Aplikasi bioteknologi pada tanaman lahan pertanian dan perkebunan

Desember 19, 2008 Written by Iqbal Ali 22 Komentar

11 Votes

Bioteknologi telah banyak seklai membantu manusia dalam meningkatkan taraf hidup dan kesjahteraannya. terutama di bidang produksi bahan pangan khususnya bidang pertanian dan perkebunan, Berikut adalah beberapa aplikasi bioteknologi pada dunia tanaman, • Vaksin untuk tanaman. Hasil panen lahan pertanian bisaanya sangat rentan terserang penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh virus. Dengan adanya infeksi oleh berbagai macam virus, suatu tanaman akan terganggu pertumbuhannya, kualitasnya menurun, dan secara otomatis pasti akan menurunkan penghasilan para petani.Namun, sekarang para petani telah berhasil membuat alternatif dengan membuat pemberantas virus alami. Salah satu cara yang diterapkan yaitu dengan menyuntikan semacam vaksin ke dalam tubuh tanaman. Seperti halnya vaksin folio, vaksin ini mengandung strain virus yang telah dilemahkan. Vaksin ini kemudian membuat suatu tanaman kebal terhadap virus tertentu. Namun, selain menggunakan metode suntikan, sekarang telah ditemukan cara untuk menghasilkan kekebalan dalam tubuh tanaman, yaitu dengan cara menyisipkan sebuah gen dari virus TMV (Tobacco Mosaik Virus) ke dalam tubuh tanaman tembakau. Kemudian gen ini menghasilkan protein seperti yang di temukan di permukaan tubuh virus TMV, dan kemudian dia bekerja sebagai imun TMV dalam tubuh tanaman tersebut. Proses ini ditunjukkan dalam gambar 6.8. pada proses yang tercantum dalam gambar 6.8 dapat dijelaskan sebagai berikut: TMV mempunyai susunan tubuh yang terdiri atas protein sub unit sebagai mantel, dan untaian molekul RNA. Langkah pertama untuk melakukan proses penyisipan gen yaitu dengan cara mengkonversikan RNA dari mantel virus ke dalam cDNA sebuah bakteri yang bisa disisipi. Kemudian gen dari bakteri tersebut ditransfer ke agrobakter yang bertindak sebagai vector.

Agrobakter mampu disisipi DNA tersebut karena dia mempunyai plasmid TI. Kemudian DNA agrobakter tersebut disisipkan ke dalam satu sel tanaman, dan sel tanaman tersebut ditumbuhkan dalam kultur yang sesuai. Setelah tumbuh besar tanaman tersebut diuji coba dengan virus (TMV) setelah melakukan percobaan tersebut ternyata tanaman yang telah disisipi gen agrobakter yang mengandung DNA virus akan kebal terhadap serangan TMV. Jadi tidak hanya bagian tubuh tertentu dari tanaman yang kebal terhadap virus, namun juga keseluruhan tubuh tanaman. • Pestisida secara genetika apakah aman dipakai ? Selama 35 tahun, beberapa petani telah menggunakan suatu bakteri sebagai pestisida, bakteri tersebut adalah Bacillus thruringiensis (Bt), yang telah diresmikan menjadi pestisida tanaman. Bakteri tersebut menghasilakn sebuah kristal protein yang membunuh serangga dan larvanya yang membahayakan tanaman. Cara yang dilakukan untuk menyebarkan bakteri tersebut pada lahan pertanian adalah dengan menyebarkan spora bakteri pada lahan pertanian, dengan demikian petani akan dapat menjaga tanamannya walaupun tidak menggunakan bahan-bahan kimia pembunuh serangga.. Dengan adanya bioteknologi, petani tidak hanya dapat menyebarkan bakteri pada lahan pertanian mereka, namun mereka juga dapat menyebarkan gen Bt ke lahan mereka. Tanaman yang mengandung gen racun Bt dapat membantu membunuh serangga . Dengan adanya bioteknologi tanaman, telah banyak tanaman yang mempunyai insektisida dari gen, seperti tanaman tomat, tembakau, jagung, dan kapas. Kenyataannya, sebagian besar biji kapas yang diproduksi sekarang mengandung gen racun Bt, yang sangat efektif melindungi tanaman kapas dari serangan serangga. Cara kerja dari gen racun tersebut adalah ketika serangga memakan daun kapas, dimana ketika mereka memakan daun kapas tersebut mereka akan mati terbunuh. Gambar bakteri Bt ditunjukkan dalam gambar 6.9. • Penyimpanan yang aman Ladang tidak hanya sebagai tempat yang peka terhadap serangan serangga. Di Amerika beberapa hasil juga sangat rentan terhadap serangan serangga selama penyimpanan. Sehingga di beberapa negara dapat mengalami kekurangan makanan. Namun sekali lagi, dengan adanya bioteknologi masalah tersebut dapat diatasi. Misalnya tentang penelitian terhadap jagung. Di mana jagung dapat menghasilkan avidin. Avidin tersebut merupakan sebuah protein yang ditemukan di dalam putih telur yang sangat rentan terhadap hama selama masa penyimpanan. Protein tersebut menghalangi keberadaan biotin, vitamin yang dibutuhkan serangga untuk hidup. Pemakaian teknologi ini dalam skala besar bisa menyelamatkan banyak kehidupan di negara berkembang. • Kerentanan Herbisida Pemberantasan hama secara tradisional mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya adalah pemberantasan tersebut akan memberantas tanaman yang terinfeksi sampai ke rumput-rumput liar yang ada di sekitarnya. Namun dengan adanya bioteknologi, saat ini para petani dapat menggunakan herbisida dengan mudah tanpa mengkhawatirkan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Hasil panen dapat menjadi rentan terhadap herbisida tertentu, sebagai contoh yaitu glyphosate. Herbisida ini menghalangi enzim yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Melalui rekayasa biologi ilmuwan mampu membuat hasil panen transgenik yang menghasilkan enzim alternatif yang tidak terpengaruh glyphosate. Pendekatan ini berhasil pada kacang-kacangan. Saat ini kebanyakan kacang-kacangan yang dibudidayakan untuk digunakan sebagai makanan

Contohnya adalah quinine. Salah satu alternatif yang dihasilkan dari bioteknologi adalah dengan Golden Rice. para ilmuan mencari alternatif lain yang lebih mudah. mereka berharap dapat menemukan semacam vaksin atau antibody dari kandungan klorofil tersebut. untuk anak-anak yang kekurangan lemak dalam tubuhnya. kekuatan serat mengalami peningkatan samapai 60%. setiap kelebihan akan suatu penemuan pasti ada kekurangan yang mengukuti. S-linalool sebagai penambah aroma. Akhir-akhir ini hasil penelitian dari Universitas Cornell mendapatkan tomat dan pisang yang memproduksi vaksin untuk melawan penyakit hepatitis B.hewan.10 Petani yang menanam hasil panen yang kebal terhadap herbisida. . Demikan pula dengan adanya Golden Rice ini. Selain itu. karena sebelum dapat dikonsumsi dengan baik oleh tubuh. Perkembangan ini sangat penting karena sebelum adanya hasil panen yang rentan. plastic yang diolah untuk menyuburkan tanaman. maka harus diuraikan terlebih dahulu oleh lemak. mengandung gen yang kebal terhadap herbisida. tembakau bebas nikotin. setelah adanya bioteknologi melalui penyisipan gen. karena menurut pengalaman dengan adanya kebutaan terhadap anak-anak maka petugas kesehatan sangant sibuk dan kesulitan untuk menyampaikan obat-obatan kepada mereka. Semua keuntungan dalam bidang bioteknologi sangat berguna untuk semua umat manusia. cara lama untuk menghasilkan serat hanya dapat meningkatkan rata-rata kekuatan serat kapas sampai 1. • Serat yang kuat.5% per tahun. Seperti yang disebutkan di awal. Dalam waktu yang tidak lama lagi para petani akan dapat menumbuhkan obat-obatan di sepanjang tanaman panenan mereka. Keuntungan yang sangat lebih berarti adalah mampu menyelamatkan manusia dari kelaparan. Serat yang dihasilkan menjadi lebih halus. politerpens merupakan jenis karet yang baru. Prosesnya ditunjukkan dalam gambar 6. Maka dari itu penemuan tidak hanya sampai disana saja. Bioteknologi juga menemukan cara memproduksi tanaman nonprotein atau mengubah suatu sel. Hal ini sangat memungkinkan manusia untuk menumbuhkan hormon dari hasil transgenik tanaman tembakau. sekarang mjuga mulai dikembangkan bahan bakar kendaraan bermotor. sebagai contoh mereka mulai mengambangkan beras kaya dengan zat besi dan protein. yang secara genetik dapat menghasilkan beta karoten. kemudian adanya pereduksian plastik untuk menyuburkan tanaman. Dan sekarang adenga adanya vitamin yang terkandung dalam bahan makanan maka akan sangat membantu mengatasi hal-hal tersebut. Namun. • Masa depan: Dari obat-obatan beralih ke bahan bakar. bisaanya selalu mengontrol rumput-rumput liar dengan bahan kimia yang lebih aman terhadap lingkungan dibanding herbisida. diantaranya dari klorofil yang terkandung di daunnya. dan efisien. Hal tersebut akan sangant lebih efisien. menjadi lebih nyaman dipakai saat dijadikan bahan bju dan yang pasti menambah penghasilan petani. lemak seperti asam lemak untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. adanya warna biru delfinin dari bunga. dan perusahaan serat. para peneliti juga sedang menemukan manfaat lain dari tomat sebagai bahan obat-obatan. maka mereka tidak dapat mengkonsumsi beras ini dengan baik. Dengan demikian tanaman dapat dijadikan sebagai vaksin. Namun. kopi bebas kafein. petani kapas Amerika Serikat menghabiskan 300 juta dolar tiap tahun untuk memperoleh bahanbahan kimia yang akan disemprotkan ke lahan mereka. sebuah provitamin yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin A dalam tubuh.

5.Manfaat Bioteknologi MANFAAT BIOTEKNOLOGI Secara umum bioteknologi dikembangkan untuk kesejahteraan umat manusia. 4. 6. Meningkatnya populasi manusia dan menipisnya Sumber Daya Alam yang ada membuat manusia mau tidak mau harus menciptakan sesuatu yang baru yang dapat dengan cepat diperoleh dengan meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul. Pertanian 2. Lingkungan BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Di bidang pertanian. Pemanfaatan Bioteknologi bagi kehidupan manusia dintaranya digunakan dalam bidang: 1. 2. 3. bioteknologi diantaranya berperan dalam: 1. Pembentukan tumbuhan tahan hama Pembuatan tumbuhan yang mampu menambat nitrogen Mengendalikan serangga perusak tanaman budidaya Pembiakan tanaman unggul tahan hama Mengatasi produksi bibit yang sama dalam jangka waktu singkat Mengatasi terbatasnya lahan pertanian Peranan Bioteknologi Dalam Bidang pertanian . Kesehatan 3.

matematika. Di bidang pangan. Perubahan terjadi berkat semakin banyaknya produk – produk ilmu dan teknologi yang masuk ke dalam bidang usaha pertanian dan memberikan pengaruh pada sistim produksi bahan makanan dan pertanian di seluruh dunia. pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian. bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bidang usaha ini berciri utama penggunaan sumber daya alami seperti tumbuhan. Sebagai contoh. maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19. pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri. perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata.Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri. Pertanian secara tradisional merupakan bidang usaha yang bertujuan untuk menghasilkan kebutuhan hidup seperti makanan. faktor lingkungan dan dipadukan dengan penggunaan tenaga manusia dan ternak. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. biologi molekular. penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin. fungi. Hal ini sedikit demi sedikit berubah ke arah bentuk usaha pertanian yang mempunyai ciri – ciri seperti pada bidang usaha industri. dan lain sebagainya. roti. dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika. kultur jaringan. Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini produksi hasil pertanian telah meningkat secara luar biasa. seperti kanker ataupun AIDS. Dewasa ini. kultur jaringan dan DNA rekombinan.[4] Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. serta pemuliaan dan reproduksi hewan. serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. serat. seperti biokimia. Di bidang medis. kimia. dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. DNA rekombinan. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. pengembangbiakan sel induk. dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika. bioteknologi berkembang sangat pesat. dan lain-lain. virus. Dengan kata lain. tanah. tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain. kloning. produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa. alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan. tetapi persediaan pangan yang bergizi bagi penduduk dunia tidak . Dengan alat ini. mikrobiologi. air. terutama di negara negara maju. antibiotik. komputer. Pada masa ini. genetika. Sebagai contoh. makanan ternak dan bahan – bahan baku untuk industri. di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir. dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim.

Bioteknologi dibangun berlandaskan pengertian yang diturunkan dari pengetahuan dalam bidang biologi. Misalnya kita telah berhasil mengubah secara genetis sifat tanaman budidaya tertentu untuk meningkatkan daya tahan terhadap hama dan penyakit tertentu.pernah melebihi kebutuhan. kemudian memisahkannya dan memasukkannya kedalam inang asli atau organisme lain. Teknik transfer gen merupakan kunci berbagai penerapan bioteknologi. antibodi monoklonal dan rekayasa proses biologi. Bioteknologi mencakup teknik DNA rekombinan. Bioteknologi mempunyai potensi untuk meningkatkan produksi tanaman budidaya. peternakan dan pegolahannya secara biologi. kita dapat memindahkan gagasan ke penerapan praktis. . atau ternak dengan produksi daging yang tinggi dengan kadar lemak yang rendah. Fakta ini melandasi semua upaya untuk memperbaikan varietas – varietas tanaman pertanian. melainkan lebih tepat untuk meningkatkan produktifitas pertanian. fisiologi dan biokimia. Hal ini mendorong orang untuk memanfaatkan teknologi baru dalam program pemulian tanaman agar masalah pangan dan gizi yang timbul dapat diatasi. Para ilmuwan dapat pula mengendalikan ekspresi gen dalam varietas tanaman baru. lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dalam kedua metode ini. tranfer gen. Bioteknologi adalah penerapan yang didasarkan kepada sistim kehidupan untuk mengembangkan proses dan produk komersial. Dengan teknik ini. Metoda biologi molekuler dapat menyederhanakan masalah ini dengan memanipulasi gen satu persatu. serta terhadap keadaan yang merugikan. manusia memanipulasi proses alam untuk menghasilkan berbagai varietas tanaman yang menunjukan sifat atau ciri khas yang diinginkan. Inti dari rekayasa genetik adalah menentukan gen yang dapat mengekspresikan sifat tertentu. atau mengurangi kebutuhan terhadap pupuk dan bahan – bahan kimia lainnnya. baik melalui pemuliaan tradisional maupun melalui teknik biologi molekuler. manipulasi dan tranfer embrio. tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tanpa bergantung pada terjadinya rekombinasi sejumlah besar gen. serat kayu dan produk lainnya. para ilmuwan dapat menyisipkan satu persatu gen untuk sifat spesifik secara langsung ke dalam genom yang telah terbentuk. Selain itu juga dapat digunakan untuk mempertukarkan gen antara organisme yang tidak dapat disilangkan secara seksual. Sepanjang sejarah perkembangan pertanian. seperti meningkatkan produksi. kultur sel. manusia memanfaatkan proses alami pertukaran genetik melalui pemuliaan yang menciptakan variasi ciri biologi. Bioteknologi bukan sarana untuk mengubah tujuan pertanian sebagai penghasil bahan pangan. regenerasi tumbuhan. Bioteknologi menyediakan bagi para pakar suatu pendekatan baru untuk mengembangkan varietas – varietas baru dengan produksi yang lebih tinggi dan lebih bergizi. Teknik ini merupakan sarana yang digunakan untuk mengetahui sifat dan fungsi gen sebagai pengatur pertumbuhan dan pengembangan. genetika. pengaturan komunikasi antar sel dan antar organisme. Transfer gen molekuler dapat memperpendek waktu yang diperlukan untuk mengembangkan varietas baru dan memberikan ketepatan yang lebih besar untuk sifat yang diinginkan.

organ penyimpanan dan jaringan kalus. apabila tunas terbentuk dari jaringan kalus. termasuk akar. Fakta bahwa fusi dapat terjadi antara sel somatik yang bersifat diploid yang memungkinkan pemulia tanaman merancang suatu teknik dengan baik. bintil akar kacangan. Sebegitu jauh kita masih belum mampu untuk mengembangkan tumbuhan dari jenis padi – padian dan kacang – kacangan melalui pertumbuhan protoplasma. sebagai fragmen atau plasmid yang berasal dari bakteri.Pemuliaan Tanaman Perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam bidang biologi molekuler telah melahirkan dan berkembangnya teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik . Jaringan daun sering digunakan karena hasil protoplas dari sumber ini cukup tinggi dan seragam. keberhasilan metoda ini kecil peluangnya untuk tanaman kacang-kacangan dan padi – padian.teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi. (3) tidak adanya dinding sel juga memudahkan penyerapan DNA. mengidentifiksi dan melipatgandaan suatu fragmen dari material genetik (DNA) dalam bentuk murninya. buah. Hal ini memberi petunjuk penting bahwa usaha dibidang kacang-kacangan akan dapat berkembang lebih cepat. sering terjadi penyimpangan (Chaleff. Protoplas sering menghasilkan jaringan kalus yang kemudian dari kalus ini diregenerasikan suatu tumbuhan yang lengkap. Protoplas dapat dipisahkan dari jaringan tanaman. Meskipun protoplas yang terbentuk secara genetik bersifat homogen. . tetapi tidak berarti. untuk menghasilkan tanaman dengan sifat-sifat yang baru sama sekali. Pendapat ini sebahagian besar berlaku jika tumbuhan dibiakkan dengan kuncup ketiak atau tunas liar yang secara langsung dipisahkan dari tanaman. Manfaat penting dari protoplasma dalam pemuliaaan tanaman terletak pada beberapa sifatnya. Manipulasi – manipulasi tersebut dilakukan secara in vitro dengan menggunakan material – material biologi Penggunaan kultur jaringan untuk pembiakan klonal didasarkan pada anggapan bahwa jaringan secara genetik tetap stabil jika dipisahkan dari tumbuhan induk dan ditempatkan dalam kultur. yaitu : (1) protoplas dapat dihasilkan dan disaring untuk membentuk banyak variasi. Protoplas sel totipoten tanpa dinding sel dapat dihasilkan dengan mudah dan telah dirancang suatu metode untuk menumbuhkannya menjadi jaringan kalus dan dilanjutkan menjadi tanaman kecil yang dapat dikembangbiakan secara konvensional. Meskipun tanaman yang diperbanyak secara vegetatif (klon) umumnya mirip induknya. 1984). daun. Belakangan ini kemungkinan tanaman Medicago sativa (Alfafa) untuk beregenerasi dari protoplasma menjadi tumbuhan lengkap peluangnya cukup tinggi dalam kondisi pertumbuhan yang relatif sederhana. bahwa semua klon secara genetik bersifat serupa. Walaupun demikian. (2) tidak adanya dinding sel memudahkan fusi antara protoplas dan dengan demikian mengawali terjadinya pembastaran. Sayangnya . serbuk sari. Rekayasa genetik atau rekombinan DNA adalah suatu kumpulan teknik . tetapi kalus yang merupakan keturunannya dapat menjadi tanaman yang menunjukan perbedaan sifat-sifat yang cukup besar .

meskipun tidak mudah untuk menumbuhkan sel bastar dengan memuaskan. Beberapa mekanisme genetik dapat menyebabkan terjadinya variasi somatik. Suspensi protoplas dalam 0. Salah satu keuntungan utama yang diberikan oleh kultur untuk percobaan genetik dengan tumbuhan lebih tinggi adalah bahwa kultur sel itu memungkinkan seleksi langsung untuk memperoleh fenotipe baru dari sejumlah besar populasi sel yang ditumbuhkan pada kondisi tertentu dan dari segi fisiologis dan perkembangan bersifat seragam. Meskipun fusi protoplas tumbuhan diketahui jarang terjadi. dan dengan demikian menemukan langkah awal untuk pembastaran somatik pada tumbuhan. fusi kloroplas tumbuhan mudah dicapai.Klon yang berbeda secara nyata dari induknya dapat terjadi. Dari hal ini jelaslah bahwa protoplas bastar yang hanya sedikit terdapat dalam campuran sel perlu dipisahkan dan mendorong perkembangannya melalui prosedur seleksi. masing – masing mempunyai potensi untuk menjadi . antara lain : perubahan jumlah kromosom dalam inti. Dengan demikian. Protoplas Petunia parodii paling tinggi hanya dapat membentuk kalus kecil yang terdiri dari lebih kurang lima puluh sel pada media. Dalam hal-hal tertentu varian somatik dapat menjadi varietas baru yang penting.2% sukrosa. dan dikenal sebagai varian somatik dan merupakan hasil perubahan genetik pada sel merismatik yang menghasilkan semua atau sebagian tumbuhan baru. Pada umumnya.25 mol/l larutan natrium nitrat dapat menginduksi fusi yang cepat. digabung. pertumbuhan sel bastar dalam kultur. Petunia hybrida lebih peka terhadap aktinomisin D dari protoplas Petunia parodi . pembentukan kembali dinding sel. satu inti yang membawa gen kromosomal (karyom) yang berasal dari masing – masing induk. sedangkan pada persilangan seksual biasa. namun Power dan kawan – kawan tahun 1970. seperti kloroplas dan mitokondria.5% natrium nitrat dan kalsium klorida dapat digunakan untuk menginduksi fusi protoplas Parthenocissus tricuspidata dengan protoplas Petunia hibrida. Tahap berikutnya adalah membangkitkan bastar somatik dengan teknik fusi protoplasma yaitu dengan : (1) isolasi protoplasma. sedangkan protoplas Petunia hybrida terus menerus membentuk kalus. fusi. 5. Sebaliknya dari kepekaannya terhadap aktinomisin D. teknik fusi protoplasma memberikan kesempatan untuk menghasilkan kombinasi dua genom induk yang lengkap. Larutan 10. Dengan cara ini semua organel dari kedua protoplas pembawa gen yang dapat mengadakan seleksi sendiri. berhasil merancang suatu metode untuk mengendalikan fusi yang dapat diulang. misalnya pada jeruk manis. Sebagai contoh pembastaran somatik antara Petunia hybrida dengan Petunia parodii. mutasi gen tunggal. dan akhirnya pembentukan tumbuhan secara lengkap. yang prosedur seleksinya memanfaatkan adanya perbedaan kekuatan potensi pertumbuhan antara protoplas daun kedua jenis tumbuhan ini. fusi inti untuk mendapatkan inti bastar sejati. Jutaan sel. tetapi bisanya gen yang diwariskan melalui plastida (plastidom) dan gen yang diwariskan melalui mitokondria (kondriom) hanya berasal dari induk betina. Inti campuran (heterokarion) yang terjadi pada fusi dua protoplas yang tidak sama dapat berkembang menjadi sel bastar dengan fusi inti.

jagung. teknik transformasi. terutama golongan serelia seperti : padi. gen ketahanan terhadap herbisida. mikroinjeksi DNA. Dalam beberapa tahun terakhir.tumbuhan dapat dikulturkan dalam satu cawan petri. gen transfer pada tanaman sudah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di beberapa laboratorium di dunia. Tabel 1. Pada awalnya. gandum dan lain – lain yang tidak dapat ditransformasi dengan Agrobacterium (Wu. 1990). elektroforasi. Karakter – karakter tersebut diantaranya adalah gen untuk ketahanan terhadap serangga. Teknik – teknik gen transfer berkembang dengan cepat dan terus disempurnakan. Kedelai misalnya termasuk spesies tanaman yang sulit direkayasa dengan Agrobacterium. atau mempelajari kemampuan sekuens pengendali dalam mengendalikan ekspresi suatu gen di dalam sel tanaman. Berbagai metoda telah dikembangkan dan digunakan untuk membuat tanaman transgenik. metoda yang efisien dalam mengklon gen. 1989) Agrobacterium tumefacien efektif digunakan sebagai sistim transfer gen tanaman dikotil. gen yang banyak dipakai dalam transfer tanaman adalah gen – gen reporter yang fungsinya lebih banyak untuk uji pengembangan teknik transfer itu sendiri. sistim vektor yang terus dikembangkan. kekeringan dan peningkatan kualitas nutrisi. penembakkan dengan mikroproyektil (Uchimiya. ketersediaan konstruksi – konstruksi gen baru. meskipun tidak semua tanaman dikotil menunjukkan respon yang sama terhadap sistim tranformasi ini. regenerasi tanaman. Beberapa vektor kloning dan penggunaannya Penggunaan Vektor 1 2 *) 3 4 5 6 . Kemudian terus dikembangkan transfer klon gen yang mengendalikan karakter – karakter yang mempunyai nilai ekonomis sejalan dengan tersedianya klon gen tersebut. gen untuk ketahanan terhadap penyakit virus dan bakteri. Kekurangan yang mencolok dalam sistim ini adalah kesulitan dengan tanaman monokotil. toleransi terhadap salinitas. promotor yang spesifik untuk organ tertentu untuk ekspresi gen adalah faktor – faktor yang berperan dalam memproduksi tanaman transgenik. Metoda lain yang juga telah dikembangkan adalah metoda gen transfer menggunakan kloroplas. termasuk diantaranya penggunaan plasmid Ti dengan Agrobacterium tumefaciens.

Sampai saat ini ada tiga bentuk resistensi non – konvensional terhadap virus yang telah dikembangkan yaitu : (1) penggunaan sekuens RNA satelit.Mengklon fragmen besar Kontruksi pustaka genom Konstruksi pustaka cDNA Sub cloning rutin Pembuatan konstruksi Vektor ekspresi Sekuensing Probe utas tunggal *) 1 2 3 4 5 6 = Plasmid prokariotik + + + + + + + + + + + + + + + + + = Bakterifage lamda = Kosmid = Filamentous fage = Virus eukariot = Plasmid eukariot Program pemuliaan tanaman pertanian untuk ketahanan terhadap virus telah banyak dilakukan. Perkembangan teknologi rekombinan DNA telah memberikan harapan baru dalam mengatasi masalah virus tanaman. (3) resistensi terhadap perkembangan gejala penyakit (toleran). Sekuens RNA antisens dan gen penyandi protein pembungkus virus. Target dari sifat resistensi tersebut menurut Hull (1990) dapat dikelompokkan kedalam : (1) memberikan resistensi terhadap transmisi. penyebaran virus. dan lokalisasi infeksi dengan atau tanpa nekrosis). Sanford dan Johston memperkenalkan suatu konsep baru penggunaan teknik rekayasa genetik dalam mengembangan resistensi terhadap mikroorganisme.. dimana gen yang sudah dimodifikasi dari suatu patogen dapat memberikan resistensi tanaman dengan menganggu proses hidup patogen tersebut. Pada tahun 1985. . (2) resistensi untuk pekembangan penyakit (pencegahan replikasi virus. (virus coat protein gen – gen VCP).

Well dan kawan – kawan melaporkan bahwa dengan pemberian inokulum Trichoderma harzianum dengan perbandingan inokulum dengan tanah 1 : 10 v/v dapat mengendalikan penyakit busuk batang dan busuk akar yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii. Rodrigues – Kabana mengembangkan penelitian tentang pemanfaatan inokulum jamur antagonis ini yang dicampurkan dengan tanah diatomae yang dilumuri larutan tetes (molase) 10 % untuk membantu pertumbuhan Trichoderma harzianum . (2) Mengintroduksi gen pengkode enzim yang dapat menetralisir (menghilangkan) sifat racun herbisida dalam tanaman seperti enzim oksidase. hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh toksin yang dihasilkan jamur ini yang dapat diisolasi dari biakan yang ditumbuhan di dalam petri. hampir semuanya dilaporkan meracun terhadap larva berbagai Lepidoptera dan 5 larva Coleoptera (Dekeyser. Pada tahun 1975.V. Menurut Oxtoby dan Hughes (1990).Perkembangan teknologi rekombinan DNA juga memungkinkan dilakukannya manipulasi rekayasa genetik untuk mendapatkan tanaman yang toleran terhadap herbisida sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan produksi tanaman. Belgium. Sifat antagonis jamur Trichoderma sp telah diteliti sejak lama. Backman. metoda untuk merekayasa resistensi tanaman terhadap herbisida dapat dibedakan ke dalam dua kelompok pendekatan yaitu : (1) merubah tingkat sensitifitas dari enzim yang merupakan target herbisida dalam tanaman yakni dengan memanfaatkan gen mutan yang timbul spontan dialam dan mengintroduksi gen tersebut kedalam genom kloroplast. 1991).1985) Jamur Trichoderma harzianum dapat mengendalikan penyakit layu semai pada . Spesies lain dari jamur ini telah diketahui bersifat antagonistik atau parasitik terhadap jamur patogen tular tanah yang banyak menimbulkan kerugian pada tanaman pertanian Tahun 1972. amilase dan decarboxylase. Teknologi rekombinan DNA dapat juga digunakan untuk merakit tanaman yang resisten terhadap serangga hama yakni dengan memanfaatkan bakteri Bacillus thuringiensis yang merupakan jenis bakteri yang mampu menghasilkan suatu protein kristal yang bersifat racun terhadap serangga. yang hasilnya sebanding dengan perlakuan yang menggunakan pestisida kimia (Sinner cit Hinggis. Kemajuan penelitian dibidang ini berjalan lambat. Inokulasi Trichoderma lignorum ke dalam tanah dapat menekan serangan penyakit layu yang menyerang di pesemaian. Gen penghasil toksin pada Bacillus thuringiensis di klon dan di tranfer ke tanaman budidaya yang banyak diusahakan. 1987). Menurut Dekeyser (1991) tanaman tembakau.000 isolat alami Bacillus thuringiensis yang diseleksi oleh Genetic System N. karena harus menunggu tersediannya pengetahuan dasar mengenai perilaku dan sifat populasi campuran di dalam tanah dan dipermukaan tanaman. ada beberapa sistim pengendalian biologi yang telah dikembangkan dengan memanfaatkan bioteknologi. Walaupun demikian. Pengendalian Biologi Pengendalian biologi yang terjadi secara alami di alam yang dapat menekan perkembangan serangan penyakit tanaman jarang dapat dijelaskan bagaimana mekanisme pengendaliaanya. tomat dan kentang transgenik yang mengandung gen toksin Bacillus thuringiensis memperlihatkan resistensi terhadap serangan serangga hama. Aktifitas bioinsektisida dari Bacillus thuringiensis ini spesifik terhadap spesies serangga tertentu dan tidak toksik terhadap hewan (Spear. Inokulum jamur ini ternyata dapat mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii di lapangan dengan butiran tanah diatomae sebanyak 140 kg/ha sebagai inokulum. Lebih dari 3.

solani F. Di dalam tanah di sekeliling perakaran tanaman yang sakit.. dua mengandung plasmid kecil yang bersandikan produksi Agrosin – 84. tetapi hasilnya belum mantap untuk skala lapangan.84 dapat menghasilkan senyawa antibiotik Agrosin 84 yang mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen Agrobacterium tumefacient penyebab penyakit Crown Gall pada tanaman persik dan mawar. kedua plasmid dari strain – 84 berpindah secara bebas.kacang buncis dan kol pada kondisi rumah kaca. Dengan cara manipulasi genetik dapat dikembangkan strain 84 yang tidak dapat melakukan konjugasi dengan patogen atau mengembangkan strain patogenik penghasil agrosin. Bakteri Agrobacterium radiobacter strain K. Selama konjugasi. Dari enam kemungkinan transkonjugan. Jamur antogonis ini dapat mengkolonisasi tunggul sehingga mencegah terjadinya pembusukan pada kayu inti. Beberapa contoh agen hayati yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit tanaman (Wipps. Penyakit/ Inang Kelompok bakteri Agrobacterium radiobacter Bacillus subtilis Pseudomonas cepacia P. fluorescens solani. perbandingan kedua strain ini sangat tinggi tetapi pada perakaran tanaman yang sehat perbandinganya rendah sekali (Skinner cit. Banyak strain yang diisolasi dari dalam tanah diketahui merupakan strain antagonis yang dapat menghambat pertumbuhan strain patogen. Kapas dan Legum Rebah semai / Kapas Phytium . Hinggins. Kelompok bakteri dari Genus Agrobacterium dan Pseudomonas banyak dimanfaatkan sebagai agen pengendalian biologi. pada sel penerima dapat muncul atau tidak. oxysporum . 1977) Agen hayati Patogen sasaran Agrobacterium tumefaciens Rizoctonia Crown gall / Rose. Fusarium spp Fusarium spp.Apel dan Pear Rebah semai / Padi. 1985). R. Tabel 1. Tidak semua spesies dari genus Agrobacterium merupakan bakteri patogen. Kedua strain ini dapat diketahui apakah bersifat patogen atau antagonis dengan melakukan uji patogenisitas pada tanaman inang. Jamur Trichoderma hamatum dilaporkan juga dapat menghambat serangan jamur Rhizoctonia solani dan Phytium sp yang menyerang persemaian tanaman kapri dan lobak. Strain K – 84 ini mengandung plasmid kecil yang menyandikan produksi agrosin dan plasmid besar yang menyandikan penggunaan nonpalin yang merupakan asam amino tipe opin yang hanya terdapat dalam jaringan Crown Gall. tiga mengandung plasmid Ti. sedangkan plasmid Ti pada patogen. Dari percobaan laboratorium didapatkan bahwa bakteri patogen yang resisten terhadap agrosin ini dapat muncul karena adanya konjugasi antara strain – 84 dan strain patogen.sp. Jamur Fomes annosus dari kelompok Basidiomycetes yang menyebabkan penyakit busuk pada inti kayu pada pohon jarum (Picea abies) dapat ditekan serangannya dengan menginokulasikan jamur antagonis Peniophora gigentea.

Trichoderma harzianum Peniophora gigentea F. Keinginan menaikkan produksi tanaman untuk mencukupi kebutuhan pangan. Industri pupuk yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan pupuk yang semakin meningkat. spp. solani P. DNA dan RNA. sayuran Busuk batang dan patogen) Gliocladium virens Phytium oligandrum batatas P. makin lama makin tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Tanaman harus mengekstraksi kebutuhan nitrogennya dari dalam tanah. termasuk protein. Sumber nitrogen yang terdapat dalam tanah. layu/ sayuran Busuk akar/ layu/ (non F. sehingga perlu diberikan pupuk sintetik yang merupakan sumber nitrogen untuk mempertinggi produksi. solanacearumJagung dan sayuran Layu dan rebah Kelompok jamur Trichoderma viridae spp. berakibat diperlukannya pupuk dalam jumlah yang banyak. Untuk itu perlu dicari pupuk nitrogen alternatif dan rekayasa gen hijau kelihatannya dapat memberikan harapan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di masa yang akan datang. ultimum. solani Fusarium. sebahagian besar dalam bentuk N2 yang tidak dapat dimanfaatkan. solani Heterobasidon annosum semai. ultimum akar cemara Layu fusarium/ubi jalar Rebah semai/ sayuran Rebah semai/ bet gula Penambatan Nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. Phytiumsemai / sayuran Layu/ Tomat. Udara yang menyelubungi bumi mengandung gas nitrogen sebanyak 80 %.Ralstonia solanacearum (strain avirulen) Ralstonia strain virulen Fusarium. R. oxysporum f. kentang Phytium Busuk akar/rebah spp. R.sp. oxysporum spp. Tanaman dan . R.

pakar bioteknologi memusatkan perhatiannya pada hubungan antara tanaman dengan jenis mikroba tertentu yang dapat menambat nitrogen dari udara dan menyusun atom nitrogen kedalam molekul ammonium. Belum diketahui sepenuhnya bagaimana rhizobium masuk melalui rambut – rambut akar. tanaman inang dan bakteri saling menguntungkan nitrogen dari untuk bakteri kedua untuk mendapatkan zat hara yang kaya energi dari tanaman inang sedangkan tanaman mendapatkan senyawa melangsungkan kehidupannya. Tanaman kacang-kacangan seperti buncis. phaseoli R. lupini R. trifolii R. leguminasorum R. Tanaman dan mikroba umumnya mendapatkan nitrogen dari senyawa seperti ammonium (NH4+) dan nitrat (NO3-). japonicum Tanaman simbiosanya Pea (Pisum spp). nitrat. akarnya mempunyai Simbiosis antara pihak. melioti R. Bakteri ini masuk melalui rambut-rambut akar dan menetap dalam akar tersebut dan membentuk bintil pada akar yang bersifat khas pada kacang – kacangan. spp) Kedelai ( Glycine max) . Bakteri bintil – bintil berisi bakteri yang mampu menambat nitrogen udara. 1984). Untuk memanfaatkan nitrogen dalam bentuk gas. Tabel 3. lentil ( Lens culinaris) Kacang buncis (Phaseolus vulgaris) Clover ( Trifolium subteranim) Alfafa (Medicago sativa) Lupin (Lupinus. kedelai. sehingga nitrogen tanah yang telah diserap tanaman dapat diganti. Bakteri penambat nitrogen yang terdapat didalam akar kacang-kacangan adalah jenis bakteri Rhizobium. terus ke dalam badan akar dan selanjutnya membentuk bintil – bintil akar. Beberapa spesies Rhizobium dan tanaman simbiosanya Spesies Rhizobium R. atau senyawa lain yang dapat digunakan oleh tumbuhan (Prentis.kebanyakan mikroba tidak mempunyai cara untuk mengikat nitrogen menjadi senyawa dalam selnya.

Dalam percobaan ini tidak menggunakan gen Rhizobium. spp Cowpea (Vigna. Penelitian terhadap Rhizobium yang berasosiasi dengan kedelai mengungkapkan bahwa banyak diantara bakteri ini yang mengandung gen hup (gen penyerap nitrogen). Dalam masalah ini telah dicapai kemajuan yang cukup besar dengan memanfaatkan vektor eukariotik. Hal ini memudahkan untuk memotong bagian untaian DNA yang sesuai dari kromoson Rhizobium dan menyisipkanya ke dalam mikroorganisme lain (Prentis. Fenomena ini memberi harapan di masa yang akan datang untuk mentransfer gen – gen tadi ke dalam gen bakteri yang terdapat diperakaran gandum dan padi-padian yang diketahui tidak dapat menambat nitrogen. tidak terpencar kedalam sejumlah DNA yang sangat besar yang menyusun kromosom bakteri. tetapi gen nif yang berasal dari Klebsiella pneumoniae. tetapi semuanya terkelompok dalam suatu daerah. 1984). Suatu harapan yang menarik adalah usaha untuk menyisipkan gen nif secara langsung kedalam tanaman. dalam hal ini adalah bakteri Agrobacterium tumefasiens penyebab crown gall yang mempunyai plasmid Ti (Tumor inducing plasmid) yang dapat merangsang sel inang untuk tumbuh secara luas biasa. tanpa melibatkan mikroba penambat nitrogen. coli. Gen yang mengatur proses penambatan ini adalah gen nif (Singkatan nitrogen – fixation). seperti yang telah dilakukan pada gen insulin pada manusia kedalam bakteri E. yaitu potongan yang dapat menjadi jembatan masuknya DNA asing ke dalam sel eukariotik. Gen ini berfungsi untuk mendaur ulang gas nitrogen . yang merupakan bakteri tanah yang hidup bebas pada tanaman inang. Gen – gen nif ini berbentuk suatu rantai . dimana enzim ini akan menambat gas nitrogen di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak. sehingga E. kacang tanah (Desmodium spp) Untuk menambat nitrogen. coli mampu untuk menambat nitrogen. spp). Bakteri ini mempunyai lebih kurang 17 gen nif dan gen nif ini dapat ditransfer ke bakteri lain. Dengan rekayasa genetik telah berhasil ditransfer gen nif dari bakteri Rhizobium kedalam bakteri Escherechia coli . bakteri ini menggunakan enzim nitrogenase.Rhizobium.

sejak saat itu berkembanglah penelitian – penelitian untuk mencari mikroorganisme yang dapat meningkatkan produksi tanaman . temperatur yang panas atau dingin. Rhizobakteria Rhizobakteria merupakan kelompok bakteri yang hidup dan berkembang di daerah rizofer tanaman. Sasaran untuk masa yang akan datang adalah mengintroduksikan gen osm ke dalam tanaman budidaya dengan tujuan untuk membuka lahan tandus yang luas untuk pertanian (Prentis. yang mempunyai kaitan dengan kemampuan tumbuhan untuk menahan tekanan . energi ini akan hilang. apabila plasmida pembawa hup ini terdapat pada Rhizobium. Semua faktor ini mengakibatkan air dalam sel tumbuhan dipaksa masuk atau keluar dengan proses osmosis. 1984) Tumbuhan yang nilai ekonominya yang rendah seperti gulma. Kelompok rhizobakteria ini diketahui dapat merangsang pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman dapat meningkat.kembali ke sistim nitrogenase yang menambat nitrogen. Jadi memanfaatkan energi pada hidrogen yang apabila tidak dimanfaatkan oleh tumbuhan. dan kadar garam di dalam tanah yang tinggi.tekanan (stres) dari lingkungannya. Banyak lahan di seluruh dunia tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian karena adanya faktor pembatas seperti : suhu yang rendah. maka plasmid pembawa gen ini dapat ditransfer dari satu strain ke strain lain. Penggunaan langsung hasil penelitian ini adalah dengan mengintroduksi gen hup kedalam strain Rhizobium yang tidak mempunyai gen ini. seperti : tidak adanya air. Gen lain yang menjadi perhatian pakar rekayasa genetik adalah gen osm. Hellriegel dan Wilfarth (1889) merupakan peneliti pertama yang melaporkan manfaat dari kelompok bakteri ini dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang – kacangan. tidak tersedianya air dan kandungan garam yang tinggi. Gen hup pada strain Rhizobium yang lain terdapat pada plasmida. sering memperlihatkan ketahanan terhadap faktor – faktor lingkungan yang tidak menguntungkan.

(b) Efisiensi penggunaan yang dapat ditingkatkan sehingga bahaya pencemaran lingkungan dapat dihindari. Potensi penggunaan rizobakteria sebagai inokulan telah banyak mendapat perhatian dari pakar mikrobiologi tanah dan penyakit tanaman. Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman. (d) Clostridium dan (e) Pseudomonas fluorescens dan P.Beberapa kelompok bakteri yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah : (a) Rhizobium (bakteri penambat N2 yang bersimbiosis dengan kacang – kacangan. 1961). (c) Bacillus subtilis. mikroorganisme dapat hidup dari substrak yang dikeluarkan oleh tanaman melalui akar ataupun tanaman yang mati. Berdasarkan struktur dan cara jamur menginfeksi akar. 1978). akar yang terinfeksi membesar dan bercabang). Beberapa keuntungan dengan memanfaatkan kelompok mikroorganisme ini adalah : (a) tidak mempunyai bahaya atau efek sampingan. disamping itu dapat juga merangsang pengeluaran unsur hara dari akar (Vancura. mikoriza dapat dikelompokan menjadi Ektomikoriza (jamur yang menginfeksi tidak masuk ke dalam sel akar tanaman dan hanya berkembang diantara dinding sel jaringan korteks. B. dan (d) Teknologinya yang sederhana. polymixa (bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah). karena sifat dari rizobakteria ini sangat agresif dalam mengkolonisasi akar menggantikan tempat mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman. Peranan MVA dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman telah banyak dilaporkan dan dari hasil penelitian belakangan ini banyak laporan yang memuat aplikasi dan usaha produksi inokulan MVA yang diusahakan secara komersil. (b) Azotobakter. Hubungan antara tanaman dan mikroorganisme terjadi di daerah rizosfer. 1964). dapat menghasilkan senyawa – senyawa yang mempercepat pertumbuhan (Bowen dan Rovira. Pemanfaatan kelompok mikroorganisme ini telah diterapkan di negara – negara maju dan beberapa negara berkembang. putia. Mikoriza Vesikular – Arbuskular Mikoriza Vesikular – Arbuskular (MVA) merupakan asosiasi antara jamur tertentu dengan akar tanaman membentuk jalinan interaksi yang komplek. Endomikoriza (Jamur . (Burr. (c) harganya yang relatif murah.

Mikoriza dapat mengurangi perkembangan penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Phytopthora cinamomi dan dapat juga menekan serangan nematoda bengkak akar (Max. Tanaman yang mempunyai mikoriza cenderung lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan dengan tanaman yang tidak mempunyai mikoriza. 4). Peranan penting MVA dalam pertumbuhan tanaman adalah kemampuannya untuk menyerap unsur hara baik makro maupun mikro. . Penyerapan hifa yang sangat luas di dalam tanah menyebabkan jumlah air yang diambil akan meningkat. Infeksi patogen akar akan terhambat. Setelah priode kekurangan air. dan segera diubah menjadi senyawa polifosfat. Senyawa polifosfat kemudian dipindahkan ke dalam hifa dan dipecah menjadi fosfat organik yang dapat diserap oleh sel tanaman. tidak tersedia bagi tanaman. Akar tanaman yang terbungkus oleh mikoriza akan menyebabkan akar tersebut terhindar dari serangan hama dan penyakit. Hal ini disebabkan karena hifa jamur mampu menyerap air yang ada pada pori – pori tanah saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air. Rusaknya jaringan kortek akibat kekeringan dan matinya akar tidak permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. akar yang bermikoriza akan cepat kembali normal. Dipihak lain. 1982).yang menginfeksi masuk ke dalam jaringan sel korteks dan akar yang terinfeksi tidak membesar). sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok bagi pertumbuhan patogen. sedangkan pada tanaman bermikoriza hampir 4 gr (Tabel. produksi singkong pada tanaman yang tidak bermikoriza kurang dari 2 gr. giberalin dan vitamin. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jamur mikoriza dapat menghasilkan hormon seperti sitokinin. menunjukkan bahwa tanpa pemupukan TSP. jamur mikoriza ada yang dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan patogen. meningkat dengan penggunaan Efisiensi pemupukan P sangat jelas Hasil penelitian Mosse (1981) mikoriza. disamping itu mikoriza akan menggunakan semua kelebihan karbohidrat dan eksudat akar lainnya. Selain itu akar yang mempunyai mikoriza dapat menyerap unsur hara dalam bentuk terikat dan yang Hifa eksternal pada mikoriza dapat menyerap unsur fosfat dari dalam tanah.

berkisar antara enam bulan hingga setahun sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman. OrgaDec. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. biodekomposer unggul yang digunakan adalah Trichoderma pseudokoningii . Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Degra Simba. dan fungi pelapuk putih. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses pengkomposan alami memakan waktu yang sangat lama. SuperDec filosofi dan OrgaDec.Teknologi Kompos Bioaktif Salah satu masalah yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah kandungan bahan organik dan status hara tanah yang rendah. Ketika kompos tersebut diberikan ke tanah. Stardec. Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia Indonesia hayati pengendali penyakit tanaman. Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan. dikembangkan berdasarkan tersebut. Mikroba tersebut mampu mempercepat proses pengomposan menjadi sekitar 2-3 minggu. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos. Starbio. Cytopaga sp. mikroba akan berperan untuk mengendalikan organisme patogen penyebab penyakit tanaman. dan lain-lain. petani organik mengandalkan kompos sebagai sumber . EM4. Mikroba biodekomposer yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan (BPBPI). misalnya: SuperDec. Biofertilizer Petani organik sangat menghindari pemakaian pupuk kimia. Petani organik mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. EM Lestari. Limbah organik seperti sisasisa tanaman dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman.

Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja. Dengan kata lain 100 kg kompos setara dengan 1. Namun. Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas.18 kg KCl. yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P. dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman. karena terikat pada mineral liat tanah.81% K. hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman. Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh . Misalnya untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya 200 kg Urea/ha. Jumlah kompos yang demikian besar ini memerlukan banyak tenaga kerja dan berimplikasi pada naiknya biaya produksi. antara lain: Aspergillus sp. Namun.5 kg KCl/ha. Hara N tersedia melimpah di udara. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P.69 kg Urea.34% P2O5. Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh). N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman.34 kg SP 36.69% N. 0. Tiga unsur hara penting tanaman. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.utama nutrisi tanaman. 75 kg SP 36/ha dan 37. Kompos matang kandungan haranya kurang lebih : 1. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan ( leguminose ). dan 2. umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K. 0. Sayangnya kandungan hara kompos rendah. Penicillium sp. Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah Mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. fosfat (P). yaitu Nitrogen (N). Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. maka membutuhkan sebanyak 22 ton kompos/ha. dan 2.

Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat mensuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Contoh mikoriza yang sering dimanfaatkan adalah Glomus sp dan Gigaspora sp.tanaman. Kamizae. antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp. Biofertilizer yang tersedia di pasaran antara lain: Emas. OST dan Simbionriza . Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Jenis-jenis Mikroorganisme yang Dimanfaatkan untuk Meningkatkan Produk Pangan No . Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer. Rhiphosant. Bahan Pangan Mikroorganisme Lactobacillus bulgaricus Streptococcus termophillus Streptococcus lactis Panicillium requiforti Propioni bacterium Lactobacillus casei Rhizopus oligosporus Rhizopus stoloniferus Rhizopus oryzae Aspergillus oryzae Golongan Produk 1 Susu Bakteri Bakteri Bakteri Jamur Bakteri Bakteri Yoghurt Yoghurt Mentega Keju Keju Swiss Susu asam 2 Kedelai Jamur Jamur Jamur Jamur Tempe Tempe Tempe Kecap Oncom 3 Kacang tanah Neurospora sitophyla Jamur .

Saccharomyces cereviseae Saccharomyces caelsbergensis Spirulina Chlorella Jamur Bakteri Nata de coco Roti Asinan 9 Padi-padian atau umbi-umbian Jamur Minuman beralkohol 10 Mikroorganisme Alga bersel Protein sel satu tunggal .4 Beras Saccharomyces cereviseae Endomycopsis fibulegera Saccharomyces elipsoides Endomycopsis fibulegera Jamur Jamur Tape Ketan 5 Singkong Jamur Jamur Tape singkong 6 7 8 Air kelapa Tepung gandum Kubis Acetobacter xylinum Bakteri Saccharomyces elipsoides Enterobacter sp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful