BAHAN AJAR

MATA KULIAH Kimia TANAH
KODE PNT 2401

PENYUSUN:
EKO HANUDIN

LABORATORIUM KIMIA DAN KESUBURAN TANAH JURUSAN TANAH, FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADAJAH MADA YOYAKARTA 2004

I.

PRINSIP DASAR KIMIA TANAH

A. Struktur Atom Konsep atom sebagai pertikel terkecil dari suatu bahan pertama kali dipostulatkan oleh Democritus atau Leucippus pada 425 SM. Sedangkan teori atom Dalton baru dirumuskan pada decade pertama abad 19. Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang dapat bergabung menjadi suatu kombinasi kimiawi. Sejak Crooks, Thomson dll meneliti daya hantar listrik gas-gas langka, pengertian atom direvisi, karena atom memiliki komponenkomponen sbb: 1. Elektron: komponen yang bermuatan negatif 2. Proton: pertikel bermuatan positif dengan berat jauh lebih besar dari elektron. 3. Neutron. Pada abad 20 ditemukan komponen atom yang lain yang disebut Neutron yang memiliki bilangan massa 1 dan bermuatan 0. Partikel yang memiliki massa sama dengan electron dan muatannya sama dengan proton disebut positron. Proton + Neutron merupakan inti atom (Nukleus). Nukleus memiliki berat spesifik yang tinggi dan mengandung sebagian besar massa dari seluruh atom.

Berat Atom (BA) = Berat Proton (BP) + Berat Neutron (BN) + Berat Elektron

Berat Elekron sering diabaikan shg BA = BP + BN Contoh: H = 1; Na = 23.

K 3+ L K K .

L. Perbedaan orbit-orbit dalam sel yang sama disebabkan oleh adanya perbedaan tingkat energi. L. jumlah elektron = 2n2 dengan n = bilangan kuantum dasar. P dan Q. O.H He Li Elektron berada dalam orbit yang mengelilingi inti atom. P dan Q. M. Bagaimanapun juga energi dari orbit s pada sel N lebih rendah dari pada energi dari orbit d pada sel M. O. N. Sel N: dapat memiliki 32 elektron yang tersebar pada masing-masing orbit yaitu: satu 4s. Orbit pertama berada dalam sel (shell) yang disebut sel K. tiga 4p dan lima 4d. Atom yg paling besar ukurannya adalah uranium (238U) dengan 92 elektron yang tersebar dalam orbit-orbit yang ada dalam sel K. Energi makin meningkat dari orbit s ke orbit f. dan tujuh 4f. N. Sel M: dapat memiliki 18 elektron yang tersebar pada masing-masing orbit yaitu: satu 3s. . sedangkan yang berikutnya disusun berdasarkan urutan abjad sbb: K. Sel K: hanya memiliki orbit 1s yang dapat memegang 2 elektron. tiga 3p dan lima 3d. Sel L: hanya memiliki satu orbit 2s dan tiga orbit 2p yang dapat memegang 8 elektron. M. Jumlah orbit = n2.

karena atom ini merupakan partikel dasar dan memiliki berat paling ringan dibandingkan dengan seluruh atom yang lainnya. Suatu atom yang kehilangan 1 atau lebih elektron pada sel luarnya disebut kation (Faraday). Nukleus membawa muatan positif atau jumlah muatan proton secara kesluruhan. masingmasing sebesar 1. Elektron yang berada pada orbit luar ini yang bertanggung jawab terhadap sifat-sifat kimia unsur. Berat atom tidak diartikan berat dalam arti yang sebenarnya. Selama perubahan ini biasanya peran dari nucleus hanya pasif saja. yang tidak terimbangi oleh muatan positif dari nucleus. maka dia memiliki muatan bersih yang negatif. Ketika suatu atom memiliki kelebihan elektron. Elektron dalam orbit terdalam terikat kuat dengan nucleus. Massa elektron diabaikan karena sangat kecil. Hidrogen (H) asalnya ditandai memiliki berat relatif (nisbi) 1.6 x 10-19 C.Diameter inti berkisar 1 x 10-19 s/d 1 x 10-12 cm. dan tidak ada referensi (patokan) yang dianggap sebagai berat absolut. Kebanyakan atom penataan energi pada bagian orbit luar mengalami perubahan selama terjadi reaksi kimia. Atom yg paling berat adalah uranium (U) yg memiliki berat atom . Khusus untuk atom H mungkin suatu kekecualian. sedangkan electron membawa muatan negatif sebesar 1. Karena hanya memiliki 1 sel dan membawa 1 proton. Berat atom hanya suatu angka yang mengacu pada berat relatif dari berbagai macam atom. keadaan atom seperti ini akan memiliki muatan bersih yang positif (a net positive charge). dianggap kurang signifikan dalam perhitungan berat atom total. Struktur dalam atom dapat dirubah dengan partikel berenergi tinggi (sinar α atau sinar X). B.6 x 10-19 C. Berat dan Massa Atom Bilangan massa atom adalah jumlah massa proton dan neutron. maka disebut sebagai anion.

BA hanya digunakan untuk satu unsur saja. C.83 x 10-23 6. Bilangan Avogadro Jumlah atom dalam 1 gram berat atom dari suatu unsur 6 x 1023 Angka ini disebut Bilangan Avogadro.(Lihat Table) Anasir Ion H + Karbon (C) Na K Ca NaCl KCl CaCO3 C6H12O6 (Glukosa) Mol 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Berat Atom atau Massa Atom 1 12 23 39 40 58 74 100 180 Gram 1 12 23 39 40 58 74 100 180 Jumlah partikel atau atom 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 6 x 1023 Berat 1 atom 1.67 x 10-23 1.67 x 10-24 2.238.00x 10-22 . Ketika kita mengatakan bahwa oksigen (O) memiliki BA = 16.67 x 10-23 9. Oleh karena itu tidak ada satuan berat untuk bilangan tersebut. artinya kita menyederhanakan bahwa unsur O itu memiliki berat 16 kali dari berat H.23 x 10-22 1. sedangkan senyawa memiliki berat molekul yang merupakan penjumlahan dari berat atom dari seluruh unsur penyusunnya.67 x 10-22 3.00 x 10-23 3.50 x 10-23 6.

66 1. Berarti 1 atom H beratnya 1/6 x 10-23 = 1.35 0.42 0.Berapa berat 1 atom H ?.99 . Dalam istilah sederhana. valensi adalah suatu ukuran dari kemampuan mengkombinasi dari suatu atom. Bila 1 gram atom H beratnya 1 gram.64 0. Elektron valensi adalah elektron yang ditambat.09 26.94 22.51 0.08 24.8 3.60 0.98 55.67 x 10-24 gram.99 0. hilang atau dipegang bersama dalam suatu reaksi kimia.32 137. D. Jadi beratnya sangat kecil. Atom dengan kemampuan mengkombinasi paling kecil dianggap memiliki valensi 1.98 9 9 4.6 Bil.84 40.2 4 3. Atom 14 13 26 26 20 12 56 3 11 Berat Atom 28. Ion Si4+ Al3+ Fe2+ Fe3+ Ca2+ Mg2+ Ba2+ Li+ Na+ Jar-Jari (Å) Kristalin Terhidrat 0. dan karena 1 gram atom H mengandung 6 x 1023 atom. Valensi merupakan jumlah keseluruhan dan berkaitan dengan jumlah electron valensi dari atom yang membawanya.3 4.74 0. Valensi Valensi suatu atom atau unsur adalah sifat yang diukur dengan jumlah atom H yang dapat dipegang oleh satu atom dari unsur itu bila bermuatan negatif atau dapat digantikan oleh satu unsur itu bila bermuatan positif.84 55.36 6.

Berat Equivalent Berat equivalen = Unsur yang masuk dalam suatu reaksi selalu mengalami perubahan jumlah yang proporsional dengan berat equivalennya. Hubungan antara berat equivalen dan jumlah mol dapat dibaca secara langsung dari reaksinya.48 3.1 nm Sumber Weast (1972) dan Gast (1977). Ion monovalen.33 1. Dalam analisis volumetrik yang mana sianida dititrasi dengan perak (metode Mohr). berat equivalen bervariasi tergantung reaksinya.48 1 Å (angstrom) = 1 x 10–8 cm atau 1 Å = 0.3 3. reaksi yang terjadi sbb: . Ion polivalen. H3PO4 H3PO4 H3PO4 H+ + H2PO42H+ + HPO423H+ + PO43- 1 Eq = 1 mol 1 Eq = 1/2 mol 1 Eq = 1/3 mol 3. E.10 85. 1 equivalen = 1 mol 2. Pengendapan dan reaksi kompleks.K+ Rb+ 1. Contoh penentuan berat equivalen sbb: 1.3 19 37 39.

Reaksi oksidasi-reduksi a.Ag+ + CN- AgCN Dalam kasus ini 1 Eq sama dengan 1 mol. MnO4Mn2+ atau Mn7+ Eq Mn sama dengan 1/5 mol Mn2+ Atau MnO4- MnO2 atau . titrasi CN dengan Ag akan diperoleh titik akhir titrasi dengan reaksi sbb: Ag+ + 2CN- Ag(CN)2- Akibatnya Eq dari CN sama dengan 2 mol. Fe Fe3+ Eq logam besi sama dengan 1/3 mol c). Fe2+ Fe3+ Eq besi Ferro sama dengan 1 mol b). Bila menggunakan metode Liebig. 4.).

+ 14H+ + 6e7H2O 2Cr 3+ + MnO + 2H2O 4 + 4H + 3e + - MnO2 .+ 2e- As 3+ As 5+ + 2e - BE = MnO4.+ 8H+ + 5e4H2O Mn 2+ + BE = BE = BE = Cr2O72.Mn7+ Eq Mn sama dengan 1/3 mol Mn4+ Berat Equivalen = Fe2+ Fe3+ + eBE = Sn2+ Sn4+ + e- BE = BE = BE = Fe(CN)64- Fe(CN)64.

Simbol normalitas biasanya ditulis dg N untuk membedakan dengan N (Nitrogen) II.1. 2. . atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainya. Elektron ini disebut “delocalized electron” dan ikatannya juga disebut “delocalized bonding”. Akibat jumlah elektron valensi yang rendah dan terdapat jumlah ruang kososng yang besar. ikatan kimia dibentuk oleh gaya tarik menarik-menarik elektron oleh inti (nucleus) yang berbeda. Keadaan demikian menyebabkan e.VO43. IKATAN KIMIA Ikatan kimia pada prinsipnya berasal dari interaksi antar elektronelektron yang ada pada orbit luar. dan elektron ini disharing dg gaya tarik yang sama oleh inti lain yang mengitarinya. Normalitas Jumlah equivalen dari suatu senyawa yang dilarutkan ke dalam 1 liter pelarut disebut normalitas (N).+ 6H+ + e3H2O VO2+ + F. Asalnya elektron milik satu atom yang ditarik oleh inti atom tetangganya yang bermuatan +. Elektron bebas dalam orbit ini bertindak sebagai perekat atau lem.memiliki banyak tempat untuk berpindah. maka e. Bila 1 Eq ada dalam 1 Liter larutan disebut 1 N. Kation yang tinggal berdekatan satu sama lain saling tarik menarik dengan elektron sebagai semennya. Dalam interaksi antar atom logam.dapat berpindah secara bebas antar kation-kation tersebut. Interaksi atom-atom logam (ikatan metalik/ikatan logam).

1. karena hampir semua unsur memiliki ruang kosong dan orbit luar berenergi rendah. Makin rendah energi suatu orbit. He. Jadi elektron ini tinggal terlokalisir dalam kedekatan antar 2 inti (ikatan kovalen). Ikatan kovalen 2. Semua unsur non-logam memiliki paling tidak 4 dari 8elektron yang mungkin berada pada orbit luar. . Gaya tarik menarik ini ditentukan oleh Hukum Coulomb. F= F : Gaya tarik menarik atau tolak menolak Q1 dan Q2 : Muatan partikel 1 dan 2 r k : Jarak antara partikel 1 dan 2 : Konstante dielektrik Bila Q1 dan Q2 bermuatan sama. Elektron yang dapat disharing dalam unsur non-logam tidak mengalami “delocalised” seperti pada ikatan metalik (ikatan logam). nakin tinggi stabilitas elektron yang ada di dalamnya. Ikatan kovalen terbentuk. Ikatan dengan non logam Pada prinsipnya semua ikatan kimia berasal dari gaya tarik menarik inti (nucleus) yang bermuatan + terhadap e yang bermuatan negatif. kecuali: H. dan B.2.2. sebaliknya bila Q1 dan Q2 bermuatan berlawanan akan terjadi tarik menarik.2. Perbedaan unsur non-logam dengan logam adalah tidak memiliki kelebihan ruang kosong yang berenergi rendah untuk penyebaran elektron yang akan disharing. maka keduanya akan tolak-menolak.

Gaya tolak-menolak antara 2 elektron c). Besarnya gaya c ini lebih besar dari jumlah gaya a dan b.Contoh: pembentukan H2 dari 2 atom H. Pada molekul H2 ada 3 gaya yang bekerja yaitu: a). Gaya tolak-menolak antara 2 inti b). Gaya tarik-menarik antara inti dari satu atom dengan elektron dari atom yang lainnya. H H .

Karena atom non logam tidak mempunyai ruang kosong dengan energi rendah. 2. dan ada satu ruang kosong untuk menerima elektron dari atom yang lain.Ikatan kovalen pada H2. 2. F = 1. O = 2. maka elektron akan tersebar pada daerah orbit yang overlap. F. Cl : kemampuan menariknya kuat Na. Li =1.3.4.2. K : kemampuan menariknya lemah. Atom dari unsur yang berbeda memiliki kemampuan yg berbeda dalam menarik pasangan elektron dalam suatu ikatan kovalen. hetero-polar) . 2 elektron disharing oleh 2 atom dan orbit dari 2 elektron itu juga disharing oleh 2 atom. sehingga 2 elektron ditarik oleh kedua inti atom tersebut. O. Ikatan kovalen: gaya tarik-menarik bersih (net) yang terjadi ketika setiap atom memasok 1 elektron yang tidak berpasangan untuk dipasangkan dengan yang lain. Ikatan non-logam dengan logam Pasangan elektron yang membentuk suatu ikatan antara atom logam dan non-logam terletak pada orbit yang overlap antara 2 atom tersebut. He = 0. 2. Elektro-negativitas: kemampuan relatif suatu unsur untuk memenuhi muatan listrik yang negatif. Ikatan ionic (elektro-valent. Contoh: valensi H = 1. Valensi atau kekuatan penggabungan Valensi suatu atom adalah jumlah ikatan kovalen yang dapat terbentuk.2.

Diantara molekul yang berbeda ada ikatan yang lemah yang disebut “gaya van der Waals”. Dari bermacam-macam ikatan dapat disimpulakn sbb: a). C-C) atau molekul yang tersusun dari atom yg memiliki elektro-negativitas yang hampir sama. Bagaimanapun juga ikatan kovalen murni ada dalam molekul yang tersusun oleh molekul yang sama (H2. sehingga pasangan elektron yang membentuk ikatan lebih banyak tertarik oleh atom Cl.energi O-2 . Kesimpulan. 2. F memiliki elektro-negativitas paling kuat.energi ½O2 + 2 (-) Senyawa yang memiliki derajat paling tinggi dalam ikatan ionik adalah yang terbentuk oleh reaksi antara unsur alkali dengan halogen. Keduanya memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar. Ini berarti bahwa bentuk ion adalah kurang stabil dibandingkan atom yang tak bermuatan.Ikatan ini berasal dari gaya tarik elektrostatik antara ion yang bermuatan berlawnan [Kation (+) dan anion (-)]. sehingga ikatannya tidak sepenuhnya ionik.5. sedang Cs memiliki elektro-negativitas paling lemah. Dalam molekul ini jarak antar atom dalam molekul lebih kecil dari jarak antara atom dan molekul didekatnya. Makin besar perbedaan elektro-negativitasnya makin besar pula karakter ioniknya. Senyawa dengan ikatan kovalen yang dominan. Cl2. . Contoh: Na + Cl NaCl. elektron dari ikatan berada pada atom yang membuat ikatan. (Hukum Coulomb) Untuk sebagian besar unsur. Hal yang sama terjadi untuk senyawa dengan “ikatan kovalen koordinat”. Na Na+ + (-) . Namun ada kekecualian untuk F dan Cs. contoh: C-H. proses pelepasan atau penambatan elektron adalah proses endotermik (membutuhkan energi). Molekul yang berbeda membentuk satuan-satuan yang terpisah.

partikel-partikel bermuatan diposisikan pada jarak yg sama satu dengan yang lainnya. sedang dalam senyawa ionik berasal dari gaya tarik menarik antara ion positif dan negatif. setiap atom biasanya diposisikan pada jarak yang sama dari 6. setiap Cl. Senyawa dengan ikatan metalik dan ionik yang dominan.b). Laju Reaksi A2 + B2 2AB Laju reaksi tergantung laju tumbukan antara molekul A2 tergantung atas jumlah atau konsentrasi molekul A2 dan B2. S1 = K1 (A2 ) (B2) S1 = Kecepatan reaksi K1= Konstante laju reaksi dan B2 . setiap Cl.juga ditarik oleh 6 Na+ dg kekuatan yang sama. Dalam bentuk padat. Dalam logam gaya tarik berasal dari “delocalised electron”. III.dg kekuatan yang sama. yang menunjukkan bahwa setiap Na+ ditarik oleh 6 Cl. Dalam logam. sehingga tidak ada kemungkinan untuk membedakan atau memisahkan molekul yang utuh (discrete).dikelilingi oleh 6 Na+ juga pada jarak yang sama. KESETIMBANGAN KIMIA DALAM TANAH 3. laju ini . ikatan itu dibuat oleh elektron-elektron yang disharing. struktur ionik seperti NaCl. 8 atau 12 atom yang lainnya yang menunjukkan bahwa ikatan dengan seluruh atom-atom yang berbeda ini memiliki kekuatan yang sama. setiap Na+ dikelilingi oleh 6 Cl pada jarak yang sama. Dalam senyawa ini. Bentuk pada ini hanya larut dalam pelarut polar (air) yang dapat memutus ikatan ionik dengan sifat polaritasnya dan membentuk ion hidrat (ion yang diseliputidengan mantel air).1.

Dalam prakteknya nilai K sering dinyatakan dengan pK = .6 pK = 5. Bila K = 1. Pada saat yg sama AB juga cenderung untuk berubah menjadi A2 dan B2. berarti reaksi melaju cepat dari kiri ke kanan. berarti reaksi cenderung lebih banyak bergeser dari kanan ke kiri.log K Contoh: K = 10-5.Karena laju reaksi proporsional dg kadar A2 dan B2. Ini berarti reaksinya secara keseluruhan eaksinya dapat ditulis: A2 + B2 2AB Bila kecepatan reaksi S1 dan S2 sama. lemah dari kanan ke kiri. bila K > 1. maka ini juga proporsional dengan produk reaksi yang dihasilkan. jadi AB harus bertubrukan untuk menghasilkan A2 dan B2. 2AB A2 + B2 S2 = K2 (AB) (AB) = K2 (AB)2 AB yg terjadi 2 kali. S1 = K1 (A2 ) (B2) = S2 = K2 (AB)2 K1 (A2 ) (B2) = K2 (AB)2 K1/K2 = K = (AB)2/(A2 ) (B2) Rasio konstante laju eaksi. konstante keseimbangannya 1/K Makna K. berarti konsentrasi A. B dan AB sama. K = konstante keseimbangan untuk reaksi : A2 + B2 2AB 2AB A2 + B2.6 . maka reaksi ini dikatakan dalam keseimbangan kimia. Bila K< 1.

komponen gasnya (udara) sekitar 20-30 % dan sisanya komponen air juga menempati sekitar 20-30 %. Tentu saja agihan (distribution) gas dan air dalam .5 gr 1 mol NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 gr Reaksi antara asam dan basa ini akan menghasilkan reaksi netralisasi yang komplet.5 + 1 = 36. Karena keduanya senyawa monovalen. Sebagai contoh. 1 mol HCl direaksikan dg 1 mol NaOH. 1 mol HCl = 35. Jadi 2 mol NaOH bereaksi dengan 1 mol H2SO4 Berat ekuivalen dari H2SO4 yang bereaksi dengan 1 mol NaOH adalah 2 + 32 + (4 x 16) = 98/2 = 49 gr. tanah geluh pasir (silt loam) yang memiliki tekstur ideal bagi pertumbuhan tanaman. Komponen Inorganik (Mineral Tanah) Tanah merupakan suatu kompleks yang terdiri atas komponen padat. Jadi normalitas H2SO4 dalam reaksi itu 49gr/liter. 2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O . Contoh: 1). Normalitas Normalitas didefinisikan sebagai jumlah gram berat equivalen dari bahan terlarut dalam 1 liter larutan. karena keduanya mengandung jumlah molekul yang sama maka 1 mol menunjukkan berat 1 equivalen. KOMPONEN INORGANIK DAN ORGANIK TANAH A. porsi komponen padatnya pada horison permukaan menempati volume sekitar 50 % (45 % mineral dan 5 % bahan organik). maka 1 N = 2). cair dan gas.3.2. IV.

Ca. gibsit. 1959). Mineral primer yang umum dijumpai dalam tanah yaitu kuarsa dan feldspar. Komponen inorganik ini memiliki sifat-sifat seperti ukuran. dan debu (partikel ukuran 0.05 – 0. K. Oksigen merupakan unsur yang paling umum dijumpai dalam kerak bumi dan tanah. C. dan karakter muatan yang sangat mempengaruhi reaksi-reaksi kinetik dan keseimbangan serta proses-proses yang terjadi dalam tanah. luas permukaan.002 mm atau < 2 µ m) sampai pasir kasar (> 2mm) dan batuan. Biasanya dikenal 6 tipe silikat tanah berdasarkan susunan tetrahedra SiO4 dalam strukturnya: . amfibol dan olivin. Mineral sekunder yang biasa terdapat dalam tanah yaitu mineral aluminosilikat (seperti kaolinit dan motmorilonit). dan birnesit). Fraksi atau komponen inorganik/anorganik biasanya berupa silikat dan oksida. Na dan Mg. Fe. Komponen inorganik dalam tanah meliputi mineral primer dan sekunder (dijelaskan di bawah) yang memiliki ukuran (diameter partikel) berkisar dari lempung (< 0.002 mm). goetit. Sedang yang lainnya yang jumlahnya relatif lebih sedikit yaitu piroksin. kimia dan kristalin tertentu. Komponen inorganik menempati lebih dari 90 % komponen padat dalam tanah. dan mungkin juga fraksi lempung yang sedikit telah mengalami pelapukan.05 mm). Unsur-unsur yang biasanya ditemukan dalam jumlah paling banyak adalah: O.ruang pori tanah dapat berubah dengan cepat tergantung pada faktor cuaca dan sejumlah faktor lainnya. Mineral sekunder merupakan hasil pelapukan mineral primer yang telah mengalami perubahan struktur atau pengendapan kembali hasil pelapukan (dissolusi) dari mineral primer tersebut. bahan-bahan amorf (seperti imogolit dan allofan). Mineral didefinisikan sebagai senyawa inorganik alam yang memiliki sifat fisik.2 menyajikan daftar mineral primer dan sekunder yang banyak ditemui dalam tanah. Table 2. Mineral primer tidak mengalami perubahan sifat kimia selama proses pengendapan dan kristalisasi dari lava yang meleleh. Unsur ini menyusun sekitar 47 % berat kerak bumi dan lebih dari 90 % volume kerak bumi (Berry dan Mason. senyawa oksida-oksida (contoh. tetapi fraksi debu kadang-kadang juga mengandung mineral ini. Mineral sekunder biasanya terdapat dalam fraksi lempung. Mineral primer berada dalam fraksi pasir (partikel ukuran 20. mineral sulfur dan mineral karbonat. Si. Ini merupakan unsur-unsur utama yang banyak ditemukan dalam kerak bumi atau bahan endapan (sediments). Al. mika.

Y dan Z). (sumbu X. horenblende. Contoh: Ampibol. Tektosilikat: Jaringan tetrahedra (SiO2). Contoh: Feldspar. Struktur Kimia Lempung Identifikasi: X-ray Kristalin dan amorf. zirkon. 5. topas. illit.Si2O5). Z Susunan keruangan atom yang menghasilkan satuan pembangunan kristal disebut sel satuan. Siklosilikat: Lingkar tertutup atau lingkar ganda dari tetrahedra (SiO3. 3. piroksen. Contoh: Epidot. Si4O11). 2. Sel unit bersama-sama membentuk susunan kristal yang disebut struktur kisi (kristal sempurna mempunyai sel unit: 1 µ m). Contoh: Turmalin Inosilikat: Rantai tunggal atau ganda dari tetrahedra (SiO3. Jarak antar bidang disebut jarak-d (d-spacing). Si5O16). Filosilikat: Lembar tetrahedra (Si2O5). 4. olivin. Contoh: Contoh: Yakut. 6. Jarak dasar (001) penting untuk difraksi X-ray . Sorosilikat: Dua atau lebih tetrahedra berangkai (Si2O7. kaolinit. Nesosilikat: Tetrahedra SiO4 terpisah.1. montmorillonit. Contoh: Klorit. vermikulit. zeolit.

talkum Montmorillonit. 2:1 Pirofilit-talkum. saukonit. krisotil.6 saponit Mika Muskovit. . ∼ 0 smektit. antigorit Pirofilit.25-0. beidelit. haloisit. atau montmorillonit0. nontronit. paragonit. biotit. saponit.X Mineral lempung Filosilikat utama dalam tanah Tipe lapisan 1:1 Muatan persatuan rumus ∼ 0 Nama Kelompok Kaolinit-serpentin Mineral-mineral yang umum Kaolinit. hektorit. lisardit.

Kelompok atau lapisan unit dikenal sbg sel unit. sedang susunan lengkap dari satu lapisan ditambah bahan anar lapisan disebut struktur unit. Rangkaian tetrahedra silika menghasilkan 5 kelompok susunan struktur silikat di atas. Untuk melengkapi 2 valensi. klintinit Illit Vermikulit Klorit Paligorskit. Mineral lempung silikat dicirikan oleh struktur lembaran yang terbentuk dari lapisan yang tersusun atas lembar-lembar tetrahedra silika dan oktahedra Al (Mg).plogopit Mike getas (brittle ∼ 1 mica) Illit Vermikulit Klorit Poligorskit-sepiolit 2 : 1 :1 Rantai 2 0. . Dalam jaringan tetrahedra silika seperti itu 1 O tetap tidak terimbangi secara listrik. untuk memenuhi divalen dihubungkan dengan Al dalam koordinasi oktahedra. Lembar-lembar tersebut dikembangkan melalui jalinan 3 O dalam tiap tetrahedron dg unit-unit tetrahedron terdekat. O disambung dengan kation lain atau ke atom Si dari tetrahedron-silika yang terdekat. sepiolit Silikat dibangun melingkari suatu tetrahedron-silika.6-1. dengan 1 atom O menerima 1 valensi dari Si.9 Beragam ∼ 2 Margarit. Lembar-lembar tetrahedron Si (T) dan oktahedron Al (O) membentuk struktur lempung.

contoh: klorit. contoh: paligoskit & sepiolit).294 nm. Ruang antar lapisan (interlayer space) dapat terisi oleh kation atau air. Lembar Al oktahedral. 1 lembar tetrahedral diikat oleh 1 lembar oktahedral menghasilkan lempung 1:1 atau T-O. O-O = 0. Tetrahedra diatur sedemikian rupa sehingga semua ujungnya mengarah pada arah yang sama dan dasar dari seluruh tetrahedra ada pada bidang yang sama. Rumus kimia yang ideal untuk lempung ini Si8IVAl4VIO20(OH)4. contoh: kaolinit). 2:2 (tetramorfik. Pd Si tetrahedral. Tersusun atas lembaran tetrahedra dan oktahedra. Mineral ini berstruktur phyllosilicates dan berperanan sangat penting dalam reaksi-reaksi kimia dalam tanah. Dioktahedral.264 nm dan OH-OH = 0. contoh: klorit) atau 2:1:1 (tetramorfik. Jarak ikatan Si-O = 0. contoh pada mika. 2:1 (trimorfik.Keterangan: Kalau tunggal disebut tetrahedron atau oktahedron kalau jamak disebut tetrahedra atau oktahedra. bila dua dari tiga posisi oktahedral ditempati oleh Al3 + . smektit dan vermikulit. contoh: montmorillonit). Mineral sekunder = mineral lempung. Kation ini dapat berada sebagai kation individu atau bentuk terhidrat. Tetrahedral diikat dari satu titik ke titik yang lain. jarak O-O = 0.264 nm. Berdasarkan jumlah lembar T-O dalam satu lapisan dikenal tipe 1 : 1 (dimorfik. Tiap kelompok lempung dibagi menjadi 2 subkelompok: 1). Rumus kimia yang ideal untuk lempung 1:1 ini = Si4IVAl4VIO10(OH)8 Bila 2 lembar tetrahedral berikatan dengan 1 lembar oktahedral akan terbentuk lempung 2:1 (T-O-T). contoh: pyrophyllite.162 nm. Kation ini terikat secara oktahedral dengan gugus hidroksil.

2H2O Halloisit Al2O3. mollisols. 2SiO2. Trikoktahedral.4SiO2. Alfisols . spodosol Ultisols. aridisols Mineral tambahan pada beberapa jenis tanah Mineral tambahan pada beberapa jenis tanah 2:1 70 1:1 10 Vertisols.5H2O Lempung kristalin Kaolinit 2SiO2.H2O+x H2O Illit 2:1 Vermikulit 2:2 0 100 2:1 30 Mollisols.Al2O3.Al2O3.Al2O3. oxisols. alfisols. spodosols.2. bila semua posisi oktahedral ditempati oleh Mg2 + Mineral Sekunder Utama Mineral Utama Lempung amorf/parakristalin Allofan SiO2.4H2O Smektit Al2O3. spodosol Tipe Lapisan KPK (cmol(+)/kg Dijumpai pd Tanah Tanah Abu Volkanik.2H2O Imogolit SiO2. alfisols 1:1 8 35 35 Tanah Abu Volkanik.2).

Klorit Oxisols.5 0. n(SiO2) Kelompok Kaolinit (1:1) Komposisi: Al2O3:SiO2:H2O = 1:2:2.37 Å α = 91. C = 7. b = 8. γ = 90 0 . n(SiO2) 3 3 3 - Oxisols. Rumus sel satuan: [Al2(OH)4 (Si2O3)]2.Al2O3.8 0. ultisols Oxisols. a = 5. atau 2 SiO2. ultisols Mineral tambahan pada beberapa jenis tanah Mineral tambahan pada tanah abu volkan Kristobalit. ultisols Lempung seskuioksida Goetit (α -FeOOH) Hematit (α -Fe2O3) Gibbsit.2H2O per unit sel. β = 104.93 Å.14 Å. Al(OH)3 Mineral silikat Kuarsa.

.

Subtituis isomorfik sangat sedikit dan muatan permanen tipa sel satuan.Karakteristik kaolinit: . mengakibatkan sifat tidak mudah hancur. jika tidak 0 / sangat kecil.akibat memiliki gugus OH yang terbuka (dari situs oktahedra). . kaolinit memiliki muatan negatif yang berubah-ubah (tergantung pH).Ikatan struktural kokoh (ikatan H). .KPK rendah (1-10 meq/100 g) .14 Å . dan daya mengkerut dan mengembang rendah. . plastis.Jarak dasar kaolinit : 7.

.. nakrit. mineral lainnya tak mengembang dalam air.Pola difraksi sinar-X dari haloisit yang dipanasi pada suhu 105 oC hampir mirip dg kaolinit. dan haloisit. .2 Å).4H2O Karakteristik: . .Luas permukaan spesifik (7 – 30 m2/g) . Kecuali haloisit. bedanya: penumpukan lapisan yang tidak teratur dan ada 2 atau lebih lapisan molekul air dalam ruang antar lapisan (jarak dasarnya 10. menyebabkan puncak kurva difraksi X-ray hilang. dg pemanasan dp menjadi 7.Berbentuk pipa (tubular). namun jarak dasar d akan runtuh hanya dg suhu 400 0C.1 Å. dikit.Berbentuk heksagonal.Pemanasan 500-550 0C. terakhir di Texas ditemukan berbentuk meja (tabular). .Pembentukan dan stabilitas haloisit dipengaruhi lengas tanah Haloisit dianggap sbg pengaktif (precursor) dari kaolinit karena pembentukan mineral ini mengikuti tahapan sbb: .Struktur: mirip kaolinit. .Haloisit berubah menjadi metahaloisit pada suhu 50 0C .Puncak kurva difraksi dasar (001) melebar atau kurang lancip akibat penumpukan lapisan yang tidak teratur. . Banyak ditemui pada tanah: Ultisol dan oksisol dan juga tedeteksi sebagai minerla pelengkap pada tanah Alfisol dan Vertisol. Anggota kaolinit: kaolinit.2SiO2. Haloisit (1:1) Komposisi: Al2O3.

Montmorillonit kualitas komersial sering juga disebut bentonit. Anggotanya dari subkelompok dioktahedra: beidelit dan nontronit.Batuan beku montmorillonit kaolinit haloisit metahaloisit Montmorillonit (lepung 2:1. Muatan silikat berasal dari + + + + subtitusi Si4 oleh Al 3 .4SiO2. Montmorillonit mempunyai + Mg dan ion Fe3 dalam posisi oktahedral sedang beidelit secara idealnya tidak mengandung Mg atau Fe pada lembar oktahidralnya.H2O + x H2O Lempung dalam kelompok ini kadang-kadang disebut smektit. Nontronit mirip beidelit tetapi seluruh Al 3 digantikan oleh Fe3 Anggotanya dari subkelompok trioktahedra: hektorit dan saponit . Istilah montmorillonit dikhususkan untk silikat aluminium terhidrasi dg sedikit subtitusi. mengembang/mengkerut) Rumus: Al2O3. Ciri beidelit: kadar Al nya tinggi.

Si Si Si Si O OO O OO O H2Odan Kation-kation (K+dll) dapat masuk ruang interlayer spacialini 6O 4 Si 4 O 2 OH 4 Al .

4 O 2 OH 4 Si 6O O OO O OO O Si Si Si Si OH O O OH O O OH Al Al Al Al Al OH O O OH O O OH Si Si Si Si .

KPK: seitar 70 me/100 g. Istilah illit untuk yang berbutir halus.O OO O OO O Model Hoffman dan Endell Ciri montmorillonit = . Karakteristik: . . Mollisol dan Alfisol dan juga ditemuka pada beberapa Entisol.Komposisi kimia hampir sama dg muskovit.Sifat mengembang dan mengkerut menyebabkan tanah bersifat plastis saat basah dan keras saat kering (timbul rekahan).Luas permukaan spesifik: 700-800 m2/g (luas dispersi oleh air) . sedang illit terbentuk secara sekunder. kalau kering udara 12. . .Kemampuan mengembang dan mengkerut menyebabkan lempung ini mampu menyemat ionion logam.Jarak dasar d 10 Å (kering oven 105 oC). bila disisipi glikol etilena atau gliserol. Illit (2:1.4-14 Å. jarak dasarnya jadi 17 Å. sedang K nya lebih sedikit.Struktur sel unit: Satu lembar oktahedral Aldiapit oleh dua lembar tetrahedra silika. . dan senyawa-senyawa organik. Tanah ini sulit diolah. . . Dikenal sebagai mika hidrous atau mika tanah. tetapi kandungan SiO2 lebih banyak. sedang yang lebih kasar disebut mika hidrous.Termasuk mineral lempung bermika. tak mengembang). Banyak dijumpai pada tanah Vertisol. tetapi berbeda dg mika sejati yang terbentuk secara primer.

Inseptisol.5Al2O3Fe2O3.Didaerah ber CH tinggi cenderung Ilit berubah jadi montmorillonit.H2KAl3O12 Muskovit Seri illit Montmorillonit Al2O34SiO2H2O + xH2O . dan Entisol. Spodosol. punya . . Asal kata vermiculare atau vermicularis (latin) artinya mirip cacing. Vermikulit Kelompok mineral ini berbentuk keping mirip dg mika seperti illit. Bila dipanasi dp berkembang menjadi 20-30 kali ukuran aslinya. sedang di daerah panas. Alfisol. Vermikulit lempung.Kadar K: teoritis sekitar 9-10 %.Sifat fisiknya lebih dekat ke kaolinit dari pada montmorillonit.Puncak difraksi sinar X-nya pada 14 Å. Rumus kimianya: 22MgO. b).Illit mengnadung K dalam ruang antar lapis. Mineral ini berasal dari rubahan mika. tidak dianggap sbg mineral lempung tetapi sbg mineral pembentuk batuan. Aridisol. Illit banyak ditemukan pada tanah Mollisol. .Mg menempati posisi-posisi oktahedral antara dua lembar tetrahedral silika (termasuk silikat magnesium aluminium).22SiO24OH2O atau Mg3Si4O10(OH)2xH2O Cirinya: .Jarak dasarnya: 10 Å . Sifat kembang kerutnya tidak seintensif montmorilonit. di lapangan sering dijumpai berkisar 5-8 %.KPK: 30 meq/100 g . sehingga lapisan-lapisan unitnya terikat lebih kuat dari montmorillonit. Vermikulit sejati. . struktur illit menjadi lebih tidak teratur dan akan terbentuk kaolinit. .1-2 μm) pengaruh memerosotkan stabilitas tanah. Ada 2 kategori: a). . Akibatnya ruang antar misel tidak berkembang ketika ada penambahan air.Ditemukan juga dalam fraksi lempung kasar (0.

Akibatnya nilai KPK nya rendah (10-40 me/100 g) dan total luas permukaan: 70-150 m2/g. (3). Mollisol. dan Aridisol. (2). sehingga muncul istilah lempung 2:2. Bila pada ruang antar lapis hadir Al-hidroksi. . . tetapi akan menetralkan muatan negatif dari lapian “mika”.Strukturnya mirip klorit. bedanya pada ruang antar sel terdapat lapisan molekul air setebal 5 Å. . . sedangkan pada klorit diisi dg lembar brusit [Mg(OH)2].Kehadiran senyawa hidroksi pada ruang antar lapis menjadi loka (tempat) penjerap anion. berdasarkan nilai ini dikenal 3 kelompok klorit yaitu: (1). Klorit Mg (kandungan Mg nya banyak dan Fe nya kecil). Mollisol dan Aridisol. . Tingkat subtitusi dinyatakan dg nisbah Fe2 /R2 . Klorit Fe (kaya Fe).Jarak d (001): 14 Å Klorit tidak begitu banyak ditemukan di lapangan. + + Klorit (2:2) Rumus: (Mg.Lembaran oktahedra yang terdiri atas Mg(OH)2 diapit oleh 2 lembar Si tetrahedra.Subtitusi isomorfik terjadi pada lapis tetrahedra (Si diganti oleh Al) dan oktahedra (Mg dapat + + digantikan oleh Fe dan atau Al). berkebalikan dg montmorillonit yang memerlukan kondisi glei (drainasi buruk atau suasana reduktif).Ruang antar misel ditempati oleh brusit. Al)4O10(OH)8. pada + + sisi lain malah menurunkan penjerapan ion K dan atau NH4 . Cirinya: . Al)6(Si. tetapi biasanya dijumpai sebagai mineral pelengkap dalam lempung pada tanah Alfisol.Pada lapis tetrahedra terjadi cukup banyak subtitusi Si oleh Al yang menyebabkan muatan negatif (KPK) vermikulit sangat tinggi atau paling tinggi diantara mineral-mineral lempung lainnya (150 meq/100 g). biasanya KPKnya turun.Penggantian Mg oleh Al pada lembar brusit menimbulkan muatan positif. . .Kemampuan menjerap K dan NH4 tinggi. Biasanya Vermikulit ditemukan di tanah Ultisol. Intermedeat. . Mineral ini termasuk silikat magnesium-aluminium terhidrasi.. Fe. Mineral ini terbentuk pada daerah berdrainasi baik.

Imogolit berbentuk nano-tube (seperti tabung panjang. sedang ikatan antar keduanya lemah. Allofan dan Imogolit Allofan terbentuk dari bahan abu volkanik. klorit-smektit.Rutil TiO2 . Al. Imogolit memiliki rasio SiO2/Al2O3 : 1.9H2O Feroksihit δ . akibat memiliki luas permukaan dan reaktivitas yang tinggi. Tanah volkanik dicirikan oleh kandungan allofan dan bahan organik yang tinggi dan memiliki BV (berta volum) rendah. Biasanya senyawa ini berada sebagai penyelimut mineral fillosilikat. Al berada dalam bentuk kordinasi tetrahedral dan oktahedral. Istilah oksida biasanya mengacu pada pengertian hidroksida dan oksihidroksida dan hidrous oksida. Allofan berbentuk hollow spherical (seperti bola berlubang) dg diameter 30-50 nm. Beberapa bentuk oksida. smektit-talk. hidroksida dan oksihidroksida yang ditemuka dalam tanah Al-oksida Fe-oksida Bayerit α -Al(OOH)3 Akaganit β -FeOOH Boehmit γ -AlOOH Diaspor α -AlOOH Ferrihidrit Fe10O15.84-2. Al nya hanya berada terkornasi secara oktahedral. Nilai rasio SiO2/Al2O3 berkisar 0.Interstartified clay minerals Lempung berkisi 2:1 dan 1:1 dapat saling melekat membentuk lempung intersratifikasi dg ikatan dalam yang kuat. campuran gel atau membentuk kompleks dg senyawa humik.FeOOH Mn-oksida Ti-oksida Birnesit δ -MnO2 Anatase TiO2 Pirolusit MnO2 β . Contoh: smektit-kaolinit. Bentuk senyawa oksida. tampak seperti serat) dg diameter 20 nm. Fe dan Mn oksida sangat penting peranannya dalam proses-proses kimia tanah. smektit-mika. hidroksida dan oksihidroksida.

Al-oksihidroksida). + Besi-oksida Satuan struktur dasar seluruh Fe oksida adalah oktahedron. Al-oksida anhidrous mungkin ditemukan pada batuan beku atau metamorfik. Mn3+. Antar gugus OH dari lapisan terikat oleh ikatan H. Dalam tanah biasanya berada sebagai selaput partikel tanah. Maghemit dan Ferrihidrit juga ditemukan pada tanah yang telah terlapuk lanjut. Mangan-oksida Menjadi sumber Mn bagi tanaman.Ion Al3 menempati 2/3 dari ruang antara oktahedra yang mungkin lowong. Gibsit paling banyak ditemukan pd Oksisol dan Ultisols. Hanya ada 2 oksida yang secara alami terbentuk di tanah: Gibsit (Al(OH)3.Gibsit γ -Al(OH)3 Korundum α . Diaspor dan Korundum juga dapat ditemukan tapi jarang. konkresi atau nodul . Setiap atom Fe dikelilingi oleh 6 O atau ion O2.Gugus OH satu lapisan hampir langsung berhadapan dengan gugus OH dari lapisan terdekatnya. . dan Cr3+. Goetit paling umum ditemukan dalam tanah.Fe2O3 Magnetit Fe3O4 Al-oksida Bentuk hidroksida lebih banyak ditemukan dari pd oksihidroksida.Al2O3 Goetit α -FeOOH Hematit α -Fe2O3 Lepidokrosit γ -FeOOH Maghemit γ . Ciri Gibsit: . Oksida ini dp menjerap As3+ dan Cr3+. berikutnya Hematit yang memberikan warna merah pada tanah.dan OH-. Fe3+ dp disubtitusi isomorfik oleh Al3+. Al-hidroksida) dan Boehmit (γ -AlOOH.

Kebanyak Mn-oksida bersifat amorf. Birnesit biasanya merupakan bentuk yang dominan. hanya pada pH > 9 silika akan larut. Si(OH)4 + OH pKa ± 9 Si(OH)3O. Mineral sulfat: gipsum (CaSO4. dikenal reaksi yang disebut retensi atau fiksasi . Dolomit (Ca(Mg)CO3.dg diameter 2 cm. Senyawa oksida punya peran penting dalam penjerapan kation atau anion: . ke4 O berhubungan langsung dg atom-atom Si tetangganya shg secara listrik seimbang. Ada 3 tipe mineral: kuarsa. Zn. Mn dan Pb. Ankerit [(Ca. Mg)2(CO3)2].+ H2O Kelarutan silika rendah (inert) pada pH 3 sampai pH 9 kelarutan tidak meningkat.2H2O). Kedua mineral ini sangat larut dan banyak ditemukan pada daerah arid dan semiarid. tridimit. Siderit (FeCO3) dan Rodokrosit (MnCO3). Mineral Karbonat dan Sulfat Kalsit (CaCO3). Fe. struktur: tektosilikat (jaringan).Jerapan nonspesifik (jerapan elektrostatik) .Jerapan spesifik (berkaitan dg ikatan ion tipe kovalen). dan kristobalit. Tingkat kelarutan kuarsa < kristobalit < opal < silika amorf. Mineral Silika Rumus umum mineral silika: n(SiO2). Magnesit (MgCO3). contoh: besi oksida untuk anion fosfat dan kation logam Cu.

Ditentukan dg metode penukar kation (contoh: NH4-Ac. NaCl dll) . Mineral Kaolinit Haloisit Piropillit Talc Montmorilonit Dioctahedral Vermiculite Luas Permukaan Spesifik (m2 g-1) 7 – 30 10 – 45 65 – 80 65 – 80 600 – 800 50 – 800 KPK (cmol kg-1) 2 – 15 10 – 40 – <1 80 – 150 10 –150 Trioctahedral Vermiculite Muskovit Biotit Chlorite Allofan Keterangan: 600 – 800 100 – 200 60 – 100 40 – 100 25 – 150 100 – 800 10 – 40 10 – 40 10 – 40 5 – 350 Luas permukaan ditentukan dg EGME (Etilen glikol monoetil eter) atau dg adsorpsi N2.Luas Permukaan lempung dan KPK. NH4Cl. BaCl2.

pH(KCl) ∆pH = positif ∆pH = nol ∆pH = negatif koloid lempung dominan bermuatan negatif pH0 koloid lempung dominan bermuatan positif KPK (Kapasitas Pertukaran Kation/ Cation Exchange Capacity) KPK: Kemampuan lempung atau bahan organik untuk menjerap atau menukarkan kation-kation. sehingga dalam penggatian kation tersebut tidak merubah atau merusak struktur mineral lempung. Muatan terubahkan (variable charge): muatan berasal dari gugus hidroksil pd lembar oktahedral yang mengalami protonasi (bereaksi dengan H+ atau menambat proton) atau deprotonasi (melepaskan H+) akibat perubahan pH lingkungannya. ukurannya hampir sama. Nilai KPK masing-masing jenis tanah berbeda tergantung: kandungan lempungnya. tipe lempungnya dan kandungan bahan organik. ∆pH = pH(H2O). B. Reaksi protonasi biasanya terjadi saat pH tanah turun (suasana asam).Tipe muatan: Muatan tetap (permanent charge) dihasilkan oleh proses subtitusi isomorfik. Komponen Bahan Organik Tanah Istilah Pengertian . sebaliknya deprotonasi terjadi saat pH naik (suasana basis). pH0 = pH dimana muatan permukaan secara elektrik netral. Al3+ digantikan oleh Mg2+ atau Fe2+ dll. Syarat terjadinya proses ini adalah selisih muatan antara kation yang diganti dengan kation pengganti hanya 1 unit muatan. contoh: Si4+ digantikan oleh Al3+.

karbohidrat. lemak. resin. Senyawa nonhumat Bahan organic berwarna gelap yang dieksrak dari tanah dengan berbagai reagen dan tidak larut dalam asam encer. Fraksi bahan organic tanah atau humus yang tidak larut dalam suasana alkalis. Senyawa yang dikenal dalam biokimia sebagai asam amino. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan bahan berwarna atau fraksi yang diperoleh atas dasar karakteristik kelarutannya.Sisa organik Sisa jaringan binatang dan tanaman yg tidak terlapuk dan sebagian hasil dekomposisi Bahan organik yang ada sebagai jaringan mikrobia hidup Keseluruhan senyawa organic dalam tanah kecuali jaringan hewan dan tanaman yg tidak terlapuk Sama dengan humus Biomassa tanah Humus Bahan organic tanah Senyawa humat Suatu seri senyawa organic berberat molekul tinggi yang berwarna coklat sampai hitam dan terbentuk dari reaksi sinteesis sekunder. lilin. Bagian dari asam humat yang larut alkohol Humin Asam Humat Asam Hematomelanik . asamasam organic.

R. Dapat untuk memeperbaiki sifat retensi air pada tanah pasiran Mendukung pertukaran gas. meningkatkan permeabilitas Membentuk kompleks dg mineral lempung Kelasi Menyemen partikel tanah untuk membentuk agregat Mungkin meningkatkan ketersediaan unsure mikro bagi tanaman Membentuk kompleks stabil Hanya sedikit BO yang hilang . binatang dan mikroorganisme) T = Time (waktu atau lamanya proses dekomposisi dalam tanah) Sifat Bahan organic dan pengaruhnya terhadap tanah Sifat Warna Keterangan Menyebabkan warna gelap pada beberapa tanah Pengaruhnya pada Tanah Dapat mempengaruhi kehangatan tanah Retensi Air BO dapat memegang air 20 Membantu mencegah kali dari beratnya kekeringan atau keretakan. O.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kandungan bahan organic tanah dapat dirumuskan dengan teori pembentukan tanah oleh Jenny yaitu: S = f (Cl. t) Cl = Climate (iklim) P = Parent material (bahan asal dari bahan organic) R = Relief (Letak bahan organic pada suatu topografi tanah) O = Organism (vegetasi. menstabilkan sruktur. P.

dengan Cu2+. Mn2+. kation polivalen lainnya. PO43.. Zn2+ dan oleh pelindian. Bahan organic (BO) tidak Kelarutan dalam larut akibat berasosiasi air dengan lempung. 20. reaksi yang seragam dalam netral dan alkali. NH4+. Garamgaram dari kation di. Sumber unsur hara bagi tanaman Mempengaruhi bioaktivitas.dan trivalent dengan bahan organic tidak larut. NO3-. menghasilkan CO2. pestisida untuk mendapatkan pengendalian efektif Menukar kation Mineralisasi Bereaksi dengan bahan-bahan . tanah Daya sangga Total kemasaman dari fraksi humus berkisar 300 – 1400 cmol/kg Meningkatkan KPK tanah. BO menunjukkan kemampuan penyanggaan Membantu mempertahankan pada kisaran agak masam.dan SO42-. keberadaan dan kemampuan biodegradasi dari pestisidan senyawa kimia organic Mempengaruhi takaran lainnya. BO yang diisolasi mungkin sebagian larut dalam air.70 % KPK tanah Dekomposisi BO disumbang oleh BO.

kimia organik Fraksionasi atas dasar karakteristik kelarutan. Humus Diekstrak dg alkali Humin (tak larut) Larut Perlakuan dg asam .

Asam humat (mengendap) fulvat (larut) Asam Diekstrak dg alkohol dilarutkan kembali dg basa & Elektrolit Asam hematomelanik Asam humat abua-abu Asam (larut) humat coklat (mengendap) Komponen utama BO tanah: C (52-58%). berberat molekul tinggi dan menunjukkan sifat refraktori. H (3. lilin. protein.1 %). peptida. lemak. dan asam-asam organik ber BM rendah). BO tanah: bahan nonhumat dan humat.7-4. Senyawa humat terdiri atas: Asam humat (AH).8 %) dan N (3. Beberapa gugus fungsional dari bahan organik Gugus fungsional Gugus Asam Struktur . asam amino. asam fulvat (AF) dan humin.3 – 4. Bahan non humat: (KH. Bahan ini sangat mudah didekomposisi oleh MO. O (34-39 %). Senyawa Humat (SH): suatu kategori umum dari senyawa organik yang dicirikan oleh warna kuning sampai kehitaman.

The ways in which humic substances are combination with mineral portion of soil as follows: .NH2 R.Karboksil Enol Fenolik OH Quinon Gugus Netral Alkohol OH Eter Keton Aldehid Ester Gugus Basa Amin Amida Keterangan: R = Alifatik Ar= Cincin aromatik R-C=O(-OH) R-CH=CH-OH Ar-OH Ar=O R-CH2-OH R-CH2-O.CH2.C=O(-NH2-R) Kompleks Senyawa Humat dan Fraksi mineral Tanah Extensive studies have shown that not much of the humic substances in soil is in free state but much is bound to colloidal clay.CH2-R R-C=O(-R) R-C=O(-H) R-C=O(-OR) R.

RCOOK etc. As salts of low . Salts of humic substances with alkaline cations Salts of humic substances with alkaline cations comprehensive of compounds: humate (salts of humic acids) fulvate (salts of fulvic acids) They are the most characteristic compounds of soil humic substances. As substances held on clay mineral surfaces.molecular acids forms in result of action of acids (acetic acid.> =N > -COO. lactic acid) on minerals (magnesite. 2.> -NH2 > -N=N. oxalic acid. Ca2+. Salts of low . K+. The order of decreasing affinity of organic groupings for metal ions is approximately as follows: -O. As chelate with metal ions. fumaric acid. The humate and fulvate occur in soil largely as mixture with hydroxide of Fe and Al.). oxalate.molecular organic acids Salts of low . siderite and others) or salts of mineral acids with Ca. lactate and others). 4. Mg2+) are held primarily by simple cation exchange with COOH groups (RCOONa.1. K and others cations. 3. The alkaline cations (Na+.molecular organic acids (acetate. calcite.> C=O The order of decreasing ability of metal ions to chelating is as follows: . In soil role of ligands fulfilment simple organic compounds and functional groups of humic substances.> -O. fulvate.humate. Chelate with metal ions A chelate complex is formed when two or more coordinate positions about the metal ion are occupied by donor groups of a single ligand to form an internal ring structure. As salts of humic substances with alkaline cations .

Fe3+ > Cu2+ > Ni2+ > Co2+ > Zn2+ > Fe2+ > Mn2+ The complexing ability of humic and fulvic acids results largely from their content of oxygen-containing functional groups, such as COOH, phenolic OH and C=O group. Soil organic constituents form both soluble and insoluble complexes with metal ions and thereby play a dual role in soil. Low molecular - weight compounds (biochemicals, fulvic acids) bring about the solubilization of metal ions and affect their transport to plant roots. In contrast, high - molecular - weight compounds (e.g. humic acids) function as a "sink" for polyvalent cations. Natural complexing agents are of considerable importance in weathering processes and in the movement of sesquioxides into the subsoil. Clay - organic complexes The interaction of organic substances with clay has a multitude of consequences that are reflested in the physical, chemical and biological properties of the soil matrix. Several mechanisms are involved in the adsorption of humic substances by clay minerals, the main ones being: van der Waals' forces bonding by cation bridging H - bonding adsorption by association with hydrous oxides adsorption on interlamellar spaces of clay minerals Van der Waals' forces Van der Waals' forces operate between all molecules, but are rather weak. Essentially, these forces result from fluctuations in the electric charge density of individual atoms. An electrically positive fluctuation in one atom tends to produce an elecrically negative fluctuation in a neigh-boring atom and a net attractive forces results. Attractive forces resulting from these fluctuations are every pair of atoms or molecules.

Adsorption caused by van der Waals' forces can be of considerable importance in the adsorption of neutral polar and nonpolar molecules, particulary those which are high in molecular weight. Bonding by cation bridging Since organic anions are normally repelled from negatively charged clay surfaces, adsorption of humic and fulvic acids by clay minerals such as montmorillonite occurs only when polyvalent cations are present on the exchange complex. Unlike Na+ and K+, polyvalent cations are able to maintain neutrality at the surface by neutralizing both the charge on the clay and the acidic functional group of the organic matter (e.g. COO-). The main polyvalent cations responsible for the binding of humic and fulvic acids to soil clays are Ca2+, Fe3+ and Al3+. The divalent Ca2+ ion doesn't form strong coordination complexes with organic molecules. In contrast Fe3+ and Al3+ form strong coordination complexes with organic compounds. The polyvalent cations act as a bridge between two charged sites.

For a long chain organic molecule, several points of attachment to the clay particle are possible.

H - bonding This is a linkage between polar groups of the organic molecule and adsorbed water molecules or oxygens of the silicate surface through bonding with a single H+ ion. The strengh of an individual bond is small, but they are additive thus total adsorption energy can be appreciable. Rigorous drying, such as by desication at the soil surface or consumption of available moisture by plant roots, will tend to increase the bonding between humic material and clay by eliminating hydration water and bringing the humic matter in closer contact to the clay.

H-bonding This is a linkage between polar groups of the organic molecule and adsorbed water molecules or oxygens of the silicate surface through bonding with a single H+ ion. The strengh of an individual bond is small, but they are additive thus total adsorption energy can be appreciable. Rigorous drying, such as by desication at the soil surface or consumption of available moisture by plant roots, will tend to increase the bonding between humic material and clay by eliminating hydration water and bringing the humic matter in closer contact to the clay.

Adsorption by association with hydrous oxides of Fe and Al.ions. The organic anion is not easily displaced with simple salts. When clay minerals are coated with layers of hydrous oxides their surface reactions are dominated by these oxides rather than the clay. Adsorption on interlamellar spaces of clay minerals . The fact that very little humic material can be recovered from soils by these treatments suggest that most of the adsorbed organic matter is retained by supplementary machanisms. Anion associated with clay in this manner are readily removed by increasing the pH or by leaching with NaCl or NH4Cl. a very strong bond will result if more than one group on the humic molecule participates. hydrous oxides are equal in importance to mica-type surfaces in sorbing humic substances. although adsorption is pH sensitive. Organic anions can be associated with the oxides by simple coulombic attraction. Coordination or ligand exchange occurs when the anionic group penetrates the coordination shell of Al or Fe and becomes icorporated with the surface OH layer. As was the case with organic cations on clay mineral surfaces. The sorption of fulvic acid on oxide surfaces is accompanied by displacement of OH groups by COO. For many soils.

The high .5 has been given by Schnitzer and Kodama and Theng. Considerably contrversy exist as to whether humic and fulvic acids are bound in this way in the natural soil.An important mechanisms for retention of proteins and charged organic cations by expandable-layer silicates is through adsorption on interlamellar spaces.molecular . Evidence for interlamellar adsorption of fulvic acid by montmorillonite at pH < 5.weight humic acids may be too large to penetrate interlamellar spaces. .

Proses ini sangat penting karena menentukan jumlah unsur hara. Permukaan yang terbentuk oleh rangkaian O-Al-OH dari oktahedron alumina. Gugus Fungsional Permukaan. kaloinit 1:1 c. aldehid. Gugus fungsional dp terprotonasi atau deprotonasi melalui penjerapan H+ dan OH-. ikatan kovalen. dan ikatan hidrogen. Permukaan lempung: a. Contoh: pada senyawa oksi-hidroksida. Contoh: pada lempung tipe 2:1 b. pertukaran ligan (ligan exchange). amin dll). PERTUKARAN KATION Adsorpsi (adsorbat. . Cs > Rb > K > Na > Li (ke arah kanan makin menurun). adsorben dan adsorptif) Adalah akumulasi suatu senyawa atau bahan pada titik singgung antara permukaan padatan dan larutan yang membasahinya. fenolik. Gaya fisik dan kimia yang terlibat dalam proses penjerapan (adsorpsi): gaya van der Waals. Contoh: pada gel silika amorf dan allofan. logam.V. karbonil. Kation monovalen terjerap oleh lempung mengikuti deret Liotropik. Permukaan yang terbentuk terutama oleh rangkaian Si-O-Si (ikatan siloksan) dari tetrahedron silika. Gugus fungsional asam. pestisida dan senyawa organik lain yang di tahan oleh permukaan tanah. netral dan basis dari senyawa-senyawa organik (Karboksil. Komponen penting koloid inorganik dan organik yang berperanan dalam proses pertukaran atau adsorpsi kation/anion adalah: 1. Permukaan yang terbentuk oleh rangkaian -Si-OH (gugus silanol) atau –AlOH (gugus aluminol) dari senyawa amorf. 2.

yang lain yaitu: gibsit. Bila diantara gugus fungsional permukaan dan ion atau molekul yang terikat terdapat air. Bila tidak ada air maka disebut kompleks inner-sphere.+ H+ S = Loka asam Lewis (Lewis acid sites) OH di permukaan yang kehilangan proton = Basa Lewis Loka asam Lewis tidak hanya oksida-oksida logam. Kompleks inner-sphere ini dp berupa monodentat (logam diikat oleh hanya satu O) dan bidentate (logam diikat oleh 2 O). Ada 2 tipe kompleks permukaan yang terbentuk yaitu outer-sphere dan inner-sphere. Kompleksasi outer-sphere merupakan proses cepat dan bersifat dp balik (reversible) serta adsorpsi yang terjadi melalui mekanisme ini dipengaruhi oleh kekuatan ion (ionik strength) dari larutannya. kompleks permukaan ini disebut outer-sphere. . Adsorpsi model ini terjadi hanya pada permukaan yang memiliki muatan berlawanan dg adsorbatnya. pinggir mineral kaolinit. Interaksi antara suatu gugus fungsional permukaan dg suatu ion atau molekul yang ada dalam larutan tanah akan membentuk suatu kesatuan molekul yang stabil yang disebut kompleks permukaan. Kedua proses ini dp berjalan secara bersama-sama. gugus OH yang berikatan tunggal pada pinggir mineral lempung.S-OH S-OH + H+ S-OH2+ S-O. sehingga lebih lemah dibandingkan kompleks inner-sphere yang mempunyai ikatan kovalen atau ionik. Disamping itu adsorpsi ion melalui kompleksasi inner-sphere dp terjadi tanpa memandang muatan permukaan. goetit. Kompleksasi inner-sphere biasanya lebih lambat dan sering tidak dapat balik (not reversible) serta pengaruh ionic strength larutannya relatif lemah. Kompleks outer-sphere melibatkan ikatan elektrostatik (coulombic).

Satuannya cmol/kg atau meq/100 g atau meq %. Fenomena jerapan dan pertukaran kation atau anion ini penting dalam kaitannya dg serapan hara oleh tanaman. Persamaan Empiris Pertukaran Kation atau Isoterm adsorpsi. Macam Koloid Tanah Humus Vermikulit Montmorillonit Illit Kaolinit Sesquioksida KPK (meq/100 g) 200 100-150 70-95 10-40 3-15 2-4 Kation yang berbeda memliki kekuatan untuk menukarkan kation lain yang terjerap berbeda pula. dan pemupukan. kesuburan tanah. Nilai KPK tanah bervariasi menurut tipe dan jumlah koloid (mineral lempung dan organik) yang ada dalam tanah. . retensi hara. H dan C.Kemampuan suatu tanah untuk menjerap dan menukarkan kation disebut Kapasitas Pertukaran Kation (cation exchange capacity). Contoh: Ba2+ dan NH4+. Ada 4 tipe umum isoterm adsorpsi yaitu S. L.

Prilaku jerapan semacam ini berkaitan dg tingginya affinitas adsorben untuk menjerap pd kadar rendah. Koefisien partisi (Kp) diperoleh dari persamaan: q = KpC q = jumlah yang terjerap. permukaan memiliki affinitas rendah dan meningkat saat kadar meningkat. Kurva C: menunjukkan adanya mekanisme penyekatan dg cara ion atau molekul yang terjerap didistribusikan atau disekat diantara fase titik singgung (interface) dan fase larutan tanpa ada ikatan tertentu antara adsorben dan adsorbat. suhu berpengaruh kecil pd jerapan. mol/kg C = kadar dalam kondisi setimbang. Kurva L: dicirikan oleh slope yang menurun saat kadar meningkat. dan tidak ada kompetisi ketika bahan lain ditambahkan. Tipe ini menunjukkan pd kadar rendah. kemudian turun dan menjadi nol atau landai setelah ruang kosong dalam adsorban sudah terisi. Kurva H: menunjukkan interaksi yang kuat antara adsorben dan adsorbat yang kuat. adsorpsi/desorpsi yang dapat balik. Mekanisme penyekatan (partitioning) biasanya dilihat dari isoterm jerapan yang linear. Kp= Nilai rasio jumlah bahan yang terjerap/jumlah bahan yang ada dalam larutan.Kurva-S Kurva-L Kurva-H Kurva-C Kurva S: Jml yang terjerap pada awalnya meningkat dg meningkatnya kadar ion dalam larutan. 1. kemudian mengalami penurunan saat kadar naik. Persamaan Freundlich: x = kC1/n . karena jumlah loka jerapan yang kosong menurun akibat terisi oleh adsorbat. misalnya pada kompleksasi innersphere.

Energi jerapan sama untuk semua loka dan tidak ada interaksi antar molekul adsorbat (adsorbat berprilaku ideal). Nilai 1/n = slop atau kemiringan. Olsen dan Watanabe (1957) menggunakannya untuk mendeskripsikan jerapan fosfat pd tanah. Catatan: Persamaan ini ada yang menulis sbb: q =KdC1/n (q=x) 2. Asumsi untuk persamaan ini: (1). maka persamaannya menjadi x = kC. (4). log k = intersepsi. Persamaan Langmuir: x/xo = (kC)/(1+kC) x = Jumlah kation yang terjerap per satuan berat penukar (q) xo= Kapasitas pertukaran total C= Kadar kation yang ditambahkan dalam mole/lt k= koefisien affinitas Persamaan ini ditemukan Irving Langmuir (1918) untuk mendeskripsikan jerapan molekul gas pada permukaan rata (planar). n = konstanta Bila dilogkan persamaan tersebut menjadi log x = 1/n log C + log k. Jerapan terjadi pada permukaan yang rata (planar) dan memiliki sejumlah loka penjerap yang mirip dan loka tersebut hanya dp memegang satu molekul saja. (2). . Nilai 1/n dan k sering digunakan untuk membuat kesimpulan tentang mekanisme jerapan. Jerapan bersifat dapat balik (reversible) (3). Tidak ada gerakan lateral dari molekul pada permukaan.x = Jumlah kation yang terjerap per satuan absorben (mol/kg) C= Kadar kation yang ditambahkan pd kondisi setimbang (equilibrium) (mol/lt) k. dimana k = koefisien partisi. Bila 1/n = 1. tetapi banyak para ahli meragukan kesohehannya. Kelemahan persamaan ini tidak dapat menduga nilai jerapan maksimum (adsorption maximum).

PERSAMAAN HUKUM AKSI MASSA DARI PERTUKARAN KATION Persamaan Kerr. 1 Na+ + Ca-tanah [Na+]2(Ca2+) = k= [Ca2+] (Na+)2 [√Ca2+](Na+) Persamaan Gapon Tanda [] : ion yang terjerap. (Na)2-tanah + Ca2+ [Na+](√Ca2+) Kesetimbangan dinyatakan sbb: .Persamaan di atas ada yang menulis sbb: q =kCb(1+kC). Persamaan ini cukup sukses untuk mendeskripsikan jerapan pada tanah dengan sifat fisiko-kimia dan mineralogi yang berbeda. Dengan mengeplotkan antara menjadi C/q vs C diperoleh kemiringan nilai 1/b dan nilai intersepsi 1/kb. Persamaan Langmuir dapat dipecah menjadi 2 untuk menunjukkan 2 loka (sites) sbb: b1k1C b2k2C q= 1 + k1 C 1 + k2 C + Subscrip 1 dan 2 menunjukkan loka 1 dan 2. masing-masing mengindikasikan adanya jerapan pd loka dg energi tingi dan rendah. ( ) : ion bebas dalam larutan. kalau dibuat linear menjadi C/q =1/kb + C/b.

Persamaan Vanselow. [Na+] Proporsi Na yang terjerap = [Na+ + Ca2+] [Ca2+] Proporsi Na yang terjerap = [Na+ + Ca2+] Persamaan di atas dp disubtitusikan ke persamaan Kerr ! diperoleh persamaan Vanselow: [Na+]2[Ca2+] Proporsi Na yang terjerap = = k (Ca2+) [Na+ + Ca2+](Na+)2 Persamaan berdasarkan Teori Donan Larutan d Na+ Larutan l Na+ .

Prinsip ini sama dg hukum aksi massa. Hukum Rasio Schofield = k . yaitu: [Na+]2[Ca2+] = (Na+)2 [Ca2+] (Na+) (√Ca2+) [Na+] [√Ca2+] = 1 atau Persamaan Erickson menggabungkan Teori Donnan dan Vanselow. yaitu: [Na+]2(Ca2+)(C) = (Na+)2[Ca2+][Na+ + Ca2+] C = kapasitas pertukaran koloid.ClLempung-Na Cl- Selaput semipermiabel Pada ekuilibrium reaksi dp dipertahankan sbb: (Na+)d( Cl-)d = (Na+)l( Cl-)l atau (Na+)d (Cl-)l = (Na+)l (Cl-)d Sistem Donnan dijumpai dalam tanah. khususnya penting dalam hubungan tanahakar tanaman.

dam elektronegativitas 7. Jika jumlah kation terjerap tidak berubah. (Na+)/(√Ca2+). Apa yg dimaksud normalitas. Reaksi oksidasi kromat 6. Apa makna nilai konstante dissosiasi (K) > 1. rasio kation-kation dalam larutan tergantung pada rasio kation-kation yang terjerap pd permukaan koloid.Diperoleh dg mengatur kembali persamaan Gapoon. Ikatan ionic. Apa yg dimaksud berat equivalent? 4. (Na+) [Na+](√Ca2+) = k [√Ca2+] (Na+) = 1/k (√Ca2+) [√Ca2+] [Na+] atau Persamaan ini menunjukkan pada kondisi kesetimbangan. Jelaskan komponen-komponen atom menurut Thomson dkk? 2. ikatan kovalen. SOAL-SOAL UNTUK DIKERJAKAN DI RUMAH 1. <1 atau samadengan 1? 8. Hitung berat equivalent pd reaksi H3PO4 3H+ + PO43- 5. rasio kation-kation dalam larutan tetap. Hitung nilai N pada reaksi 2NaOH + H2SO4? . Apa yg dimaksud kation dan anion ? 3.

Jelaskan perbedaan lempung montmorillonit. 11. 19. ∆ pH? Jelaskan faktor2 yg mempengaruhi kandungan BO tanah Jeaslkan gusgus fungsional pada BO dan mineral lempung (kaolinit. illit. 16. 25. montmorilonit. 21. filosilikat dan tektosilikat artinya apa ? Sebut 4 ciri kaolinit. 17. 18. montmorillonit. 13. Ada 2 makna lempung yaitu? 10. 27. 20. 26. Si tertrahedra memiliki struktur siklosilikat. muatan permanen. 14. 22. 12. 15. 24. 23. muatan terubahkan. vermikulit dan klorit Masing2 lmp pada soal no 11 banyak ditemui pada tanah apa ? Ada 2 subkelompok lempung kristalin. illit dan vermikullit Jelaskan perbedaan allofan dan kaolinit Apa yang dimaksud istilah2 berikut ini: interstratified clay mineral. asam humat dam asam fulvat? Sebutkan 5 sifat kimia bahan organic? Jelaskan ikatan2 yg membentuk kompleks lempung-organik? Apa yg dimaksud kompleks outer-sphere dan innerspehere? Gambarkan 4 tipe isoterm jerapan kation pada lempung? Jelaskan perbedaan dari persamaan Freundlich dan Langmuir? Tuliskan persamaan Gapon dan Teori Donan . sebutkan ? Sebutkan kelumpok mineral yg termasuk sesquioksida? Apa perbedaan dampak dari tanah yang didominasi oleh lempung kaolinit dan montmorillonit terhadap sifat kimia tanahnya.9. senyawa hidrooksida dan allofan) Apa yg dimaksud senyawa humat.