Aplikasi bioteknologi pada tanaman lahan pertanian dan perkebunan

Desember 19, 2008 Written by Iqbal Ali 22 Komentar

11 Votes

Bioteknologi telah banyak seklai membantu manusia dalam meningkatkan taraf hidup dan kesjahteraannya. terutama di bidang produksi bahan pangan khususnya bidang pertanian dan perkebunan, Berikut adalah beberapa aplikasi bioteknologi pada dunia tanaman, • Vaksin untuk tanaman. Hasil panen lahan pertanian bisaanya sangat rentan terserang penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh virus. Dengan adanya infeksi oleh berbagai macam virus, suatu tanaman akan terganggu pertumbuhannya, kualitasnya menurun, dan secara otomatis pasti akan menurunkan penghasilan para petani.Namun, sekarang para petani telah berhasil membuat alternatif dengan membuat pemberantas virus alami. Salah satu cara yang diterapkan yaitu dengan menyuntikan semacam vaksin ke dalam tubuh tanaman. Seperti halnya vaksin folio, vaksin ini mengandung strain virus yang telah dilemahkan. Vaksin ini kemudian membuat suatu tanaman kebal terhadap virus tertentu. Namun, selain menggunakan metode suntikan, sekarang telah ditemukan cara untuk menghasilkan kekebalan dalam tubuh tanaman, yaitu dengan cara menyisipkan sebuah gen dari virus TMV (Tobacco Mosaik Virus) ke dalam tubuh tanaman tembakau. Kemudian gen ini menghasilkan protein seperti yang di temukan di permukaan tubuh virus TMV, dan kemudian dia bekerja sebagai imun TMV dalam tubuh tanaman tersebut. Proses ini ditunjukkan dalam gambar 6.8. pada proses yang tercantum dalam gambar 6.8 dapat dijelaskan sebagai berikut: TMV mempunyai susunan tubuh yang terdiri atas protein sub unit sebagai mantel, dan untaian molekul RNA. Langkah pertama untuk melakukan proses penyisipan gen yaitu dengan cara mengkonversikan RNA dari mantel virus ke dalam cDNA sebuah bakteri yang bisa disisipi. Kemudian gen dari bakteri tersebut ditransfer ke agrobakter yang bertindak sebagai vector.

Agrobakter mampu disisipi DNA tersebut karena dia mempunyai plasmid TI. Kemudian DNA agrobakter tersebut disisipkan ke dalam satu sel tanaman, dan sel tanaman tersebut ditumbuhkan dalam kultur yang sesuai. Setelah tumbuh besar tanaman tersebut diuji coba dengan virus (TMV) setelah melakukan percobaan tersebut ternyata tanaman yang telah disisipi gen agrobakter yang mengandung DNA virus akan kebal terhadap serangan TMV. Jadi tidak hanya bagian tubuh tertentu dari tanaman yang kebal terhadap virus, namun juga keseluruhan tubuh tanaman. • Pestisida secara genetika apakah aman dipakai ? Selama 35 tahun, beberapa petani telah menggunakan suatu bakteri sebagai pestisida, bakteri tersebut adalah Bacillus thruringiensis (Bt), yang telah diresmikan menjadi pestisida tanaman. Bakteri tersebut menghasilakn sebuah kristal protein yang membunuh serangga dan larvanya yang membahayakan tanaman. Cara yang dilakukan untuk menyebarkan bakteri tersebut pada lahan pertanian adalah dengan menyebarkan spora bakteri pada lahan pertanian, dengan demikian petani akan dapat menjaga tanamannya walaupun tidak menggunakan bahan-bahan kimia pembunuh serangga.. Dengan adanya bioteknologi, petani tidak hanya dapat menyebarkan bakteri pada lahan pertanian mereka, namun mereka juga dapat menyebarkan gen Bt ke lahan mereka. Tanaman yang mengandung gen racun Bt dapat membantu membunuh serangga . Dengan adanya bioteknologi tanaman, telah banyak tanaman yang mempunyai insektisida dari gen, seperti tanaman tomat, tembakau, jagung, dan kapas. Kenyataannya, sebagian besar biji kapas yang diproduksi sekarang mengandung gen racun Bt, yang sangat efektif melindungi tanaman kapas dari serangan serangga. Cara kerja dari gen racun tersebut adalah ketika serangga memakan daun kapas, dimana ketika mereka memakan daun kapas tersebut mereka akan mati terbunuh. Gambar bakteri Bt ditunjukkan dalam gambar 6.9. • Penyimpanan yang aman Ladang tidak hanya sebagai tempat yang peka terhadap serangan serangga. Di Amerika beberapa hasil juga sangat rentan terhadap serangan serangga selama penyimpanan. Sehingga di beberapa negara dapat mengalami kekurangan makanan. Namun sekali lagi, dengan adanya bioteknologi masalah tersebut dapat diatasi. Misalnya tentang penelitian terhadap jagung. Di mana jagung dapat menghasilkan avidin. Avidin tersebut merupakan sebuah protein yang ditemukan di dalam putih telur yang sangat rentan terhadap hama selama masa penyimpanan. Protein tersebut menghalangi keberadaan biotin, vitamin yang dibutuhkan serangga untuk hidup. Pemakaian teknologi ini dalam skala besar bisa menyelamatkan banyak kehidupan di negara berkembang. • Kerentanan Herbisida Pemberantasan hama secara tradisional mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya adalah pemberantasan tersebut akan memberantas tanaman yang terinfeksi sampai ke rumput-rumput liar yang ada di sekitarnya. Namun dengan adanya bioteknologi, saat ini para petani dapat menggunakan herbisida dengan mudah tanpa mengkhawatirkan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Hasil panen dapat menjadi rentan terhadap herbisida tertentu, sebagai contoh yaitu glyphosate. Herbisida ini menghalangi enzim yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Melalui rekayasa biologi ilmuwan mampu membuat hasil panen transgenik yang menghasilkan enzim alternatif yang tidak terpengaruh glyphosate. Pendekatan ini berhasil pada kacang-kacangan. Saat ini kebanyakan kacang-kacangan yang dibudidayakan untuk digunakan sebagai makanan

bisaanya selalu mengontrol rumput-rumput liar dengan bahan kimia yang lebih aman terhadap lingkungan dibanding herbisida. Prosesnya ditunjukkan dalam gambar 6. diantaranya dari klorofil yang terkandung di daunnya. Contohnya adalah quinine. dan perusahaan serat. setiap kelebihan akan suatu penemuan pasti ada kekurangan yang mengukuti. Dan sekarang adenga adanya vitamin yang terkandung dalam bahan makanan maka akan sangat membantu mengatasi hal-hal tersebut. untuk anak-anak yang kekurangan lemak dalam tubuhnya. • Masa depan: Dari obat-obatan beralih ke bahan bakar. lemak seperti asam lemak untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.5% per tahun. setelah adanya bioteknologi melalui penyisipan gen.10 Petani yang menanam hasil panen yang kebal terhadap herbisida. Hal ini sangat memungkinkan manusia untuk menumbuhkan hormon dari hasil transgenik tanaman tembakau. menjadi lebih nyaman dipakai saat dijadikan bahan bju dan yang pasti menambah penghasilan petani. sebagai contoh mereka mulai mengambangkan beras kaya dengan zat besi dan protein. mengandung gen yang kebal terhadap herbisida. para peneliti juga sedang menemukan manfaat lain dari tomat sebagai bahan obat-obatan. petani kapas Amerika Serikat menghabiskan 300 juta dolar tiap tahun untuk memperoleh bahanbahan kimia yang akan disemprotkan ke lahan mereka. Semua keuntungan dalam bidang bioteknologi sangat berguna untuk semua umat manusia. kemudian adanya pereduksian plastik untuk menyuburkan tanaman. Salah satu alternatif yang dihasilkan dari bioteknologi adalah dengan Golden Rice. • Serat yang kuat. Hal tersebut akan sangant lebih efisien. cara lama untuk menghasilkan serat hanya dapat meningkatkan rata-rata kekuatan serat kapas sampai 1. Keuntungan yang sangat lebih berarti adalah mampu menyelamatkan manusia dari kelaparan. karena sebelum dapat dikonsumsi dengan baik oleh tubuh. Namun. karena menurut pengalaman dengan adanya kebutaan terhadap anak-anak maka petugas kesehatan sangant sibuk dan kesulitan untuk menyampaikan obat-obatan kepada mereka. Bioteknologi juga menemukan cara memproduksi tanaman nonprotein atau mengubah suatu sel. Akhir-akhir ini hasil penelitian dari Universitas Cornell mendapatkan tomat dan pisang yang memproduksi vaksin untuk melawan penyakit hepatitis B. maka harus diuraikan terlebih dahulu oleh lemak. tembakau bebas nikotin. maka mereka tidak dapat mengkonsumsi beras ini dengan baik. plastic yang diolah untuk menyuburkan tanaman. kekuatan serat mengalami peningkatan samapai 60%. Dalam waktu yang tidak lama lagi para petani akan dapat menumbuhkan obat-obatan di sepanjang tanaman panenan mereka. Perkembangan ini sangat penting karena sebelum adanya hasil panen yang rentan. sebuah provitamin yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin A dalam tubuh. Maka dari itu penemuan tidak hanya sampai disana saja.hewan. Demikan pula dengan adanya Golden Rice ini. Seperti yang disebutkan di awal. S-linalool sebagai penambah aroma. Selain itu. para ilmuan mencari alternatif lain yang lebih mudah. yang secara genetik dapat menghasilkan beta karoten. sekarang mjuga mulai dikembangkan bahan bakar kendaraan bermotor. Dengan demikian tanaman dapat dijadikan sebagai vaksin. mereka berharap dapat menemukan semacam vaksin atau antibody dari kandungan klorofil tersebut. dan efisien. kopi bebas kafein. adanya warna biru delfinin dari bunga. . Serat yang dihasilkan menjadi lebih halus. Namun. politerpens merupakan jenis karet yang baru.

4. Kesehatan 3. Lingkungan BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Di bidang pertanian. 2. Pemanfaatan Bioteknologi bagi kehidupan manusia dintaranya digunakan dalam bidang: 1. Meningkatnya populasi manusia dan menipisnya Sumber Daya Alam yang ada membuat manusia mau tidak mau harus menciptakan sesuatu yang baru yang dapat dengan cepat diperoleh dengan meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul. 5. 6. Pertanian 2. Pembentukan tumbuhan tahan hama Pembuatan tumbuhan yang mampu menambat nitrogen Mengendalikan serangga perusak tanaman budidaya Pembiakan tanaman unggul tahan hama Mengatasi produksi bibit yang sama dalam jangka waktu singkat Mengatasi terbatasnya lahan pertanian Peranan Bioteknologi Dalam Bidang pertanian . 3. bioteknologi diantaranya berperan dalam: 1.Manfaat Bioteknologi MANFAAT BIOTEKNOLOGI Secara umum bioteknologi dikembangkan untuk kesejahteraan umat manusia.

dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. terutama di negara negara maju. makanan ternak dan bahan – bahan baku untuk industri. Pertanian secara tradisional merupakan bidang usaha yang bertujuan untuk menghasilkan kebutuhan hidup seperti makanan. fungi. virus. mikrobiologi. Sebagai contoh. dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim. Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini produksi hasil pertanian telah meningkat secara luar biasa. serta pemuliaan dan reproduksi hewan. tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain. serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri. Pada masa ini. tetapi persediaan pangan yang bergizi bagi penduduk dunia tidak . komputer. perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata. tanah.[4] Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan. dan lain sebagainya. biologi molekular. Di bidang medis. antibiotik. dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. kimia. Bidang usaha ini berciri utama penggunaan sumber daya alami seperti tumbuhan. bioteknologi berkembang sangat pesat. alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Dewasa ini. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika. roti. pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Perubahan terjadi berkat semakin banyaknya produk – produk ilmu dan teknologi yang masuk ke dalam bidang usaha pertanian dan memberikan pengaruh pada sistim produksi bahan makanan dan pertanian di seluruh dunia. dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika. dan lain-lain. faktor lingkungan dan dipadukan dengan penggunaan tenaga manusia dan ternak. di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir. seperti kanker ataupun AIDS. produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa. maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19. pengembangbiakan sel induk. Dengan kata lain. Dengan alat ini. Hal ini sedikit demi sedikit berubah ke arah bentuk usaha pertanian yang mempunyai ciri – ciri seperti pada bidang usaha industri. air. serat. seperti biokimia. kloning. Sebagai contoh. bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan. matematika. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. genetika.Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri. DNA rekombinan. kultur jaringan. penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin. kultur jaringan dan DNA rekombinan.

fisiologi dan biokimia. Teknik ini merupakan sarana yang digunakan untuk mengetahui sifat dan fungsi gen sebagai pengatur pertumbuhan dan pengembangan. para ilmuwan dapat menyisipkan satu persatu gen untuk sifat spesifik secara langsung ke dalam genom yang telah terbentuk. Bioteknologi mencakup teknik DNA rekombinan. manusia memanipulasi proses alam untuk menghasilkan berbagai varietas tanaman yang menunjukan sifat atau ciri khas yang diinginkan. Bioteknologi menyediakan bagi para pakar suatu pendekatan baru untuk mengembangkan varietas – varietas baru dengan produksi yang lebih tinggi dan lebih bergizi. Selain itu juga dapat digunakan untuk mempertukarkan gen antara organisme yang tidak dapat disilangkan secara seksual. manusia memanfaatkan proses alami pertukaran genetik melalui pemuliaan yang menciptakan variasi ciri biologi. seperti meningkatkan produksi. kultur sel. Dalam kedua metode ini. antibodi monoklonal dan rekayasa proses biologi. Teknik transfer gen merupakan kunci berbagai penerapan bioteknologi. Fakta ini melandasi semua upaya untuk memperbaikan varietas – varietas tanaman pertanian. kemudian memisahkannya dan memasukkannya kedalam inang asli atau organisme lain. Bioteknologi adalah penerapan yang didasarkan kepada sistim kehidupan untuk mengembangkan proses dan produk komersial. manipulasi dan tranfer embrio. kita dapat memindahkan gagasan ke penerapan praktis. tranfer gen. baik melalui pemuliaan tradisional maupun melalui teknik biologi molekuler. atau mengurangi kebutuhan terhadap pupuk dan bahan – bahan kimia lainnnya. Hal ini mendorong orang untuk memanfaatkan teknologi baru dalam program pemulian tanaman agar masalah pangan dan gizi yang timbul dapat diatasi. Inti dari rekayasa genetik adalah menentukan gen yang dapat mengekspresikan sifat tertentu. Tanpa bergantung pada terjadinya rekombinasi sejumlah besar gen. serta terhadap keadaan yang merugikan. regenerasi tumbuhan. peternakan dan pegolahannya secara biologi. genetika. tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Misalnya kita telah berhasil mengubah secara genetis sifat tanaman budidaya tertentu untuk meningkatkan daya tahan terhadap hama dan penyakit tertentu. melainkan lebih tepat untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Para ilmuwan dapat pula mengendalikan ekspresi gen dalam varietas tanaman baru. serat kayu dan produk lainnya. Bioteknologi dibangun berlandaskan pengertian yang diturunkan dari pengetahuan dalam bidang biologi.pernah melebihi kebutuhan. Dengan teknik ini. Bioteknologi bukan sarana untuk mengubah tujuan pertanian sebagai penghasil bahan pangan. atau ternak dengan produksi daging yang tinggi dengan kadar lemak yang rendah. . Metoda biologi molekuler dapat menyederhanakan masalah ini dengan memanipulasi gen satu persatu. Bioteknologi mempunyai potensi untuk meningkatkan produksi tanaman budidaya. Sepanjang sejarah perkembangan pertanian. Transfer gen molekuler dapat memperpendek waktu yang diperlukan untuk mengembangkan varietas baru dan memberikan ketepatan yang lebih besar untuk sifat yang diinginkan. pengaturan komunikasi antar sel dan antar organisme. lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

buah. Protoplas dapat dipisahkan dari jaringan tanaman. keberhasilan metoda ini kecil peluangnya untuk tanaman kacang-kacangan dan padi – padian. sebagai fragmen atau plasmid yang berasal dari bakteri. tetapi kalus yang merupakan keturunannya dapat menjadi tanaman yang menunjukan perbedaan sifat-sifat yang cukup besar . bintil akar kacangan. Hal ini memberi petunjuk penting bahwa usaha dibidang kacang-kacangan akan dapat berkembang lebih cepat. sering terjadi penyimpangan (Chaleff. Protoplas sel totipoten tanpa dinding sel dapat dihasilkan dengan mudah dan telah dirancang suatu metode untuk menumbuhkannya menjadi jaringan kalus dan dilanjutkan menjadi tanaman kecil yang dapat dikembangbiakan secara konvensional. 1984). Sayangnya . Fakta bahwa fusi dapat terjadi antara sel somatik yang bersifat diploid yang memungkinkan pemulia tanaman merancang suatu teknik dengan baik. untuk menghasilkan tanaman dengan sifat-sifat yang baru sama sekali. Pendapat ini sebahagian besar berlaku jika tumbuhan dibiakkan dengan kuncup ketiak atau tunas liar yang secara langsung dipisahkan dari tanaman. Rekayasa genetik atau rekombinan DNA adalah suatu kumpulan teknik . bahwa semua klon secara genetik bersifat serupa. . Manfaat penting dari protoplasma dalam pemuliaaan tanaman terletak pada beberapa sifatnya. (3) tidak adanya dinding sel juga memudahkan penyerapan DNA. Belakangan ini kemungkinan tanaman Medicago sativa (Alfafa) untuk beregenerasi dari protoplasma menjadi tumbuhan lengkap peluangnya cukup tinggi dalam kondisi pertumbuhan yang relatif sederhana. Manipulasi – manipulasi tersebut dilakukan secara in vitro dengan menggunakan material – material biologi Penggunaan kultur jaringan untuk pembiakan klonal didasarkan pada anggapan bahwa jaringan secara genetik tetap stabil jika dipisahkan dari tumbuhan induk dan ditempatkan dalam kultur. Sebegitu jauh kita masih belum mampu untuk mengembangkan tumbuhan dari jenis padi – padian dan kacang – kacangan melalui pertumbuhan protoplasma. organ penyimpanan dan jaringan kalus. (2) tidak adanya dinding sel memudahkan fusi antara protoplas dan dengan demikian mengawali terjadinya pembastaran. daun.teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi. yaitu : (1) protoplas dapat dihasilkan dan disaring untuk membentuk banyak variasi.Pemuliaan Tanaman Perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam bidang biologi molekuler telah melahirkan dan berkembangnya teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik . mengidentifiksi dan melipatgandaan suatu fragmen dari material genetik (DNA) dalam bentuk murninya. serbuk sari. termasuk akar. Meskipun protoplas yang terbentuk secara genetik bersifat homogen. Walaupun demikian. Jaringan daun sering digunakan karena hasil protoplas dari sumber ini cukup tinggi dan seragam. Protoplas sering menghasilkan jaringan kalus yang kemudian dari kalus ini diregenerasikan suatu tumbuhan yang lengkap. Meskipun tanaman yang diperbanyak secara vegetatif (klon) umumnya mirip induknya. apabila tunas terbentuk dari jaringan kalus. tetapi tidak berarti.

Klon yang berbeda secara nyata dari induknya dapat terjadi. Sebagai contoh pembastaran somatik antara Petunia hybrida dengan Petunia parodii. Inti campuran (heterokarion) yang terjadi pada fusi dua protoplas yang tidak sama dapat berkembang menjadi sel bastar dengan fusi inti. dan dikenal sebagai varian somatik dan merupakan hasil perubahan genetik pada sel merismatik yang menghasilkan semua atau sebagian tumbuhan baru. pembentukan kembali dinding sel. fusi kloroplas tumbuhan mudah dicapai. satu inti yang membawa gen kromosomal (karyom) yang berasal dari masing – masing induk. Meskipun fusi protoplas tumbuhan diketahui jarang terjadi. meskipun tidak mudah untuk menumbuhkan sel bastar dengan memuaskan. fusi inti untuk mendapatkan inti bastar sejati. Petunia hybrida lebih peka terhadap aktinomisin D dari protoplas Petunia parodi . sedangkan protoplas Petunia hybrida terus menerus membentuk kalus. 5. Suspensi protoplas dalam 0. mutasi gen tunggal. fusi. teknik fusi protoplasma memberikan kesempatan untuk menghasilkan kombinasi dua genom induk yang lengkap. Dengan cara ini semua organel dari kedua protoplas pembawa gen yang dapat mengadakan seleksi sendiri. dan akhirnya pembentukan tumbuhan secara lengkap. Jutaan sel. misalnya pada jeruk manis. Protoplas Petunia parodii paling tinggi hanya dapat membentuk kalus kecil yang terdiri dari lebih kurang lima puluh sel pada media. yang prosedur seleksinya memanfaatkan adanya perbedaan kekuatan potensi pertumbuhan antara protoplas daun kedua jenis tumbuhan ini. seperti kloroplas dan mitokondria. Dengan demikian. antara lain : perubahan jumlah kromosom dalam inti. pertumbuhan sel bastar dalam kultur. tetapi bisanya gen yang diwariskan melalui plastida (plastidom) dan gen yang diwariskan melalui mitokondria (kondriom) hanya berasal dari induk betina. digabung. Sebaliknya dari kepekaannya terhadap aktinomisin D. Beberapa mekanisme genetik dapat menyebabkan terjadinya variasi somatik. Tahap berikutnya adalah membangkitkan bastar somatik dengan teknik fusi protoplasma yaitu dengan : (1) isolasi protoplasma. Dalam hal-hal tertentu varian somatik dapat menjadi varietas baru yang penting. namun Power dan kawan – kawan tahun 1970.25 mol/l larutan natrium nitrat dapat menginduksi fusi yang cepat. masing – masing mempunyai potensi untuk menjadi . Salah satu keuntungan utama yang diberikan oleh kultur untuk percobaan genetik dengan tumbuhan lebih tinggi adalah bahwa kultur sel itu memungkinkan seleksi langsung untuk memperoleh fenotipe baru dari sejumlah besar populasi sel yang ditumbuhkan pada kondisi tertentu dan dari segi fisiologis dan perkembangan bersifat seragam. Dari hal ini jelaslah bahwa protoplas bastar yang hanya sedikit terdapat dalam campuran sel perlu dipisahkan dan mendorong perkembangannya melalui prosedur seleksi. sedangkan pada persilangan seksual biasa.5% natrium nitrat dan kalsium klorida dapat digunakan untuk menginduksi fusi protoplas Parthenocissus tricuspidata dengan protoplas Petunia hibrida. dan dengan demikian menemukan langkah awal untuk pembastaran somatik pada tumbuhan. Pada umumnya.2% sukrosa. berhasil merancang suatu metode untuk mengendalikan fusi yang dapat diulang. Larutan 10.

jagung. mikroinjeksi DNA. kekeringan dan peningkatan kualitas nutrisi. Beberapa vektor kloning dan penggunaannya Penggunaan Vektor 1 2 *) 3 4 5 6 . Pada awalnya. elektroforasi. gen yang banyak dipakai dalam transfer tanaman adalah gen – gen reporter yang fungsinya lebih banyak untuk uji pengembangan teknik transfer itu sendiri. sistim vektor yang terus dikembangkan. Teknik – teknik gen transfer berkembang dengan cepat dan terus disempurnakan. 1990). teknik transformasi. Dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai metoda telah dikembangkan dan digunakan untuk membuat tanaman transgenik. Kedelai misalnya termasuk spesies tanaman yang sulit direkayasa dengan Agrobacterium. penembakkan dengan mikroproyektil (Uchimiya. Kemudian terus dikembangkan transfer klon gen yang mengendalikan karakter – karakter yang mempunyai nilai ekonomis sejalan dengan tersedianya klon gen tersebut. promotor yang spesifik untuk organ tertentu untuk ekspresi gen adalah faktor – faktor yang berperan dalam memproduksi tanaman transgenik. metoda yang efisien dalam mengklon gen. Karakter – karakter tersebut diantaranya adalah gen untuk ketahanan terhadap serangga. Kekurangan yang mencolok dalam sistim ini adalah kesulitan dengan tanaman monokotil. terutama golongan serelia seperti : padi. 1989) Agrobacterium tumefacien efektif digunakan sebagai sistim transfer gen tanaman dikotil.tumbuhan dapat dikulturkan dalam satu cawan petri. gen ketahanan terhadap herbisida. Metoda lain yang juga telah dikembangkan adalah metoda gen transfer menggunakan kloroplas. termasuk diantaranya penggunaan plasmid Ti dengan Agrobacterium tumefaciens. regenerasi tanaman. gandum dan lain – lain yang tidak dapat ditransformasi dengan Agrobacterium (Wu. gen untuk ketahanan terhadap penyakit virus dan bakteri. atau mempelajari kemampuan sekuens pengendali dalam mengendalikan ekspresi suatu gen di dalam sel tanaman. Tabel 1. ketersediaan konstruksi – konstruksi gen baru. toleransi terhadap salinitas. gen transfer pada tanaman sudah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di beberapa laboratorium di dunia. meskipun tidak semua tanaman dikotil menunjukkan respon yang sama terhadap sistim tranformasi ini.

penyebaran virus. (virus coat protein gen – gen VCP). dan lokalisasi infeksi dengan atau tanpa nekrosis).Mengklon fragmen besar Kontruksi pustaka genom Konstruksi pustaka cDNA Sub cloning rutin Pembuatan konstruksi Vektor ekspresi Sekuensing Probe utas tunggal *) 1 2 3 4 5 6 = Plasmid prokariotik + + + + + + + + + + + + + + + + + = Bakterifage lamda = Kosmid = Filamentous fage = Virus eukariot = Plasmid eukariot Program pemuliaan tanaman pertanian untuk ketahanan terhadap virus telah banyak dilakukan. Sekuens RNA antisens dan gen penyandi protein pembungkus virus. Sanford dan Johston memperkenalkan suatu konsep baru penggunaan teknik rekayasa genetik dalam mengembangan resistensi terhadap mikroorganisme. Pada tahun 1985. dimana gen yang sudah dimodifikasi dari suatu patogen dapat memberikan resistensi tanaman dengan menganggu proses hidup patogen tersebut.. Sampai saat ini ada tiga bentuk resistensi non – konvensional terhadap virus yang telah dikembangkan yaitu : (1) penggunaan sekuens RNA satelit. (2) resistensi untuk pekembangan penyakit (pencegahan replikasi virus. Perkembangan teknologi rekombinan DNA telah memberikan harapan baru dalam mengatasi masalah virus tanaman. . (3) resistensi terhadap perkembangan gejala penyakit (toleran). Target dari sifat resistensi tersebut menurut Hull (1990) dapat dikelompokkan kedalam : (1) memberikan resistensi terhadap transmisi.

metoda untuk merekayasa resistensi tanaman terhadap herbisida dapat dibedakan ke dalam dua kelompok pendekatan yaitu : (1) merubah tingkat sensitifitas dari enzim yang merupakan target herbisida dalam tanaman yakni dengan memanfaatkan gen mutan yang timbul spontan dialam dan mengintroduksi gen tersebut kedalam genom kloroplast. tomat dan kentang transgenik yang mengandung gen toksin Bacillus thuringiensis memperlihatkan resistensi terhadap serangan serangga hama. Backman.1985) Jamur Trichoderma harzianum dapat mengendalikan penyakit layu semai pada . amilase dan decarboxylase. Well dan kawan – kawan melaporkan bahwa dengan pemberian inokulum Trichoderma harzianum dengan perbandingan inokulum dengan tanah 1 : 10 v/v dapat mengendalikan penyakit busuk batang dan busuk akar yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii. ada beberapa sistim pengendalian biologi yang telah dikembangkan dengan memanfaatkan bioteknologi. Belgium. yang hasilnya sebanding dengan perlakuan yang menggunakan pestisida kimia (Sinner cit Hinggis. Lebih dari 3. Menurut Dekeyser (1991) tanaman tembakau. Teknologi rekombinan DNA dapat juga digunakan untuk merakit tanaman yang resisten terhadap serangga hama yakni dengan memanfaatkan bakteri Bacillus thuringiensis yang merupakan jenis bakteri yang mampu menghasilkan suatu protein kristal yang bersifat racun terhadap serangga. 1987). Spesies lain dari jamur ini telah diketahui bersifat antagonistik atau parasitik terhadap jamur patogen tular tanah yang banyak menimbulkan kerugian pada tanaman pertanian Tahun 1972. Sifat antagonis jamur Trichoderma sp telah diteliti sejak lama. 1991). hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh toksin yang dihasilkan jamur ini yang dapat diisolasi dari biakan yang ditumbuhan di dalam petri. Gen penghasil toksin pada Bacillus thuringiensis di klon dan di tranfer ke tanaman budidaya yang banyak diusahakan.Perkembangan teknologi rekombinan DNA juga memungkinkan dilakukannya manipulasi rekayasa genetik untuk mendapatkan tanaman yang toleran terhadap herbisida sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan produksi tanaman. karena harus menunggu tersediannya pengetahuan dasar mengenai perilaku dan sifat populasi campuran di dalam tanah dan dipermukaan tanaman. Inokulasi Trichoderma lignorum ke dalam tanah dapat menekan serangan penyakit layu yang menyerang di pesemaian.000 isolat alami Bacillus thuringiensis yang diseleksi oleh Genetic System N. Inokulum jamur ini ternyata dapat mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii di lapangan dengan butiran tanah diatomae sebanyak 140 kg/ha sebagai inokulum. Pengendalian Biologi Pengendalian biologi yang terjadi secara alami di alam yang dapat menekan perkembangan serangan penyakit tanaman jarang dapat dijelaskan bagaimana mekanisme pengendaliaanya. Pada tahun 1975. (2) Mengintroduksi gen pengkode enzim yang dapat menetralisir (menghilangkan) sifat racun herbisida dalam tanaman seperti enzim oksidase. Menurut Oxtoby dan Hughes (1990). Kemajuan penelitian dibidang ini berjalan lambat. Walaupun demikian.V. hampir semuanya dilaporkan meracun terhadap larva berbagai Lepidoptera dan 5 larva Coleoptera (Dekeyser. Aktifitas bioinsektisida dari Bacillus thuringiensis ini spesifik terhadap spesies serangga tertentu dan tidak toksik terhadap hewan (Spear. Rodrigues – Kabana mengembangkan penelitian tentang pemanfaatan inokulum jamur antagonis ini yang dicampurkan dengan tanah diatomae yang dilumuri larutan tetes (molase) 10 % untuk membantu pertumbuhan Trichoderma harzianum .

Fusarium spp Fusarium spp. fluorescens solani. Kedua strain ini dapat diketahui apakah bersifat patogen atau antagonis dengan melakukan uji patogenisitas pada tanaman inang. R. Kelompok bakteri dari Genus Agrobacterium dan Pseudomonas banyak dimanfaatkan sebagai agen pengendalian biologi. Di dalam tanah di sekeliling perakaran tanaman yang sakit. Bakteri Agrobacterium radiobacter strain K. dua mengandung plasmid kecil yang bersandikan produksi Agrosin – 84. Tabel 1.sp. kedua plasmid dari strain – 84 berpindah secara bebas.kacang buncis dan kol pada kondisi rumah kaca. Dengan cara manipulasi genetik dapat dikembangkan strain 84 yang tidak dapat melakukan konjugasi dengan patogen atau mengembangkan strain patogenik penghasil agrosin. oxysporum . perbandingan kedua strain ini sangat tinggi tetapi pada perakaran tanaman yang sehat perbandinganya rendah sekali (Skinner cit. Jamur antogonis ini dapat mengkolonisasi tunggul sehingga mencegah terjadinya pembusukan pada kayu inti. tiga mengandung plasmid Ti. Jamur Fomes annosus dari kelompok Basidiomycetes yang menyebabkan penyakit busuk pada inti kayu pada pohon jarum (Picea abies) dapat ditekan serangannya dengan menginokulasikan jamur antagonis Peniophora gigentea.Apel dan Pear Rebah semai / Padi. solani F. pada sel penerima dapat muncul atau tidak. tetapi hasilnya belum mantap untuk skala lapangan. Jamur Trichoderma hamatum dilaporkan juga dapat menghambat serangan jamur Rhizoctonia solani dan Phytium sp yang menyerang persemaian tanaman kapri dan lobak.84 dapat menghasilkan senyawa antibiotik Agrosin 84 yang mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen Agrobacterium tumefacient penyebab penyakit Crown Gall pada tanaman persik dan mawar. Selama konjugasi. 1985). Dari percobaan laboratorium didapatkan bahwa bakteri patogen yang resisten terhadap agrosin ini dapat muncul karena adanya konjugasi antara strain – 84 dan strain patogen. Hinggins. 1977) Agen hayati Patogen sasaran Agrobacterium tumefaciens Rizoctonia Crown gall / Rose. Penyakit/ Inang Kelompok bakteri Agrobacterium radiobacter Bacillus subtilis Pseudomonas cepacia P. Dari enam kemungkinan transkonjugan.. Tidak semua spesies dari genus Agrobacterium merupakan bakteri patogen. Strain K – 84 ini mengandung plasmid kecil yang menyandikan produksi agrosin dan plasmid besar yang menyandikan penggunaan nonpalin yang merupakan asam amino tipe opin yang hanya terdapat dalam jaringan Crown Gall. Beberapa contoh agen hayati yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit tanaman (Wipps. Kapas dan Legum Rebah semai / Kapas Phytium . Banyak strain yang diisolasi dari dalam tanah diketahui merupakan strain antagonis yang dapat menghambat pertumbuhan strain patogen. sedangkan plasmid Ti pada patogen.

Trichoderma harzianum Peniophora gigentea F. solanacearumJagung dan sayuran Layu dan rebah Kelompok jamur Trichoderma viridae spp. sayuran Busuk batang dan patogen) Gliocladium virens Phytium oligandrum batatas P. kentang Phytium Busuk akar/rebah spp. makin lama makin tidak mencukupi kebutuhan tanaman.sp. ultimum. sebahagian besar dalam bentuk N2 yang tidak dapat dimanfaatkan. Keinginan menaikkan produksi tanaman untuk mencukupi kebutuhan pangan. termasuk protein. DNA dan RNA. Tanaman dan . Phytiumsemai / sayuran Layu/ Tomat. Untuk itu perlu dicari pupuk nitrogen alternatif dan rekayasa gen hijau kelihatannya dapat memberikan harapan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di masa yang akan datang. Industri pupuk yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan pupuk yang semakin meningkat. solani P. spp. R. R. solani Fusarium.Ralstonia solanacearum (strain avirulen) Ralstonia strain virulen Fusarium. oxysporum spp. solani Heterobasidon annosum semai. berakibat diperlukannya pupuk dalam jumlah yang banyak. Udara yang menyelubungi bumi mengandung gas nitrogen sebanyak 80 %. R. Tanaman harus mengekstraksi kebutuhan nitrogennya dari dalam tanah. sehingga perlu diberikan pupuk sintetik yang merupakan sumber nitrogen untuk mempertinggi produksi. Sumber nitrogen yang terdapat dalam tanah. ultimum akar cemara Layu fusarium/ubi jalar Rebah semai/ sayuran Rebah semai/ bet gula Penambatan Nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. oxysporum f. layu/ sayuran Busuk akar/ layu/ (non F.

Beberapa spesies Rhizobium dan tanaman simbiosanya Spesies Rhizobium R. trifolii R. japonicum Tanaman simbiosanya Pea (Pisum spp). kedelai. Belum diketahui sepenuhnya bagaimana rhizobium masuk melalui rambut – rambut akar. akarnya mempunyai Simbiosis antara pihak. pakar bioteknologi memusatkan perhatiannya pada hubungan antara tanaman dengan jenis mikroba tertentu yang dapat menambat nitrogen dari udara dan menyusun atom nitrogen kedalam molekul ammonium. Tabel 3. atau senyawa lain yang dapat digunakan oleh tumbuhan (Prentis. terus ke dalam badan akar dan selanjutnya membentuk bintil – bintil akar. lupini R. spp) Kedelai ( Glycine max) . leguminasorum R.kebanyakan mikroba tidak mempunyai cara untuk mengikat nitrogen menjadi senyawa dalam selnya. phaseoli R. tanaman inang dan bakteri saling menguntungkan nitrogen dari untuk bakteri kedua untuk mendapatkan zat hara yang kaya energi dari tanaman inang sedangkan tanaman mendapatkan senyawa melangsungkan kehidupannya. melioti R. Tanaman kacang-kacangan seperti buncis. Bakteri ini masuk melalui rambut-rambut akar dan menetap dalam akar tersebut dan membentuk bintil pada akar yang bersifat khas pada kacang – kacangan. sehingga nitrogen tanah yang telah diserap tanaman dapat diganti. nitrat. 1984). lentil ( Lens culinaris) Kacang buncis (Phaseolus vulgaris) Clover ( Trifolium subteranim) Alfafa (Medicago sativa) Lupin (Lupinus. Bakteri bintil – bintil berisi bakteri yang mampu menambat nitrogen udara. Bakteri penambat nitrogen yang terdapat didalam akar kacang-kacangan adalah jenis bakteri Rhizobium. Untuk memanfaatkan nitrogen dalam bentuk gas. Tanaman dan mikroba umumnya mendapatkan nitrogen dari senyawa seperti ammonium (NH4+) dan nitrat (NO3-).

dalam hal ini adalah bakteri Agrobacterium tumefasiens penyebab crown gall yang mempunyai plasmid Ti (Tumor inducing plasmid) yang dapat merangsang sel inang untuk tumbuh secara luas biasa. Fenomena ini memberi harapan di masa yang akan datang untuk mentransfer gen – gen tadi ke dalam gen bakteri yang terdapat diperakaran gandum dan padi-padian yang diketahui tidak dapat menambat nitrogen. Gen yang mengatur proses penambatan ini adalah gen nif (Singkatan nitrogen – fixation). Bakteri ini mempunyai lebih kurang 17 gen nif dan gen nif ini dapat ditransfer ke bakteri lain. tetapi gen nif yang berasal dari Klebsiella pneumoniae. Penelitian terhadap Rhizobium yang berasosiasi dengan kedelai mengungkapkan bahwa banyak diantara bakteri ini yang mengandung gen hup (gen penyerap nitrogen). bakteri ini menggunakan enzim nitrogenase. seperti yang telah dilakukan pada gen insulin pada manusia kedalam bakteri E.Rhizobium. dimana enzim ini akan menambat gas nitrogen di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak. spp). yang merupakan bakteri tanah yang hidup bebas pada tanaman inang. Gen – gen nif ini berbentuk suatu rantai . sehingga E. kacang tanah (Desmodium spp) Untuk menambat nitrogen. spp Cowpea (Vigna. tetapi semuanya terkelompok dalam suatu daerah. Hal ini memudahkan untuk memotong bagian untaian DNA yang sesuai dari kromoson Rhizobium dan menyisipkanya ke dalam mikroorganisme lain (Prentis. Dalam percobaan ini tidak menggunakan gen Rhizobium. tanpa melibatkan mikroba penambat nitrogen. coli mampu untuk menambat nitrogen. Gen ini berfungsi untuk mendaur ulang gas nitrogen . Dalam masalah ini telah dicapai kemajuan yang cukup besar dengan memanfaatkan vektor eukariotik. coli. tidak terpencar kedalam sejumlah DNA yang sangat besar yang menyusun kromosom bakteri. yaitu potongan yang dapat menjadi jembatan masuknya DNA asing ke dalam sel eukariotik. Suatu harapan yang menarik adalah usaha untuk menyisipkan gen nif secara langsung kedalam tanaman. Dengan rekayasa genetik telah berhasil ditransfer gen nif dari bakteri Rhizobium kedalam bakteri Escherechia coli . 1984).

Penggunaan langsung hasil penelitian ini adalah dengan mengintroduksi gen hup kedalam strain Rhizobium yang tidak mempunyai gen ini. Hellriegel dan Wilfarth (1889) merupakan peneliti pertama yang melaporkan manfaat dari kelompok bakteri ini dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang – kacangan.kembali ke sistim nitrogenase yang menambat nitrogen. yang mempunyai kaitan dengan kemampuan tumbuhan untuk menahan tekanan . Banyak lahan di seluruh dunia tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian karena adanya faktor pembatas seperti : suhu yang rendah. Sasaran untuk masa yang akan datang adalah mengintroduksikan gen osm ke dalam tanaman budidaya dengan tujuan untuk membuka lahan tandus yang luas untuk pertanian (Prentis. maka plasmid pembawa gen ini dapat ditransfer dari satu strain ke strain lain. temperatur yang panas atau dingin. sejak saat itu berkembanglah penelitian – penelitian untuk mencari mikroorganisme yang dapat meningkatkan produksi tanaman .tekanan (stres) dari lingkungannya. sering memperlihatkan ketahanan terhadap faktor – faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Jadi memanfaatkan energi pada hidrogen yang apabila tidak dimanfaatkan oleh tumbuhan. seperti : tidak adanya air. apabila plasmida pembawa hup ini terdapat pada Rhizobium. Kelompok rhizobakteria ini diketahui dapat merangsang pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman dapat meningkat. 1984) Tumbuhan yang nilai ekonominya yang rendah seperti gulma. tidak tersedianya air dan kandungan garam yang tinggi. Gen lain yang menjadi perhatian pakar rekayasa genetik adalah gen osm. Semua faktor ini mengakibatkan air dalam sel tumbuhan dipaksa masuk atau keluar dengan proses osmosis. Gen hup pada strain Rhizobium yang lain terdapat pada plasmida. Rhizobakteria Rhizobakteria merupakan kelompok bakteri yang hidup dan berkembang di daerah rizofer tanaman. dan kadar garam di dalam tanah yang tinggi. energi ini akan hilang.

akar yang terinfeksi membesar dan bercabang). Potensi penggunaan rizobakteria sebagai inokulan telah banyak mendapat perhatian dari pakar mikrobiologi tanah dan penyakit tanaman. Peranan MVA dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman telah banyak dilaporkan dan dari hasil penelitian belakangan ini banyak laporan yang memuat aplikasi dan usaha produksi inokulan MVA yang diusahakan secara komersil. polymixa (bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah). (c) Bacillus subtilis.Beberapa kelompok bakteri yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah : (a) Rhizobium (bakteri penambat N2 yang bersimbiosis dengan kacang – kacangan. Endomikoriza (Jamur . mikroorganisme dapat hidup dari substrak yang dikeluarkan oleh tanaman melalui akar ataupun tanaman yang mati. B. Beberapa keuntungan dengan memanfaatkan kelompok mikroorganisme ini adalah : (a) tidak mempunyai bahaya atau efek sampingan. karena sifat dari rizobakteria ini sangat agresif dalam mengkolonisasi akar menggantikan tempat mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman. Pemanfaatan kelompok mikroorganisme ini telah diterapkan di negara – negara maju dan beberapa negara berkembang. dan (d) Teknologinya yang sederhana. mikoriza dapat dikelompokan menjadi Ektomikoriza (jamur yang menginfeksi tidak masuk ke dalam sel akar tanaman dan hanya berkembang diantara dinding sel jaringan korteks. dapat menghasilkan senyawa – senyawa yang mempercepat pertumbuhan (Bowen dan Rovira. (c) harganya yang relatif murah. 1978). putia. 1964). Mikoriza Vesikular – Arbuskular Mikoriza Vesikular – Arbuskular (MVA) merupakan asosiasi antara jamur tertentu dengan akar tanaman membentuk jalinan interaksi yang komplek. Hubungan antara tanaman dan mikroorganisme terjadi di daerah rizosfer. (Burr. Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman. 1961). (d) Clostridium dan (e) Pseudomonas fluorescens dan P. disamping itu dapat juga merangsang pengeluaran unsur hara dari akar (Vancura. (b) Azotobakter. (b) Efisiensi penggunaan yang dapat ditingkatkan sehingga bahaya pencemaran lingkungan dapat dihindari. Berdasarkan struktur dan cara jamur menginfeksi akar.

4). meningkat dengan penggunaan Efisiensi pemupukan P sangat jelas Hasil penelitian Mosse (1981) mikoriza. Senyawa polifosfat kemudian dipindahkan ke dalam hifa dan dipecah menjadi fosfat organik yang dapat diserap oleh sel tanaman. Selain itu akar yang mempunyai mikoriza dapat menyerap unsur hara dalam bentuk terikat dan yang Hifa eksternal pada mikoriza dapat menyerap unsur fosfat dari dalam tanah. disamping itu mikoriza akan menggunakan semua kelebihan karbohidrat dan eksudat akar lainnya. Peranan penting MVA dalam pertumbuhan tanaman adalah kemampuannya untuk menyerap unsur hara baik makro maupun mikro. produksi singkong pada tanaman yang tidak bermikoriza kurang dari 2 gr. jamur mikoriza ada yang dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan patogen. Dipihak lain. sedangkan pada tanaman bermikoriza hampir 4 gr (Tabel. Setelah priode kekurangan air. . Infeksi patogen akar akan terhambat. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jamur mikoriza dapat menghasilkan hormon seperti sitokinin. Hal ini disebabkan karena hifa jamur mampu menyerap air yang ada pada pori – pori tanah saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air. tidak tersedia bagi tanaman.yang menginfeksi masuk ke dalam jaringan sel korteks dan akar yang terinfeksi tidak membesar). giberalin dan vitamin. dan segera diubah menjadi senyawa polifosfat. Akar tanaman yang terbungkus oleh mikoriza akan menyebabkan akar tersebut terhindar dari serangan hama dan penyakit. akar yang bermikoriza akan cepat kembali normal. Mikoriza dapat mengurangi perkembangan penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Phytopthora cinamomi dan dapat juga menekan serangan nematoda bengkak akar (Max. Rusaknya jaringan kortek akibat kekeringan dan matinya akar tidak permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. menunjukkan bahwa tanpa pemupukan TSP. sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok bagi pertumbuhan patogen. Tanaman yang mempunyai mikoriza cenderung lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan dengan tanaman yang tidak mempunyai mikoriza. Penyerapan hifa yang sangat luas di dalam tanah menyebabkan jumlah air yang diambil akan meningkat. 1982).

biodekomposer unggul yang digunakan adalah Trichoderma pseudokoningii . misalnya: SuperDec.Teknologi Kompos Bioaktif Salah satu masalah yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah kandungan bahan organik dan status hara tanah yang rendah. berkisar antara enam bulan hingga setahun sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman. EM Lestari. mikroba akan berperan untuk mengendalikan organisme patogen penyebab penyakit tanaman. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Mikroba biodekomposer yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan (BPBPI). Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan. Proses pengkomposan alami memakan waktu yang sangat lama. dikembangkan berdasarkan tersebut. dan lain-lain. petani organik mengandalkan kompos sebagai sumber . Limbah organik seperti sisasisa tanaman dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Stardec. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Ketika kompos tersebut diberikan ke tanah. Starbio. Mikroba tersebut mampu mempercepat proses pengomposan menjadi sekitar 2-3 minggu. Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia Indonesia hayati pengendali penyakit tanaman. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos. EM4. SuperDec filosofi dan OrgaDec. Biofertilizer Petani organik sangat menghindari pemakaian pupuk kimia. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. OrgaDec. Degra Simba. Petani organik mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. dan fungi pelapuk putih. Cytopaga sp.

yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.81% K. N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman. Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh . Namun. karena terikat pada mineral liat tanah. yaitu Nitrogen (N). Tiga unsur hara penting tanaman. hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan ( leguminose ). antara lain: Aspergillus sp.18 kg KCl. Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah Mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman.utama nutrisi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P. Penicillium sp. dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. 75 kg SP 36/ha dan 37. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja. Jumlah kompos yang demikian besar ini memerlukan banyak tenaga kerja dan berimplikasi pada naiknya biaya produksi.34 kg SP 36.69% N. Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer. Misalnya untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya 200 kg Urea/ha. Hara N tersedia melimpah di udara. dan 2. sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman. 0. Namun.5 kg KCl/ha. dan 2. Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Dengan kata lain 100 kg kompos setara dengan 1. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas. Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh). Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman.34% P2O5. 0. fosfat (P). Sayangnya kandungan hara kompos rendah.69 kg Urea. maka membutuhkan sebanyak 22 ton kompos/ha. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P. Kompos matang kandungan haranya kurang lebih : 1. N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman.

Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman. Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer.tanaman. antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp. Jenis-jenis Mikroorganisme yang Dimanfaatkan untuk Meningkatkan Produk Pangan No . Biofertilizer yang tersedia di pasaran antara lain: Emas. Rhiphosant. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat mensuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Bahan Pangan Mikroorganisme Lactobacillus bulgaricus Streptococcus termophillus Streptococcus lactis Panicillium requiforti Propioni bacterium Lactobacillus casei Rhizopus oligosporus Rhizopus stoloniferus Rhizopus oryzae Aspergillus oryzae Golongan Produk 1 Susu Bakteri Bakteri Bakteri Jamur Bakteri Bakteri Yoghurt Yoghurt Mentega Keju Keju Swiss Susu asam 2 Kedelai Jamur Jamur Jamur Jamur Tempe Tempe Tempe Kecap Oncom 3 Kacang tanah Neurospora sitophyla Jamur . Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Kamizae. Contoh mikoriza yang sering dimanfaatkan adalah Glomus sp dan Gigaspora sp. OST dan Simbionriza .

4 Beras Saccharomyces cereviseae Endomycopsis fibulegera Saccharomyces elipsoides Endomycopsis fibulegera Jamur Jamur Tape Ketan 5 Singkong Jamur Jamur Tape singkong 6 7 8 Air kelapa Tepung gandum Kubis Acetobacter xylinum Bakteri Saccharomyces elipsoides Enterobacter sp. Saccharomyces cereviseae Saccharomyces caelsbergensis Spirulina Chlorella Jamur Bakteri Nata de coco Roti Asinan 9 Padi-padian atau umbi-umbian Jamur Minuman beralkohol 10 Mikroorganisme Alga bersel Protein sel satu tunggal .