P. 1
Konsep Dasar Profesi Keguruan

Konsep Dasar Profesi Keguruan

|Views: 464|Likes:

More info:

Published by: Ratih Yayas Larasati on Oct 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2015

pdf

text

original

Konsep Dasar Profesi Keguruan (pengertian dan syarat-syarat

)

A. Pengertian Profesi Keguruan Istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang.Seseorang yang bekerja sebagai dokter,dikatakan pekerjaannya sebagai dokter dan orangyang pekerjaannya mengajar dikatakan profesinya sebagai guru.Jadi istilah profesi dalam konteks ini sama artinya dengan pekerjaan atau tugas yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Keragaman dalam memahami istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari mengidentifikasikan perlunya suatu pengertian yang dapat menegaskan kriteria suatu pekerjaan sehingga dapat disebut sebagai suatu profesi.Artinya,tidak semua pekerjaan atau tugas yang dilakukan dapat disebut sebagai profesi.Pekerjaan-pekerjaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang disebut sebagai suatu profesi. Secara etimologi, istilah profesi berasal dari bahasa inggris yaitu profession atau bahasa Latin , profecus yang artinya mengakui,adanya pengakuan,menyatakan mampu,atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara Terminologi,profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrument untuk melakukan pebuatan praktis, bukan pekerjaan manual (Danin,2002). Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok yaitu pengetahuan,keahlian,dan persiapan akademik. Menurut Ornstein dan Levine (1984) bahwa suatu pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi bila pekerjaan atau jabatan itu dilakukan dengan: 1. Melayani masyarakat 2.Melakukan bidang ilmu dan keterampilan 3. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori kepraktik 4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang 5. 6. Terkendali berdasarkan lisensi baku atau mempunyai persyaratan masuk

Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan tampilan untuk kerjanya berhubungan dengan layanan yang diberikan.

Berperan teguh oada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.dkk (1991) adalah sebagai berikut: 1. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi social yang menentukan 2.jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi. B. Jabatan yang melikatkan kegiatan intelektual 2. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama. Gambaran rinci tentang syarat-syarat jabatan guru tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1.& Abimanyu. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai professional itu sendiri 7.1994) menyusun sejumlah syarat atau criteria yang mesti ada dalam jabatan guru.jabatan yang menentukan baku sendiri.dan jabatan yang mempunyai organisasi profesi yang kuat dan terjalin erat. Jabatan mempunyai prestisi yang tinggi yang tinggi dalam masyarakat.yaitu :jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 5. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas sistematis dan eksplisit. Jabatan yang menggeluti batang tubuhilmu yang khusus 3.jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. Cirri-ciri utama susatu profesi menurut Sanusi. 6. Dalam praktiknya melayani masyarakat anggota profesi otonom dan bebas dari campur tngan orang lain 9.jabatan menjanjikan karir hidupdan keanggotaan yang permanen.kosasi. Jabatan yang menuntut keterampilan /keahlian tertentu. 3. jabatan yang menggelutisuatu batang tubuh ilmu yang khusus .bukan habya sekedar pendapat khalayak umum. 8.jabatan yang memerlukan kegiatan profisisonal yang lama. Syarat-syarat profesi keguruan National Education Association (Sucipto. dapat dipahami bahwa profesi adalah pekerjaan atau jabatan khusus yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat. Keterampilan /keahlian yang dituntut jabatan itu dapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah 4.Menelaah pengertian profesi tersebut. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama .

6. kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 3. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen 6. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan 5. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri 7. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise).4. menggunakan teknik-teknik ilmiah. 4. 26/1989). 2. standar unjuk kerja. organisasi profesi. yaitu adanya: 1. serta dedikasi yang tinggi. adanya organisasi profesi. Profesi Keguruan Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. etika dan kode etik profesi. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. sistem imbalan. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi 8. 5. namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru. Ciri-ciri profesi. pengakuan masyarakat. . lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab.

Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka). Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 3. 1. kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP). Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. pengakuan profesi guru. dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Ciri-ciri Profesi Keguruan Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. 6. 8. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. 7. organisasi profesi yang semakin baik. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. .Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. 2. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 5. Latar Belakang Profesi Keguruan Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 4. namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. personal dan sosial.

Percaya kepada diri sendiri. 5. 10. 6. yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya. Tenggang rasa dan toleran. 4. dan (3) layanan bantuan. yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut. 2. 8. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. . Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.Ruang Lingkup Profesi Keguruan Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya. 1. 9. Memahami tujuan pendidikan. 3. (2) layanan instruksional. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Mampu menjalin hubungan insani. Kompetensi Sosial Guru Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Bersikap terbuka dan demokratis. 7. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.

. 5. Pengelolaan kelas. 7. 3. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). bidang studi yang dibinanya.Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. 8. 1. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Komponen-komponen Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. 3. Menguasai metode berpikir. 6. Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep. 1. 2. Dapat bekerja sama dengan BP3. 5. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar. 4. sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. 2. Pengelolaan program belajar-mengajar. 4. perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal. Bersikap simpatik. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik. Oleh karena itu. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. antara lain berikut ini. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia.

Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru. 13. Berani mengambil keputusan. 10. 17. senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional. Keputusan Situasional dan Transaksional . 11. 14. Mampu bekerja berencana dan terprogram. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. 16. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan. 19. Mampu menggunakan waktu secara tepat. 12. Mampu memahami karakteristik peserta didik. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah. 18. Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.9. Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan. Memahami kurikulum dan perkembangannya. 15. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi.

Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum. Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel). (d) rencana evaluasi. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif. Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai. waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa). Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM. (c) rencana kegiatan. bahan yang akan disampaikan. (b) tujuan instruksional. . Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif. yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas 1. Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring.

4. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. observasi. dan kerja sama sekolah dengan orang tua. 3. dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif. Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan. kognitif. analisis. analisis kesenjangan. tes. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling . Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran. Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. 5. dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif. Keduanya saling terkait. pribadi. dan penilaian efektivitas strategi.2. pemilihan strategi. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal.

seperti kerahasiaan. dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya. baik menyangkut aspek fisik. Bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal”. sosial maupun moral-spiritual. keahlian. bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman. dan (d) perbaikan. (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan. emosional. Fungsi. dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya”. sosial. Penyelenggaraan bimbingan itu. 3. Asas. dan Prinsip Bimbingan 1. keterbukaan. 4. dan karier. akademik. (c) pengembangan. . (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik. meliputi bidang-bidang pribadi. 3. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal. 2. (c) mempedulikan semua aspek perkembangan. (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan.1. Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan 1. Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa). Konseling diartikan sebagai “proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka. dan tut wuri handayani. yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan. Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas.(b) pencegahan. Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang. Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan. kedinamisan. 2. intelektual.

Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah. proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal. pribadi. tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. konseling perorangan. informasi. sosial maupun karir. bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Jenis-jenis layanan bimbingan. Membantu Siswa Bermasalah Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran. tes kemampuan dasar. kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus. apabila ditunjang oleh komponenkomponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi. pembelajaran. pengajaran. pengamatan kebiasaan belajar. dan konseling kelompok Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan Pendidikan akan terselenggara dengan baik. Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. . Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar.2. Melalui bimbingan. bimbingan kelompok. penempatan dan penyaluran. meliputi orientasi. dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar.

dan (4) Pendukung sistem. (3) Layanan perencanaan individual. karir dan pengembangan pribadi. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. . (3) peningkatan motivasi belajar. (2) Layanan responsif. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan.Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan. yaitu (1) pengajaran perbaikan. (4) peningkatan keterampilan belajar. (2) pengayaan. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar. yaitu (1) Layanan dasar umum.

Dari pendapat Ketua Umum PGRI ini dapat ditarik kesimpulan bahawa dalam Kode Etik Guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yakni: 1. tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan. B. dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari-hari. abdi negara. Tujuan Kode Etik Pada dasarnya tujuan merumuskankode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi profesi itu sendiri. Sebagai pedoman tingkah laku. Selanjutnya. Dari uraian tersebut kelihatan. antara lain sebagai berikut: Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian jelas menyatakan bahwa “Pegawai Negeri/Sipil mempunyai Kode Etik sebagai pedoman sikap. 2. guru. yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka. tingkah laku. melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat. tingkah laku. dan lain-lain yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Sebagai contoh. Sebagai landasan moral.” Dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa dengan adanya Kode Etik ini. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut: . notaris. bahwa kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI. harus mempunyai kode etik profesi. 1973). Pengertian Kode Etik Setiap profesi. penafsiran tentang kode etik juga belum memiliki pengertian yang sama. pegawai negeri sispil sebagai aparatur Negara. bahwa kode etik merupakan pedoman sikap. arsitek. dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai negeri.Materi bab 3 Kode Etik Profesi Keguruan A. Dengan demikian. dapat dicantumkan beberapa pengertian kode etik. Sama halnya dengan kata profesi sendiri. Dari urai ini dapat kita simpulkan. seperti telah dibicarakan dalam bagian terdahulu. dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. jabatan dokter. dan abdi masyarakat mempunyai pedoman sikap. Dalam pidato pembukaan Kongres PGRI XIII. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya dan larangan-larangan.

 Untuk meningkatkan mutu profesi Untuk meningkatkan mutu profesi kode etik juga memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.  Untuk meningkatkan pengabadian para anggota profesi Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabian profesi. kode etik umumnya memberi petunjuk-petunjuk para anggotanya untuk melaksanakan profesinya. Dalam hal kesejahteraan batin para anggota profesi. kode etik juga sering kali disebut kode kehormatan. . Dari segin ini.  Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik kesejahteraan lahir (atau material) maupun kesejahteraan batin (spiritual atau mental). setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atauk kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi terhadap dunia luar. Dalam hal kesejahteraan lahir para anggota profesi. sehingga siapa-siapa yang mengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela dan merugikan rekan-rekan seprofesi. agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remes terhadap profesi akan melarang. kode etik umumnya memuat larangan-larangan kepada para anggotanya untuk melakukan perbuatanperbuatan yang merupakan kesejahteraan para anggotanya. Misalnya dengan menetapkan tarif-tarif minimum bagi honorium anggota profesi dalam melaksanakan tugasnya. Kode etik juga sering mengandung peraturan-peraturan yang bertujuan membatasi tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur bagi para anggota profesi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi. sehingga bagi anggota profesi daapat dengan mudah megnetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian dalam melaksanakan tugasnya. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat. Oleh karenya. kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu.

maka diwajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartispasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi. maka aturan yang mulanya sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi hukum yang sifatnya memaksa. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Sering ktia jumpai. Jika seseorang anggota profesi bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesinya. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para naggotanya. D. Apabila hanya demikian. menandakan bahwa organisasi profesi itu telah mantap. Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. penetapan kode etik tidak boleh dilakukan oleh orang secara perorangan. C. dan jika dianggpakecurangan itu serius ia dapat dituntut di muka pengadilan. menjaga dan memelihara kesejateraan para anggota. karena kode etik adalah landasan moral dan merupakan pedoman sikap. Dengan demikian. Pada umumnya. Sebagai contoh dalam hal ini. jika semua orang yang menjalankan profesi tersebut tergabung (menjadi anggota) dalam organisasi profesi yang bersangkutan. Kode etik suatu profesi hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di kalangan profesi tersebut. tingkah laku. E. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. Kode Etik Guru Indonesia Kode Etik Guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru . melainkan harus dilakukan oleh orang-orang yang diutus untuk dan atas nama anggota-anggota yang bukan atau tidak menjadi anggota profesi tersebut. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran yang serius terhdap kode etik dapat dikenakan sanksi. bahwa ada kalanya negara mencampuri urusan profesi. maka barulah ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan seccara murini dan baik. Apabila setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis tergabung di dalam suatu organisasi atau ikatan profesional. dan perbuatan maka sanksi terhadap pelanggaran kode etik akan mendapat celaan dari rekan-rekannya. Penetapan kode etik lazim dilakukan pada suatu kongres organisasi profesi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. meningkatkan pengabdian anggota profesi. baik berupa sanksi perdata maupun sanksi pidana. sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah si pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi tertentu. seingga hal-hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum atau undang-undang.

Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. semangat kekeluargaan.yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat. yakni organisasi profesi. 6. F. 4. maka Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. Organisasi Profesional Keguruan Seperti yang telah disebutkan salah satu kriteria jabatan profesional. serta kemanusiaan pada umumnya. jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk meyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945. 9. baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari di masyarkat. Sebagaimana halnya dengan profesi lainnya. dan kesetiakawanan sosial. Guru memelihara hubungan seprofesi. Kode Etik Guru Indonesia ditetapkandalam suatu konges yang dihadiri oleh seluruh utusan Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh tanah air. 8. 7. 2. 5. Dengan demikian. dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI XVI tahun 1989 juga di Jakarta. Fungsi Kode Etik Guru Indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menuunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yangmenunjang berhasilnya proses belajarmengajar. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhdap pendidikan. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengambangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhdapa Tuhan Yang Maha Esa. turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdian Republik Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasardasar sebagai berikut: 1. Bagi guru-guru di negara kita. Guru berbakti membimbing peserta didik untukmembentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. pertama dalam Kongres PGRI XVI tahun 1973. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut: KODE ETIK GURU INDONESIA Guru Indonesia menyadari. bangsa dan negara. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. wadah ini telah ada yakni Persatuan Guru Republik Indonesia yang . 3.

tetapi tidak banyak anggota ISPI staf pengajar di LPTK yang juga menjadi anggota PGRI. misalnya dalam merencanakan dan melakukan program-program penataran guru serta program peningkatan mutu lainnya. Himpunan Sarjana Administrasi Pendidikan Indonesia (HISAPIN). sehingga belum didapatkan kerja sama yang saling menunjang dan menguntungkan dalam peningkatan mutu anggotanya. Dalam pelaksanaan misi lainnya. ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) sejenis yang didirikan atas anjuran pejabat-pejabat Departemen Pendidikan Nasional. Salah satu tujuan PGRI adalah mempertinggi kesadaran. belum tampak kiprah nyatanya dan belum terlalu melembaga. Sementara misi ketiga. Oleh sebab itu. PGRI didirikan di Surakarta pada tanggal 25 November 1945. belum ada keterkaitan dan hubungan formal antara kelompok guru-guru dalam MGMP ini dengan PGRI. Peranan yang lebih menonjol ini dapat kita pahami sesuai dengan tahap perkembangan bangsa dalam era orde baru ini. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesional dari gur dalam kelompoknya masing-masing. . 1986). mutu. PGRI sampai saat ini masih mengandalkan pihak pemerintah. dari praktek pelaksanaan keempat misi tersebut dua misi pertama-misi politis/ideologis. Selain PGRI. Ini dapat dibuktikan dengan telah adanya wakil-wakil PGRI dalam badan legislatif seperti DPR dan MPR. Dalam kaitannya dengan perkembangan profesional guru. yaitu:(a) Misi politis/ideologi. dan misi perasatuan/oranisasi lebih menonjol realisasinya dalam program-program PGRI. Hubungan formal antara organisasi-organisasi ini dengan PGRI masih belum tampak secara nyata. Di samping PGRI sebagai satu-satunya organisasi guru-guru sekolah yang diakui pemerintah sampai saat ini. ada lagi organisasi profesional di bidnagn pendidikan yang harus kita ketahui juga yakni Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). baik di pusat maupun di daerah. yang saat ini mempunya divisi-divisi antara lain: Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Basuni menguraikan empat misi utama PGRI. PGRI belum banyak merencanakan dan melakukan program kualifikasi guru. misi profesi. atau melakukan penelitian ilmiah tentang masalah-masalah profesional yang dihadapi oleh para guru dewasa ini. (c) Misi profesi. Selanjutnya. kelihatannya masih perlu ditingkatkan. sikap. misi kesejateraan. dan lain-lain. Sebagian anggota PGRI yang sarjana mungkin juga menjadi anggota salah satu divisi dari ISPI. Kebanyak kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan mutu profesi biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan ulangtahun atau kongres. peranan organisasi ini dalam peningkatan mutu profesional keguruan belum begitu menonjo. Kelihatannya. Sayangnya. (b) Misi persatuan organisatoris. sebagai perwujudan aspirasi guru Indonesia dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa. Himpunan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia )HSPBI).lebih dikenal dengan singkatan PGRI. dan (d) Misi kesejahteraan. dan kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan mereka (Basuni. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini diatur dengan jadwal yang cukup baik.

.21.3.3.3  !03/::388902  ..7..7:2:2./.22-3.7:88007.9.33/./.350703.: 507.2-2-3.308:9.5.9./:..8.3.3/$04.3.8..3/.3:39:202-.9:  503.3./:.3.25747.....3 ..3   5033...8.357-.39:2:7/20703.3.3-0.3.3.38..-0-07.7../0-:9:.:39:.:20302-.370854381   ./.8.947 1.8.3249.8.3.9..947.7:2:2    ..7:8/:.5...3:39:202-.35...30907.3..308:9..3203../.3.3 .7    5033.7 .7.3..350302-.3.25.77/./443. /..3-0..30/.425430339/..3 70854381.7.3-0.3 50703.947 089073.3..33/..3/.39:80:7:2:7/ 20302-..30-. /..7-8.3507.3.:.39:88.3.3..3202-.3./               ..3 507.903202-.3503//.3 01091   !0302-..7   50302-...82.3/.3 .3.3-0. /.:.8-0..93/.3   503.3507-.9:  .39:2:7/203.3  .5/./.32032-:..339073./.3.3!747..9.

.f  f  [VW` ^[XW_ WYa^aSZ  9 °– f°    f½ ½€ ¾  ¾ ½   f  nfff° ff¯ f–f°   f  f¾ ¯ ¯½°f    ½€ ¾   °–f° ¯f° ©f ff°   °f¾ f¾  –  f°f° f°f°–¯ ½ff°  f°–½  ©ff° ½€ ¾ ¯ ¯½°f     f¯f f°f °–f° ff ½€ ¾ ¾ °   ½ °f€¾f°  °f°–    ©–f ¯ ¯ ¯ ½ °– f° f°– ¾f¯f   f–f n°  f½f nf°¯f° f½f ½ °– f°    f°fff°¾ f–f    . ° D° f°– ° f°– -¯  @f°   °f°– 9 ½  ½ –fff° © f¾ ¯ °fff° ff#9 –ff- – $½¯ ¯½°f ¾ f–f½ ¯f°¾f½ °–ff f°½  ff°  ff¯ f° f °f¾f° #ff¯½ °© f¾f°D° f°– ° f°– ¾  °fff° ff °–f° f f°f ° ½ –ff° – ¾¾½¾ f–ff½ff- –ff f ° –ff  f°f ¯f¾fff ¯ ¯½°f ½ ¯f° ¾f½  °–f f  f° ½  ff° ff¯ ¯ f¾f°ff° –f¾°f f° ff¯ ½ –ff°  ½ ¾ f f   f°©°f  ff¯    9 –ff - –  ½  –f¾f° ½f ½°¾½ ½°¾½½ °f°–½ f¾f°ff°–f¾ f°f°––°–©ff ½ –ff° –  ff° f½f f ¾¯½f°  ff    ¯ ½ff° ½ ¯f° ¾f½  °–f f  f° ½  ff°  ff¯ ¯ f¾f°ff°–f¾ f° ff¯ ½¾ f f   ff¯½ f½ ¯ ff°°– ¾9O  f¾°¾ f–f fD¯¯9¯ °fff° ff    ° ° ¾f ¯ ½ff° f° f¾f° ¯f f° ½ ¯f° °–f f – f–f 9 ff¯ ¯ f¾f°ff°½f°––f°½ °–f f°°f  ©f¾ f–f–%9 % f½ ° f½f fD¯¯ 9 ° f½f f  ¾¯½f° fff ff¯     ° ° ¾f   f½f f °¾ ½ f°     f–ff° f¾f°¯f     f–f½ ¯f°°–ff   f ff°  ¾   ff°  ff    ¾f ½€ ¾ f ff °¯f °¯f f°– f¾ ° ff° ¾ f½f°––f½€ ¾  ff¯¯ f¾f°ff°–f¾½€ ¾°f f° ff¯ ½°f  ¯f¾fff  -¯f °¯f  ¾  ¾ ½ °© ½ °© f– ½ff f°––f ½€ ¾  °f°– f–f¯f°f¯  f¯ f¾f°ff°½€ ¾°f f°ff°–f° ff°–f° f  °f°   °f° °f°– f½f f°–  f   ½  f ff f¾f°ff°   ¯  f  ¯ f°f° ©–f ¯ °f°– °–f ff°––f½€ ¾½f f¯¯°f ff¯½ –ff°¾ f f  ff¯¯f¾fff   @©f°   9f f f¾f°f©f°¯ ¯¾f°   ff¯¾f½€ ¾f ff° ½ °°–f°f°––f f°  ½ °°–f° –f°¾f¾ ½€ ¾ ¾ °    nff ¯¯ ©f° ¯ °–f ff°    f ff ¾ f–f   .

 O D°¯ °©°©°–°––¯ff f½€ ¾ ff¯ f °    f½f ¯ °©f–f ½f° f°–f° f°  ¾f° f ½f f ff ¯f¾fff  f–f ¯  f©f°–f°¾f¯½f¯ ¯f° f°– ° fff ¯ ¾ f f½½€ ¾ff°¯ ff°–  f °f  ¾ f½    ¾f ½€ ¾ ff° ¯ ff°–  f–f ° ° f f°  ff  ff° f°––f ½€ ¾f°– f½f¯ °n ¯ff°°f¯f f½€ ¾ f f½ °ff f¾ –°°   ©–f ¾ °–f ¾   ¯ff°    O D°¯ °©f–f f°¯ ¯ ff ¾ ©f ff°½fff°––f°f f°– ¯f¾   ¾ ©f ff°  ¾° ¯ ½ f  ¾ ©f ff° f %ff ¯f f% ¯f½°  ¾ ©f ff° f° %¾½f ff ¯ °f%  ff¯ f  ¾ ©f ff° f ½ff f°––f ½€ ¾     ¯¯°f ¯ ¯f ff°–f° ff°–f°  ½f f ½ff f°––f°f ° ¯ ff° ½  ff° ½  ff° f°– ¯ ½ff°  ¾ ©f ff° ½ff f°––f°f  .¾f°f °–f° ¯ ° f½f° f€ f€ ¯°¯¯ f– °¯ f°––f ½€ ¾ ff¯ ¯ f¾f°ff° –f¾°f  ¾ °––f ¾f½f ¾f½f f°– ¯ °–f ff° f€  ff ¯°¯¯ ff° f°––f½  n f f° ¯ –f°  f°  f° ¾ ½€ ¾  ff¯ f  ¾ ©f ff° f° ½ff f°––f ½€ ¾     ¯¯°f ¯ ¯  ½ °© ½ °© ½fff°––f°f°¯ f¾f°ff°½€ ¾°f      ©–f ¾ °– ¯ °–f° °– ½ ff° ½ ff° f°– ©f° ¯ ¯ ff¾ °–f f f°–  f½f°f¾ff f©© f–½fff°––f½€ ¾ ff¯ ° f¾ °–f°¾ ¾f¯f f°f°––f ½€ ¾   O D°¯ °°–ff°½ °–f f f°½fff°––f½€ ¾ @©f° f°    f½f ©–f ff° °–f° ½ °°–ff°  –ff° ½ °–f f° ½€ ¾  ¾ °––f f– f°––f ½€ ¾ ff½f °–f° ¯ f¯ –° f –f¾ f° f°––°– ©ff  ½ °–f f° ff¯ ¯ f¾f°ff° –f¾°f    f °f      ¯ ¯¾f°   °f°   °f° f°– ½  ff°½fff°––f½€ ¾ ff¯¯ °©ff°f°–f¾°f    O D°¯ °°–ff°¯½€ ¾ D°¯ °°–ff°¯½€ ¾  ©–f¯ ¯f°¯f °¯f f°f°©f°f–f½fff°––f ½€ ¾¾ f ¾ff°¯ °°–ff°¯½ °–f f°½fff°––f°f    .

O D°¯ °°–ff°¯–f°¾f¾½€ ¾ D°¯ °°–ff°¯–f°¾f¾½€ ¾ ¯ff f© f° ½f f¾ f½f°––f°¾ nfff€ ½f¾½f¾ ff¯ ¯ ¯ °f –f°¾f¾ ½€ ¾ f°  –ff°  –ff° f°– f°nf°– –f°¾f¾  f ff°  ¾  f½f f  ¾¯½f° ff ©f° ¾f ½€ ¾ ¯ °¾°    f ff ° ¯ °©°©°– °–– ¯ff f ½€ ¾  ¯ °©f–f f° ¯ ¯ ff  ¾ ©f ff° ½ff f°––f  ¯ °°–ff° ½ °–f f° f°––f ½€ ¾  f° ¯ °°–ff° ¯ ½€ ¾ f° ¯ –f°¾f¾ ½€ ¾  .

9 ° f½f°      f°f f½f  f½f°   ¾f –f°¾f¾ ½€ ¾ f°– f f° ¯ °–f ½ff °f––f°f  9 ° f½f°    f¯ ff° ½f f ¾f °– ¾ –f°¾f¾ ½€ ¾   °–f° ¯f°  ½ ° f½f°     f   ff°   f°– ¾ nff ½ f°–f°  ¯ f°f° f¾ ff°   f°– f°– f°– ¾ ° f° ff¾ °f¯f f°––f f°––f f°– f° ff  f ¯ °©f f°––f½€ ¾ ¾    ¾f½€ ¾f°fff°¯ ¯½°f½ °–ff°–f ff¯ ¯ ° –ff° ¾½°  ff°–f° ½€ ¾  ¾   ©f ¾ ¯f f°– f°– ¯ °©ff°f° ½€ ¾  ¾  –f °–%¯ °©f f°––f% ff¯–f°¾f¾½€ ¾f°– ¾f°–f°   ½f f ¾ f½ f°– f°– ¯ °©ff°f° ¾f ½€ ¾ ¾ nff ¯f¾  –f °–  ff¯ ¾f –f°¾f¾ffff°½€ ¾°f ¯ff fff f©f¯°f° ff½€ ¾ ¾  f½f ©ff°f° ¾ nnff¯° f° f f °f¾ f½f°––f½€ ¾f°–¯ ff°½ f°––ff°f°–¾ ¾  f½    f½f  °ff°¾f°¾    f°¾9 f°––ff°    °–f©¯½f  fff fff°f° –ff¯ °nf¯½¾f°½€ ¾ ¾ °––ff ff°–¾ ¯f f°f¯ ½ff°   f¾f½€ ¾  ° f½f¯ °°–f¯ °©f ½ ff°¯ff ° f°– ° f°–  ½f f f°f ¯f°  ¯ff ff° f°– ¯f°f ¾ f–f f° f¾f° ¯f f° ½ ¯f°°–ff¯ °°–f¯ °©f ff°f°–¯ ¯ f°¾f°¾ ¾f°¾¯f°–¾€f°f ¯ ¯f¾f  f ½f¾f°¾½  ff¯f½°¾f°¾½ f°f    f–f n° ff¯ f °  f ¾ ¾ f°– f°––f ½€ ¾ ¾f°– ¾ nff  f ©© ff nf°– °–f° ¾ ¾f¯f f°––f ½€ ¾°f  f° ©f f°––½f nf°–f°  ¾ ¾ f f½f °  ¯f ½ °–f f°  9f f ¯¯°f  f °f    f ff f° f¾f° ¯f f° ¯ ½ff° ½ ¯f° ¾f½  °–f f  f° ½  ff° ¯ff ¾f°¾  f f½ ½ f°––ff°    ff° ¯ ° f½f n ff° f  f°  f°°f  ¾ f°–f° ¾f°¾ f°– f°––f½   f f ff ¾ ½ f°––f  ff° f –f°¾f¾½€ ¾  ° ¯ °f° ff° ff–f°¾f¾½€ ¾ f¯f°f½     ° ° ¾f   ° ° ¾f f½f ¯¾f°¾ f–f¯½°f°°f °f f°°¯f °¯f½€ ¾– .

f°–  ¾¾° °–f° f f° ¾¾ ¯f ff¯ ¾f ¾¾ ¯ f°–  f° f  °–¾    ° ° ¾ff ff¾ f–ff° f¾f°¯f f°½ ¯f°°–ff¾ f½–f–f9 ff¯ ¯ °°ff° –f¾ ½ °–f f°°f ¾ f–f –  f  ff¯ ¯f½°  f ¾ f ¾ f ff¯   ½f°¾ f f ¯f¾ff  °–f° ¯f° ¯ff ° ° ¾f¯ ½ff°ff f°–f¯f½ °°–°½ ¯ °f°¾f½½€ ¾°f½fff°––f½€ ¾ –f°    f–f¯f°f f°f °–f° ½€ ¾ f°°f      ° ° ¾f  f½f° ff¯ ¾f °– ¾ f°– f    ¾  ¾f° .

ff ¾f  f°–¾f f°° –ff ¾ f ¯f°¾ff°½f f¯¯°f ° ° ¾ff°– ©f9f°nf¾f f° ¾ f½f fD° f°– ° f°–f¾f  f°––°–©ff ff¾ © °fnf nf9f¯f¾  ¯  f°  ½  ° ° ¾f  ½f°–– ° ¯ °°ff° ff°f °–f° ¯ ¯ ¯f° f¾f f¾f¾ f–f        f¯ ¯ ¯ °–½ ¾ f  °¯ ¯ °¯f°¾f° ° ¾f¾ °ff°– ©f9f°nf¾f    ¯ ¯ f°¯ f¾f°ff° ©©f°½€ ¾°f     ¾ff¯ ¯½  °€¯f¾ °f°–½ ¾ f  ¾ f–f ff°¯ ff° ¯ °–f° f°½ ¯ °ff°    ¯ °n½ff°¾f¾f°f¾ f¾ f f°ff°–¯ °°©f°– f¾°f½¾ ¾ f©f ¯ °–f©f    ¯ ¯ ff °–f° f °–f°f°–f¯  f°¯f¾fff¾ f°f° ¯ ¯ °f½ f°¾ f f°f¾ff°––°–©ff  ¾f¯f  f½½ °  f°    ¾ nff½ f  f° ¾f¯f ¾f¯f¯ °–f¯ f°–f° f°¯ °°–ff°¯ f°¯ff f ½€ ¾°f    ¯ ¯ ff °–f°¾ ½€ ¾ ¾ ¯f°–f  f–ff°  f° ¾ fff°f°¾¾f    ¾ nff ¾f¯f ¾f¯f¯ ¯ ff f°¯ °°–ff°¯–f°¾f¾9¾ f–f¾ff°f ½ ©f°–f° f°½ °–f f°    ¯ f¾f°ff°¾ –ff ©f¾f°ff°½ ¯ °f ff¯  f°–½ °  f°     –f°¾f¾9€ ¾°f –f°   ½ f°– f ¾ f°¾ff¾f f©f ff°½€ ¾°f ©f ff°½€ ¾f¾¯ ¯½°f f f ° ¯ ff° – f f°–f f° ¯ °– ° ff°  ¾ f° ½€ ¾  f° –f°¾f¾ ½€ ¾  f–– – ° –fff f f° ff ff°9 ¾ff° ½ ° ° ¾ff°– .f f°– f° 9 °–¾ f f 9 f ¾  f°f f  ½ f¯f ff¯°– ¾9OIf°  f° ¯ f° ¾ ¯½°ff° ff¯°– ¾9OIf° ©–f  fff   f½°  ¾     ° ° ¾f f°–  f ¾ ¯½°ff°  ¾  f ff ¾ f–f   @DD--   ° ° ¾f ¯ °f f  ff ½ °  f° f ff  f°– ½ °–f f°   f½f @f° f°– .

¾½ ¾ff°–f°¾f¾ %n%..9  9 f°f° f°–   ¯ °°© ° f½f f ½ff¯ ¾ ¾f °–f° ff½ ½  ¯ f°–f° f°–¾f ff¯ f  f°   ff¯ ½ f¾f°ff° ¯¾ f°°f  ¯¾  ¾ ©f ff°   ff°°f ¯f¾ ½  °–ff°   ¯ °ff ¯¾ –f ¯¾½€ ¾  ¯f¯½f½f°ff°f f° ¯ f¯  ¯ f–f   ff¯ ff°°f °–f° ½  ¯ f°–f° ½€ ¾°f –  9 ¾f¯½f ¾ff ° ¯f¾ ¯ °–f° ff° ½f ½ ¯ °f  ¯¾f°f ff¯ ¯  °nf°ff° f° ¯ ff° ½–f¯ ½–f¯ ½ °fff° – ¾ f ½–f¯ ½ °°–ff° ¯ f°°f  9 ¯ f°f ¯  °nf°ff° f° ¯ ff° ½–f¯ f€f¾–  ff ¯ ff° ½ ° f° ¯f  °f°– ¯f¾ff ¯f¾ff ½€ ¾°ff°– f f½  ½ff– f¾f°    f°f  –ff° f°– ff° °–f° ½ °°–ff° ¯ ½€ ¾ f¾f°f ff° ¾f¯ff° °–f°  –ff°  –ff° f°–f° ff °– ¾  f  ½¾f ¯f½°  f f    ¾ f    ½ f°f°–f°¾f¾° ff¯½ °°–ff°¯½€ ¾°f –f° ¯ –¯ °°©   ¾f¯½°–9¾ f–f¾f ¾f°f–f°¾f¾– –¾ ff°– f½ ¯ °f¾f¯½f¾ff ° f f–f°¾f¾–f°– ¾ .   °f °–f° ¾°–ff° 9  9  f°  fff ½f f f°––f  - ¯    ¾ f–f½ © f°f¾½f¾–° ° ¾f ff¯¯ © f°nf nf½ ©f°–f° f°–¾f   ff ¾f ©f° 9 f ff ¯ ¯½ °––  ¾f ff°  ¾f½  ¯  f°  –ff° ½€ ¾ – ¾ f ¯ °°–ff°  ¾ ©f ff° ¯  f % f¾°  %   f°©°f  f¾° ¯ °–ff° ¯½f ¯¾ f¯f9 f %f%..¾  ¾ ©f ff°   ff°°f  f ½f  ½ f¾f°ff°  ¯½f ¯¾  ¾  f ¯¾ ½ f¯f ¯¾ ½¾$ –¾  f° ¯¾ ½ f¾ff°$f°¾f¾   ¯ °°©  f¾f¾°f ff¯ ½–f¯ ½–f¯ 9 ° f½f  f° °–f° ff f°ff f9 ff¯ f f° –¾f€¾ ½ 9 f° .ff½ f©ff°%.9° °–f°9    f° 9  f f f– –f°¾f¾ ½€ ¾°f   °f–° ½ °  f° f°– f¾ f  f ©–f f° ff° f©f°f 9 °  f° ° ° ¾f %9%  f°– ¾ff ° ¯ ¯½°f ¾ ¾ f°ff f°  ff° 9 –f¾ ¯ °–f° ° ° ¾f %9 %  ¯½°f° f©f°f  ¯°¾f¾ 9 °  f° ° ° ¾f %9-%  ¯½°f° f©f°f 9 °  f° ff¾f ° ° ¾f %9 %  f° f° f°   °–f° €¯f f°ff –f°¾f¾ –f°¾f¾ ° °–f° 9 ¯f¾ ¯ f¯½f ¾ nff °ff  ¾ °––f ¯  f½ff°  ©f¾f¯ff°–¾f°–¯ °°©f°– f°¯ °–°°–f° ff¯½ °°–ff°¯f°––f°f  f–f° f°––f9f°–¾f©f°f¯°–°©–f¯ °©f f°––f¾ff¾f ¾ f9  f½ f f°f f°––f9¾f€½ °–f©f 9@f°–©–f¯ °©f f°––f9   .¾fff.¾½€ ¾  f°% %.¾½¾$ – % %.9%¾ © °¾f°–  f° ff¾ f°©f° ½ ©f f ½ ©f f  ½f ¯ ° 9 °  f° -f¾°f  –f°¾f¾ ° ©f° ° ¯ °°–ff° ¯ f° ½€ ¾°f f – ff¯  ¯½°f ¯f¾°– ¯f¾°–   –ff°  –ff° ff¯  ¯½ ° f °–f° ©f f f°– n½ f  ff°–°f  ¯ f f   ff° f°  °–f°€¯ff°ff ¯½– – ff¯.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->