P. 1
Boraks Dan Formalin Pada Makanan

Boraks Dan Formalin Pada Makanan

|Views: 98|Likes:
Published by Sem Bodo

More info:

Published by: Sem Bodo on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2011

pdf

text

original

BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN

KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini. Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Kami juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta efektif dari pihak pengawas makanan yang merupakan bagian dari kepemerintahan, sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat lebih terjamin dan sehat.

Penulis HALAMAN MOTTO Motto yang kami pegang dalam penulisan karya ilmiah ini adalah : “ORA ET LABORA” HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk : Seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia yang menginginkan kemajuan bangsa dan kecerdasan bangsa. .

2 Sumber Data…………………………………………………………… ….…………….3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… 14 3..………………………………….. 6 BAB I PENDAHULUAN 1.…… 8 1.DAFTAR ISI Halaman Pengesahan………………………………………………………… 1 Kata Pengantar………………………………………………………………… 2 Halaman Motto…………………………………………………………………..1 Jenis Penelitian…………….………………………………………………………….. 4 Daftar Isi………………………………………………………………..1 Latar Belakang Masalah…………………………………………………. 9 BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………… 11 BAB III METODE PENELITIAN 3..1 Pengertian Boraks dan Formalin…………………………………… .3 Perumusan Masalah………………………………………………….2 Pembatasan Masalah………………………………………. 15 BAB IV PEMBAHASAN 4..………… 5 Abstraksi…………………………………….……………………………………………… 14 3.………………………………………………..……………. 14 3. 7 1.5 Metode Penelitian…………..…………………………………………………...4 Tujuan Penulisan……………………………………………. 7 1..4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… . 3 Halaman Persembahan………………………………………………………. 9 1. 8 1.7 Manfaat………….4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia………………………………………………… 21 ..6 Hipotesa…………………. 9 1. 16 4...2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan… 16 4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks 18 4.

Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Sebagai pusat utama kelangsungan negara. pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. 23 BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… 25 ABSTRAKSI Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Terutama kasus pada pembuatan bakso dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah. Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung..BAB V PENUTUP……………………………………………. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campurancampuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan . Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Tetapi solusi tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan banyak faktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Berbagai solusi kami tuliskan di sini.………………….

2 Pembatasan Masalah Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal.manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting. Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Oleh karena itu. 1. tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia.3 Perumusan Masalah 1 Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya? 2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya? 3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin? . Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. dari kanker hingga menyebabkan kematian. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal. pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis. 1.

bakso dan ikan asin. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian. saraf. tempe. Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan. Di mana angket itu berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada. dsb. 4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan .6 Hipotesa 1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil. kayu. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan. 3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan. otak. Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan. Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar.4 Tujuan Penulisan Mengetahui pengertian boraks dan formalin. 1. 2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu.5 Metode Penulisan Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode. hati. serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. yaitu dengan angket.4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan? 5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas? 1. 1.

Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya. 1. BAB II LANDASAN TEORI Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan. Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan. Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan. Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan. disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin. pengawet kayu. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih. khususnya industri kertas. dan keramik.penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. tidak berbau.7 Manfaat Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya. gelas. tetapi boraks tidak . Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. mudah larut dalam air.

Tanda dan gejala kronis . gatal. hilangnya pandangan. kerusakan saraf. gatal. a. Tanda dan gejala akut : Muntah-muntah. Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan.dapat larut dalam alkohol. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat. bahkan kebutaan d. perut terasa perih. kerusakan hati. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. diare. muntah-muntah. seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur. pandangan kabur. karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. nafas pendek. karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. dan dapat menyebabkan kanker paru-paru. dan kulit terbakar c. diare. tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya. Namun. dan mudah larut dalam air maupun alkohol.Gangguan pencernaan . rambut rontok dan kanker. konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat) b. pembasmi serangga. sukar bernafas. Walaupun begitu. Jika tertelan akan menyebabkan mual. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit. dan salep luka kecil. larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. bahkan koma dan kematian.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut. berair.Anemia.Nafsu makan menurun . Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya. kejang. kulit membiru. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah. kerusakan mata. pusing. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya. dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. semprot hidung. banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak . sakit kepala. gangguan jantung. Misalnya. Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan . b. sakit kepala. bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas.

kerupuk. . dan memiliki bau menyengat khas formalin. bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. mie. misalnya bakso dan kerupuk. alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat. kenyal.Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. tidak mudah hancur. . . tahu.Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. awet hingga lebih dari 3 hari. . Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. .Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius). berbau menyengat. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. dan juga daging ayam. dan berbau menyengat khas formalin. ikan. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.Tahu yang berbentuk bagus. teksturnya bagus dan renyah.Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk. karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. . Pada umumnya. boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus. kenyal. tidak lengket dan agak mengkilap. insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang.memperhitungkan bahayanya. Selain itu.

setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan . Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan. Lalu kami mulai menghitung jumlah data. 3. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Dengan angket kami dapat menyimpulkan.2 Sumber data Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius.4 Teknik Analisis Data Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. yang kirakira kami ambil sampel adalah 40 siswa. teknik pengumpulan data dan teknik analisa data. 3. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. 3. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain.3 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama.BAB III METODE PENELITIAN Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian. 3. sumber data.

didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang. Langkah terakhir.5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin. kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada.jumlah responden yang memilih. BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin.5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut. sesuai dengan jenis penelitian kami. sedangkan 27. Jika dimasukkan dalam persen maka 72. 4. Langkah berikutnya. dari total 40 angket yang dibagikan. didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket . Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenisjenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan. sehingga dapat menggunakannya secara benar. . kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat. agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin. kami menuangkannya dalam karya tulis ini.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin Menurut hasil angket kami. sesuai dengan fungsinya.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya. 4.

Jawaban C :50% Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut. gatal. mata berair. kerusakan hati. merah dilendir. kulit membiru. Pengaruh terhadap kesehatan : · Tanda dan gejala akut : Muntah. koma dan kematian. kejang. · Jika terkena kulit Kemerahan. kerusakan mata. Formalin Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. sakit kepala. konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat) .hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan. Jawaban A : 45% 2. gatal. nafas pendek. gangguan jantung. Jawaban B : 5% 3. Boraks Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. diare. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. kebutaan · Jika tertelan Mual. perut perih. hilangnya pandangan. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya. diare. Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut : 1. sukar bernafas. pusing. kanker paru-paru. sakit kepala. b. Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita? a. Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan : · Jika terhirup Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan .serta gejala lainnya. kulit terbakar · Jika terkena mata Kemerahan. muntah. pandangan kabur. kerusakan saraf.

penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks.Gangguan pencernaan . jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi. namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan. Padahal. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. dan 1 orang memilih kerupuk. Yakni.Nafsu makan menurun . menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang. sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering .· Tanda dan gejala kronis . rambut rontok dan kanker. 66 persen dari total 786 sampel. Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen.Anemia. 4. 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin.

bisa formalin maupun boraks. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). namun tidak padat. C. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. bau formalin. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang. Ikan segar Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Selain itu. Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan. namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin: a. Namun tetap saja. Tahu juga akan terlampau keras. B. bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya. . maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya. Tahu Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat. Baunya agak menyengat. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Mi basah Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa. Bau agak mengengat. Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut. D. Oleh karena itu. bau formalin. kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Bakso Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Teksturnya juga sangat kenyal.

black currant. Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin. classic cream. Karena masih mengandung air. Dari hasil angket diatas. sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak. hanya dianggap gertakan oleh para pedagang. terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu. pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. mengeluarkan permenkes no.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum. dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman sesuai UU No. bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden. seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy. karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan. Sebenarnya. Buktinya bisa didapat. yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali. ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan. cerah. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan. Tubuh ikan bersih. Ikan asin Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras. & UU No. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut.E. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela. 71/1996. bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia. karena lebih banyak orang yang . dan manisan plum. kiamboy. 4. dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang.

fungsinya.2 Saran Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut: Ø Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin. serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya. sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi. ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa: a. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin. seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undangundang mengenai boraks dan formalin. Ø Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks. d. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. b. BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran. 5. pengertian. Ø Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan . Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. 5.beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Ø Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas. c. walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti. padahal ini adalah masalah yang serius. tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin. karena dapat membahayakan kesehatan manusia.

tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.makanan. BAB VI DAFTAR PUSTAKA . dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->