nilai moral. 2. ujar Yaumil Achir. Ketiga unsur ini. daya tangkap dan serap mentalnya. Penanaman Pekerti Sejak Dini Orang tua dan keluarga adalah penanggung jawab pertama dan utama penanaman sopan santun dan budi pekerti bagi anak.orang tua otoriter bisa dicontohkan dengan ungkapan. Menurut Gagne ada tiga gaya asuh orang tua: pertama. ajarkan kejujuran. sesuai dengan tahap pertumbuhan anak. “Awas! Ayah/Ibu bisa jadi marah”. Mendisiplinkan Anak . mencintai sesama. “Lakukan apa yang kau inginkan!” keempat. orang tua cuek. proses penanaman akan dilanjutkan oleh guru dan mansyarakat. adalah orang tua yang bertindak seolah mereka tidak ada. Orang tua seperti ini dalam pola asuhnya mengisyaratkan. “untuk selanjutnya moral akan turut berkembang dengan yang lain dan akan dijadikan nilai sebagai pedoman dalam perilaku keseharian”. memelihara.17 Orang tua perlu meminimalkan gaya pola asuh yang negatif. hendaknya bekerja sama secara harmonis. menurut Yaumil C. dan lain-lain. “Tolong jangan ganggu saya!” kelima. Ajarkan anak bersyukur setelah memperoleh sesuatu. Sikap yang baik yang dapat mendukung pembentukan kepribadian anak antara lain: 1. Seolah mereka mengatakan. 5. orang tua eksesif yang bisa disederhanakan dengan ungkapan. orang tua absen. “Lakukan yang Ibu katakan!” ketiga. memperbaiki. sopan santun. Agoes Achir (2000: 43).

Label tersebut akan merusak pembangunan konsep diri anak yang dibentuk sejak masa kecil. kebanyakan menitipkan anaknya kepada ibu pengganti.18 Dengan penerapan disiplin pada anak sejak dini. 4. akan menumbuhkan pribadi anak yang mandiri. karena meninggalkan anak seharian”. Banyak orang tua yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika anak mulai melanggar aturan yang telah diterapkan bersama dalam keluarga. Yang terjadi kemudian adalah reaksi emosional yang akhirnya menimbulkan rasa bersalah orang tua. Dengan label itu. Menyayangi anak secara wajar Bagi ayah dan ibu yang bekerja sepanjang hari. Bahkan anak akan berlaku sebagaimana diharapkan melalui label yang disandangnya itu. Dr. Menghindari pemberian label “malas” pada anak Banyak orang tua yang acapkali memberi cap atau label “malas” kepada anaknya. Walaupun tidak menemaninya sepanjang hari. para orang tua hendaknya menghindari pemberian label “malas” kepada anaknya. “jangan memanjakan anak sebagai imbalan atas hilangnya waktu bersama anak akibat kesibukan orang tua. Pendekatan yang bisa digunakan orang tua adalah mengkombinasikan cinta dengan batasan-batasan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Apalagi memanjakan anak karena merasa berdosa. dan sebagai hasilnya anak dapat diterima oleh anggota kelompok sosial mereka. sesuai kebutuhan masingmasing anak dan keluarga. Seorang anak akan belajar berperilaku dengan cara yang diterima masyarakat. Sebutan ini dapat merugikan anak sebab membuat anak kurang berusaha karena merasa upaya yang dilakukannya tidak akan diperhatikan. 3. Itu bisa berarti nenek atau saudara orang tua sendiri atau menggaji perawat/pengasuh anak. sikap dan perilaku orang tua dalam memberikan kasih sayang sebaiknya dilakukan secara wajar. ujar Fawzia Asmin Hadis(2005: 54). atau mempunyai aktivitas sosial/organasasi yang berlebihan. Carolyn Webster-Stratton menekankan prinsip disiplin harus dibuat sangat individual. Oleh karenanya. anak akan merasa .

6. Menghalangi Hukuman menghalangi pengulangan tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Anak terkadang tidak mengerti apa yang telah dilakukannya itu perilaku yang benar atau salah.19 diperlakukan tidak adil menerima cap yang tidak pernah dikehendakinya. Bila anak menyadari bahwa tindakan tertentu akan dihukum. c. Fungsi hukuman: a. bukan hukuman yang dapat membuat anak menjadi trauma. Hal penting yang harus dilakukan orang tua justru membangun semangat anak. sehingga anak akan mengetahui perilaku yang telah dilakukannya itu benar atau salah. Perilaku yang positif muncul secara alamiah sebagai bagian dari perkembangan yang normal seorang 1. 5. Stategi dalam Pembentukan Kepribadian Anak Disiplin yang berhasil mencakup strategi untuk menumbuhkan dan menekankan perilaku serta kepribadian anak yang baik. Hal ini dapat dilakukan melalui kepercayaan yang diberikan pada anak melalui kegiatan yang unik serta mengandung tantangan atau dorongan lainnya. b. Sehingga anak menjadi individu yang mandiri.A (2005: 56). mereka biasanya urung melakukan tindakan tersebut. Motivasi Pengetahuan tentang akibat-akibat tindakan yang salah perlu sebagai motivasi untuk menghindari kesalahan tersebut. Tekankan Segi Positif . Asumsi bahwa tiap perilaku salah itu disengaja adalah tidak benar. Mendidik Sebelum anak mengerti peraturan. Hukuman juga perlu diberikan kepada anak. mereka dapat belajar bahwa tindakan tertentu benar dan yang lain salah dengan mendapat hukuman karena melakukan tindakan yang diperbolehkan. ujar Henny Sitepu M. Hati-hati dalam menghukum anak Hukuman yang diberikan orang tua kepada anak adalah hukuman yang dapat mendidik anak.

Orang tua memberitahu apa yang diharapkan dari anak. Anak tidak secara otomatis akan bersikap sopan.20 anak prasekolah. Jika orang tua menyangka akan terjadi suatu masalah. lebih besar kemungkinanya anak akan menuruti peraturan tersebut. Orang tua memberikan pilihan berarti memperlengkap anak dengan kayakinan diri dan dapat meminimumkan penolakan. maka bicarakan dengan anak sebelum berangkat. Orang tua mendekati anak dan menjalaskan mengapa peraturan itu ada dan penting. menjaga keterlibatan mereka. 3. sehingga orang tua harus menunjukkan kepada mereka bagaimana menunggu giliran. jadi orang tua mendidik anak-anak mereka dalam hal tata krama. oleh karena itu orang tuaharus dapat menghargai perilaku yang baik ketika anak melakukannya. anak prasekolah secara alamiah bersifat progresif terhadap milik mereka dan harus belajar untuk berbagi. Orang tua harus memilih waktu yang tepat. Jika anak membantu dalam membuat peraturan. . Memperhatikan anak ketika anak melakukan hal tersebut. Anak prasekolah akan belajar dari contoh orang tua. Pada awalnya bersikap proaktif berarti mengantisipasi masalah yang akan terjadi. Akan tetapi. Misalnya. Anak prasekolah juga tidak sabar. 2. anak akan berpikir peraturan itu akibat dari perilakunya yang salah. Bersikap Proaktif Bersikap proaktif juga berarti memberikan pilihan kepada anak. Misalnya seorang anak yang akan pergi dengan ibunya ke tempat ibadah. dan mengizinkan mereka untuk berpartisipasi. yaitu ketika anak berperilaku baik kalau tidak. Mengajarkan anak untuk mengetahuinya pada saat ia melakukan hal yang tepat. perilaku lain ada yang merupakan bukan bagian normal dari perkembangan anak prasekolah dan perlu diajarkan. Jaga Agar Peraturan Tetap Sederhana Peraturan yang dibuat sebaiknya peraturan yang di buat bersama. Dan mengajarkan anak untuk mengaitkan perilaku yang tepat dengan perasaan bangga terhadap dirinya sendiri. Anak biasanya mementingkan dirinya sendiri dan harus diajarkan bagaimana bermain dan bersosialisasi dengan orang lain.

Misalnya anak telah melakukan suatu kegiatan dan akan pindah ke kegiatan yang lain. 6. bukan dengan memukul atau mengata-ngatai. lalu jelaskan apa yang harus dilakukannya.Mengajarkan keterampilan ini tidak . 4. “ibu perlu kerja sama denganmu sewaktu sholat. 5. Orang tua jangan memberikan imbalan untuk perilaku yang tidak dapat diterima. sambil orang tua memberikan contoh yang tepat pada anak. Lalu ingatkan anak tentang urutan-urutan kejadian selama tansisi.Memecahkanketidaksepakatan dimulai dengan mendorong anak untuk melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain. Kemarin kamu baik sekali.21 Orang tua mengatakan. Kompromi dan negosiasi memberikan lebih banyak kontrol pada anak atas dunia mereka dan mendorong kerja sama. Negosiasi memberikan suatu cara yang produktif bagi anak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Para orang tua yang berhasil selalu mengantisipasi transisi dan merencanakannya untuk membuatnya selancar mungkin. Mengarahkan kembali merupakan teknik yang sangat bermanfaat selama orang tua tidak menyerah. Negosiasi dan Kompromi Keterampilan negosiasi dan kompromi mengajar anak untuk memecahkan masalah melalui komunikasi dan kesepakatan. Kalau tidak anak akan sulit untuk diarahkan kembali. Kembangkan strategi transisi yang dimulai dengan peringatan tentang waktu. Ibu tahu kamu bisa seperti itu lagi”. Jelaskan kepada anak mengapa tindakannya itu tidak dapat diterima. Hal ini mengurangi perilaku negatif dengan memberikan cara positif untukmendapatkan apa yang mereka perlukan dan inginkan. Mengarahkan Kembali Perilaku yang Salah Mengarahkan kembali terdiri dari dua bagian: mengoreksi perilaku yang tidak sesuai lalu mengajarkan perilaku yang tepat. Transisi sering terjadi dalam sehari kehidupan anak. karena anak tahu bahwa dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya dengan caranya sendiri. Mengatasi Transisi Transisi adalah perubahan. Anak perlu mengubah dari satu suasana ke suasana yang lain.

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Kepribadian Anak . Penyuapan mengajar anak untuk bersikap argumentatif dan menentang. Bersikaplah konsisten dan sabar. secara tidak langsung orang tua mengajarkan anak untuk berperilaku salah. Penyuapan mendorong perilaku yang salah. atau hinaan tidaklah efektif karena merusak harga diri seorang anak. 7. Tetapi dengan membuat alasan. Orang tua biasanya menginginkan cara yang cepat yaitu dengan menyuap anak agar berperilaku baik. 8. orang tua memberi anak alasan untuk berperilaku salah dimasa mendatang. Setiap ejekan mengikis harga diri dan keyakinan diri seorang anak. serta menciptakan rasa malu yang kuat. rengekan. Anak akan menggunakan alasan tersebut untuk berdebat dan menghindari tanggung jawab. Alasan hanya memberikan alasan kepada anak untuk berperilaku salah.ini sangat penting sementara anak bertambah besar dan mencapai usia remaja dan terbentuknya kepribadian. Seorang anak yang sering dipermalukan atau dihina dapat mulai berpikir ia lebih rendah dan tidak mampu mengendalikan diri. 7.22 hanya bermanfaat selama tahun-tahun prasekolah. akan tetapi orang tua tentu menginginkan anaknya berperilaku baik karena hal itu memang tepat untuk dilakukan. Kebiasaan memberikan alasan akan terus menghantui orang tua. ejekan. Hentikanlah imbalan untuk seterusnya. Orang tua tentu tidak menginginkan anaknya berperilaku baik hanya untuk menghindari ejekan. tangani dengan cara yang baik bukan dengan alasan. Ketika anak berperilaku salah. Hindari Kontrol Lewat Rasa Bersalah Mengendalikan perilaku yang salah dengan rasa bersalah. Jangan menyerah pada tuntutan. itu akan mengakibatkan kerusakan permanen terhadap karakter moralnya. Ketika seorang anak dihina. atau sindiran. Jangan Membuat Alasan Terkadang orang tua memberikan alasan ketika anak mereka berperilaku salah. Harga diri anak prasekolah masih terlalu rentan pada usia ini. Orang tua jangan memberikan imbalan untuk perilaku yang tidak dapat diterima.

4. 5. Bila dia hidup dengan penerimaan. Bila seorang anak hidup dengan kecaman. Keluarga adalah kelompok sosial pertama dengan siapa anak diidentifikasikan. dia belajar mempunyai tujuan 12. bahkan sekolahpun. Betapa besar pengaruh keluarga pada perkembangan kepribadian anak telah dinyatakan oleh seorang penulis tak bernama dengan cara berikut: 1. dia belajar mengasihi dirinya Bila dia hidup dalam toleransi. dia belajar menjadi malu Bila dia hidup dipermalukan. Anak prasekolah belajar banyak dari perilaku mereka dengan mengamati dan meniru perilaku orang-orang disekitar mereka. anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kelompok keluarga daripada dengan kelompok sosial lainnya. Bila dia memperoleh pengakuan. 8. Bila dia hidup dalam suasana aman. Bila dia hidup dalam kebijakan. 9. dia belajar merasa bersalah Bila dia hidup diejek. Bila dia hidup dalam kejujuran. dia belajar menghargai 7. dia belajar percaya akan dirinya dan orang lain Pengaruh keluarga pada perkembangan kepribadian bergantung sampai batas tertentu pada tipe anak. berbagi dan menjadi teman baik. dia belajar menghargai kebenaran 14. 2. dia belajar mengutuk Bila dia hidup dalam permusuhan. seorang anak yang sehat akan sangat . dia belajar menjadi penakut Bila dia hidup dikasihani. dia belajar menghargai keadilan 13. dan pengaruh keluarga jauh lebih luas dibandingkan pengaruh kepribadian lainnya.23 Anak prasekolah belajar cara berinteraksi dengan orang lain dengan mencontoh. 10.nilai. dia belajar berkelahi Bila dia hidup dalam ketakutan. prefensi pribadi dan beberapa kebiasaan dengan mengikuti contoh. Anggota keluarga merupakan orang yang paling berarti dalam kehidupan anak selama tahun-tahun saat desasdesus kepribadian diletakkan. termasuk cara mengenali dan menangani emosi mereka. 6. 3. dia belajar bersabar Bila dia hidup dalam kecemburuan. dia belajar yakin akan dirinya Bila dia hidup dengan pujian. Mereka juga mempelajari sikap. Misalnya. dia belajar menyukai dirinya 11.

24 berbeda reaksinya terhadap perlindungan orang tua yang berlebihan dibandingkan dengan seorang anak yang sakit dan lemah. Oleh karena itu. orang tua harus bisa memberikan pendidikan dasar yang baik kepada anakanaknya agar nantinya bisa berkembang dengan baik. Anak yang ditinggal orang tuanya dan hanya tinggal dengan seorang pengasuh yang dibayar orang tua untuk menjaga dan mengasuh. Sedangkan anak pada usia ini sangat mambutuhkan perhatian lebih dari orang tua terutama untuk perkembangan kepribadian. Didalam keluarga untuk pertama kalinya anak mengenal aturan tentang apa yang baik dan tidak baik. kebiasaan dan pola perilaku yang dibentuk selama tahuntahun pertama. sangat menentukan seberapa jauh individu-individu berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka bertambah tua. Tidak dapat dipungkiri kesempatan pertama bagi anak untuk mengenal dunia sosialnya adalah dalam keluarga. Sehingga orang tua akan menuruti semua permintaan anak untuk menebus kesalahanya tersebut tanpa berfikir lebih lanjut permintaan anak baik atau tidak untuk perkembangan kepribadiaan anak . belum tentu anak mendapatkan pengasuhan yang baik sesuai perkembangannya dari seorang pengasuh. 1. Kenyataan tersebut menyiratkan betapa pentingnya dasar-dasar yang diberikan orang tua pada anaknya pada masa kanak-kanak. Anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua karena keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaannya masingmasing. Pengaruh Pola Asuh Oarang Tua yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Sikap. Keadaan ini biasanya terjadi pada keluarga-keluargamuda yang semuanya bekerja. Kenyataan yang terjadi pada masa sekarang adalah berkurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya karena keduanya sama-sama bekerja. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anaknya. Karena dasardasar inilah yang akan membentuk kepribadian yang dibawa sampai masa tua. Anak yang ditinggal kedua orang tuanya bekerja cenderung bersifat manja. Biasanya orang tua akan merasa bersalah terhadap anak karena telah meninggalkan anak seharian.

Berbeda dengan orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah. orang tua yang tidak bekerja sebaiknya juga tidak terlalu over protektif. baik dalam berbicara ataupun dalam hal lain. Dalam pengasuhan anak umumnya orang tua kurang memperhatikan tingkat perkembangan anak. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak menjadi kurang mandiri. baik dilingkungan sekolah dengan teman sebaya ataupun dengan orang tua pada saat mereka di rumah. Sedangkan orang tua yang tidak bekerja di luar rumah akan lebih fokus pada pengasuhan anak dan pekerjaan rumah lainnya. Sehingga anak mampu untuk bersikap mandiri. Anak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Semua perlakuan anak tersebut dilakukan hanya untuk menarik perhatian orang lain karena kurangnya perhatian dari orangtua. Anak suka mengganggu temannya ketika bermain. Orang tua biasanya mengasuh anak dengan gaya dan cara mereka sendiri. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua yang Berpendidikan Tinggi dan Berpendidikan Rendah terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Latar belakang pendidikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Segala yang dilakukan anak selalu dengan pangawasan orang tua. 2. Kurangnya perhatiaan dari orang tua akan mengakibatkan anak mencari perhatian dari luar. Orang tua yang berpendidikan tinggi umumnya mengetahui bagaimana tingkat perkembangan anak dan bagaimana pengasuhan orang tua yang baik sesuai dengan perkembangan anak khususnya untuk pembentukan kepribadian yang baik bagi anak. Apa yang menurut mereka baik untuk . Hal ini dikarenakan orang tua yang masih awam dan tidak mengetahui tingkat perkembangan anak. Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tingi akan lebih memperhatikan segala perubahan dan setiap perkembangan yang terjadi pada anaknya. Oleh karena itu. karena terbiasa dengan orang tua. Orang tua yang berpendidikan tinggi umumnya dapat mengajarkan sopan santun kepada orang lain. Bagaimana anaknya berkembang dan dalam tahap apa anak pada saat itu. membuat keributan di rumah dan melakukan hal-hal yang terkadang membuat kesal orang lain.25 selanjutnya.

Segala kebutuhan anak dapat terpenuhi dengan kekayaan yang dimiliki orang tua. Dalam pola asuh yang diberikan oleh orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah keatas dan orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah berbeda. Pengasuhan anak sebagian besar hanya sebatas dengan materi. Anak usia prasekolah yang belum mengerti tentang masalah perekonomian dalam keluarga hanya akan menjadi korban dari orang tua. Anak dengan pola asuh orang tua yang seperti ini akan membentuk suatu kepribadian yang kurang baik. maka akan membentuk suatu kepribadian yang manja. Perhatian dan kasih sayang orang tua diwujudkan dalam materi atau pemenuhan kebutuhan anak. Orang tua terkadang melampiaskan kekesalan dalam menghadapi permasalahan pada anak. Orang tua hanya dapat memenuhi kebutuhan anak yang benar-benar penting bagi anak. mampu menyelesaikan permasalahan dan tidak mudah stres dalam menghadapi suatu permasalahan. Tanpa disadari bahwa permasalahan ekonomi dalam keluarga akan berdampak pada anak. Sedangkan pada orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah dalam cara pengasuhannya memang kurang dapat memenuhi kebutuhan anak yang bersifat materi. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Ekonomi Menengah Keatas dan Menengah Kebawah Permasalahan ekonomi dalam keluarga merupakan masalah yang sering dihadapi. Orang tua yang tingkat perekonominnya menengah keatas dalam pengasuhannya biasanya orang tua memanjakan anaknya. serba menilai sesuatu dengan materi dan tidak menutup kemungkinan anak akan sombong dengan kekayaan yang dimiliki orang tua serta kurang menghormati orang yang lebih rendah darinya. Perhatian dan kasih sayang orang tualah yang dapat diberikan. Anak yang hidup dalam perekonomian menengah kebawah terbiasa hidup dengan segala kekurangan yang dialami keluarga. Apapun yang diinginkan oleh anak akan dipenuhi orang tua. Anak yang terbiasa dengan pola asuh yang demikian.26 anaknya. 3.dan anak dapat menghargai . Sehingga akan terbentuk kepribadian anak yang mandiri.

Pada kenyataannya terdapat juga anak yang minder dengan keadaan ekonomi orang tua yang kurang. Orang tua harus menyeimbangkan dengan pendidikan agama pada anak. . peran orang tua dalam hal ini sangat penting. Oleh karena itu.27 usaha orang lain. Sehingga anak mampu mensyukuri segala yang telah diberikan oleh sang Pencipta.

Oleh karena itu. Negosiasi dan kompromi . Jaga agar peraturan tetap sederhana 3. Mendisiplinkan anak 3. Penanaman pekerti sejak dini 2. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang sangat berperan penting dalam setiap perkembangan anak khususnya perkembangan kepribadian anak.28 BAB IV PENUTUP A. akan tetapi dengan pengawasan dan pengendalian orang tua. Menghindari pemberian label “malas” pada anak 5. Tekankan segi positif 2. Hati-hati dalam menghukum anak Strategi dalam pembentukan kepribadian anak: 1. Menyayangi anak secara wajar 4. Pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak. diperlukan cara yang tepat untuk mengasuh anak sehingga terbentuklah suatu kepribadian anak yang diharapkan oleh orang tua sebagai harapan masa depan. Mengatasi transisi 6. Segala gaya atau model pengasuhan orang tua akan membentuk suatu kepribadian yang berbeda-beda sesuai apa yang telah diajarkan oleh orang tua. mampu menghadapi stres dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru. Sehingga terbentuklah karakteristik anak yang dapat mengontrol diri. Sikap orang tua yang dapat mendukung dalam pembentukan kepribadian anak antara lain: 1. Mengarahkan kembali perilaku yang salah 5. mempunyai hubungan yang baik dengan teman. Kesimpulan Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi setiap kepribadian yang telah terbentuk. Bersikap proaktif 4. anak yang mandiri.

3. ataupun bersikap permisif. B. ada kalanya orang tua bersikap demokratis. oleh karena itu perlunya orang tua untuk menjaga setiap perilakunya sehingga anak akan meniru sikap positif dari orang tua 2. Begitu pula dengan gaya pengasuhan orang tua yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan orang tua yang mempunyai pendidikan yang rendah. Hindari kontrol lewat rasa bersalah Dalam cara pengasuhan orang tua yang bekerja dan orang tua yang tidak bekerja berbeda. Pola asuh orang tua harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak pada saat itu.29 7. 1. Dan juga pola asuh orang tua yang tingkat perekonomian menengah keatas dan orang tua yang perekonomiannya menengah kebawah. . Saran Dalam pengasuhan anak orang tua harus mamperhatikan tingkat perkembangan anak Semua perilaku orang tua yang baik atau buruk akan ditiru oleh anak. Jangan membuat alasan 8. Masing-masing pola asuh yang telah diberikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar tehadap pembentukan kepribadian anak. ada kalanya juga harus bersikap otoriter.

www. Gramedia Pustaka Utama . Jakarta: PT. 2003.google.com Sujiono. Bagaimana Bersikap pada Anak agar Anak Prasekolah Anda Bersikap Baik.30 DAFTAR PUSTAKA Copyright @ 2011. Sal.