P. 1
Teori Atom Rutherford

Teori Atom Rutherford

|Views: 312|Likes:
Published by Aji Kukuh Pambudi

More info:

Published by: Aji Kukuh Pambudi on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2014

pdf

text

original

Teori Atom Rutherford

Pada tahun 1911 Ernest Rutherford bermaksud melanjutkan penelitian Philipp Lenard, hanya saja Rutherford mengganti partikel elektron dengan partikel dan lempeng alumunium dengan lempeng emas. Setelah penembakan partikel terhadap lempeng emas, Rutherford menyimpulkan: 1. Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa/kosong. Hal ini didasarkan adanya berkas partikel yang tidak dibelokkan atau tetap diteruskan. 2. Adanya suatu bagian yang sangat kecil dan padat dalam atom yang disebut inti atom. Hal ini dibuktikan oleh partikel yang dipantulkan kembali oleh atom dengan jumlah yang kecil. 3. Adanya muatan inti yang sejenis dengan muatan partikel yaitu muatan positif (proton). Hal ini didasarkan adanya berkas partikel yang dibelokkan akibat terjadi gaya tolak-menolak dengan muatan listrik yang sejenis.Hasil penelitian Rutherford sekaligus menggantikan model atom Thomson, Rutherford mengajukakan model atom yang menyatakan bahwa atom tersusun dari inti yang bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, seperti planet mengelilingi matahari. Massa atom terpusat pada inti dan sebagian besar volum atom merupakan ruang hampa/kosong. Karena atom bersifat netral, maka jumlah muatan positif dalam inti (proton) harus sama dengan jumlah elektron. Tidak beberapa lama Rutherford mengajukan model atomnya, ternyata terdapat beberapa kelemahan. Model atom Rutherford bersifat tidak stabil karena bertentangan dengan hukum fisika klasik Maxwell. Berdasarkan hukum tersebut, jika ada partikel bermuatan (elektron) mengelilingi inti atom yang memiliki muatan yang berlawanan (proton) maka elektron akan memiliki percepatan dan memancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik, dengan demikian lama kelamaan elektron akan kehilangan energinya. Akibatnya, jari-jari lintasan semakin kecil, hingga suatu saat elektron akan bergabung inti atom. Padahal kenyataannya, atom bersifat stabil sehingga elektron tidak bergabung dengan inti atom. Selang waktu 2 tahun dari penelitian Rutherford, pada tahun 1913, Niels Bohr berhasil memperbaiki kelemahan model atom Rutherford, melalui percobaannya terhadap spektrum atom hidrogen. Bohr berpendapat jika elektron bergerak mengelilingi inti atom berbentuk spiral (seperti yang disampaikan Rutherford) adalah benar, maka energi yang dipancarkan elektron akan menghasilkan spektrum yang bersifat kontinu. Akan tetapi, hasil pengamatan Bohr terhadap spektrum atom menggunakan spektrometer bahwa spektrum bersifat diskrit (terputus-putus). Hal ini menandakan bahwa elektron hanya memancarkan energi dengan panjang gelombang tertentu atau dengan besaran energi tertentu. (http://www.e-dukasi.net)

Teori Atom Dalton
posted in SMA |

Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavoisier menyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zatzat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap“. Dari kedua hukum tersebut dalton berpendapat bahwa: 1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atomatom hidrogen dan atom-atom oksigen Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Selanjutnya Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal seperti kelereng.

Kelemahan Teori atom Dalton

maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel.Dalam teori atom dalton tidak dijelaskan dari mana sumber muatan yang ada pada listrik padahal menurut Dalton atom merupakan partikel netral. maka J.J. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: . Dari penemuannya tersebut. Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat netral. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. oleh karena elektron bermuatan negatif.

Percobaan Sinar Katode .

Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Model Atom Bohr Pada tahun 1913. diungkapkan dengan empat postulat. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck.Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. sebagai berikut: . pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom.

terutama sifat yang disebut momentum sudut. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. 4. besarnya sesuai dengan persamaan planck. 3. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam.1. sejumlah energi tertentu terlibat. Menurut model atom bohr. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. 2. Pada peralihan ini. Percobaan Bohr . Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. ΔE = hv. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

y dan z Y m = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3. Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. .Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.14 = Energi total = Energi potensial ђ E V Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). seperti terlihat pada gambar berikut ini.Sebelum Erwin Schrodinger. Persamaan Schrodinger x.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.

(Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) Posisi elektron sejauh 0. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. 3.529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti. CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron 2. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr. Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal .

5.3.718.94290780-:9  4/094247   !.3.739..2.8.7..4-.9/.9.9..34/0942%42843 00-.38:8:3.39..33.2-4.30.7#:907147//.330.: 507.07.942-:.3./.7!.3002.3479039.942#:907147/20..9039.3009743/.4-.2-.3207:5.3-..942/7403 !07./.3-07../.2 203025.2.5.39070./809.3 30.5.790...91/.9.9047.942/740320-.33.3.9.3 02-:9.032./.0847202507-.91/.3.3025.78:.:3 5.-:3.32:..39047:.8 /.8.385097:2.8202-07.-07:9 ..39:2/.95489:.3..3. /:3..7-073.942 !030.3/03.3.7.9 80-.942  07.3.354891/.  00-..3 4/0%4284339/.79.3-072:..92030.0./.3/.9::38:7  002.

7..35078.9.32.3/03.78.2-039: 7.3.942/7403  7-93 /03.389..5803.9-0753/.8.7.03079079039:907-.3 !.2.5 009743/.80507.9:009743/.8. ././.3202-08.8./.73.3/507-40.307.2.81.84307.3/-40..84307.9:39.242039:28:/:9207:5..33  80:2.3./.3/./.0..381.239.3203.80-..8..389./.89.507.84307 20309.947-99079039:.2.3207:5.389.8..808:..8.84307 0307009743909.3/5.:5:3/807.3.5.3 /80-:9242039:28:/:9 08.0307/.84307039.389.3-.  39./..305.9 81.9 -08.009743-07./.9/.7/800339  $0.8.73.2.35.7.        ..3..5  09743.339./03.99079039: 907:9./.3.9.

:3.9. .

734247:93.  03:7:924/0.3802.33 ..30:.39393..5.39079039:. /03.9/..3909.903075.3.39.          ""  .942-47 009743 00974320303395.5.3/80-:9:9 009743.3-08./.3/.7 802./.:93.3-:.390709.2 802.90307 %3.8.35.3703/.-.9.903073.:9009743././..3 39.3.8.

/..320302:./.3.3/809.74/307 8047.393./.3:39:203/.942907/7/./.9079039:/.8.39:2/02-.2..  00-.34073$.88.3010002.3.89.7.:.9-0753/.3:39:203.3.3 2..5.9/9039:.9/9039:..739.3/./2038 :38042-.808.3073070803-0720302-.3242039:28:.31:38 042-.942  73 $.3.8.9.2.7./.739/03./.3:39:203/. .2.2-.:9:39:9025.7-0-07.9:5078.3  2 !488/.3/03.30/:/:. /.29.33. 039:/.9: %/..3 .3 24/0.07.39:2.5.3.3009743/80-:947-9....3/902:..34073$.802:33..7:..5.9-078.30-40.7.74/307 73$.3$.2:33/.9423.94247../2038  !078.3/.3-.  4/09424/073 4/0./7:2:8.7072.92030.009743  002.5.:.3010$97.3 ..30097435.3.9./..5.5.0-40..9:-03/.5.3.3 /.9.009743/.../.9/.74/3072020.80.90307 47-9.74/307  $0-0:273$.29.5.3 .94220.74/307    /.2.35738509/.38:.-.3904720./03.74/307 07307 0803-07  .

.9.942/03.5/2.39:2.94220.:.3.4389.3/. 307549038.95.2-.5.94224/073.8.35  307949.:24/0.3./.39.:8.93 805079907.25.30097433/80-:924/0.39.8..3 -07.  á  ' 4/0.347-9.7-07:93  .

 09743./03.4/0.:.7/902:.8.3:.3/80-:947-9.7.08.89 909.709.39079039:/..39:290780-:9  !48800974380.909.7.8.9042-..2-.9.3042-.89.38:-:9907/7/.33.9.942/03.203.33.042-.942  039:/.3009743/809..3.7.7./..3::7.8430780507924/047  909. 47-93.300974320281.3  .9:.35.5./2038 /.5.3.3$.3. 47-9.: 289743/.5-40.9/907..39.942 20. 9/.790/./..3:9907/7/.8:-:9 -07..3:.:5:35488:93.2-.393.9:.8:-:9/.2.:39:5./3.74/307.5203:9503008.3.  #$ %     07./.2.38..3/.30.347-9.5.380.2578.3202-039:8:-:9 0-07./.3:.808:.28:.39:35.7-0-07.. -039:9.5548847-9.3009743  7-9.34/09424/073 !078..35.39025.90307009743  7-9.33..3 803.-07.009743       "'  002.9.. . 47-9.5.90-40.739203:7:947-:.-:3202-039::9 03.2.249./.9 47-9./7..70-40.3-08./ 207:5.:24/0.350:.91:38042-.7/902:.7-0-07.-0:29039:8.9422:9.3907-08.5.009743/03.33.2.3.393.2.3..-./.3. .3203025.3 0097439:3../.3/02..739203:3:.39:23.90307.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->