BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Kita memerlukan nutrient untuk mempertahankan fungsi tubuh dan untuk tumbuh. Kita memerlukan air dan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.Setiap sel dalam tubuh memerlukan energy. Individu harus mendapat kalori yang cukup, dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan protein untuk menyuplai energy .Tubuh juga memerlukan asam amino yang ditemukan di dalam protein untuk membangun dan mempertahankan struktur sel dan jaringan yang lebih besar. Akhirnya, tubuh memerluakn vitamin dan mineral untuk metabolism dan untuk mengatur banyak proses tubuh. Untuk mendapatkan gizi yang tepat bagi tubuh, individu perlu mengkonsumsi cukup makanan dan berbagai makanan . Makanan dapat dibagi ke dalam kelompok Setiap kelompok mengandung beberapa zat gizi. Individu sakit memerluakan lebih banyak makanan daripada orang sehat, dalam upaya penyenbuhan dan pemulihan .sebagai contoh, pasien yang menjalani pembedahan membutuhkan diet yang mengandung banyak vitamin C dan protein karena ini dapat membantu penyembuhan.Diet adekuat juga penting. Namun, banyak penyakit membuat seseorang sulit untuk makan, atau membuat seseorang sulit untuk mencerna makanan.Maka dalam makalah ini menunjukkan

1.2. Rumusan Masalah a. Bagaimana pengkajian pemenuhan kebutuhan nutrisie? b. Bagaimana diagnosa keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi? c. Bagaimana perencanaan keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi? d. Bagaimana implementasi keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi?

e. Bagaimana evaluasi keperawatan pada pasien gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi?

1.3. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengkajian pemenuhan kebutuhan nutrisi b. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi c. Untuk mengetahui perencanaan keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi d. Untuk mangetahui implementasi keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi e. Untuk mangetahui evaluasi keperawatan pada pasien pemenuhan kebutuhan nutrisi gangguan gangguan gangguan gangguan

1. Hasilnya dihitung nilai r.Pengkajian Kebutuhan Nutrisi 1. lipatan kulit tricep (triceps skinfold. Lingkar pergelangan tangan digunakan untuk memperkirakan kerangka tubuh klien. dan lingkarnya diukur pada titik tengah lengan.BAB II PEMBAHASAN 2. Nilai kerangka tubuh untuk wanita adalah > 11. Ukuran pita digunakan untuk mengukur porsi terkecil dari distal tangan sampai prosesus stiloid.1. lipatan panjang dari kulit dan lemak yang dipegang . antara ujung dari prosesus akromial skapula dan prosesus olekranon ulna. > 9. MAC).0 (kecil). MAC memperkirakan massa otot skelet. 10.0 (sedang).4 (kecil). Perawat menghitung ukuran kerangka dengan membagi lingkar pergelangan tangan dengan tinggi klien (tinggi [cm]: lingkar pergelangan tangan [cm]). dan lingkar otot lengan bagian tengah atas (mid-upper arm muscle circumference. Dengan ibu jari dan jari tengah. dan > 10. 9.6 (besar) (Williams. lingkar lengan bagian tengah atas (midupper arm circumference. Ukuran kerangka untuk pria adalah > 10. TSF). 1993).6 hingga 10. Pengukuran Fisik dan Antropometrik Antropometri adalah suatu sistem pengukuran ukuran dan susunan tubuh dan bagian khusus tubuh.4 (sedang). TSF adalah pengukuran yang paling umum. Asuahan Keperawatan pada pesien dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi 2.Pengkajian Keperawatan A. Pengukuran antropometrik yang membantu dalam mengidentifikasi masalah nutrisi termasuk perbandingan ketinggian untuk lingkar pergelangan tangan. Lengan non-dominan klien direlaksasikan. Pengukuran lipatan kulit digunakan untuk memperkirakan isi lemak dari jaringan subkutan. Pengukuran lengan nondominan mencegah rekaman kedua yang salah untuk peningkatan massa otot dari aktivitas hidup atau pekerjaan sehari-hari.1.1 (besar).1 hingga 11. MAMC).

5 23.5 21.5 24.0 20. Seperti pada bentuk pengkajian keperawatan lain.0 20. perawat dapat memeriksa kembali area yan g berhubungan untuk mengevaluasi status nutrisi klien.0 27.5 23. Pengukuran ratarata diambil dari ketiga catatan. Area anatomi lain untuk pengukuran lipatan kulit termasuk bisep. perawat mengobservasi klien tanda-tanda perubahan nutrisi.5 25. Tanda-tanda klinis .5 19. Nilai untuk MAC .5 85% 80% perempuan laki-laki perempuan laki-laki perempuan 24.0 21. dan MAMC dibandingkan dengan standar dan dihitung sebagai suatu persentase standar. Lingkar Otot Lengan bagian tengah atas (MAMC) adalah perkiraan dari massa otot skelet.0 23. petunjuk malnutrisi dapat diobservasi selama pengkajian fisik.0 28. Perubahan pada nilai seorang individu yang melebihi waktu lebih penting daripada pengukuran yang diisolasi.0 22.0 26. Hal ini dihitung dari pengukuran antropometrik MAC dan TSF.14). Ketika pengkajian fisik sistem tubuh yang umum selesai. Karena nutrisi yang tidak tepat mempengaruhi semua sistem tubuh. Observasi Klinis Observasi Klinis dapat menjadi aspek terpenting diantara pengkajian nutrisi. Rumusnya adalah MAMC = MAC – (TSF x 3.5 21. Jepitan dari jangka lengkungan lipatan kulit standar ditempatkan pada sisi lain dari lipatan lemak. skapula.0 29.0 23.0 2.5 21.kira-kira 1 cm dari titik tengan MAC.5 19. TSF.5 20. dan otot abdominal.0 25. Tabel Ukuran lingkar lengan atas untuk remaja dan dewasa Lingkar Lengan Atas (LLA) Usia 100% (standar) Laki-laki 15-16 16 17 Dewasa 25.5 20.

kurang iritabilitas atau kelelahan. tonus tidak berkembang. usia. kuat.responsif Berat badan normal untuk tinggi badan.dada punggung Penampilan umum Berat badan Postur Postur tegak. bentuk tubuh.status nutrisi (tabel 41-9) memberikan pedoman untuk observasi selama pengkajian fisik. lengan dan Bahu Tungkai lurus cekung.edema penampilan terbuang. Tanda-Tanda untuk Nutrisi yang Buruk Lesu. Tonus bagus. apatis. Tabel Tanda Klinis Status Nutrisi Bagian Tubuh Tanda-Tanda untuk Nutrisi yang Baik Sadar. tonus buruk. refleks normal. kehilangan posisi dan rasa vibratorik.beberapa lemak Di bawah kulit Penampilan lemah. kestabilan psikologis kurang perhatian. kelemahan dan nyeri otot (dapat . bungkuk Otot Otot berkembang baik. penampilan obesitas atau kurus (perhatian khusus untuk yang kurus) kendur. iritabilitas. tidak mampu berjalan dengan baik Kontrol sistem saraf Rentang perhatianbaik. nyeri.bingung tangan dan kaki teras terbakar dan kesemutan (prestesia). kakeksia.

tidak dapat mencerna.helai rambut tidak mudah dicabut. kurang energi. cepat (diatas100 kali/ menit). bertenaga. penampilan capek dan apatis Vitalitas umum ketahanan.kusut. pembesaran jantung . kulit kepala sehat. Tipis .menyebabkan ketidakmampuan berjalan). kusam. penampilan berkilat.pembesaran hati atau limpa Fungsi kardiovaskuler laju denyut jantung . mudah tertidur. lebam.kering. laju denyut dan irama jantung yang normal. tekanan darah meningkat mudah lelah. kuat. konstipasi atau diare.kebiasaan Tidur baik. irama tidak normal.tidak ada murmur: tekanan darah normal untuk usianya anoreksia. tidak ada organ atau massa yang teraba. penampilan iritasi.bersisik.eliminasi teratur normal. penampilan depigmentasi helai mudah terlepas kasar. kehilangan lemak Kulit (umum) kulit halus dan sedikit lembab dengan warna baik . penurunan atau kehilangan refleks lutut dan tumit.kering.berpigmen.dan kasar.petechiae. penampilan kuat Rambut bersinar. rambut berserabut. pucat. tidak adanya ras vibtratorik Fungsi gastrointestinal nafsu makan dan pencernaan baik.

penampilan merah muda.terdapat gusi bengkak dan mudah berdarah.gusi tertarik kebelakang penampilan bengkak.warna magenta.pada subkutan Wajah dan leher warna merata. penampilan sehat dan merah. bersisik. Tidak halus atau Kasar pada kulit Sekitar mulut Bibir halus. penampilan kering. mukosa lembut. tidak bengka atau berdarah warna merah muda atau Kemerahan gelap baik.halus. bengkak. diskolorasi sehat. fisura atau skar (stomatitis) (stomatitis). Mulut. Dan di bawah mata. Kulit gelap di pipi . lesi angular. margin kemerahan inflamasi.penampilan Lembab (tidak pecah atau bengkak) hidung dan penampilan kering. Gusi warna merah muda baik.halus.seperti dan Lidah . membran mukosa membran mukosa di dalam rongga mulut membran mukosa di berwarna merah muda dalam sampai kemerahan membran mukosa membran mulut yang bengkak. pada sudut mulut.warna baik. tidak Bengkak.penampilan berminyak. Tidak ada bengkak bersisik.skarlet kasar. kemerahan atau bengkak(keilosis).bengkak.

Mata Leher (kelenjar) Kuku tidak ada pembesaran kelenjar penampilan keras.tidak ada lesi daging(glositis). Gigi gigi tidak berlubang dan nyeri.lembab dan sehat dengn warna merah muda.tidak ada luka disudut membran . tanda-tanda infeksi. pembuluh darah terlihat atau tidak ada benjolan pada jaringan kelelahan di bawah mata. buruk(fluorosis). tidak ada lingkaran bintik bitot. tungkai tidak nyeri. kornea lunak(keratomalasia).nyeri betis. kemera han. penampilan bersinar. papilla hiperemia dan hipertropi. gigi tidak ada.penampilan buram dari kornea(korneal serosis). mata terang. tidak penuh.dagu dicukur dengan tidak ada diskolorasi.papila Pada permukaan.penam pilan salah posisi membran mata pucat (konjungtiva puicat).jernih.mudah patah edema. penampilan terang dan lurus.lemah.atau . atau sklera. membran kemerahan (injeksi konjungtiva).kekeringan membran mata (konjungtival serosis).merah muda Kaki. permukaan terpakai.kering. dan papil atropi karies tidak terisi.bulu mata. pembesaran tiroid bentuk kuku seperti sendok (koilonishia). dan fisura pada sudut kelopak mata(angular palpebritis) .

lemah.warna baik Kerangka tidak ada malformasi kesemutan. buah-buahan. sosial-ekonomi. perawat harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta pertanyaan yang mudah dimengerti. dan aspek psikologi. 1997). yang berpengaruh terhadap status nutrisinya.kita bisa melakukan wawancara mengenai status gizi. Pengkajian riwayat diet dilakukan dengan mengkaji jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi pasien selama 24 jam yang meliputi karbohidrat. air. lemak.skapula & rusuk menonjol 3. dan kebiasaan makan. kaki bengkok. persiapan makan. protein. dan mineral. kesehatan. Analisis diet klien dapat dilakukan dengan menggunakan kelompok makanan harian (daily food groups) dan table komposisi makanan (food composition table). dan budaya orang tersebut. Courtney. Riwayat diet  Gangguan pada fungsi mengunyah dan menelan  Asupan makanan tidak adekuat  Diet yang salah atau ketat  Kurangnya persediaan bahan makanan selama 10 hari atau lebih . Riwayat diet biasanya mencakup informasi yang serupa dengan yang diingat selama 24 jam serta kuesioner frekuensi makan dan daftar informasi lain sebagaimana terlihat pada kuesioner di bawah.lutut menyatu.persiapan makanan.Bengkak. Mary. Agar informasi yang diperoleh tepat dan akura. dan kebiasaan makan (Moore. Pola makan dan kebiasaan makan dipengaruhi oleh budaya. Pengkajian asupan dan pola makan meliputi pengkajian dan informasi mengenai makanan yang dikonsumsi. sayur. Riwayat Diet Untuk mengetahui riwayat diet seseorang. Pengkajian asupan makanan dan pola makan meliputi pengkajian dan informasi mengenai makanan yang biasa dikonsumsi.status social-ekonomi. latar belakang etnis. Berikut adalah factor risiko yang menyebabkan gangguan nutrisi 1.deformitas pada dada diafragma.

Riwayat pemakaian obat-obatan: aspirin. Tes Laboratorium dan Biokimia Tidak satupun tes laboratorium atau biokimia adalah diagnostic untuk malnutrisi. total kapasitas ikatan zat besi. Waktu resporis untuk perubahan dalam protein-protein ini sebagai hasil jarak pemberian makan dari jam hingga ke minggu. Tes-tes dipengaruhi oleh banyak factor seperti keseimbangan cairan. diuretic. antibiotic. fungsi ginjal. dan hemoglobin. 4. agens anti-hipersensitivitas. transferin. dan vitamin atau preparat nutrient.tiroid dan paratiroid. Riwayat penyakit (medis)  Adanya riwayat berat badan berlebih atau kurang  Penurunan berat badan dan tinggi badan  Mengalami penyakit tertentu  Riwayat pembedahan padaa system gastrointestinal  Anoreksia  Mual dan muntah  Diare  Alkoholisme  Gangguan yang mengenai organ tertentu (kanker. Kebanyakan protein plasma . agens anti-digitalis. serta penyakit adrenal)  Disabilitas mental  Kehamilan remaja  Terapi radiasi 3.hati. natrium klorida.ginjal. retinol yang mengikat protein. Pemberian nutrisi melalui intravena (total parenteral nutrisi) selama 10 hari atau lebih  Tidak adekuatnya dana untuk penyediaan bahan makanan  Tidak adekuatnya fasilitas penyiapan bahan makanan  Tidak adekuatnya fasilitas penyimpanan bahan makanan  Ketidakmampuan fisik  Lansia yang tinggal dan makan sendiri 2. dan adanya penyakit. fungsi hati. antasida. laktasif. Tes laboratorium biasanya digunakan untuk mempelajari status nutrisi termasuk ukuran protein plasma seperti albumin. anti-depresan. agens anti-inflamasi.

dkk. klinis. Tes-tes lain digunakan untuk menentukan status nutrisi termasuk ukuran imunitas. B. seperti penundaan sensitivitas kutaneus.memiliki waktu > 7 hari dan tidak akan merefleksikan perubahan kurang dari seminggu. 2001): a. biokimia. Indeks Antropometri 1. dan biofisik. 4. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak. Berat badan menurut umur (BB/U) Tinggi badan menurut umur (TB/U) Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) Lingkar lengan atas menurut umur (LLA/U) Penggolongan keadaan gizi menurut indeks Antropometri STATUS GIZI Gizi baik Ambang batas baku untuk keadaan gizi berdasarkan indeks BB/U >80% TB/U >85% BB/TB >90% LLA/U >85% LLA/TB >85% . Adapun penilaian dari masing-masing adalah sebagai berikut (Supariasa. 2. Penilaian secara langsung Penilaian status gizi secara langsung dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri. seperti studi 24 jam nitrogen urea urine dan keseimbangan nitrogen. Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. 3. dan ukuran metabolisme protein. Penilaian Kecukupan Nutrisi 1. Antropometri digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energy. Antropometri Secara umum bermakna ukuran tubuh manusia. otot dan jumlah air dalam tubuh.

0-27.0 6. Indeks Massa tubuh (IMT) IMT = Berat badan (kg) Tinggi badan (m) x Tinggi badan(m) Katagori ambang batas IMT untuk Indonesia katagori Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan Kekurangan berat badan tingkat berat Normal Kelebihan berat badan tingkat ringan Gemuk Kelebihan berat badan tingkat berat IMT <17. dan mukosa oral atau pada organorgan yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.5 >18.0 17. mata. rambut.Gizi kurang Gizi buruk 61-80% ≤ 60% 71-85% ≤ 70% 81-90% ≤ 80% 71-85% ≤ 70% 76-85% ≤ 75% 5. Tebal lemak bawah kulit menurut umur 7.Survey ini dirancang untuk .5-25. Penggunaan metode ini umumnya untuk survey klinis secara cepat (rapid clinical survey). Rasio lingkar pinggang dengan pinggul b. didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi.0 >27. Klinis Metode ini.0-18. Hal tersebut dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit.0 >25.

mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu gizi atau lebih. Survey konsumsi makanan Adalah suatu metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. d.1. Penilaian secara tidak langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dibagi menjadi 3 yaitu: survey konsumsi makanan. 2. khususnya jaringan. Penggunaan metode ini 1. keluarga. dan melihat perubahan struktur jaringan. Biokimia Adalah suatu pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi . c. Adapun uraian dari ketiga hal tersebut adalah: a. statistik vital. memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: urine. dan individu. Biofisik Penentuan gizi secara biofisik adalah suatu metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi. Untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (simptom) atau riwayat penyakit. darah. 2. dan faktor ekologi (Supariasa. tinja. 2001).Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. beberapa jaringan tubuh lain seperti hati dan otot. 2. Umumnya digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemic.

C. Hepatitis 10. Diversi fekal. Gastrektomi subtotal/reseksi gaster 4. Penggunaan metode ini untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakuka program intervensi gizi. Kegemukan 3. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim.Gastroen 1. perawatan pasca operasi ileostomi dan kolostomi 6. Kelainan makan (Anoreksia nervosa dan bulimia) 2. dan lingkungan budaya. Bedah intestinal tanpa disversi 7. angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. tanah. c. biologis. Pankreatitis . Ekologi Berdasarkan ungkapan dari Bengoa dikatakan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik. Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indicator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Sirosis hepatis 11. Statistik vital Adalah dengan cara menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur. Penyakit yang berhubungan dengan Gangguan Pemenuhan Nutrisi a. Kolesistitis dengan kolesistiasis 9.b. irigasi dll. peritonitis 8. penyakit inflamasi usus 5.

Anemia e.Penyakit Darah 1. Alzeimer d. Trauma kranioserebral 2.2. Gangguan imunolofis 1. DM/Diabetik ketoasidosis (DKA) g. Bedah rekonstruksi wajah h. Hipertensi 2. HIV positif 2 AIDS j. ataupun kanker. Hipertiroiditis 3.al • Disfagia akibat kelumpuhan serebral • Penurunan absorpsi nutrisi akibat intoleransi laktosa. Pneumonia 3. bedah leher radikal (perawatan pasca operasi) 4.Urologi 1.b. Kekurangan nutrisi berhubungan dengan : • Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit infeksi . Neurologi 1. • Penurunan nafsu makan . luka bakar. Gagal ginjal akut 2.Endokrinologi 1. Gangguan otopedik dan jaringan Penyambung 1.Diagnosis keperawatan Diagnosis keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah: 1. Pernapasan 1. Dialisis ginjal f.1. Polineuritis akut 3. Tuberculosis Paru c. Penyakit par obstruktif menahun(PPOM) 2. kardiovaskuler 1. Penyakit Addison 2.

• Penurunan fungsi pengecap atau penciuman. Monitor faktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisinya 2. Kurang faktor yang mempengaruhi perubahan nutrisi 3. Monitor glukosa. 3.2.3. Berikan pendidikan tentang cara diet . albumin. • Kelebihan asupan. 2. kebutuhan kalori. Perencanaan Keperawatan Tujuan : 1. • Perubahan gaya hidup. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral. • Sekresi berlebihan . Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. . 2. • Ketidakcukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya • Kesulitan mengunyah Kelebihan nutrisi berhubungan dengan : • Perubahan pola kenyang akibat efek obat atau radiasi.1. Kaji tanda vital dan bising usus 5. elektrolit. diare. Rencana Keperawatan : 1. atau tindakan lainnya. • Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi. baik melalui latihan fisik. dan hemoglobin 6. muntah. Ajakan untuk merencanakan makanan 4. Memberikan makanan yang disukai sedikit demi sedikit tetapi sering dengan memerhatikan jumlah kalori tanpa kontraindikasi. • Penurunan kebutuhan metabolisme. 2. ataupun pengeluaran lainnya. Mengurangi kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang. Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1.

3. Gunakan suplemen tinggi kalori atau protein Tindakan pada gangguan kesulitan makan secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. Hindari makanan yang mengandung lemak 2.1. Tindakan pada gangguan obstruksi mekanis secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. 5. Menurunkan stress psikologis. . Anjurkan untuk membersihkan mulut. Menata ruangan senyaman mungkin. Lakukan kebersihan mulut segera dengan kumur-kumur menggunakan minuman bikarbonat rendah kalori atau ½ atau ¼ larutan hidrogen peroksida dan air sebagai pembersih mulut. Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara : 1. 6. 3. 5. Lakukan program olahraga 2. 7. Atur posisi seperti duduk tegak 60-90 derajat pada kursi atau di tepi tempat tidur. Berikan motivasi untuk menurunkan berat badan 3. 2. hindari makanan yang pedas atau asam. Pertahankan posisi selama 10-15 menits 3. 2. dan rendam makanan kering agar lunak.4. Ajarkan teknik mempertahankan nafsu makan dengan mengubah variasi dan kepadatan seperti jus atau sop kental. Menyajikan makanan mudah di cerna. Menjaga kebersihan mulut. makanan berserat (sayuran mentah). 4. Pemberian nutrisi melalui oral Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makanan /nutrisi melalui oral. Hindari makanan yang mengandung gas. Mulai dari jumlah yang kecil. Fleksikan kepala ke depan pada garis tengah tubuh 45 derajat untuk mempertahankan kepatenan esofagus. 4. Pelaksanaan ( Tindakan) Keperawatan 1.

Tujuan : memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada pasien. bersihkan mulut pasien dan anjurkan untuk duduk sebentar. 2. Jelaskan prosedur yang dilakukan 3. Pemberian nutrisi melalui NGT (Naso Gastric Tube) Pemberian nutrisi melalui NGT merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga. Serbet 6. Corong . Garpu 4. Setelah selesai. Prosedur kerja : 1. Pasang pengalas 5. Alat dan Bahan : 1. Tujuan : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien. Alat dan Bahan : 1. Piring 2. Bantu untuk melakukan makan dengan cara menyuapkan makanan secara sedikit demi sedikit dan berikan minum sesudah makan 7. Jenis diet 9. Catat hasil atau respons pemenuhan terhadap makan 9. Sendok 3. Cuci tangan. Pipa penduga dalam tempatnya 2. Anjurkan pasien untuk berdoa sebelum makan 6. Cuci tangan 2. 8. Mangkok cuci tangan 7. Gelas 5. Pengalas 8. Atur posisi pasien 4.

Baskom berisi air (kalau tidak ada stetoskop) 13. Pengalas 5. berarti pipa tersebut sudah masuk. Tentukan apakah pipa tersebut benar-benar sudah masuk ke lambung dengan cara: • Masukan ujung selang yang diklem kedalam baskom yang berisi air (klem dibuka) perhatikan bila ada gelembung maka pipa masuk ke paru. Vaselin Prosedur kerja : 1. 8. 4. Tentukan letak pipa penduga degan cara mengukur panjang pipa dari epigastrium sampai hidung kemudian dibengkokkan ke telinga dan beri tanda batasnya. Spuit 20 cc 4. Cuci tangan Jelaskan prosedur yang akan dilakukan Atur posisi pasien dengan posisi semifowler Bersihkan daerah hidung dan pasangkan pengalas di daerah dada. Bila di lambung terdengar bunyi . Berikan vaselin atau pelicin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu masukan melalui hidung secara perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan untuk menelannya. dan jika tidak ada gelembung maka pipa masuk ke lambung. maka lakukan tindakan pemberian makanan dengan cara pasang corong atau spuit pada pangkal pipa. 6. Klem 12.3. gunting 7. Plester. 2. Setelah itu diklem atau dilipat kembali. Letakkan bengkok di dekat pasien. 3. 5. Obat 10. . Makanan dalam bentuk cair 8. Setelah selesai. Stetoskop 11. Bengkok 6. Air matang 9. setelah itu keluarkan udara yang ada di dalam sebanyak jumlah yang dimasukkan. 9. • Masukan udara dengan spuit kedalam lambung melalui pipa tersebut dan dengarkan dengan stetoskop. 7.

Jalur pemberian nutrisi parenteraldapat melalui vena sentral untuk jangka waktu lama dan melalui vena perifer. Metode pemberian : 1. 3. AAA& Uliyah. konsultasi dengan ahli gizi. Nutrisi parenteral parsial Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena yang digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien karena pasien masih dapat menggunakan saluran pencernaan. Menstimulasi nafsu makan Perawat dapat membantu menstimulasi nafsu makan klien dengan adaptasi lingkungan. 13. 2. Cuci tangan 3. Catat hasil atau respons pasien selama pemberian makanan. Berikan makanan dalam bentuk cair yang tersedia . Cairan yang mengandung asam amino seperti Pan Amin G . dan cairan yang mengandung lemak seperti intralipid. Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak bisa makan melalui oral atau pipa nasogastrik dengan tujuan untuk menunjang nutrisi enteral yang hanya memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian.10. Cairan yang biasanya digunakan dalam bentuk dextrose atau cairan asam amino. 11. M.(Hidayat. 12. baik secara sentral(untuk nutrisi parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). setelah itu bila ada masukan obat dan beri minum lalu pipa penduga diklem. ketentuan diet khusus dan pilihan . Nutrisi parenteral total Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena dimana kebutuhan nutrsi sepenuhnya melalui cairan infus karena keadaan saluran pencernaan pasien tidak dapat digunakan. Pemberian nutrisi melalui parenteral Pemberian nutrisi melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena. 2005) 4. Masukkan air matang sekitar 15 cc pada awal dengan cara dituangkan lewat pinggirnya. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat seperti Triofusin E 1000.

5. dan perawat menghubungkan modifikasi diet untuk kondisi keseluruhan klien dan menjelaskan bagaimana diet memberi kontribusi secara asuhan keperawatan Diet Teraupetik dan Suplemen Diet. dan Rumah Sakit. mengurangi lemak. Terapi Diet dalam Manajemen Penyakit Bagian ini adalah rangkuman manajemen diet dari beragam penyakit : • Penyakit Gastrointestinal. seperti rumah mereka. klien juga didorong untuk menghindari makanan yang meningkatkan keasaman perut seperti kafein . perawat bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang kondusif untuk makan. dan menghindari makanan yang mengandung laktosa atau sorbitol untuk individu yang rentan. menghindari makan besar.atau bumbu makanan. Terapi diet apapun hanya akan baik jika keinginan klien untuk mengikutinya. Tukak peptik dikontrol dengan makanan dan pengobatan teratur seperti simetidin. o Perawatan Penyakit radang usus akut termasuk diet elemental (formula dengan nutrien pada formula paling sederhana yang siap untuk absorbsi) atau nutrisi parenteral ketika diare dan kehilangan berat badan adalah lazim. kopi tanpa kafein. asupan susu yang sering. . Sindroma iritabilitas usus dikelola dengan meningkatkan serat. Perawat berbagi tanggung jawab dengan ahli gizi untuk mengevaluasi asupan makanan. lada pedas. Ahli gizi. sari asam jeruk. tekstur makanan. fasilitas perawatan yang luas.Apapun keadaan lingkungan. jumlah kilokalori. Komponen-komponen diet yang dimodifikasi termasuk isi nutrien yang spesifik. pemberian obat yang menstimulasi nafsu makan. bumbu cabe. • • • Lingkungan. dan konseling klien dan keluarga. Ahli gizi adalah yang ahli dalam terapi diet. tatanan berdasarkan komunitas.makanan . Klien menerima perawatan pada lingkungan yang beragam. Diet teratur kurang lebih terdiri dari 2500 kkal dan mengandung porsi beragam kelompok makanan yang tepat.

Program diet glomerulonefritis akut tergantung gejala klien yang dirancang untuk memaksimalkan asupan nutrisi. fosfat. Cairan. Penyakit Kardiovaskular. dan protein tidak dibatasi kecuali terdapat indikasi gejala-gejala seperti edema. termasuk diet bebas gluten. Kanker dan Perawatan Kanker. dan makanan dapat ditukar dalam kelompok. dan makanan yang kaya kalium jika diuretik yang membuang kalium digunakan dalam pengobatan.o Perawatan Sindrom malabsorbsi seperti penyakit seliak. Setiap jenis kurang lebih memiliki nilai nutrisi yang sama seperti makanan lain pada kelompok yang sama. berciri khas mengeluh anoreksia dan distorsi rasa. diet berserat tinggi dianjurkan secara umum untuk divertikulosis kronik. Makan direncanakan sekitar jumlah pengantian makanan yang seimbang. natrium. Setelah itu. • • • • Perawatan Divertikulitis adalah diet residu yang moderat atau rendah hingga infeksi surut. yang meningkatkan kebutuhan metabolik klien. garam. kalsium dan cairan. penurunan asupan natrium. Jika saluran gastrointestinal dapat berfungsi. Terapi radiasi dapat o . gandum. uremia. diet menjadi individual menurut usia. Perawatan gagal ginjal kronis khasnya terdiri dari diet yang memberikan 80 g protein/ hari dan membatasi jumlah kalium. Diabetes. semacam gandum. o Perawatan Diet Untuk Batu Ginjal tergantung pada tipe batu. maka tersedia produk pemberian makan melalui selang enteral yang dirancang khusus. Pada kasus Diabetes Mellitus I n II. o Perawatan Gagal Ginjal akut biasanya terdiri dari pembatasan cairan kurang lebih 400 ml/hari. atau oliguria. Penyakit Ginjal. dan kebanyakan perawatan kanker menyebabkan masalah nutrisi.klien yang kanker. terapi diet pada infark miokardial akut termasuk pengurangan awal dalam kilokalori. Terapi nutrisi untuk hipertensi termasuk pengurangan kilokalori untuk meningkatkan pengurangan berat badan yang sesuai. dan kandungan lemak dan natrium yang memenuhi pedoman American Heart Association. Gluten terdapat pada terigu. bentuk. berat badan dan tingkat aktivitas klien. Sel maligna melawan sel normal untuk nutrien. makanan dengan tekstur lembut. Makanan untuk perencanaan diet diklasifikasikan dalam enam kelompok pergantian.

menggunakan herbal dan bumbu secara kreatif untuk menambah rasa. 6. dan memasukkan makanan dalam diet untuk mencegah rasa lelah. Efek Psikososial Diet Khusus. Intoleransi lemak yang berhubungan dengan malabsorpsi merupakan masalah khusus bagi klien AIDS. diare hebat. latar belakang kebudayaan. stomatitis. dan aspek-aspek lain dari individu. HIV menginfeksi klien dengan ciri khas yaitu mengalami perusakan tubuh dan kehilangan berat badan yang hebat.• • menyebabkan anoreksia. Makanan memiliki arti simbolis bagi klien dan berhubungan dekat dengan gaya hidup. Perawatan radiasi kepala dann leher dapat menyebabkan gangguan rasa dan bau. Perubahan pada diet biasa dapat mempengaruhi kesenangan makan klien. Sarankan klien untuk: melanjutkan makanan pada waktu makan yang biasa dan dengan anggota keluarga. Beberapa klien cacat menjadi lelah atas usaha makan sendiri. penurunana saliva dan disfagia. Makan Sendiri Klien cacat yang terganggu asupan makanan secara mandiri harus diperbolehkan melakukan sebisa mungkin untuk diri mereka sendiri. Manajemen nutrisi pada AIDS berfokus pada memaksimalkan kilokalori dan nutrien. Konseling Klien dan Keluarga Klien yang keluar dari rumah sakit dengan diresepkan diet seringkali klien yang mengalami defisit nutrisi atau masalah khusus seperti obesitas membutuhkan bantuan dalam perencanaan menu dan kepatuhan dengan terapi diet yang . Makan sedikit yang sering menjadi hal yang terbaik untuk mencapai kecukupan nutrisi. Hasil dari makan sendiri harus dievalusi berdasarkan asupan makanan dan bukan kebersihannya. Keberhasilan harus diakui dan dikomentari. 7. membuat ragam pada tekstur dan temperatur makanan untuk memberikan variasi. Perawat yang menemukan cara untuk membantu klien cacat untuk makan lebih mandiri harus membagi informasi ini dengan menggabungkan ke dalam asuhan rencana keperawatan. Suplemen oral yang terdiri dari trigeliserida medium lebih ditoleransi daripada safflower atau produk kacang kedelai. Alat makan khusus harus disediakan jika klien ingin melakukan secara mandiri. Human Immunodefiency Virus (HIV). kebiasaan. striktur usus dan nyeri. Klien yang berhenti makan mungkin masih lapar dan perlu bantuan untuk menyelesaikan makanan.

Perencanaan lanjut yang hati-hati membantu keluarga tetap dengan anggaran yang dialokasikan kaena pembelian makanan yang direncanakan secara umum lebih ekonomis. Memepertahankan nutrisi melalui oral atau perenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat BAB III . Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan 3. Untuk keluarga dengan anggaran yang terbatas.5. Metode persiapan juga dimodifikasi apabila diperlukan untuk meminimalkan substansi tertentu. Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan. Evaluasi Keperawatan Evaluasi terhadap masalahkebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai dari adanaya kemampuan dalam : 1.1. dapat menggunakan pengganti. 2. Perencanaan lanjut untuk menu seminggu membantu meningkatkan nutrisi yang baik atau kepatuhan pada diet spesifik dan membantu anggota keluarga menghindari impuls makan dari makanan yang kurang nutrisinya. Peranan konseling perawat termasuk keluarga dan informasi tentang sumber-sumber tersebut. Perencanaan makan harus memperhitungkan anggaran keluarga dan perbedaan pilihan anggota keluarga. Makanan yang spesifik dipilih berdasarkan resep diet atau standar pedoman diet seperti kelompok dasar makanan. 2.diekomendasi.

Biofisik 2. Pengukuran secara Tidak Langsung a. Kesimpulan • Pengkajian Keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi yaitu 1. Biokimia d. Pengukuran secara Langsung a. Menstimulasi nafsu makan 5. Riwayat Diet Tes Laboratorium dan Biokimia Penilaian Kecukupan Nutrisi 1. Pengukuran Fisik dan Antropometrik 2. Makan Sendiri 7. Observasi Klinis 3.apakah terdapat peningkatan nafsu makan • • • . Klinis c. Survey konsumsi b.1. Pemberian nutrisi melalui parenteral 4.Kekurangan nutrisi 2. Terapi Diet dalam Manajemen Penyakit 6. Statistik vital c. Kelebihan nutrisi Perencanaan Keperawatan 1.PENUTUP 3.apakah sudah terpenuhinya kebutuhan nutrisi 2. Faktor Ekologi • Diagnosis keperawatan 1. Pemberian nutrisi melalui oral 2. Antropometri b. Pemberian nutrisi melalui NGT (Naso Gastric Tube) 3. Konseling Klien dan Keluarga Evaluasi 1.

3.apakah sudah ada kemampuan mempertahankan nutrisi .