RANGKUMAN EKSEKUTIF

Evaluasi diri ini dibuat sebagai bahan untuk mempersiapkan akreditasi Program Sarjana S-1 Program Studi PPKn Jurusan IPS STKIP Pasundan Cimahi. Evaluasi ini mencakup 14 item sesuai dengan Pedoman Evaluasi Diri Program Studi PPKn yang dikeluarkan oleh BAN-PT, terdiri dari : A. Jati Diri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan, B. Kemahasiswaan, C. Dosen dan Tenaga Pendukung, D. Kurikulum E. Sarana dan Prasarana, F. Pendanaan, G. Tata Pamong (Govemance), H. Pengelolaan Program, I. Proses Pembelajaran, J. Suasana Akademik, K. Sistem Informasi, L. Sistem Jaminan Mutu, M. Penelitian, Publikasi Thesis dan Pengabdian Kepada Masyarakat, N. Lulusan dan Keluaran lainnya. Mengacu pada pembahasan di atas diketengahkan SWOT analisis yang dimiliki oleh program S-1 Progran Studi PPKn Jurusan IPS Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan sebagai berikut :

1

2

1. Kekuatan (Strength) Program Pendidikan S-1 Program Studi Pandidikan Pancasila, dan

Kewarganegaran Jurusan IPS Sekolah Tinggi

Keguruan

dan Ilmu

Pasundan Cimahi memiliki beberapa kekuatan 1). Misi, Visi

berorientasi ke masa depan 2). Struktur organisasi sesuai dengan pola modern 3). Peminat terhadap program Studi PPKn cenderung meningkat, 4) Pelayanan Dosen Wali baik, 5). Kualifikasi dosen dan karyawan memadai 6). Pengaturan keuangan menunjang PBM, 7). Gedung milik sendiri dan strategis, 8). Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan studi lanjut, 9). Suasana antar Mahasiswa dan Dosen baik. 10). Adanya pusat penelitian tingkat Sekolah Tinggi STKIP untuk publikasi hasil penelitian. 11). adanya pusat pengabdian masyarakat tingkat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 12). Peringkat akreditasi Program Studi PPkn oleh BAN PT. Dengan peringkat B. 13). Pengolahan sistem informasi mayoritas menggunakan perangkat Komputer, 14) Citra Program Studi PPKn sudah terbentuk selama 18 tahun. 2. Kelemahan (Weaknees). Disamping kekuatan, terdapat juga beberapa kelemahan Program Studi PPKn Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikkan Pasundan yaitu : 1). Misi budaya bersifal lokal dan belum didukung oleh sarana yang lengkap, 2). Pemahaman struktur organisasi belum maksimal, 3). Kemarnpuan finansial heterogen dan kemampuan Akademik cenderung rendah 4). Pengelolaan SDM belum maksimal, 4). Dukungan keuangan hanya dari Mahasiswa, 6). Tingginya biaya pengelolaan infrastruktur, 7). lambatnya peninjauan kurikulum, 8) Kurangnya kualitas kegiatan ilmiah berskala nasional maupun internasional, 9). Dana penelitian dan publikasi di dalam STKIP terbatas, 10). Motivasi melaksanakan PPM kurang, diakibatkan dari dana yang terbatas, 11). Supervisi belum maksimal, 12). Efektivitas dan efesiensi system informasi belum optimal, 13) kerjasama dengan pihak lain belum optimal. 3. Peluang (Opportunity).
Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

3

Peluang

pengembangan

Program

studi

PPKn

Sekolah

Tinggi

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan sebagai berikut: 1). Deregulasi sector kependidikan memberikan peluang untuk berimprovisasi, 2). Peluang koordinasi organisasi dapat diciptakan, 3). Keinginan yang kuat untuk memperbaiki lembaga, 4). Kesempatan Mahasiswa untuk berprestasi terbuka, 5). Kesempatan untuk studi lanjut melakukan penelitian dan PPM luas, 6). Peluang pencarian dana di luar Mahasiswa dan di luar perguruan Tinggi, ada, 7). Terbuka kesempatan untuk mengembangkan kampus, 8). Diberi kesempatan untuk meninjau kurikulum, 9). PBM memungkinkan komunikasi banyak arah baik di dalam kelas atau di luar kelas, 10). Kesempatan mengajukan dan melakukan penelitian serta publikasinya terbuka, 11). Kerjasama dengan instansi lain dalam PP. No.61/1999, ada, 12). Adanya kesempatan meningkatkan Pengendalian mutu, 13) Kesempatan untuk memperbaiki sistem informasi ada, 13) lulusan LPTK selalu dibutuhkan oleh dunia pendidikan. 4. Ancaman (Threat) Ancaman terhadap Program Studi Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan sebagai berikut : 1). Globalisasi melemahkan budaya lokal, 2) penurunan kwalitas perguruan tinggi secara umum, 3) Persaingan yang tidak sehat antara LPTK, 4) Mahasiswa rawan DO ditahun awal, 5) Studi lanjut yang tidak relevan dengan bidang kepakarannya, 6) Biaya pendidikan yang terus meningkat sedangkan kemampuan masyarakat cenderung tetap, 7) Sarana prasarana yang kurang sesuai dengan perkembangan iptek, 8) Perubahan dan tuntutan masyarakat cepat yang mengakibatkan kurikulum selalu tertinggal, 9) Sebagian kecil dosen masih bersifat otoriter sehingga suasana akademis yang kondusif belum dapat diciptakan, 10) Penelitian dan publikasinya cenderung formalistik sehingga manfaatnya kurang dirasakan secara langsung, 11) PPM tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat, 12) Banyaknya kompetitor untuk lembaga

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

PAS/CMI/2005 . 8) Menempatkan dan mengembangkan SDM sesuai dengan kepakarannya. 14) Otda yang mengutamakan lulusan PT dari daerahnya. 9) Efesiensi dan efektivitas keuangan. 4) Mengadopsi teknologi tepat guna untuk mendukung SIM. 6) Diciptakan kurikulum yang fleksibel. 15) Pemanfaatan berbagai sumber dan media pembelajaran. dinamika masyarakat dan dunia kerja. 19) Pemberdayaan pusat penelitian dan lembaga penelitian STKIP Pasundan secara maksimal. dan kegiatan ilmiah lainnya. 12) Pemanfatan teknologi informasi semaksimal mungkin. 11) Merenovasi/mengadakan sarana dan prasaran yang disesuaikan dengan perkembangan masa kini. 16) Dialog antara dosen dan mahasiswa tentang PBM difasilitasi oleh pimpinan program studi. 26) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 7) Dosen diberikan pelatihan-pelatihan metode penelitian dan PPM. Strategi Strategi pengembangan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai berikut: 1) Memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap sivitas akademika tentang visi dan misi. 23) Pelaksanaan PBM mengacu kepada SAP dan Silabi. 21) Pelaksanaan PPM dilakukan secara berkelompok melalui kemitraan dengan lembaga sejenis. 14) Peyesuaian kurikulum terhadap. 24) Standar mutu disesuaikan dengan dinamika masyarakat ilmiah dan pengguna. 18) Diperbanyak kegiatan ilmiah yang memungkinkan interaksi dosen dan mahasiswa. 5. 2) Optimalisasi sarana prasarana dan Kualitas SDM. 5) Dialog antara mahasiswa dan dosen ataupun pimpinan program studi. 25) Selalu memperbaharui software dan hardware.4 LPTK sejenis. 17) Meningkatkan kemampuan berbahasa. 20) Menumbuhkan kreativitas mencari dana dan masalah penelitian melalui pelatihan. 10) Melakukan pengembangan kampus. 13) Kerusakan software dan hardware dalam sistem informasi. 13) Otonomi penetapan kurikulum program studi. penataran dan pemanfaatan teknologi informasi. 3) Personil ditugaskan untuk studi lanjutan dan atau pelatihan-pelatihan. 22) Kegiatan PPM diintegrasikan dengan kegiatan lain seperti kuliah praktek bermasyarakat atau KKL bersama mahasiswa. penelitian.

PAS/CMI/2005 . 28) Menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk keberlanjutan kegiatan kampus dan penyerapan lulusan.5 Pembaharuan kualitas komputer. 27) Meningkatkan relevansi kualitas kelulusan dengan kebutuhan lapangan kerja. 29) Melakukan kemitraan dengan kompetitor maupun Pemda. SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI BESERTA DESKRIPSI TUGAS No Nama Jabatan Uraian Tugas Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

10 . Dadang Ahmad Sekretaris Pelaksana 5.Pd. menganalisis dan memberikan masukan untuk perumusan hasil evaluasi Memberikan masukan kegiatan pelaksanaan akademik 2.PAS/CMI/2005 . ekstra kurikuler dan ko kurikuler Memberikan bantuan bahan materi 7.. Kordinator Teknis Memberikan bantuan teknis bahan dan materi evaluasi Ketua Ikatan Alumni Memberikan informasi dan masukan tentang penyebaran para lulusan Memberikan masukan tentang kegiatan intra kurikuler. Endang Komara. Dr. Jajang Hendar H. Dosen 6. Drs. Subarkah Pembantu Ketua Bid. Drs. 8.Si. H.Pd. Hj. S. M.6 1. Ketua Pelaksana 4. Abdullah Apip. Yudi Kusyadi. H. Oyamah. Lisda Pujianti Mahasiswa 9.Pd. M. S. 3. Iyos Saleh Hujaeni Kesekretariatan Pelaksana Teknis Memberikan bantuan teknis pengetikan DAFTAR ISI Halaman Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Akademik Nara Sumber Memberikan masukan untuk perumusan evaluasi diri Memberikan masukan untuk perumusan evaluasi diri Mendesain kerangka kerja dan memberikan masukan untuk perumusan hasil evaluasi Mendesain kerangka kerja. S. Drs.Si.

.........………………… L.…………… B. Thesis dan Pengabdian Kepada Masyarakat N. ………………………………… Proses Pembelajaran ........................ Sistem Jaminan Mutu . Lulusan dan Keluaran lainnya ......... BAB I ........................ J.....……………………........………………………………… C.............. …………………………… Pengelo!aan Program . Sistem Informasi .......................……………… I.. Kemahasiswaan ... Dosen dan Tenaga Pendukung ........ …………… BAB II..... Penelitian..... LAMPIRAN .. ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI SECARA KESELURUHAN REFERENSI ....... DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI…… A.... M..........................……………………………………………… SUSUNAN TIM EVALUASI DMI BESERTA DESKRIPSI TUGASNYA … DAFTAR ISI ....………………………… D................……………………………………… BAB I DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Visi Misi Sasaran dan Tujuan ....……………… K...................PAS/CMI/2005 ....................... Sarana dan Prasarana …………………………………………… F........................……………………………………………………………...... RANGKUMAN EKSEKUTIF ......... H................... Suasana Akademik ..... Jati Diri.... Kurikulum .7 KATAPENGANTAR ………………………………………………………......................………………………………………… E........................ Pendanaan ………... Publikasi........... Tata Pamong (Govemance) ...…………… G.....…………………………………….

2. mencakup pembentukan tim. 2. Perencanaan dan perbaikan diri secara berkelanjutan. 4. penentuan kerjalaman studi. dan 4. penentuan tugas dan peranan semua pihak yang terlibat. penentuan mekanisime kerja. Melalui Evaluasi Diri ini diharapkan diperoleh informasi dan kajian yang dapat digunakan sebagai masukan dan kajian dalam pengembangan di program studi masa yang akan datang. penentuan rangkaian kegiatan. Evaluasi Diri ini merupakan koreksi dan evaluasi dalam siklus manajemen Program Studi PPKn. Meninjau kembali kebijakan yang pernah dijalankan oleh lembaga. pelaksanaan. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. penataan organisasi. Pendekatan Evaluasl Diri dilakukan melalui tahap: persiapan dan perencanaan. penentuan fokus dan sasaran evaluasi. status institusi dibanding dengan institusi yang lain 3. Menumbuhkan budaya evaluasi kelembagaan dan analisis diri. Penataan organisasi kerja. penggunaan pakar sejawat dan pelaporan rincian aktivitas dari setiap tahap sebagat benikut: 1. Peniaminan mutu internal Jurusan IPS Program Sudi PPKn. Pemanfaatan hasil Evaluasi Diri ini ditujukan untuk : 1. koordinasi dan komunikasi. Sasaran dari Evaluasi Diri ini adalah: 1. penilaian dan pencapaian sasaran 2..8 Bagi Jurusan Pendidikan IPS Program Studi PPKn Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan Cimahi. dan penentuan pibak lain yang akan dilibatkan. Penyusunan profil lembaga yang konprehensif. 3.PAS/CMI/2005 . Mengidentifikasi posisi. Persiapan Evaluasi Diri untuk akreditasi. Mengidentifikasi masalah. di samping yang pokok saat ini adalah untuk persiapkan akreditasi oleh BAN PT. Persiapan dan perencanaan.

Untuk lebih jelasnya. Dosen dan lulusan. pengumpulan data dan informasi. Visi. (3) melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mengembangkan proses pembelajaran PPKn secara profesional 2. mencakup pemanfaatan pakar sejawat untuk memberikan opini kedua terhadap hasil evaluasi. mencakup pemetaan sasaran evaluasi. Misi.9 3. 4. Sasaran dan Tujuan Program Studi PPKn berdiri 29 Mei 1986. hasil Evaluasl Diri ini akan dipaparkan beberapa hal sebagai berikut : A. Kemahasiwaan. sarjana PPKn yang mampu : 1. penyusunan analisis dan interpretasi data. Bekerja di luar guru sesuai minat dan kemampuannya.006/BAN-PT/Ak-IV/V/2000). Memuliakan syiar Islam dan memelihara budaya Sunda. 3. Jati Diri. 038/0/1987. baik jumlah maupun kualitas mahasiswa. Visi yang diembannya menjadikan program Studi PPKn yang unggul secara Nasional dalam bidang pembelajaran PPKn. Pelaksanaan Evaluasi Diri. perumusan rekomendasi untuk perbaikan. Tujuan dan sasaran program studi menghasilkan sarjana PPKn yang dapat bekerja : (1) sebagai guru (2) di luar guru sesuai minat dan kemampuannya. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat. Status terdaptar diperoleh pada tanggal 9 Januari 1987 dengan No. B. Pernanfaatan pakar sejawat. Misinya menyiapkan calon Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pelaporan. Penelitlan dan Pengabdian pada masyarakat. Mengikuti perkembangan Ilmu pengetahuan. 5. teknologi dan inovasi.PAS/CMI/2005 . 4. melakukan studi banding terhadap predikat yang dimiliki saat ini. mencakup penyusunan laporan akhir untuk dasar perbaikan. Kemudian memperoleh status terakreditas B pada tahun 2000 dengan SK (SK BAN-PT No.

mahasiswa dibantu oleh Staf Program Studi. Pertemuan dengan dosen wali dapat dilakukan kapan saja. Interview 2. Pelayanan Kepada Mahasiswa Program studi PPKn selalu berupaya melayani mahasiswa sebaik mungkin. seleksi mahasiswa telah dilakukan dengan sungguh-sungguh. yaitu staf administrasi yang khusus melayani mahasiswa. Tes kemampuan bahasa inggris b. serta perbentukan orientasi wawasan nasional. Deskripsi mengenai hal ini terlihat dari: 1. Pelayanan diberikan baik pada kegiatan akademis maupun non akademis untuk menunjang kelancaran studi mahasiswa. terutama minimnya inisiatif mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada kegiatan non akademik yang menunjang Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. selain itu masih ada dosen pembimbing PPL dan dosen pembimbing Skripsi untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studinya. selama dibutuhkan oleh mahasiswa. Profil Mahasiswa Program studi PPKn diperuntukan bagi masyarakat umum. Dalam pelayanan administrasi.PAS/CMI/2005 . Keragaman tersebut mencakup latar belakang sosial ekonomi keluarga dari daerah asal mahasiswa. sehingga profil mahasiswa sangat beragam. namun kecurangan masih saja ada. Tes Kemampuan Akademik. a. Setiap mahasiswa didampingi oleh dosen wali.10 Kondisi kemahasiswaan yang berkembang di Program Studi PPKn pada urnumnya sudah cukup baik karena. Tes. 3. Sistem Seleksi Sistem seleksi mahasiswa Program Studi PPKn STKIP Pasundan dilakukan dengan dua macarn. Kemampuan ini sangat baik untuk mahasiswa agar dapat berlatih memahami keragaman kultur. nilai perilaku yang sebenarnya adalah dalam masyarakat. dan c. yang berperan sebagai konselor.

4. Kegiatan Peran Staf Orientasi Kegiatan Panitia pelaksana. 3 . Ekstra Kurikuler Mahasiswa Program Studi PPKn sudah memiliki beberapa unit kegiatan ekstra kurikuler yang mencakup kegiatan olah raga. 2 . Jurusan/program Seminar dan Studi peserta studi Banding Pekan Olaharaga dan Panitia pelaksana. Lembaga Mahasiswa Baru pengisi materi Penyelenggaraan Panitia pelaksana.PAS/CMI/2005 . sebagai bentuk tanggung jawab sosial STKIP Pasundan memberikan fasilitas Bea Siswa baik berupa BKM maupun BPPA.11 akademik mahasiswa dibantu oleh staf kemahasiswaan di tingkat program studi. 4 . kesenian. Jurusan/program Kesenian Kampus peserta studi Wisuda Sarjana Peserta Lembaga Praktek Visi dan Misi Panitia pelaksana. 5 . Jurusan/program pengisi Peserta studi 6. Keterlibatan Mahasiswa dalam Kegiatan Institusi Mahasiswa sudah dilibatkan dalam beberapa kegiatan dengan peran yang berbeda-beda antara lain. keagamaan dan pengembangan pengetahuan dalam koordinasi Program Studi PPKn kegiatan unit-unit ini sangat baik dan sangat mendukung pembentukan kepribadian mahasiswa karena dapat menjadi wahana penyaluran dan pergembangan bakat secara positif dari setiap mahasiswa. No 1 . Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

12

C. Dosen dan Tenaga Pendukung Jika diukur dari standar minimum persyaratan jumlah dan kuallfikasi Sumber Daya Manusia untuk mengelola Program Studi PPKn dapat dikatakan bahwa Program studi PPKn sudah berhasil melampau persyaratar, minimum. Dengan gambaran sebagai berikut: 1. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pengelolaan Sumber Daya Manusia sudah dilakukan dengan sistem yang standar. Proses “rekruitmen” dan seleksi dilakukan oleh YPT Pasundan atas usulan Ketua STKIP Pasundan, selanjutnya proses pembinaan, pengembangan dan retensi dilakukan oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan, sesuai dengan Peraturan Kepegawaian YPT Pasundan. Peraturan YPT Pasundan sudah mencakup peraturan kepegawaian secara umum, dan pengaturan tata laksana kepegawaian lainnya. Setiap karyawan YPT Pasundan mendapat asuransi kesehatan dan pensiun. 2. Ketersediaan Dosen dan Staf Pendukung Program Studi PPKn sudah memiliki jumlah dosen yang memadai, dengan rasio 1:15. Selain itu terdapat staf pendukung yang menangani administrasi berjumlah 2 (dua) orang, juga didukung oleh 15 orang lainnya yang bekerja pada bagian-bagian lain di STKIP Pasundan, yang terkait untuk mendukung penyelengaraan program Studi PPKn, dengan demikian dilihat dari ketersediaan dosen dan staf pendukung sudah memadai. 3. Mutu, Kualifikasi dan kesesuaian Sumber Daya Manusia. Meskipun dari sisi latar belakang Sumber Daya Manusia di Program Studi PPKn STKIP Pasundan sangat bervariasi, namun dari kemampuan bekerja pada umumnya sudah baik. Akan tetapi, untuk mengejar dinamika perkembangan lingkungan kompetensl dan kapabilitas Sumber Daya Manusia masih harus terus ditingkatkan. 4. Kecukupan
Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

13

Jumlah dan Kulitas Sumber Daya Manusla Program Studi PPKn saat ini untuk rnengelola 210 orang mahasiswa. kualitas Untuk mengantisipasi untuk mengejar perkembangan di masa yang akan datang, Kualitas Sumber Daya Manusia harus ditingkatkan. Peningkatan diperlukan perkembangan ilmu pengetahuan dan kompetisi antar perguruan tinggi semakin ketat, termasuk akan beroperasinya Perguruan Tinggi Asing di Indonesia. 5. Pengembangan Staf Peraturan Kepegawaian YPT Pasundan sudah mengatur pengembangan staf, baik Studi PPKn. 6. Peratuan Kerja Peraturan kerja yang sudah ada sudah mengatur beberapa hal penting antara lain, jam kerja, cuti, perjalanan dinas, disiplin, kenaikan pangkat, dan lain-lain. Semuanya sudah berjalan baik selama 18 tahun. Peraturan kerja telah disesuaikan dengan ketentuan ketenaga kerjaan yang diterbitkan oleh pemerintah 7. Kode Etik Kode etik dikembangkan dari niai-nilai yang berasal dari aspirasi para civitas Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Pasundan, merujuk kode etik yang ditentukan oleh STKIP Pasundan dan YPT Pasundan. Kode etik tersebut sangat menjungjung tinggi nilai-nilai kejujuran, toleransi, menghindarkan diri dari perbuatan tercela, kebersamaan dan persaudaraan, saling menghormati dan sifat-sifat keterbukaan. melalui pendidikan formal maupun melalui pelatihan dan kursus-kursus. Dalam sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia di Program

D. Kurikulum

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

14

Kurikulum sudah diupayakan untuk mencerminkan visi, misi dan keunikan institusi. Oleh karena itu kurikulum dijabarkan secara konsisten dan tujuan dan sasaran institusi dan program studi. 1. Kesesuaian dengan Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan. Kurikulum sudah mencerminkan visi, misi, sasaran dan tujuan program. Di samping mengikuti mata kuliah kurikulum inti (nasional). Program Studi PPKn STKIP Pasundan juga memiliki mata kuliah kurikulum Institusional (lokal) yang terfokus pada konsentrasi agama Islam, kebudayaan (Sunda), dan kewirausahaan. 2. Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stake, holders Mata kuliah pada kurikulurn lokal sudah disesuaikan dengan kebutuhan stakeholders. Pada saat perumusan kurikulum sudah dilakukan identifikasi kebutuhan dunia pendidikan, dan pengajaran. Pada saat ini sedang dilakukan kebutuhan penyesuaian kurikulum dan silabus berdasarkan pada di diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi

sekolah-sekolah menengah. 3. Harapan Kompetensi Lulusan Lulusan Program Studi PPKn STKIP Pasundan merupakan sarjana yang siap terjun ke dunia kerja dan siap menyesuaikan diri dengan tempo yang cepat, terhadap segala dinamika yang ada di dalamnya. Kontribusi lulusan Program Studi PPKn dalam lapangan pendidikan dan sektor non kependidikan diharapkan tidak hanya terbatas sebagai guru, tetapi juga sebagal entrepreuneur, peneliti dan cendikiawan dalam bidang kependidikan.

4. Derajat Integrasi Materi Pembelajaran

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

I Program Studi PPKn. Komposisi mata kuliah pada satu semester telah diupayakan mencakup mata kuliah inti (nasional) dan institusional (lokal). 5. Mata kulah kurikulum nasional yang relevan tetap diakomodasi. Melalui topik ini diharapkan pemahaman dan pendalaman mahasiswa terhadap Program Studi PPKn akan semakin baik. Mata Kuliah Pilihan Beban mata kuliah lokal masih belum terlalu tinggi. sehingga menjadi kurikulum yang komprehensif dan integratif untuk S.15 Meskipun masih ada rentang kesenjangan yang sangat jauh antara mata kuliah di Program Studi PPKn dengan mata kuliah nasional. Isi kurikulum tercermin pada silabus yang disusun dengan cukup lengkap dan komprehensif. 7. Skripsi Mahasiswa harus menyusun skripsi di akhir perkuliahan mereka.PAS/CMI/2005 . 6. Program Studi PPKn STKIP Pasundan telah mengembangkan mata kuliah pilihan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur kurikulum Program Studi PPKn STKIP Pasundan berikut ini : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Struktur dan Isi Kurikulum Struktur kurikulum telah ditopang oleh elemen mata kuliah yang lengkap dan satu sama lain memiliki keterkaitan. Topik skripsi disarankan terkait dengan konsentrasi PPKn murni dengan mengaitkannya dalam pendidikan. namun integrasi mata kullah dibuat dengan menyusun pengelompokan mata kuliah pada setiap satu semester termasuk urutannya dengan sebaik mungkin.

9.PAS/CMI/2005 .16 Sm t 1. Peserta Didik Kewirausahaan Pendidikan Ilmu Sosial Hukum Adat Hukum Islam Hukum Perdata Sosiologi Pendidikan Kewarganegaraan/ Kewiraan Hukum Pidana Hukum Tata Negara Hukum Pajak Kriminologi Ilmu Politik Teori dan Hukum Konstitusi Perencanaan Pengajaran PPKn Evaluasi Pendidikan PPKn Ilmu Budaya Dasar (IBD) Ilmu Alamiah Dasar (IAD) Pendidikan Kewarganegaraan Hukum Dagang Hukum Internasional Hubungan Internasional Pendidikan Generasi Muda Filsafat Politik Strategi Belajar Mengajar PPKn Belajar dan Pembelajaran Profesi Kependidikan Seminar Pendidikan Agama Hukum Tata Pemerintahan Sistim Politik Indonesia Sosiologi Politik Budaya Daerah Jawa Barat Hukum Ketenagakerjaan Politik Hukum Penelitian Pendidikan PPKn Kel. 8. Pendidikan Agama Pengantar Pendidikan Pendidikan Olah Raga PIH dan PHI Ilmu Kewarganegaraan Ilmu Negara Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pengantar Ilmu Sosial Pendidikan Pancasila Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Perkembangan & Bimb. 7. MPK KKK MKK MKB MKB MKB MPB MKB MPK MPK MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MBB MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MKK MKK MKK MKB MKB MKB MBB MKB MKB MPB Status MK Wajib 5. NAS 001 DIK 001 STP 007 PKN 101 PKN 102 PKN 103 PKN 126 PKN 140 NAS 002 NAS 004 NAS 005 DIK 002 STP 002 PKN 104 PKN 105 PKN 106 PKN 107 STP 014 NAS 003 PKN 108 PKN 109 PKN 110 PKN 111 PKN 112 PKN 113 PKN 127 PKN 128 NAS 006 NAS 008 PKN 114 PKN 115 PKN 116 PKN 117 STP 009 PKN 129 PKN 130 DIK 003 DIK 004 STP 001 PKN 118 PKN 119 PKN 141 STP 003 PKN 120 PKN 121 PKN 131 Nama Mata Kuliah 3. 11. 12. 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 6 6 6 Kode Mata Kuliah 2. 2 3 3 2 2 2 2 2 Bobot SKS Kurnas Kurlok Pilihan KU PR Σ KU PR Σ 6. 10. 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Mata Kuliah 4.

managerial skill. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. dan lain-lain. 1 1 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 94 4 4 4 6 98 43 3 46 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 94 - 8. 8. Sarana dan Prasarana. mengembangkan keterampilan teknis sebagai pendidik. Setelah lulus program.PAS/CMI/2005 . Mata Kuliah 4.17 Sm t 1. mahasiswa juga dapat melanjutkan ke program S-2. keterampilan hubungan antar manusia. MPB MPB MPB MBB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MBB MPK MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB Status MK Wajib 5. Pengalaman yang diperoleh selama PPL merupakan modal untuk melakukan orientasi terhadap pekerjaan dan jenjang relasi dengan dunia kerja. E. PKN 132 PKN 133 STP 013 PKN 142 STP 010 STP 011 STP 012 PKN 134 PKN 135 PKN 136 PKN 137 STP 005 NAS 009 PKN 122 PKN 123 PKN 124 PKN 125 PKN 138 STP 004 PKN 199 Nama Mata Kuliah 3. mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang materi khusus dunia kerja. Bobot SKS Kurnas Kurlok Pilihan KU PR Σ KU PR Σ 6. 6 6 6 6 7 7 7 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 8 8 Kode Mata Kuliah 2. 10. 9. 12. 7. dalam masa studi mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti Prograrn Pengenalan Lapangan di dunia pendidikan. 11. Kewarganegaraan Praktek Pendidikan Hukum Program Pengalaman Lapangan (PPL) PPKn Skripsi Total Kel. Teori dan Latihan Kegiatan Belajar Mengajar Pola Pengajaran PPSKN SLTP/SMU Filsafat Etika Sosiologi Hukum Pendidikan Politik Sistim Pemerintahan Daerah MPKI Filsafat Hukum Filsafat Pancasila Hukum Acara Pidana Hukum Acara Perdata Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Filsafat Ilmu Peradilan Tata Usaha Negara Seminar Pendidikan Politik Kenegaraan Seminar Pendidikan Hukum Seminar Pend. Peluang dan Manfaat bagi Mahasiswa Mahasiswa Program Studi PPKn STKIP Pasundan akan memperoleh manfaat maksimal. Melalui PPL.

Lab. ruang kuliah. masjid dan lapangan serbaguna. 1.18 Secara keseluruhan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang menyangkut karnpus dengan segala kelengkapannya. laboratorium komputer dan akses intemet. Fasifitas lainnya yang tersedia adalah kantin. Seluruh sarana dan prasarana dimiliki sendiri atas investasi yang dilakukan YPT Pasundan. Ketersediaan Gedung. Keseluruhan fasilitas yang tersedia sudah Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Program Studi PPKn STKIP Pasundan sudah memiliki gedung. Perpustakaan dan Fasilltas Lainnya. Ruang Kuliah. namun pengelolaannya dilakukan oleh STKIP Pasundan. 4. 3.PAS/CMI/2005 . Kondisi fasilitas pendukung ini cukup memadai. koleksi perpustakaan. Pengelolaan Pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan oleh YPT Pasundan dan unsur pimpinan STKIP Pasundan tergantung pada nilai pengadaannya. 2. Sarana dan prasarana yang bernilai besar. laboratoriurn dan perpustakaan yang baik. sudah cukup memadai. Kecukupan Secara umum infrastruktur pendidikan di Program Studi PPKn STKIP Pasundan sudah sangat baik. Jumlah dan kualitas ruang kuliah sangat baik. Perpustakaan secara reguler selalu membeli buku-buku baru dan hibah dari para dosen untuk menambah koleksinya. yang cukup menonjol dalam pengelolaan sarana dan prasarana adalah tingginya nilai alokasi biaya untuk pemeliharaan berbagai sarana dan prasarana pendidikan. Laboratorium dan jumlah buku diperpustakaan juga sudah memadai untuk mendukung penyelenggaraan program. pengadannya dilakukan oleh YPT Pasundan. Fasilitas Pendukung Pembelajaran dan Penelitian Untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian disediakan fasilitas ruangan.

Untuk pembiayaan program. Jumlah. ujian dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. 2. hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. sehingga kontrol pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik. Arus kas dan likuiditas keuangan dapat dikelola dengan baik. Hal ini dilakukan baik di Program Studi PPKn maupun di lembaga. perkuliahan. hal ini dilakukan agar kelancaran proses belajar dan mengajar dapat bejalan dengan baik. Kesesuaian Semua sarana dan prasarana yang ada di Program Studi PPKn STKIP Pasundan sudah didesain khsusus untuk kepentingan pendidikan. Pendanaan Dalam aspek keuangan. 5. F. pos-pos anggaran sudah dipersiapkan sesuai dengan rencana kegiatan pengelolaan program. orientasi studi. Sumber Dana dan Pembiayaan Sumber dana berasal dani penerimaan SPP (Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan). Pengelolaan Pengelolaan keuangan dilakukan dengan peraturan keuangan yang telah ditentukan YPT Pasundan dan mekanisme aturan yang telah ditetapkan oleh STKIP Pasundan dengan pengelolaan keuangan secara transparan. sehingga mendukung kelancaraan program.PAS/CMI/2005 . pengelolaan pembiayaan penyelenggaraan Program Studi PPKn sudah memadai. YPT Pasundan memberikan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. kualitas dan desainnya sudah disesuaikan dengan karakteristik program studi dan mahasiswa. mahasiswa dan donasi dari orang tua mahasiswa melalui STKIP Pasundan. dari mulai penerimaan mahasiswa.19 mampu menampung dan mendukung proses belajar dan mengajar di Program Studi PPKn STKIP Pasundan dalam skala jumlah mahasiswa yang ada sekarang. STKIP Pasundan diperlakukan sebagai cost center oleh YPT Pasundan.

PAS/CMI/2005 . Tata Pamong (Governance). hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kecukupan Dari sisi jumlah. Pada saat ini. tidak ada kesulitan dalam pengadaan dana penyelenggaraan. Bantuan dari YPT Pasundan tersebut semakin memperkuat struktur penerimaan dan pembiayaan Program Studi PPKn STKIP Pasundan. program studi dikelola oleh seorang Ketua Program Studi. Akuntabilitas Untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan. seorang Sekretaris. selama ini anggaran yang ada selalu dapat memback up setiap kegiatan yang direncanakan. Struktur Organisasi. Selain itu. seorang staf akademik dan kemahasiswaan. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kinerja keuangan yang selalu positif sejak program dijalankan. dan 2 (dua) orang staf Tata Usaha. 3. Tata pamong program S-1 Program Studi PPKn STKIP Pasundan sejak didirikan tahun 1986. Pengelola yang berjumlah 5 (lima) orang ini memiliki kompetensi. Selanjutnya lembaga melakukan pengawasan ke tingkat program studi. sudah memadai untuk skala pengukuran organisasi yang sekarang. Anggaran dan kegiatan selalu disesuaikan. Pengawasan pengelolaan keungan di lembaga sampai dengan tingkat program studi dilakukan juga dengan audit keuangan oleh akuntan publik. kapabilitas yang memadai untuk menangani Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. pengelolaan keuangan juga dilakukan secara transparan. YPT Pasundan melakukan pengawasan terhadap lembaga. penyediaan dosen dan karyawan. G. sehingga semua unit organisasi terkait dapat melakukan pengawasan.20 bantuan dalam bentuk pengadaan sarana. 4.

Namun dernikian. di samping peningkatan kemampuan manajerialnya. harus meningkatkan pengetahuan. Mengingat perkembangan masyarakat di era globalisasi. antara lain: a. maka perlu dipertimbangkan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. dilihat dari perkembangan minat setiap tahun akademik baru. dengan memperhatikan berikut: a. harus meng. sebanyak 50 mahasiswa perangkatan atau sekitar 7 (tujuh) sampai 8 (delapan) mahasiswa per kelas. Pengelolaan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan didukung oleh koordinasi yang baik dari Ketua Program dan Pembantu Ketua bidang kemahasiswaan. sikap dan keterampilan dalam Dengan demikian program telah dikelola baik sesuai dengan ketentuan dan prosedur. dosen.PAS/CMI/2005 . maka upaya peningkatan kompentensi Sumber Daya Manusia. baik pada tatanan strategis maupun operasional. Ketua dan Sekretaris Program Studi. Skala operasi pengelolaan program yang besar. Oleh karena itu ke-6 orang yang ada sekarang harus senantiasa Daya meningkatkan kemampuan dalam pengembangan Sumber Manusia. b. pelayanan pada mahasiswa. dan staf lainnya. perlu dilakukan agar kontinuitas upaya perbaikan kualitas pengelolaan program dapat dijalankan secara proaktif. Namun demikian masih sangat mungkin untuk dikembangkan.update pengetahuannya di bidang pendidikan maupun non pendidikan. Kualifikasi personil yang ada sekarang ini sudah mampu menjalankan fungsi dan tugas pokoknya pada institusi. Tiga orang staf. Fungsi dan Tugas Pokoknya. jika dipertimbangkan akan peningkatan penerimaan mahasiswa baru pertahun. 2. b. Personalia.21 bidang tugasnya.

22 penyesuaian struktur organisasi.PAS/CMI/2005 . Pengalaman ini dijadikan dasar untuk senantiasa memperbaiki sistem penyelenggaraan di lembaga STKIP Pasundan. karena tugas. H. Tinjauan Historis Proses perjalanan lembaga yang sudah berlangsung kurang lebih 18 tahun sejak berdirinya STKIP Pasundan Cimahi pada 29 Mei 1986. 2. pengendalian dan koordinasi internal dan ekstennal sudah dilakukan dengan baik. berjalan dengan baik. personil dan mekanisme tata pamong (govermance). keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan yang lahir pada tahun 1914. periode Kepemimpinan yang pertama. telah memperkaya pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan tinggi. Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan PPKn dipilih oleh Dosen Program Studi disetujui oleh Senat STKIP Pasundan dan dikukuhkan oleh Ketua STKIP Pasundan. 3. Sampai saat ini Ketua Program Studi Pendidikan PPKn adalah Ketua Program Studi pada. Pengelolaan Program Meskipun ada kekurangan pada pelacakan tulisan. sudah diatur dengan baik. hal ini didasarkan pada hal-hal sebagal berikut: 1. Aliran informasi. Kepemimpinan Kepemimpinan dan pengelolaan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan STKIP Pasundan. Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Mekanisme Tata Pamong Mekanisme tata pamong sudah dilakukan sesuai dengan sistem dan standar operasional yang sudah ditentukan. namun secara keseluruhan pengelolaan lembaga sudah dilakukan dengan baik. kewenangan dan mekanisme kerja.

Mutu program studi dan institusi akan baik jika ada standar dan kontrol. Jumlah alumni cukup banyak yang tersebar di seluruh Jawa Barat dan Banten. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan relatif Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 5.23 bertanggungjawab mengelola seluruh kegiatan yang mencakup kegiatan pendidikan. komunikasi dengan seluruh civitas akademika baik melalui jalur formal maupun informal. maupun pada perumusan strateginya. Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah alumni. Perencanaan dan Pengembangan Program Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan STKIP Pasundan telah berusaha membuat perencanaan dan pengembangan program jangka panjang melalui mekanisme penyusunan dan pelaksanaan Rencana Induk Pengembangan (RIP). namun harus selalu dilakukan penyesuaian baik pada penetapan tuiuan dan sasaran. Pelacakan Lulusan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan STKIP Pasundan telah memlliki sistem pelacakan lulusan. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat terakomodasi semaksimal mungkin. cukup realistis. oleh karena itu Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebaiknya segera membuat sistem informasi alumni. RIP adalah rolling plan yang dijadikan pegangan oleh pimpinan dalam mengalokasikan dan mengorganisasikan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan dan misi STKIP Pasundan.PAS/CMI/2005 . Dengan demikian aspirasi dan inisiatif seluruh starlakeholders. 4. pelatihan dan. penelitian/konsultasi. Jaminan Mutu Program Studi. RIP yang ada sekarang secara garis besar. 3. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus membuat sistem pelacakan alumni yang lebih mapan. untuk mengakomodasi kegiatan ltu telah dimiliki Ikatan Alumni STKIP Pasundan. Penyesuaian ini diperlukan mengingat lingkungan strategis selalu berubah dengan cepat dan dinamis.

penugasan kelompok. I. Seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi yang dilakukan di tingkat jurusan. sehingga pelaksanaannya sudah setara dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang dinilai sudah baik. Pendaftar pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengalami peningkatan. dosen dan prasarana) dan evaluasi hasil belajar. untuk mahasiswa berprestasi ditingkat Jawa Barat. Mengajar Kegiatan mengajar dilakukan melalui perkuliahan. penugasan untuk belajar mandiri. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. b. indikator: a.24 telah memiliki keduanya. Proses Pembelajaran Kegiatan pembelajaran sudah diupayakan agar berlangsung dengan baik. observasi lapangan. Standar dan kontrol ditetapkan dan diterapkan secara konsisten. banyak yang menyatakan bahwa prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dinyatakan baik. Tugas terstruktur. Komitmen terhadap mutu ternyata memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. penugasan untuk belajar mandiri melalui perkuliahan. 6. Dampak Proses Penjaminan Mutu terhadap Pengalaman Belajar Mahasiswa. hal ini ditandai dengan beberapa. diwakili oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. dan pekerjaan laboratories (mengerjakan survai lapangan dan merumuskan formula strategi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. c) Lembaga Pendidikan/Perusahaan dimana dilakukan pelaksananan PPL. proses. deliveri pendidikan (materi.PAS/CMI/2005 . Standar sudah mencakup standar seleksi mahasiswa dan dosen. sehingga rasio antara pendaftar dan yang diterima semakin meningkat.

Suatu bidang pemahaman yang mendalam dan komprehensif telah dikembalikan oleh Program Studl PPKn dengan seminar kelas dan diskusi kelompok pemecahan masalah-masalah pendidikan dan content kelimuannya 3.25 pemecahan masalah atas problem komunikasi. 2. Metoda mengajar ini sesuai dengan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yaltu diberikannya pembobotan pada setiap mata kuliah 2 s/d 3 SKS. (skripsi).PAS/CMI/2005 . hal ini terlihat dari prosentasi kehadiran yang cukup tinggi pada setiap perkuliahan. Penilaian Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Frekuensi perk-uliahan terkontrol oleh DHMD (Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen) yang secara kontinyu per waktu perkuliahan dimonitoring oleh petugas piket Perkuliahan. Metode diskusi dan praktikum yang telah dilakukan mahasiwa telah menambah ketrampilan para mahasiswa dalam kemampuan motorik dan psiko-analisis terhadap persoalan kajian keilmuan yang dihadapinya. Belajar Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengajaran sangat intensif. mahasiswa cukup patuh mengerjakan tugas-tugas akademik bahkan memberikan inisiatif sendiri dalam perencanaan tugas mandiri maupun terstruktur. berkaitan dengan bidang kajian pendidikan dan non pendidikan). demikian juga dalam DHMD para ketua kelas dapat membubuhkan tanda-tangan dan mencatat materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen masing-masing. Di samping Itu. Saat ini telah dilaksanakan kegiatan belajar menggunakan teknologl multi media untuk mengikuti perkembangan keilmuan khustisnya masalah-masalah perkembangan duma pendidikan yang terkait dengan bidangnya (content). dan mata kuliah yang berkonsentrasi tinggi diberi bobot 6 SKS. Keterbatasan lingkup content yang diberikan selama perkuliahan telah ditunjang dengan sistem kebebasan keilmuan dan keterbukaan untuk menggali khasanah keilmuan di luar materi yang diberikan para dosen.

mengerjakan tugas-tugas terstruktur maupun mandiri. dan keaktifannya dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran (perkuliahan maupun praktikum). Hal lain. namun demikian terdapat pula lulusan yang bekerja sebagai wirausahawan. Sanksi terberat dari pelanggaran persyaratan IPK dan jangka waktu studi adalah sanksi "putus kuliah" (drop out).PAS/CMI/2005 . Suasana Akademik Suasana akademik terus dikembangkan secara terus-menerus. Angka IPK dan jangka waktu studi (durasi) juga akan menjadi faktor penentu dari "Yudisium Kelulusan". yudisium lulusan. Mahasiswa akan diberi peringatan akademik jika tidak mencapai IPK atau melampaui batas ketentuan dan durasi jangka waktu studi. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat terlihat. juga dilihat dari keseriusan mahasiswa dalam simulasi. dan kepuasan mahasiswa. hingga saat ini cukup baik dan tidak banyak keluhan tentang masalah tersebut: J. agar ciri khusus dari suasana lingkungan pendidikan dapat dimunculkan dan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. kemajuan penyelesaian studi. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik mengenai kualitas program dan pengajar untuk merespon kebutuhan akademik mata kuliah yang perlu dilakukan evaluasi dan aktualitas dalam pengembangannya. dengan adanya lulusan dengan IPK tertinggi dalam Wisuda. Pada umumnya para lulusan terserap pada lapangan kerja sebagai pendidik. dengan TNI/POLRI dan dan penganalisis masalah-masalah sesuai pengetahuan keterampilannya. di STKIP Pasundan. mengenai produktivitas sistem pembelajaran.26 Penilaian terhadap mahasiswa selain dilakukan melalui Ujlan Tengah Semester (UTS) dan Ujlan Akhir Semester (UAS). Untuk melihat kemajuan mahasisvva secara keseluruhan dilakukan perhitungan "Indek Prestasi Kumulatif” (IPK) dari durasi jangka waktu studi. 4.

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 3. selain itu sebagian dari proses akademik dilakukan di luar kampus melalui praktikum di lapangan maupun laboratorium. 4. rasionalitas.27 dirasakan dengan baik dan sesuai dengan norma-norma pendidikan. budaya akademik yang berorientasi pada suasana wawasan ilmiah akademik. Semua sivitas akademika harus menghormati dan melaksanakan semua peraturan dan kode etik akademik. Rancangan untuk Mengembangkan Suasana Akademik Rancangan suasana akademik dikembangkan melaui penciptaan nilai-nilai dan kaidah-kaidah keilmuan serta norma akademik lainnya. Sarana untuk interaksi Dosen dan Mahasiswa Sarana interaksi antara dosen dan mahasiswa dilakukan lewat tatap muka dan komunikasi sarana elektronik (handphone) maupun sarana elektronik komunikasl lainnya. kepekaan dan kebersamaan (toleransi). Kuantitas dan Kualitas Kegiatan Akademik Dosen dan Mahasiswa Kuantitas dan kualitas kegiatan akademik dosen dan mahasiswa dilakukan secara baik dan optimal melalui proses perkuliahan yang dilakukan di kampus. Hubungan Dosen Mahasiswa Hubungan dosen dan mahasiswa telah berlangsung dengan baik. dalam upaya peningkatan mutu wawasan mahasiswa dan kualitas pendidikan. 2. yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. interaksi dosen dan mahasiswa dilakukan dengan interaksi tatap muka. sesuai acuan pada DP-3 (Daftar Penilaian Pekerjaan) yang secara kontinu setiap tahun akademik dievaluasi. keterbukaan. Dosen membuka kesempatan bagi mahasiswa yang sedang mengadakan bimbingan maupun konsultasi proses pendidikan baik pada jam perkuliahan maupun di luar jam perkuliahan.PAS/CMI/2005 . Hal ini dilakukan dengan: 1.

baik dalam perkuliahan maupun di luar perkuliahan. Dengan dukungan teknologi internet. K. Selain itu seminar-seminar untuk mengkaji fenomena baru masalah-masalah pendidikan dilakukan dengan mengundang pakar ilmu Pendidikan. 6. dan para ahli yang relevan untuk kajian masalah pendidikan. 5. Keikutsertaan Mahasiswa dalam Kegiatan Ilmiah Keikutsertaan mahasiswa dalain kegiatan ilmiah sudah cukup memadai. diskusi dan kebersamaan kekeluargaan. Sistem Jaminan Mutu Program Studi PPKn STKIP Pasundan telah memiliki dan terus membina sistem peningkatan dan pengendalian mutu yang memadai untuk Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 . bimbingan dialogis. baik dengan mengirimkan para mahasiswa ke pertemuan-pertemuan ilmiah tingkat nasional maupun lokal. atas prakarsa para mahasiswa Program Studi PPKn menyelenggarakan kegiatan yaitu: Studi banding ke beberapa Perguruan Tinggi yang memiliki program Studi PPKn. dan penyeleng sendiri kegiatan ilmiah yang antara lain: Dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan pendidikan lainnya. Kegiatan Seminar Frekuensi kegiatan seminar khususnya seminar untuk penelitian dan perencanaan tugas akhir (skripsi) mahasiswa dilakukan sangat intensif yaitu dalam rangka mengembangkan khasanah keilmuan di kalangan sivitas akademika. hubungan dosen dan mahasiswa akan diupayakan sehingga dapat dilakukan secara virtual. Kegiatan ini dipandang telah memberikan kontribusi yang sangat positif bagi wawasan dan peran akademis dan peran institusi dalam kancah PPKn pada tingkat nasional.28 guidance and conseling.

4. baik dalam konsep maupun implementasinya. Penjaminan mutu juga dilakukan dengan cara tetap mempertahankan skala institusi dan skala program dalam ukuran kemampuan pengelolaan (manageable size). Dengan kata lain Program Studi PPKn STKIP Pasundan tidak akan menambah jumlah mahasiswanya jika akan menurunkan mutu pendidikan. Hubungannya dengan Penjaminan Mutu pada Tingkat Lembaga Penjaminan mutu di tingkat program studi memang sejalan dengan kebijakan penjamin mutu ditingkat institusi. Pengelolaan Mutu Secara Internal Pada Tingkat Program Studi Pengelolaan mutu secara internal dilakukan lewat seleksi dosen. pengembangan materi. Dengan demikian mahasiswa selalu berusaha berperilaku sesuai dengan aturan main dan etika akademik yang dicanangkan. 3. penyiapan fasilitas pendukung yang baik. Pengembangan Program Pengembangan program dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan program sebelumnya. 2. Dampak Pada Mahasiswa Proses penjaminan mutu mendapatkan apresiasi yang baik dari mahasiswa.PAS/CMI/2005 . Dosen yang tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam mengajar akan diberhentikan atau diberhentikan sementara (grounded) dan diberi kesempatan untuk belajar dan mempersiapkannya dengan lebih baik. Hal ini sudah cukup baik dilakukan melalui proses evaluasi yang menghasilkan perbaikan secara terus menerus. Mahasiswa menjadi sangat segan dengan peraturan akademis yang pelaksanaannya dilakukan dengan tegas. untuk mengembangkan program perbaikan dilakukan pada semua aspek: kualitas dosen. kualitas Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Program Studi PPKn STKIP Pasundan sangat memperhatikan mutu pendidikan dipercaya oleh pengelola Program Studi PPKn STKIP Pasundan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi citra institusi.29 menjaga komitmen mutu pendidikan. untuk kesempatan semester berikutnya. Sistem tersebut mencakup: 1.

Akreditasi Program S-1 Program Studi PPKn STKIP Pasundan telah dilakukan evaluasi dengan akreditasi B. sistem pembelajaran. 5. waktu dan dana. Jurnal Nasional Historia UPI Bandung maupun Jurnal Nasional Fakultas Tarbiah IAIN Sundan Gunung Jati Hal ini diindikasikan dengan: 1. lembaga penelitian di tingkat Jurusan dan STKIP Pasundan. sistem seleksi. Tesis dan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi PPKn STKIP Pasundan telah melakukan kegiatan penelitian dan publikasi secara intensif. Publikasi. Produktifitas. Penelitian. baik melalui majalah Tri Dharma Kopertis Wilayah IV. 2. dan Pemanfaatan Dana. Agenda Penelitian. kurikulum dan silabus. dengan tersedianya tenaga.30 pengadministrasian program. penelitian pesanan dari PUSLIT dan LEMLIT. Hal ini dilakukan Program Studi PPKn STKIP Pasundan untuk dapat memenuhi kualifikasi akademik pernerintah sekaligus juga memenuhi harapan kebutuhan kompetensi yang dituntut dunia kerja (pendidikan). Kuantitas. Kualitas. Jumlah penelitian mencukupi. Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi penelitian mandiri.PAS/CMI/2005 . Relevansi Sasaran. 6. Keberlanjutan. Setiap tahun akademik Program Studi PPKn STKIP Pasundan memperbaiki fasilitas pembelajarannya dan hingga pada tahun 2003 ini telah dilakukan beberapa kali penyempurnaan kurikulumnya. Diseminasi Hasil Penelitian Agenda penelitian saat ini masih terbatas pada masa yang akan datang. serta materi dan fasilitas pembelajaran. L. Metodologi Baku Mutu Metodologi baku mutu dikembangkan melalui penggabungan standar pemerintah dan tuntutan dunia pendidikan dan pengajaran di sekolah. Hal ini menjadi motivasi untuk memperoleh peringkat akreditasi lebih baik lagi. agenda penelitian semakin digalakan dengan upaya pengalokasian Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

Kemitraan Dengan Lembaga Sejenis dan Industri Untuk meningkatkan kegiatan penelitian Program Studi PPKn STKIP Pasundan sudah bekerjasama dengan UPI. 5.PAS/CMI/2005 . Kualitas dan Kuantitas Kegiatan Penelitian Mahasiswa Kuantitas dan kualitas kegiatan penelitian mandiri mahasiswa belum dapat dievaluasi. Pengabdian Kepada Masyarakat Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. dan melalui jurnal terakreditasi Metalogika. Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah. Penelitian mandiri yang dilakukan mumi atas inisiatif dosen bersama mahasiswanya pemah dilakukan. yang diterbitkan STKIP Pasundan. telah pula Program Studi PPKn STKIP Pasundan pemah melakukan penelitian yang melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana survei. Diseminasi hasil penelitian dilakukan melalui kegiatan pertemuan ilmiah. Kegiatan ini dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan kerjasama antar dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelitian. Dari penilaian terhadap kegiatan penelitian mahasiswa yang dilakukan lewat penugasan akademik. Hubungan Pengajaran dan Penelitian Penelitian yang dilakukan diupayakan selektif dan masih ada dalam koridor Program Studi PPKn sehingga dapat mendukung pengayaan materi pembelajaran.31 dana yang lebih baik lagi. 6. Kebijakan ini cukup baik agar terjadi konvergensi antara pengajaran dan penelitian. 4. YPDM Pasundan. 3. agar kompetensinya pada bidang penelitian semakin baik. Kegiatan Penelitian Bersama Dosen-Mahasiswa Kegiatan penelitian yang melibatkan dosen-mahasiswa terbatas pada penelitian dalam penulisan skripsi. dapat disimpulkan bahwa mahasiswa masih perlu mengembangkan diri.

32 Program Studi PPKn STKIP Pasundan sudah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejak institusi ini berdiri. 2) Agenda Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi PPKn STKIP Pasundan merencanakan keberlanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang selama ini telah dilakukan untuk rneningkatkan kontribusi Program Studi PPKn STKIP Pasundan terhadap masyarakat. Relevansi Sasaran. Efisiensi Pemanfaatan Dana Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan Program Studi PPKn STKIP Pasundan adalah pelatihan. Produktivitas. dalam kegiatan pengabdian masyarakat sudah memadai penjelasan yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut: 1) Kualitas. hasil-hasil penelitian biasanya menjadi masukan pada penyusunan materi pelatihan materi konsultasi. Hal ini merupakan indikator dari komitmen Program Studi PPKn STKIP Pasundan dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam setiap rencana kegiatan dan anggaran institusi yang disusun setiap tahun. 4) Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Dosen Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 3) Hubungan Pengabdian Masyarakat dengan Penelitian Pengabdian masyarakat lewat kegiatan penelitian dan konsultasi sangat erat kaitannya dengan penelitian. Untuk meningkatkan eksistensinya pada masyarakat sekitar kampus. Program Studi PPKn STKIP Pasundan juga merekrut sebagian tenaga pendukung dari masyarakat sekitar. serta bekerjasama dalam bidang pelatihan guru-guru sekolah swasta di Jawa Barat.PAS/CMI/2005 . prestasi Program Studi PPKn STKIP Pasundan. Hal ini memberikan Mutual Rengfift dan memperkuat Link and Match antar lembaga pendidikan dengan dunia kerja. Keterkaitan ini merupakan hal yang sudah dilakukan Program Studi PPKn STKIP Pasundan sejak dulu. konsultasi dan bakti sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat selalu diagendakan.

PAS/CMI/2005 . 7) Kemitraan Dengan Lembaga Sejenis dan Industri Kemitraan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat pernah dilakukan melalui pembentukan kerjasama pemagangan dengan beberapa. Kompetensi yang dicapal para lulus~n dibandingkan dengan yang diharapkan menunjukkan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Himpunan mahasiswa biasanya mewujudkannya dalam bentuk bakti sosial. Data lulusan lima tahun terakhir menunjukan sebagal berikut 1. mengingat berbagai keterbatasan sumber daya. media cetak di Bandung dan institusi umum maupun swasta. dalam kapasitasnya sebagai individu anggota inasyarakat dosen juga melakukan kegiatan pengabdian di lingkungannya masing-masing. akan tetapi. M. 6) Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Mahasiswa Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dilakukan oleh himpunan mahasiswa. Bentuk pengabdiannya antara lain menjadi anggota dan ketua organisasi kemasyarakatan. 5) Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Dosen Bersama Mahasiswa Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh kelompok dosen bersama mahasiswa dilakukan dalam konteks institusi. Lulusan dan Keluaran Lainnya. meskipun pelaksanaannya masih sangat terbatas. Program studi PPKn STKIP Pasundan bedasarkan registrasi tahun 2002/2003 Memiliki 210 0rang mahasiswa. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen adalah agenda Program Studi PPKn STKIP Pasundan.33 Pengabdian masyarakat oleh dosen dilakukan dalam konteks pengabdian masyarakat oleh institusi. pada tahun yang sama meluluskan 27 orang lulusan.

BAB II ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI PPKN SECARA KESELURUHAN.84. MERUJUK KEPADA DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN Berikut tabel analisis SWOT beserta strategi perencanaannya sesuai dengan komponen evaluasi diri. Kompetensi sosial baik 2. Kompetensi kepribadian baik c.PAS/CMI/2005 Weaknes (kelemahan) 1. Demikian pula untuk melanjutkan pendidikannya ke program yang lebih tinggi baik S-2 maupun S-3. Visi dan Misi Strenght (kekuatan) 1.34 a. 3. Kompetensi intelektual memuaskan b. Masih bersifat lokal ke masa . Nilai Yudisium rata-rata sangat memuaskan dan lama penyelesaian studi rata-rata lima tahun dan kepuasan lulusan baik Kenyataan lulusan seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa minimal para lulusan untuk menjadi guru atau bekerja diluar keguruan sangat mungkin untuk dikembangkan. Jati diri. Indek prestasi Komulatif (IPK) rata-rata lulusan di atas tiga (memuaskan) salah satunya mendapatkan prestasi predikat lulusan terbaik dengan IPK 3. TABEL ANALISIS SWOT A. Berorientasi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

Globalisasi dapat melemahkan budaya lokal. Konsisten dengan misi STKIP visi terutama budaya tentang misi 3. Menanamkan nilai-nilai universal keagamaan 2.PAS/CMI/2005 . Budaya Sunda merupakan kekuatan untuk lokasi Jabar dan Banten. Kemampuan finansial dan akademis mahasiswa heterogen 2.35 depan 2. 4. Belum didukung oleh sarana prasarana yang lengkap 3. SDM masih memadai belum Strategi 1. Sosialisasi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Idealisme tinggi terhadap visi dan misi dari staf akademis. Kemampuan mahasiswa rendah akademik umumnya 3. Kemahasiswaan Strenght (kekuatan) 1. 2. Implementasi lapangan harus diperkuat 2. 2. Misi syiar Islam bersifat universal 4. Adanya pedoman pembimbingan tertulis. Diregulasi sektor kependidikan memberikan peluang untuk berimprovisasi Threats (ancaman) 1. Rasio mahasiswa dosen 1:15 Weaknes (kelemahan) 1. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain yang relevan 2. Meningkatkan kemampuan individu dan lembaga dalam berprestasi Strategi 1. Keterbukaan mahasiswa kurang memadai 4. 2. Diberikan beasiswa bagi Opportunity (kesempatan) 1. Memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap sivitas akademika tentang misi dan visi 2. Kompetensi dengan LPTK lain yang sejenis Strategi 1. Memanfaatkan teknologi informasi untuk mewujudkan visi misi 2. Optimalisasi sarana prasarana dan kualitas SDM B. Strategi 1. Opportunity (kesempatan) 1. Kesempatan beasiswa Strategi 1. 3. Penerimaan dilakukan secara selektif. Menegakkan konsistensi dan kesinambungan program Strategi 1. Pelayanan dosen wali baik 5. Ruang bimbingan tidak memadai 5. Peminat terhadap PS PPKn cenderung meningkat.

2. Diciptakan pola kerjasama dengan Dinas-dinas Kabupaten/Kota C. Kesempatan untuk studi lanjut luas 2. Rekruitmen yang menggunakan sistem kontrak yang rentan untuk keluar. Kualifikasi Dosen mayoritas S-2 atau sedang 3. Rasio dosen mahasiswa 1:15 2. Dialog antar mahasiswa dan dosen ataupun pimpinan PS. Kurangnya pelatihan pelatihan yang relevan dengan bidangnya Opportunity (kesempatan) 1. Strategi 1. Kompetensi dosen dan karyawan memadai untuk mendukung PBM. Mahasiswa rawan DO di tahun-tahun awal 2. 2. 3. Minat mahasiswa untuk menjadi guru menurut Strategi 1. Menempatkan dan mengembangkan SDM sesuai dengan kepakarannya Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Diberikan pelatihan penulisan artikel di jurnal 2. Disediakan bimbingan belajar oleh Hima PPKn. Strategi Pada tahun-tahun awal mahasiswa diberikan bimbingan baik oleh dosen wali atau mahasiswa senior mengenai perkuliahan di program studi Threats (ancaman) 1. Pelatihan-pelatihan manajerial. 2. Rasio layanan 1:8 /kelas dan Weaknes (kelemahan) 1. Diberikan beasiswa bagi yang berprestasi yang kurang mampu.PAS/CMI/2005 .75 4. Pengengkatan dosen/karyawan dilakukan secara selektif dan terncana 2. Budaya menulis lemah 3. Dosen dan Tenaga Pendukung Strenght (kekuatan) 1. beasiswa dan lain-lain. Mahasiswa didorong untuk mencapai IPK > 2. Dosen dan karyawan didorong untuk mengikuti pelatihan/penataran 3. 4. Magang dan pencakokan 3. Diciptakan kurikulum yang fleksibel 2. Mahasiswa dipersilahkan menghubungi dosen melalui telepon. Kesempatan pembimbingan mudah. Tersedianya jurnal ilmiah terakreditasi 3. Dengan adanya Otda lapangan kerja cenderung sempit 3. Kode etik disosialisasikan dan dilaksanakan Strategi 1.36 dari berbagai instansi. Pengelolaan SDM belum memadai 2. Peluang yang luas dosen untuk melakukan penelitian dan PPM Threats (ancaman) 1. Peningkatan pengelolaan SDM 2. Kesempatan untuk berprestasi terbuka pembimbingan. 3. Dosen didorong studi lanjut untuk Strategi 1. 2. 3. 2. Studi lanjut yang tidak relevan dengan Strategi 1. Studi lanjut disesuaikan dengan kepakarannya. Buku pedoman pembimbingan selalu diperbaiki 3.

37

kepakaran 3. Kurangnya kesejahteraan karyawan dan dosen

3. Peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan 4. Diciptakan pola kerjasama dengan Dinas-dinas Kabupaten/Kota

3. Disediakan program pelatihan bagi pengembangan SDM

D. Kurikulum

Strenght (kekuatan) 1. Kurikulum sesuai dengan visi misi dan tujuan program studi 2. Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan persekolahan dan studi lanjut 3. Menyediakan kuliah pilihan mata

Weaknes (kelemahan) 1. Lambatnya peninjauan kurikulum mahasiswa heterogen 2. Jumlah SKS yang trlalu banyak 3. SKS kurikulum Nasional terlalu banyak 4. Sentralisasi kurikulum

4. Kurikulum dijabarkan dalam SAP dan Silabi Opportunity (kesempatan) 1. Diberi kesempatan meninjau substansi kurikulum SAP dan Silabi. 2. Diberi kesempatan untuk mengganti muatan lokal pada kurikulum program studi sesuai dengan tuntutan Threats (ancaman) 1. Perubahan dan tuntutan masyarakat cepat 2. Terjadinya perubahan kurikulum di Dikdasmen 3. Tuntutan globalisasi an perkembangan IPTEK E. Sarana dan Prasarana Strategi 1. Meninjau kurikulum secara berkala 2. Peninjauan SAP dan Silabi setiap semester 3. Mengadakan penggantian mata kuliah lokal sesuai dengan lapangan Strategi 1. Penyesuaian kurikulum terhadap dinamika masyarakat dan dunia kerja 2. Kurikulum disesuaikan dengan perkembangan IPTEK Strenght (kekuatan) 1. Gedung milik sendiri dan strategis 2. Ruangan kuliah besar ber AC 3. Tersedianya perpustakan, Lab. PPKn, Micro Teaching, Lab. Komputer 4. Aturan yang jelas dalam penggunaan prasarana Weaknes (kelemahan) 1. Tingginya biaya pengelolaan 2. Edisi buku-buku di perpustakaan masih banyak edisi lama 3. Belum memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal 4. Perlengkapan Strategi 1. Selalu dilakukan peninjauan kurikulum 2. Pendampingan SKS. jumlah

3. Otonomi penetapan kurikulum program studi.

Strategi Peninjauan kurikulum harus disesuaikan dengan perubahanmasyarakat

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

38

Laboratorium maksimal Opportunity (kesempatan) 1. Terbuka kesempatan untuk mengembangkan kampus 2. Akses ke internet untuk memperkaya PBM tersedia 3. Kesempatan mengakses perpustakaan di luar jurusan tersedia melalui forum perpustakaan Threats (ancaman) 1. Kurangnya perawatan terhadap sarana dan prasarana 2. Sarana dan prasarana yang kurang sesuai dengan perkembangan IPTEK Strategi 1. Melakukan pengembangan kampus 2. Memperbanyak akses ke internet, baik dosen atau mahasiswa untuk menunjang pelaksanaan Tridharma PT 3. Pemberdayaan Lab., perpustakaan dll semaksimal mungkin Strategi 1. Merenovasi/mengadakan sarana prasarana yang disesuaikan dengan perkembangan masa kini 2. Sosialisasi aturan penggunaan sarana dan prasarana Strategi 1. Peningkatan pemeliharaan prasarana

belum

sarana

2. Penambahan dan pembaharuan buku-buku secra reguler 3. Pemanfaatan teknologi informasi semaksimal mungkin Strategi 1. Pemutahiran sumbersumber pustaka 2. Melengkapi perlengkapan laboratorium dan micro teaching 3. Memanfaatkan teknologi informasi maksimal

F. Pendanaan

Strenght (kekuatan) 1. Pemasukan dana SPP relatif lancar 2. Efisiensi keuangan dilakukan dengan baik 3. Tingkat keberlanjutan keuangan tinggi 4. Pengaturan keuangan menunjang Proses Belajar Mengajar

Weaknes (kelemahan) 1. Dukungan keuangan hanya dari mahasiswa 2. Pengelolaan keuangan desentralisasi, tapi tidak merata

Opportunity (kesempatan) 1. Peluang pencarian dana di luar mahasiswa dan PT terbuka 2. Sentralisasi keuangan tingkat universitas bisa dilakukan Threats (ancaman) 1. Kondisi perekonomian secara makro belum

Strategi 1. Kerjasama dengan pihak di luar PT 2. Penetaan efisiensi dan efektivitas keuangan

Strategi 1. Dicari sumber keuangan di luar SPP 2. Sentralisasi keuangan di tingkat STKIP

Strategi 1. Efisiensi dan efektifitas keuangan

Strategi 1. Yayasan harus mencari sumber dana

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

39

stabil 2. Biaya pendidikan yang terus meningkat G. Tata Ruang

2. Kenaikan SPP disesuaikan dengan kemampuan masyarakat Strenght (kekuatan) 1. Struktur Organisasi sesuai dengan pola modern 2. Job deskription organisasi jelas

2. Pemberdayaan jasa-jasa pelatihan pendidikan Weaknes (kelemahan) 1. Pemahaman struktur organisasi belum maksimal 2. Pengelolaan belum mapan Strategi 1. Memaksimalkan pemahaman struktur organisasi. 2. Selesksi rekruitmen personil diperjelas Strategi personil

Opportunity (kesempatan) 1. Peluang kehidupan organisasi establish. 2. Peluang koordinasi dapat dilakukan

Strategi 1. Diseminasi mengenai struktur organisasi kepada SDM. 2. Pelatihan implementasi deskription. Strategi Personil ditugaskan studi lanjut dan pelatihan-pelatihan untuk atau menganai job

Threats (ancaman) 1. SDM belum memenuhi kualitas pendidikan tertinggi 2. Penurunan kualitas perguruan tinggi secara umum H. Pengelolaan Program

Sosialisasi program optimalisasi SDM

dan

Strenght (kekuatan) 1. Adanya kelembagaan RIP

Weaknes (kelemahan) 1. Pengelolaan sentralisasi lembaga

2. Adanya sistem peminjaman kualitas Opportunity (kesempatan) Keinginan yang kuat untuk memperbaiki lembaga Strategi 1. Perencanaan dikembangkan ideal. secara

2. Sistem Informasi Manajemen (SIM) belum maksimal Strategi 1. Pengelolaan sentralisasi lembagga

2. Memotivasi staf untuk berprestasi maksimal Threats (ancaman) Persaingan yang tidak sehat antar LPTK yang ketat I. Proses Pembelajaran Strategi Personil ditugaskan studi lanjut dan pelatihan-pelatihan untuk atau

2. Mmmengadopsi teknologi tepat guna untuk mendukung SIM Strategi Sistem informasi promosi ditingkatkan dan

Strenght (kekuatan) 1. Jumlah dosen memadai 2. Kurikulum disesuaikan 3. Kualifikasi dosen selalu 75%

Weaknes (kelemahan) 1. Sarana dan prasarna kurang memadai 2. Organisasi kelembagaan kurang transparan

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

3. Tanggung jawab dosen cenderung menurunkan 2. penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya. Mengikutsertakan dosen ke berbagai aktivitas ilmiah Strenght (kekuatan) 1. Karyawan terhadap mahasiswa cccenderung menurun Threats (ancaman) 1. Meningkatkan kemampuan berbahasa. Dana terbatas Strategi 1. insentif 2. Pemberian motivasi terhadap dosen yang berprestasi 3. Kualitas pembelajaran cenderung menurun 3.40 S2 4. Memberi kemudahan kepada dosen untuk melakukan aktivitas pembelajaran. Pencarian beasiswa internet. Sarana dan prasarana ditingkatkan 2. PBM tidak hanya di ruangan kelas saja 3. Hubungan dosen dan mahasiswa dapat menggunakan teknologi informasi Strategi 1. Minat meningkatkan kualitas pengajaran dosen cenderung menurun J. Pelayanan ditingkatkan dosen lanjut 3. Kurangnya kualitas kegiatan ilmiah berskala nasional maupun internasional 2. Strategi 1. Memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari artikel-artikel/penelitian mutakhir Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 . PBM memungkinkan komunikasi banyak arah 2. Kemampuan Inggris terbatas bahasa 4. Suasana Akademik Strategi 1. Kemampuan penggunaan teknologi informasi masih kurang 3. Animo mahasiswa masuk ke program studi PPKn cenderung menurun 2. Kurangnya keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah Opportunity (kesempatan) 1. Dosen diberi penghargaan sesuai dengan prestasi. Pemanfaatan berbagai sumber dan media pembelajaran 2. Motivasi terhadap dosen ditingkatkan 2. Suasana interaksi antar dosen dan mahasiswa baik 2. 3. Dosen sulit untuk menerima pembaharuan 3.. sumber melalui Strategi 1. Meningkatkan dosen. Partisipasi aktif mahasiswa dalam ruang kuliah baik Weaknes (kelemahan) 1. Memperbanyak kegiatan ilmiah berskala nasional 2. Animo mashasiswa ke program studi PPKn memadai Opportunity (kesempatan) 1. Melaksanakan PBM dengan memanfaatkan lingkungan 3. Sarana dan prasarana ditingkatkan 2. Dosen diberikan fasilitas memadai 3. Staf dosen dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan lembaga 3. Menjadwal studi bagi doesn Strategi 1.

2. Diperbanyak kegiatan ilmiah yang memungkinkan interaksi dosen dan mahasiswa 2. 3. 3. Kualitas computer perlu ditingkatkan. Kesempatanuntuk mendatangkan tenaga ahli terbuka luas Strategi 1. seminar. Alokasi dana penelitian dan pengabdian masyarakat yang relatif kecil Strategi 1. lokakarya. Menumbuhkan minat meneliti melalui kegiatankegiatan diklat.41 Threats (ancaman) 1. Perlu mengkondisikan SDM sesuai dengan tuntutan system informasi yang ada melalui pembiasaan. 3. Jumlah SDM cukup memadai. dll. Strategi 1. Membuat software untuk pengelolaan system informasi. Bila terdapat sebagian kecil dosen yang bersikap otoriter 2. Aturan-aturan disosialisasikan. Perangkat aturan-aturan sudah ada. Efektifitas dan efisien belum optimal. Struktur organisasi sudah memadai 4. Kerjasama dengan pihak lain dalam pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat Strategi 1.PAS/CMI/2005 . difasilitasi oleh pimpinan program studi. 2. Opportunity ( kesempatan ) 1. Weaknes (kelemahan) 1. Pembaharuan kualitas computer 2. Implementasi aturan perlu peningkatan 5. Jumlah computer di STKIP Pasundan dan Program Studi memadai. Tersedianya LAN. Kultur personil dalam menggunakan system informasi masih perlu pengembangan 4. Perangkat lunak untuk mengembangkan system informasi banyak. Sistem Informasi Strength (kekuatan ) 1. Dialog antar dosen dengan mahasiswa tentang PBM. Kemampuan SDM perlu ditingkatkan melalui pelatihanpelatihan. Yang ditindaklanjuti dengan dukungan dana yang memadai K. Penyekat ruangan harus yang kedap suara. 5. Kemampuan SDM perlu ditingkatkan 3. 2. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 2. Mendatangkan tenaga ahli untuk merancang system informasi secara terintegrasi. 2. 6.

Komitmen SDM kuat 5. 2. Kesempatan pengembangan terbuka 2.PAS/CMI/2005 . Dana penelitian terbatas untuk yang di dalam PT 2. Pengembangan SDM belum maksimum Opportunity (kesempatan ) 1. Selalu memperbaharui software dan hardware Strategi 1. Banyaknya competitor untuk lembaga sejenis. 3. Merekayasa data akademik. Publikasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Weaknes (kelemahan) 1. mahasiswa maupun administrasi. 2. Standar mutu yang cenderung tetap (jarang diperbaharui) Strategi 1. Pelaksanaan PBM mengacu pada SAP dan Silabi Strategi 1. Rekruitmen SDM selektif baik tenaga edukatif. Meningkatkan kemampuan meneliti baik dosen atau mahasiswa melalui pelatihan. Supervisi memadai belum 2. Strength (kekuatan ) 1. Menyempurnakan pedoman-pedoman dan kode etik 3. Memperbaiki peringkat akreditasi. Diterapkannya aturan dari sanksi. Meningkatkan daya saing melalui pembenahan baik internal ataupun eksternal. Kesempatan untuk meningkat kan kualitas PBM terbuka Strategi 1. Adanya Lembaga Penelitian STKIP dan Pusat Penelitian Fakultas.42 Threats (ancaman) 1. Pelaksanaan supervisi yang efektif. Memiliki pedoman dan kode etik tertulis untuk pengendalian mutu. Kesempatan yang besar untuk penelitian PPKn 3. 2. Penelitian. 2. Kerusakan software dan hardware L. Terdapat inkonsistensi pada tataran implementasi 3. 2. administrasi dll. M. Adanya tuntutan penelitian di bidang kepakarannya. 2. SAP dan Silabi 4. Ketidaksesuaian antara peluang memperoleh Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 2. Sistem Jaminan Mutu Strategi 1. Akreditasi Program Studi peringkat B. 2. Weaknes (kelemahan) 1. Meningkatkan komitmen SDM melalui pembinaan kepegawaian 2. Dibuat back up data. Adanya pengembangan kurikulum. Strategi Melaksanakan supervise yang efektif dan efisien sesuai dengan pedoman yang ada. Standar mutu disesuaikan dengan dinamika masyarakat ilmiah dan pengguna Strength (kekuatan ) 1. 3. Threats (ancaman) 1.

Pengabdian Pada Masyarakat Weaknes (kelemahan) 1. Manfaat penelitian tidak dapat dinikmati secara langsung. Masalah penelitian harus dapat diterapkan di lapangan. Opportunity (kesempatan ) 1. dan cenderung Strategi 1. 3. Mencari sponsor untuk melakukan penelitian 2. Kontrol kualitas dan konsistensi isi publikasi harus tetap dijaga 3. Dosen cenderung hanya mementingkan mengajar 3. 4. Puslit dan Lemlit memprogram-kan penelitian secara terjadwal. 2.PAS/CMI/2005 . Dosen cenderung untuk melaksanakan PBM saja. 3. Threats (ancaman) 1. Kesempatan mengajukan penelitian di terbuka lebar. Menambah frekuensi dan kualitas penelitian 3. Dana PPM terbatas 2. 3. Adanya majalah ilmiah.43 3. 3. Pemberday aan Pusat PPM dan LPM 1. Kaidah penelitian kurang ditaati. Strategi Menumbuhkan kreativitas dalam mencari dana dan masalah penelitian melalui pelatihan/penataran dan pemanfaatan teknologi informasi. bidang Strategi Pencarian dana kerjasama institusi lain Memotivasi sumber melalui dengan melalui 2. jurnal artikel penelitian. Strength (kekuatan ) 1. 2. Lahan PPM pendidikan luas. Penelitian publikasinya formalitas. usulan luar PT Strategi 1. Kontrol kualitas usulan penelitian melalui seminar usulan penelitian. Penelitian diarahkan pada PTK dan hasilnya dipublikasikan. 4. Adanya pusat pengabdian masyarakat tingkat Fakultas maupun tingkat Universitas. kesempatan dana penelitian dari luar PT dengan bidang ilmu pendidikan. Kesempatan peneliti dan publikasi hasil penelitian terbuka 2. Diversifikasi penelitian usulan Strategi 1. Makin intensifnya potensi pasar. 2. Kesempatan kerjasama dengan institusi lain luas. 2. Sumber Daya potensial. Kontrol kualitas publikasi melalui seminar hasil penelitian. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. dan jurnal metalogika. Motivasi melaksanakan kegiatan PPM kurang. Opportunity (kesempatan ) 1. Inkonsistensi penelitian dengan objek penelitian 2. Manusia N. 2. Melakukan kerjasama dengan pihak lain. Potensi untuk bekerjasama dengan institusi lain besar. 3. Program Studi mengaplikasikan dapat hasil Strategi 1.

O. Yudisium memuaskan rata-rata Weaknes (kelemahan) 1. Meningkatkan rata-rata IPK mahasiswa Strategi Mengadukan pengamatan tentang kebutuhan kompetensi guru PPKn di lapangan Menyusun kurikulum adaptif Merumuskan system evaluasi pengajaran PPKn 2. PPM cenderung formalistic PPM tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penghargaan terhadap profesi lulusan PPKn. 2. Pengajar PPKn tingkat sekolah tidak hanya dipegang oleh lulusan PPKn. 3. Kerjasama diperluas Strategi 1. 3. Membuat jadwal pelaksanaan PPM. 2. Kegiatan PPM diintegrasikan dengan kegiatan lain seperti Kuliah Praktek Bermasyarakat/PKL bersama mahasiswa. Peluang bekerja di luar guru terbuka 3. pelatihan lokakarya dan Pelaksanaan PPM dilakukan secara berkelompok melalui kemitraan dengan lembaga sejenis. Peluang terbuka menjadi guru Strategi 1. Strategi Threats (ancaman) 1. Melakukan pelatihan mengenai PPM 4. 3.PAS/CMI/2005 . 2. secara maksimal. 3. Lulusan dan Keluaran Lainnya Strength (kekuatan ) 1. Menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga yang diduduki oleh alumni. Menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga terkait. Relevansi kompetensi dengan tuntutan pasar cenderung lamban Opportunity (kesempatan ) 1. Strategi 1. 3. Menyediakan kurikulum plus dalam mengadaptasi tuntutan lapangan pekerjaan 3.44 penelitian pada kegiatan PPM di sekolah dan masyarakat. Kompetensi merata belum 3. 3. Cenderung menjadi 2. 1. Strategi 1. 2. Presentasi rancangan PPM dan hasilnya. 2. Alumni memiliki posisi strategis di masyarakat 3. Kompetensi baik 4. Program Studi teruji selam 21 tahun 2. Intervensi politik pemerintah terhadap materi PPKn sangat tinggi. Menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku 2. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Peluang terbuka studi lanjutan Threats (ancaman) 1. Standar kompetensi berubah-ubah. Kompetensi relavan dengan tuntutan pemanfaatan lulusan 5. PPM dapat dilakukan secara individu dan atau kelompok. Melakukan observasi dan analisis kebutuhan masyarakat melalui Desa/Sekolah binaan. Memanfaatkan otonomi keilmuan. 2.

Jakarta. Port folio Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. PP no. Diknas. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. (2002). Pas.PAS/CMI/2005 . Undang-undang no. Kurikulum Program Studi PPKn STKIP Pasundan. P. 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2000). Dikbud. Diknas RI. 40 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. ( 2001 ). Kepmendiknas RI no. Jakarta. (2003). 0217/U/1995 tentang Kurikulum yang berlaku nasional Program Studi Sarjana Pendidikan. (2003). (1999). Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.155/U/1998 Tanggal 30 Juni 1998 tentang diknas. Program Studi PPKn.45 corong penguasa. (2003). Diknas. Diknas. (1995). Cimahi. 045/U/2002 tertanggal 2 April 2002 tentang Kurikulum yang disusun berdasarkan kompetensi. (2002). Jakarta. (1998). Jakarta. Jakarta. Bandung. SK Mendikbud RI no. Keputusan Mendikbud RI no. NPT. REFERENSI Dikbud. Pedoman Evaluasi Diri Program Studi. SK Dirjen Dikti no. Port folio Universitas Pasundan. Jakarta. (1989). Jakarta. 38/Dikti/Kep/2000 Tanggal 26 Februari 2000 tentang Pengaturan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi. Bandung. Unpas. Sistem Akreditasi Program Studi S-1.

Pembantu Rektor II (Bidang Sarana dan Keuangan). STIE Pasundan Bandung. Paguyuban Pasundan adalah induk Organisasi yang bertanggung jawab dan menaungi aktivitas Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan b. Pembantu Ketua II ( Bidang Sarana dan Keuangan).46 PERATURAN POKOK. STKIP Pasundan Cimahi dan STH Pasundan Sukabumi. d. Unit garapan di lingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan adalah badan hukum yang mengelola dan menyelengarakan pendidikan tinggi yang ada saat ini terdiri dari Universitas Pasundan Bandung. Unsur Pimpinan unit garapan Sekolah Tinggi adalah Pembantu Ketua I (Bidang Akademik).PAS/CMI/2005 . Unsur Pimpinan unit garapan Universitas adalah Pembantu Rektor 1 (Bidang Akademik).POKOK KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN STKIP PASUNDAN CIMAHI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : a. Pimpinan unit garapan adalah Rektor untuk Universitas dan Ketua untuk Sekolah Tinggi. Pembantu Rektor III ( Bidang Kemahasiswaan) dan Pembantu Rektor IV (Bidang Kerjasama) f. Pembantu Ketua III (Bidang Kemahasiswaan) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. e. Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan adalah badan hukum yang merupakan organ garapan organisasi Paguyuban Pasundan dan mengelola penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui unit-unit garapannya baik berupa Univesitas dan atau Sekolah Tinggi c.

Dosen Tetap Yayasan adalah Pegawai edukatif yang diangkat ditetapkan dan diberhentikan oleh Yayasan untuk ditempatkan pada unit-unit garapan dengan tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pengajaran. pengembangan dan pengawasan unit-unit garapannya.47 g. l. ASAS DAN SISTEM Pasal 2 Prinsip Paguyuban Pasundan merupakan organisasi induk tertinggi yang membawakan Yayasan-yayasan dan lembaga lainnya. j.PAS/CMI/2005 . h. Dosen magang adalah mereka yang ditugaskan membantu pegawai edukatif melakukan asistensi proses belajar mengajar. baik Pegawai edukatif. Pegawai kontrak adalah pegawai yang ditugaskan dalam bidang kurun waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pengelolaan. Pegawai adalah pegawai yang ada di lingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan. i. k. penelitian. dan pengabdian kepada masyarakat. dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Tetap PNS Dpk adalah PNS edukatif bantuan Pemerintah (Kopertis) yang ditempatkan di unit-unit garapan nya dengan tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pengajaran. laboran. BAB II PRINSIP. n. penelitian. laboratorium dan atau penelitian dalam mendidik dan mengajar yang dapat diangkat diberhentikan sesuai kebutuhan lembaga. Pegawai administratife tetap Yayasan adalah pegawai yang dianggap ditetapkan dan diberhentikan serta ditempatkan di Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dan unit-unit garapannya dengan tugas pokok mengelola administrasi dan melaksanakan fungsi manajemen dan/atau tugas lain di luar administratife. Dpk. Yang bekerja di unit garapan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berdasarkan keahlian khusus sesuai dengan kepentingan kelembagaan. Dosen luar biasa adalah tenaga pengajaran di luar edukatif tetap yayasan dan edukatif PNS. (1) (2) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. administrasi. m. Pegawai administratif honorer adalah pegawai yang ditugaskan karena kecakapan/keahliannya yang khusus untuk ditempatkan pada kelembagaan di Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dan unit garapan. pemberdayaan. Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan merupakan Penanggung jawab utama dalam pembinaan. pustakawan dan profesi lainnya yang sesuai dengan Undang-undang.

baik dalam aktivitas bekerja memelihara etos kerja dan merealisasikan misi khusus Paguyuban Pasundan. Rektor/Ketua merupakan penanggung jawab pelaksanaan operasional teknik pengelolaan dan pemberdayaan pegawai di masing-masing unit garapannya. Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dan misi akademik unit garapan dengan sungguh-sungguh. KEDUDUKAN DAN JABATAN PEGAWAI Pasal 5 Jenis Pegawai Jenis pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan terdiri atas Pegawai Tetap Yayasan Pegawai Tidak Tetap Yayasan Pegawai Tetap Yayasan sebagai mana dimaksud dalam ayat (1) butir a mencakup : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. (2) . Pasal 3 Asas Peraturan pokok Kepegawaian Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berasaskan Pancasila. b. Setiap pegawai wajib menjungjung tinggi prinsip Silih Asah. Undang-undang Dasar 1945 dengan mengutamakan nilai-nilai ke-Islaman dan leluhur budaya Sunda dalam peningkatan Kinerja. Sedangkan pemberdayaan dan pembinaannya menganut sistem Desentralisasi BAB III JENIS. STKIP Pasundan Cimahi. Pasal 4 Sistem Kebijakan pengelolaan pengembangan dan pengawasan kepegawaian Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan menganut sistem sentralisasi.PAS/CMI/2005 (1) a.48 (3) (4) (5) (6) Unit garapan merupakan Badan Hukum yang mengelola dan menyelenggarakan pendidikan Tinggi yang saat ini terdiri dari : Universitas Pasundan Bandung. STIE Pasundan Bandung. bertanggung jawab dan penuh keikhlasan. Hakekat pola kerja pegawai dilingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berorientasi kepada Rencana Induk Pengembangan (RIP) rencana strategis (Renstra). Silih Asih dan Silih Asuh. dan STH Pasundan Sukabumi. Program dan budget.

tanggung jawab serta kewenangan mengambil keputusan dalam keilmuan dan frofesinya BAB IV PENGANGKATAN. c. Pegawai Edukatif Magang c. b. Pegawai Edukatif Luar Biasa (LB) b. Pegawai Honorer d. Pegawai Kontrak Pasal 6 Kedudukan Pegawai Pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berkedudukan sebagai aparatur organisasi yang bertugas di lingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) pasundan dan unit garapan untuk memberikan pelayanan dan melaksanakan kerja secara Profesional jujur dan adil bagi terciptanya tujuan organisasi Pasal 7 Jabatan Pegawai Jabatan pegawai dilingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan terdiri atas a.PAS/CMI/2005 . PENGADAAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI Pasal 8 Alasan Pengadaan (1) Yang menjadi alasan pengadaan antara lain : 1) 2) 3) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Jabatan Struktural b. e. Jabatan Fungsional Jabatan Struktural adalah kedudukan tertentu dalam organisasi. Pegawai Edukatif Tetap Yayasan Pegawai Edukatif PNS Dpk Pegawai Administrasi yayasan Pegawai Pustakawan Pegawai Laboran (3) Pegawai tidak tetap Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) butir b mencakup : a. d. Jabatan Fungsional adalah kedudukan tertentu dibidang edukatif dan penelitian yang menunjukan tugas.49 a.

Adanya pegawai yang mengundurkan diri.PAS/CMI/2005 . pensiun dan atau meninggal dunia c. 9) Harus memiliki kesanggupan uuntuk memajukan misi Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dan Unit garapan serta sanggup mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku. BUMD dan BUMS 7) Harus memiliki kecakapan keahlian yang dibutuhkan dan berpendidikan formal minimal SLTP. b. Pegawai Yayasan dan pegawai instansi BUMN. Untuk tenaga edukatif harus memenuhi syarat : 1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) WNI dan atau WNA yang mendapat izin dari instansi yang berwenang 3) Memiliki kralifikasi sebagai tenaga edukatif Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 10) Memenuhi persyaratan administratife lainnya yang ditetapkan. Untuk tenaga administratif harus memenuhi syarat : 1) Warga Negara Indonesia (WNI) yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setingitinginya 30 tahun 3) Tidak pernah dipidana penjara kurungan berdasarkan keputusan hakim yang telah memiliki kekuatan hokum yang tetap 4) Tidak terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan/atau menentang Pemerintah yang sah 5) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari dan oleh instansi lain sebelumnya. Adanya kekosongan dan perluasan formasi dalam organisasi b.50 a. 6) Tidak sedang berkedudukan sebagai PNS. 8) Harus bebas Narkotika dan obat-obatan terlarang. Pasal 9 Persyaratan Pegawai (1) Setiap Pegawai Yayasan pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan Wajib memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a. Adanya penambahan peralatan/perlengkapan dan atau pengembangan lembaga baru untuk memenuhi kebutuhan pegawai (2) Pelaksanaan pengadaan pegawai diserahkan pada kebutuhan unit garapan atas dasar persetujuan Yayasan yang didasarkan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

11) Memiliki Pendidikan formal lulusan S2 atau spesialisasi 1 dan atau lulusan S1 yang sedang menjalani pendidikan S2 disertai keterangan mengajar dari pimpinan unit garapan. Dinyatakan lulus mengikuti/menjalani seleksi sebagai calon pegawai b. (2) Proses. 8) Tidak pernah dipidana penjara/kurungan berdasarkan keputusan instansi lain sebelumnya. Menjalani masa percobaan sebagai calon pegawai tetap selama kurun waktu 2 (dua) tahun sejak ditetapkan sebagai calon pegawai dan/atau selambat-lambatnya 4 (empat) tahun c.BUMD dan BUMS. Pegawai Instansi BUMN. Melaksanakan tugas dan tidak melanggar hokum serta peraturanperaturan kepegawaian lainnya yang berlaku di lingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan d. Pasal 11 Pengangkatan Sebagai Pegawai Tetap (1) Untuk dapat diangkat sebagai Tetap Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan harus dipenuhi syarat-syarat berikut : a.PAS/CMI/2005 . pegawai yayasan lain. harus memenuhi kesetaraan jabatan fungsional sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sejak diangkat menjadi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 10) Tidak sedang berkedudukan sebagai PNS. Mampu menunjukan prestasi kesungguhan dan loyalitas dalam bidang kerjanya serta mampu merealisasikan misi Paguyuban Pasundan (2) Pengangkatan Pegawai sebagai dimaksud dalam ayat (1) harus memperhatikan pola keberadaan formasi dan kemampuan pendanaannya (3) Pengangkatan pegawai edukatif. 9) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari dan boleh instansi lain sebelumnya.51 4) Berwawasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 seta tidak terlibat gerakan yang menentang Pancasila/UUD 1945 dan/atau pemerintahan yang sah 5) Mempunyai moral dan integritas yang tinggi 6) Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara 7) Berusia serendah-rendahnya 23 tahun dan setinggitingginya 40 tahun kecuali untuk S3 tidak dibatasi. mekanisme dan tata cara penyampaian pemenuhan syaratsyarat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.

statusnya dikembalikan sebagai calon pegawai apabila dalam 2 (dua) tahun berikutnya kesetaraan tersebut tidak diselesaikan.PAS/CMI/2005 . Lulusan Diploma 3 : II/c : Pengatur Muda f. Keahlian yang dimiliki c.52 pegawai tetap dan bila kesetaraan dimaksud tidak terpenuhi. Jujur. Pasal 12 Penempatan Pegawai Penempatan pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dalam jabatan structural atau jabatan fungsional berdasarkan prinsip tepat guna dan tepat sasaran dengan tetap berkewajiban memperhatikan : a. Pengalaman dalam bidannya d. Terbukannya kemungkinan untuk memajukan organisasi di lingkungan Paguyuban Pasundan Pasal 13 Golongan dan Kepangkatan Pegawai (1) Pengangkatan untuk pertama kali sebagai pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan ditetapkan dalam posisi berikut : a. Memiliki loyalitas dan mampu menjalankan misi khusus Paguyuban Pasundan. Lulusan SLTP : I/a : Juru Suruh b. Rasionalisasi Pangkat dan golongan e. g. Lulusan Diploma 2 : II/b : Pengatur e. Lulusan S2/SP 1 : III/b : Penata Muda h. Lulusan S1 : III/a : Penata g. Lulusan Diploma 1 : I/d : Juru Tingkat I d. amanah dan berprestasi f. (4) Tata cara proses dan prosedur pengangkatan pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan lebih lanjut akan diatur dan ditetapkan dalam peraturan tersebut. Lulusan S3/SP 2 : III/c : Penata Madya Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Lulusan SMU/SMK : I/c : Juru Tingkat I c. maka status tenaga educatifnya dibatalkan. Penilaian pekerjaan b.

Rekomendasi atasan langsung d. Bagi mereka yang memiliki ijazah yang sah lebih tinggi dari pendidikan pada pengangkatan pertamanya dapat menyesuaikan ijazahnya bila yang bersangkutan memiliki masa kerja minimal 10 tahun memegang jabatan tertentu serta ijazah yang dimiliki relevan dengan tugas yang diembannya ada formasi dan anggaran yang tersedia. Formasi yang tersedia e. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) c. Masa kerja b.53 (2) Khusus untuk tenaga edukatif disyaratkan untuk memperhatikan kesetaraan jabatan dan angka kredit kumulatif berdasarkan ketentuan yang berlaku Pasal 14 Kenaikan Pangkat (1) Kenaikan pangkat reguler dikenakan kepada seluruh pegawai tetap setelah memenuhi masa kerja minimal 4 tahun serta memenuhi persyaratan lainnya ada formasi dan anggaran untuk itu tersendiri (2) Kenaikan pangkat istimewa diberikan kepada tenaga edukatif yang memiliki prestasi luar biasa yang memenuhi persyaratan lainya yang berlaku dan anggaran untuk itu tersedia (3) Kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada pegawai yang akan memasuki masa pensiun setelah yang bersangkutan memenuhi masa kerja terakhir sekurangkurangnya 4 tahun (4) Kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada pegawai yang akan memasuki masa pensiun setelah yang bersangkutan memenuhi masa kerja terakhir sekurangkurannya 4 tahun (5) Kenaikan pangkat anumerta : diberikan kepada pegawai yang meninggal dunia karena melaksanakan tugas dan pegawai yang bersangkutan diberi kenaikan pangkat anumerta satu tingkat di atas pangkat/golongan terakhir (6) Kenaikan pangkat karena penyesuaian izajah.PAS/CMI/2005 . antara lain : a. Sesuai dengan kemampuan anggaran Yayasan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. (7) Kenaikan pangkat tersebut di atas berdasarkan usulan dan dipenuhinya persyaratan lainya yang ditentukan.

Anggaran d.54 (8) Tata cara dan mekanisme kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pasal ini akan diatur dan ditetapkan dalam peraturan tersendiri (1) (2) (3) (4) Pasal 15 Pembinaan Pegawai Sistem pembinaan kepegawaian Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan yang digunakan untuk : a. pengabdian dan penghayatan terhadap nilai-nilai agama Islam serta budaya Sunda Sistem prestasi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) butir b. Jabatan f. Kepangkatan e. adalah suatu system dimana untuk pengisian formasi. DP3 g. adalah suatu system dimana pengangkatan pertama sebagai pegawai tetap didasarkan atas kecakapan proses selanjutnya ditentukan oleh masa kerja kesetiaan. Daftar Urut Kepangkatan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Formasi b. ketaatan. Sistem Karier b.PAS/CMI/2005 . Pengadaan c. Rotasi dan mutasi pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan didasarkan atas prestasi kerja yang obyektif nyata dan berdaya dukung bagi organisasi Teknis pelaksanaan dan mekanisme sistem karier dan sistem prestasi kerja akan diatur dan ditetapkan dlm peraturan tersebut sesuai dengan kondisi unit garapan masing-masing. Sistem Prestasi Kerja Sistem karier sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) butir a. Pasal 16 Prasarat Pembinaan (1) Untuk melaksanakan pembinaan pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan yang wajib dijadikan prasyarat mencakup hal-hal berikut : a.

Cuti (2) Tata cara untuk merealisasikan criteria pembinaan dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dalam peraturan tersendiri oleh unit garapan dan dipertanggung jawabkan kepada Yayasan pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan baik secara periodic 6 (enam) bulanan maupun diakhir masa jabatan. Prestasi dalam bidang agama. Latihan dalam jabatan berupa kursus. Penghargaan k. (2) Pendidikan dan latihan dalam ayat (1) dimaksud dalam ayat (1) dan (2) antara lain berupa : a. BAB V PENDIDIKAN.55 h. Pendidikan dan Latihan j. Perawatan Kesehatan i. Pendidikan lanjutan/spesialisasi (3) Hasil pendidikan dan latihan pegawai baik atas inisiatif sendiri atau ditugaskan oleh lembaga menjadi bahan penilaian untuk promosi pegawai (4) Pendidikan dan latihan sebagai mana dimaksud dalam ayat (3) mekanisme dan teknisnya diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri. Penggajian n. seminar. lokakarya dan/ atau keterampilan lainnya yang mendukung pekerjaan. c. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI Pasal 17 Pendidikan dan Pelatihan (1) Pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan sesuai dengan tugas dan profesinya. budaya Sunda dan Olahraga m.PAS/CMI/2005 . Pasal 18 Tujuan Pengembangan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Disiplin dan Sanksi l. Latihan pra jabatan b.

PAS/CMI/2005 . volume kerja. jenjang dan pengangkatan yang tersedia (4) Pembinaan karier pegawai dan prestasi kerjannya Pasal 20 Sistem pengembangan Pegawai Sistem Pengembangan pegawai berdasarkan atas : (1) Perlakuan yang sama terhadap kuantitas pegawai pada unit-unit garapan (2) Sifat kualitas dan volume kerja yang dibebankan pada unit-unit garapan (3) Pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan tuntunan organisasi dan kualitas pelayanan BAB VI PENGAJARAN Pasal 21 Sistem Penggajian Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. efesiensi. kepastian dan kebijakan kapasitas. produktifitas dan kualitas kerja pada masing-masing bidang kerjanya Pasal 19 Dasar Pengembangan Pegawai Pengembangan Pegawai disusun berdasarkan : (1) Analisa kebutuhan pegawai pada masing-masing unit garapan (2) Anggaran belanja yang tersedia pada masing-masing unit garapan (3) Jenis pekerjaa.56 Pengembangan pegawai dilingkungan Yayasan Pendidikan Pasundan (YPT) Pasundan bertujuan untuk : (1) memenuhi kualitas dan kuantitas pegawai yang produktif dan berprestasi (2) Tercapanya misi Paguyuban Pasundan dalam sikap aktivitas kerjanya (3) Tercapainya efektivitas. sifat.

Tidak dalam keadaan cuti sementara dan menjalani hukuman lainnya (3) Penyelenggaraan ujian dinas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) akan diatur dan diterapkan dalam surat keputusan Yayasan sesuai dengan kemampuan keuangan Pasal 24 Penilaian Pelaksanaan Kerja Pegawai (1) Terhadap pelaksanaan kerja pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan dilakukan penilaian (2) Unsur-unsur yang dinilai dalam DP3 sebagai mana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini antara lain meliputi : a. Kesetiaan b. II/d dan III/d b. Tanggung Jawab d. Telah memegang golongan itu sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun c. (2) Sifat pekerjaan yang dimaksud dalam ayat (1) adalah pembinaan yang sesuai dengan kemampuan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berupa : a. Penghasilan lainnya yang umum dan sah pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan BAB VII PENGINTEGRASIAN Pasal 23 Ujian Dinas (1) Ujian dinas adalah ujian kenaikan golongan untuk peggawai administratif yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku.57 (1) Sistem penggajian yang digunakan bagi pegawai tetap adalah sistem pola ganda dengan tetap memperhatikan sifat pekerjaannya. Ketaatan e. Insentif sebagai kompensasi prestasi kerja c. Memiliki golongan I/d . Gaji pokok terbaru menurut ketentuan dan peraturan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan b.PAS/CMI/2005 . (2) Setiap pegawai administratif Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan berhak mengikuti ujian dinas apabila memenuhi syarat : a. Prestasi kerja c. Kejujuran Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

Prakarsa h. c. (6) Perubahan DUK terjadi apabila ada pegawai yang dipromosikan meninggal dunia pindah instansi dan atau berhenti sebagai pegawai Yayasan (7) Perubahan DUK tersebut diberitahukan kepada seluruh pegawai Yayasan pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan.58 a. Kerjasama g. Realisasi misi Paguyuban Pasundan (3) Bobot penilaian terhadap unsure-unsur yang dimaksud dalam ayat (2) di tuangkan dalam komposisi sebagai berikut : Nilai 91 – 100 : Amat baik Nilai 76 – 90 : Baik Nilai 61 – 75 : Cukup Nilai 51 – 60 : Sedang Nilai 50 ke bawah : Kurang (4) Pengisian Format dan atau penempatan posisi pegawai sebagai mana dimaksud dalam ayat (2) wajib dilakukan menurut pertimbangan skala prioritas yang tersusun dalam daftar urutan kepangkatan. Pasal 26 Disiplin Pegawai (1) Setiap pegawai wajib meningkatkan disiplin secara sungguh-sungguh dengan penuh rasa tangggung jawab (2) Peraturan disiplin pegawai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri BAB VIII PEMELIHARAAN PEGAWAI Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. f. d. (5) Bagi setiap pegawai diberi hak untuk mengajukan keberatan atas daftar urut kepangkatan yang telah disampaikan usulan dan atau keberatan dimaksud diajukan secara hierakhis dalam kurun waktu paling lambat 30 (tiga puluh ) hari sejak DUK diterima pegawai yang bersangkutan. Kepemimpinan i. b. e.PAS/CMI/2005 .

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.59 Pasal 27 Kesejahtraan Pegawai (1) kesejahtraan pegawai adalah bentuk pelayanan tambahan yang diberikan oleh lembaga terhadap pegawai dalam bentuk materil meliputi : (2) Bentuk kesejahtraan pegawai yang bersifat materil meliputi : a. Penyediaan sarana olahraga dan kesenian c.PAS/CMI/2005 . Penyedian sarana peribadatan b. Bantuan lainnya (3) Bentuk kesejahtraan Pegawai yang bersifat immaterial meliputi : a. Bantuan lainnya (4) Mekanisme dan teknis pemberian kesejahtraan pegawai yang dimaksud dalam ayat (20 dan (3) ditetapkan dalam aturan tersendiri sesuai dengan kemampuan Pasal 28 Cuti Pegawai (1) Cuti pegawai merupakan hak yang diberikan kepada pegawai dilingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan sesuai dengan kondisi objektif pada unit garapan masing-masing (2) Cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi Cuti tahunan a. Transport kehadiran d. Tunjangan-tunjangan 1) Tunjangan struktural bagi pemangku jabatan 2) Tunjangan Fungsional bagi Dosen/ Asisten/ Peneliti/ Laboratorium/ Pustakawan 3) Tunjangan suami istri 4) Tunjangan anak 5) Tunjangan duka cita kematian 6) Tunjangan kesehatan dan pengobatan karena sakit/ kecelakaan 7) Tunjangan menjalankan Ibadah Haji yang pertama 8) Tunjangan perkawinan yang pertama 9) Tunjangan Hari Raya b. Uang lembur e. Asuransi pegawai c.

60

b. c. d. e. f. g.

Cuti besar Cuti karena sakit/kecelakaan Cuti melahirkan Cuti untuk melaksanakan ibadah Haji Cuti karena alasan-alasan penting Cuti lainnya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Tata cara cuti secara teknis sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut oleh pimpinan unit garapan masing-masing. Pasal 29 Penghargaan (1) Terhadap pegawai yang berprestasi, berjasa dan/atau menunaikan pekerjaannya secara tidak tercela akan diberikan penghargaan (2) Penghargaan yang dimaksud dalam ayat (1) antara lain berupa : a. Promosi dan kenaikan pangkat sesuai dengan lain berupa : b. Piagam penghargaan c. Bintang Jasa d. Lencana e. Uang dan atau benda material lainnya Tata cara pemberian penghargaan diatur dalam peraturan tersendiri. BAB IX SANKSI DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Pasal 30 Sanksi (1) Terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran atas ketentuan dan peraturan pokok kepegawaian dan aturan lainnya akan dikenakan sanksi (2) Efektivitas pengenaan sanksi dilakukan melalui pencatatan pengontrolan dan pendokumentasian segala macam pelanggaran (3) Bentuk sanksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) akan diatur dalam peraturan tersendiri.

(3)

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

61

(2)

Pasal 31 Pemutusan Hubungan Kerja (1) Pemutusan hubungan kerja terjadi apabila pegawai a. Mengundurkan diri b. Melakukan pelanggaran yang bersifat prinsif c. Dijatuhi hukuman penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap d. Perampingan organisasi Kompensasi atas pemutusan hubungan kerja ini disesuaikan dengan kemampuan unit garapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB X PERATURAN PERALIHAN Pasal 32 Peraturan pokok kepegawaian ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan bagi unit garapan yang belum dapat melaksanakan dalam waktu paling lambat 5 (lima tahun harus dapat melaksanakan sepenuhnya) BAB XI PENUTUP Pasal 33 Setiap pegawai dilingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Pasundan secara otomatis menjadi Anggota Paguyuban Pasundan yang secara administratif diwajibkan melakukan pendaftaran pada Anak Cabang atau Cabang di lingkungan unit garapan masing-masing Segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Yayasan sebagai perubahan dan perbaikan dari peraturan sebelumnya dapat dijadikan landasan bagi pengambilan kebijakan tanpa merubah seluruh peraturan pokok yang telah ditetapkan. Hal-hal yang belum lengkap dalam peraturan pokok kepegawaian ini akan diatur kemudian dalam peraturan tersebut dan merupakan addendum yang tidak terpisahkan.

(1)

(2)

(3)

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

62

Ditetapkan di : B a n d u n g Pada tanggal : 4 April 2001 Ketua Sekretaris

Prof. Dr. H. M Sidik Priadana, MS

Dr. H. Tjahjo Sutisnawidjaya, MS

Anggot a

Asep Syamsul Drs,M.Pd

Bachri,

T. Subarsyah, SH, S.Sos, CN

Elli Ruslina, SH.M.Hum

Dadang Ahmad, Drs

Aan Herdiyana,Drs

PERATURAN PENGANGKATAN/PEMBERHENTIAN TUGAS POKOK, WEWENANG, TANGGUNG JAWAB, KENAIKAN PANGKAT/JABATAN TENAGA PENGAJAR TETAP YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI PASUNDAN

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005

b. Penerimaan tenaga pengajar bantuan dari pemerintah (PNS) dpk.63 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I 1) Tenaga Pengajar adalah tenaga pengajar tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan yang ditugaskan kepada Sekolah Tinggi Pasundan dengan tugas pokok. Dari Kopertis/Depdiknas. 4) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai suatu Instansi. baik pemerintah maupun Swasta. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. penelitian dan pengabdian pada masyarakat ( Tridharma Perguruan Tinggi ).PAS/CMI/2005 . baik dalam arti jumlah maupun dalam arti mutu. Pengangkatan tenaga pengajar tetap Yayasan. wewenang dan tanggung jawab dibidang pendidikan dan pengajaran. Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia. pengadaan harus berdasarkan keperluan. 3) Pengangkatan tenaga pengajar untuk mengisi formasi yang kosong. Undang-undang Dasar 1945. Kekosongan formasi disebabkan oleh adanya tenaga pengajar yang berhenti atau adanya pengembangan. BAB II PERSYARATAN PENERIMAAN DAN LAMARAN Pasal 2 Untuk menjadi tenaga pengajar tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan harus memenuhi persyaratan : 1) Warga Negara Republik Indonesia. 2) Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan karena melakukan tindakan pidana kejahatan. 3) Tidak pernah terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila. 4) Pengangkatan tenaga pengajar dapat dilakukan dengan cara : a. 2) Pengangkatan tenaga pengajar adalah proses kegiatan untuk mengisi formasi yang kosong. 5) Pengangkatan tenaga pengajar didasarkan pada persyaratan yang telah ditentukan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan.

syarat-syarat tambahan yaitu : 1) Berusia setinggi-tingginya 40 tahun untuk Dosen tetap lulusan S2 (Gol III B) dan 65 tahun untuk Dosen tetap senior (Gol IV C ke atas). 3) Telah mengabdikan diri di lingkungan Pasundan sekurang-kurangnya (enam) bulan. 4) Harus melalui masa percobaan. 2) Pengangkatan lulusan S2/S3 dengan masa kerja akan diperhitungkan. IV C ke atas) didasarkan kepada kebutuhan pembinaan suatu mata kuliah.64 5) Pendidikan minimal S2 atau yang memiliki kecakapan keahlian yang diperlukan. 6) Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keputusan dari POLRI. Pasundan selain syaratsyarat di atas. dengan lama masa percobaan paling lama 1 tahun. 9) Sanggup melaksanakan dan mengembangkan misi Paguyuban Pasundan yang menjadi identitas Perguruan Tinggi Pasundan. Pasal 5 Penerimaan tenaga edukatif senior (Gol. 2) Bersedia ditempatkan dimana saja Perguruan Tinggi Pasundan itu berada. Pasal 4 1) Penerimaan tenaga tetap Yayasan lulusan S2 tanpa masa kerja diterima dengan pangkat/golongan III B. Tenaga ini dapat diambil dari tenaga kependidikan dilngkungan Depdikbud atau Departemen lainnya yang relevan dengan disiplin ilmu yang diperlukan. Pasal 3 Untuk pengangkatan tenaga pengajar tetap YPT.PAS/CMI/2005 . khusus untuk tenaga pengajar tetap Yayasan lulusan S3 tanpa masa percobaan. dan lulusan S3 adalah III C. Pasal 6 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 8) Sanggup mematuhi dan melaksanakan segala ketentuan yang berlaku di Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan maupun Pemerintahan. 7) Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dokter.

harus atas Rekomendasi Pembantu Ketua dan Ketua untuk Sekolah Tinggi. 2) Pelamar yang dinyatakan berhasil/lulus di tingkat jurusan selanjutnya diseleksi di tingkat Institusi. Apabila masih diperlukan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) tahun akademik berikutnya dan seterusnya.65 1) Tenaga Pengajar luar biasa. pengangkatannya berlaku untuk 1 (satu) tahun akademik. Surat pernyataan dari pelamar dari pelamar bahawa ia tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai g. Pasal 7 Untuk penerimaan tenaga edukatif bantun pemerintah (PNS dpk) atau pindahan dari Perguruan Tinggi lain.PAS/CMI/2005 . Pas Foto Pasal 9 1) Pelamar yang memenuhi syarat. BAB III JABATAN TENAGA PENGAJAR DAN BIDANG KEGIATANNYA Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pasal 8 1) Setiap pelamar harus mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri. 3) Pelamar yang dinyatakan berhasil/lulus di tingkat jurusan diajukan kepada Institusi selanjutnya Institusi mengajukan kepada Yayasan untuk Pengangkatannya. Fhoto Copy Ijazah terakhir c. Surat keterengan tidak terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila dan UUD 1945 f. Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter e. 2) Surat lamaran tersebut harus dilengkapi dengan lampiran-lampiran sebagai berikut : a. 2) Pengangkatan dan pemberhentian pada ayat 1 pasal 6 dilakukan oleh Pemimpin Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Surat Keterangan Kelakuan Baik dari POLRI d. Daftar riwayat hidup b. tahap awal diseleksi di tingkat STKIP Pasundan.

Mengembangkan program perkuliahan. Membimbing seminar mahasiswa. Lektor c. meliputi : a. Membimbing Kuliah Kerja Nyata (KKN). b. h. Melaksanakan perkuliahan/ tutorial dan menguji serta menyelenggarakan kegiatan pendidikan di laboratorium. Menduduki jabatan dalam lembaga pemerintah/pejabat negara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya. praktek keguruan. g. praktek bengkel/ studio/ kebun percobaan/ teknologi pengajaran. Guru Besar Pasal 11 1) Melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran. Asisten Ahli b. Lektor Kepala d. i. b. Mengembangkan program perkuliahan. Melaksanakan kegiatan detasering dan pencakokan dosen. e. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Melaksanakan hasil pendidikan dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. k. d. j. Penguji pada ujian akhir. l. Membina kegiatan mahasiswa dibidang akademik dan kemahasiswaan. Praktek Kerja Nyata (PKN). Mengembangkan bahan pengajaran. Menyampaiakan orasi ilmiah.66 Pasal 10 1) Jabatan Tenaga Pengajar adalah Tenaga Fungsional. Membimbing tugas akhir penelitian mahsiswa termasuk membimbing pembuatan laporan hasil penelitian tugas akhir. Praktek Kerja Lapangan (PKL). f. 2) Jabatan Tenaga Pengajar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi adalah sebagai berikut : a. Membimbing dosen yang lebih rendah jabatannya. c.PAS/CMI/2005 . meliputi : a. 2) Melaksanakan pengabdian pada masyarakat.

Memberi latihan/penyuluhan/penataran pada masyarakat. 3) Tenaga pengajar tetap Yayasan/PNS dpk berhak memberi kuliah dan menguji mandiri minimal asisten ahli yang berijazah Magister Spesialis I (SK. BAB IV TUGAS POKOK. Thesis dan Disertasi diatur sebagai berikut: 1) Asisten Ahli yang berijazah Sarjana/Diploma IV membantu (B) kegiatan bimbingan pembuatan Skripsi. Membuat/menulis karya pengabdian kepada masyarakat. Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada program Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. asistensi. dan tugas-tugas lain yang bersifat akademik. 2) Beban kerja minimal tenaga pengajar tetap Yayasan. penelitian. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB Pasal 12 1) Tugas pokok tenaga meliputi : kegiatan memberi kuliah (tatap muka). Pasal 13 Tugas Pokok Asisten Ahli adalah . serta membantu (B) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Doktor. melaksanakan (M) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Magister.67 c. B. 38/KEP/MK. A. 3) Asisten Ahli yang berijazah Doktor/Spesialis II melaksanakan (M) bimbingan Skripsi dan Thesis. d. WASPAN/8/1999). Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada program pendidikan Sarjana/Diploma bagi yang berlatar belakang pendidikan Sarjana/Diploma IV. e. Memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. 36 jam atau setara dengan 12 SKS yang dapat di kerjakan dalam maksimum 6 hari dan dapat dilakukan pada pagi. evaluasi.PAS/CMI/2005 . sore atau malam hari tergantung pada keperluan. 2) Asisten Ahli yang berijazah Magister/Spesialis I melaksanakan (M) bimbingan pembuatan Skripsi dan membantu (B) kegiatan pembuatan Thesis. MENKOWASBANG No. Kegiatan pendidikan dan pengajaran pada Pasca Sarjana serta bimbingan tugas akhir penelitian mahasiswa untuk pembuatan Skripsi. Melaksanakan (M) kegiatan dan pengajaran pada program pendidikan Sarjana/Diploma. praktikum. membantu (B) kegiatan bimbingan pembuatan Disertasi. serta membantu (B) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Magister. pengabdian pada masyarakat.

b. serta membantu (B) kegiatanm pendidikan dan pengajaran pada program Doktor. membantu (B) kegiatan bimbingan pembuatan Disertasi.PAS/CMI/2005 . Pasal 15 Tugas Pokok Lektor Kepala adalah : A. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada program Sarjana/Diploma Magister dan Doktor bagi yang berlatar belakang pendidikan Doktor/Spesialis II. C.Kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Pasca Sarjana serta bimbingan tugas akhir penelitian mahasiswa untuk pembuatan Skripsi. Lektor yang berijazah Doktor/Spesialis II. penelitian dan penagabdian pada masyarakat pada program pendidikan Sarjana/Diploma dan bagi yang berijazah Magister Spesialis I. c. dan bagi Lektor Kepala yang berijazah Magister/Spesialis I membantu (B) kegiatan bimbingan Disertasi. melaks anakan (M) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Magister.68 Sarjana/Diploma Magister bagi yang berlatar belakang pendidikan Magister/Spesialis I. Melaksanakan (M) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program pendidikan Sarjana/Diploma. Thesis dan Disertasi diatur sebagai berikut : a. Pasal 14 Tugas pokok Lektor adalah : 1) Melaksanakan (M) kegiatan pendidikan dan pengajaran. Lektor yang berijazah Magister/Spesialis I melaksanakan (M) bimbingan pembuatan Skripsi dan Thesis. serta membantu (B) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Doktor. Magiter dan atau Doktor. 2) Melaksanakan (M) kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program pendidikan Doktor. melaksanakan (M) kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program pendidikan Doktor. melaksanakan (M) bimbingan pembuatan Skripsi dan Thesis. serta diraih tugas (D) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Magister dan membantu (B) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program Magister. melaksanakan (M) kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program pendidikan Magister serta bagi yang berijazah Doktor/Spesialis II. Lektor yang berijazah Sarjana/Diploma IV melaksanakan (M) kegiatan bimbingan pembuatan Skripsi dan membantu (B) kegiatan bimbingan pembuatan Thesis.

E.WASPAN/8/1999) Pasal 18 Tenaga Pengajar Tetap Yayasan/PNS dpk wajib menjaga nama baik lembaga tempat dimana bekerja. Melaksanakan (M) kegiatan pengabdian pada program pendidikan Sarjana/Diploma.PAS/CMI/2005 . B. KENAIKAN PANGKAT/JABATAN Pasal 19 1) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan memperoleh kenaikan pangkat sesuai dengan yang diberlakukan untuk Pegawai Negeri yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada program pendidiakan Doktor bagi mereka yang berijazah Doktor/Spesialis II.38/KEP/MK. Doktor atau dalam kegiatan lain yang menunjang tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Melaksanakan (M) kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Thridharma Perguruan Tinggi pada program pendidikan Sarjana. Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada program pendidikan Magister bagi yang berijazah Magister/Spesialis I atau Doktor/Spesialis II. Melaksanakan (M) kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Tridharma Perguruan Tinggi pada program pendidikan Sarjana/Diploma. khususnya. Pasal 17 Rincian Tugas Pokok. C. Kekputusan ini (KEPUTUSAN MENKOWASBANGPAN No. Magister. Doktor atau dalam kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Magister. Melaksanakan (M) kegiatan penelitian pada progrsam pendidikan Sarjana /diploma. D. Magister. dan atau Doktor.69 B. wewenang dan Tanggung jawab jabatan tenaga Pengajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal (13) sampai dengan Pasal (16) adalah sebagaimana tersebut dalam lampiran I. C. Pasal 16 Tugas Pokok Guru Besar A. Magister dan atau Doktor. dan nama baik Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan umumnya. Melaksanakan (M) kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program pendidikan Sarjana/Diploma. BAB V GAJI.

38/KEP/MK/WASPAN/8/1999. untuk masing-masing tingkat. Pembentukan dan Pengangkatan Anggota Tim Tekis Penilai Angka Kredit ditetapkan masing-masing dengan keputusan Ketua. seorang Pegawai Negeri Sipil harus memenuhi angka Kredit yang ditentukan. Apabila dipandang perlu Tim Angka Kredit dapat membentuk Tim Teknis Penilai Angka Kredit. c. Pasal 21 1) Untuk dapat diangkat dalam jabatan Tenaga Pengajar.PAS/CMI/2005 . b. Penlitian c. Pengabdian pada masyarakat 3) Unsur Penunjang Tridharma Perguruan Tinggi adalah Penunjang Perguruan Tinggi yang meliputi kegiatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (3).ah sebagimana tersebut dalam lampiran II. b.70 Pasal 20 1) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan memperoleh kenaikan pangkat sesuai dengan yang diberlakukan untuk Pegawai Negeri yang ditetapkan dalam Perturan Pemerintah No. Pasal 23 1) Panitia Penilian jabatan Tenaga Pengajar tetap pada Sekolah Tinggi a. Pendidikan dan pengajaran b.3 tahun 1980 tentang Pengangkatan dalam Pangkat Pegawai Negeri Sipil. 2) Kenaikan Pangkat/jabatan tenaga Pengajar Tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan harus memenuhi DP3 dan angka kredit yang telah ditetapkan dalam Keputusan MENKOWASBANGPAN No. Anggota Tim Teknis Penilai Angka Kredit terdiri dari para ahli yang berasal dari tenaga pengajar tetap Yayasan/PNS dpk untuk a. 4) Perincian kegiatan dan angka kredit untuk masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ada. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pasal 22 1) Unsur-unsur yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri dari : Unsur utama Unsur penunjang 2) Unsur utama terdiri : a.

PAS/CMI/2005 . 2) Yayasan dapat menetapkan kepangkatan Tenaga Pengajar Tetap Yayasan yang diajukan Ketua. ditetapkan oleh Ketua. 3) Masa kerja Anggota Panitia Penilai sesuai dengan yang tertera dalam SK. d. 2) Pengangkatan Tenaga Pengajar bantuan Kopertis (PNS dpk) dalam suatu jabatan struktural hanya dapat dilakukan sesudah mendapatkan persetujuan Kopertis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Tim Teknis Penilai Angka Kredit menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Pasal 24 USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT TENAGA PENGAJAR 1) Usul penetapan angka kredit Tenaga Pengajar diajukan oleh Ketua/Ketua kepada Kopertis. 2) Dirjen Dikti atau Pejabat lain yang ditunjuk bagi jabatan Asisten Ahli sampai dengan Lektor.71 membantu melakukan penilaian terhadap usul Penetepan Angka Kredit dalam Bidang Ilmu yang bersifat khusus. 2) Panitia Penialai Jabatan Tenaga tetap Yayasan. Pasal 25 Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit adalah : 1) Sekretaris Jenderal DEPDIKNAS atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jabatan Lektor kepala dan Guru Besar. BAB VI JABATAN STRUKTURAL DAN PERANGKAPAN JABATAN Pasal 26 1) Tenaga Pengajar Yayasan/Pegawai Negeri Sipil dpk dapat menduduki jabatan strukural. Ketua 4) Tata kerja dan tata cara penilaian Panitia Penilaian ditetapkan oleh Ketua. masing-masing dengan ijin Yayasan dan Kopertis. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 3) Tanpa persetujuan Kopertis seorang Tenaga Pengajar Tetap bantuan Kopertis dapat diangkat dalam suatu jabatan struktural di lingkungan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan sebagai Pjs.

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. setelah memperoleh ijin tertulis dari pejabat instansi asal yang berwenang. 2) Kedudukan sebagai dosen tetap Yayasan juga tidak dapat dirangkap dengan status sebagai Dosen tetap Perguruan tinggi di luar lingkungan Yayasan Tinggi Pendidikan Tinggi Pasundan. 7) Jabatan Struktural tidak boleh dirangkap. dan dalam keadaan terpaksa perangkapan jabatan tersebut dapat dibenarkan dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) jabatan. b. Tanpa ijin tertulis dari pejabat yang berwenang/instansi asal yang berwenang tidak dibenarkan untuk diangkat dalam suatu jabatan struktural. BAB VII CUTI Pasal 28 Ketetapan Cuti bagi Tenaga Pengajar Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan ditentukan oleh pejabat yang berwenang dalam jangka waktu tertentu dengan tetap mendapat gaji penuh. c. Pasal 27 1) Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Kopertis Wilayah IV Jawa Barat. 6) Semua tenaga Pengajar yang memegang jabatan strukural diperlukan sebagai pegawai tetap Yayasan dan kepadanya diberikan penghasilan dan tunjangan menurut ketentuan yang berlaku. Cuti bagi Tenaga Pengajar Tetap terdiri dari : Cuti sakit Cuti bersalin Cuti melaksanakan perintah Agama Cuti karena alas an penting 1) 2) a.PAS/CMI/2005 .72 4) Tenaga Pengajar hanya diperkenankan menduduki jabatan struktural Akademis dan tidak boleh menduduki jabatan struktural Administrasi 5) Bilamana saat diperlukan jabatan Struktural akademik dapat pula dipegang langsung oleh Dosen luar biasa atau lainnya (bukan Dosen tetap Yayasan/ Dosen tetap Kopertis). 3) Mereka yang waktu itu memegang jabatan rangkap seperti termaksud dalam pasal ini poin (1) dan (2) diharuskan memilih salah satu jabatan tersebut. seorang dosen tetap Kopertis tidak dibenarkan untuk merangkap dengan kedudukan sebagai Dosen Tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. d. kecuali sebagai Pjs.

Melakukan perbuatan yang merugikan d. Pasal 32 1) Tenaga Tetap Yayasan yang melakukan perbuatan-perbuatan merugikan lembaga/Organisasi Paguyuban Pasundan diajukan pemberhentianya oleh Ketua kepada Yayasan setelah dilakukan usaha-usaha : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 . Pasal 31 1) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan yang mencapai batas usia pensiun diberi pemberitahuan resmi oleh Ketua/Pembantu Ketua kepada yang bersangkutan 3 (tiga) bulan sebelumnya. 3) Tenaga Pengajar tetap Yayasan yang telah mencapai usia pensiun. 4) Batas usia pensiun Guru Besar tetap 70 tahun dan lektor Kepala 65 tahun. dengan alasan yang Rasional. a.73 BAB VIII PEMBERHENTIAN Pasal 29 1) Berakhirnya hubungan kerja sebagai tenaga Pengajar Tetap Yayasan dapat terjadi karena. Karena mencapai batas usia pensiun c. diajukan permohonan pemberitahuannya oleh Ketua kepada Yayasan setelah dikonsultasikan kepada yang bersangkutan. Tidak cakap jasmani dan rohani e. Penyederhanaan organisasi Pasal 30 1) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan di lingkungan Sekolah Tinggi Pasundan yang bermaksud berhenti dari kepegawaiannya harus mengajukan permohonan kepada Yayasan melalui Ketua. 2) Yayasan dapat mengabulkan permohonan berhenti atau menolaknya jika dipandang perlu. Atas permintaan sendiri b. Meninggal dunia f. 2) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan yang mencapai batas usia pensiun diberi apabila masih diperlukan tenaganya dikonsultasikan dulu oleh Ketua kepada pengurus Yayasan.

Pemberian nasehat b. Pasal 37 1) Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan Mengetahui : Ditetapkan di : BANDUNG Pada Tanggal : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Perubahan-perubahan terhadap pasalpasal dalam ketentuan ini dilakukan melalui musyawarah antara Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan dengan Perguruan Tinggi yang bersangkutan dengan catatan bahwa semua ketentuan yang ada yang bertentangan dengan keputusan ini dinyatakan tidak berlaku.74 2) 3) 4) a. pengajuan pemberhentiannya langsung oleh Ketua kepada Yayasan. Tenaga Tetap Yayasan yang tidak cakap jasmani/rohani pengajuan pemberhentiannya dilakukan oleh Ketua kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. perjudian. Tenaga Pengajar Tetap Yayasan yang dinilai tidak cakap Jasmani dan rohani seperti gangguan ingatan dan cacad jasmani dalam masa pengabdian kepagawainnya dapat diberhentikan oleh Yayasan dengan jaminan kesejahteraan. perkosaan dsb. Peringatan lisan/tulis Perbuatan merugikan lembaga yang dikatagorikan berat seperti pembunuhan. setelah diinformasikan kepada yang bersangkutan atau keluarganya. BAB IX PENUTUP Pasal 36 1) Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.PAS/CMI/2005 . Pasal 34 1) Tenaga Pengajar Tetap Yayasan yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap berhenti dengan hormat dan keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan dana pensiun. Pasal 35 1) Tenaga Pengajar Tetap yang diberhentikan karena penyederhanaan organisasi ditangani langsung oleh Yayasan setelah konfirmasi dengan pemimpin Perguruan Tinggi masing-masing.

Syafei Prof. Paguyuban Pasundan PASUNDAN Ketua Umum Ketua YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI A.A.H.PAS/CMI/2005 . M. PENYEMPURNAAN PERATUTAN PEGAWAI TENAGA ADMINSTRATIF TETAP STKIP PASUNDAN BAB I PENGERTIAN Pasal 1 Dalam peraturan pegawai STKIP Pasundan ini yang dimaksud dengan : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Sudardja Adiwikarta .75 PB.Dr.

diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu. 2) Tenaga Adminstratif adalah pegawai yang diangkat dalam pangkat dan atau jabatan tertentu yang ditugaskan dalam bidang administratif yang ditempatkan di Kantor Pusat STKIP pasundan/Jurusan/Unit Garapan. Pengangkatan tenaga administratif tidak tetap (Kontrak). disertai tugas dan tanggung jawab tertentu oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan dan atau Ketua STKIP Pasundan. b. Kekosongan formasi disebabkan oleh adanya pengembangan atau tenaga administratif yang berhenti. Tenaga Administratif STKIP Pasundan terdiri dari : Tenaga administratif tetap Tenaga administratif tidak tetap Pasal 2 1) Tenaga administratif tetap adalah pegawai yang telah diangkat dan diberikan imbalan berupa gaji sebesar 100% 2) Tenaga tidak tetap administratif STKIP adalah tenaga administratif honorer. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 3) 4) BAB II KETENTUAN UMUM Pasal 3 1) Pengangkatan tenaga administratif tetap STKIP Pasundan adalah proses kegiatan untuk mengisi formasi yang kosong. Pengangkatan tenaga adminstratif tetap Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan.76 1) Pegawai adalah pegawai STKIP Pasundan yaitu mereka yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2) Pengangkatan harus berdasarkan keperluan dan persyaratan seperti yang telah ditentukan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan/ STKIP Pasundan.PAS/CMI/2005 . 3) Pengangkatan tenaga tetap dapat dilakuakan dengan cara : a.

Warga Negara Republik Indonesia b. Umur maksimal 35 tahun dan minimal 17 tahun. j. Daftar riwayat hidup b. f. Negara dan Pemerintah RI. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan karena melakukan tindak pidana kejahatan. Tidak merangkap kerja ditempat/instalasi lain atau tidak dalam status Dosen Tetap. g. Tidak pernah terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila. 3) Surat lamaran harus dilengkapi dengan : a. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 2) Syarat lamaran ditujukan kepada Ketua STKIP Pasundan c. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai dari suatu instansi. Undang-undang Dasar 1945.q.77 BAB III PENGADAAN TENAGA ADMINISTRATIF Pasal 4 Persyaratan Penerimaan Tenaga Admnistratif Persyaratan untuk menjadi tenaga administratif tetap STKIP Pasundan adalah : a. Pembantu Ketua II. Pendidikan minimal SLTP atau sederajat. d. Sanggup mematuhi dan melaksanakan segala peraturan baik peraturan pemerintah maupun Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan dan STKIP Pasundan termasuk PHK karena restrukturisasi (surat pernyataan di atas materai cukup). Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Polri setempat. h. i.PAS/CMI/2005 . baik pemerintah maupun Swasta. Memiliki kecakapan/ kemampuan yang diperlukan. e. k. Pasal 5 Prosedur pPengajuan Lamaran Tenaga Adminstratif 1) Setiap pelamar harus mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri di atas materai secukupnya. Photo copy Ijazah terakhir Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. c.

PAS/CMI/2005 .00 – 16.00 7 Jam Rabu 08.00 – 13.00 – 13.30 – 13.00 12. Surat keterangan tidak terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila dan UUD 1945 f.00 6 Jam JUMLAH JAM KERJA EFEKTIF/MINGGU 40 Jam 2) Tenaga adminstratif yang bekerja melibihi 6 hari kerja setara dengan 40 jam sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal 7 dianggap Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Surat Akta kelahiran/ Akta kenal lahir Pasal 6 Ketentuan Pengangkatan Tenaga Administratif Setiap calon tenaga adminstratif yang telah lulus mengikuti seleksi. 3) Apabila tenaga kontrak/percobaan dalam 2 (dua) tahun pada waktu melaksanakan tugasnya mempunyai kondite kurang baik tidak akan diperpanjang kembali.00 12. Pas photo ukuran 4x6 = 3 lembar h.00 – 16.00 7 Jam Jum’at 08. g.00 11.30 6 Jam Sabtu 08. Surat pernyataan pelamar tidak pernah diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai dari suatu instansi.00 – 13. BAB IV TUGAS DAN KEWAJIBAN Pasal 7 1) Beban kerja tenaga administratif tetap ialah 6 (enam) hari kerja seminggu setara denagn 40 jam dengan perincian sebagai berikut : HARI KERJA WAKTU KERJA ISTIRAHAT JAM KERJA Senin 08.00 – 16. Surat keterangan berkelakuan baik dari Polri d. wajib melalui tahapan sebagai berikut : 1) Diangkat sebagai tenaga kontrak/percobaan.00 7 Jam Kamis 08.00 7 Jam Selasa 08.78 c.00 12.00 12.00 12.00 – 16.00 – 15.00 – 13.00 – 13. dengan surat tugas dari Ketua 2) Tenaga kontrak/ percobaan dalam 1 (satu) tahun atau sesuai dengan kebutuhan. Surat keterangan kesehatan dari Dokter e.00 – 16.

3) Setelah penangguhan gaji berkala itu ternyata konditenya masih tetap belim baik. 3) Setiap tenaga administratif tetap STKIP Pasundan diwajibkan mengisi dan menandatangani daftar hadir. yang dilakukan 2 (dua) kali yakni pada pukul 08. tenaga administratif STKIP Pasundan wajib : 1) Melaksanakan fungsi dan tugas dengan sebaik-baiknya 2) Menjaga nama baik STKIP Pasundan. Bila tidak mengisi daftar hadir. maka kenaikan gaji berkalanya ditunda selama 2 (dua) tahun. 4) Seluruh tenaga administratif tetap STKIP Pasundan diwajibkan mengikuti Upacara – upacara hari Besar Nasional lainnya.79 melakukan tugas tambahan atas perintah atasan dan perlu mendapat imbalan.PAS/CMI/2005 . Bilamana setelah dua tahun itu ternayata konditenya kurang baik. loyalitas dan pengabdian yang tinggi. Pasal 8 Di samping tugas-tugas dan kewajiban seperti pada pasal 7 peraturan ini. maka yang bersangkutan diharuskan untuk mengundurkan diri dari STKIP Pasundan dengan hak pesangon (apabila memenuhi ketentuan Pasal 16 ayat 9) BAB VI KENAIKAN PANGKAT/GOLONGAN Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. BAB V GAJI DAN KENAIKAN GAJI BERKALA Pasal 9 1) Tenaga administratif STKIP Pasundan memperoleh gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya sesuai dengan peraturan penggajian Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan / STKIP Pasundan.00 (sebelum melaksanakan tugas) dan pukul 15. insentif kehadiran pada hari itu dianggap hilang. 3) Memilki dedikasi. 2) Kenaikan gaji berkala diberikan kepada tenaga administratif yang telah diangkat menjadi pegawai tetap paling cepat 2 (dua) tahun bila mempunyai kondite baik.45 (sesudah berakhir jam kerja). membina suasana kerja yang harmonis dan kreatif demi kemajuan STKIP Pasundan. 4) Menjalin kerjasama. Tenaga administratif memperoleh pula tunjangan kehadiran (insentif) yang besarnya ditentukan menurut kemampuan STKIP Pasundan.

SD ke SLTP : dapat dilakukan bila yang bersangkutan konditenya baik formasi dan dana memungkinkan serta mempunyai masa kerja minimal 3 (tiga) tahun bekerja di STKIP Pasundan. 3) Kenaikan pangkat penyesuaian Ijazah bagi pegawai yang lulus dari sekolah tertentu dan pangkatnya masih dibawah yang ditentukan. atau telah lima tahun mempunyai Ijazah S-1. maka yang bersangkutan diharuskan mengajukan permohonan mengundurkan diri dari STKIP Pasundan dengan hak pesangon (apabila memenuhi ketentuan pasal 16 ayat 9) 2) Kenaikan pangkat/golongan bagi tenaga tetap administratif yang naik dari golongan I ke golongan II.80 Pasal 10 1) Kenaikan pangkat/golongan bagi tenaga administratif tetap diberikan 4 (empat) tahun sekali dengan catatan DP-3 rata-rata baik. d. SLTP ke SMU/SMK : dapat dilakukan bila yang bersangkutan konditenya baik serta formasi dan dana memungkinkan serta mempunyai masa kerja minimal 5 (lima tahun di STKIP Pasundan) c. atau 5 (lima) tahun masa kerja di STKIP Pasundan bagi mereka yang mempunyai jabatan struktural minimal kasubbag. dapat dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Jika DP-3 cukup atau kurang kenaikan dimaksud ditangguhkan selama 1 (satu) tahun. Apabila seseorang tidak lulus dalam ujian dinas. Setiap tenaga administratif tetap STKIP pasundan yang akan melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari pendidikan terakhir saat menjadi tenaga administratif. SMU/SMK ke S-1 : Dapat dilakukan bila yang bersangkutan konditenya baik serta formasi dan dana memungkinkan serta mempunyai masa kerja minimal 8 (delapan) tahun di STKIP Pasundan. Apabila setelah lewat waktu 1 (satu) masa penangguhan konditenya masih tetap belum baik. b. dari golongan II ke golongan III dan dari golongan III ke golongan IV diharuskan melalui ujian dinas yang diadakan khusus untuk itu. BAB VII JENJANG KEPANGKATAN DAN GOLONGAN Pasal 11 Kepangkatan dan golongan bagi tenaga tetap administrasi STKIP Pasundan disusun sesuai dengan tingkat pendidikan sebagai berikut : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 . maka yang bersangkutan diharuskan mengikuti ujian dinas kembali paling cepat 1 (satu) tahun berikutnya. maka kenaikan pangkatnya ditunda selama 4 (empat) tahun dan apbila setelah 4 (empat) tahun perpanjangan. penangguhan masih belum baik.

pendidikan minimal S-1 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. bila konditenya baik berprestasi dalam kerja pangkat minimal III/b. Usia pada saat diangkat minimal 35 tahun. 2) Pengangkatan jabatan struktural adminitratif dilakukan oleh Ketua STKIP setelah konsultasi/ persetujuan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. Batas usia pengabdian 60 tahun. Batas usia pengabdian 60 tahun.81 1) Lulusan/Ijazah SD untuk pembantu/pesuruh dengan golongan maksimum II a 2) Lulusan/Ijazah SLTP. untuk Satpam/pengemudi dengan batas maksimum golongan II/c 3) Lulusan/Ijazah SMU/SMK untuk tenaga administrasi dengan golongan maksimum III/a 4) Lulusan Perguruan Tinggi (PT) Ijazah (S1) untuk pekerjaan yang memubtuhkan latar belakang pendidikan Sarjana. Pasal 13 Kepala Sub Bagian Seorang bisa dipromosikan menjadi Kasubbag apabila konditenya baik berprestasi dalam kerja. maksimal 55 tahun. Usia pada saat diangkat minimal 25 tahun. pangkat minimal II/c dan pendidikan minimal SMU/SMK. dengan golongan maksimum IV/b. BAB VIII JABATAN STRUKTUR Pasal 12 1) Formasi jabatan struktural administratif diutamakan bagi tenaga administratif. Kepala Bagian Sesorang bisa dipromosikan menjadi Kabag bila konditenya baik. maksimal 45 tahun. pangkat minimal III/a. berprestasi dalam kerja. 3) Kepala Biro Seseorang bisa dipromosikan menjadi Kepala Biro. pernah menjabat Kassubag. atau pendidikan minimal SMU/SMK. rajin dan ulet dalam melaksanakan tugas. sehat jasmani dan rohani. sehat jasmani dan rohani serta berdedikasi tinnggi untuk kemajuan STKIP Pasundan. serta berdedikasi tinggi untuk kemajuan STKIP Pasundan.PAS/CMI/2005 1) 2) .

Besarnya uang insentif kehadiran. Adalah sejumlah uang kehadiran seorang pegawai tetap pada waktu jam kerja yang telah ditentukan. Tidak hadir (ijin/sakit) dengan keterangan/ surat pribadi maksimum dua hari dalam satu bulan. dan pernah menduduki jabatan struktural Kabag. BAB X KESEJAHTERAAN TENAGA ADMISTRATIF TETAP Pasal 16 Tenaga adminstrasi STKIP Pasundan disamping mendapat gaji pokok diberikan pula tunjangan berupa : 1) Insentif kehadiran a. berdedikasi tinggi untuk kemajuan STKIP Pasundan. Pasal 15 1) Setiap pegawai tetap administratif STKIP Pasundan dimutasikan sesuai dengan kebutuhan. sehat jasmani dan rohani. lebih dari 2 (dua) hari insentif diperhitungkan 50% maksimum 4 (empat) hari dapat Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. maksimal 55 tahun. c.PAS/CMI/2005 . Usia pada saat diangkat minimal 35 tahun. 2) Mutasi dapat dilakukan di lingkungan STKIP Pasundan. b. tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan hanya mendapat tunjangan struktural salah satu jabatan tanpa tunjangan lainnya.82 (Sarjana) bukan tenaga edukatif. Dalam keadaan terpaksa perangkapan jabatan tersebut dapat diberikan dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) jabatan. d. insentif tidak dierhitungkan. Tidak hadir tanpa keterangan. merupakan hasil perkalian antara jumlah kehadiran dengan angka besaran yang telah ditetapkan. Batas usia pengabdian 60 tahun. BAB IX PERANGKAPAN JABATAN Pasal 14 1) Seseorang tenaga administratif dilarang untuk merangkap dengan kedudukan sebagai tenaga edukatif tetap STKIP Pasundan. insentif tidak dipotong. 2) Di lingkungan STKIP Pasundan dilarang perangkapan jabatan struktural administratif.

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 2) Tunjangan Keluarga a. diberlakukan jam lembur dengan surat tugas dan atasan yang bersangkutan yang diketahui oleh KBTU (untuk Fakultas) dan Kepala Biro Adm. Perhitungan besaran tunjangan jam lembur dengan ketentuan sebagai berikut : 1. dan tunjangan lainnya. Besarnya tunjangan isteri/suami ialah 15% dan tunjangan anak 2% dari gaji pokok (maksimum dua anak). 3) Tunjangan Struktural a. b. c. Umum (untuk Kantor Pusat). Lembur Hari kerja BT = JJL x Rp. Tunjangan anak diberikan sampai umur 18 tahun dan apabila pada umur 18 tahun atau sebelumnya telah berkeluarga. insentif kesejahteraan dan lain-lain. Tunjangan struktural dibayarkan bersama gaji pokok. Sakit dengan keterangan dokter insentif diperhitungkan. d.a). insentif kehadiran dan tunjangan lainnya.83 dalam satu bulan.PAS/CMI/2005 . Tunjangan keluarga dibayarkan bersama gaji pokok.a) dianggap telah memenuhi ketentuan butir (2. mendapat keringanan uang kuliah sebesar 10%. Tunjangan keluarga yang sudah berlaku. lebih dari itu maka insentif tidak diperhitungkan.100. Tunjangan pendidikan anak karyawan/dosen tetap yang kuliah di STKIP Pasundan. b. Tunjangan struktural adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai yang memiliki jabatan struktural (Kasubbag – Kabag – Kepala Biro). Besarnya tunjangan struktural di lingkunagan STKIP Pasundan sesuai dengan eselonisasi jabatan yang ditentukan berdasarkan kemampuan keuangan STKIP Pasundan. contoh : Delta prestasi. Untuk golongan I dan golongan II yang tidak menduduki jabatan struktural administratif apabila bekerja melebihi jam kerja sesuai dengan ketentuanpada pasal 7 ayat (1) peraturan ini. Tunjangan keluarga terdiri dari tunjangan isteri/suami dan dua orang anak. tetapi tidak menggunakan peristilahan atau komponen-komponen pada butir (2. maka tunjangan anak tersebut hilang. 4) Tunjangan kelebihan jam kerja Tunjangan kelebihan jam kerja diberikan kepada tenaga administratif yang bekerja melibihi jam kerja dengan ketentuan sebagai berikut : a. 1. b. c.

e. Ibadah Haji Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. d.d.000.000. Biaya perawatan rumah sakit (rawat inap) untuk golongan I. c. mendapat bantuan sebesar 20% dari biaya keseluruhan maksimal Rp.d. 8) Bantuan Ibadah a. Bantuan khitanan anak 6) Tunjangan Hari Raya (THR) Setiap tenaga administratif tetap STKIP Pasundan diberikan THR yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan serta pelaksanaanya diatur melalui keputusan Ketua. berlaku apabila keuangan di masing-masing unit memungkinkan dan apabila kemampuan terbatas.000.PAS/CMI/2005 .500.000. Batas maksimum penggantian pengobatan/bulan/pegawai sebesar Rp. Bantuan kematian c. anak) mendapat bantuan dana kesehatan. Bantuan melahirkan anak d.25.II.84 2. b. ke bawah diganti seluruhnya (100%) di atas Rp. 7. Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan beserta keluarga (Isteri/suami. maka ketentuan yang sudah berjalan seperti sekarang tetap dilaksanakan dengan catatan tidak melebihi standar butir 1.25. Bantuan musibah b. Bantuan pernikahan e. 7) Bantuan Biaya Pengobatan a. Penetapan perhitungan bantuan kesehatan didasarkan pada bukti hasil pemeriksaan dokter. setiap tenaga administratif tetap yang memenuhi persyaratan berhak atas tunjangan sosial berupa : a.a dan 1. obat-obatan dan perawatan rumah sakit dibuktikan dengan kwitansi. 2.Catatan : BT = Besarnya Tunjangan JJL = Jumlah Jam Lembur 5) Tunjangan sosial lainnya. Besarnya bantuan biaya kesehatan/bulan/pegawai sebesar : Rp. Lembur Hari Libur BT = JJL x Rp.III. 200.f.kelebihannya diganti 50%.200. Ketentuan butir 1.

11) Pakaian seragam Bentuk pakaian seragam diberikan 1 (satu) tahun 1 (satu) kali.000. 1. Realisasi disesuaikan dengan kemampuan fakultas/unit kerja yang bersangkutan. Ibadah Iedul Qurban. 9) Tunjangan pensiun/meninggal dunia a. 10) Rekreasi Akhir Tahun Seluruh tenaga administratif tetap STKIP Pasundan pada akhir tahun diberi kesempatan berekreasi bersama ke luar kota sambil bersilaturrahmi. 500. Masa kerja antara 5 sampai kurang dari 10 tahun tunjangan 3 kali penghasilan terakhir.PAS/CMI/2005 .-. yang pembayarannya untuk hari tua tersebut dibayar oleh STKIP Pasundan/ Institusi. Masa kerja antara 10 sampai kurang 15 tahun tunjangan 4 kali penghasilan terakhir. Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan berhak menerima pasongan pada usia pensiun atau meninggal dunia yang besarnya sebagai berikut : Masa kerja kurang dari 5 tahun tunjangan 2 kali penghasilan terakhir. b.000. Masa kerja antara 20 sampai kurang 25 tahun tunjangan 6 kali penghasilan terakhir. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. pegawai tetap STKIP Pasundan akan menerima bantuan ongkos ibadah haji (ONH) yang pertama kalinya sebesar untuk struktural Rp. tempatnay disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing. diikutsertakan dengan program hari tua/ pensiun melalui kerjasama dengan pihak DPLK BNI.. Setiap pegawai tetap STKIP Pasundan. Masa kerja antara 15 sampai kurang 20 tahun tunjangan 5 kali penghasilan terakhir.dan non Struktural Rp.85 Apabila kemampuan keuangan memungkinkan. 12) Pakaian Seragam Sekolah Bantuan pakaian seragam olahraga diberikan satu tahun satu kali (satu stel training spak) yang diberikan pada saat menjelang Dies Natalis STKIP Pasundan.000. c.

tunjangan kehadiran seperti di atas. d. kakak. Persalinan berikutnya diberi cuti satu bulan sebelum dan dua bulan sesudah persalinan. Ibu. anak. c. suami/isteri. Lamanya cuti maksimal 4 (empat) hari kerja. Melangsungkan perkawinan yang pertama. b. 16) Cuti melaksanakan Kewajiban Agama. 15) Cuti Tahunan Tenaga adminstratif tetap STKIP Pasundan mempunyai kesempatan cuti tahunan yang dilaksanakan bersama saat Iedul Fitri. 14) Cuti bersalin Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan (wanita) untuk persalinan anaknya yang pertama dan kedua berhak mendapat cuti bersalin dengan menerima penghasilan penuh. adik sakit berat atau meninggal dunia. atas permintaan secara tertulis dari pegawai tersebut. kecuali yang berhubungan dengan mengajar (bagi dosen) Surat permohonan cuti disampaikan kepada atasan langsung sebelum melaksanakan ibadah haji. bapak.PAS/CMI/2005 . Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang melaksanakan Ibadah Haji berhak cuti dengan menerima penghasilan penuh. kecuali tunjangan kehadiran sebesar 50% pada bulan pertama dan 25% pada bulan kedua dan ketiga. 18) Pendidikan dan latihan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. penghasilan 50%.86 13) Cuti Sakit Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan berhak menerima cuti sakit selama satu atau dua hari setiap bulan dengan ketentuan yang bersangkutan memberitahukan secara tertulis kepada atasan tertulis. Cuti bersalin diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti. lamanya cuti maksimal 50 hari kerja. 17) Cuti karena Alasan Penting. Tenaga admnistratif tetap STKIP Pasundan diberikan kesempatan cuti karena : a. Lamanya cuti bersalin adalah satu bulan sebelum dan dua bulan sesudah persalinan. Alasan penting yang tidak bisa ditinggalkan dengan mendapat ijin dari atasan langsung.

Penyederhanaan organisasi. h. Pasal 19 1) Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang bermaksud berhenti harus mengajukan permohonan kepada Rektor dengan alasan yang rasional.87 Setiap pegawai administratif tetap yang memenuhi persyaratan dan dipandang mampu berhak mendapat diklat sesuai dengan kebutuhan lembaga.PAS/CMI/2005 . j. i. Tidak cakap rohani/jasmani. 2) Rektor dapat mengabulkan permohonan berhenti tersebut atau penolakanya jika dipandang perlu setelah konsultasi dengan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. BAB XI WEWENANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 17 1) Yang berwenang mengangkat dan memberhentikan tenaga tetap administratif STKIP Pasundan adalah / ketua dengan tembusan kepada pihak Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan 2) Pengangkatan tenaga administratif kontrak menjadi wewenang Ketua. karena : e. Meninggal dunia. Pasal 18 Berakhirnya hubungan kerja dapat terjadi. penentuan peserta diklat ditentukan oleh panitia khusus. Atas permintaan sendiri. Karena mencapai batas usia pensiun. 3) Pengangkatan tenaga adminstratif kontrak pengangkatannya berlaku (satu) tahun akademik dan dapat diperpanjang apabila diperlukan. Melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan STKIP Pasundan/ Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan/ Paguyuban Pasundan. g. f. Pasal 20 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

Pasal 22 1) Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang dinilai tidak cakap rokhani seperti terganggunya ingatan yang dibuktikan dengan surat keterangan yang berkompeten dalam masa pengabdian kepagawaiannya dapat diberhentikan dengan jaminan kesejahteraan seperti pada pasal 16 ayat 9. Pasal 23 Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang meninggal dunia. dengan sendirinya dianggap berhenti dengan hormat dan keluarganya yang ditinggalkan berhak mendapat santunan seperti diatur dalam pasal 16 point 9. 4) Batas usia pensiun tenaga administratif adalah 60 tahun.PAS/CMI/2005 . pembunuhan. Pasal 21 1) Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang melakukan perbuatan-perbuatan merugikan lembaga/organisasi Paguyuban Pasundan. diajukan pemberhentiannya kepada Ketua setelah dilakukan usaha-usaha : a. apabila masih diperluakan tenaganya dapat dikonsultasikan dengan Ketua. 3) Pengajuan permohonan berhenti diajukan oleh yang bersangkutan kepada Rektor. Pemberian nasehat b. membocorkan/menjual soal ujian.88 1) Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang mencapai batas usia pensiun diberi pemberitahuan resmi oleh Ketua kepada yang bersangkutan 3 bulan sebelumnya. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. perampokan atau bentuk kriminal lainnya diajukan langsung pemecatan/pembunuhan. Peringatan lisan/tertulis c. Pembebasan tugas 2) Perbuatan merugikan STKIP Pasundan/Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan/ Paguyuban Pasundan yang dikatagorikan berat seperti : korupsi. 2) Tenaga administratif STKIP Pasundan yang ada yang telah mencapai batas usia pensiun. setelah diinformasikan kepada yang bersangkutan atau keluarga. 2) Pengajuan pemberhentian dilakukan oleh atasannya pada Ketua. perkosaan. pemalsuan nilai ujian.

MA. PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI PASUNDAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam peraturan yayasan ini yang dimaksud dengan : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 2) Perubahan-perubahan terhadap pasal-pasal dalam ketntuan ini dilakukan melalui musyawarah kerja pimpinan di lingkungan STKIP Pasundan.89 Pasal 24 Tenaga administratif tetap STKIP Pasundan yang diberhentikan karena penyederhanaan organisasi ditangani langsung Ketua atas persetujuan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan.H.Dr. Pasal 26 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan setiap ketetapan yang bertentangan dengan keputusan ini dinyatakan tidak berlaku. Bandung Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Ketua Prof. BAB XII PENUTUP Pasal 25 1) Pasal-pasal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.PAS/CMI/2005 . Sudardja Adwikarta.

Undang-undang Dasar 1945. atau perbuatan Pegawai Yayasan yang melanggar ketentuan Peraturan Disiplin Pegawai Yayasan yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. 3) Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada Pegawai Yayasan karena melanggar Peraturan Disiplin Pegawai Yayasan. serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan umum oleh kepentingan golongan. atau pihak lain. Perguruan Tinggi Pasundan dan Pegawai Yayasan. 4) Mengangkat dan metaati sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. larangan dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh Pegawai Yayasan. BAB II KEWAJIBAN DAN LARANGAN Pasal 2 Setiap Pegawai Yayasan wajib : 1) Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. 4) Pejabat yang berwenang menghukum adalah pejabat yang diberi wewenang menjatuhkan hukuman disiplin Pegawai Yayasan. 6) Perintah kedinasan adalah perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang mengenai atau ada hubungannya dengan kedinasan. Pemerintah. 2) Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan atau diri sendiri.90 1) Peraturan Disiplin Pegawai Yayasan adalah peraturan yang mengatur kewajiban. dan memiliki integritas moral terhadap misi Paguyuban Pasundan. tulisan. 3) Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. 7) Peraturan kedinasan adalah peraturan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengenai kedinasan atau yang ada hubunganya dengan kedinasan. diri sendiri. 5) Atasan pejabat yang berwenang menghukum adalah atasan langsung dari pejabat yang berwenang menghukum. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 .

cermat. 16)Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugasnya. 11)Mentaati jam kerja. Organisasi Paguyuban Pasundan dan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan. kekompakan. kesadaran dan tanggungjawab. 25)Mentaati printah kedinasan dari atasan yang berwenang. 14)Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugas masing-masing. 24)Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. 23)Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. 20)Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan dan Zakat. 19)Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. 13)Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Yayasan dengan sebaik-baiknya. 7) Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. dan bersemangat untuk kepentingan Negara. apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara. 8) Memelihara dan meningkatkan keutuhan. 17)Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. 10)Segera melaporkan kepada atasannya. Persatuan dan Kesatuan Korp Pegawai Yayasan. 21)Berpakaian rapih dan sopan serta bersikap dan bertingkahlaku sopan dan santun terhadap masyarakat. 9) Bekerja dengan jujur. 6) Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah/ Yayasan baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum.PAS/CMI/2005 . Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 12)Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Pemerintah dan Perguruan Tinggi Pasundan. sesama Pegawai Yayasan dan terhadap atasan. 15)Bertindak dan bersikap tegas. tertib. 18)Mendorong bawahan unruk meningkatkan prestasi kerjanya. 22)Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk Agama/ Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berlainan.91 5) Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaikbaiknya. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya.

atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi. golongan atau pihak lain. menyewakan atau meminjamkan barang-barang. kecuali untuk kepentingan jabatan. 7) Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. Pasal 3 Setiap Pegawai Yayasan dilarang : 1) Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. menggadaikan. 9) Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Yayasan. 8) Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau Pekerjaan Pegawai Yayasan yang bersangkutan. 13)Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Yayasan yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. 10)Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 5) Memiliki. teman sejawat. golongan. dokumen.92 26)Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. uang atau surat-surat berharga milik Yayasan. atau surat-surat berharga milik Yayasan secara tidak sah. Pemerintah. 3) Tanpa Izin Pemerintah dan Yayasan menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. menjual. atau pihak lain yang secara langsung merugikan Yayasan. Perguruan Tinggi Pasundan dan atau Pegawai Yayasan. 11)Melakukan sesuatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani. 12)Menghalangi jalannya tugas kedinasan. 6) Melakukan kegiatan bersama dengan atasan.PAS/CMI/2005 . bawahan. membeli. 2) Meyalahgunakan wewenangnya. 4) Menyalahgunakan barang-barang.

Bagian kedua Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin Pasal 6 1) Tingkat Hukuman Disiplin terdiri dari : Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang Hukuman disiplin berat 2) Jenis hubungan ringan terdiri dari : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis 3) Jenis hukuman disiplin sedang terdiri a. b. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 2 (dua) tahun b. Pasal 5 Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana. c.93 BAB III HUKUMAN DISIPLIN Bagian Pertama Pelanggaran Disiplin Pasal 4 Setiap ucapan.PAS/CMI/2005 a. . Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 2 (dua) tahun. a. 4) Jenis hukuman disipli berat terdiri dari : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pegawai Yayasan yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum. b. c. Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berlaku untuk paling lama 2 (dua) tahun dan c. tulisan atau perbuatan Pegawai Yayasan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal (2) dan pasal (3) adalah pelanggaran disiplin.

Syafe’i Prof. Penurunan pangkat pada pangkat yang 2 (dua) tingkat lebih rendah untuk paling lama 2 (dua) tahun. Bagian ketiga Pejabat yang Berwenang Menghukum Pasal 7 Yang berwenang menghukum adalah : 1) Ketua Yayasan untuk jenis hukuman disiplin berat.PAS/CMI/2005 .A.H. Pembebasan dari jabatan c.94 a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas peemintaan sendiri sebagai pegawai. 2) Rektor/ketua untuk jenis hukuman disiplin sedang 3) Dekan/Ketua Jurusan untuk jenis hukuman ringan. dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pegawai. BAB IV PENUTUP Pasal 8 Peraturan disiplin Pegawai ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. M.Dr. b. Sudardja Adiwikarta. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Ditetapkan di : Bandung Mengetahui : PB.PAGUYUBAN PASUNDAN YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI PASUNDAN Ketua Umum Ketua A.

PAS/CMI/2005 .95 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

PAS/CMI/2005 .96 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

PAS/CMI/2005 .97 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

98 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 .

99 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 .

PAS/CMI/2005 .100 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

PAS/CMI/2005 .101 Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

Pengertian Kepegawaian Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.102 PEDOMAN PEMBINAAN UMUM STKIP PASUNDAN UMUM 1.PAS/CMI/2005 .

integrasi. Proses penggunaan dana secara efisien. Pengertian Keuangan Dalam arti yang lebih luas keuangan adalah dana. pengorganisasian. sarana dan prasarana tersebut meliputi : lahan. jurusan dan laboraturium. pemeliharaan dan pemberhentian pegawai untuk mencapai sasaran organisasi. oleh karena itu yang dimaksud sarana prasarana adalah perangkat pelengkap di bidang pendidikan. yaitu : Dosen Instruktur Tenaga Administratif ( karyawan ) Pengelolaan Kepegawaian meliputi dua aspek. Pengertian Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan bagian dari sumber daya modal yang menunjang kelancaran proses pendidikan di perguruan tinggi. meliputi perencanaaan.kursi dan peralatan lainnya. kompensasi. b. meliputi pengadaan dan penempatan tenaga kerja. sarana mobilitas. meja. Fungsi manajerial. b. 3. 2. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Proses mendapatkan dana secara efektif. Dana tersebut dalam proses pengelolaannya meliputi dua tahap. penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang berada di lingkungan Jurusan. gedung. yaitu : a. ruang kuliah.103 Penanganan kepegawaian yang sistematik dengan baik merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas kinerja kepegawaian di lingkungan perguruan tinggi. yaitu : a. Fungsi operasional. Pegawai yang melaksanakan tugas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi terdiri dari tiga kelompok. aktuasi dan pengendalian.PAS/CMI/2005 . pengembangan.

Perencanaan Kepegaian Diawali dengan analisis tugas yang akan dilakukan yaitu melalui inventarisasi tugas di jurusan (untuk tenaga dosen dan instruktur) dan tata usaha (untuk Kepala Sub Bagian/KBS dan karyawan). Prosedur perencanaan pegawai. meliputi : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. e. misalnya dana cadangan yang tidak diguanakan. jabatan dan pekerjaan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. dan tenaga administratif) yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan.2. Keterampilan yang dimiliki. 1. Perencanaan Sumber Daya Manusia 1. Jumlah dosen/karyawan yang ada. Masa kerja (pengalaman) calon pegawai. dedikasi. loyalitas). Kepribadian (kejujuran. f. Sasaran analisis meliputi : a.3. ada juga dana yang berasal dari luar misalnya SPP dan pinjaman. KEPEGAWAIAN 1. d. b. Pengertian Kebijakan Adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen Jurusan untuk lebih menjamin bahwa Jurusan tersedia pegawai (dosen.PAS/CMI/2005 . Klasifikasi yang dibutuhkan. 1. penelitian dan pengabdian pada masyarakat. instruktur dan karyawan ) secara keseluruhan. instruktur.104 Sumber dana dalam pengelolaan perguruan tinggi ada yang berasal dari dalam. c. g. Tugas pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa pengelolaan keuangan adalah suatu proses mendapatkan dana secara efektif dan menggunakan dana secara efisien untuk tujuan pengembangan Jurusan dan kesejahteraan pegawai ( dosen. Menyusun kerangka formasi pegawai unit dan seluruh Jurusan untuk direkomendasikan oleh Senat Jurusan kepada Dekan.1.

2. Berdasarkan formasi yang ditetapkan jurusan/tata usaha mengajukan permohonan penambahan dosen/karyawan kepada Jurusan. Surat Keputusan pengakatan dosen dikeluarkan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan (YPTP) 1. Pengadaan sumber daya manusia di perguruan tinggi merupakan garapan bersama antara Badan Pengelola (dalam hal ini STKIP) dengan yang memerlukan ( Jurusan PIPS) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. namun demikian dalam pelaksanaannya khususnya pengadaan kepegawaian ditentukan oleh dana yang tersedia dan kebijakan dari pihak STKIP. e. Pengadaan Sumber Daya Manusia 2. Proses seleksi dilaksanakan oleh jurusan dan Jurusan.PAS/CMI/2005 . Anggaran Dana Yang Tersedia berdasarkan norma-norma yang rasional. kepegawaian harus disusun secara tepat manusia Pengelolaan 1. c. Jurusan mengajukan permintaan tersebut kepada Universitas. menemukan dan merekrut para pelamar yang memenuhi syarat untuk dipekerjakan di dan oleh Jurusan.105 a. Dasar Penyusunan Kepegawaian Dasar yang dapat digunakan untuk menetapkan kerangka formasi kepegawaian di Jurusan adalah : Jenis pekerjaan Sifat pekerjaan Perkiraan beban Perkiraan kapasitas pegawai Kebijakan pelaksanaan pekerjaan Jenjang dan jumlah jabatan serta kritgeria sumber daya (kepangkatan) yang tersedia di Jurusan.5. Proses penempatan dilakukan oleh universitas. b. Pengertian Adalah proses mencar. d.1.4.

Hal ini dilakukan jika ada lowongan kerja baik dosen/karyawan. maka pengadaan pegawai disesuaikan dengan kebutuhan Jurusan untuk diusulkan kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan.2. lowongan pekerjaan tersebut diisi oleh dosen /karyawan yang telah mengabdi pada Jurusan. a. Jurusan melakukan pengadaan pegawai dari luar melalui proses melamar./pelatihan/kuliah umum sesuai Yaitu dosen dari kalangan birikrat maupun praktisi yang diundang untuk kualifikasi keilmuan di program studi masing-masing. Pengadaan Dosen • Dosen Tetap Calon dosen tetap yang diterima minimal berpendidikan S2 sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan di setiap jurusan. • Dosen Luar Biasa Calon dosen tidak tetap yang diterima adalah dosen yang sudah berpengalaman dan mempunyai jabatan fungsional minimal lektor. 2. Oleh karena itu pengadaan kepegawaian dilaksanakan melalui seleksi (saringan masuk/test). b. Kebijakan pengadaan pegawai dari luar. Pengadaan Instruktur Untuk melaksanakan prgram pendidikan yang profesional terdapat pekerjaan pelatihan yang memerlukan keahlian khusus. b. Pengadaan Pegawai di Sekolah Tinggi Untuk efektifitas dan produktivitas penyelenggaraan pendidikan oleh Jurusan. Oleh karena itu setiap instruktur ( personal penunjang akademik) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.106 Pengadaan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan dua cara : a.PAS/CMI/2005 harus . Kebijakan penempatan pegawai dari dalam. • Dosen Tamu memberikan ceramah.

usia maksimal 40 tahun. praktika. seperti ahli komputer. Berbadan sehat jasmani dan rohani. ahli bahasa. Pengadaan Tenaga Administrasi Tenaga administrasi yang ada di STKIP dibagi menjadi sub-sub bagian sebagai berikut : • • • • • Administrasi Akdemik Administrasi Keuagan Administrasi Kemahasiswaan Administrasi Umum dan Perlengkapan Administrasi Kepegawaian Setiap sub bagian di bawah tanggung jawab masing-masing Kepala Sub Bagian ( KBS ).PAS/CMI/2005 . Untuk Guru Besar. Berkelakukan baik. d. Persyaratan Syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pelamar adalah sebagai berikut : Umum • • • • • • • • • • Warga Negara Indonesia Tidak pernah dihukum penjara/kurungan berdasarkan keputusan pengadilan Tidak berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil. Penagaan instruktur dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah kelembagaan ( unit pelaksana teknis atau UPT. dan sebagainya. Pengangkatan Calon Pegawai Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Untuk dosen. Tidak terikat pekerjaan dengan instansi atau pihak lain. tergantung kebutuhan. c. laboratorium ). minimal SLTA. Untuk karyawan. perpustakaan. Khusus e.107 mempunyai keahlian khusus tersebut. minimal S2. Mempunyai pendidikan. usia 19 sampai dengan 35 tahun dan bersedia ditempatkan sesuai kebutuhan sekolah. kecakapan dan keahlian yang diperlukan.

Tunjangan penyesuaian penghasilan e. Honorer. terdiri atas : a. Asuransi b. Dana Pensiun c. Honor dosen tetap b. Honor dosen luar biasa c. Tunjangan-tunjangan lain sesuai dengan ketentuan. Tunjang. pihak Jurusan menjelaskan 1. Bantuan-bantuan lain sesuai dengan ketentuan 3. Tunjangan jabatan d. Tunjangan pendidikan f.PAS/CMI/2005 kepada dosen/karyawan baru tersebut tentang imbalan/kompensasi yang akan diperoleh. Setelah calon pegawai ditempatkan di Jurusan. Pengembangan Pegawai Pengembangan pegawai merupakan salah satu program yang dilakukan Jurusan dalam berbagai bertuk antara lain peningkatan pengetahuan/ keterampilan bagi pegawai agar mampu melakukan pelayanan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Tunjangan istri dan anak c. a. Bantuan. f. terdiri atas: a.108 • • Pelamar yang dinyatakan diterima ( telah diseleksi) diusulkan Setelah diperoleh persetujuan Universitas dan STKIP. yang bersangkutan diangkat menjadi calon pegawai negeri dalam masa percobaan. maka pengangkatannya menjadi calon pegawai kepada STKIP. terdiri atas . yang meliputi : . 3. Tunjang fungsional b. Gaji pokok 2. Masa Percobaan Yaitu pengangkatan Calon Pegawai yang telah lulus masa percobaan. Honor dosen wali 4.

yaitu melalui : b. Pengembangan dosen dapat dilakukan secara : a. Informal. Informal. yaitu: • Sistem Terbuka Bahwa untuk menduduki suatu jabatan di lingkungan STKIP terbuka bagi semua warga STKIP asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan.D4 serta spesifikasi Pelatihan Kursus Seminar/lokakarya Magang dan rotasi b. untuk menduduki jabatan apapun di lingkungan STKIP harus diperhatikan kualifikasi yang telah ditentukan. Formal. Formal. Sistem karier terdiri dari tiga macam.PAS/CMI/2005 . • Sistem Tertutup Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. yaitu melalui : • • • • • Pendidikan D3. Pengembangan pegawai dilakukan dengan memperhatikan sisterm karier. yaitu melalui : • • • • • • Pendidikan S2 dan S3 Pelatihan Kursus Lokakarya/seminar Diskusi ilmiah Dan kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya. yaitu melalui : Selain tiu dalam pengembangan pegawai.109 yang memuaskan bagi mahasiswa. kecakapan dan pengalaman yang diperlukan serta berkelakuan baik dan jujur. Pengembangan instruktur dan tenaga administratif ( karyawan ) dapat dilakukan secara : a.

1.1. c.1. Ketentuan mengenai pengembangan pegawai di lingkungan STKIP diatur sebagai berikut : 3. a. b.1. Kriteria yang melanjutkan S2 dan S3 adalah sebagai berikut : a. Pendidikan Lanjutan S2 dan S3 bagi Dosen Tetap 3. Tidak ada penggantian atas biaya yang telah dikeluarkan untuk dosen yang melanjutkan studi dengan biaya pribadi.110 Bahwa untuk menduduki suat jabatan di lingkungan STKIP.1. a dan b diatas melampaui kemampuan keuangan Jurusan. frekuensi melakukan pendaftaran studi lanjut. Telah mengabdi di STKIP minimal dua tahun terhitung tanggal SK Yayasan 100% dan atau tanggal yudisium S2 ( untuk S3) c.1 a dan b di atas maka biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh yang bersangkutan. serta tempat/lokasi studi. b. • Sistem Prestasi Kerja Yang dimaksud dengan sistem prestasi kerja adalah sistem kepegawaian dimana untuk pengangkatan seseorang dalam suatu jabatan didasarkan atas kecakapan dan prestasi kerja yang telah dicapai oleh orang yang diangkat tersebut. Jika jumlah dosen yang memenuhi kriteria butir 3.1. hanya terbuka bagi pegawai yang telah mengabdi sekurang-kurangnya tigatahun di STKIP terhitung sehjak keluarnya SK yang bersangkutan sebagai pegawai tetap 100%.2. setelah mendapat penilaian dan yang berwenang. Jika tidak memenuhi kriteria buti 3.1. Dosen yang akan melanjutkan studi ke luar negeri harus mempunyai sponsor. 3. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. maka jurusan berwenang melakukan seleksi dengan pertimbangan senioritas.PAS/CMI/2005 . Dosen tetap STKIP yang telah berstatus 100%.

7.1.4. diberikan pula bantuan yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan STKIP.1.3.5 dan 3.PAS/CMI/2005 (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu) .3.3. Dosen yang memenuhi persyaratan butir 3. atau bantuan biaya yang akan dihentikan secara otomatis apabila : a. sedangkan untuk program studi S3 adalah 7 semester. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.1.1.7.5. 3.6.1.3. 3. b.1. dan apabila tidak melaporkan maka yang bersangkutan akan mendapat sanksi berupa penghentian seluruh bantuan studi seperti tercantum pada butir 3. c. dan 3. Biaya SPP.1. Yang bersangkutan berhenti sebagai Dosen Tetap STKIP. Bagi dosen yang tidak memperoleh beasiswa (TMPD) biaya SPP per semester ditanggung sepenuhnya oleh STKIP yang besarnya sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi yang diikuti.1.1. c.1.111 3.1.4 mendapat bantuan sebagai berikut : a. 3. 3.1. Untuk dosen yang mendapatkan TMPD. b. Yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikannya.3. Biaya bantuan penelitian yang dikordinasikan dengan lembaga penelitian STKIP.1. Apabila yang bersangkutan menerima bea siswa dari instansi/lembaga lain. yang bersangkutan harus melaporkan kepada STKIP dam segala bentuk tunjangan (kecuali SPP) akan tetap dibayar pula selama butir 3. Batas maksimal pendidikan S2 adalah 6 (enam) semester. Program studi yang dipilih harus sesuai dengan ketentua dan ijin dari STKIP. Yang bersangkutan telah melebihi batas butir 3.

Jika jumlah karyawan yang memenuhi kriteria 3.2.2.1. Setiap dosen mempunyai kesempatan melanjutkan studi hanya satu kali pada level yang sama ( S2/S3). D4.3.1 dan kebutuhan Jurusan.Pendidikan Lanjutan D3.2. 3. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. b. b. 100%. 3.3 mendapat bantuan biaya yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan STKIP.1.PAS/CMI/2005 . dan bila gagal dalam melanjutkan studi sedangkan yang bersangkutan menginginkan pindah atau melanjjutkan studi lagi di manapun setelah melebihi batas 3. dan Spesialisasi 3. Bagi pejabat struktural diijinkan malanjutkan studi dengan ketentuan hanya SPP dan biaya bantuan penelitian.3 maka tidak akan mendapatkan bantuan seperti yang tertera pada butir 3.1. butir 3.2.1.2. Jika tidak memenuhi kriteria butir 3.8. maka Jurusan berwenang melakukan seleksi.1. Karyawan tetap STKIP Pasundan yang telah berstatus Kriteria melanjutkan pendidikan S1 adalah sebagai dan D4 adalah sepuluh semester dan spesialisasi enam semester.9. a. Jurusan/Jurusan yang dipilih harus sesuai dengan Pendidikan harus dilaksanakan di luar jam kerja. melampaui kemampuan Jurusan.2. Batas maksimal pendidikan D3 adalah tujuh semester Karyawan yang memenuhi persyaratan butir 3.1.6.2.2. 3. Telah mengabdi di STKIP minimal 5 (lima ) tahun terhitung tanggal SK STKIP 100%.2.2. 3.2.5. 3.112 3.7. a dan b diatas 3.4.5 dan 3.1.1. 3. a dan b di atas maka biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh yang bersangkutan. berikut : a.2.

Setiap karyawan STKIP mempunyai kesempatan melanjutkan studinya hanya satu kali pada level yang sama ( D3/S1) dan bila gagal dalam melanjutkan studi lagi di manapun setelah melebihi batas studi ( butir 3.113 3.5) maka tidak akan mendapatkan bantuan seperti yang tertera pada butir 3. 4.5. c. tidak ada jaminan untuk dapat alih profesi dan tuntutan jabatan di lingkungan STKIP. instruktur. dan karyawan dengan Jurusan.2. Bantuan biaya akan dihentikan secara otomatis ( tanpa Yang bersangkutan berhenti sebagai karyawan tetap Yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikannya. yang pemberitahuan terlebih dahulu ) apabila : STKIP Pasundan.3.8. 3.PAS/CMI/2005 . Apabila butir 3. S2 dan S3 dengan bantuan STKIP 3. Diberikan bantuan biaya untuk keperluan skripsi. INTEGRASI Integrasi adalah proses memadukan kepentingan-kepentingan para dosen.1. tidak terpenuhi maka yang bersangkutan harus mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan oleh STKIP selama menempuh pendidikannya.2. dan 3.S1.2. dimana n adalah lamanya pendidikan ( tahun ) yang ditempuh. Spesialis.2.3. Pegawai yang telah melanjutkan studi D3.9. S1.Hak Lembaga atas Karyawan dan Dosen Tetap yang Telah Mengikuti Pendidikan D3. Pengintegrasian bagi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.2.2. 3.8. 3. 3.3. Yang bersangkutan telah melebihi batas butir 3.S2 atau S3 dengan bantuan biaya STKIP harus mengabdi minimal 2n+1 setelah menyelesaikan pendidikannya. b.7. besarnya disesuaikan dengan kemampuan STKP bagi karyawan yang telah menyelesaikan S1-nya. a.2.3.2.1.

114 pegawai baru merupakan penyatuan dengan lembaga tempat dia bekerja dan pembebanan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Isro Mi’raj. Diskusi Ilmiah Diselenggarakan setiap hari tertenttu diikuti oleh seluruh dosen tetap Jurusan. instruktur dan karyawan) atas sumbangan dan prestasi kerja mereka kepada Jurusan PIPS. Pendekatan evaluasi pekerjaan hari-hari besar (misalnya menyambut bulan suci Ramadhan. b. e. Sedangkan bagi karyawan yang lama berupa penyampaian tugas-tugas sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangannya. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. c. Rekreasi Bersama Direncanakan akan dilakukan setiap tahun satu kali yang penyelenggaraannya disesuaikan dengan dana dan kegiatan di Jurusan PIPS serta kebijakan STKIP. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan Jurusan dalam pemberian kompesasi : a. Pembinaan Karyawan Bagi para Kepala Sub Bagian (KSB) diadakan setiap awal bulan dan pembinaan bagi seluruh karyawan diadakan 2 kali dalam 1semester. KOMPENSASI Kompensasi merupakan balas jasa yang layak dan adil kepada pegawai (dosen. Pengajian Diselenggarakan 2 ( dua ) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu setiap Jum’at minggu terakhir pada bulan Juni dan Desember atau dalam rangka memperingati d. Dalam penerapan integrasi ini ada beberapa upaya yang dilakukan Jurusan diantaranya : a. Upacara Upacara diadakan sesuai dengan ketetapan STKIP Pasundan. dsb).PAS/CMI/2005 . 5.

insentif dapat diberikan Jurusan kepada pegawai (dosen/instruktur/karyawan) melalui asuransi. d. dosen luar biasa dan offie boy.115 Jurusan memungkingkan untuk membedakan gaji pegawai (dosen/instruktur/karyawan) pada posisi yang sama. Gaji dan inisiatif tambahan Selain gaji yang sesuai dengan kemampuan Jurusan. Pendekatan biaya hidup Jurusan memungkinkan untuk menyesuaikan gaji pegawai (dosen/instruktur/karyawan ) berdasarkan biaya hidup yang nyata ( riil ). b. pimpinan. f. dosen. PEMELIHARAAN PEGAWAI Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pendekatan kelompok Jurusan memungkinkan untuk menetapkan gaji/inisiatif yang berbeda atas dasar kelompok. tetapi standar berbeda (misal : sopir). e. c. g.PAS/CMI/2005 . Pendekatan biaya hidup Jurusan memungkinkan untuk menetapkan kenaikan gaji pegawai (dosen/instruktur/karyawan) berdasarkan kemampuan Jurusan dalam mendapatkan dana setiap tahunnya. tuntutan pekerjaan dan kesejahteraan pegawai. jabatan fungsional. Pendekatan lingkungan sistem Jurusan memungkinkan untuk menetapkan gaji pegawai (dosen/instruktur/karyawan) minimal setara dengan Jurusan/universitas lain yang sebanding. karyawan. 6. Kebijakan Pemerintah Jurusan memungkinkan untuk menyesuaikan gaji pegawai (dosen/instruktur/karyawan ) berdasarkan aturan penggajian yang dilakukan pemerintah. instruktur. misal kelompok pakar/profesional.

Tunjangan Pensiun Dalam hal ini Jurusan melakukan kerjasama dengan PT Bank BNI’46 tbk. 6.Tunjangan anak/istri/suami Setiap pegawai Jurusan KIP berhak mendapat tunjangan istri/suami. 19 tahun 20 s. 14 tahun 15 s.Tunjangan Asuransi Setiap pegawai Jurusan KIP berhak mendapat tunjangan asuransi.4.1.d. 9 tahun 10 s. 6. yaitu dosen.d.d.Ketentuan perhitungan bantuan biaya kesehatan berdasarkan pada hasil pemeriksaan dokter/bidan. 6.116 Pemeliharaan pegawai merupakan suatu proses untuk memelihara apa yang telah dimiliki dan dibentuk/dibina.3. Setiap pegawai tetap YPTP Jurusan PIPS berhak mendapat tunjangan pembayaran premi pensiun.5.Tunjang Pensiun/Meninggal Dunia Pegawai tetap Jurusan PIPS berhak menerima pesangon pada saat usia pensiun atau meninggal dunia yang besarnya sebagai berikut : Masa Kerja <5 5 s.d. 6.2. instruktur dan karyawan yang efektif dengan kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan tugas-tugas Jurusan. obat-obatan ( sesuai dengan resep dokter/bidan ) dan perawatan rumah sakit yang dibuktikan dengan kuitansi atas nama pegawai Jurusan KIP satu bulan sebelumnya ( contoh untuk biaya pengobatan yang dibayar bulan Januari 2003 yaitu pengobatan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 31 Desember 2004 ).PAS/CMI/2005 . Beberapa upaya yang dilakukan Jurusan KIP untuk semua pegawai diatur sebagai berikut : 6. 25 tahun > 25 tahun Jumlah yang diterima Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Penghasilan terakhir ( sesuai struk gaji ) Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.

PAS/CMI/2005 .11. apabila Jurusan mengalami Surplus anggaran yang ditetapkan berdasarkan analisis oleh Senat STKIP . 6. Tahun Baru Masehi yang besarnya disesuaikan dengan dana yang ada serta mengacu kepada ketentuan Universitas.Kepala pegawai Jurusan yang menikah diberikan bantuan pernikahan sebesar 6. Pembagian Surplus Pada akhir tahun anggaran.13.Tunjangan ibadah Haji Tunjangan ini diberikan kepada pegawai Jurusan berdasarkan pertimbangan senioritas/masa kerja. Kepada pegawai Jurusan yang mendapat giliran untuk menunaikan ibadah haji diberikan bantuan sebesar 6. Rekreasi Bersama Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 6.12. STKIP akan memberikan insentif bagi yang terlibat dalam kepanitiaan tersebut. Idul Qurban.117 Apabila Keluarga PegawaiJurusan ( istri/suami/anak ) meninggal dunia.6. maka surplus tersebut diperuntukkan bagi pengembangan Jurusan (pembelian barang-barang inventaris pemeliharaan dan pembinaan pegawai) dan untuk dibagikan/dinikmati oleh seluruh pegawai Jurusan. bantuan Munggah. 6. 6. Insentif Kepanitiaan Dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.8. Kepada anak pegawai yang menikah dan dikhitan diberikan bantuan 6. maka kepada pegawai yang bersangkutan diberikan uang wafat. 6.7.9. Tunjangan Melahirkan Kepada pegawai/istri pegawai yang melahirkan sampai dengan anak ketiga diberikan bantuan melahirkan dalam bentuk kado.10.Tunjangan Hari Raya Setiap tahun pegawai tetap Jurusan KP akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

14. Pensiun Yaitu berhenti bekerja karena usia/telah habis masa kerja berdasarkan ketentuan yang berlaku : Dosen : Sampai dengan Lektor Kepala : usia 65 tahun Sampai dengan Guru Besar.PAS/CMI/2005 .15. A.118 Diselenggarakan bagi seluruh pegawai STKIP dan keluarganya yang tempatnya disesuaikan dengan keadaan keuangan dan kegiatan Jurusan serta kebijakan STKIP Pasundan. usia 75 tahun Instruktur dan tenaga administratif usia 60 tahun b. Permintaan PHK atas kemauan sendiri c. 6. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pada dasarnya untuk mengelola sarana dan prasarana berlaku pula fungsi menagerial. karena indispliner dan perbuatan tercela. pelaksanaannya ditetapkan setiap dua tahun sekali dan akan diberikan pada bulan Desember. pengorganisasian. SARANA DAN PRASARANA 1. dan tidak boleh menjadi pejabat struktural di instansi/lembaga lain kecuali atas izin Rektor/YPT Pasundan. PEMBERITAHUAN Pemberhentian merupakan proses pemutusan hubungan kerja antara Jurusan dengan pegawai. Bagi instruktur dan tenaga administrasi yang berprestasi diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dalam bentuk uang. Pemutusan hubungan kerja ini dapat disebabkan oleh : a. 7. aktuasi Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. PHK. 6. Setiap DTY/DPK tidak boleh mengajar di tempat lain kecuali atas izin sepengetahuan Jurusan. yaitu perencanaan.

5) Selama dipinjam. oleh karena itu setiap kerusakan atau menghadapi dsb.PAS/CMI/2005 . 7) Insentif sopir.00) mobil/motor harus selalu dalam kondisi siap pakai beserta sopir/pengendaranya Jurusan. hilang. atau orang tua kandung ). Peminjam akan diprioritaskan sesuai kebutuhannya yaitu mendapat musibah. Petunjuk Penggunaan Barang Inventaris Kantor 3 a. Sabtu ) tidak boleh dipinjam untuk kepentingan pribadi. kena rusak. 6) Peminjaman mobil harus peserta sopirnya.) peminjam diharuskan memikul resiko untuk menunjang aktivitas /mobilitas masalah mengenai mobil/motor tersebut (tabrakan.00. 1) Mobil/Motor digunakan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan Jurusan oleh karena itu dalam hari kerja ( Senin s.d. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 2 2. 4) Lamanya peminjaman maksimal 48 jam.119 dan pengendalian. oli dan bensin ditanggung peminjam. selain karena hal tersebut mobil/motor inventaris kantor tidak dapat dipinjamkan. tilang.d. 16. 3) Pada hari libur mobil/motor inventaris STKIP diperbolehkan dipinjam oleh dosen/insruktur atau karyawan untuk kepentingan pribadi yang mendesak. s. Tugas pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan oleh Universitas disamping Jurusan. dengan terlebih dahulu peminjam harus menyampaikan surat permohonan. mobil/motor sepenuhnya tanggung jawab peminjam. dan syukuran orang terdekat ( anak kandung. Kendaraan Bermotor Semua barang inventaris kendaraan bermotor ada di bawah tanggung jawab masing-masing Pembantu Ketua dan KSB. 2) Pada hari kerja selama jam kantor ( jam 08. sepenuhnya (memperbaiki dan atau mengganti dengan barang yang sama).

120 8) Persetujuan peminjaman mobil/motor dibatalkan apabila motor/mobil tersebut dibutuhkan untuk kegiatan STKIP (OSPEK.KSBAP. Ksb Kepegawaian. MABIM. Semua inventaris elektronik digunakan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan STKIP. Ksb Umum dan Perlengkapan. sebagainya) Inventaris barang elektronik di bawah tanggung jawab pengguna (Kepala UPT. UAS dan sebagainya ). Emergency Lamp. OHP. ruang kuliah. UTS.) Oleh STKIP/ YPTP Oleh STKIP / YPTP Oleh STKIP / YPTP Oleh STKIP / YPTP Sarana Kendaraan bermotor Oleh Jurusan Oleh Jurusan Oleh Jurusan Oleh Jurusan Barang Elektronik Oleh Jurusan Oleh Jurusan Oleh Jurusan Oleh Jurusan dan Perencanaan Pengorganisasian Aktuasi Pengendalian B. 4. Ketua Jurusan. Ksb Kemahasiswaan dan Ksb Keuangan. Inagurasi. PSA.PAS/CMI/2005 . KEUANGAN Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Printer. dll. Wiraless. Untuk pengelolaan sarana dan prasarana terlihat dalam matris sebagai berikut : Sumber Daya Fungsi Managerial Prasarana (gedung. Barang-barang Elektronik (Komputer. Koordinator Kelas reguler Malam . perkantoran. KTU. KKN.

2 Penelitian a. Bimbingan Sosial/Penyuluhan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Untuk ini dilakukan fungsi managerial perencanaan dan penganggaran. sedangkan sisanya dikelola oleh STKIP dan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan (YPTP). maka dalam pelaksanaannya dipergunakan faktor-faktor dasar managerial. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Pengajar c.1.1. Pameran. Karya Seni. Peningkatan Status/Akreditasi Jurusan g.121 Untuk dapat mengelola keuangan dengan tepat. Penggunaan Dana Penggunaan dana ini antara lain digunakan untuk membiayai pos-pos pengeluaran yang telah ditetapkan : 2. Dari dana SPP yang diterima. Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan d. Kegiatan Penelitian Kelompok dan Individual 2. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum b. Wisuda dan Dies Nataslis 2. Pembinaan Penulisan Karya Ilmiah. Sumber Dana Sumber utama keuangan Jurusan PIPSadalah SPP mahasiswa yang dipungut langsung oleh Sekolah. 2. Jurusan PIPS mengelola sebesar prosentase tertentu yang disepakati untuk mahasiswa reguler pagi dan prosentase tertentu yang disepakati untuk mahasiswa reguler malam. organisasi pengelolaan keuangan. f. dll. Kegiatan LEMLIT/Penelitian dan Jurusan b.3 Pengabdian a.PAS/CMI/2005 . Dana Ujian h. Pembinaan dan Pengembangan Laboraturium e. prosedur pengelolaan dan pengendalian. 1.1 Pendidikan dan Pengajaran yang terdiri dari : a.1 Pos-pos Pengeluaran Jurusan 2.1.

Untuk unit kegiatan mahasiswa tingkat Universitas (seperti KOM. dana kemahasiswaan ditetapkan berdasarkan kesepakatan Bidang III baik Univrsitas maupun Jurusan. Pembinaan dan Pengembangan minat Mahasiswa c.PAS/CMI/2005 . Mapak Alam. Penerbitan Karya Ilmiah/karya inovasi (program kepakaran dan promosi) 2.LISMA.122 b. Pembinaan dan Pengembangan Kesejahteraan Mahasiswa/Bea siswa 2. KKN/KKM c.1.1. Gaji /Honor Pegawai/Tenaga Administratif dan Edukatif ( Dosen ) tetap komponen Gaji Dosen Tetap Jurusan PIPS terdiri dari : 1) Gaji Pokok 2) Tunjangan fungsional 3) Tunjangan struktural 4) Tunjangan khusus 5) Tunjangan istri/suami dan anak 6) Insentif kehadiran 7) Insentif khusus penunjang akademik 8) Tunjangan Penyesuaian Penghasilan 9) Honor dosen tetap 10)Honor dosen luar biasa 11)Honor dosen pembina 12)Honor dosen wali Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.4 Pembinaan Kemahasiswaan Sesuai ketentuan Universitas. dengan peruntukkannya. Pembinaan dan Pengembangan Penalaran Mahasiswa b.5 Kesejahteraan Pegawai/Dosen a.) Untuk unit kegiatan mahasiswa tingkat Jurusan (di Jurusan antara lain digunakan untuk biaya : a. dsb. Pramuka.

Transport Perjalanan dinas/Biaya Rappim/dosen h.1. Dana Taktis Jurusan j. Asuransi Pegawai e. Pemberian Hadiah bagi Karyawan/dosen/ONH. Dana Kesehatan Pegawai d.123 13)Tunjangan pendidikan (S1. Hadiah lebaran ( Idul Fitri ) g. S2 dan S3 ) Komponen Gaji Karyawan Tetap Jurusan PIPS terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Gaji pokok Insentif kehadiran Insentif khusus Tunjangan penyesuaian penghasilan Insentif piket Honor karyawan kontrak Tunjangan istri/suami dan anak b. Pemeliharaan Listrik dan Pompa Air Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pembinaan Pegawai l. ATK dan sejenisnya b. Bantuan Musibah/Pernikahan/Kelahiran dll. Honorarum Tenaga Edukatif Luar Biasa /MKDU dab Honorarium lain-lain c. 2. tunjangan penyesuaian penghasilan dan honor dosen wali.PAS/CMI/2005 . Dosen yang dikontrak oleh lembaga/instansi lain hanya mendapat honor mengajar telah tetap. Panitia Adhok i. Studi Perbandingan/Pertemuan Tahunan Bagi Pempinan/ Karyawan/Dosen k.6 Pembinaan RT/ATK a. Pengadaan Inventaris Kantor c. f.

kartu praktika). Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. kertas kerja. Vakasi Pemeriksaan a.7 Pemeliharaan / Pengembangan Pembangunan a. Pemanfaatan jasa Komputasi/KTM.2.2.2 Vakasi. Pemeliharaan Ruang Kelas dan Kantor b.124 d.2 Insentif Pengawas Ujian Ujian Tengah Semester ( UTS ) Ujian Akhir Semester ( UAS ) 1.1 Intensif Pembimbing Skripsi dan Penguji Sidang Sarjana 2. operasional DKM 2. Pemeliharaan Barang / Inventaris 2. 2. Listrik/Ledeng/Gas/Telepon e. Taris Sidang.PAS/CMI/2005 Sarana Perpustakaan dan .2. Untuk kegiatan praktika yang terstruktur (mempunyai modul. Naskah Ujian c. d. Insentif dan Transport Yang berhak memperoleh vakasi.3. Pembayaran Utang c. Kerjasama f. Berkas Ujian b. sedangkan vakasi pemeriksaan berkas ujian dibayar sesuai dengan tarif vakasi pemeriksaan. Vakasi pemeriksaan laporan KKN. insentif dan transport dari Jurusan hanya pegawai ( dosen/instruktur/karyawan ) yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang melalui Surat Keputusan atau surat Tugas.1. Pemeliharaan Laboraturium Jurusan d. Untuk Ujian Susulan hanya dibayar satu kali naskah ujian. Kontribusi pemeliharaan sarana dan prasarana kampus g.

5. Naskah Ujian c. Melati.3 Vakasi. ` Penginapan di luar tergantung daerah.2. 2. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.2 Insentif Pengawas Ujian Ujian Tengah Semester ( UTS ) Ujian Akhir Semester ( UAS ) 2.3. Untuk Ujian Susulan hanya dibayar satu kali naskah ujian. Vakasi pemeriksaan laporan KKN. Untuk kegiatan praktika yang terstruktur ( mempunyai modul. 1. Berkas Ujian b.3 Vakasi Pemeriksaan a.125 1.3.2. kartu praktika). Insentif Pembimbing (Lama membimbing 4 jam pada jam kerja dan minimal 2 jam pada hari libur) Di dalam kota Di luar kota 1. d.3.7 Tarif kegiatan PPM sesuai dengan peruntukannya yaitu pengabdian. Insentif dan Transport Yang berhak memperoleh vakasi. Taris Sidang. kertas kerja.2. insentif dan transport dari fakultas hanya pegawai (dosen/instruktur/karyawan) yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang melalui Surat Keputusan atau surat Tugas. sedangkan vakasi pemeriksaan berkas ujian dibayar sesuai dengan tarif vakasi pemeriksaan.6.1 Intensif Pembimbing Skripsi dan Penguji Sidang Sarjana 2.PAS/CMI/2005 . maksimal kelas Insentif Penceramah Penceramah dengan membawa makalah ( minimal 10 lembar ) Penceramah dari luar ( disesuaikan dengan tarifnya masingmasing ) 1.4. maka lebih kecil tarif di atas. 2.2.

Pembuatan Buku/Diktat ( minimal 40 eks ) c.3. Moderator seminar (local) /dalam kampus f. sehingga memperoleh ISBN d. 2. 2. maka lebih kecil tarif di atas.7 Tarif kegiatan PPM sesuai dengan peruntukannya yaitu pengabdian. Penelitian Kelompok Catatan Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Pembuatan buku diterbitkan.3. b.3. Tulisan Ilmiah yang Dimuat 1) Majalah local 2) Majalah Nasional 3) Surat Kabar 4) Jurnal Nasional 5) Jurnal Internasional berbahasa Inggris. Penelitian Individu h.PAS/CMI/2005 . maksimal kelas Melati.3. Pembawa makalah dalam seminar ilmiah e.5 Penginapan di luar tergantung daerah.6 Insentif Penceramah ` Penceramah dengan membawa makalah ( minimal 10 lembar ) Penceramah dari luar ( disesuaikan dengan tarifnya masingmasing ) 2.8 Seminar /Lokakarya/Pelatihan. 2.3.126 2. Moderator seminar ( nasional ) Dalam Kampus Luar Kampus g.4 Insentif Pembimbing ( Lama membimbing 4 jam pada jam kerja dan minimal 2 jam pada hari libur ) Di dalam kota Di luar kota 2.9 Insentif Program Kepakaran a.3.

1. C. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan.4. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. 1.127 1) Insentif sejumlah tersebut di atas dibayar pada saat penandatanganan kontrak dan pada saat laporan ( karya tulis. 1. 3) Pembicara atau moderator di luar kampus harus ada rekomendasi dari pimpinan fakultas/jurusan. baik yang dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja. adalah atasan menghukum. tulisan atau perbuatan Pegawai Yayasan yang melanggar Ketentuan Peraturan Disiplin Pegawai Yayasan. Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada Yayasan karena melanggar peraturan disiplin pegawai yayasan. 1. PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI Peraturan Disiplin Pegawai ini mengaju kepada peraturan disiplin pegawai Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Nomor : 041/SK/YPTP/IV/2003 DISIPLIN KERJA 1. Peraturan Disiplin Pegawai Yayasan adalah peraturan yang mengatur kewajiban.3. buku csb) 2) Insentif tersebut dibayar melalui Lembaga Penelitian ( Lemit ) dan dibayar melalui Fakultas.2. Pejabat yang berwenang menghukum adalah pejabat yang diberi wewenang menjatuhkan hukuman disiplin pegawai yayasan. Ketentuan Umum Dalam peraturan Yayasan ini yang dimaksud dengan : 1.PAS/CMI/2005 Atasan pejabat yang berwenang menghukum langsung dari pejabat yang berwenang .5. larangan dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh pegawai yayasan. 1.

PAS/CMI/2005 .6 Memperhatikan dan melaksanakan /STKIP segala baik ketentuan langsung pemerintahan/yayasan umum. 2. Kewajiban dan Larangan 2. pemerintah. diri sendiri atau pihak lain.1 Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan undangundang dasar 1945 dan memiliki integritas moral terhadap misi Paguyuban Pasundan.128 1. Kewajiban Setiap pegawai STKIP Pasundan wajib : 2.2 Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan atau diri sendiri.1. kesadaran dan tanggung jawab.7 Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dengan penuh pengabdian.6. Perintah kedinasan adalah perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang mengenai atau yang ada hubungannya dengan kedinasan.3 Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara.5 Menyimpan rahasia Negara dan rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya.1. 2.4 Mengangkat dan mentaati sumpah/janji pegawai yayasan dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan undangan yang berlaku. Pasundan perundang- menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.1.1.1. 2. 2. 2. perguruan tinggi dan pegawai yayasan.1.7.1. 2.1. 1. 2. Peraturan kedinasan adalah peraturan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengenai kedinasan atau yang ada hubungannya dengan kedinasan. serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan umum oleh kepentingan golongan.

9 Memelihara dan meningkatkan keutuhan.1. tetapi adil bijaksana terhadap bawahan.1. 2.20 Mentaati peraturan perundang-undangan tentang perpajakan dan zakat. organisasi Paguyuban. tertib.11 Mentaati ketentuan jam kerja. pemerintah. 2. Perguruan Tinggi Pasundan dan STKIP Pasundan. 2.21 Berpakaian rapid an sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat.19 Memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan karir. apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara. cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara. kekompakan.1. 2.18 Mendorong bawahannya dalam melaksanakan tugas.17 Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahan.1. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.1. 2.15 Bertindak dan bersikap tegas.16 Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugas.13 Menggunakan dan memelihara barang-barang milik STKIP Pasundan dengan sebaik-baiknya.1.1.14 Memberikan layanan sebaik-baiknya kepada mahasiswa dan masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing. 2. 2.1.1.1.1. 2. 2.1.22 Hormat-menghormati sesama warga Negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan YME yang berlainan. 2. Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan dan STKIP. sesame pegawai yayasan dan terhadap atasan. 2. 2. 2.12 Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.1.PAS/CMI/2005 .8 Bekerja dengan jujut.129 2.1.10 Segera melaporkan kepada atasannya. 2.1. persatuan dan kesatuan korp Pegawai Yayasan.

5 Memiliki.2.2. dokumen-dokumen. Larangan +Setiap pegawai STKIP Pasundan dilarang : 2. pemerintah. teman sejawat.2.7.25 Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang.8. 2. uang atau surat-surat berharga milik STKIP.1. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.3 Tanpa izin pemerintah dan yayasan menjadi pegawai atau bekerja untuk Negara asing 2.1.24 Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku.6 Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Melakukan tindakan yang bersifat negative dengan maksud membalas dendam dengan bawahannya atau orang lain di dalam di luar lingkungan kerjanya. bawahan atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi.23 Menjadi teladan sebagai warganegara yang baik dalam masyarakat.2. 2. perguruan tinggi pasundan dan atau pegawai STKIP Pasundan.2. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan fakultas. 2. membeli.2.2 Menyalahgunakan wewenang 2.4 Menyalahgunakan barang-barang.1 Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. 2. menyewakan atau meminjamkan barang-barang. menggandakan. menjual.2.1.2. 2. 2. atau suratsurat berharga milik STKIP Pasundan. 2.2.130 2.1.PAS/CMI/2005 . 2.26 Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. 2.

1.1 Pelanggaran Disiplin 3. Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Memiliki saham/modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya.12.2.11. 2.2.10. 2.2. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan.14. 2.16. tulisan atau perbuatan pegawai yayasan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 3 adalah pelanggaran disiplin. 2. 2. golongan atau pihak lain. Hukuman Disiplin 3.Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan.131 dalam pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai STKIP Pasundan.15. Membocorkan dan memanfaatkan rahasia yayasan dan STKIP Pasundan yang diketahui karena kedudukannya jabatan untuk kepentingan pribadi. 3. 2.1 Setiap ucapan. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat pegawai yayasan kecuali untuk kepentingan tugas. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan.2.2. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan.2.PAS/CMI/2005 . 2. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi lain.9.13. kerugian bagi pihak yang dilayani.2.2. 2.

Teguran lisan b.132 3.2. pelanggaran ketentuan pegawai disiplin dalam STKIP dijatuhi perundang-undangan melakukan hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum. Pembebasan dari jabatan. Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai.2 yang tidak mengurangi pidana. Hukuman disiplin sedang dan c. b. d.2 Jenis Hukuman Disiplin Ringan terdiri dari : a. b. Penurunan pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama satu tahun.2. Ketua Yayasan untuk jenis hukuman disiplin berat.PAS/CMI/2005 . Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lambat satu tahun. Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari : a. Teguran tertulis c. terdiri dari : a. Hukuman disiplin ringan b. Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berlaku untuk paling lama satu tahun : dan c.2 Dengan peraturan Pasundan 3. 3.3 Pejabat yang berwenang menghukum a.4. Pemberhentian tidak hormat sebagai pegawai.1 Tingkat hukumannya disiplin terdiri dari : Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP. Hukuman disiplin berat. Pernyataan tidak puas secara tertulis 3. Yang berwenang menghukum adalah : 3.3 Jenis hukuman disiplin sedang. 3. 3. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lambat satu tahun. c.2.2.1.

Evaluasi Diri Program Studi PPKN/STKIP.PAS/CMI/2005 . Ketua Jurusan untuk jenis hukuman disiplin ringan.133 b. Ketua STKIP Pasundan untuk jenis hukuman disiplin sedang c.