MAKALAH ANALISA PROTEIN METODE KJELDAHL

MAKALAH KIMIA ANALISA BAHAN MAKAN ANALISA PROTEIN DENGAN METODE KJELDAHL

Disusun oleh: 1. Ardyan Sukma 2. Addinul Ihsan 3. Masyrifatul Jannah 4. Gege Heru Setiawan 0610923010 0710920050 0710923018 0710923028

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

protein. diperoleh nilai protein dalam bahan makanan itu. Setelah pembebasan dengan alkali kuat. Metode ini telah banyak mengalami modifikasi. Tetapi untuk zat-zat seperti amina. dan gandum angka . kedelai.25. Sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat. protein dan senyawa yang mengandung nitrogen. Dengan mengalikan hasil analisis tersebut dengan angka konversi 6. sebab hanya memerlukan jumlah sampel dan pereaksi yang sedikit dan waktu analisa yang pendek. Cara Kjeldahl digunakan untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan makanan secara tidak langsung.dan lain – lain hasilnya lumayan. Metode ini cocok digunakan secara semimikro. karena yang dianalisis dengan cara ini adalah kadar nitrogennya. amonia yang terbentuk disuling uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi.Metode Kjeldahl Metode Kjeldahl merupakan metode yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam amino. Untuk beras. Metode ini kurang akurat bila diperlukan pada senyawa yang mengandung atom nitrogen yang terikat secara langsung ke oksigen atau nitrogen.

5. Cara Kjeldahl pada umumnya dapat dibedakan atas dua cara. pirimidina.25 berasal dari angka konversi serum albumin yang biasanya mengandung 16% nitrogen. Walaupun demikian. . 1. Cara analisis tersebut akan berhasil baik dengan asumsi nitrogen dalam bentuk ikatan N-N dan N-O dalam sampel tidak terdapat dalam jumlah yang besar. Angka 6.95. Prinsip cara analisis Kjeldahl adalah sebagai berikut: mula-mula bahan didestruksi dengan asam sulfat pekat menggunakan katalis selenium oksiklorida atau butiran Zn.71. Amonia yang terjadi ditampung dan dititrasi dengan bantuan indikator. Kekurangan cara analisis ini ialah bahwa purina. dan 5. vitamin-vitamin. Cara semimikro Kjeldahl dirancang untuk contoh ukuran kecil yaitu kurang dari 300 mg dari bahan yang homogen. Cara makro Kjeldahl digunakan untuk contoh yang sukar dihomogenisasi dan besar contoh 1-3 g 2. asam amino besar. yaitu cara makro dan semimakro. kreatina.konversi berturut-turut sebagai berikut: 5.83. cara ini kini masih digunakan dan dianggap cukup teliti untuk pengukuran kadar protein dalam bahan makanan. dan kreatinina ikut teranalisis dan terukur sebagai nitrogen protein.

1. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah: H destruksi R-C-COOH NH3 + CO2 + H2O . CO2 dan H2O. Selenium dapat mempercepat proses oksidasi karena zat tersebut selain menaikkan titik didih juga mudah mengadakan perubahan dari valensi tinggi ke valensi rendah atau sebaliknya. Gunning menganjurkan menggunakan K2SO4 atau CuSO4. proses destilasi dan tahap titrasi.Analisa protein cara Kjeldahl pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi. Dengan penambahan katalisator tersebut titk didih asam sulfat akan dipertinggi sehingga destruksi berjalan lebih cepat. Elemen karbon. Sedangkan nitrogennya (N) akan berubah menjadi (NH4)2SO4. Untuk mempercepat proses destruksi sering ditambahkan katalisator berupa campuran Na2SO4 dan HgO (20:1). Selain katalisator yang telah disebutkan tadi. kadangkadang juga diberikan Selenium. hidrogen teroksidasi menjadi CO. Tahap destruksi Pada tahapan ini sampel dipanaskan dalam asam sulfat pekat sehingga terjadi destruksi menjadi unsur-unsurnya.

Agar supaya kontak antara asam dan ammonia lebih baik maka diusahakan ujung tabung destilasi tercelup sedalam mungkin dalam asam. Untuk mengetahui asam dalam keadaan berlebihan maka diberi indikator misalnya BCG + MR atau PP. Ammonia yang dibebaskan selanjutnya akan ditangkap oleh asam khlorida atau asam borat 4 % dalam jumlah yang berlebihan.1 N NH4Cl Berlebihan .NH2 H2SO4 Asam amino CuSO4 (protein) Na2SO4 NH3 + H2SO4 (NH4)2SO4 Hasil Destruksi 2. Tahap destilasi Pada tahap destilasi. ammonium sulfat dipecah menjadi ammonia (NH3) dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah: (NH4)2SO4 + NaOH NH3 + H2O + Na2SO4 NH3 + HCl 0. Agar supaya selama destilasi tidak terjadi superheating ataupun pemercikan cairan atau timbulnya gelembung gas yang besar maka dapat ditambahkan logam zink (Zn).

Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah: HCl 0.1 N NaCl + H2O Kelebihan Kandungan nitrogen kemudian dapat dihitung sebagai berikut: %N = ml NaOH blanko – ml NaOH sampel × N. Akhir titrasi ditandai dengan tepat perubahan warna larutan menjadi merah muda dan tidak hilang selama 30 detik bila menggunakan indikator PP.3. Akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari biru menjadi merah muda. Tahap titrasi Apabila penampung destilat digunakan asam khlorida maka sisa asam khorida yang bereaksi dengan ammonia dititrasi dengan NaOH standar (0.1 N).008 × 100% Gram bahan x 1000 Apabila penampung destilasi digunakan asam borat maka banyaknya asam borat yang bereaksi dengan ammonia dapat diketahui dengan titrasi menggunakan asam khlorida 0. Kandungan nitrogen kemudian dapat dihitung sebagai berikut: .1 N dengan indikator (BCG + MR). NaOH × 14.1 N + NaOH 0.

25 dapat digunakan . Faktor ini diperoleh dari fakta rata-rata nitrogen dalam protein adalah 16 %. Kadar protein (%) = % N x faktor konversi Nilai faktor konversi berbeda tergantung sampel: 1. 6. 7.20 5. Besarnya faktor perkalian N menjadi protein ini tergantung pada persentase N yang menyusun protein dalam suatu bahan.95 6. HCl × 14.38 5. Kadar Protein (%) = N x 100/16 .7 5.25 5. 8.25 6. 5. 9.7 6.25 6. 4. Sereal Roti Sirup Biji-bijian Buah Beras Susu Kelapa Kacang Tanah 5.%N = ml NaOH blanko – ml NaOH sampel × N.46 Apabila faktor konversi tidak diketahui. 3.008 × 100% Gram bahan x 1000 Setelah diperoleh %N. selanjutnya dihitung kadar proteinnya dengan mengalikan suatu faktor. 2. faktor 6.

35 g raksa (II) oksida dan 15 ml asam sulfat pekat. dipanaskan semua bahan dalam labu Kjeldahl dalam lemari asam sampai berhenti berasap dan diteruskan pemanasan sampai mendidih dan cairan menjadi jernih. Proses Destilasi . ditambahkan pemanasan kurang lebih 30 menit. Selanjutnya ditambahkan 100 ml aquadest dalam labu Kjeldahl yang didinginkan dalam air es dan beberapa lempeng Zn. Ditimbang 1 g bahan yang telah dihaluskan.25 Analisa Protein Pada Kedelai 1.= N x 6. tambahkan 15 ml larutan kalium sulfat 4% (dalam air) dan akhirnya ditambahkan perlahan-lahan larutan natrium hidroksida 50% sebanyak 50 ml yang telah didinginkan dalam lemari es. dimatikan pemanasan dan dibiarkan sampai dingin. namun karena kandungan protein tinggi pada kedelai maka digunakan bahan kurang dari 1 g Kemudian ditambahkan 7. Proses Destruksi     2. masukkan dalam labu Kjeldahl.5 g kalium sulfat dan 0.

 Diipasang labu Kjeldahl dengan segera pada alat destilasi.1N sebanyak 50 ml dan indicator merah metil 0.1N yang tidak bereaksi dengan destilat dititrasi dengan larutan baku natrium hidroksida 0.1N.25 X 100% Berat Sampel (x) g . kemudian dipanaskan dengan cepat sampai mendidih. ujung pipa kaca destilator dipastikan masuk ke dalam larutan asam klorida 0.014 X 6. 3. Proses Titrasi  Sisa larutan asam klorida 0.1N.  Destilat ditampung dalam Erlenmeyer yang telah diisi dengan larutan baku asam klorida 0. Ada pun penentuan kadar protein kasar : Protein Kasar = (y-z) X titar NaOH X 0. Titik akhir titrasi tercapai jika terjadi perubahan warna larutan dari merah menjadi kuning. Lakukan titrasi blanko. Dipanaskan labu Kjeldahl perlahan-lahan sampai dua lapis cairan tercampur.  Proses destilasi selesai jika destilat yang ditampung lebih kurang 75 ml.1% b/v (dalam etanol 95%) sebanyak 5 tetes.

Kerugian menggunakan Metode Kjeldahl. presisi tinggi dan baik reproduktifitas telah membuat metode utama untuk estimasi protein dalam makanan. c. seperti halnya penggunaan beberapa kemungkinan katalis teknik ini memakan waktu untuk membawa keluar. Protein yang berbeda memerlukan faktor koreksi yang berbeda karena mereka memiliki urutan asam amino yang berbeda.GAMBAR ALAT PENENTUAN NITROGEN DENGAN METODE KJELDAHL Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan Metode Kjeldahl  a. Penggunaan asam sulfat pekat pada suhu tinggi menimbulkan bahaya yang cukup besar. b.  a.diantaranya : memberikan ukuran protein yang benar. b. Kentungan menggunakan Metode Kjeldahl. karena semua nitrogen dalam makanan tidak dalam bentuk protein.diantaranya : Secara internasional dan masih merupakan metode standar untuk perbandingan terhadap semua metode lainnya. KESIMPULAN Pada analisa protein dengan menggunakan metode kjedahl untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan makanan .

25 berasal dari angka konversi serum albumin yang biasanya mengandung 16% nitrogen. Cara analisa protein dengan menggunakan metode kjeldahl dapat dibedakan atas dua cara. Untuk beras. Dengan mengalikan hasil analisis tersebut dengan angka konversi 6.25. dan gandum angka konversi berturut-turut sebagai berikut: 5. . diperoleh nilai protein dalam bahan makanan itu. yaitu cara makro dan semimakro. dan 5. kedelai.secara tidak langsung.83. 5. 1.71.95. Angka 6. Cara semimikro Kjeldahl dirancang untuk contoh ukuran kecil yaitu kurang dari 300 mg dari bahan yang homogen. 2. Cara makro Kjeldahl digunakan untuk contoh yang sukar dihomogenisasi dan besar contoh 1-3 g. karena yang dianalisis dengan cara ini adalah kadar nitrogennya.

wordpress. diakses tanggal 13 Maret 2009 .M.2001.Natsir. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Anonymous.com/2009/02/11/reaksi-analisa-protein/. KAMUS KIMIA ARTI DAN PENJELASAN ISTILAH.DAFTAR PUSTAKA Arsyad. ANALISA PROTEIN.2009.http://mgmpkimiasumbar.

2009. KJELDAHL.id/file/muhamadjuraidwatiheluwipblampiran. diakses tanggal 14 Maret 2009 Anonymous.umass.oit.blogspot.htm.Anonymous.http://kisahfathe.google.http://translate.html. http://www.2009.damandiri. ANALISA PROTEIN.2009.pdf.com/quantitative-analysis.edu/~mcclemen/581Proteins. KJELDAHL.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://wwwunix. PROSEDUR ANALISA LABOTARIUM.html.or. di akses tanggal 14 Maret 2009 Fatmawaty. diakses tanggal 13 Maret 2009 . diakses tanggal 13 Maret 2009 Anonymous.co.turbovista.php.com/2009/02/kjeldahl.2009.

/  .987    &$  #%  !$ $%  !% 7. !:89.  34324:8   $ !# % 995.2.&9. .79.20/..              %#!&$%  78..

.

8:2-.42.2252.7 47/57088 .

 .

.

.

3.70.8.8 . 574903.

3.808 9.709  . /..

34324:8    995.

.

1.90 -48549 .8.42.

 .

.

709  34324:8   $ !# % 995. 92  /.0/.8089..3.

.

4 /.97.38.90 440 .

35.97.38.703/ :995.90/ .

.

 :3 49 :2.88 0/:.

.=2.0203.

.8089.3.!749038 92 /.709  34324:8   !# $&#$  %#& /.3/7 47 /.2.

10.

808 9../:7./.3..90:5-.2.3 5/1 /.709  .257.9      995.92.2:.

.

 9:7-4.42. .89.

88 55 92  /.3.8089.399.9..3.0 .6:.709  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful