BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Kita memerlukan nutrient untuk mempertahankan fungsi tubuh dan untuk tumbuh. Kita memerlukan air dan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.Setiap sel dalam tubuh memerlukan energy. Individu harus mendapat kalori yang cukup, dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan protein untuk menyuplai energy .Tubuh juga memerlukan asam amino yang ditemukan di dalam protein untuk membangun dan mempertahankan struktur sel dan jaringan yang lebih besar. Akhirnya, tubuh memerluakn vitamin dan mineral untuk metabolism dan untuk mengatur banyak proses tubuh. Untuk mendapatkan gizi yang tepat bagi tubuh, individu perlu mengkonsumsi cukup makanan dan berbagai makanan . Makanan dapat dibagi ke dalam kelompok Setiap kelompok mengandung beberapa zat gizi. Individu sakit memerluakan lebih banyak makanan daripada orang sehat, dalam upaya penyenbuhan dan pemulihan .sebagai contoh, pasien yang menjalani pembedahan membutuhkan diet yang mengandung banyak vitamin C dan protein karena ini dapat membantu penyembuhan.Diet adekuat juga penting. Namun, banyak penyakit membuat seseorang sulit untuk makan, atau membuat seseorang sulit untuk mencerna makanan.Maka dalam makalah ini menunjukkan

1.2. Rumusan Masalah a. Bagaimana pengkajian pemenuhan kebutuhan nutrisie? b. Bagaimana diagnosa keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi? c. Bagaimana perencanaan keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi? d. Bagaimana implementasi keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi?

e. Bagaimana evaluasi keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi?

1.3. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengkajian pemenuhan kebutuhan nutrisi b. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi c. Untuk mengetahui perencanaan keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi d. Untuk mangetahui implementasi keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi e. Untuk mangetahui evaluasi keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi gangguan gangguan gangguan gangguan

Asuahan Keperawatan pada pesien dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi 2. Dengan ibu jari dan jari tengah. MAC).Pengkajian Keperawatan A.Pengkajian Kebutuhan Nutrisi 1. Pengukuran Fisik dan Antropometrik Antropometri adalah suatu sistem pengukuran ukuran dan susunan tubuh dan bagian khusus tubuh. MAMC). 10. Perawat menghitung ukuran kerangka dengan membagi lingkar pergelangan tangan dengan tinggi klien (tinggi [cm]: lingkar pergelangan tangan [cm]).BAB II PEMBAHASAN 2. lingkar lengan bagian tengah atas (midupper arm circumference.4 (kecil). 9. Ukuran pita digunakan untuk mengukur porsi terkecil dari distal tangan sampai prosesus stiloid. dan > 10.0 (sedang).6 (besar) (Williams. lipatan panjang dari kulit dan lemak yang dipegang .0 (kecil). Ukuran kerangka untuk pria adalah > 10.4 (sedang).6 hingga 10. MAC memperkirakan massa otot skelet. antara ujung dari prosesus akromial skapula dan prosesus olekranon ulna.1 hingga 11. Nilai kerangka tubuh untuk wanita adalah > 11. Hasilnya dihitung nilai r.1. > 9. TSF adalah pengukuran yang paling umum. 1993).1. Lengan non-dominan klien direlaksasikan. dan lingkar otot lengan bagian tengah atas (mid-upper arm muscle circumference. Lingkar pergelangan tangan digunakan untuk memperkirakan kerangka tubuh klien. Pengukuran lipatan kulit digunakan untuk memperkirakan isi lemak dari jaringan subkutan. Pengukuran antropometrik yang membantu dalam mengidentifikasi masalah nutrisi termasuk perbandingan ketinggian untuk lingkar pergelangan tangan.1. TSF). dan lingkarnya diukur pada titik tengah lengan. Pengukuran lengan nondominan mencegah rekaman kedua yang salah untuk peningkatan massa otot dari aktivitas hidup atau pekerjaan sehari-hari. lipatan kulit tricep (triceps skinfold.1 (besar).

5 19. perawat mengobservasi klien tanda-tanda perubahan nutrisi. Jepitan dari jangka lengkungan lipatan kulit standar ditempatkan pada sisi lain dari lipatan lemak.0 26. Hal ini dihitung dari pengukuran antropometrik MAC dan TSF.0 29. Observasi Klinis Observasi Klinis dapat menjadi aspek terpenting diantara pengkajian nutrisi. Ketika pengkajian fisik sistem tubuh yang umum selesai. Tabel Ukuran lingkar lengan atas untuk remaja dan dewasa Lingkar Lengan Atas (LLA) Usia 100% (standar) Laki-laki 15-16 16 17 Dewasa 25.5 20.5 23. Seperti pada bentuk pengkajian keperawatan lain.5 21.0 20. dan otot abdominal. Nilai untuk MAC . Perubahan pada nilai seorang individu yang melebihi waktu lebih penting daripada pengukuran yang diisolasi.5 23.0 20. Lingkar Otot Lengan bagian tengah atas (MAMC) adalah perkiraan dari massa otot skelet.5 19.5 21.0 21. Pengukuran ratarata diambil dari ketiga catatan. Tanda-tanda klinis .5 85% 80% perempuan laki-laki perempuan laki-laki perempuan 24. petunjuk malnutrisi dapat diobservasi selama pengkajian fisik. Karena nutrisi yang tidak tepat mempengaruhi semua sistem tubuh.5 21.kira-kira 1 cm dari titik tengan MAC.0 23. Area anatomi lain untuk pengukuran lipatan kulit termasuk bisep.0 27.0 28.5 25.5 20.5 24. TSF. dan MAMC dibandingkan dengan standar dan dihitung sebagai suatu persentase standar. skapula.0 23. Rumusnya adalah MAMC = MAC – (TSF x 3. perawat dapat memeriksa kembali area yan g berhubungan untuk mengevaluasi status nutrisi klien.14).0 25.0 2.0 22.

apatis.beberapa lemak Di bawah kulit Penampilan lemah. penampilan obesitas atau kurus (perhatian khusus untuk yang kurus) kendur. kuat.edema penampilan terbuang. kelemahan dan nyeri otot (dapat . bungkuk Otot Otot berkembang baik. Tabel Tanda Klinis Status Nutrisi Bagian Tubuh Tanda-Tanda untuk Nutrisi yang Baik Sadar. lengan dan Bahu Tungkai lurus cekung. iritabilitas. bentuk tubuh. usia. Tanda-Tanda untuk Nutrisi yang Buruk Lesu. kakeksia. Tonus bagus.status nutrisi (tabel 41-9) memberikan pedoman untuk observasi selama pengkajian fisik. tonus tidak berkembang. kurang iritabilitas atau kelelahan.dada punggung Penampilan umum Berat badan Postur Postur tegak. kestabilan psikologis kurang perhatian. refleks normal.responsif Berat badan normal untuk tinggi badan. nyeri. kehilangan posisi dan rasa vibratorik.bingung tangan dan kaki teras terbakar dan kesemutan (prestesia). tidak mampu berjalan dengan baik Kontrol sistem saraf Rentang perhatianbaik. tonus buruk.

rambut berserabut. cepat (diatas100 kali/ menit). kulit kepala sehat. Tipis . penampilan kuat Rambut bersinar.tidak ada murmur: tekanan darah normal untuk usianya anoreksia.kering. penampilan berkilat. lebam. penampilan capek dan apatis Vitalitas umum ketahanan. kehilangan lemak Kulit (umum) kulit halus dan sedikit lembab dengan warna baik .tidak dapat mencerna.bersisik. penurunan atau kehilangan refleks lutut dan tumit.eliminasi teratur normal.kusut. kuat. mudah tertidur.berpigmen. tekanan darah meningkat mudah lelah. tidak adanya ras vibtratorik Fungsi gastrointestinal nafsu makan dan pencernaan baik. tidak ada organ atau massa yang teraba.dan kasar. kurang energi.helai rambut tidak mudah dicabut. penampilan iritasi. kusam. penampilan depigmentasi helai mudah terlepas kasar. konstipasi atau diare. laju denyut dan irama jantung yang normal.pembesaran hati atau limpa Fungsi kardiovaskuler laju denyut jantung . pembesaran jantung . irama tidak normal.kebiasaan Tidur baik. pucat. bertenaga.petechiae.menyebabkan ketidakmampuan berjalan).kering.

warna magenta. penampilan sehat dan merah.penampilan Lembab (tidak pecah atau bengkak) hidung dan penampilan kering. bersisik. diskolorasi sehat. lesi angular.warna baik.terdapat gusi bengkak dan mudah berdarah. penampilan merah muda. penampilan kering.gusi tertarik kebelakang penampilan bengkak. Dan di bawah mata. Tidak ada bengkak bersisik. pada sudut mulut. Gusi warna merah muda baik. Kulit gelap di pipi . mukosa lembut. fisura atau skar (stomatitis) (stomatitis). margin kemerahan inflamasi. bengkak.penampilan berminyak.skarlet kasar.halus.seperti dan Lidah .bengkak. Mulut. Tidak halus atau Kasar pada kulit Sekitar mulut Bibir halus.pada subkutan Wajah dan leher warna merata. tidak Bengkak. membran mukosa membran mukosa di dalam rongga mulut membran mukosa di berwarna merah muda dalam sampai kemerahan membran mukosa membran mulut yang bengkak. tidak bengka atau berdarah warna merah muda atau Kemerahan gelap baik. kemerahan atau bengkak(keilosis).halus.

nyeri betis.kering. Mata Leher (kelenjar) Kuku tidak ada pembesaran kelenjar penampilan keras.penampilan buram dari kornea(korneal serosis). mata terang. kornea lunak(keratomalasia). buruk(fluorosis).bulu mata. gigi tidak ada. pembesaran tiroid bentuk kuku seperti sendok (koilonishia).merah muda Kaki. tanda-tanda infeksi.atau .penam pilan salah posisi membran mata pucat (konjungtiva puicat).dagu dicukur dengan tidak ada diskolorasi. Gigi gigi tidak berlubang dan nyeri.mudah patah edema. kemera han.papila Pada permukaan. penampilan terang dan lurus.tidak ada lesi daging(glositis).kekeringan membran mata (konjungtival serosis). dan papil atropi karies tidak terisi.lembab dan sehat dengn warna merah muda. dan fisura pada sudut kelopak mata(angular palpebritis) . penampilan bersinar. tidak penuh. membran kemerahan (injeksi konjungtiva). papilla hiperemia dan hipertropi. atau sklera. pembuluh darah terlihat atau tidak ada benjolan pada jaringan kelelahan di bawah mata.jernih.tidak ada luka disudut membran . tungkai tidak nyeri.lemah. permukaan terpakai. tidak ada lingkaran bintik bitot.

Courtney. kesehatan.warna baik Kerangka tidak ada malformasi kesemutan. lemak. Analisis diet klien dapat dilakukan dengan menggunakan kelompok makanan harian (daily food groups) dan table komposisi makanan (food composition table). dan kebiasaan makan (Moore.lutut menyatu. yang berpengaruh terhadap status nutrisinya. kaki bengkok. Pengkajian asupan makanan dan pola makan meliputi pengkajian dan informasi mengenai makanan yang biasa dikonsumsi.persiapan makanan.deformitas pada dada diafragma. sosial-ekonomi. dan kebiasaan makan. 1997). dan aspek psikologi. persiapan makan.lemah. protein.status social-ekonomi. Pengkajian riwayat diet dilakukan dengan mengkaji jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi pasien selama 24 jam yang meliputi karbohidrat. Riwayat diet  Gangguan pada fungsi mengunyah dan menelan  Asupan makanan tidak adekuat  Diet yang salah atau ketat  Kurangnya persediaan bahan makanan selama 10 hari atau lebih .kita bisa melakukan wawancara mengenai status gizi. perawat harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta pertanyaan yang mudah dimengerti. dan budaya orang tersebut. Pola makan dan kebiasaan makan dipengaruhi oleh budaya. dan mineral. Riwayat diet biasanya mencakup informasi yang serupa dengan yang diingat selama 24 jam serta kuesioner frekuensi makan dan daftar informasi lain sebagaimana terlihat pada kuesioner di bawah. latar belakang etnis. Pengkajian asupan dan pola makan meliputi pengkajian dan informasi mengenai makanan yang dikonsumsi. sayur. buah-buahan. air. Agar informasi yang diperoleh tepat dan akura. Berikut adalah factor risiko yang menyebabkan gangguan nutrisi 1. Mary.skapula & rusuk menonjol 3. Riwayat Diet Untuk mengetahui riwayat diet seseorang.Bengkak.

transferin. fungsi hati. agens anti-digitalis. natrium klorida. retinol yang mengikat protein. dan hemoglobin. agens anti-inflamasi.hati. Riwayat penyakit (medis)  Adanya riwayat berat badan berlebih atau kurang  Penurunan berat badan dan tinggi badan  Mengalami penyakit tertentu  Riwayat pembedahan padaa system gastrointestinal  Anoreksia  Mual dan muntah  Diare  Alkoholisme  Gangguan yang mengenai organ tertentu (kanker. laktasif. antasida. Riwayat pemakaian obat-obatan: aspirin. Tes-tes dipengaruhi oleh banyak factor seperti keseimbangan cairan. diuretic. dan vitamin atau preparat nutrient. Tes Laboratorium dan Biokimia Tidak satupun tes laboratorium atau biokimia adalah diagnostic untuk malnutrisi. antibiotic. Waktu resporis untuk perubahan dalam protein-protein ini sebagai hasil jarak pemberian makan dari jam hingga ke minggu. Kebanyakan protein plasma . anti-depresan. fungsi ginjal. Tes laboratorium biasanya digunakan untuk mempelajari status nutrisi termasuk ukuran protein plasma seperti albumin. dan adanya penyakit. serta penyakit adrenal)  Disabilitas mental  Kehamilan remaja  Terapi radiasi 3. Pemberian nutrisi melalui intravena (total parenteral nutrisi) selama 10 hari atau lebih  Tidak adekuatnya dana untuk penyediaan bahan makanan  Tidak adekuatnya fasilitas penyiapan bahan makanan  Tidak adekuatnya fasilitas penyimpanan bahan makanan  Ketidakmampuan fisik  Lansia yang tinggal dan makan sendiri 2. 4.tiroid dan paratiroid. agens anti-hipersensitivitas. total kapasitas ikatan zat besi.ginjal.

dan ukuran metabolisme protein. klinis. B. seperti studi 24 jam nitrogen urea urine dan keseimbangan nitrogen. Berat badan menurut umur (BB/U) Tinggi badan menurut umur (TB/U) Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) Lingkar lengan atas menurut umur (LLA/U) Penggolongan keadaan gizi menurut indeks Antropometri STATUS GIZI Gizi baik Ambang batas baku untuk keadaan gizi berdasarkan indeks BB/U >80% TB/U >85% BB/TB >90% LLA/U >85% LLA/TB >85% . Antropometri Secara umum bermakna ukuran tubuh manusia. Adapun penilaian dari masing-masing adalah sebagai berikut (Supariasa.memiliki waktu > 7 hari dan tidak akan merefleksikan perubahan kurang dari seminggu. biokimia. Antropometri digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energy. Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. seperti penundaan sensitivitas kutaneus. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak. Penilaian secara langsung Penilaian status gizi secara langsung dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri. otot dan jumlah air dalam tubuh. dkk. Penilaian Kecukupan Nutrisi 1. 4. 3. Tes-tes lain digunakan untuk menentukan status nutrisi termasuk ukuran imunitas. Indeks Antropometri 1. dan biofisik. 2. 2001): a.

mata. didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Klinis Metode ini.0-27. Hal tersebut dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit.0 6.0 >27. Indeks Massa tubuh (IMT) IMT = Berat badan (kg) Tinggi badan (m) x Tinggi badan(m) Katagori ambang batas IMT untuk Indonesia katagori Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan Kekurangan berat badan tingkat berat Normal Kelebihan berat badan tingkat ringan Gemuk Kelebihan berat badan tingkat berat IMT <17. Tebal lemak bawah kulit menurut umur 7. rambut.Survey ini dirancang untuk .0 17.Gizi kurang Gizi buruk 61-80% ≤ 60% 71-85% ≤ 70% 81-90% ≤ 80% 71-85% ≤ 70% 76-85% ≤ 75% 5. dan mukosa oral atau pada organorgan yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan metode ini umumnya untuk survey klinis secara cepat (rapid clinical survey).5-25.0-18. Rasio lingkar pinggang dengan pinggul b.5 >18.0 >25.

Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. tinja. dan faktor ekologi (Supariasa. darah. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: urine. statistik vital. 2. Mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi .1. memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat. mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu gizi atau lebih. 2. Biokimia Adalah suatu pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Umumnya digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemic. dan melihat perubahan struktur jaringan. 2001). dan individu. 2. Penggunaan metode ini 1. c. Biofisik Penentuan gizi secara biofisik adalah suatu metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi. Untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (simptom) atau riwayat penyakit. keluarga. khususnya jaringan. Adapun uraian dari ketiga hal tersebut adalah: a. beberapa jaringan tubuh lain seperti hati dan otot. Penilaian secara tidak langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dibagi menjadi 3 yaitu: survey konsumsi makanan. Survey konsumsi makanan Adalah suatu metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. d.

b. Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indicator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Kolesistitis dengan kolesistiasis 9. Gastrektomi subtotal/reseksi gaster 4. biologis. dan lingkungan budaya. perawatan pasca operasi ileostomi dan kolostomi 6. Hepatitis 10. tanah. Sirosis hepatis 11. irigasi dll. Ekologi Berdasarkan ungkapan dari Bengoa dikatakan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik. C. Penyakit yang berhubungan dengan Gangguan Pemenuhan Nutrisi a. Penggunaan metode ini untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakuka program intervensi gizi. Kegemukan 3. penyakit inflamasi usus 5. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim. Diversi fekal. Statistik vital Adalah dengan cara menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur. Bedah intestinal tanpa disversi 7. angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. Kelainan makan (Anoreksia nervosa dan bulimia) 2.Gastroen 1. Pankreatitis . c. peritonitis 8.

Pneumonia 3. Gagal ginjal akut 2. Anemia e. Gangguan imunolofis 1.Endokrinologi 1. Hipertiroiditis 3. Hipertensi 2.1. Alzeimer d. Dialisis ginjal f. DM/Diabetik ketoasidosis (DKA) g. Bedah rekonstruksi wajah h. HIV positif 2 AIDS j. Polineuritis akut 3. bedah leher radikal (perawatan pasca operasi) 4. Gangguan otopedik dan jaringan Penyambung 1. ataupun kanker.2. Penyakit par obstruktif menahun(PPOM) 2.Diagnosis keperawatan Diagnosis keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah: 1. Penyakit Addison 2. Kekurangan nutrisi berhubungan dengan : • Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit infeksi . kardiovaskuler 1. Pernapasan 1. Tuberculosis Paru c.Urologi 1.Penyakit Darah 1. • Penurunan nafsu makan .b. Neurologi 1.al • Disfagia akibat kelumpuhan serebral • Penurunan absorpsi nutrisi akibat intoleransi laktosa. luka bakar. Trauma kranioserebral 2.

• Sekresi berlebihan .2. • Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi. . Monitor faktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisinya 2. elektrolit. albumin. Monitor glukosa. ataupun pengeluaran lainnya. kebutuhan kalori. 3. • Kelebihan asupan. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. diare. Ajakan untuk merencanakan makanan 4. dan hemoglobin 6. Rencana Keperawatan : 1. Berikan pendidikan tentang cara diet . • Penurunan kebutuhan metabolisme. 2. Kaji tanda vital dan bising usus 5. • Penurunan fungsi pengecap atau penciuman. Memberikan makanan yang disukai sedikit demi sedikit tetapi sering dengan memerhatikan jumlah kalori tanpa kontraindikasi. Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. muntah. Mengurangi kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Perencanaan Keperawatan Tujuan : 1. 2. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral. • Ketidakcukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya • Kesulitan mengunyah Kelebihan nutrisi berhubungan dengan : • Perubahan pola kenyang akibat efek obat atau radiasi. Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang. 2. atau tindakan lainnya. • Perubahan gaya hidup.3. baik melalui latihan fisik. Kurang faktor yang mempengaruhi perubahan nutrisi 3.1.

5. Pertahankan posisi selama 10-15 menits 3. Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. 7. 5. 2.4. Fleksikan kepala ke depan pada garis tengah tubuh 45 derajat untuk mempertahankan kepatenan esofagus. Anjurkan untuk membersihkan mulut. Lakukan program olahraga 2. 3. Menata ruangan senyaman mungkin. 4. Hindari makanan yang mengandung lemak 2. . Tindakan pada gangguan obstruksi mekanis secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. Atur posisi seperti duduk tegak 60-90 derajat pada kursi atau di tepi tempat tidur. makanan berserat (sayuran mentah). Pelaksanaan ( Tindakan) Keperawatan 1. 4. Ajarkan teknik mempertahankan nafsu makan dengan mengubah variasi dan kepadatan seperti jus atau sop kental. Pemberian nutrisi melalui oral Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makanan /nutrisi melalui oral. Menjaga kebersihan mulut. dan rendam makanan kering agar lunak. hindari makanan yang pedas atau asam. Hindari makanan yang mengandung gas. Berikan motivasi untuk menurunkan berat badan 3.1. Gunakan suplemen tinggi kalori atau protein Tindakan pada gangguan kesulitan makan secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. Lakukan kebersihan mulut segera dengan kumur-kumur menggunakan minuman bikarbonat rendah kalori atau ½ atau ¼ larutan hidrogen peroksida dan air sebagai pembersih mulut. Menyajikan makanan mudah di cerna. Menurunkan stress psikologis. 6.3. Mulai dari jumlah yang kecil. 2.

Catat hasil atau respons pemenuhan terhadap makan 9. Bantu untuk melakukan makan dengan cara menyuapkan makanan secara sedikit demi sedikit dan berikan minum sesudah makan 7. bersihkan mulut pasien dan anjurkan untuk duduk sebentar. Anjurkan pasien untuk berdoa sebelum makan 6. Serbet 6. Garpu 4. Mangkok cuci tangan 7. Gelas 5. Jelaskan prosedur yang dilakukan 3. Alat dan Bahan : 1. Pipa penduga dalam tempatnya 2. Alat dan Bahan : 1. Setelah selesai. Cuci tangan. Pemberian nutrisi melalui NGT (Naso Gastric Tube) Pemberian nutrisi melalui NGT merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga.Tujuan : memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada pasien. Jenis diet 9. Atur posisi pasien 4. Pengalas 8. Prosedur kerja : 1. 2. Pasang pengalas 5. Corong . Tujuan : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien. Sendok 3. Cuci tangan 2. 8. Piring 2.

berarti pipa tersebut sudah masuk. Tentukan letak pipa penduga degan cara mengukur panjang pipa dari epigastrium sampai hidung kemudian dibengkokkan ke telinga dan beri tanda batasnya. Plester. Spuit 20 cc 4. 3. Bila di lambung terdengar bunyi . 7.3. Pengalas 5. • Masukan udara dengan spuit kedalam lambung melalui pipa tersebut dan dengarkan dengan stetoskop. Baskom berisi air (kalau tidak ada stetoskop) 13. 2. Vaselin Prosedur kerja : 1. 8. dan jika tidak ada gelembung maka pipa masuk ke lambung. Setelah selesai. 5. Setelah itu diklem atau dilipat kembali. setelah itu keluarkan udara yang ada di dalam sebanyak jumlah yang dimasukkan. 4. Klem 12. Makanan dalam bentuk cair 8. 6. maka lakukan tindakan pemberian makanan dengan cara pasang corong atau spuit pada pangkal pipa. Stetoskop 11. . Letakkan bengkok di dekat pasien. Tentukan apakah pipa tersebut benar-benar sudah masuk ke lambung dengan cara: • Masukan ujung selang yang diklem kedalam baskom yang berisi air (klem dibuka) perhatikan bila ada gelembung maka pipa masuk ke paru. Bengkok 6. Air matang 9. Obat 10. Berikan vaselin atau pelicin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu masukan melalui hidung secara perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan untuk menelannya. Cuci tangan Jelaskan prosedur yang akan dilakukan Atur posisi pasien dengan posisi semifowler Bersihkan daerah hidung dan pasangkan pengalas di daerah dada. 9. gunting 7.

Cuci tangan 3. Cairan yang mengandung asam amino seperti Pan Amin G . Jalur pemberian nutrisi parenteraldapat melalui vena sentral untuk jangka waktu lama dan melalui vena perifer. konsultasi dengan ahli gizi. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat seperti Triofusin E 1000. Cairan yang biasanya digunakan dalam bentuk dextrose atau cairan asam amino. Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak bisa makan melalui oral atau pipa nasogastrik dengan tujuan untuk menunjang nutrisi enteral yang hanya memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian. Berikan makanan dalam bentuk cair yang tersedia . Metode pemberian : 1. 2005) 4. Catat hasil atau respons pasien selama pemberian makanan. Menstimulasi nafsu makan Perawat dapat membantu menstimulasi nafsu makan klien dengan adaptasi lingkungan. 13. Nutrisi parenteral total Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena dimana kebutuhan nutrsi sepenuhnya melalui cairan infus karena keadaan saluran pencernaan pasien tidak dapat digunakan.10. baik secara sentral(untuk nutrisi parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). Nutrisi parenteral parsial Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena yang digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien karena pasien masih dapat menggunakan saluran pencernaan. Masukkan air matang sekitar 15 cc pada awal dengan cara dituangkan lewat pinggirnya. 2.(Hidayat. M. setelah itu bila ada masukan obat dan beri minum lalu pipa penduga diklem. Pemberian nutrisi melalui parenteral Pemberian nutrisi melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena. AAA& Uliyah. 3. ketentuan diet khusus dan pilihan . dan cairan yang mengandung lemak seperti intralipid. 12. 11.

Apapun keadaan lingkungan. fasilitas perawatan yang luas. Sindroma iritabilitas usus dikelola dengan meningkatkan serat. Terapi Diet dalam Manajemen Penyakit Bagian ini adalah rangkuman manajemen diet dari beragam penyakit : • Penyakit Gastrointestinal. bumbu cabe. tekstur makanan. Tukak peptik dikontrol dengan makanan dan pengobatan teratur seperti simetidin. jumlah kilokalori. Perawat berbagi tanggung jawab dengan ahli gizi untuk mengevaluasi asupan makanan. Ahli gizi. dan konseling klien dan keluarga. dan Rumah Sakit. Komponen-komponen diet yang dimodifikasi termasuk isi nutrien yang spesifik. kopi tanpa kafein. sari asam jeruk. Diet teratur kurang lebih terdiri dari 2500 kkal dan mengandung porsi beragam kelompok makanan yang tepat. lada pedas. Ahli gizi adalah yang ahli dalam terapi diet. Klien menerima perawatan pada lingkungan yang beragam. . asupan susu yang sering. Terapi diet apapun hanya akan baik jika keinginan klien untuk mengikutinya. menghindari makan besar. tatanan berdasarkan komunitas. dan perawat menghubungkan modifikasi diet untuk kondisi keseluruhan klien dan menjelaskan bagaimana diet memberi kontribusi secara asuhan keperawatan Diet Teraupetik dan Suplemen Diet.makanan . pemberian obat yang menstimulasi nafsu makan.atau bumbu makanan. mengurangi lemak. • • • Lingkungan. perawat bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang kondusif untuk makan. 5. seperti rumah mereka. dan menghindari makanan yang mengandung laktosa atau sorbitol untuk individu yang rentan. o Perawatan Penyakit radang usus akut termasuk diet elemental (formula dengan nutrien pada formula paling sederhana yang siap untuk absorbsi) atau nutrisi parenteral ketika diare dan kehilangan berat badan adalah lazim. klien juga didorong untuk menghindari makanan yang meningkatkan keasaman perut seperti kafein .

o Perawatan Diet Untuk Batu Ginjal tergantung pada tipe batu. Pada kasus Diabetes Mellitus I n II. dan kandungan lemak dan natrium yang memenuhi pedoman American Heart Association. yang meningkatkan kebutuhan metabolik klien. diet menjadi individual menurut usia. Gluten terdapat pada terigu. Diabetes. Setelah itu. o Perawatan Gagal Ginjal akut biasanya terdiri dari pembatasan cairan kurang lebih 400 ml/hari. Cairan. Sel maligna melawan sel normal untuk nutrien. Penyakit Kardiovaskular.o Perawatan Sindrom malabsorbsi seperti penyakit seliak. uremia. Setiap jenis kurang lebih memiliki nilai nutrisi yang sama seperti makanan lain pada kelompok yang sama. Penyakit Ginjal. makanan dengan tekstur lembut. Terapi radiasi dapat o . garam. dan protein tidak dibatasi kecuali terdapat indikasi gejala-gejala seperti edema. maka tersedia produk pemberian makan melalui selang enteral yang dirancang khusus. terapi diet pada infark miokardial akut termasuk pengurangan awal dalam kilokalori. • • • • Perawatan Divertikulitis adalah diet residu yang moderat atau rendah hingga infeksi surut. Makan direncanakan sekitar jumlah pengantian makanan yang seimbang. Jika saluran gastrointestinal dapat berfungsi. dan makanan dapat ditukar dalam kelompok. berat badan dan tingkat aktivitas klien. fosfat. dan makanan yang kaya kalium jika diuretik yang membuang kalium digunakan dalam pengobatan. Makanan untuk perencanaan diet diklasifikasikan dalam enam kelompok pergantian. Perawatan gagal ginjal kronis khasnya terdiri dari diet yang memberikan 80 g protein/ hari dan membatasi jumlah kalium. berciri khas mengeluh anoreksia dan distorsi rasa. bentuk. kalsium dan cairan. Terapi nutrisi untuk hipertensi termasuk pengurangan kilokalori untuk meningkatkan pengurangan berat badan yang sesuai. termasuk diet bebas gluten. natrium. Program diet glomerulonefritis akut tergantung gejala klien yang dirancang untuk memaksimalkan asupan nutrisi. diet berserat tinggi dianjurkan secara umum untuk divertikulosis kronik. semacam gandum. penurunan asupan natrium. atau oliguria.klien yang kanker. dan kebanyakan perawatan kanker menyebabkan masalah nutrisi. gandum. Kanker dan Perawatan Kanker.

Makan sedikit yang sering menjadi hal yang terbaik untuk mencapai kecukupan nutrisi. Sarankan klien untuk: melanjutkan makanan pada waktu makan yang biasa dan dengan anggota keluarga. 7. dan memasukkan makanan dalam diet untuk mencegah rasa lelah. Suplemen oral yang terdiri dari trigeliserida medium lebih ditoleransi daripada safflower atau produk kacang kedelai. Beberapa klien cacat menjadi lelah atas usaha makan sendiri. Perubahan pada diet biasa dapat mempengaruhi kesenangan makan klien. Konseling Klien dan Keluarga Klien yang keluar dari rumah sakit dengan diresepkan diet seringkali klien yang mengalami defisit nutrisi atau masalah khusus seperti obesitas membutuhkan bantuan dalam perencanaan menu dan kepatuhan dengan terapi diet yang . Efek Psikososial Diet Khusus. dan aspek-aspek lain dari individu. Perawat yang menemukan cara untuk membantu klien cacat untuk makan lebih mandiri harus membagi informasi ini dengan menggabungkan ke dalam asuhan rencana keperawatan. 6. penurunana saliva dan disfagia. stomatitis. Alat makan khusus harus disediakan jika klien ingin melakukan secara mandiri. Perawatan radiasi kepala dann leher dapat menyebabkan gangguan rasa dan bau. Human Immunodefiency Virus (HIV). latar belakang kebudayaan. striktur usus dan nyeri. Manajemen nutrisi pada AIDS berfokus pada memaksimalkan kilokalori dan nutrien. menggunakan herbal dan bumbu secara kreatif untuk menambah rasa. kebiasaan. Keberhasilan harus diakui dan dikomentari. Makanan memiliki arti simbolis bagi klien dan berhubungan dekat dengan gaya hidup.• • menyebabkan anoreksia. Intoleransi lemak yang berhubungan dengan malabsorpsi merupakan masalah khusus bagi klien AIDS. diare hebat. Klien yang berhenti makan mungkin masih lapar dan perlu bantuan untuk menyelesaikan makanan. Hasil dari makan sendiri harus dievalusi berdasarkan asupan makanan dan bukan kebersihannya. HIV menginfeksi klien dengan ciri khas yaitu mengalami perusakan tubuh dan kehilangan berat badan yang hebat. membuat ragam pada tekstur dan temperatur makanan untuk memberikan variasi. Makan Sendiri Klien cacat yang terganggu asupan makanan secara mandiri harus diperbolehkan melakukan sebisa mungkin untuk diri mereka sendiri.

Perencanaan lanjut untuk menu seminggu membantu meningkatkan nutrisi yang baik atau kepatuhan pada diet spesifik dan membantu anggota keluarga menghindari impuls makan dari makanan yang kurang nutrisinya. Perencanaan makan harus memperhitungkan anggaran keluarga dan perbedaan pilihan anggota keluarga. Untuk keluarga dengan anggaran yang terbatas.1. Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan 3. 2.5. Peranan konseling perawat termasuk keluarga dan informasi tentang sumber-sumber tersebut. Evaluasi Keperawatan Evaluasi terhadap masalahkebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai dari adanaya kemampuan dalam : 1. Memepertahankan nutrisi melalui oral atau perenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat BAB III . 2. Makanan yang spesifik dipilih berdasarkan resep diet atau standar pedoman diet seperti kelompok dasar makanan. dapat menggunakan pengganti. Metode persiapan juga dimodifikasi apabila diperlukan untuk meminimalkan substansi tertentu. Perencanaan lanjut yang hati-hati membantu keluarga tetap dengan anggaran yang dialokasikan kaena pembelian makanan yang direncanakan secara umum lebih ekonomis.diekomendasi.

apakah terdapat peningkatan nafsu makan • • • . Biokimia d.Kekurangan nutrisi 2. Pengukuran secara Langsung a. Survey konsumsi b. Biofisik 2.1. Riwayat Diet Tes Laboratorium dan Biokimia Penilaian Kecukupan Nutrisi 1. Kesimpulan • Pengkajian Keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi yaitu 1. Observasi Klinis 3. Kelebihan nutrisi Perencanaan Keperawatan 1. Menstimulasi nafsu makan 5. Pengukuran Fisik dan Antropometrik 2.PENUTUP 3. Statistik vital c. Makan Sendiri 7. Pengukuran secara Tidak Langsung a. Terapi Diet dalam Manajemen Penyakit 6. Faktor Ekologi • Diagnosis keperawatan 1. Pemberian nutrisi melalui oral 2. Klinis c. Konseling Klien dan Keluarga Evaluasi 1.apakah sudah terpenuhinya kebutuhan nutrisi 2. Pemberian nutrisi melalui NGT (Naso Gastric Tube) 3. Antropometri b. Pemberian nutrisi melalui parenteral 4.

apakah sudah ada kemampuan mempertahankan nutrisi .3.